P. 1
Ramadhan bulan Shadaqoh

Ramadhan bulan Shadaqoh

|Views: 581|Likes:
Published by kalasnikhov
Kompilasi artikel karya IUA islam yang sejuk
Kompilasi artikel karya IUA islam yang sejuk

More info:

Published by: kalasnikhov on Oct 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2012

pdf

Ramadhan Bulan Shodaqoh WDYSA September 2009 Copyright @IUA-islam yang sejuk http://islamunderattack.mutliply.

com

Pengantar

Alhamdulillah e-book edisi Spesial WDYSA sudah sama bisa kita nikmati. E-book ini berisi artikel-artikel menarik tentang Bulan Ramadhan sebagai Bulan Shadaqoh. Program WDYSA adalah program dari IUA-islam yang sejuk yang diadakan dengan tujuan sebagai wadah untuk melatih kemampuan menulis artikel. Tersedia reward dari panitia untuk 3 artikel yang paling menarik dalam edisi kali ini. Salah satu tujuan penting pembuatan e-book ini adalah untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat seluas-luasnya. Selain itu juga ditujukan untuk melatih dan membiasakan kita agar membudayakan cara menulis artikel yang orisinal, informative, enak dibaca dan dan menarik. Kami berharap e-book ini bias bermanfaat bagi pembacanya. Berikanlah e-book ini kepada teman atau rekan anda atau siapa saja yang anda kehendaki. E-book ini milik ummat, penulis dan penerbit hanya berharap pahala dan balasan dari Allah SWT semata. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalam

ADMIN IUA-islam yang sejuk

SEDIKIT TENTANG IUA-ISLAM YANG SEJUK

IUA-islam yang sejuk adalah group islami di Multiply yang terbesar dalam komunitas Muslim Indonesia. Silahkan kunjungi kami di www.islamunderattack.multiply.com dan kami persilahkan untuk bergabung bersama dengan lebih dari 3300 member yang ada. IUA berdedikasi sebagai wadah dakwah dan ukhuwah islamiyah dengan landasan kebersamaan dan peningkatan moral. Hingga saat ini ada 16 program yang kami kelola yang terbagi dalam 3 kategori yaitu: 1. Program interaktif a. WDYSA (lomba tulis artikel) b. Best Posting Of the Month (seleksi tulisan terbaik) c. Best member of the month (seleksi member terbaik) d. Lomba Puisi islami e. Lomba Foto islami f. Quiz islami g. Konsultasi Muslimah h. Konsultasi Keluarga i. Konsultasi Anak 2. Program Nyata a. Beasiswa IUA b. Sunduq IUA 3. Program informatif a. E-book Karya Bersama b. Berita Harian IUA c. Biografi Tokoh islam d. Tanya Jawab Islami e. Opini Dunia Dibawah manajemen yang modern dan professional, IUA mampu mengelola dana infaq dari member dan admin hingga bisa memotivasi member untuk lebih produktif lewat reward-reward yang banyak kami sediakan. Semoga group ini bisa tetap istiqomah dan menjadi yang pilihan terbaik bagi umat islam di Indonesia khususnya. ADMIN IUA-islam yang sejuk Abang kalash http://kalasnikhov.multiply.com - The Netherlands Uni Intan http://intan0812.multiply.com – Jakarta Teteh Dewi http://rhedina.multiply.com – Nurnberg, Germany Anti Ryanti http://kedaimoslem.mulitply.com - Medan

Sedekah adalah ibadah utama untuk taqarrub ilallah, bukti dari sebuah cinta dan pengorbanan. Dikarenakan fitrah manusia adalah cinta harta "dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan."(Al Fajr 20), maka Islam mengarahkan agar kecintaan manusia terhadap harta tidak berlebihan.Terlebih lagi pada saat bulan Ramadhan hal ini menjadi lebih utama karena kemuliaan yang terdapat dalam syahru mubarrakh. dalam sebuah hadits di sebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang dermawan namun ketika bulan Ramadhan beliau menjadi lebih dermawan, kedermawanannya bagai aliran sungai yang tiada henti. Hakikatnya sedekah adalah kegiatan yang semestinya telah menjadi kebiasaan yang tertanam dalam diri, karena Allah SWT telah mensyariatkan dan memerintahkan kita untuk bersedekah/menyisihkan sebagian harta guna dinafkahkan untuk sesuatu yang baik. "Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan."(Ibrahim 31) Harta yang kita miliki hanyalah sebuah titipan, namun manusia seringkali lupa bahkan terlena dengan harta. Rasa tidak puas pun akhirnya menghantui mendorong manusia untuk

mencintainya secara berlebihan hingga membuatnya melupakan Rabb nya. Naudzubillah. Ikhwa fillah Dengan bersedekah kita merubah harta yang kita miliki menjadi "Harta masa depan" yang akan kita simpan untuk sebuah kehidupan yang abadi, juga agar seorang muslim senantiasa berorientasi ke depan, merencanakan masa depan sejak dini. karenanya dengan bersedekah tidak berarti bahwa harta kita berkurang, justru sebaliknya harta yang kita sedekahkan akan menjadi tabungan abadi dengan bunga yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Namun tetap saja pada praktiknya sedekah tidak semudah itu, selalu ada rasa ragu dan takut akan kehilangan. "Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir)..."(Al Baqarah 268). Oleh karena itu sedekah merupakan bagian dari sebuah latihan awal untuk pengorbanan yang besar, apabila seorang muslim telah terlatih, maka ia akan siap dan sigap menerima perintah "pengorbanan" yang lebih besar. Selain itu ini juga merupakan upaya kita agar terhindar dari penyakit hubbud dunya wa karaahiyatul maut, cinta dunia dan takut mati. Kembali lagi pada pembahasan sedekah di bulan Ramadhan, sedekah di bulan penuh keberkahan ini tidak hanya berupa pemberian harta tapi bisa juga dengan bentuk yang lain.

semisal memberikan makanan berbuka puasa kepada tetangga, kerabat, musafir dan orang yang sdang beribadah i'tikaf. Ada sebuah hadits mengenai memberi makan untuk berbuka. "Siapa yang memberi makanan atau minuman untuk berbuka bagi orang yang berpuasa dari harta yang halal, maka para malaikat akan mendo'akannya di hari-hari Ramadhan dan Jibril akan mendo'akannya di malam lailatulqadr." Siapa yang tidak menginginkan agar di do'akan

oleh makhluk yang paling dekat oleh Allah ini, terlebih pada Ramadhan dimana setiap do'a makbul. Oleh karena itu mari kita tingkatkan kualitas maupun kuantitas dari amal ibadah kita, karena inilah saatnya inilah waktunya dan inilah jalannya bagi kita untuk semakin taqarrub ilallah mendekatkan diri kepada Allah dalam bulan penuh rahmat, ampunan dan kasih sayang. Wallahu A'lam

“walaupun jika besok hari kiamat, dan ada segenggam biji kurma di tanganmu, tanamlah.” Saya lupa ini merupakan hadis, atau hanya pepatah arab saja. Tapi ini pernah menjadi bahan diskusi yang asyik bagi kami (sewaktu masih mahasiswa dan tinggal di asrama bumi ganesha), ketika pengajian/tadarus rutin malam jum’atan. Diskusi yang seru, muter kesana kemari sampai dengan cerita tentang sumur kering dengan sebotol air* dan juga pelacur yang menolong anjing kehausan**. Yup.. buah yang lezat yang sering kita nikmati (bukan hasil budidaya jaman sekarang), tentunya merupakan upaya dari orang tua kita dahulu. Seenak-enaknya durian monthong impor, bagi orang bekasi gak ada yang lebih nikmat daripada durian jatuhan. Baik rasa maupun wanginya. Pohon rambutan, kecapi dan lain-lainnya juga. Pendahulu kita yang menanam, belum tentu mereka sempat menikmati hasilnya. Kadang mereka meniatkan, yang demikian itu memang untuk dinikmati oleh anak cucunya. Sungguh niat yang mulia. (So demikian juga kebaikan yang kita tanam hari ini, belum kita terima balasannya. Walau beramal harus ikhlash, jangan mengharap balasan .. jangan kecil hati, yakinlah Tuhan Maha Adil tetap mencatat itu sebagai kebaikan, entah sebagai penghapus dosa, kebaikan untuk penerus kita atau tabungan amal kita di akhirat nanti. Yang nantinya sama-sama kita petik, Amiin.) ***** Untuk sebuah kebaikan… niat untuk berbuat baikpun sudah dinilai sebuah kebaikan. Jika

sudah dilakukan kita dapat mendapat satu kebaikan yang balasannya bisa menjadi tujuh – sepuluh – tujuh ratus… ah.. mengapa kita harus menghitungnya pula. Sedangkan jika kita diberi kemampuan untuk berbuat baik pun, seharusnya kita bersyukur. Lalu mengapa pula kita harus menghitungnya lagi. Dan walaupun, dibilang kejahatan belum dihitung sebagai kejahatan jika belum dilakukan, tidaklah pantas juga kita berniat berbuat jahat. Selain ini bisa meracuni pikiran dan hati, apa jadinya ketika kita berniat jahat, umur kita di-pas-kan saat itu. Kita meninggal dalam keadaan berniat jahat. Nauzubillah min zalik. ***** PILIHAN PERAN by: Tiar Rahman dalam kegersangan seekor burung patah sayap kehausan kelaparan seorang anak lugu bertanya “ya Ayah... bagaimana ia hidup dalam medan seperti ini?“ “diamlah anakku dan perhatikanlah!” terdengar kepak-kepak mendekati seekor burung lagi ia membawa makanan untuk saudaranya “ya Ayah...

alangkah bahagianya menjadi burung patah sayap yang mempunyai sahabat sebaik itu!“ “wahai anakku... tak inginkah engkau menjadi burung yang memberi makan sahabatnya itu?“ *****

setelahnya kita telah terbiasa dan ringan berbuat baik. Amiin. Quote: Jangan menganggap remeh dosa walaupun itu dosa kecil, sebab kita tak tahu dari dosa yang mana kita akan dijebloskan ke neraka. Dan jangan juga meninggalkan amal-amal yang remeh, sebab kita juga tak tahu dari amal mana yang akan mengantarkan kita ke syurga dan ridho Allah. Salam,

Berbuat baik juga perlu latihan. Segenggam demi segenggam. Biar kita terbiasa. Jika sudah terbiasa, seandainya terlupa melakukannya, ada sesuatu di hati yang ngerasa tidak enak. Selain kita, anak-anak kita juga perlu dibiasakan juga berbuat baik. Baik dengan bersedekah, membantu orang lain, memaafkan, dan lainlainnya. Sehingga tunas-tunas baru kebaikan ini mekar dengan baik dan indah. Menjadi buah yang baik dan manis. Bagi dirinya, bagi orang tuanya, bagi sekelilingnya. Semoga Ramadhan kali ini pun menjadi bulan latihan bagi kita untuk berbuat baik, dan bulan

*) air sebotol itu bisa diminum setengahnya sehingga kita punya tenaga untuk memompa dengan pancingan air sisa tadi. Sehingga orang bisa minum puas, tapi tak boleh lupa mengisi botol yang telah dipakainya. Ini merupakan kebaikan yang berkelanjutan. **) kisah pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan, memberikan pintu ampunan untuknya. Anjuran untuk tetap bersikap baik, juga terhadap binatang.

Cerita ini bukanlah sebuah fiksi dan bukan pula bermaksud riya. Bermula saat saya mencari anak yatim yang belum pernah saya kunjungi karena ada sedikit rejeki yang ingin saya bagikan kepada mereka. Teman saya memberitahukan bahwa ada anak yatim yang masih kerabat. dengannya. Dia bercerita pula bahwa ibu anak tersebut ( S ) pernah dipenjara gara-gara membunuh anak dari hasil hubungan gelap. Setelah keluar dari penjara diapun hamil lagi di luar nikah. Dan beruntung karena Pak W famili teman saya yang bekerja sebagai tukang parkir di perkantoran mau menikahinya meski janin yang ada di kandungannya bukan dari dirinya. Rumah pun dibuatkan untuk S dan anaknya yang sekarang berumur 3 tahun. Walau sepanjang hidupnya Pak W tidak punya keturunan dari perkawinannya dengan S. Ternyata kebaikan Pak W dibalas S dengan cara memasukkan Pak W ke panti jompo waktu sakit sampai akhir hayatnya.. Keluarga temen saya marah ketika tau Pak W meninggal di panti jompo. Mereka menyalahkan S karena dianggap tidak tau membalas budi. Setelah kematian pak W kehidupan S tidak juga membaik. Walau begitu temen saya tetap memberinya pekerjaan sebagai tukang cuci pakaian Singkat cerita, setelah berkunjung beberapa kali ke tempat S, saya dikejutkan oleh telpon teman saya, nadanya marah dan kesal. Ia bercerita bahwa HP yang dipinjamkan ke S telah dijual oleh S. Dia tahu karena petugas pegadaian yang kebetulan kenalannya datang minta tebusan kalo HPnya ingin tetap jadi miliknya. Ia marah kenapa petugas itu minta tebusan ke dirinya bukannya ke S? Kalaupun S butuh uang harusnya minta ijin untuk

menggadaikan ke teman saya? Bukankah HP itu bukan miliknya? Akhirnya teman saya bilang agar S tidak usah dikasihani dan ditolong. Dan dia menyesal telah menolongnya. Mungkin kelakuannya ini yang menjadikan orang-orang yang semula iba menjadi membatalkan niatnya untuk memberi pertolongan. Dalam kasus seperti ini apakah kita tetap memberikan bantuan kepadanya? Atau membiarkan dia mati kelaparan sehingga dengan mudah para misionaris menggiringnya menuju kemurtadan…? Toh semua itu hasil dari perbuatannya sendiri? Bagaimana dengan sang anak? Andai saja sang anak diperbolehkan memilih, pastilah memilih terlahir ke dunia dengan kondisi ke dua orang tua yang lengkap. Bukan hanya lengkap adanya ayah ibu tetapi juga lengkap dengan kondisi ekonomi, lingkungan sosial dan agama yang menjadikan sang anak tumbuh sehat jasmani dan rohani. Jadi bila ditimbang, arah bandul antara manfaat menolong dan tidak , maka bandul itu akan menunjuk ke arah bandul pertolongan. Walau pada hakekatnya amal yang kita lakukan hanyalah sebatas perantara, karena Alloh jualah Sang Pemberi Rejeki ‘ Alloh melebihkan setengah kamu dengan yang lain tentang rejeki, maka orang-orang yang dilebihkan itu bukanlah memberikan rejekinya kepada hamba sahayanya, melainkan Alloh jua. Maka mereka iu bersama-sama pada rejeki itu. Apakah mereka ingkar akan nikmat Alloh ‘ QS: An- Nahl 71 Sedang shodaqoh adalah salah satu cara

membersihkan ruhani yang Alloh ajarkan ke kita . Perumpamaan tentang perlunya membersihkan jiwa dapat kita baca dari kebiasaan kita buang air besar. Ada apa dengan BAB? Sesungguhnya Allah tidaklah malu membuat perumpamaan apa saja; nyamuk atau yang lebih kecil dari padanya. Maka adapun orangorang yang beriman mengetahuilah dia bahwasanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka . Dan adapun orang-orang yang kafir maka berkatalah mereka. apa yang dikehendaki Allah dengan perumpamaan begini ? Tersesatlah dengan sebabnya kebanyakan manusia dan mendapat petunjuk dengan sebabnya kebanyakan. Dan tidaklah akan tersesat dengan dia, melainkan orang-orang yang fasik (QS: alBaqoroh :26} Kita pasti tau bagaimana rasanya satu hari tidak BAB apalagi satu bulan… Kemungkinan besar kotoran yang ada dalam perut akan menjadi racun yang akan mempengaruhi kinerja organorgan tubuh kita. Dan bila berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun bisa dipastikan akan membatu, yang berujung pada kematian. Demikian pula dengan ruhani kita. Jiwa atau ruh yang tidak pernah dibersihkan akan pula seperti perut yang tidak BAB.

Pelajaran yang kasat mata ini mengajarkan kita untuk selalu mengeluarkan kotoran/ membersihkan jiwa, salah satunya dengan bershodaqoh. Seperti juga BAB, kotoran yang melekat di jiwa bila dibiarkan tidak dikeluarkan akan meracuni ruhani. yang berupa hati. Sehingga hati senantiasa condong kepada kemaksiatan. Dan bila dibiarkan bertahun2 hati yang lembut/suci akan berubah menjadi keras dan kasar bahkan bisa menjadi mati. Karena begitu pentingnya shodaqoh baik untuk kebersihan jiwa dan kemaslahatan umat maka jangan sekali-kali ragu untuk bershodaqoh walau seteguk air atau sebutir kurma. Seperti peringatan Alloh dalam Surat : Al Baqoroh ayat 268 ‘Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui. Semoga Alloh melindungi kita dari sifat kikir ( sebagai salah satu ciri hati yang tidak sehat) dan melindungi kita dari hati yang mati yang tidak dapat lagi menangkap cahaya kebenaran dan kebaikan, amiin ya rabbal alamin.

Saat Morakot melanda Formosa, kehancuran melanda penduduk di bagian timur dan selatan pulaunya, harta, benda, hingga nyawa semua tak ada sistem hitung-menghitung, apapun yang tersapu badai dan terkubur longsor mau tidak mau harus mau diambil dan kehilangan. Pada saat berkesempatan melawat daerah bencana, bertatap muka dengan wajah-wajah sayu yang menandakan lelah jiwa dan raga, ada perasaan lain yang menjalar di dinding hati. Sejuk saat menyaksikan mata mereka berbinar, saat beribu-ribu ucap kata syukur mereka keluarkan, "Xie-xie ni...! Xie-xie ni men te pang mang.." Sangat menyentuh.. Sudut mata ini bertelaga, hangat. Ada butiran meleleh.. Aku harus jujur kepada mereka, bahwa semua yang ku bawa bukan berasal dariku, tapi dari orang-orang yang beriman dan meyakini akan nikmatnya berbagi dengan sesama, tanpa melihat ras, agama atau kewarganegaraan. "Berterimakasihlah kepada Tuhan, Dia yang menciptakan pribadi yang berhati peduli untuk menyisihkan sebagian harta benda nya dengan jalan disumbangkan kepada yang berhak, sebesar ataupun sekecil yang mereka rela.." Aku harus lebih berhati-hati dalam hal menyampaikan kepedulian sosial ini. Mereka kebanyakan lebih mengenal dewa daripada Tuhan. Pun saudara-saudaraku, para tenaga kerja yang menyisihkan sebagian hasil keringat dan jerih payah nya ini juga tentu tidak ingin

cuma-cuma dalam memberikan amal jariah sumbangan berupa infak dan sodaqoh. Aku harus amanah dan menyampaikan nya kepada orang yang tepat. Ya, aku harus menyampaikan nya karena ini titipan dari sesama saudara seiman di perantauan, bukan dari ku. Bukan jerih payah hasi tetes keringatku. Aku memelas, ya Allah.. Ingin aku berbuat seperti perintah Mu, berderma sebanyakbanyaknya selagi aku bisa. Terlebih pada saat bulan ramadan, bulan yang dimana amalamalan di lipatgandakan pahala nya oleh Allah SWT. Ingin aku berbuat menyampaikan apa yang mereka butuhkan ini langsung dari semua apa yang ku miliki, bukan sekedar menyampaikan titipan orang lain. Tapi apa dayaku, harta aku tidak punya, benda hanya yang sehari-hari aku gunakan, bagaimana mungkin aku bisa menjadi seperti donatur dan dermawan mulia? Mereka yang bertangan di atas? Kapan aku merasakan sejuknya dinding hati saat menatap binarnya mata yg diberi? Aku semakin merasa kerdil dan tak berdayaguna ketika saudaraku di tanah air mengalami bencana yang serupa. Ribuan tangan ikhlas mengulurkan bantuan. Jutaan ummat berlomba menyisihkan sebagian harta benda. Semua yakin akan lipat gandanya pahala amal jariah yang telah Allah janjikan kepada umat Nya yang mau berinfak, bersodaqoh, terlebih pada saat bulan ramadan, bulan yang

penuh magfirah dan rahmah. Bulan yang penuh keutamaan dibanding bulan-bulan lainnya. Aku tersedu disudut malam. Aku terisak dalam ratapan. Apa yang bisa aku amalkan disaat sanak saudaraku mengerang kesakitan tidak berumah? Aku mencaci diri, apa yang dapat aku infak kan kepada teman dan kerabatku sementara aku sendiri dalam keadaan susah dan miskin papa? Sebatas keinginan tanpa bukti, hanya angan tanpa kenyataan. Ingin berbuat tanpa tindakan... Selalu terngiang dan terpikir dalam keseharianku.. selayaknya lah kita meningkatkan amal-ibadah kita dalam berbagai bentuknya termasuk diantaranya amal shodaqoh. Namun apalah daya ku? *** Lewat sorot mentari pagi aku bertemu lagi dengan kekuasaan dan kemaha-sempurnaan sang pencipta. Alhamdulillah, aku ternyata masih di beri waktu dan kesempatan untuk bisa berkarya membentuk kesempurnaan ciptaan Nya.

Saat burung kecil bernyanyi aku tersenyum menyambutnya. Saat menatap bingkai sekumpulan orang tercinta nun jauh disana diatas meja kerjaku, aku tersenyum membayangkan nya. Ah... Dengan senyum, semua terasa lebih indah dan bermakna. Ah ya! Aku tersenyum.. Ya, benar. Mungkin ini yang bisa ku dermakan. Satu-satunya yang ku miliki dan bisa ku bagikan. Ialah senyuman.. Disaat harta aku tak punya, benda aku tak ada, tapi aku ternyata masih tetap bisa berderma. Dengan pemberian Nya yang maha sempurna subhanallah, tidak ada sedikipun tempat untuk berkelit. Semangat kembali membara, selagi dalam lingkaran magfirah dan rahmah nya, selagi dalam masa ampunan dan kelipatgandaan pahalanya, berbagi dan terus berbagilah, walau itu hanya sebatas senyuman, satu-satunya yang bisa ku bagikan... ^_^

Bulan ramadhan selain bulan penuh bekah, ampunan dan bulan yang penuh kemuliaan..ternyata ramadahn itu adalah bulan penuh tarbiyah salah satunya adalah tarbiyah untuk senantiasa bisa mengikhlaskan harta dan ilmu kita dijalan ALLAh SWT.. bagaimana tidak?? ramadhan dengan iming-iming pahala yang berlipat0lipat mampu memikat kaum muslimin untuk lebih giat beramal salah satunya adalah shadaqah..yah sebuah kata shadaqah yang mana telah disebutkan dalm al-Qur'an sebanyak 43 kali ini banyak memberikan hikamh selain pahala.. contohnya adalah bahwa shadaqah kelak dihari kiamat akan membanggakan diri seprti yang dikatakan oleh Umar Bin khatab : sesungguhnya amal-amal itu saling membanggakan diri" maka sedekahpun berkata "aku adalah amal kalian yang paling utama ( H.R. Khuzaimah, Al-Hakim dan Al Albani menshahihkan ) contoh lain adalah tarbiyah bagi kita untuk melatih keikhlasan dan kegemaran bersedekah..kenapa??kalau kita sering bersedakah dibulan ramadhan diharapkan setelah bulan ramadhan usai kita tetep

mencintai amalan ini

anggap aja ramadhan adalah tempatnya latihan dan dibulan berikutnya kita mulai melakukan dengan rutin dengan niat ikhlas LiLLAH kalau dibulan ramadhan niatnya masih untuk meramaikan ramadhan atau iming-iming lain maka bulan selanjutnya jadikan itu sebagai kebiasaan dengan niat yang lebih diluruskan ramadhan bulan obral pahala, bukan berarti habis ramadhan pahala nggak ada sehingga menjadikan kita malas kembali untuk bersedakah kalau hal itu sampai terjadi maka madrasah ramadhan itu gagal membentuk kita menjadi orang yang menyukai bersedekah so, marilah kita optimalkan latihan kita dibulan ramadhan ini dan kita tinggakatkan dibulanbulan selanjutnya ingat bersedekah bukan melulu harus berharta,,karena bisa jadi orang yang kaya harta tapi ia miskin hati,, dan orang yang tak berpunya bisa jadi ia lebih kaya hati dan ikhlas diri.. berikan apa-apa yang ia punya untuk orang yang membutuhkan dan lapang dada walau hanya dengan sebuah senyuman.. dan yang terakhir siapa yang mau lulus latihan dari madrasah ramadhan??

Seruan untuk bersedekah sering disampaikan kepada kaum muslimin wa muslimah, karena di balik kegiatan bersedekah ternyata tersimpan rahasia ~ rahasia meraih keselamatan hidup di dunia wal akherat. Apakah itu ? 1. Sedekah itu Penolak Bala Rasulullah bersabda : Mulai lah pagi harimu dengan sedekah. Barang siapa yg memulai pagi harinya dengan sedekah, ia tak akan terkena sasaran bala. ( Al ~ Wasail 6 : 257, hadist ke 15 ) Imam Ja’far Ash ~ Shadiq berkata : Sesungguhnya sedekah itu dapat mengusir tujuh ratus setan dari depan dagu. ( Al ~ Wasail 6 : 260, hadits ke 1 ) Awali pagi harimu dengan sedekah. Gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yg bersedekah karena mengharapkan apa yg ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yg akan turun dari langit ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yg akan turun dari langit ke bumi pada hari itu. ( Al ~ Wasail 6 : 267 hadits ke 3 ) Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadits yg disampaikan padaku oleh ayahku ? Yaitu Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yg ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendaklah mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkan nya dari hari nahas itu. Barangsiapa yg ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaklah mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia di selamatkan dari malam nahas

itu. Kemudian aku berkata : Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah, ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum. ( Al ~ Wasail 6 : 273, hadits ke 1 ) 2. Sedekah itu memudahkan Urusan Di dalam hadits banyak disebutkan bahwa jika kita mempunyai harapan atau rencana untuk mencapai hajat tertentu ( hajat yg baik ), kita diperintahkan untuk memulainya dengan sedekah agar Allah memudahkan urusan kita. 3. Sedekah itu menambah rizki Rasulullah bersabda : Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. ( Al ~ Wasail 6 : 255, hadits ke 11 ) Imam Ja’far Ash ~ Shadiq berkata : Mohon datangkan rizki dengan sedekah. Barangsiapa yg meyakini hari esok ia akan bersikap dermawan dengan pemberian, sesungguhnya Allah menurunkan pertolongan sesuai dengan kadar hari ini. ( Al ~ Wasail 6 : 255 ) Sedekah adalah pelipat ganda rizki. Sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yg pada tiap ~ tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yg Maha Kaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah !! 4. Sedekah itu meraih kasih sayang Allah Rasulullah bersabda : Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian. ( Al ~ Wasail 6 : 255, hadits ke 11 )

Sedekah yang tersembunyi memadamkan murka Allah SWT. ( Al ~ Wasail 6 : 275, hadits ke 1 )

dapat

Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan dan mengeluarkan karunia dari hartanya (bersedekah). ( Al ~ Wasail 6 : 259, hadits ke 21 ) 8. Sedekah itu harta dan simpanan terbaik Rasulullah bersabda : Sebaik – baik harta seseorang dan simpanannya adalah sedekah. ( Al ~ Wasail 6 : 257, hadits ke 14 ) 9. Sedekah itu menolak kematian yg buruk Siapa pun tentu tak ingin meninggal dunia dgn cara yg buruk. Sedekah bisa menolong seseorang untuk terhindar dari kematian yg buruk. Sebagaimana sabda Rasulullah : Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yg buruk. ( Al ~ Wasail 6 : 267, hadits ke 4 ) 10. Bersedekahlah walau sedikit Rasulullah bersabda : Bersedekahlah walaupun segantang korma, walaupun sebagian dari segantang, walaupun segenggam korma, walaupun sebiji korma, walaupun separoh kurma. Barangsiapa yg belum mendapatkannya maka bersedekah lah dengan ucapan yg baik. 11. Setiap kebajikan itu sedekah Jika belum mampu bersedekah dgn harta, bersedekah lah dengan perbuatan baik ( kebajikan ), bersedekahlah dgn ucapan yg baik dan santun, bersedekahlah dgn tulisan dan informasi ~ informasi yg bermanfaat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Setiap kebajikan itu sedekah. ( Al ~ Wasail 6 : 321, hadits ke 1 )

Imam Ja’far Ash ~ Shadiq ( SA ) berkata : Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal. Sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur. ( Al ~ Wasail 6 : 273, hadits ke 2 ) Imam Ali bin Abi Thalib ( SA ) : Sesungguhnya tawassul yg paling utama adalah……dengan sedekah yg tersembunyi krn hal ini dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murka Allah Azza wa Jalla……. ( Al ~ Wasail 6 : 275, hadits ke 4) 5. Sedekah itu obat penyakit Imam Ja’far Ash ~ Shadiq berkata : Obati penyakitmu dengan sedekah. ( Al ~ Wasail 6 : 260, hadits ke 1 ) 6. Sedekah itu dapat mengubah takdir Rasulullah SAW berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib : Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram ( yg telah ditetapkan ). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, Dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat ( karena Allah ) ( Al ~ Wasail 6 : 267, hadits ke 4 ) 7. Sedekah itu menyempurnakan keimanan Imam Ja’far Ash ~ Shadiq ( SA ) berkata : Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan 4 hal :

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat berarti bagi kaum Muslimin di penjuru dunia. Karena dibulan ini seluruh amal baik kita dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bulan dimana para hamba dianjurkan untuk berlomba-lomba meraih kebajikan sebanyak-banyaknya. Bulan yang sangat tepat untuk dijadikan saat memperbanyak tilawah Al-Qur’an, perbanyak melakukan amalan-amalan sunah. Dan saat yang tepat untuk memperbanyak tabungan untuk bekal akhirat. Berbagi dengan para fakir miskin di sekitar kita. Sedekah. Banyak sudah dalil yang menyebutkan keutamaan-keutamaan dari bersedekah, baik dari Hadits Nabi maupun Firman Allah. Karena Allah dan Rasul-Nya menyukai kedermawanan. “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744) Kedermawanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat itu lebih baik daripada angin sepoi-sepoi (angin yang bertiup terus-menerus dan bermanfaat). (HR. Bukhari dengan 1/30 Fath dan Muslim no. 2307). Pada bulan Ramadhan Rasulullah sangat menganjurkan ummatnya untuk memperbanyak bersedekah, sebagai mana haditsnya: “Barang siapa memberi buka puasa pada orang yang berpuasa maka baginya semisal pahala mereka tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah

dan Darimi. Hadits ini dishohihkan oleh AlAlbani). Namunpun begitu, bukan berarti sedekah hanya dikhususkan pada bulan Ramadhan saja, tetapi ia berlaku pada kesempatan apapun. Bahkan bisa jadi para fakir miskin jauh lebih membutuhkan sedekah kita pada bulan-bulan selain Ramadhan. Karena pada bulan selain Ramadhan sedikit sekali orang yang berpunya mau mengeluarkan sedekahnya. “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi) “Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873) Sedekah yang baik adalah, sedekah yang diberikan tangan kanan sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah yang mengatakan tujuh golongan yang mendapat naungan Allah, pada hari dimana tiada lagi yang bisa memberi naungan selain-Nya. “… Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya.” (HR: Bukhari – Muslim). Dalam hal ini, sangatlah layak apabila kita mencontoh Cicit Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassalam. Zainal Abidin. Konon di Madinah, rakyat sering digemparkan dengan datangnya rizki gaib di depan pintu-pintu mereka. Ada yang beranggapan rizki tersebut

turun dari langit, ada juga ynag beranggapan ianya diberi jin. Zainal Abidin yang mendengar itu tidak memperdulikannya. Karena yang terpenting bagi beliau adalah menunaikan ikrar yang pernah beliau ucapkan, yaitu, inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi Rabbil ‘alaminsesungguhnya solatku, amal kebajikanku, hidupku dan matiku hanyalah demi Allah semata.

Hingga ketika beliau wafat, dimandikan ada bekas yang menghitam dipunggung beliau. Karena terlalu seringnya digunakan untuk memanggul sesuatu yang berat. Dan jasad beliau dikuburkan barulah rakyat tahu siapa pembawa rizki itu. Karena sejak itu tiada lagi rizki gaib yang mendatangi pintu-pintu mereka. Wallahu’alam.

Berpuasa melatih kemampuan kita dalam mengendalikan diri. Dan kebanyakan adalah dalam pengendalian nafsu. Nafsu makan, minum, syahwat, amarah, dll. Islam tidak menghilangkan nafsu, tetapi mengendalikan secara seimbang. Di satu sisi, berpuasa, seperti halnya kata 'imsak', berarti menahan diri dari hal-hal yang telah disebutkan tadi, yang bisa membatalkan, dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Di sisi lain, berpuasa ternyata memberikan kita banyak manfaat secara kejiwaan, terutama dalam hal memberi (yang secara arti, berlawanan dengan "menahan") Dengan berpuasa, kita menjadi belajar memahami rasa lapar yang dialami sebagian saudara kita. Dengan menahan diri dari pemenuhan banyak nafsu, manusia dilatih mengosongkan pikiran dari nafsu, dan dengan sendirinya, dia diajarkan untuk merenung tentang keadaan di dalam dan luar dirinya. Bahwa manusia itu pada dasarnya lemah. Kalau dia sewaktu lapar begitu lemasnya, begitu tak berdayanya, dia akan bisa merasakan orangorang di luar sana yang juga bernasib sama seperti dirinya saat itu, yang sangat mungkin malah mereka selalu "berpuasa" setiap hari, tanpa batas "imsak-berbuka" yang jelas, tanpa kepastian apa yang akan mereka makan ketika

mereka benar-benar mendapatkan makanan untuk "berbuka". Ramadhan menjadikan sisi kemanusiaan kita lebih terasah, dan berarti cocok lah sama judulnya.. Kita dilatih untuk lebih menahan diri, dengan harapan menjadi timbul rasa ingin memberi. Kita menjadi lebih peka kepada kekurangan orang lain. Hati dibuat menjadi lebih peduli. Sehingga, tiap bertemu dengan orang lain, seharusnya kita akan senantiasa bersedekah. Apapun bentuknya. Kita akan senantiasa tersenyum kepada saudara kita, karena kita berharap mereka menjadi bahagia. Kita juga senantiasa terdorong bersedekah harta dan makanan, karena ingin saudara kita juga merasakan kecukupan seperti halnya diri kita. Seperti itulah kepribadian Rasulullah, bahkan kepada kaum non-muslim (seperti kisah kedermawanan beliau terhadap Yahudi buta), dan bulan inilah saat yang tepat untuk berlatih memupuk karakter ini. Harapannya, dengan merutinkan kebiasaan menahan diri selama satu bulan, maka akan melatih pula untuk menumbuhkan sikap kepedulian sosial, senantiasa terdorong untuk memberi kemanfaatan bagi orang lain, yang merupakan salah satu ciri orang bertaqwa, yg menjadi cita-cita bulan ini (QS 2:183)

Salah satu rukun dalam islam adalah puasa di bulan Ramadhan. Hukum melaksanakan ibadah ini wajib bagi yang sudah memenuhi syarat : “Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Al – Baqarah : 183). Dalam islam, ibadah puasa merupakan salah satu sarana untuk mencapai takwa. Ia juga menjadi salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan, pelipat ganda kebaikan, dan pengangkatan derajat. Puasa merupakan ibadah yang istimewa karena Allah menjadikan ibadah ini khusus untuk diri – Nya dari amal – amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadist yang disampaikan oleh Nabi, “Puasa itu untuk – Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kasturi.” (Hadist Muttafaq’alaih). Dan sabda Nabi SAW : “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa – dosanya yang telah lalu.” (Hadist Muttafaq’alaih). Pada bulan suci ini betapa banyak berkah dan kebaikan yang ada di dalamnya. Karena itu kita

wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat kepada Allah dengan sebenar – benarnya dan beramal shalih. Hanya saja diantara kita yang keliru memahami ibadah ini. Mereka beranggapan bahwa puasa sebagai satu – satunya kesempatan untuk menghapus dosa. Terbukti, ada sebagian orang mau berpuasa tetapi tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan Ramadhan saja. Tentu saja, orang seperti ini tidak berguna puasanya. Karena shalat adalah sendi agama Islam yang tidak dapat tegak kecuali dengannya. Sabda Nabi SAW : “Jibril datang kepadaku dan berkata ‘Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapatkan ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan : Amin! Aku pun mengatakan : Amin.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya). Selain itu orang yang berpuasa hendaknya memperhatikan semua yang dilarang oleh Allah. Dengan cara ini insyaallah kita akan diberi kemudahan untuk selalu mendekatkan diri kepadaNya. Taqarub kepada Allah hanya bisa kita lakukan jika memang bisa meninggalkan hal – hal yang dilarang Allah saat berpuasa seperti dusta, kezhaliman dan pelanggaran terhadap orang lain dalam masalah darah, harta dan kehormatannya.

Untuk itu, Nabi bersabda : “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya dari makan dan minum.” (HR. Al – Bukhari). Inti pertanyaan ini, bahwa tidak sempurna ber – tawaqub kepada Allah Ta’ala dengan meninggalkan hal – hal yang mubah kecuali setelah ber – taqarrub kepada – Nya dengan meninggalkan hal – hal yang haram. Dengan demikian, orang yang melakukan kemudian ber – taqarrup kepada Allah dengan meninggalkan hal – hal yang mubah, ibaratnya orang yang meninggalkan hal – hal yang wajib dan ber – taqarrub dengan hal – hal yang sunat. Jika seseorang dengan makan dan minum berniat agar kuat badannya dalam shalat malam dan berpuasa maka ia mendapat pahala karenanya. Juga jika dengan tidurnya pada malam dan siang hari berniat agar kuat beramal (bekerja) maka tidurnya itu merupakan ibadah. Jadi orang yang berpuasa senantiasa dalam keadaan ibadah pada siang dan malam harinya. Dikabulkan doa’nya ketika berpuasa dan berbuka. Pada siang harinya ia adalah orang yang berpuasa dan sabar, sedang pada malam harinya ia adalah orang yang member makan dan bersyukur. Manfaat Puasa. 1. Secara kejiwaan puasa membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh dalam diri, yang ini merupakan hikmah puasa yang paling utama. Barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Hendaknya mereka tidak berpuasa (menahan diri) dari sesuatu yang halal,

kemudian berbuka dengan sesuatu yang haram, kami memohon ampun kepada Allah untuk kami dan untuk mereka. 2. Secara sosial membiasakan umat berlaku disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang – orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan. Sebagaimana ia juga menjaga masyarakat dari kejahatan dan kerusakan. 3. Secara kesehatan adalah membersihkan usus – usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa – sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut. 4. Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, baik dalam makan maupun minum serta menggauli istri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan. 5. Di antara manfaatnya juga adalah mengosongkan hati hanya untuk berfikir dan berdzikir. Sebaliknya, jika berbagai hawa nafsu itu dituruti maka bisa mengeraskan dan membutakan hati, selanjutnya menghalangi hati untuk berdzikir dan berfikir, sehingga membuat lengah. Berbeda halnya jika perut kosong dari makanan dan minuman, akan menyebabkan hati bercahaya dan lunak, kekerasan hati sirna, untuk kemudian semata – mata dimanfaatkanuntuk berdzikir dan berfikir. 6. Orang kaya menjadi tahu seberapa nikmat Allah atas dirinya. Allah mengaruniainya nikmat tak terhingga, pada saat yang sama banyak orang – orang miskin yang tak mendapatkan sisa – sisa makanan, minuman, dn tidak pula

menikah. Dengan terhalangnya dia dari menikmati hal – hal tersebut pada saat – saat tertentu, serta rasa berat yang ia hadapi karenanya. Keadaan itu akan mengingatkannya kepada orang – orang yang sama sekali tak dapat ,enikmatinya. Ini aka mengharuskannya mensyukuri nikmaat Allah atas dirinya berupa serba kecukupan, juga akan menjadikannya berbelas kasih kepada saudaranyayang memerlukan, dan mendorongnya untuk membantu mereka. 7. Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang

merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguansetan, kekuatan hawa nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi SAW menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa. Demikianlah keistimewaan dan manfaat puasa, semoga di bulan suci ini kita diberi kekuatan oleh Allah untuk melaksanakan ibadah ini sebaik – baiknya. Amin (Hendra).

Saya percaya sebagian besar dari kita sudah memahami atau minimal pernah mendengar tentang keutamaan infaq/sedekah mulai dari melapangkan rezeki hingga menolak balak dll. Namun, walau sudah bertumpuk ilmu tentang sedekah, tetap saja pada saat tiba mau melaksanakannya, tangan ini terasa sangatsangat berat. otak memutar haluan menghadirkan sejuta alasan untuk melupakan atau menunda-nunda sedekah. ini wajar, tidak usah heran dan tidak usah merasa rendah hati. Kecintaan terhadap dunia yang salah satunya adalah harta memang sudah menjadi sunnatullah seperti tertulis dalam kitabNya. Dilain pihak, Allah menjanjikan keuntungan yang sangat besar bagi orang-orang yang mampu mengalahkan perasaan duniawinya ini. Umpamanya kita adalah orang yang hendak menyeberangi lautan dengan ombak yang ganas, rasa takut untuk melaut terasa sangatsangat kuat. Sangat serius. pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa meraih janji Allah untuk para dermawan? bagaimana kita mengalahkan nafsu kita untuk mengurangi rasa cinta terhadap harta? bagaimana kita merasa "berlebih" dengan harta yang kita miliki semiskin apapun kita? ini adalah pertanyaan krusial dan urgen yang harus anda renungkan secara serius untuk menemukan jawabannya !!! saya ada tips ringan yang bisa membantu kita merasa hidup sebagai orang kaya. DONATE YOUR MONEY BEFORE YOU GO !!!

Seberapa banyak pun yang ada di tangan anda, kalo tidak bisa mengelolanya uang tersebut akan terasa sedikit. sebaliknya seberapa kecilpun uang anda, bila bisa mengelolanya uang tersebut akan terasa cukup. Apa yang saya praktekkan adalah meletakkan satu botol bekas transparan di rak sepatu. botol ini usahakan transparan agar bisa mudah melihat isinya. kemudian tulis besar-besar di botol itu "1 euro/dag please....." atau "1000/hari dong....." atau "5000/hari please....." atau "1 dollar per day please...." Mengapa diletakkan di rak sepatu? karena tiap hari anda mau keluar rumah tanamkan dalam hati untuk tidak keluar rumah sebelum berinfak, seberapa kecilpun itu. Masukkan uang anda ke dalam botol infaq insya Allah langkah kita menjadi lebih ringan dalam mencari rezeki atau mencari ilmu, insya Allah. Pada tiap jumat usahakan untuk mengambil isi botol infaq dan bawalah keluar rumah, anggap ini titipan orang lain untuk disampaikan kepada yang berhak. jangan pikir ini uang anda karena sekali membuka celah, syetan sangat mudah menjebak kita. Bawalah ke masjid atau langsung ke orang miskin, atau kemana saja yang anda anggap pantas menerima uang tersebut. cara ini secara tidak disadari akan membuat "infaq as your life style" atau infaq sebagai gaya hidup kita. Jangan pernah merasa malu untuk menginfaqkan uang walau hanya 100 perak, karena dari yang kecil inilah akan membuka keinginan untuk berinfaq lebih banyak lagi.

Bila anda seorang karyawan atau pengusaha yang biasa mendapatkan rezeki harian, tentu akan sangat baik bila anda juga sisihkan sedikit keuntungan hari ini untuk langsung dimasukkan ke botol infaq sebelum anda memasuki rumah anda. Insya Allah rezeki anda akan lebih barokah.

semoga tips sedekah yang sederhana ini bisa meringankan hati kita. Mulailah hari ini setidaknya dengan mulai mencari botol bekas dan tekad untuk memulai "infaq life style" insyaAllah kebahagiaan dunia akhirat terasa makin dekat di hati.

"Tiadalah hari yang dilewati oleh semua hamba kecuali pada pagi harinya ada dua malaikat yang turun. Salah satu malaikat itu berkata, "Ya Allah berilah ganti kepada orang yang berinfaq". Dan malaikat yang lainnya juga berkata"Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir". (HR.Bukhori) Seperti yang telah kita ketahui bersama banyak sekali ayat dan hadits yang menjelaskan tentang urgensi dari shadaqah jariyah yang diantaranya adalah sebagai salah satu amal yang pahalanya akan terus mengalir bagi seseorang meskipun telah meninggal dunia, menjaga dari azab dan jalan masuk ke syurga, menghapus dosa, mendapat balasan sebesar 700 kali lipat dan balasan yang berlipat ganda, dan menjadikan harta berkah serta rezeki yang bertambah,.......... Yang menarik bagi saya sisi lain dari keutamaan shadaqah juga dapat menjaga pelakunya dari musibah atau keburukan dan kebinasaan....seperti dalam hadits nya Rasulullah saw bersabda : " Orang yang berbuat kebajikan dapat menyelamatkan diri dari keburukan, marabahaya dan kebinasaan". Juga sabda Nabi saw dalam hadits Rofi' bin Khudaij ra yang diriwayatkan secara marfu' : "Sedekah mampu menutup tujuh puluh pintu keburukan". Dan dalam hadits Anas ra yang diriwayatkan secara marfu' disebutkan :

"Sesungguhnya sedekah....dan mampu menghindarkan dari kematian yang buruk". Seseorang pernah berkonsultasi kepada Ibnul Mubarok tentang luka bernanah yang terdapat pada lututnya yang telah ada selama tujuh tahun dan telah diperiksakan kebanyak dokter. Lantas Ibnul mubarok menyarankan kepadanya untuk menggali sebuah sumur di suatu tempat yang disitu orang-orang sangat membutuhkan air .Ia berkata kepadanya ,"Aku berharap sumur tersebut dapat memancarkan mata air dan menghentikan darah (yang mengalir dari lukamu)." Pernah wajah abu 'Abdillah Al-Hakim penulis kitab Al-Mustadrok, mengalami luka hampir selama satu tahun penuh. Lalu ia meminta do'a kepada orang-orang sholih dan hal itu sering ia lakukan .Kemudian ia bersedekah kepada kaum muslimin dengan meletakkan tempat air yang dibuat didepan rumahnya dan menuangkan air kedalamnya. Orang-orang pun minum air darinya. Selang seminggu akhirnya ia pun sembuh dari sakitnya dan luka tersebut sirna. Wajahnya kembali pulih dan bertambah bagus dari sebelumnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita sendiri mungkin pernah merasakan banyak sekali pertolongan yang telah Allah berikan kepada kita.....alhamdulillah kalau pengalaman usaha kecil kami sendiri rasanya ditengah rizki yang pas-pasan dalam arti semuanya masih butuh pinjaman modal dan lain-lain ternyata masih banyak lagi mereka yang lebih susah dan sangat membutuhkan bantuan , ditengah banyaknya usaha yang terkena arus resesi dunia alhamdulillah kami masih bisa bertahan,

masih bisa memberikan THR sebesar satu kali gaji, bonus sebesar dua sampai tiga kali gaji , parcel lebaran berupa sirup, kue-kue dan satu set pakaian lengkap kepada para karyawan yang berjumlah sebelas orang, mengadakan beberapa kali ifthor bareng dengan mereka, juga mengajak mereka dua kali dalam setahun rihlah ke tempat wisata........tak habis pikir rasanya kok bisa ya padahal cicilan hutang ke bank harus disetor terus setiap bulannya..... Satu hal lain yang sangat terasa sekali adanya pertolongan Allah adalah ketika suatu waktu atap canopy yang bawahnya dilapisi terpal menampung air hujan yang sangat deras sehingga tidak sanggup menahannya dan akhirnya besi penyangganya pun ambruk jatuh ke bagian tengah (saja). Alhamdulillah beberapa sepeda motor yang terparkir dibawahnya kebetulan tidak berada di bagian tengah sehingga tidak tertimpa canopy yang ambruk tersebut..,tidak bisa dibayangkan apabila pada saat itu ada mobil yang terparkir ditengah pasti atapnya sudah penyok habis tertimpa besi canopy......... Ditengah derasnya hujan ketika air dijalan tergenang sampai hampir ke lutut , alhamdulillah air bisa dicegah masuk padahal begitu banyaknya barang toko berupa pakaian yang bisa basah dan rusak bila genangan air sampai masuk kebahagian dalam toko ....... Tak dapat dipungkiri kalau semua itu adalah pertolongan yang Allah berikan......subhanallah walhamdulillah...... Satu hal lagi yang ingin saya nukil disini tentang keutamaan shadaqah adalah dapat menutupi aib seseorang, mendatangkan kasih sayang, pujian dan do'a orang lain kepada pelakunya......... Siapa sih manusia yang nggak pernah berbuat salah dan khilaf dalam kehidupannya........... Sedekah dan kebajikan adalah sumber kebaikan ,penjaga kehormatan pelakunya, penghapus kesalahannya, penutup aibnya dan

penghapus segala kekeliruannya. Sebaliknya kekikiran seseorang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kehormatannya terkoyak-koyak segala kesalahannya terus bercokol, aibnya tersingkap dan kekeliruankekeliruannya dinampakkan. Seorang penyair berkata : Kekikiran seseorang dapat menampakkan aibnya ditengah -tengah manusia Dan semuanya dapat ditutupi dengan kedermawanan Ditutupi dengan baju kedermawanan Sungguh aku melihat setiap aib dapat ditutupi dengan kedermawanan Pelaku sedekah tidak hanya akan mendapatkan kecintaan ucapan terimakasih dan do'a dari orang yang disedekahi saja. Namun pelaku sedekah juga akan mendapatkan pujian dan do'a dari orang yang tidak mendapatkan sedekah. Tentunya hal ini juga sering kita terima dan kita rasakan bukan........betapa bahagia dan bersyukurnya orang yang mendapatkah shadaqah dari kita.......sampai berkali-kali mengucapkan terimakasih karena rasa senangnya mereka dalam menerima shadaqah yang kita berikan walaupun mungkin besarnya tidaklah seberapa.

Abu Al-Fath Al-Basfi mengatakan : Berbuat baiklah kepada orang lain, niscaya enkau dapat menguasa hati mereka Selama masih dikuasai, tentu ia akan berbuat baik Barangsiapa yang berlaku dermawan, tentu orang lain akan condong kepadanya

Sesungguhnya harta sangatlah menggiurkan bagi seseorang Berbuat baiklah bila engkau memungkinkan dan memiliki kemampuan Sesungguhnya kesempatan itu tidak akan selamanya menyertai seseorang Tiada kebaikan dalam harta seseorang tanpa adanya berbuat baik kepada orang lain sebagaimana tiada kebaikan pada ucapan tanpa adanya praktik nyata. Seorang penyair mengatakan :

Sifat dermawan adalah kemuliaan, sedangkan bakhil adalah sifat yang tercela Tidak sama - di sisi Allah - antara bakhil dan dermawan __________________________ Maraji : Faishol bin 'Ali Al-Ba'dani, Kaifa Tunammii Amwaalak

Memasuki bulan suci Ramadhan ini, seringkali kita membaca dan mendengan kata-kata sedekah, dan bahkan anjuran untuk bersedekahpun begitu sering kita dengar. Kira-kira apa sih yang tersirat dibenak kita jika mendengar kata sedekah itu? Yuuukkk kita lihat apa arti sedekah yg sebenarnya... Tapi sebelumnya akan Teteh bahas sedikit perbedaan dari , Infaq dan Shodaqoh..karena kedua kata-kata ini sering bergandengan bukan? jadi bedanya dimana ya? Infaq berarti mengeluarkan sebagaian harta pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yg diperintahkan ajaran Islam. Jika Zakat ada nisabnya, infaq tidak mengenal hisab. Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (ada 8 asraf) maka infaq boleh diberikan kepada siapapun misalnya untuk kedua orang tua, anak yatim dsb (Q.S. 2:15) Infaq dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia sedang lapang maupun sempit. (Q.S. Ali Imran :134) Berinfaq juga merupakan salah satu tanda orang yang bertaqwa (Al-Baqarah :3 dan Ali Imran :134). Nabi Muhammad SAW bersabda: “ Selamatkanlah dirimu dari api nereka dengan berinfaq, meskipun hanya dengan sebutir kurma. (Bukhari & Muslim) Sedekah dalam bahasa Arabnya yaitu Shadaqah adalah kebaikan yang kita lakukan, bisa berupa senyum, memberi salam, pokoknya berbagai kebaikan kepada orang lain itu termasuk sedekah. Atau juga dalam surat At-Taubah : 60 dengan

sebutan yang sama Shodaqotan..yang juga bermakna Zakat, tetapi dikeluarkan tidak terikat dengan jenisnya, nisabnya dan haulnya. Jadi makna sedekah itu sama dengan infaq, termasuk hukum dan ketentuannya. Hanya saja, jika infaq berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas menyangkut hal yang bersifat non materi. Seperti dalam HR Muslim dari Abu Dzar, "Rasulullah SAW. menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami istri dan melakukan kegiatan amar ma'ruf nahi mungkar adalah sedekah" Sekarang sudah jelas bukan bedanya antara Zakat, Infaq dan Shodaqoh (sedekah)? mudah-mudahan sudah cukup jelas yaaa...kalau belum angkat tangan..nanti kita bahas barengbareng. Sekarang kita bahas ttg keutamaan Sedekah...mudah2an bisa menjadi pemicu semangat kita. Kita mulai dengan satu kisah yaa.. Diceritakan, ketika Nabi Ayub AS sedang mandi tiba-tiba Allah SWT mendatangkan seekor belalang emas dan hinggap di lengannya. Baginda menepisnepis lengan bajunya agar belalang jatuh. Lantas Allah SWT berfirman, ”Bukankah Aku lakukan begitu supaya kamu menjadi lebih kaya?” Nabi Ayub AS menjawab, ”Ya benar, wahai Sang Pencipta! Demi keagungan-Mu apalah makna kekayaan tanpa keberkahan-Mu.” Kisah di atas menegaskan betapa pentingnya keberkahan dalam rezeki yang dikurniakan

oleh Allah SWT. Kekayaan tidak akan membawa arti tanpa ada keberkahan. Dengan adanya keberkahan, harta dan rezeki yang sedikit akan bisa terasakan mencukupi. Sebaliknya, tanpa keberkahan rezeki yang meskipun banyak akan terasakan sempit dan menyusahkan. Agar rezeki yang Allah SWT berikan kepada kita menjadi berkah, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah. Kata Rasulullah SAW, ”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.” Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan, ”Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah?ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kerena Allah’. Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.” Sedekah walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah SWT. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab, menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah, dan sebaliknya menahannya adalah celaka.

hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ”Pancinglah rezeki dengan sedekah.” Kedua, sedekah dapat menolak bala. Rasulullah SAW bersabda, ”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.” Ketiga, sedekah dapat menyembuhkan penyakit. Rasulullah SAW menganjurkan, ”Obatilah penyakitmu dengan sedekah.” Keempat, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur. Kata Rasulullah SAW, ”Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur.” Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, sert tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah (baik). Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah? Wallahu a’lam bis-shawab.

Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya, jadi apa aja sih keutamaan bersedekah sehingga kita dianjurkan untuk memperbanyak sedekah? Pertama, mengundang datangnya rezeki. Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->