P. 1
Pengertian Administrasi Publik

Pengertian Administrasi Publik

|Views: 162|Likes:
Published by tiakimreg
Administrasi publik
Administrasi publik

More info:

Published by: tiakimreg on Jan 17, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2014

pdf

text

original

Pengertian Administrasi Publik.

Dari pengertian atau definisi administrasi dan publik tersebut di atas maka dapat ditarik pengertian tentang administrsi publik yang pada intinya melaksanakan pembangunan dan mengurusi atau memberikan pelayanan untuk kepentingan masyarakat. Banyak para ahli yang memberikan definisi pada administrasi publik, diantaranya sebagai berikut: Menurut John M. Pfiffner dan Robert V. Presthus adalah sebagai berikut: Administrasi publik meliputi implementasi kebijaksanaan Pemerintah yang telah ditetapkan oleh badan-badan perwakilan politik. Administrasi publik dapat didefinisikan koordinasi usaha-usaha perorangan dan kelompok untuk melaksanakan kebijaksanaan pemerintah. Secara global, administrasi publik adalah suatu proses yang bersangkutan dengan pelaksanaan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah, pengarah kacakapan, dan teknik-teknik yang tidak terhingga jumlahnya, memberikan arah dan maksud terhadap usaha sejumlah orang. Menurut Prajudi Atmosudirdjo: Administrasi publik adalah administrasi dari negara sebagai organisasi, dan administrasi yang mengejar tercapainya tujuan-tujuan yang bersifat kenegaraan. Dan Menurut Dwigt Waldo: Administrasi publik adalah manajemen dan organisasi dari manusia-manusia dan peralat1.

(Kebijakan publik adalah kebijakan-kebijakan yang dikembangkan oleh badan-badan dan pejabat-pejabat pemerintah). a. . Dye mendefinisikan kebijakan publik sebagai berikut: "Public Policy is whatever the government choose to do or not to do". maka tentunya ada tujuannya. Meskipun "ojek sepeda motor" ini bukan termasuk kendaraan angkutan umum. apabila pemerintah memilih untuk melakukan sesuatu. James E. Akan tetapi. dapat dikatakan kebijakan publik.(Kebijakan publik adalah pengalokasian nilai-nilai secara syah kepada seluruh anggota masyarakat). Apabila pemerintah memilih untuk tidak melakukan sesuatu. Thomas R. yang dapat dikategorikan sebagai "tidak meiakukan sesuatu". yang tentunya ada tujuannya. karena becak dianggap mengganggu kelancaran lalu-lintas.Pengertian Kebijakan Publik. Menurut Dye. inipun merupakan kebijakan publik. tetapi Pemerintah DKI Jakarta tidak meiakukan tindakan untuk melarangnya. Dye Thomas R. Sebagai contoh: becak dilarang beroperasi di wilayah DKI Jakarta. di samping dianggap kurang manusiavvi. karena kebijakan publik merupakan "tindakan" pemerintah. Tidakadanya tindakan untuk melarang "ojek" ini. David Easton David Easton memberikan definisi kebijakan publik sebagai berikut: "Public policy is the authoritative allocation of values for the whole society". Anderson Anderson mengatakan: "Public Policies are those policies developed by governmen¬tal bodies and officials". b. bertujuan untuk kelancaran lalu-lintas. kemudian muncul "ojek sepeda motor". c. (Kebijakan publik adalah apapun pilihan pemerintah untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu). dengan dihapuskannya becak.

yaitu antara lain DPR. Departemen Kehakiman. Suatu kebijakan yang mengatur tentang pemberian pelayanan/keuntungan kepada individu-individu. Redistributive. Distributive Policy. Pecsatuan Guru Indonesia (PGRI). Departemen Tenaga Kerja. . Substantive and Procedural Policies. meskipun ada Instansi/Organisasi Pemerintah yang secara fungsional berwenang membuatnya. Jenis-jenis Kebijakan Publik. banyak instansi/organisasi lain yang terlibat. Substantive Policy. Distributive. Sebagai contoh: dalam pembuatan suatu kebijakan publik. Suatu kebijakan dilihatdari pihak-pihak yang terlibatdalam perumusannya (Policy Stakeholders). yang berwenang membuat adalah Departemen Pendidikan Nasional. Contoh: kebijakan tentang "Tax Holiday" Redistributive Policy Suatu kebijakan yang mengatur tentang pemindahan alokasi kekayaan. tetapi dalam pelaksanaan pembuatannya.2. Misalnya: kebijakan pendidikan. dan Presiden yang mengesyahkan Undang-undang tersebut. and Regulatory Policies. James E. Instansi-instansi/ organisasi-organisasi yang terlibat tersebut disebut policy stakeholders. Anderson (1970) mengelompokkan jenis-jenis kebijakan publik sebagai berikut: a. misalnya Undang-undang tentang Pendidikan. pemilikan. kebijakan ekonomi. Contoh: kebijakan tentang pembebasan tanah untuk kepentingan umum. dan Iain-lain. atau hak-hak. atau perusahaan-perusahaan. kelompok-kelompok. Procedural Policy. b. baik instansi/organisasi pemerintah maupun organisasi bukan pemerintah. Suatu kebijakan dilihatdari substansi masalahyangdihadapi oleh pemerintah.

Private Goods Policy. dengan imbalan biaya tertentu. Tingkat-tingkat Kebijakan Publik. Contoh: kebijakan pembuatan rumah sederhana. Contoh: kebijakan pengadaan barang-barang/pelayanan untuk keperluan perorangan. Suatu kebijakan yang memgatur tentang pembatasan/ pelarangan terhadap perbuatan/tindakan. penyediaan jalan umum. Lembaga Administrasi Negara (1997). c. Public Goods and Private Goods Policies. Suatu kebijakan yang mengatur tentang pengalokasian/ penyediaan sumber-sumber material yang nyata bagi penerimanya. untuk kepentingan orang banyak Contoh: kebijakan tentang perlindungan keamanan.Regulatory Policy. untuk kepentingan individu-individu (perorangan) di pasar bebas. mengemukakan sebagai berikut: a. ho¬tel. LingkupNasional . d. Material Policy. Suatu kebijakan yang mengatur tentang penyediaan barang-barang/pelayanan oleh pihak swasta. misalnya tempat hiburan. dan Iain-lain. Mengenai tingkat-tingkat kebijakan publik ini. Public Goods Policy. Contoh: kebijakan tentang larangan memiliki dan menggunakan senjata api. Suatu kebijakan yang mengatur tentang penyediaan barang-barang/pelayanan-pelayanan oleh pemerintah. 3.

Kebijakan nasional yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan dapat berbentuk: UUD. Kebijakan umum yang tertulis dapat berbentuk: Peraturan Pemerintah (PP). Undang-undang (UU). Yang berwenang menetapkan kebijakan nasional adalah MPR. Yang berwenang menetapkan kebijakan pelaksanaan adalah menteri/pejabat setingkat menteri dan pimpinan LPND. Kebijakan umum pada tingkat Daerah dapat berbentuk Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi dan PERDA Kabupaten/Kota. 1) Kebijakan Umum. Yang berwenang menetapkan kebijakan umum di Daerah Provinsi adalah Gubernur dan DPRD Provinsi. Kebijaksanaan pelaksanaan adalah merupakan penjabaran dari kebijakan umumsebagai strategi pelaksanaan tugas di bidang tertentu. Kebijakan umum pada lingkup Daerah adalah kebijakan pemerintah daerah sebagai pelaksanaan azas desentralisasi dalam rangka mengatur urusan Rumah Tangga Daerah. Lingkup Wilayah Daerah. 2) Kebijakan Umum Kebijakan umum adalah kebijakan Presiden sebagai pelaksanaan UUD. 3) Kebijakan Pelaksanaan. Ketetapan MPR. UU. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (PERPU).-untuk mencapai tujuan nasional. Pada Daerah Kabupaten/Kota ditetapkan oleh BupatiAValikota dan DPRD Kabupaten/Kota. dan DPR.1) KebijakanNasional Kebijakan Nasional adalah adalah kebijakan negara yang bersifat fundamental dan strategis dalam pencapaian tujuan nasional/negara sebagaimana tertera dalam Pembukaan UUD 1945. TAP MPR. Yang berwenang menetapkan kebijakan umum adalah Presiden. 2) Kebijakan Pelaksanaan . Presiden. b. Instruksi pejabat tersebut di atas. Keputusan. Kebijakan pelaksanaan yang tertulis dapat berbentuk Peraturan. Keputusan Presiden (KEPPRES). Instruksi Presiden (INPRES).

Jenis.Dalam rangka desentralisasi adaiah Gubernur/ Bupati/Walikota. .Kebijakan pelaksanaan dalam rangka tugas pembantuan (medebewind) merupakan pelaksanaan tugas Pemerintah Pusat di Daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. cobalah latihan di bawali ini. Dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi berbentuk Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota. Jelaskan tentang kebijakan publik lingkup Nasional ! 6. Coba jelaskan dan berikan contohnya ! 2. tidak melakukan sesuatu merupakan kebijakan publik.Kebijakan pelaksanaan dalam rangka dekonsentrasi merupakan pelaksanaan kebijakan nasional di Daerah. Dye.Dalam rangka tugas pembantuan adalah Gubernur/ Bupati/Walikota. Redistributive and Regulatory Policies dan berikan masing-masing contohnya ! 4. B. Menurut Thomas R. Jelaskan tentang Distributive. Latihan Untuk lebih memantapkan pengertian Anda mengenai Pengertian. Jelaskan tentang kebijakan publik lingkup Wilayah/Daerah ! . Jelaskan tentang Substantive and Procedural Policies dan berikan masing-masing contohnya! 3.Dalam rangka dekonsentrasi adalah Gubernur/ Bupati/Walikota. 1. . Dalam rangka pelaksanaan desentralisasi dan tugas pembantuan berupa Keputusan-keputusan dan Instruksi Gubernur/Bupati/Walikota.Kebijakan pelaksanaan dalam rangka desentralisasi merupakan realisasi pelaksanaan PERDA. . dan Tingkat-tingkat Kebijakan Publik. Jelaskan tentang Public Goods and Private Goods Policies dan berikan masing-masing contohnya ! 5. . Yang berwenang menetapkan kebijakan pelaksanaan adalah: .Kebijakan pelaksanaan pada lingkup Wilayah/Daerah ada tiga macam: .

Kebijakan Umum. dan Kebijakan Pelaksanaan. .ApabilaAndabelum mampu menjawab latihan tersebutdi atas. Di samping itu. C. Rangkuman Kebijakan publik adalah suatu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah/negara yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Di Indonesia dikenal adanya tingkatan-tingkatan kebijakan publik. Kebijakan publik bertujuan untuk memecahkan masalah-masaiah yang ada di dalam masyarakat. maka pelajari kembali kegiatan pembelajaran tentang Pengertian. . dan Tingkat-tingkat Kebijakan Publik. Jenis-jenis. yang meliputi Kebijakan Umum dan Kebijakan Pelaksanaan. Distributive. Material Policies. yaitu kebijakan publik lingkup Nasional. yaitu Substantive and Procedural Policies. Redistributive and Regulatory Policies. yang meliputi Kebijakan Nasional. ada kebijakan publik lingkup Wilayah/Daerah. Public Goods and Private Goods Policies. •■ •' Ada beberapa jenis kebijakan publik. terutama yang belum Anda pahami.

. Kebijakan publik baik untuk melakukan atau tidak meiakukan sesuatu itu mempunyai tujuan tertentu. b. c. Kebijakan publik ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Kebijakan publik dibuat oleh pemerintah yang berupa tindakan-tindakan pemerintah.Kesimpulan: a.

Latar belakang pendidikannya. Hal ini berarti bahwa administrasi dan manajemen tidak menjalankan sendiri kegiatan-kegiatan yang bersifat operasional. sebaiknya dilaksanakan juga dengan baik karena pelaksanaan fungsifungsi itu akan meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan. ekonomis. Ketidakmampuan untuk menjalankan untuk menjalankan fungsifungsi itu akan mengakibatkan lambat atau cepat matinya organisasi. Beberapa Contoh Teori Fungsi-Fungsi Administrasi dan Manajemen . Faktor-faktor tersebut ialah : 1. administrasi dan manajemen mempunyai tugas-tugas tertentu yang harus dilaksanakan sendiri. B. Kondisi masyarakat serta taraf kemajuannya dalam suasana para sarjana tertentu menulis. dan efektif.Fungsi-Fungsi Administrasi dan Manajemen FUNGSI-FUNGSI DAN ADMINISTRASI MANAJEMEN Pada dasarnya administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijakan umum. Karena adanya pengertian-pengertian pendapat itu tidak perlu diinterpretasikan sebagai tidak adanya kesatuan pola pikir. Fungsi Pelengkap Yang dimaksud dengan fungsi pelengkap yaitu semua fungsi yang meskipun tidak mutlak dijalankan oleh organisasi. 3. 2. KLASIFIKASI POKOK FUNGSI-FUNGSI ADMINISTRASI dan MANAJEMEN Pada dasarnya keseluruhan fungsi-fungsi administrasi dan manajemen dapat dibagi menjadi dua klasifikasi utama. sedangkan manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas kebijakan umum yang telah dirumuskan. yaitu : 1. Dalam proses pelaksanaannya. memperlancar usaha pencapaian tujuan dengan efisiensi. Perkembangan ilmu itu sendiri. Fungsi Organik Yang dimaksud fungsi organik adalah semua fungsi yang mutlak harus dijalankan oleh administrasi dan manajemen. Tidak pula dapat diinterpretasikan sebagai faktor penghalang kea rah perkembangan yang lebih pesat dari ilmu pengetahuan. Ada empat faktor yang menyebabkan timbulnya perbedaan-perbedaan yang tidak fundamental. 2. A. karena kegiatan-kegiatan yang bersifat operasional itu dilaksanakan oleh kelompok pelaksana. 4. Filsafat hidup yang dianut oleh sarjana yang bersangkutan. Tugas-tugas itulah yang biasa disebut sebagai fungsi-fungsi administrasi dan manajemen.

dengan mudah dapat dipahami penggunaan istilah yang lebih lunak itu.Di bawah ini diberikan beberapa contoh dari berbagai teori yang telah dikemukakan. coordinating (pengkoordinasian). merupakan seorang ahli yang pertama kali menulis tentang teori administrasi dan manajemen dalam bukunya yang berjudul General and Industrial Management. organizing (pengorganisasian). 2. Miller. Lebih dikenal dengan akronim “POSDCORB”. penekanan analisis dalam buku tersebut adalah manajemen merupakan proses. John D. ia memandang pemberian bimbingan kepada bawahan sebagai fungsi mahapenting bagi seorang pejabat pimpinan. 2. planning (perencanaan). Harold Koonts dan Cyrill O’Donnel dalam buku mereka yang berjudul Principles of Management. yaitu directing dan facilitating. controlling (pengawasan). organizing (pengorganisasian). 3. Mereka juga berpendapat bahwa dengan approachitu. Gullick. 1. sarjana yang dalam karyanya Papers on the Science of Administration. 2. commanding (pemberian komando). dan 7. Luther M. 4. directing (pemberian bimbingan). Karya Millet sesuai dengan filsafat hidup yang dianutnya. Fungsi terpenting dari rangkaian fungsi-fungsi administrasi dan manajemen di atas adalah fungsi commanding. 4. mengatakan bahwa fungsi-fungsi organik administrasi dan manajemen adalah: 1. . staffing (pengadaan tenaga kerja). 1. dalam bukunya yang berjudul Management in the Public Service mengklasifikasikan fungsi organic administrasi dan manajemen hanya dua golongan. organizing (pengorganisasian). Gullick menulis karyanya pada tahun 1930 pada waktu pengetahuan orang tentang administrasi telah lebih meningkat. budgeting (penganggaran). klasifikasi yang mereka buat itulah bagi mereka yang paling tepat. coordinating (pengkoordinasian). Klasifikasi fungsi-fungsi manajemen yang mereka berikan ialah: 1. planning (perencanaan). 5. Henry Fayol. 6. Rangkaian fungsi yang terpenting ialah fungsi directing sebagai konsep yang lebih “lunak” dari commanding. Jika dihubungkan dengan kondisi masyarakat di Amerika dan perkembangan ilmu administrasi yang telah semakin berkembang. 1. reporting (pelaporan). planning (perencanaan). dan 5. serta ilmu administrasi dan manajemen pada waktu itu masih bersifat embrional. Istilah commanding dapat dipahami dan dibenarkan pada saat itu karena kondisi masyarakat Perancis yang pada waktu itu memang militeristik. 3. 2. Fayol mengatakan bahwa fungsi administrasi dan manajemen itu ialah: 1.

pengorganisasian (sebagai usaha menciptakan wadah yang sesuai dengan kebutuhan). organizing (pengorganisasian). . Terry mempergunakan istilah actuating sebagai fungsi yang menunjukkan proses penggerakan bawahan. organizing (pengorganisasian). directing (pemberian bimbingan). Karena itu ia mengatakan bahwa teknik penggerakan bawahan yang paling tepat ialah dengan jalan pelaksanaan dengan baik fungsi motivating yang berarti bahwa pimpinan harus dapat memeberikan motivasi dalam bentuk perangsang kepada bawahan agar bawahan itu mau memberikan yang terbaik pada dirinya -waktunya. staffing (pengadaan tenaga kerja). 1. planning (perencanaan). 1. Terry dalam bukunya yang berjudul Principles of Management. Inti seluruh teori Mee ialah bahwa seorang manusia yang bekerja pada suatu organisasi melakukan kegiatan-kegiatannya tidak terlepas dari perhitungan-perhitungan pribadi yang akan diperolehnya. Setelah menganalisis berbagai teori mengenai fungsi organik administrasi dan manajemen. dan pengawasaan (sebagai usaha mengamati pelaksanaan rencana yang telah dibuat). 4. Mee mengatakan bahwa fungsi organisasi dan manajemen adalah 1. controlling (pengawasan). cara berpikir di kalangan para ahli administrasi dan manajemen. controlling (pengawasan). Mee atau Profesor Mee adalah seorang guru besar dalam ilmu manajemen (dalam mata kuliah filsafat manajemen) di Universitas Indiana. dan 4. 3. dan 4.3. 2. George R. dan 5. Fungsi-fungsi itu ialah perencanaan (yang merupakan pengarahan kegiatan-kegiatan organisasi). Istilah ini jauh lebih “lunak” lagi jiak dibandingkan dengan istilah commanding atau directing. planning (perencanaan). 3. Pada hakikatnya terdapat keseragaman. actuating (penggerakan). Fungsi terpenting dalam penggerakan bawahan adalah directing. controlling (pengawasan). bakatnya. Hal ini terutama terbukti dari adanya tiga fungsi yang disebut oleh semua sarjana yang dijadikan contoh di atas. Rangkaian fungsi-fungsi tersebut dikenal dengan akronim “POAC”. keahliannya dan tenaganyadalam usaha mencapai tujuan organisasi. motivating (pemberian motivasi). kesimpulan pembahasan di atas adalah: 1. Terry mengklasifikaasikan fungsi-fungsi manajemen itu sebagai berikut: 1. John F. 2. Actuating berarti usaha mendapatkan hasil dengan penggerakan orang lain. “Kelunakan” ini menurut pendapat penulis sangat dipengaruhi oleh kondisi masyarakat Amerika yang semakin demokratis serta pengertian para ilmuan yang jauh lebih mendalam lagi tentang pentingnya peranan manusia dalam proses administrasi dan manajemen.

Filsafat Administrasi Edisi Revisi. bahkan ketika mengorganisir dapat dipandang sebagai definisi sederhana. sumber: Siagian. serta menetapkan kedudukan dan sifat hubungan antara masing-masing unit tersebut. 3. seperti isu politik. Organisasi adalah kelompok masyarakat sering mencoba untuk mengatur beberapa subjek tertentu. hanya perbedaan yang bersifat situasional dan terminologis yang ada. bisa mendapatkan serumit mengorganisir informasi dunia. Fungsi yang terlupakan atau paling sedikit mendapat sorotan itu adalah fungsi organik. Pengorganisasian (organizing) adalah tindakan menata ulang elemen berikut satu atau lebih aturan . Sondang. Perencanaan (planning). Jadi. 5. Dalam berbagai klasifikasi yang dibuat tidak terdapat perbedaan yang fundamental. 4. 3.2. Ada trends of thought yang seirama di kalangan para ahli tersebut. Fungsi-fungsi organik administrasi dan manajemen adalah sebagai berikut: 1. 4. Jakarta: Bumi Aksara Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta cara-cara untuk Planning / perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pemberian motivasi (motivating). Pengertian Organizing dalam Manajemen Organizing yaitu mengelompokan kegiatan yang diperlukan. Masih ada satu fungsi yang kurang mendapat perhatian para ahli. yakni menetapkan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam oraganisasi. dan Penilaian (evaluating). P. karena apabila administrator dan manajer tidak menjalankan fungsi itu akan mengakibatkan matinya organisasi. . Pengawasan (controlling).2008. Pengorganisasian (organizing). 2.

integrasi. sinkronisasi upaya anggota kelompok sehingga memberikan kesatuan tindakan dalam mengejar tujuan bersama. serta mengevaluasi keseluruhan SDM yang diperlukan dalam organisasi dalam mencapai tujuannya. perintah-perintah.Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja. untuk menjamin agar hasilnya sesuai dengan rencana. percekcokan. Directing / commanding bukan saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan. Newman Pengawasan adalah suatu usaha untuk menjamin agar pelaksanaan sesuai dengan rencana. Coordinating / koordinasi merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan. bila diperlukan. tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasi kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju kepada realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya. dan mengambil tindakan-tindakan korektif. b. c. Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja. kekosongan kegiatan. Koordinasi adalah penyatuan.George R. dengan jalan menghubungkan. agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju yang telah ditetapkan semula. Pengawasan terdiri dengan maksud untuk memperbaikinya dan mencegah terulangnya kembali. pengembangannya sampai dengan Staffing atau pengelolaan SDM organisasi dapat didefinisikan sebagai rangkaian proses dan upaya untuk memperoleh. pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi. mengembangkan. . Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha stilah Staffing . mengadakan evaluasi atasannya. menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Henry Fayol Pengertian Directing dalam Manajemen Directing / commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan. saran. a. usaha agar setiap tenaga petugas memberi daya guna maksimal kepada organisasi. memotivasi. Terry Pengawasan adalah untuk menentukan apa yang telah dicapai.

Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut. tidak dikerjakan menurut kehendak yang mengerjakan saja. atau mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka lebih berdaya guna dan berhasil guna. semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan ditujukan agar bawahan bertambah kegiatannya. diketahui bahwa Budget merupakan hasil kerja (out-put) yang terutama berupa tafsira-tafsiran yang akan dilaksanakan diwaktu yang akan datang. ACTUATING Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi Dalam hal ini. Budget (Anggaran) adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis. actuating adalah kemampuan membujukorang-orang mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuhsemangat.Sedangkan koordinasi (coordination) mengandung makna menjaga agar tugastugas yang telah dibagi. Reporting dalam manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi. Menurut Keith Davis. tetapi menurut aturan sehingga menyumbang penyampaian tujuan. Motivating atau pemotivasian merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian intruksi. . agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela apa yang dikehendaki oleh atasan. George R. yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang. Karena suatu Budget merupakan hasil kerja (out-put). semangat dan dorongan kepada bawahan. pemberian inspirasi. baik secara lisan maupun tulisan sehingga dalam menerima laporan dapat memperoleh gambaran tentang pelaksanaan tugas orang yang memberi laporan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->