Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 Kesehatan Reproduksi Remaja

Laporan Pendahuluan

Badan Pusat Statistik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kementerian Kesehatan MEASURE DHS ICF International

fax: (021) 4243935. 661.depkes.go. Indonesia (Telepon/fax: (021) 345-6285. email: reports@measuredhs. email: pusdu@bkkbn.go.com. Jakarta 10560. fax: 301-572-0999. Beltsville Drive. MD 20705. Suite 300. Pembiayaan survei disediakan oleh Pemerintah Indonesia. 6-8. 11785. Jalan Dr. Sutomo No.id).id). Halim Perdanakusumah. Indonesia (Telepon: (021) 809-8018 ext.id). Calverton. yang dibiayai oleh U. atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Jalan Permata 1. email: sesban@litbang. Jalan Percetakan Negara 29. Indonesia (Telepon: (021) 426-1088. atau Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.S. Informasi tambahan tentang survei dapat diperoleh dari Direktorat Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS.Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian Kesehatan. Jakarta 10710. email: demografi@bps. Kementerian Kesehatan. Agency for International Development (USAID).go. Keterangan tambahan mengenai program Measure DHS dapat diperoleh dengan menghubungi: MEASURE DHS. Jakarta 13650. situs web: www. ICF International. USA (Telepon: 301-5720200. ICF International memberikan bantuan teknis melalui program Demographic and Health Surveys (MEASURE DHS).measuredhs.com). fax: (021) 800-8557. .

.

Indonesia MEASURE DHS ICF International Calverton. Indonesia Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Jakarta. Indonesia Kementerian Kesehatan Jakarta. Maryland USA Februari 2013 .Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 Kesehatan Reproduksi Remaja Laporan Pendahuluan Badan Pusat Statistik Jakarta.

.

.

.

................................................................................................................................................................... 13 Pengetahuan tentang Metode Pencegahan HIV-AIDS........................................................................................................................................................................................................................ v I PENDAHULUAN 1.....DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL DAN GAMBAR ............ Rancangan Sampel ......................................................................................................9 3..................................................................... 14 Pendapat terhadap Hubungan Seksual Pranikah ..................................................3 2............................................................................................................. 11 Merokok.................................. Pelatihan dan Lapangan........ 1 II PELAKSANAAN SURVEI 2........................8 3. .... Pengolahan Data .............................................4 Kuesioner ...........2 3................ 4 Karakteristik Responden .........3 3............2 2...... 2 2 3 3 III HASIL 3............. 16 iii ................................................................................................................. Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang...........................2 Latar Belakang ....4 3...................................10 3............... 7 Diskusi tentang Kesehatan Reproduksi....................................... 9 Umur Ideal Mempunyai Anak Pertama Kali ..................................... 15 Pengalaman Seksual........................ 5 Pengetahuan tentang Perubahan Fisik pada Pubertas ............................... 8 Pengetahuan tentang Metode Kontrasepsi ............................1 2.....1 3.............................1 1............................................................................................. 4 Akses Terhadap Media Massa ...................................................6 3................................................................. 9 Pendapat tentang Perkawinan ...................................12 Hasil Kunjungan ...........................................................................................................................................11 3..............................................5 3............................... 1 Tujuan Survei ..........................................................................7 3.....

iv .

................... 8 Diskusi tentang mimpi basah sebelum mengalami mimpi basah yang pertama: pria.. 16 Akses terhadap media massa ... minum minuman beralkohol dan penggunaan obat terlarang .......................................................................................... 6 Pengetahuan tentang perubahan fisik saat pubertas.........1 Tabel 8..... 10 Umur ideal kawin pertama untuk pria ..................................................................................1 Tabel 7..................................................................................... 7 Diskusi tentang haid sebelum mendapat haid yang pertama: wanita............................. 9 Umur ideal kawin pertama untuk wanita ....................................................................................................................................DAFTAR TABEL DAN GAMBAR Halaman Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5........2 Tabel 6 Tabel 7.............................. 5 Akses terhadap media massa .....................1 Tabel 5........................................................................ 8 Pengetahuan tentang metode kontrasepsi ........................................................................2 Tabel 8................................................................... 16 Pengalaman seksual ............ 13 Merokok............................................................................................................. 11 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita ......................... 12 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria ...............................................2 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Gambar 1 Hasil wawancara rumah tangga dan perseorangan ............ 15 Pendapat terhadap hubungan seksual pranikah ...................................................................................................... 14 Pengetahuan tentang metode pencegahan HIV-AIDS ............................................... 6 v ............... 4 Karakteristik latar belakang responden .................

vi .

konsumsi alkohol. mereka yang berumur 15-24 tahun ditanya pengetahuan tentang sistem reproduksi manusia. yang dibiayai oleh U. Laporan ini menyajikan gambaran awal dari temuan-temuan terpilih dari komponen KRR SDKI 2012. Diantara wanita yang belum kawin. Indonesia telah melaksanakan tujuh kali survei demografi dan kesehatan. Meskipun dianggap sementara. Bagian SDKI ini disebut komponen Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) SDKI 2012. komponen KRR SDKI 2012 dirancang untuk:      Mengukur tingkat pengetahuan remaja mengenai isu kesehatan reproduksi Menguji sikap remaja terhadap berbagai isu dalam kesehatan reproduksi Mengukur tingkat penggunaan tembakau. perilaku dalam hal merokok. Pertanyaan-pertanyaan ini sudah ada dalam kuesioner survei kesehatan reproduksi remaja sebelumnya. SDKI 2012 menyediakan estimasi terbaru dari indikator utama kependudukan dan kesehatan yang tercakup dalam SDKI sebelumnya.1 PENDAHULUAN Latar Belakang Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian Kesehatan. SDKI 2012 juga mewawancarai pria kawin umur 15-54 tahun dan remaja pria umur 15-24 tahun. 1.I. Berbeda dengan SDKI sebelumnya yang hanya mencakup wanita pernah kawin berumur 15-49 tahun. hasil yang disajikan dalam laporan ini diharapkan tidak banyak berbeda dengan yang akan disajikan dalam laporan akhir. Pembiayaan survei disediakan oleh pemerintah Indonesia. yang merupakan bagian dari SDKI 2007.2 Tujuan Survei Secara rinci. Analisis lengkap dari data akan dipublikasikan pada bulan Agustus 2013. ICF International memberikan bantuan teknis melalui program Demographic and Health Surveys (MEASURE DHS). 1. yang diberikan pertanyaan yang sama seperti pada remaja wanita umur 15-24 tahun. serta pacaran dan perilaku seksual. dan penggunaan obat-obatan terlarang Mengukur tingkat aktivitas seksual antar remaja Menggali kesadaran remaja terhadap HIV-AIDS dan penyakit menular seksual lainnya. dan penggunaan obatobatan terlarang. minum minuman beralkohol. 1 .S. SDKI 2012 juga mencakup wanita belum kawin berumur 15-49 tahun. Agency for International Development (USAID).

minum minuman beralkohol.2 Rancangan Sampel Metode sampling yang digunakan adalah sampling tiga tahap. pekerjaan responden dan latar belakang suami/pasangan. sekolah. status perkawinan. dan penggunaan obat-obatan terlarang. dan hubungan dengan kepala rumah tangga.1 SDKI 2012 menggunakan empat macam kuesioner: Kuesioner Rumah Tangga (SDKI12-RT). masyarakat dan media. 2 . pemberian air susu ibu dan makanan bayi dan anak. perkawinan dan kegiatan seksual. Kuesioner untuk remaja pria umur 15-24 tahun mencakup pertanyaan-pertanyaan yang juga diberikan kepada remaja wanita. dan di masing-masing provinsi. sikap terhadap perkawinan dan anak. Bentuk kuesioner disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.248 pria kawin dan 23.II. Tahap ketiga adalah memilih 25 rumah tangga biasa di setiap blok sensus terpilih secara sistematik dari hasil pemutakhiran rumah tangga pada blok sensus terpilih di tahap kedua. Kuesioner Rumah Tangga digunakan untuk mencatat seluruh anggota rumah tangga (ART) dan tamu yang menginap semalam dalam rumah tangga terpilih. preferensi fertilitas. kematian anak. Tahap kedua adalah memilih sebuah blok sensus secara PPS di setiap PSU terpilih pada tahap pertama. serta pacaran dan perilaku seksual.200 wanita 15-49 tahun. pengetahuan tentang sistem reproduksi manusia. Kuesioner rumah tangga dan wanita sebagian besar mengacu pada kuesioner standar yang digunakan program DHS fase keenam (Maret 2011). Mereka diberikan pertanyaan menurut karakteristik latar belakang seperti status perkawinan. maka kuesioner WUS merupakan gabungan kuesioner WPK dengan kuesioner remaja yang dalam SDKI 2007 terpisah. peran keluarga.000 remaja pria belum pernah kawin. 55. Kuesioner Wanita Usia Subur (SDKI12-WUS). PSU adalah kelompok blok sensus berdekatan yang menjadi wilayah tugas koordinator tim (kortim) Sensus Penduduk (SP) 2010. dan Kuesioner Remaja Pria (SDKI12-RP).840 blok sensus. 2. pendidikan. Terkait perubahan cakupan sampel individu wanita dari wanita pernah kawin (WPK) umur 15-49 tahun menjadi wanita usia subur (WUS) 15-49 tahun. 874 blok sensus di daerah perkotaan dan 966 blok sensus di daerah perdesaan. merokok. perawatan kehamilan. Tujuan utama dari kuesioner rumah tangga adalah untuk mengidentifikasi wanita dan pria yang memenuhi syarat untuk wawancara perseorangan. Kuesioner WUS digunakan untuk mengumpulkan informasi dari seluruh wanita umur 15-49 tahun. pengetahuan dan pemakaian kontrasepsi. persalinan. riwayat kelahiran. pendidikan. Jumlah sampel SDKI 2012 adalah 1. kematian saudara kandung. dan pemeriksaan setelah melahirkan. IMPLEMENTASI SURVEI Kuesioner 2. jenis kelamin. Pertanyaan yang diberikan kepada remaja wanita mencakup: karakteristik latar belakang tambahan. Jumlah sampel yang ditargetkan adalah 46. dan isu kesehatan lainnya. Kuesioner Pria Kawin (SDKI12-PK).000 rumah tangga. di daerah perkotaan dan perdesaan. termasuk kematian ibu. 13. Informasi utama yang dikumpulkan dari setiap ART antara lain: umur. dan akses terhadap media massa. Sampel SDKI 2012 bertujuan untuk menghasilkan estimasi karakteristik penting dari wanita umur 15-49 tahun dan pria kawin berumur 15-54 tahun di tingkat nasional. imunisasi dan kesakitan anak. Tahap pertama adalah memilih sejumlah primary sampling unit (PSU) dari kerangka sampel PSU yang dibentuk untuk keperluan berbagai survei dengan pendekatan rumah tangga secara probability proportional to size (PPS). kepedulian dan perilaku terhadap HIV-AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.

seseorang ditugaskan sebagai pewawancara pria belum kawin pada rumah tangga terpilih. Denpasar. 2. Data SDKI 2012 dikumpulkan oleh 119 tim petugas. Pada tiap tim. 3 . Banjarmasin. Seluruh peserta dilatih menggunakan kuesioner rumah tangga dan kuesioner perseorangan menurut jenis kelasnya. perekaman data.4 Pengolahan Data Seluruh kuesioner SDKI 2012 yang sudah diisi termasuk lembar pengawasan dikirim ke kantor pusat BPS di Jakarta untuk diolah. dan di setiap 33 provinsi yang tercakup dalam survei. 2. Banten. Pelatihan mencakup pembelajaran materi di kelas. dan pengecekan kesalahan di komputer. termasuk wanita belum kawin umur 15-24 tahun. 14 orang secondary editor. Manokwari. Kegiatan lapangan berlangsung dari tanggal 7 Mei sampai 31 Juli 2012. Pelatihan dibedakan menjadi tiga kelas. latihan berwawancara.Sampel SDKI 2012 bertujuan untuk menyediakan estimasi yang reliabel dari karakteristik penting wanita dan pria berumur 15-24 tahun yang belum kawin di tingkat nasional. yang khusus dirancang untuk mengolah data semacam SDKI. Pengolahan terdiri dari pemeriksaan isian. Tim pengolahan terdiri dari 42 orang editor. dan Jayapura. 58 orang perekam data. Makasar. pemberian kode pada jawaban pertanyaan terbuka.3 Pelatihan dan Lapangan Sejumlah 922 orang (546 wanita dan 376 pria) dilatih sebagai pewawancara. yaitu kelas WUS. Pewawancara wanita pada tim bertugas mewawancarai semua WUS. pada daerah perkotaan dan perdesaan. verifikasi. Perekaman dan pemeriksaan data dilakukan menggunakan program komputer Census and Survey Processing System (CSPro). dan kelas RP. dan 14 orang pengawas perekaman data. kelas PK. Yogyakarta. dan tes. Bukit Tinggi. Pelatihan berlangsung pada bulan Mei 2012 di sembilan pusat pelatihan: Batam.

tingkat respon kunjungan pada daerah perdesaan sama dengan daerah perkotaan. Diantara responden tersebut.130 20. Pada rumah tangga yang sama. menurut daerah tempat tinggal (tidak tertimbang). Hasil wawancara rumah tangga dan perseorangan Jumlah rumah tangga. 10.442 8.598 93. dan hasil kunjungan. didapat 9.III.2 Karakteristik Responden Tujuan dari bagian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai remaja di Indonesia. dan tingkat pendidikan.039 21.5 3.304 94.024 rumah tangga yang terpilih sebagai sampel.302 rumah tangga yang dapat ditemui. dan perilaku kesehatan reproduksi adalah umur.0 5. 44.1 Hasil Kunjungan Tabel 1 menyajikan hasil kunjungan petugas SDKI 2012.172 22.986 99. Secara umum. jumlah kunjungan. 4 .701 5.8 23.980 88. 3.866 98.442 wanita belum kawin umur 15-24 tahun yang memenuhi syarat untuk diwawancarai dan 8.980 berhasil diwawancarai atau tingkat responnya sebesar 89 persen. Indonesia 2012 Hasil Wawancara rumah tangga Rumah tangga sampel Rumah tangga ditemui Rumah tangga diwawancarai Hasil kunjungan1 Wawancara dengan wanita belum kawin usia 15-24 Wanita yang memenuhi syarat Wanita yang diwawancarai Hasil kunjungan2 Wawancara dengan pria belum kawin usia 15-24 Pria yang memenuhi syarat Pria yang diwawancarai Hasil kunjungan2 1 2 Daerah Tempat Tinggal Perkotaan Perdesaan Jumlah 22. 3.024 44.852 99.3 6. dijumpai 12.7 Rumah tangga yang diwawancarai/rumah tangga yang ditemui Responden yang diwawancarai/responden yang memenuhi syarat Dari rumah tangga yang berhasil diwawancarai.902 wanita belum kawin (94 persen) berhasil diwawancarai. Tabel 1. Karakteristik latar belakang utama yang akan digunakan untuk menganalisis perbedaan pengetahuan. 43.9 5.610 5. HASIL Bab ini menyajikan temuan penting dari komponen kesehatan reproduksi remaja pada SDKI 2012.832 3.5 12.680 5.302 43.9 9.2 46. sikap.043 88.937 88. Dari rumah tangga yang dapat ditemui tersebut.902 94. Tabel 2 menyajikan distribusi dari wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun pada sampel komponen KRR SDKI 2012. tempat tinggal.381 10.852 berhasil diwawancarai atau tingkat responnya sebesar 99 persen. Dari total 46.381 remaja pria belum kawin yang memenuhi syarat untuk diwawancarai.985 23.

0 49.360 4.171 3.401 1.5 8. dan mendengarkan radio.902 0.6 1. Empat puluh tiga persen dari wanita berpendidikan tamat SMTA ke atas sedangkan untuk pria 35 persen.036 5.433 1.3 Akses terhadap Media Massa Pengetahuan tentang jenis media yang paling banyak digunakan oleh para remaja penting dalam merancang strategi media massa untuk menjangkau mereka.615 8. Secara keseluruhan.2 5.835 1. Responden wanita yang tinggal di daerah perkotaan lebih banyak daripada responden pria (masing-masing 61 persen dan 56 persen).2 9.218 1.8 5. sedangkan untuk pria 15-19 tahun hanya 62 persen. 8-9 persen dari wanita dan pria mempunyai akses terhadap ketiga media paling sedikit sekali seminggu. media massa yang paling sering diakses para remaja adalah televisi.1 14. Karakteristik latar belakang responden Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin 15-24 tahun menurut karakteristik latar belakang.8 11.5 28.597 1.1 43.305 1.219 3.Tabel 2.4 50. Jika dibandingkan dengan data dari SKRRI 2007.048 893 861 690 653 4.5 12.453 1.1 7.826 5.980 Lebih dari 70 persen dari responden wanita berumur 15-19 tahun.079 920 837 715 654 4.462 1.877 10.432 1. 5 .497 1.121 3.1 9.205 Karakteristik Latar Belakang Umur 15 16 17 18 19 15-19 20 21 22 23 24 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak pernah sekolah Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah 60.598 56. Tabel 3 dan Gambar 1 menunjukkan bahwa akses terhadap media massa untuk remaja wanita sama halnya dengan remaja pria.3 16.5 42.043 0. responden dengan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung mempunyai akses lebih banyak terhadap ketiga media. Misalnya.9 10.248 1.2 4.9 37.5 3.3 100.4 71.937 5.8 6.410 1.775 1.215 783 636 525 415 328 2. Dua puluh persen remaja wanita dan 19 persen remaja pria membaca surat kabar atau majalah paling sedikit sekali seminggu. Indonesia 2012 Wanita belum kawin Persentase Jumlah Jumlah tak tertimbang tertimbang tertimbang 17. 3.413 1.0 54 157 421 4.412 1.980 80 554 833 5.056 895 6.9 5. Perbedaan dalam akses terhadap media massa dipengaruhi oleh tingkat pendidikan responden.304 3. menonton televisi. 88 persen wanita dan 85 persen pria menonton televisi paling sedikit sekali seminggu.2 11. media cetak merupakan media massa yang paling tidak digemari.278 1. Secara keseluruhan.5 4.978 8.154 4.0 59 448 1.8 Pria belum kawin Jumlah Jumlah tak tertimbang tertimbang 1.135 6.003 872 6. pada tahun 2007 persentase dari remaja wanita dan pria yang mempunyai pendidikan tamat SMTA ke atas adalah masing-masing adalah 38 dan 31 persen. telah terjadi peningkatan pendidikan tertinggi yang ditamatkan pada remaja wanita dan remaja pria di Indonesia.4 10.9 6.4 6.419 66 216 423 4.018 705 576 439 382 298 2. Di sisi lain.5 8. Tiga persen dari wanita dan 5 persen dari pria 15-24 tahun berpendidikan kurang dari SD.4 62.8 39.5 1.298 5.3 5.560 3.9 100.145 1. Kecenderungan antara remaja wanita dan remaja pria sama dalam membaca surat kabar atau majalah.687 Persentase tertimbang 13.147 6.6 35.577 1.153 10.8 15.

2 23.8 85.9 4.401 5.5 6.4 29.8 26.6 11.9 10.9 30.2 73.2 9.121 3.8 83.4 8.2 28.4 9.4 16.3 29.6 87.877 10.2 29.7 9.2 16.036 5.4 14.4 8.7 7.4 1.7 88.7 5.826 507 1.4 85.8 12.2 29.1 2.9 7.0 28.3 87.9 11.5 29.4 8.2 7.298 211 421 4.5 2.4 5.171 3.9 25.8 79.1 22.018 2.6 69.3 7.5 15.4 85. Akses terhadap Media Massa 6 .419 Gambar 1.4 89.0 19.3 9.615 8.980 87.0 8.6 13.1 9.7 29. Akses terhadap media massa Persentase dari wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun yang mengakses media tertentu paling sedikit sekali seminggu menurut karakteristik latar belakang.3 17.8 11.9 Mengakses Tidak mengakses ketiga media ketiga media paling sedikit paling sedikit sekali seminggu sekali seminggu Karakteristik latar belakang Umur 15-19 20-24 Daerah Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Jumlah 18.2 84.1 6. Indonesia 2012 Membaca surat kabar/majalah paling sedikit sekali seminggu Mendengarkan Menonton radio paling televisi paling sedikit sekali sedikit sekali seminggu seminggu WANITA BELUM KAWIN 28.5 23.1 8.4 31.1 24.154 4.560 3.2 16.1 10.7 10.0 8.835 4.8 30.3 8.6 81.7 88.2 PRIA BELUM KAWIN Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah 17.3 88.6 6.4 6.Tabel 3.5 10.6 87.1 29.3 4.0 19.145 6.1 29.6 24.3 10.3 24.3 25.5 7.6 7.0 28.4 25.0 86.

8 26.4 12.7 73.0 48.7 52.2 6. Indonesia 2012 Indikator perubahan fisik Pada anak laki-laki Badan mulai berotot Suara menjadi besar Tumbuh rambut di wajah.5 22.4 3.4 8.1 3.9 82.3 10.4 20.2 4. Perubahan yang paling jarang disebutkan baik oleh wanita maupun pria adalah puting susu mengeras.8 42.7 3.1 34.3 66. kemudian diikuti oleh perubahan suara (49 persen).3 43.0 3.018 31.9 15.3.5 50.6 4.4 0.9 11. sekitar alat kelamin. sekitar alat kelamin.4 69. Tabel 4.2 43.5 14. kaki atau lengan (43 persen dari wanita).7 45.835 21.8 6. ketiak.9 10.2 20.8 3.4 21.6 25.6 24. diikuti pertumbuhan payudara (73 persen). Untuk perubahan fisik pada anak perempuan.7 8. Wanita lebih banyak daripada pria yang menyebutkan pertumbuhan jakun (masing-masing 53 persen dan 31 persen).4 2.4 Pengetahuan tentang Perubahan Fisik saat Pubertas Responden komponen KRR SDKI 2012 diminta untuk menyebutkan tanda-tanda perubahan fisik yang terjadi ketika seorang anak laki-laki atau perempuan tumbuh menjadi remaja.8 9.8 2.5 9.9 13.8 34. diikuti oleh mulainya haid (43 persen).1 29. Perubahan fisik pada anak laki-laki yang paling sering disebutkan oleh responden wanita adalah perubahan suara (69 persen dari wanita).9 29.9 4.419 22. sekitar alat kelamin.8 19. ketiak.5 49.1 22.4 50.0 10.2 0. diikuti oleh pertumbuhan rambut di wajah. mereka lebih cenderung menyebutkan pertumbuhan payudara (58 persen).3 20.9 18.9 57.5 11. ketiak.8 31.6 43. sedangkan pria lebih banyak daripada wanita yang menyebutkan mimpi basah (masing-masing 34 persen dan 30 persen). dada. kaki atau lengan Gairah seks meningkat Mimpi basah Tulang jakun menonjol Puting susu mengeras Lainnya Tidak tahu Pada anak perempuan Tumbuh rambut disekitar alat kelamin atau ketiak Payudara membesar Pinggul membesar Gairah seks meningkat Mulai haid Lainnya Tidak tahu Jumlah 15-19 Wanita belum kawin 20-24 Jumlah 15-19 Pria belum kawin 20-24 Jumlah 22. Perubahan fisik pada anak laki-laki yang paling sering disebutkan oleh responden pria adalah pertumbuhan rambut di wajah. tanpa dipengaruhi oleh pewawancara.3 19.5 4.3 0. dada.8 58.8 12.0 18. kaki atau lengan (50 persen).145 21.4 28.7 6.8 3.2 13.401 31.4 10.3 50.1 32.9 23. Menarik untuk dicatat bahwa hanya sedikit responden yang menyebutkan peningkatan gairah seks sebagai salah satu tanda perubahan fisik pada anak perempuan (4 persen untuk wanita dan 3 persen untuk pria) atau perubahan fisik pada anak laki-laki (4 persen untuk wanita dan 6 persen untuk pria).0 30.4 68.980 7 . Pengetahuan tentang perubahan fisik saat pubertas Distribusi persentase dari wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun yang mengetahui perubahan fisik spesifik pada anak laki-laki dan perempuan pada masa puber menurut umur. Responden pria mempunyai pola sebaliknya.3 85. Jawaban yang diharapkan adalah jawaban spontan.9 0.2 10. dada.1 28.2 4.6 35.7 8.0 81.5 0.9 44.1 14.7 72.8 55.9 21. Hasilnya disajikan dalam Tabel 4.7 0.7 72.5 6.0 6.7 42.0 46. yang paling sering disebutkan oleh responden wanita adalah mulai haid (83 persen).0 57.0 32.

0 1.3 1.1 7.8 40.4 1.4 0.192 8 .6 8.0 13.1 1.3 0.0 6.5 7.5 0.0 2.8 45.8 0.7 1.391 Jumlah 52.2 4.5 52.9 1.1 Diskusi tentang haid sebelum mendapat haid yang pertama: Wanita Diantara wanita belum kawin umur 15-24 tahun yang sudah haid.0 24.7 0.8 13.3 1. kecuali pria umur 15-19 tahun yang lebih suka untuk mendiskusikan pengalamannya dengan guru mereka dibandingkan pria umur 20-24 tahun (masing-masing 20 persen dan 14 persen).2 1.5 1.7 46. responden wanita ditanya apakah mereka mendiskusikan dengan orang lain tentang haid sebelum mereka mengalami haid yang pertama.5 Diskusi tentang Kesehatan Reproduksi Dalam komponen KRR SDKI 2012. Pria lebih tidak suka mendiskusikan tentang pengalaman perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertasnya dibandingkan wanita.2 17. Indonesia 2012 Orang yang diajak diskusi tentang mimpi basah Teman Ibu Ayah Saudara kandung Kerabat Guru Petugas kesehatan Tokoh agama Lainnya Tidak satupun Jumlah Umur 15-19 47. Tabel 5.209 20-24 49.1 menunjukkan bahwa lebih dari setengah wanita membicarakan hal tersebut dengan teman (53 persen) atau dengan ibunya (41 persen).8 10. Tabel 5. persentase yang mendiskusikan haid dengan orang lain sebelum mendapat haid yang pertama menurut umur.7 12.5 1.988 20-24 50.7 8.2 1.3.4 1.5 0.3 1.0 0.8 5.1 14.9 1.6 24.2 24.5 1.2 0.2 20.2 5.4 1.5 49.7 0.3 12. termasuk diskusi mengenai mimpi basah dengan orang lain sebelum hal tersebut terjadi.0 9. Satu dari empat wanita tidak mendiskusikan tentang haid dengan orang lain sebelum mengalami haid yang pertama. persentase yang mendiskusikan mimpi basah dengan orang lain sebelum mengalami mimpi basah yang pertama menurut umur.4 3.6 0. Tabel 5.2 Diskusi tentang mimpi basah sebelum mimpi basah yang pertama: Pria Diantara pria belum kawin umur 15-24 tahun yang sudah mengalami mimpi basah.2 1.2 menunjukkan bahwa setengah dari pria (50 persen) tidak membicarakan dengan orang lain dan hampir setengah dari pria (48 persen) membicarakannya dengan teman.0 14.1 3.4 0.379 Responden pria ditanya tentang pengalaman mereka tentang mimpi basah.6 38.0 1. Hanya terdapat sedikit perbedaan menurut umur responden.8 0.984 Jumlah 48. Indonesia 2012 Umur Orang yang diajak diskusi tentang haid Teman Ibu Ayah Saudara kandung Kerabat Guru Petugas kesehatan Tokoh agama Lainnya Tidak satupun Jumlah 15-19 53. Tabel 5.

3 4.1 14.6 13.1 menunjukkan bahwa 57 persen wanita menyatakan bahwa umur kawin pertama yang ideal untuk wanita adalah antara 20 dan 24 tahun.7 53.3 64.8 89.3 52.3 16.1 93.8 21.8 9.9 29.3 35.8 29.9 4.2 19.8 10.3 12.1 untuk wanita dan Tabel 7. Remaja belum kawin di Indonesia kurang mengenal metode kontrasepsi tradisional.2 61.835 4 Pria belum kawin 20-24 96.6 Pengetahuan tentang Metode Kontrasepsi Responden modul remaja diminta untuk menyebutkan semua metode kontrasepsi yang pernah mereka dengar.7 8.7 54. Tabel 6.018 5 Wanita belum kawin 20-24 Jumlah 97. Seperti yang diperkirakan. Hasilnya disajikan pada Tabel 7.7 Pendapat tentang Perkawinan Responden komponen KRR SDKI 2012 ditanya pendapat mereka tentang umur kawin ideal bagi seorang wanita dan pria.0 8.4 93.7 16.7 50.9 37. Untuk metode yang tidak disebutkan.6 10.1 16.7 76.4 16.5 70.401 6 95.9 25.8 91.3 88.2 19.6 21. metode yang paling umum dikenal oleh responden pria adalah kondom (89 persen).8 93.6 82.5 16.5 50.9 86.3 65. Secara umum pengetahuan tentang metode kontrasepsi bagi remaja pria dan wanita umur 20-24 tahun lebih tinggi dibanding kelompok umur 25-19 tahun.6 15.6 7.0 97.3. Pengetahuan tentang metode kontrasepi modern diantara remaja belum kawin di Indonesia telah tersebar luas.145 5 Jumlah 93.3 11. wanita mempunyai pengetahuan lebih dibanding pria tentang cara untuk mencegah kehamilan dengan menggunakan metode kontrasepsi modern (95 persen dibanding 93 persen). Tabel 6 menunjukkan bahwa 95 persen dari remaja wanita dan 93 persen dari remaja pria pernah mendengar setidaknya satu metode kontrasepsi.1 41.0 18.2 95.6 8.5 85.3 20.9 20.2 6.5 23.6 87.8 4. Delapan dari sepuluh wanita tahu tentang kondom (80 persen). sedangkan pria mengetahui empat metode.1 88.5 80.9 35.3 78.3 6.2 10.0 32. 3.8 25.0 28.980 4 Catatan: MAL = Metode Amenorrhea Laktasi (metode menyusui alami).7 73.3 16.4 94.8 2.5 8.2 untuk pria.3 35.1 13.1 5.7 6.2 82.1 95.1 46. Pengetahuan tentang pil KB dan suntikan KB juga tinggi diantara responden pria (masing-masing sebesar 82 persen dan 66 persen).5 4. pewawancara menjelaskan deskripsi metode tersebut dan bertanya apakah responden pernah mendengarnya.4 93. dan 35 persen menyatakan bahwa yang terbaik bagi wanita untuk 9 .5 23. Metode kontrasepsi yang paling populer di kalangan responden wanita adalah pil KB (90 persen) dan suntikan KB (89 persen). Tabel 7.3 29.7 65.0 54.6 5.9 89. Secara rata-rata wanita mengetahui lima metode.5 8.419 5 15-19 91. Pengetahuan tentang metode kontrasepsi Persentase wanita dan pria belum kawin usia 15-24 tahun yang pernah mendengar tentang metode kontrasepsi menurut umur. Indonesia 2012 Metode kontrasepsi Tahu suatu cara Tahu suatu metode modern Sterilisasi wanita Sterilisasi pria IUD Suntik Susuk KB Pil Kondom Intravag/diafragma MAL Kontrasepsi darurat Tahu suatu metode tradisional Pantang berkala Sanggama terputus Lainnya Jumlah Rata-rata jumlah metode yang diketahui 15-19 94.1 41. Secara keseluruhan.6 13.0 13.4 10.5 6.8 15.4 41.1 88.7 14.

4 Karakteristik latar belakang Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Jumlah Jumlah Median 100.7 4.6 21.5 16.0 21.6 22.9 17.401 5.6 39.1 4.3 3.menikah adalah saat umur 25 tahun atau lebih.5 44.1 65.8 8.1 7.018 2.615 8.5 23.1 23.0 100.2 5.3 11.8 23.560 3.7 2.5 6. Harus diperhatikan bahwa hampir tiga diantara sepuluh wanita dengan tingkat pendidikan tidak tamat SD menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban angka saat ditanya tentang umur ideal kawin pertama.3 33.8 dan menurut responden pria adalah 22.6 24.9 22.1 juga menunjukkan bahwa sebagian besar pria (64 persen) menyatakan bahwa umur ideal untuk wanita menikah adalah antara 20 dan 24 tahun dan satu diantara lima pria mengatakan bahwa idealnya wanita menikah pada umur 25 tahun atau lebih. Indonesia 2012 Umur ideal kawin pertama untuk wanita Tidak tahu/ <20 20-24 25+ Tidak Terjawab WANITA BELUM KAWIN 3.419 23. Secara ringkas.2 58. Responden di daerah perdesaan lebih sedikit daripada responden di daerah perkotaan yang mengatakan bahwa umur kawin ideal adalah saat berumur 25 tahun atau lebih.0 21.5 24.7 27.5 24.4 100.7 31.7 1.3 10.3 22.0 3.1 59. Tabel 7.5 17. Empat puluh persen wanita dengan tingkat pendidikan tamat SMTA ke atas menyatakan bahwa umur kawin pertama yang ideal bagi mereka adalah 25 tahun atau lebih.7 20. dimana wanita yang lebih tua berpendapat bahwa umur yang ideal untuk menikah adalah pada umur 25 tahun atau lebih.8 1.3 24.0 100.0 100.6 2.8 37.3 32.6 66. Pria yang lebih tua dan pria yang tinggal di daerah perkotaan cenderung menyatakan bahwa umur ideal untuk wanita menikah adalah 25 atau lebih dibandingkan pria lainnya.154 4.4 23. Secara umum. Tabel 7. Pria dengan tingkat pendidikan lebih tinggi juga berpendapat bahwa wanita lebih ideal untuk menikah pada umur 25 tahun atau lebih dibandingkan pria dengan pendidikan yang lebih rendah.0 100.5 57.826 507 1.0 24.0 100.0 9.5 4.0 100.2 57.0 6.8 7.5 35.0 23.0 100.0 3. dibandingkan dengan 20 persen wanita dengan tingkat pendidikan tidak tamat SD.0 100.7 66.145 6.0 100.4 14.2 57.0 6. responden wanita muda (umur 15-19 tahun) lebih banyak berpendapat bahwa umur kawin pertama ideal bagi wanita adalah antara umur 20 dan 24 tahun dibandingkan dengan responden wanita yang lebih tua (umur 20-24 tahun).7 57.0 100.2 23.1 1. Proporsi wanita yang mengatakan bahwa umur ideal untuk menikah 25 tahun atau lebih.9 7.3 20.2 52.835 4.1 15.0 100.5 28.8 PRIA BELUM KAWIN 8.0 100.6 23.0 100.3 3.980 22.0 100.036 5.2 5.1 42.5 62 53.4 8.121 3.7 8.2 5.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun menurut umur ideal kawin pertama untuk wanita dan karakteristik latar belakang.6 57.0 3.877 10.8 61. meningkat seiring dengan tingkat pendidikan wanita.0 100.9. median umur ideal kawin pertama untuk wanita menurut responden wanita adalah 23.7 19.298 211 421 4.9 10 .9 20.9 3.3 12.4 21.0 100.7 8.0 6.4 63.4 63.5 10.3 62.171 3.

0 100.121 3.4 17. Proporsi dari wanita dan pria yang sama-sama menyetujui umur ideal ini lebih tinggi berada diantara responden yang lebih tua.5 44.0 100.4 78.6 70.7 3.835 4.9 77.826 211 421 4.2 25. 49 persen menginginkan anak pertama kali pada umur 20-24 tahun dan 37 persen pada umur 25 tahun atau lebih.0 100.5 0.154 4.7 15.8 25. dibandingkan dengan 42 persen dari wanita umur 15-19 tahun.6 1.0 100. Wanita lebih banyak mengatakan bahwa umur ideal wanita untuk mempunyai anak pertama kali adalah 24 tahun atau lebih (44 persen) atau umur 25 tahun atau lebih (45 persen). Lima puluh tiga persen dari wanita berumur 2024 tahun berpikir bahwa umur ideal untuk seorang wanita saat mempunya anak pertama adalah 25 tahun atau lebih.3 91.980 25.7 3.6 21.9 14.9 26.3 2.5 100. Responden wanita kelompok usia tua lebih menginginkan umur yang lebih tua untuk mempunyai anak pertama kali dibandingkan responden wanita yang lebih muda.0 100.8 6.2 menunjukkan bahwa sebagian besar dari wanita dan pria mengatakan bahwa umur ideal kawin pertama bagi seorang pria adalah 25 tahun atau lebih (81 persen wanita dan 76 persen pria).9 26.8 8.8 0.1 9.1 76.6 1. 11 . dan mereka yang berpendidikan tinggi.8 85.8 5.7 31.0 100.7 25. responden yang tinggal di daerah perkotaan.6 84.8 3.3 91.8 5.0 100.2 24.7 0.5 16.9 72.6 14.2 7.5 14.5 90. Indonesia 2012 Umur ideal kawin pertama untuk pria Tidak tahu/ <20 20-24 25+ Tidak Terjawab WANITA BELUM KAWIN 0.6 0.Tabel 7.9 44.3 2.7 15.1 4.6 0.0 6.4 11.0 100.1 2.7 59.9 75. Tabel 7.9 20. Pendapat mengenai umur yang lebih tua pada kelahiran pertama untuk wanita cenderung berasal dari responden wanita di daerah perkotaan dan meningkat seiring dengan tingkat pendidikan wanita. responden ditanyakan mengenai pendapat mereka tentang umur ideal bagi wanita dan pria saat mempunyai anak yang pertama.0 100.9 27. Responden pria menginginkan wanita untuk mempunyai anak di usia yang lebih muda dibandingkan responden wanita.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun menurut umur ideal kawin pertama untuk pria dan karakteristik latar belakang.145 6.171 3. Bagi pria dan wanita.6 5.8 25.0 100.615 8. median umur ideal kawin pertama untuk pria adalah sekitar 26 tahun.0 100.0 100.3 11.6 25.9 27.7 59.8 5.2 25.5 14.2 4.0 100.4 25.3 0.0 100.401 5.3 0.0 PRIA BELUM KAWIN 0.0 26.4 0.8 25.3 0.4 0.4 31.4 0.2 24.8 26.9 20.171 3.7 25.9 7.615 10.419 25.6 76.3 7.6 81.9 7.8 Umur Ideal Mempunyai Anak Pertama Kali Dalam komponen KRR SDKI 2012.298 211 421 4.4 0.0 100.0 6.1 76.3 Karakteristik latar belakang Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Jumlah Jumlah Median 100.8 4.018 2.0 100.0 7.5 18.6 27.

7 46.145 6.0 100.9 25.615 8.0 28.036 5.8 5.0 100.4 0.2 47.0 5.2 53.0 100.0 100.6 7.0 49.0 51.7 46.4 40.Ada sedikit perbedaan pada pendapat pria tentang umur ideal mempunyai anak pertama kali bagi wanita.7 29.1 24.6 24.0 100.0 14.0 100.2 0.2 25.0 100.171 3.8 44.4 24.0 42.6 48.419 25.835 4. Tabel 8.0 100.4 24.0 100.9 3.0 33.401 5.6 37.1 45.1 8.8 3.0 100.0 100.1 48.8 Karakteristik latar belakang Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Jumlah Jumlah Median 100. umur median dimana pria diharapkan menjadi ayah sebaiknya pada umur 27 tahun.1 14.8 41.9 2.877 10.5 36.0 100.9 2.298 211 421 4.7 48.2 25.2 11. Indonesia 2012 Umur ideal mempunyai anak pertama kali Tidak tahu/ <20 20-24 25+ Tidak terjawab WANITA BELUM KAWIN 1.0 100.7 45. Untuk responden pria maupun wanita.3 45 42.3 1.6 50.2 2.826 507 1.980 25.2 PRIA BELUM KAWIN 2. menurut karakteristik latar belakang.8 53.3 40. Harus dicatat bahwa lebih 3 dari 10 wanita dengan pendidikan tidak tamat SD tidak memberikan jawaban berupa angka atau menjawab tidak tahu.2 24.0 10.5 12.7 0. Harapan pria secara substansial berbeda dengan wanita.4 100.5 21.0 6.9 23.6 9.3 25.7 52.121 3.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun menurut umur ideal mempunyai anak pertama kali untuk wanita.4 2.8 4.8 42.0 11.0 46.560 3.6 1.9 21. Secara umum.7 1.8 25.4 5.5 5.8 47.1 41.6 26.9 34.5 20.9 22.1 40.1 0.0 100.2 20.5 35.0 100.4 15.0 6.9 15.1 25.2 0.9 12 .6 25.0 24.018 2.3 25.3 45.154 4.3 25.0 100. 8 dari 10 responden wanita dan pria mengharapkan pria menjadi ayah pada umur 25 tahun atau lebih.

9 27.4 19.0 18.3 78.4 16.401 5.2 12.6 13.0 100.0 18.0 13.0 100.171 3.1 73.0 100.4 4.0 90.6 52.560 3. kurang dari 1 persen untuk wanita dan 4 persen untuk pria. minum minuman beralkohol selama 3 bulan terakhir.0 100.1 10. 13 .3 27.7 74. dan Penggunaan Obat Terlarang Tabel 9 menyajikan persentase responden yang sekarang merokok.4 27.5 79.0 100.4 14.5 0.4 7.0 100.826 507 1.3 Karakteristik latar belakang Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Jumlah Jumlah Median 100.7 0.2 0. Data untuk wanita mengindikasikan bahwa 10 persen merokok dan 5 persen minum minuman beralkohol.0 100. Untuk pria.6 9.3 0.9 73.6 6.3 26.9 11.5 27.121 3.0 100.2 10.6 86.8 55.5 27.1 0.2 12.419 27.0 27.3 0.0 100.615 8. Responden di kelompok usia tua. Minum Minuman Beralkohol.8 26.3 63.9 4.0 14.4 3.4 82. pria lebih berisiko untuk terlibat dalam perilaku tersebut.6 0.1 0.2 0.9 7.4 29.036 5.5 75.980 27.0 6.0 100.0 100.0 18.Tabel 8.1 72.6 27.5 PRIA BELUM KAWIN 0. Penggunaan obat-obatan terlarang jauh lebih terbatas.1 8.2 88.0 100.5 83.4 100.4 27. yang tinggal di daerah perkotaan dan responden dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku ini dibandingkan responden lain.0 27.018 2.1 0.9 Merokok.4 0.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun menurut umur ideal mempunyai anak pertama kali untuk pria.0 100.7 40.0 6.6 27.3 7.6 75.1 4.3 89.3 27.4 2.3 27.154 4.2 27.3 10.1 0. dan pernah menggunakan narkotika dan zat adiktif lainnya (napza).6 27.0 100.1 0.145 6.3 12.0 100. Indonesia 2012 Umur ideal mempunyai anak pertama kali Tidak tahu/ <20 20-24 25+ Tidak terjawab WANITA BELUM KAWIN 0.1 6.4 16.877 10.0 100.3 0.298 211 421 4.3 4.3 9.835 4.4 13.0 9. persentase yang sesuai adalah masing-masing 80 persen dan 40 persen.5 41. menurut karakteristik latar belakang.0 11.4 27.3 8.2 0.

dan penggunaan obat terlarang Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun yang merokok.1 0.4 Merokok 74.8 2. Merokok.2 52.877 10.835 4.419 Pria belum kawin Minum Menggunakan minuman obat-obatan beralkohol terlarang 30. tinggal di daerah perkotaan.4 89.2 0.171 3.298 211 421 4.3 0.5 42.5 3. minum minuman beralkohol.3 38.5 0.1 6. Cara lain untuk mencegah HIV-AIDS adalah dengan membatasi hubungan seksual dengan satu pasangan. Indonesia 2012 Wanita belum kawin Minum Menggunakan minuman obat-obatan beralkohol terlarang Jumlah 3.401 5.4 75.5 36.2 83.10 Pengetahuan tentang Metode Pencegahan HIV-AIDS Responden dalam survei ini juga ditanya tentang pengetahuan mereka mengenai HIV-AIDS dan cara untuk mengurangi risiko tertular penyakit tersebut.7 10. tinggal di daerah perkotaan. 67 persen wanita dan 63 persen pria mengatakan bahwa HIV-AIDS dapat dicegah dengan menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seksual.3 8. Baik untuk wanita maupun pria.9 12.145 6.4 2.8 41.826 507 1.0 1.3 0.018 2. dan responden dengan tingkat pendidikan tinggi lebih cenderung mengetahui tentang metode pencegahan HIV-AIDS.6 3. Tabel 10 menunjukkan bahwa secara keseluruhan. menurut karakteristik latar belakang.2 3.6 91. Untuk wanita maupun pria.Tabel 9.6 3.0 11.6 0.2 79.2 6.8 3.036 5.2 80.6 84. responden di kelompok usia tua. minum minuman beralkohol.980 3.121 3. semakin tua responden.7 8.5 80.9 40.3 4.2 4.1 5.5 7.560 3. 14 . Metode ini diketahui oleh 46 persen wanita dan 59 persen pria.9 47.3 8.2 6.6 3.7 5.0 Jumlah 6.154 4.8 6.3 4.2 0. dan berpendidikan tinggi lebih cenderung mengetahui tentang metode pencegahan HIV-AIDS ini.8 2.3 Karakteristik latar belakang Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Merokok 8.3 31. dan menggunakan obat-obatan terlarang.9 14.0 0.615 8.

7 79. persentase wanita yang menyetujui hubungan seksual pranikah lebih sedikit daripada pria.298 211 421 4.036 5.171 3.4 79.3 30.2 57.5 38. Stigmanya.419 3.4 66.0 34.5 PRIA BELUM KAWIN Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah 60. Secara umum.9 63.1 55.6 60.4 60. kecuali berdasarkan tingkat pendidikan.0 70.7 65. Terdapat sedikit variasi dalam penerimaan hubungan seksual pranikah pada responden wanita.560 3. sebanyak dua persen dari wanita dan tujuh persen dari pria. Pada umumnya. Hanya satu persen dari responden wanita dan empat persen dari responden pria yang menyatakan wanita boleh melakukan hubungan seksual sebelum menikah.6 32.826 507 1.11 Pendapat terhadap Hubungan Seksual Pranikah Dalam komponen KRR SDKI 2012.615 8.401 5.8 56.3 64. responden ditanyakan bagaimana pendapat dan praktek dalam perilaku seksual.980 41.154 4.835 4. 11 persen pria yang tidak tamat SD menyetujui hubungan seksual pranikah dibandingkan dengan sembilan persen pria dengan tingkat pendidikan tamat SMTA ke atas.145 6. kecenderungan pria untuk melakukan hubungan seksual pranikah lebih sedikit daripada wanita.9 Karakteristik latar belakang Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah Jumlah 6.Tabel 10.3 72.8 58.7 10.8 6.1 55.9 53.2 50.877 10.2 45.9 7.121 3.018 2. 15 .4 74. menyatakan bahwa mereka menyetujui pria yang melakukan hubungan seksual sebelum menikah.2 38. seperti yang diperkirakan penerimaan terhadap perilaku hubungan seksual pranikah sangat rendah.3 15. Sebagai contoh.4 74.1 68.8 50. menurut karakteristik latar belakang.9 61. wanita dan pria yang tidak tamat SD terlihat lebih terbuka daripada responden yang berpendidikan lebih tinggi dalam hal perilaku hubungan seksual pranikah. Pengetahuan tentang metode pencegahan HIV-AIDS Distribusi presentase wanita dan pria belum kawin usia 15-24 tahun menurut pengetahuan tentang metode pencegahan HIV-AIDS.7 25. Indonesia 2012 Membatasi hubungan seksual Menggunakan dengan satu kondom pasangan WANITA BELUM KAWIN 63. Tabel 11 menunjukkan bahwa.0 26.

401 5.298 211 421 4.8 3.4 0.980 Catatan: jumlah meliputi wanita dan pria dengan informasi yang hilang terhadap perilaku hubungan seksual pranikah.145 6.4 6.2 1.560 3.5 4.560 3.298 211 421 4. Responden pria yang lebih tua cenderung lebih memiliki pengalaman seksual dibanding pria lainnya (15 berbanding dengan 5 persen).1 34.877 Karakteristik latar belakang Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Sikap Terhadap Hubungan Seksual Pranikah Untuk wanita Setuju Tidak setuju Tergantung Untuk pria Setuju Tidak setuju Tergantung Jumlah 16. Terlihat sedikit perbedaan dalam pengalaman seksual diantara wanita menurut umur.826 507 1.6 12.7 6.7 12.4 5.3 423 10.1 6.7 1. Tabel 12.4 0.230 319 817 9.9 4.4 1.036 5.6 1.8 5.Tabel 11.615 8.615 Pria belum kawin Persentase yang pernah melakukan hubungan seksual Jumlah 4. Pendapat terhadap hubungan seksual pranikah Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun yang menyetujui pendapat terhadap hubungan seksual pranikah menurut karakteristik latar belakang.018 2.8 9.8 1.1 45.0 1.748 398 10.6 3.835 4.121 3.3 6.0 11.5 7.171 3.401 5.4 9.8 4.6 1.018 2. 16 .6 8.6 12.8 7.4 2.3 4.6 41.1 1.8 1.1 7.145 6.980 Karakteristik latar belakang Umur 15-19 20-24 Daerah tempat tinggal Perkotaan Perdesaan Pendidikan Tidak tamat SD Tamat SD Tidak tamat SMTA Tamat SMTA ke atas Jumlah 3.4 2.1 8.7 4.2 8.173 92 8.154 4. Indonesia 2012 Wanita belum kawin Persentase yang pernah melakukan hubungan seksual Jumlah 0.2 1.5 14.826 507 1. menurut karakteristik latar belakang.835 4. hanya satu persen dari responden wanita yang dilaporkan pernah melakukan hubungan seksual (Tabel 12).0 1.121 3.12 Pengalaman Seksual Responden komponen KRR SDKI 2012 juga ditanya tentang pengalaman seksual mereka.6 19.7 7.171 3.0 100 8.9 0.2 4.0 4.2 1.7 1.419 Pria yang menyetujui hubungan seksual pranikah untuk: Wanita Pria Jumlah 3.5 3. Pria yang pernah melakukan hubungan seksual lebih tinggi daripada wanita (8 persen).7 1.419 49. Secara umum.4 1. Indonesia 2012 Wanita yang menyetujui hubungan seksual pranikah untuk: Wanita Pria Jumlah 1.243 62 140 8.036 5.2 3.0 8.6 0. Pengalaman seksual Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual.0 3.2 6.3 7. Pria dengan tingkat pendidikan SMTA atau lebih tinggi cenderung pernah melakukan hubungan seksual dibandingkan dengan pria yang tingkat pendidikannya lebih rendah.6 1.9 1.9 6.154 4.877 10.5 1.

17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful