1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Salah satu indikator . Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. lingkungannya. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. baik internal maupun eksternal. proses.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan.

27 7.46 6.66 100% 6.46 6.07 6.20 6. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar . Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal. Tabel I.39 6.41 6.67 100% 6.13 6.95 7.90 6. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.43 7.25 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.24 99% 7.46 6.07 6. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.31 7.I.

Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. (2) percaya diri. visi dan misi sekolah. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. dan mendelegasikan tugas. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. mengarahkan kegiatan. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. kemampuan mengambil keputusan. dan kemampuan berkomunikasi. mengorganisasikan kegiatan. pengetahuan terhadap kependidikan. Leader. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. Inovator dan Motivator (EMASLIM). Manajer.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Supervisor. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. membuka komunikasi dua arah. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. keahlian dasar. . (5) berjiwa besar. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. (6) emosi yang stabil. (3) tanggung jawab. pengalaman dan pengetahuan professional. Administrator. (7) teladan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur.

melakukan evaluasi terhadap kegiatan. kemampuan memotivasi. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Dugaan tersebut didukung oleh data . melaksanakan pengawasan. pengambilan keputusan. pengarahan keuangan. pengorganisasian. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. Jika tidak.7 mengkoordinasikan kegiatan. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. mengadakan rapat. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. kepegawaian. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. mengambil keputusan. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. sarana prasarana. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. penanganan kesiswaan. penyusunan kurikulum. dan lain-lain. menentukan kebijaksanaan. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial.

karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Edward Murray (1957). Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Setiap triwulan 4. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Supervisi kelas Setiap semester 6.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Setiap bulan sekali 3. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2.

Lomba PTK 2. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. Artinya pimpinan. . Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi.9 Mangkunegara (2005). berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1.

menurunnya produktivitas kerja dan apatis. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. ketidakpatuhan pada aturan. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.

4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua.21% 4. hal itu dapat membawa pengaruh buruk.57% 5.92% 5.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. 7. siswa jadi terlantar karena gurunya absen. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. motivasi kerja. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal.6% 5. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah.89% 7. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. baik dari kinerja guru. kedisiplinan. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. Jika kita memperhatikan tabel di atas. Tabel 1. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini.

Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. 4. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. 7. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. . Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. 11. 13. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. 6. 9. 8. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 2. 5. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. Disiplin kerja guru masih rendah. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. 10. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. 3. 1. Oleh karena itu. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 12. Reward dan punishment belum berjalan efektif. Kinerja guru masih belum optimal. Budaya kerja belum tercipta dengan baik.

motivasi dan disiplin kerja. .3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks.13 14. kepemimpinan. 3.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. budaya kerja. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. 1. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. disiplin dan motivasi kerja. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. 2. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. kepuasan kerja. lingkungan kerja. kompensasi. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. 1. 15. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. tugas. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan.17 terlepas dari aktivitas manajemen. pemasaran. keuangan. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. pelaksanaan dan pengendalian. 2. pengorganisasian. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. maupun kepegawaian. 3. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . 4. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1.

menyaring. termasuk merekrut. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. melatih. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Seperti sumber daya lainnya. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. memberi penghargaan dan penilaian”. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan.

kemampuan dan kecakapan mereka. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. 3. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. 5. 7.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. 2. lembaga atau wakil pemerintah. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. . Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. 4. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. Menciptakan iklim. 6. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan.

pemasok dan masyarakat luas). Mengelola karyawan yang beragam. gaya kerja dan aspirasi.20 manajemen. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai.politik. keselamatan dan keamanan. keadilan dan diantaranya : hukum. . 10. kompensasi dan tunjangan kesehatan. budaya dan teknologi. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. 11. ekonomi. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. 12. 9. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. hubungan karyawan dan buruh. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. sosial. pelanggan. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. 8. karyawan.

Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer.21 2. Robbins dalam buku Manajement. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Seven edition yang dialih bahasa oleh T.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”.1. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Menurut Andrew J.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P.

Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. 2. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. . Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. membujuk. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. 4. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. 5. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T.

menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Kejujuran dan integritas. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. . Kecerdasan. 2. dan membuat keputusan yang tepat. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. industry dan hal-hal teknis. Kepercayaan diri. 3. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. sikapsikap hubungan kemanusiaan. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. memecahkan masalah. yaitu : kecerdasan. 5. 6. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. Dorongan. Kehendak untuk memimpin. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. 3. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. 4. motivasi diri dan dorongan berprestasi. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. 2.

Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. . Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. wewenang. jika perilaku itu dapat memuaskan. dan membatasi partisipasi karyawan. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. 5. membuat keputusan unilateral. mendiktekan metode kerja. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri.24 4. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan.

yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. 2.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. . Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan.

karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala .26 2.1. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.3. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama.

27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. pengambilan keputusan. Oleh sebab itu. kemampuan memotivasi. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268).” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. Kepala Sekolah sebagai Manajer. perlu adanya kebersamaan. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. 2. misi. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. tujuan dan . komunikasi dan pendelegasian wewenang. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. yaitu : 1.

Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepala sekolah sebagai administrator d. Kepala sekolah sebagai inovator g. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepala sekolah sebagai manajer c. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Kepala sekolah sebagai supervisor e. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Jadi. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik.

Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . 2. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa.1. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Veithzal (2005 : 455 ).

keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. senioritas. Selanjutnya. seperti makan. udara. perumahan dan lainnya. cinta dan memiliki. 4. program pemberhentian kerja. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. 2. minum. lingkungan kerja yang nyaman. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. hiburan. kemampuan. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . gelar dsb. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. 5.30 1. program pension. uang pesangon. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. 3.

Atas dasar hasil penelitiannya. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. yaitu : 1. . Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. 50% kebutuhan sosial. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Berdasarkan studi tersebut. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. b. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. Dengan demikian. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. 40% kebutuhan penghargaan. 2.31 85% kebutuhan fisiologi. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. 70% kebutuhan rasa aman. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. keluarga. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu.

juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Postulat teori dua factor. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. kondisi kerja. dan ada . kebijakan administratif. dunia kerja. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. pengakuan. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. tanggung jawab dan kemajuan. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. teknik supervisi. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. Guru. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. dan kehidupan pribadi. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks.

melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. c. Dua hal ini tidaklah berlawanan. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia.

Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. . teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Jadi. dan juga kapan kita akan menggunakannya. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Boleh jadi. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi.

Oleh karena itu.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. mungkin tidak efektif bagi orang lain. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. gaji. Relatedness. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. 2. atau pimpinannya. keamanan kondisi kerja. yaitu: 1. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. minum. pakaian. bernafas. e. Growth needs. d. Existence needs. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. fringe benefits. f. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. kebutuhan interpersonal. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. 3. seperti makan. Teori Drive . Teory ERG (Existence. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Relatedness needs.

Clark L. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. . Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive).

5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. tingkah laku. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”.37 g. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. 2.1. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. . Sementara Sinungan (2003 . Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu.

Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. . Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.38 Senada dengan pendapat di atas. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. 3. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. yaitu: 1. 5. Tingginya semangat.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. 4. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. 2. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

7. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. 3. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Tanpa disiplin yang baik. 2. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. 4. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . 8. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Besar kecilnya pemberian kompensasi. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Oleh karena itu. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Diciptakan disiplin. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. 5. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. 9. 6. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik.

Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. berpakaian rapih. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. .40 lingkungan yang tertib. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. sopan. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. Sehubungan dengan itu. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja.

mengetahui organisasi yang dipimpinnya. .41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. dan Hukuman disiplin berat. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda.1. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. 2. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

4. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. kehadiran di tempat kerja. Personal qualities. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. Cooperation. . yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. Quantity of work. 2. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. pengalaman. 7. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. dan sikap kooperatif. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. Dependability. Creativeness. Job knowledge. Inisiative. jangka waktu output. 8. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. kualitas output. 5. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. keterampilan. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. 6. Quality of work. 3.

pendidikan dasar. Menurut Undang. . mengarahkan. 2. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. mengajar. melatih. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja.1. dan pendidikan menengah. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. membimbing.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. melakukan evaluasi. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja.

Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. 2. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. . b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability).1. keterampilan (skill). Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. 1998 : 98).44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan.

berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Quality of Work (kualitas kerja) 2. Initiative (inisiatif) 4. Communication (komunikasi . 3. 138) yaitu : 1. 4. Berorientasi pada hasil. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . meliputi: 1. Semangat (antusiasme). Capability (kemampuan) 5. Ketegasan. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. 2. Promtness (ketepatan waktu) 3.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. 5. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat.

Pasca Unsud (tesis 2008). 2007). Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. Fylan Ulga. kecerdasan emosi. Kecerdasan Emosi. Pasca UPI Bandung (tesis.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. 2010). Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. 3.4 %.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Pengaruh Komitmen.620) diantara variabel lainnya. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. kedisiplinan.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. 2002). 4. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4.085 > 2. (Tesis.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. Pasca Unsud. 5. Pasca Airlangga (tesis. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. . 2005).46 2.3 % 2. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Analisis Kepemimpinan. Sutopo Slamet. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45.1.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. baik pendekatan sifat. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya.2. Di samping berorientasi terhadap tugas. maupun pendekatan situasional. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). .4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. Dengan demikian. Oleh karena itu. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. kepala sekolah sebagai administrator. pendekatan perilaku.2. 2. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan.

dan mendelegasikan tugas. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. membuka komunikasi dua arah. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. . Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan.2. dan memanfaatkan hasilnya.2.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. keahlian dasar. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. Jika jumlah guru cukup banyak.

(4) menerima masukan.2. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. dan kemampuan berkomunikasi. kemampuan mengambil keputusan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. . (7) teladan.53 pengalaman dan pengetahuan professional. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. (6) emosi yang stabil. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik.2. visi dan misi sekolah. (3) tanggung jawab. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). serta pengetahuan administrasi dan pengawasan.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. mencari gagasan yang baru. mengintegrasikan setiap kegiatan. 2. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. (2) percaya diri.

kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. 2. delegatif. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). kreatif. serta adaptable dan fleksibel.2.2. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. disiplin. program akselerasi dan lain-lain. dorongan. pengaturan suasana kerja.2.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. 2.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif.2. . rasional. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. pragmatis. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. keteladanan. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. disiplin. integrative. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi.

karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. kondisi kerja. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. . di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. tanggung jawab dan kemajuan. dan kehidupan pribadi. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. dunia kerja. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. kebijakan administratif. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. pengakuan. Guru. teknik supervisi. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri.

Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik.56 2.2. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. efektifitas dan produktivitas. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. mematuhi semua peraturan perusahaan . Pegawai yang tertib dan disiplin. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya.

Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. 2. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan .57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain.2.

Clelland. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). 2. manajer.2. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Edward Murray. Artinya pimpinan. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Miller dan Gordon W. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. .5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc.

59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. 2. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. mudah dimengerti.” (Nawawi 2005 : 355). Selain itu. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya.2. dimanapun kita berada. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. Disiplin merupakan bentuk . Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. Oleh karena itu.

60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya.2. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. 2. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. merupakan salah satu tujuan sekolah. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah.

karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. Edward Murray. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. manajer. Artinya pimpinan. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Clelland. Miller dan Gordon W. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Kinerja guru dapat .61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa.

Kepala sekolah sbg administrator 4. mengarahkan. Kepala sekolah sbg edukator 2.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. pendidikan dasar.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. Menurut Undang. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. Kepala sekolah sbg inovator 7. Ketepatan waktu 2. Kepala sekolah sbg manajer 3. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. Faktor motivasional 2. dan pendidikan menengah. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . Kepala sekolah sbg supervisor 5. membimbing. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. Kepala sekolah sbg leader 6.Menilai .Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. melatih. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2.1 Model Kerangka Pemikiran . Kesadaran dalam bekerja 3. mengajar.

2. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. 4. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. .63 2. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. Pengumpulan data 6. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. . Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Persiapan penyusunan v proposal 2. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. Seminar Usulan Penelitian. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. Penyusunan bab I – III.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3.1. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109).64 BAB III METODE PENELITIAN 3. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT).

3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. 3. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. . motivasi kerja. Sedangkan Fred N. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi .

variable) yang selanjutnya diberi notasi 3.05 (5%). Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent .66 2. α = 0.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. Oleh karena itu.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

3.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. Oleh karena itu. Data primer. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas.70 option sangat tidak setuju. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel.7. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan. 3.

3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). jika < 0.3 maka dikatakan tidak valid. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan .7. demikian pula sebaliknya. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable). Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. 3. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono.

2 – 5.1 2.5 1.4 – 4.1 Diagram Jalur .3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.6 – 3.8 – 2.0 3. disiplin kerja ( ). jika 3.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.72 Jika > 7.3 1.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya. maka instrument tersebut dikatakan reliabel.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3.0 – 1. motivasi kerja ( ). Tabel 3.

dengan Y. dengan Y. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . . dengan Y merupakan hubungan kausal.73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + . sementara hubungan merupakan hubungan korelasional.

74 3. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. dan sebalikya. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh. . maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol.

1. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. ruang komputer. laboratorium fisika dan biologi.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan . ruang perpustakaan. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. ruang kepala sekolah. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector.1 Hasil Penelitian 4.043 m².75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no.

BA H. Standar Sarana.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Standar Pengelolaan. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Ajab Riatna . Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. SH Maulana Ismail. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Standar Proses. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). BA Mohamad Wasid. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Standar Isi.

efektif dan efisien 3. Visi “Terampil. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. A. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Nandang Sukmana Drs. Yaya Masria Drs. Didi S. H. H. Toto Suhartoyo Drs. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. H. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. nyaman dan religious 5. Hasbiadi Endang Dahlan. H. Berwawasan IPTEK. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . Dudi Susbandi KM. Berprestasi. Subandar Drs. misi. Terampil menggunakan media IPTEK 6. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. BA Drs.

Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. efektif. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6.00 2. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. kreatif. Misi 1. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar .78 7. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap.

Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 6. semua mengajar sesuai bidangnya. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. Telepon 4. 7.1.79 9. H. telah mengikuti PTBK. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. 2. 4. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11.2 Profil Sekolah 1. 5. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. dll 12. 9.2700003 Drs. 8.

Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.2 100. Prosentase 23.0 Dari data pada tabel 4. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.1.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.8 76.405 m2 Tabel 4.3 Profil Responden Tabel 4.80 10. 2.2%) .

Tabel 4. 30 . 36 .3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.52 4.80 2.20 5 S1 46 73. 5.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55. Tabel 4. 4.56 100.52 4.35 23. 25 – 29 Tahun 6 2.35 Tahun 3 3. 3. 2.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.76 6.54 100.81 55.40 Tahun 2 4.17 82.81 Tabel 4.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.00 . Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.00 JUMLAH 63 100. SMA 3 4. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.90 4 PGSLP 2 3. D1 2 3.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.20 3 D3 10 15.76 3.

82 Dari tabel 4.5 0 0 4. 5. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item.8 4. 4.8 100. 2.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. 4.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90. 4.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. 3. Prosentase 0 90.5%). . disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item. motivasi kerja 15 item. Tabel 4. 6.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.2. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.0 Tabel 4.

503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.437 X1 _17 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.422 X1 _14 0.672 X1 _6 0.439 X1 _15 0.620 X1 _11 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.661 X1 _5 0.452 X1 _3 0.487 X1 _18 0.557 X1 _9 0.576 X1 _12 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.460 X1 _16 0. .630 X1 _7 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.680 X1 _2 0.471 X1 _4 0.3 maka semua item valid.623 X1 _8 0.599 X1 _10 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.512 X1 _13 0.

764 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .716 X2 _6 0.831 0.442 X2 _10 0.549 X2 _15 0.686 0.746 0.711 X2 _11 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.3.583 X2 _3 0.672 X2 _4 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.729 X2 _12 0.863 0. Tabel 4. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.84 Tabel 4.826 0.718 X2 _7 0.788 0.606 X2 _2 0.653 X2 _5 0.819 0.607 X2 _9 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.809 0.791 0. maka semua item valid.659 X2 _13 0.625 X2 _8 0.688 X2 _14 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.802 0.

bahwa seluruh item dinyatakan valid .667 Y _15 0.7 sampai dengan tabel 4. maka semua item valid.3.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.695 Y _14 0. Berdasarkan tabel 4.698 Y _12 0.713 Y _8 0.810 X3 _14 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.675 Y _4 0.470 Y _19 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.465 Y _16 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas. Tabel 4.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.650 Y _3 0.714 Y _13 0.654 Y _2 0.695 Y _11 0.818 X3 _15 0.550 Y _7 0.597 Y _18 0.496 Y _20 0.652 Y _9 0. variabel kinerja guru berada di atas 0.3. variabel disiplin kerja berada di atas 0.487 Y _17 0. maka semua item valid.707 Y_10 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.684 Y _5 0.560 Y _6 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.

2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : . 4. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner).2.86 dan digunakan untuk penelitian. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.

1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.954 0.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.935 0.87 Tabel 4. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .3. 4.986 0.

40 14.10 25.00 Jumlah 63 256 100.03% menyatakan setuju.06 Berdasarkan tabel di atas.29 12. berada pada kategori baik.16 Setuju 4 29 116 46.81% menyatakan kurang setuju.81 Tidak Setuju 2 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. yakni sebanyak 30.16% menyatakan sangat setuju. 46.00 . Tabel 4.70 100.88 Tabel 4.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.17 Prosentase 9.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 4. dengan rata-rata skor sebesat 4. dan 23.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.52 38.

25. yakni sebanyak 26. 12.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.97 Prosentase 26.76 0. berada pada kategori cukup baik.97 .89 Berdasarkan tabel di atas.00 100.10% menyatakan setuju. 38. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3. yakni sebanyak 9. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa . 14.62% menyatakan setuju. 47.63% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.52% menyatakan sangat setuju.62 20.70% sangat tidak setuju.63 4.98 47. dan 20.98% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.40% menyatakan kurang setuju.29% menyatakan tidak setuju.

53.98 Tidak Setuju 2 6 12 9. berada pada kategori baik.05% menyatakan sangat setuju.76 .05 Setuju 4 34 136 53.22 Setuju 4 26 104 41.92.97% menyatakan setuju. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.00 Jumlah 63 247 100. yakni sebanyak 19.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4.98% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dan 26.00 Jumlah 63 237 100.92 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. dengan rata-rata 3. Tabel 4.

27% menyatakan setuju.52% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori baik.27 26.76. dan 9.05 Prosentase 31.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. yakni sebanyak 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.22% menyatakan sangat setuju.91 Berdasarkan tabel di atas.98% menyatakan kurang setuju. 41. 26.98% menyatakan kurang setuju.98 0. Tabel 4.00 0.05.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan. .75 41. 26. dengan rata-rata 4.75% menyatakan sangat setuju. 41. yakni sebanyak 31.27% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata sebesar 3.00 100.

92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. berada pada kategori baik Tabel 4.75 0. 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.95 Prosentase 26.00 0. . yakni sebanyak 26.98 41.95.75% menyatakan kurang setuju. 41.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.27 31.98% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.27% menyatakan setuju.

00 Jumlah 63 259 100.11 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 0.57 44. % sangat tidak setuju.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.44 26. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju. % menyatakan setuju.98 0.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.10 Setuju 4 22 88 34.02 Prosentase 28.00 . Tabel 4.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. % menyatakan kurang setuju.93 Tabel 4. berada pada kategori baik.92 Kurang Setuju 3 17 51 26. dengan rata-rata .00 100.00 Rata-Rata Skor 4. % menyatakan tidak setuju.

00 Prosentase 28.57% menyatakan sangat setuju.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.94 Berdasarkan tabel di atas.98% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.57 0. berada pada kategori baik.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.00.86% menyatakan setuju. yakni sebanyak 28.57% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 4. 26. 28.00 Berdasarkan tabel di atas. 44.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. berada pada kategori baik Tabel 4. 42.02.57 42. yakni sebanyak 28.57% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 4.86 28.44% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. .

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.40 50.79 23.00 100. dengan ratarata 4.95 Tabel 4.00 0. 23.22 50.00 . yakni sebanyak 25.79 26.98 0.81 0.79% menyatakan setuju. Tabel 4.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.95 Prosentase 22. % sangat tidak setuju.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.81% menyatakan kurang setuju.02. 50.02 Prosentase 25.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.00 0.40% menyatakan sangat setuju.

98% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.10 Prosentase 34..40% menyatakan kurang setuju.92 39.79% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 34.10. 39.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4.95. 26.00 100. 25. berada pada kategori baik.68% menyatakan setuju.92% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. berada pada kategori baik . dengan rata-rata 4.96 Berdasarkan tabel di atas.00 Berdasarkan tabel di atas.22% menyatakan sangat setuju.68 25. yakni sebanyak 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. 50. Tabel 4.40 0.00 0.

00 100.00 0.16 41. berada pada kategori baik Tabel 4.27 28.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.00 Prosentase 31. 36.57 0.51 31.00 .75% menyatakan sangat setuju.51% menyatakan setuju. 31.97 Tabel 4.75 36. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.75% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.75 0. yakni sebanyak 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 0.02 Prosentase 30. dengan rata-rata 4.00 100.00.

98 Berdasarkan tabel di atas.89 Prosentase 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. 28. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.00 Berdasarkan tabel di atas.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3. berada pada kategori bai Tabel 4.27% menyatakan setuju.33% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.00 0.02.00 100. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 30. yakni sebanyak 22.89.57% menyatakan kurang setuju. 33. 41.22 44. 44. berada pada kategori cukup baik.33 0.44% menyatakan setuju.16% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.44 33.22% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 4.

99 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.03 Prosentase 28. berada pada kategori baik.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.22% menyatakan sangat setuju. 49.57 46. yakni sebanyak 22.22 Setuju 4 31 124 49.00 Rata-Rata Skor 3.94. dengan rata-rata 3.40 0.00 .21 Kurang Setuju 3 18 54 28.00 0.57% menyatakan kurang setuju.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.03 25.00 Jumlah 63 248 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.21% menyatakan setuju.00 100.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. 28. Tabel 4.94 Berdasarkan tabel di atas.

3.17 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru.14 Prosentase 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru. 46.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 4. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.22 3.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua.40% menyatakan kurang setuju. yakni .03 .31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.57% menyatakan sangat setuju.94 26.100 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik 4.68 22.03% menyatakan setuju.98 39.

101 sebanyak 7.98% menyatakan setuju.22% menyatakan tidak setuju.98 47.17 100.17 Prosentase 6.14.00 Berdasarkan tabel di atas.62% menyatakan kurang setuju. 22.62 15. 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.87% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan setuju.17% sangat tidak setuju.35 26.17% sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. dengan ratarata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. 39. 47.68% menyatakan kurang setuju. 26. 15.17.87 3.94% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. .35% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 6. 26. 3. berada pada kategori cukup baik.

11% menyatakan tidak setuju.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3. 11.52 0.73 9.25 Berdasarkan tabel di atas.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.94 Setuju 4 13 52 20.00 .25.22 58.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.102 Tabel 4.32% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 205 100. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.00 100.32 Prosentase 9. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. dengan rata-rata 3. 60.52 22.94% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 20.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.63% menyatakan setuju.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. berada pada kategori cukup baik . berada pada kategori cukup baik Tabel 4. dengan rata-rata 3.32.00 100.94% menyatakan sangat setuju. 52.70% menyatakan tidak setuju.103 Berdasarkan tabel di atas. 12.94 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.38 12. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.30.98 52.52% menyatakan sangat setuju. 26.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. yakni sebanyak 9. yakni sebanyak 7.22% menyatakan setuju.52% menyatakan tidak setuju.30 Prosentase 7.73% menyatakan kurang setuju. 58.70 0.38% menyatakan kurang setuju.98% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.00 Berdasarkan tabel di atas. 22. 9.

16 39.21 Prosentase 9.76% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.52 30.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.76 Setuju 4 19 76 30.94 100.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.70 7.68 12.79 Tidak Setuju 2 9 18 14. 14.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.79% menyatakan kurang setuju.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3. yakni sebanyak 4. 50. 30.104 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang. Tabel 4.29% menyatakan tidak setuju.00 . berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 205 100.16% menyatakan setuju.25 Berdasarkan tabel di atas.25.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.

. yakni sebanyak 9. menyatakan tidak setuju.35. berada pada kategori cukup baik. 4.29% menyatakan sangat setuju.52% menyatakan sangat setuju. 39.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.76 Jumlah 63 211 100. dengan rata-rata 3. 42. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. yakni sebanyak 14. rata-rata 3.86 Tidak Setuju 2 7 14 11.29 Setuju 4 17 68 26. 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.16% 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30.76% sangat tidak setuju.21. 26.35 Berdasarkan tabel di atas.86% menyatakan kurang setuju.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.105 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.98 Kurang Setuju 3 27 81 42.00 Rata-Rata Skor 3. menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. 11.70% karier.98% menyatakan setuju.68% menyatakan kurang setuju.94% sangat tidak setuju.11% menyatakan tidak setuju.

106 Tabel 4.49 14 11.75 41.11 5 7.00 . 7.94 100.98. yakni sebanyak 7.94% sangat tidak setuju. 63.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9. Tabel 4.52 7. 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.52 120 63.00 2.94 % menyatakan sangat setuju.52 31. berada pada kategori cukup baik.94 188 100.52% menyatakan setuju.27 9. dengan rata-rata 2.11% menyatakan tidak setuju.25 Prosentase 9.49% menyatakan kurang setuju.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3. 9.98 atas.

menyatakan sangat setuju.21 Prosentase 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan. .52% menyatakan tidak setuju. 31.52% setuju.52 28. berada pada kategori cukup baik.21. 9. 7.57% menyatakan menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.94% sangat tidak setuju.86% membuat saya nyaman dalam bekerja.57 42. 41.94% sangat tidak setuju.107 Berdasarkan tabel di atas.94 100. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. 28. 11. 42. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9. 7.27% menyatakan kurang setuju.86 11.11 7.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.75% menyatakan setuju.52% menyatakan sangat setuju.25. Tabel 4.

dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. 47. 4. berada pada kategori cukup baik.11 4.62 11.76 100.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3. Tabel 4. 11.00 Berdasarkan tabel di atas.29% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. 22.11% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 14.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja.22% menyatakan setuju.62% menyatakan kurang setuju.30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.22 47.29 22.30 Prosentase 14. .76% sangat tidak setuju.

.00 Rata-Rata Skor 3.38 Berdasarkan tabel di atas.70% menyatakan setuju.38 Prosentase 15. menyatakan tidak setuju. 28.70 0. Tabel 4.62% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.62 Tidak Setuju 2 8 16 12. yakni sebanyak 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.00 Berdasarkan tabel di atas.38.38 12.00 Jumlah 63 213 100.11% menyatakan sangat setuju.87 19. berada pada kategori cukup baik. 47.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.109 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.57% 12.05 52.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.00 100.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.11 Setuju 4 18 72 28.

12. 52.87% menyatakan sangat setuju. 12.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua . 49.40 Prosentase 14.70% menyatakan tidak setuju.70 0. 4.29 23. berada pada kategori baik.40. dengan rata-rata 3.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3.29% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. 23.110 yakni sebanyak 15.70% menyatakan tidak setuju. % sangat tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.38% menyatakan kurang setuju.21 12.81 49.05% menyatakan setuju. Tabel 4. yakni sebanyak 14.81% menyatakan setuju.00 100. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik. 19.21% menyatakan kurang setuju.38. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.

44% menyatakan kurang setuju.00 100.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3. berada pada kategori cukup baik.81 39.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.21 Prosentase 11. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.52 Setuju 4 18 72 28.11 23.00 . 17.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. .40 0.00 Jumlah 63 208 100.46% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.52% menyatakan sangat setuju. 44.57% menyatakan setuju.111 Tabel 4.30 Berdasarkan tabel di atas.68 25.44 Tidak Setuju 2 11 22 17. 28.00 Rata-Rata Skor 3.57 Kurang Setuju 3 28 84 44. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.

23.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.75% setuju. 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. dengan rata-rata 3. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. Tabel 4.24 Berdasarkan tabel di atas. 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.00 Jumlah 63 204 100.21.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.98% menyatakan menyatakan tidak setuju.52% menyatakan sangat setuju.40% menyatakan tidak setuju.24.112 Berdasarkan tabel di atas. menyatakan sangat setuju.75 Kurang Setuju 3 20 60 31. 25. dengan ratarata 3. 31. berada pada kategori cukup baik.52 Setuju 4 20 80 31. 31.75% menyatakan kurang setuju.11% setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.00 Rata-Rata Skor 3.81% yakni sebanyak 11.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik .75 Tidak Setuju 2 17 34 26.

49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.00 .35 36.87% menyatakan menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.62 19.51 41. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.33.35 23. 15. dengan rata-rata 3.17 100.27 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.27% menyatakan kurang setuju.51% setuju.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.00 Berdasarkan tabel di atas. 36.33 Prosentase 6.11 Prosentase 6.113 Tabel 4. 41.35% menyatakan sangat setuju.81 47.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.87 0.05 3.

yakni sebanyak 6. 3. .114 Berdasarkan tabel di atas.00 100. 3.05% menyatakan menyatakan tidak setuju. 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.68% menyatakan kurang setuju. 36.51 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3.32.68 17.46 0.11.81% setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.35 36. 47.62% menyatakan kurang setuju. 39.32 Prosentase 6.35% menyatakan sangat setuju. 17.46% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.00 Berdasarkan tabel di atas.17% sangat tidak setuju.51% menyatakan setuju. 19. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. dengan rata-rata 3.35% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 6.

17 Prosentase 3. 34.76% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.00 100.22.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3. setuju.81 0.92 23.81% menyatakan tidak .33 41. 36.22 0.17 33. dengan rata-rata 3.51% menyatakan setuju.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.76 36.27 22.92% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 4.22 Prosentase 4.51 34.00 Berdasarkan tabel di atas.115 Tabel 4. Tabel 4.00 100.00 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. .00 Berdasarkan tabel di atas.03% menyatakan kurang setuju.22% menyatakan tidak setuju.63 0. 30. 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. yakni sebanyak 3.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3. yakni sebanyak 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. berada pada kategori cukup baik.63% menyatakan tidak setuju. 41. dengan rata-rata 3. 22.17 30.16.16 46.116 Berdasarkan tabel di atas.33% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.16 Prosentase 3. 20. 46.17.03 20. Tabel 4. % sangat tidak setuju.17% menyatakan sangat setuju.16% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.17% menyatakan sangat setuju.27% menyatakan kurang setuju.

55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3.14.68 23.00 100. yakni sebanyak 3. 28.17 Prosentase 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.17% menyatakan sangat setuju.76 31.63% menyatakan tidak setuju. 20. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.62 20. Tabel 4.62% menyatakan kurang setuju.81 0.00 .00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.00 Berdasarkan tabel di atas.14 Prosentase 3.17 28.63 0.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3. 47.117 Tabel 4.75 39.57% menyatakan setuju.57 47.

16% menyatakan kurang setuju.118 Berdasarkan tabel di atas.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. rata-rata 3.08.75% menyatakan menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. dengan rata-rata 3.75% menyatakan menyatakan kurang setuju. 31.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.00 Jumlah 63 194 100.76% setuju.59 Setuju 4 23 92 36. 23.08 Berdasarkan tabel di atas. menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. . Tabel 4. 39. 30.51 Kurang Setuju 3 19 57 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.17. 31.00 Rata-Rata Skor 3.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik. yakni sebanyak 1.16 Tidak Setuju 2 20 40 31. 36.59% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.51% setuju.81% menyatakan tidak setuju.

16% menyatakan setuju.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.59 Setuju 4 19 76 30.06 Berdasarkan tabel di atas.11 . berada pada kategori cukup baik Tabel 4.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.59% menyatakan sangat setuju. 26.119 Tabel 4.98% menyatakan tidak setuju. 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.59 Setuju 4 21 84 33.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 1. 30.00 Rata-Rata Skor 3.27% menyatakan kurang setuju.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 196 100.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.16 Kurang Setuju 3 26 78 41. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.00 Jumlah 63 193 100.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.06.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.

59% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.33% menyatakan setuju. 33.59% menyatakan sangat setuju.11. 33. 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.00 100. 25. dengan ratarata 3. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3. . 28.59 36.57 0.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3. yakni sebanyak 1. 39. berada pada kategori cukup baik.40% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.51 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.33% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.120 Berdasarkan tabel di atas.51% menyatakan setuju. yakni sebanyak 1.68% menyatakan kurang setuju.57% menyatakan tidak setuju.11 Prosentase 1.33 28.11.

52 Setuju 4 13 52 20.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.87% menyatakan tidak setuju.24 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.94% menyatakan sangat setuju.38% menyatakan kurang setuju.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. Tabel 4.3. 52.24.00 Jumlah 63 204 100. 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.121 4.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.94 Setuju 4 15 60 23.00 Jumlah 63 204 100.00 Rata-Rata Skor 3.81% menyatakan setuju. yakni sebanyak 7.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.24 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama. 15.00 Rata-Rata Skor 3.

87% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.00 Berdasarkan tabel di atas.122 Berdasarkan tabel di atas.94 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.24.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.63% menyatakan setuju. . dengan rata-rata 3.38% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.00 100. 23.24 Prosentase 7.81% menyatakan setuju. yakni sebanyak 7. 15. 20.94% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.87 0.97% menyatakan kurang setuju.52% menyatakan sangat setuju. 53.81 52.38 15. Tabel 4. 15.87% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 9.24. 52.

RPP dll.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. RPP dll. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.70% menyatakan tidak setuju. 52. silabus.123 Tabel 4. Tabel 4. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.52 Setuju 4 16 64 25. silabus.00 Jumlah 63 209 100.40 Kurang Setuju 3 33 99 52.00 Rata-Rata Skor 3.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.32 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju.38 .11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 25.29 Setuju 4 13 52 20.40% menyatakan setuju.63 Kurang Setuju 3 34 102 53. 12.32.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.97 Tidak Setuju 2 7 14 11. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. silabus.38% menyatakan kurang setuju.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. RPP dll.00 Jumlah 63 213 100. % sangat tidak setuju.

berada pada kategori baik. rata-rata 3.38. yakni sebanyak 14.00 Berdasarkan tabel di atas. 49.41.11% menyatakan tidak setuju.87 22. yakni sebanyak 15.87% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. 20.22% menyatakan setuju. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.70 0.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3.41 Prosentase 15. berada pada kategori cukup baik.63% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. 22.29% menyatakan sangat setuju.21% dengan menyatakan kurang setuju.124 Berdasarkan tabel di atas. 53. dengan rata-rata 3.70% menyatakan tidak setuju.22 49. 12.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.21 12.97% menyatakan kurang setuju. . 11.

27.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.68 20.21 14.75 39. 39.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.75% menyatakan setuju.27 Prosentase 7.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.94 31.68% menyatakan kurang setuju.29 0.63% menyatakan tidak setuju.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.94% menyatakan sangat setuju. 20.63 0.125 Tabel 4. Tabel 4. yakni sebanyak 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya. berada pada kategori cukup baik. 31.00 100.57 49.00 .94 28.30 Prosentase 7.

Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.94% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.21% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.40% menyatakan setuju.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.70% menyatakan tidak setuju.40 Kurang Setuju 3 34 102 53. 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.30. yakni sebanyak 7.29% 49.29. 28. 53. dengan rata-rata 3.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.94% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media .57% menyatakan kurang setuju. 7. 25.94 Setuju 4 16 64 25.97% menyatakan kurang setuju.126 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 207 100.97 Tidak Setuju 2 8 16 12. 14. dengan rata-rata 3.29 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak menyatakan setuju.

94% menyatakan sangat setuju.62% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. 47.57% menyatakan setuju.94 Setuju 4 18 72 28.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.00 Rata-Rata Skor 3. 28. dengan rata-rata 3. Tabel 4. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Jumlah 63 209 100.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.00 Rata-Rata Skor 3.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.29. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Jumlah 63 207 100.87% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. 15.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.52 Setuju 4 15 60 23.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.32 . yakni sebanyak 7.29 Berdasarkan tabel di atas.

dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.40 53.81% menyatakan setuju.33 Prosentase 9.97% menyatakan kurang setuju.00 100. yakni sebanyak 9.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3. 11.97 11.11% menyatakan tidak setuju.52% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.52% menyatakan sangat setuju. 25.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. 55. dengan rata-rata 3. 23.56% menyatakan kurang setuju. 11.11 0.33. .128 Berdasarkan tabel di atas. 53. Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju.40% menyatakan setuju.52 25.32.

14.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3. 20. .63 52.32. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. dengan rata-rata 3. 52.32 Prosentase 12.00 100. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 12.63% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.38 14.29 0.70% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.70 20.29% menyatakan tidak setuju.38% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.

00 . dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.94 Setuju 4 17 68 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. Tabel 4.03% menyatakan kurang setuju. 46.05% menyatakan tidak setuju.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.98% menyatakan setuju.70 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.03 Tidak Setuju 2 12 24 19. berada pada kategori cukup baik.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 26.130 Tabel 4.35 23.00 Jumlah 63 204 100.81 57.24.24 Berdasarkan tabel di atas.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. yakni sebanyak 7.00 100.94% menyatakan sangat setuju.14 12. 19.24 Prosentase 6.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.00 Berdasarkan tabel di atas. 57.11% menyatakan sangat setuju.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 6.70% menyatakan tidak setuju. 25.79 12.70 0.00 100. 23. 50. Tabel 4. dengan rata-rata. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. 12.35. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.11 25.131 Berdasarkan tabel di atas.35% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.81% menyatakan setuju. . 12.35 Prosentase 11. yakni sebanyak 11.79% menyatakan kurang setuju.40 50.40% menyatakan setuju.14% menyatakan kurang setuju.70% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.

70 60.00 100. 60. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.132 Tabel 4. berada pada kategori baik.70% menyatakan setuju.43.11 0. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.05 12.43 Prosentase 19.94 0.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.98 50.05% menyatakan sangat setuju.38 Prosentase 11.32 7. Tabel 4. 12.00 Berdasarkan tabel di atas.79 11.32% menyatakan kurang setuju.11 26. yakni sebanyak 19.00 100.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.94% menyatakan tidak setuju. 7.00 .

00 Berdasarkan tabel di atas.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3.11% menyatakan tidak setuju. .70% menyatakan tidak setuju.38. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. 53. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 11.00 100.98% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.97 12.70 0. 12.87 53. 26. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.38 Prosentase 17.46 15. 50.97% menyatakan kurang setuju.87% menyatakan setuju.38.46% menyatakan sangat setuju.11% menyatakan sangat setuju. 11.79% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 17. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.133 Berdasarkan tabel di atas. 15.

29 22.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.33. 46.26 3.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.22% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.29% menyatakan sangat setuju.18 3.03 17. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.94 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.00 100.46 0. 22. dengan rata-rata 3.31 .3. 4. yakni sebanyak 14. 17.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .134 Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.Rata 3.22 46.03% menyatakan kurang setuju.46% menyatakan tidak setuju. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.33 Prosentase 14.

3 1. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.18 3. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.1 2.26 3.8 – 2.0 3.94 3.2 – 5.4 – 4.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.6 – 3.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.0 – 1.5 1. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .

Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item.3. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah.136 4.3. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. motivasi kerja.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI).6. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru.

000 1 .000 .920 2.84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig. .982 2.505 . a. koefisien jalur dari motivasi .074 Standardized Coefficients Beta .000 .546.137 antar variabel.000 .546 .015 Kepemimpinan kepala .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.184 t . (2-tailed) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Pearson Correlation Sig.723 .000 .438 .2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.766 .000 . Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.399 5.000 .828 .828 .000 .000 ** ** **. (2-tailed) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .6.505 .723 .000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** . Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.120 .005 . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0. Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .3.518 1 (Constant) Sig. Error 1.438 .564 .000 1 .278 . Correlation is significant at the 0.564 .000 1 ** ** .695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .351 Disiplin kerja (X3) .479 3.766 .710 .186 a.692 .116 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.01 level (2-tailed).

motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat. Error of the Estimate 5.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0.60296 1 .769 a. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1).86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .184 X3 + 0.769.546 X1 + 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.278. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. Predictors: (Constant). motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.757 Std. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu).278 X2 + 0.motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0.184. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0.481 . Disiplin Kerja (X3). Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0.877 .

546 0.184 . di atas. dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.278 0.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.1. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah .481 Y Gambar 4.

= 0.278 0.x3 .6.0% 4.723 x 0.6% 2.4% 11% 11.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.1% 4.88 Pengaruh X1.7% 3.184 = 0.546 x 0. Pyx2 = 0. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .3. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.6% Total 45.546 x 0.546 = 0.298 (29.4% 2.546 0.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .x2 .438 x 0.8% 7.546 x 0.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = . rx1.2% 21.4% 76.278 = 0.044 .4%) .3% 10. = 0.9% 23.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.184 Pengaruh Langsung 29. rx1.

= 0.278 x 0.4% = 45.546 = 0.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.3.184 = 0.077 (7.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .723 x 0. 4. rx1.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .8%.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.026 (2.278 = 0.278 x 0.x3 . Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.278 x 0. rx2.0% + 4.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru . Pengaruh langsung X2 terhadap Y = . = 0.505 x 0.x2.8% + 11.6%) .2%. Pyx1 = 0.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.6.

546 = 0.7% + 11.6.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7. = 0.3%.4%. = 0.184 x 0. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . = 0.438 x 0.184 = 0.034 (3.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2. rx2.044 (4.6% = 21. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.x3. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.184 x 0.0% + 2.6%.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .x3 .4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = . rx1.505 x 0.3. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .026 (2.278= 0.7%.184x 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = . 4.

3% 10.2% 21.4% 76.3.278 0.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.0% Total Pengaruh 0.546 0.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .4% 13.6% 4.7% 3.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.4% 45.2%.6.5% 7.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.8% 7. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.184 29.

3. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai.1% dipengaruhi oleh faktor lain.7 Pembahasan 4. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik. sedangkan sisanya sebesar 23.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3.9%.7.4%. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1).94 (tabel 4. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. 4. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya . diperoleh skor rata-rata sebesar 3.4 – 4.

18 (tabel 4.3. 4.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. administrator. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.26 (tabel 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.6 – 3. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. manajer. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.3.6 – 3.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. 4. inovator dan motivator.7. supervisor. . kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.7.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).145 sebagai edukator. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. leader.

Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. membimbing.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.7.31 (tabel 4.146 4. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik. melatih.mengevaluasi siswa.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. menilai dan .3. mengarahkan. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . Untuk meningkatkan kinerjanya.6 – 3. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y). mengajar.7. motivasi kerja dan disiplin kerja. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan. guru harus selalu berusaha tepat waktu.3.

Supervisor.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Administrator. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.2% termasuk cukup signifikan. Manajer.4%. Leader.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.4%.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.2%.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan.452 atau 45. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21.044 atau 4. . Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.298 atau 29.

Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.6%.7. 2.3.4% termasuk cukup tinggi.026 atau 2.044 atau 4. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.7.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.148 4.034 atau 3. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.6% sebagaimana pendapat Gordon W.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0. 4. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.104 10.026 atau 2.077 atau 7. Pegawai dengan atau .3.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.110 atau 11%.

Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan. 3. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 2. 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1.9 %. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10.2 %.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.4 %.3. 4. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. .7. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi.3 %. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76.

dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. leader. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. melatih.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. menilai. manajer. membimbing. 5. mengarahkan. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 4. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . 2. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. administrator. mengajar. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. supervisor. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. 3. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

7. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. 8. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. maka : 1. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. 2.151 6. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . Berdasarkan pengolahan data. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. 5.

Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. 3. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. 6. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. Berdasarkan pengolahan data. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. 7. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. Sistem . 5. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. 4. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik.

. Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ.

Riset Sumber Daya Manusia. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. USA: Prentice Hall. Yogyakarta: ANDI. (2003). (2004). E. Fred. Jakarta : PT Rineka Cipta. Husen. Perilaku dalam Organisasi. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. (2005). Jakarta: PT Raja Grapindo. Danim. Umar. N. Keith dan John W. Balkin dan R. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. (2009).B. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Menjadi Guru Profesional. Gomez Meija. Jakarta: Erlangga. Newstrom. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Asas-Asas Penelitian Behavioral. (2006). (2009). Fathoni Abdurrahmat. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. D. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Miftah Toha. Sudarwan. (2004). Arikunto Suharsimi. Organization Behavior (Prilaku Organisasi).154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Mangkunegara. (2007). Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Yogyakarta: Graha Ilmu. Fred. Anwar Prabu. (1995). (1997). Manajemen Sumber Daya Manusia. ( 2004). E. Kepemimpinan dalam Manajemen. Cardy. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. (2005). (2006). (2001) Manajing Human Resources. . Istijanto. Cianjur: CV Dinamika Karya. Mulyasa. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Jakarta: PT Rineka Cipta. Mulyasa. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (2006). (Terjemahan Agus Darma). Jakarta: Rineka Cipta. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. A Tabrani R. Luthan.L. Riset Sumber Daya Manusia. Motivasi Kelompok.

Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Metodologi Penelitian Pendidikan. Metode Statistika. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Bandung: STIE Pasundan. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. (2003). Sidik Priadana. Sugiyono. Wahjosumijo. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. New Jersey: Prentice Hall International. Jakarta: PT Yudeks. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. (2005). (2005). (2004). Siswanto. Hadari. Peraturan Pemerintah RI. Metode Penelitian Administrasi. Jakarta: PT Bumi Aksara. Timple. (2005). bandung : CV Tarsito. (2006).155 Nawawi. Yulk Garry. (2007). Bandung: CV Tarsito Sukardi. (2000). (2002). Bandung : Alfabeta. Sujana. Bedjo. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Rivai. Sondang P. Standar Nasional Pendidikan. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung : PT Gelora Aksara. Veithzal. 2005. Dale A. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Sujana. (2009). (2005). Organizational Behavior. Statistik Teori dan Aplikasi. (2002). Bandung: Sinar Baru. (2001). Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Manajemen Tenaga Kerja. Jakarta: Rineka Jaya. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Jakarta : CV Eko Jaya. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Rahman at all. (2007). Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Sedarmayanti. . Supranto J. Kepemimpinan dalam Organisasi. Robbin Stephen P. Siagian. Manajemen Kinerja. Jatinangor: Alqaprint. Bandung: CV Mandar Maju. (2005). (2001). Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia.

J. Tentang Guru dan Dosen.etd. Hernowo Narmodo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. Depdiknas. Depdiknas. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. . ums. Pemotivasian dalam Manajemen. (2001). Citra Umbara. 2008. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. 2005. Rizal Aminudin. Citra Umbara.id/6864/.id/6816/. Bandung. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang.ac. http//etd.ums. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. Bandung.156 Winardi.eprins. http.ac.eprins. Sistem Pendidikan Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.