BAB II ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN MENOPAUSE

A. Konsep Dasar Menopause 1. Definisi Menopause Menopause berasal dari bahasa Yunani yaitu Men Dan Pauseis yang menggambarkan berhentinya haid. Menurut kepustakaan abad 17 dan 18, menopause dianggap tidak berguna dan tidak menarik lagi. Webster’s Ninth New Collgiate Dictionary mendefinisikan

menopause sebagai periode berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadi antara usia 40 – 50 tahun. Menopause kadang-kadang juga dinyatakan sebagai masa berhentinya haid sama sekali. Dapat didiagnosa setelah 1 tahun tidak mengalami menstruasi. Masa pancaroba ini disertai dengan gejalagejala yang khas. Pada premenopause timbul kelainan haid, sedangkan dalam postmenopause terjadi gangguan vegetatif seperti panas, berkeringat dan palpitari, gangguan psikis berupa labilitas emosi dan gangguan organis yang bersifat atrofi alat kandungan dan tulang. Menopause didefinisikan secara klinis sebagai suatu periode ketika seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi karena produksi hormonnya berkurang atau berhenti. Menopause merupakan suatu fase dalam kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berhentinya masa subur. 2. Jenis-jenis Menopause Menopause dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu menopause alamiah dan menopause prematur (dini). a. Menopause Alamiah Menopause ini terjadi secara bertahap, biasanya antara usia 45-55 tahun. Menopause alamiah terjadi pada wanita yang masih mempunyai indung telur. Durasinya sekitar 5-10 tahun. Meskipun seluruh proses itu kadang-kadang memerlukan waktu tiga belas tahun. Selama itu menstruasi mungkin akan berhenti beberapa bulan kemudian akan kembali lagi. Menstruasi datang secara fluktuatif. Lamanya, intensitasnya,

3

Selain itu proses menopause berjalan sangat lambat sehingga tubuhnya dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada saat menopause b. Kedua. obat-obatan pelangsing memang mengandung zat kimia yang dapat menghambat produksi hormon. diduga karena gaya hidup. misalnya usia 42 dan 43. FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo. dan kurang berolah raga. Menopause ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Otomatis tidak akan mengalami haid lagi untuk seterusnya sehingga dapat disebut telah mengalami menopause dini. Hal ini karena kesehatan mereka secara menyeluruh cukup baik. Sementara itu. Gejala menopause dini dengan menopause biasa tidak ada bedanya. ia tidak dapat disebut sebagai penderita menopause dini. Tetapi dari segi perubahan fisik penderita menopause biasanya tampak lebih . Wanita yang mengalami menopause alamiah mungkin membutuhkan perawatan atau mungkin tidak membutuhkan perawatan apapun. Menopause Dini Menurut dr. seperti merokok. misalnya pada usia di atas 40 tahun. Demikian juga pada wanita usia produktif yang tidak lagi haid karena pengangkatan rahim. misalnya karena menderita kanker indung telur.G KFFR. Kalau wanita itu sudah berusia di atas 40 tahun. Ini disebabkan indung telurnya masih ada dan masih memproduksi sel-sel telur serta mengeluarkan hormon estrogen. bisa karena indung telurnya diangkat.O. Sp. makanan yang tidak sehat. Pada umumnya. Ketiga bisa karena pengaruh obat-obatan seperti obat pelangsing dan jamu-jamu yang tidak jelas zat kimianya. Jakarta “menopause dini adalah berhentinya haid di bawah usia 40 tahun”. staf pada Bagian Obstetri dan Ginekologi. jika kedua indung telurnya di angkat. Pertama.4 dan alirannya mungkin bertambah atau berkurang. otomatis produksi hormon estrogen terhenti pula. kebiasaan minum minuman beralkohol. walaupun setiap orang mengalami gejala dalam waktu yang sama. ali Baziad. ia tidak dikategorikan sebagai wanita yang mengalami menopause dini.

Oleh karena itu. Etiologi Akibat dari kadar hormon esterogen. tetapi juga untuk membantu melindungi dari penyakit kardivaskuler dan osteoporosis. Selain itu. Gejala yang dialami mungkin cukup parah walaupun hanya terjadi dalam waktu singkat. 3. Tenaga kesehatan . wanita tidak perlu diberi penjelasan yang membuat mereka yakin bahwa ovarium mereka yang tidak diangkat dapat tetap menjalankan fungsinya hingga usia normal menopause. progerseteron dan hormon ovarium yang berkurang akan menyebabkan perubahan fisik. pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit juga akan terlihat. Histerektomi (yaitu dengan mempertahankan salah satu atau kedua ovarium) terbukti dapat mempercepat usia terjadinya menopause pada beberapa wanita (Siddle et al. yaitu osteoporosis dan penyakit jantung koroner yang datang lebih cepat. Prematur Pembedahan Jika kedua ovarium diangkat. 2006). Oleh karena itu datangnya menopause dini perlu diwaspadai. 2001). menopause terjadi dengan segera. karena epitel vagina menjadi atrofi dan tidak adanya darah kapiler berakibat permukaan vagina menjadi pucat. Terapi sulih hormon diberikan tidak hanya untuk mencegah timbulnya gejala. psikologis dan seksual yang menurun pada wanita pasca menopause (Hacker&Moore. Menurut Andra (2007). efek berkurangnya hormon estrogen mengakibatkan penipisan pada dinding vagina. a. sehingga malas berhubungan seksual.5 parah. akibatnya sering sekali wanita mengeluhkan dispareunia (nyeri sewaktu senggama). Ini terlihat dari keluhan –keluhan yang mereka alami.. Akhirnya. rugae-rugae (kerut) vagina akan jauh berkurang yang mengakibatkan permukaannya menjadi licin. Menopause umumnya terjadi ketika perempuan memasuki usia 48 hingga 52 tahun (Rachmawati. Seseorang disebut menopause jika tidak lagi menstruasi selama 12 bulan atau satu tahun.1987).

oosit yang telah mengalami kelainan akan melalui proses apoptosis (kematian sel yang terprogram). seperti kemoterapi atau radioterapi. Sebagian wanita pada usia 35 tahun masih memiliki sebanyak 100.000. siklus haid anovulatorik. ovariumnya masih memiliki kurang lebih 1000 folikel dan kemungkinan hamil selalu ada.000 folikel.000 sampai 1. kerusakan permanen dari DNA. dan dalam perjalanan waktu akan terus berkurang jumlahnya. c. Oogenesis akan berakhir pada usia fetus 20 minggu dan yang tinggal hanya 7 juta oosit. Alami Pada laki-laki. primordial folikel tinggal 500. Bila sudah tidak tersedia lagi folikel. dan bertumpuknya bahan kimia yang dihasilkan dari proses metabolisme tubuh. Jumlah folikel yang masih tersedia sangat berbeda pada setiap wanita. b. sedangkan pada wanita tidak demikian. oosit juga dipengaruhi oleh stres biologik seperti radikal bebas. terutama jika wanita tersebut berhasil menghadapi penyakit keganasan. Setiap wanita yang masih mengalami haid. karena oosit selalu mengalami kendali mutu yang ketat. meskipun sudah tidak teratur. dan pada akhirnya terjadi oligomenorea.000 lagi. Pada saat seorang anak wanita lahir. sedangkan wanita yang lain pada usia yang sama hanya memiliki 10. Penyebab berkurangnya jumlah folikel terletak pada folikel itu sendiri. yang berakibat terjadinya insufisiensi korpus luteum. spermatogenesis terus berlanjut sampai tua. Iatrogenik Menopause dini iatrogenik.000 folikel. Seperti sel-sel tubuh yang lain. akan terjadi gangguan sistem pengaturan hormon. dapat cukup traumatis. yaitu disebabkan oleh pengaruh luar. Bila jumlah primordial folikel mencapai jumlah yang kritis. Mulai usia 20 minggu sampai dengan saat lahir terjadi pengurangan jumlah primordial folikel secara bermakna.6 profesional sekarang harus mendengarkan dengan seksama keluhan wanita. berarti wanita tersebut telah memasuki usia pascamenopause. tetapi harus .

3) Jumlah anak . mengapa dan bagaimana menopause itu mempengaruhi perempuan. Hal ini sangat mempengaruhi keadaan psikis wanita. Dua hormon penting yang dihasilkan perempuan adalah esterogen dan progesteron. kehilangan sel-selnya (sama halnya dengan bagian-bagian lain dari tubuh kita sejalan dengan bertambahnya usia) maka kelenjar-kelenjar adrenalin akan mengambil alih sebagian produksi. Meskipun saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain. 2) Faktor psikis Mereka para wanita yang belum menikah dan bekerja sangat mempengaruhi menopause itu lebih cepat terjadi dibanding dengan mereka yang tidak menikah dan tidak bekerja.7 menghadapi menopause dini akibat pengobatan tersebut. Oleh karenanya seorang perempuan yang mengalami menopause bukan berarti otomatis/ langsung menurun gairah seksualnya. pertama-tama kita harus memiliki pemahaman dasar tentang sistem endokrin perempuan. Untuk memahami mengapa terjadi menopause. Ketika indung telur. Faktor Predisposisi 1) Usia saat haid pertama kali ( menarche ) Jika seorang wanita pertama kali mengalami menstruasi terbilang dalam usia yang masih belia. Salah satu hal istimewa mengenai tubuh perempuan ialah jika salah satu organ melemah maka organ yang lain akan membantu. hormon-hormon ini berbeda. Keduanya berfungsi dan diperlukan untuk pelepasan jaringan dinding rahim. maka menopause yang akan terjadi semakin lama. yang merupakan bagian tubuh yang berhubungan erat dengan produksi esterogen. Salah satu bagian tubuh perempuan yang menghasilkan hormon estrogen adalah indung telur. Itu pula yang terjadi dengan persediaan esterogen perempuan. Sistem endokrin adalah sistem yang mengatur semua zat penting didalam tubuh perempuan yang dikenal sebagai hormon.

4) Usia melahirkan Ketika seorang wanita melahirkan atau memilii seorang anak dalam usia yang cukup tua misalnya memiliki anak di usia 35 tahun.8 Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang melahirkan banyak anak. Estrogen hanya dibentuk dalam jumlah kecil melalui aromatisasi . Hal ini disebabkan oleh ketika seorang dalam masa kehamilan dan persalinan di usia yang cukup tua akan berpengaruh pada lambannya proses sistem kerja dari organ reproduksi dan memperlambat proses penuaan dini 5) Pemakaian kontrasepsi Pemilihan dalam pemakaian alat kontrasepsi juga dapat mempengaruhi seorang wanita mengalami keterlambatan dalam menopause. Namun menurut sebuah buku karya DR. Wanita yang suka merokok cenderung lebih cepat mengalami masa menopause. Patofisiologi Seiring dengan pertambahan usia. 7) Sosial ekonomi Secara pasti faktor sosial ekonomi belum bisa dipastikan sebagai penyebab menopause. 6) Merokok Rokok memang menjadi salah satu penyebab dari banyak penyakit. sistem neurohormonal tidak mampu untuk berstimulasi periodik pada sistem endokrin yang menyebabkan ovarium tidak memproduksi progesterone dalam jumlah yang bermakna. Faisal mengungkapkan bahwa menopause dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi termasuk pendidikan dan pekerjaan. maka semakin lama wanita tersebut memasuki usia menopause. 4. cenderung lebih mudah dan lebih cepat mengalami penuaan dini dan mereka makin dekat dengan masa menopause.

leher. dan muka. penurunan sekresi vaginal. Masih tidak jelas apakah gejala-gejala emosional yang berkaitan dengan fungsi ovarium. serta perubahan fisik lainnya. rasa kesemutan di tangan dan kaki. Gejala yang tetap dan tersering adalah gejolak panas dan keringat banyak. Keluhan lain dapat berupa sakit kepala. Atrofi epitel genital dapat mengakibatkan vaginitis senilis. 5. mudah tersinggung. dan mendorong penderita mencari pengobatan. dan atrofi gradual organ-organ genetalia. penipisan epitel dan mudah kena trauma. yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman sewaktu berhubungan seks.9 androsteredion dalam sirkulasi. pemendekan dan pengurangan kelenturan vagina. sukar tidur. perdarahan vaginal. misalnya: kekeringan vagina. Kebanyakan masalah seksual dialami oleh wanita pascamenopause adalah karena status fisis dari mukosa vagina. depresi. tegang. serta nyeri tulang dan otot. Keringat malam hari merupakan keluhan yang sangat mengganggu. disebabkan oleh penurunan estrogen akan merupakan reaksi psikologis terhadap dampak menopause. Gejolak panas merupakan sensasi seperti gelombang panas yang meliputi bagian atas dada. pruritus. Gejalagejalanya mencakup: iritasi. Manifestasi klinis Sekitar 40-85% dari semua wanita dalam usia klimakterik mempunyai keluhan. Namun wanita pasca menopause tetap memiliki dorongan seks karena androgen adrenal mereka. rasa terbakar. yang harus memelihara kelembaban protektif yang . leukorea. Semua keluhan ini kurang menggembirakan bagi seorang wanita. Keluhan ini biasanya diikuti oleh gejala-gejala psikologik berupa rasa takut. gugup dan jiwa yang kurang mantap. Tidak adanya estrogen ovarium merupakan penyebab timbulnya perubahan-perubahan pasca menopause. penurunan fungsi ovarium menyebabkan ovarium mengecil dan akhirnya folikel juga menghilang. berdebar-debar. sehingga menimbulkan lelah dan kesukaran bangun pagi. dispareunia. lekas marah. misalnya depresi dan iritabilitas.

ini mencakup : peningkatan rasa gelisah. menyebabkan pengurangan kuantitas tulang sehingga mengakibatkan tulang keropos. Tahap-tahap menopause Pada dasarnya menopause dibagi menjadi tiga tahap yaitu masa pramenopause. Gangguan psikogenik. sehingga wanita merasa kurang percaya diri lagi (dan dapat menambah ketidakseimbangan emosi wanita tersebut). a. Meskipun kedua jenis kelamin mengalami kehilangan massa tulang dengan proses menua. Kulit wanita banyak dipengaruhi oleh estrogen sehingga menimbulkan kulit kehilangan elastisitasnya. dan hilang minat seksual. pola tidur yang diganggu oleh keringat malam. insomnia. 6. Keadaan lain yang dapat diperberat oleh gejala menopause mencakup : masalah psikosomatik yang telah ada yang diperkuat oleh gejolak panas. vaginitis. vaginismus. berkerut. menopause dan pasca menopause. taknyaman fisis. kering dan menjadi lebih tipis. Menopause . Osteoporosis adalah gangguan tulang yang terutama menyerang tulang trabekular. b. penurunan libido karena vaginitis atrofikans yang mengakibatkan dispareunia. perubahan atrofik dapat menyebabkan dispareunia. jarang bagi pria mengalami gejala osteoporosis sebelum usia 70. Hal tersebut mengurangi kecantikan seorang wanita. dan sakit kepala. depresi. Pramenopause Pramenopause yaitu masa transisi antara masa ketika wanita mulai merasakan gejala menopause (biasanya pada pertengahan atau akhir usia 40 tahun) dan pada masa siklus haid benar-benar terhenti (rata-rata 51 tahun). mudah cemas.10 cukup dan memberikan pelumas selama sanggama. Setelah menopause. Pada masa pramenopause akan terjadi perubahan fisik yang berarti.

Penentuan masa menopause hanya bisa dilakukan setelah seorang wanita tidak haid lagi selama 1 tahun penuh. Pascamenopause Masa ini adalah masa setelah haid terakhir seorang wanita. penyakit jantung koroner. Berkurangnya kadar estrogen secara bertahap menyebabkan tubuh secara perlahan menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon. Beberapa wanita hanya mengalami sedikit gejala. gangguan mood & emosi tinggi sehingga menimbulkan stres. dementia tipe Alzheimer. sulit menahan kencing. Biasanya. pertambahan berat badan & peningkatan kadar kolesterol. 7. Gejala-Gejala Menopause Gejala-gejala dari menopause disebabkan oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron. sedangkan wanita yang lain mengalami berbagai gejala yang sifatnya ringan sampai berat. Pada jangka panjang keluhan akibat menurunnya kadar estrogen ini dapat menyebabkan osteoporosis.11 Masa menopause menandakan haid terakhir. Ketidakteraturan siklus haid . Adapun gejala lain yang terjadi selama menopause yaitu : a. Hal ini sering terjadi jika menopause disebabkan oleh pengangkatan ovarium. gigi rontok & katarak. Karena fungsi ovarium berkurang. keadaan fisik dan psikologisnya sudah dapat menyesuaikan dii dengan perubahan-perubahan hormonalnya. Perubahan hormonal pada tubuh tersebut berakibat munculnya gejala-gejala seperti nyeri sendi & sakit pada punggung. Hal ini adalah normal. maka ovarium menghasilkan lebih sedikit estrogen/progesteron dan tubuh memberikan reaksi. tetapi pada beberapa wanita penurunan kadar estrogen ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan gejala-gejala yang hebat. pascamenopause terjadi setelah masa menopause. pengeringan pada vagina (sehingga sakit saat melakukan hubungan seksual). kanker usus besar. Dengan kata lain. selain itu penurunan kadar estrogen juga mengakibatkan kecenderungan peningkatan tekanan darah. c. stroke.

dan juga merasa tidak berguna dan tidak menghasilkan sesuatu. Sulit tidur f. Untuk itu perlu penanganan menopause yang tepat dalam menghadapinya. rasa takut bahwa suami akan menyeleweng. mudah kaget sehingga jantung berdebar. Kerapuhan tulang h. Perubahan pada mulut g. b.pada kulit tumbuh bintik hitam. merasa memberatkan keluarga dan orang lain. sehingga jatuh dan lembek. Perubahan kulit d. Keringat dimalam hari e. Penyakit Bagi kebanyakan wanita keluhan-keluhan tersebut terutama yang bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan dampak negatif pada kualitas hidup & rasa percaya diri.12 b. Lemak bawah kulit menghilang sehingga kulit mengendor. Karena . Dan untuk wanita menopause yang masih memiliki uterus (rahim) maka terapi tersebut dikombinasikan dengan progestogen. Perubahan fisik Pada perubahan fisik seorang wanita mengalami perubahan kulit. 8. Gejolak rasa panas c. Kulit mudah terbakar sinar matahari dan menimbulkan pigmentasi dan menjadi hitam. Tanda awal Menopause a. takut tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual suami. Keinginan seksual menurun dan sulit mencapai kepuasan (orgasme). Saat ini pengobatan yang paling efektif untuk mengobati gejala menopause & sekaligus sebagai pencegahan terhadap osteoporosis adalah dengan terapi berbasis hormon estrogen yang bertujuan untuk menggantikan penurunan estrogen yang terjadi saat menopause. Perubahan kejiwaan Perubahan yang dialami oleh wanita dengan menjelang menopause adalah : merasa tua. mudah tersinggunga. kelenjar kulit kurang berfungsi sehingga kulit menjadi kering dan keriput.

lapisan sel liang senggama menipis yang menyebabkan mudah terjadi (infeksi kandung kemih dan liang senggama). terdapat gejala menopause 10. Kerja usus halus yang semakin berkurang maka akan menimbulkan gangguan buang air besar berupa obstipasi. Saat berhubungan seksual dapat menjadi nyeri. Daerah sensitive makin sulit untuk dirangsang. 9. terdapat gejala premenopause hot flushes. Perubahan yang terjadi pada alat genetalia meliputi liang senggama terasa kering. Tulang mengalami pengapuran. mioma uteri.13 menurunnya estrogen dapat menimbulkan perubahan kerja usus menjadi lambat. Menopause premature :Terhentinya haid pada umur 40 tahun. polip endometrial. dan mereabsorbsi sari makanan makin berkurang. d. Gangguan Menopause Gangguan menopause ialah jadwal menopause a. Menopause terlambat: Berhentinyahaid setelah umur 55 tahun. b. Perdarahan disfungsional semakin meningkat Terjadi perubahan alat genetalia menjadi tumor jinak . kenaikan gonadotropin b. artinya kalium menurun sehingga tulang keropos dan mudah terjadi patah tulang terutama terjadi pada persendian paha. Karsinoma korpus uteri Keganasan payudara . Kelainan organik pada masa menopause Dengan rangsangan estrogen terus-menerus tanpa selingan progesterone memberikan peluang terjadinya keadaan patologis organ tujuan estrogen dalam bentuk : a. polip servikal c.Perubahan pada tulang terjadi oleh karena kombinasi rendahnya hormon paratiroid.

. Tujuan pengobatan dengan estrogen bukanlah memperlambat terjadinya menopause. Penatalaksanaan a. Defisiensi estrogen jangka panjang dapat jantung menyebabkan berkembangnya osteoporosis. karena tujuan nyata dari estrogen-pengganti adalah tidak hanya untuk meredakan gejala-gejala vasomotor melainkan juga untuk mencegah akibat metabolik seperti osteoporosis dan ateroskletosis. saling percaya antara suami-istri. estrogen diberikan untuk selang waktu yang singkat dan kemudian berangsur-angsur dikurangi sehingga gejolak panas sirna. maupun antara dokter-penderita akan memberikan harapan yang besar akan kesembuhan.14 11. meski bukan tanpa risiko. Pengobatan hormonal Menopause merupakan suatu peristiwa fisiologis dari keadaan defisiensi estrogen. sehingga dengan sendirinya pengobatan yang tepat adalah pemberian estrogen. Psikoterapi superfisial oleh dokter keluarga sering sekali menolong. Sindrom klimakterik pada umumnya terjadi akibat kekurangan estrogen. Pemberian obat-obat penenang bukanlah cara pengobatan yang terbaik. dan mungkin perwujudan psikogenik. b. Pada masa lalu. Konsep ini tidak berlaku lagi. Penatalaksanaan umum Merupakan pendapat umum yang salah bahwa semua masalah klimakterik dan menopause dapat dihilangkan dengan hanya pemberian estrogen saja. melainkan memudahkan wanitawanita tersebut memasuki masa klimakterium. Program yang seimbang dari pengobatan estrogen-pengganti yang dikombinasikan dengan progestogen siklik merupakan pengobatan terbaik. penyakit aterosklerotik. Hubungan pribadi yang baik. Seorang wanita yang mengalami gejala-gejala menopause telah mengidap defisiensi estrogen dan akan tetap begitu sepanjang hayatnya.

pekerjaan. harga diri. jenis kelamin. status pernikahan. jenis kelamin. umur. b) Quality/quantity: Bagaimana rasanya. suku bangsa. agama. atau suaranya?Bagaimana anda merasakan sekarang? c) R e g i o / R a d i a s i Di bagian mana gejala dirasakan?Bagian kepala. pendidikan. pekerjaan. alamat. edema pada kelopak mata Apakah menyebar? d) S a v e r u t y / K e p a r a h a n ( s c a l a ) Bagaimana intensitasnya (skala)?Bagaimana pengaruhnya terhadap aktivitas? e) T i m e / W aktu Kapan hal itu mulai timbul dan bagaimana terjadinya?Berapa lama terjadinya?Frekwensi?Durasi 4) Riwayat Penyakit Dahulu Penyakit yang pernah dialami dan tindakan pengobatan yang dilakukan?Penggunaan obat?Pernah dirawat/dioperasi? Lamanya dirawat? Alergi?Status imunisasi?Riwayat kehamilan dan persalinan 5) Riwayat Psikososial Meliputi bahasa yang sering digunakan. bercak diseluruh tubuh. umur. Diagnosa medis Identitas Penanggung jawab: Nama. Tanggal MRS. persepsi pasien tentang penyakitnya konsep diri : Body image. peran . ideal diri. Tanggal Pengkajian. no register. 2) Keluhan Utama : alasan kenapa pasien memutuskan untuk datang ke RS 3) Riwayat penyakit sekarang: a) Provocatif atau paliatif: Apa yang menyebabkan gejala dan apa yang menguranginya.15 B. hubungan dengan keluarga. Pengkajian a. Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Menopause 1. alamat. tampilannya. Anamnesa 1) Identitas Klien: Meliputi nama.

. dilakukan secara mandiri . riwayat perdarahan. warna. hubungan dengan saudara. keadaan emosi. BAB terakhir. hal-hal yang mempermudah bangun. perhatian terhadap orang lain/lawan bicara. sedangkan pada BAK yang harus dikaji adalah frekwensi. mobilisasi.jumlah. eliminasi. waktu bangun. Latihan. konsistensi. mekanisme pertahanan diri. d) Pola Istirahat dan Tidur Sebelum sakit: harus dikaji waktu tidur. konsitensi. waktu bangun. personal identity. penggunaan pencahar. jenis olahraga dan frekwensinya Saat Sakit: kegiatan perawatan seperti mandi. warna. Saat Sakit: yang harus dikaji pada BAB adalah frekuensi.jenis nafsu makan sebelum dan setelah sakit harus di kaji apakah ada perubahan b) Pola eliminasi Sebelum sakit : yang harus dikaji adalah frekuensi. kegemaran/hobby. adanya penyakit saluran kemih dll. masalah tidur. di bantu sebagian. c) Pola Aktivitas. jumlah. masalah tidur. perlu bantuan orang lain. BAB terakhir.16 diri. penggunaan alat bantu. bau. ambulasi. riwayat penyakit ginjal/kandung kemih. 6) Pola Kebiasaan sehari-hari meliputi: a) Pola nutrisi sebelum dan sedah sakit disini yang harus dikaji adalah frekuensi. warna dan bau. danj interaksi sosial. Sedangkan pada BAK yang harus di kaji sebelum sakit adalah frekuensi. waktu. hal-hal yang mempermudah tidur. waktu. dan bermain Sebelum sakit : Kegiatan dalam pekerjaan. makan minum. Saat sakit: harus dikaji waktu tidur. warna. masalah tidur. menggunakan alat atau tidak mampu sama sekali. hal-hal yang mempermudah tidur. berpakaian. nyeri/rasa terbakar. terdapat ada tidaknya diare. penggunaan diuretika.

TB 3) Pemeriksaan ABC Head to toes a) Kepala dan rambut b) Mata c) Hidung d) Telinga e) Mulut. payudara dan ketiak. Lidah. Pemeriksaan Fisik 1) Keadaan Umum 2) Tanda-tanda vital : Tensi. dan Pharing f) Leher dan tenggorokan g) Dada atau thorax : paru-paru/respirasi. Gigi. Ketidak mampuan mempertahankan berhubungan dengan tuntutan pekerjaan. ganti pakaian (x/hari). dan gaya hidup. b. jantung/kardiovaskuler dan sirkulasi. Resiko infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh. tonsil. nadi. menopause. keramas (x/minggu). penuruan sekresi vagina. abdomen h) Ekstremitas/ muskoluskletal i) Genetalia dan anus j) Integumen k) Neurologi 2. b.suhu. c. memotong kuku( x/minggu). sikat gigi (x/hari). . Kurang pengetahuan tentang perubahan tubuh yang normal berhubungan dengan perimenopause. Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan struktur/fungsi seksual d. pertambahan berat badan dan pola hidup yang monoton. Diagnosa Keperawatan a.17 e) Pola Kebersihan Sebelum sakit: Mandi (x/hari). RR. BB. Gangguan pola tidur berhubungan dengan syndrome menopause e.

-klien bertanya-tanya tentang keadaannya -klien ceria Nampak uretra. penggunaan suplemen mengembalikan siklus haid normal tapi dapat menurunkan/ menghilangkan penyebab menopause memulihkan genetalia perubahan gejala dari seperti atrofi dan dinding menyesuaikan diri dengan keadaannya.dll. penyebab. Inkontinensia urine berhubungan dengan proses penuaan degenerative pada oto pelvic. saat ini -Klien dapat pada klien tentang pada klien tentang proses pengobatan d. tidak Diskusikan tentang perlunya pengaturan/diet makanan. gejala tahu menopause Beri penjelasan penjelasan mengungkapkan pengetahuannya bertambah Kriteria hasil. Memberi pengetahuan pada klien tentang menopause c. tindakan keperawatan selama jam. Terafi progesterone dan .18 f. Kaji tingkat a. -klien proses b. 3. Rencana Keperawatan Perencanaan No Dx Tujuan dan criteria hasil 1 I Setelah dilakukan a. Beri tentang menopause. Terapi estrogen pengganti tidak penyebab keadan c. Menentukan dimana pengetahuan tentang keadaanya/proses menopause sampai tentang klien Intervensi Rasional pengetahuan klien tentang keadaanya/proses menopause. vaginitis. prolap uteri. …x24 klien b. menghilangkan hot flushes.

Beri tentang individu. Meningkatkan kesehatan dan mencegah osteoporosis. …x24 Klien a. 2 II Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama jam. d. b. informasi membantu memahami sendiri. Ciptakan lingkungan saling percaya dan beri kesempatan kepada untuk menggambarkan masalahnya dalam kata-kata sendiri. Diskusikan dengan tentang penggunaan cara/teknik khusus saat berhubungan klien terbuka dapat mengidentifikasi area penyesuaian atau masalah meningkatkan dan resolusi. sehingga . akan klien situasinya mengungkapkan disfungsi seksual teratasi diberi setelah tindakan keperawatan dengan kriteria: Nyeri hilang bila berhubungan Klien menolak diajak berhubungan tidak bila kondisi b.19 estrogen diberi secara siklik untuk meniru siklus endometrium. c. kebanyakan kesulitan berbicara klien untuk tentang subjek sensitive. c. tapi dengan terciptanya rasa saling percaya dapat menentukan/mengetah ui apa yang dirasakan pasien yang menjadi kebutuhannya. Anjurkan untuk klien berbagi informasi klien a. d. mengurangi kekeringan vagina yang dapat dan diskusi menimbulkan rasa sakit dan iritasi. d. komunikasi pikiran/masalah dengan pasangan/orang dekat.

alkohol c. Menghindari dan goreng- yang mencetuskan hot flash sering terbangun saat tidur Palpebra tidak hitam gorengan.memulih kan atrofi genetalia. 3 III Setelah dilakukan a. klien Dengan hasil : Klien tidak …x24 untuk pakaian klien a. Anjurkan klien d. Anjurkan normal. vagina. Anjurkan tindakan keperawatan selama jam. c. kriteria untuk menghindari b. Pakaian memakai yang menyerap mengurangi yang keringat menyerap keringat klien ketidaknyamanan akibat keringat berlebih pola tidur b. kekeringan uretra. Anjurkan untuk muka klien mencuci saat hot di flashes terjadi . Mengurangi rasa tidak makanan nyaman trigger berbumbu. Mengurangi rasa panas dan keringat berlebih untuk menghindari beraktivitas cuaca yang panas d.20 Kolaborasi dengan dokter. meningkatkan kenyamanan dalam berhubungan. pedas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful