P. 1
Kepdir 80 Tahun 2008 Pedoman Pengadaan Brg & Jasa PLN

Kepdir 80 Tahun 2008 Pedoman Pengadaan Brg & Jasa PLN

|Views: 5,271|Likes:
Published by arrester97

More info:

Published by: arrester97 on Oct 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

5.1 Maksud dan Tujuan 121
5.2 Ketentuan Umum e-Procurement PLN 121
5.3 Ketentuan Pelaksanaan e-Procurement PLN 122

Booklet pil b (pil 8-12).indd 15
Booklet pil b (pil 8-12).indd 15

3/13/2008 11:34:52 AM
3/13/2008 11:34:52 AM

117

BAB IV : PENGADAAN KHUSUS

4.6.2.2 Pengguna Barang/Jasa menetapkan bentuk Penyedia Jasa Asuransi
yang digunakan/dibutuhkan dapat berupa Penyedia Jasa Asuransi
Tunggal atau co-insurance dengan Penyedia Jasa Asuransi Lainnya;

4.6.2.3 Dalam hal co-insurance dengan Perusahaan Asuransi Lainnya, maka
Pengguna Barang/Jasa menetapkan jumlah maksimum anggota yang
akan mendampingi Penyedia Jasa Asuransi yang bertindak sebagai
Pemimpin/leader;

4.6.2.4 Pengguna Barang/Jasa menetapkan kriteria Penyedia Jasa Asuransi
yang dapat bertindak sebagai pemimpin/leader dan yang dapat
bertindak sebagai anggota/member;

4.6.2.5 Dalam Dokumen Pengadaan ditetapkan jumlah Peserta yang menjadi
leader dan Jumlah Peserta yang menjadi Member berdasarkan pada
kriteria yang telah ditetapkan pada saat prakualifikasi. (Disesuaikan
dengan perkembangan pasar asuransi saat itu);

4.6.2.6 Pemenang Pengadaan secara otomatis akan menjadi leader dan bekerja
sama secara co-insurance dengan Penyedia Jasa Asuransi lainnya dan
mempersiapkan Polis Asuransi, Kontrak Asuransi dan Prosedur
Klaim, apabila proses pengadaannya dilaksanakan oleh Pengguna
Jasa;

4.6.2.7 Peserta Pengadaan yang menjadi anggota akan mengikuti harga
penawaran dari pemenang Pengadaan (leader) dengan ketentuan
harus mengikuti persyaratan seperti yang dipersyaratkan dalam
dokumen pengadaan;

4.6.2.8 Untuk Pelaksanaan Penutupan Asuransi Proyek yang pengadaannya
melekat pada kontrak Proyeknya, maka Pengguna Barang/Jasa
berhak mengevaluasi term and conditions Polis Asuransi, Premi dan
Perusahaan Asuransi yang digunakan serta memberikan approval
sesuai persyaratan kontrak yang harus dipenuhi oleh Penyedia
Barang/Jasa.

Booklet pil b (pil 8-12).indd 13
Booklet pil b (pil 8-12).indd 13

3/13/2008 11:34:51 AM
3/13/2008 11:34:51 AM

121

BAB V : PENGADAAN BARANG/JASA MELALUI MEDIA ELEKTRONIK

5.1.1 Maksud pelaksanaan e-Procurement PLN adalah :

5.1.1.1 Sarana Pengadaan Barang/Jasa secara online;

5.1.1.2 Sarana pelaporan proses Pengadaan Barang/Jasa secara Offl ine;

5.1.1.3 Sarana informasi harga satuan dan persediaan material;

5.1.1.4 Sarana bursa material antar Unit PLN di lingkungan PT PLN
(Persero).

5.1.2 Tujuan pelaksanaan e-Procurement PLN adalah untuk lebih
meningkatkan integrasi antar unit PLN, transparansi, kecepatan
proses, efisiensi waktu dan biaya, akuntabilitas, memudahkan
pengendalian dan pengawasan, dan mengoptimalkan pemanfaatan
material di gudang (baik material fast moving maupun material slow
moving).

5.2.1 Pada prinsipnya, pelaksanaan e-Procurement PLN dilakukan melalui
penawaran harga dengan e-Auction.

5.2.2 Dalam hal dan kondisi tertentu yang menurut pertimbangan dan
penilaian Panitia Pengadaan sulit dilaksanakan dengan e-Auction,
Panitia Pengadaan dapat menentukan pelaksanaan e-Procurement
PLN melalui penawaran harga dengan e-Bidding.

5.2.3 Pengguna Barang/Jasa diwajibkan untuk menggunakan material
yang telah dibursakan oleh Unit-unit PLN dalam hal material
yang dibursakan tersebut sesuai dengan spesifikasi teknis yang
dibutuhkan.

5.2.4 Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa melalui sarana e-Procurement
PLN wajib mengacu pada Keputusan Direksi ini dan Keputusan
Direksi lainnya mengenai e-Procurement PLN.

5.1 Maksud dan
Tujuan

5.2 Ketentuan
Umum

e-Procurement

PLN

Booklet pil b (pil 8-12).indd 16
Booklet pil b (pil 8-12).indd 16

3/13/2008 11:34:52 AM
3/13/2008 11:34:52 AM

122Pengadaan Barang/Jasa

Ketentuan pelaksanaan e-Procurement PLN meliputi :

5.3.1 Tempat pelaksanaan e-Procurement PLN dilakukan di Bidding Room
yang disediakan oleh PLN dan/atau dari internet browser di luar
PLN;

5.3.2 Waktu pelaksanaan e-Procurement PLN dilakukan pada tanggal, hari,
dan jam yang sama sesuai dengan jadual yang telah ditetapkan oleh
Panitia Pengadaan;

5.3.3 Pada saat memulai e-Procurement PLN, Panitia Pengadaan wajib
menyampaikan jangka waktu pelaksanaan;

5.3.4 Sebelum e-Procurement PLN dilakukan, Calon Penyedia Barang/Jasa
diharuskan menandatangani persyaratan/ketentuan pelaksanaan e-
Procurement PLN;

5.3.5 Dalam pelaksanaan e-Procurement PLN Panitia Pengadaan bertanggung
jawab dalam memandu dan mengawasi jalannya e-Procurement PLN;

5.3.6 Penawaran harga yang dilakukan dengan e-Auction adalah sebagai
berikut :

5.5.6.1 Nilai Total HPS tidak harus disampaikan kepada para Calon Penyedia
Barang/Jasa sebelum pemasukan penawaran;

5.5.6.2 Penawaran harga awal yang dimasukkan adalah harga sebelum PPN;

5.5.6.3 Calon Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan harga awal dapat
melampaui HPS;

5.5.6.4 Penawaran harga akhir adalah harga yang dimasukkan sebelum batas
waktu akhir yang ditentukan;

5.5.6.5 Calon Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan harga akhir
melampaui HPS dinyatakan gugur;

5.3 Ketentuan
Pelaksanaan

e-Procurement

PLN

BAB V
PENGADAAN BARANG/JASA
MELALUI MEDIA ELEKTRONIK

(E - PROCUREMENT PLN)

5.1 Maksud dan Tujuan 121
5.2 Ketentuan Umum e-Procurement PLN 121
5.3 Ketentuan Pelaksanaan e-Procurement PLN 122

Booklet pil b (pil 8-12).indd 15
Booklet pil b (pil 8-12).indd 15

3/13/2008 11:34:52 AM
3/13/2008 11:34:52 AM

123

BAB V : PENGADAAN BARANG/JASA MELALUI MEDIA ELEKTRONIK

5.3.7 Penawaran harga yang dilakukan dengan e-Bidding adalah sebagai
berikut :

5.3.7.1 Penawaran harga akhir adalah harga yang dimasukkan sebelum batas
waktu akhir yang ditentukan;

5.3.7.2 Calon Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan harga akhir
melampaui HPS dinyatakan gugur;

5.3.7.3 Nilai Total HPS harus disampaikan kepada para Calon Penyedia
Barang/Jasa sebelum pemasukan penawaran.

5.3.8 Pemberlakukan ketentuan e-Procurement PLN tersebut di atas
disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pada saat pelaksanaan
pengadaan dan harus dituangkan ke dalam ketentuan pengadaan
yang merupakan bagian dari Dokumen Pengadaan.

5.3.9 Tata cara pelaksanaan e-Procurement PLN mengikuti flow chart
sebagaimana terlampir dalam lampiran (lampiran 5 dan 6).

5.3.10 Pelaporan Pengadaan Barang/Jasa Offl ine dilakukan sesuai dengan
format isian yang terdapat di dalam e-Procurement PLN.

Booklet pil b (pil 8-12).indd 14
Booklet pil b (pil 8-12).indd 14

3/13/2008 11:34:51 AM
3/13/2008 11:34:51 AM

123

BAB V : PENGADAAN BARANG/JASA MELALUI MEDIA ELEKTRONIK

5.3.7 Penawaran harga yang dilakukan dengan e-Bidding adalah sebagai
berikut :

5.3.7.1 Penawaran harga akhir adalah harga yang dimasukkan sebelum batas
waktu akhir yang ditentukan;

5.3.7.2 Calon Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan harga akhir
melampaui HPS dinyatakan gugur;

5.3.7.3 Nilai Total HPS harus disampaikan kepada para Calon Penyedia
Barang/Jasa sebelum pemasukan penawaran.

5.3.8 Pemberlakukan ketentuan e-Procurement PLN tersebut di atas
disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pada saat pelaksanaan
pengadaan dan harus dituangkan ke dalam ketentuan pengadaan
yang merupakan bagian dari Dokumen Pengadaan.

5.3.9 Tata cara pelaksanaan e-Procurement PLN mengikuti flow chart
sebagaimana terlampir dalam lampiran (lampiran 5 dan 6).

5.3.10 Pelaporan Pengadaan Barang/Jasa Offl ine dilakukan sesuai dengan
format isian yang terdapat di dalam e-Procurement PLN.

Booklet pil b (pil 8-12).indd 14
Booklet pil b (pil 8-12).indd 14

3/13/2008 11:34:51 AM
3/13/2008 11:34:51 AM

116Pengadaan Barang/Jasa

c. Marine Cargo Insurance (Asuransi Pengangkutan Darat, Laut,
Udara)
d. Workmen Compensation Insurance
e. Comprehensive General Liability
f. Automobile Liability
g. Personal Accident

Pada umumnya Asuransi Proyek dilaksanakan melekat dengan
kontrak Pengadaan Barang/ Jasa/Proyeknya.

4.6.1.2 Asuransi Pada Masa Operasi

Yang dimaksud asuransi pada masa operasional adalah asuransi
yang menjamin segala macam risiko kerugian yang mungkin timbul
atas harta benda atau asset milik perusahaan pada masa operasi dan
dimulai sejak proyek diserahterimakan Taking Over Certificate (TOC)
atau proyek dioperasikan secara komersial.
Jenis Asuransinya meliputi :
a. Asuransi Kebakaran (Property All Risk/PAR/Fire)
b. Asuransi Machinary Break Down (MB)
c. Bussines Interuption Insurance
d. Tird Party Liability
e. Marine Cargo Insurance (Asuransi Pengangkutan Darat, Laut,
Udara)
f. Money Insurance (Cash In Save, Cash In Transit, Cash In Cashier
Box, Fidelity Guarantee)
g. Asuransi Kendaraan Bermotor
h. Asuransi Jiwa/Jaminan Hari Tua

Penutupan asuransi pada masa operasional dilaksanakan sesuai dengan
prioritas kebutuhan dengan mempertimbangkan tingkat risiko yang
dihadapi dan kondisi keuangan perusahaan.

4.6.2 Ketentuan Pelaksanaan Pengadaan Penyedia Jasa Asuransi, antara
lain :

4.6.2.1 Penyedia Jasa Asuransi dapat berupa perusahaan tunggal atau
co-insurance dengan satu pemimpin (leader) bekerja sama secara
co-insurance dengan perusahaan asuransi lainnya (member);

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->