P. 1
DINDING SEL (Adnan, UNM)

DINDING SEL (Adnan, UNM)

1.0

|Views: 8,604|Likes:
Published by adnan_unm3177
Biologi Sel

1

DINDING SEL
Adnan (Dosen Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar)

A. PENDAHULUAN

Dinding sel terletak pada bagian luar membran sel dan merupakan suatu eksoskeleton yang berperan untuk memberi bentuk pada sel, melindungi, sekaligus sebagai penyokong mekanik. Dinding sel, juga berperan dalam memelihara keseimbangan tekanan osmosis antara cairan intraseluler dan kecenderungan air untuk memasuki sel.

Gambar 4.1. Perbandingan Sel Hewan dan Tumbuhan bila Ditempatkan dalam Berbagai
Biologi Sel

1

DINDING SEL
Adnan (Dosen Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar)

A. PENDAHULUAN

Dinding sel terletak pada bagian luar membran sel dan merupakan suatu eksoskeleton yang berperan untuk memberi bentuk pada sel, melindungi, sekaligus sebagai penyokong mekanik. Dinding sel, juga berperan dalam memelihara keseimbangan tekanan osmosis antara cairan intraseluler dan kecenderungan air untuk memasuki sel.

Gambar 4.1. Perbandingan Sel Hewan dan Tumbuhan bila Ditempatkan dalam Berbagai

More info:

Published by: adnan_unm3177 on Oct 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2015

pdf

text

original

Biologi Sel

1

DINDING SEL
Adnan (Dosen Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar)

A. PENDAHULUAN

Dinding sel terletak pada bagian luar membran sel dan merupakan suatu eksoskeleton yang berperan untuk memberi bentuk pada sel, melindungi, sekaligus sebagai penyokong mekanik. Dinding sel, juga berperan dalam memelihara keseimbangan tekanan osmosis antara cairan intraseluler dan kecenderungan air untuk memasuki sel.

Gambar 4.1. Perbandingan Sel Hewan dan Tumbuhan bila Ditempatkan dalam Berbagai Jenis Larutan (http://www.glenbrook.k12.il.us/gbssci/bio/apbio/HTML%20Presentation%20f older3/chap%208/Lecture%203,%20Ch.%208.ppt)

Jika suatu sel ditempatkan di dalam larutan yang mempunyai tekanan osmosis yang isotonis dengan cairan intraseluler, maka sitoplasma tetap melekat pada dinding sel. Akan tetapi jika konsentrasi larutan di dalam media lebih tinggi daripada cairan intraselulernya (hipertonis), maka air akan keluar dan sitoplasma tertarik dari dinding sel. Jika konsentrasi larutan di dalam media lebih rendah daripada cairan intraselulernya (hipotonis), maka air akan masuk ke dalam sel
1

2

dan akibatnya sel-sel menggelembung dan akhirnya pecah (De Robertis et al., 1975). Dengan demikian, adanya dinding sel menyebabkan suatu sel dapat survive dan tidak pecah dalam lingkungan hipotonis dan dapat mencegah terjadinya dehidrasi (Thorpe, 1984). B. DINDING SEL PROKARIOTA 1. Komponen Dinding Sel Bakteri Komponen dinding sel bakteri terdiri atas peptidoglikan, asam-asam teichoat, dan asam teichuronat. a. Peptidoglikan Peptidoglikan, yaitu suatu polimer N-glikosamin terasilasi dengan rantai peptida. Terdiri atas unit-unit N-asetilglukosamin dan N-asetilmuramat secara bergantian (gambar 3.1). Peptidoglikan berfungsi, yaitu (i) mencegah lisis sel di dalam media hipotonis, (ii) menyebabkan sel kaku dan memberi bentuk kepada sel.

Gambar 4.2. Struktur N-Asetilglukosamin dan N-asetilmuramat (Thorpe, 1984)

Ada tiga variasi mengenai struktur peptidoglikan (gambar 4.3) dan satu di antara variasi tersebut ditunjukkan pada gambar 4.4.

2

Biologi Sel

3

Gambar 4.3 Variasi struktur peptidoglikan (Thorpe, 1984)

Gambar 4.4 Struktur kimia peptidoglikan Tipe I (Thorpe, 1984)

b. Asam Teichoat Asam teichoat adalah kelompok polimer poliofosfat, terdapat di dalam dinding sel dan juga pada membran sitoplasma. Asam teichoat di dalam dinding sel kurang lebih 2050% berat kering dinding sel. Asam teichoat berperan untuk mengikat Mg dari lingkungan untuk digunakan dalam reaksireaksi metabolisme sel.

3

4

Ada dua klas poliofosfat yang menonjol yaitu ribitol fosfat dan gliserolfosfat. Gliserolfosfat lebih tersebar dari pada poliribitolfosfat (gambar 3.4).

Gambar 4.5. Struktur Asam teichoat (Thorpe, 1984)

c. Asam Teichuronat Polimer lain dari karbohidrat yang dijumpai pada setiap bakteri adalah asam teikuronat yang terikat secara kovalen pada peptidoglikan dan kedua asam tersebut dapat dipisahkan dari peptidoglikan dengan cara hidrolisis.

Gambar 4.6. Struktur Asam teichuronat (Thorpe, 1984)

4

Biologi Sel

5

Asam teichoat dan asam teichuronat kovalen ke peptidoglikan 2. Struktur Dinding Bakteri

terikat secara

Pada bagian paling luar sebuah sel bakteri dapat dijumpai adanya kapsul atau lapisan lendir. Sebelah dalam kapsul dijumpai dinding sel. Sebelah dalam dinding sel dijumpai membran plasma,
A generalized prokaryotic cell
ribosomes food granule prokaryotic flagellum capsule or slime layer cell wall plasmid (DNA) cytoplasm plasma membrane chromosome (nucleoid region) pili

Gambar 4.7 Struktur umum sel bakteri

Gambar 4.8. Struktur Dinding Bakteri Gram Positif

Secara umum dikenal dua kelompok bakteri yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Dinding bakteri gram positif mengandung peptidoglikan antara 40-90%. Selain itu, juga mengandung asam teichoat, yaitu suatu kelompok polimer
5

6

poliofosfat. Kadang-kadang komponen tersebut dijumpai baik pada dinding sel maupun pada membran sel. Dinding sel bakteri gram positif lebih homogen. Tebal dinding bervariasi antara 10-80 nm, tergantung spesies bakterinya. Selain peptidoglikan, juga terdapat polisakarida lain dan asam-asam teichoat. Umumnya molekul asam teichoat terikat secara kovalen pada peptidoglikan (Smith & Wood, 1992). Dinding bakteri gram negatif mengandung peptidoglikan kurang lebih 1% dan memiliki struktur yang lebih kompleks. Membran sebelah luarnya terdiri atas lipida amfifatik, lipopolisakarida, dan protein. Lipopolisakarida adalah suatu kompleks lipida tempat melekatnya rantai polisakarida yang panjang (Gambar 5.9).

Gambar 4.9. Model Umum Dinding Sel Bakteri Gram Negatif (Thorpe, 1984)

6

Biologi Sel

7

Gambar 4.10. Model dinding sel bakteri gram negatif dalam bentuk 3 dimensi.(Smith & Wood, 1992)

Membran luar mengandung protein, terutama protein porin yang berperan sebagai jalur pengangkutan dan sekaligus sebagai perintang bagi molekul-molekul yang mampu melewati membran sebelah luar. Membran luar menutupi lapisan peptidoglikan. Membran luar terikat pada lapisan peptidoglikan melalui murein lipoprotein. Karboksil terminal dari protein ini terikat secara kovalen pada peptidoglikan (Smith & Wood, 1992).

7

8

Gambar 4.11. Bayer’s Junction Pada Dinding Bakteri gram Negatif (Smith & Wood, 1992).

Residu asam lemak terikat secara koovalen pada asam amino terminal. Satu lapisan membran luar terintegrasi dengan membran dalam dan terikat secara bersama-sama. Sitoplasma dan membran luar mempunyai daerah yang berhubungan yang dinamakan Bayer’s junction. Daerah lapisan luar membran plasma berhubungan dengan lapisan dalam membran luar. Komponen-komponen protein dan lipida disintesis pada bagian dalam membran plasma dan ditranslokasi melalui Bayer’s (Smith and Wood, 1992). Membran sebelah luar dari bakteri gram negatif memiliki beberapa sifat-sifat biologis, yaitu mempunyai suatu muatan negatif yang penting dalam mempertahankan keadaan uniseluler organisme serta sifat hidrofilik pada permukaan yang memberi fungsi perlindungan agar tidak termakan oleh fagosit. Pada bagian periplasma terdapat protein yang disebut protein periplasma yang terdapat pada bagian sebelah luar membran plasma. Salah satu kelompok protein periplasma yang penting adalah hidrolase. Hidrolase berfungsi (i) menguraikan molekul besar menjadi molekul yang lebih sederhana sebelum memasuki sel melalui membran plasma serta (ii) melindungi diri dengan cara menguraikan asam-asam nukleat yang berasal dari bakteriofage. Kelompok protein periplasma yang lain ada yang berfungsi dalam proses transportasi molekul-molekul tertentu, misalnya asam-asam amino dan gula (Thorpe, 1984). C. DINDING SEL TUMBUHAN Salah satu ciri yang membedakan antara sel hewan dan sel tumbuhan adalah adanya dinding sel. Seperti dikemukakan sebelumnya bahwa dinding sel terdiri atas dinding primer dan
8

Biologi Sel

9

dinding sekunder, diantara dinding primer dari suatu sel dengan dinding primer dari sel tetangganya, terdapat lamella tengah. Lamella tengah merupakan perekat yang mengikat sel-sel secara bersama-sama untuk membentuk jaringan dan oleh sebab itu dijumpai diantara dinding sel-sel primer yang berdekatan. Komponen utama dinding sel tumbuhan adalah polisakarida yang terdiri atas tiga tipe utama yaitu. a. Selulosa b. Hemiselulosa c. Polisakarida pektat 1. Selulosa Selulosa pada kayu kurang lebih 45% dari berat keringnya, sedangkan pada kapas kurang lebih 98%. Selulosa adalah polimer lurus yang terdiri atas unit-unit glukosa yang membentuk rantai yang saling berhubungan melalui ikatan glikosida β 1-4. Satu molekul selulosa terdiri atas 8.000-15.000 unit glikosa. Dalam satu mikrofibril, setiap rantai glukosa membentuk ikatan hidrogen dengan rantai glukosa yang ada didekatnya sehingga secara struktural mikrofibril menjadi lebih stabil.
CH2OH O O OH O OH CH2OH O O OH CH2OH O O OH CH2OH O O OH CH2OH O O

OH

OH

OH

OH

OH

Gambar 4.12. Struktur Molekul Selulosa

9

10

Gambar 4.13. Ikatan hidrogen yang menghubungkan molekul selulosa dengan molekul selulosa yang lain (Thorpe, 1984)

2. Hemiselulosa Hemiselulosa merupakan molekul heteropolimer yang bercabang-cabang. Keberadaannya terdiri atas berbagai macam gula dan asam uronat, gula heteropolimer pentosa (arabinosa, xylosa), heksosa (manosa dan galaktosa) (Gambar 5.12).

Gambar 4.14. Rumus struktur beberapa macam gula (Thorpe, 1984)

Berbagai jenis hemiselulosa mempunyai dua ciri struktur yang sama, yaitu : a. Satu tulang punggung yang terdiri atas ikatan β 1−4
10

Biologi Sel 11

Beberapa hemiselulosa diberi nama xylan, arabinok xylan, glukomannan, galaktomannan, dan xyloglukan. Dari nama tersebut, mencerminkan strukturnya (Gambar 4.15).

b. Rantai samping yang pendek, misalnya glukomannan.

Galaktoglukomannan

Xylan

Arabinogalaktan
Gambar 4.15. Struktur berbagai molekul hemiselulosa (Thorpe, 1984)

3. Pektin Pektin adalah suatu famili dari polisakarida dan memiliki struktur yang sangat bervariasi. Satu ciri utama yang dimilikinya adalah adanya gugus asam yang disebabkan oleh adanya

11

12

residu asam glukoronat dan galaktoronat. Hemiselulosa berfungsi melapisi mikrofibril sekaligus sebagai perekat. Pektin mempunyai struktur yang sangat bervariasi dengan ciri utama adanya gugus asam yang merupakan residu asam glukoronat dan galaktoronat (Gambar 4.17).

R1

HO

C = C − CH2OH | | H H R2
Gambar 4.17. Struktur Pektin (Thorpe, 1984)

4. Protein Struktural Dinding sel tumbuhan juga mengandung komponenkomponen non polisakarida, yaitu berupa protein-protein struktural yang kaya dengan hidroksi prolin yaitu sekitar 25%. Diduga bahwa, fungsi dari protein tersebut adalah dalam pengorganisasian dinding sel. 5. Plastik Biologi Selain itu, terdapat plastik biologi, yaitu lignin dan kutin. Lignin biasanya mengisi dinding sekunder dan menyebabkan dinding menjadi kaku. Lignin dibentuk dari hasil polimerisasi prekuersor lignin.

12

Biologi Sel 13

Gambar 4.18. Rumus Umum Lignin (Thorpe, 1984)

Ada tiga tipe prekuersor lignin, yaitu (i) Coumaril alkohol (R1=H dan R2=H); (ii) Cineferil alkohol (R1=H dan R2=OCH3); dan (iii) Synapyl alkohol (R1=OCH3 dan R2=OCH3). Lignin berfungsi sebagai bahan pengisi dinding sel . Kutin biasanya terdapat pada permukaan dinding sel dan berfungsi agar permukaan sel resisten terhadap dehidrasi dan juga sebagai proteksi sel terhadap luka. Struktur kitin belum jelas, namun ia mengandung asam lemak hidroksi (C16-C18) yang terikat secara kovalen satu dengan yang lain melalui ikatan ester. 6. Mikrofibril Dinding primer tersusun atas selulosa, yaitu suatu polimer β-glukosa dengan ikatan β 1-4. Kurang lebih 8.00015.000 gugus β-glukosa secara bersama-sama membentuk satu rantai selulosa. Kurang lebih 40-70 tantai molekul selulosa terdapat dalam kelompok-kelompok yang sejajar membentuk mikrofibril. Mikrofibril-mikrofibril saling berkelompok membentuk mikrofibril dengan diameter ± 0,5 µ dan tampak dengan mikroskop cahaya (Thorpe, 1984). Di dalam dinding sel, mikrofibril dilapisi oleh hemiselulosa yang selanjutnya dihubungkan ke hemiselulosa lain oleh pektin dan polisakarida lain (Albert et al., 1983).

13

14

Gambar 4.19. Ikatan Antara Mikrofibril pada Dinding Sel (Albert et al., 1983)

Pada dinding primer, mikrofibril-mikrofibril tersusun erat dan letaknya tersebar (Gambar 4.20). Ruang-ruang di antara mikrofibril diisi oleh air, protein dan bahan dinding sel lain, yaitu hemiselulosa dan pektin. Mikrofibril-mikrofibril tersebut bersifat lentur dan dapat memanjang. Kandungan hemiselulosa tinggi dan selulosa rendah. Dinding primer adalah struktur yang pertama dibentuk dan diletakkan pada lamella tengah. Dinding sekunder terutama terdiri atas selulosa. Pada beberapa sel terdapat pektin. Lapisan terluar dinding sel sekunder terdapat lignin, kutin, dan suberin. Lignin terdiri atas tiga macam yaitu koniferin alkohol, senafil alkohol, dan kumoril alkohol. Kutin merupakan rentai karbohidrat dengan jumlah atom C antara 21-35. Lilin adalah ester asam lemak dengan alkohol.

14

Biologi Sel 15

Microtubules (part of cytoskeleton) chloroplast

plastid

mitochondrion

Golgi complex smooth endoplasmic reticulum vesicle rough endoplasmic reticulum

central vacuole

plasmodesma cell wall plasma membrane

nucleus

nucleolus nuclear pore chromatin nuclear envelope intermediate filaments ribosomes free ribosome

A generalized plant cell

(a)

(b) Dinding primer

(c)

Dinding sekunder

Gambar 4.20. Susunan mikrofibril pada dinding sel (Thorpe, 1984)

Pada dinding primer, mikrofibril tersebar dalam suatu matriks , bersifat lentur, dan memanjang bersama-sama dengan pemanjangan protoplasma, kadar hemiselulosa tinggi dan hemiselulosa relatif rendah. Dinding primer merupakan struktur yang pertama kali diletakkan pada lamella tengah. Pada dinding sekunder, mikrofibrilnya tersusun sejajar, kaku dan tidak dapat memanjang, kadar hemiselulosa relatif rendah dan selulosanya lebih banyak. Dinding sekunder dibentuk setelah sel mencapai ukuran yang maksimum. Dinding sekunder merupakan suatu struktur multilamella yang terdiri atas tiga

15

16

lapisan yang disebut S1, S2, dan S3. Mikrofibril pada lapisan ini terle-tak sejajar tetapi menurut arah yang berbeda pada lapisan yang berbeda. Pertumbuhan Dinding Sel Pada pertumbuhan dinding sel, ada dua proses yang terlibat, yaitu pembelahan sel dan pemanjangan sel. Pembelahan sel berlangsung pada jaringan meristematis. Selsel anak yang dihasilkan pada jaringan meristematis mempunyai ukuran yang lebih kecil dari pada sel-sel dewasa. Setelah sel anak terbentuk, maka selanjutnya ter-jadi pemanjangan sel. Ada dua teori yang berkenaan dengan pemanjangan dinding sel, yaitu teori multinet, dan teori orientasi aktif. Menurut teori multinet , mikrofibril diletakkan pada permukaan bagian dalam dinding sel menurut arah melintang terhadap panjang sel. Pada waktu dinding sel memanjang, mikrofibril-mikrofibril mengalami reorientasi ulang ke arah sumbu longitudinal sel hingga mikrofibril sejajar dengan sumbu. Dengan demikian orientasi mikrofibril menurut teori multinet berlangsung secara pasif mengikuti perentangan dinding sel selama berlangsungnya pertumbuhan (gambar 4.21).

Gambar 4.21. Pertumbuhan multinet (Thorpe, 1984)

16

Biologi Sel 17

Selama pemanjangan dinding sel, mikrofibril bergerak satu terhadap yang lain. Pada gambar 4.22 ditunjukkan mekanisme pemanjangan dinding sel. Dalam hal ini terdapat enzim-enzim yang memutuskan ikatan antara dua polisakarida dinding sel (a) dan tetap melekat pada salah satu titik pemotongan, kemudian polisakarida dapat bergeser dengan bebas (b) dan bererak hingga enzim membentuk ikatan yang baru.

Gambar 4.22. Mekanisme Pemnajangan Dinding Sel (Thorpe, 1984)

Menurut teori orientasi aktif, mengemukakan bahwa terbentuknya lapisan mikrofibril yang sejajar pada dinding sel tumbuhan yang tidak tumbuh lagi berlangsung secara siklosis, (mengalirnya bahan-bahan sitoplasma di dalam sel tumbuhan) pada bagian dalam sel. Aliran siklosis ini orientasi mikrofibril pada bagian luar sel Pada tabel 4.1, ditunjukkan perbedaan dinding primer dengan dinding sekunder.

17

18

Tabel 4.1 Perbedaan antara dinding primer dengan dinding sekunder. Karakteristik
Fleksibilitas dan Ekstensibilitas Ketebalan Susunan Mikrofibril Kadar Selulosa Kadar Hemiselulosa Kadar Lipida Kadar Protein Pertumbuhan

Dinding Primer
Tinggi Dinamis Acak Rendah 50% 5-10% 5% Multinet

Dinding Sekunder
Rendah Statis Sejajar Tinggi 25% Sedikit/Tidak ada Rendah Aposisi

LATIHAN A. Pilihlah jawaban B jika pernyataan benar dan S jika pernyataan salah.
ID 1 Questions Image Perhatikan gambar berikut!. Gambar tersebut menunjukkan sel yang ditempatkan di dalam larutan dengan tekanan osmosis yang isotonis () () 2 Benar Salah

Perhatikan gambar berikut!. Gambar tersebut menunjukkan sel yang ditempatkan di dalam larutan dengan tekanan osmosis yang hipotonis () () Benar Salah

18

Biologi Sel 19

3

Perhatikan gambar berikut!. Gambar tersebut menunjukkan sel yang ditempatkan di dalam larutan dengan tekanan osmosis yang hipertonis () () Benar Salah

4

Komponen dinding sel bakteri terdiri atas peptidoglikan, asam-asam teichoat, asam teichuronat dan asma muramat () () Benar Salah berfungsi, :

5

Peptidoglikan media

mencegah lisis sel di dalam hipotonis, menyebabkan sel kaku dan memberi bentuk kepada sel. () () 6 Benar Salah

Ada tiga variasi mengenai struktur peptidoglikan (lihat gambar).Variasi dan () () jumlah Benar Salah teichoat adalah polimer membran Polimer asam tersebut amino terletak pada rantai samping penyusunnya.

7

Asam kelompok

poliofosfat, terdapat di dalam dinding sel dan sitoplasma. gambar di samping.

polifosfat ditunjukkan pada

19

20

() () 8

Benar Salah disamping struktur bakteri gram sel

Correct Incorrect

Gambar menunjukkan dinding positif. () () Benar Salah

9

Dinding bakteri gram positif mengandung antara 40-90%. () () Benar Salah peptidoglikan

10

Protein porin pada dinding bakteri berperan sebagai jalur pengangkutan dan sekaligus sebagai perintang bagi molekul-molekul yang mampu melewati membran sebelah luar. () () Benar Salah gram negatif

11

Membran sebelah luar dari bakteri memiliki beberapa sifat-sifat biologis, yaitu mempunyai suatu muatan negatif yang penting mempertahankan sifat fungsi () () hidrofilik perlindungan Benar Salah uniseluler organisme dalam keadaan serta pada agar

permukaan yang memberi tidak termakan oleh fagosit.

20

Biologi Sel 21

B. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar ! 1. Jelaskan apa yang terjadi pada sebuah sel yang ditempatkan di dalam larutan yang bersifat isotonis, hipotonis dan hipertonis ! 2. Jelaskan fungsi komponen-komponen dinding sel bakteri ! 3. Buatlah perbandingan antara dinding sel bakteri gram positif dan negatif ! 4. Dalam hal apa, selulosa dan hemiselulosa berbeda bila ditinjau dari struktur kimianya ? 5. Tulislah 3 jenis rumus umum prekuersor lignin. Dalam hal apa ia berbeda ? 6. Jelaskan keterkaitan komponen-komponen dinding sel tumbuhan dalam membentuk dinding sel yang utuh ! 7. Jelaskan perbandingan antara dinding primer dan sekunder pada tumbuhan ! 8. Jelaskan minimal dua teori yang berhubungan dengan pertumbuhan dinding sel !.

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->