P. 1
PMK 07_2014 Tata Cara Revisi Dipa 2014

PMK 07_2014 Tata Cara Revisi Dipa 2014

|Views: 589|Likes:
Published by Wenda Trisna Hapza
PMK 07 Tahun 2014
PMK 07 Tahun 2014

More info:

Published by: Wenda Trisna Hapza on Feb 05, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2014

pdf

text

original

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

'

SALINAN

PERATURANMENTERI KEUANGAN REPUBLIKINDONESIA NOMOR
7/PMK.02/2014

TENTANG TATACARAREVISI ANGGARAN TAHUNANGGARAN2014 DENGAN RAHMAT TUHANYANGMAHAESA MENTERI KEUANGANREPUBLIKINDONESIA, Menimbang bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal : 17 ayat (6), Pasal 27, Pasal 30 ayat (3), Pasal 31 ayat (4), dan Pasal 32 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014 jo. Pasal 2 Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2013 tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2014, dan Pasal 15 ayat (5) Peraturan Pernerintah Nomor 90 . Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Kementerian NegarajLembaga, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014; 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara [Lembaran Negara Republik Indonesia. Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tarnbahari Lernbarari Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 23' Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5462); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4405); 5. Pe.raturan Pernerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Kementerian Negare./Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5178); 6. Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2013 tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2014;

Mengingat

'--

_.

MENTERI KEUANGAN HEPUBLIK INPONESIA

-2-. 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 94jPMK.02/2013 ten tang Petunjuk Penyusunan Dan Penelaahan .Rencana Kerja Dan ..Anggaran Kementerian Negara/Lembaga sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194 /PMK.02/20 13; 8. "Peraturan .. Menteri Keuangan Norrior 171/PMK.02/2013 . tentang Petunjuk Penyusunan Dan Pengesahan Daftar Isian ,Pelaksanaan Anggaran; MEMUTUSKAN: Menetapkan PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARAN TAHUNANGGARAN2014. BAB I KETENTUANUMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan:
, .

1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, yang selanjutnya disingkat APBN' adalah rencana keuangan tahunan '. pemeriritahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan , Rakyat.··· .'. . 2·.' Revisi .Anggaran adalah perubahan 'rmClan' anggaran yang .telah ditetapkan berdasarkan APBN' Tahun Anggaran 2014 'dan disahkan 'dalain Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2014. . ' . 3. ' Kernenterian Negara, yang selanjutnya ad'alah, perangkat Pemerintah yang .tertentu dalam pemerintahan. disebut Kemerrterian membidangi urusan

"

,'a

:4.: Lembaga adalah organisasi non Kementerian dan instansi -lain
pengguna anggaran yang dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara , Republik 'Indonesia Tahun 1945 atau peraturan perundangundanganlainnya. ' 5: Bagian Anggaran Bendahara UmumNegara, yang selanjutnya disingkat BA BUN adalah bagian anggaran yang tidak dikelompokkan dalam Bagian Anggaran Kementerian/ Lembaga (BAK/L). 6. Pernbantu Pengguna Anggaran Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disingkat PPA BUN adalah unit organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran yang berasal dari BA BUN.

MENTEHI f(EUANGAN F~EPUBLlI< INDONESIA

-37. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disingkat DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran /Kuasa Pengguna Anggaran. 8. Pagu Anggaran adalah alokasi anggaran yang ditetapkan untuk mendanai 'belanja pemerintah pusat dany atau perribiayaan anggaran dalam APBNTahun Anggaran 2014 .
.,

. 9. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian .Negare./Lembaga, yang selanjutnya disingkat RKA-K/L adalah dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian/Lembaga yang disusun menurut bagian anggaran Kementeriarr/Lembaga. 10. Satuan Kerja, yang selanjutnya disebut Satker adalah bagian dari suatu unit organisasi pada Kementerian/Lembaga yang . melaksanakan 1 (satu) atau beberapa program/kegiatan dan membebani dana APBN. 11. Daftar Basil Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementeriarr/Lembaga, yang .selanjutnya disingkat DHP RKA-K/L adalah alokasi anggaran yang ditetapkan menurut unit organisasi dan program yang dirinci ke dalam Satker-Satker berdasarkan hasil penelaahan RKA-K/L. 12. Daftar Hasil Penelaahan Rencana Dana Pengeluaran Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disingkat DHP RDP BUN adalah dokumen hasil penelaahan RDP BUN yang memuat alokasi anggaran menurut program dan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Anggaran. 13. Program adalah penjabaran dari kebijakan sesuai dengan visi dan rrnsi Kementerian/Lembaga' yang rumusannya mencerminkan tugas dan fungsi unit eselon I atau unit Kementerian/Lembaga yang berisi kegiatan untuk mencapai Hasil dengan indikator Kinerja yang terukur. 14. Basil (Outcome) adalah kinerja atau sasaran yang. akan dicapai dari suatu pengerahan sumber daya dan anggaran pada suatu program. ' 15. Kegiatan adalah penjabaran dari Program yang rumusannya mencerminkan tugas dan fungsi unit eselon II/ Satuan Kerja atau penugasan tertentu Kementerian/Lembaga yang. berisi komponen kegiatan untuk mencapai Keluaran dengan indikator Kinerja yang terukur. 16. Keluaran adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program serta kebijakan.

MENTEI~I f(EUANGAN REPUBLIK INDONESIA

-4 ·17. Kegiatan Prioritas Nasional adalah kegiatan yang ditetapkan di dalam Buku I Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2014 yang menjadi tanggung jawab Kementerian/Lembaga yang bersangkutan. 18. Kebijakan Prioritas Pemerintah Yang Telah Ditetapkan adalah Program/Kegiatarr/Keluaran yang ditetapkan oleh Pemerintah setelah Rencana Kerja Pemerintah Tahun. 2014 ditetapkan darr/ atau ditetapkan pada tahun anggaran berjalan. 19. Kegiatan Prioritas Kementerian/Lembaga adalah kegiatankegiatan selain. kegiatan prioritas . nasional darr/ atau Kebijakan Prioritas Pemerintah Yang Telah Ditetapkan. 20. Biaya Operasional adalah anggaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan sebuah Satker dalam melaksanakan. tugas dan fungsinya meliputi pembayaran. gaji, tunjangan yang melekat pada gaji, uang makan, dan pembayarari yang terkait dengan belanja pegawai (Komponen 001). dan kebutuhan sehari-hari perkantoran, langganan daya dan jasa, pemeliharaan kantor, dan pembayaran. yang terkait dengan pelaksariaan operasional kantor (Komponen 002), terrnasuk tunjangan profesi guru Zdcsen,. tunjangan· kehormatan profesor, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan dukungan operasional pertahanan dan keamanan (Komponen 003). 21. Komponen Input, yang selanjutnya disebut Komponen adalah bagian atau tahapan Kegiatan yang dilaksanakan untuk menghasilkan sebuah Keluaran. 22. Hasil Optimalisasi adalah hasil lebih atau sisa dana yang diperoleh setelah pelaksanaan dan/ atau penandatanganan kontrak dari suatu pekerjaan yang .target sasarannya telah dicapai. 23. Sisa Anggaran Swakelola adalah hasil lebih atau sisa dana yang berasal dari pekerjaan swakelola yang tidak mengurangi volume Keluaran yang direncanakan. 24. Penerusan Pinjaman adalah pinjaman luar negeri atau pinjaman dalam negeri yangditerima oleh Pemerintah Pusat yang diteruspinjamkan kepada ·pemerintah daerah dany atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang harus dibayar kernbali dengan ketentuan dan persyaratan tertentu. 25. Perubahan Anggaran Belanja Yang Bersumber Dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah perubahan pagu PNBPdari target yang direncanakan dalam APBN.

,.fr

34.MENTERII<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA -5 26. termasuk percepatan dalam rangka pelaksanaan kegiatan penerusan hibah dan Penerusan Pinjaman. pemogokan. 33. danv atau gangguan industri lainnya sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Menteri/ Pimpinan Lembaga teknis terkait. bencana non alam. termasuk lanjutan dalam rangka pelaksanaan kegiatan penerusan hibah dan Penerusan Pinjaman. yang selanjutnya disingkat APIP K/L adalah unit pada Kementerian /Lembaga yang mempunyai tugas fungsi rrielaksanakan pemeriksaan atau pengawasan. yang selanjutnya disingkat SBSN PBS adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Pernerintah untuk mendanai sebuah -proyek tertentu yang berbasis syariah. Keadaan Kahar adalah kondisiy keadaan yang terjadi di luar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah Kementeriarr/ Lembaga. . Subsidi Energi adalah subsidi dalam bentuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis tertentu dan bahan bakar gas cair (Liquefied Petroleum Gas/LPG tabung 3 (tiga) kilogram dan Liquefied Gas for Vehicle/LGV). kembali sisa alokasi anggaran yang bersumber dari PHLN/PHDN yang tidak terserap. 30. Lanjutan Pinjarnan Proyek/Hibah Luar Negeri (PHLN) atau Pinjaman/Hibah Dalam Negeri (PHDN) adalah penggunaan . 29. Perubahan Kebijakan Pemerintah adalah perubahan atas kebijakan yang sudah ada dan mengakibatkan perubahan rincian anggaran dan/ atau volume Keluaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. Perubahan Pricritas Penggunaan Anggaran adalah perubahan atas rincian anggaran dan/ atau volume Keluaran yang telah ditetapkan dalam DIPA karena adanya perubahan prioritas yang ditetapkn oleh Menteri/ Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran. dan subsidi listrik. Surat Berharga Syariah Negara Project Based Sukuk. 28. kebakaran.Percepatan Penarikan PHLN/PHDN adalah tambahan alokasi anggaran yang berasal dari sisa pagu PHLN/PHDN untuk memenuhi kebutuhan pendanaan kegiatan dalam rangka percepatan penyelesaian pekerjaan dan/ atau memenuhi kebutuhan anggaran yang belum tersedia pada tahun 2014. 27". meliputi bencana alam. penanggung jawab Program yang memiliki alokasi anggaran (portofolio)pada Bagian Anggaran I~ementerian/Lembaga. 31. 32. Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utamay Sekretaris /Pejabat Eselon I Kementerian / Lembaga adalah Eselon I selaku .

Kegiatan. dan indikator kinerja kegiatan. Satker. BAB II RUANGLINGKUPDANBATASAN REVISIANGGARAN Bagian Kesatu Ruang Lingkup Revisi Anggaran Pasal2 (1) Ruang lingkup Revisi Anggaran meliputi perubahan anggaran pada BA K/L dan BA BU!'J"yangterdiri atas: rmcian a. Inlcracht adalah putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan bersifat final. Kegiatan. Hasil (Outcome). perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran termasuk pergeseran rincian anggarannya. Keluaran (Output). Pasa13 Revisi Anggaran sebagaimana dilakukan dalam hal terjadi: b. b. Kebijakan lainnya. b. c. 36. perubahan atau pergeseran rincian anggaran pagu anggaran tetap. perubaharr/ ralat karen a kesalahan administrasi. darr/atau e. indikator kinerja utama. dan ' atau c. Program. Kementerian/Lembaga. Ditetapkan Prioritas Pemerintah . mengenai penghematan Yang Telah anggaran. Instruksi dan /utau c.MENTERI I<EUANGAN REPUBLlf( INDONESIA -6 35. Rumusan Kinerja adalah rumusan yang ditetapkan sebagai acuan dalam pelaksanaan Program dan Kegiatan termasuk sasaran kinerja yang akan dicapai serta indikator sebagai alat ukur pencapaian kinerja meliputi rumusan Program. perubahan atas APBNTahun Anggaran 2014. Presiden dimaksud dalam Pasal 2 Juga dalam hal a. (2) Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan perubahan alokasi anggaran dan ' atau perubahan jenis belanja darr/ atau volume Keluaran pada: a. d. APBN.

s. q. perubahan pagu anggaran utang... perubahan pagu anggaran pembayaran bunga utang. penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBNuntuk Satker BLU. Kegiatan dalam rangka Penerusan 1. c. perubahan pagu anggaran pembayaran Subsidi Energi. pengurangan alokasi pinjaman proyek luar negeri. MENTERII<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA -7 Pasa14 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran termasuk pergeseran '. m. lanjutan pelaksanaan Pinjaman.pBS. perubahan pagu anggaran transfer ke daerah . g. 1. penerimaan hibah langsung dalam bentuk uang.rincian anggarannya sebagaimana dimaksud . Kegiatan dalam rangka penerusan n. lanjutan pelaksanaan hibah. r. o. . perubahan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP. danj atau t. penerimaan Hibah Luar Negeri (HLN)jHibah Dalam Negeri (HDN) . lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersumber dari PHLNdanjatau PHDN. d. h. percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Penerusan Pinjaman.. lanjutan pelaksahaan ProgramjKegiatan Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).dalam Pasal 2 . percepatan penarikan PHLNdanj atau PHDN. f. pengurangan alokasi hibah luar negeri. k. perubahan pembayaran Penyertaan dalam rangka pagu anggaran pagu anggaran penyesuaian kurs.setelah Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan. berikut: a. percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka penerusan hibah. Nasional ].ayat (1) huruf a sebagai akibat dari adanya hal-hal sebagai . proyek yang dananya cicilan Modal pokok Negara p. b. (PMN). e. perubahan . percepatan realisasi· pelaksanaan hjhjh bersumber dari SBSN.

1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. penambahan alokasi. b. kekurangan Biaya Operasional. Sisa Anggaran Swakelola. c. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) . pagu anggaran tetap 1 (satu) Program. b. . dan Zatau f. c. . d. penambahan alokasi anggaran pada. Kegiatari yang sarna dan an tar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Keluaran/ Kegiatan/ Program/ Satker / Kementeriarr/Lembaga. b. anggarari pada Keluararr/Kegiatan/ Program/ Satker / KementerianJ Lembaga/ APBN dan volume Keluaran tetap. e. Satker. pergeseran dalam Keluaran yang sarna. pergeseran antar Keluaran. pengurangan alokasi anggaran pada Keluararr/Kegiatarr/ Program/ Satker /Kemcntcriarr/Lembagay APBN dan volume Keluaran tetap.1 . dan pada level Program atau dalam b. Perubahan Kebijakan Pemerintah.' ./ APBN dan penambahan volume Keluaran. Pasal5 (1) Perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b sebagai akibat dari adanya hal-hal sebagai berikut: a.MENTERII<EUANGAN I~EPU8L1K INDONESIA -8(2) Perubahan rincian anggaran sebagaimana dimaksud ayat (1) mengakibatkan perubahan berupa: '. Basil Optimalisasi. c. Keadaan Kahar. pada a. pagu anggaran tetap pada level APBN atau an tar Program. Program atau dalam 1 (satu) Program sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a meliputi: a. pergeser~n dalam 1 (satu) Keluaran. (2) Perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b dibedakan dalam: a. (3) Pagu anggaran tetap pada level. atau . Perubahan Prioritas Penggunaan Anggaran. ~~ / . .

pergeseran anggaran dalam 1 (satu) subbagian BA BUN.. pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN. m.. anggaran p.MENTERIKEUANGAN REPUBLlI< INDONESIA -9 d. penambahan Zperubahan rumusan kinerja. pergeseran antar Keluaran.. pergeseran antar Keluaran." . pergeseran dalam Keluaran yang sarna. " " Direktorat pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . . o. pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . yang sama dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Satker dalam wilayah" kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. k. (4) Pagu anggaran tetap pada "level APBN . ]. . g. Kegiatan. I.. inlcracht.. pergeseran anggaran dari BA BUN Perigelolaan Lainnya (BA999. pergeseran antar subbagian Anggaran 999 (BABUN). pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian dany atau d..atau antar Program sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b meliputi: a. pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian inkrachi. : e. Kegiatan yang sarna dan antar.Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.Jerideral Perberidaharaan. n. b. penar:nbahan cara penarikan PHLN/PHDN. " .08) ke BA K/ L. penggunaan dana Output Cadangan."". f. pergeseran an tar Kegiatari dalam 1 (satu) Satker. 1. Kegiatan yang sarna dart antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. h. penghapusan Zperubahan catatan dalam halaman IV DIPA. anggaran dalam Belanja Bagian ~. perubahan dan Zatau komposisi instrumen pembiayaan utang.

rangka Satker penyelesaian BLU yang' . . pergeseran anggaran dalam rangka percepatan pencapaian Keluaran prioritas nasional darr/ atau prioritas K/L. i. pergeseran anggaran dalam rangka memenuhi kebutuhan biaya operasional. d.10 (5) Perubahan atau pergeseran rincian anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a sampai . . d. atau dalam satu provinsi untuk kegiatan dalam rangka dekonsentrasi. e.MENTERI I<EUANGAN REPUBLlf< INDONESIA . f. pergeseran anggaran dan volume Keluaran tetap. ' pergeseran anggaran bencana. pergeseran dalam satu provinsi/kabupaten/kota untuk kegiatan dalam rangka tugas perribantuan dan 'urusa»: bersama. pergeseran rmcian anggaran untuk sumber dananya berasal dari PNBP.. pergeseran baru.Jenderal Perbendaharaan.dengan huruf 1. c. c. b. dan/atau dalam rangka tanggap darurat 1. ralat .kode KPPN dalam wilayah kerja Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. pergeseran anggaran dalam rangkapenyelesaian kegiatankegiatan pembangunan infrastruktur serta rehabilitasi dan rekonstruksi bencana alam tahun 2013. g. k. Wilayah . h. Pasa16 Perubahan Zralat karen a kesalahan administrasi dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1)huruf c meliputi: . pergeseran anggaran dalam rangka memenuhi kebutuhan selisih kurs. pergeseran anggaran dan penambahan volume Keluaran. terdiri atas: -a. bagian anggaran darr/ atau Satker . perubahan nomenklatur sepanjang kode tetap. anggaran dalam rangka pembukaan kantor ). ralat kode Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . b. pergeseran anggaran dalam ' tunggakan tahun yang lalu. ralat kode akun sesuai kaidah akuntansi sepanjang dalam peruntukan dan sasaran yang sama. pergeseran antarjenis belanja. a.. sebagaimana .t.

. d. pembayaran berbagai tunggakan.ralat kode nomor register PHLN jPHDN. J. m. pengadaan bahan makanan danj atau perawatan untuk tahananjnarapidana kecuali untuk kebutuhan pengadaan bahan makanan danjatau tahanan untuk tahananjnarapidana pada Satker b. kebutuhan Biaya Operasional Satker kecuali untuk memerruhi Biaya Operasional pada Satker lain dan dalam peruntukan yang sarna. . . k.Jenderal Perbendaharaan yang berbeda dan lokasi KPPN dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . ralat cara penarikan PHLNjPHDN. '. h.11 e. kebutuhan tahanan memenuhi perawatan lain. . 1. 1. dana atau rencana -penerimaan' ralat pencantuman volume Keluaran dalam DIPA. perubahan pejabat perbendaharaan. ralat pencantuman volume. f. alokasi tunjangan profesi guruj dosen dan tunjangan kehormatan profesor kecuali untuk memenuhi tunjangan profesi guruj dosen dan tunjangan kehormatan profesor pada Satker lain.danj atau o. ralat kode lokasi dan lokasi KPPNdalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. ralat kode lokasi dalam 'wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . g. .MENTERI I(EUANGAN REPUBLIK INqONESIA . ralat rencana penarikan dalam halaman III DIPA. Bagian Kedua Batasan Revisi Anggaran . ralat kode kewenangan. n. c. dan satuan Keluaran yang berbeda antara RKA-KjL dan RKP atau hasil kesepakatan DPR-RI dengan Pemerintah. Pasal7 Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengakibatkan pengurangan alokasi anggaran terhadap: a.Jenderal Perbendaharaan. jenis.Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. ralat kode Satker. ralat kodelokasi dan lokasi KPPNdalam 1 (satu) wilayah kerja .

(3) Sekretaris . atau Keadaan Kahar . yang mengakibatkan volume Keluaran dalam ·DIPA berkurang. Perubahari Prioritas Penggunaan Anggaran.f.I . dalam hal volume Keluaran yang berkurang merupakan volume Keluaran dari Kegiatan Prioritas Kementerian/Lembaga. dan Zatau b. Rupiah Murni Pendamping (RMP)sepanjang paket pekerjaan masih berlanjut (on-going). paket pekerjaan yang telah dikontrakkan ·direalisasikan dananya sehingga menjadi minus . kedaruratan. . Perubahan Kebijakan Pemerintah. dalam hal volume Keluaran yang berkurang merupakan volume Keluaran dari Kegiatan Prioritas Nasional. usul pengurangan volume Keluaran disampaikan kepada Menteri/Pimpinan Lernbaga selaku Pengguna Angg~ran.12 e.. dany atau.Jerideral/Bekretaris Utamay Sekretaris /Pejabat Eselon I Kementeriany Lembaga mengajukan usul Revisi Anggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran berdasarkan persetujuan dari Kementerian Perencanaan/ Bappenas dan/ atau Menterr/Pimpinan Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasa18 Revisi Anggaran dilakukan dengan memperhatikan ketentuan mengenai penyusunan dan penelaahan RKA-K/L sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai petunjuk penyusunan dan penelaahan RKA-K/L. Pasal9 (1) dan/ atau Revisi Anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi .'volume Keluaran yang telah ditetapkan dalam DIPA. ~A/ . Pasal 10 (1) Pergeseran anggaran an tar Kegiatan dapat dilakukan ·sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran yang telah dietapkan dalam DIPA dan digunakan untuk hal-hal yang bersifat prioritas. (2) Dalam hal terdapat. atau yang tidak dapat ditunda. usul perigurangan volume Keluaran diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. mendesak. usul pengurangan volume Keluaran disampaikan kepada Kementerian Perencanaarr/Bapperias sebagai acuan perubahan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga dan RKP 2014.MENTEF~IKEUANGAN REPUBLII< INDONESIA .

adanya pencabutan status pada suatu satuan kerja. pengelolaan keuangan BLU .Rincian Anggaran Yang Disebabkan Penambahan Atau Pengurangan Pagu Anggaran Termasuk Pergeseran Rincian Anggarannya Pasal 11 (1) Perubahan anggaran belanja yang bersumber dari . Lampiran I yang merupakan bagian tidak .MENTERIKEUANGAN REPUBLlI( INQONESIA .13 - (2) Hal-hal yang bersifat prioritas. mendesak. adanya PNBP yang berasal dari kcntrakykerjasamay nota .dan/ atau kebijakan pemerintah yang ditetapkan dalam Tahun Anggaran 2014. adanya satuan kerja PNBPbaru. PHLN darr/atau PHDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b bersifat menambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014. Bagian Ketiga Perubahan . PNBP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a merupakan tambahan alokasi anggaran yang dapat digunakan oleh Kementeriarr/Lembaga . (4) Format surat persetujuan dari pejabat Eselon I sebagai penanggung jawab Program sebagaimana dimaksud pada ayat (S) tercantum dalam.terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. kelebihan realisasi atas target yang direricanakan APBNatau APBNPerubahan. dan/atau e. Pasa112 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersumber dari . kesepahaman atau dokumen yang dipersamakan. atau yang tidak dapat ditunda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan-kegiatan Kemeriterian /Lembaga yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Kementerian/Lembaga . kedaruratan.. (3) Pergeseran anggaran an tar Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus 'dilengkapi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran dan surat persetujuan dari pejabat Eselon I sebagai penanggung jawab Program. diterbitkannya Keputusan Menteri Keuangan tentang persetujuan penggunaan sebagian dana PNBP. c. PNBP dalam b. . (2) Perubahan anggaran belanja yang bersumber dari sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai akibat: a. d.

..' . . Lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN danjatau PHDN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak termasuk pinjarnan proyek baru yang belum dialokasikan dalam.. . (3) .APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) rincian peruntukannya dituangkan dalam dokumen RKA-KjL dan diajukan oleh Kernenterian j Lembaga.q. .1 .MENTEI~I I<EUAI'JGAN REPUBLIl( INDONESIA ./ ••. . Pasa113 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya Percepatan Penarikan PHLN danj atau PHDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c merupakan .' . optimalisasi pemanfaatan dana yang bersumber dari PHLN danj atau PHDN dan bersifat menambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014. AFBN Tahun Anggaran 2014 serta pinjaman luar negerijpinjaman dalam negeri yang bukan merupakan kelanjutan dari proyek tahun jamak. (2) Penerimaan HLNjHDN setelah Undang-Undang mengenai . . . Pasal 14 (1) Perubahan rmcian anggaran yang disebabkan adanya penenmaan HLNjHDN setelah Undang-Undang inengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf ·d merupakan HLNjHDN yang diterima oleh Pemerintah c. Kementerian Keuangan dan dilaksariakan oleh KementerianjLembaga dan bersifat menambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014. .14 (2) Perubahan rincian anggaran y~ng disebabkan adanya lanjutan sebagaimana dimaksud pada -ayat (1) dapat dilakukan sepanjang PHLNjPHDN belum closing date. (2) Percepatan Penarikan PHLN danj atau PHDN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak termasuk pinjaman proyek baru yang belum dialokasikan dalam APBN'I'ahun Anggaran 2014 . (3) Penerimaan HLNjHDN setelah Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan· sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk HLNjHDN yang diterushibahkan dan pinjaman yang diterushibahkan .

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Revisi Anggaran untuk penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP di atas pagu APBN untuk Satker BLU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan. (2) Pengurangan alokasi pmjaman proyek luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: . Pasal 16 (1) Perubahan rmcian anggaran yang' disebabkan adanya penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP. (2) Tata cara pencatatan dan pelaporan untuk penerimaan hibah langsung dalarn bentuk uang sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b.direncanakan.huruf e merupakan _. dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai mekanisme pengelolaan hibah.15 Pasal 15 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya penerimaan hibah langsung dalam ben tuk uang se bagaimana . (2) Tambahan alokasi anggaran yang dapat digunakan oleh Satker BLU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersumber dari: a.' realisasi danj'atau PNBP di atas target yang . HLN/HDN dalam bentuk uang yang diterima setelah .MENTERII<EUANGAN REPUBLlI< INDONESIA .dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) . Pasal 17 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya pengurangan alokasi pinjaman proyek luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf g bersifat mengurangi pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014. di atas pagu APBNuntuk Satker BLU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf f merupakan tambahan alokasi anggaran yang dapat digunakan oleh Satker BLU dan bersifat meriambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014. penggunaan saldo BLU dari tahun sebelumnya.Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan dan dilaksanakan secara langsung oleh Kementerian/Lembaga dan bersifat menambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014.

target kinerjanya telah tercapai dan sisa alokasi anggarannya tidak diperlukan lagi. proyek luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b. dan huruf d dapat mengakibatkan berkurangnya volume Keluaran dalam DIPA. (3) Pengurangan alokasi pinjamari . merupakan selisih antara alokasi yang telah ditetapkan dalam APBN dengan hasil perhitungan sesuai perubahan parameter. (3) Tambahan alokasi anggaran yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. . b. (cost table) b. tata cara pembayaran subsidi dilakaanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai tata cara pembayaran subsidi di 'bidang energi. dan mendapat persetujuan Menteri c. .MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA a. terjadi perubahan penjadwalan pembiayaan yang disetujui oleh pernberi pinjaman. c. adanya pembatalan alokasi pinjaman luar negeri. huruf c. (4) Dana Rupiah Murni Pendamping (RMP) yang telah dialokasikan untuk paket Kegiatan Zproyek sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat digunakan/ direalokasi untuk mendanai Rupiah Murni Pendamping (RMP) pada paket Kegiatan/proyek yang lain atau diubah menjadi Rupiah Murni untuk mendanai kegiatan prioritas lain dan menambah volume Keluaran. d.16 paket Kegiatan Zproyek yang didanai dari pinjaman luar negeri telah selesai dilaksanakan. Pasal 18 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya perubahan. (2) Tambahan alokasi anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan DPR RI dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. diberikan setelah Keuangan. atau sudah dibebankan pada DIPAtahun sebelumnya. pagu anggaran perribayaran Subsidi Energi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf h merupakan tambahan alokasi anggaran yang diberikan untuk memenuhi pembayaran Subsidi Energi dan bersifat menambah pagu anggaran belanja Tahun Anggaran 2014.

. dan . Kuasa Pengguna Anggaran Satker melakukan rekonsiliasi sisa dana PNPM dengan KPPN yang dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi paling lamb at tanggal 15 Januari 2014.MENTERI I(EUANGAN REPUBLIK INDONESIA .'" .anggaran pembayaran bunga utang sebagaimana dimaksud dalam Pasal ·4 ayat (1) huruf i merupakan tambahan alokasi anggaran dalam rangka pembayaran bunga utang karena adanya tambahan kewajiban. Infrastruktur Sosial Perdesaan Ekonomi (PPIP). ~r /" . (4) Pengajuan usulan lanjutan Program /Kegiatan Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).. (2) Lanjutan Program/Kegiatan Nasional Masyarakat (PNPM) sebagaimana dimaksud terdiri atas: a. Infrastruktur lanjutan ProgramyKegiatan : Nasional (3) Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan sampai dengan akhir April 2014.. Wilayah Pemberdayaan pada ayat (1). (5) Pengajuan usulan Revisi Anggaran untuk ·perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Program/ Kegiatan Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a . Pengembangan (PISEW).J enderal Perbendaharaan dalam bentuk Revisi Anggaran paling lambat tanggal 31 Januari 2014. d. anggaran belanja Tahun Anggaran 2014. Pasa120 (1) Perubahan rmcian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Program/ Kegiatan Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf j bersifat menambah pagu . PNPMMandiri Perdesaan. . b.17 Pasal19 Perubahan rincian anggaran yang disebabkan perubahan pagu . PNPMMandiri Perkotaan. perubahan kurs termasuk pemenuhan kewajiban yang tirnbul dB!i transaksi lindung nilai. Program Pembangunan .sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disam paikan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat . c.

' berdasarkan hasil pencocokan.Jenderal Anggaran paling lambat tanggal 22 Januari 2014.b. KPA mengajukan usul Revisi Anggaran kepada Kantor Wilayah Direktorat .q./ . b. Pasa121 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Kegiatan Penerusan Pinjaman yang dananya bersumber dari PHLNdan. dan ~~ . berdasarkan Berita Acara Rekonsiliasi.MENTERI I<EUANGAN REPUBLlf( INDONESIA .Jenderal Anggaran dalam bentuk Revisi Anggaran paling lambat tanggal 31 Januari 2014. Direktur . (4) Pengajuan usulan lanjutan Kegiatan Penerusan Pinjaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Menteri Keuangan c. (5) Pengajuan usulan Revisi Anggaran untuk perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Kegiatan Penerusan Pinjaman yang' dananya bersumber dari PHLN danl atau PHDN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a." . KPPN menandatangani Daftar Rincian Kegiatan dan Realisasi Anggaran dan disampaikan kepada PPA BUN Penerusan Pinjaman dan Direktorat .Jenderal Perbedaharaan paling lambat tanggal 31 Januari 2014:.. c.' atau PHDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf k bersifat menambah pagu anggaran pembiayaan Tahun Anggaran 2014. KPPN menyampaikan Berita Acara Rekonsiliasi kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbedalraraan paling lambat tanggal 22 Januari 2014.dirnakaud pada ayat (1) tidak termasuk pmjaman proyek baru yang belum dialokaeikan dalam APBN Tahun Anggaran 2014 serta pinjaman 'luar negeri Zpinjaman dalam negeri yang bukan merupakan kelanjutan dari proyek tahun jamak. Kuasa Pengguna Anggaran Penerusan Pinjaman membuat Daftar 'Rincian Kegiatan dan Realisasi Anggaran berdasarkan data realisasi per tanggal 10 Januari 2014 dan menyarnpaikan kepada KPPNpaling lambat tanggal 15 Januari 2014 untuk dicocokkan dengan data realisasi pada KPPN. (3) Lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersumber dari PHLN'dan Zatau PHDN sebagaimana . (2)"Perubahan rincian· anggaran yang disebabkan adanya lanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sepanjang PHLN/PHDNbelum closing date.18 . dan .

(3) Lanjutan pelaksanaan Kegiatan penerusan hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak termasuk PHLN . (2) Percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka penerusan hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (I) tidak termasuk pinjarnan yang diterushibahkan yang belum dialokasikan . berdasarkan Daftar Rincian Kegiatan dan Realisasi Anggaran yang telah ditandatangani oleh XPPN. termasuk Penerusan Pinjaman yang belum dialokasikan dalam APBNTahun Anggaran 2014.MENTERI KEUANGAN REPUBLII< II\jDONESIA . (2) Percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Penerusan Pinjaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak . Pasal24 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka penerusan hibah . PPA BUN mengajukan usul Revisi Anggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran paling lamb at tanggal 31 Jarruari 2014. . Pasal23 (1) Perubahan rincian anggaran· yang disebabkan adanya lanjutan pelaksanaan Kegiatan penerusan hibah yang dananya bersumber dari PHLN dany atau PHDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf m bersifat menambah pagu anggaran belanja hibah Tahun Anggaran 2014.19 . danj' atau PHDN yang bukan merupakan . dalarn APBNTahun Anggaran 2014.c. Pasa122 (1) Perubahan rincian anggaran yang disebabkan adanya percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Penerusan Pinjaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf 1merupakan optimalisasi pemanfaatan dana Penerusan Pinjaman dari PHLNdan Zatau PHDN dan bersifat menambah pagu anggaran pembiayaan Tahun Anggaran 2014.sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf n merupakan optimalisasi pemanfaatan dana penerusan hibah dari ·PHLN'dan/ atau PHDN dan bersifat menambah pagu anggaran belanja hibah Tahun Anggaran 2014. (2) Perubahan rmcian anggaran yang disebabkan adanya lanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sepanjang PHLN/PHDNbelum closing date.kelanjutan dari proyek tahunjamak.

J . unit eselon I mengajukan usul RevisiAnggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran.adanya percepatan realisasi pelaksanaan proyek yang dananya bersumber dari SBSN PBS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pasa127 Perubahan pagu anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf q merupakan tambahan alokasi anggaran dalam rangka Penyertaan Modal Negara (PMN)sebagai akibat selisih kurs. berdasarkan persetujuan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang.q unit cselon I mengajukan usulan percepatan realisasi pelaksanaan proyek yang. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang melakukan penilaian atas usul percepatari realisasi pelaksanaan proyek yang dananya bersumber dari SBSN PBS derigan mernperhatikan kinerja proyek dan total defisit yang dituangkan dalam persetujuan. Kementerian/Lembaga c. dananya bersumber dari SBSN PBS kepada Menteri Keuangan c. yang dananya .:' . dan c.20Pasa125 . (1) Perubahan rmcian anggaran yang disebabkan adanya percepatan -realisasi pelaksanaan proyek.MENTERIKEUANGAN I~EPUBLIK It'-lOONESIA .q Direktur Jenderal Pengelolaan Utang. proyek yang darianya bersumber dari SBSN PBS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat menambah pagu pembiayaan anggaran dalam APBNTahun Anggaran 2014.. perubahan kurs termasuk pemenuhan kewajiban yang timbul dari transaksi Iindung nilai. Pasal26 Perubahan rincian anggaran yang disebabkan perubahan pagu anggaran pembayaran cicilan pokok utang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf p merupakan tambahan alokasi anggaran dalam rangka pembayaran cicilan pokok utang karena adanya tambahan kewajiban.bersumber dari SBSN PBS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 . (2) Percepatan realisasi pelaksanaan. b. (3) Pengajuan usulan Revisi Anggaran untuk perubahan rincian anggaran yang disebabkan . .ayat (1) huruf 0 rnerupakan tambah an pagu SBSN PBS Tahun Anggaran 2014. ~Ir I' b.

(4) Dana Rupiah Murni Pendamping (RMP) yang telah dialokasikan untuk paket Kegiatan Zproyek sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat digunakan/ direalokasi untuk rnendanai Rupiah Murni' Pendamping (RMP) pada paket Kegiatan /proyek yang lain atau diubah menjadi Rupiah Murni untuk mendanai kegiatan prioritas lain dan menambah volume Keluaran . .MENTERIKEUANGAN REPUBLII< INDONESIA .merupakan penyesuaian besaran nilai rupiah dalam DIPA " terhadap . ------------------------------------------- . bagi hasil pada Tahun Anggaran 2014. Pasal29 (1): Perubahan rmcian anggaran yang pengurangan alokasi hibah luar dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf pagu anggaran belanja Tahun Anggaran dise babkan adanya negeri sebagaimana s bersifat mengurangi 2014. atau b. adanya pembatalan pemberian hibah luar negeri.21 Pasa128 (1) Perubahan pagu anggaran dalam rangka penyesuaian kurs sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat : (1) huruf r '. (2) Penyesuaian besaran nilai rupiah dalam DIPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan nilai valas yang sarna dan nilai kurs mengikuti tarif kurs yang digunakan saat transaksi dan dituangkan dalam withdrawal application (W A). paket Kegiatanyproyek yang didanai dari hibah luar negeri telah selesai dilaksanakan. (3) Pengurangan alokasi hibah luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b. target kinerjanya telah tercapai .dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: a. . sebagaimana (2) Pengurangan alokasi hibah luar negeri . dapat inengakibatkan berkurangnya volume Keluaran dalam DIPA. dan sisa alokasi anggaranriya tidak diperlukan lagi. Kegiatan yang sumber dananya berasal dari .Pasa130 (1) Perubahan pagu anggaran transfer ke daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf t merupakan tambahan Zpengurangan pagu anggaran transfer ke daerah antara lain dana bagi hasil yang didistribusikan kepada masing-masing daerah provinsi/kabupaten/kota sesuai realisasi penerimaan dana. .. "pinjaman luar negeri dan tata cara penarikannya dilakukan secara direct paumeni atau Letter of Credit (L/ C).

penghapusanjperubahan catatan dalam halaman IV DIPA karena masih harus dilengkapi loan agreement atau nomor register.sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai pelaksanaari dan pertanggungj awaban .transfer ke daerah . (2) Penghapusanjperubahan catatan dalam halaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. IV OIPA penghapusanjperubahan catatan dalarn halaman IV DIPA karena masih memerlukan persetujuan OPR RI. penghapusanjperubahan catatan dalam halaman IV OIPA karena harus dilengkapi dasar hukum pengalokasiannya danj atau dokumen terkait. e.22 (2) . d. b. --u .(3) Penghapusanjperubahan catatan dalam halaman IV DIPA sebagaimana dimaksud pacla ayat (1) clapat dilakukan setelah persyaratan clipenuhi dengan lengkap. penghapusanj perubahan catatan dalam halaman IV DIPA karen a masih memerlukan reviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.MENTERI '<EUANGAN REPUBLIK INPONESIA . penghapusanj perubahan catatan dalam halaman IV DIPA karena masih harus didistribusikan ke masing-masing satker. . danj atau g.dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf j merupakan penghapusany perubahan sebagian atau seluruh catatan ·dalam halaman IV DIPA pada alokasi yang ditetapkan untuk mendanai suatu Kegiatan. penelaahan danj atau persetujuan Kementerian Perencanaan zBappenas: f. Bagian Keempat Perubahan atau Pergeseran Rincian Anggaran Dalam Hal Pagu Anggaran Tetap Pasal31 (1) Perubahan karena . .anggaran transfer ke daerah. c. penghapusanj perubahan catatan dalam halaman IV DIPA yang dicantumkan oleh APIP Kj L karena masih harus dilengkapi dokumen pendukung .Tata cara Revisi Anggaran untuk perubahan pagu anggaran . penghapusanjperubahan catatan dalam halaman IV DIPA karena masih mernerlukan . .penghapusanjperubahan catatan dalam halaman IV OIPA sebagairnana .

Kuasa Pengguna Anggaran mengajukan usul Revisi Anggaran berupa.(2) Pergeseran anggaran dalarn rangka penyelesaian inkrachi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan tanggung jawab Kementerian/Lembaga.isinya berbeda dengan : rincian yang dituangkan dalam RKA-K/L dan DIPA.. unit eselon I menyampaikan usul Revisi Anggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran. Kernenterian I Lembaga. . penambahan cara penarikan PHLNkepada unit eselon 1.dari PHLN/PHDN yang membutuhkan penarnbahan cara penarikan PHLN jPHDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf k. (1) .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . cara ayat penarikan PHLN sebagaimana (1) termasuk penarnbahan (3) Berdasarkan usulan Revisi .Dalam hal persetujuan DPR RI sebagairnana dimaksud pada ayat (2) huruf a . Pasa132 (1) Dalam hal pelaksanaan Kegiatan/Keluaran yang dananya · bersumber . . · penghapusan Zperubahan catatan dalam halaman IV DIPA . Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian inkracht sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 5 ayat (3) huruf 1 merupakan kewajiban pengeluaran yang timbul sehubungan dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. (3) .23 (4) .. Pergeseran . anggaran dalam rangka penyelesaian irikrachi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan antarjenis belanja dan / atau antarjenis Kegiatan dalam 1 (satu) program dan/ atau antarprogram dalam 1 (satu) · Kementeriarr/Lembaga. (2) Usul penambahan dimaksud pada KPPNPembayarnya. pada ayat (1).Anggaran sebagairnana dimaksud . Pasa133 .dapat dilakukan setelah dilakukan penelaahan antara _. dan Kementerian Keuangan. Kernenterian Perencanaan I Bappenas. (5) Tata cara penelaahan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan rnengenai petunjuk penyusunan dan penelahaan RKA-K/L.

sebagai akibat adanya penyempurnaan nomenklatur. a. sepanjang tidak mengubah pagu anggaran dan tidak mengurangi volume Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional danj atau Kebijakan Prioritas Pemerintah Yang Telah Ditetapkan. ·dan/atau kedaruratan f.tugas fungsi unit adanya tambahan penugasan. I?endanai kebutuhan prioritas Kementeriarr/Lembaga.. kembali alokasi anggaran yang telah dialokasikan dalam RKA-KjLdan belum jelas peruntukannya. e. (3) Pergeseran anggaran dalam rangka penggunaan output cadangan .sebagaimana dimaksud dalarri. Kinerja sebagaimana rumusan Keluaran.MEI\jTH~1 I<EUANGAN REPUBLlf< INDONESIA . mendanai kebutuhan Biaya Operasional Satker. dapat dilakukan dalam Kegiatan yang sarna danj atau antar Kegiatan dalam satu Program. Penggunaan dana output cadangan c. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukah dengan ketentuan sebagai berikut: a. mendanai kegiatan yg bersifat mendesak.24 Pasa134 (1) Penggunaan dana output cadangan . nasional yang belum dialokasikan I (2). d. penambahanjperubahan b. . b. penambahanjperubahan Keluaran. percepatan pencapaian output prioritas nasional danj atau prioritas Kementerianj Lembaga. Pasal 35 (1) Penambahanjperubahan· Rumusan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. perubahan . ayat (3) huruf n dapat dilakukan dalam rangka rneriingkatkan kinerja Kernenterian j Lembaga darr/ atau menindaklanjuti adanya perubahan tugas fungsi. rumusan danj atau b. menambah volume output prioritas nasional. mendanai prioritas sebelumnya. a. dan . (2) Penambahanjperubahan Rumusan dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:. danjatau rumusan selain rumusan (3) Penambahanjperubahan rumusan Keluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dapat dilakukan: . atau yang tidak dapat ditunda. Pasal 5 ayat (3) huruf m merupakan pemanfaatan .

sepanjang tidak mengubah pagu anggaran dan tidak mengurangi volume Keluaran Kegiatan Prioritas Nasional dan Zatau Kebijakan Prioritas Pemerintah Yang Telah Ditetapkan. sebagaimana ' dimaksud pada ayat _ 'ketentuan sebagai berikut: . . fungsi.Perencanaan/Bappenas. dan b.. indikator kinerja kegiatan. sepanjang penambaharr/ perubahan rumusan Keluaran . a. dan ~rr- / . perubahan tugas fungsi unit dan/ atau adanya tambahan penugasan.Jenderal/Bekretaris Utarna / Sekretaris. Sekretaris . . b' hasil penambahan Zperubahan digunakan sebagai dasar untuk database RKA-K/L/DIPA./ Pejabat Eselon I Kementerian /Lembaga kepada Direktur Jenderal Anggaran. penarribahan/perubahan rumusan selain rumusan Keluaran dapat ditetapkan sepanjang telah disepakati dalam pertemuan tiga pihak an tara Kementerian . Kementerian Keuangan. penambahan rperubahan . rumusan Keluaran (3). dan Kementerian/ Lembaga yang bersangkutan. perubahan database RKA-K/L/DIPA menjadi dasar pengajuan revisi RKA-K/L dan revisi DIPA kepada Direktur Jenderal Anggaran.u$ulan penambahanyperubahan rumusan Keluaran diajukan oleh. sebagai akibat adanya reorganisasi atau penyempurnaan perumusan nomenklatur antara lain.. hasil penambaharr/perubahan rumusan selain rumusan Keluaran digunakan sebagai dasar untuk melakukan perubahan database RKA-KL/DIPA.belum tersedia dalam database RKA-K/L/DIPA2014.25 c. b. kegiatan. nomenklatur program.dan rumusan melakukan Keluaran perubahan c. c. diatur dengan . (5) Penambahan Zperubahan rumusan selain rumusan sebagaimana dimaksud pada ayat : (2) huruf .dilakukan: Keluaran b dapat a. (6) Tata cara penambahanyperubahan rumusan selain rumusan Keluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a.MENTERI I<EUANGAN REPUBUI< INQONESIA . indikator kinerja program. usulan penambahan Zperubahan rumusan selain rumusan Keluaran diajukan oleh Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utamay Sekretaris /Pejabat Eselon I Kernenteriarr/Lernbaga kepada Direktur Jenderal Anggaran dan Deputi Pendanaan Pembangunan Bappenas. " .(4) Tata cara.

MENTER1KEUANGAN REPU8L11< INDONESIA . usulan perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang diajukan oleh Sekretaris· JenderaljSekretaris Utama/Bekretaria/Pejabat Eselon I Kementeriarr/Lembaga kepada Menteri Keuangan . sumber dana yang direncanakan sulit untuk dipenuhi. Pasa137 (1) (2) Pergeseran anggaran dalam 1 (satu] subbagian anggaran BA BUN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf p dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja PPA BUN darr/ atau memenuhi kewajiban Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal. meliputi: a. Perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam hal: a. Pasa136 _(1) Perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang -sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf 0 dapat dilakukan dalam rangka efisiensi pendanaan danj atau percepatan pencapaian kinerja sebuah Kegiatan. b. . Kegiatan yang harus segera dilaksanakan. pergeseran Pinjaman. pergeseran anggaran dalam pengelolaan utang. (3) Tata cara perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. c. adanya perubahan kebijakan Pemerintah. perubahan database RKA-KL/DIPA menjadi pengajuan revisi RKA-KjL dan revisi -DIPA kepada Direktur . terdapat sumber dana lain yang biayanya lebih murah. b.q Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kernenterian Keuangan.c. berdasarkan persetujuan perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang dari Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menjadi dasar pengajuan revisi RKA-KjL dan revisi DIPA kepada Direktur Jenderal Anggaran. danj atau d.Jenderal Anggaran.26 dasar d. c. Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) subbagian anggaran BA BUN sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pergeseran anggaran dalam pengelolaan hibah. anggaran dalam pengelolaan Penerusan (2) w--JIL' /-" . dan b.

pergeseran daerah.07). (2) Tata cara Revisi Anggaran untuk pergeseran. (3) Pergeseran anggaran dalam 1 (satu) subbagian anggaran ~A BUN sebagaimana dimaksud pada ayat (1). BA BUN Pengelolaan Hibah (BA 999.08) ke bagian anggaran kementerian negara/Iembaga. . BA BUN Pengelolaan Penerusan Pinjaman (BA 999.99). bagian anggaran bend ahara umum negara pengelolaan belanja lainnya (BA 999.08).27 - d.Pengelolaan Belanja Lainnya (BA999. dan BA BUN Pengelolaan Transaksi Khusus (BA999.MENTERI KEUAI\lGAN REPUBLIK INDONESIA .08) ke BA KjL sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 5 ayat -(4) huruf a bersifat insidentil dan. pergeserananggaran dalam pengelolaan subsidi.03). dan/ atau h. e.05). BA BUN Pengelolaan Belanja Subsidi (BA 999. pergeseran anggaran dalam pengelolaan belanja lainnya. pergeseran anggaran dalam pengelolaan transaksi khusus. -g. pergeseran pemerintah.anggaran belanja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara pergeseran anggaran belanja dari.02). BA BUN Pengelolaan Investasi Pemerintah (BA 999. 'SA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999.01). (2) Pergeseran 'sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pergeseran an tar BA BUN Pengelolaan Utang Pemerintah (BA 999.menambah pagu anggaran belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2014 narriun tidak menjadi dasar perhiturigan untuk penetapan _ alokasi anggaran tahun berikutnya. anggaran anggaran dalam dalam pengelolaan pengelolaan investasi transfer ke f.04). dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume keluaran dalam DIPA. Pasa139 (1) Pergeseran antar subbagian anggaran dalam Bagian Anggaran 999 -(BABUN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) huruf b merupakan pergeseran anggaran yang dilakukan dalam rangka memenuhi kewajiban Pemerintah selaku pengelola fiskal. Pasa138 (1) Pergeseran anggaran dari BA BUN. BA BUN Pengelolaan Transfer ke Daerah (BA 999.

.. . (2( Pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN sebagaimana dirnaksud pada ayat . 1 [satu] Satker.28 - Pasal40 (1) Pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 5 ayat (4) huruf d dapat dilakukan . atau 1. g. antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. e. f. . antar Keluaran. Kegiatan dan 1 (satu) b. (2) Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)' dapat dipenuhi melalui pergeseran: .karena adanya kebijakan Pemerintah atau direktif Presiden .MENTERIKEUANGAN REPUBLH< INDONESIA . Keluaran dalam DIPA termasuk dalam rangka addendum kontrak sampai dengan 10% (sepuluh persen) dari nilai kontrak. Pasal41 (1) Pergeseran anggaran dan penambahan volume Keluaran sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal 5 ayat (5) huruf a dapat dilakukan sepanjang tidak rnengurangi volume . Kegiatan yang sama dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perberidaharaan. Kegiatan yang sama dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. dalam Keluaran yang sarna. dalam 1 (satu) Keluaran. antar Kegiatan dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. d . c. antar Keluaran. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.(1) antara lain pergeseran anggaran untuk pelaksanaan -kegiatan dalarri rangka dekonsentrasi atau tugas pernbantuan rnenjadi dana alokasi khusus. dalam Keluaran yang sama. h. antar Keluaran. a. antar Kegiatan dalarn J (satu) Satker. .

b. g. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. antar Keluaran. antar Kegiatan dan antar Satker' dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. antar Keluaran. dalam Keluaran yang sarna. : d.:tu)Kegiatan dan 1 (satu) . dalam 1 (satu) Keluaran. b. dalarn Keluaran yang sarna. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. 1 (sa. . f. antar Kegiatan dalam 1 (satu) Satker.Jenderal Perbendaharaan. h. antar Keluaran.:" e-: . Satker. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. antar Kegiatan dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. (2) Pergeseran anggaran sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) dapat dipenuhi rnelalui pergeseran: a. sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran dalam DIPA. atau 1. Kegiatan yarig sarna dan an tar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dalarn 1 (satu) Keluaran. c. e. Pasa143 (1) Pergeseran antar jenis belanja sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal 5 ayat (5)"huruf c dapat dilakukan sepanjang tidak rnengurangi volume Keluaran dalam DIPA. dalam Keluaran yang sarna. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan yang berbeda.29 Pasal42 (1) Pergeseran anggaran dan volume Keluaran tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf b dapat dilakukan .MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2)'" Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) \dapat dipenuhi melaluipergeseran: a. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. . ~ /' . 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. antar Keluaran. c.

f. c. antar Keluaran. merupakan pergeseran anggaran rupiah karena adanya kekurangan alokasi anggaran untuk pembayaran Biaya Operasional Satker perwakilan di luar negeri atau pembayaran sebuah kontrak dalam valuta asing sebagai akibat adanya selisih kurs. Kegiatan yang sarna dan an tar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan. (2) Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dipenuhi melalui pergeseran: a.Jenderal Perbendaharaan. e. antar -Keluaran. antar Keluaran. dalam'l Satker. atau g. Kegiatan yang sarna dan an tar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.·1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) f. Kegiatan yang sarna dan an tar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . d.' Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . dalam Keluaran yang sarna.Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. e. antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. (satu) Keluaran. antar Keluaran. antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.selisih kurs sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf e. Pasa144 (1) Pergeseran anggaran dalam rangka memenuhi kebutuhan Biaya Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf d dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran dalam DIPA. antarKegiatan dalarriI (satu) Satker. Pasa145 (1) Pergeseran anggaran dalam rangka memenuhi kebutuhan . 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. . atau antar Keluaran.30 - d. b. .MENTERI I<EUANGAN RH)UBLlI< INDONESIA . Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan yang berbeda. .

b. antar Keluaran.Pergeseran anggaran dalam . dalam Keluaran yang sarna. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. Pasa146 (1) . kebutuhan anggaran untuk memenuhi selisih kurs menggunakan alokasi anggaran Kementerian/Lembaga yang bersangkutan. antar Keluaran. c.' selisih tersebut terjadi setelah kontrak ditandatangani.rangka memenuhi kebutuhan selisih kurs sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: . dan d. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah : Direktorat Jenderal Perbendaharaan.31 (2) . d. merupakan selisih antara nilai kurs yang. Kegiatan yang sarna dan antar Satker . atau h.kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.sebesar nilai kontrak dikalikan dengan selisih kurs sebagaimana dimaksud pada huruf a. (3) Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud . e.MENTERI KEUANGAN REPUBLlI< INDONESIA .APBNdengan nilai kurs pada saat transaksi dilakukan. pergeseran alokasi anggaran yang dilakukan 'Paling tinggi . antar Kegiatan dan an tar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian tunggakan tahun yang lalu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf f dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran dalam DIPA. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. digunakan dalam . g. . dalam Keluaran yang sarna. f. c. antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah .a. . dapat dipenuhi melalui pergeseran : pada ayat (1) a. antar Keluaran. antar Kegiatan dalam 1 (satu] Satker.. b.dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.

000. langganan daya dan jasa.000. dan c. harus (3) .000. 1. dan Zatau tahanan untuk J. rnakanan dan/ atau perawatan tahanany narapidana.32(2) Dalam hal jumlah seluruh tunggakan per DIPA per Satker sebagaimana dimaksud pada ayatj l ) nilainya: a. b.000. tunjangan hakirn adhoc. dengan ketentuan sebagai berikut: a .' belanja perjalanan dinas pindah. d.setempat. . yang alokasi dananya tidak cukup tersedia : atau belurn dibayarkan pada tahun sebelumnya.rupiah) sampai dengan.000.b . k.0QO." . e. h. turijangan kehormatan profesor.OO (dua ratus juta . . f.000. harus dilampiri SPTJM dari Kuasa Pengguna Anggaran. belanja . tunjangan kemahalan hakirn.pegawai khusus gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji.000. irnbalanjasa layanan Bank/Pos Persepsi. (4) Untuk tunggakan lain dan/ atau tunggakan sebagairnana dimaksud pada ayat (3) yang alokasi anggarannya belum tersedia.OOO. tunjangan tambahan perighasilan guru PNS. rnerupakan tagihan atas pekerjaan Zperiugasan yang alokasi anggarannya cukup tersedia pada DIPA tahun lalu.OO (dua ratus juta rupiah). g. harus dilampiri . bahan 1.OO (dua miliar rupiah)... /' .000. di atas Rp200. tunjangan profesi guru/ dosen. uang makan. dapat dibebankan pada DIPAtahun anggaran berjalan tanpa rnelalui mekanisrne revisi DIPA sepanjang alokasi anggaran untuk peruntukan yang sarna sudah tersedia.MENTERI I<EUANGAN REPUBLlI< INDONESIA .hasil verifikasi dari APIP K/ L. dan b. c. pernbayaran provisi benda rneterai.OO (dua miliar rupiah).Dalam hal tunggakan tahun ·lalu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terkait dengan: a. pekerjaan/penugasannya telah diselesaikan tetapi belum dibayarkan sampai dengan akhir tahun anggaran lalu. dilampiri hasil verifikasi dari BPKP. sampai dengan Rp200.1 . di atas Rp2. dapat dibebankan pada DIPA tahun anggaran berjalan. Rp2.

· antar Keluaran. dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jerideral Perbendaharaan. Pasa148. antar Kegiatan :dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. 1·(satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker.33(5) Pergeseran anggaran sebagairnana dirnaksud dapat dipenuhi rnelalui pergeseran: pada ayat (1) . dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. atau . . dan antar Satker. ·e.h.Perbendaharaan. . Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.a.b. c. antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (2) Ketentuan lebih lanjut rnengenai tata cara Revisi berupa pergeseran rincian anggaran untuk Satker surnber dananya berasal dari PNBP sebagairnana pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Direktur . Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. d. an tar Keluaran. dalarn Keluaran yang sarna. Kegiatan yang sarna dan antar Satker . f. antar Kegiatan dalarn 1 (satu) Satker. dalarn Keluaran yang sarna. g. atau dalarn satu provinsi untuk kegiatan dalarn rangka dekonsentrasi sebagairnana dirnaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf h dapat dilakukan dalarn hal terjadi perubahan prioritas atau kebijakan dari. . Anggaran BLU yang dirnaksud Jenderal . an tar Keluaran.Kementerian zLernbaga. Kegiatan yang sarna.MENTERI !<'EUANGAN REPUBLlf< INDONESIA . Pasa147 (1) Pergeseran rincian anggarart untuk Satker BLU yang surnber dananya 'berasal dari PNBP sebagairnana dirnaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf g dapat dilakukan dalarn rangka rnernpercepat pencapaian kinerja Satker BLU. (1) Pergeseran dalarn satu provinsi/kabupaten/kota untuk Kegiatan dalarn rangka tugas pernbantuan dan urusan bersarna. .

. Kegiatan yang sarna dan antar. b. Pasal 50. rnernberi penugasan atau . Pergeseran anggaran sebagairnana· dirnaksud pada ayat (1) dilakukan rnelalui pergeseran anggaran dari DIPA Petikan Satker Induk ke DIPAPetikan Satker baru.dayagunaan Aparatur Negara dan Reforrnasi Birokrasi. Kegiatan yang sarna dan an tar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. Pergeseran anggaran sebagairnana dirnaksud dapat dipenuhi rnelalui pergeseran: pada ayat (1) a.dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. (1) Pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian kegiatankegiatan pernbangunan infrastruktur serta rehabilitasi dan rekonstruksi . c. antar Kegiatan dan an tar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah. Satker dalarn 1 (satu] wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (3) . Kegiatan yang sarna dan antar Satker . (2) .pelimpahan. bencana alarn tahun 2013 sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf j dapat dilakukan sepanjang tidak rnengurangi volume Keluaran dalarn DIPA. atau f.Direktorat Jenderal Perbendaharaan.34- (2) Pergeseran sebagairnana dirnaksud pada ayat (1) dapat dilakukan setelah rnendapat persetujuan dari ·unit eselon I Kernenterian/Lernbaga yang. Pasal49 (1) Pergeseran anggaran dalarn rangka ·pernbukaan kantor baru sebagairnana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (5) huruf i dapat dilakukan dalarn hal ketentuan rnengenai pernbentukan . antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . e: an tar Kegiatan dan. .Ienderal Perbendaharaan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. kantor baru telah rnendapat persetujuan dari Kementerian Pe:p. dalam Keluaran yang sarna.MENTERI I<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA . antar Keluaran. d. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah .' an tar Keluaran. dalam Keluaran yang sarna.

Direktur Jenderal Anggaran dalarn bentuk konsep Revisi Anggaran paling larnbat pada tanggal 31 Januari 2014.35(2) Pergeseran anggaran sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) pendanaannya bersurnber dari pagu anggaran Kernenterian/Lernbaga yang bersangkutan Tahun Anggaran 2014. e. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah. (3)" .MENTERIKEUANGAN HEPUBLlI< INDONESIA .. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. dan penanganan pasca bencana. anggaran·. (3) Pergeseran anggaran sebagairnana dapat dipenuhi rnelalui pergeseran: dirnaksud pada ayat (1) a.Pengajuan 'usulan pergeseran . Pasa151 (1) Pergeseran anggaran dalarn rangka tanggap darurat bencana sebagairnanadirnaksud dalam Pasal 5 ayat (5) . c.riimaksud pada ayat' (1) disarnpaikan kepada Menteri Keuangan c. berbeda. dalarn Keluaran yang sarna. .' 'sebagaimana . dalarn Keluaran yang sarna. kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaari. Kegiatan yang sarna dan antar Satker 'dalarn wilayah kerja Karitor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. kerja yang / . atau C antar Kegiatan dan an tar Satker dalarn wilayah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan . antar Kegiatan dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.huruf k dapat digunakan untuk rnendanai pelaksanaan rnitigasi bencana. (2) Pergeseran anggaran dalarn rangka tanggap darurat bencana sebagairnana dirnaksud pada ayat (1) diajukan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran dengan'. antar Ke1uaran.q. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. dilengkapi alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. b. tanggap darurat. antar Keluaran. d. tl .

. Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Bagian Kedua Revisi Anggaran Pada Direktorat Jenderal Anggaran Pasa154 . a.r/' it . dan e. (2) Keluaran prioritas nasional dan/ atau prioritas Kementeriarr/ Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan Keluaran yang tercantum dalam RPJMN dan/ atau Renstra K/L. dalam hal ~.36Pasa152 . perubahan/ralat karena kesalahan administrasi. Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah : Direktorat Perbendaharaan.(1) Pergeseran anggaran dalam rangka percepatan pencapaian Keluaran prioritas nasional darr/ atau prioritas Kementerian Z. meliputi: . memerlukan persetujuan . Revisi Anggaran pada Direktorat J enderal Anggaran.MENTERI I<EUANGAN REPUBLII< INDONESIA .. b. (1) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Direktorat J enderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf a DPR-RI. perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja . termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya. perubahan atau pergeseran rincian anggaran pagu anggaran tetap. Revisi Anggaran yang Kementerian/ Lembaga. 'Lernbaga sebagaimana dimaksud -dalarn Pasal 5 ayat (5) huruf I dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume Keluaran dalam DIPA.Jenderal Eselon' I d: Revisi Anggaran pada Kuasa Pengguna Anggaran. b. dan/ atau c. BABIII KEWENANGAN DANTATACARAREVISIANGGARAN Bagian Kesatu Kewenangan Penyelesaian Revisi Anggaran Pasal53 Kewenangan penyelesaian Revisi Anggaran dibagi dalam 5 (lima) kelompok yakni: a . c.

37(2) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagairnana dirnaksud pada ayat· (1) huruf a sebagai akibat adanya: . pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbenclaharaan yang berbeda. pagu anggaran proyek yang dananya cicilan pokok k. n. pengurangan alokasi hibah luar negeri. Kegiatan dalarn rangka penerusan . lanjutan pelaksanaan Pinjaman. perubahan pagu anggaran transfer ke daerah. realisasi pelaksanaan bersurnber dari SBSN PBS. . c. b. . perubahan pagu anggaran pernbayaran bunga utang. hibah. pernbayaran ~. h. pergeseran antar Keluaran. percepatan Penarikan PHLNdan zatau PHON. penerirnaan HLN/HDN setelah Undang-Undang rnengenai APBNTahun Anggaran 2014 ditetapkan. pengurangan alokasi pinjarnan proyek luar negeri.MENTERI I(EUANGAN REPUBLIK INDONESIA .. lanjutan pelaksanaan . c. darr/ atau p. Kegiatan dalarn rangka Penerusan g.Wilayah· Direkt~rat Jenderal Perbendaharaan yang . percepatan. percepatan 1. f. b. perubahan pagu anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN). e. . perubahan pagu anggaran pembayaran Subsidi Energi. perubahan anggaran belanja yang bersurnber dari PNBP. J. pagu anggaran dalarn rangka penyesuaian o. pergeseran dalarn Keluaran yang sarna. 1.. percepatan pelaksanaan Kegiatan dalarn rangka Penerusan Pinjarnan. (3) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas: a. . Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. pelaksanaan Kegiatan dalarn rangka penerusan hibah.a. perubahan kurs. .berbeda. ' d.. perubahan utang. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor .

e. ralat kode KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. g. f. pergeseran anggaran dari BA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (BA999.38 d. h. . perubahan anggaran belanja yang bersumber dari PNBP. e. f. pergeseran BA BUN. a. ralat kode kewenangan. penghapusan Zperubahan catatan dalam halaman IV DIPA. b. dan RKP atau hasil kesepakatan DPR-RI dengan Pernerintah. perubahan komposisi instrumen pembiayaan utang. c. perubahan pagu anggaran pembayaran Subsidi Energi. J. ralat kode lokasi dan lokasi KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. (4) Revisi Anggaran yang dilaksanakan 'pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri atas: a.MENTERIKEUANGAN REPUBLlI< INDONESIA . penggunaan dana Output Cadangan.dan/ atau dalam Bagian m. penerimaan HLN/HDN setelah Undang-Undang mengenai APBNTahun Anggaran 2014 ditetapkan. pengurangan alokasi pinjaman proyek luar negeri. c. percepatan Penarikan PHLNdan/ atau PHDN.08) ke BA K/L. anggaran dalam satu subbagian anggaran k. ralat kode Satker. Pasal55 (1) Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal memerlukan penelaahan meliputi: Anggaran yang b. perubahan pagu anggaran pembayaran bunga utang. 1. d. pergeseran antar subbagian anggaran Anggaran 999 (BABUN). pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN. ralat pencantuman volume. penambahan Zperubahan rumusan kinerja: i. dan/ atau e. dan satuan Keluaran yang berbeda an tara RKA-K/L. d. penarnbahan cara penarikan PHLN/PHDN. jenis. pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian in 7cracht.

percepatan realisasi pelaksanaan bersumber dari SBSN PBS. penghapusany perubahan catatan dalam halaman IV DIPA. lanjutan . s. cicilan pokok k. m. . pergeseran anggaran dalam rangka penyelesaian inkracht. pergeseran BA BUN. percepatan pelaksanaan Penerusan Pinjaman. pergeseran anggaran dari BA K/L ke BA BUN. pagu anggaran proyek yang dananya . 1. perubahan komposisi instrumen pembiayan utang. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. perubahan pagu anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN). penambahan Zperubahan rumusan kinerja. penggunaan dana Output Cadangan. pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Kegiatan dalam percepatan pelaksanaan penerusan hibah. q. pergeseran antar subbagian anggaran Anggaran 999 (BABUN). p. Kegiatan dalam rangka Penerusan Kegiatan dalam rangka penerusan rangka h. perubahan pagu anggaran transfer ke daerah.39 g. t. b. o.hibah. pergeseran antar Keluaran. pergeseran dalam Keluaran yang sarna. anggaran dalam satu subbagian anggaran s. (2) Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal tidak memerlukan penelaahan meliputi: Anggaran yang a.08) ke BA K/L. pembayaran r. n. r.MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . 1. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan yang berbeda. q. perubahan kurs. perubahan utang. lanjutan pelaksanaan Pinjaman.dan/ atau dalam Bagian u. ]. c. pergeseran anggaran dari BA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (BA999. pagu anggaran dalam rangka penyes'uaran pengurangan alokasi hibah luar negeri.

ralat kode KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan yang berbeda. SPfJM yang Anggaran.40 d. jenis. ditandatangani oleh Kuasa Pengguna 2. ralat pencantuman volume. ralat kode Satker. e. c. Kementeriarr/Lembaga yang dilampiri dokumen pendukung berupa: 1. Pasa156 (1) Mekanisme Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. dan/ atau h. ADK RKA-K/L DIPA Revisi. Berdasarkan hasil reviu. 5. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 'yang berbeda. Kuasa Pengguna Anggaran menyampaikan' usulan Revisi Anggaran kepada Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/Bekretaris /Pejabat Eselon I. Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/Bekretaris /Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga menyampaikan usulan revisi yang telah diteliti kepada APIP K/L untuk dilakukan revru. dan 6. Copy DIPA terakhir. g. dokumen pendukung terkait. Surat Usulan Revisi Anggaran yang dilampiri matriks perubahan (semula-menjadi).MENTERI f(EUANGAN REPUBLlI( INDONESIA . f. ralat kode kewenangan. Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utamay Sekretaris /Pejabat Eselon I Kementeriarr/Lcmbaga meneliti usulan Revisi Anggaran dan kelengkapan dokumen yang disampaikan oleh Kuasa Pengguna Anggaran. RKASatker. . dan satuan Keluaran yang berbeda antara RKA-K/L dan RKP atau hasil kesepakatan DPR-RI dengan Pemerintah. ralat kode lokasi dan lokasi KPPN dalam wilayah kerja . Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/Sekretaris/Pejabat Eselon I Kementerian zLembaga menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada Direktur J enderal Anggaran dengan melampirkan dokumen pendukung berupa: '. b. \ . d. 4. 3.

2. dan 4.Revisi Anggaran kepada Sekretaris . Revisi DRP RKA-K/L. 4. ADKRKA-K/LDIPARevisi. 3. Direktur Anggaran I/Direktur Anggaran II/ Direktur Anggaran III menetapkan: a. Pasal57 (1) Mekanisrne Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (2) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a.dan b. Kuasa Pengguna Anggaran menyampaikan usulan . (2) Direktorat Jenderal Anggaran menelaah usulan Revisi Anggaran serta kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d. SPTJM yang ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran. ADKRKA-K/LDIPARevisi Satker. RKASatker. surat pengesahan Revisi Anggaran yang dilampiri notifikasi dari sistem. . 5. 3. (5) Proses Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2). .Pejabat Eselon I dan dilampiri matriks perubahan (semula-menjadi).. 2. (4) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan dapat disetujui. dan ayat (4) diselesaikan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah dokumen diterima secara lengkap. 'MENTERI KEUANGAN REPUBLlI< INDONESIA . RKASatker. Copy DIPAterakhir. (3) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d. Direktorat Jenderal Anggaran mengeluarkan surat penolakan usulan Revisi Anggaran.. SPTJM yang ditandatangani oleh pejabat Eselon I. Surat Usulan Revisi Anggaran yang dilampiri matriks perubahan [semula-menjadi].Jenderaly Sekretaris Utarnay Sekretaris /Pejabat Eselon I Kementeriarr/Lembaga dengan melampirkan dokumen pendukung berupa: 1. Surat Usulan Revisi Anggaran yang ditandatangani oleh . ayat (3).41 1.

Direktur Anggaran I/Direktur Anggaran II/Direktur Anggaran III menetapkan: a.Eselon I Kementerian /Lernbaga meneliti usulan Revisi Anggaran dan kelengkapan clokumen. dokumen pendukung . RKASatker. terkait dalam rangka catatan dalam Halaman IV . .dan 7. 2. Surat Usulan Revisi Anggaran yang dilampiri matriks perubahan (semula-menjadi). . (4) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan dapat disetujui. usul Revisi Anggaran yang' telah diteliti beserta dokumen pendukung disampaikan kepada APIPK/L untuk dilakukan reviu. v . b.42 - terkait dalam rangka 6. pendulcung dari Kuasa Pengguna Anggaran. penghapusan / perubahan catatan dalarn halaman IV DIPA. ADKRKA-K/LDIPARevisi Satker. SPTJM yang ditandatangani oleh pejabat Eselon I.1 . Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/SekretarisjPejaba:t . dokumen pendukung terkait lainnya. Dalam hal catatan dalam halaman IV DIPA dicantumkan oleh APIP K/ L. c. Revisi DHP RKA-K/L.dan b. 4. dan 5. surat pengesahan Revisi Anggaran yang dilampiri notifikasi dari sistem. Sekretaris Jenderal/Sekretaris Utama/Sekretaris/Pejabat Eselon I menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran yang dilampiri dokumen pendukung berupa: 1. (3) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d. dokumen pendukung penghapusan/perubahan DIPA. (2) Direktorat Jenderal Anggaran meneliti usulan Revisi Anggaran serta kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf d. Berdasarkan hasil penelitian dan/ atau hasil reviu atas usulan Revisi Anggaran.MENTERII<EUANGAN REPUBLII< INDONESIA . 3. d. Direktorat Jenderal Anggaran mengeluarkan surat penolakan usulan Revisi Anggaran.

Pasa159 (1) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang diajukan oleh Kernenteriarr/ Lembaga memuat substansi yang meliputi kewenangan Direktorat Jenderal Anggaran dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. perubahan Zralat karena kesalahan administrasi. dan/ atau dalam hal c. perubahan atau pergeseran rincian anggaran pagu anggaran tetap.MENTERI KEUANGAN REPUBLlI( INDONESIA .kerja setelah dokumen diterima secara lengkap dan notifikasi dari sistem telah tercetak. (2) Ketentuan mengenai tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dan Pasal 57 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) . ayat (3) dan ayat (4) diselesaikan paling lambat 1 (satu) hari . (2) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas:.43 - (5) Proses Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Bagian Ketiga Revisi Anggaran Pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Pasal60 (1) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf b meliputi: a. Direktorat Jenderal Anggaran memproses Zmenyelesaikan Revisi Anggaran yang diusulkan. Pasal58 Mekanisme penyelesaian Revisi Anggaran pada Direktorat ·Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dan Pasal 57 tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. . 1:>.. perubahan rmcian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya.

ralat kode KPPN dalarn. b. ralat kode nornor register PHLN'jPHDN. e. perubahan nornenklatur bagian anggaran darr/ atau Satker sepanjang kode tetap.dalarn peruntukan dan sasaran yang sarna. pergeseran danjatau antar Kegiatan dalarn 1 (satu) Satker. f. c. b. b. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah : kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. pergeseran dalam Keluaran yang sarna. penerirnaan hibah langsung dalarri bentuk uang. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. d. ralat kode akun sesuai kaidah akuntansi sepanjang . penggunaan anggaran belanja yang berstimber dari PNBP di atas pagu APBNuntukSatker BLU. c. pergeseran dalarn 1 (satu) Keluaran.danj atau Nasional d. c. 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. . a. ralat kode lokasi dan lokasi KPPN dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (4) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaari sebagairnana dirnaksud pada ayat (1) huruf c rneliputi: . pergeseran antar Keluaran. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. e. pergeseran an tar Keluaran.MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA a. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker.PHLNdanjatau PHDN. d.44lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya bersurnber d~ri. pergeseran antar Kegiatan dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (3) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagairnana dirnaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas: a. f. . lanjutan pelaksanaan PrograrnjKegiatan Pernberdayaan Masyarakat (PNPM). ralat kode lokasi dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda dan lokasi KPPN dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan.

. c.MENTERI KEUANGAN REPUBLlK INDONESIA . (2) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan meneliti usulan Revisi Anggaran serta kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).penarikan PHLN/PHDN.45 - g. Pasa161 (1) Kuasa Pengguna Anggaran menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dilengkapi dokumen pendukung berupa: a. paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah dokumen diterima secara lengkap dan notifikasi dari sistem telah tercetak. SPTJM yang ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran. darr/ atau ]. (4) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan dapat disetujui. Copy DIPAPetikan terakhir. (3) Dalam hal usulan Revisi Anggaran yang disampaikan tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat '(I). Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengeluarkan surat penolakan usulan Revisi Anggaran. dan ayat (4) tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. dokumen pendukung terkait persetujuan unit eselon I. Ralat pencantuman volume Keluaran dalam DIPA. ralat rencana penarikan dana atau rencana dalam halaman III DIPA. d. dan e. ayat . (5) Mekanisme penyelesaian Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). h. penenmaan perubahan Pejabat Perbendaharaan. ralat cara. ADKRKA-K/LDIPARevisi. matriks b.(3). 1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan menetapkan surat pengesahan Revisi Anggaran yang dilampiri notifikasi dari sistem. Surat Usulan Revisi Anggaran yang dilampiri perubahan (semula-menjadi).

e. d. pergeseran antar Kegiatan dalam 1 (satu) Satker. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.· Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. dan/ atau h. b. pergeseran dalarn Keluaran yang sarna. SPTJM yang Anggaran.' MENTEHIKEUANGAN REPUBLlI( INDONESIA . pergeseran antar Kegiatan dan an tar Satker dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat . Satker dalam 1 (satu) Direktorat Jenderal g. pergeseran antar Keluaran. dokumen pendukung terkait antara lain TOR dan RAB. penambahan cara penarikan PHLN/PHDN. f.Pengguna c. Pasa163 (1) Kuasa Pengguna Anggaran menyarnpaikan usulan Revisi Anggaran kepada Unit Eselon I Kernenterian/Lernbaga dilengkapi dokurnen pendukung berupa: a. . Surat Usulan Revisi Anggaran perubahan (semula-menjadi) . Kegiatan yang sama dan antar Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. e. pergeseran antar Keluaran.-- -_ -------- -- -- . dan ditandatangani yang oleh dilarnpiri Kuasa rnatriks . pergeseran antar Kegiatan dan antar wilayah kerja Kantor Wilayah Perbendaharaan. ADK RKA-K/L DIPARevisi. RKASatker. d. c. Kegiatan yang sarna dan antar Satker dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan. f. Copy DIPAterakhir. . b.46 Bagian Keernpat Revisi Anggaran Yang Memerlukan Persetujuan Eselon I Kementeriarr/Lembaga Pasa162 Revisi Anggaran yang rnernerlukan Kernenterian/Lernbaga rneliputi: persetujuan Eselon I a.Jenderal Perbendaharaan yang berbeda.. pergeseran dalam Keluaran yang sama.

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 47 (2) Unit Eselon T Kernenteriarr/Lernbaga meneliti usulan Revisi Anggaran dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran dokumen pendukung yang disampaikan. (3) Dalarn hal kewenangan penyelesaian Revisi Anggaran merupakan kewenangan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal .Perbendaharaan, Eselon I Kementerian/Lembaga menetapkan surat persetujuan dan menyampaikan , .kepada Kuasa Pengguna -Anggaran Satker sebagai lampiran usul Revisi Anggaran ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (4) Dalam hal kewenangan penyelesaian Revisi Anggaran merupakan kewenangan Direktorat JenderaL Anggaran, Eselon I Kementerian/Lembaga menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada Direktcrat Jenderal Anggaran untuk mendapat pengesahan. (5) Ketentuan mengenai tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggarari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (4). (6) Mekanisme penyelesaian Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan Eselon I Kernenteriarr/Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (5) tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Bagian Kelima Revisi Anggaran Pada Kuasa Pengguna Anggaran Pasa164 (1) Revisi Anggaran yang dilaksanakan pada Kuasa Pengguna Anggaran merupakan Revisi Anggaran dalam. hal pagu anggaran tetap meliputi: a. pergeseran dalam 1 [satu] Keluaran, 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker; dan/ atau b. pergeseran antar Keluaran, 1- (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. (2) Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud·. pada dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: ayat (1)

a .. dalam hal Revisi Anggaran mengakibatkan perubahan DIPA Petikan, Kuasa Pengguna Anggaran tnenyampaikan usul Revisi Anggaran kepada Kantor Wilayah Direktorat

Jenderal Perbendaharaan; dan

MENTERI I(EUANGAN REPUBLlI( INDONESIA

- 48 -

b. dalam hal Revisi Anggaran tidak mengakibatkan perubahan DIPA Petikan, Kuasa ·Pengg"l).na Anggaran mengubah ADK RKA Satker berkenaan melalui aplikasi RKA-KjL-DIPA,mencetak Petunjuk' Qperasional Kegiatan (POK), dan Kuasa Pengguna Anggaran menetapkan perubahan POK. (3) Ketentuan mengenai tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. (4) Mekanisme penyelesaian Revisi Anggaran pada Kuasa Pengguna Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri
1n1.

. Bagian Keenam Revisi Anggaran Yang Memerlukan Persetujuan DPR-RI Pasal65 (1) Revisi Anggaran meliputi: yang memerlukan persetujuan DPR-RI

a. tambahan Pinjaman Proyek Luar NegerijPinjaman Dalam Negeri baru setelah Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan; b. pergeseran anggaran an tar Program selain untuk memenuhi kebutuhan Biaya Operasional dan penyelesaian inkrachi; c. pergeseran anggaran yang rnengakibatkan perubahan Hasil Program; d. penggunaan anggaran y:;tng harus mendapat persetujuan DPR-RI terlebih dahulu; e. perubahanjpenghapusan catatan dalam halaman IV DIPA yang digunakan tidak sesuai 'dengan rencana peruntukan; danjatau . f. pergeseran antar provinsij kabupaten Zkota untuk Kegiatan dalam rangka tugas pembantuan dan urusan bersama, atau antarprovinsi untuk kegiatan dalam rangka dekonsentrasi. (2) Revisi Anggaran yang memerlukan persetujuan diajukan oleh Sekretaris Jenderal/ Sekretaris Sekretaris /Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga Pimpinan DPR-RI untuk mendapat persetujuan. DPR-RI Utama.' kepada

MENTEr~1KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 49 (3) Sekretaris .Jenderal/ Sekretaris Utarna.' Sekretaris/Pejabat· Eselon .I Kementerian/Lembaga mengajukan usulan Revisi Anggatan kepada Direktur Jenderal Anggaran berdasarkan persetujuan dari Pimpinan DPR-RI sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4).Ketentuan mengenai tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Direktorat J enderal Anggaran sebagairnana dimaksud dalam Pasal 56 berlaku mutatis mutandis dalam perigajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Pasa166 Daftar rincian ruang lingkup, kewenangan penyelesaian Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, dan Pasal 6 serta persyaratan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, Pasal 57, dan Pasal 61 tercantum dalam Lampiran VI yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasa167 Format Surat Usulan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56, Pasal 57,. Pasal 61, dan Pasal 63 tercantum dalam Lampiran VII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pa~a!68 Format SPTJM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3), Pasal 46 ayat (2), Pasal 56, Pasal 57, Pasa! 61, dan Pasal 63 tercantum dalam Lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Pasa169 se bagaimana Format surat pengesahan .Revisi Anggaran dimaksud dalam Pasal 56, Pasal 57, dan Pasal 61 tercantum dalam Lampiran IX yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Bagian Ketujuh Batas Akhir Penerimaan Usul Revisi Anggaran Pasal 70 (1) Batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014 ditetapkan sebagai berikut: a. untuk

..

,.tanggal 31 Oktober 2014, 'untuk Revisi Anggaran pad~.· Direktorat Jenderal Anggaran; dan

..

I

MENTERI I<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 50b. tanggal 12 Desember 2014, untuk Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (2)Dalam hal Revisi Anggaran berkenaan dengan: a. Kegiatan yang dananya bersumber dari PNBP, PLN, HLN, dan HDNserta Pinjaman Dalam Negeri;

b. Kegiatan dalam lingkup BA BUN termasuk pergeseran anggaran dari BA 999.08 ke BA K/L, pergeseran antar subbagian anggaran dalam BA BUN, dan pergeseran dalam satu subbagian anggaran dalam BABUN; danl atau c. Kegiatan-Kegiatan yang membutuhkan datal clokumen yang harus mendapat persetujuan dari unit eksternal Kementerian/Lembaga seperti persetujuan DPR, persetujuan Menteri Keuangan; hasil audit eksternal, dan seJenlsnya, .

batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran oleh Direktorat Jenderal Anggaran ditetapkan paling lambat tanggal 19 Desember 2014. (3) Dalam hal Revisi Anggaran berkenaan clengan pembayaran Subsidi Energi, pembayaran bunga utang, pembayaran cicilan pokok utang, pergeseran anggaran untuk bencana alam, clan revisi dalam rangka pengesahan, batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran dan penyelesaiannya oleh Direktorat Jenderal Anggaran ditetapkan paling lamb at tanggal 30 Desember 2014. (4) Pada saat penerimaan usul Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2),.seluruh dokumen telah diterima secara lengkap. (5) Ketentuan mengenai tata cara pengajuan Revisi Anggaran pacla Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksucl dalam Pasal 56 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3). BABIV PENYAMPAIAN PENGESAHAN REVISIANGGARAN PasaI71 Penyampaian Pengesahan ketentuan sebagai berikut: Revisi Anggaran diatur dengan
;.f
'.

a. Pengesahan Revisi Anggaran yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dan Pasal 57, disampaikan kepacla Sekretaris .Jenderal /Bekretaris Utama/Bekretaris /Pejabat Eselon I Kementerian zLembaga yang bersangkutan dan Direktur Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktur Sistem Perbendaharaan dan tembusan kepada:

q. 3. Pengesahan Revisi Anggaran yang ditetapkan. Gubernur. 5. Direktur Akuntansi Direktur Pelaksanaan Direktorat Jenderal 5. b. Menterr/Pimpinan Lembaga. BABV PELAPORAN REVISIANGGARAN KEPADADPR-RI Pasal72 (1) Setiap Revisi Anggaran yang ditetapkan dalam perubahan DHP RKA-K/L dan DIPA Petikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 dan Pasal 57 tembusannya disampaikan kepada DPR-RI oleh Direktur Jenderal Anggaran atas nama Menteri Keuangan. Meriteriy Pimpinan Lembaga. (4) Revisi Anggaran yang dilaporkan dalam LKPP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan seluruh Revisi Anggaran yang dilakukan sepanjang Tahun Anggaran 2014. Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan terkait. oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat . . Direktur Jenderal Anggaran. (2) Seluruh Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada DPR-RI dalam APBN-Perubahan dan zatau Laporan Keuangan Pemerintah Pus at (LKPP). 4.ubahan diajukan kepada DPR-RI. 2. 4.Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. Gubernur.q. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. disampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran yang bersangkutan dan Kepala KPPNterkait dan tembusan kepada: 1. Direktur Jenderal Perbendaharaan dan Pelaporan Keuangan dan Anggaran.MENTERI KEUANGAN HEPUBLlI( INDONESIA . 3. Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan dan Direktur Pelaksanaan Anggaran. 2. (3) Revisi Anggaran yang dilaporkan dalam APBN-Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan· Revisi Anggaran yang dilakukan sebelum APBN-Per.51 1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. dan c. dan Direktur Jenderal Perbendaharaan c.

pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan . .Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menjadi 'dasar penyelesaian revisi dokumen RKA-K/L DIPA Tahun Anggaran 2014. (3) Ketentuan mekanisme Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal74 (1) Revisi Anggaran yang terjadi sebagai akibat dari ditetapkannya APBN Perubahan Tahun Anggaran 2014. . (3) Dalam hal Output Cadangan merupakan akibat dari penetapan APBN Perubahan Tahun Anggaran 2014.· '. pergeseran anggaran antar Program. batas akhir pengajuan usul penggunaan dana Output Cadangan paling lambat tangga131 Oktober 2014. (2) Usul penggunaan dana Output Cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memeriuhi kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34. (2) Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi an tara lain: ' a. b.Jenderal/ Sekretaris Utama/ Sekretaris/Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga kepada Direktur Jenderal Anggaran paling lambat tanggal 4 April 2014. KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal73 (1) Dalam hal terdapat alokasi anggaran yang dituangkan dalam OUtput Cadangan. usul penggunaan dana Output Cadangan diajukan oleh Sekretaris . darr/ atau c. pergeseran anggaran antar Kegiatan yang mengakibatkan pengurangan volume keluaran. realokasi anggaran termasuk pemanfaatan kembali alokasi anggaran Output cadangan. MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .52 - BABVI . (4) Ketentuan mengenai tata cara pengajuan -Revisi Anggaran.

Unit Eselon I/Kuasa Pengguna Anggaran Kementerian/Lembaga menyampaikan surat pemberitahuan kesalahan kepada Direktur' Jenderal Anggaran atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dilampiri ADKRKA-K/L.1? kesalahan pencantuman kode lokasi. Berdasarkan surat pemberitahuan dan/ atau hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b. dilakukan oleh Direktorat Jenderal Anggaran atau Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sesuai dengan kewenangannya. e. Jenderal Jenderal c. Direktur Jenderal Anggaran atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengunggah kembali ADKRKA-K/Ldan disahkan. Pasa176 (1)' Dalam hal terdapat Kegiatarr/Keluaran yang dananya .kesalahan.53 Pasal75 (1) 'Dalam hal penyelesaian Revisi Anggaran ditemukan kesalahan berupa: a. (3) Mekanisme revisi otomatis dilaksanakan dengan ketentuan: a. Berdasarkan hasil penelitian Direktorat Anggaran/Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan ditemukan adanya . tidak tercantumnya catatan pada halaman IV DIPA. c. (2) Revisi DIPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan revisi dalam rangka pengesahan..MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . (2) Revisi otomatis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan reVISI DIPA Petikan yang telah disahkan belum direalisasikan.atau b. bersumber dari PHLN dan telah dilaksanakan pada tahun berjalan tetapi sampai berakhirnya tahun anggaran belum dapat disahkan pengeluarannya. atas kesalahan tersebut dapat dilakukan revisi secara otomatis. . (3) Mekanisme revisi DIPA dalam rangka pengesahan dengan ketentuan sebagai berikut: dilakukan . kesalahan pencantuman kantor bayar (KPPN). pengesahan transaksi tersebut harus diselesaikan melalui mekanisme revisi DIPA. d. kesalahan pencantuman sumber dana. terlanjur memberikan appro val/ persetujuan revisi.

pengeluaran yang akan disahkan dituangkan dalam RKAKj L dalam Output tersendiri dan diberi catatan akun "dalam rangka pengesahan". . dalarn hal selisih minus tidak dapat dipenuhi me1alui pergeseran anggaran antar Satker dalam satu Program. b..MENTEHI KEUANGAN 1~t:PUBLfK INDONESIA . pagu minus tersebut harus diselesaikan melalui mekanisme revisi DIPA. revisi dan (4) Ketentuan mekanisme Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 berlaku mutatis mutandis dalam pengajuan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Direktur Jenderal Anggaran meneliti usulan kelengkapan dokumen. danjatau d. . untuk Tahun Anggaran 2014. dalam hal selisih minus tidak dapat dipenuhi me1alui pergeseran anggaran antar Program dalam satu bagian anggaran. (3) Penyelesaian pagu minus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. dan· c. .08 . selisih minus dipenuhi melalui pergeseran anggaran antar Satker dalam satu Program. (4) Mekanisme penyelesaian pagu minus sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a dan huruf b diajukan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan ketentuan mengikuti tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. (2) Penyelesaian pagu minus melalui rnekanisme revisi DIPA Tahun Anggaran 2014 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyesuaian administratif. selisih minus dipenuhi melalui pergeseran anggaran dari sisa anggaran pada Satker yang bersangkutan dalam satu Program.yang melekat pada gaji. b. c. dalam hal sisa anggaran pada Satker yang bersangkutan tidak mencukupi. Pasal77 (1) Dalam hal terdapat pagu minus terkait pembayaran gaji dan tunjangan .selisih minus dipenuhi melalui pergeseran anggaran antar Program dalam satu bagian anggaran. unit eselon I mengajukan usulan Revisi Anggaran kepada Direktur Jenderal Anggaran.54 - a.. \fe . selisih minus dipenuhi melalui BA 999.

Pasal79 (1) Dalam hal terdapat usul Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2013 berkaitan dengan: a. Tahun Anggaran 2013. . MENTERII<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA . dan f. Pasal78 Dalam rangka memperoleh data yang akurat. usul Revisi Anggaran dimaksud dapat diproses dan disahkan mengikuti batas akhir penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.. (2) Pengesahan Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penyesuaian administratif dan digunakan . yang diajukan setelah batas akhir penerimaan usul Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2013. pagu minus terkait non belanja pegawai.55 (5) Mekanisme penyelesaian pagu minus sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c dan huruf d diajukan kepada Direktur Jenderal Anggaran dengan ketentuan mengikuti tata cara pengajuan Revisi Anggaran pada Direktorat Jenderal Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57. (4) Pengesahan atas Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian dari pelaksanaan anggaran .pada ayat (1) paling lambat tanggal 30 Desernber 2014. (6) Batas akhir penyelesaian pagu minus sebagaimana dimaksud . d. pengesahan pendapatan dan belanja untuk Satker BLU. c. . e. pengesahan pendapatan/belanja/pembiayaan anggaran untuk subbagian anggaran BABUN.sebagai bahan penyusunan Laporan Keuangan Kementerian/ Lembaga. Direktorat Jenderal Anggaran dan Direktorat J enderal Perbendaharaan melakukah pemutakhiran data anggaran (rekonsiliasi) berdasarkan revisi DIPAyang telah disahkan paling sedikit 2 (dua) bulan sekali. (3) Kewenangan penyelesaian Revisi Anggaran dan mekanisme pengesahannya dilakukan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2013. b. pengesahan belanja yang dananya bersumber dad PHLN /PHDN. pagu minus terkait pembayaran gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji. pengesahan belanja yang bersumber dad hibah langsung dalam bentuk uang.

b.Jenderal Anggaran dan Direktur Jenderal Perbendaharaan secara bersarna-. sisa pekerjaan yang dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2014 tidak termasuk pekerjaan kontrak tahun jamak (multiyears contract). sarnpai dengan ditetapkannya pengganti Peraturan Menteri ini.MENTERIKEUANGAN REPUBLlI-( INDONESIA . .02/2013. Pasal 83 Ketentuan mengenai tat a cara Revisi Anggaran yang diatur dalam Peraturan Menteri ini masih tetap berlaku sebagai acuan tata cara Revisi Anggaran untuk Tahun Anggaran 2015.56 Pasa180 (1) Penyelesaian sisa pekerjaan tahun 2013 yang dibebankan pada DIPATahun Anggaran 2014. BAB VII· KETENTUAN PENUTUP Pasa181 Ketentuan teknis yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini diatur lebih lanjut oleh Direktur+. dapat dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. mengenai pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai dengan akhir tahun anggaran. sarna maupun sendiri-sendiri sesuai dengan kewenangannya. penyediaan alokasi anggaran dilakukan melalui mekanisme Revisi Anggaran sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. (2) Pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian sisa pekerjaan tahun 2013 yang dibebankan pada DIPA Tahun Anggaran 2014 mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan mengenai pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai dengan akhir tahun anggaran. batas akhir pengajuan usul Revisi Anggaran sebagaimana dimaksud pada huruf a mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan . Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32/PMK. dan c. Pasal82 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku.02/2013 tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2013 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nornor 166/PMK.

ttd. memerintahkan penempatannya pengundangan dalam Berita Agar'.'.~:. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Januari 2014 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA.. " " ':. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM 40 ':l: b:' . .: .57-· Pasa184 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.. MUHAMAD CHATIB BASRI Diundangkan padatanggal di Jakarta 13 Januari 2014 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.: •• f MENTERI KEUANGAN AEPUBLlK INDONESIA . \ NIP 195\ ~12~.~. setiap orang mengetahuinya.~~~:~ol . Peraturan Menteri ini dengan Negara Republik Indonesia..~:K~~J\NTERIAN G IARTd>\ . ttd.' I . -". KEPA~:B~G:N.

Kegiatan sebesar Rp ..... Sehubungan dengan dengan rincian: a . Satker-Satker yang mengalami revisi diharapkan mengajukan Revisi Anggaran kepada Kanwil DJPBN secara bersamaan. ~ NIP/NRP (14) .. Program c. Dalam rangka penyelesaian Revisi Anggaran tersebut.. Kepala Satker . 3..· I LAMPIRAN I ~~~~~RA~ 7~71fR.. 1) Kegiatan 2) Kegiatan e. } (11) b Kegiatan sebesar Rp .. (13) -. : ... Hal : Persetujuan Revisi Anggaran Antar Kegiatan dan Antar Satker Yth. b..pada Satker: a. Satker 1) Kegiatan 2) Kegiatan d... Revisi Anggaran tersebut menyebabkan pengurangan pagu anggaran ....... . (9) . Sekretaris J enderal/ Sekretaris Utama/Bekretaris /Pejabat Eselon I K/L .. Revisi Anggaran melalui surat nomor. 4..· Revisi Anggaran tersebut menyebabkan penambahan pagu anggaran pada Satker: a..... ... Tli:NTANG T"TA CARA REVIS! ANOOARAN TAHUN ANOOARAN 2014 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA FORMATSURAT PERSETUJUAN ESELON I LOGO (1) KEMENTERIAN/LEMBAGA UNIT ESELON 1.. (6) en (8) ...... Kegiatan sebesar Rp . (10) 2..... Kepala Satker 2. 1... Kepala Satker Di Tempat 1. Demikian kami sampaikan.... 5. Keluaran usulan } (5) ...... Lingkup b. 3... REPUBLIK INDONESIA.. .. Kegiatan sebesar Rp . Alamat (2)} (3) (4) Kop (tanggal-bulan] 2014 Nomor : S/2014 / Sifat : Segera Lampiran . Satker..... atas kerjasamanya diucapkan terima kasih.I o'~Ey~NBi~ .... Dengan ini dinyatakan bahwa Revisi Anggaran antar Satker tersebut dapat disetujui.

Diisi dengan Utamay Sekretaria/Pejabat Eselon I. Diisi dengan' nomor surat usulan Revisi Anggaran yang diajukan oleh Satker. .. NIP/ NRP Sekretaris Jenderal / Sekretaris Eselon I K/L penanda tangan surat persetujuan MENTERIKEUANGANREPUBLIK INDONESIA. 2. Diisi dengan nomenklatur K/ L. yang yang 11. 6. ttd.· Diisi dengan alamat unit eselon 1. ·4. Diisi dengan jenis Revisi Anggaran yang dilaksanakan.Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM .MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -2~eteran~an : 1. 3. Diisi dengan Program yang dilaksanakan. Diisi dengan logo K/ L. Diisi dengan Satker-Satker dan Kegiatan-Kegiatan penambahan anggaran beserta nominalnya.Jenderal/Bekretaris Utama/Bekretaris Eselon I K/ L penanda tangan surat persetujuan Eselon I 14. 12. 5. rnengalami mengalami /Pejabat 13. Diisi dengan Satker-Satker dan Kegiatan-Kegiatan pengurangan anggaran beserta nominalnya. Diisi dengan nama Sekretaris . Satker-Satker dan Kegiatan-kegiatan yang mengalami Revisi 10. 7. Diisi dengan Anggaran. 9. MUHAMADCHATIBBASRI . Diisi dengan unit eselon I pengusul Revisi Anggaran. Diisi dengan Keluaran-Keluaran yang mengalami Revisi Anggaran. Diisi dengan Satker-Satker yang mengajukan Revisi Anggarali.. 8.

DJA meneliti pendukung. Eselon I menyiapkan usulan-usulan Revisi Anggaran dan melengkapi dokumen pendukung untuk disampaikan kepada DJA. DJA akan menetapkan Surat menyampaikannya kepada Eselon 1. 4. • untuk o • UpJoadke server RKA-K/L· DIPA +-_ Keterangan: 1. • . DJA melakukan penelaahan dengan KjL menyebabkan pagu anggaran KjL berubah.J '------10 A\ I N e Penelaahan t-- 11\i. dokumen pendukung tidak lengkap.. 4.. Eselon I menyiapkan APIP KjL usulan perubahan anggaran direviu oleh Reviu yang dilakukan APIP Kj L yaitu dengan melakukan verifikasi atas kelengkapan dan kebenaran dokumen yang dipersyaratkan serta kepatuhan dalam penerapan kaidah-kaidah penganggaran. atau 2.lru.(_ NotiCikasidari sistem : • persatujuan revisi.LAMPIRAN" PERATURAN NOMOR MENTERI KEUANGAN REPUBL!l< . penelaahan Revisi Anggaran ditolak. . • Data dan Dakumen Psndukung kelengkapan Dokumen pandukung: " N . T"TA CARA REVISI ANOGARANTAHUN ANGGARAN 2014 7/PMK.02/2014 MENTERI I<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA . • Kode digital stamp yg b. 2. 5. • Surat penolakan revisi. surat usulan Revisi Anggaran dan kelengkapan untuk usulan dokumen revisr yang 3. • Surat usulan revisi. 6. Dalam hal: 1.MEKANISMEPENYELESAIAN REVISI ANGGARAN PADADIREKTORATJENDERAL ANGGARAN • Mereviu Surat usulan revisi anggaran dan • Meneliti Surat usulan revisi anggaran dan kalengkapan Dokuman pendukung: .-'---' • Surat persetujuan revisi. • Pencetakan DHP RICA· K/L. Setelah usulan Revisi Anggaran direviu oleh APIP Kj L.INDONESIA TFNTANG . Penolakan Revisi Anggaran dan ... . . dilamph-i Notiflkasl.-' y --< o y -.

8. DJA menerbitkan surat persetujuan Eselon I menerima persetujuan sesuai persetujuan revisi. ADK RKA-K/L- notifikasi persetujuan revisi yang dilampiri notifikasi sistem. server akan memberikan revisi dan rnenerbitkan kode ·digital stamp baru. DJA akan menerbitkan DHP RKA-K/L Revisi. Berdasarkan DHP RKA-K/L Revisi. MUHAMADCHATIB BASRI . DJA akan mengunggah DIPA Revisi untuk memperbarui database.1 MENTERI KEUANGAN AEPU8L1K INDONESIA -27. Dalam hal penelaahan atau penelitian kelengkapan Revisi Anggaran disetujui. . ttd. 11. 9. kegiatan revisi dari DJA dan melaksanakan MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA. 10.·.. Setelah database di-:upload.

3.. PADA KANTORWILAYAHDIREKTORATJENDERAL PERBENDAHARAAN -tE-- . KPA melaksanakan berdasarkan pengesahan Revisi Anggaran dari ttd. Berdasarkan persetujuan kepada Kanwil DJPB. ditolak. 2. d~n Do kurnen Pe'ncl ukru rrg I---'="=--- . dengan dokumen pendukung.02/20 1 L~ . surat persetujuan yang dilampiri notifikasi 9.p enge sa'han s-evts t. secara otomatis akan diterbitkan notifikasi dan kode digital stamp baru sebagai tanda pengesahan Revisi Anggaran.~ .. Revisi Anggaran memerlukan usulan Revisi Anggaran kepada Kantor Wilayah persetujuan Eselon I KPA Eselon I untuk mendapatkan usulan Revisi Anggaran 4. Keterangan: 1. I . upload ADK RKA-KjL DIPA ke server. PERATURAJIjMENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7/ PMK. A. Eselon I. MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA. Kanwil DJPB menyampaikan pengesahan Revisi Anggaran.lngj L-- -.-------------?!>- • N • Meneliti Slll'at us.. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)menyiapkan usulan Revisi Anggaran beserta data dan dokumen pendukung.' LAMPIRAN 1Il .-• Swr-at. MUHAMADCHATIB BASRI .uban r-evi s l anggaral. KPA mengajukan DJPB meneliti usulan revisi dan kesesuaian Dalam hal Revisi Anggaran Surat Penolakan Revisi Anggaran. Kanwil Kanwil DJPB akan menerbitkan melakukan '·1 Dalam hal Revisi Anggaran disetujui. 5. --.'"'l. 6. 7. kegiatan Kanwil DJPB. __J . Setelah ADK RKA-KjL DIPA divalidasi oleh -'sistem.. 10. SUI'at • Da[3 Usulan Revisi Anggarau. Neuelttr nsu'lauRevfsi Anggar::ln dan rn errevb inke. dan kelengkallan rrokumeu pendUh.8 r-evtat: • J<oc\e digital st3rnpyg • pengesahan bsu-u. Dalam hal mengajukan persetujuan. '.n peo-s eculwan o . TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARANTAHUN ANGGARAN2014 MENTERII<EUANGAN REPUBLIK INDONESIA MEKANISME PENYELESAIANREVISI ANGGARAN I . KPA menyampaikan usulan Revisi Anggaran kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPB). DJPB 8..t j' • Suracl'enol"kan J·evisi. dilatupil·j Noctff kaet.

r---¥' Sr t. Berdasarkan surat persetujuan Anggaran kepada Kanwil DJPB.~ usulan Revisi surat 6..:: ...:::..:... • Mengecek kewenanga u..' LAMPIRANIV PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLlI( INDONESIA NOMOR 7/PMK .d~iANT~U. usulan Revisi Anggaran kepada DJA untuk mendapat MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA. NIP 19 9 ~ .~. GIA~TO . • SUI"at usulan revisij • Data dan Do ku ru en Pe n d ufcung Pondukung • Merner-ilcsakelengkapan Dokumon pendukung. . kepada Eselon I rnengecek dokumen surat 2.. Periol. ttd.. Jika Revisi Anggaran merupakan kewenangan DJA..!.. ..W.. " ..~:.MEKANISME PENYELESAIANREVISI ANGGARAN YANG MEMERLUKAN PERSETUJUAN ESELON I KEMENTERIAN/LEMBAGA Mebarrrp it-a n: • Sur-at Us ulau revisii "_Data dan Do kurnen • JIolenelitiSurat usulan revisi. / .:. .b. serta rnerneriksa kelengkapan pendukung.. KEPALA ."H.~':'.. Dalam usulan Revisi Anggaran disetujui dan merupakan Kanwil DJPB maka Eselon I menerbitkan Surat Persetujuan disampaikan kepada KPA.KEMENTERIAN _.akan Estn I N Keterangan: 1. kewenangan Revisi Anggaran.BA. II ~:~'~~l~\~:~p'd'i -.. 5.<.: ' .' ~.:./ '..:: :. L . .: . Dalam hal usulan Revisi Anggaran ditolak rnaka Eselon I rnenerbitkan penolakan Revisi Anggaran. 7. '. TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARANTAHUN ANOGARAN 2014 MENTER I KEUANGAN REPUSUI< INDONESIA' . Eselon I KPA menyampaikan kewenangan Eselon I dan ' -. Eselon I menyampaikan pengesahan. Eselon I rnenerirna usulan Revisi Anggaran rneneliti surat usulan.: . KPA menyiapkan usulan Revisi Anggaran dan rnenyarnpaikan beserta data dan dokurnen pendukung. MUHAMADCHATIB BASRI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM u.. ~i1. Eselon I menyiapkan usulan Revisi Anggaran yang dilengkapi dokumen pendukung. 4.02/2014 . 3.

5.:'1':'.. 3.PALA-i3ACrIAN T..LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA .. b. If NIP 195~42. -. -> KPAmenyiapkan: • Surat usulan revisi.. . ttd.i~'. . MUHAMAD CHATIB BASRI Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM u-.iQ·~6~o6'1 .J~EMENTERIAN • .. usulan Revisi Anggaran kepada DJPB untuk mendapat MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA...' • "'.' .}) GIART&. " . /. • Menetapkan POIC. Dalarn hal DIPA Petikan tidak berubah."". ' "\":1' • '\\ . .' NOMOR 7 PMK • 02/2014 TENTANG TATA CARAREVISI ANGOARANTAHUN ANGGARAN2014 1 MENTERIKEUANGAN.~~ :'I:~'·/·· '1 '. AEPU8L1K INDONESIA . • UpdateADK RKA-K/L.\ II ). ...':. Keterangan: 1. KPA meng-update ADK RKA-KjL DIPA 4. KPA menyarnpaikan pengesahan.'/ . I(1:... • Download ADK RKAK/L unt 'menyusun Matriks SemulaMenjadi.v. KPA rneneliti apakah Revisi DIPA Petikan atau tidak.6.1. Anggaran yang dilakukan KPA rnengubah 2.U.I· :...~I~. If. • Cetak POK. • UpdateADK RKA-K/L. . Dalarn hal Revisi Anggaran mengakibatkan perubahan DIPA Petikan.' r . • Dokumen peudukung: • S·PTJM. KPA rnelakukan Revisi Anggaran sesuai dengan ·kewenangannya..~ _. serta rnencetak dan menetapkan POl{. KPA menyiapkan usulan Revisi Anggaran beserta dokumen pendukungnya.' .MEKANISME PENYELESAIANREVISI ANGGARAN PADA KUASA PENGGUNA ANGGARAN anggaran.

SSBP dan NTPN. Persyaratan tambahan yang harus ayat (3) dilampirkan yaitu surat persetujuan Menteri Keuangan.y 2.LAMPlRAN PERATURAN NOM OR VI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 7 / PMK • 02/201 4· TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARANTABUN ANGGARAN 2014 MEJ\lTEF{J J<EU/\I\JGAN r~EF'UBLII< INDONESlil.! ~~~~~~~~~--~~--~--~ 4. Pasal 15 . Pasal13 Persyaratan tambahan yang harus dilampirkan yaitu Anual Work Plan yang disetujui Lender. Perubahan pagu anggaran pembayaran bunga Pasal 19 utang. alokasi pinjaman proyek luar Pasal 17 Perubahan pagu anggaran pernbayaran Subsidi Pasal 18 Energi. . ayat (1) Pengurangan negen. Persyar.atan tambahan yang harus dilampirkan yaitu dokumen nilai tukar rupiah terhadap valuta asing sesuai kurs tengah Bank Indonesia. . DAFTAR RINCIANRUANGLINGKUPDANKEWENANGAN PENYELESAIANREVISI ANGGARAN A.y 9. 6. 3. Penerimaan hibah langsung dalam bentuk uang. ayat (3) Persyaratan tambahan yang harus dilampirkan yaitu daftar sisa PHLN dan Zatau PHDN yang ditanda tangani kepala KPPN. . Persyaratan tambahan yang harus dilampirkan yaitu Nomor register HLN/HDN. Lingkup Revi~i Anggaran dan Kewenangan ~~"" . Lanjutan pelaksanaan Kegiatan yang dananya Pasa112 bersumber dari PHLN dany atau PHDN.. Kelebihan realisasi PNBP di atas target yang Pasal 11 direncanakan dalam APBN.y 4. l(. matriks perubahan target PNBP. DAFTAR REVISI ANGGARAN YANG DISEBABKAN PENAMBAHAN ATAU PENGURANGAN PAGU ANGGARAN BELANJA TERMASUK PERGESERAN RINCIAN ANGGARANBELANJANY A 1.y Penggunaan anggaran belanja yang bersumber Pasal 16 dari PNBP di atas pagu APBN untuk Satker BLU. 5. 8. 7. . 1. b. Persyaratan yang. Penerimaan HLN/HDN setelah Undang-Undang Pasal14 mengenai APBN Tahun Anggaran 2014 ditetapkan. Percepatan penarikan PHLN dan/ atau PHDN. ayat (2) tambahan harus dilampirkan yaitu: a.

13.hlGAN I:~EPUBUI( INDmJESIA 10. b. 15. Perubahan pagu penyesuaian kurs. 17. --. Percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Pasa124 penerusan hibah. ayat (3) 16.J 12. Kegiatan dalam rangka Pasa123 14.penerusan pinjaman.dan e. Perubahan pagu anggaran transfer ke daerah. --. 18. Lanjutan pelaksanaan penerusan hibah. anggaran dalam Pasal27 rangka Pasal28 Pasa129 Pasal30 --. SPTJM. Surat usulan Revisi Anggaran yang (semula-menjadi). Pengurangan alokasi HLN. Persyaratan Umum Revisi Anggaran a. 20. Perubahan pagu anggaran pembayaran cicilan Pasal26 pokok utang.J 19. Percepatan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Pasal 22 Penerusan Pinjaman.J --. d..J . c. Copy DIPAterakhir. Persyaratan tambahari ayat (4) yang harus dilampirkan yaitu Daftar Rincian Kegiatan dan Realisasi Anggaran. 2. Revisi RKA-KjL..J --. dilampiri matriks perubahan . Pasal20 ayat(4) 11. '_ ~ .J --. Perubahan pagu anggaran PMN. Lanjutan pelaksanaan PNPM. ADKRKA-KjLDIPA.MENTEFll I<EU/l. Percepatan realisasi pelaksanaan proyek yang Pasal25 dananya bersumber dad SBSN PBS. Lanjutan pelaksanaan Kegiatan dalam rangka Pasal 21 .

10. Pengesahan 7. 2. Pergeseran sarna. Pasal 5 ayat (3) hurufa pengesahan Pergeseran antar Keluaran. Kegiatan yang sarna dan antar ayat (3) hurufd Satker dalam wilayah kerja Kanwil DJPB yang berbeda. Kegiatan yang sarna dan an tar ayat (3) hurufc Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kanwil DJPB. 8. Pergeseran antar Keluaran. PERUBAHAN ATAU PERGESERAN RINCIAN ANGGARANDALAM HAL PAGU ANGGARANTETAP 1. ayat (3) huruf g Pergeseran antar Kegiatan dan antar Pasal 5 Satker dalarn 1 (satu) wilayah kerja ayat (3) Kanwil DJPB. Pergeseran dalarn Keluaran yang Pasal5 sarna. dalarn Keluaran yang Pasal5 4. Pergeseran dalarn 1 (satu) Keluaran. Penghapusanj peru bahan dalam halarnan IV DIPA. ayat (3) hurufb pengesahan 3.IV1E[\JTEI~1 I(EUANGAI\) HEF'UI3UI( INDONESIA -3B. 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker. Pergeseran antar Keluaran. Kegiatan Pasal5 [yang sarna dan antar Satker dalarn ayat (3) huruff lwilayah kerja Kanwil DJPB yang berbeda. Pergeseran antar Kegiatan dalarn 1 Pasal 5 (satu) Satker. Kegiatan Pasal5 lYang sarna dan antar Satker dalarn 1 ayat (3) hurufe (satu) wilayah kerja Kanwil DJPB. hurufh Pergeseran antar Kegiatan dan an tar Pasal5 Satker dalarn wilayah kerja Kanwil ayat (3) hurufi DJPB yang berbeda. . catatan Pasal 31 perigesahan pengesahan --J Pengesahan " pengesahan 6. 5. 1 (satu) Pasal 5 Kegiatan dan 1 (satu) Satker. pengesahan 9. Lingkup Revisi Anggaran dan Kewenangan 1.

Penggunaan dana Output Cadangan. cara penarikan Pasal 32 pengesahan 12. b."j . 17. Surat usulan (semula-rnenjadi]. Pergeseran anggaran dalam subbagian anggaran BA BUN. Pergeseran antar anggaran dalam Bagian Anggaran 999 (BABUN). Penambahan Zperubahan kinerja."j 16. Revisi atau Pergeseran Rincian Anggaran Matriks Dalam Anggaran dilampiri Perubahan c. Perubahan komposisi pembiayaan utang. rumusan instrumen Pasa134 Pasal35 Pasal36 . Penambahan PHLN/PHDN. Persyaratan Umum Perubahan Hal Pagu Anggaran Tetap a."j . 14. anggaran dari BA K/ L ke Pasal 40 . ADK RKA-K/L DIPA. pergeseran BA BUN."j . 19."j . 15. Pergeseran anggaran dalam rangka Pasal 33 penyelesaian inkracht. Usulan revisi DIPA.08) ke BA K/L. . 13."j 2. Pergeseran anggaran Pengelolaan Belanja 999. dan d. satu Pasal37 dari BA BUN Pasal 38 Lainnya (BA subbagian Pasal 39 18.ME(\JTEF~I I<EUANGAN m=':PUI3L11( l(\lIJOf\!I:':SIA -4- 11. SPTJM.

..I d~l. < • \ -' ...~r" . ::~ "No':!" .' -.. i' i8~S'A:E.. '.'\t. '.~~. It . 5. .-:_..I~'" . ell.:'. I " ~ TO' I j' '.. " " .oJ. . DAFTARREVISI ANGGARAN I{ARENA KESALAHAN ADMINISTRASI 1.j' A: .aawr . '~' ~..'.:"::.\..~i"':::.' . '. dan satuan Keluaran yang berbeda antara RKA-K/L dan RKP atau hasil kesepakatan DPR-RI dengan pemerintah.." . 7.J.:: I. • -. Ralat kode Satker II.:. Ralat kode lokasi dan lokasi KPPN dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat J enderal Perbendaharaan. 10.:''.'.. . ~ . 8. ..~. J "~ I~ . I".-J!.' I:. . ~. '11'.j ~."..:: ). Perubahan nomenklatur bagian anggaran dan/ atau Satker sepanjang kode tetap. :I>r.' ':." . . Ralat kode nOI~or register PHLN/PHDN..:\<~/ .' :' ' J '~ I. •~ .'. '::t /1(. Ralat kode Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) . :. .'i . dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda. . " " 3. ' :)L:'. Ralat cara penarikan PHLN/PHDN.. Lingkup Revisi dan Kewenangan I' '.' "'.:. ".'.'. _ ~~ :~.' . RaJat pencan tuman volume.'.. I~~'1J ': .I~ \'. Ralat kode lokasi dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda dan lokasi KPPN dalarn 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Ralat kode lokasi dan lokasi KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berbeda Pasal6 huruf a Pasa16 hurufb 2.1" .KEWENANGA:N ~'". ' . + • "..' .1. j lof li4""J . .l\ilEf\JTEI~1 I<EUAf\IGAf\J m::r)UI3L1I( INDO[\)HiIA -5 C.: ' K' -. Ralat kode Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dalam 1 (satu) wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. :N"' ~: ': ". r.' URAIAW{RE}~t.~" .~'~. .]).'i'\~"D::y'PB ' "f~l. '.' < .i\~~_. '" ' • I. I.::~\k.. .. Ralat kode akun sesuai kaidah akuntansi sepanjang dalam peruntukan dan sasaran yang sama. .t i:·~::.Oji' ~~..'r :. :}'If).\.t.t :~}. r '" ' .:~"'>~~<"::~.I'"It' .:' ..ji\i-.1~. " . • . " " 12.. ~ I... i f .'''.. ~ I I"..:><... .. jenis. Pasal6 huruf d Pasa16 huruf e Pasa16 huruff Pasa16 huruf g Pasa16 hurufh 6. "'1. Pasal6 hurufc " " " " " 4.':~:~J ~\I~:':":'~"'~ ". Ralat kode kewenangan..-'~~...' . " Pasal6 huruf i Pasa16 huruf j Pasa16 hurufk Pasal6 huruf 1 9.j ••• '-.

. ttd.'. '~ ~' . .\ f''\'' ... :':... ~II/ .( • . REPUBLIKINDONESIA -6 XEWENANGAN No. DJPBN' --J --J --J.. _ f GIART&.:. '.~ . . 1 :. .URAIANREVISI . . ..420)98402'16'01' ... '. . ' . . MUHAMADCHATIB BASRI .:.". \. JJ . c. " u. Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO UMUM .b. . /. Ralat pencantuman DIPA volume Keluaran dalam 15. PASAL Pasal6 hurufm Pasal6 hurufn Pasal6 hurufo DJA Kanwil .''.".. Surat usulan menjadi).:'1 MENTERIKEUANGAN.': .::.~'! '1.> .' I~ . dan d. '. :::. . 13. .'. MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA. ADK RKA-K/L DIPA... j. Usulan revisi DIPA./ . NIP 195 0. .~::.. \":'\l'\~ ! J \.' . SPTJM.. b. Persyaratan Umum Ralat Administrasi Revisi Anggaran dilampiri Matriks Perubahan (semula- a. KEPALA BAG'IAN'T:U::":KEMENTERIAN " '.. Perubahan pejabat perbendaharaan 2. Ralat rencana penarikan: dana atau rencana penerimaan dalam halaman III DIPA 14. ...

.. perlunya Revisi Anggaran: "... c... Bersama ini diusulkan Revisi Anggaran dengan rincian sebagai berikut: a.REKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN LOGO (1) KEMENTERIAN/ LEMBAGA UNIT ESELON 1 Satker Alamat : : S/2014 / : Segera : Satu Berkas : Usulan Revisi Anggaran (2) } (3) (4) (5) : Kop Nomor Sifat Larnpiran Hal (tanggal.... Sebagai bahan pertimbangan.. b (8) /PMK... SPTJM.. dengan ini dilampirkan a.... d (13) Dernikian kami sainpaikan. Alasan Zpertimbangan a (9) b (10) No. Kuasa Pengguna Anggaran .IESIA FORMAT SURAT USULAN REVISI ANGGARAN A.... FORMAT SURAT USULAN REVISI ANGGARAN· DARI KUASA PENGGUNA ANGGARAN KEPADA KANTOR WILAYAH DJ. .....bulan) 2014 Yth.' Tanggal 3. Dasar Hukum: a.... ADK RKA-K/L DIPA Revisi. (12) 4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014.. atas kerja samanya diucapkan terima kasih.. Matriks perubahan (semula-menjadi) sebagaimana b.. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Di .. (7) (6) 1. .... Jenis revisi............ NIP/NRP (14) (15) ..LAMPIRAN NOMOR VI! MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESII PERATURAN 7/PMK.... Kategori revisi (11) b...02/2014 TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARAN TAHUN ANGGARAN 2014 MENTEI~"<EUA"'GAN HEPUElLlf< II\IDOI.02/2014 c..... data dukung berupa: daftar terlampir... DIPA Petikan kode digital stamp 2.

13. 11. Diisi dengan Diisi dengan Diisi dengan Diisidengan Diisi dengan logo K/ L. dany atau perubahan/ralat karena kesalahan administrasi (pilih sesuai keperluan). disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya. 2.2 -. Diisi dengan NIP/NRP KPA. . 9. Diisi dengan dokumen pendukung lainnya terkait dilakukan Revisi Anggaran yang dilakukan (contoh: Surat Pernyataan Penggunaan Hasil Optimalisasi/Bisa Anggaran Swakelola). . Diisi dengan tujuan (Kepala Kanwil DJPB).\f\lGAf\l r~EPUBUI< IhlDOhlESIA . Diisi dengan alasan/pertimbangan dari sisi tujuan Revisi Anggaran. Diisi dengan alasan/pertimbangan yang rrienjadi penyebab dilakukannya Revisi Anggaran dari sisi perubahan kebijakan atau ada penugasan baru. Diisi dengan nama KPA. Diisi dengan alamat Kanwil DJPB. 10. (contoh: pergeseran antar keluaran dalam satu kegiatan dan 1 (satu) Satker dalam rangka memenuhi kebutuhan biaya operasional). 8.alamat Satker. nomenklatur K/L. Diisi dengan kategori Revisi. . 7. antara lain: antisipasi terhadap perubahan kondisi dan prioritas kebutuhan. 4. 12.MEI'JTEI~II(EUf. Diisi dengan peraturan-peraturan lain sebagai dasar hukum revisi (jika ada). Keterangan: 1. dan/ atau meningkatkan efektivitas.Anggaran yaitu peru bahan rincian anggaran yang. Satker pengusul Revisi Anggaran. perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap. 5. 3. mempercepat pencapaian kinerja K/L. 6. 14. uniteselon I pengusul Revisi Anggaran. Diisi dengan jenis Revisi Anggaran. . 15. kualitas belanja dan optimalisasi penggunaan anggaran yang terbatas (pilih sesuai keperluan).

(2) Kegiatan .. . Diisi dengan penambahanj pengurangan volume Keluaran setelah Revisi Anggaran. Diisi dengan volume Keluaran awal sebelum Revisi Anggaran.MENTEI~I I<J::UANGAf\1 REPUBLlI< U\lDONE./ .xxx.. .SIA . . + j.3 -. (4) • Volume • Rupiah Kode Digital Stamp Semula Menjadi . Keluaran . 4.. Diisi dengan volume Keluaran akhir setelah Revisi Anggaran.zzz( 10) -- Keterangan: . ... Diisi dengan penambahan/pengurangan alokasi anggaran setelah Revisi Anggaran. Diisi dengan Program yang direvisi. MATRIKSPERUBAHAN(SEMULA-MENJADI) SATKER · (1) No...9999.yyy.9999. 8. 1. 3.yyy (9) cc... 5 . Diisi dengan alokasi anggaran akhir setelah Revisi Anggaran. Diisi dengan Keluaran yang direvisi (termasuk apabila terjadi perubahan jenis Keluaran). (3). 2. 6.9. 1. Diisi dengan Kegiatan yang direvisi.9999 bbb (6) Rp.zzz..c(7) Rp. Diisi dengan nomenklatur Satker pengusul Revisi Anggaran. 3.. 2.xxx (8) 9999. 4. aaa (5) Rp. Diisi dengan alokasi anggaran awal sebelum Revisi Anggaran . Uraian Program . 7. 10.

d. Matriks perubahan (semula-menjadi) sebagaimana daftar terlampir... . ADK RKA~K/LDIPA Revisi.4 -.... DHP RKA-K/L Ditjen .. . .. : S/2014 / : Segera : Satu Berkas . c. (7) perlunya Revisi Anggaran: 3..02/2014 . Kategori revisi (8) b. kode Digital Stamp kode Digital Stamp kode Digital Btamp .d (10) Demikian kami sampaikan.... b (5) /PMK... Dasar Hukum: a. SPTJM. Berkenaan dengan usulan Revisi Anggaran tersebut di atas dilampirkan dukung berupa: a. (tanggal-bulan) 2014 Nomor Sifat Lampiran Hal Yth.. : Usulan Revisi Anggaran (2)} (3) (4) Kop ... NIP/NRP (11) (12) . B.MEI\ITET\I f(EUAhICiAN nEF'UI3UI< II'JI)OI'JESIA .. b... (6) b..... FORMAT SURAT USULAN REVISI ANGGARAN DARI ESELON .No No Tanggal Tanggal Tanggal Tanggal. c. DIPA Induk No PIPA Petikan No DIPA Petikan :.. 2........ Jenis revisi (9) 4. Alasan/pertirnbangan a .I KEPADA DIREKTORATJENDERAL ANGGARAN LOGO (1) KEMENTERIAN/LEMBAGA UNIT ESELON 1 Alamat -. atas kerja sarnanya diucapkan terima kasih... Peraturan Menteri Keuangan Nornor teritang rata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014. Direktur Jenderal Anggaran Di jakarta 1. f...... (Sekretaris Jenderal/Sekretaris Sekretaris/Pejabat Eselon I Kernenterian / Lernbaga) Utama/ data . ..... e. Bersarna ini diusulkan Revisi Anggaran dengan rincian sebagai berikut: a..

12. 3. Diisi dengan dasat hukum lainnya (contoh: UU. 5. . . Diisi dengan dokumen pendukung lainnya terkait dilakukan Revisi Anggaran yang dilakukan (contoh: Surat Pernyataan Penggunaan Hasil Optimalisasi/ Sisa Anggaran Swakelola). 11. Diisi dengan alasany pertimbangan yang menjadi penyebab dilakukannya Revisi Anggaran dari sisi perubahan kebijakan atau ada penugasan baru. 4. Diisi dengan kategori revisi yaitu perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya. an tara lain antisipasi terhadap perubahan kondisi dan prioritas kebutuhan. darr/ atau perubaharr/ralat karena kesalahan administrasi (pilih sesuai keperluan). 10. mempercepat pencapaian kinerja Kementeriarr/Lernbaga. 8. dany atau meningkatkan efektivitas. Diisi dengan alasany pertimbangan dari sisi tujuan Revisi Anggaran. alamat unit eselon I. nomenklatur KI L. Perpres) atau keputusan sidang kabinet atau keputusan rapat yang dipimpin menteri koordinator. 2. PP. . unit eselon I pengusul RevisiAnggaran. Diisi dengan jenis Revisi Anggaran. Diisi dengan Diisi dengan Diisi dengan Diisidengan logo K/L.I\tH~NTEI~1I<EUAJ\JGAN 11EPUBLlI( It'-IDOI\)ESIA -5Keterangan: 1. 6. kualitas belanja dan optimalisasi penggunaan anggaran yang terbatas (pilih sesuai keperluan). . perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap. (contoh: pergeseran antar keluaran dalam 1 (satu) Kegiatan dan 1 (satu) Satker dalam rangka merrienuhi kebutuhan biaya operasional) . Diisi dengan nama Pejabat Eselon I K/L. Diisi dengan NIP/NRP Pejabat Eselon I K/L. 9. 7.

Diisi dengan alokasi anggaran awal sebelum Revisi Anggaran .xxx (9) bbb (7) Rp.. MUHAMADCHATIB BASRI . 0000. 5. (4) 3. 10. Diisi dengan penarnbahan /pengurangan alokasi anggaran setelah Revisi Anggaran.. Diisi dengan alokasi anggaran akhir setelah Revisi Anggaran. 0000 Menjadi (1) +/- aaa (6) Rp.(3) 2. 11.zzz.zzzt l I] MENTERI KEUANGANREPUBLIK INDONESIA. ... Keluaran .. Satker . 8.(4) 3. Diisi dengan penambahan Zpengurangan volume Keluaran setelah Revisi Anggaian.00.xxx.. Diisi dengan volume Keluaran awal sebelum Revisi Anggaran. Diisi dengan Keluaran yang direvisi (termasuk apabila terjadi perubahan jenis Keluaran). 9.. Diisi dengan nomenklatur Eselon I pengusul Revisi Anggaran... . (2) 1.(5) • Volume. No.. 0000. 00.. Diisi dengan nomenklatur Satker yang direvisi. Uraian A. 6. Kegiatan 00. 4. Program 00. ttel.zzz. Diisi dengan Program yang direvisi.xxx (9) (kode Digital Stamp) (12) bbb·(7) Rp.. Diisi dengan volume Keluaran akhir setelah Revisi Anggaran.00 . Keluaran 00. Diisi dengan Kegiatan yang direvisi. Diisi dengan Digital stamp semula..yyy." Rupiah B. 3.xxx.00 0000 Semula (kode Digital Stamp)(12) 00 0000. Satkeroo. 7.zzz(ll) aaa (6) Rp. (5) • Volume • Rupiah Keterangan: 1. Kegiatan .• ~·I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA -6 MATRIKSPERUBAHAN(SEMULA-MENJADI) ESELON 1.yyy (10) ccc(8) Rp. 2.yyy (10) ccc(8) Rp.yyy. Program ... 12.. (2) 1. (3) 2.

- NIPj NRP . ini dibuat dengan sebenarnya. 2014. . baik untuk K.P A BUN sebagai Pelaksana Kegiatan atau sebagai Penyalur Dana. . . saya bersedia menyetorkan kerugian negara tersebut ke Kas Negara.(11) *) format SPTJM KPA terkait BA BUN. Apabila dikemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar dan' menimbulkan kerugian negara. ..'.------. Persetujuan dari Kementerian Perencanaarr/Bapperias dalam hal Revisi Anggaran menyebabkan pengurangan volume keluaran pada Kegiatan Prioritas Nasional sudah ditetapkan. 7. ) dalam keadaan (9) (10) Kuasa Pengguna Anggaran --' Materai 6000 L-. rumusan pernyataan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing subbagian anggaran BA BUN. Dalam hal Revisi Anggaran mengakibatkan permasalahan hukum. dan tidak dibawah tekanan. Perhitungan 4. . Alamat. . 5. . disimpan oleh Satuan Kerja.diaudit sewaktu-waktu. . merijadi tanggung jawab Kuasa Pengguna Ariggaran . 2. Revisi anggaran yang dilaksanakan tidak mengurangi volume Keluaran yang telah direncanakan. 3.: : :: (5) SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB MUTLAK NOMOR: (6) Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIPjNRP Jabatan : : (7) (8) : Kuasa Pengguna Anggaran Dengan ini rrienyatakan dan bertanggung jawab secara penuh atas hal-hal sebagai berikut: 1. 8. Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material atas kebenaran usulan Revisi Anggaran yang diajukan. .02/2014 IIi1EhlTEHII{EUANG/\N r~r:'PUEllH\ IhlDONESIA FORMAT SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB MUTLAK(SPTJM) A. kebutuhan anggaran yang dituangkan dalam TORjRAB telah disusun mengikuti ketentuan dan merupakan harga yang paling ekonomis. Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam rangka Revlsi Anggaran telah disusun dengan lengkap dan benar. . 6. Usulan Revisi Anggaran telah disusun sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun .LAM PI RAN VIII PERATURAN MENTER! NOM OR .. Demikian surat pernyataan sadar. dan siapuntuk . FORMAT SPTJM KUASAPENGGUNAANGGARAN*) LOGO (1) KEMENTERIAN j LEMBAGA UNIT ESELON 1 : Satuan Kerja (2)} (3) (4) Kop . .. KEUANGAN REPUBLlK INDONESI1 TENTANG TATA CARA REVIS! ANGGARAN TAHUN ANGGARAN 2014 7/PMK.

Diiai dengan tempat dan tanggal. Diisi dengan nama pejabat penanda tangan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak.. Diisi dengan NIP/ NRP Kuasa Pengguna Anggaran. 9. Diisi dengan uraian nama unit Eselon I. 6. 5. \Mf"tr / . Diisi dengan nomor Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak. . Diisi dengan NIP/NRP.• rvIEt\ITFRI I<F':U/\I\jGAI\] F(EF'UElL. 8. 10. 7. Diisi dengan nama Kuasa Pengguna Anggaran. Diisi dengan logo Kementeriarr/Lembaga.II( INDONESIA -2Keterangan: 1. 3. 2. Diisi dengan uraian nama Satker. Diisi dengan alamat Satker. 11. 4. Diisi dengan uraian nama Kcmenteriarr/Lembaga .' .

disimpan oleh Satuan Kerja dart unit Eselon I..... Usulan Revisi Anggaran yang diajukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran telah diteliti. Alamat (2)} (3) (4) Kop ...... sadar.. untuk Eselon I sebagai PPA BUN. FORMAT SPTJM ESELON I KEMENTERIANjLEMBAGA **) LOGO (1) KEMENTERIAN/LEMBAGA UNIT ESELON 1...... usul Revisi Anggaran telah dibahas dan direviu dengan unit Inspektorat terkait (APIPKj L). dan siap untuk diaudit sewaktu-waktu.. ....' . dan tidak di bawah tekanan. 3... (10) NIP/NRP (11) **) format SPTJM Eselon I terkait BA BUN... 2... Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab secara formal dan material atas 'uaulari Revisi Anggaran yang diajukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.... Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.. Sekretaris JenderaljSekretaris SekretarisjPejabat Eselon I Utarnaj Materai 6000 ... . Dengan ini menyatakandan bertanggung jawab secara penuh atas hal-hal sebagai berikut: ' 1.MENTEr'!l !(EUANGAN I:':EPUBLIK INDONESIA -3B.. rumusan pemyataan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing subbagian anggaran BA BUN....SURATPERNYATAAN TANGGUNGJAWAB MUTLAK NOMOR: (5) Yang bertanda Nama NIP Jabatan : : tang an di bawah ini: (6) (7) : Sekretaris JenderaljSekretaris UtamajSekretarisjPejabat Eselon I (8) ... Dalarn hal pagu anggaran berubah..Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam rangka Revisi Anggaran telah disusun dengan lengkap dan benar.... 4.....I (9) ......----------.. : ) dalam keadaan '. diperiksa :kesesuaian dan kelengkapan dokumen pendukung yang disarnpaikan...

Diisi dengan NIP/NRP pejabat penanda tangan SPTJM. 5. Diisi dengan tempat dan tanggal. 4. MENTERIKEUANGANREPUBLIKINDONESIA. Diisi dengan logo Kemeriteriarr/Lembaga. 7. Diisi dengan NIP/NRP pejabat penanda tangan SPTJM. 8. MUHAMADCHATIBBASRI . 10. 2. Diisi dengan alamat unit Eselon I. Diisi dengan nama pejabat penanda tangan SPTJM. 9. 6. 3. ttd.. Diisi dengan uraian nama Kementerian/Lembaga .MENTERII<EUANGAN REPUBLlI< INDONESIA ° -4 Keterangan: 1. Diisi dengan nomor SPTJM. Diisi dengan nama pejabat penanda tangan SPTJM. Diisi dengan uraian nama unit Eselon 1. Diisi dengan uraian jabatan penanda tangan SPTJM sesuai keperluan. 11.

.. Dengan pengesahan Revisi Anggaran ini Kode Pengaman (Digital Stamp) DIPA Petikan yang digunakan sebagai dasar transaksi berubah menjadi sebagai berikut: a. ... (8). Direktur . Jakarta Pusat 10710.. FORMAT SURAT PENGESAHAN DIREKTORATJENDERALANGGARAN REVISI ANGGARAN PADA KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALANGGARAN .. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. Usulan Revisi Anggaran telah disahkan dan Database RKA-K/LDIPA pada Kementerian Keuangan telah diperbaharui... Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan dan Direktur Pelaksanaan Anggaran. 6. Satker b. Dalam rangka rnemenuhi kebutuhan administrasi..n.. " 5. untuk dilaksanakan dengan penuh tanggurig jawab.. Direktur Jenderal Perbendaharaan C.id Nomor Sifat Lampiran Hal : S12014 I : Segera : Satu Berkas : Pengesahan Revisi Anggaran (tanggal-bulan) 2014 Yth.Wahidin No. Gedung Soetikno SIamet Lantai 4. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan ..q. Gubernur (9).Jenderal Anggaran Direktur Anggaran II Anggaran Anggaran III III . Kotak Pos 2435 JKP 10024 TELEPON(021) 3849315 FAKSIMILE (021) 3847157. Direktur Jenderal Perbendaharaan c... Di 1. 2.depkeu. Kuasa Pengguna Anggaran dan Kepala KPPN agar mengunduh PDF File DIPA Petikan Revisi sebagai dasar untuk mencetak DIPAPetikan Revisi sebagaimana tercantum dalam notifikasi terlarnpir.anggaran. JaIan Dr. Sekretaris .go. : : - .LAMP!RANIX PERATURAN NOM OR MENTER! KEUANGAN REPUBLIK !NDONES: 7 / PMK • 02/ 201 4 TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARANTAHUN ANGGARAN 2014 lVIENTE:r~1KELJANGAN HEPUI3LlI< INDONESIA FORMAT SURAT PENGESAHAN REVISI ANGGARAN A. 2. · (7) Menteri ZPimpinan Lembaga .. (6) NIP Tembusan: 1. a. 3.. (11). SITUS www.. Satker Kode Pengaman (Digital Stamp) Kode Pengaman (Digital Stamp) (5) (5) 3. 4.q Direktur Sistem Perbendaharaan 2.Jenderal/ Sekretans Utamay Sekretaris /Pejabat Eselon I K/L Temp at Sehubungan dengan surat usulan Revisi Anggaran nornor dengan ini disampaikan: (3) Tanggal (4) 1.1.. Eselon I (10).. Demikian disampaikan.

4. 11. III yang Diisi dengan Menteri atau Pimpinan Lembaga Satker yang direvisi. 10. 7. Anggaran I/ Anggaran II/ Anggaran I/ Anggaran II/ Anggaran III yang 3.I. Keterangan: 1.:PUBLlI( II\IDOI\lESIA . Diisi dengan Gubenur terkait.' Diisi dengan nornor surat usulan Revisi Anggaran. Diisi derigan nama Direktur mengesahkan Revisi Anggaran. Diisi dengan tanggal surat Usulan Revisi Anggaran. Diisi dengan nama dan kode Satker yang direvisi. 8. Diisi dengan kode Digital Stamp baru per masing-masing Satker. Diisi dengan Kepala Kanwil DJPB terkait. Diisi dengan Eselon I tempat Satker. . 9. 5. Diisi dengan KPPNyang yang melakukan pembayaran. 6. / . Diisi dengan NIP Direktur Anggaran mengesahkan Revisi Anggaran. 2.2 -.I\I1ENTH~1 1(I::lJAI\JGAN r~r.

. Kepala KPPN (4) Di Temp at . Kuasa Pengguna Anggaran dan Kepala KPPN agar mengunduh PDF File DIPA Petikan Revisi sebagai dasar untuk mencetak DIPA..... 4. Direktur Jenderal Perbendaharaan c.......q........ (8) .. dan Pelaporan .... Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. (5) Tanggal . Usulan Revisi Anggaran telah disahkan dan Database RKA-K/L DIPA pada Kementerian Keuangan telah diperbaharui...... Sehubungan dengan surat usulan Revisi Anggaran nomor .. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan .. Demikian disampaikan. FORMAT' SURAT PENGESAHAN REVISI ANGGARAN PADA KANTOR WILAYAH DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANWIL DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN " Alamat (2) Nomor Sifat Lampiran Hal (1) : s/2014 : Segera : Satu Berkas : Pengesahan Revisi Anggaran (3) (tanggal-bulan) 2014 Yth.. (11)...... 2...... Direktur Akuntansi Keuangan dan Direktur Pelaksanaan Anggaran.. 5... Gubernur ..... (9) NIP (10) Tembusan: 1. Kepala KPPN (4) 3.MENTEI=<I I<EUN-JGAN HEPUI3L1I< INDONESIA -3B.... 2. (6) dengan ini disarnpaikan: 1....... Ketua Badan Pemeriksa Keuangan.. Dengan pengesahan Revisi Anggaran ini Kode Pengaman (Digital Stamp] DIPA Petikan yang digunakan sebagai dasar transaksi berubah menjadi (7) 3. 1.. (12)......... 3.. Menteri/Pimpinan Lembaga .Petikan Revisi sebagaimana tercantum dalam notifikasi terlampir. untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kuasa Pengguna Anggaran Satker 2..... Dalam rangka memenuhi kebutuhan administrasi.

Diisi dengan Kanwil DJPB yang melakukan Revisi Anggaran. 3. K. 7. 6. 11. MENTERIKEUANGAN REPUBLIKINDONESIA. 10. Diisi dengan Kanwil DJPB yang mengesahkan Revisi Anggaran. Diisi dengan MenterijPimpinan 12. 4. Diisi dengan alamat Kanwil DJPB yang mengesahkan Revisi Anggaran. 5. Diisi dengan nornor surat usulan Revisi Anggaran. 9. Diisi dengan nama dan kode Satker yang direvisi. Diisi dengan tanggal surat usulan Revisi Anggaran. Diisi dengan NIP Kepala Kanwil DJPB yang mengesahkan Revisi Anggaran. Diisi dengan nama Kepala Kanwil DJPB yang mengesahkan Revisi Anggaran.4 -. 8. Diisi dengan kode Digital Stamp baru. ttd. Diisi dengan Gubenur terkait. j MUHAMAD CHATIBBASRI . Lembaga Satker yang direvisi. Diisi dengan KPPN yang yang melakukan pembayaran.eterangan: 1. 2.MENTERIKEUANGAN REPU8UK INDONESIA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->