Lampiran 1.

Pemilihan Metode dan Cara Kerja Analisis 1) Analisis Organoleptik dengan Uji Perbandingan Jamak (Kartika Dkk, 1988) Ada beberapa uji organoleptik yang dapat dilakukan terhadap suatu produk pangan. Banyak faktor yang mempengaruhi jenis dan metode pemilihan uji sensoris tergantung kebutuhan, apa yang ingin diketahui. Uji organoleptik yang digunakan adalah uji perbandingan jamak. Pada uji perbandingan jamak terdapat tiga atau lebih sampel yang disajikan bersamaan. Prinsip uji perbandingan jamak adalah menentukan ada atau tidaknya perbedaan serta kelebihan dari sampel yang diuji dibandingkan sampel kontrol. Kelebihan ini dapat berarti lebih baik atau lebih buruk, kemudian dilanjutkan dengan seberapa tingkat lebihnya.

Dalampelaksanaannya panelis diminta memberikan skor berdasar skala kelebihan, yaitu lebih baik atau lebih buruk. Parameter yang diuji yaitu warna, aroma, rasa, tekstur dan overall dengan skor 1-7. Skor 1 menunjukkan sangat lebih baik dari kontrol sedangkan skor 7 menunjukkan sangat lebih buruk dari kontrol. Jumlah panelis yang digunakan yaitu 25 orang dengan panelis semi-terlatih. 2) Analisa Sifat Kimia a. Uji Kadar Air Metode Thermogravimetri (Sudarmadji, dkk., 2007) Prinsip pengujian kadar air dengan metode thermogravimetri adalah menguapkan air yang ada dalam bahan dalam cara pemanasan, kehilangan berat selama pemanasan merupakan kadar air yang terdapat pada sampel. 1. Contoh yang telah berupa serbuk atau bahan yang telah dihaluskan sebanyak 1-2 g (B) ditimbang dalam botol timbang yang telah diketahui beratnya (A) 2. Botol timbang dan sampeldikeringkan dalam oven pada suhu 100-1050C selama 3-5 jam tergantung bahannya. Kemudian didinginkan dalam eksikator dan ditimbang. Panaskan lagi dalam oven 30 menit, didinginkan dalam eksikator dan ditimbang; perlakuan ini diulangi sampai tercapai berat konstan (C) (selisih penimbangan berturut-turut kurang dari 0,2 mg.

CO2 dan gas lain yang menguap. sampel sebanyak 2 gr (b) ditimbang dalam krus porselin kemudian dipijarkan dalam muffle dengan suhu 500-600 0C sampai menjadi abu berwarna keputih-putihan. Pengurangan berat merupakan banyaknya air dalam bahan. 3. krus porselin bersih dikeringkan dalam oven selama 15 menit lalu dimasukkan dalam desikator selama 15 menit. 1997) Prinsip uji kadar abu cara kering adalah proses pengabuan menggunakan tanur pada suhu 600 ºC dimana zat-zat organik diuraikan menjadi H2O. Kadar Abu (%db) = Keterangan: KA = Kadar Air A = berat botol timbang B = berat sampel C = berat botol timbang + berat sampel setelah dioven CA  100 % B  (1  KA) . Uji Kadar Abu Cara kering (Sudarmadji dkk.3. 2. kemudian ditimbang (a). Kadar air = Keterangan: A = berat botol timbang B = berat sampel C = berat botol timbang + berat sampel setelah dioven B  (C  A) 100% B b. Cara kerja pengujian kadar abu cara kering adalah : 1. sedangkan sisanya yang tertinggal adalah berupa oksida mineral (abu). Kemudian didinginkan dalam eksikator dan ditimbang (C). Kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 100 0C untuk menurunkan suhunya.

1997) Penentuan persentase kadar protein kasar secara empiris yang umum dilakukan adalah dengan menentukan jumlah nitrogen (N) yang terkandung dalam bahan makanan dengan proses destruksi. . Cara kerja pengujian kadar lemak dengan soxhlet adalah : 1. Sifat yang khas dan mencirikan golongan lipida adalah daya larutnya dalam pelarut organik (ether. dkk. 2. Sampel kering ditimbang (C). Selisih berat sampel sebelum dan sesudah ekstraksi merupakan berat lemak dalam bahan. Prinsip penentuan kadar lemak dengan metode soxhlet adalah ekstraksi lemak dengan pelarut lemak (benzene). setelah pelarutnya diuapkan. 3. destilasi dan titrasi. benzene. dkk. kemudian sampel dalam thimble dikeluarkan dari tabung soxhlet dan dioven untuk menguapkan sisa pelarut yang tertinggal. Petroleum ether yang telah mengandung ekstrak lemak dan minyak dipindahkan. Setelah itu dimasukkan dalam tabung ekstraksi soxhlet. berat lemak kemudian ditimbang dan dihitung presentasenya. A  (C  B) 100% A Kadar Lemak (%db) = d.. 5. Pasang tabung ekstraksi pada alat distilasi Soxhlet dengan pelarut petroleum ether atau petroleum benzine secukupnya selama 4 jam (1216 sirkulasi) 4. Uji Protein dengan Metode Kjeldahl (Sudarmadji.c..2 gr bahan yang telah dihaluskan dan telah dikeringkan (A) (sebaiknya lolos ayakan 40 mesh) dibungkus dengan kertas saring (thimble) yang telah dikonstankan dan diketahui beratnya (B). Uji Kadar Lemak Metode Soxhlet (Sudarmadji. kloroform) atau sebaliknya ketidaklarutannya dalam pelarut air. 2007) Lemak dan minyak merupakan salah satu kelompok yang ternasuk golongan lipida. Timbang dengan teliti 0. Alirkan air pendingin melalui kondensor.

Hal yang sama dilakukan pada blanko untuk mengetahui volume (ml) HCl yang dibutuhkan untuk titrasi pada blanko (tb). Teruskan pemanasan tambahan lebih kurang satu jam. Semua bahan dipanaskan dalam labu Kjeldahl dalam almari asam sampai berhenti berasap. Sampel yang telah dihaluskan ditimbang 0. Distilat ini ditampung dalam erlenmeyer yang telah diisi dengan H3BO3 4% dan dua tetes indikator BCG-MR hingga volume 75 ml.35 gr HgO dan akhirnya ditambahkan 15 ml H2SO4 pekat. 3. Kemudian ditambahkan 7. Labu kjeldahl dipasang pada alat distilasi.Cara kerja pengujian kadar protein metode Kjeldahl adalah: 1. Ditambahkan 100 ml aquades dalam labu kjeldahl yang didinginkan dalam air es dan beberapa lempeng Zn.2-0. 4. Larutan yang diperoleh dititrasi dengan 0. Hitunglah total N atau % protein dalam contoh. Pemanasan diteruskan dengan api besar sampai mendidih dan cairan menjadi jernih. 5.5 gr K2SO4 dan 0. 6.5 gram dan dimasukkan ke dalam labu Kjeldahl.1 N HCl lalu dihitung (ml) HCl yang diperlukan untuk mengubah warna larutan dari biru menjadi kuning (ts). juga ditambahkan 15 ml larutan K2S 4% (dalam air) dan akhirnya tambahkan perlahan-lahan larutan NaOH 50ml yang sudah didinginkan dalam almari es. 2. Api pemanas dimatikan dan bahan dibiarkan dingin. % N = (ts-tb) x N HCl x MR HCl x 100% Berat sampel (mg) % protein (wb) = % N x fp 1-KA Keterangan : V HCl = Volume HCl yang dipakai untuk menitrasi filtrat N HCl = Normalitas HCl yang dipakai .

Menyaring larutan dalam keadaan panas dengan menggunakan corong buchner yang berisi kertas saring tak berabu yang telah dikeringkan dan diketahui bobotnya dan mencuci dengan aquades panas. 2. Komponen dalam sampel yang tidak larut dalam larutan asam dan alkali encer dengan pemanasan dan pendingin balik dalam kondisi tertentu dicuci dan dikeringkan serta ditimbang sebagai serat kasar dalam bahan sampel. Uji Karbohidrat dengan Metode by Difference (Winarno. mengenaptuangkan sample dalam pelarut organik. 2002) Penentuan karbohidrat yang paling mudah adalah dengan cara perhitungan kasar (proximat analysis) atau disebut juga carbohydrate by difference. . yaitu ekstraksi sampel dengan asam dan basa untuk memisahkan serat kasar dari bahan lainnya.313 N dan mendidihkannya lagi selama 30 menit. Uji Serat Kasar Prinsip penentuan kadar serat kasar berdasarkan pada SNI 01-2891-1992. Mengeringkan sampel dan masukan ke dalam erlenmeyer 500 mL Menambahkan 200 mL larutan H2SO4 0. Menyaring dan mencuci endapan yang terdapat pada kertas saring berturut-turut dengan aquades panas dan etanol 95%. dan mendidihkannya selama 30 menit dengan menggunakan pendingin tegak. bebaskan lemaknya dengan cara ekstraksi soxlet atau cara mengaduk.255 N. Cara kerja analisis kadar serat kasar adalah : 1. Yang dimaksud dengan proximate analysis adalah suatu analisis dimana kandungan karbohidrat diketahui bukan melalui analisis tetapi melalui perhitungan sebagai berikut : Kadar karbohidrat (%) = 100% . 6.% (Air + Abu + Protein + Lemak) f. Menambahkan 200 mL NaOH 0. 5. 3. 4. Menimbang 1 gram sampel.fp = faktor pengenceran e.

Uji Kadar Betakaroten (Nielsen.7. g. Mencampurkan larutan dengan vortex selama 3 menit dan didiamkan selama 1 jam. e) f) Menambahkan 2. b) Menambahkan aquadest hingga tanda tera dan kocok hingga potassium dikromat terlarut. Pembuatan kurva standar a) Menimbang dengan teliti 25 mg potassium dikromat dan memasukkan kedalam labu takar 50 mL. mengeringkannya pada suhu 105oC dan mendinginkan serta menimbangnya sampai bobot tetap. Analisis pengujian betakaroten menggunakan metode spektrofotometri terbagi atas dua tahap yakni pembuatan kurva standar dan penentuan kadar betakaroten dalam sampel. Mengangkat kertas saring beserta isinya. Prinsip kerja spektrofotometer UV-Vis adalah dimana sinar/cahaya dilewatkan melewati sebuah wadah (kuvet) yang berisi larutan. c) Larutan kemudian ditera menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 450nm. Penentuan kadar betakaroten d) Menimbang sampel dengan teliti sebesar 1. 2. Panjang gelombang untuk sinar ultraviolet antara 200-400 nm sedangkan panjang gelombang untuk sinar tampak/visible antara 400-750 nm. Tahapan untuk menganalisa kadar betakaroten adalah sebagai berikut : 1. dimana akan menghasilkan spektrum. g) Mengambil larutan karoten (warna kuning) sebanyak 1 ml. memasukannya ke dalam cawan yang telah diketahui bobotnya. Prinsip analisis kadar betakaroten dengan metode spektrofotometri adalah penentuan banyaknya betakaroten didasarkan pada absorbansinya pada panjang gelombang 453 nm. .5 ml Etanol 96% dan 10 ml Petrolium Eter. 1995).5 gr dan memasukkan kedalam tabung reaksi.

3) Analisa Sifat Fisik (Tekstur) a. Mencampurkan larutan dengan vortex selama 3 menit. Gaya tekan yang diberikan alat pada sampel sesaat sebelum sampel hancur dinyatakan sebagai gaya maksimal dengan satuan Newton (N).h) i) j) Menambahkan 4 ml Petrolium Eter. Cara kerja alat Lloyd Universal Testing Machine dalam menentukan tingkat kekerasan sampel adalah : 1. 4. Ditekan sampai sampel patah . 2. 3. jarak penekanan dan nilai output pengujian yang diinginkan dengan komputer 5. 2008). Larutan kemudian ditera menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 450 nm (Supriyono. Uji Tekan dengan alat (Lloyd Universal Testing Machine) (Indriyani. Semakin besar gaya maksimal yang diberikan alat kepada sampel maka tekstur sampel semakin keras. Diletakkan satu buah cookiespada papan pengujian UTM Diletakkan tombol on untuk menghidupkan UTM Dipasang ujung head dengan papan datar lingkaran Diatur kecepatan penekanan. gaya. 2007) Prinsip dari uji tekan (compression test) adalah memberikan gaya tekan terhadap sampel hingga sampel hancur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful