Pengertian hipotesis Langkah menyusun landasan teori juga merupakan tahapan penelitian yang penting untuk membangun atau

merumuskan suatu hipotesis. Landasan teori yang dipilih haruslah sesuai dengan ruang lingkup permasalahan. Landasan teoritis ini akan menjadi suatu asumsi dasar peneliti dan sangat berguna pada saat menentukan suatu hipotesis penelitian. Peneliti harus selalu bersikap terbuka terhadap fakta dan kesimpulan terdahulu baik yang memperkuat maupun yang bertentangan dengan prediksinya. Jadi, dalam hal ini telaah teoritik dan temuan penelitian yang relevan berfungsi menjelaskan permasalahan dan menegakkan prediksi akan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa hipotesis penelitian dapat dirumuskan melalui jalur: 1. Membaca dan menelaah ulang (reviu) teori dan konsep-konsep yang membahas variabelvariabel penelitian dan hubungannya dengan proses berfikir deduktif. 2. Membaca dan mereviu temuan-temuan penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan penelitian lewat berfikir induktif. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris. Hipotesis menyatakan hubungan apa yang dicari atau ingin dipelajari. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks. Oleh karena itu, perumusan hipotesis menjadi sangat penting dalam sebuah penelitian. Manfaat Hipotesis Penetapan hipotesis dalam sebuah penelitian memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian. 2. Mengarahkan dan menyiapkan pola pikir peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti. 3. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh. 4. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta. Oleh karena itu kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada: 1. Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada. 2. Imajinasi dan pemikiran kreatif dari peneliti. 3. Kerangka analisis yang digunakan peneliti. 4. Metode dan desain penelitian yang dipilih peneliti. Ciri hipotesis yang baik Perumusan hipotesis yang baik dan benar harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:

Hipotesis berisi penyataan mengenai hubungan antar paling sedikit dua variabel penelitian. Beberapa contoh hipotesis penelitian yang memenuhi kriteria yang tersebut di atas: 1. 3. ada yang didekati dengan cara pandang: sifat. 3. analisis. 4. 2. dapat disimpulkan bahwa penggalian sumber-sumber hipotesis dapat berasal dari: 1. Pengalaman individu sebagai suatu reaksi terhadap fenomena. Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam yang berkaitan dengan fenomena. dan tingkat kesenjangan yang mungkin muncul pada saat penetapan hipotesis. 3. 6. Belum memahami atau belum memiliki pengetahuan tentang teknik-teknik penelitian yang ada untuk merumuskan kata-kata dalam membuat hipotesis secara benar. Materi bacaan dan literatur yang valid. 2. Hipotesis dua-arah dan hipotesis satu-arah . 5. Wawasan dan pengertian yang mendalam tentang suatu fenomena. Data empiris yang tersedia. Hipotesis harus sederhana (spesifik) dan terbatas. Tidak adanya kerangka teori atau tidak ada pengetahuan tentang kerangka teori yang jelas. Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan deklaratif. Kurangnya kemampuan peneliti untuk menggunakan kerangka teori yang ada. Memiliki kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan yang lain yang sesuai dengan kerangka teori dan bidang ilmu yang bersangkutan. 4. Pemberian drill berupa latihan soal matematika sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 1 bulan siswa SMK kelas 11 dapat meningkatkan prestasi belajar secara signifikan. dan hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki. bukan kalimat pertanyaan. 2. Menggali hipotesis Didasarkan pada paparan di atas. Hambatan atau kesulitan dalam merumuskan hipotesis lebih banyak disebabkan karena hal-hal: 1. Untuk itu dipersyaratkan bagi peneliti harus: 1. hipotesispun bermacam-macam. Hipotesis harus sesuai dengan fakta dan dapat menerangkan fakta. Memiliki kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat. Hipotesis harus dapat diuji (testable). Hipotesis dapat diuji secara spesifik menunjukkan bagaimana variabel-variabel penelitian itu diukur dan bagaimana prediksi hubungan atau pengaruh antar variabel termaksud. Analogi atau kesamaan dan adakalanya menggunakan imajinasi yang berdasar pada fenomena.1. 2. Oleh karena itu seorang peneliti dituntut untuk dapat menggali sumbersumber hipotesis. Oleh karena itu. objek. 2. 3. Jenis-jenis Hipotesis Penetapan hipotesis tentu didasarkan pada luas dan dalamnya serta mempertimbangkan sifat dari masalah penelitian. Olahraga teratur dengan dosis rendah selama 2 bulan dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada pasien IDDM. agar tidak terjadi kesalahpahaman pengertian. Memiliki banyak informasi tentang masalah yang akan dipecahkan dengan cara banyak membaca literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. maka tentu saja merumuskan hipotesis bukan pekerjaan mudah bagi peneliti pemula. 5. Dari beberapa pendapat para ahli.

2. Dalam statistika. Hipotesis alternatif disebut juga hipotesis kerja. Penerimaan atau penolakan hipotesis alternatif merupakan konsekuensi dari penolakan atau penerimaan hipotesis nihil. akan tetapi digunakan untuk menolak atau menerima hipotesis nihil (nol). Terdapat peningkatan berat badan bayi yang signifikan pada bayi yang memperoleh susu tambahan 3 gelas dari ibu yang berperan ganda dibandingkan dengan berat bayi yang memperoleh susu tambahan 3 gelas dari ibu yang tidak berperan ganda. yaitu penerjemahan hipotesis penelitian secara operasional. Hal ini mengandung arti bahwa terdapat perbedaan kematangan berpikir antara siswa putra dan siswa putri dari sekolah tersebut. Hipotesis nihil atau null hypothesis atau Ho adalah hipotesis yang meniadakan perbedaan antar kelompok atau meniadakan hubungan sebab akibat antar variabel. Sebagai contoh. Contoh hipotesis dua arah: 1. Jadi. Kesalahan dalam perumusan hipotesis dan pengujian hipotesis . sedangkan penerimaan terhadap hipotesis nihil akan meniadakan hipotesis alternatif. Hipotesis Statistik Rumusan hipotesis penelitian. oleh karena itu perlu diformulasikan dalam hipotesis satu-arah.m2 = 0 (Hipotesis dua-arah) Ho: m1= m2= 0 (Hipotesis satu-arah) Pada akhirnya penolakan terhadap hipotesis nihil akan membawa kepada penerimaan hipotesis alternatif. statistik sendiri digunakan tidak untuk langsung menguji hipotesis alternatif. Simbol-simbol yang digunakan dalam rumusan hipotesis statistik adalah simbol-simbol parameter. Oleh karena itu. simbolisasi hipotesis tersebut adalah: Ha: m1≠ m2 (Hipotesis dua-arah) (kurang spesifik) Ha: m1 > m2 (Hipotesis satu-arah) (tepat dan spesifik) Atau Ha: m1. perlu diterjemahkan dalam bentuk simbolik.Hipotesis penelitian dapat berupa hipotesis dua-arah dan dapat pula berupa hipotesis satu-arah.m2 ≠ 0 (Hipotesis dua-arah) Ha: m1 . Contoh: 1. Contoh dari hipotesis nol secara statistik adalah: Ho: m1. Ada perbedaan berat badan bayi antara bayi yang memperoleh susu tambahan 3 gelas dari ibu yang berperan ganda dan ibu yang tidak berperan ganda. Prestasi belajar siswa yang diajar dengan strategi pemberian drill soal latihan lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran ceramah. Hipotesis nihil berisi deklarasi yang meniadakan perbedaan atau hubungan antar variabel.m2 > 0 (Hipotesis satu-arah) Dengan demikian simbol Ha berarti hipotesis alternatif. Kedua macam tersebut dapat berisi pernyataan mengenai adanya perbedaan atau adanya hubungan. Ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajar dengan strategi pemberian drill soal latihan dengan siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran ceramah Hipotesis dua-arah memang kurang spesifik. hipotesis penelitian yang menyatakan adanya perbedaan kematangan berpikir yang berarti antara siswa putra dan siswa putri SMK Gajah Mungkur Yogyakarta. rata-rata berarti mean yang mempunyai simbol M. sedangkan parameter mean bagi populasi adalah m. 2. pada saatnya akan diuji dengan menggunakan metode statistik. Parameter adalah besaran-besaran yang apa pada populasi.

Dalam perumusan hipotesis dapat saja terjadi kesalahan. Berdasarkan data yang terkumpul . Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian). apabila ternyata tidak terbukti.005 atau 0. maka akan tepat untuk 95 orang dan 5 orang lainnya terjadi penyimpangan. Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda-tandatanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung).05 atau 0.001 bahkan mungkin 0. Terhadap hipotesis yang sudah dirumuskan peneliti dapat bersikap dua hal yakni: 1. maka lalu membuat suatu teori sementara . Menolak hipotesis nihil yang seharusnya diterima. 2.01. sedangkan untuk penelitian kedokteran dan farmasi yang resikonya berkaitan dengan nyawa manusia. Apabila harga Z-score atau T-score terletak di daerah penerimaan Ho. Untuk mengetahui kedudukan hipotesis antara lain : . maka disebut kesalahan beta dan diberi simbol b. Kata “HYPO” yang artinya “DI BAWAH” dan “THESA” yang artinya “KEBENARAN” jadi hipotesis yang kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia menjadi hipotesa. Inilah hipotesis peneliti akan bekerja berdasarkan hipotesis. Kerlinger (1973) menyatakan hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variable. yang kebenarannya masih perlu di uji (di bawah kebenaran). Penentuan harga untuk uji hipotesis dapat berasal dari Z-score ataupun T-score. Dari arti katanya. maka disebut kesalahan alpha dan diberi simbol a atau dikenal dengan taraf signifikansi pengukuran. dan berkembang menjadi hipotesis. Misalnya saja ditentukan taraf signifikansi 5% maka apabila kesimpulan yang diperoleh diterapkan pada populasi 100 orang. atau sebaliknya tumbang sebagai hipotesis. peneliti akan menguji apakah hipotesis yang dirumuskan dapat naik status menjadi teas. Pada umumnya penelitian di bidang pendidikan digunakan taraf signifikansi 0. Menerima hipotesis nihil yang seharusnya ditolak. hipotesis memang dari dua penggalan. Peneliti mengumpulkan data-datadata yang paling berguna untuk membuktikan hipotesis. maka Ha yang dirumuskan tida Goresan Kuliah – pada postingan kali ini saya mencoba membahas tentang HIPOTESIS dan CARA MERUMUSKANNYA Trealese (1960) memberikan definisi hipotesis sebagai suatu keterangan semnatara dari suatu fakta yang dapat diamati. 2. diambil taraf signifikansi 0.0001. Cara pengujian hipotesis didekati dengan penggunaan kurva normal. Apabila peneliti telah mendalami permasalahan penelitiannya dengan seksama serta menetapkan anggapan dasar. Good dan scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya. Macam kesalahan dalam perumusan hipotesis ada dua macam yaitu: 1.

Kegunaan hipotesis Kegunaan hipotesis antara lain 1. Dan. Jika.. 4. hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y. Rumusan hipotesis kerja 1. Apabila ketiga hal tersebut dapat dibuktikan . 3.. Ada pengaruh. 2. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian. Hipotesis ini menyatakan tidak ada perbedaan antara dua variabel. Maka. Jenis-jenis hipotesis Ada dua jenis hipotesis yang digunakan dalam penelitian antara lain : 1. A.disingkat Ha.. Ada perbedaan antara.   Perlu di uji apakah ada data yang menunjuk hubungan variabel penyebab dan variabel akibat..memang ditimbulkan oleh penyebab itu.... Hipotesis kerja atau alternatif .. 2. Dalam.. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang... G.E. Terhadap. Adanya data yang menunjukkan bahwa tidak ada penyebab lain yang bisa menimbulkan akibat tersebut.. Adakah data yang menunjukkan bahwa akibat yang ada . Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan B.. Hipotesis nol (null hypotheses) disingkat Ho. 2. maka hipotesis yang dirumuskan mempunyai kedudukan yang kuat dalam penelitian. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian. atau tidak adanya pengaruh variabel X terhadap variabel Y Rumusannya: . 3.R brurrough mengatakan bahwa penelitian berhipotesis penting dilakukan bagi :    Penelitian menghitung banyaknya sesuatu Penelitian tentang perbedaan Penelitian hubungan.. atau adanya perbedaan antara dua kelompok.

. 2) Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat-tempat. Dalam. C.. Hipotesis deduktif Dalam hipotesis ini. Dengan. 3) Hipotesis harus dapat diuji 4) Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada. D. terhadap.peneliti dapat memulai penyelidikan dengan memilih salah satu teori yang ada dibidang yang menarik minatnya.. penelitian merumuskan hipotesis sebagai suatu generalisasi dari hubungan-hubungan yang diamati 2. b) Tidak ada pengaruh.. 5) Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.setelah teori dipilih.. Ciri-ciri hipotesis Ciri-ciri hipotesis yang baik: 1) Hipotesis harus mempunyai daya penjelas 2) Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabelvariabel. objek-objek serta hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki. 3) Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainnya yang sesuaia dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan. Menggali dan merumuskan hipotesis Dalam menggali hipotesis. ia lalu menarik hipotesis dari teori ini. peneliti harus [2]: 1) Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. Good dan scates memberikan beberapa sumber untuk menggali hipotesis : ..a) Tidak ada perbedaan antara. Hipotesis induktif Dalam prosedur induktif..... Saran untuk memperoleh hipotesis: 1.

.1) Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu 2) Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan 3) Imajinasi dan angan-angan 4) Materi bacaan dan literatur 5) Pengetahuan kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang diselidiki. Sebagai kesimpulan . 4) Hendaknya dapat diuji 5) Hipotesis sebaiknya mempunyai kerangka teori. 6) Data yang tersedia 7) kesamaan. maka beberapa petunjuk dalam merumuskan hipotesis dapat diberikan sebagai berikut : 1) Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan padat serta spesifik 2) Hipotesis sebaiknya dinyatakan dalam kalimat deklaraif dan berbentuk pernyataan. 3) Hipotesis sebaiknya menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful