1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. proses. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. lingkungannya. baik internal maupun eksternal. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Salah satu indikator . Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta.

46 6.43 7.67 100% 6. Tabel I.46 6.31 7.39 6.90 6.46 6.66 100% 6.27 7.95 7. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.I. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.13 6. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .20 6. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.25 6.07 6.41 6. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.07 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.24 99% 7.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.

Administrator. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. Manajer. keahlian dasar. (3) tanggung jawab. dan mendelegasikan tugas. kemampuan mengambil keputusan. dan kemampuan berkomunikasi. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. mengarahkan kegiatan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. pengetahuan terhadap kependidikan. (2) percaya diri. Leader. (5) berjiwa besar.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. (7) teladan. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. mengorganisasikan kegiatan. membuka komunikasi dua arah. . pengalaman dan pengetahuan professional. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. (6) emosi yang stabil. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Inovator dan Motivator (EMASLIM). Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. visi dan misi sekolah. Supervisor.

mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. kepegawaian. penanganan kesiswaan. mengambil keputusan. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. mengadakan rapat. kemampuan memotivasi. dan lain-lain. menentukan kebijaksanaan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. pengorganisasian. Jika tidak. pengambilan keputusan.7 mengkoordinasikan kegiatan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. Dugaan tersebut didukung oleh data . pengarahan keuangan. melaksanakan pengawasan. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. sarana prasarana. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. komunikasi dan pendelegasian wewenang. penyusunan kurikulum.

Setiap bulan sekali 3. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip .2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Setiap triwulan 4. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Supervisi kelas Setiap semester 6.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Edward Murray (1957). Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961).

dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Lomba PTK 2. Artinya pimpinan. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. .9 Mangkunegara (2005).

Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. ketidakpatuhan pada aturan. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . menurunnya produktivitas kerja dan apatis. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran.

21% 4.57% 5. siswa jadi terlantar karena gurunya absen. 7. baik dari kinerja guru. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. kedisiplinan.6% 5. Jika kita memperhatikan tabel di atas. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. motivasi kerja. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4.89% 7. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua.92% 5. Tabel 1. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini. hal itu dapat membawa pengaruh buruk.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan.

5. Kinerja guru masih belum optimal. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. 2. 3. 1. 4. 11. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. 6.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Reward dan punishment belum berjalan efektif. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 12. 7. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. 8. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 9. Disiplin kerja guru masih rendah. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. 13. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. . Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. 10. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. Oleh karena itu. Kesadaran diri akan tugas masih lemah.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik.

kepuasan kerja.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. disiplin dan motivasi kerja. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. . Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. kepemimpinan. lingkungan kerja. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia.13 14. 1. motivasi dan disiplin kerja. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 1. budaya kerja. kompensasi. 2. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 15. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. pelaksanaan dan pengendalian. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. pengorganisasian. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. keuangan. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. 2. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. maupun kepegawaian. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. 3. 4. tugas. pemasaran. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan.17 terlepas dari aktivitas manajemen.

memberi penghargaan dan penilaian”.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. menyaring. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. termasuk merekrut. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. Seperti sumber daya lainnya. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. melatih. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan.

dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. 6. lembaga atau wakil pemerintah. . Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. 7. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. 5. 2.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. 4. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. Menciptakan iklim. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. 3. kemampuan dan kecakapan mereka. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi.

keadilan dan diantaranya : hukum. 12. kompensasi dan tunjangan kesehatan. 9. keselamatan dan keamanan. 11. 8. gaya kerja dan aspirasi. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. hubungan karyawan dan buruh. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. . Mengelola karyawan yang beragam.20 manajemen. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. karyawan. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. sosial. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri.politik. budaya dan teknologi. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. pemasok dan masyarakat luas). Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. pelanggan. ekonomi. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. 10.

1.21 2. Menurut Andrew J.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer. Robbins dalam buku Manajement. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Seven edition yang dialih bahasa oleh T.

Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. 2. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. membujuk. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. 4. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. 5.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. . Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan.

Dorongan. Kecerdasan. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. 4. sikapsikap hubungan kemanusiaan. 2. 5. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. yaitu : kecerdasan. memecahkan masalah. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. Kepercayaan diri. .23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. industry dan hal-hal teknis. 2. Kejujuran dan integritas. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. dan membuat keputusan yang tepat. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. 3. 3. Kehendak untuk memimpin. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. motivasi diri dan dorongan berprestasi. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. 6.

Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. dan membatasi partisipasi karyawan. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. wewenang.24 4. membuat keputusan unilateral. mendiktekan metode kerja. . 5. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. jika perilaku itu dapat memuaskan. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya.

25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. . Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. 2. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama.

karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.1. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala . Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa.26 2.3. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul.

Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Oleh sebab itu. pengambilan keputusan. tujuan dan . Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. yaitu : 1. Kepala Sekolah sebagai Manajer. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. 2. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. misi. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. kemampuan memotivasi. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. perlu adanya kebersamaan. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain.

” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Jadi. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepala sekolah sebagai manajer c. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Kepala sekolah sebagai administrator d. Kepala sekolah sebagai supervisor e. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik.

29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. 2. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Veithzal (2005 : 455 ).1. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”.

uang pesangon. 4. lingkungan kerja yang nyaman.30 1. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. seperti makan. udara. senioritas. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. gelar dsb. cinta dan memiliki. 3. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. perumahan dan lainnya. 2. Selanjutnya. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. program pemberhentian kerja. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. 5. kemampuan. program pension. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. minum. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . hiburan. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang.

Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. Berdasarkan studi tersebut. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. b. 2. keluarga.31 85% kebutuhan fisiologi. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. Atas dasar hasil penelitiannya. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. 50% kebutuhan sosial. . 40% kebutuhan penghargaan. 70% kebutuhan rasa aman. Dengan demikian. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. yaitu : 1. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes.

teknik supervisi. dunia kerja. kebijakan administratif. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Postulat teori dua factor. dan ada . dan kehidupan pribadi. kondisi kerja. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. tanggung jawab dan kemajuan. pengakuan. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. Guru.

melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. c. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Dua hal ini tidaklah berlawanan. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan.

ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. Boleh jadi. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif).34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. . Jadi. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. dan juga kapan kita akan menggunakannya. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya.

kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. minum. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. fringe benefits. kebutuhan interpersonal. bernafas. seperti makan. atau pimpinannya. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. 2. 3. Existence needs. Oleh karena itu. d. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. Relatedness needs. Teory ERG (Existence. pakaian.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. mungkin tidak efektif bagi orang lain. e. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. f. yaitu: 1. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. gaji. Relatedness. Growth needs. keamanan kondisi kerja. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. Teori Drive . Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan.

36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Clark L. . Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan.

37 g. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Sementara Sinungan (2003 . tingkah laku.1. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. 2. Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. . Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”.

Tingginya semangat. 4. . Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. yaitu: 1.38 Senada dengan pendapat di atas. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. 2. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. 3. 5. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik.

Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. 3. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. 9. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. 5. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. 2. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Oleh karena itu. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Tanpa disiplin yang baik. 6. Diciptakan disiplin. 4. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. Besar kecilnya pemberian kompensasi. 8.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. 7.

berpakaian rapih. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. sopan. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja.40 lingkungan yang tertib. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. Sehubungan dengan itu. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. .

. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang.1. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. 2. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. dan Hukuman disiplin berat. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. mengetahui organisasi yang dipimpinnya.

yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. Dependability. Quality of work. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. Personal qualities. 4. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. keterampilan. Quantity of work. Job knowledge. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. kualitas output. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. 3. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. 7. 6. dan sikap kooperatif. 5. pengalaman. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. Creativeness. Cooperation. 8. kehadiran di tempat kerja. Inisiative. 2. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. jangka waktu output. .42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan.

Menurut Undang. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. mengajar. mengarahkan. . kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. melatih. pendidikan dasar. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan.1. membimbing. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. 2. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. dan pendidikan menengah. melakukan evaluasi.

b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. 1998 : 98).44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi.1. 2. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. . keterampilan (skill). dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No.

berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. 3. 2. Semangat (antusiasme). Initiative (inisiatif) 4. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. Quality of Work (kualitas kerja) 2. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. Berorientasi pada hasil. 138) yaitu : 1. Capability (kemampuan) 5. meliputi: 1. 5. Ketegasan. Communication (komunikasi . Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. Promtness (ketepatan waktu) 3.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. 4.

1. Pasca Airlangga (tesis. 5. Pengaruh Komitmen. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45. Pasca UPI Bandung (tesis. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Pasca Unsud (tesis 2008). Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah.085 > 2.46 2. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Sutopo Slamet. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. .3 % 2.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. (Tesis. Kecerdasan Emosi. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. Fylan Ulga. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan. 2002).620) diantara variabel lainnya. 2007). kedisiplinan. Pasca Unsud.4 %. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. 4. Analisis Kepemimpinan. 2005).10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. 3. 2010). kecerdasan emosi. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

pendekatan perilaku.2. maupun pendekatan situasional. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). Di samping berorientasi terhadap tugas. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. baik pendekatan sifat. kepala sekolah sebagai administrator. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. .2. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. Dengan demikian. 2.

Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. keahlian dasar. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. dan mendelegasikan tugas.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. membuka komunikasi dua arah. dan memanfaatkan hasilnya. . serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.2. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. Jika jumlah guru cukup banyak.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan.2. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya.

kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). kemampuan mengambil keputusan. mencari gagasan yang baru. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. mengintegrasikan setiap kegiatan. (6) emosi yang stabil. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. dan kemampuan berkomunikasi. (7) teladan. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif.2. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya.53 pengalaman dan pengetahuan professional.2. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. (3) tanggung jawab. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. . visi dan misi sekolah. (2) percaya diri. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. (4) menerima masukan. 2.

2. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. integrative. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. program akselerasi dan lain-lain. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. serta adaptable dan fleksibel. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. pengaturan suasana kerja.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. disiplin. . Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. dorongan. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. delegatif. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. rasional. 2.2. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. pragmatis. 2.2. keteladanan. disiplin.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). kreatif.2.

dan kehidupan pribadi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. . Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. pengakuan. kebijakan administratif. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. dunia kerja. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. tanggung jawab dan kemajuan. Guru. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. kondisi kerja. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. teknik supervisi.

3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik.2. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. Pegawai yang tertib dan disiplin. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. mematuhi semua peraturan perusahaan . sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.56 2. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. efektifitas dan produktivitas.

maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu.2.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. 2. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.

Edward Murray. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Clelland. manajer. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. 2. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. Miller dan Gordon W. . dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru.2. Artinya pimpinan. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104).

Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya.” (Nawawi 2005 : 355). mudah dimengerti. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. 2. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. Oleh karena itu. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. Selain itu.2. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. dimanapun kita berada. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. Disiplin merupakan bentuk . karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri.

Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. 2. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. merupakan salah satu tujuan sekolah. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru.2. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas.

Artinya pimpinan. Miller dan Gordon W. Kinerja guru dapat . menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Edward Murray. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. Clelland. manajer. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah.

Kepala sekolah sbg supervisor 5. Kepala sekolah sbg edukator 2. membimbing.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. Kepala sekolah sbg inovator 7.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. Ketepatan waktu 2.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. dan pendidikan menengah. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa. Kepala sekolah sbg administrator 4.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. melatih. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. pendidikan dasar. Faktor motivasional 2.1 Model Kerangka Pemikiran . mengarahkan. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A.Menilai . Kesadaran dalam bekerja 3. Kepala sekolah sbg leader 6. Menurut Undang. Kepala sekolah sbg manajer 3. mengajar.

Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. . 2. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3.63 2. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 4.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini.

Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.1. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Penyusunan bab I – III. Seminar Usulan Penelitian. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. .1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Pengumpulan data 6. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT).2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. Persiapan penyusunan v proposal 2. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.

serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. . 3. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi .65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. motivasi kerja. Sedangkan Fred N.

peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. Oleh karena itu.05 (5%). Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. α = 0. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan.66 2. Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. Oleh karena itu.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi.70 option sangat tidak setuju. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. 3. 3. Data primer. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan.7. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran.

7. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).3 maka dikatakan tidak valid. demikian pula sebaliknya. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0.3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown. jika < 0. ( √* ( ) +* )( ) ( ) .71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono. 3. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan . Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan.

4 – 4. disiplin kerja ( ).3 1. maka instrument tersebut dikatakan reliabel.5 1.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.8 – 2. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). jika 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.6 – 3.72 Jika > 7.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.0 3. motivasi kerja ( ).0 – 1.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.1 2.2 – 5. Tabel 3.1 Diagram Jalur .

73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. dengan Y. dengan Y. . dengan Y merupakan hubungan kausal. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + .

motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. dan sebalikya. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus.74 3. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. .

SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector.1 Hasil Penelitian 4.1. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan .043 m².75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. ruang komputer. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. laboratorium fisika dan biologi. ruang kepala sekolah. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. ruang perpustakaan. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda.

Standar Sarana. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). SH Maulana Ismail. Ajab Riatna . Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. Standar Isi.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. BA H. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. BA Mohamad Wasid. Standar Pengelolaan. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Standar Proses. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi).

Toto Suhartoyo Drs. H. Hasbiadi Endang Dahlan. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. Berwawasan IPTEK. Terampil menggunakan media IPTEK 6. Nandang Sukmana Drs. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. BA Drs. Berprestasi. Visi “Terampil. H. misi. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. H. Subandar Drs. A. Dudi Susbandi KM. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Yaya Masria Drs. Didi S. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. nyaman dan religious 5. H. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. efektif dan efisien 3.

Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6.78 7. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. kreatif. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. efektif. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Misi 1.00 2.

9.2700003 Drs. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . Telepon 4. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. 6. H. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. dll 12. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. semua mengajar sesuai bidangnya.2 Profil Sekolah 1. 5.79 9. 7. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. 2. 4. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10.1. telah mengikuti PTBK. 8.

8 76. 2. Prosentase 23.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.0 Dari data pada tabel 4.3 Profil Responden Tabel 4.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.405 m2 Tabel 4.2%) . Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.2 100.1.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.80 10.

Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya. 3.81 Tabel 4.00 JUMLAH 63 100.54 100.35 Tahun 3 3. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73. 25 – 29 Tahun 6 2.90 4 PGSLP 2 3.35 23. 5. SMA 3 4.76 6.17 82.20 5 S1 46 73. 36 . Tabel 4.20 3 D3 10 15. 2.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.81 55. 4.52 4.80 2.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.40 Tahun 2 4.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.76 3.00 . Tabel 4. 30 .56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.52 4.56 100. D1 2 3.

2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. . menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. 4. 2. 4. Tabel 4.2. 3.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90. 5.8 100. motivasi kerja 15 item. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. Prosentase 0 90.0 Tabel 4. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan. 4. 6. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.8 4.5%).5 0 0 4.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item.82 Dari tabel 4.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.

630 X1 _7 0.512 X1 _13 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.620 X1 _11 0.557 X1 _9 0.437 X1 _17 0.599 X1 _10 0.661 X1 _5 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0. .422 X1 _14 0.460 X1 _16 0.3 maka semua item valid. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.672 X1 _6 0.680 X1 _2 0.471 X1 _4 0.439 X1 _15 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.452 X1 _3 0.487 X1 _18 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.623 X1 _8 0.576 X1 _12 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.

549 X2 _15 0.791 0.711 X2 _11 0.653 X2 _5 0.688 X2 _14 0.831 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas. Tabel 4.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .746 0.863 0.625 X2 _8 0.802 0.729 X2 _12 0.659 X2 _13 0.607 X2 _9 0.84 Tabel 4.3.809 0.583 X2 _3 0.826 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.672 X2 _4 0.764 0. maka semua item valid.716 X2 _6 0.819 0.686 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.788 0.442 X2 _10 0.606 X2 _2 0.718 X2 _7 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.

3.818 X3 _15 0.496 Y _20 0.652 Y _9 0.695 Y _14 0. variabel kinerja guru berada di atas 0.650 Y _3 0. variabel disiplin kerja berada di atas 0.714 Y _13 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.654 Y _2 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian. Berdasarkan tabel 4.550 Y _7 0. maka semua item valid.695 Y _11 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas. bahwa seluruh item dinyatakan valid .465 Y _16 0.7 sampai dengan tabel 4.707 Y_10 0.713 Y _8 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.597 Y _18 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian. maka semua item valid.560 Y _6 0.3.470 Y _19 0.667 Y _15 0.684 Y _5 0.675 Y _4 0.810 X3 _14 0. Tabel 4.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.698 Y _12 0.487 Y _17 0.

Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : . 4.2. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner). 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.86 dan digunakan untuk penelitian.

12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.3.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi. 4.986 0.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.954 0.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.87 Tabel 4. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : . dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.935 0.

dengan rata-rata skor sebesat 4. Tabel 4. yakni sebanyak 30.81% menyatakan kurang setuju.70 100.00 Rata-Rata Skor 4.03% menyatakan setuju.52 38.00 Jumlah 63 256 100.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.40 14.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.17 Prosentase 9.29 12.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.16% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik.06 Berdasarkan tabel di atas.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.10 25.88 Tabel 4.16 Setuju 4 29 116 46. dan 23. 46.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.29% menyatakan tidak setuju. 12.62 20. dengan rata-rata 3.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3.89 Berdasarkan tabel di atas.70% sangat tidak setuju.98 47. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3. berada pada kategori cukup baik.62% menyatakan setuju. yakni sebanyak 26.52% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.76 0.98% menyatakan sangat setuju.97 Prosentase 26.40% menyatakan kurang setuju. 14. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.10% menyatakan setuju. yakni sebanyak 9.97 .00 100. 38. dan 20.63 4.63% menyatakan kurang setuju. 47. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. 25.

92 Berdasarkan tabel di atas.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori baik. berada pada kategori baik.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.00 Rata-Rata Skor 3.76 .16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19. 53. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. yakni sebanyak 19.22 Setuju 4 26 104 41.00 Jumlah 63 247 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.00 Rata-Rata Skor 3.92.05% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. Tabel 4. Tabel 4.00 Jumlah 63 237 100.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.98% menyatakan kurang setuju. dan 26.05 Setuju 4 34 136 53.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.97% menyatakan setuju.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.

Tabel 4.05. . yakni sebanyak 22.98% menyatakan kurang setuju.27% menyatakan setuju. 26. 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan. 26.91 Berdasarkan tabel di atas. dan 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata sebesar 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.75 41. berada pada kategori baik.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. 41.98% menyatakan kurang setuju.27 26.00 0. dengan rata-rata 4.00 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan tidak setuju.00 100.75% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 31.27% menyatakan setuju.05 Prosentase 31.76.98 0.22% menyatakan sangat setuju.

yakni sebanyak 26.95.98% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. . 41.95 Prosentase 26. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.75 0.00 100.75% menyatakan kurang setuju.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3. 31.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. berada pada kategori baik.00 0. berada pada kategori baik Tabel 4.27 31.27% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan.98 41.

berada pada kategori baik.92 Kurang Setuju 3 17 51 26. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 100.10 Setuju 4 22 88 34.98 0.00 0.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38.57 44.00 Rata-Rata Skor 4. % sangat tidak setuju.93 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.02 Prosentase 28.00 Jumlah 63 259 100.00 . % menyatakan setuju.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.11 Berdasarkan tabel di atas. % menyatakan kurang setuju. Tabel 4. % menyatakan tidak setuju.44 26.

86% menyatakan setuju.57 0.57 42. . yakni sebanyak 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.57% menyatakan kurang setuju.44% menyatakan setuju.00 0.00 Prosentase 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.57% menyatakan sangat setuju.02. berada pada kategori baik Tabel 4.57% menyatakan sangat setuju.86 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. 26. yakni sebanyak 28.00 100. berada pada kategori baik.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. dengan rata-rata 4. 28. 44. 42.00 Berdasarkan tabel di atas.94 Berdasarkan tabel di atas.98% menyatakan kurang setuju.00. dengan rata-rata 4.

79 23.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3. berada pada kategori baik.79 26. 50. % sangat tidak setuju.02. yakni sebanyak 25.00 .00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi. Tabel 4.00 0.22 50.00 100. dengan ratarata 4.79% menyatakan setuju.00 0.95 Tabel 4.81 0.95 Prosentase 22.98 0.02 Prosentase 25.81% menyatakan kurang setuju.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.40 50. 23.40% menyatakan sangat setuju.

berada pada kategori baik . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. 25.00 0.92 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. 26.95.22% menyatakan sangat setuju.79% menyatakan setuju.40 0.98% menyatakan kurang setuju.68 25. berada pada kategori baik. 50. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.92% menyatakan sangat setuju.40% menyatakan kurang setuju. Tabel 4. yakni sebanyak 22.96 Berdasarkan tabel di atas.00 100. dengan rata-rata 4.68% menyatakan setuju.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4. 39.10.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. yakni sebanyak 34.10 Prosentase 34..

16 41. 31.00 100. yakni sebanyak 31. dengan rata-rata 4.75 0.75% menyatakan sangat setuju.00.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.00 100.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4. 36.00 0.75 36. berada pada kategori baik Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 .51% menyatakan setuju.97 Tabel 4.75% menyatakan kurang setuju.51 31.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.57 0.00 Prosentase 31.00 0.02 Prosentase 30.27 28.

yakni sebanyak 22.02. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.00 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan kurang setuju.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.00 100. yakni sebanyak 30. dengan rata-rata 4. 44.89 Prosentase 22.22% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. dengan rata-rata 3. 41. 33. berada pada kategori bai Tabel 4. .98 Berdasarkan tabel di atas. 28.33 0. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.00 0.89.44 33. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.16% menyatakan sangat setuju.22 44.44% menyatakan setuju.27% menyatakan setuju.33% menyatakan kurang setuju.

00 .00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.03 25. berada pada kategori baik. Tabel 4.21% menyatakan setuju.94.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.22% menyatakan sangat setuju.03 Prosentase 28.57 46.00 0.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.40 0.57% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 22.00 Jumlah 63 248 100.94 Berdasarkan tabel di atas.22 Setuju 4 31 124 49. 28.00 100.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin. 49.99 Tabel 4.

98 39.68 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru. yakni .40% menyatakan kurang setuju.94 26.100 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 4.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua. 46.03% menyatakan setuju.03 .3. 25.14 Prosentase 7. berada pada kategori baik 4.17 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3.22 3.

26. yakni sebanyak 6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. 3. 15.87% menyatakan tidak setuju. 26. 3.98% menyatakan setuju.98% menyatakan setuju.101 sebanyak 7.00 Berdasarkan tabel di atas.94% menyatakan sangat setuju.17% sangat tidak setuju.35 26. berada pada kategori cukup baik.17 100. 22.17 Prosentase 6.62% menyatakan kurang setuju.17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. dengan ratarata 3.98 47.68% menyatakan kurang setuju.17% sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. 47. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.62 15. 39.22% menyatakan tidak setuju.14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. .35% menyatakan sangat setuju.87 3.

berada pada kategori cukup baik Tabel 4. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.94 Setuju 4 13 52 20.00 100.73 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.25 Berdasarkan tabel di atas.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.32 Prosentase 9.25. yakni sebanyak 20.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.52 22.22 58. 60. dengan rata-rata 3.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.94% menyatakan sangat setuju.102 Tabel 4.00 . 11.11% menyatakan tidak setuju.52 0.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.32% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 205 100.63% menyatakan setuju.63 Kurang Setuju 3 38 114 60. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.94 26.73% menyatakan kurang setuju. 12.70% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.52% menyatakan sangat setuju.30 Prosentase 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.22% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik . yakni sebanyak 9. dengan rata-rata 3.103 Berdasarkan tabel di atas. 26. 22.00 100.30. 9.38 12. dengan rata-rata 3.70 0.38% menyatakan kurang setuju.98 52. 52. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.32. 58.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.52% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 7.94% menyatakan sangat setuju.

00 Jumlah 63 205 100.76 Setuju 4 19 76 30.70 7.76% menyatakan sangat setuju.52 30.21 Prosentase 9.104 Tabel 4.68 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.25 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.29% menyatakan tidak setuju.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4. 50.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik.00 .00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 4. 30.16 39.79% menyatakan kurang setuju.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.16% menyatakan setuju.94 100.16 Kurang Setuju 3 32 96 50. 14.25. dengan rata-rata 3.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.

76% sangat tidak setuju.29% menyatakan sangat setuju.98% menyatakan setuju. 4.00 Rata-Rata Skor 3.11% menyatakan tidak setuju.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. yakni sebanyak 14.35 Berdasarkan tabel di atas.86 Tidak Setuju 2 7 14 11. 7.86% menyatakan kurang setuju.94% sangat tidak setuju.105 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.76 Jumlah 63 211 100. 26. berada pada kategori cukup baik.68% menyatakan kurang setuju. 39. menyatakan setuju.35. yakni sebanyak 9.52% menyatakan sangat setuju. . dengan rata-rata 3. rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.21. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. 42. 11.29 Setuju 4 17 68 26. menyatakan tidak setuju.16% 12.70% karier.

63.49 14 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya. yakni sebanyak 7. berada pada kategori cukup baik. 11.11 5 7.52% menyatakan setuju.00 2.106 Tabel 4.94 100.11% menyatakan tidak setuju. Tabel 4. 7.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.98.94 188 100. dengan rata-rata 2.52 7.49% menyatakan kurang setuju.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.52 31.75 41. 9.52 120 63. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.94 % menyatakan sangat setuju.94% sangat tidak setuju.00 .98 atas.27 9.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.25 Prosentase 9.

11 7. 41. 9.21 Prosentase 9.52% setuju.21.94% sangat tidak setuju.27% menyatakan kurang setuju. . sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9.107 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. 31.25.86 11.52 28.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. dengan rata-rata 3. 7.75% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.57 42. 7. dengan rata-rata 3.86% membuat saya nyaman dalam bekerja.57% menyatakan menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan.94% sangat tidak setuju.94 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9. 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan.52% menyatakan sangat setuju.11% menyatakan tidak setuju.52% menyatakan tidak setuju. menyatakan sangat setuju. 11. 42. berada pada kategori cukup baik.

.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3.22% menyatakan setuju. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.29% menyatakan sangat setuju.76 100.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja.22 47. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.62 11.62% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 14.76% sangat tidak setuju. 4. 11.11 4.30 Prosentase 14.30. berada pada kategori cukup baik.11% menyatakan tidak setuju. 47.29 22. dengan rata-rata 3. 22.

38 12.11% menyatakan sangat setuju. 47.05 52.38 Prosentase 15.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.00 100.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. 28. .00 Berdasarkan tabel di atas. menyatakan tidak setuju.87 19. dengan rata-rata 3.38.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.11 Setuju 4 18 72 28. Tabel 4.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.70 0.62% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 11.62 Tidak Setuju 2 8 16 12.109 Tabel 4.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.57% 12.00 Jumlah 63 213 100.70% menyatakan setuju.38 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.

% sangat tidak setuju. 12. 52.40 Prosentase 14. 23.21% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.38.00 100.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3.110 yakni sebanyak 15. 4.29 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. dengan rata-rata 3. 12.70 0.81% menyatakan setuju.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua .21 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.38% menyatakan kurang setuju. Tabel 4. dengan rata-rata 3.40.05% menyatakan setuju. 19.70% menyatakan tidak setuju. 49. yakni sebanyak 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.70% menyatakan tidak setuju.3.87% menyatakan sangat setuju.29% menyatakan sangat setuju.81 49.

46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Jumlah 63 208 100. yakni sebanyak 9.52 Setuju 4 18 72 28.21 Prosentase 11.44% menyatakan kurang setuju.30 Berdasarkan tabel di atas. . 17.52% menyatakan sangat setuju. Tabel 4. 28. 44.57 Kurang Setuju 3 28 84 44. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. berada pada kategori cukup baik.111 Tabel 4.81 39.00 100.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40 0.68 25.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3.11 23.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.00 Rata-Rata Skor 3.00 .46% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.57% menyatakan setuju.

75% setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.00 Jumlah 63 204 100.24.75 Kurang Setuju 3 20 60 31. 31.68% menyatakan menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.24 Berdasarkan tabel di atas.11% setuju. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9.40% menyatakan tidak setuju. 39. 25.52% menyatakan sangat setuju. 26. dengan rata-rata 3.112 Berdasarkan tabel di atas.75 Tidak Setuju 2 17 34 26. 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.21. Tabel 4.52 Setuju 4 20 80 31.81% yakni sebanyak 11. menyatakan sangat setuju.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. dengan ratarata 3.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik . berada pada kategori cukup baik. 23.98% menyatakan menyatakan tidak setuju.75% menyatakan kurang setuju.

15.00 .50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.00 Berdasarkan tabel di atas.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3. dengan rata-rata 3.81 47.51% setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.17 100.27 15.33 Prosentase 6.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.35 36.35 23. 41.05 3.35% menyatakan sangat setuju.11 Prosentase 6. 36.33.51 41.00 100. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.62 19.113 Tabel 4.27% menyatakan kurang setuju. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.87 0.

68% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. 19. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.81% setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.46% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 6. 3.17% sangat tidak setuju.51% menyatakan setuju.11. 47. 36.62% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.68 17. 39.05% menyatakan menyatakan tidak setuju.51 39.46 0.32.35% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.35% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.32 Prosentase 6. 23.00 100.114 Berdasarkan tabel di atas. . yakni sebanyak 6.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. 3. 17.35 36.

22.17 33.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.33 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.22 0. 36. yakni sebanyak 4. dengan rata-rata 3.51% menyatakan setuju.81% menyatakan tidak .52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.76 36.22 Prosentase 4.17 Prosentase 3. berada pada kategori cukup baik.00 23.00 100.81 0.27 22.92% menyatakan kurang setuju. setuju.00 100.115 Tabel 4.76% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.92 23. 34.00 Berdasarkan tabel di atas.51 34. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.

. % sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.16.27% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. 30.16 Prosentase 3. 20.33% menyatakan setuju.17% menyatakan sangat setuju.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. 33.63 0.63% menyatakan tidak setuju.03% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 3.16 46.22% menyatakan tidak setuju.17 30.00 Berdasarkan tabel di atas.17. 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.17% menyatakan sangat setuju.116 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. dengan rata-rata 3.03 20.16% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. 22.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3. berada pada kategori cukup baik. 46. yakni sebanyak 3. berada pada kategori cukup baik.

62 20. 47.68 23. 20. 28.63% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.76 31.117 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.00 . yakni sebanyak 3. dengan rata-rata 3.62% menyatakan kurang setuju.63 0.17 Prosentase 4.57 47.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.14 Prosentase 3.17 28.57% menyatakan setuju.75 39. Tabel 4.00 100. berada pada kategori cukup baik.00 100.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3.81 0.00 Berdasarkan tabel di atas.14.17% menyatakan sangat setuju.

berada pada kategori cukup baik.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.76% setuju.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4.51% setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4.08. 31. 36. .59% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 194 100.51 Kurang Setuju 3 19 57 30. dengan rata-rata 3.16% menyatakan kurang setuju. 23. 30.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.17. rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. 39. 31.08 Berdasarkan tabel di atas.81% menyatakan tidak setuju.118 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. menyatakan sangat setuju.75% menyatakan menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.59 Setuju 4 23 92 36.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.16 Tidak Setuju 2 20 40 31. yakni sebanyak 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.

30.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak 1.119 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.16% menyatakan setuju.59 Setuju 4 21 84 33.59 Setuju 4 19 76 30.98% menyatakan tidak setuju.00 Jumlah 63 193 100.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.06.11 . berada pada kategori cukup baik Tabel 4.59% menyatakan sangat setuju. 26.06 Berdasarkan tabel di atas.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.00 Rata-Rata Skor 3.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah. 41.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.27% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 196 100.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.

33.68% menyatakan kurang setuju. 39.59% menyatakan sangat setuju.59 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. .57 0.33 28. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.40% menyatakan tidak setuju. 33. yakni sebanyak 1.51% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.57% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.59% menyatakan sangat setuju.33% menyatakan setuju.11. 36. Tabel 4.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3.11 Prosentase 1.11.51 33. berada pada kategori cukup baik.120 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 1. dengan ratarata 3. 25.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.33% menyatakan kurang setuju.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.00 Rata-Rata Skor 3.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4. Tabel 4.24.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.81% menyatakan setuju.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Jumlah 63 204 100.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 52.94% menyatakan sangat setuju.24 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.94 Setuju 4 15 60 23. yakni sebanyak 7.24 Berdasarkan tabel di atas.38% menyatakan kurang setuju.52 Setuju 4 13 52 20.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 15.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 23. berada pada kategori cukup baik.121 4.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.87% menyatakan tidak setuju.00 Jumlah 63 204 100.3.

87% menyatakan tidak setuju.24. 15.97% menyatakan kurang setuju.38% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.94% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 7.122 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.81 52. .00 Berdasarkan tabel di atas.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3. 52.38 15.24. berada pada kategori cukup baik. 20.87% menyatakan tidak setuju.81% menyatakan setuju. 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.24 Prosentase 7. 53. dengan rata-rata 3.52% menyatakan sangat setuju.63% menyatakan setuju. 15. dengan rata-rata 3.00 100.87 0.94 23. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.

11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. silabus.123 Tabel 4.97 Tidak Setuju 2 7 14 11.38% menyatakan kurang setuju. silabus. yakni sebanyak 9. 12. 52.32 Berdasarkan tabel di atas. silabus. RPP dll. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.38 .63 Kurang Setuju 3 34 102 53. RPP dll. RPP dll.52% menyatakan sangat setuju.40 Kurang Setuju 3 33 99 52.00 Rata-Rata Skor 3.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4. % sangat tidak setuju. 25.70% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.00 Jumlah 63 213 100.32. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.00 Jumlah 63 209 100.29 Setuju 4 13 52 20. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.52 Setuju 4 16 64 25.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.40% menyatakan setuju.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.22% menyatakan setuju.97% menyatakan kurang setuju.38. yakni sebanyak 15. rata-rata 3.00 100. berada pada kategori baik.21 12.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3.21% dengan menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. yakni sebanyak 14.63% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.22 49. 49.70% menyatakan tidak setuju.124 Berdasarkan tabel di atas.41 Prosentase 15.41. 12. dengan rata-rata 3.29% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. . 22. 53.70 0.11% menyatakan tidak setuju.87 22. Tabel 4. 20.87% menyatakan sangat setuju. 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.

00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya. berada pada kategori cukup baik.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.63 0.68 20.00 . Tabel 4.27.57 49.94 28.63% menyatakan tidak setuju.68% menyatakan kurang setuju.75 39.21 14.30 Prosentase 7.27 Prosentase 7.00 100. 20.75% menyatakan setuju. yakni sebanyak 7. 39.00 Berdasarkan tabel di atas.94 31.94% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.29 0.125 Tabel 4. 31.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.

69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 14.94% menyatakan sangat setuju.29 Berdasarkan tabel di atas.30.70% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 7.57% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.29.29% 49. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media .94 Setuju 4 16 64 25.40 Kurang Setuju 3 34 102 53. 7. 28. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.40% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.126 Berdasarkan tabel di atas.94% menyatakan sangat setuju. 12.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.97 Tidak Setuju 2 8 16 12.97% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.21% menyatakan tidak setuju. 53. 25. yakni sebanyak menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 207 100.

94 Setuju 4 18 72 28.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. berada pada kategori cukup baik.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.56 Tidak Setuju 2 7 14 11. dengan rata-rata 3. 47. Tabel 4.29 Berdasarkan tabel di atas. 28.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.87% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.52 Setuju 4 15 60 23.62% menyatakan kurang setuju.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 209 100.00 Jumlah 63 207 100.94% menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. Tabel 4.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.32 . 15.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.29.57% menyatakan setuju.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.

72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3.32.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.33. 23.11% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. 55. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 11. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 9. 11.56% menyatakan kurang setuju.128 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.97 11.40 53.81% menyatakan setuju. Tabel 4. yakni sebanyak 9.00 Berdasarkan tabel di atas. .40% menyatakan setuju.97% menyatakan kurang setuju.11 0.33 Prosentase 9.00 100.52 25. 53.52% menyatakan sangat setuju. 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah. dengan rata-rata 3.63% menyatakan setuju.00 100.63 52.00 Berdasarkan tabel di atas. 52.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 12. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.29% menyatakan tidak setuju. .32 Prosentase 12.70 20. 14.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.38 14.70% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.29 0. 20.38% menyatakan kurang setuju.32.

94 Setuju 4 17 68 26.24. 26.98% menyatakan setuju.03% menyatakan kurang setuju.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.14 12. yakni sebanyak 7.70 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 204 100.130 Tabel 4.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3. 46.81 57.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.03 Tidak Setuju 2 12 24 19.98 Kurang Setuju 3 29 87 46. 19.05% menyatakan tidak setuju.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.24 Prosentase 6.00 100.24 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.35 23.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.

70% menyatakan tidak setuju. . berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. 12. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.79% menyatakan kurang setuju.35% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.35 Prosentase 11.79 12. yakni sebanyak 11.40% menyatakan setuju.14% menyatakan kurang setuju.35.131 Berdasarkan tabel di atas.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. 50. 25.00 100.70 0. 12.11% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. yakni sebanyak 6. 23. 57. Tabel 4.70% menyatakan tidak setuju.40 50.11 25.

43 Prosentase 19.98 50.79 11.94 0.11 26.70 60. dengan rata-rata 3. 60.70% menyatakan setuju.38 Prosentase 11.132 Tabel 4.00 .32% menyatakan kurang setuju.43.05% menyatakan sangat setuju.00 100. yakni sebanyak 19.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.32 7.00 100. Tabel 4.11 0. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.05 12.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3. 7. 12.94% menyatakan tidak setuju.

87 53.70 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.97% menyatakan kurang setuju. . 11. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 17.00 Berdasarkan tabel di atas.87% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.38. dengan rata-rata 3.11% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.97 12.46% menyatakan sangat setuju.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3.70% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan setuju. 12.00 100. dengan rata-rata 3.79% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. 53. 15. yakni sebanyak 11. Tabel 4.133 Berdasarkan tabel di atas.38 Prosentase 17.46 15.38.11% menyatakan tidak setuju. 26. 50.

134 Tabel 4.46 0.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas. 22.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.18 3.22% menyatakan setuju.00 100.94 3. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.29 22.22 46. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.03 17.Rata 3.46% menyatakan tidak setuju.33. yakni sebanyak 14.31 .81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .29% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.33 Prosentase 14.3. 17. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. 46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.26 3. 4.03% menyatakan kurang setuju.

31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .6 – 3.2 – 5. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.0 – 1. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.4 – 4. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.0 3.94 3.26 3.18 3.1 2.3 1.5 1.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.8 – 2.

motivasi kerja. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah.3. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.6. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel).3. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI).136 4. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi .

000 .000 1 .01 level (2-tailed).546 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig. . Error 1.000 ** ** **.982 2.723 .3.351 Disiplin kerja (X3) .723 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.766 .074 Standardized Coefficients Beta . a.015 Kepemimpinan kepala .518 1 (Constant) Sig. Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .828 .000 . Correlation is significant at the 0.000 1 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.120 .920 2.505 .000 1 ** ** .564 .710 .505 .000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** . Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.692 .000 .000 .000 . (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .479 3.000 .186 a.005 . koefisien jalur dari motivasi .278 .6.438 .399 5.438 .564 .546.828 .116 .184 t .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.000 .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4. (2-tailed) Pearson Correlation Sig.137 antar variabel. Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.766 .

Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1). Disiplin Kerja (X3).757 Std. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu). Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.278. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0.481 .546 X1 + 0. Predictors: (Constant). Error of the Estimate 5.motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .184 X3 + 0.278 X2 + 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0.769 a. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.769. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat.184.877 .60296 1 .

546 0. di atas.184 . Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4. dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah .481 Y Gambar 4.278 0.1.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.

9% 23.546 x 0.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.0% 4.4%) .x3 .546 = 0.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. rx1.298 (29.278 0. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = . = 0.6% 2.1% 4. Pyx2 = 0.546 0.184 Pengaruh Langsung 29.7% 3.3. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.6.546 x 0.88 Pengaruh X1.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .4% 11% 11.438 x 0.044 .4% 76. rx1.546 x 0.2% 21. = 0.4% 2.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.723 x 0.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .8% 7.x2 .6% Total 45.3% 10.184 = 0.278 = 0.

4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru .4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.8%.6.077 (7.4% = 45.278 x 0.278 x 0.184 = 0. rx1. = 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .505 x 0.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.546 = 0.x2.278 = 0. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.8% + 11.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.6%) .026 (2.x3 . rx2. 4. Pyx1 = 0.723 x 0.278 x 0. = 0.0% + 4.2%.3.

6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.6% = 21.184x 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .3. rx2. = 0.6%.438 x 0. 4.278= 0.184 x 0. = 0.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .044 (4. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.6.026 (2. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .7%.7% + 11. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.0% + 2.184 x 0.x3 .0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.x3. = 0.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .184 = 0.505 x 0.546 = 0.3%.034 (3.4%. rx1.

3% 10.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.7% 3.6.3.184 29.6% 4.5% 7.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .2% 21.2%. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.8% 7.546 0.4% 45. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4% 76.4% 13.0% Total Pengaruh 0.278 0.

4 – 4.9%. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai.3. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. sedangkan sisanya sebesar 23. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1).3.7 Pembahasan 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76.94 (tabel 4.1% dipengaruhi oleh faktor lain. 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3.7.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya .4%.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik.

6 – 3.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).6 – 3.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3. manajer. administrator. inovator dan motivator. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. 4.18 (tabel 4.7. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. 4.7. supervisor.145 sebagai edukator. leader. . Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.3. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.26 (tabel 4.

diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y). mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4.mengevaluasi siswa. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. mengajar.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.7.3. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran.7. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . motivasi kerja dan disiplin kerja. melatih. guru harus selalu berusaha tepat waktu.6 – 3.3. Untuk meningkatkan kinerjanya. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. mengarahkan.31 (tabel 4.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. menilai dan .146 4. membimbing.

pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.044 atau 4.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Administrator. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah. Manajer.2% termasuk cukup signifikan.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.4%. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Supervisor.2%.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.298 atau 29.452 atau 45. Leader. . Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.4%. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.

7. 4.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.044 atau 4. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.110 atau 11%.4% termasuk cukup tinggi.6%. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.026 atau 2.7.034 atau 3.077 atau 7.3.3.026 atau 2.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.148 4.6% sebagaimana pendapat Gordon W. Pegawai dengan atau .7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. 2.104 10.

Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21.3. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76.9 %. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45.4 %. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi.7. . Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 4.3 %. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). 2.2 %.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1. 4. 3.

5. leader. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. supervisor. 3. membimbing. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. 2. 4. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. mengarahkan. manajer. melatih. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. menilai. mengajar. administrator. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar .

Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. 2. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. Berdasarkan pengolahan data. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. 5. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. 7. 8. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. maka : 1. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan.151 6.

5.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. Berdasarkan pengolahan data. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. Sistem . Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. 3. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. 6. 7. 4. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki.

Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ. .

Cianjur: CV Dinamika Karya.B. Istijanto. Fathoni Abdurrahmat. Balkin dan R. Mulyasa. E. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Newstrom. Yogyakarta: Graha Ilmu. Yogyakarta: ANDI.L. (2003). Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Umar. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. . Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (1997). Fred. (2005). Kepemimpinan & Efektivitas Davis. (2006). Arikunto Suharsimi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. A Tabrani R. USA: Prentice Hall. (2006). N. Mulyasa. Mangkunegara. Menjadi Guru Profesional. Riset Sumber Daya Manusia. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. (2001) Manajing Human Resources. Gomez Meija. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Manajemen Sumber Daya Manusia. (2004). Jakarta: PT Raja Grapindo. Keith dan John W. (1995). (2004). Kepemimpinan dalam Manajemen. Perilaku dalam Organisasi. E. Jakarta: PT Rineka Cipta. Miftah Toha. (2009). Yogyakarta : Gajah Mada University Press. ( 2004). Anwar Prabu. Manajemen Sumber Daya Manusia. (2009). Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Sudarwan. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Riset Sumber Daya Manusia. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. D. Danim.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. (2005). Husen. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Rineka Cipta. Fred. (Terjemahan Agus Darma). (2000). (2007). Jakarta : PT Rineka Cipta. Motivasi Kelompok. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Cardy. Luthan.

Bedjo. Jakarta : CV Eko Jaya. Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Kepemimpinan dalam Organisasi. Metode Penelitian Administrasi. Jakarta: PT Yudeks. Supranto J. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. (2002). Sedarmayanti. Bandung : PT Gelora Aksara. Wahjosumijo. Statistik Teori dan Aplikasi. Sugiyono. Peraturan Pemerintah RI. (2005). Rahman at all. Rivai. Sondang P. Bandung: Sinar Baru. (2004).155 Nawawi. (2002). Manajemen Tenaga Kerja. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Veithzal. (2000). Hadari. (2005). (2007). Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Timple. Bandung: STIE Pasundan. (2009). New Jersey: Prentice Hall International. Manajemen Sumber Daya Manusia. Metode Statistika. (2005). (2005). (2005). Bandung: CV Tarsito Sukardi. (2001). Robbin Stephen P. Dale A. 2005. (2006). Sidik Priadana. Jatinangor: Alqaprint. Sujana. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Manajemen Kinerja. Siagian. (2007). Bandung: CV Mandar Maju. Organizational Behavior. Yulk Garry. . Bandung : Alfabeta. Jakarta: Rineka Jaya. (2003). bandung : CV Tarsito. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Siswanto. (2001). (2000). Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Sujana.

Bandung.ac. ums.id/6864/. http//etd.156 Winardi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. Depdiknas. Pemotivasian dalam Manajemen.eprins. Rizal Aminudin. Citra Umbara. (2001).etd. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. Sistem Pendidikan Nasional.ums. Bandung. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. Tentang Guru dan Dosen. Citra Umbara. http.ac. 2008. Depdiknas.eprins. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. J. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada.id/6816/. . 2005. Hernowo Narmodo.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.