Pengambilan Spesimen Berdasarkan Jenis Spesimen 1.

Kultur Darah Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengambilan spesimen untuk kultur darah adalah: 1. Jumlah dan waktu pengambilan. Sebagian kasus bakterimia dapat dideteksi dengan mempergunakan 3 set kultur darah yang diambil secara terpisah. Pengambilan spesimen darah lebih dari 3 set tidak mempengaruhi tingkat sensifitas dan spesifitas deteksi bakteri. Sebaliknya, satu kultur darah akan memberikan hasil negatif palsu terutama pada bakterimia intermiten sehingga terjadi kesulitan dalam menginterpretasi mikroorganisme yang berhasil diisolasi dari kultur tersebut. a. Sepsis akut. Pada kasus ini, sebaiknya dilakukan 2-3 kultur yang diambil dari tempat yang berbeda sebelum memulai terapi. b. Endokarditis. o Endokarditis akut Pada kasus dengan kecurigaan endokarditis akut, dilakukan pengambilan 3 kultur darah dari tempat yang berbeda berselang 1-2 jam. Setelah pengambilan spesimen, dapat diberikan terapi. o Endokarditis subakut. Dilakukan pengambilan 3 kultur darah pada hari pertama (berselang 15 menit). Jika semua kultur negatif pada jam berikutnya, kembali dilakukan pengambilan 3 kultur darah dengan selang 15 menit. o Terapi anti mikroba 1-2 minggu sebelum masuk rumah sakit. Pada keadaan ini, dilakukan pengambilan 2 kultur darah yang terpisah dan berselang 3 hari. c. Fever of unknown origin. Pengambilan spesimen dilakukan sebanyak 2 kali. Kultur darah diambil terpisah paling tidak berselang 1 jam. Jika hasil pembiakan negatif setelah 24-36 jam berikutnya, dilakukan kembali pengambilan 2 spesimen kultur darah berselang 1 jam.

. Dewasa. c. Medium kultur. c. tutup botol kultur. Pada anak-anak diperlukan 3-5 ml darah tiap 1 kali pengambilan. atau BACTEC untuk aerob. Darah diambil melalui vena atau arteri baik dari kateter intravaskuler ataupun jarum suntik. Pengambilan dilakukan dengan tetap memperhatikan universal precaution. b. 3. Bayi. Pada orang dewasa diperlukan 10-20 ml darah tiap 1 kali pengambilan. Pengambilan darah. Dan jangan memegang kembali tempat yang telah didisinfeksi.2. yaitu dengan menggunakan sarung tangan. Volume darah. Untuk pemeriksaan aerob dan fakultatif anaerob dapat digunakan kaldu BHI. 4. Dilakukan disinfeksi pada tempat pengambilan (venipuncture). Universitas Sumatera Utarab. atau kaldu BACTEC anaerob. BHI anaerob. Pada bayi dan anak-anak. a. Biarkan disinfektan mengering. Volume darah merupakan faktor yang paling penting. Swab secara melingkar dari dalam keluar (konsentris). karena konsentrasi mikroorganisme pada sebagian besar kasus bakterimia sangat rendah. Volume darah yang diambil pada bayi sebanyak 1-3 ml. Bersihkan tempat pengambilan dengan isopropil alkohol 70% atau etil alkohol. Medium kultur yang digunakan disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan. Anak-anak. a. terutama pada pasien yang telah mendapatkan terapi antibiotika. TSB. konsentrasi mikroorganisme selama bakterimia lebih tinggi daripada orang dewasa sehingga volume darah yang diperlukan lebih sedikit. d. dan tabung sebelum dilakukan pengambilan darah. Sedangkan untuk mengisolasi mikroorganisme anaerob dapat digunakan kaldu tioglikolat. dimulai dari bagian tengah dengan larutan povidone iodine 10%.

Spesimen Saluran Cerna Spesimen saluran cerna dapat berasal dari lambung. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah : a. dan dengan permintaan khusus yaitu Clostridium difficile. b. Spesimen feses. Gambar 1.e. Vibrio. e. Pada infeksi di saluran cerna digunakan medium diferensial yang mengandung laktosa untuk pencerna feses. Jika spesimen feses tidak dapat dikultur dalam waktu 1 jam. Jangan menggunakan kertas tisu untuk mengambil feses. feses harus dimasukkan ke dalam medium transport Carey-Blair atau buffered glycerol saline. duodenum. Spesimen feses harus dalam keadaan dingin. c. Salmonella. jadi tidak boleh diinkubasi. Lakukan pengambilan darah dengan jarum suntik dan pindahkan darah ke dalam tabung vacutainer steril. Pemeriksaan spesimen feses dilakukan dengan tujuan untuk mengisolasi Shigella. d. dan Yersinia. 1. Pengambilan darah (venipuncture) 2. Kertas tisu biasanya mengandung barium yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen pada feses. Karena pada hari I terjadi perbedaan antara mikroorganisme patogen dan non patogen dalam memfermentasi laktosa. Feses berdarah atau berlendir ambil bagian berdarah atau berlendir tersebut. dan colon. usus halus. Hari pertama : LFC (Lacto Ferment Colony) dan NLFC .

masukkan ke dalam media transport Carey-Blair. atau Mycoplasma. haruslah menghubungi laboratorium mikrobiologi terlebih dahulu sebelum mengambil spesimen. Hindari menyentuh lidah. Pengambilan Spesimen saluran nafas bagian atas 1.(Non Lacto Ferment Colony) adalah patogen. 2. Secara hati-hati. masukkan lidi kapas steril melewati daerah antara tonsillar pillar dan di belakang uvula. a. uvula atau bibir • Usapkan swab pada daerah posterior laring. Usap dubur (rectal swab). putar lidi kapas pada kripte anus searah jarum jam dan putar balik lidi kapas. Corynebacterium diphteriae . Spesimen Saluran Nafas Ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengambilan spesimen saluran nafas sehingga hasil pemeriksaan benar-benar merupakan gambaran keadaan yang sebenarnya. Sputum yang dikumpulkan selama 24 jam tidak direkomendasikan untuk diperiksa di laboratorium mikrobiologi. Dilakukan pada pasien (dewasa dan bayi) dengan diare akut atau konstipasi. Bordetella pertussis. Caranya adalah dengan memasukkan lidi kapas steril sepanjang 1 inci / 2. Swab tenggorok • Tekan lidah dengan tongue spatel. Legionella spp. Chlamydia. Mikroorganisme patogen akan dilakukan reaksi biokimia untuk identifikasi pada hari kedua. Bila tidak langsung ditanam. Cara pengambilan spesimen feses : masukkan feses ke dalam wadah steril yang memiliki mulut besar. mukosa bukal. Neisseria gonorrhoeae. Selain itu. tidak mudah bocor. 3. tonsil dan daerah inflamasi atau yang mengalami ulserasi • Kuman yang biasa ditemukan Streptococcus pyogenes.5 cm ke dalam sfingter anus. f. dan tutup ulir yang kuat. untuk beberapa mikroorganisme yang \memerlukan teknik isolasi atau media tertentu seperti bakteri Corynebacterium diphteriae.

Gambar 2.5 cm. bila cara pengumpulan sputum tidak dilakukan dengan baik akan memudahkan terjadinya kontaminasi dengan flora normal yang berada di daerah orofaring. • Lidi kapas diputar berlawanan dengan mukosa hidung. Cara pengumpulan spesimen yang paling mudah untuk saluran nafas bawah adalah dengan pengambilan sputum. Swab hidung • Masukkan lidi kapas steril ke dalam rongga hidung kira-kira 2. • Ulangi proses tersebut pada sisi lainnya. Pengambilan spesimen saluran nafas bawah Diagnosis laboratorium pada infeksi saluran nafas bawah tidaklah mudah karena adanya kesulitan untuk mendapatkan spesimen saluran nafas bawah yang tidak terkontaminasi dengan flora normal yang berada pada saluran nafas atas. Cara pengambilan sputum adalah : – Pasien kumur-kumur dengan air sebelum sputum dibatukkan untuk mengurangi kontaminasi flora normal orofaring . Cara pengambilan swab tenggorok 2. Namun. b.

• Luka superfisial. lalu ambil sampel usapan dari dasar luka • Tidak dianjurkan untuk mengambil pus yang berasal dari drain . Staphylococcus aureus. Disinfeksi daerah lesi. biarkan disinfeksi kering lalu lakukan aspirasi dengan syringe 3 atau 5 ml dengan jarum 22 atau 23 G pada bagian yang paling dalam dari lesi. yang diambil adalah cairan dan sel yang berasal dari dasar vesikel. Bila aspirasi pertama gagal mendapatkan spesimen. dan Haemophylus influensa (bukan penyebab influensa tapi bakteri). kerokan. lalu hilangkan pus diluar serta bagian nekrosis (debris) yang menutupi ulkus terlebih dahulu. Bila eksudat timbul dari ulkus atau nodul. Bila terdapat vesikel.– Batuk sedalam mungkin disertai dengan pengeluaran sputum lalu masukkan ke pot steril (sputum ekspetorasi). jaringan nekrotik dengan NaCl steril. sampel yang terbaik adalah biopsi. Streptococcus pneumoniae. • Luka dalam atau abses internal. kumpulkan dengan jarum atau swab steril. • Ulkus dan nodul. bagian dinding abses harus diikutsertakan untuk kultur • Luka bakar. biopsi.9% steril subkutan. Jumlah sputum tidak perlu banyak asalkan bukan saliva. serum. Aspirasi merupakan cara yang paling baik untuk mendapatkan spesimen dibandingkan dengan swab. – Untuk pemeriksaan basil tahan asam (BTA) diambil sputum pertama pagi 3 hari berturut-turut atau sputum sewaktu-pagi-sewaktu (SPS) dibawah pengawasan. Ulangi kembali aspirasi. Bila pengambilan spesimen dilakukan saat pembedahan. Legionella. lakukan disinfeksi dipermukaan luka dengan alkohol 70% diikuti dengan larutan povidone iodine 10%. Mycobacterium tuberculosis. Luka dibersihkan dari pus. untuk menghindari kontaminasi dari permukaan luka. Sebelum dilakukan pengambilan spesimen. 4. Jumlah sputum minimal ± 3 ml – Kuman yang biasa ditemui. Disinfeksi permukaan kulit lalu aspirasi bagian yang paling dalam dari lesi. Spesimen Luka Spesimen diambil dari dasar luka dengan aspirasi. suntikkan NaCl 0. swab. Lakukan kuretase pada bagian dasar ulkus atau nodul.

Untuk pemeriksaan kultur mikrobakteria dalam urin dapat dilakukan dari spesimen urin pagi 3 hari berturut-turut. daerah uretra dan periuretra berada pada daerah yang berpotensial menjadi sumber kontaminan. suprapubic aspiration. Ujung uretra atau vestibulum vagina cukup dibersihkan dengan sabun.• Semua spesimen yang diambil baik secara aspirasi atau swab langsung dimasukkan ke pot steril dan disimpan pada suhu kamar 5. straight catheter. Teknik pengumpulan spesimen urin dapat dilakukan dengan beberapa cara. antara lain teknik clean catch. Dengan tindakan ini diharapkan dapat mengurangi terjadinya kontaminasi pada spesimen urin. Selain kontaminasi. urin harus disimpan dalam lemari es. Wadah penampung yang digunakan harus steril. Bila akan dilakukan pemeriksaan anaerob. Bila spesimen tidak dapat diperiksa dalam waktu kurang dari 2 jam. Waktu yang paling baik dalam transportasi spesimen urin adalah kurang dari 2 jam. Tidak direkomendasikan menggunakan disinfektan karena penggunaan disinfektan selama pengambilan urin diduga dapat menjadi penghambat atau inhibitor pertumbuhan mikroorganisme. saat pengambilan spesimen urin dipastikan daerah ujung uretra pada laki-laki dan vestibulum vagina pada wanita harus dibersihkan sebelum dilakukan pengambilan spesimen. yang perlu diperhatikan adalah waktu transportasi urin ke laboratorium. Spesimen Urin Dalam pengambilan spesimen urin. Karena itu. Spesimen urin yang paling baik untuk pemeriksaan kultur adalah urin pagi. Jangan diletakkan dalam freezer. Tidak direkomendasikan untuk pemeriksaan kultur dari urin 24 jam. . (hitung bakteri relatif stabil paling tidak 24 jam dalam suhu 4oC). spesimen urin harus diambil secara pungsi suprapubik dan disimpan dalam sistem transport anaerob. waktu dan penyimpanan spesimen merupakan hal yang berperan penting mempengaruhi hasil pemeriksaan. Selain itu. indwelling catheter.

• Kumpulkan urin 15-30 ml dan buang dari ujung kateter. Ambil urin porsi tengah dan akhir dan masukkan ke pot steril. Cuci bersih dengan air. • Bagian ujung uretra pasien dibersihkan dengan sabun dan dicuci dengan air. masukkan kateter ke dalam vesika urinaria. Pasien wanita : • Bersihkan ujung uretra dan vestibulum vagina dengan air sabun atau sabun cair. b. • Dengan menggunakan teknik steril. Cuci bersih dengan air. dalam pot steril. pasien harus minum hingga vesika urinaria penuh. Straight catheter urine Teknik ini dilakukan pada keadaan dimana teknik urin porsi tengah / clean catch urine tidak bisa dilakukan. • Pot jangan menyentuh genitalia. • Sebelum dilakukan kateterisasi. 2. • Mulailah miksi beberapa saat dan tampung urin porsi tengah dalam pot steril. sisanya dibuang. • Mulailah miksi beberapa saat dan tampunglah urin porsi tengah. . • Pot jangan sampai menyentuh daerah genitalia. Clean catch urine / Midstream urine /urin porsi tengah a. Pasien pria : • Bersihkan bagian penis dan tarik kulit preputium ke belakang (bila tidak disirkumsisi) dan cuci dengan sabun.1. • Buka labia mayor selama berkemih. • Biarkan kulit preputium retraksi untuk meminimalisir kontaminasi.

Gambar 3. Jangan mengambil urin dari kantong urin. Supra pubic aspiration (SPA) Teknik ini berguna untuk menentukan infeksi urin pada orang dewasa dengan kecurigaan infeksi dimana hasil pemeriksaan urin yang diambil dengan teknik lain memberikan hasil yang meragukan. • Aspirasi urin dan masukkan dalam pot steril. • Bersihkan catheter collection port dengan alkohol 70%. a.3. Indwelling catheter urine Dilakukan bila pasien tidak dapat berkemih. Disinfeksi kulit daerah supra pubik diatas vesika urinaria. • Dengan teknik yang steril lakukan pungsi pada collection port dengan jarum suntik. Sebelum SPA pasien minum sampai vesika urinaria penuh b. . Pengambilan urin secara indwelling catheter urine 4.

analgetik atau antiseptik. Buat luka sayatan kecil diatas daerah simfisis pubis. Gambar 4. a. Aspirasi urin dari vesika urinaria tersebut dengan menggunakan jarum suntik. Pengambilan urin secara Supra Pubic Punction 6. – Bersihkan vulva dengan kapas / kassa yang dibasahi dengan aquades atau NaCl steril.. – Jangan gunakan pelumas (lumbricant). ambil 2 swab. Urogenital wanita – Usap vagina. anaerob spesimen harus diambil dengan cara ini. Spesimen Genital Pengambilan spesimen genital harus dilakukan dengan teliti karena sangat banyak bakteri komensal yang hidup di daerah genital. d. .c. Teknik ini tidak lazim karena nyeri dan untuk pemeriksaan. usap serviks. – Masukkan spekulum dengan hati-hati. Pengambilan rutin spesimen vagina meminimalkan hasil yang akurat karena flora normal tumbuh sangat banyak sehingga sulit untuk diinterpretasikan. – Ambil sampel dari forniks posterior vagina atau endoserviks dengan lidi kapas steril.

ambil sampel dengan lidi kapas steril dengan hati-hati – Kuman yang sering ditemui Candida albican. masukkan swab urogenital kira-kira 2 cm ke endouretra. Urogenital pria • Ambil sampel paling sedikit 2 jam setelah penderita berkemih. • Kuman yang sering ditemukan Gonorrhoeae.– Bila penderita belum menikah. Syphilis. b. putar perlahan 5-10 detik. • Lakukan urutan ringan dari pangkal ke ujung penis. . jangan gunakan spekulum. dan ambil sekret yang keluar dengan lidi kapas steril. • Bila tidak terlihat sekret. apabila infeksi mencapai pelvis dapat menyebakan Pelvic Inflamatory Disease (PID) yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. • Bersihkan glans penis dengan kapas/kassa yang dibasahi dengan air/NaCl steril.

Spesimen Cairan • Liquor Cerebro Spinal (LCS) – Spesimen diambil secara Lumbal Puction (LP) pada L3-L4 (dewasa) dan L4-L5 (anak-anak) secara aseptik lalu dikirim dan diperiksa cepat di laboratorium. peritoneal dan cairan sendi diaspirasi dan disimpan dalam pot steril. dan meningokokus bahan jangan didinginkan. – LP sering dilakukan pada pasien meningitis. – Untuk pemeriksaan Haemophylus influenza. gonokokus. Apabila spesimen tidak segera dikirim. Untuk cairan thorak.7. spesimen disimpan pada suhu kamar. Cairan tubuh lain seperti cairan pleural. pleura atau abdominal dapat dilakukan aspirasi sebanyak 50-100 ml. Cara pengambilan LCS . Gambar 5.

Washington DC. JM.Dafpus: Miller. 1996 . ASM Press. A Guide to Specimen Management in Clinical Microbiology.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful