P. 1
Pengertian Tentang Ilmu Bahan

Pengertian Tentang Ilmu Bahan

|Views: 704|Likes:
Published by rezkinugroho
artikel
artikel

More info:

Published by: rezkinugroho on Jan 20, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2015

pdf

text

original

Pengertian Tentang Ilmu Bahan

Bahan atau material merupakan kebutuhan bagi manusia mulai zaman dahulu sampai sekarang. Kehidupan manusia selalu berhubungan dengan kebutuhan bahan seperti pada transportasi, rumah, pakaian, komunikasi, rekreasi, produk makanan dan sebagainya. Perkembangan peradaban manusia juga bisa diukur dari kemampuannya

memproduksi dan mengolah bahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. (jaman batu, perunggu dsb). Pada tahap awal manusia hanya mampu mengolah bahan apa adanya seperti yang tersedia dialam misalnya : batu, kayu, kulit, tanah dan sebagainya. Dengan perkembangan peradaban manusia bahan-bahan alam tersebut bisa diolah sehingga bisa menghasilkan kualitas bahan yang lebih tinggi. Pada 50 tahun terakhir para saintis menemukan hubungan sifat-sifat bahan dengan elemen struktur bahan. Sehingga bisa diciptakan puluhan ribu jenis bahan yang mempunyai sifatsifat yang berbeda. Secara umum Material science (Ilmu Material) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara struktur material dengan sifat–sifat material. Atau dapat di katakan bahwa Ilmu material atau teknik material atau ilmu bahan adalah sebuah interdisiplin ilmu teknik yang mempelajari sifat bahan dan aplikasinya terhadap berbagai bidang ilmu dan teknik. Ilmu ini mempelajari hubungan antara struktur bahan dan sifatnya. Termasuk ke dalam ilmu ini adalah unsur fisika terapan, teknik kimia, mesin, sipil dan listrik. Ilmu material juga mempelajari teknik proses atau fabrikasi (pengecoran, pengerolan, pengelasan, dan lain-lain), teknik analisis, kalorimetri, mikroskopi optikdan elektron, dan lain-lain), serta analisis biaya atau keuntungan dalam produksi material untuk industri.

Besi tuang yang kadar karbonya antara 2. tetapi unsur zat arang (karbon) yang paling besar pengaruhnya terhadap besi atau baja terutama kekerasannya. oleh karena itu. tetapi besi murni terlalu lunak dan rapuh sebagai bahan kerja. tetapi sebenarnya juga mengandung unsur lain seperti : silisium. Besi merupakan logam yang penting dalam bidang teknik. . 3. Disebut besi tuang kelabu karena karbon tidak bersenyawa secara kimia dengan besi melainkan sebagai karbon yang lepas yang memberikan warna abu-abu kehitaman. dan disebut besi tuang putih karena karbon mampu bersenyawa dengan besi. Besi mentah atau besi kasar yang kadar karbonya lebih besar dari 3.7%. yaitu bahan untuk membuat benda jadi maupun setengah jadi. terutama zat arang/karbon. Sebutan besi dapat berarti : 1. konstruksi atau pesawat. Oleh karena itu besi selalu bercampur dengan unsur lain. Baja atau besi tempa yaitu kadar karbonya kurang dari 1. Besi murni dengan simbol kimia Fe yang hanya dapat diperoleh dengan jalan reaksi kimia. fosfor. Besi kasar belum dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat benda jadi maupun setengah jadi. 2.3 sampai 3. Besi teknik terbagi atas tiga macam yaitu : 1. mangan. belerang dan sebagainya yang kadarnya relatif rendah.Pengertian Ilmu Logam Ferro Logam ferro adalah adalah logam besi. Logam yang dihasilkan oleh dapur baja itulah yang dikatakan sebagai besi atau baja karbon. Unsurunsur dalam campuran itulah yang mempengaruhi sifat-sifat besi atau baja pada umumnya. Bahan dasarnya adalah unsur besi (Fe) dan karbon (C) . besi kasar itu masih harus diolah kembali di dalam dapur-dapur baja.6 % dan tidak dapat ditempa. Besi teknik adalah yang sudah atau selalu bercampur dengan unsur lain. Logam ferro juga disebut besi karbon atau baja karbon. Pembuatan besi atau baja dilakukan dengan mengolah bijih besi di dalam dapur tinggi yang akan menghasilkan besi kasar atau besi mentah. 2.7 % dan dapat ditempa.

kromium. Pengertian dari bahan bukan logam atau non logam adalah unsure kimia yang mempunyai sifat-sifat. wllfram dan sebagainya. Logam non ferro murni kebanyakan tidak digunakan begitu saja tanpa dipadukan dengan logam lain. Tetapi karena harganya mahal. Logam non fero juga digunakan untuk campuran besi atau baja dengan tujuan memperbaiki sifat-sifat bajja. nekel. emas dan perak tidak dipadukan karena sudah memiliki sifat yang baik. Sedangkan dari logam non ferro ringan antara lain: magnesium. karena biasanya sifat-sifatnya belum memenuhi syarat yang diinginkan. kalsium dan sebagainya.Pengertian Ilmu Logam Non Ferro Logam non ferro atau logam bukan besi adalah logam yang tidak mengandung unsur besi (Fe). Kecuali logam non ferro murni. dan tidak dapat menghantarkan arus listrik (bahan isolasi). . Misalnya dalam teknik proses dan laboratorium di samping keperluan tertentu seperti perhiasan dan sejenisnya. titanium. yaitu :   Elastis (karet). Keberagaman sifat dan karakteristik dari logam Non Ferro ini memungkinkan pemakaian secara luas baik digunakan secara murni atau pun dipadukan antara logam non ferro bahkan dengan logam Ferro untuk mendapatkan suatu sifat yang baru yang berbeda dari sifat asalnya. Dari jenis logam non ferro berat yang sering digunakan uintuk paduan baja antara lain. sehingga dapat digunakan dalam keadaan murni. molebdenum. tidak dapat terbakar (Asbes) dan mudah pecah (keramik)). Logam non Ferro ini terdapat dalam berbagai jenis dan masing-masing memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda secara spesifik antara logam yang satu dengan logam yang lainnya. misalnya ketahanan kimia dan daya hantar listrik yang baik serta cukup kuat. ketiga jenis logam ini hanya digunakan untuk keperluan khusus. Peka terhadap api (bahan baker. cair (bahan pelumas. platina.

 Yang kedua adalah variabel tak bebas. Contoh dari variabel bebas ini meliputi sifa kimia.Benda kerja pada suhu yang naik dan tinggi. Yaitu konsekuensi dari variabel bebas. Kondisi .. Kelebihan dan kekurangan dari Metal Forming : Kelebihan: • • Tidak perlu perangkat pembawa cairan dan tidak ada kompleksitas pemadatan Menghasilkan sekrap yang sedikit Kekurangan: • • • Gaya yang diperlukan tinggi Mesin dan perkakas mahal Harus dalam produksi yang besar Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Metal Forming. Friksi dan Lubrikasi Pada proses pembentukan:  Beberapa proses 50% energi input digunakan untuk mengatasi gesekan.faktor yang mempengaruhi : A. berikut adalah faktor .PEMBENTUKAN LOGAM (METAL FORMING) Metal Forming adalah proses mengubah bentuk logam dengan suatu gaya pada arah tertentu tanpa menyisakan serpih. persyaratan sifat dan karakteristi bahan. Sebagai contoh adalah perhatian konsumen akan sifat material hasil akhir. Variabel bebas adalah dimana seorang isinyur dapat mengontrol langsung dan variabel-variabel tersebut dapat ditentukan ketika proses set-up.Hanya sekali tahap deformasi. Dimana insinyur harus pandai pandai memilih material awal dan memprediksi pengaruh proses dalam pemilihan tersebut. B. Variabel   Terdapat dua macam variabel yaitu variabel bebas dan variabel tak bebas.

Keunggulan: • Deformasi dapat dipakai mengubah secara drastic bentuk logam tanpa takut akan retak atau diperlukan gaya yang sangat besar. Kontrol dimensi lebih bagus. Hot working Adalah pembentukan logam dengan diatas suhu rekristalisasinya yaitu 0. Keunggulan : • Tidak di perlukan panas. Permukaan logam harus bersih bebas sisik. yaitu : a. Diperlukan perangkat yang lebih berat dan kuat.keausan berbentuk pelumasan.tidak memerlukan permasinan lanjutan Kelemahan: • Memerlukan gaya yang besar.6 kali titik cair material itu sendiri.3 kali titik cair logam tersebut.dan cara menangani nya dengan memberi Pada Metal Forming sendiri dibedakan menjadi tiga jenis. . b. Pori-pori dapat dilas atau direduksi ukurannya selama deformasi Kelemahan: • Suhu tinggi dari hot working meningkatkan reaksi logam dengan sekitarnya.Mengurangi atau menghilangkan ketidakhomogenan kimiawi. c. Cold Working Adalah proses pembentukan logam dimana temperaturnya dibawah suhu rekristalisasinya yaitu 0. Permukaan akhir lebih halus. Warm working adalah proses pembentukan dimana temperaturnya berada diantara Hot workig dan cold working.  lingkaran.Toleransi yang miskin karena pemendekan termal dan kemungkinan pendinginan yang tidak uniform.

5. 1. Proses pengecoran (casting). Proses metal forming adalah melakukan perubahan bentuk pada benda kerja dengan cara memberikan gaya luar sehingga terjadi deformasi plastis. proses pembentukan logam (metal forming). . perlakuan panas (heat treatment). proses pemesinan (machining). 4. Proses pengelasan (welding). Proses penyambungan dua bagian logam dengan jalan pencairan sebagian dari daerah yang akan disambung. Proses pemesinan (machining). dan surface finish yang diinginkan.PROSES PEMBENTUKAN & PENGERJAAN LOGAM Ada beberapa metoda atau membuat geometri (bentuk dan ukuran) dari suatu bahan yang dikelompokan menjadi enam kelompok dasar proses pembuatan ( manufacturing proces) yaitu : proses pengecoran ( casting). dan proses perlakuan untuk mengubah sifat karakteristik logam pada bagian permukaan logam (surface treatment). Heat treatment adalah proses untuk meningkatkan kekuatan material dengan cara perlakuan panas. Proses pemotongan logam disebut sebagai proses pemesinan adalah proses pembuatan dengan cara membuang material yang tidak diinginkan pada benda kerja sehingga diperoleh produk akhir dengan bentuk. 3. Adanya pencairan dan pembekuan didaerah tersebut akan menyebabkan terjadinya ikatan sambungan. 2. Proses perlakuan panas (heat treatment). Proses pembentukan logam (metal forming). ukuran. proses pengelasan (welding). Suatu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat.

disini sifat material secara umum akan lebih ulet. Proses penarikan kawat (wire drawing) : merupakan operasi atau proses penarikan sebuah kawat (wire) dengan penarikan ini. lebih mudah dibentuk (tekanan lebih ringan). 2. dan bentukbentuk yang lebih sulit akan lebih mudah dikerjakan. 3. Proses pembentukkan dalam hal ini bisa dilaksanakan secara panas (hot working) atau secara dingin (cold working). Pengerjaan dingin dilaksanakan untuk memperoleh bentuk yang lebih teliti (toleransi kecil). . Proses surface treatment adalah proses perlakuan yang diterapkan untuk mengubah sifat karakteristik logam pada bagian permukaan logam dengan cara proses thermokimia. proses penarikan. metal spraying. penampang permukaan (surface finished) yang lebih halus dan sifat-sifat fisik tertentu lainnya. dan lain-lain. proses perlengkapan. Surface treatment. Hal ini berlawanan dengan proses pengerolan dimana beban yang diberikan cenderung berlangsung secara terus menerus (continuous). Pada proses pembentukan logam (metal forming) logam dibentuk dengan cara ditekan (pressure) sampai terjadi bentuk yang dikehendaki. Selain untuk pembentukan logam. Proses ekstrusi (extruding) adalah proses ektrusi dilaksanakan dengan jalan mengkompresikan logam – yang dipanaskan sampai diatas batas elastisitas – dan menekannya melalui sebuah ide yang sesuai dengan bentuk yang kehendaki. proses ini juga bisa dipergunakan untuk memperbaiki sifat-sifat fisik dari logam atau kedua-duanya. material (logam) terlebih dahulu dipanaskan sampai diatas tempeteratur rekristalisasi. 1.6. Proses penempatan (foreging) : merupakan proses pembentukkan logam dengan jalan memberikan beban/tekanan (pressure) secara berulang-ulang dan terputus-putus (intermitten). maka diameter penampang kawat atau batang logam akan berkuran sesuai dengan yang diinginkan. sehingga sifat-sifat material akan berubah. Didalam pengerjaan panas. Sedangkan untuk pengerjaan dingin. Beberapa proses yang diklarifikasikan sebagai proses pembentukkan logam (metal forming) yang dalam hal ini bisa dilaksanakan secara panas atau dingin dapat ditunjukkan seperti proses pengerolan. hal ini dilaksanakan dibawah temperature rekristalisasi.

Proses dilaksanakan dengan jalan menekan dan mendorong secara paksa lembaran-lembaran (sheet) logam melalui cetakan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. 5. Seperti halnya dengan proses penarikan kawat (wire drawing) maka disini juga akan terjadi “stretch” pada lembaran logam yang dibentuk. mangkok. 6. Proses “squeezing” : merupakan proses pembentukkan logam sesuai dengan bentukbentuk yang dikehendaki dengan jalan menekan dan mendorong paksa agar logam mengalir melalui sebuah cetakan. . dan lain sebagainya.4. Prosesing “drawing dan stretching” : proses ini akan menghasilkan benda-benda kerja yang “seamless” seperti bentuk cawan. Proses pembengkokkan/pelengkungan (bending) : dalam proses ini benda kerja dikenal beban/tekanan secara permanent sehingga terjadi distorsi sesuai bentuk yang diinginkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->