SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN GURU
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP/MTs MATEMATIKA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013
Pendahuluan | i

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013

Copyright © 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendahuluan | ii

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt, Kurikulum 2013 secara terbatas mulai dilaksanakan tahun 2013 pada sekolah-sekolah yang memenuhi persyaratan dan ditetapkan secara selektif. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya untuk merespon berbagai tantangan tantangan internal dan eksternal.

Titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Pengembangan kurikulum menjadi amat penting sejalan dengan kontinuitas kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya serta perubahan masyarakat pada tataran lokal, nasional, regional, dan global di masa depan. Aneka kemajuan dan perubahan itu melahirkan tantangan internal dan eksternal yang di bidang pendidikan pendidikan. Karena itu, implementasi Kurikulum 2013 merupakan langkah strategis dalam menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan. Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Aplikasi yang taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.

Mudah-mudahan implementasi Kurikulum 2013 ini bisa berjalan dengan baik. Akhirnya, kepada semua pihak yang telah mendedikasikan dirinya dalam mempersiapkan Kurikulum 2013, saya mengucaplkan banyak terima kasih. Semoga bermanfaat untuk mencerdaskan bangsa Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Muhammad Nuh

Pendahuluan | iii

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya Modul Bahan Ajar Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Modul bahan ajar ini merupakan bahan ajar wajib dalam rangka pelatihan calon instruktur, guru inti, dan guru untuk memahami Kurikulum 2013 dan kemudian dalam proses pembelajaran di sekolah. Kurikulum 2013 ini diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2013-2014 melalui pelaksanaan terbatas, khususnya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakannya. Pada Tahun Ajaran 2013/2014, Kurikulum 2013 dilaksanakan secara terbatas untuk Kelas I dan IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtida’iyah (SD/MI), Kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Kelas X Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA/MAK). Pada Tahun Ajaran 2015/2016 diharapkan Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di seluruh kelas I sampai dengan Kelas XII. Menjelang implementasi Kurikulum 2013, penyiapan tenaga guru dan tenaga kependidikan lainnya sebagai pelaksana kurikulum di lapangan perlu dilakukan. Sehubungan dengan itu, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP), telah menyiapkan strategi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas. Pada tahun 2013 pelatihan akan dilakukan bagi pengawas SD/SMP/SMA/SMK, kepala sekolah SD/SMP/SMA/SMK, dan guru Kelas I dan IV SD, guru Kelas VII SMP untuk 9 mata pelajaran, dan guru Kelas X SMA/SMK untuk 3 mata pelajaran. Guna menjamin kualitas pelatihan tersebut, maka BPSDMPK dan PMP telah menyiapkan 14 Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013, sesuai dengan kelas, mata pelajaran, dan jenjang pendidikan. Modul ini diharapkan dapat membantu semua pihak menjalankan tugas dalam Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Saya mengucpkan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi aktif kepada pejabat dan staf di jajaran BPSDMPK dan PMP, dosen perguruan tinggi, konsultan, widyaiswara, pengawas, kepala sekolah, dan guru yang terlibat di dalam penyusunan modul-modul tersebut di atas.

Jakarta, Juni 2013 Kepala Badan PSDMPK-PMP

Syawal Gultom NIP. 19620203 198703 1 002

Pendahuluan | iv

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

DAFTAR ISI

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAGIAN I PENDAHULUAN A. Tujuan Umum Pelatihan B. Indikator Umum Ketercapaian Tujuan C. Kompetensi Inti Peserta yang Harus Dicapai D. Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan E. Tahapan, Nara Sumber, dan Peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013, untuk Guru, Kepala Sekolah, F. dan Pengawas G. Penilaian H. Panduan Narasumber dan Fasilitator I. Kode Etik Narasumber J. Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Kurikulum 2013

iii iv v 1 2 2 3 3 3 5 6 6 7 7 10 11 13 15 19 25 29 32 33 34 34 34 34 35 37 58 59 59 59 60 61 63

Sistematika Modul BAGIAN II SILABUS PELATIHAN A. Silabus Materi Pelatihan 0: Perubahan Mindset B. Silabus Materi Pelatihan 1: Konsep Kurikulum 2013 C. Silabus Materi Pelatihan 2: Analisis Materi Ajar D. Silabus Materi Pelatihan 3: Model Rancangan Pembelajaran E. Silabus Materi Pelatihan 4: Praktik Pembelajaran Terbimbing BAGIAN III MATERI PELATIHAN MATERI PELATIHAN 0: PERUBAHAN MINDSET A. Kompetensi B. Lingkup materi C. Indikator D Perangkat pelatihan Skenario kegiatan Bahan tayang MATERI PELATIHAN 1 : KONSEP KURIKULUM 2013 A. Kompetensi B. Lingkup materi C. Indikator D Perangkat pelatihan Skenario kegiatan 1.1 Rasional Kurikulum
K.

Pendahuluan | v

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

1.2 Elemen Perubahan Kurikulum 1.3 SKL, KI, KD, dan Silabus 1.4 Strategi Implementasi Kurikulum MATERI PELATIHAN 2 : ANALISIS MATERI AJAR A. Kompetensi B. Lingkup materi C. Indikator D. Perangkat pelatihan Skenario kegiatan 2.1 Konsep Pendekatan Scientific 2.2 Model Pembelajaran 2.3 Konsep Penilaian Autentik pada Pembelajaran 2.4 Analisis Buku Guru dan Siswa MATERI PELATIHAN 3 : MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN A. Kompetensi B. Lingkup materi C. Indikator D. Perangkat pelatihan Skenario kegiatan 3.1 Penyusunan RPP 3.2 Perancangan Penilaian Autentik MATERI PELATIHAN 4 : PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING A. Kompetensi B. Lingkup materi C. Kompetensi Peserta Pelatihan D. Perangkat pelatihan Skenario kegiatan 4.1 Simulasi Pembelajaran 4.2 Peer Teaching

79 84 170 176 176 176 176 177 178 181 216 251 297 305 306 306 306 306 307 309 341 344 345 345 345 345 346 348 357

Pendahuluan | vi

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

GAMBARAN STRUKTUR MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

BAGIAN 1: PENDAHULUAN

A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K. A. B. C. D. E.

Tujuan Umum Pelatihan Indikator Umum KetercapaianTujuan Kompetensi Inti Peserta yang Harus Dicapai Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan Tahapan, Narasumber, dan Peserta Pelatihan Struktur Pelatihan Penilaian Panduan Narasumber dan Fasilitator Kode Etik Narasumber Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Sistematika Materi Pelatihan Silabus Perubahan Mindset Silabus Konsep Kurikulum 2013 Silabus Analisis Materi Ajar Silabus Model Rancangan Pembelajaran Silabus Praktik Pembelajaran Terbimbing

BAGIAN 2: SILABUS

A. Materi Pelatihan 0: Perubahan Mindset B. Materi Pelatihan 1: Konsep Kurikulum 2013 1.1 Rasional 1.2 Elemen Perubahan 1.3 SKL, KI, KD 1.4 Strategi Implementasi C. Materi Pelatihan 2: Analisis Materi Ajar 2.1 Konsep Pendekatan Scientific 2.2 Model Pembelajaran 2.3 Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar 2.4 Analisis Buku Guru dan Buku SIswa

BAGIAN 3: MATERI PELATIHAN

D. Materi Pelatihan 3: Model Rancangan Pembelajaran 1.1 Penyusunan RPP 1.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar E. Materi Pelatihan 4: Praktik Pembelajaran Terbimbing 4.1 Simulasi Pembelajaran 4.2 Peer Teaching F. Program Pendampingan

Pendahuluan | vii

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 BAGIAN I PENDAHULUAN Pendahuluan | 1 .

Guru Inti. dan Pengawas Sekolah Inti. Narasumber yang dimaksudkan adalah Narasumber Nasional. dan penilaian Kurikulum 2013. IV. (3) Panduan Narasumber. Kepala Sekolah Inti. B. dan penilaian Kurikulum 2013. Tujuh puluh persen (70%) guru kelas I. lembar kerja/worksheet. (4) Panduan Penilaian. 3. Pendahuluan | 2 . 1. Tujuan Umum Pelatihan Tujuan Umum Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut. isi. dan kebijakan sekolah. Sesuai dengan Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Guru mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan. proses pembelajaran. A. Pengawas sekolah mampu memberikan bantuan teknis secara benar kepada sekolah dalam mengatasi hambatan selama implementasi Kurikulum 2013. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP) telah menetapkan jenjang atau tahapan pelatihan. Modul ini memberi panduan bagi para pengguna mengenai (1) Tahapan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. sumber daya manusia. Kepala sekolah mampu mengerahkan sumber daya yang dimiliki dalam rangka menjamin keterlaksanaan implementasi Kurikulum 2013.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 BAGIAN I PENDAHULUAN Modul Pelatihan ini disiapkan untuk digunakan para Narasumber Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 sesuai dengan kelas. 2. proses pembelajaran. VII. (2) Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. menunjukkan di bawah ini. dan struktur pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk tahun kalender 2013. sasaran pelatihan. mata pelajaran dan jenjang pendidikan. X mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan. sarana. 1. isi. Tujuh puluh persen (70%) sekolah pelaksana Kurikulum 2013 tidak mengalami hambatan biaya. bahan tayang baik dalam bentuk slide power point maupun rekaman video. Instruktur Nasional. (5) Bahan/Materi Pelatihan untuk masing-masing Mata Pelatihan. 2. Bahan/Materi Pelatihan yang dimaksud meliputi hand-out. Indikator Umum Ketercapaian Tujuan Hasil monitoring dan evaluasi implementasi Kurikulum 2013 pada akhir Tahun Ajaran 2013/2014.

serta sasaran peserta dapat dijelaskan pada diagram berikut ini. dan santun. Analisis SKL. KI. Analisis buku siswa dan buku guru untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya. C. Buku Guru. kepala sekolah. 2. selama 1 semester. elemen perubahan. selama 1 semester. 3. selama 1 semester. selama 1 semester. Memiliki keterampilan mengajar dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. 6. D. Memiliki keterampilan menganalisis keterkaitan antara Standar Kompetensi Kelulusan (SKL). Tahapan. 1. Memiliki keterampilan menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) dengan mengacu pada Kurikulum 2013. dan Buku Siswa. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013. serta strategi implementasi). Narasumber. Mengingat jumlah sasaran akhir pelatihan sangat besar dan sebaran sasaran akhir pelatihan sangat luas. dan Discovery Learning. KD untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya. Contoh instrumen penilaian untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya. Kompetensi Inti Peserta yang Harus Dicapai Berdasarkan Indikator Ketercapaian Tujuan. Kompetensi Inti (KI). maka pelatihan ini menerapkan strategi pelatihan bertahap atau berjenjang. 4. Pendahuluan | 3 . 8. 7. Memiliki keterampilan mengajar dengan menerapkan pendekatan Scientific secara benar. Kompetensi Dasar (KD). Memiliki keterampilan melaksanakan penilaian autentik dengan benar. kepala sekolah dan pengawas. Tujuh puluh persen (70%) sekolah pelaksana Kurikulum 2013 mendapatkan bantuan secara benar dari pengawas sekolah selama implementasi Kurikulum 2013. 9. KI dan KD. maka berikut ini kompetensi inti yang harus dicapai peserta setelah mengikuti pelatihan. 2. Contoh RPP untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya. dan pengawas sekolah mampu mewujudkan hasil kerja secara kolektif berikut ini. guru. E. Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan Setelah selesai mengikuti pelatihan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 3. Memiliki keterampilan berkomunikasi lisan dan tulis dengan runtut. SKL. 5. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang Kurikulum 2013 (rasional. Tahapan atau jenjang pelatihan. 3. dan Peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Sasaran akhir dari pelatihan ini adalah guru. 1. 4. narasumber yang akan bertugas. benar. Memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum 2013. Project Based Learning.

Pelatihan Kepala Sekolah Inti. Tahapan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Tahapan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 dapat dilihat pada diagram 1 di atas. Pelatihan Guru Inti. dan Pelatihan Pengawas. Tingkat Provinsi. Pelatihan Guru Kelas/ Mapel. Pelatihan Kepala sekolah. Diagram tersebut menunjukan terdapat 3 tahap pelatihan yaitu:Pelatihan Tingkat Nasional.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Narasumber: Narasumber Nasional PELATIHAN INSTRUKTUR NASIONAL Peserta: Instruktur Nasional Narasumber: Instruktur Nasional PELATIHAN GURU INTI Peserta: Guru Inti Narasumber: Instruktur Nasional PELATIHAN KEPALA SEKOLAH INTI Peserta: Kepala Sekolah Inti Narasumber: Instruktur Nasional PELATIHAN PENGAWAS INTI Peserta: Pengawas Inti Narasumber: Guru Inti PELATIHAN GURU KELAS/MAPEL Peserta: Guru Kelas/Mapel/BK Narasumber: Kepala Sekolah Inti PELATIHAN KEPALA SEKOLAH Peserta: Kepala Sekolah Narasumber: Pengawas Inti PELATIHAN PENGAWAS Peserta: Pengawas Diagram 1. Pendahuluan | 4 . Secara keseluruhan terdapat 7 jenis pelatihan. Pelatihan Pengawas Inti. dan Tingkat Kabupaten/Kota. yakni: Pelatihan Instruktur Nasional.

5 2 1 Kelas IV 2 4 0. untuk Guru.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 F.4 2. dan Pengawas Sekolah SD/MI No 0. dan PengawasSekolah Tabel 1: Struktur Pelatihan Guru.5 0.5 0.5 0. Kecukupan.2 2.3 2.5 2 1 IPA 2 4 0.5 0.3 1.5 2 1 IPS 2 4 0.2 1. Kepala Sekolah.1 1. dan Kedalaman Materi) 3.2 PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Simulasi Pembelajaran Peer Teaching 22 8 14 22 8 14 22 8 14 22 8 14 22 8 14 22 8 14 PROGRAM PENDAMPINGAN 2 2 2 2 2 2 TES AWAL DAN TES AKHIR 2 2 2 2 2 2 TOTAL 52 52 52 52 52 52 Pendahuluan | 5 . 2. 1. KI dan KD Strategi Implementasi 2 4 0.5 2 1 Lainnya 2 4 0.5 2 1 2. Kepala Sekolah.5 0.1 4.1 3. Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013.5 0.1 ANALISIS MATERI AJAR Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu Konsep Pembelajaran IPA Terpadu Konsep Pembelajaran IPS Terpadu 12 2 12 2 12 12 12 12 2 2 2 2 2 2 2 6 2 6 2 4 2 2 2 4 2 2 2 6 2 2 2 6 2. 4. 1.5 Konsep Pendekatan Scientific Model Pembelajaran Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian.2 MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN Penyusunan RPP Perancangan Penilaian Autentik 8 5 3 8 5 3 8 5 3 8 5 3 8 5 3 8 5 3 4.5 2 1 SMP/MTs SMA/SMK /MA 2 4 0.4 MateriPelatihan Kelas I PERUBAHAN MINDSET KONSEP KURIKULUM 2013 Rasional Elemen Perubahan SKL. 3.

5. menggali data. Penilaian Seusai pelatihan. panitia pelatihan akan mengumumkan hasil penilaian peserta. portofolio. berperilaku. Metode penilaian yang diterapkan di dalam penilaian ini meliputi: 1. dan pengawas inti dinyatakan lulus apabila mencapai nilai 75 dan memiliki kewenangan untuk melatih. pengetahuan. menjawab pertanyaan. Memanggil nama peserta untuk mengurangi ketegangan. memecahkan masalah. Jumlah narasumber yang akan bertugas sebanyak 3 (tiga) orang selama proses pelatihan. 3. menganalisis alternatif temuan. kepala sekolah inti. dan 3. tetapi wajib melibatkan peserta secara aktif dalam mencari. 2. menguatkan dan menekankan simpulan itu. keterampilan Penilaian autentik diterapkan di dalam pelatihan ini. H. Narasumber membagi tugas secara bersama-sama dengan prinsip keadilan. memberikan motivasi. cara memberikan pertanyaan. mengambil keputusan atau simpulan. Panduan Narasumber dan Fasilitator Narasumber memainkan peran yang sangat penting untuk menjadikan suatu pelatihan yang menarik dan menyenangkan. cara memberikan umpan balik. Mengurangi penjelasan definisi. maupun penguasaan materi pelatihan. 1. Melaksanakan pelatihan sesuai dengan modul dan mematuhi urutan dalam skenario pelatihan yang telah disusun. sikap 2. guru inti. maka narasumber lainnya berperan sebagai fasilitator yang membantu dalam menyiapkan perangkat pelatihan. baik dalam hal disiplin. 4. dan melakukan penilaian kepada peserta. 6. menanyakan argumentasinya mengapa peserta mengambil simpulan itu. tes awal. Setiap calon instruktur nasional.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 G. Memahami isi modul sesuai bidang yang ditugaskan. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang narasumber adalah berikut ini. dan 4. 2. 3. memberikan penjelasan tambahan. dan memberikan konfirmasi. pengamatan. Pendahuluan | 6 . tes akhir. Penilaian meliputi tiga ranah yaitu: 1. Ketika seorang narasumber bertugas memberikan materi pelatihan. Memberikan contoh panutan bagi peserta. Memotivasi peserta untuk mengambil kesimpulan sendiri.

5. Mengaktifkan peserta untuk menjawab pertanyaan peserta lain. Menyiapkan alat. dan penilaian proses. 5. Memberlakukan peserta secara adil dan tidak diskriminatif. Menjawab pertanyaan yang tidak dipahami maksudnya. 3. yang minoritas. c. e. Menyerahkan laporan tertulis setiap selesai melakukan pelatihan. 10. b. tes akhir. dan media belajar yang diperlukan. Melaksanakan penilaian terdiri atas: tes awal. J. dan sebagainya. Mencatat kehadiran peserta sebagai bagian dari bahan penilaian.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 7. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta baik laki-laki maupun perempuanyang memiliki keterbatasan berbicara. 2. 2. Beberapa dokumen pelatihan digunakan sebagai acuan untuk beberapa materi pelatihan sebagaimana tercermin dalam pengkodean bahan pelatihan. Kode Etik Narasumber Setiap fasilitator pelatihan wajib menyetujui dan menerapkan kode etik berikut ini. Berperan sebagai orang yang serba tahu. yang pendiam. Menghormati kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan implementasi Kurikulum 2013. yang meliputi ranah sikap. 4. Melakukan penilaian secara objektif. 8. Menghindari hal-hal berikut ini. 4. I. pengetahuan. Mengajukan pertanyaan yang dapat dijawab peserta sesering mungkin (jangan pertanyaan yang sulit dijawab atau terlalu mudah dijawab peserta). yang tua. 3. dan keterampilan. Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Kurikulum 2013 Jenis bahan dan lembar kerja untuk masing-masing materi pelatihan dapat dilihat berikut ini. Menjawab pertanyaan yang tidak perlu dijawab. 9. Menjaga kerahasiaan semua alat penilaian yang akan digunakan. Pendahuluan | 7 . d. a. Mengacu pada prinsip-prinsip andragogi dalam bersikap dan berperilaku. Tugas Narasumber yang Berperan sebagai Fasilitator 1. 1. Membagi bahan pelatihan kepada peserta sesuai haknya. Menjawab pertanyaan yang tidak diketahui jawabnya.. Terpancing dalam perdebatan dengan peserta yang dapat mengakibatkan habisnya waktu. sumber.

2-2 PPT--2.2-3 HO-2.2-2 HO-2.2-1 PPT--2.3 PPT-1. dan KD Lembar Analisis Keterkaitan SKL. MATERI PELATIHAN PERUBAHAN MINDSET Bahan Tayang KONSEP KURIKULUM 2013 Video Tayangan Paparan Kurikulum 2013 oleh Mendikbud Bahan Tayang Rasional Elemen Perubahan SKL.2-3 PPT-2. KI.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Tabel 2.1 PPT-1.4 Lembar Kerja/Rubrik 3.3 2.4 HO-1. 1.4/3. V-2.1 V-1.3 PPT-2.1 PPT-1.4 HO 2. KD Strategi Implementasi Hand-Out SKL. dan KD Analisis Buku Guru Analisis Buku Siswa KODE PPT-0.3-1 HO 2.1 PPT.2-1 HO-2.4/3.1-2 HO 2.1-1 HO 2.3-1/2. KI.3-2/2.3/2.1 PPT-2.2 LK-2. dan KD Silabus Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs Contoh Analisis Keterkaitan antara SKL. Rubrik Penilaian Hasil Analisis Buku Guru dan Siswa MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN Bahan Tayang Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan PPT-3.1/3-2 HO-1. Daftar dan Pengkodean Materi Pelatihan NO.1/3.4-2 R-2.2 HO-1. KD Kerja/Rubrik ANALISIS MATERI AJAR Video Bahan Tayang Pembelajaran Matematika Konsep Pendekatan Scientific Model Pembelajaran Project Based Learning Model Pembelajaran Problem Based Learning Model Pembelajaran Discovery Learning Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Hand-Out Konsep Pendekatan Scientific Contoh Penerapan Pendekatan Scientific pada Pembelajaran Matematika Model Pembelajaran Project Based Learning Model Pembelajaran Problem Based Learning Model Pembelajaran Discovery Learning Konsep Penilaian Autentik Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Matematika SKL. 0.3-3 LK-1. KI. KI.3-2/3. KI.1/3.2 PPT-1.1-1 Pendahuluan | 8 .4/3.4-1 LK-2.2.2 HO-1.

2 R-4. Submateri 3 (SKL.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 NO.KD) 2.2-2 HO-4.1 PPT-4.1 LK-4.1 R-4. HO-1.2 KODE Hand Out HO-3.2 LK-3.3-2/3.1/2.1 PPT-4.1/2.1/3.2 R-3.1/4.1-2 HO-2.1 Hasil kerja peserta LK-4.1-1 HO-3. MATERI PELATIHAN Scientific Panduan Tugas Telaah RPP Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP yang Telah Dibuat Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan Scientific Contoh RPP Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran SKL.1/3.2 PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Hand Out Keterangan: V PPT HO LK R : : : : : Video Powerpoint Presentation Hand-Out Lembar Kerja Rubrik Catatan Pengkodean: 1. KI.4/3. PPT-1. KD Lembar Kerja/Rubrik 4.1/3.3/2.3/2.1-2 PPT-3. Video Bahan Tayang Telaah RPP Rubrik Penilaian Telaah RPP Video Pembelajaran Strategi Pengamatan Tayangan Video Panduan Tugas Praktik Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Peer-Teaching Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Strategi Pengamatan Tayangan Video RPP yang Telah Disusun Peserta Pelatihan Lembar Kerja/Rubrik Analisis Pembelajaran pada Tayangan Video Rubrik Penilaian Analisis Pembelajaran pada Tayangan Video Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran PPT-3.2 V-2.KI.2-1 PPT-4.1/3.3 artinya bahan presentasi ini digunakan saat menyampaikan Materi Pelatihan 1 (Konsep Kurikulum).2 artinya hand-out ini digunakan sebagai acuan untuk beberapa materi pelatihan yaitu sebagai berikut: Pendahuluan | 9 .4/3.2 HO1.

Materi Pelatihan 3. submateri 1 dan 4. Sistematika Modul Modul pelatihan implementasi kurikulum ini dibagi dalam tiga bagian berikut ini.Materi Pelatihan 1. submateri 3. K. .Materi Pelatihan 2. Bagian I Bagian II : : Pendahuluan Silabus Pelatihan Materi Pelatihan Bagian III : Pendahuluan | 10 . .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 . submateri 1 dan 2.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 BAGIAN II SILABUS PELATIHAN Pendahuluan | 11 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 JENJANG: SMP/MTs MATA PELAJARAN: MATEMATIKA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2013 Matematika – SMP | 12 .

WAKTU (JP) 2 Matematika – SMP | 13 . 2. Mendiskusikan cara baru dalam belajar. Memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum 2013 2. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap BAHAN PELATIHAN JENIS Bahan Tayang DESKRIPSI Tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 (PPT-0.1) NO 0.1 SUBMATERI PELATIHAN Tantangan Indonesia dalam Abad ke21 INDIKATOR 1. Menunjukkan sikap menghargai perubahan kurikulum. menghargai dan merespon positif perubahan Kurikulum da serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan materi pelatihan. Tanya jawab tentang tantangan Indonesia dalam Abad ke-21. 2. Menunjukkan sikap menerima secara terbuka terhadap perubahan Kurikulum dalam rangka menghadapi tantangan Indonesia dalam Abad ke-21.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 0. PENILAIAN ASPEK Sikap Menerima. 3. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengimpleme ntasikan Kurikulum 2013. Merespon KEGIATAN PELATIHAN 1. Curah pendapat membandingkan antara berpikir berbasis kendala (constraintbased thinking) dengan berpikir berbasis kesempatan (opportunitybased thinking) 3. PERUBAHAN MINDSET 2 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 1.

Tanya jawab tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill). Matematika – SMP | 14 . KEGIATAN PELATIHAN WAKTU (JP) 4. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan materi pelatihan perubahan mindset. Mendiskusikan 6 pendorong utama teknologi pendidikan yang harus diperhatikan 5. 4.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI NO SUBMATERI PELATIHAN INDIKATOR secara positif terhadap cara baru dalam belajar.

Mengamati dan menyimak tayangan paparan tentang Kurikulum 2013 oleh Mendikbud. 2.1) Naskah Kurikulum 2013 (HO-1. 3. Menyimak dan melakukan tanya jawab tentang paparan rasional Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan kurikulum di Indonesia.5 2. KEGIATAN PELATIHAN 1.4) NO 1. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1. Hand-out Matematika – SMP | 15 . 2. PENILAIAN ASPEK Sikap Menerima latar belakang alasan perubahan Kurikulum 2013. Video DESKRIPSI Tayangan Paparan Kurikulum 2013 oleh Mendikbud (V-1.1) Rasional Kurikulum 2013 (PPT-1. Menyimpulkan rasional Kurikulum 2013 yang mencakup WAKTU (JP) 0.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 1. Menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. Bahan Tayang Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda 3. Menjelaskan permasalahan Kurikulum 2006 (KTSP).1 SUBMATERI PELATIHAN Rasional INDIKATOR 1. Pengetahuan Memahami secara utuh rasional kurikulum 2013 .2/1. KONSEP KURIKULUM 4 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Memahami secara utuh rasional Kurikulum 2013.1/1. Menerima rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. 3.

1. Standar Proses. Standar Proses. Sikap Menerima empat elemen perubahan Kurikulum 2013 Pengetahuan Memahami elemen perubahan Kurikulum 2013 dan hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan. WAKTU (JP) 4. SI. Mengidentifikasi kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal. Hand-out Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda Matematika – SMP | 16 . 5. Bahan Tayang Elemen Perubahan Kurikulum 2013 (PPT-1. Menyimak dan melakukan tanya jawab tentang empat elemen perubahan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan kurikulum.4) 0. Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap 1.5 2. 1. Menerima empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL. 2. Menjelaskan empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL.2/1.1/1. 2. serta alasan pengembangan kurikulum. Menjelaskan alasan pengembangan kurikulum.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI NO SUBMATERI PELATIHAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN permasalahan kurikulum 2006 (KTSP). SI. dan Standar Penilaian. 1.2 Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Memahami secara utuh elemen perubahan Kurikulum 2013. kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal. Menyimpulkan empat elemen perubahan Kurikulum 2013.2) Naskah Kurikulum 2013 (HO-1. dan Standar Penilaian.

1.1/3.3) Tes Objektif Pilihan Ganda 3. 1. dan KD (PPT-1. Bahan Tayang 2.3/ 2. KI. Menganalisis keterkaitan antara SKL. dan KD pada Kurikulum 2013.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI NO SUBMATERI PELATIHAN INDIKATOR 3.4/ 3. 2. KI. KI. Contoh Analisis Keterkaitan antara SKl. Menjelaskan empat elemen perubahan kurikulum dalam hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan.3) Analisis Keterkaitan SKL. dan KD (LK-1. dan KD. Bekerja sama dalam menganalisis keterkaitan SKL. dan KD Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap 1. SKL. Menyimak paparan SKL. KI. dan KD. Menganalisis keterkaitan SKL. dan KD melalui diskusi kelompok pada format yang sudah disediakan (Tiap kelompok menganalisis keterkaitan SKL. KI. KI. KI. 2. KI dan KD Memahami keterkaitan antara SKL. KI. dan KD serta keterkaitan antara ketiga kompetensi tersebut. KI. Hand-Out SKL. dan KD. dan KD (HO-1. KI dan KD (R-1. KI. dan KD.3 SKL. Memberi contoh analisis keterkaitan SKL.2) b. KI. dan KD (HO-1.3 ) 2 Penugasan Rubrik penilaian hasil analisis keterkaitan SKL. 3. KI. KEGIATAN PELATIHAN WAKTU (JP) 1. Tes Tertulis Matematika – SMP | 17 . dan KD yang akan dijadikan dasar dalam membuat RPP) Sikap Bekerja sama dalam kelompok dengan baik dan benar Keterampilan Terampil menganalisis keterkaitan SKL. Lembar Kerja Pengetahuan Kemampuan memahami konsep SKL. KI.3) a.

Mengkomunikasi kan hasil diskusi kelas.4) Naskah Kurikulum 2013 (HO-1. Diskusi kelas untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013.4) 1 2. Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap 1. Berkomunikasi dengan bahasa yang runtut dan komunikatif untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013. Mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013. 1.1/1. Mempresentasi kan hasil diskusi kelompok.4 Strategi Implementasi Kurikulum 2013 Memahami secara utuh strategi implementasi Kurikulum 2013.2/1. Menilai hasil kerja kelompok lain. sistematis. Pengetahuan Memahami elemenelemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013. 2. 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI NO SUBMATERI PELATIHAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN WAKTU (JP) 4. 2. 1. Sikap Berkomunikasi dengan bahasa yang santun. 3. Merangkum dan menyimpulkan hasil diskusi kelas. 5. dan komunikatif dalam meyampaikan ide-ide. Bahan Tayang Strategi Implementasi Kurikulum (PPT-1. Hand-out Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda Matematika – SMP | 18 .

Menjelaskan konsep pendekatan scientific 3. Contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika (PPT-2. enjelaskan penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika. 3.1-1) WAKTU (JP) 2 NO SUBMATERI PELATIHAN Konsep Pendekatan Scientific KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Mendeskripsikan konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika. Video DESKRIPSI Pembelajaran Matematika (V-2. Menerima konsep pendekatan scientific dan menghargai pendapat orang lain. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar pengamatan sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1.1-1) b. Konsep pendekatan scientific (HO-2. Mendiskusikan contoh-contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika. Pengetahuan Konsep pendekatan scientific dan penerapannya dalam pembelajaran Matematika. Mengkaji pendekatan scientific berdasarkan tayangan video melalui diskusi kelompok.1/4. Mengamati tayangan video pembelajaran Matematika.1 1. Hand out Matematika – SMP | 19 . 2.1) a.1-2) a. 2. ASPEK Sikap Menerima konsep pendekatan scientific dan menghargai pendapat orang lain. ANALISIS MATERI AJAR 12 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1. Konsep pendekatan scientific (PPT-2. 2. Bahan Tayang Tes tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda 3.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERIPELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 2. 2.

dan Discovery Learning.3. 2. Discovery Learning (PPT-2. Mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran Discovery Learning. Project Based Learning (PPT-2.3. Keterampilan Menganalisis.3-3) a.2 Model Pembelajaran Membedakan Model Pembelajaran Project Based Learning. 3. 1.1) b. Problem Based Learning. dan Discovery Learning). Mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran Project Based Learning.3-2) c. mengaitkan. Mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning. Problem Based Learning. Focus Group Discussion Panduan FGD 1.3) a. Mengidentifikasi penerapan Pendekatan Scientific pada 3 model pembelajaran Sikap Menyadari manfaat penerapan tiga model pembelajaran Pengetahuan Karakteristik Project Based Learning.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI b. Problem Based Learning. Mengamati tayangan 3 jenis model pembelajaran (Project Based Learning. Hand out . Bahan Tayang Unjuk kerja Rubrik penilaian hasil kerja 3. Project Based Learning (HO-2. Mempresentasi kan hasil diskusi kelompok.1-2) WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 4. Problem Based Learning (PPT-2. 3. 1. Problem Based Matematika – SMP | 20 2 Tes Tulis Tes Objektif Pilihan Ganda 2. Mengidentifikasi karakteristik 3 model pembelajaran. 2. 2. Video Contoh Pembelajaran dengan 3 model pembelajaran (V-2. membedakan. Contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika (HO-2.1) b. dan Discovery Learning.

Menyajikan kegiatan interaktif untuk menyamakan persepsi tentang jenis dan bentuk tes dalam penilaian autentik.3/3. Contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika (HO-2. Konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar (HO-2.3/3.3 Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Mendeskripsikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar 1. Mendiskusikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. Sikap Menerima penerapan konsep penilaian autentik di sekolah/ madrasah dan menghargai pendapat orang lain.3) b.2) Matematika – SMP | 21 2 . Discovery Learning (HO-2. Pengamatan Lembar pengamatan sikap 1.3-2) c.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI Learning (HO-2. 1. Konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar (PPT-2. Contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika (PPT-2.3-3) WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 2. Bahan Tayang Tes tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda 2. 3. Mempresentasi kan hasil diskusi kelompok. Hand out a. 2. 2. Pengetahuan Konsep penilaian autentik pada pembelajaran Matematika. Menerima penerapan konsep penilaian autentik di sekolah/ madarasah dan menghargai pendapat orang lain. Menjelaskan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar.2) a.3) b.

dan KD (HO-1. dan KD.3/2. Ketelitian dan keseriusan menganalisis kesesuaian buku guru dan siswa dengan SKL. 5. Menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan 3. dan Kedalaman Materi) KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 1. 2. Menganalisis kecukupan dan kedalaman materi buku guru dan buku siswa. KI. Analisis Buku Siswa (LK-2.4/ 3. 2. KI.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1. 3. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. KI. Mengidentifikasi kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. Diskusi kelompok membahas hasil penilaian buku guru dan buku siswa. Bahan Tayang DESKRIPSI Analisis buku guru dan buku siswa (PPT-2. Analisis Buku Guru (LK-2. KI. Mencermati format analisis buku guru dan buku siswa.4) SKL. Hand-out Penugasan Rubrik Penilaian Hasil Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (R-2. 4. 2. Keterampilan Terampil menganalisis buku guru dan siswa. dan KD.4-2) WAKTU (JP) 6 NO SUBMATERI PELATIHAN Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar pengamatan sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1. 2. Mendeskripsikan kecukupan dan kedalaman materi buku guru dan buku Matematika – SMP | 22 ASPEK Sikap Teliti dan serius dalam bekerja baik secara mandiri maupun berkelompok.4 1. dan KD dalam diskusi kelompok.1/3.4-1) b. Lembar Kerja . 2. Menganalisis kesesuaian buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. Kecukupan. dan KD. Peserta pelatihan menilai buku guru dan buku siswa.4) 3. KI.2) a.

6. Menjelaskan secara utuh materi. Membaca isi materi. 3. . Menerapkan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku melalui diskusi kelompok. 8. dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat dalam buku siswa. dan pola pikir keilmuan materi pelajaran. 7. struktur. Menguasai penerapan materi pelajaran pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN siswa secara kelompok. 4. Menganalisis kesesuaian proses. Menganalisis kesesuaian isi buku dengan standar proses. pendekatan scientific. 6. struktur. struktur. 4. Membuat contoh-contoh penerapan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru Matematika – SMP | 23 ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN kedalaman materi. Menguasai secara utuh materi. serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. 5. pendekatan scientific. dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat dalam buku siswa melalui belajar mandiri.

Menyimpulkan strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Matematika – SMP | 24 . 5. 9.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari secara berkelompok. Memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. Menjelaskan strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. Mempresentasi kan hasil analisis buku guru dan buku siswa (perwakilan kelompok). 7. 10.

kultural. MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN 8 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1. Menyusun RPP yang sesuai dengan SKL. Standar Matematika – SMP | 25 .4/ 3. Panduan tugas telaah RPP (PPT-3. KI. SKL. 3.2) 2. Menunjukkan sikap tanggung jawab dan kreatif dalam menyusun RPP. Mengidentifikasi rambu-rambu penyusunan RPP. Hand out Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda 3. 2.1-2) a.1/3.2) b.1/3. Peserta pelatihan menilai RPP yang dibawa oleh peserta lain. Menyusun RPP yang sesuai dengan SKL. 2. sosial. Rambu-rambu penyusunan RPP mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific (PPT-3. moral. Rambu-rambu penyusunan RPP mengacu pada Standar WAKTU (JP) 5 SUBMATERI PELATIHAN 3. emosional. Bahan Tayang DESKRIPSI a. KI. KI. dan KD. dan KD (HO-1. maupun intelektual 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 3. Mendiskusikan rambu-rambu penyusunan RPP yang mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific.1-1) b. Standar Penugasan Rubrik Penilaian Telaah RPP (R-3.3/2.1 Penyusunan RPP KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Menyusun RPP yang menerapkan pendekatan scientific sesuai model belajar yang relevan dengan mempertimbang kan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. ASPEK Sikap Tanggung jawab dan kreatif dalam menyusun RPP Keterampilan Menyusun RPP yang mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific Pengetahuan RPPyang menerapkan pendekatan scientific TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1. dan KD.

Merevisi RPP berdasarkan hasil telaah.2) Matematika – SMP | 26 . dan pendekatan scientific. 5. 7. Contoh RPP Matematika (HO-3.1-1) c.1/3. Menelaah RPP yang disusun kelompok lain (LK-3. Lembar Kerja Telaah RPP WAKTU (JP) SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Proses.1-2) 3. Mempresentasikan hasil RPP yang sudah direvisi (sampel) ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI Proses dan pendekatan scientific (HO-3. dan pendekatan scientific secara berkelompok (terutama KD awal semester I) 4. 6.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN Proses. Mendiskusikan format telaahRPP . 4. MenelaahRPP yang disusun kelompok lain sesuai format telaah RPP.

Hand out 3.2) WAKTU (JP) 3 SUBMATERI PELATIHAN 3.2) Tes Objektif Pilihan Ganda Tes Tertulis 2. Mendiskusikan tentang kaidah merancang penilaian autentik berbentuk tes dan nontes. SKL.2) b. Bahan Tayang DESKRIPSI a.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1. 2. 2. Mengidentifikasi jenis dan bentuk penilaian pada proses dan hasil belajar sesuai karakteristik mata pelajaran Matematika. KI. termasuk portofolio. Contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika (HO-2.3/3. Menunjukkan sikap tanggung dan kreatifdalam menyusun rancangan penilaian autentik. Mengkaji penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran Matematika melalui contoh. dan KD (HO-1.1/3. ASPEK Sikap Tanggung jawab dankreatif dalam menyusun rancangan penilaian autentik. Contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika (PPT-2. 3.1/3. Menelaah rancangan penilaian autentik pada Matematika – SMP | 27 . Panduan tugas menelaah rancangan penilaian pada RPP yang telah dibuat (PPT-3.2) a.3/2.3/3. Mengidentifikasi kaidah perancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. 4. Mendiskusikan dan melakukan tanya jawabtentang penilaian autentik dalam bentuk tes dan nontes. Keterampilan Merancang penilaian autentik Pengetahuan Penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Merancang penilaian autentik pada proses dan hasil belajar 1. Penugasan Rubrik Penilaian Telaah RPP (R-3.4/ 3. Menelaah rancangan penilaian autentik pada 4.2) b. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1.

Merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun berdasarkan hasil telaah. Mempresentasi kan rancangan penilaian proses dan hasil belajar yang sudah direvisi (sampel) ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN proses dan hasil belajar yang ada dalam RPP. 5.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN RPP yang telah disusun. 6. Matematika – SMP | 28 .

1) WAKTU (JP) 8 NO SUBMATERI PELATIHAN Simulasi Pembelajaran KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Mengkaji pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific (mengamati. mencoba.1) Analisis pembelajaran pada tayangan video (LK-4. sosial. Mengamati tayangan video pembelajaran ASPEK Sikap Ketelitian dan keseriusan dalam menganalisis simulasi pembelajaran Keterampilan Menganalisis pembelajaran pada tayangan video. menyaji. Video DESKRIPSI Pembelajaran Matematika (V-2. mencipta) dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. Lembar Kerja Pengetahuan Prinsipprinsip pendekatan scientific dan penerapan Tes Tertulis Matematika – SMP | 29 . 2. 3. mengolah.1 1. menanya.1) Tes Objektif Pilihan Ganda 3. Menganalisis simulasi pembelajaran melalui tayangan video pembelajaran. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1. moral.1) Strategi pengamatan video pembelajaran (PPT-4. PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING 22 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1.1/4. Mengkonfirmasi penerapan pendekatan scientific dan Penugasan Rubrik Penilaian Analisis pembelajaran pada tayangan video (R-4. emosional. menganalisis tayangan video pelaksanaan pembelajaran dengan fokus pada penerapan pendekatan scientificdan penilaian autentik. 2. kultural. menalar. Melalui diskusi. Bahan Tayang 2. 4. Ketelitian dan keseriusan dalam menganalisis simulasi pembelajaran.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERIPELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 4.

Kreatif dan komunikatif dalam melakukan peer teaching. TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN maupun. Merevisi RPP sesuai dengan hasil analisis tayangan video pembelajaran. Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN penilaian autentik mengacu pada tayangan video pembelajaran. 4. Lembar Kerja . Menjelaskan garis besar instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran Sikap Kreatif dan komunikatif dalam melakukan peer teaching Keterampilan Melaksanakan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific. 2. menalar. mengolah. mencipta) dengan tetap memperhatikan 1. 3. Mempresentasi kan contoh RPP untuk kegiatan peer teaching. ASPEK penilaian autentik dalam pembelajaran Matematika.2 Peer Teaching Melaksanakan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific (mengamati. menanya. Instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran (PPT-4.2-1) b. 5. mencoba. Merevisi RPP sehingga menerapkan pendekatan scientific dan penilaian autentik untuk kegiatan peer teaching. Melaksanakan peer teaching yang menerapkan pendekatan scientific dan penilaian Tes Tertulis Rubrik penilaian pelaksanaan pembelajaran (R-4.2-2) Instrumen penilaian Matematika – SMP | 30 14 2. menyaji.2) Tes Objektif Ganda a. 1. 4. Bahan Tayang Penugasan 2. Panduan tugas praktik pelaksanaan pembelajaran melalui peer teaching (PPT-4. Menginformasik an panduan tugas praktik pelaksanaan pembelajaran melalui peer teaching. intelektual.

sosial. intelektual. Mempraktikkan pembelajaran melalui peer teaching secara individual. 3. Melakukan refleksi terhadap pelaksanaan peer teaching. Menilai pelaksanaan peer teaching peserta lain. moral.2) WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. kultural. TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI pelaksanaan pembelajaran (LK-4. 5. emosional. autentik menggunakan RPP yang telah disusun. 4. Matematika – SMP | 31 . ASPEK Pengetahuan Prinsipprinsip pendekatan scientific dan penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran Matematika. maupun.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 3. Menilai kegiatan peer teaching menggunakan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran 6. Mempersiapkan pelaksanaan peer teaching berdasarkan RPP yang telah disusun.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 BAGIAN III MATERI PELATIHAN 0. 4. PERUBAHAN MINDSET KONSEP KURIKULUM 2013 ANALISIS MATERI AJAR MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Matematika – SMP | 32 . 2. 3. 1.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN: PERUBAHAN MINDSET Matematika – SMP | 33 .

Menunjukkan sikap menghargai perubahan Kurikulum 2013 7.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN: PERUBAHAN MINDSET A. Merespon secara positif terhadap cara baru dalam belajar. INDIKATOR 5. Enam Pendorong Utama Teknologi Pendidikan yang Harus Diperhatikan 5. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013. PERANGKAT PELATIHAN 1. Cara Baru dalam Belajar 4. Tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 (Mengapa Kita Harus Berubah). 8. 2. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. B. Memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum 2013. Menunjukkan sikap menerima secara terbuka terhadap perubahan Kurikulum dalam rangka menghadapi tantangan Indonesia dalam Abad ke-21. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan materi pelatihan perubahan mindset. 6. Bahan Tayang: Tantangan Indonesia dalam Abad 21 (Mengapa Kita Harus Berubah) 2. High Order Thinking Skills (HOTS) C. ATK Matematika – SMP | 34 . LINGKUP MATERI 1. Berpikir Berbasis Kendala (Constraint-Based Thinking) dan Berpikir Berbasis Kesempatan (Opportunity Based) 3. 2. D.

Pengkondisian Peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama. serius. File. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. atau media pembelajaran lainnnya. mengajak berdinamika agar saling mengenal. alokasi waktu. Laptop. tujuan. 10 Menit Mendiskusikan enam pendorong utama teknologi pendidikan yang 20 Menit harus diperhatikan dilanjutkan dengan tanya jawab tentang lima tantangan pendidikan tinggi.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN PERUBAHAN MINDSET 2 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran. Mendiskusikan cara baru dalam belajar. semangat. dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. Fasilitator mengingatkankan peserta agar membaca referensi yang relevan. dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Perubahan Mindset Fasilitator memotivasi peserta. Fasilitator menutup pembelajaran 15 Menit Matematika – SMP | 35 . Curah pendapat untuk membandingkan berpikir berbasis kendala 15 menit (Constraint-Based Thinking) dan Berpikir berbasis kesempatan (Opportunity Based). indikator. dan Laser Pointer. kompetensi. Active Speaker. 15 Menit KEGIATAN PENDAHULUAN KEGIATAN INTI Perubahan Mindset 60 Menit Tanya jawab tentang tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 15 Menit (mengapa kita harus berubah). KEGIATAN PENUTUP Membuat rangkuman materi pelatihan Perubahan Mindset. seperti LCD Projector.

diakhiri membuat rangkuman. dan Penutup Mendiskusikan enam pendorong utama teknologi pendidikan yang harus diperhatikan dilanjutkan dengan tanya jawab tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi. Tanya Jawab. Matematika – SMP | 36 . dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN: PERUBAHAN MINDSET Langkah Kegiatan Inti Pengkondisian Peserta dilanjutkan Tanya Jawab 30 Menit Curah Pendapat Diskusi Diskusi Dilanjutkan Tanya Jawab 15 Menit 10 Menit 20 Menit Pengkondisian Peserta dilanjutkan Tanya Jawab Perkenalan. semangat. fasilitator menjelaskan nama. kompetensi. indikator. Tanya jawab tentang Tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 (mengapa kita harus berubah). dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Perubahan Mindset. serius. dan umpan balik. Curah Pendapat Curah pendapat untuk membandingkan berpikir berbasis kendala (Constraint-Based Thinking) dan Berpikir berbasis kesempatan (Opportunity Based). Fasilitator memotivasi peserta. refleksi. tujuan. alokasi waktu. mengajak berdinamika agar saling mengenal. Diskusi Diskusi cara baru dalam belajar Diskusi.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 37 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 38 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 39 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 40 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 41 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 42 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 43 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 44 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 45 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 46 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 47 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 48 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 49 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 50 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 51 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 52 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 53 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 54 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 55 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 56 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 57 .

dan KD 1. KI.2 Elemen Perubahan 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN 1: KONSEP KURIKULUM 2013 1.1 Rasional 1.4 Strategi Implementasi Matematika – SMP | 58 .3 SKL.

dan Standar Penilaian. 5. Menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. KI. Menganalisis keterkaitan SKL. Menerima rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. SI. Matematika – SMP | 59 . 9. 2. SI. Rasional Kurikulum 2013 2. Standar Proses. 7. c. dan KD pada Kurikulum 2013. Standar Nasional Pendidikan a. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Standar Proses. KI. 4. dan KD dalam bentuk kerja sama dengan yang lain. b. dan KD. dan Standar Penilaian. 3. memahami secara utuh rasional Kurikulum 2013. Elemen Perubahan Kurikulum 2013 3. KI. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar Isi yang berisi Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Standar Proses Standar Penilaian 4. memahami keterkaitan antara SKL. INDIKATOR 1. Menerima empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL. 3.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN 1: KONSEP KURIKULUM A. 8. memahami secara utuh elemen perubahan Kurikulum 2013. Strategi Implementasi Kurikulum 2013 C. 6. Menjelaskan empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL. d. 2. Menjelaskan permasalahan Kurikulum 2006 (KTSP). Menjelaskan empat elemen perubahan kurikulum dalam hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan. B. 10. Mengidentifikasi kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal. 11. Menjelaskan alasan pengembangan kurikulum. LINGKUP MATERI 1. Menganalisis keterkaitan antara SKL. Mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013 dengan bahasa yang runtut dan komunikatif. dan memahami secara utuh strategi implementasi Kurikulum 2013. 4.

Video tentang Rasional Kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2. PERANGKAT PELATIHAN 1. Rasional Kurikulum 2013 Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Standar Kompetensi Lulusan (SKL). dan Kompetensi Dasar (KD) Strategi Implementasi Kurikulum 2013 3. Standar Isi (Kompetensi Inti (KI). b. Kompetensi Inti (KI). Hand-Out a. c.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 12. ATK Rasional Kurikulum 2013 Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Standar Kompetensi Lulusan (SKL). D. b. Mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013. dan Kompetensi Dasar (KD) Strategi Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 60 . Bahan Tayang a. d. Lembar Kerja Analisis SKL. KI. dan KD 4. d. 5. c.

1. Standar Proses. Tanya jawab tentang Rasional Kurikulum 2013 yang mencakup: 5 Menit permasalahan kurikulum 2006 (KTSP). semangat. Pemaparan oleh fasilitator tentang Rasional Kurikulum 2013 dengan 10 Menit menggunakan PPT-1. serta alasan pengembangan kurikulum. dan Laser Pointer.2 Elemen Perubahan Kurikulum 20 Menit Pemaparan oleh fasilitator tentang Elemen Perubahan Kurikulum 10 Menit yang mencakup SKL. WAKTU KEGIATAN PENDAHULUAN 15 Menit KEGIATAN INTI 1.1 Rasional 25 Menit Penayangan Video Mendikbud tentang Paparan Kurikulum 2013 10 Menit dengan menggunakan V-1. alokasi waktu. atau media pembelajaran lainnya. kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dan kondisi ideal. tujuan. KONSEP KURIKULUM 4 JP (@45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN DESKRIPSI KEGIATAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran seperti LCD Projector. dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Konsep Kurikulum.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 1. Laptop. mengajak berdinamika agar saling mengenal.1. SI. indikator. Active Speaker. Fasilitator memotivasi peserta. serius. File.1. Pengkondisian Peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama. dan Standar Penilaian dan Matematika – SMP | 61 . kompetensi.

dan KD dengan 5 Menit menggunakan HO-1.3 SKL. Fasilitator menutup pembelajaran 10 Menit 15 Menit Matematika – SMP | 62 . Diskusi kelas tentang elemen-elemen penting Strategi Implementasi 25 Menit Kurikulum 2013. KEGIATAN PENUTUP Membuat rangkuman materi pelatihan Konsep Kurikulum. WAKTU Tanya jawab tentang Elemen Perubahan Kurikulum. Mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok. KI. Presentasi hasil kerja kelompok. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. ICE BREAKER 1. Kerja kelompok untuk menganalisis keterkaitan SKL.2. sementara kelompok lainnnya 15 Menit memberi komentar/ tanggapan dan menilai hasil kerja kelompok. KI. dan KD 5 Menit 60 Menit Pemaparan oleh fasilitator tentang SKL.3. 1. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 TAHAPAN KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan dengan menggunakan PPT-1. KI. KI. kemudian merangkum dan menyimpulkan hasil diskusi. dan KD 30 Menit yang akan dijadikan dasar untuk membuat RPP dengan menggunakan LK-1.3. kemudian 10 Menit fasilitator menyimpulkannya.4.4 Strategi Implementasi Kurikulum 2013 45 Menit Pemaparan oleh fasilitator tentang Strategi Implementasi Kurikulum 10 Menit 2013 dengan menggunakan PPT-1. dan KD dengan 10 Menit menggunakan PPT-1.3 Memberi contoh analisis keterkaitan antara SKL.

penetapan platform untuk mata pelajaran tertentu (geografi untuk IPS. perubahan pendekatan pembelajaran yaitu Scientific Approach. Kemudian fasilitator menyimpulkannya. bahasa sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge.2 RASIONAL DAN ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM Langkah Kegiatan Inti Pemaparan oleh Instruktur dengan menggunakan PPT-1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SUB MATERI PELATIHAN : 1. Matematika – SMP | 63 . dan penilaian hasil belajar).2 10 Menit Tanya Jawab 10 Menit Pemaparan Instruktur menyampaikan materi Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum yang mencakup: 4 standar. c. proses pembelajaran. Biologi untuk IPA)dengan menggunakan PPT-1. tematik terpadu untuk SD kls 1 dan 4. Alasan pengembangan kurikulum.1 dan 1.1 dan PPT-1.2. b. Tanya Jawab Diskusi dan tanya jawab terkait dengan Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: a. TIK merupakan sarana pembelajaran yang dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain. Identifikasi perubahan yang penting dalam kurikulum 2013 dibandingkan kurikulum sebelumnya (struktur kurikulum. Manfaat adanya perubahan kurikulum.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 64 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 65 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 66 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 67 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 68 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 69 .

RASIONAL PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi. dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. B.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 HO-1. standar proses. Tantangan Internal Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar pengelolaan. dan standar kompetensi lulusan.1/1. isi. dan keterampilan secara terpadu. berilmu. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. 1. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. sehat. Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap. kreatif. kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. baik tantangan internal maupun tantangan eksternal. berakhlak mulia. Dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan. dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. LATAR BELAKANG PERLUNYA PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan. mandiri. pengetahuan. standar penilaian. RASIONAL PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 A. cakap. Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (19) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. standar isi. standar pendidik dan tenaga kependidikan.4 I. yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan negara Indonesia sepanjang zaman. standar biaya. standar sarana prasarana. Matematika – SMP | 70 .2/1.

Namun apabila tidak memiliki kompetensi dan keterampilan tentunya akan menjadi beban pembangunan. Gambar 2 Matematika – SMP | 71 . Reformasi Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar Kurikulum 2013 Sedang Dikerjakan Telah dan terus Dikerjakan -Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi -Pembayaran Tunjangan Sertifikasi -Uji Kompetensi dan Pengukuran Kinerja -Rehab Gedung Sekolah -Penyediaan Lab dan Perpustakaan -Penyediaan Buku -BOS -Bantuan Siswa Miskin -BOPTN/Bidik Misi (di PT) Manajemen Berbasis Sekolah Gambar 1 Terkait dengan perkembangan penduduk. (Gambar 1). Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar SDM usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi SDM yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban (Gambar 2).SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Terkait dengan tantangan internal pertama. SDM usia produktif yang melimpah apabila memiliki kompetensi dan keterampilan akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya. berbagai kegiatan dilaksanakan untuk mengupayakan agar penyelenggaraan pendidikan dapat mencapai ke delapan standar yang telah ditetapkan.

Tekanan Untuk Pengembangan Kurikulum Tantangan Masa Depan • • • • • • • • • Globalisasi: WTO. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru. CAFTA Masalah lingkungan hidup Kemajuan teknologi informasi Konvergensi ilmu dan teknologi Ekonomi berbasis pengetahuan Kebangkitan industri kreatif dan budaya Pergeseran kekuatan ekonomi dunia Pengaruh dan imbas teknosains Mutu. f. Dari satu arah menuju interaktif. Dari alat tunggal menuju alat multimedia. o. Kerpek.) §Gejolak masyarakat (social unrest) Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi • Neurologi • Psikologi • Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning Gambar 3 3.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 2. serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka. e. Matematika – SMP | 72 . n. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata. Pergeseran itu meliputi proses pembelajaran sebagai berikut: a. l. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring. perkembangan pengetahuan dan pedagogi. g. m. i. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa. c. k. Penyempurnaan Pola Pikir Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola pikir. Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan. b. p. Dari pemikiran faktual menuju kritis. d. h. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif. ASEAN Community. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak.. APEC. Tantangan Eksternal Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan tantangan masa depan. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan. j. Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim. Dari pasif menuju aktif-menyelidiki. kompetensi yang diperlukan di masa depan. Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan. persepsi masyarakat. Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak. investasi dan transformasi pada sektor pendidikan • Materi TIMSS dan PISA Kompetensi Masa Depan • Kemampuan berkomunikasi • Kemampuan berpikir jernih dan kritis • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan • Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal • Memiliki minat luas dalam kehidupan • Memiliki kesiapan untuk bekerja • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan Persepsi Masyarakat • Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif • Beban siswa terlalu berat • Kurang bermuatan karakter Fenomena Negatif yang Mengemuka §Perkelahian pelajar §Narkoba §Korupsi §Plagiarisme §Kecurangan dalam Ujian (Contek. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan.

Penguatan Tata Kelola Kurikulum Pada Kurikulum 2013. Perumusan SKL di dalam KBK 2004 dan KTSP 2006 yang diturunkan dari SI harus diubah menjadi perumusan yang diturunkan dari kebutuhan. perlu dilakukan penyempurnaan pola pikir dan penggunaan pendekatan baru dalam perumusan Standar Kompetensi Lulusan. dan kebutuhan. tapi disusun pada tingkat nasional.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Sejalan dengan itu. Setelah kompetensi ditetapkan kemudian ditentukan kurikulumnya yang terdiri dari kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum. penyusunan kurikulum dimulai dengan menetapkan standar kompetensi lulusan berdasarkan kesiapan peserta didik. Satuan pendidikan dan guru tidak diberikan kewenangan menyusun silabus. Tabel 1 4. Matematika – SMP | 73 . tujuan pendidikan nasional. Perbandingan kerangka kerja penyusunan kurikulum dapat dilihat pada Gambar 5. Pendekatan dalam penyusunan SKL pada KBK 2004 dan KTSP 2006 dapat dilihat di Gambar 4 dan penyempurnaan pola pikir perumusan kurikulum dapat dilihat di Tabel 1. Guru lebih diberikan kesempatan mengembangkan proses pembelajaran tanpa harus dibebani dengan tugas-tugas penyusunan silabus yang memakan waktu yang banyak dan memerlukan penguasaan teknis penyusunan yang sangat memberatkan guru.

dan sumber belajar. ditemukan bahwa dari 6 (enam) level kemampuan yang dirumuskan di dalam studi PISA. Rumusan kompetensi juga sulit dijabarkan ke dalam indikator dengan akibat sulit dijabarkan ke pembelajaran. KD M APEL) STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. dan kalau diajarkan kepada siswa sulit dicapai oleh siswa. Yuridis. sementara negara lain yang terlibat di dalam studi ini banyak yang mencapai level 4 (empat). dan SMA lebih kecil dari total waktu pembelajaran yang dialokasikan menurut Standar Isi. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL. Yuridis. 5. hampir semua peserta didik Indonesia hanya mampu menguasai pelajaran sampai level 3 (tiga) saja. Pendalaman dan Perluasan Materi Berdasarkan analisis hasil PISA 2009. dikaitkan dengan kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan KTSP. Yuridis. KD MAPEL) STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN PEDOMAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan PEM BELAJARAN & PENILAIAN BUKU TEKS SISWA RENCANA PELAKSANAAN PEM BELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan PEDOMAN SILABUS BUKU TEKS SISWA PEM BELAJARAN & PENILAIAN Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013 KESIAPAN PESERTA DIDIK TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KEBUTUHAN STANDAR KOM PETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIK AN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. perlu diambil langkah penguatan tata kelola antara lain dengan menyiapkan pada tingkat pusat buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari buku pegangan siswa dan buku pegangan guru. Untuk menjamin ketercapaian kompetensi sesuai dengan yang telah ditetapkan dan untuk memudahkan pemantauan dan supervisi pelaksanaan pengajaran. dan 6 (enam). Untuk menjamin keterlaksanaan implementasi kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan keyakinan bahwa semua manusia Matematika – SMP | 74 . sulit diajarkan karena terlalu kompleks. SMP. media. SK MAPEL. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR PROSES KI KELAS & KD M APEL (STANDAR ISI) STANDAR PENILAIAN SILABUS PANDUAN GURU Oleh Satuan Pendidikan PEM BELAJARAN & PENILAIAN (KTSP) BUKU TEKS SISWA 1 Gambar 5 Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang dilakukan Balitbang pada tahun 2010 juga menunjukkan bahwa secara umum total waktu pembelajaran yang dialokasikan oleh banyak guru untuk beberapa mata pelajaran di SD. 5 (lima). ada kemungkinan waktu yang dialokasikan dalam Standar Isi tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya. maka sangat penting untuk menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan. Hasil monitoring dan evaluasi ini juga menunjukkan bahwa banyak kompetensi yang perumusannya sulit dipahami guru. dan sulit diajarkan karena keterbatasan sarana. Karena guru merupakan faktor yang sangat penting di dalam pelaksanaan kurikulum. SK MAPEL. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL. sulit dijabarkan ke penilaian. Di samping itu. juga perlu diperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kerangka Kerja Penyusunan KBK 2004 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006 TUJUAN PENDIDIK AN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis.

interpretasi yang dapat disimpulkan dari hasil studi ini. Untuk bidang matematika. Gambar 7 Untuk bidang IPA. lebih dari 95% peserta didik Indonesia hanya mampu mencapai level menengah. Gambar 6 Analisis hasil TIMSS tahun 2007 dan 2011 di bidang matematika dan IPA untuk peserta didik kelas 2 SMP juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan atau yang distandarkan di tingkat internasional (Gambar 7). sementara misalnya di Taiwan hampir 50% peserta didiknya mampu mencapai level tinggi dan advance. yaitu yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman (Gambar 6).SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 diciptakan sama. Hasil studi pada tahun 2007 dan 2011 menunjukkan bahwa lebih dari 95% peserta didik Indonesia hanya mampu mencapai level Matematika – SMP | 75 . pencapaian peserta didik kelas 2 SMP juga tidak jauh berbeda dengan pencapaian yang mereka peroleh untuk bidang matematika. hanya satu.

sementara lebih dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa apa yang diajarkan kepada peserta didik di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan atau distandarkan di tingkat internasional. Dalam hal membaca. sementara hampir 40% peserta didik Taiwan mampu mencapai level tinggi dan lanjut (advanced).SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 menengah. Gambar 8 Hasil studi internasional untuk reading dan literacy (PIRLS) yang ditujukan untuk kelas IV SD juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan hasil studi untuk tingkat SMP seperti yang dipaparkan terdahulu. (Gambar 8). Gambar 9 Matematika – SMP | 76 . lebih dari 95% peserta didik Indonesia di SD kelas IV juga hanya mampu mencapai level menengah. Hal ini juga menunjukkan bahwa apa yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan dan distandarkan pada tingkat internasional (Gambar 9). Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama.

sehingga menyulitkan bagi peserta didik kelas VIII SMP menjawab pertanyaan yang terdapat di dalam TIMSS (Tabel 3). Hal yang sama juga terdapat di kurikulum matematika kelas VIII SMP di mana juga terdapat beberapa topik yang belum diajarkan di kelas XIII. Tabel 2 Analisis lebih jauh untuk membandingkan kurikulum IPA SMP kelas VIII yang ada di Indonesia dengan materi yang terdapat di TIMSS menunjukkan bahwa terdapat beberapa topik yang sebenarnya belum diajarkan di kelas VIII SMP (Tabel 2). Matematika – SMP | 77 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Hasil analisis lebih jauh untuk studi TIMSS dan PIRLS menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dibagi menjadi empat kategori. malah terdapat beberapa topik yang sama sekali tidak terdapat di dalam kurikulum saat ini. Lebih parahnya lagi. yaitu: low mengukur kemampuan sampai level knowing intermediate mengukur kemampuan sampai level applying high mengukur kemampuan sampai level reasoning advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information.

Tabel 4 Dalam kaitan itu. seperti bisa dilihat pada Tabel 4. Matematika – SMP | 78 . perlu dilakukan langkah penguatan materi dengan mengevaluasi ulang ruang lingkup materi yang terdapat di dalam kurikulum dengan cara meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi peserta didik. dan menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional. Di samping itu juga perlu dievaluasi ulang tingkat kedalaman materi sesuai dengan tuntutan perbandingan internasional dan menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan. mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Tabel 3 Hal yang sama juga terjadi di kurikulum matematika kelas IV SD pada studi internasional di mana juga terdapat topik yang belum diajarkan pada kelas IV dan topik yang sama sekali tidak terdapat di dalam kurikulum saat ini.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 79 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 80 .

dan penyajian hasilnya melalui pemanfaatan berbagai sumber-sumber belajar [siswa mencari tahu] Penilaian otentik pada aspek kompetensi sikap. Penilaian pada pengetahuan melalui ulangan dan ujian Kurikulum Baru 1 Materi disusun seimbang mencakup kompetensi sikap. pengetahuan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Perubahan untuk Semua Mata Pelajaran No Implementasi Kurikulum Lama Materi disusun untuk memberikan pengetahuan kepada siswa Pendekatan pembelajaran adalah siswa diberitahu tentang materi yang harus dihafal [siswa diberi tahu]. penalaran. dan keterampilan Pendekatan pembelajaran berdasarkan pengamatan. pertanyaan. pengetahuan. pengumpulan data. 9 2 3 Matematika – SMP | 81 . dan keterampilan berdasarkan portofolio.

Biologi Menggunakan Biologi sebagai platform kajian dengan pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkait dengan benda beserta interaksi diantara benda-benda tersebut. Sosiologi. budaya. Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai dengan standar internasional Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam 11 pada jenjang selanjutnya 2 3 Materi ilmu bumi dan anta-riksa masih belum memadai [sebagian dibahas di IPS] Materi kurang mendalam dan cenderung hafalan Diajarkan oleh guru berbeda (team teaching) dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian 4 5 Perubahan pada Matematika No 1 Implementasi Kurikulum Lama Langsung masuk ke materi abstrak Banyak rumus yang harus dihafal untuk menyelesaikan permasalahan (hanya bisa menggunakan) Permasalahan matematika selalu diasosiasikan dengan [direduksi menjadi] angka Tidak membiasakan siswa untuk berfikir kritis [hanya mekanistis] Metode penyelesaian masalah yang tidak terstruktur Data dan statistik dikenalkan di kelas IX saja Matematika adalah eksak Kurikulum Baru Mulai dari pengamatan permasalahan konkret. pengolahan data. dsb] Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk menyelesaikan permasalahan yang diajukan Membiasakan siswa berfikir algoritmis Memperluas materi mencakup peluang. Tujuannya adalah menekankan pentingnya konektivitas ruang dalam memperkokoh NKRI. Ekonomi. pola. Sosiologi Kurikulum Baru Materi disajikan terpadu. tidak dipisah dalam kelompok Geografi. semua kajian berdiri sejajar 3 Diajarkan oleh guru berbeda (team teaching) dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian 10 Perubahan pada Ilmu Pengetahuan Alam No 1 Implementasi Kurikulum Lama Materi disajikan terpisah antara Fisika. Sejarah. kemudian ke semi konkret. Kimia. Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 1 2 Tidak ada platform. Ekonomi. dan ekonomi disajikan untuk mendukung terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh. Menggunakan Geografi sebagai platform kajian dengan pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat dengan lokasi. tidak dipisah dalam kelompok Fisika. dan akhirnya abstraksi permasalahan Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan rumus-rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa mnggunakan tetapi juga memahami asal-usulnya) Perimbangan antara matematika dengan angka dan tanpa angka [gambar. Kimia. dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan standar internasional Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan 2 3 4 5 6 7 12 Matematika – SMP | 82 . Kajian sejarah. sosiologi. dan Biologi Tidak ada platform. grafik. fisika. kimia dan kombinasinya dalam membentuk ikatan yang stabil.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Perubahan pada Ilmu Pengetahuan Sosial No Implementasi Kurikulum Lama Materi disajikan terpisah menjadi Geografi. Sejarah. semua kajian berdiri sejajar Kurikulum Baru Materi disajikan terpadu. Tujuannya adalah menekankan pentingnya interaksi biologi.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Perubahan pada Bahasa Indonesia/Inggris No Implementasi Kurikulum Lama Materi yang diajarkan ditekankan pada tatabahasa/struktur bahasa Siswa tidak dibiasakan membaca dan memahami makna teks yang disajikan Siswa tidak dibiasakan menyusun teks yang sistematis. 1 2 3 4 14 Matematika – SMP | 83 . logis. apa. dimana) Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya dan pengetahuannya dengan bahasa yang meyakinkan secara spontan 13 1 2 3 4 5 Perubahan pada Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran No Implementasi Kurikulum Lama Materi disajikan berdasarkan empat pilar dengan pembahasan yang terpisah-pisah Materi disajikan berdasarkan pasokan yang ada pada empat pilar kebangsaan Tidak ada penekanan pada tindakan nyata sebagai warga negara yang baik Pancasila dan Kewarganegaraan disajikan sebagai pengetahuan yang harus dihafal Kurikulum Baru Materi disajikan tidak berdasarkan pada pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan tetapi berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam pembentukan karakter bangsa Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab (taat norma. asas. dan efektif melalui latihan-latihan penyusunan teks Siswa dikenalkan dengan aturan-aturan teks yang sesuai sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks (sesuai dengan situasi dan kondisi: siapa. dan efektif Siswa tidak dikenalkan tentang aturan-aturan teks yang sesuai dengan kebutuhan Kurang menekankan pada pentingnya ekspresi dan spontanitas dalam berbahasa Kurikulum Baru Materi yang dijarkan ditekankan pada kompetensi berbahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan gagasan dan pengetahuan Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa sendiri Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis. dan aturan) Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang baik Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya pengetahuan. tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata dan sikap keseharian. logis.

Masing-masing kelompok mengerjakan KD yang berbeda agar peserta mendapat bahan hasil analisis semua KI dan KD selama 1 tahun kelas VII. KD 5 Menit Kerja Kelompok Presentasi Hasil Kelompok 10 Menit 30 Menit 15 Menit Pemaparan Instuktur memberikan materi SKL. KI. KI. KI. Memberi Contoh Instruktur memberikan contoh analisis keterkaitan antara SKL.Sementara kelompok lainnnya memberi komentar/ tanggapan dan menilai hasil kerja kelompok lainnya.1/3. DAN KD Langkah Kegiatan Inti Pemaparan oleh Instruktur Memberi Contoh Analisis Keterkaitan SKL. KI.3 Matematika – SMP | 84 .3/3. KD masing-masing mapel selama 1 tahun yang akan dijadikan dasar untuk membuat RPP dengan menggunakan LK 1. Presentasi Hasil Kerja Kelompok Masing-masing kelompok memaparkan hasil kerja kelompok.3: SKL.2 Kerja Kelompok Peserta dibagi menjadi 5 kelompok. dan KD dengan menggunakan HO1.3/2. dan KD dengan menggunakan PPT-1. setiap kelompok diberi tugas menganalisis keterkaitan SKL.1/2.3. KI.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SUB MATERI PELATIHAN 1. Peserta yang akan memaparkan akan ditunjuk oleh Intruktur.

RPP dan KBM PENGELOLAAN KURIKULUM Satuan pend Matematika – SMP | 85 . Kompetensi Dasar. Beban belajar PAUD DIKDAS DIKMEN PNF Alur Pengembangan Kurikulum (PP 32 th 2013) STRUKTUR KURIKULUM PAUD DIKDAS Pengembangan kepribadian Muatan umum: nasional. KTSP. lokal Muatan umum : nasional. Kompetensi Inti. Mulok dikmen Mulok dikdas` Mulok. Mata pelajaran. lokal Peminatan akademik Peminatan kejuruan Peminatan lintas minat/ penalaman minat Program kecakapan hidup STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DIKMEN PNF SIKAP ` KETERAMPILAN PENGETAHUAN Kompetensi inti Kompetensi Dasar Pemerintah Provinsi Kab/kota Kurikulum satuan/ program pendidikan Kurikulum mata pelajaran pedoman implementasi Buku Teks Pelajaran Buku Panduan Guru. Muatan Pembelajaran.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 UU 20/2003 Sisdiknas Perpres 5/2010 RPJMN PP 19/2005 SNP PP 32/2013 Perubahan SNP SKL Standar Isi Standar Proses Standar Penilaian … KERANGKA DASAR KURIKULUM Dokumen Kurikulum satuan/program pendidikan Dokumen Kurikulum mapel Pedoman implementasi Buku Teks Pelajaran Buku Panduan Guru Dokumen Kurikulum lain Muatan lokal KTSP SILABUS STRUKTUR KURIKULUM NASIONAL DOKUMEN KURIKULUM Kompetensi inti Kompetensi dasar Materi pembelajaran Kegiatan pembelajaran Penilaian Alokasi waktu Sumber belajar.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 86 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 87 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 88 .

dan Pengetahuan sebagai berikut. seni. KOMPETENSI INTI (KI).2 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL). Dan Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan SMA/MA/SMALB*/Paket C. konseptual dan prosedural dalam ilmu pengetahuan.3-1/2.1/3. percaya diri. kebangsaan. Standar Kompetensi Lulusan memuat Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan. Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB*/Paket B. dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata Dimensi SIKAP KETERAMPILAN PENGETAHUAN Matematika – SMP | 89 . keterampilan. Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB*/Paket B Lulusan SMP/MTs/SMPLB*/Paket B adalah manusia yang memiliki sikap. dan budaya dengan wawasan kemanusiaan. berakhlak mulia. KOMPETENSI DASAR (KD) A. dan keterampilan. Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan terdiri dari Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB*/Paket A. A.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 HO-1. SMP/MTs/SMPLB*/Paket B Kompetensi Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman. teknologi.4/3. dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah atau sumber lain yang sama dengan yang diperoleh dari sekolah Memiliki pengetahuan faktual. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SATUAN PENDIDIKAN SMP/MTs/SMPLB*/Paket B Standar Kompetensi Lulusan adalah criteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. pengetahuan. kenegaraan.

1. kritis. Memahami pengetahuan (faktual.8. Memahami konsep perbandingan dan menggunakan bahasa perbandingan dalam mendeskripsikan hubungan dua besaran atau lebih 3. percaya diri. Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan menggunakannya untuk menentukan keliling dan luas 3.1. Memiliki rasa ingin tahu.6. konseptual.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)/ MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) KELAS: VII KOMPETENSI INTI 1. percaya diri.5. Membandingkan dan mengurutkan beberapa bilangan bulat dan pecahan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi 3. tanggungjawab. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya KOMPETENSI DASAR 1.10. 2. disiplin.7. santun.2.3. Menghargai dan menghayati perilaku jujur. menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari.9. bertanggung jawab. pencerminan.3. rotasi) menggunakan objek-objek geometri 3. yang terbentuk melalui pengalaman belajar. seni. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2.4. himpunan bagian. peduli (toleransi. Menaksir dan menghitung luas permukaan bangun datar yang tidak beraturan dengan menerapkan prinsip-prinsip geometri 3.1. Menemukan peluang empirik dari data luaran (output) yang mungkin diperoleh berdasarkan sekelompok data Matematika – SMP | 90 3. 2. 3. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. Menunjukkan sikap logis. teknologi. Mendeskripsikan lokasi benda dalam koordinat Cartesius 3. operasi himpunan dan menunjukkan contoh dan bukan contoh 3. translasi. Memiliki sikap terbuka. Menjelaskan pengertian himpunan. budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata . konsisten dan teliti. dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Memahami pola dan menggunakannya untuk menduga dan membuat generalisasi (kesimpulan) 3. Memahami konsep transformasi (dilatasi. komplemen himpunan. santun.2. analitik. gotong royong). responsif. objektif. Menyelesaikan persamaan dan pertaksamaan linear satu variable 3.

7 Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan sifat-sifat persegi panjang. menginterpretasi. merangkai. Menghargai dan 1. dan grafik garis 4. dan membuat) dan ranah abstrak (menulis. mengolah.11. rotasi) dalam memecahkan permasalahan nyata 4. responsif. translasi.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 3.4 Menggunakan konsep perbandingan untuk menyelesaikan masalah nyata dengan menggunakan tabel dan grafik 4. disiplin. Memiliki rasa ingin tahu. jajargenjang. Memahami teknik penyajian data dua variabel menggunakan tabel. bertanggung jawab. gotong royong). dan grafik 4. membaca. Menghargai dan menghayati perilaku jujur. pencerminan. persegi. Menunjukkan sikap logis. kritis. percaya diri.5 Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidak diketahui menggunakan grafik 4. menggambar. dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan. dan layang-layang 4. Memiliki sikap terbuka.8 Mengumpulkan. menghitung. santun. Mencoba. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. diagram lingkaran. percaya diri. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya a. memodifikasi. peduli (toleransi. Matematika – SMP | 91 . santun. konsisten dan teliti. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. grafik batang.3 Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel 4.6 Menerapkan prinsip-prinsip transformasi (dilatasi. belah ketupat. trapesium. dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. analitik. mengurai. mengolah. dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel. diagram. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 4. c. b. yang terbentuk melalui pengalaman belajar.9 Melakukan percobaan untuk menemukan peluang empirik dari masalah nyata serta menyajikannya dalam bentuk tabel dan grafik KELAS: VIII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. objektif.1 Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalah 4. menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari. tanggungjawab.2 Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial sederhana 4.

mengurai.8 Matematika – SMP | 92 . dan limas Menggunakan koordinat Cartesius dalam menjelaskan posisi relatif benda terhadap acuan tertentu Menaksir dan menghitung luas permukaan dan volume bangun ruang yang tidak beraturan dengan menerapkan geometri dasarnya Memahami konsep perbandingan dengan menggunakan tabel. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan.14 4. menginterpretasi.7 4. mengolah.3 4.7 3. memodifikasi. balok. dan aritmatika Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menyelesaikan berbagai masalah Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan hubungan sudut pusat. diagram.12 3.8 3. dan diagram Mengidentifikasi unsur. dan grafik dari dua variabel serta mengidentifikasi hubungan antar variabel Melakukan percobaan untuk menemukan peluang empirik 3.11 KOMPETENSI DASAR Menerapkan operasi aljabar yang melibatkan bilangan rasional Menentukan nilai variabel persamaan linear dua variabel dalam konteks nyata Menentukan nilai persamaan kuadrat dengan satu variabel yang tidak diketahui Menentukan persamaan garis lurus dan grafiknya Menyajikan fungsi dalam berbagai bentuk relasi. dan menampilkan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel. prisma. panjang busur. budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 3.6 3. membaca. menggambar. menyaji. grafik. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual.5 4.9 3.3 3. dan luas juring Memahami Teorema Pythagoras melalui alat peraga dan penyelidikan berbagai pola bilangan Menentukan luas permukaan dan volume kubus. dan persamaan Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalah nyata Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidak diketahui menggunakan grafik. seni. menghitung.6 4.10 3. dan persamaan Menemukan peluang empirik dan teoritik dari data luaran (output) yang mungkin diperoleh berdasarkan sekelompok data nyata Memahami teknik penyajian data dua variabel menggunakan tabel. dan luas dari lingkaran Menentukan hubungan sudut pusat. konseptual. grafik.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI INTI 3. merangkai. dan grafik garis dengan komputer serta menganalisis hubungan antar variabel Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel Menggunakan konsep perbandingan untuk menyelesaikan masalah nyata dengan menggunakan tabel.1 3.4 4. dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan. dan luas juring Mengumpulkan.5 3. rumus fungsi. Mengolah. aljabar.2 3. panjang busur. keliling. dan membuat) dan ranah abstrak (menulis.1 4. grafik batang. grafik. teknologi. pasangan berurut. tabel.2 4. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 4.4 3.13 3. diagram lingkaran.

2 Memahami operasi aljabar yang melibatkan bilangan konseptual. analitik. budaya terkait fenomena dan serta mendeskripsikan permasalahan menggunakan tabel. dan prosedural) berpangkat bulat dan bentuk akar berdasarkan rasa ingin 3. peduli (toleransi.4 Memahami perbandingan bertingkat dan persentase. tanggungjawab. median. kejadian tampak mata grafik. kerucut. objektif. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya a. b. Memiliki sikap terbuka. 3. gotong royong). responsif.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR dari masalah nyata serta membandingkannya dengan peluang teoritik KELAS: IX KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. yang terbentuk melalui pengalaman belajar.1 .5 Menentukan orientasi dan lokasi benda dalam koordinat kartesius serta menentukan posisi relatif terhadap acuan tertentu 3.8 Menaksir dan mengitung luas permukaan bangun datar dan bangun ruang yang tidak beraturan dengan menerapkan kombinasi geometri dasarnya 3. seni. bertanggung jawab. teknologi. Memiliki rasa ingin tahu.6 Memahami konsep kesebangunan dan kekongruenan geometri melalui pengamatan 3. menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari. dan modus dari Matematika – SMP | 93 3. kritis.9 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana secara empirik dan teoritik 3.3 Menganalisis sifat-sifat fungsi kuadrat ditinjau dari tahunya tentang ilmu koefisien dan determinannya pengetahuan. Menunjukkan sikap logis. dan persamaan 3. konsisten dan teliti. dan bola 3. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 1. Memahami dan menerapkan Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar dalam suatu permasalahan pengetahuan (faktual. 3. 3. Menghargaidan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur. dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. percaya diri. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. santun.7 Menentukan luas selimut dan volume tabung. c.11 Menentukan nilai rata-rata. disiplin.10 Menerapkan pola dan generalisasi untuk membuat prediksi 3. percaya diri. santun.

4 pandang/teori 4. merangkai. menghitung. grafik. mengolah. menggambar. dan atau fungsi kuadrat Menggunakan konsep perbandingan untuk menyelesaikan masalah nyata mencakup perbandingan bertingkat dan persentase dengan menggunakan tabel. sistem persamaan linear dua variabel. menginterpretasi. deret. barisan. dan menampilkan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel dan berbagai grafik serta mengidentifikasi hubungan antar variabel serta mengambil kesimpulan Menerapkan prinsip-prinsip peluang untuk menyelesaikan masalah nyata Membuat dan menyelesaikan model matematika dari berbagai permasalahan nyata Matematika – SMP | 94 . mengurai. Mengolah. menyaji. dan persamaan Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidak diketahui menggunakan berbagai modifikasi aljabar dan aritmatika Mengenal pola bilangan.14 Memilih strategi dan aturan-aturan yang sesuai untuk memecahkan suatu permasalahan 4.12 Memilih teknik penyajian data dua variabel dan mengevaluasi keefektifannya.13 Memahami konsep ruang sampel suatu percobaan 3. dan mengarang) sesuai 4. serta menentukan hubungan antar variabel berdasarkan data untuk mengambil kesimpulan 3. menggunakan untuk menyelesaikan masalah nyata serta menemukan masalah baru Menyelesaikan permasalahan nyata hasil pengamatan yang terkait penerapan kesebangunan dan kekongruenan Mengumpulkan.7 4. dan 4. membaca.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR berbagai jenis data 3.1 menalar dalam ranah konkret (menggunakan. dan memperumumnya.6 4.5 4. dan semacam. dan 4.2 membuat) dan ranah abstrak (menulis.8 Menyelesaikan permasalahan nyata yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel. memodifikasi.3 dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut 4.

konsisten dan teliti. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya Memahami pengetahuan (faktual. peduli (toleransi. Tugas Mencari Matematika – SMP | 95 . bertanggung Materi Pokok Himpunan • Pengertian Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu 4x5 JP Sumber Belajar Buku teks matematika Mengamati Mengamati peristiwa. dan membuat) dan ranah abstrak (menulis.1 Menunjukkan sikap logis. percaya diri.3-2/3. seni. mengolah.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS MATA PELAJARAN: MATEMATIKA HO 1.2 Satuan Pendidikan Kelas/Semester : SMP : VII Kompetensi Inti KI 1 KI 2 : : : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya Menghargai dan menghayati perilaku jujur. kejadian. santun. analitik. mengurai. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori KI 3 : KI 4 : Kompetensi Dasar 2. membaca. dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan. kritis. teknologi. menghitung. budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata Mencoba. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan. merangkai. konseptual. gotongroyong). disiplin. memodifikasi. menggambar. tanggungjawab.

2 Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana mengelompokkan suatu benda? Apa kriteria yang digunakan? Mana yang masuk anggota kelompok dan mana bukan? Misalkan coba kelompokan mana dari tanyangan video/gambar. kendaraan bermotor. Benda di lingkungan. Mengamati tayangan gambar/video misalkan negara peserta piala dunia yang diawali huruf ‘S’. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan konsep himpunan. kumpulan alat tulis. percaya diri. kumpulan hewan. seperti kumpulan hewan. dan lain sebagainya Mengamati tayangan gambar/video misalkan tentang peserta piala dunia masingmasing grup. Materi Pokok Himpunan • Himpunan Semesta • Himpunan Kosong • Diagram Venn • Relasi Himpunan • Operasi Himpunan Pembelajaran fenomena. atau kegiatan di pasar dan lain sebagainya. Memiliki rasa ingin tahu.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar jawab. komplemen himpunan. buah-buahan.2 - Observasi Selama KBM: ketelitian rasa ingin tahu - Portofolio Menilai kemajuan belajar dalam memecahkan masalah himpunan: pemahaman pemodelan atau penyusunan kalimat matematika memilih strategi dan menyelesaikan model masuk akalnya penyelesaian Matematika – SMP | 96 3. kumpulan tumbuhan. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. yang terbentuk melalui pengalaman belajar. himpunan bagian. Menjelaskan pengertian himpunan. negara peserta grup A? . 2. operasi himpunan dan menunjukkan contoh dan bukan contoh. dan sebagainya Penilaian informasi seputar sejarah tokoh teori himpunan Alokasi Waktu Sumber Belajar Kemdikbud. responsif dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. ‘B’ atau huruf lainnya.

missal: apa kriteria untuk mengelompok benda telah jelas? Adakah kelompok benda tanpa kriteria yang jelas? Bagaimana kaitannya dengan himpunan? Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Tes Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan himpunan: himpunan bagian komplemen operasi himpunan diagram Venn - Mengeksplorasi Menjelaskan. gambar atau cara lainnya Menyebut dan menuliskan mana yang merupakan himpunan dan bukan himpunan atau kumpulan benda dari berbagai kumpulan benda atau gambar benda dari hasil pengamatan Berdiskusi. menjelaskan dan menuliskan cara menyajikan himpunan: - - - Matematika – SMP | 97 . mendeskripsikan kriteria yang digunakan untuk mengkalisifikasi dan mengelompokkan benda-benda Menjelaskan himpunan melalui contoh dengan bantuan diagram. membahas. menguraikan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sebutkan nama siswa yang berawalan huruf K yang ada dikelasmu? Siswa termotivasi untuk berdiskusi dan mempertanyakan tentang himpunan.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran dengan mendaftar anggotaanggotanya. dan memilih cara penyjian himpunan berdasarkan karakteristik anggotanya Menentukan anggota dan banyak anggota himpunan dari kelompok tertentu berdasarkan pengelompokan dari hasil pengamatan Menjelaskan. mencontohkan dan menyatakan himpunan kosong. mencontohkan dan menyatakan jenis. nol. membahas. tak berhingga menggunakan konteks nyata Menjelaskan. berhingga. diagram dan dengan notasi pembentuk himpunan berdasarkan pengelompokan dari hasil pengamatan Berdiskusi. dengan kata-kata. cakupan dan karakteristik himpunan semesta dari kelompok benda/ himpunan bilangan berdasarkan pengelompokan dari hasil pengamatan Menjelaskan karakteristik dan menentukan himpunan bagian dan banyaknya himpunan bagian dari kelompok benda/ himpunan berdasarkan pengelompokan dari hasil pengamatan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - Matematika – SMP | 98 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok - Pembelajaran Mendeskripsikan dan menentukan komplemen dari kelompok benda/ himpunan berdasarkan pengelompokan dari hasil pengamatan Menjelaskan karakteristik keanggotaan dan menentukan karakteristik keanggotaan dan hasil irisan dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan Menjelaskan karakteristik keanggotaan dan menuliskan hasil gabungan dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan Menjelaskan karakteristik keanggotaan dan menuliskan hasil pengurangan atau selisih dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan Menggambar berbagai bentuk diagram venn dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan Menjelaskan dan menyebutkan hubungan himpunan dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan Diskusi menyelesaikan dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan permasalahan dalam keseharian yang melibatkan konsep himpunan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - Matematika – SMP | 99 .

mengkaitkan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengasosiasi Menganalisis dan menyimpukan pentingnya penggunaan konsep himpunan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai contoh Menganalisis. dan mendeskripsikan perbedaan yang merupakan himpunan dan bukan himpunan Menganalisis dan meyimpulkan perbedaan himpunan nol dan himpunan kosong Menganalisis. merumuskan dan menyimpulkan himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari setiap kelompok himpunan manapun Menganalisis dan membandingkan operasioperasi yang berlaku pada himpunan dengan operasi aljabar pada bilangan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami berkaitan Matematika – SMP | 100 .

memberikan tambahan informasi. analitik. konteks atau situasi Tugas Mencari informasi sejarah bilangan dan pecahan dalam konteks seharihari 4x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud. Memiliki rasa ingin tahu. kejadian. Alat peraga operasi bilangan - Observasi Selama KBM: ketelitian rasa ingin tahu Matematika – SMP | 101 - . fenomena. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. kejadian. percaya diri. konsisten dan teliti. seperti temperatur atau suhu berbagai benda. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan bilangan bulat. fenomena. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. ketinggian pohon atau daratan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran dengan konsep himpunan berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - 2. dan sebagainya Mengamati tayangan video/gambar misalkan tentang keadaan suhu diberbagai negara. kritis. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami.2 Menunjukkan sikap logis. responsif dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. lingkungan. bertanggung jawab. yang terbentuk melalui pengalaman Bilangan • Bilangan Bulat • Operasi Hitung Bilangan Bulat • Perpangkatan Bilangan Bulat • Bilangan Pecahan • Operasi Hitung Bilangan Mengamati Mengamati peristiwa.1 2. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya. ketinggian suatu wilayah di berbagai daerah Mengamati peristiwa.

bilangan cacah Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai aspek bilangan. dan sebagainya Mengamati tayangan video/gambar misalkan tentang selembar kain/kertas yang dipotong menjadi beberapa bagian. Membandingkan dan mengurutkan berbagai jenis bilangan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi. kue ulang tahun yang dipotong-potong untuk dibagikan.1 - Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana dulu manusia mengenal dan menggunakan bilangan? Sejak kapan siswa menggunakan bilangan dan untuk apa? Apa perbedaan bilangan asli.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar belajar. misal: adalah bilangan terkecil? terbesar? Bagaimana cara kerja perangkat komputer menghitung hasil operasi bilangan? Mengapa perkalian dengan nol hasilnya nol? Adakah hasil bagi dengan nol? Dan sebagainya Tes Mengerjakan lembar kerja berkaitan bilangan bulat dan pecahan penjumlahan pengurangan perkalian Matematika – SMP | 102 - . Materi Pokok Pecahan • Bilangan Rasional Pembelajaran yang berkaitan dengan penggunaan bilangan pecahan. seperti potongan benda/buah atau potongan dari gambar benda/buah. dan sebagainya Penilaian Portofolio Menilai kemajuan belajar dalam memecahkan masalah: pemahaman pemodelan atau penyusunan kalimat matematika memilih strategi dan menyelesaikan model masuk akalnya penyelesaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 3.

Menentukan nilai tempat suatu angka pada sebuah bilangan . susun pendek atau cara lainnya Penilaian pembagian Alokasi Waktu Sumber Belajar Matematika – SMP | 103 .Menjumlah dua bilangan dengan cara susun panjang.Menyebut dan menuliskan berbagai bilangan dari berbagai kumpulan benda atau gambar benda .Menyimpulkan sifat penjumlahan dengan bilangan nol dan sifat hasil penjumlahan berbagai bilangan dengan berbagai urutan .Membandingkan dan mengurutkan sekelompok bilangan dari terkecil .Mengingat dan mencongak penjumlahan bilangan sampai 20 dengan berbagai cara .Menggambar garis bilangan dan menempatkan sekelompok bilangan pada garis bilangan yang tepat .Menulis bentuk penjumlahan dari berbagai gabungan dua kumpulan benda .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengeksplorasi Penjumlahan .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Pengurangan Menulis bentuk pengurangan dari pengambilan sejumlah benda dari sekumpulan benda Menuliskan bentuk pengurangan dari bentuk penjumlahan yang diberikan atau sebaliknya Mengingat dan mencongak pengurangan bilangan sampai 20 dengan berbagai cara Menyimpulkan sifat pengurangan dengan bilangan nol Mengurang dua bilangan dengan cara susun panjang. susun pendek atau cara lainnya Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - - - - Perkalian Menulis bentuk perkalian dari sejumlah benda yang terbagi ke dalam kelompok-kelompok benda dengan jumlah yang sama dan menghitung hasilnya Menulis bentuk perkalian dari bentuk penjumlahan berulang dan menghitung hasilnya Mengingat dan mencongak perkalian bilangan sampai 100 dengan berbagai cara Menyimpulkan sifat perkalian dengan satu dan sifat hasil Matematika – SMP | 104 .

serta sisa hasil pembagian Menghitung hasil pembagian dua bilangan dengan cara susun panjang.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran perkalian berbagai bilangan dengan berbagai urutan Menghitung hasil perkalian dua bilangan dengan cara susun panjang. susun pendek atau cara lainnya Operasi campuran Menghitung hasil operasi Matematika – SMP | 105 - . susun pendek atau cara lainnya Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - Pembagian Menulis bentuk pembagian dari sejumlah/sekelompok benda yang diberikan kepada sejumlah orang dengan jumlah yang sama dan menghitung berapa orang yang mendapat bagian yang sama Menulis bentuk pembagian dari bentuk pengurangan berulang Menulis bentuk pembagian dari bentuk perkalian yang diberikan dan sebaliknya Mengingat dan mencongak pembagian bilangan sampai 100 dengan berbagai cara Menyimpulkan sifat pembagian dengan satu.

lebih tinggi dan sebagainya dari kejadian seharihari Membandingkan dan mengurutkan sekelompok bilangan bulat dari terkecil Menggambar garis bilangan dan menempatkan sekelompok bilangan bulat pada garis bilangan yang tepat Menjumlah dan mengurang dua bilangan bulat dengan bantuan garis bilangan atau cara lainnya Menghitung hasil perkalian bilangan bulat melalui penjumlahan berulang atau cara lainnya Menemukan cara dan Matematika – SMP | 106 . perkalian dan pembagian bilangan cacah sesuai aturan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - - Operasi bilangan bulat Menuliskan bilangan dari fenomena sehari-hari yang berkaitan dengan temperatur atau suhu berbagai benda. pengurangan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran campuran yang melibatkan penjumlahan. dan sebagainya Membandingkan bilangan negatif melalui konteks seharihari yang relevan melalui istilah lebih dingin. ketinggian pohon atau daratan.

perkalian dan pembagian bilangan bulat Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - - Operasi bilangan pecahan Menuliskan nilai pecahan dari fenomena sehari-hari seperti pemotongan benda menjadi beberapa bagian dan sebagainya Menyatakan suatu pecahan ke dalam berbagai bentuk gambar dan sebaliknya Menggambar garis bilangan dan menempatkan sekelompok pecahan pada garis bilangan yang tepat Menyatakan suatu pecahan ke bentuk pecahan lain yang senilai dengan berbagai cara Membandingkan dan mengurutkan sekelompok pecahan dari terkecil melalui representasi gambar atau kedudukannya dalam garis bilangan atau cara lainnya Menghitung hasil penjumlahan pecahan melalui representasi gambar Matematika – SMP | 107 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menghitung hasil pembagian bilangan bulat dari bentuk perkaliannya atau cara lainnya Menyimpulkan sifat penjumlahan. pengurangan.

perkalian dan pembagian bilangan bulat dan pecahan sesuai aturan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - Mengasosiasi . perkalian dan pembagian pecahan desimal dengan cara susun pendek atau cara lainnya Menghitung hasil operasi campuran yang melibatkan penjumlahan.Menganalisis dan menyimpulkan melalui Matematika – SMP | 108 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok - Pembelajaran Menjumlah dan mengurang pecahan berpenyebut sama Menjumlah dan mengurang pecahan berpenyebut tidak sama dengan mengubah pecahan-pecahan ke bentuk pecahan lain dengan penyebut sama Menghitung hasil perkalian pecahan melalui representasi gambar. pengurangan. secara aljabar atau cara lainnya Menemukan cara dan menghitung hasil pembagian pecahan dari bentuk perkaliannya Mengubah pecahan ke bentuk desimal dan persen Melakukan penjumlahan. pengurangan.

artinya jika diberikan sembarang bilangan selalu dapat ditunjukkan bilangan yang lebih besar atau lebih kecil dari bilangan yang diberikan Menganalisis dan menyimpulkan penjumlahan bersifat komutatif (dapat dipertukarkan) melalui pengamatan pola atau secara aljabar Menunjukkan melalui contoh bahwa pengurangan dan pembagian tidak bersifat komutatif Menganalisis dan menyimpulkan perkalian bersifat komutatif (dapat dipertukarkan) melalui pengamatan pola atau secara aljabar Menunjukkan bahwa perkalian dengan nol hasilnya nol melalui contoh atau secara aljabar Menganalisis dan menyimpulkan penjumlahan dan perkalian bersifat asosiatif (dapat dikelompokkan urutan operasinya) melalui pengamatan pola atau secara aljabar Menganalisis dan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - Matematika – SMP | 109 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran penalaran induktif (dalam bentuk verbal) bahwa tidak ada bilangan terkecil atau terbesar.

operasi hitung yang sesuai dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan Menetukan model atau kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan Memilih strategi atau cara dan menyelsaikan model atau kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - Matematika – SMP | 110 . bilangan cacah. bilangan bulat dan bilangan pecahan. dalam bentuk diagram.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menyimpulkan sifat distributif (penyebaran) penjumlahan/pengurangan terhadap perkalian/pembagian melalui pengamatan pola atau secara aljabar Menganalisis. mengkaitkan dan menyimpulkan kedudukan bilangan asli. serta bilangan rasional Menceritakan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan ke dalam bahasa sendiri. ataupun ke bentuk representasi lainnya Menjelaskan konsep.

dan sistematis .Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. memberikan tambahan informasi. Matematika – SMP | 111 . sederhana.Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok - Pembelajaran Menetukan solusi dan memeriksa masuk akalnya solusi dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengomunikasikan . keterampilan operasi hitung atau aljabar yang dikuasai. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya.Melakukan resume secara lengkap. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya .

kejadian. seperti menentukan pola selanjutnya dari deretan kursi.Mencari informasi sejarah seputar pola Alokasi Waktu 2x5 JP Sumber Belajar Buku teks matematika Kemdikbud. peristiwa berikutnya berdasar pola yang teramati? Seberapa akurat/teliti pola Observasi .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar 3.5.Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari Matematika – SMP | 112 . pola kejadian suatu bencana. pola geometris. Penilaian Tugas . dsb.1 Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalah. rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas.Mengamati ketelitian. fenomena. atau pola peristiwa . misal: adalah bagaimana menerapkan memprediksi event. menyimak penjelasan atau presentasi siswa - Portofolio . Alat peraga bilan gan. kejadian. berbagai bangun Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana dulu manusia mengenal dan menggunakan suatu pola? Apa itu pola? Bagaimana menentukan pola berikutnya?bagaimana menentukan suatu pola Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai konsep pola bilangan. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan pola bilangan. lingkungan. Materi Pokok Bilangan • Pola Bilangan Pembelajaran Mengamati Mengamati video/foto atau peristiwa. Memahami pola dan menggunakannya untuk menduga dan membuat generalisasi (kesimpulan) 4.

dll) secara kreatif. pola geometris berdasarkan data yang disediakan Menyusun atau membuat pola bilangan dan pola geometris tertentu dan meminta teman dalam kelompok untuk memprediksi polanya dan menjelaskan alasan logis yang dibuatnya Mendiskusikan dan menjelaskan alasan dalam memprediksi aturan dari barisan bilangan dan barisan geometris berdasarkan data yang disediakan Menyusun atau membuat barisan bilangan dan barisan geometris tertentu dan meminta teman dalam kelompok untuk memprediksi aturan dan menjelaskan alasan logis yang dibuatnya Dengan permainan beberapa siswa memperagakan pola bilangan dengan alat peraga (kartu.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengeksplorasi Mendiskusikan dan menjelaskan alasan dalam memprediksi berbagai kemungkinan pola bilangan. batang korek api. kelereng.Menilai keterampilan memecahkan masalah yang melibatkan suatu pola - - - - Matematika – SMP | 113 . Secara demokratis berkelompok Tes Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - .Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan pola suatu bilangan .

menganalisis dan membedakan pola.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran melakukan demonstrasi untuk mengenalkan pola barisan bilangan. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - Mengasosiasi Mengidentifikasi. barisan dan deret berdasarkan hasil pengamatan pola. barisan geometri. Dari aktivitas tersebut dapat menemukan apa yang dimaksud dengan pola barisan bilangandan menemukan unsur-unsur pada masing-masing pola barisan bilangan yang ada dengan penuh tanggung jawab Secara berkelompok melakukan observasi pada barisan aritmatika dan barisan geometri dengan teliti. Dari aktivitas itu Peserta Didik diharapkan dapat memahami pengetian barisan aritmatika. Selanjutnya Peserta Didik dibimbing untuk menentukan suku tertentu dari barisan aritmatika dan barisa geometri. perbedaan barisan aritmatika dan barisan geometri dan unsur-unsurnya. barisan dan deret Menetapkan aturan dan kriteria Matematika – SMP | 114 - .

melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya. dan sistematis Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. sederhana.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran suatu barisan dan menuliskan. - - Matematika – SMP | 115 . menggambarkan barisan yang terjadi Menganalisis perbedaan pola barisan aritmetika dengan barisan geometri Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. memberikan tambahan informasi. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. keterampilan menentukan suatu pola. contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas.

seperti pembuatan sebuah rangkai atap bangunan yang berbentuk segitiga.Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai aspek segitiga dan segempat. 3. . misal bagaimana menyusun modelnya.7. kaca.6. kejadian. kebun berpetak dan lain sebagainya Penilaian Tugas .8. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penerapan konsep segitiga dan segiempat. Menaksir dan menghitung luas permukaan bangun datar yang tidak beraturan dengan menerapkan prinsipprinsip geometri. persegi. arsitek.Mengamati ketelitian. menyimak penjelasan atau presentasi siswa Portofolio . bentuk jendela.Mencari informasi seputar macammacam segiempat Alokasi Waktu 4x5 JP Sumber Belajar Buku teks matematika Kemdikbud. Materi Pokok Segiempat dan Segitiga • Sifat-sifat Segiempat • Keliling dan Luas Segiempat • Sifat-sifat Segitiga • Luas dan Keliling Segitiga Pembelajaran Mengamati Mengamati gambar/foto/video dari peristiwa. jajargenjang. dsb serta penerapan bangun datar pada kehidupan sehari-hari Mengeksplorasi Mengidentifikasi dan . dan layang-layang. belahketupat. desainer interior. segi empat Observasi Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana seorang tukang bangunan. Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan sifat-sifat persegipanjang.Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan Matematika – SMP | 116 . Alat peraga segitiga. lingkungan. Mengidentifikasi sifatsifat bangun datar dan menggunakannya untuk menentukan keliling dan luas. 4. dsb dalam membuat sebuah rangkaian bangunan yang melibatkan bentuk segitiga dan segiempat.Mencari informasi sejarah segitiga . melukisnya.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar 3. fenomena. rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas. pintu. trapesium.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menjelaskan benda-benda dengan permukaaan berbentuk segitiga atau segiempat yang bersifat alamiah ataupun buatan manusia untuk kepentingan estetik. mendemonstrasikan atau memperagakan berbagai bangun segitiga dan persegi panjang dengan luas atau keliling tertentu dengan bantuan alat atau tanpa alat peraga Mendiskusikan dan Penilaian yang telah dipelajari Alokasi Waktu Sumber Belajar Tes .Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan segitiga dan segiempat . fungsi. ataupun fungsi ergonomisnya Menggambar atau melukis segitiga dan segi empat dengan berbagai ukuran sisi. sifat dan karakteristik segitiga dan segiempat berdasarkan ukuran dan hubungan antar sudut dan sisi-sisi Mendiskusikan dan menemukan rumus untuk menghitung keliling dan luas persegi panjang dan segitiga melalui pengamatan atau eksperimen Menggambar. manfaat.Menilai keterampilan memecahkan permasalahan keseharian yang melibatkan segitiga dan segiempat - - - - - Matematika – SMP | 117 . Mengukur sudutnya dengan dengan menggunakan busur derajat Menentukan jenis. sudut dan modelnya.

persegi panjang . trapezium .bangun Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - Matematika – SMP | 118 . belah ketupat. jajargenjang. dan layang-layang) atau bangun gabungan melalui pengamatan atau eksperimen Mendiskusikan cara menaksir luas bangun datar tidak beraturan Melukis segitiga yang diketahui tiga sisinya. membahas dan menjelaskan serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan sisi-sisi. sudut pada segitiga dan segi empat serta masalah keliling dan luas menyusun beberapa potongan puzzle menjadi bangun segi empat tertentu serta mendiskusikan dan mengidentifikasi sifat – sifat persegi . dua sisi satu sudut apitnya atau satu sisi dan dua sudut Melakukan diskusi cara melukis segitiga sama sisi dan segitiga sama kaki. jajaran genjang belah ketupat dan layanglayang melalui bangun. garis berat dan garis sumbu Mendiskusikan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menjelaskan cara menghitung luas segi empat lainnya (trapesium. garis bagi .

persegi panjang. segitiga lancip. garis bagi. mengkaitkan dan mendefinisikan secara lebih persis perbedaan dan persamaan segitiga siku-siku. segitiga sama kaki. jajar genjang.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok datar. persegi. keterampilan mengidentifikasi sifat-sifat Matematika – SMP | 119 . layanglayang Menganalisis persamaan dan perbedaan dari garis tinggi. dan garis sumbu suatu segitiga - - Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengasosiasi Menganalisis dan melukis berbagai jenis segitiga dengan karakteristik tertentu dengan menggunakan penggaris dan jangka Menganalisis. trapezium. segitiga sama sisi. garis berat. segitiga tumpul. belah keupat.

Alat peraga Matematika – SMP | 120 . lingkungan. memberikan tambahan informasi. contoh menyebutkan sifat-sifat segitiga dari hasil pengamatan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Garis dan Sudut (Pengayaan) Mengamati Mengamati gambar/foto/video dari peristiwa. keterampilan mengidentifikasi sifat-sifat segiempat yang dikuasai. kejadian. konteks atau situasi yang berkaitan dengan Tugas .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran segitiga yang dikuasai.Mencari informasi seputar garis dan sudut 2x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya. fenomena. contoh menyebutkan sifat-sifat segitiga dari hasil pengamatan Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran penerapan konsep garis dan sudut seperti pembuatan sebuah rangkai atap bangunan yang membentuk garis dan sudut Mengamati tayangan gambar/video misalkan objek bangunan.Mengamati ketelitian. dsb dalam membuat sebuah rangkaian bangunan yang melibatkan bentuk garis dan sudut. dsb serta penerapan garis dan sudut pada kehidupan seharihari . jalur rel kereta api. Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai aspek garis dan sudut. dan sebagainya untuk menentukan kedudukan dua garis Penilaian Observasi . rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas. misal bagaimana menyusun modelnya. desainer interior. tiang listrik. arsitek.Menilai Matematika – SMP | 121 . menyimak penjelasan atau presentasi siswa Alokasi Waktu Sumber Belajar bilan gan. berbagai bangun - Menanya Portofolio Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana seorang tukang bangunan.Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari - Tes . melukisnya.Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan garis dan sudut .

mengkaitkan hubungan antara garis dengan sudut Penilaian keterampilan memecahkan masalah yang melibatkan suatu garis dan sudut Alokasi Waktu Sumber Belajar - Matematika – SMP | 122 . dan busur derajar Menganalisis. fungsi.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengeksplorasi Mengidentifikasi dan menjelaskan benda-benda yang melibatkan sudut dan garis yang bersifat alamiah ataupun buatan manusia untuk kepentingan estetik. ataupun fungsi ergonomisnya . manfaat.Menentukan titik. dan bidang . jangka.Menggambar atau melukis garis dan sudut dengan menggunakan penggaris.Menentukan hubungan antar sudut dengan menggunakan alat peraga mapun tanpa alat peraga Mengasosiasi Menganalisis dan melukis berbagai garis dan sudut dengan karakteristik tertentu dengan menggunakan penggaris. jangka dan busur derajat .Menentukan kedudukan kedua garis . garis.

melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. keterampilan yang diperoleh maupun sikap Matematika – SMP | 123 - - - . komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. contoh menyebutkan sifat-sifat segitiga dari hasil pengamatan Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. keterampilan mengidentifikasi tentang kedudukan garis dan hubungan antar sudut Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. keterampilan mengidentifikasi sifat-sifat segiempat yang dikuasai. memberikan tambahan informasi.

4. maket. denah. foto. Menggunakan konsep perbandingan untuk menyelesaikan masalah nyata dengan menggunakan tabel dan grafik.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran lainnya. komposisi obat pada resep obat. kejadian.4 Memahami konsep perbandingan dan menggunakan bahasa perbandingan dalam mendeskripsikan hubungan dua besaran atau lebih. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan konsep perbandingan. fenomena. 4. percaya diri. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 2. seperti peta.5. Portofolio Menilai kemajuan belajar dalam memecahkan masalah perbandingan: pemahaman pemodelan atau penyusunan kalimat matematika memilih strategi dan menyelesaikan model masuk akalnya penyelesaian Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana dulu manusia untuk membedakan ukuran berat dari dua buah besaran yang berbeda? Mengapa konsep perbandingan sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari? Sebutkan penerapan konsep perbandingan yang kalian ketahui? Apa perbedaan Perbandingan dengan membandingkan selisih diantara dua buah benda dengan membandingkan hasil Matematika – SMP | 124 . komposisi bahan makanan pada resep. Memiliki rasa ingin tahu.1. Peristiwa sehari-hari dan lingkungan. 4. dsb Observasi Selama KBM: ketelitian rasa ingin tahu 2x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud. Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidak diketahui menggunakan grafik Perbandingan dan Skala • Pengertian Perbandingan • Jenis-jenis Perbandingan • Skala sebagai perbandingan Mengamati Mengamati gambar/foto/video peristiwa. 3. dan ketertarikan pada matematika sertamemiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. yang terbentuk melalui pengalaman belajar.

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran bagi dari dua buah benda Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai penerapan konsep perbandingan, misal: bagaimanana membuat denah untuk objek 3 dimensi, teknik membaca/ mendeskripsikan peta, dsb Tes

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

Mengerjakan lembar kerja berkaitan perbandingan: identifikasi hubungan fungsional seharga, berbalik nilai, linear dan non linear penerapan perbandingan dalam matematika dan di luar matematika

Mengeksplorasi Menggambar denah atau peta letak suatu benda/rumah dengan benda-benda lain tanpa skala dan dengan skala dilengkapi dengan unsur-unsur pelengkap peta Mendiskusikan, membahas dan menentukan nilai perbandingan atau skala dari peta, serta menghitung ukuran sebenarnya benda dalam peta/denah/foto berdasarkan skalanya Melakukan pengukuran pada model (gambar, denah, peta) untuk menentukan jarak atau ukuran sebenarnya Mendiskusikan, membahas dan menentukan nilai perbandingan dari komposisi bahan makanan, bahan obat pada resep, bahan bangunan dsb serta

-

-

-

Matematika – SMP | 125

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran menghitung bahan yang diperlukan dalam resep/gedung dsb berdasarkan nilai perbandingan. Menjelaskan, mendeskripsikan, menggambarkan dalam bentuk ilustrasi, gambar, diagram ataupun cara lainnya serta merumuskan model matematika dari konsep perbandingan sebagai hubungan fungsional antara suatu besaran dengan besaran lain berbentuk perbandingan seharga(senilai), perbandingan berbalik harga(nilai) baik yang bersifat linear ataupun non linear dalam masalah sehari-hari ataupun dalam matematika Mendiskusikan masalah dan strategi menyelesaikan masalah nyata yang melibatkan konsep perbandingan serta membaca table atau grafik untuk membantu menyelesaikan masalah perbandingan untuk menaksir nilai besaran yang belum diketahui

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

-

Mengasosiasi Mengidentifikasi, menganalisis dan menemukan atau Matematika – SMP | 126

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran merumuskan melalui pengamatan pola untuk menentukan jumlah atau kuantitas suatu besaran apabila nilai perbandingan dan selisih atau jumlah dua besaran diketahui - Menganalisis fenomena, peristiwa, kejadian suatu besaran untuk menyimpulkan perbandingan senilai atau perbandingan berbalik nilai berdasarkan data yang diketahui - Menganalisis dan memprediksi atau menyimpulkan batasan atau ketentuan berlakunya hubungan dua besaran yang bersifat fungsional dengan perbandingan tertentu - Membuat keterkaitan antara penyelesaian suatu permasalahan yang melibatkan perbandingan dengan tabel dan grafik - Membuat kesimpulan cara yang termudah dan keakuratan dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang melibatkan konsep perbandungan apakah dengan tabel atau grafik. Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Matematika – SMP | 127

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami, keterampilan penerapan konsep perbandingan yang dikuasai, contoh menyelesaikan permasalahan yang melibatkan konsep perbandingan - Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi, memberikan tambahan informasi, melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya - Melakukan resume secara lengkap, komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami, keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya. Mengamati Mengamati gambar/foto/video peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan hubungan fungsional atau penggunaan persamaan linear satu variabel, seperti panas benda dengan ukuran panjang, kecepatan dan jarak tempuh dsb, serta hubungan fungsional atau

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

2.1

2.2

Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik, konsisten dan teliti, bertanggung jawab, responsif dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta

Persamaan dan Pertidaksmaan Linear satu Variabel • Kalimat Tertutup • Kalimat Terbuka • Pengertian Persamaan

Tugas Mencari informasi seputar sejarah tokoh aljabar

4x5 JP

Buku teks matematika Kemdikbud, lingkungan.

Observasi Selama KBM:

Matematika – SMP | 128

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar memiliki rasa percya pada daya dan keguanaan matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar. Menyelesaikan Menyelesaikan persamaan dan pertaksamaan linear satu variabel Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.

Materi Pokok Linear Satu Variabel • Pengertian Pertidaksama an Linear Satu Variabel • Penyelesaian Pertidaksama an Linear Satu Variabel

Pembelajaran penggunaan pertidaksamaan linear satu variabel, seperti., seperti usia minimal mendapatkan SIM, tonase kendaraan angkut dsb.

Penilaian ketelitian rasa ingin tahu

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Portofolio Menilai kemajuan belajar dalam memecahkan masalah persamaan linear: pemahaman pemodelan atau penyusunan kalimat matematika memilih strategi dan menyelesaikan model masuk akalnya penyelesaian

3.3

Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya berbagai kejadian perubahan besaran yang berakibat pada perubahan besaran lainnya Siswa termotivasi untuk mempertanyakan bagaimana tingkat pengaruh perubahan berdampak pada perubahan besaran lainnya, misal: kecepatan datangnya banjir dengan lebar sungai, kecepatan berbagai jenis kendaraan yang dipengaruhi oleh kndisi jalan, dsb

4.3

-

Mengeksplorasi Membahas, mendiskusikan dan menjelaskan peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang merupakan hubungan fungsional atau berkaitan dengan

Tes Mengerjakan lembar kerja berkaitan persamaan Matematika – SMP | 129

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran persamaan/pertidaksamaan linear satu variable Menyatakan berbagai peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang ke bentuk ekspresi aljabar secara umum dan yangberupa persamaan/pertidaksamaan linear satu variable Menyatakan suatu persamaan/pertidaksamaan linear satu variable ke dalam bahasa verbal sehari-hari dan memberikan contoh-contoh peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan ekspresi tersebut Mendeskripsikan dan mengidentifikasi variable, koefisien, konstata dan derajat dari persamaan/pertidaksamaan linear satu variable Mendiskusikan cara penyelesaian persamaan linear/pertidaksamaan satu variabelmelalui memanipulasi aljabar untuk menentukan bentuk paling sederhana yang setara dengan cara kedua ruas ditambah, dikurangi, dikalikan, atau dibagi dengan bilangan yang sama

Penilaian linear: bentuk verbal/konteks dari PLSV/ PtLSV kesetaraan PLSV/ PtLSV solusi PLSV/ PtLSV

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

-

-

-

Matematika – SMP | 130

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok -

Pembelajaran Mendiskusikan dan menjelaskan perbedaan kesamaan, persamaan, ketidaksamaan, dan pertidaksamaan, persamaan linier satu variabel dan pertidaksamaan linier satu variabel memberikan contoh kasus keseharian yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel dan menyusunnya dalam model matematika yang sesuai.

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

Mengasosiasi mengidentifikasi, menganalisis dan mendeskripsikan kalimat terbuka atau tertutup bentuk linear, kalimat yang memiliki nilai kebenaran, kalimat yang tidak memiliki nilai kebenaran Mengidentifikasi, menganalisis dan menjelaskan argumentasi kesetaraan berbagai bentuk persamaan/pertidaksamaan linear satu variabel Menganalisis, memodelkan dan keterkaitan antara bentuk persamaan/pertidaksamaan nonlinear satu variable yang Matematika – SMP | 131

-

-

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran dapat diselesaikan dengan mengubah ke bentuk linear . contoh masalah persamaan/pertidaksamaan linear satu variabel yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas.Menyimpulkan dan menguji kebenaran pengertian persamaan/pertidaksamaan linear satu variable berdasarkan contoh-contoh yang telah dipelajari Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. keterampilan yang Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - Matematika – SMP | 132 . memberikan tambahan informasi. dan sistematis Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. sederhana. keterampilan dalam menyelesaikan persamaan linear satu variabel. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami.

besaran-besaran yang nilai dipengaruhi oleh besaran lain. reproduksi makhluk hidup dsb.Mencari informasi sejarah seputar perdagangan 2x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud . santun. dan ketertarikan pada matematika serta rasa percya pada daya dan kegunaan matematika. dsb Portofolio . Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 2.2 Memiliki rasa ingin tahu. bentuk lembah gunung. Memiliki sikap terbuka. kejadian.2 4.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran diperoleh maupun sikap lainnya Mengamati Mengamati peristiwa. dan Netto • Bunga Tunggal Tugas . rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas. barang di sekolah Observasi . kecepatan dan waktu tempuh. lingkungan. percaya diri. seperti proses transaksi jual beli dalam perdagangan disebuah kantin sekolah. Bruto. menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktifitas sehari-hari. Pajak. Aritmetika Sosial • Nilai Suatu Barang • Harga Penjualan • Harga Pembelian • Untung • Rugi • Diskon. Uang mainan. Peristiwa sehari-hari.Mengamati ketelitian. dsb. Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial sederhana. objektif. menyimak penjelasan atau presentasi siswa Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya bagaimana aktifitas sehari-hari yang melibatkan penggunaan bilngan. fenomena. Siswa termotivasi untuk mempertanyakan apakah berbagai kejadian sehari-hari dapat dimodelkan dengan rumus tertentu.1 2.Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari - Matematika – SMP | 133 . konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan konsep aljabar dalam masalah aritmatika sosial. Tara. yang terbentuk melalui pengalaman belajar. misal:harga dan kualitas barang.

membahas. bunga kredit.Menilai keterampilan menyelesaikan suatu permasalahan yang melibatkan konsep aljabar - Matematika – SMP | 134 . konstata dan derajat dari ekpresi aljabar Mendiskusikan. konteks atau situasi yang berkaitan dengan ekspresi tersebut Mendeskripsikan dan mengidentifikasi variable. tabungan. koefisien. fenomena. mengidentifikasi dan mendeskripsikan masalah sederhana aritmetika social (seperi berbagai bentuk transaksi jual beli. mendiskusikan dan menjelaskan peristiwa. fenomena. Melakukan pengamatan kegiatan perdagangan di pasar.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengeksplorasi Membahas. warung. deposito. dsb) serta menyatakan bentuk aljabarnya ke dalam berbagai bentuk penyajian. kejadian. pendapatan dan belanja di keluarga atau lembaga.Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan konsep aljabar yang diterapkan dalam masalah aritmatika social sederhana . simpan pinjam. Tes Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - . kejadian. konteks atau situasi yang berkaitan dengan ekspresi atau bentuk aljabar Menyatakan suatu bentuk aljabar ke dalam bahasa verbal sehari-hari dan memberikan contoh-contoh peristiwa. kantin sekolah.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran kemudian membuatkan model matematikanya melakukan pendataan melalui wawancara antar anggota sekolah mengenai pengalaman transaksi ekonomi (nama barang. Menjelaskan. harga beli. berat pada kemasan(netto). jual. beli. merumuskan model matematika. memilih dan menerapkan strategi melalui manipulasi alajabar untuk menyelesaikan masalah aritmetika social sederhana (seperti masalah harga produksi. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Matematika – SMP | 135 . untung dan rugi. kemudian mengolah data (untung/rugi) dan mempresentasikannya serta menyimpulkan bersama apa yang dimaksud pengertian harga jual. harga jual). untung. dan menghitung selisihnya. Menimbang barang/makanan kemasan yang berisi netto (dalam gram) dengan neraca ohauss dan membuat tabel yang berisi nilai berat hasil timbangan(brutto). masalah berat neto. beli. dan rugi. bruto.

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran dan tara) Mengasosiasi Menganalisis penerapan konsep aljabar yang terkait dalam aritmatika social sederhana Merumuskan suatu permasalahan aritmatika social sederhana dengan menggunakan model matematika

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami, keterampilan penerapan konsep aljabar dalam menyelesaikan suatu permasalahan aritmatika sederhana yang dikuasai, contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas, sederhana, dan sistematis Memberikan tanggapan hasil Matematika – SMP | 136

-

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi, memberikan tambahan informasi, melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap, komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami, keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

2.2

Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya diri pada daya dan kegunaan matematika yang terbentuk melalui pengalaman belajar; 3.7. Mendeskripsikan lokasi benda dalam koordinat kartesius;

Transformasi

Mengamati Mengamati gambar/tayangan atau peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan koordinat kartesius, seperti letak sebuah benda di suatu lokasi, posisi masing-masing pion pada papan catur.

Tugas - Mencari informasi seputar penerapan kartesius dalam kehidupan sehari-hari

2x5 JP

Buku teks matematika Kemdikbud , Peristiwa sehari-hari, lingkungan. Uang mainan, barang di sekolah\

Transformasi • Bidang Kartesius

Observasi Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana seorang nahkoda kapal menentukan arah perjalanannya ketika sedang - Mengamati ketelitian, rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas, menyimak

Matematika – SMP | 137

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran berlayar? Mengapa koordinat kartesius digunakan dalam keseharian? Dalam apa saja digunakan koordinat kartesius? Apa manfaat penggunaan bidang koordinat kartesius dalam kehidupan sehari-hari? bagaimana menentukan posisi suatu benda? Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai penerapan koordinat kartesius, misal: apa itu bidang kartesius? Bagaimana cara menetapkan acuan letak suatu benda di muka bumi? Bagaimana peran satelit dalam menentukan letak benda secara persis secara relative dengan benda lainnya? Apa hubungannya dengan garis lintang dan bujur?

Penilaian penjelasan atau presentasi siswa

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Portofolio - Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari

-

Tes - Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan lokasi benda pada bidang kartesius - Menilai keterampilan memecahkan permasalahan yang melibatkan bidang kartesius Matematika – SMP | 138

Mengeksplorasi Melakukan pengamatan di lingkungan sekolah kemudian membuatkan denah lokasi tersebut dan mampu menunjukan letak posisi suatu benda pada denah yang digambarkan Mendengar deskripsi atau

-

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran mendeskripsikan letak benda atau jarak suatu tempat dan posisi relatifnya dengan benda atau objek, serta menggambarnya ke dalam denah/peta Menjelaskan atau mendeskripsikan pengertian, manfaat, tingkat kepentingan dan aspek kepraktisan system koordinat untuk menggambarkan posisi benda dengan benda lainnya Melakukan diskusi untuk menggambar bangun datar pada bidang koordinat kartesius, menentukan posisi suatu benda pada sebuah denah, titik, garis pada bidang kartesius

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

Mengasosiasi Menganalisis dan merumuskan cara termudah membuat denah letak suatu benda, bangun datar ataupun ojek lainnya Membahas atau mengenal system koordinat lainnya (misal koordinat polar)

-

Matematika – SMP | 139

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami, keterampilan menentukan letak suatu benda pada bidang kartesius, contoh menyebutkan letak suatu titik, garis, dan bangun datar pada bidang kartesius Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi, memberikan tambahan informasi, melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap, komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami, keterampilan yang diperoleh maupun sikap

-

3.9. Memahami konsep transformasi (dilatasi, translasi, pencerminan, rotasi) menggunakan obyekobyek geometri;

Transformasi • Translasi (Pergeseran) • Refleksi

Mengamati Mengamati gambar/tayangan/peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan

Tugas - Mencari informasi penggunaan transformasi

3x5 JP

Buku teks matematika Kemdikbud, lingkungan.

Matematika – SMP | 140

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar 4.5. Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidak diketahui menggunakan grafik; 4.6 Menerapkan prinsipprinsip transformasi (dilatasi, translasi, pencerminanan, rotasi) dalam menyelesaikan permasalahan nyata.

Materi Pokok (Pencermina n) • Rotasi (Perputaran) • Dilatasi (Perkalian)

Pembelajaran dengan penggunaan transformasi, seperti bayangan pada sebuah cermin, hasil pembesaran atau pengecilan sebuah photo, jarak yang ditempuh suatu kendaran dari tempat semula, dan lain sebagainya

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar Alat perag bangun datar

Observasi - Mengamati ketelitian, rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas, menyimak penjelasan atau presentasi siswa

Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana cara menggambarkan sebuah bayangan pada cermin ? mengapa transformasi (dilatasi, translasi, pencerminan, rotasi) sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari? Apa manfaatnya? Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai penerapan transformasi, misal: bagiamana jika dalam kehidupan tak ada transformasi?Bagaimana seorang nahkoda dalam menentukan arah yang kan dilalui, dsb

Portofolio - Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari

-

Tes - Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan Matematika – SMP | 141

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran Mengeksplorasi Membahas, berdiskusi dan menjelaskan konsep, ciri-ciri transformasi geometri berupa dilatasi (perkalian, perbesaran, kontraksi, kompresi), translasi (pergeseran/ perpindahan), refleksi (pencerminan) dan rotasi (perputaran) dan komposisinya dengan bantuan diagram/gambar atau perangkat IT Menjelaskan, menggambarkan dan menentukan hasil bayangan pencerminan pada bidang kartesius; hasil translasi suatu titik; hasil rotasi suatu titik, garis, dan bangun datar; hasil dilatasi suatu titik, garis, dan bangun datar dari hasil dilatasi Menjelaskan, menggambarkan dan menentukan hasil komposisi tranformasi suatu titik, garis, dan bangun datar

Penilaian translasi - Menilai keterampilan memecahkan masalah secara tertulis

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

-

Mengasosiasi Menganalisis persamaan dan perbedaan serta merumuskan sifat dilatasi, translasi, pencerminan dan rotasi Matematika – SMP | 142

merumuskan dan menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan transformasi geometri Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - Mengkomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. pencerminan dan rotasi) yang dikuasai. keterampilan menentukan hasil transformasi (dilatasi.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok - Pembelajaran Menganalisis hasil dari dilatasi dengan berbagai posisi titik pusat Menganalisis hasil dari rotasi dengan berbagai posisi titik pusat Mengidentifikasi. dan sistematis Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. translasi. sederhana. contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas. memberikan tambahan informasi. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara Matematika – SMP | 143 - - .

menyimak penjelasan atau presentasi siswa Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana cara mendapatkan data jumlah pertumbuhan penduduk tiap tahun? Mengapa pengolahan data sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari? Siswa termotivasi untuk Portofolio . Mengumpulkan. diagram lingkaran.Rata-rata (mean) . contoh pengukuran tinggi badan. diagram.Median . dsb Tugas . fenomena. dan grafik garis 4. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 3. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan data.8. Data faktual Observasi . mengolah.Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai Matematika – SMP | 144 - . pengukuran berat badan. kejadian. batang.Mengamati ketelitian. seperti penggunaan hasil survey lembaga tentang partai politik. rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas. dan grafik Statistika • Pengertian Data • Pengumpulan Data • Pengolahan data . menginterpretasi. diagram lingkaran dan grafik garis. grafik batang.11.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran lengkap.Modus • Penyajian Data Mengamati Mengamati gambar/foto/tayangan/peristiw a. pencacahan jumlah penduduk. Memahami teknik penataan data dari dua variabel menggunakan tabel. tabel. dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. grafik.Mencari informasi seputar survey suatu data 3x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud. Data seharihari. lingkungan.

perangkat/perkakas benda. volume. penggambaran atau deskripsi dari populasi tersebut. dan sebagainya Berdiskusi dan menyusun lembar isian. memberi contoh. Menjelaskan dan mendeskripsikan data sebagai informasi yang dicatat dan dikumpulkan berupa hasil hitungan atau pengukuran dari suatu objek atau benda misal: berat. dan mendeskripsikan populasi sebagai sekumpulan data yang memiliki karakteristik sama dan menjadi objek inferensi. lebar. bahan. tinggi. Membahas. bentuk.Menilai keterampilan memecahkan masalah yang melibatkan penyajian data Mengeksplorasi Menjelaskan berbagai informasi dari suatu objek atau benda misal: warna.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran mempertanyakan berbagai aspek statistik. . hewan. asal.Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan pengolahan data. formulir. misal: bagaimana keandalan data untuk memprediksi suatu peristiwa. nama dan sebagainya. ukuran. misal: populasi siswa. penyajian data. dsb Penilaian konsep atau keterampilan yang telah dipelajari Alokasi Waktu Sumber Belajar Tes . bagaimana menentukan peluang kejadian tertentu. atau - - - Matematika – SMP | 145 .

dsb Menyajikan hasil pengumpulan data ke bentuk table biasa. mengolah dan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Matematika – SMP | 146 . mencacah jumlah keluarga. menimbang berat badan. mengukur panjang daun. jumlah saudara. grafik dengan menggunakan skala serta dilengkapi keterangan dan judul yang tepat Secara berkelompok melakukan demonstrasi dalam mengumpulkan. menghitung banyaknya kendaraan yang melintas di perempatan dalam jangka waktu tertentu dengan penuh tanggung jawab. diagram batang. usia. tempat dan tanggal lahir. berat dan tinggi badan. misal: nama. Menjelaskan dan mendeskripsikan pengertian data tunggal. garis dan lingkaran. table frekuensi. misalkan mengukur tinggi badan. dan pencacahan untuk mendapatkan data dan informasi dari beberapa teman sekelas. dan mengklasifikasi data tunggal yang berasal dari kehidupan sehari-hari. pengamatan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran kuesioner serta melakukan pengumpulan suatu data dengan cara pengukuran.

Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Matematika – SMP | 147 . modus. kuartil). mengklasifikasi dan menyajikan data berkelompok dan tidak berkelompok (tunggal) untuk menentukan deskripsi data seperti ukuran pemusatan (rata-rata. menentukan hubungan antar data. simpangan kuartil. simpangan baku) ataupun mendeskripsikan table atau grafik agar lebih mudah dibaca dan dimaknai Mengolah. mengklasifikasi dan menyajikan data berkelompok dan tidak berkelompok (tunggal) untuk melakukan inferensi seperti memprediksi nilai observasi masa depan berdasarkan perilaku data. atau menafsirkan dan mengambil keputusan berdasar analisis data Mencari informasi bagaimana menyajikan data dalam bentuk diagram dengan perangkat pengolah kata dan pengolah data dengan teliti. ukuran penyebaran data (range/jangkauan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menyajikannya dalam bentuk tabel atau diagram secara mandiri Mengolah. median. simpangan rata-rata. mengurutkan. mengurutkan. Kemudian.

menganalisis dan menyimpulkan jenis hasil pengumpulan data dari berbagai objek. dsb. warna kulit. atau lingkaran (simulasi program komputer) Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengasosiasi Mengidentifikasi. agama. dsb. dsb Mengidentifikasi. temperature. data tahun.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Peserta Didik membuat sembarang data dan menyajikannya dalam bentuk diagram batang. misal: data jenis kelamin. data tingkat pendidikan. dan data pengukuran ukuran benda. menganalisis dan menyimpulkan perbedaaan dan persamaan hasil penafsiran. tinggi. dsb. tingkat kepuasan. garis. deskripsi atau statistic dari dua kelompok data sejenis atau apabila objek pengumpulan data dipilih dengan kriteria tertentu Menganalisis dan memberi penjelasan alasan proses pembacaan data yang paling Matematika – SMP | 148 - - .

atau grafik. diagram. dan lain sebagainya Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. memberikan tambahan informasi. melengkapi informasi Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - Matematika – SMP | 149 . apakah dengan tabel. dan lain sebagainya. dan grafik. pencacahan. diagram. contoh bagaimana cara melakukan pengolahan data dari hasil pengukuran.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran mudah. keterampilan penyajian datadalam bentuk tabel. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. Mengkomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. keterampilan pengolahan data yang dikuasai. pencacahan. contoh bagaimana cara melakukan penyajian data dari hasil pengukuran.

4. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya.Mengamati ketelitian.3 Memiliki sikap terbuka. Peluang • Ruang sampel • Pengertian Peluang • Komplemen Kejadian Mengamati Mengamati gambar/tayangan peristiwa. benda lainnya Observasi . 3. dadu. Tugas .9 Melakukan percobaan untuk menemukan peluang empirik dari masalah nyata serta menyajikannya dalam bentuk tabel dan grafik. Menemukan peluang empirik dari data luaran (output) yang mungkin diperoleh berdasarkan sekelompok data. menyimak penjelasan atau presentasi siswa Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana kemungkinan besok terjadi hujan? berapa kemungkinan seorang nasabah dating ke bank dalam sebulan? dsb Siswa termotivasi untuk Portofolio .Mencari informasi sejarah peluang 3x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud. santun. peluang munculnya angka pada kuis. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - 2. fenomena. seperti peluang munculnya angka pada pelemparan sebuah koin.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. objektif. konteks atau situasi yang berkaitan dengan peluang empirik. lingkungan. dan peluang pengambilan sebuah kelereng pada sebuah kotak.Menilai laporan tertulis siswa Matematika – SMP | 150 - . kejadian. menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari. Alat peraga koin.10. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas.

tidak mungkin terjadi. atau tidak berpeluang sama sekali? Penilaian atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari Alokasi Waktu Sumber Belajar Tes Mengeksplorasi Membahas. yaitu kejadian yang hasilnya atau terjadinya tidak dapat dipengaruhi atau dikondisikan dan tidak acak dikaitkan dengan peluang kejadian. misal: bagaimana alasan. dadu.Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan peluang. menentukan peluang empirik . Membahas. ciri atau sifat peristiwa atau kejadian yang bersifat pasti. Menjelaskan dan mendeskripsikan probabilitas atau peluang secara sederhana (klasik) melalui percobaaan atau eksperimen statistic melempar uang logam atau koin. memiliki peluang tinggi atau rendah. mendiskusikan dan menjelaskan berbagai kejadian sehari-hari yang bersifat acak atau random. terjadinya muka koin pertama atau kedua. . dsb. menentukan peluang.Menilai keterampilan menyelesaikan permasalah yang melibatkan peluang - - Matematika – SMP | 151 . dan mungkin terjadi dikaitkan dengan peluang kejadian.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran mempertanyakan seputar peluang. mendiskusikan dan menjelaskan berbagai kejadian sehari-hari yang bersifat pasti terjadi.

5. 4. elemen atau anggota dari ruang sample. Menjelaskan dan mendeskripsikan probabilitas Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Matematika – SMP | 152 . Kemudian. dari sejumlah pelemparan serta mencatat hasil kejadiannya ke dalam table Menjelaskan berdasarkan hasil berbagai percobaan dan melalui contoh pengertian ruang sample sebagai kumpulan semua kejadian mungkin terjadi dari percobaan serta titik sampel yang merupakan kejadian sebagai unsur. siswa menebak bahwa bola yang kemungkinan besar terambil adalah bola warna kuning. dengan berkelompok melakukan percobaan lainnya misal mengambil bola dengan berbagai warna dan jumlah tertentu dari sebuah kantong kemudian siswa diminta mengambil salah satu bola secara acak. melalui diagram atau cara lainnya Mendalami lebih lanjut.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran atau terjadinya muka dadu berangka 1. 2. atau 6. 3. siswa menanggapi benar atau tidaknya pernyataan tersebut sambil memberikan alasannya secara demokratis.

kemudian mencatat frekuensi relative terjadinya muka koin pertama atau kedua. menganalisis dan menyimpulkan melalui contoh serta mengujinya melalui percobaan tentang konsep peluang secara logis/aksiomatik sebagai rasio atau perbandingan dari jumlah cara terjadinya suatu peristiwa dibagi dengan jumlah cara terjadi semua kejadian. pengalaman dengan situasi yang serupa atau intuisi tertentu. 3. atau 6. menganalisis dan mendeskripsikan konsep peluang sebagai tingkat kemungkinan suatu peristiwa terjadi berdasarkan faktorfaktor kualitatif. misal: peluang seorang calon bupati terpilih adalah 60%. Mengidentifikasi. 5.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran atau peluang secara empirik melalui melempar berkali-kali sampai tak terhingga uang logam atau koin. serta disajikan ke dalam table Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengasosiasi Mendiskusikan. dadu. 2. 4. dsb. atau terjadinya muka dadu berangka 1. dsb Matematika – SMP | 153 - .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok - Pembelajaran Mendiskusikan. antara 0 dan 1. keterampilan menentukan peluang. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami.Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. memberikan tambahan informasi. contoh mencari peluang emprik dari suatu percobaan. . keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya Mengamati Mengamati gambar/tayangan Matematika – SMP | 154 .Melakukan resume secara lengkap. menganalisis dan menyimpulkan arti peluang suatu kejadian bernilai 0. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya . dan bernilai 1 Menganalisis dan merumuskan peluang empiric berdasarkan hasil percobaaan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami.

misal: bagaimana alasan. memiliki peluang tinggi atau rendah. mendiskusikan dan Matematika – SMP | 155 . konteks atau situasi yang berkaitan dengan peluang empirik. dan peluang pengambilan sebuah kelereng pada sebuah kotak.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran peristiwa. peluang munculnya angka pada kuis. seperti peluang munculnya angka pada pelemparan sebuah koin. kejadian. fenomena. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana kemungkinan besok terjadi hujan? berapa kemungkinan seorang nasabah dating ke bank dalam sebulan? dsb Siswa termotivasi untuk mempertanyakan seputar peluang. ciri atau sifat peristiwa atau kejadian yang bersifat pasti. atau tidak berpeluang sama sekali? - Mengeksplorasi Membahas.

dadu. yaitu kejadian yang hasilnya atau terjadinya tidak dapat dipengaruhi atau dikondisikan dan tidak acak dikaitkan dengan peluang kejadian. dari sejumlah pelemparan serta mencatat hasil kejadiannya ke dalam table Menjelaskan berdasarkan hasil berbagai percobaan dan melalui contoh pengertian ruang sample sebagai kumpulan semua kejadian mungkin terjadi dari percobaan serta titik sampel yang merupakan kejadian Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Matematika – SMP | 156 . mendiskusikan dan menjelaskan berbagai kejadian sehari-hari yang bersifat acak atau random. atau 6. dsb. dan mungkin terjadi dikaitkan dengan peluang kejadian. tidak mungkin terjadi. 3. terjadinya muka koin pertama atau kedua. atau terjadinya muka dadu berangka 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menjelaskan berbagai kejadian sehari-hari yang bersifat pasti terjadi. Membahas. 2. Menjelaskan dan mendeskripsikan probabilitas atau peluang secara sederhana (klasik) melalui percobaaan atau eksperimen statistic melempar uang logam atau koin. 4. 5.

kemudian mencatat frekuensi relative terjadinya muka koin pertama atau kedua. 4. 5. siswa menebak bahwa bola yang kemungkinan besar terambil adalah bola warna kuning. Menjelaskan dan mendeskripsikan probabilitas atau peluang secara empirik melalui melempar berkali-kali sampai tak terhingga uang logam atau koin.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran sebagai unsur. dadu. atau 6. elemen atau anggota dari ruang sample. 2. 3. melalui diagram atau cara lainnya Mendalami lebih lanjut. serta disajikan ke dalam table Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - Matematika – SMP | 157 . atau terjadinya muka dadu berangka 1. dengan berkelompok melakukan percobaan lainnya misal mengambil bola dengan berbagai warna dan jumlah tertentu dari sebuah kantong kemudian siswa diminta mengambil salah satu bola secara acak. siswa menanggapi benar atau tidaknya pernyataan tersebut sambil memberikan alasannya secara demokratis. Kemudian. dsb.

pengalaman dengan situasi yang serupa atau intuisi tertentu. misal: peluang seorang calon bupati terpilih adalah 60%. menganalisis dan menyimpulkan melalui contoh serta mengujinya melalui percobaan tentang konsep peluang secara logis/aksiomatik sebagai rasio atau perbandingan dari jumlah cara terjadinya suatu peristiwa dibagi dengan jumlah cara terjadi semua kejadian.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengasosiasi Mendiskusikan. dsb Mendiskusikan. dan bernilai 1 Menganalisis dan merumuskan peluang empiric berdasarkan hasil percobaaan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan Matematika – SMP | 158 . antara 0 dan 1. Mengidentifikasi. menganalisis dan menyimpulkan arti peluang suatu kejadian bernilai 0. menganalisis dan mendeskripsikan konsep peluang sebagai tingkat kemungkinan suatu peristiwa terjadi berdasarkan faktorfaktor kualitatif.

keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - CONTOH HASIL ANALISIS SKL. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. keterampilan menentukan peluang.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. contoh mencari peluang emprik dari suatu percobaan. memberikan tambahan informasi. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi.3-3 Matematika – SMP | 159 . melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. KI. KD Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VII HO-1.

bertanggung jawab.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Materi Ajar Aspek Sikap : Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. konsisten. lingkungan sosial tanggungjawab. menanya.1. ingin tahu. Mengikuti pembelajaran dengan melakukan kegiatan mengamati/mencermati. memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya Pembinaan sikap: logis. analitik. percaya keberadaannya. menganalisis. percaya diri. dan bertanggung 2. mencoba. Matematika – SMP | 160 . dan tidak mudah menyera h dalam Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian 1. bertangg ung jawab. analitik. responsif. tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. ketertarikan pada matematika. pergaulan dan santun. berakhlak yang dianutnya mulia. Menunju kkan sikap logis. efektif dengan disiplin. dan alam dalam peduli (toleransi. percaya diri. kritis. jangkauan gotong royong). responsif . diri. konsiste n dan teliti. teliti. Menghargai dan jawab dalam menghayati berinteraksi secara perilaku jujur. kritis. memiliki rasa ingin tahu. menalar dan menyimpulkan tentang: • menyelesaikan persamaan dan Teknik Penilaian: Non tes (pengamatan) Bentuk Instrumen: Lembar pengamatan perkembangan sikap (ketelitian dan rasa ingin tahu) pertaksamaan linear satu variable • membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Menghargai Memiliki perilaku yang mencerminkan dan menghayati sikap orang ajaran agama beriman.

percaya diri.2.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Aspek Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar memeca hkan masalah 2. yang terbentu k melalui pengala Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Matematika – SMP | 161 . dan ketertari kan pada matemat ika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaa n matemat ika. Memiliki rasa ingin tahu.

menganalisis. menanya.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Aspek Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar man belajar. konseptual dan prosedural dalam ilmu pengetahuan. menalar dalam mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar yang disusun berdasarkan sajian peristiwa sehari-hari atau sajian konsep matematika yang pernah dipelajari • Menyajikan hasil kerja yang mencerminkan proses dan hasil mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar • Mencermati.3 Menyeles aikan persamaa n dan pertaksa maan linear satu variable • Unsur-unsur bentuk Aljabar (variabel. seni. mengidentifikasi pernyataan matematika terbuka dan tertutup. mencoba. menentukan nilai variabel pada ptlsv. bentuk Aljabar) dengan dipandu guru • Mencermati. suku. Memahami pengetahuan (faktual. teknologi. pembagian dan perpangkatan) dan berlatih secara individu dan kelompok menerapkan aturan-aturan tersebut Teknik Penilaian: • Tes tertulis (kuis) tentang: mengidentifikasi unsurunsur bentuk Aljabar. mengidentifikasi bentuk ptlsv. pengurangan. kofisien. melakukan operasi bentuk Aljabar. dan budaya dengan wawasan kemanusiaan. menalar dan menyimpulkan aturan melakukan operasi bentuk Aljabar (penjumlahan. mengidentifikasi bentuk plsv. bentuk plsv. suku. pengertian penyelesaian plsv. budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 3. konstanta. pengurangan. menganalisis. kenegaraan. membedakan pernyataan matematika terbuka dan tertutup. konseptual. mencoba. menanya. mencoba. • Portofolio hasil kerja siswa yang mencerminkan proses dan hasil mengidentifikasi unsurunsur bentuk Aljabar. menganalisis. cara menyelesaiakan plsv) • Pertaksamaan linear satu variabel • Mencermati. pembagian dan perpangkatan) • Persamaan linear satu variabel atau plsv (bentuk plsv. konstanta. menanya. teknologi. Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual. bentuk Aljabar) • Operasi bentuk Aljabar (penjumlahan. kebangsaan. menentukan nilai variabel pada plsv. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan. perkalian. Matematika – SMP | 162 . kofisien. melakukan operasibentuk Aljabar. menalar sajian peristiwa sehari-hari dalam rangka menyimpulkan konsep unsur-unsur bentuk Aljabar (variabel. dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata 3. perkalian. pernyataan matematika terbuka dan tertutup. seni.

pengertian penyelesaian ptlsv) • Mencermati. mencoba. menganalisis. dan menentukan nilai variabel pada plsv • Mencermati. menalar sajian peristiwa sehari-hari dalam rangka menyimpulkan konsep plsv (bentuk plsv. bentuk plsv. menanya. cara menyelesaiakan plsv) Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi • Menyajikan hasil kerja yang mencerminkan proses dan hasil menerapkan aturan operasi bentuk Aljabar • Mencermati.mencoba. pengertian penyelesaian ptlsv. menanya. menalar dan menyimpulkan aturan-aturan dalam menyelesaikan ptlsv dan berlatih Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian menentukan nilai variabel pada plsv. menganalisis. menganalisis. mencoba. menanya. menalar dan menyimpulkan aturan-aturan dalam menyelesaikan plsv dan berlatih secara individu dan kelompok menerapkan aturan-aturan tersebut • Menyajikan hasil kerja yang mencerminkan proses dan hasil mengidentifikasi pernyataan matematika tertutup. menanya. pengertian penyelesaian plsv) • Mencermati. mengidentifikasi bentuk ptlsv.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Aspek Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi atau ptlsv (bentuk ptlsv. menentukan nilai variabel pada ptlsv Bentuk dan Bentuk instrumen penilaian: • Soal uraian • Tugas Portofolio Matematika – SMP | 163 . menalar sajian peristiwa sehari-hari dalam rangka menyimpulkan konsep ptlsv (bentuk ptlsv. menganalisis. mencoba. pernyataan matematika terbuka dan tertutup.

merangkai. • Penyusunan (pembuatan) model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel atau plsv • Penyelesaian model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv • Penyusunan (pembuatan) model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabel atau ptlsv • Penyelesaian model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan Teknik Penilaian: • Tes tertulis tentang membuat model matematika dan menyelesaikannya yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv dan ptlsv • Portofolio hasil kerja tentang membuat model matematika dan penyelesaiannya yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv dan ptlsv Matematika – SMP | 164 . dan membuat) dan ranah abstrak (menulis. dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan.3. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 4.Membuat dan menyelesa ikan model matematik a dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaa n dan pertidaksa maan linear satu variabel. membaca. dan menentukan nilai variabel pada ptlsv • Menyusun (membuat) model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv secara individu dan berpasanagan • Menyelesaikan model matematika yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv • Menyajikan hasil kerja membuat model matematika dan penyelesaiannya yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv • Menyusun (membuat) model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan ptlsv secara individu dan berpasangan • Menyelesaikan model matematika yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan ptlsv secara individu dan berpasanagan • Menyajikan hasil kerja membuat model matematika dan penyelesaiannya yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan ptlsv Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah atau sumber lain yang sama dengan yang diperoleh dari sekolah 4 Mencoba.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Aspek Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi secara individu dan kelompok menerapkan aturan-aturan tersebut • Menyajikan hasil kerja yang mencerminkan proses dan hasil mengidentifikasi bentuk ptlsv. menggambar. mengolah. menghitung. mengurai. modifikasi.

KI dan KD bermanfaat sebagai berikut. Untuk memastikan bahwa pemilihan materi. 2. Dapat menjadi acuan dalam menyusun materi ajar. KI dan KD. aktivitas kegiatan belajar siswa dan rancangan penilaian pada RPP Matematika – SMP | 165 . 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Aspek Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi dengan ptlsv Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Catatan: Hasil analisis SKL. aktivitas pembelajaran dan penilaian yang dirancang dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) sesuai dengan tuntutan SKL.

2. Tentukan teknik dan instrumen penilaiannya dengan mengacu silabus mata pelajaran. Bacalah KI mata pelajaran matematika SMP kelas VII. 4. BacalahKD mata pelajaran matematika SMP kelas VII. KI dan KD 1. KI. 5.3 PETUNJUK KEGIATAN ANALISIS SKL. Bacalah substansi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Tahun 2013.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 LEMBAR KERJA ANALISIS KETERKAITAN SKL. Analisislah lingkup materi dari setiap KD dengan mengacu silabus mata pelajaran. dan KD MATEMATIKA KELAS VII LK – 1. Matematika – SMP | 166 . Setelah selesai masukkan dalam Lembar Kerja Analisis Keterkaitan SKL. 8. Tulislah aktivitas/ kegiatan belajar siswa untuk mencapai kompetensi tersebut dengan mengacu silabus mata pelajaran. Bacalah dan komparasikan dengan SKL Tahun 2006 (Permendiknas Th 2006). dan KD matematika kelas VII yang sudah disiapkan! 7. 3. KI dan KD pada Kurikulum 2013 Menganalisis keterkaitan SKL. 6. KI. KI DAN KD Kompetensi Tujuan Kegiatan Kelompok Kerja : : : Memahami keterkaitan antara SKL.

tanggungjawab. dan KD MATEMATIKA KELAS VII MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KELAS : VII MATERI AJAR : Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian LK – 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya Menghargai dan menghayati perilaku jujur. KI. disiplin. peduli (toleransi. percaya diri. berakhlak mulia. santun.3 Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman. dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. percaya diri.LEMBAR KERJA ANALISIS KETERKAITAN SKL. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 167 . gotong royong).

budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah atau sumber lain Mencoba. teknologi. mengurai.Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual. kenegaraan. membaca. merangkai. dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata Memahami pengetahuan (faktual. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan. kebangsaan. konseptual. dan budaya dengan wawasan kemanusiaan. - 168 . dan membuat) dan ranah abstrak (menulis. mengolah. dan menyaji dalam ranah konkret menggunakan. modifikasi. teknologi. konseptual dan prosedural dalam ilmu pengetahuan. seni. seni.

Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian yang sama dengan yang diperoleh dari sekolah. menggambar. menghitung. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 169 .

SUB MATERI PELATIHAN 1. dan guru BK. Dukungan dinas pendidikan kabupaten dan organisasi profesi dalam implementasi kurikulum 2013. Dukungan manajemen sekolah atau kultur sekolah dalam mensukseskan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013. Membuat Rangkuman Instruktur merangkum semua materi pelatihan Konsep Kurikulum yang telah disampaikan selama 4 JP sebagai kegiatan penutup. 2. pengawas sekolah.4 Diskusi Kelas Mendiskusikan elemen penting dalam implementasi kurikulum 2013.4: STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Langkah Kegiatan Inti Pemaparan oleh Instruktur Diskusi Kelas Merangkum Hasil Diskusi Kelas Refleksi dan umpan balik untuk seluruh materi pelatihan 15 Menit 10 Menit 20 Menit 10 Menit Pemaparan Paparan oleh fasilitatortentang Strategi Implementasi Kurikulum 2013 dengan menggunakan PPT-1. Peran guru. 1. kepala sekolah. meliputi berikut ini. 170 . 3.

171 .

172 .

173 .

174 .

3 2.2 2.1 2.MATERI PELATIHAN 2: ANALISIS MATERI AJAR (12 JP) 2.4 Konsep Pendekatan Scientific Model Pembelajaran Konsep Penilaian Autentik BAGIAN Analisis Buku Guru danIII Siswa Matematika – SMP | 175 .

10. memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. 5. dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat 11. 3. Menjelaskan konsep pendekatan scientific. KI. dan KD. KI. 12. 6. dalam buku siswa. 2. Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian. Menganalisis kesesuaian buku guru dan siswa dengan SKL. dan KD secara teliti dan serius. mendeskripsikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Pembelajaran 3. LINGKUP MATERI 1. 2. B. Menjelaskan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Menjelaskan penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran. dan Kedalaman Materi) C. 4. Menerima konsep pendekatan scientific dan menghargai pendapat orang lain. KI. mendeskripsikan konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran. Menjelaskan strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. menguasai penerapan materi pelajaran pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan seharihari. Mengidentifikasi kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. struktur. INDIKATOR 1.Kecukupan. Menjelaskan secara utuh materi. Menerapkan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. dan 7. Menganalisis kecukupan dan kedalaman materi buku guru dan buku siswa. menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. Menerima penerapan konsep penilaian autentik di sekolah/ madrasah dan menghargai pendapat orang lain. Konsep Pendekatan Scientific 2. 7. 6. 3. pendekatan belajar . dan KD. 4. menguasai secara utuh materi. serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. Menganalisis kesesuaian proses. dan pola pikir keilmuan materi pelajaran. 9. Matematika – SMP | 176 . 8. 5.MATERI PELATIHAN 2: ANALISIS MATERI AJAR A. struktur.

Lembar Kerja 4. PERANGKAT PELATIHAN 1. Konsep Pendekatan Scientific Konsep Penilaian Autentik 5. d. b.D. Bahan Tayang a. ATK Matematika – SMP | 177 . Video Pembelajaran 2. c. Dokumen Bahan Bacaan a. b. Konsep Pendekatan Scientific Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Analisis Buku Guru dan Buku Siswa 3.

SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN
MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 2. ANALISIS MATERI AJAR 12 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA

TAHAPAN KEGIATAN
PERSIAPAN

DESKRIPSI KEGIATAN
Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran, seperti LCD Projector, Laptop, File, Active Speaker, dan Laser Pointer, atau media pembelajaran lainnya. Pengkondisian Peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Analisis Materi Ajar. Fasilitator memotivasi peserta agar serius, antusias, teliti, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung.

WAKTU

KEGIATAN PENDAHULUAN

15 Menit

KEGIATAN INTI

2.1 Konsep Pendekatan Scientific

90 Menit

Penayangan Video pembelajaran Matematika dengan menggunakan 20 Menit V-2.1/4.1. Diskusi kelompok untuk mengkaji pendekatan scientific yang mengacu 40 Menit pada tayangan video,dilanjutkan dengan paparan materi oleh fasilitator tentang Konsep Pendekatan Scientific dengan menggunakan PPT-2.1-1 dan Contoh Penerapan Pendekatan Scientific dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan PPT-2.1.2 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. Diskusi kelompok tentang konsep pendekatan scientific dengan 30 Menit menggunakan HO-2.1-1 dan contoh-contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika dengan mengacu pada HO-2.1-2.

Matematika – SMP | 178

TAHAPAN KEGIATAN

DESKRIPSI KEGIATAN
2.2 Model-model Pembelajaran Mengamati tayangan tiga jenis model pembelajaran (Project Based Learning, Problem Based Learning, dan Discovery Learning). Menerapkan Focus Group Discussion untuk mengidentifikasi karakteristik tiga model pembelajaran. Kerja kelompok untuk mengidentifikasi penerapan Pendekatan Scientific pada tiga model pembelajaran. 2.3 Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Pembelajaran

WAKTU
90 Menit 20 menit

30 menit

40 menit 90 Menit

Kegiatan interaktif untuk menyamakan persepsi tentang jenis dan 15 Menit bentuk penilaian autentik. Diskusi tentang konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. 30 Menit Presentasi hasil diskusi kelompok 25 Menit

Paparan materi tentang Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan 15 Menit Hasil Belajar dengan menggunakan bahan tayang PPT-2.2 dan Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Matematika menggunakan bahan tayang PPT-2.2/3.2. ICE BREAKER 2.4 Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) Menilai buku dilakukan oleh peserta dengan bimbingan fasilitator 20 Menit dilihat dari aspek kesesuaian, kecukupan, dan kedalaman materi. Diskusi kelompok hasil penilaian buku dilanjutkan dengan pemaparan 30 Menit materi tentang Analisis Buku Guru dan Buku Siswa dengan menggunakan PPT-2.3 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. Menyimpulkan hasil diskusi dan menyampaikan format lembar kerja 15 Menit yang telah disiapkan. Kerja kelompok untuk menganalisis kesesuaian buku guru dan buku 60 Menit siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD dengan menggunakan LK-2.3-1 dan LK -2.3-2. 5 Menit 240 Menit

Matematika – SMP | 179

TAHAPAN KEGIATAN
ICE BREAKER

DESKRIPSI KEGIATAN

WAKTU
5 Menit

Diskusi kelompok untuk menganalisis kesesuaian proses, pendekatan 30 Menit scientific, serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. Kerja kelompok untuk membuat contoh-contoh penerapan materi 30 Menit pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. Presentasi hasil kerja kelompok. Menyimpulkan materi analisis buku oleh fasilitator. KEGIATAN PENUTUP Membuat rangkuman materi pelatihan Analisis materi Ajar. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan. Fasilitator menutup pembelajaran 30 Menit 20 Menit 15 Menit

Matematika – SMP | 180

Sub Materi Pelatihan 2.1: Konsep Pendekatan Scientific
Langkah Kegiatan Inti Diskusi Kelompok Contohcontoh Pendekatan Scientific dan Penerapannya 45 Menit

Diskusi Kelompok Pendekatan Scientific

45 Menit

Diskusi Kelompok
1. Mengkaji pendekatan scientific yang mengacu pada tayangan video. 2. Mengidentifikasi konsep pendekatan scientific yang disampaikan pada tayangan video. 3. Membuat urutan aktivitas pada pendekatan scientific.

Pemaparan Hasil Diskusi Kelompok
1. Masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya, kelompok lain dapat dijadikan pembahas dan penanya. 2. Instruktur memberikan masukan terhadap hasil diskusi kelompok. 3. Pada akhir diskusi instruktur menyimpulkan hasil diskusi kelompok.

Paparan Materi Fasilitator menyampaikan Konsep Pendekatan Scientific dengan menggunakan PPT-2.2.1 dan Contoh Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran dengan menggunakan PPT-2.2-2 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi. Diskusi Kelompok Diskusi kelompok Contoh-contoh Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran, tugas diskusi kelompok sebagai berikut.
1. Membuat contoh pembelajaran salah satu KD dengan menggunakan pendekatan scientific. 2. KD yang ditetapkan adalah KD semester 1.

Pemaparan Hasil Diskusi Kelompok
1. Masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya, kelompok lain dapat dijadikan pembahas dan penanya. 2. Instruktur memberikan masukan terhadap hasil diskusi kelompok. 3. Pada akhir diskusi instruktur menyimpulkan hasil diskusi kelompok.

Matematika – SMP | 181

Matematika – SMP | 182

Matematika – SMP | 183

Matematika – SMP | 184

penemuan.HO-2. Pendekatan Ilmiah dan Non-ilmiah dalam Pembelajaran Pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah itu lebih efektif hasilnya dibandingkan dengan pembelajaran tradidional. B. penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Untuk dapat disebut ilmiah. Karena itu Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan dipandu nilai-nilai. dan penjelasan tentang suatu kebenaran. metode ilmiah umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi atau ekperimen. Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Metode ilmiah merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala. retensi informasi dari guru sebesar 10 persensetelah 15 menit dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar 25 persen. dan pengetahuan peserta didik. Substansi atau materipembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu. Proses pembelajaran dengan berbasis pendekatan ilmiah harus dipandu dengan kaida-kaidah pendekatan ilmiah. legenda.Karena itu. memperoleh pengetahuan baru. mengolah informasi atau data. prinsip-prinsip. keterampilan. atau kriteria ilmiah. Pendekatan ini bercirikan penonjolan dimensi pengamatan. Sebaliknya. atau dongeng semata. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum.1-1 PENDEKATAN SCIENTIFIC (PENDEKATAN ILMIAH) DALAM PEMBELAJARAN A. 1. menganalisis. metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi. Dengan demikian. bukan sebatas kira-kira. khayalan. atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya. kemudian memformulasi. dan menguji hipotesis. Sejatinya. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah.Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap. dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik. penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas. Matematika – SMP | 185 . penalaran. Esensi Pendekatan Ilmiah Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah. Hasil penelitian membuktikan bahwa pada pembelajaran tradisional. Pada pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah. retensi informasi dari guru sebesar lebih dari 90 persen setelah dua hari dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar 50-70 persen. Proses pembelajaran disebut ilmiah jika memenuhi kriteria seperti berikut ini. pengabsahan. para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning)ketimbang penalaran deduktif (deductivereasoning). empiris.

dan tepat dalam mengidentifikasi. kalau memang tindakan coba-coba ini akan dilakukan.Tindakan atau aksi coba-coba seringkali melahirkan wujud atau temuan yang bermakna. Namun demikian. 4. keterampilan dan pengetahuan yang ditemukan dengan caracoba-coba selalu bersifat tidak terkontrol. intuisi sama sekali menafikan dimensi alur pikir yang sistemik. Sikap. respon peserta didik. keterampilan. Misalnya. Intuisi. 1. Tentu saja. hingga dia sampai pada kepastian jawaban atas tombol dengan lambang seperti apa yang bisa memastikan bahwa komputer laptop itu bisa menyala. peserta didik. dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan akal sehat berubah menjadi prasangka atau pemikiran skeptis. 6. Akal sehat. Intuisi sering dimaknai sebagai kecakapan praktis yang kemunculannya bersifat irasional dan individual. tidak memiliki kepastian. penemuan melalui coba-coba. Istilah ini sering juga dipahami sebagai penilaian terhadap sikap. 2. Sebaliknya akan berubah menjadi prasangka buruk atau sikap tidak percaya. karena memang hal itu dapat menunjukan ranah sikap. Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis. dan pengetahuan yang benar. dan fakta empiris yang dapatdipertanggung-jawabkan. pemikiran subjektif. kesamaan. sampai dengan menemukan kepastian jawaban. 5. dan pengetahuan yang diperoleh semata-mata atas dasar akal sehat (comon sense) umumnya sangat kuat dipandu kepentingan seseorang (guru. harus diserta dengan pencatatan atas setiap tindakan. teori. dan tautan satu dengan yang lain dari substansi atau materi pembelajaran. Namun demikian. memahami. Penjelasan guru. Penemuan coba-coba. memecahkan masalah. dan asal berpikir kritis. dan tidak bersistematika baku. dan menarik sistem penyajiannya.2. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana. tiba-tiba dia kaget komputer laptop itu menyala. Prasangka. seringkali mereka menjeneralisasi hal-hal khusus menjadi terlalu luas. dan mengaplikasikan substansi atau materi pembelajaran. Matematika – SMP | 186 . seorang peserta didik mencoba meraba-raba tombol-tombol sebuah komputer laptop. tindakan coba-coba itu ada manfaatnya bahkanmampu mendorong kreatifitas.prasangka. Guru dan peserta didik harus menggunakan akal sehat selama proses pembelajaran. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan. akal sehat. Kemampuan intuitif itu biasanya didapat secara cepat tanpa melalui proses panjang dan tanpa disadari. Ketika akal sehat terlalu kuat didomplengi kepentingan pelakunya. Proses pembelajaran harus terhindar dari sifat-sifat atau nilai-nilai non-ilmiah yang meliputiintuisi.Karena itu. Berpikir skeptis atau prasangka itu memang penting. jika diolah secara baik. Peserta didik pun melihat lambang tombol yang menyebabkan komputer laptop itu menyala dan mengulangi lagi tindakannya. 3. analitis. keterampilan. jika diwarnai oleh kepentingan subjektif guru dan peserta didik. Intuisi juga bermakna kemampuan tingkat tinggi yang dimiliki oleh seseorang atas dasar pengalaman dan kecakapannya. dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi pembelajaran. menerapkan. jika guru dan peserta didik hanya semata-mata menggunakan akal sehat dapat pula menyesatkanmereka dalam proses dan pencapaian tujuan pembelajaran. dan keterampilan secara cepat dan berjalan dengan sendirinya. dan sejenisnya) yang menjadi pelakunya. Berbasis pada konsep. 4. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu memahami. atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. jelas. 7. pengetahuan. Namun demikian. 3.

kemudian mengolah data atau informasi. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘apa’.Hasil akhirnya adalahpeningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik(soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills)dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap. menyajikan data atau informasi.5. C. karena pendapatnya itu hanya didasari atas pikiran yang logis semata. karena bukan berdasarkan hasil esperimen yang valid dan reliabel. ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘mengapa’. keterampilan. Berpikir kritis. percobaan. dilanjutkan Matematika – SMP | 187 . Secara akademik diyakini bahwa pemikiran kritis itu umumnya dimiliki oleh orang yang bependidikan tinggi. dan pengetahuan. pengetahuan. Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah. Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah. Orang seperti ini biasanya pemikirannya dipercaya benar oleh banyak orang. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran semua mata pelajaran meliputi menggali informasi melaui pengamatan. Kamampuan berpikir kritis itu ada pada semua orang. Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘bagaimana’. dan keterampilan. yaitu sikap. berta-nya. yaitu menggunakan pende-katan ilmiah. Tentu saja hasil pemikirannya itu tidak semuanya benar. Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran. khususnya mereka yang normal hingga jenius.

kamera. guru harus memahami bentuk keterlibatan peserta didik dalam observasi tersebut. padaobservasi terkendali untuk kepentingan pembelajaran. a. tape recorder. Pada kondisi seperti ini. materi. Observasi biasa (common observation). dan mencipta. video perekam. sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Tentu saja kegiatan mengamati dalam rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan yang lama dan matang. Sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. e. tentu saja proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat nonilmiah. peserta didik senang dan tertantang. Sejatinya. a. dan alat-alat tulis lainnya. Pendekatan ilmiah pembelajaran disajikan berikut ini. c. biaya dan tenaga relatif banyak. d. peserta didik melibatkan diri secara langsung dengan pelaku atau objek yang diamati. komunitas. b. b. Observasi semacam ini mengharuskan peserta didik melibatkan diri pada pelaku. Kegiatan observasi dalam proses pembelajaran meniscayakan keterlibatan peserta didik secara langsung.dengan menganalisis. baik primer maupun sekunder Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar f. Di bidang pengajaran bahasa. c. Pada observasi biasa untuk kepentingan pembelajaran. dengan menggunakan Matematika – SMP | 188 . Observasipartisipatif (participant observation). Karena itu. peserta didik merupakan subjek yang sepenuhnya melakukan observasi (complete observer). Pada observasipartisipatif. pada observasi terkendalipelaku atau objek yang diamati ditempatkan pada ruang atau situasi yang dikhususkan.Merepa juga tidak memiliki hubungan apa pun dengan pelaku. Observasi terkendali (controlled observation). Seperti halnya observasi biasa. Dengan metode observasi peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara obyek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Untuk mata pelajaran. pada pembelajaran dengan observasi terkendali termuat nilai-nilai percobaan atau eksperimen atas diri pelaku atau objek yang diobservasi. 1. Kegiatan mengamati dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah seperti berikut ini. kemudian menyimpulkan. dan mudah pelaksanaannya. dan jika tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran. misalnya. peserta didiksama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku. Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik. Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi . objek. Metode ini memiliki keunggulan tertentu. observasi semacam ini paling lazim dilakukan dalam penelitian antropologi khususnya etnografi. menalar. Di sini peserta didik sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku. Mengamati Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). atau objek yang diamati. objek. Menentukan objek apa yang akan diobservasi Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi. atau situasi yang diamati. objek. atau situasi yang diamati. Dalam kaitan ini. atau situasi yang diamati. seperti menggunakan buku catatan. Namun demikian. berbeda dengan observasi biasa. atau situasi tertentu. seperti menyajikan media obyek secara nyata.

Pada observasi yang tidak berstruktur dalam rangka proses pembelajaran. pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. atau situasi yang diobservasi. Daftar cek dapat berupa suatu daftar yang berisikan nama-nama subjek. atau situasi yang diobservasi. makin sulit kegiatan obervasi itu dilakukan. Skala rentang . untuk merekam objek atau kegiatan secara visual. pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. tidak ditentukan secara baku atau rijid mengenai apa yang harus diobservasi oleh peserta didik. a. seperti dijelaskan berikut ini. objektif. ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. atau situasi yang diobservasi. guru dan peserta didik sebaiknya menentukan dan menyepakati cara dan prosedur pengamatan. Selama proses pembelajaran. keterampilan. Pada saat guru bertanya. Secara lebih luas. atau mengingat dalam memori secara spontan atas subjek. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”. Pada observasi berstruktur dalam rangka proses pembelajaran. (1) kamera. objek. Praktik observasi dalam pembelajaran hanya akan efektif jika peserta didik dan guru melengkapi diri dengan dengan alat-alat pencatatan dan alat-alat lain. dan (3) alat-alat lain sesuai dengan keperluan. c. atau situasi apa yang ingin diobservasi oleh peserta didik telah direncanakan oleh secara sistematis di bawah bimbingan guru. Dalam kerangka ini. (2) film atau video. peserta didik membuat catatan. b. 2. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya. atau faktor. a. seperti: (1) tape recorder. Observasi berstruktur. Catatan anekdotalberupa catatan yang dibuat oleh peserta didik dan guru mengenai kelakuan-kelakuan luar biasa yang ditampilkan oleh subjek atau objek yang diobservasi. dan sejenisnya. rekaman. dapat berupa daftar cek (checklist). objek. b.pendekatan ini berarti peserta didik hadir dan “bermukim” langsung di tempat subjek atau komunitas tertentu dan pada waktu tertentu pula untuk mempelajari bahasa atau dialek setempat. direkam. Alat mekanikalberupa alat mekanik yang dapat dipakai untuk memotret atau merekam peristiwa-peristiwa tertentu yang ditampilkan oleh subjek atau objek yang diobservasi. Matematika – SMP | 189 . Kedua cara pelibatan dimaksud yaitu observasi berstruktur dan observasi tidak berstruktur. catatan berkala. Banyak atau sedikit serta homogenitas atau hiterogenitas subjek. objektif. fenomena subjek. Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyara. catatan anekdotal (anecdotal record). termasuk melibakan diri secara langsung dalam situasi kehidupan mereka. Sebelum obsevasi dilaksanakan. objek. Guru dan peserta didik perlu memahami apa yang hendak dicatat. Cermat. untuk merekam pembicaraan. dan jujur serta terfokus pada objek yang diobservasi untuk kepentingan pembelajaran. dan alat mekanikal (mechanical device).faktor yang akan diobservasi. Observasi tidak berstruktur. dan pengetahuannya. Prinsip-rinsip yang harus diperhatikan oleh guru dan peserta didik selama observasi pembelajaran disajikan berikut ini. untuk merekam kegiatan objek atau secara audio-visual. objek. Makin banyak dan hiterogensubjek. peserta didik dapat melakukan observasi dengan dua cara pelibatan diri. serta bagaimana membuat catatan atas perolehan observasi. skala rentang (rating scale). Menanya Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap. berupa alat untuk mencatat gejala atau fenomena menurut tingkatannya. alat atau instrumen yang digunakan dalam melakukan observasi.

Bentuk pertanyaan. 2) Menginspirasi jawaban Contoh: Membangun semangat kerukunan umat beragama itu sangat penting pada bangsa yang multiagama. asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. 5) Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara. Jika masih tersedia alternatif jawaban lain. 7) Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau gagasan. mengajukan pertanyaan. jika suatu bangsa gagal membangun kerukunan umat beragama?Dua kalimat yang mengawali pertanyaan di muka merupakan contoh yang diberikan guru untuk menginspirasi jawaban peserta menjawab pertanyaan. sistematis. kelangkaan sumber daya alam. memperkaya kosa kata. dan menarik simpulan. Pertanyaan yang luas seperti di atas dapat dipersempit. Kriteria pertanyaan yang baik 1) Singkat dan jelas. serta mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri. bisa dimintai jawaban. 3) Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik sekaligus menyampaikan ancangan untuk mencari solusinya. 4) Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap. 2) Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar. mengembangkan kemampuan berpikir. 6) Mendorong partisipasipeserta didik dalam berdiskusi. b. serta sigap dalam merespon persoalan yang tiba-tiba muncul. 3) Memiliki fokus Contoh: Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kemiskinan? Untuk pertanyaan seperti ini sebaiknya masing-masing peserta didik diminta memunculkan satu jawaban. kemalasan. dan keterisolasian geografis. Jika suatu bangsa gagal membangun semangat kerukukan beragama. dan pemahamannya atas substansi pembelajaran yang diberikan. tidak memiliki modal usaha. dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. misalnya: Sebutkan ciri-ciri kalimay efektif! a. akan muncul aneka persoalan sosial kemasyarakatan. 8) Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat.melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan. Peserta didik pertama hingga kelima misalnya menjawab: kebodohan. minat. dan memberi jawaban secara logis. 9) Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati satu sama lain. Contoh: (1) Seberapa jauh pemahaman Anda mengenai faktor-faktor yang menyebabkan generasi muda terjerat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang? (2) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan generasi muda terjerat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang? Pertanyaan kedua lebih singkat dan lebih jelas dibandingkan dengan pertanyaan pertama. peserta didik yang keenam dan seterusnya. serta mengembangkan toleransi sosial dalam hidup berkelompok. berargumen. keterampilan. Coba jelaskan dampak sosial apa saja yang muncul. Fungsi bertanya 1) Membangkitkan rasa ingin tahu. misalnya: Mengapa kemalasan menjadi penyebab kemiskinan? Pertanyaan seperti ini dimintakan jawabannya kepada peserta didik secara perorangan. dan perhatian peserta didik tentang suatu tema atau topik pembelajaran. misalnya: Apakah ciri-ciri kalimat yang efektif? Bentuk pernyataan. Matematika – SMP | 190 .

sebaiknya guru menghentikan pertanyaan itu atau meminta mereka memunculkan jawaban yang lain yang berbeda.4) Bersifat probing atau divergen Contoh: (1) Untuk meningkatkan kualitas hasil belajar. (2) Apa motif utama Belanda menjajah Indonesia? Jika dengan pertanyaan pertama guru belum memperoleh jawaban yang memuaskan.” c) Guru: “siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut?” d) Peserta didik II: “karena lebih banyak diam ketimbang bekerja. bagaimana. orang yang malas tidak produktif” e) Guru : “siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut?” f) Peserta didik III: “orang malas tidak bertindak aktif. namun sifatnya menguatkan. sesuai dengan tuntunan tingkat kognitifnya. Kata-kata kunci pertanyaan ini. penerapan. analisis. pertanyaan kedua menuntut jawaban yang bervariasi urutan jawaban dan penjelasannya. Guru mengemas atau mengubah pertanyaan yang menuntut jawaban dengan tingkat kognitif rendah ke makin tinggi. karena itu dia tidak produktif. Sebaliknya. dan seterusnya. ada baiknya dia mengubah pertanyaan seperti pertanyaan kedua. Untuk menjawab pertanyaan dari guru. Contoh: a) Guru: “mengapa kemalasan menjadi penyebab kemiskinan”? b) Peserta didik I: “karena orang yang malas lebih banyak diam ketimbang bekerja. Pertanyaan guru yang baik membuka peluang peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang makin meningkat. guru memberikan kesempatan Matematika – SMP | 191 . Ketika beberapa orang peserta didik telah memberikan jawaban yang sama. peserta didik memerlukan waktu yang cukup untuk memikirkan jawabannya dan memverbalkannya dengan kata-kata. apakah peserta didik harus rajin belajar?(2) Mengapa peserta didik yang sangat malas belajar cenderung menjadi putus sekolah? Pertanyaan pertama cukup dijawab oleh peserta didik dengan Ya atau Tidak. seperti: apa. 5) Bersifat validatif atau penguatan. 8) Merangsang proses interaksi. Pertanyaan dapat diajukan dengan cara meminta kepada peserta didik yang berbeda untuk menjawab pertanyaan yang sama. mengapa. Pertanyaan guru yang baik mendorong munculnya interaksi dan suasana menyenangkan pada diri peserta didik. sintesis. Misalnya: (1) Apa faktor picu utama Belanda menjajah Indonesia?. seperti pemahaman.” 6) Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang. Jika dengan pertanyaan tertentu tidak ada peserta didik yang bisa menjawah dengan baik. seperti dari sekadar mengingat fakta ke pertanyaan yang menggugah kemampuan kognitif yang lebih tinggi. guru hendaknya menunggu beberapa saat sebelum meminta atau menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan itu. setelah mengajukan pertanyaan. setelah menyampaikan pertanyaan. dan evaluasi. 7) Merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif. Jawaban atas pertanyaan itu dimaksudkan untuk memvalidsi atau melakukan penguatan atas jawaban peserta didik sebelumnya.Dalam kaitan ini. Karena itu. sangat dianjurkan guru mengubah pertanyaannya. yang kemungkinan memiliki bobot kebenaran yang sama. sehingga kehilangan waktu terlalu banyak untuk bekerja.

mulai dari yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi. Guru harus memahami kualitas pertanyaan.. Tulislah contoh.... Persamaan kata... Bandingkan.. Terangkahlah. Golongkan. Siapkanlah... Demonstrasikanlah.. Jodohkan atau pasangkan.. Sebutkan. Analisislah.....kepada peserta didik mendiskusikan jawabannya.. Siapa. Simpulkan. Klasifikasikanlah.... Pola bertanya seperti ini memposisikan guru sebagai wahana pemantul. sehingga menggambarkan tingkatan kognitif seperti apa yang akan disentuh. Berikanlah interpretasi.. Tingkatan Subtingkatan Kognitif Pengetahuan yang (knowledge) lebih rendah Kata-kata kunci pertanyaan Apa... Bedakanlah... Tingkatan Pertanyaan Pertanyaan guru yang baik dan benar menginspirasi peserta didik untuk memberikan jawaban yang baik dan benar pula. Setelah itu... Gunakanlah. guru memberi kesempatan kepada seorang atau beberapa orang peserta didik diminta menyampaikan jawaban atas pertanyaan tersebut..... c. Ubahlah. Carilah hubungan... Berilah nama... Kemukakan bukti-bukti… Mengapa… Identifikasikan… Tunjukkanlah sebabnya… Berilah alasan-alasan… Pemahaman (comprehension) Penerapan (application Kognitif yang lebih tinggi Analisis (analysis) Matematika – SMP | 192 . Tunjukkanlah.. Bobot pertanyaan yang menggambarkan tingkatan kognitif yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi disajikan berikut ini........ Terjemahkanlah.... Kapan. Dll..... Di mana. Buatlah..

yang juga dikenal dengan teori Stimulus-Respon (S-R). Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori. Selama mentransfer peristiwa-peristiwa khusus ke otak. istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating. bukan merupakan terjemanan dari reasonsing.. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah. Karena itu. Tulislah… Bagaimana kita dapat memecahkan… Apa yang terjadi seaindainya… Bagaimana kita dapat memperbaiki… Kembangkan… Berilah pendapat… Alternatif mana yang lebih baik… Setujukah anda… Kritiklah… Berilah alasan… Nilailah… Bandingkan… Bedakanlah… Evaluasi (evaluation) 3.Tingkatan Subtingkatan Sintesis (synthesis) Kata-kata kunci pertanyaan Ramalkanlah… Bentuk… Ciptakanlah… Susunlah… Rancanglah. Proses itu dikenal sebagai asosiasi atau menalar. meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. meski penakaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat. pengalaman tersimpan dalam referensi dengan peristiwa lain.. Esensi Menalar Istilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru. Menurut teori asosiasi. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Pengalaman-pengalaman yang sudah tersimpan di memori otak berelasi dan berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia. Menalar a. Menurut Matematika – SMP | 193 . Teori ini dikembangan kerdasarkan hasil eksperimen Thorndike. Jadi. asosiasi merujuk pada koneksi antara entitas konseptual atau mental sebagai hasil dari kesamaan antara pikiran atau kedekatan dalam ruang dan waktu. yang kemudian dikenal dengan teori asosiasi. Pola ineraksi itu dilakukan melalui stimulus dan respons (S-R). Dari persepektif psikologi. proses pembelajaran pembelajaran akan berhasil secara efektif jika terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. prinsip dasar proses pembelajaran yang dianut oleh Thorndike adalah asosiasi.

tetapi yang terpenting adalah individu menyadari konsekuensi perilakunya. Kaidah atau prinsip “pengaruh” dalam pembelajaran berkaitan dengan kemamouan guru menciptakan suasana. jika akibat hubungan S-R dirasa tidak menyenangkan. Kaidah dasar yang digunakan dalam teori S-R adalah: 1) Kesiapan (readiness). Menurut Thorndike. Thorndike mengemukakan berapa hukum dalam proses pembelajaran. Karena dia menyadari bahwa latihan saja tidak dapat memperkuat atau membentuk perilaku. segala sumber daya pembelajaran pun perlu disiapkan secara baik dan saksama. Kesiapan itu harus ada pada diri guru dan peserta didik. jika pesert didik dalam keadaan tidak siap dan belajar terpaksa dilakukan. celaan. Kesiapan diidentifikasi berkaitan langsung dengan motivasi peserta didik. Pelaziman operan adalah bentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi. Matematika – SMP | 194 . kreativitas. Pertama. keterampilan. lebih khusus lagi proses belajar peserta didik terjadi secara perlahan atau inkremental/bertahap.Menurut Thorndike. maka mereka akan merasa tidak puas bahkan mengalami frustrasi. Skinner dalam Operant Conditioning atau pelaziman/pengkondisian operan. Hubungan yang intensif dan berulang-ulang antara S dengan R akan meningkatkan kualitas ranah sikap. teori ini terkesan mengenyampingkan peranan minat. Manfaat hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik dirasakan langsung oleh mereka dalam dalam dunia kehidupannya.F. 2) Latihan (exercise). Karenanya. Menurut Thorndike.Thorndike. di mana intensitas hubungan antara stimulus (S) dan respon (R) selama proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh konsekuensi dari hubungan yang terjadi. Latihan merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berulang oleh peserta didik. dan ganjaran. Jika akibat dari hubungan S-R itu dirasa menyenangkan. 3) Hukum kesiapan (The Law of Readiness). Prinsip-prinsip dasar dari Thorndike kemudian diperluas oleh B. hal ini bermakna bahwa jika peserta dalam keadaan siap dan belajar dilakukan. Kedua. Teori S – S ini memang terkesan robotik. yaitu hubungan antara S-R akan semakin melemah jika tidak dilatih atau dilakukan berulangulang. hukuman. memberi penghargaan. berarti makin tinggi pula kemampuannya dalam menghubungkan S dengan R. maka perilaku peserta didik akan melemah. Guru harus benar-benar siap mengajar dan peserta didik benar-benar siap menerima pelajaran dari gurunya. Sebaliknya. Sebaliknya. tetapi punishment belum tentu akan mengurangi atau menghilangkan perilakunya. yang setelah tahun 1930 dinyatakan dicabut oleh Thorndike. Sejalan dengan itu. pada prinsipnya apakah sesuatu itu akan menyenangkan atau tidak menyenangkan untuk dipelajari tergantung pada kesiapan belajar individunya. 3) Pengaruh (effect). Law of Disuse. proses pembelajaran akan makin efektif jika peserta didik makin giat belajar. Law of Use yaitu hubungan antara S-R akan semakin kuat jika sering digunakan atau berulang-ulang. Ini bermakna bahwa reward akan meningkatkan perilaku peserta didik. Merujuk pada teori S-R. latihan berulang tetap dapat diberikan. proses pembelajaran. dan pengetahuan peserta didik sebagai hasil belajarnya. Awalnya. hukum ini terdiri dari duajenis. Dengan begitu. perilaku dapat dibentuk dengan menggunakan penguatan (reinforcement). 2) Hukum latihan (The Law of Exercise). Dalam proses pembelajaran. maka mereka akan merasa puas. Pengulangan ini memungkinkan hubungan antara S dengan R makin intensif dan ekstensif. Memang. 1) Hukum efek (The Law of Effect). bukan secara tiba-tiba. maka perilaku peserta didik akan mengalami penguatan. dan apirasi peserta didik. efek dari reward (akibat yang menyenangkan) jauh lebih besar dalam memperkuat perilaku peserta didik dibandingkan efek punishment (akibat yang tidak menyenangkan) dalam memperlemah perilakunya.

Ada empat konsep dasar teori belajar sosial (social learning theory) dari Bandura. 3) Kedua. Penalaran induktif merupakan cara menalardengan menarik simpulan dari fenomena atau atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum. dimulai dari yang sederhana (persyaratan rendah) sampai pada yang kompleks (persyaratan tinggi). Matematika – SMP | 195 . Dengan cara ini peserta didik akan melakukan peniruan terhadap apa yang nyata diobservasinya dari kinerja guru dan temannya di kelas. Teori asosiasi ini sangat efektif menjadi landasan menanamkan sikap ilmiah dan motivasi pada peserta didik berkenaan dengan nilai-nilai instrinsik dari pembelajaran partisipatif. 2) Guru tidak banyak menerapkan metode ceramah atau metode kuliah. Menurut Bandura. memberi ganjaran atau hukuman terhadap perilakunya sendiri. Kemampuan peserta didik dalam meniru respons menjadi pengungkit utama aktivitas belajarnya. teori asosiasi biasanya menambahkan teori belajar sosial (social learning) yang dikembangkan oleh Bandura. pemodelan (modelling).Kegiatan menalar secara induktif lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau pengalaman empirik. Jadi. Tugas utama guru adalah memberi instruksi singkat tapi jelas dengan disertai contoh-contoh. 8) Guru mencatat semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan memberikan tindakan pembelajaran perbaikan. meliputi fase memberi perhatian terhadap model (attentional). b. fase belajar. mempertimbangkan. teman. mengendapkan hasil memperhatikan model dalam pikiran pebelajar (retention). 7) Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang nyata atau otentik. 5) Keempat. Cara menalar Seperti telah dijelaskan di muka. 3) Bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hierarkis. baik dilakukan sendiri maupun dengan cara simulasi. pengaturan-diri (self-regulation). terdapat dua cara menalar. 2) Pertama. dan lain-lain) dan pengalaman vicarious yaitu belajar dari keberhasilan dan kegagalan orang lain itu. 4) Ketiga. belajar terjadi karena proses peniruan (imitation). menalar secara induktif adalah proses penarikan simpulan dari kasus-kasus yang bersifat nyata secara individual atau spesifik menjadi simpulan yang bersifat umum. belajar vicarious. menampilkan ulang perilaku model oleh pebelajar (reproduction). Bagaimana aplikasinya dalam proses pembelajaran? Aplikasi pengembangan aktivitas pembelajaran untuk meningkatkan daya menalar peserta didik dapat dilakukan dengan cara berikut ini. yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. dan motivasi (motivation) ketika peserta didik berkeinginan mengulang-ulang perilaku model yang mendatangkan konsekuensikonsekuensi positif dari lingkungan. dimana peserta didik belajar dengan cara meniru perilaku orang lain (guru.1) Oleh karena tidak semua perilaku belajar atau pembelajaran dapat dijelaskan dengan pelaziman sebagaimana dikembangkan oleh Ivan Pavlov. anggota masyarakat. 1) Guru menyusun bahan pembelajaran dalam bentuk yang sudah siap sesuai dengan tuntutan kurikulum. dimana peserta didik belajar dengan melihat apakah orang lain diberi ganjaran atau hukuman selama terlibat dalam perilaku-perilaku tertentu. 4) Kegiatan pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati 5) Seriap kesalahan harus segera dikoreksi atau diperbaiki 6) Perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan atau pelaziman. dimana peserta didik mengamati.

berkembangbiak dengan cara melahirkan 2) Harimau binatang berdaun telinga.Analogi deklaratif ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru. Dengan demikian. Analogi deklaratif merupakan suatu‘metode menalar’untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu fenomena atau gejala yang belum dikenal atau masih samar. Simpulan secara langsung ditarik dari satu premis. yaitu langsung dan tidak langsung. Seperti halnya kegiatan belajar. pengurus organisasi peserta didik intra sekolah. Contoh: Peserta didik Pulan merupakan pebelajar yang tekun. 4. Contoh : 1) Kamera adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi 2) Telepon genggam adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperas. Analogi adalah suatu proses penalaran dalam pembelajaran dengan cara membandingkan sifat esensial yang mempunyai kesamaan atau persamaan. yaitu silogisme kategorial. dan pengetahuan. tahun ini juga. Pada penalaran deduktif tedapat premis. Pola penalaran deduktif dikenal dengan pola silogisme. 3) Simpulan: semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.Peserta didik Pulan akan mengikuti kompetisi pada Olimpiade Sains Tingkat Internasional. dan peserta didik. Penarikan simpulan dapat dilakukan melalui dua cara. Seperti halnya penalaran. Analogi induktif merupakan suatu ‘metode menalar’yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu simpulan yang dapat diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua fenomena atau gejala khusus yang diperbandingkan. atau gejala menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah dketahui secara nyata dan dipercayai. guru dan peserta didik adakalamua menalar secara analogis. Untuk itu dia harus belajar lebih tekun lagi. Dengan demikian.Contoh: 1) Singa binatang berdaun telinga. berkembangbiak dengan cara melahirkan 3) Ikan Paus binatang berdaun telinga berkembangbiak dengan melahirkan 4) Simpulan: Semua binatang yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan Penalaran deduktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari pernyataanpernyataan atau fenomena yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus. guru. dengan sesuatu yang sudah dikenal. Analogi dalam Pembelajaran Selama proses pembelajaran. silogisme hipotesis. Analogi induktifdisusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena atau gejala. guru dan pesert didik sering kali menemukan fenomena yang bersifat analog atau memiliki persamaan. yaitu analogi induktif dan analogi deduktif.sedangkan simpulan tidak langsung ditarik dari dua premis. Ada tiga jenis silogisme. Dia lulus seleksi Olimpiade Sains Tingkat Nasional tahun ini. untuk mewujudkan hasil yang baik diperlukan sinergitas antara ranah sikap. Contoh: Kegiatan kepeserta didikan akan berjalan baik jika terjadi sinergitas kerja antara kepala sekolah. karena hal itu akan mempertajam daya nalar peserta didik. Berpikir analogis sangat penting dalam pembelajaran. sebagai proposisi menarik simpulan. staf tatalaksana. silogisme alternatif. keterampilan. Matematika – SMP | 196 . fenomena. analogi terdiri dari dua jenis. Cara kerja menalar secara deduktif adalah menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk kemudian dihubungkan ke dalam bagianbagiannya yang khusus. Kedua analogi itu dijelaskan berikut ini. Atas dasar persamaan dua gejala atau fenomena itu ditarik simpulan bahwa apa yang ada pada fenomena atau gejala pertama terjadi juga pada fenomena atau gejala kedua.

perkelahian antarpeserta didik. suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum. yang disebut dengan penalaran induktif sebab-akibat. peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan. (5) mencatat fenomena yang terjadi. Hubungan sebab-akibat diambil dengan menghubungkan satu atau beberapa fakta yang satu dengan datu atau beberapa fakta yang lain. yang disebabkan oleh pengabaian orang tua dan ketidaan keteladanan tokoh masyarakat. sehingga mengalami dekandensi moral secara massal. Pada penalaran hubungan sebab-akibat 1 –akibat 2. kemampuan menghubungkan antarfenomena atau gejala sangat penting dalam proses pembelajaran. berdoa. hidupnya terisolasi. bukan tidak mungkin terjadi kemiskinan yang terus berlangsung secara siklikal. peserta didik harus memahami konsep-konsep IPA dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. yaitu sikap. karena hal itu akan mempertajam daya nalar peserta didik. Akibat kedua menjadi penyebab sehingga menimbulkan akibat ketiga. selanjutnya ditarik simpulan yang merupakan penyebabnya. misalnya. a. Dampak lanjutannya. Matematika – SMP | 197 .5. Penalaran sebab-akibat ini masuk dalam ranah penalaran induktif. b. Hubungan akibat–sebab. hal-hal yang menjadi akibat dikemukakan terlebih dahulu. khususnya hubungan sebab-akibat. belajar tekun. 7. keterampilan. Kemiskinan keluarga yang akut menyebabkan anak-anak mereka tidak berkesempatan menempuh pendidikan yang baik. Hubungan Antarfenonena Seperti halnya penalaran dan analogi. dan seterusnya. Contoh: Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Pada mata pelajaran IPA. sehingga menimbulkan akibat kedua. dan tidak putus asa adalah faktor pengungkit yang bisa membuat kita mencapai puncak kesuksesan. Hubungan sebab–akibat. Pada penalaran hubungan akibat-sebab. Keterisolasian itu menyebabkan mereka kehilangan akses untuk melakukan aktivitas ekonomi. (4) melakukan dan mengamati percobaan. Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar. (3)mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya. Penalaran induksi sebab akibat terdiri dri tiga jenis. Hubungan sebab–akibat 1 – akibat 2.Suatu simpulan yang menjadi sebab dari satu atau beberapa fakta itu atau dapat juga menjadi akibat dari satuatau beberapa fakta tersebut. dan pengetahuan. sehingga muncullah kemiskinan keluarga yang akut. serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. Mencoba Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik. terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. angka putus sekolah. Contoh : Akhir-ahir ini sangat marak kenakalan remaja. Contoh: Bekerja keras. penyalahgunaan Nakoba di kalangan generasi muda. hal-hal yang menjadi sebab dikemukakan terlebih dahulu. (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan. 6. Pada penalaran hubungan sebab-akibat. Di sinilah esensi bahwa guru dan peserta didik dituntut mampu memaknai hubungan antarfenonena atau gejala. kemudian ditarik simpulan yang berupa akibat. Akibat yang pertama menjadi penyebab.

Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja rupa untuk memudahkan usaha kolektif dalam rangka mencapai tujuan bersama. Matematika – SMP | 198 .(6) menarik simpulan atas hasil percobaan. Guru dan peserta didik mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan selama eksperimen. bila dianggap perlu didiskusikan secara klasikal. termasuk membantu mengatasi dan memecahkan masalah-masalah yang akan menghambat kegiatan pembelajaran. Agar pelaksanaan percobaan dapat berjalan lancar maka: (1) Guru hendaknya merumuskan tujuan eksperimen yanga akan dilaksanakan murid (2) Guru bersama murid mempersiapkan perlengkapan yang dipergunakan (3) Perlu memperhitungkan tempat dan waktu (4) Guru menyediakan kertas kerja untuk pengarahan kegiatan murid (5) Guru membicarakan masalah yanga akan yang akan dijadikan eksperimen (6) Membagi kertas kerja kepada murid (7) Murid melaksanakan eksperimen dengan bimbingan guru. e. guru ikut membimbing dan mengamati proses percobaan. Ketiga tahapan eksperimen atau mencoba dimaksud dijelaskan berikut ini. dan (7)membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan. b. 1) 2) 3) D. a. c. c. Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan eksperimen atau mencoba dilakukan melalui tiga tahap. 2) Selama proses eksperimen atau mencoba. pelaksanaan. Jejaring Pembelajaran atau Pembelajaran Kolaboratif Apa yang dimaksud dengan pembelajaran kolaboratif? Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal. lebih dari sekadar sekadar teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah. Persiapan Menentapkan tujuan eksperimen Mempersiapkan alat atau bahan Mempersiapkan tempat eksperimen sesuai dengan jumlah peserta didikserta alat atau bahan yang tersedia.menganalisis. dan menyajikan data. persiapan. Pelaksanaan 1) Selama proses eksperimen atau mencoba. guru hendaknya memperhatikan situasi secara keseluruhan. yaitu. Tindak lanjut Peserta didik mengumpulkan laporan hasil eksperimen kepada guru Guru memeriksa hasil eksperimen peserta didik Guru memberikan umpan balik kepada peserta didik atas hasil eksperimen. dan tindak lanjut. termasuk hal-hal yang dilarang atau membahayakan. Guru dan peserta didik memeriksa dan menyimpan kembali segala bahan dan alat yang digunakan a. dan (8) Guru mengumpulkan hasil kerja murid dan mengevaluasinya. Di sini guru harus memberikan dorongan dan bantuan terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik agar kegiatan itu berhasil dengan baik. Di sini guru perlu menimbang apakah peserta didik akan melaksanakan eksperimen atau mencoba secara serentak atau dibagi menjadi beberapa kelompok secara paralel atau bergiliran 4) Memertimbangkanmasalah keamanan dan kesehatan agar dapat memperkecil atau menghindari risiko yang mungkin timbul 5) Memberikan penjelasan mengenai apa yang harus diperhatikan dan tahapa-tahapan yang harus dilakukan peserta didik. b. d.

Dalam situasi kolaboratif itu. Dengan pembelajaran kolaboratif. 1. Hasil penelitian Vygotsky membuktikan bahwa ketika peserta didik diberi tugas untuk dirinya sediri. Vygostsky mengemukakan tiga wilayah yang tergamit dalam ZPD yang disebut dengan “cannot yet do”. Mereka pun akan termotivasi untuk melihat dan mendengar. peserta didik berinteraksi dengan empati. saling menghormati. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman. setiap manusia (dalam konteks ini disebut peserta didik) mempunyai potensi tertentu. Sifat ketiga berkaitan dengan pendekatan baru dari penyampaian guru selama proses pembelajaran. dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Seperti termuat dalam gambar.Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru fungsi guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar. Akan tetapi di antara potensi dan aktualisasi peserta didik itu terdapat terdapat wilayah abu-abu. strategi dan konsep pembelajaran sesuai dengan teori. Di sini peserta didik juga Matematika – SMP | 199 . serta menautkan kondisi sosiobudaya dengan situasi pembelajaran. Jika peserta didikmemahami dan melihat fenomena nyata kehidupan bersama yang damai itu.” Peserta didik yang mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan topik tersebut berpeluang menyatakan sesuatu pada sesi pembelajaran. maka ia menyentuh tentang identitas peserta didik terutama jika mereka berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau guru. berbagi idea. “can do with help“. ZPD merupakan wilayah “can do with help”yang sifatnya tidak permanen. pengalaman personal. jika proses pembelajaran mampu menarik pebelajar dari zona tersebut dengan cara kolaborasi atau pembelajaran kolaboratif. peran guru lebih banyak sebagai pembimbing dan manajer belajar ketimbang memberi instruksi dan mengawasi secara rijid. Di sini. Jika pembelajaran kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi. Istilah ”Proximal” yang digunakan di sini bisa bermakna “next“. pengalaman dan pengetahuannya dihargai dan dapat dibagikan dalam jaringan pembelajaran mereka. Dua sifat berkenaan dengan perubahan hubungan antara guru dan peserta didik. Guru dan peserta didik saling berbagi informasi. peserta didiklah yang harus lebih aktif. sebaliknya. sehingga memungkin peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tntutan belajar secara bersama-sama. Guru memiliki berkewajiban menjadikan wilayah “abu-abu”yang ada pada peserta didik itu dapat teraktualisasi dengan cara belajar kelompok. mereka akan bekerja sebaik-baiknya ketika bekerjasama atau berkolaborasi dengan temannya. dan memberi garis-garis besar arus komunikasi antar peserta didik. Potensi tersebut dapat teraktualisasi dengan cara menerapkan ketuntasan belajar (mastery learning). Sifat keempat menyatakan isi kelas atau pembelajaran kolaboratif. Pakar ini sangat terkenal dengan teori “Zone of Proximal Development” atau ZPD. Menurut Vygotsky. Vigotsky merupakan salah satu pengagas teori konstruktivisme sosial. peserta didik memiliki ruang gerak untuk menilai dan membina ilmu pengetahuan. bahasa komunikasi. Contoh: Jika guru mengajarkan topik “hidup bersama secara damai. dan “can do alone“. Ada empat sifat kelas atau pembelajaran kolaboratif.

Berikan kepada peserta didik yang kartu katagorinya sama menyajikan sendiri kepada rekanhya. Guru sebagai mediator Pada pembelajaran atau kelas kolaboratif. tes diberikan dengan materi yang menyeluruh. penggolongan sifat. Agar masing-masing peserta didik anggota dapat memahami keseluruhan pokok bahasan. Peserta didik diminta untuk mencari temannya dan menemukan orang yang memiliki kartu dengan katagori yang sama. b. Berbagi tugas dan kewenangan Pada pembelajaran atau kelas kolaboratif. Kepada peserta didik diberikan kartu indeks yang memuat informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau lebih katagori. Macam-macam Pembelajaran Kolaboratif Banyak merode yang dipakai dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif. Selama masing-masing katagori dipresentasikan oleh peserta didik. c. Dengan cara seperti ini akan muncul “keseragaman” di dalam heterogenitas peserta didik. d. Cara ini memungkinan peserta didik menimba pengalaman mereka sendiri. Prosedurnya dapat dilakukan seperti berikut ini. a. STAD = Student Team Achievement Divisions. berbagi informasi. khususnya untuk hal-hal tertentu. atau mengulangi informasi tentang objek. Sikap. buatlah catatan dengan kata kunci (point) dari pembelajaran tersebut yang dirasakan penting. Pembelajaran dilakukan dengan cara peserta didik sebagai anggota suatu kelompok diberi tugas yang berbeda-beda mengenai suatu pokok bahasan. fakta. menghormati antarsesa. 3. a. Contoh Pembelajaran Kolaboratif Guru ingin mengajarkan tentang konsep. Pada kelas kolaboratif peserta didikdapat menunjukkan kemampuan dan keterampilan mereka. berbagi strategi dan informasi. b. Guru berperan membantu menghubungkan informasi baru dengan pengalaman yang ada serta membantu peserta didik jika mereka mengalami kebutuan dan bersedia menunjukkan cara bagaimana mereka memiliki kesungguhan untuk belajar. 2. dan pengetahuan peserta didk yang tumbuh dan berkembang sangat penting untuk memperkaya pembelajaran di kelas. JP = Jigsaw Proscedure. a. Beberapa di antaranya dijelaskan berikut ini. guru berperan sebagai mediator atau perantara.serta mendengar atau membahas sumbangan informasi dari peserta didik lainnya. terlibat dalam pemikiran kreatif dan kritis serta memupuk dan menggalakkan mereka mengambil peran secara terbuka dan bermakna. guru berbagi tugas dan kewenangan dengan peserta didik. Penilaian didasari pada rata-rata skor tes kelompok. Matematika – SMP | 200 . Kelompok peserta didik yang heterogen. mendoorong tumbuhnya ide-ide cerdas. keterampilan. b. Untuk keperluan pembelajaran ini dia menggunakan media sortir kartu (card sort).dapat merumuskan kaitan antara proses pembelajaran yang sedang dilakukan dengan dunia sebenarnya.

Titik tekan metode ini adalam pelaksanaan suatu proyek yang berorientasi pada penemuan. Pada metode ini semua anggota kelompok dituntut untuk merencanakan suatu penelitian beserta perencanaan pemecahan masalah yang dihadapi. ia harus menyelesaikan soal lain pada tahap yang sama. Secara bertahap. f. Namun jika seorang peserta didik belum dapat menyelesaikan soal tahap pertama dengan benar. Dalam selang waktu yang juga telah ditetapkan sebelumnya. Penilaian didasari pada jumlah nilai yang diperoleh kelompok peserta didik. Kelompok menentukan apa saja yang akan dikerjakan dan siapa saja yang akan melaksanakannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di depan forum kelas. Anggota-anggota dalam setiap kelompok bertindak saling membelajarkan. i. LT = Learning Together Pada metode ini kelompok-kelompok sekelas beranggotakan peserta didik yang beragam kemampuannya. para anggota suatu kelompok akan berlomba dengan anggota kelompok lain sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Penilaian didasari pada hasil belajar individual maupun kelompok. dan ilmu pengetahuan sosial. Fokusnya adalah menumbuhkembangkan ketertarikan semua peserta didiksebagai anggota kelompok terhadap pokok bahasan. g. kedua peserta didik yang saling berpasangan itu berganti peran. CLS = Cooperative Learning Stuctures. Pada penerapan metode pembelajaran ini setiap kelompok dibentuk dengan anggota dua peserta didik (berpasangan). Jika soal tahap pertama telah diselesaikan dengan benar. setiap peserta didik sebagai anggota kelompok diberi soal-soal yang harus mereka kerjakan sendiri terlebih dulu. c. h. Tiap kelompok bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Setiap tahapan soal disusun berdasarkan tingkat kesukaran soal. Penilaian didasarkan pada hasil kerja kelompok. matematika. Penilaian didasari pada pencapaian hasil belajar individual maupun kelompok peserta didik. Setelah itu dilaksanakan penilaian bersama-sama dalam kelompok. TGT = Teams-Games-Tournament. Fokusnya adalah keberhasilan seorang akan berpengaruh terhadap keberhasilan kelompok dan demikian pula keberhasilan kelompok akan berpengaruh terhadap keberhasilan individu peserta didik lainnya. ia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan terlebih dulu. e. Bila jawaban tutee benar. khususnya dalam bidang sains. Tutor mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tutee. Metode ini merupakan kombinasi antara pembelajaran kooperatif/kolaboratif dengan pembelajaran individual. Satu kelompok hanya menerima dan mengerjakan satu set lembar tugas. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. setelah belajar bersama kelompoknya sendiri. CI = Complex Instruction. AC = Academic-Constructive Controversy. Matematika – SMP | 201 .Peserta didik dalam suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Metode ini umumnya digunakan dalam pembelajaran yang bersifat bilingual (menggunakan dua bahasa) dan di antara para peserta didik yang sangat heterogen. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. d. setiap peserta didik mengerjakan soal-soal berikutnya. TAI = Team Accelerated Instruction. GI = Group Investigation. Pada metode ini. Seorang peserta didik bertindak sebagai tutor dan yang lain menjadi tutee.

Quinn. Transfer and retention of transfer of the science processes of observation and comparison in junior high school students. Daftar Pustaka Allen.. baik secara tertulis maupun lisan di dalam kelompoknya. K. An examination of the ability of third grade children from the Science Curriculum Improvement Study to identify experimental variables and to recognize change. L. L. IN.. Karena memang. Paper presented at the annual meeting of the National Association for Research in Science Teaching. (1974). D.. menulis dan tata bahasa. k. M. (1975). 62. CIRC = Cooperative Integrated Reading and Composition. 13. 215-221. Kegiatan pembelajaran ini mengutamakan pencapaian dan pengembangan kualitas pemecahan masalah. Teaching hypothesis formation. Science Education. French Lick. Tomera. (1985). & Twiest. 58. Masa depan adalah milik peserta didik yang memiliki akses hampir ke seluruh informasi tanpa batas dan mereka yang mampu memanfaatkan informasi diterima secepat mungkin. (1976). 123-151. Thiel. para peserta didik saling menilai kemampuan membaca. Padilla. Pemanfaatan Internet Pemanfaatan internet sangat dianjurkan dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif. D. pemikiran kritis. Saat ini internet telah menyediakan diri sebagai referensi yang murah dan mudah bagi peserta didik atau siapa saja yang hendak mengubah wajah dunia. baik bersama anggota sekelompok maupun dengan anggota kelompok lain. Metode pembelajaran ini menekankan pembelajaran membaca. 155-166. 57. K. R. Some factors affecting the use of the science process skill of prediction by elementary school children. 59. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiap anggota maupun kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya. A. Science Education. Cronin. Matematika – SMP | 202 . & George. Penggunaan internet disarakan makin mendesak sejalan denan perkembangan pengetahuan terjadi secara eksponensial.Pada metode ini setiap anggota kelompok dituntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik intelektual yang dikembangkan berdasarkan hasil belajar masing-masing. Pada metode pembelajaran ini mirip dengan TAI. Journal of Research in Science Teaching. 195-203. & George. Science Education.. (1973). kesehatan psikis dan keselarasan. Dalam pembelajaran ini. 289296. menulis dan tata bahasa. pertimbangan. j. The development and validation of the test of basic process skills. M. internet merupakan salah satu jejaring pembelajaran dengan akses dan ketersediaan informasi yang luas dan mudah. Science Education. M. hubungan antarpribadi.

Matematika – SMP | 203 . 1. Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah ini memerlukan langkahlangkah pokok sebagai berikut (Kemdikbud. 2. Pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik agar memiliki kompetensi (sikap. Pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah Pembelajaran dengan ciri-ciri tersebut adalah pembelajaran yang tidak cukup hanya mengakomodasi proses eksplorasi. Ciri-ciri abad 21 antara lain: (1) informasi tersedia di mana saja dan kapan saja. 5. Saran tersebut misalnya dengan dianjurkan penggunaan pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran. Kompetensi Dasar (KD) memiliki domain sikap. bukan diberi tahu. Dalam Standar Isi Mata Pelajaran matematika saran tersebut dimuat dalam latar belakang. tidak lain adalah pembelajaran yang menerapkan metode ilmiah. Observing (mengamati) Questioning (menanya) Associating (menalar) Experimenting (mencoba) Networking (membentuk jejaring) Selama ini praktek pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah sebenarnya sudah sering disarankan oleh pemerintah. Pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah (menanya).1-2 A. Pendekatan ilmiah merupakan suatu cara atau mekanisme pembelajaran untuk memfasilitasi siswa agar mendapatkan pengetahuan atau keterampilan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu metode ilmiah. 2013). namun tidak secara eksplisit. Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir analitis (pengambilan keputusan) bukan berfikir mekanistis (rutin) 4. 3. 2013). 1. Pembelajaran diarahkan untuk mendorong siswa mencari tahu dari berbagai sumber belajar. dan konfirmasi. Kompetensi Inti (KI). (3) otomasi menjangkau segala pekerjaan rutin. bukan hanya menyelesaikan masalah (menjawab) 3. PENDAHULUAN Dalam Kurikulum 2013.CONTOH PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC (PENDEKATAN ILMIAH) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP/MTs HO-2. Kompetensi yang diperoleh siswa dalam pembelajaran dengan Kurikulum 2013 diharapkan agar didasarkan pada pembelajaran yang mampu mengantarkan siswa untuk eksis mengarungi kehidupan pada abad 21. elaborasi. dengan melakukan observasi. pengetahuan dan keterampilan) yang memadai untuk eksis pada abad 21 tersebut bercirikan sebagai berikut (Kemendikbud. 2. dan mencoba. 2013). 4. Pendekatan pembelajaran yang menerapkan tahapan metode ilmiah dinyatakan sebagai pendekatan saintifik atau pendekatan saintifik (scientific approach). Selanjutnya scientific approach dalam tulisan ini diterjemahkan sebagai pendekatan ilmiah. menanya. namun juga mengakomodasi proses mengamati. Komponen dalam pendekatan kontekstual sangat ‘dekat’ dengan langkah-langkah pada pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah. menalar. Pembelajaran dengan ciri-ciri tersebut. (2) komputasi lebih cepat menggunakan mesin. (4) komunikasi darimana saja dan ke mana saja (Kemendikbud. Saran diterapkannya pendekatan kontekstual sudah dimuat dalam kurikulm. pengetahuan dan keterampilan.

Hal-hal apakah yang menjadi kunci keberhasilan penerapan langkah-langkah pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika di SMP/MTs? B. 1. kreatif. Selama ini pendekatan tersebut populer digunakan dalam proses pembelajaran sain. yaitu didukung oleh penataan muatan kompetensi dasar jelas benang merahnya pada domain sikap. Penerapan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika tidak cukup hanya didukung oleh penataan kompetensi dasar. Proses pembelajaran matematika yang belum menerapkan pendekatan tersebut cenderung didominasi dengan proses ‘menyampaikan’ atau ‘mentransfer’ pengetahuan atau keterampilan oleh guru kepada siswa dan kurang atau tidak mengakomodasi proses penggalian pengetahuan dan keterampilan oleh siswa. konfirmasi dan menerapkan pendekatan ilmiah. PEMBAHASAN Proses pembelajaran merupakan salah satu unsur yang dikuatkan (disempurnakan) dalam Kurikulum 2013. metode pembelajaran yang dipilih guru dan kondisi siswa yang belajar? 3. Bersamaan dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan matematika. maka bahan ajar ketika mempelajari pengetahuan dan keterampilan matematika hendaknya memuat tugas atau pertanyaan yang melatih siswa agar kritis dan kreatif. inovatif. elaborasi. Proses belajar sikap dalam pembelajaran matematika tidak berlangsung secara eksplisit. Dengan menerapkan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika diharapkan dapat terwujud siswa yang produktif. pengetahuan dan keterampilan. siswa juga mempelajari sikap. Bila guru mengharapkan siswa mampu bertanggungjawab terhadap sesama maka guru mendesain kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan siswa lain dan bersama-sama menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Berikut ini beberapa pertanyaan untuk memandu para pembaca dalam memahami dan menerapkan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika. dan keterampilan. namun juga diperlukan adanya kesamaan persepsi diantara para guru matematika tentang makna dari tiap langkah pendekatan ilmiah dalam konteks penerapannya dalam proses pembelajaran matematika dan pemahaman guru matematika tentang hal-hal kunci yang perlu ditempuh agar sukses menerapkan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika untuk mengantarkan para siswa menjadi insan yang kreatif dan eksis pada abad 21. Penguatan dilakukan dengan menuntut guru agar mengelola proses pembelajaran yang memuat kegiatan eksplorasi. namun masih ada pula yang belum menerapkannya. saran kepada guru untuk menerapkan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran dilakukan secara eksplisit. Apakah langkah-langkah tersebut dilaksanakan selangkah demi selangkah secara urut ataukah dapat dilaksanakan secara luwes sesuai muatan kompetensi dasar yang dipelajari siswa. Perolehan pengetahuan dan keterampilan oleh siswa dalam proses pembelajaran matematika pada umumnya berlangsung berurutan. Apakah makna dari tiap langkah pendekatan ilmiah dalam konteks penerapannya dalam proses pembelajaran matematika? 2. afektif melalui penguatan sikap. sehingga pembinaan sikap dalam pembelajaran matematika sangat ditentukan oleh muatan bahan ajar yang dipelajari siswa dan desain kegiatan pembelajaran yang difasilitasi guru. pengetahuan. Apakah langkah-langkah pendekatan ilmiah (lima langkah) dapat diterapkan dalam proses pembelajaran matematika untuk semua kompetensi dasar matematika yang dipelajari siswa? 4.Apakah selama ini proses pembelajaran matematika di sekolah sudah memuat langkah-langkah pendekatan ilmiah? Sudah ada guru matematika yang menerapkan pendekatan tersebut. Apabila guru menghendaki siswa bersikap kritis dan kreatif. namun terintegrasi dalam proses belajar pengetahuan dan keterampilan matematika. Dalam Kurikulum 2013. Bagaimanakah bila pendekatan tersebutditerapkan dalam proses Matematika – SMP | 204 .

postulat. Fakta. Pada diri siswa tidak terbangun kreativitas dalam berprosedur. sifat). rumus. Kreativitas berprosedur dapat dibangkitkan dari pemberian pertanyaan yang tepat. objek kajian matematika yang dipelajari siswa selama belajar di SMP/MTs dapat berupa fakta (matematika). grafik dan lain sebagainya. Langkah pedagogis dan penggunaan media tersebut menuntut siswa dan guru terlibat dalam pertanyaan-pertanyaan yang menggiring pemikiran siswa secara bertahap. prinsip. Ini terjadi karena siswa cenderung menghafal algoritma atau prosedur tertentu. Hasil pengamatan dapat berupa definisi. Apabila terjadi kendala dalam proses menjawab pertanyaan. Selanjutnya pernyataan tersebut dituangkan dalam bahasa matematika atau menjadi pembuka dari pembahasan objek matematika yang abstrak. atau diprediksi Matematika – SMP | 205 . usia Proses pembelajaran untuk memahami konsep dan prinsip matematika perlu dikelola dengan langkah-langkah pedagogis yang tepat dan difasilitasi media tertentu agar buah pikiran yang abstrak tersebut dapat dengan mudah dipahami siswa. dari yang mudah (konkret) menuju ke yang lebih kompleks (abstrak) sehingga akhirnya pengetahuan diperoleh oleh siswa sendiri dengan bimbingan guru. Mengamati Objek matematika yang dipelajari dalam matematika adalah buah pikiran manusia. dan skill (algoritma/prosedur). 1984) sangat perlu dipertimbangkan bahwa tingkat berpikir siswa. aksioma. Mengamati fenomena lingkungan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan topik matematika tertentu Fenomena adalah hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindera dan dapat dijelaskan serta dinilai secara ilmiah. sifat. sebagaimana disampaikan oleh Piaget (Wadsworth. Siswa tidak mempermasalahkan kebenaran pengetahuan yang diperoleh. Fenomena yang diamati akan menghasilkan pernyataan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. a. sehingga bersifat abstrak. 2. skill tersebut adalah buah fikiran manusia. prinsip (teorema. Kegiatan mengamati seperti ini lebih tepat dikatakan sebagai kegiatan mengumpulkan dan memahami kebenaran objek matematika yang abstrak. definisi). Dalam hal mempelajari keterampilan berprosedur matematika. Mengamati objek matematika yang abstrak Kegiatan mengamati objek matematika yang abstrak sangat cocok untuk siswa yang mulai menerima kebenaran logis. b.pembelajaran matematika? Berikut ini penjelasan maksud tiap langkah pendekatan ilmiah untuk membantu tumbuhnya kreativitas pada diri siswa dalam proses pembelajaran matematika. walaupun tidak diawali dengan pengamatan terhadap fenomena. teorema. Pertanyaan-pertanyaan didesain agar siswa dapat berpikir tentang alternatif-alternatif jawaban atau alternatif-alternatif cara berprosedur. (b) Mengamati objek matematika yang abstrak. Melakukan pengamatan terhadap fenomena dalam lingkungan kehidupan sehari-hari tepat dilakukan ketika siswa belajar hal-hal yang terkait dengan topik-topik matematika yang pembahasannya dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari secara langsung. Dalam hal ini guru diharapkan agar menahan diri untuk tidak memberi tahu jawaban pertanyaan. Mengamati objek matematika dapat dikelompokkan dalam dua macam kegiatan yang masing-masing mempunyai ciri berbeda. 1. Menanya Menurut Bell (1978). walupun hanya sedikit perbedaannya. Dalam mempelajari konsep atau prinsip matematika yang tergolong sebagai pengetahuan. konsep (pengertian pangkal. kecenderungan yang ada sekarang adalah siswa gagal menyelesaikan suatu masalah matematika jika konteksnya berbeda. konsep. sehingga bersifat abstrak. yaitu: (a) Mengamati fenomena dalam lingkungan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan objek matematika tertentu.

siswa SD/MI dan SMP/MTs yang umumnya dalam tingkat berpikir operasional konkret dan peralihan ke tingkat operasional formal. Kegiatan mencoba dalam proses pembelajaran matematika di SMP/MTs ini dimaknai sebagai menerapkan pengetahuan atau keterampilan hasil penalaran ke dalam suatu situasi atau bahasan yang masih satu lingkup. Tahap mencoba ini menjadi wahana bagi siswa untuk membiasakan diri berkreasi dan berinovasi menerapkan dan memperdalam pengetahuan atau keterampilan yang telah dipelajari bersama guru. kemudian diperluas ke dalam situasi atau bahasan yang berbeda lingkup. Penalaran deduktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari pernyataan-pernyataan atau fenomena yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus. Ada dua cara menalar. Penalaran yang paling dikenal dalam matematika terkait penarikan kesimpiulan adalah modus ponen. sehingga cara memperoleh pengetahuan matematika pada diri siswa SD/MI dan SMP/MTs banyak dilakukan dengan penalaran induktif. Dengan memfasilitasi kegiatan ‘mencoba’ ini siswa diharapkan tidak terkendala dalam memecahkan permasalahan matematika yang merupakan salah satu tujuan penting dan mendasar dalam belajar matematika. Penalaran induktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari fenomena khusus untuk hal-hal yang bersifat umum. Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal. lebih Matematika – SMP | 206 . Kurikulum 2013 secara eksplisit menyiapkan siswa agar terampil memecahkan masalah melalui penataan kompetensi kompetensi dasar matematika yang dipelajari siswa. Membentuk Jejaring Membentuk jejaring dimaknai sebagai menciptakan pembelajaran yang kolaboratif antara guru dan siswa atau antar siswa. Menalar Secara umum dapat dikatakan bahwa penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Bentuk penyajian pengetahuan atau ketrampilan matematika sebagai hasil penalaran dapat berupa konjektur atau dugaan sementara atau hipotesis. Mencoba Berdasarkan hasil penalaran yang diperoleh pada tahap sebelumnya yakni berupa konjektur atau dugaan sementara sampai diperoleh kesimpulan. 2013). maka selanjutnya perlu dilakukan kegiatan ‘mencoba’.terjadi kendala dalam menjawab pertanyaan. Kegiatan menalar secara induktif lebih banyak berpijak pada hasil pengamatan inderawi atau pengalaman empirik. 4. Pengalaman ‘mencoba’ akan melatih siswa yang memuat latihan mengasah pola pikir. guru dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan secara bertahap yang mengarah pada diperolehnya jawaban pertanyaan oleh siswa sendiri. yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Dalam proses pembelajaran matematika. Di sinilah peran guru dalam memberikan scaffolding atau ‘pengungkit’ untuk memaksimalkan ZPD (Zone Proximal Development) yang ada pada siswa (Chambers. modus tolen dan silogisme. Sesuai dengan tingkat berpikirnya. pada umumnya proses menalar terjadi secara simultan dengan proses mengolah atau menganalisis kemudian diikuti dengan proses menyajikan atau mengkomunikasikan hasil penalaran sampai diperoleh suatu simpulan. sedangkan untuk siswa SMA/MA sudah mulai banyak dilakukan dengan penalaran deduktif. Cara kerja menalar secara deduktif adalah menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk kemudian dihubungkan ke dalam bagian-bagiannya yang khusus (Sudarwan. 2007) 3. sikap dan kebiasaan memecahkan masalah itulah yang akan banyak memberi sumbangan bagi siswa dalam menuju kesuksesan mengarungi kehidupan sehari-harinya. 5.

kakak Anggit dan adhik Gentur masing-masing berumur 19 dan 17 tahun. diharapkan terjadi siswa berinteraksi dengan empati. Dalam situasi pembelajaran kolaboratif antara guru dan siswa atau antar siswa. saling menghargai dan menghormati perbedaan. a. Berikut ini contoh penerapan pendekatan imiah pada kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi siswa agar mampu mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar. membentuk jejaring dapat dilaksanakan dengan memberi penugasan-penugasan belajar secara kolaboratif. Contoh fenomena yang diamati antara lain sebagai berikut. Fenomena-fenomena tersebut dapat diceritakan kepada siswa dan kemudian dituangkan dalam bentuk rumusan permasalahan sehari-hari. Fenomena umur kakak-adik pada suatu keluarga. c. untuk mempelajari kompetensi dasar tersebut terlebih dahulu siswa harus belajar tentang mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar dan melakukan operasi bentuk Aljabar. banyak pohon jati milik Pak Makmur 10 batang kurangnya dari banyak pohon jati milik Pak Hasan. Selanjutnya rumusan permasalahan tersebut digunakan sebagai bahan pengamatan untuk Matematika – SMP | 207 . menanya. berbagi. dengan diterapkannya pembelajaran kolaboratif maka bahan belajar matematika yang abstrak diharapkan akan menjadi lebih mudah dipahami siswa. Sesuai dengan struktur materi matematika yang hirarkis. Selain belajar mengasah sikap empati. Contoh: Topik: Mengidentifikasi Unsur-unsur Bentuk Aljabar Aljabar pertama kali dikenal siswa di Kelas VII melalui belajar kompetensi dasar “menyelesaiakan persamaan dan peritdaksamaan linear satu variabel”. Dalam kegiatan pembelajaran kolaboratif. b.dari sekadar melaksanakan suatu teknik pembelajaran di kelas. fungsi guru lebih sebagai manajer belajar dan siswa aktif melaksanakan proses belajar. Fenomena bahwa seseorang memiliki di lahannya namun banyak pohon miliknya berbeda. 1. Berikut ini contoh-contoh proses pembelajaran matematika yang menerapkan langkah-langkah pendekatan ilmiah. menalar atau mencoba. Contohnya. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja sedemikian rupa untuk memudahkan usaha kolektif dalam rangka mencapai tujuan bersama (Kemdikbud. Rumusan permasalahan dapat disusun oleh guru dan siswa. yang selanjutnya akan memungkinkan siswa menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama. Dari fenomena tersebut siswa akan memperoleh fakta antara lain bahwa banyak kakak-adik selisih umurnya 2 tahun. proses pembelajaran diawali dengan mengamati fenomena-fenomena di lingkungan kehidupan sehari-hari. Proses Mengamati Dalam rangka menerapkan pendekatan ilmiah. sehingga pada diri siswa akan tumbuh rasa aman. misalnya banyaknya telur yang dihabiskan di dua warung makan tidak sama. saling menghormati. dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. Warung makan milik Bu Siti setiap hari menghabiskan 100 butir telur lebih banyak dibanding telur yang dihabiskan oleh warung makan milik Bu Nur. Fenomena pada kegiatan memasak di warung makan. Contohnya kakak Dewi dan adhik Nina masing-masing berumur 14 dan 12 tahun. Penugasan kolaboratif dapat dilaksanakan pada proses mengamati. Dalam pembelajaran matematika di SMP/MTs. 2013).

Bu Siti dan Bu Nur masing-masing memiliki warung makan. 30? • Apakah b dapat mewakili bilangan sebarang? Apakah b dapat mewakili Matematika – SMP | 208 . Syauki. Muatan pertanyaan penuntun harus relevan dengan permasalahan dan jawabannya dapat memfasilitasi siswa agar mudah dalam memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang dipelajari sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Pertanyaan penuntun disusun dari yang mudah ke yang sulit. berapakah umur Dika dan Syauki? • Jika umur Santi 20 tahun. Permasalahan Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. 2. Berapakah kemungkinan umur Dika. berapakah umur Dika dan Santi? • Jika umur Syauki 2 tahun. 20. guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan permasalahan. terkait fenomena umur kakak-adik. Berapakah kemungkinan pohon milik Pak Makmur dan Pak Hasan masingmasing? 2. guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. berapakah umur Dika dan Santi? • Jika umur Syauki 10 tahun. Apakah b dapat mewakili bilangan 1. Dalam hal ini pertanyaan-pertanyaan tersebut dinamai sebagai pertanyaan penuntun. 1. Berapakah kemungkinan umur Dika. 5.menuntun siswa dalam memahami pengertian unsur-unsur bentuk Aljabar. 30? Apakah b dapat diganti dengan bilangan 1. Sebagai contoh. berapakah umur Syauki dan Santi? • Jika umur Dika 16 tahun. berapakah umur Dika dan Syauki? • Jika umur Santi 20 tahun. Proses Menanya Setelah mengamati dan merumuskan permasalahan (pertanyaan) pada fenomena-fenomena tersebut. banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Siti 100 butir lebihnya dari banyak telur yang dihabiskan warung makan Bu Nur. berapakah umur Dika dan Santi? • Jika umur Dika 10 tahun. 10. Setiap hari. sedangkan umur Santi 1 tahun lebih tua dari umumr Dika. Contoh rumusan permasalahan yang relevan dengan fenomena tersebut antara lain sebagai berikut. Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. dan Santi sekarang? 2. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berfungsi sebagai penuntun. berapakah umur Syauki dan Santi? • Jika umur Dika 35 tahun. 20. 5. Banyaknya pohon jati milik Pak Makmur 10 batang kurangnya dari banyak pohon jati milik Pak Hasan. berapakah umur Syauki dan Santi? • Jika umur Santi 15 tahun. sedangkan umur Santi satu tahun lebih tua dari Dika. dan Santi sekarang? Pertanyaan Penuntun • Jika umur Syauki 1 tahun. 10. berapakah umur Dika dan Syauki? • Misalkan simbol b mewakili bilangan umur Syauki. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru juga dapat melatih tumbuhnya sikap kritis dan logis. misalnya sebagai penuntun dalam memahami makna dari variabel. Syauki. 2. Pertanyaan-pertanyaan penuntun seperti itu diharapkan dapat menumbuhkan keingintahuan siswa. berapakah umur Dika dan Syauki? • Jika umur Santi 15 tahun. Berapakah kemungkinan banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Siti dan Bu Nur masing-masing? 3.

siswa-siswa. b. 10. No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Banyak pohon Pak Makmur 15 … 75 Banyak pohon Pak Hasan … 30 … 1 Banyaknya pohon jati milik Pak Makmur 10 batang kurangnya dari banyak pohon jati milik Pak Hasan. Proses penalaran dilakukan secara induktif dan melibatkan proses tanya jawab yang dapat terjadi antara gurusiswa. siswa-guru. Berapakah kemungkinan pohon Pak Makmur dan Pak Hasan? a. 750. berapa banyak pohon milik PakHasan? d. berapa banyak pohon Pak Makmur? Jika banyak pohon jati milik Pak Makmur 75 batang. apakah K dapat diganti atau mewakili bilangan 8. berapa banyak pohon Pak Hasan? Jika simbol p mewakili banyak pohon milik Pak Makmur. apakah p dapat diganti atau mewakili bilangan 5. 25. … K Simbol p mewakili banyak pohon milik Pak Makmur.Permasalahan Pertanyaan Penuntun bilangan 150? Jelaskan alasan jawabanmu. 100. c. Dalam proses penalaran terjadi proses menganalisis terhadap data yang diperoleh dari jawaban-jawaban pertanyaan. Apakah b dapat mewakili sebarang bilangan?“ diharapkan dapat memancing pertanyaan oleh siswa kepada guru. Contoh pertanyaan yang mungkin timbul pada diri siswa antara lain: “Apakah boleh umur Syauki diwakili dengan simbol selain b? Apakah boleh simbol tersebut menggunakan huruf besar? Apakah b dapat mewakili bilangan negatif? Apakah b dapat mewakili bilangan pecahan? Apakah b dapat mewakili bilangan 200?” 3. 10. 36. 150. 1000? Apakah p dapat mewakili sebarang bilangan? Apakah p dan K masing-masing dapat Matematika – SMP | 209 . Proses Menalar Setelah guru mengajukan pertanyaan. antar siswa atau diri sendiri yang menumbuhkan sikap kritis dan logis. Berapakah banyak pohon milik pak Hasan? Jika banyak pohon milik Pak Hasan adalah K. P … e. Contoh proses penalaran dan tanya-jawab terkait hal itu sebagai berikut. 500? Simbol K mewakili banyak pohon milik Pak Hasan. selanjutnya dilakukan proses penalaran. berapa banyak pohon Pak Hasan? Jika banyak pohon jati milik Pak Hasan 30 batang. • Himpunan bilangan apakah yang anggota-anggotanya diwakili oleh b? Pertanyaan: ”Misalkan simbol b mewakili umur Syauki. Jika banyak pohon jati milik Pak Makmur 15 batang. 25. Setelah proses penalaran selanjutnya siswa memperoleh pengetahuan tentang pengertian dari istilah-istilah pada unsur-unsur bentuk Aljabar.

Jika warung makan Bu Nur dalam sehari menghabiskan 100 butir. Jika warung makan Bu Nur dalam sehari menghabiskan T butir. berapa butir telur yang dihabiskan warung makan Bu Siti dalam sehari? Simbol x mewakili banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Siti. 100. Setiap hari. Jika warung makan Bu Nur dalam sehari menghabiskan 35 butir. 125 … x … … 35 … 100 … T Matematika – SMP | 210 . banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Siti adalah 30 butir lebihnya dari banyak telur yang dihabiskan warung makan Bu Nur. apakah x dapat diganti atau mewakili bilangan 25. berapa butir telur yang dihabiskan warung makan Bu Siti dalam sehari? e. 350. 80. berapa butir telur yang dihabiskan warung makan Bu Nur dalam sehari? b. Jika warung makan Bu Siti dalam sehari menghabiskan 125 butir telur. Berapakah kemungkinan banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Siti dan Bu Nur masing-masing? a. berapa butir telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Nur dalam sehari? d. Jka warung makan Bu Siti dalam sehari menghabiskan 50 butir telur. berapa butir telur yang dihabiskan warung makan Bu Siti dalam sehari? f. berapa butir telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Nur dalam sehari? c.No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Banyak pohon Pak Makmur Banyak pohon Pak Hasan mewakili oleh bilangan satu miliar? Jelaskan alasan jawabanmu Bilangan apakah yang diwakili oleh p atau K? Himpunan bilangan apakah yang anggotaanggotanya adalah bilangan-bilangan yang diwakili oleh p atau K? No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Banyak telur habis di warung makan Bu Siti 50 Banyak telur habis di warung makan Bu Nur … 2 Bu Siti dan Bu Nur masingmasing memiliki warung makan. Jika warung makan Bu Siti dalam sehari menghabiskan x butir telur.

berapa umur Dika dan Santi? d. Matematika – SMP | 211 . sedangkan umur Santi 1 tahun lebih tua dari Dika. berapa umur Syauki dan Santi? e. berapa umur Dika dan Syauki? Simbol U mewakili bilangan umur Syauki. 400? Apakah x atau T dapat mewakili sebarang bilangan? Apakah x dan T masing-masing dapat mewakili bilangan satu miliar? Jelaskan alasan jawabanmu Bilangan apakah yang diwakili oleh x atau T? Himpunan bilangan apakah yang anggota-anggotanya adalah bilangan-bilangan yang diwakili oleh x atau T? No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Umur Syauki (tahun) 1 5 U … … … … … … Umur Dika (tahun) … … … 7 10 y … … … Umur Santi (tahun) … … … … … … 11 20 N 3 Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. 80 125. 12. Jika umur Dika 10 tahun. Jika umur Syauki U tahun. Jika umur Santi 20 tahun. Jika umur Santi n tahun. Jika umur Santi 11 tahun. berapa umur Syauki dan Santi? f. apakah T dapat diganti atau mewakili bilangan 30. apakah U dapat diganti atau mewakili bilangan 1. Jika umur Syauki 1 tahun. berapa umur Dika dan Syauki? h. 5. Berapakah kemungkinan umur Dika. Jika umur Dika 7 tahun. berapa umur Dika dan Syauki? i. Jika umur Dika y tahun. berapa umur Dika dan Santi? c. berapa umur Dika dan Santi? b. berapa umur Syauki dan Santi? g. 750. Syauki. 15? Simbol y mewakili bilangan umur Dika. 10. Jika umur Syauki 5 tahun. dan Santi sekarang? a.No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Banyak telur habis di warung makan Bu Siti Banyak telur habis di warung makan Bu Nur 500? Simbol T mewakili banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Nur.

menanya dan menalar. Misalkan n adalah banyak jaket milik Anggit. Susunlah bentuk aljabar yang menyatakan banyak jaket milik Fitri. Adakah variabel. menalar dengan cara menyelesaikan permasalahan tentang bentuk Aljabar yang berhubungan dengan konsep matematika atau peristiwa sehari-hari. sangat ditentukan oleh kualitas pertanyaan yang diajukan oleh guru. koefisien pada bentuk Aljabar tersebut? Tunjukkan. Sebelumnya siswa belum pernah mengenal tentang bentuk Aljabar dan unsur-unsurnya (variabel. koefisien. a. Pengetahuan tentang unsure-unsur bentuk Aljabar yang dapat diinformasikan guru kepada siswa setelah menempuh proses ilmiah sebagai berikut. Walaupun pengetahuan diperoleh dari guru. 4.No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Umur Syauki (tahun) Umur Dika (tahun) Umur Santi (tahun) apakah y dapat diganti atau mewakili bilangan 7. c. 18. Matematika – SMP | 212 . namun pemerolehannya telah didasarkan pada proses mengamati. dan n masing-masing dapat mewakili oleh bilangan 150? Jelaskan alasan jawabanmu Bilangan apakah yang diwakili oleh U atau y atau n? Himpunan bilangan apakah yang anggota-anggotanya adalah bilanganbilangan yang diwakili oleh U atau y atau n? Dalam proses menalar. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada proses menalar. suku. juga terlibat proses menanya. 20. 21? Simbol n mewakili bilangan umur Santi. konstanta. 26? Apakah U atau y atau n dapat mewakili sebarang bilangan? Apakah U. suku). Bilangan apakah yang diwakili oleh n? Jelaskan. Oleh karena itu pengetahuan tentang nama dan makna dari unsurunsur bentuk Aljabar diperoleh siswa dari guru. Proses mencoba Pada proses mencoba siswa diberi kesempatan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh pada proses mengamati. antar siswa lain atau diri sendiri. Kelancaran proses menalar. 8. Pertanyaan yang dilontarkan guru dengan tepat diharapkan akan memancing timbulnya pertanyaan siswa kepada guru. konstanta. menanya. 1. Contoh permasalahan yang dapat diajukan kepada siswa pada proses mencoba ini antara lain sebagai berikut. y. 11. siswa diharapkan menjadi peka terhadap simbol-simbol huruf yang digunakan untuk mewakili bilangan. bukan karena didoktrin oleh guru. Kepekaan tersebut sangat penting dalam mengantarkan siswa memahami makna dari unsur-unsur bentuk Aljabar. apakah n dapat diganti atau mewakili bilangan 4. Banyak jaket milik Anggit 3 kurangnya dari banyak jaket milik Fitri. 10. b.

Proses menanya dan menalar yang kolaboratif diharapkan dapat memunculkan sikap guru yang santun. Langkah-langkah pendekatan ilmiah dilaksanakan secara urut namun tidak kaku. Misalkan panjang persegi panjang tersebut y cm. Hasil pengamatan terhadap dua macam objek tersebut sama-sama dapat dijadikan pembuka atau penghubung dalam siswa mempelajari suatu sikap. pengetahuan atau keterampilan matematika yang diharapkan. suku. namun terintegrasi dalam belajar pengetahuan dan keterampilan matematika. Sebagai contoh. Kolaborasi antara guru dan siswa dapat didesain agar banyak terjadi pada proses ‘menanya’ dan ‘menalar’. c. 5. ketika siswa sudah berada dalam proses menalar. siswa juga mempelajari sikap. Langkah-langkah pendekatan ilmiah yang intinya terdiri dari proses: (1) mengamati. sabar dan dapat menahan diri dalam membantu siswa mengajukan atau menjawab pertanyaan sehingga muncul rasa aman pada diri siswa. menalar. membentuk jejaring melalui pembelajaran kolaboratif dapat dibangun sejak siswa melakukan merumuskan permasalahan berdasar contoh peristiwa sehari-hari untuk bahan pengamatan sampai dengan tahap mencoba. Matematika – SMP | 213 . Bila guru mengaharapkan siswa mampu bertanggungjawab terhadap sesame maka guru mendesain kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan siswa lain dan bersama-sama menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Proses kolaborasi antar siswa sekaligus menjadi wahana bagi guru dalam mendidik tumbuhnya nilai-nilai kehidupan spiritual dan sosial yang mulia pada diri siswa. maka bahan ajar ketika mempelajari pengetahun dan keterampilan matematika hendaknya memuat tugas atau pertanyaan yang melatiuh siswa agar kritis. sehingga pembinaan sikap dalam pembelajaran matematika sangat ditentukan oleh muatan bahan ajar yang dipelajari siswa dan desain kegiatan pembelajaran yang difasilitasi guru. Kolaborasi antar siswa dapat didesain agar banyak terjadi pada tahap mengamati. a. Bila guru menghendaki siswa bersikap kritis. koefisien pada bentuk Aljabar tersebut? Tunjukkan. (4) mencoba. dan mencoba. C. Setelah hasil pengamatan ditindaklanjuti dengan proses menanya. Proses mengamati dalam pembelajaran matematika di SMP/MTs dimaknai dalam dua kategori objek pengamatan yaitu objek pengamatan berupa fenomena lingkungan kehidupan sehari-hari atau objek matematika (yang abstrak). (5) menyimpulkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran matematika.2. b. Suatu persegi panjang mempunyai panjang 5 cm lebih dari lebarnya. Bilangan apakah yang diwakili oleh y? Jelaskan. Proses belajar sikap tidak berlangsung secara eksplisit. Kolaborasi dilaksanakan oleh guru dan siswa atau antar siswa. Mengingat karakteristik siwa SMP/MTs maka proses penalaran yang banyak dilakukan siswa adalah penalaran secara induktif. Bersamaan dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan matematika. (3) menalar. Susunlah bentuk aljabar yang menyatakan lebar dari persegi panjang tersebut. PENUTUP Perolehan pengetahuan dan keterampilan oleh siswa dalam pembelajaran matematika pada umumnya berlangsung berurutan. (2) menanya. menalar. Proses membentuk jejaring Pada contoh ini. kemudian dijumpai kendala. konstanta. Proses mencoba dapat pula dilaksanakan bersamaan dengan proses menanya dan menalar. proses menanya dan menalar dapat saja terjadi dalam satu kali proses (simultan) yang saling melengkapi. Contoh lain. mencoba dan menyimpulkan akhirnya siswa memperoleh sikap. namun dapat pula dilaksanakan setelah proses menalar bersama guru selesai. guru dapat kembali lagi mengajak siswa dalam proses mengamati lagi. Adakah variabel. pengetahuan atau keterampilan matematika.

guru perlu memfasilitasi siswa dengan kegiatan-kegiatan yang terarah namun tetap menjadikan siswa sebagai subyek belajar. 1978. Teaching Mathematics: Developing as A Reflective Secondary Teacher. Bila saat berproses siswa mengalami kendala. Pendekatan Scientific (Ilmiah) dalam Pembelajaran . Dalam hal ini guru dituntut agar memiliki keterampilan bertanya yang baik dalam rangka mengatasi kendala tersebut. F. guru dituntut untuk sabar dan telaten dalam menghadapi siswa berproses. Teaching and Learning Mathematics. Barry J. Piaget’s Theory of Cognitive and Affective Development (3rd edition). Guru juga perlu benar-benar sabar dalam mencari data kemajuan belajar para siswa agar dapat menghindarkan diri siswa dari kemandekan atau kemunduran hasil belajar. Kompetensi Dasar Matematika SMP/MTs. CA: Sage Publication Inc. Wadsworth. Paparan Mndikbud dalam Sosialisasi Kurikulum 2013. Jakarta :Kemdikbud Kemdikbud. DAFTAR PUSTAKA Bell. bukan sebagai obyek belajar. Jakarta: Pusbangprodik. Untuk itu guru perlu terampil dalam mengelola penilaian yang autentik. 2007. 1984. Iowa:WBC Chambers. 2013..Penerapan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika di SMP/MTs sangat dianjurkan karena dengan penerapan tersebut pembelajaran menjadi berpusat pada siswa dan kemampuan yang dimiliki siswa benar-benar diberdayakan. NY: Longman Inc. Kemdikbud. Matematika – SMP | 214 . Jakarta :Kemdikbud Kemdikbud. Untuk itu dalam tahap persiapan guru perlu mendesain kegiatan dan menyiapkan bahan ajar dengan sebaik-baiknya yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Thousand Oaks. Dalam rangka menjadi Fasilitator yang baik bagi siswa. maka guru perlu menahan diri untuk tidak menggurui siswa. Dalam tahap pelaksanaan. Paul. Peran guru sebagai Fasilitator dan memberikan konfirmasi-konfirmasi yang diperlukan untuk memantapkan perolehan sikap.H. 2013. Pengembangan Kurikulum 2013. pengetahuan atau keterampilan matematika dari proses belajar. 2013.

Problem Based Learning. Matematika – SMP | 215 . Menerapkan Focus Group Discussion untuk mengidentifikasi karakteristik tiga model pembelajaran.2: Model Pembelajaran Langkah Kegiatan Inti Mengamati tayangan pembelajaran Diskusi Kelompok (Focus Group Discussion) 30 Menit Kerja Kelompok 20 Menit 40 Menit Mengamati tayangan tiga jenis model pembelajaran (Project Based Learning. danDiscovery Learning). Kerja kelompok untuk mengidentifikasi penerapan Pendekatan Scientific pada tiga model pembelajaran.Sub Materi Pelatihan 2.

Mengingat bahwa masing-masing peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda. secara langsung peserta didik dapat melihat berbagai elemen utama sekaligus berbagai prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya. Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dikatakan sebagai operasionalisasi konsep “Pendidikan Berbasis Produksi” yang dikembangkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan demikian model pembelajaran yang cocok untuk SMK adalah pembelajaran berbasis proyek.MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) A. proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum. KONSEP/DEFINISI HO-2. dan melakukan eksperimen secara kolaboratif. hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha peserta didik. 2. penilaian. maka Pembelajaran Berbasis Proyek memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. interpretasi. Matematika – SMP | 216 . 3. peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan. Melalui PjBL.2-1 Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah metoda pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. PjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata. sintesis. adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik. Dengan pembelajaran “berbasis produksi” peserta didik di SMK diperkenalkan dengan suasana dan makna kerja yang sesungguhnya di dunia kerja. dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pada saat pertanyaan terjawab. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata. Peserta didik melakukan eksplorasi. Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya. peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja. hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha peserta didik. SMK sebagai institusi yang berfungsi untuk menyiapkan lulusan untuk bekerja di dunia usaha dan industri harus dapat membekali peserta didiknya dengan “kompetensi terstandar” yang dibutuhkan untuk bekerja dibidang masing-masing.

artinya belajar tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas. dan mereka perlu untuk dihargai. terutama bagi instruktur yang kurang atau tidak menguasai teknologi. beberapa contoh perubahan lay-out ruang kelas. Atau buatlah suasana belajar menyenangkan. 6. Beberapa hambatan dalam implementasi metode Pembelajaran Berbasis Proyek antara lain berikut ini. karena menambah biaya untuk memasuki system baru. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Untuk itu disarankan menggunakan team teaching dalam proses pembelajaran. dan 8. Peran instruktur atau guru dalam Pembelajaran Berbasis Proyek sebaiknya sebagai fasilitator. mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting. 3. Keuntungan Pembelajaran Berbasis Proyek a. pelatih. 4. f. seperti: traditional class (teori). produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif. 5. Matematika – SMP | 217 . Pembelajaran Berbasis Proyek memerlukan banyak waktu yang harus disediakan untuk menyelesaikan permasalahan yang komplek. e. Meningkatkan kolaborasi. discussion group (pembuatan konsep dan pembagian tugas kelompok). 7. Banyak orang tua peserta didik yang merasa dirugikan. penasehat dan perantara untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan daya imajinasi. b. Banyak instruktur merasa nyaman dengan kelas tradisional . Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. proses evaluasi dijalankan secara kontinyu. sehingga kebutuhan listrik bertambah. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar. c.dimana instruktur memegang peran utama di kelas. peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan. d. bahkan saat diskusi dapat dilakukan di taman.4. 1. situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan. circle (presentasi). Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks. dan akan lebih menarik lagi jika suasana ruang belajar tidak monoton. 2. FAKTA EMPIRIK KEBERHASILAN Kelebihan dan kekurangan pada penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dijelaskan sebagai berikut. Banyaknya peralatan yang harus disediakan. kreasi dan inovasi dari siswa. B. peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan. lab tables (saat mengerjakan tugas mandiri). Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber. Ini merupakan suatu transisi yang sulit. 1.

Menurut studi penelitian. Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional. h. Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan. sering menyebabkan absensi berkurang dan lebih sedikit masalah disiplin di kelas. Membutuhkan biaya yang cukup banyak. Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah. f. membatasi waktu peserta didik dalam menyelesaikan proyek. i. b. sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran. bukan melupakannya secepat mereka telah lulus tes. Siswa juga menjadi lebih percaya diri berbicara dengan kelompok orang. Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek. Ketika anak-anak bersemangat dan antusias tentang apa yang mereka pelajari. Kelemahan Pembelajaran Berbasis Proyek a. Ada kemungkinan peserta didik yang kurang aktif dalam kerja kelompok. di mana instruktur memegang peran utama di kelas. Pembelajaran Berbasis Proyek ini juga menuntut siswa untuk mengembangkan keterampilan seperti kolaborasi dan refleksi. dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami topik secara keseluruhan d. Ketika topik yang diberikan kepada masing-masing kelompok berbeda. Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan. Banyaknya peralatan yang harus disediakan. menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga instruktur dan peserta didik merasa nyaman dalam proses pembelajaran. memilih lokasi penelitian yang mudah dijangkau sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya. 2. j.g. Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata. Pelajaran berbasis proyek juga meningkatkan antusiasme untuk belajar. c. mereka sering mendapatkan lebih banyak terlibat dalam subjek dan kemudian memperluas minat mereka untuk mata pelajaran lainnya. e. Antusias peserta didik cenderung untuk mempertahankan apa yang mereka pelajari. Pembelajaran Berbasis Proyek membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan sosial mereka. termasuk orang dewasa. Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki. g. meminimalis dan menyediakan peralatan yang sederhana yang terdapat di lingkungan sekitar. Untuk mengatasi kelemahan dari pembelajaran berbasis proyek di atas seorang pendidik harus dapat mengatasi dengan cara memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah. Matematika – SMP | 218 . dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata.

dan (5) meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara. 1. pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial. Menyusun Jadwal (Create a Schedule) Pengajar dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial. (3) membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project. Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta didik. Pengajar berusaha agar topik yang diangkat relevan untuk para peserta didik. Langkah langkah Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek Penjelasan Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut. 3. (2) membuat deadline penyelesaian proyek. LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL Langkah langkah pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dijelaskan dengan diagram sebagai berikut. serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek. Matematika – SMP | 219 . 2. dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin. yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas.C. Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question). Dengan emikian peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. (4) membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek. Perencanaan berisi tentang aturan main. Diagram 1. Aktivitas pada tahap ini antara lain: (1) membuat timeline untuk menyelesaikan proyek.

Membuat portofolio pekerjaan siswa. Merencanakan dan mendesain pembelajaran. Belajar mengatur waktu dengan baik. b. Melakukan kegiatan belajar sendiri/kelompok. Mencari keunikan siswa. 5. Agar mempermudah proses monitoring. pengajar dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing. Dengan kata lain pengajar berperan menjadi mentor bagi aktivitas peserta didik. 2. b. c. d. f. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project) Pengajar bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. Melakukan interaksi sosial (wawancara. 6. g. 1. Membuat strategi pembelajaran. Matematika – SMP | 220 . survey. Pengajar dan peserta didik mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran. Peran guru dan peserta didik dalam pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut. Peran Peserta Didik a. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Melakukan riset sederhana.masing peserta didik. dll). Membayangkan interaksi yang akan terjadi antara guru dan siswa. Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience) Pada akhir proses pembelajaran. membantu pengajar dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Mempelajari ide dan konsep baru. c. f. observasi. e. Peran Guru a. e. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi peserta didik pada setiap roses. Menguji Hasil (Assess the Outcome) Penilaian dilakukan untuk membantu pengajar dalam mengukur ketercapaian standar. Menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir. dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting. Mengaplikasikanhasil belajar lewat tindakan.4. memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik. Pada tahap ini peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamanya selama menyelesaikan proyek. sehingga pada akhirnya ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran. Menilai siswa dengan cara transparan dan berbagai macam penilaian. d.

Menyelesaikan masalah yang berkait dengan kegiatan ekonomi sederhana di warung atau pasar tradisional yang melibatkan konsep laba atau rugi. santun. ii.D. bertanggung jawab. analitik. Memiliki rasa ingin tahu. disiplin. Menyelesaikan masalah yang berkait dengan kegiatan ekonomi sederhana di warung atau pasar tradisional yang melibatkan konsep harga jual dan harga beli. konsisten dan teliti. gotong royong). responsif. yang terbentuk melalui pengalaman belajar. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial sederhana INDIKATOR i. 4.1 Menunjukkan sikap logis. Matematika – SMP | 221 . kritis. 1. Anggota tiap kelompok paling banyak 6 orang. percaya diri. CONTOH PENERAPAN 1. tanggungjawab.2. PENTUNJUK UMUM Uraian tugas: 1. Menghargai dan menghayati perilaku jujur. dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. percaya diri. peduli (toleransi. Pembelajaran Berbasis Proyek di Kelas VII SMP Contoh PjBL di Kelas VII SMP KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK KELAS VII SMP KARTIKA TAHUN 2013/2014 MATA PELAJARAN KELAS/SEMESTER : : MATEMATIKA VII /1(SATU) KOMPETENSI INTI 1. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya KOMPETENSI DASAR 1. Kerjakan tugas ini secara kelompok.2.

Matematika – SMP | 222 . Terhadap setiap pedagang yang diwawancara. Penyajian data yang diperoleh dalam bentuk tabel sesuai pengelompokan data pada nomor 3. ………………. ……… 20… Guru Mata Pelajaran ……………………………………………. kumpulkan data tentang: a). 4.2. 3. c). Pelaksanaan d). kegiatan penting apa saja yang dilakukan dalam berdagang terutama dalam hal pengadaan barang dan penjualan. Persiapan c). Buatlah daftar pertanyaan untuk wawancara dan siapkan lembaran atau format untuk mencatat hasil wawancara. b). Lakukan wawancara terhadap paling sedikit lima pedagang kecil di suatu pasar tradisional.Hasil yang Diperoleh e) Kesan dan Pesan terhadap Tugas. 5. Laporan dikumpulkan paling lambat dua minggu setelah diberikan tugas ini. untung yang rata-rata diperoleh setiap hari. Laporan mencakup komponen: a). Laporan tentang hasil yang diperoleh memuat hal-hal berikut ini: i). Penjelasan tentang: Pedagang mana yang persentase keuntungan/kerugiannya paling banyak dan besarnya persentase. atau rugi yang pernah dialami dan apa penyebabnya. modal yang dimiliki. Buatlah laporan secara tertulis tentang kegiatan yang dilakukan sejak perencanaan. Laporan dipresentasikan atau dipamerkan. ii). pelaksanaan dan hasil yang diperoleh. Dalam kondisi yang bagaimana keuntungan/kerugian biasa terjadi. Tujuan kegiatan b). - Kegiatan yang pada umumnya harus dilalui para pedagang dalam berdagang.

d. pengelompokan data dan analisis data. Aspek yang dinilai pada tahap persiapan adalah: persiapan format-format untuk pengumpulan data secara langsung maupun dengan lembar isian b. 5. … 32. 6 1. 9. 8. 3. c. 100 Contoh: Nilai Dewi = 2 : 3 × 100 = 66. Contoh-2: dengan daftar cek (check list) Aspek yang dinilai Tahap Skor Tahap pelaksa yang pelapora naan dican baik baik pai 1 0 2 Kriteria penskoran Skor 0 = tidak Skor 1= ya Skor maksimum = 3 Skor minimal = 0 Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. 7. Tahap persiapan baik 1 Nilai 66. 6. 100 Contoh: Nilai Dewi = 11 : 12 × 100 = 91. 4.d. 2. Aspek yang dinilai pada tahap pelaksanaan adalah: proses pencatatan data. 5. 4. 3. Aspek yang dinilai pada tahap pelaporan adalah: ketepatan isi laporan dan bentuk sajian laporan. … 32. 2. Matematika – SMP | 223 . 6.6 • • • • • Keterangan: a.6 Nilai 91.Lembar Penilaian Tugas Proyek: Contoh-1: dengan skala rentang (rating scale) Aspek yang dinilai No Nama Siswa Dewi Hera Yeni Ismail Mawar Veri Ve Dicky Kia … Zanuba Tahap Persiapan 4 Tahap Pelaksa na-an 4 Tahap Pelaporan 3 Skor yang dicap ai 11 Kriteria penskoran • Skor 4 = tanpa kesalahan • Skor 3 = ada sedikit kesalahan • Skor 2 = ada banyak kesalahan • Skor 1 = tidak melakukan • Skor maksimal = 12 • Skor minimal = 4 • Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s.6 No Nama Siswa Dewi Hera Yeni Ismail Mawar Veri … Zanuba 1.

Penilaian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Pelaksanaan penilaian dapat juga menggunakan rating scale dan checklist. E. Sistematika Penulisan b. Penarikan Kesimpulan LAPORAN PROYEK : a. Keakuratan Sumber Data / Informasi c. Analisis Data e. Persiapan b. 1 : : : : : : : ASPEK PERENCANAAN : a. SISTEM PENILAIAN Penilaian pembelajaran dengan metoda Pembelajaran Berbasis Proyek harus diakukan secara menyeluruh terhadap sikap. proses pengerjaan sampai dengan akhir proyek. Rumusan Judul PELAKSANAAN : a. Matematika – SMP | 224 . Kuantitas Sumber Data d. Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek dapat menggunakan teknik penilaian yang dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu penilaian proyek atau penilaian produk. Presentasi / Penguasaan TOTAL SKOR SKOR (1 . Untuk itu perlu memperhatikan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. Performans b. pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek.5) 2 3 Penilaian Proyek dilakukan mulai dari perencanaan .Contoh Teknik Penilaian Proyek Mata Pelajaran Nama Proyek Alokasi Waktu Guru Pembimbing Nama NIS Kelas No.

Pada penilaian proyek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1) Kemampuan pengelolaan Kemampuan peserta didik dalam memilih topik. dan penyiapkan laporan tertulis. Untuk itu. pengumpulan data. guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. Penilaian Proyek a. dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan. seperti penyusunan disain. kemampuan mengaplikasikan.1. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan. mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. Pengertian Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Matematika – SMP | 225 . proses pengerjaan. sampai hasil akhir proyek. pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran. analisis data. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/ instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. b. pengolahan dan penyajian data. Teknik Penilaian Proyek Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. pengorganisasian. 2) Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran. 3) Keaslian Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya. pengumpulan data. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster.

1 : : : : : : : ASPEK PERENCANAAN : c. Penilaian Produk a. menggali. 2) Tahap pembuatan produk (proses). proses pengerjaan sampai dengan akhir proyek. meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan. barang-barang terbuat dari kayu. Matematika – SMP | 226 . keramik. Pelaksanaan penilaian dapat juga menggunakan rating scale dan checklist. gambar). lukisan. Analisis Data j. dan logam. Penarikan Kesimpulan LAPORAN PROYEK : c. Rumusan Judul PELAKSANAAN : f. dan teknik. plastik. Keakuratan Sumber Data / Informasi h. hasil karya seni (patung. Untuk itu perlu memperhatikan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. alat.Contoh Teknik Penilaian Proyek Mata Pelajaran Nama Proyek Alokasi Waktu Guru Pembimbing Nama NIS Kelas No. Sistematika Penulisan g.5) 2 3 Penilaian Proyek dilakukan mulai dari perencanaan . Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu: 1) Tahap persiapan. dan mendesain produk. Persiapan d. pakaian. meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni. dan mengembangkan gagasan. Presentasi / Penguasaan TOTAL SKOR SKOR (1 . Performans d. Kuantitas Sumber Data i. 2. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. seperti: makanan.

1) Cara holistik. biasanya dilakukan pada tahap appraisal. Inovasi TOTAL SKOR Skor ( 1 – 5 )* 3 Catatan : *) Skor diberikan dengan rentang skor 1 sampai dengan 5. Matematika – SMP | 227 . Teknik Pengolahan c. 1 2 Tahapan Tahap Perencanaan Bahan Tahap Proses Pembuatan a. yaitu berdasarkan aspek-aspek produk. yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk. meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan. Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. K3 (Keselamatan kerja. b. dengan ketentuan semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses pembuatan maka semakin tinggi nilainya. biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. Cara analitik. 2) Contoh Penilaian Produk Mata Ajar : Nama Proyek : Alokasi Waktu : Nama Peserta didik : Kelas/SMT : No. Persiapan Alat dan Bahan b. Bentuk Fisik b.3) Tahap penilaian produk (appraisal). Keamanan dan Kebersihan) Tahap Akhir (Hasil Produk) a.

Retrieved from http://www. (2008).Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) [online]. Barron. Diakses di http://digilib.org/Research/ResearchSummaries.pdf. Daniel K. D. Diakses di http://www. J. Teaching for meaningful learning: A review of research on inquiry-based and cooperative learning. Learning. Project-based learning.id/files/disk1/151/hubptain-gdl-ellyikasus-7509-3-babii.).org/images/uploads/general/20fa7d42c216e2ec171a212e97fd4a9e. Suzanne. 2010.. CA. T. Diakses di http://www. (2006).bie.com/education/k-12/articles/90553. Paper presented at Annual Meeting of the American Educational Research Association. B. National Institute on Out-of-School Time. Understanding projects in projectbased learning: A student’s perspective.ch/en/Project-based_learning (18 Oktober 2011). Savery. L.brighthub. Markham. 3(1). CA: Buck Institute for Education. April).pdf (18 Oktober 2011). (2009.ac. Novato. [Online]. Retrieved from http://www. Florin.unige. Introduction to Project Based Learning.(2005). George . Diakses tanggal 13 Juli 2010.sunan-ampel. Research summary: Project-based learning in middle http://www.aspx. Overview of problem-based learning: Definitions and distinctions. Instructional Module Project Based http://www.niost. 9–20. Matematika – SMP | 228 .pdf (17 Oktober 2011). The Success of Project Based Learning.edutopia. Buck Institute for Education. & Darling-Hammond. (2000). org/pdfs/edutopia-teaching-for-meaningful-learning. Admin.Daftar Pustaka Alexander.org/ Publications/papers.org/modules/PBL/whatpbl. Diakses dihttp://edutechwiki. (2003). 12–43. Project-Based Learning Handbook (2nd ed. grades mathematics. San Diego. Schneider. 2005.php. Journal of Problem-Based Learning. [Online]. The Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning. Lucas.aspx (18 Oktober 2011) Grant. R. [Online].nmsa. The learning that lies between play and academics in afterschool programs. Retrieved from ResearchSummaries/ProjectBasedLearninginMath/tabid/1570/Default. M. 1(1).edutopia.

Model pembelajaran berbasis masalah dilakukan dengan adanya pemberian rangsangan berupa masalah-masalah yang kemudian dilakukan pemecahan masalah oleh peserta didik yang diharapkan dapat menambah keterampilan peserta didik dalam pencapaian materi pembelajaran. Konsep/Definisi Definisi 1) Pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Masalah yang diberikan ini digunakan untuk mengikat peserta didik pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud. dan memiliki model belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim. Matematika – SMP | 229 . sebelum peserta didik mempelajari konsep atau materi yang berkenaan dengan masalah yang harus dipecahkan. yang membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah. 2) Pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu metode pembelajaran yang menantang peserta didik untuk “belajar bagaimana belajar”. Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah. Dalam kurikulumnya.2-1 Problem Based Learning (PBL) adalah kurikulum dan proses pembelajaran.MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) HO-2. bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. A. Berikut ini lima strategi dalam menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBL). Masalah diberikan kepada peserta didik. dirancang masalah-masalah yang menuntut peserta didik mendapat pengetahuan penting. Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan yang sistemik untuk memecahkan masalah atau menghadapi tantangan yang nanti diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world).

Berikut ini aktivitas-aktivitas mental di luar sekolah yang dapat dikembangkan. 2. o Membangun pembelajaran. Pendekatan PBL mengacu pada hal-hal sebagai berikut ini. o Memonitor pembelajaran. o Menjaga agar peserta didik terlibat. Permasalahan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses. a. Bentuk pembelajaran berbasis masalah penting menjembatani gap antara pembelajaran sekolah formal dengan aktivitas mental yang lebih praktis yang dijumpai di luar sekolah. Guru sebagai Pelatih o Asking about thinking (bertanya tentang pemikiran). Permasalahan sebagai stimulus aktivitas autentik. o Menyediakan kebutuhan yang ada hubungannya dengan pelajaran yang dipelajari. Permasalahan sebagai penjajakan pemahaman. Matematika – SMP | 230 . Permasalahan sebagai contoh. peserta didik dan masalah dalam pembelajaran berbasis masalah dapat digambarkan berikut ini. o Probbing ( menantang peserta didik untuk berpikir ). • PBL melibatkan peserta didik dalam penyelidikan pilihan sendiri. dan dari mana informasi harus diperoleh. o Mengatur dinamika kelompok. o Terlibat langsung dalam pembelajaran. PBL memiliki elemen-elemen magang. Pemodelan peranan orang dewasa. Peran guru. Hal ini mendorong pengamatan dan dialog dengan yang lain sehingga peserta didik secara bertahap dapat memi peran yang diamati tersebut. Masalah sebagai Awal Tantangan dan Motivasi o Menarik untuk dipecahkan. Peserta didik harus dapat menentukan sendiri apa yang harus dipelajari. yang memungkinkan mereka menginterpretasikan dan menjelaskan fenomena dunia nyata dan membangun femannya tentang fenomena itu. di bawah bimbingan guru. PBL mendorong kerjasama dalam menyelesaikan tugas. Keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah Peserta Didik sebagai Problem Solver o Peserta yang aktif. a. Pembelajaran berbasis masalah ini ditujukan untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. o Menjaga berlangsungnya proses. 1) Belajar Pengarahan Sendiri (self directed learning) • • Pembelajaran berbasis masalah berpusat pada peserta didik. Tujuan dan hasil dari model pembelajaran berbasis masalah ini adalah: 1.1) 2) 3) 4) 5) Permasalahan sebagai kajian.

tetapi juga mempunyai pengaruh besar pada keterampilan yang mendasar seperti pemecahan masalah. proyek harus disesuaikan dengan pengetahuan para peserta didik. 3. Dalam situasi PBL. menumbuhkan inisiatif peserta didik didik dalam bekerja. Aktifitas ini mengintegrasikan tugas otentik dan menghasilkan sikap profesional. Kurikulum : PBL tidak seperti pada kurikulum tradisional. Driving Questions : PBL difokuskan pada pertanyaan atau permasalahan yang memicu peserta didik untuk berbuat menyelesaikan permasalahan dengan konsep. prinsip dan ilmu pengetahuan yang sesuai.a. d. Umpan Balik : diskusi. sehingga dengan demikian telah terjadi proses pembelajaran yang mandiri. Ini mendorong kearah pembelajaran berdasarkan pengalaman. Keterampilan Umum : PBL dikembangkan tidak hanya pada ketrampilan pokok dan pengetahuan saja. dan self-management. dan evaluasi terhadap para peserta didik menghasilkan umpan balik yang berharga. Matematika – SMP | 231 . Autonomy : proyek menjadikan aktifitas peserta didik sangat penting. f. Peserta didik/mahapeserta didik yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan. B. h. Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika peserta didik berhadapan dengan situasi di mana konsep diterapkan. Realisme : kegiatan peserta didik difokuskan pada pekerjaan yang serupa dengan situasi yang sebenarnya. dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok. PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. i. Constructive Investigations : sebagai titik pusat. Dengan PBL akan terjadi pembelajaran bermakna. 2. motivasi internal untuk belajar. Active-learning : menumbuhkan isu yang berujung pada pertanyaan dan keinginan peserta didik untuk menemukan jawaban yang relevan. presentasi. c. peserta didik mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan. e. karena memerlukan suatu strategi sasaran di mana proyek sebagai pusat. b. Responsibility : PBL menekankan responsibility dan answerability para peserta didik ke diri dan panutannya. kerja kelompok. Fakta Empirik Keberhasilan Pendekatan dalam Proses dan Hasil Pembelajaran Kelebihan Menggunakan PBL 1. g.

2010. sedangkan dari sisi pengorganisasian materi penunjukan skornya adalah: konsistensi sebesar 2. peserta didik memperoleh pengetahuan dasar (basic sciences) yang berguna untuk memecahkan masalah bidang keteknikan yang dijumpainya. Hasil evaluasi ahli tentang kualitas media dilihat dari sisi materi menunjukkan skor 3. terutama dalam hal sebagai berikut : 1. dan komparatif. Pada tahun ketiga. sedangkan dari sisi pengorganisasian materi penunjukan skornya adalah: sebesar 3.13 (baik).92 (cukup baik).22 (baik) Dengan demikian media berbantuan komputer dalam matadiklat measuring layak untuk diterapkan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif yaitu deskriptif.04 (dalam kategori baik). Pada tahun kedua.28 (dalam kategori baik). Matematika – SMP | 232 . 2.63 (cukup baik). Penelitian dirancang dalam tiga tahap dalam kurun waktu 3 tahun. membuat dan mengembangkan media pembelajaran berbantuan komputer berikut perangkatnya dalam mendukung model pembelajaran PBL-PBK. wawancara mendalam.30 (dalam kategori baik). Berikut adalah beberapa hasil penelitian berkaitan dengan model PBL. 1. penelitian ini memfokuskan pada tahap sosialisasi model pembelajaran PBL-PBK dalam lingkup yang lebih luas. format sebesar 3. penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan menguji model pembelajaran PBL-PBK dalam lingkup luas sekaligus melihat efektivitasnya. peserta didik belajar secara aktif dan mandiri dengan sajian materi terintegrasi dan relevan dengan kenyataan sebenarnya. pengorganisasian sebesar 3. perumus kebijakan. Pengembangan Pembelajaran Model Problem Based Learning Dengan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer dalam Matadiklat Measuring Bagi Peserta didik SMK (Hibah Bersaing Perguruan Tinggi). kepala sekolah. dan mengembangkan inisiatif. 2010: Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. 3. Pada tahun pertama penelitian bertujuan untuk merancang. dkk. Hasil uji kelayakan(ujicoba) kepada peserta didik menunjukkan bahwa kualitas media dilihat dari sisi materi menunjukkan skor 3. peserta didik. dari kualitas tampilan menunjukkan skor 3. Wagiran. bentuk dan ukuran huruf sebesar 2. yang sering disebut student-centered. dari kualitas tampilan dan daya tarik menunjukkan skor 3.25 (baik). Penelitian dirancang menggunakan pendekatan Research and Development Sumber data dalam penelitian ini meliputi kalangan industri permesinan. Penerapan model direncanakan di 5 SMK dengan metode eksperimen. dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah diperolehnya kompetensi Measuring dan diperolehnya media pembelajaran berbantuan komputer dalam mendukung pembelajaran PBL-PBK yang teruji. peserta didik mampu berpikir kritis.38 (dalam kategori baik). guru.Metoda ini memiliki kecocokan terhadap konsep inovasi pendidikan bidang keteknikan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi. dan ahli pendidikan.

25% menjadi 72. Bung Hatta University Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya partisipasi peserta didik kelas IVB pada pembelajaran IPS. 2013. Langkah-langkah Operasional Imlementasi dalam Proses Pembelajaran Pembelajaran suatu materi pelajaran dengan menggunakan PBL sebagai basis model dilaksanakan dengan cara mengikuti lima langkah PBL dengan bobot atau kedalaman setiap langkahnya disesuaikan dengan mata pelajaran yang bersangkutan. Sedangkan persentase ketuntasan belajar yang ditentukan 70%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa partisipasi dan hasil belajar peserta didik kelas IVB dapat ditingkatkan melalui model PBL dalam pembelajaran IPS di SDN 20 Kurao Pagang. (b) sebagai media pendukung praktek. Subjek penelitian ini peserta didik kelas IVB SDN 20 Kurao Pagang. tes hasil belajar dan catatan lapangan.Media berbantuan komputer yang disusun telah memnuhi aspek kelayakan baik dari segi teoritis maupun dari segi empiris. petunjuk. 2. fasilitator dapat memberikan konsep dasar.. Hasil penelitian diketahui bahwa partisipasi dalam menjawab pertanyaan meningkat dari 52. Yulfia Nora. Konsep Dasar (Basic Concept) Jika dipandang perlu.5% di siklus II. atau link dan skill yang diperlukan dalam pembelajaran tersebut. Yang berdampak terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik. Dian Mala Sari. 1. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan secara partisipan. hal ini diperlukan untuk memastikan peserta didik memperoleh kunci utama materi pembelajaran. Instrumen penelitian yang digunakan lembar observasi partisipasi peserta didik. Peningkatan Partisipasi dan Hasil Belajar Peserta didik Kelas IVB dalam Pembelajaran IPS Melalui Model Problem Based Learning di SDN 20 Kurao Pagang. Partisipasi peserta didik menanggapi jawaban meningkat dari 40% di siklus I menjadi 65% di siklus II. Konsep yang diberikan tidak perlu detail. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik lebih cepat masuk dalam atmosfer pembelajaran dan mendapatkan ‘peta’ yang akurat tentang arah dan tujuan pembelajaran. diutamakan dalam bentuk garis besar saja. Matematika – SMP | 233 . lembar observasi aktivitas guru.5% di siklus I menjadi 67. Pebriyenni . di siklus II. Faculty of Education. Tedapat tiga pola implementasi pembelajaran menggunakan media berbantuan komputer yaitu: (a) sebagai media tayamg.5 % di siklus I menjadi 70%. C. Lebih jauh. Hasil belajar peserta didik siklus I meningkat dari 57. sehingga peserta didik dapat mengembangkannya secara mandiri secara mendalam.75% di siklus II. sehingga tidak ada kemungkinan terlewatkan oleh peserta didik seperti yang dapat terjadi jika peserta didik mempelajari secara mandiri. dan partisipasi peserta didik dalam presentasi meningkat dari 27. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan partisipasi dan hasil belajar peserta didik kelas IVB dalam pembelajaran IPS melalui model PBL di SDN 20 Kurao Pagang. referensi. dan (c) sebagai media pembelajaran individual dan interaktif.

menentukan permasalahan dan melakukan pembagian tugas dalam kelompok untuk mencari referensi penyelesaian dari isu permasalahan yang didapat. apa saja yang mereka tidak ketahui. segera menjelaskan kepada teman yang lain. dan (2) informasi dikumpulkan dengan satu tujuan yaitu dipresentasikan di kelas dan informasi tersebut haruslah relevan dan dapat dipahami. setiap kelompok harus mencari istilah yang kurang dikenal dalam skenario tersebut dan berusaha mendiskusikan maksud dan artinya. fasilitator mengusulkannya dengan memberikan alasannya. jika ada bagian yang belum dapat dipecahkan dalam kelompok tersebut. Jika ada peserta didik yang mengetahui artinya. brainstorming yang dilaksanakan dengan cara semua anggota kelompok mengungkapkan pendapat. Fasilitator memvalidasi pilihan-pilihan yang diambil peserta didik. sehingga dimungkinkan muncul berbagai macam alternatif pendapat. Di luar pertemuan dengan fasilitator. Ketiga. Matematika – SMP | 234 . peserta didik melakukan berbagai kegiatan. peserta didik bebas untuk mengadakan pertemuan dan melakukan berbagai kegiatan. sehingga anggota kelompok lain dapat memahami relevansi terhadap permasalahan yang dihadapi. Peserta didik juga harus mengorganisasi informasi yang didiskusikan. Selanjutnya. masing-masing peserta didik mencari berbagai sumber yang dapat memperjelas isu yang sedang diinvestigasi. Pada akhir langkah peserta didik diharapkan memiliki gambaran yang jelas tentang apa saja yang mereka ketahui. Pendefinisian Masalah (Defining the Problem) Dalam langkah ini fasilitator menyampaikan skenario atau permasalahan dan dalam kelompoknya. dan pengetahuan apa saja yang diperlukan untuk menjembataninya. Jika ada bagian yang belum dapat dipecahkan dalam kelompok tersebut. Untuk memastikan setiap peserta didik mengikuti langkah ini. atau bahkan pakar dalam bidang yang relevan. Dalam pertemuan tersebut peserta didik akan saling bertukar informasi yang telah dikumpulkannya dan pengetahuan yang telah mereka bangun. melakukan seleksi alternatif untuk memilih pendapat yang lebih fokus. ditulis sebagai isu dalam permasalahan kelompok. Tahap investigasi memiliki dua tujuan utama.2. Selain itu. halaman web. maka pendefinisian masalah dilakukan dengan mengikuti petunjuk. 3. ditulis dalam permasalahan kelompok. dan tanggapan terhadap skenario secara bebas. Jika tujuan yang diinginkan oleh fasilitator belum disinggung oleh peserta didik. Kedua. Pertama. Pembelajaran Mandiri (Self Learning) Setelah mengetahui tugasnya. ide. Setiap anggota kelompok memiliki hak yang sama dalam memberikan dan menyampaikan ide dalam diskusi serta mendokumentasikan secara tertulis pendapat masing-masing dalam kertas kerja. yaitu: (1) agar peserta didik mencari informasi dan mengembangkan pemahaman yang relevan dengan permasalahan yang telah didiskusikan di kelas. Sumber yang dimaksud dapat dalam bentuk artikel tertulis yang tersimpan di perpustakaan.

dokumen. Contoh Penerapan Sebelum memulai proses belajar-mengajar di dalam kelas. antara lain di sekolah. kemampuan dasar dan materi pembelajaran. Pertukaran pengetahuan ini dapat dilakukan dengan cara peserrta didik berkumpul sesuai kelompok dan fasilitatornya. dan laporan. peserta didik terlebih dahulu diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. Guru memberikan penugasan yang dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan peserta didik. Matematika – SMP | 235 . baik software. ujian tengah semester (UTS). Tiap kelompok menentukan ketua diskusi dan tiap peserta didik menyampaikan hasil pembelajaran mandiri dengan cara mengintegrasikan hasil pembelajaran mandiri untuk mendapatkan kesimpulan kelompok. kecakapan (skill). dan kehadiran dalam pembelajaran. Pengalaman belajar merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka mencapai penguasaan standar kompetensi. Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS). maupun kemampuan perancangan dan pengujian. kemampuan bekerjasama dalam tim. Tugas guru adalah mengarahkan peserta didik untuk bertanya. selanjutnya pada pertemuan berikutnya peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk mengklarifikasi capaiannya dan merumuskan solusi dari permasalahan kelompok.4. D. Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan alat bantu pembelajaran. Kemudian peserta didik diminta mencatat masalah-masalah yang muncul. Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar diluar kelas. Memanfaatkan lingkungan peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. Pertukaran Pengetahuan (Exchange knowledge) Setelah mendapatkan sumber untuk keperluan pendalaman materi dalam langkah pembelajaran mandiri. yaitu keaktifan dan partisipasi dalam diskusi. dan sikap (attitude). 5. PR. menentukan kesimpulan akhir. Bobot penilaian untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Penilaian (Assessment) Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan (knowledge). hardware. Setelah itu tugas guru adalah meransang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Sedangkan penilaian terhadap sikap dititikberatkan pada penguasaan soft skill. Langkah selanjutnya presentasi hasil dalam pleno (kelas besar) dengan mengakomodasi masukan dari pleno. keluarga dan masyarakat. membuktikan asumsi. dan dokumentasi akhir. dan mendengarkan pendapat yang berbeda dari mereka. Peserta didik diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung tentang apa yang sedang dipelajari. kuis. Untuk memastikan setiap peserta didik mengikuti langkah ini maka dilakukan dengan mengikuti petunjuk.

model dan berbagi tugas dengan teman. tetapi lebih kepada belajar bagaimana menyelidiki masalah-masalah penting dan bagaimana menjadi peserta didik yang mandiri. yaitu sebagai berikut. Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan. Fase 2 Mengorganisasikan peserta didik. Hal ini sangat penting untuk memberikan motivasi agar peserta didik dapat mengerti dalam pembelajaran yang akan dilakukan. Membantu peserta didik mendefinisikan danmengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. peserta didik akan didorong untuk menyatakan ideidenya secara terbuka dan penuh kebebasan. Fase 1: Mengorientasikan Peserta Didik pada Masalah Pembelajaran dimulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan. tahapan ini sangat penting dimana guru harus menjelaskan dengan rinci apa yang harus dilakukan oleh peserta didik dan juga oleh guru. Tujuan utama pengajaran tidak untuk mempelajari sejumlah besar informasi baru. Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari /meminta kelompok presentasi hasil kerja. Selama tahap penyelidikan (dalam pengajaran ini). 4. serta dijelaskan bagaimana guru akan mengevaluasi proses pembelajaran. Mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Tidak ada ide yang akan ditertawakan oleh guru Matematika – SMP | 236 . menjelaskan logistik yg dibutuhkan. namun peserta didik harus berusaha untuk bekerja mandiri atau dengan temannya. 1. Selama tahap analisis dan penjelasan. 3.Tabel 1: Tahapan-Tahapan Model PBL FASE-FASE Fase 1 Orientasi peserta didik kepada masalah. PERILAKU GURU • Menjelaskan tujuan pembelajaran. 2. Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. • Memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang dipilih. sebuah masalah yang rumit atau kompleks mempunyai banyak penyelesaian dan seringkali bertentangan. Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Dalam penggunaan PBL. Guru akan bertindak sebagai pembimbing yang siap membantu. Permasalahan dan pertanyaan yang diselidiki tidak mempunyai jawaban mutlak “benar“. Fase 3 Membimbing penyelidikan individu dan kelompok. peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Ada empat hal yang perlu dilakukan dalam proses ini. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.

dan memberikan pemecahan. Setelah peserta didik diorientasikan pada suatu masalah dan telah membentuk kelompok belajar selanjutnya guru dan peserta didik menetapkan subtopik-subtopik yang spesifik. selanjutnya mereka mulai menawarkan penjelasan dalam bentuk hipotesis. Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Artifak (Hasil Karya) dan Mempamerkannya Matematika – SMP | 237 . pembelajaran PBL juga mendorong peserta didik belajar berkolaborasi. guru mendorong peserta didik untuk menyampikan semua ide-idenya dan menerima secara penuh ide tersebut. Guru membantu peserta didik untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber. Pemecahan suatu masalah sangat membutuhkan kerjasama dan sharing antar anggota. yakni pengumpulan data dan eksperimen. Tujuannya adalah agar peserta didik mengumpulkan cukup informasi untuk menciptakan dan membangun ide mereka sendiri.atau teman sekelas. guru harus mendorong peserta didik untuk mengumpulkan data dan melaksanakan eksperimen (mental maupun aktual) sampai mereka betul-betul memahami dimensi situasi permasalahan. namun pada umumnya tentu melibatkan karakter yang identik. berhipotesis dan penjelasan. adanya tutor sebaya. Meskipun setiap situasi permasalahan memerlukan teknik penyelidikan yang berbeda. tugas-tugas penyelidikan. dan jadwal. Selama pengajaran pada fase ini. Guru sangat penting memonitor dan mengevaluasi kerja masing-masing kelompok untuk menjaga kinerja dan dinamika kelompok selama pembelajaran. dan pemecahan. komunikasi yang efektif. Prinsip-prinsip pengelompokan peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dapat digunakan dalam konteks ini seperti: kelompok harus heterogen. pentingnya interaksi antar anggota. penjelesan. Setelah peserta didik mengumpulkan cukup data dan memberikan permasalahan tentang fenomena yang mereka selidiki. Guru juga harus mengajukan pertanyaan yang membuat peserta didik berpikir tentang kelayakan hipotesis dan solusi yang mereka buat serta tentang kualitas informasi yang dikumpulkan. guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan membentuk kelompok-kelompok peserta didik dimana masing-masing kelompok akan memilih dan memecahkan masalah yang berbeda. dan sebagainya. Pengumpulan data dan eksperimentasi merupakan aspek yang sangat penting. Fase 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar Di samping mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Pada tahap ini. Semua peserta didik diberi peluang untuk menyumbang kepada penyelidikan dan menyampaikan ide-ide mereka. Oleh sebab itu. Tantangan utama bagi guru pada tahap ini adalah mengupayakan agar semua peserta didik aktif terlibat dalam sejumlah kegiatan penyelidikan dan hasil-hasil penyelidikan ini dapat menghasilkan penyelesaian terhadap permasalahan tersebut. dan ia seharusnya mengajukan pertanyaan pada peserta didik untuk berifikir tentang masalah dan ragam informasi yang dibutuhkan untuk sampai pada pemecahan masalah yang dapat dipertahankan. Fase 3: Membantu Penyelidikan Mandiri dan Kelompok Penyelidikan adalah inti dari PBL.

Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS). baik software. dan sikap (attitude). namun bisa suatu video tape (menunjukkan situasi masalah dan pemecahan yang diusulkan). E. program komputer. Penilaian dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self-assessment) dan peer-assessment. 1. dan kehadiran dalam pembelajaran. kemampuan bekerjasama dalam tim. Fase ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik menganalisis dan mengevaluasi proses mereka sendiri dan keterampilan penyelidikan dan intelektual yang mereka gunakan. seperti menulis karangan. yaitu keaktifan dan partisipasi dalam diskusi. Artifak lebih dari sekedar laporan tertulis. kuis. kecakapan (skill). orang tua. Sedangkan penilaian terhadap sikap dititikberatkan pada penguasaan soft skill. guru-guru. ujian tengah semester (UTS). Tentunya kecanggihan artifak sangat dipengaruhi tingkat berpikir peserta didik. Akan lebih baik jika dalam pemeran ini melibatkan peserta didik-peserta didik lainnya. PR.Tahap penyelidikan diikuti dengan menciptakan artifak (hasil karya) dan pameran. dan laporan. dan sajian multimedia. hardware. maupun kemampuan perancangan dan pengujian. 2. Penilaian dapat dilakukan dengan portfolio yang merupakan kumpulan yang sistematis pekerjaan-pekerjaan peserta didik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalam kurun waktu tertentu dalam kerangka pencapaian tujuan pembelajaran. model (perwujudan secara fisik dari situasi masalah dan pemecahannya). Penilaian yang relevan dalam PBL antara lain berikut ini. melakukan suatu Matematika – SMP | 238 . Penilaian pembelajaran dengan PBL dilakukan dengan authentic assesment. Langkah selanjutnya adalah mempamerkan hasil karyanya dan guru berperan sebagai organisator pameran. Selama fase ini guru meminta peserta didik untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajarnya. Penilaian kinerja peserta didik. Peer-assessment. Sistem Penilaian Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan (knowledge). Penilaian di mana pebelajar berdiskusi untuk memberikan penilaian terhadap upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang telah dilakukannya sendiri maupun oleh teman dalam kelompoknya. dan lainnya yang dapat menjadi “penilai” atau memberikan umpan balik. Fase 5: Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah Fase ini merupakan tahap akhir dalam PBL. 1. peserta didik diminta untuk unjuk kerja atau mendemonstrasikan kemampuan melakukan tugas-tugas tertentu. Self-assessment. Bobot penilaian untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Penilaian yang dilakukan oleh pebelajar itu sendiri terhadap usaha-usahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai (standard) oleh pebelajar itu sendiri dalam belajar. dokumen. Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan alat bantu pembelajaran. Pada penilaian kinerja ini.

atau bentuk informasi lain yang terkait kompetensi tertentu dalam suatu mata pelajaran. piagam penghargaan. misalnya membandingkan peserta didik dengan temannya. 3. portofolio. Penilaian proses bertujuan agar guru dapat melihat bagaimana peserta didik merencanakan pemecahan masalah. 2). Penilaian Potensi Belajar Penilaian yang diarahkan untuk mengukur potensi belajar peserta didik yaitu mengukur kemampuan yang dapat ditingkatkan dengan bantuan guru atau teman-temannya yang lebih maju. PBL yang memberi tugas-tugas pemecahan masalah memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan dan mengenali potensi kesiapan belajarnya. Peer assessment adalah penilian dimana peserta didik berdiskusi untuk memberikan penilaian upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang diselesaikan sendiri maupun teman dalam kelompoknya. menginterpretasikan jawaban pada suatu masalah. assesment autentik dan 3). Penilaian usaha kelompok mengurangi kompetisi merugikan yang sering terjadi.assesment kerja. Self assessment adalah penilaian yang dilakukan oleh peserta didik itu sendiri terhadap usahausahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai oleh peserta didik itu sendiri dalam belajar. Penilaian kolaboratif dalam PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self assesment) dan peer assesment. pekerjaan hasil tes. Penilaian Usaha Kelompok Menilai usaha kelompok seperti yang dlakukan pada pembelajaran kooperatif dapat dilakukan pada PBL. Informasi perkembangan peserta didik dapat berupa hasil karya terbaik peserta didik selama proses belajar. maka di samping pengembangan kurikulum juga perlu dikembangkan model pembelajaran yang sesuai tujuan kurikulum yang memungkinkan peserta didik dapat secara aktif mengembangkan kerangka berpikir dalam memecahkan masalah serta kemampuannya untuk bagaimana belajar (learning how to learn). Dari informasi perkembangan itu peserta didik dan guru dapat menilai kemajuan belajar yang dicapai dan peserta didik terus berusaha memperbaiki diri. Penilain dengan portofolio dapat dipakai untuk penilaian pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif. Penilaian portofolio peserta didik. 2. Sebagian masalah dalam kehidupan nyata bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan zaman dan konteks atau lingkungannya. Penilaian portofolio adalah penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam suatu periode tertentu. memainkan suatu lagu.eksperimen. atau melukis suatu gambar. Penilaian kinerja memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dapat mereka lakukan dalam situasi yang sebenarnya. melihat bagaimana peserta didik menunjukkan pengetahuan dan keterampilannya. 4. Matematika – SMP | 239 . Penilaian dan evaluasi yang sesuai dengan model pembelajaran berbasis masalah adalah menilai pekerjaan yang dihasilkan oleh peserta didik sebagai hasil pekerjaan mereka dan mendiskusikan hasil pekerjaan secara bersamasama. penilaian ini antara lain: 1). Penilaian proses dapat digunakan untuk menilai pekerjaan peserta didik tersebut.

atau sebagai suatu bentuk penyajian formal lainnya. bagaimana mereka menerapkan tahapan PBM untuk bekerja melalui masalah 3. Matematika – SMP | 240 . bagaimana peserta didik akan menyampaikan pengetahuan hasil pemecahan akan masalah atau sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka belajar menyampaikan hasil-hasil penilaian atau respon-respon mereka dalam berbagai bentuk yang beragam. bagaimana peserta didik dan evaluator menilai produk (hasil akhir) proses 2. Dasar pemikiran pengembangan strategi pembelajaran tersebut sesuai dengan pandangan kontruktivis yang menekankan kebutuhan peserta didik untuk menyelidiki lingkungannya dan membangun pengetahuan secara pribadi pengetahuan bermakna. Tahap evaluasi pada PBM terdiri atas tiga hal : 1.Dengan kemampuan atau kecakapan tersebut diharapkan peserta didik akan mudah beradaptasi. laporan tertulis. misalnya secara lisan atau verbal. Sebagian dari evaluasi memfokuskan pada pemecahan masalah oleh peserta didik maupun dengan cara melakukan proses belajar kolaborasi (bekerja bersama pihak lain).

. Bandung: Alfabeta Das Salirawati. 2009. Martinis. [17 Juni 2005]. Surabaya: University Press Karim. (2008). Paradigma Baru Pembelajaran. Problem Based Instruction.edu/pbl/cte/spr96-phys. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press) Nurhadi.. D. Kualitatif dan R&D. Problem Based Learning: a Review of The Literature on Outcomes and Implementation Issues. Jambi: Universitas Jambi Sudjana. Depok: UI Siburian. S. (2007). Claire. [Online]. and technology [Online]. Penerapan Problem Based Learning Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Peserta Didik Dalam Memecahkan Masalah. Sugiyono.Daftar Pustaka Albanese. Belajar Mandiri. Haris. 2011. Jodion. Problems: A Key Factor in PBL. Bandung: Tidak diterbitkan Major. Evan. In M.html. Jakarta: Grasindo Proyek DUeLike Universitas Indonesia.com/AE Qweb/mop4spr01. (1982). & Mitchell. et al. Orey (Ed. Jambi: Gaung Persada Press Matematika – SMP | 241 .coe. USA: Allyn & Bacon Mudjiman. (2004).udel. [21 Juli 2010]. Barbara. J. Prof. Bandung : Lembaga Penelitian IKIP Bandung Yamin. Journal of Academic Medicine Barrows.htm. (1995). Ibrahim. Model Pembelajaran Pemecahan Masalah. Assessing the Effectiveness of Problem-Based Learning in Higher Education: Lessons from the Literature. (2005). teaching. Makalah Duch. & Silberman.S.uga. S. Tersedia : http://www. Betsy. (2001). (1996). [Online]. Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Penguasaan konsep Fisika serta Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dan Kecakapan Ilmiah. Glazer. Active Learning: 101 Strategies to Teach any Subject. Model Pembelajaran Sains.htm [14 Juli 2010] Melvin L. (1990). Pengajaran Berdasarkan Masalah. Panduan Pelaksanaan Collaborative Learning & Problem Based Learning. Emerging perspectives on learning. 2010. Proposal Hibah Kompetitif UPI 2007. R.. Dr. 2006. Tersedia : http://www.edu/epltt/ProblemBasedInstruct.A. (2002). M dan Nur. New York: Springer Publishing Dahlan.H dan Palmer. M. (1980).M. Metode Penelitian Kuantitatif.). Model-Model Mengajar . Problem Based Learning: an Approach to Medical Education. & Tamblyn. Bandung: Diponegoro. 2001. H. Tersedia: http://www.D. (1993). Kurikulum 2004: Pertanyaan dan Jawaban.rapidintellect. M.

dan hubungan. Discovery terjadi bila individu terlibat. 2001:219). di mana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir (Dalyono. Discovery dilakukan melalui observasi. penentuan dan inferi.2-3 MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) A. Mengubah modus Ekspositori siswa hanya menerima informasi secara keseluruhan dari guru ke modus Discovery siswa menemukan informasi sendiri. Definisi Discovery Learning adalah proses belajar yang di dalamnya tidak disajikan suatu konsep dalam bentuk jadi (final). Matematika – SMP | 242 . Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga istilah ini. sehingga siswa harus mengerahkan seluruh pikiran dan keterampilannya untuk mendapatkan temuan-temuan di dalam masalah itu melalui proses penelitian. sedangkan pada inkuiri masalahnya bukan hasil rekayasa. pengukuran. klasifikasi. 2005:43). terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Definisi/ Konsep 1. Metode Discovery Learning adalah memahami konsep. melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih. Mengubah pembelajaran yang teacher oriented ke student oriented. Dengan mengaplikasikan metode Discovery Learning secara berulang-ulang dapat meningkatkan kemampuan penemuan diri individu yang bersangkutan. 1996:41). bahwa: “Discovery Learning can be defined as the learning that takes place when the student is not presented with subject matter in the final form. pada Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Discovery Learning mempunyai prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan Problem Solving. Sund dalam Malik. prediksi. Sebagaimana pendapat Bruner. tetapi siswa dituntut untuk mengorganisasi sendiri cara belajarnya dalam menemukan konsep. Perbedaannya dengan discovery ialah bahwa pada discovery masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru. ingin merubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif. 1986:103).HO-2. arti. Penggunaan metode Discovery Learning. Bruner memakai metode yang disebutnya Discovery Learning. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilatig conceps and principles in the mind (Robert B. Sebagai strategi belajar. Problem Solving lebih memberi tekanan pada kemampuan menyelesaikan masalah. Akan tetapi prinsip belajar yang nampak jelas dalam Discovery Learning adalah materi atau bahan pelajaran yang akan disampaikan tidak disampaikan dalam bentuk final akan tetapi siswa sebagai peserta didik didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorgansasi atau membentuk (konstruktif) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam suatu bentuk akhir. Dasar ide Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan aktif dalam belajar di kelas. but rather is required to organize it him self” (Lefancois dalam Emetembun.

atau lebih sering disebut sistem-sistem coding. yaitu: enactive. meliputi: 1) Nama. yang dapat memungkinkan terjadinya generalisasi. Bruner memandang bahwa suatu konsep atau kategorisasi memiliki lima unsur. Tahap iconic. 2) Contoh-contoh baik yang positif maupun yang negatif. Pembentukan kategori-kategori dan sistem-sistem coding dirumuskan demikian dalam arti relasirelasi (similaritas & difference) yang terjadi diantara obyek-obyek dan kejadian-kejadian (events). matematika. iconic dan symbolic adalah anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau kebelakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain) ini fase enactive. Bruner menjelaskan bahwa pembentukan konsep merupakan dua kegiatan mengkategori yang berbeda yang menuntut proses berpikir yang berbeda pula. misalnya melalui gigitan. Bruner mementingkan partisipasi aktif dari tiap siswa. Di dalam proses belajar. pegangan. dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui bentuk perumpamaan (tampil) dan perbandingan (komparasi). seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upaya untuk memahami lingkungan sekitarnya. baik yang pokok maupun tidak. bahwa Discovery adalah pembentukan kategori-kategori. Maksudnya. Semakin matang seseorang dalam proses berpikirnya. dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik. sesungguhnya metode Discovery Learning merupakan pembentukan kategori-kategori atau konsep-konsep. 2005:43). yaitu lingkungan dimana siswa dapat melakukan eksplorasi. 4) Rentangan karakteristik. 5) Kaidah (Budiningsih. Manipulasi bahan pelajaran bertujuan untuk memfasilitasi kemampuan siswa dalam berpikir (merepresentasikan apa yang dipahami) sesuai dengan tingkat perkembangannya.2. Seluruh kegiatan mengkategori meliputi mengidentifikasi dan menempatkan contoh-contoh (obyek-obyek atau peristiwa-peristiwa) ke dalam kelas dengan menggunakan dasar kriteria tertentu. 3) Karakteristik. Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh bagaimana cara lingkungan. Lingkungan seperti ini bertujuan agar siswa dalam proses belajar dapat berjalan dengan baik dan lebih kreatif. dan sebagainya. Tahap enaktive. Sebagaimana teori Bruner tentang kategorisasi yang nampak dalam Discovery. dan mengenal dengan baik adanya perbedaan kemampuan. iconic. seseorang telah mampu memiliki ide-ide atau gagasan-gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. dan symbolic. sentuhan. Dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui simbol-simbol bahasa. Secara sederhana teori perkembangan dalam fase enactive. Komunikasinya dilakukan dengan menggunakan banyak simbol. artinya. Konsep Dalam Konsep Belajar. dan siswa dikatakan memahami suatu konsep apabila mengetahui semua unsur dari konsep itu. Lingkungan ini dinamakan Discovery Learning Environment. Untuk memfasilitasi proses belajar yang baik dan kreatif harus berdasarkan pada manipulasi bahan pelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. penemuanpenemuan baru yang belum dikenal atau pengertian yang mirip dengan yang sudah diketahui. Untuk menunjang proses belajar perlu lingkungan memfasilitasi rasa ingin tahu siswa pada tahap eksplorasi. Kemudian pada fase iconic ia menjelaskan keseimbangan Matematika – SMP | 243 . Tahap symbolic. logika. dan sebagainya. seseorang memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal. semakin dominan sistem simbolnya.

mengintegrasikan. teori. penerapan pendekatan Discovery Learning dalam pembelajaran memiliki kelebhihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan.pada gambar atau bagan dan akhirnya ia menggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan ini fase symbolic (Syaodih. seseorang tergantung bagaimana cara belajarnya. atau ahli matematika. menganalisis. Bruner mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep. atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya (Budiningsih. Tetapi bimbingan yang diberikan tidak hanya dikurangi direktifnya melainkan pelajar diberi responsibilitas yang lebih besar untuk belajar sendiri. Karakteristik yang paling jelas mengenai Discovery sebagai metode mengajar ialah bahwa sesudah tingkat-tingkat inisial (pemulaan) mengajar. d. Hal yang menarik dalam pendapat Bruner yang menyebutkan: hendaknya guru harus memberikan kesempatan muridnya untuk menjadi seorang problem solver. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan. B. Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian. historin. Kelebihan Penerapan Discovery Learning a. dan memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang dimengerti mereka. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. 1. Dengan demikian seorang guru dalam aplikasi metode Discovery Learning harus dapat menempatkan siswa pada kesempatan-kesempatan dalam belajar yang lebih mandiri. historian. karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil. c. Metode ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kecepatannya sendiri. Hal ini tak berarti bahwa guru menghentikan untuk memberikan suatu bimbingan setelah problema disajikan kepada pelajar. ingatan dan transfer. 2005:145). 2005:41). Dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif. aturan. 85:2001). Pada akhirnya yang menjadi tujuan dalam metode Discovery Learning menurut Bruner adalah hendaklah guru memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver. Matematika – SMP | 244 . Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif. Melalui kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. b. membandingkan. Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented. Fakta Empirik Keberhasilan Pendekatan dalam Proses dan Hasil Pembelajaran Berdasarkan fakta dan hasil pengamatan. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi. bimbingan guru hendaklah lebih berkurang dari pada metode-metode mengajar lainnya. mengkategorikan. Menimbulkan rasa senang pada siswa. seorang scientis. Usaha penemuan merupakan kunci dalam proses ini. Hal tersebut memungkinkan murid-murid menemukan arti bagi diri mereka sendiri. seorang scientist. Dalam metode Discovery Learning bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir. atau ahli matematika. menerapkan. sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan (Sardiman.

o. yang tertulis atau lisan. atau dari tahap enaktif. 1. Memilih materi pelajaran. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu. k. d. misalnya IPA kurang fasilitas untuk mengukur gagasan yang dikemukakan oleh para siswa f. q. Tidak menyediakan kesempatan-kesempatan untuk berpikir yang akan ditemukan oleh siswa karena telah dipilih terlebih dahulu oleh guru. Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada situasi proses belajar yang baru. i. C. g. Langkah-langkah Operasional Implementasi dalam Proses Pembelajaran Berikut ini langkah-langkah dalam mengaplikasikan model discovery learning di kelas. sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi. Memberikan keputusan yang bersifat intrinsic. Siswa akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik. Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks. Metode ini dapat membantu siswa memperkuat konsep dirinya. Berpusat pada siswa dan guru berperan sama-sama aktif mengeluarkan gagasan-gagasan. Mendorong siswa berpikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri. keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian. b. akan mengalami kesulitan abstrak atau berpikir atau mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep. Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa Matematika – SMP | 245 . Pada beberapa disiplin ilmu. Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keragu-raguan) karena mengarah pada kebenaran yang final dan tertentu atau pasti. tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa. Pengajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman. Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal. Langkah Persiapan Metode Discovery Learning a. 2. Proses belajar meliputi sesama aspeknya siswa menuju pada pembentukan manusia seutuhnya. g. Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang. Harapan-harapan yang terkandung dalam metode ini dapat buyar berhadapan dengan siswa dan guru yang telah terbiasa dengan cara-cara belajar yang lama. dari yang konkret ke abstrak. minat. n. dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi. gaya belajar. j. karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya. ikonik sampai ke simbolik. dan sebagainya). r. Bagi siswa yang kurang pandai. Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri.e. Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak. Kelemahan Penerapan Discovery Learning a. b. Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi). Mendorong siswa berpikir dan bekerja atas inisiatif sendiri. e. Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar. e. Kemungkina n siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar. p. ilustrasi. Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh. Menentukan tujuan pembelajaran. l. d. c. f. f. sedangkan mengembangkan aspek konsep. c. m. karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya. h. Bahkan gurupun dapat bertindak sebagai siswa.

Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis. Stimulation (Stimulasi/Pemberian Rangsangan) Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya. ditabulasi. yakni pernyataan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan. Data Processing (Pengolahan Data) Menurut Syah (2004:244) pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara. Matematika – SMP | 246 . diklasifikasikan. b. dan sebagainya. Memberikan kesempatan siswa untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasasalahan yang mereka hadapi. kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi. d. c. Disamping itu guru dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan. membaca literatur. Konsekuensi dari tahap ini adalah siswa belajar secara aktif untuk menemukan sesuatu yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi. mengamati objek. sedangkan menurut permasalahan yang dipilih itu selanjutnya harus dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu (Djamarah. ada beberapa prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum sebagai berikut: a. anjuran membaca buku. melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. Problem Statement (Pernyataan/ Identifikasi Masalah) Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya adalah guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran.2. observasi. 2002:22). lalu ditafsirkan. Dalam hal ini Bruner memberikan stimulation dengan menggunakan teknik bertanya yaitu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menghadapkan siswa pada kondisi internal yang mendorong eksplorasi. dan sebagainya. dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah) (Syah 2004:244). Prosedur Aplikasi Metode Discovery Learning Menurut Syah (2004:244) dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning di kelas. Data Collection (Pengumpulan Data) Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis (Syah. dengan demikian secara tidak disengaja siswa menghubungkan masalah dengan pengetahuan yang telah dimiliki. wawancara. Semua informai hasil bacaan. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan. semuanya diolah. Dengan demikian seorang Guru harus menguasai teknik-teknik dalam memberi stimulus kepada siswa agar tujuan mengaktifkan siswa untuk mengeksplorasi dapat tercapai. Data processing disebut juga dengan pengkodean coding/ kategorisasi yang berfungsi sebagai pembentukan konsep dan generalisasi. Dari generalisasi tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan baru tentang alternatif jawaban/ penyelesaian yang perlu mendapat pembuktian secara logis. merupakan teknik yang berguna dalam membangun siswa agar mereka terbiasa untuk menemukan suatu masalah. diacak. 2004:244). Dengan demikian anak didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan. atau hipotesis. observasi. wawancara dengan nara sumber.

2004:244). menggambar dan lain sebagainya. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda. D. Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran. f. maka pelaksanaan penilaian dapat menggunakan contoh-contoh format penilaian seperti tersebut di bawah ini. Ada dua bentuk soal tes tertulis. teori. yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep. Matematika – SMP | 247 . penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun nontes. dengan memperhatikan hasil verifikasi (Syah. apakah terbukti atau tidak. a. dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah. ya-tidak) 3) menjodohkan b. proses. sedangkan penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif. Verification (Pembuktian) Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif. sikap. 1) pilihan ganda 2) dua pilihan (benar-salah. 1. Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi. apakah terjawab atau tidak. maka dalam model pembelajaran discovery learning dapat menggunakan tes tertulis. atau penilaian hasil kerja siswa. maka peserta didik akan menerka. sikap. Jika bentuk penilaiannya menggunakan penilaian proses. aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya. mewarnai. 1) isian atau melengkapi 2) jawaban singkat 3) soal uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis. atau informasi yang ada. Sistem Penilaian Dalam Model Pembelajaran Discovery Learning. atau penilaian hasil kerja siswa.e. Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi) Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama. 2004:244). Setelah menarik kesimpulan siswa harus memperhatikan proses generalisasi yang menekankan pentingnya penguasaan pelajaran atas makna dan kaidah atau prinsip-prinsip yang luas yang mendasari pengalaman seseorang. Soal dengan mensuplai-jawaban. Pilihan ganda mempunyai kelemahan. tes memilih jawaban benar-salah. yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar. Soal dengan memilih jawaban. serta pentingnya proses pengaturan dan generalisasi dari pengalamanpengalaman itu. Penilaian Tertulis Penilaian tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. dihubungkan dengan hasil data processing (Syah. yaitu berikut ini. pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek. isian singkat. Verification menurut Bruner. Jika bentuk penialainnya berupa penilaian kognitif.

Dalam proses pembelajaran di kelas. dapat mendorong. misalnya kesesuian soal dengan indikator pada kurikulum. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. misalnya mengemukakan pendapat. yang berkaitan dengan kompetensi kognitif. karena mereka dituntut untuk jujur dan obyektif dalam melakukan penilaian. Berkaitan dengan kompetensi psikomotorik. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. c. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. konstruksi. membiasakan. c. karena ketika mereka melakukan penilaian. Penilaian Diri Penilaian diri (self assessment) adalah suatu teknik penilaian. b. Selanjutnya. misalnya. misalnya: peserta didik dapat diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir sebagai hasil belajar dalam mata pelajaran tertentu. harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/ kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda. Matematika – SMP | 248 . berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. materi. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kemampuan. subyek yang ingin dinilai diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan. peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. Teknik penilaian diri dapat digunakan dalam berbagai aspek penilaian. dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. afektif dan psikomotor. dan menyimpulkan. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut: a.Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. status. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas. peserta didik dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya sebagai hasil belajar berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu obyek sikap tertentu. 2. Berkaitan dengan kompetensi afektif. bahasa. b. berkaitan dengan kompetensi kognitif. misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur. memahami. dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. berpikir logis. Keuntungan penggunaan teknik ini dalam penilaian di kelas sebagai berikut: a. Alat penilaian ini kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas karena tidak menggambarkan kemampuan peserta didik yang sesungguhnya. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat. dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri.

2. 2. 4. uraian yang dijabarkan rinci dan diperoleh dengan menggunakan seluruh indra disertai dengan gambar-gambar atau diagram. 3. Format Penilaian Kinerja Contoh Format Penilaian Kinerja Tanggal: ……………… Nama Siswa: ……………… NO 1. 3. Kelas: ……………… Aspek yang Dinilai 1 Tingkat Kemampuan 2 3 4 Jumlah Kriteria Penskoran 1.c. Matematika – SMP | 249 .. . uraian yang dijabarkan kurang rinci dan diperoleh dengan menggunakan sebagian besar indra dengan gambar-gambar atau diagram. Penilaian Sikap Contoh Format Penilaian Sikap Mata Pelajaran : _________ Kelompok : _________ Semester : _________ Kelas : _________ Skor No 1 2 3 4 5 . B: Pengelompokan yang dilakukan siswa baik. Nama Siswa Komitmen Tugas Kerja Sama Ketelitian Minat Jumlah Skor Nilai d.. Baik Sekali Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Kriteria Penilaian 10 – 12 A 7– 9 B 4–6 C ≤ 3 D A: Pengelompokan yang dilakukan siswa sangat baik.

Penilaian Hasil Kerja Siswa Nama Siswa: ……………… Input Proses Tanggal: ……………… Out Put/Hasil Kelas: ……………… Nilai Matematika – SMP | 250 . D: Pengelompokan yang dilakukan siswa kurang baik. uraian yang dijabarkan tidak rinci dan diperoleh dengan menggunakan sebagian kecil indra dengan gambar-gambar atau diagram. 5.C: Pengelompokan yang dilakukan siswa cukup baik. uraian yang dijabarkan kurang sesuai dan diperoleh dengan menggunakan sebagian besar indra dengan gambargambar atau diagram.

com/2012/10/definisi-belajar-menurut-para-ahli. B. http://prismabekasi. Matematika – SMP | 251 . Aplikasi Metode Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah. M. Holiwarni.com/pengertian-model-pembelajaran-discovery-learning-menurut-para-ahli-pdfd368189396 (diunduh 23 Mei 2013). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guide-Discovery Learning) yang Mengintegrasikan Kegiatan Laboratorium untuk Fisika SLTP Bahan Kajian Pengukuran. Penerapan Metode Penemuan Terbimbing pada Mata Pelajaran Sains untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 016 Pekanbaru Kota (Laporan Penelitian). 2009 Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau ISSN 1978502X. Teori-Teori Belajar. UNESA (tidak dipublikasikan). Syamsudini ..blogspot. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.html (diunduh 23 Mei 2013) Jurnal Geliga Sains 3 (2). Syah. RW.html (diunduh 23 Mei 2013). Rizqi. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Tesis. http://ebookbrowse. 2008.com/2011/05/aplikasi-metode-discovery-learning. Jakarta: Penerbit Erlangga.. Pekanbaru: Lemlit UNRI http://darussholahjember.. dkk. Motivasi Belajar dan Daya Ingat Siswa. 8-13. 2000.Daftar Pustaka Dahar. 1996. 2012..blogspot. 1991.

3/3.2. Diskusi materi Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar.3 Paparan materi Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran dengan menggunakan bahan tayang PPT-2.3: Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Pembelajaran Langkah Kegiatan Inti Kegiatan Interaktif Diskusi Kelompok Paparan Materi 15 Menit 50 Menit 20 Menit Kegiatan interaktif untuk menyamakan persepsi tentang jenis dan bentuk penilaian autentik.Sub Materi Pelatihan 2. Matematika – SMP | 252 . Paparan materi Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar dengan menggunakan bahan tayang PPT-2.

Matematika – SMP | 253

Matematika – SMP | 254

Matematika – SMP | 255

Matematika – SMP | 256

Matematika – SMP | 257

Matematika – SMP | 258

PENILAIAN AUTENTIK
A. Definsi dan Makna Penilaian Autentik

HO – 2.3-1

Penilaian autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah penilaian merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran, pengujian, atau evaluasi. Istilah autentik merupakan sinonim dari asli, nyata, valid, atau reliabel. Dalam kehidupan akademik keseharian, frasa penilaian autentik dan penilaian autentik sering dipertukarkan. Akan tetapi, frasa pengukuran atau pengujian autentik, tidak lazim digunakan. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah. Untuk mendapatkan pemahaman cukup komprehentif mengenai arti penilaian autentik, berikut ini dikemukakan beberapa definisi. Dalam American Librabry Association penilaian autentik didefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukur kinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktifitas yang relevan dalam pembelajaran. Dalam Newton Public School, penilaian autentik diartikan sebagai penilaian atas produk dan kinerja yang berhubungan dengan pengalaman kehidupan nyata peserta didik. Wiggins mendefinisikan penilaian autentik sebagai upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktifitas-aktifitas pembelajaran, seperti meneliti, menulis, merevisi dan membahas artikel, memberikan analisa oral terhadap peristiwa, berkolaborasi dengan antarsesama melalui debat, dan sebagainya.

B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Karena, penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang lebih autentik. Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembejajaran, khususnya jenjang sekolah dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai. Kata lain dari penilaian autentik adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek. Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian

Matematika – SMP | 259

peserta didik bahkan berkontribusi untuk mendefinisikan harapan atas tugas-tugas yang harus mereka lakukan. benar–salah. Penilaian Autentik dan Belajar Autentik Penilaian Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. Tentu saja. serta memamerkan dan menampilkan sesuatu. dan pengetahuan apa yang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik. motivasi dan keterlibatan peserta didik. memilih kegiatan yang strategis. C. Contoh penilaian autentik antara lain keterampilan kerja. Pada penilaian autentik guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan. dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil pembelajaran. Penilaian autentik sering dikontradiksikan dengan penilaian yang menggunkan standar tes berbasis norma. atau membuat jawaban singkat. pola penilaian seperti ini tidak diantikan dalam proses pembelajaran. karena memang lzim digunakan dan memperoleh legitimasi secara akademik. Penilaian semacam ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik. Menurut Ormiston belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan pada umumnya. Penilaian autentik mengharuskan pembelajaran yang autentik pula. portofolio. kemampuan mengaplikasikan atau menunjukkan perolehan pengetahuan tertentu. dan pengalaman yang diperoleh dari luar sekolah. Atas dasar itu. simulasi dan bermain peran. yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. dan sebagainya. Menurut Ormiston belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang diperlukan dalam kenyataannya di luar sekolah. Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses pembelajaran. bagaimana mereka menerapkan pengetahuannya. Penilaian Autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian. serta keterampilan belajar. pengukuran langsung keterampilan peserta didik yang berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan Matematika – SMP | 260 . keterampilan. atau guru bekerja sama dengan peserta didik. kajian keilmuan. seringkali pelibatan siswa sangat penting. Pertama. dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan perolehan belajar. guru dan peserta didik berbagi pemahaman tentang kriteria kinerja.autentik dapat juga diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya. peserta didik dapat melakukan aktivitas belajar lebih baik ketika mereka tahu bagaimana akan dinilai. Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru mengajar. guru secara tim. guru dapat mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remidial harus dilakukan. Peserta didik diminta untuk merefleksikan dan mengevaluasi kinerja mereka sendiri dalam rangka meningkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan pembelajaran serta mendorong kemampuan belajar yang lebih tinggi. pilihan ganda. Penilaian autentik dapat dibuat oleh guru sendiri. kegiatan siswa belajar. menjodohkan. karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek. Asumsinya. Dalam penilaian autentik. Penilaian autentik harus mampu menggambarkan sikap. Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik. Dalam beberapa kasus.

serta mengaitkan apa yang dipelajari dengan dunia nyata yang luar sekolah. Penilaian hasil belajar yang tradisional bahkan cenderung mereduksi makna kurikulum. Konstruksi sikap. memiliki parameter waktu yang fleksibel. 3. benar/salah. melainkan juga pada penilaian. dan bertanggungjawab untuk tetap pada tugas. guru harus memenuhi kriteria tertentu seperti disajikan berikut ini. Dengan demikian. Peserta didik pun tahu apa yang mereka ingin pelajari. menjelaskan. menafsirkan. Ketiga. memahahi aneka fenomena atau gejala dan hubungannya satu sama lain secara mendalam. Untuk bisa melaksanakan pembelajaran autentik. dan pengetahuan dicapai melalui penyelesaian tugas di mana peserta didik telah memainkan peran aktif dan kreatif. Wiggins (1993) menegaskan bahwa metode penilaian tradisional untuk mengukur prestasi. keterampilan. menjodohkan. meski dengan satuan waktu yang berbeda. dan pengetahuan yang ada. Dalam pembelajaran autentik. keteampilan. Sejalan dengan deskripsi di atas. Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan mereka sebelumnya dengan cara mengajukan pertanyaan dan menyediakan sumberdaya memadai bagi peserta didik untuk melakukan akuisisi pengetahuan. Penilaian autentik pun mendorong peserta didik mengkonstruksi. penilaian autentik akan bermakna bagi guru untuk menentukan cara-cara terbaik agar semua siswa dapat mencapai hasil akhir. Menjadi kreatif tentang bagaimana proses belajar peserta didik dapat diperluas dengan menimba pengalaman dari dunia di luar tembok sekolah.” Peran guru bukan hanya pada proses pembelajaran. menganalisis. seperti tes pilihan ganda. keterampilan. mensintesis. Tes semacam ini telah gagal memperoleh gambaran yang utuh mengenai sikap. Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan tugas sangat bermakna bagi perkembangan pribadi mereka. Mengetahui bagaimana menilai kekuatan dan kelemahan peserta didik serta desain pembelajaran. Ketika penilaian Matematika – SMP | 261 . guru harus menjadi “guru autentik. peserta didik diminta mengumpulkan informasi dengan pendekatan saintifik. karena tidak menyentuh esensi nyata dari proses dan hasil belajar peserta didik. 4. Di sini. dan mengasimilasikan pemahaman peserta didik. Penilaian autentik adalah komponen penting dari reformasi pendidikan sejak tahun 1990an. Menjadi pengasuh proses pembelajaran. guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi. Kedua. dan lain-lain telah gagal mengetahui kinerja peserta didik yang sesungguhnya. pada pembelajaran autentik. penilaian atas tugas-tugas yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang kompleks. analisis proses yang digunakan untuk menghasilkan respon peserta didik atas perolehan sikap. dan pengetahuan peserta didik dikaitkan dengan kehidupan nyata mereka di luar sekolah atau masyarakat. melihat informasi baru. 2. dan mengevaluasi informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan baru.seperti kesuksesan di tempat kerja. mengorganisasikan. 1.

dan kemampuan berpikir yang diartikulasikan dalam banyak mata pelajaran atau disiplin ilmu. (2) fokus penilaian akan dilakukan. Daftar cek (checklist). keberanian berpendapat. Rubrik penilaian dapat berupa analitik atau holistik. dan sebagainya. tidak mampu menggambarkan kompetensi dasar. Dengan menggunakan informasi ini. sebagian mahir. guru dapat menentukan seberapa baik peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan. 1.tradisional cenderung mereduksi makna kurikulum. sudah saatnya guru profesional pada semua satuan pendidikan memandu gerakan memadukan potensi peserta didik. Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records). misalnya. Jenis-jenis Penilaian Autentik Dalam rangka melaksanakan penilaian autentik yang baik. sekolah. Ada beberapa cara berbeda untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja: a. mahir. keterampilan. dan (3) tingkat pengetahuan apa yang akan dinilai. Beberapa jenis penilaian autentik disajikan berikut ini. Matematika – SMP | 262 . keterampilan. keterampilan. seperti menilai kompetisi Olimpiade Sains Nasional. Memang. Penilaian Kinerja Penilaian autentik sebisa mungkin melibatkan parsisipasi peserta didik. guru dapat memberikan umpan balik terhadap kinerja peserta didik baik dalam bentuk laporan naratif mauun laporan kelas. dan rendah daya prediksinya terhadap derajat sikap. pendekatan apa pun yang dipakai dalam penilaian tetap tidak luput dari kelemahan dan kelebihan. atau proses. kuanitatif. dan lingkungannya melalui penilaian proses dan hasil belajar yang autentik. seperti penalaran. misalnya. Digunakan untuk mengetahui muncul atau tidaknya unsur-unsur tertentu dari indikator atau subindikator yang harus muncul dalam sebuah peristiwa atau tindakan. guru harus memahami secara jelas tujuan yang ingin dicapai. berkaitan dengan sikap. khususnya dalam proses dan aspek-aspek yangg akan dinilai. Analisis kuantitatif dari data penilaian autentik menerapkan rubrik skor atau daftar cek (checklist) untuk menilai tanggapan relatif peserta didik relatif terhadap kriteria dalam kisaran terbatas dari empat atau lebih tingkat kemahiran (misalnya: sangat mahir. Dari laporan tersebut. Guru dapat melakukannya dengan meminta para peserta didik menyebutkan unsur-unsur proyek/tugas yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya. Digunakan dengan cara guru menulis laporan narasi tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik selama melakukan tindakan. dan pengetahuan apa yang akan dinilai. Data penilaian autentik dapat dianalisis dengan metode kualitatif. khususnya berkaitan dengan: (1) sikap. ketika itu pula penilaian autentik memperoleh traksi yang cukup kuat. Analisis kualitatif dari penilaian otentif berupa narasi atau deskripsi atas capaian hasil belajar peserta didik. D. Namun demikian. maupun kuantitatif. Analisis holistik memberikan skor keseluruhan kinerja peserta didik. dan pengetahuan. dan tidak mahir). guru harus bertanya pada diri sendiri. b. Data penilaian autentik digunakan untuk berbagai tujuan seperti menentukan kelayakan akuntabilitas implementasi kurikulum dan pembelajaran di kelas tertentu. motivasi. mengenai keunggulan dan kelemahan. Untuk itu. memori.

Untuk menilai keterampilan berbahasa peserta didik. pertanyaan langsung. dari aspek keterampilan berbicara. Misalnya: 5 = baik sekali. Ketiga. Skala penilaian (rating scale). 3 = cukup. Penilaian kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus. mendorong. namun tidak cukup dianjurkan. langkahlangkah kinerja harus dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja yang nyata untuk suatu atau beberapa jenis kompetensi tertentu. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. Misalnya. 2 = kurang. Untuk mengamati kinerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen. bercerita. ketepatan dan kelengkapan aspek kinerja yang dinilai. Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. Matematika – SMP | 263 . Dari sini akan diperoleh keutuhan mengenai keterampilan berbicara dimaksud. 1 = kurang sekali. Misalnya. Pengamatan atas kinerja peserta didik perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. peserta didik diminta mengungkapkan curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. dan wawancara. urutan dari kemampuan atau keerampilan peserta didik yang akan diamati. Keempat. c. Pertama. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif. d. Kedua. Cara seperti tetap ada manfaatnya. Biasanya digunakan dengan menggunakan skala numerik berikut predikatnya. peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu berdasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. khususnya indikator esensial yang akan diamati. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Memori atau ingatan (memory approach). berdiskusi. fokus utama dari kinerja yang akan dinilai. kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan oleh peserta didik untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. misalnya. b. seperti penilaian sikap. atau pertanyaan pribadi. Digunakan oleh guru dengan cara mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu. a. observasi perilaku. dan melatih peserta didik berperilaku jujur. Ketiga. membiasakan. Keempat. peserta didik diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya oleh dirinya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Penilaian ranah pengetahuan. afektif dan psikomotor. dengan tanpa membuat catatan. seperti berpidato. Penilaian ranah keterampilan. Kelima. 4 = baik. guru dapat mengobservasinya pada konteks yang. Penilaian ranah sikap.c. Pertama. Misalnya. menumbuhkan semangat untuk maju secara personal. Guru menggunakan informasi dari memorinya untuk menentukan apakah peserta didik sudah berhasil atau belum. Kedua. Penilaian-diri (self assessment) termasuk dalam rumpun penilaian kinerja. Teknik penilaian-diri bermanfaat memiliki beberapa manfaat positif.

dan penyajian data. dan lain-lain. Orijinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik. skala penilaian. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. patung. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu Matematika – SMP | 264 . seperti makanan. penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman. pakaian. 3. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik. dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi. keterampilan. pengorganisasian. Dengan demikian. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap. analisis data. Penilaian proyek berfokus pada perencanaan. mengaplikasikan. lukisan. Karena itu.2. keterampilan. pengumpulan data. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. dan pengetahuannya. pengolahan. pengerjaan. dan karya logam. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. analisis. karet. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian. keramik. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan. kulit. mencari dan mengumpulkan data. hasil karya seni (gambar. c. memerlukan refleksi peserta didik. setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru. penyelidikan. dan menulis laporan. Penilaian Proyek Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap. pada setiap penilaian proyek. b. atau narasi. Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. barang-barang terbuat dari kayu. pengumpulan data. mulai dari perencanaan. dan penyiapkan laporan. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik. dan lain-lain). Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran. memberi makna atas informasi yang diperoleh. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis. mengolah dan menganalisis. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok. kertas. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cek. dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik. a. dan produk proyek. plastik.

Penilaian Tertulis a. Penilaian terutama dilakukan oleh guru. atau kelangkaan sumberdaya alam. gambar. Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi. rendahnya keterampilan. guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yang dihasilkan. dan pengetahuan peserta didik. surat. Meski konsepsi penilaian autentik muncul dari ketidakpuasan terhadap tes tertulis yang lazim dilaksanakan pada era sebelumnya. g. e. mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran. peserta didik tertentu melihat fenomena kemiskinan dari sisi pandang kebiasaan malas bekerja. ya-tidak. Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai. keterampilan. sinopsis.periode tertentu. Memalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. mensintesis. dan lain-lain. Peserta didik. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif. Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini. d. dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. jawaban singkat atau pendek. 4.Fokus penilaian portofolio adalah kumpulan karya peserta didik secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu. memahami. Atas dasar penilaian itu. keterampilan. komposisi musik. hasil karya mereka dalam menyusun atau membuat karangan. pilihan benar-salah. Memilih jawaban dan mensuplai jawaban. Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio. foto. Memilih jawaban terdiri dari pilihan ganda. hasil tes (bukan nilai). dan sebab-akibat. menganalisis. sehingga mampu menggambarkan ranah sikap. mengevaluasi. asalkan analisisnya benar. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat. Misalnya. laporan penelitian. guru dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran. f. resensi buku/ literatur. Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat. penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. mengorganisasikan. Misalnya. lukisan. atau informasi lain yang releban dengan sikap. peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan teman-temannya. dan uraian. Tes tersulis berbentuk Matematika – SMP | 265 . b. namun tetap terbuka memiliki kebenarann yang sama. Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu. menerapkan. Masing-masing sisi pandang ini akan melahirkan jawaban berbeda. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. c. Pada tes tertulis berbentuk esai. Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio. puisi. namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama. meski dapat juga oleh peserta didik sendiri. dan pengetahuan yang dituntut oleh topik atau mata pelajaran tertentu. baik sendiri maupun kelompok. disertai catatan tanggal pengumpulannya. Jika memungkinkan. menjodohkan.

Daftar Pustaka Ibrahim.. 34(1). 2005. Salvia. & Ysseldyke. Teaching Exceptional Children. yaitu jawaban terbuka (extendedresponse) atau jawaban terbatas (restricted-response). Nyoman. J. Tes semacam ini memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks. (1999). Phi Delta Kappan. Matematika – SMP | 266 . Hal ini sangat tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. 2008. (1993). & Brookshire. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha Gatlin. J. D. R. 75(3). Dantes. R. 63–67. S. & Jacob. & Malouf. Asesmen Berkelanjutan: Konsep dasar. (2002).. Wiggins. L. New York: Houghton Mifflin.. M. 23(4). J. Grisham-Brown. Using authentic assessment to evidence children's progress toward early learning standards. Assessment in Education. J. Performance assessment and children with disabilities: Issues and possibilities. G. & Maxwell. 28–34. Cumming. Assessment in special and inclusive education (9th ed. (2004). Muslimin. Contextualizing Authentic Assessment. context and validity. Early Childhood Education Journal. 25(4). (2006). Hallam.esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban. (1993). 177–194.). 45–51. G. Tahapan Pengembangan dan Contoh. 6(2).. Hakikat Asesmen Otentik Sebagai Penilaian Proses Dan Produk Dalam Pembelajaran Yang Berbasis Kompetensi (Makalah disampaikan pada In House Training (IHT) SMA N 1 Kuta Utara). Assessment: Authenticity. 200– 214. E. Action in Teacher Education.. J.. S. Surabaya: UNESA University Press Anggota IKAPI Coutinho. Standards-based digital portfolios: A component of authentic assessment for preservice teachers.

dan kemampuan mengkomunikasikan gagasan serta budaya bermatematika. dan tepat. dalam pemecahan masalah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses penilaian pada pembelajaran dengan Kurikulum 2013 seperti berikut ini. yaitu memiliki rasa ingin tahu. memiliki kemampuan berpikir kritis. efisien. pemahaman dan keterampilannya yang sesuai dengan karakteristik matematika. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. Dalam hal berkembangnya pengetahuan. Matematika – SMP | 267 . 2. Dalam rangka mencapai tujuan mata pelajaran matematika SMP/MTs tersebut. ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah kehidupannya sehari-hari. logis. menyusun bukti. mengembangkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dalam matematika dan pembelajarannya. analitik dan kreatif. menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikannya dalam kegiatan pemecahan masalah. memahami konsep matematika. 3. dan minat dalam mempelajari matematika. Untuk apa sebenarnya siswa SMP/MTs belajar matematika? Dalam Standar Isi dinyatakan bahwa mata pelajaran matematika SMP/MTs bertujuan agar siswa dapat: 1. proses pembelajaran dan penilaian hendaknya terintegrasi dan mengacu pada tujuan tersebut. 5. 4.HO – 2. siswa diharapkan dapat berpikir kritis. mengembangkan sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. keterampilan yang pelaksanaannya terintegrasi dengan proses pembelajaran dan menjadikan portofolio sebagi instrumen utama. bukan hanya hasil kerja 4. Uraian dalam tulisan ini memberikan gambaran tentang penilaian dalam pembelajaran matematika yang berorientasi pada dicapainya tujuan tersebut dan mengacu pada ketentuan dalam Kurikulum 2013. dan mengkomunikasikan gagasan serta budaya bermatematika. siswa diharapkan dapat memecahkan masalah.3-2/3. menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yang ditunjukkan dengan tumbuhnya rasa ingin tahu. perhatian. Dalam hal berkembangnya keterampilan. dan minat dalam mempelajari matematika. perhatian. menggunakan penalaran pada pola dan sifat. kemampuan pemecahanmasalah. akurat. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. Mengukur tingkat berpikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi 2. secara luwes. logis. Mengukur proses kerjasama. analitik dan kreatif. pengetahuan. Menggunakan portofolio pembelajaran siswa. siswa diharapkan agar dapat memahami konsep matematika. Dalam hal berkembangnya (tumbuhnya) sikap. serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari (dunia nyata). Menekankan pada pertanyaan yang membutuhkan pemikiran mendalam (bukan sekedar hafalan) 3. PENILAIAN YANG MENGACU PADA TUJUAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA Bila dicermati tujuan mata pelajaran matematika SMP/MTs maka pada intinya adalah setelah belajar matematika siswa dapat berkembang sikap.2 CONTOH PENERAPAN PENILAIAN AUTENTIK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP/MTs Implementasi Kurikulum 2013 menghendaki agar penilaian berbasis kompetensi mencakup penilaian sikap. A. 1. menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma.

c. Penilaian dalam rangka menyelesaikan masalah mengukur kemampuan siswa dalam memecahkan atau Kemampuan dalam matematika yang berhubungan dengan menyelesaikan masalah dapat terdiri antara lain sebagai berikut. Kemampuan-kemampuan tersebut dapat menjadi acuan dalam mengembangkan instrumen penilaian untuk mengukur pemahaman siswa terhadap konsep matematika. f. f. tabel. diagram (untuk komunikasi) b. menggunakan. siswa yang berhubungan dengan Kemampuan dalam matematika yang berhubungan dengan penalaran dan komunikasi dapat terdiri antara lain sebagai berikut. menarik kesimpulan dari pernyataan. menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis. gambar. menyusun bukti. memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi. melakukan manipulasi matematika. Kemampuan-kemampuan tersebut dapat menjadi acuan dalam mengembangkan instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan siswa yang berhubungan dengan melakukan penalaran dan komunikasi matematis. menyelesaikan masalah yang tidak rutin. a. Penilaian dalam rangka mengukur kemampuan melakukan penalaran dan komunikasi matematis. menyatakan ulang sebuah konsep. menarik kesimpulan. e. memilih pendekatan dan metode penyelesaian masalah secara tepat. e. d. a. g. c. menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk. c. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. d. memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu. menunjukkan pemahaman masalah. mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah. Kemampuan terakhir di atas menunjukkan adanya tuntutan bahwa instrumen penilaian yang utamanya melatih dan mengukur kemampuan memecahkan masalah adalah instrumen penilaian Matematika – SMP | 268 . b. menyajikan pernyataan matematika dengan lisan. mengajukan dugaan. f. membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah dan g. g. b. mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya. memeriksa kesahihan suatu argumen. mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam penyelesaian masalah. menyusun bukti. e. d. menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi. Penilaian dalam rangka mengukur pemahaman siswa yang berhubungan dengan konsep matematika Kemampuan dalam matematika yang terkait dengan pemahaman siswa terhadap konsep matematika dapat terdiri antara lain sebagai berikut. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. tertulis. mengembangkan strategi penyelesaian masalah. 1. 2.menggunakan penalaran pada pola dan sifat. mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. a. memberi contoh dan bukan contoh dari konsep. 3.

Namun demikian bukan berarti bahwa siswa yang kemampuan prasyaratnya terkendala tidak berhak dilatih untuk menyelesaikan masalah. Pada umumnya suatu latihan dapat diselesaikan dengan menerapkan secara langsung satu atau lebih algoritma. Setiap guru matematika diharapkan mampu mengenali cirri-ciri kegiatan pembelajaran yang tujuannya untuk melatih kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Exercise (latihan) merupakan tugas yang langkah penyelesaiannya sudah diketahui siswa. minimal pada KD-KD yang secara ekspliisit muatannya adalah menyelesaikan masalah. ketika guru memberikan pengalaman menyelesaikan masalah kepada siswa maka berarti ia juga sekaligus memberi pengalaman menggunakan penalaran dan melakukan representasi matematis. Kemampuan tersebut menjadi kemampuan prasyarat dalam menyelesaikan masalah. Bila pada saat memahami konsep-konsep matematika siswa sudah dibiasakan untuk dilatih kemampuan penalaran dan representasi matematisnya. Kegiatan menyelesaikan masalah memerlukan kemampuan menggunakan penalaran dan melakukan representasi matematis. Oleh karena itu. Pengertian prosedur rutin dan tidak rutin itu sesuai dengan pengertian penyelesaian masalah dalam matematika. Hal itu berarti bahwa siapapun dan apapun keadaan siswa maka ia berhak mendapat pengalaman belajar untuk menyelesaikan masalah. namun karena memang sudah dipelajari siswa bersama guru pada waktu sebelumnya. sehingga halhal yang diterapkan itu bukan merupakan hasil olah pikir baru. Kegiatan penyelesaian masalah memerlukan kemampuan memahami konsep yang memadai pada topik yang relevan dengan bahan penyelesaian masalah. Problem lebih kompleks daripada Matematika – SMP | 269 . prosedur dll yang sebelumnya sudah dipelajari siswa. kemudian serta merta diperoleh penyelesaian. Artinya. Mengapa demikin? Banyak sekali KD yang secara eksplisit muatannya menyiratkan bahwa KD tersebut dimaksudkan untuk melatih kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Prosedur rutin merupakan prosedur yang secara konseptual wajib dipelajari semua siswa pada saat belajar matematika.yang menuntut siswa menggunakan prosedur yang tidak rutin dalam menyelesaikannya atau meresponnya. minimal dari bahan ajar (bahan belajar) dan tahapan kegiatannya. yaitu: penyelesaian masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Setiap penugasan dalam belajar matematika untuk siswa dapat digolongkan menjadi dua hal yaitu exercise atau latihan dan problem atau masalah. Merespon suatu tes atau penugasan dengan menggunakan prosedur rutin dapat diartikan sebagai menerapkan secara langsung suatu konsep. maka kegiatan penyelesaian masalah akan mudah diadaptasi. yang tentunya tidak sama dengan kegiatan pembelajaran untuk mengantarkan siswa agar memahami konsep-konsep matematika. dalil. sehingga ciri dari tes atau penugasan berbentuk penyelesaian masalah adalah: (1) ada tantangan dalam materi tugas atau soal (2) masalah tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan prosedur rutin (3) prosedur menyelesaikan masalah belum diketahui penjawab. materi soal disesuaikan dengan kemampuan siswa dan prosedur menyelesaikan masalah (yang tidak rutin itu) ’dijamin’ belum diketahui siswa. Mengingat syarat (1) dan (3) dari penyelesaian masalah seperti yang diuraikan pada catatan bagian b di atas maka instrumen penilaian untuk melatih dan mengukur kemampuan penyelesaian masalah hendaknya bersifat ’eksklusif’ terhadap kondisi siswa di tiap sekolah. Apa yang dimaksud menyelesaikan masalah (problem solving)? Pengertian penyelesaian masalah atau problem solving.. Kegiatan menyelesaikan masalah akan menjadi lancar ketika siswa memiliki kemampuan yang memadai dalam konsep prasyarat yang terkait. Hal sebaliknya untuk prosedur tidak rutin. sangat terkait dengan pengertian masalah atau problem. sehingga proses menyelesaikan masalah lebih lancar.

Apakah dengan menerapkan suatu konsep pada soal 2. .. Contoh-1: Tentukan dua bilangan yang belum diketahui pada pola bilangan berikut ini. b. 2.. Apakah dengan menerapkan suatu konsep pada soal 1. Ada berapa macam nilai uang berbeda yang dapat ditentukan dari satu keping uang atau kumpulan beberapa keping uang sejenis? 6.. . Apakah pertanyaan nomor 1 s. 4. Ada berapa jenis keping mata uang pada kumpulan uang logam itu? Ada berapa buah keping mata uang pada kumpulan uang logam itu? Berapa rupiah total nilai uang pada kumpulan uang logam itu? Kelompok uang logam manakah yang nilainya paling besar? Kelompok uang logam manakah yang nilainya paling kecil? 5. 64. soal.. Manakah pertanyaan yang dapat diselesaikan dengan pengecekan sederhana pada bendanya atau dengan prosedur berhitung (penjumlahan) rutin yang biasa dilakukan? c.1 bukan soal yang tergolong masalah. soal 1 atau soal 2? Pada contoh-1. (Soal-2) Beberapa pertanyaan berikut ini diharapkan dapat membantu Anda dalam memahami pengertian dari masalah dalam penyelesaian masalah matematika. 52. 27. 9. Contoh-2: Suatu saat Anda menyodorkan sekumpulan mata uang logam kepada siswa. Kumpulan uang logam terdiri dari: 3 keping uang duaratusan. 1. soal 1 atau soal 2? d. a. . Apakah kualitas 4 pertanyaan pertama berbeda dengan kualitas 2 pertanyaan berikutnya?.. a. Manakah pertanyaan yang tidak dapat diselesaikan dengan proses rutin yang biasa dilakukan. Ada berapa macam nilai uang berbeda yang dapat ditentukan dari kumpulan beberapa keping uang yang terdiri atas dua jenis? Beberapa pertanyaan berikut ini diharapkan dapat membantu dalam memahami pengertian dari masalah dalam penyelesaian masalah matematika. Berikan pertanyaan berikut ini kepada siswa.latihan karena strategi untuk menyelesaikannya tidak langsung tampak.. dan dalam menyelesaikan problem siswa dituntut kreativitasnya.d 4 relatif berbeda (baru) bila dibandingkan dengan menjawab pertanyaan nomor 5 dan 6? e. penyelesaian soal dapat dengan serta merta langsung diperoleh? c. 3.. 1. 63. Mana yang lebih memerlukan kreativitas dalam menyelesaikannya.d 4 itu dapat dikelompokkan sebagai pertanyaan untuk ‘latihan’ atau excercises dalam rangka memahami atau menguatkan konsep? Mengapa? Matematika – SMP | 270 .. penyelesaian soal dapat dengan serta merta langsung diperoleh? Jelaskan. 1. b. (Soal-1) 2. Perhatikan contoh berikut ini. Apakah proses menjawab pertanyaan nomor 1 s. Mana yang lebih menantang. sehingga dalam menyelesaikannya terlebih dahulu siswa dituntut menentukan metode pemecahan yang tepat? Apakah untuk menyelesaikannya diperlukan kreativitas? d. 8.. 2 keping uang lima ratusan dan 1 keping uang ribuan. sedangkan soal-2 tergolong masalah. 61. ..

d.. Untuk menyelesaikan Soal. karena si B sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikan masalah tersebut. Contoh-3: Soal-1: Selesaikan! a. Manakah pertanyaan yang menuntut kemampuan komunikasi matematis? Pada contoh-2.2 siswa umumnya belum tahu caranya secara langsung (kecuali bila guru telah memberikannya sebagai contoh). yaitu saat membahas tentang bilangan berpangkat tiga. 4 bukan pertanyaan yang tergolong masalah. e.1 bukan soal yang tergolong masalah.3 tersebut. c. f. Apakah pertanyaan nomor 5 dan 6 dapat dikelompokkan sebagai pertanyaan dengan kategori problem atau masalah. sedangkan Soal-2 tergolong masalah. 1. Soal.” Komentar: Bahan pada Soal-1 dan Soal-2 keduanya melibatkan bilangan 6. Perhatikan dua soal pada contoh-1 di atas. Cm = 5 cm Soal-2 “Ada tiga plat kayu berturut turut berukuran 6 cm. sedang Soal-2 digolongkan masalah. Pada contoh. dan 11. namun kemasan bahan berbeda. Contoh-contoh soal dan pertanyaan-pertanyaan atau komentar yang menyertainya di atas diharapkan sudah dapat membantu dalam memahami pengertian masalah. Matematika – SMP | 271 . 6 cm 9 cm 11 cm Bagaimana cara menggunakan tiga plat kayu tersebut untuk mendapatkan seutas tali dengan panjang 14 cm ?. b. Suatu pertanyaan/tugas akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan/tugas itu menunjukkan adanya suatu tantangan yang tidak dapat dipecahkan oleh suatu prosedur rutin yang sudah diketahui oleh penjawab pertanyaan/pelaksana tugas. Apakah masalah (problem) dan penyelesaian masalah (problem solving) itu?. Mengapa? g. 9 cm + 11 cm – 6 cm = … cm 11 cm – 6 cm + 9 cm = … cm 9 cm + 11 cm – … cm = 14 cm 11 cm – 6 cm + … cm = 14 cm 11 cm + … cm – … cm = 6 cm … cm + … cm – .. Oleh karena itu Soal-1 tidak dapat digolongkan sebagai masalah.d. Bila ditinjau dari materi soal maka untuk menyelesaikan Soal-1 cara-caranya pastilah sudah diketahui oleh semua siswa karena telah dipelajari.f. sedangkan pertanyaan 5 dan 6 tergolong masalah. 9cm dan 11 cm seperti berikut ini. Suatu masalah bagi si A menjadi masalah. 2. Manakah pertanyaan yang menuntut kemampuan penalaran yang memadai? h. pertanyaan 1 s. 9. namun dapat pula masalah tersebut tidak menjadi masalah bagi si B.

dapat terjadi Soal-1 dan Soal-2 pada Contoh-1 tersebut keduanya menjadi kendala. Berapa banyak pekerja tambahan yang diperlukan agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu? Merujuk pada maksud dari ‘masalah atau problem’ itu. Berapa kue yang diperoleh setiap anak jika satu kantong kue tersebut dibagikan kepada 9 anak? Di peternakan milik Pak Anggit terdapat 18 ekor binatang. 2.. Berikut ini beberapa contoh masalah (soal nonrutin) dan bukan masalah (soal rutin) yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran matematika di SMP/MTs. Berapakah banyak masing-masing binatang di peternakan Pak Anggit itu? Pekerjaan mengubin lantai ditargetkan selesai dalam waktu 49 hari dengan 14 pekerja. Dengan demikian ciri dari penugasan berbentuk penyelesaian masalah adalah: (1) ada tantangan dalam materi tugas atau soal. pekerjaan itu terhenti 12 hari. Soal-soal yang tergolong bukan masalah atau soal rutin umumnya digunakan dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk memahami konsep matematika. (2) masalah tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan prosedur rutin yang sudah diketahui penjawab. 13×2+ 5×4 = … 4. Matematika – SMP | 272 . Namun bagi siswa lain mungkin keduanya bukan menjadi kendala karena ia telah pernah mengetahui dan paham tentang prosedur menyelesaikan kedua soal itu. Pada kelompok pernyataan berikut ini. setelah 16 hari. apa yang dimaksud dengan penyelesaian masalah? Penyelesaian masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Dalam hal ini masalah matematika lebih dikaitkan dengan muatan bahan ajar (bahan belajar) dan pengalaman siswa. Satu kantong kue dibagikan kepada 6 anak. sedang bahan ajar (bahan belajar) yang tergolong bukan masalah sering disebut soal rutin. Bahan ajar (bahan belajar) yang tergolong masalah sering disebut soal nonrutin. NO 1. Beberapa diantaranya berupa ayam dan lainnya sapi. Karena suatu hal. kemudian dilanjutkan lagi. kemudian lengkapilah dua pernyataan terakhir. 4@2=8 5 @ 3 = 11 3 @ 5 = 13 1 @ 7 = 15 4@3=… 7 @ . Setiap anak mendapat 15 kue. CONTOH BAHAN BELAJAR YANG TERGOLONG BUKAN MASALAH NONRUTIN Berapakah hasil dari 358 + (-28)? Berapakah hasil dari 32 + 23 × 4 ? CONTOH BAHAN BELAJAR YANG TERGOLONG MASALAH NONRUTIN Tentukan dua bilangan antara 60 dan 70 yang selisih keduanya 3 dan hasil penjumlahannya 125. karena ia tidak tahu atau paham bagaimana prosedur menyelesaikan kedua soal itu meskipun soal itu sudah pernah dipelajari. Jumlah seluruh kaki dari 18 binatang itu ada 50 kaki. bukan dikaitkan kendala belajar siswa.= 17 3.. carilah pola dari operasinya.Bila ditinjau dari pengalaman tiap siswa.

Beberapa contoh masalah (problem) dan alternatif macam strategi yang dapat dipilih untuk memecahkannya yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran penyelesaian masalah. (10) menggunakan deduksi. 15 siswa gemar musik pop dan 20 siswa gemar musik klasik. (9) mengabaikan hal yang tidak mungkin. Proses menyelesaikan masalah hendaknya menjadi fokus dalam kegiatan penyelesaian masalah. (b) Memilih informasi yang relevan dalam mengidentifikasi masalah. No 1 Masalah Pada acara pendataan data terhadap kegemaran jenis musik diperoleh data bahwa di kelas VII A. Proses pembelajaran menyelesaikan masalah hendaknya dilakukan tahap demi tahap sesuai tahapan proses menyelesaikan masalah.. sehingga kegiatan penyelesaian masalah lebih mengutamakan prosesnya daripada hasilnya. Jika panjang dan lebar persegipanjang tersebut berupa bilangan asli. (f) Menafsirkan solusi atau hasil jawaban yang diperoleh dalam menyelesaikan masalah.Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam setiap proses menyelesaikan masalah. (c) Menyajikan suatu rumusan masalah secara matematis dalam berbagai bentuk. Bila 5 siswa gemar musik pop dan klasik serta 10 siswa tidak gemar musik pop maupun musik klasik. (3) mencobakan pada soal yang lebih sederhana. Dari tahapan proses menyelesaikan masalah tersebut. (d) Memilih pendekatan dan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Berapa banyak siswa kelas IXA? Hitunglah nilai dari : Strategi Penyelesaian masalah Membuat gambar atau diagram 2 1 1 1 1 1 + + + + . Keliling dari suatu persegipanjang adalah 22 cm. + 2 6 12 20 10100 Menemukan pola 3 Berapa banyak bilangan bulat positif terdiri dari empat angka yang dapat dibuat dengan syarat bilangan tersebut harus memuat satu angka 0 sedangkan tiga angka yang lain harus sama? Tuliskan seluruh bilangan-bilangan tersebut. membuat tabel. (5) memecah tujuan. (8) bergerak dari belakang. (4) menemukan pola. yaitu: (a) Memahami masalah. Beberapa strategi menyelesaikan masalah yang cukup populair dilatihkan melalui proses pembelajaran matematika adalah: (1) mencoba-coba. berapa banyak ukuran luas berbeda yang mungkin dari persegipanjang tersebut Jika 12 + 22 + 32 + … + 92 + 102 = 385.. berapa hasil 22 + 42 + 62 + … + 182 + 202 ? Isilah setiap ∆ dengan simbol-simbol operasi yang tepat sehingga menjadikan yang berikut ini sebagai kalimat yang benar? 1 ∆ 2 ∆ 3 ∆ 4 ∆ 5 ∆ 6 ∆ 7 ∆ 8 ∆ 9 = 100 Tunjukkan bagaimana cara membalik bentuk berikut sehingga puncak segitiganya berada di bawah dengan hanya memindah Membuat daftar yang terorganisir 4 Membuat tabel 5 6 Menyederhanakan masalah Mencoba-coba 7 Melakukan eksperimen Matematika – SMP | 273 . (7) berpikir logis. (2) membuat gambar atau diagram. pengalaman siswa dalam “memilih pendekatan dan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah” diharapkan akan memberikan andil yang signifikan bagi siswa dalam memiliki keterampilan menyelesaikan masalah pada kehidupan sehari-hari dirinya pada saat ini atau setelah dewasa kelak. (6) mempertimbangkan setiap kemungkinan. (e) Menggunakan atau mengembangkan strategi penyelesaian masalah dalam rangka memperoleh solusi atau jawaban masalah.

berapa jam jumlah jam kerja sehari? B. Berapa rupiahkah uang Anto ? b. Dia memberi Mirna setengah dari buku-buku tersebut ditambah satu buku. Matematika – SMP | 274 . Jika pada akhirnya sisa buku yang dipunyai Mona hanya lima buku. CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP/MTs BERORIENTASI PADA PENCAPAIAN TUJUAN MATA PELAJARAN Contoh-1: Instrumen penilaian untuk melatih kemampuan memahami konsep matematika: Kompetensi Dasar (KD): Menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel Contoh indikator pencapaian kompetensi pada KD tersebut adalah siswa mampu menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear satu variabel. Jika jumlah usia keduanya adalah 30 tahun. berapa tahunkah usia Winda? Bergerak dari belakang 10 Menulis persamaan 11 a. Winda berusia 16 tahun lebih muda dari Grace. seekor bebek berada di belakang dua bebek. Segulung kain bahan baju seluruhnya sepanjang 72 4 m. Panjang tiap potongan 1 3 m.000. Supaya pekerjaan itu selesai dalam 10 hari. Jumlah uang mereka adalah Rp 8. Kemudian dia memberi Ira setengah dari buku yang tersisa ditambah dua buku. Uang Anto sepertiga dari uang Bandi. Suatu pekerjaan dapat diselesaikan selama 16 hari dengan jumlah jam kerja selama 5 jam sehari. 5 Berpikir logis Kain tersebut dipotong-potong sama panjang dan banyaknya potongan sebanyak mungkin. Masalah Strategi Penyelesaian masalah 8 Pada suatu kelompok bebek terdapat seekor bebek berada di depan dua ekor bebek. Berapa banyak bebek paling sedikit yang mungkin terdapat pada kelompok tersebut? Memeragakan masalah 9 Mona mempunyai beberapa buku.000. dan seekor bebek di antara dua bebek. Berapa meter sisanya? 4 b. berapa banyak buku yang dipunyai Mona pada awalnya? a.00.No tiga lingkaran.

Kemungkinan jawaban siswa: 2x – 6 ≥ 8x + 5 2x – 6 + 6 ≥ 8x + 5 + 6 2x ≥ 8x + 11 2x – 8x ≥ 8x – 8x + 11 – 6x ≥ 11 6x ≤ –11 1 1 × (6x) ≤ × (−11) 6 6 x≤− 11 6 Contoh rubrik penilaian hasil penyelesaian soal oleh siswa Dengan mempertimbangkan langkah-langkah kunci dari penyelesaian soal maka dapat disusun rubrik penilaiannya. Contoh instrumen penilaiannya: ”Tentukan nilai x yang memenuhi pertidaksamaan 2x – 6 ≥ 8x + 5”. Matematika – SMP | 275 . ASPEK PENILAIAN Pemahaman terhadap konsep pertidaksama an linear satu variabel Kebenaran jawaban akhir soal Proses perhitungan RUBRIK PENILAIAN Penyelesaian dihubungkan dengan konsep pertidaksamaan linear satu variabel Sudah menghubungkan penyelesaian dengan konsep pertidaksamaan linear satu variabel namun belum benar Penyelesaian sama sekali tidak dihubungkan dengan konsep pertidaksamaan linear satu variabel Tidak ada respon/jawaban Jawaban benar Jawaban hampir benar Jawaban salah Tidak ada respon/jawaban Proses perhitungan benar Proses perhitungan sebagian besar benar Proses perhitungan sebagian kecil saja yang benar Proses perhitungan sama sekali salah Tidak ada respon/jawaban Skor maksimal = Skor minimal = SKOR 5 3 1 0 5 3 1 0 5 3 2 1 0 15 0 2. Alternatif pedoman penskorannya sebagai berikut.Contoh indikator penulisan butir soal (indikator soal/indikator penilaian) yang relevan adalah ”Diberikan suatu pertidaksamaan linear satu variabel. siswa dapat menyelesaikan pertidaksamaan tersebut”. 3. NO 1.

kemudian hasilnya dibandingkan dengan nilai x pada pernyataan. Siswa menjawab secara analitis. atau sebaliknya. Benarkah pernyataan tersebut? Tunjukkan alasan 6 jawabanmu. tanpa menempuh prosedur tahap demi tahap penyelesaian pertidaksamaan. selanjutnya menentukan jawaban. Siswa menjawab tidak secara analitis.3 Menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel Contoh indikator pencapaian kompetensi pada KD tersebut adalah (siswa mampu) memeriksa kesahihan suatu argumen yang berhubungan dengan pertidaksamaan linear satu variabel. yaitu melakukan analisis terhadap hubungan nilai x dan pertidaksamaan.Contoh-2: Instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan penalaran Kompetensi Dasar (KD): 3. kemudian mendeskripsikan alasanjawaban. yaitu menggunakan prosedur penyelesaian ertidaksamaan setahap demi setahap untuk menentukan nilai x. a. Contoh rubrik penilaian jawaban siswa NO 1. Jika hasilnya menunjukkan sama maka pertanyaan dijawab ’benar’ atau ’ya’. Catatan tentang proses menyelesaikan soal: Dalam menjawab pertanyaan (memeriksa pertanyaan). Matematika – SMP | 276 . Contoh instrumen penilaiannya: ”Nilai x pada 2x – 6 ≥ 8x + 5 adalah x ≤ − 11 ”. siswa dapat memeriksa kebenaran pernyataan/argumen tersebut”. ada beberapa kemungkinan respon siswa. Contoh indikator penulisan butir soal (indikator soal/indikator penilaian) yang relevan adalah ”Diberikan suatu pernyataan/argumen tentang pertidaksamaan linear satu variabel. kemudian mendeskripsikan alasan jawaban. b. antara lain sebagai berikut. ASPEK PENILAIAN Macam jawaban Alasan jawaban RUBRIK PENILAIAN Menjawab ’benar’ atau ’ya’ atau yang setara Menjawab ’tidak’ atau ’tidak benar’ atau yang setara Tidak menjawab Alasan jawaban benar dan dilakukan secara analitis Alasan jawaban hampir benar dan dilakukan secara analitis Alasan jawaban sebagian besar tidak benar namun dilakukan secara analitis Alasan jawaban benar namun dilakukan tidak analitis Alasan jawaban hampir benar namun dilakukan tidak analitis Alasan jawaban sebagian kecil benar dan dilakukan tidak analitis Tidak menjawab Skor maksimal = Skor minimal = SKOR 3 1 0 7 6 3 5 4 2 0 10 0 2.

7 Jumlah kaki 1×2 + 17×4 = 70 2×2 + 16×4 = 68 3×2 + 15×4 = 66 . akan tampak dari isi jawaban). 2) merencanakan strategi penyelesaian masalah (dalam hal ini yang efisien adalah dengan membuat tabel). keterampilannya menggunakan penalaran (dan komunikasi). Berdasarkan dua catatan di atas maka penilaian terhadap jawaban atau respon siswa dapat meliputi komponen sikap. kecermatannya atau ketelitiannya. b. Materi instrumen di atas tergolong masalah karena untuk menghitung banyaknya masingmasing binatang tidak serta merta dapat diterapkan operasi hitung bilangan bulat.. respon siswa ditinjau dari satu kemampuan saja. Kriteria penilaian penyelesaian masalah adalah seberapa jauh kemampuan siswa dalam: 1) memahami masalah (dilihat ada tidaknya salah tafsir dalam menterjemahkan masalah. Pengetahuan siswa dinilai antara lain berdasarkan pemahamannya terkait konsep operasi hitung bilangan bulat... Strategi penyelesaian masalah yang efisien untuk diterapkan adalah dengan membuat tabel. pengetahuan dan keterampilan.. 11×2 + 7×4 = 50 Jadi. Penilaian sikap dapat dialkukan dengan mengamati perilaku siswa selama proses menyelesaikan masalah. banyaknya ayam ada 11 ekor dan banyaknya sapi ada 7 ekor.Contoh-3: Instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan menyelesaikan masalah. 11 Banyak sapi 17 16 15 . Banyak ayam 1 2 3 . siswa dapat menyelesaikannya” Contoh instrumen penilaiannya: “Di peternakan milik Pak Anggit terdapat 18 ekor binatang. yaitu kemampuan menyelesaikan masalah. c. Jika dihitung banyak seluruh kaki dari 18 binatang itu maka ada 50 kaki. Penilaian pengetahuan dan keterampilan siswa dapat dilihat dari jawaban tertulis siswa. 3) melaksanakan strategi penyelesaian masalah (dalam hal ini dilihat dari proses mengoperasikan bilangan bulat) Matematika – SMP | 277 . serta menyelesaikan masalah. Beberapa diantaranya berupa ayam dan lainnya berupa sapi.1 Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalah Contoh indikator pencapaian kompetensi antara lain: Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi bilangan bulat dengan menggunakan pola Contoh indikator penulisan butir soal (indikator soal/indikator penilaian) yang relevan adalah ”Diberikan suatu permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat. Contoh penyelesaian antara lain sebagai berikut. Secara umum. Berapakah banyak masing-masing binatang di tempat peternakan Pak Anggit itu?” Catatan tentang materi dan penyelesaian soal: a.. misalnya terkait kegigihannya dalam menyelesaikan masalah. namun harus ditempuh strategi tertentu terlebih dahulu.. Kompetensi Dasar: 4.

Matematika – SMP | 278 . siswa mampu membuat pernyataan baru berdasarkan pernyataan tersebut ” Contoh instrumen penilaiannya: Soal TIMSS 2007: • If n is a negative integer. 3 × n c. Tunjukkan alasan jawaban. which of these is the largest number? a. Setelah soal dimodifikasi maka soal tersebut sangat cocok untuk menguatkan pemahaman siswa tentang konsep pada operasi bilangan bulat yang melibatkan bilangan bulat negatif sekaligus mengoptimalkan kemampuan menggunakan penalaran dan komunikasi. 3 : n • Modifikasi soal tersebut untuk mengoptimalkan proses belajar penalaran dan komunikasi matematis adalah: “Jika n adalah bilangan bulat negatif.4) mengecek hasil penyelesaian masalah (dalam hal ini dilihat dari jawaban akhir). Soal tersebut cocok untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami konsep atau aturan pada operasi bilangan bulat negatif. 3 : n • Terjemahan soal tersebut: “Jika n adalah bilangan bulat negatif. 2) bilangan bulat negatif bila dijumlah dengan bilangan bulat positif hasilnya bilangan bulat positif atau negatif. Alasannya adalah bahwa 3 – n hasilnya pasti bilangan bulat positif dan lebih dari 3. 3) bilangan bulat positif jika dikurangi dengan bilangan bulat negatif pasti menghasilkan bilangan bulat positif. Penalaran dan komunikasi digunakan ketika siswa harus membuat kesimpulan dengan memilih pernyataan yang tepat dan mengkomunikasikan alasannya. 3 – n d. tergantung pada angka pada bilangan bulat positif dibandingkan dengan angka pada bilangan bulat negatifnya. Untuk 3 + n hasilnya paling besar adalah 2. manakah diantara bilangan-bilangan berikut yang mempunyai nilai terbesar. 3 + n ataukah 3 × n ataukah 3 – n ataukah 3 : n?. manakah diantara bilangan-bilangan berikut yang mempunyai nilai terbesar? a. Contoh indikator penulisan butir soal (indikator soal/indikator penilaian) yang relevan adalah ”Diberikan suatu pernyataan. 3 + n b. Kompetensi Dasar (KD): 3. Jawaban yang diharapkan dari siswa adalah 3 – n merupakan bilangan yang terbesar.” Catatan tentang materi dan penyelesaian soal: a. b. 3 + n b. Contoh-4: Instrumen penilaian untuk melatih atau menggali kemampuan dalam menggunakan penalaran. 3 – n d. sementara 3 × n dan 3 : n hasilnya bilangan bulat negatif. Konsep tersebut antara lain adalah bahwa: 1) bilangan bulat negatif bila dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat positif akan menghasilkan bilangan bulat negatif. Contoh indikator pencapaian kompetensi KD tersebut: Menarik kesimpulan dari suatu pernyataan yang berkaitan dengan sifat operasi hitung bilangan bulat.1 Membandingkan dan mengurutkan beberapa bilangan bulat dan pecahan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi. c. 3 × n c.

Berapa zed yang dibutuhkan Joe untuk membeli 1 bolpen dan 2 pensil? Soal-3: Pada diagram dibawah ini. 50 c. TIMSS internasional study center berpusat di Lynch School of Education..C. dari aderah terpencil maupun perkotaan. Jika kedua urutan bilangan tersebut diteruskan. TIMSS diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. 2003 dan 2007. 19. Salah satu kegiatan TIMSS adalah menguji kemampuan matematika siswa kelas IV SD (Sekolah Dasar) dan kelas VIII SMP (Sekolah Menengah Pertama). Sesuai persyaratan maka peserta TIMSS harus mewakili kondisi peserta dari berbagai wilayah di negara yang bersangkutan. sedangkan urutan bilangan 1. Soal-1: Urutan bilangan 7. Pertama kali diselengarakan pada tahun 1995. 60 d. Berapakah nilai dari x? A a..bertambah dengan 9. 70 B ∟ 50 C D x E % menjawab benar Internasional Indonesia 32% 19% Matematika – SMP | 279 . 10. Angka 19 berada pada kedua urutan bilangan tersebut. Oleh karena itu. Siswa kelas VIII SMP Indonesia telah diikutsertakan dalam TIMSS sebanyak 4 kali mulai tahun 1999. kemudian berturut-turut pada tahun 1999. CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DARI TIMSS TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) adalah studi internasional tentang kecenderungan atau arah atau perkembangan matematika dan sains. 28 dan 37. siswa Indonesia yang mengikuti TIMSS berasal dari berbagai provinsi. Temannya membeli 2 buah bolpen dan 3 buah pensil seharga 17 zed. 19 dan 23. berapa angka sama berikutnya yang akan muncul pada KEDUA urutan bilangan? Soal-2: Joe mengetahui bahwa harga sebuah bolpen 1 zed lebih mahal dari harga sebuah pensil. Studi ini diselenggarakan oleh International Association for the Evaluation of Educational Achievement (IEA) yaitu sebuah asosiasi internasional untuk menilai prestasi dalam pendidikan. Berikut ini contoh soal-soal dari TIMSS yang diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan refleksi bagi pembaca terkait soal-soal yang selama ini telah disajikan kepada siswa masingmasing. sementara siswa SD belum pernah. USA. CD = CE. 40 b. 11. bertambah dengan 4. TIMSS bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran matematika dan sains. 2011. Boston College. 15.

P 0 1 2 3 Bilangan manakah yang merupakan perkiraan paling baik untuk posisi titik P? (What is the best estimate of the number corresponding to P?) A. 10m D. Berapa panjang bangunan? (The car is 3. berapa banyak kalori dalam 30 gram makanan tersebut? (If there are 300 calories in 100 g of a certain food. B. how many calories are there in a 30 g portion of this food?) A.4 1. 4m Matematika – SMP | 280 . 1.2 1. 100 C. 1000 E. 14m C. 900 D. C.5m long. 18 m B.Soal-4: Jika ada 300 kalori dalam 100 gram sutu makanan. D.1 1. 90 B.5 Soal-6: Panjang mobil 3. 9000 Soal-5: Perhatikan garis bilangan berikut ini. About how long is the building?) A.5 m.

5) D. Tentukan letak titik P sehinggan MNP segitigaa samakaki. (5. manakah diantara berikut ini yang benar? (Which of the following is true when a. 12 D. 8 C. 7 B. berpa nilai dari x? (If the ratio 7 to 13 is the same as the ratio x to 52. 364 Soal-8: Jika 4 kali dari suatu bilangan hasilnya 48.5) B. (3.2) C. and c are different real numbers?) A. 16 1 dari bilangan tersebut? (If 4 times a 3 1 of the number?) 3 Soal-9: Bila a. Jawaban yang mungkin adalah: A. b – c = c – b D. 4 B. b. (3. berapakah number is 48. ab – c = ab – b Soal-10: Diberikan 2 titik M dan N seperti pada gambar di samping. b dan c bilangan real. a(b – c) = b(c – a) C.1) Matematika – SMP | 281 . ab = ba E. 28 D. a – b = b – a B. (1.Soal-7: Jika perbandingan 7 dan 13 (7:13) sama dengan perbandingan x dan 52. 13 C. what is the value of x?) A. what is A.

Berapa banyaknya kubus kecil yang dihasilkan? Menurut laporan. 4.4% siswa yang menjawab benar dan sisanya 58.76% menjawab D.7% siswa menjawab benar (A). 3. misalnya dalam menyelesaikan beberapa soal berikut ini. Siswa kita ceroboh dalam perhitungan teknis. Sebanyak 19. Manakah bilangan yang berurut dari yang terbesar ke yang terkecil? B. Sebagai ilustrasi disajikan soal berikut ini. 22.44 B.9% menjawab C dan 3. 3. 2009.56 D. 2006. Siswa kita kurang mampu membaca soal yang antara lain disebabkan kurang teliti membaca soal. 2. 2003. khususnya dalam pemahaman ruang dan bentuk. 2. Sebagai ilustrasi disajikan soal sebagai berikut. Berapa detik lebih lama Betty daripada Alisa? A. 10.5% menjawab D.79% menjawab salah. anak? Pada soal tersebut sebanyak 56% siswa menjawab benar (A).8% menjawab B. Matematika – SMP | 282 . 1. 2003.30 detik. salah penafsiran. dan 17. Siswa kita umumnya cukup baik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan konten baku dan keterampilan dasar. Siswa kita lemah dalam menyelesaikan soal terkait konten geometri. Alisa berlari dalam suatu perlombaan selama 49. 3. Berapa persen penonton anak- Pada soal tersebut sebanyak 58. hanya 33. Belajar dari pengalaman mengikuti TIMSS dan PISA tersebut maka beberapa contoh hasil TIMSS 2003 berikut ini perlu menjadi perhatian dan pertimbangan kita dalam memperbaiki proses pembelajaran matematika di SMP/MTs yang berkaitan dengan mengantarkan siswa memahami konsep-konsep matematika. Sebuah kubus besar dicat. 2011 dan PISA (Program for International Student Assessment) pada tahun 2000.76 dari penonton adalah anak-anak. Kubus besar tersebut kemudian dipotong menjadi tiga bagian dari tiga arah yang berbeda dan menghasilkan banyak kubus kecil seperti gambar disamping. atau mengalihkan soal ke proses mekanistik.6% menjawab C. Sebanyak 12. Betti berlari dalam perlombaan yang sama selama 52.54 C.Indonesia diwakili siswa SMP/MTs dari berbagai kota/kabupaten di berbagai provinsi seluruh Indonesia telah empat kali mengikuti kompetisi TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) pada tahun 1999. Pada suatu pertunjukan. Laporan hasil studi menyebutkan bahwa hanya 31% siswa kita yang menjawab dengan benar. 2.86 detik.8% memilih jawaban B. 2007.

C. sementara 94% menjawab salah. Soal-soal dari TIMSS 2003 berikut ini adalah salah satu contoh dari bahan ajar (bahan belajar) yang dapat memunculkan nuansa penalaran tinggi/memadai. memberikan alternatif bagi suatu argumen. Sebagai ilustrasi disajikan soal sebagai berikut. bahkan meninggalkan. Penurunan Suhu 95o-90oC 95o-90oC 95o-90oC 95 -90 C 95o-90oC o o Waktu 2 menit 10 detik 2 menit 10 detik 2 menit 10 detik 2 menit 10 detik 2 menit 10 detik Tabel disamping merupakan hasil pengamatan Kanti terhadap penurunan suhu air dari 95oC ke 70oC. Siswa kita kurang antusias. B. meskipun soalnya sederhana. Walaupun materi soal cukup sederhana namun untuk menyelesaikanya diperlukan penalaran yang tinggi atau memadai. sementara 80% menjawab salah. Sebagai ilustrasi disajikan soal sebagai berikut. D. Laporan hasil studi menyebutkan bahwa ternyata hanya 24% saja dari siswa kita yang menjawab dengan benar. menemukan pola pada suatu gejala matematis. 6. 5. Buku Gito dua kali lebih banyak dari buku Budi. C. E. dan cenderung tertarik hanya pada soal rutin yang langsung berkaitan dengan rumus. Penyajian bahan ajar (bahan belajar) yang diharapkan dapat memunculkan nuansa penalaran tinggi/memadai dalam proses pembelajaran adalah menyajikan soal atau tugas yang menuntut siswa agar melakukan kegiatan antara lain: mengajukan dugaan (conjecture). Laporan hasil studi menyebutkan bahwa ternyata hanya 20% saja dari siswa kita yang menjawab dengan benar. D. Buku Hari enam buah lebih banyak dari buku Budi. Ia mencatat waktu yang diperliukan setiap penurunan 5oC.Manakah yang sama dengan B. Jika Budi memiliki buku. Perkirakan berapa menit jumlah waktu yang diperlukan untuk penurunan suhu 95oC ke 70oC dan jelaskan cara memperoleh perkiraan tersebut. sementara 76% menjawab salah. Laporan hasil studi menyebutkan bahwa ternyata hanya 4% saja dari siswa kita yang menjawab dengan benar. Siswa kita lemah dalam soal aplikasi yang memuat suatu cerita. Matematika – SMP | 283 . menarik kesimpulan dari suatu pernyataan. berapa buku yang dimiliki oleh ketiga anak tersebut? A. dalam mengerjakan soal yang informasinya panjang.

Ketika ketiga balok ditimbang dengan beban 20g.6% peserta Indonesia yang menjawab benar pada soal berikut ini Perhatikan tiga gambar berikut. Jika diteruskan sampai gambar ke-7.2% peserta Indonesia yang menjawab benar pada soal berikut ini Gambar di atas adalah sebuah segienam beraturan.Contoh-1: Hanya 25. Berapakah ? Contoh-2: Hanya 23. Bagaimanakah caranya menentukan banyak segitiga pada gambar ke-50 tanpa menggambarnya? Contoh-3: Hanya 18. 1 2 1 1 5 6 7 8 3 4 Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 1. berapakah banyaknya segitiga kecil pada gambar ke7? Jika diteruskan sampai gambar ke-50. terjadi seperti gambar di bawah ini. Berapakah berat 1 balok logam? Matematika – SMP | 284 . Ketika 1 balok ditimbang dengan beban 8g. 2. terjadi seperti gambar di bawah ini.1% peserta Indonesia yang menjawab benar pada soal berikut ini Jon mempunyai 3 balok logam yang sama berat.

membagi sudut yang telah diketahui menjadi dua sama besar) atau kombinasi penilaian tertulis dan pengamatan (misalnya dalam kegiatan menggambar benda yang disebutkan sifat-sifatnya). dan (4) memberi contoh kerja (work sample). Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. menggunakan peralatan laboratorium. Penilaian Kinerja atau Praktek Penilaian kinerja adalah penilaian yang dilakukan dengan cara mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Mengingat bahwa kemampuan praktek dalam matematika tak dapat dipisahkan dari kemampuan pengetahuannyanya (dalam hal ini pemahaman konsep dan penalarannya) maka uraian tugas pada instrumen penilaian praktek terintegrasi dengan instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan dalam pengetahuan. mengoperasikan suatu alat. Ketepatan dan kelengkapan aspek yang akan dinilai dalam suatu kinerja 3. 2004: 1516). 1. Langkah kinerja yang diharapkan agar dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja suatu kompetensi 2.35% menjawab separuh benar pada soal berikut ini Seorang reporter TV memperlihatkan data perampokan dan berkata: “ Grafik berikut memperlihatkan bahwa perampokan tahun 1998 sampai 1999 mengalami kenaikan yang sangat besar” Apakah pernyataan tersebut merupakan tafsiran yang beralasan? Berikan penjelasan yang mendukung jawaban tersebut. bernyanyi. (3) simulasi. pengamatan dilakukan pada saat terjadi proses kinerja. memainkan alat musik. Penilaian kinerja berguna untuk mengukur keterampilan siswa melakukan kinerja tertentu. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas 4. Penilaian kinerja dapat dilakukan melalui: (1) penilaian tertulis (paper and pencil). Beberapa hal berikut ini adalah hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan penilaian kinerja (Pedoman Penilaian Kelas. 520 515 510 505 1998 1999 Banyaknya perampokan per tahun D.15% peserta Indonesia yang menjawab benar. INSTRUMEN PENILAIAN NONTES DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP/MTs 1. Pada lembar pengamatan harus didefinisikan aspek yang dinilai berupa perilaku yang diharapkan Matematika – SMP | 285 . Dalam kegiatan penilaian kinerja. (2) identifikasi.Contoh-4: Hanya 1. 1. Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak sehingga semua dapat diamati 5. Instrumen penilaian kemampuan praktek dalam matematika dapat terdiri dari lembar pengamatan saja (misalnya dalam kegiatan menggambar dan memberi nama sudut. Contoh kinerja yang dapat diamati antara lain: bermain peran. Oleh karena itu dalam penilaian kinerja diperlukan instrumen berupa lembar pengamatan atau lembar observasi. membaca puisi/deklamasi.

Kelp I Kelp II Kelp III Kelp IV Klep V Kelp VI 4 14 Matematika – SMP | 286 .5 NO Nama Siswa Cara mela kukan percoba an 4 Cara penyajian data 1. 5. Contoh: Nilai Dewi = 14:16 × 100 = 87.muncul dari siswa selama proses praktek. 4. Selain itu juga dicantumkan cara dan rubrik penilaiannya.13 Menemukan peluang empirik dan teoritik dari data luaran (output) yang mungkin diperoleh berdasarkan sekelompok data nyata Sumber: Kompetensi Dasar Mapel Matematika SMP/MTs Kurkulum 2013 Uraian tugas: 1. Bandingkan data yang kamu peroleh dengan dengan peluang secara teoritik. Contoh Format Penilaian Praktek: Contoh-1: Format penilaian kinerja dengan skala rentang (rating scale) Aspek yang dinilai Penjelasan Kejuperbanjuran dingan dalam data proses peluang percoempirik baan dan teoritik 3 3 • Skor yang dicapai • Nilai • • 87. Tugas ini dikerjakan secara individu 2. Apakah ada kesesuaian? Jelaskan. dadu.d. 5. misalnya uang logam. dll untuk menemukan peluang empirik. 2 3. 6.3 Menunjukkan perilaku jujur dan bertanggung jawab sebagai wujud implementasi kejujuran dalam melaporkan data pengamatan 3. 4. Sajikan data hasil percobaan dalam tabel. Contoh instrumen penilaian kinerja Kompetensi Dasar (Kelas VIII): 2. 100.5 • • • Kriteria penskoran Skor 4 = tanpa kesalahan Skor 3 = ada sedikit kesalahan Skor 2 = ada banyak kesalahan Skor 1 = tidak melakukan Skor maksimal = 16 Skor minimal = 4 Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. kemudian hitunglah peluangnya. Lakukan percobaan dengan benda-benda di sekitarmu. Perhatikan masalah berikut ini: 3. Instrumen penilaian praktek dapat terdiri dari lembar pengamatan (observasi) dengan daftar cek (check list) dan skala rentang (rating scale).

plastik dan logam. Penilaian Produk Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk. dan teknik. Produk dinilai secara holistik dan analitik. keramik. Matematika – SMP | 287 . gambar). tetapi juga proses membuat produk. 5. alat. lukisan. Penilaian dengan cara analitik didasarkan pada aspek-aspek produk yang biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan produk. menggali dan mengembangkan gagasan.Contoh-2: Format penilaian kinerja dengan daftar cek (check list) Aspek yang dinilai Penjelasan KejuCara perbanCara juran Skor pedingan melakudalam yang nyaNilai data kan perproses dicajian peluang cobaan perco. Penilaian biasanya dilakukan pada pada tahap appraisal. barangbarang terbuat dari kayu. dan mendisain produk. 3. pakaian. 2. Tahap 2: proses pembuatan produk Penilaian pada tahap pembuatan produk meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam menyeleksi dan menggunakan bahan. seperti: makanan. Penilaian produk tidak hanya dilakukan terhadap hasil akhir produk. Pengembangan produk dapat meliputi tiga tahap dan pada setiap tahap perlu dilakukan penilaian. 6. Produk yang dibuat adalah benda-benda yang bermanfaat bagi diri siswa atau bagi lingkungan siswa. alat. dan teknik.d. Kelp I Kelp II Kelp III Kelp IV Klep V Kelp VI 2. hasil karya seni (patung. Tahap 1: persiapan Penilaian pada tahap persiapan meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam merencanakan. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni.pai data empirik baan dan teoritik 1 1 1 0 3 75 Kriteria penskoran Skor 1 = ya Skor 0 = tidak Skor maksimum = 4 Skor minimal = 0 Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. Tahap 3: penilaian (appraisal) produk Penilaian (appraisal) produk meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam membuat produk sesuai kegunaannya dan memenuhi kriteria keindahan menggunakan bahan. Penilaian dengan cara holistik didasarkan pada kesan keseluruhan dari produk. 100 Contoh: Nilai Dewi = 3 : 4 × 100 = 75 No Nama Siswa • • • • • 1. 4.

garis dan bangun datar yang dapat digunakan dalam membuat desain/pola baju. dll. Buatlah daerah lekukan (lidah) dengan ukuran 2cm yang akan berfungsi sebagai penghubung antar bidang sisi kubus. 4. Setelah jaring-jaring terbentuk. ada kemampuan yang dipelajari dalam matematika yang dapat membekali siswa mampu menghasilkan produk yang berguna dalam kehidupan. Kemampuan melukis sudut. Lem Matematika – SMP | 288 . dan masyarakat sebagai wujud implementasi penyelidikan sifat-sifat kubus. Ukurlah panjang setiap rusuk dari kubus yang kamu buat. desain perlengkapan rumah. disiplin dan jujur. 3. Penggaris Uraian Tugas: Pada kertas karton dengan ukuran 35 cm × 45 cm (lebar 35 cm dan panjang 45 cm) akan dibuat jaring-jaring kubus sehingga diperoleh kubus dengan ukuran maksimal.2 Menunjukkan perilaku ingin tahu dalam melakukan aktivitas di rumah. 5. prisma dan limas serta bagian-bagiannya melalui alat peraga 3. Pensil 4. Kertas karton berukuran 35 cm × 45 cm (lebar 35 cm dan panjang 45 cm). prisma dan limas Indikator Pencapaian Kompetensi: Membuat jaring-jaring kubus Sumber: Kompetensi Dasar Mapel Matematika SMP/MTs Kurikulum 2013 Alat dan bahan yang disiapkan: 1. guntinglah dan bentuklah kubusnya. kuda-kuda rumah. Oleh karena itu mempelajari keterampilan membuat suatu produk bukan menjadi bagian dalam belajar matematika. sekolah. Gambarlah jaring-jaring kubus yang dipilih itu. 1. Berapa panjangnya? 6. logis. Pilihlah jaring-jaring kubus yang paling tepat untuk digambar pada kertas karton tersebut. Berapa luas permukaan kubus yang kamu buat? 3. desain rumah. 2. 2. Kemampuan itu akan sangat bermanfaat dalam pembuatan produkproduk benda ruang yang banyak digunakan dalam kehidupan. runtut selain juga sikap yang konsisten. Walaupun demikian. Sebagai contoh. kemampuan dalam menggambar berbagai bentuk jaring-jaring benda ruang. pembuatan pintu dan jendela.9 Menentukan luas permukaan dan volum kubus. balok.Penilaian produk dalam pembelajaran matematika Sesuai dengan karakteristik materinya maka tujuan belajar matematika secara langsung dan tidak langsung adalah melatih pola pikir yang sistematis. Contoh Instrumen Penilaian Produk Kompetensi Dasar (Kelas VIII) 3. Gunting 5. balok.

3.8 Keterangan Sekor maks = 27 Sekor min = 7 Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. Nama Siswa Dewi Hera Yeni Ismail Mawar …. 2.8 Keterangan tabel dan kriteria penskoran: Tahap Persiapan Aspek yang dinilai a = Ketepatan penentuan panjang rusuk sehingga ukuran maksimal a = Ketepatan cara menggunakan penggaris dan jangka b = Ketepatan/ kebenaran jaring-jaring Kriteria penskoran Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2= panjang rusuk belum maksimal atau melebihi Skor 3= panjang rusuk maksimal Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2= masih banyak melakukan kesalahan Skor 3 = ada sedikit kesalahan Skor 4 = tidak ada kesalahan Skor 1= tidak mengerjakan Skor 2= banyak terdapat kesalahan Skor 3 = ada sedikit kesalahan Skor 4 = tidak ada kesalahan Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2 = banyak terdapat kekeliruan ukuran Skor 3 = sedikit terdapat kekeliruan ukuran Skor 4 = tidak terdapat kekeliruan ukuran Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2= tidak rapi Skor 3 = kurang rapi Skor 4= rapi Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2= tidak benar/tepat Skor 3 = kurang benar/tepat Skor 4 = tepat/benar Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2= tidak rapi Skor 3 = kurang rapi Skor 4 = rapi Proses pembuatan Produk c = Kecermatan membuat jaring-jaring Penilaian Akhir Produk a = Kerapian penyam-bungan antar sisi mela-lui lidah yang dibuat b = Ketepatan/ kebe-naran bentuk kubus sebagai produk akhir c = kerapian bentuk kubus sebagai produk akhir Matematika – SMP | 289 . Contoh: Nilai Dewi = 24 : 27× 100= 88. 5.d.Contoh Format Penilaian Produk Persi apan A 3 Proses Pembuatan Produk a B c 3 4 4 Penilaian Akhir Produk a 3 b 4 c 3 Skor yang dicapai 24 No 1. Zanuba Nilai 88. … 32. 100. 4.

Penilaian proyek dimaksudkan untuk mengetahui: pemahaman siswa dalam bidang tertentu. Laporan tentang hasil yang diperoleh memuat hal-hal berikut ini: Matematika – SMP | 290 . b. atau rugi yang pernah dialami dan apa penyebabnya. perkembangan harga sembako dalam suatu periode tertentu. pengolahan dan penyajian data. Dalam matematika kegiatan siswa Kelas VII yang termasuk proyek antara lain penelitian sederhana yang terkait dengan pengolahan dan penyajian data. proses pengerjaan tugas sampai hasil akhir proyek. kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan tertentu melalui suatu penyelidikan. Oleh karena itu perlu ditetapkan hal-halatau aspek yang perlu dinilai. analisis data dan penyiapan laporan tertulis. seperti penyusunan desain. pelaksanaan dan hasil yang diperoleh. Instrumen penilaian proyek dapat terdiri dari lembar pengamatan (observasi) dengan daftar cek (check list) dan skala rentang (rating scale). Kerjakan tugas ini secara kelompok. Tugas tersebut berupa penyelidikan terhadap sesuatu yang mencakup perencanaan. dan masyarakat sebagai wujud implementasi penyelidikan operasi bilangan bulat yang berkaitan dengan aritmetika sosial sederhana 4. Sumber: Kompetensi Dasar Mapel Matematika SMP/MTs Kurikulum 2013 Uraian tugas: a. c. Terhadap setiap pedagang yang diwawancara. Penilaian hasil karya dalam proyek dilakukan dari proses perencanaan. harga beli. pengorganisasian. pengumpulan data. 3) kegiatan penting apa saja yang dilakukan dalam berdagang terutama dalam hal pengadaan barang dan penjualan. kemampuan siswa memberi informasi tentang sesuatu yang menjadi hasil penyelidikannya. penelitian sederhana tentang perdagangan barang di pasar terkait dengan aritmetika sosial. Lakukan wawancara terhadap paling sedikit lima pedagang kecil di suatu pasar tradisional.3. Buatlah daftar pertanyaan untuk wawancara dan siapkan lembaran atau format untuk mencatat hasil wawancara.2 Menunjukkan perilaku ingin tahu dalam melakukan aktivitas di rumah. Buatlah laporan secara tertulis tentang kegiatan yang dilakukan sejak perencanaan.1 Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah aritmetika sosial yang sederhana Indikator pencapaian kompetensi: Menyelesaikan masalah yang berkait dengan kegiatan ekonomi sederhana di warung atau pasar tradisional yang melibatkan konsep laba/rugi. kumpulkan data tentang: 1) modal yang dimiliki. Laporan mencakup komponen: (1) Tujuan kegiatan (2) Persiapan (3) Pelaksanaan (4) Hasil yang Diperoleh (5) Kesan dan Pesan terhadap Tugas. harga jual. sekolah. Penilaian proyek adalah penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. 2) untung yang rata-rata diperoleh setiap hari. Anggota tiap kelompok paling banyak 6 orang. Kegiatan siswa yang termasuk proyek antara lain: penelitian sederhana tentang air di rumah. Penilaian Proyek Proyek adalah rencana pekerjaan dengan sasaran khusus dan saat penyelesaian yang tegas. Contoh instrumen penilaian proyek dalam pembelajaran matematika: Kompetensi Dasar (Kelas VII) 2. pengumpulan data.

6 1.d. Aspek yang dinilai pada tahap persiapan adalah: persiapan format-format untuk pengumpulan data secara langsung maupun dengan lembar isian Matematika – SMP | 291 . 100 .2) Penyajian data yang diperoleh dalam bentuk tabel sesuai pengelompokan data pada nomor b. Dewi 2. Laporan dipresentasikan atau dipamerkan. Dicky 9. Yeni 4. Mawar … … 32. Zanuba Catatan: Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. c) Kegiatan yang pada umumnya harus dilalui para pedagang dalam berdagang. Veri 7. d. Lembar Penilaian Tugas Proyek: Contoh-1: dengan skala rentang (rating scale) Aspek yang dinilai No Nama Siswa Tahap Persiapan 4 Tahap Pelaksa naan 4 Tahap Pelaporan 3 Skor yang dicapai Nilai Kriteria penskoran • Skor 4 = tanpa kesalahan • Skor 3 = ada sedikit kesalahan • Skor 2 = ada banyak kesalahan • Skor 1 = tidak melakukan • Skor maksimal = 12 • Skor minimal = 4 1. Hera 3. Contoh: Nilai Dewi = 11 : 12 × 100 = 91. Laporan dikumpulkan paling lambat enam minggu setelah diberikan tugas ini. Ismail 5. 3) Penjelasan tentang: b) Pedagang mana yang persentase keuntungan/kerugiannya paling banyak dan besarnya persentase.d. Kia … … 32. Yeni 4.6 a. Mawar 6. Dewi 11 91. Ve 8.6) Contoh-2: dengan daftar cek (check list) Tahap persiapan baik 1 Aspek yang dinilai Tahap Skor Tahap pelaksa yang pelapora naan dican baik baik pai 1 0 2 • • • • • No Nama Siswa Nilai 66. Zanuba Keterangan: Kriteria penskoran Skor 0 = tidak Skor 1= ya Skor maksimum = 3 Skor minimal = 0 Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. 100 Contoh: Nilai Dewi = 2 : 3 × 100 = 66. Ismail 5. Hera 3. Dalam kondisi yang bagaimana keuntungan/kerugian biasa terjadi. 6 2.

Penilaian Portofolio Portofolio adalah suatu kumpulan sistematis hasil-hasil pekerjaan seseorang. Menjadwalkan dan melaksanakan pertemuan portofolio dengan siswa. Dari informasi perkembangan itu siswa dan guru dapat menilai kemajuan belajar yang dicapai dan siswa terus berusaha memperbaiki diri. pemecahan masalah dan penalaran dalam matematika. 6.b. 5. Aspek yang dinilai pada tahap pelaporan adalah: ketepatan isi laporan dan bentuk sajian laporan. Mata Pelajaran Kelas Judul Tugas Ruang Lingkup Belajar: Konsep dan operasi bilangan. Membuat siswa memahami makna portofolio dalam kaitan dengan pencapaian dan kemajuan hasil belajarnya. geometri dan pengukuran. statistik. Mengumpulkan dan menyimpan pekerjaan atau karya siswa yang dipilih sebagai portofolio. yaitu: 1. Aspek yang dinilai pada tahap pelaksanaan adalah: proses pencatatan data. Menentukan topik pekerjaan atau karya siswa yang akan dikoleksi sebagai portofolio. Melibatkan orang tua dan unsur lain dalam program dan pelaksanaan penilaian portofolio siswa. pengelompokan data dan analisis data. Contoh Instrumen Penilaian Portofolio Misalkan siswa diberi tugas seperti berikut ini. 7. atau bentuk informasi lain yang terkait kompetensi tertentu dalam suatu mata pelajaran. Secara teknis pengelolaan penilaian portofolio dapat ditempuh dalam berbagai variasi. 3. piagam penghargaan. 4. Membantu dan mendorong siswa agar selalu mengevaluasi dan memperbaiki hasil-hasil pekerjaan atau karya portofolio mereka. c. : Matematika : VII : Penyajian Data Kegiatan Sehari-Hari Matematika – SMP | 292 . Penilaian portofolio adalah penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam suatu periode tertentu. komunikasi matematis Tanggal Informasi Tugas: ………………………………………. 4. 2. Memilih atau menentukan kriteria untuk menilai pekerjaan atau karya siswa yang akan dikoleksi sebagai portofolio. Walaupun demikian pengelolaannya mengacu pada paling sedikit tujuh unsur kunci. Informasi perkembangan siswa dapat berupa hasil karya terbaik siswa selama proses belajar. pekerjaan hasil tes.

sediakan jangka atau busur derajat d. Kegiatan terjadi pada hari-hari sekolah (bukan hari libur sekolah). 11 Memahami teknik penataan data dari dua variabel menggunakan tabel. Kegiatan yang diamati dan diperdalam datanya melalui wawancara mencakup hal-hal sebagai berikut. gotong royong).1 Menunjukkan perilaku jujur dan bertanggung jawab sebagai wujud implementasi kejujuran dalam melaporkan data pengamatan 3. konseptual. peduli (toleransi. Catatlah hasil pengamatan dan wawancara yang kamu lakukan. Penyelesaian tugas yang dikumpulkan dalam jangka waktu maksimal dua minggu setelah tugas diinformasikan. pilihlah salah satu tetanggamu atau kerabatmu sebagai sasaran pengamatan dan wawancara. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. seni. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan. 3. perhitungan-perhitungan yang digunakan dalam membuat diagram atau grafik d. Menghargai dan menghayati perilaku jujur. Bahan yang Dibutuhkan: a.Uraian Tugas: 1. Kertas grafik untuk membuat diagram atau grafik c. Buatlah diagram atau grafik yang menggambarkan waktu atau banyaknya jam yang umumnya digunakan untuk melakukan masing-masing kegiatan 5. Lama (waktu) melakukan masing-masing kegiatan dalam satuan jam c. tanggungjawab. a. Penggaris e. Penyelesaian tugas yang dikumpulkan terdiri atas: a. Bila yang dibuat diagram lingkaran. Bila tidak ada anggota keluarga yang masih sekolah. disiplin. sajian data hasil pengamatan/wawancara dalam bentuk tabel b. 4. 6. Macam kegiatan yang dilakukan setiap hari b. penjelasan ringkas tentang alasan pemilihan jenis diagram atau grafik cara membuat (menggambar) diagram atau grafik. Kalkulator Materi tugas dalam hubungannya dengan KI dan KD: Kompetensi Inti (KI) 2. Amatilah dan lakukan wawancara terkait kegiatan sehari-hari dari salah satu anggota keluargamu. santun. budaya terkait fenomena dan Kompetensi Dasar (KD) 2. dan sajikan dalam bentuk tabel. percaya diri. Kertas polos atau kertas bergaris untuk menuliskan table b. Memahami pengetahuan (faktual. tampilan diagram atau grafik c. 2. teknologi. grafik Indikator Pencapaian Kompetensi • Hasil karya penyelesaian tugas bukan hasil menyontek • Menyerahkan hasil penyelesaian tugas sesuai waktu yang ditentukan atau disepakati Mampu: • menentukan komponen tabel yang sesuai dengan muatan kegiatan • memilih macam diagram Matematika – SMP | 293 .

diagram lingkaran. menghitung. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 4. dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan. memodifikasi. menginterpretasi. dan grafik garis Indikator Pencapaian Kompetensi atau grafik yang sesuai dengan keadaan data • menjelaskan alasan pemilihan diagram atau grafik • menjelaskan cara membuat diagram atau grafik yang disajikan Mampu: menyajikan korespondensi antara macam kegiatan dan banyaknya waktu kegiatan dalam bentuk tabel dengan tepat dan mudah terbaca menyajikan bentuk diagram atau grafik yang sesuai dengan jenis data menyajikan diagram atau grafik yang ukuranukurannya sesuai dengan kuantitas data dan atau skala gambar.Kompetensi Inti (KI) kejadian tampak mata Aspek Penilaian Kompetensi Dasar (KD) batang. diagram. Mencoba. Ada usaha menampilkan korespondensi antara macam kegiatan dan banyaknya waktu namun belum mencakup seluruh bagian data Korespondensi antara macam kegiatan dan banyaknya waktu ditampilkan dengan tabel yang mudah terbaca namun masih ada kesalahan pada nama komponen dan atau judul tabel Korespondensi antara macam kegiatan dan banyaknya waktu ditampilkan dengan tabel yang tepat dan mudah terbaca Jumlah waktu yang digunakan untuk seluruh kegiatan telah 24 jam Matematika – SMP | 294 . mengolah. dan membuat) dan ranah abstrak (menulis. merangkai. dan grafik Sumber KI dan KD: Kompetensi Dasar Mapel Matematika SMP/MTs Kurikulum 2013 Hasil penyelesaian tugas siswa dapat dinilai dengan rubrik penilaian sebagai berikut. mengurai.8 Mengumpulkan. Tingkat kesempurnaan Tingkat Satu Tingkat Dua Tingkat Tiga Tingkat Empat Tabel Data macam kegiatan dan banyaknya waktu menunjukkan tidak ada korespondensi. menggambar. mengolah. menyajikan diagram atau grafik dengan rapi dan tulisan komponen jelas 4. membaca. Jumlah waktu yang digunakan tidak 24 jam. dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel.

nyak kesalahan dalam perhitungan Ada beberapa kesalahan teknis dalam perhitungan yang berpengaruh pada peta data secara keseluruhan Penjelasan benar namun tidak runtut Kalimatkalimatnya sulit diartikan Terjadi kesalahan teknis dalam perhitungan namun tidak berpengaruh pada peta data secara keseluruhan Penjelasan benar Kalimat kalimatnya mudah dipahami atau diartikan Tidak ada kesalahan perhitungan Penjelasan tidak benar Kalimat-kalimatnya sulit dipahami atau diartikan Penjelasan benar. Mereka harus menyadari dan memahami bahwa waktu yang dilaluinya untuk kegiatan sehari-hari adalah 24 jam. runtut dan menunjukkan pemahaman komperhensif tentang kelebihan dan kekurangan dari macam-macam grafik Kalimat-kalimatnya mudah dipahami atau mudah diartikan Panduan untuk guru dalam menilai hasil tugas siswa: 1. peserta didik diharapkan agar mendesain tabel data yang sederhana untuk menuliskan macam kegiatan dan menghitung waktu yang digunakan pada tiap macam kegiatan. mengkomunikasikan informasi melalui tabel. Matematika – SMP | 295 . diagram atau grafik. Tugas ini menuntut peserta didik untuk mengumpulkan.Tingkat Satu Tingkat Dua Tingkat Tiga Tingkat Empat Jumlah waktu yang digunakan tidak 24 jam Diagram atau Grafik Diagram atau grafik yang dipilih tidak tepat Ukuran-ukuran pada diagram atau grafik semuanya tidak sesuai dengan kuantitas data dan atau skala gambar Diagram atau grafik yang dipilih tidak tepat Masih ada ukuran-ukuran pada diagram atau grafik yang tidak sesuai dengan kuantitas data dan atau skala gambar Jumlah waktu yang digunakan telah 24 jam Bentuk diagram atau grafik tepat Ukuran-ukuran pada diagram atau grafik sudah sesuai dengan kuantitas data dan atau skala gambar Sajian diagram atau grafik kurang rapi dan tidak jelas Bentuk diagram atau grafik tepat Ukuran-ukuran pada diagram atau grafik sesuai dengan kuantitas data dan atau skala gambar Sajian diagram atau grafik rapi dan jelas Perhitunga n dalam menyusun tabel dan diagram atau grafik Penjelasan Terdapat ba. Setelah melakukan pengamatan dan atau wawancara. Kegiatan ini akan menuntut peserta didik memperkirakan dan menghitung waktu yang digunakan. menganalisa dan 2.

Terakhir. 4.d. misalnya tidur. Contoh pendokumentasian hasil penilaian terhadap hasil tugas siswa yang kemudian hasil tugas tersebut didokumentasi sebagai portofolio siswa: No 1. Hasil tugas selanjutnya dinilai berdasarkan kriteria penilaian. s. adalah peristiwa yang saling asing. peserta didik akan menghitung derajat tiap juring lingkaran yang menggambarkan waktu yang digunakan untuk tiap jenis kegiatan. makan dll. diagram/grafik batang dan piktogram merupakan grafik atau diagram yang tepat. s.a 30-1-2012 Penyajian Data Kegiatan Seharihari (adhik kandung) Penyajian Data Kegiatan Seharihari (kakak kandung) Masih ada kesalahan perhitungan namun tidak berpengaruh pada peta data Ejaan pada beberapa kalimat perlu diperbaiki Tingkat 3/ skor =80 Hasil (Tingkat: 1-4/ Skor: 1-100) Tingkat 2/ skor 60 3. Jawaban akan bervariasi tergantung variasi kegiatan rutin yang dilakukan peserta didik sehari-hari. Bila hasil tugas siswa belum mencapai tingkat 4 maka siswa dapat diminta untuk menyempurnakan hasil tugasnya. alasan pemilihan grafik dan pemahaman peserta didik bahwa jumlah jam kegiatan yang dilakukan dalam sehari ada 24 jam. peserta didik harus menjelaskan secara ringkas tentang alasan dan cara yang digunakan dalam pembuatan diagram atau grafik. Topik tugas/kegiatan Penyajian data kegiatan seharihari Tanggal penyelesaian tugas 20-1-2012 Judul tugas Penyajian data Kegiatan Seharihari (adhik kandung) Catatan guru (Umpan balik) • Masih ada kesalahan perhitungan yang berpengaruh pada peta data • Grafik masih perlu disempurnakan 2. 5. Diagram lingkaran.d. Pemilihan grafik garis kurang tepat karena peristiwa yang dibuat grafiknya. Berikutnya peserta didik harus memilih diagram atau grafik yang tepat untuk mengkomunikasikan hasil pengamatan atau wawancaranya. Penjelasan harus menggambarkan teknik yang digunakan.3. mengerjakan PR.a 5-2-2012 Tingkat 4/ skor = 95 Matematika – SMP | 296 . Bila dipilh diagram lingkaran.

Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Daftar Pustaka BSNP. Yogyakarta: Program BERMUTU PPPPTK Matematika Sri Wardhani. 2011. Jakarta: BSNP Kemdikbud. 2013. Kompetensi Dasar Matematika SMP/MTs. 2012. Yogyakarta: Program BERMUTU PPPPTK Matematika Sri Wardhani dan Rumiati. Jakarta: Kemdikbud Sri Wardhani. Yogyakarta: PPPPTK Matematika Matematika – SMP | 297 . 2006. Pembelajaran Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika di SMP/MTs.Belajar dari PISA dan TIMSS. 2010. dkk. Penyusunan Instrumen Penialain dalam Pembelajaran Matematika SMP/MTs . Instrumen Penilaian Nontes dalam Pembelajaran Matematika SMP/MTs.

4 Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Langkah Kegiatan Inti Menilai Buku Diskusi Kelompok Menyimpulkan Hasil Kerja Kelompok 20 Menit 80 Menit 20 Menit 40 Menit Menyimpulkan Presentasi Kerja Kelompok Diskusi Kelompok 15 Menit 30 Menit 30 Menit 30 Menit Menilai Buku Peserta menilai buku dengan bimbingan fasilitator dilihat dari aspek kesesuaian. Simpulan Fasilitatormenyimpulkan materi analisis buku. KI. serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. Presentasi Presentasi hasil kerja masing-masing kelompok.4-1 dan LK -2. Kerja Kelompok Kerja kelompok menganalisis kesesuaian buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. kecukupan. Kerja Kelompok Kerja kelompokmembuat contoh-contoh penerapan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. pendekatan belajar. Diskusi Kelompok Diskusi kelompok hasil penilaian buku dilanjutkan dengan pemaparan materiAnalisis Buku Guru dan Buku Siswa dengan menggunakan PPT-2. Simpulan Menyimpulkan hasil diskusi dan menyampaikan format lembar kerja yang telah disiapkan.4-2. dan KD dengan menggunakan LK-2. dan kedalaman materi. Matematika – SMP | 298 .4 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut.Sub Materi Pelatihan : 2. Diskusi Kelompok Diskusi kelompok untuk menganalisis kesesuaian proses.

Matematika – SMP | 299 .

Matematika – SMP | 300 .

Matematika – SMP | 301 .

b. Memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. 2. tuliskan tindak lanjut hasil analisis sebagai berikut! a. 2. 5. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. Panduan Kegiatan 1. buku bisa digunakan dalam pembelajaran. 4. 2. Jika sesuai dengan kebutuhan.4-1 LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU GURU PETUNJUK PENGISIAN LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU GURU Kompetensi 1. KI dan KD sesuai jenjang pendidikan dan mata pelajaran! Cermatilah buku siswa yang sesuai dengan materi ajar yang Anda ampu! Lakukanlah analisis terhadap buku tersebut dengan menggunakan format yang tersedia! Berdasarkan hasil analisis. KI dan KD. 3. 4. Jika kurang/tidak sesuai. Tujuan 1. Kerjakanlah secara berkelompok! Pelajari format Analisis Buku Sswa! Siapkan SKL. Menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi. dan KD.LK–2. Menganalisis kesesuaian isi buku dengan konsep pendekatan scientificdan penialain autentik. Menganalisis kesesuaian isi buku siswa dengan SKL. Menganalisis keterpaduan antar mata pelajaran atau antar konsep/topik. 6. Matematika – SMP | 302 . 3. Anda disarankan untuk memberikan rekomendasi tindak lanjut yang harus dikerjakan guru sebagai pengguna buku guru tersebut. KI. 3. Merencanakan tindak lanjut dari hasil analisis .

.................. cakupan konsep/materi esensial............................ : .......LK–2...... Matematika – SMP | 303 ......................4-1 LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU GURU Judul buku Kelas Jenjang Tema/Topik : .............. dan b............ 4...... 2............ dan b.................................................................... Penerapan Pendekatan Scientific Penilaian Autentik yang Tersedia dalam Buku Siswa 8....................................... : .................. 6... ASPEK YANG DIANALISIS TIDAK SESUAI SESUAI SEBAGIAN SESUAI TINDAK LANJUT HASIL ANALISIS 1.......... HASIL ANALISIS NO...................... alokasi waktu.................. Kesesuaian dengan SKL Kesesuaian dengan KI Kesesuaian dengan KD Kesesuaian dengan Topik Kecukupan materi ditinjau dari: a..................... 3........ Karakteristik siswa 7....... Pola pikir keilmuan..... : .................... 5. Kedalaman materi ditinjau dari: a.....................................................

KI dan KD sesuai jenjang pendidikan dan mata pelajaran! Cermatilah buku siswa yang sesuai dengan materi ajar yang Anda ampu! Lakukanlah analisis terhadap buku tersebut dengan menggunakan format yang tersedia! Berdasarkan hasil analisis. Matematika – SMP | 304 . 3. Tujuan 1.4-2 PETUNJUK PENGISIAN LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU SISWA Kompetensi 1. Jika sesuai dengan kebutuhan. buku bisa digunakan dalam pembelajaran. 3. Merencanakan tindak lanjut dari hasil analisis . Menganalisis kesesuaian isi buku dengan konsep pendekatan scientificdan penialain autentik. b. 6. Panduan Kegiatan 1. 3. 2. 2. Menganalisis keterpaduan antar mata pelajaran atau antar konsep/topik. KI. Menganalisis kesesuaian isi buku siswa dengan SKL. 4. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. tuliskan tindak lanjut hasil analisis sebagai berikut! a. KI dan KD. Menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi. Memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. Kerjakanlah secara berkelompok! Pelajari format Analisis Buku Sswa! Siapkan SKL. 2. Jika kurang/tidak sesuai. dan KD. 5. Anda disarankan untuk memberikan rekomendasi tindak lanjut yang harus dikerjakan guru sebagai pengguna buku guru tersebut. 4.LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU SISWA LK–2.

............ 3...... : ......... 5................... ASPEK YANG DIANALISIS TIDAK SESUAI SESUAI SEBAGIAN SESUAI TINDAK LANJUT HASIL ANALISIS 1....... Penerapan Pendekatan Scientific Penilaian Autentik yang Tersedia dalam Buku Siswa 8.. : .............. dan d................. cakupan konsep/materi esensial........................... Pola pikir keilmuan.............................. alokasi waktu... HASIL ANALISIS NO...... 2......................................... Karakteristik siswa 7......................................... : ........................... 6..........................................................LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU SISWA Judul buku Kelas Jenjang Tema/Topik : .. Kesesuaian dengan SKL Kesesuaian dengan KI Kesesuaian dengan KD Kesesuaian dengan topik Kecukupan materi ditinjau dari: c................ dan d............................................. Kedalaman materi ditinjau dari: c........... 4......... Matematika – SMP | 305 ...............

Matematika – SMP | 306 .4 RUBRIK PENILAIAN HASIL ANALISIS BUKU GURU DAN SISWA Rubrik penilaian analisis buku guru dan buku siswa digunakan fasilitator untuk menilai hasil analisis peserta terhadap buku guru dan buku siswa sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. 1. Cermati format penilaian analisis buku guru atau buku siswa serta hasil analisis peserta yang akan dinilai! Berikan nilai pada setiap aspek yang dianalisis sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil analisis peserta menggunakan rentang nilai sebagai berikut! 2. tindak lanjut kurang logis Hasil analisis kurang tepat. Langkah-langkah penilaian hasil analisis. K < 60 Hasil analisis kurang tepat.R–2. tindak lanjut tidak logis Setelah selesai penilaian masing-masing komponen. tindak lanjut logis dan bisa dilaksanakan Hasil analisis tepat. jumlahkan nilai seluruh komponen sehingga menghasilkan nilai hasil analisis buku guru/siswa. tindak lanjut logis Kurang (K) 3. PERINGKAT Amat Baik (A) Baik (B) Cukup (C) NILAI 90 ≤ A ≤ 100 75 ≤ B < 90 60 ≤ C < 75 KRITERIA Hasil analisis tepat.

2.1.MATERI PELATIHAN 3 : MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN (8 JP) 3. Penyusunan RPP 3. Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Matematika – SMP | 307 .

moral. 2.1 oleh fasilitator yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. 4. Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan scientific dengan mengggunakan PPT-3. PERANGKAT PELATIHAN 1. Bahan Tayang a. Merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun. maupun intelektual. C. Menyusun RPP yang sesuai dengan SKL. Menelaah rancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar yang ada dalam RPP. B. dan pendekatan scientific. 6. menyusun RPP yang menerapkan pendekatan scientific sesuai model belajar yang relevan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. Penyusunan RPP. Lembar KerjaTelaah RPP 3. sosial. 5. 2. merancang penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. LINGKUP MATERI 1. 2. emosional. D. Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar. Mengidentifikasi rambu-rambu penyusunan RPP. 8. Panduan tugas menelaah rancangan penilaian pada RPP. 7. Menelaah RPP. kultural. Standar Proses. 3. Mengidentifikasi kaidah perancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. INDIKATOR 1. KI dan KD. c. b. ATK Matematika – SMP | 308 . Menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran.MATERI PELATIHAN 3: MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN A. Menunjukkan sikap tanggung dan kreatif dalam menyusun rancangan penilaian autentik. Panduan tugas telaah RPP. Menunjukkan sikp tanggung jawab dan kreatif dalam menyusun RPP. 9. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. dan 2.

Menyimpulkan hasil penilaian RPP dengan dipandu oleh fasilitator. Active Speaker. dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. kompetensi. Laptop. Diskusi rambu-rambu penyusunan RPP yang mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific. seperti LCD Projector.2 oleh fasilitator yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. dan Laser Pointer. dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Model Rancangan Pembelajaran. Kerja kelompok untuk menyusun RPP yang sesuai dengan SKL. dan KD. alokasi waktu. MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN 8 JP (@45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN DESKRIPSI KEGIATAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran. 205 Menit 15 menit 10 Menit 40 Menit 80 Menit Matematika – SMP | 309 .SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 3. teliti. dilanjutkan dengan paparan materi tentang Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan scientific dengan mengggunakan PPT-3. tujuan. dan pendekatan scientific (terutama KD di awal semester 1). Fasilitator memotivasi peserta agar serius. KI. atau media pembelajaran lainnya. Pengkondisian Peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama.1 Penyusunan RPP Saling menilai RPP yang dibawa setiap peserta.1 dan Panduan Tugas Telaah RPP dengan menggunakan PPT-3. Standar Proses. File.1. indikator.1. antusias. WAKTU KEGIATAN PENDAHULUAN 15 Menit KEGIATAN INTI 3.

Kerja Kelompok untuk menelaah RPP yang disusun kelompok lain dengan menggunakan LK-3.1/3.2/3. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan. Kerja kelompok untuk menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika menggunakan HO-2.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Diskusi dan tanya jawab tentang penilaian autentik dalam bentuk tes dan nontes termasuk portofolio.2.2 serta Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP yang tealh dibuat dengan menggunakan PPT-3. Fasilitator menutup pembelajaran 20 Menit 35 menit 5 Menit 120 Menit 40 Menit 30 Menit 60 Menit 10 Menit 5 Menit 15 Menit Matematika – SMP | 310 .1. dilanjutkan dengan pemaparan oleh fasilitator tentang Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Matematika menggunakan PPT 2.2 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut.2.2. Kerja kelompok untuk menelaah dan merevisi rancangan penilaian autentik pada RPP yang telah disusun berdasarkan panduan tugas menelaah rancangan penilaian Presentasi hasil kerja kelompok (sampel) ICE BREAKER KEGIATAN PENUTUP Membuat rangkuman materi pelatihan Model Rancangan Pembelajaran.2/3.Diskusi format telaah RPP dengan mengacu pada bahan tayang PPT-3. ICE BREAKER 3.

Diskusirambu-rambu penyusunan RPPyang mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan Scientific. Matematika – SMP | 311 . Peserta lainnya menyampaikan hasil penilaian yang tidak sama dengan peserta lainnya. b.1: Penyusunan RPP Langkah Kegiatan Inti Tugas Individu: Saling Menilai RPP Menyimpulkan Hasil Penilaian RPP Diskusi 15 Menit 10 Menit 40 Menit Kerja Kelompok Diskusi Kerja Kelompok 35 Menit 20 Menit 80 Menit Aktivitas 1: Menilai RPP Menilai RPP Peserta Lain a. Hasil penilaian dipresentasikan oleh peserta yang ditunjuk instruktur. RPP tersebut dikumpulkan kepada panitia untuk kemudian dibagikan kembali ke peserta untuk dinilai oleh peserta lainnya dengan menggunakan acuan pengetahuan masing-masing peserta. c.Sub Materi Pelatihan3. Instruktur mencatat hasil penilaian yang dilaporkan peserta. Peserta menyimpulkan hasil penilaian RPP dengan dipandu oleh Instruktur. Hasil penilaian dituliskan langsung pada halaman depan RPP. Setiap peserta diwajibkan membawa dua set RPP yang telah digunakan dalam proses pembelajaran sesuai mata pelajaran yang diampu.

1/3. Standar Proses. Aktivitas 2: Kerja Kelompok Kerja kelompokuntuk menyusun RPP yang sesuai dengan SKL. Matematika – SMP | 312 .2. Diskusi format telaah RPPdengan mengacu pada bahan tayangPPT-3.Paparan materi tentang Rambu-rambu Penyusunan RPP mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan scientific dengan mengggunakan PPT-3.1. Aktivitas 3: Kerja Kelompok Kerja Kelompokuntuk menelaah RPP yang disusun kelompok lain dengan menggunakan LK-3. KI.1 oleh fasilitator yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. dan KD. dan pendekatan scientific (terutama KD di awal semester 1).

Matematika – SMP | 313 .

memberikan illustrasi. atau lainnya. menampilkan slide animasi. o Apersepsi • Memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. membaca berita di surat kabar.Langkah Penyusunan RPP 1. fenomena alam. dengan cara menunjukkan benda yang menarik. fenomena sosial. 7 Matematika – SMP | 314 . Kegiatan Pendahuluan o Orientasi (Lanj) • Memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan.

(Lanj) o Pemberian tes atau tugas. menyenangkan. me-motivasi peserta didik o Menggunakan metode yang disesuai-kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela-jaran dengan proses eksplorasi.Langkah Penyusunan RPP 1. mencoba. inspiratif. • Pembagian kelompok belajar. Kegiatan Pendahuluan o Motivasi (Lanj) • Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yang akan diajarkan o Pemberian Acuan • Berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. 10 Matematika – SMP | 315 . • Penjelasan mekanisme pelak-sana-an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). dan memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran. dapat berupa kegiatan di luar kelas. keterampilan dan pengetahuan harus tampak. menantang. elaborasi dan konfirmasi dilaksanakan melalui aktifitas mengamati. Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada proses pembelajaran. Kegiatan Inti (Lanj) o Proses pem-belajaran untuk mencapai Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar o Dilakukan secara interaktif. menyaji. di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan. • Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. menalar. 8 Langkah Penyusunan RPP 2. menanya. dan mencipta 9 Langkah Penyusunan RPP 3. Pada langkah pembelajaran di RPP pengembangan sikap. Kegiatan Penutup o Kegiatan guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.

Matematika – SMP | 316 .

Matematika – SMP | 317 .

Matematika – SMP | 318 .

4. 11. 10. 3. menunjukkan rasa ingin tahu dalam melakukan penyelidikan tentang persamaan dan pertidaksamaan linear. 7. 6.menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel. menyusun bentuk aljabar. menentukan nilai variabel dari suatu pertidaksamaan linear satu variabel. Menunjukkan perilaku ingin tahu dalam melakukan aktivitas di rumah. Menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. 5. 8. perpangkatan).membuat model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabel. membuat model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel. perkalian. 2.CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (SATU PERTEMUAN) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : SMP Harapan Bangsa : Matematika : VII/Satu HO–3. bertanggungjawab dalam kelompok belajarnya. B. Kompetensi Dasar: 1. 3. pembagian.2 Jumlah Pertemuan seluruhnya : 7 pertemuan Alokasi Waktu seluruhnya Pertemuan ke : 17 jam @ 40 menit : 1 dari 7 pertemuan Alokasi Waktu Pertemuan ke-1 : 2 jam @ 40 menit A. menentukan nilai variabel dari suatu persamaan linear satu variabel. IndikatorPencapaian Kompetensi Siswa mampu: 1. melakukan operasi bentuk aljabar (penjumlahan. menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel. 9. 2. dan masyarakat sebagai wujud implementasi penyelidikan tentang persamaan dan pertidaksamaan linear. mengidentifikasi unsur-unsur bentuk aljabar. pengurangan.1. sekolah. Matematika – SMP | 319 . Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel.

penugasan individu dan kelompok. 6. bertanggungjawab dalam kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. mengidentifikasi unsur-unsur bentuk aljabar yang melibatkan konsep matematika. Pertemuan-6 (3 × 40 menit) 1. membuat model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel. menunjukkan ingin tahu selama mengikuti proses pembelajaran 2. bertanggungjawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. diskusi kelompok. membuat model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel. menyelesaikan suatu persamaan linear satu variabel. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran 2. mengidentifikasi suku-suku sejenis dan tidak sejenis. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran 2.C. Tujuan Pembelajaran Melalui pengamatan. melakukan penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. 4. menyusun bentuk aljabar yang melibatkan peristiwa sehari-hari. merumuskan masalah nyata berdasarkan model matematika yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel. menyusun persamaan linear satu variabel yang melibatkan konsep matematika. mengidentifikasi unsur-unsur bentuk aljabar yang melibatkan peristiwa sehari-hari. 4. 5. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran 2. bertanggung jawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. 4. Pertemuan-7(2 × 40 menit) Ulangan harian dan pembahasan. 6. menyusun bentuk aljabar yang melibatkan konsep matematika. Matematika – SMP | 320 . Pertemuan-3(2 × 40 menit) 1. menyelesaikan suatu pertidaksamaan linear satu variabel. bertanggung jawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. bertanggungjawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel. Pertemuan-5 (2 × 40 menit) 1. menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel. melakukan perpangkatan bentuk aljabar. menyusun pertidaksamaan linear satu variabel yang melibatkan konsep matematika. merumuskan masalah nyata berdasarkan model matematika yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel. 5. 4. Pertemuan-4(3 × 40 menit) 1. tanya jawab. Pertemuan-2 (3× 40 menit) 1. 4. siswa dapat: mengembangkan rasa ingin tahu dan tanggungjawab kelompok dalam: Pertemuan-1(2 × 40 menit) 1. bertanggung jawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. 5. 5. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran 2. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran 2. 4. melakukan perkalian dan pembagian bentuk aljabar.

Simbol atau Lambang Aljabar: Simbol adalah huruf atau tanda yang digunakan untuk menyatakan unsur. sehingga banyak pohon Pak Amir ada 10 batang dan pohon Pak Budi ada 10+10 atau 20 batang. c. Koefisien Aljabar. suku-suku sejenis dan tidak sejenis. 4. melakukan operasi bentuk Aljabar (penjumlahan. atau bilangan. Pada sebarang simbol Aljabar dapat diberikan nilai (bilangan) tertentu sesuai persyaratan yang dikehendaki. dimisalkan banyak pohon Pak Amir diwakilkan kepada simbol Aljabar p. Variabel Aljabar. atau satuan matematika (KBBI). RPP ini adalah rancangan pembelajaran yang terkait tahapan nomor 1. Simbol Aljabar adalah simbol yang mewakili (menunjuk) sebarang bilangan. Pembahasan: a. sehingga p ini adalah banyak pohon milik Pak Amir. 2. koefisien) dan menyusun bentuk aljabar. mengidentifikasi unsur-unsur bentuk aljabar (variabel. perpangkatan). sehingga banyak pohon Pak Amir ada 15 batang dan pohon Pak Budi ada 15+10 atau 25 batang. perkalian. KD ini dipelajari dalam beberapa kali pertemuan. Simbol Aljabar. Matematika – SMP | 321 . 3. konstanta. Ada beberapa tahapan kemampuan berurutan yang harus dilalui siswa dalam mempelajari KD ini. Bentuk Aljabar.D. pengurangan. Boleh jadi p mewakili bilangan 10. Masih banyak bilangan lain yang dapat diwakili oleh p. Boleh jadip mewakili 15. tanda tertentu. Kemampuan-kemampuan tersebut berhubungan hirarkis. Contoh-1: ”Banyaknya pohon jati milik Pak Amir 10 batang kurangnya dari pohon milik Pak Budi. Simbol Aljabar dapat terdiri dari huruf. Karena tidak ada petunjuk berapa banyak pohon Pak Amir atau Pak Budi. sehingga tahapan nomor-1 harus ditempuh sebelum mempelajari tahapan nomor 2. tahapan nomor 2 harus ditempuh sebelum mempelajari tahapan nomor 3. Angka 5 merupakan simbol untuk menyatakan hasil dari mencacah benda sebanyak 5 buah atau hasil menghitung frekuensi kemunculan suatu peristiwa sebanyak 5 kali. b. Aljabar: Aljabar adalah cabang dari matematika yang mempelajari penyederhanaan dan pemecahan masalah dengan menggunakan “simbol”. Materi ajar yang dipelajari siswa selama pertemuan pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan RPP ini adalah: Pengertian Aljabar. pembagian. 2. Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Simbol bilangan disebut angka. menyelesaikan persamaan linear satu variabel. sifat. 1. senyawa. Berapakah kemungkinan pohon Pak Amir dan Pak Budi?”. menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel. Dalam hal ini tidak mungkin seseorang sampai memiliki satu triliun pohon. dan seterusnya. Materi Ajar Pertemuan Ke-1: Siswa SMP/MTs mempelajari Aljabar untuk pertama kali adalah pada Kompetensi Dasar (KD) ini. yaitu: 1. Suku Aljabar. maka p dapat diganti dengan sebarang bilangan yang menunjukkan banyak pohon. suku. Konstanta Aljabar. Dengan demikian berarti banyak pohon Pak Budi p + 10 batang. dengan syarat p dan p+10 mewakili bilangan banyak pohon yang mungkin dimiliki oleh seseorang.

.q Matematika – SMP | 322 . Kesimpulan: U dapat mewakili sebarang bilangan dengan persyaratan bahwa U. c. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka umur Syauki tahun ini dapat diwakilkan kepada simbol Aljabar U. Misalkan satu dos besar dapat memuat n kotak apel. dan dalam satu dos besar ada n kotak apel. d. Boleh jadi U mewakili 5. Ini berarti tahun ini umur Syauki U tahun. Beberapa kotak apel dikemas dalam satu dos besar. Contoh: 3×d atau 3.+a) sebanyak a.d. Simbol Aljabar yang berdekatan diartikan sebagai perkalian. umur Dika 2×1 atau 2 tahun. 2U. berarti ada 10 kotak apel. Setiap kotak berisi beberapa biji apel yang sama banyak. d. Masih banyak bilangan lain yang dapat diwakili oleh U. Kesimpulan: p dapat mewakili bilangan tertentu dengan persyaratan bahwa p dan p+10 adalah banyak pohon yang memungkinkan untuk dimiliki oleh Pak Amir dan Pak Budi. A + A = 2. Alasan: a2 berarti a×a atau (a+a+a+a+. sehingga banyaknya apel dalam a2apel ada 10×10 apel atau ada 100 apel. maka dalam dua kotak ada a + a atau 2a apel. c. Bila ada a2 apel. Karena dalam satu kotak apel ada a butir apel. Jika tiap satu kotak berisi 10 apel. sedangkan umur Santi 1 tahun lebih tua dari Dika. Karena tidak ada petunjuk berapa umur Syauki. sehingga tahun ini umur Syauki 5 tahun. A = 2A b. Boleh jadi U mewakili bilangan 1. Ini berarti a mewakili 10 apel. b. maka dalam satu dos besar ada n×a butir apel dan dalam 2 dos besar ada 2×n×a. sedangkan umur Santi (2U+1) tahun. dalam 3 kotak ada a+a+a atau 3a apel. sehingga tahun ini umur Syauki 1 tahun. Berapa banyak butir apel yang mungkin dalam satu kotak ? Berapa banyak butir apel yang mungkin dalam satu dos besar?Berapa banyak butir apel yang mungkin dalam dua dos besar?Pembahasan: a. Semesta pembicaraan adalah banyak pohon yang memungkinkan dimiliki oleh Pak Amir dan Pak Budi. b. berarti n mewakili banyak kotak apel dalam dos besar. dengan syarat U mewakili bilangan umur manusia dan mengakibatkan U. Misalkan banyak apel dalam satu kotak ada a apel. Berapakah kemungkinan umur Dika. Tanda operasi kali tidak ditulis.. umur Dika 2×5 atau 10 tahun dan umur Santi 10+1atau 11 tahun. Contoh: pq berarti p×q atau berarti p. 2U dan 2U + 1 juga mewakili bilangan umur manusia. 2U+1 adalah bilangan umur manusia yang memungkinkan saat ini Semesta pembicaraan kejadian tesebut adalah bilangan umur manusia yang memungkinkan saat ini. Dika dan Santi pada tahun ini maka U dapat diganti dengan sebarang bilangan yang menunjukkan umur manusia. umur Dika 2×U atau 2U tahun. Dengan demikian umur menunjukkan bilangan. Jika ada 2 dos besar berarti dalam 2 dos besar tersebut ada 2×n kotak apel. dan umur Santi 2+1 atau 3 tahun. berarti ada a kotak apel yang masing-masing kotak berisi a apel. Kesepakatan: a. dua kotak berisi 20 apel. Pembahasan: a. Umur seseorang dalam tahun menunjukkan hasil mencacah satu kali dalam setahun secara berurutan sejak lahir sampai tahun terakhir kehidupan orang tersebut.d dan ditulis 3d . Contoh-3: Toko buah KURNIA milik Pak Arif mengemas apel dalam kotak-kotak. dan 3 kotak berisi 30 apel. dan Santi tahun ini?”. Syauki. sehingga U ini mewakili bilangan umur Syauki. Contoh-2: ”Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. Jika satu kotak berisi 10 apel.

p). koefisien dari p adalah 1 (satu). 3a adalah suku-suku sejenis. e. koefisien. Pada contoh-1 uraian di atas. Simbol Aljabar p pada contoh-1. atau berarti (p. yaitu 10 pohon. Istilah-istilah yang tergolong simbol Aljabar antara lain adalah variabel (peubah).p. 2U. dengan p adalah simbol Aljabar. 5. 1 disebut suku. a. b. Pada contoh-1 uraian di atas. p+10 adalah simbol aljabar untuk mewakili bilangan yang menunjukkan banyak pohon milik Pak Budi. 2U+1 adalah simbol aljabar untuk mewakili bilangan yang menunjukkan umur Santi. c. p2 berarti p×p atau berarti p. 4. Suku-suku sejenis adalah suku-suku yang variabelnya menggunakan simbol yang sama. maka konstanta negatif tersebut tidak perlu dikongkretkan. 2a. U adalah variabel dengan U mewakili bilangan yang menunjukkan umur Syauki. 3a. b. Dalam contoh-1 uraian di atas. dan a pada contoh-3 dalam uraian di atas adalah contoh variabel karena p mewakili banyak pohon yang mungkin dimiliki Pak Amir. misalnya dalam bentuk x− 100. dengan konstanta −100. dan dapat ditulis pp.p. Suku Aljabar: a. kontanta. Konstanta Aljabar: Konstanta adalah sebuah simbol atau gabungan simbol yang mewakili atau menunjuk anggota tertentu pada suatu semesta pembicaraan. 2U adalah simbol aljabar untuk mewakili bilangan yang menunjukkan umur Dika. Variabel (Peubah) Variabel (peubah) adalah simbol Aljabar atau gabungan simbol Aljabar yang mewakili sebarang bilangan dalam semestanya. konstanta negatif tersebut sudah menjadi ranah pembahasan matematika vertikal yaitu pembahasan tentang konsep matematika secara abstrak. U pada contoh-2. p2p4 berarti p2×p4 atau berarti p2. p dan 10 masing-masing disebut suku. dan bentuk Aljabar.p. maka a. d. suku. Dalam proses pembelajaran.p4. baik dalam huruf maupun pangkatnya. Suku dapat pula berupa hasil kali atau hasil pangkat atau hasil pernarikan akar konstanta atau variabel. U mewakili sebarang bilangan umur manusia dan a mewakili banyak butir apel dalam satu kotak. 2a. Dalam contoh-2 uraian di atas. bentuk Aljabar. Pada contoh-3 di atas. c.p) atau berarti (p×p)×(p×p×p×p). dan dapat ditulis (pp)(pppp)dengan p adalah simbol Aljabar. 10a adalah sukusuku sejenis. Pada Matematika – SMP | 323 . istilah-istilah tersebut selanjutnya disebut variabel (peubah). Variabel (peubah) umumnya disimbolkan dengan huruf kecil atau huruf besar. konstanta. 2an disebut suku. an dan2an juga suku-suku sejenis. 3.(p. an. p adalah variabel dengan p mewakili bilangan yang menunjukkan banyak pohon Pak Amir. a. Koefisien aljabar: Koefisien adalah bagian konstanta dari suku-suku yang memuat atau menyatakan banyaknya variabel yang bersangkutan. Suku dapat berupa sebuah konstanta atau sebuah variabel. suku. koefisien. a. yaitu 1 tahun. 6. Dalam matematika. a. tetapi bukan penjumlahan dari konstanta atau variabel. b. Pada contoh-2 di atas U. Dalam hal ini 10 disebut konstanta karena 10 tersebut menunjuk banyak pohon tertentu. Dalam hal ini 1 disebut konstanta karena 1 tersebut menunjuk umur tertentu. Catatan: Bila dijumpai konstanta negatif. 2a. Bila a dan b adalah variabel.c. a dan 2b suku-suku tidak sejenis. dengan U dan 2U disebut suku sejenis.

5y+6. Bentuk aljabar adalah semua huruf dan angka atau gabungannya yang merupakan simbol aljabar. Yogyakarta: PPPPTK Matematika. 2) 5 − y adalah bentuk aljabar dalam y. x2. p dan p+10 masing-masing merupakan bentuk aljabar. U. Permasalahan Kontekstual Mengenalkan Bentuk Aljabar di SMP. Modul Matematika SMP Program BERMUTU. Dalam hal ini konstanta a dan b disebut koefisien. Pada contoh-3. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan 1. tanya-jawab. sedang c disebut konstanta. perkalian. pengurangan. Pada contoh-3. 2009. a. pemajangan hasil latihan) Waktu 15 menit Matematika – SMP | 324 . dan diskusi kelompok. Sri Wardhani. dan 2U+1 masing-masing merupakan bentuk aljabar. sehingga simbol lainnya (huruf atau angka) bukan merupakan variabel. Yogyakarta: PPPPG Matematika E. 3) ax +bx +c adalah bentuk Aljabar dalam x.contoh-2.Al. Bentuk Aljabar terdiri satu suku disebut suku satu. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa. latihan berpasangan. Siswa mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat belajar Aljabar dalam kehidupan sehari-hari.Contoh: 1) 3x +5 adalah bentuk aljabar dalam x. Bentuk Aljabar: a. 3. pembahasan secara klasikal. Contoh: x2− 4. pembahasan latihan secara klasikal. 2. .4x.2004. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan dan demonstrasi disertai tanya jawab. koefisien dari 2U adalah 2 dan koefisien3U adalah 3. c bukan variabel. Pada contoh-2 di atas. Pada contoh-1 uraian di atas. Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa. 3a juga merupakan bentuk aljabar. Bentuk Aljabar terdiri dua suku disebut suku dua (binom). 2a. 7. c. F. Daftar Bacaan Krismanto. perpangkatan atau penarikan akar dari satu atau lebih simbol aljabar juga merupakan bentuk aljabar. latihan individu dilanjutkan kelompok. b. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa. Bentuk Aljabar dalam x berarti bentuk Aljabar dengan variabel x. pembagian. Kapita Selekta Pembelajaran Aljabar Di Kelas VII SMP. tetapi konstanta. koefisien dari U adalah 1. Penjumlahan. koefisien dari 3 adalah 3. Paket Pembinaan Penataran Bagi Alumni Diklat Guru Matematika SMP oleh PPPPG Matematika Tahun 2004. 5. 4. penugasan individu dan kelompok. Contoh: 3y. dengan a. 2U. 4) p2 adalah bentuk aljabar dalam p. Metode Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Pengamatan. d. b.

Guru memberi umpan balik. Guru menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya. dan bentuk Aljabar. Siswa mengamati. G. mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh 60 peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan simbol Aljabar (ada 3 menit contoh). 2. 8. 7 Matematika – SMP | 325 . Siswa dan guru membahas hasilan Latihan-2. 7. koefisien. Siswa tersebut ditunjuk secara acak oleh guru. koefisien. 6.Kegiatan Deskripsi Kegiatan 6. 4. 5. Secara individu siswa menyelesaikan tugas Latihan-1 tentang menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar yang melibatkan peristiwa sehari-hari dan konsep matematika. Siswa dan guru membahas hasil penyelesaian Latihan-1. menit 2. Secara berpasangan siswa menyelesaikan Latihan-2 tentang menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar yang melibatkan peristiwa sehari-hari dan konsep matematika. konstanta. Penutup 1. menalar. Beberapa siswa wakil kelompok (minimal tiga orang) melaporkan hasil penyelesaian Latihan-1. yaitu mengerjakan kuis tentang mengidentifikasi unsurunsur bentuk Aljabar dan dilanjutkan belajar melakukan operasi bentuk Aljabar. Penilaian Pertemuan Ke-1 1. 5. mencoba dan menyimpulkan pengertian dari simbol Aljabar variabel. Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang pengertian 5 variabel. mengoreksi dan memberikan masukan. Secara kelompok. 8 Kegiatan inti nomor 3. bentuk Aljabar berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan simbol Aljabar. konstanta. 2. 4. suku. suku. Prosedur Penilaian: No 1 2 Aspek yang dinilai Rasa ingin tahu Tanggungjawab dalam kelompok Teknik Penilaian Pengamatan Pengamatan Waktu Penilaian Kegiatan inti nomor 1. Hasil Latihan-2 dipajang di tempat pajangan hasil karya. Guru memberikan umpan balik. Siswa menganalisis. 6. Guru memberi pekerjaan rumah. 3. 3. siswa berdiskusi membahas hasil tugas Latihan-1. 4. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab Waktu Inti 1. Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru. Anggota kelompok saling memeriksa.

................... Soal: Gambar mewakili bilangan yang menyatakan banyaknya buku yang dibaca Lina setiap pekan................. Alasan pilihan jawaban: ……………………………….……………………..............………….………............ Apakah pilihan jawabanmu merupakan bentuk Aljabar? Jawab: Ya/Tidak*) Alasan: …………………………………………………………………………………....................No 3 Aspek yang dinilai Pengetahuan dan keterampilan matematika Teknik Penilaian Kuis Portofolio Hasil Latihan-2 Waktu Penilaian Awal pertemuan ke-2 Akhir pertemuan ke-1 2........………………………….……………. :…………………………………………………………………………………...….. c... b.... Kerjakan soal berikut secara individu..... konstanta dan koefisien pada pilihan jawabanmu?.... ( + 6 + )×6 a... e..... tidak boleh menyontek dan tidak boleh bekerjasama..... 2... 6+ B... Instrumen penilaian: KUIS (Waktu: maksimal 10 menit) Petunjuk: 1.. d...................…………….... Matematika – SMP | 326 .... Variabel Konstanta Koefisien :…………………………………………………………………………………..... Pilihan jawaban: ………….…………….………………………..... Alasan jawaban: ……………………………..... D............ Bilangan apakah yang diwakili oleh symbol ? Jawab:……... 6 × C.......... :…………………………………………………………………………………...…………………………....... Jawab………………………. Adakah suku pada pilihan jawabanmu ? Jawab: Ya/Tidak ada*) Jika ada tunjukkan dan jika tidak ada tuliskan alasannya.... Manakah variabel..............…………......... Pilihlah jawaban soal kemudian jawablah pertanyaan/perintah di bawahnya............... Manakah diantara bentuk berikut ini yang menyatakan banyaknya buku yang dibaca Lina dalam 6 pekan? A...............................

Bilangan bulat positif. 2. . Alasan: itu 6 × mewakili bilangan banyak novel yang dibaca Lina tiap pekan. Pilihan jawaban 25 Matematika – SMP | 327 . Ya. 4. dan berarti 6× e.*) = coret yang bukan pilihanmu Kunci Jawaban: a. yaitu 1. konstantanya tidak ada. Variabelnya adalah Pedoman Penilaian: No Soal Aspek Penilaian Rubrik Penilaian Benar Salah Tidak ada pilihan jawaban Benar Sebagian besar benar Sebagian kecil benar Tidak ada alasan jawaban Benar Salah Tidak ada jawaban Seluruhnya benar Sebagian besar benar Sebagian kecil benar Tidak ada alasan jawaban Jawaban: Ada Jawaban : Tidak ada Tidak ada jawaban Benar Salah Tidak ada jawaban Jawaban: Ya Jawaban : Tidak Skor 10 3 0 15 10 5 0 10 3 0 10 7 3 0 8 3 0 7 3 0 10 5 Skor Maksimal 25 a. koefisien variabelnya adalah 6. karena banyak novel merupakan hasil mencacah banyak benda. Oleh karena merupakan bentuk Aljabar. yaitu: 6 × Dalam 6 pekan. sehingga juga merupakan simbol Aljabar. Suku : 6 d. Lina membaca novel sebanyak atau 6 × atau 6 Alasan: + + + + + b. merupakan simbol Aljabar. Pilihan jawaban adalah B. … c. Pilihan jawaban 15 Macam jawaban d. Pilihan jawaban Alasan jawaban b. Jawaban 20 Alasan jawaban c. Ada. 3.

.........2. Kurang baikjika sama sekali tidak berusaha untuk mencoba atau bertanya atau acuh tak acuh (tidak mau tahu) dalam proses pembelajaran 2. Macam jawaban 15 100 0 LEMBAR PENGAMATAN PERKEMBANGAN SIKAP Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Pelajaran Waktu Pengamatan Kompetensi Dasar : Matematika : VII/1 : 2013/2014 : .............. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten 3.. 3.. : Nomor 2........ Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam melaksanakan tugas-tugas kelompok tetapi belum ajeg/konsisten 3.. Indikator perkembangan sikap INGIN TAHU 1..No Soal Aspek Penilaian Rubrik Penilaian Tidak ada jawaban Seluruhnya benar Sebagian besar benar Sebagian kecil benar Tidak ada alasan jawaban Tiga jawaban benar Dua jawaban benar Satu jawaban benar Semua jawaban salah Tidak ada jawaban Skor maksimal = Skor minimal = Skor 0 15 10 5 0 15 10 5 2 0 - Skor Maksimal Alasan jawaban e... Sangat baikjika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten Matematika – SMP | 328 .. Kurang baikjika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam melaksanakan tugas kelompok 2..... 4............2 Sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah rasa ingin tahu dan tanggung jawab dalam kelompok...... Sangat baikjika menunjukkan adanya usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten Indikator perkembangan sikap TANGGUNGJAWAB (dalam kelompok) 1........3...........

....... 7.. 4.. 6. Yogyakarta. 32 SB = sangat baik B = baik KB = kurang baik Yogyakarta..) H.. 5....... Buku Siswa Mata Pelajaran Matematika Jilid VII....... Mei 2013 Kepala Sekolah Guru (Harmawan) (Sri Wardhani) Matematika – SMP | 329 . NO 1 2 3 Nama Rasa ingin tahu SB B KB Tanggungjawab SB B KB .. Sumber Belajar Pertemuan Ke-1 1.. Daftar pertanyaan untuk apersepsi.... Bahan latihan-1........ 2..201 Pengamat (. Bahan latihan-2....... . Bahan pekerjaan rumah.Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan..... Contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan unsur-unsur bentuk Aljabar. 3. Bahan informasi tentang pengertian dan manfaat belajar Aljabar..

Permasalahan-1: “Ali dan Adi bermain jungkang-jungkit. maka berarti banyak pohon milik Pak Budi ada p +10. 3. "hubungan" atau "penyelesaian" 4. Mengapa demikian? Mewakili bilangan manakah p? Permasalahan-3: “Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. yaitu kitab al-jabr wa al muqobalah yang membahas tentang cara menyelesaikan persamaan-persamaan aljabar. Aljabar adalah cabang dari matematika yang mempelajari penyederhanaan dan pemecahan masalah dengan menggunakan “simbol”. Ali duduk dengan jarak 40cm dari titik tumpu jungkang-jungkit. dan Santitahun ini? “ Misalkan tahun ini umur Syauki U tahun. 2. Matematika – SMP | 330 . Berapakah kemungkinan umur Dika. maka diperoleh persamaan: 36 × 40 = 32 ×d.LAMPIRAN RPP/BAHAN AJAR PERTEMUAN KE-1 Bahan Ajar-1: Bahan informasi manfaat belajar Aljabar Bahan Ajar -2: Bahan apersepsi Bahan Ajar -3: Bahan demonstrasi Bahan Ajar -4: Bahan Latihan-1 Bahan Ajar -5: Bahan Latihan-2 Bahan Ajar -6 : Bahan PR. Berapa cm jarak Adi duduk dari titik tumpu agar jungkang-jungkit dapat seimbang?” Misalkan jarak Adi duduk dari titik tumpu adalah d cm. Berat Ali 36kg. Kata “aljabar” berasal dari kata “al-jabr” yang diambil dari buku karangan Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi (780-850 M). Berapakah kemungkinanbanyak pohon Pak Amir dan Pak Budi?”. BAHAN AJAR-1: Bahan Informasi Manfaat Belajar Aljabar Apakah Aljabar? 1. Syauki. Berat Adi 32 kg. sedangkan umur Santi 1 tahun lebih tua dari Dika. Mengapa Belajar Aljabar? Cermati permasalahan sehari-hari berikut ini. Aljabar adalah salah satu cabang penting dalam matematika. Aljabar berasal dari bahasa Arab "al-jabr" yang berarti "pertemuan". berarti umur Dika 2Udanumur Santi 2U + 1. Misalkan banyak pohon milik Pak Amir ada p pohon. Mengapa demikian? Mewakili bilangan apa saja Uitu? Apa manfaat belajar Aljabar? Belajar Aljabar berarti belajar menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Mengapa demikian? Mewakili bilangan manakah d itu? Permasalahan-2: ”Banyaknya pohon jati milik Pak Amir 10 batang kurangnya dari banyak pohon jati milik Pak Budi.

berapa banyak pohon Pak Budi? Bila banyak pohon jati milik Pak Amir 40batang. berapa banyak pohon milik Pak Amir? Jika banyak pohon milik Pak Budi adalah 100. Sekar memiliki 5 buku. Apakah hasilnya bila: a. bilangan positif dibagi bilangan negatif c. bilangan negatif dikalikan bilangan positif d.cara Belajar Aljabar memungkinkan diri kita memahami permasalahan sehari-hari yang kompleks menjadi sederhana. Apakah arti dari 32 dan 53? 3. bilangan negatif dikalikan bilangan negatif 4. bilangan positif dikalikan bilangan negatif c. Banyak kelereng Doni 5 kurangnya dari banyak kelereng Rudi. berapa banyak pohon Pak Budi? Jika banyak pohon milik Pak Amir adalah p. dengan cara. Apakah 3×5 berarti 3 +3 + 3 + 3 + 3 ataukah 5 + 5 + 5? Apakah arti dari 2 × 3? 2. bilangan positif dibagi bilangan positif b. Umur Bowo tiga kali umur Gentur. bilangan positif dikalikan bilangan positif b. BAHAN AJAR-2: Bahan Apersepsi 1. Umur Gentur 10 tahun. bilangan negatif dibagi bilangan positif d. Berapa umur Bowo dan Anggit? BAHAN AJAR-3: Bahan Demonstrasi Permasalahan-1: Sajian klasikal untuk diamati/dicermati siswa: “Banyaknya pohon jati milik Pak Amir 10 batang kurangnya dari banyak pohon jati milik Pak Budi.Belajar Aljabar berarti belajar menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang mudah namun tujuan tercapai. Apakah hasilnya bila: a. Rudi memiliki 20 butir kelereng. berapa banyak pohon milik Pak Amir? Jika banyak pohon milik Pak Budi adalah k. Buku Rizky 3 lebihnya dari milik Sekar. Berapakah kemungkinan pohon Pak Amir dan Pak Budi? “ Tanya-jawab klasikal: Bila banyak pohon jati milik Pak Amir 35 batang. Umur Anggit 5 tahun lebih tua dari umur Bowo. berapa banyak pohon milik Pak Amir? Matematika – SMP | 331 . Berapa banyak kelereng Doni? 7. Belajar Aljabar…. berapa banyak pohon Pak Budi? Bila banyak pohon jati milik Pak Amir 75 batang. bilangan negatif dibagi bilangan negatif 5. berapa banyak pohon milik Pak Budi? Jika banyak pohon milik Pak Budi adalah 30. Berapa banyak buku Rizky? 6.

…. …. 50. Pembahasan klasikal dengan tanya jawab mengacu hasil kerja siswa: Misalkan p mewakili banyak pohon Pak Amir. • Pada k – 10. Setiap hari. (mewakili banyak pohon). … dan lainnya. Misalkan simbol k mewakili banyak pohon milik Pak Budi.……… Alasan jawaban:……………………………………………………………………. k dan –10 masing-masing disebut suku. Permasalahan-2 Sajian klasikal untuk diamati/dicermati siswa: ”Bu Rina dan Bu Dewi adalah pengusaha restoran. • p = 1× p. Informasi: • p dan k masing-masing disebut variabel atau peubah • Pada p + 10. Tanya-jawab klasikal: Bila banyak telur yang dibeli Bu Rina ada 500 butir. bilangan 10 disebut konstanta. bilangan apakah yang diwakili p? Jawab:………………………………………………………………………. Banyak pohon Pak Budi berarti …. p + 10. banyak telur yang dibeli oleh Bu Rina 100 butir lebihnya dari banyak telur yang dibeli Bu Dewi”. …. k disebut variabel. berapa banyak telur yang dibeli Bu Dewi? Matematika – SMP | 332 .. (mewakili banyak pohon). bilangan –10 disebut konstanta. 92. 75. (k –10) k dapat diganti dengan bilangan 10. k –10 masing-masing disebut bentuk Aljabarkarena masing-masing merupakan simbol Aljabar yang terdiri variabel atau gabungan variabel dan konstanta. k. bilangan apakah yang diwakili k? Jawab:……………………………………………………………………….……… Alasan jawaban:……………………………………………………………………. Banyak pohon Pak Amir berarti ….. p dan 10 masing-masing disebut suku. p disebut variabel. …. karena …. k mewakili bilangan … (bulat positip) . … dan lainnya. p mewakili bilangan … (bulat positip) . karena …. 25.. Misalkan k mewakili banyak pohon Pak Budi. Bilangan 1 adalahkoefisien dari p • k = 1× k. (p +10) p dapat diganti dengan bilangan 10. Bilangan 1 adalahkoefisien dari k • p.Bahan untuk dikerjakan siswa berpasangan/semeja Banyak Pohon Pak Amir Banyak Pohon Pak Budi 35 … 40 … 75 … p … … 30 … 56 … 100 … k Misalkan simbol p mewakili banyak pohon milik Pak Amir..

. x mewakili bilangan … (bulat positip). Pembahasan klasikal dengan tanya jawab mengacu hasil kerja siswa: Misalkan x mewakili banyak telur yang dibeli Bu Rina. bilangan apakah yang diwakili oleh y? Apa alasannya? Jawab:………………………………………………………………………. y disebut variabel. …. 425. dan lainnya. x – 100. bilangan 100 disebut konstanta. ….. dan lainnya. berapa banyak telur yang dibeli Bu Dewi? Bila banyak telur yang dibeli Bu Dewi ada y butir. ….…………………………… Alasan jawaban:……………………………………………………………………………………. bilangan apakah yang diwakili oleh x? Jawab:……………………………………………………………………………………………………. x disebut variabel. sedang x dan – 100 masing-masing disebut suku. y. …. berapa banyak telur yang dibeli Bu Rina? Bila banyak telur yang dibeli Bu Rina ada x butir. Bilangan 1 adalahkoefisien dari x • y = 1× y. • x = 1× x. …. karena … (mewakili banyak telur) Informasi: • x dan y masing-masing disebut variabel atau peubah • Pada x – 100. 456. y mewakili bilangan … (bulat positip). Misalkan simbol y mewakili banyak telur yang dibeli Bu Dewi. karena … (mewakili banyak telur) Misalkan y mewakili banyak telur yang dibeli Bu Dewi. 888. …. y +100 masing-masing disebut bentuk Aljabarkarena masing-masing merupakan simbol Aljabar yang terdiri variabel atau gabungan variabel dan konstanta.Bila banyak telur yang dibeli Bu Dewi ada 650 butir.. maka banyak telur yang dibeli Bu Rina adalah …. maka banyak telur yang dibeli Bu Dewi adalah… (x −100) x dapat diganti dengan bilangan 250. 610. berapa banyak telur yang dibeli Bu Rina? Bahan untuk dikerjakan siswa berpasangan/semeja Banyak Telur yang Dibeli Bu Rina Banyak Telur yang Dibeli Bu Dewi 200 100 500 … … 650 X … … y Misalkan simbol x mewakili banyak telur yang dibeli Bu Rina. Permasalahan-3: Sajian klasikal untuk diamati/dicermati siswa: Matematika – SMP | 333 .……… Alasan jawaban:……………………………………………………………………………………………. sedang y dan 100 masingmasing disebut suku. Bilangan 1 adalahkoefisien dari y • x.. bilangan – 100 disebut konstanta. (y + 100) y dapat diganti dengan bilangan 300. • Pada y + 100.

2. U. 2U.”Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. a.5a) dan umur Santi … (a + 1) a dapat diganti dengan bilangan 10. karena … (mewakili bilangan umur manusia dalam tahun). 0. Umur Dika berarti … (2×U atau 2U) dan umur Santi … (2U + 1) U dapat diganti dengan bilangan 1. 2U + 1 mewakili bilangan … (bulat/pecahan positif). Berapakah kemungkinan umur Dika. Syauki. berapa umur Dika? Berapa umur Santi? Jika umur Dika 10tahun. dan lainnya. bilangan apakah yang diwakili U? Jawab:………………………………………………………………………. ….. ….14. berapa umur Dika? Berapa umur Santi? Jika umur Syauki 2 tahun. Umur Syauki berarti … (0. 21.. Misalkan simbol a mewakili umur Dika..5a. dan lainnya.……… Alasan jawaban:……………………………………………………………………. …. berapa umur Syauki? Berapa umur Santi? Jika umur Dika 21 tahun. Umur Santi 1 tahun lebih tua dari umur Dika. …. 5. berapa umur Dika? Berapa umur Santi? Jika umur Syauki 5 tahun.5×a atau 0. berapa umur Syauki? Berapa umur Santi? Jika umur Dika 14tahun. karena … (mewakili bilangan umur manusia dalam tahun). Misalkan simbol a mewakili umur Dika dalam tahun.……… Alasan jawaban:……………………………………………………………………. dan Santi tahun ini?” Tanya-jawab klasikal: Jika umur Syauki 1tahun. Pembahasan klasikal dengan tanya jawab mengacu hasil kerja siswa: Misalkan simbol U mewakili umur Syauki.a + 1 mewakili bilangan … (bulat/pecahan positif).. …. berapa umur Syauki? Berapa umur Santi? Bahan untuk dikerjakan siswa berpasangan/semeja Umur Syauki (tahun) Umur Dika (tahun) Umur Santi (tahun) 1 … … 2 … … 5 … … U … … … 10 … … 14 … … 21 … … A … Misalkan simbol U mewakili umur Syauki dalam tahun. …. bilangan apakah yang diwakili a? Jawab:………………………………………………………………………. Informasi disertai tanya jawab: • U dan a masing-masing disebut variabel atau peubah Matematika – SMP | 334 .

Konstanta adalah sebuah simbol atau gabungan simbol yang mewakili atau menunjuk anggota tertentu pada suatu semesta pembicaraan.5a Variabel (peubah) adalah simbol Aljabar atau gabungan simbol Aljabar yang mewakili sebarang bilangan dalam semestanya. tidak ada konstantanya. 100 x. mana variabel. 2U +1. k−10 p. k. 10. baik dalam huruf maupun pangkatnya. Bilangan 1 adalahkoefisien dari variabel U • a = 1 × a. pembagian. manakahkoefisien dari variabel U? (Koefisien dari U adalah 2) • Pertanyaan: Pada 0. mana variabel. dan a+1 adalah suku) • U = 1 × U.5a.a. bilangan 1 disebut konstanta. Bilangan 1 adalahkoefisien dari variabel a • Pertanyaan: Pada 2U = 2U. konstanta dan sukunya? (Variabelnya U. y −100. 2U. a 1 U. konstantanya tidak ada. pengurangan. simbol a disebut variabel. (a+1) U.k. perkalian. Suku-suku sejenis adalah suku-suku yang variabelnya menggunakan simbol yang sama. 0. dan 2U adalah suku) • Pertanyaan: Pada a+1.5 a = 0. 2U. 2U. k 10. suku.5 pada 0. 2U+1. Suku dapat pula berupa hasil kali atau hasil pangkat atau hasil pernarikan akar konstanta atau variabel. masing-masing disebut bentuk Aljabar karena masing-masing merupakan simbol Aljabar variabel atau gabungan variabel dan konstanta. Penjumlahan. konstanta dan sukunya? (Variabelnya a. bentuk aljabar? No 1 2 3 4 5 6 Unsur Bentuk Aljabar Bentuk Aljabar Variabel Konstanta Suku Suku sejenis Koefisien Permasalahan-1 p. 100 1 pada x 1 pada y Permasalahan-3 U.5 a.5) • U. • Pada 0. sedang 2U dan 1 masingmasing disebut suku. Kesimpulan: Apa yang dimaksud dengan variabel.5× a.5a 1 pada U 2 pada2U 1 pada a 0. koefisien. konstanta. −10 p. −10 1 pada p 1 pada k Permasalahan-2 x. Koefisien adalah bagian konstanta dari suku-suku yang memuat atau menyatakan banyaknya variabel yang bersangkutan. p+10.5a U dan 2U.5 a. Suku dapat berupa sebuah konstanta atau sebuah variabel.5adisebut suku. a. y. perpangkatan atau penarikan akar dari satu atau lebih simbol aljabar juga merupakan bentuk aljabar Matematika – SMP | 335 . 0. y+100 x. 0. Bentuk Aljabar adalah semua huruf dan angka atau gabungannya yang merupakan simbol aljabar. U disebut variabel.• Pada 2U + 1. a. • Pertanyaan: Pada 2U. y. −100. 0. tetapi bukan penjumlahan dari konstanta atau variabel. 1. x−100. a + 1. a dan 0. manakahkoefisien variabel a? (Koefisien dari a adalah 0. konstantanya 1.

b. Susunlah bentuk aljabar yang menyatakan lebar dari persegi panjang tersebut. didiskusikan dan diberi masukan. 3. Susunlah bentuk aljabar yang menyatakan banyak jaket milik Fitri. SOAL-1: Banyak jaket milik Anggit 3 kurangnya dari banyak jaket milik Fitri. koefisien pada bentuk Aljabar tersebut? Tunjukkan. a. SOAL-2: Suatu persegi panjang mempunyai panjang 5 cm lebih dari lebarnya. a. suku.BAHAN AJAR-4: Bahan Latihan-1 LATIHAN-1 Topik : Menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar Petunjuk: 1. Adakah variabel. b. Adakah variabel. konstanta. Pastikan bahwa kamu paham terhadap jawaban latihan ini. koefisien pada bentuk Aljabar tersebut? Tunjukkan. c. Matematika – SMP | 336 . c. suku. konstanta. Misalkan n adalah banyak jaket milik Anggit. Kerjakan latihan berikut ini secara individu (sendiri-sendiri) terlebih dahulu 2. Setelah dikerjakan sendiri. Misalkan panjang persegi panjang tersebut y cm. Akan ditunjuk secara acak beberapa diantara kalian untuk melaporkan jawaban soal-soal latihan ini. Bilangan apakah yang diwakili oleh y? Jelaskan. bawalah hasil pekerjaan latihanmu kepada teman sekelompokmu untuk diperiksa. Bilangan apakah yang diwakili oleh n?Jelaskan.

.... tetangga............ koefisien pada bentuk Aljabar tersebut? Tunjukkan........... c.............. Tunjukkan variabel.BAHAN AJAR-5: Bahan Latihan-2 LATIHAN-2 Topik : Menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar Tanggal Mengerjakan : ........... 3 y D......... Anggota Kelompok Petunjuk: 1.. Kerjakan Latihan-2 ini bersama teman semejamu. Jelaskan....... Matematika – SMP | 337 ... Setiap orang membawa 2 balon... konstanta..... konstanta dan koefisien variabelnya..... SOAL-2: Manakah dari bentuk berikut yang ekuivalen dengan y3 ? A. BAHAN AJAR-6: Bahan Pekerjaan Rumah BAHAN PEKERJAAN RUMAH Petunjuk: 1........ Kerjakan soal PR berikut ini dengan penuh tanggungjawab... a................ guru.. orangtua atau lainnya)................. 2. Apakah y3 merupakan bentuk Aljabar?Jelaskan.......................... y + y + y B.. Bilangan apakah yang diwakili oleh m dan n tersebut?.......... SOAL-1: Terdapat m laki-laki dan n perempuan pada suatu parade.... :....... Hasil Latihan-2 dipajang pada tempat yang disediakan.. Apakah y3 merupakan suku? Jelaskan. b.......... Bila mengalami kesulitan... Adakah variabel... kakak. Susunlah bentuk aljabar yang menyatakan jumlah seluruh balon yang dibawa pada parade tersebut.. y 2 + y a...... bertanyalah kepada yang tahu (teman. c. suku............ y × y × y C......... Pilihlah jawaban soal kemudian jawablah pertanyaan/perintah di bawahnya... 2.. b...

. konstanta dan koefisien pada pilihan jawabanmu? Jika ada..... 2k D.....………………………………… : …………………………………………………………………………………………...... k 3 C...................... …………………………………………………………………………………………....................... b...... Pilihan jawaban ………………………………………………………………………………………….. Alasan pilihan jawaban a........... c............. Adakah suku pada pilihan jawabanmu ? Jika ada tunjukkan dan jika tidak ada tuliskan alasannya.............. k 2 B........... Variabel Konstanta Koefisien :……………………………………………………………………………… :……………………………………………………………………………… :……………………………………………………………………………… d.. manakah diantara bilangan berikut yang merupakan bilangan positif ? A................. Adakah variabel......... *) = coret yang bukan pilihanmu Matematika – SMP | 338 ............ Apakah pilihan jawabanmu merupakan bentuk aljabar? Jawab: Ya/Tidak*) Alasan: ……………………………………………………………………………………... k 2 : ……………………………………………………….SOAL: Jika k adalah sebarang bilangan negatif......................... Jawab:………………………………………………………………………………….. tunjukkan.....

1. 3 ) sesuai dengan kriteria yang tertera pada kolom tersebut! Berikan catatan atau saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Anda! Komponen No. 2. pengetahuan.LK .kelas. semester. Satuan pendidikan. Perumusan Tujuan Pembelajaran Kesesuaian dengan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai. Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya B. program/program keahlian.3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 Tidak Ada 2 Kurang Lengkap 3 Sudah Lengkap Hasil Penelaahan dan Skor Catatan A Identitas Mata Pelajaran 1. jumlah pertemuan. 2. Kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan kompetensi yang diukur. 3. Matematika – SMP | 339 . dan keterampilan. Perumusan Indikator Kesesuaian dengan SKL. C.KI dan KD. 1. Kesesuaian dengan aspek sikap. mata pelajaran atau tema pelajaran.2 LEMBAR KERJA PENELAAHAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Identitas RPP yang Ditelaah: Kelompok: Topik RPP: Berilah tanda cek ( V) pada kolom skor (1.1/3.

F. 2. Kesesuaian dengan kompetensi dasar. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. Matematika – SMP | 340 . Kesesuaian dengan materi pembelajaran dan pendekatan scientific. Kesesuaian dengan alokasi waktu. 3. 2. Kesesuaian dengan pendekatan Scientific. Kesesuaian dengan materi pembelajaran dan pendekatan scientific. 2.Komponen No. Pemilihan Media Belajar Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 2. Pemilihan Sumber Belajar Kesesuaian dengan KI dan KD. G. 1. Pemilihan Materi Ajar Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. H. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. 3. 1. 1. 1. D. Skenario Pembelajaran Tidak Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya 2 3 Hasil Penelaahan dan Skor Catatan 3. 2. E. Model Pembelajaran Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran.

.......................................... Kesesuaian kegiatan dengan pendekatan scientific. Kesesuaian pedoman penskoran dengan soal.......................................................... Jumlah Komentar secara umum terhadap RPP yang ditelaah: ................................................................................ Kesesuaian kunci jawaban dengan soal............. .............. 3....................................................................................... I........................................................ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 Sesuai 1...................... ....................................................... Penilaian Kesesuaian dengan teknik dan bentuk penilaian autentik....Komponen No.......................... 3............................................... Kesesuaian penyajian dengan sistematika materi...................................... ...... ................................................................. dan penutup dengan jelas...... Menampilkan kegiatan pendahuluan.................. Kesesuaian alokasi waktu dengan cakupan materi................................................................ Kesesuaian dengan dengan indikator pencapaian kompetensi.................................................... .. ........................................................................... 4...................................................... 4............. Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya 2 Sebagian 3 Seluruhnya Hasil Penelaahan dan Skor Catatan 2...................... 2................................ inti.............. Matematika – SMP | 341 ........................................................... 1...........

Berikan nilai setiap komponen RPP dengan cara membubuhkan tanda cek (√) pada kolom pilihan skor (1 ). Tentukan nilai RPP menggunakan rumus sbb: PERINGKAT Amat Baik ( A) Baik (B) Cukup (C) Kurang (K) NILAI 90 ≤ A ≤ 100 75 ≤ B < 90 60 ≤ C < 75 K<60 Matematika – SMP | 342 .2 RUBRIK PENILAIAN TELAAH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Rubrik penilaian RPP digunakan fasilitator untuk menilai RPP peserta yang digunakan peerteaching. Selanjutnya nilai RPP dimasukkan ke dalam nilai portofolio peserta.1/3. 1. jumlahkan skor seluruh komponen! 5. Berikan catatan khusus atau saran perbaikan setiap komponen RPP jika diperlukan! 4.R-3. (2) dan (3) sesuai dengan penilaian Anda terhadap RPP tersebut! 3. Cermati format penilaian RPP dan RPP yang akan dinilai! 2. Setelah selesai penilaian. Langkah-langkah penilaian RPP sebagai berikut.

Presentasi hasil kerja kelompok.2. Membuat rangkuman materi pelatihan Model Rancangan Pembelajaran.2 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut.2 dan Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP dengan menggunakan PPT-3.3/3.2-2. Bahan Tayang Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran dengan menggunakan PPT-2. Kerja kelompok untuk merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun.3-2/3. Kerja kelompok untuk menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaranyang terdapat dalam HO-2.Sub Materi Pelatihan : 3. Matematika – SMP | 343 . Fasilitator menutup pembelajaran.2 dan Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP dengan menggunakan PPT-3. dilanjutkan dengan Pemaparan materi oleh fasilitator tentang Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran dengan menggunakan PPT-2.3/3. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Langkah Kegiatan Inti Diskusi dan Tanya jawab Kerja Kelompok Kerja Kelompok Presentasi Merangkum dan Refleksi 40 Menit 30 Menit 25 Menit 20 Menit 20 Menit Diskusi dan tanya jawab tentang penilaian autentik dalam bentuk tes dan nontes termasuk portofolio.

Matematika – SMP | 344 .

Matematika – SMP | 345 .

MATERI PELATIHAN 4 : PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING (22 JP) 4.2 Peer Teaching Matematika – SMP | 346 .1 Simulasi Pembelajaran 4.

b. 7. Merevisi RPP sehingga menerapkan pendekatan scientific dan penilaian autentik untuk kegiatan peer teaching. Instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran (Alat Penilaian Kinerja Guru). maupun. emosional. intelektual. PERANGKAT PELATIHAN 1. mencipta) dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. Strategi Pengamatan tayangan video. moral. sosial. mengkaji pelaksanaan pembelajaranyang menerapkan pendekatan scientific (mengamati. 3. Melaksanakan peer teaching pembelajaranyang menerapkan pendekatan scientific dan penilaian autentik. mengolah. Menyimpulkan alur pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan scientific dan penilaian autentik. 2. B. Kreatif dan komunikatif dalam melakukan peer teaching. intelektual. Bahan Tayang a. Menilai pelaksanaan peer teaching peserta lain. menalar. kultural. 4. mencipta) dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. ATK Analisis pembelajaran pada tayangan video. Garis besar instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. kultural. menanya.MATERI PELATIHAN 4 PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING (22 JP) A. 5. mengolah. menanya. Simulasi Pembelajaran 2. c. 6. Matematika – SMP | 347 . sosial. emosional. KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 1. menalar. Lembar Kerja a. 2. maupun. D. Menganalisis simulasi pembelajaran melalui tayangan video pembelajaran. Panduan tugas praktik pelaksanaan pembelajaran. Ketelitian dan keseriusan dalam menganalisis simulasi pembelajaran. melaksanakan pembelajaranyang menerapkan pendekatan scientific (mengamati. menyaji. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Peer Teaching C. mencoba. moral. LINGKUP MATERI 1. 3. b. menyaji. dan 2. mencoba.

15 Menit KEGIATAN PENDAHULUAN KEGIATAN INTI 4.1. File. tujuan. atau media pembelajaran lainnya. seperti LCD Projector.SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 4. dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. semangat. Fasilitator memotivasi peserta. indikator.1 oleh fasilitator. mengajak berdinamika agar saling mengenal. Laptop. Penayangan video pembelajaran Matematika dengan menggunakan V-2. Active Speaker. serius.1 Simulasi Pembelajaran 360 Menit 20 Menit Pemaparan Strategi Pengamatan Video Pembelajaran dengan menggunakan bahan tayang PPT-4. PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING 22 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran. kompetensi. Mengkonfirmasi penerapan pendekatan scientific dan penilaian autentik mengacu pada tayangan video pembelajaran Kerja kelompok untuk merevisi RPP sesuai dengan hasil analisis 20 Menit 60 Menit 30 Menit 135 Matematika – SMP | 348 . Kerja kelompok untuk menganalisis tayangan video pembelajaran dengan fokus pada penerapan pendekatan scientific dan penilaian autentik dengan menggunakan LK -4. dan Laser Pointer. dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Praktik Pembelajaran Terbimbing. alokasi waktu. Pengkondisian Peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama.1.1/4.

Refleksi terhadap pelaksanaan peer teaching. Fasilitator menutup pembelajaran. Persiapan peer teaching. Presentasi contoh RPP yang akan digunakan dalam kegiatan peer teaching. KEGIATAN PENUTUP Membuat rangkuman materi pelatihan Praktik Pembelajaran Terbimbing. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan.2. untuk setiap peserta 30 menit dipandu fasilitator.TAHAPAN KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU tayangan video pembelajaran.1 Paparan oleh fasilitator tentang Garis Besar Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan PPT-4. 20 Menit 20 Menit 510 Menit 30 Menit 15 Menit Matematika – SMP | 349 . Praktik peer teaching pembelajaran Matematika secara individual.2.2.2 Peer Teaching Menit 90 Menit 5 Menit 600 Menit 20 Menit Paparan oleh fasilitator tentang Panduan Tugas Praktik Pelaksanaan Pembelajaran melalui peer teaching dengan menggunakan PPT.4. Menilai kegiatan peer teaching menggunakan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan LK-4. ICE BREAKER 4.2.

Penayangan video pembelajaran dengan menggunakan V-2. Matematika – SMP | 350 .1 oleh fasilitator. Kerja kelompok untuk merevisi RPP sesuai dengan hasil analisis tayangan video pembelajaran.1 Simulasi Pembelajaran Langkah Kegiatan Inti Paparan Tayangan Video Kerja Kelompok 20 Menit 20 Menit 60 Menit Presentasi Kerja Kelompok Menyimpulkan 90 Menit 135 Menit 30 Menit Pemaparan Strategi Pengamatan Video Pembelajaran dengan menggunakan bahan tayang PPT4. Kerja kelompok untuk menganalisis tayangan video pembelajaran dengan fokus pada penerapan pendekatan scientific dan penilaian autentik dengan menggunakan LK 4. Menyimpulkan alur pembelajaranyang berorientasi pada pendekatan scientific dan penilaian autentik.Sub Materi Pelatihan : 4.1. Presentasi contoh RPP yang akan digunakan dalam kegiatan peer teaching.1/4.1.

Matematika – SMP | 351 .

Matematika – SMP | 352 .

Matematika – SMP | 353 .

.......... Nama Peserta 2. Kegiatan Inti Guru menguasai materi yang diajarkan..... Mata Pelajaran 3... c Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitan dengan tema yang akan dibelajarkan.................. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. a............... b........... Asal Sekolah 3. : .... a Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran........... d................ Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang diintegrasikan secara relevandengan perkembangan Iptek dankehidupan nyata ...LK . c...4........ d Mengajak peserta didik berdinamika/melakukan sesuatu kegiatan yang terkait dengan materi.... Menguasai kelas dengan baik...1 LEMBAR KERJA ANALISIS PEMBELAJARAN DALAM TAYANGAN VIDEO PEMBELAJARAN 1. Menyajikan materi dalam tema secara sistematis dan gradual (dari yang mudah ke sulit........ Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual.... b Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik dalam perjalanan menuju sekolah atau dengan tema sebelumnya.............. Aspek yang Diamati Ya Tidak Catatan Kegiatan Pendahuluan Melakukan apersepsi dan motivasi. a.... : ....... Matematika – SMP | 354 .............. c....... : . Tema : ... b.. dari konkrit ke abstrak) Guru menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik................. Melaksanakan pembelajaran secara runtut..........

Menumbuhkan keceriaan dan antusisme peserta didik dalam belajar. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan menganalisis. Guru melaksanakan penilaian autentik. c. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif. Matematika – SMP | 355 .Aspek yang Diamati e. Mendokumentasikan hasil pengamatan skap. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik. d. peserta didik. b. a. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan mengkomunikasikan. Guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Melakukan penilaian keterampilan peserta didik dalam melakukan aktifitas individu/kelompok. perilaku dan keterampilan peserta didik. Ya Tidak Catatan a b c a. e. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar pembelajaran. Menghasilkan pesan yang menarik. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran. a b c d f Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana. Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru. f. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan mengamati. Guru menerapkan pendekatan scientific. d. Merespon positif partisipasi peserta didik. c. Guru memanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran. e. Memancing peserta didik untuk peserta didik bertanya. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar pembelajaran. sumber belajar. Mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect). b.

atau kegiatan. Matematika – SMP | 356 . Ya Tidak Catatan b.a. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. Aspek yang Diamati Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. b. Penutup Pembelajaran Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif a. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan. atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan. c. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik.

dankegiatanpenutupnamuntidaklengkap. teliti. teliti. :…………………………………………………………. 21 . :………………………………………………………….. kegiataninti.30 21 .24 15 .11 5-7 21 . Komentar dan Simpulan (10-25) Memberikankomentar yang faktualdanterstruktursesuaidenganketerlaksanaan skenario pembelajaran yangadadalamtayangan PBM video pembelajaranyang terdiridaripengalaman yang dapatdiambildaritayangan video dankesimpulan. bersungguhsungguhdenganpenuh rasa ingintahu danaktifdalamberdiskusi.20 12 .25 Matematika – SMP | 357 .. Mendeskripsikanhasilpengamatankegiatanawal.R . dankegiatanpenutupdenganlengkapnamunkurangteri nci. (15-30) Mendeskripsikansetiap item padalembarkerjaanalisis proses belajarmengajarsesuaidengankompetensidasar yang disajikandalamtayangan video denganjelas.. Kriteria Rentangan Nilai 25 . bersungguhsungguhdenganpenuh rasa ingintahu saja.20 25 . Menunjukkansikapantusias.4. Mendeskripsikanhasilpengamatankegiatanawal.1 RUBRIK PENILAIAN HASIL ANALISIS PEMBELAJARAN PADA TAYANGAN VIDEO NAMA PESERTA DIKLAT KELAS/ TANGGAL PENILAIAN Aspek Pengamatan Video (15-30) :………………………………………………………….15 8 . Sikapselamamen Menunjukkansikapantusias.30 Nilai Peserta Mendeskripsikanhasilpengamatankegiatanawal.24 15 . dalam Video lengkapdanbenar. bersungguhgamati sungguhdenganpenuh rasa ingintahu yang (5-15) disertaidenganpolaberpikiranalitikdalammengamatida nberdiskusi. dankegiatanpenutupdenganlengkapdanterinci yang disertaicontohkongkrithasilpengamatan. kegiataninti. kegiataninti. Menunjukkansikapantusias. teliti. Mendeskripsikansetiap item padalembarkerjaanalisis Lembarkerjaanali proses belajarmengajarsesuaidengankompetensidasar sispembelajaran yang disajikandalamtayangan video denganjelas.. Hanyamenandaisetiap item padalembarkerjaanalisis proses belajarmengajarsesuaidengankompetensidasar yang disajikandalamtayangan video.

......Aspek Kriteria Memberikankomentar yang faktualdanterstruktursesuaidenganketerlaksanaan skenario pembelajaran yangadadalamtayangan PBM video pembelajaranyang terdiridaripengalaman yang dapatdiambildaritayangan video...... (. Rentangan Nilai Nilai Peserta 16 -20 10 -15 100 JUMLAH ……………….........) Matematika – SMP | 358 ....................……………. Memberikankomentarsesuaidengan keterlaksanaan skenario pembelajaran yangadadalamtayangan PBM video pembelajaran... 2013 Fasilitator........ ………..

2 Peer Teaching Langkah Kegiatan Inti Paparan Panduan Paparan Instrumen Penilaian Persiapan Peer Teaching 20 Menit 20 Menit 20 Menit Refleksi Praktik Peer Teaching 30 Menit 510 Menit Paparan oleh fasilitator tentang Panduan Tugas Praktik Pelaksanaan Pembelajaran melalui peer teaching dengan menggunakan PPT.2.4. Persiapan peer teaching.2-2. Refleksi terhadap pelaksanaan peer teaching. Praktik peer teachingpembelajaran secara individual. Paparan oleh fasilitator tentang Garis Besar Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan PPT-4.Sub Materi Pelatihan : 4. untuk setiap peserta 30menit dipandu fasilitator.2-1. Menilai kegiatan peer teachingoleh fasilitator dengan menggunakan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran LK-4. Matematika – SMP | 359 .

Matematika – SMP | 360 .

Matematika – SMP | 361 .

Matematika – SMP | 362 .

Matematika – SMP | 363 .

Matematika – SMP | 364 .

Menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit...... 2 Menfasilitasi kegiatan yang memuat komponen eksplorasi.............. Nama Peserta 2.......... : .................... Matematika – SMP | 365 .. 3 Menyampaikan manfaat materi pembelajaran.... Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan.2 LEMBAR KERJA INSTRUMEN PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1...... Menguasai kelas............LK .. 2 Menyampaikan rencana kegiatan misalnya............ Kegiatan Inti Penguasaan Materi Pelajaran 1 2 3 4 Kemampuan menyesuiakan materi dengan tujuan pembelajaran. Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan 1 Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai peserta didik. Ya Tidak Catatan Aspek yang Diamati Kegiatan Pendahuluan Apersepsi dan Motivasi 1 Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran sebelumnya. Asal Sekolah 3.... dan melakukan observasi..4.. individual.. 4 Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran..... dari konkrit ke abstrak) Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik 1 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.................. : ........... 2 Mengajukan pertanyaan menantang.. 3 4 Melaksanakan pembelajaran secara runtut... Menyajikan pembahasan materi pembelajaran dengan tepat........... perkembangan Iptek ............ elaborasi dan konfirmasi. Topik : .. kerja kelompok... dan kehidupan nyata...

6 7 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect). Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran. Memfasilitasi peserta didik untuk mengamati. Merespon positif partisipasi peserta didik. Memfasilitasi peserta didik untuk mencoba. Kegiatan Penutup Penutup pembelajaran Matematika – SMP | 366 . Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar pembelajaran. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk berkomunikasi. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik. Pelibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran 1 2 3 4 5 Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru. Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran 1 2 Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. sumber belajar. Memancing peserta didik untuk bertanya. Ya Tidak Catatan Penerapan Pendekatan scientific 1 2 3 4 5 6 7 Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana. Menumbuhkan keceriaan atau antuisme peserta didik dalam belajar. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif. peserta didik. Memberikan pertanyaan peserta didik untuk menalar (proses berfikir yang logis dan sistematis). Memfasilitasi peserta didik untuk menganalisis.Aspek yang Diamati 5 Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual. Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam Pembelajaran 1 2 3 4 5 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar pembelajaran. Menghasilkan pesan yang menarik.

Jumlah Ya Tidak Catatan Matematika – SMP | 367 . Memberihan tes lisan atau tulisan .Aspek yang Diamati 1 2 3 4 Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan. Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio.

4. Langkah Kegiatan 1. 4. Selanjutnya nilai PeerTeaching dimasukkan ke dalam nilai portofolio peserta. 3. Berikan tanda cek (√) pada kolom pilihan YA atau TIDAK sesuai dengan penilaian Anda terhadap penyajian guru pada saat pelaksanaan pembelajaran! Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan pembelajaran! Hitung jumlah nilai YA dan TIDAK ! Tentukan Nilai menggunakan rumus berikut ini! 2. Mata Pelajaran PERINGKAT Amat Baik (A) Baik (B) Cukup (C) Kurang (K) NILAI 90 ≤ A ≤ 100 75 ≤ B < 90 60 ≤ C < 75 K < 60 Matematika – SMP | 368 .R .2 RUBRIK PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran ini digunakan fasilitator untuk menilai kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran pada saat Peer Teaching.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.