P. 1
Filsafat Ilmu - Benny Irawan

Filsafat Ilmu - Benny Irawan

|Views: 335|Likes:
Published by Misterheri Piwan
Materi Kuliah Pasca Sarjana "FILSAFAT" oleh DR.Benny Irawan, Minggu 04 Oktober 2009. Untirta Serang Banten
Materi Kuliah Pasca Sarjana "FILSAFAT" oleh DR.Benny Irawan, Minggu 04 Oktober 2009. Untirta Serang Banten

More info:

Published by: Misterheri Piwan on Oct 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2010

pdf

text

original

FILSAFAT ILMU

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BERFIKIR
By Benny Irawan Referensi Bahan Bacaan Pengantar Filsafat (Louis Karspov) Filsafat Ilmu dan Penelitian (Prof. DR.Sutriyono) Dasar Dasar Filsafat (Suparlan Suhartono Ph.D) Filsafat Umum (Asmo Ahmadi) (Kuliah Ke-1, Minggu 04 November 2009) HAKIKAT PRIBADI MANUSIA Sebagai Mahluk Tuhan yang Otonom • Berdiri sebagai pribadi yang tersusun atas kesatuan jiwa raga dan eksis sbg individu yang bermasyarakat (Social human being) • Mahluk yang lemah yang keberadaannya tergantung kepada Penciptanya • Selain ada ketergantungan (dependence) juga memilki keleluasaan (independence) lahir seperti buku tanpa bab pendahuluan (diisi oleh orang tuanya) dan penutup (disebut penutup karena proses; belajar, ilmu, pengalaman) Sebagai Mahluk Berjiwa Raga • Maka ketika jiwa sakit, raga tanpa arah • Ketika jiwa menyatu dg raganya, maka kejiwaan seseorang terlihat dari tingkah badannya, jadi badan seseorang mencerminkan jiwanya (Prof.Soetrisno) • Dalam kejiwaan seseorang terdapat tri potensi; Cipta, Rasa dan Karsa Social Human Being • Karena lahir satu persatu orang perorang dari individu yang berbeda maka manusia lahir secara individual • Sebagai pribadi (individu) ada kesadaran 1. Bahwa ketika lahir dirinya lemah, bergantung pada yang lain 2. Walaupun memiliki otonomi dan kebebasan menentukan nasib sendiri, namun ada kesadaran perlunya kerjasama dengan yang lain. Sebagai Mahluk Berfikir • Manusia mempunyai ciri istimewa yakni kemampuan berfikir yang ada dalam satu struktur dengan perasaan dan kehendaknya sehingga disebut sebagai mahluk yang berkesadaran aristoteles: animal ratinale Filsafat Ilmu • How to think

• • • •

How to plan And How to act Cogito ergo sum (Rene Descartes) I think so I exist

Knowledge (Pengetahuan) • • Knowledge/pengetahuan adalah hasil kegiatan ingin tahu manusia tentang apa saja melalui cara-cara dan dengan alat alat tertentu. Pengetahuan bermacam jenis dan sifat, ada yang langsung, tidak langsung, tetap dan berubah-ubah, ada yang subyektif khusus dan ada yang obyektif umum dan ada pengetahuan yang benar dan ada yang salah.

Rasa Ingin Tahu • Keinginan atau kemauan (will) merupakan salah satu unsur kekuatan kejiwaan manusia. • Keinginan merupakan bagian intergral dari Tri Potensi Kejiwaan: Rational (Cipta/Akal), Emotion (Rasa), Will (Keinginan/Kemauan) • Ketiganya merupakan kesatuan yang utuh dan saling melengkapi • Potensi Karsa inilah yang mendorong rasa ingin tahu. Proses Mencapai Kepuasaan • Rasa heran, ketika menghadapi sesuatu yang tidak disangka • Keraguan, ketika kita bimbang atas kebenaran sesuatu • Perkiraan, ketika keraguan memudar karena ada informasi tentang hal tersebut • Pendapat, berdasarkan pengukuran informasi dengan alasan dan bukti-bukti • Kepastian, proses ini tercapai jika lolos dari ujian percobaan berulang-ulang • Keyakinan, ketika memiliki keteguhan tentang sesuatu dan membentuk sauatu pendirian yang kukuh dan tidak bisa diubah. Obyek dan Sasaran Pengetahuan • Jika di uraikan bisa berupa Badan, benda yang bersifat konkret (berada dalam batasan ruang dan waktu), dan kuantitatif (dalam berbagai jenis dan bentuk) bahan Tuhan sebagai kausa prima • Sasaran ditujukan kepada keperluan hidup sehari hari (pengetahuan sandang pangan dan lingkungan sehat) sampai kepada pengetahuan teoritis filosofis yang berkaitan dengan masa depan (bagaimana bersikap baik terhadap sesama mahluk dan kepada Tuhannya=habluminannas dan habluminallah)

Sumber dan Cara-Cara Mengetahui • Kepercayaan yang berdasarkan tradisi, umumnya diperoleh melalui cara mewarisi • Kebiasaan diperoleh berdsarkan turun temurun, adat dsb. • Kesaksian orang lain, diperoleh dari ceritera • Pancaindra (Pengalaman, Experience)

• Common sense (hal-hal bersifat umu) dan instuisi Jenis dan Sifat-Sifat Pengetahuan • Kepercayaan yang berdasarkan tradisi, pengetahuan yang diterima begitu saja tanpa kritik, disebut Pengetahuan biasa/langsung. Sifatnya receptive dan relatif, tergantung kepada situasi dan kondisi, oleh karena itu sangat dinamis berjenisjenis, berbeda beda, berubah ubah dan tidak berlaku umum. • • Demikian pula kesaksian yang bersumber dari kesaksian orang lain, kebenarannya tergantung dari nara sumber tadi. Pancaindra/Indrawi (pengalaman, eksperience) kadang dianggap benar, yang menjadi problem adalah pancaindra terbatas pada sifat fisik/psikis saja (dilihat, didengar, dicium, diraba dsb) bersifat heterogen, berubah ubah. Pengetahuan berdasarkan akal pikiran, berbeda dari ketiganya. Ini sesuai akal budinya sendiri, sesuai tujuannya tidak berubah dan homogen, terlepas dari segala perbedaan serta phenomena yang terjadi, tetapi tetap pengetahuan ini obyektif. Kebenaran menurut intuisi, suatu pengetahuan yang sulit diukur, karena berasal dari nurani seseorang, sehingga tergantung dari keyakinan seseorang, biasanya sulit diterangkan kepada orang lain. Pengetahuan berdasar intuisi ini berasal dari hati kecil (consience) jadi merupakan kepercayaan internal (bukan eksternal) Sering dijadikan sebagai filsafat hidup atau ”ilmu” yang menjadi pengetahuan bagi dirinya, artinya tidak terpaku pada pendekatan, metode, sistem yang sifatnya logis, empiris dan pragmatis saja, kadang hati nurani yang membuka kesadaran kita pada ”ketidakterbatasan” realitas, kadang menyadarkan kita akan kepicikan keilmuan.

• •

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->