PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK DI RUMAH SAKIT

Oleh: H. M. FaizMufidi Sri Pursetyowati A. PENDAHULUAN Judul di atas,setidak-tidaknya dapatmengandung dua pemahaman: pertama adasengketa medikdan sengketa tersebut dis !lesaikan di rumahsakit.Artinya rumahsakit hanyasebagai sengketamedik. Kedua, ada sengketa tempat penyelesaian medik dan rumah sakit sebagaisalah satu subyek dalam sengketa tersebut. Keduap !mahaman t !rsebut sangat mungkin medik yang terjadi di terjadi sebagaiakibat dari pelayanan pertama rumahsakit. Pemahaman menunjukkan ada sengketa antara dokter atau profesi medik lainnya sebagaipemberi pelayananmedik dengan penerimapolayananmedik atas bubunganpelayananmedik yang terjadi di rumah sakit. pemahaman kedua menunjukkan Sedangkan rurnah sakitsebagai pemberi pelayanan medik bersengketadengan penerima pelayanan medik.Atas dasarpemahaman tersebut makalahini secarasederhana bermaksud menguraikan alternatif-a]ternatif p !nyelesaian pilihanbagiparapihakyangterlibatdalam sebagai sengketa medik. Umian tersebut diupayakan dapatmencakup seumber-sumber sengketamedik dan pemecahan sengketa medik yang terjadi di atau rumah sakit sebagaisalah satu subyeknya. B. SENGKETA DAN SUMBER S{JMBERIIYA Sengketa dapat difahami dari bcrbagai sudut. Pemahanan sebagian praktisi hukum terhadap pengertian sengketa seringkali membatasi diri padasengketa-sengketa di pengadilan. Artinya sepanjang suatuperselisihan belumsampai ke pengadilan,maka dianggap b !lum terjadi sengketa. Konsekwensi daripemahaman ini, suatu obyekhukum,misalnya tanahatau bangunan dapatdialihkansepanjang obyek hukum tersebut belum terdaftar sebagaisalah satu obyek sengketadi juga dapatdiartikanlebih pengadilan. Namundemikian senketa

PARAT,TARTA lTaearra E

luas lagi, sebagaimana dinyatakan oleh JG Merrillsr sengketa adalah ketidaksepakatan secara khusus yang menyangkut masafah fakta, hukum, atau kebii^kan @olicy\ didalamnya tuntutan ataupemyataan suatupihakditolak,dituntutbalik atau diingkarioleh pihaklain. Hampirsamadengan nrmusan di atas adalah rumusan sengk!ta menurut Penranent Court oJ Interualional Justice (PCI) yaitu ketidaksepakatantentang masalah hukumataufakt4 suatukonflik tentang sudutpandang hukumataukepentingan diantam dua pihak . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sengketadapat dirumuskan sebagai suatu keadaanyang menempatkan suatu pihak yang ingin memaksakan pihak lain yang menentang kehendaknya kepada kehel dak tersebutdan m!ngadakan perlawanan. yang diberikandoktrin ilmu hukum Dari pemahaman teNebut, maka pemahaman terhadappengertian sengketatidak hanya meliputi sengkatayang terjadi di pengadilantetapi luas yangbelummasuk lagitermasuk pengadilan. Pengertian terhadap sengketa juga nengandung pemahamanterhadap kedudukan antar subyeknya. Tidak mungkin disebut sengkota apabila salah safu subyeknya merupakan sub-ordinate dari subyeklainnya. Suatu sengketa selalumelibatkan subyekhukun yang rnempunyai kedudukan s !demjatdalam suatu hubunganhukum tertentu.r Dengan demikiantidak pemahterjadi sengketa dalamwilayah huhum publik, yang melibatkan kedudukan subyekhukum yang tidak sederajat, kecuali yang untuk hal-hal tertentu oleh hrjkum

ttC Menil\ Iatemotiohal DisputesSettlenent,CMbidAe Univelsity Press, 199E, hln. l. zlihat John Coflier & Vsugh t l,ove, The Setlenent of Disputes ir Intertulidal La\', Oxford University Pr!ss,Now Yo.lq 1999, Hlm. 10. John Collier& Vaughn Lowe menb !dakan anran sengkela (dispure) dari konflik. S.ngketa m!rupatan ketidakleFkatar l.nr!n8 masalah hak-hak dd kep !ntingan-kepentinsan, s.dd8ko konflik lcbih luas lasi sudan lebih mcngaBhpadapennusuhan bahkanm!liputi p.p.rdgan, id. Hlm l-2 rDisini lermlsuk p!mahamrn rcftadap frasasengkera kewcnangan yangmelibatkanlcmbryr ncg@ Patinya l!nbaga n!ga!yang terlibat dalm s.rsk!la tesebut mcmpuryai kedudukanyrng s.d.njat.

WACIIIA PMA IFTA

pencegahan penyakil. baik yang rumah sakit maup|lodoker b !rpraktek di rumah sakit pemahaman dapal menjadiheallh proyrdel.k lmgsungdari doher alau dokter gigi. Pelayanan medik selalu melibatkan health provider (pemberi pel^yman\ dan healfi receiver (penerima pelayanan).23Taiun 1992yeAn nycbulkmlujum-tujumt rsbul m!rupakan rujum d&i upry! kes!hahn.liap omg yang melakukd konsultai mdalah k*hatannya untuk memp. Andrc Martin & FV Bhakaa Kdn6 Bohoo ladotusia.dcrujat unluk mengoptimalku ba&-haknya $bagai subyeksengkcla 'BandingkanPasal39 UU No.Salahsatuani "langsung"adalahtidak d!nganperaorrraan(lihsl M.Demikian juga densrn pengcrtid lrnSsungatau lidak largsungdalm rumuson tersebut.ilujum praktekl(edoktemn. 348). pengobatan p !nyakitdan pemulihan kesehat n.o aMisdnya sengleiapajsk antaranegan de wajib pajalc Dalam s!ngketa l!rs!bulkepadawajib pajakdibcrik4 kcdudukanydg s. siapatah ynng dimakud pasiendalam kasusters!but. sedangkan terhadap health receiver secara umumadalah Dasien. yaitusengketa makalah yang melibatkan para pihak dalam kedudukanyang sederajat terhadap hak-hak yang sepenuhnya dikuasai oleh subyek sengketa. D!ngandemikian 6umsi yans mondasaiip!rumuso pergenian p6ien menurut undagan-undan8 adahn s!ake-*an pituk yeng akan berkonsullasi pasli m!rupakm pihak Fns m!mbuluhkatr dm akan mcnerimap. pengertiansengk!ta yang Sengketamedik mengaodung obyeknyaadalah p !l. s!ngketa dalam ini akandibatasi padasengketa perdala.Mak!. lermasuk di dalamnya sengketa medik.disederatkan kedudukannya.' Dalam kaitan ini.yananmedik.halan langsung maupun tid. peningkatan.mg yrng membuluhkm p." Untuk selanjutnya terhadap fras.dcrung m. s. Misalnya omngyangkonsultai adalah omn8lua dei sorana arak yeg m!mbuiuhkan p!layanankes!hatan.layanan kes!hatn. s!dangkan kegiata! konsultdi hanyadapatdilakukan oleh omng yans sde. kesehatan. Umum c. bandinglanjuea Pasal I0 UUNo.dangkrn undang-undang m. Pelayanan medik tersebut dilakukan dengan tujuan untuk pemeliharaankesehatan. 29 Tahuo2004 'zn8 mcnycbutkm iujuannujue lersebuisebag.ngbggap bahw8 s!tiap o. Dalam keoyataannya dapatt!dadi omng yang melakukan konsultasi bukan orang yang aLan m!mpemleh pclayanan kes !hatan. Ktina\ S!frbay4 2002.ol!h pelayanan yarg dipedukd baik s !cam kes. Hlm. 'Terdapat perMd p!mahmd terhadap islihn pasn.layanan kesehatm ldalah pa!!n. 29 Tahun 2004 adalah s. Apakah dense d!mikianorang yang lidak sadd dd dibawa ke dokt!r oleh keluarernla lidak lemasuk PARAI'IAnTA I wAcAnA El .ngadikan pen sebagaimane dirumuskanUU No.

. Apakahdengandemikianapabilarumah sakit/dokter memberikan medik terhadaporang-orang .29 Tahun2004..Sengketa medik dapatterjadikaren4adanya hubungan hukum pelayanan medik yang menimbulkan akibatyang tidak sesuai dengan ekspektasi dari pasen. Mencad aspek keperdataanpada hubungan hukum antnra rumah sakit/dokterdan pasentidak terlalu sulit.setidaktidaknya padasaatparapihak akanmemasukihubunganhukum tersebut. w c^ll^PAnarrAnT .dst.makap!nyebutan tulisan ini dimaksudkarsctiapomng yang m!mburuhkan pelsyanankes!haran.relayanan yangdisebutterakhirini berartidoktertidak melakukan praktik kedokteran? Atas dasarhal itu dan sejalandenganpengertian pasien?Mengingatk!tidakjelasannya p6ien dalam lersebut. Bahkan hubungan hukum antara rumah sakit/dokter dan pasen didominasi olehhubungan keperdataan..ajatan. rnakajika dihubungkan denganpemahaman umum terhadap pengertian pasen.selalumerupakan hubungan keperdataan. Kesepakatan dalam hukum merupakansumber perjanjian. Namun untuk memahami sumber tersebut. barangkali dapat dibantu dengan melihat sebab tedadinya praktek kedokteran sebagai salah satu wujudnya. Denganmembacaketentuan Pasal I butir I undang-undang tersebutyang menyatakan bahwa praktik kedokteran adalahrangkaian yang dilakukan kegiatan oleh dokterdandoktergigi terhadap pasien dalammelaksanakan upayakesehatan. sebenamya doktertidak saja akan berhadapan dengan pasien yang mampu menyatakan kehendaknya tetapijuga pada pasenyang tidak mampuatau tidak mungkin memberikanpartisipasidalam memperoleh pelayanan kesehatan. Pasal39 UU No. Hubungan-hubungsn pelayanan medik yang m!nunjukkan kesede. Mencad sebab-sebab atau sumber hubunganhukum pelayAnanmedik.Ruqusan tersebuttidak seluruhnya tepat. Dengan demikian rumusan dalam ketentuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan hukumantara rumahsakiy'dokter dan pasen hanya dapat terjadi karena perjanjian. 29 Tahun 2004 menyatakan bahwa praktik kedokt!ran diselenggamkan berdasarkan pada kesepakatan antara dokt !rdan doktergigi denganpasen. sebagaimana diaturdalam UU no. memang tidak dapat ditemukan dalam peraturan p !rundangan.

memberikanpersetujuan pelayanan me-dik ketika kemudian dalam proses pelaksanaan pas!n diletakkan dalam keadaanlidak sadar (anestesi)terjadi FARAMAFTA I wAcAnA trL . Sekalipun hubungan padahubungan hukum atashasil dan kesehatan dapatdibedakan persoalan-persoalan hubungan hukumatasihtiar.hubunganhukum tersebut pada resultaatverbintennis(perikatan dapat dikelompokkan (perikatan ihtiar). hukum tersebut.praktik kedokteranyang terdapatdalam rumusan undangmaka aspek keperdataan dari hubungan hukumanlara undang. Oleh karenanya.Artinya untuk terjadinyahubunganhukum ini tidal diperlukan pnkarsa bahkan panisipasi pasen. Ketiadaan prakarsa bahkan partisipasi pasen t!$!but dapat terjadi sejak awal t !dadinyahubunganhukum atau berlangsungnta hubungan hukum. Hubunganhubunganhukum seperti ini terjadi misalnyapada keadaan yang tidak memungkinkan emergency meminta persetujuan pasen untuk terjadinya pelayanankesehatanpadahal undangkepada dokter untuk memberikan undang memerintahkan penolongan. Dikaitkan denganisi dari hubungan yaitu pelayanan tujuan maka medik yang mencakup berbagai pelayanantersebut ada yang berobyekkanpelayanan dengan ukuran hasilnya adajuga yang berobyekkanpelayanansebagai usabaatau ikhtiar. dokter dan pasen dapat terjadi karena undang-undangatau karenaperjanjian. rumahsakit/dokter dan pasen Hubungan hukumantara yang bersumb ! hukum dari r undang-undang adalahhubungan yang terjadi karena undang-undang memberikanke\rajiban kepada kepadadokter untuk memberikanpelayanankesehatan pas !n. Padayang ditengah-tengah terakhir ini awalnya pasen dalam keadaan sadar dan untuk dilakukannyatindakan tertentu.pada umumnya yang hubungan hukum antam dokt !r dan hukum timbul dari pasen adalah hubungdn hukumihtiar. Perbedaan verbintenis hasil) dan inspanning jenis yang menonjoldiantaradua hubungan hukum t !rsebut yang terp !ntingbagi pasen verbintenis adalahpada resultaat pad6 dengan keinginannya sedangkan adalahhasil yangsesuai hasilnya insparningverbintenispasentidak dapatm!ngharapkan pelayanan dalam melakukan tetapi iktiar yang sebaik-baiknya hukuft yang berisi pelayanan kesehatan.

dimir. Pemilik urusan disebut dominus. Hubunganhukum perwakilansukarelasendiridapat dirumuskan sebagai hubungan hukum yang didalamnya seseorang mengunrs urusanorang lain dengansukarela tanpa yangpunyaurusan.49. hubungm hukun dokterdar pasien yang meliputihubungan Terpimpin" "Kerjdma dan hubunsatr "ParrisipasiBelsma-'. maka pirikaun yang 'Pcd@ P Solis drlam Medi. Fd<ulr^sHukrm Universitas lslamBddun8. sedang yangmengurus gestore. secara sukarela disebul Mengingattitik berat hubunganhukum perwakilansukarela adalah kesukarelaan gestor pemberian tanpaadanya kuasa. Hlm.laa Perikttan. Dengan demikian seorang dokteryangmemberikan pertolongan dalambentukpelayanan kesehatan kepada seseorang yangtidak meminta. dan sang pasen tidak mampu memberikan partisipasi dalam proses pelayanan kesehatan tersebut merupakan kewajiban undang-undang. Sedangkandalam kaitan dokter memberikan pelayanan kesehatan kepada pasen yang membutuhkan. UniveBity of The Philipppines.at Jtisptudeee.yang mengakibatkan sesuatu dokter harusmelakukan tindakan tertentu untuk hIe savin& paqahal tidak dimungkinkan lagi mendapatkan persetujuan pasen.taoleh orang baik diketahui atautidak diketahui oleh yang punya urusan. Hukum Kedoktemn(Srudi T !ntdg Hubungan Hukum Ddm Mea Dokl !r SebagaiSalanSatupihak). 'Lihat Hermi !n Hadiati Kuswadji.Pasif'.undang-undangr0. maka ada yang berpendapat bahwa hubungan hukumdokterdan pasentersebut dapatdikualifikasi sebagai hubungan hukum perwakilan sukarelas (zaakwaarneming) sebagaimana diatur dalamPasal1354KUH Perdata. maka di dalamnyajuga terkandungpengerfiantanpa kuasa atau perintah undang-undang. makasangat tidak tepat apabiladikualifikasisebagaihubungan perwakilansuka reJa. misalnya dalam keadaaotidak sadar. CnraAdiryaBakti. Maila.HIm. ?8 '"Ketentud PeBturo Perundangan yang m !wajibkanny4 dapat padaPel 5 | Undang-Undug dilihalmisalnya Nomor29 Tanun2004tenlans WACAI{I PABAIIARTA . Hlm. "Abdulwahab Arkri. 1996.Bandung 1998.' OIeh karenakeadaan pasien yang tidak memungkinkan memberikan partisipasi dalam hubungan-hubungan hukum seperti dinyatakan diatas. 33 menyebutkm 3 Dacampola hubungan ' Aklif. 1980. bukanlah memberikanpertolongansecara sukarela tetapi melakukan kewajiban menurul. lt &rr Benda .

oleh karena pasen pmkarsa tidak mempunyai partisipasi. Adapun untuk hubungan hukum antam rumah sakit/dokter dan pasenyang bersumber dari p !rjanjianterjadi akibat dari kesepakatan mereka. Sebagaisuatu perikatan.-. makapasen tetapberhak menggugat. d.. karena doktermemasang Prattik Kcdokto@. bahkan Dengau demikian perikatanyang dihasilkannya adalah inspanning verbintenis. yang menyalakd banwa dokler atau dokrer giAi dalam praktik kedokterd m !mpunyai melakanakan kowajibd :. melakukln perlolongan daNal at6 d6d p !rikemanusiaa.. kecuali bila ia yakinadaomng lain yangb !nugas dan tnampu melakukmny. Dapatdikatakan bahwasemua hubungan hukumantara dokter dan pasenyang bersumber dari undang-undang. pasen apakah itu datang papannama. yang lebih mudah untuk mengatakan pihakyangmelakukan bahwapihakpenjual adalah penawaran pihak yang melakukan dan pihak pembelisebagai penerimaan.Dengandemikianapabiladokter dalarn melaksanakan kewajibandalam bentuk pelayanan kesehatan melakukan kesalahan dankemudian menimbulkan kerugian bagi pasen. Lihatjuga K !pulusan Menteri Kesehatat Nomor 143/Mon-KcVSK. Suatu perjanjian pada hekekatnya pertemuan penawaran merupakan antara dan penerimaan.sekalipunpasentidak mempunyai prakarsaatau bahkan partisipasi dalam terjadinyaperistiwa makahakpasen hukumtersebut untukmemperoleh ikhtiaryang sebaik-baiknya dari dokter dalam melaksanakan kewajiban memberikan pelayanan kesehatan tetap mendapatkan perlindungan hukum. lenlang Kode Etik K!doktetr WACANA PASAMANTA .'Xl1983. Perjanjian antara rumah sakit/dokter danpasen dinarnakan sebagai perjanjian tcrapeutik.. Dalam hal ini ketentuanyang patut diperhatikanadalah ketentuan yang mengatur tentang syarat-syarat perjanjian sebagaimana lerdapatdalam Pasal 1320 KUH Perdatadan beberapapasal berikutnya. siapa sebenarnya yang penawaran melakukan yangmelakukan dan siapa penerimaan ? pasendatangke seorang Apabila seorang rumah sakit/dokter.mungkin dapat dip !rsoalkan. Tidak jual seperti dalam hubungan beli. makapadapadahubungan rumahsakitdokterdan pasen. tidak mungkinmenghasilkan resultaat v !rbintenis.yang bukan timbul adalahperikatan menurutundang-undang.

23 Tahun 1992r'?menyatakan bahwahak pasen. Khusus bagi dokter kewajiban untuk memperoleh p!rsetujuan pasen terhadap tindakan kedokteran yang akan dilakukandiatur dalam Pasal45 ayat (l) UU No.yat (2) ketentuan tersebut menyatakan bahwa perselujuan diberikanoleh pasensetelah mendapat penjelasan secara lengkap. Wujud dari perjanjianterapeutikdiawali oleh informed consenL yang sekalipun klrang tepat. jika mengingat namunakanterasa urgensinya Pasal1349KUH Perdatayang pada pokoknya menyatakanbahwajika terdapat keragu-raguan terhadap ketentuan perjanjian. yang berpandangan bahwa ia diharuskanundang-undang untuk memasangpapan namarr kemudian didatangi pasen dan pasen tersebut menceritakan keluhannya serta "menawarkan" kepada dokter agar bersedia memberikanpelayanan. perbedaanpelaksanaan Terdapat p !rsetujuan lindakan medik yan& UU No. 29 Tahun 2004.diantaranya hak atas informasi dan hak memberikan persetujuan. sudah lazim dilerjemahkan sebagai persetujuan tindakan medik Dalam bentuk undang-undang.penjelasan pasal tersebut memberikan contoh-contoh tentang hak pasen diantaranya hak atas informasi dan hak untuk memberikan persetujuan.denganitu beradi dokter menawarkan diri untuk memberikanpelayanan sehinggaia tertarik untuk datang. menyatakan akan diatur dengan keoutusan menteri. maka harus ditafsirkan untuk kerugian orang yang menawarkandan keuntungan bagiorang yangditawari. Atau sebaliknya menurut dokter.29 Tahun 2004 "Lihal Pasal [Lihat Pasal5] ayar(4) V{ACA}IA PAMlrllFTt . 29 Tahun 2004. A.Dalam menjelaskan hak pasen. Perdebatan ini memangtampakteoritis.yang menurut pasen. akandiatur denganperaturanpemerintahsedangkan UU No. Pasal 53 ayat (2) UU tersebut menyatakan bahwatenagakesehatan dalammelakukrn tugasnya berkewajiban untukmemenuhi profesidan menghormati standar hak pasen. 42 UU Nomo.informed consent pertamakali disinggungdalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kes!hatan.

Sebelumkedua undang-undang t !rsebut diundangkan. d. dan seberapa penjelasan. Mengukurketiadaan paksaan dan kekhilafan sangat tergantung jauh pasendapatmemahami dari seb !rapa altematifpilihanpilihan sebelummemberikan persetujuan atastindakanmedik jauh doker telahmemb !rikan tertentu. e.Sampaisekarang. DalamPem !nkes tersebut informed consent atau yang diterjemahkansebagaipersetujuan tindakan persetujuan medikdidefinisikan sebagai yangdiberikan oleh pasien atau keluarganyaatas dasar p!ojelasanmengenai tindakan medikyangakandilakukan terhadap pasien tersebut. beberapa pertanyaantentang infomed consentdapat diajukan. Pertama.ketentuanyang mengatur tentang informed consent adalah Pemturafl Menleri Kesehatan (Permenkes) Nomor 585Tahun1989. Bagi pasien terlentuyang sudah sangat percaya kepada doktemya dengan mudah akar WACAI{A PARAI{ARTA . b. maupun yang keputusan m !nteri dimaksud oleh keduaundang-undang tersebut belum diterbitkan. baik p !mturan pemerintah. prognosis yangdilakukan terhadap tindakan Hal-hal tersebut merupakan ukuranminimal tetapi di sampingitu pada akhirnyaukuranketiadaan kekhilafanakan sangat banyak ditentukan dari tingkat kepercayaan pas!n terhadap dokter dan individupasen. alternatife tindakan lain danresikonya . tujuantindakan medikyangdilakukan . Pasal45 ayat (3) UU No. bagaimanakah inlomed cowent it\t diberikan? Pertanyaan ini b !rkaitan dengansyant pertama dari perjanjian yaitu adanya yangmerupakan katasepakat wujud asas konsensualisme dalam peianjian dan diukur dari ketiadaanpakaan. ketiadaan kekhilafandan ketiadaan p !nipuan. tetapi mengukurketiadaan paksaandan kekhilafanadalah sesuatu yang tidak mudah. Dikaitkan denganPasal 1320KUH Perdata. risikodankomplikasiyang mungkin terjadi. 29 Tahun2004 memberikan ukuran bahwasuatu penjelasan dianggap adequate apabilasekurangkurangnya mencdkup : a. Dapat dipastikanbahwa jabatannya seorangdokter yang terikat dengansumpah tentu tidak akan melakukanpenipuan. c. diagnosis dantatacaratindakan medik.

K !putusan Menteri teBebut tidak mengatur pemberi tentaDg persetujuannya. sedangkan bagi pasenyang lain mungkin dia akan banyak b!rtanyabahkanbila perlu b!rtanyapadadokter lain. Padadasarnya baik penjelasan Pasal45 ayat (l) UU No. pengaturannya WACAI{I PARAIIABTA . Masih berkaitan dengan syarat kecakapanuntuk membuat perjanjian. Sehingga atas dasarhal itu apabilatidak ada wali atauwalinyaberhalangan./wali dan atau orangtua. Pertanyaankedua adalah siapa yang memberikan persetujuan ? Pertanyaan ini berkaitan dengan syaratkedua dari perjanjian yaitu adanyakecakapan untuk membuatperjanjian.sebabpenentuan wali yang bukan orang tua pada penetapan dasarnya diperlukan dari pengadilan.memberikan persetujuannya tanpa perlu banyak bertanya. patut dipertanyakan kepada siapakan persetujuan diberikan? Sayang terhadap hal ini. 29 Tatun 2004./wali persetujuan berhalangan diberikan olehkeluarga terdekat. memberikan Untuk pasenyang befum dewasa. maka orang tuanya atau walinya yang persetujuan. sedangkan terhadappasientersebutharusdilakukantindakan medik. namun demikiankjranyadapatdipersamakan dengan pasen yang tidak sadar atau mengalamigangguan mental.hanya Permenkes memberikan lebih j !las dalammenentukan pihak yang memberikan perset{uan. yaitu pasen (berunrur sendiridalamhal ia telahdewasa 2l tahrn kcatas atautelahmenikah) dan dalamkeadaan sadar sertaseha! mcntal.maka samadenganketentuan PasalI I Permenkes No585 Tahun 1989 tidak diperlukan persetujuan. Bagi hukum penenruan wali dalamhal pasen lidak sadar atau mengalamigangguan mental atau belum dewasa tidaklah sesederhana seperti halnya dalam kedua peraturan tersebut.. Penentuan tersebut merupakan a contrario dari ketentuan Pasal i0 Permenkes yangmenyatakan tersebut bahwabagi pasem di bawah2l tahun dan tidak mempunyai orang tua.Apabilapasen dalamkeadaaD tidaksadar ataumenderita gangguanmental. maupun Permenkes No. Sebaliknya apabila tidak dalam keadaan yang mengharuskan segera dilakukan tindakan medik sebaiknyapemberianpelayanan ditangguhkan hingga didapatkan wali yang definitif menurut hukum. yaitu orang tua atau walinya. 585 Tahun 1989 pengaturan yang sama.

Hal tersebuttidak seluruhnya salah.4 Tahun 2004 rctrte8 Kckuasaan K!hakiman bahwa Kekudtu Kehakimd adalahkekudan n!gamyang merdekauntut meny.l!nggamkan pcradilan guna m!n!gakkan hukum dd keadild berdasa*an Pancrsila d!mi ters!lenggatuya Negda Hukum Rcpubtik WACA}IA PAMIiIARIA . Dengan kata lain orang datangk ! pengadilan denganharapanpengadilan mewujudkan akibathukumteihadap sengketa di antara mereka. Atasdasarhal itu dokter tersebut harus mempunyai wewenang untuk melakukan pelayanan kesehatan tersebut. yang @ntunya berlentangan dengan yang halal. diasumsikan selalu ada. undang-undang. kepatutan maupun kesusilaan. sehingga tidak perlu dibahas lebih lanjut.s !babtugas utamapengadilan adalahmenyelesaikan sengketa. Namun meskipun demikian sudah seharusnya bahwapersetujuan tersebut hanyadiberikan kepada dokteryang akanmelakukan pelayanan kesehatan. PENYELESAIAN SENGKETA MEDIK Pada umumnyajikadisebut katapenyelesaian s !ngketa.makatindakan-tindakan kausa tersebdt tidak termasuk dalampengertian tindakan pelayanan medik. C. Apabila doker ienebut ddak mempunyaiwewenang untuk melakukanpelayananmedik tertentu yang menjadi obyek persetujuan. makasubstansi tindakan jelas. Adapun hal-hal yang menjadi substansi persetujuan. Dan menang tugas pengadilanlahuntuk menyelesaikan sengketa tersebut.'r irlihat PasalI UU No. mcdikyangakandilakukan harus dalampengertian syarat perjanjian harus dapatditentukanHubunganpelayananmedik sangat tidak mungkin benentangan baik denganhukum.tidak serinci pengaturantentang siapa yang memberikan persetujuan.l ketigaperjanjian yaitu adanya hal tertentu. bayangan orang pertama-tama pada institusi akan mengarah pengadilan. maka informed consent dapat dibatalkan.OIeh karenanyasyamt keempat dari perjanjian yaitu adanyakausayang kialal. yaitu tindakan medik yang akandilakukan oleh doktersebaeai wujud pelalanan keseharan p !menuhan merupakan dari s). Bahwa seandainya di dalam kenyataannya terdapat praktik-praktik semacameuthanasiaatau aborsi. Di dalampengerrian hal tertentu sebagai obyek perjanjian.

Dgd ialEnlain *lain pengobarar medik. Andrc Madin & FV Bhaskan4 (dn6 Burora /ndorerta Karin4 Surab. Pasal 2 nya menyatakan bahwa penyelengguam kekuasaan kehakime scbasaimana dimaksudPasal I dilakukar oleh s!hah Mahkmah Agung dan badm p. Atas dasarpertimbangan-pertimbangan tersebut.proses pemeriksaan yang terbukadan putusan yangberujung pada kalah-menang sehingga sangat sulit untuk merajuthubungan hubungan hukum kembali bagi para pihak yang sudah b !rperkaradi pengadilan. waktu yang relatif lama. lingkunsan peradilm tata usala negar4 du oleh scbuahMahkamahKonstirusi. mengadili.Hlm. cepat dan ekonomisserta tidak ingin sengketanya diketahui secara luas apalagi disebarluaskan oleh media massa dan menginginkanpenyelesaian yang masih dalam kerangka hubungan-hubungan sosial tertentu merasakan adanya kebutuhanterhadapadanyalembaga penyelesaian yang sengketa Iain.esia. dan memutus suatu perkara yang diajukan dengan dalihbahwa hukumtidakadoataukurangjelas.Pasal 16 UU No. r'Lihat misalnyr M. Namun demikian banyak kalangantidak menyukai berurusan dengan pengadilan dengan pertimbanganpertimbangan tertentu. WACAIIA PARAMARTA .Singkatnya b !rperkara di pengadilan akanmembuat orangterlukadan tidak mauberhubungan kembalidengan mitranya.di antaranya biaya yang tidak sedikit.bagi orang-orang padaprofesitertentu jasa atau termasuk pemberian terutama kalangan yangsenantiasa duniausaha berpikirpraktis.radilan di bawahnyadalan lingkungan p. melainkan wajib untuk mem !riksa dan mengadilinya.Aninyadibutuhkan adanya altematiflembaga penyelesiian sengketa.y42002.raditan omum.34 rsftmikianjlga dereanistilah "p !ngobaran altomatif'yans ditujukan padapengertianp!ngobalan d. Dengan demikian apabila digunakan istilahaltematif Indo. Dengan demikian sengkata medikdapat diselesaikan melaluilembaga peradilan umum. linskungan ! !radile a8mq lilngkunse pcmdilan mihcr. 4 Tahun 2004 menyatakandikatakan bahwa Pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa. Sekalipuo kata "alternatif' sendiri menurut pengeniannya_ adalah pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan'" namun untukini lebihditujukan pada artijalan lain''.

Monopoli Larangan Praktek dan Nomor 5 Tahun 1999tentang Sengketa Persaingan UsahaTidak Sehat). maka yang dimaksudkanadalah yang ditempuhtidak melalui lembaga penyelesaian sengketa peradilansebagaimana Nomor 4 dimaksudUndang-Undang Tahun2004. metoda tersendiri arbitrase sebagai 30 Tahun 1999memisahkan sengketa. Di Indonesia cukup baryak lembaga p !nyelesaian Untuk sekcdar sengketayang bukan lembaga pengadilan. Dalamarti luasadalah dalam arti di luar pengadilan termasukarbitrase.namun tidak semua lembagatersebutakan dikupas.BadanPenyelesaian (UU Nomor 8 Tahun1999).penyelesaiansengketa. Panitia Penyelesaian Pajak (UU Nomor l7 (UU Nomor 22 Tahun 1957jo UtJ Perselisihan Perburuhan Pemuttsan Hubungan Ke4a di 12 Tahun 1964 tentang Nomor lJsaha (UU Komite Pengawas Persaingan Perusahran Swasta). sedangkan yangdiatur penyelesa'an sengketa sempitadalah metoda-metoda WACAI. Sekalipun pada penge(ian yang terkandungdalam penyelesaian sengketa sebagaimana dinyatakan istitahalternatif sengketa diluar diataspada dasarnya semua carapenyelesaian pengadilantermasuk arbitrase adalah bagian dari metoda penyelesaian namunternyata UU Nomor alternative sengk !ta. Penyelesaian Sengketa m !nurut Walaupun lembaga p !nyelesaiao s !ngketadi luar pengadilan di lndonesiacukup banyak.IA PARAIiIANTA . tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Pcmbahasannya akan meliputi sebagian metoda-metoda 'beserta alternatif penyelesaian segkcta yanS diatur mekanismenya. Sengketa adalah Badan Penyelesaian menyebutdiantaranya 'I'ahun 1997). melainkanhanyaalternalif penyelesaian sengketa menunrtUU Nomor 30 Tahun 1999 Sengketa.Dari UU tersebut diluar alternatif penyelesaiao sekaligusdapat dipahami nampaknyapengertianalternatif penyelesaian sengketa dapatdibagi pada arti luas dan arti segala carapenyelesaian sengketa sempit. Penyedia Jasa Lembaga Konsumen PelayananSengketaLingkunganHidup di luar Pengadilan (Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun2000) dan Alternalif UU Nomor30 Tahun1999.

36-37ymg membedakan pe Eqtian alternatite dalam islil l alte otiye dnpute resalutioa Oatla atueraativeto litigation di dalamnya ternasuk arbilra* d. PL Tararus4 l. PasalI butir 10. yakni penyelesaian di luar pengadilandengan cara konsultasi.97.4/bttare.mediasi.Pasal 6 danPasal52. Karena pengaturannya yangsedikitini s !hingga sempat untukdiusulkan agarjudul undang-undang diubahmenjadi arbitrase sajadengan pasal-pasal yang mengatur membuan-g alternatifpenyelesaian sengketa. pembedaan yang bersifatteknisterminologis Terhadap altematifpsnyelesaian sengketa nampaknya pembentuk t !rsebut g-undang undar kurangmempertahankan konsistensinya karena dalamPasal6 ayat (l) UU Nomo. dengan catatan PasalI hanyamenyebut pengertian danmetodametodanya sedangkan Pasal52 tidak secara khususmengatur alternatif penyelesaian sengketa tetapi lebih pada fungsi lain arbitrase yang tidak sekedar lembaga ajud. Hlm.rAnTil . Pilihan Fqun Atbitr^e dahn Seigketa Konetial .30 Tahun1999 dinyatakan dalamPasalI butir I0 adalah lembagapenyelesaian sengketaatau beda pendapat yang disepakati melalui prosedur para pihak. UU Nomor 30 Tahun 1999 berisi 82 pasal. Pengertianautentik altematif penyelesaian sengketa menurut UU Nomo.konsiliasiatau penilaianahli. 2004.Hlm.'.kana. negosiasi. I. Apabila penyelesaian arbitrase tidaktermasuk metoda alternatif sengkcta seharusnya istilah Iitigasidigantidengan istilahajudikasiyang pengertiannya meliputipengadilan danarbitras !.n dlterhdtite to adjrr)icatioadi dalaDnyatidak mencakup arbnr6e. 30 Tahun 1999dinyatakan bahwasengketa pcrdata ataubedapendapat dapatdiselesaikan oleh para pihak melalui altematifpenyelesaian yang sengketa didas:rkan pada itikad baik dengan mengesampingkan penyelesaian secara litigasi di Pengadilan Negeri. ChaliaIndonesi4 Jakan42000.)Prcceedings : Arbilrasedd M.ie& E ddg Selyowati (ed.dilaa.kasi. ADR (Akernatire Dispute Resotttion) d . s !bagaimara dikutip Eman Supnmd. Kerjasams PusatPengkajian Hukun dan Mahkamah AgungR.ntu* Peneqdtrn Ke. 2? ilwAcana PAurr. Hlm.uga David H.dalamUU Nomor30 Tahun1999 kecuali arbitrase''. . Sekalipun ''Bandingkan SujudMargono. Ott. rrlihat Emmy Yuhdsa.. namun yangmengatur ketentuan penyelesaian alternatif sengketa sangat sedikityaitu 3 ketentuan.diasi.

r. 20 C@ (1c21\ Lihsl Iw c xr PAnrmRrr trL .Tentang ini Perfianenl Court of lntemationol Juslke menyalrkanbahwarrir ir lhe chiefnelhod by which Statesseule their disputes"..istilah-istilah teknis metoda alternatif peny!l!saians!rgket disebut dalam kctentuan itu.takan: "Penyelesaiansengketa atau beda pcndapat melalui altematifpenyelesai6n sebagaimana dimaksud s !ngketa langsung dalamayat (l) diselesaikan dalampenemuan parapihak. Hlrn l-2 'eD$l?'n MMnatb John Colli!r & VarglEr Lwq PdLtti@ CM. Lih.Bagiscomng Bandingkan la$ycr.Pasal 6 ayat (2) UU Nomor 30 Tahun I 999 m!ny. 1983. Po!gcl& E.ng-undang p!ngertiannya.gotiatidt ond . HualnAdolf. Seringlali dalam suatu ''W. MirL W!st Publishiog Co. namun temyata und.Bi@ opcil. 250. Negosiasi UU Nomor 30 Tshun 1999 ti&k merumuskan peng!rtian negosiasi..mar6i Coun.PT Rrj! Gnfindo. metodayang negosiasi ditempatkan oleh undang-undang sebagai pertama untuk menyelesaikansengketa yang terjadi.negosiasi mcrupakan kclllmpilrn 'ang pcnting unrok dikors. Dengan demikian sangt dimengerti apabila dikatakan bahwa negosiasi menrpakancara yang paling dasardan lertua untuk menyelesaikansengketafr. juga pcm)dranP!. Sesuai pada ketentuandiatas.k lipun lidak ada sngkcra Lihat lebih bnjut pad. Jal(. samasekali tidak m!nyebutkan dan refisdap hal ini juga menimbulkan pertanyaan.!ut 'e. apak l metoda-metoda t!rsebut limitatif dalam arti undang-undangtidak mengenal metoda yang lain ? Tidak mungkin membahas semuam!toda terseblt dalam kesempatan ini. Untuk itu hanya akan dikemukakan metoda-metodayang menurit Penulis paling layang untuk p!nyelesaian s!ngketa medik yditu merodd negosiasi danmediasi.i s.nld R Wiuirrts.. Ocslr. Hlm.d4 2003Hlm. l. G. karenamerupakancam lermumh dan paling tertutup dari pihsk lain dibandingkancara-caralainnya.Paul. Huhn Eko\oni Inter@itul : Suatu Pengadrr.dapatdipastikan denganpenempatannya juga dalam kenyataannyanegosiasi merupakancara pertama yang akan ditempuh para pihak guna menghindari atau mengatasi suatusengketa. St.dst" Diantarasemua metodealtematif penyelesaian sengkela. ruadr N.

juga akan kurang bermanfaat Negosiasi apabila para HualaAdoli id. maka dapat diketahui bahwadalam negosiasi para pihak tidak menghadirkan pihak ketigaunluk menyelesaikan sengketa mereka. manakala kedudukan parapihaktidakseimbatrg. aG. Namun demikiandapat dipastikanapabila terjadisengketa parapihakakanmenggunakan cara ini sebagai camyangpertama sebelum menggunakan cara-cara yanglain. Hlm. khususnyakontrak-kontrak nasional dalam basian penutupnya selalu mencantumkan klausul yang menyataian.kontrak.apalagi kepada kuasa hukumz2.Hal ini merupakan pemyataan bahwa negosiasi dipilih sebagai cara pertama menyelesaikansengketa.nun negosiasi memilikikel !mahan-kelemahan.oDcir.anaan perjanjian ini. klausul ini boleh dikaokan tidak pemah ada.patut dipertanyakan. Malinvcmi. melainkan cukup upaya mereka sendiri. 2.l. na. manakala terdapal pihak yang kakl.23. para pihak akan menyelesaikannya secara musyawarah untuk mencapai mufakat.348 z':Apabila dikarakrnpads umumny4hal rni dimaksudkan ada hak yangfidat dapat diMkilkm penerima$nya k. Sekalipun dikatakan carayang paling dasardan tertua. Hlm.. . Membaca ketentuandi atas.langsung'. segala per!!daan atau sengketa yang timbul sebagai akibat pelakf. AndreMartin & FV Bhaskdr4oDEi!Hlm. adalah tidak denganperantaraanzr. seringlambat danmembutuhkan waktuyanglama. dalam hukum dapat diwakilkan kepada oranglain. 2jt. Apabilayang dimaksudJemikian. Padaketentuandi atas. ':rl-ihatM.ihat WACAIIA PAMIIARTA .padaomnglain kena sifarnya yMg harus drte ma oleh krditur pribadi. termasuk sengketa pelayanan medik sebagaimana obyek pengaturan undang-undang ini. diantaranya2o: l.misahla hak paien sro5trndatd nedik yeg wajibdilakukmdokter atas dnserrdsaksirem! !urik. Bardin8kfl juga JG Menils. Negosiasisebetulnya perundingan di antarapara pihak. J. makahal ini sulit untukdifahamisebab padaumumnya hak-hak keperdataan.Tentu saja dalam kontrak terapeutik. yarg jarang dibuatsecara lenulis.'pertemuan yangdimaksud apakah pemyataan dengan langsung parapihak"? apakah ini berartibahwa negosiasiharus dilakulan oleh para pihak sendiri dan tidak boleh diwakilkantermaiuk kepada kuasahukum? setab salahsatuarti .

PARAIIARTA I wacAIA xfl . langsung penafsiran sistematis.1064n065 Bryan A Gamef op.ir. pihakyangmemilikiposisi Nampaknya untuk mengerti pemyataan"pertemuan para pihak" sebagaimana dimaksud Pasal6 ayat (2). Hlm.egor?tion usually involvescompleteaulonomy parties inrolvd.maka cenderung akan mengorbankan kuasa hukum tentu n !gosiasi tawarlebihlemah. Sehingga dengan demikian penggunaan istilah "pertemuan langsung para pihak" hanya sekedar untuk membedakan negosiasi denganmetodapenyelesaian sengketa yang lain Kesimpulan ini juga didukung salahsatupengertian negosiasiyaitu .maupun prosedur ysng khusus mengatur hukum intemasional tidak ada mekanisme negosiasi.). yang disebut juga dalam undang-undang dan penilaian ahli sertapendapat konsultasi. vithout the inlenention of lhird for lhe-dalam Baik dalamUU Nornor30 Tahun1999.Semuametoda-metoda pihak ketigayang tentunyahanrstidak mewakili melibatkan pihak yang bersengketa. konsiliasi yang terakhirdisebutselalu arbitmse.perjanjiantidak dapat mewakilkan pihak yang mengadakan kepada orang lain. dalam arti hubungan-hubungan yang tidak berdomisili dilakukan oleh pengusaha-pengusaha wilayah disatu tempat bahkan sudah melewati balas-batas mungkin para pihak yang mengadakan negara.bagaimana perjanjian perdagangan harus bemegosiasidengan tidak kepada kuasa hukum? Apalagijika mewakilkan diperbolehkan negosiasi mengingat kelemahan-kelemahan metoda di depan. Alas dasarhal tersebut kepentingan yang parapihak':dalam dimakud "pertemuan langsung maka pertemuan para pihak sendiriatau pengertian negosiasi adalah para wakilnya termasukkuasahukum mewakili kepentingan pihak. yaitu lain. mediasi. namundalamhukuminternasional tidak berartibahwaparapihakbebas tanpabatas menentukan sendiri. sebab lalu lintas bisnis saat ini sldah perdagangan mengglobal. dengan harus dilakukan dengan penyelesaian yang metoda sengketa memahami dulu pengertian ini.Jika dihubungkan telah dikemukakan sebagaimana bila terdapat ketidakseimbangan dalamposisi dengan k !lemahan pihak yang lemah diwakili seandainya tidak oleh tawar. ?rLiha! (ed.

Hlm. b.n6ional.254 " td. 2.q pda pihak hms retap menghormati prinsip kcdaulalan dan lamnganinrervensi terhadap urusan elonomidalamnegeri dan negeamitra: c. 103 rVACA}IA P$AiIABTA . t m. baik dalam proses negosiasi maupun pada p. Dengan demikian sebenamya mediasi proses adalah penyelesaian sengk !ta dengan melibatkan pihak k !tiga sebagaipenghubung (mediator)untuk mencapai kesepakatan p !nyelesaian di antarapara pihak atas sengketa yang teiadi. pelaksanaao negosiasibergantungsepenuhnya kepada kehendakpam pihak. hal ini menjadiba3iandari kebebasan parapihakz5tetapi kiranya dapat disimpulkan beberapa sifatdari negosiasi : a. disebut dalamayat(3).254-255 " BryanACamer( !d.jiban untuk menjasaperdamaiar. prinsiptundamental dalamhukum inte. Mediasi Istilah mediasidisebutdalamPasal I butir l0 namun indiknsi rumusan tindakan apalagi pengertiannyatidak disebutkan dalam Pasal 6. c. karenanyatidak ada prosedur khusus pelaksanaan tentang negosiasi : para pihak trebasuntuk menentukan pada tahapmana negosiasit !lah menyelesaikan sengketayang mereka ataml. parapihakjuga bebasuntuk menentukan dayaikat l1asil kesepakatan darinegosiasi .). Black's Law Dictionarymerumuskan mediasi sebagai : "A Mefiod of non binding disputelesolution inyollting a nearal third party who ties to help the disputihg parties reach a nulually agreeablesolution".seprni pinsip tmngrn pengsund kekerasan dan kew.melainkan dibatasi olehberikut2a: Tent?rng kapannegosiasi dip !rlukanpara pihak. id.o$s pelaksnamnyalihat Huala Adolf. b. pamprhat harus terap menjunjung ittikad baik. Sangat mungkin mediasidilakukansetelahpara '1apdnsip-prinsip yangmembalasi dalambukuminternasionat adatah r a. melainkan hanya disebutkan yaitumediator orangnya. agabilapam pihaknyane8.opcit. keanman dan keadilan.Htm.

Hlm. b. mediator bertemu dcngan atau parapihakuntukmengetahui dudukpersoalan mempertemukan sajamembuat yang selanjutnya ia dapat sengketa sebenarnya.apihak. Sekalipun demikian ia tidakmempunyai suasana kepada para pihak yang kewenanganuntuk memaksakan Artinya bersengketaagar segera mencapai kesepakatan. pada tetap berada untuk mengakhiri sengk ! ta kesepakatan para pihak. Tindakanapakah mereka akan menyetujuinya tindakan mediator tersebut daDat dilakukan dalam sualu pertemuan yang dihadiri parapihak maupun dilakukansendiri yang diterimadari para informasiataufakta-fakta berdasarkan pihakdalamkesempatan yangterpisah. yang paraPihak fakla-fakta disampaikan tentang catatan-catatan pendapat hukumnya kelemahan dan tentang sambilm !mberikan pihak.pihaksulit mencapai kesepakatan m !laluinegosiasi'' parapihak perlumediator ? Hal ini disebabkan Mengspa faktor lokasi tempat tinggal bertemu disebabkan tidak mungkin para pihak mau yang berjauhan atau memang tidak bertemu psikologis. brsama oleh parapihak . Karenanya dikarenakan hambatan-hambatan mampu menciptakan harusindependen dannetralserta mediator yangkondusif. peDyelesaian lcmbaga alternatif Pengertian lembaga arbitrase sebagai dimaksud permanen.27 WACAIIA PANAARTA . kewenangan dan kehendak tugasnya.setelah Secarateknis dalam menjalankan ditunjuk para pihak.opcit. Mediatoryang ditunjuk secara dan Mediator yang ditunjuk olch lcmbaga arbitrase atau yangditunjukpa. Dengan demikian sengketa bukanuntuk memberikan ':TlihatJohnCollier& Vaughan Lowe. Atas dasar hukum masing-masing kekuatan kedudukan penyelesaian membuat rumusan usulantentang itu kemudian para pihak. ketentuan diatastentunyaadalahlembaga arbitase sebabarbitraseadhoc hanya diadakanuntuk menyelesaikan p !ndapat. agar dapatdijadikanpertimbangan sengketanya atau tidak. Pasal6 ayat (4) dapatdikatakan Membacaket !ntuan membedakan mediator ke dalam: bahwa Undang-Undang a.

Lagi pula bukankahdasar "Lihar Pasal3l ayat (l) UU Nomor tE Tahun t99 r. misalnya saja organisasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang kean[gotaannya jasa meliputi unsur-unsur wakil perusahaan ko$truksi.. Dernikian juga dalam sengketainternasional jumlah mediatortidak dibatasiro.27 TI'ACAI. Untuk itu perlu dipertimbangkanpembentukanlembaga altematif penyeselesaiansengketa-sengketa medik yang didirikan ol !h profesi medik.lembaga arbitrase disamping berfungsi sebagai lembaga ajudikasi dan pemberi pendapathukum sebagaimana telah juga berfungsi dikemukakan diatas. perwakilanasosiasiprofesi jasa konstruksi.Dengandemikiansuatu ketika dapat saja organisasi-organisasi kemasyarakatan tertentu yang didirikan denganmaksud untuk mengembangkan suatu profesi membentuk lembagaalt !matif penyel !saian sengketa untuk bertindak sebagai penyedia mediator bagi sengketasengketa antar stake holdemy^. peminatmasalahmasalahmedik (misalnya Perhuki) dan unsur masyarakat lainnya.para pakardan perguruan jasa tinggi yang berkaitan dengan bidang konstruksi dan instansi Pemerintah yang terkait membentuk lembagaaltematif p !nyelesaian sengketayang permanen2s. mediasi danpoilai anlidi bidang '1eliharPNI 37 dan pcnj!lasannya UU Nomor I ETahun | 999 tenteS Jasa Konstruksi. Ketentuar ini menugali LPJK unluk meningksnkan peEn dbitrdse. Apakah limitatif ? dan mengapa undang-undang membatasidemikian ? Semestinya undangjumlah mediator. Adaprn tentanglembaga alternatifpenyel !saian yang sengk !ta Ftermanen sebagaimana dimaksud ketentuan diatas. rorohnCoflier & Vaughan Lowe menyatf]'an bahwanedration is the pa icipdtion ofo Stateq Stater . keberadaannya masih belum dikenal. jasakonstruksi. penyedia sebagai mediator.dsl. Catatanlain terhadap rumusanPasal6 ayat (3) dan (4) UU Nomor30 Tahun1999adalah tentangjumlah yang mediator jumlah tersebut hanyaseorang.oleh UU Nomor l8 Tahun 1999 tenhng Jasa Konstruksi". perlu undangtidak membatasi sepertihalnya jasa konstruksiyang tidak dibatasi m !diatorpada sengketa jumlahnya. rumah sakit.IA PANAMARTA . John Collier & VauShanLowq opcit Hln. Hal ini untuk menghindarkansengketa medik diselesaikar di Pengadilan.nransJasa Konstrukli.

Ketidakhadiran pihak turut tergugattidak menghalangi pelaksanaan mediasi. pengadilan hubungan industrial.Ia ikut serta secara aktif dalam proses negosiasi. PoegSel & E Oeser PTnAMARTA mAcAlrA -fl . hakim mewajibkan parapihak untuk menempuh mediasi.259dariW. Dalam Pasal 4 Perma tersebLrt dinyatakankecuali perkarayang diselesaikan melalui prosedur pengadilan niaga. namun penyelesaian sengketa ters !buttidak para pihak menyelesaikannya menutupkemungkinan dcngan cara mediasi-Berkaitan denganini Mahkarnah AguDgdengan Peraturan Mahkamah AgungNomor I Tahun2008. (2) I's.la bisa negara. Pada dasarnyalembagaini diadakanuntuk memberdayakan penerankan t embaga Dading. mcdiasi adalahsuatu cara penyelesaian melalui pihak kotjga.du.bagaimana dikutipHnalaAdolf. keberalan atasputusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen.Tanggal 3l peraturan Juli 2008 telahmenerbitkan tcntang Prosedur Mediasi di Pengadilan.semuasengketa yang diajukan ke Pengadilan Tingkat PertaDawajib lebih penyelesaian dahulu diupayakan melalui perdamaian dergaD bantuan mediator Selaniuhya dikatakaD dalamPasal 7 Perma tersebut (l) yang dihadiri Padahari sidangyang telah ditentukan keduabelahpihak.penunjukan kesepakatan mediator diserahkan pada sepenuhnya para pihak ? apalagiUU Nomor 30 Tahun 1999 kebebasan kemudiantidak mencantumkan sanksijika para pihak yang bersengketa menunjuk lebih dari scorang mediator untuk penyelesaian sengkela merekaDalamsengketa hukumekonomiinternasional. Sekalipun penyelesaian sengketa lewat p !ngadilan kurang disukai. dan keberatan atasputusan Komisi Pengawas p !rdata Persaingan Usaha. opcif Hlm.Biasanya ia dengan pihakyang netralberupaya kapasitasnya sebagai mendamaikan parapihakdengan penyelesaian memberikan saran sengketarr.organisasiinteflrasional atau indiv.

Sengketa p !layanan medik yang terjadidapatdiselesaikan melalui proses litigasi di pengadilanmaupun melahi altematif penyelesaian sengketberupanegosiasi maupun rhediasi f pAnAT"ARTA nAcana I .(3) Hakim_ melalui kuasahukum ataulangsung kepada para pihak. mendorong para pihak untuk berperan langsung atauaktifdalamp. (4) (5) D.(6) Haldm wajib menjelaskan prosedur mediasi dalsfi Perma ini kepada para pihak yang bers!ngketa. Sumber sengketa medik adalah hubungan-hubungan pelayanan medik baik yang bersumb ! r undang-undang dari perjanjian.oses mediasi. <uasa hukum para pihak b!rkewajibanmendorongpam pihak sendiri berperan langsungatau aktif dalam Foses mediasi. Hakim wajib menundaprosespersidangan perkarauntuk memberikan kesempatankepada para pihak menempuh prosesmediasi.: l. PENUTIJP Dad uraiantersebutkiranya dapatdisimpulkanbahwa. maupun 2 .

PT RajaGrafindo. Mint. (ed.egal Negoliationand Settlemenl. PeraturanPerundangan Undang-Undang Nomor23 Tahun1992 tentang Kesehatan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Undang-UndangNo. John& Lowe.OxfordUniversity Press. Cambridge University Press. 2003 Mejrils. 2004. Law.Surabaya. Ghalia lndonesi4 Jakarta. Paul. Manila. Sujud Margono.Jakarta. l/rrtln Kedokteran(Studi Tentang Hubungan Hukum Dalam Mata Dokter Sebagai Salah Satu Pihak). Andre Ma(in & FV Bhaskarra.University ofThe Philipppines. 1998 M. 1983. 2002 Solis.r Pustlka Abdufwahab Bak(i. Hukum Benda dan Perikalan.Kerjasama Pusat Pengkajian Ilukum dan Mahkamah AgungR.Daft. I. Citfa Aditya Bakii.Kanus Bahasa lndonesia. Gerald R. 1999 Eman Suparman. PT. Pilihan Forum Arbitrase dalan Sengketa Komersial untuk PenegakanKeadilan. Ilermien Hadiati Kuswadji. Intemational DisputesSettlemel.1980. 4 Tahun 2004 tentang K !kuasaan Kehakiman Keputusan MenteriKesehatan Nomor343Men. Jakarta. 1996 HukumUniversitas TheSe lement of Disputes in Collier. Intemation. l. PedeoP dalamMedical Jxrisprudence.2000 Wilfiams. Fakultas IslamBandung. Huala Adolf . Hukum EkonomiInternasional: SuatuPengantar. Tatanusa. WestPublishing Co. BandungI 998.) Proceedings Emmy Yuhassarie : & EndangSeryowati Arbitrase dan Mediasi.Kes/SKr</1983. tentang KodeEtik Kedokteran Indonesia WACAI{A PANAMARTA . Karina. IG. ADR (Alternative Dispute Resolution) & Arbitrase. St. New York. Vaughan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful