1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Salah satu indikator .4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. proses. lingkungannya. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. baik internal maupun eksternal. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal.

66 100% 6.I.25 6.07 6.41 6.27 7.46 6. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.67 100% 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.95 7.24 99% 7.39 6. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.43 7.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.20 6. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat. Tabel I. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .46 6. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal.46 6. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.07 6.31 7.90 6. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.13 6.

Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. kemampuan mengambil keputusan. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Administrator. membuka komunikasi dua arah. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. (2) percaya diri. (3) tanggung jawab. mengarahkan kegiatan. (7) teladan. Manajer. visi dan misi sekolah. dan kemampuan berkomunikasi. keahlian dasar. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. Supervisor. Inovator dan Motivator (EMASLIM). pengalaman dan pengetahuan professional. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. Leader. mengorganisasikan kegiatan. . Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. pengetahuan terhadap kependidikan. dan mendelegasikan tugas. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. (5) berjiwa besar. (6) emosi yang stabil.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan.

pengarahan keuangan. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. mengadakan rapat. Dugaan tersebut didukung oleh data . Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. kemampuan memotivasi. kepegawaian. dan lain-lain. sarana prasarana. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. Jika tidak. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. pengambilan keputusan. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan.7 mengkoordinasikan kegiatan. penyusunan kurikulum. mengambil keputusan. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. penanganan kesiswaan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. komunikasi dan pendelegasian wewenang. melaksanakan pengawasan. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. menentukan kebijaksanaan. pengorganisasian.

Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Setiap triwulan 4. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Edward Murray (1957). Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Supervisi kelas Setiap semester 6. Setiap bulan sekali 3. sehingga ia mau dan rela bekerja keras.

dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. Lomba PTK 2.9 Mangkunegara (2005). berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. Artinya pimpinan. . Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun.

Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. ketidakpatuhan pada aturan. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.

Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. motivasi kerja. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir.57% 5.89% 7. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa. siswa jadi terlantar karena gurunya absen.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. 7. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar. baik dari kinerja guru. hal itu dapat membawa pengaruh buruk.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini. Tabel 1. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah.21% 4. kedisiplinan. Jika kita memperhatikan tabel di atas.92% 5.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas.6% 5.

3. 10. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. . Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. 1. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. 5. 13. 4. Kinerja guru masih belum optimal. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. 8. Disiplin kerja guru masih rendah. 2. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. 9. 12. Oleh karena itu.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. 6. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. 11. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Reward dan punishment belum berjalan efektif. 7.

motivasi dan disiplin kerja. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. 1. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. budaya kerja.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. kepuasan kerja. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 1. .3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi.13 14. kepemimpinan. 2. disiplin dan motivasi kerja. lingkungan kerja. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. kompensasi. 15.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. pemasaran. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. keuangan. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. pelaksanaan dan pengendalian. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . 4. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. maupun kepegawaian. 3. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan.17 terlepas dari aktivitas manajemen. pengorganisasian. tugas. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. 2.

Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . memberi penghargaan dan penilaian”. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. menyaring. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. termasuk merekrut. Seperti sumber daya lainnya. melatih. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi.

4. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. 3. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. . 6. lembaga atau wakil pemerintah.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. 7. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. 5. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. 2. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. Menciptakan iklim. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. kemampuan dan kecakapan mereka. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1.

20 manajemen. pemasok dan masyarakat luas). Mengelola karyawan yang beragam. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. ekonomi. . gaya kerja dan aspirasi. 10. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. keadilan dan diantaranya : hukum. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. 12. kompensasi dan tunjangan kesehatan. budaya dan teknologi. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. 9. pelanggan. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. sosial.politik. 11. hubungan karyawan dan buruh. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. keselamatan dan keamanan. karyawan. 8. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia.

asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Menurut Andrew J. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Robbins dalam buku Manajement. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer.1.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi.21 2. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti.

22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. 4. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. . Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. 5. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. 2. membujuk. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan.

Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. Kepercayaan diri. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. dan membuat keputusan yang tepat.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. Kejujuran dan integritas. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. 2. Dorongan. motivasi diri dan dorongan berprestasi. 6. sikapsikap hubungan kemanusiaan. yaitu : kecerdasan. 3. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. Kecerdasan. 3. Kehendak untuk memimpin. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. industry dan hal-hal teknis. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. . Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. 4. 5. 2. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. memecahkan masalah.

Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. membuat keputusan unilateral. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. jika perilaku itu dapat memuaskan. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. mendiktekan metode kerja.24 4. dan membatasi partisipasi karyawan. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. wewenang. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. . interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. 5.

Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. 2. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. . Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama.1.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah.26 2. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala .3. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.

Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. kemampuan memotivasi. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). 2. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. Kepala Sekolah sebagai Manajer. perlu adanya kebersamaan. misi. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. pengambilan keputusan. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. Oleh sebab itu.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. tujuan dan . Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. yaitu : 1. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya.

Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepala sekolah sebagai manajer c.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepala sekolah sebagai supervisor e. Jadi. Kepala sekolah sebagai administrator d.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana .

Veithzal (2005 : 455 ). Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a.1. 2.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu.

3. kemampuan. minum. lingkungan kerja yang nyaman. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . 4. program pemberhentian kerja. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. uang pesangon. 5. seperti makan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. Selanjutnya. hiburan.30 1. cinta dan memiliki. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. senioritas. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. gelar dsb. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. udara. perumahan dan lainnya. 2. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. program pension.

70% kebutuhan rasa aman. 40% kebutuhan penghargaan. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg.31 85% kebutuhan fisiologi. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. 50% kebutuhan sosial. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. Atas dasar hasil penelitiannya. yaitu : 1. b. Berdasarkan studi tersebut. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. Dengan demikian. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. keluarga. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. 2. . Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur.

Postulat teori dua factor. tanggung jawab dan kemajuan. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. teknik supervisi. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Guru. kondisi kerja. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. dan ada . di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. kebijakan administratif. pengakuan. dunia kerja. dan kehidupan pribadi. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi.

mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. Dua hal ini tidaklah berlawanan. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. c. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : .

dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Boleh jadi. . dan juga kapan kita akan menggunakannya. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Jadi. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja.

yaitu: 1. Relatedness. e. atau pimpinannya. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. d. 3. keamanan kondisi kerja. minum. Existence needs. Relatedness needs. seperti makan. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. bernafas. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. Growth needs. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. fringe benefits. gaji. kebutuhan interpersonal. Teory ERG (Existence. Oleh karena itu. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. pakaian. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. f. 2. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. Teori Drive . mungkin tidak efektif bagi orang lain.

36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Clark L. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. . Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya.

Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya.1.37 g. . Sementara Sinungan (2003 . dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. 2. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. tingkah laku. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”.

Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.38 Senada dengan pendapat di atas. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). 4. . Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. yaitu: 1. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. 3.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. 2. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. 5. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. Tingginya semangat.

39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. 4. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. 7. 5. Diciptakan disiplin. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. 8. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. 6. 3. 9. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. 2. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. Besar kecilnya pemberian kompensasi. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Oleh karena itu. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. Tanpa disiplin yang baik.

Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. . berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. Sehubungan dengan itu. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. sopan. berpakaian rapih. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai.40 lingkungan yang tertib. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja.

Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. 2. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi.1. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. dan Hukuman disiplin berat.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. . kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil.

Job knowledge. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. kualitas output. pengalaman. Quantity of work. Dependability. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). 5. Cooperation. Personal qualities. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. 4. 3. jangka waktu output. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. Inisiative. 8. kehadiran di tempat kerja. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. dan sikap kooperatif. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. 2. keterampilan. Creativeness. Quality of work. 6. . 7.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output.

pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. . pendidikan dasar. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. membimbing. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.1. Menurut Undang. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. melakukan evaluasi.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 2. mengarahkan. mengajar. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. melatih.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. dan pendidikan menengah. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

2. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya.1. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. . c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). 1998 : 98). Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. keterampilan (skill). memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. Initiative (inisiatif) 4. meliputi: 1. 138) yaitu : 1. Ketegasan. Semangat (antusiasme). Promtness (ketepatan waktu) 3. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. Capability (kemampuan) 5. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. 2. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Quality of Work (kualitas kerja) 2. 4. Communication (komunikasi . 5. 3. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Berorientasi pada hasil.

2002). Pasca Unsud.085 > 2.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1.46 2. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. 2010). Kecerdasan Emosi. 4. Fylan Ulga. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Sutopo Slamet. . 5. Pasca Airlangga (tesis.4 %. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22.620) diantara variabel lainnya. kedisiplinan. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4. 3. 2005).1. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. kecerdasan emosi.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. Pasca Unsud (tesis 2008). Pasca UPI Bandung (tesis. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pengaruh Komitmen.40 % Kepemimpinan kepala sekolah.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. (Tesis.3 % 2. Analisis Kepemimpinan. 2007). Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

2. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan.2. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik.2. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. Dengan demikian. pendekatan perilaku. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. baik pendekatan sifat. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. . Di samping berorientasi terhadap tugas. Oleh karena itu. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. kepala sekolah sebagai administrator.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. maupun pendekatan situasional.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran.

dan memanfaatkan hasilnya.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. .5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. keahlian dasar. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. dan mendelegasikan tugas. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah.2. Jika jumlah guru cukup banyak. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. membuka komunikasi dua arah. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan.2. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya.

pengetahuan terhadap tenaga kependidikan.2. visi dan misi sekolah. (3) tanggung jawab. (7) teladan. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. (6) emosi yang stabil. 2. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. dan kemampuan berkomunikasi. kemampuan mengambil keputusan. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. mengintegrasikan setiap kegiatan. (4) menerima masukan. mencari gagasan yang baru. .2. (2) percaya diri. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya.53 pengalaman dan pengetahuan professional.

7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. rasional.2. integrative.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif.2. pragmatis. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. dorongan. . Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB).2. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. kreatif. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. delegatif. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. disiplin.2. program akselerasi dan lain-lain. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. 2. serta adaptable dan fleksibel. disiplin. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. 2. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. keteladanan. pengaturan suasana kerja.

. kondisi kerja. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. teknik supervisi. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. pengakuan. Guru. tanggung jawab dan kemajuan. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. dan kehidupan pribadi. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. dunia kerja. kebijakan administratif. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya.

3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Pegawai yang tertib dan disiplin.2. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. mematuhi semua peraturan perusahaan . mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi.56 2. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. efektifitas dan produktivitas. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi.

terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. 2. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan .4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer.2. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan.

58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Edward Murray. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. Artinya pimpinan. . Miller dan Gordon W. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. manajer. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah.2.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. 2. Clelland.

Disiplin merupakan bentuk . Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan.2. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. 2. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. Oleh karena itu. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Selain itu. dimanapun kita berada. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. mudah dimengerti.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut.” (Nawawi 2005 : 355). Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar.

Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. 2. merupakan salah satu tujuan sekolah. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi.2.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah.

Clelland. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Edward Murray. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. manajer. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Miller dan Gordon W. Kinerja guru dapat . dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Artinya pimpinan. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc.

Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. mengarahkan.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kepala sekolah sbg leader 6. Kepala sekolah sbg edukator 2. mengajar. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. dan pendidikan menengah. pendidikan dasar. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. Faktor motivasional 2.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. Menurut Undang. melatih. membimbing. Kepala sekolah sbg inovator 7. Kepala sekolah sbg administrator 4.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah.Menilai . motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. Kepala sekolah sbg supervisor 5. Ketepatan waktu 2. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.1 Model Kerangka Pemikiran . Kepala sekolah sbg manajer 3. Kesadaran dalam bekerja 3. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa.

Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. .3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. 3. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.63 2. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. 4.

1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). Pengumpulan data 6. Penyusunan bab I – III. Seminar Usulan Penelitian. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. .1. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. Persiapan penyusunan v proposal 2.

Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. motivasi kerja. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. 3.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. Sedangkan Fred N. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. . Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi .

4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel.66 2. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. Oleh karena itu. α = 0. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : .05 (5%). dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

3. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. Oleh karena itu. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test.7. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran.70 option sangat tidak setuju.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. 3. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Data primer. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval.

3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown. jika < 0. demikian pula sebaliknya.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran.3 maka dikatakan tidak valid. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan .7. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable). 3. ( √* ( ) +* )( ) ( ) .71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono.

motivasi kerja ( ).9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3.72 Jika > 7. Tabel 3.1 Diagram Jalur .3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.0 – 1. maka instrument tersebut dikatakan reliabel.6 – 3.1 2.2 – 5.3 1.0 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. jika 3. disiplin kerja ( ). Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ).5 1.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.4 – 4. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.8 – 2.

. sementara hubungan merupakan hubungan korelasional.73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + . gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . dengan Y. dengan Y. dengan Y merupakan hubungan kausal.

motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol.74 3. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. dan sebalikya. .10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

043 m². Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. laboratorium fisika dan biologi. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik.1 Hasil Penelitian 4. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan . 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. ruang komputer. ruang perpustakaan. ruang kepala sekolah. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961.1. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector.

SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Standar Pengelolaan. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. Standar Proses. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. BA H. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. BA Mohamad Wasid.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Standar Isi. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Standar Sarana. Ajab Riatna . SH Maulana Ismail.

Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Hasbiadi Endang Dahlan. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. H. H. Toto Suhartoyo Drs.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. Berwawasan IPTEK. misi. Terampil menggunakan media IPTEK 6. Berprestasi. efektif dan efisien 3. H. Subandar Drs. Yaya Masria Drs. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. Dudi Susbandi KM. nyaman dan religious 5. Visi “Terampil. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . BA Drs. Didi S. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. H. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. A. Nandang Sukmana Drs.

Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. muktahir dan berwawasan ke depan 4.78 7. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. efektif. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b.00 2. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Misi 1. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. kreatif.

Telepon 4. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. 8.2700003 Drs. 4.79 9. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi.1. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. 2. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 9. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No.2 Profil Sekolah 1. H. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. 6. telah mengikuti PTBK. semua mengajar sesuai bidangnya. 5. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. 7. dll 12.

2.8 76.80 10.0 Dari data pada tabel 4.2 100.405 m2 Tabel 4. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.2%) .2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.3 Profil Responden Tabel 4.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4. Prosentase 23.1.

30 .56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.20 3 D3 10 15.81 Tabel 4.00 JUMLAH 63 100.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.35 Tahun 3 3.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4. D1 2 3.52 4.81 55.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.76 6. Tabel 4. Tabel 4.00 . 5.52 4. 3.17 82.90 4 PGSLP 2 3. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9. SMA 3 4. 4.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.54 100.56 100.20 5 S1 46 73.40 Tahun 2 4.80 2. 2.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.35 23.76 3.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1. 25 – 29 Tahun 6 2. 36 .4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.

disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan.5%).0 Tabel 4.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. 2.8 4. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. .5 0 0 4. motivasi kerja 15 item.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90.2.8 100. 4. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi. Prosentase 0 90.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. 4. 3.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item.82 Dari tabel 4. Tabel 4. 6. 4.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. 5. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula.

439 X1 _15 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.557 X1 _9 0.661 X1 _5 0.452 X1 _3 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.512 X1 _13 0.620 X1 _11 0.422 X1 _14 0.623 X1 _8 0.576 X1 _12 0.630 X1 _7 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.487 X1 _18 0.460 X1 _16 0.3 maka semua item valid.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.437 X1 _17 0.672 X1 _6 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.599 X1 _10 0. .680 X1 _2 0.471 X1 _4 0.

791 0.3.659 X2 _13 0. Tabel 4.607 X2 _9 0.625 X2 _8 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.831 0.764 0. maka semua item valid.819 0.688 X2 _14 0.809 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.729 X2 _12 0.716 X2 _6 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .863 0.583 X2 _3 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.718 X2 _7 0.711 X2 _11 0.653 X2 _5 0.826 0.549 X2 _15 0.802 0.84 Tabel 4.672 X2 _4 0.442 X2 _10 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.788 0.746 0.686 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.606 X2 _2 0.

maka semua item valid.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid .810 X3 _14 0.560 Y _6 0. variabel kinerja guru berada di atas 0.698 Y _12 0.695 Y _14 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.714 Y _13 0.675 Y _4 0.597 Y _18 0.3.652 Y _9 0.707 Y_10 0. variabel disiplin kerja berada di atas 0. maka semua item valid.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.695 Y _11 0.465 Y _16 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas. Tabel 4. Berdasarkan tabel 4.496 Y _20 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.713 Y _8 0.650 Y _3 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.818 X3 _15 0.654 Y _2 0.667 Y _15 0.470 Y _19 0.7 sampai dengan tabel 4.684 Y _5 0.487 Y _17 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.3.550 Y _7 0.

4. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner).2.86 dan digunakan untuk penelitian. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif.

Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.986 0.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.935 0. 4.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.87 Tabel 4.3.954 0.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.

81% menyatakan kurang setuju.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.10 25.70 100.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40 14.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.00 Jumlah 63 256 100.16 Setuju 4 29 116 46. berada pada kategori baik.03% menyatakan setuju.52 38.06 Berdasarkan tabel di atas. dan 23.29 12.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. 46. dengan rata-rata skor sebesat 4.16% menyatakan sangat setuju.03 Kurang Setuju 3 15 45 23. yakni sebanyak 30. Tabel 4.00 .88 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.17 Prosentase 9.00 Rata-Rata Skor 4.

63 4. yakni sebanyak 26. dan 20.63% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.89 Berdasarkan tabel di atas.40% menyatakan kurang setuju.62 20. 14. dengan rata-rata 3.62% menyatakan setuju.76 0. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3.00 100. 38.52% menyatakan sangat setuju.97 . yakni sebanyak 9. 25. berada pada kategori cukup baik. 12.70% sangat tidak setuju.97 Prosentase 26.10% menyatakan setuju.98% menyatakan sangat setuju.29% menyatakan tidak setuju. 47.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.98 47.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa . Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.

Tabel 4.98% menyatakan kurang setuju.92 Berdasarkan tabel di atas.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19. berada pada kategori baik.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.22 Setuju 4 26 104 41. Tabel 4.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.05 Setuju 4 34 136 53. dengan rata-rata 3.00 Jumlah 63 247 100.05% menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3.98 Tidak Setuju 2 6 12 9. dan 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. berada pada kategori baik. 53. yakni sebanyak 19.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.97% menyatakan setuju.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.76 .00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 237 100.92.

98% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik. yakni sebanyak 31.75 41.52% menyatakan tidak setuju.76.98% menyatakan kurang setuju.05 Prosentase 31.91 Berdasarkan tabel di atas. 41.00 Berdasarkan tabel di atas. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata sebesar 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4.00 100.05.27% menyatakan setuju. dengan rata-rata 4.27% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.98 0. yakni sebanyak 22.22% menyatakan sangat setuju. 26.75% menyatakan sangat setuju. 41.00 0.27 26. 26. dan 9. Tabel 4.

31. 41. yakni sebanyak 26.00 100.75 0.75% menyatakan kurang setuju.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.98 41.00 Berdasarkan tabel di atas.98% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik.27% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan.95.95 Prosentase 26. dengan rata-rata 3. berada pada kategori baik Tabel 4.27 31.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.00 0. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.

Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 100.57 44. % menyatakan tidak setuju.00 0. % menyatakan setuju.00 Jumlah 63 259 100.93 Tabel 4.02 Prosentase 28. dengan rata-rata .00 .10 Setuju 4 22 88 34.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 4.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38. berada pada kategori baik.44 26.98 0. % sangat tidak setuju. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4. % menyatakan kurang setuju.11 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.92 Kurang Setuju 3 17 51 26.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata 4.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. 44.02.86 28.57% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik Tabel 4. 28. dengan rata-rata 4.57 42. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.57 0.94 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. 42. 26. berada pada kategori baik. yakni sebanyak 28.00 Prosentase 28.86% menyatakan setuju.00 0.98% menyatakan kurang setuju.57% menyatakan sangat setuju.57% menyatakan sangat setuju.00. yakni sebanyak 28.44% menyatakan setuju. .

00 . % sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi. berada pada kategori baik.95 Prosentase 22. 23.79 23. dengan ratarata 4.00 0.40% menyatakan sangat setuju.79% menyatakan setuju.81% menyatakan kurang setuju.02.02 Prosentase 25.00 Berdasarkan tabel di atas.79 26.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4. yakni sebanyak 25.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi. 50.00 0.98 0.95 Tabel 4.81 0.00 100.40 50. Tabel 4.22 50.

yakni sebanyak 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.98% menyatakan kurang setuju. 26.40% menyatakan kurang setuju. 25.10. 39.96 Berdasarkan tabel di atas..95.79% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. Tabel 4. dengan rata-rata 4. 50.92% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 34.40 0.00 100. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4. berada pada kategori baik.68 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.92 39.10 Prosentase 34. berada pada kategori baik .22% menyatakan sangat setuju.68% menyatakan setuju.00 0.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.75 0.75% menyatakan kurang setuju.02 Prosentase 30.00 100.00 100.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.27 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 Berdasarkan tabel di atas.00.00 Prosentase 31. yakni sebanyak 31. 36.16 41. dengan rata-rata 4.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.75% menyatakan sangat setuju. 31.97 Tabel 4.00 0.51 31.75 36. berada pada kategori baik Tabel 4.00 .57 0.00 0.51% menyatakan setuju.

28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3. 44.22% menyatakan sangat setuju.98 Berdasarkan tabel di atas.00 0.22 44. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. yakni sebanyak 22. 41. yakni sebanyak 30.00 Berdasarkan tabel di atas. 28.44% menyatakan setuju.33% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.16% menyatakan sangat setuju.89 Prosentase 22. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. berada pada kategori bai Tabel 4.44 33. dengan rata-rata 4. berada pada kategori cukup baik.00 100.89. 33.02.33 0.57% menyatakan kurang setuju.27% menyatakan setuju.

03 25.99 Tabel 4.00 100.57% menyatakan kurang setuju.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.22% menyatakan sangat setuju. 28.21% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 248 100.94 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.57 46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. yakni sebanyak 22.94. berada pada kategori baik. 49.03 Prosentase 28.00 0.22 Setuju 4 31 124 49. Tabel 4.40 0.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4. dengan rata-rata 3.00 .

57% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik 4. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.100 Berdasarkan tabel di atas.94 26.98 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.22 3. yakni .03% menyatakan setuju. 46.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua.40% menyatakan kurang setuju.3. 25.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru.17 100.14 Prosentase 7.03 .68 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 4.

87% menyatakan tidak setuju. 26.62% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.35 26. 3. dengan rata-rata 3.62 15. 22.17 100. 3.98% menyatakan setuju.94% menyatakan sangat setuju.87 3.17 Prosentase 6. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.17% sangat tidak setuju. yakni sebanyak 6. .101 sebanyak 7.98 47. 39. 15. dengan ratarata 3.98% menyatakan setuju.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3.17.68% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.35% menyatakan sangat setuju. 26.22% menyatakan tidak setuju.17% sangat tidak setuju. 47.14.

saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 11.52 22.32 Prosentase 9.22 58.94% menyatakan sangat setuju.11% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.32% menyatakan kurang setuju.00 100.25 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.00 Jumlah 63 205 100.94 Setuju 4 13 52 20. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.25.73 9.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Rata-Rata Skor 3.52 0. yakni sebanyak 20. 60.63% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.00 .102 Tabel 4.

30. 9.52% menyatakan sangat setuju. 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.30 Prosentase 7.38% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.52% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.70% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.70 0. berada pada kategori cukup baik .00 100.98 52.94% menyatakan sangat setuju.38 12. 26. 52.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. dengan rata-rata 3. 22.32.94 26.98% menyatakan setuju. 58.73% menyatakan kurang setuju.103 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 7.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.22% menyatakan setuju.

79% menyatakan kurang setuju.16 39. 50. Tabel 4.00 Jumlah 63 205 100.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.21 Prosentase 9.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.25 Berdasarkan tabel di atas.76 Setuju 4 19 76 30.70 7.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3. 14.00 . 30.94 100.68 12.104 Tabel 4.25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang. yakni sebanyak 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang. berada pada kategori cukup baik.16% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.29% menyatakan tidak setuju.76% menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.52 30.

7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. yakni sebanyak 9.29% menyatakan sangat setuju.98% menyatakan setuju.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.29 Setuju 4 17 68 26.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.86% menyatakan kurang setuju.21. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.76 Jumlah 63 211 100.94% sangat tidak setuju. 42. . dengan rata-rata 3.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. rata-rata 3. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.35.105 Berdasarkan tabel di atas. menyatakan setuju. 39.76% sangat tidak setuju. 4.11% menyatakan tidak setuju.35 Berdasarkan tabel di atas. menyatakan tidak setuju.86 Tidak Setuju 2 7 14 11.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 14.16% 12.52% menyatakan sangat setuju.68% menyatakan kurang setuju.70% karier.

dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.98.49 14 11.52 31.25 Prosentase 9.52 7. Tabel 4.52 120 63. 11.27 9.00 2.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 9.106 Tabel 4.52% menyatakan setuju. dengan rata-rata 2.94 100. yakni sebanyak 7.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.49% menyatakan kurang setuju.94 % menyatakan sangat setuju.98 atas.94 188 100. 63.11 5 7.11% menyatakan tidak setuju.00 . 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya. berada pada kategori cukup baik.94% sangat tidak setuju.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.75 41.

57% menyatakan menyatakan kurang setuju. 9. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3.00 Berdasarkan tabel di atas.52 28. 7.94 100.52% setuju.107 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan.86 11. berada pada kategori cukup baik.11% menyatakan tidak setuju.57 42.27% menyatakan kurang setuju.75% menyatakan setuju.94% sangat tidak setuju.94% sangat tidak setuju. 41. dengan rata-rata 3. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9.52% menyatakan sangat setuju. 11.21 Prosentase 9. . Tabel 4. 42. 28.11 7.21. 31.25.52% menyatakan tidak setuju.86% membuat saya nyaman dalam bekerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan. 7. menyatakan sangat setuju.

dengan rata-rata 3.11% menyatakan tidak setuju.30.62 11. yakni sebanyak 14.11 4. 11.29% menyatakan sangat setuju.29 22. berada pada kategori cukup baik.22% menyatakan setuju.62% menyatakan kurang setuju.22 47. 47. berada pada kategori cukup baik. 4. .42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.76 100.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.76% sangat tidak setuju.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. 22. Tabel 4.30 Prosentase 14.

57 Kurang Setuju 3 30 90 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.62% menyatakan kurang setuju.38. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat. Tabel 4.57% 12.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.38 Prosentase 15.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.62 Tidak Setuju 2 8 16 12.05 52.00 100.70% menyatakan setuju.38 Berdasarkan tabel di atas.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3. yakni sebanyak 11. dengan rata-rata 3.11% menyatakan sangat setuju.109 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.00 Jumlah 63 213 100. . 47. menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.87 19.38 12. 28.11 Setuju 4 18 72 28.70 0.00 Berdasarkan tabel di atas.

70% menyatakan tidak setuju. 23.40 Prosentase 14.29% menyatakan sangat setuju.29 23.00 100.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua . 12.38% menyatakan kurang setuju.70 0. Tabel 4. 19. 49.87% menyatakan sangat setuju.81 49.05% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. % sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. 12.21% menyatakan kurang setuju. 52.81% menyatakan setuju. 4. yakni sebanyak 14.38.21 12.3.40.70% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.110 yakni sebanyak 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.

11 23.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.00 Rata-Rata Skor 3.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3.57% menyatakan setuju. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.81 39.44% menyatakan kurang setuju. 17.00 .52 Setuju 4 18 72 28.00 100.46% menyatakan tidak setuju.40 0.30 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 9. 28.00 Jumlah 63 208 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.52% menyatakan sangat setuju.68 25. 44.21 Prosentase 11.111 Tabel 4.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. .

75 Tidak Setuju 2 17 34 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.00 Jumlah 63 204 100.40% menyatakan tidak setuju.24 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4.98% menyatakan menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.52% menyatakan sangat setuju.112 Berdasarkan tabel di atas.21. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.81% yakni sebanyak 11.24.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.75% menyatakan kurang setuju. 31.52 Setuju 4 20 80 31. 31. 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik .75% setuju. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9. 26.75 Kurang Setuju 3 20 60 31.11% setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. berada pada kategori cukup baik.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 23. 25. dengan ratarata 3. menyatakan sangat setuju.

81 47. 41.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.35% menyatakan sangat setuju.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.00 100. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.51% setuju.62 19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin. dengan rata-rata 3.87 0. 36.35 23. 15.35 36. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.27% menyatakan kurang setuju.05 3.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.33 Prosentase 6.51 41.00 .17 100.11 Prosentase 6.00 Berdasarkan tabel di atas.27 15.33.113 Tabel 4.

dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.11. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.32 Prosentase 6.81% setuju.51% menyatakan setuju.46% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 6. 3. 3. 36.68 17.00 Berdasarkan tabel di atas.35 36. 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. 17.51 39. 19.35% menyatakan sangat setuju.32. .46 0.05% menyatakan menyatakan tidak setuju.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. 47. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.68% menyatakan kurang setuju.35% menyatakan sangat setuju.00 100.17% sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.62% menyatakan kurang setuju.114 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 6. 39.

51 34.76 36.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3. yakni sebanyak 4.22. dengan rata-rata 3.00 100.92% menyatakan kurang setuju.00 100. 34.17 33. 36.81 0.17 Prosentase 3.22 Prosentase 4.76% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.92 23.00 23.115 Tabel 4.33 41.22 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.51% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.27 22.81% menyatakan tidak .00 Berdasarkan tabel di atas.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3. setuju.

54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3. % sangat tidak setuju.17% menyatakan sangat setuju.63 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.16.16% menyatakan setuju.63% menyatakan tidak setuju.116 Berdasarkan tabel di atas. 22. dengan rata-rata 3.22% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. 20. yakni sebanyak 3. yakni sebanyak 3.03 20. 41. berada pada kategori cukup baik.00 100. 33.00 Berdasarkan tabel di atas. .03% menyatakan kurang setuju.16 Prosentase 3.16 46. 46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.33% menyatakan setuju.27% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3. 30. Tabel 4.17% menyatakan sangat setuju.17.17 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.

76 31.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3. 47.57 47. dengan rata-rata 3.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.62 20.00 . 20. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.17 Prosentase 4.68 23.00 Berdasarkan tabel di atas.117 Tabel 4. 28.00 100.17% menyatakan sangat setuju.00 100. berada pada kategori cukup baik.63% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 3. Tabel 4.62% menyatakan kurang setuju.14.63 0.81 0.14 Prosentase 3.57% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.17 28.75 39.

59 Setuju 4 23 92 36. 31.16% menyatakan kurang setuju.08. dengan rata-rata 3. rata-rata 3. menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.17. Tabel 4. yakni sebanyak 1. berada pada kategori cukup baik.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.59% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan tidak setuju.00 Jumlah 63 194 100.16 Tidak Setuju 2 20 40 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.00 Rata-Rata Skor 3.75% menyatakan menyatakan tidak setuju. 39. 23. 30. berada pada kategori cukup baik. 36.118 Berdasarkan tabel di atas.08 Berdasarkan tabel di atas.51% setuju.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.76% setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik.51 Kurang Setuju 3 19 57 30. 31. .

59 Setuju 4 19 76 30. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.06 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. yakni sebanyak 1.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.00 Rata-Rata Skor 3.68 Tidak Setuju 2 16 32 25. 41.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.11 .98% menyatakan tidak setuju.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.06. 30.59 Setuju 4 21 84 33.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.00 Jumlah 63 196 100.00 Rata-Rata Skor 3.59% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 193 100.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.16% menyatakan setuju.119 Tabel 4.27% menyatakan kurang setuju.

11. 25. 33. yakni sebanyak 1. 33. dengan ratarata 3. berada pada kategori cukup baik.11 Prosentase 1.57 0.51 33. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. . 28. dengan rata-rata 3.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3.33 28. 39.57% menyatakan tidak setuju. 36.59% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.51% menyatakan setuju.33% menyatakan kurang setuju.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.11.33% menyatakan setuju.68% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 1.40% menyatakan tidak setuju.59% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. berada pada kategori cukup baik.120 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. Tabel 4.59 36.

87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.24 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. 52.94% menyatakan sangat setuju.94 Setuju 4 15 60 23.121 4. Tabel 4.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. yakni sebanyak 7. 23.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.00 Jumlah 63 204 100.24. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.24 .63 Kurang Setuju 3 34 102 53.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 204 100. 15.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama. berada pada kategori cukup baik.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.81% menyatakan setuju.52 Setuju 4 13 52 20.38% menyatakan kurang setuju.3.87% menyatakan tidak setuju.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.87 0.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.94 23.63% menyatakan setuju.38 15.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.52% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 7. berada pada kategori cukup baik.81% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 15. dengan rata-rata 3.87% menyatakan tidak setuju.122 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 9. 15.24.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3. 20.24.81 52.87% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.38% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. Tabel 4. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.97% menyatakan kurang setuju. 23. 52. 53.24 Prosentase 7.

52. 25. Tabel 4. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.52% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 213 100. silabus.38 Tidak Setuju 2 8 16 12. RPP dll. yakni sebanyak 9.38% menyatakan kurang setuju. RPP dll. berada pada kategori cukup baik.38 .63 Kurang Setuju 3 34 102 53.70% menyatakan tidak setuju.32 Berdasarkan tabel di atas. silabus.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. % sangat tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3. RPP dll. 12.32.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. silabus.40 Kurang Setuju 3 33 99 52. dengan rata-rata 3.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.52 Setuju 4 16 64 25.00 Jumlah 63 209 100.29 Setuju 4 13 52 20.123 Tabel 4.97 Tidak Setuju 2 7 14 11.40% menyatakan setuju.

21 12.87% menyatakan sangat setuju. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. 22.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. rata-rata 3.41 Prosentase 15.11% menyatakan tidak setuju.00 100.22 49.22% menyatakan setuju. berada pada kategori baik.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3. 49. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. 12.63% menyatakan setuju. yakni sebanyak 15.38.70 0.21% dengan menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 14. berada pada kategori cukup baik.29% menyatakan sangat setuju.70% menyatakan tidak setuju.87 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. 11.41.97% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.124 Berdasarkan tabel di atas. 53. Tabel 4. 20.

30 Prosentase 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.00 100. 20. dengan rata-rata 3.125 Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.00 100.94 31.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3. yakni sebanyak 7.57 49.68% menyatakan kurang setuju.94 28. Tabel 4.63 0.27.00 Berdasarkan tabel di atas.29 0. 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.75 39.75% menyatakan setuju. 31.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.21 14.00 .94% menyatakan sangat setuju.27 Prosentase 7.63% menyatakan tidak setuju.68 20.

yakni sebanyak 7.40 Kurang Setuju 3 34 102 53. 25.94% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.126 Berdasarkan tabel di atas. 7.29 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 207 100.97 Tidak Setuju 2 8 16 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media .57% menyatakan kurang setuju.40% menyatakan setuju.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. yakni sebanyak menyatakan setuju. 53. 14.30.70% menyatakan tidak setuju.94 Setuju 4 16 64 25.94% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.97% menyatakan kurang setuju. 12. 28.29% 49. berada pada kategori cukup baik.29.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.21% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.

Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.94 Setuju 4 18 72 28.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.57% menyatakan setuju. 15. 47.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Rata-Rata Skor 3.29 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 7.94% menyatakan sangat setuju. 28.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori cukup baik.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.87% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. dengan rata-rata 3.00 Jumlah 63 209 100.00 Jumlah 63 207 100.62% menyatakan kurang setuju.52 Setuju 4 15 60 23. Tabel 4.32 .127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.29.

33 Prosentase 9.52 25.32.00 100. 55. 23.40% menyatakan setuju. 53.52% menyatakan sangat setuju.52% menyatakan sangat setuju. 11. Tabel 4. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.00 Berdasarkan tabel di atas.56% menyatakan kurang setuju.40 53.33.11 0.11% menyatakan tidak setuju. . dengan rata-rata 3.81% menyatakan setuju.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3. dengan rata-rata 3.11% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.97 11. berada pada kategori cukup baik.128 Berdasarkan tabel di atas.97% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. yakni sebanyak 9. 11. 25.

52. dengan rata-rata 3.29% menyatakan tidak setuju.70% menyatakan sangat setuju.63% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. 14.29 0.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3. 20. yakni sebanyak 12.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. berada pada kategori cukup baik.63 52.00 100. berada pada kategori cukup baik.70 20.38 14.38% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah. .32.32 Prosentase 12.

00 . 19.130 Tabel 4.24. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik.03% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 7.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Jumlah 63 204 100.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.05% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. dengan rata-rata 3. 46.70 0.00 100.81 57.03 Tidak Setuju 2 12 24 19.24 Berdasarkan tabel di atas.98% menyatakan setuju.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.94% menyatakan sangat setuju. 26.14 12.24 Prosentase 6.35 23.94 Setuju 4 17 68 26.

70% menyatakan tidak setuju.11% menyatakan sangat setuju.70 0. 25.131 Berdasarkan tabel di atas.11 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. berada pada kategori cukup baik.40% menyatakan setuju. 57. dengan rata-rata.35% menyatakan sangat setuju.14% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. 12. .81% menyatakan setuju.70% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.79 12. 12. berada pada kategori cukup baik.40 50. 50.79% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100. yakni sebanyak 11. Tabel 4. 23. dengan rata-rata 3.35.35 Prosentase 11.

79 11.11 26.70 60.00 100. berada pada kategori baik. dengan rata-rata 3.43 Prosentase 19.38 Prosentase 11.132 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.32 7.70% menyatakan setuju.00 .11 0.94 0.05 12.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.43.00 100.05% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa. Tabel 4.94% menyatakan tidak setuju.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3. yakni sebanyak 19.00 Berdasarkan tabel di atas.32% menyatakan kurang setuju. 12. 60.98 50. 7.

79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. Tabel 4.38.70% menyatakan tidak setuju. 53. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. berada pada kategori cukup baik.38 Prosentase 17.133 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 17.97% menyatakan kurang setuju. 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. 15.97 12.87 53.00 100.98% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.70 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. yakni sebanyak 11.46% menyatakan sangat setuju.11% menyatakan sangat setuju. 50.46 15.87% menyatakan setuju. 11.79% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. .38.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.

17.00 Berdasarkan tabel di atas.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata . 4.18 3. yakni sebanyak 14.22% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.31 .22 46.33.29 22. 46.Rata 3.94 3.03 17. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4. dengan rata-rata 3. 22.33 Prosentase 14.29% menyatakan sangat setuju.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.3.00 100.134 Tabel 4.46% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.46 0.03% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.26 3.

Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.0 – 1.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .8 – 2.5 1.4 – 4.0 3. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.94 3.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.18 3.3 1.2 – 5.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.1 2.6 – 3. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.26 3. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.

Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item.136 4. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.6. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal.3. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel).6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur.3. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). motivasi kerja.

186 a.505 .351 Disiplin kerja (X3) .137 antar variabel. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4. (2-tailed) Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .920 2.120 .982 2. Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.723 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .546 .000 . .828 .116 .000 .84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.564 .564 .438 .710 .000 .766 .546.2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.438 .000 .399 5.000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std. Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.015 Kepemimpinan kepala . Error 1.000 .000 1 .000 .005 . koefisien jalur dari motivasi .692 . Correlation is significant at the 0.278 . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0. (2-tailed) Pearson Correlation Sig.723 .766 .000 1 ** ** . a.695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .01 level (2-tailed).000 1 .000 ** ** **. Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.828 .000 .6.505 .479 3.3.184 t .518 1 (Constant) Sig.074 Standardized Coefficients Beta .

86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .877 . motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.184 X3 + 0.motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0. Predictors: (Constant).769 a. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0.481 . terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu).138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat.757 Std. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1).60296 1 .184.546 X1 + 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.278. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0.769. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah. Error of the Estimate 5. Disiplin Kerja (X3).278 X2 + 0.

1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah .139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.1.184 .87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0. di atas. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.278 0. dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.481 Y Gambar 4.546 0.

184 Pengaruh Langsung 29. rx1.278 0.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .4% 11% 11.8% 7.4% 2.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.3% 10.6.4%) . X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.298 (29.0% 4.1% 4.x2 .546 x 0.546 = 0.88 Pengaruh X1.9% 23.546 x 0.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.044 .184 = 0.x3 . rx1.6% 2.2% 21.7% 3.278 = 0.438 x 0. Pyx2 = 0.3.546 0. = 0. = 0.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .723 x 0.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.546 x 0.4% 76.6% Total 45. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .

278 x 0.278 x 0. rx2.4% = 45. rx1.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.505 x 0.3.278 x 0.6.184 = 0.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru . Pyx1 = 0.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29. = 0.2%.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .x2. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .077 (7.0% + 4. = 0.x3 .723 x 0.8% + 11.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4. 4.278 = 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .6%) .026 (2.8%.546 = 0.

= 0.7% + 11.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.4%. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .505 x 0. 4.7%.184x 0.438 x 0. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.6%.044 (4.184 x 0.278= 0.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3. = 0. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . rx2.184 = 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . = 0.184 x 0.034 (3.026 (2. rx1.0% + 2.3.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.6.x3.6% = 21.x3 .546 = 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .3%.

143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.4% 76. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.2%.278 0.8% 7.546 0.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.3% 10.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.184 29.4% 13.4% 45.2% 21.0% Total Pengaruh 0.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru . Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.3.5% 7.6% 4.6. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.7% 3.

4. sedangkan sisanya sebesar 23. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.7.1% dipengaruhi oleh faktor lain. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1). Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya .1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik.9%.4 – 4. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.7 Pembahasan 4.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.94 (tabel 4.3.4%.

6 – 3.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. 4.7.26 (tabel 4.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2). administrator. . 4. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.6 – 3. inovator dan motivator.18 (tabel 4.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.7. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.3. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya.3. leader.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. manajer. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. supervisor.145 sebagai edukator.

mengevaluasi siswa. membimbing. mengarahkan.7. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.31 (tabel 4. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. motivasi kerja dan disiplin kerja. Untuk meningkatkan kinerjanya.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan.7. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik.3. melatih.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. mengajar.146 4. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa. menilai dan . guru harus selalu berusaha tepat waktu.6 – 3.3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah .4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y).

11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator. Supervisor. Manajer.2%. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0. .452 atau 45. Leader.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.4%.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.298 atau 29. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21. Administrator. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.044 atau 4. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.2% termasuk cukup signifikan.4%.

6%.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.3. 4.044 atau 4.026 atau 2. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.148 4.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.3.110 atau 11%.034 atau 3.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.026 atau 2.7. Pegawai dengan atau . Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.7. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.6% sebagaimana pendapat Gordon W.104 10. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.4% termasuk cukup tinggi. 2. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.077 atau 7.

4.3. 4. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21.9 %. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 3.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.7.2 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. . 2.3 %. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1.4 %. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10.

1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. administrator. 4. 3. 2. melatih. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. mengarahkan. membimbing. manajer. supervisor. menilai.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. leader. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. mengajar. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. 5. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator.

Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Berdasarkan pengolahan data. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. 7. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 2. maka : 1. 8. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru.151 6. 5. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar.

Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Sistem . Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. 5. 7. Berdasarkan pengolahan data. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. 4. 6. 3. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif.

153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ. Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas. .

Manajemen Sumber Daya Manusia.L. (2009). Jakarta: Erlangga. (2006). Umar. Motivasi Kelompok. Jakarta: Rineka Cipta. (Terjemahan Agus Darma). A Tabrani R. ( 2004). Mulyasa. E. N. (2004). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Luthan. Riset Sumber Daya Manusia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. USA: Prentice Hall. Husen. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Jakarta: PT Rineka Cipta. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Newstrom. Balkin dan R. Arikunto Suharsimi. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. (1997). (2009). (2001) Manajing Human Resources. Sudarwan. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. . Cardy. Cianjur: CV Dinamika Karya. Perilaku dalam Organisasi. D. Riset Sumber Daya Manusia. Miftah Toha. (2005). Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Mangkunegara. Danim. (2003). Keith dan John W. Istijanto. (2000). E. Kepemimpinan & Efektivitas Davis.B. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: ANDI. Kepemimpinan dalam Manajemen. Fred. (2006). Anwar Prabu. Menjadi Guru Profesional. Jakarta : PT Rineka Cipta. Jakarta: PT Raja Grapindo. (2007). Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. (2005). Gomez Meija. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Fred. (1995). Fathoni Abdurrahmat. Mulyasa. (2006). Yogyakarta: Graha Ilmu. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP.

Metode Statistika. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. Organizational Behavior. 2005. Sujana. Manajemen Sumber Daya Manusia. Robbin Stephen P. (2000). Rahman at all. Siagian. (2005). Manajemen Tenaga Kerja. (2005). (2002). (2007). Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. (2001). Kepemimpinan Kepala Sekolah. Timple. Wahjosumijo. New Jersey: Prentice Hall International. Sedarmayanti. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Sondang P. (2002). (2003). Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. Peraturan Pemerintah RI. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. (2007). Bandung: Sinar Baru. Bandung: CV Mandar Maju. Jakarta: Rineka Jaya. Siswanto. (2006). Veithzal. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. (2005). (2000). (2009).155 Nawawi. Hadari. (2005). Manajemen Kinerja. Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta : CV Eko Jaya. Dale A. Rivai. (2005). Sugiyono. Standar Nasional Pendidikan. Sujana. bandung : CV Tarsito. Jakarta: PT Yudeks. Yulk Garry. Bandung: STIE Pasundan. . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Jatinangor: Alqaprint. Supranto J. (2001). Metodologi Penelitian Pendidikan. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Metode Penelitian Administrasi. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Bandung : Alfabeta. Bedjo. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Kepemimpinan dalam Organisasi. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. (2004). Bandung: CV Tarsito Sukardi. Sidik Priadana. Bandung : PT Gelora Aksara. Jakarta: PT Bumi Aksara. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Citra Umbara. Rizal Aminudin. Bandung.etd. http//etd. (2001). Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945.id/6864/. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. 2005.id/6816/. . Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. J. Pemotivasian dalam Manajemen.eprins. http. Bandung. 2008. Tentang Guru dan Dosen. Depdiknas. Hernowo Narmodo.156 Winardi.ac.eprins. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. Citra Umbara. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada.ac. Sistem Pendidikan Nasional.ums. Depdiknas. ums. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.