P. 1
Booklet Perbankan 2009

Booklet Perbankan 2009

5.0

|Views: 2,926|Likes:
Published by jimmy simarmata

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: jimmy simarmata on Oct 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

Likuidasi bank adalah tindakan penyelamatan seluruh
hak dan kewajiban bank sebagai akibat pencabutan izin
usaha dan pembubaran badan hukum bank. Tatacara
likuidasi bank yang dicabut izin usahanya sebelum
terbentuknya LPS, mengacu pada PP No.25 Tahun 1999
dan SK DIR BI No. 32/53/KEP/DIR tanggal 14 Mei 1999
tentang Tatacara Pencabutan izin usaha, Pembubaran
dan Likuidasi Bank Umum, dimana pelaksanaan likuidasi
dilakukan oleh Tim Likuidasi dan Bank Indonesia

99

Booklet Perbankan Indonesia 2009

melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan likuidasi
oleh Tim Likuidasi tersebut.
Dengan berlakunya UU LPS, maka PP No.25 Tahun 1999
dan SK DIR BI No. 32/53/KEP/DIR tanggal 14 Mei 1999
dinyatakan tidak berlaku bagi bank-bank yang dicabut
izin usahanya setelah berlakunya UU LPS. Selanjutnya
pengawasan dan pelaksanaan likuidasi bank yang
dicabut izin usahanya setelah Oktober 2005 dilakukan
oleh LPS.

20.Pencabutan Izin Usaha Atas Permintaan Pemegang
Saham (Self Liquidation)

Bank yang dapat dimintakan pencabutan izin
usahanya atas permintaan pemegang saham sendiri
merupakan bank yang tidak sedang ditempatkan
dalam pengawasan khusus Bank Indonesia
sebagaimana diatur dalam ketetuan BI mengenai
tindak lanjut dan penetapan status bank.
Pencabutan izin usaha atas permintaan pemegang
saham bank hanya dapat dilakukan oleh Bank
Indonesia apabila bank telah menyelesaikan
kewajibannya kepada seluruh nasabah dan kreditur
lainnya.
Pencabutan izin usaha atas permintaan pemegang
saham bank dilakukan dalam 2 tahap: a. persetujuan
persiapan pencabutan izin usaha, b. keputusan
pencabutan izin usaha.
Apabila permohonan pencabutan izin usaha
disetujui, Bank Indonesia menerbitkan surat
keputusan pencabutan izin usaha bank dan meminta
bank untuk melakukan pembubaran badan hukum
sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.
Sejak tanggal pencabutan izin usaha diterbitkan,
apabila dikemudian hari masih terdapat kewajiban
yang belum diselesaikan, maka segala kewajiban
dimaksud menjadi tanggung jawab pemegang
saham bank.

100

Booklet Perbankan Indonesia 2009

B.Ketentuan Kegiatan Usaha dan Beberapa Produk Bank
1.Pedagang Valuta Asing (PVA) bagi Bank

PVA bank melakukan kegiatan usaha sebagai PVA
setelah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia.
Bank umum bukan bank devisa yang melaksanakan
kegiatan usaha secara konvensional dan/atau
berdasarkan prinsip syariah, BPR, dan BPRS yang akan
melakukan kegiatan usaha sebagai PVA wajib memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
Memiliki rasio KPMM sesuai dengan ketentuan yang
berlaku;
Rencana melakukan kegiatan usaha PVA tercantum
dalam Rencana Bisnis Bank bagi bank umum bukan
bank devisa dan Rencana Kerja dan Laporan
Pelaksanaan Rencana Kerja bagi BPR dan BPRS; dan
Menyertakan rencana kesiapan operasional.
Selain memenuhi persyaratan khusus untuk BPR dan
BPRS wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Memiliki tingkat kesehatan selama 12 bulan terakhir
tergolong sehat; dan
Memenuhi persyaratan modal disetor dan
kepengurusan sesuai ketentuan yang berlaku.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->