P. 1
difusi dan inovasi

difusi dan inovasi

|Views: 13,263|Likes:
Published by sastro
tentang inovasi dan difusi yang dapat diapakai sebagai referensi untuk yang pengin download silahkan hubungi spawiro@gmail.com
tentang inovasi dan difusi yang dapat diapakai sebagai referensi untuk yang pengin download silahkan hubungi spawiro@gmail.com

More info:

Published by: sastro on Sep 27, 2009
Copyright:Public Domain
List Price: $5.00 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/15/2013

$5.00

USD

DIFUSI DAN INOVASI (CATATAN KECIL

)

OLEH : WIDIYANTO 2009

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ......................................................................................................................................... 2 KATA PENGANTAR .......................................................................................................................... 3 HALAMAN INI DIBIARKAN KOSONG ......................................................................................... 4 HALAMAN INI DIBIARKAN KOSONG ......................................................................................... 5 1. Sejarah Riset Difusi ...................................................................................................................... 6

2. Pengembangan Inovasi ................................................................................................................. 9 3. Proses Keputusan Inovasi ...........................................................................................................11 4. Karakteristik (Atribut) Inovasi dan Kecepatan Adopsi Inovasi ...............................................14

5. Teori yang Mendukung Inovasi..................................................................................................17 6. Kepemimpinan dalam Inovasi ....................................................................................................24 7. Proses dan Teori dalam Difusi Inovasi ......................................................................................27 8. Agen Perubahan dan Perannya dalam Difusi Inovasi ...............................................................29 9. Inovasi dalam Organisasi ............................................................................................................31 Referensi ......................................................................................................................................33

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum w.w Kepada seluruh pembaca , buku ini merupakan kumpulan hasil tugas yang kemudian disusun untuk menjadi draft buku yang mungkin dapat dijadikan sebagai referensi dalam tulisan yang menyangkut tentang difusi dan inovasi. Untuk itu sebelum buku ini benar – benar jadi maka silahkan kalau mau menggunakan atau download. Tentunya jika anda memiliki kepedulian silahkan berikan saran dan jika mungkin bahan tambahan melalui email spawiro@gmail.com Atas perhatiannya diucapkan banyak terima kasih

HALAMAN INI DIBIARKAN KOSONG .

HALAMAN INI DIBIARKAN KOSONG .

. atau dalam hal ini menerima sesuatu hal yang baru. Riset tentang difusi dimulai dari adanya pemahaman bahwa tidak semua masyarakat mau melakukan perubahan. Luecke and Katz (2003). Miskin kepemimpinan 2. or synthesis of knowledge in original. or services “ Difusi merupakan bagian dari komunikasi dimana pengkajian difusi adalah telaah tentang pesan – pesan yang berupa ide – ide baru. misi. apalagi jika perubahan yang akan dilakukan belum memberikan suatu jaminan akan lebih baik dari apa yang sudah dilakukannya.. p. Sejarah Riset Difusi Difusi merupakan proses dimana inovasi tersebar kepada anggota suatu sistem sosial. sedangkan pengkajian komunikasi meliputi telaah pada seluruh pesan.1. processes. Miskin Sumber Daya 5. relevant. ambil saja contoh tentang inovasi kegagalan memprogramkan air masak yang ada di Brasil. 2) berpendapat" Innovation is the embodiment. pada umumnya orang akan merasa berat untuk meninggalkan kebiasaan. Inovasi adalah pembaruan. Miskin partisipasi dalam team. valued new products. Sejarah Riset Difusi 1. Haryono (2008. monitoring . Dalam adanya perubahan pada masyarakat tidak semuanya bisa diterima begitu saja oleh masyarakat. visi. atau sering diterjemahkan sebaga pembaruan sesuatu yang baru atau metode.(. dan gagal tindakan mencapai tujuan. seringkali pelaksanaan inovasi mengalami kegagalan dan tidak dapat diterima oleh masyarakat. combination. komunikasi dan miskin informasi. Hal ini dikarenakan adanya kegagalan dalam masyarakat sendiri yang dalam kuliah Prof.10 oktober) mengatakan sumber – sumber kegagalan inovasi antara lain : Sumber kegagalan inovasi : 1. Miskin komunikasi 4. Miskin Pengetahuan tentang manajemen Penyebab kegagalan lain apabila organisasi gagal mendefinisikan tujuan. Miskin Organisasi 3.

yang tentu saja bertentangan dengan adanya invensi – paralel . yaitu menerima atau menolak ide – ide baru daripada hanya sekadar perubahan dalam pengetahuan dan sikap saja. Proses pengambilan keputusan b. Pendidikan e. Ada dua aliran difusionis dalam anthropologi . Anthropologi b. Beberapa ahli diffusi mengakui bahwa setiap inovasi menyebar dari satu sumber. Dalam proses difusi waktu diperhitungkan dalam hal : a. Sosiologi Pedesaan d. Keinovasian. Tradisi Lainnya Seringkali dalam riset terjadi perdebatan tentang kepentingan terutama dalam lapangan anthropologi antara difusi dan inovasi. Ada 7 besar dalam riset difusi yaitu : a. akar tradisi ini berasal dari riset awal ( tahun1920 dan 1950an) oleh Mort dkk . Komunikasi g. Pengetahuan dan sikap sebagai hasil difusi terutama dianggap sebagai langkah perantara dalam proses pengambilan keputusan oleh seseorang yang akhirnya membawa pada perubahan tingkah laku. Marketing h. Kecepatan pengadopsian suatu inovasi.Dalam riset difusi biasanya lebih menekankan pada terjadinya perubahan tingkah laku yang tampak. dan dibawah pimpinan Paul Mort. Sosiologi Medis f. Sekarang ini kedua duanya tidak punya banyak pengikut karena pandangan mereka yang ekstrim bahwa setiap perubahan hanya dapat dijelaskan dengan difusi saja. dan c. aliran Jerman – Australia dan aliran Inggris. Dalam sejarah tentang riset difusi Pendidikan yang pertama kali dilaukan pada satu lembaga yaitu Pendidikan Tinggi Guru Universitas Columbia. Sosiologi Pemula c. dimana secara lebih lanjut diterangkan bahwa Diffusionisme adalah alitan dalam anthropologi yang menetangkan bahwa perubahan masyarakat adalah akibat pengenalan ide baru dari masyarkat lainnya.

agar dapat mengefektifkan tugas setiap sekolah”. Keputusan – keputusan inovasi (dalam dunia pendidikan) lebih banyak yang otoritas atau kolektif dari pada yang opsional. . metode diskusi dan ceramah. atau kemampuan untuk memenuhi kebutuhan baru dengan menggunakan tujuan – tujuan dan cara – cara baru harus ada. (3) perubahan pendidikan di negara – negara sedang berkembang. Kelemahan – kelemahan tradisi pendidikan ialah bahwa para peneliti mengabaikan (1) pertimbangan saluran komunikasi. Riset difusi pendidikan lainnya adalah Rogers dkk (1968) di Thailand tentang pengadopsian ide – ide baru pendidikan. Kelemahan Konseptual ini perlu diatasi dalam studi difusi pendidikan pada masa yang akan datang. kemampuan penyesuaian. (2) bagaimana struktur sosial itu bertindak sebagai perintang atau penunjang difusi. (2) difusi – inovasi dalam sekolah dan antar sekolah. tidak terbatas pada administrator. Penelitian Carlson (1965) tentang pengkomunikasian matematika modern diantara kepala – kepala sekolah di Pensilvania dan Virginia Barat. Salah satu aspek yang membedakan difusi pendidikan dengan difusi lainnya adalah difusi itu sering terjadi dalam struktur brokrasi. Mort dan Cornell (1938) menyatakan “ untuk menjalankan sekolah sekarang dengan pemahamanpemahaman yang dipakai setengah abad yang lalu adalah merupakan pemborosan dana dan waktu sekolah.tentang pengawasan lokal terhadap keputusan – keputusan keuangan sekolah. dan terhadap apakah pengawasan lokal mempengaruhi keinovatifan sekolah. misalnya penggunaan test obyektif. Penelitian semenjak mort dan penelitian difusi pendidikan saat ini mulai bergeser dimana sekarang lebih menekankan pada : (1) guru – guru sebagai responden.

Menghasilkan pasar baru 3. Recognizing a Problem or Need (Pengenalan masalah atau kebutuhan) Proses pengembangan inovasi dimulai dengan mengenali masalah atau kebutuhan. Trialabilitas e.2. Meningkatkan proses produksi mereduksi ongkos 4. 2. yang mana akan merangsang riset dan pengembangan untuk memecahkan masalah atau kebutuhan tersebut. Tahap pengenalan terjadi ketika seseorang dihadapkan pada adanya inovasi dan memperoleh beberapa pengetahuan tentang bagaimana inovasi itu berfungsi. Konfirmasi proses Tahapan dalam pengembangan inovasi 1. Keuntungan relatif b. Kompleksitas d. beberapa contoh tentag riset yang memperoleh hak paten adalah : Upjohns berhasil menemukan obat untuk menurunkan tekanan darah Professor Eric Von Hipple (1988) yang selalu menghasilkan inovasi Von Hipple (1988) mengarahkan pengguna 3. Basic and Applied Research (Dasar dan Riset Terapan) Sebuah penemuan merupakan hasil yang berurutan dari (1) basic research followed by (2) applied research leading to (3) development. Dari hasil riset – riset tentang Inovasi ada lima sifat dalam inovasi yaitu : a.Pengembangan Inovasi 2. Mengurangi limbah. Di sisi lain masalah atau kebutuhan akan muncul dalam agenda masalah sosial. Development (Pengembangan) Pengembangan sebuah inovasi adalah proses menempatkan ide baru dalam sebuah bentuk yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan khalayak umum yang memiliki potensi . Pengembangan Inovasi Tujuan inovasi : 1. mengubah jasa 5. Kompatibilitas c. Observabilitas Pengukuran sebuah riset didasarkan atas pematenan suatu hasil riset yang mana akan dilindungi secara hukum oleh pemerintah. Memperbaiki/mengembangkan kualitas 2.

5. pembuatan. dalam proses ini setiap tahapan proses pengembangan teknologi disebut sebagai proses komersialisasi. pengepakan. semua merupakan paket hasil dari bentuk yang siap untuk di adopsi oleh pengguna. Use c. Salah satu keputusan kritis untuk menyebarkan inovasi dalam proses pengembangan adalah menentukan sasaran yang tepat pada pengadopsi. Commercialization 4. Oleh karena itu dalam difusi inovasi diperlukan kontrol yang tepat . Diffusion and Adoption (Difusi dan Adopsi) Gate keeping adalah pengendalian aliran pesan melalui saluran komunikasi. pemasaran. dan distribusi produk yang membentuk sebuah inovasi. Commerzialization (Komersialisasi) Inovasi seringkali merupakan hasil dari kegiatan riset. Sebab sejumlah hasil riset biasanya dikerjakan oleh perusahaan swasta. Dengan kata lain Komersialisasi adalah produksi. Knowledge b. Hal ini merupakan konversi dari ide riset menuju pada produk maupun jasa untuk dijual ke pasar. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pengembangan The Role of uncertainity The Social Construction of Technology Skunkworks Technology Transfer Ada 3 tingkatan dalam transfer teknologi : a.untuk mengadopsi.

Pengenalan Dalam proses pengenalan seringkali kita dihadapkan pada penentuan manakah yang lebih dulu muncul antara Kebutuhan dan Pengetahuan. ada lima tahap yaitu : 1. Proses penerimaan sering disebut sebagai proses adopsi dimana proses adopsi menurut komisi ahli sosiologi pada tahun 1955. lebih jauh dia mengatakan bahwa seseorang tidak akan menerima pesan – pesan inovasi pada saat mereka belum memiliki kebutuhan. . tetapi adanya inovasi akan memunculkan kebutuhan – kebutuhan baru.Proses Keputusan Inovasi 3. Tahap percobaan (trial stage) 5. Menurut Hesinger pengetahuan itu dicari jika sesuai dengan minat dan kebutuhan. Tahap penerimaan (adoption stage) Model keputusan inovasi terdiri dari 4 fungsi/tahap. Hal ini dikarenakan boleh jadi kebutuhan inovasi lebih dulu muncul. Dan ini merupakan masalah dikarenakan keinginan dan kenyataan tidak ketemu. Untuk menjawab pertanyaan tentang lebih dulu mana antara kebutuhan dan pengetahuan tidak ada jawaban yang pasti. Tahap kesadaran (awareness) 2. sejak seseorang mengetahui adanya inovasi sampai mengambil keputusan untuk menerima atau menolaknya dan kemudian mengukuhkan keputusan itu. yaitu: a. Tahap menaruh minat (interest) 3. Proses Keputusan Inovasi Proses pengambilan keputusan inovasi adalah proses mental.3. Tahap evaluasi (evaluation) 4. Kebutuhan baru terwujud pada saat orang memiliki ketidak puasan atau frustasi terhadap apa yang terjadi. kecenderungan ini disebut “selective exposure” Hessinger (1959). seperti menjawab lebih dulu mana antara telur dan ayam.

dan 2. jika sikap menolak maka keputusan yang diambil adalah menolak inovasi.b. Dalam konfirmasi yang melakukan perubahan tingkah laku manusia dikarenakan adanya ketidak seimbangan internal. Dalam tahapan persuasi ada dua tingkatan yaitu : 1. Persuasi Tahap persuasi seseorang lebih terlibat secara psikologis. Sebagai ujud dari penerimaan atau penolakan maka hal ini dapat dilihat apakah seseorang akan melakukan inovasi atau membiarkan inovasi tersebut berlalu. sikap khusus terhadap inovasi. Konfirmasi Bukti – bukti empiris yang diperoleh para peneliti menunjukkan bahwa keputusan untuk menerima atau menolak sebuah inovasi bukan merupakan terminal dalam proses keputusan inovasi. Tetapi pada tahap konfirmasi mereka melakukan perubahan keputusan . Keputusan Dalam tahap ini merupakan kelanjutan dari hasil persuasi dimana sikap yang dihasilkan dalam tahapan persuasi akan menjadi keputusan. d. c. bisa terjadi : a. . Dalam kasus perilaku inovatif.1962) mengemukakan bahwa respondennya yaitu para petani Oregon mencari informasi setelah mereka memutuskan untuk menerima inovasi. mereka berusaha mengurangi atau menghilangkannya. Misalnya (Mason. Jika aktivitas mental pada tahap pengenalan lebih bersifat kognitif maka pada tahap persuasi bersifat afektif (perasaan). Jika seseorang sadar dan merasakan adanya kebutuhan atau masalah maka ia mencari keterangan mengenai beberapa cara baru. sikap umum terhadap perubahan Sekali lagi ditegaskan bahwa pada tahap ini akan menghasilkan sikap menerima atau menolak inovasi. dimana seseorang membentuk sikap berkenan atau tidak berkenan terhadap inovasi. Bilamana sikap itu menerima maka keputusan yang akan diambil adalah menerima inovasi.

1960) membuktikan bahwa proses keputusan inovasi dilalui secara bertahap. Dalam penelitian di Iowa (Beal & Togers.b. c. Setelah mereka menerima inovasi mereka berusaha menghindar dari hal – hal yang mempengaruhi keputusannnya. karena ada juga yang setelah menerima mereka melakukan penghentian pengggunaan inovasi yang sebelumnya mereka adopsi (diskontinuisasi). . Dalam penerimaan inovasi pada tahapan konfirmasi dikatakan bukan merupakan terminal. Jika ia sadar bahwa ia menyukai atau berkenaan dengan suatu inovasi maka ia terdorong untuk menerima inovasi itu dengan kemungkinan terjadi dissonasi.

dengan kebutuhan klien terhadap inovasi Kompatibel suatu inovasi tidak hanya dengan nilai – nilai kultural yang telah tertanan kokoh di masyarakat tetapi juga dengan ide – ide sebelumnya dapat mempercepat atau . dengan ide – ide yang telah diperkenalkan lebih dulu. dan c.4. Hal ini biasanya diukur dengan nilai satuan ekonomis. Tetapi Schultzs. Karakteristik (Atribut) Inovasi dan Kecepatan Adopsi Inovasi 5. b. keuntungan relatif suatu inovasi menurut pengamatan masyarakat berhubungan positif dengan kecepatan adopsinya. Dalam hubungannya dengan kecepatan adopsi. Kompatibilitas Kompatibilitas adalah tingkatan sejauh mana suatu inovasi dianggap konsisten dengan nilai – nilai yang ada. Karakteristik (Atribut) Inovasi dan Kecepatan Adopsi Inovasi Dari hasil riset – riset tentang Inovasi ada lima sifat dalam inovasi yaitu : a. seorang ahli ekonomi menyatakan bahwa variabel sosial budaya kalah cepat dibandingkan dengan variabel ekonomi. tetapi bisa juga diukur dengan cara lain. Suatu inovasi mungkin kompatibel dengan : a. nilai – nilai dan kepercayaan sosio kultural b. pengalaman masa lalu dan kebutuhan penerima. Dengan tegas beliau menyatakan bahwa hanya variabel ekonomi yang merupakan variabel akurat untuk meramalkan tingkat kecepatan adopsi inovasi. Keuntungan relatif Merupakan tingkatan dimana suatu ide baru dianggap sebagai suatu yang lebih baik daripada ide yang ada sebelumnya. Banyak dari penelitian yang menyebutkan bahwa variabel sosial cukup dominan dalam mempengaruhi kecepatan adopsi inovasi.

Kompleksitas Inovasi merupakan masalah yang kompleks. melakukan penjualan yang ada di counter – counter mall dengan melakukan demonstrasi dan uji coba. masalah kompleksitas yang terkandung dalam proses inovasi juga menyangkut masalah inovasi itu sendiri apakah memiliki keterbatasan atau tidak. sekarang ini dalam penjualan kendaraan yang ada unsur barunya sudah dimulai dengan adanya test drive.menghambat kecepatan adopsi. Hubungan antara kompatibilitas dengan pengadopsiannya. seringkali keterbatasan inovasi juga ada pada inovasi itu sendiri. d. Jika dalam uji coba ini penerima inovasi merasa puas dan merasa ada manfaatnya maka akan menerima inovasi tersebut. Contoh ide lama untuk menaksir ide baru dari hasil studi petani Kolumbia oleh Fals Bords (1960). Penerimaan masalah inovasi bukan sekedar menerima atau menolak saja tetapi kita harus mempertimbangkan adanya kemungkinan mau menggunakan. kemudian untuk inovasi kecantikan melalui sales promotion. disamping kemampuan masyarakat yang belum memadai. Biasanya ide lama dipergunakan untuk menaksir atau mempertimbangkan ide – ide baru. . c. contoh yang sekarang terjadi di Indonesia berkaitan dengan program pemerintah tentang penggunaan kompor gas. ternyata ada kurang siapnya pensuplai gas dan tabung gas yang akan didukung penggunaan inovasi tersebut. seringkali kita harus mempertimbangkan berbagai banyak segi masalah inovasi. tetapi jika tidak puas dan merasa tidak ada gunanya ya tidak akan menerima adanya inovasi tersebut.1962). Trialabilitas Pada awal mula ada inovasi baru mesti ada uji coba oleh karena itu dalam percepatan masalah inovasi juga akan banyak dikaji dari ada tidaknya uji coba. Dimana kompatibilitas itu akan cepat diadopsi manakala bisa dirubah fungsinya (Foster. sebagai misal ada tidaknya kondisi pendukung pada inovasi yang memiliki keterkaitan dengan inovasi tersebut.

mungkin melakukan pengujian kembali apa yang sudah dicobanya. Dalam observasi biasanya orang akan cenderung lebih teliti. istilahnya check and rechek dalam penerimaan inovasi.e. apalagi jika hal tersebut sudah menyangkut masalah finansial biasanya pertimbangan untuk menerima akan lebih sulit. atau mencari referensi sebelum menerima inovasi secara bulat. terutama untuk masyarakat Indonesia. . Observabilitas Dalam masa ini biasanya penerima inovasi akan berusaha untuk mencoba meneliti. Sebagai misal dalam penggunaan komputer orang cenderung akan meneliti ulang untuk membeli terutama berkaitan dengan masalah software dan spesifikasi komputer yang akan dibelinya. disamping itu juga mempertimbangkan dengan kebutuhan dan kegunaan yang ingin diperolehnya.

penulis. pendidikan. Gross investigation (1943). Sejumlah status yang dimiliki Everret menjadikan dia dikenal dan memiliki nama baik. Rogers lahir tahun 1931 di Carroll. 21 October tahun 2004. terus sampai pada tahun 1960 riset tentang difusi dan inovasi menyebar luas ke berbagai lapangan ilmu pengetahuan seperti kesehatan. tentang inovasi roger menyatakan bahwa adaptor tentang inovasi baru dan ide dapat dikategorikan sebagai innovators (2. didasarkan pada bell curve. late majority (34%) and laggards (16%).5%). Semasa hidupnya di kenal sebagai inovator.Teori yang Mendukung Inovasi Pendahuluan Sebelum kita berbicara tentang teori yang mendukung difusi dan inovasi ada baiknya kita sejenak melihat kilas balik dari pengukuhan teori difusi dan inovasi. sehingga semakin memperkokoh statusnya sebagai pakar difusi inovasi dan semenjak kematiannya banyaker perguruan tinggi di negara Asia. . New Mexico. early adopters (13. Awal difusi dan inovasi sebelumnya sudah lama dilaksanakan. binis dan lain – lainnya.5. Iowa dan meninggal dunia di d’Albuquerque. seperti University Science California dan University of Arhamabad di India setiap tahun menyelenggarakan Rogers M Everret Award in Education. pionir pertama penemu teori difusi dan inovasi. tidak kurang dari 17 buku yang ditulisnya dan puluhan artikel yang berkaitan dengan inovasi.5%). yang kemudian mengilhami Rogers M Everret pada tahun 1962 memformulasikan teori difusi dan inovasi yang ditulis dalam bukunya yang bertajuk Diffusions of Innovations. Everett M. yaitu dimulai oleh Riset dari Gabriel Tarde seorang sosiolog dari Perancis pada tahun 1903. komunikasi dan pendidikan ditulisnya. dan kemudian adanya the Bryce Ryan and Neal C. early majority (34%). yang membuat plot pada bentuk gambar Kurve S. Amerika. dan Amerika latin yang memperingatinya. komunikator. tetapi kemudian dikenal sebagai teori dimulai dengan adanya penelitian tentang difusi dan Inovasi di Iowa yang dilakukan pada 100 orang petani pada tahun 1941. guru. Everet sendiri dalam bukunya edisi 1995 yang menyatakan bahwa kurve S menjadi penting sekali dalam menerangkan Adopsi karena banyak adopsi inovasi yang membentuk Kurve S (Rogers Clark. 1999). ekonomi.

definisi lain dari difusi adalah pergerakan substansi partikel dengan konsentrasi tinggi menuju pada substansi partikel yang lebih rendah. menghasilkan sesuatu yang sama (seragam). dan Banyak sekali arti dari definisi yang dikemukakan oleh berbagai cabang ilmu dan disiplin.Teori Pendukung Difusi Dan Inovasi Di atas sudah disampaikan bahwa pada awal kemunculan dari teori difusi dan inovasi diawali dalam bidang ilmu pertanian dan kesehatan. and at what rate new ideas spread through cultures” ( mempelajari difusi dan inovasi adalah mempelajari bagaimana. Difusi Sebenarnya kalau kita cermati pembahasan tentang difusi dan inovasi jauh sebelum Everret mengeluarkan buku Diffusions of Innovations sudah banyak dikenal terminologi tentang difusi dan inovasi. panas. 2. Sedangkan hukum Ohm menerangkan tentang material dimana ada pergerakan elektron dalam medan listrik yang secara cepat mencapai kecepatan disebabkan adanya thermal (difusi) dalam pergerakan atom. Relasi Einstein juga menyebutkan tentang difusi menghubungkannya dengan koefisien Difusi dalam partikel. Wikipedia. bisnis dan akhirnya pendukung – pendukung teori difusi dan inovasi hampir dari seluruh disiplin ilmu baik itu eksata maupun non eksata. mengapa dan pada tingkat apa ide – ide baru menyebar melalui kultur.Desember-2008). seorang pakar sosiologi dari Perancis. Dibawah ini berbagai pengertian difusi dari berbagai cabang dan disiplin ilmu yang berbeda : . Dalam lapangan ilmu sosiologi imitasi dan inovasi merupakan dasar dari ilmu Sosiologi demikian yang diungkapkan oleh Gabriel Tarde. why. Dalam bidang ilmu Fisika. dan pada pokoknya “The study of the diffusion of innovation is the study of how. atau momentum) yang terjadi secara spontan . Diffusion secara umum memiliki pengertian penyebaran sesuatu (partikel. bahkan sampai pada ilmu – ilmu bahasa dan seni. kemudian pada bidang pendidikan.

waktu yang dimaksudkan adalah proses keputusan inovasi. Inovasi (akan dibahas secara luas) 2. Ketiga. Waktu.  Collective diffusion adalah difusi partikel atau lainnya dalam jumlah besar dan seringkali tidak berhenti (berkelanjutan)  Diffusion equation adalah difusi yang dilukiskan dalam persamaan matematika  Diffusion equilibrium terjadi jika konsentrasi substansi difusi dicapai pada dua hal dalam kondisi seimbang. di pasar pengaruh dari kelompok /hal kecil dalam . atau obyek yang dipandang sebagai sesuatu yang baru. eimensi waktu yang mana difusi dalam adopsi yang merata) 4. Artinya sebelum dibuka tutupnya . ( Dimensi waktu mencakup 3 cara: Pertama. tetapi belum diketahui sebelumnya. 3. Anna Poejiadi (2001) memberikan penjelasan secara harfiah to discover berarti membuka tutup. penyebaran kelompok/hal yang lebih besar  Diffusion (business) adalah proses penyebaran ide atau produk agar diterima . (1996) mendefinisikan inovasi yang hubungannya dengan kreatifitas adalah : inovasi atau inovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. praktek. Sistem Sosial (merupakan seperangkat hubungan unit yang dilibatkan dalam pemecahan masalah bersama untuk mencapai tujuan luas) Inovasi Pengertian Inovasi menurut Everret adalah ide. sering juga diartikan sebagai penemuan. Kedua.. Dr. namun berbeda halnya dengan discovery atau invetion (invensi). Dalam Difusi yang perlu diperhatikan adalah adanya empat elemen utama yaitu : 1. Pendapat Prof. Diffusion (anthropology). cara dalam waktu yang mana difusi akan memasuki pembaharuan atau dengan kata lain mengadopsi unit. sedangkan menurut Amabile et al. Saluran Komunikasi (Komunikasi didefinisikan sebagai proses dimana partisipan mengkreasikan dan berbagi informasi kepada pihak lain untuk mencapai pemahaman yang saling menguntungkan). aliran ide atau artifak dari satu kultur ke lainnya  Diffusion (cryptography). sesuatu yang ada di dalamnya belum diketahui orang. Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu telah ada sebelumnya.

kompleksitas (complexity). Contohnya penemuan Thomas Alfa Edison Menemukan lampu pijar. early adopters (respectable). hal ini dikarenakan adanya unsur kebaruan.Sedangkan invention yang dalam kamus didefinisikan sebagai menciptakan sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Menurut Everret Inovasi memiliki karakteristik yang menentukan dalam hubungannya dengan pengadopsian yaitu : keuntungan relative (relative advantage). diterima atau dilaksanakan oleh si penerima pembaharuan. Kecocokan (compatibility). yang lebih penting dari sifatnya yang baru adalah kualitatif yang berbeda dari sebelumnya.  change agents (yaitu yang secara positif mempengaruhi keputusan inovasi dengan melalui perantaraan media agen perubahan dan sistem sosial yang relevan). saluran komunikasi dalam difusi memiliki 3 komponen yaitu :  opinion leaders (yaitu orang yang sering berhubungan dengan adopter secara tidak informal dan mampu mempengaruhi tingkah laku orang lain). meskipun bukan baru lagi bagi orang lain. Hal ini selaras dengan pendapat Santoso S. Walaupun demikian dalam terminologi Inovasi terkandung unsur discovery maupun invensi. late majority (sceptical). yang mana hal ini merupakan salah satu faktor determinan dari empat elemen difusi. Keterujian ( trialability). .  change aides (yaitu orang yang melengkapi pekerjaan agen perubah dengan melakukan kontak lebih intensif pada penerima atau adopter walaupun orang tersebut memiliki kredibilitas kompetensi yang kurang tetapi dapat dipercaya kejujuran dan keamanannya). Yang ternyata adanya lima tingkatan itu sangat tergantung pada kekuatan dari saluran komunikasinya. laggards (traditional). Dalam pembahasan kelompok 4 telah disinggung adanya sejumlah tingkatan adopter yang terdiri dari 5 tingkatan yaitu :      innovators (venturesome). early majority (deliberate). Hamijoyo dalam Cece Wijaya dkk (1996 : 6) yang menerangkan bahwa kata “baru” adalah apa saja yang belum dipahami. Akan tetapi. dan teramati (observability).

(2) Inovasi proses. pelakunya. (3) Menjalankan Organisasi Baru. meskipan hanya sesaat. 2. (4) Menguasai Sumber Bahan Baku Baru . (5) Mengimplementasikan Produk Dan Proses Tekhnologi Baru. Regris Cabral (1998.  memunculkan informasi dan hubungannya dengan perubahan. mengemukakan inovasi dalam lapangan pengetahuan dan teori adalah bagaimana kita bisa menghancurkan teori dan kemudian membangunnya kembali untuk . mengatakan Inovasi adalah elemen baru yang diperkenalkan dalam jaringan yang dapat mengubah. (2) Membuka Pasar Baru . masalah inovasi ini sudah dimulai semenjak jaman James Watt menemukan mesin uap dan mendorong orang – orang untuk menemukan ide dan peralatan baru pada jaman Aufklarung atau Enlightment atau jaman pencerahan yang kemudian mendorong terjadinya Revolusi industri yang terjadi di Inggris. Yang termasuk dalam inovasi tersebut adalah : (1) Mengenalkan Metoda Produksi Baru. (5) Inovasi model bisnis 3. mengeluarkan ide baru dalam metode penelitian yang sekarang dikenal dengan Posivistik. Schumpeter (1934) ekonom. dengan teori utamanya falsifikasi. Popper () Peneliti. Joseph A. Oleh karena itu maka pendapat tentang inovasi juga didukung oleh berbagai kalangan disiplin ilmu yang beraneka ragam. elemen-nya atau simpul dalam jaringan.  mendiagnose kebutuhan khalayak. Karl R. (3) Inovasi pemasaran. inovasi juga merupakan bagian dari cabang – cabang ilmu lain. mendefinisikan inovasi dalam ekonomi.) ekonom. adalah mengenalkan barang baru dimana para pelanggan belum mengenalnya atau kualitas baru dari sebuah barang. dan  memindahkan kepercayaan khalayak dari ketergantungan pada agen perubahan menuju pada kepercayaan diri sendiri Seperti juga dalam difusi.  mengukuhkan adopsi dan menjaga pemutusan .Fungsi dari Agen Perubah (The change agent functions) adalah:  mengembangkan kebutuhan perubahan pada khalayak .  mewujudkan keinginan melalui tindakan.  menciptakan keinginan perubahan pada khalayak. misalnya saja : 1. Ada 5 tipe dalam inovasi yaitu : (1) Inovasi produk. baik harganya. (4) Inovasi organisasi.

menjadi sesuatu yang baru supaya lebih aktual dan sempurna. media. are more open to both mass media and interpersonal channels of communication. sedangkan dunia pendidikan saat ini memiliki berbagai permasalahan dalam peningkatan kualitas. dan empat elemen tersebut dalam dunia pendidikan akan mudah diterima karena merupakan komunitas yang termasuk dalam kelompok yang memiliki peranan penting dalam proses inovasi dan bisa dimasukkan dalam golongan Early knower dan early adopter. dan output. Dalam teori pendidikan disebutkan bahwa pendidikan memiliki tiga komponen yaitu input. Dalam elemen Difusi ada empat. Teori tentang difusi inovasi tentang tingkatan adopter dan saluran komunikasi akan sangat membantu dalam kesuksesan pencapaian inovasi. yang mana menurut Rogers Clarke memiliki pendidikan tertinggi dan have higher social status. Edward Salis. Crosby. tetapi harus berinovasi dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sedangkan Kuhn dalam inovasi metodenya menggunakan paradigma kualitatif – eksploratif untuk membentuk bangunan – bangunan teori. and have more contact with change agents. Elaine Ben Johnson. metoda. 4. Sementara kualitas akan merujuk pada output dan selanjutnya outcome yang akan dilihat kualitasnya. 5. Juran. Oleh karena Inovasi dalam dunia pendidikan diarahkan untuk memperbarui utamanya dalam proses. oleh karena itu bagi saya inovasi pendidikan harus menyentuh pada kemampuan dalam mendekatkan dunia teori dan dunia empirik. proses. ( memiliki sosial status . sarana dan prasarana serta komponen pendidikan lain yang akan mengantarkan siswa sukses dalam kehidupan nyata di masa datang.(1997) pakar Contextual Learning and Teaching mengemukakan bahwa dalam mendidik anak kita tidak boleh hanya menggunakan cara tradisional yang membosankan. Karena inovasi dalam pendidikan adalah penggalian gagasan. Ahli masalah kualitas yang mengemukakan ide baru dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui Total Quality Management in Education. Implikasi Teori Difusi Inovasi Dalam Dunia Pendidikan Kata Kunci dalam Difusi adalah penyebaran dan Inovasi adalah pembaharuan.

kesehatan dan lain – lainnya. Innovation adalah ide. Diffusion adalah proses dimana inovasi dikomunikasikan melalui saluran komunikasi yang tepat dalam waktu yang cukup diantara anggota system masyarakat. sosioogi. .tertinggi. biologi. 1995). praktek. 5. bisnis. lebih terbuka baik pada media masa dan saluran komunikasi interpersonal. kimia. manajemen. 3. “Communication adalah sebagai proses dimana partisipan mengkreasikan dan berbagi informasi kepada pihak lain untuk mencapai pemahaman yang saling menguntungkan (Rogers. KESIMPULAN 1. atau obyek yang diterima untuk memperbarui melalui individu atau unit adopsi. Teori Difusi inovasi didukung oleh berbagai disiplin lapangan ilmu secara luas seperti psikologi. 2. ekonomi. pendidikan. Implikasi Teori Difusi Inovasi sangat mendukung dalam dunia pendidikan untuk mencapai tujuan utama dari pembelajaran. fisika. dan memiliki banyak kontak dengan agen perubahan). 4.

Kepemimpinan dalam Inovasi Inovasi berbeda dengan kreatifitas. Proses dan penilaian Kepemimpinan dalam mengelola kedua belas tema tersebut akan menentukan keberhasilannya dalam melakukan inovasi. Hambatan untuk kreatif dan budaya organisasi 6.Kepemimpinan dalam Inovasi 6. mengolahnya menjadi data. maka diperlukan dukungan dari faktor-faktor organisasional dan leaderships (kepemimpinan). Pengetahuan inilah yang oleh seorang pemimpin dijadikan arah atau bekal untuk melakukan inovasi. Inkrimental 11. Proses penciptaan pengetahuan dilakukan dengan melakukan observasi atas kejadian. Karakteristik umum orang-orang kreatif 3. Organisasi yang mampu secara terus menerus melakukan penciptaan pengetahuan disebut sebagai learning organization. Kreatifitas lebih berfokus pada penciptaan ide sedangkan inovasi berfokus pada bagaimana mewujudkan ide. dan informasi diberikan konteks sehingga menjadi pengetahuan. paling tidak ada dua belas tema umum yang berkaitan dengan pembahasan tentang inovasi yaitu : 1. Peranan pengetahuan 9. . lalu data dijadikan informasi. Karena inovasi adalah proses mewujudkan ide. Struktur dan tujuan 12. Kreativitas redikal 10. Inovasi berkaitan erat dengan proses penciptaan pengetahuan. Motivasi 5. Struktur kelompok 8. Dalam membahas inovasi.6. Belajar atau bakat 4. Kreativitas dan inovasi 2. Struktur organisasi 7.

 change aides (yaitu orang yang melengkapi pekerjaan agen perubah dengan melakukan kontak lebih intensif pada penerima atau adopter walaupun orang tersebut memiliki kredibilitas kompetensi yang kurang tetapi dapat dipercaya kejujuran dan keamanannya). Tentunya dalam proses penerimaan satu inovasi tidak serta merta dapat dilakukan oleh adopter. (3) tahap penerimaan dan penolakan inovasi. keputusan dan konfirmasi dan seterusnya adopter akan menerima atau menolak. Greg Orr (2033) berpendapat kecepatan difusi inovasi akan sangat dipengaruhi dengan tingkat kecerdasan mass media dalam keikutsertaan pengembangan sebuah inovasi. . oleh karena itu untuk lebih memberdayakan fungsi dari agen perubahan maka perlu adanya kepemimpinan dalam difusi inovasi. Pada bentuk budaya modern dimana mass media mulai menjadi konsumsi harian bagi masyarakat maka opini masyarakat akan dituntun dan diarahkan berdasarkan berita yang dilaunching oleh mass media. Adanya determinasi dari agen perubahan tersebut akan memperlancar proses pengadopsian suatu inovasi. Sehingga seorang pemimpin juga harus memahami tahapan inovasi yang meliputi (1) proses pengambilan keputusan.Walaupun demikian proses inovasi itu sendiri dapat diartikan sebagai seperangkat tahapan atau fase-fase penerimaan sejak adanya inovasi sampai berakhir diterima atau ditolaknya inovasi oleh masyarakat yang menjadi sasaran. (2) tahap pengenalan inovasi. tetapi proses ini lebih banyak melalui change agent (agen perubahan). ada 3 struktur agen perubahan yaitu :  opinion leaders (yaitu orang yang sering berhubungan dengan adopter secara tidak informal dan mampu mempengaruhi tingkah laku orang lain). Inovasi akan sampai pada penerima dengan baik melalui proses yang mana dalam bab terdahulu untuk proses inovasi sudah dipaparkan.  change agents (yaitu yang secara positif mempengaruhi keputusan inovasi dengan melalui perantaraan media agen perubahan dan sistem sosial yang relevan). Disisi lain peranan dari mass media juga akan sangat berpengaruh kuat pada penyebaran inovasi. atau bias juga melakukan penerimaan dan kemudian menolaknya. dimana melalui dengan adanya pengenalan. persuasi.

Social systems dapat dikarakteristikkan sebagai heterophilous atau homophilous. Dalam hal ini banyak interaksi antara orang dari latar belakang yang berbeda dan akan menunjukkan ketertarikan yang lebih besar untuk mengekspos ide – ide baru. Disisi lain . Bujukan pendapat seorang pemimpin merupakan jalan yang paling baik dan termudah dalam penerimaan inovasi. heterophilous system sosial menunjukkan adanya dorongan dari norma – norma untuk berubah. Orang – orang dan ide –ide yang berbeda dari satu norma dan lainnya dipandang aneh dan tidak perlu dipertimbangkan. homophilous social systems menuju pada system norma banyaknya interaksi yang terjadi dalam masyarakat yang memiliki latar belakang sama. . Pada system ini pendapat pemimpin sangat inovatif sebab adanya pertimbangan untuk berinovasi(289). Satu sisi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan inovatif diperlukan dalam penyebaran sebuah inovasi. Pada struktur masyarkat ini opini kepemimpinan tidak inovatif sebab dalam system tidak merasa perlu adanya inovasi.Kekuatan mass media dalam mengarahkan opini adopter untuk menerima sebuah inovasi sangat kuat. Rogers menerangkan adanya tipe dari opini pemimpn pada agen perubahan untuk menentukan target pencapaian pada system social . hal itu bisa ditempuh melalui jalan penyebaran lewat mass media maupun agen perubahan. apalagi jika dalam mass media tersebut juga melansir berbagai pendapat para tokoh masyarakat baik toga maupun tomas yang mana pendapat tersebut mendukung pada penerimaan inovasi.

dan telah digunakan sejak lama. (4) Konsekuensi yang akan terjadi pada individu atau masyarakat jika mengadopsi sebuah inovasi. Menurut DoI theory. dan memerlukan hanya sedikit kekuatan untuk menerangkan. DoI Theory (diffusion of inovation Theory) dititik beratkan pada hal utama yang mana menyangkut masalah ide baru tentang teknologi. dan (5) Saluran komunikasi yang mana yang akan dipergunakan dalam proses adopsi. artefak. 1999). contohnya seperti yang terjadi di Asia Timur dan negara – negara Afrika. Keputusan pengambilan inovasi seringkali berbeda dengan teori pada saat orang dihadapkan pada keputusan untuk mengadopsi atau menolak. North America in the 1950s and 60s). produk atau praktek. tetapi kurang berguna untuk memprediksi hasil. DoI Theory merupakan alat yang terbaik untuk melukiskan. artifak maupun teknik. (2) Proses the decision-making yang terjadi pada saat individu mempertimbangkan untuk mengadopsi ide baru. Perkembangan dari teori difusi inovasi dalam aplikasinya sangat tergantung pada sistem masyarakat. Oleh karena DOI tidak bisa dengan sendirinya bisa terlaksana tanpa adanya pertimbangan – pertimbangan lain dalam proses pengambilan keputusan untuk mengadopsi. inovasi teknologi dikomunikasikan melalui saluran kusus sepanjang waktu diantara anggota sistem sosial. dan memberikan petunjuk bagaimana dalam mengakselerasi rata – rata adopsi.7.Proses dan Teori dalam Difusi Inovasi Riset Diffusi utamanya difokuskan pada lima elemen yaitu : (1) Karakteristik inovasi yang mana yang mempengaruhi proses adopsi. Banyak elemen yang secara khusus terutaama pada kebudayaan yang dimunculkan (viz. Teori memiliki potensi untuk diterapkan dalam teknologi informasi baik itu ide. dan teknik dan dapat digunakan sebagai dasar teori untuk sejumlah riset tentang Sistem Informasi. (3) Karakteristik individu yang mana yang yang menyukai untuk mengadopsi sebuah inovasi. (Roger Clarke. walaupun hal ini sangat relevan. Selain itu keputusan dalam proses teori inovasi sangat tergantung pada berbagai teori lain yang memikirkan tentang masalah biaya dan keuntungan jika melakukan adopsi sebuah inovasi. Ada hal yang perlu diragukan karena dapat menimbulkan hipotesa yang selalu akan disangkatl. .

praktek. Inovasi (Everret adalah ide.. atau obyek yang dipandang sebagai sesuatu yang baru. Menurut Clarke (1999) pertama pelanggan yang mengadopsi teknologi didasarkan pada kebutuhan sehingga inovasi kenyataannya hanya merubah pada tingkatan early adopters dan umumnya pengguna. waktu yang dimaksudkan adalah proses keputusan inovasi. eimensi waktu yang mana difusi dalam adopsi yang merata) 8. Sistem Sosial (merupakan seperangkat hubungan unit yang dilibatkan dalam pemecahan masalah bersama untuk mencapai tujuan luas) . Oleh karena seringkali dikatakan antara proses pengambilan keputusan dan teori inovasi seringkali berseberangan.) 6. 7.Menurut Everret hal ini juga tergantung pada berbagai segi misalnya. pendapatan. Ketiga. Saluran Komunikasi (Komunikasi didefinisikan sebagai proses dimana partisipan mengkreasikan dan berbagi informasi kepada pihak lain untuk mencapai pemahaman yang saling menguntungkan). Dalam Difusi yang perlu diperhatikan adalah adanya empat elemen utama yaitu : 5. pertimbangan antara cost and benefit selain sistem masyarakat yang harus mendukung untuk beradopsi pada sebuah inovasi. cara dalam waktu yang mana difusi akan memasuki pembaharuan atau dengan kata lain mengadopsi unit. Kedua. Kedua adanya disruptive technologies yang secara radikal merubah pola difusi dalam memunculkan teknologi. ( Dimensi waktu mencakup 3 cara: Pertama. tingkat pendidikan. Hal ini disebabkan karena adanya sejumlah fenomena yang mempengaruhi dalam proses adopsi inovasi. Waktu. Dan yang terakhir path dependence (ketergantungan jalur ) ang mengunci teknologi ditempat seperti QWERTY keyboard.

 change aides (yaitu orang yang melengkapi pekerjaan agen perubah dengan melakukan kontak lebih intensif pada penerima atau adopter walaupun orang tersebut memiliki kredibilitas kompetensi yang kurang tetapi dapat dipercaya kejujuran dan keamanannya).Agen Perubahan dan Perannya dalam Difusi Inovasi Menurut Everret Inovasi memiliki karakteristik yang menentukan dalam hubungannya dengan pengadopsian yaitu : keuntungan relative (relative advantage).8. laggards (traditional). early majority (deliberate). dan teramati (observability). Keterujian ( trialability). determinan tersebut adalah saluran komunikasi yang komponen yaitu :  memiliki 3 opinion leaders (yaitu orang yang sering berhubungan dengan adopter secara tidak informal dan mampu mempengaruhi tingkah laku orang lain). Yang ternyata adanya lima tingkatan itu sangat tergantung pada kekuatan dari saluran komunikasinya. .  mendiagnose kebutuhan khalayak. yang mana hal ini merupakan salah satu faktor determinan dari empat elemen difusi. Kecocokan (compatibility). early adopters (respectable). kompleksitas (complexity).  memunculkan informasi dan hubungannya dengan perubahan. Fungsi dari Agen Perubah (The change agent functions) adalah:  mengembangkan kebutuhan perubahan pada khalayak .  change agents (yaitu yang secara positif mempengaruhi keputusan inovasi dengan melalui perantaraan media agen perubahan dan sistem sosial yang relevan). late majority (sceptical). Dalam pembahasan kelompok 4 telah disinggung adanya sejumlah tingkatan adopter yang terdiri dari 5 tingkatan yaitu :      innovators (venturesome).

 menciptakan keinginan perubahan pada khalayak. Hal ini juga dikuatkan oleh penelitian yang dilakukan di Vietnam oleh Von Rungen (2006) yang mengubah pola pembentukan ekonomi rakyat melalui pendidikan vokasional sangat dipengaruhi saluran komunikasi dan mas media.  mengukuhkan adopsi dan menjaga pemutusan . Pada bentuk budaya modern dimana mass media mulai menjadi konsumsi harian bagi masyarakat maka opini masyarakat akan dituntun dan diarahkan berdasarkan berita yang dilaunching oleh mass media.  mewujudkan keinginan melalui tindakan. Dalam penelitian yang dilakukan di Afrika tentang peranan agen perubahan pada sejumlah program kesehatan oleh Bent Davies (2005) menunjukkan peranan dari agen perubahan sangat dipengaruhi pula oleh adanya saluran komunikasi dan media serta tuntutan pada agen perubahan oleh pimpinan. oleh karena itu kreativitas dari adanya agen Perubahan. Kekuatan dari agen perubahan juga akan dipengaruhi dengan sistem kepemimpinan yang ada pada masyarakat. sistem kepemimpinan biasanya akan memberikan stressing kepada agen perubah dengan memberikan target – target penyebaran yang telah ditetapkan. yang mana selama ini masyarakat sudah banyak terlanjur pada pola – pola sistem rezim Pol Pot yang bersifat ekonomi kolektif. . dan  memindahkan kepercayaan khalayak dari ketergantungan pada agen perubahan menuju pada kepercayaan diri sendiri Selain dari adanya agen perubahan yang disebutkan di atas menurut Greg Orr (2003) berpendapat kecepatan difusi inovasi akan sangat dipengaruhi dengan tingkat kecerdasan mass media dalam keikutsertaan pengembangan sebuah inovasi.

dalam bentuk proses pembelajaran juga mencakup . mencakup mulai dari input. Adanya paradigma – paradigma yang berubah baik secara internal sebagai tanggapan dari adanya perubahan eksternal mendesak juga untuk berubah. kultur dan philosophy yang mendasari organisasi akan memerlukan sejumlah inovasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Perubahan dan Inovasi dalam organisasi Pendidikan juga perlu dikembangkan dengan tujuan untuk orientasi kerja. Inovasi dalam dunia pendidikan meliputi organisasi sekolah sebagai suatu sistem. seperti yang dikemukakan oleh Elaine Ben Johnson. Joseph Schumpeter (1934) dalam bukunya Barbara Jones and Bob Miller (2007) “ Competing for the Future “ menyatakan perlunya inovasi dalam bidang entrepreneurship untuk organisasi bisnis jika tidak ingin ketinggalan dan ditinggalkan oleh customer. Brent Davies (2004).9. John Pearce (2004). Michael Polanyi (1966) seorang pakar organisasi menyatakan akan adanya perubahan dalam organisasi di masa mendatang. lebih jauh mengatakan untuk antisipasi perubahan – perubahan perilaku konsumen maka inovasi baik dalam bidang manajemen. banyak pakar organisasi mengatakan perlunya berinovasi dalam mengantisipasi banyaknya perubahan – perubahan eksternal terutama semakin berkembangnya Teknologi Informasi yang memaksa organisasi harus berubah hal ini dikemukakan oleh Gamal dan Prahalad (2002). Pengelolaan Pendidikan mendasarkan pada Broad Based Society yang kemudian membuat satu terobosan inovasi dengan manajemen berbasis sekolah. produk baru maupun membuka daerah pasar baru perlu dikembangkan agar organisasi tetap eksis.(1997). Kaplan dan Norton (2006). Berbicara masalah inovasi dalam organisasi.Inovasi dalam Organisasi Perubahan – perubahan yang terjadi dalam lingkungan eksternal suatu organisasi pada umumnya akan memaksa organisasi terus melakukan perubahan. kehidupan masa depan dalam koridor long life education. pemasaran. proses. output dan outcome. Lonnecker (2003). oleh karena itu perubahan – perubahan dalam struktur organisasi.

Perkembangan dan penjagaan kualitas pada organisasi juga melahirkan cara pengendalian kualitas. . dimulai dari pengendalian model MBO.metode – metode seperti Contextual teaching and learning. dan metode pembelajaran lain. Inovasi yang terus berkembang dalam organisasi adanya reengineering yang dikemukakan oleh Peter Drucker (1997) mencakup berbagai aspek dengan tujuan terjadinya efisiensi dan efektifitas. Inovasi ini akhirnya membentuk organisasi yang modern lebih mengacu pada : - Elemen organisasi di dasarkan atas fungsi Struktur yang ramping Top manajer tidak lagi berorientasi untuk penjaga gawang tetapi lebih mudah ditemui pada pintu pertama - Susunan struktur organisasi sangat memperhatikan rentang pengendalian (span of controll) yang pendek. dan pengembangan Inovasi kualitas ala Jepang yaitu QCC (Quality Controll Cycle). berlanjut pada TQM yang dipelopori oleh Deming. group learning. Juran dan juga Crosby. kemudian Salis.

E. Diffusion of innovations (4th edition). Canberra. New Product Adoption and Diffusion. 2 (March).(1997) . Karl Poper (1967). Essays on Entrepreneurs.au/people/Roger. Joseph ((1989 [1951]).edu.html. Clemence with a new introduction by Richard Swedberg. Rogers. Richard V. The Discovery of Science .M. Elaine Ben Johnson.Referensi Rogers. (1995). Journal of Consumer Research. E. A Primer in Diffusion of Innovations Theory .M. Contextual Learning and Teaching . Principal. The Free Press. Business Cycles and the Evolution of Capitalism.anu.Clarke/SOS /Inn DiffISW. Innovations. Schumpeter. ed. Roger Clarke . (1976). New York and Oxford: Transaction. http://www. New York. 1999. 290 -301. Xamax Consultancy Pty Ltd.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->