P. 1
Hukum Tanah 1

Hukum Tanah 1

|Views: 4,859|Likes:
Published by street_lawyer1945
horas....
horas....

More info:

Published by: street_lawyer1945 on Oct 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

Penyelenggaraan pendaftaran tanah dalam masyarakat merupakan tugas

Negara yang dilaksanakan oleh Pemerintah bagi kepentingan rakyat dalam

rangka memberikan kepastian hukum bidang pertanahan, dan untuk

memperoleh kekuatan hokum rangkaian kegiatan pendaftaran tanah secara

sistematik, pengajuan kebenaran materiil pembuktian data fisik dan data

yuridis hak atas tanah, ataupun lain hal yang dibutuhkan sebagai dasar hak

18

pendaftaran tanah, mengetahui status hak dan atau riwayat asal usul pemilikan

atas tanah, jual-beli, warisan, kesemuannya memerlukan suatu peraturan

perundang-undangan selaku payung hukum dan pengesahan pejabat

pendaftaran yang berwenang dan akan dijadikan sebagai bukti kepemilikan

yang terkuat dan terpenuhi.

Pemberian kepastian hukum di bidang pertanahan memerlukan;

1. Tersediannya perangkat hukum tertulis, yang lengkap dan jelas serta

dilaksanakan secara konsisten

2. Penyelenggaraan pendaftaran tanah yang efektif.

Dengan tersedianya perangkat hukum yang tertulis, siapapun yang

berkepentingan akan dengan mudah dapat mengetahui kemungkinan apa yang

tersedia baginya untuk menguasai dan menggunakan tanah yang

diperlukannya, bagaimana cara memperolehnya, hak-hak, kewajiban serta

larangan-larangan apa yang ada dalam menguasai tanah dengan hak-hak

tertentu, sanksi apa yang dihadapinya jika diabaikan ketentuan-ketentuan yang

bersangkutan, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan penguasaan dan

penggunaan tanah yang dipunyainya.12

Ketentuan-ketentuan Hukum Tanah Administratif hampir semuanya

merupakan hukum yang tertulis, tetapi jumlahnya amat banyak, dalam

berbagai bentuk peraturan perundang-undangan tersebar tidak terkodifikasi.

Ada yang berlaku untuk seluruh wilayah Hindia Belanda, ada yang hanya

untuk wilayah atau daerah-daerah tertentu saja. Bahkan ada pula yang

12

Budi Harsono, Op. Cit Hlm. 69

19

disediakan untuk golongan rakyat tertentu saja misalnya peraturan hak

erfpacht yang dikenal sebagai “pertanian kecil”, khusus untuk golongan eropa

yang kurang mampu.

Dalam hal orang memerlukan tanah, dari ketentuan hukumnya ia

mengetahui cara bagaimana memperolehnya dan apa yang akan menjadi alat

buktinya. Jika tanah yang bersangkutan berstatus hak milik, dia akan

mengetahui, bahwa tanah yang bersangkutan boleh dikuasai dan digunakan

tanpa batas waktu. Jika memerlukan uang dari ketentuan hukum yang

bersangkutan ia mengetahui, bahwa tanah yang dimilikinya itu akan dapat

dijadikannya agunan dengan dibebani hak jaminan. Juga bahwa tanah itu pun

dapat dijualnya kepada pihak lain. Kalu tanah itu tanah pertanian, dari

ketentuan peraturan yang mengatur landreformdi Indonesia, ia akan

mengetahui, bahwa ia akan diwajibkan bertempat tinggal di wilayah

kecamatan tempat letak tanah yang dibelinya. Ia juga mengetahui sanksi apa

yang dihadapinya, kalu kewajiban tersebut tidak dipenuhinya.

Tertib administrasi pertanahan secara sistematik merupakan pendaftaran

tanah pertama kali, maksudnya penyelenggaraan diperuntukan khusus bagi

bidang-bidang hak atas tanah yang belum pernah dibukukan/ disertifikatkan,

termasuk tanah hak milik yang berasal dari tanah negara yang diberikan

pemerintah kepada seseorang atau badan hukum yang memenuhi syarat

subyek hak.

Pendaftaran tanah sistematik mempunyai keistimewaan tersendiri antara

lain sifat pelaksanaannya yang masssal, serentak, proaktif dan pemohon

20

sertifikat tidak dipungut biaya apapun (sepanjang pelaksanaan pendaftaran

sistematik dikaitkan dengan Proek Administrasi Pertanahan). Proyek-proyek

administrasi pertanahan seprti Proyek Ajudikasi dan Proyek Nasional Agraria

(prona) yang biayanya 100% ditanggung oleh pemerintah dan dibebankan

kepada APBN walaupun sebagian besarnya berasal dari pinjaman luar negeri

(bank Dunia) memang mempunyai misi khusus yaitu mempercepat proses

pendaftaran tanah, dan ‘pemerataan’

Penatausahaan barang milik negara/daerah meliputi pembukuan,

inventarisasi, dan pelaporan. barang milik negara/daerah yang berada di

bawah penguasaan pengguna barang/kuasa pengguna barang harus dibukukan

melalui proses pencatatan dalam Daftar Barang Kuasa Pengguna oleh kuasa

pengguna barang, Daftar Barang Pengguna oleh pengguna barang dan Daftar

Barang Milik Negara/Daerah oleh pengelola barang. Proses inventarisasi, baik

berupa pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan barang milik

negara/daerah merupakan bagian dari penatausahaan. Hasil dari proses

pembukuan dan inventarisasi diperlukan dalam melaksanakan proses

pelaporan barang milik negara/daerah yang dilakukan oleh kuasa pengguna

barang, pengguna barang, dan pengelola barang.

Hasil penatausahaan barang milik negara/daerah digunakan dalam rangka:

penyusunan neraca pemerintah pusat/daerah setiap tahun; perencanaan

kebutuhan pengadaan dan pemeliharaan barang milik negara/daerah setiap

tahun untuk digunakan sebagai bahan penyusunan rencana anggaran

;pengamanan administratif terhadap barang milik negara/daerah.

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->