P. 1
Program Linier

Program Linier

|Views: 74|Likes:
Published by Yudi_Ardiyansyah11
Linier
Linier

More info:

Published by: Yudi_Ardiyansyah11 on Feb 11, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2014

pdf

text

original

PEMROGRAMAN LINIER (Sumber : Siringoringo, 2005) Pemrograman Linier disingkat PL merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya

yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. PL banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, social dan lain-lain. PL berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linier dengan beberapa kendala linier. Karakteristik Pemrograman Linier Sifat linearitas suatu kasus dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa cara. Secara statistik, kita dapat memeriksa kelinearan menggunakan grafik (diagram pencar) ataupun menggunakan uji hipotesa. Secara teknis, linearitas ditunjukkan oleh adanya sifat proporsionalitas, additivitas, divisibilitas dan kepastian fungsi tujuan dan pembatas. Sifat proporsional dipenuhi jika kontribusi setiap variabel pada fungsi tujuan atau penggunaan sumber daya yang membatasi proporsional terhadap level nilai variabel. ika harga per unit produk misalnya adalah sama berapapun jumlah yang dibeli, maka sifat proporsional dipenuhi. !tau dengan kata lain, jika pembelian dalam jumlah besar mendapatkan diskon, maka sifat proporsional tidak dipenuhi. ika penggunaan sumber daya per unitnya tergantung dari jumlah yang diproduksi, maka sifat proporsionalitas tidak dipenuhi. Sifat additivitas mengasumsikan bah"a tidak ada bentuk perkalian silang diantara berbagai aktivitas, sehingga tidak akan ditemukan bentuk perkalian silang pada model. Sifat additivitas berlaku baik bagi fungsi tujuan maupun pembatas (kendala). Sifat additivitas dipenuhi jika fungsi tujuan merupakan penambahan langsung kontribusi masing-masing variabel keputusan. #ntuk fungsi kendala, sifat additivitas dipenuhi jika nilai kanan merupakan total penggunaaan masing-masing variabel keputusan. ika dua variabel keputusan misalnya merepresentasikan dua produk substitusi, dimana peningkatan volume penjualan salah satu produk akan mengurangi volume penjualan produk lainnya dalam pasar yang sama, maka sifat additivitas tidak terpenuhi. Sifat divisibilitas berarti unit aktivitas dapat dibagi ke dalam sembarang level fraksional, sehingga nilai variabel keputusan non integer dimungkinkan. Sifat kepastian menunjukkan bah"a semua parameter model berupa konstanta. !rtinya koefisien fungsi tujuan maupun fungsi pembatas merupakan suatu nilai pasti, bukan merupakan nilai dengan peluang tertentu. $eempat asumsi (sifat) ini dalam dunia nyata tidak selalu dapat dipenuhi. #ntuk meyakinkan dipenuhinya keempat asumsi ini, dalam pemrograman linier diperlukan analisis sensitivitas terhadap solusi optimal yang diperoleh.

%

dan membantu mengungkapkan relasi sebab akibat penting. &erakhir. (entuk persamaan digunakan karena kita ingin mendapatkan solusi optimum pada satu titik. &etapi pada bagian ini kita hanya akan tertarik dengan permasalahan optimal dengan satu tujuan. )ungsi pembatas disebut juga sebagai konstrain. (agian kedua merupakan model matematik yang merepresentasikan sumber daya yang membatasi. Pendekatan konvensional riset operasional untuk pemodelan adalah membangun model matematik yang menggambarkan inti permasalahan. 'odel matematika permasalahan optimal terdiri dari dua bagian. model matematik mempunyai kelemahan. hubungan antara bagian yang dipelajari dan bagian lain dalam perusahaan. &ujuan dari suatu usaha bisa lebih dari satu. model matematik membentuk jembatan ke penggunaan teknik matematik dan komputer kemampuan tinggi untuk menganalisis permasalahan.Formulasi Permasalahan #rutan pertama dalam penyelesaian adalah mempelajari sistem relevan dan mengembangkan pernyataan permasalahan yang dipertimbangakan dengan jelas. #ntuk membentuk tujuan optimalisasi. )ungsi pembatas bisa berbentuk persamaan (*) atau pertidaksamaan (+ atau . )ungsi tujuan yang akan dioptimalkan hanya satu. -al ini cenderung membuat struktur keseluruhan permasalahan lebih mudah dipahami. &idak semua karakteristik sistem dapat dengan mudah dimodelkan menggunakan fungsi matematik. (agian pertama memodelkan tujuan optimasi.). Pembentukan model matematik &ahap berikutnya yang harus dilakukan setelah memahami permasalahan optimasi adalah membuat model yang sesuai untuk analisis. 'eskipun / . Penggambaran sistem dalam pernyataan ini termasuk pernyataan tujuan. $asus dari bentuk cerita diterjemahkan ke model matematik. Salah satu keuntungan yang paling jelas adala model matematik menggambarkan permasalahan secara lebih ringkas. 'odel matematika mempunyai beberapa keuntungan dibandingakan pendeskripsian permasalahan secara verbal. . alternatif keputusan yang mungkin (kegiatan atau aktivitas). (ukan berarti bah"a permasalahan optimasi hanya dihadapkan pada satu tujuan.i sisi lain. 'odel matematik tujuan selalu menggunakan bentuk persamaan. batasan "aktu pengambilan keputusan. 'odel matematik juga memfasilitasi yang berhubungan dengan permasalahan dan keseluruhannya dan mempertimbangkan semua keterhubungannya secara simultan. Penetapan tujuan yang tepat merupakan aspek yang sangat penting dalam formulasi masalah. 'odel matematik merupakan representasi kuantitatif tujuan dan sumber daya yang membatasi sebagai fungsi variabel keputusan. dan lain-lain. $onstanta (baik sebagai koefisien maupun nilai kanan) dalam fungsi pembatas maupun pada tujuan dikatakan sebagai parameter model. diperlukan identifikasi anggota manajemen yang benar-benar akan melakukan pengambilan keputusan dan mendiskusikan pemikiran mereka tentang tujuan yang ingin dicapai. sumber daya yang membatasi.

. batasan dan koefisien pada fungsi pembatas.b/.. $asus pemrograman linier sangat beragam. 2n .alam setiap kasus.a%n. 'enggunakan seni akan membuat permodelan lebih mudah dan menarik. 2/. 6 Simbol 2%. Proses yang dikerjakan hanya merakit meja dan kursi. bm 2%.. b/ 5 am%2% 3 am/2/ 3 5 3 amn2n * 4+ 4 . 5...cn merupakan kontribusi masingmasing variabel keputusan terhadap tujuan... 3 a%n2n * 4+ 4 . 2n . atau disebut juga sebagai koefisien fungsi kendala pada model matematiknya....amn merupakan penggunaan per unit variabel keputusan akan sumber daya yang membatasi. 5. . (entuk umum pemrograman linier adalah sebagai berikut 0 )ungsi tujuan 0 'aksimumkan atau minimumkan 1 * c%2% 3 c/2/ 3 . keputusan untuk memilih salah satunya bukan pekerjaan mudah. Pertidaksamaan terakhir (2%..c/.. 2/.ibutuhkan "aktu / jam untuk merakit 7 . 'embuat model matematik dari suatu permasalahan bukan hanya menuntut kemampuan matematik tapi juga menuntut seni permodelan.. 6) menunjukkan batasan non negatif. disebut juga koefisien fungsi tujuan pada model matematiknya. umlah variabel keputusan (2i) oleh karenanya tergantung dari jumlah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan.. 2n (2i) menunjukkan variabel keputusan. umlah fungsi kendala akan tergantung dari banyaknya sumber daya yang terbatas.bm menunjukkan jumlah masingmasing sumber daya yang ada. &ujuan pada suatu kasus bisa menjadi batasan pada kasus yang lain. koefisien fungsi tujuan.Simbol a%%. Simbol b %. 2/..dapat dimodelkan dengan fungsi matematik. 'eskipun fungsi tujuan misalnya hanya mempunyai kemungkinan bentuk maksimisasi atau minimisasi..... Seorang pengrajin menghasilkan satu tipe meja dan satu tipe kursi. . Pahami dan perhatikan teknik permodelannya dengan hati-hati. 3 cn2n Sumber daya yang membatasi 0 a%%2% 3 a%/2/ 3 .. kadang-kadang penyelesaiannya sulit diperoleh karena kompleksitas fungsi dan teknik yang dibutuhkan. ontoh Kasus !ang diselesaikan Pada sub bab ini terdapat %6 kasus dengan karakteristik berbeda yang sudah diselesaikan untuk memperkaya pembaca dalam ilmu dan seni permodelan. . b% a/%2% 3 a//2/ 3 5 3 a/n2n * 4+ 4 .. %. .. hal yang penting adalah memahami setiap kasus dan memahami konsep permodelannya. -arus hati-hati dalam menentukan tujuan. Simbol c%.

Sumber daya yang membatasi adalah #aktu ker"a kar!a#an dan perbandingan "umlah kursi dan me"a !ang harus diproduksi (pangsa pasar ). (erdasarkan informasi yang diberikan pada soal. :leh karena itu pengrajin harus memproduksi kursi paling banyak empat kali jumlah meja. Sifat divisibilitas dan kepastian juga dipenuhi. -arga jual per unit meja adalah . Penggunaan sumber daya yang membatasi . !lternatif keputusan adalah "umlah me"a dan kursi yang akan diproduksi. =nformasi di atas tidak menunjukkan adanya pemberian diskon. alternatif keputusan dan sumber daya yang membatasi. additivitas. 'aka dapat dinyatakan juga sifat additivitas dipenuhi.engan demikian dapat dinyatakan sifat proporsionalitas dipenuhi.p %. )ungsi tujuan meru>pakan maksimisasi. tapi tidak mungkin melebihi "aktu yang ada. $ita definisikan 0 2% * jumlah meja yang akan diproduksi 2/ * jumlah kursi yang akan diproduksi 'odel umum Pemrograman Linier kasus di atas adalah 0 )ungsi tujuan 0 'aksimumkan 1 * %. dalam hal ini "aktu kerja karya"an dan pangsa pasar juga proporsional terhadap jumlah meja dan kursi yang diproduksi. &otal pendapatan pengrajin merupakan jumlah pendapatan dari keseluruhan meja dan kursi yang terjual. Penggunaan sumber daya ( "aktu kerja karya"an dan pangsa pasar) merupakan penjumlahan "aktu yang digunakan untuk memproduksi meja dan kursi. karena "aktu yang tersedia dapat digunakan sepenuhnya atau tidak. tujuan yang ingin dicapai adalah memaksimumkan pendapatan.p <66 ribu.% unit meja dan 76 menit untuk merakit % unit kursi. )ungsi kendala yang kedua bisa menggunakan + atau . divisibilitas dan kepastian. Perakitan dilakukan oleh 8 orang karya"an dengan "aktu kerja 9 jam perhari./ juta dan per unit kursi adalah . Formulasikan kasus tersebut ke dalam model matematiknya ! Solusi : -al pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi tujuan./ 2% 3 6. karena semakin besar pendapatan akan semakin disukai oleh pengrajin. . !da dua variabel keputusan dan dua sumber daya yang membatasi. -al ini mengisyaratkan bah"a total pendapatan yang diperoleh pengrajin proposional terhadap jumlah produk yang terjual. Pelanggan pada umumnya membeli paling banyak 8 kursi untuk % meja. Langkah berikutnya adalah memeriksa sifat proporsionalitas.< 2/ $endala 0 8 . tergantung dari pendefinisianvariabelnya. )ungsi kendala pertama (batasan "aktu) menggunakan pertidaksamaan +. sehingga harga jual per meja maupun kursi akan sama meskipun jumlah yang dibeli semakin banyak.

serta kebutuhan jumlah pakan per hari. 2/ atau 82% @ 2/ . protein dan kalsium yang ada pada jagung dan bungkil kedelai. dalam hal ini komposisi jagung dan bungkil kedelai akan serat. additivitas.00 Kg per kg bahan Protein 0.09 0. Seorang peternak memiliki /66 kambing yang mengkonsumsi A6 kg pakan khusus setiap harinya.0" Biaya (Rp/kg) 000 ##00 $ebutuhan pakan kambing setiap harinya adalah paling banyak %B kalsium. Sumber daya yang membatasi adalah kandungan kalsium% protein dan serat pada "agung dan bungkil kedelai .< 2/ + 7/ 2%42/ . protein dan kalsium yang ada di pakan khusus merupakan penjumlah serat. =nformasi di atas tidak menunjukkan adanya pemberian diskon. -al ini mengisyaratkan bah"a total biaya yang harus dikeluarkan peternak proporsional terhadap jumlah jagung dan bungkil kedelai yang dibeli. Pakan tersebut disiapkan menggunakan campuran jagung dan bungkil kedelai dengan komposisi sebagai berikut 0 Bahan Kalsium Jagung Bungkil ke!elai 0.001 0. (erdasarkan informasi yang diberikan pada soal. 6 /. umlah masing-masing serat./2% 3 6.engan demikian dapat dinyatakan sifat proporsionalitas dipenuhi. alternative keputusan dan sumber daya yang membatasi. 2/ . Langkah berikutnya adalah memeriksa sifat proporsionalitas. ? atau 82%. 6 2% . paling sedikit 76B protein dan paling banyak <B serat. umlah pakan khusus yang dihasilkan merupakan < .0 0. !lternative keputusan adalah "umlah "agung dan bungkil kedelai yang akan digunakan. &otal pengeluaran pembelian bahan pakan merupakan penjumlahan pengeluaran untuk jagung dan bungkil kedelai. protein dan kalsium proporsional terhadap jumlah jagung dan bungkil. divisibilitas dan kepastian. tujuan yang ingin dicapai adalah meminimumkan bia!a pembelian bahan pakan. ."0 Serat 0. sehingga harga pembelian jagung dan bungkil kedelai per kg tidak berbeda meskipun pembelian dalam jumlah besar. Formulasikan permasalahan di atas kedalam model matematiknya ! $olusi 0 -al pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi tujuan . Penggunaan sumber daya yang membatasi.

$ita definisikan 0 2% * jumlah jagung yang akan digunakan 2/ * jumlah bungkil kedelai yang akan digunakan 'odel umum Pemrograman linier kasus di atas oleh karenanya adalah 0 )ungsi tujuan 0 minimumkan 1 * /666 2% 3 <<66 2/ $endala 0 2% 3 2/ * A6 6.engan demikian sifat additivitas dipenuhi. Sifat proporsionalitas. $edua tipe pinjaman itu dikembalikan bersama dengan bunganya satu tahun kemudian. Suatu bank kecil mengalokasikan dana maksimum . (erdasarkan informasi yang diberikan pada soal. umlah pinjaman pembelian mobil paling tidak dua kali lipat dibandingkan pinjaman pribadi. C .6C 2/ + 8. additivitas. !lternatif keputusan adalah "umlah alokasi pin"aman pribadi dan pin"aman mobil. 2/ . )ungsi kendala pertama (batasan jumlah pakan yang dibutuhkan per hari) menggunakan persamaan (*).A 6. Sifat divisibilitas dan kepastian juga dipenuhi. 6 7.6/ 2% 3 6.p %96 juta untuk pinjaman pribadi dan pembelian mobil satu bulan kedepan. )ungsi tujuan merupakan minimisasi% karena semakin kecil biaya akan semakin disukai oleh peternak. dan fungsi kendala ketiga (kebutuhan akan protein) menggunakan pertidaksamaan . Formulasikan masalah di atas kedalam bentuk model matematiknya ! $olusi & -al pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi tujuan.. fungsi kendala kedua (kebutuhan kalsium) dan kendala keempat (kebutuhan serat) menggunakan pertidaksamaan +. . tujuan yang ingin dicapai adalah memaksimumkan pendapatan bunga dan pengembalian pin"aman . /D 6. !da dua variabel keputusan dan empat sumber daya yang membatasi. Sumber daya yang membatasi adalah "umlah alokasi anggaran untuk kredit bulan depan dan perbandingan antara jumlah kredit pribadi dan pembelian mobil.< 2%.penjumlahan jagung dan bungkil kedelai yang digunakan. alternatif keputusan dan sumber daya yang membatasi.66% 2% 3 6. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bah"a %B pinjaman pribadi merupakan kredit macet.66/ 2/ + 6. (ank mengenakan biaya suku bunga per tahun %8B untuk pinjaman pribadi dan %/B untuk pinjaman pembelian mobil.C 2/ .6A 2% 3 6. divisibilitas dan kepastian dipenuhi.

6 2%. dan radio tipe 'iFi(.9 menit Stasiun 7 0 896 menit @ <D.8 menit. yaitu -i)i-% dan -i)i-/ pada fasilitas perakitan yang sama. 'odel umum pemrograman linier 0 D ./ menit * 8%/. 'asing-masing stasiun kerja membutuhkan pera"atan harian selama %6B.*+-. Sumber daya pembatas adalah 0 "am ker"a masing-masing stasiun kerja dikurangi dengan "aktu yang dibutuhkan untuk pera"atan..%8 @ 6. dan dua sumber daya yang membatasi. /2% atau -/2% 3 2/ .%/ 2/ $endala 0 2% 3 2/ + %96 2/ .!da dua variabel keputusan yaitu jumlah anggaran untuk pinjaman pribadi dan pinjaman pembelian mobil. )ungsi tujuan merupakan maksimisasi . Lini perakitan terdiri dari 7 stasiun kerja.C menit * 8//.6%) 2% 3 6. 'odel umum Pemrograman Linier kasus diatas adalah 0 )ungsi tujuan 0 'aksimumkan 1 * (6. Formulasikan permasalahan ini kedalam model matematiknya ! $olusi 0 !lternatif keputusan adalah 0 radio tipe 'iFi() *+). karena semakin besar pendapatan akan semakin disukai oleh manajemen bank. &ujuannya adalah memaksimumkan jumlah radio -i)i-% dan -i)i-/ yang diproduksi. 2/ . Eaktu perakitan masing-masing tipe pada masing-masing stasiun kerja adalah sebagai berikut 0 Stasiun ker$a 1 * %aktu perakitan per unit (menit) &i'i(1 " # ) &i'i( ) # " Eaktu kerja masing-masing stasiun kerja adalah 9 jam per hari. Suatu pabrik perakitan radio menghasilkan dua tipe radio. %8B dan %/B dari total "aktu kerja (9 jam) secara berturut-turut untuk stasiun kerja %. $ita definisikan 0 2% * jumlah anggaran untuk pinjaman pribadi 2/ * jumlah anggaran untuk pinjaman pembelian mobil. Eaktu produktif masing-masing stasiun kerja oleh karenanya adalah 0 Stasiun % 0 896 menit @ 89 menit * 87/ menit Stasiun / 0 896 menit @ CD. 6 8./ dan 7.

'aksimumkan 1 * 2% 3 2/ $endala 0 C2% 3 82/ + 87/ <2% 3 <2/ + 8%/. 'odel umum pemrograman linier 0 'aksimumkan 1 * /2% 3 72/ $endala 0 %6 2% 3 < 2/ + C66 C 2% 3 /6 2/ + C66 9 2% 3 %< 2/ + C66 2%. Eaktu masing-masing mesin yang digunakan untuk menghasilkan kedua produk dibatasi hanya %6 jam per hari. Eaktu pemrosesan dalam jam per unit produk pada kedua mesin ditunjukkan table di ba"ah ini 0 'esin % / Produk % / 7 Eaktu per unit (jam) Produk / Produk 7 7 8 / % Produk 8 / / (iaya total untuk memproduksi setiap unit produk didasarkan secara langsung pada jam mesin. Eaktu produksi dan keuntungan per unit masing-masing produk ditunjukkan table di ba"ah ini 0 Produk % / 'esin % %6 < Eaktu produksi (menit) 'esin / 'esin 7 C 9 /6 %< 'esin 8 / 7 Formulasikan permasalahan di atas ke dalam model matematiknya F $olusi 0 !lternatif keputusan adalah 0 produk ) *+). -arga 9 . 2/ . 6 C. . &ujuannya adalah memaksimumkan keuntungan Sumber daya pembatas adalah 0 "am ker"a masing(masing mesin. 2/ . Eaktu yang disediakan untuk memproduksi keempat produk pada mesin % adalah <66 jam dan mesin / adalah 796 jam.9 82% 3 C2/ + 8//. 6 <.8 2%.. !sumsikan biaya operasional per jam mesin % dan / secara berturut-turut adalah H%6 dan H<. dan produk .*+-.ua produk dihasilkan menggunakan tiga mesin. Gmpat produk diproses secara berurutan pada / mesin.

2/. Suatu perusahaan manufaktur menghentikan produksi salah satu produk yang tidak menguntungkan. &ujuannya adalah memaksimumkan keuntungan. $euntungan per unit masing-masing produk secara berturut-turut adalah H<6./ dan 7). Formulasikan permasalahan di atas ke dalam model matematiknya ! Solusi 0 !lternatif keputusan adalah 0 jumlah produk %. H/6 dan H/<.jual per unit keempat produk secara berturut-turut adalah HC<.efinisikan 0 2% 0 jumlah produk % yang dihasilkan 2/ 0 jumlah produk / yang dihasilkan 27 0 jumlah produk 7 yang dihasilkan 28 0 jumlah produk 8 yang dihasilkan 'odel umum pemrograman linier 0 'aksimumkan 1 * 76 2% 3 762/ 3 %6 27 3 %< 28 $endala 0 /2% 3 7 2/ 3 827 3 /28 + <66 72% 3 / 2/ 3 27 3 /28 + 796 2%.7 dan 8 yang dihasilkan. HD6. Perhatikan. H<< dan H8<. 27 . $apasitas yang tersedia pada mesin yang mungkin akan membatasi output diringkaskan pada table berikut 0 &ipe mesin 'esin milling Lathe Irinder Eaktu yang dibutuhkan produk pada masingmasing mesin (jam) Produk % Produk / Produk 7 A 7 < < 8 6 7 6 / Eaktu yang tersedia (jam per minggu) <66 7<6 %<6 (agian penjualan mengindikasikan bah"a penjualan potensial untuk produk % dan / tidak akan melebihi laju produksi maksimum dan penjualan potensial untuk produk 7 adalah /6 unit per minggu. $elebihan kapasitas produksi ini oleh manajemen sedang dipertimbangkan untuk dialokasikan ke salah satu atau ke semua produk yang dihasilkan (produk %. Penghentian ini menghasilkan kapasitas produksi yang menganggur (berlebih). A . $euntungan per unit dari produk % * C< @ (%62/ 3 72<) * 76 $euntungan per unit dari produk / * D6 @ (%627 3 /2<) * 76 $euntungan per unit dari produk 7 * << @ (%628 3 %2<) * %6 $euntungan per unit dari produk 8 * 8< @ (%62/ 3 /2<) * %< Sumber daya pembatas adalah "aktu kerja yang disediakan kedua mesin. keuntungan diperoleh dengan mengurangkan biaya dari pendapatan. 28 ./. . 6 D.

-otniar. Kogyakarta. /66<. 2/. Pemrograman Linear. 'odel matematikanya adalah 0 'aksimumkan 1 * <6 2% 3 /6 2/ 3 /< 27 $endala 0 A2% 3 7 2/ 3 <27 + <66 <2% 3 8 2/ + 7<6 72% 3 /27 + %<6 27 + /6 2%. %6 . Penerbit Iraha =lmu. 6 ------------JJJJ-----------Sumber 0 Siringoringo.Formulasikan permasalahan diatas kedalam model matematik ! Solusi 0 !lternatif keputusan 0 umlah produk % yang dihasilkan * 2% umlah produk / yang dihasilkan * 2/ umlah produk 7 yang dihasilkan * 27 &ujuannya adalah 0 memaksimumkan keuntungan Sumber daya pembatas adalah 0 am kerja mesin milling per minggu 0 <66 jam am kerja mesin llathe per minggu 0 7<6 jam am kerja mesin grinder per minggu 0 %<6 jam. Seri &eknik .iset :perasional. 27 g .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->