P. 1
promkes

promkes

|Views: 6,363|Likes:
Published by Suparjo, Skep.Ns

More info:

Published by: Suparjo, Skep.Ns on Sep 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

Cara yang lazim digunakan dalam perencanaan dan evaluasi kesehatan adalah
kerangka PRECEDE-PROCEED(GREE 1991 ), yang meliputi : Predisposing,
Reinforcing and Enable Cause in Educational Diagnosis and Evaluation –Policy,
Regulatory, Organization Construct in Educational and Environmental
Development

Phase 5

Administrasi and
policy diagnosis

Phase 4

Educational and
Organizational
Diagnosis

Phase 3

Behavioral and
Enviromental
Diagnosis

Phase 2

Epidemiological
Diagnosis

Phase 1

Social Diagnosis

Phase 6

Implementation

Phase

Process Evaluation

Phase 8

Impact Evaluation

Phase 9

Outcome Evaluation

HEALTH
PROMOTION

Health

Education

Policy

Regulation

Organization

Predispocing
factor

Reinforcing
factor

Enabling factor

Behavior and
lifestyle

Environment

HEALTH

Quality of
Life

Fase 1 : Diagnosis sosial

adalah penentuan persepsi masy atau terhadap kualitas hidupnyadan
aspirasi masy untuk meningkatkan kualitas hidupnya melalui pertisipasi
dan penerapan berbagai informasi yang didesain sebelumnya

Bisa dilakukan Focus Group Dicussion (FGD) atau Nominal Group
Survey.

Fase 2 : Diagnosis Epidemiologi

Masalah kesehatan merupakan hal yg sangat berpengaruh terhadap
kualitas hidup seseorang, baik langsung maupun tidak langsung.

Identifikasi masalah kesehatan meliputi, siapa, kelompok apa yang
terkena (umur, jenis kelamin, lokasi, suku dll), akibat yang ditimbulkan
(mortalitas, morbiditas, disability dll), bagaimana mengatasinya.

Tentukan prioritas masalah kesehatan !!!

Fase 3 : Diagnosis perilaku dan lingkungan

Tentukan diagnosa perilaku yang mempengaruhi masalah kesehatan
sekaligus masalah lingkungannya (fisik dan sosial).

Identifikasi masalah perilaku dengan :

•Pemanfaatan pelayanan kesehatan (utilization)

•Upaya pencegahan (Preventive action)

•Pola konsumsi (consumption pattern)

•Kepatuhan (Compliance)

•Upaya memelihara kesehatan sendiri (Self care)

Fase 4 : Diagnosis pendidikan dan organisasional.

Determinan perilaku dapat dilihat dari faktor :

1. FAKTOR PREDISPOSISI (Faktor Predisposing)

Pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, sistem, nilai.

2. FAKTOR PEMUNGKIN (Faktor Enabling)

Fasilitas, sarana atau prasarana

3. FAKTOR PENGUAT (Faktor Reinforcing)

Tokoh masyarakat, hukum (aturan), pemimpin/pimpinan

Fase 5 : Diagnosis Administratif dan Kebijakan.

Pada fase ini dilakukan analisis kebijakan, sumber daya dan peraturan
yang berlaku yang dapat memfasilitasi atau menghambat
pengembangan promosi kesehatan.

PERBEDAAN DIAGNOSIS EPIDEMIOLOGIS, PERILAKU DAN
ADMINISTRASI

Caranya dengan
mengolah data sekunder
yg berasal dari aspek
legal, kebijakan, alokasi
sumber daya dan potensi
dukungan infra struktur
pemerintah maupun masy,
atau dengan penelitian
khusus.

Suatu kegiatan utk
mengidentifikasi perilaku
yg mempengaruhi
masalah atau status
kesehatan masy.

Merupakan proses dg
melakukan pengamatan
dan atau pengukuran
perilaku

Suatu kegiatan utk
mengidentifikasi masalah
atau status kesehatan
masy.

Merupakan proses dg
melakukan pengamatan
dan atau pengukuran
epidemiologis

Diagnosis
Administrasi

Diagnosis
Perilaku

Diagnosis
Epidemiologis

Suatu kegiatan untuk
mengidentifikasi faktor
pemungkin upaya
penanggulangan masalah
kesh yg dipengaruhi dan
atau mempunyai aspek
perilakunya.
Juga merupakan proses
dengan melakukan
pengamatan dan atau
pengukuran

Karen data sekunder
jarang tersediia, selalu
diperlukan data dari
penelitian (asesmen)
khusus

Caranya dengan
mengolah data sekunder
yg berasal dari laporan
atau surveylance atau
penelitian khusus

Diagnosis
Administrasi

Diagnosis
Perilaku

Diagnosis
Epidemiologis

PERBEDAAN . . . . . . . . . . . . . lanjutan

Kegiatan, cara dan ukuran Masalah Kesehatan dan Perilaku Kesehatan

Faktual
Prospek

Eksistensi,
perubahan

Katagorikal,
perkembangan

Pengamatan,
studi data
sekunder

D/ Administrasi

ideal, optimal

Tingkat
perilaku

Ordinal,
proporsi

Pengamatan,
studi khusus
(penelitian)

D/ Perilaku

Nilai ideal,
optimal

Angka
kematian,
kesakitan

Ratio, proporsi

Pengamatan
Surveylance
penelitian

D/
Epidemiologi

Parameter

Indikator

Ukuran

Cara

Kegiatan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->