P. 1
PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

|Views: 54|Likes:
Published by Amex Ayimi
1. Permasalahan apa yang mendasar dalam pendidikan di Indonesia?
2. Bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia?
3. Bagaimana solusi pendidikan di Indonesia?
1. Permasalahan apa yang mendasar dalam pendidikan di Indonesia?
2. Bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia?
3. Bagaimana solusi pendidikan di Indonesia?

More info:

Published by: Amex Ayimi on Feb 05, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2014

pdf

text

original

MAKALAH

PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

NAMA KELAS NIM

: : :

FAIZIL SARTIKA REGULER A 1206103030003

PENDIDIKAN FISIKA

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN DARUSSALAM – BANDA ACEH 2013

makalah ini tidak akan selesai. Oleh karena itu. Pembuatan makalah ini merupakan salah satu syarat guna melengkapi tugas mata kuliah Laboratorium Komputer dalam bentuk Tugas Mandiri bagi setiap mahasiswa/i pada Universiatas Syiah Kuala program study Pendidikan Fisika Fakulatas Keguruan dan Ilmu Pendidikan semester 2 dan juga berguna dalam memberikan pemahaman dan menambah pengetahuan kepada pembaca tentang “PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA”. pada kesempatan ini diucapkan terima kasih.KATA PENGHANTAR Pupp Puji syukur senantisa kami ucapkan kepada Allah SWT. Meskipun makalah ini telah selesai. Penulis Faizil Sartika i . Karena berkat limpahan rahmat dan karunia nya. makalah ini dapat di selesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Dapat disadari tanpa adanya kesempatan dan bimbingan dari Asisten Laboratorium selaku pengganti dosen pada mata kuliah Laboratorium Komputer. Untuk itu kritik dan saran yang sangat membangun sangat di harapkan. penulis sadar bahwa makalah ini perlu untuk dikaji kembali guna adanya suatu perbaikan dalam mencapai suatu kesempurnaan.

....... ii BAB I PENDAHULUAN .. 1 1................ Error! Bookmark not defined..........................................................3 Tujuan Permasalahan ........................................................................................................................................... 10 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................................................... 1 1........................................................................................................... 12 ii ..................................................................................3 Solusi Pendidikan di Indonesia ............... 2 1...................................................................................... 10 4........ 8 BAB IV PENUTUP ........................................... 4 3.....................2 Rumusan Masalah .............. 2 BAB II KAJIAN TEORI............................. 5 3...............................................2 Kualitas Pendidikan di Indonesia .................................................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGHANTAR .. 10 4.........................................1 Kesimpulan ................................................. 4 3...2 Saran ......................1 Latar Belakang .................................................. BAB III PEMBAHASAN ......................................... i DAFTAR ISI .....................................................................................1 Masalah Mendasar Pendidikan di Indonesia ............................................................................................................

Sedangkan untuk kualitas para guru. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan. Kelemahan para pendidik kita. Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak.1 Latar Belakang Pendidikan Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah. Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa. Berdasarkan Survey United Nations Educational. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan. Scientific and Cultural Organization (UNESCO). mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara.BAB I PENDAHULUAN 1. terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pasific. kurikulum yang sentralistik membuat potret pendidikan semakin buram. minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kurikulum hanya 1 . kualitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.

Jadi. 2.2 Rumusan Masalah 1. Lebih parah lagi. padahal lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. 1. 4. Mendeskripsikan permasalahan yang mendasar pada pendidikan di Indonesia. Permasalahan apa yang mendasar dalam pendidikan di Indonesia? 2. Mendeskripsikan kualitas pendidikan di Indonesia saat ini. Mendeskripsikan diIndonesia. Bagaimana solusi pendidikan di Indonesia? 1. Ini salahnya.3 Tujuan Permasalahan 1. Mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia semakin terpuruk. para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Bagaimana kualitas pendidikan di Indonesia? 3. 3.2 didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat.pendidikan tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. faktor-faktor kualitas pendidikan khususnya . kurikulum dibuat di Jakarta dan tidak memperhatikan kondisi di masyarakat bawah.

selaras dengan dunianya (Ki Hajar Dewantara. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian yaitu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. pikiran (intelektual dan tubuh anak). menyiapkan tenaga kerja dan menyiapkan warga negara yang baik (Dwi Siswoyo. karakter). proses perbuatan serta cara mendidik.pendidikan adalah proses pengembangan dan latihan yang mencakup aspek pengetahuan (knowledge). 3 . Menurut kamus Webster’s Now World Dictionary (1962).BAB II KAJIAN TEORI Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. keterampilan (skill) dan kepribadian (character). terutama dilakukan dalam suatu bentuk formula kegiatan pendidikan mencakup proses dalam menghasilkan dan transfer ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh individu atau organisasi belajar (dalam Nanang Fatah. 2007: 83). dalam Taman Siswa tidak boleh dipisahkan bagian-bagian itu agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup. pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. dkk. Fungsi pendidikan adalah menyiapkan manusia muda yang berkualitas. 1977:14). kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik. Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin. pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik). 2004: 14). yaitu memelihara dan memberi latihan (ajaran.

Sebab ketika orang sedang belajar.1 Masalah Mendasar Pendidikan di Indonesia Masalah pertama adalah bahwa pendidikan. dengan kata lain tidak seimbang. Jadi unsur integrasi cenderung semakin hilang yang terjadi adalah disintegrasi. maka orang yang sedang belajar tersebut melakukan berbagai macam kegiatan. kurang seimbang antara belajar yang berpikir (kognitif) dan perilaku belajar yang merasa (afektif). Murid hanya menampung apa saja yang disampaikan guru. membandingkan. pengetahuan tersebut tinggal diambil saja. Masalah kedua adalah sistem pendidikan yang top-down (dari atas ke bawah) atau kalau menggunakan istilah Paulo Freire (seorang tokoh pendidik dari Amerika Latin) adalah pendidikan gaya bank. Pendidikan ternyata mengorbankan keutuhan. seperti mengamati. khususnya di Indonesia. menghasilkan “manusia robot”. Guru sebagai pengisi dan murid sebagai yang diisi. Sistem pendidikan ini sangat tidak membebaskan karena para peserta didik (murid) dianggap manusia-manusia yang tidak tahu apaapa. Padahal belajar tidak hanya berfikir. Guru sebagai pemberi mengarahkan kepada murid-murid untuk menghafal secara mekanis apa isi pelajaran yang diceritakan. semangat dan sebagainya. Otak murid dipandang sebagai safe deposit box. di katakan demikian karena pendidikan yang diberikan ternyata berat sebelah. dimana pengetahuan dari guru ditransfer kedalam otak murid dan bila sewaktu-waktu diperlukan. 4 . meragukan. menyukai.BAB III PEMBAHASAN 3.

khususnya di Indonesia yaitu : a. dari model pendidikan yang demikian maka manusia yang dihasilkan pendidikan ini hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Dimana. Dalam hal ini. masyarakat merupakan ikon pendidikan dan sebagai merupakan objek dari tujuan dari adanya pendidikan yaitu pendidikan. meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasional. interfensi dari pihak-pihak yang terkait sangatlah dibutuhkan agar pendidikan senantiasa selalu terjaga dengan baik. adalah masyarakat pada umumnya. makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara menjadi sangat relevan untuk direnungkan. menyebabkan manusia tercerabut dari akar-akar budayanya (seperti di dunia Timur/Asia). Manusia sebagai objek (yang adalah wujud dari dehumanisasi) merupakan fenomena yang justru bertolak belakang dengan visi humanisasi. 3. . Faktor internal. b. Dinas Pendidikan Daerah dan juga sekolah yang berada di garis depan. Dalam hal ini.5 Yang ketiga. Faktor eksternal.2 Kualitas Pendidikan di Indonesia Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan.

Rendahnya Kualitas Sarana Fisik Untuk sarana fisik misalnya. melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat.6 Banyak faktor-faktor yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia semakin terpuruk. buku perpustakaan tidak lengkap. Rendahnya Kualitas Guru Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah. memberi les pada sore hari. melakukan pelatihan. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri. tidak memiliki perpustakaan. Rendahnya Kesejahteraan Guru Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. dan sebagainya. pedagang mie rebus. terang saja banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. melaksanakan pembelajaran. pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran. banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak. pedagang pulsa ponsel. Faktor-faktor tersebut yaitu : a. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain. . Dengan pendapatan yang rendah. menjadi tukang ojek. melakukan pembimbingan. pedagang buku/LKS. Sementara laboratorium tidak standar. menilai hasil pembelajaran. tidak memiliki laboratorium dan sebagainya. c. b.

siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika dan di ranking ke-37 dari 44 negara dalam hal prestasi sains. Rendahnya Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan . Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut. Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah Dasar.3 juta siswa). Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94. Rendahnya Prestasi Siswa Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik. 8% (9. Angka Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54.4% (28. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Menurut Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2003 (2004). Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. kualitas guru. f. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah.4 juta siswa). e.7 d. Dalam hal ini prestasi siswa kita jauh di bawah siswa Malaysia dan Singapura sebagai negara tetangga yang terdekat.

dan lain-lain seperti yang telah dijelaskan diatas. setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25.47%.5% dan PT sebesar 36. Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja. secara garis besar ada dua solusi yaitu: . 3. dan 15. sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masingmasing tingkat pendidikan yaitu 13. Menurut data Balitbang Depdiknas 1999. rendahnya kualitas guru. Orang miskin tidak boleh sekolah.4%. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah.21%.07%. Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan bermutu itu mahal.3 Solusi Pendidikan di Indonesia Untuk mengatasi masalah-masalah.8 Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur. seperti rendahnya kualitas sarana fisik. Diploma/S0 sebesar 27.6%. 14. g. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan.

meningkatkan alat-alat peraga dan saranasarana pendidikan. juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.  Solusi teknis. diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. dan sebagainya. di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan. termasuk pendanaan pendidikan. Rendahnya kualitas guru. sehingga dapat menciptakan generasi-generasi baru yang ber-SDM tinggi.9  Solusi sistemik. berkepribadian pancasila dan bermartabat. Solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Maka dengan adanya solusi-solusi tersebut diharapkan pendidikandi Indonesia dapat bangkit dari keterpurukannya. yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik. diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme). Rendahnya prestasi siswa. . misalnya. yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini. misalnya. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan.

Salah satu cara yang harus di lakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu. rendahnya sarana fisik.2 Saran Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. 4. rendahnya prestasi siswa. rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan. rendahnya kesejahteraan guru. mahalnya biaya pendidikan. sehingga manusia yang dihasilkan dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Maka disinilah dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan mesyarakat untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan di Indonesia.BAB IV PENUTUP 4. Factor-faktor yang bersifat teknis diantaranya adalah rendahnya kualitas guru. 10 . kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan.1 Kesimpulan Banyak sekali factor yang menjadikan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Namun sebenarnya yang menjadi masalah mendasar dari pendidikan di Indonesia adalah sistem pendidikan di Indonesia itu sendiri yang menjadikan siswa sebagai objek.

11 Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumberdaya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia Internasional. .

sayapbarat.com.Made.com/2007/08/29/masalah-pendidikan-di-indonesia 12 .Jakarta:PT Rineka Cipta.Prof.Manajemen Pendidikan Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Http://forum.detiknew. Http://www.Dr.detik.com Pidarta.wordpress.2004.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->