P. 1
9 PERISTIWA BELAJAR GAGNE

9 PERISTIWA BELAJAR GAGNE

|Views: 3,032|Likes:
Published by andit

More info:

Published by: andit on Oct 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2013

pdf

text

original

No. 25 THN.

VII

Edisi Maret - April 2009

9

SEMBIL AN PERISTIWA

BELAJAR GAGNE
(Sebuah Pendekatan Pembelajaran)
menurut hemat penulis tidaklah terlalu sulit. Mengapa? Karena saat ini dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet, seorang pembelajar (guru) dapat mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan. Informasi tersebut tidak hanya berhenti pada tataran konseptual, melainkan sampai ke contohcontoh model pembelajaran aplikatif, baik di kelas atau di luar kelas. Belum lagi berbagai intitusi menawarkan seminar, training, workshop untuk para pembelajar bagaimana mengelola sebuah proses pembelajaran yang efektif, efisien, menarik, inovatif, dan menyenangkan. Reigeluth dan Merril (1983) menguraikan tentang tiga variabel dalam proses pembelajaran. Ketiga variabel itu yaitu: (1) kondisi pembelajaran; (2) metode pembelajaran; dan (3) hasil pembelajaran. Kondisi pembelajaran di dalamnya meliputi karakteristik materi ajar, karakterisitik kendala/ hambatan, dan karakteristik siswa. Metode pembelajaran di dalamnya meliputi strategi pengorganisasian materi, strategi penyampaian materi, dan strategi pengelolaan. Jika dua variabel dan berbagai sub variabel di dalamnya diperhatikan maka hasil pembelajaran (yang menekankan proses, misalnya bagaimana siswa menemukan dan mengatasi masalah atau menekankan hasil tanpa memperhatikan proses) dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, teori pembelajaran berurusan dengan upaya mengontrol variabel-variabel yang spesifik dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar. Sedangkan deskriptif artinya, tujuan teori belajar adalah menjelaskan proses belajar. Teori belajar menaruh perhatian pada bagaimana seseorang belajar. Dengan demikian variabel kondisi pembelajaran dan variabel metode pembelajaran yang dikemukakan oleh Reigeluth dan Merril tersebut di atas sebagai givens, dan hasil pembelajaran sebagai variabel yang diamati. Dengan kata lain menurut Asri Budiningsih (2005), kondisi dan metode pembelajaran sebagai variabel bebas dan hasil pembelajaran sebagai variabel terikat. Untuk memudahkan pemahaman konsep di atas, perhatikan contoh berikut ini. Teori pembelajaran (perskriptif): Agar siswa mampu memainkan perannya dalam drama (hasil) dengan baik, organisasilah isi/materi pembelajaran (kondisi) dengan menggunakan model bermain peran atau role playing (metode/strategi). Teori belajar (deskriptif): Bila isi/materi pembelajaran (kondisi) di organisasi dengan menggunakan model bermain peran atau role playing (metode/strategi), maka dipastikan siswa mampu memainkan perannya dalam drama (hasil) dengan baik.

Oleh: Yuli Kwartolo
yang mencoba memperjelas penerapan model “nine events of instruction” yang dikemukakan oleh Gagne sudah mengimplementasikan teori pembelajaran yang bersifat perspektif dan teori belajar yang bersifat deskriptif. Dan yang paling esensial dari artikel ini adalah, bahwa di dalam proses pembelajaran guru harus paham benar seperti apa proses mental yang ada dalam diri siswa. Ketika guru menyadari akan hal itu, maka dengan mudah guru dapat memfasilitasi berbagai pengalaman belajar seperti apa yang cocok agar proses mental siswa tersebut terus berkembang. ------------------------------------Penulis,
Konsultan Pendidikan di kantor “Willi Toisuta and Associates” Jakarta, Sedang menulis tesis S2 Jurusan Teknologi Pendidikan Univ. Negeri Jakarta.

ndang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pasal 1 dinyatakan bahwa konsep pembelajaran adalah suatu interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Ketentuan ini membawa implikasi terjadi proses pembelajaran berbasis aneka sumber yang memungkinkan terciptanya suatu situasi pembelajaran yang “hidup” dan menarik. Selanjutnya di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dinyatakan bahwa, proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Ketentuan yang tercantum di dalam undang-undang dan peraturan pemerintah tersebut adalah sebuah kemajuan atau lompatan yang jauh akan konsep proses pembelajaran. Karena selama ini sebelum konsep pembelajaran yang hakiki seperti rumusan di atas dikumandangkan bahkan diundangkan dunia pendidikan (sekolah) masih mengenal konsep teaching (pengajaran). Konsep pengajaran terlalu teacher oriented (berorientasi ke guru), guru satu-satunya sumber informasi, komunikasi berjalan satu arah dari guru ke siswa. Sedangkan konsep pembelajaran dalam pratiknya kebalikan dari konsep pengajaran. Menerapkan proses pembelajaran seperti yang diamanatkan di dalam dua ketentuan yuridis tersebut

U

dan efisien. Agar kesembilan langkah/peristiwa itu berarti dan memberi makna yang dalam bagi siswa, maka guru harus melakukan apa yang memang harus dilakukan. Dengan kata lain menyediakan suatu pengalaman belajar atau apapun namanya agar kondisi mental siswa itu terus terjaga untuk kepentingan proses pembelajaran. Apa yang dikemukan oleh Gagne itu akan berarti jika kita (guru) mampu menyediakan sesuatu (materi, sumber belajar, pengalaman belajar, aktivitas, dll.) yang memang dibutuhkan. Tabel berikut ini memperjelas bagaimana kesembilan peristiwa belajar dan pembelajaran itu menjadi berarti karena proses mental yang seharusnya ada pada diri siswa telah difasilitasi oleh guru dengan langkah/tindakan kongrit. Jika diperhatikan secara mendalam, tabel di atas
LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Menarik perhatian siswa

------------------------------------YANG DILAKUKAN GURU - Menciptakan efek-efek suara tertentu - Mengajukan pertanyaan yang menantang - Menguraikan tujuan pada awal pelajaran, secara lisan maupun tertulis

PROSES MENTAL SISWA - Merangsang daya penerimaan siswa. - Menciptakan curiosity siswa

Teori pembelajaran dan teori belajar

Berbicara mengenai teori pembelajaran tentu pula harus dibicarakan mengenai teori belajar. Bruner dalam Degeng (1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah preskriptif, sedangkan teori belajar adalah deskriptif. Preskriptif artinya, tujuan teori pembelajaran adalah menetapkan metode/strategi pembelajaran yang cocok supaya memperoleh hasil optimal. Teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar.

Dalam bukunya yang berjudul ”The Conditions of Learning” (1965), Gagne mengidentifikasikan mengenai kondisi mental seseorang agar siap untuk belajar. Ia mengemukakan apa yang dinamakan dengan ”nine events of instruction” atau sembilan langkah/peristiwa belajar. Sembilan langkah/ peristiwa ini merupakan tahapan-tahapan yang berurutan di dalam sebuah proses pembelajaran. Tujuannya adalah memberikan kondisi yang sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif

Sembilan peristiwa belajar Gagne

- Membuat/ menentukan tingkat harapan yang akan dicapai selama belajar 3. Menstimulir/atau - Mendapatkan - Bertanya, berdiskusi, memanggil terlebih kembali atau dan melihat gambar/video, dahulu informasi menggiatkan shortmendengarkan cerita atau pengetahuan term memory siswa sesuai topik yang yang sudah dipelajari diperoleh sebelum proses pengajaran 4. Menyajikan isi - Siswa secara selektif - Menyampaikan materi pembelajaran menanggapi isi pembelajaran dengan pelajaran menggunakan berbagai metode, pendekatan, strategi, dan alat bantu pelajaran 5. Menyediakan - Siswa menulis - Menyediakan pedoman atau berbagai hal untuk pedomanpetunjuk petunjuk belajar disimpan pada belajar yang praktis memori supaya bertahan lama 6. Memberi - Merespons - Memberi pertanyaan, kesempatan pertanyaan, tugas, tugas, latihan yang untuk latihan/unjuk latihan, dll. harus dilaksanakan performance 7. Memberi umpan - Mengetahui tingkat - Memberi penguatan/ balik penguasaan memuji materi dan tingkat kebenaran tugas yang dikerjakan 8. Melakukan - Mendapatkan/ - Melakukan penilaian penilaian mempertegas kembali isi pelajaran sebagai bahan evaluasi akhir 9. Mengekalkan dan - Berlatih, - Menyediakan mengembangkan mempraktikkan kesempatan yang pengetahuan dan apa yang telah luas bagi siswa kemahiran siswa diperolehnya untuk memanfaatkan (kognitif, afektif, berbagai pengetahuan, psikomotorik) dalam sikap, dan keterampilan situasi yang baru tersebut dalam situasi yang berbeda (praktikum, unjuk kerja, project, simulasi, dll)

2. Menyampaikan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->