P. 1
Standar Pelayanan Kebidanan

Standar Pelayanan Kebidanan

|Views: 28,444|Likes:
Published by Hakiki Akbari

More info:

Published by: Hakiki Akbari on Oct 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2014

pdf

text

original

2009

RSBL

Dr. H. Hakiki Akbari

[STANDAR PELAYANAN

KAMAR BERSALIN]

SURAT KEPUTUSAN

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM BUDI LUHUR

Nomor

: 001/III/ Dir/RSBL/SK/2009

Perihal

: Falsafah dan Tujuan Kamar Bersalin RSBL

Lampiran

:

Direktur Rumah Sakit Budi Luhur

Menimbang

: Perlunya penertiban dan konsolidasi internal seluruh aspek pelayanan dan

pengelolaan Rumah sakit secara keseluruhan

Mengingat

: 1. SK menkes No.67781/RS/63 tahun 1963 tentang syarat-syarat pokok Rumah sakit

swasta

2. Daftar Tata cara dan syarat pendirian / Pembangunan dan penyelenggaraan

Rumah sakit swasta

3. SK Badan Pendiri Yayasan Kesehatan Budi Luhur No.446/01/YKBL/SK/Sek/07

tentang pengangkatan Direktur Rumah Sakit Budi Luhur

Memutuskan

Menetapkan :

Falsafah Kamar Operasi RSU. Budi Luhur :

Memberikan pelayanan Kamar Bersalin kepada pasien, keluarga pasien dan masyarakat secara

profesional dan holistik, dengan mengedepankan nilai nilai kemanusiaan dan solusi tanpa membeda

bedakan bangsa, suku, agama, dan dilaksanakan oleh seluruh perawat RSU. Budi Luhur secara cepat,

ramah, dan ilmiah

Tujuan Pelayanan Kamar Operasi RSU. Budi Luhur :

Memberikan Pelayanan Kamar Bersalin yang bermutu tinggi, efektif dan efisien kepada pasien,

keluarga pasien dan masyarakat di RSU Budi Luhur Cirebon

Ditetapkan di Cirebon

Pada tanggal 04/03/2009

Direktur Rumah Sakit BudiLuhur

(dr. H. Hakiki Akbari )

ORGANISASI

ADMINISTRASI

PERALATAN DAN

INSTRUMENTASI

LINEN

PENGENDALIAN INFEKSI

NOSOKOMIAL

BEDAH

FARMASI/PENGADAAN

LINEN

KOMITE MEDIK

UNIT DIKLAT RSBL

Kepala Unit

Kamar Bersalin

PERSONNEL

Dr. H. Doddy Sismayadi, SpOG

Dr. Samsudin, SpOG

Dr. H. Hakiki Akbari

Bd. Ratih

Bd. Sherly

Bd. Fitri

TATA RUANG DAN BANGUNAN KAMAR

OPERASI DAN KAMAR BERSALIN

y LOKASI

o Lokasi OK dan VK harus mudah di capai dari bagian lain dan satu sama lain

y BENTUK

o Sudut-sudutnya todak bolehtajam, baik sudut lantai, dinding maupun langit ±

langit

o Dinding, lantai dan langit-langit terbuat dari bahan yang keras, tidak berpori,

tahan api, kedap air tidak mudah kotor, tidak licin, tidak mempunyai

sambungan, warna terang.\, mudah dibersihkan dan tidak ada tempat

menampung debu

y UKURAN

o Ukuran minimal 30 ± 40 m2, maksimal 55 ± 60 m2 tinggi plafon minimal 2,5

m, maksimal 3,65 m

y PINTU

o Sebaiknya bentuk pintu sliding, namun bila pintu swing, maka pintu harus

selalu tertutup dengan menggunakan penutup otomatis

o Ukuran pintu minimal 1,2 X 2,10 m

o Pintu harus selalu terawat, dan tidak boleh mengeluarkan suara

y JENDELA

o Harus ada kaca tembus pandang agar orang dari luar dapat melihat

keadaan di dalam kamar bedah tanpa harus masuk

y VENTILASI

o Memakai AC dilengkapi filter dan sistem ultraclean luminay airflow

o Suhu diatur antara 19 ± 22 o

C dan kelembaban udara 50 ± 60 %

y SISTEM PENERANGAN

o Lampu ruangan memakai lampu pijar putih tertanam di dalam langit-langit

sehingga tidak menampung debu dan mudah dibersihkan

o Pencahayan ruangan sesuai peraturan pencahayaan pada buku ini

o Lampu operasi merupakan lampu khusus yang terdiri dari beberapa lampu

yang fokusnya dapat diatur, tidak panas, terang, tidak menyilaukan dan tidak

menimbulkan bayangan

y SISTEM GAS

o Sistem gas sebaiknya dibuat sentral memakai sistem pipa

o Sistem pipa melalui bawah lantai atau diatas langit-langit

o Dibedakan sistem pipa O2 dan Nitrogen Oksida

y SISTEM LISTRIK

o Harus ada sistem penerangan darurat dan sistem listrik cadangan

o Bila dalam kamar bedah ada beberapa titik penyambungan aliran listrik,

maka sebaiknya dibedakan sirkuitnya sehingga bila terjadi gangguan listrik

pada satu titik, maka bisa dipindahkan ke titik lainnya

y SISTEM KOMUNIKASI

o Harus ada sistem komunikasi dengan ruangan lain di dalam RS dan ke luar

RS

y INTRUMENTASI

o Semua peralatan harus mobile, mempunyai roda atau diletakkan diatas

trolley beroda

o Semua alat sebaiknya terbuat dari stainless steel dan mudah dibersihkan

A. SISTEM ZONASI DI KOMPLEKS OK-VK

y ZONA 1 : Zona Bebas terbatas

ditandai dengan warna hijau

y ZONA 2 : Zona Bersih (Clean Zone) ditandai dengan warna kuning

y ZONA 3 : Zona Semi Steril

ditandai dengan warna orange

y

ZONA 4 : Zona Steril

ditandai dengan warna merah

No Variabel

Zona 1

Zona 2

Zona 3

Zona 4

KET

1 Pakaian

-Pakaian luar

OK

masih

boleh dipakai

-Pakaian

khusus

OK

tidak

boleh

lebih luar dari

zona ini

-Pakaian

luar

OK masih boleh

dipakai. Tidak

boleh

lebih

dalam dari zona

ini. Pergantian

pakaian OK ±

Pakaian

Luar

OK disini

Petugas OK

wajib memakai

pakaian

khusus OK

lengkap

dengan

masker dan

head cover

-Tim Operasi

memakai jas

operasi

-Petugas OK

memakai

Handschoen

2 Alas Kaki -Alas Kaki luar

OK masih bisa

di pakai. Tidak

boleh lebih

dalam dari zona

ini, pergantian

alas kaki luar-

Alas kaki OK

harus mulai

dipakai

Alas Kaki

Khusus OK

saja

Alas Kaki

khusus OK

saja

OK disini

-Alas Kaki OK

tidak boleh lebih

luar dari zona ini

3 Bed

Pasien

Boleh masuk

Hanya sampai

Recovery Room

boleh masuk

Tidak boleh

masuk

Tidak boleh

masuk

4 Brankar

OK

Boleh masuk.

Tidak boleh

lebih luar dari

zona ini

Boleh masuk

Boleh masuk

Boleh masuk

untuk keluar

lagi

5 Petugas

luar OK

Boleh masuk

Boleh masuk

Boleh Masuk

dengan

memakai

pakaian

pelindung,

masker dan

head cover

Tidak boleh

masuk

6 Lain2

-Berbatas Pintu

dari luar

kompleks OK

-Berbatas Pintu

dari Zona /

ruangan lain

Berbatas pintu

dengam zona /

ruangan lain

Syarat tata

Ruangan

sesuai

standard

TATA KERJA DI KAMAR BERSALIN

Persiapan kamar bersalin

Pembersihan Rutin

Pembersihan Harian

y Setiap hari seluruh permukaan lantai kompleks OK VK di bersihkan dan

di desinfeksi

y Setiap hari dilakukan pemeriksaan prasarana seperti penyediaan air

bersih, kelistrikan, pencahayaan, ventilasi, dsb

y Setelah dibersihkan dilakukan sterilisasi ruangan dengan lampu

ultraviolet secara terus menerus hingga saat dibersihkan keesokan

harinya.

y Pelaksana adalah tim pemeliharaan, dan penaggung jawab adalah Kepala

OK dan Kepala VK

Pembersihan Mingguan

y Seluruh permukaan dinding Kamar Bersalin dibersihkan

y Lantai dibersihkan dengan dan didesinfeksi

y Seluruh permukaan lain seperti permukaan lampu , trolley , Lemari,

bedside cabinet, Kabel-kabel dan selang , cuff, Tabung O2, meja obat,

kursi, AC dll dibersihkan dan didesinfeksi

y Kamar mandi dibersihkan

y Semua peralatan sterilisasi dibersihkan

y Dilakukan rutin dan teratur seminggu sekali .

y Pelaksana adalah tim pemeliharaan dan penanggung jawab adalah kepala

OK

Pembersihan Bulanan

y Dilakukan Pemeriksaan dan penilaian kondisi dan fungsi serta

inventarisasi dan kondisi sarana fisik bangunan, prasarana dan peralatan

serta obat-obatan di kompleks OK VK

y Semua hasil pemeriksaan dilaporkan di rapat bulanan

Pembersihan Pra dan Pasca Persalinan

y Bila pasien masuk VK setelah dilakukan pembersihan rutin maka ruangan

bersalin tidak perlu dibersihkan lagi

y Bila pasien masuk VK sebelum dilaksanakan pembersihan rutin, maka

segera dilakukan pembersihan ruangan bersalin dan sekitarnya.

y Pasca persalinan semua permukaan yang terkontaminasi dibersihkan dan

di desinfeksi

Persiapan pasien bersalin

A. Persiapan fisik

Pasien harus dalam kondisi aman dan sehat untuk melakukan persalinan yang

ditandai oleh

o Dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dengan hasil pemeriksaan fisik

oleh dokter ruangan dan atau dokter konsulen RSBL menunjukkan kondisi dalam

batas toleransi

o Dokter Ruangan dan atau dokter konsulen Kebidanan menyatakan pasien dapat

melaksanakan persalinan normal

o Bila diperlukan dapat dilakukan pemasangan Supportif seperti O2, IV line

o Pasien dalam keadaan bersih, bila perlu sudah mandi, pakaian dari RS, bersih.

B. Persiapan mental

o Pasien harus memahami teknik yang benar dari persalinan dan memahami

tentang segala kemungkinan yang harus dihadapi dalam persalinan ini. Lakukan

Informed Consent sesuai prosedur.

o Pasien di tenangkan dan diberi penyuluhan yang baik agar tegar . Pasien diminta

untuk berdoa menurut keyakinannya masing-masing.

o Keluarga pasien diminta selalu mendampingi dan mendukung secara moril.

o Perlakukan sesuai peraturan Tatakrama di RSBL

C. Persiapan jalan lahir

o Tidak ada persiapan khusus jalan lahir untuk persalinan normal

Persiapan personil kamar bersalin

y Pelaksana Observasi / Penolong Persalinan

Pengertian :

Adalah petugas yang memeriksa pasien, memeriksa kehamilan, mengobservasi

kemajuan persalinan, menolong persalinan, melakukan asuhan Bayi Baru lahir,

dan mengelola kala IV

Syarat :

Bidan/ dokter/Spesialis terlatih

Memahami /fasih asuhan persalinan normal

Memahami/fasih tindakan aseptik / antiseptik

Mampu melakukan resusitasi BBL

Mampu melakukan Episiotomy dan Penjahitan

Mengenal tanda-tanda bahaya persalinan

Mampu menangani kegawatan persalinan

Tugas :

y Melakukan anamnesa,

y Melakukan pemeriksaan fisik

y Menegakkan diagnosa

y Melakukan konsultasi

y Melakukan observasi

y Mellengkapi formulir SOAP dan Partograf

y Menolong persalinan kala II

y Melakukan Asuhan BBL

y Melakukan Resusitasi BBL

y Melakukan Inisiasi Menyusu Dini

y Mengelola perdarahan dan perlukaan pasca persalinan

y Memantau Kala IV

y Membuat Laporan

y Asisten Penolong

Pengertian :

Adalah petugas yang membantu penolong melaksanakan tugasnya

Syarat :

Paramedik / Bidan terlatih

Memahami proses asuhan persalinan normal

Memahami/fasih tindakan aseptik / antiseptik

Mampu membantu melakukan resusitasi BBL

Mampu membantu tindakan Episiotomy dan Penjahitan

Mengenal tanda-tanda bahaya persalinan

Mampu membantu penenganan kegawatan persalinan

Mengenal betul ruangan bersalin dan letak alat / obat

Tugas

y Membantu anamnesa,

y Membantu pemeriksaan fisik

y Membantu melakukan observasi

y Sebagai asisten persalinan kala II

y Membantu Asuhan BBL

y Membantu resusitasi BBL

y Membantu Inisiasi Menyusu Dini

y Membantu pengelolan perdarahan dan perlukaan pasca persalinan

y

Membantu memantau Kala IV

y Melakukan pembersihan ruangan, desinfeksi, pengelolaan sampah dsb

Rumah Sakit

Prosedur Pelayanan Pasien Bersalin

Budi Luhur

01/KEP/SOP

No Revisi

PROSEDUR TETAP

Tanggal terbit

Ditetapkan

Direktur

Prosedur Tetap Pelayanan Pasien Bersalin di RSBL

Tujuan :

y Terlaksana pelayanan persalinan normal yang aman dan sesuai standar

y Ibu dapat melahirkan dengan selamat dan terawasi dengan cermat

y Bayi dapat lahir dengans elamat dan terawat dengan baik

Kebijakan :

y Tata laksana persalinan normal mengacu pada Standar asuhan persalinan normal

JNPK-KR dan Standar Pelayanan kebidanan DepKes

y Pelayanan persalinan normal dilaksanakan oleh setidaknya seorang bidan terlatih dan

seorang asisten

y Semua Kegiatan pelayanan harus tetap sesuai dengan standar kerja, standar profesi

dan kode etik yang berlaku di RSBL

y RSBL mendukung program IMD, RS. Sayang Ibu dan Sayang Bayi

Prosedur

1. Pasien datang ke RS melalui Poliklinik atau UGD

2. Pasien dapat langsung masuk ruangan / VK setelah itu dilakukan pendaftaran atau

sebaliknya.

3. Pasien yang belum inpartu dan atau pasien dengan kala I masuk ke Ruang rawat

Kebidanan (R23), sedangkan pasien dengan Kala II masuk ke Ruang Bersalin/VK

4. Pasien diganti pakaiannya dengan pakaian RS / Kangguru

5. Siapkan Bed

6. Semua pasien rujukan kebidanan di pasang infus RL dengan Transfusion set dan IV

canule 20 F atau sesuai kebutuhan

7. Bidan jaga segera memeriksa pasien dan melakukan penapisan

8. Konsultasikan pasien kepada Konsulen/ Spesialis Kebidanan

9. Bila diputuskan untuk persalinan normal, maka penatalaksanaan selanjutnya sesuai

standar pelayanan kebidanan / asuhan persalinan normal oleh Bidan

10. Segera konsultasikan pasien kepada Konsulen bila terjadi :

o Perdarahan pervaginam yang mencurigakan

o Ketuban pecah bercampur mekonium

o Ada tanda-tanda gawat janin

o Ada tanda-tanda infeksi

o Fase aktif kala I kepala 5/5 pada primipara

o Tali pusat menumbung

o Presentasi ganda

o Gejala shock

o Fase laten > 8 jam grafik partograf dikanan garis waspada

11. Bila pembukaan hampir lengkap dan kemajuan persalinan baik, serta kondisi ibu dan

janin baik, pasien segera dipindah ke kamar bersalin / VK

12. Asisten segera menyiapkan ruangan , alat dan bahan medis lainnya

13. Dilakukan asuhan persalinan kala II

14. Konsultasikan kepada konsulen Kebidanan apabila :

o Kala II > 1 jam pada multipara

o Kala II > 2 jam pada primipara

15. Bila diputuskan untuk :

o Vaccuum Ekstraksi, maka lakukan VE sesuai prosedur

o Sectio Caesaria, maka lakukan SC sesuai prosedur

o Lahir normal, maka dilakukan asuhan persalinan normal, asuhan BBL dan

pengawasan kala IV

16. Pasca persalinan,Asuhan BBL dan pengawasan kala IV dilakukan di VK.

17. Inisiasi menyusu dini dan imunisasi dilakukan di VK

18. Setelah kondisi stabil pasca pengawasan kala IV, pasien dipindahkan ke rawat inap

kebidanan

19. Pasca persalinan normal, pengawasan ibu dan bayi setidaknya dilakukan selama 24 jam

ASUHAN PERSALINAN NORMAL

DI KAMAR BERSALIN

RUMAH SAKIT UMUM BUDI LUHUR

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->