P. 1
MAKALAH KEWARGANEGARAAN

MAKALAH KEWARGANEGARAAN

|Views: 19|Likes:
Published by Wahyu Sugito
MAKALAH KEWARGANEGARAAN.docx
MAKALAH KEWARGANEGARAAN.docx

More info:

Published by: Wahyu Sugito on Feb 22, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perkembangan dunia global dalam masyarakat internasional pada zaman sekarang sudah banyak yang melintasi batas-batas wilayah teritorial suatu negara. Dan hal ini sudah tentu memerlukan suatu aturan atau tata tertib hukum yang jelas dan tegas. Yang bertujuan untuk menciptakan suatu kerukunan dalam menjalin kerjasama antar negara yang saling menguntungkan. Dan sumber hukum internasional seperti perjanjian internasional, kebiasaan internasional, dan sebagainya memilki peran penting dalam mengatur masalah-masalah bersama yang dihadapi subyek-subyek hukum internasional.

B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Sistem Internasional dan Peradilan Internasional?

C. Tujuan Penelitian Makalah ini kami susun selain untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, juga kami memiliki tujuan agar dapat membantu menambah referensi mengenai Sistem Internasional dan Peradilan Internasional.

D. Manfaat Penelitian Untuk mengetahui apa itu Sistem Internasional dan Peradilan Internasional.

Setiap sistem hukum menunjukkan empat unsur dasar. C. beberapa sarjana mengemukakan pendapatnya mengenai hukum internasional. Diantaranya adalah : 1. Sistem hukum internasional juga merupakan aturan-aturan yang telah diciptakan bersama oleh negara-negara anggota yang melintasi batas-batas negara. B. Komponen-kompenen tersebut terdiri dari mahkamah internasional. J. menyangkut perangkat peraturan. penerapan peraturan. perusahaan multinasional dan individu. 2. Dalam hal ini pendekatan pengembangan terhadap sistem hukum menekankan pada beberapa hal. Awalnya hukum internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antar negara namun dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian ini mulai meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional dan pada batas tertentu. Pengertian Hukum Internasional Pengertian hukum internasional secara umum merupakan bagian hukum yang mengatur aktifitas entitas dalan skala internasional. prosedur pemberian keputusan oleh pengadilan dan lembaga penegakan hukum.BAB II PEMBAHASAN A. Artinya hukum internasional harus dipatuhi oleh setiap negara. yaitu: bertambah meningkatnya diferensiasi internal dari keempat unsur dasar system hukum tersebut. Sistem Hukum Internasional Sistem hukum internasional adalah satu kesatuan hukum yang berlaku dan wajib dipatuhi oleh seluruh komunitas internasional. pengadilan dan penegakan hukum serta pengaruh diferensiasi lembaga dalam masyarakat terhadap unsur-unsur dasar tersebut. yaitu: pranata peraturan. proses penyelenggaraan hukum.G Starke Hukun internasional adalah sekumpulan hukum-hukum (body of law) yang sebagian besar terdiri dari asa-asas dan karena itu biasanya ditaati dalam hubungan antarnegara. . Wirjono Prodjodikoro Hukum internasional adalah hukum yang mengatur perhubungan hukum antara berbagi bangsa di berbagai negara. Pengertian Peradilan Internasional Kata sistem dalam kaitannya dengan peradilan internasional adalah unsur-unsur atau komponen-komponen lembaga peradilan internasional yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan dalam rangka mencapai keadilan internasional. Namun disamping itu. mahkamah pidana internasional dan panel khusus dan spesial pidana internasional.

b. Ius gentium yang kemudian berkembang menjadi ius inter gentium ialah hukum yang merupakan bagian dari hukum romawi yang diterapkan bagi orang asing yang bukan orang romawi. Hukum publik internasional. Asal Mula Hukum Internasional Hukum internasional sudah dikenal oleh bangsa romawi sejak tahun 89 sebelum masehi. yaitu hukum alam yang menjadi dasar perkembangan hukum internasional di Eropa pada abad ke-15 sampai dengan abad ke-19. pemahaman mengenai hukum internasional dapat dibedakan dalam 2 hal. Kemudian hukum ini berkembang menjadi volkernrecht (bahasa Jerman). istilah ius gentium memiliki pengertian : a. dan law of nations atau international law (bahasa Inggris). Sedangkan Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara (hubungan internasional) yang bukan bersifat perdata. yang masing-masing tunduk pada system hukum perdata yang berbeda satu dengan lainnya. droit des gens (bahasa Prancis). Perbedaannya adalah sifat hukum atau persoalan yang diaturnya (obyeknya). yaitu hukum yang mengatur negara yang satu dengan negara yang lain dalam hubungan internasional (hukum antarnegara). yaitu : a. Hukum Perdata Internasional.D. Hukum yang mengatur hubungan antara dua orang warga kota Roma dan orang asing. Ius civile merupakan hukum nasional yang berlaku yang berlaku bagi warga romawi dimanapun mereka berada. Persamaannya adalah bahwa keduanya mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara(internasional). Hukum Internasional publik berbeda dengan Hukum Perdata Internasional. 2) Hukum Pidana Internasional (Public international Law) . b. E. Hukum Perdata Internasional ialah keseluruhan kaedah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas negara atau hukum yang mengatur hubungan hukum perdata. Hukum ynag diturunkan dari tata tertib alam yang mengatur masyarakat segala bangsa. Seiring dengan perkembangan yang ada. Pengertian volkernrecht dan ius gentium sebenarnya tidak sama karena dalam hukum Romawi. Pembagian Hukum Internasional Hukum internasional terbagi menjadi 2 bagian. yaitu : 1) Hukum Perdata Internasional (privat international law) Yaitu keseluuhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang dilakukan oleh subjek hukum. Yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum hukum antar warga negara suatu negara dan warga negara dari negara lain. yaitu orang-orang jajahan atau orang-orang asing. Mereka mengenal adengan nama ius civile (hukum sipil) dan ius gentium (hukum antar bangsa).

setiap warga negara dimanapun dia berada tetap mnedapatka perlakuan hukum dari negaranya sendiri meskipun seddang berada di negara asing. social budaya. secara umum sebagai berikut : a. Memilikim hak penuh terhadap kedaulatan c. Dalam asas ini setiap Negara harus mencari solusi damai. Asas Kebangsaan Didasarkan atas kekuasaan negara untuk warga negaranya. 2) Setiap negara harus menyelesaikan masalah internasional dengan cara damai. Dalam asas ini ditekankan bahwa setiap negara tidak memberikan ancaman dengan kekuatan militer dan tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan piagam PBB. . Intinya. 3) Tidak melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain. 2625 tahun 1970.Yaitu keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara yang bukan bersifat perdata. Asas-asas Hukum Internasional Dalam menjalin hubungan antar bangsa. social dan system budaya tanpa intervensi pihak lain. Asas kepentingan umum Didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan dalam kehidupan masyarakat. Setiap negara memiliki persamaan Kedaulatan. Jadi. Asas Teritorial Didasarkan pada kekuasaan negara atas daerahnya. politik. ekonomi. kerjasama itu dimaksudkan untuk menciptakan perdamaian dan keamanan internasional di bidang Hak asasi manusia. yaitu : 1) Setiap negara tidak melakukan ancaman agresi terhadap keutuhan wilayah dan kemerdekaan negara lain. 4) Negara wajib menjalin kerjasama dengan negara lain berdasar pada piagam PBB. F. ekonomi. perdagangan. ada beberapa asas yang harus diperhatikan oleh setiap Negara : a. tekhnik. negara melaksanakan hukum bagi semua orang dan semua barang yang ada di wilayah negaranya. 5) Asas persaman hak dan penentuan nasib sendiri. hukum tidak terikat pada batas-batas wilayah suatu negara. kemerdekaan dan perwujudan kedaulatan suatu negara ditentukan oleh rakyat. Intinya. c. b. 6) Asas persamaan kedaulatan dari negara. Asas ini menekankan setiap negara memiliki hak untuk memilih sendiri keputusan politiknya. menghendalikan diri dari tindakan yang dapat membahayakan perdamaian internasional. Memilki persamaan Yudisial (perlakuan Hukum). Menurut Resolusi majelis Umum PBB No. ada tujuh asas. Setiap negara menghormati kepribadian negara lain. b.

Menurut teori ini. Sedangkan sumber hukum formal. Dalam arti materil. sedangkan kekuasaan tertinggi tetap berada di negara masing-masing. Mengenai hal ini ada dua aliran yang memiliki pendapat berbeda. Pencetus teori ini adalah Grotius (Hugo De Groot) dan kemudian disempurnakan oleh Emmerich Vattel. • Aliran positivisme Mendasarkan berlakunya hukum internasional pada persetujuan bersama dari negara-negara ditambah dengan asas pacta sunt servanda yang dianut oleh mazhab Wina dengan pelopornya yaitu Hans Kelsen. . e. Menurut Hans Kelsen pacta sunt servanda merupakan kaidah dasar pasal 26 Konvensi Wina tentang Hukum Perjanjian (Viena Convention of The Law of treatis) tahun 1969. Sumber Hukum Internasional a. Menurut Brierly. G. Sumber hukum internasional dibedakan menjadi sumber hukum dalam arti materil dan formal. sumber hukum internasional dalam arti formal merupakan sumber yang paling utama dan memiliki otoritas tertinggi dan otentik yang dipakai Mahkamah internasional dalam memutuskan suatu sengketa internasional. Setap negara bebas untuk membangun system politik. Dalam Arti Formal Sumber Hukum Internasional adalah sumber-sumber yang digunakan oleh Mahkamah Internasional dalam memutuskan masalah-masalah hubungan internasional. ada sebagian besar negara anggota masyarakat yang mentaati kaidahkaidah hukum internasional.d. sosial. adalah sumber dari mana untuk mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional. ahli hukum dan diplomat Swiss. Pada dasarnya masyarakat negara-negara atau masyarakat bangsa-bangsa yang anggotanya didasarkan pada kesukarelaaan dan kesadaran. b. 7) Setiap negara harus dapat dipercaya dalam memenuhi kewajibannya. f. Setiap negara wajib untuk hidup damai dengan negara lain. hukum internasional adalah hukum alam sehingga kedudukannya dianggap lebih tinggi dari pada hukum nasional. adalah sumber hukum internasional yang membahas dasar berlakunya hukum suatu negara. ekonomi dan sejarah bangsanya. Dalam Arti Material Hukum internasional tidak dapat dipaksakan seperti hukum nasional. pemenuhan kewajiban itu harus sesuai dengan ketentuan hukum internasional. • Aliran naturalis Bersandar pada hak asasi dan hak alamiah. Meski demikian. Teritorial dan kemerdekanan politik suatu negara adalah tidak dapat diganggu gugat.

adalah system hukum positif yang didasarkan pada lembagaa hukum barat yang berdasarkan sebagaian besar pada asas hukum Romawi. d. sebagai berikut : 1) Perjanjian Internasional (traktat). Palang Merah Internasional merupakan . adalah asas hukum yang mendasari system hukum modern. Namun karena faktor sejarah. 3) Asas-asas hukum umum yang diakui oleh bangsa beradab. penduduk yang tetap. Subjek Hukum Internasional Pihak-pihak yang dapat disebut sebagai subyek hukun internasional adalah sebagi berikut : 1. mengenai Hak dan Kewajiban Negara. jadi tidak semua kebiasaan internasional menjadi sumber hukum. Palang Merah Internasional Sebenarnya Palang Merah Internasional. International Labor Organization. H. 3. Organisasi internasional dengan keanggotaan regional dengan maksud dan tujuan global. dan lain-lain. kualifikasi suatu negara untuk disebut sebagai pribadi dalam hukum internasional adalah: a. adalah sumber hukum tambahan (subsider). 2) Kebiasaan Internasional yang diterima sebagai hukum. Wolfe : a. Organisasi internasional yang memiliki keanggotaan global dengan maksud dan tujuan yang bersifat spesifik. Negara Menurut Konvensi Montevideo 1949. antara lain: Association of South East Asian Nation (ASEAN). c. International Monetary Fund. contohnya adalah Perserikatan Bangsa Bangsa . UNESCO. c. hanyalah merupakan salah satu jenis organisasi internasional. adalah perjanjian yang diadakan antaranggota masyarakat bangsa-bangsa dan mengakibatkan hukum baru. Europe Union. wilayah tertentu. kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara lain 2. 4) Keputusan-keputusan hakim dan ajaran para ahli hukum Internasional. b.Sumber hukum internasional formal terdapat dalam pasal 38 Piagam Mahkamah Internasional Permanen 1920. pemerintahan. Syaratnya adalah kebiasaan itu harus bersifat umum dan diterima sebagi hukum. contohnya adalah World Bank. Sistem hukum modern. b. artinya dapat dipakai untuk membuktikan adanya kaidah hukum internasional mengenai suatu persoalan yang didasarkan pada sumber hukum. Organisasi Internasional Klasifikasi organisasi internasional menurut Theodore A Couloumbis dan James H. Organisasi internasional yang memiliki keanggotaan secara global dengan maksud dan tujuan yang bersifat umum. Pada awal mulanya. keberadaan Palang Merah Internasional di dalam hubungan dan hukum internasional menjadi sangat unik dan di samping itu juga menjadi sangat strategis.

sudah diakui secara luas di seluruh dunia. banyak negara membuka hubungan diplomatik dengan Tahta Suci. tidak seluas tugas dan kewenangan negara.organisasi dalam ruang lingkup nasional. yaitu Swiss. 2003. didirikan oleh lima orang berkewarganegaraan Swiss. Oleh karena itu. Tahta Suci Vatikan Tahta Suci Vatikan di akui sebagai subyek hukum internasional berdasarkan Traktat Lateran tanggal 11 Februari 1929. penyelesaian sepenuhnya merupakan urusan negara yang bersangkutan. maka salah satu sikap yang dapat diambil oleh adalah mengakui eksistensi atau menerima kaum pemberontak sebagai pribadi yang berdiri sendiri. namun wibawa Paus sebagai pemimpin tertinggi Tahta Suci dan umat Katholik sedunia. Dengan pengakuan tersebut. Kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Palang Merah Internasional mendapatkan simpati dan meluas di banyak negara. 4. (Phartiana. 125) 5. dengan cara menempatkan kedutaan besarnya di Vatikan dan demikian juga sebaliknya Tahta Suci juga menempatkan kedutaan besarnya di berbagai negara. yang dipimpin oleh Henry Dunant dan bergerak di bidang kemanusiaan. Perjanjian Lateran tersebut pada sisi lain dapat dipandang sebagai pengakuan Italia atas eksistensi Tahta Suci sebagai pribadi hukum internasional yang berdiri sendiri. walaupun tugas dan kewenangannya. Kaum Pemberontak / Beligerensi (belligerent) Kaum belligerensi pada awalnya muncul sebagai akibat dari masalah dalam negeri suatu negara berdaulat. terutama setelah Perang Dunia II. Namun apabila pemberontakan tersebut bersenjata dan terus berkembang. antara pemerintah Italia dan Tahta Suci Vatikan mengenai penyerahan sebidang tanah di Roma. Oleh karena itu. . kaum pemberontak menempati status sebagai pribadi atau subyek hukum internasional 6. yang kemudian membentuk Palang Merah Nasional di masing-masing wilayahnya. berarti bahwa dari sudut pandang negara yang mengakuinya. Lahirnya Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) pada tanggal 10 Desember 1948 diikuti dengan lahirnya beberapa konvensi-konvensi hak asasi manusia di berbagai kawasan. seperti perang saudara dengan akibat-akibat di luar kemanusiaan. walaupun sikap ini akan dipandang sebagai tindakan tidak bersahabat oleh pemerintah negara tempat pemberontakan terjadi. sebab hanya terbatas pada bidang kerohanian dan kemanusiaan. Individu Pertumbuhan dan perkembangan kaidah-kaidah hukum internasional yang memberikan hak dan membebani kewajiban serta tanggungjawab secara langsung kepada individu semakin bertambah pesat. dan hal ini semakin mengukuhkan eksistensi individu sebagai subyek hukum internasional yang mandiri. sehingga hanya memiliki kekuatan moral saja. bahkan meluas ke negara-negara lain.

I. Anggotanya direkrut dari warga Negara anggota yang dinilai cakap di bidang hukum internasional. Eksistensinya dewasa ini. Di beberapa tempat. Aliran monisme Tokoh nya ialah Hanz kelsen dan george scelle. Aliran Dualisme Tokohnya adalah Triepel dan anzilotti aliran ini beranggapan bahwa hukum internasional dan hukum nasional merupakan dua sistem terpisah yang berbeda satu sama lain. Lima berasal dari Negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yaitu Cina. Perbedaan mengenai subjek 3. Terdapat 2 aliran yang coba memberikan gambaran bagaimana keterkaitan antara hukum internasional dengan hukum nasional. yaitu individu yang terdapat dalam suatu negara. Perbedaan mengenai kekuatan hokum J. memang merupakan suatu fakta yang tidak bisa disangkal lagi. tetapi subjek hukumnya tetap sama. berfungsi sejak tahun 1946 sebagai pengganti dari Mahkamah Internasional Permanen. 2. yang tentu saja berpengaruh terhadap eksistensi. Lembaga Peradilan Internasional 1) Mahkamah Internasional Mahkamah Internasional adalah lembaga kehakiman PBB berkedudukan di Den Haag. Fungsi Mahkamah Internasional adalah untuk menyelesaikan kasus-kasus persengketaan internasional yang subyeknya adalah negara. masa jabatan 9 tahun. Kedua aliran itu adalah : a. struktur substansi dan ruang lingkup hukum internasional itu sendiri. yaitu : . Sama-sama meiliki kekuatan hukum yang mengikat b. Menurut aliran ini hukum nasional dan internasional merupakan satu kesatuan. negara-negara dan organisasi internasional mengadakan hubungan dengan perusahaan-perusahaan multinasional yang kemudian melahirkan hak-hak dan kewajiban internasional. Hubungan Hukum Internasional Dengan Hukum Nasional Adanya hubungan antara hukum internasional dengan hukum nasional ternyata menarik para ahli hukum untuk menganalisis lebih jauh. Belanda.7. Mahkamah Internasional terdiri dari 15 hakim. dua merangkap ketua dan wakil ketua. Ada 3 kategori negara. Perusahaan Multinasional Perusahaan multinasional memang merupakan fenomena baru dalam hukum dan hubungan internasional. Rusia. Inggris dan Prancis. Amerika serikat. Walaupun kedua sistem hukum tersebut mempunyai istilah yang berbeda. Perbedaan sumber hukum 2. Didirikan pada tahun 1945 berdasarkan piagam PBB. Menurut aliran ini perbedaan kedua hukum tersebut disebabakan oleh : 1. Hal ini disebabkan : 1.

2) Penundukan diri dalam perjanjian internasional. dilakukan jika dimainta oleh salah satu atau pihak yang bersengketa. Yuridikasi menjadi dasar Mahkamah internasional dalam menyelesaikan sengketa Internasional. 5) Penafsiran Putusan. Dan yang bukan wilayah kerja Mahkamah Internasional boleh mengajukan kasusnya ke Mahkamah internasional dengan syarat yang ditentukan dewan keamanan PBB. Memberikan opini-opini yang bersifat nasehat (Advisory Opinion). Negara bukan wilayah kerja (statute) Mahkamah internasional. adanya permintaan dari pihak yang bersengketa karena adanya fakta baru (novum) yang belum duiketahui oleh Mahkamah Internasional. Yuridiksi atau kewenangan yang dimiliki oleh Mahkamah Pidana Internasional adalah memutus perkara terhadap pelaku kejahatan berat oleh warga Negara dari Negara yang telah meratifikasi Statuta Mahkamah. Contoh kasus Indonesia degan Malaysia mengenai Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. 3) Panel Khusus dan Spesial Pidana internasional : Adalah lembaga peradilan internasional yang berwenang mengadili para tersangka kejahatan berat internasional yang bersifat tidak permanen atau sementara dalam arti setelah selesai mengadili maka peradilan ini dibubarkan. Para pihak yang sengketa menundukkan diri pada perjanjian internasional diantara mereka. 6) Perbaikan putusan. dalam hal ini para pihak yang bersengketa membuat perjanjian khusus yang berisi subyek sengketa dan pihak yang bersengketa.a. 4) Keputusan Mahkamah internasional mengenai yuriduksinya. b. Yuridikasi Mahkamah Internasional adalah kewenangan yang dimilki oleh Mahkamah Internasional yang bersumber pada hukum internasional untuk menentukan dan menegakkan sebuah aturan hukum. Negara bukan anggota PBB yang menjadi wilayah kerja Mahkamah internasional. bila terjadi sengketa diantara para peserta perjanjian. Negara anggota PBB. Kewenangan atau Yuridiksi ini meliputi: a. otomatis dapat mengajukan kasusnya ke Mahkamah Internasional. Memutuskan perkara-perkara pertikaian (Contentious Case). 3) Pernyataan penundukan diri Negara peserta statute Mahkamah internasional. harus membuat deklarasi untuk tunduk pada ketentuan Mahkamah internasional dan Piagam PBB. mereka tunduk pada Mahkamah internasional. Penapsiran dilakukan dalambentuk perjanjian pihak bersengketa. Beberapa kemungkinan Cara penerimaan Yuridikasi sbb : 1) Perjanjian khusus. tanpa perlu membuat perjanjian khusus. 2) Mahkamah Pidana Internasional : Bertujuan untuk mewujudkan supremasi hukum internasional dan memastikan pelaku kejahatan internasional. b. Terdiri dari 18 hakim dengan masa jabatan 9 tahun dan ahli dibidang hukum pidana internasional. bila terjadi sengketa mengenai yuridikasi Mahkamah Internasional maka sengketa tersebut diselesaikan dengan keputusan Mahkamah Internasional sendiri. Yuridiksi atau kewenangan darai . c.

c) Posisi Indonesia. organisasi internasional. b.Panel khusus dan special pidana internasional ini. memuat halhal sebagai berikut : a) Latar belakang permasalahan. . 2826/HK/1960 tanggal 22 Agustus 1960 tentang "Pembuatan Perjanjian-Perjanjian dengan Negara Lain" yang selama ini digunakan sebagai pedoman untuk membuat dan mengesahkan perjanjian internasional sudah tidak sesuai lagi dengan semangat reformasi. adalah menyangkut tindak kejahatan perang dan genosida (pembersihan etnis) tanpa melihat apakah Negara dari si pelaku itu telah meratifikasi atau belum terhadap statute panel khusus dan special pidana internasional ini. Proses Ratifikasi Hukum Internasional Menjadi Hukum Nasional 1. sehingga perlu dijabarkan lebih lanjut dalam suatu peraturan perundang-undangan. Pedoman delegasi Republik Indonesia. Bahwa dalam rangka mencapai tujuan Negara Republik Indonesia sebagaimana tercantum di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. perdamaian abadi. dengan menggunakan instrumen peraturan perundang-undangan yang jelas pula. melakukan hubungan dan kerja sama internasional yang diwujudkan dalam perjanjian internasional. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam Huruf a. e. b) Analisis permasalahan ditinjau dari aspek politis dan yuridis serta aspek lain yang dapat mempengaruhi kepentingan nasional Indonesia. sebagai bagian dari masyarakat internasional. dan oleh sebab itu pembuatan dan pengesahan suatu perjanjian internasional harus dilakukan dengan dasar-dasar yang jelas dan kuat. c dan d perlu dibentuk Undang-undang tentang Perjanjian Internasional. dan keadilan sosial. memajukan kesejahteraan umum. saran. Pemerintah Negara Republik Indonesia. Bahwa ketentuan mengenai pembuatan dan pengesahan perjanjian internasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 sangat ringkas. 26 tahun 2000. Bahwa pembuatan dan pengesahan perjanjian internasional antara Pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah negara-negara lain. dan penyesuaian yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan. dan subjek hukum internasional lain adalah suatu perbuatan hukum yang sangat penting karena mengikat negara pada bidang-bidang tertentu. Bahwa Surat Presiden Republik Indonesia No. K. yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. yang perlu mendapat persetujuan Menteri. Proses ratifikasi hukum internasional menurut UU no 24 tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional menimbang : a. mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. b. Contoh Special Court for East Timor dan Indonesia membentuk Peradilan HAM dengan UU No. d. c.

ada satu istilah hukum yang dapat merangkum cita-cita peradilan pidana. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan kerja sama antara eksekutif (Presiden) dan legislatif (Dewan Perwakilan Rakyat). Proses ratifikasi perjanjian internasional menurut pasal 11 UUD 1945 a) Pengertian Ratifikasi Ratifikasi merupakan suatu cara yang sudah melembaga dalam kegiatan hukum (perjanjian) internasional. Proses Hukum yang Adil atau Layak Di dalam pelaksanaan peradilan pidana. yaitu “due process of law” yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan menjadi proses hukum yang adil atau layak.Persetujuan Indonesia-Belanda mengenai penyerahan Irian Barat yang ditandatangani di New York (15 . . membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain”. Hal ini menunbuhkan keyakinan pada lembaga-lambaga perwakilanperwakilan rakyat bahwa wakil yang menandatangani suatu perjanjian tidak melakukan halhal yang bertentangan dengan kepentingan umum. Berikut adalah contoh proses ratifikasi hukum (perjanjian internasional) menjadi hukum nasional : . Proses ratifikasi menurut UUD 1945 Pasal 11 UUD 1945 menyatakan bahwa “Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang.Perjanjian Indonesia-Australia mengenai garis batas wilayah antara Indonesia dengan Papua Guinea yang ditandatangani di Jakarta 12 Februari 1973 dalam bentuk agreement. harus diperhatikan hal-hal berikut : 1) Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang.Persetujuan garis batas landas kontinen antara Indonesia-Singapura 25 Mei 1973 3. b) Proses Ratifikasi Ratifikasi merupakan proses pengesahan. 2.4) Perundingan rancangan suatu perjanjian internasional dilakukan oleh Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Menteri atau pejabat lain sesuai dengan materi perjanjian dan lingkup kewenangan masing-masing. 3) Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan undang-undang L.Januari 1962) disebut Agreement. 2) Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang dapat menimbulkan akibat luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara. dan/atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang harus dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. . Secara keliru arti dari proses hukum yang adil dan layak ini seringkali hanya dikaitkan dengan penerapan aturan-aturan hukum acara pidana suatu Negara pada seorang tersangka atau .

yaitu mempergunakan segenap unsur yang terlibat didalamnya sebagai suatu kesatuan dan saling interrelasi dan saling mempengaruhi satu sama lain. yaitu kebangkitan hukum nasional yang mengutamakan perlindungan hak asasi manusia dalam sebuah mekanisme sistem peradilan pidana. Perlindungan hak-hak tersebut. hak didampingi penasehat hukum dalam setiap tahap pemeriksaan.8 Tahun 1981. diharapkan sejak awal sudah dapat diberikan dan ditegakkan. Dengan keberadaan UU No. Selain itu diharapkan pula penegakan hukum berdasarkan undang-undang tersebut memberikan kekuasaan kehakiman yang bebas dan bertanggung jawab. . Namun kedudukannya sebagai manusia memungkinkan dia untuk mendapatkan hak-haknya tanpa diskriminasi. Konsekuensi logis dari dianutnya proses hukum yang adil dan layak tersebut ialah sistem peradilan pidana selain harus melaksanakan penerapan hukum acara pidana sesuai dengan asas-asasnya. Namun semua itu hanya terwujud apabila orientasi penegakan hukum dilandaskan pada pendekatan sistem. Pemahaman tentang proses hukum yang adil dan layak mengandung pula sikap batin penghormatan terhadap hak-hak yang dipunyai warga masyarakat meskipun ia menjadi pelaku kejahatan.terdakwa. Padahal arti dari due process of law ini lebih luas dari sekedar penerapan hukum atau perundang-undangan secara formil. juga harus didukung oleh sikap batin penegak hukum yang menghormati hakhak warga masyarakat. kehidupan hukum Indonesia telah meniti suatu era baru. Paling tidak hak-hak untuk didengar pandangannya tentang peristiwa yang terjadi. hak memajukan pembelaan dan hak untuk disidang dimuka pengadilan yang bebas dan dengan hakim yang tidak memihak.

Sumber hukum internasional dibedakan menjadi sumber hukum dalam arti materil dan formal. Saran Seharusnya kita dapat menghargai dan ikut mengerti tentang masalah sengketa internasional dengan cara memenuhi dan mematuhi kewajiban perjanjian internasional. Peradilan Internasional dilaksanakan oleh Mahkamah Internasional yang merupakan salah satu organ perlengkapan PBB. Sumber Hukum Internasional adalah sumber-sumber yang digunakan oleh Mahkamah Internasional dalam memutuskan masalah-masalah hubungan internasional. adalah sumber dari mana untuk mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional. adalah sumber hukum internasional yang membahas dasar berlakunya hukum suatu negara. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem hukum dan peradilan internasional itu sangat diperlukan oleh suatu negara untuk tetap mempertahankan eksistensi dan kemakmuran suatu negara. B. serta mau mempelajari lebih dalam lagi mengenai Sistem Hukum dan Peradilan Internasional. Kesimpulan Jadi. hubungan internasional merupakan aturan-aturan yang telah di ciptakan bersama negara-negara anggota yang melintasi batas-batas negara. Dalam arti materil. . Sedangkan sumber hukum formal.BAB III PENUTUP A.

. dalam makalah ini kami memaparkan mengenai sistem hukum internasional. puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunia-Nya. serta materi-materi lain yang berkaitan dengan topik tersebut.KATA PENGANTAR Alhamdulilahirabbilalamin. Tujuan dari penyusunan makalah ini. peradilan internasional. asas-asas hukum internasional. selain untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran PKn. pengertian hukum internasional. kami menyadari betul bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Namun di samping itu. Sesuai dengan judul yang telah disebutkan diatas. juga kami susun sebagai bahan pembelajaran diskusi kami bersama kelompok lain. Dan untuk itu kami mengharapakan kritik dan saran yang sekiranya membangun dari para pembaca sekalian agar kekurangan dalam makalah ini dapat diperbaiki dan menjadi lebih sempurna untuk proses penambahan wawasan kita semua. kami dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah PKn yang berjudul “SISTEM HUKUM dan PERADILAN INTERNASIONAL”.

...................... Pengertian Perasilan Internasional ........... 11 BAB III PENUTUP A....................................... Pengertian Hukum Internasional .................. Proses Hukum yang Adil atau Layak ............... Asas-asas Hukum Internasional .............................................. Rumusan Masalah ........................................................................................................................................................ 1 BAB II PEMBAHASAN A.............................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................................................................................................................................................................................................ 1 D.................................................................................................................................................................................................................................................. Asal Mula Hukum Internasional .......... Subjek Hukum Internasional .................................... 4 G.................................................................................................................................................................................. 3 F...... i Daftar Isi ....................................................................................................................... 2 B...................................... 2 D........................ Manfaat Penelitian .......... Saran ...................................................... 6 I........................................................................ 3 E.................................... Pembagian Hukum Internasional ................ 10 L......................... 5 H......... 13 B..... 1 B............. 2 C................................................. 8 K............................................................... Sumber HUkum Internasional ..................................... 13 DAFTAR PUSTAKA .......................... Latar Belakang .................................. ii BAB I PENDAHULUAN A............................ Sistem Hukum Internasional . Lembaga Peradilan Internasional ........... 8 J....................................... 1 C.............. Kesimpulan .............................. Tujuan Penelitian ............................ Proses Ratifikasi Hukum Internasional Menjadi Hukum Nasional ............................................................................................. Hubungan Hukum Internasional dengan Hukum Nasional .....................

Pendidkan Kewarganegaraan Kelas XI SMA dan MA. Tigaserangkai Pustaka Mandiri:Solo . PT.DAFTAR PUSTAKA Winarno. 2012. Supardi.

IPA.1 .Pendidikan Kewarganegaraan “Sistem Hukum dan Peradilan Internasional” Disusun Oleh: Nama Kelas : Suci Rahma Yani Vivi Kurniati : XI.

TAHUN PELAJARAN 2012/2013 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->