P. 1
Macam-macam Pendekatan, Model, Metode, Dan Strategi Pembelajaran matematika

Macam-macam Pendekatan, Model, Metode, Dan Strategi Pembelajaran matematika

|Views: 14,111|Likes:
Published by nourindah
pendekatan pembelajaran matematika, Macam-macam Pendekatan, Model, Metode, Dan Strategi Pembelajaran matematika, macam-macam metode pembelajaran, macam-macam model pembelajaran matematika, macam-macam strategi pembelajaran matematika
pendekatan pembelajaran matematika, Macam-macam Pendekatan, Model, Metode, Dan Strategi Pembelajaran matematika, macam-macam metode pembelajaran, macam-macam model pembelajaran matematika, macam-macam strategi pembelajaran matematika

More info:

Published by: nourindah on Jan 19, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2015

pdf

text

original

Macam

-

macam pendekatan pembelajaran Matematika
1) Pendekatan Induktif Pendekatan induktif pada awalnya dikemukakan oleh filosof Ingris Prancis Bacon (1 !1) yang menghendaki agar penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta " fakta yang kongkrit sebanyak mungkin# Berpikir induktif ialah suatu proses berpikir yang berlangsung dari khusus menuju ke umum# $rang mencari ciri " ciri atau sifat " sifat tertentu dari berbagai fenomena% kemudian menarik kesimpulan bahwa ciri " ciri itu terdapat pada semua jenis fenomena# Menurut Purwanto (dalam &agala% '(() * ++) tepat atau tidaknya kesimpulan atau cara berpikir yang diambil secara induktif bergantung pada representatif atau tidaknya sampel yang diambil mewakili fenomena keseluruhan# Makin besar jumlah sampel yang diambil berarti refresentatif dan tingkat kepercayaan dari kesimpulan itu makin besar% dan sebaliknya semakin kecil jumlah sampel yang diambil berarti refresentatif dan tingkat kepercayaan dari kesimpulan itu semakin kecil pula# ,alam konteks pembelajaran% pendekatan induktif berarti pengajaran yang bermula dengan menyajikan sejumlah keadan khusus kemudian dapat disimpulkan menjadi suatu konsep% prinsip atau aturan# ') Pendekatan ,eduktif Pendekatan deduktif merupakan cara menarik kesimpulan dari hal yang umum menjadi ke hal yang khusus# ,alam penalaran deduktf% tdak menerima generalisasi dari hasil obser-asi seperti yang diperoleh dari penalaran induktif# ,asar penalaran deduktif adalah kebenaran suatu pernyataan haruslah didasarkan pada pernyataan sebelumnya yang benar#

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

)) Pendekatan &piral Pada pembelajaran matematika yang menggunakan pendekatan spiral% suatu konsep tidak diajarkan dari awal sampai akhir secara sebagian-sebagian% berulangulang% atau dalam selang waktu yang terpisah-pisah#.etapi dalam pembelajaran% mula-mula konsep tersebut dikenalkan dengan cara dan dalam bentuk sederhana yang makin lama makin kompleks dan dalam bentuk abstrak# Pada akhirnya digunakan bentuk umum dalam matematika% di antara selang waktu yang terpisah itu diberikan konsep-konsep lain# /) Pendekatan 0onstruksti-isme 0onstrukti-isme merupakan landasan kontekstual% yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi &edikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba - tiba#Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta " fakta% konsep% atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat# .etapi manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata# &iswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah% menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya% bergelut dengan ide " ide% yaitu siswa harus mengkonstruksi pengetahuan dibenak mereka sendiri# ) Pendekatan 1ealistik Realistic Mathematics Education sebagai salah satu paradigma dalam pembelajaran matematika% telah banyak mempengaruhi program pembelajaran matematika di beberapa 2egara# 0eberhasilannya di negeri asalnya (Belanda) menyebabkan para ahli pendidikan matematika menaruh perhatian secara khusus# ,alam praktek pembelajaran matematika di kelas% pendekatan realistic sangat memperhatikan aspek-aspek informal% kemudian mencari jembatan untuk mengantarkan pemahaman siswa pada matematika formal# ,e 3ange (145+) mengistilahkan informal mathematics sebagai horizontal mathematization sedangkan matematika formal sebagai vertical mathematization# Menurut .reffers dan 6offree (145 ) dalam proses pematematikaan kita membedakan dua komponen proses matematisasi yaitu horizontal mathematization dan vertical mathematization# Menurutnya bahwa 7mula-mula kita dapat mengidentifikasi bagian dari matematisasi bertujuan untuk mentransfer suatu masalah ke dalam masalah yang dinyatakan secara matematika# Melalui penskemaan dan mengedentifikasi matematika khusus ke dalam konteks umum# !) Pendekatan Pemecahan Masalah Problem atau masalah menurut 8ayes (8algimon &3% 144'*') adalah suatu kesenjangan (gap) antara di mana 9nda berada sekarang dengan tujuan yang 9nda inginkan% sedangkan 9nda tidak tahu proses apa yang akan dikerjakan# Menurut 8udoyo (144!*14()% suatu pertanyaan merupakan suatu permasalahan bila pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan prosedur rutin% sedangkan pemecahan masalah adalah proses penerimaan tantangan dan kerja keras untuk menyelesaikan masalah tersebut# &elanjutnya 8udoyo (144!*154) mengemukakan bahwa penyelesaian masalah dapat diartikan sebagai penggunaan matematika baik untuk matematika itu sendiri maupun aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari dan ilmu pengetahuan yang lain secara kreatif untuk menyelesaikan

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

masalah-masalah yang belum kita ketahui penyelesaiannya ataupun masalahmasalah yang belum kita kenal# ,ari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa walaupun pemecahan masalah dapat didefinisikan secara berbeda oleh orang yang berbeda dalam saat yang sama atau oleh orang yang sama pada saat yang berbeda% akan tetapi pada hakekatnya semua sepakat bahwa pemecahan masalah mengandung pengertian sebagai proses berpikir tingkat tinggi dan mempunyai peranan yang penting dalam pembelajaran matematika# +) Pendekatan 0ontekstual (:.3) Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran merupakan konsep belajar mengajar yang memfungsikan guru sebagai pihak yang harus mengemas materi (konten) dan mengaitkannya dengan suasana yang mudah dipahami siswa (konteks)# Membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa% serta mendorong siswa membuat kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat

MACAM MACAM METODE PEMBELAJARAN
a. Metode Pembelajaran - Metode Ceramah Metode ceramah merupakan metode yang paling umum atau paling banyak digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Metode ceramah merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran. Wina Sanjaya mendefinisikan “ metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. !Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, h. "#$.%

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

“ Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar mengajar. !&atim 'iyanto, Pengembangan (urikulum, h. )$.% *erdasarkan pendapat tersebut bisa disimpulkan bahwa metode ceramah merupakan metode yang sudah sejak lama digunakan dalam kegiatan pembelajaran, khususnya pada kegiatan pembelajaran yang bersifat kon+esional atau pembelajaran yang berpusat pada guru !teacher centered%. Pemilihan metode ceramah pada umumnya digunakan karena sudah menjadi kebiasaan dalam suatu kegiatan pembelajaran. ,i samping itu juga, metode ceramah digunakan karena guru biasanya belum puas kalau dalam kegiatan pembalajaran tidak melakukan ceramah. ,emikian juga dengan siswa, mereka akan belajar manakala ada guru yang memberikan materi pelajaran melalui ceramah, sehingga kalau ada guru yang berceramah berarti ada kegiatan pembelajaran dan jika tidak ada guru berarti tidak ada kegiatan pembelajaran. -da beberapa alasan yang mengapa metode ceramah sering digunakan, alasan ini merupakan sekaligus menjadi keunggulannya. (eunggulan-keunggulannya adalah. ". /uru mudah menguasai kelas. ). Mudah mengorganisasikan tempat duduk0kelas. 1. ,apat diikuti oleh jumlah siswa yang besar. #. Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.
2. /uru mudah menerangkan pelajaran dengan baik.
Strategi Pembelajaran, h. 6$.% !Syaiful *ahri ,jamarah 3 -4wan 5ain,

,i samping keunggulan-keunggulan tersebut, metode ceramah juga memiliki kelemahan-kelemahan. (elemahan-kelemahannya adalah. ". Mudah terjadi +erbalisme !pengertian kata-kata%. ). &ang +isual menjadi rugi, yang auditif !mendengar% yang besar menerimanya. 1. *ila selalu digunakan dan terlalu lama, membosankan.
#. /uru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini

sukar sekali.

!7bid, h. 6$.%

b) Metode Pembelajaran - Metode Di !" i metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama. !7bid, h. 8$.% Metode diskusi merupakan salah satu metode pembelajaran yang dilakukan oleh

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

guru dalam kegiatan pembelajaran dengan memberikan siswa suatu permasalahan untuk diselesaikan bersama-sama. Sehingga akan terjadi interaksi antara dua atau lebih siswa untuk saling bertukar pendapat, informasi, maupun pengalaman masingmasing dalam memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru. ,engan demikian diharapkan tidak akan ada siswa yang pasif. 9ujuan penggunaan metode diskusi dalam kegiatan pembelajaran seperti yang diungkapkan (illen !"668% adalah tujuan utama metode ini adalah untuk memecahakan suatau permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengatahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan. !Wina Sanjaya,
Strategi Pembelajaran, h. "2#.%

Metode diskusi sangat tepat digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam bekerjasama untuk memecahkan masalah serta melatih siswa untuk mengeluarkan pendapat secara lisan. ,alam pembelajaran matematika metode diskusi sangat tepat digunakan pada materi-materi yang menantang untuk samasama dipecahkan, misalnya materi bangun-bangun geometri, peluang dan konsep bilangan. -dapun dalam pelaksanaan metode diskusi, guru harus benar-benar mampu mengorganisasikan siswa sehingga diskusi dapat berjalan seperti yang diharapkan. Menurut *ridges !"6$6% dalam pelaksanaan metode diskusi, guru harus mengatur kondisi yang memungkinkan agar. • Setiap siswa dapat berbicara mengeluarkan gagasan dan pendapatnya. • Setiap siswa harus saling mendengar pendapat orang lain.

Setiap harus dapat mengumpulkan atau mencatat ide-ide yang dianggap penting. Melalui diskusi setiap siswa harus dapat mengembangkan pengatahuannya serta memahami isu-isu yang dibicarakan dalam diskusi. !7bid, h. "22.%

Setiap metode pembelajaran pasti memiliki keunggulan dan kelemahan, begitu juga dengan metode diskusi. -da beberapa keunggulan dari metode diskusi, yaitu. • Siswa memperoleh kesempatan untuk berpikir. • Siswa mendapat pelatihan mengeluarkan pendapat, sikap dan aspirasinya secara bebas.
• •

Siswa belajar bersikap toleran terhadap teman-temannya. ,iskusi dapat menumbuhkan partisipatif aktif dikalangan siswa.
Nur Indah

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

,iskusi dapat mengembangkan pendapat orang lain.

sikap

demokratif,

dapat

menghargai

,engan diskusi, pelajaran menjadi rele+an dengan kebutuhan masyarakat.
!Syaiful Sagala, (onsep dan Makna Pembelajaran !*andung. -lfabeta, )::8%, h. ):8.%

,i samping itu juga, ada beberapa kelemahan-kelemahan penggunaan metode diskusi, di antaranya. • ,iskusi terlalu menyerap waktu. • Pada umumnya siswa tidak terlatih untuk melakukan diskusi dan menggunakan waktu diskusi dengan baik, maka kecenderungannya mereka tidak sanggup berdiskusi.

(adang-kadang guru tidak sanggup memahami cara-cara melaksanakan diskusi, maka kecenderungannya diskusi tanya jawab. !7bid, h. ):6.%

c) Metode Pembelajaran - Metode Tan#a Ja$ab Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. !Syaiful *ahri ,jamarah 3 -4wan 5ain, Strategi *elajar, h. 6#.% ;adi, metode tanya jawab adalah interaksi dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan komunikasi +erbal, yaitu dengan memberikan siswa pertanyaan untuk dijawab, di samping itu juga memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan kepada guru. Metode tanya jawab digunakan sebagai sarana untuk menguji penguasaan siswa secara +erbal terhadapa materi yang telah dipelajari. ,i samping itu, metode jawab memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih memahami pelajaran yang belum dimengerti dengan cara bertanya. Metode tanya jawab sebaiknya digunakan pada materi-materi pelajaran umumnya sulit dimengerti siswa. ,alam hal tersebut guru harus peka mambaca kondidi anak didiknya sebelum memutuskan menggunakan meot tanya jawab. (eunggulan-keunggulan dari metode tanya jawab adalah. • Pertanyaan menarik dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika siswa sedang ribut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang kantuknya.

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan cara berpikir, termasuk daya ingatan. Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. !7bid, h. 62.%

-dapun kelemahan-kelemahan dari metode tanya jawab ini adalah. • Siswa merasa takut, apalagi bila kurang dapat mendorong siswa untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab. • 9idak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa.

Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang. ,alam jumlah siswa yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa. !7bid, h. 62.%

d) Metode Pembelajaran - Metode Demon tra i Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. !Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, h.
"2).%

*erdasarkan pendapat tersebut, bahwa metode demonstrasi digunakan untuk memperagakan tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu terkait dengan materi pelajaran yang dipelajari dengan tujuan menyajikan pelajaran dengan lebih konkrit sehingga materi pelajaran yang disampaikan akan lebih berkesan bagi siswa dan membentuk pemahaman yang mendalam dan sempurna. Metode demonstrasi dibutuhkan dalam pembelajaran matematika terutama materi-materi yang membutuhkan alat peraga pembelajaran. 7ni untuk menanamkan pemahaman yang mendasar dan konstruktif terhadap materi yang dipelajari. Metode demonstrasi sangat tepat digunakan pada materi *angunbangun geometri. (eunggulan-keunggulan metode demontrasi adalah. • Perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingga hal yang penting itu dapat diamati.

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

,apat membimbing murid ke arah berpikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama. <konomis dalam jam pelajaran di sekolah dan ekonomis dalam waktu yang panjang dapat diperlihatkan melalui demonstrasi dengan waktu yang pendek. ,apat mengurangi kesalaham-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan, karena murid mendapatkan gambaran yang jelas ari hasil pengamatannya. (arena gerakan dan proses dipertunjukkan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banyak. *eberapa persoalan yang menimbulkan pertanyaan atau keraguan dapat diperjelas waktu proses demonstrasi. ! Syaiful Sagala, (onsep dan Makan, h. )"". %

(elemahan-kelemahan metode demontrasi adalah. • Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif. • =asilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.

,emonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang di samping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain. !Syaiful *ahri ,jamarah 3 -4wan 5ain, Strategi *elajar, h. 6".%

e) Metode Pembelajaran - Metode Pemberian T"%a dan Re ita i Metode resitasi !penugasan% adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. !7bid, h. 82.% ;adi, bisa disimpulkan bahwa metode tugas dan resitasi adalah metode pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan tugas tertentu kepada siswa untuk dikerjakan dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. 9ugas yang diberikan guru dapat memperdalam materi pelajaran dan dapat pula menge+aluasi materi yang telah dipelajari. Sehingga siswa akan terangsang untuk belajar aktif baik secara indi+idual maupun kelompok. (eunggulan-keunggulan metode tugas dan resitasi adalah. • *aik sekali untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang konstruktif.

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

Memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas sebab dalam strategi ini siswa harus mempertanggung jawabkan segala sesuatu !tugas% yang telah dikerjakan. Memberikan kebiasaan siswa untuk giat belajar. Memberikan tugas siswa untuk sifat yang praktis.
Pendidikan -gama 7slam !Surabaya. >saha ?asional, "681%, h. 68.%
! 5uhairini, dkk, Metodik (husus

• •

(elemahan-kelemahan metode tugas dan resitasi adalah. • 9idak jarang pekerjaan yang ditugaskan itu diselesaikan dengan meniru pekerjaan orang lain. • (arena perbedaan indi+idu, maka tugas apabila diberikan secara umum mungkin beberapa orang diantaranya merasa sukar sedangkan sebagian lainnya merasa mudah menyelesaikan tugas tersebut.

-pabila tugas diberikan, lebih-lebih bila itu sukar dikerjakan, maka ketenangan mental para siswa menjadi terpengaruh. !-li Pande 3 7mansyah, ,idaktik
Metode !Surabaya. >saha ?asional, "68#%, h. 6).%

&) Metode Pembelajaran - Metode E! 'erimen Metode eksperimen !percobaan% adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajar. !Syaiful *ahri ,jamarah 3 -4wan 5ain, Strategi *elajar, h. 8#.% ,alam kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen, siswa diiberikan kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan tentang suatu permasalahan terkait materi yang diberikan. Peran guru sangat penting pada metode eksperimen, khususnya dalam ketelitiandan kecermatan sehingga tidak terjadi kekeliruan dan kesalahan memaknai kegiatan eksperimen dalam kegiatan pembelajaran. Pemahaman siswa akan lebih kuat dan mendalam jika siswa diberikan kesempatan untuk mengalami secara langsung dalam suatu proses, analisis dan pengambilan kesimpulan terhadap suatu masalah. @al ini akan menimbulkan kepercayaan pada siswa bahwa yang dipelajari merupakan suatu yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Pembelajaran matematika dikatakan ilmu pasti, yang artinya bahwa setiap pernyataan dalam matematika dapat dibuktikan secara analitis dan logis. Mengingst hal tersebut maka metode eksperimen sangat

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

dibutuhkan dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi-materi yang membutuhkan keterlibatan siswa secara langsung, misalnya materi Peluang, (onsep bilangan, dan *angun-bangun geometri. (eunggulan-keunggulan metode eksperimen adalah. • Metode ini dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran dan kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri dari pada hanya menerima kata guru atau buku saja. • ,apat mengembangkan sikap untuk studi eksploratis tentang sains dan teknologi, suatu sikap dari seorang ilmuan.

Metode ini didukung oleh a4as-a4as didaktik modern. !Syaiful Sagala, (onsep dan Makna,
h. )):-))".%

(elemahan-kelemahan metode eksperimen adalah. • Metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sains dan teknologi. • Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal.
• •

Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan dan ketabahan. Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada faktor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan dan pengendalian. !Syaiful *ahri ,jamarah 3 -4wan 5ain, Strategi *elajar, h. 82.%

%) Metode Pembelajaran - Metode Problem (ol)in% *Pemecahan Ma alah) Metode problem sol+ing !metode pemecahan masalah% merupakan metode pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan suatu permasalahan, yang kemudian dicari penyelasainnya dengan dimulai dari mencari data sampai pada kesimpulan. Seperti apa yang ungkapkan oleh Syaiful *ahri ,jamarah dan -swan 5ain bahwa, Metode problem sol+ing !metode pemecahan masalah% bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan metode berpikir, sebab dalam problem sol+ing dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. !7bid, h. 6".% Aebih lanjut dikatakan bahwa dalam penggunaan metode problem sol+ing mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. • -danya masalah yang jelas untuk dipecahkan. • Mencari data atau keterangan yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

• • •

Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Menarik kesimpulan.
!7bid, h. 6).%

(eunggulan-keunggulan metode problem sol+ing !metode pemecahan masalah% adalah. • Pemecahan masalah !problem sol+ing% merupakan tehnik yang cukup bagus untuk memahami isi pelajaran. • Pemecahan masalah !problem sol+ing% dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan siswa kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.

Pemecahan masalah pembelajaran siswa.

!problem

sol+ing%

dapat

meningkatkan

aktifitas

Pemecahan masalah !problem sol+ing% dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata. Pemecahan masalah !problem sol+ing% dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. Melalui pemecahan masalah !problem sol+ing% bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran !matematika, 7P-, sejarah, dan lain sebagainya%, pada dasarnya merupakan cara berpikir, dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa, bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari buku-buku saja. Pemecahan masalah !problem sol+ing% dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa. Pemecahan masalah !problem sol+ing% dapat mengembangkan kemampuan siswa berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru. Pemecahan masalah !problem sol+ing% dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

Pemecahan masalah !problem sol+ing% dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. !Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, h. )):-))".%

(elemahan-kelemahan metode problem sol+ing !metode pemecahan masalah% adalah. • Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa, tingkat sekolah dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa, sangat memerlukan kemampuan dan keterampilan guru. • Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran.

Mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berpikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok, yang kadang-kadang memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa. !Syaiful
*ahri ,jamarah 3 -4wan 5ain, Strategi *elajar, h. 61.%

M9:9M M$,;3 P;MB;39<9192
A. Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

Langkah-langkah: 1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.). 2. uru menyajikan pelajaran. !. uru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. "nggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. 4. uru memberi kuis # pertanyaan kepada seluruh siswa. $ada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. %. Memberi e&aluasi. '. $enutup. (elebihan) 1. Seluruh siswa 2. Melatih kerjasama dengan baik. (ekurangan) 1. "nggota 2. B. menjadi lebih siap.

kelompok semua Membedakan

mengalami

kesulitan. siswa.

Model E am!les "on E am!les *+amples ,on *+amples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. .ontoh-contoh dapat dari kasus # gambar yang rele&an dengan (/. 0angkah-langkah) 1. uru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. 2. uru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat 12$. !. uru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan # menganalisa gambar. 4. Melalui diskusi kelompok 2-! orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. %. 3iap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. '. Mulai dari komentar # hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. 4. (esimpulan. gambar. gambar.

(ebaikan) 1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa 2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh !. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. (ekurangan) 1. 3idak semua materi 2. Memakan waktu yang lama. dapat disajikan dalam bentuk

gambar.

#. Model Lesson Stud$ 0esson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di 5epang yang dalam bahasa 5epangnya disebut 5ugyokenkyuu. 6stilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

7oshida. 0esson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan pro8esionalitas guru-guru di 5epang dengan jalan menyelidiki# menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih e8ekti8. "dapun langkah-langkahnya sebagai berikut) 1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. (erjasama ini meliputi) a. $erencanaan. b. $raktek mengajar. c. 1bser&asi. d. 9e8leksi# kritikan terhadap pembelajaran. 2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. !. 4. uru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. :erarti tahap praktek mengajar terlaksana. uru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. :erarti tahap obser&asi terlalui.

%. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. 3ahap ini merupakan tahap re8leksi. /alam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. '. 2asil pada (%) selanjutnya diimplementasikan pada kelas# pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). "dapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut) - /apat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. /apat dilaksanakan antar# lintas sekolah. D. Model %em&ela'a(an #onte tual Teaching and Lea(ning (#TL) $ermasalahan terbesar yang dihadapi para peserta didik sekarang (siswa) adalah mereka belum bisa menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dan bagaimana pengetahuan itu akan digunakan. 2al ini dikarenakan cara mereka memperolah in8ormasi dan moti&asi diri belum tersentuh oleh metode yang betul-betul bisa membantu mereka. $ara siswa kesulitan untuk memahami konsep-konsep akademis (seperti konsep-konsep matematika, 8isika, atau biologi), karena metode mengajar yang selama ini digunakan oleh pendidik (guru) hanya terbatas pada metode ceramah. /i sini lain tentunya siswa tahu apa yang mereka pelajari saat ini akan sangat berguna bagi kehidupan mereka di masa datang, yaitu saat mereka bermasyarakat ataupun saat di tempat kerja kelak. 1leh karena itu diperlukan suatu metode yang benar-benar bisa memberi jawaban dari masalah ini. Salah satu metode yang bisa lebih memberdayakan siswa dalah pendekatan kontekstual (.onte+tual 3eaching and 0earning #

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

.30) .onte+tual 3eaching and 0earning (.30) adalah sistem pembelajaran yang cocok dengan kinerja otak, untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna, dengan cara menghubungkan muatan akademis dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. 2al ini penting diterapkan agar in8ormasi yang diterima tidak hanya disimpan dalam memori jangka pendek, yang mudah dilupakan, tetapi dapat disimpan dalam memori jangka panjang sehingga akan dihayati dan diterapkan dalam tugas pekerjaan. .30 disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat. Menurut teori pembelajran kontekstual, pembelajaran terjadi hanya ketika siswa (peserta didik) memproses in8ormasi atau pengetahuan baru sedemikian rupa sehingga dapat terserap kedalam benak mereka dan mereka mampu menghubungannya dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar mereka. $endekatan ini mengasumsikan bahwa pikiran secara alami akan mencari makna dari hubungan indi&idu dengan linkungan sekitarnya. :erdasarkan pemahaman di atas, menurut metode pembelajaran kontekstual kegiatan pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas, tapi bisa di laboratorium, tempat kerja, sawah, atau tempat-tempat lainnya. Mengharuskan pendidik (guru) untuk pintar-pintar memilih serta mendesain linkungan belajar yang betul-betul berhubungan dengan kehidupan nyata, baik konteks pribadi, sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, serta lainnya, sehingga siswa memiliki pengetahuan# ketrampilan yang dinamis dan 8leksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara akti8 pemahamannya.

Macam-Macam St(ategi %em&ela'a(an Matematika
1. Strategi 6nkuiri Strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis,

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya denga penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan mengajar pada strategi ini ialah) a. (eterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar. (egiatan belajar di sini adalah kegiatan mental intelektual dan sosial emosional. b. (eterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran c. Mengembangkan sikap percaya pada diri sendiri (sel8belie8) pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri. ;ntuk menyusun strategi yang terarah perlu diperhatikan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa dapat berinkuiri secara maksimal. (ondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya inkuiri bagi siswa adalah) a. "spek sosial didalam kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi. 2al ini menuntut adanya suasana bebas di dalam kelas, setiap siswa tidak merasakan adanya tekanan#hambatan untuk mengemukakan pendapatnya. (ebebasan berbicara dan penghargaan terhadap pendapat yang berbeda walaupun pendapat itu tidak rele&an. b. 6,(;696 ber8okus pada hipotesis. Siswa perlu menyadari bahwa ada dasarnya semua pengetahuan bersi8at tentati8, tidak ada kebenaran yang bersi8at mutlak. Sehubungan adanya berbagai sudut pandang yang berbeda diantara siswa, maka dimungkinkan adanya &ariasi penyelesaian masalah sehingga 6,(;696 bersi8at open ended, ada berbagai kesimpulan yang berbeda dari masing-masing siswa dengan argumen yang benar. /isamping 6,(;696 terbuka dikenal juga 6,(;696 tertutup yaitu jika hanya ada satu-satunya kesimpulan yang benar sebagaihasil proses 6,(;696. c. $enggunaan 8akta. /i dalam kelas dibicarakan &aliditas dan reliabilitas tentang 8akta sebagimana dituntut dalam pengujian hipotesis pada umumnya. ;ntuk menciptakan kondisi diatas, maka peranan guru sangat menentukan. uru tidak lagi berperan sebagai pemberi in8ormasi dan siswa sebagai penerima in8ormasi, sekalipun hal itu sangat diperlukan. $eranan utama guru dalam menciptakan kondisi inkuiri adalah sebagai berikut a. Moti&ator, yang memberi rangsangan supaya siswa akti8 dan gairah berpikir b. <asilisator, yang menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berpikir siswa c. $enanya, untuk menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka perbuat dan memberi keyakinan pada diri sendiri. d. "dministrator, yang bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan di dalam kelas. e. $engarah, yang memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

8. Manajer, yang mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas g. 9ewarder, yang memberi penhargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka peningkatan semangat heuristik pada siswa supaya guru dapat melakukan perananya secara e8ekti8 maka pengenalan kemampuan siswa sangat diperlukan, terutama cara berpikirnya, cara mereka menanggapi, dan sebagainya. 2. Strategi $enyelesaian Masalah ($91:0*M S10=6, ) Strategi belajar mengajar penyelesaian masalah memberi tekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. $roses ini berlangsung secara bertahap, mulai dari menerima stimulus dari lingkungan sampai pada memberi respons yang tepat terhadapnya. $enyelesaian masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain ) a. $enyelesaian masalah berdasarkan pengalaman masa lampau, dalam hal ini penyelesaian masalah kurang (tidak) rasional. b. $enyelesaian masalah secara intuiti8 masalah diselesaikan tidak berdasarkan akal, tetapi berdasarkan intuisi atau 8irasat. c. $enyelesaian masalah dengan cara trial error, penyelesaian masalah dilakukan dengan cobacoba ,percobaan yang dlakukan tidak berdasar hipotesis tetapi secara acak. d. $enyelesaian masalah secara otoritas. $enyelesaian masalah dilakukan berdasarkan kewenangan seseorang. e. $enyelesaian masalah secara meta 8isik. Masalah-masalah yang dihadapi dalam dunia empirik diselesaikan dengan prinsip-prinsip yang bersumber pada dunia supranatural#dunia mistik#dunia gaib. 8. $enyelesaian masalah secara ilmiah ialah penyelesaian masalah secara rasional melalui proses deduksi dan induksi. $enyelesaian masalah dalam strategi belajar mengajar disini ialah penyelesaian masalah secara ilmiah atau semi ilmiah. uru memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan, materi pelajaran tidak terbatas hanya pada buku teks disekolah tetapi dapat diambil dari sumber-sumber lingkungan yang ada. $emilihan materi seperti itu memerlukan beberapa criteria sebagai berikut) a. :ahan yang dipilih bersi8at con8lict issue atau contro&ersial. :ahan seperti itu dapat direkam dari peristiwa-peristiwa konkret dalam bentuk audo &isual atau kliping atau disusun sendiri oleh guru. b. :ahan yang dipilih bersi8at umum sehingga tidak terlalu asing bagi siswa. c. :ahan tersebut mencakup kepentingan orang banyak dalam masyarakat. d. :ahan tersebut mendukung tujuan pengajaran dan pokok bahasan dalam kurikulum sekolah.

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

e. :ahan tersebut merangsang perkembangan kelas yang mengarah pada tujuan yang dikehendaki. 8. :ahan tersebut menjamin kesinambungan pengalaman belajar siswa. %enggolongan St(ategi Bela'a( Menga'a( 1. :erdasarkan :entuk dan $endekatan) a. *+pository >*+position? (ekspositorik) yang berarti guru hanya memberikan in8ormasi yang berupa teori, generalisasi, hukum atau dalil beserta bukti bukti yang mendukung. Siswa hanya menerima saja in8ormasi yang diberikan oleh guru. $engajaran telah diolah oleh guru sehingga siap disampaikan kepada siswa, dan siswa diharapkan belajar dari in8ormasi yang diterimanya. 2ampir tidak ada unsur disco&ery (penemuan). /alam suatu pengajaran, pada umumnya guru menggunakan dua kutub strategi serta metode mengajar yang lebih dari dua macam, bahkan menggunakan metode campuran. uru dapat memilih metode ceramah, ia hanya akan menyampaikan pesan berturut-turut sampai pada pemecahan masalah#eksperimen bila guru ingin banyak melibatkan siswa secara akti8. .ontoh strategi ekspositorik ) $ada 3aman kanakkanak, guru menjelaskan kepada anak-anak, aturan untuk menyeberang jalan dengan menggunakan gambar untuk menunjukkan aturan ) berdiri pada jalur penyeberangan, menanti lampu lintas sesuai dengan urutan wa rna, dan sebagainya. 6a mengemukakan aturan umum dan mengharap anak-anak akan mengikuti#mentaati aturan tersebut. b. /isco&ery dan 6n@uiry /isco&ery (penemuan) sering dipertukarkan pemakaiannya dengan in@uiry (penyelidikan). /isco&ery (penemuan) adalah proses mental dimana siswa mengasimilasikan suatu konsep atau suatu prinsip. $roses mental misalnyaA mengamati, menjelaskan, mengelompokkan, membuat kesimpulan dan sebagainya. Sedangkan konsep, misalnyaA bundar, segitiga, kubus dan balok. 6n@uiry, merupakan perluasan dari disco&ery (disco&ery yang digunakan lebih mendalam) "rtinya, in@uiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. MisalnyaA merumuskan problema, merancang eksperi men, melaksanakan eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Selanjutnya Sund mengatakan bahwa penggunaan disco&ery dalam batas-batas tertentu adalah baik untuk kelas-kelas rendah, sedangkan in@uiry adalah baik untuk siswasiswa di kelas yang lebih tinggi. /9. 5. 9ichard Suchman mencoba mengalihkan kegiatan belajar-mengajar dari situasi yang didominasi. guru ke situasi yang melibatkan siswa dalam proses mental melalui tukar pendapat yang berwujud diskusi, seminar dan sebagainya. Salah satu bentuknya disebut uided /isco&ery 0esson, (pelajaran dengan penemuan terpimpin) yang langkah-langkahnya sebagai berikut) "danya problema yang akan dipecahkan, yang dinyatakan dengan pernyataan atau pertanyaan a. 5elas tingkat#kelasnya (dinyatakan dengan jelas tingkat siswa yang akan diberi pelajaran, misalnya SM$ kelas 666) b. (onsep atau prinsip yang harus ditemukan siswa melalui kegiatan tersebut perlu ditulis dengan jelas. c. "lat#bahan perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam melaksanakan kegiatan

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

d. /iskusi sebagai pengarahan sebelum siswa melaksanakan kegiatan. e. (egiatan metode penemuan oleh siswa berupa penyelidikan#percobaan untuk menemukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang telah ditetapkan 8. $roses berpikir kritis perlu dijelaskan untuk menunjukkan adanya mental operasional siswa, yang diharapkan dalam kegiatan. g. $erlu dikembangkan pertanyaan-pertanyaan yang bersi8at terbuka, yang mengarah pada kegiatan yang dilakukan siswa. h. "da catatan guru yang meliputi penjelasan tentang hal-hal yang sulit dan 8aktor-8aktor yang dapat mempengaruhi hasil terutama kalau penyelidikan mengalamikegagalan atau tak berjalan sebagaimana mestinya.

Macam-macam Pendekatan, Metode, Model, dan strategi pemb. Matematika

Nur Indah

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->