NAMA NIM

: APRISINTA : 08111004011

JENIS-JENIS SPEKTROFOTOMETER Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan mengguankan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detector Fototube. Dalam analisis cara spektrofotometri terdapat tiga daerah panjang gelombang elektromagnetik yang digunakan, yaitu daerah UV (200-380 nm), daerah Visible (380-700 nm), daerah Inframerah (700-3000 nm). Komponen Utama Spektrofotometri 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sumber Cahaya Pengatur Intensitas Monokromator Kuvet Detektor Penguat (amplifier) Sumber cahaya pada spektrofotometer harus memiliki panacaran radiasi yang stabil dan intensitasnya tinggi. Pengatur Intensitas berfungsi untuk mengatur intensitas sinar yang dihasilkan oleh sumber cahaya agar sinar yang masuk tetap konstan. Monokromator berfungsi untuk merubah sinar polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai yang dibutuhkan oleh pengukuran. Pada pengukuran di daerah sinar tampak digunakan kuvet kaca dan daerah UV digunakan kuvet kuarsa serta kristal garam untuk daerah IR. Detektor fungsinya untuk merubah sinar menjadi energi listrik yang sebanding dengan besaran yang dapat diukur. Penguat (amplifier) berfungsi untuk memperbesar arus yang dihasilkan oleh detektor agar dapat dibaca oleh indikator. Spektrofotometri dapat digunakan untuk menganalisis konsentrasi suatu zat di dalam larutan berdasarkan absorbansi terhadap warna dari larutan pada panjang gelombang tertentu. Metode spektrofotometri memerlukan larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya. Larutan standarnya terdiri dari konsentrasi tinggi. beberapa tingkat konsentrasi mulai yang rendah sampai

Deuterium disebut juga heavy hidrogen. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380nm.Prinsip kerja spektrofotometri berdasarkan hokum Lambert-Beer. sementara hidrogen hanya memiliki satu proton dan tidak memiliki neutron. Bening dan . Spektrofotometri Ultraviolet (UV) Berbeda dengan spektrofotometri visible. maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini terkadang merupakan senyawa yang tidak memiliki warna.melalui suatu media (larutan). Transmitans adalah perbandingan intensitas cahaya yang di transmisikan ketika melewati sampel (It) dengan intensitas cahaya mula-mula sebelum melewati sampel (Io). mengacu pada intinya yang memiliki dua pertikel. yaitu : 1. deuteros. rnergi radiasi yang di absorpsi oleh sampel tidak menimbulkan reaksi kimia. Dia merupakan isotop hidrogen yang stabil yang terdapat berlimpah di laut dan daratan. Jenis-jenis Spektrofotometri Berdasarkan Sumber Cahaya yang digunakan. dan indeks refraksi tidak berpengaruh terhadap konsentrasi. yang berarti „dua‟. dan sebagian lagi dipancarkan (It). Karena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh mata kita. sampel (larutan) yang mengabsorpsi harus homogeny. Nama deuterium diambil dari bahasa Yunani. Sebagai sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium. sebagian dipantulkan (Ir). pada spektrofotometri UV berdasarkan interaksi sample dengan sinar UV. jadi larutan harus pekat (tidak encer). maka sebagian cahaya tersebut diserap (Ia). Inti atom deuterium mempunyai satu proton dan satu neutron. Persyaratan hokum Lambert-Beer antara lain : Radiasi yang digunakan harus monokromatik. bila cahaya monokromatik (I0). tidak terjadi flouresensi atau phosphoresensi.

Panjang gelombang sinar tampak adalah 380 sampai 750 nm. karena banyak kemungkinan terjadi interferensi dari senyawa lain selain analat yang juga menyerap pada panjang gelombang UV. sample keruh tetap harus dibuat jernih dengan filtrasi atau centrifugasi. terutama pada bagian preparasi sample. Ikatan peptide pada protein terlarut akan menyerap sinar UV pada panjang gelombang sekitar 280 nm. apapun. selama ia dapat dilihat oleh mata. sample terlebih dulu dibuat berwarna dengan reagent Folin. Tungsten yang dikenal juga dengan nama Wolfram merupakan unsur kimia dengan . biru. 2. Sehingga semakin banyak sinar yang diserap sample (Absorbansi tinggi). maka sinar tersebut termasuk ke dalam sinar tampak (visible). sample dapat langsung dianalisa. Prinsip dasar pada spektrofotometri adalah sample harus jernih dan larut sempurna. Cahaya visible termasuk spektrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Bahkan sample dapat langsung dianalisa meskipun tanpa preparasi. maka bila menggunakan spektrofotometri UV. Spektrofotometri Visible (Spektro Vis) Pada spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar/energi adalah cahaya tampak (visible). Oleh karena itu. maka konsentrasi protein terlarut semakin besar. hijau. Sehingga semua sinar yang dapat dilihat oleh kita. Namun harus hati-hati juga. merah. Tidak ada partikel koloid apalagi suspensi. entah itu putih. Sebagai contoh pada analisa protein terlarut (soluble protein).transparan. Hal ini berpotensi menimbulkan bias pada hasil analisa. Namun perlu diingat. Jika menggunakan spektrofotometri visible. Sumber sinar tampak yang umumnya dipakai pada spektro visible adalah lampu Tungsten. sample tidak berwarna tidak perlu dibuat berwarna dengan penambahan reagent tertentu. Spektrofotometri UV memang lebih simple dan mudah dibanding spektrofotometri visible.

Oleh karena itu. . 3. Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis. ikatan peptide pada protein akan membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru yang dapat dideteksi pada panjang gelombang sekitar 578 nm. karena sifat inilah maka ia digunakan sebagai sumber lampu. Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga untuk sample tak berwarna. Reagent yang digunakan harus betul-betul spesifik hanya bereaksi dengan analat yang akan dianalisa. Menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda. UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer digunakan. Semakin tinggi intensitas warna biru menandakan banyaknya senyawa kompleks yang terbentuk yang berarti semakin besar konsentrasi protein terlarut dalam sample. Oleh karena itu. larutan ini harus dibuat berwarna agar dapat dianalisa. Saat protein terlarut direaksikan dengan Folin dalam suasana sedikit basa. Protein terlarut dalam larutan tidak memiliki warna. sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Untuk sistem spektrofotometri. yaitu photodiode yang dilengkapi dengan monokromator.simbol W dan no atom 74. Hal ini menjadi kelemahan tersendiri dari metode spektrofotometri visible. Salah satu contohnya adalah pada analisa kadar protein terlarut (soluble protein). untuk sample yang tidak memiliki warna harus terlebih dulu dibuat berwarna dengan menggunakan reagent spesifik yang akan menghasilkan senyawa berwarna. Sampel yang dapat dianalisa dengan metode ini hanya sample yang memiliki warna. Spektrofotometri UV-VIS Spektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Selain itu juga produk senyawa berwarna yang dihasilkan harus benar-benar stabil. Tungsten mempunyai titik didih yang tertinggi (3422 ºC) dibanding logam lainnya. Reagent yang biasa digunakan adalah reagent Folin.

Infra merah pada spektrofotometri ini adalah infra merah jauh dan pertengahan yang mempunyai panjang gelombang 2. Hasil analisa biasanya berupa signal kromatogram hubungan intensitas IR terhadap panjang gelombang. Dari 4 jenis spektrofotometri yang telah dijelaskan diatas (UV.5-1000 μm. Perlu juga diketahui bahwa sample untuk metode ini harus dalam bentuk murni. Spektrofotometri ini di sebut Near Infrared Spectropgotometry (NIR). Spektrofotometri Infra Red (IR) Dari namanya sudah bisa dimengerti bahwa spektrofotometri ini berdasar pada penyerapan panjang gelombang infra merah. Pada spektro IR meskipun bisa digunakan untuk analisa kuantitatif.4. Aplikasi NIR banyak digunakan pada industri pakan dan pangan guna analisa bahan baku yang bersifat rutin dan cepat. pertengahan. gangguan dari gugus fungsi kontaminan akan mengganggu signal kurva yang diperoleh. namun biasanya lebih kepada analisa kualitatif. signal sample akan dibandingkan dengan signal standard. Karena bila tidak. Untuk identifikasi. Terdapat juga satu jenis spektrofotometri IR lainnya yang berdasar pada penyerapan sinar IR pendek. UV-Vis dan Ir) memiliki prinsip kerja yang sama yaitu “adanya interaksi antara materi dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu”. dan jauh. terutama senyawa organik. . Umumnya spektro IR digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada suatu senyawa. Setiap serapan pada panjang gelombang tertentu menggambarkan adanya suatu gugus fungsi spesifik. Cahaya infra merah terbagi menjadi infra merah dekat. Sedangkan perbedaannya terletak pada panjang gelombang yang digunakan. Vis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful