P. 1
Tesis Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru (1)

Tesis Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru (1)

|Views: 516|Likes:
Published by Ucok Berutu

More info:

Published by: Ucok Berutu on Jan 25, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2015

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. lingkungannya. proses. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. baik internal maupun eksternal. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. Salah satu indikator . Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri.

66 100% 6. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.46 6.31 7.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar . berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.95 7.90 6.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.13 6.24 99% 7.46 6.41 6. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.27 7. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru. Tabel I.I.46 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.07 6.25 6.20 6.07 6.39 6.43 7.67 100% 6.

Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. dan mendelegasikan tugas. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. membuka komunikasi dua arah. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. (5) berjiwa besar. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. mengarahkan kegiatan. pengalaman dan pengetahuan professional. Manajer. mengorganisasikan kegiatan.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. kemampuan mengambil keputusan. (2) percaya diri. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. (7) teladan. Administrator. visi dan misi sekolah. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. (6) emosi yang stabil. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. pengetahuan terhadap kependidikan. keahlian dasar. . Leader. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. dan kemampuan berkomunikasi. Supervisor. Inovator dan Motivator (EMASLIM). (3) tanggung jawab.

melakukan evaluasi terhadap kegiatan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. mengambil keputusan. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. pengambilan keputusan. penanganan kesiswaan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. pengarahan keuangan. kemampuan memotivasi. melaksanakan pengawasan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. penyusunan kurikulum. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. mengadakan rapat. Dugaan tersebut didukung oleh data . Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. menentukan kebijaksanaan. Jika tidak. dan lain-lain.7 mengkoordinasikan kegiatan. pengorganisasian. komunikasi dan pendelegasian wewenang. kepegawaian. sarana prasarana. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan.

Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Setiap triwulan 4. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. sehingga ia mau dan rela bekerja keras.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. Edward Murray (1957). Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Setiap bulan sekali 3. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Supervisi kelas Setiap semester 6.

dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. Lomba PTK 2. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. . Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua.9 Mangkunegara (2005).3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. Artinya pimpinan.

Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. ketidakpatuhan pada aturan. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . menurunnya produktivitas kerja dan apatis. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”.

Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah.6% 5. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. 7. kedisiplinan. baik dari kinerja guru. motivasi kerja. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar.57% 5. Jika kita memperhatikan tabel di atas. Tabel 1.92% 5. siswa jadi terlantar karena gurunya absen.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. hal itu dapat membawa pengaruh buruk.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa.89% 7.21% 4.

Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. Disiplin kerja guru masih rendah. Reward dan punishment belum berjalan efektif. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. 1. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. 12.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. Oleh karena itu. Kinerja guru masih belum optimal. 8. 10. 11. . 5. 4. 13. 7. 6. 3. 2. 9.

Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. kepuasan kerja. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 1. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. lingkungan kerja. 15. 1. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. kepemimpinan. 2. . maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1.13 14. 3. disiplin dan motivasi kerja. budaya kerja. kompensasi. motivasi dan disiplin kerja. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. 3. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. pengorganisasian. pelaksanaan dan pengendalian. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. pemasaran. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. 4. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan.17 terlepas dari aktivitas manajemen. tugas. maupun kepegawaian. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. 2. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. keuangan.

diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). melatih. memberi penghargaan dan penilaian”. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. Seperti sumber daya lainnya. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. termasuk merekrut. menyaring.

dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. . Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Menciptakan iklim. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. 5. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. 4. 6. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. 3. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. 2. kemampuan dan kecakapan mereka. lembaga atau wakil pemerintah. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. 7. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan.

8. karyawan. keadilan dan diantaranya : hukum. gaya kerja dan aspirasi. hubungan karyawan dan buruh. pemasok dan masyarakat luas). Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. sosial. 11. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. kompensasi dan tunjangan kesehatan. keselamatan dan keamanan. ekonomi. pelanggan. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. . Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi.politik.20 manajemen. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. budaya dan teknologi. 10. 12. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. Mengelola karyawan yang beragam. 9.

1. Robbins dalam buku Manajement. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum.21 2. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. Menurut Andrew J. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti.

Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. 5. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. membujuk. 4. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. . Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. 2. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3.

Dorongan. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. Kepercayaan diri. motivasi diri dan dorongan berprestasi. sikapsikap hubungan kemanusiaan. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. 6. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. Kejujuran dan integritas. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. yaitu : kecerdasan. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. memecahkan masalah. 2. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. 2. Kehendak untuk memimpin. 4.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. Kecerdasan. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. 5. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. dan membuat keputusan yang tepat. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. 3. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. industry dan hal-hal teknis. . 3.

Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. jika perilaku itu dapat memuaskan. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. . Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. wewenang. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. 5. membuat keputusan unilateral. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan.24 4. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. dan membatasi partisipasi karyawan. mendiktekan metode kerja.

Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. 2. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. .25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya.

1. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa.26 2. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala .3.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul.

Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. pengambilan keputusan. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. misi. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. 2. Kepala Sekolah sebagai Manajer. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. tujuan dan . kemampuan memotivasi. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. yaitu : 1. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Oleh sebab itu.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. perlu adanya kebersamaan.

Kepala sekolah sebagai manajer c. Jadi. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepala sekolah sebagai supervisor e. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana .” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala sekolah sebagai administrator d.

2. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Veithzal (2005 : 455 ). Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas.1.

Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. 3. minum. 2. 4. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. seperti makan. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . kemampuan.30 1. udara. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. cinta dan memiliki. uang pesangon. hiburan. 5. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. gelar dsb. program pension. senioritas. Selanjutnya. lingkungan kerja yang nyaman. program pemberhentian kerja. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. perumahan dan lainnya. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang.

dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. b. Dengan demikian. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. 40% kebutuhan penghargaan. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. Atas dasar hasil penelitiannya. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. keluarga. Berdasarkan studi tersebut. 2. . 50% kebutuhan sosial. yaitu : 1.31 85% kebutuhan fisiologi. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. 70% kebutuhan rasa aman.

Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. dunia kerja. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. dan kehidupan pribadi. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. kondisi kerja. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. tanggung jawab dan kemajuan. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. teknik supervisi. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. kebijakan administratif. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. Postulat teori dua factor. Guru.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. dan ada . pengakuan. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan.

Dua hal ini tidaklah berlawanan.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. c. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan.

Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. Jadi. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. dan juga kapan kita akan menggunakannya. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. . dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. Boleh jadi. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi.

Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. 3. Existence needs. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. pakaian. keamanan kondisi kerja. kebutuhan interpersonal. yaitu: 1. atau pimpinannya. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. f. gaji. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. Teory ERG (Existence. Teori Drive . seperti makan. Growth needs. fringe benefits. minum. bernafas. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. 2. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. Relatedness. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. e. d. Relatedness needs. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. mungkin tidak efektif bagi orang lain. Oleh karena itu.

Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive).36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. . kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Clark L. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength.

Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. 2. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. . Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. tingkah laku. Sementara Sinungan (2003 . Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”.1.37 g.

Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. 5. 4. 3. Tingginya semangat. 2.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.38 Senada dengan pendapat di atas. . Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. yaitu: 1.

8. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. 9. Diciptakan disiplin. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. 5. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. Oleh karena itu. 2. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. 7. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. 6.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. 4. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Besar kecilnya pemberian kompensasi. 3. Tanpa disiplin yang baik.

mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga.40 lingkungan yang tertib. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. Sehubungan dengan itu. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). sopan. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. berpakaian rapih. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. .

. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”.1. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. dan Hukuman disiplin berat.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. 2. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. jangka waktu output. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). kualitas output. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. dan sikap kooperatif. Creativeness. Inisiative. 7. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. Dependability. keterampilan. 5. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. . Quality of work. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. 3. Personal qualities. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. 4. pengalaman. kehadiran di tempat kerja. 8. Cooperation. 6. 2. Quantity of work.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. Job knowledge.

pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. melakukan evaluasi. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. melatih. . ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. membimbing.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. mengarahkan. pendidikan dasar.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. 2. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. mengajar. dan pendidikan menengah. Menurut Undang.1.

keterampilan (skill). . Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. 2.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. 1998 : 98). dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya.1.

praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. Promtness (ketepatan waktu) 3. 5. meliputi: 1. 2. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Quality of Work (kualitas kerja) 2. Initiative (inisiatif) 4. 4. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. 3. Ketegasan. 138) yaitu : 1.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. Capability (kemampuan) 5. Communication (komunikasi . Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Berorientasi pada hasil. Semangat (antusiasme). merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah.

3.1. 5.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan. 2010).46 2. Pasca Unsud. Pasca UPI Bandung (tesis.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. Sutopo Slamet.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Pengaruh Komitmen. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0.4 %. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Pasca Airlangga (tesis. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 2005). 2002). (Tesis. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45. 2007). .03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. 4. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis.085 > 2.620) diantara variabel lainnya. Kecerdasan Emosi. kecerdasan emosi. Fylan Ulga. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4. kedisiplinan. Analisis Kepemimpinan. Pasca Unsud (tesis 2008). Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22.3 % 2.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional.2. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented).2. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. kepala sekolah sebagai administrator. Di samping berorientasi terhadap tugas. 2. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. . sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. maupun pendekatan situasional. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. Oleh karena itu. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. Dengan demikian. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. pendekatan perilaku. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. baik pendekatan sifat.

Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. dan mendelegasikan tugas. keahlian dasar. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. dan memanfaatkan hasilnya. Jika jumlah guru cukup banyak. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah.2. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.2. membuka komunikasi dua arah. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. .52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah.

dan kemampuan berkomunikasi. (4) menerima masukan.53 pengalaman dan pengetahuan professional. mencari gagasan yang baru. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. (6) emosi yang stabil. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. (3) tanggung jawab. .6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. kemampuan mengambil keputusan.2. 2.2. (7) teladan. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. visi dan misi sekolah. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. (2) percaya diri. mengintegrasikan setiap kegiatan.

pengaturan suasana kerja. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. integrative. .2.2. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. kreatif. delegatif. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi.2.2. rasional. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. 2.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. program akselerasi dan lain-lain. dorongan. serta adaptable dan fleksibel. 2. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. disiplin.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. keteladanan. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. disiplin. pragmatis. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB).

di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. kebijakan administratif. Guru. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. dan kehidupan pribadi. . Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. kondisi kerja. tanggung jawab dan kemajuan. dunia kerja. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. pengakuan. teknik supervisi.

mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Pegawai yang tertib dan disiplin. efektifitas dan produktivitas. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin.56 2. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi.2. mematuhi semua peraturan perusahaan .

57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . 2. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan.2.

sehingga ia mau dan rela bekerja keras.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Edward Murray. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru.2. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. manajer. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). 2. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Miller dan Gordon W. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. .5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. Artinya pimpinan. Clelland.

Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Oleh karena itu. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. Selain itu. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan.” (Nawawi 2005 : 355). mudah dimengerti. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. dimanapun kita berada. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. Disiplin merupakan bentuk . Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik.2. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. 2. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.

Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. merupakan salah satu tujuan sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. 2.2. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar.

61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. Miller dan Gordon W. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Kinerja guru dapat . Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Clelland. manajer. Edward Murray. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Artinya pimpinan.

mengajar.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. Menurut Undang.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. Kesadaran dalam bekerja 3. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik.1 Model Kerangka Pemikiran . Ketepatan waktu 2. Kepala sekolah sbg inovator 7. membimbing.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1.Menilai . Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. Kepala sekolah sbg manajer 3. Kepala sekolah sbg administrator 4. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. melatih. dan pendidikan menengah. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa. Kepala sekolah sbg leader 6. Kepala sekolah sbg supervisor 5. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. mengarahkan. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. pendidikan dasar. Kepala sekolah sbg edukator 2. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. Faktor motivasional 2.

Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.63 2. . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. 2. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1.

Persiapan penyusunan v proposal 2.1. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. Penyusunan bab I – III. Pengumpulan data 6.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. . Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Seminar Usulan Penelitian. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109).Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5.

yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. motivasi kerja. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. . Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. Sedangkan Fred N. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. 3.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden.

4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %.66 2. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder.05 (5%). Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . α = 0. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. Oleh karena itu. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : .

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

Oleh karena itu. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. Data primer.7. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. 3. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. 3. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel.70 option sangat tidak setuju.

2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran.3 maka dikatakan tidak valid.3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable). Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan .7. demikian pula sebaliknya.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. 3. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . jika < 0.

1 2. disiplin kerja ( ).7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). maka instrument tersebut dikatakan reliabel.0 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.1 Diagram Jalur .9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3.8 – 2. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.0 – 1.4 – 4.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.72 Jika > 7. Tabel 3.2 – 5.5 1. motivasi kerja ( ).6 – 3.3 1. jika 3. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.

dengan Y.73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. dengan Y merupakan hubungan kausal. sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . dengan Y. . Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + .

10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. . dan sebalikya. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru.74 3. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima.

Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. laboratorium fisika dan biologi.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda.043 m². kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. ruang perpustakaan.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa.1 Hasil Penelitian 4. ruang kepala sekolah.1. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan . Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. ruang komputer. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Standar Pengelolaan. Standar Sarana. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Ajab Riatna . BA H. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. BA Mohamad Wasid. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. Standar Isi. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). Standar Proses. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. SH Maulana Ismail. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”.

H. Berprestasi. Toto Suhartoyo Drs. misi. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan .77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. A. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Subandar Drs. Hasbiadi Endang Dahlan. Visi “Terampil. H. Dudi Susbandi KM. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. Yaya Masria Drs. Nandang Sukmana Drs. Terampil menggunakan media IPTEK 6. nyaman dan religious 5. H. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. H. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. efektif dan efisien 3. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Didi S. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. BA Drs. Berwawasan IPTEK. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1.

78 7. Misi 1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4.00 2. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. kreatif. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. efektif. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7.

Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. 2. 6. semua mengajar sesuai bidangnya. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. Telepon 4.1. 7.2 Profil Sekolah 1. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 8. dll 12. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. H. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11.79 9. 4. 9. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. 5.2700003 Drs. telah mengikuti PTBK.

Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.3 Profil Responden Tabel 4.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4. 2.2 100.405 m2 Tabel 4.1.80 10.2%) .2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.8 76. Prosentase 23. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.0 Dari data pada tabel 4.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.

54 100.35 23.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4. 30 . Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.35 Tahun 3 3.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.20 5 S1 46 73.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1. Tabel 4.90 4 PGSLP 2 3.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.17 82. 5. SMA 3 4.80 2. 3.56 100.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.81 Tabel 4.00 JUMLAH 63 100.81 55.00 . D1 2 3.76 6.52 4.76 3. Tabel 4.40 Tahun 2 4. 4.20 3 D3 10 15.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.52 4. 25 – 29 Tahun 6 2. 36 .00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4. 2.

disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item.0 Tabel 4. 5. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. 2.5%).8 100. 4. Tabel 4. 4. 4. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90. 6.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item.5 0 0 4. 3. . motivasi kerja 15 item.82 Dari tabel 4. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. Prosentase 0 90.8 4.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun.2.

680 X1 _2 0.599 X1 _10 0.452 X1 _3 0.439 X1 _15 0.471 X1 _4 0.3 maka semua item valid.487 X1 _18 0.630 X1 _7 0.623 X1 _8 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.437 X1 _17 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.672 X1 _6 0.512 X1 _13 0.422 X1 _14 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.557 X1 _9 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0. .3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.661 X1 _5 0.620 X1 _11 0.576 X1 _12 0.460 X1 _16 0.

442 X2 _10 0.583 X2 _3 0.831 0.788 0.606 X2 _2 0. maka semua item valid.819 0.607 X2 _9 0.746 0.672 X2 _4 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .688 X2 _14 0.863 0.549 X2 _15 0.764 0.3.718 X2 _7 0.716 X2 _6 0.84 Tabel 4. variabel motivasi kerja berada di atas 0.826 0.653 X2 _5 0.686 0.791 0.729 X2 _12 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.802 0.659 X2 _13 0. Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.625 X2 _8 0.809 0.711 X2 _11 0.

652 Y _9 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.3.487 Y _17 0.695 Y _14 0.550 Y _7 0.496 Y _20 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.810 X3 _14 0.684 Y _5 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas. maka semua item valid.675 Y _4 0.667 Y _15 0.695 Y _11 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.560 Y _6 0.470 Y _19 0. variabel disiplin kerja berada di atas 0. variabel kinerja guru berada di atas 0.654 Y _2 0.7 sampai dengan tabel 4.3.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.650 Y _3 0.465 Y _16 0.597 Y _18 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.818 X3 _15 0.713 Y _8 0. Tabel 4.698 Y _12 0. Berdasarkan tabel 4. maka semua item valid.714 Y _13 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid .707 Y_10 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.

Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : . ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner).2. Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.86 dan digunakan untuk penelitian.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. 4. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas.

3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.3.986 0. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.935 0.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0. 4.954 0. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .87 Tabel 4.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.

06 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. yakni sebanyak 30.00 .70 100. 46.10 25.00 Jumlah 63 256 100.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.17 Prosentase 9. Tabel 4.81% menyatakan kurang setuju.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.16% menyatakan sangat setuju.40 14.88 Tabel 4.03% menyatakan setuju.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.00 Rata-Rata Skor 4.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30. dan 23.16 Setuju 4 29 116 46.52 38.03 Kurang Setuju 3 15 45 23. dengan rata-rata skor sebesat 4.29 12.

10% menyatakan setuju. yakni sebanyak 26.40% menyatakan kurang setuju.70% sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3.98% menyatakan sangat setuju.62% menyatakan setuju.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3. dan 20.00 100.63 4. 14. yakni sebanyak 9. berada pada kategori cukup baik.29% menyatakan tidak setuju.97 .17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.63% menyatakan kurang setuju. Tabel 4. 38. 12.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.97 Prosentase 26.76 0.98 47.62 20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa . dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3.89 Berdasarkan tabel di atas. 25. 47.52% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.

dan 26.22 Setuju 4 26 104 41.00 Jumlah 63 247 100.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.97% menyatakan setuju.27 Kurang Setuju 3 17 51 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.76 .00 Jumlah 63 237 100.00 Rata-Rata Skor 3.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.98% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori baik.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.92.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 53. yakni sebanyak 19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. dengan rata-rata 3. Tabel 4.05% menyatakan sangat setuju.05 Setuju 4 34 136 53.97 Kurang Setuju 3 17 51 26. Tabel 4.92 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata 4.98% menyatakan kurang setuju. 41. 26.98 0. .05.27% menyatakan setuju.27 26.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan. yakni sebanyak 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.22% menyatakan sangat setuju.05 Prosentase 31.75 41. berada pada kategori baik.75% menyatakan sangat setuju.76.27% menyatakan setuju.00 0.91 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata sebesar 3. Tabel 4. dan 9.98% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 31.52% menyatakan tidak setuju. 41.00 100. 26.00 Berdasarkan tabel di atas.

92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. berada pada kategori baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.27% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 41. .98 41.00 100.27 31. berada pada kategori baik Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata 3.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3. yakni sebanyak 26.95. 31.75% menyatakan kurang setuju.00 0.98% menyatakan sangat setuju.75 0.95 Prosentase 26.

20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38. % sangat tidak setuju. dengan rata-rata . % menyatakan setuju.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.57 44. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 4.10 Setuju 4 22 88 34.98 0. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.02 Prosentase 28.93 Tabel 4.00 0.92 Kurang Setuju 3 17 51 26.44 26.11 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.00 . % menyatakan tidak setuju. % menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 259 100.00 100.

42.00. 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata 4.98% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 4.44% menyatakan setuju.86% menyatakan setuju.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. yakni sebanyak 28.02. 44.00 Prosentase 28.57 0. berada pada kategori baik Tabel 4.94 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.00 Berdasarkan tabel di atas. 28.00 100. berada pada kategori baik. . yakni sebanyak 28.86 28.57% menyatakan sangat setuju.57% menyatakan kurang setuju.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.57% menyatakan sangat setuju.57 42.

79 26.02.02 Prosentase 25.95 Tabel 4.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.22 50.00 0.00 .81% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik.79 23.79% menyatakan setuju.00 0.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.40% menyatakan sangat setuju.40 50.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3. 23. Tabel 4.00 100.81 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi. % sangat tidak setuju.95 Prosentase 22.98 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi. 50. yakni sebanyak 25. dengan ratarata 4.

dengan rata-rata 3.00 100.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. 25. yakni sebanyak 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.22% menyatakan sangat setuju.92% menyatakan sangat setuju.. dengan rata-rata 4. berada pada kategori baik . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.40% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.92 39.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4.68 25. 39.98% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik. 50. 26.00 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.10.96 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 34.68% menyatakan setuju.79% menyatakan setuju.40 0.95.10 Prosentase 34.

berada pada kategori baik Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 0.00 .00 Prosentase 31.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.00 Berdasarkan tabel di atas.00.51 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.16 41. 36.02 Prosentase 30.75 36.00 100.27 28.51% menyatakan setuju. dengan rata-rata 4.75% menyatakan kurang setuju.57 0.00 0.75 0. yakni sebanyak 31.00 100. 31.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.75% menyatakan sangat setuju.97 Tabel 4.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.57% menyatakan kurang setuju.33 0. dengan rata-rata 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.27% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 22. . dengan rata-rata 3.00 100.02. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. 28. berada pada kategori cukup baik.89 Prosentase 22. yakni sebanyak 30.22 44.22% menyatakan sangat setuju.33% menyatakan kurang setuju.16% menyatakan sangat setuju.98 Berdasarkan tabel di atas.44% menyatakan setuju. 33. 41.00 0.89. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. berada pada kategori bai Tabel 4. 44.44 33.

22% menyatakan sangat setuju.00 .40 0.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. 49.00 0.94. dengan rata-rata 3.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.21% menyatakan setuju.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.00 Jumlah 63 248 100.03 Prosentase 28.94 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.99 Tabel 4.00 100. berada pada kategori baik.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.57% menyatakan kurang setuju. 28.57 46.22 Setuju 4 31 124 49.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 22.03 25.

57% menyatakan sangat setuju. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.14 Prosentase 7.3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28. dengan rata-rata 4.98 39.100 Berdasarkan tabel di atas.17 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.68 22.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3.03% menyatakan setuju. 25.00 Berdasarkan tabel di atas.03 .94 26.40% menyatakan kurang setuju.22 3. 46. berada pada kategori baik 4. yakni .2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru.

3.17% sangat tidak setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.98% menyatakan setuju. . 26.17.94% menyatakan sangat setuju.17 Prosentase 6. berada pada kategori cukup baik. 15.35% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.62% menyatakan kurang setuju.101 sebanyak 7.87% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.62 15. 39.14.68% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.17% sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.87 3.22% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan setuju.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. 22.35 26. yakni sebanyak 6.17 100. 47. 3. dengan ratarata 3.98 47.

saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.25. 11. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.52 0.52 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.102 Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju. 60. dengan rata-rata 3.73 9.32% menyatakan kurang setuju.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3. yakni sebanyak 20.94 Setuju 4 13 52 20.94% menyatakan sangat setuju.32 Prosentase 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.00 Jumlah 63 205 100.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.25 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.63% menyatakan setuju.22 58.00 100.00 .

dengan rata-rata 3. 9.30.73% menyatakan kurang setuju.98 52.52% menyatakan sangat setuju. 12.70 0. 58.94 26.22% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. yakni sebanyak 9.00 Berdasarkan tabel di atas.38 12. 26.70% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. berada pada kategori cukup baik . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.32.52% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 7. dengan rata-rata 3. 22.103 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.00 100. 52.98% menyatakan setuju.94% menyatakan sangat setuju.30 Prosentase 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.38% menyatakan kurang setuju.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3.

76 Setuju 4 19 76 30.21 Prosentase 9. Tabel 4. dengan rata-rata 3.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 30.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.76% menyatakan sangat setuju.00 .29% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.52 30.25 Berdasarkan tabel di atas.16 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.79% menyatakan kurang setuju.104 Tabel 4.94 100.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 4.70 7.68 12. 14.16% menyatakan setuju.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.25.00 Jumlah 63 205 100. 50. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.

29% menyatakan sangat setuju.21. berada pada kategori cukup baik.76 Jumlah 63 211 100. .105 Berdasarkan tabel di atas. 4.35. rata-rata 3.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. 39. 42. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier.76% sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.11% menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3.86% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.98 Kurang Setuju 3 27 81 42.94% sangat tidak setuju. yakni sebanyak 9. menyatakan setuju.70% karier. 11.29 Setuju 4 17 68 26.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 7.68% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 14.16% 12. 26.98% menyatakan setuju.52% menyatakan sangat setuju.86 Tidak Setuju 2 7 14 11.35 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. menyatakan tidak setuju.

00 2.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 9.94 100. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya. berada pada kategori cukup baik.11 5 7.98. 11.94% sangat tidak setuju.11% menyatakan tidak setuju.00 .98 atas.49% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.94 % menyatakan sangat setuju. Tabel 4.52 7.106 Tabel 4.52 31.75 41.27 9. 63.94 188 100.52% menyatakan setuju. dengan rata-rata 2. 7.52 120 63.25 Prosentase 9.49 14 11.

52% menyatakan sangat setuju.75% menyatakan setuju.25.21 Prosentase 9.94% sangat tidak setuju. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9. .41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3.52% setuju.94% sangat tidak setuju.27% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. 11.86% membuat saya nyaman dalam bekerja. menyatakan sangat setuju.52 28.11% menyatakan tidak setuju. 7. Tabel 4.86 11. dengan rata-rata 3.57 42. 41. 42.21. 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.57% menyatakan menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. 7.52% menyatakan tidak setuju.107 Berdasarkan tabel di atas. 31.94 100.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan. 9.11 7.

dengan rata-rata 3.22 47. Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju. 4.29% menyatakan sangat setuju.62 11. berada pada kategori cukup baik. . berada pada kategori cukup baik.76 100. yakni sebanyak 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.00 Berdasarkan tabel di atas.30 Prosentase 14. 47.76% sangat tidak setuju.62% menyatakan kurang setuju. 11.11 4.30.29 22.22% menyatakan setuju.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. 22.

38 Prosentase 15. dengan rata-rata 3.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.57% 12.70 0.00 Jumlah 63 213 100.62 Tidak Setuju 2 8 16 12.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.11 Setuju 4 18 72 28.70% menyatakan setuju.38.11% menyatakan sangat setuju. menyatakan tidak setuju.109 Tabel 4.62% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.00 Rata-Rata Skor 3.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3.00 100.38 12.87 19. yakni sebanyak 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. 47. .05 52. 28.38 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.

52.40.3. 49. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.87% menyatakan sangat setuju.21 12.38% menyatakan kurang setuju.70% menyatakan tidak setuju.00 100.29 23. % sangat tidak setuju. 23.40 Prosentase 14.70 0. berada pada kategori cukup baik.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua . yakni sebanyak 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. dengan rata-rata 3. 4.81 49. 12. 12.05% menyatakan setuju. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.70% menyatakan tidak setuju.21% menyatakan kurang setuju.29% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.38.81% menyatakan setuju. 19.110 yakni sebanyak 15.

21 Prosentase 11.52% menyatakan sangat setuju. 17. berada pada kategori cukup baik.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3.68 25.44% menyatakan kurang setuju.52 Setuju 4 18 72 28.111 Tabel 4. yakni sebanyak 9. 28.00 100. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. .46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.30 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3. 44.40 0.00 Jumlah 63 208 100. Tabel 4.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.81 39.00 .11 23.46% menyatakan tidak setuju.57% menyatakan setuju.

dengan ratarata 3.81% yakni sebanyak 11. Tabel 4. 39.75 Kurang Setuju 3 20 60 31. 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.75% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 204 100.00 Rata-Rata Skor 3. 25.11% setuju.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. berada pada kategori cukup baik.112 Berdasarkan tabel di atas. menyatakan sangat setuju.75% setuju. 26.52% menyatakan sangat setuju.98% menyatakan menyatakan tidak setuju.24 Berdasarkan tabel di atas. 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin. 31. berada pada kategori cukup baik .24.21.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. dengan rata-rata 3.52 Setuju 4 20 80 31.75 Tidak Setuju 2 17 34 26. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9.

27% menyatakan kurang setuju.17 100.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.00 . saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.35% menyatakan sangat setuju.87% menyatakan menyatakan tidak setuju. 36.81 47.87 0.51% setuju.35 36.33.11 Prosentase 6.33 Prosentase 6. 41. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.51 41.27 15.05 3.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.113 Tabel 4.35 23.00 100. 15.62 19. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.

dengan rata-rata 3.35% menyatakan sangat setuju. 3.17% sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.35% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 6. 36. 19.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. 47.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.114 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.05% menyatakan menyatakan tidak setuju. .32 Prosentase 6.32.35 36.51% menyatakan setuju. 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.46% menyatakan tidak setuju.81% setuju. 3. yakni sebanyak 6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.46 0. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.51 39. 39.68 17. 17. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.62% menyatakan kurang setuju.68% menyatakan kurang setuju.11.

51 34.22 Prosentase 4.76% menyatakan sangat setuju.115 Tabel 4. dengan rata-rata 3.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3. berada pada kategori cukup baik.92% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.22 0.27 22. yakni sebanyak 4.81 0.76 36.51% menyatakan setuju. setuju.33 41.17 Prosentase 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan. 36.22.00 23.00 100.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.81% menyatakan tidak . 34.17 33.92 23.

16.03% menyatakan kurang setuju.63% menyatakan tidak setuju. 20.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3. . 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 3.17 30.27% menyatakan kurang setuju.17% menyatakan sangat setuju. 46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.03 20.16 46. % sangat tidak setuju.33% menyatakan setuju.16% menyatakan setuju. 22. dengan rata-rata 3.22% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. yakni sebanyak 3.17% menyatakan sangat setuju.63 0.17. 30.16 Prosentase 3. 33.116 Berdasarkan tabel di atas.

68 23. berada pada kategori cukup baik. 47.76 31.00 100.14 Prosentase 3. 20. Tabel 4.17% menyatakan sangat setuju.17 Prosentase 4.17 28.63 0.81 0.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 3.62 20.00 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.63% menyatakan tidak setuju.00 .62% menyatakan kurang setuju.57 47.75 39.117 Tabel 4.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3. 28.14.

68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik. 39.118 Berdasarkan tabel di atas.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.76% setuju.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. .51% setuju.59% menyatakan sangat setuju. 31. 30.16% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 194 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik.16 Tidak Setuju 2 20 40 31.00 Rata-Rata Skor 3.17. 31.59 Setuju 4 23 92 36.51 Kurang Setuju 3 19 57 30. yakni sebanyak 1. menyatakan sangat setuju. 36. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4. rata-rata 3. dengan rata-rata 3.08. berada pada kategori cukup baik.75% menyatakan menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4.81% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.08 Berdasarkan tabel di atas. 23.

06 Berdasarkan tabel di atas.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.00 Jumlah 63 196 100.59% menyatakan sangat setuju.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.06. 30.27 Tidak Setuju 2 17 34 26. yakni sebanyak 1.59 Setuju 4 21 84 33. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.59 Setuju 4 19 76 30.16% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.98% menyatakan tidak setuju.68 Tidak Setuju 2 16 32 25. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.119 Tabel 4.00 Jumlah 63 193 100.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.27% menyatakan kurang setuju.11 . 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.00 Rata-Rata Skor 3.

yakni sebanyak 1.68% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.00 100.11 Prosentase 1. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.33% menyatakan setuju. dengan ratarata 3.120 Berdasarkan tabel di atas.59 36.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3. Tabel 4.57% menyatakan tidak setuju.51 33. 36. 39.11.00 Berdasarkan tabel di atas. 25.11. dengan rata-rata 3. 28.57 0. berada pada kategori cukup baik.33% menyatakan kurang setuju. 33. yakni sebanyak 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.59% menyatakan sangat setuju.51% menyatakan setuju. 33.40% menyatakan tidak setuju.59% menyatakan sangat setuju.33 28. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.

Tabel 4. 52. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.00 Rata-Rata Skor 3.94 Setuju 4 15 60 23.94% menyatakan sangat setuju.24 Berdasarkan tabel di atas.38% menyatakan kurang setuju.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 15.24 . berada pada kategori cukup baik. 23. yakni sebanyak 7.00 Jumlah 63 204 100.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.00 Jumlah 63 204 100.87% menyatakan tidak setuju.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.81% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.24.3.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.52 Setuju 4 13 52 20.121 4.

122 Berdasarkan tabel di atas.87% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.38 15. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. 53.24. berada pada kategori cukup baik.00 Berdasarkan tabel di atas. 20. yakni sebanyak 9.94 23.81% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. dengan rata-rata 3. Tabel 4.24 Prosentase 7. yakni sebanyak 7. 52.94% menyatakan sangat setuju.97% menyatakan kurang setuju.63% menyatakan setuju. .24. 15.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.81 52.52% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.87 0.00 100. 23.87% menyatakan tidak setuju. 15.38% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.

% sangat tidak setuju. RPP dll.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 52.32 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.70% menyatakan tidak setuju.40 Kurang Setuju 3 33 99 52. silabus. silabus.40% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 213 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.52 Setuju 4 16 64 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. 25.52% menyatakan sangat setuju. silabus. RPP dll. 12.123 Tabel 4. Tabel 4.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.38% menyatakan kurang setuju.97 Tidak Setuju 2 7 14 11. yakni sebanyak 9. RPP dll. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.00 Jumlah 63 209 100.32. berada pada kategori cukup baik.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.38 .11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.29 Setuju 4 13 52 20.

yakni sebanyak 14.11% menyatakan tidak setuju.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.00 Berdasarkan tabel di atas.21% dengan menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 15.21 12.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.70 0. 53. dengan rata-rata 3. Tabel 4.97% menyatakan kurang setuju.41 Prosentase 15. 20. rata-rata 3.124 Berdasarkan tabel di atas. 49. 22.22% menyatakan setuju. 11. berada pada kategori baik.41.70% menyatakan tidak setuju.22 49.63% menyatakan setuju. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.87 22. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.87% menyatakan sangat setuju.38.29% menyatakan sangat setuju. 12.

94 28.68 20. berada pada kategori cukup baik.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3. 39.27.94% menyatakan sangat setuju. 20.29 0.00 .68% menyatakan kurang setuju.63 0.00 100.94 31.75% menyatakan setuju.27 Prosentase 7. 31. Tabel 4.75 39.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.30 Prosentase 7.57 49.125 Tabel 4.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.00 Berdasarkan tabel di atas.21 14. yakni sebanyak 7. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.63% menyatakan tidak setuju.

dengan rata-rata 3. 14. 12. 53.00 Jumlah 63 207 100. yakni sebanyak 7.94 Setuju 4 16 64 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.21% menyatakan tidak setuju. 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media .29% 49.126 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. 7.00 Rata-Rata Skor 3.29 Berdasarkan tabel di atas.97 Tidak Setuju 2 8 16 12. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.29.70% menyatakan tidak setuju.97% menyatakan kurang setuju.94% menyatakan sangat setuju.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 28.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.30. yakni sebanyak menyatakan setuju.40 Kurang Setuju 3 34 102 53. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.40% menyatakan setuju.94% menyatakan sangat setuju.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. 15.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.94 Setuju 4 18 72 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. dengan rata-rata 3.32 .87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.87% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Jumlah 63 207 100. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. 47.00 Jumlah 63 209 100.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Rata-Rata Skor 3.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.57% menyatakan setuju.52 Setuju 4 15 60 23.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.29.29 Berdasarkan tabel di atas.56 Tidak Setuju 2 7 14 11. Tabel 4.94% menyatakan sangat setuju. 28.62% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 7.

56% menyatakan kurang setuju.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3.00 100. .97% menyatakan kurang setuju.52% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju.32.11% menyatakan tidak setuju. 23. 25.40% menyatakan setuju. yakni sebanyak 9. berada pada kategori cukup baik.40 53. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. 11. yakni sebanyak 9.52 25. dengan rata-rata 3.128 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.33 Prosentase 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. 11. 55. 53.97 11.11% menyatakan tidak setuju.81% menyatakan setuju.11 0. Tabel 4.33.

129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.29 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.70 20.38% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. 52. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.32 Prosentase 12.32. dengan rata-rata 3.29% menyatakan tidak setuju.38 14.63% menyatakan setuju.00 100.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3. Tabel 4. . yakni sebanyak 12. 14. 20.00 Berdasarkan tabel di atas.63 52.70% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.

00 Rata-Rata Skor 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.00 .03 Tidak Setuju 2 12 24 19.24 Berdasarkan tabel di atas.98 Kurang Setuju 3 29 87 46. yakni sebanyak 7.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.35 23.24.00 100.98% menyatakan setuju. 19.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.03% menyatakan kurang setuju.130 Tabel 4.70 0.24 Prosentase 6.00 Jumlah 63 204 100.81 57. berada pada kategori cukup baik.14 12.94 Setuju 4 17 68 26.05% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.94% menyatakan sangat setuju. Tabel 4. 26. 46.

14% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. yakni sebanyak 11.35% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.70% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.70% menyatakan tidak setuju. 25.40% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. Tabel 4.35.70 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.79% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3.131 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata. 23.11 25. 12.81% menyatakan setuju.79 12. 12.35 Prosentase 11.00 100. yakni sebanyak 6. berada pada kategori cukup baik. 57. . 50.40 50.11% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.

98 50. 7.32 7.132 Tabel 4.05 12. berada pada kategori baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.70% menyatakan setuju.11 0. yakni sebanyak 19.94% menyatakan tidak setuju.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.32% menyatakan kurang setuju.05% menyatakan sangat setuju.43 Prosentase 19.38 Prosentase 11.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3. 60. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.70 60.94 0.43.11 26. dengan rata-rata 3.00 100. 12.79 11.00 . Tabel 4.

46% menyatakan sangat setuju.133 Berdasarkan tabel di atas. 50.97 12. 26. 11.46 15. yakni sebanyak 17. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.98% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.00 100. .38.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3.70% menyatakan tidak setuju.70 0.97% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 11. 12.00 Berdasarkan tabel di atas.87% menyatakan setuju.79% menyatakan kurang setuju.38 Prosentase 17.38.11% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.87 53. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik. 15. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. 53.

18 3.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .22% menyatakan setuju.03 17.00 Berdasarkan tabel di atas. 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.3. yakni sebanyak 14.29 22.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.94 3.134 Tabel 4.46 0.Rata 3.33.26 3.29% menyatakan sangat setuju.33 Prosentase 14.00 100.22 46. 4. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4. 17. berada pada kategori cukup baik. 46.03% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.31 .46% menyatakan tidak setuju.

2 – 5.1 2.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.5 1.8 – 2.3 1.4 – 4. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.18 3.0 3.94 3.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria . Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.6 – 3.0 – 1.26 3. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.

136 4.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah.3. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). motivasi kerja.6. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal.3. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.

Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.000 .000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .766 .828 .766 .000 1 .710 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.137 antar variabel.000 .6.438 .920 2.000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig. koefisien jalur dari motivasi .116 .015 Kepemimpinan kepala .564 .000 1 .546. .399 5.723 .000 1 ** ** . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0. (2-tailed) Pearson Correlation Sig.278 .2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.505 .000 . Correlation is significant at the 0. Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.546 .695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) . (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .351 Disiplin kerja (X3) .982 2.828 .184 t .000 .518 1 (Constant) Sig. Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.074 Standardized Coefficients Beta . Error 1.01 level (2-tailed).000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .723 . a.000 .3.000 ** ** **.120 .84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.186 a.000 .438 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.005 .505 .479 3.692 .564 .

757 Std. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .877 .769 a.motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0.278.60296 1 .184 X3 + 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0.546 X1 + 0.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1). Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu). Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat. Error of the Estimate 5. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.769.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.278 X2 + 0. Predictors: (Constant).184. Disiplin Kerja (X3). Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0.481 .

1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah . Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4. dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.184 . di atas.546 0.481 Y Gambar 4.278 0.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.1.

2% 21.546 x 0.9% 23.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.4%) .6.546 x 0.4% 76.438 x 0.298 (29.723 x 0.6% Total 45. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .x3 .4% 11% 11.7% 3. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.278 0.4% 2.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.0% 4.546 x 0.184 Pengaruh Langsung 29.88 Pengaruh X1. rx1. = 0.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .8% 7. Pyx2 = 0.3.6% 2.546 0.1% 4.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .184 = 0. = 0.3% 10.278 = 0.044 . rx1.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.546 = 0.x2 .

11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = . Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.6. = 0.0% + 4. 4.505 x 0.546 = 0.278 x 0. rx1.6%) .3.723 x 0.x3 .184 = 0.278 x 0.8% + 11.8%.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .278 x 0.077 (7.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru . = 0.x2.2%.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.278 = 0. Pyx1 = 0. rx2.026 (2. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.4% = 45.

rx2. rx1.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .505 x 0.278= 0.438 x 0.546 = 0.x3 .6%.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .044 (4. 4.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.026 (2.034 (3.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.7%. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .x3. = 0.184 x 0. = 0.184 = 0. = 0. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .6% = 21.7% + 11.3.184 x 0.0% + 2.3%. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.4%.6.184x 0.

4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.6.546 0.278 0.2%.4% 13.6% 4.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.0% Total Pengaruh 0.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.8% 7.4% 76.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.3. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.7% 3.5% 7. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.4% 45.184 29.2% 21.3% 10. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .

1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1). motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.3.7.7 Pembahasan 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3. 4. sedangkan sisanya sebesar 23.94 (tabel 4.9%.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya .3. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.4%.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.1% dipengaruhi oleh faktor lain.4 – 4. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.

3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. .7. supervisor.145 sebagai edukator. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku. manajer.18 (tabel 4. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. 4.6 – 3.3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.3. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. administrator. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. 4.26 (tabel 4.7. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.6 – 3.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3). inovator dan motivator.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. leader.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.

diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Untuk meningkatkan kinerjanya.31 (tabel 4. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran.6 – 3. mengajar. membimbing. motivasi kerja dan disiplin kerja. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa.3. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. guru harus selalu berusaha tepat waktu.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan.3.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. mengarahkan.7. melatih.7.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y).146 4. menilai dan .82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.mengevaluasi siswa.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik.

044 atau 4.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.298 atau 29.2% termasuk cukup signifikan.452 atau 45. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45. . Supervisor. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21. Administrator. Leader. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah.4%. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. Manajer.2%. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator.4%. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.

diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.026 atau 2.034 atau 3.026 atau 2. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.6% sebagaimana pendapat Gordon W. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.104 10. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.110 atau 11%.7. 4. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.7.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.148 4.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. 2. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.6%. Pegawai dengan atau .3.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.3.044 atau 4.4% termasuk cukup tinggi.077 atau 7.

Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. . Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. 3. 4.3.2 %. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76.7.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.4 %.3 %. 4. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1).9 %. 2.

Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. 3. membimbing. administrator. supervisor. 5. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. menilai. 4. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. mengajar.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . leader. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. 2. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. manajer. melatih. mengarahkan.

maka : 1. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. 7. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Berdasarkan pengolahan data. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. 8.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah.151 6. 2. 5. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

3. 5. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Berdasarkan pengolahan data. Sistem . Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. 6. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. 7. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. 4. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik.

Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas. .153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ.

. Keith dan John W.B. Anwar Prabu. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia. Perilaku dalam Organisasi. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Istijanto. Umar. (2006). (1995). Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. N. Jakarta: Rineka Cipta. A Tabrani R. (2005). Arikunto Suharsimi. (2009). Menjadi Guru Profesional. (2006). Jakarta: PT Rineka Cipta. Jakarta: Erlangga. Miftah Toha.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Luthan. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. USA: Prentice Hall. Mulyasa. (2007). Cardy. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Motivasi Kelompok. Yogyakarta: ANDI. Husen. Riset Sumber Daya Manusia. Fathoni Abdurrahmat. (2001) Manajing Human Resources. (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Balkin dan R. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. (2003). Kepemimpinan dalam Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu. Jakarta: PT Raja Grapindo. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Mulyasa. Cianjur: CV Dinamika Karya. D. (2004). Riset Sumber Daya Manusia. ( 2004). Fred. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. E. (2005). Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Fred. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. Jakarta : PT Rineka Cipta. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (1997). (Terjemahan Agus Darma). (2009). Gomez Meija. Newstrom.L. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. E. Danim. Sudarwan. Mangkunegara. (2004). (2006).

2005. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Manajemen Sumber Daya Manusia. Kepemimpinan dalam Organisasi. (2006). (2005). Sujana. (2005). Jatinangor: Alqaprint. Jakarta: PT Yudeks. Sujana. (2001). Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. (2001). Siswanto. Sondang P. (2002). Kepemimpinan Kepala Sekolah. Peraturan Pemerintah RI. Timple. . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. (2007). (2005). Hadari. Yulk Garry. Bandung: CV Tarsito Sukardi. (2004). Manajemen Kinerja. Jakarta: Rineka Jaya. Sedarmayanti. Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : Alfabeta. Metode Statistika. Rivai. Sugiyono. Bandung: Sinar Baru. Veithzal. Jakarta: PT Bumi Aksara. Standar Nasional Pendidikan. (2009). Bandung: STIE Pasundan. Supranto J. Jakarta : CV Eko Jaya. (2000). (2003). Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Metode Penelitian Administrasi. Statistik Teori dan Aplikasi. (2007). (2000). Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Rahman at all. bandung : CV Tarsito. (2005). Bandung: CV Mandar Maju. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Wahjosumijo.155 Nawawi. Bandung : PT Gelora Aksara. Bedjo. New Jersey: Prentice Hall International. Dale A. Organizational Behavior. Siagian. Robbin Stephen P. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. (2002). (2005). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Manajemen Tenaga Kerja. Sidik Priadana.

Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945.ac.etd. Rizal Aminudin. Sistem Pendidikan Nasional. Tentang Guru dan Dosen.eprins. Pemotivasian dalam Manajemen.id/6816/. . Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009.id/6864/.ums. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. Citra Umbara. Bandung. http. J. Depdiknas. Hernowo Narmodo. Citra Umbara. ums. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah.eprins.ac. http//etd. Bandung. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang.156 Winardi. 2008. Depdiknas. 2005. (2001).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->