P. 1
tni-ad

tni-ad

|Views: 779|Likes:
Published by bgastomo

More info:

Published by: bgastomo on Jan 19, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2014

pdf

text

original

Penerjunan prajurit Linud 501/Kostrad pada Latihan Antar Kecabangan di Baturaja, 28 Agustus 2012

www.tniad.mil.id

Jurnal

Media Informasi dan Komunikasi TNI AD

Yudhagama
12
Transformasi TNI AD Dibidang Latihan

Vol. 33 No. I Edisi Maret 2013

6
Transformasi Peran Angkatan Darat Dalam Menghadapi Perubahan

D A F T A R I S I

Oleh: Brigjen TNI Bambang Hartawan, M.Sc.

Oleh: Brigjen TNI Irwansyah, M.Sc.

20
Kepemimpinan Militer Di Era Transformasi Angkatan Darat (Suatu tinjauan psikologi) Oleh: Brigjen TNI Ngurah Sumitra Jaya Utama, M.Psi.

28
Transformasi Doktrin TNI AD

Oleh: Kolonel Inf Joko P. Putranto, M.Sc.

Transformasi Pengelolaan Anggaran Dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Menjadi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Oleh: Brigjen TNI Dr. I Nengah Kastika, S.H., M.H.

34

42
Transformasi Pembinaan Personel Dalam Meningkatkan Kualitas Prajurit Oleh: Kolonel Caj Budi Prasetyono

50

Signifikansi Peran Pemimpin Transformasional Dalam Proses Transformasi TNI AD Oleh: Letkol Arh Hamim Tohari, MA

56
TNI AD Menuju Tentara Kelas Dunia, Mungkinkah?

Oleh: Mayor Kav M. Iftitah Sulaiman S.

Pd. SEKRETARIS TIM EDITOR : Mayor Caj (K) Dra. PEMIMPIN REDAKSI : Brigjen TNI Rukman Ahmad.Md. Kedepan Angkatan Darat akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari jurisdiksi profesionalisme militer tradisionalnya. (021) 3456838. DISTRIBUSI : Mayor Chb Gara Hendrik.M. Syarifuddin Sara. Fenomena ini menjadi tantangan bagi Angkatan Darat untuk terus membangun kemampuannya.. Dimulai dari perumusan doktrin kepemimpinan yang tetap menjaga integritas nilai-nilai tradisional TNI AD namun dapat mengakomodir berbagai kecenderungan lingkungan strategis yang ada. Mayor Inf Supriyatno Kapten Inf Candra Purnama. Di awal tahun ini. Andi Suyuti. baik secara individu maupun sebagai bagian dari suatu institusi agar pencapaian kinerja kita dapat optimal. Organisasi TNI Angkatan Darat perlu melakukan berbagai perubahan mendasar terkait dengan sistem pengembangan kepemimpinannya. Aspers Kasad. S. Yakub Mayor Caj (K) Yeni Triyeni. Pada edisi kali ini. Noor. Mayor Inf Dodi Fahrurozi.M. M.E. S.H. ALAMAT REDAKSI : Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Jl. rasa syukur selalu kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya. M. KETUA TIM EDITOR : Kolonel Inf Drs. transformasi latihan justru sangat dinamis disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Asops Kasad.co.IP. Kolonel Caj Drs.Sc. Kadispsiad. (021) 3848300. Menurutnya. Moh.Sc mengulasnya dalam judul “Transformasi Peran Angkatan Darat Dalam Menghadapi Perubahan”. Kolonel Inf Drs. Aslog Kasad. 3811260. Lettu Caj (K) Besarah Septiana M. S. Aspam Kasad.Si. M.IP. Integrasi kemampuan antar kesenjataan dan interoperabilitas antar matra ditunjang dengan komando dan pengendalian yang solid akan dapat bertindak sebagai pengganda kekuatan. Veteran No. S.Jurnal Yudhagama Kata Pengantar Susunan Redaksi Yudhagama Jurnal Media Informasi dan Komunikasi TNI AD T PELINDUNG : Kepala Staf TNI Angkatan Darat PEMBINA : Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat PENASEHAT : Irjenad. redaksi masih menghadirkan tulisan-tulisan mengenai transformasi Angkatan Darat. PNS Listin PNS Supriyatno REDAKTUR FOTO : Letkol Czi Drs.Si. Sri Indarti ANGGOTA TIM EDITOR : Letkol Caj Drs. Aster Kasad. DEWAN REDAKSI : Kolonel Arh Erwin Septiansyah. Di awal tahun ini kita dituntut untuk bekerja lebih maksimal. S. Fax. DESAIN GRAFIS : Serka Enjang TATA USAHA : Peltu (K) Ety Mulyati.. Brigjen TNI Bambang Hartawan. WAKIL PEMIMPIN REDAKSI : Kolonel Chb Firdaus Komarno. Brigjen TNI 4 Volume 33 No. S. 5 Jakarta Pusat Tlp. baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. diulas oleh Brigjen TNI Irwansyah.Sos.id ak terasa kita sudah berada di tahun 2013. utamanya dalam teknologi dan persenjataan. S. Alamat email : jurnalyudhagama@yahoo. M. Transformasi TNI Angkatan Darat dibidang Latihan. Kasahli Kasad.S. A. I Edisi Maret 2013 . Zaenal Mutaqim. M.M. redaksi kembali dapat menghadirkan Jurnal Yudhagama Volume 33 Nomor I Edisi Maret 2013 yang menampilkan tulisantulisan aktual berisi informasi strategis mengenai Angkatan Darat dari buah pikiran para perwira yang berpengalaman dan memiliki kualitas serta kompetensi sesuai dengan bidangnya. Asrena Kasad. M.Si. M.

Tulisan yang dimuat dalam Jurnal Yudhagama ini merupakan pandangan pribadi penulisnya dan bukan pandangan resmi TNI Angkatan Darat. Sebagai penutup Mayor Kav M. Ngurah Sumitra. M. Pembaca yang budiman.Sc. MA. M. dengan jarak satu setengah spasi. mengemban misi: a. dengan syarat merupakan karangan asli dari penulis. Tulisan lain yang tak kalah menariknya adalah “Signifikansi Peran Pemimpin Transformasional dalam Proses Transformasi TNI AD” oleh Letkol Arh Hamim Tohari. pembinaan personel merupakan bagian integral dari sistem pembinaan TNI Angkatan Darat. dan undang-undang Nomor 1 tahun 2004. Mungkinkah? Akhirnya. Putranto. salah satu yang terpenting adalah doktrin. serta peraturan perundang-undangan lainnya. efisien dan akuntabel sesuai undang-undang Nomor 17 tahun 2003.H. Yang tak kalah menariknya. Redaksi berharap kiranya apa yang disajikan pada edisi kali ini senantiasa dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca sekalian. dalam tulisannya berjudul “Transformasi Doktrin TNI AD” akan menunjukkan bahwa transformasi belum terjadi apabila tidak menyangkut hal dasar. pembinaan prajurit memerlukan transformasi bidang personel yang tepat sesuai dengan tujuan dan sasaran pembinaan personel dengan tidak mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku dibidang personel. Transformasi pengelolaan anggaran (DIPA sebagai otorisasi) perlu dilakukan agar pengelolaan anggaran dapat dilaksanakan secara transparan. M. Brigjen TNI Dr. I Nengah Kastika. c. Jurnal Yudhagama sebagai media komunikasi internal TNI Angkatan Darat.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Drs. S.. Kolonel Caj Budi Prasetyono menulisnya dalam “Transformasi Pembinaan Personel Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Prajurit”. namun redaksi berhak merubah tulisan (rewrite) tanpa mengubah inti tulisan untuk disesuaikan dengan misi yang diemban Jurnal Yudhagama dan kebijakan Pimpinan TNI Angkatan Darat. Menyediakan sarana komunikasi untuk penjabaran Kemanunggalan TNI-Rakyat. Kolonel Inf Joko P. Redaksi menerima karangan dari dalam maupun dari luar lingkungan TNI Angkatan Darat. Transformasi pembinaan personel dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas prajurit untuk tercapainya kekuatan pokok minimum dengan sasaran kekuatan personel secara kuantitas dan kualitas yang mampu menjamin pelaksanaan tugas. Memberikan wadah untuk pemikiran-pemikiran yang konstruktif dalam pembinaan TNI Angkatan Darat dan fungsi teknis pembinaan satuan sesuai tugas pokok TNI Angkatan Darat sebagai kekuatan pertahanan negara matra darat. I Edisi Maret 2013 5 . karena dalam teknologi militer terdapat hubungan kausal antara teknologi military hardware dengan doktrin yang menuntun sistem senjata yang digunakan. Menyebarluaskan kebijakan Pimpinan TNI Angkatan Darat kepada seluruh prajurit di jajaran TNI Angkatan Darat. Topik dan judul tulisan diserahkan kepada penulisnya. dengan ketentuan panjang tulisan berkisar sepuluh halaman kertas folio.Psi membahasnya dalam judul “Kepemimpinan di Era Transformasi Angkatan Darat”. b. Iftitah Sulaiman S menulis tentang “TNI AD Menuju Tentara Kelas Dunia. akan membahasnya dalam judul tulisan “ Transformasi Pengelolaan Anggaran Dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Menjadi Peraturan Menteri Keuangan (PMK)”.H. segenap redaksi Jurnal Yudhagama menyampaikan terima kasih atas sumbangan tulisan baik berupa ide/gagasan maupun konsepsi yang sangat bermanfaat bagi kemajuan TNI Angkatan Darat. efektif. Volume 33 No.

adalah ancaman terhadap konflik di wilayah perbatasan dan keamanan Oleh : Brigjen TNI Bambang Hartawan. Saat ini sifat ancaman tidak lagi didominasi oleh ancaman militer tetapi juga oleh ancaman nonmiliter atau ancaman nontradisional. Kedepan Angkatan Darat akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari juridiksi profesional militer tradisionalnya. Penataan merupakan salah satu hal mendasar yang harus dilakukan dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. LATAR BELAKANG. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat harus berubah menjadi modern karena fungsi outward-looking menuntut kapasitas ini. semua komponen pertahanan negara dan unsurunsur diluar bidang pertahanan dituntut untuk saling mendukung dan bersinergi satu dengan yang lain. sebagai konsekuensi logis alat pertahanan negara di darat. pengelolaan anggaran. B PENDAHULUAN. ekonomi. penataan terhadap sistem pendidikan. untuk mendukung perwujudan profesionalisme prajurit Angkatan Darat. M. erangkat dari sejarah. demikian juga perkembangan eskalasi keadaan dari tertib hingga darurat. termasuk dimensi ideologi. budaya. kepemimpinan. Dimensi ancaman mudah berkembang dari satu dimensi ke dimensi lain.Sc. persenjataan dan bahkan kebijakan Angkatan Darat perlu dilakukan oleh generasi mendatang. semakin besar keterkaitan antara eksternal dan internal. Demikian juga dengan transformasi Angkatan Darat. serta keamanan. pokok-pokok organisasi dan prosedur. Angkatan Darat dituntut untuk selalu siap menghadapi tantangan tugas yang akan datang. Spektrum ancaman dapat berubah dengan tiba-tiba dari lokal ke nasional. baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Disamping itu. materiil. dan sebaliknya tidak mudah untuk diprediksi. hukum. Fenomena ini menjadi tantangan bagi Angkatan Darat untuk terus membangun kemampuannya. Untuk itu TNI Angkatan Darat harus mampu melaksanakan transformasi perannya dalam menghadapi berbagai perubahan. Diantara ancaman aktual yang menuntut sinergitas yang tinggi dalam penanganannya dan harus mendapat perhatian yang serius pada saat ini dan kedepan. Dilihat dari sumber ancaman.Jurnal Yudhagama TRANSFORMASI PERAN aNGKATAN DARAT DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN menjadi tantangan bagi Angkatan Darat untuk terus membangun kemampuannya. Fenomena ini 6 Volume 33 No. personel. (Karo TUUD Kemhan RI) Kedepan Angkatan Darat akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari juridiksi profesionalisme militer tradisionalnya. informasi dan teknologi. baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Konsekuensinya. dengan senantiasa mengindahkan tataran dan lingkup kewenangan yang sudah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. latihan. ide sering berperan sebagai kekuatan pendorong di belakang suatu transformasi institusi. sosial. teritorial. I Edisi Maret 2013 . doktrin. Mengingat kompleksitas ancaman yang dihadapi. Penataan yang terarah dan berkesinambungan merupakan upaya kolektif  dalam penyiapan dini perwujudan kekuatan Angkatan Darat yang handal agar selalu siap dalam merespon dan menyikapi berbagai bentuk ancaman yang semakin kompleks dan cepat berubah. politik.

sehingga dituntut memiliki “adaptabilitas operasional”. Kemampuan Angkatan Darat perlu dibangun berdasarkan pertimbangan kebutuhan satuan sendiri. (11) membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia. akan tetapi menjawab pertanyaan ketiga inilah yang memerlukan dukungan dan fokus kepada transformasi rencana pertahanan nasional. terorisme. serta (14) membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan. beberapa kecenderungan dalam konflik akan bersifat konstan. (6) melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri. dan penyelundupan. Fenomena ini menunjukkan bahwa konflik cenderung membawa serta dinamika dan interaksi yang kemudian memberikannya “ruang” untuk terus berlanjut dan bahkan bergulir lebih jauh dari tujuan awal para pihak yang berhadapan. (13) membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). Sedangkan tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang antara lain : (1) mengatasi gerakan separatis bersenjata. Beberapa negara Asia (Thailand. bencana alam. menegaskan tugas pokok TNI dalam operasi militer untuk perang adalah menghadapi agresi musuh dari luar negeri. (7) mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. serta berbagai kemungkinan ancaman yang muncul di sepanjang alur laut kepulauan Indonesia tetap menjadi perhatian pembangunan pertahanan negara dalam jangka pendek. respond dan prepare for tomorrow. konflik horizontal. I Edisi Maret 2013 7 pulau-pulau kecil terluar. pengungsian. yaitu menjawab shape. Pertanyaan pertama dan kedua mungkin mudah. (8) memberdayakan wilayah pertahanan . (12) membantu menanggulangi akibat bencana alam. pandemik. Asumsi tersebut membuahkan konsekuensi tersendiri bagi Angkatan Darat. dan variable lain. lawan. Kesiapan pertahanan negara dalam menghadapi ancaman potensial seperti pencemaran lingkungan. MENGAPA ANGKATAN DARAT PERLU MELAKUKAN TRANSFORMASI. Langkah awal ini tentunya akan diikuti dengan modernisasi perangkat lunaknya seperti Volume 33 No. Sekalipun masa depan akan membawa serta perubahan pada dimensi ancaman dan karakteristik lingkungan operasional. Dengan demikian Angkatan Darat perlu mengantisipasi meluasnya tugas-tugas tersebut serta perlu membuka diri terhadap kemungkinan bertambahnya tugas-tugas yang saat ini belum tercantum dalam Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004. Filipina). sedang maupun panjang. baik untuk menghadapi bentuk ancaman yang berbeda. Mengingat kebijakan keamanan nasional akan senantiasa berubah sebagai respon terhadap perubahan lingkungan operasional. (4) mengamankan wilayah perbatasan. ancaman separatisme. maka Angkatan Darat pun perlu meningkatkan kemampuan beradaptasinya. Korea Selatan.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai sistem pertahanan semesta. Amerika latin dan Afrika menganggap transformasi yang dilakukan TNI akan sama halnya dengan apa yang telah mereka lakukan yaitu suatu upaya yang lebih profesional dengan cara memanfaatkan akuisisi teknologi sebagai langkah awal transformasi. sedangkan ancaman yang bersifat nonmiliter secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap pertahanan negara. Pasal 7 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004. pemanasan global. tentang Tentara Nasional Indonesia. (5) mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis. radikalisme. dan tugas lain yang berada diluar jurisdiksi profesionalisme militer tradisional. agresi militer. Angkatan Darat berpotensi dihadapkan pada operasi yang relatif berkelanjutan. kelangkaan energi dan berbagai kegiatan ilegal baik di darat maupun di laut yang membahayakan kedaulatan negara. penduduk. keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. memenuhi tuntutan pelibatan satuan dengan besaran dan level yang berbeda. Ancaman aktual ataupun ancaman potensial yang sifatnya militer akan berpengaruh langsung terhadap pertahanan negara. krisis finansial. (3) mengatasi aksi terorisme. dan pemberian bantuan kemanusiaan. (2) mengatasi pemberontakan bersenjata. (9) membantu tugas pemerintah di daerah. Proses ini dihadapkan dengan ketiga parameter strategi pertahanan nasional. Selain itu. perompakan. cyber crime. (10) membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur undang-undang. maupun beroperasi bersama dengan institusi yang berbeda pula.

Jurnal Yudhagama
doktrin, taktik, organisasi dan infrastrukturnya. Upayaupaya ini diliput dalam kegiatan yang mereka kenal dengan definisi revolusi urusan militer atau RMA (Revolution in Military Affairs), inilah mungkin yang perlu dicermati dan diharapkan. Mencermati fenomena tersebut tentu saja keberadaan Angkatan Darat tidak serta merta mengikuti berbagai pengembangan model RMA yang dilakukan di belahan lain dunia. TNI Angkatan Darat lebih mengedepankan pada perwujudan SDM berkualitas, seperti yang saat ini sedang berjalan yaitu proses kaji ulang pembinaan personel dan perlunya proses kaji ulang kesinambungan pola pembinaan pendidikan dengan pola pembinaan latihan  yang mensinergikan kecabangan-kecabangan yang ada di Angkatan Darat. Kekuatan utama Angkatan Darat terletak pada profesionalitas, soliditas dan kualitas prajurit Angkatan Darat serta kedekatannya dengan rakyat, sehingga peran sumber daya manusia dalam pembinaan Angkatan Darat bersifat mutlak, karena bagaimanapun keberhasilan atau kegagalan pembinaan kekuatan dan kemampuan Angkatan Darat diantaranya sangat ditentukan oleh kualitas personelnya. Konsep transformasi bagi Angkatan Darat bukanlah suatu yang baru. Konsep tersebut populer dikarenakan negara-negara besar beranggapan tuntutan revolusi urusan militer dan dukungan terhadap revolusi urusan bisnis (termasuk revolusi urusan industri pertahanan), akan berhasil mencapai sasaran bila mampu mentransformasikan rencana pertahanan dan proses alokasi sumber daya pertahanan nasional secara tepat, cepat, efektif dan efisien. DESAIN TRANSFORMASI ANGKATAN DARAT. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah membawa berbagai perubahan perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis. Pada aspek realitas, hakekat ancaman militer kedepan akan semakin kompleks, tidak pernah tunggal melainkan jamak dan bersifat multidimensional serta sulit diprediksi, sehingga penanganannyapun harus mencerminkan interoperabilitas yang tinggi. Respon berbagai negara di dunia menyikapi perubahan karateristik bentuk ancaman di abad ke-21, adalah dengan mengembangkan RMA (Revolution in Military Affairs) dalam rangka penyesuaian terhadap perubahan pola peperangan modern (modern warfare) yang sekaligus merubah karakteristik perang dimasa kini dan mendatang. Walaupun perang bukan pilihan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan antar negara, namun pembangunan kekuatan militer di dunia tetap menonjol mengingat kekuatan militer merupakan bagian dari alat diplomasi. Format modern dalam pembahasan ini lebih pada pengembangan strategi, taktik dan teknik bertempur kedepan serta meninggalkan kebiasaan lama dan tidak lagi membenarkan kebiasaan yang berorientasi pada pola peperangan lama yang sudah ditinggalkan oleh negara-negara maju di dunia. Mindset kedepan adalah membiasakan penggunaan strategi, taktik dan teknik yang benar dan sesuai dengan fenomena kekinian dan sensitifitas lainnya  yang perlu ditinggalkan seperti adanya pemikiran yang masih bersifat linier dan regular. Pemikiran kedepan harus tidak terbelenggu dengan pola peperangan masa lalu dan tidak ragu untuk melakukan perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang terus berkembang. SASARAN TRANSFORMASI. Pada masa lalu, hubungan elit sipil-militer di negeri ini diselesaikan dengan menegasikan dikotomi sipil-militer. Apakah dengan menegasikan isu ini, akan menyelesaikan masalah? Dua kubu yang berbeda peran, strategi dan perilakunya tersebut hampir dipastikan akan tetap menjadi isu utama bila tidak ada upaya untuk saling bersinergi satu dengan lainnya. Masalah berikutnya yang juga cukup krusial adalah trauma yang dialami publik tentang masa lalu TNI. Untuk itu perlu adanya upaya yang dapat menjadi solusi bagi isu-isu tersebut di atas yang salah satunya harus dilakukan melalui transformasi peran di lingkungan TNI khususnya TNI AD. Disamping itu, sasaran berikutnya adalah agar terwujud sinergitas, adaptabilitas dan interoperabilitas dari TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan misinya baik dalam rangka operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP) bersama-sama dengan unsur-unsur TNI dan militer

8

Volume 33 No. I Edisi Maret 2013

Media Informasi dan Komunikasi TNI AD
lainnya, masyarakat sipil (politisi, ekonom, sosiawan, budayawan), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, Polri, unsur pemerintah pusat dan daerah serta komponen-komponen bangsa lainnya termasuk juga dengan negara-negara sahabat. KONSEP TRANSFORMASI. Konsep transformasi, pada dasarnya tidak cukup dengan sekedar menata ulang administrasi dan menata koordinasi, tetapi lebih kepada konsep kuncinya, yaitu menata organisasi yang berorientasi serta fokus kepada “perubahan operasional”. Begitu luar biasanya proses transformasi jika dikembangkan dengan mencermati dan memerhatikan komponen-komponennya, terutama komponen “input dan output”. Ada tiga komponen “input”, yaitu komponen  transformasi teknologi dan persenjataan, komponen  transformasi struktur kekuatan, dan komponen transformasi  operasi penggunaan kekuatan. Komponen transformasi teknologi dan persenjataan dapat dibagi-bagi dalam sistem informasi dan pemetaan posisi geografi, teknologi dan subkomponennya, platform baru alat utama persenjataan (Alutsista) dan “munisi pintar” (smart ammunitions). Komponen transformasi  struktur kekuatan dapat dibagi dalam susunan kekuatan tempur dan organisasinya, dukungan logistik dan mobilitasnya, struktur  komando dan C4ISR, sistem pangkalan dan kehadiran kekuatannya di tempat yang jauh dari dukungan pangkalannya. Komponen transformasi operasi penggunaan kekuatan terbagi dalam jejaring antar kekuatan, doktrin operasi gabungan, doktrin Angkatan masing-masing, rencana kampanye dan wilayah atau mandalanya. Sebagai “output”nya ada beberapa bagian seperti perbaikan distribusi penembakan, kapasitas manuvernya, mempertahankan hidup termasuk logistiknya, kapasitas untuk lebih baik dalam melaksanakan misi dan operasinya serta kapasitas untuk mendukung spektrum operasi yang lebih luas baik yang bersifat strategis maupun kontinjensi. Kapasitas TNI untuk segera beradaptasi dengan perubahan strategis dan misinya, melalui doktrin operasi gabungan dalam konsep operasi baru guna membangun dan menggunakan kekuatan transformasi yang berasumsi dalam jangka panjang, akan menghadapi ancaman baik simetrik maupun asimetrik dengan derajat peluang “cukup besar”. Untuk itu diperlukan konsep operasi yang dapat menjawab tantangan tersebut yaitu, Pertama, konsep operasi untuk membangun kekuatan transformasi antara lain, Satuan Kekuatan Gabungan untuk melaksanakan aksi balas segera pada awal-awal pertempuran, jaminan sistem informasi dan jejaring kerjanya, penyesuaian ulang

kehadirannya  di  tempat yang jauh (far ground-sea presence) dan mobilitas yang lebih baik bila sewaktuwaktu terjadi pergeseran kekuatan baik yang sudah diproyeksikan maupun belum. Kedua, konsep operasi untuk penggunaan kekuatan transformasi antara lain operasi atau peperangan anti-litoral dalam rangka proyeksi kekuatan ke darat, berikutnya sasaran stand-off dan masuk dengan paksaan dalam rangka anti akses atau menolak ancaman, jaminan pukulan taktis jauh kedalam dari suatu sasaran dalam rangka penggunaan kekuatan secara efektif dengan kekuatan udara gabungan, operasi tempur yang mematikan dan manuver jauh kedalam bagi aset kekuatan daratnya. Operasi yang sangat terencana dan jaminan kelangsungan operasi tersebut hendaknya mampu berlangsung dalam jangka panjang. Selanjutnya membangun kurikulum operasi gabungan, dimulai dari operasi gabungan urusan sipil (joint civil affairs operation), operasi gabungan sipil-militer (joint civil-military operation) dan operasi gabungan militer  (joint   military   operation),  yang   dapat   diikuti   elit   sipil   di  semua tingkatan termasuk salah satunya dibidang pendidikan (antara lain memberikan kesempatan kepada generasi muda kandidat elit politik, eksekutif maupun yudikatif untuk dapat mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan tertinggi Angkatan, TNI maupun Nasional). Kalau di negara lain kebijakan pendidikan seperti ini sangat efektif, kenapa tidak dicoba di negeri ini? Sekurangkurangnya membangun format “knowledge-based” antara elit sipil dan militer tentang kepentingan nasional, strategi nasional, strategi keamanan nasional, substrategi DIME (Diplomasi, Informasional, Militer dan Ekonomi nasional), serta turunannya seperti kebijakan nasional dan program-program nasionalnya. Pembinaan dan pendidikan latihan “gabungan” dengan pihak/organisasi sipil dan pembinaan “think-tank” yang profesional dimaksudkan agar generasi muda sipil yang akan datang lebih mengerti fenomena yang terjadi dalam tubuh TNI, demikian juga sebaliknya.
Volume 33 No. I Edisi Maret 2013 9

Jurnal Yudhagama
Bahwa ada purnawirawan TNI yang kembali aktif kekancah politik, mestinya itu dianggap sah-sah saja, serta merupakan sesuatu yang alami dalam pertumbuhan demokrasi. Berlebihan barangkali jika mencurigai TNI menciptakan strategi untuk kembali kefungsi gandanya. Akan lebih penting bagi TNI untuk lebih memfokuskan diri bagaimana membangun dan menggunakan kekuatannya terhadap ancaman yang lebih rasional, yaitu ancaman asimetrik serta mempertajam operasi gabungan selain perang maupun operasi gabungan sipil-militer. Hal itu berbasiskan pada rancang bangun strategi pertahanan nasional sebagai arahan untuk membangun (Strategic’s Guidance Planning) dengan substrategi militer nasional tentang kearah mana TNI akan dimodernisasi agar siap sewaktu-waktu jika digunakan. Rancang bangun strategis yang tercipta tersebut setidak-tidaknya akan mampu mengarahkan transformasi TNI termasuk TNI Angkatan Darat. Transformasi peran institusi Angkatan Darat masih memerlukan berbagai evaluasi sampai dengan diperoleh format baru sesuai perubahan yang dikehendaki. Kemampuan institusi Angkatan Darat dalam memodifikasi pola hubungan baik dengan elit politik sipil maupun masyarakat secara umum menunjukkan adanya proses adaptasi institusi sesuai dengan perubahan peran yang dikehendaki. Namun demikian, sebagai suatu proses yang masih terus berlangsung, perlu mendapatkan dukungan khususnya adanya regulasi yang mampu mengatur secara jelas dan tegas tentang peran institusi TNI. Pada akhirnya, sinergi positif antara pemerintah, politisi sipil, masyarakat luas, serta pimpinan dan seluruh unsur TNI akan sangat mendukung bagi tercapainya tujuan dalam mewujudkan visi TNI sebagai tentara profesional dan modern, memiliki kemampuan yang tangguh untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga keselamatan bangsa dan negara serta kelangsungan pembangunan nasional. KESIMPULAN. Kedepan Angkatan Darat akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari jurisdiksi profesionalisme militer tradisionalnya. Fenomena ini menjadi tantangan bagi Angkatan Darat untuk terus membangun kemampuannya, baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah membawa berbagai perubahan perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis. Pada kenyataannya, hakekat ancaman militer kedepan akan semakin kompleks, tidak lagi bersifat

Konsep OBE (Operasi Berbasiskan Efek) yang melibatkan badan di luar TNI, termasuk NGO/LSM. Konsep ini lebih banyak pada konsep operasi militer atau perencanaan pembangunan kekuatan TNI dengan memperbanyak membangun “think-tank” resmi yang didalamnya terdiri dari pakar-pakar sipil, militer aktif dan purnawirawan TNI untuk membangun proses transformasi TNI kedepan. Pembinaan “think-tank” akan lebih memberikan pandangan akademik dan ilmiah, konstruktif terhadap semua perangkat lunak organisasi, doktrin, sistem informasi dan lain-lainnya. Konsep seperti ini akan mendemonstrasikan gabungan antara kearifan intelektual, profesional, kepemimpinan dan pengalaman komandan di lapangan guna membangun suatu infrastruktur berikut perangkatnya menjadi lebih kokoh. Konsep yang ditawarkan di atas tadi, diharapkan dapat mengurangi bahkan mengeliminir sisa-sisa trauma publik yang ada. TRANSFORMASI PERAN INSTITUSI ANGKATAN DARAT DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN. Transformasi peran institusi Angkatan Darat sebagai kekuatan pertahanan perlu didukung oleh berbagai pihak. Transformasi ini membutuhkan waktu dan komitmen bersama secara nasional untuk peran yang seharusnya dijalankan. Hubungan antara pemerintah, politisi sipil, masyarakat luas, serta pimpinan dan seluruh unsur TNI akan sangat menentukan bagi keberlangsungan transformasi peran institusi TNI khususnya Angkatan Darat kearah pencapaian tujuan sesuai dengan yang dikehendaki bersama. Angkatan Darat sebagai subsistem dalam sistem nasional Indonesia akan sangat terikat dengan pembagian tugas, struktur hirarkhis, aturan-aturan tingkah laku yang formal dan sasaran-sasaran masyarakat atau pola-pola hubungan antara struktur sosial dengan sistem-sistem normatif yang berkaitan dengan struktur sosial, dimana semua itu merupakan konsekuensi bagi perwujudan negara demokratis.
10 Volume 33 No. I Edisi Maret 2013

I Edisi Maret 2013 11 . 2. Dikbangum. Pamen Ahli Pusintelad Bidang Lidpam 18. 4. Angkatan Darat pun perlu meningkatkan kemampuan beradaptasinya. Pendidikan. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan RI 19. serta keamanan. sosial. Danton Den-11 Dronkavser-1 Paspampres 4. 20 Mei 1961 Islam Kawin AKABRI/1985 Karo TUUD Kemhan RI II. Sussar Para : 1998 7. termasuk dimensi ideologi. Mengingat kebijakan keamanan nasional akan senantiasa berubah sebagai respon terhadap perubahan lingkungan operasional. ekonomi. Susdandim : 2004 8. Suspa Intelstrat : 2005 9. demikian juga perkembangan eskalasi keadaan dari tertib hingga darurat dan sebaliknya serta tidak mudah untuk diprediksi. Nama Pangkat Tempat/Tgl. Danton Den-12 Dronkavser Paspampres 5. Riwayat Jabatan. Untuk itu TNI dalam hal ini Angkatan Darat harus mampu melaksanakan transformasi perannya dalam menghadapi perubahanperubahan tersebut agar dapat mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan tugas pokoknya. 1. Sussarcab Kav 3. Kasi Pengmilum Pusdikkav Pussenkav 9. Dikbangspes. Sus Human Resources Management : 1993 5. Pamen Denma Mabesad (Dik Lemhannas di AS) 17. Danton Denkavser Paspampres 3. 3. Danden-11 Dronkavser Paspampres 8. 1. Data Pokok.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD tunggal melainkan jamak dan multidimensional serta sulit diprediksi. maupun beroperasi bersama dengan institusi yang berbeda pula. Pabandya D-52 Dit D BAIS TNI 11. Lemhannas AS : : : : : : 1985 1985 1990 1996 2000 2011 B. Irdaum Itdam Jaya 12. Kasipam Pusdikkav Pussenkav 10. Pamen Mabes TNI 16. Penataan yang terarah dan berkesinambungan merupakan upaya kolektif  dalam penyiapan dini kekuatan Angkatan Darat yang handal untuk selalu siap dalam merespon dan menyikapi berbagai bentuk ancaman yang semakin kompleks dan cepat berubah. Kasi Intelpam Dronkavser Paspampres 7. KIBI I : 1987 2. 1. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. A. MSc Brigjen TNI Jakarta. 6. Kepala Biro TUUD Kemhan RI : : : : : : : Bambang Hartawan. hukum. informasi dan teknologi. Spektrum ancaman dapat berubah dengan tiba-tiba dari lokal ke nasional. Dimensi ancaman mudah berkembang dari satu dimensi kedimensi lain. Pama Denkavser -1/ Paspampres Dam Jaya 2. Suspa Intel Ter : 1991 3. Sekretaris Dispenad 18. AKABRI 2. Danden-12 Dronkavser Paspampres 6. Sus Athan : 2006 Volume 33 No. Suslapa I 4. Dandim-0504 /Jaksel Kodam Jaya 13. budaya. Pabandya B-23 Dit B BAIS TNI 14. baik untuk menghadapi bentuk ancaman yang berbeda. KIBI II : 1992 4. 1. 5. Diklapa II 6. politik. Thailand 15. sehingga penanganannyapun harus mencerminkan interoperabilitas yang tinggi. Seskoad 7. Atase Pertahanan RI di Bangkok. TOEFL : 1994 6. Lahir Agama Status Sumber Pa/Th Jabatan III. 7. memenuhi tuntutan pelibatan satuan dengan besaran dan level yang berbeda.

salah satu ahli teori kenegaraan ternama. eberadaan suatu angkatan bersenjata tidak akan terlepas dari struktur formal negara. Secara umum terjadi pergeseran persepsi ancaman terhadap Volume 33 No. maka pendekatan terhadap fungsi angkatan bersenjata.Sc. dimensi ancaman yang kompleks tidak lantas menghilangkan hakekat proyeksi pembangunan kekuatan militer karena sejarah secara dominan telah membuktikan bahwa dalam menghadapi ancaman militer jalan terbaik adalah apabila dihadapi secara militer. . M. Integrasi kemampuan antar kesenjataan dan interoperabilitas antar matra ditunjang dengan komando dan pengendalian yang solid akan dapat bertindak sebagai pengganda kekuatan (force multiplier). aneksasi wilayah maupun separatisme dan pemberontakan. PERANG : SIFAT DAN KARAKTER. Akan tetapi. Lalu secara khusus tulisan ini akan berdiskusi tentang upaya transformasi bidang latihan dalam lingkungan Angkatan Darat sebagai bagian integral dari transformasi TNI AD menuju menjadi kekuatan yang memiliki orientasi “outward looking” yaitu TNI AD yang diawaki oleh personel yang profesional dengan didukung Alutsista yang modern. sebaliknya dalam menghadapi ancaman yang bersifat nirmiliter metode yang terbaik adalah menempuh solusi yang juga sifatnya nirmiliter. utamanya dalam teknologi dan persenjataan. khususnya Angkatan Darat. menangani ancaman keamanan dan ketertiban dalam negeri maupun kejahatan transnasional. dilihat secara dominan dari kacamata proyeksi penggunaan kekuatan dalam rangka menghadapi ancaman bersenjata terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara dari agresi. sehingga memiliki efek tangkal yang tinggi dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan dan kelangsungan hidup negara. (Waaspam Kasad) Transformasi latihan justru sangat dinamis disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. I Edisi Maret 2013 keamanan suatu negara yang tidak melulu berasal dari ancaman yang bersifat militer. Konsep “Si vis pacem para bellum” atau “Bila ingin damai. Hal ini terkait dengan keunggulan militer yang memiliki struktur komando dan pengendalian dengan hirarki yang tegas serta dukungan sumber daya yang dapat dimobilisasi dengan cepat.1 Globalisasi dan batas negara yang semakin sumir saat ini menyebabkan semakin kompleks juga bentuk ancaman terhadap keamanan suatu negara. K 12 PENDAHULUAN. Saat ini militer sangat sering dilibatkan untuk menangani ancaman yang berasal dari gangguan nirmiliter seperti penanganan bencana alam.Jurnal Yudhagama TRANSFORMASI TNI AD DIBIDANG LATIHAN Oleh : Brigjen TNI Irwansyah. dalam pelaksanaannya negara lalu membentuk angkatan bersenjata untuk menjaga keamanan dan kedaulatannya. Terkait dengan hal tersebut Thomas Hobbes. menyatakan bahwa tujuan pendirian negara utamanya adalah untuk memberikan rasa aman. Berbicara tentang tugas utama militer tidak akan bisa lepas dari pembinaan kekuatan dan kemampuan untuk dapat memenangkan suatu perang. Dalam prakteknya militer sering dilibatkan dalam penanganan masalah-masalah yang bersifat nirmiliter.2 Akan tetapi pandangan ini juga tidak berdiri secara eksklusif. Dalam rangka menyampaikan ide tulisan ini.

Pemikiran yang sama juga tidak dipungkiri telah menginspirasi perkembangan generasi perang mulai dari generasi pertama (1st generation warfare) hingga perang generasi keempat (4th generation warfare). Perjalanan sejarah telah membuktikan bahwa pemikiran ini banyak mendasari keputusan para panglima dan pimpinan negara untuk berperang dengan negara lain. didukung alutsista yang modern dan dilatih dengan baik.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD dan pengamat militer kontemporer Collin Gray menjelaskan bahwa karakter perang memiliki sifat yang tidak tetap. modular conversion. Karakter perang akan sangat terpengaruh oleh perkembangan keadaan sosial politik dan pengalaman dari sejarah. This effort includes modernization. universal dan mengandung nilai yang tetap sepanjang masa yaitu melibatkan penggunaan kekerasan.4 Pernyataan ini semakin memperkuat pemahaman bahwa dalam pelaksanaan suatu perang akan terjadi kekejaman. I Edisi Maret 2013 13 bersiaplah untuk perang” merupakan konsep pikir yang sudah diperkenalkan sejak jaman Plato. apapun itu bentuknya (agresi. organisasi serta teknologi baru dalam suatu angkatan bersenjata. keberadaannya sangat tergantung dari banyak faktor sesuai dengan perkembangan yang terjadi di dunia. Terkait dengan karakter perang. and a force generation model that provides for continuous operations. Teori Clausewitz . Menilik dari sudut pandang etimologi maka istilah transformasi yang kita sadur dari kata transform memiliki arti sebagai “suatu perubahan yang terlihat dengan jelas dalam bentuk tampilan ataupun ukuran”. memiliki kesempatan menang atau kalah serta penuh dengan unsur ketidakpastian dalam medan peperangan. perang saudara ataupun intervensi militer). Penggolongan ini pada dasarnya merupakan upaya untuk memeroleh pengertian tentang karakter perang yang harus dihadapi guna memperoleh solusi yang terbaik untuk memenangkannya. Dalam teori yang sama Clausewitz juga menyatakan bahwa prasyarat suatu pihak dapat diindikasikan kalah dalam suatu perang adalah meliputi kehancuran angkatan bersenjata.5 Dalam hal ini maka perkembangan teknologi.” 7 Dari pernyataan yang digaris bawahi dapat diambil kesimpulan bahwa proses transformasi di lingkungan angkatan darat Amerika Serikat sangat dipengaruhi Volume 33 No. rebalancing our forces across the active and reserve components. akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa diseminasi transformasi militer yang saat ini terjadi secara global banyak terinspirasi dari proses transformasi yang sudah dilaksanakan secara sistematis oleh militer Amerika Serikat. kehancuran dan pemaksaan kehendak dari pihak yang menang terhadap pihak yang kalah. TRANSFORMASI MILITER. Penganut teori Clausewitz (Clausewitzian) mengambil kesimpulan bahwa perang. Konsep ini jugalah yang hingga sekarang mendasari para pemikir militer untuk senantiasa berkontemplasi dalam membangun kekuatan dan meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan perang dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. transportasi dan komunikasi akan sangat berpengaruh dalam membentuk karakter perang yang mungkin terjadi saat ini dan dimasa yang akan datang. Hal inilah yang telah ditangkap dalam penggolongan generasi perang yang dikenal luas saat ini. berkembang sesuai keadaan dan beradaptasi sesuai jamannya. dan sekutu yang ingin membantu dipukul mundur oleh lawan. memiliki sifat (nature) yang konstan. Ibu kota dikuasai musuh. Proses transformasi yang berorientasi pada pelaksanaan tugas yang akan dihadapi ini juga dengan jelas pada pernyataan beliau saat dengar pendapat dengan parlemen Amerika Serikat seperti kutipan dibawah ini : “The Army is steadfast in its determination to transform the total force from a Cold War structured organization into one best prepared to operate across the full spectrum of conflict.6 Transformasi dalam tubuh militer selanjutnya dapat dijabarkan sebagai penerapan konsep doktrin. Konsep transformasi di lingkungan militer telah dikenal sejak lama.3 Dalam upaya untuk memperoleh pengertian tentang perang ini selanjutnya kita juga perlu memahami tentang sifat perang (the nature of war) dan karakter perang (the character of war). Jenderal Peter Schoomaker pada tahun 2006 menyatakan bahwa proses transformasi dalam tubuh angkatan darat Amerika Serikat adalah penting guna mempertahankan kondisi angkatan darat yang diawaki oleh personel dengan jumlah yang cukup. aneksasi. Dalam masa kepemimpinannya sebagai US Army Chieff of Staff.

Hal ini hanya dapat dicapai apabila kondisi Alutsista TNI AD sudah sesuai dengan . terutama setelah adanya pergeseran dari masa perang dingin yang terkonsentrasi pada pengembangan kekuatan perang total (konvensional?) menjadi kekuatan yang lebih siap menghadapi konflik multi spektrum yang menuntut kemampuan operasional yang adaptif sesuai dengan perkembangan situasi dan lingkungan pertempuran. Secara umum proses transformasi dilaksanakan sebagai upaya untuk tetap dapat menyediakan kekuatan angkatan bersenjata yang relevan dan selalu siap dalam menghadapi kemungkinan ancaman yang beragam pada abad ke-21 yang semakin kompleks dan penuh dengan ketidakpastian. I Edisi Maret 2013 TRANSFORMASI TNI AD. Angkatan Darat sebagai bagian dari militer Amerika Serikat secara umum merupakan salah satu pelaksana strategi militer Amerika Serikat sehingga harus mengembangkan kemampuan interoperabilitas yang baik dalam melaksanakan tugas-tugas matra gabungan. Berbicara tentang konsep transformasi TNI AD tidak akan terlepas dari konsep transformasi TNI secara umum. 14 Volume 33 No.Jurnal Yudhagama oleh kemungkinan penugasan yang dihadapi. Satu hal menarik yang dapat kita lihat bahwa US Army juga mempertimbangkan kondisi proses bisnis yang sangat memengaruhi proses transformasi. Hal utama yang menjadi dasar pemikiran tentang transformasi di lingkungan TNI dan TNI AD pasca reformasi internal adalah kebijakan negara untuk mengubah orientasi pengembangan pertahanan yang semula berorientasi menyelesaikan masalah keamanan dalam negeri (inward looking) menjadi pembangunan pertahanan yang juga mempertimbangkan faktor ancaman dari luar (outward looking) guna memberikan efek deteren yang kuat. Hal ini dapat dimengerti dengan pemahaman konsep pengembangan pertahanan “reality based”. Visualisasi Konsep Transformasi US Army 8 Visualisasi Konsep transformasi US Army juga dengan jelas memperlihatkan kompleksnya implikasi dan proses transformasi. Pengembangan pertahanan tak akan pernah terlepas dari proses ekonomi akuisisi kemampuan pertahanan dan akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi suatu negara.

Media Informasi dan Komunikasi TNI AD perkembangan teknologi modern. Mengingat karakter Indonesia yang rawan terhadap bencana. Tidak hanya dalam bidang Alutsista. Kedua. tugas-tugas pertahanan dalam negeri. Terkait dengan perkembangan terkini dimana interaksi antar negara merupakan salah satu faktor yang krusial maka tugas-tugas yang terkait dengan interaksi TNI AD dengan angkatan darat negara lain di dunia. Harus dimengerti bahwa proses integrasi suatu Alutsista dalam kemampuan TNI AD merupakan proses yang gradual. Urgensi lain yang membuat interaksi luar negeri ini cukup penting adalah proses transformasi TNI AD sendiri. baik dari segi pemenuhan TOP yang disesuaikan dengan perkembangan bidang militer (Revolution in Military Affairs) maupun interoperability dalam Volume 33 No. Inisiatif lain yang dapat dilakukan adalah peningkatan kemampuan mobilitas udara yang dapat meningkatkan kecepatan respon TNI AD. Titik berat transformasi TNI AD dalam tahap ini diantaranya dapat dilakukan melalui reorganisasi Satpur dan Satbanpur yang memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah keamanan di beberapa trouble spot di wilayah Indonesia. termasuk keamanan dalam negeri yang makin menguat yang ditandai dengan terbangunnya profesionalisme lembaga Pertahanan Negara serta meningkatnya kesejahteraan prajurit serta ketersediaan Alutsista TNI melalui pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri. Lalu bagaimanakah pentahapan transformasi TNI AD yang dapat memberikan hasil yang optimal? Secara logis proses transformasi TNI AD harus selaras dengan kebijakan pertahanan pemerintah yang saat ini dilaksanakan dalam format Minimum Essential Force (MEF). kemampuan yang mendukung tugas penanggulangan bencana juga mutlak dikembangkan. Pada Tahap II. kita juga dapat belajar tentang proses pengembangan doktrin maupun pengalaman operasi negara-negara lain yang mungkin tidak akan pernah diperoleh oleh TNI AD. Pembelajaran dari negara lain dapat mencegah kesalahan ataupun memperbaiki kekurangan yang mungkin terjadi saat pengintegrasian Alutsista baru tersebut dalam operasional TNI AD. Pada tahap ini sasaran yang dicapai adalah kemampuan Pertahanan Negara. Sharing pengalaman seperti ini nantinya diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif dalam proses pengembangan taktik dan doktrin tempur TNI AD. yang merupakan upaya untuk mengoptimalkan pengembangan pertahanan negara dihadapkan pada keterbatasan anggaran pertahanan negara. Salah satu contohnya adalah kita dapat belajar tentang perang menghadapi insurjensi di Iraq dan Afghanistan dari pengalaman Amerika Serikat maupun Australia. Pada tahap ini sasaran Penyelenggaraan Pertahanan adalah terwujudnya kondisi aman dan damai di seluruh wilayah nusantara. konsep pengembangan force to-spaceratio tahun 2015-2019. diluar tugasnya untuk ikut aktif dalam perdamaian dunia dalam kerangka pasukan keamanan PBB. konsep pengembangan force torisk-ratio tahun 2010-2014. dapat juga diperhitungkan sebagai faktor dominan penentu keberhasilan transformsi di tubuh TNI AD. Untuk itulah kita manfaatkan komunikasi yang baik dengan angkatan darat negara sahabat agar memeroleh manfaat berupa pertukaran pengalaman dan ilmu pengetahuan. sasaran pembangunan kekuatan TNI AD untuk melanjutkan pemantapan Satpur dan Banpur. Sebagai contoh. negara seperti Singapura dan Australia sudah memiliki pengalaman tentang Main Battle Tank (MBT). Tidak perlu malu mengakui bahwa dalam hal modernisasi Alutsista kita masih tertinggal dari beberapa negara tetangga. Dengan dasar pemikiran tersebut dapat dijabarkan bahwa transformasi TNI AD harus diarahkan untuk dapat meningkatkan kemampuan TNI AD melaksanakan tugastugas yang saling berkaitan baik itu dalam kerangka OMP maupun OMSP. I Edisi Maret 2013 15 TUGAS OMSP TUGAS OMP KOMITMEN LUAR NEGERI . sehingga banyak pelajaran yang dapat diambil TNI AD. baik itu keberhasilan maupun kegagalannya. menjaga perbatasan dan pulaupulau terluar Indonesia serta membantu pemerintah dalam penanganan dampak bencana alam di sejumlah daerah semakin menyadarkan betapa pentingnya kesiap-siagaan pertahanan. Sesuai dengan pentahapan MEF. Interaksi dengan angkatan darat negara lain baik itu regional maupun internasional merupakan hal yang mutlak apabila TNI AD ingin mendapat pengakuan sebagai tentara kelas dunia (world class army). Selain itu. maka proses transformasi TNI AD seharusnya disesuaikan pula dengan pentahapan pencapaian sasaran MEF yang dijabarkan sebagai berikut: Pertama. yakni dalam kerangka mengatasi konflik yang berdimensi keutuhan wilayah NKRI. baik personel maupun Alutsista.

Konsistensi dalam melaksanakan latihan yang menuntut ketahanan fisik dan mental ini penting mengingat pentingnya kualitas perorangan prajurit sebagai kombatan dalam kondisi wilayah pertempuran maupun konflik yang penuh dengan tantangan. seperti semangat pantang menyerah. Terkait dengan hal tersebut. Penguasaan wilayah tidak secara fisik juga menjadi pertimbangan dalam peningkatan kemampuan jangkauan tembakan senjata lintas lengkung untuk dapat mencapai batasbatas terluar wilayah NKRI untuk pertahanan dari ancaman luar. tahap akhir yaitu pembangunan postur pertahanan yang sudah sejalan dengan perkembangan terkini dalam penerapan teknologi militer (Revolution in Military Affairs). memelihara maupun meningkatkan kemampuan prajurit maupun satuan TNI AD untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik dalam rangka mendukung tugas-tugas TNI AD. serta semakin berfungsinya interoperability antar-angkatan. berani. ada kemungkinan menang atau kalah serta penuh dengan ketidakpastian. dan kontraintelijen yang efektif. latihan. I Edisi Maret 2013 . Tidak dapat dipungkiri juga bahwa proyeksi utama penggunaan angkatan darat adalah dalam keadaan perang. karena penerapan kemajuan teknologi juga akan sangat penting sebagai pengganda kekuatan prajurit (force multiplier). Ketiga. Pada tahap ini sasarannya adalah terwujudnya rasa aman dan damai bagi seluruh rakyat serta terjaganya keutuhan wilayah NKRI dan kedaulatan negara baik dari ancaman luar dan dalam negeri. Dalam tahap ini. Suatu pernyataan logis yang selanjutnya harus dijabarkan dengan pemikiran yang mendalam. Terkait dengan hal tersebut maka sejak tahap I pembangunan MEF ini TNI AD harus sudah mulai mensinergikan proses transformasinya sejalan dengan tahapan kebijakan pembangunan pertahanan negara. Sesuai dengan tujuan akhir dari Minimum Essential Force diharapkan pada tahun 2024 telah 16 Volume 33 No. Pentingnya mempertahankan kemampuan dasar prajurit bahkan sudah diakui oleh angkatan darat modern seperti US Army. tinjauan dari Sifat Perang (Nature of War). tahan menderita. Ini juga tidak berarti kita akan tetap bertahan sebagai tentara tradisional. daya juang serta loyalitas yang tidak tergoyahkan kepada negara. yang diharapkan untuk dicapai pada tahun 2050. maka latihan yang akan dilaksanakan tetap tidak boleh menyampingkan nilai-nilai keprajuritan yang paling mendasar. Disposisi kekuatan secara merata merupakan hal mendasar untuk menjamin coverage terhadap seluruh wilayah NKRI. yang didukung oleh mantapnya kemampuan pertahanan dan keamanan negara yang ditandai oleh terwujudnya TNI yang profesional dengan Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung yang kuat serta terwujudnya sinergi kinerja dalam bidang keamanan. latihan dalam lingkungan TNI AD dilaksanakan untuk memberikan. sejalan dengan industri pertahanan. disertai kemampuan industri pertahanan yang andal. Berbicara tentang latihan akan sangat dipengaruhi oleh salah satu premis yang menyatakan bahwa “latihkanlah apa yang akan dilakukan”. Sifat perang akan tetap sama sepanjang masa. Dari tinjauan sifat perang (nature of war) dan karakter perang (character of war) maka transformasi yang dapat dilaksanakan adalah sebagai berikut: Pertama.Jurnal Yudhagama tercapai kekuatan minimum TNI AD yang memiliki daya tangkal untuk dapat memelihara keamanan Indonesia dari dalam dan luar negeri dengan dukungan Alutsista yang modern dan sesuai dengan perkembangan jaman. TNI AD sudah benarbenar berdiri sejajar dengan angkatan darat negara lain di dunia dengan menerapkan teknologi paling mutakhir hingga nano technology dalam kemampuan dan sistem tempurnya. Hal ini dilaksanakan dengan tetap mengimplementasikan latihan-latihan yang keras baik itu dari segi fisik dan mental untuk dapat membentuk prajurit TNI AD yang tangguh.9 TRANSFORMASI TNI AD BIDANG LATIHAN. Sebagai hal yang sudah diketahui bersama. kepemimpinan dan personel. Transformasi ini juga harus dilakukan sebagai satu kesatuan yang utuh dan saling bergantung satu dengan yang lain baik itu dibidang doktrin. materiil/Alutsista. Pada tahap ini sasaran pembangunan kekuatan TNI AD untuk menuntaskan pemantapan Satpur dan Banpur yang ditandai dengan tuntasnya pemenuhan TOP yang disesuaikan dengan perkembangan bidang militer (Revolution in Military Affairs). konsep pengembangan force to-force-ratio tahun 2020-2024. kejam. organisasi. Keempat. Saat ini US Army sudah memperkenalkan sistem pertempuran kerangka Tri-Matra Terpadu. intelijen. yaitu melibatkan kekerasan.

Adanya pemikiran untuk membentuk struktur organisasi dalam bentuk Brigade Gabungan Kesenjataan secara langsung juga akan sangat berpengaruh terhadap pembinaan latihan di lingkungan TNI AD. Akan tetapi juga perlu melatihkan penggunaan Alutsista tersebut secara terintegrasi untuk meningkatkan daya gempur satuan TNI AD dalam pertempuran. Kedua. Program Latihan. Doktrin yang lebih bersifat universal dan menginspirasi dari pada dogmatis merupakan salah satu hal penting untuk mendorong transformasi guna menghasilkan latihan yang realistis dan bisa memberikan hasil yang diinginkan. Metode dalam latihan harus bisa memberikan realisme dan atmosfir dinamisnya medan pertempuran dengan kemungkinan besar untuk terjadi di daerah pemukiman. Satuan pendukung selama latihan harus benar-benar dapat melaksanakan fungsinya sesuai perannya membantu pelaksanaan latihan seperti peran yang akan diemban di medan pertempuran. Terkait dengan pembelian Alutsista baru baik itu helikopter tempur. Bukan untuk sekedar meniru akan tetapi untuk memperkaya khasanah pemberian materi dalam latihan. Keempat. Ketiga. meriam Artileri medan dan meriam Pertahanan Udara. Sarana Prasarana. maka perubahan doktrin merupakan hal utama yang menjadi dasar terlaksananya tranformasi latihan di lingkungan TNI AD. Jangan ada lagi “jawaban sekolah” dalam setiap persoalan. Kelima. Pelatih yang mengawasi jalannya latihan harus memiliki referensi yang terbaik dari dalam maupun luar negeri. Kenyataan ini perlu ditindak lanjuti dengan latihan yang tidak hanya parsiil dalam melatih penggunaan Alutsista yang baru tersebut. Transformasi latihan tentu saja menuntut kualitas sarana dan prasarana latihan yang senantiasa siap mendukung pelaksanaan latihan dalam rangka meningkatkan profesionalisme prajurit. karena tidak ada yang pasti di medan pertempuran. Transformasi latihan ini secara umum lalu akan diaplikasikan kedalam komponen latihan untuk memberikan hasil yang optimal. Secara umum transformasi latihan akan sangat bergantung kepada faktor-faktor lain terutama doktrin serta Alutsista yang dimiliki TNI AD. Pendukung Latihan. Doktrin perang akan sangat menentukan taktik dan teknik yang harus dilatihkan kepada prajurit dan satuan TNI AD dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur TNI AD secara terintegrasi dengan menggabungkan keunggulan personel yang profesional dan terlatih serta dilengkapi dengan dukungan alutsista yang modern. Hal ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Pertama. Anggaran latihan harus benar-benar dapat menunjang Volume 33 No. sehingga tidak ada skenario latihan yang benar-benar di daerah kosong tak berpenghuni. Program latihan harus dapat memberikan keleluasaan kepada unsur komandan untuk mengembangkan inisiatif dan menentukan cara bertindak sesuai dengan kondisi riil di medan latihan. Kedua. akan tetapi kajian terakhir menyebutkan bahwa sistem ini memiliki kerawanan terhadap terjadinya disorientasi dan kehilangan semangat tempur prajurit saat seluruh teknologi pendukungnya tidak berfungsi. Tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang struktur Brigade Kesenjataan Gabungan akan berkembang menjadi pola penyusunan organisasi TNI AD di masa depan. tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT). Pertimbangan dari pembentukan satuan komposit ini adalah guna menjamin kesiapan operasional satuan dihadapkan pada penugasan dan pada saat yang bersamaan juga akan meningkatkan integritas satuan. Rencana Latihan. Salah satu hal yang urgen saat ini adalah adanya gelombang Alutsista baru yang akan memasuki lingkungan TNI AD. Pelaku. tinjauan dari Karakter Perang (Character of War). Penggunaan “Red Force” atau pasukan penimbul situasi harus seoptimal mungkin menambah dinamika dan menginspirasi pelaku latihan untuk bereaksi di lapangan sesuai dengan pedoman taktik yang dimiliki. Metoda. Konsep latihan di TNI AD saat ini sudah cukup komprehensif dalam menghadapi proyeksi kemungkinan penugasan di masa yang akan datang. Perkembangan ini akan menuntut peningkatan dalam skala latihan dari latihan tingkat Batalyon Tim Pertempuran yang terdiri dari batalyon infanteri yang diperkuat oleh satuan bantuan tempur yang nonorganik menjadi latihan tingkat brigade yang terdiri dari satuan tempur dan satuan bantuan tempur serta satuan pendukung yang keseluruhnya merupakan organik dari satu brigade. Keenam. Dukungan anggaran. Adanya konsep Batalyon Tim Pertempuran (BTP) dalam OLI dan Operasi Pertahanan secara umum telah dapat melatihkan tugas yang akan dilaksanakan oleh TNI AD dalam kerangka OMP dan OMSP. Sistem ini memberikan interoperabilitas dan kodal yang sangat baik. Pelatih. maka transformasi dibidang latihan dapat dilaksanakan sesuai dengan perkembangan teknologi terakhir yang penerapannya disesuaikan dengan proyeksi penugasan dan karakter unik wilayah pertahanan Indonesia. I Edisi Maret 2013 17 . Doktrin. Kedelapan. Ketujuh. Dari tinjauan karakter perang.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD berbasis jaringan (network-centric battle system) yang dalam beberapa sisi sangat menguntungkan untuk dapat bertempur dengan kesenjataan dan matra gabungan. Pelaku harus diberikan keleluasaan dalam mengambil keputusan terkait dengan Cara Bertindak yang dipilih saat latihan. Rencana latihan sudah harus mempertimbangkan faktor penduduk dalam skenario latihan. Kesembilan.

sehingga dapat langsung digunakan. Pada tahun pertama ini seluruh latihan satuan diproyeksikan untuk melatihkan interoperabilitas latihan dalam lingkup matra darat. Wæver. Leviathan. Pengintegrasian kemampuan dan kesenjataan inilah yang nantinya akan menjadi pertimbangan utama dalam transformasi latihan sambil tetap menjunjung tinggi peningkatan kualitas personel agar dapat menjadi prajurit yang profesional. 1. Akan tetapi karakter perang akan berubah seiring dengan perkembangan jaman. Perang saat ini walaupun kejam tidak harus dilakukan secara berhadapan langsung dengan musuh. 1968. “Securitization and . Penguin. Adanya komunikasi dengan militer asing akan dapat menambah khasanah wawasan dan pengalaman prajurit TNI AD dalam meningkatkan profesionalisme. laut dan udara Australia. Pengawasan. T Hobbes. Transformasi lain yang perlu dipertimbangkan adalah pemanfaatan latihan bersama dengan AD negara sahabat sebagai salah satu program untuk meningkatkan kemampuan operasional. Dengan adanya strategi MEF maka dalam beberapa hal Alutsista yang dimiliki TNI AD sudah dapat disetarakan dengan beberapa negara di kawasan ataupun negara adi daya seperti Amerika Serikat. Terkait dengan hal tersebut transformasi latihan justru sangat dinamis disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi utamanya dalam teknologi dan persenjataan. 2. Sistem anggaran yang baru dapat berupa sistem pengajuan dana sesuai kebutuhan riil saat latihan dan dana turun sebelum kegiatan. Sesuai dengan hakekat perang yang merupakan upaya habis-habisan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam rangka memaksakan kehendak kepada lawan dan bilamana perlu terkadang harus menghancurkan lawan maka kekejaman adalah unsur yang sangat dominan dalam perang. Integrasi kemampuan antar kesenjataan dan interoperabilitas antar matra ditunjang dengan komando dan pengendalian yang solid akan dapat bertindak sebagai pengganda kekuatan (force multiplier). Siklus latihan tahun pertama mencapai klimaks pada latihan puncak gabungan antar matra internal angkatan bersenjata Australia dengan kode “Exercise Hammel”. maka interaksi dengan AD negara sahabat dalam bentuk latihan bersama dapat dijadikan sebagai salah satu referensi tambahan bukan hanya untuk belajar dari pengalaman (Lesson Learned) tetapi juga sebagai sarana implementasi kemampuan untuk dapat berkembang sebagai salah satu kekuatan angkatan darat yang diakui dunia (world class army). Siklus pada tahun berikutnya adalah siklus untuk latihan puncak “Talisman Sabre” yaitu latihan bersama dengan New Zealand dan Amerika Serikat. KESIMPULAN. Apabila perlu sistem dukungan anggaran yang ada sekarang dapat dirubah. Sistem anggaran yang ada saat ini menuntut perencanaan jauh di awal latihan namun dana baru turun setelah pertanggungjawaban keuangan selesai. Kesepuluh. Leviathan.B. Chapter XVII. (1995). Macpherson. laut dan udara negara sekutunya. 1660 in C. Tidak bertujuan untuk hanya mencari-cari kesalahan akan tetapi lebih kepada menunjukkan kekurangan untuk dapat diperbaiki dimasa yang akan datang. O. Pengendalian dan Penilaian Latihan. Sebagai ilustrasi Angkatan Darat Australia membuat siklus latihannya menjadi siklus 2 tahunan. Berkaitan dengan hal tersebut maka latihan terhadap prajurit harus dapat 18 Volume 33 No. Perang secara fisik akan tetap kejam akan tetapi tidak seperti masa silam dimana prajurit harus berhadap-hadapan langsung secara fisik dan bertarung mati-matian dengan taruhan nyawa untuk kemudian menyaksikan langsung bagaimana lawannya meregang maut. sehingga tak jarang satuan penyelenggara latihan harus berhutang terlebih dahulu untuk dapat melaksanakan latihan. I Edisi Maret 2013 memberikan efek yang dapat menumbuhkan semangat pantang menyerah dan tahan menderita dalam rangka mencapai tujuan nasional. Globalisasi juga telah membuka kesempatan bagi kerja sama antar angkatan darat tanpa harus perlu membentuk aliansi militer. Utamanya dengan kondisi saat ini dimana TNI AD sedang mulai melaksanakan modernisasi Alutsistanya. Perkembangan teknologi militer saat ini telah memungkinkan untuk membunuh lawan yang jaraknya puluhan kilometer dan bahkan antar benua hanya dengan menekan sebuah tombol. Dengan alasan tersebut maka latihan-latihan yang bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan daya juang tidak perlu dilaksanakan transformasi karena hal ini tidak akan berubah sepanjang masih adanya kemungkinan perang di dunia. Terkait dengan hal tersebut maka latihan bersama dengan angkatan darat negara lain dalam skala besar seharusnya sudah dapat dipertimbangkan menjadi agenda latihan TNI AD dalam rangka saling belajar dan berbagi pengalaman dengan angkatan darat negara sahabat. Harmondsworth.Jurnal Yudhagama pelaksanaan kegiatan latihan dengan cukup dan tidak kekurangan sesuai dengan kondisi di daerah masingmasing. Pada tahun ini latihan diarahkan pada lingkup menciptakan interoperabilitas Trimatra Australia untuk dapat beroperasi dengan kekuatan darat. Kemajuan teknologi dan persenjataan jelas merupakan faktor yang sangat dominan terhadap hal tersebut. End Notes.

mil/-speeches/2006/12/14/989statement-by-general-peter-schoomaker-chief-ofstaff-united-states-army-before-the-commission-onnational-guard-and-reserves/index. M.jpg. Dansat Scuba Grup-3 Kopassus 8. 3. Akmil 2. Kementerian Pertahanan RI. Ops.lewrockwell. Kasi-1 Grup-1 Kopassus 10. Ops.com/lind/lind26.596. Lipschutz (ed. Komando 3. 6. 2008. 1873. Dantim-2 Grup-2 Kopassus 6. Ops. Transform : a marked change in form. Sus Bahasa Inggris 4. LN.army. Dikbangum.) On security. 6. Pamen Kopassus (Dik) 13. Saudi Arabia 5. diakses pada 26 Oktober 2012. Sri Lanka 8. Australia 2. Amerika (USA) 4. Danden Inteldam XVI/Ptm 15. Reksaka Dharma 3.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD desecuritization. On War.army. Seroja 5. Seroja 2. Pasi-1/22 Kopassus 7. Amerika (USA) : : : : : : : : : : 1991 1995 1997 2004 2006 2007 2011 2012 2012 2012 II. Mintel Kopassus 12. A. trans.Sc Brigjen TNI Makassar/10-11-1962 Islam Kawin Akmil/1984 Waaspam Kasad B. Sussar Para 2. Pgs. The Four Generations of Modern War. S2) 11.html. Sus Dandim 8. Dalam negeri. http://www. Suslapa I Inf 7. 7. Suspa Sandi Yudha 6. Pamen Kopassus (Dik.Trhbner. Dikbangspes. A. Clausewitz. Suspa Intel 5. 8. or appearance. nature. I Edisi Maret 2013 19 . Pakistan 6. Postur Pertahanan Negara.” Pp. Dan Unit-22 Grup-2 Kopassus 3. 5. Pamen Mabes TNI 20. Pbdya. 1. Colonel J. 1. Pam Konflik Ambon : : : : : 1988 1990 1994 1999 2002 IV. Diklapa II 4. Pbdya. 3. 4. London : N. Lemhannas USA B. Carl von. Waas Intel Kasdam XVI/Ptm 17. Oxford english dictionary. http://www. 46-86 in R. Kamboja 3.J. nature. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. Riwayat Penugasan. 1. Australia 11. Nama Pangkat/NRP Tmp/Tgl. Pabut Kamkonkomunal 21. E-32 Dit Bais TNI 18. Riwayat Jabatan. 1. Graham. 2. http://www. 9. Pbdya. Pamen Ahli Gol. Ops. Waaspam Kasad Volume 33 No. Dandim-1502/Malteng 16. Paban VI/Kermamil Sopsad 25. 1. or appearance. Sus Intelstrat : : : : : : : : : : : : : 1984 1985 1995 2001 2011 1986 1986 1988 1989 1990 1991 2003 2005 III. 1. Data Pokok. Lahir Agama Status Sumber Pa/Th Jabatan : : : : : : : Irwansyah.html diakses 28 Oktober 2012. Ops. IV Kopassus 23. Amerika (USA) 9. 5. NY: Columbia Univ. 4. Press. Transform : a marked change in form. Sussarcab Inf 3. Luar negeri. Kamboja 10. pp. Danton Kopassus 2. Oxford english dictionary. Riwayat Pendidikan Militer. Wadanyon-11/1 Kopassus 9. Pamen Mabesad (Dik) 22. Dantim-3 Grup-2 Kopassus 5. Seroja 4. Paban V/Kermamil Sopsad 24. Lind. Athan RI 19. Wadantim Grup-2 Kopassus 4. Seskoad 5.mol/aps/05/images/purposechart. William S. 7. Gal Sinteldam 14.

2012). dan dibunuh orang lain. yaitu munculnya dunia yang tanpa batas dan perubahan bentuk organisasi militer dari organisasi modern ke organisasi post-modern. namun pada saat yang sama tetap memegang teguh nilai-nilai kemiliteran yang telah diturunkan oleh para founding fathers Angkatan Darat. Dengan demikian. adalah sejauh mana sistem pengembangan kepemimpinan. Yang kedua adalah tantangan di tingkat individu. Berikut adalah pemikiran yang melatarbelakangi paradigma ini. adalah suatu topik yang tidak pernah habis dibahas sepanjang masa. untuk memerintahkan anggotanya membunuh orang lain. TRANSFORMASI BUDAYA MILITER DI ABAD KE-21. (Kadispsiad) Organisasi TNI AD perlu melakukan berbagai perubahan mendasar terkait dengan sistem pengembangan kepemimpinannya. menyebabkan dunia seolaholah menjadi tak berbatas. menyatakan ada dua tantangan masa depan yang perlu dijawab oleh pemimpin militer di manapun. yang mampu melaksanakan tugas-tugas di lingkungan strategis yang sedang mengalami perubahan intens. Ngurah Sumitra. M. tidak mengherankan jika para pakar selalu tergugah untuk mempelajari kembali perilaku kepemimpinan efektif. profesor antropologi di Akademi Militer Kanada Volume 33 No. tantangan utama dalam membahas kepemimpinan militer. yang diakibatkan dari dua fenomena. I Edisi Maret 2013 . yang dapat menjawab tantangan perubahan di eranya. dan perubahan yang diperlukan. konsep K 20 epemimpinan sebagai ilmu dan seni memengaruhi orang lain. berbeda dari perusahaan sebagai perseroan terbatas yang memiliki kewajiban yang juga terbatas (limited liability). Terkait kepemimpinan militer yang efektif. gugur dalam tugas adalah suatu kehormatan. setiap saat waktu dibutuhkan. yang berasal dari konflik antara tuntutan institusional versus okupasional (Chan. menarik untuk membahas terlebih dahulu ciri khas profesi militer. Pertama adalah tantangan organisasional. Menurut Selmeski (2007). organisasi militer menuntut kewajiban yang tidak terbatas dari anggotanya (unlimited liability). dimana bagi seorang prajurit. Suatu kajian dari Departemen Psikologi Kementerian Pertahanan Singapura tentang Kepemimpinan Militer di Abad ke-21. Soh & Ramaya. Oleh karena itu. Mengingat manusia adalah bagian dari sistem sosial yang selalu berubah.Psi. Dimulai dari perumusan doktrin kepemimpinan yang tetap menjaga integritas nilai-nilai tradisional TNI AD namun dapat mengakomodir berbagai kecenderungan lingkungan strategis yang ada dan mantan prajurit Pasukan Khusus Amerika Serikat.Jurnal Yudhagama KEPEMIMPINAN MILITER DI ERA TRANSFORMASI ANGKATAN DARAT (Suatu tinjauan psikologi) Oleh : Brigjen TNI Drs. dikaitkan dengan proses transformasi menuju Angkatan Darat yang berbasis kemampuan. Era globalisasi saat ini. Organisasi Militer dan Dunia yang Tanpa Batas. dapat menghasilkan kader pimpinan yang efektif. Ini karena militer adalah satu-satunya profesi yang memberi kewenangan pada pimpinannya. atau sebaliknya mengorbankan jiwanya sendiri. Inilah pengertian dari kewajiban tak terbatas yang hanya ada di dunia militer.

dalam rangka menciptakan pemahaman situasional yang sama. serta mitra kerja sipil (Chan. Konsekuensinya. menemukan bahwa keputusan yang diambil seorang prajurit lapangan terendah (Prada/ Private) dapat memberikan dampak strategis pada keberhasilan misi secara keseluruhan. Soh & Ramaya. yang harus lebih banyak berinteraksi luas dengan masyarakat sipil. yang juga berimbas ke lingkungan militer. PNS. besarnya tanggung jawab akibat meningkatnya tugas dan jabatan.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD organisasi militer tradisional yang kaku dan hirarkis yang cocok di era Perang Dunia II. Mereka bukannya sibuk menghadapi pasukan Garda Republik Irak. seperti meningkatnya peran wanita. I Edisi Maret 2013 21 . Menghadapi kecenderungan ini. kehormatan. 2004). tetapi justru harus menghadapi wartawan dan juru kamera CNN. Bentuk organisasi militer post-modern ini. suatu konsep operasi militer berbasis superioritas informasi yang dapat menghasilkan peningkatan daya tempur melalui interaksi jejaring sensor. dari yang berorientasi pada ‘pekerjaan’. etnik minoritas. organisasi militer masa kini harus memiliki prajurit rendah yang memiliki kompetensi kemampuan berpikir strategis setara dengan perwira menengah. peningkatan daya gempur. inovasi. bahkan tinggi. organisasi militer multilateral seperti NATO. Soh & Ramaya. yang harus mampu bersaing diera yang menuntut kecepatan. Perubahan konsep profesionalisme yang paling signifikan dipicu pemaknaan kesesuaian orang dan jabatan (job-person fit). sebagai suatu fungsi militer baru yang memberi akses pada komandan lapangan untuk berkoordinasi dengan pihak sipil seperti LSM dan media massa. dan pengorbanan. Selain tantangan di tingkat organisasional. secara perlahan telah berubah menjadi konsep militer sebagai suatu pekerjaan yang sama seperti pekerjaan sipil lainnya yang berorientasi pada nilai-nilai okupasional seperti gaji. baik dari sisi misi seperti OMP dan OMSP. 2000). yang saling berkompetisi untuk menayangkan berita menurut versi editorial masing-masing selama 24 jam sehari 7 hari seminggu (24/7). Garstka. ke era informasi abad ke-21 yang disebut postmodern. 2012). serta peningkatan kemampuan bertahan dan sinkronisasi diri (Alberts. seorang Doktor Psikologi Organisasi dari Angkatan Darat Australia yang meneliti dampak NCW terhadap perilaku organisasi. yang menuntut hak untuk ikut beraktivitas di daerah operasi militer (Rehse. telah berubah menjadi organisasi yang berorientasi pada struktur dan budaya gabungan militer-sipil. tunjangan. Perluasan Ruang Sipil di Ranah Militer dalam Era Organisasi Post-Modern. Contoh konkret dari fenomena ini adalah situasi ironis yang dihadapi prajurit Amerika Serikat saat pertama kali menyerbu Irak. & Stein. di tahun 1980an. Menurut David Schmidtchen (2007). dan disalurkan ke rumahrumah di seluruh dunia melalui televisi kabel (Compton. menjadi ke ‘pekerja’-nya. Perubahan ini terjadi akibat adanya pergeseran sosial dari masyarakat era industri di abad 20 yang disebut modern. Konsep militer sebagai profesi khusus yang berorientasi pada nilai-nilai institusional seperti tugas. kemudian berupaya menyesuaikan diri dan merancang konsep CIMIC (Civil-Military Co-operation). melalui tayangan live show yang ditampilkan di monitor komputer. 2004). Dengan munculnya tuntutan keterbukaan dan penghormatan pada HAM. percepatan tempo operasi dan waktu komandan. organisasi militer sudah tidak dapat lagi beroperasi di suatu ruang hampa. sejak berakhirnya Perang Dingin di tahun 1990 an. dan kepuasan kerja (Chan. dalam bukunya The Rise of Strategic Private. tidak lagi semata-mata muncul karena jabatan dan struktur Volume 33 No. maupun dari komposisi personel. Hal ini menyebabkan. pengambil keputusan dan prajurit lapangan. Fox News. Ini berarti di era post-modern. Al Jazeera dan China Central Television (CCTV). Berubahnya Nilai-Nilai Institusional-Ideologis Menuju Kearah Okupasional. yang awalnya diciptakan negara-negara Barat untuk menghadapi Uni Soviet. telah berubah menjadi konsep organisasi tanpa batas. 2012). maka sekarang mereka seolah-olah dapat ikut terlibat dalam pertempuran di bagian dunia lain. fleksibilitas dan integrasi. konsep organisasi militer modern yang berorientasi pada struktur dan budaya perang. lingkungan strategis yang dihadapi para pemimpin militer juga mengalami perubahan di tingkat individual. bersifat multi fungsi. Fenomena ini telah menghasilkan Network Centric Warfare (NCW). Jika sebelumnya para komandan masih merencanakan strategi bertempur dengan menggunakan simulasi bak pasir.

Strategic Leadership Development: International Perspectives.W. Ontario: Canadian Defence Academy Press. Keterampilan Kualitas Pribadi.) Sayidiman Suryohadiprojo (1996). Dalam J. di kalangan psikologi Belanda/Eropa. dan Indonesia sebagai jajahannya. Pengakuan Lebih banyak Transformasional Pejuang + Ahli Teknik + Akademisi + Diplomat (Diadaptasi dari R. Berdasarkan pembahasan sebelumnya tentang perubahan lingkungan strategis yang dapat memberikan dampak pengaruh terhadap peran. Menurut salah satu founding fathers TNI. konsep kepemimpinan di TNI baru ada sekitar tahun 1953. yang didasari pada nilai-nilai budaya Indonesia. keahlian. dan kualitas kepribadian yang dituntut di suatu jabatan (Walker. Perubahan Kompetensi. MacIntyre (Eds. 22 Volume 33 No. termasuk di lingkungan militernya.Jurnal Yudhagama TABEL 1: KONTEKS KESESUAIAN ORANG DAN JABATAN Kesesuaian OrangJabatan Era Gelombang Peradaban Teori Kepemimpinan Icon Struktur Organisasi Stereotip Pekerja Lokasi Kerja Kerangka Kerja Proses Kerja Kekuatan Pemimpin Gaya Kepemimpinan Profesionalisme Militer Berorientasi pekerjaan Modern Industri Teori X Peran Atasan Dominan Henry Ford. maka selanjutnya perlu dibahas kompetensi kepemimpinan militer yang dibutuhkan. Steve Jobs Matriks. Stouffer & A. Jenderal Sayidiman dan kawankawan. Letnan Jenderal (Purn. Dari latar belakang inilah. tetapi lebih ditentukan oleh seberapa ‘lengkap’ seseorang telah meningkatkan kompetensinya dengan cara membekali diri dengan kapasitas. Uraian Jabatan Pekerjaan. Bengkel Industri Struktur Organisasi. Produk. “A Professional Development Framework to Address Strategic Leadership in the Canadian Forces”. Jaringan Otak : Teknologi Tinggi (Hi-tech) Desainer Piranti Lunak Tujuan/Sasaran. Analisa Jabatan Jabatan. . hal. dan bukan karena mendapat pendidikan tertentu. sejak sejumlah perwira TNI kembali dari pendidikan militer di Amerika Serikat dan mempelajari konsep kepemimpinan militer yang di kalangan psikologi dikenal sebagai pendekatan ilmu perilaku (behavioristic approach). berhasil merumuskan konsep kepemimimpinan TNI yang disebut dengan 11 Azas Kepemimpinan TNI. Beberapa fakta transformasi profesionalisme militer dalam konteks kesesuaian orang dan jabatan. dapat disimak dari tabel 1. 31) yang tersedia di organisasi. Hal ini disebabkan karena sebelumnya. Hal ini menjadi penting mengingat konsep transformasi TNI AD adalah merujuk pada konsep pembangunan berbasis kemampuan dengan tujuan agar organisasi Angkatan Darat mampu berkompetisi dengan organisasi Angkatan Bersenjata negara lain. 2007). Peran/Pangkat Lebih banyak Transaksional Pejuang + Ahli Teknik Berorientasi pekerja Post-modern Informasi/Pengetahuan Teori Y dan Z Hubungan Timbal-balik Bill Gates. Fred Taylor Hirarkis. fungsi dan keberadaan organisasi dan profesi militer di abad ke-21. permasalahan utama yang terkait dengan transformasi Angkatan Darat di bidang pengembangan kepemimpinan adalah belum terumuskannya doktrin kepemimpinan yang paling sesuai untuk TNI AD di era masa depan.). konsep kepemimpinan (leiderschap) dianggap sebagai kemampuan yang muncul sejak lahir (trait approach). Birokratis Otot: Ban Berjalan di Pabrik Pabrik. I Edisi Maret 2013 Menurut penulis. Walker (2007). TANTANGAN TNI AD TERKAIT KOMPETENSI MILITER DI ERA ABAD KE-21.

Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Kenyataannya. Dispsiad sebagai satuan berbasis psikologi terapan. 2012). termasuk pengembangannya di berbagai strata berbeda di organisasi TNI AD. yang dianggap justru sangat dibutuhkan saat ini. dijabarkan lagi menjadi indikator perilaku sesuai strata kepemimpinan strategis. yang antara lain bertujuan untuk mengukur dan mengembangkan kompetensi kepemimpinan mereka. yang membagi kepemimpinan militer menjadi dua kompetensi. atau leading the institution. Karena itu. yang lebih jarang dibahas. Selain itu. menjadi anggota International Military Leadership Association (IMLA). Dipl Psych. Selanjutnya. Kemudian kedua kompetensi ini. Dispsiad juga telah menyelenggarakan berbagai program penilaian kompetensi jabatan para komandan satuan TNI AD. pada gilirannya menimbulkan kesulitan pada pihak-pihak yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk melahirkan kader-kader pimpinan TNI AD yang kompeten. operasional dan taktis. I Edisi Maret 2013 23 . adalah kemampuan memimpin organisasi. juga bermanfaat untuk mengacu pada konsep dari Lembaga Kepemimpinan Angkatan Bersenjata Kanada (CFLI.. serta terakhir membentuk Lembaga Pengembangan Psikologi di Dispsiad. 2007b). Sedangkan yang kedua. Selain itu. yang memang merupakan kajian kepemimpinan pada umumnya. saat diperintahkan untuk mengkaji 11 Azas Kepemimpinan TNI dari disiplin ilmu psikologi oleh KASAD Jenderal Rudini: Konsep ini adalah gabungan dari sifat bawaan (trait). dengan indikator perilaku yang berbeda untuk masing-masing gaya kepemimpinan di tingkat strategis. seperti pernah disimpulkan di awal tahun 1980 an oleh tim Pokja Dispsiad yang dipimpin Brigjen (Purn) Soemarto. selama ini masih ada kerancuan dalam proses pengajaran materi kepemimpinan di tingkat Taruna. Ketiadaan doktrin kepemimpinan yang mutakhir. akan dibahas beberapa kompetensi Volume 33 No. suatu asosiasi lembaga pengembangan kepemimpinan militer dari berbagai Angkatan Bersenjata dunia. yang dirancang sesuai kompetensi perilaku yang terukur. Selapa dan Seskoad tentang perbedaan esensi pengajaran 11 Azas Kepemimpinan dimasing-masing tingkatan ini. Upaya-upaya tersebut antara lain adalah di tahun 2007. sehingga agar dapat dijadikan sebagai pedoman. perlu dirumuskan lebih lanjut agar tidak rancu. perilaku (behavior) dan nilai (values). Yang pertama. Sebagai contoh. perubahan mendasar yang perlu dilakukan adalah merumuskan kembali doktrin kepemimpinan TNI AD yang dapat mengakomodir paradigma kepemimpinan militer modern. 2007a. operasional dan taktis. adalah pembahasan tentang kemampuan memimpin manusianya atau leading the people. TNI AD dapat mengacu pada TNI AU yang telah berhasil menulis buku kepemimpinan militer Angkatan Udara yang mencakup berbagai konsep kepemimpinan masa kini (Mabesau. telah melakukan berbagai upaya praktis untuk mengembangkan kepemimpinan militer di lingkungan TNI AD. Dalam hal ini. Kedepan.

sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. 2004). 2007a). ASEAN. dengan membangun secara terus menerus visi. dibawah pimpinan komandan negara lain. kecenderungan ini menuntut adanya kompetensi kepemimpinan global (global leadership) di kalangan perwira TNI AD. Selain itu.Jurnal Yudhagama yang dianggap dapat menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks diera abad ke-21 saat ini. terutama sebagai tentara pejuang yang diakui mampu menghasilkan militansi yang dapat menggetarkan pasukan militer negara lain. Di tingkat organisasi. karena memang selama ini doktrin TNI AD juga demikian dan tidak terlalu berorientasi pada penugasan yang bersifat internasional. untuk melaksanakan tugas dan wewenang yang telah menjadi tanggung jawabnya Kemampuan Penggunaan Teknologi Tinggi. dapat lebih mudah dipahami dan dioperasionalkan ketika satuan TNI AD mendapatkan tugas di lingkungan militer global. Kepemimpinan Militer Tradisional. baik dari sisi doktrin. baik di tingkat bilateral. dimana Be adalah domain sistem nilai yang dirumuskan dari nilai-nilai kepemimpinan tradisional yang dianggap tidak boleh berubah sepanjang masa (Hesselbein. berdasarkan suatu kesepakatan internasional (NATO. Meningkatnya penggunaan teknologi tinggi oleh militer. kecuali di sebagian strata yang bersifat strategis. ataupun standard lainnya). ataupun penanganan bencana. seperti misalnya dalam penugasan di bawah bendera PBB. untuk tingkat organisasi. seperti misalnya melalui pelibatan di misi pemeliharaan perdamaian PBB. Dalam hal ini sesuai doktrin kepemimpinan Angkatan Bersenjata Kanada. Hal ini mengingat bahwa organisasi militer modern seperti Angkatan Darat Amerika Serikat pun juga memiliki kerangka kompetensi kepemimpinan yang disebut dengan “BeKnow-Do”. serta berinteraksi dan menjalin kerjasama dengan organisasi militer negara sahabat. pada saat ideologi manajerialisme dan kewirausahaan menjadi dominan dalam pengelolaan organisasi masa kini (CFLI. dapat menjadi fasilitator yang mampu mengintegrasikan organisasi secara keseluruhan. Sedangkan di tingkat individu. satuan-satuan militer TNI AD harus mampu beroperasi di dunia yang tanpa batas. pimpinan militer masa depan harus mampu menjadi pengarah (steward). Kemampuan Operasional Terpadu Secara Global (Global Interoperability). tunjangan dan kepuasan kerja. TNI AD perlu merumuskan doktrin kepemimpinan yang dapat tetap menjaga nilai-nilai keprajuritan yang selama ini menjadi kekuatan ideologis dan jati diri profesionalisme TNI AD. hal ini menjadi tantangan tersendiri karena sistem pengembangan kepemimpinan TNI AD saat ini masih cenderung melahirkan perwira yang berorientasi kedalam (inward looking). yang mampu “menjaga” profesionalisme militer sebagai ideologi (profesional ideology). Hal ini menuntut adanya kemampuan untuk melaksanakan operasi secara terpadu dengan negara lain (global interoperability). Ini berarti. memungkinkan penerapan operasi nonfisik dengan 24 Volume 33 No. perlu dirumuskan kembali indikator perilaku dari konsep kepemimpinan semacam 11 Azas Kepemimpinan. Diantara sejumlah tantangan akibat transformasi budaya organisasi dan kemiliteran dewasa ini. dan sasaran secara bersama (shared). sehingga fungsi organisasi dan prosedur kerja militer yang berlaku di mitra kerja internasional. I Edisi Maret 2013 . regional maupun global. mereka harus mampu memimpin prajurit dari negara atau budaya lain. tidak tertutup kemungkinan. sehingga pemimpin TNI AD di setiap strata. penyelenggaraan latihan militer bersama. yang bersangkutan dapat juga digunakan oleh satuan-satuan militer internasional. sistem nilai. Di tingkat organisasi. misi. PBB. Shinseki & Cavanagh. hal yang cukup krusial dan kritis adalah perubahan dalam nilai-nilai keprajuritan terkait persepsi tentang profesi militer yang lebih dikaitkan dengan nilai-nilai pekerjaan seperti gaji. terutama dalam peperangan berbasis NCW. Dengan demikian. Di tingkat individu. sistem dan prosedur serta aturan.

maka kepemimpinan militer TNI AD di abad ke-21 perlu mencakup unsur-unsur yang relevan dari kepemimpinan global. yang lebih mengutamakan hubungan timbal balik. baru dilakukan uji coba pengembangan kompetensi kepemimpinan para Danki di Kodam Jaya dan Kodam III/ Siliwangi. mulai tidak relevan. sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung pada jati diri TNI AD. adanya tuntutan akan kesetaraan jender dan rekrutmen minoritas. karena videonya yang direkam melalui kamera telepon seluler diunggah . tingkah laku. di lingkungan TNI AD program pengembangan kepemimpinan secara terstruktur barulah bersifat massal. emosi. 2008). Hal ini menjadi lebih penting lagi terkait dengan fenomena Strategic Private yang telah dibahas sebelumnya. helikopter Apache. serta berbagai buku petunjuk yang terkait dengan penggunaan Alutsista canggih tersebut (Sasongko. serta meriam Caesar. serta penggunaan stasiun antariksa. Untuk jangka panjang. dan unjuk kinerja individu. pemikir militer sudah mulai mengakomodir konsep “Kepemimpinan Yang Melayani” (Farmer 2011). Sebagai contoh. kelompok serta organisasi. melalui pengajaran di kelas. penggunaan teori X dalam ilmu kepemimpinan yang lebih mengedepankan dominasi. 2003: 54). Di tingkat individu. atau suatu kompetensi yang dapat menghasilkan perubahan sosial dalam sikap. Seperti terlihat pada Tabel Konteks Kesesuaian Orang dan Jabatan. terutama dihadapkan dengan tuntutan kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan organisasi sipil untuk pencapaian kepentingan militer. serta proses transformasi yang dihadapi oleh TNI AD. 2005: 1414). Dengan Kepemimpinan MiIliter Tradisional sebagai pusat. berbagai kecenderungan ini menuntut kesiapan infrakstruktur. maupun piranti lunak terkait. Hal ini telah dirasakan sendiri oleh pihak TNI AD. tank Leopard. organisasi militer saat ini tidak mungkin lagi menjadi tertutup. Volume 33 No. semakin menjadi tuntutan di organisasi militer. program seperti ini perlu dijadikan sebagai program tetap. mengingat pengorganisasian personel dan pengelolaannya dikebanyakan organisasi militer masih bertumpu pada konsep perang era Napoleon abad ke-19. sehingga mereka menjadi satu kesatuan (Humphreys. Sampai saat ini. kepemimpinan yang melayani dan kepemimpinan digital. Kepemimpinan yang Melayani (Servant Leadership). melalui proses penerapan teknologi informasi tingkat tinggi (Avolio & Kahai. Di tingkat individu. yang pengadaannya baru dilakukan TNI AD. strategi. Untuk itu. 2011). baik piranti keras. kamera HP dan blog internet (Mitchell. yang tidak sesuai lagi dengan realitas perang modern yang melibatkan Youtube. Dengan semakin meningkatnya ruang partisipasi sipil dioperasi militer. I Edisi Maret 2013 25 pengendalian jarak jauh langsung ke sasaran tempur lawan. ketika prajuritnya terpaksa diadili atas tuduhan melakukan penyiksaan terhadap anggota OPM. maka selanjutnya dapat dilihat ilustrasi di Gambar 1: Kepemimpinan Militer TNI AD Abad ke21. pemikiran. Sedangkan yang bersifat individual. (2) menyimak aktif dalam rangka memahami orang lain. sehingga para perwira TNI AD mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan doktrin kepemimpinannya. satelit. 2012). Termasuk di dalamnya adalah penggunaan Alutsista canggih dengan bom-bom pintar (smart bombs) dan pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle) yang dianggap dapat mengurangi korban warga sipil nonkombatan. Ciri-ciri perilaku kepemimpinan yang melayani adalah (1) mendahulukan orang lain/organisasi di atas kepentingan pribadi. dengan hasil yang cukup menjanjikan. mau tidak mau akan menuntut perubahan secara total doktrin.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD ke Youtube dan menjadi kasus pelanggaran HAM yang mendunia (Patnistik. alat angkut personel Marder. taktik. pemimpin militer harus mampu menerapkan kepemimpinan digital (e-leadership). penggunaan teknologi informasi di kalangan intelijen. serta keterlibatan PNS sebagai mitra kerja dan komplemen dari personel militer. Didasari perubahan yang berlangsung di lingkungan strategis abad ini. 2009). perlu dilakukan berbagai pelatihan dan program pengembangan kepemimpinan secara individual. Sebaliknya. Di tingkat organisasi. (3) membangkitkan kepercayaan pada bawahan. melalui fasilitator dari Dispsiad. teori Y dan Z. serta teknologi informasi lainnya. yang dapat mencakup upaya menjalin komunikasi sosial yang efektif dan melayani kebutuhan masyarakat luas. dan (4) merangkul bawahan. sebagai bagian dari perang dunia maya (cyber warfare) (Brenner.

I Edisi Maret 2013 . Leadership in the Canadian Forces: Leading people. Washington: Command and Control Research Program.). (2000). Canadian Forces Leadership Institute/CFLI (2007b). (2004). J. Soh. Humphreys. Dimulai dari perumusan doktrin kepemimpinan yang tetap menjaga integritas nilai-nilai tradisional TNI AD namun dapat mengakomodir berbagai kecenderungan lingkungan strategis yang ada. Be Know Do: Leadership the Army way. Placing the “E” in E-Leadership: Minor Tweak or Fundamental Change. Murphy & Riggio (Eds. New Jersey: Lawrence Erlbaum. Alberts. & Ramaya. hal. S. doktrin tersebut kemudian perlu dijabarkan menjadi berbagai pedoman yang dapat mengarahkan program-program pengembangan kompetensi kepemimpinan yang relevan.S. 2nd edition. Proquest: UMI Dissertation Publishing. KEPEMIMPINAN GLOBAL KEPEMIMPINAN MILITER KEPEMIMPINAN MELAYANI (Servant Leadership) (Global Leadership) TRADISIONAL KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN MILITER ABAD 21 “DIGITAL” (e-Leadership) PENUTUP. (2005). & Kahai.P. 25-30 Juli. Leadership in the Canadian Forces: Leading the institution. Hesselbein. K-y. E. 2004.E. Management Decision.W. S. Makalah yang dipaparkan di konferensi International Association for Media and Communication Research. Farmer. Avolio. Kingston: Canadian Defence Academy Press. Kingston: Canadian Defence Academy Press. 49-70. R.R.J. Brazil. (2011). serta proses transformasi TNI AD yang mengacu pada konsep pembangunan berbasis kemampuan.. D. Contextual Implications for Transformational and Servant Leadership: A historical investigation. (2004). B. Military Leadership in the 21st Century: Science and Practice (2012). Dalam S.Jurnal Yudhagama GAMBAR 1: KEPEMIMPINAN MILITER TNI AD ABAD KE-21. S. F. Shinseki. Canadian Forces Leadership Institute/CFLI (2007a). Garstka. J. Chan. Cambridge. Porto Alegre. (2012). R. Adapted from the official Army leadership manual. & Stein. 1410- 26 Volume 33 No. Servant leadership attributes in senior military officers: A qualitative study examining demographic factors..H.. Singapore: Cengage. DAFTAR PUSTAKA. terkait dengan perubahan lingkungan strategis yang berpengaruh terhadap dunia militer. J. The Future of Leadership Development. Compton. F. maka dapat disimpulkan bahwa organisasi TNI AD perlu melakukan berbagai perubahan mendasar terkait dengan sistem pengembangan kepemimpinannya. Shocked and Awed: The Convergence of Military and Media Discourse. (2003). 43(10). Network Centric Warfare: Developing and leveraging information superiority. San Fransisco: JosseyBass. & Cavanagh.. Dari pembahasan yang telah dilakukan.

2. 21-65. Kabag Anev Subdispsiteknomil Dispsiad 11. Riwayat Pendidikan Militer. R. Dikbangspes. B. 5. Sasongko. Sepawamil Sekalihpa Suslapa I Suslapa II Seskoad : : : : : 1984 1992 1993 1994 1999 B. Kabagrengar Setdispsiad 12. Singapura Belanda Swiss & Jerman Malaysia : : : : 1991 2008 2010 2012 : 1995 : : : : : : : Drs. (2007).com 14 Januari 2011. I Edisi Maret 2013 27 . (2007). (2012). Operasi Seroja Tim-Tim B. 4. Definitions and Practice. P. Kaurmin Subdispsiops Dispsiad 5. (2008). Luar Negeri. (2009). J. 122-123. Kingston : Canadian Defence Academy Press. Strategic Leadership Development: International Perspectives. S. com. Sussar Para 4. Kasisel Subdispsipers Dispsiad 8. CIMIC: Concepts. Kingston: Royal Military College of Canada. hal. Suskat Manajemen Modern : 1984 : 1990 : 1999 : 2007 IV.. (2011). Pamen Akmil 10. Ps. 6. Book Review on The Rise of the Strategic Private: Technology. Dalam Negeri. Kasubdispsiklinik Dispsiad 14. Sekretaris Dispsiad 16. Mabesau (2012). (2004). Sayidiman Suryohadiprojo.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD 1431. Patnistik. Kasubdispsiklinik Dispsiad 13. Dalam LtCol. “A Professional Development Framework to Address Strategic Leadership in the Canadian Forces”. Pa Testor Lalek/Klas Dispsiad 2. Brenner. Cyber Threats: The Emerging Fault Lines of the Nation State. Lahir Agama Status Sumber Pa/Th Jabatan III. (1996). 3. Mitchell. Jakarta: Mabesau. Brigjen TNI Denpasar/27-01-1959 Hindu Kawin Sepawamil/1984 Kadispsiad II. (2007). Walker. AS pantau peradilan TNI soal kasus Papua. M. P. and Change in a Network Enabled Military. Tank Baru TNI AD: Punya alutsista baru.). Dikbangum. Kepemimpinan TNI Angkatan Udara. Control. Kasisel Subdispsipers Dispsiad 7. Kaurah Sisel Subdispsiper Dispsiad 4. Selmeski. Riwayat Penugasan. 4. 2. 1. Rehse. A. Kadispsiad Volume 33 No. Schmidtchen. 4. Ngurah Sumitra. Pgs. 3. 5. The Canadian Army Journal. Canberra: Land Warfare Studies Centre Publication. Kaurdik Siklas Subdispsipers Dispsiad 6. doktrin pertahanan perlu disesuaikan. B. 1. Control and Change in a Network Enabled Military. E. Kompas. 7. Data Pokok. MacIntyre (Eds. The Rise of Strategic Private: Technology. Hamburg: Institute for Peace Research and Security Policy. Stouffer & A. Solopos. 1 Suspa Ajen 2. 1. D. 3.Psi. Nama Pangkat Tempat/Tgl. Kasubdispsiops Dispsiad 15. Jakarta: Intermasa. 10(4). Paursus Siklas Subdispsipers Dispsiad 3. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. Ps. 6 November 2012. 1.A. Military cross-cultural competence: Core concepts and individual development.W. 2. A. 1. Kepemimpinan ABRI dalam sejarah dan perjuangannya. Kapsi Akmil 9. Susjurpa Minu 3.R. Riwayat Jabatan. Oxford University Press.

Terdapat hubungan kausal antara teknologi military hardware dan doktrin yang menuntun sistem senjata tersebut digunakan (behavioural doctrinal software). dari mulai tahun 2010 hingga 2024. Meriam 155 mm Caesar dan sebagainya dalam jajaran TNI AD termasuk sedang mengupayakan helikopter serang Boeing AH-64 Apache. Untuk mencapai maksud tersebut akan diuraikan transformasi doktrin People’s Liberation Army (PLA)3 dari gerilya menuju PLA yang modern yang diproyeksikan mampu bertempur dengan menggunakan teknologi tinggi dalam kondisi modern dimasa depan. untuk mencapai tingkat yang dapat menimbulkan efek gentar (deterrence effect). Introduksi sistem senjata dengan teknologi canggih dalam tubuh TNI-AD tentu akan berdampak (spin off) pada banyak sektor antara lain doktrin. pendidikan. struktur organisasi (force structure). I Edisi Maret 2013 28 . Apakah hal ini dapat dimaknai sebagai transformasi TNI-AD dalam persiapan menghadapi tantangan dimasa mendatang? Tulisan di bawah ini akan menunjukkan bahwa transformasi belum terjadi apabila tidak menyangkut hal dasar. alam Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008. .Sc. Nasution dalam Pokok-Pokok Perang Gerilya D PENDAHULUAN. M. Salah satu yang terpenting dalam diskusi ini adalah TNI dan lebih khusus lagi TNI AD harus mengkaji ulang doktrin perang rakyat dengan cara gerilya dan menggantinya dengan doktrin yang lebih tepat untuk menggambarkan peperangan dimasa mendatang. maka diperlukan waktu hingga beberapa dekade mendatang setelah MEF tercapai terlebih dulu. Musuh hanya bisa dikalahkan hanya dengan ofensif oleh unit-unit tentara reguler. sejak Perpres Nomor 41 tentang Kebijakan Umum Volume 33 No. Jenderal A. Multiple Launch Rocket System (MLRS) Altros II yang berjangkauan 85 kilometer. (Sespri Kasum TNI) . Kini tampak upaya yang dilakukan oleh pimpinan TNI-AD dalam mengarahkan tujuan ini yaitu seperti baru-baru ini diberitakan tentang pengadaan sistem senjata modern seperti Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4. Putranto. Tulisan ini akan fokus pada perlunya TNI AD mengembangkan doktrin baru untuk mengakomodasi masuknya sistem senjata berteknologi modern agar dapat mendukung penggunaan kapasitas yang dimilikinya dalam kondisi modern dimasa mendatang.2 Untuk mencapai hal tersebut memerlukan waktu 14 tahun.H. Karena dalam teknologi militer terletak kapabilitas militer. . dan tidak mampu mengalahkan musuh.Jurnal Yudhagama TRANSFORMASI DOKTRIN TNI AD Pertahanan Negara ditetapkan. dan doktrin akan menentukan bagaimana menggunakan kapasitas tersebut.1 Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF) adalah suatu standard kekuatan pokok dan minimum TNI yang mutlak disiapkan sebagai prasyarat utama serta mendasar bagi terlaksananya secara efektif tugas pokok dan fungsi TNI dalam menghadapi ancaman aktual. Dengan kata lain apabila mengandalkan modernisasi military hardware semata. salah satu yang terpenting adalah doktrin. pada hakekatnya perang gerilya adalah sama dengan bertahan. melengkapi helikopter sejenis yaitu Mi-35 buatan Russia yang sudah terlebih dulu ada. Ukuran standar penangkalan dalam hal ini berada di atas kekuatan pokok minimum yang mempunyai kemampuan menjaga NKRI serta disegani minimal pada lingkup regional. latihan dan sebagainya. Oleh : Kolonel Inf Joko P. TNI akan dikembangkan secara profesional untuk mencapai tingkat kekuatan yang mencapai standar penangkalan (deterrence).

8 Dari doktrin perang rakyat dengan strategi gerilya menjadi doktrin active defense (jiji fangyu). senjata yang dimiliki rendah teknologi. Hal ini diinspirasi oleh pengalaman gerilya dimasa pendudukan Jepang. ketika Jenderal Su Yu. lembaga militer tinggi dalam struktur politik China.9 Sebetulnya dalam doktrin perang rakyat ajaran Mao telah mengalami revisi sejak tahun 1958. pendek kata. sebagian para perwira pada waktu itu menyadari perlunya modernisasi asalkan tidak merubah apapun doktrin perang rakyat warisan Mao. lokal. amat mungkin melibatkan pihak ketiga yaitu super power Amerika Serikat. Keberhasilan pasukan koalisi pimpinan AS dalam Perang Teluk 1991 juga amat menginspirasi pimpinan China untuk mempercepat modernisasi militernya. atau baik Soviet maupun AS akan melakukan perang nuklir dan China akan terkena dampaknya (collateral damage). dalam kondisi modern komentator militer pada waktu itupun masih bersikeras bahwa teori dan metodologi Mao dalam perang masih dianggap relevan. perubahan belum terjadi hingga pada tahun 1979. perang elektronik dan perang rudal. meskipun Mao sendiri yang mengatakan hal tersebut. Namun. Pada waktu itu. kini PLA lebih fokus kepada upaya penyatuan Taiwan dan menghadapi aneka kontijensi dalam bentuk perang terbatas. dimana tentara yang bergerilya harus bertahan tanpa dukungan logistik yang memadai. PLA menginginkan peningkatan kemampuan tempur yang mampu untuk mempertahankan China dalam perang konvensional modern. melanjutkan upaya modernisasi yang melibatkan setiap unsur dalam organisasi militer dari doktrin sampai senjata. pimpinan PLA selalu menekankan bahwa generasi muda militer harus menjaga dan mengamankan pemikiran Mao tentang perang rakyat sama seperti doktrin agama.5 Karena Uni Soviet telah colaps. PLA pada akhirnya juga menyadari bahwa doktrin operasional perang rakyat tidak akan mampu merespon situasi ini.”Mao juga mengisyaratkan untuk meninggalkan ajaran yang sudah usang dan diganti dengan yang baru sebagai respon terhadap perubahan kondisi obyektif.4 Oleh sebab itu PLA harus siap menghadapi kenyataan ini. Pimpinan China pasca Deng Xiaoping (1982-1987). Penerus Deng. I Edisi Maret 2013 29 . Pada Volume 33 No. antara PLA dan rakyat akan melakukan perang gerilya. Pada mulanya dalam mempelajari ajaran Mao tentang perang rakyat.7 Dampak Perang Teluk dan colaps-nya Uni Soviet. Ellis Joffe dalam The Chinese Army after Mao menggambarkan bagaimana dulunya Partai Komunis China.11 Setelah Mao wafat pada 1976. pimpinan Central Military Commission (CMC).Media Informasi dan Komunikasi TNI AD TRANSFORMASI PLA DARI GERILYA MENUJU MILITER MODERN. apapun yang dikatakan dan ditulis oleh Mao dianggap benar. memperkenalkan istilah “perang rakyat dalam kondisi modern” (xiandai jubu zhanzheng tioaojian xia de renmin zhanzheng). pemegang kekuasaan tertinggi termasuk kontrol terhadap militer.6 Kemudian PLA membuat perubahan besar dalam konsep deterrence dimana PLA dikembangkan untuk mempunyai kemampuan menahan musuh agar tidak sampai masuk wilayah darat China. Kini mereka menyadari bahwa doktrin perang rakyat tersebut sudah tidak mampu lagi mengikuti langkah perubahan besar seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dalam hal strategi militer. Deng Xiapoing memulai modernisasi dengan mentrasformasikan PLA menjadi kekuatan tempur modern. apalagi konsep people’s war awalnya untuk merespon invasi. Sedangkan pandangan yang lain menginginkan perlunya formula yang sama sekali baru sebab kalau tidak maka modernisasi tidak lebih dianggap sebagai penggantian senjata lama menjadi baru. amat memegang teguh prinsipprinsip perang gerilya Mao sebagai panduan strategis pengembangan militernya. sistem senjata. dan yang paling mungkin datang melalui darat oleh Uni Soviet. serta perkiraan strategis masa depan yang selalu dikaji secara periodik telah mendorong China untuk melakukan transformasi dalam tubuh militernya. dan akhirnya mampu bangkit melawan tentara pendudukan Jepang. perlengkapan dan latihan. Ada dua pandangan yang berbeda dalam memaknai modernisasi. dengan demikian tidak perlu lagi menjalankan perang rakyat dalam bentuk gerilya. tentara dapat bertahan karena dukungan rakyat.10 Para pimpinan militer memerhatikan dengan seksama bagaimana implementasi perang rakyat dalam kondisi modern karena jelas harus ada pengembangan aturan untuk mengoperasikan strategi tersebut. pimpinan militer China masih berpikir bahwa perang dimasa mendatang apabila melawan agresor yang menginvasi China masih mungkin menggunakan strategi perang rakyat. Pimpinan PLA juga selalu menolak pemikiran yang tidak sejalan dengan Mao. seperti Jiang Zemin. Jiang Zemin (1989-2002) mengakui bahwa peperangan dimasa depan adalah perang multidimensi. China juga mengantisipasi invasi yang akhirnya melakukan perang berlarut di wilayah China. pada waktu itu Mao sendiri mengatakan bahwa dasar-dasar perang gerilya harus dikembangkan sejalan dengan “kondisi aktual dalam peperangan masa depan. Dalam dokumen Panduan Militer Strategis (Junshi zhanlue fanghzen) digambarkan bahwa dulunya kemungkinan China akan diinvasi oleh negara seperti Uni Soviet atau AS.

bahwa efektivitas perang gerilya sudah berakhir. Status sebagai tentara konvensional yang harus taat kepada hukum perang internasional pada saat perang dengan sendirinya telah menegaskan status konvensional yang inherent kepada TNI. situasi dalam TNI juga demikian. Hanya menggempur atau menghancurkan musuh. Meskipun TNI awalnya merupakan kelompok-kelompok gerilya yang berjuang bersamasama dengan rakyat mengusir penjajah. Meluasnya perlawanan yang didukung seluruh rakyat ini adalah kunci untuk sukses. Rakyat semua bangkit mengangkat senjata dan ikut berjuang dengan tentara reguler maka kombinasi antara semangat untuk merdeka dan strategi gerilya diyakini sebagai key ingredient untuk menang perang adalah benar. Dari gambaran situasi antara China dan Indonesia dapat diambil pelajaran yang berharga tentang bagaimana posisi doktrin perang warisan pendahulu ditempatkan. salah satunya strategi gerilya. namun apa yang dilakukan oleh PLA tentunya bisa menjadi inspirasi dalam melakukan perubahan doktrin dalam tubuh TNI. Kini doktrin perang rakyat sudah ditinggalkan dan PLA memperkenalkan doktrin yang lebih diterima di era kini yaitu menyiapkan diri untuk perang yang cepat untuk mencapai hasil cepat (fight a quick battle to force a quick resolution). Namun pada hakekatnya perang gerilya adalah sama dengan bertahan. perang revolusi atau perang pembebasan (war of liberation) dari belenggu penjajahan. karena para pendahulu yang juga merupakan pelaku perang gerilyapun menyiratkan untuk tetap mengembangkan satuan reguler [baca: konvensional]. ada baiknya pokok-pokok gerilya yang pernah ditulis oleh Jendral A. Doktrin militer tentu tidak bisa disamakan seperti ajaran agama yang tidak bisa dirubah. Sebetulnya hal ini tampak sebagai ironi. Kemenangan terakhir hanyalah dapat dengan tentara yang teratur dalam perang yang biasa karena hanya dengan tentara demikianlah yang dapat melakukan ofensif yang dapat menaklukkan musuh. I Edisi Maret 2013 dilestarikan dikarenakan masih adanya kelemahan dalam kualitas sistem persenjataan yang ada. Namun keduanya mempunyai visi peperangan di masa mendatang yang sama yaitu keduanya menginginkan generasi mendatang untuk mengembangkan peperangan dalam kondisi dimasa mendatang.Jurnal Yudhagama waktu itu tentara berperang menjadi satu diantara penduduk. Situasi di Indonesia memang mempunyai banyak kemiripan dengan China pada waktu dipimpin Mao Zedong. Mao mengembangkan kekuatan antara rakyat dan tentara. Tetapi meski Indonesia pernah sukses mengusir penjajah dengan. ANALISA DAN DISKUSI. Sejak awal. Meski Indonesia tidak bisa disamakan dengan China. Jika perwira PLA pada awalnya amat sulit untuk meninggalkan dokrin perang rakyat warisan Mao.17 Namun kini. perang dengan mengandalkan peran aktif rakyat sebagai kompensasi lemahnya sistem senjata yang dimiliki diyakini masih valid.14 Keampuhan perang gerilya memang tidak diragukan apalagi gerilya dilakukan dalam konteks perang kemerdekaan. Nasution untuk diingat yaitu bahwa perang gerilya tidak bisa secara sendiri membawa kemenangan terakhir. mereka tidak menginginkan bahwa perang gerilya tetap dipertahankan dalam kondisi modern era dimasa depan. perang gerilya hanyalah untuk memeras darah musuh.18 . Gerilya memang strategi yang hebat. sehingga gerilya masih dipandang sebagai solusi murah untuk menutup kelemahan tersebut.16 Lalu bagaimana apabila perwira TNI masa kini masih menginginkan bahwa doktrin gerilya masih ingin 30 Volume 33 No. Di China sendiri terjadi perdebatan antara menghormati doktrin warisan pendahulu yang terbukti sukses dihadapkan dengan situasi modern yang sama sekali sudah berbeda dalam banyak hal.15 Lebih lanjut lagi. seperti yang juga dikatakan oleh Letjen Suryo Prabowo. tentara imperial Jepang yang powerful. masih banyak pandangan yang meyakini bahwa perang rakyat. baik Mao maupun Jenderal Nasution sudah menyadari bahwa perang rakyat dengan strategi gerilya hanya bisa bersifat temporer yang memang pada waktu itu sesuai. Hal ini adalah konsekwensi Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan telah meratifikasi aneka hukum internasional. antara rakyat dan tentara tidak bisa dibedakan. Ini digunakan untuk menutupi kelemahan dalam hal persenjataan guna menghadapi musuh. termasuk hukum perang internasional.12 Inilah yang disebut sebagai perang rakyat yang berlarut (protracted). namun gerilya dimasa mendatang sudah tidak bisa lagi dilakukan oleh militer konvensional seperti TNI. seperti apa yang dikatakan oleh Mao bahwa antara rakyat dan tentara bagaikan ikan dan air yang tidak dapat dipisahkan. Musuh hanya bisa dikalahkan hanya dengan ofensif oleh unit-unit tentara reguler.H. dapat mengikat dan melemahkan musuh yang berpuluh-puluh kali kekuatannya. Tampak jelas antara Nasution dan Mao sebagai visioner ulung.13 sehingga dengan doktrin ini rakyat tidak ikut menderita atau jadi korban dari peperangan itu sendiri. Jenderal Nasution mengatakan bahwa gerilya bukan berarti bertempur asal berani-beranian dan sesuka hatinya saja. Secara gradual perlawanan menjadi membesar dan mengubah balance of power (perimbangan kekuatan). yang secara berangsur-angsur bergerak dari daerah pedalaman ke kota dengan menggunakan taktik gerilya. dan tidak mampu mengalahkan musuh.

maka bagaimana cara militer dilatih. Dengan cara demikian maka upaya modernisasi untuk memperoleh dampak deterrence di wilayah regional akan tercapai sesuai rencana strategis yang sudah ditetapkan. meskipun menggunakan nama “army” terdiri dari lima cabang angkatan yaitu angkatan darat. Jakarta. kodal mumpuni (“total battlefield awareness”). memang suatu keharusan yang harus dilakukan oleh generasi TNI masa kini. disesuaikan dangan kondisi modern dan aneka hukum internasional agar tercipta kemampuan militer modern. disiplin tinggi. perang revolusi atau perang kemerdekaan lepas dari cengkeraman kolonial sudah tidak lagi valid sebagai justifikasi untuk tetap mempertahankan doktrin gerilya di era kini.”20 Telah menunjukkan bahwa PLA mampu melepaskan bayangan doktrin perang rakyat warisan Mao. latihan yang keras. Departemen Pertahanan RI. Ballistic Missiles. evolusi doktrin telah melalui setidaknya lima tahap yaitu: Perang Rakyat (1935-1979). Dalam contoh PLA. Karena semua militer modern beroperasi berdasarkan apa yang tertuang dalam diktat doktrin. China’s Growing Military Power and Its Significance for Japan’s National Security. Dalam upaya transformasi dan modernisasi military hardware yang dilakukan oleh TNI AD. 4. halaman 65. Prioritas MEF selanjutnya adalah pada peningkatan kemampuan satuan tempur khususnya pasukan pemukul reaksi cepat (striking force) baik satuan di tingkat pusat maupun satuan di wilayah. dan banyak pertimbangan lainnya didasarkan atas doktrin operasional militer. sistem logistik yang terpadu. dan Cadangan. perlu dibarengi dengan transformasi software yaitu doktrin. diberi tugas. Lihat Hideaki Kaneda. TNI Angkatan Laut (TNI AL). Sebagai negara terbesar di wilayah Asia Tenggara adalah wajar apabila tujuan pembangunan kekuatan TNI yaitu mencapai dampak deterrence minimal di wilayah regional seperti diisyaratkan dalam Buku Putih Pertahanan 2008. dilengkapi. Korps Artileri II. dalam China’s Growing Military Power: Perspectives on Security. Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008. and Conventional Capabilities. dialokasikan dana.19 Dengan demikian era kolonialisme seperti di masa lalu tidak akan ditemui lagi dimasa mendatang. mampu dideploy dengan cepat. pendidikan militer profesional yang tertata rapi. Sesuai Perpres Nomor 41 tahun 2010 Prioritas pertama perwujudan MEF adalah peningkatan kemampuan mobilitas TNI Angkatan Udara (TNI AU).” Pelajaran dari peperangan di seluruh dunia telah dipelajari. meski dengan tujuan akhir yang berbeda. 1. dan Perang Terbatas dibawah Kondisi Teknologi Modern (1991-2004). TNI-AD perlu mentransformasikan dirinya dari tentara rakyat yang bergerilya untuk merebut kemerdekaan menjadi tentara konvensional modern yang mampu menjaga kemerdekaan yang pernah diraih oleh para pendahulu tanpa harus lagi melakukan gerilya yang melibatkan rakyat nonkombatan yang jelas tidak sesuai dengan status militer konvensional yang ditegaskan dalam undang-undang. I Edisi Maret 2013 31 . angkatan udara. Dengan demikian tidak ada pilihan lain bagi TNI selain mengembangkan kekuatan konvensional karena TNI adalah militer konvensional. End Notes. diedit oleh Andrew Scobell Volume 33 No. dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk mendukung penyelenggaraan tugas pokok TNI di seluruh wilayah nasional. KESIMPULAN. Dephan RI. sehingga harus dikembangkan dengan kaidah-kaidah konvensional. intelijen yang canggih.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Tunduknya TNI terhadap hukum perang internasional yang ditegaskan dalam undang-undang TNI telah mencegah TNI menjadi gerilyawan seperti era perang kemerdekaan. 2. A View from Tokyo. Perang dengan strategi gerilya dalam konteks perang pembebasan. mobilitas tinggi. angkatan laut. sistem anggaran yang efisien dan rasional. Kesemuanya adalah kunci PLA mentransformasikan dirinya menjadi militer modern yang kelak amat mungkin menyandang sebutan superpower. serta mempunyai kompleks industri militer yang canggih dan kompetitif. Evolusi tahap akhir yang ingin mereka capai hingga kini adalah PLA mampu berperang dalam “perang terbatas dibawah kondisi informasi dan teknologi tinggi. Dengan kata lain modernisasi membutuhkan profesionalisme yang pada gilirannya memerlukan banyak kemampuan yang dapat diklasifikasikan sebagai software yaitu kekuatan yang terlatih dan terdidik dengan baik. Oleh sebab itu transformasi TNI untuk menjadi militer modern. Hal ini dikarenakan adanya introduksi konsep self-determination dalam hukum internasional didalam kurun waktu tidak lama setelah Perang Dunia II usai. salah satu upaya untuk mencapai tujuan ini adalah modernisasi sistem senjata. struktur organisasi yang efisien. Perang Rakyat dibawah Kondisi Modern (1979-1985). Perang Terbatas (1985-1991). 3. People’s Liberation Army (PLA). lepas dari bayangan doktrin gerilya masa lalu. serta penyiapan pasukan siaga (standby force) terutama untuk penanganan bencana alam serta untuk tugas-tugas misi perdamaian dunia dan keadaan darurat lainnya. mampu melaksanakan operasi gabungan. Di sini terlihat bahwa “software” berupa doktrin amat ditekankan daripada “hardware. Dengan demikian amat layak bagi TNI khususnya TNI AD untuk memetik pelajaran dari apa yang telah di lakukan oleh PLA.

China and the Revolution in Military Affairs. China’s Military Modernization. I Edisi Maret 2013 pada masa perjuangan merebut kemerdekaan berhasil menggunakan strategi penangkalan dengan pola pembalasan dengan memadukan perlawanan secara bersenjata dan perlawanan tanpa senjata dengan taktik perang gerilya. 2005. Bates Gill dan Lonnie Henley. Berkeley. Cambridge. TNI Dalam Menyikapi Perubahan Lingkungan Strategis. Mao. and Prospects. Bates Gill dan Lonnie Henley. Lihat sampul belakang. Hideaki Kaneda. Modernizing China’s Military. Wortzel. yang didahului dengan adanya pernyataan perang dan tunduk pada hukum perang Internasional. 11. 2004 Departemen Pertahanan RI. diedit oleh Ashley J. 8. China’s Growing Military Power and Its Significance for Japan’s National Security. Mel Gurtov and Byong-Moo Hwang. 2012. the Strategic Studies Institute Publisher. DC. Tellis dan Michael Wills. University of California Press. Cambridge. Armed Forces of China.S Prabowo. Harvard University Press. diterjemahkan oleh Samuel B. New York. 6. Ellis Joffe. Nasution. Che. The National Bureau of Asian Research. 2004. Wortzel. L. Doktrin Pertahanan Negara.. hal 6566. 2001. 1961. Military and Security Development Involving the People’s Republic of China 2010. 13. . 17951989. 19.H.Girling. Nathan dan Andrew Schobell. 2007. US Army War College. Inc. Modern Chinese Warfare. A View from Tokyo. and Prospects. dalam China’s Growing Military Power: Perspectives on Security. . hal 274-275. 9. Perang gerilya dengan perlawanan fisik bersenjata dilaksanakan oleh pertahanan militer sebagai kekuatan inti dan diselenggarakan dalam unit-unit perlawanan dalam satuan kecil dan terbesar [tersebar?] untuk menguras kekuatan lawan sampai akhirnya dapat melancarkan serangan yang menentukan untuk menghancurkan dan mengusir lawan dari bumi Indonesia. 2006. New York. in an Era of Uncertainty. J.. The Chinese Army After Mao. Ellis Joffe. 5.Jurnal Yudhagama dan Larry M. University of Illinois Press. S. & Crabtree. S Prabowo. hal 85. diedit oleh Andrew Scobell dan Larry M. 2001. Griffith II. China’s Security. Routledge. US Departement of Defense. 2004. Berkeley. New York. Washington. 10. 1987. Progress. Undang-Undang TNI no. Mao Tse-tung. the New Roles of the Military. Lihat David Shambaugh. Lihat You Ji. Lynne Rienner Publishers. 1999. University of California Press. 1987. Nova Science Publisher. David Shambaugh. Lihat selengkapnya. Problems. hal 29. Juga lihat Ulric Killion. Roudledge. hal 224-225. The Strategic Studies Institute.” 15. I. Himpunan Catatan Tentang Perang Gerilya. 34/2004 Pasal 7 ayat (2) huruf a yang menyatakan. Carlisle. 2007. Lihat Departemen Pertahanan RI. New York. 2002. Champaign.L. hal 8. Columbia University Press. 20. Progress. Pada halaman79 menyatakan: “Kerangka perang rakyat semesta diwujudkan dalam Perang Gerilya dengan perlawanan bersenjata dan tidak bersenjata sebagai satu kesatuan perjuangan. Juga bisa dilihat. China People’s War. S. hal 12. Berkeley. Carlisle Barracks. Columbia University Press. Jakarta. Ballistic Missiles. the Strategic Studies Institute Publisher. Nasution dalam buku Pokok-Pokok Perang Gerilya juga tercantum dalam hal 112. Boulder. Problems. Prabowo. Ibid. US Army War College. 16. David Shambaugh. Carlisle. PPSN. hal 71-77.B Tauris & Co Ltd. Annual Report to Congress. New York. The Strategic Studies Institute. melawan kekuatan negara lain yang melakukan agresi terhadap Indonesia. Doktrin Pertahanan Negara. . Lihat Bruce A. Bruce A. Andrew J. A Modern Chinese Journey to the West: Economic Globalization and Dualism. New York. 2012. Jakarta. China’s Search for Security. Modernizing China’s Military. 12. 1998. Routledge. China and the Revolution in Military Affairs. Lihat J. Oxfordshire. hal 25-39. Pokok-Pokok Pikiran Perang Semesta cetakan ke-2. 2012. hal 281-282. 17. On Guerilla Warfare. Penerbit Dephan RI. Lihat Letjen TNI J. Problems. Carlos. dalam Military Modernization. Progress. hal 3. Carlisle Barracks. J. 2005. University of California Press. Andrew J. 1996. Penerbitasn Internal Terbatas. 7. Penerbit Dephan RI. Works Cited. China’s Search for Security. Indonesia 32 Volume 33 No. Modern Chinese Warfare. Girling. hal 63. Kutipan kata-kata Jendral A. hal 94-95. David Shambaugh. 18. Harvard University Press. 2002. 14. 1996. and Prospects. and Conventional Capabilities. 1795-1989. Kata Pengantar. Modernizing China’s Military. Lihat Office of the Secretary of Defense.” Di halaman 85: “Konsep penangkalan dengan pembalasan dikembangkan untuk mampu menyelenggarakan perang berlarut dengan keunggulan pada perlawanan gerilya yang efektif untuk menguras kekuatan lawan yang unggul teknologi persenjataan sehingga membuatnya frustrasi dan pada akhirnya tidak mampu lagi melanjutkan tindakannya. Alleman. dengan kata pengantar oleh Letjen TNI J. The Chinese Army After Mao. Nathan dan Andrew Schobell. Alleman. dan/atau dalam konflik dengan suatu negara atau lebih.”. 2012. 2010.

Dikbangspes. Jendral A. Dan Unit-1/1/1/21 Grup-2 7. Sussar Para 4. Prabowo. Che. 7. Sussarcab Inf 3. 3. 1. Inc. Seskoad B. Pamen Kopassus (Dik Seskoad) 22. Pamen Mabes TNI (Utk. Suspa Intel Analis 6. Sespri Kasum TNI) 32. Pendidikan. 2. Annual Report to Congress. Armed Forces of China. Kasbrigif-17/1 Kostrad 30.L. 2005. Lahir Agama Status Sumber Pa/Th Jabatan III. J. Wadantim-2/2/2 Yon-21 Grup-2 8. New York. Sus Gumil 3. Gultor 5. Undang-Undang Nomor 34/2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia. L. Mao. China’s Security. Pajas Grup-3 Kopassus 10. Dantim-2/2/21 Grup-2 9. Danyonif-134/Tuah Sakti 24.B Tauris & Co Ltd. Sus Bahasa Inggris 7. Carlos. 5. Champaign. Pasi Intelops Yon-51 Grup-5 15. Kasi-1 Grup-5 Kopassus 16. PS. 1961. PS. Lynne Rienner Publishers. 1998. Pama Pussenif 2. Nasution dalam buku Pokok-Pokok Perang Gerilya juga tercantum dalam hal 112. Danton Yonif Dam IX/Udy 3.H. AKABRI 2. 1. Girling. & Crabtree. Danton-1Ki C Yon-742 Dam IX/Udy 4. Nasution. Griffith II. J. Jakarta. 1. Roudledge.S. A. Ulric Killion. Suslapa Inf 4. Kasiops Yon-21 Grup-2/Parako 13. 2006.Girling. Data Pokok. 4. dengan kata pengantar oleh Letjen TNI J. Dansatdik Sespes Pusdikpassus 23. Wadanyonban Grup-5 Kopassus 20. Riwayat Jabatan. Pabandyalat Sops Dam I/BB 26. Danki-1 Yon-21 Grup-2 12. Dosen Muda Kardos Seskoad 29. Danyonif-134/TS Rem-031/WB 25. Pamen Kodam I/BB (Dik LN) 27. 6. US Departement of Defense. Wadanden-512/51 Grup-5 11.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Letjen TNI J. S. Nama Pangkat/NRP Tempat/Tgl. I Edisi Maret 2013 33 . Kasi Intel Sat-81/Gultor 21. S Prabowo. Dikbangum. Jakarta. Pama Kopassus 6. diterjemahkan oleh Samuel B. Himpunan Catatan Tentang Perang Gerilya. Oxfordshire. Penerbitan Internal Terbatas. Perpres Nomor 41 tahun 2010 Tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara. Kasi-1 Grup-5 Kopassus 18. A Modern Chinese Journey to the West: Economic Globalization and Dualism. 1999. Jump Master 4. Kaspri Pangdam I/BB 28. On Guerilla Warfare. Mel Gurtov and Byong-Moo Hwang. Boulder. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. M. New York. 1. Pokok-Pokok Pikiran Perang Semesta cetakan ke-2. 2012 Mao Tse-tung. 2012. Wadanyon Ban Sat-81/Gultor 17. S. Kolonel Inf/ Magelang/2-10-1966 Islam Kawin AKABRI/1990 Sespri Kasum TNI II. PPSN. Military and Security Development Involving the People’s Republic of China 2010. Wadanden-512/51 Grup-5 14. Lat Komando 2. You Ji. Nova Science Publisher. the New Roles of the Military. Aslog Danjen Kopassus 31. 2010.S Prabowo. Sus Danyon : : : : : : : : : : : : 1990 1991 1991 2000 2004 1992 1993 1995 1997 1998 2002 2005 Volume 33 No. Office of the Secretary of Defense. PS. Sespri Kasum TNI : : : : : : : Joko P. J. Danden Bannik Grup-5 Kopassus 19. China People’s War.c. Danton-1/D Yon-742 Dam IX/Udy 5. I. TNI Dalam Menyikapi Perubahan Lingkungan Strategis. University of Illinois Press. Putranto.

H. dan UU Nomor 1 Tahun 2004. dimana menurut Kemhan jika SKB diganti dengan PMK (sebagaimana konsep RPMK yang telah dibuat). etika saya diminta menulis tentang transformasi Angkatan Darat dibidang pengelolaan anggaran. Sangat disadari. Belum ada kesepakatan. Rapat telah dilaksanakan beberapa kali.1 Kemudian. akan berdampak sangat signifikan terhadap organisasi Kemhan dan TNI. S. (Irku Itjen Kemhan RI) Transformasi pengelolaan anggaran (DIPA sebagai otorisasi) perlu dilakukan agar pengelolaan anggaran dapat dilaksanakan secara transparan. saya teringat dengan pengalaman menghadiri rapat membahas tentang rencana pemberlakuan DIPA sebagai otorisasi di lingkungan Kemhan dan TNI. pengelolaan anggaran di lingkungan Departemen Pertahanan Keamanan/ Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Dephankam/ ABRI) menjadi tugas pokok atau dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Perencanaan Umum dan Anggaran (Ditjen Renumgar). LATAR BELAKANG. sebagaimana amanat reformasi yang menginginkan efektifitas dan efisiensi di dalam pengelolaan anggaran. I Nengah Kastika. dan sampai sekarang belum ada kesepakatan. UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang K 34 PENDAHULUAN. Maksud dan Tujuan. M. maupun dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Maksud tulisan ini adalah menguraikan pelaksanaan anggaran sesuai SKB antara Menkeu dan Menhan. maka pemerintah menerbitkan UU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kemudian ditindaklanjuti dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 42 Tahun 2002.H. Umum. serta peraturan perundang-undangan lainnya. dan perkembangan pembahasan seputar rencana transformasi SKB menjadi PMK. I Edisi Maret 2013 . Pihak Kemenkeu menginginkan SKB diganti Volume 33 No. sejak dini Kemhan dan TNI harus sudah mulai menyiapkan konsep dan merumuskan materi muatan PMK atau apapun namanya agar dampak dari kebijakan baru itu tidak mengganggu kinerja Kemhan dan TNI secara keseluruhan. efisien dan akuntabel sesuai UU Nomor 17 Tahun 2003. Sebelum reformasi 1998. karena terdapat perbedaan sudut pandang antara Kemhan dan Kemenkeu.Jurnal Yudhagama TRANSFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN DARI SURAT KEPUTUSAN BERSAMA (SKB) MENJADI PERATURAN MENTERI KEUANGAN (PMK) (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran/DIPA sebagai otorisasi) Oleh : Brigjen TNI Dr. efektif. sedangkan pihak Kemhan menginginkan untuk saat ini lebih baik merevisi SKB terlebih dahulu.. apakah akan merevisi Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Keuangan (Menkeu) Menhan yang berlaku selama ini. dengan PMK. atau mengganti SKB dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). maupun sistem yang sudah tergelar selama ini. Oleh karena itu. Adapun tujuannya adalah agar dapat dijadikan sebagai masukan dalam merumuskan konsep transformasi anggaran dari SKB menjadi PMK. memang kedepan rencana Kemenkeu dengan memberlakukan DIPA sebagai otorisasi harus dilaksanakan karena sudah sangat gamblang diatur didalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

bahwa pengelolaan anggaran kementerian/lembaga berpedoman pada APBN yang kemudian ditindaklanjuti dengan Kepres Nomor 42 Tahun 2002 (terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010). Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN)2 melalui perubahan dari SKB menjadi PMK. I Edisi Maret 2013 35 . Belanja Modal dan Belanja Lain-Lain. mekanisme penyaluran Volume 33 No. dan Ketiga. hal ini tentu tidak serta merta dapat dilaksanakan karena beberapa alasan diantaranya Pertama. Kedua. Adapun materi muatan SKB. diterbitkan SKB antara Menkeu Menhan yang pada intinya memberikan kelonggaran kepada Menhan untuk mengatur kembali DIPA yang telah diterima melalui penerbitan otorisasi (kecuali gaji). dan peran badan keuangan. dan UU Nomor 35 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia (POLRI).3 termasuk penataan ulang peran badan anggaran. Disamping itu. dan peraturan-peraturan lain dibawahnya. sedangkan penyaluran anggaran belanja yang lainnya masih menggunakan mekanisme Otorisasi.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Pertahanan Negara. perlu dicari solusi agar nantinya tidak mengganggu kinerja Kemhan dan TNI. dimana pada Pasal 56 Ayat (2) disebutkan bahwa tata cara penerimaan dan pengeluaran baik rutin maupun pembangunan Dephan diatur bersama oleh Kemenkeu dengan Menhan. sehingga merekomendasikan agar materi muatan SKB diperluas. Ditjenrenhan Kemhan (sebelumnya Ditjenrenumgar) ke Kemenkeu dalam hal ini. Oleh karena itu. Kemudian. dibidang pengelolaan anggaran. dibidang piranti lunak. Sebagai tindak lajut dari UU tersebut. terbitlah Kepres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Selanjutnya. banyak peraturan yang harus direvisi sebagai dampak perubahan mekanisme penyaluran anggaran dan pembiayaan. dibidang organisasi perlu adanya penataan ulang Satuan Kerja (Satker) sebagai penerima DIPA. SKB ini telah berjalan lebih dari 10 tahun.06/2004 dan MOU/04/M/XII/2004 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Belanja Pegawai. Dephankam/ABRI divalidasi menjadi Kemhan dan TNI. Belanja Barang. Rencana transformasi ini menjadi perhatian pimpinan termasuk pimpinan TNI Angkatan Darat. kemudian ada wacana pemberlakuan DIPA sebagai otorisasi yang pada intinya menginginkan transformasi pengelolaan anggaran dari Kemhan dalam hal ini. Di lingkungan Kemhan. baru sebatas Belanja Pegawai khususnya gaji. dibidang Sumber Daya Manusia (SDM) perlu segera disiapkan personel-personel yang akan melaksanakan tugas-tugas dibidang anggaran maupun dibidang pembiayaan/keuangan. UU Nomor 34 Tahun 2002 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebagai tindak lanjut terbitlah SKB Nomor 630/KMK. Hal ini kemudian menjadi salah satu temuan Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan (LK) Kemhan dan TNI Tahun 2011. Seperti telah disinggung sebelumnya. kemudian memerintahkan agar transformasi dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. serta POLRI.

. pada Surat Keputusan Menteri Pertahanan Nomor: Skep/1590/XII/ 2003 tanggal 1 Desember 2003 tentang Petunjuk Pembinaan Keuangan di lingkungan Kemhan dan TNI disebutkan prinsip-prinsip pembinaan yang dianut dalam pengelolaan keuangan negara salah satunya adalah “saluran tunggal secara berjenjang” dalam bidang penganggaran melalui Badan Penganggaran (Banggar). arti kata transformasi sebagai berikut: 1.5 Dari pengertian tersebut. pengelolaan anggaran di lingkungan Kemhan dan TNI harus berpedoman kepada kedua undang-undang tersebut. Banggar Tingkat II dalam hal ini Asrenum Panglima TNI. Dari uraian di atas. Demikian juga. pengelolaan keuangan negara berpedoman kepada UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. efisiensi dan efektivitas serta kesinambungan dalam pembinaan keuangan negara. transparan... Didalam pengelolaan anggaran dan pembiayaan. Hanya saja dalam pembahasan berikutnya kemudian berkembang. lingkungan. pada Pasal 4 Ayat (1) disebutkan: “.”6 Berdasarkan prinsip “saluran tunggal secara berjenjang” dalam pembinaan pengurusan keuangan negara. sebagaimana diatur pula pada Pasal 3 (1) UU yang sama yang berbunyi: “. pada UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. dan ketiga. sehingga menghambat pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). anggaran melalui otorisasi menyebabkan pengelolaan anggaran tidak efektif dan efisien. penyaluran otorisasi (KOM/KOP/P-3) secara berjenjang dari Banggar Tingkat I sampai dengan Bagar Tingkat IV. mengapa perlu dilakukan transformasi pengelolaan anggaran. mengurangi. 2 . sifat. Menteri/Pimpinan Lembaga adalah sebagai pengguna anggaran/pengguna barang bagi kementerian/lembaga yang dipimpinnya”. TRANSFORMASI PENGELOLAAN ANGGARAN. kedua. taat pada peraturan perundang-undangan. perubahan rupa (bentuk. b disebutkan: “.dikuasakan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga dalam hal ini.. 36 Volume 33 No. dan Baku Tingkat IV dalam hal ini Pekas. fungsi dan sebagainya). efisien. mengubah struktur gramatikal menjadi struktur gramatikal lain dengan menambah. apa dampaknya terhadap organisasi Kemhan dan TNI khususnya pada TNI Angkatan Darat. keseragaman. transformasi pengelolaan anggaran dapat diartikan sebagai perubahan bentuk pengelolaan anggaran dari SKB menjadi PMK. Oleh karena itu. Baku Tingkat II dalam hal ini Bagku Pusku TNI/Ku Kotama. ekonomis. sebagai wujud ketaatan kepada peraturan perundang-undangan.Keuangan negara dikelola secara tertib. dan bertanggung jawab dengan memerhatikan rasa keadilan dan kepatutan”. maka pengorganisasian Banggar dan Baku adalah Banggar Tingkat I dalam hal ini Dirjen Rensishan Dephan (sekarang Dirjen Renhan Kemhan). Selain itu juga memedomani prinsip “pembinaan tunggal keuangan” untuk menjamin ketertiban. maka Kemhan menyiapkan konsep revisi SKB dengan menambahkan materi muatan pada SKB.4 Oleh karena itu. dan bidang pembiayaan melalui Badan Keuangan (Baku). secara sederhana. dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi BPK. Terkandung maksud bahwa sebagai penerima kuasa. Baku Tingkat II dalam hal ini Pusku TNI/Ditku/Disku Angkatan/ Bagku Setjen Dephan... Pada saat ini.. Banggar Tingkat III dalam hal ini Asrena Kas Angkatan.. Masih dalam konteks pengelolaan anggaran. dimana dari pihak Kemenkeu menyampaikan konsep PMK. I Edisi Maret 2013 . atau menata kembali unsur-unsurnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. diikuti dengan penyaluran dana (NPBM/NPBP/NPB) dari Baku Tingkat I sampai dengan Tingkat IV. Menhan wajib menjalankan kuasa yang diberikan oleh Presiden itu dengan sebaik-baiknya... efektif. ada beberapa permasalahan yang dapat dikemukakan dan sekaligus akan dibahas dalam tulisan ini yaitu pertama. selanjutnya sesuai Pasal 6 Ayat (2).. Pada Pasal 6 Ayat (1) disebutkan Presiden selaku kepala pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara. dan Banggar Tingkat IV dalam hal ini Asrena Kotama). Demikian pula dalam hal pelaporan keuangan dilakukan dari satuan bawah (Banggar/Baku Tingkat IV) ke Banggar/Baku di atasnya dan berujung pada LK Kemhan dan TNI. bagaimana transformasi dilakukan. Sedangkan pengorganisasian Baku adalah Baku Tingkat I dalam hal ini Pusku Kemhan. Kabagren Setjen Kemhan).Jurnal Yudhagama Kepada Menhan selaku pengguna anggaran/pengguna barang”.. Edisi ketiga. sehingga menimbulkan diskusi yang berkepanjangan antara merevisi SKB atau menggantinya dengan PMK. kemudian pada saatnya nanti ditingkatkan menjadi DIPA sebagai Otorisasi..

Kemudian. seperti telah disinggung di atas. sehingga menyebabkan keterlambatan dimulainya program/kegiatan. mengesahkan tagihan dan membebankan pada akun yang tepat serta memerintahkan bendahara untuk membayar dan bendahara wajib menyelenggarakan pembukuan dan pertanggungjawaban atas dana yang diterima dan dibayarkan sesuai ketentuan. Secara garis besar. menguji. Konsep Tranformasi. dan mengesahkan dokumen tagihan serta memerintahkan bendahara untuk membayar. KONSEP TRANSFORMASI DAN PENTAHAPANNYA. mengakibatkan timbulnya kelemahan-kelemahan didalam penyajian LK seperti kelemahan sistem pengendalian internal dalam penyusunan LK. Oleh karena itu. Sebagai langkah persiapan didalam menyusun konsep transformasi pengelolaan anggaran maka perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama. Namun. dan kepatutan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. dalam rangka transformasi ketentuan-ketentuan beserta unsur-unsurnya seperti diuraikan di atas. menurut BPK mekanisme ini menimbulkan jalur birokrasi yang cukup panjang atau penerbitan otorisasi memakan waktu cukup banyak. Pekas sebagai pejabat yang berwenang menerima. birokrasi yang terlalu panjang tidak sejalan dengan prinsip “pembinaan tunggal keuangan” yang menitikberatkan pada efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan negara. sehingga penilaian opini terhadap LK Kemhan dan TNI maupun LKPP meningkat dari WDP menjadi WTP. perlu dilakukan transformasi pengeloaan anggaran agar LK Kemhan dan TNI dapat mendukung LKPP. Disamping itu. I Edisi Maret 2013 37 .Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Namun. dan selanjutnya penetapan alokasi anggaran berdasarkan Keppres yang dimuat pada rincian APBN dan Rencana Kerja Anggaran (RKA) masing-masing Unit Organisasi (UO). ada tiga pendapat yang mengemuka yaitu (1) dari pihak Kemhan menginginkan Volume 33 No. Sebagaimana diketahui bahwa anggaran Kemhan dan TNI dibebankan pada APBN dengan menggunakan DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan dengan DIPA yaitu Keputusan Otorisasi (KO). menguji. Pada saat ini masih dalam tahap pembahasan di tingkat Kemhan dan TNI. kemudian Kapusku Kemhan menerima. maka perlu segera dirumuskan konsep transformasi dari SKB menjadi PMK. Hal ini berdampak pada terlewatinya batas akhir tahun anggaran 31 Desember atau terjadi kegiatan lintas tahun. Menteri Pertahanan selaku PA mendelegasikan kewenangan kepada Dirjen Renhan untuk menerbitkan dan menandatangani KO atas nama Menhan. Kemudian. mengingat pengelolaan anggaran Kemhan dan TNI pada saat ini berdasarkan Kepres Nomor 42 Tahun 2002 dengan mekanisme penerbitan otorisasi sesuai SKB. adanya tuntutan pemerintah bahwa LK Kemhan dan TNI harus sama dengan kementerian/ lembaga yang lainnya untuk mendukung Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). serta kelemahankelemahan lainnya.06/2004 dan MOU/04/M/XII/2004.7 Sehubungan dengan itu. melakukan kajian dan memberikan masukan terhadap konsep revisi SKB Nomor 630/ KMK.

dan Belanja Modal masih dikelola oleh Kemhan dan TNI. dan penyesuaian pencatatan transaksi dana terpusat. Keempat. Pada masa ini penyaluran anggaran ditentukan sebagai berikut Belanja Pegawai khususnya gaji dilayani langsung oleh KPPN Wilayah dimana satuan berada. Belanja Tunjangan Suami/Istri PNS TNI. dan Kelima. serta mempertajam pemahaman atas sistem pencatatan dan pelaporan sebagai bahan pertimbangan dalam penyelesaian dan penyempurnaan IP. Di lingkungan internal. penganggaran. Agar transformasi pengelolaan anggaran dari SKB manjadi PMK dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Jumlah ini diharapkan mampu menyelenggarakan pengelolaan anggaran secara efektif dan efisien dan dapat memenuhi kebutuhan satuan. Tunjangan Anak PNS TNI. antara lain mencakup rekonsiliasi antara UAKPA dengan UAKPB. I Edisi Maret 2013 dan tersebar sampai ke tingkat daerah. dan pelaporan serta pertanggungjawaban keuangan. sistem mekanisme pencatatan dan pelaporan secara berjenjang atas utang. mengadakan penatausahaan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi (SIMAK) dan mencatat seluruh aset serta permasalahan-permasalahan yang disampaikan BPK dengan melibatkan Kotama. setelah itu. sedangkan konsep yang diajukan sebanyak 466 buah. serta akun yang akan didistribusikan kepada satuan pemegang DIPA sekaligus selaku KPA. sebagai antisipasi pelaksanaan transformasi dari SKB menjadi PMK. Oleh karena itu. Ketiga. Disamping itu. melakukan koordinasi dengan Kemenkeu cq. baru melangkah kepada draf DIPA sebagai otorisasi. (2) pihak Mabes TNI menginginkan mengganti SKB menjadi PMK dengan sedikit perubahan rumusan dalam pengelolaan anggaran yaitu ada DIPA Umum dan DIPA Khusus. Seperti telah diuraikan di atas. diarahkan agar dapat mengakomodasikan kebutuhan-kebutuhan dibidang perencanaan. perlu dilakukan langkah-langkah srategis sebagai berikut: Pertama. maka perlu ditetapkan adanya masa transisi dengan pentahapan sebagai berikut: Pertama. pembentukan Satker yang akan ditunjuk sebagai pemegang DIPA yang nantinya harus menyajikan LK. Demikian juga penataan Banggar sebagai fungsi anggaran dan Baku yang melaksanakan fungsi pembiayaan perlu segera divalidasi karena sebagian besar kewenangannya sudah beralih ke Kemenkeu. sebagai tahap pertama terdapat 35 Jenis (belanja gaji) yang dikelola langsung oleh Kemenkeu dalam hal ini. dimana penyalurannya tetap menggunakan mekanisme penerbitan otorisasi. Belanja Barang. perlu segera ditata ulang sesuai dengan kebutuhan. pelaksanaan. PENTAHAPAN TRANFORMASI. keberadaan Satker di lingkungan TNI Angkatan Darat cukup banyak 38 Volume 33 No. Belanja Modal dan Belanja Lain-lain di lingkungan Kemhan dan TNI. perlu segera menyiapkan konsep penyempurnaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang diterapkan di lingkungan Kemhan dan TNI dengan mengacu kepada PMK Nomor 171/PMK. dan (3) TNI Angkatan Darat pada intinya menginginkan segera diterapkan mekanisme DIPA sebagai otorisasi. menginventarisasi pengelompokan anggaran sesuai Sumber Anggaran (SA). penganggaran. kas dan setara kas. pelaksanaan. dan Belanja Pegawai (selain gaji). Masa Transisi-I. dan pelaporan serta pertanggungjawaban keuangan. Jenis Dana (JD) dan Belanja. KPPN adalah Belanja Gaji Pokok PNS TNI. meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pengelolaan anggaran maupun pembiayaan melalui pendidikan dan latihan baik formal maupun informal. dalam rangka pelaksanaan transformasi pengelolaan anggaran TNI Angkatan Darat dari SKB menjadi PMK. penataan kembali struktur organisasi yang ada saat ini. Dibidang pengelolaan BMN. kecuali dalam hal-hal khusus yang memang masih perlu diatur di tingkat Kemhan. pada pasca terbitnya Kepres Nomor 42 Tahun 2002 yang ditandai dengan ditandatanganinya SKB. termasuk menyelaraskan metodologi dan standard penilaian dalam pelaksanaan Inventarisasi Penilaian (IP).Jurnal Yudhagama melaksanakan revisi SKB dengan penambahan belanja barang khususnya belanja barang operasional. Ketiga. PNBP hasil pemanfaatan aset. maka ditetapkan tata cara pelaksanaan anggaran Belanja Pegawai. Kedua. Direktur Jenderal (Dirjen) terkait pengelolaan anggaran dan BMN untuk melakukan inventarisasi serta penilaian ulang di seluruh Satker. Jumlah Satker yang ada pada saat ini sebanyak 604 buah. perlu meningkatkan koordinasi antara KPA dalam hal ini Kasad dengan para Pangkotama dan para Kasatker mengenai rekonsiliasi hasil IP serta memberikan petunjuk dan pedoman yang jelas atas tindak lanjut serta pemanfaatan hasil IP. Belanja . piutang. membuat piranti lunak yang mengatur tentang tugas-tugas dibidang perencanaan. Kedua. Belanja Barang. penataan gelar Satker dan Baku (Pekas) perlu mendapat perhatian guna memudahkan koordinasi utamanya didalam melaksanakan kegiatan rekonsosiliasi antara bidang anggaran dan keuangan. Seperti telah disinggung sebelumnya. mengenai pencatatan persediaan dan Alutsista secara intensif dengan tetap mengakomodasikan keunikan proses bisnis dan kodifikasi di lingkungan Kemhan dan TNI khususnya TNI Angkatan Darat. Belanja Pembulatan Gaji PNS TNI.05/2007. Belanja Tunjangan Struktural PNS TNI. Pada masa transisi-I ini.

Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat. Ketiga. Sedangkan. melainkan DIPA disalurkan secara langsung ke masing-masing Satker. Belanja Tunjangan Kompensasi Kerja Bidang Persandian TNI. dan lain sebagainya. Belanja Jasa Profesi. Belanja Tunjangan Khusus Papua PNS TNI. Belanja Tunjangan Daerah Terpencil/ Sangat Terpencil PNS TNI. dan Belanja Peralatan dan Mesin untuk diserahkan kepada Masyarakat/Pemda. Namun. Setelah Volume 33 No. UO Mabes TNI. Belanja Tunjangan Medis TNI. Belanja Uang Lembur. Selanjutnya disalurkan dengan mekanisme penyaluran dana dengan Nota Pemindah Bukuan (NPB). Belanja Tunjangan Kompensasi Kerja Bidang Persandian PNS TNI. Belanja Gaji Pokok TNI. Satuan-satuan penerima DIPA ditetapkan menjadi 5 UO (seperti telah diuraikan di atas). Masa transisi-I ini. Belanja Tunjangan Medis PNS TNI. Belanja Langganan Daya dan Jasa Lainnya. Pada masa transisi-II ini. melainkan masih ada belanja yang tetap menggunakan mekanisme penyaluran melalui penerbitan otorisasi seperti Belanja Modal khususnya untuk pengadaan Alutsista. Setelah lebih dari 10 (sepuluh) tahun berjalannya masa transisi-I. Belanja Tunjangan Beras TNI. namun dalam hal pengendalian dan pengawasan ada kelemahan karena hanya dilakukan oleh Satker dan Badan Keuangan (Baku) tingkat IV Pekas. Sehubungan dengan itu. dan UO TNI AU). Satuan diatasnya tidak melaksanakannya karena tidak mendapat tembusan arsip (arsip pertanggungjawaban/ Wabku gaji hanya berada di Satker dan Pekas). Belanja Tunjangan Suami/Istri TNI. melihat beberapa kekhususan seperti (1) terdapat 5 Unit Organisasi (UO) yang mengelola anggaran yaitu: UO Kemhan. Belanja Pembulatan Gaji TNI. UO TNI AL. DIPA sebagai otorisasi artinya didalam penyaluran anggaran tidak perlu lagi melalui penerbitan otorisasi (KOM/ KOP). dan (3) kebutuhan pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang mempunyai spesifikasi khusus. Hal ini menyebabkan pengendalian maupun fungsi pengawasan internal (Itjenad) tidak berjalan secara maksimal. Belanja Tunjangan Struktural TNI. Sedangkan. Belanja Tunjangan Beras PNS TNI. maka sudah waktunya diadakan evaluasi atau revisi. Belanja Penambah Daya Tahan Tubuh. Belanja Tunjangan PPh PNS TNI. secara umum dapat berjalan dengan baik. Transformasi Pengelolaan Anggaran dari SKB menjadi PMK (DIPA sebagai otorisasi). Belanja Tunjangan Daerah Terpencil/Sangat Terpencil TNI. Belanja Tunjangan Operasi Pengamanan pada Pulau Terluar dan Wilayah Perbatasan TNI. dalam rangka pengendalian program seperti telah disinggung sebelumnya. (2) jalur komando yang dianut dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah. Belanja Tunjangan Khusus Papua untuk TNI. dan belanja yang lainnya yang dianggap perlu. Kedua. Belanja Tunjangan Babinkamtibmas TNI. Honor Opersional Satuan Kerja. DIPA Umum adalah DIPA yang program kegiatannya dilaksanakan langsung oleh Satker yang ditunjuk pada DIPA. Mabes TNI mengusulkan sebuah konsep dengan sedikit perubahan yaitu pola pelaksanaan pengelolaan anggaran melalui dua cara yaitu “DIPA Umum” dan “DIPA Khusus”. dan Belanja Vakasi. Belanja Tunjangan Kowan TNI. yaitu tidak semua jenis belanja diberlakukan DIPA sebagai otorisasi. untuk DIPA Umum masing-masing Satker berhubungan langsung dengan KPPN dengan mekanisme sebagaimana yang berlaku di kementerian/lembaga lain. Belanja Pengadaan Bahan makanan. Belanja Tunjangan PPh TNI. pendanaannya dilayani oleh KPPN wilayah. Belanja Tunjangan lain-lain termasuk Uang Duka TNI. Belanja Tunjangan Anak TNI. Masa Transisi-II. Belanja Jasa Lainnya.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Tunjangan Fungsional PNS TNI. Belanja Tunjangan Fungsional TNI. Belanja Uang Makan PNS TNI. dan mereka berhubungan langsung dengan KPPN sesuai ketentuan yang berlaku. UO TNI AD. Dalam hal pembiayaan. DIPA Khusus dibiayai dengan penyaluran dana dari KPPN berupa Uang Persediaan (UP) kepada Kapusku Kemhan. Belanja Tunjangan Umum PNS TNI. Panglima TNI dan Kas Angkatan secara berjenjang. Belanja Tunjangan Pegawai Transito. Belanja Tunjangan Lauk Pauk TNI. I Edisi Maret 2013 39 . Belanja Tunjangan Umum TNI. DIPA khusus adalah DIPA yang program kegiatannya dilaksanakan berdasarkan perintah Menhan. Pentahapannya dapat dimulai dari DIPA sebagai Otorisasi secara terbatas. Belanja Pegawai Transito. Kemhan telah menyusun konsep dengan menambahkan beberapa jenis belanja untuk dimasukkan kedalam DIPA Umum yaitu Belanja Barang Operasional yang dapat disalurkan langsung kepada Satker seperti Belanja Keperluan Perkantoran. maka perlu persiapan-persiapan khusus sebelum melangkah kepada DIPA sebagai otorisasi.

tentu akan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk dapat menyusun piranti lunak yang dibutuhkan. Ditjen Renumgar adalah singkatan dari Direktorat Perencanaan Umum dan Anggaran yang berkedudukan di bawah Departemen Pertahan Keamanan/Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Dephankam/ABRI). Buku Petunjuk Pelaksanaan (Bujuklak) dan Buku Petunjuk Teknik (Bujuknik) yang mengatur tentang bidang perencaan dan anggaran serta pendanaan/ pembiayaan yang telah dikuasai dan diaplikasikan dengan baik di jajaran Banggar maupun Baku harus segera divalidasi. piranti lunak. Kotama/Balakpus harus divalidasi. apakah dengan merevisi SKB atau membuat PMK atau yang lainnya. dan UU Nomor 1 Tahun 2004. Buku Petunjuk Pembinaan (Bujukbin). mengingat banyaknya piranti lunak yang harus divalidasi. sebagai jalan tengah. dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang perlu segera disesuaikan. Hal ini. Dengan adanya kebijakan baru yang berdampak kepada perubahan organisasi dan revisi piranti lunak. efisien dan akuntabel sesuai UU Nomor 17 Tahun 2003. Piranti lunak yang telah ada seperti Peraturan Menteri (Permen). Dibidang Sumber Daya Manusia (SDM). paling tidak pada organisasi yang berkaitan dengan penerbitan otorisasi dan pendanaan. Demikian juga. perlu mendapat perhatian melalui pembinaan SDM dalam 40 Volume 33 No. sudah tentu akan berdampak pada beberapa hal seperti organisasi. Kemhan dan TNI telah menyikapinya dengan komitmen pengelolaan dan penyelenggaraan program pemerintah yang bersih dan transparan melalui kerja sama dengan BPKP. pilihan bentuk transformasi pengelolaan anggaran disarankan menggunakan Peraturan Menteri Bersama (PMB) antara Kemenkeu dengan Kemhan. perlu dilakukan langkah-langkah persiapan sebelum transformasi pengelolaan anggaran (DIPA sebagai otorisasi secara penuh) dilakukan seperti penataan organisasi. Kedua. Dengan demikian. belum ada kesepakatan antara Kemenkeu. Dibidang Organisasi. Pelaksanaan pengelolaan anggaran Angkatan Darat dengan pola penyaluran anggaran DIPA sebagai Otorisasi sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2003. efektif. pengelolaan anggaran DIPA sebagai otorisasi menuntut setiap Satker penerima DIPA wajib menyampaikan Laporan Keuangan (LK). Dalam kontek ini. Misalnya. keuangan. DAMPAK TRANFORMASI. Dibidang Piranti Lunak. semua instansi yang mengawaki bidang pengelolaan anggaran dan pembiayaan mempunyai pandangan. maka secara tidak langsung akan berdampak kepada SDM yang mengawaki organisasi maupun yang menerapkan piranti lunak tersebut. Hal ini perlu segera diputuskan di level pimpinan Kemhan dan TNI serta Kemenkeu agar segera dapat ditindaklanjuti di tingkat pelaksana. Kemhan dan TNI dalam pemilihan bentuk transformasi. persepsi dan standard kompetensi yang memadai. Kesimpulan. Kemenkeu dan Bappenas dengan mengadakan pendidikan dan latihan seperti kursus perencanaan.Jurnal Yudhagama itu dengan tidak mengabaikan ketentuan-ketentuan khusus sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012) tentang kekhususankekhususan didalam pengadaan Alutsista. maka DIPA sebagai otorisasi secara penuh dapat mulai diterapkan. . End Notes. Tranformasi pengelolaan anggaran seperti diuraikan di atas. I Edisi Maret 2013 rangka mewujudkan Good Governance dan Clean Government. 1. BPK RI. Saran. PENUTUP. gelar Satker dan gelar Baku harus ditata ulang disesuaikan dengan kebutuhan Satker guna memudahkan koordinasi dalam penyusunan LK. Kedua. maka akan memangkas organisasi yang ada sekarang ini. Ketiga. serta peraturan perundang-undangan lainnya. Karena itu. transformasi penglolaan anggaran (DIPA sebagai otorisasi) perlu dilakukan agar pengelolaan anggaran dapat dilaksanakan secara transparan. Termasuk juga waktu untuk menyosialisasikan piranti lunak yang baru disusun. fungsi dibidang pelaksanaan anggaran yang berada di Mabes TNI AD. karena itu gelar Satker dan jumlahnya hendaknya menyesuaikan dengan gelar badan keuangan (Pekas) agar rekonsiliasi laporan antara bidang anggaran dan pembiayaan dapat dilaksanakan dengan baik. pengadaan dan auditor ahli yang diselenggarakan oleh Kemhan diikuti oleh personel pengelola anggaran dan pembiayaan. demikian juga bagian yang menangani bidang pendanaan yang diemban oleh Seksi Anggaran dan Pembiayaan (Garbia) di Baku I sampai dengan Baku IV (dengan pola DIPA sebagai otorisasi semuanya langsung ditangani oleh KPPN). Pertama. Pertama. piranti lunak dan penyiapan SDM yang memiliki kompetensi dibidangnya.

6. Jumlah Satker di lingkungan TNI Angkatan Darat lebih kurang 604 buah.. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Kakudam V/Brw 14.06/2004 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Belanja Pegawai./ KMK. A. Dikbangspes. Suslapa Ku 4. Untuk lebih jelasnya secara rinci dapat dilihat pada surat BPK Nomor 54/SIII-VIV. 1. MOU/. Riwayat Pendidikan Militer.. Pekas Kodim Kepri 4. I Edisi Maret 2013 41 .Media Informasi dan Komunikasi TNI AD 2. Tim Penyusun. M.06/2004 dan MOU/04/M/ XII/2004 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Belanja Pegawai.. Pasal 56 Ayat (1) Kepres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Suspadnas Hankam 5. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Referensi: 1./M/. Surat Keputusan Menteri Pertahanan RI Nomor : Skep/1590/XII/2003 tanggal 1 Desember 2003 tentang Petunjuk Pembinaan Keuangan di Lingkungan Dephan dan TNI. 5.. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. SKB Nomor 630/KMK. Sepamilwa 2. 1. 8.H. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Nelanja Negara (APBN). 5. Pekas Gabpus-8/Ditkuad 11. Pekas Kodim Agam 6. Diksar Para Volume 33 No. 2. Paban IV/Lakgar Srenad 16. Danpusdikku Kodiklatad 15. Petunjuk Pembinaan Keuangan di Lingkungan Dephan dan TNI. 6. Data Pokok. Riwayat Jabatan. Cetakan ke. Lahir Agama Status Sumber Pa/Th Jabatan : : : : : : : DR.. Suskatjemen Hankam 7. Belanja Barang. 3. Edisi 3. Suspabewan Hankam 2. Keppres Nomor 42 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara./2012. Kaku Kopassus 12. S. 2002. Irku Itjen Kemhan RI II. Paurbia Kudam III/Slw 2. Pekas Yon Arhanudse-13 3. Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap LK Kemhan/TNI diberikan oleh BPK RI lima kali berturutturut sejak tahun 2007 hingga tahun 2011.. Belanja Barang. 4. Susjemen Hankam 6. I Nengah Kastika. Suspabuk Hankam 3. Susfungren Hankam 4. 3. 10. Pamen Ditkuad (Dik Seskoad) 10. 3. 2. Kakudam IX/Udy 13. Pekas Korem-031/Wrb 7. Belanja Modal dan Belanja Lain-lain di Lingkungan Dephan dan TNI. 7. Seskoad : 1981 : 1989 : 1993 : 1997 : 1982 : 1988 : 1994 : 1999 : 2000 : 2000 : 2001 B... jumlah yang cukup besar. Balai Pustaka. Draf SKB Menkeu dan Menhan Nomor: .. Brigjen TNI Bali/16-07-1956 HIndu Kawin Sepa PK/Sejenis/1982 Irku Itjen Kemhan RI III../2012 tentang Perubahan atas SKB Menkeu dan Menhan Nomor: 630/ KMK. Belanja Modal dan Belanja Lain-Lain.. Kamus Besar Bahasa Indonesia.. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.. 7. 9. hal1209. Sekalihpa 3. 2. Nama Pangkat Tmp/Tgl. 4.... Kabag Wasbannis Ditkuad 9. 7.H. 5. Kasiev Bagrik Ditkuad 8. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2002 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).1/06/2012 tanggal 5 Juni 2012 tentang Hasil Pemeriksaan atas LK Kemhan Tahun 2011.. Kaursil Pekas Gab-7 5.. Dikbangum. 1. Jakarta. 4. 6. 1.

Anggaran pertahanan negara tidak hanya terserap untuk anggaran rutin. TRANSFORMASI ANGKATAN DARAT. diarahkan untuk memeroleh kualitas sumber daya manusia yang tepat dan memadai dalam mengawaki organisasi TNI Angkatan Darat. Dengan keterbatasan anggaran pertahanan yang hanya sekitar 40 % dari kebutuhan aktual untuk mencapai standard penangkalan. P 42 PENDAHULUAN. namun lebih pada upaya mencari efektivitas dan efisiensi dari anggaran yang tersedia. Sebagai unsur utama yang mengawaki organisasi TNI Angkatan Darat. Transformasi bidang personel pada hakikatnya merupakan perubahan konsep pembinaan personel. Kebijakan tersebut bukan hanya karena terbatasnya anggaran pertahanan. tetapi dapat didayagunakan untuk penambahan dan pemeliharaan Alutsista sesuai dengan hakikat ancaman yang dihadapi. embinaan personel merupakan bagian integral dari sistem pembinaan TNI Angkatan Darat secara keseluruhan. dimana peningkatan kemampuan anggaran pertahanan diprioritaskan pada peningkatan Alutsista. Angkatan Darat perlu melaksanakan transformasi dalam pembinaan personel. diterapkan kebijakan Minimum Essential Force (MEF). namun demikian kegiatan tersebut perlu ditingkatkan secara optimal untuk memperoleh kualitas prajurit yang diharapkan. maka pembinaan prajurit memerlukan transformasi bidang personel yang tepat dan sesuai dengan tujuan dan sasaran pembinaan personel. namun tetap dalam kerangka peraturan perundang-undangan yang berlaku dibidang personel. setiap prajurit dituntut untuk memiliki kemampuan Volume 33 No. Kebijakan ini tentunya tidak terlepas dari sasaran jangka panjang dalam rangka mewujudkan optimum force dan ideal essential force. Pembinaan personel Angkatan Darat selama ini telah berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis dan tantangan tugas kedepan. Pembinaan personel tidak terlepas dengan penerapan kebijakan Zero Growth of Personnel (ZGP) dan Right Sizing dalam kerangka Minimum Essential Force (MEF). sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas. Sejalan dengan kebijakan tercapainya Minimum Essential Force (MEF) dengan sasaran tingkat kekuatan yang cukup mampu menjamin kepentingan strategis. sehingga selalu siap dan mampu melaksanakan tugas. I Edisi Maret 2013 . Pembinaan prajurit memerlukan transformasi bidang personel yang tepat sesuai dengan tujuan dan sasaran pembinaan personel dengan tidak mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang personel. mengemban tugas serta senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Jurnal Yudhagama TRANSFORMASI PEMBINAAN PERSONEL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PRAJURIT Oleh : Kolonel Caj Budi Prasetyono (Paban V/Bin PNS Spersad) Transformasi pembinaan personel dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas prajurit untuk tercapainya kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) dengan sasaran kekuatan personel secara kuantitas dan kualitas yang mampu menjamin pelaksanaan tugas.

Sejalan dengan kebijakan personel dalam kerangka MEF. Pembinaan personel dalam aspek pembinaan tenaga manusia bertujuan untuk menentukan kebutuhan tenaga manusia untuk kepentingan organisasi secara kualitatif dan kuantitatif. yang meliputi penyediaan. Perawatan prajurit diberikan untuk menjamin setiap prajurit selalu siap mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. Penyediaan prajurit dilaksanakan melalui kegiatan penerimaan prajurit bagi prajurit sukarela dan pengerahan prajurit bagi prajurit wajib. Sebagai salah satu aspek dalam MEF. sehingga diperoleh kebutuhan tenaga manusia secara tepat dan berdaya guna. bintara dan tamtama. maka kebijakan personel harus dilaksanakan dengan memerhatikan kepentingan organisasi dengan ketepatan postur (right sizing) dan Alutsista yang dibutuhkan dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman dan kecenderungan perkembangan lingkungan strategis. Pendidikan prajurit yang ditempuh melalui berbagai jenis dan jenjang pendidikan memungkinkan prajurit memiliki kepribadian yang semakin mantap. keterampilan. dan kebijakan personel. Dengan demikian. Pembinaan personel dilaksanakan melalui siklus atau proses pembinaan prajurit. Pemisahan prajurit merupakan kegiatan akhir dari siklus pembinaan prajurit yang dilaksanakan untuk Volume 33 No. Pembinaan personel merupakan bagian dari sistem pembinaan secara keseluruhan yang diarahkan untuk mencapai kualitas sumber daya manusia yang tepat dan memadai sesuai kebutuhan organisasi. dan transparan dengan pemanfaatan setiap prajurit seoptimal mungkin. terarah dan berlanjut untuk membentuk dan mengembangkan kualitas calon prajurit dan prajurit yang berjiwa Pancasila dan Sapta Marga. memiliki kepribadian pejuang prajurit dan prajurit pejuang. sehingga mampu mengemban setiap tugas yang diberikan. obyektif. Penggunaan prajurit dilaksanakan untuk mendayagunakan setiap prajurit secara optimal dalam penugasan dan pemanfaatannya serta memberikan kemungkinan pengembangan karier seluas-luasnya selama pengabdiannya. serta memiliki kecerdasan. Pendidikan prajurit dilaksanakan secara terencana. dan kesamaptaan jasmani. PEMBINAAN PERSONEL. kebijakan Alutsista. sehingga diperoleh keseimbangan kekuatan dan komposisi prajurit yang tepat dan diperlukan dalam mengawaki organisasi. kemampuan penguasaan teknologi yang semakin mendalam dan penguasaan pengetahuan yang semakin luas. I Edisi Maret 2013 43 . Perubahan pembinaan personel bukan berarti mengabaikan pembinaan personel yang telah berjalan selama ini. Untuk mewujudkan profesionalisme keprajuritan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Angkatan Darat agar setiap prajurit mampu melaksanakan tugas. sehingga terwujud profesionalisme sesuai dengan tugas dan peranannya. Keberhasilan penggunaan prajurit diperoleh melalui pembinaan karier yang adil. Transformasi pada hakikatnya proses perubahan karakteristik pembinaan personel agar prajurit memiliki kemampuan dalam mendukung pelaksanaan tugas yang dibebankan kepadanya. Penyediaan prajurit dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Transformasi bidang personel juga tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pembinaan personel. penggunaan. Sedangkan pembinaan personel dalam aspek pembinaan personel prajurit bertujuan menyiapkan prajurit yang sanggup dan mampu secara optimal mengemban setiap tugas yang dihadapinya. Pemberian rawatan kedinasan dan purna dinas kepada setiap prajurit dan keluarganya diarahkan pada keseimbangan antara kewajiban dan hak setiap prajurit. untuk golongan kepangkatan perwira. Transformasi bidang personel justru akan meningkatkan optimalisasi pembinaan personel dalam mendukung pelaksanaan tugas. perlu dilakukan transformasi pembinaan personel dalam meningkatkan kualitas prajurit TNI Angkatan Darat. perawatan. pendidikan. yaitu aspek pembinaan tenaga manusia (Binteman) dan aspek pembinaan personel (Binpers) prajurit sebagai individu perorangan. transformasi bidang personel akan berjalan sesuai dengan track yang telah ditentukan. maka perlu diterapkan kebijakan transformasi dalam bidang personel. sehingga dapat terwujud keserasian antara kepentingan organisasi dan kebutuhan prajurit. yaitu kebijakan organisasi.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Kebijakan MEF berlandaskan pada tiga aspek. dan pemisahan prajurit. Pembinaan personel dalam arti luas mencakup dua aspek.

Setiap kegiatan memelihara dan menjaga kekuatan dan komposisi prajurit.Jurnal Yudhagama wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. perlu diimbangi dengan pembentukan Tim Seleksi penerimaan prajurit yang bersifat mobile selain kepanitiaan penerimaan prajurit yang dibentuk disetiap Panda dan Sub Panda. terarah dan berlanjut sesuai dengan siklus pembinaan personel. Khusus untuk suku bangsa pada daerah-daerah perbatasan dan terpencil seperti Papua. I Edisi Maret 2013 . SMA Krida Nusantara dan lainlain. Manfaatkan keberadaan sekolah-sekolah unggulan di setiap provinsi atau daerah untuk kepentingan penerimaan prajurit. Mentawai dan sebagainya perlu mendapat perhatian dan rekomendasi dalam penerimaan prajurit. Selain kualitas calon prajurit yang diharapkan. Flores. Hasil seleksi team mobile dapat diputuskan secara langsung melalui sidang pemilihan oleh Panpus. hendaknya diperuntukkan bagi sarjana yang berkualitas dan dibutuhkan organisasi sesuai dengan disiplin ilmunya. Selain melaksanakan kampanye penerimaan prajurit untuk memeroleh animo calon prajurit. kabupaten-kabupaten di pedalaman. Peningkatan kualitas prajurit dilaksanakan melalui transformasi pembinaan personel yang terencana. Kampanye penerimaan prajurit khususnya Taruna Akmil dilaksanakan langsung ke sasaran yaitu sekolahsekolah unggulan yang terdapat di setiap daerah. Tim Seleksi ini akan bergerak di setiap sekolah dan daerah terpencil. dan sebagainya. maka alokasi penerimaan prajurit hanya sebesar jumlah prajurit yang pensiun atau dipisahkan. baik secara kuantitas maupun kualitas. PMR. Berdasarkan analisa kebutuhan prajurit dapat ditetapkan alokasi penerimaan bintara dan tamtama berdasarkan sumber pendidikan umum yang dimiliki. Untuk menentukan calon prajurit hasil seleksi team mobile tersebut. SMK jurusan otomotif. bangunan. pecinta alam. seperti sekolahsekolah unggulan. Dengan beragamnya suku bangsa prajurit TNI Angkatan Darat tentunya akan memudahkan pembinaan teritorial dalam mendukung pelaksanaan tugas. Kampanye penerimaan prajurit bintara dan tamtama dilaksanakan langsung melalui organisasi pelajar. justru terkandung di dalamnya perubahan menuju peningkatan kualitas personel dalam kerangka manajemen modern. Kampanye penerimaan prajurit. Kampanye penerimaan Pa PK dilaksanakan secara langsung ke perguruan tinggi negeri dan swasta yang terkemuka. sehingga calon prajurit tidak membuang waktu serta biaya transportasi dan akomodasi bila mengikuti seleksi penerimaan prajurit. bintara dan tamtama dilaksanakan secara terpusat dan tersebar ke seluruh daerah dan pelosok nusantara. seperti OSIS. Namun demikian hal tersebut bukan berarti stagnasi personel. sehingga meningkatkan persaingan dan kompetisi sehat antar calon. tata boga dan sebagainya. seleksi penerimaan prajurit dilaksanakan secara obyektif. TRANSFORMASI PEMBINAAN PERSONEL. Dayak. adil dan transparan. adil dan transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. • Penyediaan Untuk memeroleh calon prajurit yang berkualitas sesuai tuntutan organisasi perlu dilaksanakan kegiatan kampanye penyediaan prajurit dan seleksi penerimaan prajurit secara obyektif. yang dimulai dari penyediaan prajurit sampai dengan pemisahan prajurit. untuk perwira. Untuk memeroleh calon prajurit yang berkualitas. seperti SMA Taruna Nusantara. Sedangkan penerimaan Pa PK yang bersumber dari perguruan tinggi. selain itu juga untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap prajurit untuk melanjutkan pengabdiannya di luar lingkungan TNI. khususnya pada daerah-daerah yang terbatas tranportasinya ke kota-kota besar tempat penerimaan prajurit. Penentuan alokasi penerimaan bintara dan tamtama perlu memerhatikan kompetensi prajurit yang dibutuhkan. calon prajurit juga proporsional dari seluruh daerah atau suku bangsa di Indonesia. seperti SMA jurusan IPA atau IPS. dan wilayah-wilayah terpencil lainnya. Peningkatan kualitas prajurit merupakan tuntutan yang harus dihadapi dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas. Pramuka. dapat dilaksanakan oleh Panpus dengan memanfaatkan media tele conference maupun media teknologi informasi lainnya seperti skype. sehingga dapat menjaring calon prajurit di seluruh pelosok tanah air. Pemisahan prajurit dilaksanakan secara tepat waktu sesuai ketentuan perundang-undangan. kepemudaan dan kemasyarakatan yang ada. Hal ini akan mendukung keutuhan 44 Volume 33 No. Dengan adanya kebijakan Zero Growth of Personnel (ZGP). listrik. baik untuk prajurit pria dan wanita.

Sesuai kebijakan MEF. sehingga dapat menciptakan kompetensi sehat dalam pola pembinaan karier prajurit. perlu diberikan penekanan secara terus-menerus bahwa dalam seleksi penerimaan prajurit tidak dipungut biaya apapun. memenuhi syarat dan lulus seleksi yang dilaksanakan secara obyektif dan transparan. • Pendidikan Pendidikan prajurit dilaksanakan untuk menghasilkan prajurit yang berkualitas dan memiliki kemampuan sesuai dengan tujuan dan sasaran pendidikan. intelektual. serta kesamaptaan jasmani sesuai dengan golongan dan kepangkatannya. Selain itu. Selain itu. Dalam pembenahan komponen pendidikan lainnya. Calon peserta didik Seskoad harus memenuhi Volume 33 No. Tenaga pendidik yang tersedia di lembaga pendidikan harus yang terbaik dan memiliki kualifikasi sebagai pendidik. Dikma merupakan pendidikan awal bagi setiap prajurit agar dilaksanakan secara benar dan konsisten karena akan mengarah kepada pembentukan karakter keprajuritan dimasa datang. Prajurit harus dibekali pendidikan yang keluarannya memiliki kemampuan dalam mengawaki Alutsista yang tersedia. Keterkaitan dengan konsep penggunaan prajurit. dan selalu diadakan rotasi penugasan. Alutsista yang modern akan diawaki oleh prajurit yang memiliki bekal pendidikan yang memadai untuk kelancaran pelaksanaan tugas. I Edisi Maret 2013 45 .Media Informasi dan Komunikasi TNI AD seleksi penerimaan. baik melalui pendidikan sekolah dan luar sekolah. Pendidikan pertama (Dikma) dan pendidikan pembentukan (Diktuk) dilaksanakan agar memiliki sikap mental dan kepribadian. maka pendidikan harus sejalan dengan pembenahan Alutsista yang akan digunakan. wawancara maupun akademik dilaksanakan secara obyektif dan transparan serta diawasi secara ketat untuk menghindari segala bentuk manipulasi data dan percaloan. Untuk memeroleh prajurit yang berkualitas dan mampu mengawaki Alutsista dikembangkan pola pendidikan yang terarah. kurikulum pendidikan harus dikaji ulang dan direvisi sesuai dengan tuntutan pembenahan Alutsista dalam kebijakan MEF. Dikbangum Diklapa (Diklapa I dan II) merupakan pendidikan berjenjang dan berlanjut untuk mengembangkan kemampuan umum diproyeksikan dalam rangka penggunaan prajurit selanjutnya. Diklapa I dan II merupakan pendidikan yang diprioritaskan bagi lulusan Akmil dan Pa PK sebagai perwira karier jangka panjang. Kurikulum pendidikan harus dapat menjawab tuntutan keluaran hasil didik yang memadai dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis dan tantangan tugas kedepan. kesehatan. Prioritas dalam pembinaan pendidikan adalah pembenahan komponen pendidikan untuk memeroleh peningkatan kualitas hasil didik. psikologi. Demikian juga peserta didik hendaknya diperoleh dari calon peserta didik yang berkualitas. tenaga pendidik sudah memiliki pengalaman penugasan. mulai dari seleksi administrasi. jasmani. berjenjang dan berlanjut.

yaitu kepentingan organisasi dan kepentingan prajurit sebagai individu. 46 Volume 33 No.Jurnal Yudhagama persyaratan dan lulus seleksi yang ketat serta potensial untuk menduduki jabatan Gol. Lulusan Sesko TNI diproyeksikan untuk jabatan strategis yang diperlukan dalam operasi gabungan antar matra angkatan. Sedangkan perwira karier jangka pendek lulusan Secapa Reguler diperuntukkan guna mengisi ruang jabatan Pama dan Gol. namun harus memiliki kompetensi serta proyeksi dalam pembinaan karier yang bersangkutan. Kemampuan berbahasa asing diberikan secara intensif setelah yang bersangkutan lulus seleksi pendidikan di luar negeri sesuai dengan kompetensinya. Oleh karena itu. yang dalam keadaan tertentu kepentingan organisasi lebih diutamakan. setiap perwira lulusan Akmil akan memeroleh pengalaman penugasan di satuan operasional sebagai bekal kepemimpinan dimasa yang akan datang. IV/Kolonel sesuai dengan kompetensinya. Perwira karier jangka panjang lulusan Akmil dan Pa PK diprioritaskan untuk menduduki jabatan Gol. Pendidikan di luar negeri perlu diseleksi berdasarkan kemampuan dan kompetensi prajurit yang bersangkutan karena membawa nama baik negara. prestasi penugasan. penggunaan prajurit dilaksanakan seoptimal mungkin dan memberikan kemungkinan pengembangan karier seluas-luasnya. setiap prajurit lulusan Akmil diarahkan hanya pada kecabangan Pur/Banpur untuk memeroleh bekal penugasan lapangan. Penempatan pada satuan operasional merupakan kesempatan untuk mengenal dan merasakan langsung hakikat kehidupan prajurit senyatanya. Penempatan dalam jabatan berpedoman pada daftar urut kepangkatan dan jabatan (dafukaj) perwira serta pola pembinaan karier perwira yang terarah dan berjenjang sesuai dengan struktur organisasi yang semakin ramping ke atas. diadakan reklasifikasi sesuai dengan Dikbangspes yang telah dimiliki. menyebabkan persaingan yang semakin ketat untuk memeroleh jenjang jabatan yang lebih tinggi dalam rangka pembinaan karier. harus mempertimbangkan kecabangan dan arahan jabatan yang bersangkutan. sosiometri serta metode penilaian yang berbasis kompetensi jabatan. Untuk itu. Penempatan di satuan lapangan dapat memberikan bekal kepemimpinan tatap muka (face to face) dalam memegang tanggung jawab satuan tingkat terendah. • Penggunaan Sesuai kebijakan MEF dan ZGP. pembinaan karier perwira harus sesuai dengan konsep pembinaan prajurit jangka panjang dan jangka pendek. Setiap jabatan akan diisi oleh prajurit yang memiliki bekal pendidikan sesuai Dikbangspes yang telah dimiliki. Selain itu. Setelah penugasan di satuan operasional. Setelah penugasan di satuan operasional. peringkat pendidikan. setiap prajurit diarahkan pada kejuruan Pur/Banpur untuk memeroleh bekal penugasan lapangan. I Edisi Maret 2013 Penempatan dalam jabatan harus sesuai dengan prinsip the right man on the right place dan dilaksanakan melalui mekanisme seleksi karier dan sidang jabatan berdasarkan penilaian talent scouting. Penggunaan prajurit memerhatikan kepentingan ganda yang tidak dapat dipisahkan. diadakan reklasifikasi untuk penentuan kecabangan perwira lulusan Akmil selanjutnya. Peserta didik di luar negeri tidak semata memiliki kemampuan berbahasa asing. Dalam penentuan calon peserta didik Sesko TNI. Demikian juga dalam pembinaan karier bintara dan tamtama. minat dan potensi yang dimiliki seorang prajurit sesuai dengan pendidikan spesialisasi yang akan ditempuh. Dengan demikian. Untuk memeroleh prajurit yang berkualitas dengan proyeksi pembinaan karier masa datang. Hasil dari reklasifikasi tersebut akan menyebabkan sebagian bintara dan tamtama . Dikbangspes dilaksanakan untuk mengembangkan kemampuan spesialisasi dalam rangka proyeksi penugasan prajurit selanjutnya. setiap prajurit lulusan Dikma ditempatkan pada penugasan lapangan di satuan operasional. Hasil dari reklasifikasi tersebut akan menyebabkan sebagian perwira alih kecabangan dari kecabangan Pur/Banpur menjadi kecabangan Banmin. V ke atas. VI. Seleksi Dikbangspes harus memerhatikan bakat. Dengan adanya kelebihan personel pada strata kepangkatan tertentu. sebelum yang bersangkutan mengikuti Diklapa I. Seleksi pendidikan Seskoad harus benar-benar obyektif dan transparan sehingga benar-benar menjadi ajang kompetisi dalam proyeksi pembinaan karier yang akan datang. yang menjadi pertimbangan utama adalah persyaratan lulusan Seskoad 30% terbaik dan/atau perwira pilihan berdasarkan track record dalam penugasannya di lapangan/satuan operasional.

Pembinaan jasmani dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan jasmani prajurit agar mampu melaksanakan tugas seoptimal mungkin. Perawatan prajurit diberikan baik dalam bentuk materi maupun rohani agar setiap prajurit dapat memberikan pengabdian yang terbaik dalam setiap penugasannya. latihan maupun pendidikan militer. Rumah Sakit dan Poliklinik Angkatan Darat berkewajiban untuk memberikan layanan kesehatan terbaik kepada setiap prajurit dan keluarganya dibandingkan dengan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat umum. Sejalan dengan upaya meningkatkan moril prajurit. • Perawatan Peningkatan kualitas prajurit sejalan dengan kebijakan MEF didukung dengan perawatan prajurit yang memadai. Demikian juga pemberian KPH bagi prajurit yang telah melaksanakan pengabdian secara sempurna dan tanpa terputus dengan dedikasi dan prestasi kerja yang tinggi dapat meningkatkan moril prajurit untuk berbuat yang terbaik dalam pengabdiannya. Dalam rangka pemakaman kedinasan bagi purnawirawan. Tanda kehormatan militer yang diberikan secara tepat waktu dapat meningkatkan moril dan memberikan kebanggaan bagi setiap prajurit. baik didalam struktur maupun diluar struktur. Kelulusan kesamaptaan jasmani dalam setiap seleksi pendidikan. Tanda kehormatan militer berupa bintang dan satyalancana pada hakikatnya diberikan negara kepada prajurit yang berhak menerimanya. perlu diberikan kenaikan pangkat khusus berupa kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dan kenaikan pangkat penghargaan (KPH) bagi prajurit terpilih secara ketat dan selektif. jabatan dan kenaikan pangkat merupakan sarana seleksi untuk memeroleh prajurit yang berkualitas. sehingga setiap prajurit senantiasa siap mengemban tugas yang dibebankan. Proses pemberian tanda kehormatan militer bagi prajurit TNI Angkatan Darat dapat diajukan oleh Mabesad ke Mabes TNI tanpa melalui Kemhan untuk segera diajukan kepada Presiden melalui Sekmilpres. sehingga dapat melaksanakan tugas dengan penuh kepercayaan diri. I Edisi Maret 2013 47 beralih kejuruan dari Pur/Banpur menjadi banmin sebelum yang bersangkutan mengikuti Diktuk Secapa atau Secaba. Penugasan prajurit di luar struktur TNI Angkatan Darat merupakan rangkaian pola pembinaan karier dalam rangka pengembangan karier yang seluasluasnya dengan tetap mengedepankan penilaian secara obyektif. Pemberian reward and punishment perlu dilaksanakan secara konsisten. perlu dilakukan kerja sama dengan lembaga asuransi pemerintah dalam pemberian asuransi jiwa bagi prajurit yang melaksanakan penugasan operasi. adil dan transparan. Oleh karena itu. Untuk ketepatan dan kecepatan pemberian tanda kehormatan militer. Pembinaan jasmani harus dilakukan setiap prajurit dengan orientasi bahwa hal tersebut merupakan suatu kebutuhan prajurit. sehingga proses pemberian tanda kehormatan dapat bersifat otomatis tanpa membebankan prajurit dan satuannya. pemberian KPLB operasi militer selain perang akan dapat meningkatkan moril prajurit serta memberikan contoh dan tauladan bagi setiap prajurit. Pemeliharaan dan pelayanan kesehatan bagi prajurit dan keluarganya diberikan secara berkala sesuai dengan hak dan kebutuhan prajurit. Pembinaan moril dilaksanakan dengan memelihara dan meningkatkan moril prajurit melalui pemberian . sehingga dapat meningkatkan wibawa satuan dan disiplin prajurit. merupakan kewenangan Angkatan Darat dengan mempertimbangkan saran masukan pengguna diluar struktur.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD penghargaan dan tanda kehormatan yang tepat waktu. Selain kenaikan pangkat reguler yang diberikan sesuai dengan promosi jabatan yang telah dipangkunya. Prajurit yang gugur. Pemberian tanda kehormatan hendaknya bersifat otomatis tanpa usulan prajurit maupun membebankan satuan yang bersangkutan. perlu dioptimalkan peran Satkowil Volume 33 No. atau meninggal dunia dapat memeroleh asuransi yang sesuai dan memadai. Dalam kondisi tidak ada operasi militer perang. Tidak ada lagi prajurit dan keluarganya yang merasa terabaikan dalam memeroleh pelayanan kesehatan. promosi jabatan prajurit. Prajurit yang tidak optimal dalam penugasan di luar struktur dapat segera diganti dengan prajurit yang memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan pengguna diluar struktur TNI Angkatan Darat. pemakaman kedinasan. proporsional dan adil melalui mekanisme yang tepat. tewas. Oleh karena itu. dan pemberian bantuan yang dapat meringankan beban prajurit. perlu dukungan data personel yang tepat. perlu dilakukan langkah-langkah efisiensi dalam proses pemberian tanda kehormatan militer.

Prajurit yang alih profesi diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan dengan memeroleh hak rawatan purna dinas sesuai ketentuan yang berlaku. Selain bermanfaat untuk kepentingan organisasi. Pemberian Masa Persiapan Pensiun (MPP) selama-lamanya satu tahun sebagai persiapan memasuki masa pensiun. Prajurit yang telah memiliki masa dinas keprajuritan 20 tahun atau berakhirnya IDL I dapat diberikan kesempatan untuk memasuki masa pensiun dengan diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan. sehingga haknya dapat diteruskan sampai dengan warakawuri atau anaknya yang masih memenuhi persyaratan. Second career tentunya tidak hanya stagnant pada jabatan pada saat yang bersangkutan alih status atau alih profesi. dilaksanakan secara proporsional untuk memelihara kekuatan prajurit. Prajurit yang alih profesi diharapkan telah memiliki masa dinas keprajuritan minimal 15 tahun. dalam kegiatan penyaluran prajurit perlu adanya pembekalan pengetahuan dan keterampilan bagi prajurit yang akan menjalani second career. Dengan pemberian subsidi silang antar setiap prajurit dengan dukungan PT Asabri (Persero) akan dapat diperoleh perumahan bagi setiap prajurit yang memasuki masa pensiun. 48 Volume 33 No. Setiap prajurit yang memasuki pensiun akan memeroleh perumahan atau uang senilai harga rumah saat pensiun tanpa iuran yang memberatkan penghasilan prajurit. Hal yang berbeda bagi prajurit sukarela dinas pendek (PSDP) penerbang yang berakhir masa Ikatan Dinas Pendek (IDP) setelah 10 tahun melaksanakan dinas. I Edisi Maret 2013 setelah purna dinas prajurit tersebut juga memeroleh hak tunjangan bersifat pensiun yang maknanya sama dengan pensiun. Untuk menjamin kepastian hunian dihari tua setelah pensiun. namun yang terpenting adalah sebagai alat kendali untuk memelihara kekuatan dan komposisi prajurit.Jurnal Yudhagama untuk memberikan pelayanan pemakaman kedinasan. maupun Alih Profesi pada badan usaha milik negara/daerah serta instansi swasta lainnya. namun diberikan sesuai dengan kebutuhan organisasi pada strata jabatan dan kepangkatan tertentu dengan mempertimbangkan kompetensi prajurit yang bersangkutan. IDL juga merupakan alat kendali untuk memelihara kekuatan dan komposisi prajurit. perwira tersebut dapat diangkat kembali menjadi prajurit karier untuk selanjutnya dapat mengakhiri IDL setelah bertugas minimal selama 15 tahun. sehingga yang bersangkutan memeroleh hak tunjangan bersifat pensiun yang maknanya sama dengan pensiun sebagai bekal di hari tua. Menyikapi kondisi faktual khususnya jumlah perwira eligible yang tidak seimbang dengan ruang jabatan yang tersedia. pengakhiran dinas keprajuritan juga dapat disebabkan karena berakhirnya Ikatan Dinas Lanjutan (IDL I. diharapkan karier yang bersangkutan dapat mencapai puncak yang lebih tinggi. dengan bekal kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. baik secara kuantitas maupun kualitas. Pemberian MPP tidak dilakukan secara menyeluruh kepada setiap prajurit. Prajurit aktif dengan pangkat minimal Letkol dapat alih status menjadi PNS dengan ketentuan yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan. tepat dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. sehingga dapat bertindak cepat dan tepat untuk memberikan pelayanan pemakaman kedinasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bila yang bersangkutan alih status atau alih profesi pada suatu jabatan tertentu. sehingga yang bersangkutan tetap dapat memberikan kontribusinya dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. setiap prajurit diberikan bantuan perumahan yang dikelola oleh BP TWP. Pemisahan prajurit tidak hanya karena telah berakhir masa dinas keprajuritannya. sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat memiliki kebanggaan sebagai keluarga prajurit. yang membutuhkan kompetensi prajurit di instansinya. Atas dasar kebutuhan organisasi akan penerbang Angkatan Darat. Oleh karena itu. II dan III). Alih Status adalah peralihan status prajurit TNI menjadi PNS pada jabatan di kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian. Pembekalan akan disesuaikan dengan bakat. Alat kendali lainnya dalam memelihara kekuatan dan komposisi prajurit adalah penyaluran prajurit yang dikenal dengan istilah second career. • Pemisahan Pemisahan prajurit sebagai bagian akhir dari pembinaan prajurit dilaksanakan secara cepat. Oleh karena itu. baik kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian. minat dan potensi seseorang dengan . Kodim dan Koramil berkewajiban untuk memiliki data setiap purnawirawan yang berada di wilayahnya. perlu adanya second career. Yang bersangkutan diharapkan dapat menjalani karier lanjutan kejabatan yang lebih tinggi lagi pada instansi pengguna. sehingga yang bersangkutan statusnya bukan prajurit atau purnawirawan. Alih Profesi adalah peralihan profesi prajurit TNI setelah berakhir dinas keprajuritannya atau pensiun untuk selanjutnya menjadi pegawai atau karyawan pada badan usaha milik negara/daerah dan badan usaha swasta lainnya. Selain pemberhentian dari dinas keprajuritan karena telah mencapai batas usia pensiun maksimal. Prajurit tersebut dapat menjalani second career berupa Alih Status pada lembaga-lembaga pemerintah.

Pendidikan. Pabandya Minu & Turjuk Spaban I Spersad 9. dan pemisahan prajurit. Jabatan III.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki serta kebutuhan instansi pengguna. yaitu aspek pembinaan tenaga manusia (Binteman) dan aspek pembinaan personel (Binpers) prajurit sebagai individu perorangan yang meliputi penyediaan. 1. I Edisi Maret 2013 49 . Melalui konsep transformasi bidang personel diharapkan dapat dilakukan perubahan secara bertahap dan sistematis serta realistis dalam pembinaan personel untuk mendukung pelaksanaan tugas. Paban V/Bin PNS Spersad : : : : : : : Budi Prasetyono Kolonel Caj/31913 Makassar/28-05-1958 Islam Kawin Sepamilwa/1985 Paban V/Bin PNS Spersad : 1984/1985 : 1996/1997 II. Data Pokok. Riwayat Jabatan. • Perlu peran aktif dan kepedulian para Dan/Ka satuan untuk meningkatkan pembinaan personel di satuannya masing-masing dengan melaksanakan transformasi pembinaan personel. Palan Ajenrem-043/Gatam Ajendam II/Swj 5. Pabandya Anev/Dalprog Srendam VII/Wrb 7. Kaajendam Jaya Kodam Jaya 10. • Pembinaan personel yang dilaksanakan secara terencana. pendidikan. Pabandya Anev/Data Stat Spaban I Spersad 8. baik secara kuantitas maupun kualitas yang sangat dinamis sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis. Berdasarkan uraian di atas. terarah dan berlanjut akan memeroleh hasil yang optimal dalam meningkatkan kualitas prajurit yang merupakan tuntutan yang harus dihadapi untuk menghadapi tantangan tugas kedepan. Sumber Pa/Th 7. 1. Sepamilwa ABRI Gel. sehingga diperoleh hasil yang optimal dalam meningkatkan kualitas prajurit. Pangkat/NRP 3. Pabanda MPP Spaban II Spersad 6. Tempat/Tgl. Pembinaan prajurit memerlukan transformasi bidang personel yang tepat sesuai dengan tujuan dan sasaran pembinaan personel dengan tidak mengabaikan peraturan perundangundangan yang berlaku dibidang personel. SARAN. KESIMPULAN. perawatan. kesimpulan yang diperoleh tentang transformasi pembinaan personel dalam meningkatkan kualitas prajurit sebagai berikut : • Transformasi pembinaan personel dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas prajurit untuk tercapainya kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) dengan sasaran kekuatan personel secara kuantitas dan kualitas yang mampu menjamin pelaksanaan tugas. yang mencakup dua aspek. Saran yang diberikan tentang transformasi pembinaan personel dalam meningkatkan kualitas prajurit sebagai berikut : • Transformasi pembinaan personel seyogyanya diterapkan secara gradual dan sistematis dengan senantiasa memertimbangkan kondisi kekuatan dan komposisi personel. Agama 5. Seskoad Susreg XXXIV Volume 33 No. 1. Status 6. Program-program pembekalan pengetahuan dan keterampilan serta pendidikan dan pelatihan manajemen maupun teknis diberikan kepada prajurit yang diselaraskan dengan perkembangan tuntutan kebutuhan akan tenaga kerja saat ini. Nama 2. • Transformasi pembinaan personel dalam meningkatkan kualitas prajurit dilaksanakan melalui berbagai upaya pembinaan personel dalam arti luas. Kasubdit Bindospers Ditajenad 11. Pasi Daktiloskopi Ditajenad 2. penggunaan. Kasi Angkat Ba/Ta Ditajenad 3. Lahir 4. I 2. yang saling keterkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Kaur Tap Siminpersmil Ajendam II/Swj 4. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I.

doktrin maupun sistem persenjataan. istilah transformasi kemudian mengemuka sebagai sebuah wacana untuk melakukan perubahan secara lebih radikal dan menyeluruh. bahkan pada beberapa aspek justru mengalami stagnasi dan penurunan. efisien dan semakin profesional. sedang dan akan terus dilakukan guna membawa TNI AD menjadi organisasi yang profesional. Konsep perubahan atau pengembangan TNI AD telah terwadahi dalam Postur 25 tahunan dan kemudian dijabarkan menjadi Rencana Strategis 5 tahunan. bersikap dan bertindak yang cenderung nyaman dengan berbagai previlege yang pernah dimiliki dan disediakan oleh masa lalu. sasaran dari perubahan yang diinginkan terkesan sangat lambat untuk tercapai. Mengingat pentingnya proses transformasi TNI AD untuk mengimbangi dinamika perubahan lingkungan strategis yang berjalan demikian cepat. Postur maupun renstra tersebut dan secara terus menerus serta berkesinambungan direvisi sesuai dengan arah kebijakan umum pertahanan negara yang ditetapkan oleh pemerintah.Jurnal Yudhagama SIGNIFIKANSI PERAN PEMIMPIN TRANSFORMASIONAL DALAM PROSES TRANSFORMASI TNI AD Oleh : Letkol Arh Hamim Tohari. peran pemimpin yang memiliki kemauan dan integritas serta komitmen terhadap perubahan sangatlah signifikan. Oleh karena itu. . efektif. Diperlukan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkarakter transformasional untuk mengawal proses transformasi secara menyeluruh. Namun sayangnya. ejak awal terbentuknya hingga sekarang. Untuk mengatasi persoalan-persoalan kultural tersebut. efektif. karena berkait dengan persoalan manusia. masih banyak persoalan kultural di dalam TNI AD yang harus dicarikan solusinya. MA (Dandim-0505/JT) Transformasi TNI AD pada dasarnya merupakan sebuah proses yang telah. S 50 PENDAHULUAN. I Edisi Maret 2013 Renstra telah disusun dan selalu direvisi. Pemimpin-pemimpin tersebut harus disiapkan secara lebih dini agar berbagai persoalan-persoalan dapat diatasi dan pada akhirnya TNI AD akan berhasil melakukan transformasi secara komprehensif untuk menjadi sebuah organisasi yang modern. maka persoalanpersoalan kultural tersebut perlu mendapatkan perhatian yang proporsional dalam keseluruhan proses transformasi sambil melakukan pembenahan institusional. sehingga memunculkan keengganan untuk berubah. konsep transfromasi yang sering diwacanakan cenderung lebih mengarah pada perubahan-perubahan institusional. doktrin maupun sistem persenjataan. efisien dan modern sesuai dengan tuntutan dinamika perubahan lingkungan strategis. berbagai perubahan telah banyak dilakukan dan tentu saja akan terus dilakukan oleh TNI AD sebagai sebuah organisasi sesuai dengan dinamika perubahan lingkungan strategis yang terjadi. walaupun Volume 33 No. Namun demikian. karena sebagai bagian dari kehidupan sosial kemasyarakatan. Persoalanpersoalan kultural tersebut erat kaitannya dengan tata nilai dan kualitas sumber daya manusia seperti cara berpikir. Tentu saja transformasi yang berorientasi kesisteman tersebut belumlah cukup untuk membawa perubahan yang signifikan apabila tidak diikuti dengan transformasi yang bersifat kultural.

teritorial. Pada aspek organisasi. Anggaran ini akan mencakup tiga komponen utama. efektif. Menghadapi cepatnya dinamika perubahan lingkungan strategis serta hakekat ancaman terhadap NKRI yang semakin sulit diprediksikan. personel. Komponen ketiga. sebagaimana organisasi yang lain. operasional. untuk percepatan pemenuhan MEF sesuai dengan amanat Keputusan Presiden Nomor 35 Tahun 2011. Sebagai bahan pembanding dapat dikemukakan bahwa Angkatan Darat AS. transformasi pada aspek kultural ini masih terkesan dikesampingkan. Kedepan. yang seringkali menjadi kiblat postur organisasi militer yang profesional dan modern. juga memiliki apa yang disebut dengan Army Transformation Road Map 2004. I Edisi Maret 2013 51 . Rp 57 triliun. penataan terhadap sistem pendidikan. Sedangkan pada aspek sistem persenjataan. latihan. TNI AD akan dihadapkan pada dimensi penugasan yang jauh lebih luas dari jurisdiksi profesional militer tradisionalnya.1 Pada dasarnya proses transformasi telah dilakukan oleh TNI AD dari waktu ke waktu. persenjataan. serta perubahan lingkungan strategik. dan d) Tunduk dan patuh kepada otoritas pemerintahan sipil. Namun demikian. efektif. perubahanperubahan atau transformasi yang telah dan sedang dilakukan cenderung diprioritaskan pada perubahan organisasi sesuai dengan kebijakan Minimum Essential Force. yaitu: Transformasi budaya (transformed culture). Konsekuensinya. baik strategis. Rp 66. perubahan doktrin untuk menyesuaikan dengan perang generasi keempat (4GW).5 triliun untuk pemeliharaan dan perawatan. Dalam roadmap tersebut antara lain tercantum Strategi Transformasi AD Amerika yang terdiri dari tiga komponen yang perlu ditransformasi dalam AD AS. secara terus menerus dan berkesinambungan menuangkan program-program perubahan atau pengembangan kekuatannya dalam bentuk rencana strategis (trategic plan). terlihat sinyal keseriusan yang telah diberikan oleh pemerintah terhadap upaya peningkatan modernisasi pertahanan dengan tambahan anggaran untuk pembelian dan pemeliharaan Alutsista kira-kira sebesar Rp 156 triliun hingga 2014. TNI AD. ide sering berperan sebagai kekuatan pendorong dibelakang suatu transformasi institusi. perubahan atau transformasi dirancang secara komprehensif agar dapat melahirkan TNI AD masa depan yang berciri. efisien dan modern. doktrin maupun sistem persenjataan.5 triliun dialokasikan untuk pembelian Alutsista sesuai dengan rencana pembangunan Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF). Sayangnya. Berangkat dari konteks sejarah. pokok-pokok organisasi dan prosedur. Fenomena ini menjadi tantangan bagi TNI AD untuk terus membangun kemampuannya. efisien dan modern karena fungsi outward looking mengharuskan dimilikinya kapasitas ini.3 Namun perlu juga disadari bahwa persoalan TNI AD tidak sebatas pada persoalan organisasi. dan tidak terlibat dalam politik praktis. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 untuk penguatan Alutsista. bahkan sebelum istilah transformasi itu sendiri menjadi semakin populer. Rp 32. TNI AD dituntut untuk berubah menjadi organisasi yang lebih profesional. TNI AD telah berupaya secara maksimal dan terus menerus untuk merevisi doktrin-dotrin pada semua tataran. c) Menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan (humanitarian). b) Dapat menjalankan tugas-tugas operasi militer perang dan selain perang (military operations other than war) termasuk melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan dan tugas perdamaian dunia di bawah bendera PBB. tetapi juga mencakup persoalan kualitas dan integritas sumber daya manusia yang mengawakinya.2 Pada aspek doktrin. dan Transformasi Kapabilitas Volume 33 No. Persoalan ini tidak terlepas dari persoalan kultural bangsa Indonesia yang hingga saat ini masih menjadi keprihatinan bersama. a) Memiliki kemampuan dan postur yang dapat mengantisipasi perkembangan bentuk dan potensi ancaman. padahal memegang peran yang sangat signifikan dalam mewujudkan TNI AD menjadi sebuah organisasi yang benar-benar profesional.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD PROSES TRANSFORMASI TNI AD. dan bahkan kebijakan TNI AD juga tetap perlu dilakukan oleh generasi mendatang. taktis maupun teknis agar tidak tertinggal dari perkembangan yang terjadi di negara lain. kepemimpinan. dan perubahan sistem persenjataan untuk memodernisasi Alutsista agar memiliki deterrent effect yang tinggi. Transformasi proses (Transformed processes). doktrin. baik untuk menghadapi tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang.

dan duty (panggilan tugas) sebagai “core values” yang ingin dicapai dalam transformasi Angkatan Darat. khususnya pada aspek kultural. sumber daya dan lain-lain. teknologi. efisien dan modern.Jurnal Yudhagama (Transformed capabilities). Mereka menempatkan honor (kehormatan). DIPERLUKAN PEMIMPIN TRANSFORMASIONAL UNTUK MELAKUKAN TRANSFORMASI SECARA MENYELURUH. Disamping itu.5      Pada konteks transformasi TNI AD. efektif. I Edisi Maret 2013 . tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberhasilan sebuah transformasi akan dapat dicapai secara optimal apabila keingingan untuk berubah itu datang dari manusiamanusia yang berada di dalamnya dan dimotori oleh para pemimpinnya. sejarah dan ras. struktur organisasi. 6 Selanjutnya. ” Cultural change of an institution begins with the behavior of its people — and leaders shape behavior”. 52 Volume 33 No.4 Contoh pembanding lain yang lebih dekat adalah transformasi Angkatan Darat Philipina yang tertuang dalam Army Transformation Roadmap 2008 yang merupakan rencana strategis Angkatan Darat Philipina 18 tahun.7 Dengan demikian. TNI AD kemudian merasa berhak atas gagasan negara (NKRI). patriotism (patriotisme). “Regardless of concepts. dimana TNI AD menganggap bahwa cara hidup mereka. Jika merujuk pada US Army Transformation Roadmap 2004. terlihat bahwa organisasi militer sehebat Amerika Serikat yang memiliki keunggulan dibidang teknologi persenjataan sekalipun sangat mengakui bahwa manusia memegang peranan sentral dalam keberhasilannya. Dengan kondisi seperti ini. serta menguasai berbagai sektor publik baik ekonomi. hal ini tentu saja membawa aroma perubahan yang harus disikapi dengan optimistik. sistem. banyak kalangan menilai bahwa TNI AD pada dekade-dekade awal perkembangannya telah menikmati apa yang disebut sebagai karakter kultur yang Etnosentrisme. berhak untuk mengorganisasikan ideologi. capabilities and technologies. it is important to remember that at the center of every joint system are the men and women who selflessly serve the nation”. menurut Ikrar Nusa Bhakti butuh paling tidak waktu 15 tahun untuk merubah kultur yang sudah ada dan mendarah daging tersebut. sehingga dari karakter Etnosentris itu. sosial maupun politik. sebagai sebuah kelas elite tersendiri dalam struktur masyarakat Indonesia. Reformasi 1998 menjadi sebuah titik tolak dimana TNI benar-benar menjadi lembaga yang dikritisi mulai dari kultur. dapat dikatakan bahwa transfromasi TNI AD akan mencapai sasaran secara optimal dan menyeluruh apabila aspek kultural mendapatkan prioritas yang memadai. Dengan demikian. Pada transformasi aspek kultural diperlukan pemimpin-pemimpin yang berpikir transformasional dan tidak alergi terhadap perubahan yang membawa konsekuensi mengurangi atau bahkan menghilangkan berbagai previlege yang diperoleh selama ini demi mewujudkan TNI AD yang benar-benar profesional. Angkatan Darat Philipina juga menempatkan peningkatan kualitas disiplin dan integritas diri prajurit sebagai prioritas sasaran jangka pendek yang ingin dicapai dalam waktu 3 tahun pertama. dokumen tersebut juga menyatakan bahwa. agama. adalah merupakan cara hidup dan cara pandang yang terbaik.

Berkait dengan teori kepemimpinan. para pakar kepemimpinan yang membahas tentang kepemimpinan transformasional sepakat bahwa seorang pemimpin harus mampu mendefinisikan. karena telah merasa nyaman cara berpikir. Seorang pemimpin transformasional memiliki visi yang jelas. intelektualitas dan jasmani secara proporsional. kebutuhan transformasi TNI AD yang sudah sangat mendesak tersebutpun sudah direalisasikan. dididik dan disiapkan sejak dini. I Edisi Maret 2013 53 . karena pada pelaksanaannya semua saling mempengaruhi. memiliki gambaran holistis tentang bagaimana organisasi di masa depan ketika semua tujuan atau sasaran telah tercapai. Pemimpin dengan kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan yang memiliki visi kedepan dan mampu mengidentifikasi perubahan lingkungan serta mampu mentransformasi perubahan tersebut kedalam organisasi. lintas generasi dan dilalui dengan perubahan-perubahan cara berpikir. Secara umum. mengkomunikasikan dan mengartikulasikan visi organisasi. Dalam hal ini. namun argumen Letjen TNI Syaiful Rizal tersebut cukup beralasan apabila kita melihat pada kurun waktu beberapa tahun terakhir pimpinan TNI AD memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan berbagai perubahan di dalam sistem organisasi.9 Teori kepemimpinan transformasional ini bertolak belakang dengan teori kepemimpinan transaksional. memelopori perubahan dan memberikan motivasi dan inspirasi kepada individu-individu karyawan untuk kreatif dan inovatif. serta membangun team work yang solid. Disini terlihat pentingnya peran seorang pemimpin untuk membawa perubahan besar dalam sebuah organisasi besar seperti TNI AD yang pernah dalam kurun waktu cukup lama merasa nyaman dengan status quo yang dimilikinya. Dengan demikian. keinginan perubahan tersebut walaupun berasal dari pucuk pimpinan TNI AD. berani dan bertanggung jawab memimpin dan mengendalikan organisasi. namun kemudian istilah ini lebih banyak digunakan dibidang psikologi organisasi. Tidak semua unsur pimpinan sampai level paling bawah mau begitu saja menerima perubahan-perubahan tersebut. Namun. Burns pertama kali memperkenalkan konsep kepemimpinan transformasional dalam penelitian deskriptifnya dibidang kepemimpinan politik. Diperlukan kader-kader pimpinan yang berkarakter transformasional dan harus direkrut. bawahan harus menerima dan mengakui kredibilitas pemimpinnya. Dalam konteks TNI AD. Pada proses rekruitmen dasar perwira maupun seleksi lanjutan untuk menjadi pemimpin pada berbagai golongan. dan disisi yang lain harus mampu memberikan pemahaman yang jelas kepada seluruh prajurit. proses perubahan itu masih diperkirakan akan memakan waktu yang panjang. dan selalu meluangkan waktu dan mencurahkan perhatian dalam upaya untuk memecahkan masalah dari berbagai aspek. Pemimpin transformasional sesungguhnya merupakan agen perubahan. apakah dari level bawah ataukah dari atas?. Seorang pemimpin transformasional adalah seorang pemimpin yang mempunyai keahlian diagnosis. diperlukan mekanisme yang menjamin obyektivitas dengan berpedoman kepada prinsip tri pola dasar yaitu kepribadian. Teori atau model ini merupakan model yang relatif baru dalam studi-studi kepemimpinan dan digagas oleh James Mac Gregor Burns pada tahun 1978.8 Walaupun mungkin belum sepenuhnya benar.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD Rasanya cukup membanggakan ketika membaca tulisan Letjen TNI Syaiful Rizal pada Majalah Yudhagama bulan Maret 2010 yang berani mengatakan bahwa pimpinan TNI AD saat ini telah membuktikan keunggulan kualitas determinasi dan visionary-nya. kemudian muncul pertanyaan darimana memulai untuk mencetak pemimpin-pemimpin yang transformasional?. Tidak saja visi untuk menjadikan TNI AD sebagai “The world class-Army” sebagai “shock strategis” bagi komunitas internasional. masih saja menemui berbagai tantangan dan hambatan. seorang pemimpin TNI AD yang transformasional harus mampu dan mau mengesampingkan berbagai previlege yang selama ini dinikmatinya demi melakukan sebuah perubahan besar. Tentu saja proses itu harus dijalankan secara simultan dari kedua sisi. Fungsi utamanya adalah berperan sebagai katalis perubahan. Pemimpin TNI AD masa depan pada satu sisi harus memilliki keberanian untuk menggagas perubahanperubahan penting kearah yang lebih positif. bersikap dan bertindak selama ini. bukannya sebagai pengontrol perubahan. maka prioritas harus diletakkan pada aspek kepribadian yang merupakan karakter utama seorang pemimpin Volume 33 No. karena memang erat kaitannya dengan transformasi yang terjadi dalam suatu organisasi. sehingga berbagai diskusi tentang kepemimpinan sering membandingkan atau mempertentangkan keduanya. membawa pembaharuan dalam etos kerja kinerja manajemen. Disisi yang lain. telah dikenal luas sebuah teori yang disebut dengan teori kepemimpinan transformasional. Ketika proporsionalitas ketiga aspek tersebut tidak bisa terpenuhi secara optimal. Elemen yang paling utama dari karakteristik seorang pemimpin transformasional adalah dia harus memiliki hasrat yang kuat untuk mencapai tujuan organisasi. hingga pada akhirnya perubahan itu merupakan kehendak bersama seluruh komponen organisasi. sebagaimana lazimnya dalam sebuah kehidupan.

terarah dan terukur dan dijalankan secara konsisten. KESIMPULAN. Pemimpin yang transformasional memang tidak dengan sendirinya akan mampu membawa perubahan yang signifikan manakala lingkungan sosial tidak mendukungnya. sehingga perubahan-perubahan yang diharapkan akan mendapatkan dukungan secara bulat dari berbagai komponen. Mekanisme tersebut sudah sewajarnya diteruskan dengan jaminan bahwa proses itu dilakukan secara obyektif dan digunakan secara proporsional. Yang tidak kalah pentingnya adalah kemauan perubahan yang datang dari level atas. Apabila hal ini dapat dilakukan dengan baik. Disamping buku-buku referensi yang bersifat teoretis. dalam arti bahwa pikiran dan tindakannya dicurahkan sepenuhnya untuk kepentingan organisasi dan anak buah. merupakan langkah relevan untuk menilai kepribadian dan tingkat akseptabilitas seorang perwira dimata senior. Sedangkan jasmani merupakan aspek pendukung yang secara alami dapat dilatih atau dibentuk melalui proses latihan. namun kepustakaan TNI AD dibidang tersebut perlu terus diperkaya agar tidak berkurang relevansinya dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis yang terjadi. yaitu pada unsur pimpinan puncak di lingkungan TNI AD. Secara filosofis. dimulai dari satuan-satuan operasional. pada masa-masa pembinaan dan pengembangan perwira sebagai pemimpin. Transformasi TNI AD pada dasarnya merupakan sebuah proses yang telah. efektif. “value” tertinggi dari seorang pemimpin adalah ketika dia mampu menempatkan dirinya sebagai pelayan bagi organisasi dan anak buahnya. sedang dan akan terus dilakukan guna membawa TNI AD menjadi organisasi yang profesional.Jurnal Yudhagama dengan ditunjang oleh kemampuan intelektualitas yang mampu membangun rasionalitas berpikir guna mengembangkan organisasi. Walaupun kepemimpinan adalah seni dan sekaligus ilmu. mekanisme sosiometri yang telah dimulai oleh TNI AD sejak awal tahun 2011 dan yang baru saja dilaksanakan dengan mengusung aspek kepemimpinan. namun setidaknya pemimpin yang transformasional dapat menjadi agen perubahan dan secara pelan namun pasti mampu mempengaruhi lingkungan untuk secara bersama-sama melakukan perubahan menuju sasaran yang disepakati bersama. efisien dan modern sesuai dengan tuntutan dinamika perubahan lingkungan strategis. sifat dan ciri kepemimpinan yang diperolehnya di buku-buku pelajaran sekolah. maka proses transformasi dan sasaran yang diharapkan akan lebih mudah tercapai. TNI AD harus menciptakan atau membentuk pemimpin-pemimpin yang transformasional sejak proses rekruitmen dasar. Harus diakui bahwa TNI AD kurang memiliki referensi yang memadai dibidang kepemimpinan. pembinaan di satuan hingga seleksi lanjutan dengan menjamin obyektivitas serta proporsionalitas penggunaannya. integritas serta kerjasama. Transformasi tersebut harus dilaksanakan secara komprehensif hingga menyentuh pada aspekaspek kultural agar sasaran dapat tercapai secara optimal. Pada proses seleksi lanjutan untuk memilih pemimpin pada berbagai tingkat golongan. TNI AD juga perlu mempertimbangkan untuk merumuskan buku-buku pedoman praktis pembinaan dan pengembangan kepemimpinan perwira untuk dijadikan sebagai bahan acuan bagi kaderisasi pemimpin-pemimpin TNI AD dimasa depan. maka penghormatan dan loyalitas dari anak buah akan secara otomatis diterima dengan ketulusan dan akan memberikan jalan yang mudah untuk menggerakkan seluruh komponen organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Para pemimpin yang telah berada pada level puncak organisasi harus lebih terbuka pada gagasan-gagasan perubahan. I Edisi Maret 2013 walaupun datangnya dari bawah. berani melakukan perubahan dan mampu mengartikulasikan arah kebijakan secara gamblang kepada internal organisasi maupun kepada publik. rekan maupun juniornya berdasarkan penilaian obyektif. TNI AD memerlukan pemimpinpemimpin yang transformasional. Walaupun hakekat dasar dari kepemimpinan tidak berubah. karena ketika seorang perwira ditanya tentang kepemimpinan maka yang ada di benaknya adalah 11 azas. 54 Volume 33 No. maka diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin TNI AD pada level penentu kebijakan atau pengambil keputusan strategis yang mumpuni. . Selanjutnya. Ketika pemimpin pada semua tingkat atau golongan telah mampu memposisikan dirinya sebagai pelayan bagi organisasi dan anak buahnya. Bila pemimpinpemimpin yang transformasional telah dimiliki oleh TNI AD secara memadai. Aspek kultural lain yang perlu dirubah untuk menciptakan pemimpin yang transformasional adalah persepsi bahwa pemimpin adalah pihak yang harus dilayani oleh bawahan. namun karakter kepemimpinan yang transformasional lebih banyak dibentuk oleh sebuah proses. harus difasilitasi secara konstruktif untuk mendukung proses transformasi yang sedang dilaksanakan. Ide-ide atau gagasan perubahan tersebut apabila telah dievaluasi akan menghasilkan dampak positif yang besar. sehingga tidak terkesan seolaholah menjadi “pembunuh berdarah dingin” bagi karier mereka yang ranking sosiometrinya rendah. diperlukan mekanisme pembinaan yang teratur. Dalam hal ini. Untuk mengawal dan mengawaki proses transformasi tersebut.

5. 9. 2004 Army Transformation Roadmap. 4. Pendidikan. Pama Yonarhanudri-3 8. MA Letkol Arh/11940030240771 Trenggalek/22-07-1971 Islam Kawin Akmil/1994 Dandim-0505/JT II. 31. Letjen TNI Syaiful Rizal psc. Kabagprogar Bagprogar Setpussenarh 17. Seskoad B. Riwayat Penugasan. Danraimer A Yonarhanudri-3 9. Jurnal Yudhagama Tahun XXX Bulan Maret 2010. 2. A. Dapat dibaca di Army Transformation Roadmap 2028 (Philippine Army’s 18-year Strategic Plan). Bandung. Susdanrai Arh 3. 31 Januari 2012. 8.wikipedia. psc. Sip. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. hal. Jabatan III. Metro Manila/ 6. Letjen TNI Syaiful Rizal. Alexandra Retno Wulan. Kerjasama Pusat Penelitian Politik LIPI dan Sesko TNI. 6. 4. 2004 Army Transformation Roadmap. Riwayat Jabatan. 7. Agama 5.. 2004. Kauryanops Psi Sops Kopassus 6. http://en. Sumber Pa/Th 7. hal. Danton-1/A Yonarhanudri-3 4. Kabaglatorsat Sdiirbindiklat Pussenarh 16. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca di United States Army. Danton-2/B Yonarhanudri-3 3. open publication Aug. 29 Mei 2002.. 5. Australia USA Australia Polandia Thailand Perancis Jepang Australia : : : : : : : : 1996 1997 2004 2007 2007 2011 2011 2012 : : : : : : : Hamim Tohari. hal 1-4. Ibid. Selapa Arh 4. 3. Akmil 2. Dikbangspes. A. 2. A Journey Towards Good Governance and Performance Excellence. 1. 04-S-2404. Nama 2. Danyon Arhanudri-1/1 Kostrad 18. the imperative to transform. I Edisi Maret 2013 55 . Kasilitbangmat Arh Baglitbangmat Pussenart 13. Kasi-1/Intel Menarh-1/F Dam Jaya 12. Sussarcab Arh 3. Danden Rudal-003/Dam Jaya 14. Pama Denma Kopassus 7. United States. 8. Tardandim : : : : : : : : 1994 1994 2003 2008 1996 2000 2010 2011 IV. hal 1-3. Tempat/Tgl. Naskah Akademik Struktur Organisasi TNI Masa Depan. Kasilitbangmat Arh Baglitbangmat Pussenart 11. Tempo Online. Department of Defense. Determinan Transformasi TNI AD ?. Luar negeri. Office of the Asst Chief of Staff for Plans. Danton-3/B Yonarhanudri-3 2. Ikrar Nusa Bhakti dkk. 3. G5. Kasi-2/Ops Yonarhanudri-3 10. Status 6. Data Pokok. 1. Philippine Army. Sussa Inggris 2. Kabaglatorsat Sdiirbindiklat Pussenarh 15. Kelemahan Proses Transformasi Militer Indonesia. Fort Andres Bonifacio. Pangkat/NRP 3. 6. 1. 7. Dandim-0505/JT Rem 051/Wkt Volume 33 No. Sip. 1. 1. Pama Kopassus 5. by the Office of Freedom of Information and Security Review.org/wiki/Transformational_ leadership. 8. PS. Dikbangum.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD End notes. Susdanyon 4. July 2004. 1. Adaptabilitas Perwira Terhadap Perubahan Lingkungan Operasional. Lahir 4.

MUNGKINKAH? yang unggul yang profesional. penanggulangan bencana alam. modern. mantan Menteri Pertahanan. kualitas. sejak masih aktif berdinas sebagai perwira militer. baik kemampuan. Tetapi berkelas dunia? Apa maknanya? Dalam kaitan apa? Mengapa Tentara Nasional Indonesia harus berkelas dunia? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering dilontarkan oleh para perwira TNI dalam berbagai kesempatan di forum akademis maupun perbincangan sehari-hari membahas masa depan TNI AD yang kita cintai ini. seperti Amerika Serikat. atau paling tidak menyimak isi-isi pidatonya yang mudah diakses melalui situs resmi Presiden RI. Kita gagah karena kita juga knowledgeable. Bayangkan. (Pembantu Asisten Sespri Presiden RI) “Saya ingin Jenderal-Jenderal kita berwibawa. maupun kontra terorisme. yang akrab disapa SBY ini. Yang menarik dari harapan Presiden adalah katakata berkelas dunia itu. tentu tidak akan sulit memahami visi. Kemanapun berinteraksi. efektif dan tentu saja berkelas dunia. secara umum kemampuan dan kualitas yang unggul tersebut belum menjadi standard bagi perwira TNI secara keseluruhan. Sudah siapkah kita menyambut peluang tersebut? Di satu sisi. Penulis mencermati bahwa grafik permintaan pasukan pemeliharaan perdamaian kepada Indonesia selalu menanjak dari tahun ketahun. baik dari segi pengetahuan dan keterampilan militer secara universal. misi dan komitmen Jenderal Bintang Empat ini. Padahal tantangan kedepan semakin membutuhkan sosok perwira perwira TNI yang kapabel untuk memimpin pasukan multinasional. bandingkan dengan tahun 2012 yang mencapai lebih dari 1800 orang. Perwira kita berwibawa. maupun aspek komunikasi dan kemampuan menguasai bahasa pengantar internasional. aspek networking. untuk membangun TNI lebih baik dari masa kemasa. saat berdinas di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI selaku Kepala Seksi Siap Operasi. Bahkan. Kita mudah memahami tentang arti profesionalisme. jika diamati lebih jauh. Dr. Hanya saja. entah dalam peacekeeping missions. jumlah pasukan kita di Libanon saja pada tahun 2006 hanya 850 personel. Sebenarnya TNI tidak kalah dengan mereka yang berasal dari negara-negara maju di dunia. maupun kinerja yang dimiliki oleh para perwira kita. maupun negara-negara di Eropa Barat. entah dalam disaster relief operations atau dalam seminar dan simposium. I Edisi Maret 2013 . Dari pengertian sederhana itu. Australia. efektif dan menentukan. atau mendengarkan ceramahnya. latihan maupun penugasan operasi di luar negeri saat aktif di militer memiliki penilaian bahwa secara individu. Iftitah Sulaiman S. Tetapi Oleh : Mayor Kav M. Presiden telah mendambakan institusi TNI. kita punya outlook yang bagus serta tampil percaya diri…Saya lihat generasi Pak Benny Moerdani sudah hilang…Kita sekarang butuh perwira yang orang lapangan dengan wawasan global dan punya pengalaman kredibel. khususnya TNI AD diawaki oleh perwira perwira dengan kompetensi dan kualitas Volume 33 No. modern. tidak berlebihan bila Presiden yang kerap mendapatkan peluang untuk mengikuti pendidikan.Jurnal Yudhagama TNI AD MENUJU TENTARA KELAS DUNIA. Kolonel kita. Menurut Prof. baik dalam operasi pemeliharaan perdamaian. kita sorot soal kemampuan berbahasa saja. Juwono Sudarsono. kata-kata kelas dunia sebenarnya lebih mengacu kepada standard internasional. 21 April 2011 B 56 agi siapa saja yang pernah berdiskusi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.” Presiden SBY.

Karena transformasi juga adalah soal perubahan mind-set. 80% hambatan Satgas adalah soal penguasaan bahasa Inggris. PERWIRA TNI AD HARUS BERKELAS DUNIA. para jenderal tersebut berkelas dunia. para perwira yang dikirim untuk mengikuti pendidikan ataupun penugasan di luar negeri adalah mereka yang dianggap memiliki keunggulan pengetahuan dan keterampilan militer dibandingkan dengan rekan-rekannya. berupaya menggali pendapat dari semua lapisan perwira. sebagai Panglima Pasukan PBB di Timur Tengah pada era 70an. bukan hanya keinginan para penulis saja. Dengan keterbatasan bahasa itu saja. keinginan kuat untuk melakukan perubahan itu. Termasuk bagi yang berkesempatan untuk melaksanakan penugasan operasi dibawah naungan PBB di berbagai misi pemeliharaan perdamaian dunia. jawabannya tentu tidak. tentu akan semakin membuka wawasan serta menambah ilmu pengetahuan bagi yang bersangkutan. Kita memiliki Jenderal Benny Moerdani. Mereka juga mendapatkan pengalaman yang berharga untuk bekerja di dalam sebuah sistem dan mekanisme Volume 33 No. tentu akan semakin mempercepat terwujudnya proses transformasi itu. Dampaknya akan baik bukan saja untuk TNI dan khususnya TNI AD. Lalu apakah kita lantas hanya berpangku tangan sembari terpesona dengan sejarah dan nostalgia kehebatan yang dimiliki oleh para jenderal itu? Penulis yakin. Kita juga memiliki Jenderal SBY. transformasi akan mudah hilang. termasuk dari sisi penguasaan bahasa asing. Bahkan sering terjadi perwira piket harus memanggil interpreter setiap kali ada telepon berdering. sebagai arsitek operasi pembebasan sandera di Thailand pada era 80an. Bila musiman saja. yakni mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia. Dengan demikian. Keinginan yang kuat dari institusi untuk berubah kearah yang selalu lebih baik. sebagai Komandan Pengamat Militer di Bosnia pada era 90an. penulis juga dalam menyusun tulisan ini. agar saripati yang dihasilkan dalam tulisan ini bisa lebih membumi. Untuk itu. rekan satu angkatan. Apabila kita membaca perjalanan sejarah TNI. dapat mudah terbaca melalui Jurnal Yudhagama ini. tidak sedikit nara sumber yang secara kritis berharap agar proses transformasi ini menjadi gerak kehidupan organisasi TNI AD.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD dalam setiap laporan evaluasi Satuan Tugas (Satgas). aspek global networking yang luas. kita masih dipuji-puji oleh dunia internasional atas kinerjanya yang melampaui panggilan tugas. Pada umumnya. kita pernah memiliki Jenderal Rais Abin. tetapi juga untuk Merah Putih. dan bukan sekedar musiman. maka sekali lagi. bisa kita katakan. I Edisi Maret 2013 57 . makin banyak prajurit yang tergerak untuk bertransformasi. disamping beberapa tokoh sipil pengamat militer. serta senior dan junior. latihan maupun penugasan luar negeri ini. khususnya bagi para perwira. harus juga menjadi keinginan seluruh pembaca. serta aspek komunikasi dan kemampuan menguasai bahasa internasional. Yang menggembirakan. Tentu peluang untuk memimpin pasukan multi nasional akan semakin terbuka lebar. Hanya saja. apalagi bila kita menguasai bahasanya. Kesemua Jenderal tadi memiliki pengetahuan dan keterampilan militer mumpuni. Dengan mendapatkan pengalaman mengikuti pendidikan. semudah musim berganti.

pembangunan. hingga pendidikan tertinggi. pendidikan yang berkualitas secara berjenjang menjadi kunci utama dalam mencetak prajurit-prajurit dan sumber daya manusia lainnya di bidang pertahanan yang berkelas dunia. Dengan demikian. counterterrorism. baik dari segi kemajuan ekonomi. termasuk kemajuan di bidang pertahanan dan militer. Pengamatan para nara sumber ini tidak berarti bahwa kita “mendewadewakan” sistem pendidikan dan latihan yang berlaku di militer negara-negara maju. kita harus cerdas untuk memetik pengalaman berharga dari perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Seorang perwira TNI AD tidak cukup hanya berbekal dan mengandalkan kemampuan fisik dan teknis kemiliteran saja. peacekeeping. kita harus dapat mengakui bahwa negara berkembang. para perwira yang tidak memiliki pengalaman luar negeri pun dapat mengisi dirinya dengan berinteraksi dalam rangka saling belajar dan saling melengkapi antara satu sama lainnya. sekali lagi secara relatif. Hal ini bukan saja dikemukakan oleh para nara sumber. yakni Seskoad. bisa menyiapkan perwira-perwira TNI AD yang berkelas dunia. masih perlu banyak belajar dari apa yang telah dicapai oleh negara-negara maju di dunia. I Edisi Maret 2013 . yang terus mengamati dari luar. mencapai kesejajaran dan bahkan dapat melebihi negaranegara yang saat ini masuk kedalam klub negara maju. maka semua prajurit. khususnya dibidang pendidikan. mengharuskan kita untuk meningkatkan human capital. Presiden menyampaikan harapannya agar lembaga-lembaga pendidikan yang dimiliki TNI AD. Namun. termasuk dalam peningkatan kualitas sumber daya Perwira TNI AD. Dalam pembicaraannya lebih lanjut. Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu haus untuk belajar dari keunggulan yang dimiliki bangsa-bangsa lainnya. Terbatasnya kesempatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya perwira TNI AD melalui program-program kerjasama militer dengan negara lain. kita juga memiliki berbagai keunggulan yang dapat dijadikan sebagai referensi konstruktif bagi militer negaranegara maju tersebut. konsep scholar soldier yang kini tengah dikedepankan oleh TNI AD harus terus ditingkatkan. harus diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengikuti semua level pendidikan yang ada di TNI AD. Konsep scholar soldier sendiri menjadi salah satu prasyarat dari sebuah 58 Volume 33 No. tetapi juga oleh Presiden. Saat ini. Apa yang disampaikan Presiden selaku Panglima Tertinggi TNI sebagaimana dikutip di awal tulisan adalah wujud perhatiannya terhadap kondisi yang terjadi saat ini. outcome-nya adalah perwira-perwira yang semakin unggul dibandingkan dengan rekan-rekannya yang tidak memiliki kesempatan yang sama. Revolution in Military Affairs telah menjadi agenda utama dalam rangka memodernisasi sistem senjata dan peralatan perang sebuah negara. khususnya para perwira. baik dengan perwira TNI yang kembali dari luar negeri maupun Perwira Asing yang berkunjung ke Indonesia. Terutama jika kita berbicara tentang pengalaman didalam counterinsurgency. berlangsungnya transformasi di lingkungan TNI AD. dengan semakin tingginya ketergantungan terhadap kecanggihan teknologi dan Alutsista. Tentu ini semua harus didasarkan pada karakter jati diri bangsa serta nilai-nilai luhur budaya Indonesia. Secara realistis. teknologi. dengan semakin tingginya tantangan tugas. Dalam mewujudkan hal tersebut. Sebenarnya sistem pendidikan di jajaran TNI AD telah berjalan dengan baik. Kita ingin mengejar ketertinggalan. Menurut Presiden. sehingga mampu menghadapi tantangan abad XXI yang tidak semakin mudah. namun dibutuhkan pengetahuan dan wawasan yang luas serta pemahaman terhadap perkembangan situasi lingkungan strategis regional dan global yang relevan dengan tugas pokoknya. Dengan demikian. seperti Indonesia. sumber daya manusianya. Selanjutnya. Karena di sisi lain. diharapkan menjadi pemicu bagi TNI AD untuk segera mewujudkan kemandirian dalam rangka mencetak kader-kader perwira yang berkelas dunia. yang unik dan memiliki keunggulannya tersendiri. Secara objektif. Merekapun tidak lepas dari permasalahan dan kekurangan. dan bagaimana winning the hearts and minds of the people.Jurnal Yudhagama kerja yang profesional. pendidikan. conflict resolution. modern dan berkelas dunia. PEMBENAHAN INTERNAL LEMDIK TNI AD : PROSES TIADA AKHIR.

bagaimana mengaplikasikannya dalam sistem pendidikan TNI AD? Tentu semua itu akan berpengaruh terhadap kurikulum pendidikan. Negara kita tercatat sebagai 3 besar dunia dalam jumlah pengguna social media. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagi prajurit maupun satuan-satuan yang terlibat untuk dapat mencapai tingkat profesionalisme yang berstandar internasional. Lebih jauh lagi. personel TNI AD dapat belajar lebih banyak tentang Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku di lingkungan militer internasional. namun juga dalam sejumlah penugasan luar negeri. Indonesia memiliki potensi untuk itu. khususnya proses pendidikan di semua lembaga pendidikan TNI AD. Menabukan social media bagi para prajurit TNI AD justru akan semakin menjauhkan institusi dari solusi masalah. menghargai orang lain dan menyampaikan pandangan-pandangannya yang memiliki solusi atas berbagai permasalahan. Beberapa peristiwa kerusuhan di dalam negeri juga terjadi karena dipicu penggunaan media sosial. Termasuk juga berkesempatan untuk belajar dari pengalaman dan keunggulan dari negara-negara lain yang berkontribusi dalam misi serupa. Cara berpikir outward looking ini memberikan pandangan baru dan bahkan membuka wawasan personel TNI AD. Di samping konsep asymmetric warfare dan 4th generation warfare.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD angkatan bersenjata berkelas dunia. Keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh TNI AD tersebut bukan hanya ditunjukkan dalam penugasan dalam negeri. personel TNI perlu memiliki kesadaran akan kemajuan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) atau yang lebih dikenal dengan Information and Communication Technology (ICT) awareness. Melalui pemahaman yang utuh terhadap peraturan-peraturan internasional yang berlaku. Dengan mencermati berbagai hakikat tantangan tersebut. Oleh karena itu. Menurut para nara sumber. tentunya konsep cyber warfare. tentunya akan membantu personel TNI AD untuk bisa menunjukkan performa yang baik dan mampu bersaing dengan personel militer dari negara lain. tentu saja harus dikaji lebih dalam di lembaga-lembaga pendidikan. tentunya TNI AD tidak dapat lagi mengandalkan postur militer pada perang generasi ke-3 yang dimilikinya. Pertanyaan yang paling mendasar sebenarnya adalah apakah kurikulum pendidikan yang ada saat ini sudah menjawab berbagai tantangan yang akan dihadapi itu? Khususnya untuk menghasilkan perwira lapangan dengan wawasan global dan pengalaman yang kredibel. I Edisi Maret 2013 59 . bahkan memanfaatkan kehadiran media sosial untuk kepentingan aspek pertahanan dan tugas pokok TNI AD. para perwira TNI harus selalu bertindak dengan mengedepankan pandangan yang bersifat outward looking dan menghindari cara berpikir meminjam istilah para senior seperti “katak dalam tempurung”. Konsep ini sangat kontekstual mengingat saat ini telah terjadi perubahan paradigma bentuk ancaman dari tradisional menjadi nontradisional. Melalui partisipasinya dalam penugasan PBB. Demikian pula dengan kemunculan konsep-konsep perang modern. khususnya abit Seskoad. Sebagai militer yang profesional. Lantas apa antisipasi TNI AD menghadapi situasi tersebut? Penulis berpendapat. Semakin meningkatnya peran TNI saat ini tercatat berada dalam peringkat 14 Troops Contributing Country dalam misi-misi PBB. Yang harus dilakukan adalah bagaimana mengajari prajurit kita agar bijak dan tepat dalam penggunaan media sosial. menjadi keharusan untuk dipahami. Ambil contoh soal yang paling hangat saat ini adalah tentang social media dan pengaruhnya terhadap aspek keamanan nasional. dalam menyikapi dinamika yang terjadi dewasa ini. para calon siswa yang diharapkan lulus adalah para perwira yang selalu membuka dirinya dalam proses berdiskusi dan berinteraksi. Kita ketahui bahwa terjadinya proses pergerakan massa besarbesaran di Timur Tengah yang menuntut demokrasi adalah ekses dari penggunaan social media seperti twitter dan facebook serta youtube. 4th generation warfare misalnya. yang marak dalam satu dekade terakhir. juga tidak boleh diabaikan oleh TNI AD dalam mewujudkan sebuah Angkatan Perang yang profesional dan modern. Rules of Engagement (ROE) serta Hukum-hukum Internasional lain yang telah diratifikasi. Mengapa? Dalam salah satu kegiatan seleksi Seskoad dengan materi psikologi misalnya. Volume 33 No. tetapi milik semua perwira TNI AD. menuntut TNI AD untuk bisa bersikap adaptif terhadap lingkungan strategis baik regional maupun global yang senantiasa dinamis. kini saatnya TNI AD bersiap diri secara pengetahuan dan keterampilan dengan memberikan materi social media di bangku pendidikan. sebagai tentara profesional yang adaptif dan siap menghadapi ancaman maupun tantangan keamanan masa kini. sehingga dapat memberikan motivasi untuk selalu memelihara keunggulannya dari personel militer negara lain. Bahkan melalui penerapan konsep scholar soldier. perubahan cara berpikir maju ini bukan milik para perwira lulusan luar negeri. Dalam konteks tersebut. tentu TNI AD harus selalu dapat beradaptasi dengan tuntutan perkembangan zaman. hadirnya bentuk perang asimetris di berbagai belahan dunia menjadi pelajaran berharga yang harus dipedomani oleh TNI AD. sekali lagi. Dalam menghadapi perang generasi ke-4. Semua itu. personel TNI AD juga diharapkan bisa lebih memahami aturan-aturan internasional yang berlaku dalam perang maupun penanganan konflik.

maka dibutuhkan kehadiran lembaga pendidikan tinggi kredibel dan berkelas dunia. I Edisi Maret 2013 dan outward looking yang akan mampu menghadapi tantangan abad XXI yang sangat kompleks. sekaligus harus memiliki daya intelektual yang baik. Tidak harus selalu masukan dari satuan pengguna merubah kurikulum yang ada. Seperti penggunaan bahasa Inggris misalnya. Dalam konteks ini. Komentar seperti ini seringkali diluruskan oleh Presiden. beberapa materi pendidikan justru dikembangkan dan diajarkan di satuan-satuan pengguna. terutama atasan langsung satu atau dua tingkat. tetapi juga untuk satuan pengguna. Presiden memahami bahwa militer hanyalah sebuah komponen dalam sebuah perang maupun dalam pengelolaan pertahanan dan keamanan negara. Sebaliknya. Presiden menganggap penting berdirinya sebuah institusi pendidikan untuk mempersiapkan kader-kader pimpinan di bidang pertahanan yang tidak hanya menguasai pengetahuan teknis dan taktis kemiliteran. berkarakter Sapta Marga. diharapkan para perwira TNI memiliki daya analisa terhadap sebuah permasalahan keamanan secara lebih tajam dan komprehensif.” Dengan intelektualitas yang baik. Hanya mereka yang mampu berpikir out of the box 60 Volume 33 No. Dalam rangka menjawab tantangan untuk memenuhi kualitas sumber daya manusia yang unggul. atau pun forum akademis lainnya.Jurnal Yudhagama STRATEGI MELIBATKAN SATUAN PENGGUNA. untuk mencetak kader-kader pemimpin yang cakap dalam mengelola berbagai isu pertahanan dan keamanan. selayaknya para pimpinan Lembaga pendidikan melakukan komunikasi dengan para pengguna peserta didiknya. Dalam forum seperti Rabiniscab atau Apel Dansat. karena keterbatasan alokasi waktu. di tengah kompleksitas dunia yang terus berubah dengan cepat. Komunikasi ini juga bukan hanya sebagai feedback bagi lembaga pendidikan. Atau Komandan Seskoad dengan para Pangkotama. loyalitas tentara akan semakin bermakna. jago berperang. UNIVERSITAS PERTAHANAN: BABAK LANJUTAN PEMBANGUNAN SDM TNI. loyalitas tentara bisa menjadi loyalitas buta yang tidak rasional. Selain itu. Bisa saja terjadi. tapi juga memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan dalam lingkup yang lebih strategis. yang justru dapat menciderai organisasi secara keseluruhan. yang setara dengan . Komunikasi ini harus terus intens dilakukan setiap tahun secara berkesinambungan. Disamping pembenahan lembaga pendidikan di lingkungan TNI AD. Apakah para lulusan kursus atau sekolahnya telah memenuhi harapan para pengguna? Apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh para lulusannya? Apa saja materi yang perlu ditambah atau dikurangi di setiap jenis kursus/sekolah itu? Komunikasi seperti itu bisa dilakukan antara Gubernur Akademi Militer atau Danpusdik dengan para Komandan Batalyon misalnya. Lulusan terbaik Seskoad 1989 ini menegaskan: “Tentara itu ya harus loyal. tidak perlu pintar. tanpa intelektualitas. Tidak sedikit yang berseloroh bahwa tentara itu tugasnya berperang. Dengan demikian diperlukan tingkat pemahaman yang lebih utuh terhadap posisi Indonesia dikaitkan dengan aspek geopolitik. geostrategi dan geoekonomi. solusi terbaik bagi TNI AD untuk melakukan transformasi dibidang pendidikan adalah dengan melibatkan satuan pengguna. Menurut beberapa nara sumber yang juga para pakar pendidikan. Komunikasi dua arah yang terjalin baik antara lembaga pendidikan dan satuan pengguna akan mengeliminir kesenjangan harapan keduanya terhadap para lulusan lembaga pendidikan itu. Presiden melalui Kemhan RI telah mendirikan Universitas Pertahanan Indonesia pada awal Maret 2011. yang terpenting adalah loyalitasnya. Tentu akan lebih efektif bila bahasa Inggris dipelihara kemampuannya di satuan setiap hari. dibandingkan hanya mengandalkan pada jam pelajaran di bangku pendidikan.

kita juga dapat menarik berbagai pelajaran dari kekurangan yang dimiliki TNI selama perjalanannya dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. di dalam maupun luar negeri. kesempatan bagi para perwira TNI AD untuk menerbitkan buku sangat luas. which are practicable in the immediate future” (Menjadi tugas setiap prajurit. di sisi lain. Liddell Hart. hendaknya dapat dikaji secara utuh dan objektif. in the endeavor to discover improvements. Menurut Gramedia. Dengan berdirinya Universitas Pertahanan. serta internal conflict resolution. sehingga Program Pendidikan yang dikembangkan pun juga berorientasi kepada bidang-bidang tersebut. Oleh karena itu. baik counterinsurgency. juga diharapkan bisa terlibat secara utuh dalam kegiatan-kegiatan yang menjadi bagian dari Operasi Militer Selain Perang. Padahal. maka TNI AD harus dapat memanfaatkan kehadirannya sebagai wadah untuk mewujudkan SDM Perwira TNI AD berkelas dunia. Di samping itu. seperti Jenderal Nasution dengan Buku Perang Gerilyanya. baik dalam lingkup kerjasama program pendidikan maupun kegiatankegiatan akademik lainnya. counterterrorism. Selain itu. I Edisi Maret 2013 61 . menjadi salah satu kunci keberhasilan TNI AD dalam menyiapkan SDM TNI AD yang unggul dan berkelas dunia serta sukses dalam mengemban tugastugas mendatang. untuk merefleksikan pengalaman-pengalaman di masa lalu. Ia mengatakan: “It should be the duty of every soldier to reflect on the experiences of the past. transformasi pun bisa dilakukan secara informal. militer. khususnya militer Indonesia. sehingga TNI justru seringkali membaca dan mempelajari lessons learned yang dimiliki oleh militer negara lain. Melalui buku dan Volume 33 No. sehingga dapat menjadi pelajaran berharga bagi prajurit TNI lainnya termasuk generasi selanjutnya. yang sulit adalah menemukan para penulisnya. militer memang dipandang dan dituntut untuk menjadi ahli dalam berperang. Ditinjau dari sudut pandang profesi. Selain melakukan transformasi pendidikan secara formal melalui lembaga pendidikan. TNI berkontribusi cukup besar sehingga konflik yang berkepanjangan tersebut dapat diselesaikan secara damai pada tahun 2005.H. latihan maupun operasi. B. kita juga bangga bila karya perwira TNI. baik pendidikan. BUDAYA MENULIS: SHARING LESSON LEARNED. dimana terbukti tidak banyak literatur yang dapat ditemukan maupun mudah diakses secara luas. Dengan prestasi yang telah ditorehkan oleh TNI dalam berbagai operasi. khususnya pelibatan dalam penanggulangan bencana. menjadi referensi berbagai Akademi Militer di dunia. Dari pengalaman-pengalaman tersebut. dalam upaya untuk menemukan perbaikan-perbaikan dalam lingkup tindakan tertentu yang dapat dikerjakan dalam waktu dekat) Berbekal pemahaman akan pentingnya lessons learned tersebut. sehingga pada akhirnya dapat memberikan keunggulan kompetitif dibandingan dengan militer negara-negara lainnya. serta membantu negara lain dalam proses perwujudan perdamaian dunia. maupun peacekeeping. Melalui berbagai lessons learned yang didapatkan dari setiap penugasan. serta bangsa dan negara. Keberhasilan TNI dalam pembebasan sandera di Bandara Don Muang Thailand yang dilakukan oleh Kopassus pada tahun 1981. Hal-hal itulah yang juga menjadi salah satu konsiderasi dalam pendirian Universitas Pertahanan. maka TNI AD harus terus secara kreatif membangun motivasi sekaligus menyediakan reward bagi para perwira TNI AD yang mau dan berkemampuan untuk menghasilkan karya-karya tulis tentang militer. Namun kelemahan yang ada saat ini adalah dalam mendokumentasikan berbagai keberhasilan dan kegagalan tersebut. maupun pembebasan sandera peneliti asing di Papua yang dilaksanakan oleh Brigif Linud-17 Kostrad pada tahun 1996 menunjukkan kualitasnya yang tidak kalah dengan negara lain. seiring dengan perkembangan zaman. militer dituntut pula untuk dapat menyelesaikan dan menyudahi perang secara damai. perwira TNI dapat belajar banyak untuk lebih meningkatkan kualitas pengabdiannya. Proses rekrutmen mahasiswa Unhan pun harus dilakukan sedemikian rupa sesuai dengan tuntutan tugas. Namun demikian. yang belum tentu juga cocok dengan tantangan dan medan tugas yang akan kita hadapi. pembelajaran dan penelitian. Sharing lessons learned dari sebuah generasi ke generasi berikutnya. Keberhasilan-keberhasilan ini tentunya menjadi catatan penting dan berharga yang harus diketahui oleh seluruh prajurit TNI dan generasi penerus dimasa yang akan datang. maka sebenarnya kita telah memiliki referensi yang sangat berharga untuk dapat digunakan bagi pengembangan kemampuan dan kualitas institusi di kemudian hari. TNI. sehingga personel yang mengikuti pendidikan dapat dimanfaatkan ilmunya untuk kepentingan organisasi TNI AD. menegaskan pula tentang pentingnya belajar dari pengalaman masa lalu. in his particular sphere of action. Seorang ahli strategi dunia.Media Informasi dan Komunikasi TNI AD sejumlah universitas pertahanan di negara-negara lainnya di dunia. Bahkan dalam menangani resolusi konflik di Aceh. TNI perlu melakukan pembenahan dalam proses dokumentasi untuk kepentingan pengkajian. Namun demikian. sinergitas antara lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan TNI AD pun perlu dilakukan dengan Universitas Pertahanan.

Berdasarkan pembahasan itu. agar proses transformasi dibidang pendidikan dapat terwujud dengan baik. Italia 3.Jurnal Yudhagama tulisan. Sumber Pa/Th 7. Dikbangspes. Kepala Sekretariat Staf Pribadi Panglima TNI 13. I Edisi Maret 2013 . serta sinergi dengan Universitas Pertahanan dan membudayakan menulis di kalangan perwira. Akademi Militer 2. masih banyak sumbangan pemikiran dari para perwira TNI AD. Selanjutnya. Pasi-2/Operasi Yonkav-11/ Kodam IM 5. Australia : 2006 : 2007 : 2010 IV. dimana semakin banyak karya perwira TNI AD menjadi referensi di lembaga-lembaga pendidikan militer luar negeri. yang bisa digali melalui forum serupa atau forum akademis lainnya. Data Pokok. 1. Kasi Pers Staf Pribadi Kasum TNI 10. Perwira Staf Operasi PPRC TNI 3. Pembantu Asisten Sespri Presiden RI 62 Volume 33 No. Sus Pelatih 4. Buku sebagai jendela dunia. Libanon 2. Riwayat Jabatan. 1. yang mungkin bisa digunakan untuk mewujudkan TNI AD sebagai tentara kelas dunia. paradigma baru TNI dan Doktrin Kartika Eka Paksi yang selalu memerhatikan tantangan tugas abad XXI yang semakin kompleks. jalan transformasi kearah postur prajurit TNI AD yang berkelas dunia nampaknya harus selalu dipelihara dengan baik. Luar negeri. Pasi Pulta Ditrenops PMPP TNI 11. juga akan mempercepat terwujudnya TNI AD sebagai tentara yang berkelas dunia. juga akan didapat pemahaman yang lebih baik dari seluruh komponen masyarakat tentang institusi kita. 1. Status 6. KIBI 3. Danton Yonkav-8 Tank / 2 Kostrad 2. Mayor Kav/11990035730377 Pandeglang/10-03-1977 Islam Kawin Akmil/1999 Pembantu Asisten Sespri Presiden RI III. Sus Pastaf 5. Ps. Riwayat Penugasan. Kasi Siap Ops Diternops PMPP TNI 12. Selapa MC : 1999 : 2000 : : : : : : 2000 2000 2001 2003 2006 2009 : : : : : : : M. Penulis berkeyakinan. TRANSFORMASI BIDANG PENDIDIKAN: TANGGUNG JAWAB SELURUH PRAJURIT TNI AD. Operasi Pemulihan Keamanan Aceh : 2004 3. Iftitah Sulaiman S. 1. Jabatan II. Pendidikan. Insya Allah. Agama 5. Danki Tank 13 Yonkav-1 Tank/1 Kostrad 8. TNI AD akan menjadi tentara kelas dunia. Tempat/Tgl. Kesemuanya itu tentu membutuhkan komitmen yang kuat dari kita semua. Transformasi dibidang pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab Lembaga Pendidikan. merupakan pedoman terbaik yang harus kita pilih. Danki Kavtai 1/BS Divif-1 Kostrad 9. Dalam negeri. Lahir 4. Nama 2. Sus Combat Intel 2. Upaya pembenahan sistem pendidikan TNI AD dengan memperbaiki kurikulum yang sesuai dengan tantangan tugas kedepan dan melibatkan satuan pengguna dalam prosesnya. RIWAYAT HIDUP SINGKAT PENULIS I. Pasi-2/Operasi Yonkav-8 Tank/2 Kostrad 4. A. Bukankah Universitas sejati adalah pengalaman penugasan di lapangan? Maka feedback terhadap lembaga pendidikan tentunya menjadi sangat penting untuk diberikan oleh seluruh prajurit TNI yang telah mendapatkan ilmu di lembaga pendidikan sekaligus mengimplementasikannya dalam berbagai ragam penugasan. Operasi Bantuan Kemanusiaan Aceh : 2005 B. agar keberadaan TNI AD tetap diakui dan prospektif. Danki Tank 83 Yonkav-8 Tank/2 Kostrad 7. Wadanki B Yon Mekanis Konga XXIII A 6. hanyalah beberapa alternatif penyelesaian masalah. A. Pangkat/NRP 3. Sus Paminu 6. 1. Sussarcab Kavaleri B. Operasi Rencong PPRC TNI Aceh : 2003 2. 1. Dikbangum. tetapi juga menjadi tanggung jawab kita.

I Edisi Maret 2013 Manuver Heli Bell pada Latihan Antar Kecabangan di Baturaja. 29 Agustus 2012 Media Informasi dan Komunikasi TNI AD 63 .Volume 33 No.

7 Oktober 2012 . Jakarta.Pameran Alutsista TNI AD di Monas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->