OLIGOHIDRAMNION

OLIGOHIDRAMNION Definisi Cairan ketuban atau cairan amnion adalah cairan yang memenuhi rahim. Cairan ini ditampung di dalam kantung amnion yang disebut kantung ketuban atau kantung janin. Cairan ketuban diproduksi oleh buah kehamilan, yaitu sel-sel trofoblas, kemudian akan bertambah dengan produksi cairan janin, yaitu air seni janin. Sejak usia kehamilan 12 minggu, janin mulai minum air ketuban dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk air seni. Jadi ada pola berbentuk lingkaran atau siklus yang berulang. Cairan amnion biasanya diproduksi oleh janin maupun ibu, dan keduanya memiliki peran tersendiri pada setiap usia kehamilan. Pada kehamilan awal, cairan amnion sebagian besar diproduksi oleh sekresi epitel selaput amnion. Dengan bertambahnya usia kehamilan, produksi cairan amnion didominasi oleh kulit janin dengan cara difusi membran. Pada kehamilan 20 minggu, saat kulit janin mulai kehilangan permeabilitas, ginjal janin mengambil alih peran tersebut dalam memproduksi cairan amnion. Pada kehamilan aterm, sekitar 500 ml per hari cairan amnion di sekresikan dari urin janin dan 200 ml berasal dari cairan trakea. Pada penelitian dengan menggunakan radioisotop, terjadi pertukaran sekitar 500 ml per jam antara plasma ibu dan cairan amnion pada kondisi terdapat gangguan pada ginjal janin, seperti agenesis ginjal, akan menyebabkan oligohidramnion. Normal volume cairan amnion bertambah dari50 ml pada saat usia kehamilan 12 minggu sampai 400 ml pada pertengahangestasi dan 1000 – 1500 ml pada saat aterm. Pada kehamilan postterm jumlahcairan amnion hanya 100 sampai 200 ml atau kurang. Menurut Lehn, jumlah air ketuban yang normal pada primigravida adalah 1 liter, pada multigravida sebanyak 1,5 liter, dan sebanyak – banyaknya yang masih dalam batas normal adalah 2 liter. Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari normal, yaitu kurang dari 500 cc (manuaba, 2007), atau juga didefinisikan dengan indeks cairan amnion 5 cm atau kurang dari 12% dari 511 kehamilan dengan usia kehamilan 41 minggu atau lebih. (Dexa Media no.3 tahun 2007)

Etiologi Etiologi yang pasti belum jelas, tetapi disangka ada kaitannya dengan renal agenosis janin. Etiologi primer lainnya mungkin oleh karena amnion kurang baik pertumbuhannya dan etiologi sekunder lainnya, misalnya pada ketuban pecah dini ( premature rupture of the membrane = PROM ). Penyebab sekunder biasanya dikaitkan dengan : Pecahnya membran ketuban

Penurunan fungsi ginjal atau terjadinya kelinan ginjal bawaan pada janin sehingga produksi urin janin berkurang, padahal urin janin termasuk salah satu sumber terbentuknya air ketuban

Gangguan pertumbuhan janin Penyakit yang diderita ibu seperti Hipertensi. Mayoritas wanita hamil yang mengalami tidak tau pasti apa penyebabnya. dapat merusak ginjal janin dan menyebabkan oligohidramnion parah dan kematian janin. serta adanya penyakit autoimmune seperti Lupus. SLE. Dibetes mellitus. dan masalah padaplasenta. Penyebab oligohidramnion tidak dapat dipahami sepenuhnya. diabetes. Sekitar 7% bayi dari wanita yang mengalami oligohidramnion mengalami cacat bawaan. penyebabnya : Dehidrasi Insufisiensi uteroplasental Hipertensi / Preeklamsia Diabetes Mellitus Hypoxia kronis Induksi Obat : Seperti obat antihipertensi . gangguan pembekuan darah.- Kehamilan post-term sehingga terjadinya penurunan fungsi plasenta. Wanita yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi yang kronis seharusnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kesehatan sebelum merencanakan kehamilan untuk memastikan bahwa tekanan darah mereka tetap terawasi baik dan pengobatan yang mereka lalui adalah aman selama kehamilan mereka. penyebabnya bisa karena : Kelainan Kromosom Cacat Kongenital Hambatan pertumbuhan janin dalam rahim Kehamilan postterm Premature ROM (Rupture of amniotic membranes) Jika dilihat dari sisi Maternal. yang dikenal dengan nama angiotensin-converting enxyme inhibitor (miscaptopril). Serangkaian pengobatan yang dilakukan untuk menangani tekanan darah tinggi. Jika dilihat dari segi Fetal. seperti gangguan ginjal dan saluran kemih karena jumlah urin yang diproduksi janin berkurang. Penyebab oligohidramnion yang telah terdeteksi adalah cacat bawaan janin dan bocornya kantung / membran cairan ketuban yang mengelilingi janin dalam rahim. Masalah kesehatan lain yang juga telah dihubungkan dengan oligohidramnion adalah tekanan darah tinggi.

dimana cairan ketubannya sangat sedikit atau tidak ada. Sekitar 12% wanitayang masa kehamilannya melampaui batas waktu perkiraan lahir (usia kehamilan42 minggu) juga mengalami olygohydrasmnion. baik karena kegagalan pembentukan ginjal (agenesis ginjal bilateral) maupun karena penyakit lain pada ginjal yang menyebabkan ginjal gagal berfungsi. kekurangan air ketuban juga sering terjadi karena ukuran tubuh janin semakin besar. terdapat lipatan epikantus. walau padaumumnya sering terjadi di masa kehamilan trimester terakhir. Sindroma Potter dan Fenotip Potter adalah suatu keadaan kompleks yang berhubungan dengan gagal ginjal bawaan dan berhubungan dengan oligohidramnion (cairan ketuban yang sedikit). Oligohidramnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan terhadap dinding rahim.Olygohydramnion dapat terjadi kapan saja selama masa kehamilan. karena ruang di dalam rahim sempit. Fenotip Potter digambarkan sebagai suatu keadaan khas pada bayi baru lahir. Tekanan dari dinding rahim menyebabkan gambaran wajah yang khas (wajah Potter). ginjal membentuk cairan ketuban (sebagai air kemih) dan tidak adanya cairan ketuban menyebabkan gambaran yang khas dari sindroma Potter. telinga yang rendah dan dagu yang tertarik ke belakang). seperti kerusakan paru-paru. termasuk kerusakan pada ari-ari memutuskan saluran oksigen kepada janin dan menyebabkan kematian janin. Selain itu.tungkai dan lengan. Tidak terbentuk air kemih . oligohydramnion dapat meningkatkan resiko komplikasi persalinan dan kelahiran. Oligohydramnion dapat terjadi di masa kehamilan trimester pertama atau pertengahan usia kehamilan cenderung berakibat serius dibandingkan jika terjadi di masa kehamilan trimester terakhir. kelahiran prematur dan kematian bayi dalam kandungan. Olygohydramnion yang terjadi dipertengahan masa kehamilan juga meningkatkan resiko keguguran. paru-paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya. pangkal hidung yang lebar.Pada kehamilan lewat bulan. Disaat-saat akhir kehamialn. hal ini mungkin berhubungan dengan pertumbuhan janin yang kurang baik. karena jumlah cairan ketubanyang berkurang hamper setengah dari jumlah normal pada masa kehamilan 42 minggu. Patofisiologi Terlalu sedikitnya cairan ketuban dimasa awal kehamilan dapat menekanorgan-organ janin dan menyebabkan kecacatan. Oligohidramnion juga menyebabkan terhentinya perkembangan paru-paru ( paru-paru hipoplastik ). Dalam keadaan normal. kelainan yang utama adalah gagal ginjal bawaan. Gejala Sindroma Potter berupa : Wajah Potter (kedua mata terpisah jauh. Jika ologohydramnion terjadi di masa kehamilan trimester terakhir. Epidemiologi Oligohidramnion Sekitar 8% wanita hamil memiliki cairan ketuban terlalu sedikit. maka anggota gerak tubuh menjadi abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku pada posisi abnormal. sehingga pada saat lahir. Pada sindroma Potter.

c. air ketuban merupakan ultrafiltrasi dari plasma maternal dan dibentuk oleh sel amnionnya. Pada kehamilan sangat muda. Sirkulasi air ketuban sangat penting. Janin aterm mengeluarkan urin 27 cc/jam atau 250 cc dalam sehari. Pengaturannya dilakukan oleh tiga komponen penting berikut: a. Produksi yang dihasilkan oleh sel amnion. Jumlah air ketuban yang ditelan janin. gangguan organ perkemihan. terjadi pembentukan zat tanduk kulit janin dan menghalangi disfusi plasma janin sehingga sebagian besar air ketubannya dibentuk oleh sel amnionnya dan air kencingnya. Ginjal janin mengeluarkan urin sejak usia 12 minggu dan setelah mencapai usia 18 minggu sudah dapat mengeluarkan urin sebanyak 7-14 cc/hari. Produksinya akan berkurang jika terjadi insufisiensi plasenta. c. Selanjutnya setelah trimester II. b. Pada trimester II kehamilan. sehingga jumlahnya dapat dipertahankan dengan tetap. Setelah trimester II sirkulasinya makin meningkat sesuai dengan tuanya kehamilan sehingga mendekati aterm mencapai 500 cc/hari. Faktor Risiko Wanita dengan kondisi berikut akan meningkatkan insiden terjadinya oligohidramnion. Bercampur mekonium. air ketuban dibetuk oleh difusi ekstraselular melalui kulit janin sehingga komposisinya mirip dengan plasma janin. kehamilan post term. Jumlah produksi air kencing. sehingga dapat menimbulkan makin berkurangnya jumlah air ketuban intrauteri “ologohidramnion” dengan kriteria: a. Kental. Jumlah kurang dari 200 cc. yaitu : . b. janin terlalu banyak minum.- Gawat pernafasan.

b. c. Air ketuban sangat sedikit bahkan tidak ada yang keluar. Dari sudut maternal Komplikasi oligohidramnion pada maternal praktis tidak ada. h. Sering berakhir dengan partus prematurus. bila ketuban pecah. d. Persalinan lebih lama dari biasanya. f. Uterus lebih kecil dari usia kehamilan. e. Nyeri perut pada setiap pergerakan anak. Komplikasi dari oligohidramnion : a. g.· · · · · · Anomaly congenital ( misalnya agenosis ginjal. sindroma potter ) Retradasi pertumbuhan intra uterin Ketuban pecah sebelum waktunya ( usia kehamilan 24 – 26 minggu ) Sindroma paska maturitas Terdapat riwayat Hipertensi atau preeklampsia Riwayat obstetric yang jelek Gambaran klinis oligohidramnion : a. His lebih sakit. Tidak ada ballottement. kecuali akibat persalinannya oleh karena : · Sebagian persalinannya dilakukan dengan induksi · Persalinan dilakukan dengan sc . Bunyi jantung anak sudah terdengar jelas sejak usia kehamilan 5 bulan.

Komplikasi terhadap janin · Oligohidramnion menyebabkan tekanan langsung pada janin: Ø ü ü ü ü Ø Ø Deformitas janin Leher telalu menekuk miring Bentuk tulang kepala janin tidak bulat Deformitas ekstremitas Talipes kaki terpelintir keluar Kompresi tali pusat langsung sehingga dapat menimbulkan fetal distress. Fetal distres menyebabkan makin terangsangnya nervus vagus dengan dikeluarkannya mekonium semakin mengentalkan air ketuban. Dapat dijumpai ekstremitas terputus oleh karena hubungan atau ikatan dengan membrannya.USG ibu (menunjukkan oligohidramnion serta tidak adanya ginjal janin atau ginjal yang sangat abnormal) . ü Oligohidramnion makin menekan dada sehingga saat lahir terjadi kesulitan bernafas. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan yang biasa dilakukan: . dapat menyebabkan terjadi hubungan langsung antara membrane dengan janin sehingga dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang janin intrauteri. b.Dengan demikian komplikasi maternal adalah trias komplikasi persalinan dengan tindakan perdarahan. ü Sirkulus yang sulit diatasi ini akhirnya menyebabkan kematian janin intrauteri. dan perlukaan jalan lahir. infeksi. karena paru mengalami hipoplasia sampai atelektase paru. · Amniotic band Ø Karena sediktnya air ketuban.

sehingga proses persalinan akan melemah atau berhenti. yakni jumklah pengukuran kedalaman air ketuban di empat sisi kuadran perut ibu. Pemeriksaan USG yang umum dari volume cairan amnion. Amnion infusion. seperti tidak efektifnya kontraksi rahim akibat tekanan di dalam rahim yang tidak seragam kesegala arah. Induksi dan kelahiran. 3. 6. jika kurang dari 5 cm maka inilah yang disebut dengan oligohidramnion.Rontgen paru-paru bayi . 7. Tirah baring / istirahat yang cukup. Tindakan Konservatif 1. Bpp). cacat bawaan karena tekanan atau kulit jadi tenal dan kering (lethery appereance). Bila terjadi pada kehamilan yang lebih lanjut akan terjadi cacat bawaan seperti clubfoot. Bila terjadi pada permulaan kehamilan maka janin akan menderita cacat bawaan dan pertumbuhan janin dapat terganggu bahkan bisa terjadi foetus papyreceous yaitu tubuh janin picak seperti kertas kusut karena janin mengalami tekanan dinding rahim bahkan kematian janin. bila kurang dari 10 cm disebut air ketuban telah berkurang.Cara memeriksanya yaitu dengan memeriksa indeks cairan amnion. Pemantauan kesejahteraan janin (hitung pergerakan janin. Perbaikan nutrisi. 4. 2. 3. CTG .Analisa gas darah. Jika terjadi pada saat menjelang persalinan.Rontgen perut bayi . NST. akan meningkatkan resiko terjadinya komplikasi selama kelahiran. Bisa juga terjadi abortus dan partus prematurus. 5. . Rehidrasi. Nilai normal adalah antara 10 – 20 cm. Akibat Oligohidramnion : 1. 2.

Akhirnya terdapat kasus yang berhubungan dengan berbagai jenis cacat janin. Berkurangnya volume cairan amion dapat menimbulkan hipoksia janin sebagai akibat kompresi tali pusat karena gerakan janin atau kontraksi rahim. Pada kasus-kasus yang jarang. Penyebab keadaan ini belum sepenuhnya dipahami. Ditemukan pada sekitar 12 % kehamilan yang mencapai 41 minggu. maka ada peningkatan risiko bahwa toleransi janin terhadap persalinan buruk dan bahwa kemungkinnan pelahiran operatif harus dilakukan. gangguan janin sangat mungkin terjadi. Akibat berkurangnya cairan. berwarna kuning kehijau-hijauan. Oligohidramnion merupakan temuan signifikan yang menunjukan kehamilan pascamatur. Pada kehamilan postterm jumlah cairan ketuban yang tersisa mungkin hanya 100 sampai 200 ml atau kurang. tetapi disangka ada kaitannya dengan renal agenesis janin. lintasan mekonium janin kedalam volume cairan amion yang tereduksi menghasilkan suatu suspensi tebal dan penuh partikel yang dapat mengakibatkan gangguan pernafasan janin. meningkat pada semua persalinan. oligohidramnion yang timbul pada awal kehamilan jarang dijumpai dan sering memiliki prognosis buruk. yaitu kurang dari 500 cc. risiko kompresi tali pusat. Selain itu. Kasus-kasus itu diakibatkan oleh ruptura membrane janin yang spontan mungkin tidak berhubungan dengan gangguan janin sebelumnya. keruh. sekresi hormon penekanan janin (katekolamin . Oligohidramnion lebih sering ditemukan pada kehamilan yang sudah cukup bulankarena Volume air ketuban biasanya menurun saat hamil sudah cukup bulan.kelainan air ketuban ( oligohidramnion ) Definisi Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari normal. Pada 121 wanita yang diteliti secara longitudinal. Bila dihubungkan dengan hubungan ultrasonik keterbelakangan pertumbuhan asimetrik. Sebabnya belum diketahui. terjadi penurunan rata-rata indeks cairan amnion sebesar 25 persen per minggu setelah 41 minggu. vasopresin) dapat menghambat resorbsi cairan paru-paru lewat penelanan oleh janin. Ada beberapa definisi istilah oligohidramnion yang biasanya dipakai diantaranya: · Berkurangnya volume air ketuban (VAK) · Volumenya kurang dari 500 cc saat usia 32-36 minggu . Biasanya cairannya kental. dan pada gilirannya gawat janin. Marks dan Divon menemukan oligohidramnion yang didefinisikan sebagai indeks cairan amnion sebesar 5 cm atau kurang pada 12 persen dari 511 kehamilan berusia 41 minggu atau lebih. tetapi terutama pada kehamilan postterm. Secara umum. misalnya sindroma potter (aganesis ginjal) . volume ketuban dapat turun di bawah batas normal dan kadang-kadang menyusut hingga hanya beberapa ml cairan kental. yang memebutuhkan pemeriksaan ultrasonik dan genetik secara rinci. Oligohidramion berhubungan dengan keterbelakangan pertumbuhan dalam rahim pada 60 % kasus. Oligohidramion mungkin terjadi sebagai akibat tekanan janin in utero. Apabila kondisi ini diperburuk oleh kenyataan bahwa janin menderita retardasi pertumbuhan intrauteri.

Oligohidramnion hampir selalu nyata apabila terjadi obstruksi saluran kemih janin atau agnesis ginjal. 2. Pada kehamilan yang terpilih karena “resiko tinggi”. Dibandingkan dengan kontrol yang indeksnya lebih dari 5 cm.· Ukuran satu kantong (kuadran) < 2 cm · Amniotic fluid index (AFI) < 5 cm atau < presentil kelima · Kurangnya jumlah amniotic fluid volume (AFV) · AFV < 500 ml pada usia gestasi 32-36 minggu · Single deepest pocket (SDP) < 2 cm 2. anuria hampir pasti merupakan etiologi pada kasus-ksus seperti itu. Casey dkk. Magann. wanita dengan oligohidramnion memperhatikan peningkatan resiko bermakna untuk seksio. Pajanan ke inhibitor enzim pengubah – angiostetin (ACEI) dilaporkan berkaitan dengan oligohidramnion. atau asidemia neonatus.2Oligohidramnion pada tahap lanjut Volume cairan ketuban secara normal berkurang setelah usia gestasi 35 minggu. Mereka memastikan pengamatan-pengamatan sebelumnya bahwa hal ini berkaitan dengan peningkatan resiko hasil perinatal yang merugikan. Kebocoran kronik suatu defek di selaput ketuban dapat mengurangi volume cairan dalam jumlah bermakna.3 Etiologi .2. Oleh karenanya.1 Oligohidramnion awitan dini Sejumlah keadaan dilaporkan berkaitan dengan berkurangnya cairan amnion. mendapatkan insidensi oligohidramnion pada 2. 2. Mereka melakukan amnionfusi dan kemudian mampu melihat 77 persen dari struktur-struktur yang dicitrakan secara rutin. dkk.3 persen dari 6400 kehamilan lebih yang menjalani sonografi setelah minggu ke-34 di Parkland hospital. Sebanyak 15 sampai 25 persen kasus berkaitan kasus berkaitan dengan anomali janin mampu memvisualisasikan struktur-struktur janin pada hanya separuh dari wanita yang dirujuk untuk evaluasi ultrasonografi terhadap oligohidramnion midtrimester. tidak mendapatkan bahwa oligohidramnion ( indeks cairan kurang dari 5 cm ) meningkatkan resiko penyulit intrapartum seperti mekonium kental. deselerasi variabel frekuensi denyut jantung.2 Klasifikasi oligohidramnion 2. Dengan menggunakan indeks cairan amnion kurang dari 5 cm. Chaunhan melakukan meta analisis terhadap 18 penelitian yang meliputi lebih dari 10.500 kehamilan yang indeks cairan amnion intrapartumnya kurang dari 5 cm. Indentifikasi anomali terkait meningkat dari 12 menjadi 13 persen. seksio sesarea atas indikasi gawat janin. tetapi seringkali kemudian segera terjadi persalinan.2.

sehingga pada saat lahir. Oligohidramnion juga menyebabkan terhentinya perkembangan paru-paru (paru-paru hipoplastik). · · d. Oligohidramnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan terhadap dinding rahim. tetapi disangka ada kaitannya dengan renal agenosis janin. Etiologi primer lainnya mungkin oleh karena amnion kurang baik pertumbuhannya dan etiologi sekunder lainnya. di mana cairan ketubannya sangat sedikit atau tidak ada digambarkan sebagai fenotip Potter.Etiologi belum jelas. paru-paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya. misalnya pada ketuban pecah dini. · · · · · · b. · · · · · · c. Adapun kemungkinan lain penyebab oligohidramnion seperti : a. · · Fetal : Kromosom Kongenital Hambatan pertumbuhan janin dalam rahim Kehamilan postterm Premature ROM (Rupture of amniotic membranes) Pecahnya ketuban Maternal : Dehidrasi Insufisiensi uteroplasental Preeklamsia Diabetes Hypoxia kronis Hipertensi Plasenta Solutio Transfusi antar kembar Induksi Obat : Indomethacin and ACE inhibitors Inhibitor prostaglandin sintase . Suatu keadaan khas yang terjadi pada bayi yang baru lahir. Anggota gerak tubuh menjadi abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku pada posisi abnormal disebabkan karena ruang di dalam rahim sempit.

4 Mekanisme 2. Pada sindroma Potter. Gejala Sindroma Potter berupa : . Tekanan dari dinding rahim menyebabkan gambaran wajah yang khas (wajah Potter). Fenotip Potter digambarkan sebagai suatu keadaan khas pada bayi baru lahir. 3 faktor utama yang mempengaruhi Volume air ketuban : 1) 2) 3) Pengaturan fisiologis aliran oleh fetus Pergerakan air dan larutan didalam dan yang melintasi membran Pengaruh maternal pada pergerakan cairan transplasenta 2. Selain itu.1 Fisiologi Normal : Volume Air ketuban meningkat secara bertahap pada kehamilan dengan volume sekitar 30 mL pada kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya sekitar 1 L pada kehamilan 34-36 minggu. Tingkat penurunan sekitar 150 mL/minggu pada kehamilan 38-43 minggu. karena ruang di dalam rahim sempit.2 Patofisiologi : Sindroma Potter dan Fenotip Potter adalah suatu keadaan kompleks yang berhubungan dengan gagal ginjal bawaan dan berhubungan dengan oligohidramnion (cairan ketuban yang sedikit). kelainan yang utama adalah gagal ginjal bawaan. sehingga pada saat lahir. Berkurang lagi menjadi 350 ml pada kehamilan 42 minggu. Volume Air ketuban menurun pada akhir trimester pertama dengan volume sekitar 800 mL pada minggu ke-40. paru-paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya. baik karena kegagalan pembentukan ginjal (agenesis ginjal bilateral) maupun karena penyakit lain pada ginjal yang menyebabkan ginjal gagal berfungsi. dimana cairan ketubannya sangat sedikit atau tidak ada. Dalam keadaan normal. Oligohidramnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan terhadap dinding rahim. maka anggota gerak tubuh menjadi abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku pada posisi abnormal. ginjal membentuk cairan ketuban (sebagai air kemih) dan tidak adanya cairan ketuban menyebabkan gambaran yang khas dari sindroma Potter. dan 250 ml pada kehamilan 43 minggu.4. Oligohidramnion juga menyebabkan terhentinya perkembangan paru-paru (paru-paru hipoplastik).4. Cairan amnion mengalami sirkulasi dengan tingkat pertukaran sekitar 3600 mL/jam. meskipun diketahui berhubungan dengan aliran keluar-masuk cairan amnion pada proses aktif.· Inhibitor enzim pengubah-angiotensin 2. Mekanisme perubahan tingkat produksi Air ketuban belum diketahui dengan pasti.

Sindrom paska maturitas.Anomali kongenital (misalnya : agenosis ginjal. Molding : uterus mengelilingi janin . Jika saluran kemih janin di dalam kandungan tidak berfungsi dengan baik. Tidak terbentuk air kemih Gawat pernafasan. terdapat lipatan epikantus. pangkal hidung yang lebar.5 · · · · · · · · · · Kondisi yang beresiko tinggi menyebabkan oligohidramnion : .Wajah Potter (kedua mata terpisah jauh. Retardasi pertumbuhan intra uterin. Ibu merasa nyeri di perut pada setiap pergerakan anak. Penyakit virus Insufiensi uteroplacenta Meresponi indosin sebagai suatu tokolitik Hipoksia janin Aspirasi mekonium dan cairan yang bercampur mekonium Sindrom premature 2. Berbeda dengan kasus kelebihan air ketuban yang berarti janin mengalami gangguan pada saluran cernanya 2.. Keringnya ketuban berarti janin tidak mengeluarkan air ketuban yang ditelannya sebagai urin. Sering berakhir dengan partus prematurus. kemungkinan besar air ketuban yang ada jumlahnya akan menjadi sedikit. Ketuban pecah dini (24-26 minggu).6 · · · · · · Gejala Uterus tampak lebih kecil dari usia kehamilan dan tidak ada ballotemen. oligohidramnion dapat menjadi tanda ada kelainan pada saluran pengeluaran atau saluran kemih janin. Bunyi jantung anak sudah terdengar mulai bulan kelima dan terdengar lebih jelas. sindrom patter). Persalinan lebih lama dari biasanya. telinga yang rendah dan dagu yang tertarik ke belakang).

Menginjak usia kehamilan 34 minggu jumlah tersebut mulai berkurang secara bertahap dan menyisakan sekitar 800ml pada usia cukup bulan.· · · · Janin dapat diraba dengan mudah Tidak ada efek pantul pada janin Sewaktu his akan sakit sekali. Pengukuran volume cairan amnion dilakukan dengan cara ultrasonografi dan ini merupakan komponen standar pada pemeriksaan ultrasonografi lengkap dengan profil biofisik. 7.8 Penatalaksanaan Tindakan Konservatif : 1. Gejala dan tanda tersebut di dasarkan pada fakta bahwa cairan amnion yang ditemukan berada di bawah jumlah yang normal untuk usia kehamilan tertentu. tetap haris dikonfirmasi dengan USG. Bila ketuban pecah. Pemeriksaan USG yang umum dari volume cairan amnion. Induksi dan kelahiran Penatalaksanaan bergantung pada usia kehamilan. air ketuban sedikit sekali bahkan hamper tidak ada yang keluar. Pada kehamilan normal. 2. 2. 4. Namun hal ini hanya berupa asumsi/dugaan saja.pada kehamilan Pre-term : mengevaluasi dan memonitor keadaan fetal dan maternal agar tetap dalam kondisi optimal . Pemeriksaan dengan spekulum dapat dilakukan guna mendeteksi adanya kebocoran air ketuban akibat pecahnya air ketuban. USG juga bisa melihat anantomi janin untuk melihat kelainan seperti ginjal yang tidak tumbuh (dengan tidak terlihatnya pipis di kandung kemih janin). 3. Pemantauan kesejahteraan janin ( hitung pergerakan janin. Umumnya cairan amnion meningkat hingga mencapai 1000 ml pada trimester 3 kehamilan. 6. Perbaikan nutrisi. NST. Hidrasi. 2. 5. Serta untuk mengetahui adanya gangguan pertumbuhan janin. cairan amnion wanita bervariasi dan dapat mengalami fluktuasi. Tetapi secara klinis (dengan pemeriksaan fisik) bisa diduga dengan : pengukuran tinggi rahim dari luar serta bagian bayi yang mudah diraba dari luar (didinding perut ibu). Amnion infusion. Bpp ). Tirah baring.7 Diagnosa Diagnosa dibuat dengan pemeriksaan USG yaitu dengan mengukur indeks caira ketuban (Amniotic Fluid Index= AFI).

Bila terjadi pada permulaan kehamilan maka janin akan menderita cacat bawaan dan pertumbuhan janin dapat terganggu bahkan bisa terjadi partus prematurus yaitu picak seperti kertas kusut karena janin mengalami tekanan dinding rahim. Hanya 3 persen yang memiliki saluran ginjal normal. Sembilan (26 persen) dari janin-janin ini mengalami anomali. dan 10 dari 25 yang secara fenotipe normal mengalami abortus spontan atau lahir mati karena hipertensi ibu yang parah. Selain itu.2. atau solutio plasenta.9 Prognosis Hasil janin pada oligohidramnion awitan dini buruk. 2. 34 persen displasia kistik bilateral. Dari sekitar 80 persen kehamilan semacam itu dan hanya separuh dari janin-janin ini yang selamat. renal blood flow. misalnya kaki gada (clubfoot) sering terjadi.11 Resiko 1. Enam bayi yang lahir aterm tumbuh normal. Oligohidramnion sebelum minggu ke-37 pada jani yang tumbuh sesuai masa kehamilannya memperhatikan peningkatan angka kelahiran preterm sebesar tiga kali lipat. dan kelainan otot-rangka. akibat tekanan dari semua sisi. hambatan pertumbuhan janin. 34 persen menderita agnesis ginjal bilateral. fetal urine output Fetal morbidity 2. Dari 14 bayi lahir hidup. tetapi tidak untuk hambatan pertumbuhan atau kematian janin. 10 persen kelainan saluran kemih minor. and.10 · · · · · · · Komplikasi Congenital malformation Pulmonary hypoplasia Fetal compression syndrome Amniotic band syndrome Abnormal fetal growth or IUGR Decreased fetal blood volume. Temuan lain melaporkan otopsi pada 89 bayi dengan sekuensi oligohidramnion. . Bayi yang tadinya normal dapat mengalami awitan dini yang parah. Dan sekitar 34 kehamilan midtrimester yang mengalami penyulit oligohidramnion dan didiagnosis secara ultrasonografis berdasarkan tidak adanya kantung cairan amnion yang besarnya tidak adanya kantung cairan amnion yang besarnya lebih dari 1 cm di semua bidang vertikal. dengan delapan lahir preterm dan tujuh meningkat meninggal. 9 persen agnesis unilateral dengan displasia. Perlekatan antara amnion dan bagian-bagian janin dapat menyebabkan kecacatan serius termasuk amputasi. subsequently. penampakan janin menjadi aneh.

Mereka menyajikan bukti bahwa volume cairan amnion yang normal memungkinkan perkembangan paru normal walaupun terdapat obstruksi ginjal janin. tertekannya toraks mungkin menghambat pergerakan dinding dada dan ekspansi paru. seperti dibuktikan oleh deunhoelter dan Pritchard. 3. Menurut Fox dan Badalian serta Launaria dkk. Namun. Menyimpulkan bahwa gangguan pernafasan janin tidak menyebabkan hipoplasia paru pada oligohidramnion. dan pada gilirannya. McNamara dkk melaporkan temuan-temuan dari dua set kembar monoamnionik dengan anomali ginjal yang berlawanan. mengisyaratkan bahwa cairan yang terhirup tersebut berperan dalam ekspansi. Diposkan oleh Hana Nurhanifah di 6/10/2013 10:03:00 AM .4 per 1000 bayi. Suatu studi kohort prospektif pada 163 kasus oligohidramnion yang terjadi pada selaput ketuban pecah dini pada gestasi 15 sampai 28 minggu. Hasil yang merugikan lebih besar kemungkinannya apabila pecah ketuban terjadi lebih dini serta durasinya melebihi 14 hari. Hampir 13 persen janin mengalami hipoplasia paru. Kedua.2. Pertama. kurangnya gerakan napas janin mengurangi aliran masuk ke paru. cacat bawaan karena tekanan atau kulit jadi tenal dan kering ( lethery appereance ). Terjadi tujuh kelahiran mati dan 40 kematian neonatus sehingga mortalitas perinatal menjadi 409 per 1000.1 sampai 1. Kilbride mempelajari 115 wanita dengan ketuban pecah dini sebelum minggu ke-29. Hiploplasia paru Insidensi hipoplasia paru saat lahir tidak banyakbanyak berubah dan berkisar dari 1. pertumbuhan paru. Cukup banyaknya cairan amnion yang dihirup oleh janin normal. Dalam suatu eksperimen. terdapat tiga kemungkinan yang menjadi penyebab hipoplasia paru. Resiko hipoplasia paru letal adalah 20 persen. Apabila cairan amnion sedikit sering terjadi hipoplasia paru. Fisk dkk. Ketiga dan model paling luas diterima adalah kegagalan mempertahankan cairan amnion atau meningkatnya aliran keluar pada paru yang tumbuh kembangnya terlambat. Bila terjadi pada kehamilan yang lebih lanjut akan terjadi cacat bawaan seperti club-foot. Penyulit ini lebih sering terjadi seiring dengan berkurangnya usia gestasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful