P. 1
Beriman Kepada Hari Kiamat

Beriman Kepada Hari Kiamat

|Views: 3,119|Likes:
Published by arevntissa

More info:

Published by: arevntissa on Sep 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2014

pdf

text

original

Beriman kepada hari kiamat merupakan unsur pokok keimanan dalam Islam.

Tanpa beriman kepada hari kiamat, iman seseorang tidak akan diterima. Sebagaimana tidak diterima apabila tidak beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan qadha qadar dariNya.Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “… Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasulrasulNya, dan hari kemudian (kiamat), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauhjauhnya.”(An-Nisaa’:136). Mengenai kepastian adanya Hari kiamat itu sendiri Allah menegaskan dalam firmanfirmanNya, diantaranya: “Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekalisekali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan , kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (At-Taghabun 64:7). Allah subhannahu wa ta’ala berfirman pula, yang artinya : “…serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.” (As-Syura 42:7) Dan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala yang artinya: “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml 27:82). Firman Allah Subhannahu wa Ta’ala yang artinya : “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari kiamat), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.” (Al-Anbiyaa’: 96-97). Firman Allah Subhannahu wa Ta’ala yang artinya : “Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata : Ambillah, bacalah kitabmu (ini). Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab (perhitungan) terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya sekiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku. (Allah berfirman): Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyalanyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.” (Al-Haaqqah 69:1334). Masih banyak ayat-ayat lain di dalam Al-Qur’an yang menegaskan tentang hari kiamat. TANDA-TANDA KIAMAT Adapun tanda-tanda kiamat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan dengan beberapa haditsnya. Diantaranya: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum adanya sepuluh tanda-tanda kiamat, yaitu tenggelam di Timur, tenggelam di Barat, tenggelam di Jazirah Arab, adanya asap, datangnya Dajjal, Dabbah (binatang melata yang besar), Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari sebelah barat, keluar api dari ujung Aden yang menggiring manusia, dan turunnya Nabi Isa.” (Hadits Riwayat Muslim). Penjelasan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya yang lain: “Dajjal datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Kemudian selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara siapapun. Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri Syam (kini Suriah, pen). Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada kebajikan meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya. Bahkan jika seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu mengejarnya dan mematikannya. Maka sisanya tinggal orang-orang jahat seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri wa ahlaamis sibaa’), mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Dan syetan menjelma pada mereka (manusia) lalu berkata: Maukah kamu mengabulkan? Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu memerintahkan kepada mereka agar menyembah berhala, sedang mereka hidup dalam kesenangan. Kemudian ditiuplah sangkakala. Tapi seorangpun tak akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya. Dan orang yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi untanya. Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia. Kemudian turunlah hujan seperti hujan gerimis. Maka keluarlah dari situ jasad manusia (dari kubur-kuburnya). Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu. Lalu dikatakan kepada mereka: Wahai manusia, marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena mereka akan diminta tanggung jawabnya. Kemudian dikatakan kepada mereka, pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari berapakah? Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang. Begitulah keadaannya pada hari anak dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari kiamat yang menggambarkan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara kiamat).” (Hadits Riwayat Muslim). Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika berkhutbah : “Wahai manusia, bahwasanya kamu nanti akan dihimpun Allah dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat, dalam keadaan kulup (tidak dikhitan). Ingatlah bahwa orang yang mula-mula

diberi pakaian adalah Ibrahim AS. Ingatlah bahwa nanti ada di antara umatku yang didudukkan di sebelah kiri. Ketika itu aku berkata: Ya Tuhan, (mereka itu adalah) sahabatku. Lalu Tuhan berkata: Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sesudah kamu (wafat).” (HR Muslim). PERTANGGUNG JAWABAN Mengenai pertanggungan jawab perbuatan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada hari kiamat, setiap hamba tak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, yaitu tentang umur untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan (kesehatan) badannya untuk apa ia pergunakan.” (HR Tirmidzi, hadits hasan shahih, dan teks ini menurut riwayat Muslim). Tentang dahsyatnya keadaan kiamat sampai manusia tak ingat pada lainnya, adapun penjelasannya: “Dari Aisyah , Bahwa ia teringat Neraka lalu menangis, maka Rasulullah ` bertanya: Apa yang menyebabkan engkau menangis? Aisyah menjawab: Aku teringat pada Neraka, hingga aku menangis. Apakah pada hari kiamat kamu akan ingat pada keluargamu? Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam : Adapun di tiga tempat, orang tidak teringat pada yang lainnya, yaitu ketika ditimbang amalnya sebelum dia mengetahui berat ringannya amal kebaikannya. Ketika buku catatan amalnya beterbangan sebelum dia mengetahui di mana hinggapnya buku itu, di sebelah kanan, kiri, atau di belakangnya. Dan ketika meniti titian/jembatan (shirath) yang terbentang di punggung neraka Jahannam sebelum dia melaluinya.” (HR Abu Daud, hadits hasan). Itulah peristiwa kiamat yang wajib kita yakini beserta tanda-tandanya. Semuanya itu merupakan hal yang ghaib, hanya Allah yang mengetahui, sedang Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallammengkhabarkan itu dari wahyu Allah. Maka hal-hal yang tak sesuai dengan penjelasan Allah dan RasulNya mesti kita tolak, meskipun datangnya dari orang yang mengaku intelek, pakar, ataupun mengaku telah menyelidiki bertahun-tahun dengan metode yang disebut ilmiah dan canggih. Sebaliknya, kalau itu datang dari Allah dan RasulNya, maka wajib kita imani. Dan beriman kepada Hari kiamat itu merupakan halyangtermasuk pokok di dalamIslam seperti tersebut di atas. Mengingkarinya berarti rusak keimanannya. Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah: 1. Diutusnya Rasulullah saw Jabir r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim) 2. Disia-siakannya amanat

Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul saw. tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, ”Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari) 3. Penggembala menjadi kaya Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” (HR Muslim) 4. Sungai Efrat berubah menjadi emas Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun ‘alaihi) 5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam ”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz). 6. Banyak terjadi pembunuhan Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim) 7. Munculnya kaum Khawarij Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka

bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari). 8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman “Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR At-Tabrani) 9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim) 10. Dominannya Fitnah Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad). 11. Sedikitnya ilmu 12. Merebaknya perzinahan 13. Banyaknya kaum wanita Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tandatanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR Bukhari) 14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban) 15. Menyebarnya riba dan harta haram Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad dan Bukhari) 16. Menggembungnya bulan (ini dia tanda2 yang unik, kata mas Dudung) Rasulullah saw bersabda: ” di antara sudah mendekatnya kiamat ialah menggembungnya bulan sabit(awal bulan) ” dishahihkan� AlBaani di Ash Shahihah nomor 2292 dalam riwayat yang lain dikatakan “di antara sudah dekatnya hari kiamat ialah bahwa orang akan melihat bulan sabit seperti sebelumnya, maka orang akan mengatakan satu bentuk darinya untuk dua malam dan masjid akan dijadikan tempat untuk jalan jalan serta meluasnya mati mendadak” (Ash Shahiihah AlBani 2292)

Kiamat 2012 adalah terjadinya Badai Matahari: Menurut Pak Bambang S Tedjasukmana dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), bahwa fenomena yang akan muncul pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasar pada pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di berbagai negara maju yang sudah dilakukan sejak tahun 1960-an dan Indonesia oleh LAPAN telah dilakukan sejak tahun 1975. Badai Matahari = Flare dan CME Masih menurut ahli lain dari LAPAN, bahwa badai Matahari akan terjadi ketika adanya flare dan Corona Mass Ejection (CME). Apa itu Flare..? Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dahsyatnya menyamai 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Padahal bom atom yang dijatuhkan Paul Tibbets, pilot pesawat Amerika Serikat (AS), B29 Enola Gay, Agustus 1945, telah merenggut sekitar 80.000 jiwa manusia. Berarti kalau dikalikan 66 juta lagi, wouw…! Sedang CME adalah sejenis ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel2 berkecepatan tinggi yakni sekitar 400 km/detik. wouw… Gangguan cuaca Matahari ini dapat mempengaruhi kondisi muatan antariksa hingga mempengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS), dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kesehatan atau kehidupan manusia, misal karena magnet Bumi terganggu, maka alat pacu jantung juga akan terganggu. HP akan error, dan sms bakal ‘kiamat’ betul Dengan skala sebenarnya, saya sketsakan kira2 Badai Matahari itu akan seperti apa. Besar matahari hanya diambil sepersecuilnya, sementara Bumi sangat penuh (meski masih sangat kecil) tampaknya. Bumi saja belum apa-apanya bila dibanding sunspot yang warna hitam2 itu…

Badai Matahari tahun 2011-2012 Flare di permukaan matahari sangat dahsyat, kalau pas maksimal bisa menjulang sauangaaaat tinggi:

Flare di Matahari Bagi yang minat lihat animasi Flare matahari paling update, ini linknya: http://www.space.com/spacewatch/sun_cam_animated.html Persiapan menuju ‘Kiamat’ 2012 itu…: Dikatakan para ahli bahwa dari Matahari, milyaran partikel alektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, Dampak dari serbuan dari partikel elektron ini di

kutub berlangsung beberapa hari. Selama itu, bisa dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, LAPAN tengah membangun Pusat Sistem Pemantau Cuaca Antariksa Terpadu di pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN Bandung. Objek yang dipantau antara lain lapisan Ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang. Langkah antisipasi LAPAN yang telah dilakukan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari muncul badai antariksa ini, yakni Dephankam, TNI,Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta Pemda. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio. PLN harus melakukan sosialisasi ke masyarakat akan adanya pemutusan berkala demi mengurangi dampak badai antariksa ini. Penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan GPS sebagai sistem navigasihendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawatterbang. Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa dapat mengubah kecepatan gelombangradio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delay propagasi pada sinyal GPS. Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tidak berfungsi lagi. Saat ini LAPAN telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan badai matahari tinggi untuk komunikasi radio HF. Kita berdo’a semoga kita selamat, dunia-akhirat; dan kalau memang kiamat beneran… kita juga selamat. Amien…19x Berikut ulasan terakhir Pak Ma’rufin Sudibyo di beberapa Milis Indonesia dan juga di FWD ke para ahli yang berkompeten, From: Ma’rufin Sudibyo <marufins@…> To : rukyatulhilal@yahoogroups.com; Astronomi Indonesia <astronomi_indonesia@yahoogroups.com>; Astro_Semarang <astronomi_semarang@yahoogroups.com>; Himpunan Astronom Amatir Jakarta <haaj84@yahoogroups.com>; Jogja Astroclub <jogja_astroclub@yahoogroups.com> Cc: Forum Pembaca Kompas <forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com>; Fisika <fisika_indonesia@yahoogroups.com>; Shalahuddin

<shalahuddinugm@yahoogroups.com>; Alumni SMA 1 Kebumen <smunsakbm@yahoogroups.com>; Kebumen <kebumen@yahoogroups.com>; Sains <sains@yahoogroups.com>; banyumas@yahoogroups.com; Sulistyowati <al_ienz@…>; Dr. Thomas Djamaluddin <t_djamal@…>; M. Fahrudin <mfhrdnsw03@…>: setelah membaca lebih jauh, berakhirnya kalender Maya di 21 Desember 2012 itu lebih disebabkan oleh berakhirnya siklus kalender, yang disebabkan oleh “kehabisan angka”. Sistem Kalender Maya berbasiskan pada bilangan 20 (bi-desimal) , berbeda dengan kalender lainnya yang berbasiskan bilangan 10 (desimal). Mengutip tulisannya mbak Avivah Yamani di langitselatan.com, dengan metode penulisan 0.0.0.0.0 dan hobi-nya suku Maya dengan siklus 13 dan 20 serta start kalender Maya ini ekivalen dengan 11 Agustus 3114 BCE, maka posisi 13.0.0.0.0 sebagai angka terbesar dalam kalender Maya ini akan ekivalen dengan 21 Desember 2012. Nah setelah 13.0.0.0.0 ini terlampaui, kalender Maya tidak mengenal angka 13.0.0.0.1 atau yang lebih besar, karena akan kembali ke posisi 0.0.0.0.1 alias angka paling kecil. Inilah yang saya maksud dengan “kehabisan angka” tadi. So, satu hari setelah 21 Des 2012 itu, atau pada 22 Desember 2012, kalender Maya memulai siklus barunya dengan angka 0.0.0.0.1. Sementara jika meninjau fakta2 “ilmiah” yang dikatakan menyertai isu kiamat 2012 ini, sebagian besar juga meragukan. Sebut saja misalnya retaknya medan magnet Bumi, yang disebut-sebut telah mencapai panjang 160.000 km di angkasa sebagai South Atlantic Anomaly (SAA). Sementara fakta yang ada, SAA ini merupakan area dimana posisi sabuk radiasi van-Allen paling dekat dengan permukaan Bumi dan terjadi akibat perbedaan viskositas antara batuan kerak Bumi dan lapisan selubung dengan inti Bumi. Perbedaan viskositas membawa pada perbedaan kecepatan rotasi, yang (meski kecil sekali), memiliki beberapa efek, ya salah satunya munculnya SAA ini. Sementara soal Yellowstone caldera yang dikatakan akan meletus dahsyat kembali (dengan memuntahkan tephra sedikitnya 2 juta km3, jika merujuk letusan terdahulu) guna mengikuti siklus letusan 600.000 tahun sekali, jika kita cek langsung ke USGS (yang langsung memonitor kaldera ini), ternyata Yellowstone memiliki periode letusan rata-rata 640.000 tahun. Jika kita “saklek” dengan angka ini, masih ada selang waktu 40.000 tahun bagi Yellowstone untuk meletus. Meski, dalam vulkanologi, yang namanya periode letusan rata-rata itu hanyalah menjadi patokan, bukan untuk keperluan prediksi apalagi peramalan. Sebut saja misalnya dengan Gunung Merapi di Jateng-DIY. Dalam perspektif vulkanologi, gunung ini seharusnya sudah meletus kembali karena periode letusannya 2 – 3 tahun (dengan letusan terakhir Juni 2006 silam), namun sampai kini gak ada aktivitas yang menunjukkan perkembangan ke sana. Di Yellowstone, memang pada Januari lalu terekam adanya seismic swarm, alias rangkaian gempa2 vulkanik yang menjadi tanda migrasi magma. Namun selang waktu seismic swarm ini sangat pendek (hanya 2 minggu) sehingga tak bisa diterjemahkan sebagai adanya pasokan magma secara terus menerus yang sedang menembus kulit Bumi menuju ke permukaan kaldera. USGS menyebut seismic swarm berdurasi pendek ini biasa terjadi di Yellowstone caldera, demikian pula di kaldera2 lain yang ada di dunia

baik mulai dari Toba (yang ini juga rutin direkam BMKG), Krakatau maupun yang paling muda seperti Pinatubo. Sementara soal planet Nibiru, alias planet X itu, seperti pernah saya tulis, itu cuman mitos lama dari era Babilonia yang tak pernah bisa dibuktikan. Jika ada planet bernama Nibiru yang ukurannya hampir menyamai Saturnus itu, maka tentunya planet ini sudah nongol dalam pelat-pelat fotografis seabad silam ketika Clyde Tombaough dkk melakukan systematic search untuk menemukan Pluto. Apalagi dengan teknologi terkini dimana planet tidak hanya diobservasi dengan spektrum cahaya tampak semata, namun juga dengan inframerah, ultraviolet dan gelombang radio. Ketika teknologi astronomi masa kini bahkan demikian powerfull untuk menemukan sejumlah planet baru yang mengorbit bintang2 tetangga alias ekstrasolar planets, maka sulit diterima jika ada benda langit asing sebesar Saturnus yang masih bersembunyi dalam region tata surya kita, dalam rentang jarak dari orbit Pluto hingga kawasan awan komet Oort. Memang, seperti pernah ditulis pak AR Sugeng R, potensi terbesar dari Kiamat 2012 adalah badai Matahari, dimana secara siklusnya pada rentang waktu 2011-2012 sunspot number Matahari memang mencapai puncaknya dan berkorelasi langsung dengan tingginya semburan proton energetik dari permukaan Matahari ke segala arah. Model2 matematis yang dikembangkan NASA menyebut badai Matahari ini akan menyamai peristiwa Carrington 1859 silam, dengan efek yang merusak terhadap sistem telekomunikasi, satelit dan kelistrikan. Sebagai gambaran, badai Matahari 1989 (yang kekuatannya mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 7 derajat dari magnetic north) mengakibatkan kerusakan pada trafo listrik Ontario Hydro dan menyebabkan sebagian AS dan Kanada mengalami mati listrik hingga 9 jam. Dan dalam badai Matahari 2011-2012 (yang diperkirakan mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 15 – 20 derajat), tentunya kerusakan itu bisa menjangkau daerah yang lebih jauh, bahkan hingga ekuator.

Pengertian Hari Kiamat, Tanda/Ciri Dan Macam/Jenis Kiamat (Hari Akhir)
Mon, 14/09/2009 - 12:51am — godam64 A. Pengertian / Arti Definisi Hari Kiamat (Hari Akhir) Hari Kiamat adalah peristiwa di mana alam semesta beserta isinya hancur luluh yang membunuh semua makhluk di dalamnya tanpa terkecuali. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil atas perintah dari Allah SWT. Setelah semua makhuk yang hidup mati maka Allah SWT akan membali memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup terompet untuk yang kedua kali guna membangunkan orang semua yang telah mati untuk bangkit kembali mulai dari manusia pertama zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir saat kiamat tiba untuk melaksanakan hari pembalasan. B. Macam-Macam / Jenis-Jenis Kiamat Kiamat ada dua macam, yakni : 1. Kiamat Sughra/Sughro (Kiamat Kecil) Kiamat Sughra adalah kiamat kecil yang sering terjadi dalam kehidupan manusia yaitu kematian. Setelah mati roh seseorang akan berada di alam barzah atau alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat. Kiamat sughra sudah sering terjadi dan bersifat umum atau biasa terjadi di lingkungan sekitar kita yang merupakan suatu teguran Allah SWT pada manusia yang masih hidup untuk kembali ke jalan yang lurus dengan taubat. 2. Kiamat Kubra/Kubro (Kiamat Besar) Kiamat kubra adalah kiamat yang mengakhiri kehidupan di dunia ini karena hancurnya alam semesta beserta isinya. Setelah kiamat besar maka manusia akan menjalani alam setelah alam barzah / alam kubur. Lihat Di Sini untuk melihat lebih rinci. Kiamat kubra akan terjadi satu kali dan itu belum pernah terjadi dengan kejadian yang benar-benar luar biasa di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas dan pada saat itu segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah tertutup rapat. C. Tanda-Tanda Hari Kiamat Akan Tiba

Kapan akan datang hari kiamat, tidak seorang pun tahu termasuk Nabi Muhammad SAW. Namun kita dapat mengetahuinya dengan memperhatikan tanda-tanda di mana hari kiamat akan datang, yaitu antara lain : 1. Asap di Timur dan Barat 2. Munculnya Dajjal 3. Muncul binatang melata di bumi (Dabatul Ard) 4. Terbit matahari sebelah barat 5. Turunnya Nabi Isa AS 6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj 7. Gerhana di timur 8. Gerhana di barat 9. Gerhana di jazirah Arab 10. Keluarnya api dari kota Yaman yang menghalau manusia ke tempat pengiringannya

Pengertian, Definisi, Alam dan Peristiwa Sesudah Hari Kiamat - Alam Barzah, Yaumul Ba'ats dan Yaumul Mahsyar - Agama Islam
Thu, 06/07/2006 - 11:18am — godam64 Hari kiamat adalah hari akhir kehidupan seluruh manusia dan makhluk hidup di dunia yang harus kita percayai kebenaran adanya yang menjadi jembatan untuk menuju ke kehidupan selanjutnya di akhirat yang kekal dan abadi. Iman kepada hari kiamat adalah rukum iman yang ke-lima. Hari kiamat diawali dengan tiupan terompet sangkakala oleh malaikat isrofil untuk menghancurkan bumi beserta seluruh isinya. Hari kiamat tidak dapat diprediksi kapan akan datangnya karena merupakan rahasia Allah SWT yang tidak diketahui siapa pun. Namun dengan demikian kita masih bisa mengetahui kapan datangnya hari kiamat dengan melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Orang yang beriman kepada Allah SWT dan banyak berbuat kebaikan akan menerima imbalan surga yang penuh kenikmatan, sedangkan bagi orangorang kafir dan penjahat akan masuk neraka yang sangat pedih untuk disiksa. Dengan percaya dan beriman kepada hari kiamat kita akan didorong untuk selalu berbuat kebajikan, menghindari perbuatan dosa, tidak mudah putus asa, tidak sombong, tidak takabur dan lain sebagainya karena segala amal perbuatan kita dicatat oleh malaikat yang akan digunakan sebagai bahan referensi apakah kita akan masuk surga atau neraka. Peristiwa dan Kehidupan Setelah Hari Kiamat : 1. Alam Kubur / Alam Barzah Alam barzah adalah suatu dunia lain yang dimasuki seseorang setelah meninggal dunia untuk menunggu datangnya kebangkitan kembali pada hari kiamat. Pada alam kubur akan datang malaikat mungkar dan nakir untuk memberikan pertanyaan seputar keimanan dan

amal perbuatan kita. Jika kita beriman dan termasuk orang baik, maka di dalam kubur akan mendapatkan nikmat kubur yang sangat menyenangkan daripada nikmat duniawi, sedangkan sebaliknya bagi orang yang tidak beriman kepada Allah SWT, siksa kubur praneraka yang pedih sudah menanti di depan mata. 2. Hari Kebangkitan / Yaumul Ba'ats hari kebangkitan adalah hari dibangkitkannya seluruh manusia yang pernah hidup di dunia baik yang tua, muda, besar, kecil, hidup di zaman nabi adam as, baru lahir saat kiamat, dsb akan bangkit kembali dari mati untuk kemudian dihitung amal perbauatannya selama hidup di dunia. Seluruh manusia akan bangkit kembali dengan jasad / tubuh ketika masih muda dengan raut yang wajah berbeda-beda sesuai amal perbuatannya. 3. Yaumul Mahsyar Yaumul mahsyar adalah tempat dikumpulkannya seluruh manusia dan makhluk hidup lainnya dari awal zaman hingga akhir jaman untuk dilakukan hisab atau peradilan tuhan yang sejati pada yaumul hisab. Selanjutnya akan diberangkatkan ke jembatan shirotol mustaqim untuk disortir mana yang masuk surga dan mana yang masuk neraka. Yang terjatuh di neraka akan menjadi penghuni neraka baik yang kekal abadi maupun yang hanya sementara hingga segala dosa-dosanya yang tidak terlalu berat itu termaafkan. HARI AKHIR (HARI KIAMAT) BERIMAN KEPADA HARI AKHIR Percaya kepada hari akhir adalah merupakan salah satu rukun iman (arkanul iman) dan merupakan bagian utama sekali dari akidah. Bahkan sebagai unsur yang terpenting di samping beriman kepada Allah Taala. Yang demikian disebabkan karena percaya kepada Allah Taala akan dapat meyakinkan sumber pertama yang daripadanya timbul segala yang ada di alam semesta ini, sedang percaya kepada hari akhir akan dapat meyakinkan bagaimana kejadian yang terakhir bagi segenap benda yang pernah ada itu. Dengan mengetahui di mana pangkal dan di mana ujungnya, juga mengetahui siapa sumber dan bagaimana akhir kelak kejadiannya, maka seseorang dapat mengarahkan tujuan yang harus dicapai, melukiskan ke mana harus menuju untuk dijadikan titik terakhir dari perjalanannya dan bahkan dapat pula menggunakan segala macam alat dan perantaraan guna memperoleh tujuan yang pokok serta dapat menyampaikan dirinya kepada apa yang menjadi cita-cita dan idamannya. Apabila seseorang tidak mempunyai pengetahuan semacam ini, maka hidupnya tentu siasia saja, karena tidak ada tujuan dan tidak ada cita-cita. Di saat manusia sudah demikian keadaannya, pastilah ia kehilangan ketinggian rohaniah, kehilangan keutamaan yang tertinggi nilainya. Ia hanya hidup sebagaimana hidupnya binatang yang hanya mengikuti instink belaka atau pun semata-mata mengikuti tuntutan fitrahnya belaka. Jika ini terjadi maka manusia benar-benar sudah mengalami semacam kemerosotan dan keruntuhan rohani yang sehebat-hebatnya yang akibatnya akan merusak kepribadian manusia itu sendiri.

MANUSIA TIDAK DICIPTAKAN DENGAN SIA-SIA Alquran sudah mengarahkan pandangan dan memberitahukan dengan sejelas-jelasnya bahwa Allah swt. tidak menciptakan manusia tanpa tujuan atau cita-cita yang luhur. Sebab yang sedemikian ini tentu akan bertentangan dengan sifat kesempurnaan Tuhan yang tidak sesuai pula dengan kebijaksanaan-Nya yang luhur. Allah Taala tidaklah akan menciptakan manusia dengan tangan kekuasaan-Nya tidaklah akan meniupkan ruh-Nya dalam tubuhnya itu, tidaklah mengutamakannya melebihi malaikat, tidaklah akan menaklukkan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi untuknya, tidaklah akan menjadikannya sebagai pemimpin planet bumi ini, jika tidak ada tujuan dan maksud yang luhur. Jika Allah Taala berbuat demikian, tentu hal itu merupakan suatu permainan yang tidak berguna yang Allah Taala Maha Suci dari hal-hal yang demikian yakni bahwa Allah Taala tidak mungkin bersifat demikian. Perhatikanlah firman Allah Taala ini, “Apakah kamu semua menyangka bahwasanya kami (Allah) membuat kamu dengan main-main dan bahwasanya kamu semua tidak akan dikembalikan kepada Kami. Maka Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Benar, tiada Tuhan melainkan Dia Yang Menguasai arasy yang mulia.” (Q.S. Al-Mu'minun:115116) Manusia mempunyai beban melaksanakan risalah untuk memegang khilafah dari Allah di bumi ini. Ia diperintah dan diwajibkan melaksanakan ketentuan-ketentuan dari khilafah ini, kemudian nanti akan diminta pertanggungjawaban mengenai apa yang telah dilakukan di hadapan Allah Taala sendiri. Jika ada perkiraan yang menyimpang dari ketentuan di atas itu, maka jelas merupakan penyelewengan dari ajaran yang benar dan beralih kepada kesesatan belaka. Ingatlah firman Allah Taala, “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja, tidak dimintai pertanggungjawaban? Bukankah dahulunya ia berupa setetes air mani yang ditumpahkan? Kemudian ia menjadi segumpal darah, lalu Tuhan menciptakan bentuknya dan menyempurnakan kejadiannya? Setelah Tuhan menjadikan dua jenis yakni lelaki dan perempuan? Tidakkah Tuhan yang demikian besar kekuasaan-Nya Maha Kuasa pula menghidupkan orang-orang yang telah mati?” (Q.S. Al-Qiyamah:36-40) PENGERTIAN HARI AKHIR Hari akhir atau hari kiamat didahului dengan musnahnya alam semesta ini. Jadi pada hari seluruh makhluk yang masih hidup akan mati. Bumi pun akan berganti bukan bumi atau langit yang sekarang ini. Selanjutnya Allah swt. menciptakan alam lain yang disebut alam akhirat. Di situlah seluruh makhluk akan dibangkitkan yakni dihidupkan lagi setelah mereka mati. Rokhnya dikembalikan ke dalam tubuhnya dan dengan demikian mereka akan mengalami kehidupan yang kedua kali. Setelah dibangkitkan lalu amal setiap jiwa akan dihisab (diperhitungkan) baik yang berupa kebaikan atau pun keburukan. Oleh sebab itu, siapa yang kebaikannya melebihi keburukannya, tentu Allah Taala akan memasukkannya ke dalam surga, sedang orang yang keburukannya lebih banyak dari kebaikannya, akan dimasukkan ke dalam neraka.

PERHATIAN ALQURAN TERHADAP HARI AKHIR Alquran memberikan perhatian yang sangat istimewa terhadap pemantapan keimanan pada hari akhir itu. Perhatian yang besar ini dapat kita saksikan dari beberapa hal di bawah ini: Pertama dihubungkannya dengan keimanan kepada Allah Taala, sebagaimana firmanNya, “Tetapi yang disebut kebaikan ialah seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (Q.S. Al-Baqarah:177) Juga firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang shabiin (para pengikut nabi-nabi dahulu), siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir serta mengerjakan kebaikan. Mereka itulah yang memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka dan tiada ketakutan atas mereka serta mereka pun tidak menaruh dukacita.” (Q.S. AlBaqarah:62) Kedua amat banyak sekali uraian perihal hari kiamat yang disebutkan oleh Alquran, bahkan hampir tidak ada satu surah pun yang tidak memuat pembahasannya. Diuraikan pula hal-hal yang dapat mendekatkan pemahaman untuk jiwa dan kalbu, kadang-kadang dengan menggunakan keterangan dan kupasan yang nyata, kadang-kadang dengan membuat perumpamaan. Ketiga siapa yang mengikuti isi Alquran dan meneliti betul ayat-ayatnya, tentu ia dapat mengetahui bahwa Allah Taala tidak mengemukakan hari kiamat dengan sebuah nama saja, tetapi menggunakan nama-nama yang berlainan dan setiap nama menunjukkan pengertian apa yang akan terjadi pada hari yang kesemuanya berupa kesukaran dan kesengsaraan. Misalnya ialah sebagai berikut: a. Hari kebangkitan (yaumul ba'tsi) sebagaimana firman-Nya, “Dan berkatalah orangorang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan, ‘Sesungguhnya kamu semua telah menanti (sesuai dengan keterangan) dalam kitab Allah (dalam kubur atau alam barzakh) sampai hari dibangkitkan (dari kematian). Inilah hari kebangkitan sudah tiba, tetapi kamu semua tidak mengetahui’.” (Q.S. Ar-Rum:56) b. Hari kiamat (yaumul qiamah) sebagaimana firman-Nya, “Pada hari kiamat, engkau lihat orang-orang yang berkata bohong tentang Tuhan, muka mereka hitam semuanya.” (Q.S. Az-Zumar:60) c. Saat (sa'ah) sebagaimana firman-Nya, “Saat (hari kiamat) telah dekat dan bulan pun berbelah.” (Q.S. Al-Qamar:1) Juga firman-Nya, “Sesungguhnya keguncangan pada saat hari kiamat adalah suatu hal yang dahsyat sekali.” (Q.S. Al-Haj:1)

d. Akhirat (akhirah) sebagaimana firman-Nya, “Tetapi kamu semua lebih mengutamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan di akhirat lebih baik dan lebih kekal.” (Q.S. Al-A'la:16-17) e. Hari pembalasan (yaumuddin) sebagaimana firman-Nya, “Allah yang merajai hari pembalasan.” (Q.S. Al-Fatihah:3) f. Hari penghitungan (yaumul hisab) sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya saya melindungkan diriku kepada Tuhanku dan Tuhanmu semua dari setiap orang yang sombong yang tidak mempercayai hari hisab (perhitungan amal) nanti.” (Q.S. Ghafir:27) g. Hari kemenangan (yaumul fathi) sebagaimana firman-Nya, “Katakanlah! ‘Pada hari kemenangan ini tidaklah berguna keimanan bagi orang-orang yang kafir dan mereka tidak akan diperhatikan.’” (Q.S. As-Sajdah:29) h. Hari pertemuan (yaumuttalaq) sebagaimana firman-Nya, “Tuhan yang Maha Tinggi derajat-Nya, yang memiliki singgasana itu, menurunkan ruh (wahyu) dengan perintahNya kepada orang yang dikehendaki oleh-Nya di antara hamba-haba-Nya, untuk memberikan peringatan tentang adanya hari pertemuan itu. Pada hari orang-orang datang ke muka (menampakkan diri).” (Q.S. Ghafir:15-16) i. Hari berhimpun dan tipu-menipu (yaumul jam'i wat-taghabun) sebagaimana firmanNya, “Pada hari Allah mengumpulkan kamu semua untuk hari jamak (berhimpun). Itulah hari taghabun (tipu-menipu).” (Q.S. At-Taghabun:9) Pengertian dari kata taghabun banyak, di antaranya ialah: 1. Pembuktian kebenaran yakni penghuni surga di saat mengejek penghuni neraka, sebab sewaktu di dunia dahulu orang kafir selalu berbuat demikian terhadap kaum mukminin. 2. Kebingungan sebab pada hari kiamat segenap makhluk dalam kebingungan yang sangat, karena harus mengalami berbagai kesengsaraan dan bencana serta malapetaka yang tidak dapat ditahan lagi. 3. Tipu-menipu yakni pada hari kentara orang yang menipu dan yang tertipu. Banyak yang tertipu oleh amalnya sendiri. Dikira pekerjaan baik dan mendatangkan keuntungan, tetapi ternyata perbuatan jahat dan mendatangkan bahaya besar. j. Hari keabadian (yaumul khulud) sebagaimana firman-Nya, “Masuklah kamu semua dalam surga, inilah hari khulud (kekal).” (Q.S. Qaf:34) k. Hari berbangkit (yaumul khuruj) sebagaimana firman-Nya, “Pada hari mereka mendengar teriakan dengan hak. Itulah hari khuruj (kebangkitan dari kematian).” (Q.S. Qaf:42)

l. Hari penyesalan (yaumul hasrah) sebagaimana firman-Nya, “Dan berilah mereka peringatan terhadap datangnya hari hasrah (penyesalan), ketika perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam kelalaian dan tidak beriman.” (Q.S. Maryam:39) m. Hari saling memanggil (yaumuttanad) sebagaimana firman-Nya, “Hai kaumku! Sesungguhnya aku khawatirkan dirimu semua pada hari tanad (panggil-memanggil antara penghuni surga dan neraka).” (Q.S. Ghafir:32) n. Peristiwa yang dekat (azifah) sebagaimana firman-Nya, “Azifat (peristiwa dekat) sudah hampir tiba. Tiada seorang pun selain dari Tuhan yang dapat membukanya.” (Q.S. An-Najm:57-58) o. Bencana yang besar (thammah) sebagaimana firman-Nya, “Maka apabila thammah (bencana yang maha besar) telah tiba. Pada hari manusia mengingat-ngingat kembali apa yang telah dilakukannya.” (Q.S. An-Nazi'at:34-35) p. Suara yang memekakkan telinga (shakhkhah) sebagaimana firman-Nya, “Apabila shakhkhah (suara yang memekakkan telinga) telah tiba. Pada hari itu seorang manusia lari dari saudaranya dan dari ibu serta ayahnya. Juga dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang pada hari itu mempunyai urusan yang mengganggunya (sehingga tidak sempat memikirkan urusan orang lain).” (Q.S. Abasa:33-37) q. Peristiwa hak (haqqah) sebagaimana firman-Nya, “Haqqah (keadaan yang sebenarnya). Apakah haqqah itu? Adakah yang memberitahukan padamu apakah haqqah itu?” (Q.S. Al-Haqqah:1-3) r. Kejadian yang menyelubungi (ghasyiah) sebagaimana firman-Nya, “Sudahkah sampai kepadamu berita ghasyiah (kejadian yang menyelubungi).” (Q.S. AlGhasyiah:1) s. Peristiwa yang dahsyat (waqi'ah) sebagaimana firman-Nya, “Jika waqi'ah (peristiwa dahsyat) telah tiba. Tidak seorang pun dapat mendustakan terjadinya itu. Ada golongan yang direndahkan (yakni kaum kafirin) dan ada pula golongan yang ditinggikan (yakni kaum mukminin).” (Q.S. Al-Waqi'ah:1-3) HIKMAT MENGETAHUAI HARI AKHIR Alquran sangat memperhatikan persoalan hari akhir ini dikarenakan beberapa sebab, seperti: Pertama bahwa kaum musyrikin Arab, dahulu sangat mengingkarinya dengan penentangan yang hebat sekali. Mereka tidak mempercayai sama sekali akan tibanya hari penghabisan itu. Dalam Alquran Allah Taala menyebutkan golongan yang demikian ini sebagaimana firman-Nya, “Orang-orang yang mengingkari berkata, ‘Hal itu tidak lain lagi kecuali kehidupan kita di dunia ini saja, di sinilah kita mati dan di sini pula kita

hidup. Tidak akan ada yang merusakkan kita ini kecuali masa’ (yakni karena masa hidup sudah lama dan usia sudah tua, lalu meninggal dunia).” (Q.S. Al-Jatsiah:24) Kedua bahwa golongan ahlulkitab (pemeluk agama Nasrani dan Yahudi), sekali pun mereka mempercayai adanya hari akhir, tetapi cara penggambaran dan pemikiran mereka terhadap tibanya hari itu sudah boleh dikata rusak dan salah sama sekali. Kaum Nasrani misalnya sama berpegang teguh akan wujudnya Yesus penebus dan penyelamat, yang telah menebus segala dosa manusia dengan dirinya, serta menyelamatkan mereka dari siksa-siksa karena kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan. Kepercayaan semacam ini sesuai benar dengan apa yang dikatakan oleh pemeluk agama Hindu dengan sistem penitisannya. Bahkan juga hampir serupa dengan kepercayaan pemeluk agama Budha. Satu dengan lainnya hampir bersamaan pendapat. Perihal kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama Yahudi mengenai ketuhanan dan hari akhir tidak kurang rusak dan sesatnya dari kepercayaan kaum Nasrani dan Hindu. Ketiga kepercayaan kepada hari akhir menyebabkan kita hidup di dunia ini mempunyai tujuan mulia sertcita-cita luhur. Di sana ada supuncak yang hendak kita capai dengan sekuat tenaga yang ada pada diri kita. Tujuan yang terutama sekali ialah mengerjakan kebaikan, meninggalkan kemungkaran dan segala bentuk kemaksiatan, menghiasi diri dan jiwa dengan sifat-sifat yang utama serta menghindarkan diri dari kehinaan-kehinaan dan kerendahan-kerendahan yang pasti akan membahayakan dan mencelakakan tubuh dan agama, keperwiraan dan akal pikiran, bahkan juga harta. Semua ini merupakan kesimpulan dari merealisasikan khilafah yang dibebankan oleh Allah Taala kepada kita umat manusia seluruhnya. Untuk melaksanakan semua, mutlak perlu adanya pendorong semangat dari jiwanya sendiri yang mengajak supaya selalu bergembira untuk melakukan kebaikan-kebaikan itu, juga yang dengan senang menutup seluruh jalan yang menuju ke arah keburukan dan kejahatan. Pendorong semangat ini tentu tidak akan kokoh dan kuat, melainkan dengan jalan memperbanyak ingatan kepada Tuhan, memberikan peringatan pada siapa saja yang berbuat kesalahan, pandai memberikan gambaran serta membuat perumpamaan dan percontohan yang beraneka ragam, juga mengambil suri teladan dari peristiwa-peristiwa yang pernah ada. Maksud yang terpenting dari upaya ini agar tertanam lebih dalam akar kebaikan dalam kalbu, makin hebat kesannya dalam jiwa, lebih menjamin tercapainya tujuan yang hendak dicapai dan meletakkan segala sesuatu pada bidang atau proporsi yang sewajarnya. Dengan melaksanakan semua ini, maka setiap pengingkar akan kembali dari kesalahannya, orang yang merasa keliru dapat membetulkan kekeliruannya sendiri dan setiap manusia akan mengarahkan tujuan amalnya yang tertinggi ke jalan yang nyata kebenarannya sehingga ia tidak akan tersesat di jalan dan tidak pula tergelincir dalam kesalahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->