P. 1
Teknik Kendali 2

Teknik Kendali 2

|Views: 21|Likes:
Published by adikris10
Teknik Kendali 2
Teknik Kendali 2

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: adikris10 on Feb 20, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2015

pdf

text

original

DAPAT DIKLASIFIKASIKAN BERDASARKAN 1. BENTUK DASAR a. OPEN LOOP SYSTEM b. CLOSED LOOP SYSTEM 2. KLASIFIKASI JENIS PEMBUATAN a.

KENDALI ALAMIAH (BIOLOGI) b. BUATAN MANUSIA c. GABUNGAN BIOLOGI DAN BUATAN MANUSIA 3. BENTUK SIGNAL a. KENDALI KONTINYU b. KENDALI DISKRIT 4. PRILAKU SISTEM a. KENDALI MANUAL b. KENDALI OTOMATIS
1

R(s)

G(s)

C(s)

C(s) G(s) =

R(s)

Dimana s adalah Laplace dari f(t) s=σ+jω σ = tetapan j = √ -1

2

DIAGRAM BLOK SUATU SISTEM
Yang dimaksud dengan diagram blok suatu sistem adalah: sebuah model yang diwujudkan dengan simbol kotak (blok) yang menggambarkan fungsi sebuah sistem dan karakteristik matematik sebuah elemen fisik dan aliran sinyalnya.

SIMBOL OPERASI

3

MODEL HUBUNGAN BLOK
Ada 3 model menyambungan (hubungan) blok dalam mewujudkan sebuah sistem kendali sesuai dengan kebutuhan dan rancangan. Ketiga model tersebut adalah: 1. hubungan seri (cascade) 2. hubungan paralel (parallel)

3. hubungan kombinasi (canonical)

4

maka seluruh blok tersebut dapat digantikan oleh sebuah blok pengganti yang merupakan hasil perkalian secara aljabar dari seluruh blok yang tersambung seri. Blok tersambung seri 5 .a. Hubungan Seri (Cascade) Apabila sejumlah blok dihubungkan secara seri.

Penyerderhanaan Blok 6 .

G3(s)…. Gn(s)] .BESARNYA NILAI BLOK EKIVALEN  G(s) = G1(s) .G3(s) …….G2(s) .. X s(s) 7 . Gn(s) n = π G(i) i=1 Besarnya keluaran Y (s) = [G1(s) .G2(s) .

8 . Ilustrasi selengkapnya dapat dilihat seperti Gambar berikut ini.Hubungan Paralel Di samping cara penyambungan blok seri. ada kalanya diperlukan model sambungan lain. yaitu dimana sejumlah blok disambung secara paralel.

Penyerderhanaan Blok 9 .

X (s) 10 .RELASI MATEMATIK DALAM HUBUNGAN BLOKNYA : G (s) = G1(s) + G2(s) + G3(s) +……. + Gn(s). n =  G (i) i=1 Besarnya keluaran Y (s) = [G1(s) + G2(s) + G3(s) +…+ Gn(s)] .

sehingga dihasilkan sebuah model hubungan baru yang dina-makan hubungan campuran (kanonikal) 11 .c. Hubungan Campuran (Canonnical) Apabila kedua model hubungan yang telah ada sebelumnya digabungkan sedemikian rupa.

SISTEM KENDALI UNTAI TERBUKA (OPEN LOOP CONTROL SYSTEM) suatu bentuk pengaturan dimana hasil keluaran dari sistem tidak berpengaruh terhadap aksi pengontrolan sistem. 12 .

UMUR KOMPONEN KETELITIAN SISTEM SANGAT DITENTUKAN OLEH KALIBRASI BILA ADA KOMPONEN SAMBUNGAN SANGAT MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM UNTUK SETIAP KONDISI MASUKAN ACUAN TERDAPAT SUATU KONDISI OPERASI YANG TETAP. OUTPUT TIDAK MENENTUKAN PROSES SISTEM MEMPUNYAI DUA KONDISI YAITU ON – OFF TIDAK PERNAH BEKERJA PADA KONDISI 100% SANGAT TERPENGARUH OLEH LINGKUNGAN     SANGAT BERPENGARUH OLEH PANAS.    13 . GETERAN.

Untuk setiap kondisi masukan acuan terdapat suatu kondisi operasi yang tetap. Dapat digunakan hanya jika hubungan antara masukan dan keluaran diketahui dan jika tidak terdapat gangguan internal maupun eksternal. Ketelitian sistem tergantung pada kalibrasi 4. Bila terjadi gangguan. 3. sistem tidak dapat bekerja sesuai keinginan 5.sambungan 1. Keluaran tidak diukur dan tidak diumpan balikkan guna dibandingkan dengan masukan 2. 14 .

cocok digunakan jika keluaran sukar diukur atau secara ekonomi tidak layak 15 . kontruksinya sederhana dan perawatannya mudah 2.Kelebihan: 1. tidak ada persoalan kestabilan 4. lebih murah daripada sistem kendali untai tertutup 3.

Kelemahan:  gangguan dan perubahan kalibrasi akan menimbulkan kesalahan. sehingga keluaran mungkin berbeda dengan yang dinginkan untuk menjaga kualitas yang diperlukan pada keluaran. diperlukan kalibrasi ulang dari waktu ke waktu.  16 .

R (s) G(s) C (s) Dalam hal ini: G (s) dikenal sebagai faktor penguatan R (s) adalah acuan (reference) C (s) adalah keluaran (controlled) 17 .

HASIL PEMBAKARAN ROTI TAWAR 18 .

SETRIKA LISTRIK (IRON) POSISI SAKLAR ON ATAU OFF PANAS ATAU DINGIN 19 .

PETIR 20 .

SISTEM CERMIN SINAR DATANG SINAR PANTUL CERMIN DATAR 21 .

pencucian dan pembilasan pada mesin cuci dioperasikan pada basis waktu. pengontrolan lampu lalu lintas dengan sinyal yang dioperasikan pada basis waktu.Contoh aplikasi antara lain 1. 3. Setrika Listrik Pengaturan suhu ditentukan oleh kerja sensor panas (bemetal) 4. dimana perendaman. 2. mesin cuci. Pemanggang sate Masak tidaknya sate hanya ditentukan oleh lama pemanasan 22 .

CLOSED LOOP SYSTEM  Sistem kendali untai tertutup sering dikenal sebagai sistem kendali berumpan balik adalah sistem kendali yang senantiasa menjaga hubungan yang telah ditentukan antara keluaran dan masukan acuan (referensi) dengan membandingkan dan menggunakan selisihnya sebagai alat pengontrolan. 23 .

Diagram blok closed loop 24 .

  Ada beberapa komponen yang menentukan prilaku sistem di atas. 25 . seperti: Kontroler sering disebut komparator atau detektor beda yaitu bagian yang berfungsi untuk membandingkan antara sinyal acuan dengan fraksi keluaran yang dikembalikan.

yang selanjutnya akan dibandingkan oleh elemen kontroler / detektor. 26   . Hasil komparasi ini menghasilkan sinyal beda (error) yang digunakan sebagai masukan plant untuk diproses lebih lanjut. Elemen ukur adalah elemen yang berfungsi untuk menyesuaikan secara proporsional sinyal keluaran yang dikembalikan agar sesuai dengan sinyal acuan. Tranduser adalah sebuah piranti yang berfungsi merubah suatu besaran (bentuk keluaran) menjadi besaran lain (biasanya untuk mengembalikan menjadi bentuk informasi masuk-an).

Untuk memudahkan analisis biasanya digunakan model berikut ini: . Model matematik sistem kendali untai tertutup 27 .

Sedangkan kontroler atau komparator dilukiskan oleh simbol lingkaran dengan tanda silang di dalamnya. 28 .  simbol ± yang artinya bahwa pada komparator terjadi proses penjumlahan secara aljabar (bisa menambah atau mengurangi) sehingga dalam hal ini akan dibedakan sistem kendali umpan balik positif dan sistem kendali umpan balik negatif.

E(s) Kembali kerumus:  Dengan cara subsitusi: maka akan diperoleh: C(s) = G(s) .C(s) C(s) = G(s) .[ R(s) ± H(s) C(s ] 29 .    maka diperoleh relasi matematik sebagai berikut: E(s) = R(s) ± B(s) B(s) = H(s) .

Besarnya fungsi alih untai tertutup adalah hasil perbandingan antara sinyal keluaran terhadap sinyal acuan sistem dan dinyatakan dengan simbol GF(s) . dalam hal ini: G(s) = penguatan untai terbuka GF(s) = penguatan untai berumpan balik 30 .

bahwa dalam sistem kendali berumpan balik.    Di sini muncul tanda ± yang bermakna. terdapat dua bentuk umpan balik yaitu umpan balik positif dan umpan balik negatif. yaitu sistem berumpan balik negatif 31 . yaitu sistem berumpan balik positif |GF(s)| « |G(s)| dikenal dengan sistem Degeneratif. Bila dicapai kondisi : |GF(s)| » |G(s) | dikenal dengan sistem Regenatif.

Sinyal beda (error) akan selalu bertambah besar 2. Bila terjadi gangguan pada sistem. Sistem senantiasa tidak menjadi stabil 5.Sistem umpan balik positif:        Beberapa ciri yang dimiliki oleh sistem kendali umpan balik positif adalah: 1. Keluran sistem selalu bertambah besar 4. Fase sinyal yang dikembalikan selalu sama dengan acuan 3. maka sistem menjadi tidak stabil Prinsip ini banyak diterapkan pada rangkaian pembangkit frekuensi atau generator frekuensi (oscillator) 32 .

Hasil komparasi sinyal menyebabkan sinyal beda (error) senantiasa lebih kecil dari sinyal acuan 3. Sistem umpan balik negatif: Ada sejumlah ciri-ciri khas yang dimiliki oleh sistem kendali umpan balik negatif antara lain: 1. Cendrung menjadikan sistem lebih stabil 4. Dapat memperkecil pengaruh gangguan yang terjadi pada sistem. Fase dari sinyal keluaran yang dikembalikan adalah berlawanan dengan fase sinyal input 2.      33 .

servo mekanik. pengatur suhu ruangan. Jenis sistem kendali umpan balik negatif ini sering dikenal dengan istilah sistem kendali berumpan balik (Feed back control system) atau sistem kendali otomatis (automatic control system)  34 .  5. sistem penggerak tangan robot. Keluaran tetap dikondisikan mantap (stabil) Sistem ini banyak diterapkan pada proses sistem yang menghendaki adanya kestabilan operasi seperti pada rangkaian stabilisator.

35 . karena pada umumnya dalam sistem operasi berbagai peralatan cenderung menginginkan kestabilan dalam proses kendalinya. Model sistem kendali umpan balik negatif merupakan sistem yang paling banyak digunakan untuk berbagai bidang pengendalian.

CONTOH APLIKASI:         1. PROTEKSI SISTEM TENAGA LISTRIK 4. 36 . SERVO MEKANIK POWER STEERING DLL. INKUBATOR BAYI 3. PROSES INDUSTRI 6. PENGATURAN DISK PARABOLA 5. STABILISATOR POWER SUPPLY 2. PENGATUR SUHU TURBIN UAP 7.

Contoh: SERVO MEKANIK .

DIAGRAM BLOK SERVO MEKANIK .

PENGENDALI DEPO AIR .

Ketika waktu telah mencapai 00. secara otomatis relay akan dimatikan oleh modul timer. yakni menggunakan timer atau manual. timer akan mengaktifkan relay dan melakukan penghitungan waktu mundur dengan durasi yang dapat diatur menggunakan tombol operasi pada modul timer. Modul Timer TMR01 memiliki sebuah Tombol START yang berfungsi untuk mengaktifkan countdown timer. Pertama dengan menekan tombol push-button PB1. dan yang kedua adalah dengan mengaktifkan modul timer TMR01.0. Sesaat setelah Tombol START ditekan dan dilepas. Solenoid-valve dapat diaktifkan dengan 2 cara.Prinsip kerja   SS1 adalah selector-switch yang ketika ON akan mengaktifkan modul power-supply 12VDC yang kemudian akan menghidupkan modul timer.  .

Dengan mengaplikasikan modul timer untuk mengontrol kerja solenoid-valve.   Pengaplikasian timer memang bukan solusi yang terbaik. karena boleh jadi dengan volume/level air dalam tangki yang berbeda. Solusi yang terbaik adalah menggunakan flow-meter yang dapat menghitung volume aliran fluida tanpa tergantung tekanan air. tekanan air pun berbeda sehingga debit air per satuan waktu pun menjadi berbeda. investasi untuk solusi ini juga jauh lebih tinggi dibanding pengaplikasian modul timer. . Namun demikian. maka diharapkan pengisian air minum ke dalam galon menjadi lebih cepat dan lebih tepat.

maka jika memang terjadi kekurangan volume pengisian dengan menggunakan timer ketika level air dalam tangki rendah. Demikian sekelumit contoh aplikasi timer TMR01 untuk mengontrol kerja solenoid-valve pada depo pengisian air minum isi-ulang. maka operator dapat menambah secara manual menggunakan tombol MANUAL tersebut. Masih banyak masalah otomasi yang dapat diselesaikan dengan modul timer TMR01 42  . Dengan adanya tombol MANUAL untuk mengoperasikan solenoid-valve.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->