Replikasi Virus

Diposkan oleh belajar biologi

Virus merupakan parasit intraseluler obligat; mereka hanya dapat bereplikasi di dalam sel inang. Virus yang berisolasi tidak dapat bereplikasi atau melakukan hal-hal lainya, kecuali menginfeksi sel inang yang cocok. Virus tidak memiliki enzim untuk melakukan metabolisme dan tidak memiliki ribosom atau peralatan lainya untuk membuat proteinya sendiri. Oleh karena itu, virus yang terisolasi hanya merupakan paket-paket yang berisi sekumpulan gen yang berpindah dari satu sel inang ke sel inang lainnya (Champbell, 2002; 343-344) Setiap tipe virus hanya dapat menginfeksi dan memparasiti beberapa jenis sel inang tertentu. Jenis-jenis inang yang dapat diinfeksi dan diparasiti oleh virus disebut kisaran inang. Penentuan inag ini bergantung pada evolusi system pengenalan yang dilakukan oleh virus tersebut. Virus mengidentifikasi sel inangnya dengan menggunakan kesesuaian “lock and key atau lubang dan kunci” antara protein dibagian luar virus itu dengan molekul-molekul reseptor spesifik pada permukaan sel. (kemungkinan reseptor muncul pertama kali karena ia menjalankan fungsi yang bermanfaat bagi organisme tersebut.). beberapa virus memiliki kisaran inang yang cukup luas sehingga dapat melingkupi beberapa spesies. Virus flu burung, misalnya, dapat juga menginfeksi babi dan manusia, dan virus rabies dapat juga menginfeksi sejumlag spesies mamalia, termasuk raku, singung, anjing dan manusia (ibit; 344) Ada dua cara replikasi virus yaitu daur litik dan daur lisogenik. Meskipun media yang digunakan oleh virus masuk dan keluar dari sel induk berbeda-beda, tapi mekanisme dasar pengadaannya sama untuk semua virus. Siklus hidup virus yang paling mudah dipahami adalah siklus hidup bakteriophage. Phage bias menggandakan diri melalui dua mekanisme aleternatif:

1986:268).daur litik (virulen) atau daur lisogenik (avirulen). yang ditranskripsi dan ditranlasi menggunakan peralatan sel inangnya. Keseluruhan siklus litik. hanya menghabiskan waktu sekitar 20-30 menit pada suhu 370C. Daur litik berakhir dengan lisis (pecah) dan matinya sel induk. mulai dari pertama kali faga kontak dengan permukaan sel sampai ke proses lisis. Menurut Tortora (2004:388) tahap daur Litik litik yaitu sebagai berikut: . DNA faga terlindungi karena mengandung bentuk sitosin termodifikasi yang tidak dapat dikenali oleg enzim. Salah satu gen faga pertama yang ditranlasi setelah infeksi mengkose enzim yang memotong DNA sel inang tersebut. Daur Litik Perhatikan gambar berikut ini: Gambar: Daur litik dari faga T4 Faga T4 memiliki sekitar 100 gen. Nukleotida yang dielamatkan dari DNA sel ini digunakan untuk membuat salinan genom faga. 1. sedangkan pada daur lisogenik sel induk masih tetap hidup (Peleezar.

bagian pembungkus (sheath) ekor berkontraksi sehingga ekor tertarik ke dalam sel. maka energi virus terus diproduksi dan digunakan untuk mensintesis DNA phage dan protein. Setelah terjadi adsorbsi benang-benang ekor. Biosynthesis (biosintesis) Ketika DNA bakteriophage mencapai sitoplasma sel hospes. pilli dan karbohidrat maupun protein yang terdapat pada membrane atau diding sel bakteri. kemudian DNA virus mencetak mRNA. Dalam proses ini DNA virus mengendalikan “mesin metabolic” dari sel hospes sehingga transkripsi RNA dari kromosom hospes terhenti. Selama proses penetrasi. terjadilah biosintesis asam nuleat virus dan protein. phage menginjeksukan DNA (asam nukleat) ke dalam sel bakteri dengan mengeluarkan suatu enzim disebuit lisozim yang dapat menguaikan bagian-bagian dari diding sel bakteri. Ribosom enzim-enzim dan . Attachment (penempelan) Ujung akar dari virus pada bagian penerima (receptor side) dipermukaan sel bakteri. DNA yang terdapat pad abegian kepala phage memasuki inti ekor melalui membrane plasma dan terus masuk ke dalam sel. Pada awalnya phage menggunakan nukleotida dan beberapa enzim dari sel hospes untuk mensintesis DNA phage dan segera setelah itu terjadilah biosintesis protein virus.a. Oleh karena enzim-enzim hospes masih berfungsi. Receptor yang khusus pada bakteri merupakan bagian lipopolisakarida. Ketika ujung inti ekor sampai pada membran plasma sel bakteri. maka terjadi absorbsi jarum ekor (fail pin) yang kemudian disusul dengan penetrasi b. Penetration Setelah adsorbsi terjadi. karena DNAnya sudah rusak. Bagian kapsid dari kebanyakan phage tetap tinggal di luar sel bakteri c. Walaupun setiap struktur permukaan dapat berfungsi sebagai penerima phage termasuk flagella.

Pada banyak virus yang sederhana. dimana prosesnya dikendalikan oleh gen-gen virus. membrane plasma membuka (lisis). Kepala phage dan ekor dipisah oleh sub unit protein-proten. d. Perlu diingat bahwa selama penetrasi berlangsung. asamasam nukleat dan kapsidnya berkumpul dengan spontan untuk membentuk virion tanpa pengendalian oleh gen-gen. Maturasi (pematangan) Dalam proses ini DNA bakteriophage dan kapsid bergabung sedemikian rupa sehingga membentuk virion yang lengkap. phage yang komplit tidak dijumpai di dalam sel hospes. Hanya komponen-komponen yang terpisah seperti DNA dan protein yang dapat dideteksi. lysozym yang dihasilkan oleh gen phage disintesiskan di dalam sel.asam-asam amino dari hospes digunakan untuk mensintesis protein-protein virus dan protein kapsidnya. Realesse (pelepasan) Tahapan terakhir dari penggandaan virus adalah pelepasan virus dari sel induk. Bagian kepala dibungkus oleh DNA virus sedang bagian ekornya melekat pada bagian leher. Istilah lisis biasanya digunakan untuk tahapan ini dalam proses penggandaan dari phage T4 karena dalam hal ini. Phage ynag dilepas menginfeksi sel-sel rentan disekitarnya. dan siklus penggandaan diri virus terulang di dalam sel tersebut Gambar: Siklus Litik untuk lebih bisa memahami proses siklus litik. Enzim ini menyebabkan pecahnya dinding sel bakteri dan sel bakteriophage yang baru terbentuk dilepaskan dari sel induk. e. Ini berarti bahwa DNA phage harus mempersiapkan “template” untuk menghasilkan semua komponen-komponen virus termasuk DNA phage sendiri. Dalam beberapa menit selama infeksi. lihat video di bawah ini : . bagian kapsid virus berada di luar hospes. DNA phage ini dapat mencetak mRNA untuk tranlasi enzim-enzim phage dan protein kapsid.

2. Walaupun setiap struktur permukaan dapat berfungsi sebagai penerima phage termasuk flagella. Attachment (penempelan) Ujung akar dari virus pada bagian penerima (receptor side) dipermukaan sel bakteri. suatu saat DNA virus akan menyerangnya dari dalam. Dalam kasus demikian. 2002:487. Sedangkan virus lamda yang tidak mengakibatkan bakteri mengalami lisis dan daur hidup virus tersebut dinamakan daur lisogenik. Akan tetapi. Daur Lisogenik Menurut Solomon. bakteri masih dapat hidup dan bereplikasi. maka terjadi absorbsi jarum ekor (fail pin) yang kemudian disusul dengan penetrasi b.video: siklus litik Penelitian pada fag yang menyerang bakteri Escherichia coli menunjukkan bahwa ada virus yang mengakibatkan bakteri mengalami lisis dan ada yang tidak. Penetration . Receptor yang khusus pada bakteri merupakan bagian lipopolisakarida. pilli dan karbohidrat maupun protein yang terdapat pada membrane atau diding sel bakteri. tahap-tahap dari lisogenik adalah sebagai berikut: a. Setelah terjadi adsorbsi benang-benang ekor. Virus T4 mengakibatkan bakteri mengalami lisis dan karenanya daur hidup virus tersebut dinamakan sebagai daur litik.

phage menginjeksukan DNA (asam nukleat) ke dalam sel bakteri dengan mengeluarkan suatu enzim disebuit lisozim yang dapat menguaikan bagian-bagian dari diding sel bakteri. Ketika sel bakteri mengalami pembelahan. dikarenakan bakteri mempunyai virulensi. bagian pembungkus (sheath) ekor berkontraksi sehingga ekor tertarik ke dalam sel. melepaskan partikel phage yang dapat menginfeksi. Integration (pnggabungan) Pada fase ini virus menyisip ke dalam DNA bakteri sehingga DNA bakteri mengandung materi genetik virus DNA bakteri yang telah menyisip pada DNA bakteri tidak dapat aktif untuk mengambil alih kendali metabolisme dari DNA bakteri. Yang mengubah virus dari menggunakan cara lisogenik mnejadi cara litik adalah pemicu dari lingkungan. Profage akan berada di dalam tubuh bakteri selama bakteri masih mempunyai virulensi. d. seperti radiasi atau adanya beberapa zat kimia tertentu. Bagian kapsid dari kebanyakan phage tetap tinggal di luar sel bakteri c. dapat menghasilkan phage aktif yang melisis sel inangnya. Replikasi (pembelahan) Pada fase ini. DNA yang terdapat pad abegian kepala phage memasuki inti ekor melalui membrane plasma dan terus masuk ke dalam sel. Ketika ujung inti ekor sampai pada membran plasma sel bakteri. Istilah lisogenik mengimplikasikan bahwa profage pada kondisi tertentu.Setelah adsorbsi terjadi. DNA virus yang ikut terkopi sehingga terbentuklah dua bakteri yang masing-masing mempunyai profage. . Pembelahan sel bakteri dapat berulang-ulang dalam beberapa generasi dan profagenya juga akan terbagi dalam beberapa generasi. DNA virus yang menempel pada DNA bakteri disebut Profage. genom lamda memerintahkan sel inang untuk membuat phage yang utuh dan kemudian menghancurkan dirinya sendiri. Pada saat ini. Hal ini terjadi ketika genom lamda keluar dari kromosom bakteri. Selama proses penetrasi.

2002:346-347) Gambar: Suklus Lisogenik untuk lebih bisa memahami proses siklus lisogenik. sejumlah gen profage yang lain dapat diekspresikan selama siklus lisogenik dan mengekspresikan gen-gen ini mengubah fenotipe bakteri inang misalnya. lihat video di bawah ini : .Selain gen untuk protein reseptor (penekan. batulisme dan demam jegkering mungkin tidak membahayakan manusia seandainya tidak terdapat gen-gen profage tertentu yang dapat menginduksi bakteri inang untuk membuat toksin (Campbell. bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia yaitu difteri.

Penetrasi langsung (direct penetration) Gambar. . dimana proses ini virus hanya melekat pada reseptor membran sitoplasma dan yang dimasukkan kedalam sel inang hanya asam nukleatnya saja (DNA atau RNA). Contoh virus yang melakukan proses ini yaitu virus polio dan virus dengue. Fusi membran (membrane fusion) Gambar.Mekanisme masuknya virus hewan ke dalam sel inang pada proses Replikasi 1. 2. seluruh virus masuk ke dalam sel inang. masuknya virus hewan ke inang secara fusi membran Proses ini terjadi pada virus yang berselubung / bersampul. Sampul yang mengandung glikoprotein itu melebur dengan permukaan membrane sel inang. peleburan ini berakibat dengan terbebasnya bahan nukleokapsid ke dalam sitoplasma sel inang. Baru didalam sel inang virus melakukan proses uncoating pelepasan asam nukleat (DNA atau RNA). masuknya virus hewan ke inang secara langsung Sebagian kecil virus telanjang masuk ke dalam sel inang melalui penetrasi langsung.

3. cara menumbuhkan virus di dalam laboratorium disebut kultivasi virus. a. masuknya virus hewan ke inang secara endositosis Mekanisme lain yang terjadi pada virus bersampul / berselubung yaitu dengan proses endositosis (fagositosis). Kultivasi Virus Virus tidak dapat berkembang biak di luar sel inang yang disukainya. Contoh virus yang melakukan proses ini yaitu adenovirus dan virus herpes. yaitu menggunakan hewan hidup. dimana seluruh bagian virus masuk ke dalam sel inang. Vudeo: 3 cara virus masuk ke dalam sel hewan Dari tampilan video di atas bisa di lihat cara virus menginfeksi sel hewan. Metode untuk menumbuhkan virus ada tiga macam. Endositosis (endocytosis) Gambar. Menggunakan hewan hidup Dilakukan dengan cara langsung menyuntikkan virus ke hewan yang masih hidup. kultur sel atau jaringan dan pengembangbiakan pada embrio ayam. tahap kedua virus masuk melalui proses fusi dan untuk tampilan yang terakhir virus masuk sel hewan melalui proses endositosis. Dari tampilan awal virus melakukan penetrasi secara langsung. Setelah virus masuk ke dalam sel inang diikuti dengan pelepasan selubung atau pembuangan kapsid. misalnya pada ayam atau tikus b. proses ini terjadi di dalam vakuola fagositik dan disebabkan oleh kerja enzim protease lisosimal (lizosim). Untuk membiakan virus diperlukan sel atau jaringan hidup. Kultur sel atau jaringan .

. gula dan buffer bikarbonat. kuning telur dan kantung alantois telur. Sel-sel tersebut kemudian menghasilkan substrat semacam glikoprotein yang berfungsi untuk menempelkan sel pada permukaan media setelah diinkubasi pada temperature ruangan. rongga aminotik. garam. Telur ayam yang subur atau embrio yang telah diinkubasikan selama 5-12 hari dapat diinokulasi melalui kulitnya secara aseptik. Telur diinkubasikan pada 360C selama jangka waktu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan virus. vitamin. Sel dari organ tersebut kemudian dipisah-pisahkan dengan menggunakan enzim yang kemudian ditumbuhkan pada permukaan cawan petri. c. Perkembangbiakan pada embrio Virus dapat berkembangbiak pada telur ayam yang berembrio. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik maka ditambahkan serum dalam jumlah yang sedikit ke dalam medium. Virus dapat diinolulasi pada membrane korioalatoik. Media yang digunakan untuk kultur sel terdiri dari asam amino.Kultur sel diperoleh dengan cara menumbuhkan sel yang diambil secara aseptik dari organ tubuh hewan percobaan.