Perpustakaan Nasional RI; Data Katalog Terbitan (KDT) Ibnu Hajar Al Asqalani, Al Imam Al Hafizh Fathul Baari syarah : Shahih Bukhari / Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani; penerjemah, Gazirah Abdi Ummah. - Jakarta: Pustaka Azzam, 2002. 460 hlm.; 23.5 cm Judul asli: Fathul Baari syarah Shahih Al Bukhari. ISBN 979-3002-03-4 1. Hadis I. Judul II. Ummah, Gazirah Abdi. 297.132

Judul Asli Pengarang Penerbit Tahun Terbit

: : : :

Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari Al Imam Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani Maktabah Darussalam, Riyadh Cetakan I, tahun 1418 H./1997M Edisi Indonesia:

FATHUL BAARI
Syarah: Shahih Al Bukhari
Penerjemah Editor Desain Cover Cetakan Penerbit Alamat Telp Fax : Ghazirah Abdi Ummah : Abu Rania, Lc. Titi Tartilah, S. Ag : Aminuddin : Pertama, Pebruari 2002M : PUSTAKA AZZAM Anggota I K A P I DKI : Jl. Kampung Melayu Kecil III/15 Jak-Sel 12840 : (021)8309105/8311510 : (021)8309105 E-Mail.pustaka_azzam@telkom.net

VI

— FATHUL BAARI

PENGANTAR PENERBIT

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya kebaikan menjadi sempurna, dan dengan rahmat-Nya kebaikan akan berlipat ganda dan dosadosa a k a n d i a m p u n i . S h a l a w a t dan s a l a m m u d a h - m u d a h a n t e t a p terlimpahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAWyang telah diutus oleh Allah sebagai rahmat, petunjuk, nikmat dan pelita yang menerangi hati umat manusia, sehingga mereka dapat melihat kebenaran dan memperoleh hidayah-Nya. Hadits (sunnah) dalam agama Islam merupakan sumber syariat yang kedua setelah Al Qur'an. Dalam hal ini fungsi Sunnah adalah untuk menguatkan apa yang ada dalam Al Qur'an, menjelaskan apa yang ada dalam Al Q u f an dan menerangkan hukum-hukum yang tidak tersebut dalam Al Qur'an. Begitulah urgensi sunnah dalam syariat Islam, sehingga kita umat Islam berkewajiban untuk mengetahui, mempelajari dan mendalaminya. Hal itu telah diperintahkan oleh Allah dalam firman-Nya, "Barangsiapa yang menaati Rasul, maka sesungguhnya ia telah menaati Al lak." (Qs. An-Nisaa' <4): 80) dan firman-Nya pula, "Apa yang diperintahkan Rasul kepadamu ambillah, dan apa yang dilarangnya hentikanlah" (Qs. Al Hasyr (59): 7) Untuk itu sangat penting kiranya upaya untuk menerjemahkan bukubuku hadits, khususnya buku hadits yang telah diakui oleh para ulama akan keabsahan dan keotentikannya, terutama Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Adapun buku yang ada di hadapan pembaca ini, adalah terjemahan buku Fathul Baari syarah hadits Shahih Bukhari, karangan Al Imam Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani. Perlu kami beritahukan bahwa dalam terjemahan ini tidak semua isi buku kami tulis sesuai dengan buku aslinya, diantaranya: 1. 2. Sanad Hadits (perawi) hanya ditulis nama perawi yang awal (sahabat) sebelum Rasulullah SAW. Tinjauan Nahwu (grama tikal), kecuali yang berkaitan dengan matan hadits. FATHUL BAARI — XIII

Hal itu karena kita lebih menfokuskan pada syarah (keterangan) matan hadits, supaya isi hadits dapat dipahami dengan mudah, utuh dan jelas. Disamping itu, pembahasan mengenai sanad hadits Bukhari secara panjang lebar dapat mempersulit dan membingungkan pemahaman orang yang belum begitu mengenal ilmu musthalahul hadits. Sementara bagi yang sudah mempelajari dan ingin mengetahui lebih dalam, dapat merujuk kepada buku aslinya. Selanjutnya, kami beritahukan bahwa buku ini telah mengalami beberapa kali proses pengoreksian, maka kami mohon maaf kepada para pembaca budiman apabila mendapatkan kesalahan dan kekurangan baik dalam isi maupun bahasa terjemahan buku ini. Saran dan masukan untuk kebaikan dan kemajuan dakwah kita semua di masa yang akan datang selalu kami harapkan dari semua pihak, dan tak lupa kami haturkan banyak terima kasih.

Wassalam, PUSTAKA AZZAM

KM KAMwmwmwi

XIV — FATHUL BAARI

FATHUL BAARI —

13

PERMULAAN TURUNNYA WAHYU

Syaikh Al Imam Al Hafidz Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah Al Bukhari berkata:

BAB CARA PERMULAAN TURUNNYA WAHYU KEPADA RASULULLAH
1.

Allah berfirman dalam Al Qur'an,

"Sesungguhnya Kami menurunkan wahyu kepadamu (Muhammad) seperti Kami menurunkan wahyu kepada Nabi Nuh dan nabi-nabi selelahnya.'" (Qs. An-Nisaa' (4): 163) Imam Bukhari berkata, "BismiUahirrahmaamrrahiim, cara permulaan turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW." Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Imam Bukhari tentang tidak dimulainya penulisan kitab ini dengan kalimat hamdalah dan syahadat, sebagai pengamalan dari hadits Nabi SAW, "Setiap pekerjaan yang tidak dimulai dengan membaca hamdalah (memuji Allah), maka pekerjaan itu terputus (dari rahmat-Nya)" Pada hadits yang lain disebutkan, "Setiap khutbah yang tidak terdapat di dalamnya syahadat, maka khutbah itu seperti tangan yang terpotong." Kedua hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Hurairah.

14

— FATHUL BAARI

Jawaban pertama, bahwa yang terpenting dalam khutbah adalah memulainya dengan apa yang dimaksudkan. Imam Bukhari telah memulai kitab ini dengan membahas "Permulaan Turunnya Wahyu" dan menjelaskan, bahwa maksud pekerjaan itu harus sesuai dengan niatnya, seakan-akan beliau mengatakan, "Aku memulai pembahasan wahyu yang berasal dari Allah untuk menunjukkan ketulusan pekerjaan dan niatku. Sesungguhnya perbuatan yang dilakukan setiap manusia adalah tergantung niat yang ada dalam hatinya, maka cukuplah kita memahami masalah ini dengan makna yang tersirat." Cara seperti ini banyak kita temukan dalam metode penulisan kitab-kitab yang lain. Jawaban kedua, bahwa kedua hadits tersebut bukan hadits yang memenuhi syarat Bukhari, bahkan kedua hadits tersebut masih mendapat kritikan. Kita setuju dengan kedua hadits ini sebagai hujjah, akan tetapi maksud hadits ini bukan berarti harus diucapkan dan ditulis. Mungkin beliau telah mengucapkan hamdalah dan syahadat ketika menulis, sehingga setelah itu beliau hanya cukup menulis basmalah saja, karena maksud ketiga hal tersebut {hamdalah, syahadat dan basmalah) adalah mengingat Allah SWT, dan itu cukup dengan mengucapkan basmalah. Sebagaimana ayat Al Qur'an yang pertama turun, jJi- ^JJ' ilfj J-L, Ki i "Bacalah dengan nama Allah." (Qs. Al 'Alaq (96): 1) yang berarti, bahwa mengawali suatu perbuatan dengan basmalah telah mewakili hamdalah dan syahadah. Kemudian juga surat-surat Rasulullah yang dikirimkan kepada beberapa raja, beliau hanya menulis di awal surat tersebut dengan basmalah tidak dengan hamdalah dan syahadah, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sufyan tentang cerita Raja Hercules dalam bab ini, hadits yang diriwayatkan oleh Barra' tentang kisah Suhail bin Amar dalam bab "Perjanjian Hudaibiyah ", dan hadits-hadits lainnya. Untuk itu kita dapat memahami bahwa, hamdalah dan syahadah hanya dianjurkan ketika khutbah bukan dalam penulisan surat atau dokumen, maka Imam Bukhari dalam memulai tulisannya memakai metode penulisan surat kepada ulama, dengan tujuan agar mereka dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya. Para penyarah kitab Bukhari telah mengemukakan pendapat dalam masalah ini, meskipun pendapat mereka masih harus diteliti kembali. Mereka berpendapat bahwa memulai kitab ini dengan menyebut basmalah dan hamdalah adalah termasuk dua hal yang bertentangan menurut Imam Bukhari, karena jika ia memulai dengan hamdalah, hal itu

F A T H U L BAARI —

15

akan bertentangan dengan adat (kebiasaan), dan seandainya ia memulai dengan basmalah, maka ia telah meninggalkan hamdalah, dengan demikian ia hanya memulai dengan basmalah. Seluruh penulis mushhaf di setiap negara juga mengikuti cara ini, baik mereka yang mengatakan bahwa basmalah adalah termasuk ayat surah Al Fatihah, atau mereka yang tidak berpendapat seperti itu. Disamping itu ada juga yang konsisten dengan firman Allah, 'Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya" (Qs. Al Hujuraat (49): 1), sehingga beliau tidak mendahului perkataan Allah dan Rasul-Nya kecuali dengan perkataan-Nya. Adapun pendapat yang sangat jauh dari kebenaran adalah pendapat yang mengatakan, bahwa Imam Bukhari memulai tulisan ini dengan khutbah, yang di dalamnya ada hamdalah dan syahadah, akan tetapi telah dihapus oleh orang yang meriwayatkannya. Seakan-akan orang yang berpendapat seperti ini belum pernah membaca kitab yang ditulis oleh guru-guru Imam Bukhari dan ahli hadits pada waktu itu, seperti Imam Malik dalam kitab Muwaththa', Abd. Razaq dalam kitab Mushannif, Imam Ahmad dalam kitab MusnadAhmad, Abu Daud dalam kitab Sunan Abu Daud, dan kitab-kitab lainnya yang tidak dimulai dengan khutbah dan hanya dimulai dengan basmalah. Golongan ini adalah mayoritas, sedangkan mereka yang memulai dengan khutbah hanya golongan minoritas. Apakah mungkin dikatakan setiap perawi kitab-kitab tersebut telah menghapus khutbah? Sama sekali tidak mungkin, karena menurut pendapat mereka hamdalah hanya diucapkan saja, sebagaimana diriwayatkan oleh Syaikh Khatib dalam Kitab Al Jam?, bahwa Imam Ahmad hanya membaca shalawat Nabi dan tidak menulisnya ketika menulis hadits, hal ini menunjukkan hamdalah dan syahadah hanya dianjurkan untuk dibaca bukan ditulis. Akan tetapi mereka yang memulainya seperti metode khutbah, yaitu dengan menyebut hamdalah dan basmalah, seperti yang dilakukan oleh Imam Muslim, hal itu kita serahkan kepada Allah, karena Dia yang Maha Mengetahui akan suatu kebenaran. Sudah menjadi kebiasaan para pengarang kitab, untuk memulai penulisan dengan lafazh basmalah, tetapi dalam penulisan syair ada perbedaan pendapat jika dimulai dengan basmalah. Menurut Imam Sya'bi, itu tidak boleh. Imam Zuhri mengatakan, "Telah menjadi kesepakatan para ulama terdahulu untuk tidak mencantumkan basmalah dalam penulisan syair," sedangkan Sa'id bin Juba'ir dan Jumhur Ulama

16

— FATHUL BAARI

perintah dan isyarat. "Sesungguhnya wahyu yang pertama turun kepada para nabi adalah dengan cara mimpi sehingga hati mereka menjadi tenang. Permulaan Turunnya Wahyu Wahyu menurut etimologi (bahasa) adalah memberitahukan secara samar. sebagaimana diriwayatkan oleh Abu N u ' a i m dalam kitab Dalail dengan sanad hasan dari Alqamah bin Qais. (Sesungguhnya kami menurunkan wahyu kepadamu [Muhammad]) Ada pendapat yang mengatakan. yaitu kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. tertulis. ilham. Seperti cara turunnya wahyu pertama kali kepada para nabi adalah dengan mimpi. namun terkadang yang dimaksud dengan wahyu adalah sesuatu yang diwahyukan. menunjukkan bahwa nabi Nuh adalah nabi yang pertama diutus oleh Allah atau nabi pertama yang kaumnya mendapat siksaan. Sedangkan korelasi ayat ini dengan pembahasan tentang wahyu. dia berkata. setelah itu Allah menurunkan wahyu kepada mereka dalam keadaan sadar" ^ Is^j v^^to J. adalah menjelaskan bahwa turunnya wahyu kepada nabi Muhammad tidak berbeda dengan cara turunnya wahyu kepada nabi-nabi sebelumnya. utusan. disebutkannya nama nabi Nuh dalam ayat tersebut. sehingga dengan demikian tidak menyalahi nabi Adam sebagai nabi pertama.membolehkan hal itu. teman Ibnu Mas'ud. atau dapat diartikan juga dengan tulisan. Masalah ini akan dibahas secara panjang lebar dalam masalah syafa'at. Adapun pengertian "permulaan turunnya wahyu" adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan permulaan turunnya wahyu. 'J** y- j * JjJL' 'A—'i K&til\J^&\ J ^ j 'cJ^ • jl J\ '4'}** J± o l j u Jui\'l lzJ\t s y &isj* J&J FATHUL BAARI — 17 . i i i u£-jf L'. Adapun Al Khatib membenarkan kedua pendapat tersebut. Sedangkan menurut terminologi (syariat) adalah memberitahukan hukum-hukum syariat.

Al Khauyi mengatakan. Dari 'Alqamah bin Waqqash Al-Laitsi bahwa ia berkata. (Madinah) o i — 3 b JUi^ji xj\ (Tiap-tiap amal perbuatan harus disertai dengan niat). "Aku mendengar Vmar bin Khaththab RA berkata di atas mimbar. 'Tiap-tiap amal perbuatan harus disertai dengan niat. sedangkan hati itu satu. 'Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda. Akan tetapi Abu Musa Al Madini dan Imam Nawawi menentang riwayat ini. bahwa tempat niat adalah dalam hati." Keterangan Hadits: J. Barangsiapa yang berhijrah untuk mengharapkan dunia atau seorang perempuan untuk dinikahi. seakan-akan Rasulullah memberi pengertian bahwa niat itu bermacam-macam sebagaimana perbuatan. sehingga dalam hadits tersebut kata 'amal menggunakan lafazhjama' (plural) yaitu JiiiVi selain itu niat hanya akan kembali kepada Dzat Yang Esa. maka kata niyat disebutkan dalam bentuk tunggal. dan tidak ada sekutu bagi-Nya. atau ingin menjauhkan diri dari ancamanNya. Berbeda dengan perbuatan yang sangat tergantung kepada hal-hal yang bersifat lahiriah yang jumlahnya sangat banyak dan beragam.'— 'J] dan ini juga terdapat dalam kitab AsySyihab karangan Al Qudha'i. maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkan. maka kalimat Jil^S ' o i — s e c a r a lengkap adalah cr-—jiOi 'JA «jsilaji JiliS'1 perbuatan yang 18 — FATHUL BAARI . Sebagian riwayat menggunakan Jafazh C ' dalam bentuk mufrad 1 '-^ —li. 1 menurut para muhaqqiq Setiap perbuatan pasti membutuhkan pelaku.(di atas mimbar). Seperti orang yang melakukan perbuatan dengan motivasi ingin mendapat ridha Allah dan apa yang dijanjikan kepadanya. yaitu mimbar masjid Nabawi LS (tunggal) dengan alasan./. balasan bagi setiap amal manusia sesuai dengan apa yang diniatkan. Lafazh " o i — % JUi^i lift" mengandung arti hashr (pembatasan) (peneliti). Setiap pekerjaan harus didasari dengan niat. Lafazh hadits yang tertulis dalam kitab Ibnu Hibban adalah J i l i ^ o L J X tidak tertulis lafazh.

sedangkan menyertakannya dalam pekerjaan adalah syarat. baik mendatangkan manfaat atau menolak mudharat.berasal dari orang-orang mukallaf (orang yang dikenai beban syariat). "Tidak ada perbuatan kecuali berdasarkan niat. bahwa mengucapkan niat di awal pekerjaan adalah rukun. Para ahli fikih berselisih pendapat untuk menentukan apakah niat itu termasuk rukun atau syarat? Dalam hal ini pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang mengatakan. "Yang paling baik adalah bahwa suatu perbuatan tergantung kepada niatnya. Dalam lafazh hadits tersebut ada kata yang dihilangkan {mahdzuj) sebelum jar majrur (binniyyaat). karena ada beberapa perbuatan yang tidak didasari dengan niat." Niat dalam hadits ini menunjukkan makna etimologi (bahasa). Dengan demikian apakah perbuatan orang kafir termasuk dalam kategori ini? Jawabnya. seakan-akan hadits ini mengatakan. sehingga orang kafir tidak termasuk dalam hadits ini. tu'tabar (tergantung). meskipun mereka diperintahkan untuk melaksanakan dan akan mendapat hukuman apabila meninggalkannya. bahwa keinginan hati adalah melebihi maksud. tidak termasuk. Ath-Thibi berkata. yaitu keinginan yang ada dalam hati. bahwa niat berarti maksud. cjlliij (dengan niat). Imam Nawawi mengatakan. iashihhu (menjadi sah) dan tastaqirru (langgeng). ada yang mengatakan bahwa lafazh tersebut adalah. Tetapi Syaikh Al Karmani menambahkan. sedangkan syariat adalah sesuatu yang membawa kepada perbuatan yang diridhai Allah dan mengamalkan segala perintah-Nya. Guru menakdirkan kami Syaikh Islam berkata. seperti sah atau kesempurnaan perbuatan. Huruf ha' menunjukkan arti mushahabah (menyertai). FATHUL BAARI — 19 . dan ada juga yang mengartikan sababiyah (menunjukkan sebab). "Niat adalah dorongan hati untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan. takmulu (sempurna). karena perkataan tersebut ditujukan kepada orang yang mengerti. maka maksud penafian tersebut adalah penafian hukumnya. "Perkataan Allah adalah berfungsi untuk menjelaskan hukum syariat." Tetapi niat bukan inti dari perbuatan tersebut. karena maksud perbuatan dalam hadits ini adalah ibadah. seakan-akan mereka mendapat perintah apa yang tidak mereka ketahui kecuali dari Allah." Baidhawi berkata.

" dimana ayat tersebut berada setelah ayat zukhrufal qauli (perkataan yang indah). (yaitu sebagian manusia ada yang membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indahindah dengan maksud menipu -ed. bahwa perkataan adalah suatu perbuatan. ketika menjumpai orang yang bersumpah untuk tidak mengerjakan suatu perbuatan. "Barang siapa melakukan hijrah.) Ibnu Daqiq Al 'Id berkata. ia memperkirakan kalimat kamaalal a'maali (kesempurnaan perbuatan). sedangkan perkataan menurut kebiasaan bukan termasuk perbuatan. Dengan 20 — FATHUL BAARI . "Sebagian ulama mengatakan. demikian juga Al Auza'i tidak mensyaratkan niat dalam tayammum." Memang akan terjadi suatu kontradiksi bagi orang yang mengatakan. maka kalimat yang dihapus dalam hadits tersebut diperkirakan adalah kalimat shihhatat a 'maali (sahnya perbuatan). Karena sikap seseorang yang meninggalkan sesuatu dapat juga dikategorikan dalam perbuatan. Ibnu Daqiq Al Td berkata. dan bagi yang tidak mensyaratkan niat. namun inti perbedaan terletak pada apakah niat harus disertakan dalam permulaan suatu perbuatan atau tidak. Di sini saya katakan. Pendapat ini adalah pendapat yang salah. tapi orang itu tetap berbicara. Perbedaan tersebut bukan pada tujuannya tapi hanya pada sarana atau wasilahnya saja. " Dengan demikian lafazh yang dihilangkan menunjukkan isim fa 'U dan fi 'U. akan tetapi secara majaz (kiasan) perkataaan termasuk dalam perbuatan. bahwa masalah sumpah sangat tergantung kepada kebiasaan ('urf). Adapun pendapat yang paling kuat adalah pendapat pertama. Kemudian lafazh 'amal (perbuatan) mencakup perkataan (lisan). "Orang yang mensyaratkan niat dalam suatu perbuatan. maka madzhab Hanafi tidak mensyaratkan niat dalam wudhu. yaitu 1 ^ Ji—^V' (amal perbuatan adalah tergantung niatnya). "Seandainya Allah menginginkan maka mereka tidak akan melakukannya.. karena bagi saya hadits ini telah memberi penjelasan bahwa perkataan termasuk perbuatan.sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits. Memang diantara ulama terjadi perbedaan pendapat dalam masalah ini. Adapun pendapat yang benar.. berdasarkan firman Allah. adalah secara hakikat perkataan tidak termasuk dalam perbuatan. Ji dalam lafazh o — S ' diakhiri dengan dhamir (kata ganti). meskipun hanya menahan diri untuk tidak melakukan suatu perbuatan. sebagaimana yang diterangkan dalam pembahasan fikih. bahwa perkataan tidak termasuk dalam perbuatan. Sebagian ulama tidak mensyaratkan niat dalam melakukan suatu perbuatan.

wallahu a jam. Berbeda dengan mandi junub pada hari jum'at. Tapi pendapat yang paling kuat menyatakan tidak perlu lagi menjelaskan jumlah bilangan rakaatnya.}) mempunyai arti bahwa seseorang tidak mendapatkan dari perbuatannya kecuali apa yang diniatkan. shalat fardhu atau sunnah. Namun demikian. Wallahu a'lam. karena yang dilakukannya termasuk dalam kategori penghormatan (tahiyat) terhadap masjid. "Kalimat kedua memiliki arti bahwa barangsiapa yang berniat. maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. dan setiap perbuatan yang tidak diniatkan tidak akan mendapatkan pahala. sehingga memerlukan niat khusus. apakah masih diperlukan penegasan jumlah rakaat shalat yang akan dikerjakan? Dalam hal ini memerlukan pembahasan yang panjang. Tapi jika seseorang hanya berniat secara umum. tapi ia mendapat pahala karena melakukan perbuatan yang lain. baik niat itu dilaksanakan ataupun tidak sebab alasan syariat. baik shalat fardhu atau sunnah rawatib. ia tidak perlu menegaskan bahwa jumlah rakaatnya adalah dua. maka akan mendapatkan pahala.^. maka orang itu mendapat pahala mengerjakan shalat sunnah tahiyatul masjid. kita dapat membedakan apakah niat shalat atau bukan. bukan hanya membersihkan badan. "Kalimat ini menguatkan bahwa suatu perbuatan harus disertai dengan niat dan keikhlasan yang mendalam. karena hal itu sudah merupakan konsekuensi dari shalat qashar. seperti orang yang melaksanakan shalat ketika masuk masjid. Terkadang seseorang mendapat pahala dari perbuatannya tanpa disertai dengan niat sebelumnya. diqashar (diringkas) atau tidak dan seterusnya. Imam Al Qurthubi berkata." Maksud tidak diniatkan di sini adalah tidak ada niat baik secara khusus ataupun umum. ^s'y ^ \sr 1 i^Ij (dan balasan bagi setiap amal manusia sesuai dengan apa yang niatkan). seperti seorang musafir yang berniat melakukan shalat qashar. ia tidak mendapat pahala mandi sunnah pada hari j u m ' a t menurut pendapat yang kuat (rajih). dhuhur atau ashar.demikian. FATHUL BAARI — 21 . "Kalimat ini membahas permasalahan yang berbeda dengan kalimat pertama (cjCtlu JLJsS'i CJV) karena kalimat pertama menjelaskan bahwa Adapun kalimat kedua suatu perbuatan harus disertai dengan niat. Permasalahan ini juga berbeda dengan shalat tahiyatul masjid. l —• iSj—^J^." Sedangkan ulama lain berkata. karena mandi pada hari j u m ' a t merupakan ibadah. Ibnu Daqiq Al 'Id berkata. baik diniatkan atau tidak.

ia tidak cukup hanya berniat melakukan qadha shalat.Imam Nawawi berkata. doa dan membaca Al Qur'an. seperti dzikir. "Perbuatan di luar ibadah tidak akan mendapatkan pahala kecuali disertai dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah (ibadah). " Imam Ghazali juga mengatakan. karena berdzikir adalah lebih baik daripada membicarakan orang lain (ghibah). Ibnu Salam berkata. "Setiap sendi kalian adalah shadaqah. "Kalimat kedua menunjukkan arti bahwa suatu pekerjaan harus disertai niat tertentu. apakah shalat ashar atau zhuhur. seperti orang yang mengqadha shalat. sedangkan perbuatan yang dapat dibedakan dengan sendirinya. Sedangkan apabila seseorang membaca tashbih (subhanallah) ketika takjub. jika diniati untuk menambah kekuatan tubuh agar kuat untuk beribadah. maka ia akan mendapat pahala. maka ia tidak mendapatkan pahala. "Kalimat pertama ( O L J U j'—li^'i \—'S) ^ b ) menjelaskan tentang akibat dari suatu menjelaskan apa yang termasuk dalam kategori perbuatan. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ghazali. maka niat termasuk syarat dalam perbuatan itu. Secara umum hadits ini menunjukkan tidak diperlukannya niat secara khusus. Ibnu Sam'ani berkata. "Berdzikir dengan menggerakkan lidah tanpa disertai hati yang khusyu' tetap akan mendapat pahala. maka ia akan mendapat pahala. maka tidak disyaratkan adanya niat. "Adapun berdzikir dengan lisan saja tidak cukup untuk dikategorikan dalam amalan hati. sedangkan kalimat kedua (USVJ ^ isj^ perbuatan. karena perbuatan mubah adalah lebih baik dari perbuatan haram. karena perbuatan ini jelas telah membedakan antara ibadah dan kebiasaan sehari-hari ('adat). seperti halnya shalat sunnah tahiyatul masjid. " seorang sahabat bertanya." Pendapat tersebut diperkuat dengan hadits Nabi Muhammad SAW. "Apakah salah satu dari kami yang menyalurkan syahwatnya akan mendapatkan pahala?" Nabi menjawab." Kemudian dia menambahkan. Setiap ibadah yang hanya dapat dibedakan dengan niat. dan lebih baik daripada diam tanpa bertafakkur. akan tetapi harus disertai niat mengqadha shalat yang akan dilaksanakan. "Bagaimana menurut kalian apabila orang itu menyalurkan syahwatnya pada tempat yang haram. Seperti makan. bahwa seorang akan mendapatkan pahala dari perbuatan mubah yang dilakukannya. kecuali jika membacanya dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. atau suami yang meninggal dan tidak 22 — FATHUL BAARI . Sudah barang tentu semua ini harus dilihat hukum asalnya.

^ J\ J 'J** (Barangsiapa yang berhijrah untuk mengharapkan dunia). kecuali setelah lewat masa iddah (4 bulan). bahwa meninggalkan suatu perbuatan tertentu tidak memerlukan niat. dan hal itu sudah diketahui oleh sang istri dalam waktu tersebut. dan bukan hanya meninggalkan (tidak melakukan perbuatan tertentu) saja yang perlu niat. Karena orang yang tidak terdetik sama sekali dalam hatinya untuk melakukan suatu perbuatan maksiat. Dari uraian di atas kita dapat mengambil intisari. Adapun pengambilan dalil yang kedua tidak sesuai dengan konteks pembahasan. Kalimat seperti ini hampir terdapat dalam semua kitab hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dengan menghapus sebagian (matan) hadits. sebagaimana pelakunya akan mendapat dosa jika meninggalkan niat itu? Namun yang diungkapkan Ghazali adalah apakah orang yang meninggalkan niat tetap akan mendapatkan pahala? Dengan demikian perbedaan masalah ini sangat jelas. sedangkan untuk menjadikan nash sebagai dalil yang diakui. karena masalah yang dibahas adalah apakah meninggalkan suatu perbuatan harus disertai niat. dengan demikian tidak wajib bagi sang istri untuk niat iddah lagi.diketahui oleh istrinya. Kesimpulannya. yaitu (*Jj_Ijj ii '<^J'J** LJiT Imam Khaththabi berkata. karena maksud masa iddah adalah untuk mengetahui bahwa dalam rahim istri tidak ada janin dari suami yang telah meninggal. diperlukan adanya kesepakatan yang bebas dari perselisihan. karena meninggalkan itu sendiri termasuk perbuatan. maka harus ada niat untuk meninggalkannya. bahwa meninggalkan suatu perbuatan yang tidak disertai niat. akan tetapi yang mendapatkan pahala adalah menahan diri. tidak sama dengan orang yang terdetik dalam hatinya untuk melakukan perbuatan maksiat. Maka masa iddah sang istri telah habis dengan sendirinya. sehingga apabila hal itu dimaksudkan untuk mendapatkan pahala dengan menaati perintah syariat. Sedangkan pernyataan bahwa "altarku fl'lun" (Tidak melakukan sesuatu (meninggalkan) merupakan suatu perbuatan) masih diperselisihkan. "Hadits ini terdapat dalam riwayat kami dan kitab hadits para FATHUL BAARI — 23 . bahwa semua perbuatan membutuhkan niat. kemudian ia berusaha menahan diri untuk tidak melakukannya karena takut kepada Allah. Wallahu a 'lam. Imam Al Karmani menentang pendapat Muhyiddin yang mengatakan. yaitu menahan diri untuk tidak melakukannya. tidak akan mendapat pahala.

sehingga tampak aneh dari perkataan Bukhari ^. sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. dan Humaidi juga telah meriwayatkan kepada kami secara lengkap. kenapa beliau memulai penulisan kitab ini dengan hadits yang tidak lengkap? Jawabnya. karena Humaidi adalah salah satu guru beliau dalam bidang hadits. seperti dalam Kitab Mushannif karangan Qasim bin Ashbagh." Dia mengatakan. saya tidak mengetahui sebab kelalaian ini? Karena Imam Bukhari telah menyebutkan secara lengkap dari jalur selain Humaidi. karena riwayat tersebut dapat ditemukan secara lengkap dari para gurunya. Akan tetapi apabila hilangnya dari Bukhari.sahabat kami. Hilangnya sebagian matan hadits tersebut berasal dari Imam Bukhari. "Mungkin saja Imam Bukhari dibacakan atau diriwayatkan beberapa hadits riwayat Humaidi secara lengkap. bahwa Bukhari memilih Humaidi karena beliau adalah gurunya yang terkemuka di kota Makkah. bahwa hal itu dikarenakan Imam Bukhari tidak pernah bertemu dengan Humaidi. Ibnu At-Tin menukil perkataan Khaththabi secara ringkas. dan ia memahami dari perkataan makhruuman (hilang) adalah maqtuu 'an (terputus) sanadnya. "bahwa sebaik-baiknya jawaban adalah. yang mencakup maksud dari penulisan kitab ini. Tetapi banyak orang yang mengatakan dari biografi Imam Bukhari. tetapi baris hadits (*Jj . tetapi sebagian baris hadits hilang dari hafalan Imam Bukhari. Jika ditanyakan bahwa hilangnya sebagian baris hadits bukan dari Bukhari.'}*? '^J\t 'Jj) hilang (makhruman) dan tidak tercantum dalam hadits tersebut. "Tidak ada alasan bagi Bukhari untuk menghilangkan riwayat dari Humaidi. Kitab Mustakhraj karangan Abu Nu'aim." Kita telah meriwayatkan hadits ini dari jalur Bisyr bin Musa dan Abu Ismail At-Tirmidzi dari Humaidi secara lengkap. Ibnu Arabi berkata tentang guru Imam Bukhari.i—LiJi \—(Humaidi telah menceritakan kepada kami) yang disebutkan berulang kali dalam kitab ini. "Beberapa orang mengatakan. Shahih Abu Awanah dari jalur Humaidi. bahwa Humaidi adalah salah satu guru Imam Bukhari dalam bidang fikih dan hadits. maka jawabannya sebagaimana dikatakan oleh Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa'id Al Hafizh. kemudian ibnu At-Tin mengatakan. seakan-akan beliau memulainya dengan menyerahkan segala sesuatunya 24 — F A T H U L BAARI . dimungkinkan Imam Bukhari memulai penulisan kitab ini dengan mengikuti pengarang-pengarang lain yang memulainya dengan metode penulisan khutbah." Imam Dawudi berkata. dan riwayat ini telah disebutkan dalam kitab musnadnya secara lengkap.jj iii J\ i'.

*^ -J\ ^V ** 5 'J*» diletakkan sesudah kalimat £> . Dengan demikian hilangnya sebagian kalimat hadits berasal dari sebagian F A T H U L BAARI — 25 . karena riwayat Humaidi sampai kepada Imam Bukhari seperti konteks hadits di atas." Kesimpulannya.J\ '^J ^ 1 44-4 hal itu dimungkinkan. karena konteks pembahasannya berbeda. kenapa beliau meringkasnya di awal kitab. beliau menghilangkan makna hadits yang menunjukkan ketulusan hati untuk mendekatkan diri kepada Allah. sedangkan ketika meriwayatkan "setiap amal perbuatan itu tergantung niatnya" beliau hanya mendengar seperti yang diriwayatkan di atas. Disarnping itu sudah menjadi kebiasaan para pengarang kitab untuk mengumpulkan istilah madzhab yang dianutnya dalam isi khutbah kitab. Seandainya beliau mempunyai niat mencari dunia atau maksud-maksud yang lain. maka hanya itu yang akan beliau dapatkan. dan menguatkan isnad dengan shighah (bentuk) sama' (mendengar) daripada yang lainnya adalah diperbolehkan.kepada Allah. Dalam riwayat Hammad bin Zaid pada bab Hijrah kalimat. Imam Al Karmani mempunyai pandangan lain dalam hal ini. mendahulukan yang samar daripada yang jelas. Mungkin saja ketika menjelaskan "iman itu harus didasari dengan niat dan keyakinan hati" beliau mendengar riwayat hadits ini secara lengkap. Beliau menyerahkan segalanya kepada Allah untuk memberi balasan niatnya. yaitu dihilangkan bagian akhirnya. sedangkan hukum boleh tidaknya meringkas hadits masih diperselisihkan? Tidak mungkin Bukhari menghilangkan sebagian isi hadits. Maka ketika Imam Bukhari ingin menggambarkan apa yang ada dalam jiwanya dengan menyebutkan hadits ini. sebagaimana yang kita lihat dalam periwayatan hadits ini baik dari segi sanad maupun matannya. dan beliau menulis bagian hadits yang menggambarkan adanya tarik menarik antara ketulusan niat dan tidak. Dengan demikian tidak bisa dikatakan bahwa Imam Bukhari membolehkan meringkas hadits secara sembarangan walaupun untuk dirinya sendiri. Inilah pendapat yang paling kuat. Wallahu a lam. "Seandainya Bukhari meriwayatkan hadits secara lengkap. bahwa kalimat pertama yang dihilangkan menggambarkan ketulusan niatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah. maka imam Bukhari berpendapat. bahwa meringkas sebuah hadits dan meriwayatkan dengan maknanya. sebagaimana dilakukan oleh orang yang sering meringkas hadits. sedangkan kalimat yang tidak dihilangkan mencerminkan adanya tarik menarik antara ketulusan niat dan tidak.

(hijrahnya) Hijrah berani meninggalkan.h yang pertama kaii dyn Makkah ke Madinah. melainkan terkadang ia mendapatkannya secara lengkap dan terkadang tidak. seperti hijrah ku Negeri 1 l." Seakan-akan Imani Al Karmani menjumpai hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari ini tidak hanya »atu riwayat saja.iba^\aii dari hij. Karena prinsip Imam Bukhari dalam menulis sebuah hadits adalah tidak menulis satu hadits yang berbeda periwayatannya dalam satu tempat. Memang setiap perawi telah meriwayatkan hadits sesuai dengan apa yang dia dengar tanpa ada yang dihilangkan.uijrah berarti meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah. bahwa kalimat yang dihilangkan sangat sesuai dengan maksud isi hadits tersebut. kecuali sebagian kecil saja. sjmpai dibukanya kota Makkah (Fmini Mukkah).m i^iam iujiah i"tiumpun\ai dua pengertian. maka ia menulisnya pada tempat yang berbeda dengan sanad yang berbeda pula. Menuiut s\anat. sedang pada tempat yang lain beliau menulis secara lengkap. "Hadits ini terkadang diriwayatkan secara lengkap dan terkadang tidak. pindah duri tumpat \ ang menakutkan ke tumpat yang tenang. n i ^ i h ja /i negeri Kafir ke negeri iman. Hijrah pada iaat itu khusus berpindah ke Madinah. khususnya Ibnu Arabi. maka saya katakan pula. yaitu bahwa niat harus karena Allah atau Rasul-Nya. 26 — F A T H U L BAARI . juga tidak dijumpai satu hadits pun dengan sanad dan matan yang sama dan lengkap ditulis pada beberapa tempat. Apabila ada satu hadits yang mempunyai sanad lebih dari satu.guru Imam Bukhari. dimana mereka mendapatkan hal seperti ini kurang lebih dua puluh tempat. Apabila memang hilangnya dari beliau. . bukan dari Imam Bukhari.. hedua. Saya menjumpai orang yang selalu meneliti dan mengkaji hadits Bukhari. Dala. bahwa yang damikian itu adalah pendapat mayoritas kaum muslimin. Pendapat ini dikatakan oleh orang yang tidak melihat dan meneliti perkataan para ulama yang telah saya sebutkan. dan hijrah kepada suatu tempat berati pindai i dari satu tempat ke tempat yang lam. sedang Bukhari menulis riwayat hadits ini sesuai dengan judul bab yang dibicarakan. dan ini dapat dijumpai dalam kitab Jarrn" Ash-Shahih. maka konteks hadits ini sesuai dengan isi yang dimaksud. dan tidak pernah beliau menulis hadits dengan menghilangkan sebagiannya. Panumu. Apabila kamu mengatakan. seperti hijrahnya kaum muslimin ke Madinah setelah Rasulullah menetap di sana.. hal itu disebabkan perawi yang meriwayatkannya juga berbeda. Imam Al Karmani juga mengatakan.

dan sebagian lain mengatakan. Sebagian orang mengatakan. maka banyak bangsa Arab yang pergi ke Madinah untuk menikahi perempuan tersebut. tapi pendapat yang lebih kuat adalah semua apa yang ada di atas bumi berupa udara dan angkasa sebelum datang hari kiamat. Hal itu disebabkan kebiasaan orang Arab yang tidak mau mengawinkan anak perempuan mereka dengan hamba sahaya. bahwa sebab munculnya hadits ini adalah cerita seorang muslim yang ikut berhijrah dengan maksud ingin mengawini seorang perempuan sehingga ia disebut Muhajir Ummu Qais. 141^' (mengharapkan) atau mendapatkannya.Setelah itu hijrah tidak dikhususkan lagi. Namun dalam hal ini ada perbedaan pendapat mengenai hakikat dunia. Tetapi dalam hal ini masih dibutuhkan riwayat yang kuat untuk menyatakan bahwa orang laki-laki yang ikut berhijrah itu adalah seorang hamba sahaya sedangkan perempuan tersebut adalah orang Arab yang terhormat. bahwa nama perempuan itu adalah Qailah. Sebagaimana telah disinggung pada pembahasan sebelumnya. Ibnu Dihyah meriwayatkan. Karena banyak orang Arab sebelum FATHUL BAARI — 27 . melainkan mempunyai makna umum. Adapun bila disebutkan salah satu bagian dari dunia tanpa disebutkan secara keseluruhan adalah termasuk bentuk majaz (kiasan). dekat. dimana sebelum itu mereka tidak dapat melakukannya. bahwa hakikat dunia adalah apa yang ada di atas bumi berupa udara dan angkasa. bahwa dunia adalah setiap makhluk yang diciptakan. Ketika Islam datang membawa ajaran yang tidak membedakan kedudukan kaum muslimin dalam masalah pernikahan. dinamakan demikian karena dunia lebih dahulu daripada akhirat. yaitu berpindah dari negeri kafir bagi siapa yang memiliki kemampuan. atau karena dunia sangat dekat dengan kehancuran atau kebinasaan. Ibnu Baththal meriwayatkan dari Ibnu Siraj tentang manfaat disebutkannya kata mar 'ah (perempuan) secara khusus dalam hadits ini. 't-* J ' ( * 1 a a u perempuan) Disebutkannya kata perempuan secara khusus setelah kata umum (dunia) adalah untuk menekankan bahwa bahaya dan fitnah yang ditimbulkan oleh perempuan sangat besar. karena mereka sangat menjaga kehormatan keturunannya.

Seseorang yang berhijrah disertai dengan niat untuk menikahi seorang perempuan. karena konteksnya adalah untuk menghimbau agar manusia selalu berhati-hati dan menjauhinya. Ummu Sulaim berkata. Maka ketika Abu Thalhah melamarnya.*—* 1 1 * J>\ « i ^ j (maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dalam kalimat "-v~$> adalah untuk IzJiS' diniatkan). maka hal ini bukan sesuatu yang tercela dan tidak sah. karena Ummu Sulaim telah masuk Islam lebih dahulu dari pada Abu Thalhah. sebagaimana diriwayatkan oleh Nasa'i dan Anas. Hal ini seperti peristiwa masuk Islamnya shahabat Thalhah. 28 — FATHUL BAARI . baik perempuan atau lainnya.j—. karena pernikahan adalah anjuran agama Islam. adapun kata ganti pada kalimat yang dihilangkan sebelumnya J > > ^) 1 ^. . berbeda dengan perkataan dunya (dunia) dan mar 'ah (wanita).datangnya Islam telah mengawinkan anak perempuannya dengan hamba sahaya. Pendapat yang kedua adalah pendapat yang paling kuat. akan tetapi hijrah seperti ini kurang sempurna dibandingkan dengan orang yang berhijrah dengan niat yang tulus.—^] j*. karena pendapat yang pertama menunjukkan bahwa setiap hijrah itu secara mutlak adalah tercela. maka orang itu tetap mendapatkan pahala apabila pernikahan yang dilakukannya untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata 'ala. ia berkata. Imam Al Karmani berkata. maka ia tidak akan mendapatkan pahala seperti orang yang hanya berniat hijrah. padahal tidak demikian. Fungsi kata ganti (dhamir) (dhamir) mencakup semuanya. "Kalimat £\ il J\ berhubungan dengan dengan lafazh a! hijrah. maka kedatangan Islam di sini telah menghapus kesetaraan yang tidak pada tempatnya.JJ ^ J *—v*** *0—'"ji adalah untuk mengingat kebesaran Allah dan Rasul-Nya. maka khabar (predikat) nya dihilangkan dan ditaqdirkan dengan kalimat gabihah (buruk) atau ghairu shahihah (tidak benar). Kecuali terjadi penduaan dalam niat seperti seseorang yang niat hijrah untuk menjauhi kekufuran dan mengawini seorang wanita. atau seorang yang mempunyai keinginan menikah saja tanpa melakukan hijrah kepada Allah. "Abu Thalhah telah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar masuk Islam. atau dimungkinkan yang menjadi predikat adalah lafazh 4 — d a n kalimat 0 J\ adalah sebagai predikat dari (mubtada) subyek kalimat oli—T J—.

Akan tetapi ada pendapat yang mengatakan bahwa dia tetap mendapat pahala puasa yang sempurna berdasarkan sebuah hadits. adalah larangan untuk melakukan sesuatu perbuatan sebelum mengetahui hukumnya secara jelas. berbeda dengan pendapat ulama madzhab Syafi'i. ia tetap tidak mendapatkan pahala. bahwa yang harus menjadi tolak ukur adalah niat awal. Imam Ghazali menggaris bawahi apabila keinginan untuk memperoleh dunia lebih besar dari keinginannya untuk mendekatkan diri kepada Allah. seandainya kamu masuk Islam. maka niatnya tidak sah. karena setiap perbuatan harus dikerjakan dengan kesadaran diri. maka dia telah mendapatkan/iya" artinya mendapatkan keutamaan jama'ah atau waktunya. orang melakukan puasa sunah dengan niat sebelum tergelincirnya matahari. maka pekerjaan itu akan sia-sia. Akan tetapi orang yang lalai tidak termasuk dalam hukum ini."Aku sudah masuk Islam. bahwa jama' (mengumpulkan shalat) bukanlah termasuk perbuatan. Akan tetapi apabila seseorang berniat untuk ibadah dan mencampurnya dengan keinginan selain ibadah yang dapat mengurangi keikhlasan. bahwa yang tidak termasuk dalam kategori pekerjaan tidak memerlukan niat. begitu pula apabila terjadi keseimbangan antara keduanya antara keinginan untuk mendapatkan dunia dan mendekatkan diri kepada Allah. Contoh. seperti shalat jama' tagdim menurut pendapat yang paling benar tidak diperlukannya niat tertentu. Kesimpulan dalam hadits ini. apabila ia memulai dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah. tetapi yang termasuk dalam perbuatan adalah shalat itu sendiri. maka orang itu tidak mendapatkan pahala. Dapat juga diambil kesimpulan dari pemahaman hadits di atas. dan orang yang melakukan suatu perbuatan dengan tidak mengetahui hukumnya secara jelas." Lalu Abu Thalhah masuk islam dan menikahi ummu Sulaim. sedangkan orang yang lalai tidak mempunyai maksud." Pendapat ini dikuatkan dengan apa yang telah dipraktekkan Rasulullah yaitu men- FATHUL B A A R I — 29 . maka saya bersedia dikawini. "Bamngsiapa mendapatkan sebagian dari rakaat (shalat jama 'ah). Wallahu a'lam. Hal ini dilakukan atas dasar keinginannya untuk masuk Islam dan menikahi ummu Sulaim. karena suatu pekerjaan yang tidak didasari niat. seperti juga orang yang melakukan puasa dengan niat ibadah dan menjaga kesehatan. maka Abu Ja'far bin Jarir Ath-Thabari telah menukil perkataan ulama salaf. maka orang itu akan mendapat pahala dari waktu dia memulai niatnya. tapi guru kami Syaikh Islam berkata. maka perubahan niat tidak menggugurkan pahalanya.

karena makna hadits di atas mengindikasikan bahwa setiap perbuatan tergantung kepada niatnya. Syaikh Islam mengatakan. Sekiranya hal itu merupakan syarat maka Rasulullah akan memberitahukan terlebih dahulu kepada sahabat sebelum melakukan shalat. Dalam nash hadits tersebut ada tambahan "sebab. bahwa yang menjadi dasar dalam menentukan hukum adalah lafazh nash secara umum. dan penjelasan pelajaran yang dapat diambil dari hadits ini akan diterangkan lebih luas dalam kitab •Iman". "Konteks penjelasan hadits tersebut adalah umum walaupun mempunyai sebab khusus.j a m a ' shalat pada waktu perang Tabuk tanpa diberitahukan terlebih dahulu kepada para sahabat. tanpa menyebutkan jenis kafaratnya. apakah kafarat zhihar atau lainnya." maka kita dapat mengambil kesimpulan." karena konteks hadits di atas adalah mengisahkan orang yang berhijrah dengan tujuan untuk menikahi seorang perempuan. maka disebutkannya "dunia" dalam hadits ini bertujuan untuk memberi peringatan kepada manusia untuk selalu berhati-hati terhadap gemerlapnya dunia. bukan sebab-sebab yang khusus. maka hal ini diperbolehkan. Sedangkan dalam masalah kafarat yang harus dilakukan adalah mengeluarkan kafarat yang diwajibkan tanpa harus menentukan sebabnya. Seperti seorang membebaskan budak dengan niat membayar kafarat. 30 — FATHUL BAARI .

"Aku bertanya. Itulah yang sangat berat bagiku. Setelah bunyi itu berhenti. tapi menurut para ulama hadits ini adalah hadits Maushul (hadits yang sanadnya sampai kepada Nabi). aku baru mengerti apa yang disampaikannya. Hal itu dimungkinkan. Dari 'Aisyak Ummu! Mukminin RA. bahwa Aisyah menyaksikan ketika Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah. Dengan demikian sebagian ahli hadits meletakkan hadits ini pada Musnad Aisyah. ia masuk Islam pada hari pembukaan kota Makkah (Fathu Makkah). " Aisyah berkata. Mu jam Al Baghawi dan kitab-kitab lainnya. sehingga haditsnya menjadi hadits Mursal (hadits yang perawi dari salah satu sahabat tidak disebutkan). Dengan demikian penisbatan kepada wahyu tersebut merupakan bentuk majaz. Setelah wahyu itu berhenti turun. "Ya Rasulullah bagaimana caranya wahyu turun kepada anda? Rasulullah menjawab. adalah seorang dari Bani Makhzumi. Dia meninggal dunia pada waktu penaklukan negeri Syam. Harits bin Hisyam. atau yang lebih umum dari itu. dia adalah saudara kandung Abu Jahal dan termasuk tokoh dari kalangan para sahabat.2.'" Keterangan Hadits: jy-jiii fi (Ummul Mukminin) Kata tersebut diambil dari firman Allah SWT.b 'Sg (Bagaimana caranya wahyu turun kepada anda?) Mungkin pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui sifat wahyu. "Istri-istri Nabi adalah ibu-ibu mereka (kaum muslimin)" Artinya dalam menghormati mereka dan larangan untuk menikahinya. dari jalur Amir bin Shalih Az-Zubairi dari Hisyam dari ayahnya dari Aisyah dan Harits bin Hisyam. dia berkata. Atau juga pada Harits yang memberitahu kepada Aisyah. J C. "Hadits ini tidak FATHUL BAARI — 31 .(bertanya) Seperti inilah yang diriwayatkan sebagian besar dari jalur Hisyam bin Urwah. Kadang-kadang malaikat menjelma seperti seorang laki-laki menyampaikan kepadaku dan aku mengerti apa yang disampaikannya. "Kadangkadang wahyu itu datang kepadaku seperti bunyi lonceng. bahwa Harits bin Hisyam RA bertanya kepada Nabi Muhammad SAW. kelihatan dahi Nabi bersimpah peluh. Pendapat kedua dikuatkan dalam kitab Musnad Ahmad. karena maksud sebenarnya adalah menanyakan tentang sifat pembawa wahyu bukan wujud wahyu. Ismaili berkata. "Aku pernah melihat Nabi ketika turunnya wahyu kepadanya pada suatu hari yang amat dingin." 'J-'jH lL. atau sifat pembawa wahyu.

"Tidak seperti itu. (Kadang-kadang) i — a d a l a h bentuk jama' (plural) dari j j . karena konteks kalimat yang ada dalam hadits tersebut adalah kalimat yang digunakan untuk menunjukkan masa yang akan datang (mustaqbal) bukan masa lalu (madhi).yang berarti waktu yang banyak atau sedikit. Disamping itu Imam Bukhari sendiri ingin mengawali penulisan hadits dalam kitabnya dengan riwayat orang-orang Hijaz.sesuai apabila diletakkan pada bab ini. "auqaatan ya'tiinii (beberapa kali dia datang kepadaku). bahwa seluruh isi hadits yang ada dalam bab ini harus sesuai dengan permulaan turunnya wahyu. Imam Bukhari juga meriwayatkan dari Hisyam dalam bab "bad'ul khalqi" (Permulaan penciptaan). begitu pula dengan ayat-ayat Al Qurian yang membicarakan tentang turunnya wahyu kepada para nabi sebelum Muhammad SAW. dan hal ini membuat aku takut.*' Saya (Ibnu Hajar) katakan. "Mungkin saja pertanyaan ini mengenai bagaimana cara permulaan turunnya wahyu. yaitu malaikat Jibril datang dan menyampaikan wahyu kepadaku sebagaimana seorang menyampaikan berita kepada orang lain. sedangkan hadits ini cocok dimasukkan dalam bab "Cara Turunnyc Wahyu" bukan bab "Permulaan Turunnya Wahyu. dia menyampaikan bahwa Rasulullah bersabda. juga masih berhubungan dengan pembahasan ini. meskipun demikian kita dapat melihat adanya korelasi antara hadits dan pembahasan di atas dari jawaban Rasulullah. karena jawaban beliau telah menunjukkan sifat wahyu dan sifat pembawanya. Sedangkan hadits ini berhubungan erat dengan topik pembahasan yang sedang kita bicarakan. "Dalam semua kondisi itu telah datang kepadaku malaikat." Imam Al Karmani berkata. Atau datang kepadaku dengan suara lonceng. dimana kedua hal tersebut mengindikasikan permulaan turunnya wahyu. "Bahwa wahyu datang kepadaku dengan dua cara. tapi cukup dengan hadits yang berhubungan dengan pembahasan bab ini. seakan-akan Nabi berkata. sehingga hadits tersebut cocok diletakkan dalam bab ini. dan ini tidak membuatku takut. Akan tetapi maksud kata tersebut dalam hadits ini adalah waktu. ia mengatakan. Demikian juga bukan merupakan suatu keharusan. maka dimulailah dengan Makkah kemudian Madinah. Dengan demikian kita mengetahui adanya korelasi yang jelas antara hadits dengan judul pembahasan." 32 — FATHUL BAARI ." Diriwayatkan oleh Ibnu Sa'id dari jalur Abi Salmah Al Majisyun. tetapi yang lebih cocok adalah hadits setelannya.

begitu juga turunnya wahyu pada malam Isra' Mi'raj. Qana 'ah. hadits ini shahih menurut Hakim dari jalur Ibnu Mas'ud. yang telah disebutkan dalam hadits "Sesungguhnya Ruh Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam hati. karena yang ditanyakan adalah sifat wahyu yang dibawa oleh malaikat. bahwa wahyu turun kepada Nabi dalam 46 macam cara --kemudian ia menyebutkan semuanya— dan yang paling banyak adalah mengenai sifat pembawa wahyu. Kedua. Al Hulaimi berkata. (seperti bunyi lonceng) j£aL> J i . mimpi. . karena memahami perkataan dengan F A T H U L BAARI — 33 .Disamping itu malaikat juga datang dalam bentuk manusia. Adapun turunnya wahyu dengan cara membisikkan dalam hati Rasulullah dimungkinkan ada dua cara. Ada juga yang mengatakan. hakikat malaikat Jibril yang memiliki 600 sayap. bahwa jaras adalah gentongan atau lonceng kecil yang di dalamnya ada potongan kuningan dan digantungkan di leher onta._ryJi j i . apabila onta itu bergerak maka lonceng itu akan berbunyi. atau suara sayap malaikat. Adapun turunnya wahyu melalui Ilham tidak dipertanyakan. yaitu Pertama. yaitu pertama-tama malaikat datang kepada Nabi seperti suara lonceng kemudian membisikkan wahyu ke dalam hati Nabi. ilham. Sebenarnya inti hadits ini. bahwa shalshalah adalah suara malaikat ketika menyampaikan wahyu. Nabi melihat malaikat Jibril dalam bentuknya yang asli hanya dua kali menurut Aisyah. Nabi melihatnya duduk di antara langit dan bumi. 'J* »jif (Itulah yang sangat berat bagiku) Kita dapat memahami dari statement di atas bahwa semua wahyu itu berat. sifat pembawa wahyu. Sedangkan Jaras adalah lonceng kecil atau kerincingan yang digantungkan pada kepala hewan. seperti ketika datang kepada Nabi dalam rupa sahabat Nabi yang bernama Dihyah. dan berbicara langsung pada malam Isra' Mi'raj dengan tanpa hijab. j Shalshalah Dalam riwayat Muslim dikatakan J}^ arti-nya suara yang dihasilkan dari benturan antara besi. atau seorang laki-laki berbangsa Arab atau lainnya yang semuanya telah dijelaskan dalam hadits shahih. akan tetapi wahyu yang diterima nabi dengan disertai bunyi lonceng adalah yang paling berat. menjelaskan sifat wahyu seperti turunnya wahyu dengan cara desingan tawon. bisikan hati. kemudian kata tersebut dinisbahkan kepada semua suara yang menimbulkan denging." Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam bab. Al Karmani mengatakan.

apa yang dikatakan Imam Haramain tidak dapat dibenarkan. y^J*j il_XJi ^—1 j i i ' (Kadang-kadang malaikat menjelma seperti seorang laki-laki) Alif lam pada lafazh 'JJ—itJi menunjukkan sesuatu yang telah diketahui. Adapun hikmah itu semua adalah untuk mendekatkan kepada Allah dan meninggikan derajat Rasulullah di sisi-Nya. sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Ya'la bin Umayah pada masalah "Pemakai jubah yang dibauri Minyak wangi pada waktu haji. Sebagian ulama mengatakan. karena kematian adalah berpisahnya ruh dari tubuh berdasarkan kehendak Allah bukan kehendak manusia. tapi hanya menghilangkan. Syaikh Islam berkata." hal itu berarti Allah memusnahkan hamba-Nya ke-mudian mengembalikan lagi. bahwa malaikat adalah partikel terkecil yang bersifat ruhaniah. serta dapat berubah dalam berbagai bentuk yang diinginkannya.bunyi lonceng lebih sulit dari pada memahami perkataan secara langsung. J u U. "Malaikat memiliki wujud yang halus dan tinggi. t ^ i i (Setelah bunyi itu berhenti) Hilang ketakutanku. karena mungkin saja yang datang adalah malaikat jibril dengan wujud yang asli kemudian berubah menjadi manusia dan setelah itu kembali lagi kepada bentuknya yang 34 — F A T H U L BAARI . Hadits ini sebagai dalil bahwa malaikat dapat menyerupai manusia. bahwa berat atau sulitnya menerima wahyu bertujuan agar Nabi lebih berkonsentrasi dalam menerima wahyu. bahwa beliau melihat keadaan Nabi ketika menerima wahyu dalam keadaan pucat. Imam Haramain berkata." Para filosof mengatakan. bahwa hal itu tidak berarti memusnahkan. bahwa cara turunnya wahyu seperti ini biasanya membicarakan masalah adzab dan ancaman. " dia berkata. Inilah yang menguatkan bahwa turunnya wahyu melalui perantara malaikat. yaitu malaikat Jibril. Ulama lain mengatakan. ili c4^j JJ j (aku baru mengerti apa yang disampaikannya) Artinya aku (Rasul) mengerti perkataan yang disampaikan kepadaku setelah bunyi itu berhenti." Karena orangorang kafir menentang adanya wahyu dan turunnya malaikat yang menyampaikan wahyu kepada Rasulullah. Hadits ini sesuai dengan ayat Al Qur'an yang menentang orang-orang kafir yang mengatakan. "Jibril dapat menyerupai kita. dalam arti bahwa perubahan malaikat Jibril tidak menyebabkan kematian hamba itu. Ibnu Salam mengatakan. "Sesungguhnya ini adalah perkataan manusia biasa. meskipun pendapat ini masih diperselisihkan. Para ahli teologi berkata.

jii y> j i ada juga perubahan pada kalimat ini dengan mengunakan k a l i m a t ( ^ Ji) dengan bentuk lampau (madhi). berbeda dengan riwayat Baihaqi dari jalur Al Qa'nabi dari Malik yang menggunakan lafazh ^—ui'v (maka dia mengajarkan kepadaku). sedangkan pada bentuk yang kedua dengan memakai kata kerja muslaqbal menunjukkan bahwa nabi memperoleh pamahaman ketika berbicara dengan malaikat Jibril. iUiD (bersimpah) Al fashdu berarti keringat berhenti akibat darah keluar. sedangkan di sini mengunakan ^Lj bentuk masa yang akan datang (niustaqbal).semula. Dahi nabi disamakan dengan keringat. J^i' C ^ ( i (dan aku mengerti apa yang disampaikannya) Abu Awanah menambahkan dalam kitab Shahihnya ''J* . menunjukkan betapa lelahnya beliau ketika menerima wahyu. Dalam hadits yang berbunyi ^—S' ^A ^ J (pada hari yang 51 sangat dingin). begitu juga riwayat Imam Muslim dari Usamah dan Hisyam. Terjadinya pemisahan dalam hadits ini. maka akan berubah namanya tapi tidak berubah zatnya. bahwa hadits pertama meriwayatkan tentang Harits. Tapi dalam kitab Muwaththa' mengunakan lafazh dari jalur Al Qa'nabi. seperti bahan katun apabila dijadikan baju. U K J (menyampaikan kepadaku) 1>S Lafazh inilah yang banyak digunakan oleh para perawi hadits. Wailahu a 'lam. karena dalam keadaan dingin keringat beliau tetap keluar. karena banyaknya keringat beliau yang keluar. Kalau lafazh pertama J-j J-S mengandung arti bahwa nabi memahami apa yang disampaikan oleh malaikat Jibril sebelum berpisah. begitu juga yang diriwayatkan olah Daruquthni dari jalur Al Qa'nabi. dari jalur Atiq bin Ya'qub dari Malik secara terpisah dari hadits sebelumnya. Ibnu Abu Zinad dari Hisyam yang diriwayatkan oleh Baihaqi menambahkan FATHUL BAARI — 35 . UJUV L J I J (Aisyah berkata) Sanadnya sama dengan sebelumnya. karena adanya perbedaan. Daruquthni meriwayatkan hadits Malik. sedangkan hadits kedua meriwayatkan tentang kesaksian Aisyah untuk menguatkan hadits pertama. Artinya perubahan malaikat hanya dalam bentuknya saja bukan dzatnya. yang berarti bahwa beliau sedang menghadapi perkara yang sangat besar.

s £ ^ Q> j ' 0 •' a ^ ^.Jj ^ 4«? J ^ J ^ i . 8 i i 8 # ' ' ^ ^ * j _ k j j k ^JJl i i T . „ t ' *t ' . ^ D ^''^ . .j l ^jr-i} ^ ^ rj j i > i j j l S ' j t ! ^ i J l 4 J I 1 ^ \J\ > j jkJl ^ S* J>%J otji ^ ^tJ^aJl jjJi J i » C-s-li-*-**^ ^oi. .^ o .S i . o t ' s ' ' d ^15^)1 J a j ^ j j f f ' j ^ ( „ . b ^ 1 ^ ^ ' * O a 9 ' s ' ' i * ^ L H l i U iUI^Jlj J-aw^l c -r-^i ^ I j ^ ^ * -1 ^ V^J' 1 ^ °^ o ' s o +• * s s * *r * N ^ ^ . o*'." s _ 0 . 1 > ) JUi ^ j ' isllill ^Jb-li 1 —K^b 2 — J ^ » cJUi ^ c ^ J ^ jl s ' ^ J JiJ ^ » '** '' J 4 lJ ^ UI i L j k j C* <JLit_j *Ji-Jl 'S s' s O 31^ ^jJ-»uJl s .riwayat hadits ini dengan "Apabila Nabi mendapatkan wahyu ketika berada di atas kuda." * *.s p 2l|iJ ff^ < - ss . ^ o ^ . maka beliau akan menarik tali kendali kuda itu karena begitu beratnya. f 36 — FATHUL BAARI . * ' y' ' I . • * "i j ' ' . ^ ^ *. 1^ " •* . 3 tlj—>. .

"Bacalah. "Pertama turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW secara mimpi yang benar waktu beliau tidur. seperti jelasnya cuaca pagi. Kemudian aku dilepaskan dan disuruh membaca. " Kata Nabi selanjutnya menceritakan. Malaikat datang kepadanya. Setelah perbekalan habis. Semenjak itu hati beliau tertarik hendak mengasingkan diri ke Gua Hira'. tidak pulang ke rumah isterinya. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Demi Tuhanmu Yang Maha Mulia. " Aku ditarik dan dipeluknya sampai aku kepayahan. Dari Aisyah Umul Mukminiin bahwa ia berkata. "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. "Jangan takut. "Aku tidak bisa membaca. "Aku tidak bisa membaca. " Khadijah menjawab. hingga suatu ketika datang kepadanya kebenaran atau wahyu. Biasanya mimpi itu terlihat jelas oleh beliau. lalu katanya. " katanya. "Bacalah."jawab Nabi. yaitu sewaktu beliau masih berada di Gua Hira. "Selimuti aku. Di situ beliau beribadat beberapa malam. kemudian dilepaskan seraya berkata." Jawabku. mem- FATHUL BAARI — 37 . untuk mengambil lagi perbekalan secukupnya. Kujawab. selimuti aku!" Siti Khadijah menyelimutinya hingga hilang rasa takutnya. lalu berkata. demi Allah. "Aku tidak bisa membaca.3. Kemudian beliau kembali ke Gua Hira. " Aku ditarik dan dipeluk untuk ketiga kalinya. beliau kembali kepada Khadijah. "Bacalah. "Setelah itu Nabi pulang ke rumah Khadijah binti Khuwailid. Kemudian aku dilepaskannya dan disuruhnya pula membaca. Kamu sela/u menyambung tali persaudaraan. Kata Nabi kepada khadijah (setelah dikabarkan semua kejadian yang dialaminya itu). "Sesungguhnya aku cemas atas diriku (akan binasa). Untuk itu beliau membawa perbekalan secukupnya. Tuhan tidak akan membinasakan kamu. "Aku ditarik dan dipeluknya sehingga aku kepayahan.

" Kata Waraqah kepada Nabi. Turunnya wahyu dengan cara mimpi yang benar telah diriwayatkan oleh M a ' m a r dan Yunus. "Wahai Anak Saudaraku! Apa yang telah terjadi atas dirimu?" Nabi menceritakan kepadanya semua peristiwa yang telah dialaminya. (ketika tidur) 1 Kalimat ini untuk menekankan bahwa Rasulullah menerima wahyu tidak dalam keadaan sadar. Belum ada seorang pun yang diberi wahyu seperti mu tidak dimusuhi orang. "Wahai Anak pamanku! Dengarkan kabar dari anak saudarmu (Muhammad) ini. Apabila saya masih mendapati hari ini niscaya saya akan menolong anda sekuat-kuatnya. " Tidak berapa lama kemudian Waraqah meninggal dunia dan wahyu pun terputus untuk sementara.(tertarik) 38 — FATHUL BAARI . rJ^ J'. J^UJI jii j L (seperti jelasnya cuaca pagi) Maksudnya. semoga saya masih diberi kehidupan ketika kamu diusir kaummu. "Ya betul. Berkata Waraqah. memuliakan tamu. kemudian ketika sadar beliau dapat melihat cahaya. mengusahakan barang keperluan yang belum ada. yaitu anak paman Khadijah. maksudnya adalah sebagian wahyu. "Apakah mereka akan mengusirku. Maka disalinnya Kitab Injil dari bahasa Ibrani seberapa dikehendaki Allah dapat disalin. Duhai. " Setelah itu Khadijah pergi bersama Nabi menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza." Jawab Waraqah. Khadijah berkata kepada Waraqah. "Inilah Namus (malaikat) yang pernah diutus Allah kepada Nabi Musa. menolong orang yang kesusahan karena menegakkan kebenaran. L J . bahwa malaikat turun (membawa wahyu) bagaikan cahaya di pagi hari. "Nabi bertanya. yang telan memeluk agama Nasrani pada masa Jahiliah itu. la pandai menulis buku dalam bahasa Ibrani. Keterangan Hadits: ^-'^ (dari wahyu) Lafazh j? di sini mengandung arti sebagian (tab'idh). Usianya telah lanjut dan matanya telah buta. hikmah turunnya wahyu yang diawali dengan mimpi adalah untuk latihan bagi nabi untuk menerimanya dalam keadaan sadar.bantu orang yang sengsara. mendengar suara dan batu-batu kerikil memberi salam kepadanya.

Subjek dalam kalimat tersebut tidak disebutkan, karena motivasi yang mendorong (Rasulullah) untuk melakukan hal itu tidak ada, meskipun kita mengetahui bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Disamping itu juga untuk memberi peringatan kepada manusia, bahwa apa yang dilakukan oleh Rasulullah adalah bukan berasal dari motivasi manusia, tetapi dari ilham dan wahyu. Lafazh (">lJJI trasikan artinya mengosongkan hati dengan mengonsendiri terhadap apa yang akan dihadapi. Sedangkan gua hira' o - ^ j (mengasingkan diri) o - I ^ berarti l i ^ i ' i yaitu mengikuti ajaran agama Nabi Ibrahim. i i ^ 'j*j (yaitu beribadah)
1

adalah salah satu gua yang ada di Makkah.

Kalimat ini adalah kalimat tambahan dalam hadits, yaitu penafsiran dari Az-Zuhri sebagaimana yang dikatakan Ath-Thibbi. jj^I yJCii (beberapa malam) Dalam hal ini tidak disebutkan jumlah hari secara pasti, karena masih diperselisihkan. Ada yang mengatakan satu bulan, sebagaimana Ibnu lshaq, karena waktu itu adalah bulan Ramadhan. Sedangkan lafazh z/J-i artinya membawa bekal. Khadijah adalah Umul Mukminin anak Khuwailid bin Asad bin Abdul Izzi.

itii Jiatau wahyu)

(hingga suatu ketika datang kepadanya al haq kebenaran

Atau hingga datang kepadanya perkara yang benar. Disebut dengan haq karena wahyu tersebut berasal dari Allah. Dalam riwayat Abu Aswad dari Urwah dari Aisyah disebutkan, bahwa Nabi pertama kali melihat Jibril dalam mimpi, kemudian Nabi melihat Jibril secara sadar pertama kali di Ajyad. Ketika mendengar panggilan Jibril, "'Ya Muhammad," Nabi melihat ke kanan dan kiri namun tidak menemukan siapa pun, lalu ketika beliau melihat ke atas beliau melihat Jibril di langit. Kemudian Jibril berkata, "Ya Muhammad, ini Jibril," kemudian Nabi lari menuju tempat keramaian dan beliau tidak melihat lagi. Tapi ketika keluar dari keramaian beliau melihat Jibril kembali sambil memanggilmanggil Nabi dan Nabi pun lari. Kemudian Jibril baru menemui Nabi di Gua Hira', sebagaimana telah diceritakan dalam kisah tersebut. Nabi melihat bahwa Jibril memiliki dua sayap yang terbuat dari Yaqut, menurut riwayat Ibnu Lahi'ah dari Abu Aswad. Telah disebutkan FATHUL BAARI — 39

dalam Shahih Muslim riwayat lain dari Aisyah, Nabi berkata, "Aku belum pernah melihat Jibril dalam bentuknya yang asli kecuali hanya dua kali." Imam Ahmad juga meriwayatkan hadits Ibnu Mas'ud, bahwa pertemuan Nabi dengan Jibril dalam bentuknya yang asli hanya dua kali, Pertama, ketika bertemu pertama kali, dan kedua ketika peristiwa Isra' Mi'raj. Begitu juga Tirmidzi meriwayatkan dari jalur Masruq dari Aisyah, bahwa Nabi tidak pernah melihat Jibril dalam bentuk yang asli kecuali dua kali. Pertama di Sidratul Muntaha, dan kedua di Ajyad. Dalam kitab Sirah yang ditulis oleh Sulaiman At-Taimi, diriwayatkan oleh Muhammad bin Abdul ATa uari anaknya Mu'lamir bin Sulaiman dari bapaknya, bahwa Jibril datang kepada Nabi di Gua Hira. la menyuruh nabi membaca "Iqra bismirabbika.." lalu pergi dan Nabi terdiam kebingungan, kemudian Jibril menampakkan rupanya yang asli di hadapan Nabi. istij (datang kepadanya) Huruf fa' di sini sebagai fa' tafsiriyah (menjelaskan), karena datangnya malaikat bukan setelah turunnya wahyu, akan tetapi malaikat datang ketika wahyu turun. ^ j t i u' C (Aku tidak bisa membaca) Nabi mengatakan kalimat ini sebanyak tiga kali, dan ketika beliau mengucapkan yang ketiga kalinya, maka malaikat berkata, "Bacalah dengan nama Allah." Yakni janganlah membaca dengan kemampuan dan pengetahuanmu, akan tetapi bacalah dengan pertolongan Allah, karena Dialah yang akan mengajarkan kepadamu, sebagaimana Dia telah menciptakan kamu dan mengeluarkan segumpal darah tempat bersarangnya syaitan ketika kamu masih kecil. Dia juga yang mengajarkan kepada umatmu cara menulis setelah mereka hidup buta huruf, demikian kata Suhaili. Ath-Thibi menyebutkan bahwa susunan kalimat (aku tidak bisa membaca) menunjukkan penguat (ta'kid), seakan-akan Nabi berkata, "Aku sama sekali tidak bisa membaca." Apabila dikatakan kenapa Nabi mengucapkannya sebanyak tiga kali? Abu Syamah menjawab, dimungkinkan jawaban pertama (aku tidak bisa membaca) mengandung arti menolak (imtina'), adapun ucapan kedua mengandung arti ketidakmampuan, sedangkan ucapan ketiga mengandung arti pertanyaan apa yang harus dibaca. Abu Aswad dan Zuhri meriwayatkan bahwa ucapan Nabi, "Bagaimana saya harus membaca?" (kaifa aqra'), Ubaid bin Umair 40 — FATHUL BAARI

menyebutkannya, madza aqra'? "Apa yang harus semua itu menunjukkan pertanyaan.

saya baca?" dimana

(dipeluknya), Seakan-akan Jibril memelukku dengan kuat. ^ — - i ji- o ^ dengan malaikat. Ulama berbeda pendapat dalam mengartikan kata al khasyyah. Pertama, gila (al junun), karena yang dilihat oleh Nabi adalah sesuatu yang aneh dan mengejutkan, sebagaimana dikatakan Isma'ili, bahwa hal ini terjadi sedang nabi belum mengetahui hakikat malaikat yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan wahyu kepadanya, dan pendapat ini ditentang oleh Abu Bakar bin Arabi. Kedua, kecemasan, dan pendapat ini tidak benar. Ketiga., kematian karena nabi benar-benar ketakutan. Keempat, sakit sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abi Hamzah. Kelima, sakit teras menerus. Keenam, ketidakmampuan untuk memegang amanah kenabian. Ketujuh, ketidakmampuan melihat bentuk malaikat. Kedelapan, tidak memiliki kesabaran atas siksaan dari orang-orang kafir. Kesembilan, mereka akan membunuh Nabi. Kesepuluh, meninggalkan tanah airnya. Kesebelas, kedustaan mereka terhadap nabi. Keduabelas, cemoohan mereka kepada Nabi. Akan tetapi arti yang paling benar adalah arti yang ketiga (ketakutan), keempat (sakit) dan kelima (sakit terusmenerus). ->ir s^oi. U u i (Khadijah menjawab, "Jangan takut.") J^J (Aku benar-benar ketakutan) Karena bertemu

Siti Khadijah menguatkan keyakinan Nabi dengan perangai mulia yang dimilikinya, baik terhadap saudara-saudaranya atau orang lain, atau dari segi harta dan tenaga, begitu juga terhadap orang yang berbuat baik atau orang yang berbuat jahat kepadanya, semua sifat ini ada dalam diri Nabi Muhammad. Maksud kalimat (?/JSJ\ L—CS) adalah memberikan pertolongan kepada orang fakir miskin. Seakan-akan Khadijah berkata kepada beliau, "'Orang-orang ingin menikmati dan memanfaatkan hartanya, tapi engkau ingin memanfaatkan orang yang lemah untuk engkau beri pertolongan." Memang lafazh 'Yaksibu' menurut pendapat para ulama memiliki pengertian yang banyak, tapi yang kuat adalah memberikan pertolongan kepada orang yang tidak memiliki apa-apa. * Liliku (Setelah itu Khadijah pergi bersama Nabi) Mereka pergi bersama Nabi ke rumah Waraqah, sepupu Khadijah.

FATHUL BAARI —

41

S^If (yang telah memeluk agama Nasrani) Beliau dan Zaid bin Amru bin Nufail pergi ke Syam karena benci terhadap praktek peganisme yang ada, untuk mencari agama baru, sehingga Waraqah tertarik dan masuk agama Nasrani. Waraqah bertemu para pendeta yang masih berpegang teguh kepada ajaran agama Nasrani yang benar, maka di sanalah dia mendapat kabar akan kedatangan nabi terakhir, yaitu kabar yang disembunyikan oleh para pendeta pada saat itu. sji^Jij j j j i i i 'j. L f c » ^i^j'i v ^ - '
1

(ia pandai menulis buku dalam bahasa Ibrani. Maka disalinnya Kitab Injil dari bahasa Ibrani) Yunus bin M a ' m a r dan Muslim meriwayatkan, bahwa Waraqah menulis Injil dengan bahasa Arab. Semua pendapat ini benar karena Waraqah juga mengetahui bahasa Ibrani, sehingga dia mampu menulis kitab Injil dengan bahasa Ibrani sebagaimana dia mampu menulisnya dengan bahasa Arab, karena dia menguasai kedua bahasa tersebut. Dalam beberapa kitab disebutkan, Waraqah hanya menulis kitab Injil saja dan tidak menghafalnya, karena untuk menghafal Injil dan Taurat tidak semudah menghafal Al Qur'an. Kalimat |U 'J) ^ (Wahai anak pamanku) adalah panggilan yang benar, karena dalam kitab Muslim lafazhnya berbunyi jU \i (Wahai pamanku) dan ini masih diragukan. Perkataan Khadijah, — J ) ^ (dengarkan apa yang akan

dikatakan oleh keponakanmu) Ada pertanyaan mengapa Khadijah menjulukinya demikian? Karena silsilah keturunannya bertemu di kakeknya yang bernama Qushai bin Kilab, dengan begitu masih ada hubungan kekeluargaan. Atau juga ucapan Khadijah itu, karena memandang usia Waraqah yang lebih tua dari Nabi Muhammad. Ucapan Khadijah tersebut dimaksudkan untuk menarik perhatian Waraqah agar mendengarkan benar-benar apa yang akan dikatakan oleh nabi.
[

_ —'^y _ -Ji «—W Sy'
s i 5

j-y&

iAi (Inilah Namus (malaikat) yang

pernah diutus Allah kepada Nabi Musa) Namus adalah pemegang rahasia yang baik, sedang Jasus adalah pemegang rahasia yang buruk. Maksud dari Namus di sini adalah Jibril. Perkataan "datang kepada Nabi Musa" bukan kepada Nabi Isa, adalah karena kitab Nabi Musa "Taurat" lebih banyak mencakup hukum-hukum dibandingkan dengan kitab Injil nabi Isa, sehingga sama dengan Al

42

— FATHUL BAARI

Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Sebab lain, karena nabi Musa menghadapi cobaan dalam berdakwah menghadapi penguasa Fir'aun, sedang Nabi Isa tidak, sebagaimana akan dihadapi oleh nabi Muhammad dalam menyampaikan dakwah, yaini Abu Jahal bin Hisyam dan bersama-sama kelompoknya di perang Badar, atau juga karena orang-orang Yahudi telah mengakui bahwa Jibril telah turun kepada nabi Musa, tetapi mereka tidak mengakui bahwa Jibril turun kepada nabi Isa, karena mereka menentang kenabian Isa. Pada kesempatan lain Waraqah juga menyebutkan "Namus Isa", sebagaimana diriwayatkan oleh Zubair bin Bakar dari jalur Abdullah bin Muadz dari Zuhri. Tapi pendapat yang benar adalah ucapan pertama, yaitu "Namus Musa", karena Abdullah bin Muadz termasuk periwayat yang lemah. Akan tetapi dalam riwayat lain dari Abu Nu'airn dengan sanad hasan tentang riwayat ini bahwa khadijah datang kepada Waraqah dan menceritakan apa yang terjadi dengan nabi Muhammad, kemudian Waraqah berkata kepadanya, "Jika kamu mempercayaiku, maka sesungguhnya telah datang kepadanya namus Isa yang tidak diajarkan oleh Bani Israil kepada anak-anak mereka." Dengan demikian terkadang Waraqah mengatakan, "Namus Isa" dan terkadang mengatakan "Namus Musa". Ketika Waraqah berbicara kepada Khadijah, ia mengatakan "Namus Isa," karena Waraqah adalah orang Nasrani, sedang ketika berbicara dengan Nabi dia mengatakan "Namus Musa" karena apa yang akan dihadapi Nabi sama dengan yang dihadapi nabi Musa, dan kedua pendapat ini benar. Wallahu a'lam. u l * L^j L' (Duhai, semoga saya masih diberi kehidupan)

Jadz' adalah binatang kecil, seakan-akan Waraqah beranganangan jika saja waktu datangnya dakwah Islam, dia masih berusia muda, sehingga dapat membantu perjuangan Nabi, maka kita dapat mengetahui rahasia dijelaskannya bahwa Waraqah adalah orang yang sudah tua dan buta pada saat itu. ili^kj" ij (ketika kamu diusir) Ibnu Malik berkata bahwa makna lafazh i; menunjukkan masa yang akan datang seperti makna lafazh bi sebagaimana firman Allah, "Peringatilah mereka akan hari kebangkitan ketika akan dilaksanakan pengadilan." Pada saat itu Waraqah mengharapkan agar kembali menjadi muda sehingga dapat membantu perjuangan Nabi, tapi hal itu sangat mustahil.

FATHUL BAARI —

43

Pelajaran yang dapat diambil adalah kita boleh mempunyai angan-angan dan cita-cita yang baik. Akan tetapi menurut saya maksud Waraqah mengatakan hal itu bukan mengharapkan agar kembali menjadi muda, melainkan meyakinkan kepada Nabi akan kebenaran dakwahnya. Jfi A * V (Apakah mereka akan mengusirku) Nabi mempertanyakan apakah mungkin mereka akan mengusirnya, karena tidak ada sebab yang menjadikan mereka malakukan perbuatan itu. apalagi kalau melihat bahwa beliau mepunyai perangai yang sangat mulia.
tjij* (dimusuhi)

Waraqah mengatakan hal itu, karena melihat sejarah-sejarah terdahulu dari kitab Injil dan Taurat bahwa mereka akan melakukan penyiksaan, penentangan dan permusuhan kepada para nabi. 2)—'y. ^—•S'jjS 0} (Apabila saya masih mendapati hari ini) Artinya apabila aku masih hidup di saat kamu diusir, maka aku pasti akan menolongmu.
'

,*

'J 'J (Tidak lama kemudian) Tidak lama kemudian Waraqah meninggal dunia. Berbeda dengan riwayat Ibnu Ishaq yang mengatakan, bahwa Waraqah menyaksikan ketika Bilal disiksa, hal itu berarti Waraqah masih menyaksikan dakwah Islam. Kita dapat menggabungkan kedua pendapat ini, dengan mengatakan huruf j pada kalimat ^ — — » j bukan menunjukkan rangkaian kejadian (tartib), karena mungkin saja para perawi tidak menyebutkan kehidupan Waraqah selanjutnya berdasarkan pengetahuan mereka bukan menurut realita kejadian Pelajaran yang dapat diambil Dalam kitab sejarah karangan Ahmad bin Hambal terdapat riwayat dari Sya'bi yang mengatakan, bahwa masa tidak turunnya wahyu adalah 3 tahun, pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Ishaq. Sedangkan menurut Baihaqi adalah 6 bulan, dan Nabi mendapatkan wahyu lewat mimpi pada bulan kelahirannya yaitu Rabi'ul Awal ketika umur beliau 40 tahun, sedangkan turunnya wahyu dalam keadaan sadar pada bulan Ramadhan. Bukanlah yang dimaksud dengan terputusnya wahyu selama tiga tahun berarti tidak turunnya malaikat Jibril kepada Muhammad setelah turunnya ayat "Iqra bismirabbika..." sampai turunnya ayat, "Ya Ayyuhal 44 — FATHUL BAARI

Muddatstsir," melainkan hanya diperlambat turunnya Al Qur'an kepada beliau. Asy-Sya'bi berkata, "Turunnya kenabian kepada Muhammad, ketika beliau berusia 40 tahun yang ditemani oleh malaikat Israfil selama 3 tahun yang mengajari beliau, dan pada saat itu belum turun Al Qur'an kepadanya. Setelah tiga tahun selanjutnya Nabi ditemani oleh Malaikat Jibril, dan turunlah Al Qur'an selama 20 tahun kepadanya. Ibnu Tin mempunyai pendapat lain, yaitu bahwa yang menemani Nabi adalah malaikat Mika'il bukan Israfil, akan tetapi pendapat ini ditolak oleh Waqidi karena riwayatnya mursal, dia mengatakan, "Tidak ada yang menemani Nabi kecuali malaikat Jibril." J I' I Jj% ^ J l J i i tf-'^ '
fl

~ j*
6

j * - ^ - £ * j 'j** JL* (SjCaiV T' r l' ^ \l ' > Jj& ,* '
fl

^ 'l ^
3

A - i JJ ^\^ \' '
r0

jl ' iiJi

' ^

0

, i _ U i 1 l* ) J #

^ii *1?

j Jj&

j oiii

4. Jabir bin Abdullah Al Anshari berkata, beliau bercerita tentang terputus-nya wahyu, Rasulullah bercerita, "Pada suatu hari ketika aku sedang berjalan-jalan, tiba-tiba kedengaran olehku suatu suara dari langit, maka kuangkat pandanganku ke arah datangnya suara itu. Kelihatan olehku malalikat yang pernah datang kepadaku di Gua Hira dahulu. Dia duduk di kursi antara langit dan bumi. Aku terperanjat karenanya dan terus pulang. Aku berkata kepada Khadijah, "Selimuti aku!. " Lalu Allah menurunkan ayat, "Hai orang-orang yang berselimut! Bangunlah! Maka berilah peringatan dan besarkanlah Tuhanmu! Bersihkanlah pakaianmu dan jauhilah berhala. " Maka semenjak itit wahyu turun berturut-turut.

Keterangan Hadits: jjL-j ^jy~*j ^-L" (Aku berkata selimuti aku, selimuti aku)

FATHUL B A A R I —

45

Dalam riwayat Ushaili perkataan ^y^j

(selimuti aku) hanya datstsiruuni \$ C (Hai

disebutkan sekali. Dalam riwayat Yunus Nabi mengucapkan (selimutilah aku), maka turunlah ayat Al Qur*an, jiiti "J orang yang

berselimut bangunlah dan beri peringatan, yaitu berilah

peringatan akan adzab Allah bagi orang yang tidak beriman kepadamu, i^'j i (Bertakbirlah kepada Tuhanmu) artinya a g u n g k a n l a h , * ^ ^ 3* )\i (Sucikanlah bajumu) dari najis. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pakaian dalam ayat ini berarti jiwa, maka dari itu cara membersihkannya adalah dengan menjauhi perangai yang buruk dan sifat-sifat yang tercela. Lafazh rajzu berarti berhala, sedangkan menurut bahasa rajzu artinya adzab atau siksaan, dan berhala dinamakan rajzu, karena berhala menyebabkan orang mendapat siksa. ^_U^Ji ^ (Wahyu turun terus menerus) Artinya datang terus menerus dan berangsur-angsur.

46

— FATHUL BAARI

. "Aku menggerakkan kedua bibirku ini di hadapan kalian sebagaimana Nabi menggerakkan bibirnya. "Allah Telah mengumpulkan A! Qur'an di dalam hatimu dan membacakannya. " ' i-*.* .j i ^-1 s.Jl—S" J U ( Aj_ J s n * 3 j J J C J O S' ) J U j A^S y » ." s ' ' .j J L x i el^i? g .L^> ^ ifJJ aa*a.L ^ ' L " L' !' .L % . sesungguhnya Kami telah mengumpulkannya (Al Qur'an)" Dia berkata.f «• .JL* ( aj l y j a**^. j l L-LJp j j p_» ( AJLJ L J p j j p_i ) C — ' U £*£*<ll J l i ( Ajly Jj^ ?r al 'C' "I Ijl i J J i jJu' " » a a II p 'di' * * 2.4_Ul ^.LV aJJi J j ~ . apabila Jibril pergi barulah ia membacanya sebagaimana Jibril membaca." Atau "dengarkanlah dan diam. "Saya menggerakkannya seperti Ibnu Abbas menggerakkan.. ' .l C j I j U 5 L*^S LI JL*-* J U j U .r ' 'T. "Jangan kamu gerakkan lidahmu dalam membaca Al Qar'an dengan terburu-buru.p *J—j ^ J p J . "Berkata Ibnu Abbas. "Apabila Kami membacakan Al Qur'an ikutilah bacaannya. beliau mendengarkannya secara seksama. bahwa Rasulullah SAW berusaha mengatasi kesulit-an ketika menerima wahyu. Q ' ' ' J ' 0 ' s 'f' _ * . dengan menggerakkan kedua bibirnya. 0 F' * t* „ ' s ' s 0 & L I-' !' a' 'Ajt b l * ) a l J & j ±)j. ' ' aDI J j ~ . "Jangan kamu gerakkan lidahmu dalam membaca Al Qur'an dengan terburu-buru. > f' s I 9' 0 s . ..v°l j P or j) * * J ^ ^ . "Dan Ibnu Abbas tentang firman Allah. j . " AUah berfirman. j ** i s ' ' ' o ' ' L l ^ S ' ^ f li'ls ^ L t p jj'i J U i Aliii. Ibnu Abbas berkata. ./ . Ui" J .' ..LUp J l • L l '° I ' . . " maka turunlah ayat Al Qur'an. .0 - 5. Bahwasanya Rasulullah SA W apabila setelah didatangi oleh Jibril. I>a' ' ' . " Allah berfirman. "Kemudian Kami yang memberi penjelasan. " kemudian kepada kami kamu membacanya (Al Qur'an).' i . f • «f' > ' i . " Sa 'id berkata. Z 'i. " FATHUL BAARI — 47 . t 0 of * | '° L " 1 i -~R° _ o *.

Tetapi yang benar adalah pendapat yang pertama. Adapun S a ' i d b i n Jubair telah melihat langsung dari Ibnu Abbas. 48 — F A T H U L BAARI . karena ia lahir 3 tahun sebelum nabi hijrah. Sy bi Jii J O jiS j y ^ S ^ Jijl* "ketika Malaikat Jibril turun kepada Rasulullah dengan membawa wahyu. beliau menggerakkan lidah dan bibirnya." U4—5*^-1 \—iti ^L-!^ ^_Ji j l _ u (Maka berkata Ibnu Abbas. "Siapa diantara kalian yang bermimpi tadi malam. Kesulitan yang dialami oleh Rasulullah pada awal turunnya wahyu.Keterangan Hadits: Lafazh berarti berusaha susah payah dengan semaksimal mungkin. sedang Ibnu Abbas pada waktu itu belum lahir." £> sedangkan pada hadits berikutnya dia menyebutkan ^ X (aku melihat) sehingga tampak ada pertentangan antara keduanya." atau hadits yang diriwayatkan oleh Samrah. seperti hadits yang diriwayatkan oleh Barra'. adalah bersumber dari usahanya untuk menggerakkan lidah dan bibirnya. Saya katakan bahwa Imam Bukhari meriwayatkan 4^— i j iiLLJ A J ^Jj hadits ini dari ji5" jalur Jarir dari Musa bin Abu Aisyah dengan lafazh. . "Rasulullah menggerakkannya (lidah dan bibirnya).j U P Jii ^ u . Surah Al Qiyamah menurut kesepakatan ulama adalah surah Makkiyah. karena Ibnu Abbas sendiri tidak melihat Nabi pada waktu itu." Sebagian ulama mengatakan lafazh li mengandung arti C'j (kadang-kadang).") Ibnu Abbas menyebutkan di awal hadits ini. "Rasulullah apabila selesai melaksanakan shalat shubuh kadang-kadang berbicara kepada para sa-habatnya. "saya menggerakkan lidahku. i ' Sj^-j r — j . sebagaimana disebutkan dalam kitab Musnad Abu Daud Ath-Thayalisi.!^-» H i—4* 'j—sJ t—fJ'—1* ^1 0> ^ "Apabila kami ^ bermakmum kepada Rasulullah 'i—ijj kadang-kadang kami berada disamping kanan beliau.^UwS' J j i O i4UJi ^iv> bi jju. Namun ada kemungkinan bahwa Rasulullah mengabarkan kepada Ibnu Abbas atau sebagian sahabat yang menyaksikan kejadian tersebut mengabarkan kepadanya.

'^Jrj (Maka Nabi menggerakkan kedua bibirnya) sedangkan dalam firman Allah disebutkan." Dengan demikian tidak ada pertentangan antara kedua dalil di atas." dan dalam riwayat Abu Hatim. "Rasulullah menggerakkan lidahnya agar dapat menghafalnya. t s . dan sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin.1. > t' 's'** t -n - s . Sebagaimana diriwayatkan oleh Jarir dalam kitab Tafsirnya. seperti dikatakan oleh Hasan dan ulama lainnya. "Jangan kamu gerakkan lidahmu. atau cukup disebutkan "kedua bibir" tanpa menyebutan "lisan" karena lisan merupakan sumber dari pembicaraan.o ' ° ) . bahkan beliau langsung membaca dan menghafalnya agar tidak hilang dari ingatannya. - I» j J L ' J o i r J U j& J\ J> <& 'J «i X£ JJ^ Jli ' j . karena menggerakkan kedua bibir untuk mengatakan sesuatu yang hanya dapat diungkapkan dengan lisan mengharuskan adanya gerakan lisan itu sendiri. keduanya baik gerakan lisan maupun bibir berasal dari gerakan mulut. "Nabi menggerakkan lidahnya karena takut lupa sebelum Jibril menyelesaikan bacaannya. TWaA mengabarkan kepada aku Ubaidullah bin Abdullah dari Ibnu Abbas. beliau bertemu dengan Jibril pada setiap malam bulan Ramadhan untuk mempelajari (membaca) Al Qur'an. Dalam riwayat Tirmidzi dikatakan. sedangkan pembicaraan berasal dari gerakan mulut." dalam riwayat Nasa'i. "Bahwa Rasulullah SAW orang yang paling murah hati. " ' . Nabi tidak sabar. dia berkata. "Nabi buru-buru membacanya agar dapat menghafalnya." Kedua dalil ini tidak ada yang bertentangan." Maka ketika malaikat Jibril turun untuk menyampaikan ayat-ayat Al Qur'an. "Nabi menggerakkan lisan dan kedua bibirnya. lebih-lebih ketika beliau bertemu Jibril pada bulan Ramadhan." FATHUL BAARI — 49 .3 s - Jf 6.

"Saya adalah keturunan anak Adam yang paling bermurah hati (dermawan). Nabi bersabda. Beliau juga 50 — FATHUL BAARI . Dalam riwayat Ahmad dikatakan. karena murah hati adalah salah satu sifat terpuji. karena kekayaan dapat menyebabkan orang menjadi dermawan atau murah hati. maksudnya Rasulullah [ benar-benar cepat berikap dermawan atau murah hati melebihinya cepatnya hembusan angin. Dalam hal ini Nabi disamakan dengan mursalah (angin yang berhembus) karena sifat itu (kasih sayang. serta orang yang menyerahkan dirinya untuk berjuang di jalan Allah. maka Nabi mengisi bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. " Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzt. "Sesungguhnya Allah Maha Pemurah hati. dan orang yang paling bermurah hati selelahku adalah seorang yang mempunyai ilmu dan menyebarkan ilmunya. Lafazh j j — ^ menurut terminologi adalah memberikan sesuatu kepada yang berhak menerima. lebih-lebih ketika bulan Ramadhan dan saat beliau berkumpul dengan orang-orang yang senang kedamaian. "Tidak ada sesuatu yang diminta darinya. dimana Allah memberikan kenikmatan yang lebih banyak kepada hamba-Nya. " jT ^Ji'^Lj\'xj(Beliau membaca atau mempelajari Al Qur'an) Hikmah membaca dan mempelajari Al Qur'an adalah dapat menambah kekayaan hati. kata ini lebih umum daripada sedekah. *J— '"'J^ berarti berhembus dengan cepat. " Begitu juga hadits yang diriwayatkan oleh Anas. murah hati) selalu ada pada diri Nabi seperti hembusan angin yang selalu ada." Imam Nawawi berkata dalam hadits tentang 'Faidah'. "Sifat murah hati selalu ada pada dirinya dalam setiap waktu. Karena bulan Ramadhan merupakan bulan kebaikan. ^—•)) (Orang yang paling dermawan) Artinya orang yang paling murah hati. Nabi bersabda. ' T i d a k ada sesuatu yang diminta darinya kecuali beliau memberikannya." atau dalam hadits Jabir dengan riwayat yang shahih dikatakan. "Nabi SAW adalah orang yang paling berani dan paling murah hati. kemudian beliau mengatakan 'tidak'.Keterangan Hadits: Ubaidullah adalah Ibnu Abdullah bin Utbah bin Mas'ud. maka Dia sangat senang kepada orang yang bermurah hati.

' ' . _R—i'} o* V ^ J J. ini merupakan bukti bahwa Al Qur'an pertama kali turun pada bulan Ramadhan.'. ' * ' ' « f ' " bl cJjU d La*. «S J^J J*> 01 t>'J±\ ^>}.J ) iJ -F. J f' i ~ " ' ojj-s' j L . * 'f ' h .b J j ^ a i l . dan pada bulan itu Jibril selalu menyimak bacaan Nabi. 4 ' 1 / . Dengan demikian sudah terjawab mengapa hadits ini diletakkan pada bab ini. sebagaimana dikatakan dalam hadits Ibnu Abbas.u ' • " f' ^LD! J-ILI 'f" 1 -i' = .> J ^ L . rf -• ! ' . S A 0 f f J L — * L* J jL JP\—I Y» U 1 01 JL* < _ .' .V ' 1' ' ' jl a JU AiiJJ •Ua?*— JL»-! JJ^J J l j (JJJUJ. 1 0 ^ $ ^ ? -4*"° ^ L 0 ^-ALP-Jj fiil 9yli y JUS'J OUj**. bahkan sebelum wafat beliau membacanya dua kali kepada Jibril.\jJJS j l j!dx_S V* — J J I I L J-FI JL* I_—D CJI JL_5 V ^LJC. Maka saya katakan.' * V .I I Y S_JJJ-XI ^ ' L R O I I J ^ ^ J I UII ^ p I I I J J C J ! j^J J L — i di AIP ^ T C J J F OII* p <IP CJISCJ _JI I L I J I B'JJT 'Js. Maksud mudarasah adalah menghafal Al Qur'an.• ' .y.J J ) J U * 4J! j*PJJ ''i** JL* ' -f. J J C .9 1 ' f AJUJ--JIJ f JUP ' ' J £ F'*' J* aJ^II> (*Jbjjjt=--LJ 4JL>W3I ' J J Y J FJI^JI S / Y . ^JJJ N y^f5 -1* '^S" N 0 J^i JL* V CUL* J L» J^-JJ IJ^ ^ j>Jj ^ c-L» j j J J Jjji V cJi J ^ 1 —* J — * 3-*4^' ^ ^ J-? ' ls^-^" ^ 4 = * 51 FATHUL BAARI — .• " f V ' ' u . (JM\ ^ J * . ^ *s\T\ 'j* J L T 3 Ife J L I N/ C J I iL> l s s OKF 'f'.membiasakan diri memperbanyak membaca Al Qur'an pada bulan Ramadhan. karena membaca Al Qur'an adalah dzikir yang paling baik." * V ' ' ' .' £ ' ' ^ > ^ I 3 ° *' s ' e) * .L'l LJ_S JL» -o .'' ' »1 d j J — J J J I J U j»_AJUJW3 JJ Cj -HI pjijJuuji J 'f ' »\ AJyt^j .

i 'if-' i ' i ("f '' ' ' .i b J i r j c .^JJl ^^Ip ^->0>Jj ' l>--'f'. * s .J L .jLc 'yi V L i i S ' j 'y j l cJf& A J j i .VI y l JjAlji ' ' v^ >.J y j l i L ' OJlJ ss s ^ o£ ^ ^ s^ s % E ^ O G ^ JIJ & ^ ^ ^ ^' O ^ J J j j J J J i ik!C-^ ^jJUl UJ .L^"=F--L|'^-'' ' ' S*1 & j j j V J^)\ IIJ^J AIICiJ i j I _ _ j 5 jAJ ' ' -UJI Ij-L I J j l ^ y U l v J _ ^ J J -3 iiiiL-j j l * ^ J L i i J l j j l C a J l j otiCaJL) ( t .L-.' S . 1 J " ° £ Ji S T$ -Y ^ '% ' S s JLL ^^iJJ JUi ALU j I J ' s * s 9' S £»t ^ ' LJLIIJIJ J!UAJI_J ' 'i Lt-IJ J ^ S ^ I I J J I ' J Y L I C->^T-U j l — S ' J i J J j J C j <du» J J J ^ ^ . ' 'f '. (FF.^ .S * J I j j N I ' ' 'T • * ' ' L°f' i ' " 9 3 L l p Y Y ^ * J ^S*Lj 4 j L u i J I -''L-' ' Y . ° t '* ' i n is' ' ' L J J Lul I_J y>Jl c J ^ aLj j^SJiii jlS" i'. J.j ^ ^ y s s * s 0 s s' f ' ^s J £ s .JJ d j l ^ — i Lb.' 1 J 1 8 ( .' "9 '' F ' ''J L ™ I "''I'L^LF' L' L^ ' X""'' jl o^5 ' • 'F I - ^jLsjui ^1 oyuj\ ^UJI ^jl^ikJL. J ^ .U J c — u diu^ 'i ajl^t ^ oir> J^iil l i i Jl* ^in ^ 2 L i s Si y O ^ i i d i u ^ Jj—sj j l J .J ^ l JJ jjl J J .t 4 -t.^ i ' " I ' .^ j d £ ^ s s Y .—U J—C- ikJl -J ^ ' ' l > 1 .^ L ^ j ^ tLJj-" v .f ' i ' - ^1 ' I 0 ' '" ' "'f V '.' Di J I P u i 5 J l j J D J j ifl J » J i i i V j » O ^ J J Ju C Y s f s i s l s } r s Qs s & s ' O .' ' ' O ' ' ' ! ' - J '' ' ' S JL» ^ ' ' »O ' ' ' J ' J i" ' t l J i a^-uijL* ' 11 o J — > .1 JaJj ^ " ' ' ^ I JU. J ^ F J .' >JA * ' . JLv JUk^& * T / J I J SI J ' R > J ' 0 ' S 4..* x -'". ' i S i.j aIH Ij -)-P 1 J ^ j cuii SI y L ' l i £ Jl* «u* j L J j iL.i'?f' ' f ' n' ' n ' V ' ^yH^ J-* k i . L f* Y ' ^'L' ^ * ''^_'' J ' B 8' ' . . . j IRJIN J^l' C I J ' J I! 5 .j -jj.J j i " U j ! 5 o-Uf- Jp c~LJiJ C~iS* "*LaJ_ 52 - FATHUL BAARI .. J0 4 ^ iIp I P I L ! ^ 5 JJJ AUI J W J L ^ O ' Y L PJ ^ * J J 'J A_.

J i yy <u*Oi iSr^.J '^J 1. s " L F ' F -I L'" ° I ' L' VI I -' y \ j*\ J u J L > (0v>. .^ i l s w i c~Lt* 0 0 s .* " ( JLL j i ' i» 'V 01 : I d-Llp OL» ^ J y jL* ISFJ i l ^ 1 <JJl -4 -1 f ^ . ss t s . ' ^ l ' ' ' a. ' ' ' JLII j * * *"*0*S O^ ' ° * L*^J O F ' S S ^ ^ & f ' " * ' O ' B J F jLii (j—it)! j &LUJI ^ J j Oi J & 0 j * t\y>.t j L T j l j ^. ' " ' " ' ^ O ' " ' ' ' J _ i 4I*JUUJ j .* .a * .> .' . F L f v 0 •"I'' * *\\ * •'''L L-^'L * L^' 11* E > U ^ . <y~& J>\ < H (U*. "l'* f O j.V 1 Lir # I U R Ji * # vi^ii " j j J 1. • 0 E f0^ V 0 J s b s 0 ^ *n L J . s .o S n * * 4_JJ\ O v> °ja ' " UsuJ l L j a . *. y J L ^^ ' Nj l ^ J OJ *J i J * 9 V J *JJl N ' ->^J ""''OVW ' 0 ' ' S " ' ' ' * * 1 j ^ ' j j w ' S ' l w . > o v L .j -i_^Jl j * ^ I J I I I J TIASOL* ^il >^ ^ * 9 > ' s ' . *.J I Y ^ 0 L 5 ^ j j ^ J i L i i l J i " ' S ' ' '-T' .I ^V^^ 1 1•'TLI JLI 9^ jjSijt ' 'V * S / ^ i o^>d* jA^* ^ j ^ ^ ^ ^ * ^ O J T ? " J' '"N^FL'^"" 0* ^1 ° *' * f ' 9 <* ..y ' I " f L'" V ? & R v 8 oj—-j j * j U p ^ *i L P J J * ^ J ^ ^ R ? ^ 1 3 1 1 J* ' * ^ il ° ' I * ' O ' S F * t s t ' * 6 ' ' ' ' t B J s ^ a i — . . 'i f .^s-waJl a j l p _ j £ " ^ L 5 D T 5*1^5 ^ ^ y _ j ' I l' "L' ' I ' 'I-* F •i i l ' -J^b-TJ <uj <ui~5 ^ J I t . i t s i S i " \\ *J_J-*JJ> AUI J u P JuJ»-~* ^ ^->-jjl j .^ " i^' ajl^l o-L* *i-LU IJU> J i ' R » J U i Oj~kj 53 FATHUL BAARI — .^ ^ O (*—^ ' ' '' ^ »1 j * * 0 * i y .

"Bagaimana garis nasabnya di kalanganmu? " Aku jawab. " Hercules berkata. % lr—i'J f-tP^ J ^ 5 1 -£>J ^ '-^^ ^ ^ j j ^ . terus masuk ke dalam majelisnya di hadapan oleh pembesar-pembesar Romawi.f j*-* r * 1 J\ J*S? j .j p-^ 1 1 ^ '^. Jika dia berdusta. suruhlah mereka mengatakan bahwa dia berdusta. dan suruh pula para sahabatnya duduk di belakangnya. ^fiu Sufyan mengabarkan bahwa Hercules menyuruh dia datang ke Syam bersama Kafdah saudagar Quraisy.y ^\y^\ ' J\ ' ' J^'y>\ " ! •J-> 7. "Suruh dia mendekat kepadaku." Hercules berkata kepada juru bicaranya. " Pertanyaan pertama. karena aku dikatakan pendusta. Mereka datang menghadap Hercules di Ilia. 'Saya keluarga terdekatnya. Waktu itu Rasulullah SA W sedang dalam perjanjian damai dengan Abu Sufyan dan dengan orangorang Quraisy. " Hercules berkata. Hercules berkata. "Dia turunan bangsawan di kalangan kami.j'y. niscaya maulah aku berdusta. "Demi Tuhan! Jika tidaklah aku takut akan mendapat malu. "Tidak. Siapa diantara anda yang paling dekat hubungan kekeluargaannya dengan laki-laki yang mengaku sebagai Nabi itu? Jawab Abu Sufyan. " Kemudian dia berkata kepada juru bicaranya. "katakan kepada mereka aku akan bertanya kepadanya (Abu Sufyan). "Adakah 54 — FATHUL BAARI . Kemudian Hercules memanggil orang-orang Quraisy itu beserta juru bahasanya. " Kata Abu Sufyan. "Pernahkah orang lain sebelumnya mengatakan apa yang dikatakannya? " Jawabku.

"Pernahkah dia melanggar janji? " jawabku. "Tidak. " Hercules. " Hercules. "bahkan selalu bertambah. "Kalau ada seorang yang pernah mengumandangkan ucapan yang diucapkan sekarang. " Hercules. "Hercules." Hercules. "Dia menyuruh kami menyembah Allah semata dan jangan mempersekutukan-Nya. " Hercules. kamu jawab dia bangsawan yang tinggi. "Orangorang biasa. " Kata Abu Sufyan menambahkan. sopan /teguh hati) dan mempererat persaudaraan. "Apakah kamu menaruh curiga kepadanya dia berdusta sebelum dia mengumandangkan ucapan yang diucapkannya sekarang? "jawabku. "apakah pengikutnya semakin bertambah atau berkurang? " Jawabku. "Kami kalah dan menang silih berganti. "Pernah kamu berperang dengannya? " Jawabku. "Dia hendak menuntut kembali kerajaan nenek moyangnya." Hercules. Karena mereka benci kepada agama yang dipeluknya? " jawabku. " Hercules. "Tidak. " Hercules. "tidak dan sekarang kami sedang dalam perjanjian damai dengan dia. Begitulah Rasul>-asul yang terdahulu. "Tidak ada. " saya tanyakan." Hercules. "Apakah pengikutnya terdiri dari orang-orang mulia ataukah orang-orang biasa? "Jawabku. Dikalahkannya kami dan kami kalah-kan pula dia. "Aku bertanya adakah kamu menaruh curiga kepadanya bahwa ia dusta. "Tidak dapat aku menambahkan kalimat lain sedikitpun selain kalimat itu. "adakah diantara mereka yang murtad. "katakan kepadanya (Abu Sufyan) saya tanyakan kepadamu tentang turunannya Muhammad. diutus dari kalangan bangsa tinggi kaumnya. "Adakah salah seorang diantara kamu yang pernah mengumandangkan ucapan sebagaimana diucapkannya sekarang?" Jawabmu "tidak. "tidak. kami tidak tahu apa yang akan diperbuatnya dengan perjanjian itu. " Hercules. "Hanya terdiri dari orang-orang biasa. " Hercules. "kalau ada di antara nenek moyangnya yang menjadi raja. "Apakah yang diperintahkannya kepada kamu sekalian? " jawabku. " Hercules. niscaya aku katakan. memang mereka jualah yang menjadi pengikut Rasul- FATHUL BAARI — 55 . " Hercules. "Saya yakin dia tidak berbohong kepada manusia apalagi kepada Allah. Tinggalkan apa yang diajarkan nenek moyang kami! Disuruhnya kami menegakkan shalat." Hercules. berlaku jujur. sebelum ia mengucapkan apa yang diucapkannya sekarang? " kamu menjawab. niscaya kukatakan. "Bagaimanapeperanganmu itu? "Jawabku. "Dia meniru-niru ucapan yang diucapkan orang dahulu itu. "Pernah. "Adakah di antara nenek moyangnya yang jadi raja? " kamu menjawab. "Tidak. "Apakah pengikutnya terdiri dari orang-orang mulia ataukah orang-orang biasa? " kamu jawab.diantara nenek moyangnya yang menjadi raja?" Jawabku.

begitulah iman apabila ia telah mendarah daging sampai ke jantung hati. * - i ' t ' <y J* aui i i j j j j J l L j j u i . "Apakah yang disuruhkannya kepada kamu sekalian? " kamu jawab. mereka tidak suka melanggar janji. Dari Muhammad. "Adakah ia melanggar janji?" kamu jawab. hamba Allah dan Rasul-Nya kepada kaisar Romawi.^£*y\ yy ^ J- ^ J 3 ^ J J j iif ." Hercules. walaupun dengan susah payah aku akan berusaha datang untuk menemuinya. yang isinya sebagai berikut: . yang kemudian diteruskan kepada Hercules. begitu juga semua rasul yang terdahulu. Saya tanyakan. " Hercules. "mereka bertambah banyak.^JIAi JJ 'lp-u *i]jpjf J u s s s y Bismillahirrahmanirrah iim. Dilarangnya pula menyembah berhala. Kemudian sesungguhnya saya mengajak anda Hercules. mengikuti memenuhi 56 — FATHUL BAARI . Lalu dibacanya surat itu. "tidak. "Apakah pengikutnya makin bertambah atau berkurang? " kamu jawab. niscaya dia akan berpijak di kedua telapak kakiku ini. "Ia menyuruh menyembah Allah subhanahu wata 'ala dan melarang mempersekutukanNya. Tetapi aku tidak mengira bahwa dia akan lahir di antara kamu sekalian. Kemudian Hercules meminta surat Rasulullah yang diantarkan oleh Dihyah kepada pembesar negeri Bashra.i. Kalau aku telah berada di dekatnya akan kucuci kedua telapak kakinya. ' " i ' - U ' " -. setelah mereka masuk ke dalamnya?" kamu jawab.rasul. "tidak. - *' 1 ' -w * * U 'l. berlaku jujur dan sopan (teguh hati) " Jika yang kamu terangkan itu betul semuanya. "adakah diantara mereka yang murtad karena benci kepada agama yang dipeluknya. Sesungguhnya aku tahu bahwa dia akan lahir. Kesejahteraan kiranya untuk orang yang petunjuk. begitulah halnya iman yang sempurna." Saya tanyakan.i ^ s ^ <. disuruhnya menegakkan shalat. Sekiranya aku yakin akan dapat bertemu dengannya.

"Hercules adalah seorang ahli nujum yang selalu memperhatikan perjalanan bintang-bintang. " Selanjutnya Ibnu Nathur berkata. "Kami sangat heran melihat sikap anda. dan kami disuruh keluar. Tapi anda jangan risau dengan mereka. "Yang dikhitan hanyalah orang Yahudi. dan janganlah sebagian kita menjadikan sebagian yang lain menjadi tuhan selain Allah. Dia pernah menjawab pertanyaan para pendeta yang bertanya kepadanya pada suatu malam ketika melihat Raja Khitan muncul. Hercules berkata "Inilah raja ummat. pembesar negeri Iliya sahabat Hercules dan uskup Nasrani di Syam menceritakan. ia meneruskan perjalanannya ke negeri Hamas. Tetapi sebelum dia sampai di Hamas balasan surat dari sahabatnya telah tiba FATHUL BAARI — 57 . Setelah selesai bercerita. " Kemudian Hercules berkirim surai kepada seorang sahabatnya yang ilmunya setaraf dengannya. "Ketika ia mengucapkan perkataannya dan membaca surat itu. sehingga raja bangsa kulit kuning itu pun takut kepadanya. "Ketika Hercules datang ke Iliya. supaya orangorang Yahudi di negeri itu dibunuh. sehingga karenanya Allah memasukkan Islam ke dalam hatiku. dan Allah akan memberi pahala kepada anda dua kali lipat. Kemudian Hercules menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad. ruangan menjadi heboh dan hirukpikuk. Oleh sebab itu banyak di antara para pendeta yang berkata. Setelah diperiksa. dan jangan mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun. Apabila anda enggan menuruti ajakan ini akuilah bahwa kami ini muslim. "Orang-orang Arab semuanya dikhitan. "Apakah mereka dikhitan atau tidak?" Jawabnya. "Hai ahli Kitab! Marilah kita bersatu dalam satu kalimat (prinsip) yang sama antara kita. sesungguhnya dia telah lahir. Tapi aku yakin. Masuklah Islam! Pasti anda selamat. " Kata Abu Sufyan. ternyata memang dia dikhitan lalu diberitahukannya kepada Hercules. " Ibnu Nathur. yaitu pupaya kita tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah. Tetapi jika anda enggan. maka aku berkata kepada kawan-kawan. "Sungguh anak Abu Kabsyah telah membuat masalah besar.panggilan Islam. Kemudian Hercules bertanya kepada orang itu tentang orang-orang Arab lainnya. Muhammad pasti menang. Siapakah di antara umat ini yang telah dikhitan?" Jawab para pendeta. apakah dia dikhitan atau tidak. ternyata pikirannya sedang kacau. Hercules memerintahkan agar dia diperiksa. Perintahkan saja ke seluruh negeri dalam kerajaan anda. Sementara itu. " Pada suatu ketika dihadapkan kepada Hercules seorang utusan raja Bani Ghassan untuk menceritakan perihal Rasulullah. niscaya anda akan memikul dosa seluruh rakyat.

0 a d a l a h b e n t u k j a m a ' dari 1 — f i j yaitu penunggang kuda yang jumlahnya 10 orang atau lebih. ketika Kaisar membaca surat Nabi. "Wahai bangsa Romawi. Hercules memerintahkan supaya mengunci setiap pintu. "Rasulullah mengirim surat kepada Kisra dan Kaisar.terlebih dahulu. Dalam riwayat Ibnu Ishaq pada bab 'A l AmwaV dari riwayat Abu Ubaidah dari Sa'id bin Musayyab. setelah semuanya hadir." Kemudian ia memanggil Abu Sufyan bin Harb dan Mughirah bin Syu'bah untuk 58 — FATHUL BAARI . Kini saya melihat keteguhan itu. yang bergelar Kaisar. karena ada yang mengatakan Mughirah sudah masuk Islam. Lalu ia memerintahkan supaya mereka kembali ke tempat mereka masing-masing seraya berkata. maukah kamu semua mendapat kemenangan dan kemajuan yang gilang gemilang. "Tulisan seperti ini tidak pernah aku baca. sedangkan menurut Ibnu Sakan. sedangkan kerajaan tetap utuh di tangan kita? Kalau mau akuilah Muhammad adalah seorang Nabi. S . dia berkata. Demikianlah akhir kisah Hercules.. " Mendengar ucapan itu mereka lari bagaikan keledai liar padahal semua pintu telah terkunci. Hercules mengundang para pembesar Romawi supaya datang ke tempatnya di Hamas. Akan tetapi ada perselisihan. "Lalu mereka sujud di hadapan Hercules dan mereka senang kepadanya. atau mungkin saja ketika kembali dari raja Hercules Mughirah baru masuk Islam. Kemudian dia berkata. "Sesungguhnya saya mengucapkan perkataan ini hanya sekedar menguji keteguhan hati anda semua." Keterangan Hadits: Abu Sufyan bernama Shakhr bin Harb bin Umayah bin Abd. seperti gelar Kisra bagi raja Persia. Maksud mengutus kepada Abu Sufyan di sini adalah mengutus kepadanya ketika dia bersama rombongannya. Abu Sufyan adalah pimpinan rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang. Hercules adalah raja Romawi. sebagaimana diriwayatkan oleh Hakim dalam kitab 'IkliV.^ J Ji (beberapa pasukan) Kata v .. jumlahnya sekitar 20 orang termasuk di dalamnya Mughirah bin Syu'bah. dia berkata. Melihat keadaan demikian Hercules menjadi putus harapan untuk mengajak mereka beriman. Syams bin Abdi Manaf. Sahabatnya itu menyetujui pendapat Hercules bahwa Muhammad telah lahir dan beliau memang seorang Nabi.

"Raja Kisra mengirim pasukannya untuk memerangi Romawi. FATHUL BAARI — 59 . ii— lii J (pada masa) artinya pada masa Hudaibiah. Dalam kitab Al Jihad. yang berlangsung selama 10 tahun sebagaimana dalam buku-buku sejarah. ketika Hercules mendapat kemenangan dari Raja Kisra. Dalam kitab Jihad karangan Bukhari dikatakan. penjelasannya secara panjang lebar pada bab 'Al Maghazi'. dikatakan "Kami masuk ke tempat Hercules. mereka semua pen-duduk Syam. Ibnu Ishaq menambahkan. begitu juga Hakim dalam kitabnya 'Mustadrak\ tetapi pendapat pertama (10 tahun) lebih masyhur. '-4. bahwa ketika beliau berjalan dihamparkan karpet se-panjang perjalanan yang diberi hiasan dan wangi-wangian. •_4=" J (Raja Hercules memanggil mereka ke majlisnya) artinya mereka di panggil ke hadapan raja Hercules. maka Syahrabrazi bergabung dengan Hercules yang akhirnya Hercules kembali dapat menaklukan pasukan Persia. Kejadian ini terjadi pada tahun ke-6 H. -—idir'ji uVaj ^uV> p (Kemudian Hercules memanggil rombongan Abu Sufyan dan para penerjemah kerajaan untuk berkumpul di tempatnya). S/\ jX5 j d i (Hercules berkata. Salih dan Ghassan. Bahra'.menanyakan tentang Rasulullah. pendeta-pendeta dan Romawi dari keturunan 'Aish bin Ishaq bin Ibrahim. Disamping itu ada juga pembesar bangsa Arab dari Tanukh. maka hancurlah seluruh negeri Romawi. f (di Iliya) ada yang mengatakan artinya adalah Baitullah. Sedangkan Abu Daud meriwayatkan dari Ibnu Umar selama 4 tahun. "Kami masuk ke hadapan Raja Hercules. "Siapa di antara kalian yang lebih dekat nasabnya dengan laki-laki berkebangsaan Arab yang mengaku sebagai Nabi). Dalam riwayat Thabari dikatakan. beliau berjalan dari kota Hamas (Syria) ke kota Iliya (Palestina) sebagai tanda syukur kepada Allah. dan disampingnya berdiri pembesar Konstantinopel." > -j ei—W (pembesar-pembesar) Dalam riwayat Ibnu Sakan dikatakan. maka Hercules berjalan kaki ke Mesjidil Aqsha sebagai tanda syukur kepada Allah. Kemudian Raja Kisra menginginkan panglima perangnya yang bernama Syahrabrazi diganti oleh Faruhan serta memerintahkan untuk membunuh Syahrabrazi. ketika itu dia sedang duduk di singgasananya dengan memakai mahkota raja.

Abu Sufyan berkata." Abdi Manaf adalah kakek ke-4 dari Nabi dan Abu Sufyan. jangan biarkan aku. karena aku tahu apa-bila aku berbohong mereka akan meyakini dan membicarakan bahwa aku adalah pembohong. karena dia adalah sepupunya. "Dia anak pamanku. Dari ucapan ini terlihat bagaimana mereka sangat tidak senang dengan kebohongan baik itu menurut ajaran atau kebiasaan » * • mereka." Jsi jii-i " a ^ J^iJi lii Jl» j ^ i (Apakah di antara kalian ada yang mengatakan perkataan ini sebelum dia).J-j ul cii» (Aku berkata . "Dia memiliki nasab yang terhormat. dengan tujuan agar Abu Sufyan merasa malu apabila berkata bohong. Dalam riwayat Ibnu Sakan." j [. Aku adalah orang terhormat yang tidak senang dengan kebohongan. 's ^ W J* ^ £ s j l ^ y (Demi tuhan kalau bukan karena malu yang mencegahku untuk berbohong. U LA—S (Bagaimana nasabnya diantara kalian).A b u Sufyan--. maka orang-orang yang hadir akan menamakannya pembohong. Ketidakbohongan mereka disebabkan rasa malu. Dalam riwayat Ibnu Ishaq. Imam Bukhari menerangkan dalam kitab Al Jihad. maka aku akan berbohong kepadanya). dan tidak ada dalam rombongan ini yang berasal dari Bani Abdi Manaf kecuali aku. Hercules berkata. "Apa hubungan kamu dengannya?" aku berkata (Abu Sufyan). Mereka mengatakan. "Dia adalah orang yang paling dekat nasabnya. karena apabila Abu Sufyan berbohong. Hercules menanyakan orang yang lebih dekat nasabnya.—C* <. "Demi tuhan sekiranya aku berbohong. »Ji—b i l t 'jJ-JJJ*L« (Mereka diperintahkan untuk berdiri dibelakang Abu Sufyan). Lafazh ij^—iji yang digunakan bukan lafazh 'V-iSCj' menunjukkan bahwa mereka benar-benar tidak berbohong walaupun mereka bermusuhan dengan Nabi SAW. dia mengatakan Muhammad sebagai anak pamannya (sepupu) karena keduanya sama-sama cucu dari Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Ammi Umayah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf. aku adalah orang yang paling dekat dengan nasabnya)." Abu Sufyan memang mempunyai garis keturunan yang dekat dengan Rasulullah. karena orang itu pasti lebih mengetahui tentang kepribadian Rasul. karena dia berasal dari Bani Abdi Manaf. Lafazh jJ^U maksudnya bangsa a 60 — FATHUL BAARI . Apakah nasabnya termasuk nasab yang terhormat diantara kalian? Mereka berkata.

" Abu Sufyan berkata.% (Apakah ada pemuka-pemuka yang mengikuti ajarannya)." f ? i i i _ . J ^ L .jl#5 '•. Abu Sufyan sengaja menyebutkan "nenek moyang". karena mereka sangat tidak senang untuk menentang nenek moyang mereka hanya untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad. Ketika perang Uhud beliau meneriakkan. *—>'.*Su "iT'Ji j ly^aiL Li ^l 'j (Dan memerintahkan kepada kami untuk melakukan shalat dan berlaku jujur) Dalam riwayat lain dituliskan « J ^ I FATHUL BAARI — 61 . sedangkan orang-orang yang terhormat tidak ada yang mengikutinya. "Yang mengikutinya dari kalangan kami adalah orangorang yang lemah dan miskin. * 'y\$i j& J>\'p. ~. karena suatu tuduhan apabila hilang akan hilang pula sebabnya? J U. "Kami kalah ketika perang Badar dan aku tidak ikut dalam peperangan itu. Kalimat ini menggunakan kata menuduh (Tuhmah) dalam menanyakan kebohongan Rasul. Sehingga Abu Bakar." '4^—^ (kebencian).Quraisy dan Arab. akan tetapi karena sebab lain seperti melindungi diri. i a *. bukan orang yang mendapat kehormatan atau terpandang. dan kemenangan dan kekalahan dalam peperangan itu selalu silih berganti. bukan hanya kepada orang-orang yang diajak bicara atau yang hadir. (Apa yang diperintahkannya kepada kalian) karena setiap Nabi pasti memerintahkan kepada kaumnya. Pertanyaan ini ditujukan secara umum. (bergantian menang dan kalah) Abu Sufyan menggambarkan seperti yang terjadi pada perang Badar dan Uhud. Dalam riwayat Ibnu Ishaq dikatakan. "Perang ini sebagai pembalasan perang Badar. ^JiOi—.—ST — » ( A p a k a h kalian menuduhnya sebagai pembohong). atau benci kepada agama Islam. Dalam hal ini tidak termasuk orang yang keluar dari ajaran Nabi karena terpaksa. sebagaimana dilakukan oleh Ubaidullah bin Jahsy. Kalimat ini memerintahkan kepada mereka untuk meninggalkan apa yang dilakukan oleh nenek moyang mereka pada zaman Jahiliyah. sedang pada perang Uhud ini kami memerangi mereka. hal itu untuk menyatakan kejujurannya. dan nenek moyang merupakan contoh agama penyembah berhala dan Nasrani. Umar atau lainnya yang masuk Islam tidak termasuk dari perkataan 'Asyrafuhum' di sini.T i J j—L' i—'* i J\ (Dan tinggalkan apa yang dikatakan oleh } bapak kalian). Maksud dari pemuka disini adalah orang-orang yang sombong dan eksklusif.

dan orang yang tidak jujur berarti telah berbuat dosa dan maksiat. dalam arti bahwa keimanan telah menimbulkan kesenangan hati. ." Adapun perkataan. "Keimanan akan menambah kekaguman dan kebahagiaan. karena orang yang melanggar shalat akan menjadi kafir. Saya katakan. jujur dan sedekah. adalah merupakan kebiasaan syariat. "dia memerintahkan kepada kami" setelah perkataan. bahwa disebutkan shalat dengan zakat. ditambah lagi sebelum kalimat ini telah diterangkan bahwa mereka sangat tidak senang dengan kebohongan." begitu juga pengikut Nabi Muhammad akan terus bertambah sehingga apa yang dikehendaki Allah benar-benar sempurna.(sedekah) bukan j l u J i (jujur). karena dari keimanan akan tampak cahaya yang akan terus bertambah dengan melakukan ibadah seperti shalat.) \ iUiSJ (Para Rasul pun diutus dari nasab yang mulia diantara kaumnya). Begitu juga Bukhari dalam menafsirkan masalah "Zakat". Dalam kitab Jihad Bukhari meriwayatkan dari Abu Dzarr. oleh karena itu Allah menurunkan ayat Al Qur'an di akhir kehidupan Nabi. bahwa hal itu tidak menjadi masalah sebagaimana perintah kepada mereka untuk menepati janji dan menjaga amanah. s j — ' S fjti'i. "dengan shalat. " atau dalam ayat yang lain. bahwa para pengikut Muhammad mayoritas sederhana tidak besar hati atau sombong yang diliputi dengan kebencian dan kedengkian seperti Abu Jahal dan pengikutnya.» jf o ^ J i (Kamu katakan bahwa pengikutnya adalah orang-orang yang lemah) Hercules mengatakan." 62 — FATHUL BAARI . zakat. "Sembahlah Allah" menunjukkan bahwa menyalahi atau melanggar kedua hal tersebut berdampak buruk pada pelakunya. j—LiJi i i — i i i J -kJLij 'o*. "Hari ini telah Aku sempurnakan agamamu dan Aku sempurnakan kepadamu nikmat-nikmatKu. "Allah menolaknya kecuali telah sempurna cahaya-Nya.. pendapat ini dikuatkan oleh Syaikh Islam. sehingga Allah menghancurkan mereka dan menyelamatkan orang yang taat dan cinta kepada Rasulullah. dia berkata. i+—-y ^ — J c-i-r J .ji—i ^i'}>\ilJis'j (Begitu juga dengan keimanan) Artinya masalahmasalah yang berhubungan dengan keimanan.(Ketika tercampur dengan cahaya hati). puasa dan lain-lain. Apa yang dikatakan oleh Hercules menunjuk-kan bahwa dia mengetahui berita tentang Muhammad dari kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Ibnu Sakan menambahkan.

seperti perkataannya. Kaisar berkata." Akan tetapi jika Hercules benar-benar memahami isi surat yang ditulis Rasulullah yang berbunyi "Masuklah ke dalam agama Islam maka kamu akan selamat." Menunjukkan kesungguhan beribadah dan pengabdian kepada ajaran Islam."' Dalam riwayat Ibnu Ishaq dikatakan. "Celaka kamu! Demi tuhan aku tahu bahwa dia memang seorang Nabi yang diutus. "Aku akan mencuci kakinya. Seandainya mereka tidak mencelakai diriku." —ii L l j ^ i ) (Aku berusaha agar dapat bertemu dengannya)." maka dia tidak akan khawatir akan keselamatan dirinya." Dari perkataan Hercules ini menunjukkan adanya keraguan dalam dirinya. akan aku cium kepalanya dan aku cuci kakinya. karena 1 mereka tidak menginginkan dari dakwahnya kenikmatan dunia melainkan apa yang mereka harapkan hanyalah kenikmatan akhirat. "Aku menyangka Nabi yang akan datang bukan dari golongan kalian. FATHUL BAARI — 63 . maka kerajaanku akan lenyap dan orang-orang Romawi akan membunuhku. "Sekiranya benar dia seorang nabi aku pasti akan pergi kepadanya. Aku berusaha agar dapat bertemu dengannya. Abdullah menambahkan. apakah Muhammad benar-benar seorang Nabi yang diutus atau bukan.jj—JJ 'i J—l^Ji ii—iis"j (begitu juga Rasul tidak menipu). ini menunjukkan bahwa dia tidak selamat dari pembunuhan apabila mengikuti agama Islam. Ditambah juga dengan perkataan Abu Sufyan. " A k u mengetahui dia itu benar. tapi aku takut kepada orang-orang Romawi. seperti cerita "dhaqatir" yang dibunuh oleh kaumnya karena masuk Islam. bahkan dia akan mendapatkan balasan pahala di dunia dan di akhirat. "Aku melihat jidatnya mengeluarkan keringat ketika membaca surat dari Muhammad. tetapi hanya mengharapkan keberkahan semata. bahwa pertanyaan yang diajukan oleh Hercules bukanlah pertanyaan yang berkenaan dengan kenabian. tapi aku tidak dapat melakukan apa-apa karena apabila aku melakukannya. sehingga tidak mungkin mereka melakukan penipuan. Adapun perkataan Hercules. "Aku cuci kakinya" menunjukkan juga bahwa jika Hercules masuk Islam. aku pasti akan mengikutinya." Dari perkataan. ia hanya menanyakan tentang tanda-tanda kenabian sesuai dengan apa yang diketahuinya. maka ia tidak menginginkan kekuasaan dan kedudukan. Dalam riwayat Thabari dari Abdullah bin Syadad dari Dihyah tentang cerita ini secara singkat. Al Mazini berkata. Hercules berkata.

bahwa pertama kali Hercules memimpin kerajaannya dengan keimanan akan tetapi lama kelamaan dia memerangi kaum muslimin pada peperangan Mu'tah tahun ke-8 H yang berlangsung kurang dari 2 tahun. Akan tetapi dalam kitab Tarikh Khalifah dikatakan.000 orang musyrikin. Pendapat ini dikuatkan oleh sebagian ulama yang menyatakan. "Hercules menulis surat dari Tabuk kepada Nabi yang berbunyi. dia mengatakan bahwa Nabi menuliskan surat kepadanya di Tabuk. dia anak Khalifah Kalbi. Dalam kitab Al Maghazi Ibnu Ishaq meriwayatkan. dan termasuk golongan sahabat yang masuk Islam pada periode pertama. dia bukan seorang muslim. "Saya seorang muslim." Dalam kitab Al Amwal karangan Abu Ubaid dari Mursal Bakar bin Abdullah Al Mazini dengan sanad yang shahih. karena Hercules ingin menguasai negera Syam seluruhnya. Bashra adalah kota antara Damaskus dan Madinah. Nabi berkata. ' ^ J J '•C^ i i i i j^>s (Pasti kerajaannya atau kekuasaan Muhammad ada dalam kekuasaanku). salah satu kota di Syam." Nabi berkata.Dalam riwayat lain dikatakan beliau berkata. Yang dimaksud adalah Masjidil Aqsha. Dihyah sampai kepada Hercules pada tahun ke-7 H sebagaimana dikatakan oleh Al Waqidi. serta takut ada upaya pembunuhan terhadap dirinya yang dilakukan oleh orang-orang Romawi. dia tetap dalam agama Nasrani. Gubernurnya pada waktu itu adalah Harits bin Abu Syamr Al Ghassani. Dialah sahabat yang diutus oleh Nabi untuk menyampaikan surat kepada Raja Hercules setelah pulang dari Hudaibiyah. tapi dia tidak menjawabnya walaupun tempatnya dekat. "Dia bohong. bahwa Dihyah menyampaikan surat kepada Hercules 64 — FATHUL BAARI . "Ketika kaum muslimin sampai di kota Ma'an. raja Hercules mengirim pasukannya sebanyak 100. Hal ini menunjukkan bahwa Hercules tetap hidup dalam kekafiran. Dalam Musnad imam Ahmad dikatakan. Begitu juga diriwayatkan oJeh Ibnu Hibban dari Anas. Dihyah meninggal dunia pada masa Mu'awiyah." Dihyah adalah orang yang sangat menguasai bahasa Yaman. "Musuh Allah telah berbohong. bahwa Dihyah sampai kepada Hercules pada tahun ke-5 H. memiliki wajah yang tampan. namun pendapat yang benar adalah pendapat yang pertama. Dalam kitab Ash-Shahabah karangan Ibnu Sakan dikatakan. tapi dimungkinkan dia menyembunyikan keimanannya untuk menjaga kekuasaan dan kerajaannya. salah seorang sahabat Nabi yang mulia.

'dfy. maka rakyatnya juga akan ikut masuk agama Islam.^si (Pembesar Bangsa Romawi)." juga sesuai dengan firman Allah. »/j—^ (. sedangkan yang kedua dimaksudkan untuk selalu melaksanakan ajaran Islam. atau jika masuk agama Islam.bersama 'Adi bin Hatim. bahwa maksud dari salam ini bukan salam penghormatan. —*y *—Ai^ (Dengan kalimat ajaran Islam) atau dengan kalimat yang menyeru kepada agama Islam yaitu kalimat syahadat "Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah. FATHUL BAARI — 65 . Dalam cerita Dihyah." iijji (kamu akan mendapat) Dalam kitab Al Jihad dituliskan. "Mereka akan memperoleh pahala dua kali lipat. beriman-lah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. akan tetapi maksud salam di sini adalah salam atau keselamatan dari adzab Allah bagi orang yang masuk agama Islam. "Apabila kamu menentang ajaran Islam maka kamu akan mendapat dosa yang berlipat ganda. karena kata JXi yang pertama adalah perintah untuk masuk agama Islam. Nabi tidak menyebutkan raja atau pemimpin bangsa Romawi. Hal itu dapat dilihat dalam konteks selanjutnya yang menjelaskan. bahwa adzab Allah akan ditimpakan kepada orang yang menentang ajaran Islam." Intinya bahwa Nabi tidak bermaksud mengucapkan salam kepada orang kafir selama orang itu tidak mengikuti ajaran Islam walaupun konteks kalimatnya menunjukkan hal itu. "Wahai orang-orang yang beriman. karena beriman kepada Nabi Isa dan Nabi Muhammad. bahwa sepupu Raja Hercules menolak surat itu karena tidak dicantum-kan "Raja bangsa Romawi. tetapi Nabi menulisnya dengan kalimat " A z h i m " (pembesar) untuk tidak menghilangkan penghormatan kepadanya. Begitu juga kita dapat melihat pada isi surat berikutnya. dimana Adi bin Hatim pada waktu itu masih beragama Nasrani dan meninggal pada Fathu Makkah." i£j Ai j ? I J J* (Salam sejahtera bagi orang yang ikut jalan petunjuk)." Hercules akan memperoleh pahala dua kali lipat. Bagaimana hukumnya mengucapkan salam kepada orang kafir? Maka para ahli tafsir mengatakan. sebagai-mana dalam firman Allah. ^ | X i dengan mengulang kata |U-^ sebagai penguat (ta'kid). karena dia tidak mengikuti ajaran agama Islam. Jika ditanyakan.

Menurut Al Khaththabi maksudnya adalah kamu akan menanggung dosa orang-orang yang lemah dan pengikut-pengikutmu apabila mereka tidak masuk agama Islam. kemudian kata itu dipakai dengan pengertian menentang sesuatu. karena setiap yang bercocok tanam disebut dengan petani dalam bahasa Arab. "Kamu mananggung dosa para Petani (Fallahin). dan ada pula yang mengatakan. Ubaid meriwayatkan dari Abduilah bin Syadad.. J_*n . Al Jauhari mengatakan. Ada yang mengatakan ayat ini turun diawal hijrah sesuai dengan perkataan ibnu Ishaq.) Ada yang mengatakan bahwa Nabi menulis surat ini sebelum turunnya ayat tersebut. sedang cerita Abu Sufyan pada tahun ke-6. Dalam riwayat Ibnu Ishaq dikatakan." atau dalam kitab Al Amwal. bahwa hukum ayat ini telah dihapus (Nasakh) dan tidak diperbolehkan membawa Al Qur*an ketika pergi ke daerah musuh.. sementara menurut Kuta berarti pemim-pin. (Wahai Ahli Kitab. baik bekerja untuk sendiri atau untuk orang lain. 1 sedangkan menurut Tsa'lab artinya petani. 'J* -JJVI Menurut Ibnu Sayyidah 'iris' artinya pembajak. "Maka kamu menanggung dosa para pembajak. tapi pendapat ini tidak benar. Pembahasan ini diulas secara panjang lebar dalam pembahasan tentang Al Maghazi. maksud dari "para petani" adalah rakyat.^—'SJ ji_J (Apabila kamu berpaling). sedangkan pendapat terakhir mengatakan. bahwa kata itu berasal dari bahasa Syamiah. atau tidak mau mengikuti ajaran Islam. karena sebab turunnya ayat ini mengenai utusan Nazaret (Najran) yang terjadi pada tahun ke-9.. Memang pada hakikatnya kata berpaling dipakai untuk muka. akan tetapi pendapat ini ditentang oleh Ibnu Faris yang mengatakan." dalam riwayat Al Madaini. sebab orang-orang kecil (rakyat) selalu mengikuti orang-orang yang besar (pemimpin). Dimungkinkan dari 66 — FATHUL BAARI . bahwa turunnya ayat ini bekenaan dengan orang-orang Yahudi. Pelajaran yang dapat diambil Hadits ini mengindikasikan bahwa orang yang sedang junub boleh membaca satu atau dua ayat Al Qur'an. Berbeda dengan pendapat Ibnu Baththal yang mengatakan. "Apabila kamu tidak masuk ke dalam agama Islam. . atau mengirim sebagian ayat-ayat Al Qur'an kepada musuh dan membawanya ketika bepergian. bahwa kata tersebut berasa! dari bahasa Arab. bahwa ayat int turun dua kali.. maka kamu tidak akan dibiarkan oleh para petani dan kaum muslimin" Abu Ubaid berkata. akan tetapi lafazhnya cocok dengan ayat yang diturunkan oleh Allah.

dan tidak ada orang yang ahli dalam ilmu nasab (keturunan) yang mengatakan bahwa Auqash mempunyai gelar Abu Kabsyah. Akan tetapi Ibnu Hubaib mengatakan dalam kitabnya Al Mujtaba. yaitu Rum bin 'Aish kawin FATHUL BAARI — 67 . bahwa Abu Kabsyah berasal dari Khuza'ah yang tidak mengikuti orang-orang Quraisy dalam menyembah berhala. karena Wahab mempunyai ibu yang bernama 'Atikah binti Auqash bin Murah bin Hilal. Ada pula yang mengatakan Abu Kabsyah adalah kakeknya Abdul Muthalib dari jalur ibu. Zubair mengatakan nama aslinya adalah Wajaz bin Amir bin Ghalib. Abu Kabsyah adalah kakeknya Wahab. maksudnya adalah bangsa Romawi. Diceritakan bahwa kakek mereka. dan tidak ada orang yang mengatakan. dan sebagaimana kebiasaan bangsa Arab apabila ingin merendahkan seseorang. "Ketika aku keluar dari tempat Hercules. & (Raja Bani Ashfar). Lafazh "shakhbu" artinya teriakan keras. bahwa kakek-kakek Nabi dari jalur bapak dan ibu seluruhnya dijuluki Abu Kabsyah. Tetapi terjadi perselisihan dalam masalah ini. yaitu suara yang bercampur dengan emosi. Maksud Ibnu Abi Kabsyah 1 adalah Rasulullah. 11 ^'i-Jw^' o — U * (aku mengatakan kepada rekan-rekan ku). Adapun bagi orang yang junub diperbolehkan apabila tidak diniatkan untuk membaca Al Qur'an. "Aku tidak mengerti apa yang mereka katakan. Dalam kitab Jihad ditambahkan." * — ^ J' (Anaknya Abu Kabsyah). Yunus bin Bakir mengatakan. mereka menasabkan dengan kakek yang kedudukannya rendah. dan ini juga masih diperselisihkan. yaitu kakeknya Nabi dari jalur Ibu. bahwa Amru bin Zaid mempunyai gelar Abu Kabsyah. Abu Hasan mengatakan bahwa. Ibnu Qutaibah. Abu Fatah Al Azadi dan Ibnu Makula mengatakan bahwa Abu Kabsyah adalah bapak susuan Nabi yang bernama Harits bin Abdul Izzi. bahwa Abu Kabsyah masuk agama Islam dan memiliki anak perempuan yang bernama Kabsyah. J —' 1 J'—»lili (ketika dia mengatakan apa yang dikatakannya). Khaththabi dan Daruquthni mengatakan. karena Ibunya Abdul Muthalib bernama Salma binti Amru bin Zaid Al Khazraji. suami dari Halimatus Sa'diyah. karena Abu Kabsyah adalah salah satu kakek Nabi.larangan tersebut adalah membawa mushhaf Al Qur'an ke daerah musuh. tetapi diniatkan untuk berdzikir. Maksudnya adalah pertanyaan dan jawaban yang dikatakan oleh Hercules. Dalam kitab Jihad ditambahkan perkataan Abu Sufyan.

Nabi bersabda dalam haditsnya. Kalimat ini sering digunakan untuk menunjukkan rasa malas. sebagaimana disebutkan oleh Tirmidzi dalam menafsirkan ayat. yaitu ketika pasukan Romawi mengalahkan pasukan Persia dan mengusir mereka. yaitu bintang komet. maka anaknya memiliki kulit antara hitam dan putih. " Nabi sangat membenci perkataan itu. Peristiwa itu terjadi bertepatan dengan kcberangkatan Nabi dan para sahabat untuk mengerjakan Umrah setelah perjanjian Hudaibiyah. Hercules meramal kedatangan dakwah Nabi dengan bintangbintang. Sedangkan apa yang dialami oleh Hercules menggambarkan perubahan dalam dirinya dari keadaan yang selalu senang kepada keadaan yang sangat menyedihkan. Fathul Makkah dan tersebarnya agama Islam ke setiap penjuru. Kata suqfu berasal dari bahasa asing ('ajam) yang berarti pimpinan agama Nasrani. "Janganlah mengatakan di antara kamu keadaanku sangat jelek (Khabatstu Nafsi). Kaum muslimin bergembira ketika mendengar berita kemenangan bangsa Romawi. dukun) keadaan Hercules seperti seorang peramal.dengan anak perempuan raja Habasyah (Ethiopia). serta muncul yang ketiga (20 tahun ketiga) waktu kemenangan Kota Khaibar. dan yang kedua muncul (di akhir 20 tahun kedua) ketika malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad. inilah yang diramalkan oleh Raja Hercules. Bintang ini muncul pertama kali (20 tahun pertama) ketika Nabi Muhammad lahir. yaitu kekuning-kuningan. bintang ini muncul setiap 20 tahun sekali. Ibnu Hisyam dalam kitab At-Tijani mengatakan bahwa gelar "Asfar" tersebut dikarenakan istri Nabi Ibrahim yang bernama Saran mengusap badan Rum dengan emas. ( i — 1 | f JJ l o . " ^~—«Si ~—(keadaannya sangat jelek) artinya keadaan Hercules pada waktu itu sangat menyedihkan. pertama dengan bantuan setan dan kedua dengan melihat bintang-bintang. Perkara ini merupakan salah satu kebiasaan pada zaman jahiliyah. karena para peramal mengandalkan dua kemampuan.(Ketika Hercules datang ke kota Iliya). f^— -y '^—^ '*— J ^ U1 j l J**. (Peramal. "Pada hari itu kaum mukminin mendapat kemenangan dari Allah. Disamping itu bintang komet telah menunjukkan akan munculnya seorang pemimpin 68 — PATHUL BAARI . Kalimat "dia melihat bintang-bintang" merupakan penjelasan dari kata peramal.(Sampai Allah memasukkan ke dalam hatiku cahaya keislaman) atau menumbuhkan keyakinan pada diriku.

"Sesungguhnya kami telah memberikan kemenangan kepada kalian dengan kemenangan yang nyata. orang yang bathil.bagi orang-orang yang sudah disunat (khitan). Hal itu menunjukkan bahwa kekuasaan atau kerajaan akan pindah ke tangan bangsa Arab." dimana Fathu Makkah terjadi karena orang-orang kafir mengingkari perjanjian Hudaibiyah. tetapi mereka tetap memiliki kekuasaan. berbeda dengan bangsa Arab. karena orangorang Yahudi banyak yang tinggal di Uiya (Bainil Maqdis) di bawah kekuasaan bangsa Romawi. Adapun dikatakan "kecuali orang-orang Yahudi" dalam hadits di atas adalah sesuai dengan pengetahuan mereka. sebagaimana dikatakan bahwa pada hari itu adalah permulaan munculnya kenabian Muhammad. Ibnu Sshaq meriwayatkan bahwa orang tersebut menerangkan. Bukhari tidak bermaksud seperti itu. 'fk. Apabila dikatakan mengapa Bukhari mengangkat permasalahan ahli Nujum (peramal) dan mempercayai apa yang dikatakannya? Jawabnya. Wallahu a'lam. ada FATHUL BAARI — 69 . orang yang benar. hal itu menurut pandangan ahli Nujum bahwa raja yang disunat akan mendapat kemenangan. s__ivi 1 j—? (Dari umat ini). J—i'„ J J — ( D a t a n g Hercules dengan membawa seorang lakilaki) dan tidak disebutkan siapa yang dibawanya. manusia atau jin. Ibnu Sakan meriwayatkan bahwa orang yang dibawa oleh Hercules adalah Adi bin Hatim. maka Allah menurunkan ayat Al Qur'an.l. ada juga yang mengatakan khusus bangsa Arab. Ada yang mengatakan bahwa lafazh Hiza' mengandung arti seorang neramal yang dapat m e n c a n g k a n tentang nasib seseorang hanya dengan melihat anggota tubuh dan wajahnya. J* 'jS (Setelah mereka melakukan musyawarah). baik dari seorang dukun. Walaupun sebagian mereka ada di bawah kekuasaan bangsa Romawi seperti kaum Ghassan. Ada yang mengatakan seluruh manusia yang hidup pada masa itu. Raja Ghassan adalah pe-mimpin daerah Bashra yang telah kami jelaskan sebelumnya. Ketika orang-orang kafir melakukan perjanjian dengan kaum muslimin dalam perjanjian Hudaibiyah. akan tetapi beliau bermaksud unmk menunjukkan \ e p a d a kita bahwa banyak sumber yang membenarkan akan datangnya kenabian k e p a d a N a b i Muhammad.1J J— * (telah nampak) Artinya mendapat kemenangan. peram?.

diantara mereka ada ikatan yang sangat kuat." Sedangkan cerita tentang sesepuh bangsa Romawi ada dua versi. sesungguhnya aku telah mempercayai serta membenarkannya. orang-orang Romawi membunuhnya." utusan itu berkata. dia berkata kepada Dihyah." dan ketika pendeta itu keluar. "Sudah aku katakan kepadamu bahwa aku takut akan keselamatan diriku. lalu orang-orang Romawi langsung membunuhnya. Menurut cerita Dihyah." Ibnu Hajar berkata. pendeta itu berkata. "Telanjangi dia apakah dia sudah disunat!. Setelah surat itu disampaikan kepada sesepuh Romawi. tetap dibunuh. kemudian keluar dan menyeru rakyat Romawi untuk memeluk agama Islam dan mengucapkan kalimat syahadat. sebagaimana Nabi Isa telah mengabarkan dan aku mempercayai serta mengikuti ajarannya. <-^u> j* ^ i i f M J~ (sampai datang kepadanya kitab dari temannya). Pertama dikatakan. "Demi tuhan aku melihatnya dia sudah disunat.seorang dari kaumnya yang mengaku dirinya sebagai Nabi. "Kalau aku mengikutinya maka kekuasaanku akan hilang." maka pendeta menyerahkan surat itu kepadaku dan berkata. pendapat ini dikatakan oleh Ibnu Nathur. bahwa dia tidak masuk Islam dan tidak dibunuh. sedangkan yang kedua dikatakan bahwa dia masuk Islam dan dibunuh." Hercules berkata. "Inilah yang kami tunggu-tunggu. Dalam suatu riwayat Raja Ghassan berkata. "Dimungkinkan surat yang dibawa oleh Dihyah bukan surat yang ditulis setelah perjanjian Hudaibiyah. ketika mereka keluar dia disuruh masuk oleh Hercules dan meminta pemimpin agama Nasrani (pendeta) untuk datang sambil memberi kabar apa yang didengarnya." Rumiyah adalah Kota terkenal di Romawi. "Pergilah ke temanmu (Muhammad) sampaikan salamku kepadanya dan katakan aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Wallahu a'lam. Pada saat itu Hamas keadaannya lebih 70 — FATHUL BAARI . Raja Hercules juga memerintahkanku untuk mendatangi sesepuh bangsa Romawi. karena sesepuh Romawi yang lebih terpandang di mata mereka. JJ* J-'i (kemudian Hercules kembali ke Hamas) karena disanalah tempat kerajaannya. dia memproklamirkan keislamannya dengan menanggalkan pakaian yang dikenakan dan menggantinya dengan pakaian berwarna putih. banyak orang yang mengikutinya dan banyak pula yang menentangnya. tetapi surat yang ditulis ketika perang Tabuk yang tidak ada kata "masuklah ke dalam agama Islam maka kamu akan selamat. pendapat ini dikatakan oleh Ibnu Ishaq. Setelah Dihyah kembali ke Hercules. walaupun orang-orang Romawi akan menentangku setelah ini.

yang berhubungan dengan seman agama Islam. bahwa utusan Hercules berkata. {^-T j> (dari keimanan) yaitu dari keimanan mereka yang dilihat oleh Hercules. . karena mereka takut kehilangan kekuasaan. bahwa dia mengutus pasukannya untuk menghadapi kaum muslimin pada perang M u ' t a h dan Tabuk. kemudian mengutus Dihyah untuk menghadap Hercules. Hercules menginginkan agar mereka mendukungnya dengan sama-sama masuk Islam dan tetap taat kepadanya. dia hanya dapat memilih meninggalkan rakyat Romawi serta kekuasaannya dan masuk ke agama Islam untuk mencari keridhaan Allah. kemudian Hercules meminta pembesar-pembesar Romawi untuk masuk ke istana tersebut. Ummat Islam menaklukkan kota itu pada tahun ke 16 H dibawah panglima Islam Abu Ubaidah bin Jarrah. ^—i • — ' j (Bahwa dia seorang Nabi) Perkataan ini menunjukkan bahwa Hercules dan temannya telah mengakui keislamannya.O — j i j yang terjadi sebelumnya. untuk mengabarkan kepada mereka apa yang dia dengar. bukan berarti setelah itu Hercules meninggal dunia atau Hercules mengalami seperti apa yang dialami pendahulunya. dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menulis surat kepadanya dua kali. dengan begitu kekuasaannya tetap langgeng. \—sXL. maksudnya.'j f \ iUi JISJ (Ini adalah keadaan terakhir Hercules). Ketika Dihyah sampai. Ada beberapa versi tentang keadaan Hercules setelah itu. ada yang mengatakan. Mereka diumpamakan dengan keledai liar. karena mereka lari lebih kencang dari larinya binatang. seperti \JA^> (Mereka kabur). kemudian Hercules mengirimkan emas kepada Nabi dan dibagikan kepada para sahabatnya. "Rasulullah datang ke Tabuk. Tetapi pilihan itu tidak didapatinya.baik daripada Damaskus. setelah itu seluruh pintunya ditutup. Hercules melakukan hal itu karena takut dirinya akan mengalami seperti apa yang dialami oleh sesepuh Romawi. (agar kekuasaanmu tetap) karena jika mereka keluar dari agama Nasrani maka hilanglah kekuasaan Hercules. Dalam Kitab Musnad dari jalur Sa'id bin Abi Rasyid disebutkan. Mereka disamakan dengan keledai karena kebodohan dan kesesatannya. J—i'j* J—3.^SL_lo (Istana yang sekililingnya ada rumah). FATHUL B A A R I — 71 . cerita ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban. akan tetapi Hercules tidak masuk agama Islam.

Dari sini terlihat kesesuaian hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Nathur tentang permulaan turunnya wahyu dengan hadits yang membicarakan niat sebagai dasar suatu perbuatan." seakan-akan Bukhari ingin mengatakan apabila niat Hercules benar maka akan memberikan kepadanya sesuatu yang baik. aku hanya ingin mengetahui akan keimanan kalian kepada agama kita. Catatan Keimanan Hercules menjadi samar dalam pandangan kaum muslimin karena dua kemungkian. mereka kebingungan sehingga sebagian mereka ada yang keluar dari perkumpulan itu. Umar dan Ibnu Umar? Pendapat yang kuat mengatakan bahwa dialah orangnya yang diperangi kaum muslimin. kedua membayar jizyah (pajak) dan ketiga melakukan perdamaian kepada Nabi tanpa ada peperangan lagi. maka dia akan merugi. "Sesungguhnya kami berikan wahyu kepadamu 72 — FATHUL BAARI . ketika sampai di perbatasan dia mengucapkan salam kepada negeri Syam. bahwa dalam hadits itu digambarkan keadaan orang-orang terhadap Nabi pada awal dakwahnya. kemudian dia menceritakan apa yang disampaikan oleh Rasulullah. tapi sebaliknya apabila niatnya tidak benar. Imam Bukhari hanya meriwayatkan cerita ini dengan perkataan "inilah keadaan terakhir Hercules. pertama Hercules tidak ingin memproklamirkan keislamannya karena takut dirinya dibunuh. karena ayat Al Qur'an yang dituliskan kepada Hercules berisikan seruan kepada agama Islam yang mengandung makna yang sama dengan ayat yang ada di permulaan bab ini." Ibnu Ishaq dari Khalid bin Bisyr meriwayatkan. bahwa ketika Hercules ingin keluar dari Syam untuk pindah ke Kostantinopel. dan kedua Hercules masih ragu akan kenabian Muhammad sehingga dia meninggal dalam keadaan kafir. "Kalian diam dulu. Apabila ada yang bertanya dari sisi mana korelasi antara hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sufyan tentang Hercules dengan permulaan turunnya wahyu? Jawabnya adalah. akan tetapi mereka menentangnya. apakah dia yang diperangi oleh kaum muslimin pada masa Abu Bakar. yaitu salam perpisahan dan setelah itu dia hidup di Kostantinopel. Kemudian Hercules pergi meninggalkan negeri Syam." Beliau menutup bab ini dengan perkataan tersebut setelah dibuka dengan hadits "Sesungguhnya amal perbuatan tergantung niatnya. Ada perbedaan pendapat.Hercules memanggil pembesar-pembesar dan para pendeta bangsa Romawi. Hercules berkata. bangsa Romawi diberi pilihan. Pertama masuk agama Islam.

bahwa Rasulullah menulis ke raja Kisra dan Kaisar Romawi. Bapakku mengatakan kepada kami. Ketika Abdul Malik melihat surat itu. " atau "Allah telah mensyariatkan ajaran-ajaran agama kepada kalian seperti Allah wasiatkan kepada Nuh. Aku ingin tinggal disana sementara waktu." atau dalam riwayat Abu Ubaid dalam kitab Amwal. dan dia perlihatkan surat itu oleh Raja Francs. kemudian Raja Kisra merobek-robek surat itu sedangkan Kaisar (Romawi) menjaganya. bahwa beberapa orang meriwayatkan kepadaku dari Qadhi Nuruddin bin Shaiq Dimasqi dia berkata. bertemu dengan Raja Francs. beliau berkata." sehingga inti ayat ini adalah seruan untuk menengakkan agama Islam. Saya (Ibnu Hajar) katakan. dia meminta izin untuk dapat mencium surat itu. aku telah menulis kepada rajamu dan dia menjaganya. Beberapa sahabat saya menceritakan kepada saya bahwa Abdul Malik bin Sa'ad salah saru panglima kaum muslimin. "Ini adalah surat dari Nabimu yang dikirimkan kepada kakekku (Kaisar Hercules). "Adapun mereka (Kisra) akan merobek-robek. "Wahai saudara Tanukh. dia berkata.sebagaimana kami memberikan wahyu kepada Nabi Nuh. "Allah akan FATHUL B A A R I — 73 . dan dikeluarkan dari kotak itu surat yang terlihat sudah lama sekali. tapi dia melarangnya. " Ketika Nabi menerima jawaban dari Raja Kisra. selama surat ini ada pada kami. "Aku akan memberikan hadiah yang sangat berharga. tapi tidak diperbolehkan. telah menceritakan kepadaku Saifuddin Falih Al Masyhuri dia berkata. sedangkan di Timur nama tersebut dikenal sebagai sebutan orang-orang salib atau orang Eropa secara umum). surat itu akan tetap ada pada mereka tapi tidak ada keberanian dari mereka walaupun telah mencapai kehidupan bahagia. kami mewarisinya turun temurun dan menyembunyikan dari rakyat kami. setelah sampai di sana aku dipertemukan dengan Raja Francs." Ini sesuai dengan perkataan Nabi kepada utusan Hercules." Rasulullah berkata. sedangkan mereka (Romawi) surat itu akan selalu ada pada mereka. "Aku diutus oleh raja Manshur Qa\awun untuk membawa hadiah ke raja Maghribi. maka kekuasaan tetap berada pada kami. dan kotak ini diwariskan turun temurun sampai kepada Raja Francs (Francs adalah nama salah satu kabilah Jerman yang bertempat di Perancis pada abad ke 5 dan mendirikan kerajaan pertama." dia mengeluarkan kotak yang terbuat dari emas yang dikeluarkan dari kotak itu kotak yang terbuat dari emas. Dia berkata. Suhaili mengatakan bahwa Hercules meletakkan surat itu di kotak yang terbuat dari emas sebagai penghormatan bagi Rasulullah.

menghancurkan kerajaannya." Wallahu a'lam. beliau berkata. "Allah akan menjaga kerajaannya." sedangkan ketika datang jawaban dari Raja Romawi. 74 — FATHUL BAARI .

FATHUL BAARI — 75 .

akan tetapi jika aku meninggal maka aku tidak dapat menjelaskannya kepadamu. "Sesungguhnya iman itu terdiri dari kewajibankewajiban." (Qs. "Dan Allah akan menambahkan petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. dapat bertambah ataupun berkurang. Muhammad (47): 17) "Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya. Al Ahzaab (33): 22) Mencintai dan membenci seseorang karena Allah adalah termasuk tanda-tanda iman. Maryam (19): 76) "Dan orang-orang yang telah mendapat petunjuk Allah menambahkan petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaan. sungguh aku akan menjelaskannya kepada kalian hingga kalian semua mengetahuinya. mari kita memperbarui iman kita dengan berdzikir sejenak. maka perkataan itu menambah keimanan mereka. SABDA NABI. " (Qs. dan barangsiapa yang tidak menyempurnakannya maka belum sempurna imannya.1. syariat-syariat. "Supaya keimanan mereka bertambah. sebagaimana firman Allah. "Keyakinan adalah sumber keimanan. At-Taubah (9): 124) "Karena itu takutlah kepada mereka. "Duduklah bersama kami. "Akan tetapi agar hatiku tetap mantap dengan imanku-. "DASAR ISLAM ADA PERKARA" LIMA Iman itu adalah perkataan dan perbuatan. Nabi Ibrahim berkata. Al Mudatstsir (74): 31) "Siapakah diantara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini? Adapun orang-orang yang beriman. Barangsiapa yang menyempurnakan semua hal tersebut maka telah sempurna imannya." 76 — F A T H U L BAARI . Aali Imraan (3): 173) "Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan kedudukan. Al Fath (48): 4) "Dan Kami tambahkan ke-pada mereka petunjuk. "(Qs." (Qs." Ibnu Mas'ud berkata. Al Baqarah (2): 260) Muadz berkata." (Qs." (Qs. hukum-hukum dan sunah-sunah. " (Qs." (Qs. Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Adi bin Adi yang berbunyi. Jika aku panjang umur. maka surat ini menambah iman-nya. Al Kahfi (18): 13). " (Qs.

diucapkan dengan lisan. "Ibnu Abbas mengatakan bahwa maksud dari "Aturan dan jalan yang terang. Menurut mereka. apakah disyaratkan mengucapkan iman dengan lisan. bahwa iman adalah mempercayai dengan hati dan mengucapkan dengan lisan. Perbedaan pendapat di kalangan ulama adalah mengenai mengenai. AsySyuura (26): 13) bahwa maksudnya adalah "Kami telah mewasiatkan kepadamu wahai Muhammad dan kepadanya satu agama. Dalam hal ini.Ibnu Umar berkata. Ungkapan "Iman adalah perkataan dan perbuatan. Yang dimaksud dengan "perkataan" adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. barangsiapa yang sudah berikrar F A T H U L BAARI — 77 . dan yang kedua iman adalah dapat bertambah dan berkurang. ada perbedaan sudut pandang di antara para ulama. pertama iman adalah perkataan dan perbuatan. sedangkan para ulama terdahulu menjadikan "perbuatan" sebagai syarat kesempurnaan iman. dapat bertambah dan berkurang" terdiri dari dua kalimat. sedangkan yang dimaksud dengan "perbuatan" adalah mencakup perbuatan hati (keyakinan) dan perbuatan anggota badan (ibadah). sedangkan menurut istilah adalah mempercayai Rasulullah dan berita yang dibawanya dari Allah. "Disyariatkan kepada kalian. Ulama terdahulu mengatakan bahwa iman adalah mempercayai dengan hati. Hal ini disebabkan perbedaan sudut pandang mereka berdasarkan hukum Allah SWT. maka iman hanya cukup dengan pengakuan saja. ucapan dan keyakinan. bahwa iman adalah perbuatan. " Dan Mujahid menafsirkan ayat. " (Qs. sehingga muncullah pernyataan bahwa iman dapat bertambah dan berkurang seperti yang akan dijelaskan kemudian. dan diamalkan dengan anggota badan. Golongan Murji'ah berpendapat. Oleh karena itu. " Iman menurut bahasa adalah tashdiig (mempercayai). sehingga sebagian mereka memasukkan "perbuatan" dalam definisi "iman " dan sebagian yang lain tidak memasukkannya. "Seorang hamba tidak akan mencapai ketakwaan yang hakiki hingga ia meninggalkan keraguan di dalam hatinya. bahwa iman cukup diucapkan dengan lisan saja. Adapun gologan Mu'tazilah berpendapat. Tetapi jika berdasarkan hukum manusia. Letak perbedaan mereka dengan ulama terdahulu adalah karena mereka menjadikan amal (perbuatan) sebagai syarat sahnya iman. Sedangkan golongan Karramiyah mengatakan. mengamalkan dengan anggota badan adalah merupakan syarat kesempurnaan iman. Al Maa'idah ( 5 ) : 48) adalah jalan dan sunnah. atau harus diwujudkan dalam bentuk perbuatan seperti mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan? Permasalahan ini akan kami jelaskan Insya Allah. yaitu. " (Qs.

ulama salaf berpendapat bahwa iman dapat bertambah dan berkurang. Dia meriwayatkan dari Iman Bukhari dengan sanad shahih. dimana pada suatu saat ia merasa imannya lebih kuat dan ikhlas serta lebih bertawakkal. maka ia dianggap sebagai orang yang beriman berdasarkan pengakuan yang diucapkan mulutnya. Untuk itu ia dianggap sebagai orang kafir jika terbukti melakukan perbuatan kufur dan dianggap sebagai orang yang beriman berdasarkan hakikat keimanan itu sendiri. bertambah dan berkurang. karena menurut mereka hal itu berarti ketika iman belum bertambah dan berkurang. bahwa setiap orang mengetahui bahwa apa yang ada dalam hatinya selalu pasang surut. Begitu juga yang diriwayatkan Abui Qasim dalam Kitab Sunnah dari Imam Syafi 'i dan Ahmad bin Hambal serta Ishaq bin Rahawaih dan Abu Ubaid dan ulama lainnya. bahwa Rabi'mengatakan. bertambah dan berkurang. bahwa Imam Bukhari mengatakan. kecuali ia terbukti melakukan perbuatan yang menyebabkan kekufuran seperti menyembah berhala. bahwa orang fasik tidak beriman dan tidak pula kafir. bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan. Syaikh Muhyiddin mengatakan yang benar adalah bahwa keyakinan dapat bertambah dan berkurang sesuai dengan banyaknya melihat dan mengkaji serta adanya dalil-dalil yang jelas. Pendapat ini ditentang oleh ahli kalam." Ibnu Abi Hatim menjelaskan tentang periwayatan hal tersebut dengan sanad-sanad dari para shahabat dan Tabiin dan semua Ulama yang mengadakan ijma' (konsensus) dalam masalah ini. "Saya sudah menemui lebih dari seribu Ulama di berbagai penjuru. Fudhail bin Iyadh dan Imam Waki' meriwayatkan juga dari Ahlu Sunnah wal Jama'ah. dan Hakim mengatakan di dalam manaqib Syafi 'i. Sedangkan masalah kedua. Jika perbuatan yang dilakukannya dapat menyebabkan kefasikan. namun saya tidak menemukan satu pun dari mereka yang berbeda pendapat bahwa Iman adalah perkataan dan perbuatan.(percaya kepada Allah) maka ia dianggap sebagai mukmin. "Abu Al Abbas Al Asham menceritakan kepada kami. maka masih ada keraguan di dalamnya." Abu N u a ' i m menambahkan bahwa iman akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang 78 — F A T H U L BAARI . "Saya mendengar Imam Syafi 'i mengatakan. Dia menguatkan pendapat ini dengan mengatakan. Dalam hal ini kelompok moderat mu'tazilah mengatakan. tetapi ia dianggap tidak beriman berdasarkan kesempurnaan imannya. Oleh karena keimanan Abu Bakar lebih kuat dari pada keimanan orang lain karena keimanan beliau tidak bercampur keraguan sedikit pun.

" Sedangkan Al Bazar meriwayatkan. yaitu iman bisa berkurang. oleh karena Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepadanya yang isinya. sedangkan syariat adalah ajaran atau akidah agama." F A T H U L BAARI — 79 . Kemudian beliau membacakan firman Allah. dia adalah pegawai Umar bin Abdul Aziz di kawasan jazirah. (Amma ba'du. "Cinta dan benci karena mencari keridhaan Allah adalah sebagian dari iman. benci. yang dengan sendirinya dia dapat membuktikan sebaliknya. "Seorang hamba tidak akan mendapatkan realitas iman hingga dia mencintai sesuatu karena Allah dan membenci sesuatu karena Allah. "Dan menggerakkan lisannya untuk menyebut nama Allah." Sedangkan hadits Abu Umamah. dan sunan adalah hal-hal yang disunnahkan. Adi bin Adi atau Ibnu Umairah Al Kindi adalah seorang tabi'in dan putra salah seorang sahabat. sesungguhnya Iman itu mempunyai kewajiban-kewajiban dan syariat-syariat) sampai akhir. "Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya. "Perbuatan paling baik adalah cinta dan benci karena Allah. "Ciri-ciri iman paling kuat adalah cinta dan benci karena Allah" Dalam haditsnya. Maksud kewajiban adalah perbuatan yang diwajibkan. "Iman bisa mencapai titik kesempurnaan dan bisa juga tidak. Tujuan riwayat ini untuk menyatakan bahwa Umar bin Abdul Aziz adalah termasuk orang yang mengatakan bahwa iman itu bertambah dan berkurang. "Tanda-tanda iman adalah mencintai kaum Anshar." Dalam hadits lain dia menambahkan. Adapun hadits Abu Dzarr adalah. karena cinta dan benci mempunyai tingkatan yang berbeda." Tirmidzi meriwayatkan dari hadits M u ' a d z bin Anas seperti hadits Abu Umamah namun Ahmad menambahkan." Hadits ini dijadikan dalil oleh Imam Bukhari untuk mengatakan. Imam Bukhari menyebutkan. "Dan memberi nasehat karena Allah. maka sesungguhnya imannya telah sempurna. Adapun Hudud (hukum) adalah larangan-larangan yang diharamkan. "Barangsiapa cinta. memberi dan menolak karena Allah. " Kemudian Imam Bukhari membuktikan dengan Ayat-ayat Al Qur'an yang me-nerangkan bahwa iman itu bisa bertambah. hal ini berdasarkan perkataannya.dengan kemaksiatan." Imam Ahmad juga meriwayatkan hadits dari Amru bin Al Jumuh. Ini adalah hadits yang dikeluarkan Abu Daud dari hadits Abu Umamah dan hadits Abu Dzarr. bahwa iman dapat bertambah dan berkurang.

dimana potongan berikutnya adalah "Dan kesabaran adalah setengah dari iman. karena Mu'adz adalah orang yang sudah beriman. Qadhi Abu Bakar bin Arabi mengatakan. "Keyakinan keseluruhannya adalah iman. Sebab seorang hamba diwajibkan untuk beriman pada awalnya saja. Perkataan M u ' a d z bin Jabal kepada Al Aswad bin Hilal. keyakinan dan pemahaman kami." Ini adalah potongan hadits yang disampaikan oleh Thabrani dengan sanad shahih." Imam Ahmad meriwayatkan dari jalur Abdullah bin Hakim dari Ibnu Mas'ud. Sedangkan riwayat dari Mujahid. bahwa dia berkata. Ibnu Jarir meriwayatkan kepada Said dengan sanadnya yang shahih. "Supaya aku menambah keimanan disamping keimananku yang sudah ada. Tetapi Imam Bukhari memisahkan ayat "Akan tetapi agar hatiku tetap mantap dengan imanku " dengan ayat-ayat sebelumnya yang menjelaskan tentang iman dapat bertambah dan berkurang. "Ya Allah." Ibnu Mas'ud berkata. hal itu karena Imam Bukhari mengambil dalil dari ayat-ayat sebelumnya secara tekstual. tambahlah keimanan. dia mengatakan." Apabila hal tersebut benar-benar perkataan Nabi Ibrahim sedangkan Nabi Muhammad telah diperintahkan oleh Allah untuk mengikuti ajaran Nabi Ibrahim maka seakan-akan hal tersebut juga berasal dari Nabi Muhammad. selanjurnya ia hanya memperbaharui dan memperbaikinya setiap kali melihat dan berfikir." 80 — PATHUL BAARI ." Kemudian keduanya duduk berdzikir dan memuji Allah."Nabi Ibrahim berkata. dia mengatakan. karena maksud M u ' a d z adalah ingin memperbaharui keimanannya. Mujahid dan lainnya telah mengacu kepada ayat ini. sedangkan beliau mengambil dalil dari ayat ini secara kontekstual. Dari perkataan ini jelas bahwa maksud M u ' a d z adalah untuk menambah keimanan dengan berdzikir kepada Allah bukan untuk mulai beriman. "Hal itu tidak ada hubungannya dengan usaha untuk menambah keimanan. "Duduklah bersama kami untuk beriman sejenak. "Akan tetapi agar hatiku tetap mantapdengan imanku-" (Qs. "Perkataan Ibrahim "agar hatiku tetap mantap" mempunyai arti agar keyakinanku bertambah. Al Baqarah (2): 260) Penafsiran Said bin Jubair.

Untuk itu Sufyan Tsauri mengatakan. bahwa perbuatan adalah termasuk iman. Pendapat ini berdasarkan firman Allah." (Qs.Catatan: Hadits ini berkaitan erat dengan pendapat yang mengatakan. "Seandainya keyakinan benar-benar bersemayam dalam hati. Makna perkataan Ibnu Umar tersebut dapat ditemukan dalam hadits Athiyah. "Seseorang tidak termasuk diantara orang-orang yang bertakwa sehingga dia meninggalkan apa yang tidak meragukan karena berhati-hati terhadap apa yang menimbulkan keraguan. maka semua anggota tubuh termotivasi untuk melakukan perbuatan yang baik. keyakinan merupakan dasar daripada iman. "Kesempurnaan takwa. bahwa iman hanya sekedar keyakinan. Jika keyakinan itu telah tertanam dalam hati. Al Bayyinah ( 9 8 ) : 5) F A T H U L BAARI — 81 . "Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar mereka menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan)agama yang lurus. Kalimat "keraguan" dalam hadits ini mengindikasikan bahwa sebagian kaum muslimin telah mencapai hakikat keimanan dan sebagian yang lain belum mencapai tingkatan tersebut. dia berkata. Untuk itu saya katakan." Ibnu Abi Dunya telah meriwayatkan dari Abu Darda. bahwa Rasulullah bersabda. bahwa maksud Ibnu Mas'ud adalah. yaitu hendaknya kamu bertakwa kepada Allah hingga meninggalkan apa yang kamu lihat halal karena takut akan menjadi haram. " Imam Syafi'i. maka ia akan terbang ke surga dan menjauhi api neraka" Yang dimaksud dengan takwa dalam hadits Ibnu Umar "Seorang hamba tidak akan mencapai ketakwaan yang hakiki hingga ia meninggalkan keraguan di dalam hatinya " adalah menjaga diri dari kesyirikan dan menekuni perbuatan-perbuatan yang baik. Imam Ahmad dan lainnya berpendapat.

sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdurrazaq. karena jihad diwajibkan sebelum terjadinya perang Badar. Apabila dikatakan. Menunaikan ibadah haji. (Kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah). 2. Memang jawaban ini masih dapat dikritik. sedang perang Badar sendiri terjadi pada bulan Ramadhan tahun kedua hijriyah. karena hukum jihad adalah fardhu kifayah dan jihad tidak diwajibkan kecuali dalam waktu dan kondisi tertentu. Tetapi dalam riwayat Imam Muslim disebutkan lima rukun. Catatan : 1. bahkan merupakan jawaban yang salah. Abdurrazaq menambahkan.2. "Dasar (pokok-pokok) Islam ada lima perkara: I. Bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah (dua kalimah sahadat). Dari Ibnu Umar R A berkata. Dalam akhir riwayatnya. "Kenapa dalam syahadat tidak disebutkan iman kepada para Nabi dan — FATHUL BAARI 82 . 5.D O A A D A L A H I M A N Jji j ^ til^i of. Membayar zakat. 3. zakat dan haji menurut pendapat yang benar. Apabila dikatakan bahwa empat dasar (pokok) di atas berdiri di atas dasar syahadah. dimana pada tahun itu juga diwajibkan puasa. "Jihad adalah perbuatan baik. Inilah jawaban Ibnu Umar tentang masalah jihad. Jihad tidak termasuk dalam hadits ini. ^ s s - Vi? ' OUwj f j W J p ^ ^ J *^"_}^ o!)CaJl fl»! j 8. "Rasulullah SAW bersabda." Lain halnya dengan Ibnu Baththal yang menganggap bahwa hadits ini muncul pada periode awal Islam sebelum diwajibkannya jihad. 2. Mendirikan shalat. ^ — ' .j u 1 * berarti lima perkara atau lima dasar (pokok). maka tidak sah jika belum melaksanakan syahadah. 4. Puasa bulan Ramadhan. ilii ni y'i Si of slip.

"Tidak. seperti seseorang mengatakan. Sebaliknya orang yang tidak melaksanakan semua yang disebutkan. bukan berdasarkan lafazh yang diriwayatkan dari Rasulullah. Namun pada hadits Imam Muslim dari riwayat Sa'ad bin Ubaidah dari Ibnu Umar. "Dan orang-orang yang beriman. maka Islamnya tidak sah. maka Islamnya sah. " (Qs. puasa Ramadhan dan haji.Malaikat dan lainnya sebagaimana yang ditanyakan oleh Jibril? Jawabnya. Hal ini bisa jadi disebabkan beliau tidak mendengar sanggahan Ibnu Umar pada hadits di atas. Untuk menentukan keabsahan keislaman seseorang. yaitu hadits yang diriwayatkan berdasarkan maknanya. FATHUL BAARI — 83 . "Hal ini merupakan penamaan sesuatu dengan menyebutkan bagiannya. Ath-Thuur(52): 21) Dalam hadits di atas. dapat dikhususkan dengan arti tekstual Al Qur'an. dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. Pemahaman ini dikhususkan dengan firman Allah. Seseorang berkata. puasa disebutkan lebih dahulu daripada haji. Maka jika dikatakan "Aku bersaksi atas kebenaran risalah Muhammad" berarti aku bersaksi atas kebenaran semua ajaran yang dibawa oleh Muhammad. Arti hadits secara umum menyatakan bahwa orang yang melaksanakan semua hal yang disebutkan. atau karena ia lupa. Ismaili mengatakan. Al Baqillani mensyaratkan terlebih dahulu pengakuan terhadap keesaan Allah (tauhid) sebelum mengakui risalah." Ini menunjukkan bahwa hadits riwayat Handhalah yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari merupakan hadits bil makna. dengan begitu kalimat syahadah telah mencakup semua masalah yang berhubungan dengan akidah." lalu Ibnu Umar berkata." Maksud mendirikan shalat adalah menjalankan atau melaksanakan shalat. "Aku membaca Aihamdu". sedang maksud mengeluarkan zakat adalah mengeluarkan sebagian harta dengan cara khusus. bahwa maksud dari syahadah adalah membenarkan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. "Haji dan puasa Ramadhan. maksudnya aku membaca surat A! Fatihah. Imam Bukhari lebih dahulu menyebutkan haji dari pada puasa. Kesimpulan yang dapat diambil dari hadits di atas adalah bahwa pemahaman makna umum sunnah Rasul.

^—£ j£j s^ y s J o^ij v^i'j ' 0 ASjidij * ^ jftf ' 0 Ji s ' y — i J J^CaJlj Ij-UL P lii '<+*M*i 0 y J * J J oLTjJl ^ ' L i j o^UaJI f Lif j ( (\ idj^p) jy~*y!>\ " * j a "*£ * y * l ai (\ VY : "y"J>) "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan.Kemungkinan ini lebih tepat dibandingkan pendapat yang menyatakan bahwa Ibnu Umar mendengar hadits tersebut dari Rasul dua kali dalam bentuk yang berbeda. 3 . dan (memerdekakan) hamba sahaya. Sebenarnya adanya hadits yang diriwayatkan secara berbeda menunjukkan bahwa matan hadits tersebut disampaikan secara maknawi. malaikat-malaikat. kitab-kitab. nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. namun beliau lupa salah satu dari kedua hadits tersebut ketika memberikan sanggahan kepada pernyataan seseorang dalam hadits di atas tadi. Pendapat ini juga dikuatkan adanya tafsir Bukhari yang lebih mendahulukan lafazh puasa dari pada zakat. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah. anak-anak yatim. Apa mungkin para sahabat mendapatkan hadits ini dalam tiga bentuk? Hal ini mustahil terjadi. Wallahu A 'lam. 84 — F A T H U L BAARI . orang-orang miskin. hari kemudian.M A S A L A H IMAN D A N F I R M A N A L L A H <—?. musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta.

penderitaan dan dalam peperangan. Apabila dikatakan. "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman ". maka Rasulullah membaca ayat di atas. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). dan menunaikan zakat. Al Mu'minuun (23): 1) Pengambilan ayat ini sebagai dalil dan korelasinya dengan hadits pada bab ini tampak dari hadits yang diriwayatkan Abdurrazaq melalui Mujahid. " Hadits ini diriwayatkan oleh para perawi yang terpercaya. bahwa semua prilaku yang diiringi dengan tashdiq (keimanan) termasuk dalam kategori perbuatan yang baik dan iman. sedangkan Imam Bukhari hanya mengemukakan sebagian besar atau inti dari isi haditsnya saja dan tidak mencantumkan keseluruhannya. namun Imam Bukhari tidak menyebutkan hadits tersebut karena tidak sesuai dengan syarat-syarat hadits beliau.mendirikan shalat. Dimungkinkan ayat "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman" merupakan penafsiran tentang orang-orang yang bertakwa yang dijelaskan pada ayat sebelumnya. "Sesungguhnya Abu Dzarr bertanya kepada Nabi SA W tentang iman. Untuk itu kita dapat menggabungkan antara makna ayat dan hadits. Artinya bahwa orang yang bertakwa adalah orang yang disifati dalam ayat di atas. maka Jawabnya kata tersebut telah disebutkan dalam hadits yang asli. kemudian meninggalkan perbuatan syirik dan dosa. " (Qs. Apabila mereka melaksanakan semua bentuk prilaku yang disebutkan dalam ayat. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji. karena ayat tersebut membatasi pengertian takwa kepada orang-orang yang memenuhi sifat-sifat yang terkandung dalam ayat. seperti hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim. dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. bahwa dalam matan (isi) hadits ini tidak disebutkan kata Tashdig. (Qs. berbahagia dan seterusnya sampai akhir ayat. Adapun alasan pengambilan dalil dari ayat di atas. Al Baqarah(2): 177) dalam firman yang lainnya. maka mereka adalah orang-orang yang sempurna imannya. yaitu orang yang beriman. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. Maksudnya adalah orang-orang yang menjaga dirinya dari kesyirikan dan perbuatan yang buruk. FATHUL BAARI — 85 .

" sebagaimana disebutkan Hulaimi dan Iyad adalah berdasarkan 86 — FATHUL BAARI . tetapi pendapat Al Qazzaz banyak disepakati oleh para ahli tafsir berdasarkan firman Allah ^ ^J^lJi J ^ . — ~ pada sanad dari Abu Amir syaikh Imam Bukhari. JJL (enam puluh) Tidak terjadi perbedaan kata ^ J . Sedang riwayat Tirmidzi yang menyebutkan angka enam puluh empat adalah riwayat yang cacat. Nabi SAW bersabda. namun kemudian beliau meyakinkan kembali angka tersebut. "Sesugguhnya kaum Quraisy pernah mengucapkan kata tersebut kepada Abu Bakar. Sedangkan pendapat yang lain mengartikan. Dari Abi Hurairah RA. tapi sebenarnya riwayat ini tidak bertentangan dengan riwayat Bukhari. atau dua sampai sepuluh." dan juga riwayat dari Ath-Thabari dengan sanad marfit'.9. sebagaimana diriwayatkan At-Tirmidzi dengan sanad shahih. karena menurutnya Sulaiman bin Bilal tidak ragu dalam mengucapkan angka tersebut. Lain halnya dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Awanah melalui sanad Bisyr bin Amru dari Sulaiman bin Bilal. Adapun upaya untuk menguatkan pendapat yang menyatakan "tujuh puluh. atau juga empat sampai sembilan. Adapun hadits riwayat Ashhab sunan Ats-Tsalats dari jalur Suhail menyebutkan. Menurut Al Khalil berati tujuh. Adapun malu adalah salah satu cabang dari iman. " Keterangan Hadits: Menurut Al Qazzaz berarti bilangan antara tiga sampai sembilan. Imam Baihaqi lebih menguatkan riwayat Bukhari. yaitu — j i jt *(~Y*i (enam puluh atau tujuh puluh). Abu Awanah dalam salah satu riwayatnya menyebutkan OJLJ (enam puluh enam) atau (tujuh puluh tujuh). pendapat ini masih dapat dikritik mengingat Bisyr bin Amru dalam riwayatnya sempat mengalami keraguan." Iman mempunyai lebih dari enam puluh cabang.J j 'J~r "karena itu tetaplah dia (yusuj) dalam penjara selama beberapa tahun ". Demikian l pula terjadi keraguan dalam riwayat Imam Muslim dari jalur sanad Suhail bin Abi Shalih dari Abdullah bin Dinar. j tanpa ada keraguan. angka antara satu sampai sembilan. Menurut Ibnu Saidah berarti bilangan dari tiga sampai sepuluh.

tetapi Ibnu Shalah menguatkan pendapat yang menyebutkan bilangan (angka) yang lebih sedikit. sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits. lalu bagaimana bisa dikategorikan sebagai cabang dari iman? Jawabnya. karena sifat malu adalah motivator yang akan memunculkan cabang iman yang lain." Apabila dikatakan. bagian. karena yang lebih sedikit adalah yang diyakini. tapi maksud kata tersebut adalah • t cabang. "Semua orang telah berusaha untuk menentukan cabang atau bagian iman dengan ijtihad. karena malu dapat menjadi faktor stimulus yang melahirkan perbuatan taat dan membentengi diri dari perbuatan maksiat. " karena yang seperti ini tidak sesuai dengan syariat. • Secara etimologi L_IiJi berarti perubahan yang ada pada diri seseorang karena takut melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan aib. berarti perangai yang mendorong untuk menjauhi sesuatu yang buruk dan mencegah untuk tidak memberikan suatu hak kepada pemiliknya. Kata tersebut juga berarti meninggalkan sesuatu dengan alasan tertentu. sehingga malu dapat berfungsi untuk memerintah dan menghindari atau mencegah. Sedangkan secara terminologi. sebab dengan malu seseorang merasa takut melakukan perbuatan yang buruk di dunia dan akhirat. atau adanya sebab yang memaksa kita harus meninggalkan sesuatu. Tetapi tidak berarti keimanan seseorang akan cacat bila tidak mampu menentukan batasan tersebut secara terperinci. Karena menentukan hukumnya secara pasti sangat sulit untuk dilakukan. maka dari sinilah dikatakan bahwa malu adalah bagian dari iman. "Kenapa hanya malu yang disebutkan?" Jawabnya. atau perangai. "Malu itu baik keseluruhannya." FATHUL BAARI — 87 . akan tetapi penggunaan rasa malu agar sesuai dengan jalur syariat membutuhkan usaha. Pelajaran Yang dapat diambil Ibnu Iyad berpendapat. "Ya tuhan aku malu untuk mengucapkan kata kebenaran atau malu untuk melakukan berbuatan baik. Dengan demikain tidak dibenarkan kita mengatakan. bahwa malu bisa menjadi insting dan bisa menjadi sebuah prilaku moral. Apabila ada pendapat yang mengatakan. bahwa sesungguhnya sifat malu merupakan insting manusia. pengetahuan dan niat. Arti kata adalah potongan.banyaknya perawi yang dapat dipercaya.

doa.Orang-orang yang mencoba menghitung semua cabang tersebut tidak menemukan suatu kesepakatan. amanah. tawakkal. membebaskan budak. menunaikan hak anak dan 88 — FATHUL BAARI . sifat. qadha dan qadar. mempelajari ilmu. hanya saja saya telah meringkas apa yang mereka paparkan dan apa yang saya sebutkan. mengajarkan ilmu. thawaf. Prilaku hati ini mencakup 24 cabang. Perbuatan hati. membaca Al Qur'an. yaitu melafalkan tauhid (mengesakan Allah). dzikir dan istighfar (mohon ampunan) dan menjauhi perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat. ada enam cabang. puasa wajib dan sunnah. b). Rasul. kecintaan kepada sesama. a). dikumpulkannya semua orang di padang mahsyar. ridha terhadap qadha. tetapi yang mendekati kebenaran adalah metode yang dikemukakan oleh Ibnu Hibban. harapan. menutup aurat. Berkenaan dengan badan. yaitu: 1. Namun hal itu tidak menjelaskannya secara rinci. Ftikaf. termasuk juga alam kubur. shalawat kepada Nabi dan malaksanakan sunnah. sabar. hari Akhir. surga dan neraka. kemuna-fikan. haji dan umrah. Selanjutnya keikhlasan yang mencakup meninggalkan riba. Kemudian kecintaan kepada Allah. mempertahankan agama seperti hijrah dari daerah syirik. dengki dan amarah. Perbuatan jasmani yang mencakup tiga puluh delapan cabang iman. termasuk keyakinan dan niat. bahwa iman terbagi menjadi beberapa cabang. 2. Perbuatan lisan yang mencakup tujuh cabang keimanan. shalat wajib dan sunnah. zakat. Berkenaan dengan orang lain. rasa takut. ada lima belas cabang. kecintan kepada nabi dan keyakinan akan kebesarannya. kerendahan hati. rahmah. keesaan dan kekekalan Allah. iri. hari perhitungan. syukur. taubat. dengan rincian sebagai berikut: 3. hari kebangkitan. yaitu iffah (menjaga kesucian diri) dengan melaksanakan nikah. mengupayakan malam qadar (lailatu! qadar). yaitu: bersuci dan menjahui segala hal yang najis. yaitu: iman kepada dzat. dermawan (termasuk memberi makan dan menghormati tamu). melaksanakan nadzar dan melaksanakan kafarat. meninggalkan kesombongan. perhitungan pahala dan dosa. iman kepada malaikat. kitab-kitab.

^iS/i '•—M l i & i j Ji\ (yang tertinggi adalah kalimat laa ilaaha Ulatlah. menjauhi foya-foya dan menghambur-hamburkan harta. jihad. mengadakan ishlah (perbaikan) seperti memerangi para pembangkang agama. mendoakan orang yang bersin. dan yang terendah adalah menyingkirkan duri dari jalanan). menginfakkan sebagian hartanya. menjawab salam. serius dan tidak suka main-main. yaitu berlaku adil dalam memimpin. mendidik anak. Dalam riwayat Muslim ditemukan tambahan kalimat. c). amanah dalam denda dan hutang serta melaksanakan kewajiban hidup bertetangga. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan tingkatan antara satu cabang iman dengan cabang lainnya.ilp ill PATHUL BAARI — . O R A N G M U S L I M A D A L A H O R A N G Y A N G M E N Y E L A M A T K A N O R A N G ISLAM D A R I L I S A N DAN TANGANNYA 1 —* 'j** 'C? j*-^j a ^'j ?^-J 'o? ^?4~^ f-P 'c? ^ 89 J u . Berkenaan dengan kemaslahatan umum. melaksanakan hukum Allah. berbakti kepada orang tua. Pembagian ini dapat dijumlahkan menjadi tujuh puluh sembilan cabang bila sebagian cabang di atas diperincikan kembali secara mendetail. serta menyingkirkan duri di jalanan. Vi *Ji S' ii*A*f j — . j i J i j—e. Kemudian menjaga perangai dan budi pekerti yang baik dalam berinteraksi dengan sesama seperti mengumpulkan harta dijalan yang halal. silaturrahim. membantu dalam kebaikan seperti amar ma'ruf dan nahi munkar. taat kepada pemimpin. tidak menyakiti orang lain. mengikuti kelompok mayoritas. Demikianlah semua cabang keimanan tersebut yang jumlahnya kurang lebih menjadi enam puluh sembilan cabang. taat kepada pemimpin dan beriemah lembut kepada pembantu.keluarga. ada tujuh belas cabang. 4.

Hijrah bathinah. yaitu meninggalkan perbuatan yang dibisikkan oleh nafsu amarah dan syetan. Memang orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah berarti ia telah melaksanakan hakikat hijrah. yaitu memukul dengan tangan untuk melaksanakan hukuman terhadap orang muslim yang berhak menerimanya. yaitu : 1. Lain halnya dengan ucapan yang mengandung ejekan atau menguasai hak orang lain secara paksa. Atau mungkin juga merupakan dorongan bagi seorang muslim untuk berlaku dan berbudi pekerti yang baik kepada Tuhannya. maka sudah barang tentu ia berprilaku baik kepada Tuhannya. Mungkin juga maksud bab ini adalah untuk menunjukkan kriteria seorang muslim yang dapat menunjukkan keislamannya. 90 — FATHUL BAARI . Seakan-akan orang-orang yang berhijrah diperintahkan seperti itu. Dan orang muhajir adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah. Hijrah zhahirah.10. agar hijrah yang mereka lakukan tidak hanya berpindah tempat saja. "Orang muslim itu adalah orang yang menyelamatkan semua orang Islam dari bencana akibat ucapan dan perbuatan tangannya. mereka benar-benar melaksanakan perintah syariat dan meninggalkan larangannya. Ada dua macam bentuk hijrah. kedua prilaku tersebut termasuk bencana lidah dan tangan yang harus dihindari oleh seorang muslim. sebagaimana yang ditentukan oleh syariat. 2. Dari Abdullah bin Amru RA dari Nabi SAW bersabda. yaitu mampu menyelamatkan kaum muslimin dari bencana akibat ucapan lidah dan perbuatan tangannya. yaitu pergi meninggalkan tempat untuk menghindari fitnah demi mempertahankan agama. Ada pengecualian dalam hadits di atas. tetapi lebih dari itu. karena apabila seorang muslim berlaku baik terhadap sesamanya. " Keterangan Hadits: Al Khaththabi mengatakan bahwa muslim yang paling utama adalah muslim yang mampu melaksanakan semua kewajibannya untuk memenuhi hak-hak Allah dan hak-hak sesamanya.

5. kaum kerabat?' FATHUL BAARI — 91 . Menurut kami. mungkin bentuk pertanyaan seperti ini mengikuti gaya bahasa Al Qur'an. pengertian seperti inilah yang paling tepat.^ ^ (orang-orang Islam bagaimanakah yang paling afdhal). B A G A I M A N A K A H ISLAM Y A N G P A L I N G BAIK? J—*a*i f^C^i c^ 1 J j ^ ^Li : J u AIP AJJi J*y J{ Jp 11. seperti menanyakan tentang "karakter Islam yang utama". J — ^ j ^ . Apakah hikmah dari bentuk pertanyaan dan jawaban seperti ini? Jawabnya. "Seorang muslim yang menyelamatkan orang muslim lainnya dari bencana akibat perbuatan lidah dan tangannya.Dari Abi Musa berkata. sedang kata yang datang setelah kata t / harus berbentuk plural. karena kalimat yang sebenarnya adalah. bahwa dalam hadits ini ada bagian kata yang dihapus. "Kata — d i sini adalah memakai bentuk singular (tunggal). Pengertian seperti ini menjadi lebih baik dari pengertian yang dikemukakan oleh sejumlah penyarah yang menyatakan bahwa maksud pertanyaan dalam hadits ini adalah. tetapi dijawab dengan orang yang mempunyai karakter tersebut. karena dengan pengertian seperti ini akan timbul pertanyaan lain. " Keterangan Hadits: Apabila ada pertanyaan. "Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan? Jawablah. Jika kedua redaksi di atas diformulasikan." Maka jawabnya. FL-^SF Ji—U*. "Mereka bertanya. Pengertian seperti ini diperkuat dengan adanya riwayat muslim yang menggunakan redaksi. "Wahai Rasulullah. "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak. ^1. maka keutamaan seorang muslim akan dapat dicapai dengan melakukan salah satu dari sifat atau hal-hal yang disebutkan dalam hadits tersebut.jp J\. f^Cyi . bagaimanakah Islam yang paling afdhal itu? Nabi menjawab. sebagaimana firman Allah.

maka tampak jelas bagi kita korelasi hadits ini dengan hadits sebelumnya yang disebutkan Imam Bukhari tentang perkara iman. karena iman dan Islam merupakan dua sinonim yang sama. " Setelah Imam Bukhari memaparkan hadits tentang cabangcabang iman yang diintisarikan dari Al Qur'an dan Sunnah. sedang dalam riwayat Ibnu Hibban adalah Hanik bin Yazid.Dengan pengertian seperti itu. "Seorang laki-laki bertanya kepada Rasul. "Islam bagaimanakah yang lebih utama?" Nabi menjawab. orang tua Syuraikh. mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang tidak engkau kenal.Dari Abdullah bin Umar katanya. "Memberi makan (orang-orang miskin). 6. Hal itu menunjukkan adanya perbedaan kedua bahasan tersebut seperti yang kita lihat dari perbedaan pertanyaan yang ada dalam redaksi haditsnya. M E M B E R I M A K A N A D A L A H P E R A N G A I I S L A M 12. beliau melanjutkan pada bab-bab selanjutnya untuk memaparkan pembahasan ini agar lebih jelas lagi. Jika karakter kaum muslimin yang berhubungan dengan Islam lebih utama dari-sebagian karakter yang lain. tetapi ada yang mengatakan bahwa dia adalah Abu Dzarr. 92 — FATHUL BAARI . dia berkata. Maka dengan sengaja beliau memberi judul pada bab ini dengan "memberi makan" bukan "Islam bagaimanakah". dimana beliau menyebutkan bahwa iman dapat bertambah dan berkurang. kita tidak lagi membutuhkan penakwilan. Laki-laki yang bertanya dalam hadits di atas tidak disebutkan namanya.

bahwa pertanyaan yang sama dalam dua hadits di atas adalah disebabkan perbedaan kondisi penanya dan pendengarnya. Disamping itu para sahabat pada waktu itu sedang semangat melaksanakan perintah syariat. Pertanyaan ini sama dengan hadits sebelumnya. sedang kata khair berarti manfaat. jadi kata yang pertama adalah berkenaan dengan kuantitas sedang pertanyaan kedua berkenaan dengan kualitas.(Islam bagaimanakah yang lebih utama). maka hadits tersebut memberikan jalan untuk tidak melakukan perbuatan tersebut. lalu kenapa ada dua pertanyaan yang sama dalam dua hadits tersebut sedang jawabannya berbeda? Al Karmani menjawab. adalah memberikan motivasi kepada orang yang mengharapkan manfaat dengan perbuatan atau perkataan. sehingga mereka selalu menanyakan kepada nabi perbuatan apa saja yang dapat mendatangkan kebaikan kepada mereka. "Sebenarnya kedua jawaban itu tidak berbeda. termasuk juga menjamu tamu yang datang. Dengan demikian disebutkannya dua bentuk atau perangai tersebut adalah sesuai dengan kebutuhan si penanya pada waktu itu agar mereka tertarik untuk masuk agama Islam. Mungkin jawaban dalam hadits pertama dimaksudkan memberi peringatan kepada mereka yang takut menerima bencana yang diakibatkan oleh tangan atau lisan. kata afdhal berarti yang paling banyak pahalanya. berarti juga perintah untuk memberi miskin. karena memberi makan berarti selamat dari bencana yang diakibatkan oleh tangan. 'r—(memberi makan kepada fakir makan). dan mengucapkan salam berarti selamat dari bencana yang diakibatkan oleh lisan. Tapi menurut pendapat yang masyhur. Ha! itu menunjukkan bahwa Rasulullah menekankan kedua prilaku tersebut pada awal masuk kota Madinah. Hal ini dapat kita lihat dari perbedaan makna afdhal (lebih utama) dan khair (baik). maka hadits tersebut menunjukkan bentuk konkrit perihal tersebut. Sedangkan jawaban yang kedua. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya dari Abdullah bin Salam. Mungkin jawaban yang berbeda ini karena adanya pertanyaan yang berbeda tentang keutamaan suatu perbuatan atas perbuatan yang lain. Menurut Al Karmani. untuk meninggikan syiar Islam dan menjaga hubungan ukhuwah IslamiFATHUL BAARI — 93 .

bukan untuk kesombongan dan basa-basi belaka. orang munafik dan orang fasik. tapi hadits ini dikhususkan dengan hadits lain yang memberikan larangan. Apabila ada pendapat yang menyatakan bahwa konteks kalimat ini masih umum sehingga mencakup orang kafir. 94 — FATHUL BAARI . Jawabnya.yah. memang konteks hadits ini masih umum.

pengertian seperti ini diambil dari kalimat . V (tidak sempurna keimanan) orang yang mengaku beriman. Dalam hadits riwayat Ibnu Hibban dijelaskan j C J y (seseorang tidak akan mencapai hakikat keimanan). Pada redaksi hadits yang diriwayatkan Al Mustamli menggunakan kata : r i ^ i .4LA «^N melihat sifat-sifat yang lain 1 bagi seorang muslim. bahwa seseorang yang melaksanakan perintah dalam hadits ini (mencintai saudaranya). M E N C I N T A I S A U D A R A N Y A S E B A G A I M A N A M E N C I N T A I DIRINYA SENDIRI A D A L A H SEBAGIAN DARI I M A N Jh y ^ #*^J^ ^ ^ 'c? 13. bahwa kecintaan di sini adalah bagian dari iman. dimana pada pembahasan sebelumnya disebutkan (memberi makan adalah sebagian dari iman). Ushaili menggunakan kata *^'\ sementara Ibnu Asakir. bahwa lafazh iman sudah dikemukakan pada bab sebelumnya. Muslim dan Abu Khaitsamah menggunakan kata X* Apabila dikatakan.7. Seakan-akan beliau mengatakan. sebelum ia mencintai saudaranya muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Dari Anas RA dari Nabi SAW bersabda. dia tidak menjadi kafir. " keimanan (sesama Keterangan Hadits: Ai Karmani mengatakan. "Tidaksempurna seseorang dari kalian. FATHUL BAARI — 95 . Tetapi orang yang tidak melakukan apa yang ada dalam hadits ini. berarti imannya telah sempurna walaupun tidak melaksanakan rukun iman yang lain. '•r-!y. Jawabnya. maksudnya adalah kesempurnaan iman. namun pada bab ini permasalahan yang diangkat berbeda dengan permasalahan sebelumnya.

keutaman.—?v ^ — ( s a m p a i mencintai) hal ini bukan berarti bahwa tidak adanya keimanan menyebabkan adanya rasa cinta. "Cinta adalah kecenderungan terhadap sesuatu yang diinginkan. mengambil manfaat atau menolak bahaya. baik dalam halhal yang bersifat indrawi atau maknawi. karena maksudnya adalah menekankan untuk bersikap tawadhu' (rendah hati). Maksud lain dari cinta di sini adalah cinta dan senang jika saudaranya mendapatkan seperti apa yang dia dapatkan. sedang pada realitasnya menuntut pengutamaan. karena setiap orang senang jika ia lebih dari yang lainnya. 4 ~i3 L J J U (sebagaimana mencintai diri sendiri) dari kabaikan." Saya berpendapat. iri. Namun pendapat ini masih berpeluang untuk dikritik." Semua ini tidak akan sempurna kecuali dengan meninggalkan perbuatan dengki. sedangkan hal-hal yang dilarang oleh agama tidak termasuk dalam kategori al khair. seperti bentuk. karena hal ini menuntut adanya persamaan. Kecenderungan di sini bersifat ikhtiyari (kebebasan). bukan bersifat alami atau paksaan. Adapun cinta adalah menginginkan sesuatu yang diyakini sebagai suatu kebaikan. 96 — FATHUL BAARI . Sesuatu yang dicintai tersebut dapat berupa sesuatu yang dapat diindera. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. "Imam Iyad juga mengatakan demikian. berarti ia termasuk orang-orang yang utama. "Secara zhahir hadits ini menuntut kesamaan. sebagaimana firman Allah. atau dapat juga berupa perbuatan seperti kesempurnaan. berlebihan. Maka apabila dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. "Negeri akhirat itu. kecurangan dan lainnya yang termasuk dalam perangai buruk. sehingga dia tidak senang untuk melebihi orang lain." Abu Zinad bin Siraj mengatakan. Imam Nawawi mengatakan. Kata khair (kebaikan) mencakup semua ketaatan dan semua hal yang dibolehkan di dunia dan akhirat.

setiap orang tua mempunyai anak. akan tetapi kecintaan yang paling besar dikhususkan untuk Nabi Muhammad SAW. sebelum ia lebih mencitai aku kedua orang tuanya dan anaknya. yang penting untuk menguatkannya. Kalimat ^ ^ — u ^sj—lij (Demi diriku yang berada dalam kekuasaan-Nya) adalah ungkapan sumpah. Ungkapan ini menunjukkan diperbolehkannya bersumpah terhadap sesuatu.8. Dari bersabda. sempurna daripada Abu Hurairah RA berkata. " Keterangan Hadits: Maksud bab ini adalah kapan Rasul lebih dicintai. walaupun sebenarnya mencintai semua utusan Allah adalah sebagian dari iman. M E N C I N T A I R A S U L S A W S E B A G I A N D A R I IMAN s s s 9 y ^y # 31 f - j <> £ ^ J L * ' 9 } i 9 "j-3 Jii '-X^j <1LP <JJl aJ—)j y AJJI J y j j ! AIP < U J l a'J'JT ^\ Jp JJl d lll L i i y 0>S*1 JS. hal ini dikarenakan orang tua lebih mencintai anaknya daripada anak mencintai orang tuanya. SAIJJ S JJ)J 'j* (dari kedua orang tua dan anaknya) Kata "kedua orang tua" disebutkan terlebih dahulu. y f FATHUL BAARI — 97 . karena setiap anak pasti mempunyai orang tua dan tidak sebaliknya.j ^ L i ' ^ j k V s^U _~iJ s f ' 14. "Sesungguhnya Rasulullah SAW "Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya tidak keimanan seseorang dari kalian. Sedangkan dalam hadits riwayat Nasa'i dari Anas kata "anak" disebutkan terlebih dahulu.

Hadits ini juga mengisyaratkan keutamaan berfikir. Memang manusia berbeda-beda dalam hal ini. maka ia akan mengetahui bahwa manfaat yang diperoleh dari Rasulullah akan lebih besar dari pada manfaat yang diperoleh dari selainnya. Dari Anas RA berkata. Iman Qurthubi mengatakan. sedangkan apa yang dicintai dari selain dirinya. "Setiap orang yang beriman kepada nabi Muhammad dengan sebenar-benarnya iman. Hal itu dikarenakan apa yang dicintai dari manusia dapat berupa dirinya atau halhal lain. "Rasulullah SAW bersabda. dan mereka telah mengetahui hal ini. ia akan lebih mencintai Rasulullah. karena kecintaan tersebut merupakan buah dari pengetahuan. anak-anak. "Demi diriku yang berada dalam kekuasaan-Nya. hadits tersebut mengisyaratkan masalah nafsu ammarah (nafsu yang cenderung untuk melakukan hal-hal yang dilarang) dan nafsu muthmainnah (nafsu yang cenderung melakukan hal-hal yang baik dan dapat menenangkan hati). " Apabila ada pertanyaan. adalah tercapainya suatu manfaat yang diinginkannya. dan sebagian yang lain hanya mencapai tingkat yang rendah. maka hasrat mereka untuk melihatnya sangat besar. Untuk itu orang yang memikirkan manfaat yang diperoleh dari Rasulullah yang telah mengeluarkan dari gelapnya kekufuran menuju terangnya cahaya keimanan. sebelum ia lebih mencintai aku dari pada kedua orang tuanya.15. anaknya dan manusia semua. Adapun apa yang dicintai dari dirinya. meskipun kecintaan mereka itu berbeda-beda. Sebagian mereka ada yang cintanya kepada Rasulullah telah mencapai tingkat yang tinggi. dan itulah sebenarnya hakikat yang diinginkan. Maka orang yang nafsu muthmainnahnya lebih dominan dalam dirinya. Tetapi sebagian besar mereka jika disebut nama Rasulullah. apakah hawa nafsu masuk dalam kalimat "manusia semua"? Jawabnya. karena menurut mereka melihat beliau sangat berpengaruh terhadap diri. keluarga. maka ia akan menginginkan keselamatannya dari berbagai macam penyakit dan bencana. jika dilihat secara zhahir. Maka 98 — FATHUL BAARI . maka dirinya tidak akan pernah hampa dari rasa cinta kepadanya. hawa nafsu masuk dalam kalimat tersebut. demikian juga sebaliknya dengan orang yang dirinya dikuasai oleh nafsu ammarah. tapi tidak diragukan bahwa para sahabat memiliki kecintaan yang sempurna terhadap Rasulullah. sebab cinta yang telah disebutkan di atas dapat diketahui dengan berfikir. tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian. Adapun maksud cinta di sini adalah cinta yang berdasarkan kebebasan (memilih) bukan cinta dalam pengertiannya sebagai tabiat. Menurut Imam Nawawi. harta dan orang tua mereka.

harta dan kemampuannya untuk berziarah ke makam Rasulullah dan melihat tempat-tempat sejarah beliau. Dari Anas RA.tidak jarang kita mendapatkan sebagian mereka yang mengeluarkan tenaga. 9.dalam ilmu balaghah kalimat ini disebut isti'arah takhyiliyyah. yaitu mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi dari pada cinta kepada selain keduanya. "Tiga perkara yang membuat seseorang menemukan manisnya iman. rasa tersebut akan berubah menjadi pahit. yang menyamakan rasa cinta seorang mukmin terhadap keimanan dengan sesuatu yang manis.M A N I S N Y A I M A N jL _i y- & <dJl ^) ' " y & Jil J J\ & . Rasulullah SAW bersabda. " Keterangan Hadits: Sesungguhnya manis adalah buah dari pada iman. bahwa cinta tersebut akan membuahkan sesuatu yang manis. dan sangat benci untuk kembali kepada kekufuran.jUii ^yiij oi iir 16. ji—'s>\\ lp<—S. Hadits ini mengisyaratkan tentang orang yang sakit dan orang yang sehat. maka dijelaskan setelah itu. Orang yang sehat akan merasakan manisnya madu. mencintai orang lain karena Allah. sedangkan orang yang menderita sakit kuning misalnya. Untuk itu ketika disebutkan bahwa mencintai Rasulullah adalah sebagian dari pada iman. sebagaimana ia membenci untuk dijatuhkan ke dalam api neraka. Imam Bukhari menggunakan bentuk isti'arah (pengandaian) untuk menjelaskan naik dan turunnya FATHUL BAARI — 99 .

keimanan seseorang. Syaikh Abu Muhammad bin Abu Jamrah mengatakan, bahwa penggunaan istilah "manisnya iman" dikarenakan Allah menyamakan iman dengan sebatang pohon, sebagaimana dalam flrmanNya, "Perumpamaan kalimah yang baik seperti pohon yang baik.'" Kalimat dalam firman tersebut adalah kalimat ikhlash (makna yang terkandung dalam surah Al Ikhlas), sedangkan pohon tersebut adalah dasar keimanan, rantingnya adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, daunnya adalah kebaikan yang diperhatikan oleh seorang mukmin, buahnya adalah perbuatan taat, dan manisnya buah adalah buah yang sudah siap untuk dipetik, karena buah yang siap untuk dipetik menunjukkan manisnya buah tersebut. *Ji "v^ (lebih cinta kepadanya)
1

Imam Baidhawi mengatakan, bahwa maksud cinta di sini adalah cinta yang menggunakan akal. Artinya kecintaan tersebut lebih mengutamakan akal sehat, walaupun harus bertentangan dengan hawa nafsu. Seperti orang yang menderita sakit, pada dasarnya enggan untuk minum obat, namun karena akalnya mengatakan bahwa obat adalah alat yang dapat menyembuhkan penyakit, akhirnya akal memilih untuk minum obat. Pilihan akal inilah yang membuat nafsu -orang sakit tersebut- untuk minum obat. Apabila manusia menganggap bahwa larangan dan perintah Allah pasti akan mendatangkan manfaat, dan akal pun cenderung membenarkan hal tersebut, maka orang tersebut akan membiasakan diri untuk melaksanakan semua perintah tersebut. Dengan demikian dalam masalah ini secara otomatis hawa nafsu seseorang akan mengikuti kemauan akal, artinya kemauan akal adalah kesadaran akan arti sesuatu yang sempurna dan baik. Rasul menjadikan tiga perkara tersebut sebagai tanda kesempurnaan iman seseorang, karena jika seseorang telah meyakini bahwa sang pemberi nikmat hanya Allah semata, dan Rasululah telah menjelaskan apa yang diinginkan oleh Allah, maka menjadi keharusan bagi manusia untuk mengorientasikan semua yang dilakukannya hanya untuk Allah semata, sehingga ia tidak menyukai dan membenci kecuali apa yang disukai dan dibenci oleh Allah, dan tidak menyukai seseorang kecuali hanya karena Allah dan Rasui-Nya. Ia yakin bahwa semua yang dijanjikan oleh Allah akan menjadi kenyataan, dengan demikian dzikir kepada Allah dan Rasulnya adalah surga dan kembali kepada kekufuran adalah neraka. Hadits ini dibenarkan Allah firman Allah, "Katakanlah jika bapak-bapak, anak-anak, " sampai firman, "Lebih kamu cintai dari

1 0 0 — FATHUL BAARI

pada Allah dan Rasulnya," kemudian Allah mengancam akan hal tersebut dengan janjinya fatarabbashuu (maka tunggulah). Makna hadits ini telah mengisyaratkan kepada manusia untuk selalu melaksanakan keutamaan dan meninggalkan kehinaan. Ada pendapat yang mengatakan, bahwa cinta kepada Allah mencakup dua hal: 1. Fardhu : Kecintaan yang mendorong manusia untuk melaksanakan segala macam perintah-Nya, meninggalkan segala macam maksiat dan ridha kepada ketetapan-Nya. Barangsiapa yang terjerumus dalam kemaksiatan, melaksanakan yang diharamkan dan meninggalkan yang wajib, maka dia telah lalai dan lebih mengedepankan hawa nafsunya dari pada kecintaan kepada Allah. Orang yang lalai terkadang lebih menyukai dan memperbanyak perbuatan-perbuatan yang mubah. Prilaku ini akan melahirkan ketidakpedulian, sehingga orang tersebut akan dengan mudah terperosok ke dalam maksiat yang menimbulkan penyesalan. 2. Sunnah : Membiasakan diri untuk melaksanakan shalat sunnah dan berusaha meninggalkan hal-hal yang syubhat. Prilaku orang yang demikian ini masih sangat jarang kita temukan. Disamping itu termasuk cinta kepada Rasulullah, adalah tidak melaksanakan perintah atau tidak menjauhi larangan kecuali ada cahaya penerang dari Beliau, dengan demikian orang tersebut akan selalu berjalan di atas jalan yang sudah digariskan. Orang yang mencintai Rasul pasti akan meridhai syariat yang dibawanya dan berperangai seperti akhlaknya, seperti dermawan, mulia, sabar dan rendah hati. Oleh sebab itu orang yang berupaya untuk melakukan perbuatan seperti di atas, niscaya akan menemukan manisnya iman. Syaikh Muhyiddin mengatakan, "Hadits ini mengandung makna yang mulia, karena hadits ini merupakan dasar agama. Adapun makna "manisnya iman" adalah kelezatan dalam melaksanakan ketaatan dan kemampuan menghadapi kesulitan dalam agama, serta mengutamakan agama dari pada hal-hal yang berbau keduniaan. Cinta kepada Allah dapat dicapai dengan ketaatan dan meninggalkan segala yang melanggar aturan-Nya. Konsekuensi seperti ini tetap sama, bila kita mencintai Rasul-Nya. "Begitu pula bila kita mencintai Rasul-Nya, konseksuensinya tetap sama seperti ini." Kata yang dipakai dalam hadits tersebut adalah "apa saja" bukan "siapa saja". Hal ini berfungsi untuk menekankan bahwa makna hadits FATHUL BAARI — 101

ini umum mencakup semua benda hidup yang mempunyai akal dan yang tidak mempunyai akal. jiDl J JL jl s'£Z "CS jiSUi j jji; j ! e'jZS j i j Abu Nu'aim menambahkan dalam kitabnya Al Mustahkraj dari jalur Sufyan dari Muhammad bin Al Mutsna -guru Imam Bukharidengan kalimat, > Ui ij J — « (setelah diselamatkan Allah dari kekufuran). Redaksi seperti ini juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui jalur yang lain. Kata Ingaadz (diselamatkan) lebih umum dari pada kata "ishmah" (dijaga) sejak lahir dalam keadaan Islam atau dikeluarkan dari gelapnya kekufuran menuju cahaya iman, sebagaimana yang dialami oleh sebagian para sahabat.

Catatan:
Semua sanad hadits ini adalah orang Bashrah. Hadits ini menjadi dalil akan keutamaan membenci kekufuran. Hadits ini dicantumkan pada bab adab dan keutamaan cinta kepada Allah dengan lafazh, J>lil J J-j \—U iii sliil i)

J\ '^r'J j ''JAji) t_-i-f J2\ j Redaksi hadits ini lebih

lugas, karena hadits ini menyamakan dua perkara, yaitu dilemparkan ke dalam api dunia adalah lebih baik dari pada kekufuran. Redaksi hadits seperti inilah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nasa' i dan Ismail dari Qatadah dari Anas. Dalam riwayat Imam Nasa'i dari jalur sanad Thalq bin Hubaib dari Anas, ditambahkan kata hadits menjadi, karena Allah). (benci), dengan demikian redaksi
}

^—i 'j*—«l'j < & i J L J J J (Mencintai dan membenci

1 0 2 — FATHUL BAARI

10. M E N C I N T A I K A U M A N S H A R A D A L A H T A N D A KEIMANAN

17. "Dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda, "Di antara tanda-tanda iman adalah mencintai kaum Anshar dan di antara tanda-tanda munafik adalah membencinya." Dalam bab yang lalu telah dijelaskan, bahwa di antara tandatanda iman adalah mencintai sesamanya karena Allah, sedangkan di sini Imam Bukhari menyebutkan hadits yang menunjukkan bahwa mencintai kaum Anshar juga termasuk salah satu tanda iman, sebab mencintai mereka -karena mereka telah menolong Rasulullah- adalah termasuk mencintai seseorang karena Allah. Sebenarnya mereka sudah termasuk dalam sabda Nabi, "Mencintai seseorang karena Allah," akan tetapi disebutkannya mereka secara khusus dalam hadits ini menunjukkan adanya perhatian terhadap mereka.
Ji—ty\ C
1

(tanda-tanda iman), Demikianlah penulisan kata tersebut mustakhraj maupun musnad. Kata V berarti

yang terdapat dalam semua riwayat, baik dalam shahih Bukhari dan Muslim, kitab-kitab sunan, "tanda" seperti yang disebutkan oleh Imam Bukhari. Dalam kitab "I'rab Al Hadits" karya Abu Al Baqa' Al Akbari disebutkan dengan lafazh "innahul iiman" yaitu dengan menggunakan kata "innahu " dan "a/ iman" dalam keadaan marfu'. Kemudian Abu Al Baqa' Al Akbari meng 'irabnya dengan mengatakan bahwa kata "inna"berfungsi sebagai ta'kid (penguat), kata ganti "hu" adalah sebagai kata ganti keadaan "dhamir asy-sya'ni", sedangkan kata iman adalah sebagai mubtada' (subyek) dan kata selelahnya adalah sebagai khabar (predikat). Dengan demikian, hadits tersebut mengandung pengertian bahwa yang dinamakan iman adalah mencintai kaum Anshar,

FATHUL BAARI —

103

Hal ini adalah merupakan kesalahan dalam penulisan karena dari segi maknanya- menimbulkan kesan bahwa iman hanya terbatas pada mencintai kaum Anshar saja, padahal sebenarnya tidak demikian. Ada yang berpendapat bahwa lafazh yang masyhur dari hadits ter-sebut juga mengindikasikan bahwa iman hanya terbatas pada mencintai kaum Anshar saja, demikian pula dengan hadits yang disebutkan oleh Imam Bukhari dalam bab "Fadha'ilul Anshar (keutamaan kaum Anshar)" dari Al Barra bin 'Azib yang berbunyi, "Tidak ada yang men-cintal golongan Anshar kecuali orang yang beriman." Mengenai hadits pertama, dapat dijawab bahwa tanda-tanda ('alamah) adalah seperti khashah (istilah dalam ilmu manthiq yang berarti ciri khusus) yang terdapat dalam beberapa benda dan tidak bisa diterapkan sebaliknya. Kita juga dapat menerima dakwaan adanya pembatasan tersebut, akan tetapi bukan secara hakiki melainkan hanya sebagai penekanan pada maknanya saja. Atau bisa jadi pembatasan itu bersifat hakiki, akan tetapi dikhususkan bagi orang yang membenci kaum Anshar karena mereka telah memberikan pertolongan kepada Rasulullah SAW. Sedangkan mengenai hadits kedua, dapat dijawab bahwa maksud dari hadits tersebut adalah mencintai kaum Anshar hanya terdapat dalam diri orang mukmin. Hal ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa orang yang tidak mencintai kaum Anshar tidak termasuk orang mukmin, akan tetapi, maksudnya adalah bahwa orang yang tidak beriman tidak akan mencintai mereka. Apabila ada sebuah pertanyaan, "Apakah orang yang membencinya termasuk dalam golongan munafik, meskipun ia telah berikrar dan percaya kepada Allah?" Maka jawabannya adalah bahwa berdasarkan zhahirnya kalimat tersebut memang mengandung pemahaman seperti itu. Akan tetapi maksud sebenarnya tidak demikian, karena kata "bughdhun ( b e n c i ) " dalam hadits tersebut memiliki batasan, yaitu jika seseorang membenci mereka hanya karena mereka telah memberikan pertolongan kepada Rasulullah SAW, maka ia termasuk orang munafik. Penafsiran semacam ini sesuai dengan hadits yang dikeluarkan oleh Abu Naim dari Barra' bin 'Azib, "barang siapa yang mencintai kaum Anshar, maka aku akan mencintainya dengan sepenuh hati, dan barang siapa yang membenci kaum Anshar, maka aku akan membencinya dengan sepenuh hati" Tambahan seperti ini juga terdapat dalam bab "AJ Hub (cinta)" seperti yang telah disebutkan sebelumnya. marfu' Imam Muslim juga telah meriwayatkan dari Abu Sa'id secara (dinisbatkan kepada Rasul) dengan lafazh, "Tak ada seorang

1 0 4 — FATHUL BAARI

mukmin pun yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nyayang membenci kaum Anshar," dan dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan, "mencintai kaum Anshar adalah keimanan dan membenci mereka adalah kemunafikan." Ada kemungkinan kata tersebut disebutkan dengan fungsi sebagai peringatan (tahdzir), sehingga yang dimaksud bukanlah makna zhahimya dan oleh karena itu iman yang ada tidak digantikan dengan kekafiran yang merupakan kebalikan, tapi dengan kemunafikan yang mengisyaratkan bahwa janji dan ancaman tersebut ditujukan kepada orang yang menampakkan keimanannya. Sedangkan yang menampakkan kekafiran tidak termasuk dalam apa yang dimaksud, karena yang dilakukannya lebih keras dari itu. j' ^JVi merupakan bentuk jamak (plural) dari kata atau 1^

yang berarti "penolong." Huruf lam dalam kata tersebut berfungsi untuk menunjukkan arti yang telah diketahui, maksudnya adalah para penolong Rasulullah. Mereka adalah suku Aus dan Khazraj yang sebelumnya dikenal dengan Ibnay Qailah atau dua anak Qailah yang merupakan nenek moyang mereka. Kemudian Rasulullah SAW menamakannya dengan "Anshar", sehingga kata tersebut menjadi sebutan bagi mereka. Nama ini juga digunakan untuk menyebut keturunan, sekum dan pengikut mereka. Pemberian gelar agung tersebut dikarenakan mereka telah memberikan pertolongan yang lebih besar kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya (Muhajirin,) dari pada kepada kabilah-kabilah lainnya. Mereka menolongnya dengan jiwa, harta dan bahkan mereka mendahulukan kepentingan kaum Muhajirin daripada kepentingan mereka sendiri. Perbuatan mereka ini menyebabkan mereka dimusuhi oleh kabilah-kabilah Arab maupun non-Arab dan juga menimbulkan kedengkian dalam diri kabilah-kabilah tersebut. Permusuhan dan kedengkian ini sebenarnya disebabkan karena kebencian kepada mereka. Oleh karena itu, Rasulullah SAW memperingatkan kepada manusia agar tidak membenci kaum Anshar akan tetapi harus mencintainya, bahkan Rasulullah menjadikan hal itu sebagai tanda keimanan atau kemunafikan dengan maksud untuk mengingatkan akan keutamaan dan kemuliaan kaum Anshar. Bahkan orang yang ikut serta dalam apa yang mereka perbuat, juga masuk dalam keutamaan mereka yang disebutkan di atas. Ditemukan dalam shahih Muslim dari Ali, bahwa Nabi berkata kepadanya, "Tidak ada yang mencintaimu kecuali orang mukmin dan tak ada yang membencimu kecuali orang munafik? Hadits ini disampaikan di depan para sahabat yang menunjukkan kesetaraan mereka dalam kemuliaan

FATHUL BAARI —

105

karena kontribusi yang mereka berikan kepada agama. Pengarang Al Mafhum berkata, "Perang yang terjadi di antara mereka bukan karena hal ini, akan tetapi dikarenakan suatu perkara yang menyebabkan perselisihan, oleh karena itu kedua belah pihak tidak dapat divonis munafik, karena kondisi mereka pada saat itu adalah seperti hukum 2 orang mujtahid dalam berijtihad, yaitu bagi yang benar akan mendapatkan dua pahala, sedangkan yang salah mendapatkan satu pahala.

11. BAB

18. "Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu'anhu-salah seorang yang mengikuti perang Badar dan salah seorang utusan dalam pertemuan 'Aqabah bahwa Rasulullah SA W sedang dikelilingi oleh para sahabatnya dan beliau bersabda, "Berbaiatlah (berjanji) kalian semua kepadaku untuk: l- Tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun, 2- Tidak mencuri, 3- Tidak berzina, 4- Tidak membunuh anak-anakmu, 5- Tidak membuat fitnah di antara kalian, 6- Tidak durhaka terhadap perintah kebaikan. Barang siapa yang menepati perjanjian itu maka ia akan

1 0 6 — FATHUL BAARI

diberi pahala oleh Allah dan barangsiapa yang melanggar salah satu dari perjanjian itu, maka ia akan dihukum di dunia ini. Hukuman itu menjadi kaffarah (tebusan) baginya, dan barang siapa yang melanggar salah satunya kemudian ditutup oleh Allah, maka perkaranya terserah kepada Allah. Jika Dia berkehendak untuk mengampuninya, maka akan diampuni dan jika Dia berkehendak untuk menghukumnya, maka Dia akan menghukumnya."

Keterangan Hadits:
Dalam riwayat kita ini, dituliskan kata " B a b " tanpa disertai nama judulnya, sedangkan dalam riwayat Al Ushaili tidak dituliskan sama sekali baik "Bab" tersebut maupun judulnya karena -menurutnya- hadits ini termasuk dalam bab sebelumnya. Demikian pula dalam riwayat kita, hadits tersebut berkaitan dengan bab sebelumnya, karena kata "Bab "jika tidak disertai dengan judulnya, maka menunjukkan bahwa hadits yang terdapat di dalamnya termasuk dalam pembahasan bab sebelumnya, dan metode ini banyak dipakai oleh pengarang kitab fikih. Adapun korelasi antara hadits ini dengan hadits sebelumnya, bahwa dalam hadits yang lalu telah disebutkan kata "Al Anshar", sedangkan dalam hadits ini dijelaskan tentang sebab penamaan mereka (suku Aus dan Khazraj) dengan nama "Al Anshar". Hal itu berkaitan erat dengan malam Aqabah dimana mereka mengadakan kesepakatan bersama Rasulullah S A W di Aqabah yang berada di Mina pada saat musim haji sebagaimana yang akan dijelaskan pada bab sirah nabawiyah (sejarah Nabi). Imam Bukhari juga menyebutkan hadits ini dalam bab lain yaitu bab "man syahida badran (bab orang yang mengikuti perang Badar)" karena dalam hadits tersebut disebutkan, "salah seorang yang mengikuti perang Badar", dan juga dalam bab "wufud al-anshar (para utusan kaum Anshar) " karena dalam hadits tersebut disebutkan, "dan salah seorang utusan dalam pertemuan "Agabah." Sedangkan dalam bab ini, Imam Bukhari menyebutkannya karena berkaitan dengan hadits sebelumnya seperti yang telah kami jelaskan di atas.
i

Kemudian dari segi matannya., hadits ini berhubungan dengan pembahasan tentang iman dari dua segi, Pertama adalah bahwa menghindari larangan termasuk bagian dari iman, seperti halnya melaksanakan perintah, Kedua adalah bahwa hadits tersebut mem-bantah pendapat yang mengatakan bahwa orang yang melakukan dosa besar adalah termasuk orang kafir dan akan kekal di dalam neraka sebagaimana akan dijelaskan kemudian. FATHUL BAARI — 107

J ^ [berjanji] kalian semua kepadaku). «£di ^ '^'pj j*4—^ iWi-^ 'j* <s'P~ ] jjs'iV j \ \Jh S'j (tidak membunuh anak-anakmu) Muhammad bin Al Ismaili dan yang lainnya berkata. Dalam bab (kemarilah dan berjanjilah kepadaku). 1 0 8 — FATHUL BAARI . maka mereka harus menyebutkan kata tersebut." Perang ini adaiah perang yang pertama kali dilakukan oleh Rasulullah dalam melawan kaum musyrikin. Hal ini bertujuan untuk menekankan larangan tersebut. karena ha! itu mengandung unsur pembunuhan dan memutuskan tali silaturrahim. "qaala. oleh karena itu agaknya penghapusannya di sini akan berlanjut. Atau bisa saja dikhususkannya penyebutan kata tersebut dengan tujuan agar mereka menghindari perbuatan tersebut. "Hadits ini menjelaskan tentang membunuh anak-anak. ji^i Sj (Tidak membuat fitnah di antara kalian). sebagaimana yang akan kita jelaskan dalam bab "Al Maghazi (peperangan). Memang biasanya para pakar hadits dengan sengaja menghilangkan kata "qaala" akan tetapi jika kata tersebut disebutkan berulang seperti. karena mengubur anak perempuan atau membunuh anak laki-laki -karena takut lapar. begitupula dalam riwayat Ahmad dari Abu Yaman dengan rangkaian sanad yang sama bahwa Ubadah yang mengabarkan kepadanya." ^ L j 4& 4ii Kata 4li J J ^ J jf (bahwa Rasulullah SAW) Jii yang ada sebelumnya merupakan khabar (predikat) dari kata J yang dihapus dalam riwayat asalnya. karena lafazh oii" dan yang sebelumnya bertentangan. Hadits ini juga dapat ditemukan dalam bab "man syahida badran" dengan rangkaian sanad yang sama. Penggunaan (para utusan kaum Anshar) kalimat tersebut ditambah kata iiAl* dari kata ^ ( j u a l beli) yang berarti perjanjian adalah termasuk bentuk majaz yaitu diqiaskan dengan transaksi barang seperti dalam '^i firman Allah. qaala Rasulullah SAW.iy— ' J + i OiTj (salah seorang yang mengikuti perang Badar). j(Berbaiatlah "wufud anshar" ' dengan.adalah merupakan kebiasaan kaum Jahiliyah. yaitu perang yang terjadi di suatu tempat yang bernama "Badar. i_J£a# berarti kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 40 orang.

Ketika kata ini dipergunakan untuk jual beli laki-laki. tapi dikatakan kepadanya. Sebagaimana yang disebutkan oleh Al Harawi dalam kitab Al Gharbiyiin. maka makna kata tersebut diperluas kepada selain makna pertama. sedangkan kata "arjulikum" adalah masa yang akan datang. Artinya disebutkannya kata "arjuF (kaki) jika tidak dikehendaki.Kata berarti kebohongan yang dapat menjadikan pendengar- nya tersentak. lalu menisbatkan anak tersebut kepada suaminya." Inilah pendapat Al Khaththabi. bahwa yang dijuluki dengan kata tersebut adalah wanita yang melahirkan anak dari hasil zina. maka tidak dilarang. namun yang harus diperhatikan dalam pendapat tersebut adalah disebutkannya kata "arjur (kaki-kaki). seakan-akan maknanya adalah jangan kalian membohongi seseorang dan mengguncang orang tersebut dengan lidah kalian. Ada kemungkinan bahwa yang dimaksud adalah apa yang ada antara kaki dan tangan yaitu hati. seperti berkata. Al Karamani mengatakan bahwa disebutkannya kata kaki adalah sebagai penguat. sedangkan kata <->ji-^' maksudnya adalah kebaikan yang berasal dari Allah baik berupa perintah maupun larangan. (jangan mendurhakaiku) dan kalimat tersebut sesuai dengan ayat diatas. "Mungkin maksud kalimat "baina aidiikum" adalah seketika. "Asalnya kata ini dipergunakan dalam jual beli wanita. karena yang dimaksudkan adalah tangan. Kata Sy—w (bohong) digunakan secara khusus bagi tangan dan kaki. Oleh karena itu kata iftira' (bohong) dinisbatkan kepada lidah. Bahkan ada orang yang dihukum akibat perbuatan mulutnya. Oleh karena itu perbuatan yang dihasilkan disebut dengan perbuatan tangan. karena berjalan adalah perbuatan yang dilakukan kaki. Abu Muhammad bin Abu Hamzah berkata. Pendapat lain mengatakan. karena apa yang ada dalam hati adalah diterjemahkan oleh lidah. "Ini yang dihasilkan tanganmu. 'j—iaii M j (tidak durhaka) dalam riwayat Al Ismaili disebutkan V j j j — U i ." Kemungkinan maksud larangan untuk berbohong di sini adalah jangan berusaha membohongi manusia dan saling bersaksi diantara kalian. -^i'j" j (terhadap perintah kebaikan) FATHUL BAARI — 109 . "Aku berkata seperti ini di depan (dengan saksi) si fulan. karena mayoritas perbuatan dilakukan dengan menggunakan tangan dan kaki yang merupakan alat untuk melakukan secara langsung.

Ada yang berpendapat dengan kalimat tersebut Rasulullah SAW mengingatkan. akan tetapi beliau menyebutkannya secara global dalam sabdanya U-Jai. Akan tetapi berdasarkan dalil-dalil yang ada Allah tidak wajib melakukan sesuatu apapun. bahwa Rasulullah tidak mengabaikan perintah-perintah tersebut. maka kata tersebut tidak dapat ditafsirkan secara zhahiraya saja. uL_i 2JJi J. . maka menyebutkan ganjaran kepada salah satu di antara kedua topik tersebut sangat sesuai. karena ketika penyebutan "sumpah" berefek kepada keharusan adanya balasan. '•Si* j . Adapun hikmah disebutkannya larangan yang tidak disertai perintah adalah karena meninggalkan larangan lebih mudah dari pada melakukan suatu perbuatan.An-Nawawi berkata. disebutkan dengan menggunakan kata "surga" dalam riwayat Ash-Shanabahi dari Ubadah yang terdapat dalam kitab shahih Bukhari Muslim." Maka kata ^/J^ terikat dengan sesuatu setelannya. Adapun balasan tersebut. bahwa ketaatan kepada makhluk diwajibkan sebatas kebaikan. Imam Ahmad menambahkan dalam riwayatnya dengan lafazh *J sehingga menjadi u_i iUi j* <_JU-I J*J 1 1 0 — F A T g U L BAARI . "Kemungkinan maksudnya adalah jangan kalian menentangku atau salah seorang pemimpin kalian dalam kebaikan. atau juga meninggalkan kejelekan lebih dianjurkan sebelum melakukan kebaikan.s (maka ia akan diberi pahala oleh Allah) Kalimat tersebut diucapkan untuk menunjukkan penghormatan. maksudnya berpegang teguh pada isi perjanjian. Jika ada pertanyaan. adalah tidak melaksanakan perintah. Kemudian penggunaan kata "ala " adalah untuk menunjukkan arti "penekanan" bahwa hal tersebut benar-benar akan terwujud. atau karena menghindari kerusakan lebih diutamakan daripada mencari kemaslahatan. bukan dalam berbuat maksiat kepada Allah. Pendapat semacam ini sesuai dengan perintah untuk meninggalkan kemaksiatan kepada Allah. Hal ini akan dijelaskan dalam hadits Muadz yang menjelaskan tentang hak Allah atas hamba-Nya. V j (tidak durhaka) karena maksud durhaka. "Mengapa hadits ini hanya menyebutkan tentang larangan saja dan tidak menyebutkan perintahi" Maka jawabnya. 'J** (Barangsiapa yang menepati). ^ C I'j*J (barangsiapa yang melanggar salah satu dari perjanjian itu maka ia akan dihukum). Js.

pendapat ini disebabkan karena kalimat. Ada yang berpendapat bahwa yang disebutkan adalah selain perbuatan syirik. yaitu riya \ Hal ini diperkuat dengan disebutkannya kata "syai'an (sesuatu)" dalam bentuk nakirah {indefinite). "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni orang yang menyekutukan-Nya" Oleh karena itu. li—i ii—J> ^ (salah satu dari perjanjian itu) jelas-jelas mencakup seluruh yang disebutkan. dan mereka mengambil kesimpulan dari hadits ini. syirik tidak perlu disebutkan di dalamnya. Pendapat ini dibantah karena Allah jika menyebut kata "syirik". maka maksudnya adalah lawan dari tauhid {mengesakan Allah). Hal ini didasarkan pada hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda. disamping itu tidak menutup kemungkinan bahwa Nabi melarang kaum muslimin agar tidak berbuat syirik. Al Qadhi Iyadh berkata. Hal ini diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari jalur Abu Asy'asy dari Ubadah. An-Nawawi berkata. Kedua hadits tersebut juga dapat disatukan sehingga tidak terjadi kontradiksi. Maka pendapat yang benar adalah pendapat Imam Nawawi. ada sebagian ulama tidak mengatakannya secara pasti bahwa hudud adalah sebagai kafarat. orang murtad yang dibunuh dalam kondisi murtad. karena hadits tersebut ditujukan kepada kaum muslimin. "Hadits ini dikhususkan dengan firman Ailah. sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat maupun hadits dengan maksud seperti itu. Akan tetapi. maka pembunuhan itu bukan merupakan kafarat baginya. Dengan demikian. Ath-Thibi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan syirik adalah syirik kecil. Akan tetapi pendapat tersebut dapat dibantah karena huruf fa' dalam kalimat "fa man" berfungsi untuk menunjukkan arti "kemudian". "Saya tidak mengetahui apakah hudud adalah sebagai kafarat bagi penderitanya atau tidak" Dalam hal ini. sehingga maksudnya adalah syirik dalam bentuk apapun. Menurut saya. "Sebagian besar ulama berpendapat bahwa hudud (hukuman-hukuman) adalah sebagai kafarah (tebusan dosa). yaitu bahwa hadits Abu Hurairah disampaikan oleh FATHUL BAARI — 1 1 1 .f' 0" i jUf "lahu" (menjadi tebusan) Imam Ahmad menambahkan dengan kata (kehendak)" juga (baginya). "dan barangsiapa yang melakukan perbuatan yang mengharuskan ia dihukumi dengan hukuman had''' karena hukuman yang dijatuhkan kepada orang yang berbuat syirik tidak dinamakan had. hadits Ubadah itu memiliki sanad yang lebih kuat dari pada hadits Abu Hurairah. Sedangkan istilah had hanyalah merupakan istilah modern saja. Imam Bukhari dalam bab "masyi'ah menambahkan kata l J dan kata fj&j (pembersih dari dosa).

dan kemudian setelah itu Allah mengajarinya. hanya saja pendapat ini terdapat kekeliruan.Rasulullah SA W sebelum Allah memberitahukan tentang hal tersebut. bahwa hadits Ubadah ini disampaikan di Makkah pada malam Aqabah ketika Rasulullah sedang menerima bait yang pertama di Mina. kemudahan.. Saya berpendapat." Mereka pun membaiat beliau dengan syarat tersebut dan agar Rasul dan para sahabatnya pindah ke negeri mereka. Kita akan menemui kembali hadits Ubadah dalam kitab fitan dan yang lainnya. sedangkan Abu Hurairah memeluk Islam setelah 7 tahun dari peristiwa tersebut pada tahun Khaibar. dan hadits tersebut dinyatakan shahih 'ala syarti syaikhani. "Kemungkinan Abu Hurairah tidak mendengarkan hadits tersebut dari Rasulullah. akan tetapi dari sahabat lainnya yang mendengar dari Rasulullah.beliau berkata." Lebih jelas lagi maksud hadits di atas adalah apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Thabrani dari Ubadah.. Jika hadits tersebut shahih. kerelaan dan paksaan. dan setelah itu Abu Hurairah tidak pernah mendengar dari Rasulullah bahwa hudud memiliki kafarah (denda) seperti yang didengar oleh Ubadah. bahwa hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Hakim dalam kitabnya Al Mustadrak dan Al Bazzar dari riwayat M a ' m a r dari Ibnu Ubai Za'bi dari Sa'id Al Maqrabi dari Abu Hurairah. Kemudian Ahmad telah meriwayatkan hadits ini dari Abd Razak dari M a ' m a r . hanya saja Daruquthni mengatakan bahwa Abd. yakni bahwa Rasulullah berkata kepada kaum Anshar yang hadir. Saya berpendapat hadits tersebut telah dimaushulkan dari Adam bin Abi Iyas dari Abi Dzi'bi yang juga diriwayatkan oleh Hakim. maka penggabungan yang dilakukan oleh Qadhi Iyadh baik sekali. Hisyam bin Yusuf meriwayatkannya dari M a ' m a r yang kemudian memursalkmnya. Saya berpendapat. Razak seorang diri yang menyampaikan hadits tersebut. dan sesungguhnya teks yang mengatakan bahwa hal tersebut terjadi pada malam Aqabah adalah riwayat Abu Ishaq. sehingga riwayat M a ' m a r menjadi kuat. Pembaiatan yang disebutkan dalam hadits Ubadah tidak terjadi pada malam Aqabah. lalu bagaimana mungkin haditsnya lebih dahulu dari pada keislamannya?" Dalam menjawab pertanyaan itu ada yang berpendapat. yang benar adalah hadits Abu Hurairah disampaikan lebih dulu daripada hadits Ubadah. bahwa ketika 1 1 2 — FATHUL BAARI . Akan tetapi Qadhi Iyadh dan para pengikutnya berpendapat. "Aku baiat kalian dengan syarat melindungiku sebagaimana kalian melindungi istri dan anak kalian. "Kami pun membaiat Rasulullah untuk mendengarkan dan taat dalam kesulitan.

Menurut riwayat Muslim dari jalur M a ' m a r dari Az-Zuhri. Kemudian Imam Bukhari dalam tafsir Al Mumtahanah menyebutkan riwayat dari jalur yang sama bahwa Rasulullah SAW membaca ayat surah An-Nisaa'. "janganlah kalian menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. berkata jujur dan tidak takut kepada celaan dijalan Allah. "Kemudian kami pun membaiat Rasulullah sebagaimana yang dilakukan oleh para wanita pada hari fathu Makkah (penaklukan Makkah). Inilah baiat yang kami lakukan dengan Rasulullah. AthThabrani memiliki jalur lain dengan lafazh yang mirip dengan riwayat di atas. Yang menguatkan bahwa pembaiatan tersebut terjadi setelah fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) adalah turunnya ayat dalam surah Mumtahanah yaitu firman Allah. menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Adapun yang mendasarinya adalah riwayat Imam Bukhari dalam masalah "Al Hudud" dari jalur Sufyan bin Uyainah dari Zuhri dalam hadits Ubadah. "Apakah kalian tidak ingin membaiatku dengan apa yang dilakukan oleh para wanita yaitu tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun." Telah disepakati bahwa ayat ini diturunkan setelah ayat perjanjian Hudaibiyah. apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia. termasuk di dalamnya hadits tentang baiat ini." Imam Muslim meriwayatkan dari jalur Abu Asy'asy dari Ubadah dalam hadits ini. "Hai Nabi.terjadi pertemuan antara dia dan Abu Hurairah di hadapan Muawiyah di Syam." Dalam riwayat An-Nasa'i dari jalur Al Harits bin Fudhail dari AzZuhri disebutkan bahwa Rasulullah SA W bersabda. istri dan anak kami. Dengan demikian jelaslah bahwa inilah hal-hal yang terjadi pada baiat pertama kemudian muncullah baiat-baiat lainnya yang akan kita kemukakan Insya Allah pada kitab "Ahkam". beliau membacakan ayat tersebut secara lengkap. "Rasulullah mengambil (janji) dari kami apa yang FATHUL BAARI — 113 . mendukung Rasulullah jika musuh-musuh mendatangi kami serta melindungi beliau sebagaimana kami melindungi jiwa." kemudian dia menyebutkan sisa hadits tersebut. engkau belum bersama kami ketika kami membaiat Rasulullah untuk mendengar dan patuh dalam aktivitas dan kemalasan. dia berkata. "Wahai Abu Hurairah." Dan dalam riwayat Thabrani dari jalur lain dari Az-Zuhri dengan sanad yang sama. "Kemudian beliau membacakan kepada kami ayat dari surah An-Nisaa' dan kemudian Nabi bersabda. bahwa ketika Rasulullah SAW membaiat mereka. dan bagi kami surga.

dari ayah dari kakeknya .merujuk kepada 2 baiat sebelumnya. Hal itu jelas dalam penyatuan dua baiat tersebut. Ketika dia menyebutkan baiat ini dengan menyamakannya dengan baiat para wanita. Ishaq bin Rawahah berkata. "jika shahih rangkaian sanad kepada Amru bin Syuaib. "seperti baiat para wanita itu dan untuk mendengar dan patuh pada saat sulit dan mudah. dari Ubadah bin Walid. maka sanad tersebut seperti Ayub bin N a f i ' d a r i Ibnu Umar. bahkan setelah ditaklukkannya kota Makkah. Kerancuan yang terjadi berasal dari pernyataan bahwa Ubadah bin Shamit menghadiri kedua baiat tersebut. Yang sama dengan riwayat tersebut adalah riwayat Ahmad dari jalur Muhammad bin Ishaq. maka jelaslah perbedaan antara kedua bai'at ini. dan semua itu terjadi tak lama setelah keislaman Abu Hurairah. Jika Abdullah bin Amru salah seorang yang menghadiri baiat ini sedangkan dia bukan termasuk golongan Anshar bahkan keislamannya tak lama setelah keislaman Abu Hurairah. dia berkata." (Al Hadits).diambilnya dari para wanita. "Kami membaiat Rasulullah dengan baiat perang" Ubadah adalah salah seorang dari 12 orang yang melaksanakan baiat Aqabah pertama yaitu. dari Ubadah bin Shamit. Pendapat ini diperkuat dengan apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Khaitsamah dalam kitab sejarahnya dari ayahnya dari Muhammad bin Abdurrahman At-Thafawi dari Ayub dari Amru bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya yang berkata. Baiat Aqabah adalah berfungsi untuk dipuji kemudian dia menyebutkan baiat tersebut-jika benar terjadi." Kemudian dia menyebutkan hadits yang mirip dengan hadits Ubadah dan orang-orang dalam sanadnya termasuk golongan yang tsigat. "Aku baiat kalian untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. baiat kaum Anshar pada malam Aqabah yang terjadi sebelum Hijrah dan baiat lain yang terjadi setelah fathu Makkah yang disaksikan oleh Abdullah bin Amru yang keislamannya setelah hijrah. Keislaman Jarir telah disepakati terjadi setelah keislaman Abu Hurairah. Akan tetapi hadits yang terdapat dalam 2 1 1 4 — FATHUL BAARI . "kami membaiat Rasulullah seperti para wanita membaiatnya. timbullah kesalahpahaman bagi orang yang tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya." Semua ini merupakan dalil yang jelas bahwa baiat tersebut terjadi setelah turunnya ayat di atas." kemudian dia menyebutkan hadits tersebut. Yang mirip dengan riwayat tersebut adalah hadits Jarir yang diriwayatkan oleh Thabrani. Rasulullah bersabda.y a n g merupakan salah seorang utusandia berkata.

(Dan dia berkata. "Aku adalah salah seorang utusan yang membaiat -pada malam Aqabahuntuk melindungi dan mendukung beliau. maksudnya pada lain waktu. Ubadah bin Shamit bukan satusatunya yang meriwayatkan makna tersebut. "Kami baiat Rasulullah untuk tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun. hanya saja maksudnya sebagaimana yang saya sebutkan yaitu. akan tetapi Ali bin Abi Thalib pun meriwayatkannya dalam riwayat At-Tirmidzi dan dishahihkan FATHUL BAARI — 115 . "Aku adalah salah seorang utusan yang membaiat Rasulullah. yaitu hadits Abu Hurairah dan hadits Ubadah bin Shamit. "kami bai'at beliau. Yang ketiga baiat nisa' (para wanita) atau yang seperti baiat nisa'. Hendaknya anda mengembalikan riwayat yang mengindikasikan bahwa baiat tersebut terjadi pada malam Aqabah kepada ta'wil ini. Dengan demikian tidak ada fakta yang menunjukkan bahwa hudud memiliki kafarah. karena peperangan dalam Islam disyariatkan setelah hijrah. Hadits tersebut berasal dari jalur Yahya bin Sa'id Al Anshari dari Ubadah bin Walid..Hal yang semisal juga ditemukan dalam Shahihain dari jalur Ash-Shanabahi dari Ubadah yang berkata.'''' serta yang berkaitan dengan perkataan tersebut. Yang patut untuk diketahui. Riwayat tersebut mencakup 3 baiat. Hal tersebut diisyaratkan oleh penggunaan "waw athifah" dalam kalimatnya." Jelaslah bahwa hadits ini merupakan penggabungan dari dua baiat di atas."). Penjelasan yang terdapat dalam riwayat Ibnu Ishaq dari Ubadah bahwa baiat Aqabah seperti baiat nisa' dapat dibantah. Faktanya adalah baiat harb (perang) terjadi setelah baiat Aqabah. Yang kedua adalah baiat harb yang akan dijumpai dalam kitab jihad yaitu berjanji untuk tidak akan lari dari peperangan." Kemudian dia berkata. karena kita tidak menemukan adanya pertentangan antara kedua hadits di atas.kitab Shahih (Bukhari dan Muslim) yang akan ditemukan dalam kitab ahkam.. Dengan demikian riwayat Ibnu Ishaq dapat ditakwilkan dengan merujuk apa yang disebutkan tadi. karena telah disepakati bahwa baiat tersebut terjadi sebelum turunnya ayat (nisa'). Yang benar bahwa penjelasan tentang hal tersebut merupakan kesalahan dari beberapa perawi. yaitu baiat Aqabah yang telah disebutkan dengan jelas dalam riwayat Ubadah yang diriwayatkan oleh Ahmad yang terjadi sebelum diwajibkannya peperangan. Kemudian dia berkata *i ZJL' (kami JL»j membaiatnya). Wallahu A 'lam. tidak ditemukan penambahan tersebut.

Dalam hal ini. "Janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan yang haq" akan tetapi hukuman dalam hadits "fa uuqiba bihi" bersifat umum dan tidak hanya terbatas pada hukuman had ataupun ta'zir." Kemudian dalam riwayat Ath-Thabrani dengan rangkaian sanad yang hasan dari hadits Abu Hamimah Al Jahimi dan riwayat Ahmad dari hadits Khuzaimah bin Tsabit dengan sanad hasan. maka dosanya itu tidak akan terhapus." Dalam riwayat Al Bazzar dari Aisyah disebutkan secara marfu'. "Maksud hukuman di sini adalah hukuman potong tangan dalam kasus pencurian dan hukuman cambuk atau rajam (dilempari batu) dalam kasus zina. "Jika tidak karena terbunuh. akan tetapi dapat dianalogikan dengan membunuh jiwa. "Sesungguhnya pedang adalah penghapus kesalahan. tuntutan dari orang yang terbunuh akan tetap ada. Sedangkan dalam kasus membunuh anak kecil tidak terdapat hukuman yang pasti. "jika terjadi pembunuhan maka segala (dosanya) terhapus. "Ini adalah pendapat Ibnu Tin. maka akan dihapus dosanya. saya berpendapat bahwa orang yang terbunuh telah mendapatkan haknya. maka Allah Maha Mulia dan Pemurah untuk menjatuhkan hukuman tersebut kedua kalinya di akhirat. "Seseorang yang diberi balasan atas dosanya berarti ia telah diberi oleh Allah kafarah terhadap dosa tersebut. maka hukuman tersebut merupakan kafarah baginya. "seseorang yang terbunuh. lalu hak apalagi yang belum terpenuhi? Karena orang yang terbunuh secara zhalim. Ibnu Tin berkata. Kemudian jika hukuman had diberikan kepada pembunuh hanya untuk tujuan preventif saja. lalu mengapa pengampunan kepada pembunuh juga disyariatkan? Apakah termasuk dalam hukuman tersebut 1 1 6 — FATHUL BAARI . Sebagaimana yang terdapat dalam riwayat yang disahihkan oleh Ibnu Hibban dan yang lainnya." Diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibnu Mas'ud." 1 — ( M a k a ia akan dihukum). dalam riwayat tersebut terdapat kalimat. dosanya telah diampuni dengan pembunuhan tersebut." Kemudian dari Ath-Thabrani dari Ibnu Amru.oleh Hakim. Diriwayatkan dari Al Qadhi Ismail dan yang lainnya bahwa membunuh seorang pembunuh adalah tindakan preventif bagi orang lain. karena ia belum mendapatkan haknya. "Barangsiapa yang berbuat dosa dan diberi hukuman (di dunia). dia berkata. Sedangkan di akhirat nanti. Sebagaimana dalam riwayat Shanabahi dari Ubadah yang berkaitan dengan hadits ini. "barangsiapa yang melaksanakan dosa kemudian mendapatkan balasan di dunia.

i c j ( u-i o.J\ (Maka perkaranya terserah kepada Allah). J ' Jii 'j* j^JJi Vi maka jawabnya. Sedangkan menurut jumhur ulama. Al Muzani berpendapat bahwa kalimat ini mengandung bantahan kepada kaum Khawarij yang mengafirkan seseorang karena telah berbuat dosa dan juga bantahan kepada kaum Mu'tazilah yang berpendapat bahwa orang fasik yang tidak bertaubat sebelum meninggal dunia. karena ia tidak dapat mengetahui apakah taubatnya diterima atau tidak. •—Lii . Ini adalah pendapat Jumhur (mayoritas) ulama. Dari hadits tersebut dapat disimpulkan. menghapusnya" maka musibah tidak menghilangkan apa yang ditutup oleh Allah. dan jika berkehendak untuk mengampuni dosanya maka Dia akan mengampuninya) Menurut satu pendapat. dibedakan terlebih dahulu antara orang yang wajib diberi hukuman had dan yang tidak wajib. Ada yang berpendapat bahwa untuk mengetahui hal itu. Oleh karena itu orang yang berbuat makar kepada Allah tidak akan merasa aman. sehingga ada kemungkinan bahwa penghapusan di sini berlaku bagi dosa yang tidak memiliki had (hukuman). ada yang berpendapat. seperti sakit dan lainnya? Dalam hal ini masih diperselisihkan. Namun sebagian Tabi'in mengharuskan adanya taubat. maka ia akan disiksa.musibah dunia. dan itu sudah cukup FATHUL BAARI — 117 . demikian pula pendapat Mu'tazilah yang didukung oleh Ibnu Hazm. Akan tetapi dalam banyak hadits disebutkan bahwa musibah dapat menghapus dosa. (Jika Allah berhendak untuk menyiksanya maka Dia akan menyiksanya. kecuali ada nash khusus yang menunjukkan hal tersebut. Karena Sabda Rasul. Mereka berargumen kepada pengecualian terhadap orang yang bertaubat dalam firman Allah. Kemudian mereka juga berbeda pendapat tentang orang yang wajib diberi hukuman had. kalimat tersebut mencakup orang yang bertaubat dan yang tidak. kalimat tersebut tidak mencakup orang yang bertaubat." i—i* L . "Barangsiapa yang tertimpa sesuatu darinya kemudian Allah. At-Thibi berkata. bahwa pelaksanaan had (hukuman) dapat menghapus dosa walaupun tanpa disertai dengan taubat. bahwa yang dimaksud disini adalah hukuman dunia. "Kalimat tersebut mengindikasikan larangan untuk memvonis seseorang masuk neraka atau surga. Sebab Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hal itu di bawah kehendak Allah. bahwa ia dapat saja bertaubat secara sembunyi-sembunyi.

maka ia harus bertaubat secara terang-terangan pula. Ada yang berpendapat bahwa kata. yaitu jika ia berbuat dosa secara terang-terangan. Sedangkan yang dimaksud dengan merampas di sini adalah merampas harta setelah perang. "ij Sebenarnya penulisan kata tersebut keliru." Cukuplah riwayat Muslim dari Qutaibah yang membuktikan kekeliruan tersebut. M E N G H I N D A R DARI F I T N A H M E R U P A K A N B A G I A N DARI A G A M A 1 1 8 — FATHUL BAARI . "jika kita melakukan semua itu maka kita akan masuk surga. Selain itu ada juga sebagian ulama yang merincikannya. begitu pula sebaliknya. Sedangkan sebagian orang berpendapat bahwa ia harus menghadap seorang imam dan mengakui kesalahannya serta minta pelaksanaan had atas dirinya seperti yang dilakukan oleh Ma'iz dan Al Ghamidiah. 'jangan merampas. "bil jannah" (dengan surga) berkaitan dengan keputusan atau pengadilan. dan juga riwayat Al Ismaili dari Hasan bin Sufyan serta Abi N u ' a i m dari Musa bin Harun yang keduanya berasal dari Qutaibah. larangan tersebut dibatalkan dengan diangkatnya Ubadah radhiallahu anhu menjadi Qadhi di Palestina pada masa pemerintahan Umar. hanya saja beberapa orang telah menjadikannya sebagai sandaran dan mengatakan. Dalam riwayat tersebut juga ditambahkan lafazh.baginya. "Secara zhahir riwayat tersebut melarang seseorang untuk menjadi qadhi." Kemudian Imam Bukhari juga meriwayatkan dalam bab wufudul Anshar (utusan Anshar) dari Qutaibah dari Laits dengan lafazh. Akan tetapi. Catatan: Dalam riwayat Shanabahi dari Ubadah ditambahkan lafazh." dan ini yang menjadi dalil bahwa baiat tersebut tidak dilakukan pada saat itu. Demikian pula hadits tersebut menurut Al Bukhari dalam kitab Ad-Diyaat dari Abdullah bin Yusuf dari Al-Laits dalam sebagian besar riwayat. 12. artinya jangan mengadili manusia untuk masuk surga. karena jihad belum menjadi suatu kewajiban pada waktu baiat Aqabah.

jika huruf "min "tersebut adalah hanya sebagai 'ibtidaiyyah (permulaan kalimat) -sehingga maksudnya.akan disampaikan kemudian. Dia menghindarkan agamanya dari bencana.maka kritikan itu tidak dapat diterima. "Menjadikan hadits ini sebagai dalil pernyataan yang terdapat dalam judul bab akan menimbulkan kritikan. (puncak bukit) atau puncak gunung. karena lafazh tersebut sama sekali tidak menunjukkan bahwa menghindari fitnah adalah termasuk bagian dari agama. maka kritikan itu dapat diterima. menghindari fitnah adalah bersumber dari a g a m a . maka beliau menyebutnya dengan a g a m a " Ada sebagian ulama yang berkata.t e m p a t air hujan berkumpul). akan tetapi maksud dari hadits tersebut adalah menjaga agama. Akan tetapi. dan pembahasan tersebut -Insya Allah. bahwa Rasulullah SAW bersabda. FATHUL BAARI — 119 . "Ketika Imam Bukhari melihat bahwa menghindar dari fitnah merupakan upaya untuk menjaga agama. "Akan datang suatu masa dimana sebaik-baiknya harta orang muslim adalah kambing (biri-biri). Digembalakan di puncak-puncak bukit dan di tempat-tempat air hujan berkumpul (lembah-lembah). " Keterangan Hadits: i U j . "Jika huruf min (dari) dalam hadits tersebut menunjukkan arti tab 'idhiyyah (bagian)." Kemudian Imam Nawawi melanjutkan perkataannya. £ — ( t e m p a t . agamanya) Imam Nawawi berkata. "Dari Abu Sa'id Al Khudri RA. ' (akan datang) dalam waktu dekat. maksudnya adalah dasar lembah." Hadits ini juga disebutkan oleh Imam Bukhari dalam pembahasan tentang Al Fitan (fitnah atau cobaan) dimana sebenarnya hadits tersebut lebih pantas untuk dibahas di sana.19.

"Sesungguhnya yang paling takwa dan yang lebih mengetahui tentang Allah diantara kamu sekalian adalah aku. "Apabila Rasulullah menyuruh para sahabatnya. "Dari Aisyah RA bahwa ia berkata. bahwa keimanan yang hanya diungkapkan dengan lisan tidak akan sempurna. A! Baqarah (2): 225) . "Ya Rasulullah. * i*j JJWJS cy ' S 'J' tj 1 ' s 1F ' ^ *i J*j {~ *j ^ ^ j * ^ 20. "Tetapi Allah menghukum kamu disebabkan oleh sumpahmu yang disengaja untuk bersumpah oleh hatimu. " Maka. Beliau pun bersabda. maka beliau akan menyuruhnya untuk mengerjakan amalan-amalan yang sanggup mereka kerjakan. Akan tetapi kemudian mereka berkata. O*. " (Qs." Makrifat adalah Perbuatan Hati Berdasarkan Firman Allah. Rasulullah SAW marah hingga terlihat tanda kemarahan di wajahnya.13. " Keterangan Hadits: Hadits di atas dijadikan dalil. kecuali bila disertai dengan keyakinan yang merupakan perbuatan hati. kami ini tidak sepertimu. Maksud firman Allah 1 2 0 — FATHUL BAARI . * * l b* -* s V ' * Z' . "Aku Adalah Orang Yang Paling Mengetahui tentang Allah. mendengar ucapan mereka itu.s* ' . Rasulullah bersabda. Allah Subhanahu Wa Ta aala telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.

bahwa kewajiban yang pertama adalah mencari atau melihat. sampai-sampai ada golongan yang menukil pendapat yang bertolak belakang dalam masalah ijma'. "Aku yang paling mengetahui Allah" menunjukkan bahwa pengetahuan manusia tentang Allah bertingkat-tingkat. dan riwayat yang menjelaskan masalah ini banyak sekali. — ~ i J> & rS^'y N dengan berkata. "jika aku berbuat seperti ini maka aku akan kafir. Inilah yang dinamakan dengan iman yang sebenarnya. Imam Bukhari terpengaruh dengan pendapat Zaid bin Aslam dalam menafsirkan firman Allah. karena sabda Rasulullah. Jawaban kelompok pertama. dan juga merupakan dalil bahwa iman dapat bertambah dan berkurang. Ayat ini. Hal ini mengandung bantahan kepada kelompok Karramiyah yang berpendapat bahwa iman hanyalah ucapan saja. "Para ulama sepakat bahwa mengetahui Allah adalah merupakan suatu kewajiban. 'S i — L adalah apa yang terpendam di dalam hati. banyak yang harus diperhatikan. Mereka berargumentasi dengan diterapkannya prinsip tersebut pada generasi pertama Islam ketika menerima orang yang ingin masuk Islam tanpa harus diuji. maka jelaslah korelasi antara ayat dengan hadits tersebut. Dalam hal ini. Akan tetapi mereka berbeda pendapat apakah itu kewajiban yang utama? Ada yang berpendapat bahwa kewajiban yang pertama adalah makrifah (mengetahui). "Telah disepakati bahwa kewajiban yang pertama menurut maksudnya adalah makrifah dan kewajiban pertama kali yang harus dilakukan dari maksud tersebut adalah mencari. Pengetahuan tentang Allah mencakup pengetahuan tentang sifat dan hal-hal yang berkaitan dengan-Nya. meskipun disebutkan dalam konteks tentang (sumpah). "Akan tetapi Allah tidak akan memberikan hukuman atas perkataannya itu kecuali jika telah diyakini oleh hatinya" Dari sini. akan tetapi penggunaannya sebagai dalil dalam masalah iman diperbolehkan karena ada kesamaan antara kedua kata tersebut yaitu bahwa keduanya (sumpah dan iman) sama-sama merupakan perbuatan hati..—SSJyi .. bahwa golongan kafir mempertahankan dan berperang demi FATHUL BAARI — 121 . Karena dalam masalah ini banyak perbedaan pendapat. tapi pendapat lain mengatakan. dimana Rasulullah berada pada tingkatan yang paling atas. "Hal ini seperti perkataan seseorang." Dalam menukil ijma' (konsensus ulama)." Al Muqtarih berkata. Pelajaran yang dapat diambil: Imam Al Haramain berkata.

" mengandung pengertian jika perbuatan atau niat tersebut belum tertanam dalam hati. ada beberapa riwayat yang menyebutkan lafazh "amarahum " sekali saja sebagaimana dijelaskan oleh Al Qadhi Abu Bakar bin Al Arabi tentang sebuah riwayat dari jalur Ubadah. l {J Telah dinukil dari Al Qudwah Abu Muhammad bin Abi Hamzah dari Abu Walid Al Baaji dari Abu Ja'far As-Sam'ani .). tjili ^ >' jtT (Jika beliau memerintahkan manusia untuk melakukan sesuatu). dan dari jalur Ibnu Numair dan yang lainnya dari Hisyam yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad. 'J*'fA b| (Apabila Rasulullah menyuruh para sahabatnya. Akan tetapi. Oleh karena itu maka Firman Allah 4 — ^ ^—^ j — ^ >'M ^~ j&U '^4* serta hadits. Akan tetapi." Mereka mengatakan. "Allah mengampuni apa yang ada dalam jiwa umatku selama tidak dikatakan atau dilakukan. "Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah" secara eksplisit mendorong masalah ini keluar dari asalnya. Untuk lebih lengkapnya. pendapat tersebut dapat didasarkan pada keumuman sabdanya." An-Nawawi berkata. Maka mundurnya mereka dari agamanya menunjukkan bahwa mereka telah mengetahui kebenaran. demikianlah lafazh yang terdapat dalam banyak riwayat. Keterangan lebih lanjut Insya Allah akan ditemukan dalam kitab Tauhid. maka beliau akan menyuruhnya. karena ketinggian derajat seseorang tidak hanya diperoleh dengan ibadah saja. maka beliau akan memerintahkan sesuatu yang mudah.. mereka berkata.b a h w a dia mendengar Abu Walid Al Baaji berkata. "Dalam ayat tersebut terdapat bukti bahwa perbuatan hati dihitung jika benar-benar ada dalam hati. karena beliau khawatir mereka tidak akan mampu melakukannya secara terus menerus.y a n g merupakan salah seorang penyair b e s a r .. Oleh karena itu. masalah ini dapat ditemukan dalam kitab Ar-Riqaaq. akan tetapi dapat 122 — F A T H U L B A A R I . karena mereka berasumsi bahwa berlebihan dalam beramal dapat meningkatkan derajat mereka. dan juga riwayat yang disebutkan oleh Al Ismaili dari Abu Usamah dari Hisyam dengan lafazh.agamanya. "Masalah ini adalah salah satu masalah Mu'tazilah yang tersisa dalam madzhab (Ahlu Sunnah). karena keyakinan adalah perbuatan hati.. "kami ini tidak sepertimu" Perkataan ini menyebabkan Rasulullah SAW marah. Menurut saya. Adapun sabda Rasulullah. para sahabat meminta kewajiban yang lebih berat. bahwa maksud hadits tersebut adalah jika Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabat. J — ( a t a u tidak dikerjakan).

dl^rf—? (sepertimu). maka maksud hadits tersebut adalah jika beliau memerintahkan sesuatu kepada mereka maka beliau akan memerintahkan kepada mereka yang dapat dilakukan terus menerus. Hadits ini menunjukkan betapa besarnya semangat para sahabat dalam beribadah dan keinginan mereka untuk menambah k e baikan. Dengan demikian kata amarahum yang kedua berfungsi sebagai jawab syarth. Ada beberapa pelajaran penting yang dapat diintisarikan dari hadits ini. 3. Dianjurkan untuk melaksanakan hukum azimah (tmkum asal) ataupun rukhshah (keringanan) sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan syariat (Allah). maka ia akan terus melaksanakannya dengan maksud untuk menjaga nikmat tersebut dan menambah rasa syukur kepada Allah. Hal ini disebabkan karena Rasulullah SAW tidak mengingkari pendapat dan argumentasi para sahabat tersebut dari segi ini. "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan terus menerus?' Dengan pengulangan kata J—»yi dalam riwayat ini.diperoleh juga dengan menambah rasa syukur kepada Sang Pemberi Nikmat sebagaimana sabda Nabi. bukan ibadah yang berlebih-lebihan sehingga dapat menyebabkan rasa bosan dan ingin meninggalkannya. 2. dan berkeyakinan bahwa melaksanakan sesuatu yang lebih ringan tapi sesuai dengan syariat adalah lebih baik daripada melakukan sesuatu yang lebih berat tapi bertentangan dengan syariat. Penggunaan kata hai'ah hanya sebagai penguat saja. 5. FATHUL BAARI — 123 . maksudnya bahwa status kami tidaklah sama dengan statusmu wahai Rasulullah. "Bukankah aku seorang hamba yang bersyukur?" Adapun maksud Rasulullah memerintahkan kepada mereka untuk mengerjakan sesuatu yang mudah adalah agar mereka dapat melaksanakannya secara terus menerus sebagaimana disebutkan dalam hadits lain. Perbuatan shalih dapat meningkatkan derajat orang yang melakukannya dan menghapuskan dosa-dosanya. 4. Ibadah yang paling utama adalah yang dilakukan secara sederhana akan tetapi dilakukan secara terus menerus. Seorang hamba yang telah mencapai puncak ibadah dan dapat menikmatinya. yaitu: 1.

6." Dalam riwayat A b u N u ' a i m lafazhnya adalah. dengan syarat tidak berniat untuk membesar-besarkan dirinya. Rasulullah SAW adalah orang yang mencapai tingkat kesempurnaan karena dalam dirinya terdapat dua hal sekaligus yaitu. j U-f L . 8.U!l . 14.'" dan tentang hal yang kedua dalam sabdanya. Marah dibolehkan bagi seseorang jika ia melihat sesuatu yang bertentangan dengan syariat agama. Hadits ini termasuk hadits yang hanya diriwayatkan oleh Bukhari dan termasuk dalam hadits gharib yang shahih.. ilmu dan amal. Beliau telah mengisyaratkan tentang hal pertama (ilmu) dengan sabdanya. —i :i dengan penambahan huruf lam sebagai ta 'kiid (penguat). *JJu IS-lcij 1 7.^ J jl_J L l * 0 . B E N C I U N T U K K E M B A L I K E P A D A K E K U F U R A N SEPERTI B E N C I U N T U K DIMASUKKAN KE DALAM NERAKA ADALAH SEBAGIAN DARI I M A N j l J jJLj^j J ji y \ £ & uji ^ j <J > y!>3\ Jt jl S^J j l j AJJ "VI -U^J N L . Seseorang dibolehkan untuk membicarakan tentang kelebihan dirinya sesuai dengan kebutuhan.S J i j l B > ^ ' llS" 1 2 4 — FATHUL BAARI . "Aku yang lebih mengetahui. i—>i < * — J ! (Sesungguhnya orang yang paling baik dan bertakwa di antara kalian adalah aku). dan dianjurkan untuk mengingatkan orang yang pintar jika ia lupa atau tidak dapat memahami sesuatu dengan maksud untuk menyadarkannya. "yang paling takwa. Sedangkan dalam riwayat Abu Usamah dari Al Ismaili lafazhnya adalah.

-seperti biasanya. T I N G K A T A N O R A N G .O R A N G Y A N G B E R I M A N DALAM BERBUAT ^-. " D a n SaW Al Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda. Dalam bab ini.Imam Bukhari memberikan judul bab dengan matan dari hadits lain dengan sanad yang berbeda. "Dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda. Seluruh rangkaian sanadnya adalah orang-orang Bashrah.21.d d \ S \ f - ^ LLJJL* J i ^ . " Hadits ini telah dibahas sebelumnya.Orang yang benci kembali kepada kekufuran setelah Allah membebaskannya dari belenggu kekafiran tersebut dengan kebencian yang sama seperti bencinya dia dilemparkan ke dalam neraka. sedangkan korelasi antara judul bab dengan hadits ini sangatlah jelas. maka Allah pun berfirman.l^C= j r . 3. p j& jifj jiji ji( ji -jj jljjl 1 J — 9 L^L. barangsiapa melaksanakan ketiga-tiganya akan mendapat kelezatan iman: I. 2.\>>f Jus & j>. "Ada tiga perkara.Orang yang cintanya kepada Allah dan Rasulnya melebihi kecintaannya kepada selain keduanya. " Mereka FATHUL BAARI — 125 .Orang yang mencintai orang lain karena Allah semata. 15. "Setelah penduduk surga masuk surga dan penduduk neraka masuk ke neraka.j* 5 * JUi? y)I J 015" ' ' O — 1 *5 J dLi aL*JI j \ L>JI j ^iLi l j J ^ — J i i C j=ii s. "Keluarkan dari neraka orang-orang yang dalam hatinya terdapat iman walaupun sebesar biji sawi.> ' U^Jt "J p l jIlJl ^ J l i ^ S ^ J l 22.

" Yang lain berpendapat. Tidakkah engkau melihat benih tersebut tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat" Wuhaib berkata. hanya saja tubuh mereka telah hitam legam bagaikan arang. Kemudian tubuh mereka berubah bagaikan benih yang tumbuh setelah banjir. karena apa yang terjadi di akhirat tidak dapat dicapai oleh akal. " Keterangan Hadits: Sedangkan dari jalur M a ' a n disebutkan. sedangkan dalam riwayat Karimah dan riwayat-riwayat lainnya ditulis dengan tidak menggunakan hamzah. Al Khaththabi berpendapat. Sedang yang dimaksud dengan biji sawi di sini adalah amalan yang lebih dari sekedar tauhid berdasarkan firman-Nya dalam riwayat lain. "Amru menceritakan kepada kami." Sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Imam Bukhari dan Al Ismaili dari jalur Ibnu Wahab. Kata "haya " berarti hujan yang dapat menumbuhkan tanaman. "Kata tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan standar dalam pengetahuan bukan berat. Pendapat ini didukung oleh Al Khaththabi dan inilah yang sesuai dengan maksud dari hadits tersebut. mereka dilemparkan ke sungai Haya' atau Haya'a -terdapat keraguan dalam diri Imam Malik-. "Bisa saja perbuatan yang ada diwujudkan kemudian ditimbang." Uraian lebih luas dapat ditemukan pada pembahasan tentang hadits Syafa'ah yang disampaikan oleh Imam Bukhari dalam kitab Ar-Riqaaq. J *-* (walaupun sebesar biji sawi) maksudnya adalah iman 1 yang paling kecil. "kebaikan sebesar biji sawi." Imam Haramian berkata. Sebab maksudnya adalah segala sesuatu yang dapat menyebabkan hidup. tCidi J> (ke sungai Hayaa'} Demikianlah dalam riwayat ini ditulis dengan mad (menggunakan hamzah).pun dikeluarkan dari neraka. "Sungai Al Hayat (kehidupan)" dan Wuhaib berkata. "Dia memasukkan siapa yang dikehendaki dengan Rahmat-Nya. "Berat hanya diperuntukkan bagi amal yang beratnya sesuai dengan ganjaran dari perbuatan yang dilakukan. karena tujuan mengungkapkan sesuatu yang terlintas dalam pikiran dengan sesuatu yang dapat dilihat adalah agar mudah dipahami. Oleh karena itu. "Keluarkan (dari neraka) orang yang berkata *ui ~i\ < — ! • [ V dan berbuat kebaikan walaupun sebesar dzarrah. Oleh 1 2 6 — FATHUL BAARI .

Disamping itu juga merupakan bantahan terhadap Mu'tazilah yang berpendapat bahwa orang yang berbuat maksiat akan kekal dalam neraka. J O' J i ' FATHUL BAARI — 127 . Imam Bukhari memaparkan hadits Wuhaib ini dalam kitab ArRiqaaq dari Musa bin Ismail dari Wuhaib dengan teks yang lebih lengkap daripada yang diriwayatkan oleh Malik. i\—iJi (sungai kehidupan). tapi lafazhnya adalah. Kesesuaian antara hadits dengan tema telah tampak dengan jelas. " Hal ' -' tersebut menunjukkan bahwa dia berbeda pendapat dengan Malik dalam lafazh ini. Sedangkan Amru adalah Ibnu Yahya Al Mazini yang disebutkan di atas.— h seperti yang dikomentari oleh Imam Bukhari dan jelaslah bahwa teks yang dimaksud tersebut bukan milik Musa. J — ' j — * Ji'J* Jiij (Wuhaib berkata. Yang dimaksud dengan Wuhaib adalah Ibnu Khalid. R 0 A I u ADi [I < I ^ I ' AUi J y* j L ^ ° J J i i J j i j t_gjlbJi ^jt r _ 0 ~ -' » > * I " * I " • J' Z. Imam Muslim juga meriwayatkannya dari Abu Bakar. . iji ul7 *X*j . riwayat Wuhaib ini sama dengan riwayat Malik dari Amru bin Yahya dengan sanadnya. hanya saja dia tidak menyebutkan lafazhnya.yang berarti benih tumbuh-mmbuhan. Imam Muslim meriwayatkan hadits ini dari Malik dengan ragu. kata tersebut lebih tepat untuk menunjukkan arti "kehidupan" (benih) Abu Hanifah Ad-Dainuri berpendapat bahwa kata ^ daripada kata haya' yang berarti memalukan. "kebaikan sebesar biji sawi) kalimat ini berdasarkan riwayat Wuhaib. 'j> J j ^ 'j* J u i . karena di dalamnya disebutkan bahaya kemaksiatan bagi keimanan yang ada dalam diri manusia.karena itu. "Dalam sungai hayah" dengan yakin tanpa keraguraguan. Sedangkan Abu Al Ma'ali dalam kitabnya Al Muntaha berpendapat bahwa "hibbah " adalah benih tumbuh-tumbuhan padang pasir yang bukan merupakan makanan pokok. Akan tetapi ia menyebutkan lafazh. tetapi hal ini dijelaskan oleh riwayat Wuhaib tersebut. dengan kasrah merupakan bentuk jamak dari kata C. Pemaparannya di sini dimaksudkan sebagai bantahan terhadap kelompok Murji'ah. j * 'j* j'.

Penggunaan semacam ini sering digunakan oleh Al Asmu'i. "Dar/ 5 o W . "Agama?' Keterangan Hadits: j-i—lii c j r . Dalam hadits ini. orang yang mendukung pendapat ini mengatakan bahwa penggunaan kata tersebut untuk menunjukkan payudara laki-laki adalah termasuk majaz (kiasan). yang ditambah alif. Menurut sebagian besar ahli bahasa. dan ada yang berpendapat bahwa kata tersebut Jj>(feminine). hadits ini dapat memperkuat penggunaan semacam itu. "Aku bermimpi dalam tidurku seakan-akan aku melihat manusia dihadapkan kepadaku. tff £• (Aku bermimpi dalam tidurku seakan-akan aku melihat manusia) kata berasal dari kata 'Jj. Dan kulihat pula Umar bin Khaththab memakai baju yang dihela-helanya karena sangat panjang. Pendapat ini dibantah oleh hadits tersebut. Wallahu a 'tam. kata £ ' tidak digabungkan dengan kata bj atau ij. Akan tetapi. Akan tetapi berdasarkan riwayat yang masyhur. kata tersebut adalah merupakan bentuk adalah — Tx . 1 2 8 — FATHUL BAARI . ^J—tii (buah dada).4/ Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda. "Apakah takwil mimpi anda itu? " Rasulullah SAW menjawab. meskipun sebagian besar ulama tidak menyetujuinya.23. Baju mereka di antaranya ada yang sebatas buah dada dan ada yang kurang dari itu. Kemudian para sahabat bertanya. Akan tetapi. kata itu digunakan untuk menunjukkan arti "payudara" baik milik orang laki-laki maupun perempuan. Ada juga yang berpendapat bahwa kata tersebut hanya digunakan untuk menunjukkan payudara perempuan.(maskulin). merupakan bentuk jamak dari kata >.

\—'S*)\ ^—> = i — ^ u j i — » (mencela sifat malu yang dimiliki oleh saudaranya). baik yang memberikan nasihat atau yang diberi nasihat. "Nabi lewat di hadapan seorang Anshar yang sedang mencela saudaranya karena saudaranya pemalu. ''Sifat tersebut sangat membahayakanmu. Ia berkata.j ji. " Keterangan Hadits: Sifat malu ini telah dibahas sebelumnya dalam masalah iman. M A L U A D A L A H SEBAGIAN DARI I M A N X S ^Js. Maka Rasulullah SAW. ' (Nabi lewat di hadapan orang Anshar) Muslim lafazhnya adalah J — ' J * Marra berarti Dalam Shahih melewati. Dari Salim bin Abdullah.16. r j i . kata tersebut biasa digabungkan dengan "'Ala" atau"ba'. "Biarkan dia! Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman. Demikianlah mereka menerangkan kata tersebut.*SJ\ J^> jJJl J _J—J UI j ^ J L 4JJI J y* j J U i i L l i J l ALI-L J W ^A_J JCAI*I L ! ^rf ' S 24. *J'ji(dari ayahnya). -k « berarti menasihati. Adapun pengulangannya di sini bertujuan untuk membahasnya secara terpisah dengan sanad yang berbeda. menakut-nakuti atau mengingatkan.'j* A $ S S S ( J' * y j ' *S d\ £ fl jJJl J-1 P (JJ P L ^ £ J*" J <£s. "Engkau sangat pemalu" seakan-akan ia berkata." FATHUL BAARI — 129 . sehingga pembahasan sebelumnya bukanlah pembahasan tersendiri yang tidak berhubungan dengan pembahasan dalam bab ini. dari ayahnya. bersabda. yaitu Abdullah bin Umar bin Khaththab. dalam bab Adab melalui jalur Abdul Aziz bin Abu Salmah dari Ibnu Shihab yang lafazhnya t." Saya tidak mengetahui nama dua orang yang ada di atas. ia berkata. Keterangan yang lebih bagus adalah seperti yang diterangkan oleh Imam Bukhari.

> (menasihati) dan 'itaab ^—»(mencela) disebutkan secara bersamaan dalam satu hadits. sehingga setelah itu ditegaskan kembali eksistensi dari sifat malu tersebut. "Maksudnya. maka dia akan diberi pahala sesuai dengan hak yang ditinggalkannya itu. seperti sesuatu dapat diberi nama dengan nama lainnya yang dapat menggantikan posisinya. Jika ia melakukan hal yang dibenci oleh akal. Penegasan itu juga disebabkan karena masalah itu adalah masalah yang harus diperhatikan. karena malu adalah sebagian daripada iman. akal maupun adat kebiasaan. meskipun jarang sekali kita temukan seorang pemberani yang pemalu. Sifat tersebut merupakan gabungan dari sifat takut dan iffah (menjaga kesucian diri). maka ia termasuk dalam kategori orang gila. '•—«o artinya. Dalam hadits tersebut. biarkan dia tetap berada dalam akhlak yang disunnahkan itu." Untuk itu. Rasulullah bersabda kepadanya. Orang yang melakukan sesuatu yang dibenci syariat. Karena itulah ia dicela oleh saudaranya.Ada kemungkinan bahwa dua lafazh tersebut J » * . bahwa sifat malu dapat menghalangi dan menghindarkan seseorang untuk melakukan kemaksiatan sebagaimana iman. Hal tersebut dilakukan dengan keyakinan bahwa saiah satu dari kedua lafazh tersebut dapat mewakili lafazh yang lain. karena takut melakukan sesuatu yang dibenci oleh syariat. Terkadang sifat malu juga berarti menahan diri secara mutlak. maka ia termasuk orang yang fasik. ^—• termasuk "Fa" sababiyah" (yang mengindikasikan sebab) artinya seakan-akan pria tersebut sangat pemalu sampai tidak ingin meminta haknya. Maka sifat malu disebut sebagai iman. Sedangkan jika ia melakukan hal yang dibenci oleh adat. Jika sifat malu menghalangi seseorang untuk menuntut haknya. Ada pula yang berpendapat bahwa kata tersebut berarti menahan diri." Sifat tersebut merupakan salah satu ciri khusus manusia yang dapat mencegah dari perbuatan yang memalukan dan membedakannya dengan binatang. pernyataan bahwa sifat malu merupakan sebagian dari iman termasuk majaz (kiasan). Ar-Raghib berkata. akan tetapi sebagian periwayat ada yang menyebutkan dan ada yang tidak. "Malu adalah menahan diri dari perbuatan buruk. maka dia 1 3 0 — FATHUL BAARI . tampaknya orang yang melarang itu tidak mengetahui bahwa malu termasuk salah satu kesempurnaan iman. Oleh karena itu orang yang malu bukan orang yang fasik. Ibnu Qutaibah berkata. meskipun tidak ada yang mengingkarinya.

termasuk orang bodoh. Adapun perkataan Rasulullah SAW, "Malu adalah sebagian dari iman" mengandung arti, bahwa malu merupakan salah satu pengaruh iman. Al Hulaimi berkata, "Esensi dari rasa malu adalah takut akan dosa, karena melakukan perbuatan yang tidak terpuji." Yang lain menambahkan, bahwa rasa malu terhadap sesuatu yang diharamkan, adalah wajib hukumnya. Sedangkan terhadap sesuatu yang makruh, hukumnya sunnah. Namun malu terhadap sesuatu yang diperbolehkan (mubah) hukumnya masih harus disesuaikan dengan adat kebiasaan. Inilah maksud dari perkataan, "Perasaan malu selalu mendatangkan kebaikan" Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa menetapkan dan menafikan mubah harus sesuai dengan hukum syariat. Diriwayatkan dari sebagian ulama salaf, "Aku melihat bahwa kemaksiatan itu adalah perbuatan hina, dan demi kehormatan kutinggalkan kemaksiatan tersebut. Setelah itu terbentuklah ruh agama." Terkadang rasa malu kepada Allah lahir karena besarnya nikmat yang diberikan, sehingga merasa malu menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan kemaksiatan kepada-Nya. Sebagian ulama berkata, "Takutlah kepada Allah sebesar kekuasaan-Nya atas dirimu, dan malulah kepadaNya sebesar kedekatan-Nya kepada dirimu." Wallahu A 'lam.

17. BAB
"Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan maka berilah kebebasan kepada mereka untuk (Qs. At-Taubah (9): 5) berjalan." zakat,

FATHUL B A A R I —

131

25. Dari Ibnu Umar berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Aku diperintah untuk memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, dan supaya mereka menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Jika mereka melakukan itu maka darah dan harta mereka mendapat perlindungan dariku, kecuali karena alasan-alasan hukum Islam. Sedangkan perhitungan terakhir mereka terserah kepada Allah" Hadits ini dijadikan dasar untuk menafsirkan ayat di atas, karena maksud "taubat" dalam ayat tersebut adalah berhenti dari kekufuran menuju tauhid. Ayat tersebut ditafsirkan oleh sabda Rasulullah SAW,
; — J — j j i j «dji V ; il; M j n j - i ^ J

"Sampai mereka bersaksi

tiada

Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah." Disamping itu ada korelasi lain antara ayat dengan hadits di atas, yaitu takhalliyah (memberi kebebasan) dalam ayat dan 'ishmah (perlindungan) dalam hadits memiliki arti yang sama. Sedangkan korelasi hadits dengan bab iman, merupakan bantahan terhadap kelompok Murji'ah yang mengklaim bahwa iman tidak membutuhkan realisasi dalam bentuk amal perbuatan. (Aku diperintah) maksudnya, aku diperintah oleh Allah karena hanya Dialah yang memerintah Rasul-Nya. Jika ada seorang sahabat yang mengatakan "Aku diperintah," maka hal tersebut berarti "Aku diperintah oleh Rasulullah." Kalimat tersebut tidak mengandung kemungkinan "Aku diperintah oleh sahabat yang lain." Karena selama mereka adalah para mujtahid, maka mereka tidak menjadikan perintah mujtahid yang lain sebagai hujjah. Apabila kalimat tersebut dikatakan oleh seorang Tabi'i, maka ada kemungkinan demikian. Kesimpulannya, bahwa seseorang yang terkenal patuh kepada pemimpinnya, maka jika ia mengatakan kalimat tersebut, dapat dipahami bahwa perintah tersebut berasal dari pemimpinnya. i j j j j — J * , (sehingga mereka bersaksi). Kalimat ini menjelaskan, bahwa tujuan memerangi adalah adanya sebab-sebab yang telah disebutkan dalam hadits. Maka secara dzahir kalimat tersebut mengandung pernyataan, bahwa orang yang mengucapkan syahadat, mengerjakan shalat dan mengeluarkan zakat, akan dijamin jiwanya walaupun mengingkari hukum-hukum yang lain. Karena syahadah (kesaksian) terhadap suatu risalah berarti meyakini semua yang berasal darinya, ditambah lagi bahwa konteks hadits, rrsC>'i li (kecuali yang 1 3 2 — FATHUL BAARI

berkaitan dengan hukum Islam) mencakup semua hal yang disebutkan dalam hadits. Jika ada pertanyaan, "Kenapa yang disebutkan hanya shalat dan zakat saja dalam nasli di atas?" Jawabnya, supaya manusia memperhatikan dua hal tersebut, karena shalat dan zakat adalah ibadah yang sangat mulia, disamping keduanya juga merupakan ibadah badaniyah (jasmani) dan maliyah (harta) yang paling penting.
W _ J ^ J i \ j—IJJ

j (menegakkan shalat), artinya melaksanakan shalat

secara kontinu dengan memenuhi semua syarat rukunnya. Maksud dari qiyaam (berdiri) adalah adaa' (melaksanakan) yang dalam hal ini termasuk ta'bir al kulli bil juz'i (menerangkan sesuatu dengan menyebutkan bagiannya), karena berdiri merupakan salah satu rukun shalat. Yang dimaksud dengan shalat di sini adalah yang diwajibkan, bukan shalat secara umum. Oleh karena itu, tidak termasuk di dalamnya sujud tilawah walaupun sujud tersebut dapat dikategorikan dalam shalat. Syaikh Muhyiddin An-Nawawi berkata, "Hadits ini mengindikasikan bahwa orang yang meninggalkan shalat secara sengaja akan dibunuh atau dihukum mati." Kemudian beliau menyebutkan perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini. Ketika Al Karmani ditanya tentang hukum orang yang meninggalkan zakat, beliau menjawab bahwa hukum shalat dan zakat adalah sama karena tujuan kedua hal tersebut tidaklah berbeda, yaitu "memerangi" bukan "menghukum mati." Adapun perbedaannya, orang yang tidak mau membayar zakat dapat diambil secara paksa sedangkan dalam shalat tidak dapat diperlakukan seperti itu. Oleh karena itu, jika seseorang telah mencapai nisab dan tidak mau mengeluarkan zakat maka dia harus diperangi. Dalam kerangka ini, Abu Bakar Ash-Shiddiq memerangi golongan yang tidak mau membayar zakat. Tidak ada satupun riwayat yang menunjukkan bahwa beliau membunuh mereka. Oleh karena itu, harus diteliti terlebih dahulu jika hadits ini dijadikan dalil untuk membunuh orang yang meninggalkan shalat, karena sighah (bentuk kalimat) uqaatil (saya memerangi) dengan aqtul (saya membunuh) adalah berbeda. Wallahu A 'lam. Ibnu Daqiq Al 'Id dalam kitabnya Syarh Al 'Vmdah telah menjelaskan secara panjang lebar dalam menolak pendapat yang menggunakan hadits tersebut sebagai dasar legalitas eksekusi bagi orang yang meninggalkan shalat. Beliau berkata, "Diperbolehkannya F A T H U L BAARI — 133

memerangi (golongan tersebut), bukan berarti diperbolehkan membunuh mereka. Karena bentuk "muaaatalah" berasal dari wazn (pola) "mufaa'alah" yang mengharuskan adanya interaksi dari kedua pihak, sedangkan dalam al qailu (membunuh) tidak seperti itu." Al Baihaqi meriwayatkan dari Asy-Syafi'i yang berkata, "Perang tidaklah sama dengan membunuh, karena terkadang kita dibolehkan untuk memerangi seseorang tetapi tidak boleh membunuhnya." iljj l y i liu (Jika mereka melakukan itu) Ungkapan tersebut menggunakan kata "fa'aluu" (melakukan), meskipun diantara obyeknya ada yang berbentuk perkataan. Hal itu mungkin disebabkan penggunaan metode taghlib (menamakan sesuatu dengan kondisi yang paling menonjol) atau karena menghendaki arti yang lebih umum, sebab perkataan adalah perbuatan lisan.
l

j

(mereka berada

dalam

lindunganku)

terjaga

atau

terlindungi. Al 'Ishmah berasal dari Al 'Ishaam, yaitu tali untuk mengikat mulut qirbah (tempat air yang berasal dari kulit hewan—penerj.) agar airnya tidak mengalir. *—w Ji- ^4'c_*-j (dan perhitungan terakhir mereka terserah kepada Allah), maksudnya dalam hal-hal yang bersifat rahasia. Kalimat tersebut dapat dijadikan dalil diterimanya amal perbuatan yang bersifat lahiriah (nampak) dan menetapkan hukum dengan bukti-bukti yang zhahir. Demikian pula bahwa keyakinan yang kuat cukup sebagai syarat diterimanya iman. Pendapat ini berbeda dengan pendapat yang mengharuskan untuk mengetahui dan mempelajari dalil atau bukti-bukti secara mendalam, sebagaimana telah dibahas sebelumnya. Kalimat di atas, dapat dijadikan sebagai dalil untuk tidak mengafirkan ahli bid 'ah yang mengikrarkan tauhid dan melaksanakan syariat. Begitu juga sebagai dalil diterimanya taubat orang yang kafir, terlepas apakah kekafirannya sebelum itu bersifat zhahir atau batin. Jika ada yang bertanya, "Hadits tersebut menuntut untuk memerangi orang yang menolak tauhid, lalu bagaimana orang-orang yang membayar jizyah dan mu 'ahadah (yang terikat dengan perjanjian damai) tidak diperangi? Ada beberapa jawaban atas pertanyaan ini. Pertama, nasakh (penghapusan hukum—penerj.) dengan alasan bahwa hukum penarikan jizyah dan mu'ahadah datang setelah haditshadits ini. Dalilnya adalah hadits yang melegalisasi pengambilan jizyah dan perjanjian datang setelah turunnya firman Allah, "Bunuhlah kaum musyrik."

1 3 4 — FATHUL BAARI

Kedua, hadits tersebut bersifat umum yang dikhususkan dengan hadits lain. Karena suatu perintah dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan, sehingga apabila ada hukum lain yang tidak sama dengan hukum yang bersifat umum itu dengan alasan tertentu, maka hal itu tidak akan mengurangi atau merubah nilai hukum yang bersifat umum tersebut. Ketiga, konteks hadits itu bersifat umum yang mempunyai maksud tertentu. Seperti maksud kata "An-Naas (manusia)'" dalam kalimat "Uqaatila An-Naasa" adalah kaum musyrikin, sehingga ahlul kitab tidak termasuk di dalamnya. Hal ini diperkuat dengan riwayat dari An-Nasa'i yang berbunyi, o/^—iii JJiii o' o ' ^ i (aku diperintahkan untuk memerangi kaum musyrikin). Apabila ada yang mengatakan, "Walaupun hal ini bisa diterapkan dalam masalah ahlul jizyah, namun tetap saja tidak dapat diterapkan dalam kasus mu'ahadah atau golongan yang menolak jizyah.'" Karena faktor yang menyebabkan mereka harus diperangi adalah keengganannya untuk membayar zakat, bukan mengundurkan pelaksanaannya dalam selang waktu tertentu seperti dalam hudnah (gencatan senjata). Sedangkan golongan yang menolak membayar jizyah harus diperangi berdasarkan ayat tersebut di atas. Keempat, bisa jadi maksud dari syahadah dan lainnya yang disebutkan dalam hadits tersebut adalah menegakkan kalimat Allah dan menundukkan para pembangkang. Tujuan ini terkadang dapat dicapai dengan berperang, jizyah atau dengan mu 'ahadah. Kelima, bahwa tuntutan dari perang tersebut adalah agar mereka mengakui ajaran tauhid atau membayar jizyah sebagai pengganti. Keenam, tujuan diwajibkannya jizyah adalah mendesak mereka untuk memeluk Islam. Seakan-akan Rasulullah bersabda, "hingga mereka memeluk Islam atau melaksanakan perbuatan yang mengharuskan mereka memeluk Islam." Inilah jawaban yang paling baik. Wallahu A 'lam.

FATHUL BAARI —

135

18. O R A N G Y A N G M E N G A T A K A N "IMAN A D A L A H PERBUATAN**

Berdasarkan Firman Allah, J ^ L — J J i f C* U _ , I ^ \ "Dan itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan yang dahulu kamu kerjakan. " (Qs. Az-Zukhruf (43): 72) J j — l l i i tyis" di- oi-ii-f "Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan mereka semua Hijr (15): 92-93) ditafsirkan dengan kalimat iili ^ iij ^ Allah berfirman, j j U i i J^lti I ji j i J "Untuk kemenangan ini hendaklah (37): 61) berusaha orang-orang serupa amal-amal difj'y

Beberapa ulama mengatakan bahwa firman Allah, 'J^Zt^l

menanyai

tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu." (Qs. Al

yang bekerja." (Qs. Ash-Shaffaat

J — L i i j L J l (^1 J i -

A1£ -UI J L «1)1 J 0 1 o^ys ^ 1

iSu

j j Jii j - L j li^Ji j u ilc Jj J J

Jji ou] J u i

26. Dari Abu Hurairah RA. katanya ada orang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah amal yang paling utama?" Jawab Nabi, "Percaya kepada Allah dan Rasul-Nya. " la bertanya lagi, "Lalu apa lagi?" Jawab beliau, "Jihad di jalan Allah." Tanyanya lagi, "Sesudah itu apa pula?" Jawab beliau, "Haji yang mabrur (haji yang diterima oleh Allah, karena memenuhi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan Allah)."

Keterangan Hadits:
JJo\ 'Jt jCJvi 01 (Iman adalah perbuatan) Dalam hal ini harus ada kesesuaian antara hadits dengan ayat ketika mempergunakan salah satunya untuk menafsirkan yang lain, 1 3 6 — FATHUL BAARI

karena satu ayat atau hadits dapat menjadi dalil untuk beberapa pendapat, seperti firman Allah, J j — J . Z? ^ (yang dahulu kamu kerjakan) ini bersifat umum, yang mencakup setiap perbuatan. Sedangkan sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa makna dari O-jJli; (kamu mengerjakan) adalah Sj*f (kamu beriman), yaitu dengan makna yang lebih khusus.
}

Sedangkan firman-Nya, o —LJJ i kerjakan dinukil dahulu) oleh adalah Imam Bukhari. Adapun

i l i (tentang apa yang kamu firman Allah, j j _ U i J i J — J ^

khusus bagi perbuatan mulut, sebagaimana

(berusahalah orang-orang yang bekerja) juga bersifat umum. Demikian pula dengan sabda Nabi dalam hadits, "Iman kepada Allah" sebagai jawaban dari pertanyaan, "Perbuatan apa yang paling utama?" mengindikasikan bahwa keyakinan dan perkataan termasuk dalam kategori perbuatan. Jika ada orang yang berpendapat bahwa karena kata ^ di dalam hadits tersebut menunjukkan perbedaan dan urutan, maka jihad dan haji tidak termasuk bagian daripada iman. Jawabnya bahwa yang dimaksud dengan iman di sini adalah hakikatnya yaitu at-tashdiq (meyakini), sedangkan iman sendiri -sebagaimana telah dijelaskan sebelumnyamencakup perbuatan fisik, karena perbuatan tersebut termasuk pelengkap iman. -Li_ji£j_}i (yang diwariskan kepadamu), maksudnya adalah menjadi warisan bagimu. Kata "irts" sering digunakan untuk menunjukkan mengandung pengertian memiliki. sehingga artinya "pemberian," karena sama-sama

Huruf i—* dalam kata LL dapat berupa "ma mashdariah"

adalah dengan perbuatan kalian, atau dapat berupa "ma maushulah" yang berarti dengan apa yang telah engkau kerjakan. Sedangkan huruf menunjukkan arti "pengganti atau balasan" .
1

Jika ada pertanyaan, "Bagaimana menyatukan antara ayat ini dengan hadits, "Tidak seorang pun masuk surga dengan amalnya?" Jawabnya adalah bahwa maksud dari amal dalam hadits tersebut adalah amal yang tidak diterima, sedangkan amal dalam ayat di atas adalah amal yang diterima. Dalam hal ini, diterimanya amal tersebut hanya diperoleh dengan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta 'aala. Oleh karena itu, tidak ada

Yang benar adalah ba' dalam kalimat ini berfungsi menunjukkan sebab musabab (sababiah),

FATHUL BAAR1 —

137

yang masuk surga kecuali dengan rahmat Allah. Ada yang berpendapat, bahwa jawabannya bukan itu seperti yang akan kami jelaskan. ' '^itJi
r

(Kami pasti akan menanyai mereka)

Menurut Imam Nawawi, maksud kalimat tersebut adalah seluruh perbuatan mereka atau yang berkaitan dengan taklif (kewajiban). Maka mengkhususkan kalimat tersebut hanya pada tauhid saja, adalah pendapat yang tidak mempunyai landasan dalil. Dalam ha! ini, saya berpendapat bahwa pengkhususan kalimat tersebut -seperti yang mereka lakukantetap mempunyai landasan dalil, karena firman Allah "Ajma 'iiri" (mereka semua) bersifat umum hingga firman-Nya "...dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman" (Qs, Al Hijr (15): 88) Oleh karena itu, baik orang muslim maupun orang kafir termasuk dalam pengertian ayat tersebut, sebab menurut kesepakatan ulama orang kafir juga terkena perintah untuk bertauhid. Sedangkan untuk amal-amal lainnya, terdapat perbedaan pendapat. Ada yang berpendapat bahwa mereka terkena perintah (mukhathab) dan mereka akan ditanya tentang semua amal perbuatannya, dan ada pula yang berpendapat bahwa mereka tidak dikenai perintah tersebut sehingga orang-orang kafir tersebut hanya akan ditanya tentang tauhid saja. Dari sini dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pendapat dalam pertanggungjawaban masalah tauhid. Inilah dalil takhsish (pengkhususan), dimana ayat di atas sebaiknya ditafsirkan seperti itu dan tidak ditafsirkan dengan "seluruh perbuatan" yang masih menjadi bahan perdebatan. Wallahu A 'lam. Allah berfirman 'J—* J—uJ (untuk kemenangan serupa ini), yaitu kemenangan yang besar. OjL.Wi J ^ 4 > (hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja) di dunia. Jelas bahwa Imam Bukhari menakwilkan ayat tersebut sebagaimana beliau menakwilkan dua ayat sebelumnya, yaitu dengan maksud "Berimanlah orang-orang mukmin." Atau beliau menafsirkannya secara umum, karena setiap orang yang beriman harus menerima apa yang datang dari Rasulullah. Setiap orang yang telah menerimanya, maka ia wajib beramal, dan setiap orang yang beramal, maka ia pasti akan mendapatkan ganjaran. Jika telah mendapatkan ganjaran tersebut, maka ia akan berkata, "Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja. " (Qs. Ash-Shaffat (37): 61)

1 3 8 — FATHUL BAARI

maka dikotomi (pemisahan) semacam itu tidak dapat diterima. ^ Dengan demikian. atau haji yang tidak mengandung unsur r i y a \ dengan nomor 2518 FATHUL BAARI — 139 . maka tidak lagi afdhal (lebih utama). sang penanya tidak disebutkan dalam hadits ini. Sebagian orang berpendapat bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak dicampuri dengan dosa. Saya berpendapat. Haditsnya dapat dijumpai dalam bab Al Itqu'. bahwa penyampaian dalam bentuk nakirah atau ma 'rifat hanyalah keinginan para perawi saja.") Dalam sanad milik Al Harits bin Abu Usamah dari Ibrahim bin Sa'ad disebutkan. iman dan haji disebutkan dalam bentuk nakirah (indefinit) untuk menunjukkan arti tunggal. jihad dan haji) disebutkan dalam bentuk nakirah (kata benda indefinit) berbeda dengan nash yang disebutkan oleh Imam Bukhari. Dari sini. Sebab jika jihad hanya dilakukan sekali padahal seharusnya dilakukan terus menerus. _fUi j JL^J I Ju ^ J J (Kemudian apa? Nabi pun menjawab.Ada kemungkinan bahwa orang yang mengatakan hal tersebut adalah seorang mukmin dengan memperhatikan bukti atau tanda-tanda yang ada.(Haji yang mabrur). Sedangkan bentuk ma'rifat dapat menunjukkan arti Al 'Ahdu (sesuatu yang telah diketahui). bahwa iman dan haji tidak perlu diulang. ketiga hal tersebut (iman. (ditanya). dan agaknya inilah rahasia mengapa pengarang tidak menyebutkan dengan jelas orang yang mengatakan. sedangkan jihad disebutkan dalam bentuk ma 'rifat (definit) untuk menunjukkan arti kesempurnaan. — ^ (Kemenangan yang besar) sedangkan kalimat selelahnya adalah firman Allah atau perkataan malaikat yang bukan merupakan cerita tentang perkataan seorang mukmin. karena bentuk nakirah juga dapat menunjukkan arti ta'zhim yang juga berarti kesempurnaan. "Jihad di jalan Allah. tidak seperti jihad yang harus terus dilakukan. Juga ada kemungkinan bahwa perkataannya hanya sampai pada firman Allah. yang di maksud dengan haji mabrur adalah haji yang diterima. j / J S '7^. Al Karmani berpendapat. Ketiga kemungkinan tersebut dapat ditemukan dalam kitab tafsir. karena sumbernya adalah satu. Wallahu A jam. Ia adalah Abu Dzarr Al Ghifari. Oleh karena itu. Pernyataan semacam ini dapat dibantah.

"Katakanlah katakanlah kami telah Islam yang sebenarnya j^ i "Sesungguhnya 1 J 1 4 0 — FATHUL BAARI . "Jika ada pertanyaan. dan dalam hadits yang lalu telah disebutkan "selamat dari tangan dan mulut. "Mengapa jihad yang tidak termasuk dalam rukun Islam lebih didahulukan daripada haji yang merupakan rukun Islam?" Jawabnya adalah." (Qs. tapi tunduk. sedangkan manfaat jihad sangat luas. sebagaimana hadits Nabi "Khairukum khairukum U ahlihi (sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang paling baik kepada keluarganya). Al Hujuraat (49): 14) Namun adalah sesuai dengan Firman Allah." Para ulama mengatakan. sehingga jihad lebih penting dan harus dikedepankan daripada haji. sedangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzarr tidak disebutkan kata jihad. bahwa manfaat haji sifatnya terbatas. berbakti kepada orang tua kemudian jihad." Atau mungkin karena hukum jihad adalah fardhu 'ain. Dalam hadits Ibnu Mas'ud urutannya dimulai dengan shalat. Hal ini telah berulang kali disebutkan.Pelajaran yang dapat diambil Dalam hadits ini kata jihad disebutkan setelah iman. 19. "Kamu belum beriman. "Kami telah (kepada mereka). '•'•Orang-orang badui itu berkata. tapi yang disebutkan adalah Al ltqu (membebaskan budak). K E I S L A M A N Y A N G D I S E B A B K A N SIKAP MENYERAH ATAU TAKUT DIBUNUH ADALAH KEISLAMAN YANG TIDAK SEBENARNYA Sebagaimana Firman Allah. V' ^ ' ^ beriman. Wallahu a 'lam. Maka para penanya dan pendengar diberitahukan tentang hal-hal yang belum mereka ketahui. bahwa perbedaan jawaban tersebut disebabkan karena perbedaan kondisi dan kebutuhan para pendengar. Atau karena hadits tersebut mengandung kata "min" yang berarti "bagian ".

J ' ' l ' a I^ Mi l ' ll I -* i ' ' .l i p l U L 1 P ^ ( ^ i' L i l i J . Akan tetapi Rasulullah tidak memberikannya kepada seorang laki-laki. c ^ L i ' L ^_lpl U l l l l L jf j U i ( = s L P p" L5Li l*IL* s l j ^ J l *JJl y j">li ^ & & y ji Ut % » ^ 27. Pada saat itu Sa'ad sedang duduk di dekat mereka. 'Atau seorang muslim? "Aku terdiam sebentar. Kemudian pengetahuan tentang orang itu mendesakku untuk bertanya lagi. sesungguhnya aku akan memberi orang itu. "Apa sebabnya engkau tidak memberikan hadiah tersebut kepada sifulan? Demi Allah! Menurut hematku dia adalah seorang mukmin." (Qs. Aku bertanya kepada Rasul. "Apa sebabnya engkau tidak memberikan hadiah tersebut kepada si fulan? " Nabi pun menjawab. Lalu beliau bersabda. "Hai Sa 'ad. dan hal tersebut sangat menarik perhatianku." FATHUL BAARI — 141 . » ' ' b ' y L < u > > I i / J J l ALi > otAi ^ > L u C J i i j ! L> c . "Atau seorang muslim?" Kemudian pengetahuanku tentang orang itu mendesakku untuk bertanya kembali dan Rasulullah juga memberikan jawaban yang sama. Aali 'Imraan s J >/ a I ' ^ . "Nabi menjawab.l i i l.agama (yang diridhai) (3): 19) di sisi Allah hanyalah Islam. D a n S'a W radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW pernah membagi-bagikan hadiah kepada beberapa orang. akan tetapi aku lebih suka memberikannya kepada yang lain untuk menjaga supaya orang yang diberi itu jangan sampai ditelungkupkan Allah di dalam neraka.

Akan tetapi orang tersebut tidak bisa disebut sebagai orang mukmin menurut pengertian terminologi. Korelasi antara hadits dengan judul bab di atas sangatlah jelas. "Dan Kami tidak mendapati di negeri itu. maksudnya mengapa engkau membedakannya yang lain? Kata J ">L_i berfungsi sebagai julukan nama yang ." Sedangkan secara etimologi (bahasa). «ijfj disamarkan setelah disebutkan sebelumnya. (Menurut hematku dia adalah." Oaij juga dapat berarti bani atau kabilah.sama dengan pengertian iman. artinya adalah tunduk dan berserah diri. kecuali satu orang. _ U i y (demi Allah) adalah kalimat "sumpah" untuk menguatkan sebuah berita. yang diridhai oleh Allah berdasarkan firman-Nya. "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam " dan firman-Nya. huruf "hamzah" yang terdapat dalam riwayat Al Ismaili dan riwayat-riwayat lainnya.). j (membagi-bagikan hadiah kepada beberapa orang) -LLij adalah sekelompok orang yang berjumlah antara 3 sampai 10 orang. sebagaimana yang dijelaskan oleh Al Ismaili dalam riwayatnya. kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri..Keterangan Hadits: Kalimat "Jika keislaman bukan yang sebenarnya" mengindikasikan bahwa Islam -secara terminologi (istilah). Al Qazzaz berkata.. Dalam riwayat kami dari ditulis dengan harakat dhammah djfj seperti Abu Dzarr. Sa'ad dalam hadits tersebut adalah putra Abi Waqqas (Sa'ad bin Abi Waqqash). OILJ j dengan c iU U (Apa sebabnya engkau tidak memberikan hadiah tersebut kepada si fulan?). "Mungkin mereka lebih dari itu. karena seseorang yang telah memperlihatkan keislamannya dapat disebut sebagai muslim meskipun tidak diketahui kondisi batinnya. Adapun yang dimaksudkan oleh Imam Bukhari di sini adalah pengertian secara terminologi. meskipun dalam pengertian etimologi orang tersebut dapat dianggap sebagai orang yang beriman. Dalam riwayat yang berasal dari Ibnu Abi Dzi'bi disebutkan bahwa sekelompok orang mendatangi dan memintaminta kepada Rasulullah. Syaikh Muhyiddin berpendapat bahwa huruf hamzah dalam kalimat tersebut harus ditulis dengan harakat fathah sehingga menunjukkan arti 1 4 2 — FATHUL BAARI . Kemudian Rasulullah memberi mereka.

) Dalam hadits tersebut. dan jawaban Rasulullah kepada Sa'ad tidak bermanfaat. "Atau seorang muslim. untuk indikasi pun yang karena kata J—Lc (pengetahuan) bisa 'yjlul* jii "maka jika kamu mengetahui menunjukkan asumsi yang kuat (zhannul ghaalib). "Jangan katakan mukmin tapi katakanlah muslim. Dalam kisah ini Rasulullah membagi-bagikan hadiah kepada orang yang baru memeluk Islam (muallaj) untuk menarik hati mereka. beliau tidak memberikannya kepada Ja'il yang berasal dari golongan muhajirin. Maka ungkapan tersebut bukan untuk mengingkari." (Qs. berdasarkan firman Allah. dan tidak boleh ditulis dengan harakat dhammah karena hal tersebut akan menunjukkan arti "azhunnuhu" (saya mengira). Kesimpulannya bahwa sumpah diperbolehkan meskipun hanya didasari asumsi yang kuat.a'lamuhu (saya mengetahuinya). Ketika Rasulullah membagi-bagikan hadiah tersebut. Hal semacam itu dapat kita terapkan dalam kasus ini." C l U ji JUi (Nabi menjawab. Itulah yang disampaikan secara ringkas oleh Syaikh Muhyiddin. tetapi untuk menjelaskan bahwa memanggil seseorang yang tidak diketahui apa yang ada dalam hatinya dengan sebutan "muslim " adalah lebih baik daripada memanggilnya dengan sebutan "mukmin. bahwa mereka benar-benar beriman.J—li-f i—^—•Sli(pengetahuanku tentang orang itu mendesakku. Al Mumtahanah (60): 10) Meskipun kita menerima pendapat Syaikh Muhyiddin. Tapi Al Karmani mengkritiknya dengan mengatakan. maka ilmu pengetahuan tersebut sifatnya nazhari (teoritis). tidak ada satu mengharuskan digunakan harakat fathah.. karena Rasulullah tidak pernah melarang Sa'ad untuk melakukannya. bukan yakini (pasti). bahwa jika demikian maka isi hadits tersebut tidak sesuai dengan judul bab." Dari perkataan tersebut jelaslah bahwa arti kata "au" adalah untuk menunjukkan pengelompokkan. karena kita telah menjelaskan tentang titik temu antara hadits dan judul bab tersebut. Kritikan ini tidak dapat diterima. Lalu FATHUL BAARI — 143 . akan tetapi jika premis sebuah ilmu pengetahuan bersifat zhanniyah (asumtif). padahal kalimat sebelumnya adalah J—L.") Dalam riwayat Ibnu Arabi disebutkan bahwa Rasulullah bersabda. "Riwayat tersebut ditulis dengan harakat dhammah. Islam dapat diketahui dengan perbuatan zhahir. Pendapat inilah yang dianut oleh pengarang kitab Al Mufham fi Syarhi Muslim dengan mengatakan. " Karena.

Bahkan bila dilihat dari konteksnya." Kemudian Rasulullah bersabda. bahwa Rasulullah bertanya kepadanya. Rasulullah menerima perkataan Sa'ad dengan bukti bahwa beliau memberi maaf kepada Sa'ad. karena berdasarkan pengetahuannya Ja'il lebih berhak untuk menerima hadiah tersebut. Padahal. Kedua. maka jelaslah hikmah tindakan Rasulullah yang tidak memberikan hadiah kepada Ja'il dan memberikan kepada yang lain. maka dikhawatirkan mereka akan murtad sehingga menjadi penghuni neraka. padahal ia lebih disukai oleh Nabi daripada mereka. dan dengan perbuatanku itu aku dapat menarik hati kaumnya. "Jika demikian. Hikmah tersebut adalah untuk menarik hati mereka sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Kemudian Rasulullah memberitahukan kepada Sa'ad tentang dua perkara." Demikianlah kedudukan Ja'il sebagaimana dijelaskan oleh hadits tersebut. kita mengetahui manfaat jawaban Rasulullah kepada Sa'ad yang lebih merupakan musyawarah (meminta pertimbangan) atau pemberian maaf kepadanya. Jika ada pertanyaan. "Seperti muhajirin lainnya. "Bagaimana pendapatmu tentang si fulan?" Aku pun menjawab. keadilan itu dapat menunjukkan keimanan seseorang?" Jawabnya adalah bahwa perkataan Sa'ad itu tidak termasuk syahadah (kesaksian) tetapi hanya merupakan pujian kepada Ja'il dan sebagai permohonan Sa'ad agar Rasulullah memberikan hadiah kepada Ja'il. tetapi jika ia bersaksi dengan keadilan Ja'il pasti diterima. Sa'ad pun berulang kali menanyakan hal itu kepada Rasulullah. Rasulullah menasihati Sa'ad agar tidak memuji seseorang dengan menilai batinnya. meskipun Saad menggunakan kata syahadah. "Bagaimana pendapatmu tentang J a ' i l ? " Aku menjawab. "Mengapa kesaksian Sa'ad atas keimanan Ja'il tidak diterima." Kemudian Rasulullah bertanya. Dengan demikian. "Dia adalah pemimpin suatu kaum. 1 4 4 — FATHUL BAARI . "Jika demikian.Sa'ad bertanya kepada Rasulullah tentang Ja'il. mengapa engkau memperlakukan si fulan seperti itu?" Rasulullah menjawab." Lalu aku bertanya kepadanya. "Ia adalah pemimpin sukunya. maka Ja'il lebih baik dari si fulan. Pertama adalah hikmah Rasulullah memberikan hadiah kepada kelompok tersebut dan tidak memberikannya kepada Ja'il. Sebab jika Rasulullah tidak memberikan hadiah kepada mereka. Maka. akan tetapi memberikan suatu anjuran untuk melakukan hal yang lebih baik tidak berarti menolak kesaksiannya. Kami telah meriwayatkan dalam Musnad Muhammad bin Harun Ar-Rayani dengan sanad yang shahih dari Abu Salim Al Jaisyani dari Abu Dzarr.

. karena aku takut Allah akan melemparkan mereka ke dalam neraka. Larangan untuk mengklaim bahwa seseorang memiliki iman yang sempurna.. Bahkan.) Dalam riwayat Abu Daud dari Ma'mar. hendaknya tidak langsung membantahnya. 9. i—i)i (Aku tidak memberinya karena takut Allah akan melemparkannya. Apabila seorang imam diberi saran yang menurutnya tidak benar. "Aku memberikan hadiah kepada beberapa orang dan tidak memberikannya kepada orang yang aku sukai. harus dilakukan secara diamdiam. 5. J\ L i i i (hal tersebut sangat menarik perhatianku) (lebih disukai)." FATHUL BAARI — 145 . padahal tidak ada nash yang menjelaskan hal tersebut. <&t x Dalam riwayat Al Kasymihani dan mayoritas riwayat lainnya telah disebutkan. Sedangkan larangan untuk mengklaim bahwa seseorang akan masuk surga tidak disebutkan secara eksplisit dalam hadits ini. Seorang imam (pemimpin) boleh membelanjakan kekayaan negaranya dan memprioritaskan mana yang lebih penting. sebagaimana yang akan dijelaskan dalam bab zakat yaitu kalimat "fa qumtu iiaihi fasaarartu" (kemudian aku pun bangkit dan membisikinya). Dalam ji Y. J—'^Jh ! ^ ^—h (Sesungguhnya aku akan memberi orang itu) Maksudnya memberi apa saja. 3. tetapi menerangkan yang benar. 8.. 2. walaupun ada beberapa ulama yang berusaha menjelaskannya. Rakyat boleh memberikan nasehat kepada imam jika melakukan kesalahan. 4.Pelajaran penting yang dapat diambil 1. walaupun tidak diketahui oleh sebagian rakyatnya. Menasehati secara diam-diam lebih baik daripada menasehati secara terang-terangan. bahwa lafazhnya adalah riwayat Al Ismaili. 6. Bantahan terhadap kelompok Murji'ah yang berpendapat bahwa iman cukup dengan ucapan lisan saja. Seorang imam dibolehkan untuk memberikan pertolongan kepada orang yang berhak menerimanya 7. Perintah untuk membedakan antara esensi Iman dan Islam. jika secara terang-terangan akan membawa kehancuran. setelah kata <_J-i adalah kalimat *X' C.

20.•*.Perhatian Tidak adanya pengulangan soal dan jawabannya.L r !xii 2^*^" ^ 1 J • ) & t Crf j u t y j r ^ ^ Ammar berkata. menyebarkan salam (perdamaian) ke seluruh alam (manusia) dan berinfak di waktu susah. "Islam yang bagaimana yang lebih utama? " Maka beliau menjawab.' if \ '*X"j -UJ* a s ' i ' ' i. " ^ £. 1 a ! " o * a ^' £ > * Cr* + s y : . bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah. * r ' *i * > U J * s . JL AI3L J y* J JL r j\ jj** Jl JLJL -LP ^ P j_j l ] > j . yaitu berlaku adil kepada diri sendiri. y yy --ai j * < _ > C * J V I : jCJ^I * ." 1 4 6 — FATHUL BAARI . "Barangsiapa yang telah melakukan tiga hal ini maka ia telah memperoleh kesempurnaan iman.*. Z)oW Abdullah bin Amru. sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Wahab dan Rasyid bin Sa'ad. 'Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang tidak engkau kenal. j p ^ l j i ( % ' u u ^if jis > f ? 0 ' 28. M E N Y E B A R K A N S A L A M T E R M A S U K B A G I A N DARI I S L A M ' J . dari Yunus dan AzZuhri dengan sanad yang berbeda dari Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf dari Ayahnya yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim adalah kesalahan dari seorang perawinya yaitu Al Walid bin Muslim ketika menukil hadits tersebut.

" Penjelasan "menyebarkan salam termasuk bagian dari Islam" telah diterangkan dalam bab Ith 'am Ath-Tha aam (memberi makan). sebab jika seseorang mau berinfak pada saat ia membutuhkan. Abu Zinad bin Siraj dan ulamaulama lainnya berkata. (tiga). sehingga dengan demikian dapat terjalin hubungan saling mencintai antar sesama. "kepada orang yang engkau ketahui dan tidak engkau ketahui. "Orang yang melakukan tiga hal tersebut maka imannya telah sempurna. Kata tersebut sesuai dengan perkataan Rasulullah. Pengertian "berinfak" dalam hadits ini bersifat umum atau tidak hanya terbatas pada keluarga dan tamu. karena perkataan semacam itu hanya berasal dari lisan orang yang memiliki jawami 'ul kalim. yang wajib maupun yang sunnah. Hal ini dapat mencakup semua rukun iman. karena kesempurnaan iman sangat tergantung kepada tiga hal tersebut. maka kata 'j? dalam kalimat J j—berarti "dengan" atau "pada saat". atau membutuhkan menurut pendapat 1 yang lain. Dia adalah salah seorang yang pertama kali masuk Islam. Sedangkan j'—a^' berarti miskin. Sebab seorang hamba yang memiliki sifat adil." FATHUL BAARI — 147 . Jika arti kedua yang diambil. maka pada waktu lapang ia akan lebih banyak lagi berinfak. Dalam riwayat l J Karimah ditambahkan kata ifsya' (menyebarkan). Amraar adalah putra Yasir (Ammar bin Yasir).Keterangan Hadits: f'*--V j * f ' * — (salam termasuk bagian dari Islam). Yang dimaksud ' A l a m " dalam hadits ini adalah seluruh manusia. Mengucapkan salam mencerminkan akhlak yang mulia. Berinfak pada saat membutuhkan merupakan manifestasi dari keimanan kepada Allah. Hal ini membuktikan bahwa hadits tersebut adalah hadits marfu' (dinisbatkan kepada Rasulullah). zuhud terhadap kehidupan dunia dan tidak banyak berangan-angan. Wallahu 'Alam. Kemudian berinfak dalam kesusahan adalah merupakan perbuatan yang benar-benar mulia. yang berarti menyebarkan salam secara diam-diam atau terang-terangan. sifat tawadhu' (rendah hati) dan menghormati serta tidak mencela orang lain. akan selalu melaksanakan kewajiban yang diberikan kepadanya serta menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh Tuhannya. yaitu tiga sifat.

"Aku tidak pernah melihat kebaikan dari dirimu. " Qadhi Abu Bakar bin Al Arabi dalam syarah-nya. maka jika seorang istri durhaka kepada suaminya -padahal sang suami telah melakukan 1 4 8 — FATHUL BAARI . "Durhaka kepada suami termasuk perbuatan dosa sesuai dengan sabda Rasulullah SAW. "Mereka kafir (durhaka) kepada suami dan tidak mau berterima kasih atas kebaikan yang diterimanya. bahwa maksiat dapat dikatakan sebagai kekufuran sebagaimana taat dapat disebut iman. Rasulullah mensejajarkan hak suami dengan hak Allah. "Diperlihatkan kepadaku neraka." Dalam hadits ini." Kemudian dia berkata.21. Akan tetapi. maksud kufur di sini adalah bukan kufur yang menyebabkan seseorang keluar dari agama. 'Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain. Ketika itu aku melihat di antara penghuninya adalah wanita pendurhaka. maka ia akan berkata. " Kemudian seseorang bertanya kepada Rasulullah "Apakah mereka durhaka kepada Allah?" Rasulullah menjawab. Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda. Walaupun sepanjang masa engkau telah berbuat baik kepada salah seorang dari mereka dan kemudian ia melihat sedikit kesalahan darimu. berkata. "Maksud Imam Bukhari dalam bab ini adalah untuk menerangkan. D U R H A K A K E P A D A SUAMI A D A L A H PERBUATAN KUFUR Dalam masalah ini terdapat riwayat Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi SAW 29. maka aku akan menyuruh seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.

Beliau FATHUL BAARI — 149 .maka perbuatan tersebut merupakan bukti penghinaan terhadap hak Allah. Sehingga diantara mereka ada yang mengatakan bahwa jumlah hadits dalam kitab shahih Bukhari adalah empat ribu hadits tanpa pengulangan. dan dalam bab "Penciptaan Makhluk" ketika menjelaskan tentang matahari dan bulan. baik dengan kalimat sebelumnya maupun sesudahnya. karena setelah diteliti jumlahnya adalah 1513 hadits. maka beliau akan menyebutkan satu jalur sanad dalam setiap bab. JL _3 I i-—.ji Sedangkan permulaannya yang lengkap seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas adalah. Kedua.. Pertama bahwa Imam Bukhari membolehkan memotong hadits jika tidak akan merusak maknanya. Jika terdapat dalam matan. Kita dapat melihat dua hal penting dalam hadits ini. Untuk itu perbuatan tersebut dapat dikatagorikan sebagai kekufuran. seperti yang telah saya jelaskan dalam pembukaan kitab ini. dimana beliau meriwayatkannya dari Abdullah bin Maslamah (maksudnya Al Qa'nabi) secara ringkas dan terbatas pada judul bab saja. sebagaimana telah dijelaskan bahwa maksiat dapat dikatakan sebagai kekufuran. Hal semacam ini dapat kita lihat dalam hadits ini. Syaikh Muhyiddin dan lain sebagainya. Tetapi karena tidak merubah sanad-nya. "Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah. maka beliau meringkas matan-nya. maka beliau akan meringkas sanad atau matan hadits tersebut. Hal semacam ini dapat menimbulkan kesan bagi orang yang tidak hafal hadits tersebut.kewajibannya. Jika jalur sanad-nya banyak. akan tetapi beliau akan membedakannya. Pendapat ini tidak benar. Sedangkan jika jalur sanad-nya sedikit. Beliau juga memaparkannya kembali secara lengkap dalam bab "Shalat Khusuf" dengan sanad yang sama..(di sini disebutkan pula kisah tentang shalat khusuf (gerhana matahari) dan khutbah Rasulullah termasuk dalam bagian ini). hanya saja kekufuran tersebut tidak sampai mengeluarkannya dari agama. Oleh karena itu. bahwa Imam Bukhari tidak mengulang sebuah hadits kecuali jika ada manfaatnya baik dalam matan atau sanad. bahwa pemotongan hadits semacam ini tidak sempurna. sesuai dengan judul bab. maka beliau tidak mengulangnya dalam bentuk yang sama. tidak sedikit orang yang mengira bahwa kedua hadits itu tidak sama karena memiliki permulaan yang berbeda.. seperti Ibnu Shalah. terutama jika pemotongannya berada di tengah-tengah hadits seperti dalam sabda Nabi. Kemudian matan ini juga disebutkan oleh beliau dalam bab j t — ' '* ^IJJJ 'J~? 'J dengan sanad tersebut.

1 1 5 0 — FATHUL BAARI . Mengenai pelajaran dan nasehat yang terkandung dalam hadits ini.ada sebuah hadits yang disebutkan pada dua tempat dalam bentuk yang sama. akan dijelaskan dalam pembahasan hadits ini secara lengkap.

22. An-Nisaa" (4): 48) > • . "Aku pernah memaki seseorang dengan menghina ibunya. S . s f - "Masih terdapat dalam . 9 f i . M A K S I A T A D A L A H P E R B U A T A N J A H I L I Y A H DAN P E L A K U N Y A T I D A K D I A N G G A P KAFIR. "Saya bertemu dengan Abu Dzarr di Rabadzah. 'Wahai Abu Dzarr. D a n Al Ma'rur bahwa ia berkata.1 ll * — J s . ' I .j ^ Jl *.j J S " I ' I L L J K J J J L Y U 5 J ^RLL I L " L J J J 30. Lalu Rasulullah bersabda kepadaku. Para hambamu adalah saudara-saudaramu yang Allah titipkan di bawah tanggung jawabmu. barangsiapa memiliki hamba sahaya. K E C U A L I M E L A K U K A N P E R B U A T A N SYIRIK Berdasarkan sabda Rasulullah SAW. dirimu karakteristik Jahiliyah. . L J JSJ iiJJj OjJ> L' yU> j Jj-~! < ) > jAJu 3 ALIL jl "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik. Abu Dzarr pun menjawab. mengampuni segala dosa selain itu" (Qs. t. ' .A J J U JJ jjy1^' *. • > ! . {. " L dan Dia ' . ' J JU* i aJs-j OJJ *^ V y l AJ"^»I Jl j ' O . ' l .^ 5 A J j L ^ J l j ^ . hendaklah hamba sahaya itu diberikan makanan vang dimakan dan diberi pakaian yang dipakai serta janganlah mereka FATHUL BAARI — 1 5 1 . . ' k' l I °I' . s s . 9S f 9 .i ' i .l— ^ j l J U * J i J J J P O U ! II ' j— "l' ^ A IFC^r L *\ D I I L y T I T ^ I j i L L C ^L-^ AJP J I I JL jj JL j o ~ a 0 1 5 " J ^ — J J U I — * j-»J JL^J-JJ^ c ~^*J AJJI J^JJL.' tl 'l . Apakah engkau memaki dia dengan menghina ibunya? Rupanya masih ada dalam dirimu karakteristik jahiliyah. - . Kemudian saya bertanya apa sebabnya mereka mengenakan pakaian yang serupa. • • ." Allah berfirman. ' ' n ' * ' " i f ' ' C~J . ' . t . Oleh karena itu. Beliau dan hamba sahayanya mengenakan pakaian (mantel) yang serupa.

s . "Kembalilah! Saya mendengar Rasulullah telah bersabda. Al Hujuraat (49): 9) Dalam ayat ini Allah menamakan mereka orang mukmin. Jika BAB U-$iIj I J *JL^\I !^jJ3l ju^J^Jl ^ jlib'lU j l j maka "Da« jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang damaikanlah antara keduanya.dibebani dengan pekerjaan yang berada di luar kemampuan mereka terpaksa mengerjakannya maka bantulah mereka. 3 ^ c4*i J U ^-4* jr! . "Karena orang yang terbunuh itu juga berusaha untuk membunuh saudaranya." mereka. dan 1 5 2 — FATHUL BAARI . "Apabila dua orang muslim berkelahi dan masing-masing mempergunakan pedang maka si pembunuh dan yang terbunuh akan masuk neraka. Secara kebetulan saya bertemu dengan Abu Bakrah. ' ' " ' f C? J^ » > ' 0 4 UI J J—j C-**~» ^L* 1 - V _Jt 1JU6 ^*a3l C-JJ ' t' > ' ' 'f (jii - Ji s JjJL<J\ JI' L*j J J U J ' IJL* AUI J l ' cJi* ju!i ^ F Jyi*Jij jis' AJI -* .Ao-Ca ji* ** s JS- CIJy<- 3 1 . lalu bagaimana dengan yang terbunuh?" Beliau menjawab. "Pada suatu ketika saya hendak pergi menolong seseorang yang sedang berkelahi. " (Qs. *l. 'o'j—J M. ' l ' ' ^ u T ^ * J*"^ v 1 j * °r ' t . ia pun berkata. D e n Al Ahnaf bin Qais bahwa ia berkata. " Keterangan Hadits: Seluruh perbuatan maksiat akibat meninggalkan kewajiban atau mengerjakan perbuatan yang haram adalah akhlak jahiliyah. "Hendak kemana kamu?" Maka saya menjawab." Saya bertanya. . "Hal tersebut bagi pembunuh. "Saya hendak menolong orang itu." Ia berkata lagi.

Al Karmani mengatakan. adalah kufur nikmat bukan kufur yang berarti keluar dari agama. bahwa zhahir ayat tersebut merupakan dalil untuk menolak pendapat mereka. "Dan jika ada FATHUL BAARI — 153 . bahwa dosa selain syirik masih mendapat ampunan dari Allah. merupakan dalil yang menyatakan bahwa orang yang masih mempunyai sifat jahiliyah selain syirik. dan orang yang meninggal dalam keadaan demikian. nash Al Qur'an yang berbunyi. mereka tidak keluar dari iman meskipun sifat itu tergolong dosa besar atau pun dosa kecil.. bahwa mengambil dalil dari perkataan Abu Dzarr (engkau memaki dia dengan mencela ibunya) masih harus diteliti kembali. Adapun kisah Abu Dzarr. " ( Q s .. Al Bayyinah (98): 1) Ibnu Baththal mengatakan. karena orang yang menentang kenabian Muhammad adalah kafir walaupun tidak menyekutukan Allah. Menurut kesepakatan ulama. . "Dan Dia mengampuni selain ilu sesuai kehendak-Nya" dapat dijadikan dalil untuk membantah pendapat mereka. Sedang yang dimaksud dengan syirik dalam ayat ini adalah kufur. bahwa maksud Imam Bukhari adalah untuk menyangkal pendapat yang menyatakan. bahwa dosa selain syirik adalah kufur seperti pendapat golongan Khawarij. karena Allah tetap menyebutnya sebagai orang mukmin dalam firman-Nya. karena maksud ayat "Dan Dia (Allah) akan mengampuni dosa selainnya (syirik) bagi orang yang dikehendakr adalah bagi orang yang meninggal dunia sedang ia mempunyai dosa selain syirik. Kata syirik terkadang menunjukkan arti yang lebih khusus daripada kekufuran seperti dalam firman Allah. Untuk itu saya katakan. Imam Bukhari juga berargumentasi. maka ia akan kekal dalam neraka. Ayat tersebut mengindikasikan.perbuatan syirik adalah kemaksiatan yang paling besar. Maksud dari pernyataan bahwa perbuatan maksiat termasuk kekufuran.'JS'J J*f 'j? o*-^ c& r orang-orang 1 ^JLH j ^lifji "Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan. dan cukup bagi saya pendapat ibnu Baththal. berbeda dengan pendapat golongan Khawarij yang mengkafirkan orang yang berbuat dosa selain syirik. bahwa seorang mukmin yang melakukan perbuatan maksiat tidak dikafirkan. Dalam hal ini. karena ia'bir (ungkapan) dalam hadits tersebut bukan dosa besar dan juga mereka tidak menganggap kafir orang yang melakukan dosa kecil. orang seperti ini tidak mendapat ampunan. Selanjutnya ayat Al Qur'an juga menolak pendapat mereka.

" Beliau juga berargumentasi dengan sabda Rasulullah. "Dalam dirimu masih terdapat karakter Jahiliyah" padahal Abu Dzarr adalah orang yang telah mencapai derajat iman yang tinggi. ii'Lj (kemudian aku bertanya kepadanya) Maksudnya. Argumen lainnya adalah sabda Rasulullah kepada Abu Dzarr. iT4** (dengan menghina ibunya) Maksud dari kalimat ini adalah menisbatkan kata 'aar (hina atau tidak terhormat) kepada ibunya. terlepas apakah ia orang Arab atau bukan. jika pertengkaran tersebut terjadi bukan karena alasan yang dapat dibenarkan. wahai anak si negro. "jika ada dua orang muslim berkelahi dengan pedang mereka. anak angkat Abu Bakar. "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu itu. bertanya tentang sebab mengapa beliau memberi pakaian kepada budaknya sama seperti pakaian yang dikenakannya.dua golongan dari orang-orang mukmin berperang. Maksudnya." dimana dalam hadits tersebut Rasulullah menyebut mereka dengan sebutan orang muslim walaupun disertai ancaman neraka.. Bukhari jis" (ada perkataan [cacian] diantara aku dengan laki-laki itu) dan Imam Muslim menambahkan kalimat 'j* ^—(dari saudaraku). Adapun yang meriwayatkan hal tersebut adalah Walid bin Muslim dengan sanad munqhati' (terputus). Ada yang berpendapat bahwa orang tersebut adalah Bilal sang Muadzdzin Rasulullah. kemudian pada bab "Adab" dalam kitab shahih kalimatnya adalah f^-f j i j jJ. karena hal itu sangat aneh. Kemudian beliau menjawabnya dengan menceritakan kisah yang mendasari perbuatannya itu. L ' i — (memaki) dalam riwayat Ismaili kata yang digunakan adalah (mencaci). 1 5 4 — FATHUL BAARI . Rabadzah adalah nama tempat di sebuah perkampungan yang berjarak 3 mil dari Madinah. "Dan ibunya adalah 'ajamiah (orang non Arab) sehingga aku menghinanya" Dalam riwayat lain disebutkan. Ada yang berpendapat bahwa h u r u f / a ' d a l a m kalimat Lf\!o adalah fa' tafsiriyah. "Dan aku berkata kepadanya.. " Yang dimaksud dengan 'ajamiah adalah orang yang tidak fasih berbahasa arab. yang menjelaskan bahwa kata ta 'yiir termasuk jenis cacian. Dalam bab "Adab" terdapat tambahan kalimat." Kemudian Allah juga berfirman.

Kemudian Rasulullah melihatnya dan menanyakan tentang hal itu. "Ya. maka Abu Dzarr pun menjawab. Oleh karena itu. dan beliau langsung merobeknya menjadi dua lalu memberikan setengah dari robekan tersebut kepada budaknya. dia berkata -seperti yang disampaikan oleh Imam Bukhari dalam bab "Adab"-. Ada riwayat lain yang dinisbatkan kepada Rasulullah (hadits marfu') yang lebih jelas dalam menerangkan tentang sebab mengapa Abu Dzarr memberikan pakaian yang sama kepada budaknya. Maka Rasulullah menerangkan kepadanya tentang perbuatan yang tercela itu." Pada waktu itu Abu Dzarr memiliki kain. beri mereka makanan yang engkau makan dan pakaian yang engfajH pakai. "Bukankah engkau pernah bersabda. demikian pula dalam hal-hal yang lain. maksudnya adalah prilaku kaum Jahiliyah.. "Rasulullah menjawab.. Setelah mendengar sabda Rasulullah tersebut. meskipun teks hadits tersebut hanya menganjurkan agar seseorang memberikan pertolongan kepada budaknya dan bukan menuntut adanya persamaan. "Benar. Hal ini dilakukan sebagai sikap hati-hati. bahwa perbuatan itu dilakukan oleh Abu Dzarr sebelum mengetahui bahwa perbuatan tersebut dilarang dan juga sifat tersebut merupakan karakteristik Jahiliyah yang masih ada dalam dirinya. yaitu riwayat Thabrani dari jalur Abu Ghalib dari Abu Umamah. "pada saat aku berusia senja seperti ini? Lalu Rasulullah menjawab.'s—j y'j-ii—1 (engkau memiliki salah satu karakteristik Jahiliyah). Dari sini dapat dipahami." Seakan-akan Abu Dzarr merasa heran karena pada usia yang sudah tua beliau tidak mengetahui hal tersebut. "Beri dia makanan yang engkau makan dan pakaian yang engkau pakai. Abu Dzarr memberikan kepada budaknya pakaian yang sama dengan pakaiannya. dimana Rasulullah memberikan budak kepada Abu Dzarr seraya bersabda." F A T H U L BAARI — 155 . "Aku berkata.

Dari Abdullah bahwa ia berkata. K E Z H A L I M A N Y A N G PALING B E S A R Jl— i ( Jl* s ^Lcl - I L J j - f * " J - ^JUl ) * o ' CJ Jl5 ' ' ' ' Jii 3 oli- s o 32. "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik). Akan tetapi hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari jalur lain. yaitu dari Al A'masy (Sulaiman) yang disebutkan pada hadits bab ini. bahwa pertanyaan tersebut menjadi sebab turunnya ayat lain dalam surah Luqman. "Bukan begitu. "Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar. siapa di antara kita yang tidak menodai imannya dengan kezhaliman'? Beliau berkata.23. "Ketika turun ayat." Semua ini menjelaskan bahwa ayat yang ada dalam surah Luqman telah 1 5 6 — FATHUL BAARI .. apakah kalian tidak mendengar perkataan Luqman. "Siapakah diantara kita yang tidak menodai imannya dengan kezhaliman'!" Abu N u ' a i m dalam riwayatnya dari jalur Sulaiman bin Harb dari Syu'bah menambahkan kalimat. " ( Q s . "fa thaabat anfusana (maka kami menjadi tenang)" setelah firman Allah. " (Qs. Luqmaan (31): 13) Lafazh hadits yang menafsirkan surah Al A n ' a a m adalah lafazh Bisyr (Ibnu Khalid Al Asykari).. "Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar. tidakkah kalian mendengar perkataan Luqman. "Siapa diantara kita yang tidak berbuat zhalim?" Maka Allah menurunkan ayat. Adapun lafazh riwayat Jarir dari Syu'bah adalah. sedangkan lafazh Abu Walid dipaparkan oleh Imam Bukhari dalam kisah Luqman dengan lafazh. "Maka mereka berkata. Al An'aam (6): 83) para sahabat bertanya." Dalam riwayat Waqi' dari Syu'bah "beliau pun berkata. "Maksudnya adalah syirik. "Tidak seperti yang kalian kira" Dalam riwayat Isa bin Yunus. " Riwayat Syu'bah ini menunjukkan.

Ada pelajaran penting yang dapat diambil dari hadits ini. hal itu juga sebagaimana yang dikehendaki oleh Imam Bukhari. yaitu kekafiran setelah keimanan atau keimanan itu sendiri. maka mereka menafsirkan kata "zhulmun" dengan selain syirik (perbuatan maksiat lainnya) dan mereka menanyakan tentang hal tersebut sehingga turunlah ayat ini. Atau ada kemungkinan bahwa ayat itu diturunkan pada saat itu. Bentuk nakirah (indefinit) dalam konteks kalimat negatif menunjukkan arti umum. mereka menafsirkan kata "zhulmun "secara umum yaitu mencakup syirik dan perbuatan maksiat lainnya. F A T H U L BAARI — 157 . Alasan mereka menafsirkannya secara umum adalah. kemudian Rasulullah menyampaikan dan memperingatkan mereka dengan ayat tersebut. "Menurut hemat saya. Keterangan Hadits: \jLS (dan tidak mencampuradukkan) Muhammad bin Ismail At-Taimi dalam penjelasannya berkata." Mungkin pula mereka tidak menggabungkan antara keduanya. dimana salah seorang dari mereka meriwayatkan dari yang lain. Kemudian dalam sanad ini terdapat 3 orang dari golongan tabi'in. Adapun yang dimaksud dengan Abdullah adalah Abdullah Ibnu Mas'ud. "Mencampuradukkan antara syirik dan iman tidak mungkin dapat dilaksanakan. yaitu Al A ' m a s y dari syaikhnya. antara lain: 1. baik secara zhahir maupun batin atau dengan kata lain tidak munafik. dan sanad ini merupakan sanad yang paling shahih. 2. maka kedua riwayat di atas dapat disatukan. "Syirik menurut para sahabat lebih besar daripada kezhaliman. Ibrahim bin Yazid An-Nakha'i dari pamannya 'Alqamah bin Qais An-Nakha'i. Ketiga orang tersebut merupakan ahli fikih dari Kufah. Inilah arti yang paling tepat. Maka maksud dari ayat tersebut adalah. selama tidak ada nash yang mengkhususkannya. Dari sini." Hal ini menunjukkan kepandaiannya dalam merangkai bab. oleh karena itu Imam Bukhari menyambungnya dengan bab "Tanda-tanda Orang Munafik. Menafsirkan nash secara umum. karena kata tersebut dalam bentuk nakirah (indefinit) dan dalam konteks kalimat negatif.diketahui oleh mereka. mereka tidak memiliki dua sifat secara bersamaan. maka Rasulullah pun memperingatkan mereka dengan ayat tersebut. Al Khaththabi berkata.

maka ia benar-benar termasuk orang 1 5 8 — FATHUL BAARI . Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda. 4. T A N D A . Perbuatan zhalim bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. lalu rasa aman dan petunjuk seperti apakah yang akan didapatnya?" Jawabnya adalah. 24. 7. maka ia akan mendapatkan rasa aman dan petunjuk. " 34. Kata yang mempunyai arti lebih khusus (khash) mengganti posisi kata yang mempunyai arti umum. Sebuah lafazh dapat diartikan berbeda dengan arti zhahirnya dengan maksud untuk menghindari adanya kontradiksi (pertentangan) arti. jika berbicara ia berbohong. Perbuatan maksiat tidak dikategorikan sebagai perbuatan syirik. bahwa yang dimaksud dengan rasa aman di sini adalah tidak kekal di dalam neraka dan akan diberi petunjuk menuju surga. 5. "Barangsiapa yang memiliki empat sifat ini. Orang yang tidak berbuat syirik.3. 6. jika berjanji ia mengingkari dan jika diberi amanat ia berkhianat.T A N D A O R A N G M U N A F I K 33. Dari Abdullah bin 'Amru bahwa Nabi SAW bersabda. 'Tanda-tanda orang munafik ada tiga. Apabila ada orang mengatakan. "Orang yang berbuat maksiat akan diadzab.

Syaikh Muhyiddin mengatakan. Tapi jika terjadi dalam selain iman. "Korelasi pembahasan ini dengan bab "Iman" adalah untuk menjelaskan. "Maksud Imam Bukhari adalah untuk menjelaskan bahwa kemaksiatan akan mengurangi keimanan. bahwa kekufuran dan kezhaliman mempunyai tingkat yang berbeda-beda. tidak adanya kesamaan atau kesesuaian antara lahir dan batin." Al Karmani menambahkan. Keterangan Hadits: e ^ . Dan barangsiapa yang ada dalam dirinya salah satu dari sifat tersebut.munafik. Sifat tersebut adalah jika dipercaya berkhianat. maka dinamakan Nafaau! 'Amal (nifaq dalam perbuatan). Nifaq (kemunafikan) menurut bahasa adalah.(tanda-tanda orang munafik). atau untuk mengetahui bahwa sebagian kemunafikan adalah kufur. j i v l ^ **! (tanda-tanda orang munafik ada tiga) Arti dari kata «n adalah (tanda). lalu bagaimana dengan hadits lain yang berbunyi. Penggunaan bentuk tunggal dari kata oL_/l adalah untuk menunjukkan jenis. dan dalam hal ini kemunafikan tersebut mempunyai tingkatan yang berbeda. Alasan pertama adalah alasan yang disetujui oleh Imam Bukhari. atau karena tanda-tanda orang munafik tersebut hanya akan terwujud jika terkumpul tiga karakter tersebut. dalam bab lain beliau menggunakan bentuk j a m a ' (plural) seperti yang diriwayatkan oleh Abu Awanah dengan lafazh. dan jika berdebat bertindak tidak terpuji. Maka dalam bab selanjutnya ia menjelaskan. jika membuat perjanjian tidak setia. sebagaimana kekufuran dan kezhaliman. bahwa kemunafikan juga mempunyai tingkat yang berbeda-beda. maka disebut sebagai Nifaqul Kufri. sebagaimana kataatan dapat menambah iman seseorang." Pada bab sebelumnya Imam Bukhari telah menjelaskan. j i t i i oGyi. Oleh karena itu. Jika ada yang mengatakan bahwa hadits tersebut membatasi tanda-tanda tersebut hanya pada tiga karakter. bahwa kemunafikan adalah tanda tidak adanya iman. *—j J-F 'J G J (Barang siapa yang memiliki FATHUL BAARI — 159 . Apabila hal ini terjadi dalam masalah akidah dan keimanan. jika berbicara berdusta. maka ia memiliki karakter munafik hingga dia melepaskannya.

maka ia tidak 1 6 0 — FATHUL BAARI . adalah karena lafazhnya adalah Min 'Alamaati An-Nifaq Tsalatsatun. Agaknya beberapa perawi telah merubah sebagian lafazhnya.).. dan mengingkari janji dapat merusak niat. maka sifat munafik itu akan menjadi sempurna. Karena sumber agama hanya terbatas pada tiga hal. perbuatan dan niat. khianat dapat merusak perbuatan. karena sifat yang menunjukkan karakter yang sebenarnya dari orang munafik belum tentu merupakan tanda-tanda orang munafik. Apabila lafazh pertama ditafsirkan seperti ini. (di antara tanda-tanda orang munafik ada tiga hal. mengingkari janji termasuk perbuatan dosa jika mengandung unsur kesengajaan. meninggalkan kebenaran dan mempergunakan tipu daya untuk menolaknya. Dalam hal ini. Maka hadits tersebut mengingatkan. adalah untuk mengingatkan sifat-sifat yang lain. dan pada hadits kedua ditambahkan sifat mengingkari perjanjian dan berkata buruk ketika berdebat." Menurut hemat saya. Pada hadits pertama ditambahkan sifat mengingkari janji.. bahwa dusta dapat merusak perkataan. yaitu berdusta dalam berbicara. Pembatasan tanda-tanda orang munafik hanya pada tiga sifat tersebut. Karena bisa saja tanda-tanda tersebut merupakan sifat asli orang munafik. yaitu berkata buruk ketika berdebat. Begitu pula yang diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab Al Ausath dari Abu Sa'id Al Khudri. "Ada kemungkinan bahwa Rasulullah baru mengetahui sifat yang baru itu. Karakter ini sudah tercakup dalam karakter pertama. karena hadits di atas memberitahukan tentang tanda-tanda orang munafik pada satu waktu dan tanda yang lainnya di lain kesempatan. "Dari kedua riwayat tersebut dapat diketahui ada lima karakter orang munafik. dan jika ditambahkan sifatsifat yang lain. karena kedua makna tersebut sama. mengingkari perjanjian -dalam riwayat kedua dari Imam Muslim-adalah sebagai ganti mengingkari janji seperti yang terdapat dalam hadits pertama. karena kedua hadits itu mencakup sifat berdusta dalam berbicara dan mengkhianati amanat. maka pertanyaan tersebut tidak akan muncul.empat sifat ini) Al Qurthubi menjawab. Sedangkan jika seseorang telah bertekad untuk menepatinya tetapi ada suatu halangan. yaitu: perkataan. mengindikasikan tidak ada pembatasan dalam hadits tersebut. tidak ada pertentangan antara kedua hadits tersebut. Al Qurthubi dan An-Nawawi juga berkata. Dari sini maka tambahannya hanya satu karakter. Hanya saja dalam riwayat Muslim dari jalur Al 'Ala' bin Abdurrahman dari ayahnya dari Abu Hurairah." Menurut hemat saya. Yang dimaksud dengan "fujur" adalah.

"Makna hadits tersebut adalah benar dan tidak ada masalah di dalamnya. bahwa dia akan mengingkarinya. bahkan diwajibkan untuk ditentang jika mendatangkan bahaya. demikian pula dalam hadits yang diriwayatkan oleh Salman. karena yang dimaksud dengan munafik di sini adalah Nifaqul Kufri (kekufuran). Sedangkan dusta yang ada dalam hadits yang diceritakan oleh Ibnu At-Tin dari Malik. Kemudian diperkuat dengan menambahkan kata "khalishah" FATHUL BAARI — 161 . "Jika berjanji ia akan berkata kepada dirinya sendiri. Ada juga yang mengatakan. bahwa orang yang memiliki karakter munafik disamakan dengan orang munafik. ketika ditanya tentang orang yang berdusta. maka tidak ada dosa baginya. Artinya orang yang memiliki karakter tersebut seperti orang munafik.dianggap sebagai orang munafik. tapi yang berbahaya adalah orang yang berbicara tentang sesuatu yang berlawanan dengan realita dengan maksud berdusta." Kemudian beliau melanjutkan. lalu berlebih-lebihan dalam menceritakannya. maka saya katakan bahwa pernyataan ini adalah dalam bentuk majaz. "Apakah engkau mengetahui kemunafikan dalam diriku?" Kemunafikan dalam pertanyaan tersebut maksudnya bukanlah Nifagul Kufri." l i j li'j (jika berjanji). karena sifat-sifat ini telah ditemukan dalam diri seorang muslim dan dia tidak dihukumi kafir. Sedangkan apa yang dikatakan oleh para penahqiq." Hal semacam ini juga terdapat pada karakterkarakter yang lain. Imam Nawawi berkata. Kemudian dalam riwayat Abu Daud dan Tirmidzi dari Zaid bin Arqam disebutkan. Pendapat ini didukung oleh Al Qurthubi berdasarkan perkataan Umar kepada Hudzaifah. Hal ini tidak berbahaya. Thabrani meriwayatkan sebuah hadits panjang yang menguatkan pernyataan tersebut. Yang dimaksud dengan janji dalam hadits ini adalah janji dalam suatu kebaikan. "Jika seseorang menjanjikan saudaranya dan berniat untuk membayar (hutang) kemudian tidak membayarnya. ia mengatakan. tapi Nifaqul 'Amal. Inilah yang disampaikan oleh Al Ghazali dalam kitab Ihya'. karena janji dalam keburukan harus dilanggar dan tidak harus dipatuhi. bahwa yang dimaksud dengan munafik dalam hadits tersebut adalah Nifaqul 'Amal (kemunafikan dalam perbuatan) seperti yang kami sebutkan. "Hadits ini dianggap oleh sebagian ulama sebagai hadits yang bermasalah. "Jenis dusta yang mana?" Agaknya ia berbicara tentang masa lalunya.

Wallahu A 'lam. Artinya. bahwa ungkapan tersebut diinterpretasikan dengan orang yang memiliki sebagian besar karakter ini dan orang yang berada dalam kondisi seperti itu biasanya akidahnya rusak. Semua jawaban ini berdasarkan bahwa huruf "lam" pada kata j*\—lili yang menunjukkan jenis. Disebutkan juga bahwa kemungkinan yang disifati dengan sifat tersebut adalah orang yang telah terbiasa melakukan hal tersebut. "Pernyataan tersebut dikuatkan dengan disebutkannya kata idzaa (jika)." Ada yang mengatakan. sehingga menjadi suatu kebiasaan bagi mereka." Yang lebih utama adalah apa yang dikatakan Al Karmani.(murni) dalam hadits kedua dengan lafazhnya C*JU. Dia berkata. Ada juga yang berpendapat. Kata tersebut dapat pula berarti menjadi pendek. maka dia akan berdusta. bahwa t huruf tersebut mengindikasikan ( 'Ahd) Hadits tersebut ditujukan kepada orang tertentu atau kepada golongan munafik pada masa Rasulullah pendapat tersebut berdasarkan hadits dhaif'yang berkaitan dengan kasus itu. "Penghapusan obyek dari kata "haddatsa" (mengatakan) mengindikasikan arti umum. sehingga artinya adalah jika telah menemukan inti pembicaraan. karena kata tersebut menunjukkan pengulangan (pekerjaan). Pendapat ini didukung oleh Al Khaththabi. 1 6 2 — FATHUL BAARI . jika dia berkata tentang segala sesuatu. Ada sebagian yang mengatakan. bahwa disebutkannya sifat munafik secara umum adalah sebagai peringatan bagi manusia untuk tidak melakukan sifat ini. Jawaban yang paling baik adalah jawaban Al Qurthubi. maka ia akan berdusta.Ui£ (dia murni orang munafik).

beliau kembali menyebutkan tanda-tanda keimanan dan kebaikannya. Kemudian beliau menjelaskan bahwa shalat pada lailatul qadar.25. beliau menggunakan bentuk mudhari' (kata kerja bentuk sekarang) pada kalimat syaratnya dan menggunakan bentuk madhi (kata kerja bentuk lampau) pada kalimat jawabnya. Dalam hal ini Al Karmani berkata.' i ' 1*1' ° ( \ S \ ' \ 35. "Ataa amrullah. shalat pada malam Ramadhan dan melaksanakan puasa Ramadhan adalah sebagian dari iman. M E L A K S A N A K A N S H A L A T P A D A LAILATUL QADAR A D A L A H SEBAGIAN DARI I M A N jdijl iilS ^-«j cf ^~"3 ^ tj^ ^ J yj ° ' 0 <J^ Jii o J l ? J 'c? * \ ' ' f " ' . Hal ini sama dengan firman Allah. Ada sebagian ulama yang melarang dan ada yang membolehkannya. karena pembicaraan tentang hal-hal yang berkaitan dengan iman adalah tujuan utama dari kitabnya. maka diampuni dosanya yang telah lalu. "Barangsiapa yang menegakkan shalat pada malam Qadar karena Iman dan Ikhlas. Dalam hadits tentang lailatul qadar." Sedangkan ulama-ulama lainnya berkata. "Menggunakan bentuk madhi ketika mengungkapkan balasan (pahala) merupakan isyarat akan terwujudnya hal tersebut. bahwa Rasulullah SAW bersabda. Dalil mereka adalah firman Allah. Beliau menyampaikan ketiga hal tersebut dari Abu Hurairah. "Hal itu disebabkan karena melaksanakan shalat dan puasa pada bulan Ramadhan merupakan ibadah yang pasti.46« Hurairah berkata. " Setelah Imam Bukhari menjelaskan tanda-tanda kemunafikan dan keburukannya. o i i * *UlJi ^ L j i j ^ j bj j j F A T H U L BAARI — 163 . Berbeda dengan perawi-perawi lainnya yang menggunakan bentuk madhi pada kedua kalimat tersebut. sedangkan shalat pada malam qadar tidak dapat dipastikan. sehingga Imam Bukhari menggunakan bentuk mudhari'. " Para ahli nahwu Kufah dan Basrah berbeda pendapat dalam kasus penggunaan bentuk mudhari' pada kalimat syarat dan bentuk madhi pada kalimat jawab. D « n .

" karena Firman-Nya "fa zhallat" dalam bentuk madhi (kata kerja bentuk lampau) dan kata tersebut mengikuti jawabu syarth. Karena balasan itu diberikan kepada orang yang bangun pada malam qadar (lailatul qadar). Mereka juga berargumentasi dengan hadits ini. baik pada kalimat syarat maupun jawabnya. Insya Allah. Pembahasan tentang lailatul qadar dan puasa Ramadhan akan dijelaskan pada kitab shiyam (puasa). lafazh "fayuwafiquha" adalah tambahan yang berfungsi sebagai keterangan. " Dalam hadits tersebut. Dari sini jelaslah. "man yaqum lailatal qadri yughfaru lahu (Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada lailatul qadar. 1 6 4 — FATHUL BAARI . bahwa para perawi menyampaikan hadits tersebut dengan maknanya.. Karena riwayat tersebut berasal dari Abu Hurairah dengan menggunakan lafazh mudhari'. dan saya menduga bahwa hal tersebut dari perawi."Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit. "laa yaquumuu ahadukum lailatal qadri fayuwaafiquha imaanan wahtisaaban illa ghafarallaahu lahu ma taqaddama min dzanbihl (Barangsiapa yang bangun dan berdiri pada malam qadar dengan keimanan dan mengharapkan ridha Allah maka Allah akan mengampuni dosanya). sedangkan maksud dari bangun pada malam qadar adalah melaksanakan ibadah pada malam itu. dan menurut saya dalam argumentasi mereka ada yang harus diperhatikan. dan terdapat penambahan dalam lafazhnya dibanding dua riwayat sebelumnya.. akan tetapi ia berkata. karena sumbernya adalah satu." Kemudian diriwayatkan pula dari Abu Nu'aim dalam kitabnya dari Sulaiman (Ath-Thabrani) dari Ahmad bin Abdul Wahab bin Najd dari Abu Yaman. maka ia akan diampuni). guru Imam Bukhari tanpa ada perbedaan antara kalimat syarat dan jawabnya. yaitu lafazh. Imam An-Nasa'i telah meriwayatkan hadits tersebut dari Muhammad bin Ali bin Maimun dari Abu Yamani.

i ' " . J I H A D A D A L A H SEBAGIAN DARI I M A N . padahal sumbernya adalah satu (sama). jL-j "ji^j (membenarkan Rasul-Ku) FATHUL BAARI — 165 .26. dan hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa riwayat dari para perawi yang berbeda dengan riwayat tersebut. Dalam kitab Ash-Shihah disebutkan "nadabtu fulaanan ii kadza fantadaba" maksud dari "fantadaba" adalah menjawab.UJI ^ O I I J U L .L J Jii J t O I ^ J jTJ- 36. i I ' 3 ''t ." Keterangan Hadits: ii.J J . D a n Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda. atau dimasukkan ke dalam surga.1* ' o ' ' * ' o ' * A 4 s ' J - £ . lalu hidup kembali dan terbunuh pula. sedangkan dari jalur Sa'id bin Musayyab dari Abu Hurairah dengan lafazh "tawakkalallahu" (Allah menjadi wakilnya). Pendapat lain mengatakan bahwa maknanya adalah mengabulkan permintaan.a I jl A^_LP jl y^l °t I ' . bahwa ia akan kembali membawa kemenangan dan harta rampasan. Dalam riwayat Al Ushaili ditulis dengan lafazh "l'tadaba" yang merupakan kesalahan dalam penulisan (tashhiif). J i i p £-1 p J^l p LO-I p 5JJI J . ! ^J'J2\ (Allah menggembirakan hati) 1 Maksudnya segera memberikan balasan yang lebih baik. Pendapat ini diperkuat oleh riwayat Imam Bukhari dari jalur Al A'raj dari Abu Hurairah dengan lafazh Takaffalallahu (Allah akan mengabulkan permintaannya). Aku ingin mati terbunuh dijalan Allah kemudian hidup kembali dan terbunuh. Ada yang berpendapat bahwa maksudnya adalah mengabulkan keinginannya. niscaya aku akan selalu ikut berperang. Andaikata tidak akan menyulitkan umatku. 'Allah menggembirakan hati orang yang berperang di jalan Allah yaitu orang yang berperang semata-mata karena iman kepada Allah dan Rasul-Nya." ^ o-u* U ''/'•* A i I ' ' ^ L ? ^ ^ IJ* *J-'y* ^ IY - J P j-il jl ^ y j sJiJt «d*-.

" 1 6 6 — FATHUL BAARI . I K H L A S M E N G E R J A K A N S H A L A T M A L A M PADA BULAN RAMADHAN ADALAH SEBAGIAN DARI I M A N jl L*j f 13 J* Jii jv-Lj <tl)t <J~& * • * * ' J ^ . yaitu dari Umarah bin Q a ' q a ' . Begitu pula telah disebutkan. Masalah tersebut disebutkan secara lengkap oleh Al Ismaili dan Abu N u ' a i m dalam riwayatnya dari jalur Abdul Wahid bin Ziyad.* fJjb L* Al jAS- bin 37. Jadi asal hadits itu adalah. akan tetapi hal ini dapat ditafsirkan bahwa ada pembuangan ism fa 'U (kata benda pelaku). "Barangsiapa yang menegakkan shalat di bulan Ramadhan karena iman dan ikhlas.Ibnu Malik berkata.j Jl o'jjj* < ' ' { ' • • I l ' ° I I jP I ' l . maka dosanya yang telah lalu akan diampuni (oleh Allah). Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda." Perhatian: Hadits ini berasal dari jalur Abu Zar'ah dan mencakup tiga masalah tersebut.i j . 27. "yaitu orang yang berperang semata-mata karena iman kepada-Ku. Kemudian hadits tersebut muncul secara terpisah dari riwayat Al A'raj dan yang lainnya dari Abu Hurairah yang akan disampaikan oleh Imam Bukhari dalam bab "Jihad"-Insya Allah. Begitu pula dengan riwayat Muslim dalam hadits ini dari jalur yang lain. "Hadits tersebut seharusnya berbunyi iimanun bihi (iman kepada-Nya)."U. Imam Bukhari banyak meringkas masalah yang kedua. bahwa pembahasan tentang shalat dan puasa pada bulan Ramadhan akan ditemukan pada bab "Shiyam" (puasa). "intadaballahu liman kharaja fii sabiilihi qaa'ilan laa yakhrujuhu illaa iimanun bihi (Allah menggembirakan hati orang yang berperang di jalan Allah dengan berkata.

dan bergembiralah (karena memperoleh pahala) serta beribadahlah (mohon pertolongan Allah) pada waktu pagi. " 29. ^ ^ ° J P I * I ' I F J U I T» DJ Y P i*I' B L _ I ? . petang dan sebagian malam. D a n ^ 6 » Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda. Oleh karena itu kerjakan sebagaimana mestinya atau mendekati semestinya. "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan ikhlas maka dosanya yang telah lalu akan diampuni (oleh Allah).AJJI J ^ ^ 1 Jyj Rasulullah SAW bersabda "Agama yang paling disukai oleh Allah adalah agama yang lurus dan mudah. A G A M A ITU M U D A H AU! ^'jjl t-i-i lil-j AILC.''' FATHUL BAARI — 167 .L J LILCL ° i ' 38. " 2 >• /?_} oj^iJu I ' i ' j T ^ i L*O^J 1 ^J^~i N' J ^ l • 'u? JJ"^ 1 f-'J^j 39. "Sesungguhnya agama itu ringan.28. maka orang yang menyusahkan dirinya dalam agama ia tidak dapat melaksanakannya dengan sempurna. M E N G E R J A K A N PUASA R A M A D H A N D E N G A N I K H L A S A D A L A H SEBAGIAN DARI I M A N {Co °J* j j ^ j Alii JJ\ J^a ° ' JLL J ^ w j (3"L5 J ' i 6^ys. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda.

atau disebut dengan agama yang mudah karena berbeda dengan agama-agama lainnya. .p a d a dasarnya. akan tetapi yang paling disukai Allah adalah yang paling mudah. maka 'ia tidak akan mampu melakukannya dengan sempurna." (Qs. dimana Allah telah menghilangkan kesulitan-kesulitan seperti yang dibebankan kepada umat-umat terdahulu.j ." Atau yang dimaksudkan. "Dia tidak menjadikan untukmu dalam agama sesuatu kesempitan. (*X^-1 ') adalah sebutan bagi agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS.bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda. j i ^ t . agama Islam adalah agama yang memiliki kemudahan. Hal ini diperkuat oleh hadits Ahmad dengan sanad yang shahih dari seorang badui -tidak disebutkan namanya. karena seluruh karakter agama . bahwa setiap orang yang bersikap konservatif dalam agama. maksudnya adalah agama Islam didasarkan atas kemudahan berdasarkan firman Allah.Keterangan Hadits: "JJ 'cy'^ (Agama itu mudah) Maksudnya. Nabi Ibrahim dijuluki dengan Al Haniif (orang yang lurus) karena kecenderungannya kepada kebenaran. "Dalam hadits ini terdapat ilmu para nabi.i (agama yang paling disukai) 1 Yang dimaksud adalah karakter agamanya. sedangkan taubat umat ini hanya dengan meninggalkan perbuatan tersebut dan menyesalinya serta bertekad untuk tidak mengulangi lagi. Al Hajj (22): 78) i—pisekali-kali (ikutilah) j i i 'jiJd\ jCiJ 'J* (maka orang yang menyusahkan dirinya dalam agama ia tidak dapat melaksanakannya dengan sempurna) Seseorang yang terlalu tenggelam dalam amalan-amalan agama (spiritual) dan tidak memperhatikan aspek kemudahan dalam agama. cara taubat umat terdahulu adalah dengan jalan bunuh diri.disukai. Sebagai contoh. Pengertian agama di sini adalah. seluruh syariat pada masa lalu sebelum mengalami perubahan dan penghapusan. agama orang tuamu Ibrahim. sebab asal kata "hanafa" berarti cenderung. "Yangpaling baik dari agamamu adalah yang paling mudah. agama yang paling disenangi Allah adalah agama yang lurus. Sedangkan l i l i J \ (menurut bahasa) adalah orang yang memeluk agama Nabi Ibrahim. Kita dan para pendahulu telah melihat. maka ia tidak akan dapat melaksanakan ajaran agamanya 1 6 8 — FATHUL BAARI . Kata *iJV_JJ I artinya mudah. Ibnu Mundzir berkata.

maka akan membahayakan dan memberatkan dirinya. sehingga ia tertidur dan tidak dapat melaksanakan shalat subuh dengan berjamaah. Jika kamu tidak dapat mengerjakannya dengan sempurna.secara sempurna. karena akan mendapat balasan (pahala) atas amal yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit. i/j^L-! i j L i — ( s e r t a beribadahlah (mohon pertolongan Allah) pagi) ibadah mohonlah secara pertolongan kepada Allah dengan kontinu pada waktu-waktu yang telah pada waktu melaksanakan ditentukan. Kata °y—iJi artinya permulaan siang. Akan tetapi kemudian ia merasa ngantuk ketika akhir malam tiba. maka kerjakanlah yang mendekati kesempurnaan. maka tidak akan mengurangi pahalanya. dimaksudkan untuk mencegah sikap mengasingkan diri yang dapat menyebabkan rasa bosan atau berlebihlebihan dalam melaksanakan ibadah sunah. Al Jauhari berkata. Dalam hadits Mahjan bin Al Adra' dari Ahmad. Akan tetapi. Kabar gembira itu adalah bagi orang yang tidak mampu mengerjakannya dengan sempurna. Sebagai contoh. sehingga ibadah yang wajib ditinggalkan. karena melaksanakan Azimah (hukum asal) pada waktu dibolehkan melakukan rukhshah adalah perbuatan yang memberatkan. "Kalian tidak akan mendapatkan perkara ini dengan berlebih-lebihan. Pernyataan ini tidak dimaksudkan untuk menghalangi seseorang dalam menyempurnakan ibadahnya. bahkan tidak melaksanakannya sampai matahari terbit. yaitu kerjakanlah dengan baik dan benar (tidak berlebihan dan tidak menguranginya). l ^ o U (kerjakan sebagaimana mestinya). Atau tidak melaksanakan yang fardhu pada waktunya." Sedangkan kata "Ar-Rauhah" artinya waktu setelah terbenamnya FATHUL BAARI — 169 . seperti seseorang yang tidak tidur sepanjang malam untuk melakukan shalat sunah. '/J —>i 1 (atau yang mendekati semestinya). karena hal itu termasuk perbuatan yang terpuji. orang yang tidak melaksanakan tayammum pada saat tidak mampu menggunakan air. "yaitu waktu di antara shalat ghadah (zhuhur) dan terbitnya matahari. karena sebaik-baiknya agama kalian adalah yang mudah." Hadits ini merupakan anjuran untuk melaksanakan rukhshah (keringanan atau dispensasi) yang diberikan dalam agama. i j ^ i j (dan bergembiralah) Bergembiralah. Karena ketidakmampuan seseorang dalam melaksanakan perintah dengan tidak adanya unsur kesengajaan.

Sedangkan dalam hadits ini. dan waktu-waktu tersebut adalah waktu yang paling nyaman bagi fisik untuk melaksanakan ibadah. Korelasi antara hadits ini dengan hadits-hadits sebelumnya. Ada yang berpendapat. Hal ini disebabkan karena amalan yang dilakukan pada malam hari lebih berat bila dibandingkan dengan amalan pada siang hari. akan tetapi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan perlahan-lahan sehingga dapat melaksanakannya secara terus menerus. 1 7 0 — FATHUL BAARI .adalah sebagai tempat persinggahan menuju akhirat. Imam Bukhari kembali membahas tentang haditshadits yang menjelaskan perbuatan baik yang merupakan bagian dari iman. bahwa hadits-hadits tersebut mengajak kepada kita untuk melaksanakan shalat. Akan tetapi jika ia memilih untuk berjalan pada sebagian waktu tersebut. puasa dan jihad. dan kata < artinya pada akhir malam. Berikutnya. bahwa kata tersebut berarti seluruh maiam. maka hadits tersebut menggunakan kata "min "yang menunjukkan arti sebagian. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa dunia -pada hakikatnya.matahari. Imam Bukhari ingin menjelaskan bahwa dalam melakukan perbuatan-perbuatan (amalanamalan) tersebut sebaiknya tidak berlebihan. maka ia akan sanggup meneruskan perjalanannya tanpa ada kesulitan. Waktu-waktu ini merupakan yang paling baik bagi para musafir. karena seorang musafir jika berjalan sepanjang siang dan malam maka ia tidak akan sanggup. Seakan-akan Rasulullah SAW mengingatkan kepada seorang musafir agar ia mempergunakan waktunya dengan baik dan tepat.

Al fJ_J I c L' 'A J j ! j L T jUl -j -Ip UJI i l f j jCaftl J . S H A L A T A D A L A H BAGIAN DARI I M A N Allah berfirman. (Qs.(^» J j P JL»wl U L 2 " J _ > . J U J ^ JlJl jl J g.^' 4 * fj Jl *4 ' j # ^ & Jt* ^ .dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. bahwa pertama kali Rasulullah SAW datang ke Madinah. AJJI J J ^ V 1 ^ J^ j ^ / r ^ 1 1 1 Ul l i i A i .jlij J Li. Ketika itu Rasul shalat menghadap ke Baitul Magdis (Yerusalem) lebih kurang 16 atau 17 bulan lamanya.^ J j-U*Jl A*Z~* U * > 0 0*>O» J J ' jii J P 4 j U C ~I^ J?* Ji-j jr>J o c v ii O j i f l j ^ J L J i l j j I jjSjl c _ 3 J^* J _ J U!lJl J P o U jLS' C j) J U .\'?\ J* JlU J' J j f j * « C b r f Jip J > ' **JuJl 4 1 * ^ > * AlLj O J > J J I o ^ A t ^ " jl I ^ *£ j^™.. Sesungguhnya Nabi lebih suka Baitullah (Ka'bah di Makkah) menjadi kiblatnya.30. ". beliau bertempat tinggal di rumah kakek atau paman-paman beliau dari kaum Anshar.j J^J" j5vi> l ^ j J y l jjJ jji i 01 40.b .. Rasulullah SA W pertama kali melaksanakan shalat dengan FATHUL BAARI — 171 . adalah shalatmu di Baitullah." Baqarah (2): 143) Maksudnya. Dari Barra'.

baru saja saya shalat bersama Rasulullah menghadap ke Baitullah di Makkah. Hadits tersebut diriwayatkan pula oleh Abu Awanah dalam Shahihnya dari Ammar bin Raja' dan perawi-perawi lainnya dari Abu Nu'aim dengan lafazh. Demikian pula yang terdapat dalam riwayat Muslim dari Abu Ahwash. Maka dengan segera mereka merubah kiblat menghadap ke Baitullah. dan juga dalam riwayat Ats-Tsauri serta riwayat Israil yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Tirmidzi. Kami tidak mengerti bagaimana hukumnya shalat itu. Kemudian salah seorang yang mengikuti Nabi keluar dan pergi melewati sebuah masjid pada saat jamaahnya sedang ruku' menghadap Baitul Magdis. Lantas orang itu berkata. Orang Yahudi mulanya sangat bangga ketika Nabi dan para pengikutnya shalat menghadap Baitul Maqdis dan begitu pula Ahli kitab. " Lalu turunlah ayat. "Banyak orang yang telah meninggal di masa kiblat masih ke Baitul Magdis dan banyak juga yang terbunuh setelah kiblat menghadap ke Baitullah. \'J^ 'JsS j ' i^p *L. J J (menghadap Baitul Maqdis) Maksudnya. menghadap ke arah Baitul Maqdis. Nabi SAW tinggal di Madinah di tempat para saudaranya bani Malik bin Najjar. riwayat Abu Awanah dari Ammar bin Zuraiq dari Abu Ishaq. An-Nasa'i dari riwayat Zakaria bin Abu Zaidah. Sebutan paman dan kakek-kakeknya adalah merupakan majaz (kiasan) karena kaum Anshar adalah saudara Rasulullah dari garis keturunan sang ibu. " ( Q s .menghadap ke Ka 'bah adalah shalat ashar yang dilakukannya secara berjamaah. dari Abu Nu'aim dari Zuhair. "Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. dan juga riwayat Ahmad dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas.(16 atau 17 bulan) Keragu-raguan ini terdapat dalam riwayat Zuhair dalam bab ini dan juga dalam bab "Shalat". "Demi Allah. Sedangkan dalam riwayat Bazzar dan Thabrani dari Amru bin Auf dengan lafazh 1 7 2 — FATHUL BAARI ." Selanjutnya Barra' menyebutkan dalam hadits ini. Tetapi setelah umat Islam berubah ke Baitullah mereka mencela perubahan itu. Al Baqarah (2): 143) Keterangan Hadits: Ji^-f jii ji (atau paman-pamannya) Keragu-raguan ini berasal dari Abu Ishaq. dimana ibu kakeknya Abdul Muthalib yang bernama Salma binti Amru adalah salah seorang dari Bani 'Adi bin Najjar yang berasal dari Anshar. "sittata 'asyara (enam belas)" tanpa ada keraguan.

10 bulan.. Sedangkan Musa bin Uqbah mendukung pendapat yang mengatakan. (dan Rasulullah pertama kali melakukan shalat. Ibnu Hibban berpendapat.) Shalat yang pertama kali dilakukan oleh Rasulullah SAW dengan menghadap ke Ka'bah adalah shalat ashar. Adapun tujuh belas bulan diperoleh dengan menghitung kedua bulan tersebut menjadi dua bulan. maka pendapat yang kuat adalah pendapat yang pertama. 2 bulan atau 2 tahun. 9 bulan. Sedangkan orang yang ragu-ragu. Sebenarnya kita dapat memadukan kedua riwayat tersebut dengan mudah. bahwa perpindahan itu terjadi pada bulan Jumadil Akhir. Sebagian perawi meriwayatkan dari pendapat Muhammad bin Habib bahwa perpindahan Kiblat tersebut terjadi pada pertengahan Sya'ban. "Dari sini. Termasuk diantara pendapat yang lemah adalah riwayat yang mengatakan 13 bulan.." Pendapat-pendapat selain itu adalah pendapat yang lemah seperti riwayat Ibnu Majah dari jalur Abu Bakar bin Ayas dari Abu Ishaq yang menyebutkan 18 bulan. Karena telah disepakati bahwa bulan kedatangan Rasulullah SAW di Madinah adalah bulan Rabi'ul Awal sedangkan bulan perpindahan Kiblat terjadi pada pertengahan bulan Rajab di tahun kedua. Pendapat tersebut berdasarkan hadits Umarah bin Aus yang FATHUL BAARI — 173 . "17 bulan 3 hari. J y JLU *jT. Abu Bakar adalah orang yang lemah hafalannya dan telah melakukan kerancuan dalam meriwayatkan hadits. demikian pula dengan riwayat Thabrani dari Ibnu Abbas. ia berada di antara kedua hal tersebut. karena kedatangan Rasulullah pada tanggal 12 Rabi'ul Awal. Pendapat inilah yang disebutkan dan didukung oleh Imam Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah padahal dalam keterangan Shahih Muslim ia menguatkan riwayat yang menyebutkan "16 bulan. karena dalam riwayat Ibnu Jarir dari jalurnya disebutkan "17 bulan" dan dalam riwayat lain disebutkan 16 bulan. satu bulan dengan menghilangkan tambahannya. Dalam riwayat Ibnu Sa'ad disebutkan bahwa kiblat dipindahkan ke Baitullah pada saat shalat dzuhur atau ashar."sab 'ata 'asyara (tujuh belas)". yaitu bahwa enam belas bulan itu diperoleh dengan menghitung bulan kedatangan Rasulullah di Madinah dan bulan perpindahan Kiblat.. Pendapat ini didukung oleh mayoritas ulama dan diriwayatkan oleh Hakim dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas. Riwayatriwayat ini adalah lemah. maka perpindahan Kiblat tidak mungkin terjadi pada bulan Sya'ban kecuali jika bulan kedatangan dan peralihan tidak dihitung.

apakah hal itu terjadi pada bulan Jumadil akhir. Akan tetapi ada yang harus diperhatikan dalam pendapat tersebut. "Kebanggaan mereka (kaum Nasrani) adalah karena mengikuti orang Yahudi. Yang ada dalam kalimat tersebut berarti "ma'a" (bersama). 1 7 4 — FATHUL BAARI . Ada kemungkinan kalimat tersebut ditulis dengan nashab dan huruf "waw".berkata. "Kami melaksanakan salah satu dari 2 shalat petang. Maka disebutkan dalam hadits tersebut. Lalu. s — j i (menghadap ke Mekkah) menghadap ke Baitullah yang segeralah ada di Makkah.) Yang dimaksud adalah Abbad bin Bisyr bin Qaizhi. Ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah kaum Nasrani. sedangkan shalat yang pertama kali dilakukannya (menghadap baitullah) di masjid Nabawi adalah shalat ashar. insya Allah akan kita terangkan tentang cara menggabungkan kedua riwayat itu dengan menjelaskan beberapa pelajaran penting di dalamnya. karena mereka adalah orang yang paling memusuhi orang Yahudi." Ji (Orang Yahudi mulanya sangat bangga) Ahlul kitab dinisbatkan kepada orang Yahudi. "Maka mereka merubah kiblatnya menghadap Ka 'bah. lalu apa yang membuat mereka bangga? Al Karmani berkata. Pendapat lain mengatakan. ji-j (kemudian salah seorang keluar. Mengenai jama'ah yang dilewatinya. seperti terdapat dalam hadits Ibnu Umar yang disebutkan oleh Imam Bukhari dalam bab "Shalat". bahwa orang tersebut adalah 'Abbad bin Nahik. sedangkan dia berada di Makkah. seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundih dalam sebuah hadits Thawilah binti Aslam. ada yang berpendapat bahwa mereka adalah bani Salmah. Rajab atau Sya'ban? Ada beberapa pendapat mengenai hal tersebut.. Dalam bab shalat tersebut." Dalam hal ini.." Yang benar adalah bahwa shalat yang pertama kali dilakukan oleh Rasulullah di Bani Salmah adalah shalat dzuhur yaitu ketika Bisyr bin Bararah bin M a ' r u r meninggal dunia. karena mereka termasuk dalam kategori Ahlul Kitab. Ada juga yang berpendapat bahwa orang tersebut adalah 'Abbad bin Bisyr yang menginformasikan kepada penduduk Quba' pada waktu subuh. karena kaum Nasrani tidak shalat menghadap ke Baitul Maqdis. sehingga artinya Rasul shalat bersama ahlul kitab menghadap ke Baitul Maqdis. Adapun hadits Ibnu Umar menyebutkan bahwa shalat tersebut adalah shalat shubuh yang dilakukan di tengah penduduk Quba'. saya berpendapat bahwa kemungkinan tersebut jauh.

apakah Rasul membelakangi Ka'bah atau memposisikannya diantara beliau dan Baitul Maqdis? Menurut saya. FATHUL BAARI — 175 .. Sakran bin Amru Al Amiri. Sedangkan riwayat-riwayat yang lain menyebutkan "Al Maut" (kematian). bahwa Rasul masih tetap menghadap Ka'bah di Makkah. Sedangkan yang wafat dari golongan Anshar Madinah adalah Barra' bin Ma'rur dan As'ad bin Zararah. dan yang menguatkan pendapatnya adalah hadits tentang shalat yang diimami Jibril yang dilaksanakan di pintu Ka'bah. Yang meninggal dari golongan muslim sebelum peralihan kiblat berjumlah 10 orang. " Imam Bukhari telah menyebutnya secara jelas dalam riwayatnya yang berasal dari jalur Israil. iUi (mereka mencela perubahan itu) \ 'j£>\ i Mereka adalah kaum Yahudi. " Secara zhahir. dan Hakim dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas. Amru bin Umayyah Al Asadi. Urwah bin Abdul izzi. Tirmidzi. Adi bin Nadhlah A l ' A d w i y a n i . Abdullah bin Harits As-Sahmi. Dalam hal ini Ibnu Abdul Barr mendukung pendapat kedua. Di tanah Habasyah yang wafat adalah Huthab bin Haris Al Jumahi. Sedang yang meninggal di Makkah dari golongan Quraisy adalah Abdullah bin Syihab. tetapi ketika tiba di Madinah beliau menghadap ke Baitul Maqdis yang kemudian dihapus. Az'Zuhri meriwayatkan. Ibnu Hibban. Muthalib bin Azhar Az-Zahrayani. sedangkan menurut pendapat kedua berarti beliau shalat diantara 2 rukun yamani.Kemudian diriwayatkan dari Ibnu Majah dari jalur Abu Bakar bin Ayasy yang telah disebutkan. M^Ji ^ — l * o l i ilt (banyak orang yang meninggal di masa kiblat masih ke Baitul Maqdis) yaitu pada saat kiblat masih menghadap ke Baitul Maqdis sebelum dipindahkan ke Makkah. Mereka adalah sepuluh orang yang telah disepakati.. Kemudian beberapa orang mengklaim. J t j (banyak orang meninggal atau terbunuh) Kata "Al Qatlu" hanya terdapat dalam riwayat Zuhair. "Kita shalat bersama Rasulullah SAW menghadap Baitul Maqdis 18 bulan lamanya kemudian mengalihkan kiblat ke Ka 'bah setelah 2 bulan kedatangan beliau di Madinah. pendapat pertama adalah Rasulullah menjadikan atap ka'bah di belakangnya. Demikianlah yang diriwayatkan oleh Abu Daud. dimana riwayat ini datang dari beberapa jalur.. maka turunlah ayat "Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata. mereka shalat di Makkah dengan menghadap ke Baitul Maqdis.

ia pun berkata. 1 7 6 — FATHUL BAARI .Pada masa tersebut wafat pula Iyas bin Muadz. diantaranya adalah: 1." Oleh karena itu. kemungkinan dialah yang dimaksud. Pada saat itu Rasulullah menyerukan Islam kepadanya. Bantahan kepada kelompok Murji'ah yang mengingkari bahwa amal perbuatan dalam agama adalah iman. Hadits ini juga menunjukkan bagaimana para sahabat melaksanakan ajaran agama dan berbuat baik kepada sesamanya. hanya saja keislamannya diperselisihkan. bertemu dengan Rasulullah SAW sebelum kaum Anshar bertemu dengan beliau di Aqabah. sebagaimana yang diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Barra'. Hadits tersebut menjelaskan tentang kedudukan dan kemuliaan Rasulullah di mata Allah. Jika lafazh ini memang telah dihafal. 4. Dikatakan bahwa golongannya mengatakan. maka bisa jadi beberapa kaum muslimin yang tidak terkenal pada saat itu terbunuh di luar jihad dan namanya tidak dicatat. bahwa kematian mereka terjadi setelah peristiwa Isra'. 2. Beberapa pakar mengatakan juga kepada saya." Kemudian ia kembali ke Madinah dan terbunuh pada Perang Bu'ats yang berlangsung sebelum hijrah. 3. akan tetapi bukan berarti peristiwa itu tidak pernah terjadi. Diperbolehkan merubah suatu hukum jika mempunyai kemaslahatan. karena kurangnya perhatian terhadap sejarah pada saat itu. "Perkataan ini adalah baik. Kemudian dalam kitab Al Maghazi disebutkan bahwa seorang yang diperselisihkan keislamannya yaitu Suwaid bin Shamad. bisa jadi yang dimaksud adalah golongan lemah yang berada di Makkah seperti kedua orang tua Ammar. Perhatian: Ada beberapa pelajaran penting yang dapat diambil dari hadits ini. Saya berpendapat masih diperlukan bukti-bukti yang kuat. karena Allah telah memberikan sesuatu yang diinginkannya tanpa harus memintanya secara terangterangan. "Dia dalam keadaan muslim ketika terbunuh. Masalah yang serupa telah terjadi ketika diturunkannya ayat tentang pengharaman khamer. Saya tidak menemukan informasi yang mengatakan bahwa ada orang muslim yang terbunuh sebelum kiblat berpindah.

dan juga firman Allah. Al Maaidah (18): 93). FATHUL BAARI — 177 .tentulah kami tidakakan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalannya dengan baik" (Qs.. kemudian mereka tetap pula bertakwa dan berbuat kebaikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan" (Qs."Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang shalih karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu. kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman. apabila mereka bertakwa serta beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shalih. bahwa seorang muslim yang mengerjakan perbuatan yang baik akan mendapatkan pahala. ". Al Kahfi (18): 30) Memperhatikan hal tersebut Imam Bukhari menyambung bab ini dengan bab "Kebaikan Islam Seseorang" dan menyebutkan dalil yang menguatkan..

"Apabila seseorang masuk Islam kemudian Islamnya menjadi baik. K E B A I K A N I S L A M S E S E O R A N G t * . ia akan diberi balasan yaitu setiap kebaikannya akan dibalas Allah sepuluh sampai tujuh ratus kali. Dalam riwayat Abu Dzarr — I I J t'-f^j Daruquthni telah meriwayatkan dari jalur Thalhah bin Yahya dari Malik dengan lafazh.1 j \i\ (Apabila seseorang masuk Islam). Artinya mencakup laki-laki dan perempuan. Dan . keislamannya menjadi semakin baik dengan keyakinan. niscaya Allah SWT akan menghapus segala kejahatan yang telah dilakukan.31. jif i^i *^~>- jir il M i •£ VI i-y^-i j »*J jjju-j JIP'J*u (Tidaklah seorang hamba yang masuk Islam dan kemudian memperbaiki keislamannya kecuali Allah akan membalas setiap kebaikan yang dilakukannya dan menghapuskan segala kesalahan yang dilakukannya). * * " ' o * ' M* * t t ' ' j l — S " j L^lij jlS" AJL U l j ^iiv? 2JU J T i £ Jii y L ' J l LjJLtil <>-^-» li| iu-J-l t^CaiJl dili J-w . L J I P *_JI jl V| Lj^** 41. 1 7 8 — FATHUL BAARI . i^ij menggunakan (Telah dilakukan). *. . " Keterangan Hadits: J iiy Uli 1. ' o'. kecuali jika Allah memaafkannya. Setelah itu. hukum ini (Kemudian Islamnya menjadi baik). keikhlasan dan mencurahkan seluruh perhatiannya kepada Islam baik secara lahir maupun batin serta merasa dekat kepada Allah ketika sedang beribadah sebagaimana yang ditunjukkan dengan kata "ihsan "dalam hadits Jibril yang akan kita jelaskan kemudian. i^iij i^iii. Sedangkan kejahatannya dibalas (hanya) setimpal dengan kejahatannya itu.46« Sn' H / ^ / d i a i r i &4 6a/iwa Rasulullah SAW bersabda.

Imam Daruquthni juga meriwayatkan dari jalur Zaid bin Syu'aib dari Malik dengan lafazh. Hal itu disebabkan karena salah satu dari syarat orang yang melakukan pendekatan diri adalah harus mengetahui siapa yang didekatinya. "Pendapat yang didukung oleh para ulama adalah pendapat yang menyatakan bahwa seorang kafir yang telah melakukan kebaikan seperti sedekah atau silaturahim kemudian ia masuk Islam dan meninggal dalam keislamannya. Menurut Al Khaththabi kedua bentuk tersebut memiliki satu arti. Dalam kitab Al Masyariq dikatakan. "Zalafa " berarti mengumpulkan atau mencari (Jama'a au Kasaba). pendapat yang benar adalah bahwa pemberian pahala kepada seseorang yang telah memeluk Islam sebagai karunia dari FATHUL BAARI — 179 . Ada yang berpendapat bahwa Imam Bukhari sengaja menghilangkan kalimat yang diriwayatkan oleh perawiperawi lainnya. : ^ . maksudnya Allah menyuruh malaikat untuk mencatatnya. hanya saja beliau menggunakan kata "Azlafahaa". yaitu yang telah lewat. Dalam kitab Al Jami' disebutkan bahwa kata "Az-Zulfaa" (perbuatan yang telah lalu) dapat dipergunakan baik dalam kebaikan maupun keburukan. Dari sini. Dalam sebuah riwayat disebutkan "Kataballahu " (Allah telah mencatat).' ^ 4 & Jyi (Allah mengatakan kepada para malaikatnya. Sedangkan arti "Qurbah " (mendekati) hanya untuk hal-hal yang baik saja.Riwayat dari Nasa'i hampir sama dengan riwayat yang ada di atas." Dalam hal ini. Beliau berkata. maka pahala atas seluruh kebaikannya akan diberikan. maka perbuatan shalih yang telah dilakukannya dalam kondisi syirik tidak akan mendapat pahala. karena kalimat tersebut bertentangan dengan kaidah yang telah disepakati. Oleh karena itu. "Catatlah!"). Dalam semua riwayat disebutkan. lafazh yang dihilangkan oleh Bukhari adalah masalah pencatatan kebaikan yang dilakukan seseorang sebelum masuk Islam. Arti ini mencakup hal-hal yang baik dan buruk. karena telah disepakati bahwa jika seorang kafir telah membayar kafarat zhihar misalnya. "Upaya mendekatkan diri yang dilakukan oleh orang kafir tidak dapat diterima. Dalam hal ini. maka ketika masuk Islam ia tidak diwajibkan untuk mengulanginya kembali. maka riwayat-riwayat selain Ahu Dzarr menjadi kuat dan hanya perkataan Al Khaththabi saja yang menguatkan riwayat Abu Dzarr tersebut. Al Mazari berkata. pernyataan bahwa pendapat tersebut bertentangan dengan kaidah tidak dapat diterima. orang kafir tidak termasuk dalam golongan tersebut." Pendapat ini didukung oleh Qadhi Iyadh dan dianggap lemah oleh Imam Nawawi.

—'«aii\ i L J i j_Ju' 01—f j (Setelah itu. "Allah dapat memberikan sesuatu kepada hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Akan tetapi. dan juga Al Qurthubi serta Ibnu Munir dari kalangan ulama modern. Sedangkan jika ia mati ketika masih mengikuti agamanya yang dulu maka semua kebaikannya tidak akan bermanfaat atau sia-sia. 'Wahai Tuhanku. Allah juga dapat memberikan pahala kepada orang yang lemah. Maksudnya adalah. Hadits tersebut hanya mengindikasikan diberinya pahala tanpa menjelaskan apakah kebaikannya itu diterima atau tidak. maka apa yang dilakukannya di waktu kafir akan bermanfaat.Allah SWT tidak berarti bahwa kebaikan yang dilakukannya pada saat ia kafir akan diterima oleh Allah. dan tidak ada seorang pun yang dapat menghalanginya. Kalimat ini diungkapkan dalam bentuk 1 8 0 — FATHUL BAARI . ampuni kesalahanku pada hari kiamat. itu tidak dipertentangkan. Pendapat tersebut juga diperkuat dengan sabda Rasulullah SAW ketika ditanya oleh Aisyah RA tentang Ibnu Jad'an. "Apakah perbuatan baiknya akan bermanfaat baginya?" Rasulullah menjawab. "Yang bertentangan dengan kaidah adalah anggapan bahwa pahala atas perbuatannya itu dicatat pada waktu ia masih kafir. sama seperti memberikan pahala kepada orang yang kuat." Ulama-ulama lainnya berargumen bahwa seorang ahli kitab jika telah beriman. bahwa amal perbuatannya di dunia akan ditulis dan akan dibalas di akhirat nanti. ia akan diberi balasan). dan jika tidak maka akan ditolak." Ibnu Baththal berkata. Adapun Allah memberikan pahala kepada seseorang atas kebaikannya dalam Islam. Hal ini mengindikasikan bahwa pahala atas perbuatan yang dilakukan pada saat ia masih mengikuti agamanya yang dulu. "Tidak. sebagaimana Allah dapat memberikan karunia kepada seseorang meskipun ia tidak melakukan kebaikan. juga diberikan dan digabungkan dengan pahala atas perbuatannya setelah masuk Islam.'"' Hadits ini menunjukkan bahwa jika ia mengatakan kalimat tersebut setelah masuk Islam. Ibnu Baththal dan lainnya dari kalangan ulama terdahulu. maka ia akan diberi pahala dua kali lipat sebagaimana dijelaskan dalam Al Qurian dan Hadits shahih. dimungkinkan bahwa diterima atau tidaknya kebaikan itu tergantung keislamannya. Pendapat Imam Nawawi ini juga didukung oleh Ibrahim Al Harbi. Oleh karena itu. sekalipun berkata. jika Allah dapat memberikan pahala kepada orang yang belum melakukan kebaikan (hanya sekedar niat). Maka jika ia masuk Islam kebaikannya akan diterima. Ibnu Munir berkata. maka Dia juga dapat memberikan pahala atas perbuatan yang tidak memenuhi syarat. Pendapat ini merupakan pendapat yang kuat.

Al Baqarah (2): 261) Ayat ini mengandung dua kemungkinan.. seperti dalam firman Allah SWT. yaitu bisa jadi Allah melipatgandakan kelipatan tersebut hingga mencapai 700 atau Aliah akan menggandakan 700 hingga melampaui jumlah tersebut.'—*i 01 V' (Kecuali jika Allah memaafkannya). Imam Sibawaih dalam kitabnya menyebutkan. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda." (Qs. Bagian awal hadits ini membantah pendapat yang menolak bahwa iman dapat bertambah atau berkurang.madhi (kata kerja bentuk lampau) untuk menunjukkan bahwa hal itu benar-benar terjadi. sehingga mereka berpendapat bahwa kelipatannya itu tidak akan melebihi 700. t> * ' 42. 3 l " * ' o ' S * ' s ' O l ' ' ' ' " ' o * ^O 'j—UUl Iji) L) s l*j iD! J L U < O J I S y j J-* e'jj* ^ - J* s 'L. sedangkan bagian akhir hadits ini membantah golongan Khawarij dan Mu'tazitah. sedangkan setiap kejelekan yang dilakukannya hanya ditulis sepertinya (satu)" FATHUL BAARI — 1 8 1 ." 14—'i Jii _)_. "Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. J l L^Jlif JJ^U iJSJ * L^LUJ' l' > J & ' s '•" '^yl*\ c ^-T-b-l t " f . "Jika seseorang memperbagus keislamannya maka untuk setiap kebaikan yang dilakukan akan dituliskan !0 hingga 700 kali lipat. "Dan penghunipenghuni surga berseru. " ( Q s . Pendapat ini dibantah oleh firman Allah SWT. Al A'raaf (7): 44) Al Mawardi mengatakan bahwa sebagian ulama menafsirkan kata llaa Sabi Mi'atin (sampai 700) berdasarkan zhahir lafazhnya saja. "Allah menuliskan untuknya W sampai 700 kali lipat kebaikan dan akan melipatgandakannya. Pendapat tersebut juga dibantah secara jelas oleh hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas dalam bab "Ar-Riqaq" yang berbunyi.. & s'jyi Jl ~i\ (Kecuali jika Allah mengampuninya dan Dia adalah Maha Pengampun). Hadits ini membantah golongan Khawarij dan golongan lainnya yang mengkafirkan seseorang karena dosanya (selain syirik) dan ia akan kekal di dalam neraka.

yaitu bagi mereka yang hadir pada waktu itu dan yang lainnya. Ini adalah lafazh Imam Bukhari. Al Ismail! meriwayatkan hadits tersebut dari jalur Ibnu Mubarak dari M a ' m a r seperti riwayat yang pertama.i J J L J & s s «UJl J L J D i of Ciolif s t f % r ^ s s s j J a J s s 4__Ul y d jlu>al LL . Imam Muslim. lafazhnya adalah \ *V ^i fy^\ 'j-i.b. walaupun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang alasan pemberlakuan hukum itu secara umum. ilii ji. f—(Maka untuk setiap kebaikan). apakah berdasarkan kaidah bahasa. Dengan demikian. ^ l L A^P JL* l^pC* j > JSTJJ iJMi cJLJ s i i J ^1 ^ j J i Li-f S i T j i j * .. (Jika keislaman seseorang 1 D menjadi baik). i i' *VA—-J ^ o i .(hingga ia 32. Akan tetapi hukumnya tetap berlaku bagi semua orang. Sedangkan menurut Ishaq bin Rahawaih dalam musnadnya dari Abd.i J-="' ^! (Jika seseorang memperbagus keislamannya). Ishaq dan Al Ismaili menambahkan hadits ini dengan kalimat. J& J>. atau majaz (kiasan). ^ l^H (Sepertinya). J — ^ bertemu dengan Allah SWT).)" adalah menunjukkan arti istighraq (mencakup keseluruhan).. A G A M A (AMAL) Y A N G PALING DISUKAI ALLAH ADALAH YANG DILAKUKAN SECARA TERUS MENERUS fi AILP ^ y s ' ^ s y & y y * ^ ^ $gy J J i — s i\"J>\ liolpj L$11P J i . v 1 8 2 — FATHUL BAARI . Hadits ini menggunakan kata jamak dalam kata \—s"iiis karena hadits tersebut ditujukan kepada para hadirin. istilah. Razaq. J>. maka "Alif lam ta'rif" pada hadits sebelumnya yang berbunyi U^Jiif J^> ~£~J-\ (Setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat.Keterangan Hadits: J' B . Muslim dan perawi-perawi lainnya. seakan-akan ia meriwayatkan hadits tersebut dengan maknanya saja.

"Apa yang dikatakannya ketika masuk?" Maka Aisyah berkata. Dari Aisyah RA.43. Sedangkan dalam riwayat Muslim dari Zuhri dari Urwah. maka pemahaman Imam Bukhari tersebut dapat dibenarkan. "Siapa wanita itu?"). Demikian pula dalam riwayat Imam Bukhari dalam bab "Shalat Malam" dengan sanad muallaq dari Al Qa'nabi dari Malik dari Hisyam. tetapi melaksanakan shalat). bahwa dalam hadits sebelumnya telah menjelaskan keislaman seseorang yang dapat ditingkatkan dengan melakukan amal shalih. "Siapa wanita itu? " 'j (Yang terkenal). Ada yang atau subyeknya tidak diketahui (dalam meriwayatkan dengan kata bentuk pasif). Adapun korelasi antara hadits ini "Tetapi kerjakanlah semampumu" dengan hadits sebelumnya adalah. " Kemudian Nabi bersabda. "Nabi bersabda. Dia tidak bosan untuk memberikan pahala. karena maksud dari kata Ad-Din (agama) dalam hadits tersebut adalah amal. maka di sini Imam Bukhari ingin menekankan bahwa usaha untuk meningkatkan keislaman secara berlebihan tidak dianjurkan. Demi Allah. bahwa pada suatu ketika Nabi SAW pulang ke rumah Aisyah dan beliau melihat ada seorang wanita di dekatnya. menurut riwayat Malik di atas. Lalu Nabi bertanya. bahwa FATHUL BAARI — 183 . sedangkan Islam yang hakiki adalah sama pengertiannya dengan iman. "Siapa wanita itu? " Aisyah menjawab. Perempuan ini. "Jangan begitu! Tetapi kerjakanlah semampumu. jp* ^ v (Tidak tidur malam). berasal dari bani Asad. Dalam riwayat Ahmad dari Yahya A! Qaththan lafazhnya. •j—s 'j '* JUJ (Lalu Nabi bersabda. subyeknya adalah Aisyah. Hal ini telah dijelaskan dalam bab "Agama itu mudah". »ii 'j* Jii tanpa huruf fa' karena kalimat tersebut merupakan jawaban dari pertanyaan seseorang. sehingga maksudnya adalah mereka mengingat bahwa shalatnya sangat banyak. "Inilah si fulanah yang terkenal banyak melakukan shalat. Agama (amal) yang paling disukai Allah adalah yang dilakukan secara tetap dan teratur?'' Dalam bab ini. JtJ ifii* V (Tidak tidur. Riwayat tersebut disebutkan secara maushul dalam kitab Al Muwaththa' dari Al Qa'nabi dengan lafazh. hingga kamu sendiri yang malas berbuat amal. Dari sini.Dalam riwayat Al Ushaili disebutkan dengan lafazh. sebab arti Ad-Din (agama) yang sebenarnya adalah Islam. Imam Bukhari ingin menjelaskan bahwa amal dapat disebut sebagai "Iman".

maka kedua riwayat tersebut nampak saling bertentangan. bahwa dalam hadits Hisyam pada bab ini disebutkan "ketika Nabi SAW pulang ke rumah Aisyah dan beliau melihat ada seorang wanita di dekatnya". atau dimungkinkan juga ada beberapa kisah tentang hal itu. Qadhi Iyadh berkata. Rasulullah pun menanyakan kepada Aisyah tentang wanita tersebut. karena kisah yang berkenaan dengan hadits di atas hanya satu. hadits tersebut diriwayatkan dengan lafazh. Kemudian ketika wanita tersebut bangun dan hendak pergi. atau untuk melarangnya agar ia tidak melakukan perbuatan seperti itu. seperti yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Ishaq dari Hisyam "Al Haula binti Tuwait lewat di depan Rasulullah"." Riwayat ini menguatkan riwayat kedua yang mengatakan bahwa kalimat tersebut bukan berasal dari Aisyah. seperti yang akan diterangkan kemudian. sehingga mereka berpendapat bahwa melakukan shalat sepanjang malam hukumnya makruh. ia bertemu dengan Rasulullah. Dalam riwayat itu. Akan tetapi kedua hadits itu dapat disatukan. maksudnya adalah cukuplah. Riwayat ini dikeluarkan oleh Muhammad bin Nashr dalam bab "Bangun Malam". Dengan demikian. kalimat tersebut mengandung larangan untuk membebani seseorang dengan melakukan ibadah yang berada di luar kemampuannya. "Ada kemungkinan bahwa yang dimaksud adalah khusus dalam masalah shalat 1 8 4 — FATHUL BAARI . oj LWi jU-iO* (Kerjakanlah semampumu). Pernyataan semacam itu dapat dibantah. kalimat tersebut mengandung perintah untuk melakukan ibadah sesuai dengan kemampuan. Maka setelah ia pergi. Pendapat ini diikuti oleh sebagian ahli fikih. 1_J> (Jangan begitu). tetapi ketika Rasulullah SAW pulang ke rumah Aisyah. Dari sini dapat dijelaskan bahwa Al Haula' pada mulanya berada di rumah Aisyah. maksudnya kerjakanlah amal yang dapat kamu lakukan secara terus menerus. Sedangkan secara implisit. riwayat-riwayat tersebut dapat disatukan.wanita tersebut adalah Al Haula' binti Tuwait bin Habib Asad bin Abdul Izzi yang termasuk keluarga Khadijah RA. Secara eksplisit. sedangkan dalam riwayat AzZuhri disebutkan "Bahwa Al Haula' bertemu dengan Rasulullah". Jika ada yang mengatakan. "Dan mereka mengatakan bahwa wanita tersebut tidak pernah tidur pada malam hari. yaitu bahwa wanita yang bertemu dengan Rasulullah adalah selain Al Haula' yang berasal dari bani Asad. Al Haula' bangun seperti yang dijelaskan dalam riwayat Hamad bin Salmah yang akan kita sebutkan nanti. Teguran ini ditujukan kepada Aisyah dengan maksud untuk melarangnya agar tidak memuji seseorang dengan cara seperti itu.

l i—U i y' (Demi Allah). Asy-Syuuraa (42): 40) Al Qurthubi berkata." Al Harawi berkata. kecuali jika kalian merasa bosan untuk memintanya atau tidak menginginkannya. seperti halnya firman Allah SWT.malam atau bersifat umum yang menyangkut seluruh amalan syariah." Hal tersebut berdasarkan bahwa kata "hatta " dalam hadits tersebut bermakna akhir dari tujuan. Allah tidak akan menghentikan karunia-Nya kepadamu. Kalimat ini menunjukkan bahwa bersumpah tanpa diminta adalah dibolehkan. dan inilah pendapat yang kuat. Mereka berkata. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa hukum tersebut bersifat umum. bahwa latar belakang keluarnya hadits tersebut bersifat khusus dalam masalah shalat. "Ungkapan tersebut merupakan majaz karena Allah memutuskan pahala bagi orang yang bosan beribadah. bahkan menjadi sunah jika dilakukan dalam rangka menegaskan atau memberikan dorongan kepada seseorang untuk melakukan suatu perintah agama dan menjauhkan diri dari larangan. "Maksudnya adalah.adalah mustahil terdapat dalam dzat Allah SWT. baik bagi kaum lakilaki maupun wanita. hingga kamu sendiri yang malas berbuat amal)." Dalam hal ini saya berpendapat. padahal lawan bicaranya adalah kaum wanita. " (Qs." Yang lain berkata. Akan tetapi sebagian dari mereka berusaha untuk menakwilkannya." Al Mazari berkata. "Ada pendapat yang mengatakan bahwa kata "hatta" disini berarti "waw". akan tetapi lafazhnya bersifat aam (umum). "Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Maksud dari kata malai (bosan) adalah merasa berat atau enggan untuk melakukan suatu perbuatan setelah sebelumnya menyukai perbuatan tersebut. Sifat ini menurut kesepakatan ulama. Mereka berkata. "Kewajiban kalian untuk mentaati-Nya tidak akan terputus sampai habis kekuatan kalian. "Allah tidak bosan walaupun kalian bosan" dan ungkapan seperti ini telah dipakai dalam percakapan orang Arab. Dalam hadits ini Rasulullah SAW menggunakan kata "Alaikum" (atas kamu sekalian). "Saya tidak akan mengerjakan pekerjaan ini sampai burung gagak beruban. oleh karena itu arti dari kalimat tersebut menjadi "Laa Yamullu wa Tamullun" (Dia (Allah) tidak jemu dan kalian FATHUL BAARI — 185 . maka Allah pun mengungkapkannya dengan kata malai (bosan). —Llf ^ — ^ *i> JII N (Dia tidak bosan untuk memberikan pahala. Al Ismaili dan para ulama berpendapat bahwa penggunaan lafazh tersebut dalam arti yang berbeda adalah sebagai bentuk majaz (kiasan). dan hal ini termasuk dalam kategori menamakan sesuatu dengan sebabnya.

karena . "Kerjakan amalan sesuai dengan kemampuan kalian karena sesungguhnya Allah tidak akan jemu memberikan pahala sampai kalian yang jemu melakukannya. sedangkan para perawi lainnya meriwayatkan dari Hisyam dengan lafazh S jp Li -f o&j (Dan sesungguhnya amalan yang paling disukai olehnya). berbeda halnya dengan amalan yang banyak tapi memberatkan. yang paling disukai oleh Rasuullah SAW. . Dengan demikian. Hal ini disebutkan secara jelas oleh Imam Bukhari dalam bab "ArRiqaq". bahwa makna kecintaan dari Allah adalah kehendak Allah untuk memberikan pahala. Pendapat pertama lebih sesuai dengan kaidah bahasa. melakukan koreksi diri. Ibnu Hibban berkata dalam shahihnya. 2i (Kepada-Nya). Li-f (Paling disukai). "Amal yang sedikit tapi dilakukan secara terus menerus menunjukkan ketaatan seseorang kepada Allah SWT. Riwayat ini sesuai dengan judul bab." Akan tetapi dalam rangkaian sanadnya terdapat Musa bin Ubaidah. Imam Nawawi berkata. ikhlas dan menerima apa yang ditakdirkan Allah kepadanya. "Ini adalah lafazh ta'aruf. Dalam riwayat Al Mustamli disebutkan dengan lafazh Jii JL (Kepada Allah). bahwa Allah mencintai amal yang dilakukan secara terus menerus karena dua hal: 1 8 6 — FATHUL BAARI . Al Qadhi Abu Bakar Al Arabi berpendapat. Dengan demikian. dan dia termasuk perawi yang lemah. Pendapat ini diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan dari jalur Aisyah dengan lafazh. Demikian pula dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari jalur Abu Salmah serta riwayat Muslim dari Qasim dari Aisyah. Maksudnya. yaitu dengan mengingat-Nya. Sebab amal yang sedikit tapi dilakukan secara terus menerus itu akan bertambah. amal atau perbuatan yang paling banyak mendapat pahala adalah yang dilakukan secara terus menerus. Dalam hal ini tidak ada pertentangan antara kedua hadits tersebut.merasa jemu). mereka menghilangkan sifat bosan dari Allah dan menisbatkannya kepada mereka.p a d a hakikatnyasesuatu yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling dicintai oleh Rasul-Nya. dan juga dalam riwayat Ubdah dari Hisyam yang dikeluarkan oleh Ishaq bin Rahawaih dalam musnadnya. sedangkan amal yang banyak tapi memberatkan akan terhenti atau terputus di tengah jalan." Ibnu Jauzi berkata. "Pendapat lain mengatakan bahwa kata "hatta" berarti hina. Kemudian beliau berkata. yang menjadikan lawan bicara tidak dapat mengerti apa yang dibicarakan kecuali dengan kata tersebut." Inilah pendapat beliau dalam semua kata yang ada kemiripan. yaitu riwayat Malik dari Hisyam.

karena orang yang meninggalkan amal yang telah dilakukannya adalah seperti orang yang berputar kembali setelah sampai ke tempat tujuan. "Dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. tidaklah sama nilainya dengan orang yang melakukannya dalam satu hari penuh tapi setelah itu ia berhenti dan tidak meneruskannya. Oleh karena itu." (Qs. maka berarti imannya telah berkurang. Allah memberikan ancaman kepada orang yang hafal Al Qur'an kemudian melupakannya. Maka orang yang selalu mengkaji ilmu selama beberapa jam saja tapi dilakukan setiap hari. "(Qs. padahal ancaman itu tidak ditujukan kepadanya sebelum ia menghafal Al Qur'an. B E R T A M B A H DAN B E R K U R A N G N Y A IMAN Allah SWT berfirman. Kemudian Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari jalur Abu Salmah dari Aisyah. > f ^ f i v * as s s J 3 & 0' vi ' y f d s 44. " Firman-Nya pula. Al Maa'idah (5): 3) "Apabila seseorang melakukan sesuatu secara tidak sempurna. i \ H ju °j> p •* 'j? £>j. Kedua.Pertama. Orang seperti ini adalah orang yang tercela. karena melakukan kebaikan secara terus menerus adalah menunjukkan pengabdian seseorang." 33. "Sesungguhnya amal yang paling disukai oleh Allah adalah yang terus menerus walaupun sedikit. 'Dan supaya orangorang yang beriman bertambah imannya. A l K a h f i ( l S ) : 13) dan firman-Nya. "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. Dari Anas RA bahwa Nabi SAW bersabda. " M J l — i 'J* p > 'j? £ > 4 J<i jUl-j Aiil J £ \ JP p \ °jl i—N V J i i 'j* p s s j ? r>dj P $ 'j? £ ^ j j <J* J>J <W ^1 *H * >* iLi v . "Akan dikeluarkan dari neraka: Ij Orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dan dalam FATHUL BAARI — 187 .

Ibnu Baththal berkata. Ketika Allah 1 8 8 — FATHUL BAARI . maka tingkat keyakinannya sebesar biji burrah atau sya'ir. Meskipun demikian. melainkan harus bertambah dengan bertambahnya ilmu. Adapun maksud dari ayat di atas adalah seperti yang diisyaratkan oleh Imam Bukhari mengenai hadits Sufyan bin Uyainah. maka tingkat keyakinannya sebesar biji dzarrah. 2) Akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallaha dan dalam hatinya terdapat kebaikan sebesar burrah. Dalam hal ini. Apabila mereka telah mengucapkannya. dimana dalam bab tersebut disebutkan sebuah hadits dari Abu Sa'id Al Khudri yang memiliki kesamaan makna dengan hadits Anas yang kita sebutkan dalam bab ini. Pada saat itu. Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk mengucapkan La Ilaha Illallah. Pada awal pembahasan tentang iman." Kemudian Ibnu Uyainah pun menjawab. maka darah dan harta mereka dilindungi. Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Anas menjelaskan tentang adanya perbedaan tingkat keimanan manusia tersebut. Orang yang tingkat keilmuannya rendah. " Keterangan Hadits: Daiam bab ke-16 sebelum bab ini telah dijelaskan tentang tingkatan amal orang-orang yang beriman (Ahlul Iman). telah dijelaskan tentang perkataan Imam Nawawi yang mengindikasikan hal tersebut. "Hal itu sebelum disyariatkannya hukum. sehingga ada yang berasumsi bahwa hal itu merupakan bentuk pengulangan.hatinya terdapat kebaikan (iman) seberat sya 'irah. hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id dipaparkan dalam pembahasan tentang aspek perbuatan. karena hadits tersebut sama sekali tidak mengindikasikan adanya perbedaan tingkat keimanan manusia. "Ada orang yang berkata kepada Ibnu Uyainah bahwa iman hanya terbatas pada ucapan saja. Sedangkan orang yang tingkat keilmuannya lebih tinggi. yang diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dari Amru bin Utsman Ar-Raqi bahwa ia berkata. burrah dan dzarrah. yaitu antara tingkatan sya 'irah. "Perbedaan tingkat keyakinan manusia disebabkan karena perbedaan tingkat keilmuan dan kebodohan seseorang. kedua aspek ini masing-masing dapat dijadikan sebagai judul bab. Pernyataan ini tidak benar. dasar keyakinan yang terdapat dalam hati setiap orang tidak boleh berkurang. 3) Akan dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah dan dalam hatinya terdapat kebaikan sebesar dzarrah. karena bertambah atau berkurangnya iman seseorang dapat dilihat dari aspek perbuatan maupun keyakinan.

1 FATHUL BAARI — 189 . Sedangkan kata kamal (kesempurnaan) tidak menunjukkan makna ziyadah. Oleh karena itu Imam Bukhari berkata. sedangkan dalam menyebutkan dua ayat sebelumnya beliau menggunakan ungkapan J i i j y (firman Allah). karena kedua ayat tersebut mengindikasikan makna ziyadah (penambahan) dan sudah pasti juga menunjukkan makna naqshun (pengurangan).mengetahui keyakinan mereka. sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. dan dua bagian lainnya adalah perbuatan." Kemudian Ibnu Uyainah menyebutkan rukun Islam yang lain dan berkata. yaitu iman. bahwa Imam Bukhari menyebutkan lagi kedua ayat tersebut dengan maksud agar makna kamal (kesempurnaan) dalam ayat ketiga dapat dipahami. "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam" {Qs. Sedangkan orang yang tidak melaksanakannya karena membangkang. maka kita harus memperingatkannya dan ia termasuk orang yang tidak sempurna imannya. karena bertentangan dengan Al Qur'an sebagaimana firman Allah SWT. Al Maaidah (5): 3) Oleh karena itu. maka Dia memerintahkan kepadanya untuk melaksanakan shalat dan mereka pun mematuhinya. Dalam hal ini Abu Ubaid membantah pernyataan tersebut. maka ia termasuk orang kafir. Jika ada pertanyaan. maka kata kamal juga mengandung makna ziyadah." (Qs." Kemudian dalam pembahasan tentang Iman." Dari sini beliau menggunakan ungkapan ^ J -— i (Allah berfirman) sebelum menyebutkan ayat ketiga. "Mengapa dalam bab ini disebutkan lagi dua ayat yang telah disebutkan dalam awal pembahasan tentang iman?" Maka jawabannya adalah. "Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu. Akan tetapi karena kamal mengandung makna naqshun. karena agama terdiri dari tiga bagian. barangsiapa yang tidak melaksanakan salah satu dari kewajiban tersebut karena malas atau sengaja. "Apabila seseorang melakukan sesuatu secara tidak sempurna. Adapun jika mereka tidak mematuhinya. "Setelah Allah mengetahui bahwa mereka menerima dan melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut. Abu Ubaid menjelaskan bahwa sebagian orang yang membangkang mengatakan bahwa iman tidaklah sama dengan agama. maka Allah pun berfirman. Aali Imraan (3): 19) Hai ini disebabkan karena kata "Islam" jika disebutkan secara terpisah maka mengandung pengertian iman. maka berarti imannya telah berkurang.Perbuatan itu sendiri terdiri dari hal-hal yang wajib dan sunah. maka ikrar kalimat La Ilaha Illallah itu tidak berguna. tetapi hanya menunjukkan makna naqshun.

Padahal kenyataannya tidak demikian. Inilah kondisi para sahabat yang meninggal sebelum turunnya ayat ini. Mengenai hal ini. bahwa mengucapkan La Ilaha Illallah merupakan syarat iman. bahwa kekurangan dalam agama adalah relatif. Jika ada pertanyaan. Yang terakhir ini tidak dicela. Al Qadhi Abu Bakar bin Al Arabi menjelaskan. karena iman mereka masih tetap sempurna. Dapat juga dipahami bahwa kata "Qaul" (perkataan) maksudnya adalah Qaul An-Nafsi (perkataan jiwa). Yang dapat menyebabkan dosa adalah kekurangan yang dilakukan dengan sengaja seperti orang yang mengetahui kewajiban agama. oleh karena itu kesempurnaan adalah perkara yang relatif sebagaimana yang diterangkan. 'i' Jii 'j* (Orang yang mengucapkan La Ilaha Illallah). karena mencakup hukum yang tidak terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya. maka berarti sebelum turunnya ayat itu seseorang masih dalam kekurangan. yaitu ada yang dapat menyebabkan dosa dan ada yang tidak. Dengan ini maka syariat Musa pada masanya telah sempurna kemudian direvisi pada syariat Isa.Hal ini dapat membantah pendapat yang mengatakan bahwa ayat "Kusempurnakan untukmu agamamu" tidak dapat dijadikan dalil bagi pernyataan Imam Bukhari yang terdapat dalam judul bab.". sehingga maksud kalimat tersebut adalah "Barangsiapa yang mengikrarkan tauhid dan meyakininya. kekurangan bagi mereka hanya bersifat formal atau imajinasi relatif Adapun dari segi makna.. J_Ui Vj •—i. Dengan demikian mengikrarkan tauhid merupakan kewajiban. "Mengapa risalah tidak disebutkan dalam hadits ini?" Maka jawabannya adalah. karena kalimat tersebut telah mencakup keseluruhan dan dapat mewakili yang lain. Jika maksudnya adalah kesempurnaan dalam melaksanakan kewajiban. Kesimpulannya. bahkan dipuji karena jika diberitahu maka dia akan menerima dan mengerjakan. karena kata ikmaai (menyempurnakan) jika maksudnya adalah kemenangan kaum muslimin atas para pembangkang atau kaum musyrikin. Ini adalah rujukan bagi yang berpendapat bahwa syariat Muhammad lebih sempurna dari syariat Musa dan Isa. akan tetapi ia meninggalkannya secara sengaja. sehingga para sahabat yang meninggal sebelum turunnya ayat tersebut berarti imannya tidak sempurna. mereka memiliki tingkat kesempurnaan. Sedangkan yang tidak menyebabkan dosa adalah kekurangan yang tidak sengaja. maka ayat tersebut tidak dapat dijadikan dalil bagi Imam Bukhari. seperti halnya jika 1 9 0 — FATHUL BAARI . seperti orang yang tidak mengetahui kewajiban agama atau belum dikenakan kewajiban.. Kalimat ini mengisyaratkan. sehingga kalimat tersebut diulang-ulang dalam hadits ini.

Ada yang berpendapat bahwa dzarrah berarti sesuatu yang paling ringan timbangannya. dan inilah arti dari dzarrrah. maka akan kami jadikan FATHUL BAARI — 191 . bahwa berat burrah lebih ringan daripada berat sya 'ir karena Rasulullah SAW menyebutkan sya 'ir. bahwa artinya adalah semut kecil. "jika engkau meletakkan kedua tanganmu di atas debu kemudian menepuknepukkannya. dan ada pula yang berpendapat bahwa artinya adalah debu yang terlihat dalam sinar mentari seperti ujung jarum. "Wahai Amirul Mukminin. maka jawabannya adalah. Pada akhir pembahasan tentang tauhid.3jt*J>r fjJ Aiyu ^Jl* y i j 45. maksudnya adalah gandum. Terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang arti kata dzarrah.U i l j 'PSSII ^iO c -llS 'l ^jjl) Jii AJT . Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata.seseorang berkata "Saya membaca Qul Huwallahu maksudnya adalah membaca surah Al Ikhlas seluruhnya. Sedangkan pendapat lain mengatakan.'''' Kemudian ada juga yang berpendapat bahwa berat empat dzarrah sama dengan satu khardaiah (biji sawi). t Ahad".j ijT ^-L*3~J> 'JJ\ L' AJ JL* i J Q \ J * i-i—^ ^ • *°JS\ 'P j 01 L_jLUkJl J 'Y**. Dor/ L'mar bin Khaththab RA bahwa ada seorang Yahudi yang berkata kepadanya. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari jalur Humaid dari Anas bahwa Nabi bersabda. ^ . bahwa dalam riwayat Muslim menggunakan kata tsumma (kemudian) yang mengindikasikan arti urutan. Dari hadits ini dapat disimpulkan. iji (Sebesar dzarrah). "Akan dimasukkan ke surga orang yang dalam hatinya terdapat (iman) sebiji sawi (khardaiah) kemudian yang dalam hatinya terdapat yang lebih kecil dari itu". maka i'jS (Sebesar biji gandum). maka yang terjatuh itu dinamakan dzarrah.J\ JL* L^'jj «J C J ^ ^ j J i otCJij y i iu> I I > ai *jS J I I ( I T O f^Cy! ^ ^4^' .'JCQp Y iAii l u i J v CJJ JJ^2\ "JIX> ^JS-YT j^N^T ^LLP O . kemudian burrah dan terakhir dzarrah. ada sebuah ayat dalam kitab kalian yang jika diturunkan kepada kami. Jika ada yang berpendapat bahwa konteks hadits tersebut menggunakan huruf "waw" yang tidak menunjukkan urutan.

dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan Kuridhai Islam itu agama bagimu. Kata Xf berasal dari kata J y (kembali). hal 'flSj itu karena hari raya selalu diperingati setiap tahun. "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. karena hari tersebut adalah hari yang agung dimana pada saat itu agama telah disempurnakan.). yaitu pada saat beliau berada di Arafah pada hari Jum 'at. fL. Kemudian Imam Bukhari menyebutkannya dalam pembahasan tentang Al Maghazi (peperangan) dari jalur Ats-Tsauri dari Qais bin Muslim bahwa orang tersebut berasal dari Yahudi. Kemudian dalam riwayat Ja'far bin 'Aun ditambah dengan lafazh. L-Ukh 1 (Akan kami jadikan. '^'f ^ OiSCiij <j LJ^f ^JJi ^'fS\ pltj J\ Imam Muslim meriwayatkan dari Abdu bin Humaid dari Ja'far bin Aun dengan menambahkan lafazh. AthThabari dalam tafsirnya dan Ath-Thabrani dalam Al Ausath. kami akan jadikan hari tersebut sebagai hari raya. " Maka Umar bertanya. Jika ada orang yang berkata. yaitu K a ' a b Al Ahbar. dan tidak berkata." Akan tetapi Umar RA menjawabnya bahwa ia mengetahui tentang waktu dan tempat turunnya ayat itu. bahwa ketika menyampaikan hal tersebut Ka'ab bersama sekelompok orang Yahudi dan kemudian ia menyampaikannya sebagai wakil mereka... "Qaalat Al Yahud (sekelompok orang Yahudi berkata)". "Ayat yang mana?" Kemudian orang itu menjawab. t—% «lii i. Al Maa'idah (5): 3) Umar berkata. " ( Q s . Maksudnya akan kami agungkan dan kami jadikan hari itu sebagai hari raya yang kami peringati setiap tahun. Dari sini dapat dijelaskan. " Keterangan Hadits: > Ji—2\ j — * •yirj o' (Sesungguhnya seorang Yahudi).hari turunnya ayat itu sebagai hari raya. "Kami tahu hari tersebut dan tempat diturunkannya kepada Nabi SAW. karena orang tersebut berkata. "Tidak ada kesesuaian antara jawaban dengan soal yang diajukan. sebagaimana diterangkan oleh Musaddad dalam musnadnya. "Kita akan jadikan hari tersebut sebagai hari 1 9 2 — FATHUL BAARI . Ketiga perawi itu meriwayatkannya dari jalur Raja' bin Abu Salmah dari Ubadah bin Nusa dari Ishaq bin Kharsah dari Qabisah bin Dzuaib dari K a ' a b .> w (Diturunkan kepada Nabi SAW).j U P 'Jf.\+i ^\ iiVCJij (dan waktu diturunkannya ayat tersebut kepada Rasulullah SAW). (sesungguhnya aku mengetahui hari dan tempat diturunkannya ayat tersebut). begitu pula dalam kitab Tafsir dari jalur tersebut dengan lafazh.

yaitu hari Jum 'at dan hari Arafah" Jawaban tersebut mengandung penjelasan. bahwa ayat tersebut diturunkan di akhir siang hari Arafah sedangkan hari raya telah terjadi pada awal hari Arafah. Demikian pula riwayat dari Tirmidzi dari Ibnu Abbas dengan lafazh. pada hari Arafah dan Alhamdulillah kedua hari tersebut adalah hari raya bagi kami). saya berpendapat bahwa riwayat ini telah mengisyaratkan maksud tersebut. Dalam hal ini. karena berada pada malam 'Id. X—«• i—3 LLi^f n 'ft ^ *'j IzJ'J (Diturunkan pada hari Jum'at. karena cerita ini menerangkan bahwa turunnya ayat tersebut pada hari Arafah. maka dia berkata. (Dan keduanya bagi kami adalah merupakan hari raya).4 7am. Para pakar fikih berkata.raya?" Maka pernyataan ini dapat dijawab. Adapun lafazhnya adalah sebagai berikut. "Seorang Yahudi menanyakan tentang hal tersebut. Z A K A T A D A L A H S E B A G I A N D A R I I S L A M Allah SWT berfirman. akan tetapi jika tidak maka riwayat Ishaq dari Qabishah dapat menjelaskannya." FATHUL BAARI — 193 . "Ayat tersebut turun pada 2 hari raya. Wallahu . dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. J'-CF ^ v*. "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. bahwa setelah ayat ini tidak pernah turun ayat tentang halal dan haram. "Bagaimana cerita ini dapat dijadikan argumentasi dalam masalah ini?" Jawabnya. bahwa melihat bulan setelah tergelincirnya matahari hanya untuk perbandingan. 34. Jika ada pertanyaan. As-Sadi menguatkan. Sedangkan lafazh dari Thabrani adalah. bahwa mereka menjadikan hari Jum'at sebagai hari 'Id dan menjadikan hari Arafah juga sebagai 'Id. yaitu pada saat haji wada' (perpisahan) yang merupakan masa akhir kenabian ketika syariah dan rukun-rukunnya telah sempurna.

" Orang itu bertanya lagi." Kemudian Rasulullah meneruskan ucapannya. "Adakah selain itu " Nabi menjawab.o'. " *. "Dan zakat. "Dia pasti beruntung jika ia benar-benar menepati perkataannya. kecuali jika anda suka berbuat sunah.f s o ' . "Adakah selain itu. * j ' e. Kami mendengar suaranya tapi tidak mengerti apa yang diucapkannya sehingga ia mendekatkan diri kepada Rasulullah. karena maksud dari (agama yang lurus) adalah agama Islam.ir> [js- ol^L> ^ J U - j i J l* oCaij ^t^>_j Jji Jji jJjj JUL>j 4luV <aji j ^ » *ui J_j— j Jii o( ^ ^ Jii jJL j il / 1 ^ j i i ^ A % j > L ' > j j i > >>ti j i i ^ oi Y S F Y ^ Si j i i i * £ ^ i -u j * Jii i^f ^ ^ L j *ip A L» Jji j jii ^«if 46. "Dan puasa Ramadhan. 'Tidak. kecuali jika anda suka mengerjakan shalat sunah. "Apakah ada lagi selain itu?" Rasulullah pun menjawab. " Kemudian Rasulullah menyebutkan. "Demi Allah! Tidak akan kami tambah dan kurangkan apa yang anda sebutkan itu. " Orang itu bertanya lagi." Maka Rasulullah SA W bersabda. " Rasulullah pun menjawab._^—p . Imam Bukhari hanya menyebutkan zakat karena rukun-rukun 1 9 4 — FATHUL BAARI .i j i t jjhi J>l [ Y jUL-j Jt -4 y» lili & s - A1)! J ^ A 1 ) 1 J ^ . "Tidak. Kemudian ia menanyakan perihal Islam. D a n ' Thalhah bin Ubaidillah bahwa seorang laki-laki Najed datang kepada Rasulullah SA W dengan kepala penuh debu." Kemudian orang itu pergi dan berkata. " Keterangan Hadits: Ayat tersebut sebagai dalil pernyataan yang ada dalam judul bab. "Shalat lima waktu dalam sehari semalam. " Kemudian ia kembali bertanya. "Tidak. kecuali jika anda suka berbuat sunah. °' o . ^ lli U J I (J-U A J J I J_J~-J J l J>-j J y ^ ADI JL I P "JI 3_»Ji> ^ J ^ J y j ' C A I I N/J 1L__.j JUi ftC^l ^ s ^^JaJ 01 ^| V JU U ^ p J P J A J LU silJJlj ^1 J .J 4 % t £ j . Dalam judul tersebut. " Maka Rasulullah SAW bersabda.

Kemudian Abu Dzarr menambahkan lafazh J — J i f 'j* (Dari penduduk Najd). 'j* iJL» (Kemudian ia menanyakan perihal Islam). karena dalam kedua riwayat tersebut dijelaskan bahwa ia adalah seorang Badui yang berkata." Wallahu 'Alam. "Aku tidak akan menambah dan menguranginya. seorang utusan bani Sa'ad bin Bakar sebagaimana diceritakan oleh Imam Muslim setelah menyebutkan hadits Thalhah. karena konteks kedua hadits tersebut berbeda. Kemungkinan kedua. Penggunaan kata ra 'sun (kepala) dengan arti rambut adalah untuk penekanan. Dalam hadits ini tidak disebutkan dua kalimat syahadat. Maksudnya adalah rambutnya kusut dan tidak teratur. dalam hadits tersebut disebabkan karena haji belum disyariatkan pada waktu itu. Sanad hadits ini terdiri dari orangorang Madinah. tetapi tidak dapat dipahami karena berasal dari tempat yang jauh. "Pendapat yang mengatakan bahwa kedua hadits tersebut adalah sama sangatlah berlebihan. Pendapat ini dikuatkan oleh sebagian pakar. - Menurut Al Khaththabi. begitu juga pertanyaan yang diajukan pun berbeda. ^p adalah suara yang keras dan diulangulang. Ibnu Baththal dan yang lainnya berpendapat bahwa orang tersebut adalah Dhammam bin Tsa'labah. dan ada kemungkinan bahwa Rasulullah telah menyebutkannya. ini diperkuat oleh hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari dalam bab "Shiyam" (puasa) dari jalur Ismail bin Ja'far dari Abu Suhail yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberitahukan kepadanya tentang syariat Islam dan FATHUL BAARI — 195 . Hadits ini mengisyaratkan bahwa ia berasal dari daerah yang jauh." Akan tetapi Imam Qurthubi membantah pendapat itu. tetapi tidak dinukilkan oleh para perawi karena hal tersebut sudah masyhur. atau karena perawi meringkas hadits tersebut. maksudnya adalah tentang syariat Islam atau tentang hakikat Islam. Beliau berkata. karena Rasulullah SAW telah mengetahui bahwa orang tersebut mengetahuinya atau ia hanya bertanya tentang syariat fi'liyah (Ajaran syariat yang bersifat amalan). i (Seorang laki-laki datang).yang lain telah dibahas pada bab lain. karena Ibnu Sa'ad dan Ibnu Abdul Barr tidak menyebutkan D h a m m a m kecuali pada awal kisah dan hal ini tidak lazim. karena rambut tumbuh di kepala. Adapun tidak disebutkannya haji. I (Dengan kepala penuh debu). demikian pula riwayat Abu Dzarr dalam Muwaththa' 1' dan Muslim.

Dari konteks riwayat Malik dapat disimpulkan. shalat Dhuha. Sebab dalam menyebutkan amalan sunnah. Dalam riwayat Ismail bin Ja'far disebutkan bahwa orang tersebut bertanya. Menurut kaidah bahasa.'Ji j i (Apakah ada lagi selain itu? Rasulullah menjawab." Hal ini disebabkan karena tidak ada amalan sunnah yang merupakan kewajiban. maka itu merupakan tambahan pahala bagimu. maka menunjukkan arti positif. Dari hadits ini. Demikianlah pendapat Ath-Thibi. karena huruf illa (kecuali) dalam hadits tersebut berkaitan dengan kalimat sebelumnya. "Tidak kecuali jika anda suka mengerjakan shalat sunah')." Dalam riwayat tersebut. maka tidak ada kewajiban lain selain yang telah disebutkan. bahkan amalan-amalan oiy_= J-li. "Kabarkan kepadaku tentang shalat yang diwajibkan Allah kepadaku?" Rasulullah SAW menjawab. ada sebagian orang yang berpendapat bahwa jika seseorang mengerjakan hal-hal yang sunah maka ia wajib untuk menyempurnakannya. perbedaan pendapat tersebut disebabkan karena (VI). Dari sini maka seakan-akan Rasulullah bersabda. "Tidak ada amalan lain yang wajib bagimu kecuali jika kamu ingin mengerjakan amalan sunah." Pendapat ini dibantah oleh Ath-Thibi dan dianggap sebagai pendapat yang keliru. Rasulullah SAW tidak menggunakan kata "Alaika" yang mengandung arti wajib. karena istitsna' (pengecualian) dalam kalimat ini bukan berasal dari jenis yang sama. Akan tetapi karena tidak ada seorang pun yang mengatakan bahwa amalan sunah adalah wajib dikerjakan. kesesuaian antara pertanyaan dan jawaban terlihat sangat jelas. maka ia berpegang pada hukum asal. Al Qurthubi berkata. fJ*Ja5 Ji VI V Jii 'Cb'jj. Orang yang perbedaan ulama dalam menafsirkan huruf istitsna' menganggap bahwa huruf tersebut bersifat muttashil atau berkaitan dengan kalimat sebelumnya. dua rakaat Fajar. Sedangkan orang yang berpendapat bahwa huruf tersebut bersifat 1 9 6 — FATHUL BAARI . jika huruf istitsna' (pengecualian) terdapat dalam konteks kalimat negatif. berbeda dengan orang yang mewajibkan shalat Witir. bahwa tidak ada kewajiban lain kecuali jika anda suka mengerjakan shalat sunah. shalat 'Id dan dua rakaat setelah Maghrib. bahwa shalat selain shalat yang lima tidak diwajibkan. "Maksud dari kalimat tersebut adalah. Sebenarnya. maka maksud dari hadits tersebut adalah bahwa jika seseorang telah berniat mengerjakan amalan sunah maka ia harus mengerjakannya. amalan-amalan fardhu lainnya. yaitu bahwa wajib untuk menyempurnakan amalan sunnah yang dikerjakannya. "shalat yang lima.(Shalat lima waktu).menyebutkan yang sunnah.

zakat apa yang diwajibkan Allah kepadaku?" Rasulullah SAW memberitahukan tentang syariat tersebut. tetapi kemudian beliau membatalkan puasanya sebelum waktu maghrib datang. yaitu diwajibkan untuk meneruskan atau menyempurnakannya. "Kabarkan kepadaku. lafazhnya adalah'^-*'f\yjiJij (Dan demi Allah yang telah memuliakanmu). Dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah memerintahkan kepada Juwairiyah binti Harits untuk membatalkan puasa sunah yang sedang dilakukannya pada hari Jum'at. Dalam Shahih Muslim penting (Dia pasti beruntung jika ia benar-benar menepati dari Ismail bin Ja'far disebutkan. Begitu pula dengan istitsna" nafyi (menafikan) adalah bukan untuk menetapkan (itsbat). "Apakah hal itu juga berlaku dalam ibadah haji?" Jawabnya tidak. Kalimat ini mengindikasikan. bahwa sumpah dalam hal-hal yang dibolehkan sebagaimana telah diterangkan sebelumnya. Dalam riwayat Ismail bin Ja'far. Hanya saja dalam argumen madzhab Hanafi perlu diteliti kembali. Jika ada pernyataan. Riwayat tersebut hanya menyebutkan beberapa kewajiban secara global saja dan tidak menjelaskan tentang kadar zakat ataupun namanama shalat. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i dan perawi-perawi lainnya. karena keduanya berbeda. Ha! ini mungkin disebabkan karena permasalahan seperti itu telah diketahui oleh mereka. maka kalimat J ' VI £j -merupakan .L _r> y V . karena mereka tidak mengatakan bahwa hukum menyempurnakannya adalah fardhu tapi mereka mengatakan wajib. Sedangkan mengecualikan wajib dari fardhu adalah pengecualian (istitsna' munqathi') atau tidak bersambung. Jn J jL] il ^ r l j (Kemudian Rasulullah SAW meneruskan ucapannya. meskipun ia tidak mengerjakan hal-hal yang sunah. karena haji berbeda dengan ibadah yang lain. I—Uij (Demi Allah). maka ia harus mempunyai dalil yang menguatkan. Dalam riwayat Abdullah bin Ja'far diriwayatkan bahwa orang tersebut berkata. bahwa terkadang Rasulullah SAW berniat untuk berpuasa sunnah. maka teks ini menunjukkan bahwa tidak diwajibkan untuk menyempurnakan puasa sunah dan juga amalan-amalan lainnya. pengecualian dari kata V yang artinya tidak ada kewajiban bagi kamu atas yang lainnya. atau karena maksudnya adalah bahwa orang yang telah melaksanakan hal-hal yang fardhu saja maka ia akan selamat dari api neraka. FATHUL BAARI — 197 . perkataannya). "dan zakat").munqathi' atau tidak berkaitan dengan kalimat sebelumnya.

Ibnu Baththal berpendapat. Kemudian ada yang berpendapat bahwa kalimat tersebut termasuk dalam kategori kalimat khusus. sehingga asal kalimat tersebut adalah (dan demi Tuhan ayahnya). Bisa juga karena pembuangan kata rabbun (Tuhan). Padahal banyak larangan yang telah disyariatkan sebelum itu.J J — ^ ji *Jj 'rJJ f) atau j' sSri J ^ J . Jika ada sebuah pertanyaan." Imam Qurthubi membantah pendapat tersebut dan berkata. Adapun pendapat yang benar adalah. karena Ibnu Baththal berkeyakinan bahwa si penanya adalah Dhammam. Adapun jawaban yang paling kuat adalah dua jawaban yang pertama. "Hal tersebut merupakan tashhiif (salah penulisan). dan yang benar adalah wallahi (dan demi Allah). Jawaban ini sangatlah aneh. Dalam riwayat Abu Daud juga seperti itu. "Riwayat-riwayat tersebut adalah riwayat yang shahih. dengan alasan bahwa riwayat tersebut tidak ditemukan dalam kitab Al Muwaththa'. padahal riwayat tersebut termasuk riwayat yang tidak diragukan lagi kebenarannya. "Bagaimana seseorang dapat beruntung atau selamat hanya dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang disebutkan. akan tetapi dengan membuang kata jf. seorang utusan yang menghadap Rasulullah pada tahun ke-5 hijriyah bahkan ada yang mengatakan setelah itu. bahwa larangan-larangan tersebut 1 9 8 — FATHUL BAARI . bahwa hal itu dilakukan Rasulullah SAW sebelum turunnya larangan tersebut." Sedangkan Al Qarafi keliru ketika menyatakan riwayat dengan lafazh "Wa Abiihi". berbeda dengan pendapat golongan Murji'ah. atau karena kalimat tersebut merupakan perkataan yang sering digunakan tanpa ada maksud bersumpah. "Bagaimanakah cara menggabungkan antara riwayat ini dengan larangan bersumpah yang menggunakan nama orang tua?" Jawabnya. bahwa perkataan Rasulullah j j £dii mengindikasikan bahwa jika orang tersebut tidak melaksanakan kewajiban-kewajibannya maka ia tidak akan beruntung. jika ada pertanyaan. oleh karena itu masih membutuhkan adanya dalil. bahwa -mungkinRasulullah mengatakan hal tersebut sebelum disyariatkannya laranganlarangan. Agaknya beliau belum puas dengan jawaban yang ada sehingga ia mencari kesalahan dari segi riwayatnya. Imam Suhaili meriwayatkan dari syaikhnya bahwa ia berkata. seperti halnya perkataan mereka "Aqari "atau "Halagi"yang berarti semoga Allah menghinakannya. padahal dalam hadits tersebut tidak disebutkan laranganlarangan?" Dalam hal ini Ibnu Baththal menjawab.

karena teksnya adalah. uL_j. bahwa keberuntungan tersebut diberikan karena ia mengerjakan apa yang diwajibkan kepadanya dan bukan berarti bahwa jika ia melakukan hal-hal lainnya (sunah) maka ia tidak akan beruntung. u l _ i 'Pi." Ibnu Munir berkata. Hal ini disebabkan karena dengan melakukan hal-hal yang wajib saja seseorang dapat beruntung. Kemudian apabila ada pertanyaan. & 'je'j-* LJL. "Maka Rasulullah SAW memberitahukan tentang syariat tersebut. V. bahwa maksud dari "Tidak menambah dan menguranginya" adalah saya tidak akan merubah kewajiban. Jika ada orang yang bertanya. bahwa hal tersebut berbeda sesuai dengan orang dan tempat yang berbeda. "Pernyataan bahwa ia beruntung karena ia tidak mengurangi (kewajiban yang ditetapkan) adalah sangat jelas. bahwa hal tersebut juga dibantah oleh riwayat Ismail bin Ja'far. "Bagaimana Rasulullah membiarkan sumpahnya padahal ada bantahan terhadap orang yang bersumpah untuk tidak berbuat baik?" Saya jawab. dalam artian saya terima perkataanmu tidak lebih dari apa vang kutanyakan dan tidak kurang dari yang kuterima. seperti mengurangi shalat zhuhur menjadi satu rakaat atau menambahkan rakaat maghrib. "Kemungkinan perkataan ini keluar dari dirinya dengan maksud tidak berlebih-lebihan mempercayai dan menerima. karena ia adalah utusan kaumnya untuk belajar dan mengajari mereka.tersirat dalam hadits. U V (Aku tidak akan menambahkan yang sunnah dan tidak mengurangi apa yang diwajibkan oleh Allah terhadap diriku). kedua kemungkinan tersebut tidak dapat diterima dengan riwayat Ibrahim bin Ja'far." Saya berpendapat." sebagaimana telah kita jelaskan di atas. FATHUL BAARI — 199 . Ada juga yang berpendapat. Saya jawab. Adt-Thibi berkata. dan hal ini berlaku bagi asal masalah bahwa tidak ada dosa bagi yang meninggalkan sesuatu yang tidak fardhu dan dia masuk dalam golongan yang beruntung walaupun yang lain lebih besar keuntungannya dibandingkan dirinya. akan tetapi bagaimana dengan pernyataannya bahwa ia akan beruntung karena ia tidak menambahnya?" Imam Nawawi menjelaskan. "Kemungkinan bertambah dan berkurangnya tergantung pada penyampaiannya. maka ia akan lebih beruntung jika ia juga melakukan hal-hal yang sunnah.

35. "Barangsiapa yang melayat jenazah orang muslim karena iman dan ikhlas." Keterangan Hadits: '•* (Barangsiapa yang melayat). Dalam riwayat Al Ushaili menggunakan lafazh Xi. satu qirath kira-kira sebesar bukit uhud. ataupun berjalan bersamanya. bertemu dengannya. maka orang itu hanya membawa pulang pahala satu qirath. Hal ini dijelaskan oleh hadits lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan perawi-perawi lainnya dari Ibnu Umar tentang berjalan di depan mayat. ^ Ois'j (Bersamanya). bersamanya sampai melaksanakan shalat jenazah dan menyelenggara-kan pemakamannya hingga selesai. maka orang itu membawa pahala dua girath. Akan tetapi argumen semacam ini tidak benar. Barangsiapa yang ikut shalat jenazah saja kemudian dia pulang sebelum dimakamkan. lafazhnya adalah jenazah. Lafazh * — v juga 1 mempunyai arti yang sama dengan '>-J. karena perkataan *—'nJ (mengikutinya) dapat berarti bahwa ia berjalan di belakangnya. Dalam riwayat Al Kasymihani. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda. M E L A Y A T J E N A Z A H M E R U P A K A N B A G I A N DARI I M A N 47. maksudnya dengan orang muslim. dimana lafazh ini banyak dikuatkan oleh orang yang berpendapat bahwa berjalan di belakang jenazah adalah lebih utama. U—" maksudnya bersama 2 0 0 — FATHUL BAARI .

" FATHUL BAARI — 201 . "Memaki orang muslim adalah kedurhakaan (fasik) dan membunuhnya adalah kekufuran. bahwa orang tersebut memperoleh pahala sebesar tiga qirath setelah digabungkan. karena saya takut menjadi seorang pembohong. 36. Aali Imraan(3): 135) J_j „ j ^. "Aku mengetahui 30 orang sahabat Rasulullah yang takut akan kemunafikan dirinya. berbeda dengan pendapat yang berpegang pada zhahir hadits. dia berkata. bahwa Nabi SAW bersabda. Allah SWT berfirman." Kemudian disebutkan dari Hasan." Hanya taubat yang dapat mengingatkan orang munafik dari perbuatan maksiat dan kemunafikan." (Qs. "Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji itu sedang mereka mengetahui. S E O R A N G M U K M I N T A K U T A M A L N Y A A K A N HILANG T A N P A DISADARI Ibrahim An-Nakha'i berkata. bahwa pahala sebesar dua qirath itu diperoleh dengan ikut menshalatkan dan mengantarkan ke kuburannya. Tidak ada seorang pun diantara mereka yang mengatakan bahwa iman mereka serupa dengan iman Jibril dan Mikail. Pembahasan lain tentang hadits ini. dan hanya orang munafik yang selalu dalam kemunafikan. "Perkataan dan perbuatan saya tidak pernah bertentangan.j\j tj—^j- *ij (Hingga selesai). Dari Abdullah RA.I j l jJJl -UP J* 48.. Ada yang meriwayatkan dengan lafazh Riwayat ini menunjukkan." Ibnu Abi Mulaikah berkata. Mereka berpendapat. insya Allah akan dijelaskan pada pembahasan tentang jenazah. Sedangkan orang yang hanya melakukan shalat saja. maka ia hanya mendapatkan pahala satu qirath.-\\ J L» _j AILC <UJl J J ^ JJ. Pendapat ini adalah pendapat yang kuat. I °. "Hanya orang yang beriman yang takut akan kemunafikan.

Mereka berkata. Pada kedua pembatalan relatif ini dipakai istilah "ihbath" secara kiasan. Kedua. adalah momen untuk memperhatikan atau menyatukan dua perkara. Kata berhenti bisa berarti berhenti dalam hal yang bermanfaat saat memerlukannya. Ini merupakan pembatalan. karena mereka beranggapan bahwa perbuatan dosa sama sekali tidak merusak keimanan seseorang.K e t e r a n g a n Hadits: Bab ini sengaja dibuat sebagai bantahan khusus terhadap aliran Murji'ah walaupun banyak dari bab-bab sebelumnya yang mengandung bantahan terhadap mereka. maka pahala dari 2 0 2 — FATHUL BAARI . karena pahala akan didapatkan hanya dengan keikhlasan semata. pembatalan dengan cara menimbang yaitu menjadikan yang jelek di timbangan kiri dan yang baik di timbangan kanan. Pertama. Konteks hadits tersebut mengindikasikan bahwa ganjaran yang dijanjikan akan didapat dengan mengerjakan hal tersebut dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharapkan ridha Allah semata. sehingga dia tidak mendapatkan pahala tanpa merasakan hal tersebut. membatalkan sesuatu dengan sesuatu yang lain dan membuang seluruhnya seperti batalnya keimanan karena kekafiran dan sebaliknya. "Kejelekan akan membatalkan kebaikan. akan tetapi bantahan tersebut selalu berkaitan dengan bantahan terhadap selain mereka seperti ahli bid'ah. Barangsiapa yang kuat kebaikannya. bahwa pembatalan terbagi menjadi dua. bisa jadi diampuni atau diadzab. Kata Al Murji'ah berasal dari kata irja' yang berarti menunda atau mengakhirkan." Al Qadhi Abu Bakar bin Arabi membantah dan mengatakan. maka dia akan sukses. karena kalau seseorang telah keluar dari neraka dan masuk ke surga. berbeda dengan hadits ini. Pernyataan ini menguatkan pendapat aliran Al Ihbathiyah yang mengatakan. maka dia akan berhenti pada kehendak Allah. Hubungan tema ini dengan sebelumnya tentang mengantarkan jenazah. Pertanyaan ini sangat populer dalam kitab-kitab akidah. bukan arti yang sebenarnya. oleh karena Imam Bukhari menyambungnya dengan apa yang mengisyaratkan bahwa bisa saja terpampang di hadapan seseorang apa yang dapat menghalangi niat tulusnya. Sedangkan yang kuat kejelekannya. "Iman adalah keyakinan dalam hati saja dan tidak harus diucapkan." Seseorang yang berbuat maksiat tetap dalam kondisi sempurna imannya. Hal tersebut dikarenakan mereka mengakhirkan amal daripada iman. Maksud "Amalnya akan hilang" adalah tidak mendapatkan pahala dari amalan yang dikerjakannya. sedangkan berhenti dalam hal yang disiksa juga merupakan pembatalan yang lebih kuat untuk keluar dari neraka.

dan mayoritas mereka adalah aliran Qadariyah. yaitu kufur. maka hukumannya adalah kefasikan.amalnya telah diterima. Kata "fasik" dalam syariat lebih tinggi tingkatannya daripada kata maksiat. FATHUL BAARI — 203 .. Apabila seseorang memakinya tanpa bukti. kefasikan dan kedurhakaan (kemaksiatan)" (Qs. Wallahu A 'lam Tidak ada seorang pun diantara mereka yang mengatakan kadar keimanannya sama dengan Jibril dan Mikail. 1 (Memaki) lebih kasar j—>y dimana agaknya beliau meriwayatkan J °—"^J (Dan membunuhnya adalah kekufuran). maka bukan hanya Khawarij yang dimaksud dari zhahir hadits. artinya tidak seorang pun dari mereka yakin bahwa mereka tidak disentuh oleh kemunafikan seperti keimanan Jibril. bahwa daripada i—H (Mencela).Rasul mengekspresikannya dengan lafazh yang lebih keras daripada lafazh fasik. hanya saja rangkaian sanadnya lemah.. j — ~ > berarti Al Khuruuj (Keluar). Allah S W T berfirman. Akan tetapi riwayat Ahmad dari Ghandar dari Syu'bah. Pendapat ini berseberangan dengan madzhab Ihbathiyah yang menyamakan hukum seorang yang berbuat maksiat dengan hukum orang kafir. Jika ada pertanyaan. Ibrahim Al Harbi berkata. 7) Dalam hadits ini menunjukkan penghormatan hak seorang muslim. Telah diriwayatkan hadits dalam marfu' dari Aisyah dengan makna senada dengan hadits Ibnu Mulaikah yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam kitab AlAusath. Kata tersebut dipakai dalam mayoritas riwayat. Akan tetapi ketika membunuh lebih keras daripada memaki -karena perbuatan tersebut mengakibatkan kematian. Secara terminologi berarti keluar dari taat kepada Allah dan rasul-Nya. berlawanan dengan golongan Murji'ah yang berpendapat bahwa iman para shiddigin dan yang lainnya berada pada satu level. kata yang dipergunakan adalah hadits dengan maknanya." Jawabnya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah golongan yang berpendapat adanya tingkatan keimanan dalam diri seorang mukmin. Al Hujuraat (49) . i 4 — ( O r a n g muslim). akan tetapi secara lahiriah menguatkan aliran Khawarij yang mengafirkan orang yang berbuat maksiat. kalimat itu memang mengandung penolakan terhadap pelaku bid'ah.dan menjadikan kamu kepada kekafiran. ". "Kalimat ini meskipun mengandung bantahan terhadap golongan Murji'ah. Secara etimologi.

" Allah SWT berfirman. "Janganlah kalian kembali menjadi kafir dengan saling memenggal. "Pada suatu ketika Rasulullah SA W keluar hendak mengabarkan tentang terjadinya 2 0 4 — FATHUL BAARI . Sedangkan sabda Rasulullah SAW dalam riwayat Muslim "Melaknat orang muslim seperti membunuhnya" tidak bertentangan dengan hadits ini. Wallahu 'Alam. 49. Al Baqarah(2): 85) Ayat tersebut mengindikasikan. "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni orang yang menyekutukan-Nya dan mengampuni selain itu terhadap orang yang dikehendaki-Nya" (Qs. yang pertama dalam kehormatan dan yang kedua dalam nyawa.Pemakaian kata kufur di atas bukan berarti kufur yang sebenarnya. yaitu keluar dari agama. tetapi hanya sebagai peringatan akan perbuatan tersebut. Allah SWT berfirman." (Qs. Sebab disebutkan matan (redaksi) ini akan dijumpai pada awal "kitab Al Fitan" di akhir kitab Shahih Bukhari. dia berkata. An-Nisaa'(4): 48) Atau dipakainya kata kufur dalam hadits tersebut karena adanya kemiripan antara keduanya. Kedua alasan tersebut lebih cocok dengan yang dimaksud oleh Bukhari. yaitu membunuh orang mukmin adalah perbuatan orang kafir. Ketika dia membunuhnya seakan-akan tertutup baginya kebenaran tersebut. karena persamaan keduanya sangat jelas. "Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain" setelah firman-Nya. Pendapat lain mengatakan. karena hak seorang muslim dengan muslim yang lain adaiah menolong dan tidak menyakitinya. Diceritakan oleh Ubadah bin Shamit RA. "Kemudian kamu (bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya. Yang serupa dengan hadits ini adalah sabda Rasulullah SAW. bahwa beberapa amal disebut sebagai kekufuran karena kekerasannya. pemakaian kata "kufur" di sini adalah kufur secara bahasa saja yang berarti menutupi.

"Sedangkan kamu tidak menyadari" menjelaskan bahwa amalan yang tidak memiliki niat atau maksud akan mendapatkan dosa. "Saya keluar hendak mengabarkan tentang terjadinya lailatul qadar. Begitu pula pada waktu bulan Ramadhan.i i y (Lupa).lailatul qaa*ar." Keterangan Hadits: jJ —UySi (Bertengkar). Kemudian dilarang meninggikan suara di hadapan Rasulullah berdasarkan firman Allah. "kemudian datanglah 2 orang yang saling menghancurkan. Seseorang dapat saja mengetahui dosa perbuatan tersebut. karena kalian berkeyakinan bahwa dosa yang ditimbulkannya sangat kecil. kesembilan dan kelima. Kebetulan beliau bertemu dengan dua orang muslim yang saling berbantah. ". karena itu adalah waktu khusus untuk mengingat Allah. Kebetulan saya melihat dua orang sedang berbantah-bantahan. Carilah malam qadar itu di malam ketujuh. Jawabnya." (Qs. ^ . Mudahmudahan kelupaan tersebut berguna untuk anda sekalian.. Al Hujuraat (49): 2) Dari sini jelaslah hubungan dan kesesuaian antara hadits ini dengan tema yang tidak dipahami oleh kebanyakan orang. dari ingatan beliau. Sebabnya adalah apa yang dijelaskan oleh Muslim dari hadits Abu Sa'id dalam cerita ini. maka Nabi bersabda. dan bersama dengan mereka adalah syetan sehingga aku lupa akan hal tersebut. FATHUL BAARI — 205 ." Qadhi Iyadh berkata. hanya saja dia tidak mengetahui besarnya dosa perbuatan itu. Ibnu Dihyah menyebutkan kedua orang tersebut adalah Abdullah bin Abi Hadrad dan Ka'ab bin Malik. "Maksud firman itu adalah kalian tidak menyadari hilangnya pahala amalan yang kalian perbuat. Dari hadits ini dipahami bahwa berkah dan kebaikan suatu tempat akan hilang jika didatangi syetan. Jika ada pertanyaan tentang firman Allah." Jika ada pertanyaan. karena masjid adalah tempat mengingat Allah bukan untuk senda gurau. "Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa bertengkar merupakan perbuatan yang tercela. Maksudnya adalah lupa waktu. maka aku jadi lupa. Dia berkata. bahwa hal tersebut dapat diterima jika terjadi di masjid. "Bagaimana mungkin bertengkar untuk mendapatkan kebaikan masuk dalam kategori tercela?" Saya jawab. janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain supaya tidak hapus amalanmu sedangkan kamu tidak menyadarinya.

"Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya. mendahulukan tujuh daripada sembilan. j*^ 1 J (Pada ke tujuh dan ke sembilan). IHSAN.'" (Qs. Ada yang berpendapat bahwa artinya adalah 9 hari dari sepuluh hari pertama. Akan tetapi dalam kelupaannya ada kebaikan yang diharapkan.Seperti yang dikatakan dalam firman-Nya. Maksudnya jika Rasulullah tidak lupa. sesuai dengan urutan ke bawah. Detail (rincian) pembahasannya insya Allah akan dipaparkan oleh Imam Bukhari dalam kitab I'tikaf. Sedangkan apa yang diterangkan oleh Nabi SAW kepada utusan Abdil Qais. dan dia di akhirat termasuk golongan orang-orang yang rugi. yaitu pahala yang lebih banyak karena hal tersebut menjadi sebab bertambahnya usaha dalam mencarinya. Lakabiir" J' J~*j (Mudah-mudahan berguna bagi kalian). adalah bagian dari iman. ISLAM. P E R T A N Y A A N JIBRIL K E P A D A NABI S A W T E N T A N G IMAN." Oleh karena itu. Demikianlah yang terdapat dalam mayoritas riwayat. H A R I A K H I R DAN PENJELASAN NABI K E P A D A N Y A Kemudian Rasulullah berkata. Dalam mendahulukan kata "tujuh" menunjukkan bahwa angka tersebut lebih diharapkan. dia jadikan semua itu sebagai agama. Kemudian muncul polemik mengenai arti dari sembilan. Firman Allah SWT. r—& Q—^i^. "Jibril AS datang untuk mengajarkan kepadamu agamamu. Abu N u ' a i m dalam kitab Al Mustakhraj mendahulukan kata sembilan daripada tujuh. 38. "Wainnahu (Dalam permasalahan ini termasuk dosa besar). maka niscaya akan bertambah dan lebih utama dari pada kondisi tersebut karena apa yang diharapkan akan terwujud. Aali Imraan(3): 85) 2 0 6 — FATHUL BAARI . ada pula yang berpendapat 9 hari yang tersisa dari satu bulan. Hal tersebut didapat dengan berkah Rasulullah SAW.

kepada malaikat-Nya. "Iman ialah percaya kepada Allah. "Hanya Allah yang mengetahui hari kiamat. FATHUL BAARI — 207 . "Panggillah dia kembali.a Lili AJ'UL j ^LUJ L*V tjjL' <U!P AJJi 01 r JI)I Oli" J l i Jii olUvi £ CJJL ^ ^ JUi J 'J* j . "Kapankah hari kiamat?" Nabi menjawab. yaitu apabila budak perempuan melahirkan majikannya. "Apa artinya Islam?" Nabi menjawab.J J j U ." Setelah itu orang tersebut pergi." Orang tersebut bertanya lagi. Biarpun engkau tidak melihat-Nya. ia berkata bahwa pada suatu hari Nabi SAW sedang tampak di hadapan orang-orang. J l i / . membayar zakat dan puasa Ramadhan. tiba-tiba datang kepadanya seorang pria dan bertanya.^ j iiiy J l * oi^^Ji iS^jjj s * > C U J i 01 J l i ^ oUJ-Vl J £ Jli aiy Sl*j iiJI isi i^i>f V 0 i>-t-j jjiLji ^ <j U P L LjIP j jLJ i u Jii iiilii ^ U «J Orfl J Hhll J .l i i J l i i U l i I j j j J J i a j j j J U i A JJ SJ^I ( A P C J I J L P ^1 J l i L i L i 50. "Islam yaitu menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya. tapi akan kuterangkan tanda-tandanya. V Jii oCi*j f j . "Orangyang ditanya tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. "Apakah artinya Ihsan?" Rasul menjawab. apabila penggembala unta telah bermegahmegah dalam gedung yang indah mewah." Kemudian Rasulullah membaca. Dikabarkan dari Abu Hurairah RA. Maka Nabi bersabda. "Ihsan ialah menyembah Allah seolah-olah engkau melihat Dia. menegakkan shalat. maka sesungguhnya Dia melihat engkau. ^jji Sif ^ iLi \ 'Ji\ cl>. "Apakah artinya Iman?" Rasulullah menjawab. 0 1 ^ ! 'JA & -ip Jji j J J i J^. dan kiamat adalah salah satu dari lima rahasia Allah yang hanya Dia yang mengetahuinya. filj iJi o O J j u & oi) . V I Jji.i j ^ U j JjL Sj ii 1 r OCJ^'i JijU ALJ'j ii>\—A oi '*Cyi J i i ^jjiUi Oli jSsi ' ^ N ° C. " Lalu dia kembali bertanya. Rasul-Nya dan kepada kebangkitan" Kemudian orang tersebut kembali bertanya." Akan tetapi mereka tidak melihatnya lagi.

"Dan Kuridhai Islam sebagai agama kalian" (Qs. Hal itu dikuatkan dengan penjelasan ayat dan berdasarkan riwayat dari Abu Sufyan yang menyatakan bahwa Islam adalah agama.masing-masing memberikan dalil. Masing-masing pendapat memiliki dalil yang menguatkan. Secara eksplisit pertanyaan Jibril mengindikasikan adanya perbedaan antara Iman dan Islam dengan menganggap bahwa Iman adalah keyakinan terhadap perkara tertentu. dia mengajarkan agama kepada umat manusia" Sebelum ini telah disebutkan.'''' Allah SWT berfirman. Allah SWT berfirman. maka Islam dan Iman adalah satu. Al Khaththabi berkata bahwa dalam masalah ini antara dua imam besar -Imam Syafi'i dan Imam Ahmad. sehingga nampak perbedaan di antara mereka. dan dia mendengar hal tersebut dari Imam Syafi'i. Penjelasan dalam hadits tersebut. Rasulullah SAW bersabda. dan kata "Iman" sebagai nama bagi keyakinan yang tersembunyi di dalam hati. bahwa keduanya memiliki arti yang berbeda. "Dan Kuridhai Islam sebagai agamamu. Abu Awanah Al Isfaraini dalam kitab Shahihnya dari Al Muzani -salah seorang sahabat Imam Syafi'i. Berdasarkan ini. Sedangkan Imam Ahmad mendukung pendapat yang mengatakan. bukan sebaliknya. sedangkan kata Iman mencakup keduanya. Ini tidak berarti bahwa perbuatan tersebut bukan termasuk bagian iman dan bukan berarti pembenaran hati tidak termasuk bagian dari Islam. bahwa keyakinan dan amal adalah agama. sedangkan apa yang diterangkan oleh Nabi SAW kepada Abdul Qais bahwa Iman adalah Islam. "Dia datang untuk mengajarkan agamamu.mendukung pendapat yang mengatakan bahwa kedua kata tersebut merupakan satu arti.Rasul kemudian bersabda. karena yang mengerjakan tanpa keyakinan maka perbuatannya bukan termasuk perbuatan agama yang diridhai. bahwa setiap mukmin pasti muslim. dan Rasulullah SAW menjadikan kata "Islam" di sini sebagai nama setiap perbuatan yang tampak. sedangkan Islam adalah menampakkan amalan-amalan khusus." Kata "Islam" dalam ayat ini mencakup iman dan amal. Al Maa'idah (5): 3) "Barangsiapa yang mencari agama 2 0 8 — FATHUL BAARI . bahwa Imam Bukhari menganggap Islam dan Iman adalah satu makna. "Itulah Jibril. Al Muzani dan Abu Muhammad Al Baghawi mengomentari tentang pertanyaan Jibril. akan tetapi sebagai penjelasan bahwa semuanya adalah satu dan penggabungan antara keduanya dinamakan agama. Perbedaan tersebut antara umum dan khusus. Hal tersebut menunjukkan bahwa kata Islam tidak mencakup keyakinan dan amalan sekaligus.

Maksudnya. kalau dipakai dua kata tersebut bersamaan dalam kalimat pertanyaan. Begitu pula dengan apa yang diriwayatkan oleh AI-Lalikai dan Ibnu Sam'ani dan Ahlu Sunnah.selain Islam. Setelah itu kami buatkan untuknya tempat duduk dari tanah. j ' . Awal riwayat tersebut adalah. agama yang diridhai dan diterima hanyalah yang disertai dengan At-Tashdiq (pembenaran hati). ^-UJ u j i i. maka satu kata yang lain masuk ke dalamnya. Wallahu A jam. jika hal tersebut memang dibutuhkan untuk kepentingan mengajar dan semisalnya. Karena kata iman sering digunakan dalam kata Islam dan sebaliknya. Seperti seseorang yang melakukan suatu perbuatan. Rasul benar-benar berada di hadapan mereka tanpa penghalang. maka pemakaiannya boleh sebagai fungsi kata sebenarnya atau kata kiasan sesuai dengan konteks kalimat.j — j <uU ^ji ^ J i j i y (Dan Nabi sedang tampak di hadapan orang-orang). Kalau kedua kata tidak dipakai bersamaan atau dipakai tapi tidak dalam kalimat pertanyaan. F A T H U L BAARI — 209 . 85) Dengan demikian. maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya" (Qs." Dari riwayat tersebut. Akhirnya kami meminta izin kepada Rasulullah untuk membuatkan tempat duduk bagi beliau. Rasulullah tidak dapat membedakan dengan yang lain. agar dapat mengetahui siapa yang datang. atau salah satu kata dipakai untuk arti keduanya sebagai kiasan. yaitu makna yang dimaksud dapat diketahui lewat konteks kalimat. dia tidak dapat dikatakan muslim yang sempurna kalau tidak disertai dengan suatu keyakinan. Hal tersebut diterangkan dalam riwayat Abu Farwah yang telah kita sebutkan. Aali Imraan (3). datanglah orang asing bergabung bersama mereka. "Ketika Rasulullah sedang duduk bersama para sahabatnya. Yang jelas dari masing-masing dalil mempunyai hakikat syariat dan hakikat bahasa. maka fungsinya sebagai kata sebenarnya. Jika dipakai salah satu kata dari keduanya. bahwa kedua kata tersebut memiliki satu makna seperti yang disebutkan dalam hadits Abdul Qais. Artinya. bahwa mereka membedakan arti keduanya (Iman dan Islam) berdasarkan hadits Jibril. keduanya tidak terpisahkan dan saling melengkapi. dan orang yang berkeyakinan tidak dapat dikatakan mukmin yang sempurna kalau tidak mengerjakannya. Al Qurthubi menyimpulkan tentang disunahkannya bagi orang alim untuk duduk di tempat khusus yang ditinggikan. Al Ismaili meriwayatkan dari Ahlu Sunnah yang mengatakan bahwa kedua kata itu berbeda sesuai dengan konteks kalimat. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Muhammad bin Nasr yang diikuti oleh Ibnu Abdul Barr yang menyatakan.

"Dia duduk dalam posisi seorang murid di hadapan guru. Sedangkan dalam riwayat Abu Farwah lafazhnya adalah. datanglah seorang pria yang putih kulitnya dan hitam rambutnya. maksudnya malaikat dalam wujud manusia. akan tetapi perbuatan meletakkan tangan di paha Rasulullah bertujuan untuk menarik perhatian agar orang-orang mendengarkannya. Jika ada pertanyaan." Dalam riwayat Muslim dari jalur Kahmas tentang hadits Umar. "Kami sedang duduk bersama beliau ketika datang seorang pria yang tampan." Dalam riwayat Ibnu Hibban disebutkan. "Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah. wangi badannya. Imam Bukhari dalam kitab tafsir menyebutkan. "Bagaimana Umar mengetahui bahwa dia bukan salah satu dari mereka?" Jawabnya adalah kemungkinan Umar mengetahui hal tersebut dari dugaannya atau berdasarkan pendapat orang yang hadir dalam majelis itu. dan dikuatkan oleh Ath-Thibi dengan mengomentari bahwa riwayat tersebut berlawanan dengan apa yang disetujui oleh An-Nawawi. Kemudian dia duduk di hadapan Rasul dengan mempertemukan lututnya dengan lutut Rasul dan meletakkan tangannya di atas paha Rasulullah." Dari riwayat ini dapat disimpulkan. tidak ada bekas perjalanan dan tidak seorang pun mengetahui siapa dirinya." Dalam riwayat Sulaiman At-Taimi. At-Turbusyti juga sependapat karena dia menafsirkannya dengan. hingga dapat menerobos orang-orang ke hadapan Rasulullah." Walaupun secara eksplisit posisi duduknya dipahami seperti seorang murid. Secara implisit apa yang dilakukan olehnya (Jibril) bertujuan untuk menyembunyikan jati diri dan memperkuat citra bahwa dirinya berasal dari Arab Badui. Disamping itu hadits ini juga mengindikasikan agar seorang yang ditanya tentang suatu permasalahan bersikap rendah diri dan simpatik terhadap penanya. bahwa orang tersebut datang dengan berjalan. Oleh karena itu para sahabat merasa asing dengan prilakunya. Pendapat ini juga dibenarkan oleh Al Baghawi dan Ibrahim At-Taimi. dan pakaiannya tidak tersentuh debu. Menurut saya kemungkinan kedua lebih kuat karena hal yang serupa ditemukan pada riwayat Ustman bin Ghiyats. "Sangat hitam janggutnya. 2 1 0 — FATHUL BAARI .Kemudian datanglah seorang pria. bahwa Dhamir (kata ganti) dalam kalimat "Fakhidzaihi" kembali kepada Rasul. dia bukan penduduk daerah setempat tiba-tiba muncul tanpa meninggalkan bekas telapak kaki. "Tidak tampak pada dirinya bekas perjalanan dan dia meletakkan tangannya di atas paha Rasulullah.

terdapat perbedaan riwayat apakah pria tersebut mengatakan. "Assalamualaika ya Rasulullah. "Assalamualaika ya Muhammad"." Dari riwayat tersebut jelaslah bahwa pria tersebut datang pada saat beliau sedang berkhutbah terlepas apakah beliau sedang berdiri atau duduk. Apakah Iman itu?" Jika ada pertanyaan. "Bagaimana mungkin pria tersebut mengajukan pertanyaan sebelum menyampaikan salam?" Jawabnya. "Bertanyalah kepadaku. "Ya Rasulullah. Dalam riwayat Yazid bin Zari' dari Kahmas disebutkan. kemungkinan hal tersebut dilakukan untuk menyamarkan penampilannya atau untuk menerangkan bahwa hal tersebut bukan suatu yang wajib. bolehkah aku mendekat kepadamu?" "Mendekatlah!" jawab Rasul. atau dia telah menyampaikannya tapi tidak dinukil oleh para perawi. "Pakaiannya tidak berdebu" sampai kepada kalimat. Ditambahkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Tafsir dengan lafazh. Pendapat yang mengatakan bahwa pria itu mengucapkan salam adalah lebih kuat daripada yang mengatakan tidak."'Mereka saling berpandangan lalu berkata kami tidak mengetahui orang ini. (maka berkatalah). Rasulullah" atau "Ya Muhammad". Dalam riwayat itu disebutkan setelah perkataan. dan dijawab oleh Rasul. bahwa pertama kali Rasulullah SAW berkata. maka datanglah pria tersebut. "Ketika Rasulullah sedang berkhutbah." maksudnya untuk menutupi jati dirinya dan berbuat seperti layaknya orang badui. Pria itu mendekat tanpa memberikan salam terlebih dulu. Al Qurthubi berpendapat bahwa pria itu tidak mengucapkan salam dan langsung berkata. Oleh karena itu. "Kemudian di sudut karpet dia menyampaikan salam dengan berkata. " Akan tetapi mereka segan untuk bertanya kepada beliau. Kemudian dia berkata. "Wahai Muhammad. jawaban ketiga dapat dijadikan sandaran karena hal yang serupa juga ditemukan dalam riwayat Abu Farwah. datanglah seorang pria -agaknya permintaan beliau kepada mereka untuk bertanya kepadanya dilakukan pada saat berkhutbah. "Ya Rasulullah. "Ya. dan apakah pria tersebut mengucapkan salam atau tidak. Lalu dia mengatakan hal tersebut dan Nabi juga menjawab dengan jawaban yang sama." Imam Muslim dalam riwayat Umarah bin Qa'qa' menjelaskan sebab munculnya hadits ini." Hadits serupa terdapat dalam riwayat Atha' dari Ibnu Umar hanya saja lafazhnya. "Bolehkah aku mendekat ya Muhammad?" "Mendekatlah!" jawab Rasul. Menurut saya." Dalam riwayat Mathar Al Warraq dia berkata. FATHUL BAARI — 211 .

malaikat-Nya. lalu Iman. Adapun urutan pertama dan terakhir hanya dari perawi. Pertanyaan ketiga tentang Ihsan. "Pendapat ini sepertinya memberikan asumsi pengulangan. padahal tidak." Al Qurthubi berpendapat bahwa perkataan pria tersebut berbunyi. yaitu yang menciptakan pertama kali. "Assalamu alaika ya Muhammad. Pertanyaan kedua tentang Islam. Karena perkataan Rasul (beriman kepada Allah) mencakup pengakuan terhadap Allah. karena Islam sebagai tanda keyakinan atas apa yang dinyatakan dan diyakininya. ^-jj Jiiijj JJL j*'y 'J k j y Jii (Iman ! adalah beriman Iman adalah beriman kepada Allah. wallahu A Jam. 'j—*'/. "Assalamu alaika ya Muhammad. siapakah yang menghidupkan (tulang-belulang yang hancur). dan pertanyaan kedua tentang Iman. Pendapat ini dikuatkan oleh At-Thibi. "Siapa yang menghidupkan tulang yang telah hancur." Menurut saya. " sebagai jawaban dari pertanyaan. karena berkaitan dengan perkara lahiriah." (Apakah Iman?). "Katakanlah. yaitu bahwa pertama kali dia memanggil nama Muhammad lalu bertanya kepadanya dengan memanggil. rasul-rasul-Nya dan hari kebangkitan). J. karena Iman adalah dasar atau pokok. Jika tidak maka jawabannya adalah "Iman adalah keyakinan (At-Tashdiq)" Ath-Thibi berkata. karena berkaitan dengan perkara batin.Menurut saya dengan menggabungkan kedua riwayat tersebut. sebagaimana firman Allah SWT bahwa mereka adalah hamba-Nya yang mulia. Sebagaimana firman Allah. pertemuan dengan-Nya. Jawaban tersebut membuktikan bahwa pria tersebut menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan iman. hanya saja para perawi berbeda dalam meriwayatkannya. Sebenarnya kisah hadits ini adalah satu. Kata malaikat disebutkan terlebih dahulu daripada kitab dan rasul. Ihsan. Saya menguatkan riwayat yang mengatakan." Beriman kepada malaikat berarti meyakini keberadaan mereka. kitabkitab-Nya. "Wahai Rasulullah. Terbukti dalam riwayat Mathar Al Warraq. bukan tentang makna lafazhnya. karena pentingnya hal itu supaya diperhatikan. Ada yang berpendapat bahwa pertanyaan pertama tentang Iman. pengulangan kata Iman. hadits ini dimulai dengan Islam. Dalam riwayat Umarah bin Qa'qa' disebutkan bahwa pertanyaan pertama tentang Islam. setelah itu mengkhususkan siapa yang dituju. karena hal tersebut tergantung kepada Iman dan Islam." Hadits ini mengindikasikan disunahkan bagi orang yang masuk dalam suatu majelis untuk mengucapkan salam secara umum. dan dalam konteks kalimat tidak menunjukkan urutan sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di atas. eJJi__. 2 1 2 — FATHUL BAARI .

Al Baqarah (2): 285) Kata "Rasul" dalam ayat tersebut disebutkan di muka.Hal itu merujuk kepada kronologi kejadiannya. Hal itu merupakan kebaikan dan rahmat dari Allah. Hal ini merupakan dalil kuat bagi Ahlu Sunnah bahwa melihat Allah pada hari akhir merupakan dasar keimanan. Demikian pula dengan riwayat Muslim yang berasal dari dua jalur dan tidak ditemukan pada riwayat-riwayat lain. J—i-j j Menurut riwayat Al Ushaili lafazhnya adalah * C > Dalam hadits Anas dan Ibnu Abbas menggunakan lafazh j i3Ji v b iirjCJij (dan para malaikat. Disebutkannya malaikat. Keimanan kepada para rasul adalah keyakinan terhadap apa yang disampaikan mereka tentang Allah." Demikian pula yang disebutkan dalam hadits Anas dan Ibnu Abbas. ditemukan diantara kata "Kutub" dan "KusuP'. karena Allah mengutus malaikat dengan membawa kitab kepada para rasul-Nya. Iman kepada kitab Allah adalah keyakinan bahwa kitab tersebut adalah kaiamullah. j "Dengan kematian serta kebangkitan setelah kematian. dan apa yang terkandung di dalamnya adalah benar. Ada yang berpendapat bahwa maksud dari kata iiqaa' (bertemu) adalah melihat Allah. sedangkan kebangkitan terjadi setelah itu. Pendapat tersebut berdasarkan riwayat Mathar Al Warraq. Kedua teks tersebut terdapat dalam surah Al Baqarah. Lalu bagaimana hal tersebut menjadi syarat keimanan? Jawabnya. J—« JJJI—> j o ^ J l . kecuali ada hal yang dikhususkan. Tetapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa "pertemuan" itu akan terjadi dengan berpindah dari dunia. karena hal tersebut dikhususkan bagi orang yang meninggal dalam keadaan beriman dan seseorang tidak mengetahui akhir dari hidupnya. Urutan ini sesuai dengan ayat. Ada pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan bangkit adalah bangkit dari kubur. Dalam riwayat ini lafazh *JUL_. karena hal itu benar-benar akan terjadi. Pengungkapan dengan kata "Nabiyiin" mencakup para rasul dan tidak sebaliknya. sedangkan yang dimaksud dengan kata tUJ (bertemu) adalah setelah dibangkitkan. "Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya" (Qs. kitab dan para nabi). pendapat ini disampaikan oleh Al Khaththabi. kitab dan rasul secara global menunjukkan bahwa beriman terhadap mereka sudah cukup. Akan tetapi dibantah oleh An-Nawawi dengan mengatakan bahwa seseorang tidak dapat begitu saja melihat Allah. dan termasuk salah satu rahmat yang paling besar adalah diturunkannya kitab-kitab-Nya kepada F A T H U L BAARI — 213 .

Sedangkan kata "Aakhir " disebutkan sebagai penguat. mengisyaratkan bahwa dia adalah jenis lain yang harus diimani karena hari kebangkitan akan ada pada masa yang akan datang. kemudian mediator diantara mereka adalah malaikat.semua hamba-Nya.. sedangkan apa yang disebutkan sebelumnya telah ada pada saat ini. Pengulangan tersebut adalah sebagai penekanan. penimbangan. Dalam kitab tafsir 1 ditambahkan kata "Hari akhir". oleh sebab itulah Al Qur'an banyak mengulang kata tersebut. dilakukan pengulangan untuk masalah menarik 2 1 4 — FATHUL BAARI . (Dan beriman kepada qadar yang baik atau yang jelek). Penambahan tersebut juga dapat dijumpai pada riwayat Abu Farwah dan pada riwayat Muslim dari Umarah bin Q a ' q a ' . Hikmah pengulangan kata ^ (dan beriman) ketika menyebutkan hari akhir. seakan-akan mengisyaratkan perbedaan pendapat dalam tersebut. surga dan neraka. Ada pendapat yang mengatakan bahwa dinamakan yaumul akhir. Dalam riwayat Kahmas.'j*Pi (Beriman kepada hari kebangkitan). karena banyak orang yang mengingkari akan hari kebangkitan tersebut. —i j j-Uli j'p. Oleh karena itu. karena pada saat itu adalah akhir dari hari dunia dan masa yang ditentukan.(Dan beriman kepada qadar). Catatan: Al Ismaili dalam kitab Mustakhraj menambahkan kalimat. kata itu disebutkan karena kebangkitan itu terjadi dua kali. Sulaiman At-Taimi dan Ibnu Abbas berbunyi. Keempat hal tersebut secara terang-terangan disebutkan setelah kata "Al Ba'tsu" dalam riwayat Sulaiman At-Taimi dan hadits Ibnu Abbas. Pertama. Kemudian ditambah dalam riwayat Atha' dari Ibnu Umar dengan kalimat. •P^. bangkit dari dalam kubur ke tempat yang abadi. ^ 'j—> V J >'y^j (Yang manis maupun yang pahit berasal dari Allah). wal yaumil aakhir (dan hari akhir). keluar dari yang tidak ada kepada yang ada. Disebutkannya kata 'j—?'?} pada saat membahas tentang qadar. yaitu dari perut ibu ke alam dunia. Yang menerimanya adalah para nabi. Dalam riwayat Muslim dari hadits Umar. bahkan dia menguatkannya dengan menggunakan kata * IS" (Semuanya). Kedua. Maksud beriman kepada hari akhir adalah percaya terhadap apa yang terjadi di hari akhir yang berupa hisab (perhitungan). Ada pendapat yang mengatakan. jjiji—.

" Walaupun aliran ini sesat akan tetapi kadarnya lebih rendah dari aliran sebelumnya. kemudian dengan ilmu-Nya sesuatu itu diwujudkan. "Aliran Qadariyah pada saat ini mengakui bahwa Allah mengetahui apa yang hendak dilakukan hamba-Nya sebelum terjadi. Inilah yang telah diketahui secara umum dalam agama berdasarkan dalil-dalil yang qath'i (pasti). "Dapatkah terjadi ketidaksesuaian antara ilmu Allah dengan apa yang terjadi dalam wujud ini?" Jika jawabannya tidak.perhatian. Pendapat tersebut diambil oleh para ulama salaf dari golongan sahabat dan tabiin yang terpilih hingga munculnya fitnah qadar pada akhir zaman para sahabat. dan Allah tidak akan menerima orang yang tidak benar-benar percaya terhadap qadar. Sedangkan FATHUL BAARI — 215 . dia berkata. mereka mengingkari adanya kaitan antara perbuatan hamba dengan kehendak Ilahi sebagai efek dari pengingkaran mereka terhadap kaitan antara yang baru dengan yang gadiim (abadi). Imam Muslim meriwayatkan cerita tentang kasus tersebut dari jalur Kahmas dari Abdul Buraidah dari Yahya bin Ya'mar. kemudian pergilah aku bersama Humaid Al Humairi. "Jika orang-orang Qadariyah menerima adanya ilmu Allah. kekuasaan-Nya dan kehendak-Nya. bahwa beberapa sekte dalam aliran Qadariyah mengingkari bahwa Allah mengetahui apa yang hendak dilakukan oleh hamba-Nya. dan ditambah lagi keterangan dalam riwayat terakhir dengan kalimat Jii J> (dari Allah). ^J-J-J- j »J* (baik. Kemudian disusul dengan kalimat penggantinya. Sedangkan golongan mutaakhirin. Beberapa pengarang menceritakan. "Aliran ini telah punah dan kami tidak pernah mengetahui seseorang dari golongan mutaakhirin yang dinisbatkan kepada aliran tersebut. buruk. maka mereka dapat dibantah." Kemudian diceritakan bahwa mereka mendatangi Abdullah bin Umar dan menayakan tentang hal tersebut." Kemudian dia melanjutkan. "Yang pertama kali berbicara tentang qadar di Bashrah adalah Ma'bad Al Juhani. Mereka adalah kelompok yang dikatakan oleh Imam Syafi'i secara khusus. manis dan pahit). lalu Ibnu Umar menjawab bahwa dia tidak terlibat dengan orang yang mengatakan demikian. Oleh karena itu semua yang baru berasal dari ilmu-Nya. Maksud Al Qadar adalah Allah SWT memiliki pengetahuan tentang nasib sesuatu dan zamannya sebelum terjadi." Maksudnya mereka bertanya kepada beliau. maka jawaban tersebut sesuai dengan Ahlu Sunnah. hanya saja pertentangan mereka dengan golongan salaf terjadi akibat klaim mereka yang mengatakan bahwa perbuatan seorang hamba ditentukan oleh diri mereka sendiri. Al Qurthubi dan lainnya berkata.

bahwa yang dimaksud dengan ibadah dalam hadits ini adalah mengucapkan syahadatain. Oleh karena itu. Ha! tersebut dikarenakan maksud Iman kepada Rasulullah. Berdasarkan ini maka pengathafan antara shalat dan yang lainnya masuk dalam kategori 'Athaf Al Khas Ila Al 'Aam" Saya berpendapat bahwa kemungkinan pertama sangat jauh kebenarannya. maka jawabnya hendaknya kamu beriman. dan juga tentang ihsan. Sedangkan para fuqaha telah sepakat. adalah meyakini keberadaannya dan apa yang disampaikan dari Tuhannya. dianeksasikannya (athaj) shalat dan yang lain kepada Iman kepada Allah untuk dimasukkannya (selain Islam) ke dalam Islam. Mungkin juga yang dimaksud dengan ibadah adalah ketaatan secara mutlak. mengindikasikan istiqbaal (waktu yang akan datang) sedangkan 2 1 6 — FATHUL BAARI . karena kalimat Ji J_Jui. * Ui J—2J JI (Untuk menyembah Allah). maka seluruh kewajiban sudah termasuk di dalamnya. "tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun" Kalimat tersebut tidak dibutuhkan dalam riwayat Umar. "Engkau bersaksi Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Dalam hadits Umar hal tersebut ditafsirkan sebagai berikut. "Pertanyaan tersebut bersifat umum karena dia bertanya tentang inti keislaman sedangkan jawaban yang diberikan bersifat khusus yaitu menyembah dan bersyahadat kepada Allah. Demikian pula ketika ditanya tentang iman. Oleh karena itu. maka dia harus menjelaskannya dengan kalimat. hendaknya kamu menyembah?" Jawabnya. bahwa seseorang dapat dikatakan beriman jika ia beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Ketika perawi mengibaratkan ibadah. "Mungkin saja yang dimaksud dengan ibadah adalah mengetahui Allah (ma'rifatullah). permasalahan tersebut merupakan daerah pemisah antara mashdar (gerund) dengan kata o* dan fi 'U (kata kerja). teks tersebut mengindikasikan bahwa iman seseorang tidak sempurna kecuali ia meyakini seluruh rukun Iman yang telah disebutkan." Hal ini menunjukkan. Dengan demikian merupakan bantahan terhadap kemungkinan kedua. maka berarti telah menisbatkan kebodohan kepada Allah. karena ma'rifah merupakan efek dari Iman sedangkan Islam adalah perbuatan lahir dan batin. An-Nawawi berkata. karena kata-kata yang ada di dalamnya telah mencakup hal tersebut. Jika ada pertanyaan. Perhatian: Secara eksplisit. semua yang disebutkan tercakup dalam keimanan tersebut. Maha Suci Allah dari kebodohan.jika jawabannya dapat.

bahkan dalam hadits Ibnu Abbas yang disebutkan hanyalah syahadatain.^ j FATHUL BAARI — 217 . bahwa bertanya kepada orang alim tentang suatu perkara yang telah diketahui. %\ V J ' — \ (Kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah) dan lafazh tersebut juga dapat ditemukan dalam hadits Anas. Jawaban ini tidak dapat diterima berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Mandah dalam kitab Al Iman dengan sanadnya yang menggunakan syarat Muslim dari jalur Sulaiman At-Taimi pada awal hadits Umar. beberapa perawi meriwayatkannya dengan menggunakan bentuk mashdar.mashdar tidak mengindikasikan waktu atau zaman. karena ibadah tersebut merupakan perjalanannya yang terakhir. Sedangkan masalah haji telah disebutkan. Hal ini bukan berarti bahwa dengan menggunakan pola tunggal (singular) dalam berbicara berfungsi untuk mengkhususkan pembahasan kepada hal tersebut. Dalam riwayat Utsman bin Ghayyats lafazhnya adalah. akan tetapi maksudnya adalah mengajarkan kepada pendengar tentang hukum agama yang masuk dalam kategori mukallaf. Argumentasi atas pendapat tersebut adalah adanya polemik diantara mereka tentang disebutkannya sebagian amalan tanpa sebagian yang lain. bahkan dalam riwayat Kahmas dan dalam hadits Anas disebutkan. Yang menyebutkan semuanya adalah riwayat Sulaiman At-Taimi. Hanya saja. dan dalam hadits Amir yang disebutkan hanya shalat dan zakat. hanya saja mungkin beberapa perawinya sengaja tidak menuliskan atau lupa menuliskannya." Apabila ada pertanyaan. V o' iiCji. seakan-akan hadits tersebut datang setelah semua hukum diturunkan dan untuk menyatukan perkara-perkara agama yang terpisah-pisah dalam satu majelis agar lebih teratur. "Dan melaksanakan ibadah haji jika mampu. "Mengapa haji tidak disebutkan?" Sebagian ulama menjawab." Dalam riwayat Atha' Al Khurasani tidak disebutkan puasa. Dari kasus tersebut dapat diambil kesimpulan. Kemungkinan yang dimaksud dengan kalimat "Akhir umur Rasulullah" adalah setelah beliau menunaikan haji wada'. bahwa hal tersebut tidak masuk dalam kategori fardhu. "mengajarkan kepada manusia tentang agama-Nya. dengan tujuan agar orang lain mengetahuinya adalah diperbolehkan. Kemudian beliau wafat kurang dari 3 bulan setelah melaksanakannya. Hal tersebut telah diterangkan pada akhir hadits tersebut yaitu. "Datanglah seorang pria pada akhir hayat Rasulullah" kemudian ia menyebutkan hadits tersebut. dan dia menambahkan setelah perkataan £— '^j dengan kalimat ^ J .

Jawaban tersebut mengisyaratkan dua hal. Hal tersebut karena beliau juga merangkai (yang diwajibkan). "Seakan-akan kamu melihatnya". L_ -yj \—>iif j—^'p menambahkan hanya sebagai penghias dalam gaya bahasa. "(Qs. dan seseorang harus selalu memperbaiki ibadahnya karena Dia selalu melihat anda. "Pengertian ini adalah prinsip penting dalam prinsip-prinsip teologi Islam dan merupakan dasar yang sangat 2 1 8 — FATHUL BAARI . Imam Muslim iy&s (yang diwajibkan). juga dalam hadits Anas diriwayatkan dengan lafazh. dan selalu dimonitor oleh Yang disembah.i'^g'jW ^ .*rf_!Uii kata * kata fJ. Juga karena beliau meniru Lii—s' —^aJi Jl waktunya gaya bahasa firman "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan atas orang-orang yang beriman. yang paling tinggi diantara keduanya adalah ketika seseorang didominasi oleh Musyahadah Al Haq dengan batinnya sampai seakan-akan dia melihat-Nya dengan kedua matanya berdasarkan kalimat.j CiLi-i (Berumrah dan mandi dari junub serta menyempurnakan =i_5jJi wudhu). «V 'sSk &\ J (Hendaklah kamu takut kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya). (Mendirikan shalat dan menunaikan zakat). An-Nawawi berkata. meskipun dalam kalimat itu tidak disebutkan bulannya. i . Dari apa yang kita sebutkan jelaslah bahwa sebagian perawi menyebutkan apa yang tidak disebutkan oleh perawi yang lain. Kalimat ini dijadikan sebagai dalil kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan. Ihsan di sini adalah ihsan dalam ibadah. Yang kedua untuk selalu diingat bahwa Allah selalu melihat setiap perbuatan yang dilakukan. Dalam riwayat Umarah bin Qa'qa'. ini yang dimaksud dengan kalimat. kemudian dia menyebutkan Islam saja. Penggunaan tersebut dengan Allah. Kedua hal ini melahirkan ma'rifatullah (pengetahuan tentang Allah) dan kekhusyuan. An-Nisa'(4): 103) j i — i i j ^—tsjji (Dan berpuasa pada bulan Ramadhan).. (Dan mendirikan shalat). Dalam kondisi Dia melihat anda. anda tidak dapat melihat-Nya. maka pengertian hadits tersebut adalah jika engkau tidak dapat melihatNya teruslah beribadah. sedangkan bentuk ihsan dalam ibadah adalah ikhlas. khusu' dan berkonsentrasi penuh pada saat melaksanakannya. . karena Dia selalu melihatmu." Kemudian dia melanjutkan. Oleh karena itu. "Artinya anda akan selalu menjaga etika jika merasa bahwa Dia selalu melihat anda dan anda selalu melihat-Nya. "Sesungguhnya Dia melihatmu". Mathar Al Warraq berkata.

bahwa Rasulullah bersabda." Dalam riwayat Al Mathar. maka pada saat itu kamu akan melihat-Nya.penting bagi kaum muslimin." Dalam hadits Anas. kami pun membantahnya. Abu Farwah dalam riwayatnya menambahkan kalimat. Prinsip tersebut merupakan rangkuman dari seluruh perkataan Rasulullah. Dalam riwayat Abu Farwah. adalah karena adanya dalil yang menjelaskan tentang hal itu. Perhatian: Konteks hadits tersebut mengindikasikan bahwa melihat Allah di dunia dengan mata telanjang tidak mungkin terjadi. maka Dia melihatmu. Sedangkan penglihatan Nabi." dan yang serupa lafazhnya ditemukan dalam hadits Anas dan Ibnu Abbas. Jika Ahlu Tahqiiq mensunahkan kita untuk menghadiri majelis para ulama karena hal itu dapat mencegah kita untuk melakukan sesuatu yang kurang sopan karena rasa hormat dan malu kita kepada mereka. "Ketika kami mendengar perkataan 'Engkau benar' dari orang tersebut. Catatan: Imam Muslim menambahkan dalam riwayat Umarah bin Q a ' q a ' dengan kata "Shadaqta" (engkau benar) setelah Nabi menyebutkan ketiga jawaban yang ditanyakan. Semua ini membantah takwil tersebut." Pengertian seperti itu menunjukkan bahwa mereka tidak menguasai bahasa Arab. "Fainnaka In Laa Taraahu Fainnahu Yaraaka" (kalaupun kamu tidak melihatnya. "Lihatlah kepadanya bagaimana ia bertanya dan membenarkan jawaban Rasul. jika kamu tidak dapat menjadi sesuatu dan kamu telah fana dari dirimu atau seakan-akan kamu tidak ada. lalu bagaimana dengan orang yang selalu merasakan kehadiran Allah pada segala perbuatannya baik yang tersembunyi maupun yang terangterangan? Prinsip ini telah dikomentari sebelumnya oleh Qadhi Iyadh dan insya Allah akan kita bahas lebih lanjut dalam tafsir Luqman. Maka pengertiannya. Wallahu 'Alam. Takwil mereka dapat dibantah oleh riwayat Kahmas dan Sulaiman At-Taimi yang berbunyi. "Maka kami pun terheran-heran dengan kelakuannya yang bertanya sekaligus membenarkan. mereka berkata. maka Dia selalu melihatmu). "Dalam hadits tersebut terdapat isyarat kepada maqam mahwi dan fana. "Kalian tidak akan melihat Tuhan kalian hingga kalian meninggal dunia" Beberapa orang sufi yang berlebihan menakwilkan hadits tersebut tanpa ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan sandaran akan kebenarannya. "Jika engkau tidak melihat-Nya. Imam Muslim menerangkan hal tersebut dalam riwayatnya dari Abu Umamah. FATHUL BAARI — 219 ." Sedangkan riwayat Kahmas menyebutkan.

Orang itu pun kembali bertanya dan tidak dijawab oleh Rasul hingga berulang tiga kali. sama-sama tidak mengetahui (jawaban apa yang ditanyakan kepadanya). Karena hal itu tidak menurunkan derajatnya. seakan-akan dia yang mengajari Rasulullah dan berkata kepadanya." Dalam riwayat Sulaiman Al Buraidah. Meskipun pernyataan tersebut mengindikasikan adanya kesamaan dalam ilmu (mengetahui tentang hal yang ditanyakan). "Orang-orang berkata. Huruf ba' dalam kalimat tersebut berfungsi sebagai penguat penafian (Ta'kid nafyi). Kami tidak pernah melihat ada pria seperti ini. Jyl-Ui C (bukanlah yang ditanya). Kemudian Rasul berkata. An-Nawawi berkata. engkau benar. "Dapat disimpulkan dari hadits tersebut bahwa jika seorang alim yang tidak mengetahui apa yang ditanyakan kepadanya maka dia harus berterus-terang bahwa dia tidak mengetahui hal tersebut. karena setelah bertanya dia membenarkan jawaban Rasulullah." j&t . akan tetapi maksud persamaan di sini adalah hanya Allah yang mengetahui tentang apa yang ditanyakan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah. berdasarkan sabda beliau. "Maksud dari pertanyaan ini adalah agar orang-orang tidak menanyakan tentang hal tersebut. "Lima perkara yang hanya diketahui oleh Allah. karena mereka sering bertanya tentang hal itu seperti yang diceritakan dalam ayat-ayat Al 2 2 0 — FATHUL BAARI ."Lihatlah dia bertanya dan membenarkan seakan-akan dia yang lebih mengetahuinya. Oleh karena itu." Hal yang serupa akan ditemui pada akhir hadits ini. kapankah hari kiamat? Maksudnya kapan hari kiamat akan terjadi? Hal ini telah dijelaskan dalam riwayat Umarah bin Q a ' q a ' . "Subhanaliah." Al Qurthubi berkata. Li_J£ Jy_J_Ui i—. "Kemudian Rasul menundukkan kepalanya dan tidak menjawabnya. Tetapi kemudian dia bertanya tentang sesuatu yang telah diketahuinya. Al Qurthubi berkata. para sahabat yang hadir menyaksikan kejadian itu merasa terheran-heran. (Bukanlah orang yang ditanya) huruf U dalam kalimat tersebut berfungsi sebagai nafyi (penafian). jJ^r J*j 'J* Yang maksudnya adalah. bahkan pengakuan tersebut menjadi tanda ketakwaannya. lima perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah" kemudian ia membacakan surah Luqman ayat 34." Pertanyaan. dan penanya ini bukanlah orang yang biasa bertemu dengan Rasulullah dan mendengarkannya. "Mereka terheran-heran karena mereka tidak mengetahui siapa yang bertanya kecuali Nabi. "Engkau benar. Dalam riwayat Abu Farwah ditambahkan. (lebih mengetahui). Dalam hadits Ibnu Abbas dikatakan.

Malik bin Mughawil dari Ismail bin Raja' dari Syu'bi. Al Humaidi berkata dalam kitab Nawadir. yaitu tanda-tanda sudah biasa terjadi dan tanda-tanda yang tidak biasa FATHUL BAARI — 221 ." Jii-Jj) 'j* (Daripada yang bertanya). Penjelasan secara mendetail tentang tanda-tanda hari kiamat tersebut dapat ditemukan dalam riwayat lain. "Akan tetapi hari tersebut memiliki tanda-tanda yang dapat diketahui dari tanda-tanda tersebut. artinya yang bertanya dan yang ditanya sama (tidak mengetahui) dalam hal ini. maka berkatalah Jibril. kemudian dia memberitahukan kepadanya sehingga kamu menjadi ragu-ragu" Apakah munculnya keraguan tersebut karena disebutkan tanda-tanda (hari kiamat) atau penanya bertanya tentang tanda-tanda tersebut? Kedua riwayat tersebut dapat disatukan bahwa hadits tersebut dimulai dengan kalimat "Fa akhbartuka" (aku beritahukan kepadamu) kemudian si penanya pun berkata." 'j—* i ^ t — j (Akan kuberitahukan kepadamu tandatandanya). "Tanda-tanda kiamat terbagi menjadi dua.. "Sufyan telah menceritakan kepada kami.Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah. Ketika keluar jawaban atas persoalan tersebut. Rasulullah mengubah kalimat "Aku tidak lebih mengetahui daripada engkau" dengan kalimat yang lebih umum. Dalam riwayat Abu Farwah disebutkan. "Jika demikian maka beritahu aku. "Jika demikian beritaku aku tanda-tandanya. "HaddatsanF (telah menceritakan kepadaku). " Y a . ".akan tetapi jika engkau mau akan kuberitahukan kepadamu tanda-tandanya. ." dan dalam riwayat Kahmas. " Kalimat yang sama dapat ditemukan pada hadits Ibnu Abbas dengan penambahan kalimat. Catatan: Tanya jawab ini juga terjadi antara Isa bin Maryam dengan Jibril. Al Qurthubi berkata. dia berkata. . "Yang ditanya tidak lebih mengetahui dari yang bertanya. Berbeda dengan pertanyaan sebelumnya yang bermaksud memancing jawaban untuk mengajari orang yang mendengar dan memperingatkan mereka dengan pertanyaan ini secara detail mana yang dapat mereka ketahui dan mana yang tidak." Orang tersebut menjawab. "Isa bin maryam bertanya kepada Jibril tentang hari kiamat. ." Yang memperkuat pendapat tersebut adalah riwayat Sulaiman AtTaimi yang berbunyi. "Kemudian orang tersebut berkata.. hanya saja pada saat itu yang bertanya adalah Isa dan yang menjawab Jibril. maka timbul keputusasaan untuk mengetahuinya lebih lanjut. untuk memberi isyarat kepada para sahabat yang mendengarkan pada waktu itu.

Bahkan penaklukan negara-negara musyrik dan penahanan tawanan perang banyak terjadi pada masa permulaan Islam. Kalimat ini merupakan keterangan tanda-tanda tersebut apabila dilihat dari segi maknanya. Penggunaan kata "idza" dalam kalimat tersebut berfungsi untuk menunjukkan bahwa peristiwa tersebut pasti akan terjadi. baik sekarang ataupun dahulu telah berbeda pendapat tentang hal tersebut. I^ J 'J **H\ O J J J bi (Apabila budak melahirkan tuannya). Dalam tafsir diriwayatkan dengan "Rabbataha". Akan tetapi saya meringkasnya menjadi 4 pendapat. "Pendapat tersebut merupakan pendapat mayoritas. adalah apa yang dikatakan oleh Khaththabi. Konteks kalimat tersebut mengindikasikan. sehingga para tuan memiliki budak perempuan yang melahirkan anaknya. O J J J bi (Jika melahirkan). Arti dari kata "Ar-Rabb" adalah tuan. Adapun tanda-tanda yang disebutkan termasuk tanda-tanda yang pertama. "Orang asing (ajam) akan melahirkan orang Arab. bahkan mereka bersaing 2 2 2 — FATHUL BAARI .terjadi." Saya berpendapat untuk menjadikan pendapat tersebut sebagai interpretasi maksud dari hadits harus diteliti terlebih dahulu. Pertama." Sebagian dari mereka berpendapat bahwa budak-budak perempuan tersebut melahirkan tuan atau raja dan seorang ibu menjadi bagian dari rakyat." Lafazh yang serupa ditemukan dalam riwayat Abu Farwah dan riwayat Utsman bin Ghayyats. Kemudian ditambah dengan "Ya 'ni As-Sarari. yaitu makin meluasnya negara Islam dan ditaklukkannya negara-negara musyrik kemudian menahan tawanan mereka. Maka anak yang berasal dari budak itu sama dengan posisi tuannya. bahwa peristiwa yang akan terjadi pada saat hari kiamat sudah dekat. Wallahu A 'lam. "Budak perempuan (melahirkan) tuan-tuan mereka" dengan menggunakan pola plural. Kemudian dia berusaha mendekatkannya dengan fakta bahwa para pemimpin pada masa permulaan Islam enggan untuk menggauli para budak perempuannya. karena penguasaan hamba sahaya telah ada pada saat hadits ini dikeluarkan. Kemudian An-Nawawi dan yang lainnya berpendapat. karena dia adalah anak tuannya." Dalam riwayat Umarah bin Qa'qa'disebutkan. W a q i ' dalam riwayat Ibnu Majah telah menafsirkannya lebih khusus dengan mengatakan. bahkan perbedaan tersebut mencapai 7 pendapat menurut Ibnu At-Tin. Para ulama. Inilah pendapat Ibrahim Al Harbi. begitu pula dalam hadits Umar dan Muhammad bin Bisyr. "Apabila kamu melihat perempuan melahirkan tuannya. sedangkan raja adalah pemimpin rakyatnya. sedangkan yang termasuk dalam kelompok kedua seperti munculnya matahari dari arah barat.

yang dimaksudkan dengan tanda-tanda hari kiamat adalah mendominasinya sikap meremehkan hukum syariat. "budak perempuan akan melahirkan suaminya. FATHUL BAARI — 223 . Ketiga. seperti haram menjualnya pada saat hamil. Kemudian ia dibebaskan pada saat dewasa dan menjadi tuan atau pemimpin lalu dia memperbudak ibunya dengan cara membelinya karena dia telah mengetahui hal tersebut atau tidak mengetahui. An-Nawawi berkata. maka pembatasan seperti itu diperbolehkan. bahwa penggunaan kata (tuan) untuk menunjukkan anaknya adalah merupakan bentuk majaz (kiasan). akan tetapi hadits tersebut memiliki gambaran lain. mengikuti model yang sebelumnya. Riwayat yang menggunakan ta' ta 'nits (rabbataha) tidak dapat menguatkan pendapat tersebut. Karena terlalu banyaknya. sehingga dia tidak tahu bahwa yang membelinya adalah anaknya. yaitu seorang budak melahirkan seorang anak dari orang yang merdeka dengan watha' syubhah (hubungan yang tidak jelas) atau dengan sesama budak baik dengan nikah maupun zina. karena ketika bayi itu menjadi sebab merdekanya budak tersebut akibat ditinggal mati bapaknya. karena menurutnya pengkhususan tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat. Kemudian sebagian yang lain lebih mengkhususkannya.untuk mendapatkan wanita yang merdeka." Salah saru dari riwayat tersebut adalah riwayat Imam Muslim. Jika ada yang berpendapat bahwa dalam masalah ini ada perbedaan sehingga tidak dapat dipahami seperti di atas. atau dia memerdekakan dan mengawininya. Menurut kita masalah tersebut masih dapat dipahami sesuai dengan apa yang disepakati oleh konsensus ulama. bahwa perbudakan jika meluas dapat menjadikan anak sebagai budak. Kedua. Kemudian budak tersebut diperjualbelikan dan terus berputar kepemilikannya sampai akhirnya dia dibeli oleh anaknya." Muhammad bin Bisyr tidak menyetujui pendapat ini. para tuan tersebut menjual para budak perempuan (ibu dan anak) mereka. Sebagian yang lain berpendapat. Berdasarkan penafsiran ini. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan suami dalam riwayat tersebut adalah tuannya. Selanjutnya dia menjadikan wanita tersebut sebagai budaknya dan menyetubuhinya. dan pendapat ini yang lebih sesuai dengan riwayat yang ada. karena tidak ada kebodohan dan kehinaan bagi orang yang membolehkannya. "Hadits tersebut tidak dikhususkan kepada anak yang membeli ibunya. Pada beberapa riwayat ditemukan. Hanya saja kondisi tersebut berbalik hingga pada masa bani Abbasiyah.

"Al Buhmu". Inilah pendapat-pendapat mengenai kasus tersebut. j£* jii i j-' isi»} euf. Ada yang berpendapat bahwa kata "Al Buhmu" berarti warna yang tidak disukai oleh mereka. apa yang disebutkan dalam hadits ini yaitu mengartikan kata "Ar-Rab" dengan kata "As-Sayid" (tuan) dapat digabungkan dengan apa yang ada dalam hadits lain yang terdapat dalam kitab Shahih. memukul dan mempekerjakannya. yaitu yang seharusnya diawasi menjadi yang mengawasi dan yang buruk menjadi yang terhormat.UJi JJ^JJ^. Intinya isyarat tersebut menunjukkan dekatnya hari kiamat dimana semuanya menjadi berbalik. "Hadits ini tidak dapat dijadikan dalil untuk melarang atau membolehkan menjual budak yang menjadi ibu. Menurut saya.Keempat." 2 2 4 — FATHUL BAARI . Al Qurthubi berkata. An-Nawawi berkata. karena warna yang disukai mereka adalah warna kemerah-merahan yang dipakai sebagai kiasan dalam kalimat. maka orang yang mempergunakannya sebagai argumen pada salah satu dari dua kasus di atas adalah salah. Sehingga kata "tuannya" diqiyaskan kepada anak tersebut atas perlakuannya terhadap orang ma. "Interpretasi yang paling baik adalah kata tersebut bermakna bahwa mereka berkulit hitam. berdasarkan keumumannya hadits tersebut menunjukkan ke kondisi kerusakan pada masa yang tidak diketahui. yaitu: tfSi>j bangunan. Kedua. . Atau bisa jadi yang dimaksud dengan kata "Ar-Rab" adalah pengawas. Hal tersebut dikarenakan jika sesuatu dijadikan sebagai tanda untuk sesuatu yang lain. . maka sesuatu itu tidak menunjukkan kepada pembolehan atau pelarangan. Perhatian: Pertama. karena warna tersebut mendominasi kulit mereka.t«- 'j^k. adalah karena banyaknya kedurhakaan terhadap orang tua hingga sang anak memperlakukan orang tuanya seperti budak dengan memaki. Disifatinya gembala unta dengan kata. maka maknanya menjadi hakikat bukan kiasan. . karena mereka tidak memiliki nasab yang jelas.uU yh^f ji. Ada juga yang berpendapat bahwa makna kata itu adalah mereka tidak memiliki sesuatu seperti sabda Rasulullah saw. 'H J j i — * artinya bangga dalam meninggikan dan memperbanyak J — i i i j (Penggembala unta).

jarang sekali yang memiliki ternak turun tangan menggembalakan miliknya. "Maksudnya adalah berubahnya kondisi. "jika suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggu saja waktu (kehancuran) nya.Al Qurthubi berpendapat bahwa ada yang harus diperhatikan dalam interpretasi di atas karena unta-unta telah dinisbatkan kepada mereka. Ada yang berpendapat bahwa hal tersebut menunjukkan kebodohan yang sangat. yaitu orang-orang badui menguasai negeri-negeri dengan kekerasan sehingga harta mereka bertambah banyak. artinya mereka tidak mempergunakan pendengaran dan penglihatan mereka untuk urusan agama walaupun panca indera mereka sehat. lalu bagaimana mereka tidak memiliki apa-apa? Menurut saya. Kemudian perhatian mereka bergeser kepada pembangunan istana dan mereka membanggakannya. oi—?\ kepada fir'aun dengan salah satu bukti dari sembilan bukti yang Dalam riwayat Atha' Al Khurasani disebutkan. Penghapusan kaitan huruf jar diperbolehkan sebagaimana firman Allah. "Perkara itu dalam 5 perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah. Pengertian tersebut disebutkan oleh Ismaili dan juga dalam riwayat Abi Farwah. Maksudnya orang-orang Badui seperti yang diterangkan dalam riwayat Sulaiman AtTaimi dan yang lainnya. hal tersebut telah kita saksikan pada saat ini." Pendapat ini dikuatkan oleh hadits lain yang berbunyi. ^ — ( D a l a m lima perkara) artinya pengetahuan tentang J artinya pergilah ada. bertanya. " Kedua hadits tersebut ada dalam kitab Shahih. y 3i ^ j j j artinya para penguasa dunia. ditambahkan J — 5 3 jLtJi (Tuh dan bisu). l 3 i J L _ U ^ I ^—» JJJJI > •ir 'J? jj—laiti J U i l — A l Qurthubi berkata. penisbatan tersebut dapat diartikan sebagai penggabungan (aneksasi) yang menunjukkan kekhususan. "Al FATHUL BAARI — 225 . termasuk Qurthubi waktu kiamat masuk dalam lima perkara. bukan kepemilikan. Kondisi yang biasa terjadi yaitu seorang penggembala menggembalakan hewan milik orang lain dengan menerima upah. Perkataan Iman Bukhari dalam kitab tafsir oleh Ismaili dalam riwayatnya dengan '»<jf-iLb-. "Dia 'Kapankah kiamat terjadi?' Rasul pun menjawab. Ada yang bertanya apa artinya S ' j — * Jli»-? Dalam riwayat AthThabrani dari jalur Abi Hamzah dari Ibnu Abbas. "Tidak akan datang hari kiamat hingga orang yang paling bahagia di dunia menjadi orang yang paling hina" dan hadits lain.

begitu pula dalam riwayat Abi Farwah. i surah. V w^Ji ^ r u i . maka ia telah berdusta. bahwa Rasulullah diberitahukan tentang waktu sebelum terjadinya gerhana. (Maha Mengetahui). "Dalam ayat tersebut tidak ditemukan adatul hashr (kalimat yang menunjukkan pengkhususan atau pembatasan) seperti dalam hadits. Dia berkata. "Seluruh ilmu diberikan kepada Rasulullah SAW kecuali 5 perkara ini. "Barangsiapa yang mengklaim mengetahui sesuatu dari 5 perkara tersebut tanpa menyandarkannya kepada Rasulullah." Dari Ibnu Umar secara marfu' diriwayatkan pula oleh Ahmad. bahwa suatu perbuatan yang mengindikasikan perkara yang sangat penting. maka kita dapat memahami adanya pembatasan (hashr) secara kinayah (kiasan)." Rasulullah telah menafsirkan firman Allah. Ibnu Abdul Barr telah menukilkan ijma' ulama tentang larangan mengambil upah. hadiah dan memberikan sesuatu untuk hal tersebut. hal itu agar umat memperhatikannya dan menjadi petunjuk bahwa mengetahui hal tersebut dapat mendatangkan manfaat. "Dengan adanya hadits ini tidak seorang pun yang berambisi untuk mengetahui 5 perkara ghaib. Sedangkan dalam riwayat Muslim sampai kepada firman-Nya. " Catatan: Jawaban di atas melebihi apa yang ditanyakan. V! dengan lima perkara yang terdapat dalam kitab Shahih ini. JJ*J j _ J . Humaid bin Zanjawiyah dari beberapa sahabat. ?i\ maksudnya Rasulullah membaca ayat tersebut hingga akhir Hal tersebut secara jelas disebutkan oleh Ismaili. Sedangkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab tafsir hingga firman-Nya. Sedangkan dugaan akan perkara ghaib yang menyangkut hal-hal biasa. sehingga ayat tersebut turun menjelaskan bahwa mereka tidak mengetahui hal itu dan hanya Allah yang mengetahuinya. "Sesungguhnya perkara ghaib itu ada lima. dan dugaan tersebut tidak masuk dalam kategori mengetahui sebagaimana dalam firman Allah tersebut.berkata. bisa saja didapat dari para peramal atau yang lainnya. Apalagi jika kita memperhatikan sebab turunnya ayat tersebut. Jika ada yang mengatakan. yaitu bangsa Arab mengaku mengetahui turunnya hujan. kemudian Rasulullah bersabda. begitu pula j L J * - dalam riwayat Umarah." maka Ath-Thibi berkata. Dalam riwayat dari Ibnu Mas'ud disebutkan. f>—^jNi adalah ringkasan dari beberapa 2 2 6 — FATHUL BAARI . kemudian beliau membacakan ayat tersebut perkara ghaib selain itu dapat diketahui oleh suatu golongan dan tidak diketahui oleh golongan yang lain.

Ketika kami tidak melihat jejaknya bersabdalah Rasulullah. ini Jibril yang datang mengajarkan kepada manusia agama-Nya. ^LJS\ kitab tafsir ^ tii. tak sekalipun dia datang kecuali aku mengetahuinya kecuali pada saat ini. Dalam riwayat Imran bin Hushain dijelaskan." Ibnu Hibban mengatakan. "Demi Yang mengutus Muhammad dengan kebenaran! Hanya aku yang paling mengetahui siapa orang itu. mengisyaratkan bahwa dinisbatkannya pengajaran kepada Jibril merupakan bentuk majaz. tak pernah dia menyerupai orang sebelum ini. Dalam ? disebutkan —liJj. "Kemudian dia pergi. Lalu Rasulullah berkata. 'Dia adalah Jibril. dia adalah Jibril. dia adalah Jibril yang datang mengajarkan agama kalian. Rasul pun bersabda. "Kemudian dia pergi. "Dia ingin agar kalian mengetahui walaupun kalian tidak bertanya." Dalam riwayat At-Taimi disebutkan. Untuk itu. Riwayat-riwayat ini sepakat bahwa Rasulullah memberitahu para sahabat tentang hal ini setelah mereka mengejar dan tidak mendapatkannya. "Kemudian pria tersebut bangkit dan pergi." Menurut saya. Rasulullah pun bersabda. dia adalah salah seorang yang paling tsiaah (terpercaya). bahwa hanya Sulaiman At-Taimi yang meriwayatkan kalimat "ambil darinya. "Wahai Umar. "). Rasulullah menyuruh untuk mengambil darinya. dan aku tidak mengetahuinya sampai dia pergi. "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui. tahukah engkau siapa yang bertanya? Aku menjawab. 'Panggil pria tersebuti' Kemudian kami mengejar tapi kami tidak mendapatkannya. "Merekapun memanggilnya kembali dan tidak melihat sesuatu.(Datang untuk mengajarkan kepada manusia). " Rasulullah bersabda kepadaku. dan konteks hadits menunjukkan bahwa Rasulullah membaca seluruh ayat tersebut. Dalam sabdanya "Datang mengajarkan manusia agama-Nya". ambillah darinya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya." Dalam hadits Abu Amir." Dalam riwayat Abi Farwah. "Subhanallah. "Panggil kembali orang tersebut. "Aku tetap berada di tempat. bahwa Nabi mendengar perkataan malaikat." Dalam hadits tersebut terdapat dalil bahwa malaikat dapat menyerupai seseorang selain Rasulullah yang dapat dilihat dan berbicara di hadapannya dan Rasul mendengarnya. Wallahu a Jam. Jl « y ' j ' f ' (Kemudian Nabi berbalik dan berkata. " Umar berkata. karena dia merupakan sebab dalam jawaban itu. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya. begitupula dalam riwayat Ismaili dan Umarah. " FATHUL BAARI — 227 . "Tahukah kalian siapa orang tersebut. Sedangkan hadits Umar dalam riwayat Muslim dari Kahmas.perawi. Dalam kitab tafsir ditambahkan.

" Riwayat inilah yang dapat dijadikan pegangan karena sesuai dengan riwayat yang lain. sedangkan menurut Ibnu Manduh >5yi UJ. "Kemudian Rasulullah berkata kepadaku. "Aku diam 3 saat. karena kata tersebut ditulis tanpa alif. berlawanan dengan khabar yang pertama. "Dia adalah Jibril yang turun dalam rupa Dihyah Al Kalbi. "Aku tetap berada di tempat" alias beberapa waktu setelah kepergiannya.Beberapa pensyarah hadits menggabungkan kedua riwayat tersebut dengan mengatakan bahwa perkataan. sedangkan Umar berkata. Akan tetapi dia termasuk kelompok yang mengejar orang tersebut dan tidak kembali lagi. Kemudian yang ditemukan dalam hadits Nasa'i dari jalur Abi Farwah pada akhir haditsnya menyebutkan." Dalam riwayat Ibnu Hibban J * iiJuJi. 2 2 8 — FATHUL BAARI . "Kemudian kami mendiamkannya beberapa malam i~ dan Rasulullah mendatangi kami pada malam ketiganya. hanya saja dia tetap berada di majelis tersebut. "Kemudian beliau menemuiku" dan perkataannya. seakan-akan Rasulullah menerangkan hal tersebut kepadanya beberapa waktu setelah orang tersebut pergi. Ini adalah penggabungan yang baik." Ungkapan "Dalam rupa Dihyah Al Kalbi" mengandung ketidakjelasan." Akan tetapi sebagian ahli hadits berpendapat adanya kesalahan dalam penulisan kata uStf. Catatan: Pertama. riwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak mengetahui bahwa yang ada di hadapannya adalah Jibril sampai terakhir." Muhammd bin Nasar Al Marwazi meriwayatkan dalam kitabnya Al Iman melalui jalur yang sama dengan riwayat An-Nasa'i. "Tidak seorang pun yang mengetahuinya. Klaim tersebut dibantah karena dalam riwayat Abi Awanah disebutkan. wahai Umar" hanya ditujukan kepadanya secara khusus. dimana pada akhir hadits disebutkan. An-Nawawi menyatukan 2 hadits tersebut dengan mengatakan bahwa Umar tidak hadir pada waktu Rasulullah berbicara dalam majelis. Kemudian Rasulullah memberitahukan kepada yang hadir saat itu dan Umar tidak memastikan berita tersebut kecuali setelah 3 hari berdasarkan perkataannya. "Dia adalah Jibril yang datang mengajarkan agamamu. karena Dihyah Al Kalbi adalah orang yang mereka kenal. Jibril mendatangi mereka dalam bentuk seorang laki-laki yang berperawakan gagah dan tidak dikenal oleh mereka. Akan tetapi penggabungan tersebut bertentangan dengan perkataannya dalam hadits An-Nasa'i dan Tirmidzi.

Kedua. ikhlas dan konsisten untuk melaksanakan amalan sampai-sampai seluruh ilmu syariat merujuk kepadanya dan menjadi cabangnya." Ath-Thibi berkata. karena apa yang saya sebutkan walaupun banyak akan tetapi masih sedikit jika dibandingkan dengan apa yang dikandung oleh hadits tersebut. perbuatan anggota tubuh. Hal itu sebagaimana pepatah masyhur mengatakan. "Mengajarkan kepada kalian agama kalian" merupakan dalil bahwa pertanyaan yang baik dapat dinamakan ilmu dan pengajaran. "Berdasarkan hal inilah maka Al Baghawi mengawali kitabnya Al Mashabih dan Syarh As-Sunnah dengan hadits tersebut. dengan ini saya telah puas membahasnya. Yang dimaksud adalah Imam Bukhari yang menyatakan "Semua itu merupakan sebagian dari Iman". Ibnu Munir berkata bahwa dalam sabda Rasul. meskipun demikian dia disebut sebagai pengajar.i jii (Abu Abdullah berkata). 4— \i\ j — s . dimana kita dapat mengambil faidahnya dari tanya jawab (antara Jibril dan Nabi)." Pepatah tersebut dapat diterapkan dalam hadits ini. j—. oleh karena itu saya tidak menentang metode peringkasan. "Seluruh hadits ini mencakup seluruh kewajiban ibadah secara lahir dan batin mulai dari iman. harta. Al Qurthubi berkata. karena yang keluar dari Jibril hanyalah pertanyaan. yaitu Iman yang sempurna yang mencakup seluruh perkara ini. sebagaimana Al Qur'an dimulai dengan Al Faatihah karena surah tersebut mengandung ilmu Al Qur'an secara global. Menurut saya. "Hadits ini dapat disebut sebagai ummu sunnah (induk sunnah) karena mengandung ilmu sunnah secara global." Qadhi Iyadh berkata. FATHUL BAARI — 229 . Ketiga. waktu. "Pertanyaan yang baik adalah setengah dari ilmu.

sehingga bab di atas memiliki hubungan dengan bab sebelumnya. tidak seorang pun yang membencinya. Q ' a' ' 1 i ' .. "Tidak. maka bab tersebut menjadi sub-bab dari bab sebelumnya. " begitu pula dengan iman jika sinarnya telah masuk ke dalam hati.' dan engkau menjawab. "Karena pertanyaan Jibril tidak berkaitan dengan hadits ini." Menurut saya. . ' J . Sesungguhnya Abdullah bin Abbas berkata. "Saya diberitahu oleh Abu Sufyan bahwa Hercules berkata kepadanya. ' Begitu pula dengan iman sampai iman tersebut mencapai kesempurnaan. ' AJ Jii 11 - « » . Karena jika disebutkan tanpa tema. a. Namun jika tidak ada kata bab. maka tidak benar memasukkannya ke dalam bab sebelumnya. i . J . 9 .'. f i . 9 ' . 'Apakah ada orang yang murtad dari agamanya karena benci terhadap agama tersebut setelah ia memeluknya? " Engkau menjawab. maka hubungan antara keduanya juga jelas..i ' t f ' & ' ' J' r ' ' — \ ' s' j J j J . klaim tidak adanya hubungan di sini menjadi tidak sempurna sebab dua hal.Bab J ' l ' 9 1jA S' . — j j j | ^ j l c~*P_)i J ^ ^ o i i . s.9. 'Bertambah. hanya saja An-Nawawi menguatkan riwayat yang pertama dan berkata.W J ' Jbt. . Keterangan Hadits: Begitulah disebutkan dalam riwayat Karimah dan Abi Al Waqt tanpa tema.' . f ' *'." Kemudian kutanyakan kepadamu.. • s .. Bahkan bab ini tidak tercantum dalam riwayat Abu Dzar dan Al Ushaili serta yang lainnya. yaitu berkaitan dengan perkataan Imam Bukhari dalam tema.'. .° f y-* "' J 4 / s 0 1 . AIJJJ AJa^T-w J J j j J j t JJJJL^J JVIJ J^J^.* jl s-V" a s y ' ' ' f 1 .. ^1 J j J b j j J A J J J J L * J • ' ° ' 'f f . . "Semuanya termasuk dalam agama?' Hubungan tersebut nampak jelas dalam pernyataan Hercules 2 3 0 — F A T H U L BAARI . J J ^ . " " f ^ y ^ ' r ' ' • .j- ' ' ' f ' T. 'Saya bertanya kepadamu apakah para pengikut Muhammad bertambah atau berkurang. i \ .JL*J 51.

^ J i j > jjj IJI AJL^» j j U t J l V ^ **-*jb>«-» i . hal itu disebabkan adanya hubungan yang erat dengan tujuan pembahasan dalam bab ini.ji vi J l ^ a J l ^iJw» p& Cuii-Lf jsq jij vi Usiy jf i L i j . 39. hal itu sesuai dengan maksud dari Imam Bukhari yang mengatakan bahwa agama adalah iman. kemudian disampaikan oleh Abu Sufyan dengan menggunakan bahasa Arab kepada Ibnu Abbas -yang merupakan salah seoTang ahli bahasalalu diriwayatkan darinya tanpa ada pengingkaran. akan tetapi hal tersebut ia dapatkan dari kitab para nabi sebagaimana yang kita sebutkan sebelumnya. bahwa hal tersebut tidak dapat dijadikan dalil. Wallahu A 'lam.Liiii > j vf ilr iijJi lui o aii bij Jr FATHUL BAARI — 231 . maka jawabnya bahwa Hercules tidak akan mengatakan hal tersebut berdasarkan ijtihadnya. Disamping itu juga bahwa Hercules mengatakan hal tersebut dalam bahasa Romawi. K E U T A M A A N O R A N G Y A N G M E M E L I H A R A AGAMANYA f <Ji j ^ .yang menyebutkan bahwa iman adalah agama. Di sini Imam Bukhari meringkas hadits panjang yang diriwayatkan dari Abu Sufyan yang telah kami sebutkan pada bab permulaan turunnya wahyu. Jika ada yang mengatakan. bahkan beliau menyebutkannya secara lengkap pada bab "Jihad" dengan sanad yang sama. karena hadits tersebut dinukil dari Hercules.i ' j l ^ . bahwa riwayat tersebut shahih dalam segi lafazh dan maknanya. Hal tersebut menunjukkan.

. Namun. Ketahuilah. dikhawatirkan dia terjatuh ke dalamnya. Barangsiapa mengerjakan perkara yang diragukan. Syaikh Imam Bukhari dengan lafazh. sehingga orang yang ragu-ragu adalah selain mereka. Barangsiapa yang menjauhi perkara-perkara yang diragukan itu berarti dia memelihara agama dan kesopanannya.lu yi. Apabila daging itu baik.—'S adalah bahwa yang mengetahui hukum perkara tersebut hanya sebagian kecil manusia. yang juga merupakan riwayat Ibnu Majah dengan lafazh Ibnu 'Aun.52. oL^Cii. yaitu para Mujtahid. o'4^— £ j (Dan diantara keduanya adalah hal yang meragukan).i J * i (Barangsiapa yang menghindarkan diri dari halhal syubhat) artinya berhati-hati dengan perkara yang syubhat. i ^ ' ^ " D a n diantara keduanya terdapat perkara yang diragukan. daging tersebut ialah hati. c ^ t . "Perkara yang halal telah jelas dan yang karam telah jelas pula. artinya hal-hal yang tersamarkan yang tidak diketahui hukumnya secara pasti. Nu 'man bin Basyir bercerita bahwa dia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda." Yang dapat dipahami dari kata 'J. Ketahuilah dalam tubuh ada segumpal daging. Maknanya. Antara keduanya ada beberapa perkara yang diragukan yang tidak diketahui hukumnya oleh kebanyakan orang. Apabila daging itu rusak. yaitu dalam dzat dan sifatnya sesuai dalil yang zhahir.. maka baik pula tubuh itu semuanya. Yang dimaksud adalah tidak mengetahui hukumnya. Hal tersebut dijelaskan dalam riwayat At-Tirmidzi dengan lafazh. Perbedaan 2 3 2 — FATHUL BAARI . Ketahuilah. maka binasalah tubuh itu seluruhnya." u-i—tii j — * J_JS V (Tidak banyak orang yang mengetahuinya). Kemudian diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari Abi Nu'aim. semua raja mempunyai larangan dan ketahuilah pula larangan Allah adalah segala yang diharamkan-Nya. "Banyak orang yang tidak mengetahui apakah perkara tersebut halal atau haram.'. Dalam riwayat Al Ushaili kata yang disebutkan adalah. keduanya sepakat untuk memperoleh hal yang serupa dari dua sisi yang saling bertolak belakang. K e t e r a n g a n Hadits: l o —r ^ J S * (Yang halal jelas dan yang haram jelas). terkadang syubhat itu timbul dalam diri para mujtahid jika mereka tidak dapat mentarjih (menguatkan) salah satu diantara dua dalil. sama saja dengan penggembala yang menggembalakan ternaknya di pinggir jurang.

'" Artinya bahwa hal mubah yang dikhawatirkan akan menjadi FATHUL BAARI — 233 . terjadinya pertentangan dalil-dalil yang ada. maka dia tidak akan selamat dari perkataan orang yang mencelanya. yang dimaksud dengan kata tersebut (syubhat) adalah yang disebut dengan makruh. Telah dinukil dari Ibnu Munir dalam Manaqib Syaikh Al Qabari. karena kata tersebut mengandung unsur "melakukan" dan "meninggalkan". Kasus ini sama dengan perbedaan pendapat tentang hukum sebelum turunnya syariat. maka dia telah menuju kepada hal yang dimakruhkan. Ketiga. Tapi menurut Muslim dan Ismaili adalah o i ^ i . bentuk jamak (plural) dari kata i'JLl. seperti disebutkan di atas. ada empat penafsiran tentang syubhat. Orang yang menikmati hal tersebut seolaholah menikmati yang dilarang. maka perilaku dan agamanya akan selamat. Hadits ini menjelaskan. (Dan barangsiapa yang terjatuh dalam syubhat). 'J.antara para perawi dalam lafazh hadits. adalah seperti sebelumnya. ditakutkan akan jatuh ke dalam yang dilarang. dan dalam hadits tersebut terdapat tambahan. P e r t a m a . K e d u a . beliau berkata. yang dimaksud dengan syubhat adalah yang mubah (yang diperbolehkan). agamanya selamat dari kekurangan dan perilakunya selamat dari celaan. Yang melakukan hal tersebut. "Buatlah pemisah antara yang halal dengan yang haram. Disamping itu para ulama juga berselisih tentang hukum Syubhat.\ Maksudnya adalah. ada yang mengatakan haram dan ada yang mengatakan makruh. K e e m p a t . Hal ini mengandung petunjuk untuk selalu menjaga hal-hal yang berkaitan dengan agama dan kemanusiaan. Barangsiapa yang banyak melakukan hal yang mubah. maka dia berjalan menuju yang haram. Ringkasnya. karena orang yang tidak menghindari hal-hal syubhat." Pendapat ini dikuatkan oleh riwayat Ibnu Hibban dengan jalur yang disebutkan oleh Imam Muslim tanpa menyebutkan lafazhnya. Perbedaan para perawi dalam kalimat ini seperti yang telah kami kemukakan. Barangsiapa banyak melaksanakan perbuatan yang makruh. bahwa orang yang tidak menjauhkan diri dari syubhat dalam pencaharian dan kehidupannya. Sedangkan mubah adalah pembatas antara hamba dengan yang makruh. maka dia telah menyerahkan dirinya untuk dicemooh dan dicela. perbedaan ulama yang bermula dari adanya dalil-dalil yang saling bertentangan. •JLA^IAVI j> g. "Makruh merupakan pembatas antara hamba dan hal-hal yang haram.

makruh atau haram.j . "Orang yang meninggalkan dosa yang diragukan. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Al Buyu' (jual beli) dari Abu Farwah dari Sya'bi yang berkaitan dengan hadits ini. Misalnya berlebihan dalam halhal yang baik. dimana hal itu akan menyebabkannya jatuh ke dalam hal yang haram. Dalam riwayat tersebut adalah. hatinya akan gelap karena kehilangan sifat wara ' (kehati-hatian) dalam dirinya. maka sesuatu yang jelas baginya adalah harus lebih ditinggalkan. Dengan demikian maka tidak ada penghapusan di dalamnya. Atau dikarenakan ada syubhat di dalamnya sehingga orang yang mengerjakan sesuatu yang dilarang. Sedangkan orang yang mengerjakan suatu dosa yang diragukannya. atau dimaksudkan untuk membantah kelompok yang mengingkari qiyas. maka dikhawatirkan akan jatuh kepada sesuatu yang jelas (dilarang)" Hadits ini merujuk kepada pendapat pertama sebagaimana yang saya isyaratkan.dalam lafazh Bukhari dapat pula dianggap sebagai man maushulah (sambung). ?• fj—S' (Seperti penggembala yang menggembalakan).^> £ — b ^JJ' ^ 'g 3 j i (Barangsiapa yang 1 melakukan sesuatu yang diragukan maka dia terjatuh ke dalam yang haram seperti penggembala yang menggembalakan). Adapun dalam menjadikannya sebagai dalil. Kecuali jika yang dimaksud adalah bahwa hal tersebut mujmal dalam hak sebagian tanpa sebagian yang lain.^—^' *fjJ> f ^ . maka harus dijauhi. Tidak diragukan lagi bahwa orang yang banyak melakukan sesuatu yang makruh. masih harus diteliti kembali. i-'J. Catatan: Ibnu Munir menjadikan hadits ini sebagai dalil untuk membolehkan tetapnya hukum "mujmal" setelah Rasulullah. akan berani melakukan sesuatu yang haram atau kebiasaannya melakukan sesuatu yang tidak diharamkan tersebut menyebabkannya melakukan sesuatu yang diharamkan. Penghapusan tersebut juga dikuatkan dalam riwayat AdDarimi dari Abu Nu'aim Syaikh Imam Bukhari. karena hal itu akan menuntut seseorang untuk banyak bekerja yang terkadang dapat menyebabkannya mengambil sesuatu yang bukan haknya atau melalaikan ibadahnya. LS Demikianlah yang ditemukan dalam setiap teks Imam Bukhari dengan dihapuskannya jawab syarth apabila kata 'j (orang) dianggap berfungsi sebagai syarth. Akan tetapi kata j — . sehingga artinya menjadi barangsiapa yang 2 3 4 — FATHUL BAARI .

maka dia akan menjauhi tempat tersebut karena khawatir ternaknya akan masuk ke dalam daerah tersebut. '"Saya tidak tahu apakah perumpamaan itu berasal dari perkataan Nabi atau perkataan Sya'bi. menjauh dan tempat itu adalah lebih selamat baginya. Oleh karena itu. keragu-raguan Ibnu 'Aun menetapkannya sebagai hadits marfu' tidak menjadikannya sebagai hadits yang berstatus mudarraj. Berdasarkan hal ini. Begitu pula dengan tidak dituliskannya 1. keragu-raguan sebagian mereka tidak mempengaruhi hal tersebut. Orang yang takut akan hukuman dan mengharapkan ridha sang raja. Oleh karena itu. Sedangkan orang yang tidak takut. Catatan: " . Rasulullah mengumpamakannya dengan sesuatu yang masyhur atau dikenal oleh mereka. sedangkan daerah larangan masih subur sehingga dia tidak dapat menguasai dirinya dan masuk ke dalam daerah tersebut. karena penghapusan tersebut diperkuat dengan riwayat Muslim dan yang lainnya dari jalur Zakaria yang juga merupakan riwayat Imam Bukhari.melakukan sesuatu yang diragukan." l t Menurut saya. mudarrij adalali yang berubah sanadnya atau dimasukkan dalam matannya sesuatu yang berasal dan luar tanpa ada tanda. dan saya tidak memperhatikan dalil-dalil mereka kecuali yang dimiliki oleh Ibnu Jarud dan Ismaili dari riwayat Ibnu 'Aun dari Sya'bi. Atau tempat yang ditempatinya sudah gersang dan tidak ada tumbuhan. Pendapat tersebut diceritakan oleh Abu Amru Ad-Dani. karena beberapa perawi yakin bahwa hadits tersebut berstatus marfu'. yaitu raja-raja Arab melindungi para pengembala mereka di suatu tempat khusus dengan ancaman hukuman berat bagi orang yang menggembalakan ternaknya di tempat itu tanpa izinnya. Secara terminologi. Ibnu 'Aun berkata dalam akhir hadits. Ada anekdot dalam perumpamaan tersebut. penjelasan FATHUL BAARI — 235 . akan menggembalakan ternaknya di dekat tempat tersebut tanpa ada jaminan bahwa tak ada satupun ternaknya yang memisahkan diri dan masuk ke dalam daerah tersebut. maka orang tersebut seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya. maka perkataannya JSjl ^'S berfungsi sebagai kata awal untuk menarik perhatian terhadap sesuatu yang belum terjadi dengan sesuatu yang ada. betapapun ketatnya pengawasan seseorang terhadap binatang gembalaannya. Pendapat pertama lebih utama untuk diterima. Sebagian ulama mengklaim bahwS^terumpamaan tersebut adalah perkataan Sya'bi dan ia termasuk mudarri/ dalam hadits. Oleh sebab itu.

j u ^ sesungguhnya larangan Allah). yaitu pemahaman yang diberikan oleh Allah. atau juga karena dia diletakkan terbalik dalam badan. dorongan untuk memperbaikinya dan isyarat bahwa naflah yang baik memiliki efek terhadap hati. — U i j * * . dan dicantumkannya perumpamaan tersebut dengan status marfu" dalam riwayat Ibnu Abbas dan juga Ammar bin Yasir. Hadits ini mengandung peringatan akan pentingnya hati. -iiUi (Segumpal darah) dinamakan hati (l1»). Dikhususkannya hati dalam hal ini. Penggunaan kata lii menunjukkan hal tersebut biasa terjadi dan bisa juga berarti "jika" seperti yang ada di riwayat ini. "Mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami. demikian pula sebaliknya. Dengan demikian. karena mereka adalah huffazh (para penghafal hadits). 4JJ1 j ^ . berfungsi memperingatkan bahwa setelahnya adalah kebenaran. Jika pemimpinnya baik maka rakyat pun akan baik." dan firman Allah. Pendapat tersebut dapat dijadikan dalil bahwa akal berada di hati berdasarkan firman Allah. ^-—^iU> lij dan — '-j iji. maka hadits tersebut selamat dari tuduhan mudarraj. „>i vi (Sesungguhnya larangan Allah di bumiNya adalah hal-hal yang diharamkan-Nya). sedangkan dalam riwayat selain Abu (Dan dicantumkan dalam k a l i m a t . agar apa yang disebutkan sebelum perumpamaan berkaitan erat dengannya.juga tidak berpengaruh terhadap perawi yang mencantumkannya. Riwayat yang menguatkan tidak adanya idraj dalam hadits ini adalah riwayat Ibnu Hibban. (jatuh ke dalam yang haram) dalam riwayat Al Bukhari. huruf "waw" j>. karena sifatnya yang selalu berubah atau karena dia adalah bagian badan yang paling bersih. "Sesungguhnya dalam semua itu terdapat peringatan bagi orang yang memiliki hati. Sedangkan kata S '. maka dalam riwayat sebagai 1 Abi Farwah diinterpretasikan kata *j^S^ dengan " (kemaksiatan) ganti dari (yang diharamkan). Yang dimaksud dengan *J<—^ adalah perbuatan yang diharamkan atau meninggalkan pekerjaan yang wajib. Agaknya inilah rahasia penghapusan kata H ' ^ J i j .perumpamaan tersebut dalam riwayat beberapa perawi -seperti Abu Farwah dari Sya'bi. " Para ahli 2 3 6 — FATHUL BAARI . Dalam riwayat Mustamli tidak menggunakan kalimat Dzarr. karena hati adalah pemimpin badan.

Kemudian dalam beberapa riwayat digunakan kata (sehat) dan jU.. Kemudian diikuti oleh Mujahid pada riwayat Ahmad. Fondasi agama menurut kami adalah kalimat-kalimat yang disandarkan kepada sabda khairul barriyah (manusia yang paling baik) Tinggalkan yang syubhat dan berzuhudlah kemudian biarkan yang tidak ada di depan matamu lalu berbuatlah dengan niat. Pelajaran Yang Dapat Diambil Kalimat i . Adapun korelasi dengan kalimat sebelumnya adalah bahwa asal dari ketakwaan dan kehancuran adalah hati. Ada dua bait yang masyhur tentang hal tersebut.i ^ i JUJI j t j \ vi hanya ditemukan dalam riwayat As} Sya'bi. "Apa yang aku larang maka jauhilah. Adapun disebutkannya hati.. karena ia adalah pemimpin tubuh." Ibnu Arabi mengisyaratkan bahwa hadits tersebut mencakup seluruh hukum syar'i." FATHUL BAARI — 237 . karena hati adalah tempat bersemayamnya akal. para ulama mengagungkan hadits ini dan menganggapnya sebagai faktor keempat dari 4 faktor yang mendasari hukum sebagaimana yang dinukilkan dari Abu Daud." sebagai ganti dari kalimat. serta adanya hubungan yang erat antara perbuatan dengan hati. Penambahan tersebut hanya ditemukan dalam riwayat Zakariya dari As-Sya'bi. Mughirah dan lainnya pada riwayat Thabrani.(sakit) sebagai ganti (-^Ce (baik) dan (rusak). bahkan kebanyakan riwayat yang berasal dari Sya'bi tidak ada kalimat tersebut. Abu Daud menganggap kalimat. A! Qurthubi berkata. "Berzuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia.tafsir mengartikan hati dengan "akal". Oleh karena itu. "Hal tersebut dikarenakan hadits tersebut mencakup perincian tentang halal dan haram serta yang lainnya. maka seluruh hukum yang ada dapat merujuk kepadanya.

^ j ^ l ' j lil'j fljiJl ^ J J l ^ B_ y ' ' *• y ' V I i L j l ' Oi ^ y ' r ^— *- V ifl iul J j l j b' S j* jA* < s v j O *- J *-A> j Wlj_J ^ J Aj ^ ^ ^ o J^S 4 0 \jy^ # r t jUS y ° ^ * *t ^ ^ y IJj> 0 a JLJ 'a ° s t 0 e of * t jjil AJ^-jj * . 'Utusan dari suku manakah anda semua?' 'Dari suku Rabi 'ah. f r LS ip J S j & . 'Tinggallah di rumahku.f j i) * ji ^ j u Vj Lj1j>=- Aji Jii ^il^ r^^^ j ' fy^^. f * i' ill V 0> ojL^i> ' i * ' . Abu Jamrah berkata. Kemudian dia berkata kepadaku. 'Aku duduk bersama Ibnu Abbas di atas dipannya. Rasul pun bersabda. kami tidak 2 3 8 — FATHUL BAARI .f • 1I ' ji\ 9 JjJI cJiS" Jii o s .j AU L O U J ^ I * . * j > *' B « > y\o-o>-\ ' " i '> 9 ' ' $* ' * J 9 ' i' ' 9 9 Jl—ij ^ <Ljl J i i C H J J C J J A J I J j i f J l j «.IjJJlj j » i ^ J l 53.' jawab mereka. Mereka menjawab.j l ^ l i ^ j l j AJJI f e $ .• .40. \' 0 ^ 1 'jf0 3 -3 -_ r . akan kuberikan kepadamu sebagian hartaku. 'Selamat datang wahai para utusan. iy\ uJ _4^i J-* j ( r i_jJi—a ^ i J u j *J ^ 1 . 'Ya Rasulullah. "Ketika utusan Abui Qais datang kepada Nabi.j <U)b *< * oL-S'jJl l i i j o">Cflil ^ l i l j «OJl J j . .'" Maka aku pun tinggal di rumahnya lebih kurang 2 bulan lamanya. > ^ - 1 ^ j j j J J l J i i o O > .' Diucapkan oleh beliau tanpa maksud untuk menghina dan menyesal. beliau bertanya kepada mereka. ' ' i *ul 1 y i s o O ^ . ^ O ' W f ^ ° . lalu dia berkata kepadaku. M E L A K S A N A K A N 1/5 D A L A M P E M B A G I A N R A M P A S A N P E R A N G A D A L A H S E B A G I A N DARI IMAN Jl # - a s oj j * * *.

'Ingatlah semua itu dan sampaikan kepada orang kampung anda. Sedangkan menurut saya. berilah kami pengajaran yang jelas dan tegas supaya kami sampaikan kepada orang-orang kampung kami.dapat menemui anda kecuali pada bulan Haram ini." Menurut saya. membayar zakat. bahwa Ibnu Abbas hanya menggunakan satu penterjemah. karena diantara negeri kami dan anda masih terdapat kampung Mudhar yang kafir. di sini kata tersebut memiliki arti yang lebih umum. Sabda Rasulullah SAW. "Sayalah yang menjadi penerjemah antara Ibnu Abbas dan orang-orang.' Kemudian mereka menanyakan kepada Nabi tentang meminum minuman keras. Rasulullah SA W bersabda. maka Nabi menyuruh mereka melaksanakan 4 perkara dan melarang 4 perkara yang lain. 'Mengakui tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah. karena dia menyampaikan perkataan Ibnu Abbas kepada orang yang tidak mengerti dan dia menyampaikan kepadanya perkataan mereka yang disebabkan oleh terlalu banyaknya orang yang berbicara atau pemahaman yang kurang. Rasul memerintahkan mereka untuk mengesakan Allah." FATHUL BAARI — 239 . agar kami semuanya masuk surga. 'Tahukah kalian apa artinya iman kepada Allah satu-satunya?' 'Allah dan RasulNya lebih mengetahui. Al Qurthubi berpendapat. 'jawab mereka. Hantam 2. I. "Asal kata terjemah digunakan untuk mengungkapkan satu bahasa ke dalam bahasa lain. maka tidak ada perbedaan antara keduanya pada saat berhadapan dengan banyak orang. Dubba 3. Muzaffat.'" Keterangan Hadits: j\ iiif ois~ (Saya duduk di atas dipan bersama Ibnu Abbas) Dalam kitab Ilmu dari riwayat Ghundar dari Syu'bah. Ada yang mengatakan bahwa Abu Jamrah mengetahui bahasa Persia dan menerjemahkannya untuk Ibnu Abbas. "Dalam hadits ini ditemukan dalil. Atau barang kali mugayyar (sebagai ganti dari naqiir). kemungkinan yang kedua lebih kuat karena Abu Jamrah duduk bersamanya. puasa di bulan Ramadhan dan memberikan 1/5 harta rampasan perang kepada baitul mal Rasulullah melarang mereka untuk melakukan 4 perkara yaitu. Tapi dapat ditafsirkan. Naqiir 4. Nabi bersabda. Lafazhnya adalah. Imam Bukhari menjelaskan sebab penghormatan Ibnu Abbas kepadanya (Abu Jamrah)." Ibnu Shalah berkata. bahwa Ibnu Abbas duduk di tengah dan Abu Jamrah duduk di pinggir tempat tidur di sebelah orang-orang yang diterjemahkan.'Kemudian Rasulullah menyuruh mereka menegakkan shalat. Oleh karena itu.

jika terlalu banyak minum maka orang-orang akan duduk karena takut muntah. Ibnu Tin mengambil kesimpulan diperbolehkannya mengambil upah mengajar berdasarkan kalimat." Cmrthubi berkata." Dalam riwayat Bukhari pada akhir kitab Al Maghazi disebutkan dari jalur Qurrah dari Abu Jamrah yang berkata. dimana mereka membicarakan tentang larangan memeras anggur dalam bejana. karena dalam riwayat Qurrah dan lainnya tidak disebutkan keragu-raguan beliau. Agak aneh jika Al Karmani berkata. Terdapat keraguan pada salah satu perawi. Ibnu Abbas pun melarang hal tersebut. Hal ini membuktikan bahwa Ibnu Abbas belum mendengar tentang penghapusan larangan memeras anggur. "Wanita tersebut berkata." 2 4 0 — FATHUL BAARI . tapi penghapusan tersebut tercantum pada hadits Buraidah bin Al Hashib dalam riwayat Muslim dan lainnya. "Ambillah sebagian dari hartaku". "Datanglah seorang perempuan yang menanyakan tentang anggur Al Jar." Ibnu Abbas pun berkata. Abu Jumrah atau yang di bawahnya. "Hadapkan kepadaku utusan Abdul Qais. "Wahai Ibnu Abbas aku memeras anggur yang manis dalam sebuah belanga dan meminumnya. Dengan kemungkinan bahwa pemberian tersebut disebabkan mimpi yang dilihatnya dalam umrah sebelum haji.Menurut saya. maka beliau bersabda."' Berkatalah Ibnu Abbas. Al seorang dalilnya. Saya menduga Syu'bah. akan tetapi perutku bergejolak. Imam Bukhari membahas kasus tersebut dalam bab khusus pada akhir kitab Al Ahkam."). Beliau berkata setelah kalimat y—~>' J — ( d a n diantara orang-orang). "Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa mufti harus menyebutkan dalil jika penanya mengetahui jf 'v—ili ^ Jii j Jii \'Jl (ketika mereka iJy'i mendatangi nabi. "Jangan engkau minum walaupun lebih manis dari madu. _ _ . "Sesungguhnya utusan Abdul Qais. Imam Muslim menjelaskan sebab terjadinya percakapan antara Ibnu Abbas dan Abu Jamrah dalam suatu riwayat Ghundar dari Syu'bah. ^ i*j J'J ~~ (Kemudian berkata. maka penyebutan namanya di sini mempunyai korelasi yang cukup kuat. seperti yang akan disampaikan oleh Imam Bukhari dalam "Kitab Haji". 'Saya memiliki belanga yang berisi anggur perasanku untuk kuminum. "Keragu-raguan tersebut berasal dari Ibnu Abbas." Wanita tersebut berkata." Ketika Abu Jamrab datang dari Abdul Qais. "Siapakah suku ini?" atau "Utusan siapa ini?"). Dari hadits tersebut.

diantaranya adalah Mundzir bin A'idz yang disebut sebagai Asaj. Amru bin Marhum. kita dapat memadukan riwayat ini dengan riwayat lainnya yang menyebutkan bahwa delegasi tersebut berjumlah 13 orang. Dalam kitab Al Adab. "Saya salah seorang dari delegasi yang menghadap Rasulullah dengan jumlah 40 orang. Tidak ada dalil dalam menyebutkan. Dalam Musnad Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah disebutkan nama Rustum Al Abidi. bentuk tunggalnya adalah JJ*.. Imam Bukhari menyebutkan nama A z . "Ketika Rasulullah sedang duduk berbicara dengan para sahabatnya tiba-tiba beliau berkata. ia berkata. kemudian dalam kitab Al Ma'rifah karangan Abi Nu'aim disebutkan Juwairiyah Al Abidi. Kemudian beliau melarang kami akan. Kemudian dalam beberapa riwayat disebutkan nama lain delegasi Abdul Qais. Sedangkan apa yang diriwayatkan oleh Ad-Daulabi dan yang lainnya dari jalur Abu Khairah Ash-Shu'bah yang dinisbatkan kepada Shubah Bathan yang berasal dari Abdul Qais dikatakan.. Harits bin Jundub. Mazidah bin Malik. "Kata J j—>j adalah kelompok pilihan yang diutus untuk pertemuan besar. Lalu dia bertanya. Shahar bin Abbas. dengan mengatakan bahwa 13 orang tersebut adalah para pemimpin delegasi. "Siapakah kalian?" Mereka menjawab." Di sini." Saya katakan."' Kemudian berdirilah Umar dan menemukan 13 orang pengendara kuda. ' Dari jurusan ini akan muncul para pengendara kuda yang merupakan orang-orang terbaik di wilayah barat.An-Nawawi berkata. Ubaidah bin Hammam. Oleh sebab itu. Nama mereka disebutkan oleh pengarang kitab At-Tahrir dalam syarh Muslim. diantaranya adalah Akhu Zarra' yang F A T H U L BAARI — 241 . dan ada kemungkinan di antara mereka ada yang tidak menunggang kuda. Delegasi Abdul Qais ini terdiri dari 14 orang dan Asaj yang paling tua. yang telah disinggung dalam riwayat Muslim tanpa disebutkan namanya. mereka menunggang kuda sedangkan yang lainnya adalah para pengikut mereka.. Dalam kitab Al Ma 'rifah dari jalur Hud Al 'Ashri yang dinisbatkan kepada Ashr Bathan dari kakeknya dari ibunya Mazidah. Dalam Musnad Al Bazzar dan sejarah Ibnu Abi Khaitsamah disebutkan nama Jahm bin Qatsam. bahwa utusan tersebut berjumlah 14 orang. bahwa mereka adalah delegasi dari Abdul Qais. Kemudian Munqidz bin Hibban. Lalu disebutkan pula dalam sunan Abu Daud Qais bin N u ' m a n Al Abidi yang juga disebutkan oleh Khatib dalam kitab Al Mubhamaat.Z a r i ' b i n Amir Al Abidi. bahwa telah disebutkan dalam riwayat Ibnu Sa'ad salah seorang diantara mereka adalah Uqbah bin Jarwah. Haris bin Syuaib. Mereka semua adalah 6 orang yang tersisa dari 14 orang tesebut.

dimana peperangan dan penawanan itu menyebabkan mereka menyesal dan sedih. maka menunjukkan sifat. Dalam hadits Ummu Salamah. Hammam bin Rabi'ah dan Jariah bin Jabir. bahwa yang pertama kali mengucapkan salam adalah Saif bin Dzi Yazan. tapi jika diakhiri dengan kasrah (J. "Marhaban bi Ibnati" (selamat datang kepada anakku) dan semuanya benar. bahwa hanya merekalah yang ditaklukkan." Kemudian dalam cerita Fatimah juga disebutkan. (selamat datang para delegasi tanpa penyesalan dan kesedihan). Semuanya disebutkan oleh Ibnu Syahin dalam Mu'jamnya. Panjangnya pembahasan ini karena pengarang At-Tahrir berpendapat.berarti yang ditimpa penyesalan.. kemudian dalam kisah Ikrimah bin Abi Jahal disebutkan lafazhnya adalah. Kata 'j'j." !_~>y/~ 'jl—* (Tidak merasa menyesal). bahwa kalimat j * Vj & menunjukkan anjuran untuk bertanya kepada orang yang mempunyai maksud tertentu supaya dapat diketahui sehingga kita dapat menempatkan sesuai dengan posisinya. "Selamat datang kepada para delegasi yang tidak ada 2 4 2 — FATHUL BAARI . Askari menyatakan. Khuzaimah bin Abdu bin Amru.\ 'jx\ j±'y\L >^J. jte li j &'y. Kemudian Ibnu Sakan meriwayatkan nama Musyammaraj AsSa'di yang datang bersama dengan delegasi Abdul Qais. demikian dikatakan oleh An-Nawawi dan diperkuat dengan riwayat Imam Bukhari dalam kitab Adab dari jalur Abi Tayyah dari Abi Jamrah.\ . Ibnu Abi Jamrah berkata.bernama Mathar dan keponakannya yang tidak disebutkan namanya. i — ^ . Tambahan ini diriwayatkan oleh Al Baghawi dalam kamusnya. Yang masyhur adalah penulisan yang pertama.(Selamat datang).—«•). Ditemukan dalam riwayat An-Nasa'i dari 1 jalur Qurrah. u 'i j (Tidak sedih). Kemudian AnNasa'i meriwayatkan bahwa Rasulullah mengatakan. dan yang dimaksud di sini adalah mereka masuk Islam dengan suka rela tanpa peperangan atau ditawan. "Marhaban Wa 'alaika Salaam. maka menunjukkan hal (kondisi). "Marhaban li Ummi Hani'" (selamat datang wahai Ummi Hani'). "Marhaban li Raakib Al Muhajirin. Diantara mereka juga terdapat Jabir bin Harits.'JJ. Kata ^ jika diakhiri dengan fathah Q—«•). Di dalamnya terdapat dalil disunnahkannya untuk memperlakukan suku tersebut dengan baik dan juga hal tersebut telah disepakati oleh Nabi. ^ — . Lalu ada pula Nuh bin Makhlad -kakek Abi Jamrah-dan juga Abi Khairah As-Shubahi seperti yang disebutkan di atas.

" Dalam riwayat Hammad bin Zaid dan vang lainnya." Juwatsi adalah nama kampung mereka yang terkenal. "Kami mendatangi anda dari jarak yang jauh. Secara eksplisit. yaitu bulan Rajab." Ada yang berpendapat bahwa huruf lain dalam kalimat tersebut menunjukkan sesuatu. Jika tidak ada penvesalan. Di dalamnya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa mereka telah memeluk Islam ketika menghadap. Ibnu Abu Jamrah berkata.—'u—i 1 Ji—li (Mereka berkata. Penjelasannya ditemukan dalam riwayat Baihaqi. L'ntuk itu hadits ini menjadi dalil diperbolehkannya memuji orang lain di hadapannya jika tidak menimbulkan fitnah. '"Wahai Rasulullah!"). "Shalat Jum 'a r yang aku lakukan kedua setelah di masjid Rasul adalah di masjid Abdul Qais di Juwatsi Bahrain. ~j^C. "Kecuali pada bulan-bulan haram" Juga dalam riwayat Harumad dalam kitab Al Manaqib disebutkan.'' Ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari jalur Syu'bah. Rasulullah bersabda. J—Ui & (Pengajaran yang jelas dan tegas). ^—j-' 1 •I'J—*Ji ^ — t S\ (Kecuali pada bulan haram). "Diberitakan kepada mereka kebaikan pada saat ini (dunia) atau nanti (akhirat). Begini pula dalam ucapan mereka. Hai tersebut karena kabilah Mudhar selalu mengagungkan bulan Rajab. Daerah yang didiami oleh Abdul Qais terletak di Bahrain." Kemudian yang dapat dijadikan dalil bahwa keislaman mereka lebih dahulu.j ^ S dan U>l U'JLJ. Berdasarkan hal ini. maka dalam hadits Abi Bakrah dikatakan. "Rajab Mudhar". mereka berkata -seperti yang ditemukan dalam riwayat Syu'bah dalam kitab Al 'llm. "kecualipada setiap bulan haram. (Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui). mereka mengkhususkan bulan Rajab dengan keagungannya meskipun dilarang berperang pada 3 bulan yang lain. adalah riwayat dalam masalah shalat Jum'at dari jalur Abu jamrah dari Ibnu Abbas yang berkata. Yang dimaksud dengan syahrul haram adalah mencakup empat bulan suci. Hal itu diperkuat dengan riwayat Qurrah dalam kitab Al Maghazi dengan lafazh. "Kuperintahkan kalian" dan dalam riwayat Bukhari dari Abi Tayyah bahwa kata tersebut disebutkan dalam FATHUL BAARI — 243 . Hal ini membuktikan bahwa kabilah Abdul Qais lebih dulu memeluk Islam daripada kabilah Mudhar. Pelaksanaan shalat Jum'at setelah kepulangan utusan mereka mengisyaratkan bahwa mereka telah lebih dahulu memeluk agama Islam." ^ J .kesedihan dan penyesalan. maka yang timbul adalah sebaliknya (kegembiraan). "Perintahkanlah kami untuk melaksanakan sesuatu. karena penyesalan itu timbul di belakang atau kemudian hari.

bahwa ungkapan tersebut mengandung dalil untuk menyatakan udzur jika tidak mampu melaksanakan yang hak." Ada yang berpendapat. Al Anfaal (8) : 41) Ath-Thibi bersandar kepada pendapat mi dan berkata. Untuk itu di sini bukanlah bertujuan untuk menyebutkan dua kalimat syahadat. dan ada yang mengatakan •iCkii. Ibnu Abi Jamrah mengatakan. dua kalimat syadahat tidak dimasukkan dalam perintah. dan setiap perbuatan yang baik akan masuk surga jika diterima. jU^ii (Kemudian memerintahkan mereka akan empat) Yang dimaksud adalah empat perkara berdasarkan ucapan mereka. Atau mengandung anjuran untuk menanyakan terlebih dahulu persoalan yang lebih penting. menerangkan atau yang menjelaskan. Al Khaththabi mengatakan. Al Qadhi Abu bakar Ibnu Arabi berkata. "Merupakan kebiasaan kaum sastrawan jika menisbatkan suatu tertentu. berarti J > ^ i -seperti jliil'i berarti . "Ada yang mengatakan bahwa yang pertama dari keempat perkara tersebut adalah menegakkan Shalat. karena yang dibutuhkan adalah makna bukan lafazhnya.yaitu yang memisahkan antara yang benar dan yang salah atau berarti yang memisahkan. pji—. "Kami diperintahkan dengan sejumlah perintah" Ucapan tersebut adalah riwayat Qurrah dalam kitab Al Maghazi. Al Qurthubi berkata. Demikian yang diriwayatkan oleh Ath-Thibi. \ .bentuk (kerjakan). maka kami menduga penyebutan kedua kalimat syahadat tersebut berfungsi untuk menunjukkan awal kalimat. Diterima atau tidaknya amal perbuatan tergantung rahmat Allah. baik wajib maupun sunah. maka mereka menjadikan teksnya khusus bagi sesuatu itu dan membuang yang lainnya. seperti yang terjadi pada masa awal Islam. Oleh karena itu. "Jika tidak ada huruf athaf. dapat dibaca kasrah yang diathafkan 2 4 4 — FATHUL BAARI . Adapun disebutkannya dua kalimat syahadat. "Ketahuilah apapun yang kamu peroleh sebagai rampasan perang maka ketahuilah bahwa 1/5 nya adalah milik Allah" (Qs. adalah untuk tabarru' (mencari berkah) berdasarkan firman Allah.J ^ j_UiJi (pembeda yang jelas). bahwa disebutkannya huruf athaf (sambung) tidak dapat membantah hal tersebut. karena mereka telah beriman dan berikrar dengan kelimat syahadah. »J 'J>J (Kami mengabarkan). Akan tetapi sabda beliau -'iij IH—UJi (Dan menegakkan shalat). Tetapi ada kemungkinan mereka menyangka bahwa iman hanya sebatas itu. .

. "Dan lakukan dengan kedua tanganmu.. Ibnu Rasyid menjawab. diantaranya melaksanakan 1/5 dari rampasan perang. Begitu juga perintah mendirikan shalat dan yang lainnya. "Bagaimana dapat dikatakan bahwa syahadat masuk dalam salah satu dari empat perkara sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Hammad bin Zaid dari Abu Jamrah.). yaitu beriman kepada Allah.mengharuskan untuk dimasukkan dalam perangai yang lain dalam penafsiran Iman." yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Al Maghazi." Sedangkan yang ditemukan dalam kitab Zakat dari jalur ini adalah adanya tambahan huruf waw dalam ucapannya *ii Vj *J\ i' JI SM+i dimana Jt tambahan tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat selain Hajjaj bin Manhal dan tidak ada yang mengikutinya.. sedang makna yang disebutkan bertentangan dengan hal tersebut. dan riwayat tentang kewajiban melaksanakan 1/5 rampasan perang sebagaimana disebutkan dalam riwayat Bukhari." Yang dimaksud dengan persaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah adalah seperti yang diterangkan dalam riwayat Ubadah bin Ibad pada awal kitab Al Mawaqit. yaitu mereka bertanya kepada Rasul tentang amalan yang dapat memasukkan mereka semua ke dalam surga. perintah kepada mereka untuk beriman bersumber dan disyaratkan dengan dua kalimat syahadat. Adapun amalan yang dapat memasukkan pelakunya ke dalam surga adalah amalan iman.." Jika ada yang mengatakan bahwa tema yang disebutkan oleh Imam Bukhari -melaksanakan 1/5 harta rampasan perang adalah sebagian dari iman. Jika ada yang mengatakan. menegakkan shalat. Maknanya adalah. iy^\ \'Jli\ i ^ u i ^ j i (empat perkara. bahwa kesesuaian antara tema dengan hadits terletak pada segi yang lain.. Yang menguatkannya adalah penghapusan keduanya pada riwayat Imam Bukhari dalam kitab Adab yang berasal dari jalur Abi Tayyah dari Abi Jamrah dengan lafazh. Beliau pun menjawab. bahwa amalan yang dapat memasukkan mereka ke dalam surga." FATHUL BAARI — 245 . "Aku perintahkan kepada kalian empat perkara. "Aku perintahkan kepadamu empat perkara dan melarangmu empat perkara.pada kalimat. sehingga melaksanakan 1/5 rampasan perang adalah sebagian dari iman dengan pernyataan ini. jL_ tyu i—i^l (Aku perintahkan kepada mereka untuk beriman)." kemudian ditafsirkan dengan "Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. yaitu beriman kepada Allah dan bersaksi Tiada Tuhan selain Allah dan keyakinan adalah satu.

Hal ini juga menjadi dalil bahwa syahadat termasuk dalam empat perkara tersebut. "Seakan-akan dia hendak memberitahukan kepada mereka kaidah-kaidah keimanan dan apa yang harus mereka lakukan jika terjadi jihad karena mereka berhadapan dengan kabilah Mudhar yang kafir. Atau dia tidak menghitung pembagian 1/5 rampasan perang. yaitu keduanya sama-sama mengeluarkan harta dalam jumlah tertentu pada waktu tertentu. Begitu pula tidak disebutkan ibadah haji. bukan berarti tidak diperbolehkan adanya penambahan.Disebutkannya syahadat ilahiah (bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah) dengan maksud dua kalimat syahadat (bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah) adalah sebagai pengetahuan akan hal itu seperti yang telah dijelaskan dalam kitab Ziyadatul Iman. maka artinya adalah "Aku perintahkan kepada kalian empat perkara untuk ditaati". Maka di sini tidak dimaksudkan menyebutkan pembagian harta rampasan perang secara khusus." Menurut saya.bahwa pembagian 1/5 merupakan pengecualian dari empat perkara tersebut. "Walaupun ganjaran telah didapat dengan melaksanakan empat perkara tersebut. menyembah kepada Allah dan jangan menyekutukannya dengan yang lain. " Yang lainnya berpendapat. ""Kemungkinan dia menghitung shalat dan zakat sebagai satu perbuatan karena keduanya saling bergandengan dalam Kitabuliah. karena haji belum diwajibkan pada waktu itu. karena hal itu adalah akibat dari jihad. bagaimana dikatakan empat sedang yang disebutkan adalah lima? Pertanyaan tersebut dijawab oleh Qadhi I y a d mengikuti Ibnu Baththal. Ibnu Tin berkata. maka seharusnya kata ganti yang digunakan adalah kata ganti (maskulin). Lalu keempatnya adalah melaksanakan pembagian 1/5 rampasan perang." Qadhi Abu Bakar bin Arabi berkata. karena kata ganti dalam perkataan j— Ij \—' disebutkan dalam bentuk cSy (feminim) yang kata gantinya kembali kepada empat perkara tersebut. mengeluarkan zakat dan berpuasa pada bulan Ramadhan serta melaksanakan pembagian 1/5 dari rampasan perang. Dia berkata. menegakkan shalat. Berdasarkan hal ini." 2 4 6 — FATHUL BAARI . bahwa kalimat dengan i ji j berkaitan ^ j l . "Aku perintahkan kepada kalian empat perkara. Jika yang diinginkan adalah menafsirkan kata iman. hal tersebut juga berdasarkan lafazh riwayat Muslim dalam hadits Abu Sa'id Al Khudri dalam kisah ini. karena termasuk dalam keumuman mengeluarkan zakat. sedangkan jihad pada saat itu belum menjadi fardhu 'ain.

padahal yang dijanjikan untuk disebut adalah empat perkara. ji—iij. jika tidak maka kezhahiran tersebut didapat dari teks yang mengatakan bahwa syahadat merupakan salah satu dari empat perkara tersebut berdasarkan kalimat. Jika dia lupa akan detailnya maka dia dapat merujuk kepada angka tersebut. Iman adalah satu. karena haji diwajibkan pada tahun ke-9 H dan Nabi baru melaksanakannya pada tahun ke-10 H. adalah agar orang-orang mencari detailnya dan orang yang mendengar berusaha untuk menghafalnya. karena penundaan pelaksanaan haji tidak menggugurkan perintah haji itu sendiri. tetapi banyak berdasarkan kewajibannya. karena haji diwajibkan pada tahun ke-6 menurut pendapat yang kuat sebagaimana yang insya Allah akan kita sebutkan. sehingga tidak bertentangan dengan mazhabnya bahwa haji harus dilaksanakan dengan segera (J'U' j i ) . Begitu pula dengan larangan. Pendapat yang mengatakan tidak disebutkannya haji dalam hadits tersebut karena haji adalah kewajiban yang dapat ditunda (^'J^< J*) tidak dapat diterima. penyebutan tersebut berdasarkan empat bagian yang saling terpisah.Al Baidhawi berkata. bisa jadi karena lupa atau diringkas. Artinya iman merupakan kata penyatu dari empat perkara yang disebutkan. "Secara eksplisit. Hikmah disebutkannya secara global sebelum ditafsirkan." Sebagian pendapat mengatakan bahwa apa yang disebutkan di atas adalah berdasarkan apa yang tampak (zhahir). karena belum diwajibkan untuk dapat dijadikan sandaran. Begitu pula dengan pendapat yang mengatakan bahwa tidak disebutkannya haji adalah karena haji telah dikenal oleh mereka. Sedangkan dapat ditunda {^'P Imam Syafi'i berargumen. dimana pada hakikatnya adalah satu. Seakan-akan Qadhi lyadh ingin menghapus masalah bahwa iman sebagai satu perkara. jika tidak sesuai maka dia mengetahui bahwa ada yang tidak didengarnya. Sedangkan tiga perkara lainnya dihapus oleh perawi. Akan tetapi Qadhi lyadh memilih pendapat yang mengatakan bahwa haji diwajibkan pada tahun kc-9. Jawabannya adalah. FATHUL BAARI — 247 . Akan tetapi keyakinan Qadhi lyadh dan Al Waqidi bahwa keislaman mereka terjadi pada tahun ke delapan. adalah pernyataan yang kurang dapat diterima. Apa yang dikatakan oleh Qadhi lyadh tentang tidak disebutkannya haji. kelima perkara yang ada di sini adalah penafsiran dari iman yang merupakan salah satu dari empat perkara yang dijanjikan akan disebutkan. dan kita telah memaparkan dalil keislaman mereka sebelum hal tersebut. ia adalah satu yang bisa menjadi banyak sesuai dengan peringatannya. bahwa kewajiban haji J*).

ini yang berkaitan dengan riwayat Abi Jamrah. "Aku larang kalian akan empat perkara. sehingga Rasulullah membatasi jawabannya pada ibadah yang dapat dilakukan oleh mereka pada saat itu. Penyebutan haji juga didapati dalam Musnad Imam Ahmad dari riwayat Abban Al Aththar. karena haji lebih dikenal oleh orang-orang selain mereka. ^—I'JJU ^—*3u tiijij J. Ibnu Khuzaimah. karena orang yang meriwayatkan dari keduanya dan Nasa'i. dari Qatadah. apa yang diperas dalam hantam. Agaknya kalimat di atas disebabkan oleh perubahan yang dilakukan oleh Abu Qilabah. Apa yang ditemukan pada bab "Puasa" dari Sunan Al Kubra karya Al Baihaqi berupa penambahan dari jalur Abi Qilabah Ar-Raqqasyi dari Abu Yazid Al Harawi dari Qurrah. Adapun pendapat yang mengatakan bahwa tidak disebutkannya haji dalam riwayat tersebut karena mereka tidak memiliki jalan untuk menunaikannya disebabkan adanya kaum kafir Mudhar. karena pada bulan-bulan tersebut mereka dalam keadaan aman. adalah karena mereka bertanya kepada Rasulullah tentang amalan yang dapat memasukkan mereka ke dalam surga. merupakan jawaban dari "Dia bertanya tentang minuman'" dan masuk dalam kategori J t _ ^ J i « u _ . ibnu Hibban dari jalur Ourrah tidak menemukan kata haji. naqir dan muzaffat. padahal masih banyak perbuatan yang lebih dari itu yang harus dilarang. Rasulullah tidak bermaksud mengabarkan kepada mereka seluruh hukum yang wajib dan yang harus ditinggalkan oleh mereka. : (Dan melarang mereka tentang empat perkara. dubba'. J i — k j i jy—&\ (yang dimaksudkan adalah kandungannya) alias apa yang ada dalam hantam dan lainnya. Dapat dikatakan bahwa disebutkannya sebagian perkara kepada mereka... juga tidak dapat diterima. "Dan menunaikan haji ke Baitul Haram" merupakan riwayat yang syadz (cacat). 'y liLp _.pendapat ini juga tidak kuat. juga tidak dapat diterima. karena ketidakmampuan mereka dalam melaksanakan haji tidak harus menjadi penghalang untuk memberitahukan hal tersebut kepada mereka agar dapat melaksanakan haji pada saat yang memungkinkan seperti yang disebutkan dalam ayat. "Yang 2 4 8 — FATHUL BAARI . dari Ikrimah dan dari Ibnu Abbas dalam kisah delegasi Abdul Qais.). Di sini larangan Rasul tersebut berdasarkan pada apa yang sering mereka lakukan. Maksud tersebut diterangkan dalam riwayat Nasa'i dari jalur Qurrah. dari hantam. dari Sa'id bin Musayyab. Hal itu dikuatkan oleh larangan Rasul untuk memeras anggur. Bahkan tuduhan yang menyatakan bahwa mereka tidak memiliki jalan untuk melaksanakan haji.

yaitu sejenis tumbuhan yang terbakar iika kering dan dipakai untuk melapisi kapal dan yang lainnya. yaitu hakiki dan majazi. maka termasuk anak-anak. karena peragian yang ada di dalamnya sangat kuat. °—isSj. lalu ditafsirkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa hantam adalah wadah hijau. Al Muzaffat adalah apa yang dilapisi dengan aspal.mencakup semua yang datang dan tempat mereka. Kata 'S*\j . Lagipula penafsiran para sahabat lebih kuat dari yang lain. Naqiir adalah inti lebah yang diiubagi dan dijadikan wadah. bahwa penduduk Yamamah mengambil qar' dan mencampurkannya dengan anggur kemudian memendamnya hingga bergejolak sampai mati. Sementara hantam adalah wadah untuk membawa khamer.. dan Muzaffat adalah wadah yang terkandung di dalamnya zaffat (ter atau pernis). Rangkaian sanad ini hasan. Adapun jika dilihat dari masa. dan Al Muqayyar adalah apa yang dilapisi dengan pernis. Al Harbi meriwayatkan dalam kitab Al Gharaib dari Al Atha' bahwa hantam adalah periuk yang dibuat dari tanah. insya Allah. karena mereka yang mengerti maksudnya. Oleh karena itu dapat dinterpretasikan kepada keduanya. darah dan rambut. Kata Dubba' adalah sejenis tumbuh-tubuhan seperti labu. Imam Bukhari mengambil kesimpulan diperbolehkannya bersadar kepada khabar ahad. penduduk Yamamah melubangi sarang lebah dan memeraskan ruthub dan busur (jenis kurma yang belum masak) kemudian dibiarkan sampai bergejolak dan mati.—i 2 * ''i'j^i (Sampaikan kepada orang kampung anda). i . An-Nawawi berkata yang dimaksud adalah yang basahnya. seperti yang akan diterangkan. Dalam Musnad Abu Daud Ath-Thayalisi dari Abi Bakrah dikatakan tentang Dubba'. Hal tersebut dikatakan oleh pengarang Al Muhkam. F A T H U L BAAJRI — 249 .dimaksud dengan kata hantam adalah periuk atau wadah. Sedangkan dikhususkannya larangan memeras anggur pada wadah ini. Kemungkinan ada yang meminumnya tanpa sadar. Sedangkan naqir. jika dilihat dari tempat. kemudian setelah itu ada keringanan untuk memeras di setiap wadah dengan mengharamkan apa yang memabukkan sebagaimana yang akan ditemui dalam kitab Asyrihah.- [.

maka hijrahnya kepada yang dimaksud. dan ada yang berkata. Kalimat -Jy 'C* iij>' j^!> adalah bagian dari hadits yang pertama.i l f C L * ^SW* ^ j j ? « ' y 1 j LJjJ 54. Hanya saja tidak ditemukan dalam hadits ini bahwa setiap perbuatan hanya untuk mendapatkan. Allah berfirman. haji. wudhu zakat. D a n Umar. Al Israa' (17): 85) maksudnya tergantung niatnya. "Setiapperbuatan dengan niat. puasa dan berbagai hukum. "Katakanlah setiap orang berbual menurut kebiasaannya masing-masing.41." (Qs. SETIAP P E R B U A T A N HARUS DISERTAI NIAT D A N INGIN M E N D A P A T K A N P A H A L A ." Keterangan Hadits: Bab ini menerangkan bahwa setiap perbuatan syar'iyyah tergantung dengan niat dan hisbah (keinginan untuk mendapatkan pahala). Rasulullah bersabda. akan tetapi \& berargumentasi dengan hadits Umar bahwa setiap perbuatan tergantung niatnya dan hadits Ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa setiap amal adalah untuk mendapatkan pahala. pahala semata. Barangsiapa yang hijrahnya demi dunia yang dikejarnya dan perempuan yang dinikahinya. maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. dan setiap orang tergantung dengan apa yang diniatkan. "Bahkan jihad dan niat. Dimasukkannya kata hisbah diantara dua 2 5 0 — FATHUL BAARI ." . Nafkah seorang pria kepada keluarganya dihitung sebagai shadaqah. Barangsiapa hijrahnya demi Allah dan Rasul-Nya. K A R E N A SETIAP O R A N G T E R G A N T U N G K E P A D A NIATNYA Maka tema ini mencakup shalat. «—Jy««* AJJ—L j j *ii J l i f ^ * c .

nikah. Oleh karena i m. adalah untuk menunjukkan bahwa hadits kedua menjelaskan apa yang tidak ada dalam hadits pertama. maka tidak disyaratkan niat. Apabila perbuatan tersebut menimbulkan efek seketika dan telah dipraktekkan sebelum datangnya syariah karena adanya kesesuaian diantara keduanya. yang mencakup jual beli. setiap transaksi yang mengandung peradilan. Kedua. Sementara yang dimaksud hukum di sini adalah. jika tidak ada niat. Sedangkan kewajiban zakat akan gugur dengan diambilnya harta oleh penguasa walaupun pemiliknya tidak berniat. Ibadah haji menjadi fardhu bagi siapa yang menghajikan orang lain berdasarkan dalil khusus. karena dengan niat akan mendapat pahala. karena Ramadhan itu sendiri telah dibedakan dengan bulan yang lain. akan tetapi merupakan sarana ibadah seperti shalat. niat merupakan syarat logis bagi perbuatan tersebut. Dalil mereka adalah. Pertama. kecuali yang mengerjakannya memiliki maksud lain untuk mendapat pahala. perkataan yang dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menghindari rtya'. untuk FATHUL BAARI — 251 . Dalam hal ini mencakup masalah wudhu. Berdasarkan hai tersebut. karena ada perbedaan pendapat bagi golongan yang tidak mensyaratkan niat dalam wudhu seperti yang dinukil dari Auza'i dan Abu Hanifah serta yang lainnya. "Setiap perbuatan yang tidak menimbulkan dampak seketika tetapi dimaksudkan mencari pahala.kalimat yang lain. Sedangkan perkataan yang harus disertai niat ada tiga. yaitu hadits Ibnu Abbas dalam kisah Syubrumah." Semua yang bersifat maknawi seperti rasa takut dan raja' (permohonan) maka tidak disyaratkannya niat. Setiap perbuatan yang tidak disyaratkan adanya niat. maka tidak disyaratkan niat untuk menghindari adanya pengulangan yang tidak perlu. karena perbuatanperbuatan tersebut tidak akan terwujud tanpa disertai dengan niat. Mayoritas Ulama berargumentasi tentang diwajibkannya niat dalam wudhu dengan hadits shahih. Adapun disebutkan puasa di sini sebagai sanggahan bagi orang yang menyatakan bahwa puasa Ramadhan tidak membutuhkan niat. maka mustahil perbuatan tersebut akan terwujud. Ibnu Munir menyebutkan kaidah perbuatan yang memerlukan niat dan yang tidak. maka disyaratkan niat. Pendapat mereka bertentangan dengan tayammum yang juga merupakan sarana akan tetapi disyaratkan niat. adalah karena adanya dalil khusus. Imam Bukhari menyebutkan terlebih dahulu haji daripada puasa berdasarkan hadits "Bunial Islam" yang telah disebutkan. wudhu bukan ibadah independen (bebas). Beliau berkata. karena penguasa lelah menempati posisi niat tersebut. ikrar dan lain sebagainya.

membuat kalimat baru untuk keluar dari pembicaraan sebelumnya.l y l «01! L«>j j i i J AJIAJ j ^ . — ' j — 3 (Akan tetapi jihad dan niat). J**J L.A l .«uli l 5 L? ^ 1 Js' f z ^ J I ' J „' ' • ~ ' ' ' . 0 '< 55.. *_i j J 1 4 . fCalimat tersebut merupakan bagian dari hadits Ibnu Abbas yang awalnya. Semua pendapat tersebut saling berdekatan. ^*1" s j* 'I' '' I ' 1' A 0 ^ ^ ii •" ' 0 i ' i ' i'.->. ' ° ' i a y) ' ~ ." Ditafsirkannya kata syakilah dengan niat dapat dibenarkan dengan riwayat dari Hasan Al Bashri dari Muawiyah bin Qurrah Al Muzani dan Qatadah yang diriwayatkan oleh Abdu bin Humaid Ath-Thabari dari mereka. dan ini adalah pendapat mayoritas.'f >. ' y. " dt. 'Apabila seorang pria menafkahkan hasil usahanya kepada keluarganya maka perbuatan tersebut dianggap sedekah baginya. '9 ' . Dari Abi Mas 'ud radhiallahu 'anhu dari Rasulullah SA W. Ji ji-^Jl j i l l lisi J i i s ' O i . jLriL JUivi (Semua perbuatan tergantung niatnya). "Tidak ada hijrah setelah jathu Makkah" dan hadits ini dimasukkan oleh Imam Bukhari dalam status maushul dalam kitab Jihad dari jalur Thawus. Dari Mujahid disebutkan kata syakilah (menurut kebiasaan masing-masing) berarti thariaah (jalan) atau arah. Namun ada yang mengartikan agama. yaitu Abdullah bin Maslamah.'I' 0 j\ o JsA AJ\ .j^j e . *^ Jj~ (Tergantung niatnya) merupakan penafsiran dari firman Allah. jj>- I^Ap o y t . 2 5 2 — FATHUL BAARI . "Sesuai dengan kehendaknya.membedakan kalimat lain yang tidak dimaksud.* «uli.ah\ Jl^> £>\ J J^j .. Diriwayatkan pula oleh Imam Muslim dari Al Qa'nabi. Demikian pula : ditemukan dalam riwayat Malik dengan menghilangkan kata CJ\ pada permulaannya. Ketiga." J\_s .

Dari Sa'ad bin Abi Waqqas radhialiahu 'anhu telah diceritakan kepadanya.56. Pencantuman mim cocok pada bentuk ifrad (tunggal).di Makkah. "Aku mewasiatkan setengah hartaku. Kalimat ini merupakan bagian dari hadits Sa'ad bin Waqqas pada saat Rasulullah menjenguknya -karena sakit. "Dan dalam kemaluan kalian ada sedekah. namun dimaksudkan siapa saja yang berinfak. lalu bagaimana dengan perbuatan yang tidak mempunyai efek pada diri manusia? Perumpamaan dengan suapan makanan adalah mubalaghah (menekankan dengan sangat) dalam merealisasikan kaidah F A T H U L BAARI — 253 ." Hal ini dalam perbuatan tersebut mempunyai efek pada diri manusia. Menurut saya. "Mengharapkan dengan perbuatan tersebut wajhullah (ridha Allah). insya Allah. j 'i yang merupakan riwayat paling banyak. "Apakah jika salah seorang dari kami menyalurkan syahwatnya maka dia akan diberi ganjaran?" Beliau menjawab. l u y i jv* j adalah (Kepada mulut istrimu).'" Pembahasan tentang hal tersebut akan ditemukan dalam kitab Washiah. Perkataan beliau yaitu. maka perbuatan yang diarahkan untuk mencari pahala akan mendapatkan pahala dengan kemurahan Allah. apakah kalian tidak melihat jika dia menyalurkannya pada yang haram (maka dia akan mendapat dosa). bahkan apa yang anda berikan untuk makan istri anda akan diberi pahala juga oleh Allah. " Dari hadits tersebut An-Nawawi dapat mengambil kesimpulan. " Keterangan Hadits: jx![ (Sesungguhnya engkau^ yaitu Sa'ad bin Abi Waqqash. Menurut Al Kasymihani (Semata-mata karena Allah). ada yang lebih jelas dalam maksud ini daripada meletakkan makanan. 'Sesungguhnya engkau tidak menafkahkan (harta) semata-mata karena Allah. .—Ui berasal dari Allah." Mereka pun berkata. Sedangkan yang dimaksudkan di sini adalah sabdanya. sedangkan dalam bentuk idhafah pencantuman tersebut tidak cocok. maksudnya pahala yang '3—fa "j. karena asal kata tersebut tidak ada huruf mim yang berdasarkan bentuk pluralnya (jamak) ' adalah «ij—i' dan tashghirnya menjadi *Jy. kecuali diberi pahala oleh Allah. bahwa pembagian yang sesuai dengan syariat tidak akan mengurangi pahala. "Benar. yaitu apa yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Dzarr. bahwa Rasulullah SA W bersabda. Qadhi lyadh berkata bahwa riwayat terakhirlah yang paling benar.

jOlJ ^ U i l j SIS^I ftll-lj e ^ J l 57. biasanya memberikan nafkah kepada istri merupakan panggilan jiwa. karena apa yang diberikan kepada istrinya bermanfaat bagi kesehatan badannya yang dimanfaatkan pula oleh sang suami. membayar zakat dan berlaku jujur terhadap semua orang muslim. "Saya bersumpah kepada Rasulullah SAW akan menegakkan shalat. "Agama adalah keikhlasan bagi Allah.ini. hadits ini berhubungan dengan hak istri yang dinikmati manfaatnya oleh suami. pemimpin Oj . £ a t a / a n ' r bin Abdullah.AJJ^j* Ali Iy^Sj "Apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena jika dia diberi pahala dengan sesuap makanan kepada istrinya pada saat tidak membutuhkan. Kemudian juga. 42. " . BAB SABDA R A S U L U L L A H SAW. lalu bagaimana dengan orang yang memberikan beberapa suapan bagi orang yang membutuhkan. berbeda dengan memberi nafkah kepada orang lam.' '' 1 2 5 4 — FATHUL BAARI . atau orang yang melaksanakan ketaatan yang tingkat kesulitannya berada di atas harga sesuap makanan? Terakhir. Rasul-Nya dan para kaum muslim dan kaum awamnya" Firman Allah.

dan taubat telah menjahitnya." Kemudian dia berkata. Ia berkata. Arti ini merupakan ringkasan dari makna kata tersebut. sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Muhammad bin Aslam AthThusi. Kemungkinan digunakan untuk (melebih-lebihkan). Maksudnya. Termasuk dalam hal ini adalah ^. "Agama adulah keikhlasan" jalla. bahwa Suhail menceritakan kepada kami dari Atha' bin Yazid. maka artinya adalah sebagian besar agama adalah keikhlasan seperti yang disebutkan dalam hadits Ada pula kemungkinan untuk diinterpretasi secara zhahir. telah diceritakan dari Muhammad bin Ubbad dan Sufyan. i—kl^D'i 'jt^ (Agama adalah keikhlasan). " Imam Muslim meriwayatkan. "Saya mendengarnya dari orang yang mendengar dari ayahku. "Saya katakan kepada Suhail bin Abi Shalih bahwa Umar menceritakan kepada kami dari Al Oja^a' dari ayahmu tentang hadits ini. bahwa i — ^ r 1 1 1 berarti membersihkan. yaitu Atha' bin Yazid. yang berarti memperoleh keuntungan bagi orang yang dinasehati. Saya menduga ada salah seorang dan rawi yang terlewati.Keterangan Hadits: Sabda Rasulullah SAW.'" "Untuk Allah azza Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dari jalur Rauh bin Al Qasim. karena tidak masuk dalam syarat Imam Bukhari. mubalagah "Haji adalah Arafah" Al Mazi berkata. dimana ia mendengarnya pada saat beliau berkata kepada Abu Shalih dan menyebutkan hadits tersebut. Kata 3—kl-il'i adalah kata yang masih mengandung pengertian umum. karena setiap pekerjaan tanpa keikhlasan dari pelakunya bukan bagian dari agama. 'Agama adalah keikhlasan. Disebutkannya di sini menunjukkan keabsahan hadits tersebut. Ayat dan hadits yang disebutkannya dari Jarir juga mencakup isi hadits berikutnya. yang merupakan salah seorang sahabatnya di Syam. Tidak diriwayatkannya dengan rangkaian sanad. FATHUL BAARI — 255 . bahwa Rasulullah S A W bersabda. maka kami be "Untuk siapa ya Rasulullah?" Beliau bersabda. dari Tamim Ad-Dari. bahkan tidak ada kata tunggal yang dapat mengartikan kata tesebut. Hadits ini termasuk dalam hadits yang dikatakan sebagai salah satu dari empat pilar agama. Ia berkata. dia menyatukan kembali saudaranya dengan nasihat. atau berasal dari kata JJUIii yang berarti menjahit dengan jarum.—'yj\ seakan-akan dosa telah merobek agama. Had dicantumkan oleh Imam Bukhari sebagai tema. mengikhlaskan. seperti kain jahitan yang disatukan dengan jarum.—-Oi .

k a r e n a Rasul m e n a m a k a n keikhlasan dengan agama. m e n g h i d u p k a n S u n n a h n y a dengan belajar d a n mengajarkannya.An-Nawawi berkata. tujuan a g a m a dapat tercapai. takut a k a nk e m u r k a a n N y a dengan menjauhi segala m a c a m perbuatan maksiat. ikhlas k e p a d a Allah adalah t u n d u k kepada-Nya secara lahir d a n batin. m e m b e t u l k a nh u r u f yang keluar ketika m e m b a c a . " Y a n gm e n d a h u l u k a nh a k Allah daripada h a k manusia. Hadits ini juga mengisyaratkan diperbolehkannya m e n g a k h i r k a n keterangan setelah w a k t u khitah (perintah atau pembicaraan) b e r d a s a r k a n ucapan. d a n berusaha u n t u k mengembalikan orang-orang yang berbuat maksiat kepada-Nya. T e r m a s u kd a l a m kategori p a r ap e m i m p i nu m a t adalah p a r au l a m a mujtahid. Sedangkan keikhlasan k e p a d a golongan muslim a w a m adalah dengan mengasihi mereka. Keikhlasan terhadapnya dapat dengan m e n y e b a r k a n ilmunya d a n sejarah hidupnya. Ikhlas kepada Rasul. d a n mencintai beliau serta p a r a pengikutnya. m e n g a m a l k a na p a yang a d a di dalamnya d a nm e n j a u h k a n penyimpangan yang dilakukan oleh golongan batil. ' W a h a iR u h Allah. Ats-Tsauri meriwayatkan dari A b d u l Aziz bin Rafi' dari A b u T s u m a m a h . serta berbaik sangka (husnu zhari) k e p a d a mereka. memperbaiki kelakuan m e r e k a ketika khilaf. m e n g u s a h a k a n yang bermanfaat bagi mereka. siapakah yang ikhlas k e p a d a Allah?' Beliau menjawab. adalah mempelajari d a n mengajarkannya. Keikhlasan terhadap p a r a pemimpin muslim adalah menolong m e r e k a d a l a m melaksanakan a p a yang harus m e r e k a laksanakan. mencegah penyiksaan terhadap diri m e r e k ad a n mencintai m e r e k a sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri serta m e m b e n c ia p a yang m e r e k a benci. Dengan demikian. " K e l o m p o k Hawariyin berkata kepada Isa AS. m e n y a t u k a n mereka. kita d a p a tm e n g a t a k a na g a m ad a p a t juga diartikan dengan perbuatan. dia berkata. Oleh k a r e n a itu. k a r e n a tujuan a g a m a terbatas p a d a hal-hal yang disebutkan oleh hadits. m e m a h a m i maknanya. cinta kepada-Nya dengan mentaati perintah-Nya. jli lili ( K a m i berkata u n t u k siapa?) Kita d a p a t menyaksikan semangat k a u m salaf d a l a m 2 5 6 — FATHUL BAARI . m e n g a j a r k a na p a yang b e r m a n f a a t bagi mereka. sahabat Ali. mengerti batasan-batasannya. Berdasarkan hal ini. mengingatkan m e r e k a ketika lupa atau lalai. d a n yang paling berharga adalah mengembalikan m e r e k a dari kezhaliman k e p a d a yang lebih baik. adalah dengan memuliakannya d a n m e n d u k u n g n y a baik w a k t u hidup m a u p u n setelah wafat. m a k aI m a mB u k h a r i paling b a n y a k menjelaskan tentang iman. " B a h k a n dengan satu hadits tersebut. mengikuti beliau d a l a m perbuatan d a n perkataan." A d a p u n ikhlas k e p a d a kitab Allah.

hal itu karena shalat dan zakat merupakan dua hal yang sangat masyhur. "Baiat yang dilakukan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya adalah untuk memperbaharui janji dan menegaskan suatu perintah. sebagaimana syarat dalam taklif (pembebanan kewajiban).mencari sanad yang paling tinggi. . ^ 1 t &X I J J^>t_S >L? ' • ^_TS s * • i- S s . "Aku berjanji kepada Rasulullah untuk mendengar dan patuh. "Semampumu dan berlaku ikhlas kepada seluruh muslim. maka redaksinya berbeda-beda. Ketika ia melihat kuda yang dibeli oleh budaknya. . kalimat tersebut ditemukan pula pada riwayat Imam Bukhari dalam kitab Al Buyu' (jual beli) dari jalur Sufyan dari Ismail seperti yang telah disebutkan. Maksud ungkapan "Sesuai dengan kemampuanmu" adalah bahwa perkara yang dibaiatkan harus berupa sesuatu yang mampu dilaksanakan. . "Kuda milikmu ini harganya lebih dari 300 dan dia menambah lagi hingga harganya mencapai 800." Kemudian hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari jalur Abu Zar'ah bin Amru bin Jarir dari kakeknya dengan tambahan. oleh karena itu pilihlah." Al Qurthubi berkata. hal tersebut dapat kita lihat dari kisah Sufyan dengan Suhail. Adapun tidak disebutkannya puasa dan lainnya. Menurut saya." i . kemudian dalam kitab Ahkam melalui riwayat milik Muslim dari jalur Sya'bi dari Jarir. bahwa pembaiatan Rasulullah dalam hadits ini hanya terbatas pada shalat dan zakat saja.)JJ~J (mendengar dan mematuhi). ^ " i 5Jj>. U — j ^—1^ ^ ' ^ ' J ~ j ^-iv (Aku berjanji kepada Rasulullah). "Ketahuilah bahwa yang kami ambil durimu lebih kami sukai dari apa yang kami berikan kepadamu. karena hal itu telah masuk dalam kalimat i &uaJ'j ." Diriwayatkan juga dari Thabrani dalam biografinya bahwa budaknya membelikan kuda untuknya seharga 300. maka dia mendatangi pemiliknya dan berkata. l -J - S' s * i ^ ^ s i " *- • s w' s J'"-/ *• r- ^ f ^ ' i ' * ' f s s ' ." kemudian Beliau berkata kepadaku. Redaksi tersebut mengindiksikan pemberian maaf bila terjadi suatu kesalahan atau kealpaan. * * < . Qadhi lyadh berkata. .t\ * "i f <^ s +-S^JS- •' _ Li ss :•- °\* t s 3" -"-f _j .J S ^_ * ^ •J 1 -J S - - F A T H U L BAARI — 257 . "Jika Jarir membeli atau menjual sesuatu selalu berkata kepada temannya.* Ali' ftbL'b -J • •- . .

"Bertakwalah anda sekalian kepada Allah. karena biasanya kematian seorang penguasa dapat menimbulkan kekacauan dan fitnah. Sesungguhnya dia akan datang kepada anda sekarang juga. " Selelah itu dia melanjutkan." Kemudian dia melanjutkan. karena dia orang yang pemaaf. yang tidak ada sekutu bagi-Nya. "Kemudian dia mohon ampun kepada Allah dan turun dari mimbar. '^j—t j—^(Hingga datang kepada kalian seorang amir). serta nasihat-nasihat untuk kaum muslimin seluruhnya. 'Saya puji Allah dan saya sanjung Dia setinggi-tingginya. bahwa maksud ungkapan di alas tidak 2 5 8 — FATHUL BAARI . Ada yang mengatakan dia mendelegasikan tugasnya kepada Jarir. karena peristiwa inilah dia menyampaikan khutbah di atas. Beliau wafat pada tahun ke 50 H. "Saya mendengar Jarir bin Abdullah berpidato pada hari wafatnya Mughirah bin Syu'bah. 1 Pada saat itu. Aku berjanji kepada beliau untuk memenuhi syarat-syarat tersebut dan mengamalkan nasihat-nasihat itu. Didahulukannya perintah untuk bertakwa kepada Allah. sesungguhnya saya telah menyampaikan kepada anda sekalian. Sabar dan tenanglah anda semua. apalagi penduduk Kufah yang pada waktu itu menentang para wali dan pemimpin mereka. "Berilah maaf kepada amirmu (Mughirah). Demi Tuhan masjid ini. Lalu beliau memberikan beberapa syarat kepadaku. Mughirah adalah gubenur Kufah pada masa kckhalifahan Muawiyah. ia berkata.> 0 y y ^ f ' O ^ O .y (Pada hari kematian Mughirah bin Syu'bah). hingga datang gubenur yang baru. Hal tersebut diceritakan oleh Al Ala'i.s ^ * ' y O y r ' ° I 11" ^' ^ I ' T ^ I '°F^'I' J ' ^ I ' ' 1 _ L ysi LJI "y B f V J£ " y ' Z ' JJJ " jii ^ O ' L>J jir ^ y j j} p S P * r ^ \ ' y ^ t'- Q W 58. 'Saya telah datang kepada Nabi dan berjanji akan melaksanakan segala perintah Islam. Kemudian dia mewakilkan tugasnya kepada anaknya yang bernama Urwah. maksudnya adalah datang seorang amir sebagai ganti gubenur yang wafat. K e t e r a n g a n Hadits: —i y o ^ j. Dari Z/yad Tlaqah RA.'" Selanjutnya dia berkata. Untuk ini dapat dipahami.

lr>— v ? l-i (Mohonkan kepada Allah ampunan bagi amir kalian). (nasihat) dalam hadits ini dikhususkan untuk orang Islam. bahwa pahala akan didapat dari apa yang dilakukan. j^' 1 (Sekarang)." Disebutkannya hal itu untuk menunjukkan kemuliaan sumpah tersebut agar dapat diterima. Kata tersebut menunjukkan kelembutan Rasulullah SAW. tetapi konsistensi tersebut harus tetap dijaga setelah datangnya seorang amir. Demikian yang ditulis dalam sebagian besar riwayat.\—J (penasihat). '•> ^L. Kalimat ini menunjukkan dekatnya waktu. J ' ' 1 i r ' ' } ' ' 'wJil JLT (Karena Dia senang memaafkan). p—Uli i j (Dan ikhlas). Jj—0 (Kemudian turun) menunjukkan bahwa khutbah tersebut dilakukannya di atas mimbar atau dimaksudkan duduk. untuk segera berangkat ke Kufah untuk menjadi gubenur di sana. ^ — ( D a n Tuhan masjid ini) menunjukkan bahwa khutbahnya dilakukan di masjid. karena ketika Muawiyah mengetahui kematian Mughirah. Jika tidak. hal itu menunjukkan bahwa dia mengamalkan apa yang terkandung dalam hadits tersebut sebagai anjuran untuk mengamalkan hadits yang shahih. "Dan Tuhan Ka'bah. Imam Bukhari menutup pembahasan Iman dengan bab "Nasihat".berarti bahwa perintah tersebut akan berakhir dengan datangnya seorang amir pengganti. dia langsung menulis surat kepada wakilnya di Bashrah. yaitu Ziyad. maka nasihat tersebut ditujukan kepada orang kafir untuk menyeru mereka kepada Islam. Kemudian dia menutupnya dengan khutbah Jarir yang FATHUL BAARI — 259 . Pelajaran yang dapat diambil: Kata U—UI!'. Bisa jadi kalimat tersebut mengisyaratkan kepada Baitul Haram berdasarkan riwayat Ath-Thabrani dengan redaksi. dan apa yang diucapkannya tidak menyimpan maksud tertentu. karena memang yang mendominasi pertemuan tersebut adalah orang muslim. Akan tetapi dalam riwayat Ibnu Asakir dan Al Ismaili dalam Al Mustakhraj disebutkan dengan redaksi. Dalam redaksi tersebut terdapat petunjuk. karena kalimat tersebut merupakan lawan dari berdiri.\. Kalimat ini mengandung isyarat bahwa dia mematuhi apa yang disepakati dalam baiat dengan Rasulullah. "T^.

Ibnu Abi Sha'sha'ah dari Abi Sa'id dalam bab "Menghindar dari Fitnah". Aecuali atsar Ibnu Nathur yang berstatus maushul (bersambung). "Mohon ampunlah kalian! Kemudian dia turun" Dengan demikian. 4. 2. Al Ahnaf dari Abi Bakrah pada bab "Yang Membunuh dan yang Terbunuh". Sa'id dari Abu Hurairah pada bab "Agama itu Mudah". Semua hadits tersebut telah disepakati oleh Muslim kecuali tujuh: 1. Kemudian khutbah tersebut ditutup dengan perkataan. timbullah perasaan bahwa ini adalah akhir bab. Begitu pula dengan khutbah Jarir yang menjadi penutup kitab Iman. 2 6 0 — FATHUL BAARI . dengan rincian: dalam bab "Wahyu" 8 hadits. Lalu ucapan "Mohonkan kepada Allah untuk mengampuninya". 3. mulai bab diturunkannya wahyu mencakup 81 hadits marfu' dengan pengulangan. Kemudian Imam Bukhari melanjutkan dengan bab "Ilmu". 7. dalam bab "Iman" 14 hadits dan yang maushul yang diulang berjumlah 8 hadits. maka redaksi "Sesungguhnya telah datang kepada kalian saat ini" menunjukkan kewajiban berpegang pada syariat yang ada hingga datang orang yang menegakkannya. Penutup: Kitab Iman dan pembukaannya. Anas dari Ubadah pada bab "Lailatul Qadar".menjelaskan kondisinya pada saat menyusun khutbah. 6. Wallahu A jam. Dalam bab "Bad'ul Wahyi " terdapat 15 hadits dan dalam bab "Iman" terdapat 66 hadits dan 33 hadits yang diulang. mengisyaratkan agar dia didoakan karena perbuatan baik yang pernah dilakukannya. Al A'raj dari Abu Hurairah dalam bab "Cinta Rasulullah". Jumlah yang mauquf kepada sahabat dan tabiin adalah 13 Atsar muallaq. Syu'bah dari Abdullah bin Amru dalam bab "Muslim dan Muhajir". Lalu dari ta 'liq (komentar) yang tidak dimaushulkan hingga akhir ada 3 hadits. dan sisanya adalah 48 hadits maushul yang tidak diulang. Hisyam dari ayahnya dari Aisyah pada bab "Aku yang Paling Mengetahui tentang Agama Kalian". sebagaimana yang terkandung dalam hadits nasihat bahwa sebagian besar didapat dengan belajar dan mengajar. Kemudian dalam bentuk mutaha 'ah atau komentar terdapat 22 hadits. 5.

FATHUL BAARI — 261 .

Thahaa (20): Imam Bukhari memulai pembahasan ini dengan keutamaan ilmu bukan dengan hakikatnya." Menurut saya.1. ^—=r ji i yy J J O J I j (. "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. karena beliau menganggap hakikat ilmu telah diketaui oleh banyak orang. ly^i y>ji\ &\ o j_ (Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat). j j l ' » «f U J '^-^J- 5 p M £*J* • jirf". " (Qs." Ketinggian derajat ilmu menunjukkan keutamaannya. Ada yang berpendapat bahwa penafsiran ayat tersebut adalah. "Ilmu lebih jelas daripada upaya untuk menjelaskannya. akan tetapi kitab ini berlandaskan gaya Arab klasik yang memulai tulisan dengan menyebutkan keutamaan sesuatu untuk menarik perhatian jika hakikatnya telah diketahui. 114) Tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan " (Qs. "Allah meninggikan orang mukmin yang alim di atas orang mukmin yang tidak alim. Ibnu Arabi dalam kitab Syarh At-Tirmidzimembantah siapapun yang berusaha untuk mendefinisikan ilmu dan berkata. .i-. atau bisa jadi pembahasan tentang hakikat sesuatu bukanlah tujuan dari kitab ini. K E U T A M A A N I L M U Firman Allah. Kedua makna ini dapat diterima karena Imam Bukhari tidak mengarang kitabnya untuk menentukan definisi sesuatu. Al Mujaadilah ( 5 8 ) : 11) Serta F i r m a n .N y a . yang 2 6 2 — FATHUL BAARI . ini adalah metode Al Ghazali dan gurunya yang berpendapat bahwa ilmu tidak dapat didefinisikan karena kesukarannya atau kejelasannya sehingga tidak membutuhkan penjelasan.L i i * ^ J j >->j "Ya Tuhanku. Maksudnya adalah banyaknya pahala.

ilmu-ilmu syariat yang berfungsi untuk menjelaskan apa-apa yang wajib bagi seorang mukallaf tentang urusan agama yang meliputi ibadah. Ayat ini merupakan dalil yang menunjukkan keutamaan ilmu pengetahuan. "Sesungguhnya Allah telah mengangkat derajat suatu kaum dan menghinakan kaum yang lain dengan kitab ini (Al Quran)" Dalam sebuah riwayat dari Zaid bin Aslam menafsirkan firman Allah. dimana ia tidak menyebutkan ayat atau riwayat hadits. Al Karmani menukilkan dari beberapa ahli Syam. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari N a f i ' b i n Abdul Harits Al Khuza'i (pegawai Umar di Makkah). bahwa susunan bab dalam Shahih Bukhari ini dan penghapusan yang dilakukan olehnya bisa jadi disebabkan karena dia akan menggantikannya. maka derajat seseorang akan terangkat. ilmu tentang Allah dan sifatsifat-Nya baik yang wajib maupun yang mustahil bagi-Nya yang semuanya itu terdapat dalam kitab tafsir." Umar berkata. berikanlah kepadaku ilmu pengetahuan). bahwa hadits yang tidak disebutkan setelah penyebutan judul. "Sesungguhnya Nabi kamu sekalian telah menyatakan. Jika ada ayat atau atsar yang dicantumkan dalam judul. "Dia adalah seorang yang ahli dalam kitab Allah (Al Qur'an) dan ilmu Faraidh (ilmu waris). Dalam pendapat tersebut ada yang harus diperhatikan dan akan kita terangkan kemudian. muamalah. yaitu maknawiyah di dunia dengan memperoleh kedudukan yang tinggi dan reputasi yang bagus." Maka Umar pun berkata. i J i ' i lip g r — ' J (Ya Tuhanku. "Kami (Allah) meninggikan derajat orang yang Kami kehendaki. bisa jadi 2 ayat ini sudah cukup untuk dijadikan sebagai penjelasan. Sedangkan beberapa pakar Irak mengatakan. "Yang memimpin segala urusanku adalah Ibnu Abza. Derajat yang tinggi mempunyai dua konotasi. insya Allah. apa yang dilakukan oleh Imam Bukhari memang sudah sepantasnya. "Apakah kamu menjadikan seorang hamba sahaya sebagai pemimpin?" Ia menjawab. hamba sahaya kami. hadits dan fikih. Jika ada pertanyaan." dengan Ilmu." Menurut saya. Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah. maka ayat FATHUL BAARI — 263 . "Mengapa Imam Bukhari tidak mencantumkan hadits dalam bab ini?" jawabnya. bahwa dia bertemu dengannya di Usfan dan berkata. karena Allah tidak pernah memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk mencari sesuatu kecuali menuntut ilmu. Atau disebutkannya hadits Ibnu Umar dalam bab setelah ini merupakan perbuatan beberapa perawi.mana dengan banyaknya pahala tersebut. dan Hissiyyah di akhirat dengan kedudukan yang tinggi di surga. "Siapakah yang memimpin k a m u ? " Ia menjawab. adalah karena hadits tersebut tidak sesuai dengan syarat Bukhari.

akan tetapi beliau meneruskan pembicaraannya dengan orang banyak.i ! ^ I1L> jii -Li j ^ u ut Jl ^ 1 . Sebagian orang mengatakan sebab dari sikap Rasulullah adalah karena beliau mendengar pertanyaan tersebut akan tetapi tidak menyukainya. beliau bertanya. yaitu hadits Abu Hurairah. "Barangsiapa yang berjalan di jalan ilmu maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga" Hadits tersebut tidak diriwayatkan oleh Bukhari. D a n Abu Hurairah radhiallahu 'anhu. "jawab orang tersebut. "Dimana orang yang bertanya tentang perkataan tadi?" "Saya. diantaranya hadits yang dishahihkan oleh Muslim. Setelah Rasulullah selesai berbicara.) A ILP AU| AILP AJJI C -L> ^ J j l LUli J U O'JI'JA 'J* ^J^a AIJI J y ^ j ^L*j ApCJl JL* J U i ^\Js-\ Afrlir >-°yS\ (*-$ LA jL»_j J i i l> oJ>** J i i L» Jii A P L J I JSJJL—JI O\J\ JI' ^jij! JOJU J l i i O-b^j (»-L-. sedangkan sebagian yang lain berpendapat bahwa beliau tidak mendengarnya. katanya. Yang kuat adalah. S E S E O R A N G Y A N G DITANYA P A D A SAAT IA S E D A N G B E R B I C A R A . 2 6 4 — FATHUL BAARI .j lii _ ^>( 5 £*~~ J f' Oi_Jsr J L J iii LJI jiL Li f ifu^f c .APILJI j k i l i Alif j £ ALj lil J i i L^PL>1 59.atau atsar tersebut merupakan isyarat terhadap penafsiran ayat tersebut. karena Al A'masy dalam hadits ini masih diperselisihkan. 2. Hadits yang menjelaskan tentang keutamaan ilmu sangat banyak. bahwa diantara dia dengan Abi Shalih ada seorang perawi lagi sebagai perantara. "Pada suatu ketika Rasulullah sedang berbicara dengan orang banyak (memberi ceramah atau pengajian). tiba-tiba dalang seorang Arab dusun menanyakan kepada beliau. ya Rasulullah. K E M U D I A N IA MENYEMPURNAKAN PEMBICARAANNYA DAN MENJAWAB PERTANYAAN ^ ji-L. 'Kapankah hari kiamat?'" Rasulullah tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut.

Untuk itu ada sebuah pepatah yang mengatakan. maka waspadalah akan datangnya kiamat. Mereka berpendapat. adalah anjuran mengambil ilmu atau belajar kepada orang yang lebih senior dan menanyakan sesuatu yang belum dipahami kepada orang yang lebih mengetahui. Hal itu karena mereka berasal dari Badui (orang-orang pedalaman) yang kasar. "Apabila suatu urusan (pekerjaan) diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. maka dianjurkan untuk menunda jawabannya. tetapi pertanyaan tersebut akan dijawab sesudah khutbah.Rasulullah pun bersabda. Sedangkan bagi orang yang belajar hendaknya tidak menanyakan kepada orang alim yang sedang sibuk berbicara dengan orang lain. FATHUL BAARI — 2 6 5 . berdasarkan ucapannya. Ahmad dan lainnya dalam masalah khutbah. maka orang yang berkhutbah dianjurkan untuk menjawabnya terlebih dahulu dan menyempurnakan khutbahnya. maka waspadalah akan datangnya kiamat" Keterangan Hadits: Inti kandungan hadits ini adalah peringatan akan etika seorang pengajar dan penuntut ilmu. Hadits ini juga mengandung anjuran untuk menjawab pertanyaan. "Boleh Menunda Jawaban Sebuah Pertanyaan. walaupun pertanyaan tersebut tidak terfokus kepada satu masalah. namun yang diisyaratkan oleh hadits tersebut adalah bahwa ilmu itu dapat diperoleh dengan tanya jawab. yaitu peringatan bagi orang yang alim agar tidak mengindahkan pertanyaan orang yang bertanya di saat ia sedang berbicara. "Tidak diperkenankan memotong khutbah untuk menjawab pertanyaan. "Pertanyaan yang baik adalah setengah dari ilmu". sehingga dia tidak wajib menjawabnya. "Bagaimana cara disia-siakannya amanat?" Berdasarkan hadits tersebut Ibnu Hibban membuat judul. "Bagaimanakah cara disia-siakannya amanah?" Rasulullah SAW menjawab." Orang tersebut kembali bertanya. Dalam kondisi seperti itu. sehingga menjadi jelas apa yang belum dipahami. Jika pertanyaan tersebut berkenaan dengan masalah agama. Kesimpulan dari hadits ini." Hanya saja maksud konteks cerita tersebut bukan menunjukkan hal itu secara mutlak. Akan tetapi jika pertanyaan tersebut tidak berhubungan dengan masalah agama. namun hendaknya ia menyempurnakan pembicaraannya dan baru setelah itu menjawab apa yang ditanyakan dengan lemah lembut. karena hak orang pertama lebih utama untuk dipenuhi. Zhahir hadits ini dijadikan dalil oleh Imam Malik. "Apabila amanat telah disia-siakan. sehingga dia harus menjawab. hendaknya seorang khatib bisa membedakan pertanyaan yang diajukan kepadanya. apakah pertanyaan tersebut disampaikan pada saat ia melaksanakan kewajiban. atau di luar kewajiban." Sedangkan mayoritas ulama membedakan.

Perbedan pendapat dalam hal ini. Apabila pertanyaan tersebut tidak berkaitan dengan masalah yang penting maka dapat diakhirkan. "Siapa yang bertanya? "Lalu beliau menjawabnya. 2 6 6 — FATHUL BAARI . JL_» C £»1. Rasul pun menghentikan khutbahnya dan duduk di atas kursi kemudian mengajarkannya. bahwa Rasulullah bersabda. 'j—^'i A*-J (Jika diserahkan atau disandarkan). maka beliau berkata.. disebabkan perbedaan hadits-hadits yang menjelaskan masalah ini. Hal itu terlihat dari jawaban yang tidak terbatas pada dua perkara tersebut. maka jawabannya harus didahulukan seperti peristiwa yang disebutkan dalam hadits Muslim. adalah seseorang yang bertanya tentang hari kiamat pada waktu shalat. setelah itu kembali berkhutbah dan menyelesaikannya. Hubungan antara matan ini dengan bab "Ilmu" adalah. Seakan-akan Imam Bukhari ingin menunjukkan bahwa ilmu dapat diperoleh dari para senior. apalagi jika tidak menjawab persoalan tersebut lebih utama. cj-ili Jtu (Sebagian orang mengatakan. . bahwa sebab dari sikap Rasulullah adalah karena beliau mendengar pertanyaan. "Salah satu tanda kiamat adalah ilmu diambil dari orangorang kecil." Pembahasan selanjutnya tentang hadits ini akan ditemukan dalam kitab Ar-Riqaq. Apabila si penanya benar-benar membutuhkan. bahwa Rasulullah berkata pada saat berkhutbah. insya Allah. Keraguan tersebut terjadi karena Rasulullah tidak menoleh dan mendengar kepada si penanya. Serupa dengan masalah ini. sebab beliau membenci pertanyaan tersebut.).. berdasarkan riwayat Abi Umayyah Al Jumahi. dimana hal itu merupakan tanda-tanda dekatnya hari kiamat. bahkan kemungkinan akhir hadits tersebut melengkapi hadits yang ada di dalamnya. bahwa sesungguhnya menyandarkan sesuatu kepada orang yang bukan ahlinya adalah akibat kebodohan yang telah mendominasi dan dicabutnya ilmu. "Datanglah seorang yang tidak diketahui asalnya bertanya tentang Islam.J^j (kemudian meneruskan) yaitu meneruskan pembicaraannya. Ketika Rasulullah selesai mengerjakan shalat.

"Jika Rasulullah mengingatkan akan hari kiamat pada saat khutbah. waktu shalat telah tiba dan kami sedang berwudhu. Hal itu untuk memberi nasehat kepada mereka." Imam Bukhari menjadikan redaksi "Dan beliau berteriak sekeras-kerasnya" sebagai dalil diperbolehkannya meninggikan suara untuk memberitahu. "Sampai-sampai orang yang ada di pasar mendengarnya." Ucapan itu diteriakkan beliau dua atau tiga kali berulang-ulang. Ketika beliau dapat menyusul kami. Rasulullah SAW tertinggal. FATHUL BAARI — 267 . D a n Abdullah bin Amru bin Ash. beliau berkala. Muslim).3. M E N I N G G I K A N S U A R A U N T U K MEMBERITAHU * * +- $ * J s s * ' * A ' f' ~ — > LUiii J u£* 1 (J**-*$ o^C*aJl LuiAjI Jij UJ'jiLi JPI lili^iC* a y L w 0 ~. sebagaimana disebutkan dalam hadits Jabir. "Celakalah tumit-tumit yang terbakar api neraka. kami kurang sempurna menbasuh kaki. insya Allah. Kemudian pembahasan tentang matan hadits ini akan disampaikan dalam "Kitab Wudhu". karena jarak yang jauh atau banyaknya orang.l JP C^ 1 i? V U P ^ J JJJ) 60." Hadits ini dijadikan dalil oleh Imam Bukhari untuk mengulangi pembicaraan agar dapat dipahami. Agaknya beliau memperhatikan kami lalu berteriak sekeras-kerasnya. Ternyata. "Pada suatu perjalanan bersama kami. Adapun riwayat Ahmad dan hadits Nu'man menambahkan. maka beliau menjadi marah dan suaranya meninggi" (HR.

«U_P J J | J L ^ jii I ^ J L . 2 6 8 — FATHUL BAARI . akhbaranaa dan anba 'anaa) memiliki satu arti atau tidak? Disebutkannya Ibnu Uyainah dalam hadits ini menunjukkan bahwa Imam Bukhari telah memilihnya.4.A i j J j .J l * J ." Ibnu Mas'ud berkata. 'j* 'J* 'j- i s i . bahwa judul ini menunjukkan bahwa Imam Bukhari menulis kitabnya berdasarkan rangkaian sanad yang diriwayatkan dari Rasulullah. "Syaqiq dari Abdillah juga berkata.J L * _ — . "Dari Nabi SA W yang diriwayatkan dari Tuhan kamu sekalian." Keterangan Hadits: Ibnu Rasyid berpendapat. Abu Aliyah berkata. "Dari Rasulullah yang diriwayatkan dari Tuhannya azza wa jalla. ^ j ^ J j s . beliau adalah orang yang paling dipercaya. " Abu Hurairah berkata. J j > .JJL-J J <ULP Aill (^jUtf *JJI J j — j l l . isbf) C . 1 * 1 5 ' («J—'J ^-CP fi —1-j <—o r^j AIP &\ ^ ^ii ^ s ' ^1 r ^p j.^ ^ J I U) JLij AILP -J'-J lii j ^ L ^ ^ 1 cJi*l> * ^ s . P E R K A T A A N AHLI HADITS < i & * . u > f . i i ir ^ j *£* [jp p <P J* u* -u-^ '••S-J* J ^ J $ J 'J* -J*-) & J Al Humaidi berkata kepada kita. "Rasulullah menceritakan kepada kami. dari Nabi apa yang diriwayatkan kepada tuhannya." J U JUj tfJJ. "Rasulullah menceritakan kepada kami dua ucapan. Menurut saya maksud Imam Bukhari adalah apakah kata-kata ini (haddatsanaa.j ULJI J U J U J J J . "Dari Ibnu Abbas. akhbaranaa dan anba'anaa. " Hudzaifah berkata. "Ibnu Uyainah menyatukan arti haddatsanaa. Anas berkata.L P [•jP s ) ^ ( jlii -V JlSj ^ ^ ^ ^ . "saya mendengar Rasulullah satu kalimat.JjjJUUl JiCaJl f' y s s* •* ' f ' 9 f .

Anas dan Abu Hurairah dalam riwayat Nabi dari Tuhannya. yakni sanadnya disebutkan secara ringkas. yang dikategorikan sebagai hadits maushul oleh Imam Bukhari dalam kitab Al Qadr yang akan kita bicarakan. sedangkan maksud disebutkannya di sini adalah untuk memperhatikan metode Apabila sanadnya bersambung. bahwa para sahabat tidak membedakan bentuk dan Adapun hadits Ibnu Abbas. kaiena hadits yang disebutkan telah dikenal berasal dari riwayat Ar-Rayyahi. bahwa apa yang diriwayatkan oleh Rasulullah adalah dari Tuhannya baik hal itu dijelaskan oleh sahabat atau tidak. karena dikhawatirkan sebagian sahabat meriwayatkannya dari beberapa tabiin seperti Ka ab Al Ahbar. 11 Menurut saya. 'S*—i J' *3 Vang dimaksud adalah Abu Wa'il.Dalam riwayat Karimah dan Al Ushaili dikatakan ^ ^ U J i jii J sedang Abu N u ' a i m dalam Mustakhrajnya mengatakan. Maksud dari komentar ini menunjukkan. jjU -J. Jika ada yang berpendapat hadits ini diriwayatkan dari Al Barra' maka dia teiah keliru. Semua hadits tersebut akan ditemukan dalam bab "Al Janaiz" dan "Ar-Riqaq ". sedangkan secara eksplisit hadits tersebut tidak FATHUL BAARI — 269 . Jika ada pertanyaan apa hubungan antara hadits Ibnu Umar dengan tema bab yang menyatakan bahwa kata-kata tersebut memiliki satu arti. Begitupula yang menjadi perantara antara Nabi dan sahabatnya adalah sahabat yang lain. Catatan: Abu Aliyah di sini adalah Abu Rayyahi dan namanya adalah rufi'.U J I I J Jiij (bersambung). hal ini dapat dijadikan dalil akan keabsahan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat secara mursal. 'J. Dalam riwayat Karimah tidak begitu juga dalam riwayat Al Ushaili disebutkan disebutkan kalimat kalimat i — N a m u n dalam riwayat Abu Dzarr ketiga kalimat tersebut disebutkan. Lalu riwayat Ibnu Rasyid menegaskan. karena tidak diragukan lagi bahwa perantara antara Allah dan Rasul pada malam isra' adalah Jibril. sebagaimana dijelaskan dalam hadits Anas yang tidak menggunakan kalimat Dari Tuhannya".\ JUJ Komentar ini merupakan bagian dari hadits masyhur dalam penciptaan janin. dengan sanad muttashii ^ J . sedang Abdullah yaitu Ibnu Mas'ud. Semua ini berlaku khusus bagi hadits-hadits hukum. maka dihukumi sebagai hadits maushul jika sanad tersebut saling bertemu. disebutkan oleh Imam Bukhari secara bersambung dalam bab "Tauhid".

maka tidak ada jaminan untuk tidak terjadi 2 7 0 — FATHUL BAARI . dimana hal itu akan lebih jelas jika semua jalurnya disebutkan. dalam Haya' riwayat Al Ismaili adalah minal Iman". Sedangkan yang lainnya membedakan ketiga kata tersebut. Memang benar. riwayat An-Nafi dalam kitab tafsir. Siapa yang mengabaikan istilah tersebut maka dia harus menjelaskan tujuannya. dan Kufah. para ulama modern (mutakhiiruun) harus memperhatikan istilah yang disebutkan di atas agar tidak bercampur. yaitu apabila dia mendengar hadits tersebut seorang diri dari syaikhnya. Sebagian mereka ada yang tetap berpegang pada makna bahasa. yaitu mereka mengkhususkan bentuk Syaikh. dan jika lebih dari satu. Yahya Al Qaththan dan sebagian besar ahli Hija/. Karena jika tidak. AnNasa'i. tf^if arti yang sama. Pendapat ini juga didukung oleh Ibnu Hajib dalam kitab Mukhtasarnya dan dinukil dari Hakim bahwa pendapat tersebut adalah pendapat imam empat.'" (Qs. dan untuk apa yang diucapkan oleh \ — k h u s u s untuk yang dibacakan kepadanya. Kata W dikhususkan untuk ijazah yang diberikan oleh syaikh secara lisan. Inilah madzhab Ibnu Juraij. para ulama berbeda pendapat. maka kalimat yang dipakai adalah dan jika ia mendengar bersama orang lain. karena bagi mereka hal itu menjadi hakikat urfiyah. Malik. memiliki j>/}?' dan riwayat Malik dalam bab "Al Semua itu menunjukkan bahwa kata CJJ -. Az-Zilzalah (99): 4) dan firmanNya "Dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Sang Maha Mulia. maka yang dipakai adalah bentuk jamak (plural) Begipulajika dia membacakan kepada syaikhnya seorang diri. Ibnu Uyainah. Pendapat ini tidak diperdebatkan oleh para pakar jika dilihat dari segi bahasa. Ishaq bin Rahawaih. Redaksi riwayat Abdullah bin Dinar yang ada dalam tema di atas yaitu. y ^ j'y^-. dan Syafi'i. Al Fatir (35): 14) Akan tetapi dari segi istilah. "pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Kemudian para pengikut mereka membuat perincian lain. pengertian tersebut didapat dari perbedaaan hadits-hadits yang telah disebutkan. maka bentuk yang digunakan adalah bentuk jamak. dan Ibnu Hibban.'" (Qs. sebagaimana firman Allah. Al Auza'i. maka lafazhnya ^ ^ ( . * i— '' Jy-^t.menunjukkan hal itu? Jawabannya adalah. Ini adalah pendapat Az-Zuhri.

Persamaan antara kaum muslim dengan kurma telah diterangkan dalam riwayat Al Harits bin Abi Usamah dalam tema ini dari jalur lain dari Ibnu Umar "Pada suatu hari kami sedang bersama Rasulullah SAW. kemudian beliau mendatangi sebatang kurma dan bersabda. beliau berkata. "Pohon dalam hutan belukar. Terangkan kepadaku pohon apakah itu?" Yang hadir pada saat itu menebak. berbeda dengan apa yang disampaikan oleh ulama yang datang kemudian (mutakhiriin). " Ibnu Umar berkata. "Saya menebak pohon kurma. Dalam riwayat Mujahid dalam bab "Al Fahm minal Ilmu" ada penambahan redaksi yang berbunyi. seperti itulah seorang muslim). " Mereka berkata.J V (Yang tidak jatuh daunnya. 61. Dari Ibnu Umar RA. beliau memakan kurma.percampuran antara yang didengar dengan majaz setelah mengetahui pengertian dalam segi istilah. Dengan demikian. apa yang disampaikan oleh para salaf dapat diinterpretasikan dengan satu makna. "Orang muslim seperti pohon yang FATHUL BAARI — 2 7 1 . "Tunjukkan kepada kami wahai Rasulullah. "Beliau bersabda. pohon itulah perumpamaan orang muslim. "pohon kurma. beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. "Ketika saya menemani Ibnu Umar ke Madinah. 'Diantara pohon-pohon?" Begitu pula dalam kitab Buyu'(jual beli)." Keterangan Hadits: 'o'j-—i y* ^ j J! (Diantara beberapa pohon ada pohon). " pil-Ji y* i ^ l j Li>jj i i . tapi saya malu untuk mengatakannya. "Diantara beberapa pohon ada pohon yang tidak gugur daunnya. bahwa ketika kami sedang bersama Rasulullah SA W. "Ketika saya bersama Rasulullah. pohon apakah itu? "Nabi menjawab.

'" Kemudian Rasulullah bersabda. "Sesungguhnya kurma adalah pohon yang kuberkahi sebagaimana orang muslim kuberkahi. 2 7 2 — FATHUL BAARI . juga manfaatnya bagi diri dan oning lain yang akan berlangsung terus-menerus hingga setelah wafatnya.tidak. mulai dari muncul buahnya hingga dikeringkan dan dapat dimakan.tidak. oleh karena kalimat setelah huruf nafyi tidak disebutkan demi efisiensi struktur seperti yang telah kita Kata ^ y adalah awal kalimat yang berfungsi untuk terangkan. bahwa penafsiran "penafian" tersebut adalah tidak putus buahnya. Apakah kalian mengetahui pohon tersebut?" "Tidak. sehingga Sufyan bin Ibrahim yang meriwayatkan hadits tersebut menganggap kalimat tersebut berkaitan dengan kalimat setelahnya yaitu." Riwayat Imam Bukhari dalam kitab Ath 'imah (tentang makanan) dari jalur A'masy dikatakan. i^isl j?y . tidak gugur daunnya dan tidak." Redaksi penafian (tidak) dalam riwayat ini disebutkan sebanyak tiga kali. "Ketika kami sedang bersama Rasulullah beliau bersabda. Oleh karena itu dia berkata. Kalimat (laa) ^y 4—is "f tidak seperti yang diduga. dan tidak gugur dakwah bagi orang muslim. Ditemukan riwayat Imam Bukhari dalam kitab tafsir dari jalur Ibnu Umar yang berkata. Selain itu setiap bagian pohon tersebut dapat dimanfaatkan.tidak gugur daunnya. Begitu juga dengan berkah orang muslim yang berlaku umum pada seluruh kondisi. bijinya dapat digunakan sebagai makanan ternak dan tangkai buahnya dapat dibuat tali serta masih banyak lagi kegunaannya. "Telah menceritakan kepadaku Mujahid dari Ibnu Umar yang berkata. " jawab mereka.. Namun dalam riwayat Muslim. "Pohon itu adalah pohon kurma yang tidak gugur daunnya. datanglah seseorang membawa kurma. ^ vj ^ 4>3 '^^h (X^Ji ^ t ^ s - "lieritahukan pohon yang memiliki sifat seperti seorang mukmin. "Agaknya kata y (tidak) hanya sebagai tambahan. 'Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW." Hadits ini lebih umum dari hadits sebelumnya. Beliau melanjutkan. penafian tersebut hanya disebutkan satu kali.. bayangannya tidak pernah hilang dan manfaatnya tidak pernah habis. Salah satu pendapat mengatakan. Keberkahan kurma terdapat pada setiap bagiannya.

" Sedangkan dalam riwayat Nafi' disebutkan.menafsirkan. 'J^~ (unta yang berharga). Yang dimaksud dengan Abdullah adalah Ibnu Umar. "Ayah." Al Ismaili dalam riwayatnya mendahulukan kalimat Jj Maksudnya pikiran mereka langsung tertuju kepada pohon-pohon padang pasir. bahwa yang diberi pertanyaan harus melihat kepada faktor-faktor yang ada di sekelilingnya ketika pertanyaan tersebut dilontarkan." Dalam redaksi tersebut terdapat petunjuk. "Saya mengira bahwa dia mengatakan. "Bagaimana aku akan berbicara kepada mereka sedangkan umurku baru W tahun. hanya saja pada saat itu aku adalah orang yang paling muda diantara mereka" Kemudian masih dalam riwayat Abu Awanah dalam kitab Ath'imah disebutkan.'Apa yang engkau katakan lebih baik dari apa yang aku pikirkan yaitu " Ibnu Hibban menambahkan dalam Shahihnya. Aku melihat Abu Bakar dan Umar tidak berbicara. i ' ^ — » ^ . Kemudian bagi yang memberi pertanyaan hendaknya tidak terlalu umum. maka aku pun menjadi segan untuk berbicara. redaksi tersebut ditambah dengan kalimat." 11 Dalam riwayat Malik bin Dinar dalam bab "A!Haya'ftlIlmi"\ Abdullah berkata." Selain yang telah diterangkan. dan hal tersebut membuat mereka mencoba menafsirkannya dengan berbagai jenis pohon kecuali kurma. Ketika kami berdiri aku berkata kepada ayahku. "Aku menduga pohon tersebut adalah kurma yang dibawa oleh beliau. Peristiwa tersebut diterangkan Abu Awanah dalam kitab Shahihnya dari jalur Mujahid dari Ibnu Umar. supaya tidak membingungkan bagi yang akan menjawab. (Akan tetapi aku malu). Dalam riwayat Abu Awanah pada bab "Pemahaman Merupakan Bagian dari Ilmu". yaitu seorang pengajar dapat menguji kemampuan muridnya dengan apa yang tersembunyi dan memberitahukannya jika mereka tidak mengetahui hal tersebut... Sedangkan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari hadits Muawiyah yang menyatakan bahwa Rasulullah melarang pertanyaan yang sulit.j j j (Dan terbetik dalam hatiku). Beliaupun berkata. dia berkata. "Sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa pohon tersebut adalah kurma.. "Kemudian aku mengatakan kepada ayahku apa yang terpikirkan olehku. dapat diinterpretasikan bahwa FATHUL BAARI — 273 . sang perawi. dalam hadits ini juga terdapat pelajaran lain.

. Secara gamblang hal ini dijelaskan dalam riwayat Al Bazzar dari jalur Musa bin Uqbah dari Nafi' dari Ibnu Umar yang berkata. karena semua yang halal dimakan. yaitu dasar agama orang Islam sangat kuat dan apa yang dihasilkannya berupa ilmu dan kebaikan merupakan makanan bagi ruh. Al Qurthubi berkata. Lalu Rasulullah SAW bersabda. akarnya kokoh dalam tanah dan batangnya menjulang ke angkasa?" Kemudian dia menyebutkan hadits tersebut." (Qs. Kemudian di dalamnya juga terdapat bukti akan barakah kurma dan dalil diperbolehkannya seseorang untuk menjual kurma panggang. akan tetapi umurku menahanku untuk tidak berbicara. "Maka terlihatlah persamaan antara keduanya. halal juga diperjualbelikan dan hal ini telah dibahas dalam bab khusus oleh Imam Bukhari dalam kitab Al Buyu\ Hal tersebut disebutkan oleh Imam Bukhari dalam tafsir firman Allah. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa maksud dari cabangnya di langit.. "tahukah kalian pohon apakah itu?" Ibnu Umar berkata. Al Bazzar juga meriwayatkan dari jalur Sufyan bin Hushain dari Abi Bisyr dari Mujahid dari Ibnu Umar bahwa dia berkata. Dia dapat memanfaatkan setiap apa yang dihasilkan oleh agama tersebut. 2 7 4 — FATHUL BAARI . Riwayat ini menguatkan riwayat Al Bazzar. baik pada saat hidup atau setelah meninggal dunia. "Siapa yang dapat memberitahukan kepadaku pohon apa yang seperti orang muslim. "Diantara pohon-pohon terdapat sebuah pohon " Dalam riwayat Ibnu Hibban dari Abdul Aziz bin Muslim dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah berkata. "Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik. kemudian beliau memakannya selelah membacakan ayat tersebut dan bersabda. sedang dia tetap dijaga oleh agamanya. maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Rasulullah datang dengan membawa kurma yang dipanggang. adalah amal perbuatan mereka diangkat dan diterima. "Aku yakin bahwa yang dimaksud adalah kurma. "pohon tersebut adalah pohon kurma?' Jika hadits ini dipadukan dengan hadits sebelumnya. "Rasulullah membacakan ayat ini kemudian bersabda.maksudnya adalah pertanyaan yang tidak bermanfaat atau pertanyaan untuk menyakiti si pengajar atau orang yang akan menjawab. Ibrahim (14): 24) yang mengisyaratkan bahwa yang dimaksud dengan pohon dalam kalimat tersebut adalah pohon kurma. Dalam hadits tersebut terdapat dorongan untuk memahami sebuah ilmu. untuk itu Imam Bukhari membuat bab khusus yaitu bab "Al Fahm fil 'Ilmi" yang terdapat dalam kitab Al 'Ilm dan kitab Al Adab.

setiap yang dihasilkan olehnya bermanfaat bagimu."Rasulullah SAW bersabda. dengan syarat perbuatan tersebut karena Allah. Terdapat pula indikasi bahwa memisalkan sesuatu dengan sesuatu yang lain tidak harus sama dalam segala aspek. imam Malik menjadikan hadits ini sebagai dalil diperbolehkan adanya keinginan untuk dipuji atas perbuatan baik yang dilakukan. bahwa pohon kurma tidak akan mati kecuali dipotong kepalanya dan tidak akan berbuah kecuali jika dibuahi. Dalam hadits tersebut terdapat cara menggunakan contoh dan permisalan untuk menambah pemahaman dan menggambarkan suatu makna agar lebih meresap dalam pikiran. At-Tirmidzi berkata. Sedangkan orang yang mengklaim bahwa persamaan antara orang muslim dengan pohon kurma adalah. yang merupakan instink (naluri) manusia untuk dipuji atas perbutan baik yang dilakukan oleh dirinya dan anaknya. bahwa hadits dengan redaksi seperti ini hanya diriwayatkan oleh Ibnu Umar. karena semua persamaan terdapat pada seluruh manusia tidak khusus orang muslim. Dalam hadits tersebut tampak pula betapa hinanya dunia di mata Umar. Pendapat tersebut diambil dari harapan Umar di atas. Ketika mendengar pendapat tersebut. Pendapat yang lebih lemah mengatakan bahwa pohon tersebut diciptakan dari kelebihan tanah penciptaan Adam. karena ilmu adalah anugerah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki oleh-Nya. Pohon tersebut tidak akan mati kecuali jika ditenggelamkan. Juga untuk menunjukkan bahwa si anak semenjak kecil telah memiliki kelebihan dalam pemahaman agar Rasulullah mendoakan anak tersebut. pohon tersebut berpasangpasangan dan pohon tersebut minum dari atas. karena dia membandingkan pendapat anaknya dalam satu masalah dengan unta yang sangat berharga." Demikianlah disebutkan secara ringkas dengan sanad yang shahih. Kita juga mendapatkan dalam hadits tersebut penghormatan terhadap yang lebih tua dan mendahulukan ayah dalam menjawab serta tidak tergesa-gesa menyampaikan apa yang dipahami olehnya. "Hadits tersebut FATHUL BAARI — 275 . Pelajaran yang dapat diambil Al Bazzar dalam musnadnya menyatakan. karena tak pernah ditemukan hadits yang menegaskan hal tersebut. karena orang mukmin tidak dapat dimisalkan dan dibandingkan dengan benda mati. "Orang mukmin seperti pohon kurma. Kemudian seorang pakar dapat saja tidak mengetahui sesuatu yang diketahui oleh orang yang status keilmuannya lebih rendah. walaupun dia menduga jawabannya benar. serbuknya berbau seperti sperma manusia. Semua persamaan yang disebutkan adalah lemah.

Dari Ibnu Umar dari Rasulullah SAW. "Perumpamaan seorang muslim adalah seperti pohon kurma. beritahu aku pohon apakah itu? " Orang-orang menyangka pohon tersebut adalah pohon belukar. B E R T A N Y A U N T U K M E N G U J I I L M U Y A N G DIMILIKI V i'y*~^ > A ) 1 ^ jl jLi j £ j a^p 41)1 J*> ^Jl j * 'p P^ Ijjl J>\ j . "Yang dimaksud dengan pohon tersebut adalah pohon kurma" Dalam riwayat sebelum ini dari Mujahid dari Ibnu Umar diketahui bahwa umur Ibnu Umar pada saat itu adalah 10 tahun. "Pohon kurma. J. bahwa diantara sahabat yang hadir adalah Abu Bakar. Ibraahhm (14): 24) beliau melanjutkan. "Beritahu kami pohon apakah itu?" Rasulullah menjawab. akan tetapi dengan 2 7 6 — FATHUL BAARI ." Kemudian dia mengisyaratkan kepada hadits pendek dari Abu Hurairah yang disebutkan oleh Abdu bin Humaid dalam tafsirnya dengan redaksi. Untuk itu dapat kita simpulkan. An-Nasa'i dan Ibnu Hibban bahwa ketika Rasulullah membacakan firman Allah. ditambah Abu Hurairah dan Anas bin Malik jika keduanya benar-benar mendengar hadits ini dalam majelis tersebut. beliau bersabda. "Perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik" (Qs. sedangkan aku menduga pohon tersebut adalah pohon kurma.ditemukan pula dalam bab ini dari Abu Hurairah." Keterangan Hadits: Dalam bab ini disebutkan kembali hadits ibnu Umar dengan redaksi yang mirip dengan hadits sebelumnya. pohon tersebut seperti orang muslim.°9 iZ~"PZ*\j i i k J l Ljjl ^ J k Jii Aj\i\ J y* j b ^ L > LljJj- 26." Demikian pula menurut Tirmidzi. 5. "Diantara pohon-pohon ada pohon yang tidak jatuh daunnya.AJ>IJJ( r ^ 1 J** # b >*jy «d) I p ^ J J ^ P Jii iS^'p . Umar. Mereka pun berkata.P^ 5 ^ 'd*y ^'^^^/-^ ''o i . Ibnu Umar.

Karena jika memang perbuatan tersebut ternyata dilakukan. Kemudian riwayat Qutaibah menunjukkan makna tahdits dan ikhbar." Malik mengambil dalil dengan kitab yang dibacakan kepada kaumnya. ilmu pengetahuan.rangkaian sanad yang berbeda. walaupun saya tidak menemukan ada yang berpendapat seperti ini sebelumnya. 6. H A L . "Kita mendapatkan ijazah dari fulan. Thaahaa(20): 114) kepadaku Qira'at dan 'Ardh kepada seorang muhaddits (ahli hadits)." Jika seorang qan FATHUL BAARI — 277 . Sedangkan Al Karmani mengklaim bahwa pengulangan tersebut disebabkan karena dia memperhatikan judul dan karangan karya gurunya. karena kami tidak pernah menemukan orang yang mengetahui kadar kejeniusan Al Bukhari. tambahkanlah "<Qs. maka mereka mengatakan. Sebagian mereka mengambil dalil dalam membacakan sesuatu kepada orang yang berilmu dengan hadits Dhimam bin Tsa'labah yang berkata kepada Nabi SAW. Perbedaan tersebut dimaksudkan untuk membantah pendapat yang mengatakan.H A L Y A N G B E R H U B U N G A N D E N G A N ILMU Firman Allah. oleh karena itu apa yang diklaim oleh Al Karmani menunjukkan bahwa dia tidak memiliki keistimewaan karena menjiplak gurunya. sedangkan riwayat Khalid -menurutnyamenjelaskan masalah "pertanyaan imam". "Ya Tuhanku. "Dan katakanlah. "Maka ini adalah bacaan kepada Nabi yang dikhabarkan Dhimam kepada kaumnya. maka tidak ada keistimewaan Bukhari dibanding yang lain. "Ya {benar)" Mereka berkata. "Apakah Allah memerintahkan kamu untuk mengerjakan shalat?" Nabi menjawab. bahwa hadits ini merupakan pengulangan tanpa maksud. Hasan. yang menyatakan bahwa dia meniru tema yang dibuat oleh gurunya. Tsauri dan Malik memandang bahwa membaca adalah diperbolehkan. Pendapat ini tidak dapat diterima. Telah diriwayatkan dan beberapa pakar bahwa keistimewaannya dibanding yang lain adalah dalam ketajaman analisanya untuk menentukan judul-judul setiap bab. Al Karmani sering kali mengulang pendapat ini dalam syarahnya. Setelah itu Al karmani menyebutkan hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Syaikhnya yang berkaitan dengan hal tersebut. maka mereka membolehkannya.

r' 1 l*uif ^ .'S. ^ j 4^LP AJJI ^Lj au i u. "Tidak apa-apa membacakan kepada orang yang berilmu. ' _ s .^ ^ <y- u* i J . "Apabila dibacakan pada seseorang muhadits. ' " Saya mendengar Abu Ashim berkata dari Malik dan Sufyan. "fulan telah membacakan atau mengajarkan kepada saya.) . "| ' S * If * [ ' 0 ' L -—* oy» p±y j> ^ c?~" ^ o. Aii u l i ^ » i i i i j fj\ ^ j-ikii oi^iuaJi 'J '$jA siif iluf ji_i jlLjl ^ ^ 1 3 1 lii » ^ af s A l JJL i l i i j f j i JUi" J4i. J !fj J ^ l J p IsJ JUi H^f iiiLJll JUi i)J 1 1 ji Jl. maka dia boleh mengatakan. aiaLJi a i i i^L °ji iiif JJL iliiJf j i i p ^ 1 Jl—ii ^—U J^JJl JlHj Oi. tidak apa-apa mengatakan.'Telah menceritakan kepada saya ( ^ ^ . "Membaca kepada orang yang berilmu adalah sama dengan bacaannya. j ^ i ij j u i J** ^ Ji j i i i u ^ikJi _ a i!llli i l i C J l jJLj ^ « d J i J l .^ Jtiij 1UJ> Lslff 1 4 J JL» ji-J li jj^lUJi jt li-tiU j l i - J_^ji l i djX j ^ > u * d i j^jfti ^." ' '9' ' . ia berkata.^ - 3 - i 'i ' ' ." Muhammad bin Salam. i.-dJl Jw3 J j l JUi Ldl^ii J i .i p ^ i i j u i ^ I r ^ilii J i i i L . Muhammad bin Hasan Al Wasith meriwayatkan dari 'Auf dan dari Hasan.41—iii L t ' ' 2 7 8 — FATHUL BAARI .membacakan bacaannya kepada seorang muqri'. JUi iL-uif Ju' L L i aJlLUl ^ I L ^ ALL J L ." Sufyan berkata.

lalu ia mengizinkan untuk meriwayatkan darinya. "Saya bertanya kepadamu. apakah Allah yang mengutusmu kepada semua manusia? "Nabi menjawab. tanpa harus membaca kepada syaikhnya. "Ya. masuklah seorang laki-laki yang turun dari atas unta dan menghentikan untanya di depan masjid dan mengikatnya. " la lalu berkata. Saya Dhimam bin Tsa labah. "Saya bertanya dengan nama Allah. "Saat kita duduk bersama Rasulullah di dalam masjid. Untuk itu. saudara bani Sa ad bin Bakr.' Benar (iya). benar. " Maka ia berkala. karena 'ardh adalah apa yang dikemukakan oleh seorang murid kepada syaikhnya atau kepada orang lain dengan kehadiran syaikhnya. " Maka laki-laki itu berkata pada Nabi SAW. " Tanyanya pula." K e t e r a n g a n Hadits: Membaca berbeda dengan ardh. karena membaca lebih umum daripada 'ardh. "Tanyakan apa yang ada pada diri anda. "Ya Allah. Sebenarnya. " Kemudian dia berkata kepada mereka yang ada di situ. benar. Bukhari menulis bab khusus tentang bolehnya hal tersebut dan FATHUL BAARI — 279 . dimana hal itu lebih khusus daripada qira'ah (membaca). "Saya bertanya dengan nama tuhanmu dan tuhan orang-orang sebelum kamu. " Lalu orang itu berkata kepada Nabi. "Ya. adakah Allah yang memerintahmu untuk mengambil shadaqah dari orang-orang kaya dan membagikannya untuk orang-orang miskin?" Nabi berkata.63. yang mungkin pertanyaan saya ini agak sukar. "Saya telah mendengarmu. "Saya bersumpah padamu atas nama Allah. maka kami berkata. maka janganlah anda gusar! "jawab Nabi. Sebagian orang memperluas pengertian 'ardh. benar "la berkata lagi. Dari Syarik bin Abdullah bin Abi Namir bahwa beliau mendengar Anas bin Malik berkata. pengertian semacam ini disebut dengan 'Ardhul Munawalah. yaitu jika seseorang menghadirkan syaikhnya yang asli dan melihatnya serta ia mengetahui kebenarannya. dan saya adalah seorang utusan dari kaum saya. "Laki-laki putih yang bersandar. " Maka ia berkata. "Ya. "Siapakah diantara kalian yang bernama Muhammad. " Nabi SA W berada diantara mereka. Seorang murid tidak dapat melakukan 'ardh. adakah Allah memerintahkan anda untuk menegakkan shalat 5 waktu sehari semalam?" Jawab Nabi. Sebagian ulama salaf tidak menambah apa yang mereka dengar dari para syaikhnya. "Adakah Allah memerintahmu untuk berpuasa pada bulan ini (Ramadhan) setiap tahun? Jawab Nabi. "Saya beriman pada apa yang kamu bawa. "Anak Abdul Muthalib? Nabi SAW berkata kepadanya. kecuali dengan membaca.

Abu Said Al Haddad berkata. la berkala. tidak terdapat hadits Anas dalam kisah Dhimum yang memhentahu kaumnya tentang masalah tersebut. Kemudian saya melihat ada perbedaan dalam hal ini. Saya telah dalang kepada kalian dengan apa yang dibawanya dan dengan apa-apa yang diperintahkan dan dilarang untuk kalian. Demi Allah. maka disebutkan hadits panjang dan diakhimya Dhimam berkata pada kaumnya saat kembali pada mereka. Ia berkata. 'Saya mempunyai berita dari Nabi tentang membaca kepada orang yang berilmu. Maka boleh bersaksi dengannya atau memberi izin. "Ya atau benar". "Dari Ibnu Abbas. "Saya mendengar Muhammad bin Ismail Al Bukhari mengatakan bahwa. Sedangkan Imam Malik dalam menganalogikan membaca hadits dengan membaca Al Qur'an seperti yang diriwayatkan Khatib dalam kitab Kifayah dari jalur Ibnu Wahab. kata tersebut berasal dari bahasa Persia yang teiah masuk ke dalam kosa kata Arab. Ini juga dikatakan sebagian orang yang bertemu dengannya atau mengikutinya. dan ia menceritakan kisah Dhimam bin Tsa'labah. meskipun orang itu belum melafazhkan apa-apa. Tetapi hal itu terdapat dalam jalur lain yang disebutkan Ahmad dan lainnya dari jalur Ibnu lshaq. Sesungguhnya Allah telah mengutus rasul dan menurunkan kitab kepadanya.mengemukakan perkataan Hasan Al Bashri yang membolehkan qira'ah kepada orang yang berilmu. Hal itu dijadikan dalil oleh Humaidi. ia berkata.bahwa kata HUJI berarti buku." Dalam matan hadits yang dijelaskan oleh Imam Bukhari. adalah sesuatu yang tertulis di dalamnya pengakuan seseorang apabila dibacakan sesuatu kepadanya. kemudian ia mengatakan. tidak dimaksudkan memberi ijazah seperti istilah yang digunakan diantara ahli hadits." Perkataan Bukhari "membolehkan" atau memberi izin.' Maka ditanyakan kepadanya. kecuali lelah menjadi muslim'. Begitu juga apabila dibacakan kepada orang-orang berilmu dan ia mengakuinya. maka dibenarkan untuk meriwayatkan darinya. "Saya mendengar Malik 2 8 0 — FATHUL BAARI . bahwa Bani Saad Bin Bakar mengutus Dhimam bin Tsa'labah. tidak ada pada hari itu dan selelahnya laki-laki dan perempuan. Kemudian diriwayatkan dari Sufyan Ats-Tsauri. Perkataannya (Malik berdalil dengan buku atau tulisan) Imam Jauhari berkata. bahwa yang mengatakannya adalah Abu Said Al Haddad yang diriwayatkan Baihaqi dalam kitab Ma 'rifah dari Ibnu Kliuzaimah. kemudian Imam Bukhari bersandar kepadanya setelah mengkritiknya. Adapun maksudnya di sini. dan Malik berpendapat bahwa mendengar dari orang-orang berilmu adalah sama dengan membaca kepadanya. guru Imam Bukhari yang dijelaskan dalam bukunya An-Nawadir.

" Adapun perkataan I lasan." Diriwayatkan oleh Abu Fadhl Sulaimani dalam Kitab Al Hatstsu 'ala Thalabil Hadits dari jalur Sahal bin Mutawakkil. sesuatu yang telah disebutkan dalam hadits dan dibenarkan dalam Al Qur'an. apakah yang patut kita katakan untuk buku yang kita bacakan kepadamu?'" Ia mengatakan. bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Hasan. maka ia berkata. Saya tidak peduli.'" Beliau berkata. "Katakanlah.ditanya tentang buku yang dibacakan kepadanya. katakan bahwa Hasan berbicara kepada saya. "Membaca kepada orang yang berilmu adalah diperbolehkan. "Maka saya mengatakan Hasan telah menceritakan kepada saya?" la menjawab." Bukankah hal ini juga benar jika seorang membaca kepada orang lain. Dikeluarkan dan Jalur Ahmad bin Hambal dari Muhammad bin Hasan Al Wasilh dan Auf Al A'rabi. "Ya. lalu ia berkata. "Fulan telah membacakan untuk saya?" Diriwayatkan hakim dalam Ulumul Hadits dari jalur Mutharrif. Tetapi yang masyhur dari Malik sebagaimana dinukil oleh Bukhari dan Sufyan Tsauri bahwa dua hal mi adalah sama. padahal Al Qur'an adalah lebih mulia dan a g u n g ? " Sesungguhnya sebagian perawi yang berhaluan keras dari Irak mengatakan.'Kita berkata kepada Hasan. dan saya mendengar dia menolak keras siapa yang mengatakan. begitu juga dengan Al Qur'an. "Muhammad bin Salam mengatakan kepada saya dengan lafazh. 'Sesungguhnya membaca pada syaikh lebih mulia dari pada mendengar lafazhnya." F A T H U L BAARI — 281 . karena sebagian penduduk Madinah dan lainnya berbeda pendapat dengan mereka dan mengatakan. 'Tidak cukup. ia berkata. "Wahai Abu Said. rumah saya jauh. Adapun yang masyhur dari jumhur ulama. apakah seseorang akan mengatakan ^ (dia telah menceritakan kepadaku)?' Maka 1 ia menjawab. "Saya berteman dengan Malik selama 17 tahun. maka saya akan membaca (belajar) kepadamu. "Janganlah kamu menganggap bahwa membaca seperti mendengar. "Ya. ia berkata." Ia berkata." Hadits ini diriwayatkan oleh Khatib. ia mengatakan. "Membaca pada saya lebih melekat dan lebih paham daripada saya yang membacakan. Apabila kamu mengizinkan. sehingga membuat saya susah. kecuali mendengar dari lafazh syaikh. Hasan telah menceritakan kepada kami. bahwa mendengar dari syaikh lebih mulia tingkatannya daripada membacakan kepadanya. "Bagaimana hal ini tidak cukup bagi anda. Saya tidak melihat dia membacakan Al Muwatha' kepada seorang pun. saya membacakan padamu atau kamu membacakan pada saya."' Dari Abu Ubaid. bahwa telah diriwayatkan oleh Khatib dari Ibrahim bin Sa'ad. bahkan merekalah yang membacakan kepadanya.

disebutkan oleh Ibnu Mundih dari jalur Adh-Dhahhak bin Utsman yang keduanya dari Said dari Abu Hurairah. insya Allah. "Muhammad bin Al 'Ajlani dan lainnya menceritakan kepada saya dari Said. Imam Daruquthni mengatakan. atau mungkin Imam Laits mendengar dari Sa'id dengan perantara. kemudian ia bertemu dengannya dan berbicara.dari Maqburi dari Abu Hurairah. namun Ibnu Saad menyebutkan bahwa ia termasuk salah seorang sahabat. adalah masjid Rasulullah. Demikian juga Ibnu Mundih dari jalur Ibnu Wahab dari Laits. bahwa telah diriwayatkan oleh Ubaidillah bin Umar dan saudaranya -Abdullah dan Adh-Dhahhak bin Utsman. Hal ini mengandung dalil bahwa riwayat Imam Nasa'i dari jalur Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'ad dari Laits. Kemudian terjadi sesuatu yang mengejutkan kita. bahwa air kencing dan tahi unta adalah suci. Dalam riwayat Musa bin Ismail disebutkan." seakan-akan Anas mengisyaratkan kepada suatu ayat dalam surah Al Maa'idah. karena Nabi tidak menolak keberadaannya dalam masjid.Dalam riwayat Ismail dari jalur Yunus bin Muhammad dari Laits. "Dia 2 8 2 — FATHUL BAARI ." adalah riwayat yang masih diragukan dan banyak tambahan dalam sanad-sanadnya. ia berkata. Pembicaraan lebih luas tentang hal ini akan dibahas dalam tafsir. Pendapat ini hanya sebuah kemungkinan. Hal itu telah dijelaskan oleh Ibnu Hajar setelah jalur ini. Yang dimaksud dengan masjid dalam hadits ini. namun mereka meragukan bahwa perkataan tersebut adalah perkataan Laits. "Kami dilarang untuk bertanya kepada Nabi mengenai Al Qur'an. karena Laits lebih menguatkan Said Al Maqburi dengan kemungkinan bahwa Said memiliki dua guru. "Dari Anas. sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Nu'aim. Tetapi riwayat Laits yang dikuatkan. Keberadaan Rasulullah bersama para sahabatnya menandakan bahwa beliau telah meninggalkan sifat takabur. yaitu datangnya seorang laki-laki badui yang cerdas yang bertanya kepada Muhammad SAW dan kita mendengarkannya. Sedangkan Imam Muslim tidak meriwayatkan dan" jalur ini. tetapi ia meriwayatkanya dari jalur Sulaiman bin Mughirah dari Tsabit dari Anas. Ibnu Baththal mengambil kesimpulan dari kalimat (Dalam Masjid). karena riwayat Al Maqburi dari Abu Hurairah telah dikenal. Namun menurut Imam Bukhari perbedaan ini tidak mengapa. Tidak diketahui nama sebenarnya dari Ibnu Abi Namtr. apa yang diriwayatkan oleh Nasa'i dan Baghawi dari jalur Harits bin Umair dari Ubaidillah bin Umar. Beliau dikelilingi oleh mereka dari segala sisi. Dalam perbedaan yang lain.

karena perbuatan tersebut merupakan sisa-sisa tabiat kasar orang Arab. Dalam riwayat Tsabit dari Ziyad bahwa dia membenarkan apa yang ia tanyakan dan mengulang sumpah dalam setiap masalah sebagai penguat ketetapannya. "Dia turun dari untanya di depan pintu masjid kemudian mengikatnya dan masuk.membawa untanya sampai mendatangi masjid. An-Nuur {24)." Inilah yang terdapat pada awal riwayat Tsabit dari Anas." Riwayat ini untuk menguatkan sifat Nabi SAW. "Utusanmu menganggap bahwa kamu menduga." Para sahabat berhenti saat ada larangan." dan perkataannya dalam riwayat Tsabit. Konon dikatakan bahwa beliau belum mengatakan "Ya"." Perkataannya ilU^ii (Meninggikan suara). "Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian yang lain. "(<>. "Kita dilarang dalam Al Qur'an untuk bertanya kepada Rasulullah tentang sesuatu. semua itu merupakan dalil atas tingkah lakunya yang baik dan kecerdasan akalnya. sebagaimana firman Allah. dan mereka mendapatkan keringanan karena ketidaktahuan mereka. Hamzah bin Harits berkata. Maka Umar berkata dalam riwayat Abu Hurairah. Kita dapat melihatnya dalam ucapannya setelah itu. "Saya tidak melihat seorang pun yang lebih teliti dan kritis dalam setiap permasalahan daripada Dhimam. "Mereka lebih berani daripada kita. artinya saya bertanya padamu dengan meninggikan suara. "Saya mendesak kamu dalam masalah. lalu turun dari unta dan mengikatnya kemudian masuk ke dalam masjid." Abu Awanah menambahkan dalam Shahihnya. 63) Merupakan sesuatu yang dimaafkan. "Dia putih kemerahmerahan. bahwa beliau tidak putih dan tidak pula sawo matang atau tidak putih sekali. jika kita mengatakan bahwa dia datang dalam keadaan muslim dan larangan itu belum sampai kepadanya. mendengarmu) atau turunnya ketetapan Nabi kepada para sahabat untuk memberitahukan sesuatu dari beliau. Sahabat berangan-angan supaya badui yang cerdas itu tahu apa-apa yang ditanyakannya." Kalimat putih atau kemerah-merahan terdapat dalam riwayat Harits bin Umair. karena orang badui im tidak berbicara kepada Nabi sesuai dengan kedudukan beliau yang mulia. dan yang mengejutkan kita adalah datangnya seorang laki-laki dari badui yang cerdas dan bertanya kepada Rasul sedangkan kita mendengarkan." Hal itu dijelaskan lagi dalam suatu riwayat dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Hakim. sebagaimana perkataaan Al Baghawi F A T H U L BAARI — 283 .

bahwa dia (orang badui) datang setelah masuk Islam untuk meyakinkan kepada Rasul apa yang dikhabarkan utusan beliau kepada mereka (Dhimam bin Tsa'labah)." Siapa yang menciptakan bumi dan gunung? Dijawab. "Utusan kamu menduga." Hakim mengambil kesimpulan dari kisah tersebut. bumi. karena 284 ." Sebenarnya jawaban Rasul itu menggunakan kata " Y a " (na'am). "Ya. Tetapi dalam hadits ini Rasul menyebutkan Allahumma. seakan-akan beliau bersaksi kepada Allah untuk menguatkan keimanannya.—. Hal ini dikuatkan oleh riwayat Tsabit. "Kamu benar". keumuman mereka.T (Saya beriman dengan apa yang kamu bawa). bahwa pedapat itu masih harus diteliti kembali." Siapa yang menciptakan langit. i—iluJi ( j — * JJJ. "Siapa yang menciptakan langit?" Dijawab.dalam Syarah Sunnah." Demikianlah yang dijelaskan dalam riwayat Imam Bukhari. seolah-olah kamu mengingat dan diingat. yaitu anjuran untuk mengambil hadits dari sanad yang paling tinggi. Ha! ini tidak termasuk 1_L." Dalam riwayat Karib dari Ibnu Abbas dan Thabrani. tetapi dia ingin mendengarkan langsung dari Rasulullah. karena mayoritas mereka adalah ahli shadaqah. ji (Kamu ambil sedekah ini). Dalam riwayat Musa dikatakan. "Hendaknya kita shalat lima waktu sehari semalam). o' (Hendaknya kamu mengerjakan shalat). Dalam riwayat Al Ushaili menggunakan "nun" 'j-J> J (hendaknya kita mengerjakan shalat). Jauhari berkata. \—ji> *—! (Kepada fakir miskin kita)." Siapa yang menciptakan manfaat? Dijawab. demikian juga kata Ibnu Sakir. "Allah. Saya katakan bahwa pendapat ini masih harus diteliti kembali. Imam Al Qurtubi mengatakan. bahwa hal ini mengandung dalil tidak diperbolehkannya seseorang untuk membedakan sedekahnya sendiri. "Kamu meminta kepada Allah. — L — _ ^ Kemungkinan ungkapan ini adalah khabar dan merupakan pilihan Bukhari yang dikuatkan Qadhi 'lyadh. "Allah. Kemudian ia bertanya. karena untuk mencari berkah. "Allah. Dalam hal ini orang badui tersebut tidak hanya mempercayai apa yang didengar dari Rasulullah SAW. Namun saya mengatakan. "Telah datang kepada kita kitabmu dan urusanmu.FATHUL BAARI . mendirikan gunung dan menciptakan manfaat di dalamnya. bahwa kata V**^ adalah perkataan yang tidak dapat dipercaya. apakah Allah yang mengutusmu? Rasul menjawab. Ibnu Tin berkata. Dalam riwayat Tsabit dari Muslim dikatakan.

bahwa tidak disebutkannya haji dalam riwayat tersebut. "Melaksanakan haji ke Baitullah merupakan kewajiban bagi yang mampu?" Hal ini diriwayatkan juga oleh Muslim dalam hadits Abu Hurairah dan Ibnu Abbas. bukan berarti bahwa Dhimam datang dalam keadaan musyrik. Tetapi. dan Bani Saad . Kedua. tapi Muslim dan yang lainnya menyebutkannya. bahwa pengiriman utusan untuk menyerukan kepada Islam dimulai setelah perjanjian Hudaibiyah dan pengiriman sebagian besar utusan itu setelah fathu Makkah. bahwa datangnya Dhimam adalah tahun kelima. Pertama. dimana pada tahun itu belum diwajibkan haji. Ibnu Tin menjadi kaget dan berkala. Hal itu telah kami jelaskan dalam hadits Abu Sufyan tentang permulaan turunnya wahyu. Seakan-akan hal itu sebagaimana yang diungkapkan Al Waqidi dan Muhammad bin Habib. Maka benar bahwa kedatangan Dhimam terjadi pada tahun ke-9 yang dikuatkan Ibnu Ishaq dan Abu Ubaid serta lainnya. seperti yang dinukil Abu Umar Zaid dalam menjelaskan kefasihan Syaikh Tsa'lab.juga digunakan dalam perkataan yang benar atau yang terjadi. Sedangkan penyusunan bab "Orang Musyrik Masuk Masjid" oleh Abu Daud.. adalah karena haji belum diwajibkan pada saat itu. Adapun Syibawaih banyak mengatakan J ^i. Demikian yang diisyaratkan oleh Ibnu Shalah. tetapi maksudnya adalah mereka membiarkan seseorang datang dan masuk masjid. dalam hadits Ibnu Abbas bahwa kaumnya mentaati dan masuk Islam setelah dia kembali kepada mereka. dan ayat larangan ini (surah Al Maa'idah) turunnya terakhir.yaitu Ibnu Bakr bin Hawazin belum masuk Islam. kecuali setelah terjadinya perang Hunain dan itu pada bulan syawal tahun ke-8. walaupun belum nampak mukjizatnya. Adapun perkatannya (Saya beriman) merupakan pemberitahuan bahwa dia tidak menanyakan tentang tauhid. Al Ojjrtubi mengambil kesimpulan dari hadits tersebut untuk menyatakan keabsahan iman seorang muqallid (orang yang bertaqlid) kepada rasul. "Sesungguhnya tidak disebutkannya haji.Uj untuk dijadikan 1 dasar dalil. tetapi menanyakan keumuman risalah dan syariat Islam. dalam riwayat Muslim bahwa kedatangannya adalah setelah turunnya larangan dalam Al Qur'an untuk bertanya kepada Nabi. Ketiga. Peringatan Dalam riwayat Syarik tidak disebutkan (haji). pendapat ini tidak dapat diterima dari berbagai segi. Musa mengatakan dalam riwayatnya. Sebaliknya. karena haji telah diketahui FATHUL BAARI — 285 . Badar Zarkasyi lupa dan mengatakan.

"Kita tidak mendengar utusan kaum yang lebih baik dari Dhimam. "Saya tidak melihat seseorang lebih baik dan teliti dari Dhimam. saya tidak akan mengurangi atau menambah. "Saya Dhimam bin Tsa'labah". "Bani Saad bin Bakr mengutus Dhimam bin Tsa'labah sebagai utusan menemui Rasulullah yang sedang bertemu dengan kami. Ini diucapkannya setelah perkataan. diantaranya kedatangan Dhimam yang bertujuan untuk bertemu dan berbicara kepada Rasulullah seperti yang dipaparkan oleh Hakim. karena riwayat Hamman bin Salmah dari Tsabit 2 8 6 — FATHUL BAARI .mereka dalam syariat Ibrahim." Dalam akhir hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Abu Daud dikatakan. "Saya anak Abdul Muthalib." maka disebutkan hadits ini. Setelah dia pergi." Hal lain adalah diperbolehkannya bersumpah untuk menguatkan apa yang terjadi. "Saya utusan kaum saya. Kemudian kembalinya Dhimam kepada kaumnya dan mereka mempercayainya.sesungguhnya kami telah mensucikan sejak zaman jahiliyah. demi Allah . Nabi berkala. Perkataan Ibnu Abbas "Lalu datang bertemu dengan kami" menunjukkan keterlambatan datangnya utusan itu." Dari hadils ini terdapat beberapa faidah yang lain. karena Ibnu Abbas datang ke Madinah setelah fathu Makkah." yakni keburukan. maka akan masuk surga. "Hadits ini juga diriwayatkan Musa bin Ismail." Dalam riwayat Ahamd dan Hakim dikatakan. Adapun mengenai apakah hadits ini sampai kepada Rasul (maushul) atau tidak masih diperselisihkan. maka ia berkata. Imam Muslim pada akhir hadits mengatakan. bahwa seorang laki-laki dari bani Saad bin Bakr datang menemui Rasulullah yang sedang bersama dengan mereka. Dhimam berkata. Musa adalah Ibnu Ismail Abu Salamah At-Tabudzuki." Maka Nabi berkata. seperti dalam hadits Ibnu Abbas. ^-I) j j 'j—'• J Y'j tfj (Saya utusan dari kaum saya). Sulaiman bin Mughirah. Haditsnya sampai kepada Nabi menurut Abu Awanah dalam Shahihnya. apalagi yang lainnya. Dalam riwayat Karib dari Ibnu Abbas dikatakan. Seakan-akan dia belum merujuk kepada Shahih Muslim. guru Imam Bukhari. diantara perkataan Rasulullah SAW pada saat perang Hunain. "Kalau seandainya ia benar beriman. Dalam riwayat Ubaidillah bin Umar dari Makburi dari Abu Hurairah yang ditujukan kepadanya sebelum tambahan dalam kisah ini." Umar bin Khaththab berkata. Disamping itu boleh menisbatkan seseorang kepada kakeknya apabila ia lebih masyhur dari bapaknya. Sesungguhnya Bukhari mengkritiknya karena dia tidak mengambil dalil dari gurunya. "Demi yang mengutusmu dengan kebenaran. "Sedangkan larangan-larangan ini. "Laki-laki yang cerdas.

hal itu menunjukkan bahwa hadits syarik mempunyai asal. Padahal sebaliknya. "Diriwayatkan Musa dan Ali bin Abdul Hamid dari Sulaiman bin Mughirah dari Tsabit. 'Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail. membuatkan untuknya tanda-tanda. teman imam Bukhari. Shaghani berkata. "Hadits ini hilang dari semua naskah.'" FATHUL BAARI — 287 ." Lalu ia menjelaskan hadits ini dengan sempurna. kecuali naskah yang dibacakan kepada Firabri. Sebagian yang lain menganggap bahwa hadits ini mempunyai cacat yang menghalanginya untuk dikategorikan dalam hadits shahih.menyebutkan secara mursai dan dikuatkan oleh Daruquthni. Peringatan Ada beberapa teks yang hilang dalam naskah Baghdad -yang dibenarkan Abu Muhammad bin Shaghani setelah mendengar dari sahabat-sahabat Abi Waqt dan menerimanya dari banyak catatan. Sulaiman bin Mughirah." dimana teks tersebut adalah. sebagaimana pernyataannya. 'Demikianlah telah hilang teks ini dan semua naskah yang saya teliti dan ketahui.setelah perkataannya. Tsabit dari Anas.

Dari Abdullah bin Abbas bahwa Rasulullah SA W menyuruh seorang laki-laki untuk mengantarkan suratnya kepada pembesar Bahrain (Al Mundur bin Sawi) Kemudian oleh pembesar Bahrain. M E T O D E M U N A W A L A H DAN P E N G I R I M A N S U R A T O L E H U L A M A KE B E R B A G A I D A E R A H Anas berkata. Rasulullah SAW berdoa. maka raja itu merobek-robeknya Saya kira Ibnu Musayyab mengatakan.j AIIP AUI -UJi 64. "Kitab ini adalah hasil pendengaranku dari si fulan. Setelah selesai membaca surat. atau kitab ini adalah hasil karanganku. surat itu dikirimnya kepada raja Pcrsia (Abru^aiz bin ilurnuiz bin Anusyirwan). " 2 8 8 — FATHUL BAARI . "Janganlah kamu membacanya kecuali jika telah sampai pada tempat ini.. karena perbuatan raja Persia itu. Yahya bin Said dan Malik membolehkan hal itu. maka riwayatkanlah hadits ini dari diriku.i -L.7.Ketika telah sampai pada tempat tersebut.. "Semoga kerajaan mereka dihancurkan oleh Allah. maka Imam Bukhari mcnyebulkan metode-metode lain dalam menyampaikan hadits yang diakui jumhur ulama.^P si ^> j — . Sebagian ulama dari Hijaz berhujjah dalam masalah munawalah dengan hadits Nabi Muhammad ketika menulis sebuah surat kepada pemimpin pasukan dan bersabda.dan ini.j r±S* LP ^* J i i ^ — ^ lAi ISJ-Z . " Keterangan Hadits: Setelah menjelaskan metode samai (mendengar) dan 'ard (membaca). Sp . Utsman menulis beberapa mushhaf dan mengirimnya ke berbagai daerah.. maka ia membacakan dan menyampaikannya sesuai dengan perintah Nabi." y_ J>*J\ J AJOJJ jjJuJl A*JJy j f o ^ji J l c — A » ^ J S " I j * > * i O' y. diantaranya adalah metode munawalah yaitu seorang guru memberikan sebuah kitab kepada muridnya dan berkata.. Abdullah bin Umar.

Potongan hadits tersebut sangat jelas membolehkan periwayatan dengan metode Mukatahah. Kemudian setelah selesai. ia mengirimnya kepada si murid dan mengizinkannya untuk meriwayatkan hadits tersebut. karena L 'tsman telah memerintahkan kepada mereka untuk berpegang teguh pada isi Mushhaj tersebut dan menolak yang lain. Sebagian ulama terdahulu telah membolehkan penyampaian hadits dengan kedua metode tersebut secara mutlak. Hadits ini adalah potongan dari hadits panjang yang insya Allah akan dibicarakan pada bab "Fadhailul Qur'an" (keutamaan-keutamaan Al O u r ' a n ) . telah kita kemukakan tentang metode Ard Al Munawalah. akan tetapi orang-orang yang menolak metode Ard Qira 'ah (membaca) pasti akan menolak metode tersebut. bahwa penisbatan Mushhnf kepada l'tsman hanya terbatas pada penulisannya saja. Dari kisah pengiriman Mushhaj oleh Utsman dapat diambil pelajaran. Setelah saya meneliti hadits tersebut. kemudian dia mengatakan. Al Mukaatabah merupakan salah satu metode penyampaian hadits. karena dalam metode Munawalah terdapat pemberian l/in secara lisan. Meskipun ada sebagian orang yang mengutamakan metode Munawalah daripada Mukatabah. yaitu seorang murid memperlihatkan sebuah kitab kepada gurunya. bukan pada asal Al Qur'an itu sendiri karena Al Qur'an lelah diriwayatkan secara Mutawatir. sedangkan dalam metode mukutabah tidak. ternyata saya tidak mendapatkannya dari riwayat Abdullah bin Umar bin Khaththab secara gamblang.Dalam pembahasan sebelumnya. "Perhatikanlah isi kitab ini. Jumhur ulama telah membolehkan periwayatan hadits dengan metode semacam itu. Dalam hal ini Imam Bukhari menyamakan antara metode Mukatabah dengan Munawalah. Akan tetapi saya telah menemukannya dalam kitab Al Washiyah milik Abu Qosim bin Mundih dari jalur Bukhari dengan sanad shahih kepada Abu Abdurrahman Al Hubli. atau ia mengizinkan orang lain yang dipercaya untuk menulis hadits tersebut. menjelaskan bahwa ia bukan Amri. Pendapat yang lebih utama adalah pendapat ulama modem yang membolehkan dengan memberikan pengiasan. Sebelumnya saya mengira bahwa Abdullah bin Umar adalah Amri Al Madani yang haditsnya telah saya keluarkan dalam kitab "Ta iiq At-Ta Y/i/" dan Al Karmani juga membenarkan hal itu. maka apa yang telah engkau FATHUL BAARI — 289 . yaitu seorang guru menulis hadits dengan tulisannya sendiri. karena Yahya lebih tua dan lebih berkualitas. bahwasanya dia memberikan sebuah kitab kepada Abdullah yang berisikan hadits. Tetapi disebutkannya Abdullah bin umar lebih dahulu daripada Yahya bin Said.

'Riwayatkan ini dariku. atau ia memberi kitab kepadamu sambil berkata. Hal ini telah disebutkan dalam kitabnya. 2 9 0 — FATHUL BAARI . padahal hadits ini termasuk hadits shahih. saudara lelaki Zainab Ummu] Mukminin. dan juga disebutkan oleh Abu Yaman dalam kitabnya dari Syu'aib dari Zuhri yang keduanya dari Urwah bin Zubair. "Setelah itu. Dalam hadits tersebut ada kemungkinan bahwa Abdullah adalah Ibnu Umar bin Khaththab. Dengan terkumpulnya jalur-jalur itu. maka hadits tersebut menjadi shahih. Hadits yang menunjukkan pembolehan tersebut tidak dituliskan secara maushul (bersambung sanadnya) dalam kitab ini. ia pun menyebut hadits ini. bahwa Yahya bin Said Al Anshari berkata kepadanya ketika hendak pergi ke Irak. karena Al Hubli terkenal sering meriwayatkan hadits darinya. Adapun komandan sariyyah (pasukan) adalah Abdullah bin Jahsy Al Asadi. dan mereka terdiri dari dua belas orang laki-laki dari kaum Muhajirin. "Maka aku pun menulis dan mengirimkan hadits-hadits tersebut kepadanya. dan yang belum engkau ketahui hapuslah. Sariyyah adalah peleton pasukan tentara. "Tingkau membaca hadits kepada seorang ulama. dan ada juga kemungkinan bahwa Abdullah adalah Ibnu Amru bin 'Ash. Saya telah menemukannya dari dua jalur. " 1 Ar-Ramahurmuzi meriwayatkan dari jalur Ibnu Abi U w a i s j u g a dari Malik tentang metode-metode periwayatan hadits. Ia berkata. 'Tunjukkan kepadaku seratus hadits yang diriwayatkan Ibnu Shihab sehingga aku bisa meriwavatkannya darimu Malik berkata. Satu diantaranya adalah hadits mursal yang disebutkan oleh Ibnu Ishaq dalam kitab Al Maghazi dari Yazid bin Ruman. atau ia yang membaca dan engkau yang mendengarkannya." Orang yang memberi argumen ini adalah scorany penduduk Hijaz yang bernama Al Humaidi.ketahui diantara hadits-hadits tersebut biarkanlah. "Saya mendengar pamanku Malik bin Anas mengatakan. yaitu membolehkan periwayatan hadits dengan metode Munawaiah. Jalur lainnya adalah hadits maushul yang dikeluarkan oleh Thabrani dari Hadits Jundub Al Rajli dengan sanad hasan. yang diangkat sebagai raja pada tahun kedua sebelum perang Badar. Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Yahya bin Sa'id dan Malik adalah seperti dikeluarkan oleh Hakim di dalam Ulumu/ Hadits dari jalur Ismail bin Abi Uwais yang berkata. Hadits ini termasuk dalam kategori Munawaiah. karena Al Hubli pernah mendengar darinya. Kemudian saya menemukan hadits lain dari Ibnu Abbas yang terdapat dalam Tafsir At-Thabari.

seperti yang disebutkan dalam hadits tersebut dalam kitab Al Maghazi. — ( S a y a kira). Dalam riwayat Urwah Rasulullah berkata kepada Abdullah bin Jahsy. "la membuka kitab tersebut di sana hingga kami mendapatkan berita tentang Quraisy. dan mereka merampas semua barang dagangan kaum Musyrikin. tidak seperti generasi berikutnya seperti yang dikatakan oleh Al Baihaqi. Al Bauarah (2): 217) Indikasi dan hadits tersebut sangat jelas. Orang tersebut adalah Abdullah bin Hudzafah As-Sahmi. "Baik Jundub maupun Urwah. Pembahasan hadits ini akan kita bahas dalam kitab Al Maghazi. "Maka dua orang berjalan pulang. pembawanya adalah orang yang bisa memegang amanat dan orang yang menerimanya mengetahui tulisan guru itu.Demikianlah hadits Jundub tidak menyebutkannya secara mendetail. Hal ini disebabkan karena sahabat adalah orang yang diakui keadilannya. maka mereka pun membunuhnya. Perampasan ini adalah pertama kalinya dalam Islam sehingga orang-orang kafir mencela mereka karena hal tersebut. " Amru bin Al Hadhrami adalah orang kafir pertama yang terbunuh oleh kaum Muslimin. saya berpendapat bahwa metode Mukatahah dapat dijadikan hujjah jika surat tersebut bersifat resmi (distempel). Sebagian ulama berpendapat bahwa hadits tersebut dapat dijadikan hujjuh. maka bukalah kitab ini. mereka berdua mengatakan. Dalam hal ini. yaitu Rasulullah menyodorkan sebuah kitab dan memerintahkan untuk membacakannya kepada para sahabat agar mereka mengetahui isi kitab itu. maka turunlah firman Allah. FATHUL BAARI — 291 . sedangkan pembesar Bahrain adalah Al Mundzir bin sawi. sedangkan selebihnya masih melanjutkan perjalanan hingga mereka bertemu dengan Amru bin Al Hadhrami yang membawa barang dagangan untuk kaum Quraisy." Dalam hadits Jundub dikatakan. atau ada syarat lain yang dapat menutup kemungkinan terjadinya perubahan atau penggantian. yaitu pada awal bulan Rajab. Wallahu A lam. Hadits-haditsnya tentang pengiriman surat tersebut disebutkan secara maushul (bersambung sanadnya). maka hadits tersebut mengandung metode Munawaiah dan Mukalabah. Orang yang mengatakan ini adalah Ibnu Syihab. dan jangan sekali-kali engkau menyakiti seorang wanita. Kisra adalah Abruwaiz Hurmuz bin Anusyirwan. —LJ y_\&j ^ (Menyuruh seorang laki-laki untuk mengantarkan suratnya). 'Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram " (Qs. "Jika engkau telah bepergian selama dua hari. seorang periwayat hadits. karena tidak mungkin ada perubahan atau penggantian.

'Siapakah yang mengatakan stempel itu bertuliskan tulisan Muhammad Rasulullah?' Qatadah menjawab.sepucuk surat atau ingin menulisnya. Adapun penisbatan surat tersebut kepada Nabi merupakan majaz (kiasan).' Keterangan Hadits: j' )\} (Nabi menulis sepucuk surat atau ingin menulisnya). Akan tetapi. 'Mereka tidak suka membaca surat yang tidak dicap (stempel). tiba-tiba seseorang berkata kepada beliau. i —i jUi S[ i j ^ f Jji^i' 'i' (Mereka hanya membaca surat yang dicap atau distempel). dengan maksud untuk menjelaskan bahwa yang menulis adalah orang tam atas perintah beliau. Maka aku (Syu 'bah) bertanya kepada Oatadah. s s .sedangkan hadits-hadits tentang doa disebutkan secara mursal.^ L i r jii p^J. Hadits ini menunjukkan metode Mukatabah secara jelas.. ' Lalu Nabi membuat sebuah stempel dari perak yang bertuliskan Muhammad Rasulullah. bahwa ia berkata.^'s j «o. dengan maksud agar terhindar dari perubahan atau pemalsuan. Dari sini dapat diketahui bahwa syarat diperbolehkannya metode Mukatabah adalah surat tersebut harus berstempel (bercap).. _ J i J U AJJI J J — J J_»J>^ AJljij J\j 65 /)uW . f . dan juga dapat menunjukkan metode Munawalah yaitu Nabi SAW menyerahkan surat kepada utusannya dan menyuruhnya untuk menyampaikan kepada pembesar Bahrain.'Inu.v bin Malik R A. "Nabi menulis . - - . ji V) y U i i f 'X\p »ip cJui* ^ J . 292 — FATHUL BAARI .' - . * . bahwa surat ini adalah berasal dari Rasulullah walaupun ia tidak mendengar dan membacanya. Seakan-akan aku melihat putihnya stempel itu ketika berada di tangan Nabi. Pengulangan ini disebabkan adanya keragu-raguan dari perawi hadits. ^ j i ^ji j i r jjji # i r « s • . 'Anas. terkadang syarat ini tidak diperlukan jika si pembawa surat itu adalah orang yang adil dan dapat dipercaya.

bahwa semua perkataan Imam Bukhari yang menggunakan j J'j (berkata kepada saya) merupakan bentuk ijazah dan tidak dapat diterima. Ibnu Mundih berpendapat. D U D U K PALING B E L A K A N G D A L A M S U A T U MAJELIS DAN M E N E M P A T I T E M P A T Y A N G K O S O N G -__ill Jli J FATHUL BAARI — 293 . bahwa beliau tidak membolehkan metode-metode tersebut. karena metode tersebut -menurut beliau. Pelajaran yang dapat diambil Imam Bukhari tidak menyebutkan metode penyampaian hadits dengan cara ijazah yang terlepas dari metode Munawaiah ataupun Mukatabah.oii> (Maka aku bertanya). beliau juga tidak menyebutkan metode Wijadah (penemuan kitab). Wasiat serta metode I'lam (pemberitahuan) yang terlepas dari metode ijazahHal itu dapat disimpulkan. Akan tetapi alasan penggunaan metode ini adalah untuk membedakan antara hadits yang memenuhi syarat dan hadits yang tidak memenuhi syarat.termasuk dalam kategori masmu ' (didengar). Allah akan dan pembahasan selanjutnya tentang hadits ini insya dibicarakan pada bab "Jihad" dan bab "Libas" (pakaian). Yang mengatakan ini adalah Syu'bah. Imam Bukhari tidak membolehkan metode Ijazah yang berarti tahdits (dengan menggunakan haddatsa). karena saya menemukan banyak hadits yang terdapat dalam kitab Al Jami' dengan menggunakan j Jii ternyata dalam kitab lain beliau menggunakan kata (menceritakan kepadaku). 8.

seorang diantaranya melihat tempat lowong di tengah-tengah jamu 'ah. maka diberi oleh Allah. maka ia duduk di situ Yang seorang lagi duduk di belakang mereka.Lu^i (Setelah keduanya sampai di hadapan Rasulullah). Sedangkan makna dari "tsalat. kedua orang dari mereka terus masuk ke dalam masjid sedangkan salah seorang dari mereka keluar. Setelah keduanya sampai di hadapan Rasulullah. 1 nafar" adalah tiga J\—-J' JLJL—i (Dua orang diantaranya masuk) diletakkan setelah kalimat .—u «JSC J J ' menunjukkan bahwa mereka bertiga -pada awalnya- baru datang dan kemudian masuk ke dalam masjid seperti disebutkan dalam hadits Anas. Orang yang kedua merasa malu-malu. 2 9 4 — FATHUL BAARI .su orang yang merupakan satu kelompok. •ii'Jj—-j js. Dori Abu Waqid AS Laitsi RA bahwa ia berkata.ij 1 . maka Allah pun malu kepadanya. yang seorang mencari tempat di sisi Allah. Akan tetapi setelah mereka melihat majelis Nabi. Rasulullah bersabda. ketiga orang tersebut masuk ke dalam masjid. "Baiklah. maksudnya keduanya sampai dalam majelis Rasulullah. Sedangkan orang yang ketiga berpaling. Nafar adalah kelompok yang terdiri dari 3 sampai 10 orang. dua orang diantaranya masuk ke dalam masjid dan satu orang lagi terus saja pergi. 'Ketika Nabi sedang duduk dalam masjid bersama para sahabat. sedangkan orang yang ketiga terus saja pergi. Keterangan Hadits: <yt (Tiga orang). maka Allah pun berpaling darinya. Ketika selesai memberikan khutbah. A I P «U I ^ _^-ti 66. datanglah tiga orang. Maka. akan saya jelaskan tentang ketiga orang itu.j—L»ij 4 Lg-j j~i>>-» Jji J ^iJj-Ji ^ ilii 4>-\i LUIJ Cj^oi-l L^U 'pJS^ j j l i i y^U ^Jiii» riu Ui J L ^ J-J *y lr&* Uij iii ai/i» i-i A\* 1LI CU I L I » uU£l.

"Dan orang kedua itu berlalu kemudian ia dalang dan mengambil tempat duduk" Maka hadits mi menunjukkan. menurut pendapat Qadhi "Iyadh. Akan tetapi jika ia khawatir akan mengganggunya. seseorang diperbolehkan untuk lewat di depan orang lain selama tidak mengganggunya. dan orang yang datang lebih dahulu berhak untuk duduk di depan. Sedangkan Anas telah menjelaskan penyebab rasa malu orang tersebut sebagaimana diriwayatkan oleh Hakim. adalah bergabung bersama majelis Rasulullah. Sedangkan halaqah adalah segala sesuatu yang berbentuk lingkaran. Li^—l-'i (Orang yang kedua merasa malu-malu). Dalam hadits ini mengandung anjuran untuk membentuk haiaqah dalam majelis dzikir atau majelis ilmu. Hadits ini juga mengandung pujian bagi orang yang rela berdesakan untuk mencari kebaikan atau pahala. yaitu kepada orang yang meninggalkan majelis bukan karena suatu halangan jika ia adalah seorang muslim.'—L' ^ '/' murka kepadanya. '. Artinya Allah i (Maka Allah pun berpaling darinya) atau Allah tidak akan memberinya rahmat. atau mungkin ia adalah orang munafik sehingga Nabi mengungkapkan kejelekannya.s lain. *—'J. Maksudnya. sebagaimana anjuran untuk mengisi s haj (barisan) yang kosong dalam shalat yang telah diterangkan dalam hadit. ia tidak mau berdesak-desakan seperti yang dilakukan oleh orang pertama. karena ia malu kepada Rasulullah dan hadirin dalam majelis itu. i—U . yaitu dengan memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya. Dalam hal ini. 1 maka diberi oleh Allah). FATHUL BAARI — 295 .[> (Yang seorang mencari tempat di sisi Allah. ' adalah berlindung kepada Allah. Hadits ini mengandung anjuran untuk beretika dalam majelis ilmu dan mengisi tempat yang kosong dalam majelis tersebut.—U' L^JI-'J (Maka Allah pun malu kepadanya). tetapi juga tidak akan menyiksanya. i' / — > *Ui Ji 3 . bahwa ia malu untuk meninggalkan majelis seperti yang dilakukan oleh temannya yang ketiga. Sedangkan makna Lv> J'/J adalah bahwa Allah memberikan balasan yang setimpal dengan perbuatannya. yaitu sela di antara dua benda.* — { T e m p a t lowong). atau mungkin perkataan Nabi O J>'*^ adalah sebagai pemberitahuan atau doa. maka dianjurkan untuk duduk paling belakang seperti yang dilakukan oleh orang kedua dalam hadits ini. j . Arti atau secara implisit maksudnya J.

karena kami mengira beliau akan memberikan nama lain bagi hari itu.w J i * ' I ' • ' t s . ^jVj. Hadits tersebut juga membolehkan untuk memberitakan keadaan orang-orang yang berbuat maksiat dengan maksud untuk mencela perbuatan tersebut. ( c ^ p v & P) P>-')\p .UJ) j (j 67.\ o 4 ~ « ~ ~ _ 4jl Jl j U i A* I *I ^JL. lafazh tersebut harus ditafsirkan sesuai dengan keagungan dan ketinggian-Nya.»y ^^4-1 JL* ijj J A'p*. serta duduk bersama orang yang berilmu dan berdzikir di dalam masjid. ya 2 9 6 — FATHUL BAARI . Adapun fungsi penisbatan itu adalah untuk menerangkan sesuatu secara jelas. .«w A J l i i J ^ j ^ i J 'J^i °p*°y. O> . "Hari apakah sekarang? " Kami diam saja.L U ^ I J IJLA pt. •—^ & J ^ .j u j j uu J * J I .' .'l * \ \ JjkLiJl i i l i l i i ^ J d j ' J . .i. ° J ^ r i i . i ^ i o P j i i jj uu . j l ^°P^ Jj. Hadits ini juga memuji orang yang malu dan duduk di tempat paling akhir (belakang).ij o ^ p rit ' ~' LUI ' .. "Betul.1 o! p 'i ' l p * J> J l ' r ' t ' i j \ F *J 'i J u 'U. . Hal ini menunjukkan bahwa perkataan Nabi tersebut adalah sebagai pemberitahuan. Oleh karena itu. Z?or( Abdurrahman bin Abu Bakrah. yt ^ AJu. L i i J i .' . Hal semacam ini tidak dianggap ghihah. "Bukankah hari ini hari Nahr? " Kami menjawab.Y ji - JLUI jiU. Rasulullah bertanya. S A B D A R A S U L U L L A H .^ maksudnya Allah tidak membutuhkan kepadanya.Dalam hadits Anas disebutkan.. - F J A^ADI j U * \ j j t - p ' '. Hadits ini juga menerangkan tentang keutamaan orang yang mengikuti majelis ilmu dan majelis dzikir. "Suatu ketika Rasulullah berpidato sambil duduk di atas untanya. Adapun penisbatan kemurkaan kepada Allah hanya sebagai Muqabalah (perbandingan) atau Musyakalah (persamaan). . dan seseorang memegangi tali kekangnya. dari ayahnya bahwa ia berkata. Kemudian beliau berkata. 9.

illli (Hendaknya orang yang hadir ini menyampaikan) AAI —l )i adalah orang yang hadir dalam majelis Rasulullah.— 'J i -i' (Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui). dan juga agar mereka merasakan keagungan berita tersebut. harta dan kehormatan seorang muslim lebih penting daripada penyucian negeri Makkah. merampas harta dan mengganggu kehormatan kalian. Maksud dari perkataan ini adalah perintah untuk menyampaikan perkataan atau hukum yang telah dijelaskan oleh Rasulullah. sebab penyucian negara. Dalam riwayat Imam Bukhari dan riwayat-riwayat lainnya disebutkan. bulan. "Pertanyaan Rasulullah tentang ketiga hal tersebut dan diamnya pada setiap pertanyaan dimaksudkan agar mereka mudah meresapi dan menerima Rasulullah secara keseluruhan. berbeda dengan jiwa. harta dan kehormatan yang dihalalkan pada masa Jahiliyah. Dalam hadits ini. Hal itu merupakan sopan santun atau adab yang baik. Al Qurtubi berkata. Tujuan pertanyaan Rasulullah bukan untuk memberitahu tentang hal-hal yang sudah mereka ketahui. sabda beliau 'S+ —adalah sebagai Mubalaghah (penekanan) terhadap kesucian hal-hal tersebut. bulan Dzulhijjah dan hari Nahr. 2 9 8 — FATHUL BAARI . Di sini ada penghapusan aneksasi. dan hari telah tertanam dalam benak mereka. LJW' adalah orang yang tidak hadir dalam majelis tersebut. baik yang terdapat dalam dirinya atau leluhurnya. oleh karena itu dalam riwayat itu disebutkan v — ^ s»—1." ] Analogi yang terdapat dalam sabda Nabi.^> J*. 'hdh adalah kehormatan manusia. Maka hukum syura' menjelaskan bahwa penyucian darah. UVi—o JU (Sesungguhnya darah kamu). Oleh karena itu. karena asalnya adalah menumpahkan darah. dan dalam bab "Haji" dari Qurrah yang diriwayatkan dari Ibnu Sirin.disebutkan dalam bab "Qurban" dari Ayub. bahwa mereka (para sahabat) menjawab setiap pertanyaan Rasulullah dengan perkataan . terdapat perintah untuk mengembalikan setiap permasalahan kepada syari' (pembuat hukum).(Sehingga kami mengira bahwa beliau akan memberikan nama lain). karena mereka mengetahui bahwa Rasulullah telah mengetahui jawaban tersebut. '-^ 'S-'*'<*'jSadalah karena hal-hal tersebut muncul di hadapan para pendengar.

" Atau hadits Ibnu Abbas itu hanya diriwayatkan dengan maknanya saja (secara maknawi). Anjuran untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan. 6. kemudian beliau bertanya. Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting selain hal-hal di atas. "benar.Pelajaran Yang Dapat Diambil Dalam hadits bab ini disebutkan.") atas pertanyaan Rasulullah. sedangkan jika tidak dalam keadaan darurat maka tidak dibolehkan. 4. karena hadits Abu Bakrah yang terdapat dalam bab "Haji" dan "Fitnah" berupa jawaban mereka —i (Mereka berkata. dan dialah yang memegang tali kekang untanya. Khutbah sebaiknya dilakukan pada tempat yang tinggi agar para pendengar dapat melihat khatib dan mendengar suaranya. F A T H U L BAARI — 299 . J ' u bab "Haji" dari Ibnu Abbas disebutkan."). 2. L '•J ''Y_ IjJli ? ~ » -'Y ^ l 1 sedangkan pada 1 J'-i* P -'Y (Rasulullah S P (Rs berkhutbah di depan manusia pada hari Nahr. Terkadang orang yang datang belakangan lebih paham daripada para pendahulunya. Sedangkan kelompok yang bersama Abu Bakrah. 3.*')—i Dalam hal ini Abu maknanya dengan perkataan mereka. Kelompok yang bersama Ibnu Abbas. mereka tidak menjawabnya dan berkata. I Ia! ini disebabkan kedekatan Abu Bakrah dengan Rasulullah. Bagi orang yang belum memiliki keahlian yang sempurna boleh menyampaikan hadits. akan tetapi sebenarnya keduanya dapat dipadukan. Duduk di atas binatang peliharaan yang sedang berdiri dibolehkan jika dalam keadaan darurat. mereka menjawab pertanyaan Rasulullah tersebut. "Hari ini adalah hari Haram. i»Ji -'Y >-u» (Bukankah hari ini hari Nahr?) adalah sama —>• . Pemahaman bukan merupakan syarat dalam pelaksanaan. "Hari apakah ini? " Mereka menjawab. Kedua riwayat ini kelihatannya saling bertentangan. Bakrah meriwayatkan hadits tersebut secara utuh. bahwa pandangan orang yang datang belakangan lebih kuat daripada orang yang lebih dahulu. Ibnu Munir menerangkan. antara lain: 1. sedangkan Ibnu Abbas meringkasnya. "Allah Wa Rasuluhu A 'lam. dan penafsiran seorang perawi lebih tepat dibandingkan penafsiran orang lain. 5. _ .

Sesungguhnya darahmu." Kemudian beliau bersabda./ ±±-?. Semoga pelajaran ini sampai kepada orang yang lebih dalam memahaminya Keterangan hadits: y --. " Dari sini dapat kita simpulkan. 'Bukankah ini bulan Dzulhijjah?" Kami menjawab. Dia berkata. Sebagian ulama menjelaskan. maka bunyi hadits tersebut adalah. Kata y (atau) menunjukkan adanya keraguan dari perawi hadits. Beliau bertanya lagi. " Beliau pun bertanya lagi. ya Rasulullah.\* (Seseorang memegangi tali kekangnya). Dipegangnya tali kekang unta tersebut adalah untuk menjaga agar tidak bergerak-gerak sehingga mengganggu orang yang menaikinya.imaam '. J' ^ i (Hari apakah sekarang?) Dalam riwayat Al Mustamli ^ ?'» j. Hal ini termasuk dalam kaidah "!th!aqu! Kuil 'Ala Al Ba 'dh" (menggunakan kata yang umum untuk menunjukkan arti yang khusus). Hal itu telah dibuktikan dalam riwayat Ismail dari jalur Ibnu Mubarak dan Ibnu 'Aun yang lafazhnya adalah sebagai berikut. hartamu dan kehormatanmu adalah dipelihara /dilindungi). bahwa orang yang memegangi tali kekang tersebut adalah Bilal berdasarkan riwayat Nasa'i dari jalur Ummu Al Hushain. tetapi perawi lainnya. bahwa keraguan ini bukan dari Abu Bakrah. "Rasulullah membacakan khutbah di atas untanya pada hari Nahr. dan aku memegangi -apakah ia mengatakan 'Khitam ' atau 'V. "Ketika saya melaksanakan ibadah haji.< dan Al Hamawi tidak disebutkan pertanyaan tentang bulan dan jawaban tentang hari. Hendaklah orang yang hadir ini menyampaikan kepada yang tidak hadir. 'Bulan apa sekarang? "Kami pun terdiam karena kami mengira beliau akan memberikan nama lain bagi bulan itu. dia berkata." Sedangkan dalam kitab Sunan Ibnu Majah dari Amru bin Kharijah.Liuv J U . kemudian Rasulullah membacakan beberapa khutbah" Akan tetapi yang benar di sini. adalah Abu Bakrah. dalam negeri ini (Makkah).Rasulullah.'. Dalam riwayat Muslim dan riwayat-riwayat lainnya terdapat pertanyaan tentang negara seperti yang terdapat dalam riwayat Ibnu 'Aun. demikian pula dalam riwayat Al Ushaili. 'J — 1 1 „-l' J " v ^ j" v — r .'» . "Betul. saya melihat Bilal memegangi tali kekang unta Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.. bulan ini (Dzulhijjah). "Akulah yang memegangi tali kekang unta Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. ketiga pertanyaan tersebut FATHUL BAARI — 297 . sebagaimana terpeliharanya kehormatan hari ini (hari Nahr). Sedangkan dalam riwayat Bukhari. '-i.

Mereka telah mewariskan ilmu.10. j ( j J j L j J l N'l L f l i l u ' C j ) JtsJ ( e U i j J l o i U p 'JA «0)1 y J i ^ . L_Lii 'y\ li\ n ^ \-U-M Maka bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan (Qs.A^Ji J j i l . M E N G E T A H U I S E B E L U M B E R K A T A D A N BERBUAT Sebagaimana firman Allah.l.i' j 4 f j j ' o L i L . r " - ." (Qs. ft l (JJL'J .J UJI) s^5"J> i°Jii_j) i^j: l-o J i ) ( J i ^ b . Faathir (35): 28) dan firman-Nya.^1i —_jl JA j^JW^j °y :jj j j ' J L» j JiJl ." (Qs. "Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan -peringatan ituniscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang 3 0 0 — FATHUL BAARI . ) J l * j «Jp «0)1 J U a ^Jjl jLsJ ( j J i i . dan barangsiapa yang mengambil ilmu dari ulama maka hendaknya ia mengambilnya dengan sempurna." •O f j i j i i j i . i i l j ' lis" y i jj J .ajCT l'/jT) jii JJ' J'l JL»_J .. "Dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.fl4ii Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.J l J ^ ^ j j l JlTJI : JLLj JJ . 19) Allah memulai ayat ini dengan kata "Ilmu " ketahuilah Allah. J p . Allah berfirman.a b u ' " J l ' ' . V ' jJJU Jjll*J r JJJJl «l.. r aJjii . "Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah diantara hambahamba-Nya. hanyalah ulama. > Jl .+JJIJ' U ^JJJi U j i j ^ ^ l i (A^iij i j U ^jLilj— 4 j Aiii .J ^ i j us' u lii./JV. Al 'Ankabuut (29): 34) Firman-Nya pula.lyjLiiS' JLP lj£»f jl J . K l^i*.*—* i * J 5 »' J # i i ' . i i > i i L j . dan barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Muhammad (47)-.

"Dan mohonlah ampunan bagi dosamu." Ibnu Abbas berkata. dan ilmu lebih utama daripada perkataan ataupun perbuatan. "Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan-Nya. bahwa setelah membaca ayat tersebut. ia berkata: "Tidakkah anda mendengar sesungguhnya Allah memulai ayat ini dengan kata "Ilmu". niscaya Dia akan memberi pemahaman kepadanya. Al Mulk (67): 10) Allah juga berfirman dalam ayat lain. Oleh karena itu.menyala-nyala. akan tetapi -seperti yang telah kita jelaskan bahwa. ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah?' kemudian ayat ini diteruskan dengan firmanNya." (Qs. 'Jadilah kamu sekalian rabbaniyun'. "Firman Allah. Kedua hal tersebut tidak akan dianggap kecuali dengan ilmu. yang dimaksud dengan ungkapan "mengetahui sebelum berkala dan berbuat" adalah bahwa ilmu merupakan syarat dalam perkataan dan perbuatan. maksudnya adalah para ulama dan j'ugaha. " Sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan belajar. Meskipun ayat tersebut ditujukan kepada Nabi. yaitu dengan firman-Nya "Vlam" (ketahuilah). akan tetapi ayat itu juga ditujukan kepada umatnya. 'Seandainya kalian meletakkan pedang di sini -ia menunjuk ke arah tengkuknyakemudian kalian berpikir sesungguhnya saya akan menyampaikan kalimat yang lelah aku dengar dari Rasulullah sebelum kalian memperbolehkanku. Az-Zumar (39):9) Nabi bersabda. lalu Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk berbuat?" Hal ini bertentangan dengan dalil para ahli ilmu kalam (mutakallim) yang mewajibkan adanya ma 'rifah (pengetahuan) sebelum melakukan segala sesuatu. "Sesungguhnya ilmu tidak berarti tanpa perbuatan. "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orangorang yang tidak mengetahui?" (Qs. Sufyan bin Uyainah menarik kesimpulan dari ayat ini tentang keutamaan ilmu seperti yang diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab Al Hilyah dari Ar-Rubai' bin Nafi' dari Sufyan. "Ada yang berpendapat bahwa "Rabbam" adalah orang yang mendidik manusia dengan ilmu pada waktu kecil sebelum menginjak masa dewasa." Allah memulai ayat ini dengan kata "ilmu" yaitu dalam firmanNya. "Maka.pertentangan tersebut terletak pada kewajiban untuk mempelajari FATHUL BAARI — 301 . karena ilmu dapat meluruskan niat dalam melakukan perbuatan. Keterangan Hadits: Ibnu Munir berkata. sungguh aku akan mengerjakannya. Imam Bukhari mengingatkan hal tersebut sebelum orang-orang mendengar perkataan. Abu Dzarr berkala.

(Mereka mewariskan). Ada yang berpendapat bahwa huruf ra' tidak ditasydidkan. Alfiqhu fahmu sebagaimana disebutkan dalam firman Allah. ti-Ujlji J . akan tetapi menunjukkan bahwa hadits itu mempunyai sumber. Faathir (35): 32) '<.bukti-bukti menurut metode-metode yang digariskan daiam buku ilmu kalam. V' J j. begitu juga dengan kata ilmu yang berarti mencakup semua jalan atau cara untuk mendapatkan ilmu agama.(Allah memudahkan baginya jalan). *—iii: 'l—>. Hal ini mengandung berita gembira bagi orang yang menuntut ilmu. Dengan mentasydidkan huruf 1 ra ' maksudnya adalah para nabi.« v ^ > . apalagi diperkuat dengan firman Allah.Yaitu Allah memudahkan baginya jalan di akhirat kelak. t (Yang sempurna) adalah potongan hadits Abu Daud. atau memudahkan baginya jalan di dunia dengan cara memberi hidayah kepadanya untuk melakukan perbuatan yang baik yang dapat menghantarkannya menuju surga. bahwa Allah memudahkan mereka untuk mencari dan mendapatkannya. maka maksudnya adalah para ulama. "Sesungguhnya para nabi tidak meninggalkan warisan dalam bentuk dinar dan dirham. "Hampir-hampir mereka (orang-orang munafik) tidak memahami pembicaraan sedikitpun. akan tetapi mereka sesungguhnya mewariskan ilmu" maksudnya bagian. sedangkan J. baik sedikit maupun banyak. berarti Al kebaikannya. Hal ini telah kita jelaskan dalam bab "iman". (Dan sesungguhnya para ulama itu) hingga perkataan j). aninya sempurna." (Qs. Ada beberapa bukti yang menguatkan hadits tersebut meskipun tidak dijelaskan sebagai hadits oleh Imam Bukhari. An-Nisaa' (4): 78) 3 0 2 — FATHUL BAARI . Tirmidzi. Kata i — i diungkapkan dalam bentuk nakirah (indefinit). 1 j + . "Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami"(Q^. tapi i l i i ' . Ibnu Hibban dan Hakim yang telah dishahihkan oleh hadits Abu Darda' dan dianggap sebagai hadits hasan oleh Hamzah Al ICanani. Pendapat yang pertama diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan perawi-perawi lainnya.'y (Barangsiapa 7 yang Allah pemahaman menghendaki kepadanya). sedangkan sebagian yang lain mengangapnya sebagai hadits dha '//"(lemah) karena ada kerancuan dalam sanadnya. karena menuntut ilmu adalah salah satu jalan menuju surga. niscaya Dia akan memberi Dalam riwayat Al Mustamli bukan '-1^4.

kami mendengarkan). yaitu memahami Ibnu Abi 'Ashim dan Thabrani dari Muawiyah yang berbunyi.. Al Bazzar juga meriwayatkan hadits seperti itu dari Ibnu Mas'ud secara mauiju/^dinisbatkan kepada sahabat).ii iji 'y *iiJL. sesungguhnya ilmu itu didapatkan dengan cara belajar.4—liiu L-J (Dan tiada yang memahaminya memikirkan contoh-contoh yang telah diberikan. j£l y (Atau memikirkan). 'Vlijj {Wahai orang yang beriman. <.i -T ^ r maksudnya (Sekiranya maksudnya mendengar seperti pendengaran orang yaitu berpikir yang menyadari dan memahami. akan tetapi riwayat tersebut diperkuat dengan riwayat yang lain. i mengandung arti pemahaman. sedangkan dalam riwayat Al Mustamli disebutkan dengan lafadz «—'«4. sedangkan lafadz kedua dikeluarkan oleh Ibnu A b i ' A s h i m dalam bab "Ilmu" dari jalur Ibnu Umar dan Umar yang merupakan hadits marfu ' (dinisbatkan kepada Nabi). Allah Subhana. 'p j 1 J 'J*) Demikian disebutkan dalam banyak riwayat. Hal ini merupakan sifat orang-orang yang berilmu (ahlul 'i/m/).hu i-^-V*—"Hampir-hampir Wata'ala memahami mereka tidak sedikifpun. dan jika kita telah mengerjakannya maka kita akan selamat. .). jika kita ini termasuk ahlul 'ilmi forang-orang yang berilmu) maka kita akan mengetahui apa yang harus dikerjakan. kata hukum-hukum Sj4—berarti —^ (memahami). ' berfirman. Sanad hadits ini hasan. uj'ij (Dan sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan cara t^lC orangHadits ini juga termasuk hadits marfu ' yang dikeluarkan oleh i.LJ. meskipun di dalamnya terdapat seorang perawi yang tidak diketahui (mubham).. An-Nisaa' (4): 7S> Dalam ayat ini. ^Lall_i belajar). Sanad riwayat ini termasuk sanad hasan (yang baik). 'fl& „«J. *il.< . dan kepahaman diperoleh dengan cara memahami. (memahamkan-Nya). Setelah bab ini Imam Bukhari menggunakan lafadz yang pertama dalam 2 bab lainnya. kecuali.. FATHUL BAARI — 303 . pembicaraan syariah. dan jika Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang maka Dia akan menjadikannya sebagai orang yang ahli fikih). " (Qs. seperti layaknya orang yang berakal. sedangkan Abu Nu'aim Al Ashbahan meriwayatkannya secara marfu'. Adapun maksud dari ayat tersebut adalah..

" ' dan seterusnya seperti Kami juga meriwayatkannya dalam kitab Al lljlyah dengan menjelaskan bahwa perkataan tersebut ditujukan kepada seseorang dari kaum Ouraisy. pendapat yang mengatakan bahwa perkataan tersebut merupakan perkataan Bukhari adalah pendapat yang tidak benar. Riwayat tersebut.Hadits yang terdapat pada bab ini juga diriwayatkan oleh Abu Darda' dan perawi-perawi lainnya. sedangkan Abu Dzarr berpendapat bahwa ayat tersebut bersifat umum baik untuk mereka (ahli kitab) maupun ktta (kaum muslimin). bahwa ilmu yang diakui adalah ilmu yang berasal dari para nabi dan para pewarisnya (ulama) dengan cara belajar. Karena perselisihan ini. At-Taubah (9): 34) Muawiyah berpendapat bahwa ayat tersebut diturunkan khusus untuk ahti kitab.dari ayahnya bahwa ayahnya berkata. Maka datanglah seorang laki-laki kemudian berdiri di hadapannya dan berkata. dan manusia telah berkumpul di sekelilingnya untuk meminta fatwa. ji j •' Jiij (Abu Dzarr berkala). Ini diriwayatkan oleh Nasa'i. dan kemudian surat tersebut dikirim kepada Abu Dzarr. " ( Q s . 'Apakah kamu ingin 7 menjegalku? Seandainya kalian meletakkan yang disebut di permulaan bab ini. karena beliau memandang bahwa menyampaikan fatwa merupakan 3 0 4 — FATHUL BAARI . Oleh karena itu. "Dan orang-orang vang menimbunkan emas dan perak. dan orang yang melarangnya untuk berfatwa adalah Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Adapun maksud dari hadits ini adalah. "Saya mendatangi Abu Dzarr pada saat ia sedang duduk di dekat Jumrah iVustha (tiang jamarat pertengahan). ' Tidakkah kamu berhenti untuk memberikan fatwa ' Maka Abu Dzarr mengangkat kepalanya sambil memandang ke arah orang tersebut dan kemudian berkata. menjelaskan bahwa Abu Dzarr tidak mau mematuhi seorang imam (pemimpin) jika melarangnya untuk berfatwa. Maka Muawiyah menulis surat kepada Utsman. Komentar ini adalah yang kami riwayatkan secara maushul (bersambung sanadnya) dalam kitab Musnad Ad-Darimi dan kitab-kitab lainnya dari jalur Al Auza'i: Telah menceritakan kepadaku Abu Kaisir -yaitu Malik bin Mar'id. maka Abu Dzarr berpindah dari Madinah dan menetap di Rabadzah sampai akhir hayatnya. Abu Dzarr berselisih paham dengan Muawiyah dalam mentakwilkan firman Allah Subhanahu Wata'ala. Alasan dari larangan tersebut adalah karena ketika berada di Syatn.

} ->')> yang berarti Tuhan atau berasal dari kata ] yang berarti pendidikan. Adapun maksud dari hadits tersebut adalah. 1 (Dan Ibnu Abbas berkata). yaitu apakah berasal dari kata KJ. Ada yang berpendapat bahwa maksudnya adalah mengajarkan kepada mereka (manusia) tentang permasalahan-permasalahan yang kecil sebelum permasalahan yang FATHUL BAARI — 305 . Ibnu Abbas telah menafsirkan kata j'—J. Demikian pula karena Abu Dzarr telah mendengar ancaman bagi orang yang menyembunyikan ilmu dan tidak mau menyampaikannya. baik yang berkaitan dengan ilmu maupun amal. atau -menurut sebagian orang. dan • \/£ *J artinya membunuhnya sempurna..dengan arti orang yang bijak dan mengetahui hukum-hukum syanah.^ (perkataan) disebutkan dalam bentuk nakirah (indefinit) agar mencakup semua jenis perkataan. Tsa'lab berpendapat bahwa para ulama adalah merekalah yang membina dan mengamalkan ilmu. bahwa Abu Dzarr akan menyampaikan apa yang dibebankan kepadanya dan tidak akan berhenti walaupun harus menghadapi ancaman maut. Al Asma'i dan Al Ismaili berpendapat bahwa kata berasal dari " (Tuhan) yang maksudnya adalah orang yang berusaha j ^ l i — ' j karena menjalankan perintah Tuhan. sedangkan Al Khaththabi juga mempunyai sanad hasan yang lain. sedangkan ilmu-ilmu yang besar adalah mengetahuinya secara mendetail. Di sini.—*. dapat disimpulkan bahwa perselisihan tersebut terletak pada asal katanya.kewajiban baginya sebagaimana diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Dari sini. Maksud dari ilmu-ilmu yang kecil adalah mengetahui setiap permasalahan secara global. —'J-'J—"'J . baik yang banyak maupun sedikit. i—-Cal-aJi berarti pedang tajam yang tidak dapat dibengkokkan.pedang yang mempunyai satu ujung. Peristiwa seperti ini juga pernah terjadi pada diri Ali dan Utsman. Komentar ini juga disampaikan oleh Ibnu Abi 'Ashim dengan sanad hasan. j 4 artinya dengan saya menyampaikan. sebagaimana diriwayatkan oleh Ibrahim Al Harbi dengan sanad yang shahih. Hal ini diperkuat oleh Ibnu Mas'ud. kata ' .

mengerjakan dan mengamalkannya. Ibnu Arabi berkata. atau permasalahan furu'iyah (cabang) sebelum permasalahan ushuliyyah (dasar)." 1 3 0 6 — FATHUL BAARI . atau pendahuluannya sebelum menerangkan maksudnya. "Seorang yang berilmu (alim) tidak dapat disebut sebagai "rabbani" kecuali jika benar-benar telah menguasai ilmu.besar.

Kalimat yang disebutkan kedua hadits yang akan dijelaskan. NABI M E M I L I H W A K T U YANG T E P A T U N T U K M E M B E R I NASIHAT DAN M E N G A J A R K A N ILMU A G A R PARA S A H A B A T TIDAK M E N I N G G A L K A N MAJELIS i 3jiP^*jlj ^X"J AJJI ^ J U * J3\ j l T J L S 3yt~~* JJ\ Jf- . bahwa hadits-hadits tersebut menekankan untuk menyampaikan ilmu (tabligh) seperti yang dilakukan oleh Abu Dzarr. kemudian Abu Amru FATHUL BAARI — 3 0 7 . maksud dari hadits ini adalah bahwa Rasulullah selalu memperhatikan aspek waktu dalam memberikan nasihat kepada kami. kata Al khaa 'il (isim fa'il dan khaala) berarti orang yang memperhatikan atau menjaga harta. " K e t e r a n g a n Hadits: j j — ^ artinya A ^ (Memperhatikan). menjaga atau menjauhi perbuatan khianat. olf (Selalu memilih waktu yang tepat bagi kami). (dengan huruf "nun") juga mempunyai arti memperhatikan.1 1 . bahwa Nabi SAW selalu memilih waktu yang tepat bagi kami untuk memberikan nasihat. Diriwayat-kan bahwa Abu Amru bin A! 'Ala mendengar Al A'masy menyampaikan hadits ini dengan lafadz i-~'-'jJJ (menggunakan huruf "lam"). Menurut Al Khaththabi.LOP ^xLJI iii^r 68. karena beliau takut kami akan merasa bosan. Beliau tidak memberikan nasihat setiap waktu supaya kami tidak merasa bosan. Adapun korelasi antara hadits ini dengan hadits sebelumnya adalah. sedangkan * V j . Mal ini dapat dilihat pada sebagian besar bab pada kitab ini.berarti dalam judul bab mengandung maksud nasihat atau peringatan. Oleh karena itu. sebab kata CCJ\ (bosan) dan jjjJi (meninggalkan) mempunyai kemiripan makna. "Dari Ibnu Mas'ud.

" 3 0 8 — F A T H U L BAARI . Kemungkinan kedua tersebut merupakan kemungkinan yang paling tepat. Anjuran untuk tidak melakukan perbuatan shalih secara terus menerus karena dikhawatirkan akan menyebabkan rasa bosan. antara lain: 1. 3.mengulangnya dengan menggunakan huruf "NUN" '^'Y^. Perbuatan Ibnu Mas'ud dan pemberian alasannya itu adalah dalam rangka mengikuti perbuatan Nabi Muhammad. yang artinya Nabi memperhatikan kondisi kami ketika hendak memberikan nasihat. yaitu dilaksanakan setiap hari dengan syarat tidak membebani. Meskipun ketekunan atau kontinuitas sangat diharapkan dalam melakukan pekerjaan. atau dilakukan dua hari sekali sehingga dapat melakukan perbuatan tersebut pada hari berikutnya dengan penuh semangat. berilah berita gembira dan jangan kalian menakut-nakuti. akan tetapi hal itu dapat dilakukan dengan beberapa cara. dan Al A'masy tidak membantahnya karena kedua lafazh tersebut dibolehkan. Dalam hal ini saya berpendapat bahwa yang benar adalah riwayat pertama ( ' — k a r e n a Manshur juga meriwayatkan dari Abu Wa'il seperti riwayat Al A'masy. adalah makruh hukumnya. Abu Ubaid Al Harawi menyebutkan dalam kitab Al bahwa yang benar adalah lafadz Gharibiin (dengan huruf "ha"). Ada beberapa pelajaran penting dalam hadits ini. 69. Dari Anas bahwa Nabi SAW bersabda. "Berilah kemudahan dan jangan kalian mempersulit. atau Ibnu Mas'ud mengikuti Nabi dengan memperhatikan waktu dalam melakukan ataupun meninggalkannya. 2. atau bisa juga dilakukan seminggu sekali disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. sebagian ulama menyimpulkan bahwa menyamakan antara shalat sunah rawatib dengan yang bukan dalam pelaksanakannya secara kontinyu dalam waktu tertentu. Dari hadits ini.

Berbeda halnya jika pengajaran itu dimulai dengan kesulitan. 2. Rasulullah bersabda. Demikian pula dengan sabda Nabi.Keterangan Hadits: Faidah penambahan kalimat '-/J-* l'. Oleh karena itu. 3.i — ( b e r i t a buruk). seperti halnya kata ^ L U (berita gembira) merupakan lawan dari kata v . Akan tetapi karena menyampaikan kabar buruk pada awal sebuah pengajaran dapat menyebabkan orang tidak menghiraukan nasihat yang akan diberikan kepadanya.(ketenangan) adalah lawan kata dari /yl 1 (meninggalkan). l. (Janganlah mempersulit) dengan maksud untuk mengingatkan. Dalam bab "Adab". karena segala sesuatu jika diawali dengan kemudahan. dan Syu'bah dengan menggunakan lafazh dan ^v—4-" • (berilah ketenangan) yang merupakan antonim (lawan kata) 'i'. setelah kata u ' J . J . — — ( D a n berilah berita gembira). Menggunakan metode bertahap dalam mengajarkan suatu ilmu. Adapun maksud dari hadits ini adalah. maka orang yang hanya memberikan kemudahan sekali dan sering mempersulit orang lain termasuk dalam hadits tersebut. T Imam Nawawi berkata. "Jika hanya menggunakan kata '••' ^~: (berilah kemudahan).. FATHUL BAARI — 309 . maka akan dapat memikat hati dan menambah rasa cinta. maka kata i j i — ^ (berita gembira) di sini diikuti dengan kata ^ (meninggalkan). IVailahu A 'lam. adalah sebagai penegasan. bahwa memberikan kemudahan kepada orang lain harus selalu dilakukan dalam setiap situasi dan kondisi..J L ^ ^. Imam Bukhari meriwayatkan dan Adam. 1. Sebab kata S Si.J . Kita harus berlaku ramah kepada orang yang baru memeluk Islam dan tidak mempersulitnya.emah lembut dalam melarang perbuatan maksiat agar dapat diterima dengan baik.

* j — > 0 ^^O^J^^F f -ui Ui J i i . Sanad hadits ini terdiri dari orang-orang Kufah. "Hai Abu Abdurrahman. --O .^ i *F ^ y j-**-^1 . bahwa Abdullah mengajar suatu jamaah setiap hari Kamis.Uli. Sedangkan laki-laki yang bertanya kepada Abdullah bin Mas'ud tidak diketahui dengan jelas. i. sebagaimana disinyalir oleh Imam Bukhari pada akhir bab "Dakwah". "Saya khawatir kalau kamu sekalian akan merasa bosan. kemudian seorang laki-laki berkata kepadanya. •^•o-jj—1 (Saya mengharap). yang biasa dipanggil Abu Abdurrahman.^H-. Mengenai matan hadits ini telah dijelaskan pada bab sebelumnya. 3 1 0 — FATHUL BAARI . s ' O H'F.iULUl S J l i ^ l^j lU^i-ii ^JLJ-j AILP * ^ 70. saya mengharap). mungkin Yazid bin Mu'awiyah An-Nakha'i." Abdullah menjawab. sedangkan dalam hadits Anas sebelumnya adalah orang-orang Bashrah.' J T b'/a . jadi asal kalimat tersebut adalah «iij o : / (Demi Allah. Di sini huruf "lam" sebagai jawaban dari sumpah yang tidak disebutkan. Dari Abu Wa 'H. . saya mengharap supaya anda dapat mengajar kami setiap hari. sebagaimana juga Nabi memilih waktu yang tepat bagi kami untuk belajar agar kami tidak merasa bosan. Keterangan Hadits: Abdullah dalam hadits ini adalah Abdullah bin Mas'ud. maka saya memilih waktu yang tepat bagi kalian untuk menerima nasihat.V M ^ ' l ' 9 Z.

Akan selalu ada sebagian orang yang tetap berpegang teguh kepada kebenaran (agama Islam).Ajjli* ' ^ «JU»*— j**-'J\ J JJ alis.13. "Saya mendengar Muawiyah berkhutbah. maka Imam Bukhari meletakkannya dalam bab "I'tisham" (berpegang teguh pada agama). 3. Saya hanya membagi-bagikan. Keutamaan mendalami agama. 2. sedangkan yang memberi adalah Allah. JIKA A L L A H M E N G H E N D A K I K E B A I K A N S E S E O R A N G . maka Dia akan menjadikannya sebagai ahli agama. karena hal itu mengisyaratkan bahwa seorang mujtahid akan tetap ada sepanjang masa. Pelajaran pertama adalah berkaitan dengan bab "ilmu" dan pelajaran kedua berkaitan dengan permasalahan shadaqat (sedekah). Sedangkan pelajaran ketiga berkaitan dengan tanda-tanda hari kiamat. "JikaAllah menghendaki kebaikan kepada seseorang. Sebagian dari umat ini akan tetap berpegang teguh pada agama Allah. FATHUL BAARI — 311 . Pada hakikatnya yang memberi segala sesuatu adalah Allah. yaitu bab "Khumus" (seperlima rampasan perang). oleh karena itu Imam Muslim meriwayatkan hadits tersebut dalam bab "Zakat".Jli ^ j^-li ^* V A!H ^ 1 ^ ji tj-* p-^J i l ' l i ONi a i i J l y j J ^ J u 71. Hadits ini mengandung tiga pelajaran penting. M A K A DIA A K A N M E N J A D I K A N N Y A S E B A G A I AHLI A G A M A —. yaitu: 1. tidak ada yang dapat mempengaruhinya sampai hari kiamat nanti. " Keterangan Hadits: Muawiyah dalam hadits ini adalah Muawiyah bin Abu Sufyan. "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda. iiumaid bin Abdurrahman RA berkala.— — LJl j—* Jyu l—k^.

maka saya tidak tahu siapa selain mereka. adalah. "Yang dimaksud oleh Imam Ahmad adalah ahli sunah wal jama'ah dan orang-orang yang mengikuti jejak para ulama hadits.seperti yang telah dijelaskan. Imam Ahmad berpendapat bahwa kelompok tersebut adalah kelompok kaum mukminin yang terdiri dari orang-orang yang menjalankan perintah Allah seperti para mujahid (orang yang berjihad). tetapi dapat dicapai juga oleh orang yang hatinya telah dibukakan oleh Allah. maka ia tidak akan mendapatkan kebaikan. Ketiga hadits di atas sangat berkaitan dengan bab "Ilmu". ahli fikih. * (kebaikan) menggunakan bentuk nakirah (indefinit) yang menunjukkan arti yang lebih umum.Adapun yang dimaksud dengan J-JJ' U\ di sini adalah angin yang mencabut jiwa setiap orang yang beriman dan membiarkan orang-orang jahat tetap hidup sehingga mereka akan menyaksikan dahsyatnya hari kiamat. Dari hadits ini dapat dipahami secara implisit. ia dapat dikatakan sebagai orang yang tidak menginginkan kebaikan. Penggunaan kata \'j. Allah akan menjadikannya sebagai orang yang memahami agama . Ahmad bin Hambal berkata. maka ia tidak dapat disebut sebagai orang yang mendalami agama. ahli hadits. akan tetapi maksudnya dapat dibenarkan. orang yang melaksanakan amar ma 'ruf nahi munkar dan kebaikan-kebaikan lainnya. Karena orang yang tidak mengetahui permasalahan agamanya. Meskipun lafazhnya berbeda. orang yang zuhud. dan hal ini tidak hanya dapat dicapai oleh manusia dengan usaha saja. "Jika bukan ulama hadits. maka Allah tidak akan memperhatikannya). bahwa orang yang tidak mendalami agama atau tidak mempelajari dasar-dasar dan masalah-masalah furu 'iyyah (cabang) dalam Islam. dan orang semacam itu akan tetap ada sampai hari kiamat nanti. karena hadits tersebut menjelaskan bahwa orang yang mendalami agama Allah akan selalu mendapatkan kebaikan." Al Qadhi Iyadh berkata. Imam Bukhari berpendapat. Oleh karena itu. Abu Ali telah meriwayatkan hadits Muawiyah tersebut dari jalur lain dengan sanad dha '(/(lemah) yang berbunyi. bahwa orang-orang tersebut adalah para ulama hadits. 3 1 2 — FATHUL BAARI . Dalam hal ini." Maksud <—'^A. yaitu mencakup kebaikan yang sedikit maupun yang banyak. i ' J ' J 'J J-AJI J> '<i^_ i 'y *—J (barangsiapa yang tidak mendalami agama.

"Selama menemani Ibnu Umar ke Madinah. " K e t e r a n g a n Hadits: Kita dapat memahami dari ungkapan "selama menemani Ibnu Umar ke Madinah". Maka mereka hanya menyampaikannya pada saat dibutuhkan. bahwa ketika Nabi SAW bertanya kepada sekelompok orang. Adapun korelasi antara hadits dengan judul bab ini. saya hanya mendengar beliau membacakan satu hadits saja dari Rasulullah SAW. -- s > . "Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW datanglah sekelompok orang dan beliau bersabda. bahwa para sahabat sangat berhati-hati dalam menyampaikan hadits dan Nabi SAW. yaitu bahwa Ibnu Umar berkata. "Pohon itu ada/ah pohon kurma.Hadits ini juga menerangkan tentang keutamaan para ulama dibanding manusia lainnya. FATHUL BAARI — 313 . dan keutamaan memperdalam ilmu-ilmu agama dibanding ilmu-ilmu lainnya. - ^ J ^ B J U ' ' > o - i iif lir Jii u*-w Jl !l Jli LL_U- vi j *X JJI Jyl jl 9 - -Li J J. "Ada sebuah pohon yang perumpamaannya seperti seorang muslim. Kemudian Rasulullah bersabda lagi. disebabkan banyaknya orang yang bertanya dan meminta fatwa kepadanya. D«r/ Mujahid RA bahwa ia berkala. akan tetapi karena usia saya paling muda maka saya hanya diam saja. "Maka sava (Ibnu Umar) ingin menjawab bahwa pohon itu adalah pohon kurma. Ini adalah metode Ibnu Umar dan ayahnya (Umar) serta para sahabat lainnya.K E U T A M A A N M E M A H A M I I L M U F R3 S a T T . j Jl~Jl I F /JUi tfi \fy ilklll ^ T* _. Adapun banyaknya hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar. oojl* - 72. Ibnu Umar telah mengetahui bahwa yang dimaksud oleh Nabi adalah pohon kurma. karena mereka takut akan terjadi penambahan atau pengurangan terhadap hadits yang disampaikan oleh Rasulullah. 14.

yaitu Nabi bersabda. " 3 1 4 — FATHUL BAARI ." Sesungguhnya Allah adalah Sang Pemberi petunjuk kepada kebenaran. " Sesungguhnya para sahabat Nabi tetap menuntut ilmu walaupun sudah tua. baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan. Hal itu dikarenakan Abu Bakar telah memahami dari konteks hadits yang diucapkan oleh Rasulullah bahwa beliau adalah orang yang dimaksud dalam sabdanya itu. "Kami pertaruhkan untukmu ya Rasulullah dengan segala kemampuan kami" sehingga semua orang yang hadir terkesima.W^JJ«JJ p**I P 73. "Abu Bakar adalah orang yang paling mengetahui dengan maksud perkataan Nabi tersebut. "Tidak ada iri hati. yaitu orang yang diberi Allah harta kemudian dipergunakannya dalam kebenaran. Abu Said berkata. dan orang yang diberi Allah hikmah (ilmu) kemudian dipergunakannya dengan baik dan diajarkannya. Dari Abdullah bin Mas'ud RA bahwa Rasulullah SAW bersabda. Oleh karena itu. Imam Ahmad juga meriwayatkan hadits dari Abu Sa'id mengenai wafatnya Nabi.'''' Maka seketika itu Abu Bakar menangis dan berkata. 15-TEKUN DALAM MENCARI ILMU DAN H I K M A H Umar berkata. "Pelajarilah agama secara mendalam sebelum kalian menjadi pemimpin" Abu Abdillah berkata.Karena definisi Al Fahmu (pemahaman) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat memahami suatu perkataan dengan memperhatikan konteksnya.V p< i_JJI i _ J T p\\ j^JT P j> 4}l jCff ' Pk* p iLi Jii > JL~* f p iLi P\ "p'j y. kecuali kepada dua orang.&\Xs-'j* pz\ A*5^>JI a . "Sesudah kalian menjadi pemimpin. "Sesungguhnya Allah telah memilih seorang hamba-Nya -dengan memanggilnya. i VI JwJ.

Maka Imam Malik mengomentari tentang keburukan para qadhi (hakim) dengan berkata. karena seseorang yang telah mendalami agama maka ia akan mengetahui bahaya kekuasaan. " Al Kasyinihani menambahkan dalam riwayatnya.ughawi menjelaskan. karena jika seseorang telah menikah. Maksud Imam Bukhari menambahkan "dan setelah kalian menjadi pemimpin" adalah agar tidak menimbulkan kesan bahwa seseorang dibolehkan untuk tidak mendalami agama jika telah memperoleh kekuasaan. maka kalian akan merasa malu untuk menuntut ilmu kepada orang yang lebih rendah kedudukannya sehingga kalian tetap menjadi orang-orang yang bodoh. FATHUL BAARI — 315 . karena jika kalian telah menjadi pemimpin. " Sedangkan Syamir Al-I.tidak mau duduk dalam suatu majelis bersama para penuntut ilmu. karena faktor yang menghalangi seseorang untuk mencari ilmu dapat berupa pernikahan ataupun hal-hal lainnya. Ada sehagian orang yang berpendapat bahwa Umar ingin menghilangkan sifat rakus terhadap kekuasaan. maka ia tidak mau kembali ke dalam majelis yang pernah diikutinya. tidak ada alasan bagi seseorang untuk mengkhususkan makna kata tersebut. Sanad hadits tersebut adalah shahih.Keterangan Hadits: Umar berkata. "Apabila terjadi berbagai peristiwa. dan kekuasaan adalah lebih umum daripada pernikahan." Sedangkan perkataan Umar dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari jalur Muhammad bin Sirin dari Al Ahnaf bin Qais bahwa Umar berkata (seperti disebutkan di atas). Sebab. Pendapat ini sangat jauh dari apa yang dimaksudkan. bahwa maksud hadits tersebut adalah sebelum kalian menikah. "Daiamilah ilmu agama sebelum kalian menjadi pemimpin. maka ia tidak akan banyak mengetahui " Dalam kitab Gharibul Hadits. terkadang seorang pemimpin -karena perasaan sombong dan malunya." Imam Syafi'i juga berkata. Imam Abu Ubaid telah menjelaskan hadits tersebut sebagai berikut: "Daiamilah agama selagi kalian masih menjadi orang kecil (rakyat) atau sebelum menjadi seorang pemimpin. "Jika seorang hakim telah turun dari jabatannya. dengan demikian ia akan berusaha menjauhinya. "Dan selelah kalian menjadi pemimpin. karena yang dimaksud dengan "Tusawwaduu" adalah kekuasaan. karena maksud dari perkataan Umar adalah bahwa kekuasaan sering menjadi penghalang seseorang untuk mendalami agama. Oleh karena itu. maka ia akan menjadi pemimpin keluarganya apalagi jika telah dikaruniai anak.

""Kesesuaian antara perkataan Umar tersebut dengan judul bab adalah. namun ada hadits yang menunjukkan bahwasanya iri dan dengki tidak boleh terjadi kecuali dalam dua hal. sifat tersebut harus dijauhi sebagaimana larangan-larangan lainnya. 3 1 6 — F A T H U L BAARI . Ibnu Munir berkata. sehingga ia menginginkan hilangnya nikmat yang dimiliki orang lain. dengan demikian ia akan lebih unggul atau paling tidak dapat menyamainya. "Belajarlah sebelum mendapat jabatan agar kalian bisa berlomba-lomba dalam kebaikan. Tapi suatu kebaikan tidak dapat dikatakan sebagai hal yang terpuji jika tidak berdasarkan ilmu. Sebagian orang berpendapat bahwa hasad adalah menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain untuk menjadi miliknya sendiri. beliau mewasiatkan kepada para muridnya agar menggunakan waktunya dengan baik dalam mencari ilmu sebelum menjadi pemimpin. Hal ini disebabkan karena manusia mempunyai tabiat selalu ingin mengungguli orang lain sehingga apabila ia melihat orang lain memiliki sesuatu yang tidak dimilikinya." Dalam hal ini. seseorang berharap mendapatkan apa (nikmat) yang ada pada orang lain tanpa menginginkan hilangnya nikmat dari orang tersebut. yaitu ilmu dan kebaikan. Oleh karena itu."" Dia juga mengatakan. Akan tetapi pendapat yang benar adalah yang mengatakan bahwa hasad adalah bersifat umum. karena jika seseorang mengetahui bahwa ilmu merupakan perantara untuk mencapai kekuasaan. Hasad adalah sifat yang terdapat dalam diri seseorang. Orang yang mempunyai sifat semacam ini adalah orang yang tercela. bahwa Umar menjadikan kekuasaan sebagai salah satu hasil yang dicapai dari mencari ilmu." Adapun arti ghibthah adalah. jika hal itu terdetik dalam hati atau diungkapkan dengan perkataan dan perbuatannya. Hal ini sangat mendorong seseorang dalam mencari ilmu. "Apabila sebuah jabatan menurut kebiasaan bisa menghalangi pemiliknya untuk menuntut ilmu. maka ia akan berharap agar benda itu lepas dari tangannya. maka tinggalkan kebiasaan tersebut dan pelajarilah ilmu agar kalian benar-benar mendapatkan ghibthah yang sebenarnya. saya berpendapat bahwa maksud Imam Bukhari adalah menjelaskan. sesungguhnya jabatan kepemimpinan menurut kebiasaan sering menimbulkan iri hati dan dengki. Seolah-olah Imam Bukhari ingin mengatakan.Al Karmani menafsirkan kata "Tusawwaduu" dengan arti "tumbuh jenggotnya". maka ia akan menjadi giat belajar. Oleh karena itu. sehingga hadits tersebut ditujukan kepada para pemuda agar mereka mendalami agama sebelum tumbuh jenggotnya atau bisa juga ditujukan kepada orang dewasa sebelum putih jenggotnya.

Sifat hasad dibolehkan jika nikmat tersebut dimiliki oleh orang kafir atau fasik yang dijadikan sebagai sarana untuk berbuat maksiat kepada Allah.^ J ^ ^ <> rjA J ' ^ i ' »Uai-i "Dan 1 orang yang diberi Allah Al Quran kemudian ia mengamalkannya sepanjang malam dan siang. Maksud ghibthah adalah perasaan ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain tanpa ada perasaan ingin menghilangkannya dari pemiliknya. maka termasuk perbuatan yang mulia sebagaimana firman Allah. Dengan demikian. juga harus berdasarkan Al Q u f a n . Dari sini seakan-akan Rasulullah bersabda dalam hadits ini. yaitu dalam sabdanya: "Dan orang yang diberi Allah hikmah kemudian dipergunakannya dengan baik dan * - diajarkannya. maka termasuk perbuatan yang tercela sebagaimana firman Allah. akan tetapi huruf istitsna ' (pengecualian) di sini bersifat mungathi' (terpisah dengan kalimat sebelumnya). Al Muthaffifiin (83): 26) Sedangkan jika persaingan itu dilakukan untuk kemaksiatan. tidak ada kontradiksi (pertentangan) antara kedua lafazh hadits tersebut. FATHUL BAARI — 317 . Akan tetapi termasuk dalam mengambil hukum atau fatwa. "Untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba" (Qs.jij jii-—Di <X'J j i i 1 LJI <y J^i J I ^ J I Z>\ iUai-f 'Dan orang yang diberi Allah Al Qur 'an kemudian ia mengamalkannya sepanjang malam dan siang. "Tidak ada persaingan yang lebih utama daripada persaingan dalam dua hal berikut ini. Adapun yang dimaksud dengan hasad dalam hadits di atas adalah ghibihah. maksud dari hadits ini adalah meniadakan sifat hasad secara mutlak. yaitu ilmu dan kebaikan. dan mengikuti ajaran-ajarannya. Nabi telah mengisyaratkan ketaatan dalam bentuk fisik. «—J >~±. tidak hanya sekedar membacanya di dalam maupun di luar shalat atau mengajarkannya. Hai semacam ini juga disebut dengan persaingan yang jika dilakukan untuk ketaatan. maka hukumnya adalah mubah (boleh). j . Ini adalah definisi hasad secara umum. " Kata "hasad" dalam hadits tersebut juga dapat ditafsirkan secara hakiki (bukan kiasan). " Mengamalkan di sini adalah mengamalkan secara mutlak. Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Yazid bin Al Akhnas dengan lafazh. " Pembatasan pada dua hal tersebut (ilmu dan kebaikan) dikarenakan ketaatan kepada Allah dapat berupa ketaatan fisik dan harta atau harta dan fisik. Dalam hadits di atas.'" Tetapi jika dilakukan dalam halhal yang diperbolehkan. dan kedua hal ini (ilmu dan kebaikan) merupakan hal yang terpuji atau tidak mengandung unsur hasad. Dengan demikian. "Janganlah kalian berlomba-lomba." Juga dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar.

seperti yang lelah dijelaskan di atas. Imam Bukhari menyebutkan dengan lafazh j£\ J> V|. Abu Hurairah menambahkan kalimat yang mengindikasikan bahwa makna hasad dalam hadits tersebut adalah Al Ghibthah. Dalam riwayat Tirmidzi dari Abu Kabsyah Al Anmari disebutkan. segala sesuatu yang melindungi seseorang dari kebodohan dan keburukan. Maksud u i ^ J ' adalah Al Qur'an. L*a^-[i ij*^ J i * ^ ji- '^lyS v L » J. Kata tersebut digunakan untuk menunjukkan. Lafazh ini disebutkan dalam bentuk nakirah (indeftnit) agar mencakup seluruh jenis harta.")-sebagaimana disebutkan oleh Imam Bukhari dalam bab "Fadhailul Qur'an" (keutamaan A! Qur'an). «-—-f±* (Menghabiskannya). Kata ini disebutkan untuk menghilangkan adanya sifat boros yang berlebihan. sifat hasad (iri) tidak dibolehkan kecuali dalam dua hal. Sedangkan dalam bab "I'tisham" (berpegang teguh pada agama). Demikianlah disebutkan dalam banyak riwayat. baik dalam jumlah banyak atau sedikit. Maksudnya adalah. yaitu dalam ketaatan kepada Allah. " i i — ^ (harta).i \'J } U U .& o j j } fij'. 'j^t ^ ' .j—li' 1 j V) (Kecuali kepada dua orang). > J ^» 1 'nits '^i LJ.(Kemudian orang itu berkata. bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda.. bahwa ia membelanjakan semua hartanya sehingga ia tidak memiliki harta lagi. maka 3 1 8 — FATHUL BAARI . J 'j :Sji J i L -» "Dan ada hamba dengan yang diberi rezeki oleh Allah berbentuk ilmu bukan harta. Pelajaran yang dapat diambil: Dalam hadits ini. "Semoga Allah memberikan kepadaku seperti yang diberikan kepada si r'ulan. Kemudian Nabi menyempurnakan kata tersebut dengan kata j — ^ ' ^ < (dalam kebenaran). j Kalimat tersebut adalah jy ^ jl. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan hikmah adalah. Adapun lafazhnya adalah. yaitu dengan huruf /a' la (yang menunjukkan bentuk mu annats (feminin). maka ia menyebutkan sebuah hadits panjang yang menyamakan ganjaran orang yang membelanjakan hartanya dalam kebenaran dan orang yang tidak mempunyai harta namun ia berharap bisa melakukan seperti orang pertama tadi. ^ — ~ . sehingga aku dapat melakukan apa yang ia lakukan.

MUSA PERGI KE LAUT U N T U K M E N E M U I NABI KHIDHVR Allah berfirman dalam kitab suci Al Qur'an. insya Allah. Al Kahfi (18): 66) ^r-» iS/j 4\ J*>. ^ . 1 16. ' Maka ganjaran kedua orang tersebut adalah sama. 4JJI ^_>U V ^ y FATHUL BAARI — .j j / j ^4. Memang dia lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki harta.p\> y.Upf l u i .niat yang tulus dia mengatakan. dan dia sama sekali tidak berharap bisa seperti orang tadi. J P'J. Kita akan membahas masalah ini pada hadits /UaJi ^J^i'S ^"LU . 'Seandainya aku memiliki harta pasti aku akan berbuat seperti yang dilakukan si fulan. ^ U i f ' * UI jC* J\ S * P— /X." Kemudian diteruskan dengan lawannya yaitu. f 'p JA J^j JJlJ-l JJ/jtiti* J> 319 3 — y JL-J ^ l-Lp J . ^'f. !l p J ^P^ J ^ 9 l p< p *JJI p. merupakan jawaban atas pernyataan Al Khaththabi yang mengatakan.y J l jf. "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" (Qs. bahwa orang kaya yang mengindahkan syarat-syarat dalam membelanjakan harta adalah lebih baik daripada orang miskin. p '^Up J*P ^ 'PP Jl J ^ * J& 'J Jl pp Py JC- y UJ-J Jji p-. bahwa sanad hadits ini adalah hasan shahih.dan dosa kedua orang tersebut adalah sama. p~ 4-LJI p& jUi 5D1 J y j C~»a— JU 4jUi Jl—i i & . Adapun penamaan kedua orang tersebut mempunyai ganjaran yang sama." 1 Ll Imam Tirmidzi mengatakan.

il c-jljl ala ^ J l l i J <jy_pJl j\ A -1 j L f j flUiH. kembalilah. Di tengah perjalanan. niscaya engkau akan bertemu dengannya.y ( CtU* L*>jUi * . "Itulah yang kita kehendaki.l o i .ClJlL* f J' t' * * -- * r j tf jr 1 s ^ S l^ai. "Saya dan sahabat saya ini berbeda pendapat tentang sahabat nabi Musa yang dimintanya kepada Allah supaya dapat bertemu dengannya. Ibnu Abbas berpendapat bahwa sahabat nabi Musa itu adalah nabi Khidhir. dan akhirnya bertemu dengan Khidhir. 'Tidak. lalu Ibnu Abbas memanggilnya. Kemudian antara Musa dan Khidhir terjadi beberapa peristiwa seperti yang dikisahkan Allah Subhanahu Wata 'ala di dalam Al Qur an. 3 2 0 — FATHUL BAARI .' OijL» f' i UT C iJJi J l i ) S i a ^ J^J 'j* ^ o** ^ ^ 74. "Pada suatu ketika Musa berada dalam satu kelompok bani Israil. "Apakah kamu mengetahui ada orang yang lebih pintar darimu?" Musa menjawab. yaitu hamba Kami Khidhir. "Apabila ikan itu hilang. Apakah kamu pernah mendengar Rasulullah SA W menceritakannya? " Ubai pun menjawab. Dia berkala kepada Ubai. "Maka Musa mengikuti jejak ikan itu di laut. dan kemudian mewasiatkan kepadanya. Pada saat itu lewat Ubai bin Ka ah. ' Kemudian Allah mewahyukan kepada Musa. "Ya. pelayan Musa berkata kepadanya. " Setelah itu Musa memohon kepada Allah supaya diberi jalan untuk bertemu dengan Khidhir. Dari Ibnu Abbas RA bahwa ia berbeda pendapat dengan Hurr bin Qais bin Hishn Al Fazari tentang sahabat nabi Musa AS. saya lupa memperhatikan ikan itu: hanya syetanlah yang memperdayakanku untuk terus memperhatikannya. pernah. "Tahukah kamu ketika kita berhenti di sebuah batu besar. tiba-tiba datang kepadanya seseorang dan bertanya. "Ada orang yang lebih pintar. Maka Allah menjadikan ikan sebagai tanda bagi Musa. " Musa menjawab. " Keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula. Saya mendengar Rasulullah bersabda.

^ — >•*-'' '•• Maka wacana perkataan beliau ini mungkinan untuk Musa. Nabi Musa 'alaihi salam meskipun telah memiliki kedudukan yang tinggi. kata "ke nabi Khidhir " maksudnya adalah menuju ke tempat peristirahatan nabi Khidhtr. karena sesuatu yang ditekuni akan selalu dibarengi dengan kesulitan. Kemungkinan pertama diperkuat oleh apa yang dikabarkan dari Abu Al Aliyah dan yang lain. Saya katakan. kemudian Musa mengikuti jejak ikan ini hingga dia menemukan Khidhir. Dari judul bab di atas dapat diketahui bahwa nabi Musa mengarungi lautan untuk menemui nabi Khidhir. Tetapi hal ini mendatangkan kritikan. seperti disebutkan -'L-™-:' (Maka mereka berdua keluar dengan berjalan kaki). Dia mengatakan. FATHUL BAARI — 321 . dan mungkin juga untuk ikan. dimana Abdu bin Humaid meriwayatkan dan Abu Al Aliyah. Memang sanad kedua hadits ini tidak sampai kepada Rasulullah. Sebab nabi Musa menaiki perahu bukan karena keinginannya sendiri. "Musa AS bertemu dengan Khidhir diantara pulau-pulau yang terdapat di lengah lautan" Abu Al Aliyah juga mempunyai riwayat dari jalur Ar-Ruba'i bin Anas. '-' (Hingga akhirnya mereka mendatangi -r 1 7 sebuah batu besar) Dari sini dapat dipahami. (dengan).Keterangan Hadits: Bab ini berkaitan dengan anjuran untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam menuntut ilmu. bahwa Musa telah mengarungi laut untuk menemui Khidhir." Maka hal ini menjelaskan. karena dalam riwayat Imam Bukhari dan perawiperawi lainnya disebutkan bahwa nabi Musa berjalan bersama nabi Khidhir di atas daratan.—. bahwa nabi Musa dan Khidhir menaiki perahu setelah mereka bertemu. bahkan beliau mengarungi lautan dan daratan hanya untuk belajar. "Air terbelah akibat jalan yang ditempuh ikan sehingga kelihatan membentuk jalur yang terbuka. Ibnu Munir mensinyalir maksud bahwa kata-kata ^—1[ JJ»J1 J\ ini dengan mengatakan mengandung arti V. Dari sini jelaslah korelasi antara bab ini dengan bab sebelumnya. J^'. Oleh karena itu. Sedangkan dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan i -^-^ . sepertinya pendapat yang kuat menurut Bukhari adalah antara salah satu dan dua kemungkinan yang terdapat dalam perkataan Nabi. tetapi hal itu tidak menghalanginya untuk menuntut ilmu. Ibnu Ar-Rasyid mengatakan bahwa kemungkinan yang menjadi ketetapan bagi Bukhari adalah bahwasanya Musa pergi menuju lautan ketika Khidhir meminta hal tersebut. akan tetapi beliau hanya mengikuti nabi Khidhir.

nabi atau seorang raja. hal itu disebabkan Ibnu Abbas meriwayatkan hadits ini dengan mengisahkannya dari Allah. karena perbedaan ini adalah tentang perihal sahabat Musa. akan tetapi untuk memastikan bahwa ada orang yang lebih pintar dari Musa yaitu nabi Khidhir. apakah dia seorang rasul. Penuturan Sa'id bin Jubair mengenai hadits ini dan Ibnu Abbas adalah lebih lengkap dan sempurna daripada penuturan Abdullah bin Abdillah bin Utbah. J ^ j o (U. Mengapa Ibnu Abbas meriwayatkan hadits ini dengan mengatakan L'jli dan tidak mengatakan i i llt. apakah dia disebut Khidhir atau orang lain. yaitu hamba Kami). Hadits ini mengisyaratkan kepada beberapa pelajaran penting. tidak diketahui namanya. maksudnya dia lebih mengetahui dari pada Musa. Silang pendapat yang terjadi antara Ibnu Abbas dengan Al Hurr bin Qais tidak seperti yang terjadi antara Said bin Jubair dan N u f Al Bakkali.(Tiba-tiba datang kepadanya seseorang). "Al Hurr adalah diantara orang-orang yang diajak Umar memeluk Islam karena kelebihannya. atau kita cari karena lenyapnya ikan itu menunjukkan bahwa nabi Khidhir berada di tempat tersebut. dia juga tidak menyinggung sedikit pun tentang hal itu diantara jalur-jalur hadits ini. Ini menjelaskan bahwa perawi hadits tidak menyebutkan perkataan Al Hurr bin Qais.tetapi individu yang ada dalam sanad tersebut adalah orang-orang yang tsiqat (dapat dipercaya). Kemudian akan dibahas mengenai nasab Khidhir. yaitu: 1. i — ( A d a Kasymihani orang yang lebih pintar. Dalam riwayat Al menggunakan kata y sehingga tidak menyatakan penafian. i j — j i '—!r —'• (Itulah yang kita kehendaki). apakah dia Musa bin Imran yang diturunkan kitab Taurat kepadanya ataukah dia Musa Bin M isya. dan apakah dia masih hidup atau sudah wafat. Al Hurr adalah seorang sahabat terkenal yang disebutkan oleh Ibnu As-Sakan dan Imam Bukhari dalam kisahnya bersama Umar yaitu. " 4—'y* J' J'J (Ibnu Abbas berpendapat bahwa sahabat nabi Musa itu ialah Nabi Khidhir). Begitu juga dengan perihal nabi Musa. Berdebat dalam masalah ilmu dibolehkan jika tidak menyebabkan perpecahan. 3 2 2 — FATHUL BAARI .

Dianjurkan merujuk kepada ulama jika terjadi perselisihan. Oleh karena itu. nabi Musa sangat antusias untuk menemui nabi Khidhir dan belajar kepadanya dengan maksud untuk memberi peringatan kepada kaumnya agar mereka berperilaku seperti dia dan bersikap tawidhu '. #AMPU#CWNXfi§t FATHUL BAARI — 323 . Dianjurkan untuk mengarungi lautan dalam mencari ilmu. Dibolehkan untuk mengamalkan isi hadits yang diriwayatkan oleh satu orang yang dapat dipercaya. Dianjurkan bersikap tawudhu' (merendahkan diri) dalam setiap kondisi. Diharuskan untuk membawa bekal dalam melakukan perjalanan menuntut ilmu.

X . ajarkan kepadanya Al Kitab {Al Qur'an). Juga dalam riwayat Muslim disebutkan. "Ya Allah. Imam Bukhari menjelaskan dalam pasal "Thaharah" tentang sebab doa ini.i . 3 2 4 — FATHUL BAARI . tetapi dibolehkan juga untuk orang lain. —-j ^ •—" j-^> «•. " Menurut Ahmad dan Ibnu Hibban dari jalur Said bin Jubair.R A S U L U L L A H B E R S A B D A . Dur/ Abbas RA. Rasulullah merangkul saya dan berdoa. ^ jli f ' ' v' . "Ya Allah. dari Ibnu Abbas bahwa yang memberitahu Rasul adalah Maimunah. Kepadanya Al Qur an." Lagi pula dhamir (kata ganti obyek) dalam hadits tersebut ditujukan kepada selain yang disebutkan dalam hadits. O i O ' i O i j O'. 'Ibnu Abbas.17.'" Maka disebutkanlah orangnya. dia berkala. Pada saat itu Ibnu Abbas adalah anak yang mempunyai keistimewaan tersendiri dibanding teman-temannya yang sebaya. Hal ini menunjukkan diperbolehkan merangkul atau memeluk anak kecil sebagai ungkapan rasa kasih sayang. adalah menunjukkan bahwa doa tersebut tidak hanya dibolehkan untuk Ibnu Ahbas saja. Peristiwa tersebut berlangsung pada malam hari di rumah Maimunah dan pada malam itu Ibnu Abbas menginap di rumahnya untuk melihat shalat Nabi seperti yang akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya. "Dipakainya lafa/h hadits sebagai tema. " Menurut pendapat Imam Bukhari. saya ke dada beliau). "Maka orang-orang berkata. "Pada suatu ketika Nabi SAW masuk ke kamar mandi. —\ XI L J L t 1 (Ajarkan kepadanya Al Kitab). r-" -i 3 (Rasulullah SAW memelukku) ^\ (Merangkul Imam Bukhari menambahkan keutamaan Ibnu Abbas yang diriwayatkan dari Musaddad dari Abdul Warits dengan kalimat." y ajarkan H lli J i i . Mungkin saja yang dimaksud adalah Ibnu Abbas karena dia disebutkan pada hadits sebelumnya yang merupakan isyarat bahwa kemenangan Ibnu Abbas dalam perseteruannya dengan Al Ilurr bin Qais adalah karena doa Rasulullah.' . lalu kusediakan air untuk wudhu beliau" Muslim menambahkan dalam riwayat tersebut lafazh "Siapa yang menaruh air ini'.^•liSJl O i i 75.

Dalam riwayat Musaddad kata-kata Al Kitab digantikan dengan Al Hikmah. Jadi. j—3 y v " *4-^ "Ya Allah berilah dia pemahaman dalam masalah agama.Ahmad telah meriwayatkan dari jalur Amru bin Dinar dari Karib. Memang tambahan tersebut terdapat dn'^m riwayat Said bin Jubair yang telah kita sebutkan dalam riwayat dari Ahmad dan Ibnu Hibban serta Thabrani. dan yang dimaksudkan dengan Al Hikmah adalah sunnah. karena Imam Bukhari meriwayatkan hadits tersebut dari hadits Wahib dari Khalid dengan lafazh. Dalam hadits tersebut terdapat lafazh. tetapi berulang kali. Pendapat ini diperkuat dengan riwayat Abdullah bin Abu Yazid yang telah kita terangkan. Maka yang dimaksud dengan Al Kitab adalah Al Qur'an. "Ada apa dengan kamu? Aku sengaja berdiri sejajar denganmu namun engkau berdiri di belakangku. lalu beliau berkata. Kemudian Al Baghawi meriwayatkannya dalam Mu jam Ashshahabah dari jalur Zaid bin Aslam dari Ibnu Umar. menurut Ismaili kata tersebut terdapat dalam semua jalur dari Khalid Al Hiza'. Sedangkan Ibnu Mas'ud meriwayatkannya dari jalur lain dari Ikrimah secara Mursal. Menurut Imam Nusa'i dan Tirmidzi dan jalur A t h a \ dari Ibnu Abbas. bahwa kalimat tambahan ini tidak terdapat dalam kitab Shahihaini.> ^ (dalam masalah agama). yang dia katakan adalah benar._JJ J I i^it j^iJi JIJ'JL^ 1 "Ya AUah! Beri/ah dia pemahaman agama dan ajarkanlah dia ilmu takwil. "tetapi dalam riwayat Muslim tidak disebutkan kata J?±. dari Ibnu Abbas mengenai berdirinya Ibnu Abbas di belakang Nabi pada saat mengerjakan shalat malam (Tahajjud). "Al Kitab?'' Oleh karena itu kata "A! Kitab" diartikan Al Qur'an. kemungkinan kejadian tersebut tidak hanya sekali. "Tidakkah memang seharusnya seseorang harus shalat di belakang engkau karena engkau adalah Rasulullah? "Maka beliau mendoakan aku supaya aku diberi tambahan pemahaman dan ilmu?' Arti kata '^-ilc lebih luas dari sekedar menghafal dan mendalami. dia mengatakan bahwa Rasulullah mendoakan sebanyak dua kalj supaya aku {Ibnu Abbas) diberi hikmah. Menurut saya. "Beliau berkata kepadaku. maka sebagian mereka meriwayatkan hadits ini dengan maknanya. F A T H U L BAARI — 325 . tetapi ada yang perlu dipertimbangkan dalam pendapat tersebut. Humaidi menjelaskan bahwa Abu Mas'ud menyebutkan dalam riwawt dari Bukhari dan Muslim dengan lafazh. lilt. "Sesungguhnya Umar memanggil Ibnu Abbas dan mendekat kepadanya. " Aku pun menjawab. " Kemudian Humaidi mengatakan.

ada pula yang mengatakan. yang menguasai r tfs : dan mempunyai pemahaman mendalam tentang agama yang diridhai Allah. ^ ti-" 1 Dalam riwayat Ibnu Majah dari jalur Abdul Wahab Ats-Tsaqafi dari Khalid Al Hidza' bahwa lafazh hadits tersebut adalah. dan pemahaman tentang Allah. i l l i j t+l'i 'Ya Allah ajarkan kepadanya hikmah dan menakwilkan Al Kitab.K A P A N D I P E R B O L E H K A N M E N D E N G A R P E N D A P A T A N A K KECIL x y i y ^ Utj j 1 * 1 * r j * f * Jsy * k r ^-LjI Jli ^CP J> AJJI OIP J P t _ w3 j!— e- JL\ J~J ^ i . Jl. atau apa yang disaksikan dengan kebenaran akal."Pada suatu hari aku melihat Rasulullah berdoa dan mengusap kepalamu kemudian beliau mengatakan. w>L_3^i JJ/—'•. Sebagian ada yang mengatakan bahwa Al hikmah adalah Al Our'an seperti yang telah dikemukakan." (Qs. Doa ini merupakan jawaban Nabi ketika beliau mengetahui kondisi Ibnu Abbas. hikmah yang paling dekat dalam hadits Ibnu Abbas adalah "pemahamar terhadap Al Qur'an. 12) Adapun penafsiran A. ketakutan.UJl aiji n j n f s s -" s > o JjLjj ojilJ 3 2 6 — FATHUL BAARI . J^jl—. " Penambahan lafazh ini tidak dikenal karena yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ismail serta yang lain-lain dari jalur Abdul Wahab tanpa tambahan ini. "Aku dipanggil Rasulullah dan beliau mengusap ubun-ubunku seraya bersabda." 18. atau cepat mendapat jawaban dari suatu masalah disamping keakuratannya. Pendapat-pendapat ini disebutkan oleh sebagian ahli tafsir dalam menafsirkan firman Allah. Tambahan ini ditemukan pada riwayat Ibnu Said dari jalur lain. Sunnah. dan Ibnu Abbas. yaitu dari Thawus. Para pensyarah hadits berbeda pendapat dalam menafsirkan maksud "Al hikmah" di sini. atau cahaya yang membedakan antara ilham dan bisikan. atau ketepatan dalam berbicara.Ju-j AIIP . Luqman (31). "Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman. Dia mengatakan. Ada pula yang menafsirkannya dengan akal. i—is^J'i. bahwa Al hikmah adalah pengamalan Al Qur'an.^ j._.

saya lepaskan masuk ke dalam shaf. Kemudian saya tidak menegur perbuatan saya itu" Keterangan Hadits: Bab ini menunjukkan bahwa baligh bukan menjadi syarat dalam tahammul (meriwayatkan) hadits.76. "Namun (yang benar) hal tersebut diperbolehkan apabila dia sudah memahami apa yang dia dengar. penafsiran ini merupakan hasil pembolehan bukan pembolehan itu sendiri. dia berkata. "Tidak boleh kurang dari lima belas tahun bagi seseorang untuk meriwayatkan hadits. " Ketika pendapat tersebut sampai kepada Imam Ahmad. bahwasanya Yahya mengatakan. lalu mereka menyampaikan hadits tersebut dan diterima.dan Rasulullah sedang di hadapannya. Hal itu berdasarkan sikap Nabi yang menolak Ibnu Umar untuk ikut dalam perang Uhud. untuk makan rumput. Tapi Al Karmani mengatakan. berbeda dengan cerita Ibnu Umar yang minta izin untuk ikut perang. Dalam riwayat tersebut terdapat bukti bahwa yang F A T H U L BAARI — 3 2 7 . Inilah pendapat yang dapat dijadikan sandaran. Saya lewat di muka shaf. "Sesungguhnya makna "pembolehan" di sini adalah dibolehkannya menerima apa yang telah didengarkan oleh anak yang belum baligh. keledai betina -ketika itu saya shalat di Mina tanpa dinding Sedang keledai. maka pendapat tersebut tidak bisa diterima." Menurut saya. Rasulullah "Saya damng (ke Mina) mengendarai hampir baligh. maka pendapat itu dapat diterima. karena umurnya belum mencapai lima belas tahun. Jika yang dimaksud dengan perkataan Ibnu Ma'in adalah batasan mulai diperbolehkannya seseorang untuk meriwayatkan hadits. hadits Ibnu Abdil Barr meriwayatkan tentang kesepakatan diterimanya tersebut. Tapi jika yang dia maksudkan adalah menolak hadits seseorang yang disepakati bahwa dia telah mendengar hadits tersebut pada masa kanak-kanak." Kemudian Al Khatib menjelaskan tentang apa yang dihafal sejumlah sahabat dan orang-orang setelah mereka di masa kecil. Ibnu Abbas RA bercerita. Imam Bukhari dengan pernyataan di atas ingin menunjukkan adanya perbedaan antara Ahmad bin Hambal dan Yahya bin Ma"in yang diriwayatkan Khatib dalam kitab Kifayah dari Abdullah bin Ahmad dan yang lainnya.

Ibnu Abbas meriwayatkan hadits ini sebagai dalil bahwa berjalan di tengah-tengah orang yang sedang shalat tidak membatalkan shalatnya. dan maksud ihtilam adalah baligh secara syar'i. Adapun yang dimaksud dengan pendengaran di sini adalah pemahaman. o j i t — ( S a y a hampir) atau mendekati. dan itu kembali kepada usia baligh. sedangkan argumentasi yang menyatakan penolakan Nabi terhadap Al Barra' dan lainnya pada perang Badar karena belum mencapai umur lima belas tahun.dimaksudkan oleh Ibnu Ma'in adalah kemungkinan pertama. 1 berarti tidak ada penghalang. Ini adalah anak i yang tepat dari segi teori. J^. ^ _ L t eui> 'J5Z! U* (Namun tak seorang pun menegur perbuatan saya itu). 3 2 8 — FATHUL BAARI . "Perintahkan mereka untuk shalat pada umur 7 tahun. Imam Al Auza'i telah menguatkan pendapat tersebut dengan hadits. Dengan alasan. sedangkan ikut masuk shaf untuk shalat mempunyai kemaslahatan yang lebih besar. Menurut Imam Syafi i./ar den. . msya Allah." j ] «-r ^ (Mengendarai keledai). Ada yang berpendapat bahwa hadits ini membolehkan mengutamakan kemaslahatan yang penting daripada keburukan yang ringan. dan hal itu kembali kepada tamyiz (kemampuan untuk membedakan). Ibnu Al Atsir menyebutkan faidah penggunaan kata-kata keledai betina dalam hadits ini adalah untuk menunjukkan bahwa lewatnya seorang perempuan tidak membatalkan shalat dikarenakan mereka lebih mulia.js j. Lagi pula teguran tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan isyarat. m lala/. Yang dimaksud adalah speciesnya. "Dan Nabi melaksanakan shalat wajib tanpa adu tabir (satrj " p e n g h . Ibnu Abbas menarik kesimpulan dibolehkan untuk tidak menegur (mengingkari) karena tidak adanya penghalang. itu tidak dapat diterima. karena hadits ini secara mutlak menafikan adanya teguran baik sedang shalat maupun setelah shalat. Tapi bukan berarti larangan untuk mengingkari atau menegur itu disebabkan mereka sedang melakukan shalat. atau berjalan dengan cepat. hanya saja hadits shahih tidak diperuntukkan untuk hal-hal seperti itu yang akan dibahas pada pasal shalat. m g •—'•} berarti memakan apa yang disukainya. terlepas dari jantan atau betina.h. Disamping itu. Dari hadits ini. karena berjalan melewati shaf shalat adalah kesalahan ringan. Pendapat ini diperkuat dengan riwayat Al Ba/. karena konteks kalimat tersebut mengindikasikan hal itu. bahwa yang dibutuhkan dalam peperangan adalah kekuatan dan kejelian dalam pertempuran.

bahwa pembatasan definisi anak kecil dan yang belum baligh dalam bab ini adalah tidak sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dari Mahmud bin Arrabi'. "Saya ingat suatu kejadian dimana Nabi menyembur ke muka saya dengan satu timba air. " K e t e r a n g a n Hadits: ^-iii- (Saya ingat) atau saya hafal. Saya tidak melihat adanya keterkaitan usia dalam penyampaian hadits. maka Al Karmani menjawab bahwa yang dimaksud dengan anak kecil adalah anak yang belum mencapai usia baligh. sedangkan saya waktu itu anak yang baru berumur lima tahun. dia mengatakan. seperti yang sering beliau lakukan terhadap anak-anak para sahabat. kecuali pada jalur Zubaidi. 3 -J Alif- 4JJ| J^p ^jjl JA c J .Bila ada yang mengatakan. "Sesungguhnya Al Auza'i lebih mengutamakan Zubaidi daripada semua orang yang mendengar dari Zuhri. Ada juga kemungkinan bahwa lafazh "Ash-Shaghir" berkenaan dengan kisah Mahmud yang akan dijelaskan nanti._— • . "Tidak terdapat kesalahan dalam haditsnya (Zubaidi). Hal ini akan dijelaskan dalam masalah "Shalat" insya Allah." Sesungguhnya Abdurrahman bin Namir telah menambahkan riwayat yang berasal dari Zuhri.^ - 'J ^> J ^ 11. sedangkan lafazh "Shabiy" berkenaan dengan keduanya.i P JL» Ji Jy*^** jf- J OiV j . — ( S e d a n g k a n saya waktu itu anak yang baru berumur 'ima tahun). Hanya saja lafazhnya dalam riwayat Thabrani dan Al Khatib dalam kitab Al Kifayah dari jalur Abdurrahman FATHUL BAARI — 329 . baik dalam shahihaini atau pun kitab-kitab kumpulan shahih dan musnad-musnad yang lain. sehingga disebutkannya lafazh tersebut adalah sebagai penjelas. Ji—_—U. Zubaidi adalah seorang yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits dari Zuhri. hingga Al Walid bin Muslim mengatakan. Perbuatan Nabi terhadap Mahmud bisa jadi hanya bercanda atau untuk memberikan keberkahan kepadanya dengan semburan itu." Abu Daud mengatakan. (semburan).

bahwasanya kejadian yang kita sebutkan terjadi pada akhir hayat Nabi. "pemilik rumah'lebih mengetahui isi rumahnya. Pendapat pertama lebih baik satu. Namun Ibnu Munir menjawab bahwa yang diinginkan oleh Al Bukhari adalah menyampaikan sunnah-sunnah Nabi. Adapun dalam kisah Ibnu Zubair. bahwa Mahmud bin Arrabi' meninggal pada tahun 99 setelah Hijrah pada saat umurnya mencapai 94 tahun. penyebutan hadits Ibnu Zubair sebenarnya lebih utama daripada kedua hadits yang diriwayatkan secara makna ini. Dalam kitab Al lima'. Sebab itulah. dimana dia mengatakan bahwa Mahmud meninggal ketika berumur 93 tahun.ipat penegasan bahwa dia pernah mendengarkan sesuatu. bukan keadaan atau peristiwa yang ada. Qadhi Iyadh dan yang lain-lain menyebutkan bahwa dalam sebagian riwayat dia baru berumur empat tahun. terdapat faidah syar'i yang membuktikan bahwa Mahmud adalah salah seorang sahabat. dia lebih muda dari Mahmud. saya tidak menemukan pernyataan ini secara eksplisit dalam satu riwayat pun kecuali apabila pernyataan tersebut diambil dari perkataan sang pengarang kitab Al Isti db. Oleh karena itu. waktu itu berkisar antara 3 sampai 4 tahun. Sesungguhnya penyebab keraguannya ini adalah kibat perkataan Al Waqidi. "Saya diberitakan Mahmud bin Arrabi'. Dalam menukil hadits bahwa Nabi menyemburkan air ke mukanya. dimana disebutkan bahwa dia ingat penyemburan itu terjadi pada saat dia berumur empat atau lima tahun. karena beliau di sini tidak menyebutkan dan merujuk kepada hadits Ibnu Zubair yang berkenaan dengan apa yang dilihatnya dari ayahnya di Bani Quraizhah. sedang umur dia. Ibnu Hibban dan yang lainnya menyebutkan. Al Badr Az-Zarkasyi lupa ketika dia mengatakan. karena sanadnya shahih. ketika Nabi wafat dia baru berumur lima tahun. Apabila diperhatikan lebih jauh maka sesungguhnya Al Muhallab telah memberi sanggahan kepada Bukhari. "Inilah jawaban Musaddad. Bukhari telah meriwayatkan kisah Ibnu Zubair tersebut pada pembahasan "Perangai Zubair" dalam kitab Shahih. Akan tetapi. hal ini sesuai dengan riwayat di atas. Pada saat itu dia mendengar riwayat dan ayahnya. bahwa Al Muhallab membutuhkan bukti untuk menyatakan bahwa kisah Ibnu Zubair adalah benar-benar shahih menurut syarat Imam Bukhari. dalam kisah Mahmud tidak tcre.bin Namir dari Zuhri dan yang lain-lain. "Menurut saya. dimana dia mengatakan. dengan demikian kita 3 3 0 — FATHUL BAARI . Tapi setelah melakukan penelitian." Maka dapat dipastikan dari riwayat ini. tidak terdapat pesan sunnah Nabawiyah yang dapat memasukkan kisah tersebut ke dalam bah ini.

Sebagian mereka berpendapat. Demikian pula dalam riwayat lain dalam bab "Thaharah" dan "Shalat" dan lainnya . sedangkan anak yang di bawah lima tahun hanya dikatakan hadir (dalam majelis itu) dan tidak dapat dikatakan mendengar." Pendapat yang mirip dengan pendapat Ibnu Rasyid adalah pembatasan yang dilakukan oleh para ulama fikih yang menyatakan bahwa umur tamyiz (yang sudah bisa membedakan mana yang benar dan yang salah) adalah umur 6 atau 7 tahun.akan mengetahui jawabannya dengan pasti. Ibnu Rasyid mengatakan. "Secara zhahir mereka ingin membatasi umur lima tahun tersebut. meskipun dia anak yang herumur dt bawah lima tahun. karena air diambil dari dalam sumur dengan menggunakan timba dan Nabi mengambilnya dan dalam timba tersebut. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Khatib dari jalur Abu Ashim. Anehnya orang yang mengkritik lalai. Dalam hadits ini ada faidah yang belum disebutkan. Oleh karena itu. —. Imam Bukhari mempunyai lafazh lain dalam bab "Ar-Riqaaq" dari riwayat Ma'mar. karena diperkirakan pada usia itu anak bisa mendengar dengan baik. Akan tetapi pengertian seperti ini tidak terdapat dalam hadits ini dan juga hadits shahih Bukhari yang lainnya. maka kita tidak dapat mengatakan bahwa dia telah mendengar. FATHUL BAARI — 331 . sehingga mereka menyangkal dari seorang yang mengkritisi bahwa dia lupa akan kandungan yang terdapat dalam judulnya dan dia menyangkalnya seolah-seolah hal itu tidak disebutkan dalam kitab ini.(Dengan satu timba). yaitu diperbolehkannya membawa anak kecil dalam majelis pengajian dan diperbolehkan bagi seorang imam mengunjungi rumah para sahabatnya serta bercanda dengan anak-anak mereka yang masih kecil. Ini bukan berarti bahwa umur lima tahun merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi. Diantara pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa yang dimaksud dalam hal ini adalah pemahaman. Tapi jika dia tidak memahami. bahwa hadits ini menunjukkan tasmi' (hal mendengarkan) anak yang berumur lima tahun dalam suatu majelis. yaitu ^ LJii* >J 'j* \ — ( d e n g a n timba yang ada di rumah mereka). Bukhari \ . maka akan ada perbedaan antara satu orang dengan yang lainnya. barangsiapa yang memahami objek pembicaraan berarti dia mendengar. bahkan menurut Bukhari yang menjadi pijakan dalam hal ini adalah pemahaman.sebagai pengganti V Kedua hal ini dapat menyebutkan lafazh dipadukan.

AjLi jS"JJ „J— ^ «ILP AJJI J ^ a J j j l ' ' ** r s** 0 ' V J*y* Jl* i l L JPI 1 JjJjf J l i i J ^ j e bV ij J j f ^ . J ' I L*^J p " ^ y ~ r ^ ~ ^ a J^T ' ' ^ * 1 1 3 ' F 11 A p *J ^jjl JLA* « J l j . 'Tidaklah mengapi mengajarkan AJ Qur'an dan hadits kepada anak seusianya. ^ oiSJ» c w j i i . "Saya pergi bersama anak saya yang berumur 3 tahun menuju Ibnu Juraij dan dia membacakan hadits kepada anak saya. > ^ i j » < j f ii ' s * ' p:j) pp ' 3 3 2 — FATHTJL B A A R I . 19.PERGI M E N U N T U T ILMU Jabir bin Abdullah menghabiskan waktu satu bulan untuk pergi menemui Abdullah bin i'nais demi mendapatkan satu buah hadits.Dia mengatakan.1 c ^ J P$ J\ JP J ' ^ 'P* ' ' -* ' o a ^' J*y* Jl P i '•> ^ pk " ' r ' ' ' ^ \ + - ^ ^ J lii ^^**Ji j ^ o JJi ^X AILP *JJi J L » J . i tf/j—«J' aJ ^-l 1 jP * J p ' 'J 'p* > v i j U i *ji p* * J\ Ji' ' i ^—IJ Jl Jl J ^ * L ' -r-*' ' s - j>\ a l p j j ^ R * 9 S j.^j J y .' J— 'di w' *~-J J* 'i!—* ( J ^ y / L*. lalu Ibnu Juraij mengatakan." Dalam hai ini kita bisa melihat kisah masyhur tentang Abu Bakar bin Al Maqri Al Hafizh yang mendengarkan seorang anak yang berusia 4 tahun setelah mengujinya untuk menghafal beberapa surah dalam Al Qur'an.' Maksudnya apabila dia dapat memahami apa yang disampaikan kepadanya. J'JJ ^L- *JjS AJ.

" Setelah itu Musa memohon kepada Allah \itpaya diberi jalan untuk bertemu dengan Khidhir. ' Kemudian Allah mewahyukan kepada Musa. "Ia berbeda pendapat dengan Hurr bin Qais bin Ihshn Al Fazari rentang sahabat nabi Musa alaihissaluin Pada saat itu lewat Ubai bui Ka ab. lalu dipanggil oleh Ibnu Abbas. Akan tetapi Imam Muslim telah meriwayatkan hadits Abu Hurairah yang dianggap marfu ' olehnya. adakah anda mendengar Rasulullah menceritakannya. Sava mendengar Rasulullah bersabda. maka kembalilah. niscaya engkau akan bertemu dengannya. yaitu * i. maka FATHUL BAARI — 333 . Dia berkata kepada Ubai. hanya setanlah yang memperduvakanku untuk terus memperhatikannya ' A f u . Di tengah per/aianan. "Ya. tiba-tiba datang kepadanya seseorang dan bertanya. "Ada orang yang lebih pintar. "Pada suatu ketika Musa berada dalam satu kelompok bani Israil. dalam Al Qur'an.78.'jj—!iJi J\ "Barangsiapa yang menempuh jalan demi menuntut ilmu. s u menjawab.' u< J^>Lt Li] > Ju~. " K e t e r a n g a n Hadits: Dalam pembahasan ini tidak disebutkan sesuatu yang menerangkan secara jelas bahwa hadits ini termasuk hadits marfu '. Itulah yang kita kehendaki.'' " Ubai menjawab. ada. pelayan Musa berkata kepadanya. "Muka Musa mengikuti jejak ikan itu di laut. ia berkata. dan kemudian Illah mewasiatkan kepadanya. 'Tahukah anda bahwa ada seseorang yang lebih pintar dari anda'' Musa menjawab. Maka Allah menjadikan ikan sebagai tanda bagi Musa. yaitu hamba Kami Khidhir. "Tahukah anda ketika kita berhenti di sebuah balu besar.' Keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula. dan akhirnya bertemu dengan Khidhir. saya lupa memperhatikan ikan itu. "Apabila ikan itu hilang. 'Tidak. "Saya dan sahabat saya ini berbeda pendapat tentang sahabat nabi Musa yang dimintanya kepada Allah supaya dapat bertemu dengannya. Kemudian antara Musa dan Khidhir terjadi beberapa peristiwa seperti yang dikisahkan Allah Subhanahu Wata 'ala. D a n Ibnu Abbas RA.

Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. " Ada yang bertanya kepada Imam Ahmad. Aku berkata kepada penjaga pintu." Kemudian dia keluar dan memelukku._ ^j-Ui r Ha\ 'Allah mengumpulkan manusia di hari kiamat dalam keadaan tanpa sehelai baju (telanjang). Hadits yang dicari Jabir tersebut hanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam bab "Adab". " Kemudian dia menyebutkan hadits di atas. maka kami tidak puas hingga kami pergi menemui mereka dan langsung mendengarkan dari mereka. kita dapat menemukan perkataan Jabir." Al Khatib mengeluarkan riwayat dari Abu 'Aliyah. Bahwasanya dia mendengar Jabir bin Abdullah mengatakan. ]A ^v o''j—<• i i L i i i . "Apabila ada orang yang ingin menuntut ilmu apakah dia harus menuntutnya kepada orang 3 3 4 — FATHUL BAARI . "Katakan kepadanya bahwa Jabir datang dan menunggu di depan pintu" Kemudian Abdullah bin Unais berkata. Sedangkan Ahmad bersama Abu Ya'la juga meriwayatkannya dalam kitab Musnad dari jalur Abdullah bin Aqil." Hadits Jabir ini merupakan dalil usaha untuk mencari dan mendapatkan hadits dari sanadnya yang paling atas. "Aku mendengar Rasulullah bersabda. maka aku membeli seekor unta kemudian aku membulatkan tekad untuk pergi. "Ketika kami mendengar hadits dari sahabat-sahabat Rasulullah. Adapun riwayat dari Ibnu Mas'ud dalam Kitab Fadha'ilul quran. Aku habiskan saru bulan dalam perjalanan hingga tiba di Syam. dan aku berkata. Jabir bin Abdullah di sini adalah Jabir bin Abdullah Al Anshari. maka ia tidak puas kecuali pergi sendiri menemuinya dan mendengarkan langsung dari Abdullah bin Unais tanpa perantara orang lain. dia berkata. sekum kaum Anshar. "Apakah dia Ibnu Abdullah'!" Aku berkata. karena Jabir telah mendengar hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Unais melalui orang lain. "Aku mendapatkan sebuah hadits yang berasal darimu dan aku khawatir akan meninggal dunia sebelum mendengarnya langsung darimu. lalu aku bertemu dengan Abdullah bin Unais. salah seorang sahabat yang terkenal. Sedangkan Abdullah bin Unais adalah Abdullah bin Unais Al Juhani. "Aku diberitahu oleh seseorang tentang saru hadits yang didengar oleh Abdullah bin Unais dari Rasulullah." Maka Abdullah bin Unais berkata. "benar. " N a m u n Imam Bukhari tidak meriwayatkan hadits ini. karena adanya perbedaan pendapat dalam sanadnya. "Seandainya ada orang yang lebih mengetahui Al Qur'an daripada aku maka aku akan pergi menemuinya.

Disamping itu juga diperbolehkan merangkul orang yang datang jika tidak ada keraguan. "(Qs. dan perinlah untuk bersikap tawadhu' (merendahkan diri) bagi seseorang terhadap orang \ a n g menuntut ilmu kepadanya.K E U T A M A A N O R A N G Y A N G M E N G E T A H U I DAN M E N G A J A R FATHUL BAARI — 335 . "Sebaiknya dia pergi dan menulis ilmu tersebut dari para ulama di berbagai daerah. Pembahasan hadits ini telah dikemukakan dalam dua bab sebelumnya. Dalam 'S (Sesungguhnya dia berbeda pendapat dengan Al Ibnu Asakir. lafazh j * ditiadakan dan riwayat dianeksasikan kepada subjek tanpa ada penguat {ta 'kid) dan huruf pemisah (fashl). "Mereka itulah orang-orang vang lelah diberi petunjuk oleh Allah. 'j—i-J" j 'j* Hurr).yang banyak ilmunya atau pergi merantau?" Ahmad berkata. Riwayat ini menjelaskan keutamaan menambah dan menuntut ilmu. maka ikutilah petunjuk mereka. walaupun harus menghadapi kesulitan dalam memperolehnya. " Dalam hadits ini digambarkan bagaimana antusiasnya para sahabat Rasulullah untuk mendapatkan sunnah-sunnah beliau. Adapun yang menunjukkan hal ini adalah tirman Allah kepada Nabi-Nya. dan tidak ada perbedaan antara dua riwayat tersebut kecuali perbedaan sedikit yang tidak sampai merubah maknanya. Al An'aam (6): 90) 20. dan ini diperbolehkan menurut sebagian orang.

'—'Ji (Subur). vang aku diutus untuk menyampaikannya. Dalam riwayat Al Khaththabi dan Humaidi dalam kitab Hasyiah. seperti hujan lebut jatuh ke bumi." Dia mengatakan. Menurut Al Khaththabi.79. "Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan. karena kata subur ) merupakan sifat bagian tanah yang pertama yang bisa menumbuhkan sesuatu. "Dan ada diantara bagian bumi yang digenangi air. dan untuk bercocok tanam. Ada pula yang kera. o 'A !l yang yang adalah petunjuk yang mengantarkan kepada diinginkan. Dari Abi Musa RA. Ada pula hu/an vang jatuh ke bagian yang lain. cocok untuk sifat bagian tanah yang kedua yang tergenang airnya. Al Qadhi lyadh mengatakan. Mereka dapat minum dan memberi minum fbiih mg ternak dan sebagainya). "Ini adalah sebuah kesalahan dan dapat menyalahi makna. yang mau memanlaalkan sesuatu yang oleh karena itu Allah mengutus aku menyampaikannya. Sedangkan apa yang disebutkan 0 — * ' ) . bahwa lshaq berkata. "Dapat kita pastikan dalam 3 3 6 — FATHUL BAARI . tapi tidak menyerap. sedangkan ilmu yang dimaksud adalah pengetahuan tentang dalil-dalil syariah. Abu Dzarr menggunakan kata-kata ~<X yang berarti tempat bergenangnya air di pegunungan dan padang pasir. Begitu pula perumpamaan orang yang tidak mau memikirkan dan mengambil peduli dengan petunjuk Allah. yang oleh karena itu Allah mengutus aku untuk menyampaikannya. menumbuhkan tumbuh-tun.nuhan dan rumputrumput yang banyak.' tidak menyerap air sehingga tergenang." Abu Abdillah berkata. dipelajarinya dan diajarkannya. kalanya Nahi SAW bersabda. menyerap air. gambaran menakjubkan dan bukan kata-kata biasa pada umumnya. yaitu di atas tanah yang tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan rumpui Begitulah perumpamaan orung yang belajar agama. maka Allah memberi manfaat dengan hal itu kepada manusia." K e t e r a n g a n Hadits: Perumpamaan yang dimaksudkan adalah. bumi itu ada yang subur.

Dalam menyebutkan lafazh .^ untuk tumbuhan yang kering saja.semua jalur riwayat Bukhari menggunakan kata-kata C?. riwayat Muslim tanpa alasan. -—LJ (menyerap) tapi dalam riwayat Ushaili menggunakan lafazh dan ini merupakan kesalahan dalam penulisan seperti yang akan kita sebutkan nanti.'. . yaitu seperti dalam riwayat Muslim s-» ^ U . — ( r u m p u t ) setelah lafazh y^< termasuk metode penyebutan yang lebih spesifik. sedangkan v . (dan menggembala). Menurut Imam Nawawi. beliau mengumpamakannya dengan hujan yang diperlukan ketika FATHUL BAARI — 337 . bahwa perkataan subur karena tumbuhan. Al Qurtubi dan yang lain-lain mengatakan. ' • — ( d a n bercocok tanam). sangat tepat dengan kata oi?ti (menumbuhkan). Al Qadhi lebih mengutamakan ij-tJJ. karena mencakup 1 tumbuhan yang kering dan tumbuhan yang basah. sedangkan Muslim dan Nasa'i dan Abu Karib menggunakan lafazh ' y-j.'— 5 sedangkan dalam riwayat selain Abu menggunakan lafazh ^ J ' — > Karib dengan menggunakan Muslim yang keras yang tidak menyerap air.JUII riwayat '-y-f-j. bahwa Rasulullah ketika datang membawa ajaran agama.— " dengan mendhammahkan huruf qaf yang berarti menjadikan dia sebagai orang yang mengerti dan memahami. (bagian yang baik). j' «J yaitu tanah datar yang licin dan tidak bisa menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. lafa/h kedua lafazh tersebut dapat dibenarkan. karena riwayat dengan menunjukkan cocok tanam yang dilakukan secara langsung sehingga sesuai dengan anjuran untuk menuntut ilmu dengan segera. Walau. Adapun Ismail menwavatkannya dari Abu Ya'la dari Abu dan sebagian juga mengatakan yang artinya tanah lapang yang tidak ditumbuhi tumbuhan. Kemudian kembali kepada tanah yang bisa menghasilkan tumbuhtanah yang keras tidak Al Qadhi mengatakan. namun yang dimaksudkan adalah sesuatu yang layak tumbuh. Dalam riwayat Abu Dzarr menggunakan lafazh artinya tanah yang tidak menyerap air sebagai ganti lafazh Dzarr atau dalam Shahih yang berarti tanah hanya —yang -J.

demikian pula ilmu agama dapat menghidupkan hati yang mati. Kelompok ini diumpamakan dengan tanah datar yang keras. kemudian tanah tersebut dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan sehingga dapat memberi manfaat bagi yang lain. Seperti hujan menghidupkan tanah yang mati. maka dia seperti tanah yang tidak dapat menerima air sehingga merusak tanah yang ada di sekelilingnya. akan tetapi dia mengajakannya untuk orang lain. tapi ia mengingkari dan kufur kepadanya. Kemudian beliau mengumpamakan orang yang mendengarkan ilmu agama dengan berbagai macam tanah yang terkena air hujan. Diantara mereka ada juga orang yang menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu namun dia tidak mengerjakan. 1 — . adalah karena keduanya sama-sama bermanfaat. "Allah n u mpenndah seseorang yang mendengar perkatan-perkataanku dan dia mengerjakannya seperti yang dia dengar" Diantara mereka ada juga yang mendengar iimu namun tidak menghafal atau menjaganya serta mengamalkannya dan tidak pula mengajarkannya kepada orang lain. i ^ A »y. Adapun bagian kedua adalah orang yang sama sekali tidak memeluk agama. sedang perumpamaan kedua. maka dia bagaikan tanah yang tergenangi air sehingga manusia dapat memanfaatkannya. Kelompok ini diumpamakan dengan tanah tandus sebagaimana yang diisyaratkan oleh Nabi Shallaliahu Alaihi Wasaliam dalam sabdanya. Kemudian dalam setiap perumpamaan terdiri d. dimana air mengalir di atasnya tapi tidak dapat memanfaatkannya.mereka membutuhkannya. Perumpamaan pertama telah kita jelaskan tadi.:i dua kelompok. bagian pertamanya adalah orang yang masuk agama (Islam) namun tidak mendengarkan ilmu atau mendengarkan tapi tidak mengamalkan dan tidak mengajarkannya. diantara mereka adalah orang alim yang mengamalkan ilmunya dan mengajar.. 'j* (Orang yang tidak mau memikirkan) atau dia berpaling dari ilmu sehingga dia tidak bisa memanfaatkannya dan tidak pula dapat memberi manfaat kepada orang lain. bahkan telah disampaikan kepadanya pengetahuan tentang agama Islam. Orang inilah yang diindikasikan dalam sabda beliau. Demikianlah kondisi manusia sebelum Rasulullah diutus. Hal ini 3 3 8 — FATHUL BAARI . Dikumpulkannya perumpamaan bagian pertama dan kedua. Orang ini seperti tanah subur yang menyerap air sehingga dapat memberi manfaat bagi dirinya. Sedangkan dipisahkannya bagian ketiga karena tercela dan tidak bermanfaat.

P e r a m a .. I. yaitu lembah yang tidak menampung air." Riwayat ini telah menguatkan riwayat yang pertama. dan artinya adalah menyerap. Sedangkan dalam riwayat Ash-Shaghani juga ada. Al Ushaili mengatakan hal tersebut merupakan kekeliruan dan lshaq."' Al Qurthubi membantah. sebenarnya dia termasuk dalam kelompok kedua seperti yang telah kita jelaskan. "Manusia terbagi menjadi dua. jt^J dalam ini terdapat dalam riwayat Al Mustamli.shaq adalah Ibnu Rahawaih. karena maksudnya tidak terbatas minum di tengah hari. Wallahu A 'lum. itu adalah makna asal dari kata tersebut. walaupun saya belum pernah mendengar hal itu dari beliau.diisyaratkan dengan perkataan beliau.. • J y~~^' Lafa/1 1 • . "Kalimat itu benar. manusia yang memanfaatkan ilmu untuk dirinya namun tidak mengajarkannya kepada orang lain. tapi ia mengajarkan kepada orang lain. *— '-^-rj ^ ^ *s'-** j i (Dan tidak peduli dengan petunjuk Allah). Sedangkan Al Qailu artinya minum di tengah hari. JJ (Ishaq berkata. Orang semacam ini termasuk dalam. Lafazh hadits di atas adalah bentuk plural dan '—~>. dan tidak ada larangan untuk menggunakannya selain makna aslinya. " ^—Li i-. dan seandainya dia meninggalkan hal-hal wajib. Catatan: Dalam riwayat Karimah terdapat kalimat tersebut "Ibnu lshaq berkata. ^ i Wj >'<J> j * . maka dia adalah orang fasik dan kita tidak boleh mengambil ilmu darinya. diantaranya ada yang subur dan memberi manfaat kepada manusia dan ada juga yang kering. karena secara umum manfaatnya ada walaupun tingkatnya berbeda. Menurut saya kategori pertama masuk dalam kelompok pertama. At-Thibi mengatakan. Yang lain mengatakan.'' Sesungguhnya Syaikh Al lraqi menguatkan lafazh ini (Ibnu Ishaq). Dia meriwayatkan h a d i t N mi dan Abu LVamah dengan menyangkal keberadaan kalimat ini. "Ishaq berkata dari Abu Usamah. FATHUL BAARI — 339 . Begitu juga dengan tanaman yang tumbuh. j jS'. Menurut saya. Adapun kategori kedua walaupun dia mengerjakan hal-hal yang wajib dan meninggalkan yang sunnah. "Dan ada diantara bagian bumi yang digenangi air). manusia yang tidak memanfaatkan untuk dirinya. — ) A ~ J (Tanah yang digenangi air). Kedua. .

supaya hal tersebut tidak membawa kepada kesirnaan ilmu. I . ' ' . dan selama masih aJa utang \ ang mempelajari ilmu. Atau maksudnya adalah anjuran untuk menyebarkan ilmu pengetahuan di kalangan keluarga. Atau seorang yang berpengetahuan hendaknya memperkenalkan diri agar ilmunya dipelajari oleh orang-orang supaya tidak sia-sia. "Tidak sepantasnya menyia-nyiakan dirinya.. Maksud perkataan Rabi'ah adalah.HILANGNYA ILMU DAN MUNCULNYA KEBODOHAN > . supaya seorang yang berpengetahuan tidak mati sebelum mengajarkan hal tersebut. maka kepunahan ilmu tidak . seperti yang akan ditegaskan nanti. 34O — F A T H U L B A A R I .' ' *.21. diminumnya khamer. ' li.. bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda. Dia dikenal dengan ahli r a y u karena banyaknya melakukan ijtihad. "Diantara tanda-tanda kiamat. meningkatnyu kebodohan. Scsungguhnv . ' -i. Dari ^HAS radhiallahu anhu. Rabi'ah berkata. dia berkata. Rabi'ah adalah Abu Abdurrahman. „' = . ialah punahnya ilmu. bahwa orang-orang yang memiliki pemahaman dan mendapatkan ilmu tidak seharusnya mengabaikan dirinya sehingga meninggalkan kesibukannya. seorang Ulama fikih dari Madinah.ikan tenadi." seorang yang memiliki ilmu untuk ^ Jl ^ OP 4JI -UI J ^ J l i J l i p!f J_ ^ J l Vi 80. dan merajalelanya zina" K e t e r a n g a n Hadits: Bab ini merupakan anjuran untuk menuntut ilmu Sesungguhnya ilmu tidak akan punah kecuali dengan kemalian ulama..1 :ekih dijelaskan dalam hadits bab ini bahwasanya diangkatnya ilmu adalah diantara tanda liari kiamat. sehingga mengakibatkan kelangkaan ilmu pengetahuan.

J u m i ' ._.' —-'J— y ji^. maka seseorang tidak merendahkan dirinya dengan menjadikan ilmu hanya sebagai tujuan untuk mencapai dunia.j j j _ _ C ^S>- J l _ ^ > j £ . Al Karmani mengatakan. namun Imam \awav> i menceritakannya dalam Syur h Muslim.. Pendapat ini baik.Namun ada juga yang mengatakan.— 1 (Tanda-tanda kiamat). fy\ J^Ji ^k'j FATHUL BAARI — 341 . Dalam riwayat Nasa'i dari Iniran. = 1 *i . ataupun ciri-cirinya seperti yang dijelaskan sebelumnya pada bab "Iman". (Merajalelanya zina) atau tersebarnya perzinaan seperti dalam riwayat Muslim -f o ' ' . — J L I o V (Diangkatnya ilmu). maksudnya adalah banyakn\a orang y. dan telah dikemukakan bahwa diantara tanda-tandanya ada yang biasa terjadi dan ada yang di luar kebiasaan .itau yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Lj>'' ^Laj jl Ja ^ . W karmani lengah sehingga dia mcuisbatkan riwayat Muslim ini kepada Bukhari. yang berarti lersianna.' o ' * * ' l ' j." saya katakan. J^. meninggalnya para ulama. kata-kata ( . 1 1 ' . Al Khatib telah menyambung Atsar Rabi'ah tersebut dalam kitab Al Baihaqi dalam kitab Madkha! dari jalur Abdul Aziz Al Uwaisi dari Malik dari Rabi'ah. bahwa semua ini tidak terdapat dalam 'j-—J-' Shaluhaini. (Diminumnya khamer). "Dalam riwayat ^ J J . seorang guru Imam Bukhari.) tidak disebutkan.i ' \ f ' * . bahwa yang dimaksud adalah menghormati dan memuliakan ilmu. Maksud diangkatnya ilmu adalah. ' * . *U\Iii ><. i*'J. namun yang selaras dengan penamaan Imam Bukhari terhadap bab ini adalah pendapat yang sebelumnya. JA J y u jtJJ-J «J-P aJJI "Ca « U J I Jj^. • « (MemiiL'kutin a i Dalam n u ayat Muslim.J ' .m» meminum khamer dan mempertontonkannya dengan terang-terangan Dalam bab "Nikah" disebutkan riwayat dan jalur Hasyim dari Qatadah.

Karena jika tidak." ! las\ M I s ~* -.81. "Ya " Setelah itu baru dia berkata. V^-"-^ l'' "'Apakah aku akan menyampaikan kepada kalian'." Hal ini ditegaskan oleh Abu Awanah dari jalur Hasyim dari Qatadah Ghundur kepada kalian ).^ ' V . bahwa pendapat pertama lebih tepat. ^—!u 1 .P .l i ^ . Dari Anas radhiailahu 'anhu. maka dia mengabarkan hadits yang dimilikinya. 9 1 Imam Muslim mempunya riwayat lain dari (Apakah aku akan menyampaikan adalah pada mulanya dia 1 dari Syu'bah. Mereka menjawab.J "I'. "Akan kusampaikan kepada anda sebuah hadits yang tidak akan disampaikan orang kepadamu sepeninggalku. Dia menyampaikan hadits ini pada akhir hayatnya. dia berkata. munculnya perzinaan. s dan Abu Awanah mempiinvai lata/h dari jalur ini juga.. sehingga bagi lima puluh perempuan hanya seorang pengawalnya. J ^ J U Zi' S*-. mushanmj memiliki la la/h dan |A!N. Anas telah mengetahui bahwasanya tidak ada satu pun orang yang mendengarnya dan Rasulullah kecuali dia sendiri. Barangkali tujuan perkataan dia waktu itu adalah penduduk Bashrah ataupun untuk kalangan umum. Saya katakan. 3 4 2 — FATHUL BAARI . i (Yang tidak akan disampaikan orang kepadamu apa yang dia dengar dan Rasulullah sepeninggalku}. \ — N maka kemungkinannya mengatakan kepada mereka. Ibnu Majali dari Ghu. 'Diantara tanda-tanda kiamat ialah berkurangnya ilmu.' . ^ 'J i 1 klak akan disampaikan uleh orang kepadamu sepeninggalku).ulur dan Syu'bah menipum J lata/li . karena dia yang paling terakhir meninggal diantara sahabat-sahabat dari Baslirah. banyak perempuan dan sedikit laki-laki. karena waktu itu tidak ada sahabat yang tersisa setelah dia yang menetapkan pendengarannya dari Nabi kecuali sedikit. Itu adalah jawaban -JJ"J "Demi Allah akan 1 qasam (sumpah) yang dihilangkan yaitu 'SZ^k kusampaikan kepada anda. i . meratanya kebodohan. begitulah lala/h Bulikari dan Muslim dengan menghapus objek. Ibnu Baththal mengatakan. . "Kemunginan Anas mengatakan hal ini ketika dia menemukan adanya kekurangan ilmu. Saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda. keadaan akan semakin buruk.'" Keterangan Hadits: ^—isl'ji-^ (Akan kusampaikan 1 kepada anda).

v . Huruf "lam " pada kata tersebut berfungsi untuk mengisyaratkan. L>-' *J'J_ Abi Syaibah dari Said riwayat dari Hamam kesemuanya itu dari Athiyah dan mushanmf begitu juga riwayat Ibnu dan para /m«/ja«m/(penulis) dalam bab "Hudud" dan dalam bab "Nikah" dari Hisyam yang Qatadah. bahwa kaum laki-laki adalah sebagai pemimpin kaum wanita. Saya katakan bahwa pandangan ini perlu diteliti kembali.^Jw—'. "kamu melihat seorang laki-laki diikuti empai puluh orang wanita. *—^' (Pengawal) atau orang yang mengurus urusan kaum hawa. dimana dengan menjaga hal-hal ini akan membawa kebaikan dunia dan akhirat. karena dalam hadits Abu Musa dalam bab " / a k a l ' ' disebutkan dengan jelas. ' _ j i > — ( D a n banyak perempuan). Dalam riwayat Muslim dari Ghandur dan selain dia dari Syu'bah. Pertama adalah agama. Maksud (setiap lima puluh) adalah jumlah perempuan dan lakilaki adalah 5 0 berbanding 1.1—Jti' j — i . Disebutkannya lima tanda kiamat secara khusus adalah mengisyaratkan bahwa lima tanda-tanda inilah yang menjadi pemicu kesenjangan dan kerusakan. J : maka kemungkinan yang terjadi adalah ilmu menjadi langka dan setelah itu punah.ik anak peieinpuaii. karena dengan minum alkohol akan merusak pikiran. Kalimat ini sebagai penjelasan atau sebagai pengganti kalimat JNI'I^J. akan tatapi memang takdir Allah menetapkan pada akhir /aman dengan mengurangi anak laki-laki \ ang i ulur dan menipcrb. Kedua adalah akai.(Berkurangnya ilmu). "sedikitnya kaum laki-laki dan banyaknya kaum perempuan" dimana hal ini merupakan fenomena \ a n g bukan karena sebab lam. Hal ini dikuatkan oleh hadits Abu Musa yang memebutkan.ir . atau mungkin juga kata tersebut adalah kiasan yang menggambarkan kin\akn>a jumlah kaum hawa. Ada yang mengatakan c penyebabnya adalah karena banyaknya peperangan sehingga kaum lelaki banyak yang terbunuh. Abu Abdul Malik mengatakan. Ketiga adalah FATHUL BAARI — 343 . bahwa hal ini merupakan pertanda sering terjadinya peperangan yang menimbulkan meningkatnya jumlah tawanan sehingga setiap orang laki-laki mengawini perempuan lebih dari satu. .>uai dengan timbulnya kebodohan dan punahnya ilmu.(Telah saya dengar. Lafazh itu sama dengan riwayat Abi dalam bab "Al Asyribah" dari jalur Hisyam. Banyakmu jumlah wanita >ebugai tanda-tanda kiamat adalah se. karena dengan punahnya ilmu berarti agama juga sekarat. _U.

Mungkin juga hal itu terjadi pada zaman dimana tidak tersisa lagi orang yang mengucapkan Allah. kemudian sisanya kuberikan kepada Umar bin khaththab. Al Karmani mengatakan. sehingga kulihat a i r merengat (merembas) keluar dari ujung kukuku.keturunan. Terakhir adalah jiwa dan harta. Bahwasanya Ibnu Umar mengatakan: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda.j . ''Ilmu" 3 4 4 — FATHUL BAARI . aku bermimpi seseorang datang kepadaku memberikan segelas susu. * y < . "Apakah takwil mimpi anda itu.^ o / y . karena dengan banyaknya peperangan akan merusak keduanya." Para sahabat bertanya.. Al Qurtubi mengatakan. karena Nabi memberitakan apa >ang akan terjadi dan hal ini sungguh-sungguh terjadi. bahwa kerusakan lima perkara ini merupakan tanda runmhnya dunia karena manusia telah meremehkannya dan tidak ada nabi lagi setelah Nabi kita Muhammad SAW. "Mungkin yang dimaksud dengan "Al (Javvim" adalah orang yang mengurusi urusan perempuan. terlepas apakah dia seorang istri atau tidak. bahwa hal tersebut telah kita jumpai pada beberapa umara (penguasa) dan urang-orung selam mereka pada masa sekarang. Lalu kuminun susu itu.K E U T A M A A N ILMU ^<a ui £ • j u c ' . ?—• \sy—**> .\ t x x ' l . Al Cjurtubi juga mengatakan. j>- ^ J_Jt UaPl 82." Saya katakan. ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab. karena perzinaan akan merusak keturunan. maka hal-hal tersebut akan menjadi kenyataan. khususnya pada zaman sekarang. Dalam kitab Tadzkirah. bahwa hadits ini memberitahukan akan ilmu kenabian. sehingga dia mengawini hanya seorang istri karena tidak tahu hukum syar'i. 22. "Ketika aku sedang tidur.

sedangkan Al fadhlu dikemukakan pada permulaan Kitabul 'Ilmi artinya keutamaan. ' • j 'i J I • I Li o~iL>>j 1 1 i- ' -• • r/- j> _ L j t -*' 1 ^ *^i t ^ j Abdullah bin Amru bin Ash RA menceritakan. s y—ib' dalam riwayat Ibnu Asakir menggunakan menggunakan ^p'y yang * s ' y . saya lebih dahulu bercukur sebelum menyembelih./ 'Ilmu. bahwa maksud Al Fadhlu adalah keutamaan. Ibnu Munir mengatakan.^LnJ' v' ' y-£r! -djL -^-^ . J ^ 1 J L ' 1 J _ 'i ^i - j . dimana ilmu telah diibaratkan dengan keutamaan atau kelebihan Nabi yang diberikan Allah kepadanya. 23. Dalam hal ini Rasulullah menafsirkan susu dengan ilmu. dengan nashab dan rafa ' bersamaan.K e t e r a n g a n Hadits: Kata Al fadhlu berarti kelebihan.' Kemudian datang pula yang lain menanyakan.^ -I ' . saya lebih dahulu menyembelih F A T H U L BAARI — 345 . sedangkan dalam Atta'bir yang mempunyai arti yang sama. . ' Nabi Menjawab. karena keduanya banyak memberi manfaat. 'i • ^ i' v . 'Sembelihlah! Sekarang tidak berdosa. W Jij dalam riwayat t e r s e b u t . "Waktu melakukan haji Wada' (haji terakhir yang dilakukan Sabi). pendapat ini berdasarkan. J' . ' 'JLI '. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berhenti di Mina untuk menjawab pertanyaan para jamaah haji. bahwa keutamaan ilmu dalam hadits ini dapat dilihat dari ungkapan yang ada dalam hadits tersebut. 'Saya lupa. F A T W A Y A N G D I K E L U A R K A N S E O R A N G MUFTI SEDANG DIA D U D U K DI A T A S B I N A T A N G t A_L_P Al}' ^J_3 "dj' ^ 4~<. 'Saya lupa.' i L>^S .Maka datang kepada beliau seseorang menanyakan.

" S a b i w a k t u i t u d i a t a s w i t a n y u " . Penjelasan ini akan disinggung pada pembahasan bab "Haji". yang diberi judul " B a h u A l f u i \ a ' A l u A d D a b b a t i ' l a d u ! J u m r a h " Beliau men\ ebutkau hadits dari jalur Malik dari Ibnu Syihab dan beliau me:nebutkan seperti hadits pada bab ini. / a n t a r a m e n c u k u r m e n y e m b e l i h ) . " S a w i m e l i h a t R a s u l u l l a h S h a i l a l l a h u A l a i h i W i t s a l l a m d u d u k d i a l a s u n t a m u d i M i n a . Sedangkan riwayat Ma'mar. " D a n b e l i a u t i d a k menyuruh m e m b a y a r k a f a r a h . dan setelah itu dia mengatakan bahwa jalur mi diikuti oleh Ma'mar dari / u l i n . jawabannya adalah bahwa penulis mengeluarkan n w a \ at dari jalur lain dalam masalah Haji s e d a n g Dalam riwayat itu Abdullah bin Amru berkata. bahwa yang dimaksud adalah peniadaan dosa. baik karena tidak mengerjakannya secara turtib atau meninggalkan fidyah. Saya tidak mengetahui nama si penanya.S'-f 11 b e r d i r i d i a t a \ u n t a i v . Pendapat mi perlu penjelasan lebih lanjut karena dalam sebagian riwayat yang s h a h i h disebutkan. Sebagian Ulama fikih mengatakan. dan menurut £. a " . Ahmad. Maka jika ada y ang mengatakan buhv. ' y a n g 'S a b i m e n j a w a b . artima adalah segala sesuatu yang berjalan di atas bumi. Semua r i j a l u l h a d i t s sanad hadits ini adalah orang-orang Madinah. " j- -j ^ (Maka datanglah seseorang). o r a n g 'lemparlah! k e p a d a d a n b e l i a u Sekarang t e n t a n g tidak m a n a berdosa. d u d u k Ibnu S\ihab tidak menyebutkan lata/hn\a. selanjutnya dari julur Shalih bin Kisan dari Ibnu Svihab dengan lafa/h.D a b b u h menurut bahasa. A d . . d i d a h u l u k a n m e n j a w a b . " dan i s n y a A l l a h akan dibahas nanti pada bab "Haji". dia adulah seorang sahabat yang tidak disebut namanya karena pada saut itu banyak orang yang bertanya kepada Nabi.' y a n g S e t i a p d i l a m a k a n m e l e m p a r . " R a s u l u l l a h . 3 4 6 — FATHUL BAARI . Muslim dan Nasa'i menyambung sanadnya sampai kepada Nabi.V /'(yang biasa digunakan) apa yang bisa ditunggangi Sebagian ahli L >/"mengkhiisuskannya dengan keledai. kemudian beliau mengeluarkan dan jalur Ibni: Juraij seperti hadits itu juga. rjj—y(Tidak berdosa) atau sama sekali dia tidak berdosa.s e b e l u m m e l e m p a r / j u m r a h } . R a s u l u l l a h 'Lakukanlah. baik yang pertama atau yang kedua dalam hadits mi. Namun yang jelas. a dalam konteks hadits ini binatang yang ditunggangi tidak disebutkan.' Tidak berdosa.' " Keterangan Hadits: Maksud bab ini adalah seorang yang berilmu menjawab pertanyaan seorang murid walaupun dia sedang duduk di atas binatang.

24.. m e m b e r i "Tidak apa-apa. perbuatan dan pengukuhan mereka]. " i t u p a d a p e l a k s a n a a n s e b e l u m b e r k a l a . "Saya telah mencukur. " S a \ a m e m b e r i K e m u d i a n m e n y e m b e l i h d e n g a n i t u " m e l e m p a r d a n b e r k a t a . "Tidak m e n c u k u r d e n g a n apa-apa. " K e t e r a n g a n Hadits: Isyarat dengan tangan diambil dan kedua hadits \ a n g lersebul dalam bab mi. karena selaras dengan riwayat FATHUL BAARI — 347 . t a a r i r y—- (Ditanya). B a h w a s a n y a h a j i b e l i a u . Kemungkinan yang menanyakan ini adalah orang yang pertama juga. m a m p i j m a r t u ' . Jika demikian. atau dia menanyakan (kepada rasul) apakah saya dikenai denda karena saya telah menyembelih sebelum saya melempar jumrah? J'i (Dia berkata." r a m b u t t a n g a n m u . namun hukumnya karena Aisyah shalat di belakang Nabi dan beliau menulen untuk melihat siapa v ang berdiri di belakangnya. Maka riwayat itu termasuk hadits yang diriwayatkan secara (penetapan atau pengukuhan dan Nabi). Pendapat ini paling kuat. D a n I b n u S A H A b b a s d u a n y a r a d h t a l l a h u s e s e o r a n g t e l a h i s \ a r a t o r a n g \ i n h u n a k n < D i a b e r k a t . b e r t a n y a M a k a S a b i " A k u s e b e l u m m e n \ e m b e l i h . berarti setiap orang menanyakan satu pertanyaan. dan ada kemungkinan orang lain. dan kedua hadits lersebul berasal dari Rasulullah (niaiTu') Kemudian isyarat dengan kepala diambil dari hadils Asma .. M E N J A W A B F A T W A D E N G A N I S Y A R A T T A N G A N ATAU K E P A L A 8-4. t e l a h i s y a r a t R a s u l u l l a h t a n g a n n y a l a g i . dan itu adalah dari perbuatan Aisyah Makanya riwayat ini (apa yang dinisbatkan kepada perkataan sahabat. R a s u l u l l a h O r a n g j u m r a h .").

Maksud telah ditafsirkan dengan perkatan Nabi pada bab terdahulu i' ditafsirkan oleh hadits kalimat ini inJ'i « J V (diangakatnya ilmu). • ' - 1 1 . < X u h i A b u H u r a i r a h m e n g a t a k a n .i'_.J a p a . y a S e s e o r a n g " B e g i n i ! h a r a j R a s u l u l l a h ' . ' t a n g a n m e n j a w a b . i s y a r a t t a n g a n ) 3 4 8 — FATHUL BAARI . "Lenyapnya ilmu pengetahuan terjadi dengan kematian para Ulama". Cj >J' 'LuiL_.a p a .S _ L' 85. s e o l a h . " T\—i." i' V •J*. Jika ilmu pengetahuan punah. j L <j. k e b o d o h a n " A p a k a h m e m b e r i t e r j a d i n y a " \ a n t i d a n i t u . pada . bahwa hal itu karena jawaban pertama adalah permulaan hukum.sebelum ini. Al Karmani mengatakan. s n " B e g i n i ! " d e n g a n m e m b e r i adalah bentuk pengungkapan maksud suatu perkataan dengan menggunakan gerak-genk (tindakan). " ) . J'. Dalam riwayat Al Ushaili dan selainnya tetap menggunakan huruf "waw "pada jawaban pertama.LJ^ sedangkan dalam riwa\ at Abu dzarr tidak ada. h i i r u j " A l a i h i a k a n b e r s a b d a . maka sudah pasti kebodohan makin meningkat. " ' K e m u d i a n d a t a n g o r a n g l a i n . (Beliau menjawab. Keterangan Hadits: 1^-1*1' ( \ a n t i akan dilenvapkan ilmu pengetahuan). a k a n b a h w a N a b i i l m u b a n y a k " B e l u m b e l i a u . S h a l l a l l a h u p e n g e t a h u a n . sedangkan yang kedua hanya mengikuti apa yang disebutkan pada jawaban pertama. 1 " T i d a k Begitulah dalam riwayat ini memakai huruf uuv. (Maka Nabi memberi isyarat dengan tangannya. S a l i m K A m e n d e n g a r W a s a l l a m m e r a j a l e l a b c r t a n \ a . — L ' — ' . .o l a h i s y a r a t s u a t u d e n g a n m e n g g a m b a r k a n p e m b u n u h a n } . d i l e n y a p k a n s e r t a k e j a h a t a n . (Akan merajalela kebodohan). dan kata Abdullah bin Umru dengan. dimana dalam riwayat sebelumnya Abdullah bin Amru bin Ash berkata. .

UJ' -. ' . .' -& 'i •. : Ll^ j) >'< L> ' i V C.! ' i J • _* L* J (j i j k^ij" *isJi ..i i' . Jl w''J L O ^ j L ^ 1 'J o^' v FATHUL BAARI — 349 . kecuali jika lelah terbukti pemakaian A l H a r a / dalam bahasa berarti pembunuhan. j AILC. Maka pemakaian lala/h •!/ H a r a / untuk menyalakan makna pembunuhan adalah terlalu berlebihan. * 1 s . karena pembunuhan selalu menyertai kerusuhan atau malapetaka.'-I -v-J. _»li jLi'I». dan dia mengatakan. \ t i . J—'-^ '-—.i' L»U . dan Hanzhalah. O' 1 .. : > . . Huruf/j di sini a d a l a h / a ' t a f s m y a h . i.^ " > — . ^ ' 1 ' . O JJl O' > cJLIi ' .• - L. dan pembahasan hadits mi akan dijelaskan lebih lanjut pada masalah "fitnah". akan tetapi penambahan lafazh ini tidak saya temukan dalam kebanyakan riwayat." ^ . i' * .<JJ ^L^ o^~' "-». Saya katakan..o ^ L ^ l s ki\ c~Ls i * ' i a i ' j ' .1»—V (Seolah-olah menggambarkan terjadinya suatu pembunuhan). ^ . j ^ ' ^ t. s e o l a h o l a h d i a h e n d a k m e m u k u l l e h e r s e s e o r a n g " Al Karmani mengatakan. I : . bahwa itu merupakan sebuah kekhilafan yang ada pada Bukhari dalam masalah timah A l H a r a / adalah 4 1 ( J a t l u (pembunuhan) dalam bahasa orang 1 labs\ah. i ^ I ^ ^Sj^ . la menambahkan. Sepertinya perawi hadits ingin menginspirasikan. . I 1>o ^ 4_iP i. " A h i A s h i m m e m p e r l i h a t k a n k e p a d a k a m i . . bahwa A i H a r a / adalah timah (bencana). 1 . 1 = . Sesungguhny a Abu Awanah telah meriwayatkannya dan Abbas Ad-Dauri dan Abi Ashim. bahwa pemberian isyarat dan Nabi dilakukan dengan gerakan tangan beliau yang menyimpang. i n s \ a A l l a h . dan sepertinya hal itu merupakan penafsiran perawi dan Hun/halah (dia adalah Ibnu Abi Sufyan bin Abdurrahman Al Jamin Al Madam t. - ° y ^ ' . i l i J ' I f • i 'S . 1 ^Z ijlj 1 C'L-J-J'I 1 Jii o j L i l i i. 3 : . . .^ V • • 1 . . 3 J ' • 3 i' 11 '.-LJJ OLi U ' . ..^ ^ ^ * l-*»J f ^ . Barangkali hal ini dipahami oleh Salim r a d h i a l l a h u ' a n h u dari gerakan tangan Nabi yang menyimpang seperti gerakan orang yang hendak memukul seseorang.v J t j o ' W . ] . . J'] .

nenek Hisyam dan Fathimah. y^-Z'. i r a m b e r d i r i k e p a l a k u A l l a h . m e n g a n g g u k k a n l a l u k i e .r a g u . k e t i k a t s h u l a t i . Pertanyaan itu muncul a a ketika Asma melihat kekalutan mereka. s e r u j i a a t a u q a n h - b a k m i .a k u " D i a d a l a m t i d a k k u b u r .a k u t i d a k m e n g u c u j ) n y u l a h u . a i r . " K e n a l k a h A s m a e n g k a u a p a k a h D i a o r a n g m u k m i n i n i y " i n g a t u c a p a n a t a u m e n j a w a b . istri Zubair bin A w a m . A i \ \ a h b e r k a t a . t a n d u i a s e t u j u . ' A k u d a l a n g k e r j a k e p a d a o r a n g i t u k e b e t u l a n " A i s y a h j a m a a h b e r t a n y a . l a n g i t . " K e t e r a n g a n Hadits: Asma' adalah anak perempuan Abu Bakar As-Shiddiq. " S a y a d e n g a r m e n y e b u t n y a m e n g a t a k a n n y a p u l a . J a w a b a n " T i d u r l a h d a n y a k i n d i u c a p k a n n y a b a i k d i a . 3 5 0 — FATHUL BAARI . b e r t u n y a .86. a r a h . m b a " w a M u h a m m a d d a n p e t u n i u k R a s u l u l l a h K a m i d a t a n g d a n k e p a d a m e n g i k u t i M u k a b a h w a p e n g u i n m u i t u m e n e r i m a t i g a a j a r a n n y a . w a h . m a k a s e k a r u n g ' . d a r i A s m a r a d h i a l l a h u i a s e d a n g b e r k a l a . s a y a m u n a f i k u r u n g m u r t a b ( r a g u . d e n g a n i t u S a b i b e r k h u t b a h . ( p yang dikerjakan manusia). A s m a h a m p i r m i t s l a b e n a r a p u k a h m e n g u c a p k a n M a s i h D a i / u l D i t a n y a k a n M a k a m u c p n k a m i m e o r a n g M u k m i n o r a n g . k e p a l a . H i s y a m m e n c e r i t a k a n ' a n h a ' h a l a l D i a A k u k e k e p a d a k a m i d a r i F a i h i t n a h .UiL) (Aisyah menunjuk') ke arah langit atau gerhana matahari. d a n a p a k a h . A i . " A p a m e m u j i b e l u m d a n m e n y a n j u n g a k u l i h a t s e s u d a h d i b e l i a u b e r s a b d a . ' / k e l i h a i a n ) " A k u A k u m e m b e r i s e d a n g " A y a t ' m e r a s a b e l i a u y a n g A l l a h s e r u p a " i s y a r a t b e r d i r i A i s y a h p e n i n g . i n i d a l a m p e r n a h t e l a h k u l i h a t t e m p a t k u a k a n i n g a t d i u j i m e w a h v u k a n a t a u k e p a d a k u .a k u u j i a n k a m u t i d a k A l k u b u r m u . j ! ^ . e n g k a u p e r c a y a d e n g a n d e n g a n S e s u n g g u h n y a k a m i A d a p u n i n g a t a p a k a h o r a n g A s m a t i d a k m u n a f i k a t a u o r a n g y a n g a t a u r a g u . — . " S u b h a u n u l l a h ' . " s a m j i u i k a l i l a h u d i k a t a k a n n y a .r a g i t ) m a k a s a y a m e n j a w a b .

M i t s l a O u r i h a .* ' — J y—'-• 'j J (Maka ketika itu (kelihatan] jamaah sedang berdiri shalat). _5—y~ Dalam kebanyakan riwayat disebutkan dengan lafazh Karimah menggunakan lafazh ^ > y ^ . "Aku tidak ingat benar apakah Asma mengucapkan atau ini merupakan keraguan dari perawi a p a k a h Asma mengatakan alau Untuk itu matan hadits mi akan dijelaskan pada "Kitab Al Jana'i/". i n s v a A l l a h . namun dalam riwayat yaitu merasa gelap atau berkunang-kunang." Adapun perkataan. tetapi yang dimaksudkan di sini adalah keadaan yang mendkati pingsan. M a i y a t l u n u m a k h r a j u n a FATHUL BAARI — 351 . maka ungkapan ini adalah maiaz (kiasan). V c -J atau tanda (kekuasaan Allah). Atau ia melakukann> a pada saat menghadapi perasaan itu untuk m e n g h i l a n g k a n i i N a. Seolah-olah Asma dan kamar Aisyah menoleh ke arah masjid.—0 jJ~L-ifAisyah memberi isyarat sambil mengatakan S u b h a a n a l l a h i . maka dia menemukan mereka sedang berdiri mengerjakan shalat gerhana. karena hal ini tidak terdapat dalam hadits walaupun ada keterkaitan dengannya. Akan datang pembahasan lebih lanjut tentang hadits ini d a l a m masalah shalat gerhana. "Ini mengibaratkan. " L a l u k u s i r a m k e p a l a k u d e t i g u n a i r " i s n v a A l l a h • i . Sedangkan artinya pingsan. bahwa makna dasarnya adalah menyerupai fitnah Danai alau hampir menyerupai fitnah Dajjal. Catatan: Terdapat dalam teks Ash-Shaghani. . Penulis menyinggung hal tersebut dalam pembahasan Surah Yaasin. A l g h a s v a seperti ini. ^ (Serupa atau hampir serupai. Oleh karena inilah Asma mengatakan. bahwa Ibnu Abbas mengatakan Dalam hal ini masih harus diteliti kembali. Ibnu Malik mengatakan. m i t s l a q u r i b " .

1 1 • • ly^J. d i a " b e r k a t a . k u n a . IJi v. A N J U R A N NABI KEPADA UTUSAN A B D U L OAIS UNTUK M E N J A G A IMAN DAN ILMU PENGETAHUAN . " K e m b a l i l a h k e p a d a k a l i a n ••j o v' Vi j .»_A *JJI • 'r' 'i l l l j ! . 'L* ''JJ* . • ' ^ ' r 87. ( (UAJ • . J • . . L » j . I Y* -. d a t a n g b e r k a t a l a h S a b i " K e t i k a u t u s a n A b d u l Q a i s k e p a d a S h a i l a l i a h u 3 5 2 — FATHUL BAARI .46« I b n u j a m r a h A b b a s d a n r a d h i a l l a h u d i t e n g a h ' a n h i t . DaW .25.o r a n g . L j U ji 4. 1 : 1 . slu L* ^ j i . .s T M a l i k h i u A S J J i n v t i i r i h k e p a d a b e r k a h i .'j:J'. o r a n g . m a k a " A k u d u d u k I b n u b e r s a m a A b b a s . B a h u a \ ' a h i S h u U u l h i h u k a u m A l a i h u d a n W u s a l l a m a j a r i l a h b e r s a b d a m e r e k a . a'i ll I • fj — j l S" J' JUJ_.

m e m b a y a r s e p e r l i m a m e r e k a ' b a h r a m p a s a n e m p a t p e r a n g p e r k a r a . h a n t a m . " anda sekalian?''' M e r e k a m e n j a w a b . „ j . d a n i t u . " H a n t a m K e t e r a n g a n Hadits: : Sebuah bejana terbuai dan campuran tanah. Dia mengatakan. Maksudnya bukan berarti dia (perawi hadits) mengalami keragu-raguan untuk menentukan salah satu dari kedua lafazh ini. m e l a r a n g . Saya katakan.o r a n g k a m p u n g a g a r k a m i s e m u a m a s u k K e m u d i a n m i n u m a n p e r k a r a s u p a y a k e r a s . dan K e m u d i a n p u a s a d i S a b i m e n y u r u h m e r e k a d a n b u l a n ( k e p a d a y a i t u . 'ww'j « i . D u b u ' : Labu (botol) (empat tuak. "Mengakui Allah. tetapi kemudian larangan itu dicabut kembali dan yang dilarang ialah minuman yang memabukkan. tidak ada Tuhan selain Allah.N \ a y a n g iman l e b i h kepada t a h u " Allah?" N a b i " A l l a h b e r s a b d a . d a n b e r i m a n N a b i m e r e k a m a k a m e n a m a k a n \ a b i e m p a t m e n y u r u h p e r k a r a k e p a d a m e r e k a p u l a . anda sekalian. t a n p a " Y a . m e n g a t a k a n a t a u b a r a n g k a l i m e n g a t a k a n ) N a b i b a r a n g k a l i d i a M i u / a y v a r S e l a n j u t n y a b e r s a b d a . 'L'tusan dari " K a m i d a n (suku) ( s u k u ) manakah R a b i ' a h .S v u m e l a k u k a n D u b b a . rambut dan darah. karena dengan menyebut kata M u q a y y a r berarti FATHUL BAARI — 353 . N a b i t e n t a n g m e m i n u m e m p a t m e r e k a m e l a k s a n a k a n m e n y u r u h m e l a r a n g h a n y a N a b i k e p a d a A l l a h s e m a t a . N a q i r : Batang kurma yang dilubangi. "Ingatlah semuanya itu dan sampaikan kepada orang kampung anda. d i p e n y e s a l a n . b e r k a t a ." h a r t a z a k a i .A l a i h i W a s a l l a m . M e r e k a "Tahukah m e n u i u a h . (Dan memberikan). "Selamat a d a n i a t R a s u l u l l a h ! i n i . . k a m p u n g M u d h a r j e l a s k a m i k a r e n a p e n g a j a r a n y a n g s u p a y a s a m p a i k a n s u r g a o r a n g . a n t a r a k a f i r . N a a i r . m e n e m u i n e g e r i b e r i l a h k e p a d a t i d a k k e c u a l i a d a b u l a n H a r a m k a r e n a m a s i h t e g a s .— j ' — > J ' j J ." r a s a d a t a n g k a m i B e l i a u m e n g u c a p k a n n y a M e r e k a a n d a a n d a k a m i m e n j a w a b . Yang dilarang adalah membuat nira pada beiana-bejana tersebut. B a i t u l Muhammad m e n e g a k k a n m e m b e r i k a n N a b i itu Rasul s h a l a t . b e l i a u b e r t a n y a k e p a d a m e r e k a . \ u n g d a n datang p e n g h i n a a n K a m i para d a n d a p a t n e g e r i O l e h k a m i utusan. bahwa sepertinya kata " a n "ini dihapus oleh Imam Bukhari j . M u a l ) . M u z a f f a t : Bejana yang dilumuri dengan ter (pelakm). N a b i b e r s a b d a . r n u z a f j a t a t a u m e n g a t a k a n . bahwa Ahmad telah meriwayatkannya dari Ghundar. d a n apa artinya R a s u l . d i a R a m a d h a n .

tidak memakai dhamir (kata ganti] h a '.^ r ' 88.-'' ^ _ **" J ^ 1 ~ y o"^. dimana dalam hadits itu tidak ada pengulangan kata kecuali kata dan saja Dia mempertahankan lafazh dan hal ini memperkuat apa yang saya katakan tadi. m e m b e r i t a h u k a n n y a m e n e m u i h a l k e p a d a k u R a s u l u l l a h i t u .L. y a n g L a b u h s a y a .. M u z a j f a t M u q a v v u r S a q i r . Pembahasan hadits ini telah dijelaskan pada akhir bab "Iman". yaitu makanya dia sesekali menyebutkan dan sesekali tidak menyebutkannya. Dia juga raguragu pada lafazh yang ke tiga. BEPERGIAN DAN M E N G A J A R K A N ILMU •0. Akan tetapi maksudnya. U g h a h b i n h a r i t s A b u r a d h i a l l a h u b i n A z i z . Dalam bab itu penulis mengeluarkan riwayatnya dengan mengambil sanad paling atas dari Ali bin Al Ja'd dan Syu'bah. ~-J AJ-taJ'u -.S ' • 26. Dukun riawayat Al ECasymihani M u z a f f a t N u a i r . J . \ a q i r M a z a f f a t M u q a y y a r . K e m u d i a n W a s a l l a m V q b a h d i b e r k e n d a r a a n u n t u k S h a l l a l l a h u A l a i h i M a d i n a h m e n a n y a k a n 3 5 4 — FATHUL BAARI . " d a n a n d a " S e s u n g g u h n y a n i k a h i i t u . . karena keduanya mempunyai arti yang sama. e n g k a u t i d a k a t i d a k t a h u e n g k a u t e l a h m e n y u s u k a n s e b e l u m i n i . . ' a n h u m e n c e r i t a k a n d a t a n g t e l a h b a h w a i a m e n i k a h d e n g a n p u t r i I h a b K e m u d i a n s e o r a n g p e r e m p u a n a n d a m e n g a t a k a n d a n k e p a d a n y a .mengulangi arti kata yang disebutkan sebelumnya. " S a \ p u l a s a y a m e n y u s u k a n p e r e m p u a n M a k a m e n j a w a b . dia sesekali mengatakan dan sesekali mengatakan Ini adalah penjelasan dia yang tidak ada hubungannya dengan riwayat lainnya. bahwa perawi sangat yakin dalam menyebut tiga poin pertama dan mengalami keraguan pada poin ke-empat. 3 •'s—S' > (Dan sampaikan hal itu).

d e n g a n l a k i .ngkau tidak pula memberitahukannya kepadaku sebelumnya! seakan-akan dia menuduh perempuan itu.M a k a R a s u l u l l a h b e r s a b d a . i" j (Kemudian l'qbah berkendaraan) atau dia berangkat dan Makkah menuju Madinah. Adapun jika dengan maka maksudnya adalah tujuan perjalanan. Dalam riwayat kami juga dengan fa titah artinya keberangkatan. tetapi yang jelas dia termasuk seorang sahabat.— ( K e m u d i a n datang seorang perempuan). s a m a ' . karena Makkah adalah tempat tinggalnya. akan dijelaskan dalam kisah Khabib bin Adi. i n s y a A l l a h .«. bahwa nama perempuan dan Abu Ihab tersebut tidak diketahui.—Ghaniyah (bahwa ui menikah dengan putri).l a k i S e m e n j a k m e n i k a h R u h l a h K e t e r a n g a n Hadits: artinya bepergian..— . Ada perbedaan antara judul bab itu dengan bab "Alkhuruj Fii Tlialabil Ilmi" (keluar mencari ilmu). " S y a h a d a t " . bukankah sepersusuan denganmu?" d a n k e m u d i a n p e r e m p u a n u u "Bagaimana mungkin engkau terus sudah dikatakannya bahwa dia saudara u u U a b a h m e n c e r a i k a n l a i n . berbeda dengan orang yang mengingkarinya. " i s t r i n y a . Adapun mengenai perbedaan julukan Uqbah. yaitu Dhuraib- F A T H U L BAARI — 355 . memperistrikannya. Hadits ini dan Uqbah. Istrinya bernama vang dijuluki 1 mimi Yahya. R i h l a h d h a m m a h — ^ — ' ^ ' y Dalam " K i i u b S i k u h "penulis menyalakan dengan (pendengaran]. dan kadang juga digunakan untuk menyalakan seseorang yang berpindah kepadanya. yaitu judul bab ini lebih khusus sedangkan bab "Khuruj" lebih umum. Saya belum ! metieniukaii nama perempuan itu. (Dan perempuan itu menikah dengan laki-laki lain). seperti diterangkan pada bab Namun Al kurmatu menyanggah dan mengatakan. Pembahasan hadits uu akan dijelaskan pada "Kitab Syahadat'". = -'->•. il—t — ' ~ ^ S . —.\> (b.

A p a k a h M m e n c e r a i k a n m e n g a t a k a n . b e r k u t u . J ^ r^-J '' ^r-^y r - ^ ^ ? J" _ ^ V 1 — > ' ^ ^ " y y ?y c^j'^N fl >*--f .. B a n i i a b e r k a l a . jjjju U .LJI J . m e n d a t a n g i p a d a h a r i b e l i a u .. d i a ' p a d u h a r i g i l i r a n n y a k e r a s / m e n d a l a n g i d a n l a l u b e r k a t a . b e g i t u d i a m e n d a t a n g i d i a K e m u d i a n p i n t u t e r k e j u t b e s a r . d a n ' S a y a L a l u a k u ( U m a r ) m e n d a t a n g i e n g k a u a k a a k u b e r k a t a . a k a a k u ' K e m u d i a n b e r t a n y a .- 3 ^J* J > ' J ^ j * J > i r' J r' S' Jy? J}** J ^ ^ J i r ^ l l-flfl^ ^ .py'^ J j J.i s t r i m u ? ' ' A l l a h M a h a B e s a r b e r k a t a .s a l a h S A W . m e n a n g i s .1 <~Lt 8 . «JJI c~Jis v . 'Tidak. U Z^or/ U m a r . b i n " S a v a Z a i d d a n t e t a n g g a s a t u d a n d e s a d i a g o l o n g a n d i A n s h a r d i d a e r a h U m a y y a h m e n d a t a n g i . B E R T U K A R PIKIRAN D A L A M ILMU M L' i—^ O M 3 1 M r^r 1 J ^ J* i I > J_. M a d i n a h p a d a J i k a s a l i n g s u a t u a k u t u r u n R a s u l . i a a k u a p a k a h t a h u . ^ 'iTj £. o j / ^ i U'j 'j i .. t s t r t . m e n c e r a i k a n m u ? H a f s h a h R a s u l u l l a h m e n j a w a b . p e r i s t i w a t e r n y a t a ' b e r k u t u . ' R a s u l u l l a h ) ' A p a k a h ' T e l a h m e n g e t u k d i a ' ' A k u r u m a h k u d a n U m a d e n g a n a d a t e r j a d i k e l u a r r M m e n e m u i n y a .> ^ U J a . i t u d a n m a k a t e n t a n g y a n g w a h y u y a n g l a i n n y a .27. ^ u _ . b e r g a n t i a n h a r i d a n R a s u l u l l a h k e p a d a a k u d i m a n a h a r i d a l u n g a k u d a t a n g b e l i a u m i n t a j u g a p a d u k h a b a r b i l a v a n g l a i n .' 3 5 6 — F A T H U L BAARI .s e d a n g k a n B e l i a u " ' b e r d i r i . t i d a k m e n d a t a n g i R a s u l u l l a h a k u l l a j ' s h a h .

" R a s u l u l l a h t e l a h m e n t a l a k i s t r i n y a D a l a m h a t i s a y a . Hal mi diterangkan oleh Ad/-D/uhli dan Daruquthni serta Hakim dan lain-lain." atau dengan kata lain Umar berkata. p e r g i h i n g g a u n t u k s e t e l a h m e n e m u i a k u s h a l a t m e n g e n c a n g k a n d a n H a f s h a h . "Maka aku masuk menemui Hafshah.Keterangan Hadits: Perkataan Umar. Disamping itu menganjurkan kepada manusia untuk menuntut ilmu. Masalah ini akan diterangkan lebih lanjut dalam "Kitab nikah". namun penulis tidak menyebut dalilnya." Kalimat ini telah mengalami pemotongan. merupakan anjuran untuk menanyakan sesuatu yang terlewatkan karena ketidakhadirannya pada saat itu Hal ini diketahui dari keadaan Umar yang melakukan perniagaan pada saat itu seperti yang akan diterangkan pada K i t a b B u y u ' (jual beli I. Hadits ini juga mengisyaratkan. dan tidak boleh melupakan meneai i nalkah hidup agar dapat dipergunakan dalam menuntut ilmu dan lainnya Selain itu. Secara lahir konteks ungkapan mi dapat menimbulkan dugaan bahwa yang mengatakannva adalah l. Dalam hadits ini menunjukkan diperbolehkannya bersandal kepada k h a b a r \ \ a h i d I hadits \ ang diriwa\ atkan oleh seorang perawi) dan hadits m u r k a i . m s y a A l l a h . S a v a s u b u h b e r p i k i r s a y a b a h w a h a l i n i b e n a r b u / u t e r j a d i . Hal'sah adalah Umumi Mukminin. bahw a syarat hadits m u l a w a t i r adalah harus bersandar kepada sesuatu yang dapat diindera atau kenyataan. bukan bersandar kepada isu yang tidak diketahui sumbernya. dan penulis di sini menyebut riwayat Yunus bin Yazi untuk memberitahukan bahwa hadits ini semuanya bukan hanya dari jalur Syu'aib saja. " Tetangga yang dimaksud adalah Utban Oasthalani. y a n g d i t u r u n k a n k e p a d a " A k u b e r s a m a t e t a n g g a k u s a l i n g b e r t u k a r a p a hanya terdapat dalam riwayat Syu'bah dari hadits Zuhri. — j — ( M a k a bin Malik Ibnu Al aku masuk menemui Hafshah). "Maka aku masuk menemui Hafshah.than. karena dalam hadits aslinya setelah perkataan Al Anshari (Utban) A t u r a n A d h i i m dikatakan. anak perempuan Umar. FATHUL BAARI — 357 . R a s u l u l l a h . padahal yang masuk menenun Hafshah adalah Umar Menurut Al Kasymiham lafa/hn\a. Penulis telah menyebutkan hadits ini lebih lengkap pada " K i t a b N i k a h " d a n Abu Al Yaman.

M A R A H D A L A M MEMBERI N A S I H A T D A N M E N G A J A R JIKA M E L I H A T SESUATU Y A N G DIBENCI * J oi il f' V. s e k a l i a n b e l u m s e p e r t i p e r n a h m a r a h n y a J a n g a n l a h h a r i N a b i b e r s a b d a . 1 '«J j*yj 'J. o r a n g i a d a r i j a m a a h ' . m e m e n d e k k a n y a n g s a k i t .28.jy4 .'—^ (Hampir saja aku tidak mampu shalat berjamaah. s * •Cis. Abu Az-Zinad bin Siraj mengatakan. b a h w a " Y a s i s e s e o r a n g R a s u l u l l a h . S i a p a k a r e n a l e m a h ." • .. J i a l u t b e r j a m a a h b e r s a m a s a n g a t k a r e n a i m a m m e m a n j a n g k a n m e l i h a t p a d a a n d a s h u l a t n \ u \ a h : S A I V n u k a m i . bahwa makna ini baik. maksud L 3 5 8 — FATHUL BAARI . bahwa maksudnya orang itu merasa lelah karena shalatnya lama. karena si fulan yang menjadi imam memanjangkan shalatnya). j^-T 1 =". m e r e k a \ a n g ( m a k m u m ) a d a o r a n g m e m p u i w a t k e p e r l u a n .'U* JJ> 5 -' - l*-* oLLUJi V* 'J » -2. " l - L/ 90 A b u M a s ' u d A l A n s l i a n k e p a d a s a j a a k u r a d i u a i l u h u R a s u l u l l a h a d u k m a m p u ' a n h u S A i f. Keterangan Hadits: Ada yang mengatakan r a j u l (orang laki-laki vang bertanya kepada Rasulullah) di sini adalah Hazm bin Abi Ka'ab. m e n j a u h k a n h e n d a k l a h b e r j a m a a h . . 1 -J O' L. namun penulis m e n u a\atkailnya dan Al Fayyabi dari Sufyan dengan sanad ini juga dengan lafa/h ^' _ _ f S'Su J " S e s u n g g u h n y a a k u h a m p i r k e t i n g g a l a n s h a l a t "maka dari sini. J n v a . d i a h . m a r a h w a k t u " W a h a i s h a l a t S a \ a m e n g a j a r . m e n r e r i t a k a n d i a b e r k a l a . seolah-olah si imam memanjangkan shalatnya sehingga dia belum ruku' tapi sudah lelah. Saya katakan.-ij o '^j . o r a n g v a n g m e n g i m a m i d i d a n a n t w a o r a n g s h a l a t . dan hampir saja dia tidak bisa menyempurnakan shalatnya bersama imam. j i t l a n y a n g m e n g a d u h a m p i r m e n j a t i i .

" m e r a h b e r k a t a . atau untuk saudaramu. / a i d b i n K l h i l i J A l d i d i a m \ a b i " r a d h u i l L i h u S h a l i a i l a h u ' a n h u A l a i h : m e n g a b a r k a n . Kemudian heritahukan kepada khalayak ramai dalam tempo satu tahun. bahwa kemarahan (dan orang sang mempunyai keperluan) demikian lafazh y***- Nabi karena beliau sudah pernah melarang untuk memanjangkan shalat. • • • '. y a i t u . Bukankah dia mempunyai kantong air dan sepatu. Sesudah lewat satu tahun boleh engkau pergunakan..1 UjLi. 'i • ^ 'J ji 1 ^ . ' . O r a n g i t u b e r t a n y a l a g i . JL?- H * i'- 91. .. R a s u l u l l a h ? " s e h i n g g a R a s u l u l l a h m u k a n y a . hadits yang disebutkan dalam banyak riwayat. " K a l a u k a m b i n g b a g a i m a n a ' ' " m e n j a w a b . 1 • r L^J ^ j .perkataan i y — ^ j - ^ V adalah aku tidak mendekati shalat berjamaah bahkan kadang-kadang aku berlambat-lambat karena rakaatnya panjangpanjang. berikan atau bayarlah kepadanya. ataukah untuk serigala?" FATHUL BAARI — 359 . ia dengan sendirinya sanggup minum dan mencari makan dari daun-daun kayu. -jjJ 1 :V _ 'J J ^ ' ' u i i ' j 'j • < seu>r t f' - W l i J ' i 'uri_i ' L&'JL. Ada vang mengatakan. Biarkan saja unta itu sampai ditemukan oleh yang punya. "Lntuk kamu. Hal ini akan dibahas pada bab "Shalat''._i -i>~ Ji u^." p e n e m u a n \ a h i b e r s a b d a . O r a n g R a s u l u l l a h i t u b e r t a m a l a g i . m a r a h m e n d e n g a r p e r t a n y a a n "Apaperlunya engkau ambil unta itu. b a h w a s e s e o r a n g b a r a n g b e r t a n y a k e p a d a d i j a l a n m e n g e n a i "Kenalilah pengikat dan karungnya (ciri-cirinya). C^i-L^'^' (sangat marah). Tetapi kalau pemilik datang memintanya. " B a g a i m a n a k e l i h a t a n B e l i a u k a l a u v a n g d i t e m u k a n i t u u n t a . Adapun dalam riwayat Al Qabisi dikatakan Jf^ •) "J'— • 11 • t->— • V-*" ^ -. I V u s a l l a m . 'vP ji .

S e o r a n g l a k i . h a i Httdzafah.4/>u . pj' ^ - i) w I j u s i j^JI ^ w . maka Nabi menganalogikan apa yang sudah diterangkan dengan apa yang belum diterangkan untuk diambil.l a k i " S i a p a k a h p u l a y h a p a n g m e n j a w a b . Pembahasan hadits mi lebih lengkap kita dapatkan pada ' (jual-beli). . d i a b e r k a t a . hamba sahaya d i i a Syaibah. 'S* (Maka beliau marah). Hal itu bisa karena apa yang ditanyakan itu sudah pernah dilarang sebelumnya. v a A l i a h .ij^ji JJ 'L wj c i 'J T ajji j L ' J *^>. u ^i ^ w ' j j ' y_tjj «'.*p j : ' ^ 1 j L )2.V/u. Dur/ ." ' T a t k a l a w a j a h U m a r ( b i n K h a t h t h a b i k a r e n a m e l i h a t k u r a n g t i d a k s e n a n g t e r g a m b a r i t u .s o a l \ a n g m e n e n t u 3 6 0 — FATHUL BAARI . karena unta sekali minum bisa menyimpan air di dalam kantongnya yang cukup selama berhari-hari. atau si penanya kurang begitu paham.vij \ ' a h i b e l i a u . " S i a p a k a h b e r t a n y a . B e r ! a n \ a m e n j a w a b .jj».i w .Keterangan Hadits: Orang yang menanyakan adalah Umair. K i t a b A l B u v u i n ." 7 R a s u l u l l a h " N a b i "Bapakmu r a s a Salim. K e m u d i a n b e r k a t a "Tanyakanlah t k k i t ? l a i n . Yang dimaksud dengan adalah kantong air. dan ada yang berpendapat selain dia. s e g e r a R a s u l u l l a h s o a l . Hal itu akan dibahas dalam bab "Luqathah" (Barang temuan).j ^ . " S e s e o r a n g p e r k a r a b e r t a n y a v a n g t i d a k N a b i k e p a d a d i d u k a i m e n j a d i S h a l l a l l a h u M a k a W a s a l l a m i t u m e n g e n a i t a t k a l a o r a n g b e l i a u h .r l a l u b a n y a k b e r t a n y a . "Bapakmu. " S a b i apa yang hendak kamu tanyakan. m a r a h r a d h i a i i u h n M a d u ' a n h u . ayah Malik. b a p a k k u .

kemudian para sahabat meriwayatkan semua yang mereka hafal. FATHUL BAARI — 361 . Karena terkadang hal itu terpaksa dia lakukan agar si murid dapat menerima kebenaran darinya. hai Rasulullah!" Dalam tafsir Muqatil terdapat kisah yang sama. Hal itu terbukti.'" Untuk memadukan kedua lafazh hadits ini. hamba sahaya Syaibah bin Rabi'ah. "Wahai Rasulullah' Kami tobat kepada Kuasa dan Yang Maha Agung.berkata. karena dia sebagai orang yang memberi peringatan.. akan tetapi hal itu harus disesuaikan dengan keadaan psikologi masingmasing murid. dia adalah Sa'ad bin Sahm. " Allah Yang Maha K e t e r a n g a n Hadits: Diantara pertanyaan yang ditanyakan oleh orang-orang kepada Rasulullah. Begitu pula orang laki-laki yang lain. bahwa semua itu diucapkan oleh Rasulullah. karena seorang pemegang otoritas hukum tidak diperkenankan memutuskan sesuatu ketika dia lagi marah. dan Muhammad adalah Nabi kami. Perbedaannya. "Sa 'ad" dimana beliau menisbatkannya kepada selain bapaknya. seperti akan dibahas pada hadits Ibnu Abbas dalam tafsir Surah Al Maa'idah. Tidak diragukan lagi bahwa dia adalah seorang sahabat berdasarkan perkataan dia sendiri. "Kami rela Allah sebagai Tuhan kami. "Siapakah bapakku. bahwa orang yang memberi nasihat boleh menampakkan sikap marah. dan tidak dalam aspek hukum. Orang laki-laki tersebut adalah Abdullah bin Hudzafah Al Qurasy As-Sahmi seperti yang dijelaskan dalam hadits Anas. di situ dijelaskan bahwa seorang dan Bani Abd Addar berkata. Begitu juga seorang guru.s) sama-sama menyampaikan kisah Abdullah bin Hudzafah. berbeda dengan Ibnu Hud/afah. Dalam tafsir Surat Al Maa'idah akan dijelaskan lebih lanjut tentang hal ini. J\ „ i 1 (Aku bertaubat kepada Allah) atau bertaubat dari hal-hal yang membuat engkau murka.I! . Catatan: Penulis membatasi bentuk kemarahan hanya sebatas untuk memberi nasihat dan pengajaran. "Siapakah bapakku'!" Nabi menjawab. jika dia mencela kesalahan murid yang belajar kepadanya. keduanya (Abu Musa dan Ana. Islam sebagai agama kami. V . Dalam hadits Anas dijelaskan bahwa Umar bin Khaththab bersimpuh di hadapan Nabi dan mengatakan. y J. adalah pertanyaan tentang hari kiamat dan yang semacam itu dari berbagai masalah.

Keterangan Hadits: Dikatakan Baraka Al Ba'iir (unta menderum).- ^ ( . "Siapakah bapakku''"Nabi bersabda.y>.- - \ >j A UL 1 Jj-. "kami ridha Allah sebagai Tuhan.-a - ^ . Adapun penggunaannya untuk manusia adalah dalam arti majaz (kiasan)." Maka Umar bersimpuh di kaki beliau untuk meminta maaf sambil berkata. 29. "dan Nabi diam saja. 3 J -i' *U* T . jika dengan sekonyong-konyong menjatuhkan badannya. Dia berkata. s a I . dan itu merupakan kekhususan Nabi dimana beliau selalu terjaga dari kesalahan. bagi Rasulullah adalah sama. dimana beliau mengatakan.pJ_* j t s f o ^ .Adapun seorang hakim tidak demikian. "Bapak kamu.. "Bapak kamu si fulan. "Tanyakanlah apa yang hendak engkau tanyakan. Keadaan marah atau bukan. /Inas Malik radhiallahu anhu menceritakan. Hudzafah. 3 6 2 — F A T H U L BAARI . O R A N G YANG BERSIMPUH DI KAKI NABI KETIKA MENJADI IMAM ATAU B E R B I C A R A i} yj J U i ^ j i >• J l i i a j l j ^ v J . bahwa ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam keluar. " Kemudian makin banvak orang bertanya. sehingga Nabi mengatakan. berdirilah Abdullah bin Hudzafah. Bahkan kemarahan Rasulullah terhadap sesuatu menunjukkan bahwa hal ini dilarang atau dibenci. J U i n' n' ^ » ^ r j ^ i p j-^f ii^-i J l ± ' jJJ. Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi. berbeda dengan orang lain. Jika ada yang mengatakan.J j i j j l jiS'i | " |^ * ' 93. bahwa sesungguhnya Rasulullah telah memutuskan sesuatu di saat beliau marah. bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan hukum." Maka jawabnya. seperti yang akan dijelaskan pada pembahasan yang akan datang.

Dalam kalimat ini ada lafazh yang dihapus. maka Umar takut kalau adzab Allah akan turun sehingga dia mengatakan. Dari Shallallahu Anas radhiallahu 'anhu bercerita. ini terlihat dari riwayat yang lain. "Hindarilah perkataan yang keji.i j u i . apabila beliau memberi salam.LJ*>C (?<LJJJ J i ) ji-L-_j AILP <JJl JZ> ^III jLs 'J>\ jLsj A'di/?. Umar bin Khaththab dapat memahami bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada beliau merupakan bentuk pembangkangan dan kecurigaan." dan Nabi masih mengulanginya sampai tiga kali. bahwasannya Nabi Alaihi Wasallam. "Kami ridha Allah sebagai Tuhan. M E N G U L A N G I HADITS S E B A Y A K TIGA KALI SUPAYA DIPAHAMI JIS ." kemudian Nabi pun ridha dan diam. sehingga beliau menjadi marah dan mengatakan.). J'j* (Nabi ditanya oleh para sahabat dan mereka banyak 7 bertanya kepada beliau.- ^ ^ - * 94.y -i i iU. Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi. "Dan mimik Rasulullah. J — i *UJ ^ 1 < X U J^~» jli. 30. diulangnya FATHUL BAARI — 363 . i — j Lu (Kami rela Allah sebagai Tuhan kami]. "Bertanyalah kepadaku apa saja "Maka Abdullah berdiri. maka Abdullah bin Hudzafah berdiri). Kemungkinan kata tersebut adalah.. Ibnu Umar berkata. i—* . .'bnu Baththal mengatakan. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda. "Apakah aku sudah menyampaikan?"Nabi mengatakannya liga kali. bersabda.LU ^'"ji (Nabi keluar.

sehingga orang mengerti maksudnya. Begitu juga si pembicara. dan hadits lshaq dan Abd Shamad dengan sanad yang serupa dari Anas. satu patah kata. bahwa Imam Bukhari dengan bab ini bertujuan untuk memberi peringatan terhadap orang yang enggan mengulangi pembicaraan. bahwa yang benar adalah hal ini tergantung perbedaan masing-masing tabiat manusia. mengisyaratkan bahwa Nabi jika berbicara selalu mengulang sebanyak tiga kali. '(X* J ^ I U j U — * f y" ^ ^ ^ ^ 95." Keterangan Hadits: Adalah merupakan kebiasaan Rasulullah mengulanginya sampai tiga kali. Apabila Nabi datang kepada satu kaum. lalu dia memberi saksi akan hal itu. namun jika dia mengulangnya berarti sebagai penekanan terhadap apa yang dikatakan pada pertama kali. bukan Nabi yang memberitahunya. 3 6 4 — FATHUL BAARI . beliau memberi salam kepada mereka sampai tiga kali. Kemudian dia mengatakan. tidak mengapa tidak mengulangnya kembali. Ibnu Munir mengatakan. -^•ij 'V (Apabila beliau berbicara) Al Karmani mengatakan. makanya tidak tercela bagi seorang pendengar yang belum bisa mengingat pada kali pertama untuk meminta pengulangan. apabila beliau mengucapkan satu patah kata. Z)an /4nas radhiallahu 'anhu. dan beliau mengingkari bahwa orang yang meminta pengulangan termasuk orang yang bodoh. begitu juga Tirmidzi dan Hakim menyebutkan dalam kitab A! Mustadrak. dan apabila beliau mengucapkan beliau mengulangnya sampai tiga kali. Tujuan Nabi mengulang perkataannya sebanyak tiga kali adalah supaya agar dipahami. diulangnya sampai tiga kali. Anas menceritakan kebiasaan Rasulullah SAW yang dia ketahui. "Sesungguhnya Nabi.sampai tiga kali. dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Maksudnya. bahwa susunan kalimat seperti ini menurut para ulama Ushul fiqih (Ushuliyin). Pendapat ini diperkuat dengan riwayat yang dikeluarkan oleh mushannij pada pembahasan izin.

Namun ada kemungkinan ketika akan meninggalkan mereka. apakah Nabi S h a l l a l l a h u A l a i h i W a s a l l a m mengucapnya dua kali atau tiga kali. s e d a n g b e r t e r i a k n e r a k a .—-j) "^JJ r^tJ s") ^ O^W^J' Lia^'i J i j LwS'j^U ou ^jl—. " b e r w u d h u . maka beliau mengeluarkan hadits ini dengan hadits Abu Musa mengenai kisah Nabi bersama Umar. 90.ini perawi hadits raguragu. Hal mi bukan termasuk salam yang disampaikan oleh orang yang sedang berjalan. bahwa stuktur kalimat tersebut menunjukkan i s t i m r a r (kontinuitas). bahwa hal ini berkenaan dengan salam untuk meminta izin ( s a l a m u l i s t i d z a n ) sebagaimana yang diriwayatkan Abu Musa dan lainnya. Apabila tanpa pengulangan sudah dapat dipahami. k e r a s n y a . maka hal itu FATHUL BAARI — 365 .u l a n g K e t e r a n g a n Hadits: — • _—j* (dua kali atau tiga kali). seperti akan dijelaskan pada bab I s t i ' z a a n (minta izin). Saya berpendapat bahwa Sebenarnya m u s h a n n t j telah memahami lafazh ini seperti itu juga. d a p a t d a n l u l u k a m i b e l i a u a p i . s e k e r a s i t u b e l i a u " C e l a k a b e l i a u m e m p e r h a t i k a n t u m i t .iL3 llL^ji ^ l i . K e t i k a s h a l a t b a h w a N a b i t e r l a m b a t m e n y u s u l d a l a m k a m i . s u a t u w a k t u p e r j a l a n a n s h a l a t A d u k n y a . karena yang berlaku pada umumnya hanya sekali.-' J 1 3 J y~~) ~-S*S\j J l i f 1 0 ^ 'dJl • LU*J 'w? *iJ j l ^.LJ-yA.t u m i t s a m p a i d u a y a n g a t a u t e r b a k a r k a l i U c a p a n t i g a b e r u l a n g . Di -.»(maka beliau memberi salam kepada mereka) Al Ismaili mengatakan. Hal ini menunjukkan bahwa pengulangan yang dilakukan oleh Nabi sebanyak tiga kali itu bukan merupakan suatu keharusan. d i t e r i a k k a n t e l a h b e r s a m a t i b a . Nabi mengulang salamnya sampai tiga kali karena beliau takut mereka tidak mendengar salam sebelumnya. j i -j v * ' fl . b e l i a u a s h a r k a m i . Adapun Al Karmani mengatakan. 1 y y~~'' ^ v f •—'Li>-*>'- 'b_j < 0 " ^ f ^ ^ ^ L <_J. namun yang terpenting adalah perkataan atau perintah tersebut dapat dipahami. D a n A b d u l l a h b i n Amru k a m i \ a i t u b e r k a t a . tidak diulang.

yang percaya kepada nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasaliam. Karena memperhatikan keluarga sendiri yang bukan hamba sahaya dengan memberikan pengajaran tentang kewajiban-kewajiban kepada Allah dan sunnah-sunnah Rasul-Nya. 3 6 6 — FATHUL BAARI . maka ketiga jenis orang itu mendapat dua pahala. insya Allah. maka dia mengajarkannya sopan santun dan menyempurnakannya pengajaran tersebut. apabila dia melaksanakan kewajibannya kepada Allah dan kewajiban kepada majikannya." Keterangan Hadits: Disebutkannya "budak" dalam tema bab ini adalah sesuai dengan teks hadits. sedangkan disebutkannya "keluarga" adalah berdasarkan analogi. adalah lebih diprioritaskan daripada hamba sahaya. Hamba sahaya. kemudian memerdekakannya dan mengawininya. 1. 2. Laki-laki yang mempunyai hamba sahaya perempuan. dan bapaknya. mengajarkannya ilmu pengetahuan dan menyempurnakan pengaran tersebut. Matan hadits ini akan dibahas lagi pada masalah ( bersuci). dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasaliam bersabda. M E N G A J A R K A N ILMU K E P A D A H A M B A S A H A Y A DAN K E L U A R G A 97. Thaharah 31. 3." Ada liga jenis orang yang mendapat dua pahala sekaligus. Diceritakan oleh Abu Burdah RA.sudah cukup. Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). yaitu.

seperti yang dikatakan mushannif'dalam pembahasan . Maka bagi orang-orang Yahudi yang mengikuti ajaran Isa. dia berkata. Dalam riwayat Ath-Thabrani dan hadits Ritu'ah Al Oura/. mereka dinisbatkan kepada Injil. Karena dia mengimani kenabian nabi Musa dan tidak mengingkari seorang nabi \ a n g lain. t / u a Turunnya ayat ini berkenaan dengan golongan orang-orang Yahudi yang beriman. Memang benar. Barangsiapa dan kelompok ini yang mengetahui dakw ah Muhammad dan mempercayainya. A l K i t a b O u r ' a n " O r a n g . beriman. ada kerancuan dalam masalah orang Yahudi yang ada pada masa nabi Muhammad. bahwa maksud kitab di sini adalah kitab Injil. karena tidak ada perselisihan bahwa Isa AS telah diutus kepada bani Israil. I lal uu sebagaimana disebutkan dalam ayal Al Q u i an vang sesuai dengan hadits di atas. dan bagi yang mendustaiuya dan tetap dalam agama Yahudi. a l a i h i s s a l u m h i u l a h a l a i h i s s u l a m . hal itu jika kita mengatakan bahwa agama Nasrani adalah penghapus agama Yahudi. maka dia juga dianggap orang Yahudi y anu. " " A y a t i n i i w u n b e r k e n a a n d e n g a n a k u J u a o r a n g . b e r s a m a k u " S e p u l u h o r a n g k e l u a r .o r a n g A l O u r ' a n . yaitu firman Allah dalam surah M '. m e r e k a i t u .-1/ (memerdekakan budak) dan lainnya. Ada yang berpendapat. m e r e k a m a k a b a p a k k u m e r e k a R i l a ' a h b e r i m a n S h a l l a l l a h u m e r e k a dari Ali k i t a b N a b i d a n K a m i a h l i m e n e m u i h e p a d a v a n g N a b i d i s i k s a .Bapak Abu Burdah adalah Abu Musa Al Asy'ari. maka mereka tidak termasuk orang yang beriman sehingga mereka tidak termasuk dalam ahli kitab. seorang yang bukan keturunan bani israil dan bukan pula termasuk masyarakat Nabi Isa yang mendapat seruannya sedang dia bukan bani kiaii. Dia berkata.Vshash a\at M .t e r m a j a l : A l a i h i d i a n t a r a U ' a s a l l a m . namun di sini berarti khusus. Qashash (28): 52) FATHUL BAARI — 367 . ' i t q u w'—3o J * ' 'y (dari ahli kitab). seperti yang dijelaskan dalam Al Qur'an dan hadits. kemudian turunlah ayat. maka dia termasuk dalam ahli kitab.o r a n g v a n g s h a h i h d a r i b e r i m a n ' Imam Thaban meriyatkannya dengan sanad bin Rila'ah Al purazhi. l e l a h d a t a n g k a n p u l a k e p a d a k e p a d a A l s e b e l u m m e r e k a b e r i m a n "(Qs. seperti Abdullah bm Salam dan yang lainnya.hi. Namun sebenarnya tidak disyaratkan adanya penghapusan. Termabuk dalam conloh ini adalah orang-orang Arab >ang beragamu Yahudi di negeri Yaman ilan negerinegeri lain dan tidak sampai kepada mereka dakwah nabi Isa karena beliau khusus diutus untuk Bani Israil. karena syarat ahli kitab adalah mengakui kenabian Isa Benar. " M e r e k a U u ( U b e r i p a h a l a k a l i . yaitu apa yang diturunkan dari Allah tanpa Taurat dan Injil. Lafazh k i t a b berlaku untuk umum.

sehingga mereka tetap beragama Yahudi dan beriman kepada Nabi mereka. Ath-Thibi mengatakan. Maka. Pembahasan ini telah disinggung oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam hadits Abu Sufyan tentang permulaan turunnya wahyu. Sedangkan Ad-Dawudi dan pengikutnya mengatakan bahwa kemungkinan hadits ini mencakup 3 6 8 — FATHUL BAARI . namun ayat ini bukan berkenaan dengan Ka'ab bin Al Ahbar tetapi berkenaan dengan Abdullah bin Salam karena Ka'ab bukan termasuk sahabat. karena Abdullah adalah seorang Yahudi kemudian masuk Islam seperti akan diterangkan dalam pembahasan Hijrah. "Masuklah Islam maka Allah Akan memberimu pahala dua kali" Padahal Hercules. Allah hanya memberi pahala atas kebenaran akidah dan perbuatannya. adalah orangorang Yahudi yag tinggal di Madinah. Sesungguhnya dakwah nabi Isa alaihissalam tidak sampai kepada mereka. yaitu Musa AS. Atau mungkin yang termasuk diantara mereka. Adapun yang terdapat dalam Tafsir Ath-thaban dan lainnya. dalam syarak ibnu At-Tin dan selainnya. sebab dia masuk Islam pada zaman Umar bin Kbathlhab. Dengan demikian tidak ada iagi kerancuan mengenai hal ini. Karena tidak mustahil mereka menjadi lunak dengan Muhammad. dari Qatadah. hingga datang fslamjalu mereka beriman kepada Nabi Muhammad. Kedua. Keduanya adalah para sahabat yang terkenal. bahwa Nabi telah mengirim surat kepada raja Hercules. Ketiga. bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah bin Salam dan Salman Al Karisi. maka mereka diberi pahala dua kali oleh Allah. Sedangkan Salinan adalah seorang Nasrani kemudian masuk Islam. Abu Abdul Malik Al Buni dan lainnya berpendapat. bahwa kemungkinan konteks hadits ini adalah umum. hingga dia beriman dengan Nabi kita Muhammad.Mereka adalah bani Israil yang tidak mengimani Isa AS. Yang membingungkan dalam pendapat ini. dijelaskan bahwa ayal tersebut diturunkan mengenai Ka'ab Al Ahbar dan Abdullah bin Salam. bahwa hadits ini sama sekali tidak mencakup agama Yahudi sebagaimana yang telah kita singgung di muka. bahkan mereka tetap beragama Yahudi hingga mereka mengakui kenabian Muhammad. adalah pemeluk agama Nasrani setelah diselewengkan ajarannya oieh para pemeluknya. Catatan: Pertama. A! Qurtubi berpendapat bahwa ahli kitab yang diberi pahala dua kali adalah orang yang benar akidah dan perbuatannya. dan ini benar. akibat mereka menerima agama Yahudi walaupun telah dihapus dengan Nasrani. karena dakwah ini belum tersebar di banyak wilayah. seperti akan diterangkan dalam pembahasan Jual-bcli.

Pendapat ini kurang benar.\ ' y a . adalah berdasarkan keadaan mereka sebelumnya. bahwa h. bahwa konteks lata/b hadits jelas berbeda. bahwa permasalahan orang yang beriman dari Ahli Kitab akan terus berlangsung sampai hari kiamat. karena hadits ini berkaitan dengan Ahli kitab. . I ial ini teluh diterangkan oleh oleh Syuikh. 1 Maksud penisbatan mereka kepada selain Nabi Muhammad. hukumnya berlaku sampai hari kiamat. bahwa sesuimi. mengapa masalah istri-istri Raval tidak disebutkan dalam hadits ini. bahwa kitab mengetahui kenabian Muhammad. maka dosanwi melebihi dosa selainnya. karena ia hanya melihat lafazh sebara lahiriyah saja. seperti dalam firman Allah d a p a t i " t e r t u l i s d i d a l a m T a u r a t d a n I n j i l v a n g a d a d i s i s i " M e r e k a m e r e k a . sedangkan liga poin dalam hadits d i a t a s .uilinva masalah vang berkenaan dengan istri-istri nabi adalah khusus bagi mereka tidak untuk vang lain.. adalah karena mengimani seluruh nabi-nabi. Al A'raaf f ) : 157) Maka barangsiapa diantara mereka yang beriman kepada Muhammad dan mengikutinya. ) a rasul). Pendapat ini tidak dibenarkan. mereka mendapat keutamaan atas sebagian >ang lain. FATHUL BAARI — 369 . " E n g k a u b e r a g a m a I s l a m s e b e l u m e n g k a u m a s u k " I s l a m k a r e n a e n g k a u l e l a h b e r b u a l k e b a j i k a n s e b e l u m n y a . Al Karmani mengatakan.'/ t a m t untuk mcn\ atakan orang yang telali diketahui) dan ditambahkan padati}. sedangkan. mengenai ' A b d u n (hamba sahaya) digunakan.il i t u khusus bagi siapa yang beriman pada masa b i 't s a h ( d i u t u s i . demikian menunjukkan. sehingga jumlahmu menjadi empat'' Syuikh Islam Ibnu laimivah menjawab. Begitu pula barangsiapa yang mendustauna.semua ummat yag telah mengerjakan kebaikan. Dengar. dimana orang mukim-1 Alih Kitab dikatakan r ajui i seorang laki-laki) dalam bentuk n a k i r a h i indehinu. Ahli Perbedaan antara Ahli kitab dengan orang-orang kafir. kata-kata Idzu i apabila) \ a n g mengandung arti pada masa yang akan datang. (Qs. berbeda dengan hamba sahaya. " dimana hadits ini menggambarkan ketinggian pahala atau sebab dia mendapatkan dua pahala. karena wahvu telah diturunkan d i tempat atau rumah mereka sebagaimana dijelaskan dalam hadiis belum Jika a d a \ ang mengatakan. Al Karmani berpendapat. kecuali dengan menganalogikan kebajikan dengan iman. seperti yang digambarkan dalam hadits Hakim bin Hazzam. maka dengan sendirinya tidak mencakup selain Ahli kitab.•!/. Hal >ang serupa adalah masalah hak istri-istri Rasulullah. Adapun dalam perkataan N'abi " y a n g b e r i m a n k e p a d a \ ' a b i . bahwa dua pahala untuk ahli kitab >ang beriman tidak terjadi pada masa vang akan datang. hal itu dikarenakan nabi mereka setelah h i ' t s a h adalah \h•iu^mmad SAW berdasarkan uni\ersahtas dakwah beliau.

j l i <\ '^L> 4 I R -dJl ji* '^~} Js- j. i i • ' i. Ms. *. "Kemudian beliau memberikan kepada nasihat kepada kaum wanita. . AJS- * *. Wallahu A 'lam. Pembahasan (hamba sahaya laki-laki) akan dijelaskan dalam bab "Memerdekakan Budak ". i " " i { . M E M B E R I K A N NESEHAT DAN P E L A J A R A N KEPADA KAUM W A N I T A '. "Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata. Keempat. "Saya melihat bahwa sebagian besar dari kamu (kaum wanita) menjadi penghuni 3 7 0 — FATHUL BAARI .^y ^J'^JB ^ J*>\jj*iL>Jij V^i 98. bahwa kaum perempuan masuk dalam golongan laki-laki kecuali ada dalil yang mengkhususkannya." Nasihat tersebut berupa sabdanya. hukum perempuan ahli kitab dalam masalah ini sama dengan hukum laki-laki seperti yang telah berlaku. Bilalpun mengumpulkan semua itu dengan bajunya. Imam Bukhari menjelaskan bahwa anjuran untuk memberikan nasihat kepada keluarga -sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.Adapun perbedaan antara tankir dan ta ' n / t i d a k ada hubungannya di sini. ' } . J F jl ^ L f f -^1 Js--" JK^-il - £ 3 V ' k— t ' " - _^ ' i ^. Dengan judul bab ini. sehingga kaum wanita itu menyerahkan perhiasan berupa anting dan cincin mereka. .\ ' ' ' ' H ^j £ y1 F ^ J _ j KSS. sedangkan pembahasan (hamba sahaya) pada bab "Nikah".' .-OJ^ JL\& «JJ . karena ta 'rif dengan lam jinsi menunjukkan makna nakirah. "Saya menyaksikan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam keluar bersama Bilal kemudian beliau memberikan nasehat kepada kaum wanita dan memerintahkan untuk bersedekah. ' ' "i . 32.bukan hanya merupakan tugas kepala keluarga saja. Hal ini diambil dari perkataan Ibnu Abbas. J ^ i l J l i ^Cff f 1 ' . akan tetapi juga dianjurkan kepada seorang pemimpin ataupun wakilnya untuk memberikan nasihat kepada mereka.

n e r a k a . dari sini dapat disimpulkan bahwa Rasulullah mengajarkan kepada mereka bahwa sadaqah dapat menghapuskan dosa atau kesalahan yang telah mereka lakukan. Maksudnya adalah. insya Aliah akan dipaparkan dalam bab " A l i rol FATHUL BAARI — 371 . Penjelasan tentang matan hadits ini. m e n d u r h a k a i s u a m i " " D a n m e m e r i n t a h k a n n y a u n t u k b e r s e d e k a h " ' a l a i h i s h a l l a l l a h u w a s a l l a m j'„—i' ( A n t i n g . " di telinga kaum wanita.a n t i n g \ . perhiasan yang dipakai ' I d a i n i / d u a h a r i r a y a ) . k a r e n a k a m u s e r i n g m e l a k u k a n s u m p a h p a l s u t'li " a r i ) d a n Sedangkan pernyataan bahwa Rasulullah telah memberikan pelajaran kepada mereka berdasarkan perkataan Ibnu Abbas.

keutamaan Abu Hurairah. A N T U S I A S M E UNTUK M E N D A P A T K A N HADITS r 99. mungkin barangkali karena saya lihat engkau sangat antusias untuk mendapatkan hadits. Dalam hadits ini ada dua bentuk keutamaan. semua yang dinisbatkan kepada •J Jji (Belum ada orang sebelum kamu). Keterangan Hadits: Hadits menurut syariat adalah Nabi muhammad SAW. hai Abu Hurairah. belum ada urung yang bertanya kepadaku tentang perkara ini sebelumnya. juga Muhammad adalah Rasul-Nya. "i' J i — i 'y (Barangsiapa yang mengucapkan Laa llaha p e r t a m a k e d u a Illallah). benar benar ikhlas dari hati sanubari dan seluruh jiwanya." a n d a k i a m a t ' " R a s u l u l l a h m e n j a w a b . Namun sebenarnya jika 3 7 2 — FATHUL BAARI .33. Orang yang paling beruntung mendapatkan pertolonganku di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan La Ilaha Ulatlah. Maksudnya. selain mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah. Kalimat ini berfungsi untuk menghindari dan menjaga kemusyrikan. k a t a n y a v a n g p a l i n g a d a o r a n g b e r t a n y a d e n g a n k e p a d a s y a f a a t R a s u l u l l a h ( p e r t o l o n g a n ) " S i a p a k a h d i h a r i b e r b a h a g i a "Saya kira. H u r a i r a h R A . D a r i A b u S A H . i. dan keutamaan sikap antusiasnya untuk mendapatkan hadits dan Rasulullah SAW.

yaitu dengan memberikan ketenangan pada waktu mereka berada dalam ketakutan. sebagaimana dalam firman-Nya "Dan paling indah tempa! istirahatnya. namun dalam kasus ini orang mukmin yang ikhlas adalah orang yang paling bahagia. 1 \ ) saja. Demikianlah nampak adanya dualisme pengertian dari hadits ini antara kebahagiaan dan svalaat. sebagaimana Firman A l h h " O r a n g v a n g b e r d o s a h a t i n y a " (Qs. atau memohonkan mereka untuk tidak dimasukkan ke dalam api neiaku setelah ditetapkan bahwa mereka akan masuk neraka Rasul juga dapai memberikan syafaat bagi seseorang untuk masuk surga tanpa melalui proses l u . maka hai itu sudah cukup. Al Baqarah (2): 273) Hadits ini menunjukkan dalil disyaratkannya mengucapkan kedua kalimat syahadat berdasarkan kalimat „ J 'y dalam hadits di atas. A r . Kata J »_J -' berarti manusia yang paling bahagia." (Qs. kalimat tersebut berbunyi 'y lU 'U- Ada keraguan dari permuvat mengenai kalimat di atas.a b atau dengan mengangkat derajat sebagian uieieka untuk bisa tinggal dalam surga vang lebih tinggi. . Rasul juga memberikan syafaatnya dengan memohon kepada Allah untuk mengeluarkan sebagian orang mukmin liari siksa api nereka. Rasul juga memberikan syafaat dengan memohon keringanan adzab untuk sebagian orang-orang kafir. karena setiap orang pasti akan bahagia jika mendapatkan syafaat dari Rasul. 1 =1* (Benar-benar ikhlas). karena menurut Imam Bukhari dalam kitab ^ jj.R i q a q slaksud beliau menyebutkan kedua kalimat di atas adalah untuk menunjukkan adany:' penekanan arti pada kalimat tersebut. sebagaimana yang terjadi pada diri paman beliau Abu Thalib. ' — J J 'y (Dari dalam lubuk hatinya atau seluruh jiwanya).— . dan orang yang paling bahagia karena itu semua adalah orang mukmin yang benar-benar ikhlas. FATHUL BAARI — 373 . karena bagian pertama sudah mewakili bagian kedua kalimat tersebut. Rasulullah memberikan syafaat kepada manusia pada hari kiamat. Al Furqaan (25): 24) Tapi mungkin juga b e r a r t i / M / tafdhil. Kalimat ini dimaksudkan untuk menghindari orang munafik.disebutkan bagian pertama («—~ 'I.

mereka itu sesal dan menyesatkan" 3 7 4 — F A T H U L BAARI . C A R A A L L A H M E N C A B U T ILMU J-t $ ^ ^ : f > ^' ^ J'i > ^ JH 'F^ 'J*5 \ -. d ^ya JS- ^L^> L O J j u .] ^ L ^ ' ' J ^ ' ^ i J j i .1 1 J'j 1 ^ ' U L ! 1 _tj-»-C- 'JJ i 1 jf- Jfc [v>Jj) ^ J j J * I 'r* " ^ J . kemudian tulislah. .s. ..^ U .^ ! j i U j J ^ . i AJ)I Q ' .1 ' J .j ._-_«_^. Apabila orang berpengetahuan telah punah.& 3 i 'L. tetapi dengan jalan mematikan orang-orang berpengetahuan (ulama).34. . . "Allah tidak menarik kembali ilmu pengetahuan dengan jalan mencabutnya dari hati sanubari manusia. sampai dapat mengetahui sesuatu yang tidak diketahui Ilmu tidak akan rusak keeuali setelah menjadi rahasia.^ : "b' ^ 3 JJ J j J J J " J) 1-}j ^ J J JbsJ» U S U jl U 1 IJJ J>- «.VI JJJ ^ ' -fr^iJi .^ j . 0 ." . Aku khawatir akan hilangnya ilmu dan perginya para ulama (meninggal).' ^ J j J l 1 r .v ^ j . "Kumpulkan hadits-hadits Sabi SAW \ang engkau temukan. . Pelajarilah ilmu dengan seksama. maka masyarakat akan mengangkat orang-orang bodoh menjadi pemimpin yang akan dijadikan tempat bertanya. Orang-orang bodoh ini akan berfatwa tanpa ilmu.. » ' „ . f > .CJJOl ^yali (UJl . -jV (imor /j/n Abdul Aziz menulis sura! kepada Abu Bakar bin flazm. = . Janganlah engkau terima keeuali dan hadits Sabi. D a n Abdullah bin Amr bin 'Ash RA katanya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda. I jjiiti ^ JJU -j 100.

'. Rasulullah mengucapkan hadits ini pada saat haji wada'. Arabi berkata. peringatan bagi pemimpin yang bodoh. Dan kalimat ini dapat diartikan. " P e l a j a r i l a h i l m u s e b e l u m d a l a n g m a s a p u n a h n y a i l m u l e r s e b u l . J^. Dalam nwavat Muslim disebutkan 'Sy.- Dalam riwayat Abu Al Aswad pada kitab —'.l •-. " " P u n a h n y a i l m u i l m u i t u d e n g a n p u n a h n y a p a r a u l a m a ( o r a n g y a n g m e n g u a s a i l e r s e b u l \. karena sebelumnya umat masih bergantung kepada hafalan. dan larangan bagi orang yang beram mengeluarkan fatwa tanpa berdasarkan ilmu pengetahuan. „Uji "i (Allah tidak menarik kembali ilmu pengetahuan dengan jalan mencabutnya) atau menghapus ilmu dari lubuk hati sanubari. J ^ L > A l I ' i i s h a m karangan Imam Bukhari disebutkan (mereka memberikan fatwa dengan pendapainya). bahwa pada /aman sekarang ini tidak ada lagi seorang mujtahid.U b) J=- . bahwa ini adalah awal mula penulisan hadits Nabi. L _i' J'. dan kita akan membahas masalah ini dalam kitab A l I ' t i s h a m . "Bagaimanakah cara ilmu diangkat atau dipunahkan? Beliau bersabda. maka ia berpendapat bahwa penulisan ilmu berani usaha untuk melestarikan ilmu itu sendiri. Hadits mi berisi anjuran menjaga ilmu.—-f- . Hadits ini juga dijadikan alasan oleh jumhur ulama untuk mengatakan. peringatan bahw a yang berhak mengeluarkan fatwa adalah pemimpin yang benar-benar mengetahui. i n s y a A l l a h . begitu pula dengan hadits vang diriwayatkan oleh Imam Muslim. FATHUL BAARI — 375 . sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Thabrani dan hadits Abu Umamah.Keterangan Hadits: (Tulislah). Pada saat Umar bin Abdul Aziz merasa khawatir akan hilangnya ilmu dengan meninggalnya para ulama. bahwa saat haji Wada' Nabi SAW bersabda._ .

i l l a h A n t a r a b e l i a u b e r s a b d a . k h u s u s b e l a j a r i t u " p e r m o h o n a n d a r i A n d a . Dan A b u S a i d A l K h u d r i k e p a d a F L . 3 7 6 — FATHUL BAARI . s e m u a k a r e n a s e d i a k a n l a h M a k a S a b i w a n i t a . S a b i . o r a n g ? " K e t e r a n g a n Hadits: U __J. j ." "Ya dua orang juga." B e r t a n y a s e o r a n g w a n i t a .* ' t ' ' ' ^j^J J l i ' ' ' ' t L » — *jl^J i' ^. menggeneralisasi semua perintah-Nya dimaksudkan untuk (Seorang wanita berkata). maka niscaya kematian mereka akan menjadi dinding baginya dari api neraka. t a ' t a ' n i t s . Menurut riwayat Al Karimah ( -4^ij) dengan wT tambahan Kemudian timbul pertanyaan apakah hukum dua dapat diikutkan dalam hukum tiga atau tidak? Akan dijelaskan lebih lanjut pada bab "Al Janaiz". (Dan dua). k a m i w a n i t a w a k t u O l e h d a p a t m e n g a j u k a n u n t u k k a r e n a b e l a j a r . " k a l a u d u a K e m u d i a n j a w a b b e l i a u .1 k a l a n y a . "Barangsiapa diantara kalian tertimpa musibah. Menurut sumber lain wanita tersebut bukanlah Ummu Sulaim.kematian tiga orang anak. objek (bersedekah) yang diperintahkan. Rasulullah SAW. sebagaimana akan kami jelaskan pada bab "Al Janaiz".i . Namun demikin. ' r- a ' i s 3 s f s " 1 '' ' ' '' ' ' r 'i i - l i j j j ^yk 4j*>Ij f J j i j a ^ ' i .35.p e r i n t a h . Wanita itu adalah Ummu Sulaim. w a k t u b a r a n g s e h a r i u n t u k k a m i m e n j a n j i k a n d i m a n a S a b i k e p a d a d a p a t m e r e k a p e n g a j i a n d a n u n t u k m e n g a j a r i l a i n m e r e k a m e n y a m p a i k a n p e r i n t a h . "J—A'S'I* pilihan dan ketetapan dikembalikan kepada P e n g h a p u s a n (Rasul memerintahkan) untuk bersedekah. " K a m i w a k t u t i d a k t e l a h ' S e j u m l a h m e m p e r o l e h d i i s i o l e h a g a r s u a t u p r i a . R A S U L U L L A H M E N G A J A R I K A U M W A N I T A f .1 j ' l' ^QV\Cjt 101.L i (Maka sediakanlah untuk kami) atau tentukanlah untuk kami.

bahwa anak yang meninggal dunia sedang dia belum mencapai umur baligh.v. bahwa para istri sahabat terdahulu sangat m. atatan: Dan sanad hadits ini. Arti dari hadits ini. Dalam hadits ini juga dinyatakan. maka ia akan menjadi dinding pemisah antara orang tuanya dan api neraka. Iladils A b i Hurairah ini (hadits >ang sanadnva sampai kepada Rasulullah). i l i g h .uga ajaran agama dalam setiap sisi kehidupannya. karena dosa manusia dicatat setelah mereka mencapai akil baligh. Dengan kata lain. Barangsiapa kembali ke hadirat Allah dengan meninggalkan kedua orang tuanya. bahwa anak yang belum akil baligh tidak pemah melakukan perbuatan dosa atau durhaka kepada orang tuanya. dan anakanak orang Islam akan masuk surga selelah meninggal dunia. Penambahan jalur sanad pada hadits Abu Hurairah. yaitu anak \ ang meninggal tersebut belum mencapai umur akil baligh.- < ^ j ^ ^ ^ ^ JA1 ^ -.P « J ^ V I ^ W-_Jl ^- J' JLP )2. o r a n g ' A k u a n a k m e n d e n g a r y a n g b e l u m A b u a k i l H u r a i r a h b e r k a l a . M u b h a m m a r t u ' FATHUL BAARI — 377 . dengan demikian orang tua akan merasa sangat sedih jika ditinggal mati oleh anaknya yang belum mencapai umur akil baligh. maka tidak akan mendapatkan dosa. a z m Dan' d a r i " A b d u r r a h m a n A b u b i n A l A s h f a h a n i " T i g a b e r k a t a . kita dapat memahami dua hal: Riwayat Ibnu Al Ashfahani vang pertama adalah hadits (hadits yang sanadnya tidak jelas).

Jika bukan karena rahmat Allah yang menjadikan amal perbuatan tersebut diterima di sisi-Nya. M E N A N Y A K A N SESUATU YANG D I D E N G A R SAMPAI M E N G E R T I A ^Jt a ' . "Barangsiapa A l l a h r i n g a n ' " dihisab (diperiksa) akan b e r f i r m a n . m e n g e r t i . D a r i i b n u s a b d a A b i M u l a i k a h d a n d i a b a h w a t i d a k S a h i A i s y a h m e n g e r t i s a m p a i i s t r i S a b i . 1 ' * " i y u V LUJ. maka hadits ini mengandung isyarat diperbolehkannya mengadakan dialog dan 3 7 8 — FATHUL BAARI . i. i' l' s . karena perbuatan baik seorang hamba tergantung apakah perbuatan tersebut diterima atau tidak. lU^I—i (Binasa). Hadits ini menjelaskan antusiasme Aisyah untuk memahami makna setiap hadits. j-—> J (Dihisab dengan teliti).* ^-t-J Jlj Jll-j ' * fyJjjjl J w — ' . " B u k a n k a h y a n g (Qs. " N a n t i a k a n disiksa. 0 3 " - ° » 103. -.A_i O J ^ r l j C U l J CiJLP l l J l i ^ j j ^ . dan Nabi pun tidak pernah merasa bosan untuk menjelaskan setiap ilmu yang ditanyakan. m e n a n y a k a n N a b i k e p a d a d i a P a d a b e r s a b d a . bahwa pemeriksaan Allah terhadap seorang hamba akan menyebabkan adanya siksaan. " p e r h i t u n g a n m e n j a w a b . K e t e r a n g a n Hadits: y'f-*!' berarti menghadapkan seorang hamba di depan pengadilan Allah. a p a b i l a m a k a d i a d i a s u a t u m e n d e n g a r a k a n k e t i k a A i s y a h d e n g a n N a b i k e m b a l i m a k s u d n y a ." d i h i s a b N a b i b e r k a t a . Al lnsyiqauq (S4): X) "Itu hanya dihadapkan saja (di hadapan pengadilan Allah).Al) I ^LJ? >J Al) I J _ j i ' ' \ * . Maksudnya. ^Jj.J .36. maka dia tidak akan selamat dan siksa-Nya. llf.l i * J ! jl ASyJ ^ j > . tetapi orang yang dihisab dengan teliti akan binasa.

i n s y a A l l a h akan dijelaskan dalam kitab A l I ' t i s h a m dan A r . " Kasus serupa juga pernah terjadi pada selain Aisyah. Penjelasan lebih lanjut mengenai hai ini. menghubungkan Sunnah dan Al Qur'an serta perbedaan manusia dalam pemeriksaan (hisab) Allah. " H a i o r a n g . " T i d a k m e d a n a k a n m a s u k n e r a k a B a d a r m e r e k a . Maryam (19):71) Kemudian Beliau menjawab.—>-• (hadits Aisyah).mendiskusikan sesuatu.h a l y a n g d i t e r a n g k a n k e p a d a m u . m e r e k a y a n g m e n a n y a k a n t e r m a s u k m e n g e n a i h a l i t u . m e l a i n k a n d a r i p a d a m u . " A d a p u n m a k a o r a n g . h a l . m e n d a l a n g i n e r a k a i t u . " °J* S. FATHUL BAARI — 379 . " K e m u d i a n K a m i a k a n m e n y e l a m a t k a n o r a n g . karena mereka mengerti dan memahami bahasa Arab Dari sini dapat dipahami. Kemudian muncul pertanyaan. u n t u k m e r e k a m e n g i k u t i f i t n a h s e b a g i a n m u t a s y a b i h a t m e n i m b u l k a n " A p a b i l a m e r e k a k a l i m a t "(Qs.' Nabi menjawab bahwa maksud dan kata Ui^I (aniaya) dalam ayat tersebut adalah syirik kepada Allah. • • . sebagaimana dalam firman-Nya.—s :J 1 Oleh sebab itu. (hadits Hafshah) dan 'J-*. bahwa pertanyaan yang dilarang sebagaimana yang dijelaskan di depan adalah pertanyaan vang akan menyulitkan orang yang bertanya.- (hadits sahabat). maka Rasulullah menjelaskan arti khusus dan kata lersebul Kejadian seperti ini tidak banyak terjadi di kalangan para sahabat.o r a n g y a n g d a l a m h a t i n y a a y a t . seperti dalam hadits Hafshah ketika mendengar sabda Nabi yang menyatakan. " t i d a k a d a s e o r a n g Hafshah p u n berkata. " (Qs Maryam (19) 72) Ketika turun ayat \^S' 14. ' " (Qs.o r a n g y a n g b e r i m a n . p e r t a n y a a n a k a n s e s u a t u h a ! k e p a d a m e n g a j u k a n N a b i . J 4 — s a h a b a t menanyakan siapa yang tidak berbual / h a h m (aniaya) terhadap dirinya sendiri'.-^-r U.m e r e k a d a n ' D a n v a n g m a t i s y a h i d d a l a m p e r t e m p u r a n H u d a t b t y a h . m e n y u s a h k a n d i l a r a n g u n t u k "(Qs.a y a t c o n d o n g y a n g k e p a d a k e s e s a l a n .R i q a q .o r a n g / j a u h i l a h ) . Aali Imraan (3): 7) atau dalam hadits Aisyah. diceritakan bahwa Umar pernah mengingkari dan menghukum seorang bernama Subaigh karena terlalu banyak mengajukan pertanyaan. apakah hal ini tidak berarti larangan bagi para sahabat untuk banyak bertanya sesuai dengan FirmanNya. _". Pengertian yang dapat diambil dari ketiga hadits tersebut.^ 1 ~: ' j _ . "Bukankah Allah berfirman. j i k a j a n g a n l a h k a m u m e n a n y a k a n n i s c a y a " K a m i ( k e p a d a N a b i m u ) k a m u . A l l a h m a k a p a d a d a l a m a n c a m a n k a l i a n a d a l a h m e l i h a t o r a n g . Al Maa'idah (5): 101) dan hadits Anas.o r a n g y a n g b e r t a k w a . yaitu adanya kata yang masih mempunyai pengertian yang sangat umum.

maka katakanlah kepadanya. 1 _I _ » L ^ J ^. l a n g s u n g " B e l i a u b e r s a b d a . /)«/"/' f/'/ A m r u s a v u s e d a n g S v i t r a i h m e n g i r i m R A . . .A J -jijl « ^~LS aLfr . - . d i S a i d k e t i k a t e n t a r a S a h i M a k k a h .J . . M E N Y A M P A I K A N ILMU BAGI Y A N G HADIR K E P A D A YANG TIDAK HADIR S -'S O y 'J AJ. JUlaJ .j>. C O 1 ^ ^ i l J JL 1 ^S'L 1 ?J&5 &\> 'j*'y. ._l-XJ _-. k e d u a d a h u l u b e l i a u t m m e n g u c a p k a n n a m a s a b d a n y a A l l a h n g a g u n g k a u l a l u "Sesungguhnya kota Makkah diharumkan Allah dan tidak diharamkan oleh manusia.W ? AL) J j i ' L*J^ 0 j ^ l j J^JJ -J J-^O 5 C pj^i.Ju. Jika ada arang yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah halal karena Sabi sendiri berperang di kota Mukkah.. 1 .TIIAJ! o-- JL» W'JJM LJH J ^ J J V_.37. 'Sesungguhnya Allah hanya memberi izin kepada Rasul-Sya saja dan tidak memberi izin kepada 3 8 0 — FATHUL BAARI . . ^ V J j i i L-Jliil luLiJi AJJij» -cS'C ' 4 ^ " A ' f'pl t ^ y N J .' V L ' T J O I . . - ^ . • 1 . s ' . - . • A ^ P D' j* I \^ —1 ^ ipll* . S a b d a l a n g s u n g d a n d e n g a n k u p a h a m i m a t a k u m e m u j i l a n g s u n g k e t i k a d a n d e n g a n k u l i h a t i n i .S. d i a b e r k a t a k< k e p a d a A m r u b i n A m r u . l' . f i . Tidak hului bagi orang yang percaya kepada Allah dan hari akhir untuk menumpahkan darah dan menebang pohon-pohon di Makkah. 0 AJJ! J J A J .^>. ^ . y a n g : m " W a h a i i z i n k a n l a h p a g i h a r i k e d u a m e n y a m p a i k a n k o t a s a b d a d i u c a p k a n k u d e n g a r h a t i k u b e l i a u p e n a k l u k k a n t e l i n g a k u .J JJ>L J J A!) J' I J » I I Li_J .p ^I CI J I S J^II JII 104. A tjj j ^ Ui'i AJC»~. . . d e n g a n t e r l e b i h M a k k a h .^LUJC. F J_J I J U I ^ I P JL*. .

hnya. tidak disebutkan kata (ilmu) Bentuk seperti ini menunjukkan bahwa beliau hanya menyampaikan makna haditsnya saja. orang yang lari dengan darah /pembunuh) dan tidak pula melindungi pencuri. yaitu orang >ang hadir harus menyampaikan kepada yang tidak hadir perihal pertemuan yang dihadirinya. sedang anaknya Abu Bakar meninggal terlebih dahulu sebelum meninggalnya Muawiyah. Demikian kisah singkat yang diakhiri dengan kesepakatan para penduduk kota Madinah untuk melepas jabatan kekhilafahan dari tangan Yazid bin Muawiyah. ( D i a mengirim pasukan) atau Amru mengirim pasukan ke kota Makkah untuk memerangi Abdullah b m / u b a i r yang menolak untuk membaiat kepemimpinan Ya/id bin Muawiyah. kemudian Yazid bm Muawiyah memerintahkan kepada para stafnya untuk mempersiapkan pasukan perang. itu pun hanya sesaat di siang hari penaklukan. "Apakah jawaban yang dikemukakan Amru?" Abu Syuraih berkata. Hendaklah yang hadir menyampaikan hal ini kepada yang tidak hadir. o. Kalimat ini menunjukkan adab dan etika 1 yang halus untuk mengingkari para pemimipin vang menyimpang dan zhalim. FATHUL BAARI — 381 . saya lebih tahu dari anda. 'Hai Abu Syuraih. karena kewajiban yang diperintahkan dalam hadits ini adalah menyampaikan ilmu. Anaknya Umar turut serta membaiat Ya/id selelah kematian ayahnya. kemudian kesucian kota ini kembali seperti semula. Kota Makkah tidak akan melindungi pendurhaka. Secara singkat kisah tersebut. Keterangan Hadits: Kata l» 1 —' di sini artinya orang yang hadir dalam sebuah pertemuan. . bukan lala/. Inilah yang menjadi akar masalah yang menyebabkan pembunuhan Husein. j-e (Izinkan saya). bahwa Muawiyah menyerahkan kursi keklulafahan kepada Ya/id bin Muawivah Seluruh masyarakat membaiat kepemimpinannya kecuali liusain bm Ah dan / u b a i r .anda sekalian. J . _ S .—iJ.'" Seseorang bertanya kepada Abu Syuraih. karena Amru adalah wali yang diutus Ya/id bin Muawiyah untuk kota Madinah. Dalam jalur sanad yang diriwayatkan dan Ibnu Abbas dan selainnya. Uain halnya dengan Ibnu Zubair yang tetap bersiteguh meminta perlindungan kepada Makkah. sedang Husein pergi menuju Kufah untuk mencari dukungan yang mau membaiat beliau. . "Dia menjawab. ^ — .

> (Lari menghindar). Menurut Ibnu Baththal jika huruf kha ' berharakat dhammah berarti kerusakan.(waktu). yaitu memotong dengan alat pemotong seperti kapak. menunjukkan. maksudnya melarikan diri untuk berlindung di Makkah supaya tidak dihukum (diqishash) i—Dalam riwayat Al Mustamli berarti pencurian. yaitu menumpahkan darah atau melakukan pembunuhan. ^ > — . •A ^ (Tidak melindungi). Dalam musnad Imam Ahmad disebutkan rentang waktu tersebut adalah dari terbitnya matahari sampai waktu ashar. Hal ini fathu Makkah (pembukaan kota Makkah). Diharamkannya kota Makkah itu berdasarkan wahyu Allah. Nabi berkhutbah pada hari kedua setelah (Aku mendengarnya dengan kedua telingaku). 3 8 2 — FATHUL BAARI .L—-J' (Keesokan hari). Makkah tidak memberikan perlindungan bagi orang yang berbuat maksiat untuk menghindar dan hukuman yang ditetapkan syariat. dia hafal dan yakin tidak salah dalam mendengarkannya. dan izin yang diberikan kepada Nabi adalah izin berperang. bukan izin memotong pepohonan. bukan hukum yang dibuat oleh manusia. Maksud dalam hadits ini adalah waktu pada hari jathu Makkah. '^i (Tidak diharamkan oleh manusia). tapi jika berharakat fathah berarti pencurian. bahwa selain mendengarkan sendiri khutbah tersebut secara langsung.

• • . Bugi yang hadir sampaikanlah hal ini kepada yang tidak hadir. FATHUL BAARI — 383 .m e n g e n a i Keterangan Hadits: Kalimat \. ' B u k a n k a h ' s e b a n y a k " R a s u l u l l a h s u d a h d u a k a l i a k u S A W m e m b e n a r k a n h a l i t u . k e m u d i a n h a l m i b e r k a t a . apakah kata ini disebutkan oleh Ibnu Abi Bakrah atau tidak. s e b e l u m n y a s a m p a i k a n .. sebagaimana diharamkannya hari kalian dalam bulan kalian ini.105 D a r i A b u B a k r a h d i s e b u t k a n b a h w a M u S a b i h a m m a S A d W b e r s a b d a . Yang dimaksud Muhammad dalam hadits di atas adalah Ibnu Siriti. Ungkapan ini menunjukkan bahwa perawi ragu atas perkataan ! _ > ^ ' i U (kehormatan kalian). Z—_Li 'i'i (Bukankah sudah aku sampaikan). b e r k a t a . ' A k u "Sesungguhnya k i r a b e l i a u darah dan harta kalian " k e h o r m a t a n k a l i a n - b e r k a t a . Perkataan ini adalah ucapan Rasulullah. X~S'} (Aku kira). i ' a d a s a a t i t u M u h a m m a d b e r k a t a .— Z' / s (Disebutkan bahwa Nabi) menunjukkan bahwa Abu Bakrah menyampaikan hadits tentang sesuatu yang pernah disampaikan oleh Rasulullah. adalah haram bagi kalian.

A l i b i n A l J a ' d i b e r k u t u . Sebagian mereka berpegang kepada beberapa l a r g l u b t a r g h i b t a r h i b t a r h i b 3 8 4 — FATHUL BAARI . b e r k a t a . b e r s a b d a . jli ^ -J1 Jli A_m_i u j l i JjrjrJI v M " L - J' O ' 106. m e n d e n g a r m e n g a t a k a n " M a n s h u r R i b 'i b i n m e n g a b a r k a n H i r a s y S A i V k e p a d a k u . seperti wajib. haram dan makruh. " S v u ' b a h m e n g a b a r k a n " D i a d i a k e p a d a k u . dengan alasan bahwa kebohongan itu adalah untuk Nabi. m e n d e n g a r " D i a ' A k u A l i b e r k a t a .38. janganlah kalian menisbatkan kebohongan kepadaku. sesungguhnya barangsiapa yang berbohong atas namaku maka hendaknya ia masuk neraka. sunah. Kata ' .'. Golongan Karramiyah membolehkan melakukan kebohongan dalam masalah dan untuk menguatkan apa yang ada dalam Al Qur'an dan Sunnah. "Kami tidak melakukan kebohongan atas Nabi." Mereka beralasan bahwa mengatakan sesuatu vang tidak dikatakan Nabi tidak berarti melakukan kebohongan kepada Allah SWT. karena Nabi sendiri telah melarang semua bentuk kebohongan. karena kebohongan tersebut telah membantu untuk menguatkan hukum-hukum syanah. 'Janganlah kalian berbohong atas namaku. Alasan itu menunjukkan kebodohan mereka dalam memahami bahasa Arab. DOSA O R A N G Y A N G B E R B U A T D U S T A T E R H A D A P NABI . Suatu kaum yang bodoh telah terpedaya.L<J dalam hadits ini mengandung pengertian umum. •JL-*^. Bohong '_. b a h w a b e r k a t a . «J . tapi kami sebenarnya melakukan ini dalam rangka untuk membela agama dan syariat beliau. sehingga mereka membuat hadits-hadits palsu mengenai (janji) dan (ancaman) dan mengatakan. yaitu mencakup semua jenis kebohongan.^ (atas diriku) tidak mempunyai maksud lain. Maksudnya. yaitu diperbolehkan melakukan kebohongan untuk Nabi.'" b a h w a N a b i K e t e r a n g a n Hadits: 7__^ " i (Janganlah kalian berbohong alas namaku)..

p. — i » .^ kalian memakan riba dengan berlipat ganda. Al A n ' a a m : 151) dimana membunuh anak. "Aku pernah berkata kepada Zubair. J** l^144) 1 dari berbual kebohongan terhadap u^OJ untuk menyesatkan "Jangan/ah anak manusia" dan ayat. Amir bin Abdillah bin Zubair dari ayahnya. melipatgandakan riba dan menyesatkan dalam ayat-ayat di atas berfungsi untuk menekankan (ta'kid) masalah yang disebutkan dalam ayat." fl f*i ' ' ' i * ' i- I .~ * — • ' .I .sebab kebohongan yang dilakukannya. bukan untuk mengkhususkan hukum tertentu. Aali Imraan ( 3 ) : 1 3 0 ) "i'j "Dan janganlah kamu membunuh anak kamu karena takut kemiskinan.u^ \yyAi Js- J* jyu J S J J . Demikian pula dengan firman "Siapa yang lebih zhalim Allah 'J'JJV bahwa hadits ini adalah hadits mursal. Al An'aam (6): y ^ J.- = ' ' i . Hadits mi diperkuat oleh hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim melalui jalur sanad Cihundar dan Syu'bah dengan lafadz •••—. yJli J-JJ u^i" JJ y orang yang (Qs. AJJUI p ^ 1 L.' L ' llS" pUji • a JXsi dt s A *t ' o d'' j s*._ y ^ °Jfa JLJ OVJjj JtAi r C->-b-o '-"\ . y—'j* ^ J t (Hendaknya ia masuk neraka]. "Kebohongan yang disampaikan atas namaku akan dimasukkan ke dalam neraka. - ' a .' i ' . bahwa aku tidak pernah mendengar F A T H U L BAARI — 385 . misalnya hadits yang dikeluarkan oleh Al Bazzar dari Ibnu Mas'ud yang menyebutkan. apakah hadits mursal dan j.~>-^" 'J* "Barangsiapa yang melakukan menyesatkan manusia. o i * J l j ^ ^ Jl v *sS xs. 0 s s " t 0 . " Hadits maushul. ''Js'z. y—Di y j-al.yJJI 107. 'Ji. dia berkata. f W-J J^JJ^J * s . ini Daruquthni 1 kebohongan atas namaku untuk atau masih dipertentangkan. * - - 1 V ^\ f. " ( Q s .' r "Barangsiapa berbohong atas namaku maka akan masuk neraka." Juga hadits yang diriwayatkan oleh ibnu Majah melalui jalur sanad Syarik dan Manshur.riwayat hadits yang tidak dapat dikukuhkan kebenarannya karena adanya penambahan matan hadits." . * -• o .y Hakim lebih condong untuk mengatakan. Allah. Masuknya seseorang ke dalam neraka adalah .." ( Q s .

" K e t e r a n g a n Hadits: Zubair dalam hadits ini adalah Ibnu Al Awwam (Zubair bin Awwam) . a k u d a n N a b i t e r i k a l N a b i H a l a l i Z a h r a h . . m e n d e n g a r N a b i b e r s a b d a . akan tetapi dia tidak melakukan hal tersebut untuk menjaga makna hadits yang disampaikan. i tanpa menggunakan kata . Zubair menyebutkan hadits dengan jalur sanad v ang berbeda. t e t a p i a k u p e r s a u d a r a a n K h a d i j a h b i n t i a d a l a h y a n g s u n g a i I b u d e k a t . karena Zubair selalu bersama Nabi dan sebagaimana lazimnya dia selalu mendengar haditshadits Nabi dan akan menyampaikan kembali hadits-hadits tersebut kepada orang lain. kata sambung yang dipakai adalah (tetapi). (Sebagaimana si fulan dan si fulan lainnya meriwayatkan hadits). i s t r i b i b i k u . Diantara nama kedua orang ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ibnu Majah. A m i n a h a n a k d a n n e n e k k u M a n a j ' b i n a k a n W a h i b d a n k e d u a n y a i s t r i N a b i a d a l a h A i s y a h p e r e m p u a n d a l a h d a r i i s t r i k u p e r n a h k e d u a n y a " b e r s a u d a r a . Ismail dan Zubair 'ZlS. artinya bahwa Zubair tidak pernah berpisah dari sisi Nabi sejak dia masuk Islam.. „-. N a b i N a b i b i n t i a d a l a h w a h a b i b u k u . m a k a a k a n l e m p a r u n t u k i i ) n e r a k a .•'—< : jy — 'Si * — J ^ — (Aku tidak pernah berpisah dengannya). akan tetapi aku pernah mendengar Rasul bersabda. Kata ini diucapkan Zubair dalam rangka menjaw ab pertanyaan ayahnya.engkau meriwayatkan sebuah hadits pun dan Rasul sebagaimana si fulan dan si fulan lainnya menwayatkan hadits. sedang Ibnu Majah dan Ismaili dari Muadz dari Syu'bah menambahkan matan sanad dengan kata ij—lili. karcr. Oleh karena itu.a Zubair ikut hijrah ke 1 labasyah dan tidak ikut hijrah bersama Nabi ke kota Madinah. Lain halnya dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi 3 8 6 — FATHUL BAARI . Aku tidak banyak meriwayatkan hadits. . kemudian Zubair berkata. '"Aku memang tidak pernah berpisah dari sisi Rasul." Zubair berkata. adalah Abdullah bin Mas'ud.(Barangsiapa yang melakukan kebohongan atas x namaku) Matan hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari." Maka kutanya kepadanya kenapa seperti itu. Dengan kata lain sebagian besar waktunya dihabiskan bersama Nabi. Dan ayah Hisyam bin Urwah dan Abdullah bin Zubair berkata. " B a r a n g s i a p a d i s i a p k a n y a n g m e l a k u k a n a d i k e b o h o n g a n a l a s n a m a k u . (dengan sengaja). artinya tidak pernah berpisah dari sisi Nabi SAW Dalam riwayat Ismaili ditambahkan kata S. " W a h a i b i b i a n a k k u .

Zubair memilih untuk tidak terlalu banyak meriwayatkan hadits. Dalam arti jika orang tersebut telah berniat untuk berbohong. Artinya. barangsiapa yang takut banyak melakukan kesalahan. maka dia harus memerintahkan dirinya untuk mengambil tempat di neraka." F A T H U L BAARI — 387 . baik disengaja atau sebab kesalahan. sindiran atau doa bagi orang vang melakukan kebohongan. yaitu masuk neraka. maka semakin besar kemungkinan terjadi suatu kesalahan. Sikap Zubair inilah yang kemudian menjadi dalil pendapat yang benar untuk mengartikan kebohongan dengan menyampaikan sesuatu yang tidak sebenarnya. peringatan. Untuk berpegang teguh pada hadits ini. Allah akan menyediakan suatu tempat bagi mereka (neraka). dalam matan hadits ini tidak menyebutkan kata i ^ U (dengan sengaja). • — J * — S S (Barangsiapa berbohong dengan meriwayatkan sesuatu dariku). Ath-Thibi mengatakan. Walaupun kesalahan dalam menyampaikan sesuatu itu tidak berdosa menurut konsensus ulama. Telah diriwayatkan dari Ahmad dengan jalur sanad shahih dari Ibnu Umar (dibuatkan rumah untuknya di neraka). maka dia juga telah berniat untuk menerima ganjarannya. tapi dia bisa menjadi berdosa jika terlalu sering melakukan kesalahan. namun Zubair tetap khawatir akan sering terjebak dalam kesalahan. Zubair dan sejumlah sahabat lainnya tidak banyak meriwayatkan hadits. Artinya barangsiapa yang berbohong atas nama Nabi. Semakin banyak beliau menyampaikan. »-*—«•* ''SJJ (Disediakan tempatnya). dan orang yang mempunyai kredibilitas l s i q a h (dapat dipercaya) sulit dilihat kesalahannya. Kata perintah ini mempunyai makna berita.dengan jalur sanad yang lain namun lelap bersumber dan Zubair dengan menggunakan lafazh. "Matan hadits ini mengandung isyarat untuk sengaja melakukan dosa dan balasannya. Menurut Al Karmani. maka orang lain akan mengamalkan apa yang disampaikannya Selanjutnya. Oleh karena itu. hal ini karena keyakinan mereka akan kebenaran yang disampaikannya atau karena mereka sudah lanjut usia sehingga ilmu mereka sangat dibutuhkan untuk dijadikan rujukan (tempat bertanya). kata perintah ini lebih cenderung menunjukkan arti yang sebenarnya. sedang dia tidak merasakan kesalahan tersebut Walaupun dia tidak berdosa karena kesalahan. sehingga merekapun tidak mungkin menyembunyikan ilmu. Kalaupun mereka meriwayatkan hadits dalam jumlah yang banyak. maka tidak ada jaminan akan terbebas dari dosa jika ia dengan sengaja memperbanyak menyampaikan sesuatu.

Meskipun demikian Anas tetap sebagai peraw i yang banyak meriwayatkan hadits. s e m u a v a n g d i k a t a k a n R a s u l u l l a h . maka dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya. " S e a n d a i n y a k e p a d a m u s a y a t i d a k a p a t a k u t s a l a h . " K c t e r a g a n Hadits: Yang dimaksud dengan kala di sini adalah jenis hadits atau k a t s r a h pembicaraan. seperti dalam hadits tentang dan b a s m a l a h . (memperbanyak) karena lal'a/h inilah yang cocok Barangsiapa yang mencari sesuatu di tempat yang dijaga.i". k e p a d a s e n g a j a k a l i a n . . m e l a k u k a n i a k e b o h o n g a n t e m p a t m u m e n g a t a s n a m a k a n h e n d a k n y a m e n e m p a t i n e r a k a . s e s u n g g u h n y a d e n g a n d i S a b i b e r s a b d a . " Sebagian orang mengatakan.108.h /. Jika ia mau meriwayatkan semua hadits yang ada padanya. maka kata tersebut disifati dengan (banyak). m e m p e r b a n y a k 3 8 8 — FATHUL BAARI . m e m p e r b a n y a k a i r k e t i k a w u d h u m a k a n a n . Dalam hal ini Anas merasa khawatir sebagaimana yang dirasakan oleh Zubair. bahwa Anas tidak menwa\atkan hadits kecuali setelah diteliti terlebih dahulu keabsahannya dan meninggalkan apa yang diragukan. maka tumlahma akan lebih banyak lagi Dalam riwayat Itab dikatakan.4/iii. tidak dengan m a k n a m a Hat itu dapat diperhatikan dari ungkapannya. Riwayat-riwayat tersebut dapat kita temukan. Ahmad) Diterangkan juga. " S e s u n g g u h n y a k a r e n a s a y a d i l a r a n g b a n y a k m e r i w a y a t k a n " B a r a n g a k u . "Seandainya saya tidak takut salah" meskipun masih harus diteliti kembali kebenaran pendapat mi sebagaimana yang diketahui dari Anas. m a k a o l e h s a y a a k a n m e n g a t a k a n (HR. karena di wafat paling akhir sehingga ia sangat dibutuhkan dan tidak mungkin untuk menyembunyikan hadits Rasulullah. Dalam bal ini tidak memperbanyak meriwayatkan alau membicarakan (hadits) merupakan sikap hati-hati. maka dia menjelaskan dengan lafa/. bahwa ia mendengar Amis berkata. bahwa Anas selalu meriwayatkan hadits dengan lafazh. yaitu diperbolehkan meriwayatkan hadits dengan makna seperti yang diriwayatkan oleh A! Khatib dari Anas secara jelas.v h a d i t s s i a p a m a k a b e r k a t a .

( .Kata ' . sehingga mencakup semua jenis dusta." b e r s a b d a . meskipun kita mengetahui bahwa meriwayatkan hadits dengan lafazh adalah lebih utama daripada menwayatkannya dengan makna. -s ' ' i ' aJuuL* fcJL_J J s '' U' 'u" 109. Mereka mengatakan. baik ia mengatakan "Rasulullah telah bersabda. - s I J * 'j*) • .V dalam hadits ini ditulis dalam bentuk nakirah (indefinit). Lafazh hadits ini secara zhahir mengandung larangan untuk meriwayatkan hadits dengan maknanya. maka tempatnya di neraka. atau Rasulullah lelah melakukan. Sehingga keduaina diungkapkan dengan kala (dusta) kepadanya. karena itulah yang banyak terjadi. maka termasuk dusta. dimana perbuatan termasuk dalam keumuman hadits Zubair dan Anas sebelumnya. I ^ s i 1 > * 3 <?i 'f" f ' " ' * " o " 9 " o f F A T H U L BAARI — 389 .'lw I . "yjj *—--J S - ] ! l 5 ~y—") . Disampmg itu ucapan juga termasuk dalam kategori perbuatan. karena keduanya sama dalam alasan dilarangnva perbuatan tersebut. seperti hadits Abu Hurairah yang disebutkan setelah hadits Salamah Keduanya tidak mempunyai perbedaan. i - > v-*.^ : ^jr-^ .. . aku dengan mengatakan hendaknya ia menempati Keterangan Hadits: Dalam hadits ini disebutkan "perkataan atau ucapan". padahal beliau tidak mengatakan atau melakukannya. namun pendapat uu disanggah oleh pendapat yang membolehkannya. bahwa maksud larangan tersebut adalah larangan meriwayatkan hadits dengan lafazh yang dapat merubah hukum. i u b e r k a l a b a h w a i a m e n d e n g a r R a s u l u l l a h "Barangsiapa mengatasnamakan sesuatu yang tidak aku katakan. D a n S a l a m a h .. J V S . Jika hal ini terjadi.

seperti Imam Al Juwaini yang dilemahkan oleh anaknya. kecuali dusta >aug bertujuan untuk memperbaiki dan laiuu>a. bahwa orang yang berdusta atas nama Rasulullah untuk menghalalkan yang haram misalnya. dan sesuatu yang menyebabkan kekufuran adalah kuiur. k a t a n y a N a b i S A W b e r s a b d a . dusta terhadap Rasulullah adalah termasuk perbuatan dosa besar. Adapun Imam Muslim hanya menyebutkan bagian akhir hadits ini yang merupakan tujuan bab y ang sedang kita bahas. Jika ada yang bertanya. Hanya saja dalil yang qath'i mengatakan. dan kita mengetahui bahwa kemaksiatan akan mendapat ancaman neraka. sedangkan dusta terhadap selamnya termasuk dosa kecil. Kedua. Bahkan secara zhahir pelakunya tidak akan keluar dari neraka. m e n j e l m a m e l i h a t k u . } karena dia tidak mempunyai tempat selain neraka.110. Untuk itu ancaman keduanya tidaklah sama. bahwa pelakunya tidak dihukumi katir kecuali ia meyakini kehalalan sesuatu vang haram tadi. bahwa yang kekal dalam neraka adalah khusus orang-orang kafir. demikian juga dengan lamanya berada dalam neraka sebagaimana y ang diisyaratkan dalam kata '' lis. B a r a n g s i a p a n a m a k u . R . Adapun iumhur ulama mengatakan. Alasan penulis menyebutkan hadits ini secara lengkap adalah untuk mengingatkan bahwa berdusta atas nama Nabi baik dalam keadaan sadar atau tidur adalah sama hukumnya. pelakunya dihukumi kafir menurut sebagian ulama. Sedangkan Ibnu Munir berpendapat. " N a m a i l a h y a n g d i r i m u d e n g a n d a n j a n g a n m e m a k a i m a k a s e p e r t i d i a g e l a r k u . m a k a b i a r l a h m e n e m p a t i t e m p a t n y a K e t e r a n g a n Hadits: Pengarang juga menulis hadits ini dengan lengkap dalam masalah "adab". maka apa perbedaan ancaman dusta terhadap Rasulullah dengan dusta terhadap selainnya'.' Jawabannya ada dua: Pertama. maka Nabi membedakan antara dusta kepadanya dengan dusta kepada selamnya sebagaimana yang 3 9 0 — F A T H U L BAARI . D a r i A b u H u r a i r a h n a m a k u . 4 . dusta terhadap (atas nama) Rasulullah yang dilakukan dengan sengaja. maka hal yang haram itu tidak akan berubah menjadi halal. yaitu Imam Al llaramaiu. i a b e n a r B a r a n g s i a p a t e l a h b e r m i m p i k a r e n a b e r d u s t a n e r a k a " m e l i h a t k u t i d a k d a l a m m a m p u t i d u r n y a . bahwa dusta adalah suatu kemaksiatan. dan menghalalkan yang haram adalah kufur. s e n g a j a d i s y e t a n a t a s a k u .

akan dijelaskan dalam masalah "Janaiz" dari hadits Al Mughirah, dimana Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya dusta kepadaku (atas namaku) tidaklah sama dengan dusta kepada selainku " Dalam hal ini kami menjelaskan perbedaan taubat orang yang sengaja melakukan dusta terhadap beliau, apakah diterima atau tidak? Catatan: Penulis telah menyusun hadits dalam bab ini dengan baik, dimana penulis telah menyebutkan terlebih dahulu hadits Ali RA yang menjadi tujuan utama bab ini. Kemudian kedua, ia mencantumkan hadits Zubair yang menunjukkan sikap para sahabat yang menjauhi segala macam bentuk dusta kepada Rasulullah. Sedangkan ketiga, hadits Anas yang menjelaskan keengganan para sahabat untuk banyak meriwayatkan hadits yang menyebabkan kesalahan. Hal itu bukan berarti mereka enggan untuk meriwayatkan hadits. karena mereka telah diperintahkan untuk menyampaikan apa yang mereka dapatkan dari Rasulullah. Kemudian penulis mengakhiri bab ini dengan memaparkan hadits Abu Hurairah yang mengisyaratkan, bahwa dusta kepada Rasulullah dengan dakwaan telah mendengar dan beliau baik dalam keadaan sadar atau tidur adalah sama hukumnya, yaitu haram. Imam Bukhari juga telah meriwayatkan hadits, "Barangsiapa dus t u atas namaku" dan hadus Al Mughirah dalam bab "Janaiz". dan hadits Abdullah bin Amru bin Ash dalam kisah bani Israil, dan dari hadits Watsilah bin Al Asu,a' dalam manaqib Ouraisy, namun dia tidak menyebutkan dengan jelas ancaman masuk neraka bagi para pelakunya.

39. PENULISAN ILMU

c U i J U ijLpwill

y

L- _jl

J^rj

y

^!

FATHUL BAARI —

391

111.

D a r i

A b i

J u h a i f a h A U

b e r k a t a .

" A k u

b e r k a t a k e c u a l i d a l a m a d a

k e p a d a k i t a b

A l i ,

a p a k a h

a n d a

m e m i l i k i s e o r a n g " A k u A l i

k i t a b ' " m u s l i m

b e r k a t a , c a t a t a n c a t a t a n t e b u s a n a k a n

" T i d a k , y a n g a p a k a h a d a

A l l a h , i n i .

p e m a h a m a n " l a b e r k a t a , i t u ? "

d a n

k e r t a s d a l a m d a n

b e r k a t a

l a g i , " D i y a t ,

\ a n g

k e r t a s - k e r t a s o r a n g m u s l i m

b e r k a t a ,

t a w a n a n "

p e r a n g

y a n g

m e m b u n u h

k a f i r

t i d a k

d i q i s a s h .

K e t e r a n g a n Hadits: j — * (Apakah anda sekalian memiliki). Pertanyaan ini ditujukan kepada Ali RA. Penggunaan kata ganti plural dalam kalimat tersebut dimungkinkan, karena hal itu merupakan cara Abi Juhaifah dalam berinteraksi dengan ahlul bait atau sebagai rasa penghormatan. — ' i — ( K i t a b ) . Kitab yang kamu tulis dari Rasul. Hal ini telah diisyaratkan oleh riwayat imam Bukhari dalam bab '"Jihad",
_-'iir 'J. "i';
J ^ y
\ .

li"ldt j i

(Apakah anda memiliki catatan wahyu selain yang
" D i y u t " ^ > - ~

tertulis dalam Al Q u r a n ) atau dalam bab

J—

. ' y -

'~5~-y

j>

ji\—U' (Apakah anda memiliki catatan selain yang terdapat dalam Al Qur'an). Bcgitupula dengan hadits dan jalur Ishaq bin Kahawaih, dan Jarir, dari Mutharrif, —^
r y

—. ^

J (Apakah anda mengetahui

sesuatu dari wah\u). Abu Juhaifah menamakan hal ini dikarenakan kelompok islam Syiah menganggap bahu a ahlul bait -terutama Ali R A- memiliki pengetahuan tentang wahvu vang dikhususkan oleh Nabi dan tidak diketahui orang lain Ali mga ditanva tentang hal ini oleh (jjais bin Ubadah dan Al Asytar An-Nakha 'i Kedua pertanyaan mereka diriwayatkan dalam <—S.y (Kecuali Al Qura .ni. Ibnu Munir mengatakan.
M u s n a d I m a m S a s a ' i .

"Hadits ini menunjukkan bahwa Ali memiliki catatan mengenai fikih yang diintisarikan dan Al Qur an. pemahaman seperti mi adalah maksud dan kata j — W - U-* / i pemahaman yang diberikan kepada seorang). Tujuan disebutkannya kata U- - (pemahaman) adalah, untuk menetapkan
1

kemungkinan adanya tambahan >ang diintisarikan dan Al Qur'an Riwayat Imam Bukhar; pada bab
A d - D i y a r

berbunyi.

\- -U* '-

IC j , J-^ y ^ . . ^Ui \, - " y - j_ (Kami tidak memiliki selain yang ada

3 9 2 — F A T H U L BAARI

dalam Al Qur'an, kecuali pemahaman yang diberikan kepada seseorang tentang Al Cmr'an) Artinya, apabila Allah memberikan pemahaman kepada seseorang akan Al Q u r a n , maka tentunya orang tersebut akan mampu mengambil intisari Al Qur'an, dengan begitu orang tersebut mendapatkan tambahan dari Al Qur'an. Dalam riwayat Ahmad dengan sanad hasan (baik), disampaikan dari Thariq bin Syihab, dia berkata, "Aku menvaksiksikan Ali berpidato di atas mimbar, beliau berkata. "Demi Allah aku tidak memiliki lagi yang dapat kami bacakan di depan kalian semua, selain kitab Allah dan kertas-kertas ini." Hadits inilah yang mendukung pernyataan kami di atas. ' v - ^ i (Kertas) kertas catatan, diriwayatkan dari An-Nasa'i beliau melalui sanad Thariq Al Asytar disebutkan, "Kemudian mengeluarkan sebuah kitab dari kantong dekat pedangnya (Diyat atau denda)

Disebutkan dengan istilah ini karena

mereka membayar denda tersebut dengan onta yang diikat dengan tali di halaman rumah orang yang terbunuh. Maksud dan kata ini mencakup hukum, kadar dan sifat denda tersebut.
4L—>J.

(Pembebasan). Maksudnya adalah pembebasan tawanan

perang dari tangan musuh. j-ij "i. (Tidak diqishash). Yaitu seorang muslim yang membunuh seorang kafir, tidak dikenai hukum qishash. Pembahasan mengenai masalah mi akan dijabarkan pada bab "Cjishash" dan "Diyat" Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari jalur sanad Yazid AlTainu dari Ali, ia berkata, "Kami tidak membaca selain Al Qur'an dan kertas-kertas ini dimana di dalamnya tercatat bahwa kota Madinah adalah haram.. Hadits riwayat Muslim dan Abu Thufail dari Ali, "Rasulullah tidak mengkhususkan kepada kami sesuatu yang tidak diketahui masyarakat pada umumnya, kecuali yang tercatat dalam kertas dekat pedangku ini. Kemudian beliau mengeluarkan kertas tersebut, tercatat di dalamnya (Allah melaknat orang-orang yang membunuh bukan karena Allah) '" Menurut Imam Nasa'i bahwa catatan dalam kertas tersebut berbunyi, "Dari Asytar dan lainnya, dari Ali RA, ia berkata, "Orangorang mukmin dilarang saling membunuh. " Menurut Imam Ahmad yang diriwayatkan dari Jalur Thariq bin Syihab, "Dalam kertas tersebut tercatat permasalahan faraidh atau warisan dan shadagah."

FATHUL BAARI —

393

Dalam menggabungkan semua hadits tersebut, maka dapat kita simpulkan bahwa semua permasalahan telah tercatat dalam lembaran yang ada pada Ali. Kemudian setiap permasalahan itu diriwayatkan oleh para periwayat hadits sesuai dengan hafalan dari kertas tersebut. Hal ini sudah dijelaskan oleh Qatadah dalam hadits yang diriwayatkan Abi Hissan dari Ali. Beliau juga menjelaskan sebab-sebab pertanyaan para sahabat mengenai permasalahan ini kepada Ali. Imam Ahmad dan Imam Baihaqi dalam kitab Dalai! dari Abi Hissan, "Alipernah memerintahkan sebuah perintah, kemudian dijawab, "Kami sudah mengerjakannya. " Ali berkata, "Maha benar Allah dan Rasul-Nya, " Asytar berkata kepada Ali, Apakah yang anda ucapkan ini merupakan suatu hal yang disampaikan oleh Rasul kepadamu secara khusus, tanpa sepengetahuan orang lain pada umumnya? "Kemudian disebutkan olehnya satu persatu secara terperinci. "

J—e»
't _-)a>J IZL>-\J j &\ XJ-

>^ ^ *j* y^j ^
*•

^ ° ' J > ^ 'j*
dJjJj j>-'u
°JS~ '^~>&\ oySi ^f~»

-sii- <0ll
U i \ } j£>\

'^j^
'£J

j
^ j
l5

1 J\j

\jk

y\ J l i

Oi J U s

\c J a i l * j

J

O^j-J Jliil y
V'

(ii-iJl ^Js- &^li>^ j < ^ ^
^-AJU

—L> j ^ V J ^ J °J ^ j vi

J-^°Pb j U - j
OJJ-

^

Al J _ ^ j

^ si c

i^'u vi

j^v V ffy- oJu»

VI
J—^ J*'

1» Jaili' V_j l i ^ k i l^JJ V; LJ5"P
«J' £|j J ^ ' ^1 Ji'j& ^ P

j ^ Ir^

^

^

Al J P j

L'

J> U''

o^

1

'jf

> J

W
^

ij
j—1' jii > l y

^ i; > , v i vi , > ; > ^
^ j i j ^ i " J ^ » y»

ju,
jiii

3 9 4 — FATHUL BAARI

, Oai«Jl oJj> AJ

' J'

t

°

> '

112. Dari Abu Hurairah RA. kalanya, "Suku Khuza'ah membunuh seorang laki-iaki dari bani Lails di tahun penaklukan kota Makkah, sebagai pembalasan dibunuhny a seorang suku Khuza 'ah oleh bani Lails. Ketika kejadian itu diberitakan kepada Sabi, beliau lalu menaiki omanya dan berpidato. 'Sesungguhnya Allah melindungi negeri Makkah ini dari pembunuhan atau dari gajah -Abu Abdillah ragu- dan memberi kekuatan kepada Rasulullah dan orang-orang mukmin untuk menaklukannya. Ketahuilah tidak dihalalkan kepada seorang pun sebelum dan sesudahku berperang di negeri ini, kecuali hanya kepadaku sesaat di siang hari penaklukan. Tidak boleh dicabut rumputnya dan tidak boleh ditebang pohonnya, dan tidak boleh pula diambil barangnya yang tercecer kecuali untuk memberitahukannya. Barangsiapa terbunuh, maka familinya boleh memilih antara dua; minta diyat (denda) atau menuntut balas (pembunuhan). " Lalu datang seorang penduduk Yaman dan berkata. 'Tuliskanlah untuk saya (khutbah anda/, ya Rasulullah! " Kemudian Nubi bersabdu, "Tuliskan untuk si fulan itu. " Kemudian berkata pula seorang laki-laki dari suku Quraisy, "Tidak boleh dicabut selain idzkhir ya Rasulullah, karena idzkhtr ini kami pakai di rumah dan kuburan kami. " Jawab Nabi, "Ya, selain idzkhir."

Keterangan Hadits: Khuza'ah adalah nama kabilah terkenal di kota Makkah. Adapun yang dibunuh dalam peristiwa ini hanya seorang dari suku Khuza'ah. Disebutkannya nama kabilah di sini adalah sebagai majaz. Nama pembunuhnya adalah Kharrasy bin Umayyah Al Khuza'i dan nama korban yang terbunuh adalah Ahmar, sedang dalam Islam korban yang terbunuh dari bani Laits tidak disebutkan namanya.
u

y (Dilarang) di kota Makkah pembunuhan dan gajah -tentara

gajah- sebagaimana cerita tentara Habasyah yang datang untuk menghancurkan kota Makkah dengan menunggang gajah, kemudian pasukan tersebut dihancurkan oleh Allah dengan perantara burung Ababil, walaupun pada saat itu penduduk kota Makkah masih dalam keadaan kufur. Oleh sebab itu, tentunya setelah penduduk kota Makkah

FATHUL BAARI —

395

masuk Islam, maka larangan tersebut bertambah keras. Bahkan hadits d. atas dengan jelas menyebutkan, bahwa Nabi secara khusus memerang. tentara gajah tersebut. Pembahasan mengenai masalah ini, insya Allah akan dilanjutkan secara terperinci pada bab "Haji". y~^: S (Tidak dihalalkan). Al Kasymihani menyebutkan j ? J 'J. (mustahil dihalalkan sampai kapan pun). Imam Bukhari pada bab "Luqathah "(baTang temuan) dari Al Auza 'i dari Yahya menggunakan redaksi
v

Redaksi ini dianggap lebih sesuai untuk masa mendatang. j — ' ^ . .< (Tidak mencabut) atau tidak memetik. Redaksi hadits ini menyebutkan kata rumput, berarti mencakup semua jenis rerumputan. Hal ini akan dibicarakan pada bab "Haji". J — • -J~ (Keeuali untuk diumumkan) atau diberitahukan, dan
:

penjelasan ini akan dibahas pada bab "Luqathah'* ^Jjiaji y** 'jL> LJ \JJ (Barangsiapa terbunuh, maka familinya boleh memilih antara dua). Ada redaksi vang terhapus di sini, sebagaimana dijelaskan pada riwayat Imam Bukhari dalam bab "Diyal" dari Abu Nu'aim, denda). jti.' j , y . (Membalas bunuh) Oishash.
1

y? i yi\~*

(Barangsiapa yang terbunuh, maka dia berhak atas

y*' 'y y-;

(I.alu datang seorang penduduk Yaman), yaitu

Abu Syah Baha* Vlanunah. Sebenarnya ada redaksi tambahan dalam hadits ini dari Walid bin Muslim,
" A k u b e r k a l a k e p a d a A u z a 'i, u n t u k k u k h u l b a h v a n g d i d e n g a r d a r i N a b i .

T u l i s l a h

y — — •

y

;

(Seorang laki-laki dari suku Quraisy berkata).

Pada bab "Luqathah," orang tersebut bernama Abbas bin Abdul Muthalib. y'^i" adalah jenis tumbuhan yang digunakan untuk menutup liang lahat.

° j — . j *

y

j i i \y-\

y-

y

:

^ j-*"

1

J V * Jy-Z

UJ^-

.Lk\

Vy

jir % ^

J.

di

^ j oir c *v »

3 9 6 — FATHUL BAARI

113. Abu Hurairah berkata, "Tidak seorang pun diantara sahabat Nabi yang lebih banyak dari saya dalam mengumpulkan hadits, kecuali Abdullah Bin Amru bin Ash. Beliau menulis hadits-hadits yang tidak aku tulis. "

Keterangan Hadits: 'i j jii" l u (Beliau menulis hadits-hadits yang tidak aku
r

tulis). Hal ini merupakan alasan Abu Hurairah yang menunjukkan bahwa Abdullah bin Amru bin Ash lebih banyak memiliki hadits ketimbang dirinya. Dengan demikian Abu Hurairah bukan sahabat yang paling banyak memiliki hadits, padahal hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah jauh lebih banyak daripada hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Amru sendiri. Apabila dikatakan bahwa kalimat pengecualian dalam hadits ini adalah munqathi' (terputus) maka pengertiannya, "Tetapi tulisan yang ada pada Abdullah bin Amru bukan dari aku, baik keadaan ini membuat Abdullah bin Amru lebih banyak memiliki hadits ataupun tidak." Apabila dikatakan bahwa kalimat pengecualian dan hadits di atas adalah muttashil (bersambung) dengan kalimat sebelumnya, maka akan ada sejumlah sebab yang menerangkan hal ini: Pertama, Abdullah bin Amru terlalu menyibukkan diri dalam beribadah daripada belajar, maka dari itu sangat sedikit hadits yang diriwayatkan dari beliau. Kedua, setelah perluasan Islam ke Mesir dan Thaif, beliau lebih banyak menghabiskan waktu di kedua tempat itu. sedang para pelajar tidak banyak yang datang mengunjungi kedua kota tersebut untuk belajar, sebagaimana mereka mengunjungi kota Madinah tempat Abu Hurairah memberikan fatwa dan menyebarkan hadits. Dari sinilah nampak banyaknya orang yang menerima hadits dari beliau, Imam Bukhari menyebutkan ada 800 orang dari golongan tabiin yang meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah. Ketiga, Nabi secara khusus meminta kepada Abu Hurairah agar tidak melupakan hadits yang disampaikan kepadanya. Keempat, Abdullah pernah menjadi orang yang selalu menuntun onta yang membawa buku-buku milik ahli kitab di negeri Syam. Beliau sempat membaca buku tersebut dan membicarakannya, oleh sebab itu banyak para imam tabiin menghindari untuk mengambil hadits dari beliau.

FATHUL BAARI —

397

Catatan: Perkataan Imam Bukhari 1
m e m b i c a r a k a n m e m e g a n g m e l i h a t t u l i s a n h a d i t s d e n g a n d a n A b u

=f

;

bertentangan dengan hadits
k e m u d i a n k e r u m a h A b u f I u r a i r a h

yang disampaikan dari Thariq bin Amru bin L'mayyah. Ia berkata, " A k u
H u r a i r a h , m a s u k S a b i , t a n g a n k u k i t a b a d a m e n g a j a k h a d i t s b e l i a u . K a m i " I n i l a h

s e b u a h h a d i t s y a n g

b e r i s i k a n p a d a k u ".

B e l i a u

b e r k a t a ,

Menurut pendapat Ibnu Abdul Bait, hadits Hammam di atas lebih Kedua hadits tersebut dapat diselaraskan bahwa Abu Hurairah tidak pernah menuliskan hadits di masa Nabi, namun beliau menulisnya setelah masa kenabian. Menurut saya, bahwa adanya buku hadits pada Abu Hurairah tidak mesti bahwa buku tersebut adalah hasil tulisannya, sedang dalam hadits tersebut disebutkan bahwa beliau tidak menulis hadits. Dengan demikian, sangat dimungkinkan bahwa buku tersebut bukan ditulis oleh Abu Hurairah sendiri.
s h a h i h .

J ±£\ Jl»

< ^L> • AJS- iX

]

J_u5 _Jl' Alj,l u j Jli

JCS- V

1

"fP

114.

I b n u

A b b a s

b e r k a t a ,

" K e t i k a

p e n y a k i t

S a b i

s e m a k i n

p a r a h ,

b e l i a u

b e r s a b d a .

untukmu
K h a t h t h a b K i t a b u l l u h , b e r s e l i s i h

'Bawalah kertas kemari supaya aku dapat sesuatu agar kamu tidak sesat sesudahnya.'"
b e r k a t a . c u k u p l a h p e n d a p a t " P e n y a k i t i t u . h i n g g a " S a h i P a r a s e m a k i n s a h a b a t p a r a h , y a n g k i t a d i S a b i h a d i r g a d u h .

menuliskan
U m a r B i n p u n y a s a l i n g s u d a h s i t u

m e n i m b u l k a n

s u a r a

b e r s a b d a .

"Saya harap anda semua pergi.' Tidak pantas anda sekalian di dekatku."
I b n u A b b a s k e l u a r d a r i d a n b e r k a t a , " ' A l a n g k a h t e r h a l a n g m e n c a t a t s e s u a t u R a s u l u l l a h .

bertengkar
m a l a n g n y a ,

3 9 8 — FATHUL BAARI

Selain itu Nabi tidak akan meninggalkan tugasnya sebagai penyampai risalah FATHUL BAARI — 399 . bahwa kata "Ambillah" adalah bentuk perintah. sebagai pelaksanaan perintah dari Nabi sekaligus berdampak pada semakin jelasnya suatu perintah. Dalam Musnud Ahmad diriwayatkan bahwa yang diperintahkan adalah menulis. apalagi mereka sudah hafal firman Allah yang menyebutkan lainnya r '^—\—> ^'iS^J 1 y L t y C dan firman — . dan orang yang diperintah sepantasnya bersegera untuk melaksanakan perintah tersebut. bahwa pada waktu itu adalah hari kamis. dan nampaknya Umar memahami situasi itu. "Cukuplah dengan Kitab Allah. Imam Bukhari dalam kitab Al Maghazi dan Ismaili menyatakan. bahwa yang paling utama adalah dengan menuliskan. yaitu penyakit yang mengiringi Nabi berpulang ke pangkuan Ilahi. dengan redaksi hadits "Nabi SAW memerintahkan kepadaku mengambil papan untuk menulis sebagai petunjuk agar umatnya tidak tersesat setelah beliau wafat. Al Qurthubi dan lainnya berpendapat. empat hari sebelum Nabi meninggal. "Sesaat sebelum Nabi meninggal." Sedangkan kelompok lain berpendapat. hal itu bukanlah perintah yang wajib. karena para sahabat mudah mengingat segala sesuatu terutama yang datang dari Nabi. mengandung perintah untuk menulis. namun Beliau tidak mengulang perintah tersebut kepada para sahabat. karena setelah kejadian itu Nabi masih sempat bertahan hidup untuk beberapa hari. Perintah untuk menuliskan dalam hadits tersebut bersifat ikhtiyar (kebebasan untuk memilih). Nabi sudah tidak kuasa lagi untuk menulis. Bila saja perintah itu wajib. ia hanya ingin mengulur-ulur waktu saja. i-jji ilu (Penyakit yang semakin parah)." Imam Bukhari dalam hadits riwayat Said bin Jubair menyatakan. Oleh sebab itu mereka tidak mau menyulitkan beliau dalam keadaan seperti itu.Keterangan Hadits: 'A—*jJ' (Penyakit). Namun bagi Umar dan sahabat lainnya. Dari sinilah kenapa umar mengatakan.J S J CLJ . maka Nabi tentunya tidak akan membiarkan terjadinya perbedaan pendapat antara para sahabat. perintah tersebut hanya semacam nasihat atau petunjuk kepada yang lebih baik.

Kalaupun yang menjadi pilihan Umar adalah benar. menyebabkan mereka meninggalkan perintah untuk menulis. Pendapat lain yang mendukung statemen ini akan dicantumkan pada akhir pembahasan A ! Maghazi. (Tidak pantas kalian berdebat dihadapanku). kemudian beliau keluar dari tempat kejadian sambil mengucapkan kata-kata sebagaimana dalam hadits di atas. jika masalah yang masih diperselisihkan itu ditulis. Catatan: Al Khaththabi mengatakan. maka hilanglah keutamaan para ulama dan ijtihad pun tidak akan diperlukan lagi. "Bencana karena perdebatan dan kegaduhan yang terjadi diantara mereka. karena peristiwa dan kejadian di muka bumi sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya. bahwa yang terbaik pada saat itu adalah bersegera melaksanakan perintah Nabi. mereka langsung melaksanakan shalat dalam perjalanannya. Sebenarnya kejadian yang terjadi tidak demikan. bahwa apabila segala hal sudah tertulis. Namun pada waktu itu Umar khawatir jika orang-orang munafik akan mengambil kesempatan untuk menghujat apa yang ditulis pada waktu beliau sakit. Ini menandakan. maka tidak bisa dikatakan bahwa ijtihad tidak diperlukan lagi. ^1." Bagi yang merasa khawatir untuk kehabisan waktu sebelum tiba di bani Quraidhah. ^tjjLf. "Umar berpendapat. H/J' (Bencana) atau musibah. sedang yang lain tetap bersiteguh memegang /hahir hadits. Semua yang dilakukan oleh kedua kelompok tersebut adalah hasil ijtihad dan maksud keduanya adalah baik. Imam Qurthubi berpendapat. bahwa perdebatan diantara mereka pada saat itu sama halnya dengan perdebatan yang terjadi diantara sahabat terhadap sabda beliau.(tabligh). Ditambahkan dalam hadits riwayat Al Ma'mar. akan tetapi sebenarnya perkataan Ibnu Abbas tersebut diucapkan pada saat beliau meriwayatkan hadits ini. seakan-akan menunjukkan bahwa pada saat itu ibnu Abbas hadir di tempat kejadian. sebelum tiba di bani (Juratdhah. karena para sahabat tentunya akan langsung mengembalikan permasalahan yang masih dalam perdebatan diantara mereka kepada Nabi." Atau dengan adanya perbedaan diantara mereka. " J a n g a n l a h k a l i a n s h a l a t a s h a r Jj_°J ^uV y r'^J (Maka keluarlah Ibnu Abbas dan berkata). Bila memperhatikan redaksi hadits. 4 0 0 — FATHUL BAARI . namun hal ini belum diketahui oleh Nabi. Ibnu Al Jauzi mengomentari pendapat tersebut dengan mengatakan. V. Para sahabat tidak akan melaksanakan sebuah perintah bila perintah tersebut belum pasti.

hadits Ibnu Abbas menunjukkan bahwa Nabi berkeinginan keras untuk menuliskan hadits untuk umatnya agar mereka tidak berselisih dan sesat 40. Sedangkan perdebatan diantara sahabat. mengingat hadits ini memberikan perintah untuk menuliskan hadits untuk Abi Syah. l c J l i « I C fl J i Sjjjl J. maka hadits ini sebagai dalil yang paling kuat dibolehkannya menulis hadits. hadits ini merupakan dalil perintah untuk menulis hadits. hadits Ali menyatakan bahwa beliau menuliskan hadits dari Nabi.^JI \\\j> «Oil <—> jL>J^ FATHUL BAARI — 401 . Kedua. hadits Abu Hurairah menyatakan perintah untuk menulis hadits setelah adanya larangan. Keempat. insya Allah Catatan Pertama. Ketiga. walaupun Nabi masih ada. Pembahasan selanjutnya akan dikembangkan dalam kitab Al Maghazi. Perintah seperti ini sangat dimungkinkan. Dan sinilah terjadinya ijtihad para sahabat. maka hadib ini menjadi hadits Nasikh (yang menghapus atau membatalkan hadits yang melarang). ILMU DAN NASIHAT DI M A L A M HARI Jl Sj 2 £} o ' j *llp &\ J~o '•nSi i '-Li 'l i ^ ^ . adalah penyebab tidak terlaksananya sebuah perbuatan baik. Hal ini sama halnya dengan kisah para sahabat yang berselisih untuk menentukan lailatul Qadar. pada saat timbul permasalahan tentang tidak diturunkannya wahyu kepada Nabi. bahwa Nabi memberi izin untuk menulis hadits. hadits Abdullah bin Amru. Dimungkinkan Ali mulai menuliskan hadits setelah meninggalnya Nabi sebelum adanya larangan. menyatakan pada sebagian sanadnya. terutama bagi orang yang buta huruf atau buta.Dengan begitu.

—. bahwa 'j "f. apakah yang diturunkan pada malam ini dari fitnah (bencana). bahwa para malaikat telah turun untuk memberitahukan tentang perkara-perkara yang telah ditetapkan." 4 0 2 — FATHUL BAARI . apakah yang akan dibukakan dari perbendaharaan rahmat. Dikhususkannya mereka untuk dibangunkan. "Maha suci Allah. *Jii dengan menyebutkan subjeknya. Namun perbedaan antara rahmat atau G ^ ) dan fitnah adalah jelas.dan mengandung arti yang sama.115. atau juga hal ini termasuk "Mulailah dari diri anda sendiri kemudian baru keluarga anda. 4 — U i j ' i i J — K a t a istifham rasa takjub dan (pertanyaan) dalam kalimat ini j)'y mengambarkan Rahman < pengagungan. Ad-Dawudi mengatakan. J. Shaad (38): 9) Begitu juga dengan kata adzab yang diungkapkan dengan jitan (kesesatan ataupun fitnah). adalah karena pada saat itu mereka hadir. berapa banyak orang yang berpakaian di dunia dan telanjang di akhirat." Keterangan Hadits: Maksud Imam Bukhari tentang bab mengajarkan ilmu di malam hari adalah. j — ^ u . "Perbendaharaan rahmat e J — j y—^-j Tuhanmu " (Qs. Maksudnya. rumah-rumah para istri Nabi SAW. Dari Ummu Salamah. Karena apa yang dibuka (^») dari rahmat adalah menjadi sebab timbulnya fitnah. karena fitnah adalah penyebab diturunkannya adzab. Sedangkan kata Ar- diungkapkan dengan kata Al Khazain seperti firman Allah. Dalam lafazh Al Kasymihani. karena sesuatu kadang bisa di aneksasikan terhadap dirinya untuk menekankan konteksnya. menjelaskan bahwa larangan bercengkrama setelah isya' adalah khusus dalam masalah yang tidak ada unsur kebaikannya. karena banyak orang yang mendapatkan rahmat terlepas dari bencana dan fitnah. bangunlah wahai orang-orang yang berada dalam kamar (istri Nabi).i (Diturunkan). — . j — ' ) ' ^ 'j* c? ( P y g akan dibukakan dari perbendaharaan a a a n x rahmat). ia berkata. kemudian berkata. seakan-akan dia memahami —adalah Khazain negeri Persia dan Romawi serta 1 bahwa maksud wilayah-wilayah lainnya.i y ^ . atau Nabi bermimpi telah diturunkan wahyu kepadanya mengenai beneana dan fitnah yang akan terjadi setelah meninggalnya. "Nabi SAW terbagun dari tidurnya pada suatu malam. Maksudnya.

Amru dan Yahya dari A/. adalah Ummul Mukminin -istri Nabi-dan Nabi pada malam itu berada di rumahnya. maka Hadits itu adalah riwayat tabun dan tabiin atau sahabat dari sahabat. atau diwajibkan bagi mereka untuk tidak lalai menunaikan ibadah agar tidak mengandalkan status mereka sebagai istri Nabi. (Berapa banyak orang yang berpakaian). atau mimpi melihat sesuatu yang tidak disukai. Hadits ini mengandung isyarat diperbolehkannya mengucapkan ketika terkejut. 'Cjs(Telanjang). karena sifat ini adalah untuk kaum hawa dan kebanyakan mereka adalah ahli neraka. Al liaqarah (2): 4 5 ) Rasulullah memerintahkan untuk mengerjakan shalat jika ditimpa kesusahan. ada yang mengatakan adalah seorang sahabat. ketika " J a d i k a n l a h s a b a r d a n s h a l a i s e b a g a i p e n o l o n g m u . Disamping itu. bahwa kata-kata — _ • umumnya menunjukkan makna yang banyak. Ibnu Uyainah dari Ma'mar. dan memberi pengarahan untuk menghadapi sesuatu yang diwaspadai. Sedangkan Ummu Salamah. Sedangkan Ilindun. ' " FATHUL BAARI — 403 . Rasulullah mengisyaratkan akan kewajiban untuk membangunkan istri-istri beliau. Disamping itu seorang guru harus memberi peringatan kepada muridnya dari segala sesuatu yang ingin dicapai. diperbolehkan bagi seseorang membangunkan keluarganya di malam hari untuk beribadah. " S a b h a n a i l a h " P e r t a m a . terdapat dua riwayat. Dalam Hadits ini juga mengandung anjuran untuk bertasbih ketika melihat sesuatu yang menakutkan. K e d u a . apalagi yang dibicarakan adalah ay at-ayat Al Qur'an. dan anjuran untuk menyebut nama Allah setelah bangun tidur.C— iT ^'j. Jika benar. Hadits ini mengandung anjuran untuk menyegerakan shalat khawatir akan dilanda keburukan. Imam Malik r mengambil kesimpulan. (Qs.-Zuhn yang di dalamnya terdapat riwayat ketiga orang tabun. Dalam satu sanad sang serupa. seperti firman Allah.

Ibnu Baththal mengatakan. ya. M E M B I C A R A K A N ILMU S E B E L U M TIDUR ioji ^ jji ^ u. maka beliau memberi nasihat akan pendeknya umur mereka. yaitu sebulan sebelum beliau meninggal dunia. bahwa orang yang lahir setelah malam itu akan hidup seratus tahun lamanya. jlj -js 'j Jii :c> y 116.41. Abdullah bin Umar berkala." Keterangan Hadits: Shalat yang dilaksanakan oleh Nabi pada waktu itu adalah shalat isya". Al An'aam (6): 40) y j j \ — i . agar mereka bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah. bahwa orang yang ada pada malam itu tidak akan hidup lebih dari seratus tahun lagi." (Qs. Namun kata tersebut dalam hadits ini berarti kabarkan kepada saya. "Katakanlah. yang berarti di penghujung seratus tahun. Maka ketika salam. "Apakah kalian mengetahui malam kalian ini. dan umur mereka tidak seperti umur umat-umat terdahulu. 4 0 4 — FATHUL BAARI . sebagaimana firman Allah. bahwa maksud Rasulullah adalah menjelaskan bahwa generasi yang hidup pada masa itu akan meninggal dunia dalam waktu seratus tahun ini. Hal itu tidak menafikan. menurut zamakhsyan. \ 1 . beliau berdiri dan bersabda. terangkanlah kepadaku jika datang kepadamu siksaan Allah. Imam Nawawi mengatakan. r — y berarti apa kamu mengetahui? Jawabnya. _. sesungguhnya di penghujung seratus tahun tidak ada seorang (diantara kalian) yang hidup di atas bumi.o /Vi Ji~!e j — L * 'y. Lafazh yang diriwayatkan oleh Al Ushaili adalah Ji» y j . "Nabi SAW shalat isya bersama kami pada akhir hidupnya.jL\ M (Tidak ada seorang (diantara kalian) yang hidup di atas bumi) atau sekarang mereka yang hidup pada waktu itu sudah tidak ada lagi.

'\ \ .'f 'i i '• ' ' - " V 117. lalu beliau tidur. dan artinya sama seperti yang pertama.kemudian bangunlah.^ (mendengus) suaranya lebih keras daripada dengkur. kalanya. kemudian mendatangi rumahnya sendiri dan shalat empat rakaat. "Aku berdiri di sebelah kiri beliau. Mungkin juga hal itu merupakan pemberitahuan dari Nabi bahwa Ibnu Abbas sedang tidur atau kemungkinan juga sebagai Istifham (pertanyaan) yang tidak disebutkan kata tanyanya." Keterangan Hadits: —iiJi -'u. Kemudian beliau bangun. kemudian keluar melaksanakan shalat. "Saya belum pernah menemukan kata tersebut FATHUL BAARI — 405 . dan pada malam itu Nabi ada bersamanya Nabi SA W shalat isya. dan setelah itu beliau bersabda. lalu beliau tidur hingga aku mendengar dengkuran beliau ataupun langkah beliau. Ini juga keragu-raguan dari perawi. kemudian beliau berpindah sehingga aku berada di sebelah kanannya. sedangkan '«•••'J!. "Tidurlah wahai Al Ghulayyim -atau kata-kata yang menyerupai. Ini adalah raguan dari perawi Hadits.s ° ' * ' > t " 3 * " " ' a -' T " " ' ^ * ' f S /* iQ ^ LAJIP jU^-j A' ^ji-» JLS"_j jju -j y *J) ^jJutf 1 5 1 e—'J J^ ' f * - 4 £ J\ »£• ^ * - * . ini menurut pendapat Ad-Dawudi. Dalam -v riwayat lain disebutkan •—LiJa* adalah suara nafas orang yang sedang tidur (mendengkur). Yang dimaksud adalah Ibnu Abbas RA. yaitu huruf hamzah liili fCi. Ibnu Baththal berpendapat. -' a -'i* i i' ' ' - 1 '. Nabi shalat lima rakaat kemudian shalat dua rakaat.. J*£ y (atau kalimat). Dari Ibnu Abbas RA. 'Aku bermalam di rumah bibiku Maimunah binti Al Hariths istri Nabi SAW.

"Sesungguhnya Nabi SAW memisahkan antara dua rakaat ini dengan lima rakaat sebelumnya. Menurut saya. bahwa kemungkinan yang dimaui oleh penulis adalah bahwa dasar berbicara pada malam hari sebelum tidur disinggung oleh kalimat ~L" dan mungkin juga yang dimaksud adalah tindakan Ibnu Abbas yang selalu mengawasi keadaan Rasulullah. karena seseorang yang hanya mengucapkan sepatah kata tidak bisa dikatakan mengobrol. setelah perkataan C'LJJO . "Saya sudah berdiri " Semua yang dia sebutkan uu bertentangan. bahwa >ang dipahami dari tindakan Nabi yang memposisikan Ibnu Abbas di sebelah kanan beliau. Hubungan Hadits Ibnu L' mar dengan penamaan bab sangat jelas berdasarkan perkataan dia. dia mengatakan khaihith. "Berdirilah di sebelah kananku!" Ibnu Abbas menjawab. bahwa korelasi antara judul dengan isi diambil dari segi lafazh lain dalam hadits yang sama dengan jalur yang lain.J~? Adapun mengenai hadits Ibnu Abbas. sebagaimana pendapat Ismaili. Sepertinya Al Karmani menduga. Sedangkan apa yang dilakukan Ibnu Abbas adalah berjaga di malam hari bukan mengobrol. A s . Namun Al Karmani berkata. Al Karmani menambahkan. dan pembicaraan Rasulullah itu sendiri semuanya merupakan ilmu pengetahuan yang dapat diambil manfaatn\a. Atau karena yang lima rakaat diakhiri dengan salam sedangkan yang dua rakaat ditutup dengan salam. Ibnu Munir dan pengikutnya mengatakan. Tidak ada bedanya antara mengajar dengan lisan atau dengan perbuatan. dengan demikian Ibnu Abbas telah berjaga di malam hari dalam rangka menuntut ilmu. dan hal itu masih dimungkinkan. namun lebih baik jika kita mengatakan bahwa shalat dua rakaat tersebut adalah shalat sunnah fajar." Pendapat ini diikuti oleh Al Qadhi Iyadh.S a m a r Al Karmani mengatakan. i n s y a A l l a h . maka mereka berbincang-bincang atau ngobrol. kemungkinan yang dimaksud oleh Imam Bukhari bahwa para kerabat apabila berkumpul. ~ ^ s * j ^> 'J (Kemudian beliau shalat dua rakaat) Atau shalat fajar dua rakaat. dan inilah vang sangat diinginkan oleh penulis anmk men\ehdiki dan menelusuri 406 ~ FATHUL BAARI . karena kata hanya digunakan untuk berbincang-bincang. berbeda dengan yang dua rakaat.menggunakan kha' menurut ahli bahasa. berdasarkan pendapat yang lain. dan tidak dikatakan tujuh rakaat karena yang lima rakaat diikuti oleh Ibnu Abbas. bahwa shalat dua rakaat yang dilakukan Nabi termasuk shalat tahajjud. Penjelasan ini akan diterangkan dalam bab "Shalat witir". seolaholah beliau mengatakan kepadanya.

dan telah disinggung oleh penulis dalam bab "Shalat". bahwasanya Nabi menceramahi mereka setelah shalat isya." telah dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi dan Nasa'i dengan sanad yang dipercaya. Sesungguhnya Umar telah berbincang-bincang bersama Abu Musa mengenai masalah fikih. Jika ada yang mengatakan. Alhamdulillah penamaan judul bab sesuai dengan konteks hadits tanpa perlu meraba-raba dan mereka-reka. adalah menjelaskan hakikat AsSamar setelah isya. Sedangkan Hadits Umar. "Sesungguhnya kita sekarang dalam shalat. Anas juga memiliki Hadits lain mengenai kisah Usaid bin Iludhair yang telah disinggung dalam kitab . "Shalat. sesungguhnya hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah hanya berbincang-bincang bersama keluarganya dan bukan membicarakan ilmu pengetahuan.. Maka walaupun hadits ini benar. berdasarkan penafsiran yang berasal dari selain beliau dari jalur Ka'ab dari Ibnu Abbas. Oleh sebab itu." maka Umar berkata. "Bahwasanya Rasulullah SA W berbincang-bincang sebelum tidur bersama Abu Bakar mengenai permasalahan kaum Muslimin. Adapun hadits. Sesungguhnya yang dimaksudkan oleh Imam Bukhari di sini. serta memperhatikan konteks-konteks lafazh para perawi hadits. karena penafsiran hadits dengan hadits lebih utama daripada menyeretnya ke dalam dugaan-dugaan. dikeluarkan oleh Ahmad yang di dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang majhul (tidak dikenal). maka Rasulullah berbincang-bincang dengan keluarganya selama satu jam kemudian beliau tidur. kecuali Alqamah yang masih diperselisihkan statusnya. "Tidak ada pembicaraan setelah isya kecuali yang mengerjakan shalat malam atau yang melakukan perjalanan". As-Samar dalam ilmu pengetahuan dibarengi dengan As-Samar dalam menjalankan shalat sunah.-1/ Manaqib. "Saya bermalam di rumah Maimunah. hadits Anas radhiallahu 'anhu. FATHUL BAARI — 407 . penulis tidak mengesahkan hadits ini menurut kriteria hadits beliau. Adapun hadits Abdullah bin Amru. Abu Musa berkata.jalur-jalur hadits. bahwa yang dibicarakan Rasulullah tidak terlepas dari ilmu pengetahuan dan manfaat. Jawabannya adalah." Wallahu A 'lam. "Bahwasanya Nabi SAW mencenlakan kepada kami tentang bani Israil hingga dalang waktu shubuh dimana beliau tidak pernah bangkit kecuali memperbanyak shalat. Termasuk juga dalam bab ini." (Al Hadits) Dengan begini." diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah..

j.j *JL' JIS' l'J* L'l J J J ^-fi'jAl ^i ' • A'h .„.s a u d a r a k e k a y a a n R a s u l u l l a h p e r u t m e r e k a h a / d l . jj' j . Imam Syafi'i mengatakan. ) _jJL J ( 1 lijii. mangadakan perbaikan dan menjelaskan kembali keterangan-keterangan Allah.p a s a r . "Abu Hurairah adalah orang yang 4 0 8 — FATHUL BAARI .^ j^Ii-Juj J—**Ji jisT JLUJS' JA 'Jjj*i-.m a s i n g . d i a b a n y a k d u a " a y a t . " s a y a . u r u s a n d a n h a r t a s a u d a r a .42.^« J'J-A'L JulaJi '^^II^ ^~li Al A'. J ^ . maka taubat mereka itu akan Kuterima.U Jjl ) 4 > Jl ( WJIIS^ «J'— < O O . A b u H u r a i r a h t i d a k p a l i n g k a r e n a h a d i t s ." (Os. ' S a u d a r a . mereka itu dikutuk oleh Allah dan orang-orang yang turut mengutuk kecuali mereka yang taubat. Aku Mulia Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. d i s a m p i n g T e t a p i s a y a s a w i d a p a t s e l a l u m e n g i k u t i k e b u t u h a n N a b i y a n g m e r e k a m a n a . Diceritakan oleh Abu Hurairah RA. AI Baqarah (2): !?9-160) L a l u A b u h u r a i r a h m e n e r u s k a n .! i J j i . karena dia adalah sahabat yang paling hafal tentang hadits Rasulullah SAW.m a n a : s a y a p u n d a p a t d a p a t m e m e n u h i m e n g h a d i r i m e n g h a f a l c e r a m a h .c e r a m a h a p a v a n g t i d a k h a d i r . m e r i w a y a t k a n d a l a m A l Q u r " K a l a u a y a t " O r a n g h a d i t s . j jiiii^j 'i' isJu«*j • J * . s e r t a d a p a t K e t e r a n g a n Hadits: Dalam bab ini tidak disebutkan selain hadits Abu Hurairah RA. ^1 iJJ> y 'JS"\ JjiyZ j l Jli i'J_'y> ^ 1 Ji j—f C 1 Jy*j& 'j». b a h w a n i s c a y a s a y a t i d a k a k a n m e r i w a y a t k a n K e m u d i a n "Sesungguhnya mereka yang menyembunyikan keterangan dan petunjuk yang Kami turunkan sesudah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab. a n .a --v < "i' L* IIS. t i d a k m e r e k a k e k a u m d e n g a n m a s i n g .s a u d a r a k i t a m e m b a c a p a r a M u h a j i r i n s i b u k k i t a d e n g a n d a r i p e r n i a g a a n A n s h a r m e r e k a s i b u k d i p a s a r . M E N G H A F A L ILMU i JL l ^y. " m e n g a t a k a n .

" (HR. jelaslah hikmah disebutkannya Muhajirin dan Anshar. bahwa Abu Hurairah tidak lupa apa yang didengarnya dari Rasulullah. yaitu saudara seagama (Islam) Kata j—Cai< berarti memukul tangan di atas tangan. >s—ij*?s j ^ ' (Abu Hurairah paling banyak meriwayatkan hadits).paling hafal hadits pada masanya. dan riwayat Ibnu Sa'ad berbunyi.? — ( M e r e k a disibukkan dengan pekerjaan pertanian kemaslahatan pertanian mereka. dan mengatakan. Artinya kalau tidak karena 1 Allah mencela orang-orang yang menyembunyikan ilmu. Abu Hurairah RA senantiasa menghadiri majelis Rasulullah dan menghafal ucapan atau sabda beliau. yang alasannya sudah dijelaskan. Adapun hadits yang kedua ini menunjukkan. dari Az-Zuhri. Meskipun demikian. Maka hadits ini tidak bertentangan dengan hadits sebelumnya. I lai itu merupakan kebiasaan yang mereka lakukan dalam akad atau transaksi jual beli. yaitu hadits dari Rasulullah SAW sebagaimana telah disebutkan oleh penulis dalam bab "Buyu* (jual beli)" dari Syu'aib. "Mengapa orang-orang Muhajirin dan Anshar tidak meriwayatkan hadits seperti hadits Abu Hurairah. U J / jJ -y 'J^4 J'S. Kemudian beliau mcinebutkan sebab banyaknya hadits yang diriwayatkannya dengan perkataannya. maka Abu Hurairah tidak akan meriwayatkan (hadits)."). Ibnu Sa'ad) Dalam hadits yang ketiga menunjukkan. dan dalam bab "Muzara'ah" dan Ibrahim bin Sa'ad. dan ketika dilarang untuk menyembunyikan ilmu." Untuk itu Ibnu Umar menyayangi jenazahnya. Dengan demikian. "Abu Hurairah telah menghafal hadits Nabi untuk kaum muslimin. JJ mereka). dimana hal itu tidak ada pada selainnya. Untuk itu banyaknya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. obVi 'i y* (Kalau tidak karena dua ayat). dia adalah orang yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi. dari Az-Zuhri dengan tambahan (Mereka berkata. j (Sesungguhnya saudarasaudara kita). Imam Bukhari telah meriwayatkan F A T H U L BAARI — 409 . maka yang harus dilakukan adalah menampakkan dan menjelaskannya. dimana Abu Hurairah menyatakan bahwa Ibnu Umar lebih banyak meriwayatkan hadits daripada dirinya. ' —JO ri (Dalam harta kekayaan mereka) atau bekerja untuk ' 4 . Dalam riwayat Muslim dikatakan. adalah karena banyaknya hadits yang dihafalnya. bahwa Abu Hurairah tidak meriwayatkan semua hadits yang dihafalnya.

"Wahai Rasulullah. ' . Dari Abu Hurairah RA. "Kumpulkanlah!" Lalu kukumpulkan dan setelah itu aku tidak pernah lupa lagi. Umar.dalam kitab Tarikh dan Hakim dalam Al Mustadrak dari hadits Thalhah bin Ubaidillah yang menjadi penguat hadits Abu Hurairah. kemudian mereka menelaah dan meneliti kembali sehingga mengetahuinya.^ . ' > > ' . "Singkapkanlah jubahmu!" Lalu kusingkapkan jubahku. . 119. bahwa ia duduk dalam majelis para sahabat yang berjumlah kurag lebih puluhan orang." Sanad kedua hadits mi telah dinyatakan shahih oleh Bukhari dan Muslim.i ' . sehingga dikenal pada waktu itu bahwa Abu Hurairah adalah orang yang paling hafal tentang hadits Rasulullah SAW. dimana dalam majelis itu Abu Hurairah telah meriwayatkan hadits dari Rasulullah yang tidak diketahui oleh mereka yang hadir. Demikian ia meriwayatkan hadits terus menerus. j * . "Kamu adalah orang yang menyertai Rasulullah diantara kita dan paling hafal tentang beliau. .' . "Saya tidak ragu. saya banyak menerima hadits dari engkau.* 'I ' 'n Ja~_1\ J i i . saya tidak lupa apa yang telah saya dengar dan Rasulullah." Keterangan Hadits: *j_JJ l i — i '-J (Maka aku tidak lupa lagi setelah itu)... ' j o J l » A'. J lJ c J j J i i ." Dalam riwayat 4 1 0 — FATHUL BAARI . aJju l i J i O . ia berkata. Kemudian Rasulullah menyauk dengan kedua tangannya dan berkata. y j t jjl* JU ' . Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Ibnu Dia berkata kepada Abu Hurairah.. . "Demi Tuhan yang telah mengurusnya dengan benar. Dalam riwayat Ibnu Uyainah dan lainnya dari Zuhri dalam hadits yang lalu dikatakan. bahwa dia telah mendengar dari Rasulullah apa yang tidak kami dengar. . " Rasulullah berkata. tapi sava banyak lupa.y>." Imam Bukhari meriwayatkan dari hadits Muhammad bin Umarah bin Hazm. ' . hal itu karena dia adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa dan menjadi tamu Rasulullah. selalu hadits Imam ol l*jf I jjk~ UjJiiI . ' s j _ i ^il d i J y djj_j i. ' jA jt- ' . ' >I I *j • j . .

'"Maka setelah itu saya tidak lupa apa yang dikatakan beliau kepada saya. k e m u d i a n m a s u k m e m p e l a j a r i n y a m e n g a j a r k a n n y a . " Hadits mi menganjurkan untuk menghafal dan menjaga ilmu. dan hal itu dapat dicapai dengan tidak tamak terhadap dunia. "Ya Allah aku memohon kepada-Mu apa yang diminta oleh kedua saudaraku.im bagi manusia dan Abu Hurairah telah mengakui hai itu. bahwa Abu Hurairah tidak lupa semua hadits. dan Nabi mengamininya. "Dan kami juga demikian wahai Rasulullah. ^l^o J ' ' ' u J - f t _/ i ' . "Maka saya tidak lupa perkataan beliau setelah itu.alu kami berkata.Jii 3 J J> jl -J. A l M u s t a d r a k H a k i m " B e r d o a l a h k a l i a n b e r d u a ' " G h u l a m A d . nampak jelas keutamaan Abu Huiairah RA dan mukji/at kenabian. I.D u s t t e l a h m e n d a h u l u i k a l i a n .Yunus dalam hadits Muslim dikatakan. Dalam riwayat Syu'aib.. u a ' i s u r g a . Perkataan yang dimaksud dalam hadits Zuhri belum jelas semua jalurnya. "Aku dan Abu Hurairah seria yang lauima bersama Nabi." Hadits ini menjelaskan bahwa Abu Hurairah tidak lupa semua hadits." dan Nabi mengamininya. Disamping itu juga menjelaskan tentang keutamaan bekerja bagi orang yang sudah berkeluarga. " Maka aku dan temanku berdoa.' J ' " f ^ _ _ ' FATHUL BAARI — 411 . d u a . karena lupa merupakan suatu ha! vang la/.t ' >' t t ' t ' _ ' ' ^ e ' v \^t~ s J ' \ S ' -• ^ . kemudian sifat (lupa) itu hilang dengan berkah kenabian Muhammad SAW. tapi saya dapatkan dengan jelas dalam kitab milik Tirmid/i dan kitab A l H i l y u h milik Abu Nu'aim dari jalur lain dari Abu Hurairah. karena Abu Hurairah telah menerangkan bahwa dia banyak menghafal hadits. dan diperbolehkannya mengabarkan tentang suatu keutamaan jika tidak dikhawatirkan munculnya sifat ujub. J a m i ' " T i d a k a d a s e o r a n g a p a y a n g m e n d e n g a r o l e h d i a s a t u k a l i m a t . a k a r . ^ * ' * ' a ' s ' ' ' t * 3 * t' " o Al s 1• • -> A' J w > -r* s^Jii>.LS ^i-Jl J_*~v • £ > t S' . dan aku memohon ilmu yang tidak terlupakan. t i g a . la berkata. " Dalam dua hadits ini. Kemudian Abu Hurairah berdoa." Rasulullah berkata. d i a e m p a t a t a u l i m a d a r i d a n y a n g d i w a j i b k a n k e i A l l a h . lalu beliau berkata. bahwa Rasulullah SAW bersabda.' o. Namun demikian konteks hadits telah menguatkan apa yang diriwayatkan oleh Yunus." dimana hadits ini hanya mengkhususkan bahwa Abu Hurairah tidak lupa hadits itu saja. Dalam dan hadits Zaid bin Tsabit berkala.

dan dia meninggal dunia setahun sebelumnya. Para ulama berpendapat. bahwa apa yang dihafal oleh Abu Hurairah jika ditulis maka akan memenuhi dua karung. yakni kepala. tetapi kata tersebut dalam hadits ini berarti pembunuhan (kiasan). sehingga dua kantong diletakkan dalam satu karung yang besar dan satu kantong diletakkan dalam karung yang kecil. karena dia takut terhadap mereka. "Hadits ini dijadikan oleh kelompok untuk membenarkan kebatilan mereka. seperti perkataan Abu Hurairah.120. dari Abu Hurairah RA. Yang satu karung telah saya siarkan. Dari Sa'id A! Magburi. "Aku menghafal tiga kantong." Karena hal itu mengandung kemungkinan. Hadits ini tidak bertentangan dengan riwayat Abu Hurairah dalam kitab Musnad yang mengatakan. "Saya berlindung kepada Allah dari pemimpin sittin (enam puluh) dan pemerintahan shibyan (anak kecil). karena ia memerintah pada tahun 60 H. sehingga dimungkinkan bahwa Abu Hurairah telah mendiktekan hadits yang dihafalnya kepada orang yang dipercaya. Dalam riwayat Ismaili dikatakan -i*». Ibnu Bathiniyyah Munir berkata. ia berkata. "Saya hafal dua karung hadits dari Rasulullah. Hal ini akan dibahas pada bab "Fitnah" (bencana). Dalam hal ini Abu Hurairah telah menyembunyikannya dari sebagian orang. dan aku siarkan dua kantong. f-j-iiii i-u> A J ^ (Dipotong leherku atau dibunuh). dan yang satu karung lagi jika saya siarkan niscaya dipotong orang leherku (dibunuh)" Keterangan Hadits: Maksud J?'i—adalah dua macam ilmu." Karena maksud hadits ini adalah. bahwa kedua karung (dalam hadits sebelumnya) salah satunya berukuran besar dan yang satunya kecil. bahwa hadits ini bertentangan dengan hadits sebelumnya yang mengatakan. Pernyataan ini telah membantah dakwaan orang yang mengatakan. Allah telah mengabulkan doa Abu Hurairah. sehingga mereka 4 1 2 — FATHUL BAARI . "Saya tidak menulis. bahwa hadits-hadits yang tidak disebarkan oleh Abu Hurairah adalah hadits-hadits yang menjelaskan tentang keadaan dan masa para pemimpin yang buruk." Abu Hurairah mengisyaratkan perkataannya tersebut kepada Yazid bin Muawiyah. Kata rj^ { berarti saluran makanan antara tengkuk dan kerongkongan.

43. perubahan kondisi dan peperangan di akhir zaman. Pendapat lain mengatakan. bahwa Jarir masuk Islam pada bulan Ramadhan tahun ke-10. Ibnu Abdul Barr mengatakan. dan apa yang dikatakan ini bertentangan dengan pendapat Al Baghawi yang mengatakan. syariat dapat dicapai dengan melarutkan diri dalam agama. adalah orang-orang yang suka berbuat kezhaliman akan memotong lehernya (membunuhnya) jika mendengar aib perbuatan mereka. Dari Jarir RA. Apa yang dikatakan oleh penulis mengenai hadits ini dalam bab "Haji w a d a ' " bahwa Nabi telah mengatakan kepada FATHUL BAARI — 413 . w'lij *SJj2*o wJj^aj \JjS~ ^ £ A * j ^ y* J 7 M JUi 121. bahwa Jarir masuk Islam sekitar empat puluh hari sebelum Rasulullah meninggal dunia. bahwa apa yang disebutkan mengisyaratkan akan apa yang berhubungan dengan tanda-tanda hari kiamat. Adapun batin. Nabi SAW berkata kepadanya pada waktu haji wada' (haji terakhir).meyakini bahwa syariat itu mempunyai sifat zhahir dan batin. "Janganlah kamu kafir kembali sesudahku. karena Jarir masuk Islam kurang lebih dua bulan setelah haji wada'. dimana sebagian kamu memenggal (membunuh) sebagian yang lain" K e t e r a n g a n Hadits: Sebagian ulama mengatakan bahwa lafazh i dalam kalimat il J i i s^iCJ ^ 1 J i adalah kata tambahan." Adapun maksud perkataan Abu Hurairah (dipotong). M E N D E N G A R K A N ULAMA o ' ' J J J J ' • * * ' T J » ' ' " ' S . '•'•Suruhlah manusia untuk tenang!"Kemudian beliau bersabda. sebagaimana disebutkan dalam hadits yang pertama yang menjelaskan celaan bagi mereka yang menyembunyikan ilmu. Hal itu karena hadits-hadits yang berkenaan dengan hukum-hukum syariat tidak mungkin untuk disembunyikan.

Sufyan Ats-Tsaun dan lainnya mengatakan. Ibnu Baththal berkata." Lalu Ibnu Uyainah berkata kepadanya." Adapun riwayat Al Ashmu'i. maka ia tidak dikatakan melakukan (memperhatikan). dari Mutharrif." Dengan demikian akan nampak korelasi antara tema bab dengan isi hadits.Jarir. "Mendengarkan apa yang dikatakan ulama adalah kewajiban bagi para murid atau orang yang belajar. karena kata berarti diam yang dapat dilakukan oleh orang yang mendengar dan tidak mendengar. mengerjakan dan menyebarkannya (mengajarkan). Ia berkata." Ini berdasarkan kebiasaan yang sering terjadi." Ketika Rasulullah berkhutbah untuk mengajari mereka. lalu ia tidak melihatmu. "Mu'tamir bin Sulaiman telah menceritakan kepadaku dari Kahmis. sehingga kalian menyerupai mereka ketika sebagian mereka membunuh sebagian yang lain. Di sini ada perbedaan antara ^ '««^-J -'l-^ i n s h a i 1 A l I n s h a i dan A l h t i m a ' dalam firman Allah. karena ulama adalah pewaris para nabi. karena khutbah Nabi di atas pada waktu haji wada' dan manusia yang berkumpul pada waktu itu sangat banyak untuk melempar jumrah dan melaksanakan amalan haji. "Kami tidak mengatahui bagaimana itu bisa terjadi?" Ia menjawab. lalu memperhatikan. Kata tersebut mempunyai arti yang berbeda. tidak mengandung perkataan Al Baghawi. Sedangkan kata dapat dilakukan dengan diam atau berkatakata yang tidak menyibukkan si pembicara untuk memahami apa yang didengarnya. menghafal. Pada waktu itu Rasulullah berkata kepada mereka. seperti memikirkan yang lain. "Pangkal ilmu adalah mendengarkan. "Ambillah dariku manasik (amalan ibadah) kamu. bahwa ia mengatakan kepada Ibnu Uyainah. I n s h a i i n s h a i 4 1 4 — FATHUL BAARI . " A l adalah berasal dari kedua mata. kata lebih didahulukan daripada Ali Ibnu Al Madini menyebutkan. i s l i m a ' A l I n s h a i A l I s t i m a ' . Maksud unsur takwil. bahkan telah menguatkan (memukul) adalah janganlah kalian melakukan perbuatan orang-orang kafir. "Jika kamu berbicara dengan orang lain. maka beliau menyuruh untuk mendengarkan dengan baik.

JIKA DITANYA SIAPAKAH YANG LEBIH MENGETAHUI? MAKA HENDAKNYA M E N Y E R A H K A N N Y A KEPADA A L L A H .y J u * J .^ * L' JU* .44. 'I*' Di . •/ r * 3 s ^ 'O' ' r ' i ' f ' * & f'' ' ^L>.'I • ' i . Ul 'A * I Lll v\kJl W. ^ . u ' .y FATHUL BAARI — 415 . . ' \ I il ZSs. _Lil ''-^''-Lc. * .J o j j J ' ' ' " ' * t J I * i'plaij " * j\ ^ y ^ ^Jiji) ^ ^ ^ ^ ' a i 1 k £ JII* ^ ii j U* o''""' ^ 1 ." > '-LP j ! _ 1 ijJl ..Li$J> * ~ 'J » j .^ i l l f y_ ' 'J' 1 J U* ^-li0> .^ U J - j v ^ y i SLUJ JiUaJ'j J v U ^ l i + j j>jl l»^ S) J^Jj 'l iLJ * Ju ULLUils I-^-P s l i i j « J ' j 15"j _V 1 ( L ^ y >IJ 'l 4 -L™« Ijjb Lf .J 5 " J L J 'J i 15" ^i>.«"y^JJ i V ' j L _J 1 _ 5 ^ r ^ J ' Ju* 1 J . v ji y j p *' ~ ' 1 L i i Jii i JJ' J: '. JL* 7t~^>' 'LLl* U^J-» *J ^ ~ -" J -/ t . • AJJLAJ 1 3 1 * L-C« 1 U Lu- ^1 J v i - LA* A.di «Ik^. - - - > >' 'i ' " . i .'1 -Ljt-J j "f -"l' ' i .' LJ 'i J'UUJ V ... / i. .^ : 1 ^l*ji i Li ^1 'LILI Oi • ' . t —Z L .«Uli ' '<. » c j * a . . j * .U J ' I . • >JO J Lii ^ y& Lkjl -J ' -J y*l J. ' ' ' ' ^jjl J j J . |-"-" " " a l X*" ' A > j * \ ^^'l jlS-oJ' j j L ^ '' ^« _L>T_: j^Jj (l^a-' o C J i C.

^ i > J ^ f -^r- 4 j s- t „ s B S r . '* UUaJli ( i ^ i 1 ^oi-l V J ° r *Ul Q . * ' ^ r'" ^ ' r s s r rr- O 3l J ^ C J i .^jZJU JI jj ^ y M ^J. ASJJlp.UliJlJ) J J^J I j I J o r L ^j V) O. e \ ' ' * -\ °' \'{* 'i .H» f j.W . ' fUtJ J ^ J u f ' .l^Ji \ ' } _ — J J '^A '^ASU 'J i i l l J i i JJl J l i ) l^lil J J c i V^sT^i j> ^ j . ^ J^ IJLi Lallajlj UtC-J ^ ' ^ 4^.1^ ^siu^JI * •* ' ' (i^Li J>-lJ j U i i J l *^ x ^ 9 £A •^M\J ^YJ4 J^ r t r £ ^^ ^x-xx y r * J—s"ji ijij A£UP j i jii ( i ^ j * .jJf^ J i c-i^ C .^ Ci *j" N.r J JS."-Jl 9 ^J>y' 9 J i _ji f JYUASt ' .^ y ^ j> JUi «i^i — .^i. jt-^J 5^ < U M 4 1 6 — FATHUL BAARI .r t j- H P' * s ^ s r r * * ' ( l U i j ^ l i i LU * 0 j ' J i i l L " J i ) J l i JUi J l i J-Jl^-l ' j ^ ' s ' L ^ ' & c — ^ J T & J + J L .I*i.e£» ^ y ^i) J^ j\ J . Uaiu j iu'i j i i jji j i i ) lj_>-y LLft^LJaj j l fjjli L^lil l*«]a^l j i i C'i IJI ^ J i . r . ^ ^ ' .y-. ^ ^ (iJiv'j _ J J ^* ^ 1 J^i l y ^ l ^ i r .J U ) «wU-l N. i3 J U i ^ lili ajjj ^-*a>Jl J l i (4-*lili J|AaL' j l JJs a ^ \ *I Jli v f l . ' ' * • 9 CfciJ-J -J a 8 X* ™' 2 9 B *f * ^—H c J — 1 P J J—1 U_.

" Ia berkata. hingga ketika menjumpai batu besar keduanya menyandarkan kepala mereka dan tertidur. terdapatlah seorang laki-laki yang menutupi dirinya dengan baju. si ikan melepaskan diri dari keranjang. "Bawalah ikan vang ada dalam keranjang dari daun kurma. Pada saat itu. "Sa'id bm Jubair mengabarkan kepadaku. "Musa bani Israil?" Musa menjawab. "Telah menceritakan kepada kami Amru. ia berkata." Musa berkata." Musa dan muridnya tidak memperhatikan kejadian ini dan kembali berangkat di sisa malam. dan ketika keduanya menjumpai batu besar.'Maka Allah menegur Musa karena dia tidak mengembalikan kepada Allah pertanyaan tersebut. dan Allah mewahyukan kepada dia bahwa seorang hamba diantara hamba-hamba-Nya yang tinggal di penemuan dua buah laut adalah lebih mengetahui daripada Musa. "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar diantara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" Khidhir berkata. Maka berkatalah sang murid kepadanya. "Hawalah ke mari makanan kita. Khidhir berkata. tetapi Musa yang lain. Ketika subuh menjelang Musa berkata kepada muridnya. " Musa berkata. " Maka berangkatlah Musa bersama muridnya -Yusyak bin Nun. "Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu ini." Lalu keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula. "Itulah tempat yang kita cari. sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini " Musa tidak merasa letih hingga mereka melewati tempat yang ditentukan Allah. Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad." Sa'id berkata." Ia berkata. "Apakah ada kesejahteraan di negeri kamu?" Maka Musa berkata. "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar FATHUL BAARI — 417 ." Nabi Khidhir berkata." Keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula. "Wahai Tuhan! Bagaimana dengan orang tersebut?" Maka Allah mengatakan kepadanya. "Musa sang nabi berdiri sambil memberi khutbah kepada bani Israil. "Benar!" Kemudian dia meneruskan. apabila engkau kehilangan jejaknya maka di sanalah hamba-Ku tadi berada. 'Aku lebih mengetahui. "Aku adalah Musa." Ubai bin Ka'ab telah menceritakan kepada kami dari Nabi SAW. "Saya mengatakan kepada Ibnu Abbas.122. "Lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu. Musa mengucapkan salam. bahwa Nauf Al Bakali mendakwakan bahwa Musa adalah bukan Musa bani Israil. 'Siapa manusia yang paling pandai?' Musa berkata. maka seseorang bertanya kepada dia. maka sesungguhnya aku lupa menceritakan tentang ikan itu dan tidak ada yang melupakanku untuk menceritakan kembali kecuali syetan.dengan membawa ikan di dalam keranjang. "Musuh Allah telah berdusta.

dan engkau diberi pengetahuan dari Allah yang tidak aku ketahui. Kemudian mereka mendapatkan rumah yang hampir roboh. Berkata Musa." Khidhr berkata. "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu." Musa berkata. maka Khidhir menegakkan dindingnya. Ketika sebuah kapal melewati mereka. sesungguhnya aku diberi ilmu yang Allah ajarkan kepadaku dan tidak diketahui olehmu. Kemudian datanglah seekor burung yang berdiri di lantai perahu dan memasukkan paruhnya ke laut." Rasulullah berkata. "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku " Kejadian tersebut adalah kesilapan pertama yang dibuat oleh Musa. mereka minta dijamu oleh penduduk negeri itu dan penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka." Berkatalah Musa kepadanya. "Wahai Musa. "Kalau kamu mau.bersamaku." Berkatalah Khidhir "Bukankah aku telah berkata." Maka berangkatlah keduanya ke pesisiran pantai dan keduanya tidak memiliki perahu. Khidhir berbicara dengan mereka agar mengangkut mereka berdua.' "Wahai Musa. Orang-orang tersebut mengenali Khidhir dan mengangkut mereka dengan gratis. "Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih bukan karena dia membunuh orang lain?" Khidhr berkata Bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku'" Maka keduanya berjalan hingga sampai kepada penduduk suatu negeri." "Ada yang meriwayatkan bahwa Khidhir menegakkannya dengan kedua tangannya. Khidhir pun berkata. "Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Musa. yang tetap bersabar mendengarkan penjelasan tentang hal tersebut sehingga kita mendapatkan cerita tentang mereka berdua. "Insya Allah kamu akan mendapatkan aku sebagai orang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam suatu urusan apapun." Lalu Khidhir berlalu dan menanggalkan layar perahu tersebut. Lalu mereka kembali berjalan dan bertemu dengan seorang anak yang sedang bermain bersama teman-temannya. ilmu yang aku dan engkau dapat bagaikan tetes air yang diambil oleh burung ini. '"Mereka adalah orang-orang yang memberikan tumpangan kepada kita tanpa memungut bayaran dan engkau memboeormya agar orang-orangnya tenggelam." 4 1 8 — FATHUL BAARI . Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku" Musa berkata. tiba-tiba Khidhir memenggal kepala anak itu dan membunuhnya Berkatalah Musa. niscaya kamu mengambil upah untuk itu.

"Dalam riwayat Muslim dari jalur lain dari Abu Ishaq. "Apakah engkau mengatahui orang yang lebih pintar dari kamu?" Menurut saya. Kritikan tersebut datang karena Musa membatasi pernyataan tersebut kepada dirinya saja. sesungguhnya ada diantara hambaku yang aku berikan kepadanya ilmu yang belum aku berikan kepadamu. yaitu Amru dan Said. bahwa yang paling baik dalam hal ini bagi Musa adalah tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang dikemukakan kepadanya. yaitu Ibnu Abbas dan Ubai. dan riwayat sahabat dari sahabat. terlepas apakah dia memberi jawaban atau tidak. beliau yakin bahwa tidak ada orang yang dianugerahi ilmu seperti yang diberikan kepadanya. Dalam riwayat An-Nasa' i dari jalur Abdullah bin Ubaid dari Said bin Jubair dengan sanad yang serupa. " Dalam riwayat Abd. i—i*' —'i JLU (Kemudian berkatalah dia. "Ibnu Baththal beranggapan. "Aku tidak mengetahui ada orang di atas permukaan bumi yang lebih mengetahui daripada aku. "Ketika Musa berdiri memberi khutbah. tidak ada pertentangan diantara kedua riwayat tersebut. wallahu A 'lam f maka tidak ada cacat dalam perkataan tersebut. "Menurut saya tidak seperti itu.Keterangan Hadits: ^—l—! ' y tio^ dengan menggunakan kala hadits (haddatsana) yang merupakan dalil bagi Imam Bukhari untuk menguatkan kedudukan khabar wahid. dan Dia berfirman. Allah mengetahui apa yang ada dalam benaknya. yang lafadznya adalah. Kalimat ini merupakan jawaban dari pertanyaan "Siapa manusia yang paling tahu (pintar)?" Ada yang berpendapat bahwa hal im bertentangan dengan perkataan beliau pada riwayat sebelumnya dalam bab "Al Khuruj fii Thalabil llmi". Padahal maksud Musa FATHUL BAARI — 4 1 9 . "Apakah engkau mengetahui orang yang lebih pintar dari kamu?" sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. sehingga menimbulkan image bahwa itulah yang dimaksud olehnya dalam kasus ini. "Saya (yang paling pintar). Jika Musa berkata. "Wahai Musa. " Ibnu Munir mengatakan. tetapi hendaknya Musa mengembalikan semuanya (ilmu) kepada Allah. Karena dalam rangkaian sanad terdapat riwayat tabi'in dari tabi'in. dari Said bin Jubair berkata. karena perkataan beliau di sini 'J^'i u menurut pengetahuanku sangat sesuai dengan kata-kata beliau "tidak" untuk menjawab pertanyaan." Kemudian dia berkata. "Aku adalah orang yang 1 paling t a h u " ) . 'Aku tidak mendapati seseorang yang mengetahui tentang Allah dan perintah-Nya melebihi Aku. Razak dari Ma'mar dari Abu lshaq.

k e t a h u i Diantara dalil paling nyata yang menyatakan Khidhir adalah seorang nabi yaitu firman Allah. dan hal itu sama sekali tidak benar. dan tidak memiliki arti yang sama dengan yang biasa dipakai oleh manusia. dalam jawaban Musa ini ada yang perlu diperhatikan. yaitu kebutuhan Musa akan pengajaran dari selainnya. bahkan seorang nabi yang diutus. Zamakhsyari mengajukan sebuah permasalahan. Dia menjawab. nabi adalah seseorang yang paling pintar dari orang-orang pada masanya atau kaum tempat dia diutus. Dengan keputusan tersebut banyak permasalahan yang terpecahkan. karena substansi teks sebagaimana yang dikatakan oleh tidak sesuai dengan topik ini. li ^ (Dia lebih pintar darimu). maka yang terjadi adalah mengutamakan yang utama di atas yang lebih utama. Berdasarkan hal tersebut. "Perkataan Musa "Saya lebih mengetahui" tidak seperti perkataan r a h i m u l l a h 4 2 0 — FATHUL BAARI . dan hal ini tidak dapat diterima.. karena jawaban tersebut akan menafikan sesuatu yang wajib hukumnya (seorang rasul adalah orang yang paling pintar pada masanya). Sebenarnya maksud dan kata-kata "lebih mengetahui" adalah pengetahuan tentang hal yang khusus. apalagi jika kita katakan bahwa Khidhir adalah seorang nabi sekaligus rasul. bahwa seorang nabi yang menimba ilmu dan nabi lainnya tidak akan mengurangi kredibilitasnya. oleh sebab itu bukanlah suatu kekurangan apabila Khidhir lebih mengetahui daripada Musa. " S e s u n g g u h n y a d i k e t a h u i a k u a k u d i b e r i d a n i l m u y a n g A l l a h a j a r k a n k e p a d a k u A l l a h d a n y a n g s i d a k t i d a k o l e h m u . karena seorang nabi haruslah paling pintar pada masanya.kita jelaskan sebelumnya. Kalimat ini menjelaskan 1 bahwa Khidhir adalah seorang nabi. Karena jika tidak demikian. e n g k a u d i b e r i p e n g e l a b u a n d a r i " Maksudnya. il—1>'. Persoalan ini dijawab. Musa tidak diutus kepada Khidhir. dan mendorong seorang alim untuk menjawab "tidak tahu". CAI Kahfi (18): 82) Kemudian keharusan untuk menyakim bahwa Khidhir adalah seorang nabi berguna untuk menghindari celotehan golongan sesat yang akan menyimpulkan bahwa seorang wali lebih baik dari seorang nabi. " D a n b u k a n l a h a k u m e l a k u k a n n y a i t u m e n u r u t k e m a u a n k u s e n d i r i " Ibnu Munir mengkritik Ibnu Baththal yang banyak mengambil perkataan ulama-ulama salaf dalam memberi peringatan agar manusia tidak mengaku memiliki ilmu. Menurut pendapat saya. Kritikan yang datang dari Allah merupakan hal yang terpuji bagi yang berhak mendapatkannya. atau dia lebih mengetahui mengenai hal-hal spesifik yang tidak diketahui Musa jika kita katakan bahwa dia seorang nabi atau seorang wali. berdasarkan perkataan Khidhir.

manusia biasa. karena perkataan tersebut FATHUL BAARI — 421 . maka Musa juga akan mengetahuinya sebelum dia bertanya kepada Khidhir. karena waktu pagi tidak akan datang kecuali setelah melewati malam.J (Keduanya berjalan dalam sisa malam) berjalan semalam suntuk. begitupula dengan efek yang dihasilkan dari dua perkataan tersebut. ataupun penduduknya memberi penghormatan bukan dengan salam Di sini terdapat bukti bahwa. —-•' —•——• _jr^' (Bagaimana ada salam (keselamatan) di " H a i h i a n l h i k a m i n a s s a l a a m ' \ h a z a . Karena jika Khidhir telah mengetahui semua hal yang ghaib.tidak disebutkan karena dia hanya mengikuti Musa. dan mana datangnya keselamatan dalam negeri yang tidak diketahuinya'' Perkataan tersebut seolah-olah menunjukkan bahwa negeri itu adalah negeri orang-orang kafir. W a l l a h n a j a m . '•-i '-J O. seperti dalam firman Allah. sedangkan sahabat M u s a . walaupun pada hakikatnya hal tersebut benar. para nabi dan orang-orang yang berada pada level di bawah mereka tidak mengetahui tentang hal-hal ghaib kecuali apa yang diberitakan oleh Allah.i usva'.'). bukan dengan akal semata. mereka berdua berjalan siang dan malam berdasarkan perkataan sesudahnya. „•L -Cj i i ' j (Maka keduanya pun berjalan). mereka berjalan dari siang hari sampai malam tanpa berhenti-henti. bahwa teori yang tidak membolehkan menentang syara' dengan akal adalah pernyataan yang salah. Ini diperkuat dalam tatsir yang berarti dari mana. Yang berjalan adalah Musa dan Khidhir. Ada kemungkinan maksud dan kata-kata "sampai menjelang pagi" adalah. Sebagian ahh bahasa mengatakan. Dengan kata lam. karena dalam hal ini Musa menentang pendapat tersebut dengan hukum secara zhahir. U* J O > J (Para pemilik kapal itu berkata kepada mereka). Yang benar adalah. "Ketika menjelang pagi". Perkataan ini menjelaskan bahwa Yusya' juga ikut mereka berdua dalam melakukan pembicaraan dengan para nelayan. sedangkan perkataan Musa tersebut menunjukkan bahwa beliau mempunyai ilmu yang banyak dan sebagai anjuran untuk merendahkan diri dan tamak dalam mencari ilmu.• ^ ." Ibnu Munir mengambil kesimpulan dari masalah ini. Dalam hadits tersebut juga terdapat legitimasi terhadap perbuatan yang tidak diperbolehkan. bahwa maksudnya adalah berjalan dan pagi hingga sore. " " A m u u i l u k a negerimu'. Mereka (manusia) mengatakan hal seperti ini untuk membanggakan diri dan takabbur.

Kesimpulannya. Karena ilmu adalah sifat qadim (azali) yang melekat pada dzat Allah Subhanahu Wala 'ala yang tidak terbagibagi. O? '^Jj An-Naqshu (kekurangan) di sini bukan dalam arti yang sebenarnya. Tafsirannya seperti tafiran kata jC_iJJ. dan keterangan ini lebih baik. bukan kepada sumber. Dalam kitab Rihlah milik Al Khatib disebutkan. Sehingga perumpamaannya dikembalikan kepada yang mengambil. atau dan tidak seperti paruh burung ini." Riwayat Ibnu Juraij menggunakan lafazh yang lebih baik daripada lafazh ini dan jauh dari kejanggalan.' ^sj . karena setelah ini tidak ada kalimat yang menunjukkannya. (}lmu aku dan kamu di sisi ilmu Allah hanya seperti yang diambil oleh burung ini dengan paruhnya dari laut). bahkan kata illaa di sini mempunyai makna walau (dan tidak). karena ilmu Allah tidak akan berkurang. begitu juga ilmu pengetahuan tidak mempunyai batas akhir. j j — i U * j—(Kemudian datanglah seekor burung). bahwa maksudnya adalah burung-burung yang minum di laut tidak mengurangi air laut. berdasarkan terdapatnya huruf lab 'idh (J?) (untuk menyatakan sebagian). bahwa kata Ja-L: (kurang) yang dimaksud adalah 1 untuk mubalaghah (untuk melebih-lebihkan dari sebenarnya). Ada yang mengatakan. bahwa itu adalah burung layang-layang yang suka menyambar mangsanya. Ada yang mengatakan itu sejenis burung. Riwayat ini sebagai penafsiran lafazh yang ada. Ada kemungkinan bahwa Yusya' tidak ikut bersama mereka. i — l i jJ^i ji (Mereka mengangkut keduanya). maka yang dapat dibagi-bagi adalah yang "diketahui" dari-Nya.menggunakan kata ganti jU» (mereka) untuk menyatakan tiga orang atau lebih (jama'). Ada yang mengatakan bahwa maknanya adalah "belum diambil". Dia berkata. Yang lebih utama adalah menakwilkan bahwa yang dimaksud dengan kata ^ adalah ^jii' (Yang diketahui). Ismaili mengatakan. "Orang yang menggunakan lafazh ini dengan maksud mengagungkan adalah termasuk sikap yang berlebihan. Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Musa dan Khidhir adalah. karena pengetahuan Allah tidak akan berkurang. Al Qurthubi mengatakan. iuie-j ^Jj^ i* j—^3 ^—> jj-iLiii ix» M~' CS -i. Aliah bebas berbuat apa saja dengan kekuasaan-Nya sesuai dengan apa yang dikehendaki4 2 2 — FATHUL BAARI .

K u . karena sesungguhnya akhir daripada itu adalah kekecewaan.Nya. Yaitu apa yang dianggap baik oleh syara'. P e r t a m a . maka buruklah ia. walaupun dia seorang nabi namun telah disepakati dia bukanlah seorang rasul. Vlaka jika Dia membeberkan salah satu dari rahasia tersebut. apa yang dilakukan dan diputuskan-Nya tidak dapat dijangkau oleh akal. maka tidak seharusnya akal mempertanyakan mengapa dan bagaimana terhadap pengaturan-Nya. dan apa yang dianggap buruk oleh syara'. dan manfaat tergantung kehendak serta keinginan-Nya tanpa ada keharusan vang dibebankan kcpada-N'ya. Sesungguhnya tidak ada peranan akal manusia untuk menghukumi baik atau jelek terhadap sesuatu. mendengar percakapan Allah dan menurunkan Taurat dalamnya terdapat segala sesuatu. FATHUL BAARI — 423 . sedangkan kewajiban makhluk adalah ihklas serta berserah diri kcpadaNya. " m e m i l i h a (Qs. Khidhir tidak lebih dan salah seorang nabi bani israil dimana Musa adalah yang terbaik diantara mereka (nabi-nabi bani Israil). dan seorang rasul lebih utama daripada seorang nabi yang bukan rasul Jika kita mengatakan bahwa khidhir adalah seorang rasul namun risalah Musa lebih besar dan umatnya lebih banyak. mereka diperintahkan berdasarkan apa >ang diturunkan kepada Musa hingga nabi Isa. maka hal itu lebih baik.K u k a m u d a r i m a n u s i a b e r b i c a r a y a n g l a i n u n t u k m e m b a w d a n u n t u k l a n g s u n g d e n g a n . Oleh karena itu. diantaranya firman Allah. apakah itu bermanfaat bagi makhluk ataupun tidak. I alu semua nabi-nabi bani Israil menjalankan syariahnya. Al A 'raaf (7): 144) begitu juga dengan ucapan para nabi tentang kelebihan nabi Musa a l a i h t s s a l a m Sedangkan Khidhir. karena hal tersebut dikembalikan kepada hukum syar'i. kita harus memperingatkan orang-orang yang keliru mengatakan bahwa Khidhir lebih baik daripada Musa berdasarkan cerita mi dan mereka tidak melihat kekhususan yang diberikan Allah kepada Mu->a mulai dari risalah kenabian. sebagaimana tidak pantas bagi akal untuk mempertanyakan dari mana dan bagaimana wujud-Nya. Hanya kepada Allah-lah dikembalikannya semua rahasia. maka ia akan menjadi baik. Karena sesungguhnya kemampuan akal untuk mengetahui rahasia ketuhanan sangat terbatas. "Kita harus memperhatikan dua kesalahan yang terjadi. Oleh karena itu. Dia mengatur mahkluk-Nya menurut kehendak-Nya. " H a i M u s a s e s u n g g u h n y a ( d i m a s a m u ) A k u ( m e l e b i h k a n ) r i s a l a h . akal akan berhenti (tidak dapat mencapainya) Untuk itu berhati-hatilah seseorang jika melakukan protes. Al Ourthubi menambahkan. v a n g d i Dalil-dalil tentang hal ini banyak terdapat dalam A! Qui'an.

Musa dan Khidhir adalah sebagai ujian bagi Musa agar dia mengambil pelajaran. "Tanyakan hatimu walaupun aku telah memberi fatwa kepadamu" Al Qurtubi berkata. hingga tampaklah di hadapan mereka ilmu Ilahi dan hakikat-hakikat Tuhan.Jika kita katakan. Oleh karena itu. sedangkan para wali dan kalangan khawas tidak membutuhkan nash (teks) tersebut Mereka bergantung kepada apa yang terlintas dalam benaknya dan menghakimi berdasarkan kecenderungan yang ada dalam hati mereka. "Ini adalah perkataan orang-orang zindiq dan kafir. karena mengingkari apa yang diajarkan oleh syariah. sehingga tidak membumbkan hukum yang bersifat kulli (universal) seperti syariah. dari kisah Musa dan Khidhir dapat disimpulkan. tetapi wali. karena orang yang mengatakan bahwa dia mengambil hukum berdasarkan hatinya dengan keyakinan itu adalah hukum Allah dengan mengacuhkan Al Qur'an dan Sunnah. orang-orang zindiq yang berusaha menghancurkan syari'at. Hal itu diperkuat oleh sebuah hadits masyhur. Dia mengatakan. mereka mencari cela dalam kisah ini. bahwa hukum-hukum syariah bersifat awam dan diperuntukkan khusus bagi orang-orang awam dan bodoh. Merupakan sunah-Nya. Mereka telah mengetahui hukum-hukum yang bersifat terperinci atau kecil. maka dia telah menyatakan sesuatu 4 2 4 — FATHUL BAARI . bahwa hukum-hukum Allah tidak akan dapat dipahami kecuali dengan perantara utusan-utusan-Nya yang menjelaskan kepada mahkiuk-Nya apa yang ditetapkan oleh syariat-syariat dan hukumhukum-Nya. sebagaimana yang dialami oleh Khidhir yang tidak membutuhkan ilmuilmu yang ditampakkan kepada Musa. kisah dapat Kedua. halal darahnya dan tidak akan diterima taubatnya. Mereka mengatakan. Seperti firman Allah dalam surah Al Haj j ayat 75. "Allah lebih mengetahui dimana Dia menempatkan tugas kerasulan-Ny a" (Al An'aam (6): 124) Allah memerintahkan mereka agar mentaati apa yang datang dari para rasul. Barangsiapa yang mengklaim bahwa ada jalan lain selain jalan yang telah disampaikan kepada rasul untuk mengetahui perintah dan larangan-Nya. Itu adalah dakwaan yang menetapkan bahwa ada seorang nabi setelah nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. bahwa Khidhir bukanlah seorang nabi seorang wali. "Dan Allah memilih utusan-utusan-Nya dari malaikat dan dari manusia" dan firman-Nya. karena apa yang dibawa mereka mengandung hidayah dalam dorongan untuk mentaati ketaatan mereka. maka dia adalah kafir. Hal tersebut dikarenakan hati mereka suci dari kekeruhan dan terbebas dari tipu daya. maka nabi adalah lebih utama daripada seorang sebagaimana ditetapkan oleh akal dan wahyu.

maka dia itu berperang di jalan Allah. "Barangsiapa yang mengambil kesimpulan dan kisah Musa dan Khidhir.' Yang lain mengatakan. "Siapa yang berperang karena hendak menegakkan kalimat Allah setinggi-tingginya.SESEORANG YANG B E R T A N Y A D E N G A N BERDIRI S E D A N G K A N YANG ALIM D A L A M KEADAAN D U D U K L J Ji— a X . "Ya Rasulullah! Apakah artinya perang fi sabilillah? Diantara kami ada yang berperang karena marah dan panas hati.^i j^i OJJI 123." Kemudian Rasulullah mengangkat kepalanya Rasul tidak mengangkat kepalanya jika si penanya tersebut tidak berdiridan berkata. dari Tuhanku. 'Aku mengambil sumber dari hatiku. bahwa seorang wali boleh memberitahukan rahasia-rahasia suatu permasalahan yang berseberangan dengan syariah dan melakukannya.yang dikhususkan kepada para nabi.' Semua perkataan itu dianggap kufur. seperti sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Abu Musa radhiallahu anhu bercerita. "Sesungguhnya ruh suci lelah membisikkan dalam hatiku." 45.' Al Cjurtubi mengatakan. namun sesungguhnya aku mengambil dari Yang Hidup dan Tidak Mati. Li-j Al J^A.j i i Jii J^y J\ 'J^ t i ' ' l' t i * ' ' ' ° y^>- JJ'UJJ IWIF- J ^ L'i^-I Jl* Al ij v! £*j ^i Juiii U Al Jj—j J^ ij vl Y Al CiS' jjSJJ jji i ^ Jui Uji* jis" 4ji V 'i . maka dia telah sesat." F A T H U L BAARI — 4 2 5 . Kita meminta petunjuk dan keselamatan kepada Allah. "Sebagian mereka berkata." Sebagian dari mereka mengatakan.. 'Aku tidak akan mengambil dari yang sudah mati. j ' S Ai J ^ ' ' ' I * > \ J i j i .

*—~L t—^i *—v (Dan dia tidak akan mengangkat kepalanya). Rasulullah berkata. . Kemungkinan yang berbicara adalah Abu Musa atau orang lain.i L J O±^> ~'' C—' t " -• 'L» 'J 1 1 J . D o n Abdillah bin Amru. tidak ada dosa bagimu. Salah seorang dari mereka berkata. tapi diperbolehkan dengan syarat tidak adanya keangkuhan ketika melakukan hal tersebut. Hadits ini merupakan bukti atau penguat dan hadits "Seluruh perbuatan tergantung kepada niat. "Sembelihlah 4 2 6 — FATHUL BAARI . sebelum melontar sava telah menyembelih".Keterangan Hadits: Bertanya dengan posisi berdiri kepada seorang alim yang sedang duduk bukanlah perbuatan yang disukai. karena jawaban beliau mencakup apa yang ditanyakan. - - . keutamaan para Mujahidin adalah khusus bagi orang yang berjuang demi menegakkan kalimat Allah. beliau berkata. . "Pada saat saya berada di Jumrah. dan anjuran untuk menjawab suatu pertanyaan. saya telah mencukur rambut sebelum berkurban. saya melihat Rasulullah SAW sedang ditanya. msya Allah. ' k J L " ' u '/*•-> J > ~ j jjl^o 124. ^' ." Juga merupakan dalil bahwa seseorang diperbolehkan meminta sesuatu yang dibutuhkan dengan berdiri dengan syarat tidak ada rasa angkuh dan kesombongan. "Lempar saja. Jawaban tersebut menunjukkan jawami' kulim (kemampuan sastra) Rasulullah. "Ya Rasulullah. BERTANYA DAN MEMBERI FATWA KETIKA MELONTAR JLMRAH • i^S." Kemudian yang lain bertanya. "Ya Rasulullah. - 1 . > fl ' l — * (Barangsiapa yang berperang). Pembahasan lebih lanjut akan kita temukan dalam kitab Al Jihad. 46. " Jawab Rasul. I—' v fljjl J_p -S- - - - • 0 l—i i ' i. . .

wallahu A'lam. Beberapa orang tidak setuju dengan judul tersebut. kecuali jika ada dalil yang menunjukkan wajibnya persamaan.kurban dan tak ada dosa bagimu. Al Ismaili berargumen bahwa urutan sesuatu tergantung kepada redaksionalnya selama tidak ada dalil yang menyatakan sebaliknya. Juga diperbolehkannya bercakap-cakap ketika melontar dan melaksanakan manasik lainnya. "Hingga ada dalil yang menunjukkan urutan tersebut. Abi Salmah Al Majisyun. maka mereka tidak akan bertanya tentang didahulukannya perbuatan kedua dan yang pertama. bahwa tidak ada faidahnya menjadikan tempat berlangsungnya tanya jawab sebagai bab tersendiri. Kesimpulannya adalah apabila mereka tidak memiliki paham yang sama dengan pendapat ini." Keterangan Hadits: Bab bertanya dan memberi fatwa ketika melontar Jumrah. Apa yang diinginkan oleh Imam Bukhari dalam pemberian judul ini merupakan suatu hal yang baik. "Kerjakan. Hadits ini telah disampaikan pada bab "Futya A'ala Dabbah" dan pada akhir pembahasan haji Abdul Aziz bin Abi Salmah adalah Ibnu Abdullah yang dinisbatkan kepada kakeknya. Jika sebuah perintah ditujukan kepada 2 perkara kemudian dirangkaikan dengan huruf "\vaw'\ maka menurut Al Ismaili. maksudnya kesibukan seorang alim dalam mengerjakan ketaatan tidak menjadi penghalang untuk bertanya tentang ilmu. tidak ada dosa bagimu." Kemudian Al Ismaili juga mengkritik judul tersebut dengan mengatakan. prinsipnya adalah mendahulukan yang didahulukan dan mengakhirkan yang diakhirkan. bahkan merupakan suatu keharusan untuk bertanya tentang masalah yang tidak diketahui pada saat F A T H U L BAARI — 427 . Dengan khabar ini. Jika memang harus maka lebih baik membuat judul baru. Imam Bukhari sering menggunakan lafazh yang umum. tetapi hadits tersebut menyebutkan bahwa Rasulullah hanya berdiri di tempat melontar Jumrah. Kemudian orang yang berpendapat bahwa kalimat tersebut tidak menunjukkan urutan. juga berpegang kepada khabar mi dan berkata. Jawabannya adalah. karena menurut mereka tema di atas menjelaskan kejadian pada saat melontar. Jawaban atas tidak adanya faidah telah kita kemukakan sebelumnya. maka terjadinya pertanyaan di tempat Jumrah lebih umum daripada mengkhususkannya pada saat Nabi sedang atau sesudah melontar." Kemudian tidak ada pertanyaan yang dilontarkan sebelum atau selelahnya kecuali beliau berkata. yaitu bab tanya jawab dalam perjalanan dan bab pertanyaan pada hari Nahr.

walaupun telah diketahui bahwa pertanyaan tentang ilmu tidak terkait dengan hari. ' ' ^ fA JAS ' 4JC . i . FIRMAN ALLAH.j y^A <CjL _J U-USJ yfr~4jU JL U U "-'i c -Js— J* r < j JyJ 'T ^Xj" . tetapi terdapat pengecualian jika pertanyaan tersebut berkaitan dengan hukum ibadah yang sedang dijalankan. ~—^ ' " ^JS- ) O yj ^UU^LoJ ! 1 I I ' . Akan tetapi beberapa penghayal telah berkhayal. 47. Kasus ini meskipun dilarang. Kemudian pertanyaan yang diajukan kepada seorang alim di tengah jalan tidak mengurangi derajatnya dan pahala orang yang bertanya.melaksanakannya.» i y ' l J l i *>Ui 4 2 8 — FATHUL BAARI . Sedangkan yang kedua. Wa Allahit A 'lam. Hal tersebut dikarenakan sahnya suatu pekerjaan berkaitan dengan pengetahuan tentang tata cara pelaksanaannya. Al Israa"(17): 85) ' ' S ' ' fi ' B 2Ju J'ULI J^^_J' J t ' r /. 'O £ ' >— J ^ - » ' ' ' ' ^ ^'^ * U I ' ^ j ' '' j ^ O \J l « ij*< t — ~ " U^ ! ' I Iji lj J t U U*Ji I J> «jj c — v !.bit'i'i j l-t5Ja . Apa yang dikehendaki oleh Al Ismaili (untuk membuat bab sendiri-penerj. Kemudian \ a n g dapat diambil dari hadits im adalah bantahan kepada orang yang menduga. "Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit. seakan-akan dia ingin mengganti waktu dengan tempat. bahu a tanya jawab yang dilakukan pada saat Jumrah akan menyusahkan para pelontar lainnya.) telah dilakukan pertama kali dalam bab "Futya Wahuwa Waaqif 'Alaa Ad-Daabbah".'''' (Qs. bahwa hari "Id adalah hari suka cita sehingga tidak diperkenankan adanya pertanyaan tetang sesuatu pada hari itu.

-^ atau tongkat dan pelepah kurma. s a v a k u r m a C e r i t a d a r i A b d u l l a h r a d i a l l a h u y a n g ' a n h u .y 1 (Beberapa orang Yahudi). Saya tidak menemukan nama-nama mereka —>v 'i J e'J-:' Janganlah kalian tanyakan hal itu. b e r d i r i b e l a k a n g S e t e l a h b e l i a u m e m b a c a . Al Qur'an. j—l^J 1 LLJ. i n s y a A l l a h . S a l a h " T a n y a k a n " J a n g a n ! ( M u h a m m a d ) d i a y a n g Y a n g y a n g k i t a d a n R u h 0 l a i n k u r a n g t a n y a b e r k a t a . " M a d i n a h . " K e m u d i a n A b u s a y a d i b e r k a t a . " d i a . Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan kecuali sedikit"(Qs Al Israa'(J7): 85) Keterangan Hadits: Abdul Wahid adalah Abu Ziyad Al Bashn. "Mereka bertanya kepadamu perihal masalah ruh.i* (Saya berdiri) sehingga saya tidak mengacaukan konsentrasi beliau. b e l i a u b e r k a t a . d i t u n a i k a n . k e p a d a y a n g k a m i l a i n . Katakanlah kepada mereka. s e k e l o m p o k k e p a d a n y a K a l a u . m e m b e r i k a n l a i n n y a d a r i y a n g i t u j a w a b a n m e n y e n a n g k a n . atau dalam kata lain saya berdiri dengan tegak sebagai pembatas antara Nabi dan orang-orang Yahudi. bahwa yang mereka tanyakan adalah tentang malaikat Jibril. '. ruh itu urusan Tuhan belaka. d a r i " K e t i k a p e l e p a h m e l e w a t i b e r j a l a n d i b e r s a m a r e r u n t u h a n R a s u l u l l a h b e r t e l e k a n d i t o n g k a t r u m a h .T a j s i r . m e r e k a b e r t a n y a . nabi Isa. Ada juga yang berpendapat. bahwa yang ditanyakan wahyu. tapi yang jelas hanya Allah yang mengetahui hakikat ruh.k a l a u A k a n s a l a h Q a s i m ! d u g a t e t a p i Y a h u d i . Atau setelah terlepas dan himpitan. p u n ' M a r i b e r d i r i s e o r a n g A p a k a h s a a t b e l i a u . penciptaan ruh. Di sana akan kita jelaskan tentang apa yang dimaksud dengan ruh hewan. Hal ini akan disinggung dalam Kitab A t . FATHUL BAARI — 429 . karena takut jika beliau memberi jawaban yang tidak menyenangkan kita.125. karena datangnya pendapat mengatakan. ji w-j —.>• berarti reruntuhan. " N a b i m a k a " W a h a i d a n d i m a k s u d w a h y u d e n g a n t e r d i a m a k u i k u t p u n p a d a s e d a n g s e l e s a i d i t u r u n k a n . r^i'j—Mayoritas orang-orang Yahudi itu adalah hakikat ruh yang ada dalam hewan. •_-. dan lain-lain.r u m a h s e o r a n g m a s a l a h b e r k a t a R u h .

Ubaidillah bin Musa menceritakan kepada kami dari Israil dari Abu lshaq dari Al Aswad.y ^ o I_JIJ_J j j . bahwa Aisyah banyak membuka rahasia kepadamu. 4 3 0 — FATHUL BAARI . maka apa yang dia bicarakan mengenai Ka'bah?" Saya berkata. Bacaan ini bukan termasuk qira 'at sab 'ah dan bukan termasuk qiraat-qiraat terkenal lainnya.Dalam lafazh Al Kasymihani. 'Hai.72 H. Dia berkata.L J ' 126.™ Maka Ibnu Zubair (Dalam masa pemerintahannya 64 . "Ibnu Zubair berkata kepada saya. 'Dengan kekufuran. "Aisyah berkata kepada saya. Aisyah! Jikalau tidak karena kaummu masih baru (memeluk Islam) -Ibnu Zubair berkata. ty£ Ji maksudnya bacaan Al A'masy. bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasaliam bersabda. Akan kubuat dua pintu.L f i ' . penerj J benar-benar melaksanakan apa yang disabdakan Nabi itu. karena Abu Abid dalam kitabnya Al Qira 'at tidak memasukkan bacaan Al A'masy. M E N I N G G A L K A N SEBAGIAN I K H T I Y A R K A R E N A T A K U T SEBAGIAN M A N U S I A T I D A K M E M A H A M I N Y A SEHINGGA M E L A K U K A N K E S A L A H A N YANG LEBIH BESAR jl_i j> j ± iiL !^ r J 'j JJl^-i 'j J * j * 'j 4L1 x i 'jj CJ^ j> Hi >. satu pintu masuk dan yang satu lagi pintu keluar. LjJ L i i i o iJtSJl C-^a-aJ y i ^ j ' 1 ^ J o 1' u ' ° •y ^ y ' 'H 1' • • • ' 1 ' L' I "n 1' ° ' "djuii j ^ t ^ .'.T£ IJ idi L j i i ^jir j jii dL-Jy Jj 'l a jij i i j L > Jtii j i i J 'ciu L i i ^ jjl J l J i i ^ .niscaya kurombak Ka'bah. Wallahu A 'lam. 48.

Sementara Ibnu Zubair adalah Abdullah (Abdullah bin Zubair). Zubair (. Israil adalah Ibnu Yunus. dan semua Sanad yang disandarkan kepadanya adalah orang-orang Kufah. Sedangkan Al Aswad adalah Ibnu Yazid A n . Ibnu Zubair 'J atau Ibnu setelah itu. dan Ismail meriwayatkannya dari jalur Zahir bin Muawiyah dari Abu lshaq dengan lala/h. juga mempunyai dua kemungkinan.K e t e r a n g a n Hadits: Bab ini menjelaskan tentang meninggalkan hal yang terbaik dan tidak menyebarluaskannya. dan Al Aswad dengan lengkap. karena orang Qurais\ sangat mengagungkan Ka'bah. Sesungguhnya hal itu telah dinw a\ atkan oleh Tirmidzi dan jalur Syu'bah dari Abu lshaq.. Begitu juga Imam Bukhari dalam kitab dan jalur lain dari Al Aswad. maka dalam riwayat Syu'bah terdapat * yaitu Zubair membangun Ka'bah seperti yang diinginkan H a j i b e r k a t a . Pelajaran yang dapat diambil dari hadits ini. Ishaq adalah As-Sabi'i dan dia kakek dari Israil yang meriwayatkan darinya. dan seorang pemimpin harus mengurus apa yang menjadi kepentingan raky atnya. Nabi SAW. "S.J menambahkan dengan kata-kata Adapun perkataan menyebutkannya. kemungkaran boleh didiamkan jika takut menimbulkan kemungkaran yang lebih besar. m s v a A l l a h . Berdasarkan perkataan dia. seperti akan diterangkan pada kitab Makna hadits mi ada hubungannya dengan penamaan bab ini. ^ .. apakah kalimat ini diantara kalimat yang dilupakan Aswad atau dia menyebutkannya.N a k h a ' i . diantaranya diperbolehkannya meninggalkan kepentingan demi menjaga timbulnya kerusakan. keeuali perkataan dia ~ C yang digantikan dengan kata-kata C v ^ . seorang sahabat yang terkenal. FATHUL BAARI — 431 . — ^ ~.karena Al Aswad lupa Ui^sampai akhir hadits). Dalam lafazh Al Ushaili disebutkan . d a n ' E n g k a u d i b e r i t a h u k a n s a t u h a d i t s v a n g e n g k a u h a f a l a w a l m u e n g k a u l u p a k a n a k h i m v a . ' " i d r a p W a l l a h u A ' l a m . maka Nabi SAW takut kedekatan masa mereka dengan Islam akan membuat mereka mengira bahwa Nabi hendak mengubah bentuk Ka'bah.'n'u ismaili lebih condong kepada riwayat 1111 daripada riwayat Israil. sehingga Ka'bah lebih identik dengan kebanggaan bagi umat Islam saja dan bukan menjadi kebanggaan mereka lagi H a j i .

• J B \ > t ' t ( j — ^ u— e J^ ' 1 ^ ^ .sampai akhir riwayat.49. Dia tidak memiliki riwayat lain dalam Shahih Buhkari. 4 3 2 — FATHUL BAARI j/jfll Uj atau jj-^j-^ (Dan tinggalkan Adam bin Abi Iyas menambahkan pada akhir riwayat dalam kitabnya/l/ ^ i/joj . namun perbcdaanya. ' " i L ' o i . Dia berkata. kecuali dalam pembahasan ini. Dalam riwayat selain dia telah didahulukan matan haditsnya. J Ilmu dari Abdullah bin Dawud dari Ma'ruf. sedangkan bab sebelumnya membahas perbuatan dan ucapan sekaligus. M E N G K H U S U S K A N SUATU P E N G E T A H U A N KEPADA SUATU KAUM DAN TIDAK M E M B E R I K A N N Y A K E P A D A K A U M Y A N G LAIN. . dari Abu Thufail dan dari Ali tentang hal itu. Begitu pula yang terdapat dalam riwayat Abu Dzar. bab ini membahas perkataan atau ucapan. setelah itu baru mengikuti matan dengan sanad.J l i j ' 9 i' . J' > ' ' * ' * 'j'f 'J&j * i ' t ti ' • * » .*J j . apakah kalian suka jika seseorang akan berbuat dusta kepada Allah dan rasul-Nya? " Ubaidullah bin Musa menceritakan kepada kami dari Ma'ruf bin Kharrabudz. Dia seorang tabiin yang kurang terkenal. Ubaidullah adalah Ibnu Musa. "Ali berkata. "Berbicaralah kepada suatu kaum tentang apa yang telah mereka ketahui. Yang dimaksudkan dengan perkataan Ali. yang berasal dari Makkah. sedang Ma'ruf adalah Ibnu Kharrabudz -seperti dalam riwayat Karimah. . Keterangan Hadits: Penamaan judul bab ini hampir menyerupai judul bab sebelumnya.'i . dimulai dengan menyandarkan hadits langsung kepada Ali (Muallaq). J ' ' J* cr*r Oi^-*** - 127. KARENA KHAWATIR MEREKA TIDAK MEMAHAMINYA . jj_JYU \y%-. /I// radhiallahu 'anhu berkata."^Js.^ j j * Al ' j l j _j-3-*JI j y J*j F A ^ l U J ^ l O l I j j J b ." Kemudian.. t j' ° L °'-F L L . ' i 'f * .

jl *i . Dalam riwayat ini terdapat bukti. ya Rasulullah!"Sampai tiga kali. Akan tetapi Muadz pada saat FATHUL BAARI — 433 . "Saya.UJLI AJ ^> -* _Llp -." Muadz bertanya. *Lf. L >L-j U jjJ3 J I I JLIR j J L ^ Lj j i i JU ^JI \ju>j ^j —Lt Zi i/j». "Hai. maka Allah akan melindunginya (mengharamkannya) dari api neraka. "Saya. "Kalau mereka mendengar berita itu. mereka akan bersikap tawakkal saja tanpa amal. Dicernakan ok'h Anas bin Malik radhiallahu 'anhu." Kemudian ketika Muadz telah dekat ajalnya.J-U^i biasanya digunakan untuk seekor unta.J l-VLi*^ j l j < & l ^ 1 *i\ 'V j l .-'V jUJ> Lgj 128. bahwa pada suatu ketika Sabi SA H' bepergian dengan kendaraan dan Muadz menyertai beliau di belakang. b a h w a hal-hal y a n g syubhat tidak seharusnya diajarkan kepada orang-orang a w a m . "Siapa yang mengakui tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu sesungguhnya Rasul Allah dengan pengakuan yang benar-benar dari hati sanubarinya. Keterangan Hadits: '—SJJj atau berboncengan di belakang Nabi SAW. Muadz. supaya mereka gembira'/ " Sabi menjawab. va Rasulullah! " Sabi berkata. Sabi berkata. sedangkan kata .ilmu p e n g e t a h u a n yang mereka Ingkah") m \ i s ^Ma &i ^ « r % v^ereVA Vviaifc dapat m e m a h a m i n y a dengan benar..\ «-J j lilw? ^IL J ^ . Nabi bersabda.Jua J^i\ j i jJ}\J J JS\ \Z'Sj>„ Jl» aiLa J s - J> iJbol_-. Muadz-'" Muadz menyahut.'" Muadz menyahut. "Ya Rasulullah! Apakah tidak lebih baik berita itu saya sampaikan kepada orang banyak. karena dia takut berdosa (sebab menyembunyikan hadits). "Hai.*V . disampaikannya juga berita itu. ._.

L—>'-v (pengakuan). Ath-Thibi mengatakan. hanya saja kemungkinan pertama lebih tepat." Beliau berkata lagi.itu berboncengan di belakang Rasulullah di atas keledai. kemudian dikeluarkan dengan syafaat. bahwa Labbaik menurut etimologi tidak seperti itu. seperti akan diterangkan dalam pembahasan Jihad. karena hadits tersebut secara zhahir menghendaki semua orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat tidak masuk neraka dikarenakan keumuman dan penegasan yang terdapat dalam hadits tersebut. bahwa perkataan beliau "Shidaan" menduduki posisi istiqamah karena pengakuan adalah kesesuaian antara apa yang dikatakan dengan khabar dan diinterpretasikan kepada perbuatan yang diridhai seperti firman Allah. (ll'xw_. Dari sini diketahui. seakan-akan dia mengatakan "Siap Rasulullah!" Namun keduanya adalah pujian yang mengandung makna penegasan atas kesiapan melayani dan melakukannya kapan saja. «±<i JJLJ C iip J'J) i u i di sini artinya menjawab panggilan ya. bahwa zhahir hadits bukanlah menjadi tujuan. seolah-olah Imam Bukhari ingin mengatakan. insya Allah. Ini akan kita bahas pada pembahasan Haji. Akan tetapi ahli sunnah berpendapat. Perkataan beliau *Ji ^ (dari hati sanubarinya) mungkin ada hubungannya dengan shidqu." (Az-Zumar (39): 33) ataupun mewujudkan perbuatan yang sesuai dengan apa yang diucapkan. Hal itu dinyatakan dengan jelas dalam riwayat Muslim dan diperkuat oleh hadits sebelumnya pada bab ""Siapa yang Mengulang Pembicaraan hingga Tiga Kali agar yang Mendengar Dapat Memahaminya". Mungkin juga hubungannya dengan yasyhad atau bersaksi dengan hatinya. bahwa terdapat dalil yang bersifat qath 'i yang menunjukkan adanya sekelompok orang-orang beriman yang diazab dalam neraka karena perbuatan maksiat yang mereka lakukan. yaitu dengan kata lain mengucapkan dengan lidah dan mengukuhkannya dalam hati. "Dan orang vang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya. "Sesungguhnya jaminan tidak disentuh api neraka dikaitkan dengan perbuatan-perbuatan yang baik. 1 — m a k s u d n y a panggilan serta jawabannya dilakukan sebanyak tiga kali. "Oleh 4 3 4 — FATHUL BAARI . Dengan keterangan ini Imam Bukhari bermaksud menghilangkan problem yang berkaitan dengan makna zhahir hadits. dan -w artinya bantuan. Ada pendapat yang mengatakan. Ditambahkannya kata-kata ini agar syahadah orang munafik tidak termasuk di dalamnya. tidak hanya dengan bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah.

diantaranya kemutlakan hadits dikaitkan dengan orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan bertaubat kemudian meninggal dalam keadaan Islam. Al Bazzar meriwayatkan dengan sanad hasan dari hadits Abu Said Al Khudri RA yang berkaitan dengan kasus ini. jjUili-. l^iSo IJ . bukan neraka yang diperuntukkan bagi orang mukmin yang melakukan maksiat. Lalu ada yang menjawab. Kemudian maksud dari diharamkannya dia atas api neraka. Akan tetapi jika manusia mendengar hal FATHUL BAARI — 435 .' 'J? dan lafazh selebihnya mereka menghilangkan huruf "nun ". Hal seperti itu terdapat dalam hadits Abu Musa yang diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad Hasan. Ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah. dan Abu Hurairah menjadi salah seorang sahabat setelah banyak kewajiban diturunkan. Dalam lafazh Al Ushaili serta Al Kasymiham. karena api neraka tidak melahap bagian-bagian bekas sujud seorang mukmin. seperti yang ditetapkan dalam hadits syafaat bahwa ha! itu terjaga dari api neraka. bahwasanya penafsiran dengan menggunakan zhahir tersebut keluar dari kebiasaan. jjj Begitu pula dalam lafazh Abu Dzarr. sesungguh yang paling bijaksana pandangannya adalah engkau. Wallahu a 'lam. karena yang biasa terjadi adalah orang yang menyakmi keesaan Allah akan taat pada perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. yaitu diharamkannya untuk abadi dalam neraka. Kemudian." Para Ulama juga memberi jawaban lain tentang kasus ini. neraka yang dipersiapkan bagi orang-orang kafir. dan kedatangan Abu Musa pada tahun yang sama dengan Abu Hurairah. "Wahai Nabi Allah. bahwasanya Nabi SAW mengizinkan Muadz menyebarluaskannya. maka Nabi melarang Muadz untuk menyebarluaskan hadits ini. maka mereka akan pasrah saja. Dalam jawaban tersebut ada yang perlu diperhatikan. Nabi bersabda tentang ini sebelum kewajiban-kewajiban sebagai seorang mukmin diturunkan.karena maksud hadits bukan zhahimya. Yaitu apabila engkau memberitahu mereka. maksud dari pengharaman dari api neraka adalah pengharaman dari pembakaran seluruh badan oleh neraka. i'USsi' ataupun mereka dengan sengaja meninggalkan ibadah seperti yang terlintas dalam pikirannya dari dzahir hadits. "Jangan dilakukan sekarang!" Kemudian dia masuk dan berkata. karena hadits seperti ini terdapat dan Abu Hurairah seperti yang diriwayatkan oleh Muslim. begitu pula lidah yang mengucapkan kalimat tauhid. kemudian dia bertemu dengan Umar dan dia berkata kepada Muadz. Diantara jawaban para ulama.

Pendapat pertama lebih mengenai sasaran. apa yang yy U* (Ketika kematiannya) atau kematian Muadz. " Kasus ini masuk dalam kategori dipakainya pendapat Umar oleh Rasul. Qadhi lyadh berpendapat. karena beliau bersedia uiituk duduk satu kendaraan dengan Muadz. u ^ (menjauhkan diri dari berbuat dosa) Dosa yang dimaksud di atas adalah karena menyembunyikan pengetahuan (hadits). ''^4^ bahwa seorang hamba memiliki pilihan atas kelakuannya.. riwayat berikut ini secara tegas menunjukkan larangan. Perbuatan Muad/ tersebut menunjukkan bahwa larangan menyebarkan hadits mi hanyalah sebagai sikap hati-hati. Atau larangan menyampaikan hadits terkait dengan sikap skeptis. Yang aneh Al Karmani mengatakan.itu. i—Ifc (Takut dosa) atau takut terjerumus ke dalam dosa. Hadits ini juga menjelaskan diperbolehkannya berijtihad di depan Nabi SAW. karena Muadz menunda menyampaikan hadits hingga dekat w afatny a. maka yang dikaitkanpun tidak berfungsi lagi. hingga dia hanya menunda keinginan penyebarluasan hadits kepada mereka. Dia berkata. Menurut pendapat saya. j ' maka disebutkan hadits ini. bukan pengharaman. Sebagian ulama Mutakallimin dari A s y a r i menyimpulkan dari perkataan beliau. kata ganti (dhamir) tersebut ditujukan kepada Muadz. Jika tidak. mereka akan memasrahkan diri. bahwa ada kemungkinan kata gantinya ditujukan kepada Rasulullah." Nabi bersabda. "Saya mendengar dari Rasulullah SAW sebuah hadits yang tidak dilarang bagi sava untuk menyampaikannya kepada kalian kecuali beliau takut kalian akan pasrah diri. I lal ini telah diterangkan dalam hadits permulaan wahyu dalam perkataan N a b i . kenapa Muad? memberitahukan hadits ini pada akhir hayatnya. inakanya Muadz memberitahukan hadits mi kepada orang yang dia percaya tidak akan bersikap begitu Jika demikian apabila kaitannya tidak ada. "Maka tolak saja haditsnya. dan vang tepat adalah pendapat pertama. . "Barangkali Muadz tidak memahami larangan yang ada dalam hadits tersebut. Hadits ini menjelaskan diperbolehkannva berboncengan dan tawadhu' (rendah hati) seperti Rasulullah SAW. "Bentahu aku siapa yang menyaksikan perkataan Muadz ketika akan meninggal " Dia mengatakan.." Menurut sava. Juga menjelaskan keilmuan 4 3 6 — FATHUL BAARI . walaupun Allah telah mengetahui sebelumnya akan dia pilih. seperu yang diriwayatkan Ahmad dengan sanad shahih dari Jabir bin Abdullah Al Anshari.

-Z'* ' ' ' l .J L * i J _ _ . i^kj ji 129.. Nasa'i meriwayatkannya dari jalur Abdurrahman bin Samrah. '' 1 Keterangan Hadits: ^—!—f^.L > . Wallahu A 'lam. ketidakjelasan yang terdapat dalam hadits ini dapat ditafsirkan dengan menggunakan salah satu dari keduanya. UjJL»- j _ > 'l ^ Jl j ^ i ^lli! jii ^Ld *yi J l i s £«Ji J i o y L^i ^ i ^JIJ jl* v 2)1 ^ ^ . FATHUL BAARI — 437 . seorang Hadhrami." Muadz berkata. "Jangan! Sesungguhnya aku takut mereka akan berpasrah diri. " Dia berkata. "Saya mendengar Anas yang berkata. "Tidakkah lebih baik jika kusampaikan kepada orang banyak?" Nabi bersabda. sehingga mereka tidak menyaksikannya. "Barangsiapa yang menghadap Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. seorang sahabat terkenal. Di dalamnya dijelaskan pula. Oleh karena itu. -•' 3 I ' ' ' ' \. karena Nabi mengatakan hadits ini hanya kepadanya. bahwa Nabi mengatakan kepada Muadz. Sesungguhnya yang membawa hadits ini dan Muadz adalah Amru bin Maimun At Audi. demikian pula Jabir bin Abdullah -seperti telah kita kemukakan yang ada pada Ahmad. Hal tersebut dikarenakan Muadz menyampaikan hadits ini menjelang ajalnya di negeri Syam.' ' l' ' ' * . Dia juga mendengar hal itu dari Muadz. sedangkan Jabir dan Anas pada saat itu ada di Madinah. " Dia berkata.Muadz bin Jabal. "Mu'tamir bercerita kepadaku. Musaddad bercerita kepada kami. Dia bekata. "Saya mendengar dari bapak saya. seperti dijelaskan oleh Imam Bukhari dalam bab "Jihad" dimana kita akan membahas lebih lanjut konteks hadits ini.tidak menemukannya dalam semua jalur. - J j j a >i J\J ^\ C — ' JU ysjw ^ b . maka dia masuk surga. seorang murid boleh meminta penjelasan mengenai hal-hal yang masih diragukan dan memperkenankan dia menyebarluaskan apa yang dia ketahui secara pribadi. Anas tidak menyebut nama orang yang memberitakan hadits ini. 3 .

maka dia adalah orang musyrik. Seharusnya dia mengategorikan hadits ini ke dalam Mubhamai (hal-hal yang belum jelas). karena masuk surga mempunyai konteks yang lebih umum. *—l*Ji J ^ J tidak terdapat kesamaran seperti pada hadits sebelumnya. Yang ditakutkan oleh Muad/. adalah dosa yang disebabkan menyembunyikan pengetahuan yang dimilikinya. sebab barangsiapa yang berbuat dusta kepada Rasulullah. adalah hari ^JJ 'i (Tidak menyekutukan Allah). Dengan demikian. t w r' *— 'J? IR* (Barangsiapa yang menghadap Allah) atau barangsiapa yang meninggal dunia. Seperti ucapan seseorang. Peniadaan kemusyrikan telah menunjukkan ketauhidan seseorang serta pengakuan terhadap rasul secara otomatis. oleh karena itu pada akhirnya dia menyampaikan hadits tersebut kepada orang-orang tertentu. dijelaskan lebih lanjut mengenai potongan hadits ini. sesungguhnya dia telah berbuat dusta kepada Allah. Kemudian dia melihat bahwa larangan tersebut ternyata hanya dikhususkan kepada orang awam saja. • 'f disampaikannya juga berita itu. Maka maksud hadits di atas adalah. dan itu seperti halnya ^JL<.Catatan: Dalam kitab Musnad Anas yang merupakan kumpulan hadits mursal. maka sah shalatnya. terlepas apakah diazab dulu di neraka atau langsung masuk ke dalam surga. barangsiapa yang meninggal dunia sedang dia beriman terhadap semua yang wajib diimani." dengan maksudjika dia juga mengerjakan syarat-syarat yang lain. (menjauhkan diri dari perbuatan dosa). Hal itu diperkuat jika larangan tersebut bersifat umum maka dia tidak akan menyampaikan hal tersebut. "Barangsiapa yang berwudhu. "Tidakkah baik jika kusampaikan kepada arang banyak " Kemudian dia mengamalkan keumuman larangan tersebut dengan tidak memberitahukan hadtts ini kepada semua orang. J—^ j ' ^ '-f • (Ketika Muadz telah dekat ajalnya. Dalam perkataan beliau. dia telah menyatukan 2 hukum yang berbeda. Dari hadits ini dapat diambil faidah bahwa seseorang yang l e b i h 9 4 3 8 — FATHUL BAARI . Mungkin juga maksudnya kebangkitan atau melihat Allah di hari akhirat. Sepertinya dia memahami bahwa larangan dari Rasulullah bersifat umum berdasarkan perkataannya. karena dia takut berdosa) aninya perasaan takut terjerumus ke dalam dosa. dan barangsiapa yang berdusta kepada Allah.

"Barangsiapa meninggal dan dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Hanya saja larangan tersebut tidak berhubungan dengann kata . "Biarkan mereka berusaha" Seakan-akan ucapan Nabi kepada Muadz "Aku khawatir mereka akan bersikap skeptis". "Saudaraku benar.j l ^ I (saya takut). diperkenankan melakukan seperti yang dilakukannya. maka biarkan mereka terus berusaha. "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda. bahwasanya Abu Ayyub memerangi orang Romawi sehingga dia jatuh sakit." Nabi pun bersabda. Maka Abu Darda' berkala." Mirip dengan hadits ini adalah riw ayat Abu Ayyub dalam kitab Musnad daii jalur Abu Zhibyan. "Akan kusampaikan kepada kalian satu hadits yang aku dengar dari Rasulullah Jika bukan karena keadaanku. Wallahu A 'lam. "Barangsiapa yang meninggal dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun. karena sesungguhnya aku lakui mereka akan bersikap pasrah saja. "kembalilah wahai Abu Hurairah!" Kemudian Umar berjalan bersamanya dan berkata. terjadi setelah kisah Abu Hurairah. Aku mendengar beliau bersabda.berada dalam kondisi seperti Muadz. tetapi FATHUL BAARI — 4 3 9 ." Maka mereka pun masuk menemuinya. kemudian dia bertemu dengan Umar dan melarangnya dengan berkata." Saya tidak akan membicarakannya kepada kalian kecuali ketika hendak meninggal. Kata V (jangan) berfungsi sebagai larangan. maka Allah akan menempatkannya di dalam surga. "Suruh orang-orang masuk menemui saya. maka saya akan menjawab bahwasanya Muadz terbukti tidak memaksudkan larangan dengan pengharaman atas dasar bahwa Rasulullah menyuruh Abu Hui -'^ah untuk menyebarkan berita tersebut kepada orang banyak. " Apabila yang disebutkan di atas adalah jawaban dari kesamaran tersebut. Jawaban ini sesuai dengan riwayat yang dikeluarkan Ahmad dari jalur lain -dalam jalur itu ada sanad yang terputus dari Muadzbahwasanya ketika Muadz hendak wafat. "Ya Rasulullah' Saya anjurkan engkau tidak melakukannya. Larangan tersebut sebenarnya untuk kemaslahatan dan bukan bentuk pengharaman. dia tidak pernah membicarakan ini kepada kalian hingga ajal menjemputnya. dia akan masuk surga. Oleh karena itu. tidak mungkin aku akan menceritakan kepada kalian tentang hal itu. ia berkata. maka ketika sekarat dia berkata. Dia berkata. Yang menjadi saksi saya atas hal itu adalah Abu Darda . Muadz menyampaikannya berdasarkan keumuman ayat yang mengharuskan untuk menyampaikan.

dari Mu'tamir t'j—£S J —'J J')—> J i — j > iVLo^ yi "Nabi bersabda. karena sesungguhnya aku khawatir mereka semua akan bersikap pasrah. sehingga mereka saling berlombalomba dalam mencari amal.berkaitan banyak. lafazhnya J i ' J\. dan dalam riwayat Hasan bin Sufyan dalam kitab Musnadnya dari L'baidiilah bin Muadz. "Jangan! Biarkan mereka. " 4 4 0 — F A T H U L BAARI . dengan upaya untuk tidak menyebarluaskan kepada orang Dalam riwayat Karimah.

J l i AJJUL* y) > J . apakah seorang wanita juga bermimpi?" Nabi bersabda. "Kaum wanita yang paling beruntung adalah wanita Anshar.1 - " ' ' 0 ' k » ' ' w ^ J)I j l 4JJI J y» ju r j L Jjlii j i i l . berlumuran tanahlah tanganmu. sesungguhnya Allah tidak segan (mengatakan kepadamu) tentang kebenaran." Aisyah berkata.UJJ^J L f ^ I U A»J— f*l LJ-JAJU (.LJl O l j lii j j — J c n y " f*i J l i OL^Jl ^JII^JJL 130." 0Jj I P j! fy\^J> Lj-L>. Hisyam bercerita kepada kami dari bapaknya. rasa malu tidak menghalangi mereka untuk memahami masalah-masalah agama. "Benar. "Ummu! Sulaim mendatangi Rasulullah SAW Dia berkata. j AILP JjI ^Lj=> i ) i J_J~-j ^ ' O I I U I iii S-* ' i » J ' S F P ^ j * i j^Ji A L J L JJ L c J U j \-$&>r* .50. dan ini adalah perbuatan yang terpuji. MALU D A L A M M E N U N T U T ILMU Mujahid berkata. dan bukan FATHUL BAARI — 4 4 1 . maka apakah bagi seorang wanita harus mandi jika dia bermimpi " Nabi bersabda. dari Zainab anak Ummu Salamah.karena malu dan berkata. "Ya wajib. ' l ' ' ' P \Jj^-\ " ' L ' JL» " • V . Adapun malu yang dapat melalaikan perintah-perintah syariat adalah malu yang tercela. S . jika dia melihat air (keluar mani)" Maka Ummu Salamah menutup -mukanya. Dia berkata. Dari Ummu Salamah. Sikap ini sangat dianjurkan dalam syariat jika dilakukan untuk menghormati orang-orang yang lebih besar. "Wahai Rasulullah. '"Orang yang malu dan sombong tidak menuntut ilmu.U ^ T * L\JJJ>' S 0. sebagaimana telah dikemukakan bahwa malu adalah sebagian dari iman. "Wahai Rasulullah. Kalau tidak. kenapa anaknya serupa dengan dia?" 7 Keterangan Hadits: Bab malu atau hukum malu.

maka tidak wajib mandi junub. Dalam Shahih Muslim dari hadits Anas. oleh karena itu Ummu Salamah mengingkarinya. (Sesungguhnya Allah tidak segan (mengatakan kepadamu) tentang kebenaran) atau Allah tidak menyuruh manusia untuk bersikap malu-malu dalam kebaikan. Kalimat (Aisyah berkata) disampaikan Imam Muslim dari jalur Ibrahim bin Muhajir. Ummu Salamah adalah binti Malhan. dalam hadits yang diawali dengan pertanyaan Asma binti Yazid Al Anshari kepada Nabi tentang mandinya orang ya. 'j—.malu yang disyariatkan. '<. Perkataan Mujahid ini disampaikan oleh Abu Nu'aim dari jalur Ali bin Al Madini. i« • ^ (yaitu mukanya). Lafazh Al Kasymihani yaitu. "Tidaklah menuntut ilmu orang yang malu" Seolah-olah yang dia maksudkan adalah.—&Jj (dan bermimpi). Itulah yang dimaksudkan oleh Mujahid dengan ungkapannya. dari Ibnu Uyainah.i ^Jo^ (Maka Ummu Salamah menutup mukanya). karena dia ingin membuka permasalahan kewanitaan di hadapan kaum laki-laki. bahwa Aisyah juga menutup mukanya. ibu Anas bin Malik. dari Manshur. Sebagian pendapat mengatakan. Mungkin kedua cerita ini bisa akumulasikan. Ummu Sulaim mengungkapkan pembicaraan ini secara sederhana. "Kamu telah menjelekkan kaum wanita. bahwa kalimat tersebut merupakan dalil bahwa sebagian kaum perempuan telah bermimpi dan sebagian yang lain tidak. dan sanadnya shahih menurut penulis. yaitu melihat cairan yang keluar setelah bermimpi. yaitu keduanya hadir pada majelis tersebut. 'i. g sedang haid. sedangkan kata ganti yang ada kembali kepada Ummu Salamah. Tetapi dalam 4 4 2 — FATHUL BAARI . dari Shafiah binti Syaibah dari Aisyah. tL-J JL>\J '. anjuran kepada orang-orang yang menuntut ilmu agar mereka melepas sikap ketidakberdayaan dan sombong. Maka Aisyah berkata kepada dia. dari dia (Mujahid)." J—Ui-i 1 h\ (Jika dia bermimpi) atau melihat dalam mimpinya bahwasanya dia bersenggama. Yang mengatakan ini adalah Urwah.JI (Jika dia melihat cairan yang keluar). ^~J~t ^ -—ui j . • • i«j j. Nabi menjadikan melihat cairan sebagai syarat mandi junub. j >J'. Jika tidak melihat cairan (walaupun bermimpi). seperti yang ditetapkan dalam Shahih Muslim. dan yang melakukannya adalah Zainab. -UiJ y. Ini menunjukkan bahwasanya hal ini benar-bernar terjadi. yang keduanya bisa mempengaruhi ketidaksempurnaan dalam menuntut ilmu.

Adapun disebutkannya kembali F A T H U L BAARI — 443 .. insya Allah.'-jL-car.g ingkari hal itu. Hadits Ibnu Umar ini telah disebutkan pada awal pembahasan ilmu.11. b e r k a t a .l a i n i t u ! " " W a h a i R a s u l u l l a h . y a n g " D i a v a n g A b d u l l a h t e r p i k i r b e r k a t a . ' . -—y Ungkapan ini digunakan untuk menghardik. bahwa Ummu Salamah mengingkari keluarnya mani. i n i . "Sesungguhnya diantara pohon-pohon. Katakan kepadaku apakah nama pohon tersebut?"Semua o r a n g m u l a i b e r p i k i r t e n t a n g p o h o n y a n g t u m b u h k u r m a . yang ini akan berarti "Ah mer. ' K e t e r a n g a n Hadits: Ismail adalah Ibnu Abi Uwais. t a d i d a n a p a " A p a k a h d e n g a n h a l i t u e n g k a u d a r i p a d a m e n g a t a k a n a k u b e g i t u m e m b u a t k u m e n e r i m a m e m i l i k i i n i . b a h w a s a n y a R a s u l u l l a h S A W b e r s a b d a . m e n j a w a b . k a m i p o h o n l a i n . . l e b i h s u k a o l e h k u b e r k a t a . B e n t u h u k a n a p a k a h R a s u l u l l a h "Pohon itu adalah pohon kurma. makar. d a n m a l u s a y a b e r p i k i r b a h w a i t u a d a l a h Y a n g p o h o n n a m u n m e r a s a ( u n t u k m e n j a w a b n y a ) .er. D a n A b d u l l a h b i n L ' m a r .jawabannya merur. ada pohon yang tidak gugur daunnya dan itu bagaikan seorang .gapa kamu sebodoh itu?" Pembahasan dijelaskan lag: pada "Kitab Thaharah" (bersuci). M a k a d i p a d a n g s a y a p a s i r i t u . " " A k u m e m b e r i t a h u k a n d i k a t a k a n o l e h b a p a k k u R a s u l u l l a h a k a n " a p a t a d i .» i z:i rr. . . 1.Muslim.

air yang keluar dari seorang laki-laki ketika mula'abah (bercumbu). "Cukuplah dia mengambil wudhu" K e t e r a n g a n Hadits: iJ—i — UjLJf (Saya adalah orang yang banyak mengeluarkan madzi). Madzi yaitu. adalah karena perkataan Ibnu Umar J l ^ . 51. sehingga kesempatan untuk memberitahu itu hilang akibat sifat malu yang ada pada dirinya. maka saya menyuruh Miqdad untuk menanyakannya kepada Nabi SAW (apakah itu mewajibkan mandi atau tidak) dan dia menanyakannya. penulis meletakkan bab sesudahnya tentang "orang yang malu kemudian menyuruh orang lain untuk bertanya". insya Allah. maka Nabi SAW bersabda. O R A N G Y A N G MALU K E M U D I A N M E N Y U R U H O R A N G LAIN UNTUK B E R T A N Y A 0 s y—*j * } \ J j pd Jj AILP Jii U > 0 ^ j. Oleh karena itu.u (namun aku merasa malu) dan penyesalan Umar karena dia tidak mengatakan itu (pohon kurma) agar terlihat kelebihannya. dia berkata. maka dia bisa membisikkannya kepada orang lain dan menyuruhnya mengabarkan hal itu dari dia.J j l ij*^\ .'J*'J* * J2>\ J U . Padahal jika dia malu untuk mengatakannya. sehingga dengan begitu kedua kemaslahatan (malu dan ingin memperlihatkan kemampuan intelektualnya) bisa bertemu. yaitu diperbolehkannya mempercayai khabar wahid (hadits yang diriwayatkan t 4 4 4 — FATHUL BAARI .di sini. Sebagian ulama hadits berkesimpulan dari hadits ini.e ' j ' ] 'j* 'i Al JJa jlliJl ^y\ <JT J U * Oytli • 'u" 132. "Sebelumnya saya orang yang banyak keluar madzi. D a n Ali radhiallahu 'anhu. Masalah ini akan dibahas lagi pada "Kitab Thaharah".

Hal ini sebagai jawaban bagi orang yang kurang setuju dalam masalah ini. "Penduduk Madinah harus memakainya dari Dz. "Wahai Rasulullah. "Saya tidak ingat hal ini dari Rasulullah.hanya dan satu jalur) yang masih dipertanyakan kebenarannya disamping ada kemungkinan hadits itu berstatus maqthu ' (terputus sanadnya). apakah beliau mengucapkannya atau tidak? " Keterangan Hadits: Bab memberi ilmu dan fatwa dalam masjid. Dari Abdullah bin Umar. Ini tidak dibenarkan. karena dalam Sunan An-Nasai disebutkan bahwa pertanyaan itu benar-benar terjadi. dari tempat mana engkau memerintahkan kami harus menggunakan ihram " Nabi menjawab. FATHUL BAARI — 445 . "Dan warga Yaman." Ibnu Umar berkala. dan Ah sendiri hadir pada saat itu. dan bab ini telah membolehkannya. penduduk Syiria harus memakai ihram dari Al Juhfah.uf Hulaifah. dan penduduk Najd Makkah harus memakainya dari Qarn." 7 Ibnu Umar berkata.«uji 133. mereka memakainya dari Yalamlam. bahwasanya seorang laki-laki berdiri dalam masjid dan mengatakan. "Mereka beranggapan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda. H U K U M MEMBERI ILMU DAN F A T W A D A L A M MASJID * AIIUC. 52.

j * _ I _ J i ^-j f . berdasarkan perkataan dia — * 'J. Atau dia tidak ingat tentang kalimat yang terakhir.—i y^j j ' (Bahwasanya seseorang berdiri di dalam 1 masjid). 53. Faidah-faidah hadits ini akan diulas kembali pada kitab Haji. "Mereka beranggapan " ditafsirkan dengan orang-orang yang meriwayatkan hadits dengan sempurna. insya Allah. karena Ibnu Umar mendengar hal itu dari Nabi SAW. Saya tidak menemukan siapa nama orang ini. Dari sini dapat disimpulkan. Hal ini juga menjadi dalil bahwa kata "Beranggapan" dalam hadits tersebut berarti sesuatu yang terjadi. Hal ini menunjukkan ketelitian. 'Apa (jenis pakaian) yang dikenakan oleh seorang muhrim (orang muslim yang bersiap mengerjakan haji dan umrah/'' 4 4 6 — FATHUL BAARI . Mengenai Perkataan Ibnu L'mar. sehingga kelihatannya dia meriwayatkannya dari orang lain. dari Nabi SAW bahwa seseorang bertanya kepada beliau. dan yang dimaksud dengan masjid di sini adalah Masjid Nabi SAW. bahwa pertanyaan tentang miqai haji terjadi di Madinah sebelum melakukan perjalanan. seperti Ibnu Abbas dan lainnya. Dari Ibnu Umar. M E N J A W A B O R A N G YANG B E R T A N Y A MELEBIHI APA YANG D I T A N Y A K A N 134. Namun dia tidak ingat. keshaliban dan ketaatannya (wara ').

sedangkan Nabi menjawabnya dengan apa yang tidak boleh dipakai. bahkan dibolehkan memberikan jawaban yang lebih umum terhadap pertanyaan yang khusus atau menghukumi sesuatu sesuai dengan keumuman lafazhnya bukan berdasarkan kekhususan sebabnya. sorban. jenis mantel yang bertudung kepala. dan menurut hemat dia si penanya ingin mendapatkan jawaban yang lebih. namun dia harus memotong keduanya hingga tidak melebihi (menutupi) kedua mata kaku " K e t e r a n g a n Hadits: Ibnu Munir berkata. tetapi maksudnya jawabannya harus memenuhi semua aspek yang dipertanyakan. bahwa pemberian nama bab ini adalah sebagai peringatan bahwa antara pertanyaan dan jawaban tidak harus bersesuaian. "Dia tidak boleh menggunakan baju. celana. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Daqiq Al Td. FATHUL BAARI — 447 . bukan apa yang dibolehkan. Oleh karena itu. karena si penanya menanyakan mengenai apa yang boleh dipakai ketika berihram. tidak juga baju yang beri wars dan za'faran (sejenis wangi-wangian). sebab Nabi tidak menjawab pertanyaan tentang pakaian yang khusus. dan yang dimaksud dengan kesesuaian bukanlah tidak boleh ada penambahan. Dari sini dapat disimpulkan. Nabi bersabda. dan apabila tidak menemukan sandal maka hendaknya memakai Al Khuffain (sejenis sepatu bot). maka jumlahnya akan sangat banyak sehingga pembahasannya akan sangat panjang.Maka Nabi bersabda. Dalam hadits di atas jawabannya dialihkan untuk mempersingkat. "Jika tidak menemukan sandal." seolah-olah si penanya bertanya tentang situasi yang menggambarkan banyaknya pilihan dalam berihram. dan Nabi menjawabnya serta menambahkan lagi kepadanya cara menghadapi situasi yang tidak banyak punya pilihan. maka dia harus merinci jawabannya. Disamping itu. bahwa apabila seorang mufti (pemberi fatwa) ditanya mengenai sesuatu. yang dimaksud oleh hadits tersebut adalah apa yang diharamkan memakainya ketika berihram... Adapun apa yang terdapat dalam perkataan ulama ushul fikih adalah. Jika dihitung apa yang boleh dipakai. bahwa suatu jawaban harus sesuai dengan pertanyaannya. namun dianjurkan kepadanya untuk menghindari sesuatu yang dikhususkan. karena pada dasarnya semua jenis pakaian adalah boleh dan tidak ada larangan untuk memakainya.

Penutup: Dalam pembahasan tentang ilmu ini memuat sekitar 102 hadits marfudiantaranya berkenaan dengan penelusuran bentuk-bentuk hadits mu'allaq (yang di dalamnya ditambahkan komentar para sahabat Nabi) dan selebihnya ada 18 hadits. hadits Abu serta Hurairah t—!*' r-—* J\ 'J'' V j ' ° ! ." 4 4 8 — FATHUL BAARI . hadits Anas mengenai pengulangan \*. (Sesungguhnya ilmu itu harus dengan belajar). kisah Dhimam mengenai kepulangannya kepada kaumnya. sedangkan selebihnya muallaq. sebagai isyarat dari beliau bahwasanya suatu jawaban menemukan titik kesempurnaannya jika disertai nasihat dan berlandaskan niat yang lurus. diantaranya ada yang diulang-ulang sebanyak 16 hadits. hadits Ibnu Abbas wiSJi ZJihadits Uqbah bin Harits mengenai pembicaraan sebanyak tiga kali. walaupun terdapat sebagian perbedaan dalam sebagian konteksnya. hadits Abu Hurairah berkenaan dengan keberadaannya sebagai sahahat yang paling banyak meriwayatkan hadits. hadits Ummu Salamah JA\\ }y iU!i J i lic. yaitu 4 hadits mual\aq yang disebut di atas tadi. keberangkatan Jabir kepada Abdullah bin Anis. hadits Ali mengenai Shahifah. Hadits-hadits muallag yang belum disambungkan sanadnya -yang terdapat pada tempat lain. dan yang tidak diulang sebanyak 64 haditsImam Muslim telah sepakat dengan Imam Bukhari kecuali 16 hadits. v Maksud yang disepakati Imam Muslim (Muwafaqah) adalah kesepakatan beliau terhadap penemuan dan penelusuran asal hadits dari para sahabatnya.ada 4 hadits. yaitu: Penulisan kepada Amir As-Sirriyah. yang menyusui anak orang lain). Selebihnya ada 80 hadits maushul. hadits Abu hadits Zubair 'j* hadits Salamah hadits beliau tentang menyembelih kurban sebelum melempar jumrah. Di dalamnya ada yang berdasarkan atsar sahabat (hadits yang diriwayatkan dari tingkah laku dan perkataan yang dirujukkan kepada sahabat) dan selebihnya ada 22 Atsar 4 diantaranya maushul. dan hadits Uiiib jU*!' ilf. (kesaksian seorang ibu Hurauah i i A A l b yS\ JJJ-'. "Imam Bukhari mengakhiri kitab ilmu pengetahuan ini dengan bab "Orang yang Menjawab Pertanyaan Melebihi Apa yang Ditanyakan oleh si Penanya". dan hadits Abu Hurairah . Ibnu Rasyid mengatakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful