P. 1
Kata Pengantar Karya Tulis Ilmiah

Kata Pengantar Karya Tulis Ilmiah

|Views: 1,617|Likes:
Published by Rianda Dwi Putra
kedokteran
kedokteran

More info:

Published by: Rianda Dwi Putra on Jan 17, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2014

pdf

text

original

Kata Pengantar

Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terimakasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya tulis ini. Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. Maka dari itu kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis kami di masa datang. Sehingga semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik. Dengan menyelesaikan karya tulis ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat di petik dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang fibrile convulsion.

Padang, 13 Juli 2013

Penulis

i

identify the type of seizure.neurological abnormalities. The term “convultion fibrile” in this paper is equated with the term “febrile seizures”. ii . sensory or autonomic caused by loss of electrical charge in brain neurons. Physical examination on febrile seizures include vital signs. usually at a rectal temperatured above 38C with an age limit of about 3 months to about 5 years. In a fibrile seizure. This is evidenced by many studies of experts.ABSTRACT Seizures in infancy and young children are frequently encountered in the clinic. Febrile seizures can be defined as a symptom of a seizure that occurs in infants and children that the cause is fever (temperature increase). the authors hope the next writer can better explore the fibrile convulsion. althgouh a number of different reseaech reports. Handling of seizures in children begins with ensuring the existence of seizures. not only with the literature review but along with observations. On the occurrence of febrile seizures. neurological disorders. Such change. motor. Finally. Disorders of intellect and learning disorders are rare in simple febrile seizures. emotional. either about the causes. in general it can be concluded that febrile seizures caused by fever experienced by the patient. Both of the above has now been abandoned and replaced by methods that are considered better. EEG. This examination is usually performed if your doctor find the signs that lead to the central nervous system disorders.lumbar puncture or CT scan. usually only accurs less than 15 minutes and seizures can be stopped. Investigations performed to rule out the possibility of seizures due to infetion of the central nervous system. examination. Therefore it is necessary lift paper about fibrile convulsion (febrile seizures). theraphy has been progressing. so the diagnosis can be enforced. After the handled. Anamnesis should attempt to determine the factors that can cause seizures and convulsions and gives post-seizure state. about the seizure. There are differences in definitions and limitations regaeding the criteria for febrile seizures among the experts themselves. malignancies and others. One of the seizures that often enough the number of events is fibrile convulsion. Investigations that can be done is laboratory examination. neurological trauma. Children who have experienced febrile seizures. Seizures are the typical clinical manifestation which took place intermittenly can cause impaired consciousness. based on clinical history and neurological examination. Apparently the incidence of fibrile seizures is quite a lot happening in society and enough to make parent (family) of patient are panic and anxiety. the search for lesions or physical trauma to the patient. mental development and neurological generally remain normal. etc. However. From time to time events of seizures in infants and children. behavioral. loss of electric charge is associated with an increase intemperature in infant or children who are characterized by a state fever.signs of infection. determined investigations (if indeed found indications) to rule out the possibility of other diseases in addition to febrile seizures and to ascertain the cause of the seizures. including the provision of Livingstone in terms of the guidelines to make diagnoses febrile convulsions and also the opinion Livingstone prophylaxis in febrile seizures that are needed constantly. There are a few things have change in the handling of febrile seizures.

keganasan dan lain lain. tata laksana telah mengalami perkembangan. Akhirnya. tanda-tanda infeksi. lepasnya muatan listirk ini berhubungan dengan peningkatan suhu bayi atau anak anak yang ditandai dengan keadaan demam. Penanganan kejang pada anak dengan memastikan adanya kejang. Istilah fibril convulsion dalam makalah ini disamakan dengan istilah kejang demam. Kedua hal diatas kini sudah ditinggalkan dan diganti dengan metode yang dianggap lebih baik. Gangguan intelek dan gangguan belajar jarang terjadi pada kejang demam sederhana. diantaranya adalah mengenai ketetapan Livingston dalam hal pedoman membuat diagnosa demam kejang dan juga pendapat Livingston bahwa profilaksis pada demam kejang diperlukan terus-menerus. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium. Rupanya kejadian kejang demam inicukup banyak terjadi dalam masyarakat dan cukup membuat orang tua (keluarga) pasien panik dan cemas. Anak anak yang pernah mengalami demam kejang. kelainan neurologis. trauma neurologi. tingkah laku. biasanya hanya terjadi kurang dari 15 menit dan kejang dapat berhenti sendiri. Salah satu kejang yang cukup sering angka kejadiannya adalah fibrile convulsion. perkembangan mental dan neurologis umumnya tetap normal.kelainan neurologis. Pada kejang demam. ditentukan pemeriksaan penunjang (jika memang ditemukan indikasi) untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya selain kejang demam dan untuk memastikan penyebab terjadinya kejang. baik mengenai penyebab. perihal mengenai kejang. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan jika memang dokter menemukan tanda tanda yang mengarah pada adanya gangguan sistem saraf pusat. tidak hanya dengan tinjauan pustaka namun disertai dengan observasi iii . Pemeriksaan fisik pada kejang demam meliputi tanda-tanda vital. biasanya pada suhu rektal diatas 38C dengan batasan umur sekitar 3 bulan sampai sekitar 5 tahun. Setelah kejang tertangani. penulis mengharapkan penulis berikutnya dapat lebih menggali mengenai fibrile convulsion. walaupun dengan angka laporan penelitian yang berbeda. mengidentifikasi jenis kejang. Namun. sehingga diagnosa dapat ditegakkan. pencarian lesi ataupun trauma fisik pada pasien. Hal ini dibuktikan oleh banyak penelitian dari ahli. Perubahan tersebut. Anamnesis harus berupaya menentukan faktor faktor yang dapat menyebabkan kejang dan memberikan gambaran kejang dan keadaan pasca kejang. Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan kejang karena infeksi pada sistem saraf pusat. pungsi lumbal ataupun CT scan. Terdapat perbedaan definisi dan batasan mengenai kriteria kejang demam itu sendiri dikalangan para ahli.ABSTRAK Kejang pada masa bayi ataupun anak-anak adalah hal yang sering di jumpai di klinik. emosi. Dari waktu ke waktu peristiwa kejang pada bayi dan anak anak.sensorik atau otonom yang disebabkan oleh lepasnya muatan listrik di neuron otak. Kejang demam dapat didefinisikan sebagai suatu gejala berupa kejang yang terjadi pada bayi dan anak anak yang penyebabnya adalah demam (pengingkatan suhu). Pada kejadian kejang demam. motorik. Ada beberapa hal yang telah mengalami perubahan dalam penanganan kejang demam. Kejang adalah manifestasiklinis khas yang berlangsung secara intermiten dapat dapat berupa gangguan kesadaran. secara umum dapat disimpulkan bahwa kejang demam adalah kejang yang di sebabkan karena demam yang dialami oleh pasien. Oleh karena itu dirasa perlu mengangkat makalah mengenai fibrile convulsion ini (kejang demam). berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan klinis neurologis. pemeriksaan. pemeriksaan EEG.

2 Tujuan 1.3 Pemeriksaan Penujang 2.DAFTAR ISI - Kata Pengantar Abstrak Daftar Isi Bab I .5 Penatalaksanaan 2.2 Anamnesis 3.3 Manfaat 1.3 Pemeriksaan Fisik 3. Tinjauan Kepustakaan 2.5 Diagnosa Kerja iv 32 32 34 35 36 .2 Pemeriksaan Fisik 2.5 Epidemiologi 1.4 Definisi 1.1 Diagnosa Kerja 2.1 Anamnesis 2.4.4 Pemeriksaan Penunjang 3.8 Patogenesa 1.7 Patofisiologi 1.1 Identitas Pasien 3.2 Diagnosa Banding 2.7 Prognosis 13 16 17 19 19 21 25 30 31 - Bab III .6 Komplikasi 2.1 Latar Belakang 1.4 Diagnosa 2. Pembahasan 3. Pendahuluan 1.9 Manifestasi Klinik i ii iv 1 2 3 4 5 6 7 9 11 - Bab II .4.6 Etiologi 1.

IV Kesimpulan / Saran Bab .8 Pembahasan 36 36 37 - Bab .3. V Daftar Pustaka 38 39 v .6 Diagnosa Banding 3.7 Penatalaksanaan 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->