P. 1
Hukum Tanah 1

Hukum Tanah 1

|Views: 4,859|Likes:
Published by street_lawyer1945
horas....
horas....

More info:

Published by: street_lawyer1945 on Oct 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

Pendaftaran tanah adalah suatu rangkaian kegiatan, yang dilakukan oleh

Negara/ Pemerintah secara terus menerus dan teratur, berupa pengumpulan

keterangan atau data tertentu mengenai tanah-tanah tertentu yang ada di

wilayah-wilayah tertentu, pengolahan, penyimpanan dan penyajiannya bagi

kepentingan rakyat, dalam rangka memberikan jaminan kepastian hukum di

bidang pertanahan, termasuk penerbitan tanda buktinya dan

pemeliharaannya.13

Kata-kata “suatu rangkaian kegiatan” menunjuk kepada adanya berbagai

kegiatan dalam penyelenggaraan pendaftaran tanah, yang berkaitan satu

dengan yang lain, berturutan menjadi satu kesatuan rangkaian yang bermuara

pada tersedianya data yang diperlukan dalam rangka memberikan jaminan

kepastian hukum dibidang pertanahan bagi rakyat.

Kata “terus menerus” menunjuk kepada pelaksanaan kegiatan, yang

sekali dimulai tidak akan ada akhirnya. Data yang sudah terkumpul dan

tersedia harus selalu dipelihara, dalam arti disesuaikan dengan perubahan-

perubahan yang terjadi kemudian, hingga tetap sesuai dengan keadaan

terakhir.

Kata “teratur” menunjukan, bahwa semua kegiatan harus berlandaskan

peraturan perundang-undangan yang sesuai, karena hasilnya akan merupakan

data bukti menurut hukum, biarpun daya kekuatan pembuktiannya tidak sulalu

1313

Boedi Harsono, Op. Cit, Hlm. 73

22

sama dalam hukum negara-negara yang menyelenggarakan pendaftaran

tanah.14

Pendaftaran tanah atau dalam literatur sering disebut land record atau

juga cadastral merupakan bagian dari masalah keagrariaan (agrarian).

Masalah keagrariaan memang keagrariaan memang tidak hanya terdiri dari

pendaftaran tanah, melainkan juga meliputi; pengaturan hak-hak atas tanah

(rights on land atau land ownership), Penatagunaan tanah (land Use Control),

dan pengaturan penguasaan tanah (land tenure atau land occupation). 15

Dari

keempat fungsi keagrariaan tersebut pendaftaran tanah memang yang paling

menonjol, baik di negara-negara belum maju maupun dinegara-negara sudah

maju, karena ia merupakan institusi negara satu-satunya yang mempunyai

otoritas untuk memberikan legalitas bagi setiap pemilikan/ penguasaan tanah.

Kegiatan pendaftaran tanah meliputi kegiatan pendaftaran tanah untuk

pertama kali dan kegiatan pemeliharaan data yang tersedia. 16

Pendaftaran

tanah untuk pertama kali meliputi tiga bidang kegiatan yaitu:

1. Bidang fisik atau teknis kadastral

2. Bidang yuridis

3. Penerbitan dokumen tanda bukti hak

Pendaftaran untuk pertama kali adalah kegiatan mendaftar untuk

pertama kalinya sebidang tanah yang semula belum didaftar menurut

ketentuan peraturan pendaftaran tanah yang bersangkutan.

14

Budi Harsono, Op. Cit, Hlm. 73

15

Herman Hermit, Cara Memperoleh Sertifikat Tanah Hak Milik,Tanah Negara dan Tanah
Pemda,
teori dan Praktek, CV. Mandar Maju, Bandung 2004, hlm

16

Budi Harsono, Op.cit, hlm. 75

23

Kegiatan dibidang fisik mengenai tanahnya, yaitu sebagaimana telah

dikemukakan diatas, untuk memperoleh data mengenai letaknya, batas-

batasnya, luasnya, bangunan-bangunan dan/atau tanaman-tanaman penting

yang ada diatasnya. Kegiatan teknis kadastral ini menghasilkan peta

pendaftaran yang melukiskan semua tanah yang ada di wilayah

pendaftaran yang sudah diukur. Untuk tiap bidang tanah yang haknya

didaftar dibuatkan Surat Ukur.

Kegiatan bidang yuridis bertujuan untuk memperoleh data mengenai

haknya, siapa pemegang haknya dan ada atau tidaknya hak pihak lain yang

membebaninya. Pengumpulan data tersebut menggunakan alat pembuktian

berupa dokumen, dan lain-lainnya.

Kegiatan yang ketiga adalah penerbitan surat tanda bukti haknya.

Bentuk kegiatan pendaftaran dan hasilnya, termasuk apa yang merupakan

tanda bukti hak, tergantung pada sistem pendaftaran yang digunakan

dalam penyelenggaraan pendaftaran tanah oleh negara yang bersangkutan.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka proses pendaftaran utnuk

pertama kali yang meliputi pengumpulan dan penetapan kebenaran data

fisik dan data yuridis tersebut mengenai satu atau beberapa objek

pendaftaran tanah yang dilakukan untuk keperluan pendaftarannya disebut

kegiatan ajudikasi.

Kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali dapat dilakukan

melalui dua cara, yaitu secara sistematik dan secara sporadik. Pendaftaran

tanah secara sistematik adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama

24

kali yang dilakukan secara serentak, yang meliputi semua objek

pendaftaran tanah yang belum didaftar dalam wilayah atau bagian wilayah

suatu desa atau kelurahan. Umumnya prakarsanya datang dari pemerintah.

Sedangkan pendaftaran tanah secara sporadik adalah kegiatan pendaftaran

tanah untuk pertama kali mengenai satu atau beberapa obyek pendaftaran

tanah dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa atau kelurahan secara

individual atau massal, yang dilakukan atas permintaan pemegang atau

penerima hak atas tanah yang bersangkutan .

Ada dua macam sistem pendaftaran tanah, yaitu sistem

pendaftaran akta dan sistem pendaftaran hak. Sistem pendaftaran tanah

mempermasalahkan apa yang didaftar, bentuk penyimpanan dan penyajian

data yuridisnya serta bentuk tanda bukti haknya. Baik dalam sistem

pendaftaran akta maupun sistem pendaftaran hak tiap pemberian atau

menciptakan hak baru serta pemindahan dan pembebanannya dengan hak

lain kemudian, harus dibuktikan dengan suatu akta. Dalam akta tersebut

dengan sendirinya dimuat data yuridis tanah yang bersangkutan: perbuatan

hukumnya, haknya, penerima haknya, hak apa yang dibebankan. Dalam

sistem pendaftaran akta-akta itu lah yang didaftar oleh pejabat pendaftaran

tanah (PPT). Dalam sistem pendaftaran akta PPT bersikap passif. Ia tidak

menguji kebenaran data yang disebut dalam akta yang didaftar.

Dalam sistem pendaftaran hak pun setiap penciptaan hak baru dan

perbuatan-perbuatan hukum yang menimbulkan perubahan kemudian, juga

harus dibuktikan dengan suatu akta. Tetapi dalam penyelenggaraan

25

pendaftarannya, bukan aktanya yang didaftar, melainkan haknya yang

diciptakan dan perubahan-perubahannya kemudian. Akta merupakan

sumber datanya. Untuk pendaftaran hak dan perubahan-perubahannya

yang terjadi kemudian disediakan suatu daftar isian. Dalam

penyelenggaraan pendaftaran tanah di Indonesia menurut PP 10/ 1961,

disebut Buku Tanah (PAsal 10)

Akta pemberian hak berfungsi sebagai sumber data yuridis untuk

mendaftar hak yang diberikan dalam buku tanah. Demikian juga akta

pemindahan dan pembebanan hak berfungsi sebagai sumber data untuk

mendaftar perubahan-perubahan pada haknya dalam buku tanah hak yang

bersangkutan. Jika terjadi perubahan, tidak dibuatkan buku tanah baru,

melainkan dilakukan pencatatannya pada ruang mutasi yang disediakan

pada buku tanah yang bersangkutan. Sebelum dilakukan pendaftaran

haknya dalam buku tanah dan pencatatan perubahannya kemudian, oleh

PPT dilakukan pengujian kebenaran data yang dimuat dalam akta yang

bersangkutan. Berbeda dengan PPT dalam sistem pendaftaran akta, dalam

sistem pendaftaran hak ia bersikap aktif.

Dewasa ini terdapat kecenderungan bahwa semakin maju bidang

ekonomi suatu bangsa, semakin luas spektrum macam-macam hak atas

tanah, karena ia harus menyesuaikan dengan semakin terdiferensiasi dan

terspesialisasinya kegiatan-kegiatan perekonomian masyarakatnya.

Implikasinya adalah semakin anyak hak-hak atas tanah maka tentu

semakin tinggi keberartian peran pendaftaran tanah dan umumnya peran

26

keagrariaan. Oleh karena itu pula dinegara-negara maju peran pendaftaran

tanah sudah melebar kearah pelayanan informasi tanah dengan cakupan

dan jenis layanan yang jauh lebih luas daripada pendaftaran tanah

konvensional.

Data dan informasi yang dikelola oleh lembaga pendaftaran tanah

tidak lagi terbatas pada data fisik dan data yuridis dalam rangka

pendaftaran tanah hukum dan penerbitan sertifikan, akan tetapi juga data

dan informasi pertanahan untuk kepentingan-kepentingan sektoral dengan

kedalaman data yang berlapis-lapis (multilevel).

Dari studi kasus yang dilakukan, dapat disimpulkan adalah pendaftaran

tanah multiguna dalam perkembangannya yang selalu menuju integrasinya

yang lebih besar dikarenakan:17

1. Dukungan politik dan finansial dari pemerintahan, terutama pada

fase-fase pertama perkembangannya.

2. Dukungan dunia swasta yang bersedia menjadi pembeli atau user

data/ informasi tanah sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan yang

dibutuhkan masing-masing.

3. Kemajuan teknologi alat-alat survey dan pemetaan yang

memungkinkan meningkatnya kapasitas pengumpulan data lapangan

dan tingkat ketelitian/ resolusi data yang dikumpulkan

4. Kemajuan teknologi komputer dan teknologi komunikasi yang

memungkinkan pengelolaan basis data (data base management) dan

17

Herman Hermit, Loc. Cit.

27

penghantaran data kepada konsumen semakin cepat dan murah atau

efisien melalui sistem jaringan (network area)

5. Menongkatnya eksplorasi dan eksploitasi serta reklamasi sumber-

sumber daya alam, dan

6. Kian kompleksnya ekonomi mikro perkotaan, yang dalamnya

terdapat pasar tanah yang dinamis

Di Indonesia prestasi kelembagaan pendaftaran tanah terletak pada

tataran kebijakan menjelang akhir abad 20 yaitu terakomodasinya

kehendak masyarakat pemilik tanah untuk lebih memperoleh kepastian

dalam tanah oleh pemegang hak. Prestasi tersebut ditandai dengan

diterbitkannya Peraturan pemerintah RI No. 24 Tahun 1997 tentang

pendaftaran tanah pada tanggal 8 Juli 1997, yang berlaku efektif sejak 8

Oktober 1997. Hal ini membuat pemilik sertifikat tanah sebagai pemegang

hak-hak milik atas tanah tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun setelah

sertifikat tersebut berusia lima tahun. Hanya pada usia sertifikat dibawah

lima tahun sajalah yang diberi kesempatan untuk menggugat kepemilikan

atau penguasaan hak atas tanah sipemegang sertifikat , kalau memang

punya bukti yang juga berkekuatan hukum sama derajatnya,

28

BAB III

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->