SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

MATERI PELATIHAN GURU
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMP/MTs MATEMATIKA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013
Pendahuluan | i

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Diterbitkan oleh: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2013

Copyright © 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendahuluan | ii

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah Swt, Kurikulum 2013 secara terbatas mulai dilaksanakan tahun 2013 pada sekolah-sekolah yang memenuhi persyaratan dan ditetapkan secara selektif. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya untuk merespon berbagai tantangan tantangan internal dan eksternal.

Titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan. Pengembangan kurikulum menjadi amat penting sejalan dengan kontinuitas kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya serta perubahan masyarakat pada tataran lokal, nasional, regional, dan global di masa depan. Aneka kemajuan dan perubahan itu melahirkan tantangan internal dan eksternal yang di bidang pendidikan pendidikan. Karena itu, implementasi Kurikulum 2013 merupakan langkah strategis dalam menghadapi globalisasi dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan. Pengembangan Kurikulum 2013 dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti. Keenam, keselarasan tuntutan kompetensi lulusan, isi, proses pembelajaran, dan penilaian. Aplikasi yang taat asas dari prinsip-prinsip ini menjadi sangat esensial dalam mewujudkan keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.

Mudah-mudahan implementasi Kurikulum 2013 ini bisa berjalan dengan baik. Akhirnya, kepada semua pihak yang telah mendedikasikan dirinya dalam mempersiapkan Kurikulum 2013, saya mengucaplkan banyak terima kasih. Semoga bermanfaat untuk mencerdaskan bangsa Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Muhammad Nuh

Pendahuluan | iii

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya Modul Bahan Ajar Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Modul bahan ajar ini merupakan bahan ajar wajib dalam rangka pelatihan calon instruktur, guru inti, dan guru untuk memahami Kurikulum 2013 dan kemudian dalam proses pembelajaran di sekolah. Kurikulum 2013 ini diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2013-2014 melalui pelaksanaan terbatas, khususnya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakannya. Pada Tahun Ajaran 2013/2014, Kurikulum 2013 dilaksanakan secara terbatas untuk Kelas I dan IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtida’iyah (SD/MI), Kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Kelas X Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA/MAK). Pada Tahun Ajaran 2015/2016 diharapkan Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di seluruh kelas I sampai dengan Kelas XII. Menjelang implementasi Kurikulum 2013, penyiapan tenaga guru dan tenaga kependidikan lainnya sebagai pelaksana kurikulum di lapangan perlu dilakukan. Sehubungan dengan itu, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP), telah menyiapkan strategi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas. Pada tahun 2013 pelatihan akan dilakukan bagi pengawas SD/SMP/SMA/SMK, kepala sekolah SD/SMP/SMA/SMK, dan guru Kelas I dan IV SD, guru Kelas VII SMP untuk 9 mata pelajaran, dan guru Kelas X SMA/SMK untuk 3 mata pelajaran. Guna menjamin kualitas pelatihan tersebut, maka BPSDMPK dan PMP telah menyiapkan 14 Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013, sesuai dengan kelas, mata pelajaran, dan jenjang pendidikan. Modul ini diharapkan dapat membantu semua pihak menjalankan tugas dalam Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Saya mengucpkan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi aktif kepada pejabat dan staf di jajaran BPSDMPK dan PMP, dosen perguruan tinggi, konsultan, widyaiswara, pengawas, kepala sekolah, dan guru yang terlibat di dalam penyusunan modul-modul tersebut di atas.

Jakarta, Juni 2013 Kepala Badan PSDMPK-PMP

Syawal Gultom NIP. 19620203 198703 1 002

Pendahuluan | iv

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

DAFTAR ISI

SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAGIAN I PENDAHULUAN A. Tujuan Umum Pelatihan B. Indikator Umum Ketercapaian Tujuan C. Kompetensi Inti Peserta yang Harus Dicapai D. Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan E. Tahapan, Nara Sumber, dan Peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013, untuk Guru, Kepala Sekolah, F. dan Pengawas G. Penilaian H. Panduan Narasumber dan Fasilitator I. Kode Etik Narasumber J. Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Kurikulum 2013

iii iv v 1 2 2 3 3 3 5 6 6 7 7 10 11 13 15 19 25 29 32 33 34 34 34 34 35 37 58 59 59 59 60 61 63

Sistematika Modul BAGIAN II SILABUS PELATIHAN A. Silabus Materi Pelatihan 0: Perubahan Mindset B. Silabus Materi Pelatihan 1: Konsep Kurikulum 2013 C. Silabus Materi Pelatihan 2: Analisis Materi Ajar D. Silabus Materi Pelatihan 3: Model Rancangan Pembelajaran E. Silabus Materi Pelatihan 4: Praktik Pembelajaran Terbimbing BAGIAN III MATERI PELATIHAN MATERI PELATIHAN 0: PERUBAHAN MINDSET A. Kompetensi B. Lingkup materi C. Indikator D Perangkat pelatihan Skenario kegiatan Bahan tayang MATERI PELATIHAN 1 : KONSEP KURIKULUM 2013 A. Kompetensi B. Lingkup materi C. Indikator D Perangkat pelatihan Skenario kegiatan 1.1 Rasional Kurikulum
K.

Pendahuluan | v

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

1.2 Elemen Perubahan Kurikulum 1.3 SKL, KI, KD, dan Silabus 1.4 Strategi Implementasi Kurikulum MATERI PELATIHAN 2 : ANALISIS MATERI AJAR A. Kompetensi B. Lingkup materi C. Indikator D. Perangkat pelatihan Skenario kegiatan 2.1 Konsep Pendekatan Scientific 2.2 Model Pembelajaran 2.3 Konsep Penilaian Autentik pada Pembelajaran 2.4 Analisis Buku Guru dan Siswa MATERI PELATIHAN 3 : MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN A. Kompetensi B. Lingkup materi C. Indikator D. Perangkat pelatihan Skenario kegiatan 3.1 Penyusunan RPP 3.2 Perancangan Penilaian Autentik MATERI PELATIHAN 4 : PRAKTEK PEMBELAJARAN TERBIMBING A. Kompetensi B. Lingkup materi C. Kompetensi Peserta Pelatihan D. Perangkat pelatihan Skenario kegiatan 4.1 Simulasi Pembelajaran 4.2 Peer Teaching

79 84 170 176 176 176 176 177 178 181 216 251 297 305 306 306 306 306 307 309 341 344 345 345 345 345 346 348 357

Pendahuluan | vi

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

GAMBARAN STRUKTUR MATERI PELATIHAN GURU IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

BAGIAN 1: PENDAHULUAN

A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K. A. B. C. D. E.

Tujuan Umum Pelatihan Indikator Umum KetercapaianTujuan Kompetensi Inti Peserta yang Harus Dicapai Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan Tahapan, Narasumber, dan Peserta Pelatihan Struktur Pelatihan Penilaian Panduan Narasumber dan Fasilitator Kode Etik Narasumber Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Sistematika Materi Pelatihan Silabus Perubahan Mindset Silabus Konsep Kurikulum 2013 Silabus Analisis Materi Ajar Silabus Model Rancangan Pembelajaran Silabus Praktik Pembelajaran Terbimbing

BAGIAN 2: SILABUS

A. Materi Pelatihan 0: Perubahan Mindset B. Materi Pelatihan 1: Konsep Kurikulum 2013 1.1 Rasional 1.2 Elemen Perubahan 1.3 SKL, KI, KD 1.4 Strategi Implementasi C. Materi Pelatihan 2: Analisis Materi Ajar 2.1 Konsep Pendekatan Scientific 2.2 Model Pembelajaran 2.3 Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar 2.4 Analisis Buku Guru dan Buku SIswa

BAGIAN 3: MATERI PELATIHAN

D. Materi Pelatihan 3: Model Rancangan Pembelajaran 1.1 Penyusunan RPP 1.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar E. Materi Pelatihan 4: Praktik Pembelajaran Terbimbing 4.1 Simulasi Pembelajaran 4.2 Peer Teaching F. Program Pendampingan

Pendahuluan | vii

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 BAGIAN I PENDAHULUAN Pendahuluan | 1 .

Kepala sekolah mampu mengerahkan sumber daya yang dimiliki dalam rangka menjamin keterlaksanaan implementasi Kurikulum 2013. Guru mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan. dan penilaian Kurikulum 2013. sarana. Indikator Umum Ketercapaian Tujuan Hasil monitoring dan evaluasi implementasi Kurikulum 2013 pada akhir Tahun Ajaran 2013/2014. lembar kerja/worksheet. (2) Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. menunjukkan di bawah ini. Sesuai dengan Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. B. A. (5) Bahan/Materi Pelatihan untuk masing-masing Mata Pelatihan. dan penilaian Kurikulum 2013.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 BAGIAN I PENDAHULUAN Modul Pelatihan ini disiapkan untuk digunakan para Narasumber Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 sesuai dengan kelas. Pendahuluan | 2 . 3. 1. IV. Bahan/Materi Pelatihan yang dimaksud meliputi hand-out. (3) Panduan Narasumber. isi. mata pelajaran dan jenjang pendidikan. VII. Instruktur Nasional. isi. sasaran pelatihan. dan Pengawas Sekolah Inti. dan struktur pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk tahun kalender 2013. Tujuh puluh persen (70%) guru kelas I. dan kebijakan sekolah. proses pembelajaran. Modul ini memberi panduan bagi para pengguna mengenai (1) Tahapan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Tujuan Umum Pelatihan Tujuan Umum Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut. 2. 1. Pengawas sekolah mampu memberikan bantuan teknis secara benar kepada sekolah dalam mengatasi hambatan selama implementasi Kurikulum 2013. proses pembelajaran. 2. Narasumber yang dimaksudkan adalah Narasumber Nasional. sumber daya manusia. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP) telah menetapkan jenjang atau tahapan pelatihan. (4) Panduan Penilaian. Guru Inti. X mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan. Kepala Sekolah Inti. Tujuh puluh persen (70%) sekolah pelaksana Kurikulum 2013 tidak mengalami hambatan biaya. bahan tayang baik dalam bentuk slide power point maupun rekaman video.

1. Tahapan atau jenjang pelatihan. E.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 3. 1. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang Kurikulum 2013 (rasional. narasumber yang akan bertugas. KD untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya. dan santun. selama 1 semester. 8. dan pengawas sekolah mampu mewujudkan hasil kerja secara kolektif berikut ini. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013. SKL. D. C. Contoh RPP untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya. Narasumber. 9. serta sasaran peserta dapat dijelaskan pada diagram berikut ini. 3. Tahapan. Pendahuluan | 3 . guru. Memiliki keterampilan menganalisis keterkaitan antara Standar Kompetensi Kelulusan (SKL). Kompetensi Dasar (KD). Memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum 2013. 3. Contoh instrumen penilaian untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya. serta strategi implementasi). Memiliki keterampilan menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) dengan mengacu pada Kurikulum 2013. dan Buku Siswa. maka berikut ini kompetensi inti yang harus dicapai peserta setelah mengikuti pelatihan. Buku Guru. benar. selama 1 semester. Tujuh puluh persen (70%) sekolah pelaksana Kurikulum 2013 mendapatkan bantuan secara benar dari pengawas sekolah selama implementasi Kurikulum 2013. 4. Memiliki keterampilan berkomunikasi lisan dan tulis dengan runtut. maka pelatihan ini menerapkan strategi pelatihan bertahap atau berjenjang. Memiliki keterampilan mengajar dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. KI dan KD. Memiliki keterampilan melaksanakan penilaian autentik dengan benar. 6. 2. KI. 5. Analisis SKL. 2. kepala sekolah. 4. Kompetensi Inti Peserta yang Harus Dicapai Berdasarkan Indikator Ketercapaian Tujuan. Hasil Kerja Peserta Selama Pelatihan Setelah selesai mengikuti pelatihan. elemen perubahan. kepala sekolah dan pengawas. selama 1 semester. Project Based Learning. Analisis buku siswa dan buku guru untuk jenjang dan mata pelajaran sesuai beban tugasnya. Kompetensi Inti (KI). 7. Memiliki keterampilan mengajar dengan menerapkan pendekatan Scientific secara benar. selama 1 semester. dan Discovery Learning. dan Peserta Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Sasaran akhir dari pelatihan ini adalah guru. Mengingat jumlah sasaran akhir pelatihan sangat besar dan sebaran sasaran akhir pelatihan sangat luas.

dan Tingkat Kabupaten/Kota. Pendahuluan | 4 . Pelatihan Pengawas Inti. Pelatihan Guru Kelas/ Mapel. Tingkat Provinsi. dan Pelatihan Pengawas. Pelatihan Kepala Sekolah Inti. Pelatihan Kepala sekolah. yakni: Pelatihan Instruktur Nasional. Tahapan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Tahapan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 dapat dilihat pada diagram 1 di atas. Diagram tersebut menunjukan terdapat 3 tahap pelatihan yaitu:Pelatihan Tingkat Nasional. Secara keseluruhan terdapat 7 jenis pelatihan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Narasumber: Narasumber Nasional PELATIHAN INSTRUKTUR NASIONAL Peserta: Instruktur Nasional Narasumber: Instruktur Nasional PELATIHAN GURU INTI Peserta: Guru Inti Narasumber: Instruktur Nasional PELATIHAN KEPALA SEKOLAH INTI Peserta: Kepala Sekolah Inti Narasumber: Instruktur Nasional PELATIHAN PENGAWAS INTI Peserta: Pengawas Inti Narasumber: Guru Inti PELATIHAN GURU KELAS/MAPEL Peserta: Guru Kelas/Mapel/BK Narasumber: Kepala Sekolah Inti PELATIHAN KEPALA SEKOLAH Peserta: Kepala Sekolah Narasumber: Pengawas Inti PELATIHAN PENGAWAS Peserta: Pengawas Diagram 1. Pelatihan Guru Inti.

1. Kepala Sekolah. Kecukupan. Struktur Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013.5 0.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 F. dan Kedalaman Materi) 3.5 0. 2.5 0. 3.5 2 1 SMP/MTs SMA/SMK /MA 2 4 0.5 0.4 2.1 1.2 PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Simulasi Pembelajaran Peer Teaching 22 8 14 22 8 14 22 8 14 22 8 14 22 8 14 22 8 14 PROGRAM PENDAMPINGAN 2 2 2 2 2 2 TES AWAL DAN TES AKHIR 2 2 2 2 2 2 TOTAL 52 52 52 52 52 52 Pendahuluan | 5 .3 1.2 MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN Penyusunan RPP Perancangan Penilaian Autentik 8 5 3 8 5 3 8 5 3 8 5 3 8 5 3 8 5 3 4.2 1.5 2 1 IPA 2 4 0.1 ANALISIS MATERI AJAR Konsep Pembelajaran Tematik Terpadu Konsep Pembelajaran IPA Terpadu Konsep Pembelajaran IPS Terpadu 12 2 12 2 12 12 12 12 2 2 2 2 2 2 2 6 2 6 2 4 2 2 2 4 2 2 2 6 2 2 2 6 2. KI dan KD Strategi Implementasi 2 4 0.5 2 1 Lainnya 2 4 0.1 3. Kepala Sekolah.5 0. 4.5 0.3 2.1 4.5 2 1 2.5 2 1 IPS 2 4 0.5 Konsep Pendekatan Scientific Model Pembelajaran Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian. dan PengawasSekolah Tabel 1: Struktur Pelatihan Guru.5 2 1 Kelas IV 2 4 0.2 2.4 MateriPelatihan Kelas I PERUBAHAN MINDSET KONSEP KURIKULUM 2013 Rasional Elemen Perubahan SKL. dan Pengawas Sekolah SD/MI No 0. 1. untuk Guru.

portofolio. Narasumber membagi tugas secara bersama-sama dengan prinsip keadilan. tes akhir. maupun penguasaan materi pelatihan. kepala sekolah inti. cara memberikan pertanyaan. dan melakukan penilaian kepada peserta. memecahkan masalah. Pendahuluan | 6 . menggali data. Setiap calon instruktur nasional. 3. Panduan Narasumber dan Fasilitator Narasumber memainkan peran yang sangat penting untuk menjadikan suatu pelatihan yang menarik dan menyenangkan. dan 3. memberikan motivasi. maka narasumber lainnya berperan sebagai fasilitator yang membantu dalam menyiapkan perangkat pelatihan. guru inti. dan pengawas inti dinyatakan lulus apabila mencapai nilai 75 dan memiliki kewenangan untuk melatih. 6. 1. Mengurangi penjelasan definisi. Penilaian Seusai pelatihan. mengambil keputusan atau simpulan. memberikan penjelasan tambahan. H. 5. berperilaku. cara memberikan umpan balik. 2. 3. Metode penilaian yang diterapkan di dalam penilaian ini meliputi: 1. pengamatan. panitia pelatihan akan mengumumkan hasil penilaian peserta. Ketika seorang narasumber bertugas memberikan materi pelatihan. dan memberikan konfirmasi. Melaksanakan pelatihan sesuai dengan modul dan mematuhi urutan dalam skenario pelatihan yang telah disusun. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang narasumber adalah berikut ini. 2. keterampilan Penilaian autentik diterapkan di dalam pelatihan ini. Memotivasi peserta untuk mengambil kesimpulan sendiri. tes awal. menanyakan argumentasinya mengapa peserta mengambil simpulan itu. Penilaian meliputi tiga ranah yaitu: 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 G. pengetahuan. Memberikan contoh panutan bagi peserta. sikap 2. menguatkan dan menekankan simpulan itu. 4. baik dalam hal disiplin. Memahami isi modul sesuai bidang yang ditugaskan. menganalisis alternatif temuan. menjawab pertanyaan. dan 4. Memanggil nama peserta untuk mengurangi ketegangan. Jumlah narasumber yang akan bertugas sebanyak 3 (tiga) orang selama proses pelatihan. tetapi wajib melibatkan peserta secara aktif dalam mencari.

3. dan sebagainya. Melaksanakan penilaian terdiri atas: tes awal. Menghindari hal-hal berikut ini. Memberlakukan peserta secara adil dan tidak diskriminatif.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 7. Menyerahkan laporan tertulis setiap selesai melakukan pelatihan. Menjaga kerahasiaan semua alat penilaian yang akan digunakan. c. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta baik laki-laki maupun perempuanyang memiliki keterbatasan berbicara. I. Menghormati kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan implementasi Kurikulum 2013. d. sumber. Beberapa dokumen pelatihan digunakan sebagai acuan untuk beberapa materi pelatihan sebagaimana tercermin dalam pengkodean bahan pelatihan. Mencatat kehadiran peserta sebagai bagian dari bahan penilaian. 4. Pendahuluan | 7 . 5. yang pendiam.. J. yang tua. 3. pengetahuan. dan keterampilan. 2. tes akhir. Menyiapkan alat. Membagi bahan pelatihan kepada peserta sesuai haknya. Mengajukan pertanyaan yang dapat dijawab peserta sesering mungkin (jangan pertanyaan yang sulit dijawab atau terlalu mudah dijawab peserta). Kode Etik Narasumber Setiap fasilitator pelatihan wajib menyetujui dan menerapkan kode etik berikut ini. a. 8. dan media belajar yang diperlukan. yang minoritas. Berperan sebagai orang yang serba tahu. 4. 10. 1. Menjawab pertanyaan yang tidak diketahui jawabnya. e. 2. 5. dan penilaian proses. Menjawab pertanyaan yang tidak dipahami maksudnya. Mengaktifkan peserta untuk menjawab pertanyaan peserta lain. Tugas Narasumber yang Berperan sebagai Fasilitator 1. b. Melakukan penilaian secara objektif. Menjawab pertanyaan yang tidak perlu dijawab. yang meliputi ranah sikap. 9. Mengacu pada prinsip-prinsip andragogi dalam bersikap dan berperilaku. Panduan Penggunaan Materi Pelatihan Kurikulum 2013 Jenis bahan dan lembar kerja untuk masing-masing materi pelatihan dapat dilihat berikut ini. Terpancing dalam perdebatan dengan peserta yang dapat mengakibatkan habisnya waktu.

3-3 LK-1.2 PPT-1. Rubrik Penilaian Hasil Analisis Buku Guru dan Siswa MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN Bahan Tayang Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan PPT-3.1-2 HO 2.3-1/2. dan KD Lembar Analisis Keterkaitan SKL.2-2 PPT--2.4/3.2-3 PPT-2.1-1 HO 2.2.1 PPT-1.3/2. KI.2-2 HO-2.2 LK-2.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Tabel 2.3-2/2.1 PPT.4-2 R-2. KI.1 PPT-1. 1.2-3 HO-2. KD Strategi Implementasi Hand-Out SKL. MATERI PELATIHAN PERUBAHAN MINDSET Bahan Tayang KONSEP KURIKULUM 2013 Video Tayangan Paparan Kurikulum 2013 oleh Mendikbud Bahan Tayang Rasional Elemen Perubahan SKL.4 HO-1.3-1 HO 2.2 HO-1. KI. V-2.4 HO 2. dan KD Silabus Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs Contoh Analisis Keterkaitan antara SKL.4/3.4 Lembar Kerja/Rubrik 3. Daftar dan Pengkodean Materi Pelatihan NO.3 2.3 PPT-1.1-1 Pendahuluan | 8 .4/3.1 V-1.1 PPT-2.1/3-2 HO-1.2-1 PPT--2. KI.1/3.2-1 HO-2. KI.1/3.3 PPT-2. KD Kerja/Rubrik ANALISIS MATERI AJAR Video Bahan Tayang Pembelajaran Matematika Konsep Pendekatan Scientific Model Pembelajaran Project Based Learning Model Pembelajaran Problem Based Learning Model Pembelajaran Discovery Learning Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Hand-Out Konsep Pendekatan Scientific Contoh Penerapan Pendekatan Scientific pada Pembelajaran Matematika Model Pembelajaran Project Based Learning Model Pembelajaran Problem Based Learning Model Pembelajaran Discovery Learning Konsep Penilaian Autentik Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Matematika SKL. dan KD Analisis Buku Guru Analisis Buku Siswa KODE PPT-0.4-1 LK-2.2 HO-1.3-2/3. 0.

3-2/3.2 PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Hand Out Keterangan: V PPT HO LK R : : : : : Video Powerpoint Presentation Hand-Out Lembar Kerja Rubrik Catatan Pengkodean: 1.3/2. KI. KD Lembar Kerja/Rubrik 4.1 PPT-4.1/3.3/2.4/3.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 NO. MATERI PELATIHAN Scientific Panduan Tugas Telaah RPP Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP yang Telah Dibuat Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan Scientific Contoh RPP Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran SKL.3 artinya bahan presentasi ini digunakan saat menyampaikan Materi Pelatihan 1 (Konsep Kurikulum).1-2 PPT-3.1 LK-4.2-1 PPT-4.2 R-3.4/3. HO-1.2 R-4.1-2 HO-2.1/3. Video Bahan Tayang Telaah RPP Rubrik Penilaian Telaah RPP Video Pembelajaran Strategi Pengamatan Tayangan Video Panduan Tugas Praktik Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Peer-Teaching Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Strategi Pengamatan Tayangan Video RPP yang Telah Disusun Peserta Pelatihan Lembar Kerja/Rubrik Analisis Pembelajaran pada Tayangan Video Rubrik Penilaian Analisis Pembelajaran pada Tayangan Video Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran PPT-3.1 PPT-4.KI.1 R-4.2 HO1.1/2. PPT-1.2 V-2.1/3. Submateri 3 (SKL.2 KODE Hand Out HO-3.2-2 HO-4.2 artinya hand-out ini digunakan sebagai acuan untuk beberapa materi pelatihan yaitu sebagai berikut: Pendahuluan | 9 .1/4.1/3.2 LK-3.1-1 HO-3.KD) 2.1 Hasil kerja peserta LK-4.1/2.

. submateri 3.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 .Materi Pelatihan 2. .Materi Pelatihan 1. Bagian I Bagian II : : Pendahuluan Silabus Pelatihan Materi Pelatihan Bagian III : Pendahuluan | 10 . Sistematika Modul Modul pelatihan implementasi kurikulum ini dibagi dalam tiga bagian berikut ini.Materi Pelatihan 3. submateri 1 dan 4. submateri 1 dan 2. K.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 BAGIAN II SILABUS PELATIHAN Pendahuluan | 11 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 JENJANG: SMP/MTs MATA PELAJARAN: MATEMATIKA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2013 Matematika – SMP | 12 .

1) NO 0. PERUBAHAN MINDSET 2 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 1. menghargai dan merespon positif perubahan Kurikulum da serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan materi pelatihan. WAKTU (JP) 2 Matematika – SMP | 13 . Tanya jawab tentang tantangan Indonesia dalam Abad ke-21. Curah pendapat membandingkan antara berpikir berbasis kendala (constraintbased thinking) dengan berpikir berbasis kesempatan (opportunitybased thinking) 3. Menunjukkan sikap menghargai perubahan kurikulum. 2. 2. Merespon KEGIATAN PELATIHAN 1. Memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum 2013 2. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengimpleme ntasikan Kurikulum 2013. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap BAHAN PELATIHAN JENIS Bahan Tayang DESKRIPSI Tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 (PPT-0. Mendiskusikan cara baru dalam belajar. Menunjukkan sikap menerima secara terbuka terhadap perubahan Kurikulum dalam rangka menghadapi tantangan Indonesia dalam Abad ke-21. PENILAIAN ASPEK Sikap Menerima. 3.1 SUBMATERI PELATIHAN Tantangan Indonesia dalam Abad ke21 INDIKATOR 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 0.

4. KEGIATAN PELATIHAN WAKTU (JP) 4. Mendiskusikan 6 pendorong utama teknologi pendidikan yang harus diperhatikan 5. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan materi pelatihan perubahan mindset.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI NO SUBMATERI PELATIHAN INDIKATOR secara positif terhadap cara baru dalam belajar. Tanya jawab tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill). Matematika – SMP | 14 .

Menerima rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. Menyimak dan melakukan tanya jawab tentang paparan rasional Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan kurikulum di Indonesia. Mengamati dan menyimak tayangan paparan tentang Kurikulum 2013 oleh Mendikbud.1) Naskah Kurikulum 2013 (HO-1.1) Rasional Kurikulum 2013 (PPT-1. 3.5 2. Menjelaskan permasalahan Kurikulum 2006 (KTSP).SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 1.2/1. 3. Video DESKRIPSI Tayangan Paparan Kurikulum 2013 oleh Mendikbud (V-1. Menyimpulkan rasional Kurikulum 2013 yang mencakup WAKTU (JP) 0. Pengetahuan Memahami secara utuh rasional kurikulum 2013 . KONSEP KURIKULUM 4 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Memahami secara utuh rasional Kurikulum 2013. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1.1 SUBMATERI PELATIHAN Rasional INDIKATOR 1. PENILAIAN ASPEK Sikap Menerima latar belakang alasan perubahan Kurikulum 2013. Hand-out Matematika – SMP | 15 . 2.4) NO 1.1/1. 2. Bahan Tayang Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda 3. KEGIATAN PELATIHAN 1. Menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan.

Mengidentifikasi kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal. Sikap Menerima empat elemen perubahan Kurikulum 2013 Pengetahuan Memahami elemen perubahan Kurikulum 2013 dan hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan. Bahan Tayang Elemen Perubahan Kurikulum 2013 (PPT-1. Standar Proses. 2. 1. WAKTU (JP) 4. Standar Proses. Menyimpulkan empat elemen perubahan Kurikulum 2013. Menyimak dan melakukan tanya jawab tentang empat elemen perubahan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan kurikulum. SI. Menjelaskan alasan pengembangan kurikulum. SI. Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap 1.4) 0. serta alasan pengembangan kurikulum. kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal. 5. Hand-out Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda Matematika – SMP | 16 .2) Naskah Kurikulum 2013 (HO-1.1/1. 1. dan Standar Penilaian.2 Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Memahami secara utuh elemen perubahan Kurikulum 2013.5 2.2/1. Menjelaskan empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL. 1. dan Standar Penilaian. 2.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI NO SUBMATERI PELATIHAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN permasalahan kurikulum 2006 (KTSP). Menerima empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL.

dan KD Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap 1. Bekerja sama dalam menganalisis keterkaitan SKL.3 SKL. Lembar Kerja Pengetahuan Kemampuan memahami konsep SKL. dan KD. KI. KI. Memberi contoh analisis keterkaitan SKL. 1.4/ 3. KI. KI. dan KD.3) a.3 ) 2 Penugasan Rubrik penilaian hasil analisis keterkaitan SKL. dan KD (HO-1. dan KD pada Kurikulum 2013. KI. dan KD (LK-1.3/ 2. Hand-Out SKL. dan KD yang akan dijadikan dasar dalam membuat RPP) Sikap Bekerja sama dalam kelompok dengan baik dan benar Keterampilan Terampil menganalisis keterkaitan SKL.2) b. Contoh Analisis Keterkaitan antara SKl. KI. KI. Menganalisis keterkaitan SKL. 2. dan KD serta keterkaitan antara ketiga kompetensi tersebut. KI. KI. 3. KEGIATAN PELATIHAN WAKTU (JP) 1. Menganalisis keterkaitan antara SKL.3) Analisis Keterkaitan SKL. KI dan KD (R-1. SKL. KI. dan KD melalui diskusi kelompok pada format yang sudah disediakan (Tiap kelompok menganalisis keterkaitan SKL.1/3. Tes Tertulis Matematika – SMP | 17 . dan KD (PPT-1. KI dan KD Memahami keterkaitan antara SKL. Menjelaskan empat elemen perubahan kurikulum dalam hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan. KI. dan KD. dan KD. dan KD (HO-1. KI. 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI NO SUBMATERI PELATIHAN INDIKATOR 3.3) Tes Objektif Pilihan Ganda 3. 2. Bahan Tayang 2. Menyimak paparan SKL. KI.

Bahan Tayang Strategi Implementasi Kurikulum (PPT-1.4) 1 2.4) Naskah Kurikulum 2013 (HO-1. Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap 1. 1. 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN PENILAIAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI NO SUBMATERI PELATIHAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN WAKTU (JP) 4. 5. Sikap Berkomunikasi dengan bahasa yang santun. Mempresentasi kan hasil diskusi kelompok. Mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013. Berkomunikasi dengan bahasa yang runtut dan komunikatif untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013. 2. Pengetahuan Memahami elemenelemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013. Diskusi kelas untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013. dan komunikatif dalam meyampaikan ide-ide.2/1. Hand-out Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda Matematika – SMP | 18 . 3.4 Strategi Implementasi Kurikulum 2013 Memahami secara utuh strategi implementasi Kurikulum 2013.1/1. Menilai hasil kerja kelompok lain. 1. 2. Mengkomunikasi kan hasil diskusi kelas. Merangkum dan menyimpulkan hasil diskusi kelas. sistematis.

Menerima konsep pendekatan scientific dan menghargai pendapat orang lain. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar pengamatan sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1.1-1) b.1) a. Bahan Tayang Tes tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda 3.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERIPELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 2. Pengetahuan Konsep pendekatan scientific dan penerapannya dalam pembelajaran Matematika. 2. ANALISIS MATERI AJAR 12 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1. Video DESKRIPSI Pembelajaran Matematika (V-2. Mendiskusikan contoh-contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika.1-2) a.1/4. 2. 2. Konsep pendekatan scientific (PPT-2. 2. 3. Menjelaskan konsep pendekatan scientific 3. Contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika (PPT-2. enjelaskan penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika.1 1. Hand out Matematika – SMP | 19 . Mengamati tayangan video pembelajaran Matematika.1-1) WAKTU (JP) 2 NO SUBMATERI PELATIHAN Konsep Pendekatan Scientific KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Mendeskripsikan konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika. ASPEK Sikap Menerima konsep pendekatan scientific dan menghargai pendapat orang lain. Konsep pendekatan scientific (HO-2. Mengkaji pendekatan scientific berdasarkan tayangan video melalui diskusi kelompok.

Focus Group Discussion Panduan FGD 1.3. Discovery Learning (PPT-2.1-2) WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 4. Contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika (HO-2. Mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran Discovery Learning. Project Based Learning (PPT-2. 2. Problem Based Learning. dan Discovery Learning. dan Discovery Learning).3) a. Mengamati tayangan 3 jenis model pembelajaran (Project Based Learning. Mengidentifikasi penerapan Pendekatan Scientific pada 3 model pembelajaran Sikap Menyadari manfaat penerapan tiga model pembelajaran Pengetahuan Karakteristik Project Based Learning. 2. Problem Based Matematika – SMP | 20 2 Tes Tulis Tes Objektif Pilihan Ganda 2.3-3) a. Project Based Learning (HO-2. Video Contoh Pembelajaran dengan 3 model pembelajaran (V-2. Bahan Tayang Unjuk kerja Rubrik penilaian hasil kerja 3. 3.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI b.3.1) b. 1. mengaitkan. Mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran Project Based Learning.2 Model Pembelajaran Membedakan Model Pembelajaran Project Based Learning.1) b. 3. membedakan. Mengidentifikasi karakteristik 3 model pembelajaran. Mempresentasi kan hasil diskusi kelompok. Problem Based Learning. Problem Based Learning. Problem Based Learning (PPT-2. 1. Keterampilan Menganalisis. 2. Hand out . dan Discovery Learning. Mengidentifikasi karakteristik model pembelajaran Problem Based Learning.3-2) c.

3/3.3 Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Mendeskripsikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar 1. 2. Contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika (HO-2.3) b. Mempresentasi kan hasil diskusi kelompok. Konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar (HO-2.3/3. 1. Hand out a. Menjelaskan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar.3-2) c. Discovery Learning (HO-2. Mendiskusikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. Sikap Menerima penerapan konsep penilaian autentik di sekolah/ madrasah dan menghargai pendapat orang lain. 3. Pengetahuan Konsep penilaian autentik pada pembelajaran Matematika.3) b. Pengamatan Lembar pengamatan sikap 1.3-3) WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 2. Menyajikan kegiatan interaktif untuk menyamakan persepsi tentang jenis dan bentuk tes dalam penilaian autentik.2) a. Konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar (PPT-2. Menerima penerapan konsep penilaian autentik di sekolah/ madarasah dan menghargai pendapat orang lain.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI Learning (HO-2.2) Matematika – SMP | 21 2 . Bahan Tayang Tes tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda 2. 2. Contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika (PPT-2.

Mendeskripsikan kecukupan dan kedalaman materi buku guru dan buku Matematika – SMP | 22 ASPEK Sikap Teliti dan serius dalam bekerja baik secara mandiri maupun berkelompok.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1. 2. Bahan Tayang DESKRIPSI Analisis buku guru dan buku siswa (PPT-2. dan KD.3/2. 2. KI. Mengidentifikasi kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. KI. KI. 5. Diskusi kelompok membahas hasil penilaian buku guru dan buku siswa. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar pengamatan sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1. dan KD.4) SKL. dan KD (HO-1. 2.4 1. Menganalisis kecukupan dan kedalaman materi buku guru dan buku siswa. Kecukupan.4-2) WAKTU (JP) 6 NO SUBMATERI PELATIHAN Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian. 2. Analisis Buku Guru (LK-2.4) 3. Peserta pelatihan menilai buku guru dan buku siswa. dan KD dalam diskusi kelompok.4-1) b. 2. Ketelitian dan keseriusan menganalisis kesesuaian buku guru dan siswa dengan SKL.4/ 3. Keterampilan Terampil menganalisis buku guru dan siswa. 3. Menganalisis kesesuaian buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. dan Kedalaman Materi) KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 1.2) a. dan KD. Hand-out Penugasan Rubrik Penilaian Hasil Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (R-2. Mencermati format analisis buku guru dan buku siswa. Menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan 3.1/3. KI. KI. Analisis Buku Siswa (LK-2. 4. Lembar Kerja .

Menerapkan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. 3. 5.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN siswa secara kelompok. Menganalisis kesesuaian proses. struktur. Menguasai penerapan materi pelajaran pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. struktur. serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku melalui diskusi kelompok. dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat dalam buku siswa. Menguasai secara utuh materi. Membuat contoh-contoh penerapan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru Matematika – SMP | 23 ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN kedalaman materi. 8. 6. 7. Menjelaskan secara utuh materi. Menganalisis kesesuaian isi buku dengan standar proses. 6. 4. 4. dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat dalam buku siswa melalui belajar mandiri. pendekatan scientific. struktur. . pendekatan scientific. Membaca isi materi. dan pola pikir keilmuan materi pelajaran.

Mempresentasi kan hasil analisis buku guru dan buku siswa (perwakilan kelompok). ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Matematika – SMP | 24 . 5. 7. 9. 10. Memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. Menyimpulkan strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. Menjelaskan strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari secara berkelompok.

1/3. Menyusun RPP yang sesuai dengan SKL. dan KD (HO-1. KI. ASPEK Sikap Tanggung jawab dan kreatif dalam menyusun RPP Keterampilan Menyusun RPP yang mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific Pengetahuan RPPyang menerapkan pendekatan scientific TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1. Peserta pelatihan menilai RPP yang dibawa oleh peserta lain. kultural. sosial. Bahan Tayang DESKRIPSI a.1-2) a. Rambu-rambu penyusunan RPP mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific (PPT-3. Menunjukkan sikap tanggung jawab dan kreatif dalam menyusun RPP. Menyusun RPP yang sesuai dengan SKL. Rambu-rambu penyusunan RPP mengacu pada Standar WAKTU (JP) 5 SUBMATERI PELATIHAN 3.4/ 3. Hand out Tes Tertulis Tes Objektif Pilihan Ganda 3. dan KD. Panduan tugas telaah RPP (PPT-3. maupun intelektual 1. MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN 8 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1. dan KD.2) b. moral.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 3. Mendiskusikan rambu-rambu penyusunan RPP yang mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific.1 Penyusunan RPP KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Menyusun RPP yang menerapkan pendekatan scientific sesuai model belajar yang relevan dengan mempertimbang kan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. Mengidentifikasi rambu-rambu penyusunan RPP. SKL.3/2. 2.1-1) b. 3. 2. KI.1/3. Standar Matematika – SMP | 25 . KI. emosional.2) 2. Standar Penugasan Rubrik Penilaian Telaah RPP (R-3.

4. 5.1-1) c.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN Proses. Contoh RPP Matematika (HO-3. Menelaah RPP yang disusun kelompok lain (LK-3. 6. dan pendekatan scientific. 7. Merevisi RPP berdasarkan hasil telaah. Mendiskusikan format telaahRPP .1/3.2) Matematika – SMP | 26 . dan pendekatan scientific secara berkelompok (terutama KD awal semester I) 4. Lembar Kerja Telaah RPP WAKTU (JP) SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Proses.1-2) 3. Mempresentasikan hasil RPP yang sudah direvisi (sampel) ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI Proses dan pendekatan scientific (HO-3. MenelaahRPP yang disusun kelompok lain sesuai format telaah RPP.

Mengkaji penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran Matematika melalui contoh. SKL. Menunjukkan sikap tanggung dan kreatifdalam menyusun rancangan penilaian autentik.1/3. Bahan Tayang DESKRIPSI a.4/ 3.2) WAKTU (JP) 3 SUBMATERI PELATIHAN 3.1/3.2) Tes Objektif Pilihan Ganda Tes Tertulis 2. Contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika (HO-2. Keterampilan Merancang penilaian autentik Pengetahuan Penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika.2) b. Mengidentifikasi kaidah perancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. Contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika (PPT-2.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1.2) a.2) b. Mendiskusikan tentang kaidah merancang penilaian autentik berbentuk tes dan nontes. 3. KI. Hand out 3. 2. Penugasan Rubrik Penilaian Telaah RPP (R-3. Menelaah rancangan penilaian autentik pada 4. termasuk portofolio. 2.3/2. Panduan tugas menelaah rancangan penilaian pada RPP yang telah dibuat (PPT-3.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Merancang penilaian autentik pada proses dan hasil belajar 1. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1. Mendiskusikan dan melakukan tanya jawabtentang penilaian autentik dalam bentuk tes dan nontes.3/3. Menelaah rancangan penilaian autentik pada Matematika – SMP | 27 .3/3. Mengidentifikasi jenis dan bentuk penilaian pada proses dan hasil belajar sesuai karakteristik mata pelajaran Matematika. dan KD (HO-1. 4. ASPEK Sikap Tanggung jawab dankreatif dalam menyusun rancangan penilaian autentik.

5. 6. Matematika – SMP | 28 . Mempresentasi kan rancangan penilaian proses dan hasil belajar yang sudah direvisi (sampel) ASPEK TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN proses dan hasil belajar yang ada dalam RPP.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN RPP yang telah disusun. Merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun berdasarkan hasil telaah.

menyaji. emosional. PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING 22 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 1. kultural. Melalui diskusi. TEKNIK Pengamatan BENTUK INSTRUMEN Lembar Pengamatan Sikap BAHAN PELATIHAN JENIS 1. 4. Video DESKRIPSI Pembelajaran Matematika (V-2.1 1. Ketelitian dan keseriusan dalam menganalisis simulasi pembelajaran. 3.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATERIPELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 4.1) Analisis pembelajaran pada tayangan video (LK-4. Bahan Tayang 2. Menganalisis simulasi pembelajaran melalui tayangan video pembelajaran. mencoba. 2. Mengamati tayangan video pembelajaran ASPEK Sikap Ketelitian dan keseriusan dalam menganalisis simulasi pembelajaran Keterampilan Menganalisis pembelajaran pada tayangan video.1) Tes Objektif Pilihan Ganda 3. moral. menganalisis tayangan video pelaksanaan pembelajaran dengan fokus pada penerapan pendekatan scientificdan penilaian autentik. 2. sosial.1) Strategi pengamatan video pembelajaran (PPT-4. Lembar Kerja Pengetahuan Prinsipprinsip pendekatan scientific dan penerapan Tes Tertulis Matematika – SMP | 29 . menanya.1/4. mengolah. Mengkonfirmasi penerapan pendekatan scientific dan Penugasan Rubrik Penilaian Analisis pembelajaran pada tayangan video (R-4. menalar.1) WAKTU (JP) 8 NO SUBMATERI PELATIHAN Simulasi Pembelajaran KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN Mengkaji pelaksanaan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific (mengamati. mencipta) dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik.

mencoba. 1.2 Peer Teaching Melaksanakan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific (mengamati. Panduan tugas praktik pelaksanaan pembelajaran melalui peer teaching (PPT-4. Instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran (PPT-4. mencipta) dengan tetap memperhatikan 1. menyaji. Kreatif dan komunikatif dalam melakukan peer teaching. 3. TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN maupun. Lembar Kerja . intelektual. Pengamatan Lembar Pengamatan Sikap 1. Merevisi RPP sehingga menerapkan pendekatan scientific dan penilaian autentik untuk kegiatan peer teaching. Bahan Tayang Penugasan 2. Menjelaskan garis besar instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran Sikap Kreatif dan komunikatif dalam melakukan peer teaching Keterampilan Melaksanakan pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific. 2.2-2) Instrumen penilaian Matematika – SMP | 30 14 2. Merevisi RPP sesuai dengan hasil analisis tayangan video pembelajaran. menalar. ASPEK penilaian autentik dalam pembelajaran Matematika. 5.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN penilaian autentik mengacu pada tayangan video pembelajaran. menanya. 4. Mempresentasi kan contoh RPP untuk kegiatan peer teaching.2) Tes Objektif Ganda a. Melaksanakan peer teaching yang menerapkan pendekatan scientific dan penilaian Tes Tertulis Rubrik penilaian pelaksanaan pembelajaran (R-4. 4. mengolah.2-1) b. Menginformasik an panduan tugas praktik pelaksanaan pembelajaran melalui peer teaching.

moral. emosional.2) WAKTU (JP) NO SUBMATERI PELATIHAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. ASPEK Pengetahuan Prinsipprinsip pendekatan scientific dan penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran Matematika. Mempraktikkan pembelajaran melalui peer teaching secara individual. 3. TEKNIK BENTUK INSTRUMEN BAHAN PELATIHAN JENIS DESKRIPSI pelaksanaan pembelajaran (LK-4. intelektual. kultural. 5. 4. autentik menggunakan RPP yang telah disusun. Matematika – SMP | 31 . maupun. Melakukan refleksi terhadap pelaksanaan peer teaching.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 PENILAIAN INDIKATOR KEGIATAN PELATIHAN 3. Mempersiapkan pelaksanaan peer teaching berdasarkan RPP yang telah disusun. Menilai kegiatan peer teaching menggunakan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran 6. Menilai pelaksanaan peer teaching peserta lain. sosial.

3.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 BAGIAN III MATERI PELATIHAN 0. 4. PERUBAHAN MINDSET KONSEP KURIKULUM 2013 ANALISIS MATERI AJAR MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING Matematika – SMP | 32 . 2. 1.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN: PERUBAHAN MINDSET Matematika – SMP | 33 .

6. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Berpikir Berbasis Kendala (Constraint-Based Thinking) dan Berpikir Berbasis Kesempatan (Opportunity Based) 3. PERANGKAT PELATIHAN 1. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan materi pelatihan perubahan mindset. D. Cara Baru dalam Belajar 4. Enam Pendorong Utama Teknologi Pendidikan yang Harus Diperhatikan 5. 8. LINGKUP MATERI 1. Bahan Tayang: Tantangan Indonesia dalam Abad 21 (Mengapa Kita Harus Berubah) 2. ATK Matematika – SMP | 34 . INDIKATOR 5. 2. High Order Thinking Skills (HOTS) C. Memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum 2013. Merespon secara positif terhadap cara baru dalam belajar.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN: PERUBAHAN MINDSET A. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013. B. Tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 (Mengapa Kita Harus Berubah). Menunjukkan sikap menghargai perubahan Kurikulum 2013 7. 2. Menunjukkan sikap menerima secara terbuka terhadap perubahan Kurikulum dalam rangka menghadapi tantangan Indonesia dalam Abad ke-21.

KEGIATAN PENUTUP Membuat rangkuman materi pelatihan Perubahan Mindset. dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Perubahan Mindset Fasilitator memotivasi peserta. tujuan. Laptop. Fasilitator mengingatkankan peserta agar membaca referensi yang relevan. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Curah pendapat untuk membandingkan berpikir berbasis kendala 15 menit (Constraint-Based Thinking) dan Berpikir berbasis kesempatan (Opportunity Based). Mendiskusikan cara baru dalam belajar. Fasilitator menutup pembelajaran 15 Menit Matematika – SMP | 35 . dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. Active Speaker. File. kompetensi. indikator. 10 Menit Mendiskusikan enam pendorong utama teknologi pendidikan yang 20 Menit harus diperhatikan dilanjutkan dengan tanya jawab tentang lima tantangan pendidikan tinggi. alokasi waktu. seperti LCD Projector. atau media pembelajaran lainnnya. dan Laser Pointer. serius. Pengkondisian Peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN PERUBAHAN MINDSET 2 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran. 15 Menit KEGIATAN PENDAHULUAN KEGIATAN INTI Perubahan Mindset 60 Menit Tanya jawab tentang tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 15 Menit (mengapa kita harus berubah). mengajak berdinamika agar saling mengenal. semangat.

Fasilitator memotivasi peserta. refleksi.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN: PERUBAHAN MINDSET Langkah Kegiatan Inti Pengkondisian Peserta dilanjutkan Tanya Jawab 30 Menit Curah Pendapat Diskusi Diskusi Dilanjutkan Tanya Jawab 15 Menit 10 Menit 20 Menit Pengkondisian Peserta dilanjutkan Tanya Jawab Perkenalan. diakhiri membuat rangkuman. indikator. dan Penutup Mendiskusikan enam pendorong utama teknologi pendidikan yang harus diperhatikan dilanjutkan dengan tanya jawab tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi. serius. kompetensi. Matematika – SMP | 36 . Tanya jawab tentang Tantangan Indonesia dalam Abad ke-21 (mengapa kita harus berubah). Tanya Jawab. dan umpan balik. fasilitator menjelaskan nama. mengajak berdinamika agar saling mengenal. Diskusi Diskusi cara baru dalam belajar Diskusi. semangat. tujuan. dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Perubahan Mindset. alokasi waktu. dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. Curah Pendapat Curah pendapat untuk membandingkan berpikir berbasis kendala (Constraint-Based Thinking) dan Berpikir berbasis kesempatan (Opportunity Based).

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 37 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 38 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 39 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 40 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 41 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 42 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 43 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 44 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 45 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 46 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 47 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 48 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 49 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 50 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 51 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 52 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 53 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 54 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 55 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 56 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 57 .

3 SKL. KI.2 Elemen Perubahan 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN 1: KONSEP KURIKULUM 2013 1. dan KD 1.1 Rasional 1.4 Strategi Implementasi Matematika – SMP | 58 .

Menjelaskan empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL. Menerima empat elemen perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: SKL. dan Standar Penilaian. KI. Menerima rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. Standar Nasional Pendidikan a. Mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013 dengan bahasa yang runtut dan komunikatif. 8. memahami secara utuh rasional Kurikulum 2013. 11. d. 4. Menganalisis keterkaitan antara SKL. 10. dan Standar Penilaian. Standar Proses. 9.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 MATERI PELATIHAN 1: KONSEP KURIKULUM A. b. 7. Menjelaskan permasalahan Kurikulum 2006 (KTSP). Matematika – SMP | 59 . dan KD. SI. KI. Strategi Implementasi Kurikulum 2013 C. memahami secara utuh elemen perubahan Kurikulum 2013. INDIKATOR 1. c. Rasional Kurikulum 2013 2. 6. Elemen Perubahan Kurikulum 2013 3. SI. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar Isi yang berisi Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Standar Proses Standar Penilaian 4. Menganalisis keterkaitan SKL. 4. Standar Proses. 2. Mengidentifikasi kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal. memahami keterkaitan antara SKL. Menjelaskan alasan pengembangan kurikulum. LINGKUP MATERI 1. 3. 3. dan KD dalam bentuk kerja sama dengan yang lain. dan memahami secara utuh strategi implementasi Kurikulum 2013. Menjelaskan empat elemen perubahan kurikulum dalam hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan. 2. dan KD pada Kurikulum 2013. B. Menjelaskan rasional pengembangan Kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan perkembangan masa depan. KI. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. 5.

b. KI. d. dan KD 4. c. 5. Video tentang Rasional Kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2. Lembar Kerja Analisis SKL. dan Kompetensi Dasar (KD) Strategi Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 60 . b. Hand-Out a. PERANGKAT PELATIHAN 1. d. Kompetensi Inti (KI).SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 12. Mengidentifikasi elemen-elemen penting strategi implementasi Kurikulum 2013. dan Kompetensi Dasar (KD) Strategi Implementasi Kurikulum 2013 3. Rasional Kurikulum 2013 Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Standar Kompetensi Lulusan (SKL). ATK Rasional Kurikulum 2013 Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Standar Kompetensi Lulusan (SKL). D. c. Bahan Tayang a. Standar Isi (Kompetensi Inti (KI).

1 Rasional 25 Menit Penayangan Video Mendikbud tentang Paparan Kurikulum 2013 10 Menit dengan menggunakan V-1.1. 1. dan Laser Pointer. File. dan Standar Penilaian dan Matematika – SMP | 61 . SI.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 1. WAKTU KEGIATAN PENDAHULUAN 15 Menit KEGIATAN INTI 1.2 Elemen Perubahan Kurikulum 20 Menit Pemaparan oleh fasilitator tentang Elemen Perubahan Kurikulum 10 Menit yang mencakup SKL. Fasilitator memotivasi peserta. serta alasan pengembangan kurikulum. serius. Pengkondisian Peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama. kompetensi. semangat. alokasi waktu. Laptop. KONSEP KURIKULUM 4 JP (@45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN DESKRIPSI KEGIATAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran seperti LCD Projector. dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Konsep Kurikulum. Active Speaker.1. Pemaparan oleh fasilitator tentang Rasional Kurikulum 2013 dengan 10 Menit menggunakan PPT-1. indikator. mengajak berdinamika agar saling mengenal. Tanya jawab tentang Rasional Kurikulum 2013 yang mencakup: 5 Menit permasalahan kurikulum 2006 (KTSP). atau media pembelajaran lainnya. dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. tujuan. Standar Proses. kesenjangan kurikulum antara kondisi saat ini dan kondisi ideal.

2. ICE BREAKER 1. KI. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan.3. 1. WAKTU Tanya jawab tentang Elemen Perubahan Kurikulum. kemudian merangkum dan menyimpulkan hasil diskusi. kemudian 10 Menit fasilitator menyimpulkannya. dan KD dengan 10 Menit menggunakan PPT-1. dan KD 30 Menit yang akan dijadikan dasar untuk membuat RPP dengan menggunakan LK-1. Fasilitator menutup pembelajaran 10 Menit 15 Menit Matematika – SMP | 62 . KI. KI. Kerja kelompok untuk menganalisis keterkaitan SKL. dan KD 5 Menit 60 Menit Pemaparan oleh fasilitator tentang SKL.3. Presentasi hasil kerja kelompok. Diskusi kelas tentang elemen-elemen penting Strategi Implementasi 25 Menit Kurikulum 2013.4.3 Memberi contoh analisis keterkaitan antara SKL. KI.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 TAHAPAN KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN hubungannya dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan dengan menggunakan PPT-1. sementara kelompok lainnnya 15 Menit memberi komentar/ tanggapan dan menilai hasil kerja kelompok. KEGIATAN PENUTUP Membuat rangkuman materi pelatihan Konsep Kurikulum.4 Strategi Implementasi Kurikulum 2013 45 Menit Pemaparan oleh fasilitator tentang Strategi Implementasi Kurikulum 10 Menit 2013 dengan menggunakan PPT-1. Mengkomunikasikan hasil diskusi kelompok. dan KD dengan 5 Menit menggunakan HO-1.3 SKL.

Matematika – SMP | 63 . Biologi untuk IPA)dengan menggunakan PPT-1.1 dan 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SUB MATERI PELATIHAN : 1. bahasa sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge. penetapan platform untuk mata pelajaran tertentu (geografi untuk IPS. perubahan pendekatan pembelajaran yaitu Scientific Approach. tematik terpadu untuk SD kls 1 dan 4. c. Tanya Jawab Diskusi dan tanya jawab terkait dengan Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013 yang mencakup: a. TIK merupakan sarana pembelajaran yang dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain. proses pembelajaran. Kemudian fasilitator menyimpulkannya.1 dan PPT-1. Identifikasi perubahan yang penting dalam kurikulum 2013 dibandingkan kurikulum sebelumnya (struktur kurikulum.2 RASIONAL DAN ELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM Langkah Kegiatan Inti Pemaparan oleh Instruktur dengan menggunakan PPT-1.2.2 10 Menit Tanya Jawab 10 Menit Pemaparan Instruktur menyampaikan materi Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum yang mencakup: 4 standar. b. Alasan pengembangan kurikulum. dan penilaian hasil belajar). Manfaat adanya perubahan kurikulum.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 64 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 65 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 66 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 67 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 68 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 69 .

Tantangan Internal Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar pengelolaan. standar proses.4 I. berilmu. standar isi. LATAR BELAKANG PERLUNYA PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan. 1. standar sarana prasarana. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (19) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap. RASIONAL PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 A. kreatif. RASIONAL PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi. Dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. berakhlak mulia. pengetahuan. dan standar kompetensi lulusan.1/1. Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. B. Matematika – SMP | 70 . cakap. standar penilaian. mandiri. dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 HO-1. kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. dan keterampilan secara terpadu. isi. baik tantangan internal maupun tantangan eksternal. sehat. dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.2/1. yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan negara Indonesia sepanjang zaman. standar biaya.

(Gambar 1). Gambar 2 Matematika – SMP | 71 . SDM usia produktif yang melimpah apabila memiliki kompetensi dan keterampilan akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya. Reformasi Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar Kurikulum 2013 Sedang Dikerjakan Telah dan terus Dikerjakan -Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi -Pembayaran Tunjangan Sertifikasi -Uji Kompetensi dan Pengukuran Kinerja -Rehab Gedung Sekolah -Penyediaan Lab dan Perpustakaan -Penyediaan Buku -BOS -Bantuan Siswa Miskin -BOPTN/Bidik Misi (di PT) Manajemen Berbasis Sekolah Gambar 1 Terkait dengan perkembangan penduduk. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar SDM usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi SDM yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban (Gambar 2). Namun apabila tidak memiliki kompetensi dan keterampilan tentunya akan menjadi beban pembangunan. berbagai kegiatan dilaksanakan untuk mengupayakan agar penyelenggaraan pendidikan dapat mencapai ke delapan standar yang telah ditetapkan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Terkait dengan tantangan internal pertama.

k. Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan. Matematika – SMP | 72 . b. i. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan. l. j. n. perkembangan pengetahuan dan pedagogi. Kerpek. kompetensi yang diperlukan di masa depan. p. Tekanan Untuk Pengembangan Kurikulum Tantangan Masa Depan • • • • • • • • • Globalisasi: WTO. Dari alat tunggal menuju alat multimedia. serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata. persepsi masyarakat.. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif. Pergeseran itu meliputi proses pembelajaran sebagai berikut: a. h. Penyempurnaan Pola Pikir Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola pikir. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru. Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan. Dari pemikiran faktual menuju kritis. d. Dari satu arah menuju interaktif. f. ASEAN Community.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 2. Tantangan Eksternal Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan tantangan masa depan. o.) §Gejolak masyarakat (social unrest) Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi • Neurologi • Psikologi • Observation based [discovery] learning dan Collaborative learning Gambar 3 3. CAFTA Masalah lingkungan hidup Kemajuan teknologi informasi Konvergensi ilmu dan teknologi Ekonomi berbasis pengetahuan Kebangkitan industri kreatif dan budaya Pergeseran kekuatan ekonomi dunia Pengaruh dan imbas teknosains Mutu. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak. Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim. e. APEC. Dari pasif menuju aktif-menyelidiki. m. g. Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak. c. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa. investasi dan transformasi pada sektor pendidikan • Materi TIMSS dan PISA Kompetensi Masa Depan • Kemampuan berkomunikasi • Kemampuan berpikir jernih dan kritis • Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan • Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal • Memiliki minat luas dalam kehidupan • Memiliki kesiapan untuk bekerja • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan Persepsi Masyarakat • Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif • Beban siswa terlalu berat • Kurang bermuatan karakter Fenomena Negatif yang Mengemuka §Perkelahian pelajar §Narkoba §Korupsi §Plagiarisme §Kecurangan dalam Ujian (Contek.

Tabel 1 4. Setelah kompetensi ditetapkan kemudian ditentukan kurikulumnya yang terdiri dari kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum. perlu dilakukan penyempurnaan pola pikir dan penggunaan pendekatan baru dalam perumusan Standar Kompetensi Lulusan. Guru lebih diberikan kesempatan mengembangkan proses pembelajaran tanpa harus dibebani dengan tugas-tugas penyusunan silabus yang memakan waktu yang banyak dan memerlukan penguasaan teknis penyusunan yang sangat memberatkan guru. penyusunan kurikulum dimulai dengan menetapkan standar kompetensi lulusan berdasarkan kesiapan peserta didik. dan kebutuhan. Matematika – SMP | 73 . Pendekatan dalam penyusunan SKL pada KBK 2004 dan KTSP 2006 dapat dilihat di Gambar 4 dan penyempurnaan pola pikir perumusan kurikulum dapat dilihat di Tabel 1. Satuan pendidikan dan guru tidak diberikan kewenangan menyusun silabus.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Sejalan dengan itu. Perumusan SKL di dalam KBK 2004 dan KTSP 2006 yang diturunkan dari SI harus diubah menjadi perumusan yang diturunkan dari kebutuhan. Penguatan Tata Kelola Kurikulum Pada Kurikulum 2013. Perbandingan kerangka kerja penyusunan kurikulum dapat dilihat pada Gambar 5. tujuan pendidikan nasional. tapi disusun pada tingkat nasional.

Dengan keyakinan bahwa semua manusia Matematika – SMP | 74 . dikaitkan dengan kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan KTSP. hampir semua peserta didik Indonesia hanya mampu menguasai pelajaran sampai level 3 (tiga) saja. Untuk menjamin ketercapaian kompetensi sesuai dengan yang telah ditetapkan dan untuk memudahkan pemantauan dan supervisi pelaksanaan pengajaran. ditemukan bahwa dari 6 (enam) level kemampuan yang dirumuskan di dalam studi PISA. KD MAPEL) STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN PEDOMAN SILABUS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan PEM BELAJARAN & PENILAIAN BUKU TEKS SISWA RENCANA PELAKSANAAN PEM BELAJARAN Oleh Satuan Pendidikan PEDOMAN SILABUS BUKU TEKS SISWA PEM BELAJARAN & PENILAIAN Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013 KESIAPAN PESERTA DIDIK TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL KEBUTUHAN STANDAR KOM PETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIK AN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. Pendalaman dan Perluasan Materi Berdasarkan analisis hasil PISA 2009. Karena guru merupakan faktor yang sangat penting di dalam pelaksanaan kurikulum. perlu diambil langkah penguatan tata kelola antara lain dengan menyiapkan pada tingkat pusat buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari buku pegangan siswa dan buku pegangan guru. juga perlu diperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah. Hasil monitoring dan evaluasi ini juga menunjukkan bahwa banyak kompetensi yang perumusannya sulit dipahami guru. ada kemungkinan waktu yang dialokasikan dalam Standar Isi tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya. dan 6 (enam). dan SMA lebih kecil dari total waktu pembelajaran yang dialokasikan menurut Standar Isi. SMP. KD M APEL) STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR PENILAIAN KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. SK MAPEL. dan kalau diajarkan kepada siswa sulit dicapai oleh siswa. Yuridis.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kerangka Kerja Penyusunan KBK 2004 TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006 TUJUAN PENDIDIK AN NASIONAL KERANGKA DASAR KURIKULUM (Filosofis. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL. sulit diajarkan karena terlalu kompleks. maka sangat penting untuk menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan. 5 (lima). 5. Di samping itu. dan sulit diajarkan karena keterbatasan sarana. media. SK MAPEL. Rumusan kompetensi juga sulit dijabarkan ke dalam indikator dengan akibat sulit dijabarkan ke pembelajaran. sulit dijabarkan ke penilaian. Yuridis. Untuk menjamin keterlaksanaan implementasi kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran. Yuridis. sementara negara lain yang terlibat di dalam studi ini banyak yang mencapai level 4 (empat). Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR ISI (SKL MAPEL. dan sumber belajar. Konseptual) STRUKTUR KURIKULUM STANDAR PROSES KI KELAS & KD M APEL (STANDAR ISI) STANDAR PENILAIAN SILABUS PANDUAN GURU Oleh Satuan Pendidikan PEM BELAJARAN & PENILAIAN (KTSP) BUKU TEKS SISWA 1 Gambar 5 Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang dilakukan Balitbang pada tahun 2010 juga menunjukkan bahwa secara umum total waktu pembelajaran yang dialokasikan oleh banyak guru untuk beberapa mata pelajaran di SD.

yaitu yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman (Gambar 6). pencapaian peserta didik kelas 2 SMP juga tidak jauh berbeda dengan pencapaian yang mereka peroleh untuk bidang matematika. Untuk bidang matematika. Gambar 7 Untuk bidang IPA. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan atau yang distandarkan di tingkat internasional (Gambar 7). Hasil studi pada tahun 2007 dan 2011 menunjukkan bahwa lebih dari 95% peserta didik Indonesia hanya mampu mencapai level Matematika – SMP | 75 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 diciptakan sama. interpretasi yang dapat disimpulkan dari hasil studi ini. Gambar 6 Analisis hasil TIMSS tahun 2007 dan 2011 di bidang matematika dan IPA untuk peserta didik kelas 2 SMP juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. hanya satu. sementara misalnya di Taiwan hampir 50% peserta didiknya mampu mencapai level tinggi dan advance. lebih dari 95% peserta didik Indonesia hanya mampu mencapai level menengah.

kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa apa yang diajarkan kepada peserta didik di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan atau distandarkan di tingkat internasional. sementara lebih dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Gambar 8 Hasil studi internasional untuk reading dan literacy (PIRLS) yang ditujukan untuk kelas IV SD juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan hasil studi untuk tingkat SMP seperti yang dipaparkan terdahulu. Dalam hal membaca. lebih dari 95% peserta didik Indonesia di SD kelas IV juga hanya mampu mencapai level menengah. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama. (Gambar 8). sementara hampir 40% peserta didik Taiwan mampu mencapai level tinggi dan lanjut (advanced). Hal ini juga menunjukkan bahwa apa yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan apa yang diujikan dan distandarkan pada tingkat internasional (Gambar 9). Gambar 9 Matematika – SMP | 76 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 menengah.

Tabel 2 Analisis lebih jauh untuk membandingkan kurikulum IPA SMP kelas VIII yang ada di Indonesia dengan materi yang terdapat di TIMSS menunjukkan bahwa terdapat beberapa topik yang sebenarnya belum diajarkan di kelas VIII SMP (Tabel 2).SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Hasil analisis lebih jauh untuk studi TIMSS dan PIRLS menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dibagi menjadi empat kategori. sehingga menyulitkan bagi peserta didik kelas VIII SMP menjawab pertanyaan yang terdapat di dalam TIMSS (Tabel 3). yaitu: low mengukur kemampuan sampai level knowing intermediate mengukur kemampuan sampai level applying high mengukur kemampuan sampai level reasoning advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information. Matematika – SMP | 77 . malah terdapat beberapa topik yang sama sekali tidak terdapat di dalam kurikulum saat ini. Lebih parahnya lagi. Hal yang sama juga terdapat di kurikulum matematika kelas VIII SMP di mana juga terdapat beberapa topik yang belum diajarkan di kelas XIII.

dan menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional. Tabel 4 Dalam kaitan itu. mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. seperti bisa dilihat pada Tabel 4. Di samping itu juga perlu dievaluasi ulang tingkat kedalaman materi sesuai dengan tuntutan perbandingan internasional dan menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Tabel 3 Hal yang sama juga terjadi di kurikulum matematika kelas IV SD pada studi internasional di mana juga terdapat topik yang belum diajarkan pada kelas IV dan topik yang sama sekali tidak terdapat di dalam kurikulum saat ini. Matematika – SMP | 78 . perlu dilakukan langkah penguatan materi dengan mengevaluasi ulang ruang lingkup materi yang terdapat di dalam kurikulum dengan cara meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi peserta didik.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 79 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 80 .

Penilaian pada pengetahuan melalui ulangan dan ujian Kurikulum Baru 1 Materi disusun seimbang mencakup kompetensi sikap. pertanyaan. dan keterampilan berdasarkan portofolio. pengumpulan data. dan penyajian hasilnya melalui pemanfaatan berbagai sumber-sumber belajar [siswa mencari tahu] Penilaian otentik pada aspek kompetensi sikap. penalaran. 9 2 3 Matematika – SMP | 81 . dan keterampilan Pendekatan pembelajaran berdasarkan pengamatan. pengetahuan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Perubahan untuk Semua Mata Pelajaran No Implementasi Kurikulum Lama Materi disusun untuk memberikan pengetahuan kepada siswa Pendekatan pembelajaran adalah siswa diberitahu tentang materi yang harus dihafal [siswa diberi tahu]. pengetahuan.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Perubahan pada Ilmu Pengetahuan Sosial No Implementasi Kurikulum Lama Materi disajikan terpisah menjadi Geografi. Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai dengan standar internasional Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam 11 pada jenjang selanjutnya 2 3 Materi ilmu bumi dan anta-riksa masih belum memadai [sebagian dibahas di IPS] Materi kurang mendalam dan cenderung hafalan Diajarkan oleh guru berbeda (team teaching) dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian 4 5 Perubahan pada Matematika No 1 Implementasi Kurikulum Lama Langsung masuk ke materi abstrak Banyak rumus yang harus dihafal untuk menyelesaikan permasalahan (hanya bisa menggunakan) Permasalahan matematika selalu diasosiasikan dengan [direduksi menjadi] angka Tidak membiasakan siswa untuk berfikir kritis [hanya mekanistis] Metode penyelesaian masalah yang tidak terstruktur Data dan statistik dikenalkan di kelas IX saja Matematika adalah eksak Kurikulum Baru Mulai dari pengamatan permasalahan konkret. Ekonomi. kemudian ke semi konkret. Sosiologi. Tujuannya adalah menekankan pentingnya interaksi biologi. dsb] Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk menyelesaikan permasalahan yang diajukan Membiasakan siswa berfikir algoritmis Memperluas materi mencakup peluang. tidak dipisah dalam kelompok Fisika. Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 1 2 Tidak ada platform. budaya. dan ekonomi disajikan untuk mendukung terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh. Menggunakan Geografi sebagai platform kajian dengan pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat dengan lokasi. semua kajian berdiri sejajar Kurikulum Baru Materi disajikan terpadu. pola. Biologi Menggunakan Biologi sebagai platform kajian dengan pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkait dengan benda beserta interaksi diantara benda-benda tersebut. pengolahan data. dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan standar internasional Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan 2 3 4 5 6 7 12 Matematika – SMP | 82 . kimia dan kombinasinya dalam membentuk ikatan yang stabil. Kimia. dan Biologi Tidak ada platform. dan akhirnya abstraksi permasalahan Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan rumus-rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa mnggunakan tetapi juga memahami asal-usulnya) Perimbangan antara matematika dengan angka dan tanpa angka [gambar. Ekonomi. Tujuannya adalah menekankan pentingnya konektivitas ruang dalam memperkokoh NKRI. Sosiologi Kurikulum Baru Materi disajikan terpadu. semua kajian berdiri sejajar 3 Diajarkan oleh guru berbeda (team teaching) dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian 10 Perubahan pada Ilmu Pengetahuan Alam No 1 Implementasi Kurikulum Lama Materi disajikan terpisah antara Fisika. Kimia. fisika. sosiologi. Sejarah. grafik. Kajian sejarah. tidak dipisah dalam kelompok Geografi. Sejarah.

apa. logis. tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata dan sikap keseharian. dan efektif Siswa tidak dikenalkan tentang aturan-aturan teks yang sesuai dengan kebutuhan Kurang menekankan pada pentingnya ekspresi dan spontanitas dalam berbahasa Kurikulum Baru Materi yang dijarkan ditekankan pada kompetensi berbahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan gagasan dan pengetahuan Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa sendiri Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis. asas.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Perubahan pada Bahasa Indonesia/Inggris No Implementasi Kurikulum Lama Materi yang diajarkan ditekankan pada tatabahasa/struktur bahasa Siswa tidak dibiasakan membaca dan memahami makna teks yang disajikan Siswa tidak dibiasakan menyusun teks yang sistematis. logis. 1 2 3 4 14 Matematika – SMP | 83 . dan aturan) Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang baik Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya pengetahuan. dimana) Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya dan pengetahuannya dengan bahasa yang meyakinkan secara spontan 13 1 2 3 4 5 Perubahan pada Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran No Implementasi Kurikulum Lama Materi disajikan berdasarkan empat pilar dengan pembahasan yang terpisah-pisah Materi disajikan berdasarkan pasokan yang ada pada empat pilar kebangsaan Tidak ada penekanan pada tindakan nyata sebagai warga negara yang baik Pancasila dan Kewarganegaraan disajikan sebagai pengetahuan yang harus dihafal Kurikulum Baru Materi disajikan tidak berdasarkan pada pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan tetapi berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam pembentukan karakter bangsa Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab (taat norma. dan efektif melalui latihan-latihan penyusunan teks Siswa dikenalkan dengan aturan-aturan teks yang sesuai sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks (sesuai dengan situasi dan kondisi: siapa.

KI. Memberi Contoh Instruktur memberikan contoh analisis keterkaitan antara SKL. KD 5 Menit Kerja Kelompok Presentasi Hasil Kelompok 10 Menit 30 Menit 15 Menit Pemaparan Instuktur memberikan materi SKL.1/3. dan KD dengan menggunakan PPT-1.3 Matematika – SMP | 84 .3/2. setiap kelompok diberi tugas menganalisis keterkaitan SKL.2 Kerja Kelompok Peserta dibagi menjadi 5 kelompok. KD masing-masing mapel selama 1 tahun yang akan dijadikan dasar untuk membuat RPP dengan menggunakan LK 1. KI. Presentasi Hasil Kerja Kelompok Masing-masing kelompok memaparkan hasil kerja kelompok.3: SKL.Sementara kelompok lainnnya memberi komentar/ tanggapan dan menilai hasil kerja kelompok lainnya.3. KI. dan KD dengan menggunakan HO1.3/3.1/2. KI. KI.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SUB MATERI PELATIHAN 1. Peserta yang akan memaparkan akan ditunjuk oleh Intruktur. DAN KD Langkah Kegiatan Inti Pemaparan oleh Instruktur Memberi Contoh Analisis Keterkaitan SKL. Masing-masing kelompok mengerjakan KD yang berbeda agar peserta mendapat bahan hasil analisis semua KI dan KD selama 1 tahun kelas VII.

RPP dan KBM PENGELOLAAN KURIKULUM Satuan pend Matematika – SMP | 85 . Mata pelajaran. lokal Muatan umum : nasional. lokal Peminatan akademik Peminatan kejuruan Peminatan lintas minat/ penalaman minat Program kecakapan hidup STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DIKMEN PNF SIKAP ` KETERAMPILAN PENGETAHUAN Kompetensi inti Kompetensi Dasar Pemerintah Provinsi Kab/kota Kurikulum satuan/ program pendidikan Kurikulum mata pelajaran pedoman implementasi Buku Teks Pelajaran Buku Panduan Guru. Mulok dikmen Mulok dikdas` Mulok. KTSP. Kompetensi Dasar. Muatan Pembelajaran. Beban belajar PAUD DIKDAS DIKMEN PNF Alur Pengembangan Kurikulum (PP 32 th 2013) STRUKTUR KURIKULUM PAUD DIKDAS Pengembangan kepribadian Muatan umum: nasional.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 UU 20/2003 Sisdiknas Perpres 5/2010 RPJMN PP 19/2005 SNP PP 32/2013 Perubahan SNP SKL Standar Isi Standar Proses Standar Penilaian … KERANGKA DASAR KURIKULUM Dokumen Kurikulum satuan/program pendidikan Dokumen Kurikulum mapel Pedoman implementasi Buku Teks Pelajaran Buku Panduan Guru Dokumen Kurikulum lain Muatan lokal KTSP SILABUS STRUKTUR KURIKULUM NASIONAL DOKUMEN KURIKULUM Kompetensi inti Kompetensi dasar Materi pembelajaran Kegiatan pembelajaran Penilaian Alokasi waktu Sumber belajar. Kompetensi Inti.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 86 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 87 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Matematika – SMP | 88 .

dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata Dimensi SIKAP KETERAMPILAN PENGETAHUAN Matematika – SMP | 89 . Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan terdiri dari Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB*/Paket A. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SATUAN PENDIDIKAN SMP/MTs/SMPLB*/Paket B Standar Kompetensi Lulusan adalah criteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap.4/3. kenegaraan. dan Pengetahuan sebagai berikut.2 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL). Dan Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan SMA/MA/SMALB*/Paket C. SMP/MTs/SMPLB*/Paket B Kompetensi Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman.1/3.3-1/2. pengetahuan. seni. berakhlak mulia. dan keterampilan. keterampilan. kebangsaan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 HO-1. KOMPETENSI INTI (KI). dan budaya dengan wawasan kemanusiaan. Standar Kompetensi Lulusan memuat Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan. teknologi. Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB*/Paket B. KOMPETENSI DASAR (KD) A. Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB*/Paket B Lulusan SMP/MTs/SMPLB*/Paket B adalah manusia yang memiliki sikap. konseptual dan prosedural dalam ilmu pengetahuan. A. dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah atau sumber lain yang sama dengan yang diperoleh dari sekolah Memiliki pengetahuan faktual. percaya diri.

Menyelesaikan persamaan dan pertaksamaan linear satu variable 3. menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari.3. analitik. peduli (toleransi.1.7. translasi. percaya diri. Menunjukkan sikap logis. kritis. gotong royong). dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. Membandingkan dan mengurutkan beberapa bilangan bulat dan pecahan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi 3.2.1. konseptual. operasi himpunan dan menunjukkan contoh dan bukan contoh 3.4. bertanggung jawab. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. santun. himpunan bagian. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya KOMPETENSI DASAR 1. responsif. 2. objektif. Memahami pola dan menggunakannya untuk menduga dan membuat generalisasi (kesimpulan) 3. Menjelaskan pengertian himpunan. santun.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)/ MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) KELAS: VII KOMPETENSI INTI 1. rotasi) menggunakan objek-objek geometri 3. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. Memahami konsep transformasi (dilatasi. Menghargai dan menghayati perilaku jujur. yang terbentuk melalui pengalaman belajar. Memahami konsep perbandingan dan menggunakan bahasa perbandingan dalam mendeskripsikan hubungan dua besaran atau lebih 3. teknologi.8. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan. Menaksir dan menghitung luas permukaan bangun datar yang tidak beraturan dengan menerapkan prinsip-prinsip geometri 3. Memiliki rasa ingin tahu. tanggungjawab. Memiliki sikap terbuka.3. disiplin. Menemukan peluang empirik dari data luaran (output) yang mungkin diperoleh berdasarkan sekelompok data Matematika – SMP | 90 3. pencerminan.9.1.6. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. 3. komplemen himpunan. Mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan menggunakannya untuk menentukan keliling dan luas 3. percaya diri. 2.10. Memahami pengetahuan (faktual. Mendeskripsikan lokasi benda dalam koordinat Cartesius 3. budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata .5. seni.2. konsisten dan teliti.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 3. Matematika – SMP | 91 . mengurai. percaya diri. percaya diri. memodifikasi. santun. dan layang-layang 4. membaca. dan membuat) dan ranah abstrak (menulis.4 Menggunakan konsep perbandingan untuk menyelesaikan masalah nyata dengan menggunakan tabel dan grafik 4. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. gotong royong). santun. Memahami teknik penyajian data dua variabel menggunakan tabel. Memiliki sikap terbuka. dan grafik garis 4. translasi.2 Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial sederhana 4.11. diagram lingkaran.9 Melakukan percobaan untuk menemukan peluang empirik dari masalah nyata serta menyajikannya dalam bentuk tabel dan grafik KELAS: VIII KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. mengolah.6 Menerapkan prinsip-prinsip transformasi (dilatasi.8 Mengumpulkan.7 Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan sifat-sifat persegi panjang. objektif. disiplin. yang terbentuk melalui pengalaman belajar. dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. c. b. Menunjukkan sikap logis. mengolah. Menghargai dan 1. dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel. grafik batang. menghitung. kritis. menginterpretasi. pencerminan. analitik. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur. menggambar.3 Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel 4. tanggungjawab. peduli (toleransi. persegi.1 Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalah 4. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 4. responsif. rotasi) dalam memecahkan permasalahan nyata 4. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya a. diagram. bertanggung jawab. menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari. merangkai. jajargenjang. belah ketupat. Mencoba. dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan. Memiliki rasa ingin tahu. dan grafik 4. trapesium. konsisten dan teliti.5 Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidak diketahui menggunakan grafik 4.

7 4. dan luas juring Memahami Teorema Pythagoras melalui alat peraga dan penyelidikan berbagai pola bilangan Menentukan luas permukaan dan volume kubus. prisma. dan luas dari lingkaran Menentukan hubungan sudut pusat. Mengolah. pasangan berurut. memodifikasi.12 3.3 3. konseptual.5 4. diagram lingkaran. dan menampilkan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel. dan grafik dari dua variabel serta mengidentifikasi hubungan antar variabel Melakukan percobaan untuk menemukan peluang empirik 3.10 3. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan.6 3.14 4. dan limas Menggunakan koordinat Cartesius dalam menjelaskan posisi relatif benda terhadap acuan tertentu Menaksir dan menghitung luas permukaan dan volume bangun ruang yang tidak beraturan dengan menerapkan geometri dasarnya Memahami konsep perbandingan dengan menggunakan tabel. dan diagram Mengidentifikasi unsur.5 3. mengolah.1 4. panjang busur. keliling. dan grafik garis dengan komputer serta menganalisis hubungan antar variabel Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel Menggunakan konsep perbandingan untuk menyelesaikan masalah nyata dengan menggunakan tabel. budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 3. dan persamaan Menemukan peluang empirik dan teoritik dari data luaran (output) yang mungkin diperoleh berdasarkan sekelompok data nyata Memahami teknik penyajian data dua variabel menggunakan tabel. menginterpretasi.8 Matematika – SMP | 92 .2 4. menyaji. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 4.1 3.13 3. teknologi. panjang busur. grafik batang. diagram. mengurai. seni.8 3. rumus fungsi. dan aritmatika Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menyelesaikan berbagai masalah Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan hubungan sudut pusat. aljabar. membaca.6 4. dan luas juring Mengumpulkan. dan persamaan Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalah nyata Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidak diketahui menggunakan grafik. grafik.4 4. menghitung.11 KOMPETENSI DASAR Menerapkan operasi aljabar yang melibatkan bilangan rasional Menentukan nilai variabel persamaan linear dua variabel dalam konteks nyata Menentukan nilai persamaan kuadrat dengan satu variabel yang tidak diketahui Menentukan persamaan garis lurus dan grafiknya Menyajikan fungsi dalam berbagai bentuk relasi. tabel. merangkai.4 3. balok.9 3.2 3. dan membuat) dan ranah abstrak (menulis.3 4. dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI INTI 3. menggambar. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual. grafik. grafik.7 3.

dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR dari masalah nyata serta membandingkannya dengan peluang teoritik KELAS: IX KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 1. 3. kerucut. santun. percaya diri. seni. kejadian tampak mata grafik. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 1.5 Menentukan orientasi dan lokasi benda dalam koordinat kartesius serta menentukan posisi relatif terhadap acuan tertentu 3. Memiliki sikap terbuka. dan modus dari Matematika – SMP | 93 3. percaya diri. yang terbentuk melalui pengalaman belajar. Menghargai dan menghayati perilaku jujur. objektif. Memiliki rasa ingin tahu. bertanggung jawab. Menunjukkan sikap logis. kritis.4 Memahami perbandingan bertingkat dan persentase. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika.6 Memahami konsep kesebangunan dan kekongruenan geometri melalui pengamatan 3. dan bola 3. dan persamaan 3. median.10 Menerapkan pola dan generalisasi untuk membuat prediksi 3.11 Menentukan nilai rata-rata. gotong royong). analitik.8 Menaksir dan mengitung luas permukaan bangun datar dan bangun ruang yang tidak beraturan dengan menerapkan kombinasi geometri dasarnya 3. 3. menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari. teknologi. c.9 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana secara empirik dan teoritik 3. santun.1 . responsif. budaya terkait fenomena dan serta mendeskripsikan permasalahan menggunakan tabel.2 Memahami operasi aljabar yang melibatkan bilangan konseptual. tanggungjawab. dan prosedural) berpangkat bulat dan bentuk akar berdasarkan rasa ingin 3. disiplin. Memahami dan menerapkan Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar dalam suatu permasalahan pengetahuan (faktual. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya a.7 Menentukan luas selimut dan volume tabung. b. konsisten dan teliti. 3. Menghargaidan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2.3 Menganalisis sifat-sifat fungsi kuadrat ditinjau dari tahunya tentang ilmu koefisien dan determinannya pengetahuan. peduli (toleransi.

menggambar. menyaji. barisan. sistem persamaan linear dua variabel. dan memperumumnya. menggunakan untuk menyelesaikan masalah nyata serta menemukan masalah baru Menyelesaikan permasalahan nyata hasil pengamatan yang terkait penerapan kesebangunan dan kekongruenan Mengumpulkan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR berbagai jenis data 3. grafik. dan menampilkan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel dan berbagai grafik serta mengidentifikasi hubungan antar variabel serta mengambil kesimpulan Menerapkan prinsip-prinsip peluang untuk menyelesaikan masalah nyata Membuat dan menyelesaikan model matematika dari berbagai permasalahan nyata Matematika – SMP | 94 . merangkai. memodifikasi.14 Memilih strategi dan aturan-aturan yang sesuai untuk memecahkan suatu permasalahan 4.2 membuat) dan ranah abstrak (menulis.5 4. dan 4.8 Menyelesaikan permasalahan nyata yang berkaitan dengan persamaan linear dua variabel. serta menentukan hubungan antar variabel berdasarkan data untuk mengambil kesimpulan 3.12 Memilih teknik penyajian data dua variabel dan mengevaluasi keefektifannya.1 menalar dalam ranah konkret (menggunakan.6 4.3 dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut 4. deret. dan mengarang) sesuai 4.13 Memahami konsep ruang sampel suatu percobaan 3. mengurai. mengolah. menginterpretasi. dan persamaan Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidak diketahui menggunakan berbagai modifikasi aljabar dan aritmatika Mengenal pola bilangan. dan semacam. dan atau fungsi kuadrat Menggunakan konsep perbandingan untuk menyelesaikan masalah nyata mencakup perbandingan bertingkat dan persentase dengan menggunakan tabel. membaca.7 4. Mengolah. menghitung. dan 4.4 pandang/teori 4.

memodifikasi. konseptual.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SILABUS MATA PELAJARAN: MATEMATIKA HO 1. membaca.konsisten dan teliti. mengolah.3-2/3. analitik. gotongroyong). dan membuat) dan ranah abstrak (menulis. menggambar. teknologi. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan.1 Menunjukkan sikap logis. tanggungjawab. Tugas Mencari Matematika – SMP | 95 .2 Satuan Pendidikan Kelas/Semester : SMP : VII Kompetensi Inti KI 1 KI 2 : : : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya Menghargai dan menghayati perilaku jujur. disiplin. menghitung. merangkai. kritis. santun. peduli (toleransi. budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata Mencoba. kejadian. bertanggung Materi Pokok Himpunan • Pengertian Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu 4x5 JP Sumber Belajar Buku teks matematika Mengamati Mengamati peristiwa. mengurai. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya Memahami pengetahuan (faktual. dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan. percaya diri. seni. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori KI 3 : KI 4 : Kompetensi Dasar 2.

operasi himpunan dan menunjukkan contoh dan bukan contoh. atau kegiatan di pasar dan lain sebagainya. Menjelaskan pengertian himpunan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar jawab. kendaraan bermotor. kumpulan tumbuhan. kumpulan hewan. ‘B’ atau huruf lainnya. kumpulan alat tulis. responsif dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. Materi Pokok Himpunan • Himpunan Semesta • Himpunan Kosong • Diagram Venn • Relasi Himpunan • Operasi Himpunan Pembelajaran fenomena. yang terbentuk melalui pengalaman belajar. Mengamati tayangan gambar/video misalkan negara peserta piala dunia yang diawali huruf ‘S’. negara peserta grup A? . Memiliki rasa ingin tahu.2 Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana mengelompokkan suatu benda? Apa kriteria yang digunakan? Mana yang masuk anggota kelompok dan mana bukan? Misalkan coba kelompokan mana dari tanyangan video/gambar.2 - Observasi Selama KBM: ketelitian rasa ingin tahu - Portofolio Menilai kemajuan belajar dalam memecahkan masalah himpunan: pemahaman pemodelan atau penyusunan kalimat matematika memilih strategi dan menyelesaikan model masuk akalnya penyelesaian Matematika – SMP | 96 3. percaya diri. buah-buahan. himpunan bagian. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan konsep himpunan. dan sebagainya Penilaian informasi seputar sejarah tokoh teori himpunan Alokasi Waktu Sumber Belajar Kemdikbud. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. dan lain sebagainya Mengamati tayangan gambar/video misalkan tentang peserta piala dunia masingmasing grup. Benda di lingkungan. 2. seperti kumpulan hewan. komplemen himpunan.

missal: apa kriteria untuk mengelompok benda telah jelas? Adakah kelompok benda tanpa kriteria yang jelas? Bagaimana kaitannya dengan himpunan? Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Tes Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan himpunan: himpunan bagian komplemen operasi himpunan diagram Venn - Mengeksplorasi Menjelaskan. membahas. gambar atau cara lainnya Menyebut dan menuliskan mana yang merupakan himpunan dan bukan himpunan atau kumpulan benda dari berbagai kumpulan benda atau gambar benda dari hasil pengamatan Berdiskusi. menjelaskan dan menuliskan cara menyajikan himpunan: - - - Matematika – SMP | 97 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Sebutkan nama siswa yang berawalan huruf K yang ada dikelasmu? Siswa termotivasi untuk berdiskusi dan mempertanyakan tentang himpunan. mendeskripsikan kriteria yang digunakan untuk mengkalisifikasi dan mengelompokkan benda-benda Menjelaskan himpunan melalui contoh dengan bantuan diagram. menguraikan.

mencontohkan dan menyatakan jenis. dengan kata-kata. cakupan dan karakteristik himpunan semesta dari kelompok benda/ himpunan bilangan berdasarkan pengelompokan dari hasil pengamatan Menjelaskan karakteristik dan menentukan himpunan bagian dan banyaknya himpunan bagian dari kelompok benda/ himpunan berdasarkan pengelompokan dari hasil pengamatan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - Matematika – SMP | 98 . diagram dan dengan notasi pembentuk himpunan berdasarkan pengelompokan dari hasil pengamatan Berdiskusi. membahas. mencontohkan dan menyatakan himpunan kosong. tak berhingga menggunakan konteks nyata Menjelaskan. dan memilih cara penyjian himpunan berdasarkan karakteristik anggotanya Menentukan anggota dan banyak anggota himpunan dari kelompok tertentu berdasarkan pengelompokan dari hasil pengamatan Menjelaskan. nol.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran dengan mendaftar anggotaanggotanya. berhingga.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok - Pembelajaran Mendeskripsikan dan menentukan komplemen dari kelompok benda/ himpunan berdasarkan pengelompokan dari hasil pengamatan Menjelaskan karakteristik keanggotaan dan menentukan karakteristik keanggotaan dan hasil irisan dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan Menjelaskan karakteristik keanggotaan dan menuliskan hasil gabungan dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan Menjelaskan karakteristik keanggotaan dan menuliskan hasil pengurangan atau selisih dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan Menggambar berbagai bentuk diagram venn dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan Menjelaskan dan menyebutkan hubungan himpunan dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan Diskusi menyelesaikan dari dua atau lebih dari kelompok benda/himpunan permasalahan dalam keseharian yang melibatkan konsep himpunan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - Matematika – SMP | 99 .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengasosiasi Menganalisis dan menyimpukan pentingnya penggunaan konsep himpunan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai contoh Menganalisis. dan mendeskripsikan perbedaan yang merupakan himpunan dan bukan himpunan Menganalisis dan meyimpulkan perbedaan himpunan nol dan himpunan kosong Menganalisis. merumuskan dan menyimpulkan himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari setiap kelompok himpunan manapun Menganalisis dan membandingkan operasioperasi yang berlaku pada himpunan dengan operasi aljabar pada bilangan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami berkaitan Matematika – SMP | 100 . mengkaitkan.

Alat peraga operasi bilangan - Observasi Selama KBM: ketelitian rasa ingin tahu Matematika – SMP | 101 - . kritis.1 2. percaya diri. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan bilangan bulat. kejadian. seperti temperatur atau suhu berbagai benda.2 Menunjukkan sikap logis. dan sebagainya Mengamati tayangan video/gambar misalkan tentang keadaan suhu diberbagai negara. fenomena. kejadian. konsisten dan teliti. responsif dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. lingkungan. fenomena. memberikan tambahan informasi. yang terbentuk melalui pengalaman Bilangan • Bilangan Bulat • Operasi Hitung Bilangan Bulat • Perpangkatan Bilangan Bulat • Bilangan Pecahan • Operasi Hitung Bilangan Mengamati Mengamati peristiwa. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. ketinggian pohon atau daratan. bertanggung jawab. ketinggian suatu wilayah di berbagai daerah Mengamati peristiwa. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. konteks atau situasi Tugas Mencari informasi sejarah bilangan dan pecahan dalam konteks seharihari 4x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran dengan konsep himpunan berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. Memiliki rasa ingin tahu. analitik. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - 2.

misal: adalah bilangan terkecil? terbesar? Bagaimana cara kerja perangkat komputer menghitung hasil operasi bilangan? Mengapa perkalian dengan nol hasilnya nol? Adakah hasil bagi dengan nol? Dan sebagainya Tes Mengerjakan lembar kerja berkaitan bilangan bulat dan pecahan penjumlahan pengurangan perkalian Matematika – SMP | 102 - . Membandingkan dan mengurutkan berbagai jenis bilangan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi. kue ulang tahun yang dipotong-potong untuk dibagikan.1 - Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana dulu manusia mengenal dan menggunakan bilangan? Sejak kapan siswa menggunakan bilangan dan untuk apa? Apa perbedaan bilangan asli. Materi Pokok Pecahan • Bilangan Rasional Pembelajaran yang berkaitan dengan penggunaan bilangan pecahan. seperti potongan benda/buah atau potongan dari gambar benda/buah. bilangan cacah Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai aspek bilangan. dan sebagainya Penilaian Portofolio Menilai kemajuan belajar dalam memecahkan masalah: pemahaman pemodelan atau penyusunan kalimat matematika memilih strategi dan menyelesaikan model masuk akalnya penyelesaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 3. dan sebagainya Mengamati tayangan video/gambar misalkan tentang selembar kain/kertas yang dipotong menjadi beberapa bagian.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar belajar.

Menulis bentuk penjumlahan dari berbagai gabungan dua kumpulan benda .Menentukan nilai tempat suatu angka pada sebuah bilangan .Menggambar garis bilangan dan menempatkan sekelompok bilangan pada garis bilangan yang tepat .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengeksplorasi Penjumlahan .Mengingat dan mencongak penjumlahan bilangan sampai 20 dengan berbagai cara .Menyebut dan menuliskan berbagai bilangan dari berbagai kumpulan benda atau gambar benda .Menjumlah dua bilangan dengan cara susun panjang. susun pendek atau cara lainnya Penilaian pembagian Alokasi Waktu Sumber Belajar Matematika – SMP | 103 .Menyimpulkan sifat penjumlahan dengan bilangan nol dan sifat hasil penjumlahan berbagai bilangan dengan berbagai urutan .Membandingkan dan mengurutkan sekelompok bilangan dari terkecil .

susun pendek atau cara lainnya Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - - - - Perkalian Menulis bentuk perkalian dari sejumlah benda yang terbagi ke dalam kelompok-kelompok benda dengan jumlah yang sama dan menghitung hasilnya Menulis bentuk perkalian dari bentuk penjumlahan berulang dan menghitung hasilnya Mengingat dan mencongak perkalian bilangan sampai 100 dengan berbagai cara Menyimpulkan sifat perkalian dengan satu dan sifat hasil Matematika – SMP | 104 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Pengurangan Menulis bentuk pengurangan dari pengambilan sejumlah benda dari sekumpulan benda Menuliskan bentuk pengurangan dari bentuk penjumlahan yang diberikan atau sebaliknya Mengingat dan mencongak pengurangan bilangan sampai 20 dengan berbagai cara Menyimpulkan sifat pengurangan dengan bilangan nol Mengurang dua bilangan dengan cara susun panjang.

serta sisa hasil pembagian Menghitung hasil pembagian dua bilangan dengan cara susun panjang. susun pendek atau cara lainnya Operasi campuran Menghitung hasil operasi Matematika – SMP | 105 - . susun pendek atau cara lainnya Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - Pembagian Menulis bentuk pembagian dari sejumlah/sekelompok benda yang diberikan kepada sejumlah orang dengan jumlah yang sama dan menghitung berapa orang yang mendapat bagian yang sama Menulis bentuk pembagian dari bentuk pengurangan berulang Menulis bentuk pembagian dari bentuk perkalian yang diberikan dan sebaliknya Mengingat dan mencongak pembagian bilangan sampai 100 dengan berbagai cara Menyimpulkan sifat pembagian dengan satu.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran perkalian berbagai bilangan dengan berbagai urutan Menghitung hasil perkalian dua bilangan dengan cara susun panjang.

pengurangan. dan sebagainya Membandingkan bilangan negatif melalui konteks seharihari yang relevan melalui istilah lebih dingin.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran campuran yang melibatkan penjumlahan. ketinggian pohon atau daratan. lebih tinggi dan sebagainya dari kejadian seharihari Membandingkan dan mengurutkan sekelompok bilangan bulat dari terkecil Menggambar garis bilangan dan menempatkan sekelompok bilangan bulat pada garis bilangan yang tepat Menjumlah dan mengurang dua bilangan bulat dengan bantuan garis bilangan atau cara lainnya Menghitung hasil perkalian bilangan bulat melalui penjumlahan berulang atau cara lainnya Menemukan cara dan Matematika – SMP | 106 . perkalian dan pembagian bilangan cacah sesuai aturan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - - Operasi bilangan bulat Menuliskan bilangan dari fenomena sehari-hari yang berkaitan dengan temperatur atau suhu berbagai benda.

perkalian dan pembagian bilangan bulat Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - - Operasi bilangan pecahan Menuliskan nilai pecahan dari fenomena sehari-hari seperti pemotongan benda menjadi beberapa bagian dan sebagainya Menyatakan suatu pecahan ke dalam berbagai bentuk gambar dan sebaliknya Menggambar garis bilangan dan menempatkan sekelompok pecahan pada garis bilangan yang tepat Menyatakan suatu pecahan ke bentuk pecahan lain yang senilai dengan berbagai cara Membandingkan dan mengurutkan sekelompok pecahan dari terkecil melalui representasi gambar atau kedudukannya dalam garis bilangan atau cara lainnya Menghitung hasil penjumlahan pecahan melalui representasi gambar Matematika – SMP | 107 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menghitung hasil pembagian bilangan bulat dari bentuk perkaliannya atau cara lainnya Menyimpulkan sifat penjumlahan. pengurangan.

Menganalisis dan menyimpulkan melalui Matematika – SMP | 108 . pengurangan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok - Pembelajaran Menjumlah dan mengurang pecahan berpenyebut sama Menjumlah dan mengurang pecahan berpenyebut tidak sama dengan mengubah pecahan-pecahan ke bentuk pecahan lain dengan penyebut sama Menghitung hasil perkalian pecahan melalui representasi gambar. secara aljabar atau cara lainnya Menemukan cara dan menghitung hasil pembagian pecahan dari bentuk perkaliannya Mengubah pecahan ke bentuk desimal dan persen Melakukan penjumlahan. perkalian dan pembagian pecahan desimal dengan cara susun pendek atau cara lainnya Menghitung hasil operasi campuran yang melibatkan penjumlahan. pengurangan. perkalian dan pembagian bilangan bulat dan pecahan sesuai aturan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - Mengasosiasi .

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran penalaran induktif (dalam bentuk verbal) bahwa tidak ada bilangan terkecil atau terbesar.artinya jika diberikan sembarang bilangan selalu dapat ditunjukkan bilangan yang lebih besar atau lebih kecil dari bilangan yang diberikan Menganalisis dan menyimpulkan penjumlahan bersifat komutatif (dapat dipertukarkan) melalui pengamatan pola atau secara aljabar Menunjukkan melalui contoh bahwa pengurangan dan pembagian tidak bersifat komutatif Menganalisis dan menyimpulkan perkalian bersifat komutatif (dapat dipertukarkan) melalui pengamatan pola atau secara aljabar Menunjukkan bahwa perkalian dengan nol hasilnya nol melalui contoh atau secara aljabar Menganalisis dan menyimpulkan penjumlahan dan perkalian bersifat asosiatif (dapat dikelompokkan urutan operasinya) melalui pengamatan pola atau secara aljabar Menganalisis dan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - - Matematika – SMP | 109 .

dalam bentuk diagram. bilangan cacah. ataupun ke bentuk representasi lainnya Menjelaskan konsep. bilangan bulat dan bilangan pecahan. serta bilangan rasional Menceritakan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan ke dalam bahasa sendiri. mengkaitkan dan menyimpulkan kedudukan bilangan asli. operasi hitung yang sesuai dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan Menetukan model atau kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan Memilih strategi atau cara dan menyelsaikan model atau kalimat matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - Matematika – SMP | 110 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menyimpulkan sifat distributif (penyebaran) penjumlahan/pengurangan terhadap perkalian/pembagian melalui pengamatan pola atau secara aljabar Menganalisis.

keterampilan operasi hitung atau aljabar yang dikuasai. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami.Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya. contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok - Pembelajaran Menetukan solusi dan memeriksa masuk akalnya solusi dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengomunikasikan .Melakukan resume secara lengkap. memberikan tambahan informasi. Matematika – SMP | 111 . sederhana. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya . dan sistematis .Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami.

fenomena. rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas. menyimak penjelasan atau presentasi siswa - Portofolio . Materi Pokok Bilangan • Pola Bilangan Pembelajaran Mengamati Mengamati video/foto atau peristiwa. Penilaian Tugas . kejadian. Memahami pola dan menggunakannya untuk menduga dan membuat generalisasi (kesimpulan) 4.Mengamati ketelitian.Mencari informasi sejarah seputar pola Alokasi Waktu 2x5 JP Sumber Belajar Buku teks matematika Kemdikbud.Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari Matematika – SMP | 112 .5. peristiwa berikutnya berdasar pola yang teramati? Seberapa akurat/teliti pola Observasi . misal: adalah bagaimana menerapkan memprediksi event. lingkungan.1 Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalah. berbagai bangun Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana dulu manusia mengenal dan menggunakan suatu pola? Apa itu pola? Bagaimana menentukan pola berikutnya?bagaimana menentukan suatu pola Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai konsep pola bilangan. pola geometris. Alat peraga bilan gan. dsb. pola kejadian suatu bencana. seperti menentukan pola selanjutnya dari deretan kursi. kejadian. atau pola peristiwa .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar 3. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan pola bilangan.

Secara demokratis berkelompok Tes Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - . batang korek api.Menilai keterampilan memecahkan masalah yang melibatkan suatu pola - - - - Matematika – SMP | 113 . pola geometris berdasarkan data yang disediakan Menyusun atau membuat pola bilangan dan pola geometris tertentu dan meminta teman dalam kelompok untuk memprediksi polanya dan menjelaskan alasan logis yang dibuatnya Mendiskusikan dan menjelaskan alasan dalam memprediksi aturan dari barisan bilangan dan barisan geometris berdasarkan data yang disediakan Menyusun atau membuat barisan bilangan dan barisan geometris tertentu dan meminta teman dalam kelompok untuk memprediksi aturan dan menjelaskan alasan logis yang dibuatnya Dengan permainan beberapa siswa memperagakan pola bilangan dengan alat peraga (kartu. kelereng.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengeksplorasi Mendiskusikan dan menjelaskan alasan dalam memprediksi berbagai kemungkinan pola bilangan.Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan pola suatu bilangan . dll) secara kreatif.

Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - Mengasosiasi Mengidentifikasi. Selanjutnya Peserta Didik dibimbing untuk menentukan suku tertentu dari barisan aritmatika dan barisa geometri. barisan dan deret berdasarkan hasil pengamatan pola. menganalisis dan membedakan pola. barisan geometri. Dari aktivitas tersebut dapat menemukan apa yang dimaksud dengan pola barisan bilangandan menemukan unsur-unsur pada masing-masing pola barisan bilangan yang ada dengan penuh tanggung jawab Secara berkelompok melakukan observasi pada barisan aritmatika dan barisan geometri dengan teliti. Dari aktivitas itu Peserta Didik diharapkan dapat memahami pengetian barisan aritmatika.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran melakukan demonstrasi untuk mengenalkan pola barisan bilangan. barisan dan deret Menetapkan aturan dan kriteria Matematika – SMP | 114 - . perbedaan barisan aritmatika dan barisan geometri dan unsur-unsurnya.

keterampilan menentukan suatu pola. dan sistematis Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. menggambarkan barisan yang terjadi Menganalisis perbedaan pola barisan aritmetika dengan barisan geometri Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. sederhana. - - Matematika – SMP | 115 . contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran suatu barisan dan menuliskan. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya. memberikan tambahan informasi.

seperti pembuatan sebuah rangkai atap bangunan yang berbentuk segitiga. arsitek. . kaca. Mengidentifikasi sifatsifat bangun datar dan menggunakannya untuk menentukan keliling dan luas. Alat peraga segitiga. segi empat Observasi Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana seorang tukang bangunan. lingkungan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar 3. belahketupat. pintu. desainer interior. Menaksir dan menghitung luas permukaan bangun datar yang tidak beraturan dengan menerapkan prinsipprinsip geometri. kejadian. trapesium. 4. bentuk jendela.Mencari informasi seputar macammacam segiempat Alokasi Waktu 4x5 JP Sumber Belajar Buku teks matematika Kemdikbud. dsb serta penerapan bangun datar pada kehidupan sehari-hari Mengeksplorasi Mengidentifikasi dan . melukisnya.7. jajargenjang. misal bagaimana menyusun modelnya. fenomena. 3.Mencari informasi sejarah segitiga . rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas.Mengamati ketelitian. dsb dalam membuat sebuah rangkaian bangunan yang melibatkan bentuk segitiga dan segiempat. Materi Pokok Segiempat dan Segitiga • Sifat-sifat Segiempat • Keliling dan Luas Segiempat • Sifat-sifat Segitiga • Luas dan Keliling Segitiga Pembelajaran Mengamati Mengamati gambar/foto/video dari peristiwa. dan layang-layang. Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan sifat-sifat persegipanjang.8. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penerapan konsep segitiga dan segiempat.Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai aspek segitiga dan segempat. kebun berpetak dan lain sebagainya Penilaian Tugas .6. persegi.Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan Matematika – SMP | 116 . menyimak penjelasan atau presentasi siswa Portofolio .

mendemonstrasikan atau memperagakan berbagai bangun segitiga dan persegi panjang dengan luas atau keliling tertentu dengan bantuan alat atau tanpa alat peraga Mendiskusikan dan Penilaian yang telah dipelajari Alokasi Waktu Sumber Belajar Tes . sifat dan karakteristik segitiga dan segiempat berdasarkan ukuran dan hubungan antar sudut dan sisi-sisi Mendiskusikan dan menemukan rumus untuk menghitung keliling dan luas persegi panjang dan segitiga melalui pengamatan atau eksperimen Menggambar. fungsi. Mengukur sudutnya dengan dengan menggunakan busur derajat Menentukan jenis.Menilai keterampilan memecahkan permasalahan keseharian yang melibatkan segitiga dan segiempat - - - - - Matematika – SMP | 117 .Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan segitiga dan segiempat . ataupun fungsi ergonomisnya Menggambar atau melukis segitiga dan segi empat dengan berbagai ukuran sisi.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menjelaskan benda-benda dengan permukaaan berbentuk segitiga atau segiempat yang bersifat alamiah ataupun buatan manusia untuk kepentingan estetik. sudut dan modelnya. manfaat.

jajaran genjang belah ketupat dan layanglayang melalui bangun. dua sisi satu sudut apitnya atau satu sisi dan dua sudut Melakukan diskusi cara melukis segitiga sama sisi dan segitiga sama kaki. belah ketupat. persegi panjang . garis berat dan garis sumbu Mendiskusikan.bangun Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - - - Matematika – SMP | 118 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menjelaskan cara menghitung luas segi empat lainnya (trapesium. garis bagi . sudut pada segitiga dan segi empat serta masalah keliling dan luas menyusun beberapa potongan puzzle menjadi bangun segi empat tertentu serta mendiskusikan dan mengidentifikasi sifat – sifat persegi . dan layang-layang) atau bangun gabungan melalui pengamatan atau eksperimen Mendiskusikan cara menaksir luas bangun datar tidak beraturan Melukis segitiga yang diketahui tiga sisinya. membahas dan menjelaskan serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan sisi-sisi. jajargenjang. trapezium .

persegi panjang. segitiga lancip. layanglayang Menganalisis persamaan dan perbedaan dari garis tinggi. keterampilan mengidentifikasi sifat-sifat Matematika – SMP | 119 . jajar genjang. garis bagi.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok datar. Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengasosiasi Menganalisis dan melukis berbagai jenis segitiga dengan karakteristik tertentu dengan menggunakan penggaris dan jangka Menganalisis. belah keupat. segitiga sama kaki. segitiga sama sisi. persegi. mengkaitkan dan mendefinisikan secara lebih persis perbedaan dan persamaan segitiga siku-siku. garis berat. trapezium. segitiga tumpul. dan garis sumbu suatu segitiga - - Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami.

memberikan tambahan informasi. contoh menyebutkan sifat-sifat segitiga dari hasil pengamatan Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Garis dan Sudut (Pengayaan) Mengamati Mengamati gambar/foto/video dari peristiwa. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. fenomena. lingkungan. konteks atau situasi yang berkaitan dengan Tugas . keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran segitiga yang dikuasai. keterampilan mengidentifikasi sifat-sifat segiempat yang dikuasai.Mencari informasi seputar garis dan sudut 2x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud. kejadian. contoh menyebutkan sifat-sifat segitiga dari hasil pengamatan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. Alat peraga Matematika – SMP | 120 .

Menilai Matematika – SMP | 121 . desainer interior.Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan garis dan sudut . jalur rel kereta api. melukisnya. Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai aspek garis dan sudut. dsb serta penerapan garis dan sudut pada kehidupan seharihari .Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari - Tes . dan sebagainya untuk menentukan kedudukan dua garis Penilaian Observasi . dsb dalam membuat sebuah rangkaian bangunan yang melibatkan bentuk garis dan sudut.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran penerapan konsep garis dan sudut seperti pembuatan sebuah rangkai atap bangunan yang membentuk garis dan sudut Mengamati tayangan gambar/video misalkan objek bangunan. misal bagaimana menyusun modelnya. tiang listrik.Mengamati ketelitian. rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas. berbagai bangun - Menanya Portofolio Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana seorang tukang bangunan. menyimak penjelasan atau presentasi siswa Alokasi Waktu Sumber Belajar bilan gan. arsitek.

manfaat. fungsi. garis. dan busur derajar Menganalisis. dan bidang . jangka.Menggambar atau melukis garis dan sudut dengan menggunakan penggaris.Menentukan kedudukan kedua garis . mengkaitkan hubungan antara garis dengan sudut Penilaian keterampilan memecahkan masalah yang melibatkan suatu garis dan sudut Alokasi Waktu Sumber Belajar - Matematika – SMP | 122 . jangka dan busur derajat .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengeksplorasi Mengidentifikasi dan menjelaskan benda-benda yang melibatkan sudut dan garis yang bersifat alamiah ataupun buatan manusia untuk kepentingan estetik.Menentukan hubungan antar sudut dengan menggunakan alat peraga mapun tanpa alat peraga Mengasosiasi Menganalisis dan melukis berbagai garis dan sudut dengan karakteristik tertentu dengan menggunakan penggaris.Menentukan titik. ataupun fungsi ergonomisnya .

memberikan tambahan informasi. keterampilan mengidentifikasi sifat-sifat segiempat yang dikuasai. keterampilan mengidentifikasi tentang kedudukan garis dan hubungan antar sudut Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. keterampilan yang diperoleh maupun sikap Matematika – SMP | 123 - - - . contoh menyebutkan sifat-sifat segitiga dari hasil pengamatan Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami.

percaya diri. seperti peta. dan ketertarikan pada matematika sertamemiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. 4.5. komposisi obat pada resep obat. Memiliki rasa ingin tahu.4. maket.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran lainnya.1. denah. Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidak diketahui menggunakan grafik Perbandingan dan Skala • Pengertian Perbandingan • Jenis-jenis Perbandingan • Skala sebagai perbandingan Mengamati Mengamati gambar/foto/video peristiwa. kejadian. Peristiwa sehari-hari dan lingkungan. 4. Menggunakan konsep perbandingan untuk menyelesaikan masalah nyata dengan menggunakan tabel dan grafik. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 2. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan konsep perbandingan. Portofolio Menilai kemajuan belajar dalam memecahkan masalah perbandingan: pemahaman pemodelan atau penyusunan kalimat matematika memilih strategi dan menyelesaikan model masuk akalnya penyelesaian Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana dulu manusia untuk membedakan ukuran berat dari dua buah besaran yang berbeda? Mengapa konsep perbandingan sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari? Sebutkan penerapan konsep perbandingan yang kalian ketahui? Apa perbedaan Perbandingan dengan membandingkan selisih diantara dua buah benda dengan membandingkan hasil Matematika – SMP | 124 .4 Memahami konsep perbandingan dan menggunakan bahasa perbandingan dalam mendeskripsikan hubungan dua besaran atau lebih. yang terbentuk melalui pengalaman belajar. komposisi bahan makanan pada resep. 3. fenomena. dsb Observasi Selama KBM: ketelitian rasa ingin tahu 2x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud. foto.

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran bagi dari dua buah benda Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai penerapan konsep perbandingan, misal: bagaimanana membuat denah untuk objek 3 dimensi, teknik membaca/ mendeskripsikan peta, dsb Tes

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

Mengerjakan lembar kerja berkaitan perbandingan: identifikasi hubungan fungsional seharga, berbalik nilai, linear dan non linear penerapan perbandingan dalam matematika dan di luar matematika

Mengeksplorasi Menggambar denah atau peta letak suatu benda/rumah dengan benda-benda lain tanpa skala dan dengan skala dilengkapi dengan unsur-unsur pelengkap peta Mendiskusikan, membahas dan menentukan nilai perbandingan atau skala dari peta, serta menghitung ukuran sebenarnya benda dalam peta/denah/foto berdasarkan skalanya Melakukan pengukuran pada model (gambar, denah, peta) untuk menentukan jarak atau ukuran sebenarnya Mendiskusikan, membahas dan menentukan nilai perbandingan dari komposisi bahan makanan, bahan obat pada resep, bahan bangunan dsb serta

-

-

-

Matematika – SMP | 125

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran menghitung bahan yang diperlukan dalam resep/gedung dsb berdasarkan nilai perbandingan. Menjelaskan, mendeskripsikan, menggambarkan dalam bentuk ilustrasi, gambar, diagram ataupun cara lainnya serta merumuskan model matematika dari konsep perbandingan sebagai hubungan fungsional antara suatu besaran dengan besaran lain berbentuk perbandingan seharga(senilai), perbandingan berbalik harga(nilai) baik yang bersifat linear ataupun non linear dalam masalah sehari-hari ataupun dalam matematika Mendiskusikan masalah dan strategi menyelesaikan masalah nyata yang melibatkan konsep perbandingan serta membaca table atau grafik untuk membantu menyelesaikan masalah perbandingan untuk menaksir nilai besaran yang belum diketahui

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

-

Mengasosiasi Mengidentifikasi, menganalisis dan menemukan atau Matematika – SMP | 126

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran merumuskan melalui pengamatan pola untuk menentukan jumlah atau kuantitas suatu besaran apabila nilai perbandingan dan selisih atau jumlah dua besaran diketahui - Menganalisis fenomena, peristiwa, kejadian suatu besaran untuk menyimpulkan perbandingan senilai atau perbandingan berbalik nilai berdasarkan data yang diketahui - Menganalisis dan memprediksi atau menyimpulkan batasan atau ketentuan berlakunya hubungan dua besaran yang bersifat fungsional dengan perbandingan tertentu - Membuat keterkaitan antara penyelesaian suatu permasalahan yang melibatkan perbandingan dengan tabel dan grafik - Membuat kesimpulan cara yang termudah dan keakuratan dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang melibatkan konsep perbandungan apakah dengan tabel atau grafik. Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Matematika – SMP | 127

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami, keterampilan penerapan konsep perbandingan yang dikuasai, contoh menyelesaikan permasalahan yang melibatkan konsep perbandingan - Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi, memberikan tambahan informasi, melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya - Melakukan resume secara lengkap, komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami, keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya. Mengamati Mengamati gambar/foto/video peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan hubungan fungsional atau penggunaan persamaan linear satu variabel, seperti panas benda dengan ukuran panjang, kecepatan dan jarak tempuh dsb, serta hubungan fungsional atau

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

2.1

2.2

Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik, konsisten dan teliti, bertanggung jawab, responsif dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta

Persamaan dan Pertidaksmaan Linear satu Variabel • Kalimat Tertutup • Kalimat Terbuka • Pengertian Persamaan

Tugas Mencari informasi seputar sejarah tokoh aljabar

4x5 JP

Buku teks matematika Kemdikbud, lingkungan.

Observasi Selama KBM:

Matematika – SMP | 128

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar memiliki rasa percya pada daya dan keguanaan matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar. Menyelesaikan Menyelesaikan persamaan dan pertaksamaan linear satu variabel Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.

Materi Pokok Linear Satu Variabel • Pengertian Pertidaksama an Linear Satu Variabel • Penyelesaian Pertidaksama an Linear Satu Variabel

Pembelajaran penggunaan pertidaksamaan linear satu variabel, seperti., seperti usia minimal mendapatkan SIM, tonase kendaraan angkut dsb.

Penilaian ketelitian rasa ingin tahu

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Portofolio Menilai kemajuan belajar dalam memecahkan masalah persamaan linear: pemahaman pemodelan atau penyusunan kalimat matematika memilih strategi dan menyelesaikan model masuk akalnya penyelesaian

3.3

Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya berbagai kejadian perubahan besaran yang berakibat pada perubahan besaran lainnya Siswa termotivasi untuk mempertanyakan bagaimana tingkat pengaruh perubahan berdampak pada perubahan besaran lainnya, misal: kecepatan datangnya banjir dengan lebar sungai, kecepatan berbagai jenis kendaraan yang dipengaruhi oleh kndisi jalan, dsb

4.3

-

Mengeksplorasi Membahas, mendiskusikan dan menjelaskan peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang merupakan hubungan fungsional atau berkaitan dengan

Tes Mengerjakan lembar kerja berkaitan persamaan Matematika – SMP | 129

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran persamaan/pertidaksamaan linear satu variable Menyatakan berbagai peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang ke bentuk ekspresi aljabar secara umum dan yangberupa persamaan/pertidaksamaan linear satu variable Menyatakan suatu persamaan/pertidaksamaan linear satu variable ke dalam bahasa verbal sehari-hari dan memberikan contoh-contoh peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan ekspresi tersebut Mendeskripsikan dan mengidentifikasi variable, koefisien, konstata dan derajat dari persamaan/pertidaksamaan linear satu variable Mendiskusikan cara penyelesaian persamaan linear/pertidaksamaan satu variabelmelalui memanipulasi aljabar untuk menentukan bentuk paling sederhana yang setara dengan cara kedua ruas ditambah, dikurangi, dikalikan, atau dibagi dengan bilangan yang sama

Penilaian linear: bentuk verbal/konteks dari PLSV/ PtLSV kesetaraan PLSV/ PtLSV solusi PLSV/ PtLSV

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

-

-

-

Matematika – SMP | 130

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok -

Pembelajaran Mendiskusikan dan menjelaskan perbedaan kesamaan, persamaan, ketidaksamaan, dan pertidaksamaan, persamaan linier satu variabel dan pertidaksamaan linier satu variabel memberikan contoh kasus keseharian yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel dan menyusunnya dalam model matematika yang sesuai.

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

Mengasosiasi mengidentifikasi, menganalisis dan mendeskripsikan kalimat terbuka atau tertutup bentuk linear, kalimat yang memiliki nilai kebenaran, kalimat yang tidak memiliki nilai kebenaran Mengidentifikasi, menganalisis dan menjelaskan argumentasi kesetaraan berbagai bentuk persamaan/pertidaksamaan linear satu variabel Menganalisis, memodelkan dan keterkaitan antara bentuk persamaan/pertidaksamaan nonlinear satu variable yang Matematika – SMP | 131

-

-

sederhana.Menyimpulkan dan menguji kebenaran pengertian persamaan/pertidaksamaan linear satu variable berdasarkan contoh-contoh yang telah dipelajari Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. memberikan tambahan informasi. contoh masalah persamaan/pertidaksamaan linear satu variabel yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. dan sistematis Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. keterampilan dalam menyelesaikan persamaan linear satu variabel. keterampilan yang Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - Matematika – SMP | 132 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran dapat diselesaikan dengan mengubah ke bentuk linear .

kejadian. Bruto. Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial sederhana. rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran diperoleh maupun sikap lainnya Mengamati Mengamati peristiwa.1 2. Uang mainan. objektif. dan Netto • Bunga Tunggal Tugas .Mengamati ketelitian. Tara.2 Memiliki rasa ingin tahu. Siswa termotivasi untuk mempertanyakan apakah berbagai kejadian sehari-hari dapat dimodelkan dengan rumus tertentu. barang di sekolah Observasi . percaya diri.Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari - Matematika – SMP | 133 . besaran-besaran yang nilai dipengaruhi oleh besaran lain. menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktifitas sehari-hari. dsb Portofolio . menyimak penjelasan atau presentasi siswa Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya bagaimana aktifitas sehari-hari yang melibatkan penggunaan bilngan. seperti proses transaksi jual beli dalam perdagangan disebuah kantin sekolah. Aritmetika Sosial • Nilai Suatu Barang • Harga Penjualan • Harga Pembelian • Untung • Rugi • Diskon. lingkungan. Memiliki sikap terbuka. bentuk lembah gunung. misal:harga dan kualitas barang. dan ketertarikan pada matematika serta rasa percya pada daya dan kegunaan matematika.2 4. Pajak. reproduksi makhluk hidup dsb. kecepatan dan waktu tempuh. yang terbentuk melalui pengalaman belajar.Mencari informasi sejarah seputar perdagangan 2x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud . konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan konsep aljabar dalam masalah aritmatika sosial. santun. dsb. Peristiwa sehari-hari. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 2. fenomena.

simpan pinjam. konteks atau situasi yang berkaitan dengan ekspresi atau bentuk aljabar Menyatakan suatu bentuk aljabar ke dalam bahasa verbal sehari-hari dan memberikan contoh-contoh peristiwa. konstata dan derajat dari ekpresi aljabar Mendiskusikan. konteks atau situasi yang berkaitan dengan ekspresi tersebut Mendeskripsikan dan mengidentifikasi variable. mendiskusikan dan menjelaskan peristiwa. fenomena.Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan konsep aljabar yang diterapkan dalam masalah aritmatika social sederhana . tabungan. kejadian. mengidentifikasi dan mendeskripsikan masalah sederhana aritmetika social (seperi berbagai bentuk transaksi jual beli. Melakukan pengamatan kegiatan perdagangan di pasar. kantin sekolah. kejadian. koefisien. deposito. warung. dsb) serta menyatakan bentuk aljabarnya ke dalam berbagai bentuk penyajian. fenomena. bunga kredit. Tes Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengeksplorasi Membahas. pendapatan dan belanja di keluarga atau lembaga.Menilai keterampilan menyelesaikan suatu permasalahan yang melibatkan konsep aljabar - Matematika – SMP | 134 . membahas.

berat pada kemasan(netto). memilih dan menerapkan strategi melalui manipulasi alajabar untuk menyelesaikan masalah aritmetika social sederhana (seperti masalah harga produksi. kemudian mengolah data (untung/rugi) dan mempresentasikannya serta menyimpulkan bersama apa yang dimaksud pengertian harga jual. masalah berat neto. untung. bruto. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Matematika – SMP | 135 . harga jual). Menimbang barang/makanan kemasan yang berisi netto (dalam gram) dengan neraca ohauss dan membuat tabel yang berisi nilai berat hasil timbangan(brutto).SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran kemudian membuatkan model matematikanya melakukan pendataan melalui wawancara antar anggota sekolah mengenai pengalaman transaksi ekonomi (nama barang. merumuskan model matematika. beli. jual. untung dan rugi. dan rugi. beli. Menjelaskan. dan menghitung selisihnya. harga beli.

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran dan tara) Mengasosiasi Menganalisis penerapan konsep aljabar yang terkait dalam aritmatika social sederhana Merumuskan suatu permasalahan aritmatika social sederhana dengan menggunakan model matematika

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami, keterampilan penerapan konsep aljabar dalam menyelesaikan suatu permasalahan aritmatika sederhana yang dikuasai, contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas, sederhana, dan sistematis Memberikan tanggapan hasil Matematika – SMP | 136

-

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi, memberikan tambahan informasi, melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap, komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami, keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

2.2

Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya diri pada daya dan kegunaan matematika yang terbentuk melalui pengalaman belajar; 3.7. Mendeskripsikan lokasi benda dalam koordinat kartesius;

Transformasi

Mengamati Mengamati gambar/tayangan atau peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan koordinat kartesius, seperti letak sebuah benda di suatu lokasi, posisi masing-masing pion pada papan catur.

Tugas - Mencari informasi seputar penerapan kartesius dalam kehidupan sehari-hari

2x5 JP

Buku teks matematika Kemdikbud , Peristiwa sehari-hari, lingkungan. Uang mainan, barang di sekolah\

Transformasi • Bidang Kartesius

Observasi Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana seorang nahkoda kapal menentukan arah perjalanannya ketika sedang - Mengamati ketelitian, rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas, menyimak

Matematika – SMP | 137

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran berlayar? Mengapa koordinat kartesius digunakan dalam keseharian? Dalam apa saja digunakan koordinat kartesius? Apa manfaat penggunaan bidang koordinat kartesius dalam kehidupan sehari-hari? bagaimana menentukan posisi suatu benda? Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai penerapan koordinat kartesius, misal: apa itu bidang kartesius? Bagaimana cara menetapkan acuan letak suatu benda di muka bumi? Bagaimana peran satelit dalam menentukan letak benda secara persis secara relative dengan benda lainnya? Apa hubungannya dengan garis lintang dan bujur?

Penilaian penjelasan atau presentasi siswa

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Portofolio - Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari

-

Tes - Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan lokasi benda pada bidang kartesius - Menilai keterampilan memecahkan permasalahan yang melibatkan bidang kartesius Matematika – SMP | 138

Mengeksplorasi Melakukan pengamatan di lingkungan sekolah kemudian membuatkan denah lokasi tersebut dan mampu menunjukan letak posisi suatu benda pada denah yang digambarkan Mendengar deskripsi atau

-

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran mendeskripsikan letak benda atau jarak suatu tempat dan posisi relatifnya dengan benda atau objek, serta menggambarnya ke dalam denah/peta Menjelaskan atau mendeskripsikan pengertian, manfaat, tingkat kepentingan dan aspek kepraktisan system koordinat untuk menggambarkan posisi benda dengan benda lainnya Melakukan diskusi untuk menggambar bangun datar pada bidang koordinat kartesius, menentukan posisi suatu benda pada sebuah denah, titik, garis pada bidang kartesius

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

Mengasosiasi Menganalisis dan merumuskan cara termudah membuat denah letak suatu benda, bangun datar ataupun ojek lainnya Membahas atau mengenal system koordinat lainnya (misal koordinat polar)

-

Matematika – SMP | 139

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami, keterampilan menentukan letak suatu benda pada bidang kartesius, contoh menyebutkan letak suatu titik, garis, dan bangun datar pada bidang kartesius Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi, memberikan tambahan informasi, melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap, komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami, keterampilan yang diperoleh maupun sikap

-

3.9. Memahami konsep transformasi (dilatasi, translasi, pencerminan, rotasi) menggunakan obyekobyek geometri;

Transformasi • Translasi (Pergeseran) • Refleksi

Mengamati Mengamati gambar/tayangan/peristiwa, kejadian, fenomena, konteks atau situasi yang berkaitan

Tugas - Mencari informasi penggunaan transformasi

3x5 JP

Buku teks matematika Kemdikbud, lingkungan.

Matematika – SMP | 140

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar 4.5. Menyelesaikan permasalahan dengan menaksir besaran yang tidak diketahui menggunakan grafik; 4.6 Menerapkan prinsipprinsip transformasi (dilatasi, translasi, pencerminanan, rotasi) dalam menyelesaikan permasalahan nyata.

Materi Pokok (Pencermina n) • Rotasi (Perputaran) • Dilatasi (Perkalian)

Pembelajaran dengan penggunaan transformasi, seperti bayangan pada sebuah cermin, hasil pembesaran atau pengecilan sebuah photo, jarak yang ditempuh suatu kendaran dari tempat semula, dan lain sebagainya

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar Alat perag bangun datar

Observasi - Mengamati ketelitian, rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas, menyimak penjelasan atau presentasi siswa

Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana cara menggambarkan sebuah bayangan pada cermin ? mengapa transformasi (dilatasi, translasi, pencerminan, rotasi) sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari? Apa manfaatnya? Siswa termotivasi untuk mempertanyakan berbagai penerapan transformasi, misal: bagiamana jika dalam kehidupan tak ada transformasi?Bagaimana seorang nahkoda dalam menentukan arah yang kan dilalui, dsb

Portofolio - Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari

-

Tes - Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan Matematika – SMP | 141

SMP

Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran Mengeksplorasi Membahas, berdiskusi dan menjelaskan konsep, ciri-ciri transformasi geometri berupa dilatasi (perkalian, perbesaran, kontraksi, kompresi), translasi (pergeseran/ perpindahan), refleksi (pencerminan) dan rotasi (perputaran) dan komposisinya dengan bantuan diagram/gambar atau perangkat IT Menjelaskan, menggambarkan dan menentukan hasil bayangan pencerminan pada bidang kartesius; hasil translasi suatu titik; hasil rotasi suatu titik, garis, dan bangun datar; hasil dilatasi suatu titik, garis, dan bangun datar dari hasil dilatasi Menjelaskan, menggambarkan dan menentukan hasil komposisi tranformasi suatu titik, garis, dan bangun datar

Penilaian translasi - Menilai keterampilan memecahkan masalah secara tertulis

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

-

-

Mengasosiasi Menganalisis persamaan dan perbedaan serta merumuskan sifat dilatasi, translasi, pencerminan dan rotasi Matematika – SMP | 142

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok - Pembelajaran Menganalisis hasil dari dilatasi dengan berbagai posisi titik pusat Menganalisis hasil dari rotasi dengan berbagai posisi titik pusat Mengidentifikasi. contoh masalah yang diselesaikan dengan bahasa yang jelas. translasi. memberikan tambahan informasi. merumuskan dan menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan transformasi geometri Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - Mengkomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. pencerminan dan rotasi) yang dikuasai. keterampilan menentukan hasil transformasi (dilatasi. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara Matematika – SMP | 143 - - . sederhana. dan sistematis Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi.

keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 3. kejadian. pengukuran berat badan. diagram lingkaran. tabel. grafik batang.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran lengkap. Data seharihari. Data faktual Observasi . mengolah.Menilai laporan tertulis siswa atau kelompok mengenai Matematika – SMP | 144 - . grafik. fenomena. contoh pengukuran tinggi badan. menginterpretasi. Memahami teknik penataan data dari dua variabel menggunakan tabel.Median . diagram. rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas. dsb Tugas . Mengumpulkan. dan grafik Statistika • Pengertian Data • Pengumpulan Data • Pengolahan data . komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami.Modus • Penyajian Data Mengamati Mengamati gambar/foto/tayangan/peristiw a. menyimak penjelasan atau presentasi siswa Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana cara mendapatkan data jumlah pertumbuhan penduduk tiap tahun? Mengapa pengolahan data sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari? Siswa termotivasi untuk Portofolio . pencacahan jumlah penduduk. konteks atau situasi yang berkaitan dengan penggunaan data. dan grafik garis 4. seperti penggunaan hasil survey lembaga tentang partai politik.8.11.Rata-rata (mean) . dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel.Mencari informasi seputar survey suatu data 3x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud. batang. lingkungan. diagram lingkaran dan grafik garis.Mengamati ketelitian.

Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan pengolahan data. misal: populasi siswa. dan mendeskripsikan populasi sebagai sekumpulan data yang memiliki karakteristik sama dan menjadi objek inferensi. volume. perangkat/perkakas benda. Menjelaskan dan mendeskripsikan data sebagai informasi yang dicatat dan dikumpulkan berupa hasil hitungan atau pengukuran dari suatu objek atau benda misal: berat. dsb Penilaian konsep atau keterampilan yang telah dipelajari Alokasi Waktu Sumber Belajar Tes . penyajian data. bahan. formulir. dan sebagainya Berdiskusi dan menyusun lembar isian. misal: bagaimana keandalan data untuk memprediksi suatu peristiwa. penggambaran atau deskripsi dari populasi tersebut. . bagaimana menentukan peluang kejadian tertentu.Menilai keterampilan memecahkan masalah yang melibatkan penyajian data Mengeksplorasi Menjelaskan berbagai informasi dari suatu objek atau benda misal: warna.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran mempertanyakan berbagai aspek statistik. tinggi. atau - - - Matematika – SMP | 145 . nama dan sebagainya. hewan. bentuk. Membahas. memberi contoh. lebar. ukuran. asal.

dsb Menyajikan hasil pengumpulan data ke bentuk table biasa. menimbang berat badan. pengamatan. dan mengklasifikasi data tunggal yang berasal dari kehidupan sehari-hari. misalkan mengukur tinggi badan. berat dan tinggi badan. grafik dengan menggunakan skala serta dilengkapi keterangan dan judul yang tepat Secara berkelompok melakukan demonstrasi dalam mengumpulkan. usia. Menjelaskan dan mendeskripsikan pengertian data tunggal. mengukur panjang daun. garis dan lingkaran. menghitung banyaknya kendaraan yang melintas di perempatan dalam jangka waktu tertentu dengan penuh tanggung jawab. table frekuensi. misal: nama. diagram batang. tempat dan tanggal lahir.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran kuesioner serta melakukan pengumpulan suatu data dengan cara pengukuran. jumlah saudara. mencacah jumlah keluarga. mengolah dan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Matematika – SMP | 146 . dan pencacahan untuk mendapatkan data dan informasi dari beberapa teman sekelas.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menyajikannya dalam bentuk tabel atau diagram secara mandiri Mengolah. mengurutkan. simpangan rata-rata. modus. menentukan hubungan antar data. median. atau menafsirkan dan mengambil keputusan berdasar analisis data Mencari informasi bagaimana menyajikan data dalam bentuk diagram dengan perangkat pengolah kata dan pengolah data dengan teliti. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Matematika – SMP | 147 . kuartil). simpangan kuartil. mengklasifikasi dan menyajikan data berkelompok dan tidak berkelompok (tunggal) untuk menentukan deskripsi data seperti ukuran pemusatan (rata-rata. ukuran penyebaran data (range/jangkauan. Kemudian. mengurutkan. simpangan baku) ataupun mendeskripsikan table atau grafik agar lebih mudah dibaca dan dimaknai Mengolah. mengklasifikasi dan menyajikan data berkelompok dan tidak berkelompok (tunggal) untuk melakukan inferensi seperti memprediksi nilai observasi masa depan berdasarkan perilaku data.

deskripsi atau statistic dari dua kelompok data sejenis atau apabila objek pengumpulan data dipilih dengan kriteria tertentu Menganalisis dan memberi penjelasan alasan proses pembacaan data yang paling Matematika – SMP | 148 - - . data tahun. dsb. warna kulit. menganalisis dan menyimpulkan perbedaaan dan persamaan hasil penafsiran. dsb. data tingkat pendidikan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Peserta Didik membuat sembarang data dan menyajikannya dalam bentuk diagram batang. misal: data jenis kelamin. agama. tinggi. dan data pengukuran ukuran benda. atau lingkaran (simulasi program komputer) Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengasosiasi Mengidentifikasi. tingkat kepuasan. garis. dsb Mengidentifikasi. dsb. temperature. menganalisis dan menyimpulkan jenis hasil pengumpulan data dari berbagai objek.

contoh bagaimana cara melakukan pengolahan data dari hasil pengukuran. memberikan tambahan informasi. dan grafik. keterampilan penyajian datadalam bentuk tabel. melengkapi informasi Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - Matematika – SMP | 149 . Mengkomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. pencacahan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran mudah. atau grafik. dan lain sebagainya. dan lain sebagainya Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. diagram. apakah dengan tabel. keterampilan pengolahan data yang dikuasai. contoh bagaimana cara melakukan penyajian data dari hasil pengukuran. pencacahan. diagram.

9 Melakukan percobaan untuk menemukan peluang empirik dari masalah nyata serta menyajikannya dalam bentuk tabel dan grafik. lingkungan. 3. konteks atau situasi yang berkaitan dengan peluang empirik. Tugas . komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. kejadian. dan peluang pengambilan sebuah kelereng pada sebuah kotak.Mencari informasi sejarah peluang 3x5 JP Buku teks matematika Kemdikbud.Mengamati ketelitian. dadu. menghargai pendapat dan karya teman dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya. Menemukan peluang empirik dari data luaran (output) yang mungkin diperoleh berdasarkan sekelompok data. santun. Alat peraga koin.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap. rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas.10. 4.Menilai laporan tertulis siswa Matematika – SMP | 150 - .3 Memiliki sikap terbuka. seperti peluang munculnya angka pada pelemparan sebuah koin. benda lainnya Observasi . Peluang • Ruang sampel • Pengertian Peluang • Komplemen Kejadian Mengamati Mengamati gambar/tayangan peristiwa. peluang munculnya angka pada kuis. objektif. menyimak penjelasan atau presentasi siswa Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana kemungkinan besok terjadi hujan? berapa kemungkinan seorang nasabah dating ke bank dalam sebulan? dsb Siswa termotivasi untuk Portofolio . Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - 2. fenomena.

menentukan peluang. ciri atau sifat peristiwa atau kejadian yang bersifat pasti. memiliki peluang tinggi atau rendah. tidak mungkin terjadi. dadu. yaitu kejadian yang hasilnya atau terjadinya tidak dapat dipengaruhi atau dikondisikan dan tidak acak dikaitkan dengan peluang kejadian. mendiskusikan dan menjelaskan berbagai kejadian sehari-hari yang bersifat acak atau random. atau tidak berpeluang sama sekali? Penilaian atau kelompok mengenai konsep atau keterampilan yang telah dipelajari Alokasi Waktu Sumber Belajar Tes Mengeksplorasi Membahas. mendiskusikan dan menjelaskan berbagai kejadian sehari-hari yang bersifat pasti terjadi. dsb.Menilai keterampilan menyelesaikan permasalah yang melibatkan peluang - - Matematika – SMP | 151 . terjadinya muka koin pertama atau kedua. dan mungkin terjadi dikaitkan dengan peluang kejadian.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran mempertanyakan seputar peluang.Mengerjakan lembar kerja berkaitan dengan peluang. menentukan peluang empirik . . misal: bagaimana alasan. Membahas. Menjelaskan dan mendeskripsikan probabilitas atau peluang secara sederhana (klasik) melalui percobaaan atau eksperimen statistic melempar uang logam atau koin.

elemen atau anggota dari ruang sample. Menjelaskan dan mendeskripsikan probabilitas Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Matematika – SMP | 152 . 2.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran atau terjadinya muka dadu berangka 1. melalui diagram atau cara lainnya Mendalami lebih lanjut. dengan berkelompok melakukan percobaan lainnya misal mengambil bola dengan berbagai warna dan jumlah tertentu dari sebuah kantong kemudian siswa diminta mengambil salah satu bola secara acak. Kemudian. 4. atau 6. 5. siswa menebak bahwa bola yang kemungkinan besar terambil adalah bola warna kuning. siswa menanggapi benar atau tidaknya pernyataan tersebut sambil memberikan alasannya secara demokratis. 3. dari sejumlah pelemparan serta mencatat hasil kejadiannya ke dalam table Menjelaskan berdasarkan hasil berbagai percobaan dan melalui contoh pengertian ruang sample sebagai kumpulan semua kejadian mungkin terjadi dari percobaan serta titik sampel yang merupakan kejadian sebagai unsur.

5. dadu. pengalaman dengan situasi yang serupa atau intuisi tertentu. dsb Matematika – SMP | 153 - . 4. Mengidentifikasi. kemudian mencatat frekuensi relative terjadinya muka koin pertama atau kedua. menganalisis dan menyimpulkan melalui contoh serta mengujinya melalui percobaan tentang konsep peluang secara logis/aksiomatik sebagai rasio atau perbandingan dari jumlah cara terjadinya suatu peristiwa dibagi dengan jumlah cara terjadi semua kejadian. misal: peluang seorang calon bupati terpilih adalah 60%. dsb. atau 6. menganalisis dan mendeskripsikan konsep peluang sebagai tingkat kemungkinan suatu peristiwa terjadi berdasarkan faktorfaktor kualitatif. atau terjadinya muka dadu berangka 1. 3. serta disajikan ke dalam table Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Mengasosiasi Mendiskusikan. 2.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran atau peluang secara empirik melalui melempar berkali-kali sampai tak terhingga uang logam atau koin.

keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya Mengamati Mengamati gambar/tayangan Matematika – SMP | 154 . . menganalisis dan menyimpulkan arti peluang suatu kejadian bernilai 0. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. contoh mencari peluang emprik dari suatu percobaan. dan bernilai 1 Menganalisis dan merumuskan peluang empiric berdasarkan hasil percobaaan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami.Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. keterampilan menentukan peluang.Melakukan resume secara lengkap. antara 0 dan 1.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok - Pembelajaran Mendiskusikan. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya . memberikan tambahan informasi.

dan peluang pengambilan sebuah kelereng pada sebuah kotak. peluang munculnya angka pada kuis. konteks atau situasi yang berkaitan dengan peluang empirik. seperti peluang munculnya angka pada pelemparan sebuah koin.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran peristiwa. atau tidak berpeluang sama sekali? - Mengeksplorasi Membahas. kejadian. misal: bagaimana alasan. Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Menanya Guru dapat memotivasi siswa dengan bertanya: misal bagaimana kemungkinan besok terjadi hujan? berapa kemungkinan seorang nasabah dating ke bank dalam sebulan? dsb Siswa termotivasi untuk mempertanyakan seputar peluang. memiliki peluang tinggi atau rendah. fenomena. mendiskusikan dan Matematika – SMP | 155 . ciri atau sifat peristiwa atau kejadian yang bersifat pasti.

Menjelaskan dan mendeskripsikan probabilitas atau peluang secara sederhana (klasik) melalui percobaaan atau eksperimen statistic melempar uang logam atau koin. atau 6. dadu. 2. Membahas. terjadinya muka koin pertama atau kedua. yaitu kejadian yang hasilnya atau terjadinya tidak dapat dipengaruhi atau dikondisikan dan tidak acak dikaitkan dengan peluang kejadian. 4. dari sejumlah pelemparan serta mencatat hasil kejadiannya ke dalam table Menjelaskan berdasarkan hasil berbagai percobaan dan melalui contoh pengertian ruang sample sebagai kumpulan semua kejadian mungkin terjadi dari percobaan serta titik sampel yang merupakan kejadian Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Matematika – SMP | 156 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran menjelaskan berbagai kejadian sehari-hari yang bersifat pasti terjadi. dan mungkin terjadi dikaitkan dengan peluang kejadian. 5. dsb. 3. atau terjadinya muka dadu berangka 1. mendiskusikan dan menjelaskan berbagai kejadian sehari-hari yang bersifat acak atau random. tidak mungkin terjadi.

Kemudian. siswa menanggapi benar atau tidaknya pernyataan tersebut sambil memberikan alasannya secara demokratis. dadu.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran sebagai unsur. dsb. siswa menebak bahwa bola yang kemungkinan besar terambil adalah bola warna kuning. kemudian mencatat frekuensi relative terjadinya muka koin pertama atau kedua. 3. dengan berkelompok melakukan percobaan lainnya misal mengambil bola dengan berbagai warna dan jumlah tertentu dari sebuah kantong kemudian siswa diminta mengambil salah satu bola secara acak. Menjelaskan dan mendeskripsikan probabilitas atau peluang secara empirik melalui melempar berkali-kali sampai tak terhingga uang logam atau koin. melalui diagram atau cara lainnya Mendalami lebih lanjut. 4. atau 6. 2. 5. serta disajikan ke dalam table Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - Matematika – SMP | 157 . atau terjadinya muka dadu berangka 1. elemen atau anggota dari ruang sample.

menganalisis dan mendeskripsikan konsep peluang sebagai tingkat kemungkinan suatu peristiwa terjadi berdasarkan faktorfaktor kualitatif. dsb Mendiskusikan. misal: peluang seorang calon bupati terpilih adalah 60%.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Mengasosiasi Mendiskusikan. pengalaman dengan situasi yang serupa atau intuisi tertentu. menganalisis dan menyimpulkan arti peluang suatu kejadian bernilai 0. dan bernilai 1 Menganalisis dan merumuskan peluang empiric berdasarkan hasil percobaaan Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - - Mengomunikasikan Menyajikan secara tertulis dan Matematika – SMP | 158 . menganalisis dan menyimpulkan melalui contoh serta mengujinya melalui percobaan tentang konsep peluang secara logis/aksiomatik sebagai rasio atau perbandingan dari jumlah cara terjadinya suatu peristiwa dibagi dengan jumlah cara terjadi semua kejadian. antara 0 dan 1. Mengidentifikasi.

keterampilan menentukan peluang. keterampilan yang diperoleh maupun sikap lainnya Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar - - CONTOH HASIL ANALISIS SKL. memberikan tambahan informasi.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat kelompok mulai dari apa yang telah dipahami. contoh mencari peluang emprik dari suatu percobaan. KI. melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya Melakukan resume secara lengkap.3-3 Matematika – SMP | 159 . Memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi. komprehensif dan dibantu guru dari konsep yang dipahami. KD Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VII HO-1.

ingin tahu. Menunju kkan sikap logis. Menghargai Memiliki perilaku yang mencerminkan dan menghayati sikap orang ajaran agama beriman. Menghargai dan jawab dalam menghayati berinteraksi secara perilaku jujur. tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. berakhlak yang dianutnya mulia. menganalisis.1. kritis. percaya keberadaannya. mencoba. menalar dan menyimpulkan tentang: • menyelesaikan persamaan dan Teknik Penilaian: Non tes (pengamatan) Bentuk Instrumen: Lembar pengamatan perkembangan sikap (ketelitian dan rasa ingin tahu) pertaksamaan linear satu variable • membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. efektif dengan disiplin. jangkauan gotong royong).SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Materi Ajar Aspek Sikap : Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. percaya diri. diri. analitik. bertanggung jawab. responsif. teliti. analitik. pergaulan dan santun. konsisten. bertangg ung jawab. dan tidak mudah menyera h dalam Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian 1. konsiste n dan teliti. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya Pembinaan sikap: logis. Mengikuti pembelajaran dengan melakukan kegiatan mengamati/mencermati. lingkungan sosial tanggungjawab. percaya diri. Matematika – SMP | 160 . menanya. kritis. ketertarikan pada matematika. dan alam dalam peduli (toleransi. memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika. memiliki rasa ingin tahu. responsif . dan bertanggung 2.

SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Aspek Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar memeca hkan masalah 2.2. Memiliki rasa ingin tahu. dan ketertari kan pada matemat ika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaa n matemat ika. yang terbentu k melalui pengala Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Matematika – SMP | 161 . percaya diri.

menalar dalam mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar yang disusun berdasarkan sajian peristiwa sehari-hari atau sajian konsep matematika yang pernah dipelajari • Menyajikan hasil kerja yang mencerminkan proses dan hasil mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar • Mencermati. dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata 3. menanya. suku. teknologi. melakukan operasi bentuk Aljabar. konstanta. Memahami pengetahuan (faktual. kofisien. konseptual. menentukan nilai variabel pada ptlsv.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Aspek Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar man belajar. budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 3. menentukan nilai variabel pada plsv. membedakan pernyataan matematika terbuka dan tertutup. mengidentifikasi bentuk plsv. suku. kebangsaan. kofisien. pengurangan.3 Menyeles aikan persamaa n dan pertaksa maan linear satu variable • Unsur-unsur bentuk Aljabar (variabel. mencoba. mengidentifikasi pernyataan matematika terbuka dan tertutup. menganalisis. pembagian dan perpangkatan) dan berlatih secara individu dan kelompok menerapkan aturan-aturan tersebut Teknik Penilaian: • Tes tertulis (kuis) tentang: mengidentifikasi unsurunsur bentuk Aljabar. cara menyelesaiakan plsv) • Pertaksamaan linear satu variabel • Mencermati. menalar dan menyimpulkan aturan melakukan operasi bentuk Aljabar (penjumlahan. perkalian. teknologi. mencoba. dan budaya dengan wawasan kemanusiaan. Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual. bentuk Aljabar) dengan dipandu guru • Mencermati. bentuk Aljabar) • Operasi bentuk Aljabar (penjumlahan. melakukan operasibentuk Aljabar. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan. pengertian penyelesaian plsv. seni. menganalisis. pengurangan. Matematika – SMP | 162 . menalar sajian peristiwa sehari-hari dalam rangka menyimpulkan konsep unsur-unsur bentuk Aljabar (variabel. menanya. konseptual dan prosedural dalam ilmu pengetahuan. kenegaraan. menganalisis. mengidentifikasi bentuk ptlsv. bentuk plsv. seni. pernyataan matematika terbuka dan tertutup. konstanta. • Portofolio hasil kerja siswa yang mencerminkan proses dan hasil mengidentifikasi unsurunsur bentuk Aljabar. pembagian dan perpangkatan) • Persamaan linear satu variabel atau plsv (bentuk plsv. mencoba. menanya. perkalian.

menalar sajian peristiwa sehari-hari dalam rangka menyimpulkan konsep plsv (bentuk plsv. menalar dan menyimpulkan aturan-aturan dalam menyelesaikan plsv dan berlatih secara individu dan kelompok menerapkan aturan-aturan tersebut • Menyajikan hasil kerja yang mencerminkan proses dan hasil mengidentifikasi pernyataan matematika tertutup. menganalisis. mencoba. cara menyelesaiakan plsv) Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi • Menyajikan hasil kerja yang mencerminkan proses dan hasil menerapkan aturan operasi bentuk Aljabar • Mencermati. pengertian penyelesaian ptlsv) • Mencermati. menanya.mencoba. pernyataan matematika terbuka dan tertutup. pengertian penyelesaian plsv) • Mencermati. menganalisis.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Aspek Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi atau ptlsv (bentuk ptlsv. dan menentukan nilai variabel pada plsv • Mencermati. menentukan nilai variabel pada ptlsv Bentuk dan Bentuk instrumen penilaian: • Soal uraian • Tugas Portofolio Matematika – SMP | 163 . menganalisis. menanya. mencoba. mencoba. menalar sajian peristiwa sehari-hari dalam rangka menyimpulkan konsep ptlsv (bentuk ptlsv. mengidentifikasi bentuk ptlsv. pengertian penyelesaian ptlsv. menanya. menganalisis. bentuk plsv. menanya. menalar dan menyimpulkan aturan-aturan dalam menyelesaikan ptlsv dan berlatih Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian menentukan nilai variabel pada plsv.

membaca. dan menentukan nilai variabel pada ptlsv • Menyusun (membuat) model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv secara individu dan berpasanagan • Menyelesaikan model matematika yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv • Menyajikan hasil kerja membuat model matematika dan penyelesaiannya yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv • Menyusun (membuat) model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan ptlsv secara individu dan berpasangan • Menyelesaikan model matematika yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan ptlsv secara individu dan berpasanagan • Menyajikan hasil kerja membuat model matematika dan penyelesaiannya yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan ptlsv Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah atau sumber lain yang sama dengan yang diperoleh dari sekolah 4 Mencoba. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 4.Membuat dan menyelesa ikan model matematik a dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaa n dan pertidaksa maan linear satu variabel. modifikasi. mengurai. dan membuat) dan ranah abstrak (menulis. • Penyusunan (pembuatan) model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel atau plsv • Penyelesaian model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv • Penyusunan (pembuatan) model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabel atau ptlsv • Penyelesaian model matematika berdasarkan masalah nyata yang berkaitan Teknik Penilaian: • Tes tertulis tentang membuat model matematika dan menyelesaikannya yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv dan ptlsv • Portofolio hasil kerja tentang membuat model matematika dan penyelesaiannya yang disusun berdasarkan masalah nyata yang berkaitan dengan plsv dan ptlsv Matematika – SMP | 164 . dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan.SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Aspek Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi secara individu dan kelompok menerapkan aturan-aturan tersebut • Menyajikan hasil kerja yang mencerminkan proses dan hasil mengidentifikasi bentuk ptlsv. merangkai. mengolah. menghitung.3. menggambar.

aktivitas pembelajaran dan penilaian yang dirancang dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) sesuai dengan tuntutan SKL. Untuk memastikan bahwa pemilihan materi. KI dan KD bermanfaat sebagai berikut. 1. KI dan KD. Dapat menjadi acuan dalam menyusun materi ajar. 2. aktivitas kegiatan belajar siswa dan rancangan penilaian pada RPP Matematika – SMP | 165 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Aspek Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi dengan ptlsv Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Catatan: Hasil analisis SKL.

dan KD MATEMATIKA KELAS VII LK – 1. BacalahKD mata pelajaran matematika SMP kelas VII. Bacalah KI mata pelajaran matematika SMP kelas VII. Setelah selesai masukkan dalam Lembar Kerja Analisis Keterkaitan SKL. 3.3 PETUNJUK KEGIATAN ANALISIS SKL. 4. Matematika – SMP | 166 .SMP Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 LEMBAR KERJA ANALISIS KETERKAITAN SKL. 5. Bacalah dan komparasikan dengan SKL Tahun 2006 (Permendiknas Th 2006). 6. KI DAN KD Kompetensi Tujuan Kegiatan Kelompok Kerja : : : Memahami keterkaitan antara SKL. Tulislah aktivitas/ kegiatan belajar siswa untuk mencapai kompetensi tersebut dengan mengacu silabus mata pelajaran. Analisislah lingkup materi dari setiap KD dengan mengacu silabus mata pelajaran. 2. KI dan KD 1. dan KD matematika kelas VII yang sudah disiapkan! 7. KI dan KD pada Kurikulum 2013 Menganalisis keterkaitan SKL. Bacalah substansi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Tahun 2013. 8. KI. KI. Tentukan teknik dan instrumen penilaiannya dengan mengacu silabus mata pelajaran.

santun. dan KD MATEMATIKA KELAS VII MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KELAS : VII MATERI AJAR : Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian LK – 1. KI.LEMBAR KERJA ANALISIS KETERKAITAN SKL. tanggungjawab. berakhlak mulia. dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. disiplin.3 Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman. percaya diri. percaya diri. gotong royong). peduli (toleransi. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 167 . Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya Menghargai dan menghayati perilaku jujur.

konseptual dan prosedural dalam ilmu pengetahuan. teknologi. - 168 . seni. kebangsaan.Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual. modifikasi. dan membuat) dan ranah abstrak (menulis. dan menyaji dalam ranah konkret menggunakan. dan budaya dengan wawasan kemanusiaan. teknologi. mengolah. mengurai. dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata Memahami pengetahuan (faktual. konseptual. kenegaraan. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan. merangkai. budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah atau sumber lain Mencoba. membaca. seni.

dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 169 .Domain Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Lingkup Materi Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa untuk Mencapai Kompetensi Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian yang sama dengan yang diperoleh dari sekolah. menghitung. menggambar.

Dukungan dinas pendidikan kabupaten dan organisasi profesi dalam implementasi kurikulum 2013. Membuat Rangkuman Instruktur merangkum semua materi pelatihan Konsep Kurikulum yang telah disampaikan selama 4 JP sebagai kegiatan penutup. pengawas sekolah. 1. Dukungan manajemen sekolah atau kultur sekolah dalam mensukseskan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013. 2. meliputi berikut ini. dan guru BK.SUB MATERI PELATIHAN 1.4 Diskusi Kelas Mendiskusikan elemen penting dalam implementasi kurikulum 2013. Peran guru. 170 . kepala sekolah.4: STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Langkah Kegiatan Inti Pemaparan oleh Instruktur Diskusi Kelas Merangkum Hasil Diskusi Kelas Refleksi dan umpan balik untuk seluruh materi pelatihan 15 Menit 10 Menit 20 Menit 10 Menit Pemaparan Paparan oleh fasilitatortentang Strategi Implementasi Kurikulum 2013 dengan menggunakan PPT-1. 3.

171 .

172 .

173 .

174 .

2 2.4 Konsep Pendekatan Scientific Model Pembelajaran Konsep Penilaian Autentik BAGIAN Analisis Buku Guru danIII Siswa Matematika – SMP | 175 .3 2.MATERI PELATIHAN 2: ANALISIS MATERI AJAR (12 JP) 2.1 2.

7. Menjelaskan secara utuh materi.MATERI PELATIHAN 2: ANALISIS MATERI AJAR A. Menganalisis kesesuaian buku guru dan siswa dengan SKL. menguasai penerapan materi pelajaran pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan seharihari. 3. struktur. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. Menerima konsep pendekatan scientific dan menghargai pendapat orang lain. Menerima penerapan konsep penilaian autentik di sekolah/ madrasah dan menghargai pendapat orang lain. KI. Menjelaskan penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran. Menjelaskan strategi penggunaan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian. dan Kedalaman Materi) C. serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. 4. menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi. mendeskripsikan konsep pendekatan scientific dalam pembelajaran. dan 7. 5. KI. dan KD secara teliti dan serius. Menganalisis kecukupan dan kedalaman materi buku guru dan buku siswa. 12. 5. dan KD. dan pola pikir keilmuan materi pelajaran. Matematika – SMP | 176 . 9. dan KD. INDIKATOR 1. dan pola pikir keilmuan materi pelajaran yang terdapat 11. 10. Konsep Pendekatan Scientific 2. pendekatan belajar . menguasai secara utuh materi. menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. 4. 2. Menerapkan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. Menganalisis kesesuaian proses. struktur. mendeskripsikan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. LINGKUP MATERI 1. KI. B. Menjelaskan konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. 8. 2. 6. Mengidentifikasi kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. 3. Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Pembelajaran 3. 6. memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. dalam buku siswa.Kecukupan. Menjelaskan konsep pendekatan scientific.

Konsep Pendekatan Scientific Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Analisis Buku Guru dan Buku Siswa 3. Dokumen Bahan Bacaan a. ATK Matematika – SMP | 177 . Konsep Pendekatan Scientific Konsep Penilaian Autentik 5. Bahan Tayang a. c. b. Video Pembelajaran 2. b. PERANGKAT PELATIHAN 1.D. Lembar Kerja 4. d.

SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN
MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 2. ANALISIS MATERI AJAR 12 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA

TAHAPAN KEGIATAN
PERSIAPAN

DESKRIPSI KEGIATAN
Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran, seperti LCD Projector, Laptop, File, Active Speaker, dan Laser Pointer, atau media pembelajaran lainnya. Pengkondisian Peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama, tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu, dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Analisis Materi Ajar. Fasilitator memotivasi peserta agar serius, antusias, teliti, dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung.

WAKTU

KEGIATAN PENDAHULUAN

15 Menit

KEGIATAN INTI

2.1 Konsep Pendekatan Scientific

90 Menit

Penayangan Video pembelajaran Matematika dengan menggunakan 20 Menit V-2.1/4.1. Diskusi kelompok untuk mengkaji pendekatan scientific yang mengacu 40 Menit pada tayangan video,dilanjutkan dengan paparan materi oleh fasilitator tentang Konsep Pendekatan Scientific dengan menggunakan PPT-2.1-1 dan Contoh Penerapan Pendekatan Scientific dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan PPT-2.1.2 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. Diskusi kelompok tentang konsep pendekatan scientific dengan 30 Menit menggunakan HO-2.1-1 dan contoh-contoh penerapan pendekatan scientific dalam pembelajaran Matematika dengan mengacu pada HO-2.1-2.

Matematika – SMP | 178

TAHAPAN KEGIATAN

DESKRIPSI KEGIATAN
2.2 Model-model Pembelajaran Mengamati tayangan tiga jenis model pembelajaran (Project Based Learning, Problem Based Learning, dan Discovery Learning). Menerapkan Focus Group Discussion untuk mengidentifikasi karakteristik tiga model pembelajaran. Kerja kelompok untuk mengidentifikasi penerapan Pendekatan Scientific pada tiga model pembelajaran. 2.3 Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Pembelajaran

WAKTU
90 Menit 20 menit

30 menit

40 menit 90 Menit

Kegiatan interaktif untuk menyamakan persepsi tentang jenis dan 15 Menit bentuk penilaian autentik. Diskusi tentang konsep penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. 30 Menit Presentasi hasil diskusi kelompok 25 Menit

Paparan materi tentang Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan 15 Menit Hasil Belajar dengan menggunakan bahan tayang PPT-2.2 dan Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Matematika menggunakan bahan tayang PPT-2.2/3.2. ICE BREAKER 2.4 Analisis Buku Guru dan Buku Siswa (Kesesuaian, Kecukupan, dan Kedalaman Materi) Menilai buku dilakukan oleh peserta dengan bimbingan fasilitator 20 Menit dilihat dari aspek kesesuaian, kecukupan, dan kedalaman materi. Diskusi kelompok hasil penilaian buku dilanjutkan dengan pemaparan 30 Menit materi tentang Analisis Buku Guru dan Buku Siswa dengan menggunakan PPT-2.3 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. Menyimpulkan hasil diskusi dan menyampaikan format lembar kerja 15 Menit yang telah disiapkan. Kerja kelompok untuk menganalisis kesesuaian buku guru dan buku 60 Menit siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD dengan menggunakan LK-2.3-1 dan LK -2.3-2. 5 Menit 240 Menit

Matematika – SMP | 179

TAHAPAN KEGIATAN
ICE BREAKER

DESKRIPSI KEGIATAN

WAKTU
5 Menit

Diskusi kelompok untuk menganalisis kesesuaian proses, pendekatan 30 Menit scientific, serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku. Kerja kelompok untuk membuat contoh-contoh penerapan materi 30 Menit pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. Presentasi hasil kerja kelompok. Menyimpulkan materi analisis buku oleh fasilitator. KEGIATAN PENUTUP Membuat rangkuman materi pelatihan Analisis materi Ajar. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan. Fasilitator menutup pembelajaran 30 Menit 20 Menit 15 Menit

Matematika – SMP | 180

Sub Materi Pelatihan 2.1: Konsep Pendekatan Scientific
Langkah Kegiatan Inti Diskusi Kelompok Contohcontoh Pendekatan Scientific dan Penerapannya 45 Menit

Diskusi Kelompok Pendekatan Scientific

45 Menit

Diskusi Kelompok
1. Mengkaji pendekatan scientific yang mengacu pada tayangan video. 2. Mengidentifikasi konsep pendekatan scientific yang disampaikan pada tayangan video. 3. Membuat urutan aktivitas pada pendekatan scientific.

Pemaparan Hasil Diskusi Kelompok
1. Masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya, kelompok lain dapat dijadikan pembahas dan penanya. 2. Instruktur memberikan masukan terhadap hasil diskusi kelompok. 3. Pada akhir diskusi instruktur menyimpulkan hasil diskusi kelompok.

Paparan Materi Fasilitator menyampaikan Konsep Pendekatan Scientific dengan menggunakan PPT-2.2.1 dan Contoh Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran dengan menggunakan PPT-2.2-2 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi. Diskusi Kelompok Diskusi kelompok Contoh-contoh Penerapan Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran, tugas diskusi kelompok sebagai berikut.
1. Membuat contoh pembelajaran salah satu KD dengan menggunakan pendekatan scientific. 2. KD yang ditetapkan adalah KD semester 1.

Pemaparan Hasil Diskusi Kelompok
1. Masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya, kelompok lain dapat dijadikan pembahas dan penanya. 2. Instruktur memberikan masukan terhadap hasil diskusi kelompok. 3. Pada akhir diskusi instruktur menyimpulkan hasil diskusi kelompok.

Matematika – SMP | 181

Matematika – SMP | 182

Matematika – SMP | 183

Matematika – SMP | 184

retensi informasi dari guru sebesar lebih dari 90 persen setelah dua hari dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar 50-70 persen. penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. retensi informasi dari guru sebesar 10 persensetelah 15 menit dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar 25 persen. legenda. dan menguji hipotesis. proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan dipandu nilai-nilai. penemuan. Pendekatan Ilmiah dan Non-ilmiah dalam Pembelajaran Pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah itu lebih efektif hasilnya dibandingkan dengan pembelajaran tradidional. Proses pembelajaran dengan berbasis pendekatan ilmiah harus dipandu dengan kaida-kaidah pendekatan ilmiah. Sebaliknya. penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas. B. Pada pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah. metode ilmiah umumnya memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi atau ekperimen. Matematika – SMP | 185 . Metode ilmiah merujuk pada teknik-teknik investigasi atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala. khayalan. dan penjelasan tentang suatu kebenaran. para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning)ketimbang penalaran deduktif (deductivereasoning). Dengan demikian. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah.1-1 PENDEKATAN SCIENTIFIC (PENDEKATAN ILMIAH) DALAM PEMBELAJARAN A.Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap. dan pengetahuan peserta didik. Esensi Pendekatan Ilmiah Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah. Karena itu Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. keterampilan. Sejatinya. dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik. pengabsahan. atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya. Hasil penelitian membuktikan bahwa pada pembelajaran tradisional. Substansi atau materipembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu. 1. atau kriteria ilmiah. metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi. bukan sebatas kira-kira. menganalisis. atau dongeng semata. penalaran. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum. mengolah informasi atau data. Proses pembelajaran disebut ilmiah jika memenuhi kriteria seperti berikut ini.HO-2. kemudian memformulasi. memperoleh pengetahuan baru. Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Untuk dapat disebut ilmiah. Pendekatan ini bercirikan penonjolan dimensi pengamatan.Karena itu. prinsip-prinsip. empiris.

4. penemuan melalui coba-coba. Penemuan coba-coba. Sebaliknya akan berubah menjadi prasangka buruk atau sikap tidak percaya. Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis. dan tidak bersistematika baku. respon peserta didik. seorang peserta didik mencoba meraba-raba tombol-tombol sebuah komputer laptop. menerapkan. keterampilan. 4. analitis. keterampilan dan pengetahuan yang ditemukan dengan caracoba-coba selalu bersifat tidak terkontrol. kesamaan. teori. tidak memiliki kepastian. 2. Berbasis pada konsep. pemikiran subjektif. Istilah ini sering juga dipahami sebagai penilaian terhadap sikap. Penjelasan guru. memahami. jika diwarnai oleh kepentingan subjektif guru dan peserta didik. Matematika – SMP | 186 .2. seringkali mereka menjeneralisasi hal-hal khusus menjadi terlalu luas. karena memang hal itu dapat menunjukan ranah sikap. Misalnya. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu memahami. kalau memang tindakan coba-coba ini akan dilakukan. 7. 5. Intuisi. keterampilan. dan keterampilan secara cepat dan berjalan dengan sendirinya. dan menarik sistem penyajiannya. Berpikir skeptis atau prasangka itu memang penting. jelas. Intuisi juga bermakna kemampuan tingkat tinggi yang dimiliki oleh seseorang atas dasar pengalaman dan kecakapannya. intuisi sama sekali menafikan dimensi alur pikir yang sistemik. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan akal sehat berubah menjadi prasangka atau pemikiran skeptis. dan pengetahuan yang diperoleh semata-mata atas dasar akal sehat (comon sense) umumnya sangat kuat dipandu kepentingan seseorang (guru. Prasangka. dan tautan satu dengan yang lain dari substansi atau materi pembelajaran. Peserta didik pun melihat lambang tombol yang menyebabkan komputer laptop itu menyala dan mengulangi lagi tindakannya. dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi pembelajaran. Namun demikian. tindakan coba-coba itu ada manfaatnya bahkanmampu mendorong kreatifitas. Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan. 1. Namun demikian. sampai dengan menemukan kepastian jawaban. Tentu saja. Akal sehat. dan pengetahuan yang benar. Kemampuan intuitif itu biasanya didapat secara cepat tanpa melalui proses panjang dan tanpa disadari. pengetahuan. akal sehat. dan asal berpikir kritis. 3.Tindakan atau aksi coba-coba seringkali melahirkan wujud atau temuan yang bermakna. hingga dia sampai pada kepastian jawaban atas tombol dengan lambang seperti apa yang bisa memastikan bahwa komputer laptop itu bisa menyala. Ketika akal sehat terlalu kuat didomplengi kepentingan pelakunya. dan mengaplikasikan substansi atau materi pembelajaran.prasangka. dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta. 6. peserta didik. Intuisi sering dimaknai sebagai kecakapan praktis yang kemunculannya bersifat irasional dan individual. Guru dan peserta didik harus menggunakan akal sehat selama proses pembelajaran. harus diserta dengan pencatatan atas setiap tindakan. memecahkan masalah. Proses pembelajaran harus terhindar dari sifat-sifat atau nilai-nilai non-ilmiah yang meliputiintuisi. Namun demikian. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana. jika guru dan peserta didik hanya semata-mata menggunakan akal sehat dapat pula menyesatkanmereka dalam proses dan pencapaian tujuan pembelajaran. dan fakta empiris yang dapatdipertanggung-jawabkan. tiba-tiba dia kaget komputer laptop itu menyala. Sikap. jika diolah secara baik. dan sejenisnya) yang menjadi pelakunya. 3. atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. dan tepat dalam mengidentifikasi.Karena itu.

dan keterampilan. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘apa’. Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘bagaimana’. menyajikan data atau informasi. berta-nya. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Ilmiah Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. yaitu menggunakan pende-katan ilmiah. C. kemudian mengolah data atau informasi. Dalam proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah. ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘mengapa’. Berpikir kritis. Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran. Orang seperti ini biasanya pemikirannya dipercaya benar oleh banyak orang. Kamampuan berpikir kritis itu ada pada semua orang. keterampilan. dan pengetahuan. pengetahuan. yaitu sikap. percobaan. Secara akademik diyakini bahwa pemikiran kritis itu umumnya dimiliki oleh orang yang bependidikan tinggi. Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah.Hasil akhirnya adalahpeningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik(soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills)dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap. karena pendapatnya itu hanya didasari atas pikiran yang logis semata. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran semua mata pelajaran meliputi menggali informasi melaui pengamatan. Tentu saja hasil pemikirannya itu tidak semuanya benar. dilanjutkan Matematika – SMP | 187 .5. khususnya mereka yang normal hingga jenius. karena bukan berdasarkan hasil esperimen yang valid dan reliabel.

Pendekatan ilmiah pembelajaran disajikan berikut ini. dan alat-alat tulis lainnya. objek. Pada observasipartisipatif. guru harus memahami bentuk keterlibatan peserta didik dalam observasi tersebut. dan mencipta. baik primer maupun sekunder Menentukan di mana tempat objek yang akan diobservasi Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar f. Seperti halnya observasi biasa. atau situasi tertentu.Merepa juga tidak memiliki hubungan apa pun dengan pelaku. observasi semacam ini paling lazim dilakukan dalam penelitian antropologi khususnya etnografi. Di sini peserta didik sama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku. Kegiatan observasi dalam proses pembelajaran meniscayakan keterlibatan peserta didik secara langsung.dengan menganalisis. Karena itu. atau situasi yang diamati. tape recorder. peserta didiksama sekali tidak melibatkan diri dengan pelaku. dengan menggunakan Matematika – SMP | 188 . d. peserta didik melibatkan diri secara langsung dengan pelaku atau objek yang diamati. berbeda dengan observasi biasa. kamera. Observasi biasa (common observation). peserta didik senang dan tertantang. 1. Sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. atau situasi yang diamati. Sejatinya. Tentu saja kegiatan mengamati dalam rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan yang lama dan matang. Mengamati Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Namun demikian. kemudian menyimpulkan. Dengan metode observasi peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara obyek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru. seperti menggunakan buku catatan. Observasi terkendali (controlled observation). menalar. Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi . biaya dan tenaga relatif banyak. pada observasi terkendalipelaku atau objek yang diamati ditempatkan pada ruang atau situasi yang dikhususkan. padaobservasi terkendali untuk kepentingan pembelajaran. a. sangat mungkin pendekatan ilmiah ini tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. pada pembelajaran dengan observasi terkendali termuat nilai-nilai percobaan atau eksperimen atas diri pelaku atau objek yang diobservasi. Di bidang pengajaran bahasa. Menentukan objek apa yang akan diobservasi Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang akan diobservasi Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi. a. b. objek. seperti menyajikan media obyek secara nyata. komunitas. atau situasi yang diamati. misalnya. Metode ini memiliki keunggulan tertentu. c. Untuk mata pelajaran. peserta didik merupakan subjek yang sepenuhnya melakukan observasi (complete observer). tentu saja proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat nonilmiah. dan jika tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran. Observasipartisipatif (participant observation). Pada kondisi seperti ini. atau objek yang diamati. dan mudah pelaksanaannya. Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik. video perekam. Pada observasi biasa untuk kepentingan pembelajaran. materi. e. Dalam kaitan ini. objek. Observasi semacam ini mengharuskan peserta didik melibatkan diri pada pelaku. Kegiatan mengamati dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah seperti berikut ini. b. c.

Daftar cek dapat berupa suatu daftar yang berisikan nama-nama subjek. rekaman. guru dan peserta didik sebaiknya menentukan dan menyepakati cara dan prosedur pengamatan. dan sejenisnya. Observasi tidak berstruktur. serta bagaimana membuat catatan atas perolehan observasi. objek. Observasi berstruktur. Alat mekanikalberupa alat mekanik yang dapat dipakai untuk memotret atau merekam peristiwa-peristiwa tertentu yang ditampilkan oleh subjek atau objek yang diobservasi. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”. alat atau instrumen yang digunakan dalam melakukan observasi. atau situasi apa yang ingin diobservasi oleh peserta didik telah direncanakan oleh secara sistematis di bawah bimbingan guru. Pada observasi yang tidak berstruktur dalam rangka proses pembelajaran. berupa alat untuk mencatat gejala atau fenomena menurut tingkatannya. seperti dijelaskan berikut ini. Guru dan peserta didik perlu memahami apa yang hendak dicatat. untuk merekam kegiatan objek atau secara audio-visual. pertanyaan dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan verbal. fenomena subjek. a. Matematika – SMP | 189 . dan (3) alat-alat lain sesuai dengan keperluan. Praktik observasi dalam pembelajaran hanya akan efektif jika peserta didik dan guru melengkapi diri dengan dengan alat-alat pencatatan dan alat-alat lain. (2) film atau video.faktor yang akan diobservasi. Dalam kerangka ini. Makin banyak dan hiterogensubjek. 2. objek. b. atau mengingat dalam memori secara spontan atas subjek. objektif. keterampilan. Pada saat guru bertanya. a. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya. Prinsip-rinsip yang harus diperhatikan oleh guru dan peserta didik selama observasi pembelajaran disajikan berikut ini. dan alat mekanikal (mechanical device). Sebelum obsevasi dilaksanakan. b. catatan anekdotal (anecdotal record). dapat berupa daftar cek (checklist). dan pengetahuannya. atau situasi yang diobservasi. objek. dan jujur serta terfokus pada objek yang diobservasi untuk kepentingan pembelajaran. atau faktor. peserta didik membuat catatan. pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. seperti: (1) tape recorder. Banyak atau sedikit serta homogenitas atau hiterogenitas subjek. Pada observasi berstruktur dalam rangka proses pembelajaran. atau situasi yang diobservasi. peserta didik dapat melakukan observasi dengan dua cara pelibatan diri. objektif.pendekatan ini berarti peserta didik hadir dan “bermukim” langsung di tempat subjek atau komunitas tertentu dan pada waktu tertentu pula untuk mempelajari bahasa atau dialek setempat. Catatan anekdotalberupa catatan yang dibuat oleh peserta didik dan guru mengenai kelakuan-kelakuan luar biasa yang ditampilkan oleh subjek atau objek yang diobservasi. ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. makin sulit kegiatan obervasi itu dilakukan. atau situasi yang diobservasi. c. Menanya Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap. termasuk melibakan diri secara langsung dalam situasi kehidupan mereka. Secara lebih luas. Kedua cara pelibatan dimaksud yaitu observasi berstruktur dan observasi tidak berstruktur. skala rentang (rating scale). untuk merekam objek atau kegiatan secara visual. objek. catatan berkala. (1) kamera. direkam. untuk merekam pembicaraan. Cermat. tidak ditentukan secara baku atau rijid mengenai apa yang harus diobservasi oleh peserta didik. Berbeda dengan penugasan yang menginginkan tindakan nyara. Skala rentang . Selama proses pembelajaran.

bisa dimintai jawaban. memperkaya kosa kata. 3) Memiliki fokus Contoh: Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya kemiskinan? Untuk pertanyaan seperti ini sebaiknya masing-masing peserta didik diminta memunculkan satu jawaban. akan muncul aneka persoalan sosial kemasyarakatan. tidak memiliki modal usaha.melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan. Fungsi bertanya 1) Membangkitkan rasa ingin tahu. dan perhatian peserta didik tentang suatu tema atau topik pembelajaran. 9) Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan kemampuan berempati satu sama lain. mengajukan pertanyaan. dan memberi jawaban secara logis. mengembangkan kemampuan berpikir. Jika masih tersedia alternatif jawaban lain. serta mengembangkan toleransi sosial dalam hidup berkelompok. b. Kriteria pertanyaan yang baik 1) Singkat dan jelas. 4) Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap. sistematis. 5) Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara. dan pemahamannya atas substansi pembelajaran yang diberikan. 2) Menginspirasi jawaban Contoh: Membangun semangat kerukunan umat beragama itu sangat penting pada bangsa yang multiagama. Bentuk pertanyaan. Contoh: (1) Seberapa jauh pemahaman Anda mengenai faktor-faktor yang menyebabkan generasi muda terjerat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang? (2) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan generasi muda terjerat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang? Pertanyaan kedua lebih singkat dan lebih jelas dibandingkan dengan pertanyaan pertama. minat. dan menarik simpulan. Pertanyaan yang luas seperti di atas dapat dipersempit. kemalasan. 8) Membiasakan peserta didik berpikir spontan dan cepat. Coba jelaskan dampak sosial apa saja yang muncul. peserta didik yang keenam dan seterusnya. Jika suatu bangsa gagal membangun semangat kerukukan beragama. Matematika – SMP | 190 . kelangkaan sumber daya alam. 7) Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau gagasan. keterampilan. dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. serta sigap dalam merespon persoalan yang tiba-tiba muncul. misalnya: Mengapa kemalasan menjadi penyebab kemiskinan? Pertanyaan seperti ini dimintakan jawabannya kepada peserta didik secara perorangan. asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. dan keterisolasian geografis. 6) Mendorong partisipasipeserta didik dalam berdiskusi. jika suatu bangsa gagal membangun kerukunan umat beragama?Dua kalimat yang mengawali pertanyaan di muka merupakan contoh yang diberikan guru untuk menginspirasi jawaban peserta menjawab pertanyaan. 2) Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar. Peserta didik pertama hingga kelima misalnya menjawab: kebodohan. berargumen. misalnya: Sebutkan ciri-ciri kalimay efektif! a. misalnya: Apakah ciri-ciri kalimat yang efektif? Bentuk pernyataan. 3) Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik sekaligus menyampaikan ancangan untuk mencari solusinya. serta mengembangkan pertanyaan dari dan untuk dirinya sendiri.

ada baiknya dia mengubah pertanyaan seperti pertanyaan kedua. sehingga kehilangan waktu terlalu banyak untuk bekerja. Untuk menjawab pertanyaan dari guru. sangat dianjurkan guru mengubah pertanyaannya. penerapan. namun sifatnya menguatkan. dan seterusnya. 5) Bersifat validatif atau penguatan. apakah peserta didik harus rajin belajar?(2) Mengapa peserta didik yang sangat malas belajar cenderung menjadi putus sekolah? Pertanyaan pertama cukup dijawab oleh peserta didik dengan Ya atau Tidak. setelah menyampaikan pertanyaan. seperti pemahaman. Pertanyaan guru yang baik mendorong munculnya interaksi dan suasana menyenangkan pada diri peserta didik. bagaimana. Pertanyaan guru yang baik membuka peluang peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang makin meningkat. sintesis. Jawaban atas pertanyaan itu dimaksudkan untuk memvalidsi atau melakukan penguatan atas jawaban peserta didik sebelumnya. Pertanyaan dapat diajukan dengan cara meminta kepada peserta didik yang berbeda untuk menjawab pertanyaan yang sama. mengapa.” c) Guru: “siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut?” d) Peserta didik II: “karena lebih banyak diam ketimbang bekerja. analisis. (2) Apa motif utama Belanda menjajah Indonesia? Jika dengan pertanyaan pertama guru belum memperoleh jawaban yang memuaskan. orang yang malas tidak produktif” e) Guru : “siapa yang dapat melengkapi jawaban tersebut?” f) Peserta didik III: “orang malas tidak bertindak aktif. Karena itu. Sebaliknya. yang kemungkinan memiliki bobot kebenaran yang sama. Kata-kata kunci pertanyaan ini. Ketika beberapa orang peserta didik telah memberikan jawaban yang sama. seperti dari sekadar mengingat fakta ke pertanyaan yang menggugah kemampuan kognitif yang lebih tinggi. 7) Merangsang peningkatan tuntutan kemampuan kognitif. guru memberikan kesempatan Matematika – SMP | 191 .Dalam kaitan ini. Guru mengemas atau mengubah pertanyaan yang menuntut jawaban dengan tingkat kognitif rendah ke makin tinggi. Contoh: a) Guru: “mengapa kemalasan menjadi penyebab kemiskinan”? b) Peserta didik I: “karena orang yang malas lebih banyak diam ketimbang bekerja. Misalnya: (1) Apa faktor picu utama Belanda menjajah Indonesia?. sebaiknya guru menghentikan pertanyaan itu atau meminta mereka memunculkan jawaban yang lain yang berbeda. pertanyaan kedua menuntut jawaban yang bervariasi urutan jawaban dan penjelasannya. sesuai dengan tuntunan tingkat kognitifnya. Jika dengan pertanyaan tertentu tidak ada peserta didik yang bisa menjawah dengan baik. seperti: apa. guru hendaknya menunggu beberapa saat sebelum meminta atau menunjuk peserta didik untuk menjawab pertanyaan itu. peserta didik memerlukan waktu yang cukup untuk memikirkan jawabannya dan memverbalkannya dengan kata-kata. setelah mengajukan pertanyaan. 8) Merangsang proses interaksi.4) Bersifat probing atau divergen Contoh: (1) Untuk meningkatkan kualitas hasil belajar.” 6) Memberi kesempatan peserta didik untuk berpikir ulang. dan evaluasi. karena itu dia tidak produktif.

... Siapkanlah. Simpulkan.. Kapan... mulai dari yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi....... Tunjukkanlah.. Kemukakan bukti-bukti… Mengapa… Identifikasikan… Tunjukkanlah sebabnya… Berilah alasan-alasan… Pemahaman (comprehension) Penerapan (application Kognitif yang lebih tinggi Analisis (analysis) Matematika – SMP | 192 .... Persamaan kata. Analisislah... Buatlah. Tingkatan Subtingkatan Kognitif Pengetahuan yang (knowledge) lebih rendah Kata-kata kunci pertanyaan Apa....... Terangkahlah. c... Bobot pertanyaan yang menggambarkan tingkatan kognitif yang lebih rendah hingga yang lebih tinggi disajikan berikut ini... Dll.. Pola bertanya seperti ini memposisikan guru sebagai wahana pemantul... Ubahlah. Demonstrasikanlah. Siapa..... Gunakanlah.. Terjemahkanlah.. Jodohkan atau pasangkan. Guru harus memahami kualitas pertanyaan. Bedakanlah.. Di mana.. Tingkatan Pertanyaan Pertanyaan guru yang baik dan benar menginspirasi peserta didik untuk memberikan jawaban yang baik dan benar pula. Tulislah contoh. Klasifikasikanlah.... Setelah itu... Berikanlah interpretasi. guru memberi kesempatan kepada seorang atau beberapa orang peserta didik diminta menyampaikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Carilah hubungan.. Berilah nama. Bandingkan.. Golongkan...kepada peserta didik mendiskusikan jawabannya. sehingga menggambarkan tingkatan kognitif seperti apa yang akan disentuh... Sebutkan.

Istilah menalar di sini merupakan padanan dari associating. Esensi Menalar Istilah “menalar” dalam kerangka proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah. Pengalaman-pengalaman yang sudah tersimpan di memori otak berelasi dan berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia. pengalaman tersimpan dalam referensi dengan peristiwa lain. Proses itu dikenal sebagai asosiasi atau menalar. Menurut teori asosiasi. prinsip dasar proses pembelajaran yang dianut oleh Thorndike adalah asosiasi. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru.. Dari persepektif psikologi. Menurut Matematika – SMP | 193 . Selama mentransfer peristiwa-peristiwa khusus ke otak. Teori ini dikembangan kerdasarkan hasil eksperimen Thorndike. proses pembelajaran pembelajaran akan berhasil secara efektif jika terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik.Tingkatan Subtingkatan Sintesis (synthesis) Kata-kata kunci pertanyaan Ramalkanlah… Bentuk… Ciptakanlah… Susunlah… Rancanglah. yang kemudian dikenal dengan teori asosiasi. Menalar a. asosiasi merujuk pada koneksi antara entitas konseptual atau mental sebagai hasil dari kesamaan antara pikiran atau kedekatan dalam ruang dan waktu.. Karena itu. Tulislah… Bagaimana kita dapat memecahkan… Apa yang terjadi seaindainya… Bagaimana kita dapat memperbaiki… Kembangkan… Berilah pendapat… Alternatif mana yang lebih baik… Setujukah anda… Kritiklah… Berilah alasan… Nilailah… Bandingkan… Bedakanlah… Evaluasi (evaluation) 3. istilah aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif. Pola ineraksi itu dilakukan melalui stimulus dan respons (S-R). Jadi. yang juga dikenal dengan teori Stimulus-Respon (S-R). bukan merupakan terjemanan dari reasonsing. Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. meski istilah ini juga bermakna menalar atau penalaran. Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam peristiwa untuk kemudian memasukannya menjadi penggalan memori. meski penakaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat.

Thorndike. dan apirasi peserta didik. Manfaat hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik dirasakan langsung oleh mereka dalam dalam dunia kehidupannya. keterampilan. 2) Latihan (exercise). Dengan begitu. Merujuk pada teori S-R. efek dari reward (akibat yang menyenangkan) jauh lebih besar dalam memperkuat perilaku peserta didik dibandingkan efek punishment (akibat yang tidak menyenangkan) dalam memperlemah perilakunya. Dalam proses pembelajaran. maka perilaku peserta didik akan mengalami penguatan. Sejalan dengan itu. maka mereka akan merasa puas. teori ini terkesan mengenyampingkan peranan minat. tetapi yang terpenting adalah individu menyadari konsekuensi perilakunya. Pengulangan ini memungkinkan hubungan antara S dengan R makin intensif dan ekstensif. Pelaziman operan adalah bentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi. berarti makin tinggi pula kemampuannya dalam menghubungkan S dengan R. Skinner dalam Operant Conditioning atau pelaziman/pengkondisian operan. Menurut Thorndike. 3) Hukum kesiapan (The Law of Readiness). perilaku dapat dibentuk dengan menggunakan penguatan (reinforcement). bukan secara tiba-tiba. yang setelah tahun 1930 dinyatakan dicabut oleh Thorndike. dan pengetahuan peserta didik sebagai hasil belajarnya. Awalnya. 2) Hukum latihan (The Law of Exercise). proses pembelajaran. di mana intensitas hubungan antara stimulus (S) dan respon (R) selama proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh konsekuensi dari hubungan yang terjadi. Sebaliknya. dan ganjaran. Menurut Thorndike. Pertama. proses pembelajaran akan makin efektif jika peserta didik makin giat belajar. Sebaliknya. maka mereka akan merasa tidak puas bahkan mengalami frustrasi. maka perilaku peserta didik akan melemah. Memang. Hubungan yang intensif dan berulang-ulang antara S dengan R akan meningkatkan kualitas ranah sikap.Menurut Thorndike. kreativitas. Guru harus benar-benar siap mengajar dan peserta didik benar-benar siap menerima pelajaran dari gurunya. pada prinsipnya apakah sesuatu itu akan menyenangkan atau tidak menyenangkan untuk dipelajari tergantung pada kesiapan belajar individunya. celaan. Thorndike mengemukakan berapa hukum dalam proses pembelajaran. 3) Pengaruh (effect). Karena dia menyadari bahwa latihan saja tidak dapat memperkuat atau membentuk perilaku.F. Ini bermakna bahwa reward akan meningkatkan perilaku peserta didik. latihan berulang tetap dapat diberikan. 1) Hukum efek (The Law of Effect). hukuman. Prinsip-prinsip dasar dari Thorndike kemudian diperluas oleh B. Kaidah dasar yang digunakan dalam teori S-R adalah: 1) Kesiapan (readiness). jika pesert didik dalam keadaan tidak siap dan belajar terpaksa dilakukan. yaitu hubungan antara S-R akan semakin melemah jika tidak dilatih atau dilakukan berulangulang. hal ini bermakna bahwa jika peserta dalam keadaan siap dan belajar dilakukan. Kesiapan itu harus ada pada diri guru dan peserta didik. tetapi punishment belum tentu akan mengurangi atau menghilangkan perilakunya. Teori S – S ini memang terkesan robotik. Matematika – SMP | 194 . jika akibat hubungan S-R dirasa tidak menyenangkan. Kesiapan diidentifikasi berkaitan langsung dengan motivasi peserta didik. Law of Use yaitu hubungan antara S-R akan semakin kuat jika sering digunakan atau berulang-ulang. Kaidah atau prinsip “pengaruh” dalam pembelajaran berkaitan dengan kemamouan guru menciptakan suasana. lebih khusus lagi proses belajar peserta didik terjadi secara perlahan atau inkremental/bertahap. Karenanya. Latihan merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara berulang oleh peserta didik. segala sumber daya pembelajaran pun perlu disiapkan secara baik dan saksama. Law of Disuse. Jika akibat dari hubungan S-R itu dirasa menyenangkan. memberi penghargaan. Kedua. hukum ini terdiri dari duajenis.

pemodelan (modelling). dimana peserta didik mengamati. 5) Keempat. Penalaran induktif merupakan cara menalardengan menarik simpulan dari fenomena atau atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum. teman. meliputi fase memberi perhatian terhadap model (attentional). 7) Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang nyata atau otentik. dan lain-lain) dan pengalaman vicarious yaitu belajar dari keberhasilan dan kegagalan orang lain itu. Matematika – SMP | 195 . Tugas utama guru adalah memberi instruksi singkat tapi jelas dengan disertai contoh-contoh. 3) Kedua. belajar terjadi karena proses peniruan (imitation). baik dilakukan sendiri maupun dengan cara simulasi. Kemampuan peserta didik dalam meniru respons menjadi pengungkit utama aktivitas belajarnya. b.Kegiatan menalar secara induktif lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau pengalaman empirik. terdapat dua cara menalar. 2) Guru tidak banyak menerapkan metode ceramah atau metode kuliah. anggota masyarakat. mengendapkan hasil memperhatikan model dalam pikiran pebelajar (retention). 4) Ketiga. belajar vicarious. Menurut Bandura. 3) Bahan pembelajaran disusun secara berjenjang atau hierarkis. memberi ganjaran atau hukuman terhadap perilakunya sendiri. Bagaimana aplikasinya dalam proses pembelajaran? Aplikasi pengembangan aktivitas pembelajaran untuk meningkatkan daya menalar peserta didik dapat dilakukan dengan cara berikut ini. yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Cara menalar Seperti telah dijelaskan di muka. menalar secara induktif adalah proses penarikan simpulan dari kasus-kasus yang bersifat nyata secara individual atau spesifik menjadi simpulan yang bersifat umum.1) Oleh karena tidak semua perilaku belajar atau pembelajaran dapat dijelaskan dengan pelaziman sebagaimana dikembangkan oleh Ivan Pavlov. mempertimbangkan. Ada empat konsep dasar teori belajar sosial (social learning theory) dari Bandura. dimana peserta didik belajar dengan cara meniru perilaku orang lain (guru. dan motivasi (motivation) ketika peserta didik berkeinginan mengulang-ulang perilaku model yang mendatangkan konsekuensikonsekuensi positif dari lingkungan. fase belajar. dimulai dari yang sederhana (persyaratan rendah) sampai pada yang kompleks (persyaratan tinggi). 8) Guru mencatat semua kemajuan peserta didik untuk kemungkinan memberikan tindakan pembelajaran perbaikan. teori asosiasi biasanya menambahkan teori belajar sosial (social learning) yang dikembangkan oleh Bandura. Dengan cara ini peserta didik akan melakukan peniruan terhadap apa yang nyata diobservasinya dari kinerja guru dan temannya di kelas. 1) Guru menyusun bahan pembelajaran dalam bentuk yang sudah siap sesuai dengan tuntutan kurikulum. 2) Pertama. dimana peserta didik belajar dengan melihat apakah orang lain diberi ganjaran atau hukuman selama terlibat dalam perilaku-perilaku tertentu. menampilkan ulang perilaku model oleh pebelajar (reproduction). 4) Kegiatan pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati 5) Seriap kesalahan harus segera dikoreksi atau diperbaiki 6) Perlu dilakukan pengulangan dan latihan agar perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan atau pelaziman. Teori asosiasi ini sangat efektif menjadi landasan menanamkan sikap ilmiah dan motivasi pada peserta didik berkenaan dengan nilai-nilai instrinsik dari pembelajaran partisipatif. Jadi. pengaturan-diri (self-regulation).

Peserta didik Pulan akan mengikuti kompetisi pada Olimpiade Sains Tingkat Internasional. Dia lulus seleksi Olimpiade Sains Tingkat Nasional tahun ini. berkembangbiak dengan cara melahirkan 2) Harimau binatang berdaun telinga. 4. Berpikir analogis sangat penting dalam pembelajaran. Atas dasar persamaan dua gejala atau fenomena itu ditarik simpulan bahwa apa yang ada pada fenomena atau gejala pertama terjadi juga pada fenomena atau gejala kedua. Matematika – SMP | 196 . untuk mewujudkan hasil yang baik diperlukan sinergitas antara ranah sikap.sedangkan simpulan tidak langsung ditarik dari dua premis. Analogi adalah suatu proses penalaran dalam pembelajaran dengan cara membandingkan sifat esensial yang mempunyai kesamaan atau persamaan. 3) Simpulan: semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi. Pada penalaran deduktif tedapat premis. fenomena. Kedua analogi itu dijelaskan berikut ini. Contoh: Kegiatan kepeserta didikan akan berjalan baik jika terjadi sinergitas kerja antara kepala sekolah. Analogi dalam Pembelajaran Selama proses pembelajaran. pengurus organisasi peserta didik intra sekolah. Ada tiga jenis silogisme. Contoh: Peserta didik Pulan merupakan pebelajar yang tekun. Analogi induktif merupakan suatu ‘metode menalar’yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu simpulan yang dapat diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua fenomena atau gejala khusus yang diperbandingkan. Cara kerja menalar secara deduktif adalah menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk kemudian dihubungkan ke dalam bagianbagiannya yang khusus. atau gejala menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah dketahui secara nyata dan dipercayai. Pola penalaran deduktif dikenal dengan pola silogisme. Analogi deklaratif merupakan suatu‘metode menalar’untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu fenomena atau gejala yang belum dikenal atau masih samar. silogisme alternatif.Contoh: 1) Singa binatang berdaun telinga.Analogi deklaratif ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru. Simpulan secara langsung ditarik dari satu premis. dan pengetahuan. Dengan demikian. Analogi induktifdisusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena atau gejala. sebagai proposisi menarik simpulan. karena hal itu akan mempertajam daya nalar peserta didik. Penarikan simpulan dapat dilakukan melalui dua cara. yaitu silogisme kategorial. berkembangbiak dengan cara melahirkan 3) Ikan Paus binatang berdaun telinga berkembangbiak dengan melahirkan 4) Simpulan: Semua binatang yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan Penalaran deduktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari pernyataanpernyataan atau fenomena yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus. keterampilan. Seperti halnya kegiatan belajar. staf tatalaksana. analogi terdiri dari dua jenis. guru dan pesert didik sering kali menemukan fenomena yang bersifat analog atau memiliki persamaan. Untuk itu dia harus belajar lebih tekun lagi. Dengan demikian. yaitu analogi induktif dan analogi deduktif. dan peserta didik. Contoh : 1) Kamera adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi 2) Telepon genggam adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperas. guru. yaitu langsung dan tidak langsung. tahun ini juga. dengan sesuatu yang sudah dikenal. silogisme hipotesis. guru dan peserta didik adakalamua menalar secara analogis. Seperti halnya penalaran.

angka putus sekolah. Hubungan Antarfenonena Seperti halnya penalaran dan analogi. Hubungan sebab–akibat. bukan tidak mungkin terjadi kemiskinan yang terus berlangsung secara siklikal. Penalaran induksi sebab akibat terdiri dri tiga jenis. sehingga mengalami dekandensi moral secara massal. suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. peserta didik harus mencoba atau melakukan percobaan. yaitu sikap. Keterisolasian itu menyebabkan mereka kehilangan akses untuk melakukan aktivitas ekonomi. peserta didik harus memahami konsep-konsep IPA dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. perkelahian antarpeserta didik. Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar. Mencoba Untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik. Kemiskinan keluarga yang akut menyebabkan anak-anak mereka tidak berkesempatan menempuh pendidikan yang baik. berdoa. Pada mata pelajaran IPA. Pada penalaran hubungan sebab-akibat. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum. Hubungan sebab-akibat diambil dengan menghubungkan satu atau beberapa fakta yang satu dengan datu atau beberapa fakta yang lain. dan seterusnya. Akibat yang pertama menjadi penyebab. (4) melakukan dan mengamati percobaan. (3)mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya. Peserta didik pun harus memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar. kemampuan menghubungkan antarfenomena atau gejala sangat penting dalam proses pembelajaran. karena hal itu akan mempertajam daya nalar peserta didik. Hubungan sebab–akibat 1 – akibat 2. Penalaran sebab-akibat ini masuk dalam ranah penalaran induktif. hidupnya terisolasi. Contoh : Akhir-ahir ini sangat marak kenakalan remaja. kemudian ditarik simpulan yang berupa akibat. Pada penalaran hubungan akibat-sebab. khususnya hubungan sebab-akibat. b. Di sinilah esensi bahwa guru dan peserta didik dituntut mampu memaknai hubungan antarfenonena atau gejala. selanjutnya ditarik simpulan yang merupakan penyebabnya. Pada penalaran hubungan sebab-akibat 1 –akibat 2. yang disebut dengan penalaran induktif sebab-akibat.5. serta mampu menggunakan metode ilmiah dan bersikap ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. keterampilan. misalnya. Contoh: Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. 7.Suatu simpulan yang menjadi sebab dari satu atau beberapa fakta itu atau dapat juga menjadi akibat dari satuatau beberapa fakta tersebut. belajar tekun. (5) mencatat fenomena yang terjadi. Contoh: Bekerja keras. sehingga menimbulkan akibat kedua. yang disebabkan oleh pengabaian orang tua dan ketidaan keteladanan tokoh masyarakat. hal-hal yang menjadi sebab dikemukakan terlebih dahulu. terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Dampak lanjutannya. penyalahgunaan Nakoba di kalangan generasi muda. (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan. Akibat kedua menjadi penyebab sehingga menimbulkan akibat ketiga. Matematika – SMP | 197 . sehingga muncullah kemiskinan keluarga yang akut. a. dan pengetahuan. Hubungan akibat–sebab. hal-hal yang menjadi akibat dikemukakan terlebih dahulu. dan tidak putus asa adalah faktor pengungkit yang bisa membuat kita mencapai puncak kesuksesan. 6.

a. Guru dan peserta didik memeriksa dan menyimpan kembali segala bahan dan alat yang digunakan a. Matematika – SMP | 198 . termasuk hal-hal yang dilarang atau membahayakan.(6) menarik simpulan atas hasil percobaan. persiapan. b. Jejaring Pembelajaran atau Pembelajaran Kolaboratif Apa yang dimaksud dengan pembelajaran kolaboratif? Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal. Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan eksperimen atau mencoba dilakukan melalui tiga tahap. Agar pelaksanaan percobaan dapat berjalan lancar maka: (1) Guru hendaknya merumuskan tujuan eksperimen yanga akan dilaksanakan murid (2) Guru bersama murid mempersiapkan perlengkapan yang dipergunakan (3) Perlu memperhitungkan tempat dan waktu (4) Guru menyediakan kertas kerja untuk pengarahan kegiatan murid (5) Guru membicarakan masalah yanga akan yang akan dijadikan eksperimen (6) Membagi kertas kerja kepada murid (7) Murid melaksanakan eksperimen dengan bimbingan guru. dan tindak lanjut. c. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja rupa untuk memudahkan usaha kolektif dalam rangka mencapai tujuan bersama. Ketiga tahapan eksperimen atau mencoba dimaksud dijelaskan berikut ini. pelaksanaan. Guru dan peserta didik mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan selama eksperimen. dan (8) Guru mengumpulkan hasil kerja murid dan mengevaluasinya. c. Tindak lanjut Peserta didik mengumpulkan laporan hasil eksperimen kepada guru Guru memeriksa hasil eksperimen peserta didik Guru memberikan umpan balik kepada peserta didik atas hasil eksperimen.menganalisis. yaitu. d. guru ikut membimbing dan mengamati proses percobaan. dan menyajikan data. bila dianggap perlu didiskusikan secara klasikal. e. 1) 2) 3) D. guru hendaknya memperhatikan situasi secara keseluruhan. Di sini guru harus memberikan dorongan dan bantuan terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik agar kegiatan itu berhasil dengan baik. Pelaksanaan 1) Selama proses eksperimen atau mencoba. Di sini guru perlu menimbang apakah peserta didik akan melaksanakan eksperimen atau mencoba secara serentak atau dibagi menjadi beberapa kelompok secara paralel atau bergiliran 4) Memertimbangkanmasalah keamanan dan kesehatan agar dapat memperkecil atau menghindari risiko yang mungkin timbul 5) Memberikan penjelasan mengenai apa yang harus diperhatikan dan tahapa-tahapan yang harus dilakukan peserta didik. 2) Selama proses eksperimen atau mencoba. b. lebih dari sekadar sekadar teknik pembelajaran di kelas-kelas sekolah. Persiapan Menentapkan tujuan eksperimen Mempersiapkan alat atau bahan Mempersiapkan tempat eksperimen sesuai dengan jumlah peserta didikserta alat atau bahan yang tersedia. dan (7)membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan. termasuk membantu mengatasi dan memecahkan masalah-masalah yang akan menghambat kegiatan pembelajaran.

peserta didik berinteraksi dengan empati. Ada empat sifat kelas atau pembelajaran kolaboratif. Di sini. maka ia menyentuh tentang identitas peserta didik terutama jika mereka berhubungan atau berinteraksi dengan yang lain atau guru. Hasil penelitian Vygotsky membuktikan bahwa ketika peserta didik diberi tugas untuk dirinya sediri. Seperti termuat dalam gambar.Pada pembelajaran kolaboratif kewenangan guru fungsi guru lebih bersifat direktif atau manajer belajar. dan memberi garis-garis besar arus komunikasi antar peserta didik. Vygostsky mengemukakan tiga wilayah yang tergamit dalam ZPD yang disebut dengan “cannot yet do”. Dua sifat berkenaan dengan perubahan hubungan antara guru dan peserta didik. serta menautkan kondisi sosiobudaya dengan situasi pembelajaran. dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. peserta didik memiliki ruang gerak untuk menilai dan membina ilmu pengetahuan. Sifat ketiga berkaitan dengan pendekatan baru dari penyampaian guru selama proses pembelajaran. Menurut Vygotsky. mereka akan bekerja sebaik-baiknya ketika bekerjasama atau berkolaborasi dengan temannya. sehingga memungkin peserta didik menghadapi aneka perubahan dan tntutan belajar secara bersama-sama. peserta didiklah yang harus lebih aktif. bahasa komunikasi. peran guru lebih banyak sebagai pembimbing dan manajer belajar ketimbang memberi instruksi dan mengawasi secara rijid. Jika peserta didikmemahami dan melihat fenomena nyata kehidupan bersama yang damai itu. Dengan pembelajaran kolaboratif. Di sini peserta didik juga Matematika – SMP | 199 .” Peserta didik yang mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan topik tersebut berpeluang menyatakan sesuatu pada sesi pembelajaran. jika proses pembelajaran mampu menarik pebelajar dari zona tersebut dengan cara kolaborasi atau pembelajaran kolaboratif. berbagi idea. Sifat keempat menyatakan isi kelas atau pembelajaran kolaboratif. Contoh: Jika guru mengajarkan topik “hidup bersama secara damai. Jika pembelajaran kolaboratif diposisikan sebagai satu falsafah peribadi. 1. Vigotsky merupakan salah satu pengagas teori konstruktivisme sosial. Potensi tersebut dapat teraktualisasi dengan cara menerapkan ketuntasan belajar (mastery learning). Dalam situasi kolaboratif itu. Akan tetapi di antara potensi dan aktualisasi peserta didik itu terdapat terdapat wilayah abu-abu. Istilah ”Proximal” yang digunakan di sini bisa bermakna “next“. Pakar ini sangat terkenal dengan teori “Zone of Proximal Development” atau ZPD. Guru dan peserta didik saling berbagi informasi. sebaliknya. saling menghormati. strategi dan konsep pembelajaran sesuai dengan teori. ZPD merupakan wilayah “can do with help”yang sifatnya tidak permanen. Mereka pun akan termotivasi untuk melihat dan mendengar. “can do with help“. pengalaman personal. Dengan cara semacam ini akan tumbuh rasa aman. pengalaman dan pengetahuannya dihargai dan dapat dibagikan dalam jaringan pembelajaran mereka. dan “can do alone“. setiap manusia (dalam konteks ini disebut peserta didik) mempunyai potensi tertentu. Guru memiliki berkewajiban menjadikan wilayah “abu-abu”yang ada pada peserta didik itu dapat teraktualisasi dengan cara belajar kelompok.

b. menghormati antarsesa. Guru berperan membantu menghubungkan informasi baru dengan pengalaman yang ada serta membantu peserta didik jika mereka mengalami kebutuan dan bersedia menunjukkan cara bagaimana mereka memiliki kesungguhan untuk belajar. a. Cara ini memungkinan peserta didik menimba pengalaman mereka sendiri. Agar masing-masing peserta didik anggota dapat memahami keseluruhan pokok bahasan. Matematika – SMP | 200 . b. 2. Sikap. buatlah catatan dengan kata kunci (point) dari pembelajaran tersebut yang dirasakan penting. JP = Jigsaw Proscedure. mendoorong tumbuhnya ide-ide cerdas. Beberapa di antaranya dijelaskan berikut ini. a. guru berperan sebagai mediator atau perantara. 3. fakta. STAD = Student Team Achievement Divisions. Contoh Pembelajaran Kolaboratif Guru ingin mengajarkan tentang konsep. Dengan cara seperti ini akan muncul “keseragaman” di dalam heterogenitas peserta didik. Pada kelas kolaboratif peserta didikdapat menunjukkan kemampuan dan keterampilan mereka.dapat merumuskan kaitan antara proses pembelajaran yang sedang dilakukan dengan dunia sebenarnya. terlibat dalam pemikiran kreatif dan kritis serta memupuk dan menggalakkan mereka mengambil peran secara terbuka dan bermakna. dan pengetahuan peserta didk yang tumbuh dan berkembang sangat penting untuk memperkaya pembelajaran di kelas. Penilaian didasari pada rata-rata skor tes kelompok.serta mendengar atau membahas sumbangan informasi dari peserta didik lainnya. c. d. Kelompok peserta didik yang heterogen. berbagi informasi. tes diberikan dengan materi yang menyeluruh. Selama masing-masing katagori dipresentasikan oleh peserta didik. a. atau mengulangi informasi tentang objek. b. Macam-macam Pembelajaran Kolaboratif Banyak merode yang dipakai dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif. penggolongan sifat. Pembelajaran dilakukan dengan cara peserta didik sebagai anggota suatu kelompok diberi tugas yang berbeda-beda mengenai suatu pokok bahasan. Guru sebagai mediator Pada pembelajaran atau kelas kolaboratif. Peserta didik diminta untuk mencari temannya dan menemukan orang yang memiliki kartu dengan katagori yang sama. khususnya untuk hal-hal tertentu. Kepada peserta didik diberikan kartu indeks yang memuat informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau lebih katagori. berbagi strategi dan informasi. Untuk keperluan pembelajaran ini dia menggunakan media sortir kartu (card sort). Prosedurnya dapat dilakukan seperti berikut ini. guru berbagi tugas dan kewenangan dengan peserta didik. Berikan kepada peserta didik yang kartu katagorinya sama menyajikan sendiri kepada rekanhya. Berbagi tugas dan kewenangan Pada pembelajaran atau kelas kolaboratif. keterampilan.

Matematika – SMP | 201 . d. f. LT = Learning Together Pada metode ini kelompok-kelompok sekelas beranggotakan peserta didik yang beragam kemampuannya. Pada penerapan metode pembelajaran ini setiap kelompok dibentuk dengan anggota dua peserta didik (berpasangan). Dalam selang waktu yang juga telah ditetapkan sebelumnya. c. Namun jika seorang peserta didik belum dapat menyelesaikan soal tahap pertama dengan benar. g. kedua peserta didik yang saling berpasangan itu berganti peran.Peserta didik dalam suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Fokusnya adalah menumbuhkembangkan ketertarikan semua peserta didiksebagai anggota kelompok terhadap pokok bahasan. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. dan ilmu pengetahuan sosial. matematika. h. CLS = Cooperative Learning Stuctures. Tutor mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tutee. Setiap tahapan soal disusun berdasarkan tingkat kesukaran soal. ia harus menyelesaikan soal lain pada tahap yang sama. Setelah itu dilaksanakan penilaian bersama-sama dalam kelompok. Jika soal tahap pertama telah diselesaikan dengan benar. TAI = Team Accelerated Instruction. Penilaian didasari pada pencapaian hasil belajar individual maupun kelompok peserta didik. Titik tekan metode ini adalam pelaksanaan suatu proyek yang berorientasi pada penemuan. Metode ini merupakan kombinasi antara pembelajaran kooperatif/kolaboratif dengan pembelajaran individual. Satu kelompok hanya menerima dan mengerjakan satu set lembar tugas. setiap peserta didik sebagai anggota kelompok diberi soal-soal yang harus mereka kerjakan sendiri terlebih dulu. Tiap kelompok bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Kelompok menentukan apa saja yang akan dikerjakan dan siapa saja yang akan melaksanakannya berikut bagaimana perencanaan penyajiannya di depan forum kelas. Bila jawaban tutee benar. GI = Group Investigation. Secara bertahap. TGT = Teams-Games-Tournament. Penilaian didasari pada jumlah nilai yang diperoleh kelompok peserta didik. Pada metode ini. khususnya dalam bidang sains. Anggota-anggota dalam setiap kelompok bertindak saling membelajarkan. Penilaian didasari pada hasil belajar individual maupun kelompok. Penilaian didasarkan pada hasil kerja kelompok. e. Penilaian didasari pada proses dan hasil kerja kelompok. i. CI = Complex Instruction. setelah belajar bersama kelompoknya sendiri. Pada metode ini semua anggota kelompok dituntut untuk merencanakan suatu penelitian beserta perencanaan pemecahan masalah yang dihadapi. Metode ini umumnya digunakan dalam pembelajaran yang bersifat bilingual (menggunakan dua bahasa) dan di antara para peserta didik yang sangat heterogen. setiap peserta didik mengerjakan soal-soal berikutnya. para anggota suatu kelompok akan berlomba dengan anggota kelompok lain sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. AC = Academic-Constructive Controversy. Seorang peserta didik bertindak sebagai tutor dan yang lain menjadi tutee. Fokusnya adalah keberhasilan seorang akan berpengaruh terhadap keberhasilan kelompok dan demikian pula keberhasilan kelompok akan berpengaruh terhadap keberhasilan individu peserta didik lainnya. ia memperoleh poin atau skor yang telah ditetapkan terlebih dulu.

. baik bersama anggota sekelompok maupun dengan anggota kelompok lain. & George. Thiel. 13. Science Education. 155-166. K. Saat ini internet telah menyediakan diri sebagai referensi yang murah dan mudah bagi peserta didik atau siapa saja yang hendak mengubah wajah dunia. L. Science Education. M. 59. R. k. pemikiran kritis. D. Kegiatan pembelajaran ini mengutamakan pencapaian dan pengembangan kualitas pemecahan masalah. The development and validation of the test of basic process skills. CIRC = Cooperative Integrated Reading and Composition. menulis dan tata bahasa. Transfer and retention of transfer of the science processes of observation and comparison in junior high school students. Pemanfaatan Internet Pemanfaatan internet sangat dianjurkan dalam pembelajaran atau kelas kolaboratif. (1973). kesehatan psikis dan keselarasan. Pada metode pembelajaran ini mirip dengan TAI. 289296. M. (1976). French Lick. 58. Some factors affecting the use of the science process skill of prediction by elementary school children. Penggunaan internet disarakan makin mendesak sejalan denan perkembangan pengetahuan terjadi secara eksponensial. (1974). Metode pembelajaran ini menekankan pembelajaran membaca. Penilaian didasarkan pada kemampuan setiap anggota maupun kelompok mempertahankan posisi yang dipilihnya. K. (1975). Karena memang.. (1985). Tomera. Journal of Research in Science Teaching.Pada metode ini setiap anggota kelompok dituntut kemampuannya untuk berada dalam situasi konflik intelektual yang dikembangkan berdasarkan hasil belajar masing-masing. M. j. L. Masa depan adalah milik peserta didik yang memiliki akses hampir ke seluruh informasi tanpa batas dan mereka yang mampu memanfaatkan informasi diterima secepat mungkin. para peserta didik saling menilai kemampuan membaca. Science Education. Matematika – SMP | 202 . Science Education. 195-203. Dalam pembelajaran ini. Teaching hypothesis formation. Quinn. 62. menulis dan tata bahasa. baik secara tertulis maupun lisan di dalam kelompoknya. Padilla. & George. 57. Cronin. A. 215-221. pertimbangan. IN. D. 123-151. Daftar Pustaka Allen.. Paper presented at the annual meeting of the National Association for Research in Science Teaching. internet merupakan salah satu jejaring pembelajaran dengan akses dan ketersediaan informasi yang luas dan mudah. & Twiest.. An examination of the ability of third grade children from the Science Curriculum Improvement Study to identify experimental variables and to recognize change. hubungan antarpribadi.

(4) komunikasi darimana saja dan ke mana saja (Kemendikbud. Kompetensi yang diperoleh siswa dalam pembelajaran dengan Kurikulum 2013 diharapkan agar didasarkan pada pembelajaran yang mampu mengantarkan siswa untuk eksis mengarungi kehidupan pada abad 21. Matematika – SMP | 203 . Pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik agar memiliki kompetensi (sikap. Pembelajaran dengan ciri-ciri tersebut. Pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah Pembelajaran dengan ciri-ciri tersebut adalah pembelajaran yang tidak cukup hanya mengakomodasi proses eksplorasi. 2013). Ciri-ciri abad 21 antara lain: (1) informasi tersedia di mana saja dan kapan saja. Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir analitis (pengambilan keputusan) bukan berfikir mekanistis (rutin) 4. (3) otomasi menjangkau segala pekerjaan rutin. Komponen dalam pendekatan kontekstual sangat ‘dekat’ dengan langkah-langkah pada pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah. dan mencoba. menalar. PENDAHULUAN Dalam Kurikulum 2013.CONTOH PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC (PENDEKATAN ILMIAH) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP/MTs HO-2. Kompetensi Dasar (KD) memiliki domain sikap. elaborasi. Pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah (menanya). Saran tersebut misalnya dengan dianjurkan penggunaan pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang menerapkan tahapan metode ilmiah dinyatakan sebagai pendekatan saintifik atau pendekatan saintifik (scientific approach). 3. 2. (2) komputasi lebih cepat menggunakan mesin. dan konfirmasi. Kompetensi Inti (KI). dengan melakukan observasi. bukan hanya menyelesaikan masalah (menjawab) 3. 5. 1.1-2 A. Pembelajaran diarahkan untuk mendorong siswa mencari tahu dari berbagai sumber belajar. 2013). namun juga mengakomodasi proses mengamati. 2013). bukan diberi tahu. Selanjutnya scientific approach dalam tulisan ini diterjemahkan sebagai pendekatan ilmiah. 4. Pendekatan ilmiah merupakan suatu cara atau mekanisme pembelajaran untuk memfasilitasi siswa agar mendapatkan pengetahuan atau keterampilan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu metode ilmiah. 2. Observing (mengamati) Questioning (menanya) Associating (menalar) Experimenting (mencoba) Networking (membentuk jejaring) Selama ini praktek pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah sebenarnya sudah sering disarankan oleh pemerintah. Saran diterapkannya pendekatan kontekstual sudah dimuat dalam kurikulm. Dalam Standar Isi Mata Pelajaran matematika saran tersebut dimuat dalam latar belakang. pengetahuan dan keterampilan. pengetahuan dan keterampilan) yang memadai untuk eksis pada abad 21 tersebut bercirikan sebagai berikut (Kemendikbud. tidak lain adalah pembelajaran yang menerapkan metode ilmiah. namun tidak secara eksplisit. Pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah ini memerlukan langkahlangkah pokok sebagai berikut (Kemdikbud. Standar Kompetensi Lulusan (SKL). menanya. 1.

inovatif. elaborasi. Proses belajar sikap dalam pembelajaran matematika tidak berlangsung secara eksplisit. Bersamaan dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan matematika. konfirmasi dan menerapkan pendekatan ilmiah. namun terintegrasi dalam proses belajar pengetahuan dan keterampilan matematika. Apakah langkah-langkah tersebut dilaksanakan selangkah demi selangkah secara urut ataukah dapat dilaksanakan secara luwes sesuai muatan kompetensi dasar yang dipelajari siswa. Dengan menerapkan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika diharapkan dapat terwujud siswa yang produktif. Berikut ini beberapa pertanyaan untuk memandu para pembaca dalam memahami dan menerapkan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika. pengetahuan. pengetahuan dan keterampilan. Apakah langkah-langkah pendekatan ilmiah (lima langkah) dapat diterapkan dalam proses pembelajaran matematika untuk semua kompetensi dasar matematika yang dipelajari siswa? 4. Penguatan dilakukan dengan menuntut guru agar mengelola proses pembelajaran yang memuat kegiatan eksplorasi. Proses pembelajaran matematika yang belum menerapkan pendekatan tersebut cenderung didominasi dengan proses ‘menyampaikan’ atau ‘mentransfer’ pengetahuan atau keterampilan oleh guru kepada siswa dan kurang atau tidak mengakomodasi proses penggalian pengetahuan dan keterampilan oleh siswa. saran kepada guru untuk menerapkan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran dilakukan secara eksplisit. dan keterampilan. metode pembelajaran yang dipilih guru dan kondisi siswa yang belajar? 3. kreatif. Dalam Kurikulum 2013. Selama ini pendekatan tersebut populer digunakan dalam proses pembelajaran sain. Bila guru mengharapkan siswa mampu bertanggungjawab terhadap sesama maka guru mendesain kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan siswa lain dan bersama-sama menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Bagaimanakah bila pendekatan tersebutditerapkan dalam proses Matematika – SMP | 204 .Apakah selama ini proses pembelajaran matematika di sekolah sudah memuat langkah-langkah pendekatan ilmiah? Sudah ada guru matematika yang menerapkan pendekatan tersebut. 1. sehingga pembinaan sikap dalam pembelajaran matematika sangat ditentukan oleh muatan bahan ajar yang dipelajari siswa dan desain kegiatan pembelajaran yang difasilitasi guru. Apabila guru menghendaki siswa bersikap kritis dan kreatif. Penerapan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika tidak cukup hanya didukung oleh penataan kompetensi dasar. PEMBAHASAN Proses pembelajaran merupakan salah satu unsur yang dikuatkan (disempurnakan) dalam Kurikulum 2013. yaitu didukung oleh penataan muatan kompetensi dasar jelas benang merahnya pada domain sikap. Apakah makna dari tiap langkah pendekatan ilmiah dalam konteks penerapannya dalam proses pembelajaran matematika? 2. siswa juga mempelajari sikap. namun juga diperlukan adanya kesamaan persepsi diantara para guru matematika tentang makna dari tiap langkah pendekatan ilmiah dalam konteks penerapannya dalam proses pembelajaran matematika dan pemahaman guru matematika tentang hal-hal kunci yang perlu ditempuh agar sukses menerapkan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika untuk mengantarkan para siswa menjadi insan yang kreatif dan eksis pada abad 21. maka bahan ajar ketika mempelajari pengetahuan dan keterampilan matematika hendaknya memuat tugas atau pertanyaan yang melatih siswa agar kritis dan kreatif. namun masih ada pula yang belum menerapkannya. afektif melalui penguatan sikap. Hal-hal apakah yang menjadi kunci keberhasilan penerapan langkah-langkah pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika di SMP/MTs? B. Perolehan pengetahuan dan keterampilan oleh siswa dalam proses pembelajaran matematika pada umumnya berlangsung berurutan.

sifat. Kreativitas berprosedur dapat dibangkitkan dari pemberian pertanyaan yang tepat. Mengamati objek matematika dapat dikelompokkan dalam dua macam kegiatan yang masing-masing mempunyai ciri berbeda. kecenderungan yang ada sekarang adalah siswa gagal menyelesaikan suatu masalah matematika jika konteksnya berbeda. Dalam hal ini guru diharapkan agar menahan diri untuk tidak memberi tahu jawaban pertanyaan. Mengamati objek matematika yang abstrak Kegiatan mengamati objek matematika yang abstrak sangat cocok untuk siswa yang mulai menerima kebenaran logis. postulat. definisi). dan skill (algoritma/prosedur). Kegiatan mengamati seperti ini lebih tepat dikatakan sebagai kegiatan mengumpulkan dan memahami kebenaran objek matematika yang abstrak. b. Apabila terjadi kendala dalam proses menjawab pertanyaan. Dalam hal mempelajari keterampilan berprosedur matematika. yaitu: (a) Mengamati fenomena dalam lingkungan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan objek matematika tertentu. Mengamati Objek matematika yang dipelajari dalam matematika adalah buah pikiran manusia. Dalam mempelajari konsep atau prinsip matematika yang tergolong sebagai pengetahuan. walupun hanya sedikit perbedaannya. aksioma. (b) Mengamati objek matematika yang abstrak. prinsip (teorema. konsep (pengertian pangkal.pembelajaran matematika? Berikut ini penjelasan maksud tiap langkah pendekatan ilmiah untuk membantu tumbuhnya kreativitas pada diri siswa dalam proses pembelajaran matematika. sifat). atau diprediksi Matematika – SMP | 205 . sehingga bersifat abstrak. Mengamati fenomena lingkungan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan topik matematika tertentu Fenomena adalah hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindera dan dapat dijelaskan serta dinilai secara ilmiah. Fakta. a. sehingga bersifat abstrak. 2. rumus. Ini terjadi karena siswa cenderung menghafal algoritma atau prosedur tertentu. objek kajian matematika yang dipelajari siswa selama belajar di SMP/MTs dapat berupa fakta (matematika). Hasil pengamatan dapat berupa definisi. sebagaimana disampaikan oleh Piaget (Wadsworth. Pada diri siswa tidak terbangun kreativitas dalam berprosedur. Melakukan pengamatan terhadap fenomena dalam lingkungan kehidupan sehari-hari tepat dilakukan ketika siswa belajar hal-hal yang terkait dengan topik-topik matematika yang pembahasannya dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari secara langsung. 1. Pertanyaan-pertanyaan didesain agar siswa dapat berpikir tentang alternatif-alternatif jawaban atau alternatif-alternatif cara berprosedur. Menanya Menurut Bell (1978). dari yang mudah (konkret) menuju ke yang lebih kompleks (abstrak) sehingga akhirnya pengetahuan diperoleh oleh siswa sendiri dengan bimbingan guru. walaupun tidak diawali dengan pengamatan terhadap fenomena. 1984) sangat perlu dipertimbangkan bahwa tingkat berpikir siswa. Siswa tidak mempermasalahkan kebenaran pengetahuan yang diperoleh. usia Proses pembelajaran untuk memahami konsep dan prinsip matematika perlu dikelola dengan langkah-langkah pedagogis yang tepat dan difasilitasi media tertentu agar buah pikiran yang abstrak tersebut dapat dengan mudah dipahami siswa. skill tersebut adalah buah fikiran manusia. konsep. teorema. prinsip. Selanjutnya pernyataan tersebut dituangkan dalam bahasa matematika atau menjadi pembuka dari pembahasan objek matematika yang abstrak. Langkah pedagogis dan penggunaan media tersebut menuntut siswa dan guru terlibat dalam pertanyaan-pertanyaan yang menggiring pemikiran siswa secara bertahap. grafik dan lain sebagainya. Fenomena yang diamati akan menghasilkan pernyataan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

kemudian diperluas ke dalam situasi atau bahasan yang berbeda lingkup. Dalam proses pembelajaran matematika. Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu filsafat personal. Bentuk penyajian pengetahuan atau ketrampilan matematika sebagai hasil penalaran dapat berupa konjektur atau dugaan sementara atau hipotesis. Tahap mencoba ini menjadi wahana bagi siswa untuk membiasakan diri berkreasi dan berinovasi menerapkan dan memperdalam pengetahuan atau keterampilan yang telah dipelajari bersama guru. guru dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan secara bertahap yang mengarah pada diperolehnya jawaban pertanyaan oleh siswa sendiri. sehingga cara memperoleh pengetahuan matematika pada diri siswa SD/MI dan SMP/MTs banyak dilakukan dengan penalaran induktif. Penalaran yang paling dikenal dalam matematika terkait penarikan kesimpiulan adalah modus ponen. Pengalaman ‘mencoba’ akan melatih siswa yang memuat latihan mengasah pola pikir. Sesuai dengan tingkat berpikirnya. Mencoba Berdasarkan hasil penalaran yang diperoleh pada tahap sebelumnya yakni berupa konjektur atau dugaan sementara sampai diperoleh kesimpulan. yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Kurikulum 2013 secara eksplisit menyiapkan siswa agar terampil memecahkan masalah melalui penataan kompetensi kompetensi dasar matematika yang dipelajari siswa. Menalar Secara umum dapat dikatakan bahwa penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Di sinilah peran guru dalam memberikan scaffolding atau ‘pengungkit’ untuk memaksimalkan ZPD (Zone Proximal Development) yang ada pada siswa (Chambers. sedangkan untuk siswa SMA/MA sudah mulai banyak dilakukan dengan penalaran deduktif. Kegiatan mencoba dalam proses pembelajaran matematika di SMP/MTs ini dimaknai sebagai menerapkan pengetahuan atau keterampilan hasil penalaran ke dalam suatu situasi atau bahasan yang masih satu lingkup. Penalaran deduktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari pernyataan-pernyataan atau fenomena yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus. siswa SD/MI dan SMP/MTs yang umumnya dalam tingkat berpikir operasional konkret dan peralihan ke tingkat operasional formal. Dengan memfasilitasi kegiatan ‘mencoba’ ini siswa diharapkan tidak terkendala dalam memecahkan permasalahan matematika yang merupakan salah satu tujuan penting dan mendasar dalam belajar matematika. maka selanjutnya perlu dilakukan kegiatan ‘mencoba’. Kegiatan menalar secara induktif lebih banyak berpijak pada hasil pengamatan inderawi atau pengalaman empirik. 4. Cara kerja menalar secara deduktif adalah menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk kemudian dihubungkan ke dalam bagian-bagiannya yang khusus (Sudarwan. pada umumnya proses menalar terjadi secara simultan dengan proses mengolah atau menganalisis kemudian diikuti dengan proses menyajikan atau mengkomunikasikan hasil penalaran sampai diperoleh suatu simpulan. lebih Matematika – SMP | 206 . sikap dan kebiasaan memecahkan masalah itulah yang akan banyak memberi sumbangan bagi siswa dalam menuju kesuksesan mengarungi kehidupan sehari-harinya. modus tolen dan silogisme. Membentuk Jejaring Membentuk jejaring dimaknai sebagai menciptakan pembelajaran yang kolaboratif antara guru dan siswa atau antar siswa.terjadi kendala dalam menjawab pertanyaan. Ada dua cara menalar. Penalaran induktif merupakan cara menalar dengan menarik simpulan dari fenomena khusus untuk hal-hal yang bersifat umum. 2007) 3. 2013). 5.

c. Selain belajar mengasah sikap empati. a. 2013). dan menerima kekurangan atau kelebihan masing-masing. 1.dari sekadar melaksanakan suatu teknik pembelajaran di kelas. Warung makan milik Bu Siti setiap hari menghabiskan 100 butir telur lebih banyak dibanding telur yang dihabiskan oleh warung makan milik Bu Nur. Kolaborasi esensinya merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerjasama sebagai struktur interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja sedemikian rupa untuk memudahkan usaha kolektif dalam rangka mencapai tujuan bersama (Kemdikbud. Contohnya. kakak Anggit dan adhik Gentur masing-masing berumur 19 dan 17 tahun. Dalam pembelajaran matematika di SMP/MTs. untuk mempelajari kompetensi dasar tersebut terlebih dahulu siswa harus belajar tentang mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar dan melakukan operasi bentuk Aljabar. Penugasan kolaboratif dapat dilaksanakan pada proses mengamati. dengan diterapkannya pembelajaran kolaboratif maka bahan belajar matematika yang abstrak diharapkan akan menjadi lebih mudah dipahami siswa. Berikut ini contoh-contoh proses pembelajaran matematika yang menerapkan langkah-langkah pendekatan ilmiah. diharapkan terjadi siswa berinteraksi dengan empati. Contoh fenomena yang diamati antara lain sebagai berikut. menanya. saling menghormati. Contoh: Topik: Mengidentifikasi Unsur-unsur Bentuk Aljabar Aljabar pertama kali dikenal siswa di Kelas VII melalui belajar kompetensi dasar “menyelesaiakan persamaan dan peritdaksamaan linear satu variabel”. Selanjutnya rumusan permasalahan tersebut digunakan sebagai bahan pengamatan untuk Matematika – SMP | 207 . Fenomena umur kakak-adik pada suatu keluarga. Contohnya kakak Dewi dan adhik Nina masing-masing berumur 14 dan 12 tahun. saling menghargai dan menghormati perbedaan. Dalam situasi pembelajaran kolaboratif antara guru dan siswa atau antar siswa. berbagi. Fenomena bahwa seseorang memiliki di lahannya namun banyak pohon miliknya berbeda. Rumusan permasalahan dapat disusun oleh guru dan siswa. yang selanjutnya akan memungkinkan siswa menghadapi aneka perubahan dan tuntutan belajar secara bersama-sama. Dari fenomena tersebut siswa akan memperoleh fakta antara lain bahwa banyak kakak-adik selisih umurnya 2 tahun. Sesuai dengan struktur materi matematika yang hirarkis. sehingga pada diri siswa akan tumbuh rasa aman. fungsi guru lebih sebagai manajer belajar dan siswa aktif melaksanakan proses belajar. Proses Mengamati Dalam rangka menerapkan pendekatan ilmiah. Fenomena-fenomena tersebut dapat diceritakan kepada siswa dan kemudian dituangkan dalam bentuk rumusan permasalahan sehari-hari. Berikut ini contoh penerapan pendekatan imiah pada kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi siswa agar mampu mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar. misalnya banyaknya telur yang dihabiskan di dua warung makan tidak sama. Dalam kegiatan pembelajaran kolaboratif. b. membentuk jejaring dapat dilaksanakan dengan memberi penugasan-penugasan belajar secara kolaboratif. proses pembelajaran diawali dengan mengamati fenomena-fenomena di lingkungan kehidupan sehari-hari. banyak pohon jati milik Pak Makmur 10 batang kurangnya dari banyak pohon jati milik Pak Hasan. menalar atau mencoba. Fenomena pada kegiatan memasak di warung makan.

misalnya sebagai penuntun dalam memahami makna dari variabel. 20. Setiap hari. berapakah umur Dika dan Syauki? • Jika umur Santi 15 tahun. Apakah b dapat mewakili bilangan 1. 5. Banyaknya pohon jati milik Pak Makmur 10 batang kurangnya dari banyak pohon jati milik Pak Hasan. 5. Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. 1. berapakah umur Syauki dan Santi? • Jika umur Santi 15 tahun. Pertanyaan-pertanyaan penuntun seperti itu diharapkan dapat menumbuhkan keingintahuan siswa. Permasalahan Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. berapakah umur Syauki dan Santi? • Jika umur Dika 16 tahun. Proses Menanya Setelah mengamati dan merumuskan permasalahan (pertanyaan) pada fenomena-fenomena tersebut. 10. Muatan pertanyaan penuntun harus relevan dengan permasalahan dan jawabannya dapat memfasilitasi siswa agar mudah dalam memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang dipelajari sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Syauki. Dalam hal ini pertanyaan-pertanyaan tersebut dinamai sebagai pertanyaan penuntun. 10. sedangkan umur Santi satu tahun lebih tua dari Dika. Berapakah kemungkinan umur Dika. Pertanyaan penuntun disusun dari yang mudah ke yang sulit. dan Santi sekarang? 2. banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Siti 100 butir lebihnya dari banyak telur yang dihabiskan warung makan Bu Nur. Berapakah kemungkinan pohon milik Pak Makmur dan Pak Hasan masingmasing? 2. Berapakah kemungkinan umur Dika. guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan permasalahan. Berapakah kemungkinan banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Siti dan Bu Nur masing-masing? 3. 20. guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.menuntun siswa dalam memahami pengertian unsur-unsur bentuk Aljabar. sedangkan umur Santi 1 tahun lebih tua dari umumr Dika. 30? • Apakah b dapat mewakili bilangan sebarang? Apakah b dapat mewakili Matematika – SMP | 208 . berapakah umur Dika dan Syauki? • Jika umur Santi 20 tahun. 2. Sebagai contoh. 2. terkait fenomena umur kakak-adik. berapakah umur Dika dan Santi? • Jika umur Syauki 2 tahun. Syauki. berapakah umur Dika dan Santi? • Jika umur Dika 10 tahun. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru juga dapat melatih tumbuhnya sikap kritis dan logis. berapakah umur Dika dan Syauki? • Jika umur Santi 20 tahun. dan Santi sekarang? Pertanyaan Penuntun • Jika umur Syauki 1 tahun. Contoh rumusan permasalahan yang relevan dengan fenomena tersebut antara lain sebagai berikut. 30? Apakah b dapat diganti dengan bilangan 1. Bu Siti dan Bu Nur masing-masing memiliki warung makan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berfungsi sebagai penuntun. berapakah umur Syauki dan Santi? • Jika umur Dika 35 tahun. berapakah umur Dika dan Syauki? • Misalkan simbol b mewakili bilangan umur Syauki. berapakah umur Dika dan Santi? • Jika umur Syauki 10 tahun.

1000? Apakah p dapat mewakili sebarang bilangan? Apakah p dan K masing-masing dapat Matematika – SMP | 209 . No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Banyak pohon Pak Makmur 15 … 75 Banyak pohon Pak Hasan … 30 … 1 Banyaknya pohon jati milik Pak Makmur 10 batang kurangnya dari banyak pohon jati milik Pak Hasan. berapa banyak pohon milik PakHasan? d. berapa banyak pohon Pak Hasan? Jika simbol p mewakili banyak pohon milik Pak Makmur. siswa-siswa. • Himpunan bilangan apakah yang anggota-anggotanya diwakili oleh b? Pertanyaan: ”Misalkan simbol b mewakili umur Syauki. 500? Simbol K mewakili banyak pohon milik Pak Hasan. … K Simbol p mewakili banyak pohon milik Pak Makmur. siswa-guru. antar siswa atau diri sendiri yang menumbuhkan sikap kritis dan logis. 25. apakah p dapat diganti atau mewakili bilangan 5. apakah K dapat diganti atau mewakili bilangan 8. Setelah proses penalaran selanjutnya siswa memperoleh pengetahuan tentang pengertian dari istilah-istilah pada unsur-unsur bentuk Aljabar. Jika banyak pohon jati milik Pak Makmur 15 batang. c. Berapakah kemungkinan pohon Pak Makmur dan Pak Hasan? a. berapa banyak pohon Pak Makmur? Jika banyak pohon jati milik Pak Makmur 75 batang. 36. Contoh pertanyaan yang mungkin timbul pada diri siswa antara lain: “Apakah boleh umur Syauki diwakili dengan simbol selain b? Apakah boleh simbol tersebut menggunakan huruf besar? Apakah b dapat mewakili bilangan negatif? Apakah b dapat mewakili bilangan pecahan? Apakah b dapat mewakili bilangan 200?” 3. 25. Dalam proses penalaran terjadi proses menganalisis terhadap data yang diperoleh dari jawaban-jawaban pertanyaan.Permasalahan Pertanyaan Penuntun bilangan 150? Jelaskan alasan jawabanmu. Berapakah banyak pohon milik pak Hasan? Jika banyak pohon milik Pak Hasan adalah K. berapa banyak pohon Pak Hasan? Jika banyak pohon jati milik Pak Hasan 30 batang. Contoh proses penalaran dan tanya-jawab terkait hal itu sebagai berikut. 150. 10. Proses Menalar Setelah guru mengajukan pertanyaan. 100. Apakah b dapat mewakili sebarang bilangan?“ diharapkan dapat memancing pertanyaan oleh siswa kepada guru. 10. Proses penalaran dilakukan secara induktif dan melibatkan proses tanya jawab yang dapat terjadi antara gurusiswa. selanjutnya dilakukan proses penalaran. 750. b. P … e.

125 … x … … 35 … 100 … T Matematika – SMP | 210 .No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Banyak pohon Pak Makmur Banyak pohon Pak Hasan mewakili oleh bilangan satu miliar? Jelaskan alasan jawabanmu Bilangan apakah yang diwakili oleh p atau K? Himpunan bilangan apakah yang anggotaanggotanya adalah bilangan-bilangan yang diwakili oleh p atau K? No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Banyak telur habis di warung makan Bu Siti 50 Banyak telur habis di warung makan Bu Nur … 2 Bu Siti dan Bu Nur masingmasing memiliki warung makan. Jika warung makan Bu Nur dalam sehari menghabiskan 100 butir. Jka warung makan Bu Siti dalam sehari menghabiskan 50 butir telur. apakah x dapat diganti atau mewakili bilangan 25. Jika warung makan Bu Siti dalam sehari menghabiskan 125 butir telur. berapa butir telur yang dihabiskan warung makan Bu Siti dalam sehari? Simbol x mewakili banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Siti. berapa butir telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Nur dalam sehari? d. Berapakah kemungkinan banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Siti dan Bu Nur masing-masing? a. Jika warung makan Bu Siti dalam sehari menghabiskan x butir telur. 80. berapa butir telur yang dihabiskan warung makan Bu Nur dalam sehari? b. Setiap hari. 350. 100. berapa butir telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Nur dalam sehari? c. Jika warung makan Bu Nur dalam sehari menghabiskan T butir. banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Siti adalah 30 butir lebihnya dari banyak telur yang dihabiskan warung makan Bu Nur. Jika warung makan Bu Nur dalam sehari menghabiskan 35 butir. berapa butir telur yang dihabiskan warung makan Bu Siti dalam sehari? e. berapa butir telur yang dihabiskan warung makan Bu Siti dalam sehari? f.

apakah T dapat diganti atau mewakili bilangan 30. Jika umur Dika 7 tahun. berapa umur Syauki dan Santi? f. Syauki. dan Santi sekarang? a. 80 125. Jika umur Santi n tahun. berapa umur Dika dan Santi? c. Jika umur Syauki U tahun. berapa umur Dika dan Syauki? Simbol U mewakili bilangan umur Syauki. Jika umur Santi 20 tahun. berapa umur Syauki dan Santi? e. 400? Apakah x atau T dapat mewakili sebarang bilangan? Apakah x dan T masing-masing dapat mewakili bilangan satu miliar? Jelaskan alasan jawabanmu Bilangan apakah yang diwakili oleh x atau T? Himpunan bilangan apakah yang anggota-anggotanya adalah bilangan-bilangan yang diwakili oleh x atau T? No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Umur Syauki (tahun) 1 5 U … … … … … … Umur Dika (tahun) … … … 7 10 y … … … Umur Santi (tahun) … … … … … … 11 20 N 3 Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. Jika umur Dika y tahun. apakah U dapat diganti atau mewakili bilangan 1. Matematika – SMP | 211 . berapa umur Dika dan Santi? b. 750. 12. sedangkan umur Santi 1 tahun lebih tua dari Dika. berapa umur Dika dan Syauki? i. berapa umur Syauki dan Santi? g. 10. Jika umur Santi 11 tahun. Jika umur Dika 10 tahun. 15? Simbol y mewakili bilangan umur Dika. Jika umur Syauki 5 tahun. Jika umur Syauki 1 tahun. 5. berapa umur Dika dan Santi? d. Berapakah kemungkinan umur Dika. berapa umur Dika dan Syauki? h.No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Banyak telur habis di warung makan Bu Siti Banyak telur habis di warung makan Bu Nur 500? Simbol T mewakili banyak telur yang dihabiskan oleh warung makan Bu Nur.

sangat ditentukan oleh kualitas pertanyaan yang diajukan oleh guru. Oleh karena itu pengetahuan tentang nama dan makna dari unsurunsur bentuk Aljabar diperoleh siswa dari guru. Pertanyaan yang dilontarkan guru dengan tepat diharapkan akan memancing timbulnya pertanyaan siswa kepada guru. Walaupun pengetahuan diperoleh dari guru. koefisien. 26? Apakah U atau y atau n dapat mewakili sebarang bilangan? Apakah U. 4. 8. suku). 1. Banyak jaket milik Anggit 3 kurangnya dari banyak jaket milik Fitri. Proses mencoba Pada proses mencoba siswa diberi kesempatan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh pada proses mengamati. Susunlah bentuk aljabar yang menyatakan banyak jaket milik Fitri. Kelancaran proses menalar. 10. Contoh permasalahan yang dapat diajukan kepada siswa pada proses mencoba ini antara lain sebagai berikut. Misalkan n adalah banyak jaket milik Anggit. koefisien pada bentuk Aljabar tersebut? Tunjukkan. menanya. Pengetahuan tentang unsure-unsur bentuk Aljabar yang dapat diinformasikan guru kepada siswa setelah menempuh proses ilmiah sebagai berikut. konstanta. suku. 20. menalar dengan cara menyelesaikan permasalahan tentang bentuk Aljabar yang berhubungan dengan konsep matematika atau peristiwa sehari-hari. bukan karena didoktrin oleh guru. y. menanya dan menalar. Bilangan apakah yang diwakili oleh n? Jelaskan. konstanta. antar siswa lain atau diri sendiri. Matematika – SMP | 212 . 21? Simbol n mewakili bilangan umur Santi. b. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada proses menalar. apakah n dapat diganti atau mewakili bilangan 4. dan n masing-masing dapat mewakili oleh bilangan 150? Jelaskan alasan jawabanmu Bilangan apakah yang diwakili oleh U atau y atau n? Himpunan bilangan apakah yang anggota-anggotanya adalah bilanganbilangan yang diwakili oleh U atau y atau n? Dalam proses menalar. c. siswa diharapkan menjadi peka terhadap simbol-simbol huruf yang digunakan untuk mewakili bilangan.No Permasalahan Pertanyaan Penuntun Umur Syauki (tahun) Umur Dika (tahun) Umur Santi (tahun) apakah y dapat diganti atau mewakili bilangan 7. a. Sebelumnya siswa belum pernah mengenal tentang bentuk Aljabar dan unsur-unsurnya (variabel. Kepekaan tersebut sangat penting dalam mengantarkan siswa memahami makna dari unsur-unsur bentuk Aljabar. namun pemerolehannya telah didasarkan pada proses mengamati. 11. 18. Adakah variabel. juga terlibat proses menanya.

proses menanya dan menalar dapat saja terjadi dalam satu kali proses (simultan) yang saling melengkapi. Proses membentuk jejaring Pada contoh ini. (5) menyimpulkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran matematika. menalar. Matematika – SMP | 213 . Langkah-langkah pendekatan ilmiah yang intinya terdiri dari proses: (1) mengamati. membentuk jejaring melalui pembelajaran kolaboratif dapat dibangun sejak siswa melakukan merumuskan permasalahan berdasar contoh peristiwa sehari-hari untuk bahan pengamatan sampai dengan tahap mencoba. (4) mencoba. PENUTUP Perolehan pengetahuan dan keterampilan oleh siswa dalam pembelajaran matematika pada umumnya berlangsung berurutan. Misalkan panjang persegi panjang tersebut y cm. sabar dan dapat menahan diri dalam membantu siswa mengajukan atau menjawab pertanyaan sehingga muncul rasa aman pada diri siswa. Kolaborasi dilaksanakan oleh guru dan siswa atau antar siswa. Sebagai contoh. Langkah-langkah pendekatan ilmiah dilaksanakan secara urut namun tidak kaku. 5. Proses belajar sikap tidak berlangsung secara eksplisit. Mengingat karakteristik siwa SMP/MTs maka proses penalaran yang banyak dilakukan siswa adalah penalaran secara induktif. Proses mengamati dalam pembelajaran matematika di SMP/MTs dimaknai dalam dua kategori objek pengamatan yaitu objek pengamatan berupa fenomena lingkungan kehidupan sehari-hari atau objek matematika (yang abstrak). Bila guru menghendaki siswa bersikap kritis. Contoh lain. (3) menalar. Susunlah bentuk aljabar yang menyatakan lebar dari persegi panjang tersebut. Adakah variabel. guru dapat kembali lagi mengajak siswa dalam proses mengamati lagi. ketika siswa sudah berada dalam proses menalar. koefisien pada bentuk Aljabar tersebut? Tunjukkan. Proses menanya dan menalar yang kolaboratif diharapkan dapat memunculkan sikap guru yang santun. pengetahuan atau keterampilan matematika. siswa juga mempelajari sikap. c. a. namun terintegrasi dalam belajar pengetahuan dan keterampilan matematika. Bilangan apakah yang diwakili oleh y? Jelaskan. Kolaborasi antara guru dan siswa dapat didesain agar banyak terjadi pada proses ‘menanya’ dan ‘menalar’. menalar. mencoba dan menyimpulkan akhirnya siswa memperoleh sikap. Proses kolaborasi antar siswa sekaligus menjadi wahana bagi guru dalam mendidik tumbuhnya nilai-nilai kehidupan spiritual dan sosial yang mulia pada diri siswa. dan mencoba. maka bahan ajar ketika mempelajari pengetahun dan keterampilan matematika hendaknya memuat tugas atau pertanyaan yang melatiuh siswa agar kritis. suku. (2) menanya. Setelah hasil pengamatan ditindaklanjuti dengan proses menanya. namun dapat pula dilaksanakan setelah proses menalar bersama guru selesai.2. b. Suatu persegi panjang mempunyai panjang 5 cm lebih dari lebarnya. C. Hasil pengamatan terhadap dua macam objek tersebut sama-sama dapat dijadikan pembuka atau penghubung dalam siswa mempelajari suatu sikap. Bersamaan dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan matematika. kemudian dijumpai kendala. konstanta. Kolaborasi antar siswa dapat didesain agar banyak terjadi pada tahap mengamati. Bila guru mengaharapkan siswa mampu bertanggungjawab terhadap sesame maka guru mendesain kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan siswa lain dan bersama-sama menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. sehingga pembinaan sikap dalam pembelajaran matematika sangat ditentukan oleh muatan bahan ajar yang dipelajari siswa dan desain kegiatan pembelajaran yang difasilitasi guru. pengetahuan atau keterampilan matematika yang diharapkan. Proses mencoba dapat pula dilaksanakan bersamaan dengan proses menanya dan menalar.

1978. Guru juga perlu benar-benar sabar dalam mencari data kemajuan belajar para siswa agar dapat menghindarkan diri siswa dari kemandekan atau kemunduran hasil belajar. 1984. Teaching and Learning Mathematics. Teaching Mathematics: Developing as A Reflective Secondary Teacher. Peran guru sebagai Fasilitator dan memberikan konfirmasi-konfirmasi yang diperlukan untuk memantapkan perolehan sikap. CA: Sage Publication Inc. 2007. Matematika – SMP | 214 .H. 2013. Kompetensi Dasar Matematika SMP/MTs. Untuk itu guru perlu terampil dalam mengelola penilaian yang autentik. Untuk itu dalam tahap persiapan guru perlu mendesain kegiatan dan menyiapkan bahan ajar dengan sebaik-baiknya yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Kemdikbud. Jakarta :Kemdikbud Kemdikbud. guru perlu memfasilitasi siswa dengan kegiatan-kegiatan yang terarah namun tetap menjadikan siswa sebagai subyek belajar.. Bila saat berproses siswa mengalami kendala. Pengembangan Kurikulum 2013. Wadsworth. Dalam tahap pelaksanaan. Jakarta: Pusbangprodik. Piaget’s Theory of Cognitive and Affective Development (3rd edition). NY: Longman Inc. DAFTAR PUSTAKA Bell. 2013. Pendekatan Scientific (Ilmiah) dalam Pembelajaran . guru dituntut untuk sabar dan telaten dalam menghadapi siswa berproses. maka guru perlu menahan diri untuk tidak menggurui siswa. Thousand Oaks. Iowa:WBC Chambers. Paparan Mndikbud dalam Sosialisasi Kurikulum 2013. Dalam rangka menjadi Fasilitator yang baik bagi siswa. pengetahuan atau keterampilan matematika dari proses belajar. F.Penerapan pendekatan ilmiah dalam proses pembelajaran matematika di SMP/MTs sangat dianjurkan karena dengan penerapan tersebut pembelajaran menjadi berpusat pada siswa dan kemampuan yang dimiliki siswa benar-benar diberdayakan. Jakarta :Kemdikbud Kemdikbud. Barry J. Dalam hal ini guru dituntut agar memiliki keterampilan bertanya yang baik dalam rangka mengatasi kendala tersebut. bukan sebagai obyek belajar. 2013. Paul.

Sub Materi Pelatihan 2. Menerapkan Focus Group Discussion untuk mengidentifikasi karakteristik tiga model pembelajaran. Matematika – SMP | 215 .2: Model Pembelajaran Langkah Kegiatan Inti Mengamati tayangan pembelajaran Diskusi Kelompok (Focus Group Discussion) 30 Menit Kerja Kelompok 20 Menit 40 Menit Mengamati tayangan tiga jenis model pembelajaran (Project Based Learning. Problem Based Learning. danDiscovery Learning). Kerja kelompok untuk mengidentifikasi penerapan Pendekatan Scientific pada tiga model pembelajaran.

Mengingat bahwa masing-masing peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda. interpretasi. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata. peserta didik mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. maka Pembelajaran Berbasis Proyek memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya. SMK sebagai institusi yang berfungsi untuk menyiapkan lulusan untuk bekerja di dunia usaha dan industri harus dapat membekali peserta didiknya dengan “kompetensi terstandar” yang dibutuhkan untuk bekerja dibidang masing-masing. proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum. penilaian. secara langsung peserta didik dapat melihat berbagai elemen utama sekaligus berbagai prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya. Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dikatakan sebagai operasionalisasi konsep “Pendidikan Berbasis Produksi” yang dikembangkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) A. dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. sintesis. PjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata. Dengan pembelajaran “berbasis produksi” peserta didik di SMK diperkenalkan dengan suasana dan makna kerja yang sesungguhnya di dunia kerja. Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya. Matematika – SMP | 216 . peserta didik membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja. Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha peserta didik. KONSEP/DEFINISI HO-2. Peserta didik melakukan eksplorasi. adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik.2-1 Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) adalah metoda pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Pada saat pertanyaan terjawab. Dengan demikian model pembelajaran yang cocok untuk SMK adalah pembelajaran berbasis proyek. dan melakukan eksperimen secara kolaboratif. Melalui PjBL. 2. hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha peserta didik. 3.

Matematika – SMP | 217 . kreasi dan inovasi dari siswa. b. terutama bagi instruktur yang kurang atau tidak menguasai teknologi. Ini merupakan suatu transisi yang sulit. c. bahkan saat diskusi dapat dilakukan di taman. peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan. Meningkatkan kolaborasi. seperti: traditional class (teori). Atau buatlah suasana belajar menyenangkan. 7. 3. Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks. Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber. Peran instruktur atau guru dalam Pembelajaran Berbasis Proyek sebaiknya sebagai fasilitator. Pembelajaran Berbasis Proyek memerlukan banyak waktu yang harus disediakan untuk menyelesaikan permasalahan yang komplek. 4. peserta didik secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan. produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif. 1. dan mereka perlu untuk dihargai. circle (presentasi). artinya belajar tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas. lab tables (saat mengerjakan tugas mandiri). FAKTA EMPIRIK KEBERHASILAN Kelebihan dan kekurangan pada penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dijelaskan sebagai berikut.4. Banyak instruktur merasa nyaman dengan kelas tradisional . Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. f. Keuntungan Pembelajaran Berbasis Proyek a. sehingga kebutuhan listrik bertambah. discussion group (pembuatan konsep dan pembagian tugas kelompok).dimana instruktur memegang peran utama di kelas. 1. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar. 6. Banyaknya peralatan yang harus disediakan. penasehat dan perantara untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai dengan daya imajinasi. 5. Beberapa hambatan dalam implementasi metode Pembelajaran Berbasis Proyek antara lain berikut ini. situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan. Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. Untuk itu disarankan menggunakan team teaching dalam proses pembelajaran. Banyak orang tua peserta didik yang merasa dirugikan. 2. dan 8. d. pelatih. karena menambah biaya untuk memasuki system baru. mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting. dan akan lebih menarik lagi jika suasana ruang belajar tidak monoton. beberapa contoh perubahan lay-out ruang kelas. e. proses evaluasi dijalankan secara kontinyu. B.

j. Ketika topik yang diberikan kepada masing-masing kelompok berbeda. g. f. Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah. Untuk mengatasi kelemahan dari pembelajaran berbasis proyek di atas seorang pendidik harus dapat mengatasi dengan cara memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah. Kelemahan Pembelajaran Berbasis Proyek a. Pembelajaran Berbasis Proyek ini juga menuntut siswa untuk mengembangkan keterampilan seperti kolaborasi dan refleksi. 2. Matematika – SMP | 218 . di mana instruktur memegang peran utama di kelas. bukan melupakannya secepat mereka telah lulus tes. Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional. Membutuhkan biaya yang cukup banyak. h. meminimalis dan menyediakan peralatan yang sederhana yang terdapat di lingkungan sekitar. Pembelajaran Berbasis Proyek membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan sosial mereka. Ketika anak-anak bersemangat dan antusias tentang apa yang mereka pelajari. Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata. dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami topik secara keseluruhan d. Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan. c. memilih lokasi penelitian yang mudah dijangkau sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya.g. Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki. Siswa juga menjadi lebih percaya diri berbicara dengan kelompok orang. kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata. termasuk orang dewasa. sering menyebabkan absensi berkurang dan lebih sedikit masalah disiplin di kelas. Menurut studi penelitian. menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga instruktur dan peserta didik merasa nyaman dalam proses pembelajaran. b. e. Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan. Ada kemungkinan peserta didik yang kurang aktif dalam kerja kelompok. Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek. dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. Banyaknya peralatan yang harus disediakan. i. sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran. membatasi waktu peserta didik dalam menyelesaikan proyek. mereka sering mendapatkan lebih banyak terlibat dalam subjek dan kemudian memperluas minat mereka untuk mata pelajaran lainnya. Antusias peserta didik cenderung untuk mempertahankan apa yang mereka pelajari. Pelajaran berbasis proyek juga meningkatkan antusiasme untuk belajar.

LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL Langkah langkah pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek dapat dijelaskan dengan diagram sebagai berikut. Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta didik. dan (5) meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara. (3) membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru. Perencanaan berisi tentang aturan main.C. 2. (4) membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek. Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek. Pengajar berusaha agar topik yang diangkat relevan untuk para peserta didik. Matematika – SMP | 219 . Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial. yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. 1. pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial. Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question). Diagram 1. Menyusun Jadwal (Create a Schedule) Pengajar dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Dengan emikian peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. (2) membuat deadline penyelesaian proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: (1) membuat timeline untuk menyelesaikan proyek. Langkah langkah Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek Penjelasan Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut. dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin. 3. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project.

Peran guru dan peserta didik dalam pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut. Membuat portofolio pekerjaan siswa. dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project) Pengajar bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. f. b. survey. 2. d.masing peserta didik. Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience) Pada akhir proses pembelajaran. Membayangkan interaksi yang akan terjadi antara guru dan siswa. observasi. Melakukan interaksi sosial (wawancara. Menguji Hasil (Assess the Outcome) Penilaian dilakukan untuk membantu pengajar dalam mengukur ketercapaian standar. sehingga pada akhirnya ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran. membantu pengajar dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya. Dengan kata lain pengajar berperan menjadi mentor bagi aktivitas peserta didik. Belajar mengatur waktu dengan baik.4. c. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. d. 6. Matematika – SMP | 220 . Melakukan kegiatan belajar sendiri/kelompok. Pada tahap ini peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamanya selama menyelesaikan proyek. 1. Agar mempermudah proses monitoring. Menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir. g. Peran Guru a. 5. c. b. Mengaplikasikanhasil belajar lewat tindakan. Membuat strategi pembelajaran. e. e. Melakukan riset sederhana. Merencanakan dan mendesain pembelajaran. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi peserta didik pada setiap roses. memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik. Pengajar dan peserta didik mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran. pengajar dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Peran Peserta Didik a. berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing. dll). Menilai siswa dengan cara transparan dan berbagai macam penilaian. Mencari keunikan siswa. Mempelajari ide dan konsep baru. f.

4. responsif. analitik. CONTOH PENERAPAN 1. kritis. Anggota tiap kelompok paling banyak 6 orang. Memiliki rasa ingin tahu. Kerjakan tugas ini secara kelompok. bertanggung jawab. PENTUNJUK UMUM Uraian tugas: 1. tanggungjawab. 1. Menyelesaikan masalah yang berkait dengan kegiatan ekonomi sederhana di warung atau pasar tradisional yang melibatkan konsep harga jual dan harga beli. Menyelesaikan masalah yang berkait dengan kegiatan ekonomi sederhana di warung atau pasar tradisional yang melibatkan konsep laba atau rugi. dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. santun. konsisten dan teliti. Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial sederhana INDIKATOR i. disiplin. yang terbentuk melalui pengalaman belajar. peduli (toleransi.2.1 Menunjukkan sikap logis.D. percaya diri. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya KOMPETENSI DASAR 1. Matematika – SMP | 221 . percaya diri. ii. dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika.2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur. gotong royong). Pembelajaran Berbasis Proyek di Kelas VII SMP Contoh PjBL di Kelas VII SMP KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK KELAS VII SMP KARTIKA TAHUN 2013/2014 MATA PELAJARAN KELAS/SEMESTER : : MATEMATIKA VII /1(SATU) KOMPETENSI INTI 1.

Matematika – SMP | 222 . Buatlah laporan secara tertulis tentang kegiatan yang dilakukan sejak perencanaan. 3. Tujuan kegiatan b). Laporan dikumpulkan paling lambat dua minggu setelah diberikan tugas ini. Dalam kondisi yang bagaimana keuntungan/kerugian biasa terjadi. Laporan mencakup komponen: a). c). kegiatan penting apa saja yang dilakukan dalam berdagang terutama dalam hal pengadaan barang dan penjualan. 4.2. Persiapan c). b). Lakukan wawancara terhadap paling sedikit lima pedagang kecil di suatu pasar tradisional. Terhadap setiap pedagang yang diwawancara. Laporan tentang hasil yang diperoleh memuat hal-hal berikut ini: i).Hasil yang Diperoleh e) Kesan dan Pesan terhadap Tugas. 5. ii). Buatlah daftar pertanyaan untuk wawancara dan siapkan lembaran atau format untuk mencatat hasil wawancara. Penyajian data yang diperoleh dalam bentuk tabel sesuai pengelompokan data pada nomor 3. Penjelasan tentang: Pedagang mana yang persentase keuntungan/kerugiannya paling banyak dan besarnya persentase. modal yang dimiliki. kumpulkan data tentang: a). ………………. - Kegiatan yang pada umumnya harus dilalui para pedagang dalam berdagang. atau rugi yang pernah dialami dan apa penyebabnya. pelaksanaan dan hasil yang diperoleh. ……… 20… Guru Mata Pelajaran ……………………………………………. Pelaksanaan d). untung yang rata-rata diperoleh setiap hari. Laporan dipresentasikan atau dipamerkan.

Aspek yang dinilai pada tahap persiapan adalah: persiapan format-format untuk pengumpulan data secara langsung maupun dengan lembar isian b. Matematika – SMP | 223 . 4. 8.Lembar Penilaian Tugas Proyek: Contoh-1: dengan skala rentang (rating scale) Aspek yang dinilai No Nama Siswa Dewi Hera Yeni Ismail Mawar Veri Ve Dicky Kia … Zanuba Tahap Persiapan 4 Tahap Pelaksa na-an 4 Tahap Pelaporan 3 Skor yang dicap ai 11 Kriteria penskoran • Skor 4 = tanpa kesalahan • Skor 3 = ada sedikit kesalahan • Skor 2 = ada banyak kesalahan • Skor 1 = tidak melakukan • Skor maksimal = 12 • Skor minimal = 4 • Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s.d. 4. c. 7. 2. Contoh-2: dengan daftar cek (check list) Aspek yang dinilai Tahap Skor Tahap pelaksa yang pelapora naan dican baik baik pai 1 0 2 Kriteria penskoran Skor 0 = tidak Skor 1= ya Skor maksimum = 3 Skor minimal = 0 Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. 9. 3. Tahap persiapan baik 1 Nilai 66.6 • • • • • Keterangan: a. Aspek yang dinilai pada tahap pelaporan adalah: ketepatan isi laporan dan bentuk sajian laporan. 100 Contoh: Nilai Dewi = 2 : 3 × 100 = 66.6 No Nama Siswa Dewi Hera Yeni Ismail Mawar Veri … Zanuba 1. … 32. 6 1. pengelompokan data dan analisis data. 6. 100 Contoh: Nilai Dewi = 11 : 12 × 100 = 91. … 32. 5. Aspek yang dinilai pada tahap pelaksanaan adalah: proses pencatatan data.6 Nilai 91. 3. 2. 5. 6.d.

Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek dapat menggunakan teknik penilaian yang dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu penilaian proyek atau penilaian produk. Matematika – SMP | 224 . pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek. Untuk itu perlu memperhatikan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai.Contoh Teknik Penilaian Proyek Mata Pelajaran Nama Proyek Alokasi Waktu Guru Pembimbing Nama NIS Kelas No. Presentasi / Penguasaan TOTAL SKOR SKOR (1 . Kuantitas Sumber Data d. Penarikan Kesimpulan LAPORAN PROYEK : a. Persiapan b. Penilaian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.5) 2 3 Penilaian Proyek dilakukan mulai dari perencanaan . Pelaksanaan penilaian dapat juga menggunakan rating scale dan checklist. proses pengerjaan sampai dengan akhir proyek. E. Performans b. Keakuratan Sumber Data / Informasi c. Rumusan Judul PELAKSANAAN : a. Sistematika Penulisan b. SISTEM PENILAIAN Penilaian pembelajaran dengan metoda Pembelajaran Berbasis Proyek harus diakukan secara menyeluruh terhadap sikap. Analisis Data e. 1 : : : : : : : ASPEK PERENCANAAN : a.

pengorganisasian. 2) Relevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran. Pengertian Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Untuk itu. 3) Keaslian Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya. sampai hasil akhir proyek. kemampuan mengaplikasikan. Teknik Penilaian Proyek Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan. dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan. kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. dan penyiapkan laporan tertulis. Matematika – SMP | 225 . Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. b. pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran. pengolahan dan penyajian data. Pada penilaian proyek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1) Kemampuan pengelolaan Kemampuan peserta didik dalam memilih topik. mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. analisis data. pengumpulan data.1. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/ instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik. proses pengerjaan. Penilaian Proyek a. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan. pengumpulan data. seperti penyusunan disain.

seperti: makanan. dan mendesain produk. Pelaksanaan penilaian dapat juga menggunakan rating scale dan checklist. dan teknik. keramik. dan logam. pakaian. Kuantitas Sumber Data i. 2) Tahap pembuatan produk (proses). 2. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu: 1) Tahap persiapan. meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan merencanakan. Penarikan Kesimpulan LAPORAN PROYEK : c. Sistematika Penulisan g. Matematika – SMP | 226 . dan mengembangkan gagasan. proses pengerjaan sampai dengan akhir proyek. gambar). lukisan. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni. plastik. Presentasi / Penguasaan TOTAL SKOR SKOR (1 . Untuk itu perlu memperhatikan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. Persiapan d. menggali. Analisis Data j. Keakuratan Sumber Data / Informasi h. hasil karya seni (patung. barang-barang terbuat dari kayu. meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan. 1 : : : : : : : ASPEK PERENCANAAN : c.Contoh Teknik Penilaian Proyek Mata Pelajaran Nama Proyek Alokasi Waktu Guru Pembimbing Nama NIS Kelas No. Rumusan Judul PELAKSANAAN : f. Pengertian Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk.5) 2 3 Penilaian Proyek dilakukan mulai dari perencanaan . alat. Penilaian Produk a. Performans d.

Matematika – SMP | 227 . yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk. 1 2 Tahapan Tahap Perencanaan Bahan Tahap Proses Pembuatan a. Keamanan dan Kebersihan) Tahap Akhir (Hasil Produk) a. Cara analitik. biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. Bentuk Fisik b.3) Tahap penilaian produk (appraisal). Inovasi TOTAL SKOR Skor ( 1 – 5 )* 3 Catatan : *) Skor diberikan dengan rentang skor 1 sampai dengan 5. K3 (Keselamatan kerja. meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan. biasanya dilakukan pada tahap appraisal. Teknik Pengolahan c. 1) Cara holistik. Teknik Penilaian Produk Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. b. yaitu berdasarkan aspek-aspek produk. dengan ketentuan semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses pembuatan maka semakin tinggi nilainya. Persiapan Alat dan Bahan b. 2) Contoh Penilaian Produk Mata Ajar : Nama Proyek : Alokasi Waktu : Nama Peserta didik : Kelas/SMT : No.

nmsa. Retrieved from ResearchSummaries/ProjectBasedLearninginMath/tabid/1570/Default. The Success of Project Based Learning. R. (2009.php. Diakses dihttp://edutechwiki. CA. Novato. Savery. Buck Institute for Education.Daftar Pustaka Alexander. Diakses tanggal 13 Juli 2010. (2006).Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) [online].niost. 12–43.ac. 3(1). Retrieved from http://www.brighthub. (2000). Diakses di http://www. [Online]. Overview of problem-based learning: Definitions and distinctions. Admin.pdf (18 Oktober 2011).edutopia. Florin.org/Research/ResearchSummaries. B.pdf. (2008). M. [Online]. (2003). J.(2005).org/ Publications/papers. 2010.aspx (18 Oktober 2011) Grant. Matematika – SMP | 228 .sunan-ampel. D.com/education/k-12/articles/90553.id/files/disk1/151/hubptain-gdl-ellyikasus-7509-3-babii. [Online]. National Institute on Out-of-School Time. L.bie. Journal of Problem-Based Learning. 9–20. 2005. 1(1).pdf (17 Oktober 2011). Teaching for meaningful learning: A review of research on inquiry-based and cooperative learning. Introduction to Project Based Learning. Diakses di http://digilib. San Diego. Suzanne. Daniel K. Retrieved from http://www. Barron. Diakses di http://www. Understanding projects in projectbased learning: A student’s perspective. Instructional Module Project Based http://www. Project-Based Learning Handbook (2nd ed. April). grades mathematics.edutopia. The Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning.org/modules/PBL/whatpbl. Markham. Paper presented at Annual Meeting of the American Educational Research Association. org/pdfs/edutopia-teaching-for-meaningful-learning.ch/en/Project-based_learning (18 Oktober 2011). Learning. & Darling-Hammond. Schneider.. George . The learning that lies between play and academics in afterschool programs.unige.org/images/uploads/general/20fa7d42c216e2ec171a212e97fd4a9e.aspx. CA: Buck Institute for Education. Project-based learning.). Research summary: Project-based learning in middle http://www. Lucas. T.

sebelum peserta didik mempelajari konsep atau materi yang berkenaan dengan masalah yang harus dipecahkan.2-1 Problem Based Learning (PBL) adalah kurikulum dan proses pembelajaran. Berikut ini lima strategi dalam menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBL). peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dunia nyata (real world). dirancang masalah-masalah yang menuntut peserta didik mendapat pengetahuan penting. A. Masalah yang diberikan ini digunakan untuk mengikat peserta didik pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud. Matematika – SMP | 229 . Model pembelajaran berbasis masalah dilakukan dengan adanya pemberian rangsangan berupa masalah-masalah yang kemudian dilakukan pemecahan masalah oleh peserta didik yang diharapkan dapat menambah keterampilan peserta didik dalam pencapaian materi pembelajaran. 2) Pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu metode pembelajaran yang menantang peserta didik untuk “belajar bagaimana belajar”. Konsep/Definisi Definisi 1) Pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah. dan memiliki model belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim. Masalah diberikan kepada peserta didik. Dalam kurikulumnya. bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. yang membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah. Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan yang sistemik untuk memecahkan masalah atau menghadapi tantangan yang nanti diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) HO-2.

o Mengatur dinamika kelompok. Hal ini mendorong pengamatan dan dialog dengan yang lain sehingga peserta didik secara bertahap dapat memi peran yang diamati tersebut. o Membangun pembelajaran. o Menjaga agar peserta didik terlibat. 2. a. dan dari mana informasi harus diperoleh. Guru sebagai Pelatih o Asking about thinking (bertanya tentang pemikiran). • PBL melibatkan peserta didik dalam penyelidikan pilihan sendiri. Tujuan dan hasil dari model pembelajaran berbasis masalah ini adalah: 1. yang memungkinkan mereka menginterpretasikan dan menjelaskan fenomena dunia nyata dan membangun femannya tentang fenomena itu. Matematika – SMP | 230 . Pendekatan PBL mengacu pada hal-hal sebagai berikut ini. o Probbing ( menantang peserta didik untuk berpikir ). o Terlibat langsung dalam pembelajaran. Berikut ini aktivitas-aktivitas mental di luar sekolah yang dapat dikembangkan. Masalah sebagai Awal Tantangan dan Motivasi o Menarik untuk dipecahkan. Permasalahan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses. Keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah Peserta Didik sebagai Problem Solver o Peserta yang aktif.1) 2) 3) 4) 5) Permasalahan sebagai kajian. Pemodelan peranan orang dewasa. Pembelajaran berbasis masalah ini ditujukan untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. peserta didik dan masalah dalam pembelajaran berbasis masalah dapat digambarkan berikut ini. o Memonitor pembelajaran. 1) Belajar Pengarahan Sendiri (self directed learning) • • Pembelajaran berbasis masalah berpusat pada peserta didik. Peran guru. PBL mendorong kerjasama dalam menyelesaikan tugas. di bawah bimbingan guru. Permasalahan sebagai contoh. Peserta didik harus dapat menentukan sendiri apa yang harus dipelajari. o Menyediakan kebutuhan yang ada hubungannya dengan pelajaran yang dipelajari. PBL memiliki elemen-elemen magang. a. Bentuk pembelajaran berbasis masalah penting menjembatani gap antara pembelajaran sekolah formal dengan aktivitas mental yang lebih praktis yang dijumpai di luar sekolah. Permasalahan sebagai stimulus aktivitas autentik. Permasalahan sebagai penjajakan pemahaman. o Menjaga berlangsungnya proses.

peserta didik mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan. dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok. b. sehingga dengan demikian telah terjadi proses pembelajaran yang mandiri. Fakta Empirik Keberhasilan Pendekatan dalam Proses dan Hasil Pembelajaran Kelebihan Menggunakan PBL 1. d. motivasi internal untuk belajar. c. Umpan Balik : diskusi. Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika peserta didik berhadapan dengan situasi di mana konsep diterapkan. Aktifitas ini mengintegrasikan tugas otentik dan menghasilkan sikap profesional. f.a. Active-learning : menumbuhkan isu yang berujung pada pertanyaan dan keinginan peserta didik untuk menemukan jawaban yang relevan. prinsip dan ilmu pengetahuan yang sesuai. Dalam situasi PBL. Ini mendorong kearah pembelajaran berdasarkan pengalaman. Matematika – SMP | 231 . Driving Questions : PBL difokuskan pada pertanyaan atau permasalahan yang memicu peserta didik untuk berbuat menyelesaikan permasalahan dengan konsep. dan evaluasi terhadap para peserta didik menghasilkan umpan balik yang berharga. Realisme : kegiatan peserta didik difokuskan pada pekerjaan yang serupa dengan situasi yang sebenarnya. Autonomy : proyek menjadikan aktifitas peserta didik sangat penting. tetapi juga mempunyai pengaruh besar pada keterampilan yang mendasar seperti pemecahan masalah. dan self-management. i. h. B. karena memerlukan suatu strategi sasaran di mana proyek sebagai pusat. Constructive Investigations : sebagai titik pusat. kerja kelompok. Responsibility : PBL menekankan responsibility dan answerability para peserta didik ke diri dan panutannya. proyek harus disesuaikan dengan pengetahuan para peserta didik. 3. e. menumbuhkan inisiatif peserta didik didik dalam bekerja. presentasi. Kurikulum : PBL tidak seperti pada kurikulum tradisional. g. 2. Keterampilan Umum : PBL dikembangkan tidak hanya pada ketrampilan pokok dan pengetahuan saja. Dengan PBL akan terjadi pembelajaran bermakna. PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Peserta didik/mahapeserta didik yang belajar memecahkan suatu masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan.

Pada tahun ketiga. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah diperolehnya kompetensi Measuring dan diperolehnya media pembelajaran berbantuan komputer dalam mendukung pembelajaran PBL-PBK yang teruji. sedangkan dari sisi pengorganisasian materi penunjukan skornya adalah: sebesar 3. 2. Penelitian dirancang dalam tiga tahap dalam kurun waktu 3 tahun. Hasil uji kelayakan(ujicoba) kepada peserta didik menunjukkan bahwa kualitas media dilihat dari sisi materi menunjukkan skor 3. Analisis data dilakukan secara kuantitatif yaitu deskriptif. Matematika – SMP | 232 . 3. wawancara mendalam. peserta didik memperoleh pengetahuan dasar (basic sciences) yang berguna untuk memecahkan masalah bidang keteknikan yang dijumpainya. Berikut adalah beberapa hasil penelitian berkaitan dengan model PBL. kepala sekolah.25 (baik). dkk. dan ahli pendidikan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi. guru.13 (baik). yang sering disebut student-centered. format sebesar 3.38 (dalam kategori baik).63 (cukup baik). peserta didik mampu berpikir kritis. Hasil evaluasi ahli tentang kualitas media dilihat dari sisi materi menunjukkan skor 3. dan komparatif. Pada tahun pertama penelitian bertujuan untuk merancang.28 (dalam kategori baik). peserta didik. penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan menguji model pembelajaran PBL-PBK dalam lingkup luas sekaligus melihat efektivitasnya. Pengembangan Pembelajaran Model Problem Based Learning Dengan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer dalam Matadiklat Measuring Bagi Peserta didik SMK (Hibah Bersaing Perguruan Tinggi). bentuk dan ukuran huruf sebesar 2. 2010. 1. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan Research and Development Sumber data dalam penelitian ini meliputi kalangan industri permesinan. Wagiran.22 (baik) Dengan demikian media berbantuan komputer dalam matadiklat measuring layak untuk diterapkan. dari kualitas tampilan dan daya tarik menunjukkan skor 3. Penerapan model direncanakan di 5 SMK dengan metode eksperimen.Metoda ini memiliki kecocokan terhadap konsep inovasi pendidikan bidang keteknikan. dan mengembangkan inisiatif. dari kualitas tampilan menunjukkan skor 3. Pada tahun kedua. dan dokumentasi. membuat dan mengembangkan media pembelajaran berbantuan komputer berikut perangkatnya dalam mendukung model pembelajaran PBL-PBK. 2010: Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.30 (dalam kategori baik).92 (cukup baik).04 (dalam kategori baik). pengorganisasian sebesar 3. perumus kebijakan. penelitian ini memfokuskan pada tahap sosialisasi model pembelajaran PBL-PBK dalam lingkup yang lebih luas. terutama dalam hal sebagai berikut : 1. peserta didik belajar secara aktif dan mandiri dengan sajian materi terintegrasi dan relevan dengan kenyataan sebenarnya. sedangkan dari sisi pengorganisasian materi penunjukan skornya adalah: konsistensi sebesar 2.

sehingga tidak ada kemungkinan terlewatkan oleh peserta didik seperti yang dapat terjadi jika peserta didik mempelajari secara mandiri. referensi.75% di siklus II. Yang berdampak terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik. 2. sehingga peserta didik dapat mengembangkannya secara mandiri secara mendalam.Media berbantuan komputer yang disusun telah memnuhi aspek kelayakan baik dari segi teoritis maupun dari segi empiris. Dian Mala Sari. Bung Hatta University Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya partisipasi peserta didik kelas IVB pada pembelajaran IPS. 1.25% menjadi 72. Yulfia Nora. dan partisipasi peserta didik dalam presentasi meningkat dari 27. Subjek penelitian ini peserta didik kelas IVB SDN 20 Kurao Pagang. di siklus II. 2013. Instrumen penelitian yang digunakan lembar observasi partisipasi peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan partisipasi dan hasil belajar peserta didik kelas IVB dalam pembelajaran IPS melalui model PBL di SDN 20 Kurao Pagang. Partisipasi peserta didik menanggapi jawaban meningkat dari 40% di siklus I menjadi 65% di siklus II.. Sedangkan persentase ketuntasan belajar yang ditentukan 70%. atau link dan skill yang diperlukan dalam pembelajaran tersebut. petunjuk. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan secara partisipan. Konsep Dasar (Basic Concept) Jika dipandang perlu. Lebih jauh. diutamakan dalam bentuk garis besar saja. Langkah-langkah Operasional Imlementasi dalam Proses Pembelajaran Pembelajaran suatu materi pelajaran dengan menggunakan PBL sebagai basis model dilaksanakan dengan cara mengikuti lima langkah PBL dengan bobot atau kedalaman setiap langkahnya disesuaikan dengan mata pelajaran yang bersangkutan. Pebriyenni . Konsep yang diberikan tidak perlu detail.5% di siklus I menjadi 67. C. Faculty of Education. lembar observasi aktivitas guru. Matematika – SMP | 233 . Hasil belajar peserta didik siklus I meningkat dari 57.5 % di siklus I menjadi 70%. fasilitator dapat memberikan konsep dasar. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik lebih cepat masuk dalam atmosfer pembelajaran dan mendapatkan ‘peta’ yang akurat tentang arah dan tujuan pembelajaran. tes hasil belajar dan catatan lapangan.5% di siklus II. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa partisipasi dan hasil belajar peserta didik kelas IVB dapat ditingkatkan melalui model PBL dalam pembelajaran IPS di SDN 20 Kurao Pagang. hal ini diperlukan untuk memastikan peserta didik memperoleh kunci utama materi pembelajaran. Hasil penelitian diketahui bahwa partisipasi dalam menjawab pertanyaan meningkat dari 52. (b) sebagai media pendukung praktek. Tedapat tiga pola implementasi pembelajaran menggunakan media berbantuan komputer yaitu: (a) sebagai media tayamg. dan (c) sebagai media pembelajaran individual dan interaktif. Peningkatan Partisipasi dan Hasil Belajar Peserta didik Kelas IVB dalam Pembelajaran IPS Melalui Model Problem Based Learning di SDN 20 Kurao Pagang.

Pendefinisian Masalah (Defining the Problem) Dalam langkah ini fasilitator menyampaikan skenario atau permasalahan dan dalam kelompoknya. menentukan permasalahan dan melakukan pembagian tugas dalam kelompok untuk mencari referensi penyelesaian dari isu permasalahan yang didapat. melakukan seleksi alternatif untuk memilih pendapat yang lebih fokus. Selain itu. ditulis dalam permasalahan kelompok. Jika tujuan yang diinginkan oleh fasilitator belum disinggung oleh peserta didik. Di luar pertemuan dengan fasilitator. dan (2) informasi dikumpulkan dengan satu tujuan yaitu dipresentasikan di kelas dan informasi tersebut haruslah relevan dan dapat dipahami. Fasilitator memvalidasi pilihan-pilihan yang diambil peserta didik. maka pendefinisian masalah dilakukan dengan mengikuti petunjuk. Untuk memastikan setiap peserta didik mengikuti langkah ini. sehingga dimungkinkan muncul berbagai macam alternatif pendapat. jika ada bagian yang belum dapat dipecahkan dalam kelompok tersebut. Tahap investigasi memiliki dua tujuan utama. sehingga anggota kelompok lain dapat memahami relevansi terhadap permasalahan yang dihadapi. dan tanggapan terhadap skenario secara bebas. peserta didik melakukan berbagai kegiatan. ditulis sebagai isu dalam permasalahan kelompok. peserta didik bebas untuk mengadakan pertemuan dan melakukan berbagai kegiatan. atau bahkan pakar dalam bidang yang relevan. Ketiga. halaman web. Pertama. brainstorming yang dilaksanakan dengan cara semua anggota kelompok mengungkapkan pendapat. Sumber yang dimaksud dapat dalam bentuk artikel tertulis yang tersimpan di perpustakaan.2. fasilitator mengusulkannya dengan memberikan alasannya. yaitu: (1) agar peserta didik mencari informasi dan mengembangkan pemahaman yang relevan dengan permasalahan yang telah didiskusikan di kelas. Kedua. masing-masing peserta didik mencari berbagai sumber yang dapat memperjelas isu yang sedang diinvestigasi. Setiap anggota kelompok memiliki hak yang sama dalam memberikan dan menyampaikan ide dalam diskusi serta mendokumentasikan secara tertulis pendapat masing-masing dalam kertas kerja. Pada akhir langkah peserta didik diharapkan memiliki gambaran yang jelas tentang apa saja yang mereka ketahui. 3. dan pengetahuan apa saja yang diperlukan untuk menjembataninya. setiap kelompok harus mencari istilah yang kurang dikenal dalam skenario tersebut dan berusaha mendiskusikan maksud dan artinya. apa saja yang mereka tidak ketahui. Jika ada peserta didik yang mengetahui artinya. Peserta didik juga harus mengorganisasi informasi yang didiskusikan. segera menjelaskan kepada teman yang lain. ide. Matematika – SMP | 234 . Jika ada bagian yang belum dapat dipecahkan dalam kelompok tersebut. Selanjutnya. Pembelajaran Mandiri (Self Learning) Setelah mengetahui tugasnya. Dalam pertemuan tersebut peserta didik akan saling bertukar informasi yang telah dikumpulkannya dan pengetahuan yang telah mereka bangun.

yaitu keaktifan dan partisipasi dalam diskusi. D.4. Penilaian (Assessment) Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan (knowledge). Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan alat bantu pembelajaran. dan sikap (attitude). selanjutnya pada pertemuan berikutnya peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk mengklarifikasi capaiannya dan merumuskan solusi dari permasalahan kelompok. hardware. 5. Matematika – SMP | 235 . Untuk memastikan setiap peserta didik mengikuti langkah ini maka dilakukan dengan mengikuti petunjuk. Tiap kelompok menentukan ketua diskusi dan tiap peserta didik menyampaikan hasil pembelajaran mandiri dengan cara mengintegrasikan hasil pembelajaran mandiri untuk mendapatkan kesimpulan kelompok. kemampuan dasar dan materi pembelajaran. Memanfaatkan lingkungan peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. antara lain di sekolah. Contoh Penerapan Sebelum memulai proses belajar-mengajar di dalam kelas. Kemudian peserta didik diminta mencatat masalah-masalah yang muncul. PR. kecakapan (skill). keluarga dan masyarakat. Pengalaman belajar merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka mencapai penguasaan standar kompetensi. Langkah selanjutnya presentasi hasil dalam pleno (kelas besar) dengan mengakomodasi masukan dari pleno. Tugas guru adalah mengarahkan peserta didik untuk bertanya. baik software. Setelah itu tugas guru adalah meransang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS). peserta didik terlebih dahulu diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. menentukan kesimpulan akhir. Pertukaran Pengetahuan (Exchange knowledge) Setelah mendapatkan sumber untuk keperluan pendalaman materi dalam langkah pembelajaran mandiri. Bobot penilaian untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. ujian tengah semester (UTS). kemampuan bekerjasama dalam tim. maupun kemampuan perancangan dan pengujian. Guru memberikan penugasan yang dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung tentang apa yang sedang dipelajari. dan laporan. Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar diluar kelas. dan mendengarkan pendapat yang berbeda dari mereka. dan dokumentasi akhir. membuktikan asumsi. dan kehadiran dalam pembelajaran. kuis. Pertukaran pengetahuan ini dapat dilakukan dengan cara peserrta didik berkumpul sesuai kelompok dan fasilitatornya. Sedangkan penilaian terhadap sikap dititikberatkan pada penguasaan soft skill. dokumen.

sebuah masalah yang rumit atau kompleks mempunyai banyak penyelesaian dan seringkali bertentangan. PERILAKU GURU • Menjelaskan tujuan pembelajaran. Fase 1: Mengorientasikan Peserta Didik pada Masalah Pembelajaran dimulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan. tetapi lebih kepada belajar bagaimana menyelidiki masalah-masalah penting dan bagaimana menjadi peserta didik yang mandiri. peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi. Permasalahan dan pertanyaan yang diselidiki tidak mempunyai jawaban mutlak “benar“. 4. Mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Fase 3 Membimbing penyelidikan individu dan kelompok. Selama tahap penyelidikan (dalam pengajaran ini). Hal ini sangat penting untuk memberikan motivasi agar peserta didik dapat mengerti dalam pembelajaran yang akan dilakukan. Ada empat hal yang perlu dilakukan dalam proses ini. tahapan ini sangat penting dimana guru harus menjelaskan dengan rinci apa yang harus dilakukan oleh peserta didik dan juga oleh guru. Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari /meminta kelompok presentasi hasil kerja. Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.Tabel 1: Tahapan-Tahapan Model PBL FASE-FASE Fase 1 Orientasi peserta didik kepada masalah. menjelaskan logistik yg dibutuhkan. Guru akan bertindak sebagai pembimbing yang siap membantu. Tidak ada ide yang akan ditertawakan oleh guru Matematika – SMP | 236 . namun peserta didik harus berusaha untuk bekerja mandiri atau dengan temannya. Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan. model dan berbagi tugas dengan teman. Selama tahap analisis dan penjelasan. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Fase 2 Mengorganisasikan peserta didik. Membantu peserta didik mendefinisikan danmengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. 1. 2. • Memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang dipilih. Dalam penggunaan PBL. serta dijelaskan bagaimana guru akan mengevaluasi proses pembelajaran. yaitu sebagai berikut. peserta didik akan didorong untuk menyatakan ideidenya secara terbuka dan penuh kebebasan. Tujuan utama pengajaran tidak untuk mempelajari sejumlah besar informasi baru. 3.

tugas-tugas penyelidikan. penjelesan. dan sebagainya. Setelah peserta didik mengumpulkan cukup data dan memberikan permasalahan tentang fenomena yang mereka selidiki. komunikasi yang efektif. Guru sangat penting memonitor dan mengevaluasi kerja masing-masing kelompok untuk menjaga kinerja dan dinamika kelompok selama pembelajaran. Fase 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar Di samping mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. dan jadwal. Selama pengajaran pada fase ini. guru harus mendorong peserta didik untuk mengumpulkan data dan melaksanakan eksperimen (mental maupun aktual) sampai mereka betul-betul memahami dimensi situasi permasalahan. adanya tutor sebaya. Semua peserta didik diberi peluang untuk menyumbang kepada penyelidikan dan menyampaikan ide-ide mereka.atau teman sekelas. Guru juga harus mengajukan pertanyaan yang membuat peserta didik berpikir tentang kelayakan hipotesis dan solusi yang mereka buat serta tentang kualitas informasi yang dikumpulkan. namun pada umumnya tentu melibatkan karakter yang identik. Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Artifak (Hasil Karya) dan Mempamerkannya Matematika – SMP | 237 . Fase 3: Membantu Penyelidikan Mandiri dan Kelompok Penyelidikan adalah inti dari PBL. dan memberikan pemecahan. Tantangan utama bagi guru pada tahap ini adalah mengupayakan agar semua peserta didik aktif terlibat dalam sejumlah kegiatan penyelidikan dan hasil-hasil penyelidikan ini dapat menghasilkan penyelesaian terhadap permasalahan tersebut. Pada tahap ini. selanjutnya mereka mulai menawarkan penjelasan dalam bentuk hipotesis. Meskipun setiap situasi permasalahan memerlukan teknik penyelidikan yang berbeda. Tujuannya adalah agar peserta didik mengumpulkan cukup informasi untuk menciptakan dan membangun ide mereka sendiri. Pemecahan suatu masalah sangat membutuhkan kerjasama dan sharing antar anggota. yakni pengumpulan data dan eksperimen. Oleh sebab itu. Prinsip-prinsip pengelompokan peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dapat digunakan dalam konteks ini seperti: kelompok harus heterogen. guru mendorong peserta didik untuk menyampikan semua ide-idenya dan menerima secara penuh ide tersebut. Pengumpulan data dan eksperimentasi merupakan aspek yang sangat penting. dan pemecahan. Setelah peserta didik diorientasikan pada suatu masalah dan telah membentuk kelompok belajar selanjutnya guru dan peserta didik menetapkan subtopik-subtopik yang spesifik. guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan membentuk kelompok-kelompok peserta didik dimana masing-masing kelompok akan memilih dan memecahkan masalah yang berbeda. pembelajaran PBL juga mendorong peserta didik belajar berkolaborasi. berhipotesis dan penjelasan. Guru membantu peserta didik untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber. pentingnya interaksi antar anggota. dan ia seharusnya mengajukan pertanyaan pada peserta didik untuk berifikir tentang masalah dan ragam informasi yang dibutuhkan untuk sampai pada pemecahan masalah yang dapat dipertahankan.

1. peserta didik diminta untuk unjuk kerja atau mendemonstrasikan kemampuan melakukan tugas-tugas tertentu. yaitu keaktifan dan partisipasi dalam diskusi. Fase ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik menganalisis dan mengevaluasi proses mereka sendiri dan keterampilan penyelidikan dan intelektual yang mereka gunakan. Penilaian pembelajaran dengan PBL dilakukan dengan authentic assesment. kuis. PR. Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS). Self-assessment. seperti menulis karangan. dokumen. 2. Pada penilaian kinerja ini. Penilaian kinerja peserta didik. Akan lebih baik jika dalam pemeran ini melibatkan peserta didik-peserta didik lainnya. Penilaian dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self-assessment) dan peer-assessment. kemampuan bekerjasama dalam tim. dan sikap (attitude). Bobot penilaian untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. ujian tengah semester (UTS). Peer-assessment. baik software. program komputer. Penilaian di mana pebelajar berdiskusi untuk memberikan penilaian terhadap upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang telah dilakukannya sendiri maupun oleh teman dalam kelompoknya. kecakapan (skill). namun bisa suatu video tape (menunjukkan situasi masalah dan pemecahan yang diusulkan). dan sajian multimedia. Sistem Penilaian Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan (knowledge). E. Penilaian yang relevan dalam PBL antara lain berikut ini. Penilaian dapat dilakukan dengan portfolio yang merupakan kumpulan yang sistematis pekerjaan-pekerjaan peserta didik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalam kurun waktu tertentu dalam kerangka pencapaian tujuan pembelajaran. melakukan suatu Matematika – SMP | 238 . Sedangkan penilaian terhadap sikap dititikberatkan pada penguasaan soft skill. orang tua. Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan alat bantu pembelajaran. model (perwujudan secara fisik dari situasi masalah dan pemecahannya). guru-guru.Tahap penyelidikan diikuti dengan menciptakan artifak (hasil karya) dan pameran. hardware. maupun kemampuan perancangan dan pengujian. Langkah selanjutnya adalah mempamerkan hasil karyanya dan guru berperan sebagai organisator pameran. dan laporan. Penilaian yang dilakukan oleh pebelajar itu sendiri terhadap usaha-usahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai (standard) oleh pebelajar itu sendiri dalam belajar. 1. dan kehadiran dalam pembelajaran. Selama fase ini guru meminta peserta didik untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajarnya. Artifak lebih dari sekedar laporan tertulis. Fase 5: Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah Fase ini merupakan tahap akhir dalam PBL. dan lainnya yang dapat menjadi “penilai” atau memberikan umpan balik. Tentunya kecanggihan artifak sangat dipengaruhi tingkat berpikir peserta didik.

Self assessment adalah penilaian yang dilakukan oleh peserta didik itu sendiri terhadap usahausahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai oleh peserta didik itu sendiri dalam belajar. 3. Penilaian Usaha Kelompok Menilai usaha kelompok seperti yang dlakukan pada pembelajaran kooperatif dapat dilakukan pada PBL. Penilaian Potensi Belajar Penilaian yang diarahkan untuk mengukur potensi belajar peserta didik yaitu mengukur kemampuan yang dapat ditingkatkan dengan bantuan guru atau teman-temannya yang lebih maju. penilaian ini antara lain: 1). piagam penghargaan. Sebagian masalah dalam kehidupan nyata bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan zaman dan konteks atau lingkungannya. misalnya membandingkan peserta didik dengan temannya. atau melukis suatu gambar. melihat bagaimana peserta didik menunjukkan pengetahuan dan keterampilannya. Matematika – SMP | 239 . assesment autentik dan 3). 2. Peer assessment adalah penilian dimana peserta didik berdiskusi untuk memberikan penilaian upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang diselesaikan sendiri maupun teman dalam kelompoknya. Penilain dengan portofolio dapat dipakai untuk penilaian pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif. 4. menginterpretasikan jawaban pada suatu masalah. maka di samping pengembangan kurikulum juga perlu dikembangkan model pembelajaran yang sesuai tujuan kurikulum yang memungkinkan peserta didik dapat secara aktif mengembangkan kerangka berpikir dalam memecahkan masalah serta kemampuannya untuk bagaimana belajar (learning how to learn). memainkan suatu lagu. portofolio. 2). pekerjaan hasil tes. Penilaian dan evaluasi yang sesuai dengan model pembelajaran berbasis masalah adalah menilai pekerjaan yang dihasilkan oleh peserta didik sebagai hasil pekerjaan mereka dan mendiskusikan hasil pekerjaan secara bersamasama. Penilaian usaha kelompok mengurangi kompetisi merugikan yang sering terjadi. Penilaian portofolio peserta didik. Penilaian proses dapat digunakan untuk menilai pekerjaan peserta didik tersebut. atau bentuk informasi lain yang terkait kompetensi tertentu dalam suatu mata pelajaran. Informasi perkembangan peserta didik dapat berupa hasil karya terbaik peserta didik selama proses belajar. Dari informasi perkembangan itu peserta didik dan guru dapat menilai kemajuan belajar yang dicapai dan peserta didik terus berusaha memperbaiki diri.eksperimen.assesment kerja. PBL yang memberi tugas-tugas pemecahan masalah memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan dan mengenali potensi kesiapan belajarnya. Penilaian kinerja memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dapat mereka lakukan dalam situasi yang sebenarnya. Penilaian proses bertujuan agar guru dapat melihat bagaimana peserta didik merencanakan pemecahan masalah. Penilaian portofolio adalah penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam suatu periode tertentu. Penilaian kolaboratif dalam PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self assesment) dan peer assesment.

Sebagian dari evaluasi memfokuskan pada pemecahan masalah oleh peserta didik maupun dengan cara melakukan proses belajar kolaborasi (bekerja bersama pihak lain).Dengan kemampuan atau kecakapan tersebut diharapkan peserta didik akan mudah beradaptasi. Dasar pemikiran pengembangan strategi pembelajaran tersebut sesuai dengan pandangan kontruktivis yang menekankan kebutuhan peserta didik untuk menyelidiki lingkungannya dan membangun pengetahuan secara pribadi pengetahuan bermakna. misalnya secara lisan atau verbal. bagaimana mereka menerapkan tahapan PBM untuk bekerja melalui masalah 3. Matematika – SMP | 240 . bagaimana peserta didik dan evaluator menilai produk (hasil akhir) proses 2. atau sebagai suatu bentuk penyajian formal lainnya. Tahap evaluasi pada PBM terdiri atas tiga hal : 1. laporan tertulis. bagaimana peserta didik akan menyampaikan pengetahuan hasil pemecahan akan masalah atau sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka belajar menyampaikan hasil-hasil penilaian atau respon-respon mereka dalam berbagai bentuk yang beragam.

udel. D. Dr. Bandung: Alfabeta Das Salirawati.uga. Glazer. H. Betsy. Model Pembelajaran Sains.htm. (2002). Depok: UI Siburian. (2005). Orey (Ed. Pengajaran Berdasarkan Masalah.S.A. (2004).Daftar Pustaka Albanese. (2007).H dan Palmer. Assessing the Effectiveness of Problem-Based Learning in Higher Education: Lessons from the Literature. In M. & Silberman. Belajar Mandiri.. and technology [Online]. R. & Mitchell.). Kualitatif dan R&D. USA: Allyn & Bacon Mudjiman. Journal of Academic Medicine Barrows. Jambi: Gaung Persada Press Matematika – SMP | 241 .. (1995). M dan Nur. Evan. Surabaya: University Press Karim. Tersedia : http://www. teaching. Bandung : Lembaga Penelitian IKIP Bandung Yamin. Tersedia: http://www. S. Claire. Panduan Pelaksanaan Collaborative Learning & Problem Based Learning. Barbara. 2009. Tersedia : http://www. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press) Nurhadi. [17 Juni 2005].edu/pbl/cte/spr96-phys. (1980). Bandung: Diponegoro. Haris. 2006.coe. (2008). Prof.edu/epltt/ProblemBasedInstruct. Makalah Duch.com/AE Qweb/mop4spr01. Problems: A Key Factor in PBL. (1996).html. Paradigma Baru Pembelajaran. 2011. Bandung: Tidak diterbitkan Major. & Tamblyn. Jakarta: Grasindo Proyek DUeLike Universitas Indonesia. Problem Based Instruction. et al. 2010.rapidintellect. Problem Based Learning: a Review of The Literature on Outcomes and Implementation Issues. Kurikulum 2004: Pertanyaan dan Jawaban. New York: Springer Publishing Dahlan. Ibrahim. (1993). (2001). [Online]. J. M. Martinis. S. Active Learning: 101 Strategies to Teach any Subject. Emerging perspectives on learning. [Online].D. M. (1990). Penerapan Problem Based Learning Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Peserta Didik Dalam Memecahkan Masalah.. Model-Model Mengajar .htm [14 Juli 2010] Melvin L. Proposal Hibah Kompetitif UPI 2007. Problem Based Learning: an Approach to Medical Education. 2001.M. Model Pembelajaran Pemecahan Masalah. (1982). Jambi: Universitas Jambi Sudjana. Jodion. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Penguasaan konsep Fisika serta Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dan Kecakapan Ilmiah. [21 Juli 2010].

terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Mengubah pembelajaran yang teacher oriented ke student oriented. Sebagaimana pendapat Bruner. klasifikasi. Definisi/ Konsep 1. Discovery Learning mempunyai prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan Problem Solving. Sund dalam Malik. Proses tersebut disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilatig conceps and principles in the mind (Robert B. pada Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. penentuan dan inferi. 2005:43). but rather is required to organize it him self” (Lefancois dalam Emetembun. ingin merubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif. Discovery terjadi bila individu terlibat. Matematika – SMP | 242 . dan hubungan. di mana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir (Dalyono. 1996:41). 2001:219). Mengubah modus Ekspositori siswa hanya menerima informasi secara keseluruhan dari guru ke modus Discovery siswa menemukan informasi sendiri.HO-2. Penggunaan metode Discovery Learning. bahwa: “Discovery Learning can be defined as the learning that takes place when the student is not presented with subject matter in the final form. Dengan mengaplikasikan metode Discovery Learning secara berulang-ulang dapat meningkatkan kemampuan penemuan diri individu yang bersangkutan. Bruner memakai metode yang disebutnya Discovery Learning. melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih. Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga istilah ini. tetapi siswa dituntut untuk mengorganisasi sendiri cara belajarnya dalam menemukan konsep. Perbedaannya dengan discovery ialah bahwa pada discovery masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru. prediksi. pengukuran. Dasar ide Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan aktif dalam belajar di kelas. sehingga siswa harus mengerahkan seluruh pikiran dan keterampilannya untuk mendapatkan temuan-temuan di dalam masalah itu melalui proses penelitian. arti. Problem Solving lebih memberi tekanan pada kemampuan menyelesaikan masalah. sedangkan pada inkuiri masalahnya bukan hasil rekayasa. Akan tetapi prinsip belajar yang nampak jelas dalam Discovery Learning adalah materi atau bahan pelajaran yang akan disampaikan tidak disampaikan dalam bentuk final akan tetapi siswa sebagai peserta didik didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorgansasi atau membentuk (konstruktif) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam suatu bentuk akhir.2-3 MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) A. Sebagai strategi belajar. Definisi Discovery Learning adalah proses belajar yang di dalamnya tidak disajikan suatu konsep dalam bentuk jadi (final). 1986:103). Discovery dilakukan melalui observasi. Metode Discovery Learning adalah memahami konsep.

pegangan. dan sebagainya. logika. seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upaya untuk memahami lingkungan sekitarnya. Untuk memfasilitasi proses belajar yang baik dan kreatif harus berdasarkan pada manipulasi bahan pelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Tahap symbolic. Bruner mementingkan partisipasi aktif dari tiap siswa. Secara sederhana teori perkembangan dalam fase enactive. dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik. matematika. 2) Contoh-contoh baik yang positif maupun yang negatif. seseorang memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal. bahwa Discovery adalah pembentukan kategori-kategori. dan mengenal dengan baik adanya perbedaan kemampuan. 3) Karakteristik. artinya. Tahap iconic. 2005:43). 5) Kaidah (Budiningsih. Manipulasi bahan pelajaran bertujuan untuk memfasilitasi kemampuan siswa dalam berpikir (merepresentasikan apa yang dipahami) sesuai dengan tingkat perkembangannya. Bruner menjelaskan bahwa pembentukan konsep merupakan dua kegiatan mengkategori yang berbeda yang menuntut proses berpikir yang berbeda pula. Seluruh kegiatan mengkategori meliputi mengidentifikasi dan menempatkan contoh-contoh (obyek-obyek atau peristiwa-peristiwa) ke dalam kelas dengan menggunakan dasar kriteria tertentu. dan siswa dikatakan memahami suatu konsep apabila mengetahui semua unsur dari konsep itu. Bruner memandang bahwa suatu konsep atau kategorisasi memiliki lima unsur. 4) Rentangan karakteristik. seseorang telah mampu memiliki ide-ide atau gagasan-gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Sebagaimana teori Bruner tentang kategorisasi yang nampak dalam Discovery. iconic dan symbolic adalah anak menjelaskan sesuatu melalui perbuatan (ia bergeser ke depan atau kebelakang di papan mainan untuk menyesuaikan beratnya dengan berat temannya bermain) ini fase enactive. semakin dominan sistem simbolnya. Komunikasinya dilakukan dengan menggunakan banyak simbol. dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui bentuk perumpamaan (tampil) dan perbandingan (komparasi). atau lebih sering disebut sistem-sistem coding. Lingkungan seperti ini bertujuan agar siswa dalam proses belajar dapat berjalan dengan baik dan lebih kreatif. yaitu lingkungan dimana siswa dapat melakukan eksplorasi. Di dalam proses belajar. sentuhan. Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh bagaimana cara lingkungan. baik yang pokok maupun tidak. misalnya melalui gigitan. yaitu: enactive. Kemudian pada fase iconic ia menjelaskan keseimbangan Matematika – SMP | 243 . penemuanpenemuan baru yang belum dikenal atau pengertian yang mirip dengan yang sudah diketahui. Konsep Dalam Konsep Belajar. Pembentukan kategori-kategori dan sistem-sistem coding dirumuskan demikian dalam arti relasirelasi (similaritas & difference) yang terjadi diantara obyek-obyek dan kejadian-kejadian (events). yang dapat memungkinkan terjadinya generalisasi. iconic. Maksudnya. sesungguhnya metode Discovery Learning merupakan pembentukan kategori-kategori atau konsep-konsep.2. dan sebagainya. Tahap enaktive. Semakin matang seseorang dalam proses berpikirnya. dan symbolic. Untuk menunjang proses belajar perlu lingkungan memfasilitasi rasa ingin tahu siswa pada tahap eksplorasi. Lingkungan ini dinamakan Discovery Learning Environment. Dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui simbol-simbol bahasa. meliputi: 1) Nama.

penerapan pendekatan Discovery Learning dalam pembelajaran memiliki kelebhihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan. Menimbulkan rasa senang pada siswa. Hal ini tak berarti bahwa guru menghentikan untuk memberikan suatu bimbingan setelah problema disajikan kepada pelajar. Hal yang menarik dalam pendapat Bruner yang menyebutkan: hendaknya guru harus memberikan kesempatan muridnya untuk menjadi seorang problem solver. atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya (Budiningsih. Fakta Empirik Keberhasilan Pendekatan dalam Proses dan Hasil Pembelajaran Berdasarkan fakta dan hasil pengamatan. karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil. Tetapi bimbingan yang diberikan tidak hanya dikurangi direktifnya melainkan pelajar diberi responsibilitas yang lebih besar untuk belajar sendiri. Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif. menerapkan. bimbingan guru hendaklah lebih berkurang dari pada metode-metode mengajar lainnya. Dengan demikian seorang guru dalam aplikasi metode Discovery Learning harus dapat menempatkan siswa pada kesempatan-kesempatan dalam belajar yang lebih mandiri. aturan. 85:2001). historian. seorang scientis. Dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif. b. 2005:145).pada gambar atau bagan dan akhirnya ia menggunakan bahasa untuk menjelaskan prinsip keseimbangan ini fase symbolic (Syaodih. dan memungkinkan mereka untuk mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang dimengerti mereka. Hal tersebut memungkinkan murid-murid menemukan arti bagi diri mereka sendiri. Metode ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kecepatannya sendiri. historin. mengkategorikan. Karakteristik yang paling jelas mengenai Discovery sebagai metode mengajar ialah bahwa sesudah tingkat-tingkat inisial (pemulaan) mengajar. 1. Bruner mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep. Kelebihan Penerapan Discovery Learning a. menganalisis. seseorang tergantung bagaimana cara belajarnya. ingatan dan transfer. 2005:41). Usaha penemuan merupakan kunci dalam proses ini. Melalui kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. mengintegrasikan. membandingkan. c. Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented. teori. sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan (Sardiman. Pada akhirnya yang menjadi tujuan dalam metode Discovery Learning menurut Bruner adalah hendaklah guru memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver. d. Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian. Dalam metode Discovery Learning bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir. B. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. atau ahli matematika. seorang scientist. Matematika – SMP | 244 . atau ahli matematika. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan.

tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa. Pengajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman. p. k. 2. Langkah Persiapan Metode Discovery Learning a. Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi). Kelemahan Penerapan Discovery Learning a. d. Berpusat pada siswa dan guru berperan sama-sama aktif mengeluarkan gagasan-gagasan. n. Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak. Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keragu-raguan) karena mengarah pada kebenaran yang final dan tertentu atau pasti. f. Mendorong siswa berpikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri. l. m. h. Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri. g. c. dari yang konkret ke abstrak. Harapan-harapan yang terkandung dalam metode ini dapat buyar berhadapan dengan siswa dan guru yang telah terbiasa dengan cara-cara belajar yang lama. Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang. r. Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh. keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian. karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa Matematika – SMP | 245 . C. b. Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar. Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada situasi proses belajar yang baru. f. Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks. e. sedangkan mengembangkan aspek konsep. Langkah-langkah Operasional Implementasi dalam Proses Pembelajaran Berikut ini langkah-langkah dalam mengaplikasikan model discovery learning di kelas. c. Kemungkina n siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar. Menentukan tujuan pembelajaran. Tidak menyediakan kesempatan-kesempatan untuk berpikir yang akan ditemukan oleh siswa karena telah dipilih terlebih dahulu oleh guru. Pada beberapa disiplin ilmu. karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu. dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi. atau dari tahap enaktif. yang tertulis atau lisan. Bagi siswa yang kurang pandai. Proses belajar meliputi sesama aspeknya siswa menuju pada pembentukan manusia seutuhnya. g. q. i. misalnya IPA kurang fasilitas untuk mengukur gagasan yang dikemukakan oleh para siswa f. Siswa akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik. Metode ini dapat membantu siswa memperkuat konsep dirinya. ilustrasi. Bahkan gurupun dapat bertindak sebagai siswa. Memberikan keputusan yang bersifat intrinsic. Memilih materi pelajaran. Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa. 1. minat. Mendorong siswa berpikir dan bekerja atas inisiatif sendiri. Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal. b. sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi. dan sebagainya). e. d. j. o.e. akan mengalami kesulitan abstrak atau berpikir atau mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep. ikonik sampai ke simbolik. gaya belajar.

b. Prosedur Aplikasi Metode Discovery Learning Menurut Syah (2004:244) dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning di kelas. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan. Matematika – SMP | 246 . Stimulation (Stimulasi/Pemberian Rangsangan) Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya. sedangkan menurut permasalahan yang dipilih itu selanjutnya harus dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. Memberikan kesempatan siswa untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasasalahan yang mereka hadapi. dan sebagainya. Konsekuensi dari tahap ini adalah siswa belajar secara aktif untuk menemukan sesuatu yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi. kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi. anjuran membaca buku. bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu (Djamarah. kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah) (Syah 2004:244). wawancara dengan nara sumber. ditabulasi. Dengan demikian anak didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan. Data Processing (Pengolahan Data) Menurut Syah (2004:244) pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara. semuanya diolah. membaca literatur. mengamati objek. ada beberapa prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum sebagai berikut: a. wawancara. observasi. dan sebagainya. yakni pernyataan (statement) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan. Dengan demikian seorang Guru harus menguasai teknik-teknik dalam memberi stimulus kepada siswa agar tujuan mengaktifkan siswa untuk mengeksplorasi dapat tercapai. observasi. Problem Statement (Pernyataan/ Identifikasi Masalah) Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya adalah guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran. dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. atau hipotesis. diklasifikasikan. Disamping itu guru dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan. Semua informai hasil bacaan. dengan demikian secara tidak disengaja siswa menghubungkan masalah dengan pengetahuan yang telah dimiliki. diacak. lalu ditafsirkan. Data Collection (Pengumpulan Data) Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis (Syah. merupakan teknik yang berguna dalam membangun siswa agar mereka terbiasa untuk menemukan suatu masalah. agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis. melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. 2004:244). 2002:22). Data processing disebut juga dengan pengkodean coding/ kategorisasi yang berfungsi sebagai pembentukan konsep dan generalisasi. Dari generalisasi tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan baru tentang alternatif jawaban/ penyelesaian yang perlu mendapat pembuktian secara logis. d. Dalam hal ini Bruner memberikan stimulation dengan menggunakan teknik bertanya yaitu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menghadapkan siswa pada kondisi internal yang mendorong eksplorasi.2. c.

yaitu berikut ini. Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran. ya-tidak) 3) menjodohkan b. bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep. Verification (Pembuktian) Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif.e. serta pentingnya proses pengaturan dan generalisasi dari pengalamanpengalaman itu. Sistem Penilaian Dalam Model Pembelajaran Discovery Learning. Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. apakah terjawab atau tidak. f. 1) pilihan ganda 2) dua pilihan (benar-salah. D. teori. a. atau penilaian hasil kerja siswa. Matematika – SMP | 247 . dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah. Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi) Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama. maka pelaksanaan penilaian dapat menggunakan contoh-contoh format penilaian seperti tersebut di bawah ini. 2004:244). maka dalam model pembelajaran discovery learning dapat menggunakan tes tertulis. Jika bentuk penilaiannya menggunakan penilaian proses. atau penilaian hasil kerja siswa. mewarnai. 1. 2004:244). apakah terbukti atau tidak. dihubungkan dengan hasil data processing (Syah. sedangkan penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif. Soal dengan mensuplai-jawaban. dengan memperhatikan hasil verifikasi (Syah. Pilihan ganda mempunyai kelemahan. Setelah menarik kesimpulan siswa harus memperhatikan proses generalisasi yang menekankan pentingnya penguasaan pelajaran atas makna dan kaidah atau prinsip-prinsip yang luas yang mendasari pengalaman seseorang. aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya. pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek. sikap. Ada dua bentuk soal tes tertulis. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda. yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya memilih jawaban yang benar dan jika peserta didik tidak mengetahui jawaban yang benar. proses. Penilaian Tertulis Penilaian tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun nontes. Jika bentuk penialainnya berupa penilaian kognitif. maka peserta didik akan menerka. yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). 1) isian atau melengkapi 2) jawaban singkat 3) soal uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis. sikap. Verification menurut Bruner. Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi. atau informasi yang ada. tes memilih jawaban benar-salah. isian singkat. menggambar dan lain sebagainya. Soal dengan memilih jawaban.

harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. dan menyimpulkan. dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. b. Matematika – SMP | 248 . berpikir logis. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya.Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. berkaitan dengan kompetensi kognitif. Keuntungan penggunaan teknik ini dalam penilaian di kelas sebagai berikut: a. peserta didik dapat diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya sebagai hasil belajar berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Teknik penilaian diri dapat digunakan dalam berbagai aspek penilaian. dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur. misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/ kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda. Dalam proses pembelajaran di kelas. dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. bahasa. c. peserta didik diminta untuk melakukan penilaian berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. materi. yang berkaitan dengan kompetensi kognitif. berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. misalnya kesesuian soal dengan indikator pada kurikulum. dapat mendorong. status. misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri. peserta didik dapat diminta untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaannya terhadap suatu obyek sikap tertentu. Berkaitan dengan kompetensi psikomotorik. b. misalnya: peserta didik dapat diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir sebagai hasil belajar dalam mata pelajaran tertentu. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kemampuan. Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut: a. Penilaian Diri Penilaian diri (self assessment) adalah suatu teknik penilaian. Selanjutnya. Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. 2. Alat penilaian ini kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas karena tidak menggambarkan kemampuan peserta didik yang sesungguhnya. afektif dan psikomotor. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut peserta didik untuk mengingat. memahami. misalnya. konstruksi. subyek yang ingin dinilai diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan. karena mereka dituntut untuk jujur dan obyektif dalam melakukan penilaian. Berkaitan dengan kompetensi afektif. membiasakan. c. karena ketika mereka melakukan penilaian. misalnya mengemukakan pendapat.

B: Pengelompokan yang dilakukan siswa baik. Matematika – SMP | 249 .. 2. uraian yang dijabarkan rinci dan diperoleh dengan menggunakan seluruh indra disertai dengan gambar-gambar atau diagram. 3. Kelas: ……………… Aspek yang Dinilai 1 Tingkat Kemampuan 2 3 4 Jumlah Kriteria Penskoran 1. Penilaian Sikap Contoh Format Penilaian Sikap Mata Pelajaran : _________ Kelompok : _________ Semester : _________ Kelas : _________ Skor No 1 2 3 4 5 . Baik Sekali Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Kriteria Penilaian 10 – 12 A 7– 9 B 4–6 C ≤ 3 D A: Pengelompokan yang dilakukan siswa sangat baik. 2. uraian yang dijabarkan kurang rinci dan diperoleh dengan menggunakan sebagian besar indra dengan gambar-gambar atau diagram. Format Penilaian Kinerja Contoh Format Penilaian Kinerja Tanggal: ……………… Nama Siswa: ……………… NO 1. Nama Siswa Komitmen Tugas Kerja Sama Ketelitian Minat Jumlah Skor Nilai d. .. 4.c. 3.

C: Pengelompokan yang dilakukan siswa cukup baik. Penilaian Hasil Kerja Siswa Nama Siswa: ……………… Input Proses Tanggal: ……………… Out Put/Hasil Kelas: ……………… Nilai Matematika – SMP | 250 . 5. uraian yang dijabarkan tidak rinci dan diperoleh dengan menggunakan sebagian kecil indra dengan gambar-gambar atau diagram. uraian yang dijabarkan kurang sesuai dan diperoleh dengan menggunakan sebagian besar indra dengan gambargambar atau diagram. D: Pengelompokan yang dilakukan siswa kurang baik.

2009 Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Riau ISSN 1978502X.com/2011/05/aplikasi-metode-discovery-learning. Rizqi. 2008. Motivasi Belajar dan Daya Ingat Siswa. Jakarta: Penerbit Erlangga. Syah. Teori-Teori Belajar. B. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. http://prismabekasi. http://ebookbrowse. Syamsudini .. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru.. 2012. 2000. Pekanbaru: Lemlit UNRI http://darussholahjember.com/2012/10/definisi-belajar-menurut-para-ahli.html (diunduh 23 Mei 2013) Jurnal Geliga Sains 3 (2). Matematika – SMP | 251 .Daftar Pustaka Dahar. 8-13. 1991. M. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guide-Discovery Learning) yang Mengintegrasikan Kegiatan Laboratorium untuk Fisika SLTP Bahan Kajian Pengukuran.com/pengertian-model-pembelajaran-discovery-learning-menurut-para-ahli-pdfd368189396 (diunduh 23 Mei 2013). Penerapan Metode Penemuan Terbimbing pada Mata Pelajaran Sains untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 016 Pekanbaru Kota (Laporan Penelitian). RW.blogspot. Tesis.html (diunduh 23 Mei 2013).blogspot. Aplikasi Metode Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah... dkk. 1996. UNESA (tidak dipublikasikan). Holiwarni.

3: Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Pembelajaran Langkah Kegiatan Inti Kegiatan Interaktif Diskusi Kelompok Paparan Materi 15 Menit 50 Menit 20 Menit Kegiatan interaktif untuk menyamakan persepsi tentang jenis dan bentuk penilaian autentik.3 Paparan materi Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran dengan menggunakan bahan tayang PPT-2. Diskusi materi Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar.2.3/3.Sub Materi Pelatihan 2. Matematika – SMP | 252 . Paparan materi Konsep Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar dengan menggunakan bahan tayang PPT-2.

Matematika – SMP | 253

Matematika – SMP | 254

Matematika – SMP | 255

Matematika – SMP | 256

Matematika – SMP | 257

Matematika – SMP | 258

PENILAIAN AUTENTIK
A. Definsi dan Makna Penilaian Autentik

HO – 2.3-1

Penilaian autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah penilaian merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran, pengujian, atau evaluasi. Istilah autentik merupakan sinonim dari asli, nyata, valid, atau reliabel. Dalam kehidupan akademik keseharian, frasa penilaian autentik dan penilaian autentik sering dipertukarkan. Akan tetapi, frasa pengukuran atau pengujian autentik, tidak lazim digunakan. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah. Untuk mendapatkan pemahaman cukup komprehentif mengenai arti penilaian autentik, berikut ini dikemukakan beberapa definisi. Dalam American Librabry Association penilaian autentik didefinisikan sebagai proses evaluasi untuk mengukur kinerja, prestasi, motivasi, dan sikap-sikap peserta didik pada aktifitas yang relevan dalam pembelajaran. Dalam Newton Public School, penilaian autentik diartikan sebagai penilaian atas produk dan kinerja yang berhubungan dengan pengalaman kehidupan nyata peserta didik. Wiggins mendefinisikan penilaian autentik sebagai upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktifitas-aktifitas pembelajaran, seperti meneliti, menulis, merevisi dan membahas artikel, memberikan analisa oral terhadap peristiwa, berkolaborasi dengan antarsesama melalui debat, dan sebagainya.

B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Karena, penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang lebih autentik. Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembejajaran, khususnya jenjang sekolah dasar atau untuk mata pelajaran yang sesuai. Kata lain dari penilaian autentik adalah penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek. Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian

Matematika – SMP | 259

memilih kegiatan yang strategis. Dalam beberapa kasus. benar–salah. Asumsinya. dan pengalaman yang diperoleh dari luar sekolah. kegiatan siswa belajar. portofolio. dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil pembelajaran. kajian keilmuan. Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru mengajar. Menurut Ormiston belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang diperlukan dalam kenyataannya di luar sekolah. peserta didik bahkan berkontribusi untuk mendefinisikan harapan atas tugas-tugas yang harus mereka lakukan. bagaimana mereka menerapkan pengetahuannya. atau guru bekerja sama dengan peserta didik. Atas dasar itu. kemampuan mengaplikasikan atau menunjukkan perolehan pengetahuan tertentu. seringkali pelibatan siswa sangat penting.autentik dapat juga diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya. dan sebagainya. Penilaian Autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian. motivasi dan keterlibatan peserta didik. dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan perolehan belajar. Tentu saja. peserta didik dapat melakukan aktivitas belajar lebih baik ketika mereka tahu bagaimana akan dinilai. Contoh penilaian autentik antara lain keterampilan kerja. guru secara tim. Penilaian autentik dapat dibuat oleh guru sendiri. atau membuat jawaban singkat. serta memamerkan dan menampilkan sesuatu. dan pengetahuan apa yang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik. keterampilan. Peserta didik diminta untuk merefleksikan dan mengevaluasi kinerja mereka sendiri dalam rangka meningkatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan pembelajaran serta mendorong kemampuan belajar yang lebih tinggi. simulasi dan bermain peran. Dalam penilaian autentik. Penilaian autentik harus mampu menggambarkan sikap. karena memang lzim digunakan dan memperoleh legitimasi secara akademik. serta keterampilan belajar. pengukuran langsung keterampilan peserta didik yang berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan Matematika – SMP | 260 . Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik. Pada penilaian autentik guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan. yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. pola penilaian seperti ini tidak diantikan dalam proses pembelajaran. pilihan ganda. Penilaian autentik mengharuskan pembelajaran yang autentik pula. Penilaian semacam ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik. guru dan peserta didik berbagi pemahaman tentang kriteria kinerja. C. Pertama. menjodohkan. karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek. Menurut Ormiston belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan pada umumnya. Penilaian Autentik dan Belajar Autentik Penilaian Autentik menicayakan proses belajar yang Autentik pula. guru dapat mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan remidial harus dilakukan. Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses pembelajaran. Penilaian autentik sering dikontradiksikan dengan penilaian yang menggunkan standar tes berbasis norma.

seperti kesuksesan di tempat kerja. 4. Dengan demikian. menafsirkan. memiliki parameter waktu yang fleksibel. Dalam pembelajaran autentik. 2. karena tidak menyentuh esensi nyata dari proses dan hasil belajar peserta didik. Menjadi pengasuh proses pembelajaran. penilaian atas tugas-tugas yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang kompleks. dan mengasimilasikan pemahaman peserta didik. dan pengetahuan yang ada. mensintesis. seperti tes pilihan ganda. keteampilan. menjelaskan. serta mengaitkan apa yang dipelajari dengan dunia nyata yang luar sekolah. dan pengetahuan peserta didik dikaitkan dengan kehidupan nyata mereka di luar sekolah atau masyarakat. meski dengan satuan waktu yang berbeda. peserta didik diminta mengumpulkan informasi dengan pendekatan saintifik. keterampilan. guru harus memenuhi kriteria tertentu seperti disajikan berikut ini. Sejalan dengan deskripsi di atas. melainkan juga pada penilaian. benar/salah. memahahi aneka fenomena atau gejala dan hubungannya satu sama lain secara mendalam. Ketika penilaian Matematika – SMP | 261 . Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan mereka sebelumnya dengan cara mengajukan pertanyaan dan menyediakan sumberdaya memadai bagi peserta didik untuk melakukan akuisisi pengetahuan. keterampilan. analisis proses yang digunakan untuk menghasilkan respon peserta didik atas perolehan sikap. Di sini. 3. melihat informasi baru. Tes semacam ini telah gagal memperoleh gambaran yang utuh mengenai sikap. Peserta didik pun tahu apa yang mereka ingin pelajari. pada pembelajaran autentik. Kedua. dan lain-lain telah gagal mengetahui kinerja peserta didik yang sesungguhnya. dan mengevaluasi informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan baru. Menjadi kreatif tentang bagaimana proses belajar peserta didik dapat diperluas dengan menimba pengalaman dari dunia di luar tembok sekolah. dan pengetahuan dicapai melalui penyelesaian tugas di mana peserta didik telah memainkan peran aktif dan kreatif. Konstruksi sikap. Ketiga. Penilaian autentik adalah komponen penting dari reformasi pendidikan sejak tahun 1990an. Wiggins (1993) menegaskan bahwa metode penilaian tradisional untuk mengukur prestasi. menjodohkan. menganalisis. Untuk bisa melaksanakan pembelajaran autentik. Mengetahui bagaimana menilai kekuatan dan kelemahan peserta didik serta desain pembelajaran. guru harus menjadi “guru autentik. Penilaian hasil belajar yang tradisional bahkan cenderung mereduksi makna kurikulum. 1. Penilaian autentik pun mendorong peserta didik mengkonstruksi. dan bertanggungjawab untuk tetap pada tugas. guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi. penilaian autentik akan bermakna bagi guru untuk menentukan cara-cara terbaik agar semua siswa dapat mencapai hasil akhir. mengorganisasikan. Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan tugas sangat bermakna bagi perkembangan pribadi mereka.” Peran guru bukan hanya pada proses pembelajaran.

atau proses. Jenis-jenis Penilaian Autentik Dalam rangka melaksanakan penilaian autentik yang baik. Rubrik penilaian dapat berupa analitik atau holistik. guru harus memahami secara jelas tujuan yang ingin dicapai. Guru dapat melakukannya dengan meminta para peserta didik menyebutkan unsur-unsur proyek/tugas yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya. misalnya. Dengan menggunakan informasi ini. sudah saatnya guru profesional pada semua satuan pendidikan memandu gerakan memadukan potensi peserta didik. sekolah. D. guru dapat menentukan seberapa baik peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan. guru harus bertanya pada diri sendiri. Digunakan dengan cara guru menulis laporan narasi tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik selama melakukan tindakan. keterampilan. mahir. tidak mampu menggambarkan kompetensi dasar. khususnya dalam proses dan aspek-aspek yangg akan dinilai. Data penilaian autentik digunakan untuk berbagai tujuan seperti menentukan kelayakan akuntabilitas implementasi kurikulum dan pembelajaran di kelas tertentu. ketika itu pula penilaian autentik memperoleh traksi yang cukup kuat. memori. 1. keberanian berpendapat. pendekatan apa pun yang dipakai dalam penilaian tetap tidak luput dari kelemahan dan kelebihan. guru dapat memberikan umpan balik terhadap kinerja peserta didik baik dalam bentuk laporan naratif mauun laporan kelas. Beberapa jenis penilaian autentik disajikan berikut ini. maupun kuantitatif. dan rendah daya prediksinya terhadap derajat sikap. Dari laporan tersebut. keterampilan. dan pengetahuan. Penilaian Kinerja Penilaian autentik sebisa mungkin melibatkan parsisipasi peserta didik. Matematika – SMP | 262 . Memang. Namun demikian. Data penilaian autentik dapat dianalisis dengan metode kualitatif.tradisional cenderung mereduksi makna kurikulum. Analisis kuantitatif dari data penilaian autentik menerapkan rubrik skor atau daftar cek (checklist) untuk menilai tanggapan relatif peserta didik relatif terhadap kriteria dalam kisaran terbatas dari empat atau lebih tingkat kemahiran (misalnya: sangat mahir. b. misalnya. Analisis holistik memberikan skor keseluruhan kinerja peserta didik. dan (3) tingkat pengetahuan apa yang akan dinilai. Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records). keterampilan. berkaitan dengan sikap. dan kemampuan berpikir yang diartikulasikan dalam banyak mata pelajaran atau disiplin ilmu. dan sebagainya. kuanitatif. sebagian mahir. dan pengetahuan apa yang akan dinilai. mengenai keunggulan dan kelemahan. (2) fokus penilaian akan dilakukan. dan tidak mahir). Digunakan untuk mengetahui muncul atau tidaknya unsur-unsur tertentu dari indikator atau subindikator yang harus muncul dalam sebuah peristiwa atau tindakan. khususnya berkaitan dengan: (1) sikap. Untuk itu. Daftar cek (checklist). Analisis kualitatif dari penilaian otentif berupa narasi atau deskripsi atas capaian hasil belajar peserta didik. seperti penalaran. seperti menilai kompetisi Olimpiade Sains Nasional. dan lingkungannya melalui penilaian proses dan hasil belajar yang autentik. Ada beberapa cara berbeda untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja: a. motivasi.

2 = kurang. peserta didik diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya oleh dirinya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Keempat. Pertama. Misalnya. b. a. seperti penilaian sikap. Untuk mengamati kinerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen. urutan dari kemampuan atau keerampilan peserta didik yang akan diamati. Misalnya. seperti berpidato. langkahlangkah kinerja harus dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja yang nyata untuk suatu atau beberapa jenis kompetensi tertentu. dari aspek keterampilan berbicara. c. Penilaian ranah sikap. berdiskusi. peserta didik diminta mengungkapkan curahan perasaannya terhadap suatu objek tertentu berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Keempat. proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Ketiga. Guru menggunakan informasi dari memorinya untuk menentukan apakah peserta didik sudah berhasil atau belum. pertanyaan langsung. Skala penilaian (rating scale). atau pertanyaan pribadi. dan wawancara. Pertama. guru dapat mengobservasinya pada konteks yang. afektif dan psikomotor. 4 = baik.c. observasi perilaku. peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan keterampilan berpikir sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu berdasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Kedua. menumbuhkan semangat untuk maju secara personal. fokus utama dari kinerja yang akan dinilai. Kelima. khususnya indikator esensial yang akan diamati. Misalnya: 5 = baik sekali. Untuk menilai keterampilan berbahasa peserta didik. Penilaian ranah keterampilan. Teknik penilaian-diri bermanfaat memiliki beberapa manfaat positif. Kedua. Ketiga. Dari sini akan diperoleh keutuhan mengenai keterampilan berbicara dimaksud. Penilaian-diri (self assessment) termasuk dalam rumpun penilaian kinerja. dan melatih peserta didik berperilaku jujur. namun tidak cukup dianjurkan. Penilaian ranah pengetahuan. 3 = cukup. mendorong. Pengamatan atas kinerja peserta didik perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Digunakan oleh guru dengan cara mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu. membiasakan. ketepatan dan kelengkapan aspek kinerja yang dinilai. kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan oleh peserta didik untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. d. peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. Cara seperti tetap ada manfaatnya. Biasanya digunakan dengan menggunakan skala numerik berikut predikatnya. 1 = kurang sekali. bercerita. Matematika – SMP | 263 . Penilaian kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus. misalnya. Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. dengan tanpa membuat catatan. Memori atau ingatan (memory approach). Misalnya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif.

memerlukan refleksi peserta didik. dan penyiapkan laporan. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian. kertas. b. plastik. pakaian. patung. Orijinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik. dan pengetahuannya. lukisan. 3. karet. pengerjaan. pengolahan. pada setiap penilaian proyek. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cek. analisis. peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap. Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran. penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman. dan menulis laporan. dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi. Dengan demikian. memberi makna atas informasi yang diperoleh. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik. pengumpulan data. keterampilan. a. seperti makanan. pengorganisasian. mulai dari perencanaan. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. dan penyajian data. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan. kulit. Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu Matematika – SMP | 264 . dan karya logam.2. analisis data. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap. hasil karya seni (gambar. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok. Penilaian proyek berfokus pada perencanaan. dan lain-lain). Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. barang-barang terbuat dari kayu. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk. pengumpulan data. Karena itu. mengolah dan menganalisis. penyelidikan. skala penilaian. keterampilan. keramik. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis. setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru. Penilaian Proyek Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. dan produk proyek. mencari dan mengumpulkan data. dan lain-lain. mengaplikasikan. c. atau narasi. dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik.

Meski konsepsi penilaian autentik muncul dari ketidakpuasan terhadap tes tertulis yang lazim dilaksanakan pada era sebelumnya. menganalisis. sinopsis. guru dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran. namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama. Memilih jawaban terdiri dari pilihan ganda. dan lain-lain. mengorganisasikan. surat. g. peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan teman-temannya. rendahnya keterampilan. Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi. Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio. sehingga mampu menggambarkan ranah sikap. Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat. lukisan. Jika memungkinkan. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. foto. Peserta didik. Memalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. hasil tes (bukan nilai). menjodohkan. atau informasi lain yang releban dengan sikap. Misalnya. Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai. jawaban singkat atau pendek. penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. c. Misalnya. Tes tersulis berbentuk Matematika – SMP | 265 . d. mensintesis.periode tertentu. gambar. resensi buku/ literatur. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif. komposisi musik. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat. guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yang dihasilkan. 4. Penilaian terutama dilakukan oleh guru. peserta didik tertentu melihat fenomena kemiskinan dari sisi pandang kebiasaan malas bekerja. f. dan pengetahuan peserta didik. puisi. disertai catatan tanggal pengumpulannya. keterampilan. Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini. Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu. keterampilan. ya-tidak. asalkan analisisnya benar. Memilih jawaban dan mensuplai jawaban. dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. pilihan benar-salah. atau kelangkaan sumberdaya alam. b.Fokus penilaian portofolio adalah kumpulan karya peserta didik secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu. e. menerapkan. dan sebab-akibat. namun tetap terbuka memiliki kebenarann yang sama. dan pengetahuan yang dituntut oleh topik atau mata pelajaran tertentu. Masing-masing sisi pandang ini akan melahirkan jawaban berbeda. Atas dasar penilaian itu. meski dapat juga oleh peserta didik sendiri. hasil karya mereka dalam menyusun atau membuat karangan. laporan penelitian. Pada tes tertulis berbentuk esai. mengevaluasi. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik. Penilaian Tertulis a. mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran. dan uraian. baik sendiri maupun kelompok. memahami. Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio.

Teaching Exceptional Children. 25(4). R. New York: Houghton Mifflin. Early Childhood Education Journal. Assessment in special and inclusive education (9th ed. 2008.. (2004)..). Standards-based digital portfolios: A component of authentic assessment for preservice teachers. Hakikat Asesmen Otentik Sebagai Penilaian Proses Dan Produk Dalam Pembelajaran Yang Berbasis Kompetensi (Makalah disampaikan pada In House Training (IHT) SMA N 1 Kuta Utara). (1993). Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha Gatlin.. Performance assessment and children with disabilities: Issues and possibilities. Hallam. & Brookshire. Action in Teacher Education. J. (1993). Wiggins. Hal ini sangat tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. S. & Ysseldyke. (2006). D. 23(4). & Malouf. Assessment: Authenticity. Cumming. Muslimin. 6(2). J. G. Surabaya: UNESA University Press Anggota IKAPI Coutinho. R. M. E. Grisham-Brown. 177–194. 34(1). 28–34. Matematika – SMP | 266 .. & Jacob. S. Salvia. Daftar Pustaka Ibrahim. L. Using authentic assessment to evidence children's progress toward early learning standards. Nyoman. 75(3). & Maxwell. J. G. Dantes. Asesmen Berkelanjutan: Konsep dasar. 63–67. 2005.. Contextualizing Authentic Assessment. 45–51. (2002). Tes semacam ini memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks. Assessment in Education. Phi Delta Kappan. context and validity.. yaitu jawaban terbuka (extendedresponse) atau jawaban terbatas (restricted-response). 200– 214. J. Tahapan Pengembangan dan Contoh. J.esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban. (1999).

menggunakan penalaran pada pola dan sifat. dalam pemecahan masalah. analitik dan kreatif. Menggunakan portofolio pembelajaran siswa. 4. 1. dan kemampuan mengkomunikasikan gagasan serta budaya bermatematika. pemahaman dan keterampilannya yang sesuai dengan karakteristik matematika. siswa diharapkan dapat memecahkan masalah. Mengukur tingkat berpikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi 2. efisien. memiliki kemampuan berpikir kritis. perhatian. siswa diharapkan agar dapat memahami konsep matematika. logis. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. Dalam hal berkembangnya (tumbuhnya) sikap. Matematika – SMP | 267 . logis. akurat. pengetahuan. dan mengkomunikasikan gagasan serta budaya bermatematika. menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikannya dalam kegiatan pemecahan masalah. kemampuan pemecahanmasalah. perhatian.2 CONTOH PENERAPAN PENILAIAN AUTENTIK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP/MTs Implementasi Kurikulum 2013 menghendaki agar penilaian berbasis kompetensi mencakup penilaian sikap. menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yang ditunjukkan dengan tumbuhnya rasa ingin tahu. secara luwes. Dalam hal berkembangnya keterampilan. mengembangkan sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. PENILAIAN YANG MENGACU PADA TUJUAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA Bila dicermati tujuan mata pelajaran matematika SMP/MTs maka pada intinya adalah setelah belajar matematika siswa dapat berkembang sikap. ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah kehidupannya sehari-hari. yaitu memiliki rasa ingin tahu. dan minat dalam mempelajari matematika. menyusun bukti. Dalam rangka mencapai tujuan mata pelajaran matematika SMP/MTs tersebut. dan tepat. Menekankan pada pertanyaan yang membutuhkan pemikiran mendalam (bukan sekedar hafalan) 3. siswa diharapkan dapat berpikir kritis. A.3-2/3. Mengukur proses kerjasama. 2. Untuk apa sebenarnya siswa SMP/MTs belajar matematika? Dalam Standar Isi dinyatakan bahwa mata pelajaran matematika SMP/MTs bertujuan agar siswa dapat: 1. dan minat dalam mempelajari matematika. keterampilan yang pelaksanaannya terintegrasi dengan proses pembelajaran dan menjadikan portofolio sebagi instrumen utama. 3. Dalam hal berkembangnya pengetahuan. serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari (dunia nyata). 5. analitik dan kreatif. bukan hanya hasil kerja 4. menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses penilaian pada pembelajaran dengan Kurikulum 2013 seperti berikut ini. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. proses pembelajaran dan penilaian hendaknya terintegrasi dan mengacu pada tujuan tersebut. mengembangkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dalam matematika dan pembelajarannya. memahami konsep matematika. Uraian dalam tulisan ini memberikan gambaran tentang penilaian dalam pembelajaran matematika yang berorientasi pada dicapainya tujuan tersebut dan mengacu pada ketentuan dalam Kurikulum 2013.HO – 2.

menyusun bukti. melakukan manipulasi matematika. menarik kesimpulan. a. tabel. f. memberi contoh dan bukan contoh dari konsep. d. siswa yang berhubungan dengan Kemampuan dalam matematika yang berhubungan dengan penalaran dan komunikasi dapat terdiri antara lain sebagai berikut. memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu. a. mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya. menyajikan masalah secara matematik dalam berbagai bentuk. menggunakan. Kemampuan-kemampuan tersebut dapat menjadi acuan dalam mengembangkan instrumen penilaian untuk mengukur pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Penilaian dalam rangka mengukur pemahaman siswa yang berhubungan dengan konsep matematika Kemampuan dalam matematika yang terkait dengan pemahaman siswa terhadap konsep matematika dapat terdiri antara lain sebagai berikut. b. membuat dan menafsirkan model matematika dari suatu masalah dan g. b. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi. memilih pendekatan dan metode penyelesaian masalah secara tepat. e. menyusun bukti. Penilaian dalam rangka mengukur kemampuan melakukan penalaran dan komunikasi matematis. mengajukan dugaan. e. f. g. mengorganisasi data dan memilih informasi yang relevan dalam penyelesaian masalah. mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. memeriksa kesahihan suatu argumen. Kemampuan-kemampuan tersebut dapat menjadi acuan dalam mengembangkan instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan siswa yang berhubungan dengan melakukan penalaran dan komunikasi matematis. menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi. g. c.menggunakan penalaran pada pola dan sifat. c. e. gambar. d. menyelesaikan masalah yang tidak rutin. menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis. a. d. menarik kesimpulan dari pernyataan. tertulis. menyajikan pernyataan matematika dengan lisan. 2. menunjukkan pemahaman masalah. mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah. Kemampuan terakhir di atas menunjukkan adanya tuntutan bahwa instrumen penilaian yang utamanya melatih dan mengukur kemampuan memecahkan masalah adalah instrumen penilaian Matematika – SMP | 268 . Penilaian dalam rangka menyelesaikan masalah mengukur kemampuan siswa dalam memecahkan atau Kemampuan dalam matematika yang berhubungan dengan menyelesaikan masalah dapat terdiri antara lain sebagai berikut. menyatakan ulang sebuah konsep. mengembangkan strategi penyelesaian masalah. 3. c. f. diagram (untuk komunikasi) b. 1. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi.

Namun demikian bukan berarti bahwa siswa yang kemampuan prasyaratnya terkendala tidak berhak dilatih untuk menyelesaikan masalah. Bila pada saat memahami konsep-konsep matematika siswa sudah dibiasakan untuk dilatih kemampuan penalaran dan representasi matematisnya. yang tentunya tidak sama dengan kegiatan pembelajaran untuk mengantarkan siswa agar memahami konsep-konsep matematika. Setiap penugasan dalam belajar matematika untuk siswa dapat digolongkan menjadi dua hal yaitu exercise atau latihan dan problem atau masalah. Mengingat syarat (1) dan (3) dari penyelesaian masalah seperti yang diuraikan pada catatan bagian b di atas maka instrumen penilaian untuk melatih dan mengukur kemampuan penyelesaian masalah hendaknya bersifat ’eksklusif’ terhadap kondisi siswa di tiap sekolah. sehingga proses menyelesaikan masalah lebih lancar. Pengertian prosedur rutin dan tidak rutin itu sesuai dengan pengertian penyelesaian masalah dalam matematika. ketika guru memberikan pengalaman menyelesaikan masalah kepada siswa maka berarti ia juga sekaligus memberi pengalaman menggunakan penalaran dan melakukan representasi matematis. prosedur dll yang sebelumnya sudah dipelajari siswa. Problem lebih kompleks daripada Matematika – SMP | 269 . kemudian serta merta diperoleh penyelesaian. namun karena memang sudah dipelajari siswa bersama guru pada waktu sebelumnya.. sehingga ciri dari tes atau penugasan berbentuk penyelesaian masalah adalah: (1) ada tantangan dalam materi tugas atau soal (2) masalah tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan prosedur rutin (3) prosedur menyelesaikan masalah belum diketahui penjawab. sehingga halhal yang diterapkan itu bukan merupakan hasil olah pikir baru. dalil. Merespon suatu tes atau penugasan dengan menggunakan prosedur rutin dapat diartikan sebagai menerapkan secara langsung suatu konsep. Exercise (latihan) merupakan tugas yang langkah penyelesaiannya sudah diketahui siswa. Hal itu berarti bahwa siapapun dan apapun keadaan siswa maka ia berhak mendapat pengalaman belajar untuk menyelesaikan masalah. materi soal disesuaikan dengan kemampuan siswa dan prosedur menyelesaikan masalah (yang tidak rutin itu) ’dijamin’ belum diketahui siswa. Oleh karena itu. Apa yang dimaksud menyelesaikan masalah (problem solving)? Pengertian penyelesaian masalah atau problem solving. Artinya. Pada umumnya suatu latihan dapat diselesaikan dengan menerapkan secara langsung satu atau lebih algoritma. Kemampuan tersebut menjadi kemampuan prasyarat dalam menyelesaikan masalah. Hal sebaliknya untuk prosedur tidak rutin. Kegiatan menyelesaikan masalah memerlukan kemampuan menggunakan penalaran dan melakukan representasi matematis. sangat terkait dengan pengertian masalah atau problem. maka kegiatan penyelesaian masalah akan mudah diadaptasi. Kegiatan menyelesaikan masalah akan menjadi lancar ketika siswa memiliki kemampuan yang memadai dalam konsep prasyarat yang terkait. minimal pada KD-KD yang secara ekspliisit muatannya adalah menyelesaikan masalah. minimal dari bahan ajar (bahan belajar) dan tahapan kegiatannya. Prosedur rutin merupakan prosedur yang secara konseptual wajib dipelajari semua siswa pada saat belajar matematika.yang menuntut siswa menggunakan prosedur yang tidak rutin dalam menyelesaikannya atau meresponnya. Setiap guru matematika diharapkan mampu mengenali cirri-ciri kegiatan pembelajaran yang tujuannya untuk melatih kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Mengapa demikin? Banyak sekali KD yang secara eksplisit muatannya menyiratkan bahwa KD tersebut dimaksudkan untuk melatih kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Kegiatan penyelesaian masalah memerlukan kemampuan memahami konsep yang memadai pada topik yang relevan dengan bahan penyelesaian masalah. yaitu: penyelesaian masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal.

Perhatikan contoh berikut ini. 64. Ada berapa macam nilai uang berbeda yang dapat ditentukan dari satu keping uang atau kumpulan beberapa keping uang sejenis? 6...d 4 relatif berbeda (baru) bila dibandingkan dengan menjawab pertanyaan nomor 5 dan 6? e. soal 1 atau soal 2? Pada contoh-1. sedangkan soal-2 tergolong masalah.1 bukan soal yang tergolong masalah. 27. 1. 63. 8.. a. penyelesaian soal dapat dengan serta merta langsung diperoleh? Jelaskan. Manakah pertanyaan yang tidak dapat diselesaikan dengan proses rutin yang biasa dilakukan.. Ada berapa macam nilai uang berbeda yang dapat ditentukan dari kumpulan beberapa keping uang yang terdiri atas dua jenis? Beberapa pertanyaan berikut ini diharapkan dapat membantu dalam memahami pengertian dari masalah dalam penyelesaian masalah matematika.. Apakah proses menjawab pertanyaan nomor 1 s. (Soal-1) 2. b. Mana yang lebih memerlukan kreativitas dalam menyelesaikannya.. a. Apakah kualitas 4 pertanyaan pertama berbeda dengan kualitas 2 pertanyaan berikutnya?. Apakah dengan menerapkan suatu konsep pada soal 1. . dan dalam menyelesaikan problem siswa dituntut kreativitasnya. soal 1 atau soal 2? d. Kumpulan uang logam terdiri dari: 3 keping uang duaratusan..latihan karena strategi untuk menyelesaikannya tidak langsung tampak. Manakah pertanyaan yang dapat diselesaikan dengan pengecekan sederhana pada bendanya atau dengan prosedur berhitung (penjumlahan) rutin yang biasa dilakukan? c. . 4. sehingga dalam menyelesaikannya terlebih dahulu siswa dituntut menentukan metode pemecahan yang tepat? Apakah untuk menyelesaikannya diperlukan kreativitas? d. 3. Berikan pertanyaan berikut ini kepada siswa. Mana yang lebih menantang. . Ada berapa jenis keping mata uang pada kumpulan uang logam itu? Ada berapa buah keping mata uang pada kumpulan uang logam itu? Berapa rupiah total nilai uang pada kumpulan uang logam itu? Kelompok uang logam manakah yang nilainya paling besar? Kelompok uang logam manakah yang nilainya paling kecil? 5. . 1. 61. b. 9. (Soal-2) Beberapa pertanyaan berikut ini diharapkan dapat membantu Anda dalam memahami pengertian dari masalah dalam penyelesaian masalah matematika.. Contoh-2: Suatu saat Anda menyodorkan sekumpulan mata uang logam kepada siswa. Apakah dengan menerapkan suatu konsep pada soal 2. 52..d 4 itu dapat dikelompokkan sebagai pertanyaan untuk ‘latihan’ atau excercises dalam rangka memahami atau menguatkan konsep? Mengapa? Matematika – SMP | 270 .. penyelesaian soal dapat dengan serta merta langsung diperoleh? c. Apakah pertanyaan nomor 1 s. Contoh-1: Tentukan dua bilangan yang belum diketahui pada pola bilangan berikut ini. 1. 2 keping uang lima ratusan dan 1 keping uang ribuan. soal. 2.

3 tersebut.2 siswa umumnya belum tahu caranya secara langsung (kecuali bila guru telah memberikannya sebagai contoh). namun kemasan bahan berbeda. Perhatikan dua soal pada contoh-1 di atas. e. namun dapat pula masalah tersebut tidak menjadi masalah bagi si B. Bila ditinjau dari materi soal maka untuk menyelesaikan Soal-1 cara-caranya pastilah sudah diketahui oleh semua siswa karena telah dipelajari. Mengapa? g.f. sedangkan Soal-2 tergolong masalah. Suatu masalah bagi si A menjadi masalah.. sedangkan pertanyaan 5 dan 6 tergolong masalah. 6 cm 9 cm 11 cm Bagaimana cara menggunakan tiga plat kayu tersebut untuk mendapatkan seutas tali dengan panjang 14 cm ?. Matematika – SMP | 271 . Oleh karena itu Soal-1 tidak dapat digolongkan sebagai masalah. c. 9 cm + 11 cm – 6 cm = … cm 11 cm – 6 cm + 9 cm = … cm 9 cm + 11 cm – … cm = 14 cm 11 cm – 6 cm + … cm = 14 cm 11 cm + … cm – … cm = 6 cm … cm + … cm – .. 1. f. Contoh-3: Soal-1: Selesaikan! a. Pada contoh.1 bukan soal yang tergolong masalah. karena si B sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikan masalah tersebut.d. yaitu saat membahas tentang bilangan berpangkat tiga. 2. Manakah pertanyaan yang menuntut kemampuan komunikasi matematis? Pada contoh-2. d. 9. Soal. Cm = 5 cm Soal-2 “Ada tiga plat kayu berturut turut berukuran 6 cm. sedang Soal-2 digolongkan masalah. 9cm dan 11 cm seperti berikut ini. Suatu pertanyaan/tugas akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan/tugas itu menunjukkan adanya suatu tantangan yang tidak dapat dipecahkan oleh suatu prosedur rutin yang sudah diketahui oleh penjawab pertanyaan/pelaksana tugas. b. Apakah pertanyaan nomor 5 dan 6 dapat dikelompokkan sebagai pertanyaan dengan kategori problem atau masalah. Untuk menyelesaikan Soal. pertanyaan 1 s. Manakah pertanyaan yang menuntut kemampuan penalaran yang memadai? h. Apakah masalah (problem) dan penyelesaian masalah (problem solving) itu?.” Komentar: Bahan pada Soal-1 dan Soal-2 keduanya melibatkan bilangan 6. 4 bukan pertanyaan yang tergolong masalah. dan 11. Contoh-contoh soal dan pertanyaan-pertanyaan atau komentar yang menyertainya di atas diharapkan sudah dapat membantu dalam memahami pengertian masalah.

= 17 3. kemudian dilanjutkan lagi. Berapa kue yang diperoleh setiap anak jika satu kantong kue tersebut dibagikan kepada 9 anak? Di peternakan milik Pak Anggit terdapat 18 ekor binatang. setelah 16 hari. NO 1.. Soal-soal yang tergolong bukan masalah atau soal rutin umumnya digunakan dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk memahami konsep matematika.Bila ditinjau dari pengalaman tiap siswa. 4@2=8 5 @ 3 = 11 3 @ 5 = 13 1 @ 7 = 15 4@3=… 7 @ . Bahan ajar (bahan belajar) yang tergolong masalah sering disebut soal nonrutin. Namun bagi siswa lain mungkin keduanya bukan menjadi kendala karena ia telah pernah mengetahui dan paham tentang prosedur menyelesaikan kedua soal itu. 13×2+ 5×4 = … 4.. Karena suatu hal. dapat terjadi Soal-1 dan Soal-2 pada Contoh-1 tersebut keduanya menjadi kendala. bukan dikaitkan kendala belajar siswa. Berapa banyak pekerja tambahan yang diperlukan agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu? Merujuk pada maksud dari ‘masalah atau problem’ itu. apa yang dimaksud dengan penyelesaian masalah? Penyelesaian masalah adalah proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal. Satu kantong kue dibagikan kepada 6 anak. 2. Berikut ini beberapa contoh masalah (soal nonrutin) dan bukan masalah (soal rutin) yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran matematika di SMP/MTs. Pada kelompok pernyataan berikut ini. kemudian lengkapilah dua pernyataan terakhir. CONTOH BAHAN BELAJAR YANG TERGOLONG BUKAN MASALAH NONRUTIN Berapakah hasil dari 358 + (-28)? Berapakah hasil dari 32 + 23 × 4 ? CONTOH BAHAN BELAJAR YANG TERGOLONG MASALAH NONRUTIN Tentukan dua bilangan antara 60 dan 70 yang selisih keduanya 3 dan hasil penjumlahannya 125. Setiap anak mendapat 15 kue. sedang bahan ajar (bahan belajar) yang tergolong bukan masalah sering disebut soal rutin. pekerjaan itu terhenti 12 hari. carilah pola dari operasinya. Jumlah seluruh kaki dari 18 binatang itu ada 50 kaki. Dengan demikian ciri dari penugasan berbentuk penyelesaian masalah adalah: (1) ada tantangan dalam materi tugas atau soal. (2) masalah tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan prosedur rutin yang sudah diketahui penjawab. Beberapa diantaranya berupa ayam dan lainnya sapi. Dalam hal ini masalah matematika lebih dikaitkan dengan muatan bahan ajar (bahan belajar) dan pengalaman siswa. Matematika – SMP | 272 . Berapakah banyak masing-masing binatang di peternakan Pak Anggit itu? Pekerjaan mengubin lantai ditargetkan selesai dalam waktu 49 hari dengan 14 pekerja. karena ia tidak tahu atau paham bagaimana prosedur menyelesaikan kedua soal itu meskipun soal itu sudah pernah dipelajari.

(6) mempertimbangkan setiap kemungkinan. Beberapa strategi menyelesaikan masalah yang cukup populair dilatihkan melalui proses pembelajaran matematika adalah: (1) mencoba-coba. (10) menggunakan deduksi. pengalaman siswa dalam “memilih pendekatan dan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah” diharapkan akan memberikan andil yang signifikan bagi siswa dalam memiliki keterampilan menyelesaikan masalah pada kehidupan sehari-hari dirinya pada saat ini atau setelah dewasa kelak. Bila 5 siswa gemar musik pop dan klasik serta 10 siswa tidak gemar musik pop maupun musik klasik. membuat tabel. (d) Memilih pendekatan dan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah.. Jika panjang dan lebar persegipanjang tersebut berupa bilangan asli. Berapa banyak siswa kelas IXA? Hitunglah nilai dari : Strategi Penyelesaian masalah Membuat gambar atau diagram 2 1 1 1 1 1 + + + + . (7) berpikir logis. Proses pembelajaran menyelesaikan masalah hendaknya dilakukan tahap demi tahap sesuai tahapan proses menyelesaikan masalah. yaitu: (a) Memahami masalah. Keliling dari suatu persegipanjang adalah 22 cm. + 2 6 12 20 10100 Menemukan pola 3 Berapa banyak bilangan bulat positif terdiri dari empat angka yang dapat dibuat dengan syarat bilangan tersebut harus memuat satu angka 0 sedangkan tiga angka yang lain harus sama? Tuliskan seluruh bilangan-bilangan tersebut. Beberapa contoh masalah (problem) dan alternatif macam strategi yang dapat dipilih untuk memecahkannya yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran penyelesaian masalah. (2) membuat gambar atau diagram. Proses menyelesaikan masalah hendaknya menjadi fokus dalam kegiatan penyelesaian masalah. (8) bergerak dari belakang. berapa hasil 22 + 42 + 62 + … + 182 + 202 ? Isilah setiap ∆ dengan simbol-simbol operasi yang tepat sehingga menjadikan yang berikut ini sebagai kalimat yang benar? 1 ∆ 2 ∆ 3 ∆ 4 ∆ 5 ∆ 6 ∆ 7 ∆ 8 ∆ 9 = 100 Tunjukkan bagaimana cara membalik bentuk berikut sehingga puncak segitiganya berada di bawah dengan hanya memindah Membuat daftar yang terorganisir 4 Membuat tabel 5 6 Menyederhanakan masalah Mencoba-coba 7 Melakukan eksperimen Matematika – SMP | 273 . (4) menemukan pola. sehingga kegiatan penyelesaian masalah lebih mengutamakan prosesnya daripada hasilnya. (b) Memilih informasi yang relevan dalam mengidentifikasi masalah.Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam setiap proses menyelesaikan masalah. (3) mencobakan pada soal yang lebih sederhana. 15 siswa gemar musik pop dan 20 siswa gemar musik klasik.. No 1 Masalah Pada acara pendataan data terhadap kegemaran jenis musik diperoleh data bahwa di kelas VII A. (9) mengabaikan hal yang tidak mungkin. (c) Menyajikan suatu rumusan masalah secara matematis dalam berbagai bentuk. (e) Menggunakan atau mengembangkan strategi penyelesaian masalah dalam rangka memperoleh solusi atau jawaban masalah. (5) memecah tujuan. (f) Menafsirkan solusi atau hasil jawaban yang diperoleh dalam menyelesaikan masalah. berapa banyak ukuran luas berbeda yang mungkin dari persegipanjang tersebut Jika 12 + 22 + 32 + … + 92 + 102 = 385. Dari tahapan proses menyelesaikan masalah tersebut.

CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP/MTs BERORIENTASI PADA PENCAPAIAN TUJUAN MATA PELAJARAN Contoh-1: Instrumen penilaian untuk melatih kemampuan memahami konsep matematika: Kompetensi Dasar (KD): Menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel Contoh indikator pencapaian kompetensi pada KD tersebut adalah siswa mampu menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear satu variabel. Jika pada akhirnya sisa buku yang dipunyai Mona hanya lima buku. Jumlah uang mereka adalah Rp 8.000. Supaya pekerjaan itu selesai dalam 10 hari. Matematika – SMP | 274 .No tiga lingkaran. Segulung kain bahan baju seluruhnya sepanjang 72 4 m. 5 Berpikir logis Kain tersebut dipotong-potong sama panjang dan banyaknya potongan sebanyak mungkin. Masalah Strategi Penyelesaian masalah 8 Pada suatu kelompok bebek terdapat seekor bebek berada di depan dua ekor bebek. Panjang tiap potongan 1 3 m. dan seekor bebek di antara dua bebek.000. Berapa banyak bebek paling sedikit yang mungkin terdapat pada kelompok tersebut? Memeragakan masalah 9 Mona mempunyai beberapa buku. seekor bebek berada di belakang dua bebek. berapa jam jumlah jam kerja sehari? B.00. Berapa rupiahkah uang Anto ? b. Dia memberi Mirna setengah dari buku-buku tersebut ditambah satu buku. Suatu pekerjaan dapat diselesaikan selama 16 hari dengan jumlah jam kerja selama 5 jam sehari. Kemudian dia memberi Ira setengah dari buku yang tersisa ditambah dua buku. berapa banyak buku yang dipunyai Mona pada awalnya? a. Jika jumlah usia keduanya adalah 30 tahun. berapa tahunkah usia Winda? Bergerak dari belakang 10 Menulis persamaan 11 a. Berapa meter sisanya? 4 b. Winda berusia 16 tahun lebih muda dari Grace. Uang Anto sepertiga dari uang Bandi.

Contoh instrumen penilaiannya: ”Tentukan nilai x yang memenuhi pertidaksamaan 2x – 6 ≥ 8x + 5”. Matematika – SMP | 275 . Kemungkinan jawaban siswa: 2x – 6 ≥ 8x + 5 2x – 6 + 6 ≥ 8x + 5 + 6 2x ≥ 8x + 11 2x – 8x ≥ 8x – 8x + 11 – 6x ≥ 11 6x ≤ –11 1 1 × (6x) ≤ × (−11) 6 6 x≤− 11 6 Contoh rubrik penilaian hasil penyelesaian soal oleh siswa Dengan mempertimbangkan langkah-langkah kunci dari penyelesaian soal maka dapat disusun rubrik penilaiannya. siswa dapat menyelesaikan pertidaksamaan tersebut”. ASPEK PENILAIAN Pemahaman terhadap konsep pertidaksama an linear satu variabel Kebenaran jawaban akhir soal Proses perhitungan RUBRIK PENILAIAN Penyelesaian dihubungkan dengan konsep pertidaksamaan linear satu variabel Sudah menghubungkan penyelesaian dengan konsep pertidaksamaan linear satu variabel namun belum benar Penyelesaian sama sekali tidak dihubungkan dengan konsep pertidaksamaan linear satu variabel Tidak ada respon/jawaban Jawaban benar Jawaban hampir benar Jawaban salah Tidak ada respon/jawaban Proses perhitungan benar Proses perhitungan sebagian besar benar Proses perhitungan sebagian kecil saja yang benar Proses perhitungan sama sekali salah Tidak ada respon/jawaban Skor maksimal = Skor minimal = SKOR 5 3 1 0 5 3 1 0 5 3 2 1 0 15 0 2. 3. NO 1.Contoh indikator penulisan butir soal (indikator soal/indikator penilaian) yang relevan adalah ”Diberikan suatu pertidaksamaan linear satu variabel. Alternatif pedoman penskorannya sebagai berikut.

Contoh instrumen penilaiannya: ”Nilai x pada 2x – 6 ≥ 8x + 5 adalah x ≤ − 11 ”. Jika hasilnya menunjukkan sama maka pertanyaan dijawab ’benar’ atau ’ya’. Catatan tentang proses menyelesaikan soal: Dalam menjawab pertanyaan (memeriksa pertanyaan). Matematika – SMP | 276 . Contoh indikator penulisan butir soal (indikator soal/indikator penilaian) yang relevan adalah ”Diberikan suatu pernyataan/argumen tentang pertidaksamaan linear satu variabel. kemudian mendeskripsikan alasanjawaban. kemudian hasilnya dibandingkan dengan nilai x pada pernyataan. tanpa menempuh prosedur tahap demi tahap penyelesaian pertidaksamaan. Benarkah pernyataan tersebut? Tunjukkan alasan 6 jawabanmu. Siswa menjawab tidak secara analitis. Siswa menjawab secara analitis. ada beberapa kemungkinan respon siswa. a. selanjutnya menentukan jawaban. yaitu menggunakan prosedur penyelesaian ertidaksamaan setahap demi setahap untuk menentukan nilai x. antara lain sebagai berikut. ASPEK PENILAIAN Macam jawaban Alasan jawaban RUBRIK PENILAIAN Menjawab ’benar’ atau ’ya’ atau yang setara Menjawab ’tidak’ atau ’tidak benar’ atau yang setara Tidak menjawab Alasan jawaban benar dan dilakukan secara analitis Alasan jawaban hampir benar dan dilakukan secara analitis Alasan jawaban sebagian besar tidak benar namun dilakukan secara analitis Alasan jawaban benar namun dilakukan tidak analitis Alasan jawaban hampir benar namun dilakukan tidak analitis Alasan jawaban sebagian kecil benar dan dilakukan tidak analitis Tidak menjawab Skor maksimal = Skor minimal = SKOR 3 1 0 7 6 3 5 4 2 0 10 0 2. b.3 Menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel Contoh indikator pencapaian kompetensi pada KD tersebut adalah (siswa mampu) memeriksa kesahihan suatu argumen yang berhubungan dengan pertidaksamaan linear satu variabel. atau sebaliknya. kemudian mendeskripsikan alasan jawaban. siswa dapat memeriksa kebenaran pernyataan/argumen tersebut”.Contoh-2: Instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan penalaran Kompetensi Dasar (KD): 3. Contoh rubrik penilaian jawaban siswa NO 1. yaitu melakukan analisis terhadap hubungan nilai x dan pertidaksamaan.

kecermatannya atau ketelitiannya. Penilaian sikap dapat dialkukan dengan mengamati perilaku siswa selama proses menyelesaikan masalah. 11 Banyak sapi 17 16 15 . yaitu kemampuan menyelesaikan masalah. Beberapa diantaranya berupa ayam dan lainnya berupa sapi. pengetahuan dan keterampilan. 3) melaksanakan strategi penyelesaian masalah (dalam hal ini dilihat dari proses mengoperasikan bilangan bulat) Matematika – SMP | 277 .1 Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalah Contoh indikator pencapaian kompetensi antara lain: Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi bilangan bulat dengan menggunakan pola Contoh indikator penulisan butir soal (indikator soal/indikator penilaian) yang relevan adalah ”Diberikan suatu permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat. 2) merencanakan strategi penyelesaian masalah (dalam hal ini yang efisien adalah dengan membuat tabel). Berdasarkan dua catatan di atas maka penilaian terhadap jawaban atau respon siswa dapat meliputi komponen sikap. serta menyelesaikan masalah. 7 Jumlah kaki 1×2 + 17×4 = 70 2×2 + 16×4 = 68 3×2 + 15×4 = 66 .. Contoh penyelesaian antara lain sebagai berikut. Kriteria penilaian penyelesaian masalah adalah seberapa jauh kemampuan siswa dalam: 1) memahami masalah (dilihat ada tidaknya salah tafsir dalam menterjemahkan masalah.. Kompetensi Dasar: 4. banyaknya ayam ada 11 ekor dan banyaknya sapi ada 7 ekor. akan tampak dari isi jawaban). b. Jika dihitung banyak seluruh kaki dari 18 binatang itu maka ada 50 kaki. Penilaian pengetahuan dan keterampilan siswa dapat dilihat dari jawaban tertulis siswa. keterampilannya menggunakan penalaran (dan komunikasi). misalnya terkait kegigihannya dalam menyelesaikan masalah. Secara umum. Banyak ayam 1 2 3 ..Contoh-3: Instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan menyelesaikan masalah. Materi instrumen di atas tergolong masalah karena untuk menghitung banyaknya masingmasing binatang tidak serta merta dapat diterapkan operasi hitung bilangan bulat. 11×2 + 7×4 = 50 Jadi.. Pengetahuan siswa dinilai antara lain berdasarkan pemahamannya terkait konsep operasi hitung bilangan bulat.. siswa dapat menyelesaikannya” Contoh instrumen penilaiannya: “Di peternakan milik Pak Anggit terdapat 18 ekor binatang.. c. respon siswa ditinjau dari satu kemampuan saja. Berapakah banyak masing-masing binatang di tempat peternakan Pak Anggit itu?” Catatan tentang materi dan penyelesaian soal: a. Strategi penyelesaian masalah yang efisien untuk diterapkan adalah dengan membuat tabel. namun harus ditempuh strategi tertentu terlebih dahulu.

sementara 3 × n dan 3 : n hasilnya bilangan bulat negatif. siswa mampu membuat pernyataan baru berdasarkan pernyataan tersebut ” Contoh instrumen penilaiannya: Soal TIMSS 2007: • If n is a negative integer. b. Contoh indikator penulisan butir soal (indikator soal/indikator penilaian) yang relevan adalah ”Diberikan suatu pernyataan. c. Alasannya adalah bahwa 3 – n hasilnya pasti bilangan bulat positif dan lebih dari 3. 3 – n d. Setelah soal dimodifikasi maka soal tersebut sangat cocok untuk menguatkan pemahaman siswa tentang konsep pada operasi bilangan bulat yang melibatkan bilangan bulat negatif sekaligus mengoptimalkan kemampuan menggunakan penalaran dan komunikasi. Contoh-4: Instrumen penilaian untuk melatih atau menggali kemampuan dalam menggunakan penalaran. manakah diantara bilangan-bilangan berikut yang mempunyai nilai terbesar.” Catatan tentang materi dan penyelesaian soal: a. 3 – n d. Tunjukkan alasan jawaban. tergantung pada angka pada bilangan bulat positif dibandingkan dengan angka pada bilangan bulat negatifnya. Untuk 3 + n hasilnya paling besar adalah 2. Soal tersebut cocok untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami konsep atau aturan pada operasi bilangan bulat negatif.4) mengecek hasil penyelesaian masalah (dalam hal ini dilihat dari jawaban akhir). 3 : n • Modifikasi soal tersebut untuk mengoptimalkan proses belajar penalaran dan komunikasi matematis adalah: “Jika n adalah bilangan bulat negatif. Jawaban yang diharapkan dari siswa adalah 3 – n merupakan bilangan yang terbesar. 3 : n • Terjemahan soal tersebut: “Jika n adalah bilangan bulat negatif. 3 × n c. manakah diantara bilangan-bilangan berikut yang mempunyai nilai terbesar? a. 3 + n b. Kompetensi Dasar (KD): 3. Konsep tersebut antara lain adalah bahwa: 1) bilangan bulat negatif bila dikalikan atau dibagi dengan bilangan bulat positif akan menghasilkan bilangan bulat negatif.1 Membandingkan dan mengurutkan beberapa bilangan bulat dan pecahan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi. 2) bilangan bulat negatif bila dijumlah dengan bilangan bulat positif hasilnya bilangan bulat positif atau negatif. Penalaran dan komunikasi digunakan ketika siswa harus membuat kesimpulan dengan memilih pernyataan yang tepat dan mengkomunikasikan alasannya. Matematika – SMP | 278 . 3) bilangan bulat positif jika dikurangi dengan bilangan bulat negatif pasti menghasilkan bilangan bulat positif. Contoh indikator pencapaian kompetensi KD tersebut: Menarik kesimpulan dari suatu pernyataan yang berkaitan dengan sifat operasi hitung bilangan bulat. 3 × n c. which of these is the largest number? a. 3 + n b. 3 + n ataukah 3 × n ataukah 3 – n ataukah 3 : n?.

. 10.C. 15. Berikut ini contoh soal-soal dari TIMSS yang diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan refleksi bagi pembaca terkait soal-soal yang selama ini telah disajikan kepada siswa masingmasing. Soal-1: Urutan bilangan 7. berapa angka sama berikutnya yang akan muncul pada KEDUA urutan bilangan? Soal-2: Joe mengetahui bahwa harga sebuah bolpen 1 zed lebih mahal dari harga sebuah pensil. sedangkan urutan bilangan 1. CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN DARI TIMSS TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) adalah studi internasional tentang kecenderungan atau arah atau perkembangan matematika dan sains. Boston College. Siswa kelas VIII SMP Indonesia telah diikutsertakan dalam TIMSS sebanyak 4 kali mulai tahun 1999. 2003 dan 2007. Salah satu kegiatan TIMSS adalah menguji kemampuan matematika siswa kelas IV SD (Sekolah Dasar) dan kelas VIII SMP (Sekolah Menengah Pertama). Jika kedua urutan bilangan tersebut diteruskan. kemudian berturut-turut pada tahun 1999. Temannya membeli 2 buah bolpen dan 3 buah pensil seharga 17 zed. TIMSS diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. TIMSS bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran matematika dan sains. Berapakah nilai dari x? A a. Sesuai persyaratan maka peserta TIMSS harus mewakili kondisi peserta dari berbagai wilayah di negara yang bersangkutan.bertambah dengan 9. 28 dan 37. Oleh karena itu. bertambah dengan 4.. siswa Indonesia yang mengikuti TIMSS berasal dari berbagai provinsi. Pertama kali diselengarakan pada tahun 1995. CD = CE. 70 B ∟ 50 C D x E % menjawab benar Internasional Indonesia 32% 19% Matematika – SMP | 279 . 19. 60 d. 11. 2011. dari aderah terpencil maupun perkotaan. sementara siswa SD belum pernah. 50 c. USA. TIMSS internasional study center berpusat di Lynch School of Education. Berapa zed yang dibutuhkan Joe untuk membeli 1 bolpen dan 2 pensil? Soal-3: Pada diagram dibawah ini. 19 dan 23. Angka 19 berada pada kedua urutan bilangan tersebut. 40 b. Studi ini diselenggarakan oleh International Association for the Evaluation of Educational Achievement (IEA) yaitu sebuah asosiasi internasional untuk menilai prestasi dalam pendidikan.

Soal-4: Jika ada 300 kalori dalam 100 gram sutu makanan. 4m Matematika – SMP | 280 . 9000 Soal-5: Perhatikan garis bilangan berikut ini. berapa banyak kalori dalam 30 gram makanan tersebut? (If there are 300 calories in 100 g of a certain food. Berapa panjang bangunan? (The car is 3.2 1. 100 C. 900 D. 14m C.5 Soal-6: Panjang mobil 3. B. P 0 1 2 3 Bilangan manakah yang merupakan perkiraan paling baik untuk posisi titik P? (What is the best estimate of the number corresponding to P?) A. C. 1000 E.5 m. D.1 1. 10m D. 1. how many calories are there in a 30 g portion of this food?) A. About how long is the building?) A.4 1.5m long. 90 B. 18 m B.

manakah diantara berikut ini yang benar? (Which of the following is true when a. 28 D. (1.5) D. (5. (3. berpa nilai dari x? (If the ratio 7 to 13 is the same as the ratio x to 52. 13 C. what is A.5) B. b – c = c – b D. and c are different real numbers?) A. 16 1 dari bilangan tersebut? (If 4 times a 3 1 of the number?) 3 Soal-9: Bila a. 8 C. 364 Soal-8: Jika 4 kali dari suatu bilangan hasilnya 48. a – b = b – a B. ab = ba E. 12 D. what is the value of x?) A. b dan c bilangan real. 7 B. (3. 4 B.Soal-7: Jika perbandingan 7 dan 13 (7:13) sama dengan perbandingan x dan 52. Jawaban yang mungkin adalah: A. a(b – c) = b(c – a) C. Tentukan letak titik P sehinggan MNP segitigaa samakaki.2) C. b.1) Matematika – SMP | 281 . ab – c = ab – b Soal-10: Diberikan 2 titik M dan N seperti pada gambar di samping. berapakah number is 48.

3. 2. Berapa persen penonton anak- Pada soal tersebut sebanyak 58. anak? Pada soal tersebut sebanyak 56% siswa menjawab benar (A). Alisa berlari dalam suatu perlombaan selama 49.30 detik. salah penafsiran. Pada suatu pertunjukan. Sebagai ilustrasi disajikan soal berikut ini. Belajar dari pengalaman mengikuti TIMSS dan PISA tersebut maka beberapa contoh hasil TIMSS 2003 berikut ini perlu menjadi perhatian dan pertimbangan kita dalam memperbaiki proses pembelajaran matematika di SMP/MTs yang berkaitan dengan mengantarkan siswa memahami konsep-konsep matematika. 2.76% menjawab D. misalnya dalam menyelesaikan beberapa soal berikut ini.44 B. 22.8% menjawab B. Sebuah kubus besar dicat. 2009. Laporan hasil studi menyebutkan bahwa hanya 31% siswa kita yang menjawab dengan benar.8% memilih jawaban B. Matematika – SMP | 282 . 2003. Sebanyak 12. Siswa kita lemah dalam menyelesaikan soal terkait konten geometri. hanya 33.9% menjawab C dan 3. Siswa kita ceroboh dalam perhitungan teknis. Sebanyak 19. 3. Kubus besar tersebut kemudian dipotong menjadi tiga bagian dari tiga arah yang berbeda dan menghasilkan banyak kubus kecil seperti gambar disamping. 2003.5% menjawab D. Berapa banyaknya kubus kecil yang dihasilkan? Menurut laporan. 2007.Indonesia diwakili siswa SMP/MTs dari berbagai kota/kabupaten di berbagai provinsi seluruh Indonesia telah empat kali mengikuti kompetisi TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) pada tahun 1999. Manakah bilangan yang berurut dari yang terbesar ke yang terkecil? B. Siswa kita umumnya cukup baik dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan konten baku dan keterampilan dasar. Betti berlari dalam perlombaan yang sama selama 52.86 detik.54 C. Berapa detik lebih lama Betty daripada Alisa? A. Sebagai ilustrasi disajikan soal sebagai berikut. 2006. khususnya dalam pemahaman ruang dan bentuk. atau mengalihkan soal ke proses mekanistik. 10. Siswa kita kurang mampu membaca soal yang antara lain disebabkan kurang teliti membaca soal. 2011 dan PISA (Program for International Student Assessment) pada tahun 2000.6% menjawab C.56 D.7% siswa menjawab benar (A).4% siswa yang menjawab benar dan sisanya 58. dan 17. 4. 2.79% menjawab salah. 1. 3.76 dari penonton adalah anak-anak.

sementara 80% menjawab salah. menarik kesimpulan dari suatu pernyataan. 6. C. Siswa kita kurang antusias. Siswa kita lemah dalam soal aplikasi yang memuat suatu cerita. Ia mencatat waktu yang diperliukan setiap penurunan 5oC. Sebagai ilustrasi disajikan soal sebagai berikut. E. Jika Budi memiliki buku. Buku Hari enam buah lebih banyak dari buku Budi. dalam mengerjakan soal yang informasinya panjang. Perkirakan berapa menit jumlah waktu yang diperlukan untuk penurunan suhu 95oC ke 70oC dan jelaskan cara memperoleh perkiraan tersebut. dan cenderung tertarik hanya pada soal rutin yang langsung berkaitan dengan rumus. sementara 94% menjawab salah. sementara 76% menjawab salah. C. D. meskipun soalnya sederhana. Buku Gito dua kali lebih banyak dari buku Budi. Matematika – SMP | 283 . Sebagai ilustrasi disajikan soal sebagai berikut. Penurunan Suhu 95o-90oC 95o-90oC 95o-90oC 95 -90 C 95o-90oC o o Waktu 2 menit 10 detik 2 menit 10 detik 2 menit 10 detik 2 menit 10 detik 2 menit 10 detik Tabel disamping merupakan hasil pengamatan Kanti terhadap penurunan suhu air dari 95oC ke 70oC. memberikan alternatif bagi suatu argumen. bahkan meninggalkan. Laporan hasil studi menyebutkan bahwa ternyata hanya 4% saja dari siswa kita yang menjawab dengan benar. Laporan hasil studi menyebutkan bahwa ternyata hanya 20% saja dari siswa kita yang menjawab dengan benar. Penyajian bahan ajar (bahan belajar) yang diharapkan dapat memunculkan nuansa penalaran tinggi/memadai dalam proses pembelajaran adalah menyajikan soal atau tugas yang menuntut siswa agar melakukan kegiatan antara lain: mengajukan dugaan (conjecture). B. Soal-soal dari TIMSS 2003 berikut ini adalah salah satu contoh dari bahan ajar (bahan belajar) yang dapat memunculkan nuansa penalaran tinggi/memadai. D.Manakah yang sama dengan B. Laporan hasil studi menyebutkan bahwa ternyata hanya 24% saja dari siswa kita yang menjawab dengan benar. 5. berapa buku yang dimiliki oleh ketiga anak tersebut? A. menemukan pola pada suatu gejala matematis. Walaupun materi soal cukup sederhana namun untuk menyelesaikanya diperlukan penalaran yang tinggi atau memadai.

Jika diteruskan sampai gambar ke-7. Berapakah berat 1 balok logam? Matematika – SMP | 284 . Bagaimanakah caranya menentukan banyak segitiga pada gambar ke-50 tanpa menggambarnya? Contoh-3: Hanya 18. terjadi seperti gambar di bawah ini. terjadi seperti gambar di bawah ini.Contoh-1: Hanya 25.2% peserta Indonesia yang menjawab benar pada soal berikut ini Gambar di atas adalah sebuah segienam beraturan. 2. Ketika 1 balok ditimbang dengan beban 8g. 1 2 1 1 5 6 7 8 3 4 Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 1. berapakah banyaknya segitiga kecil pada gambar ke7? Jika diteruskan sampai gambar ke-50.1% peserta Indonesia yang menjawab benar pada soal berikut ini Jon mempunyai 3 balok logam yang sama berat. Ketika ketiga balok ditimbang dengan beban 20g.6% peserta Indonesia yang menjawab benar pada soal berikut ini Perhatikan tiga gambar berikut. Berapakah ? Contoh-2: Hanya 23.

membaca puisi/deklamasi. pengamatan dilakukan pada saat terjadi proses kinerja. mengoperasikan suatu alat. 1. Langkah kinerja yang diharapkan agar dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja suatu kompetensi 2. Penilaian Kinerja atau Praktek Penilaian kinerja adalah penilaian yang dilakukan dengan cara mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. (2) identifikasi.Contoh-4: Hanya 1.35% menjawab separuh benar pada soal berikut ini Seorang reporter TV memperlihatkan data perampokan dan berkata: “ Grafik berikut memperlihatkan bahwa perampokan tahun 1998 sampai 1999 mengalami kenaikan yang sangat besar” Apakah pernyataan tersebut merupakan tafsiran yang beralasan? Berikan penjelasan yang mendukung jawaban tersebut. Oleh karena itu dalam penilaian kinerja diperlukan instrumen berupa lembar pengamatan atau lembar observasi. bernyanyi.15% peserta Indonesia yang menjawab benar. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas 4. Penilaian kinerja dapat dilakukan melalui: (1) penilaian tertulis (paper and pencil). menggunakan peralatan laboratorium. INSTRUMEN PENILAIAN NONTES DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP/MTs 1. 520 515 510 505 1998 1999 Banyaknya perampokan per tahun D. Instrumen penilaian kemampuan praktek dalam matematika dapat terdiri dari lembar pengamatan saja (misalnya dalam kegiatan menggambar dan memberi nama sudut. 1. Dalam kegiatan penilaian kinerja. Mengingat bahwa kemampuan praktek dalam matematika tak dapat dipisahkan dari kemampuan pengetahuannyanya (dalam hal ini pemahaman konsep dan penalarannya) maka uraian tugas pada instrumen penilaian praktek terintegrasi dengan instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan dalam pengetahuan. Pada lembar pengamatan harus didefinisikan aspek yang dinilai berupa perilaku yang diharapkan Matematika – SMP | 285 . Beberapa hal berikut ini adalah hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan penilaian kinerja (Pedoman Penilaian Kelas. memainkan alat musik. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. dan (4) memberi contoh kerja (work sample). Penilaian kinerja berguna untuk mengukur keterampilan siswa melakukan kinerja tertentu. Contoh kinerja yang dapat diamati antara lain: bermain peran. 2004: 1516). membagi sudut yang telah diketahui menjadi dua sama besar) atau kombinasi penilaian tertulis dan pengamatan (misalnya dalam kegiatan menggambar benda yang disebutkan sifat-sifatnya). Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak sehingga semua dapat diamati 5. (3) simulasi. Ketepatan dan kelengkapan aspek yang akan dinilai dalam suatu kinerja 3.

Selain itu juga dicantumkan cara dan rubrik penilaiannya. 5. dll untuk menemukan peluang empirik. Contoh: Nilai Dewi = 14:16 × 100 = 87. Tugas ini dikerjakan secara individu 2. Contoh Format Penilaian Praktek: Contoh-1: Format penilaian kinerja dengan skala rentang (rating scale) Aspek yang dinilai Penjelasan Kejuperbanjuran dingan dalam data proses peluang percoempirik baan dan teoritik 3 3 • Skor yang dicapai • Nilai • • 87. Kelp I Kelp II Kelp III Kelp IV Klep V Kelp VI 4 14 Matematika – SMP | 286 . kemudian hitunglah peluangnya.3 Menunjukkan perilaku jujur dan bertanggung jawab sebagai wujud implementasi kejujuran dalam melaporkan data pengamatan 3.muncul dari siswa selama proses praktek. Instrumen penilaian praktek dapat terdiri dari lembar pengamatan (observasi) dengan daftar cek (check list) dan skala rentang (rating scale). 5.5 NO Nama Siswa Cara mela kukan percoba an 4 Cara penyajian data 1. Contoh instrumen penilaian kinerja Kompetensi Dasar (Kelas VIII): 2. Perhatikan masalah berikut ini: 3. Apakah ada kesesuaian? Jelaskan. misalnya uang logam. 6. dadu.d. 100.5 • • • Kriteria penskoran Skor 4 = tanpa kesalahan Skor 3 = ada sedikit kesalahan Skor 2 = ada banyak kesalahan Skor 1 = tidak melakukan Skor maksimal = 16 Skor minimal = 4 Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. 4. Sajikan data hasil percobaan dalam tabel. Lakukan percobaan dengan benda-benda di sekitarmu. Bandingkan data yang kamu peroleh dengan dengan peluang secara teoritik. 2 3. 4.13 Menemukan peluang empirik dan teoritik dari data luaran (output) yang mungkin diperoleh berdasarkan sekelompok data nyata Sumber: Kompetensi Dasar Mapel Matematika SMP/MTs Kurkulum 2013 Uraian tugas: 1.

3. dan teknik. dan mendisain produk. alat. Penilaian biasanya dilakukan pada pada tahap appraisal. 4. barangbarang terbuat dari kayu. tetapi juga proses membuat produk. seperti: makanan. 2. Tahap 3: penilaian (appraisal) produk Penilaian (appraisal) produk meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam membuat produk sesuai kegunaannya dan memenuhi kriteria keindahan menggunakan bahan. Penilaian produk tidak hanya dilakukan terhadap hasil akhir produk. Produk yang dibuat adalah benda-benda yang bermanfaat bagi diri siswa atau bagi lingkungan siswa. Penilaian Produk Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk. Tahap 2: proses pembuatan produk Penilaian pada tahap pembuatan produk meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam menyeleksi dan menggunakan bahan. Penilaian dengan cara analitik didasarkan pada aspek-aspek produk yang biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan produk. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni. Produk dinilai secara holistik dan analitik. Kelp I Kelp II Kelp III Kelp IV Klep V Kelp VI 2.d. dan teknik. lukisan. gambar). 5. keramik.pai data empirik baan dan teoritik 1 1 1 0 3 75 Kriteria penskoran Skor 1 = ya Skor 0 = tidak Skor maksimum = 4 Skor minimal = 0 Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. alat.Contoh-2: Format penilaian kinerja dengan daftar cek (check list) Aspek yang dinilai Penjelasan KejuCara perbanCara juran Skor pedingan melakudalam yang nyaNilai data kan perproses dicajian peluang cobaan perco. Penilaian dengan cara holistik didasarkan pada kesan keseluruhan dari produk. menggali dan mengembangkan gagasan. 6. Matematika – SMP | 287 . Tahap 1: persiapan Penilaian pada tahap persiapan meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam merencanakan. 100 Contoh: Nilai Dewi = 3 : 4 × 100 = 75 No Nama Siswa • • • • • 1. Pengembangan produk dapat meliputi tiga tahap dan pada setiap tahap perlu dilakukan penilaian. hasil karya seni (patung. plastik dan logam. pakaian.

Oleh karena itu mempelajari keterampilan membuat suatu produk bukan menjadi bagian dalam belajar matematika. 2.Penilaian produk dalam pembelajaran matematika Sesuai dengan karakteristik materinya maka tujuan belajar matematika secara langsung dan tidak langsung adalah melatih pola pikir yang sistematis. balok. desain rumah. Gunting 5. sekolah. guntinglah dan bentuklah kubusnya. dan masyarakat sebagai wujud implementasi penyelidikan sifat-sifat kubus. Lem Matematika – SMP | 288 . Ukurlah panjang setiap rusuk dari kubus yang kamu buat. Berapa luas permukaan kubus yang kamu buat? 3. Penggaris Uraian Tugas: Pada kertas karton dengan ukuran 35 cm × 45 cm (lebar 35 cm dan panjang 45 cm) akan dibuat jaring-jaring kubus sehingga diperoleh kubus dengan ukuran maksimal. Berapa panjangnya? 6. disiplin dan jujur. ada kemampuan yang dipelajari dalam matematika yang dapat membekali siswa mampu menghasilkan produk yang berguna dalam kehidupan. Gambarlah jaring-jaring kubus yang dipilih itu. Kemampuan itu akan sangat bermanfaat dalam pembuatan produkproduk benda ruang yang banyak digunakan dalam kehidupan. runtut selain juga sikap yang konsisten. logis. Sebagai contoh. pembuatan pintu dan jendela. 1. 3. balok. Kertas karton berukuran 35 cm × 45 cm (lebar 35 cm dan panjang 45 cm). Pilihlah jaring-jaring kubus yang paling tepat untuk digambar pada kertas karton tersebut. prisma dan limas Indikator Pencapaian Kompetensi: Membuat jaring-jaring kubus Sumber: Kompetensi Dasar Mapel Matematika SMP/MTs Kurikulum 2013 Alat dan bahan yang disiapkan: 1. dll. Contoh Instrumen Penilaian Produk Kompetensi Dasar (Kelas VIII) 3.2 Menunjukkan perilaku ingin tahu dalam melakukan aktivitas di rumah. 2. prisma dan limas serta bagian-bagiannya melalui alat peraga 3. 5. kemampuan dalam menggambar berbagai bentuk jaring-jaring benda ruang. Setelah jaring-jaring terbentuk. Buatlah daerah lekukan (lidah) dengan ukuran 2cm yang akan berfungsi sebagai penghubung antar bidang sisi kubus. 4. Pensil 4. garis dan bangun datar yang dapat digunakan dalam membuat desain/pola baju. Kemampuan melukis sudut. kuda-kuda rumah. Walaupun demikian. desain perlengkapan rumah.9 Menentukan luas permukaan dan volum kubus.

8 Keterangan Sekor maks = 27 Sekor min = 7 Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s.d. … 32. 3. Zanuba Nilai 88.Contoh Format Penilaian Produk Persi apan A 3 Proses Pembuatan Produk a B c 3 4 4 Penilaian Akhir Produk a 3 b 4 c 3 Skor yang dicapai 24 No 1.8 Keterangan tabel dan kriteria penskoran: Tahap Persiapan Aspek yang dinilai a = Ketepatan penentuan panjang rusuk sehingga ukuran maksimal a = Ketepatan cara menggunakan penggaris dan jangka b = Ketepatan/ kebenaran jaring-jaring Kriteria penskoran Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2= panjang rusuk belum maksimal atau melebihi Skor 3= panjang rusuk maksimal Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2= masih banyak melakukan kesalahan Skor 3 = ada sedikit kesalahan Skor 4 = tidak ada kesalahan Skor 1= tidak mengerjakan Skor 2= banyak terdapat kesalahan Skor 3 = ada sedikit kesalahan Skor 4 = tidak ada kesalahan Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2 = banyak terdapat kekeliruan ukuran Skor 3 = sedikit terdapat kekeliruan ukuran Skor 4 = tidak terdapat kekeliruan ukuran Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2= tidak rapi Skor 3 = kurang rapi Skor 4= rapi Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2= tidak benar/tepat Skor 3 = kurang benar/tepat Skor 4 = tepat/benar Skor 1 = tidak mengerjakan Skor 2= tidak rapi Skor 3 = kurang rapi Skor 4 = rapi Proses pembuatan Produk c = Kecermatan membuat jaring-jaring Penilaian Akhir Produk a = Kerapian penyam-bungan antar sisi mela-lui lidah yang dibuat b = Ketepatan/ kebe-naran bentuk kubus sebagai produk akhir c = kerapian bentuk kubus sebagai produk akhir Matematika – SMP | 289 . Contoh: Nilai Dewi = 24 : 27× 100= 88. 100. 5. Nama Siswa Dewi Hera Yeni Ismail Mawar …. 4. 2.

Dalam matematika kegiatan siswa Kelas VII yang termasuk proyek antara lain penelitian sederhana yang terkait dengan pengolahan dan penyajian data. Oleh karena itu perlu ditetapkan hal-halatau aspek yang perlu dinilai. Lakukan wawancara terhadap paling sedikit lima pedagang kecil di suatu pasar tradisional. Penilaian Proyek Proyek adalah rencana pekerjaan dengan sasaran khusus dan saat penyelesaian yang tegas. pengumpulan data. Laporan mencakup komponen: (1) Tujuan kegiatan (2) Persiapan (3) Pelaksanaan (4) Hasil yang Diperoleh (5) Kesan dan Pesan terhadap Tugas. kemampuan siswa memberi informasi tentang sesuatu yang menjadi hasil penyelidikannya. Penilaian proyek adalah penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. b.2 Menunjukkan perilaku ingin tahu dalam melakukan aktivitas di rumah. Buatlah laporan secara tertulis tentang kegiatan yang dilakukan sejak perencanaan. harga beli. pelaksanaan dan hasil yang diperoleh. pengumpulan data. 3) kegiatan penting apa saja yang dilakukan dalam berdagang terutama dalam hal pengadaan barang dan penjualan. Sumber: Kompetensi Dasar Mapel Matematika SMP/MTs Kurikulum 2013 Uraian tugas: a. sekolah. harga jual. proses pengerjaan tugas sampai hasil akhir proyek. 2) untung yang rata-rata diperoleh setiap hari. Kegiatan siswa yang termasuk proyek antara lain: penelitian sederhana tentang air di rumah. Contoh instrumen penilaian proyek dalam pembelajaran matematika: Kompetensi Dasar (Kelas VII) 2. perkembangan harga sembako dalam suatu periode tertentu. Buatlah daftar pertanyaan untuk wawancara dan siapkan lembaran atau format untuk mencatat hasil wawancara. kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan tertentu melalui suatu penyelidikan.1 Menggunakan konsep aljabar dalam menyelesaikan masalah aritmetika sosial yang sederhana Indikator pencapaian kompetensi: Menyelesaikan masalah yang berkait dengan kegiatan ekonomi sederhana di warung atau pasar tradisional yang melibatkan konsep laba/rugi. atau rugi yang pernah dialami dan apa penyebabnya. Penilaian proyek dimaksudkan untuk mengetahui: pemahaman siswa dalam bidang tertentu. dan masyarakat sebagai wujud implementasi penyelidikan operasi bilangan bulat yang berkaitan dengan aritmetika sosial sederhana 4. pengolahan dan penyajian data. pengorganisasian. Instrumen penilaian proyek dapat terdiri dari lembar pengamatan (observasi) dengan daftar cek (check list) dan skala rentang (rating scale). Terhadap setiap pedagang yang diwawancara. Anggota tiap kelompok paling banyak 6 orang. Laporan tentang hasil yang diperoleh memuat hal-hal berikut ini: Matematika – SMP | 290 . Kerjakan tugas ini secara kelompok.3. Penilaian hasil karya dalam proyek dilakukan dari proses perencanaan. penelitian sederhana tentang perdagangan barang di pasar terkait dengan aritmetika sosial. seperti penyusunan desain. kumpulkan data tentang: 1) modal yang dimiliki. analisis data dan penyiapan laporan tertulis. Tugas tersebut berupa penyelidikan terhadap sesuatu yang mencakup perencanaan. c.

Kia … … 32.6) Contoh-2: dengan daftar cek (check list) Tahap persiapan baik 1 Aspek yang dinilai Tahap Skor Tahap pelaksa yang pelapora naan dican baik baik pai 1 0 2 • • • • • No Nama Siswa Nilai 66. Zanuba Catatan: Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. Dewi 11 91.d. Dalam kondisi yang bagaimana keuntungan/kerugian biasa terjadi. 100 . Laporan dikumpulkan paling lambat enam minggu setelah diberikan tugas ini. Ismail 5.6 a. Dewi 2. Ve 8. 3) Penjelasan tentang: b) Pedagang mana yang persentase keuntungan/kerugiannya paling banyak dan besarnya persentase. d. c) Kegiatan yang pada umumnya harus dilalui para pedagang dalam berdagang.d. Hera 3. Ismail 5. Contoh: Nilai Dewi = 11 : 12 × 100 = 91. 100 Contoh: Nilai Dewi = 2 : 3 × 100 = 66. Zanuba Keterangan: Kriteria penskoran Skor 0 = tidak Skor 1= ya Skor maksimum = 3 Skor minimal = 0 Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s. Hera 3.6 1. Dicky 9.2) Penyajian data yang diperoleh dalam bentuk tabel sesuai pengelompokan data pada nomor b. 6 2. Laporan dipresentasikan atau dipamerkan. Veri 7. Yeni 4. Aspek yang dinilai pada tahap persiapan adalah: persiapan format-format untuk pengumpulan data secara langsung maupun dengan lembar isian Matematika – SMP | 291 . Mawar 6. Mawar … … 32. Lembar Penilaian Tugas Proyek: Contoh-1: dengan skala rentang (rating scale) Aspek yang dinilai No Nama Siswa Tahap Persiapan 4 Tahap Pelaksa naan 4 Tahap Pelaporan 3 Skor yang dicapai Nilai Kriteria penskoran • Skor 4 = tanpa kesalahan • Skor 3 = ada sedikit kesalahan • Skor 2 = ada banyak kesalahan • Skor 1 = tidak melakukan • Skor maksimal = 12 • Skor minimal = 4 1. Yeni 4.

Walaupun demikian pengelolaannya mengacu pada paling sedikit tujuh unsur kunci. Contoh Instrumen Penilaian Portofolio Misalkan siswa diberi tugas seperti berikut ini. c. atau bentuk informasi lain yang terkait kompetensi tertentu dalam suatu mata pelajaran. 3. 4. Secara teknis pengelolaan penilaian portofolio dapat ditempuh dalam berbagai variasi. Memilih atau menentukan kriteria untuk menilai pekerjaan atau karya siswa yang akan dikoleksi sebagai portofolio. Aspek yang dinilai pada tahap pelaporan adalah: ketepatan isi laporan dan bentuk sajian laporan. statistik. pekerjaan hasil tes. 2. Penilaian Portofolio Portofolio adalah suatu kumpulan sistematis hasil-hasil pekerjaan seseorang. 4. 5. 6. pemecahan masalah dan penalaran dalam matematika. Membuat siswa memahami makna portofolio dalam kaitan dengan pencapaian dan kemajuan hasil belajarnya. Menentukan topik pekerjaan atau karya siswa yang akan dikoleksi sebagai portofolio. komunikasi matematis Tanggal Informasi Tugas: ………………………………………. : Matematika : VII : Penyajian Data Kegiatan Sehari-Hari Matematika – SMP | 292 . Menjadwalkan dan melaksanakan pertemuan portofolio dengan siswa. piagam penghargaan. Mengumpulkan dan menyimpan pekerjaan atau karya siswa yang dipilih sebagai portofolio. 7.b. Informasi perkembangan siswa dapat berupa hasil karya terbaik siswa selama proses belajar. Melibatkan orang tua dan unsur lain dalam program dan pelaksanaan penilaian portofolio siswa. Membantu dan mendorong siswa agar selalu mengevaluasi dan memperbaiki hasil-hasil pekerjaan atau karya portofolio mereka. Mata Pelajaran Kelas Judul Tugas Ruang Lingkup Belajar: Konsep dan operasi bilangan. pengelompokan data dan analisis data. Dari informasi perkembangan itu siswa dan guru dapat menilai kemajuan belajar yang dicapai dan siswa terus berusaha memperbaiki diri. Penilaian portofolio adalah penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam suatu periode tertentu. Aspek yang dinilai pada tahap pelaksanaan adalah: proses pencatatan data. yaitu: 1. geometri dan pengukuran.

a. tampilan diagram atau grafik c. 3. perhitungan-perhitungan yang digunakan dalam membuat diagram atau grafik d. dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. teknologi. peduli (toleransi. Kegiatan yang diamati dan diperdalam datanya melalui wawancara mencakup hal-hal sebagai berikut. Penyelesaian tugas yang dikumpulkan terdiri atas: a. pilihlah salah satu tetanggamu atau kerabatmu sebagai sasaran pengamatan dan wawancara. Kalkulator Materi tugas dalam hubungannya dengan KI dan KD: Kompetensi Inti (KI) 2. 4. gotong royong). santun. Bila yang dibuat diagram lingkaran. konseptual. tanggungjawab. Menghargai dan menghayati perilaku jujur.1 Menunjukkan perilaku jujur dan bertanggung jawab sebagai wujud implementasi kejujuran dalam melaporkan data pengamatan 3. Lama (waktu) melakukan masing-masing kegiatan dalam satuan jam c. Buatlah diagram atau grafik yang menggambarkan waktu atau banyaknya jam yang umumnya digunakan untuk melakukan masing-masing kegiatan 5. disiplin. Kegiatan terjadi pada hari-hari sekolah (bukan hari libur sekolah). budaya terkait fenomena dan Kompetensi Dasar (KD) 2. sediakan jangka atau busur derajat d. Catatlah hasil pengamatan dan wawancara yang kamu lakukan. Amatilah dan lakukan wawancara terkait kegiatan sehari-hari dari salah satu anggota keluargamu. grafik Indikator Pencapaian Kompetensi • Hasil karya penyelesaian tugas bukan hasil menyontek • Menyerahkan hasil penyelesaian tugas sesuai waktu yang ditentukan atau disepakati Mampu: • menentukan komponen tabel yang sesuai dengan muatan kegiatan • memilih macam diagram Matematika – SMP | 293 . Kertas grafik untuk membuat diagram atau grafik c. Penyelesaian tugas yang dikumpulkan dalam jangka waktu maksimal dua minggu setelah tugas diinformasikan. 11 Memahami teknik penataan data dari dua variabel menggunakan tabel. Bila tidak ada anggota keluarga yang masih sekolah. Kertas polos atau kertas bergaris untuk menuliskan table b. 6. 2. percaya diri. Penggaris e. dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan.Uraian Tugas: 1. sajian data hasil pengamatan/wawancara dalam bentuk tabel b. Memahami pengetahuan (faktual. seni. dan sajikan dalam bentuk tabel. Macam kegiatan yang dilakukan setiap hari b. Bahan yang Dibutuhkan: a. penjelasan ringkas tentang alasan pemilihan jenis diagram atau grafik cara membuat (menggambar) diagram atau grafik.

membaca. memodifikasi. dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 4. dan grafik garis Indikator Pencapaian Kompetensi atau grafik yang sesuai dengan keadaan data • menjelaskan alasan pemilihan diagram atau grafik • menjelaskan cara membuat diagram atau grafik yang disajikan Mampu: menyajikan korespondensi antara macam kegiatan dan banyaknya waktu kegiatan dalam bentuk tabel dengan tepat dan mudah terbaca menyajikan bentuk diagram atau grafik yang sesuai dengan jenis data menyajikan diagram atau grafik yang ukuranukurannya sesuai dengan kuantitas data dan atau skala gambar. Mencoba. diagram lingkaran. dan membuat) dan ranah abstrak (menulis.Kompetensi Inti (KI) kejadian tampak mata Aspek Penilaian Kompetensi Dasar (KD) batang. Ada usaha menampilkan korespondensi antara macam kegiatan dan banyaknya waktu namun belum mencakup seluruh bagian data Korespondensi antara macam kegiatan dan banyaknya waktu ditampilkan dengan tabel yang mudah terbaca namun masih ada kesalahan pada nama komponen dan atau judul tabel Korespondensi antara macam kegiatan dan banyaknya waktu ditampilkan dengan tabel yang tepat dan mudah terbaca Jumlah waktu yang digunakan untuk seluruh kegiatan telah 24 jam Matematika – SMP | 294 . dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel. merangkai. mengolah.8 Mengumpulkan. menghitung. Tingkat kesempurnaan Tingkat Satu Tingkat Dua Tingkat Tiga Tingkat Empat Tabel Data macam kegiatan dan banyaknya waktu menunjukkan tidak ada korespondensi. menginterpretasi. dan grafik Sumber KI dan KD: Kompetensi Dasar Mapel Matematika SMP/MTs Kurikulum 2013 Hasil penyelesaian tugas siswa dapat dinilai dengan rubrik penilaian sebagai berikut. Jumlah waktu yang digunakan tidak 24 jam. menggambar. mengurai. diagram. mengolah. menyajikan diagram atau grafik dengan rapi dan tulisan komponen jelas 4. dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan.

diagram atau grafik.nyak kesalahan dalam perhitungan Ada beberapa kesalahan teknis dalam perhitungan yang berpengaruh pada peta data secara keseluruhan Penjelasan benar namun tidak runtut Kalimatkalimatnya sulit diartikan Terjadi kesalahan teknis dalam perhitungan namun tidak berpengaruh pada peta data secara keseluruhan Penjelasan benar Kalimat kalimatnya mudah dipahami atau diartikan Tidak ada kesalahan perhitungan Penjelasan tidak benar Kalimat-kalimatnya sulit dipahami atau diartikan Penjelasan benar. Setelah melakukan pengamatan dan atau wawancara. peserta didik diharapkan agar mendesain tabel data yang sederhana untuk menuliskan macam kegiatan dan menghitung waktu yang digunakan pada tiap macam kegiatan.Tingkat Satu Tingkat Dua Tingkat Tiga Tingkat Empat Jumlah waktu yang digunakan tidak 24 jam Diagram atau Grafik Diagram atau grafik yang dipilih tidak tepat Ukuran-ukuran pada diagram atau grafik semuanya tidak sesuai dengan kuantitas data dan atau skala gambar Diagram atau grafik yang dipilih tidak tepat Masih ada ukuran-ukuran pada diagram atau grafik yang tidak sesuai dengan kuantitas data dan atau skala gambar Jumlah waktu yang digunakan telah 24 jam Bentuk diagram atau grafik tepat Ukuran-ukuran pada diagram atau grafik sudah sesuai dengan kuantitas data dan atau skala gambar Sajian diagram atau grafik kurang rapi dan tidak jelas Bentuk diagram atau grafik tepat Ukuran-ukuran pada diagram atau grafik sesuai dengan kuantitas data dan atau skala gambar Sajian diagram atau grafik rapi dan jelas Perhitunga n dalam menyusun tabel dan diagram atau grafik Penjelasan Terdapat ba. Kegiatan ini akan menuntut peserta didik memperkirakan dan menghitung waktu yang digunakan. Mereka harus menyadari dan memahami bahwa waktu yang dilaluinya untuk kegiatan sehari-hari adalah 24 jam. Matematika – SMP | 295 . runtut dan menunjukkan pemahaman komperhensif tentang kelebihan dan kekurangan dari macam-macam grafik Kalimat-kalimatnya mudah dipahami atau mudah diartikan Panduan untuk guru dalam menilai hasil tugas siswa: 1. mengkomunikasikan informasi melalui tabel. Tugas ini menuntut peserta didik untuk mengumpulkan. menganalisa dan 2.

Diagram lingkaran. alasan pemilihan grafik dan pemahaman peserta didik bahwa jumlah jam kegiatan yang dilakukan dalam sehari ada 24 jam. 5.3. mengerjakan PR. diagram/grafik batang dan piktogram merupakan grafik atau diagram yang tepat. Berikutnya peserta didik harus memilih diagram atau grafik yang tepat untuk mengkomunikasikan hasil pengamatan atau wawancaranya. peserta didik akan menghitung derajat tiap juring lingkaran yang menggambarkan waktu yang digunakan untuk tiap jenis kegiatan. 4. Bila dipilh diagram lingkaran. Jawaban akan bervariasi tergantung variasi kegiatan rutin yang dilakukan peserta didik sehari-hari. misalnya tidur. Bila hasil tugas siswa belum mencapai tingkat 4 maka siswa dapat diminta untuk menyempurnakan hasil tugasnya. s. Topik tugas/kegiatan Penyajian data kegiatan seharihari Tanggal penyelesaian tugas 20-1-2012 Judul tugas Penyajian data Kegiatan Seharihari (adhik kandung) Catatan guru (Umpan balik) • Masih ada kesalahan perhitungan yang berpengaruh pada peta data • Grafik masih perlu disempurnakan 2. peserta didik harus menjelaskan secara ringkas tentang alasan dan cara yang digunakan dalam pembuatan diagram atau grafik.d. Hasil tugas selanjutnya dinilai berdasarkan kriteria penilaian. adalah peristiwa yang saling asing. s.a 5-2-2012 Tingkat 4/ skor = 95 Matematika – SMP | 296 . Contoh pendokumentasian hasil penilaian terhadap hasil tugas siswa yang kemudian hasil tugas tersebut didokumentasi sebagai portofolio siswa: No 1. Terakhir. makan dll.d. Penjelasan harus menggambarkan teknik yang digunakan. Pemilihan grafik garis kurang tepat karena peristiwa yang dibuat grafiknya.a 30-1-2012 Penyajian Data Kegiatan Seharihari (adhik kandung) Penyajian Data Kegiatan Seharihari (kakak kandung) Masih ada kesalahan perhitungan namun tidak berpengaruh pada peta data Ejaan pada beberapa kalimat perlu diperbaiki Tingkat 3/ skor =80 Hasil (Tingkat: 1-4/ Skor: 1-100) Tingkat 2/ skor 60 3.

Jakarta: BSNP Kemdikbud. Kompetensi Dasar Matematika SMP/MTs. Jakarta: Kemdikbud Sri Wardhani. Yogyakarta: PPPPTK Matematika Matematika – SMP | 297 . 2011. Yogyakarta: Program BERMUTU PPPPTK Matematika Sri Wardhani dan Rumiati. 2013.Daftar Pustaka BSNP. Instrumen Penilaian Nontes dalam Pembelajaran Matematika SMP/MTs. 2010. Yogyakarta: Program BERMUTU PPPPTK Matematika Sri Wardhani. dkk.Belajar dari PISA dan TIMSS. Penyusunan Instrumen Penialain dalam Pembelajaran Matematika SMP/MTs . Pembelajaran Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika di SMP/MTs. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2012. 2006.

Simpulan Fasilitatormenyimpulkan materi analisis buku. dan kedalaman materi.4-2. Kerja Kelompok Kerja kelompok menganalisis kesesuaian buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL.4 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. dan KD dengan menggunakan LK-2. kecukupan. Matematika – SMP | 298 . KI.4-1 dan LK -2. Diskusi Kelompok Diskusi kelompok hasil penilaian buku dilanjutkan dengan pemaparan materiAnalisis Buku Guru dan Buku Siswa dengan menggunakan PPT-2. Simpulan Menyimpulkan hasil diskusi dan menyampaikan format lembar kerja yang telah disiapkan. Presentasi Presentasi hasil kerja masing-masing kelompok. Kerja Kelompok Kerja kelompokmembuat contoh-contoh penerapan materi pelajaran yang terdapat dalam buku guru dan buku siswa pada bidang/ ilmu lain serta kehidupan sehari-hari. Diskusi Kelompok Diskusi kelompok untuk menganalisis kesesuaian proses.4 Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Langkah Kegiatan Inti Menilai Buku Diskusi Kelompok Menyimpulkan Hasil Kerja Kelompok 20 Menit 80 Menit 20 Menit 40 Menit Menyimpulkan Presentasi Kerja Kelompok Diskusi Kelompok 15 Menit 30 Menit 30 Menit 30 Menit Menilai Buku Peserta menilai buku dengan bimbingan fasilitator dilihat dari aspek kesesuaian. pendekatan belajar.Sub Materi Pelatihan : 2. serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku.

Matematika – SMP | 299 .

Matematika – SMP | 300 .

Matematika – SMP | 301 .

Jika sesuai dengan kebutuhan. 6.LK–2. 3. KI dan KD. tuliskan tindak lanjut hasil analisis sebagai berikut! a. 5. Merencanakan tindak lanjut dari hasil analisis . Anda disarankan untuk memberikan rekomendasi tindak lanjut yang harus dikerjakan guru sebagai pengguna buku guru tersebut. Panduan Kegiatan 1. Kerjakanlah secara berkelompok! Pelajari format Analisis Buku Sswa! Siapkan SKL. Matematika – SMP | 302 . 2. dan KD. buku bisa digunakan dalam pembelajaran. 3. 2. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. Menganalisis kesesuaian isi buku dengan konsep pendekatan scientificdan penialain autentik. Menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi.4-1 LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU GURU PETUNJUK PENGISIAN LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU GURU Kompetensi 1. Jika kurang/tidak sesuai. KI. Tujuan 1. Menganalisis kesesuaian isi buku siswa dengan SKL. 4. Memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. 2. 4. 3. b. Menganalisis keterpaduan antar mata pelajaran atau antar konsep/topik. KI dan KD sesuai jenjang pendidikan dan mata pelajaran! Cermatilah buku siswa yang sesuai dengan materi ajar yang Anda ampu! Lakukanlah analisis terhadap buku tersebut dengan menggunakan format yang tersedia! Berdasarkan hasil analisis.

....................... ASPEK YANG DIANALISIS TIDAK SESUAI SESUAI SEBAGIAN SESUAI TINDAK LANJUT HASIL ANALISIS 1...................................... 2....... Penerapan Pendekatan Scientific Penilaian Autentik yang Tersedia dalam Buku Siswa 8....... Pola pikir keilmuan................................. alokasi waktu............................................. cakupan konsep/materi esensial............ HASIL ANALISIS NO..................................LK–2.......................... Karakteristik siswa 7..............................4-1 LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU GURU Judul buku Kelas Jenjang Tema/Topik : ........... Matematika – SMP | 303 ...... 6............... : . Kedalaman materi ditinjau dari: a.................. dan b.. Kesesuaian dengan SKL Kesesuaian dengan KI Kesesuaian dengan KD Kesesuaian dengan Topik Kecukupan materi ditinjau dari: a.......................... dan b............................................ 4..... 5............ : ................. : .... 3..

4. Memahami strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan pembelajaran. Kerjakanlah secara berkelompok! Pelajari format Analisis Buku Sswa! Siapkan SKL. Tujuan 1.4-2 PETUNJUK PENGISIAN LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU SISWA Kompetensi 1. 3. Menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari aspek kecukupan dan kedalaman materi. Menganalisis keterpaduan antar mata pelajaran atau antar konsep/topik. buku bisa digunakan dalam pembelajaran. 3. Panduan Kegiatan 1. 6. Merencanakan tindak lanjut dari hasil analisis . tuliskan tindak lanjut hasil analisis sebagai berikut! a. b. 2. 3. 2. Jika sesuai dengan kebutuhan. Jika kurang/tidak sesuai. KI. dan KD. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL. Menganalisis kesesuaian isi buku siswa dengan SKL. Anda disarankan untuk memberikan rekomendasi tindak lanjut yang harus dikerjakan guru sebagai pengguna buku guru tersebut. KI dan KD. Matematika – SMP | 304 . 2. 4. KI dan KD sesuai jenjang pendidikan dan mata pelajaran! Cermatilah buku siswa yang sesuai dengan materi ajar yang Anda ampu! Lakukanlah analisis terhadap buku tersebut dengan menggunakan format yang tersedia! Berdasarkan hasil analisis.LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU SISWA LK–2. Menganalisis kesesuaian isi buku dengan konsep pendekatan scientificdan penialain autentik. 5.

......................................... : ...LEMBAR KERJA ANALISIS BUKU SISWA Judul buku Kelas Jenjang Tema/Topik : ............................................................... 4...... HASIL ANALISIS NO.... 3......... ASPEK YANG DIANALISIS TIDAK SESUAI SESUAI SEBAGIAN SESUAI TINDAK LANJUT HASIL ANALISIS 1.. Kedalaman materi ditinjau dari: c......... Pola pikir keilmuan............................................................ : ..... Karakteristik siswa 7.. Penerapan Pendekatan Scientific Penilaian Autentik yang Tersedia dalam Buku Siswa 8........................ Matematika – SMP | 305 ............................. 5............ alokasi waktu......... : ............................................. Kesesuaian dengan SKL Kesesuaian dengan KI Kesesuaian dengan KD Kesesuaian dengan topik Kecukupan materi ditinjau dari: c.......................................... dan d......................... 6....... 2........ dan d...... cakupan konsep/materi esensial......

Cermati format penilaian analisis buku guru atau buku siswa serta hasil analisis peserta yang akan dinilai! Berikan nilai pada setiap aspek yang dianalisis sesuai dengan penilaian Anda terhadap hasil analisis peserta menggunakan rentang nilai sebagai berikut! 2.4 RUBRIK PENILAIAN HASIL ANALISIS BUKU GURU DAN SISWA Rubrik penilaian analisis buku guru dan buku siswa digunakan fasilitator untuk menilai hasil analisis peserta terhadap buku guru dan buku siswa sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. K < 60 Hasil analisis kurang tepat. PERINGKAT Amat Baik (A) Baik (B) Cukup (C) NILAI 90 ≤ A ≤ 100 75 ≤ B < 90 60 ≤ C < 75 KRITERIA Hasil analisis tepat. Matematika – SMP | 306 . tindak lanjut kurang logis Hasil analisis kurang tepat. jumlahkan nilai seluruh komponen sehingga menghasilkan nilai hasil analisis buku guru/siswa. Langkah-langkah penilaian hasil analisis. tindak lanjut logis Kurang (K) 3. tindak lanjut logis dan bisa dilaksanakan Hasil analisis tepat. 1.R–2. tindak lanjut tidak logis Setelah selesai penilaian masing-masing komponen.

1.MATERI PELATIHAN 3 : MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN (8 JP) 3. Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Matematika – SMP | 307 . Penyusunan RPP 3.2.

merancang penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. Menunjukkan sikp tanggung jawab dan kreatif dalam menyusun RPP. PERANGKAT PELATIHAN 1. 7. Merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun. D. b. dan pendekatan scientific. INDIKATOR 1. Menyusun RPP yang sesuai dengan SKL. Bahan Tayang a. Penyusunan RPP. 2. Mengidentifikasi rambu-rambu penyusunan RPP. menyusun RPP yang menerapkan pendekatan scientific sesuai model belajar yang relevan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. maupun intelektual.MATERI PELATIHAN 3: MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN A. 6. kultural. moral. c. 5. Standar Proses. Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar. Menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran.1 oleh fasilitator yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. 8. Menunjukkan sikap tanggung dan kreatif dalam menyusun rancangan penilaian autentik. Mengidentifikasi kaidah perancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar. Panduan tugas menelaah rancangan penilaian pada RPP. 4. LINGKUP MATERI 1. Lembar KerjaTelaah RPP 3. Menelaah rancangan penilaian autentik pada proses dan hasil belajar yang ada dalam RPP. KI dan KD. 2. C. 3. Panduan tugas telaah RPP. emosional. ATK Matematika – SMP | 308 . KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. 9. Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan scientific dengan mengggunakan PPT-3. Menelaah RPP. 2. B. sosial. dan 2.

dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung. alokasi waktu. dilanjutkan dengan paparan materi tentang Rambu-rambu Penyusunan RPP Mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan scientific dengan mengggunakan PPT-3.SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 3. Pengkondisian Peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama.2 oleh fasilitator yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. WAKTU KEGIATAN PENDAHULUAN 15 Menit KEGIATAN INTI 3. Kerja kelompok untuk menyusun RPP yang sesuai dengan SKL. atau media pembelajaran lainnya. Diskusi rambu-rambu penyusunan RPP yang mengacu pada Standar Proses dan pendekatan scientific. 205 Menit 15 menit 10 Menit 40 Menit 80 Menit Matematika – SMP | 309 . File. seperti LCD Projector. indikator.1. KI.1 Penyusunan RPP Saling menilai RPP yang dibawa setiap peserta. Standar Proses. Laptop. Fasilitator memotivasi peserta agar serius.1. kompetensi. antusias. Menyimpulkan hasil penilaian RPP dengan dipandu oleh fasilitator. dan Laser Pointer. tujuan. dan KD. dan pendekatan scientific (terutama KD di awal semester 1). dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Model Rancangan Pembelajaran. teliti. Active Speaker. MODEL RANCANGAN PEMBELAJARAN 8 JP (@45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN DESKRIPSI KEGIATAN Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran.1 dan Panduan Tugas Telaah RPP dengan menggunakan PPT-3.

Kerja Kelompok untuk menelaah RPP yang disusun kelompok lain dengan menggunakan LK-3. Fasilitator menutup pembelajaran 20 Menit 35 menit 5 Menit 120 Menit 40 Menit 30 Menit 60 Menit 10 Menit 5 Menit 15 Menit Matematika – SMP | 310 . ICE BREAKER 3.Diskusi format telaah RPP dengan mengacu pada bahan tayang PPT-3.2.2.1/3.2/3.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Diskusi dan tanya jawab tentang penilaian autentik dalam bentuk tes dan nontes termasuk portofolio. dilanjutkan dengan pemaparan oleh fasilitator tentang Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran Matematika menggunakan PPT 2.2. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran.1.2/3.2 serta Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP yang tealh dibuat dengan menggunakan PPT-3. Kerja kelompok untuk menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaran Matematika menggunakan HO-2. Kerja kelompok untuk menelaah dan merevisi rancangan penilaian autentik pada RPP yang telah disusun berdasarkan panduan tugas menelaah rancangan penilaian Presentasi hasil kerja kelompok (sampel) ICE BREAKER KEGIATAN PENUTUP Membuat rangkuman materi pelatihan Model Rancangan Pembelajaran.2 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut.

Instruktur mencatat hasil penilaian yang dilaporkan peserta. RPP tersebut dikumpulkan kepada panitia untuk kemudian dibagikan kembali ke peserta untuk dinilai oleh peserta lainnya dengan menggunakan acuan pengetahuan masing-masing peserta. c.Sub Materi Pelatihan3. b. Hasil penilaian dituliskan langsung pada halaman depan RPP. Matematika – SMP | 311 .1: Penyusunan RPP Langkah Kegiatan Inti Tugas Individu: Saling Menilai RPP Menyimpulkan Hasil Penilaian RPP Diskusi 15 Menit 10 Menit 40 Menit Kerja Kelompok Diskusi Kerja Kelompok 35 Menit 20 Menit 80 Menit Aktivitas 1: Menilai RPP Menilai RPP Peserta Lain a. Diskusirambu-rambu penyusunan RPPyang mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan Scientific. Setiap peserta diwajibkan membawa dua set RPP yang telah digunakan dalam proses pembelajaran sesuai mata pelajaran yang diampu. Hasil penilaian dipresentasikan oleh peserta yang ditunjuk instruktur. Peserta menyimpulkan hasil penilaian RPP dengan dipandu oleh Instruktur. Peserta lainnya menyampaikan hasil penilaian yang tidak sama dengan peserta lainnya.

2.1. Aktivitas 3: Kerja Kelompok Kerja Kelompokuntuk menelaah RPP yang disusun kelompok lain dengan menggunakan LK-3. Aktivitas 2: Kerja Kelompok Kerja kelompokuntuk menyusun RPP yang sesuai dengan SKL.1/3. KI.1 oleh fasilitator yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. Diskusi format telaah RPPdengan mengacu pada bahan tayangPPT-3. dan pendekatan scientific (terutama KD di awal semester 1). Matematika – SMP | 312 .Paparan materi tentang Rambu-rambu Penyusunan RPP mengacu pada Standar Proses dan Pendekatan scientific dengan mengggunakan PPT-3. dan KD. Standar Proses.

Matematika – SMP | 313 .

Langkah Penyusunan RPP 1. memberikan illustrasi. menampilkan slide animasi. Kegiatan Pendahuluan o Orientasi (Lanj) • Memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan. fenomena alam. 7 Matematika – SMP | 314 . membaca berita di surat kabar. atau lainnya. dengan cara menunjukkan benda yang menarik. fenomena sosial. o Apersepsi • Memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.

dan memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran. 10 Matematika – SMP | 315 . menantang.Langkah Penyusunan RPP 1. menyenangkan. menyaji. elaborasi dan konfirmasi dilaksanakan melalui aktifitas mengamati. di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan. me-motivasi peserta didik o Menggunakan metode yang disesuai-kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela-jaran dengan proses eksplorasi. • Penjelasan mekanisme pelak-sana-an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). 8 Langkah Penyusunan RPP 2. Kegiatan Pendahuluan o Motivasi (Lanj) • Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yang akan diajarkan o Pemberian Acuan • Berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. inspiratif. dan mencipta 9 Langkah Penyusunan RPP 3. Kegiatan Inti (Lanj) o Proses pem-belajaran untuk mencapai Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar o Dilakukan secara interaktif. Pada langkah pembelajaran di RPP pengembangan sikap. keterampilan dan pengetahuan harus tampak. Kegiatan Penutup o Kegiatan guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. menanya. • Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada proses pembelajaran. • Pembagian kelompok belajar. (Lanj) o Pemberian tes atau tugas. dapat berupa kegiatan di luar kelas. menalar. mencoba.

Matematika – SMP | 316 .

Matematika – SMP | 317 .

Matematika – SMP | 318 .

dan masyarakat sebagai wujud implementasi penyelidikan tentang persamaan dan pertidaksamaan linear. sekolah. menentukan nilai variabel dari suatu pertidaksamaan linear satu variabel. 4. menyusun bentuk aljabar. Matematika – SMP | 319 .1.membuat model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabel. melakukan operasi bentuk aljabar (penjumlahan. pembagian. 5. B. menunjukkan rasa ingin tahu dalam melakukan penyelidikan tentang persamaan dan pertidaksamaan linear. menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel. 2. 7. 6. 11. Kompetensi Dasar: 1. Menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel. 9.CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (SATU PERTEMUAN) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : SMP Harapan Bangsa : Matematika : VII/Satu HO–3. perkalian.2 Jumlah Pertemuan seluruhnya : 7 pertemuan Alokasi Waktu seluruhnya Pertemuan ke : 17 jam @ 40 menit : 1 dari 7 pertemuan Alokasi Waktu Pertemuan ke-1 : 2 jam @ 40 menit A. 2. 10. Menunjukkan perilaku ingin tahu dalam melakukan aktivitas di rumah. Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel. bertanggungjawab dalam kelompok belajarnya. perpangkatan). membuat model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel. 3. pengurangan. 3. IndikatorPencapaian Kompetensi Siswa mampu: 1. menentukan nilai variabel dari suatu persamaan linear satu variabel. mengidentifikasi unsur-unsur bentuk aljabar. 8.

bertanggungjawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. Pertemuan-5 (2 × 40 menit) 1. siswa dapat: mengembangkan rasa ingin tahu dan tanggungjawab kelompok dalam: Pertemuan-1(2 × 40 menit) 1. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran 2. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran 2. Pertemuan-6 (3 × 40 menit) 1. melakukan perpangkatan bentuk aljabar.C. Tujuan Pembelajaran Melalui pengamatan. Pertemuan-3(2 × 40 menit) 1. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran 2. menunjukkan ingin tahu selama mengikuti proses pembelajaran 2. 4. 5. merumuskan masalah nyata berdasarkan model matematika yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel. bertanggung jawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel. 6. 4. 4. 4. Pertemuan-2 (3× 40 menit) 1. bertanggung jawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. melakukan penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. menyelesaikan suatu pertidaksamaan linear satu variabel. 5. membuat model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel. tanya jawab. 5. 4. 4. mengidentifikasi unsur-unsur bentuk aljabar yang melibatkan konsep matematika. 5. menyusun bentuk aljabar yang melibatkan konsep matematika. penugasan individu dan kelompok. menyelesaikan suatu persamaan linear satu variabel. bertanggung jawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. Pertemuan-7(2 × 40 menit) Ulangan harian dan pembahasan. bertanggungjawab terhadap kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. bertanggungjawab dalam kelompoknya dalam menyelesaikan tugas 3. menyusun bentuk aljabar yang melibatkan peristiwa sehari-hari. Pertemuan-4(3 × 40 menit) 1. menyusun pertidaksamaan linear satu variabel yang melibatkan konsep matematika. merumuskan masalah nyata berdasarkan model matematika yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel. mengidentifikasi suku-suku sejenis dan tidak sejenis. menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran 2. Matematika – SMP | 320 . menunjukkan ingin tahu selama proses pembelajaran 2. 6. menyusun persamaan linear satu variabel yang melibatkan konsep matematika. mengidentifikasi unsur-unsur bentuk aljabar yang melibatkan peristiwa sehari-hari. melakukan perkalian dan pembagian bentuk aljabar. membuat model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel. diskusi kelompok. menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel.

sehingga banyak pohon Pak Amir ada 15 batang dan pohon Pak Budi ada 15+10 atau 25 batang. 3. pengurangan. 2. tahapan nomor 2 harus ditempuh sebelum mempelajari tahapan nomor 3. yaitu: 1. Pembahasan: a. Materi ajar yang dipelajari siswa selama pertemuan pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan RPP ini adalah: Pengertian Aljabar. sehingga banyak pohon Pak Amir ada 10 batang dan pohon Pak Budi ada 10+10 atau 20 batang. sehingga p ini adalah banyak pohon milik Pak Amir.D. RPP ini adalah rancangan pembelajaran yang terkait tahapan nomor 1. Contoh-1: ”Banyaknya pohon jati milik Pak Amir 10 batang kurangnya dari pohon milik Pak Budi. Konstanta Aljabar. Simbol atau Lambang Aljabar: Simbol adalah huruf atau tanda yang digunakan untuk menyatakan unsur. melakukan operasi bentuk Aljabar (penjumlahan. sehingga tahapan nomor-1 harus ditempuh sebelum mempelajari tahapan nomor 2. Berapakah kemungkinan pohon Pak Amir dan Pak Budi?”. Simbol Aljabar dapat terdiri dari huruf. Bentuk Aljabar. Untuk menjawab pertanyaan tersebut. 2. atau bilangan. Dengan demikian berarti banyak pohon Pak Budi p + 10 batang. Materi Ajar Pertemuan Ke-1: Siswa SMP/MTs mempelajari Aljabar untuk pertama kali adalah pada Kompetensi Dasar (KD) ini. Dalam hal ini tidak mungkin seseorang sampai memiliki satu triliun pohon. Karena tidak ada petunjuk berapa banyak pohon Pak Amir atau Pak Budi. Simbol Aljabar. pembagian. Boleh jadip mewakili 15. Simbol Aljabar adalah simbol yang mewakili (menunjuk) sebarang bilangan. dimisalkan banyak pohon Pak Amir diwakilkan kepada simbol Aljabar p. koefisien) dan menyusun bentuk aljabar. 4. Koefisien Aljabar. konstanta. b. perkalian. atau satuan matematika (KBBI). menyelesaikan persamaan linear satu variabel. Boleh jadi p mewakili bilangan 10. sifat. menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel. 1. Pada sebarang simbol Aljabar dapat diberikan nilai (bilangan) tertentu sesuai persyaratan yang dikehendaki. perpangkatan). c. Aljabar: Aljabar adalah cabang dari matematika yang mempelajari penyederhanaan dan pemecahan masalah dengan menggunakan “simbol”. suku. Masih banyak bilangan lain yang dapat diwakili oleh p. dengan syarat p dan p+10 mewakili bilangan banyak pohon yang mungkin dimiliki oleh seseorang. Variabel Aljabar. dan seterusnya. Angka 5 merupakan simbol untuk menyatakan hasil dari mencacah benda sebanyak 5 buah atau hasil menghitung frekuensi kemunculan suatu peristiwa sebanyak 5 kali. tanda tertentu. senyawa. maka p dapat diganti dengan sebarang bilangan yang menunjukkan banyak pohon. mengidentifikasi unsur-unsur bentuk aljabar (variabel. KD ini dipelajari dalam beberapa kali pertemuan. Ada beberapa tahapan kemampuan berurutan yang harus dilalui siswa dalam mempelajari KD ini. Matematika – SMP | 321 . Suku Aljabar. Simbol bilangan disebut angka. Kemampuan-kemampuan tersebut berhubungan hirarkis. suku-suku sejenis dan tidak sejenis.

Ini berarti a mewakili 10 apel. dan Santi tahun ini?”.d. Boleh jadi U mewakili 5. maka dalam dua kotak ada a + a atau 2a apel. Alasan: a2 berarti a×a atau (a+a+a+a+.. Umur seseorang dalam tahun menunjukkan hasil mencacah satu kali dalam setahun secara berurutan sejak lahir sampai tahun terakhir kehidupan orang tersebut. Karena tidak ada petunjuk berapa umur Syauki. Jika ada 2 dos besar berarti dalam 2 dos besar tersebut ada 2×n kotak apel. Misalkan banyak apel dalam satu kotak ada a apel. d. 2U. c. Beberapa kotak apel dikemas dalam satu dos besar. dan 3 kotak berisi 30 apel. sehingga tahun ini umur Syauki 5 tahun. Dengan demikian umur menunjukkan bilangan. sehingga U ini mewakili bilangan umur Syauki.. umur Dika 2×1 atau 2 tahun. Contoh: pq berarti p×q atau berarti p. berarti ada a kotak apel yang masing-masing kotak berisi a apel. sedangkan umur Santi 1 tahun lebih tua dari Dika. Jika tiap satu kotak berisi 10 apel. dan umur Santi 2+1 atau 3 tahun. 2U dan 2U + 1 juga mewakili bilangan umur manusia. sehingga banyaknya apel dalam a2apel ada 10×10 apel atau ada 100 apel. b. A + A = 2. Syauki. c. Contoh-2: ”Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. Semesta pembicaraan adalah banyak pohon yang memungkinkan dimiliki oleh Pak Amir dan Pak Budi. Kesepakatan: a.q Matematika – SMP | 322 . Pembahasan: a. Berapa banyak butir apel yang mungkin dalam satu kotak ? Berapa banyak butir apel yang mungkin dalam satu dos besar?Berapa banyak butir apel yang mungkin dalam dua dos besar?Pembahasan: a. Contoh: 3×d atau 3. b. Ini berarti tahun ini umur Syauki U tahun. 2U+1 adalah bilangan umur manusia yang memungkinkan saat ini Semesta pembicaraan kejadian tesebut adalah bilangan umur manusia yang memungkinkan saat ini. A = 2A b. d. Bila ada a2 apel. Tanda operasi kali tidak ditulis. maka dalam satu dos besar ada n×a butir apel dan dalam 2 dos besar ada 2×n×a. Berapakah kemungkinan umur Dika. Kesimpulan: U dapat mewakili sebarang bilangan dengan persyaratan bahwa U. Setiap kotak berisi beberapa biji apel yang sama banyak. Misalkan satu dos besar dapat memuat n kotak apel. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka umur Syauki tahun ini dapat diwakilkan kepada simbol Aljabar U. Boleh jadi U mewakili bilangan 1. dan dalam satu dos besar ada n kotak apel. Kesimpulan: p dapat mewakili bilangan tertentu dengan persyaratan bahwa p dan p+10 adalah banyak pohon yang memungkinkan untuk dimiliki oleh Pak Amir dan Pak Budi. Karena dalam satu kotak apel ada a butir apel. umur Dika 2×5 atau 10 tahun dan umur Santi 10+1atau 11 tahun. Contoh-3: Toko buah KURNIA milik Pak Arif mengemas apel dalam kotak-kotak. dalam 3 kotak ada a+a+a atau 3a apel. dengan syarat U mewakili bilangan umur manusia dan mengakibatkan U. Dika dan Santi pada tahun ini maka U dapat diganti dengan sebarang bilangan yang menunjukkan umur manusia. umur Dika 2×U atau 2U tahun. sehingga tahun ini umur Syauki 1 tahun. sedangkan umur Santi (2U+1) tahun. dua kotak berisi 20 apel. Simbol Aljabar yang berdekatan diartikan sebagai perkalian.d dan ditulis 3d . Masih banyak bilangan lain yang dapat diwakili oleh U. berarti ada 10 kotak apel. berarti n mewakili banyak kotak apel dalam dos besar.+a) sebanyak a. Jika satu kotak berisi 10 apel.

dan a pada contoh-3 dalam uraian di atas adalah contoh variabel karena p mewakili banyak pohon yang mungkin dimiliki Pak Amir. Variabel (Peubah) Variabel (peubah) adalah simbol Aljabar atau gabungan simbol Aljabar yang mewakili sebarang bilangan dalam semestanya. Pada contoh-2 di atas U. p+10 adalah simbol aljabar untuk mewakili bilangan yang menunjukkan banyak pohon milik Pak Budi. Dalam proses pembelajaran.c. koefisien dari p adalah 1 (satu). Dalam hal ini 1 disebut konstanta karena 1 tersebut menunjuk umur tertentu.p4. 2U. Koefisien aljabar: Koefisien adalah bagian konstanta dari suku-suku yang memuat atau menyatakan banyaknya variabel yang bersangkutan.p). 5. Dalam contoh-2 uraian di atas. Pada contoh-1 uraian di atas. c. 4. dengan konstanta −100. 2U adalah simbol aljabar untuk mewakili bilangan yang menunjukkan umur Dika. Pada Matematika – SMP | 323 . maka konstanta negatif tersebut tidak perlu dikongkretkan. d. kontanta. a. dengan p adalah simbol Aljabar. 2an disebut suku. Suku-suku sejenis adalah suku-suku yang variabelnya menggunakan simbol yang sama. istilah-istilah tersebut selanjutnya disebut variabel (peubah). 2U+1 adalah simbol aljabar untuk mewakili bilangan yang menunjukkan umur Santi. Pada contoh-3 di atas. Catatan: Bila dijumpai konstanta negatif. Suku Aljabar: a. Bila a dan b adalah variabel. konstanta negatif tersebut sudah menjadi ranah pembahasan matematika vertikal yaitu pembahasan tentang konsep matematika secara abstrak. a. konstanta. a dan 2b suku-suku tidak sejenis. c. dan dapat ditulis (pp)(pppp)dengan p adalah simbol Aljabar. a.(p. 6.p) atau berarti (p×p)×(p×p×p×p). Suku dapat berupa sebuah konstanta atau sebuah variabel. 1 disebut suku. dan dapat ditulis pp.p. 3. dan bentuk Aljabar. koefisien. p2p4 berarti p2×p4 atau berarti p2. 3a. yaitu 10 pohon. tetapi bukan penjumlahan dari konstanta atau variabel.p. bentuk Aljabar. Dalam contoh-1 uraian di atas. U adalah variabel dengan U mewakili bilangan yang menunjukkan umur Syauki. 2a. p dan 10 masing-masing disebut suku. yaitu 1 tahun. an dan2an juga suku-suku sejenis. suku. Dalam matematika. p2 berarti p×p atau berarti p. dengan U dan 2U disebut suku sejenis. atau berarti (p. U mewakili sebarang bilangan umur manusia dan a mewakili banyak butir apel dalam satu kotak. baik dalam huruf maupun pangkatnya.p. koefisien. 2a. 3a adalah suku-suku sejenis. Dalam hal ini 10 disebut konstanta karena 10 tersebut menunjuk banyak pohon tertentu. 2a. Variabel (peubah) umumnya disimbolkan dengan huruf kecil atau huruf besar. suku. p adalah variabel dengan p mewakili bilangan yang menunjukkan banyak pohon Pak Amir. Simbol Aljabar p pada contoh-1. Istilah-istilah yang tergolong simbol Aljabar antara lain adalah variabel (peubah). Pada contoh-1 uraian di atas. Konstanta Aljabar: Konstanta adalah sebuah simbol atau gabungan simbol yang mewakili atau menunjuk anggota tertentu pada suatu semesta pembicaraan. a. misalnya dalam bentuk x− 100. 10a adalah sukusuku sejenis. b. b. U pada contoh-2. maka a. Suku dapat pula berupa hasil kali atau hasil pangkat atau hasil pernarikan akar konstanta atau variabel. an. b. e.

koefisien dari 3 adalah 3. 3a juga merupakan bentuk aljabar. Metode Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Pengamatan. Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa. 2) 5 − y adalah bentuk aljabar dalam y. Kapita Selekta Pembelajaran Aljabar Di Kelas VII SMP.2004. U. pemajangan hasil latihan) Waktu 15 menit Matematika – SMP | 324 . pengurangan. Bentuk Aljabar: a. d. pembagian. Yogyakarta: PPPPG Matematika E. c bukan variabel. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Pendahuluan Deskripsi Kegiatan 1. perkalian. b. Penjumlahan. Contoh: x2− 4.Al. Dalam hal ini konstanta a dan b disebut koefisien. pembahasan latihan secara klasikal. koefisien dari U adalah 1. dengan a. tetapi konstanta. 3.4x. . dan diskusi kelompok. Pada contoh-1 uraian di atas. Pada contoh-3. Bentuk aljabar adalah semua huruf dan angka atau gabungannya yang merupakan simbol aljabar. dan 2U+1 masing-masing merupakan bentuk aljabar. tanya-jawab. 2009. Pada contoh-2 di atas. Siswa mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat belajar Aljabar dalam kehidupan sehari-hari. perpangkatan atau penarikan akar dari satu atau lebih simbol aljabar juga merupakan bentuk aljabar. b. 4. c. latihan berpasangan. penugasan individu dan kelompok. Yogyakarta: PPPPTK Matematika. Permasalahan Kontekstual Mengenalkan Bentuk Aljabar di SMP. a. pembahasan secara klasikal. 2U. Modul Matematika SMP Program BERMUTU. latihan individu dilanjutkan kelompok.Contoh: 1) 3x +5 adalah bentuk aljabar dalam x. sehingga simbol lainnya (huruf atau angka) bukan merupakan variabel. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa. Bentuk Aljabar dalam x berarti bentuk Aljabar dengan variabel x. sedang c disebut konstanta. Bentuk Aljabar terdiri satu suku disebut suku satu. Daftar Bacaan Krismanto. 3) ax +bx +c adalah bentuk Aljabar dalam x. Bentuk Aljabar terdiri dua suku disebut suku dua (binom). Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan dan demonstrasi disertai tanya jawab. Paket Pembinaan Penataran Bagi Alumni Diklat Guru Matematika SMP oleh PPPPG Matematika Tahun 2004. p dan p+10 masing-masing merupakan bentuk aljabar. 5. 2a. Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa. 4) p2 adalah bentuk aljabar dalam p. koefisien dari 2U adalah 2 dan koefisien3U adalah 3. Pada contoh-3. Sri Wardhani. 5y+6. 7. 2. F.contoh-2. Contoh: 3y. x2.

Guru menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya. Beberapa siswa wakil kelompok (minimal tiga orang) melaporkan hasil penyelesaian Latihan-1. Siswa tersebut ditunjuk secara acak oleh guru. Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru. Guru memberi umpan balik. Guru memberikan umpan balik. 6. menalar. 7. Siswa menganalisis. Anggota kelompok saling memeriksa. mencoba dan menyimpulkan pengertian dari simbol Aljabar variabel. 5. Secara individu siswa menyelesaikan tugas Latihan-1 tentang menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar yang melibatkan peristiwa sehari-hari dan konsep matematika. Siswa dan guru membahas hasilan Latihan-2. 3. 4. Guru memberi pekerjaan rumah. Penutup 1. dan bentuk Aljabar. Penilaian Pertemuan Ke-1 1. Secara berpasangan siswa menyelesaikan Latihan-2 tentang menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar yang melibatkan peristiwa sehari-hari dan konsep matematika. Siswa dan guru membahas hasil penyelesaian Latihan-1. mengoreksi dan memberikan masukan. mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh 60 peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan simbol Aljabar (ada 3 menit contoh). 6. suku. 4. Siswa mengamati. menit 2. 4. koefisien. 2. Hasil Latihan-2 dipajang di tempat pajangan hasil karya. bentuk Aljabar berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan simbol Aljabar. 8. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab Waktu Inti 1. Secara kelompok. 7 Matematika – SMP | 325 . Prosedur Penilaian: No 1 2 Aspek yang dinilai Rasa ingin tahu Tanggungjawab dalam kelompok Teknik Penilaian Pengamatan Pengamatan Waktu Penilaian Kegiatan inti nomor 1. koefisien. konstanta. suku. 5. yaitu mengerjakan kuis tentang mengidentifikasi unsurunsur bentuk Aljabar dan dilanjutkan belajar melakukan operasi bentuk Aljabar.Kegiatan Deskripsi Kegiatan 6. siswa berdiskusi membahas hasil tugas Latihan-1. 2. Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang pengertian 5 variabel. konstanta. G. 3. 8 Kegiatan inti nomor 3.

................ Alasan pilihan jawaban: ……………………………….. tidak boleh menyontek dan tidak boleh bekerjasama.…………………….....………………………….....……………....... Apakah pilihan jawabanmu merupakan bentuk Aljabar? Jawab: Ya/Tidak*) Alasan: ………………………………………………………………………………….. Instrumen penilaian: KUIS (Waktu: maksimal 10 menit) Petunjuk: 1.............. :………………………………………………………………………………….. Kerjakan soal berikut secara individu.. Adakah suku pada pilihan jawabanmu ? Jawab: Ya/Tidak ada*) Jika ada tunjukkan dan jika tidak ada tuliskan alasannya.………….... 6+ B.....……………............... ( + 6 + )×6 a..... 2...... c....................…………….. :…………………………………………………………………………………........ Manakah variabel... konstanta dan koefisien pada pilihan jawabanmu?...... Alasan jawaban: ……………………………. Jawab………………………. b........ d......................... 6 × C................................………….. Pilihan jawaban: …………........ e................ Soal: Gambar mewakili bilangan yang menyatakan banyaknya buku yang dibaca Lina setiap pekan...No 3 Aspek yang dinilai Pengetahuan dan keterampilan matematika Teknik Penilaian Kuis Portofolio Hasil Latihan-2 Waktu Penilaian Awal pertemuan ke-2 Akhir pertemuan ke-1 2.............………………………….. Matematika – SMP | 326 .....…... Pilihlah jawaban soal kemudian jawablah pertanyaan/perintah di bawahnya. Manakah diantara bentuk berikut ini yang menyatakan banyaknya buku yang dibaca Lina dalam 6 pekan? A...... Variabel Konstanta Koefisien :………………………………………………………………………………….... Bilangan apakah yang diwakili oleh symbol ? Jawab:…….....………………………. D...........………...........

… c. merupakan simbol Aljabar. sehingga juga merupakan simbol Aljabar. 4. Pilihan jawaban adalah B. karena banyak novel merupakan hasil mencacah banyak benda. yaitu 1. . koefisien variabelnya adalah 6. konstantanya tidak ada. Pilihan jawaban 15 Macam jawaban d. Ya. 3. Bilangan bulat positif. Jawaban 20 Alasan jawaban c. yaitu: 6 × Dalam 6 pekan. Pilihan jawaban Alasan jawaban b. Suku : 6 d. Alasan: itu 6 × mewakili bilangan banyak novel yang dibaca Lina tiap pekan. Variabelnya adalah Pedoman Penilaian: No Soal Aspek Penilaian Rubrik Penilaian Benar Salah Tidak ada pilihan jawaban Benar Sebagian besar benar Sebagian kecil benar Tidak ada alasan jawaban Benar Salah Tidak ada jawaban Seluruhnya benar Sebagian besar benar Sebagian kecil benar Tidak ada alasan jawaban Jawaban: Ada Jawaban : Tidak ada Tidak ada jawaban Benar Salah Tidak ada jawaban Jawaban: Ya Jawaban : Tidak Skor 10 3 0 15 10 5 0 10 3 0 10 7 3 0 8 3 0 7 3 0 10 5 Skor Maksimal 25 a.*) = coret yang bukan pilihanmu Kunci Jawaban: a. 2. Lina membaca novel sebanyak atau 6 × atau 6 Alasan: + + + + + b. Ada. Pilihan jawaban 25 Matematika – SMP | 327 . Oleh karena merupakan bentuk Aljabar. dan berarti 6× e.

.. Sangat baikjika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten Matematika – SMP | 328 ....No Soal Aspek Penilaian Rubrik Penilaian Tidak ada jawaban Seluruhnya benar Sebagian besar benar Sebagian kecil benar Tidak ada alasan jawaban Tiga jawaban benar Dua jawaban benar Satu jawaban benar Semua jawaban salah Tidak ada jawaban Skor maksimal = Skor minimal = Skor 0 15 10 5 0 15 10 5 2 0 - Skor Maksimal Alasan jawaban e.......... Kurang baikjika sama sekali tidak berusaha untuk mencoba atau bertanya atau acuh tak acuh (tidak mau tahu) dalam proses pembelajaran 2.... Sangat baikjika menunjukkan adanya usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten Indikator perkembangan sikap TANGGUNGJAWAB (dalam kelompok) 1........... Macam jawaban 15 100 0 LEMBAR PENGAMATAN PERKEMBANGAN SIKAP Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Pelajaran Waktu Pengamatan Kompetensi Dasar : Matematika : VII/1 : 2013/2014 : .......... : Nomor 2.... Kurang baikjika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam melaksanakan tugas kelompok 2....2 Sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah rasa ingin tahu dan tanggung jawab dalam kelompok... Indikator perkembangan sikap INGIN TAHU 1...2.... Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten 3............ 4.... Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam melaksanakan tugas-tugas kelompok tetapi belum ajeg/konsisten 3...3........ 3..

. Bahan informasi tentang pengertian dan manfaat belajar Aljabar. Sumber Belajar Pertemuan Ke-1 1..... Contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan unsur-unsur bentuk Aljabar............. 4........ 5..) H.. NO 1 2 3 Nama Rasa ingin tahu SB B KB Tanggungjawab SB B KB . Bahan latihan-2... Daftar pertanyaan untuk apersepsi.. Mei 2013 Kepala Sekolah Guru (Harmawan) (Sri Wardhani) Matematika – SMP | 329 .. Bahan latihan-1. Bahan pekerjaan rumah. 2.. .. 6. 7. 3........... 32 SB = sangat baik B = baik KB = kurang baik Yogyakarta.201 Pengamat (.Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.. Buku Siswa Mata Pelajaran Matematika Jilid VII..... Yogyakarta.

dan Santitahun ini? “ Misalkan tahun ini umur Syauki U tahun. Berat Ali 36kg. Permasalahan-1: “Ali dan Adi bermain jungkang-jungkit. "hubungan" atau "penyelesaian" 4. Berapakah kemungkinan umur Dika. yaitu kitab al-jabr wa al muqobalah yang membahas tentang cara menyelesaikan persamaan-persamaan aljabar. maka diperoleh persamaan: 36 × 40 = 32 ×d. Aljabar adalah salah satu cabang penting dalam matematika. 2. Syauki. Berapakah kemungkinanbanyak pohon Pak Amir dan Pak Budi?”. Mengapa Belajar Aljabar? Cermati permasalahan sehari-hari berikut ini. Kata “aljabar” berasal dari kata “al-jabr” yang diambil dari buku karangan Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi (780-850 M). berarti umur Dika 2Udanumur Santi 2U + 1. sedangkan umur Santi 1 tahun lebih tua dari Dika. BAHAN AJAR-1: Bahan Informasi Manfaat Belajar Aljabar Apakah Aljabar? 1. Misalkan banyak pohon milik Pak Amir ada p pohon. Aljabar berasal dari bahasa Arab "al-jabr" yang berarti "pertemuan". Matematika – SMP | 330 . maka berarti banyak pohon milik Pak Budi ada p +10. 3. Ali duduk dengan jarak 40cm dari titik tumpu jungkang-jungkit. Aljabar adalah cabang dari matematika yang mempelajari penyederhanaan dan pemecahan masalah dengan menggunakan “simbol”. Mengapa demikian? Mewakili bilangan manakah p? Permasalahan-3: “Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. Berapa cm jarak Adi duduk dari titik tumpu agar jungkang-jungkit dapat seimbang?” Misalkan jarak Adi duduk dari titik tumpu adalah d cm. Berat Adi 32 kg. Mengapa demikian? Mewakili bilangan manakah d itu? Permasalahan-2: ”Banyaknya pohon jati milik Pak Amir 10 batang kurangnya dari banyak pohon jati milik Pak Budi. Mengapa demikian? Mewakili bilangan apa saja Uitu? Apa manfaat belajar Aljabar? Belajar Aljabar berarti belajar menyelesaikan permasalahan sehari-hari.LAMPIRAN RPP/BAHAN AJAR PERTEMUAN KE-1 Bahan Ajar-1: Bahan informasi manfaat belajar Aljabar Bahan Ajar -2: Bahan apersepsi Bahan Ajar -3: Bahan demonstrasi Bahan Ajar -4: Bahan Latihan-1 Bahan Ajar -5: Bahan Latihan-2 Bahan Ajar -6 : Bahan PR.

Umur Gentur 10 tahun. Berapa banyak buku Rizky? 6. dengan cara. berapa banyak pohon milik Pak Amir? Jika banyak pohon milik Pak Budi adalah 100. Apakah hasilnya bila: a. berapa banyak pohon Pak Budi? Jika banyak pohon milik Pak Amir adalah p. bilangan positif dikalikan bilangan positif b. Apakah arti dari 32 dan 53? 3. berapa banyak pohon milik Pak Amir? Jika banyak pohon milik Pak Budi adalah k. Umur Bowo tiga kali umur Gentur. berapa banyak pohon milik Pak Amir? Matematika – SMP | 331 . BAHAN AJAR-2: Bahan Apersepsi 1. Berapa umur Bowo dan Anggit? BAHAN AJAR-3: Bahan Demonstrasi Permasalahan-1: Sajian klasikal untuk diamati/dicermati siswa: “Banyaknya pohon jati milik Pak Amir 10 batang kurangnya dari banyak pohon jati milik Pak Budi. Rudi memiliki 20 butir kelereng. Banyak kelereng Doni 5 kurangnya dari banyak kelereng Rudi. bilangan negatif dikalikan bilangan positif d. bilangan positif dibagi bilangan negatif c. Berapakah kemungkinan pohon Pak Amir dan Pak Budi? “ Tanya-jawab klasikal: Bila banyak pohon jati milik Pak Amir 35 batang. Apakah hasilnya bila: a. bilangan negatif dibagi bilangan positif d. berapa banyak pohon Pak Budi? Bila banyak pohon jati milik Pak Amir 75 batang.cara Belajar Aljabar memungkinkan diri kita memahami permasalahan sehari-hari yang kompleks menjadi sederhana. berapa banyak pohon Pak Budi? Bila banyak pohon jati milik Pak Amir 40batang. Apakah 3×5 berarti 3 +3 + 3 + 3 + 3 ataukah 5 + 5 + 5? Apakah arti dari 2 × 3? 2. bilangan negatif dibagi bilangan negatif 5. bilangan negatif dikalikan bilangan negatif 4. Belajar Aljabar…. bilangan positif dibagi bilangan positif b. bilangan positif dikalikan bilangan negatif c. berapa banyak pohon milik Pak Budi? Jika banyak pohon milik Pak Budi adalah 30. Sekar memiliki 5 buku.Belajar Aljabar berarti belajar menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang mudah namun tujuan tercapai. Umur Anggit 5 tahun lebih tua dari umur Bowo. Berapa banyak kelereng Doni? 7. Buku Rizky 3 lebihnya dari milik Sekar.

……… Alasan jawaban:……………………………………………………………………. karena …. karena ….Bahan untuk dikerjakan siswa berpasangan/semeja Banyak Pohon Pak Amir Banyak Pohon Pak Budi 35 … 40 … 75 … p … … 30 … 56 … 100 … k Misalkan simbol p mewakili banyak pohon milik Pak Amir. p + 10. bilangan apakah yang diwakili p? Jawab:………………………………………………………………………. k dan –10 masing-masing disebut suku. …. …. k disebut variabel. Informasi: • p dan k masing-masing disebut variabel atau peubah • Pada p + 10. Misalkan simbol k mewakili banyak pohon milik Pak Budi. (p +10) p dapat diganti dengan bilangan 10... … dan lainnya. (k –10) k dapat diganti dengan bilangan 10. (mewakili banyak pohon). Banyak pohon Pak Budi berarti …. 50. p disebut variabel. 75. • Pada k – 10. berapa banyak telur yang dibeli Bu Dewi? Matematika – SMP | 332 . (mewakili banyak pohon). p dan 10 masing-masing disebut suku. k.……… Alasan jawaban:……………………………………………………………………. …. k mewakili bilangan … (bulat positip) . Bilangan 1 adalahkoefisien dari k • p. bilangan apakah yang diwakili k? Jawab:………………………………………………………………………. … dan lainnya. Pembahasan klasikal dengan tanya jawab mengacu hasil kerja siswa: Misalkan p mewakili banyak pohon Pak Amir. Bilangan 1 adalahkoefisien dari p • k = 1× k. …. banyak telur yang dibeli oleh Bu Rina 100 butir lebihnya dari banyak telur yang dibeli Bu Dewi”.. bilangan 10 disebut konstanta. p mewakili bilangan … (bulat positip) . Permasalahan-2 Sajian klasikal untuk diamati/dicermati siswa: ”Bu Rina dan Bu Dewi adalah pengusaha restoran. bilangan –10 disebut konstanta. Misalkan k mewakili banyak pohon Pak Budi.. 25. k –10 masing-masing disebut bentuk Aljabarkarena masing-masing merupakan simbol Aljabar yang terdiri variabel atau gabungan variabel dan konstanta. 92. Setiap hari. Banyak pohon Pak Amir berarti …. Tanya-jawab klasikal: Bila banyak telur yang dibeli Bu Rina ada 500 butir. • p = 1× p.

……… Alasan jawaban:……………………………………………………………………………………………. 425.. …. bilangan apakah yang diwakili oleh x? Jawab:……………………………………………………………………………………………………. ….. berapa banyak telur yang dibeli Bu Rina? Bahan untuk dikerjakan siswa berpasangan/semeja Banyak Telur yang Dibeli Bu Rina Banyak Telur yang Dibeli Bu Dewi 200 100 500 … … 650 X … … y Misalkan simbol x mewakili banyak telur yang dibeli Bu Rina. …. Permasalahan-3: Sajian klasikal untuk diamati/dicermati siswa: Matematika – SMP | 333 . y mewakili bilangan … (bulat positip). sedang x dan – 100 masing-masing disebut suku. 456. dan lainnya. y +100 masing-masing disebut bentuk Aljabarkarena masing-masing merupakan simbol Aljabar yang terdiri variabel atau gabungan variabel dan konstanta.. • Pada y + 100. x disebut variabel. karena … (mewakili banyak telur) Misalkan y mewakili banyak telur yang dibeli Bu Dewi. Misalkan simbol y mewakili banyak telur yang dibeli Bu Dewi. x – 100. bilangan 100 disebut konstanta. 610. y. maka banyak telur yang dibeli Bu Rina adalah …. Bilangan 1 adalahkoefisien dari y • x. • x = 1× x. y disebut variabel.Bila banyak telur yang dibeli Bu Dewi ada 650 butir.…………………………… Alasan jawaban:……………………………………………………………………………………. berapa banyak telur yang dibeli Bu Dewi? Bila banyak telur yang dibeli Bu Dewi ada y butir. bilangan apakah yang diwakili oleh y? Apa alasannya? Jawab:………………………………………………………………………. berapa banyak telur yang dibeli Bu Rina? Bila banyak telur yang dibeli Bu Rina ada x butir. maka banyak telur yang dibeli Bu Dewi adalah… (x −100) x dapat diganti dengan bilangan 250. …. dan lainnya. x mewakili bilangan … (bulat positip). Pembahasan klasikal dengan tanya jawab mengacu hasil kerja siswa: Misalkan x mewakili banyak telur yang dibeli Bu Rina. ….. (y + 100) y dapat diganti dengan bilangan 300. …. karena … (mewakili banyak telur) Informasi: • x dan y masing-masing disebut variabel atau peubah • Pada x – 100. Bilangan 1 adalahkoefisien dari x • y = 1× y. sedang y dan 100 masingmasing disebut suku. bilangan – 100 disebut konstanta. 888.

.5a. dan Santi tahun ini?” Tanya-jawab klasikal: Jika umur Syauki 1tahun.14. …. a.”Tahun ini umur Dika dua kali umur Syauki. bilangan apakah yang diwakili U? Jawab:………………………………………………………………………. ….5a) dan umur Santi … (a + 1) a dapat diganti dengan bilangan 10. Berapakah kemungkinan umur Dika.……… Alasan jawaban:……………………………………………………………………. Informasi disertai tanya jawab: • U dan a masing-masing disebut variabel atau peubah Matematika – SMP | 334 . dan lainnya. …. U.. 21.. berapa umur Dika? Berapa umur Santi? Jika umur Syauki 5 tahun. bilangan apakah yang diwakili a? Jawab:………………………………………………………………………. 2U. karena … (mewakili bilangan umur manusia dalam tahun). Misalkan simbol a mewakili umur Dika dalam tahun. Pembahasan klasikal dengan tanya jawab mengacu hasil kerja siswa: Misalkan simbol U mewakili umur Syauki. …. karena … (mewakili bilangan umur manusia dalam tahun).……… Alasan jawaban:……………………………………………………………………. berapa umur Syauki? Berapa umur Santi? Bahan untuk dikerjakan siswa berpasangan/semeja Umur Syauki (tahun) Umur Dika (tahun) Umur Santi (tahun) 1 … … 2 … … 5 … … U … … … 10 … … 14 … … 21 … … A … Misalkan simbol U mewakili umur Syauki dalam tahun. dan lainnya.a + 1 mewakili bilangan … (bulat/pecahan positif). Misalkan simbol a mewakili umur Dika. Umur Santi 1 tahun lebih tua dari umur Dika.. berapa umur Syauki? Berapa umur Santi? Jika umur Dika 14tahun. berapa umur Dika? Berapa umur Santi? Jika umur Dika 10tahun. Umur Dika berarti … (2×U atau 2U) dan umur Santi … (2U + 1) U dapat diganti dengan bilangan 1. …. berapa umur Dika? Berapa umur Santi? Jika umur Syauki 2 tahun. Syauki. …. berapa umur Syauki? Berapa umur Santi? Jika umur Dika 21 tahun.5×a atau 0.2. 2U + 1 mewakili bilangan … (bulat/pecahan positif). 5. Umur Syauki berarti … (0. 0.

Koefisien adalah bagian konstanta dari suku-suku yang memuat atau menyatakan banyaknya variabel yang bersangkutan. x−100. a + 1. sedang 2U dan 1 masingmasing disebut suku.a.5 a = 0.5a. konstanta dan sukunya? (Variabelnya U. manakahkoefisien dari variabel U? (Koefisien dari U adalah 2) • Pertanyaan: Pada 0. konstanta dan sukunya? (Variabelnya a.5× a. manakahkoefisien variabel a? (Koefisien dari a adalah 0. k 10. • Pertanyaan: Pada 2U. y −100.5adisebut suku. tetapi bukan penjumlahan dari konstanta atau variabel. konstanta. Konstanta adalah sebuah simbol atau gabungan simbol yang mewakili atau menunjuk anggota tertentu pada suatu semesta pembicaraan.5a Variabel (peubah) adalah simbol Aljabar atau gabungan simbol Aljabar yang mewakili sebarang bilangan dalam semestanya. mana variabel. −10 p. konstantanya 1. U disebut variabel.k. Kesimpulan: Apa yang dimaksud dengan variabel.5 a. bentuk aljabar? No 1 2 3 4 5 6 Unsur Bentuk Aljabar Bentuk Aljabar Variabel Konstanta Suku Suku sejenis Koefisien Permasalahan-1 p. a dan 0. Bilangan 1 adalahkoefisien dari variabel U • a = 1 × a. 0. 0. perkalian. a 1 U. baik dalam huruf maupun pangkatnya. konstantanya tidak ada. a.5a U dan 2U. Bilangan 1 adalahkoefisien dari variabel a • Pertanyaan: Pada 2U = 2U. 2U. pengurangan. k−10 p. 0. tidak ada konstantanya. dan 2U adalah suku) • Pertanyaan: Pada a+1. k. Bentuk Aljabar adalah semua huruf dan angka atau gabungannya yang merupakan simbol aljabar.5a 1 pada U 2 pada2U 1 pada a 0. −10 1 pada p 1 pada k Permasalahan-2 x.5) • U. −100. simbol a disebut variabel. 2U +1. y+100 x. y. 10.• Pada 2U + 1. 2U. koefisien. Penjumlahan. 1. masing-masing disebut bentuk Aljabar karena masing-masing merupakan simbol Aljabar variabel atau gabungan variabel dan konstanta. mana variabel. dan a+1 adalah suku) • U = 1 × U. Suku dapat pula berupa hasil kali atau hasil pangkat atau hasil pernarikan akar konstanta atau variabel. a. 100 1 pada x 1 pada y Permasalahan-3 U.5 pada 0. suku. 2U+1. bilangan 1 disebut konstanta. (a+1) U. • Pada 0. Suku dapat berupa sebuah konstanta atau sebuah variabel. 0. p+10. 100 x. y. Suku-suku sejenis adalah suku-suku yang variabelnya menggunakan simbol yang sama.5 a. pembagian. perpangkatan atau penarikan akar dari satu atau lebih simbol aljabar juga merupakan bentuk aljabar Matematika – SMP | 335 . 2U.

SOAL-1: Banyak jaket milik Anggit 3 kurangnya dari banyak jaket milik Fitri. Kerjakan latihan berikut ini secara individu (sendiri-sendiri) terlebih dahulu 2. Bilangan apakah yang diwakili oleh n?Jelaskan. Misalkan panjang persegi panjang tersebut y cm. Pastikan bahwa kamu paham terhadap jawaban latihan ini. konstanta. konstanta. c. Adakah variabel. Susunlah bentuk aljabar yang menyatakan lebar dari persegi panjang tersebut. koefisien pada bentuk Aljabar tersebut? Tunjukkan. a. didiskusikan dan diberi masukan. Matematika – SMP | 336 . koefisien pada bentuk Aljabar tersebut? Tunjukkan. Susunlah bentuk aljabar yang menyatakan banyak jaket milik Fitri. bawalah hasil pekerjaan latihanmu kepada teman sekelompokmu untuk diperiksa. c. SOAL-2: Suatu persegi panjang mempunyai panjang 5 cm lebih dari lebarnya. suku. 3. b. b. Setelah dikerjakan sendiri.BAHAN AJAR-4: Bahan Latihan-1 LATIHAN-1 Topik : Menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar Petunjuk: 1. Misalkan n adalah banyak jaket milik Anggit. suku. Adakah variabel. Bilangan apakah yang diwakili oleh y? Jelaskan. a. Akan ditunjuk secara acak beberapa diantara kalian untuk melaporkan jawaban soal-soal latihan ini.

.. suku........... y × y × y C.. 2..... y 2 + y a...... Hasil Latihan-2 dipajang pada tempat yang disediakan.... Setiap orang membawa 2 balon... SOAL-2: Manakah dari bentuk berikut yang ekuivalen dengan y3 ? A........................ orangtua atau lainnya)...... Adakah variabel.... Jelaskan. Pilihlah jawaban soal kemudian jawablah pertanyaan/perintah di bawahnya.. tetangga.... c........ guru. a....BAHAN AJAR-5: Bahan Latihan-2 LATIHAN-2 Topik : Menyusun dan mengidentifikasi unsur-unsur bentuk Aljabar Tanggal Mengerjakan : ......... Bilangan apakah yang diwakili oleh m dan n tersebut?. y + y + y B......... Kerjakan soal PR berikut ini dengan penuh tanggungjawab..................... BAHAN AJAR-6: Bahan Pekerjaan Rumah BAHAN PEKERJAAN RUMAH Petunjuk: 1.... Anggota Kelompok Petunjuk: 1... Tunjukkan variabel.. Apakah y3 merupakan bentuk Aljabar?Jelaskan...... b. 2... Bila mengalami kesulitan.......... kakak. :... konstanta..... SOAL-1: Terdapat m laki-laki dan n perempuan pada suatu parade.. Matematika – SMP | 337 .... Apakah y3 merupakan suku? Jelaskan.... Susunlah bentuk aljabar yang menyatakan jumlah seluruh balon yang dibawa pada parade tersebut. c........... konstanta dan koefisien variabelnya....................... koefisien pada bentuk Aljabar tersebut? Tunjukkan. 3 y D...... bertanyalah kepada yang tahu (teman............ b....... Kerjakan Latihan-2 ini bersama teman semejamu........

c.......SOAL: Jika k adalah sebarang bilangan negatif. Variabel Konstanta Koefisien :……………………………………………………………………………… :……………………………………………………………………………… :……………………………………………………………………………… d.......... Jawab:………………………………………………………………………………….................. Adakah variabel....………………………………… : ………………………………………………………………………………………….............. b........... manakah diantara bilangan berikut yang merupakan bilangan positif ? A.......... Pilihan jawaban …………………………………………………………………………………………... k 3 C. Alasan pilihan jawaban a....................... k 2 B. Apakah pilihan jawabanmu merupakan bentuk aljabar? Jawab: Ya/Tidak*) Alasan: ……………………………………………………………………………………. 2k D................. konstanta dan koefisien pada pilihan jawabanmu? Jika ada. k 2 : ………………………………………………………......... …………………………………………………………………………………………............................. tunjukkan.... *) = coret yang bukan pilihanmu Matematika – SMP | 338 ................. Adakah suku pada pilihan jawabanmu ? Jika ada tunjukkan dan jika tidak ada tuliskan alasannya..............

mata pelajaran atau tema pelajaran. dan keterampilan. Satuan pendidikan. C. Kesesuaian dengan aspek sikap. jumlah pertemuan. 1. 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 Tidak Ada 2 Kurang Lengkap 3 Sudah Lengkap Hasil Penelaahan dan Skor Catatan A Identitas Mata Pelajaran 1.kelas. 3 ) sesuai dengan kriteria yang tertera pada kolom tersebut! Berikan catatan atau saran untuk perbaikan RPP sesuai penilaian Anda! Komponen No. semester. Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya B.KI dan KD. 1. 3. program/program keahlian. Kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan kompetensi yang diukur.2 LEMBAR KERJA PENELAAHAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Identitas RPP yang Ditelaah: Kelompok: Topik RPP: Berilah tanda cek ( V) pada kolom skor (1. pengetahuan.3.LK . Perumusan Tujuan Pembelajaran Kesesuaian dengan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai. 2. Perumusan Indikator Kesesuaian dengan SKL.1/3. Matematika – SMP | 339 .

Kesesuaian dengan alokasi waktu. Kesesuaian dengan kompetensi dasar. 3. 1. 1. E. D. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 2. G. 2. 2. Matematika – SMP | 340 . Skenario Pembelajaran Tidak Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya 2 3 Hasil Penelaahan dan Skor Catatan 3. 3. Model Pembelajaran Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. Kesesuaian dengan materi pembelajaran dan pendekatan scientific. Pemilihan Materi Ajar Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. Kesesuaian dengan materi pembelajaran dan pendekatan scientific. Pemilihan Sumber Belajar Kesesuaian dengan KI dan KD. Pemilihan Media Belajar Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran.Komponen No. 1. Kesesuaian dengan pendekatan Scientific. F. H. 1. 2.

................................................. Kesesuaian kegiatan dengan pendekatan scientific............................................................................................................................................ inti.......... ....Komponen No.............. I........... ..... 3................... Kesesuaian dengan dengan indikator pencapaian kompetensi....................... ....................................................................................... ................................. dan penutup dengan jelas...................... Matematika – SMP | 341 ..................... 4................................ Kesesuaian pedoman penskoran dengan soal............................................................ 1................ Menampilkan kegiatan pendahuluan............. 3............................. Kesesuaian kunci jawaban dengan soal....................... Kesesuaian alokasi waktu dengan cakupan materi................................... ........................................................................................................................... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 Sesuai 1......................... Jumlah Komentar secara umum terhadap RPP yang ditelaah: .................................................................. 4......................................................................... Kesesuaian penyajian dengan sistematika materi............ 2........... Tidak Sesuai Sesuai Sebagian Sesuai Seluruhnya 2 Sebagian 3 Seluruhnya Hasil Penelaahan dan Skor Catatan 2........................ ......... Penilaian Kesesuaian dengan teknik dan bentuk penilaian autentik...............................................

R-3. 1. Selanjutnya nilai RPP dimasukkan ke dalam nilai portofolio peserta.1/3. Tentukan nilai RPP menggunakan rumus sbb: PERINGKAT Amat Baik ( A) Baik (B) Cukup (C) Kurang (K) NILAI 90 ≤ A ≤ 100 75 ≤ B < 90 60 ≤ C < 75 K<60 Matematika – SMP | 342 . Berikan catatan khusus atau saran perbaikan setiap komponen RPP jika diperlukan! 4. Setelah selesai penilaian. Berikan nilai setiap komponen RPP dengan cara membubuhkan tanda cek (√) pada kolom pilihan skor (1 ). jumlahkan skor seluruh komponen! 5.2 RUBRIK PENILAIAN TELAAH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Rubrik penilaian RPP digunakan fasilitator untuk menilai RPP peserta yang digunakan peerteaching. Langkah-langkah penilaian RPP sebagai berikut. Cermati format penilaian RPP dan RPP yang akan dinilai! 2. (2) dan (3) sesuai dengan penilaian Anda terhadap RPP tersebut! 3.

dilanjutkan dengan Pemaparan materi oleh fasilitator tentang Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran dengan menggunakan PPT-2.2 yang disisipkan dalam kegiatan diskusi tersebut. Fasilitator menutup pembelajaran.2 dan Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP dengan menggunakan PPT-3. Presentasi hasil kerja kelompok. Matematika – SMP | 343 .3/3.3-2/3. Membuat rangkuman materi pelatihan Model Rancangan Pembelajaran. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan. Kerja kelompok untuk menelaah contoh penerapan penilaian autentik pada pembelajaranyang terdapat dalam HO-2.2 dan Panduan Tugas Menelaah Rancangan Penilaian pada RPP dengan menggunakan PPT-3.Sub Materi Pelatihan : 3.2.2 Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar Langkah Kegiatan Inti Diskusi dan Tanya jawab Kerja Kelompok Kerja Kelompok Presentasi Merangkum dan Refleksi 40 Menit 30 Menit 25 Menit 20 Menit 20 Menit Diskusi dan tanya jawab tentang penilaian autentik dalam bentuk tes dan nontes termasuk portofolio.2-2.3/3. Kerja kelompok untuk merevisi rancangan penilaian pada RPP yang telah disusun. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran. Bahan Tayang Contoh Penerapan Penilaian Autentik pada Pembelajaran dengan menggunakan PPT-2.

Matematika – SMP | 344 .

Matematika – SMP | 345 .

2 Peer Teaching Matematika – SMP | 346 .1 Simulasi Pembelajaran 4.MATERI PELATIHAN 4 : PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING (22 JP) 4.

emosional. B. menalar. maupun. menanya. emosional. Ketelitian dan keseriusan dalam menganalisis simulasi pembelajaran. menyaji. mengolah. Matematika – SMP | 347 . ATK Analisis pembelajaran pada tayangan video. D. KOMPETENSI Peserta pelatihan dapat: 1. intelektual. Merevisi RPP sehingga menerapkan pendekatan scientific dan penilaian autentik untuk kegiatan peer teaching. sosial. moral. menalar. Peer Teaching C. 5. 7. 2. kultural. Menilai pelaksanaan peer teaching peserta lain. dan 2. sosial. mencipta) dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. c. 3. Panduan tugas praktik pelaksanaan pembelajaran. Melaksanakan peer teaching pembelajaranyang menerapkan pendekatan scientific dan penilaian autentik. mencoba. Simulasi Pembelajaran 2. KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN 1. moral. Menganalisis simulasi pembelajaran melalui tayangan video pembelajaran. mencoba. Menyimpulkan alur pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan scientific dan penilaian autentik. mencipta) dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik. Bahan Tayang a. 4. Garis besar instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. 6. b. maupun. menanya. kultural. intelektual. Strategi Pengamatan tayangan video. LINGKUP MATERI 1. Instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran (Alat Penilaian Kinerja Guru). PERANGKAT PELATIHAN 1. melaksanakan pembelajaranyang menerapkan pendekatan scientific (mengamati. Kreatif dan komunikatif dalam melakukan peer teaching. menyaji. 2. Lembar Kerja a. b. mengolah. mengkaji pelaksanaan pembelajaranyang menerapkan pendekatan scientific (mengamati. 3.MATERI PELATIHAN 4 PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING (22 JP) A.

File. tujuan.1 Simulasi Pembelajaran 360 Menit 20 Menit Pemaparan Strategi Pengamatan Video Pembelajaran dengan menggunakan bahan tayang PPT-4. Kerja kelompok untuk menganalisis tayangan video pembelajaran dengan fokus pada penerapan pendekatan scientific dan penilaian autentik dengan menggunakan LK -4. serius. seperti LCD Projector. 15 Menit KEGIATAN PENDAHULUAN KEGIATAN INTI 4. kompetensi. indikator. Pengkondisian Peserta Perkenalan Fasilitator menjelaskan nama.SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN MATERI PELATIHAN: ALOKASI WAKTU: JENJANG: MATA PELAJARAN: 4. Laptop. dan Laser Pointer. dan skenario kegiatan pembelajaran materi pelatihan Praktik Pembelajaran Terbimbing.1. dan bekerja sama saat proses pembelajaran berlangsung.1.1/4.1 oleh fasilitator. PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING 22 JP (@ 45 MENIT) SMP/MTs MATEMATIKA TAHAPAN KEGIATAN PERSIAPAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU Dilakukan dengan mengecek kelengkapan alat pembelajaran. Fasilitator memotivasi peserta. mengajak berdinamika agar saling mengenal. alokasi waktu. semangat. Penayangan video pembelajaran Matematika dengan menggunakan V-2. Active Speaker. Mengkonfirmasi penerapan pendekatan scientific dan penilaian autentik mengacu pada tayangan video pembelajaran Kerja kelompok untuk merevisi RPP sesuai dengan hasil analisis 20 Menit 60 Menit 30 Menit 135 Matematika – SMP | 348 . atau media pembelajaran lainnya.

2.2. Persiapan peer teaching.2 Peer Teaching Menit 90 Menit 5 Menit 600 Menit 20 Menit Paparan oleh fasilitator tentang Panduan Tugas Praktik Pelaksanaan Pembelajaran melalui peer teaching dengan menggunakan PPT.1 Paparan oleh fasilitator tentang Garis Besar Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan PPT-4.2. Refleksi dan umpan balik tentang proses pembelajaran.TAHAPAN KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU tayangan video pembelajaran.4. Fasilitator mengingatkan peserta agar membaca referensi yang relevan. Refleksi terhadap pelaksanaan peer teaching. 20 Menit 20 Menit 510 Menit 30 Menit 15 Menit Matematika – SMP | 349 .2. KEGIATAN PENUTUP Membuat rangkuman materi pelatihan Praktik Pembelajaran Terbimbing. Praktik peer teaching pembelajaran Matematika secara individual. Fasilitator menutup pembelajaran. untuk setiap peserta 30 menit dipandu fasilitator. ICE BREAKER 4. Menilai kegiatan peer teaching menggunakan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan LK-4. Presentasi contoh RPP yang akan digunakan dalam kegiatan peer teaching.

1 Simulasi Pembelajaran Langkah Kegiatan Inti Paparan Tayangan Video Kerja Kelompok 20 Menit 20 Menit 60 Menit Presentasi Kerja Kelompok Menyimpulkan 90 Menit 135 Menit 30 Menit Pemaparan Strategi Pengamatan Video Pembelajaran dengan menggunakan bahan tayang PPT4.1. Kerja kelompok untuk menganalisis tayangan video pembelajaran dengan fokus pada penerapan pendekatan scientific dan penilaian autentik dengan menggunakan LK 4.1. Penayangan video pembelajaran dengan menggunakan V-2. Matematika – SMP | 350 .Sub Materi Pelatihan : 4. Presentasi contoh RPP yang akan digunakan dalam kegiatan peer teaching.1/4. Kerja kelompok untuk merevisi RPP sesuai dengan hasil analisis tayangan video pembelajaran. Menyimpulkan alur pembelajaranyang berorientasi pada pendekatan scientific dan penilaian autentik.1 oleh fasilitator.

Matematika – SMP | 351 .

Matematika – SMP | 352 .

Matematika – SMP | 353 .

. Menyajikan materi dalam tema secara sistematis dan gradual (dari yang mudah ke sulit.... b Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik dalam perjalanan menuju sekolah atau dengan tema sebelumnya....... c Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitan dengan tema yang akan dibelajarkan..... Nama Peserta 2.. : ..... b... a...................... Aspek yang Diamati Ya Tidak Catatan Kegiatan Pendahuluan Melakukan apersepsi dan motivasi...... Melaksanakan pembelajaran secara runtut... Mata Pelajaran 3............. d............ Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual.4......... a...... dari konkrit ke abstrak) Guru menerapkan strategi pembelajaran yang mendidik.......... b.......... Asal Sekolah 3...... Kegiatan Inti Guru menguasai materi yang diajarkan........... : ...................... Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang diintegrasikan secara relevandengan perkembangan Iptek dankehidupan nyata ........ d Mengajak peserta didik berdinamika/melakukan sesuatu kegiatan yang terkait dengan materi.. Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan pembelajaran.. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.. : ... Matematika – SMP | 354 .......1 LEMBAR KERJA ANALISIS PEMBELAJARAN DALAM TAYANGAN VIDEO PEMBELAJARAN 1...... c. c......... a Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.... Menguasai kelas dengan baik...LK .... Tema : ...

Aspek yang Diamati e. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan menganalisis. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik. a b c d f Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana. Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru. Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan. Guru menerapkan pendekatan scientific. Ya Tidak Catatan a b c a. Mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Menghasilkan pesan yang menarik. a. b. Guru melaksanakan penilaian autentik. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar pembelajaran. d. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar pembelajaran. perilaku dan keterampilan peserta didik. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan mengkomunikasikan. f. peserta didik. Memancing peserta didik untuk peserta didik bertanya. Guru memanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran. Guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. c. Menumbuhkan keceriaan dan antusisme peserta didik dalam belajar. e. Mendokumentasikan hasil pengamatan skap. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran. c. Matematika – SMP | 355 . Merespon positif partisipasi peserta didik. e. Melakukan penilaian keterampilan peserta didik dalam melakukan aktifitas individu/kelompok. sumber belajar. d. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk keterampilan mengamati. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect). b. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran.

c. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. Penutup Pembelajaran Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif a. b. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan. Aspek yang Diamati Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. atau kegiatan. Ya Tidak Catatan b.a. Matematika – SMP | 356 . atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik.

dankegiatanpenutupdenganlengkapdanterinci yang disertaicontohkongkrithasilpengamatan.. dankegiatanpenutupnamuntidaklengkap. teliti. dankegiatanpenutupdenganlengkapnamunkurangteri nci. bersungguhgamati sungguhdenganpenuh rasa ingintahu yang (5-15) disertaidenganpolaberpikiranalitikdalammengamatida nberdiskusi.24 15 . Mendeskripsikanhasilpengamatankegiatanawal. Kriteria Rentangan Nilai 25 . Hanyamenandaisetiap item padalembarkerjaanalisis proses belajarmengajarsesuaidengankompetensidasar yang disajikandalamtayangan video. bersungguhsungguhdenganpenuh rasa ingintahu saja.30 Nilai Peserta Mendeskripsikanhasilpengamatankegiatanawal. bersungguhsungguhdenganpenuh rasa ingintahu danaktifdalamberdiskusi.20 25 .4. :………………………………………………………….11 5-7 21 .30 21 .. Menunjukkansikapantusias. Komentar dan Simpulan (10-25) Memberikankomentar yang faktualdanterstruktursesuaidenganketerlaksanaan skenario pembelajaran yangadadalamtayangan PBM video pembelajaranyang terdiridaripengalaman yang dapatdiambildaritayangan video dankesimpulan. kegiataninti.1 RUBRIK PENILAIAN HASIL ANALISIS PEMBELAJARAN PADA TAYANGAN VIDEO NAMA PESERTA DIKLAT KELAS/ TANGGAL PENILAIAN Aspek Pengamatan Video (15-30) :…………………………………………………………. :………………………………………………………….. Mendeskripsikansetiap item padalembarkerjaanalisis Lembarkerjaanali proses belajarmengajarsesuaidengankompetensidasar sispembelajaran yang disajikandalamtayangan video denganjelas.24 15 .15 8 .25 Matematika – SMP | 357 . dalam Video lengkapdanbenar. (15-30) Mendeskripsikansetiap item padalembarkerjaanalisis proses belajarmengajarsesuaidengankompetensidasar yang disajikandalamtayangan video denganjelas. Mendeskripsikanhasilpengamatankegiatanawal.R . Menunjukkansikapantusias. Sikapselamamen Menunjukkansikapantusias. kegiataninti. 21 .20 12 . kegiataninti. teliti.. teliti.

....... Memberikankomentarsesuaidengan keterlaksanaan skenario pembelajaran yangadadalamtayangan PBM video pembelajaran............…………….... 2013 Fasilitator.) Matematika – SMP | 358 ........Aspek Kriteria Memberikankomentar yang faktualdanterstruktursesuaidenganketerlaksanaan skenario pembelajaran yangadadalamtayangan PBM video pembelajaranyang terdiridaripengalaman yang dapatdiambildaritayangan video. ………............. (. Rentangan Nilai Nilai Peserta 16 -20 10 -15 100 JUMLAH ……………….........

2-1. Persiapan peer teaching. Paparan oleh fasilitator tentang Garis Besar Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan PPT-4. Praktik peer teachingpembelajaran secara individual.Sub Materi Pelatihan : 4. untuk setiap peserta 30menit dipandu fasilitator. Matematika – SMP | 359 .2. Refleksi terhadap pelaksanaan peer teaching.4.2 Peer Teaching Langkah Kegiatan Inti Paparan Panduan Paparan Instrumen Penilaian Persiapan Peer Teaching 20 Menit 20 Menit 20 Menit Refleksi Praktik Peer Teaching 30 Menit 510 Menit Paparan oleh fasilitator tentang Panduan Tugas Praktik Pelaksanaan Pembelajaran melalui peer teaching dengan menggunakan PPT. Menilai kegiatan peer teachingoleh fasilitator dengan menggunakan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran LK-4.2-2.

Matematika – SMP | 360 .

Matematika – SMP | 361 .

Matematika – SMP | 362 .

Matematika – SMP | 363 .

Matematika – SMP | 364 .

. Menguasai kelas.... : . Kegiatan Inti Penguasaan Materi Pelajaran 1 2 3 4 Kemampuan menyesuiakan materi dengan tujuan pembelajaran.......... individual.. 2 Menyampaikan rencana kegiatan misalnya.. 2 Menfasilitasi kegiatan yang memuat komponen eksplorasi............... dan kehidupan nyata.......... Ya Tidak Catatan Aspek yang Diamati Kegiatan Pendahuluan Apersepsi dan Motivasi 1 Mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman peserta didik atau pembelajaran sebelumnya.. elaborasi dan konfirmasi. Nama Peserta 2. Matematika – SMP | 365 ... Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan 1 Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai peserta didik.. : .. 2 Mengajukan pertanyaan menantang.............. dan melakukan observasi... Kemampuan mengkaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan..2 LEMBAR KERJA INSTRUMEN PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1.... Menyajikan materi secara sistematis (mudah ke sulit...... Menyajikan pembahasan materi pembelajaran dengan tepat.......................... 3 Menyampaikan manfaat materi pembelajaran......... Asal Sekolah 3...... perkembangan Iptek .4..LK . dari konkrit ke abstrak) Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik 1 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai......... Topik : ..... 4 Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran....................... kerja kelompok.. 3 4 Melaksanakan pembelajaran secara runtut....

Memancing peserta didik untuk bertanya. Kegiatan Penutup Penutup pembelajaran Matematika – SMP | 366 . Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran 1 2 Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan. Memfasilitasi peserta didik untuk menganalisis. sumber belajar.Aspek yang Diamati 5 Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran. Merespon positif partisipasi peserta didik. Memberikan pertanyaan peserta didik untuk menalar (proses berfikir yang logis dan sistematis). Menunjukkan hubungan antar pribadi yang kondusif. peserta didik. Memfasilitasi peserta didik untuk mengamati. Pelibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran 1 2 3 4 5 Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik melalui interaksi guru. Menumbuhkan keceriaan atau antuisme peserta didik dalam belajar. Menghasilkan pesan yang menarik. 6 7 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect). Ya Tidak Catatan Penerapan Pendekatan scientific 1 2 3 4 5 6 7 Memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana. Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. Menyajikan kegiatan peserta didik untuk berkomunikasi. Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam Pembelajaran 1 2 3 4 5 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber belajar pembelajaran. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar pembelajaran. Memfasilitasi peserta didik untuk mencoba. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik.

Memberihan tes lisan atau tulisan . Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan. Jumlah Ya Tidak Catatan Matematika – SMP | 367 .Aspek yang Diamati 1 2 3 4 Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan peserta didik.

4. Langkah Kegiatan 1. 3. Berikan tanda cek (√) pada kolom pilihan YA atau TIDAK sesuai dengan penilaian Anda terhadap penyajian guru pada saat pelaksanaan pembelajaran! Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan pembelajaran! Hitung jumlah nilai YA dan TIDAK ! Tentukan Nilai menggunakan rumus berikut ini! 2.2 RUBRIK PENILAIAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran ini digunakan fasilitator untuk menilai kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran pada saat Peer Teaching. Selanjutnya nilai PeerTeaching dimasukkan ke dalam nilai portofolio peserta. 4. Mata Pelajaran PERINGKAT Amat Baik (A) Baik (B) Cukup (C) Kurang (K) NILAI 90 ≤ A ≤ 100 75 ≤ B < 90 60 ≤ C < 75 K < 60 Matematika – SMP | 368 .R .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.