P. 1
File KELIMA: Makalah (untuk kalangan sendiri) berjudul Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya at-Turots dkk di Indonesia

File KELIMA: Makalah (untuk kalangan sendiri) berjudul Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya at-Turots dkk di Indonesia

|Views: 3,125|Likes:
Published by salafwebid
Makalah (untuk kalangan sendiri) berjudul Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya at-Turots dkk di Indonesia - File KELIMA

Asalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pembaca yang budiman, kini kami hadirkan buku yang berjudul Kiprah Dakwah Ihya
Turots di Indonesia. Demi melihat perkembangan dakwah Islam di Indonesia
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita memuji-Nya, memohon
ampunan dan perlindungan-Nya dari kejahatan hawa nafsu kita dan kejelekan amalan kita.
Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat
menyesatkannya, sebaliknya siapa yang disesatkan maka tidak ada pula yang dapat
menunjukinya.
Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satunya
dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu adalah seorang
hamba dan utusan Allah. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat serta salam
kepada beliau, keluarga, dan para shahabatnya serta para pengikutnya dengan ihsan hingga
hari pembalasan.
Berbagai kerancuan kini melanda umat Islam (kecuali yang dirahmati Allah). Diantara
mereka ada yang menganggap biasa berteman akrab dan menimba ilmu dari orang-orang
yang menyimpang pemikiran dan manhajnya, yang penting demi persatuan-kesatuan dan lagi
pula mereka pintar-pintar, memiliki gelar, keluaran institusi ternama juga. Demikianlah
anggapan mereka. Toh, dengan orang-orang kafir kita dianjurkan untuk bergaul dengan baik.
Mengapa dengan sesama Muslim kita justru berpecah dan berselisih? Inilah sebagian kecil
kerancuan tersebut. Sehingga tak heran sebagian orang mempersoalkan boleh-tidaknya
melontarkan kata-kata yang cukup memerahkan telinga terhadap para da’i hizbiyyin (yang
mengajak kepada fanatisme golongan) dan orang-orang yang merusak pemikiran umat. Ada
yang menghardik kita karena pemakaian bahasa yang kasar, bahkan dianggap
berpemahaman keras, fundamentalis, eksklusif, kaku, kuno, jumud, suka memvonis, peneror
kata-kata dan sebutan kreatif lainnya.
Bahkan lebih jauh lagi, setelah biasa bergaul dengan orang-orang tersebut, lantas
muncullah kecintaan, penghormatan, kesetiaan, loyalitas. Sehingga tak heran ada prosesi
timbal-balik yang terjadi, tolong-menolong, danapun digelontorkan, masjid, pondok
dibangunkan, rumah guru disediakan, lengkap dengan gaji bulanan, proyek tahunan, modal
usaha dst. Suatu ketika diadakan acara pertemuan, diundanglah salah satu tokoh mereka
menceramahi, mulailah proses kaderisasi aqidah dan pemikiran. Kitabnya sama, bukunya
sama, ulamanya sama, tapi yang mengajar versi mereka, akhirnya menjadi sarana
menggalang opini. Ummat dibingungkan lagi, di waktu kajian dicap “haram”, “bid’ah”, “hizbi”,
“sesat”, “menyimpang”, namun di acara gema dakwah mereka, acara bagi-bagi dana, acara
‘balas budi’, seperti tidak pernah terjadi ada apa-apa. Kata orang Jawa, perilaku tersebut
disebut ‘mikul dhuwur, mendem jero’, menjunjung tinggi, diagungkan setinggi langit dan
menahan diri dari membongkar kesalahannya.
j
Dan lebih disayangkan ternyata sebagian orang-orang yang kita bicarakan tadi
ternyata memiliki majelis taklim, pengikut, dai yang mengenakan baju (label) Salafi,
kerancuan bermula dari sini. Mereka mengutip sebagian perkataan ulama dan meninggalkan
yang lainnya. Atau menyampaikan pendapat seorang imam atau ulama tidak sesuai bahkan
bertentangan dari apa yang dipahami oleh generasi terbaik umat ini. Mereka memusuhi dan
menjauhi dai-dai yang menampakkan sikap permusuhan terhadap ahli bid'ah dan para
penyambung lidah mereka dan seterusnya, keanehan semakin banyak terjadi. Ucapan hizbi,
mubtadi’, sesat, menyimpang, hanya pemanis lisan, karena ternyata dananya, aqidahnya,
muammalahnya, bak dengan kawan, bahkan melebihi teman biasa. Ummat mau dibawa
kemana ini ?
Kendati sejak tahun 1996/1997 masalah ini sudah cukup jelas, bahkan sekian da’i
mereka banyak yang insyaf dan bergabung dengan dakwah salafiyah yang haq ini. ....
Makalah (untuk kalangan sendiri) berjudul Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya at-Turots dkk di Indonesia - File KELIMA

Asalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pembaca yang budiman, kini kami hadirkan buku yang berjudul Kiprah Dakwah Ihya
Turots di Indonesia. Demi melihat perkembangan dakwah Islam di Indonesia
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita memuji-Nya, memohon
ampunan dan perlindungan-Nya dari kejahatan hawa nafsu kita dan kejelekan amalan kita.
Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat
menyesatkannya, sebaliknya siapa yang disesatkan maka tidak ada pula yang dapat
menunjukinya.
Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satunya
dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu adalah seorang
hamba dan utusan Allah. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat serta salam
kepada beliau, keluarga, dan para shahabatnya serta para pengikutnya dengan ihsan hingga
hari pembalasan.
Berbagai kerancuan kini melanda umat Islam (kecuali yang dirahmati Allah). Diantara
mereka ada yang menganggap biasa berteman akrab dan menimba ilmu dari orang-orang
yang menyimpang pemikiran dan manhajnya, yang penting demi persatuan-kesatuan dan lagi
pula mereka pintar-pintar, memiliki gelar, keluaran institusi ternama juga. Demikianlah
anggapan mereka. Toh, dengan orang-orang kafir kita dianjurkan untuk bergaul dengan baik.
Mengapa dengan sesama Muslim kita justru berpecah dan berselisih? Inilah sebagian kecil
kerancuan tersebut. Sehingga tak heran sebagian orang mempersoalkan boleh-tidaknya
melontarkan kata-kata yang cukup memerahkan telinga terhadap para da’i hizbiyyin (yang
mengajak kepada fanatisme golongan) dan orang-orang yang merusak pemikiran umat. Ada
yang menghardik kita karena pemakaian bahasa yang kasar, bahkan dianggap
berpemahaman keras, fundamentalis, eksklusif, kaku, kuno, jumud, suka memvonis, peneror
kata-kata dan sebutan kreatif lainnya.
Bahkan lebih jauh lagi, setelah biasa bergaul dengan orang-orang tersebut, lantas
muncullah kecintaan, penghormatan, kesetiaan, loyalitas. Sehingga tak heran ada prosesi
timbal-balik yang terjadi, tolong-menolong, danapun digelontorkan, masjid, pondok
dibangunkan, rumah guru disediakan, lengkap dengan gaji bulanan, proyek tahunan, modal
usaha dst. Suatu ketika diadakan acara pertemuan, diundanglah salah satu tokoh mereka
menceramahi, mulailah proses kaderisasi aqidah dan pemikiran. Kitabnya sama, bukunya
sama, ulamanya sama, tapi yang mengajar versi mereka, akhirnya menjadi sarana
menggalang opini. Ummat dibingungkan lagi, di waktu kajian dicap “haram”, “bid’ah”, “hizbi”,
“sesat”, “menyimpang”, namun di acara gema dakwah mereka, acara bagi-bagi dana, acara
‘balas budi’, seperti tidak pernah terjadi ada apa-apa. Kata orang Jawa, perilaku tersebut
disebut ‘mikul dhuwur, mendem jero’, menjunjung tinggi, diagungkan setinggi langit dan
menahan diri dari membongkar kesalahannya.
j
Dan lebih disayangkan ternyata sebagian orang-orang yang kita bicarakan tadi
ternyata memiliki majelis taklim, pengikut, dai yang mengenakan baju (label) Salafi,
kerancuan bermula dari sini. Mereka mengutip sebagian perkataan ulama dan meninggalkan
yang lainnya. Atau menyampaikan pendapat seorang imam atau ulama tidak sesuai bahkan
bertentangan dari apa yang dipahami oleh generasi terbaik umat ini. Mereka memusuhi dan
menjauhi dai-dai yang menampakkan sikap permusuhan terhadap ahli bid'ah dan para
penyambung lidah mereka dan seterusnya, keanehan semakin banyak terjadi. Ucapan hizbi,
mubtadi’, sesat, menyimpang, hanya pemanis lisan, karena ternyata dananya, aqidahnya,
muammalahnya, bak dengan kawan, bahkan melebihi teman biasa. Ummat mau dibawa
kemana ini ?
Kendati sejak tahun 1996/1997 masalah ini sudah cukup jelas, bahkan sekian da’i
mereka banyak yang insyaf dan bergabung dengan dakwah salafiyah yang haq ini. ....

More info:

Categories:Types, Research
Published by: salafwebid on Oct 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

BAB.

XX
PERAN HIZBIYYIN DALAM DAURAH MASYAYIKH YORDAN
20.1 Keterlibatan Kaki Tangan Ihya’ut Turots Dan Al-Sofwa Dalam Daurah Masyayikh Yordan Abdurrahman At-Tamimi berkata (dalam kalimat mubahalahnya) :”…MEREKA TELAH MENGATAKAN TENTANG KAMI DAN TENTANG MA’HAD KAMI BAHWASANYA KAMI MEMPUNYAI HUBUNGAN DENGAN YAYASAN AL-SOFWAH DI JAKARTA DAN AT TUROTS…” Kita jawab: 1. Lihat dan baca baik-baik wahai bapak direktur tentang persaksian saudara kami dari Kuwait tentang sepak terjang saudaramu Irsyadiyyin di sana (Al-Irsyad cabang Kuwait)! Bahkan cabang tersebut dibuka dan diresmikan sendiri oleh Farid Okbah yang berprofesi sebagai “double agent”, agen ganda Al-Irsyad dan NII Ba’asyiry! Dan jangan engkau berpura-pura tidak mengenal saudara dekatmu ini! Kami memegang bukti yang kalian sebarkan sendiri (Allahu Akbar!!) bahwa engkau - wahai Abdurrahman At-Tamimi - bersama Farid Okbah, Yusuf Utsman Ba’isa dan Mubarak Bamuallim -tangan kananmu sendirimelakukan safari nusantara mengadakan Daurah Irsyadiyyah di Madura, Lombok, Irian Jaya dan Banjarmasin (bukti terlampir, nama file Lampiran 22_Jangan Dusta! Ini Buktinya.jpg)!! Dan dari kesaksian Ikhwan kita di Kuwait tersebut justru semakin membongkar kedustaan Abdurrahman At-Tamimi yang mengingkari hubungan Al-Irsyad dengan Ihya’ut Turots! Mereka bahkan mengajukan dana (dan telah dinikmati oleh Al-Irsyad), lebih dari itu, Yusuf Ba’isa sedang menunggu realisasi pembangunan stasiun pemancar radio hizbinya di Cirebon! Allahul Musta’an. Tahulah kami sekarang, kenapa engkau begitu “ngotot” membela dinar hizbiyyah Ihya’ut Turots yang dinikmati oleh Ma’had Bukhari pemilik Majalah A-Sunnah yang juga didistribusikan oleh Ihya’ut Turots untuk masyarakat Indonesia di Kuwait! Karena kalian sendiri ternyata juga ikut menikmatinya. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemudahan bagi kita untuk mendapatkan saksi dan berbagai bukti yang sangat berharga ini. Walhamdulillah. Lebih jelasnya, inilah replay “cuplikan kesaksian” Abu Muhammad Abdur Rahman dari Kuwait: “…berikut akan kami terangkan kepada antum wahai ikhwah yang belajar di Yayasan AsSunnah Cirebon -khususnya- akan salah satu sumber dana Yayasan As-Sunnah ketika pengadaan hewan qurban tahun 1425 H. Kami terangkan sebagai berikut; a. Dana yang diperoleh Yayasan As-Sunnah Cirebon dalam pengadaan hewan qurban tahun 1425 H diantaranya bersumber dari Majelis Ta'lim Al-Irsyad cabang Kuwait. Sumber dana Majelis Ta'lim Al-Irsyad berasal dari warga Indonesia yang ikut ta'lim kepada Abu Umair Faruq, sumber lainnya dalam pengadaan hewan qurban ini hanya pengurus dan Abu Umair sendirilah yang mengetahuinya. Majelis Ta'lim Al-Irsyad juga mengirimkan bantuan pengadaan hewan qurban pada tahun yang sama kepada Al-Irsyad Al-Islamiyah. Semua dana untuk keduanya kami sendirilah yang membawanya ke Indonesia. b. Yayasan As-Sunnah dan Al-Irsyad harus mengirimkan laporan sebanyak 2 (dua) rangkap. Yakni, untuk Majelis Ta'lim Al-Irsyad Kuwait dan Jum'iyah Ihya' At-Turots (dalam bahasa Indonesia dan Arab). Hal ini membuktikan bahwa Ihya' At-Turots juga ikut andil dalam pengadaan hewan qurban pada tahun tersebut. Kami mengetahui dengan yakin karena kami sendiri yang mengirim maupun mengefaxkan surat ke kedua yayasan ini” Sekarang, apa bantahan ilmiyyahmu terhadap kesaksian langsung si pembawa dinar hizbiyyah (sebelum Abu Muhammad Abdur Rahman rujuk kepada Al-Haq) mengenai aliran dana hizbiyyah yang mengucur langsung dari Markas besar Ihya’ut Turots yang ada di Kuwait ini, wahai tuan Abdurrahman?!

443
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

2. Apakah engkau wahai Abdurrahman At-Tamimi mengingkari kenyataan bahwa seluruh acara daurah Masyayikh Yordan diliput dan dipublikasikan pula oleh anak-buah Ihya’ut Turots? Bukankah kenyataan ini adalah salah satu bukti nyata keterlibatan mereka? Lihatlah wahai tuan –Abdurahman- betapa majalah As-Sunnah edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M dengan tanpa rasa malu sedikitpun –bahkan dengan rasa banggamempublikasikan berbagai hasil daurah dengan “liputan khusus” mereka, mentranskrip ceramah-ceramah Masyayikh yang kalian undang!! Lihatlah lagi wahai tuan, VCD ceramah Masyayikh Yordan yang dijual bebas di pasaran! Tertera nama Yazid Jawaz (da’i besar Al-Sofwa-At-Turots-Al-Haramain-Al-Irsyad link), adapula tangan kananmu sendiri -Mubarak Bamu’allim- sedang bergandeng mesra dengan Wakil Ketua Departemen Dakwah Al-Sofwa, Zainal Abidin menjadi penerjemah ceramah tersebut! Dan jangan bosan pula untuk diingatkan bahwa VCD ini diiklankan di majalah As-Sunnah At-Turotsy Al-Kuwaity Al-Hizby!! Demi Allah!! Apakah engkau -wahai tuan- hendak mengingkari fakta kerjasama Hizbiyyah ini di siang bolong ?! Seluruh kaum Muslimin menjadi saksi atas kedustaan isi teks mubahalahmu!! Dan tengoklah ke belakang, wahai tuan Abdurrahman, bahwa yang menyiarkan dan mempublikasikan pada tahun-tahun sebelumnya dari acara Daurah Masyayikh Yordan juga dilakukan oleh kaki tangannya Ihya’ut Turots Al-Kuwaity!! Majalah As-Sunnah edisi 03/Tahun VI/1423H/2002M dengan tema “Salafiyah Menolak Fitnah” adalah saksinya, betapa acara tersebut diliput dan dipublikasikan oleh mereka!! Bahkan semua ceramah Masyayikh ditranskrip oleh petinggi-petinggi anak buah Ihya’ut Turots Indonesia semacam Khalid Syamhudi, Ahmas Faiz dan kroni-kroninya!! Apakah jaringan Ihya’ut Turots ini berani meliput semua acara tersebut kalau kalian tidak mengizinkannya? Tentu saja mereka sangat berkepentingan dalam meliput daurah ini, di tengah-tengah Masyayikh seluruh dunia yang telah dan terus mentahdzir Hizbiyyahnya Jum’iyyah Hizbiyyah Ihya’ut Turots, tentu kaki tangan mereka di negeri ini berupaya mencari rasa aman dengan berlindung dan bersembunyi di balik nama besar Masyayikh Yordan! Apakah engkau wahai tuan, akan mengingkari pula rekan dakwahmu –Agus Hasan Bashari-yang menjadi anak buah Al-Sofwa Jakarta? Hendak tuan ingkari pula kalau da’i yang sangat jahat ini memiliki kedudukan “istimewa“ di kalangan PP Al-Irsyad?! Tulisannya ketika meliput daurah Masyayikh telah dipersembahkan kepada As-Sunnah (ed.11/VII/2005, Hakikat Islam, hal.15) yang merupakan kaki tangan Ihya’ut Turots, wahai Abdurrahman! Bukankah orang ini memiliki “tiga kaki”, wahai Tuan? Satu kaki berpijak di atas dinarnya AlSofwa, kedua kaki lainnya beralaskan rupiahnya Al-Irsyad dan dirhamnya Ihya’ut Turots!! Dan terakhir bahkan dia menadah pula dinarnya Rabithah!! Dan PP.Al-Irsyad sendiri menikmati pula kucuran dana dari Ihya’ut Turots Kuwait!! Bukankah ini merupakan “aplikasi” manhaj disini senang, disana senang, dimana-mana kakinya senang, wahai tuan? Dan orang yang sangat berbahaya ini, Agus Bashari –yang bersama Al-Irsyad AlIslamiyyah memerangi para ulama pewaris para Nabi- justru menjadi pendamping dan pemasok informasi bagi Syaikh Ali bin Hasan (Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un!), lihatlah penuturannya:”Pagi itu pukul 10.00 WIB, hari Kamis tanggal 9 Desember 2004, saya (Agus Hasan-pen) bersama dua ikhwan turun menemani Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi yang akan memberikan ceramah di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam perjalanan, disela-sela kesibukan Syaikh membolak-balik lembaran Koran berbahasa Arab terbitan Yordania itu, kami mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan memberikan informasi seputar IAIN dan pergolakan pemikiran yang terjadi di sana” (ibid, hal.15) Ini adalah mushibah besar bagi kaum Muslimin, betapa Syaikh Ali didampingi oleh seorang Hizby khabits-su’ yang memerangi wali-wali Allah!! Didampingi da’i kaki tangan Al-Sofwa AlMuntada! Ihya’ut Turots Al-Kuwaity! Musuhnya para ulama!! Bahkan setelah daurah ini, Agus Hasan Bashari, Aunur Rafiq, Abu Qatadah, Asmuji, Abu Haidar, Husnul Yakin, Geis Umar Bawazer, Ainul Haris Umar Thayyib masih berhubungan dengan Al-Sofwa!! Mereka telah dipercaya oleh Al-Sofwa untuk membagi-bagikan “makanan gratis” selama Ramadhan 1426H dari Al-Sofwa, lumayan banyak, setiap hari 200 orang selama 10 hari per porsi seharga Rp.7000,- Lengkap bukan data yang kita haturkan?! Bukankah kejadian ini setelah daurah Masyayikh Yordan yang ke-4 wahai tuan?! Dan jangan pula engkau berkelit wahai tuan, betapa Abdullah Hadrami As-Sururi AlHizby yang pasca Tsunami telah berangkat ke Aceh di bawah bendera Hizbiyyah Al-Sofwa Al-Muntada, yang menjadi Khatib Jum’ah pula di markas besarmu, yang berperan besar

444
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

dalam acara Tabligh Akbar Masyayikh di Masjid Raden Patah Unibraw pada tanggal 7 Desember 2004 sebagai ‘’tukang sortir’’ pertanyaan. Maka kemana lagi engkau mampu bersembunyi dari bukti yang kami sodorkan ini bahwa diri tuan tidak memiliki kaitan dengan Al-Sofwa Al-Muntada dan da’i kaki tangannya ?! Dan bahkan seorang Takfiri sekaliber Farid Okbah-pun menjadi pejabat di dalam Daurah Masyayikh yang ke-4 di Wisma Erni lawang! Apa buktinya? Bukankah di penutupan acara tersebut setelah giliran Abdurrahman Tamimi berbicara maka Farid Okbah Takfiri yang menjadi pembicara setelahnya?! Inikah majelis ilmu yang bermanfaat dan berbarakah bagi dakwah Salafiyyah Ahlus Sunnah wahai Abdurrahman?! Berkompromi dan berkoalisi untuk merangkul berbagai pihak demi suksesnya dakwah Salafiyyah?! Bahkan dalam acara tersebut juga turut diundang wakil Ihya Turats resmi maktab Indonesia yang berkantor di Jl. Basuki Rahmat Jaktim, Asas el-Izzi Makhis, Ahmad Zawawi turut diundang, tidak ketinggalan dai yang beralamatkan di LData/Pustaka Al Kautsar Jakarta, Fathurrahman Sardal. Inilah bukti koalisinya Abdurahman Tamimi, Al Irsyad, Ihya Turats untuk kesekian kalinya. Dan lihatlah tuan, bagaimana kaki tangan Ihya’ut Turots berterima kasih kepada anda sekalian atas berbagai fasilitas dan kemudahan yang mereka dapatkan ketika meliput langsung Daurah Masyayikh:”Demikian pula kepada segenap panitia Muhadharah Masyayikh di Lawang, yang mempermudah kami dalam melakukan tugas peliputan sepanjang berlangsungnya acara..”(As-Sunnah, ed.11/VIII/2005, kolom redaksi) Perhatikan pula wahai tuan bagaimana kaki tangan Ihya’ut Turots memiliki kewenangan yang luas dalam mempublikasikan Hasil Daurah Masyayikh :”Ceramah yang mengambil isu sentral seputar hakikat Islam, terorisme dan problematika yang dihadapi umat Islam ini, DITERJEMAHKAN SECARA BEBAS oleh Muhammad Ashim YANG MELIPUT UNTUK PARA PEMBACA DAN MURAJAAH USTADZ AHMAS FAIZ ASIFUDDIN (ibid, hal.14) Ingatlah bahwa tuan adalah pemegang “lisensi “ acara Masyayikh Yordan! Betapa ‘garangnya’ ketika tuan mengejar royalti terhadap penerbit-penerbit yang tidak “kulonuwun” dulu kepada tuan! Kalau As-Sunnah At-Turotsy mempublikasikan tanpa sepengetahuan tuan, tentu rasa terima kasih mereka kepada panitia daurah tidak akan mereka pampangkan secara terbuka di majalahnya!! Lihatlah tuan, betapa kaki tangan Ihya’ut Turots BEGITU BEBASNYA MENERJEMAHKAN CERAMAH MASYAYIKH!! Apakah tuan sudah lupa bagaimana tuan “mempreteli” penerjemahan karya Masyayikh (yang tuan pegang lisensinya) yang diterbitkan oleh penerbit lain sembari mengatakan telah terjadi “pengkhianatan ilmiyah”?!! Mana ketegasan tuan ketika berhadapan dengan orang-orangnya Ihya’ut Turots yang begitu bebas menerjemahkan?! Dan tuan jangan pura-pura tidak tahu dan tidak kenal siapa itu Ahmas Faiz yang dijadikan sumber muraja’ah terjemahan bebas ini!! Bukankah “penguasa” majalah As-Sunnah At-Turasy Al-Hizby dan gembong besar Ihya’ut Turots Indonesia ini adalah ustadz yang tuan rekomendasikan untuk menyesatkan umat?! Yang majalahnya disetorkan (sebagai imbal jasa dinar Hizbiyyah yang mereka makan) kepada Ihya’ut Turots Indonesia dan kemudian dikirimkan ke Ihya’ut Turots Kuwait (Lajnah Janub Syarq Asia), dan akhirnya dibagi-bagikan kepada masyarakat Indonesia di Kuwait!! !! Kilah apalagi yang akan kalian haturkan kepada umat dari unjuk gigi simbiosis mutualisme dan kolaborasi Hizbiyyah-Sururriyyah-Turotsiyyah terang-terangan ini?! Jangan…jangan dustai umat dengan mengatakan bahwa Ihya’ut Turots dan kaki tangannya – Majalah As-Sunnah- adalah organisasi dakwah Salafiyyah!! Ataukah kalian akan melemparkan talbis bahwa Hizbiyyahnya Ihya’ut Turots masih merupakan khilaf bainal ulama’?! Na’am, khilaf bainal “ulama” Hizbiyyun-Turotsiyyun-Ikhwaniyyun-Sururiyyun semacam Abdurrahman Abdul Khaliq, Abdullah Sabt, Abdurrazzaq Asy-Syaiji dengan ulama 1 Salafiyyun!! Setelah semua kenyataan itu, anak ingusan yang bodoh ini ingin mendengar lagi sumpah mubahalah tuan yang merdu itu, betapa tuan mengingkari memiliki kaitan dengan AlSofwa Jakarta dan At-Turots!! Tentu saja As-Sunnah At-Turotsy tahu diri terhadap semua kebaikan tuan, bukankah mereka membalas budi dengan melakukan pembelaan secara terbuka terhadap tuan?! Pembelaan yang terlalu bersemangat, sampai-sampai dijadikan head-line dengan judul
1

Lihatlah keterangan Syaikh Muqbil Rahimahullah betapa orang-orang Ihya’ berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan Tazkiyah dari Kibar ulama dengan menyembunyikan hakekat Hizbiyyah dan kesesatan mereka, dam mereka berhasil mendapatkannya (dengan cara yang sangat licik!). Namun demikian para ulama telah mendudukkan permasalahan ini dengan sangat memuaskan. WAlhamdulillah (lihat tulisan Ustadz Askari dalam permasalahan ini). Segala puji hanya untuk Allah yang telah menyingkap talbis mereka.

445
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

memakai huruf kapital yang “mengerikan”, yaitu:”MEMAHAMI KAIDAH-KAIDAH PENGKAFIRAN!!” Allahul Musta’an. Kalau memang Masyayikh Yordan melakukan pembelaan secara terbuka (dan ilmiyyah!!) terhadap tuan Abdurrahman ini (seperti yang ditulis As-Sunnah) kenapa tidak mereka publikasikan? Kenapa justru membuat tema PENGKAFIRAN yang sama sekali tidak ada kaitannya? Siapa yang saling mengkafirkan wahai Hizbiy?! Transkrip pembelaan Masyayikh itulah yang sedang ditunggu-tunggu oleh umat! Ataukah kalian sangat takut dan kuatir bahwa pemuatan transkrip pembelaan tersebut justru akan membuat semakin panjang saja daftar kebohongan yang kalian “tiupkan” kepada Masyayikh Yordan, sehingga sebenarnya isii pembelaan itu tidak lebih dari fitnahanfitnahan keji terhadap Salafiyyin yang kalian hembuskan kepada Masyayikh Yordan?! Lebih dari itu, hubungan mesra antara kedua komunitas Hizbiyyah ini semangkin nyata dan terang-terangan dalam acara Daurah masyayikh Yordan ke-5 tahun 2006 ini!! Lihatlah wahai pembaca sekalian –semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua untuk berpegang teguh kepada Al-Haq dan membenci Hizbiyyah dan anasir-anasir mereka!! Tiada lagi tersembunyi keakraban mereka!! Telah hilang rasa malu demi mewujudkan kemesraan Hizbiyyah mereka ! Lihatlah agenda acara yang dipertontonkan oleh situs resmi Ma’had AlIrsyad dalam acara Daurah ke-5 ini !! Tanggal 19 Pebruari 2006 telah direncanakan bahwa salah satu Masyayikh Yordan akan berkunjung dan berceramah di salah satu markas besar Jum’iyyah Hizbiyyah Ihya’ut Turots di negeri ini!! Markas besar Ahmas Faiz dan Abu Nida’!! Pemilik Majalah Hizbiyyah Nasional, As-Sunnah At-Turotsy!! Ya, Ma’had Bukhari (baca:Ma’had Turotsi)!! 20.2 Jejak-Jejak Keterlibatan Ihya’ut Turots dan Ikhwanul Muslimin Dalam Daurah Masyayikh Yordan Ke-5 Rencana Jadwal Para Ulama dari Markas al-Imam al-Albani Selama Di Indonesia Dalam Daurah Syar iyyah V Muharram 1427 H No Hari / Tanggal Waktu Kegiatan 1 Senin / 13 Feb 06 Kedatangan Masyayekh ke Indonesia 2 Selasa / 14 Feb 06 Sore Pembukaan Daurah V Muharram 1427 H di Wisma Erni Malang JATIM 3 Malam Daurah 4 Rabu / 15 Feb 06 Full Daurah di WIsma Erni Lawang JATIM 5 Kamis / 16 Feb 06 Full Daurah di WIsma Erni Lawang JATIM 6 Jumat / 17 Feb 06 Daurah di WIsma Erni Lawang JATIM Jumat sore 17 Feb 06 syaikh Ali Hasan ke Makassar 7 Sabtu / 18 Feb 06 Pagi Daurah di WIsma Erni Lawang JATIM Sabtu Pagi - dzhuhur Syaikh Ali Hasan ceramah di Makasar 8 Sabtu / 18 Feb 06 Siang Daurah di WIsma Erni Lawang JATIM 9 Sabtu / 18 Feb 06 Sore Penutupan Daurah di WIsma Erni Lawang JATIM 10 Sabtu / 18 Feb 06 Malam 1 (satu) Masyayekh ke Jakarta persiapan di masjid Istiqlal Sabtu Sore Syaikh ALi Hasan berangkat ke Jakarta dari Makasar 11 Sabtu / 18 Feb 06 1 (Satu) Syeikh ke Solo persiapan di Univ 11 maret 12 Ahad / 19 Feb 06 Pagi 2 (Dua) Masyayikh ceramah di masjid Istiqlal Jakarta 13 Ahad / 19 Feb 06 1 (Satu) Syeikh ceramah di Unv 11 maret & Ponpes Imam Bukhari Solo 14 Senin / 20 Feb 06 Pagi 2 (Dua) Masyayekh ceramah di Jakarta/Bogor/Bandung (tempat/Universitas belum ditentukan) 15 Senin / 20 Feb 06 Pagi 1 (Satu) Syeikh Ceramah di Semarang (tempat/Universitas belum ditentukan)dan Ponpes al-Irsyad Tengaran Salatiga 16 Selasa / 21 Feb 06 Pagi 2 (Dua) Masyayekh Ceramah di Jakarta/Bogor/Bandung (tempat/Universitas belum ditentukan) 17 Selasa / 21 Feb 06 Pagi 1 (Satu) Syeikh ceramah di UGM yogyakarta 17 Selasa / 21 Feb 06 Sore Semua masyayekh bertemu di Jakarta 18 Rabu / 22 Feb 06 Semua Masyayekh istirahat di Jawa Barat

446
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Catatan : jadwal dan kegiatan sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan kondisi para masyayekh (Arsip disimpan dengan nama www.salafindo.com_viewberita.php_ID_31.htm) 1.Informasi salafindo.com, jadual tertulis tanggal 18 Feb 06, Sabtu Pagi - Dzuhur Syaikh Ali Hasan ceramah di Makassar, lokasi di Masjid al Markaz al Islami, Makassar, diselenggarakan yayasan al Muwahhidin. Realisasi, menurut panitia drh Ilsan 08124296576, yang hadir adalah benar Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid al Halaby al Atsari dengan didampingi Abdurahman Tamimi, Abdurrahman Thayyib Al Irsyad Surabaya. Sumber : http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=view_ki&ki_id=107 TERORISME & JIHAD DALAM PANDANGAN ISLAM OLEH SYAIKH ALI HASAN AL-HALABY AL-MARKAZ AL-ISLAMI MAKASSAR Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuhu IKUTILAH Kajian Umum Bersama Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halaby Al-Atsari (Murid Senior Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rohimahulloh) Tema Terorisme dan Jihad Dalam Pandangan Islam Waktu dan Tempat Masjid AL-MARKAZ AL-ISLAMI Makassar Sabtu, 18 Februari 2006 pukul 08.00-selesai Informasi drh Ilsan : 08124296576 Penyelenggara Yayasan Al-Muwahhidin Siapakah Yayasan al Muwahhidin ? - Menurut http://www.alsofwah.or.id/cetaklayanan.php?id=24, terkait dengan yayasan Al Sofwa yang dipimpin oleh Ust. Masrur Zainuddin, Lc (Mudir Yayasan Al-Muwahhidin, Makassar); Sumber : http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkegiatan&id=21 Kegiatan yayasan Al-Sofwa: Prodit 03 Di Mahad Darul Istiqamah, Makassar, Sulawesi Selatan Kamis, 08 Juli 04 Ini adalah Program Diklat Tauhid Yang Ketiga, yang diadakan oleh ALSOFWA. Yaitu pada tanggal 07 - 12 Rabi'ul Awwal 1420H, bertepatan dengan tanggal 21 - 26 Juni 1999M di Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Makassar, Sulawesi Selatan (sekitar 2000 km dari Jakarta ke arah Timur laut). PRODIT ini diikuti oleh 104 pengajar atau ustadz, yang berasal dari 60 Pondok Pesantren se-Indonesia. Acara Prodit tersebut diisi oleh 9 da’i Indonesia dan 1 orang dari Timur-Tengah, yaitu: Ustadz Aunur Rofiq Ghufron (Alumni Univ. Malik Su'ud Riyadh, KSA dan sekaligus Mudir Ma'had Al-Furqan, Gresik); Ust. Agus Hasan Bashari, Lc., M.Ag.; Ust. Muttaqin Sa'id, Lc; Ust. Anwar Harum, Lc; Ust. Mudzakir Arif, Lc; Ust. Muhammad Shafwan, Lc; Ust. Muhammad Arif, Lc; Ust. Masrur Zainuddin, Lc (Mudir Yayasan Al-Muwahhidin, Makassar); Ust. Ainul Haris Umar Thayyib, Lc; dan

447
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Syaikh Abdullah Al-Muqhim (Riyadh-KSA). Kitab Tauhid yang menjadi panduan dalam PRODIT tersebut adalah kitab yang masih berbahasa Arab dengan judul: Muqarrar Al-Tauhid li Al-Nasyi'ah wa Al-Mubtadi'iin li AlSyaikh Abdil Aziz ibn Muhammad Al Abdillatif Kitab tersebut pada tahun berikutnya, akhirnya, diterjemahkan oleh ALSOFWA dan dibagikan gratis melalui PROGRAM PERPUSTAKAAN GRATIS sebagaimana KitabTauhid I. Di bawah ini adalah para peserta menurut jumlah ponpes seluruh Indonesia: Sulawesi Selatan : 76 orang Ustadz; Sulawesi tenggara : 5 orang Ustadz; Sulawesi Utara : 6 orang Ustadz; Sulawesi Tenggah : 8 orang Ustadz; Irian Jaya : 2 orang Ustadz; Nusa Tenggara : 1 orang Ustadz; Kalimantan Selatan : 3 orang Ustadz; dan Kalimantan Timur : 3 orang Ustadz. Para peserta yang berjumlah 104 orang ustadz dari 60 ponpes se-Indonesia itu, merasa memasuki angin segar dengan mengikuti PRODIT ini, karena disamping penyampaian materi yang 90 persen menggunakan bahasa Arab (sesekali menggunakan bahasa Arab bila ada kosa-kata yang dipandang sulit difahami oleh peserta, juga penyebaran tauhid melalui sebuah Diklat, adalah hal yang dianggap baru di Indonesia. Secara umum mereka mengemukakan pendapat yang membahagiakan, karena bisa mengikuti Diklat Tauhid yang ALSOFWA adakan tersebut. ALSOFWA mengucapkan banyak terima kasih atas semangat yang ditunjukkan para ustadz peserta Prodit ini, dan terima kasih terkhusus juga kami ucapkan kepada muslimin yang meng-amanahkan sebagian rizqinya untuk acara yang demikian penting ini, yaitu penyebaran dan penanaman tauhid yang lurus kepada Allah. Semoga amal ibadah mereka mendapat tempat yang agung di sisi Allah, amiin.(abm) 2.Informasi dari salafindo.com, jadual tertulis tanggal 21 Feb 06, Hari Selasa Pagi 1 (Satu) Syaikh ceramah di UGM Yogyakarta. Berikut kutipan pamfletnya Kajian Umum Syaikh Salim bin 'Ied Al Hilaly, Masjid Kampus UGM *Dengan Mengharap Ridho Alloh subhanahu wa ta'ala* *IKUTILAH* *Kajian Umum* *Bersama* Syaikh Salim bin 'Ied Al Hilaly *hafizhahulloh* (Murid Senior Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani *rohimahulloh*) *Tema* Membongkar Terorisme Berkedok Islam *Waktu dan Tempat* Masjid Kampus UGM, Jogjakarta *Senin, 20 Februari 2006* pukul 08.30-selesai *Penyelenggara* Yayasan Majelis At Turots Al Islamy, Yogyakarta Halaqoh Keluarga Salafiyin, Yogyakarta Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary, Yogyakarta *bekerja sama dengan* Ma'had Ali Al Irsyad, Surabaya

448
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Informasi Abu Saad: 0812 274 5704 Amrulloh: 0815 687 2536 Abu Yahya: 0813 2880 2886 Realisasi : Syaikh Salim bin Ied al Hilaly digantikan Syaikh Dr Muhammad Musa Alu Nashr. Bertindak sebagai Moderator adalah Afifi Abdul Wadud dan Penerjemah Arif Syarifuddin, Lc. Sebelum acara muhadhoroh Syaikh dimulai, kajian dibuka oleh sambutan 2 oleh Abu Nida . Acara berlangsung tanggal 20 Februari 2006, waktu sampai pukul 12.00. Berikut kutipan laporan tim muslim.or.id, diarsipkan dengan nama file muslim.or.id_p_285.htm.

2

Perhatikan ya Ikhwah, siapakah orang-orang di sekeliling Masyayikh Yordan? Petinggi-petinggi pembela Ihya’ut Turots Indonesia! Masihkah Abdurrahman Tamimi mampu berkelit menyatakan tidak memiliki kaitan dengan Ihya’ut Turots dan orang-orangnya?!

449
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Kegiatan Syaikh DR Muhammad Musa Alu Nashr di Jogjakarta February 21st, 2006 7:49 am (Ulama, Umum, Kisah) Alhamdulillah, muhadhoroh masyayikh dari Yordania telah selesai dilaksanakan di Masjid Kampus UGM Jogjakarta pada hari Senin 20 Februari 2006. Berikut ini reportase dari tim muslim.or.id yang mengikuti perjalanan beliau selama berada di Jogjakarta Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly yang sedianya akan mengisi Kajian Umum di Masjid Kampus UGM, digantikan oleh Syaikh DR Muhammad Musa Alu Nashr hafizhohumalloh. Sedangkan Syaikh Salim sendiri bersama dengan Syaikh Ali Hasan hafizhohumulloh mengisi muhadhoroh di Masjid Istiqlal, Jakarta pada hari Ahad 19 Februari 2006. Perjalanan Syaikh DR Muhammad Musa Alu Nashr di Jogjakarta, dimulai dengan kedatangan beliau di Masjid Kampus UGM Jogjakarta pada pukul 9.00 bersama dengan ikhwah dari Solo. Setelah berbincang sebentar dengan para Asatidz, beliau berwudhu dan sholat tahiyyatul masjid kemudian mengisi muhadhoroh di Masjid Kampus UGM, Jogjakarta. Bertindak sebagai Moderator adalah Ustadz Afifi Abdul Wadud dan Penerjemah Ustadz Arif Syarifuddin, Lc. Sebelum acara muhadhoroh Syaikh dimulai, kajian dibuka oleh sambutan oleh ustadz Abu Nida. Kemudian Syaikh Musa Alu Nashr berceramah dari pukul 09.15 hingga 11.00 yang diselingi dengan terjemah ceramah beliau oleh Ustadz Arif Syarifuddin, Lc yang bertemakan “Membongkar Terorisme Berkedok Islam”. Setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab hingga pukul 11.40. Karena keterbatasan waktu, beliau hanya dapat menjawab 3 pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang datang ke meja moderator. Peserta kajian cukup banyak dan datang dari Jogjakarta dan sekitarnya seperti Magelang, Solo, Kebumen dan lain-lain sehingga memenuhi ruangan utama Masjid Kampus UGM. Penyiaran lewat Paltalk yang semula direncanakan qodarulloh tidak bisa dilaksanakan karena ada gangguan dengan jaringan internet yang telah dipasang. Setelah selesai, pukul 11.40, Syaikh Musa bersama para Asatidz langsung meninggalkan Masjid Kampus UGM. Beliau melakukan kunjungan ke Ma’had Jamilurrahman As Salafy di Bantul kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Pondok Pesantren Syaikh Ibnu Baz di Piyungan, Wonosari. Beliau tiba di Pondok Pesantren Ibnu Baz pada pukul 12.40 kemudian berwudhu dan sholat di Masjid Pondok Pesantren Ibnu Baz dan Beliau sebagai imam sholat. Pukul 13.00 hingga pukul 14.00, beliau kembali mengisi muhadhoroh di Pondok Pesantren Ibnu Baz yang bertemakan “Biografi Syaikh Ibnu Baz”. Beliau menceritakan bagaimana kehidupan Syaikh Ibnu Baz, perjuangannya dalam dakwah serta hubungan persahabatan Syaikh Ibnu Baz dengan guru Beliau, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, rohimahumalloh. Bertindak sebagai moderator pada kajian ini adalah Ustadz Abu Nida kemudian diterjemahkan oleh Ustadz Arif Syarifuddin, Lc. 3 Pukul 14.00 , beliau makan siang bersama Asatidz dan juga tim muslim.or.id . Hadir juga pada pertemuan tersebut, beberapa tokoh masyarakat, aparat pemerintahan dan aparat kepolisian. Setelah selesai makan siang, beliau memberikan beberapa nasihat kepada para peserta yang hadir khususnya pada aparat pemerintah dan aparat keamanan agar mereka senantiasa menunaikan amanah dalam tugas-tugas yang mereka emban, menjaga keamanan kaum muslimin serta bersikap lemah lembut dan menyayangi kaum muslimin. Pukul 14.50, beliau selesai dan kembali melanjutkan perjalanan beliau ke Solo bersama ikhwah dari Solo yang mengantar beliau. Sebelum pulang, tim muslim.or.id sempat memberikan beberapa buah stiker muslim.or.id kepada beliau. Demikianlah sekilas rangkuman kegiatan perjalanan Syaikh DR Muhammad Musa Alu Nashr hafizhohulloh di Jogjakarta. Kami ucapkan jazaakumullohu khoiron kepada panitia dan seluruh pihak yang telah membantu hingga terlaksananya kegiatan ini. Kami juga berharap agar para Masyayikh Ahlusunnah dari Yordan, Saudi, Yaman dan sebagainya dapat kembali memberikan tausiah dan bimbingannya kepada ikhwah di Indonesia khususnya di Jogjakarta. Semoga kedatangan mereka membawa berkah bagi kita semua berupa ilmu yang bermanfaat. Amiinn… (tim muslim.or.id)

3. Informasi salafindo.com, jadual tertulis tanggal 19 Feb 06 1 (Satu) Syaikh ceramah di Unv 11 maret & tanggal 18 Feb 06 di Ponpes Imam Bukhari Solo. Berikut kutipan pengumuman daurah tersebut : Kajian Umum Syaikh Salim Al Hilaly, Solo

3

Fakta ini adalah bukti lain betapa Muslim.or.id tempat berdakwah Muhammad Arifin Badri dan Abdullah Taslim memiliki kaitan sangat erat dengan Ma’had-ma’had yang tergabung dengan jaringan At-Turots seperti Ma’had Jamilurrahman dan Ma’had Bin Bazz! Ke sanalah Syaikh Musa Nasr pergi. Allahul Musta’an.

450
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

*IKUTILAH* *Kajian Umum* *Bersama* Syaikh Salim bin 'Ied Al Hilaly hafizhohulloh (Ulama Yordania, Murid Senior Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rohimahulloh) *Tema* Damainya Hidup Di Bawah Naungan Islam (Pandangan Ulama Terhadap Terorisme) *Waktu dan Tempat* Ahad 19 Februari 2006 Pukul 08.30 s.d selesai di Masjid Al Karim, Pabelan, Kartasura *Penyelenggara*F Forum Kajian Islam Al Atsary, Surakarta Forum Kajian dan Silaturrahmi Psikologi Kedokteran UNS Remaja Masjid Al Karim *Contact Person* Abu Muhammad: 0813 2977 7662 Abu Abdillah: 0852 2937 9551 Masjid Al Karim kerap dipakai orang Mahad Imam Bukhari Solo (Ponpes Imam Bukhari, Selokaton, Karanganyar). Realisasi, dari mailing list assunnah@yahoogroups.com, abu bardakh menyatakan bahwa Syaikh Salim al Hilali digantikan Syaikh Musa al-Nasr dalam ceramahnya di Masjid Al Karim, Kartasura. Insya Allah di masjid al-karim tapi bukan Syaikh Salim digantikan oleh Syaikh Musa coba lihat www.salafindo.com, sebagai berikut : Demikian juga Syaikh Musa al-Nasr pada Senin 21 Peb 06 akan berceramah di Masjid Al-Karim Pabelan Kartasura (Barat UMS warna biru sebelah Pom Bensin). abu bardakh <abardakh@yahoo.com> to assunnah@yahoogroups.com

Bahwa acara diisi syaikh Musa al Nashr, pelaksanaan tgl 19 Februari 2006, jam 09.00 – Dhuhur, muqoddimah Ahmas Faiz dengan penerjemah Arif Budiman, disiarkan TVRI. Seputar Ma’had Imam Bukhari. Ma’had Imam Bukhari punya dai bernama : 1. Kholid bin Syamhudi,Lc. Asal Bandar Lampung (Mudir Ma'had Ibnu Abbas Sragen) Solo, telp: 0817449676 . (http://www.geocities.com/divelektronika/personel.html) 2. Abu Umar Basyir (Pemimpin Redaksi Majalah Remaja Islami "El-Fata" dan Pengajar di Mahad Imam Bukhari Solo) (http://www.assunnah.or.id/berita/kegiatan/madrasah.php, klik dengan Fariq Gasim Anuz (Penulis buku "Fikih Nasehat" dan Pengajar di Islamic Centre Jeddah), Abu Haidar Al-Sundawy (Mudir Yayasan Ihya'u Al-Sunnah Bandung) 3. Abu Ihsan al-Atsari, judul buku : Pandangan Tajam Terhadap Politik; Antara Haq Dan Bathil, Judul asli : Madariku an-Nazar fi as-Siyasah Baina ath-Thbbiqaat asyar'ah wa al-Ihfi'aalat al-Hamaasiyyah, Penulis : Syaikh Abdul Malik Ramadhan

451
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

al-Jazairi, Penerjemah : Abu Ihsan al-Atsari, Penerbit : Pustaka Imam Bukhari, Solo (http://forsitek.brawijaya.ac.id/index.php?do=detail&cat=resensi&id=rsnpandangantajam_thdpolitik) http://www.almanhaj.or.id/mahad.php?mahad_id=7 Pondok Imam Bukhari berkorelasi dengan : o Ponpes. Al-Furqan Gresik; o Ponpes. Imam Bukhari Solo; o Ponpes. Thaifah Manshurah Kediri; o Yayasan Nurus Sunnah Semarang; o Yayasan As-Sunnah Cirebon; o Yayasan Minhajus Sunnah Bogor; o Yayasan Ihya'u Al-Sunnah Bandung; o Yayasan Qolbun Salim Malang; o Yayasan Ittiba'us Sunnah Medan; o Yayasan Al-Muwahidin Makassar; o Yayasan Majelis At-Turots Yogyakarta Berikut kutipannya dari http://www.alsofwah.or.id/cetaklayanan.php?id=24: Artikel : ALSOFWAH.OR.ID index.php Versi Online : index.php/?pilih=lihatlayanan&id=24 Training SDI Lembaga Islam Jumat, 16 Juli 04 Lembaga-lembaga Islam dengan berbagai jenis dan lapangan garapannya, plus tenaga sumber daya insaninya (SDI), merupakan motor dan motivator kebangkitan ummat Islam dari keterpurukan global; aqidah, ibadah, muamalah sosial. …… Di bawah ini adalah sebagian lembaga yang pernah mendapatkan training SDI Lembaga Islam dari ALSOFWA: Ponpes. Al-Furqan Gresik; Ponpes. Imam Bukhari Solo; Ponpes. Thaifah Manshurah Kediri; Yayasan Nurus Sunnah Semarang; Yayasan As-Sunnah Cirebon; Yayasan Minhajus Sunnah Bogor; Yayasan Ihya'u Al-Sunnah Bandung; Yayasan Qolbun Salim Malang; Yayasan Ittiba'us Sunnah Medan; Yayasan Al-Muwahidin Makassar; Yayasan Majelis At-Turots Yogyakarta

452
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

[assunnah] Pesantren Kilat Pemuda 2005 & Bedah Buku b_susilo_sr Thu, 13 Jan 2005 06:22:55 -0800 Tanggal: 22-26 Januari 2005 Tempat: Masjid Imam Bukhari, Jl. Solo-Purwodadi KM8. Pemateri: Ustadz-ustadz Ponpes Imam Bukhari Surakarta Menu Kajian: 1. Pendalaman Ilmu Dien Bermanhaj Ahlussunnah Waljamaah 2. Bedah Buku di Masjid Al Karim Pabelan, Surakarta bersama Ust Abu Ihsan. 3. Dialog Interaktif 4. Tabligh Akbar (penutup) Kajian Spesial: "Adab Hubungan Pengantin Baru" Pendaftaran Hubungi: 1. Rofi' / Syakel (0271) 761017 2. Ust. Hadid Saiful Islam HP 0813 2927 2638 Catatan: 1. 100 Pendaftar pertama Gratis! 2. Bedah buku di adakan di Masjid A lKarim, Pabelan Surakarta, Tanggal 22-23 Januari, Bersama Ust. Abu Ihsan Al Maidany. 3. Belum bisa on-line via paltalk karena belum ada sarana. http://www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg01137.html 4.Informasi salafindo.com, jadual tertulis tanggal 20 Feb 06 Pagi 1 (Satu) Syaikh Ceramah di Semarang (tempat/Universitas belum ditentukan) dan tanggal 18 Feb 06 Ponpes al-Irsyad Tengaran Salatiga. Realisasi, Syaikh Musa Nasr telah datang dan berceramah di Mahad Ali Al Irsyad Tengaran yang dikenal sebagai salah satu sumber fitnah bagi dakwah Salafiyyah, pernah mengadakan daurah dengan mendatangkan Abdurrahman Abdul Khaliq, menampung Syarif Hazza’ Al-Mishri, corong kesesatan Ihya’ut Turots yang berani menyerang dan melecehkan Syaikh Al-Albani Rahimahullah dan Syaikh Muqbil Rahimahullah! Menjadi salah satu “agen” majalah Al-Bayan yang menjadi corong kesesatan Sururiyyin Internasional yang langsung dikendalikan oleh Muhammad Surur Zainal Abidin dari London!! 5. Informasi salafindo.com, jadual tertulis tanggal 19 Feb 06 Pagi, pukul 08.00 – 12.00, 2 (Dua) Masyayikh ceramah di masjid Istiqlal Jakarta. Dan tertulis tanggal 21 Feb 06 Pagi 2 (Dua) Masyayekh Ceramah di Jakarta/Bogor/Bandung (tempat/Universitas belum ditentukan). Realisasi, Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali hadir tgl 20/2/2006 di Masjid Al Furqon Jakarta 4 – Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII)- pimpinan Hussein Umar . a. JAKARTA Berikut informasi publikasi ceramah mereka di masjid Istiqlal, penyelenggara Yayasan Minhajus Sunnah dan Tasjilat At Taqwa, Bogor. Realisasi, benar tgl 19 Februari 2006 dihadiri Syaikh Ali Hasan al Halabi, Syaikh Salim al Hilali. 5 Penerjemah yakni Muhammad Yusuf Harun, MA, Mubarak Bamuallim , menurut panitianya sendiri nomor HP. 08121055891, 08567505496. Sumber alamat http://muslim.or.id/?p=285 : 1. Rohmat Mulyono (Abu Elma) February 21, 2006 4:23 pm Assalaamualaikum. Marilah kita bersyukur pada Alloh subhanallohu wata’aala yang dengan izinnya , para ‘ulama kita yang kita cintai bisa hadir ke negeri kita. Dalam rangka memberikan nasehat, menebarkan dakwah salafiyah yang barokah

4 5

Simak kembali definisi Sururi yang dibuat sendiri oleh Ma’had Al-Irsyad Surabaya! Senjata makanan tuan? Adakah pencari Al-Haq yang masih ragu bahwa Muhammad Yusuf Harun, Bos Besar L-DATA & Taruna Al-Qur’an Al-Ikhwani yang mem”beasiswa”i Didin Hafidhudin gembong Ikhwani ex-Presiden PK dan Farid Okbah Takfiri-Irsyadi, Penerjemah Top Al-Sofwah tidak memiliki “aliansi manhaj” dengan Ma’had Al-Irsyad Surabaya selaku penyelenggara daurah Masyayikh Yordan?! Segala puji hanyalah untuk Allah yang telah menyingkap tabir kesamaran ini.

453
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

ini. Semoga Alloh selalu menjaga beliau-beliau para ‘ulama tercinta dalam mengemban dakwah pada ummat agar kembali pada Tauhid dengan menjauhi syirik dan kembali kepada sunnah untuk menjauhi bid’ah. Informasi dari kita ikhwah yang di Jakarta : Ahad - 19/Feb. (pkl.9.00~12.00) Syaikh Salim Al Hilaly dan Syaikh Ali Hasan AL Halaby di Masjid Istiqlal Jakarta Senin - 20/Feb. (PKl.13.00~15.00) Syaikh Salim Al Hilaly di Masjid DDI Jakarta Timur Senin - 20/Feb. (Pkl.13.00~15.00) Syaikh Ali Hasan Al-Halaby di Bandung Selasa - 21/Feb. (Pkl.9.00~12.00) Syaikh Salim Al Hilaly dan Syaikh Ali Hasan Al-Halaby di Masjid Raya Bogor Demikian. Siapakah Yayasan Minhajus Sunnah ? Sumber : http://www.almanhaj.or.id/mahad.php?mahad_id=1 PROGRAM "TADRIBUD DU'AT" MINHAJUS SUNNAH BOGOR PONDOK PESANTREN MINHAJUS SUNNAH BOGOR PROGRAM TADRIBUD DU'AT TUJUAN…. TENAGA PENGAJAR 1. Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas [Murid Ulama Besar Saudi Arabia Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah] 2. Ustadz Arman Amri Lc [Alumnus Fakultas Aqidah dan Da'wah Universitas Islam Madinah] 3. Ustadz Badru Salam Lc [Alumnus Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah] PONDOK PESANTREN MINHAJUS SUNNAH Jl. Raya Dramaga Belakang Gudang Bulog Dramaga - Bogor, Jawa Barat Telp. 0251-623761 Mobile. 08156887807 e-mail : minhajussunnah@yahoo.com Yayasan Minhajus Sunnah, Bogor, terkait dengannya nama-nama sbb : Yazid bin Abdul Qadir Jawas [Murid Ulama Besar Saudi Arabia Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah] Arman Amri Lc [Alumnus Fakultas Aqidah dan Da'wah Universitas Islam Madinah] Badru Salam Lc [Alumnus Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah] Fariq Gasim Anuz* 6 Ahmad Masykur MZ Yayasan Minhajus Sunnah juga beriteraksi aktif dengan : Ponpes. Al-Furqan Gresik; Ponpes. Imam Bukhari Solo; Ponpes. Thaifah Manshurah Kediri; Yayasan Nurus Sunnah Semarang; Yayasan As-Sunnah Cirebon; Yayasan Minhajus Sunnah Bogor; Yayasan Ihya'u Al-Sunnah Bandung; Yayasan Qolbun Salim Malang; Yayasan Ittiba'us Sunnah Medan; Yayasan Al-Muwahidin Makassar; Yayasan Majelis At-Turots Yogyakarta
6

Informasi dari http://www.almanhaj.or.id/print.php?article_id=1192 [Disalin dari buku Al-Ibdaa' fi Kamaalisy Syar'i wa Khatharil Ibtidaa' edisi Indonesia Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid'ah karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-'Utsaimin, penerjemah Ahmad Masykur MZ, terbitan Yayasan Minhajus Sunnah, Bogor - Jabar]

454
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Yayasan Al Sofwa sbb : (Lihat sumber sebelumnya: http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatlayanan&id=24) Tentang Minhajus Sunnah, sumber : http://www.mailarchive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg02194.html. [assunnah] >>>DAUROH MUSLIMAH VIII DI BOGOR<<< luluan m Tue, 22 Mar 2005 21:48:25 -0800 Hadirilah! Dauroh Muslimah VIII ?Sebaik-baik Perhiasan Dunia Adalah Wanita Shalihah? Hari: Sabtu ? Ahad Tanggal: 16 ? 17 April 2005 Waktu: Pkl. 08.30 ? 16.00 Tempat: Di Masjid Imam Ahmad bin Hanbal, KPP IPB Baranangsiang IV Tanah Baru, Bogor Materi: Aqidah Fiqh Wanita Kiat Menjadi Wanita Sholihah Pemateri: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Ustadz Fariq Gasim Anuz* * dalam konfirmasi Biaya Pendaftaran: Pelajar/Mahasiswa : Rp. 10.000 Umum : Rp. 15.000 (paling lambat 14 April 2005) Fasilitas: Makan Siang, Snack, Block Note, Makalah dan Souvenir Informasi dan Pendaftaran: Wisma Hikmatunnisa 0251-627158 Diselenggarakan oleh: Yayasan Islam Minhajus Sunnah, Qismul Muslimah …. Informasi dari mailing list Assunnah@yahoogroups.com abu harits <harits_abu@yahoo.com>to assunnah More options Feb 18 (4 days ago) Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuhu Bagi ikhwah yang berhalangan hadir langsung pada acara Silaturrahmi Ulama dan Ummat di Masjid Istiqlal, Ahad, 19 Februari 2006 Jam 09.00 12.00 WIb bersama Syaikh Ali Hasan Ali Hasan Al-Halaby dan Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali. Alhamdulillah dapat mengikuti kajiannya lewat paltalk, insya Allah Room: >>MASYAIKH AT JAKARTA<< Main Category: Islam NewCategory: Religion and Theology SubCategory: Islam Bahwa Syaikh juga didampingi Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawwas, Hartono Ahmad Jaiz, menurut kesaksian temannya yg sururi. Wallahu a’lam. Bahwa Muzayyin Abdul Wahhab, Lc, Ketua Div. Pendidikan-ALSOFWA, Magister Univ. Islam Madinah, KSA, dan Ketua Bidang Urusan Luar Negeri, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, DDII. adalah Sumber url : http://www.infopalestina.com/lihatberita.asp?id=4204. 12/9/2004 8:35:21 PM

455
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Imam

Masjidil

Haram

Kunjungi

Indonesia

COMES: Imam masjidil Haram, Dr. Syaikh Abdur Rahman As Sudais hari ini Kamis (09/12/04) mengunjungi Indonesia. Dalam kunjungannya, beliau melakukan silaturahim dengan sejumlah tokoh Islam dan kaum muslimin. Di awal silaturahimnya, malam ini beliau memimpin shalat Isya berjamaah di masjid Al-Furqon (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat. Dengan suaranya yang khas dan merdu beliau membaca beberapa ayat dari surat Ali Imran yang dimulai dari ayat 103. Usai shalat, beliau menyampaikan tausiyah di hadapan ratusan jamaah yang memadati ruangan utama masjid. Dalam tausiyahnya, Syaikh As Sudais menegaskan pentingnya menjaga persatuan umat Islam dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah, karena Allah tidak melihat apakah dia orang Arab atau dia orang ajam (non Arab), tapi ketakwaanlah yang dinilai oleh Allah. Selanjutnya beliau bertemu dengan pengurus DDII, diantaranya salah seorang Ketua DDII, Husen Umar, Ustadz Abdul Wahid Alwi, sekretaris DDII dan biro luar negeri DDII, Muzayyin Abdul Wahhab di ruang pengurus Dewan Dakwah. Hadir juga dalam pertemuan tersebut, Sekjen KISPA, Ustad Ferry Nur, wakilnya, Ustad Amrozi Moh. Rais, pimpinan perguruan Islam Asy Syafiiyah, KH. Abdur Rasyid Abdullah Syafi’I, pimpinan Ponpes Al-Husnayain, KH. Khalil Ridwan. Dalam pertemuan ini, imam Masjidil Haram ini mengucapkan terimakasih atas sambutan jamaah dan pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia sekaligus memberikan cendera mata kepada pengurus DDII yang diwakili oleh Husen 7 Umar dan menulis kata-kata kenangan pada buku tamu yang disediakan oleh pengurus DDII. Acara pertemuan dengan tokoh diakhiri sekitar pukul 20:30 WIB. Saat Syaikh Sudais menuju kendaraannya, jamaah sangat antusias dan berdesakdesakan untuk berjabat tangan. Hingga berita ini ditulis, rencana kujungan beliau selanjutnya dan untuk berapa lamanya di Indonesua belum diketahui secara pasti. (fn, ATB)

Sedangkan Abdul Wahid Alwi, menurut http://www.ekonomisyariah.org/docs/pengurus.php, klik dengan Anis Matta,Lc., Didin Hafidhuddin KH,Dr, Abdulah Gymnastiar KH, Tamsil Linrung dkk. Sumber : http://www.ekonomisyariah.org/docs/pengurus.php b. BOGOR Tentang kehadiran masyaikh di Bogor, akan dilaksanakan di masjid Raya Bogor, Selasa, tgl 21/2/2006 akan didatangi Syaikh Salim Al Hilaly dan Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, menurut informasi berikut : [assunnah] >>Muhadharah Masyayikh murid-murid Al-Albani di Bogor<< Inbox heri ts <heri_tris@yahoo.com>to assunnah Kemarin waktu ada acara masyayikh di Istiqlal, juga diumumkan oleh panitia bahwa di Bogor acara serupa diadakan di masjid Raya Bogor (dekat terminal Baranangsiang). Pengumuman dari panitia tersebut cukup sebagai konfirmasi. Syukran atas informasinya. Heri Tri Setiawan Hakim@jak.boehringer-ingelheim.com wrote: Wa’alaykumsalam warahmatullahi wabarakaatuh, Alhamdulillah tadi sebelum sholat jum’at dimulai, ana mendengar pengumuman tersebut dibawah yang di sampaikan oleh khotib sholat jum’at. INsya’ allah akan diselenggarakan pada : tanggal : 21 Februari 2006
7

Apakah kalian lupa wahai Ma’had Al-Irsyad Surabaya dengan definisi Sururi yang kalian buat dan publikasikan sendiri di situs resmi kalian? Bukankah salah satu ciri Sururiyyin adalah bekerjasama dengan Husein Umar?! Allahul Musta’an.

456
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Pukul : 09.00 sampai dengan selesai Tempat : Di Mesjid Raya Bogor (depan Hero – Gramedia) c. BANDUNG Informasi tentang kehadiran Masyaikh di Bandung, diinformasikan menurut pamphlet tgl 20/2/2006 yakni Syaikh Muhammad Musa alu Nashr, tempatnya akan dilaksanakan di masjid Pusat Dakwah Islam, Bandung. Realisasinya, yang hadir syaikh Ali Hasan, menurut panitia 08882355390, Humas An Najiyah, karena syaikh Musa Alu Nashr di Jogjakarta. Penyelenggara Yayasan Ihya-u Al-Sunnah Bandung, bekerja sama dengan Ponpes Ihyaus Sunnah Tasikmalaya, MUI Jabar dan MUI Kodya Bandung, Islamic School An-Najiyah Al-Islami, serta Masjid Pusdai Jabar, Bandung. Menurut informasi dari http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=view_ki&ki_id=110 berikut : SILATURAHMI ULAMA & UMAT DI BANDUNG Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Yayasan Ihya-u Al-Sunnah Bandung, bekerja sama dengan Ponpes Ihyaus Sunnah Tasikmalaya, MUI Jabar dan MUI Kodya Bandung, Islamic School An-Najiyah Al-Islami, serta Masjid Pusdai Jabar, Bandung akan menyelenggarakan : SILATURAHMI ULAMA & UMAT BERSAMA : Syaikh 'Ali bin Hasan bin 'Ali bin 'Abdul Hamid Al-Halaby -hafizhahullaah- (Salah Seorang Murid Senior Al-Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullaah- ) TEMA : JIHAD & TERORISME DALAM PANDANGAN ISLAM WAKTU : Senin, 20 Februari 2006 Pukul 09:00 - 15:30 WIB TEMPAT : Masjid Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat Jl. Diponegoro Bandung GRATIS UNTUK KAUM MUSLIMIN Informasi : M. Salman Farisi (08170293775) Humas An-Najiyah (08882355390) Ma'had An-Najiyah (022-7831690) Poster : klik sini Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh Siapakah Yayasan An Najiyah ? Nama yg terkait Ustadz Kurnaedi, Lc Dr. Iip Syarif Hidayat, MEng.Sc.. Sumber : http://almanhaj.or.id/mahad.php?mahad_id=13 YAYASAN AN NAJIYAH AL ISLAMIYAH BANDUNG Jl. Utsman bin Affan no. 90 Griya Cempaka Arum By Pass - Soekarno Hatta BANDUNG 40613 Telp. (022) 7831690 Email: najiyah@i2.co.id CP: Dr. Iip Syarif Hidayat, MEng.Sc. [08179271837] Program: 1. TK-IT An Najiyah 2. MI An Najiyah (dalam proses) 3. MDA (Madrasah Diniyah Awwaliyah) 4. SMP-IT An Najiyah 5. I'dad Lughawy (dalam proses)

457
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Sumber : http://www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg02976.html [assunnah] Dauroh (B.Arab,Tahsin,dll) Rutin Pekan II (u Ikhwan & Akhwat) di An Najiyah Bandung Yayasan An Najiyah Bandung Sun, 08 May 2005 21:38:20 -0700

JADWAL KAJIAN PEKAN 2 13 - 14 Mei 2005 M 4 - 5 Rabi'ul Tsani 1426 H

-------------------------------------------------------------------------------Bersama Ust. Kurnaedi, Lc -------------------------------------------------------------------------------MATERI : 1. BAHASA ARAB : PENJELASAN KITAB AL AJURUMIYAH Waktu : Malam Sabtu Ba'da Isya s/d Selesai & Hari Sabtu Ba'da Subuh s/d 8.30 Wibb 2. TAHSIN : KHULASHOH FI 'ILMI TAJWID Waktu : Sabtu 9.30 s/d 12.00 Wibb 3. MANHAJ : TA'LIQOT TSANIYAH SYARH USHUL DAKWAH SALAFIYAH Karya : Syeikh Amr bin Abdul Mun'im Salim Waktu : Sabtu 16.00 s/d 17.30 Wibb -------------------------------------------------------------------------------GRATIS GRATIS GRATIS -------------------------------------------------------------------------------6. a. Surabaya Informasi tidak ada dalam jadual Realisasi, pada hari Jumat tgl 17/2/2006 bahwa Syaikh Ali Hasan khutbah di masjid Al Akbar, Surabaya. Hadir disana Abdul Hakim Abdat, Cholid Bawazeer (Al Irsyad), Fuadz Baswedan, Abdurrahman Thoyib, Lc (Al Irsyad). b. Gresik Informasi tidak ada dalam jadual. Realisasi, pada hari Jumat tgl 17/2/2006 bahwa Syaikh Ali Hasan jam 09.00-10.00 di Ponpes Ma'had Al Furqan, Srowo, Gresik.Hadir disana murid-muridnya Aunur Rafiq Ghufron. Dengan semua kenyataan di atas, maka sungguh Abdurrahman Tamimi ini adalah jenis orang yang tidak memiliki rasa malu sedikitpun ketika dengan gagahnya menantang bermubahalah dengan mengatakan:” :”…MEREKA TELAH MENGATAKAN TENTANG KAMI DAN TENTANG MA’HAD KAMI BAHWASANYA KAMI MEMPUNYAI HUBUNGAN 8 DENGAN YAYASAN AL-SOFWAH DI JAKARTA DAN AT TUROTS …” Pembaca sekalian, bukankah Hizby ini benar-benar seorang pendusta besar yang berani menjual kehormatan dan harga dirinya demi kepuasan nafsu Hizbiyyahnya?

8

Bahkan daurah kalian telah melibatkan seorang Takfiriyyin-Ba’asyiriyyin-Irsyadiyyin Farid Okbah!! Ingat ketika penutupan Daurah Masyayikh Yordan yang ke-4, bahwa setelah dirimu –wahai Abdurrahman- tampil berbicara, maka giliran selanjutnya yang tampil di forum “Asatidzah Salafiyyin” seluruh Indonesia itu adalah Farid Okbah!! Hendak engkau tipu umat dengan semua akrobat manhaj ini?! Allahu yahdikum wahai da’i-da’i “Salafiyyin’! Hidangan Takfiriyyin ada di depan mata dan mampukah kalian menunjukkan dan memberi teladan yang baik kepada umat bagaimana seharusnya Al-Wala’ dan Al-Bara’ kalian terapkan?!!! Adakah kompromi dan dispensasi karena di depan kalian ada Masyayikh Yordan?!

458
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

BAB. XXI
TRANSKRIP DAURAH SYAIKH SALIM BIN IED AL-HILALY DI DAURAH IHYA’UT TUROTS KUWAIT CABANG JAHRAKUWAIT
Kita tidak akan mengemukakan bukti-bukti Hizbiyyah-Sesatnya Jum’iyyah Ihya’ut Turots Al-Kuwaiti dalam kesempatan ini. Cukuplah fatwa, penjelasan dan tulisan para Masyayikh Salafiyyin sebagai bukti dan rujukan ilmiyyahnya. Lebih dari 20 ulama yang telah menjelaskan kesesatan mereka. Hanyalah bukti bahwa Syaikh Salim Al-Hilaly menghadiri dan mengisi acara daurah Ihya’ut Turots Kuwait-lah dan bahkan mengakuinya sebagai "Jam'iyyatuna!" yang kami sodorkan. Klasifikasi Data Akurasi Data : sangat valid Sumber Data : Abu Muhammad Abdur Rahman, bermukim di Kuwait dan sampai sekarang –Walhamdulillah- belajar kepada salah satu murid Syaikh Rabi’ Hafidhahullah Nama Acara : Daurah Ilmiyyah ke-2 Penyelenggara : Lajnah Da'wah Wal Irsyad Jum'iyah Ihya’ut Turots Kuwait cabang Jahra Tanggal : mulai 4 s/d 9 September 2004 (bulan Desember datang ke Indonesia) Waktu acara : Ba’da Ashar (kira-kira pukul 15.00-17.00) Tempat : Masjid Saalim Ali As-Shabah Alamat : Jahra, Blok 91, Jahra-Kuwait Pengisi : Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly Moderator : Abu Abdurrahman Rukayis At-Turotsiy Al-Anajiy Al-Kuwaitiy Jabatan : Imam Masjid tempat diadakannya Daurah Transkriptor : Abu Muhammad Abdur Rahman Isi Transkrip Terjemah dalam bahasa Inggris Moderator: Peace and Mercy of Allah be upon you all, as you are always keep on the attending these meetings. This meetings are your ways to get closer to Allah. Then, your gains would weigh more in the day of judgment. We pray to Allah to use as for good reason (good knowledge). Firstly, Guidance and Daawa Committee in the Society of the Revival of Islamic Heritage in Kuwait, the Al-Jahra Branch would like to invite you to attend a course that will starts today. It is going to tackle two things. The first is about the expression of the prophet's traditions (Al-Hadith). This book will be explained or interpreted by Sheikh Saleem Al-Hilali from Jordan. May Allah be pleased with him and bestow upon him His Mercy. Secondary, Sheikh Salem Al-Hilali will talk about another book. It is about the means of dealing with rulers in accordance with the true teaching of the Holy Quran and honored Sunnah (Traditions). Sheikh Saleem Al-Hilali is a well know figure. He is one of the student of the great scholar Al-Albani. Shaikh Al-Hilali has written many books. One of these is explanation of AlHadith expressions. Another one is the explanation of Riyadh Al-Saleheen (Paradise of the good). He also made many authentications for some great books. May Allah bless him. I leave you with the Sheikh now: Sheikh Salem Al-Hilali We pray to Allah to help us, forgive us and to bestow upon us His blessings. We seek refuge in Allah from our wrongdoing and the negative deed we do. Those who are shown the true way by Allah will find the true way. I bear witness that there is no other god but Allah and I bear witness that Mohammad is His Messenger and His slave. The best speech is that of

459
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Allah and the and the best guidance is that of the prophet –peace be upon him-. Every invented thing is a bedaa and every bedaa is a means to mislead, and every of these leads to the Hell fire. Before we start explaining these two books, we pray to Allah that these meeting will be for the good of everybody. They will be a good start for the intended cooperation between AlAlbani centre in Jordan and Jam’iyyatuna Jam’iyyah Ihya’ut Turath in Kuwait, with the hopes that our efforts will deepen our track for daawa for the true Salafi trend. I pray for those in Al-Jahra Branch for their efforts in doing what they are doing for the good of our faith. May Allah bless them all.

===== =====
Transkrip dalam Arab

, . :‫, أﻣﺎ ﺑﻌﺪ‬ , :‫وﻛﻞ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ وﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ وﻛﻞ ﺿﻼﻟﺔ ﻓﻲ اﻟﻨﺎر, و ﺑﻌﺪ‬ , .‫أﻋﻤﺎﻟﻨﺎ‬

) ‫ اﻟﻌﻠﻤﻲ‬kalimat tdk jelas( , , . ,
Perhatikanlah wahai saudaraku, pengakuan Syaikh Salim terhadap Ihya’ut Turots, dan cukup ini dikatakan sebagai Tazkiyah atas peran serta Jum’iyyah Hizbiyyah tersebut dalam dakwah 9 yang mulia dan mubarakah ini (Inna lillah!) . Hal ini menjadi luar biasa karena sejak awal
9

Apakah beliau “belum mengetahui” peran besar mereka dalam memecah-belah umat dengan hartanya? Allahu a’lam. Sesungguhnya, Ihya’ut Turots, ilmunya hanyalah mengumpulkan harta benda. Ketika ditanya tentang hukum menghadiri ceramah dan kajian yang diadakan oleh yayasan/lembaga Hizbiyyah, Syaikh Khalid Ar-Raddadi Hafidhahullah menjawab: “Tidak sepatutnya As-Salafiyyun menghadiri ceramah-ceramah yang diadakan oleh Jam’iyyah Al-Hizbiyyah seperti ini. Sebab di dalam menghadiri ceramah-ceramah tersebut terdapat upaya memperbanyak jumlah mereka dan mengangkat kehinaan yang ada pada diri mereka. Ceramah-ceramah ini sekalipun dihadiri oleh orang yang dikira/disangka mempunyai ilmu dan kebaikan maka tidak sepatutnya bagi As-Salafiyyun untuk menghadiri ceramah-ceramah tersebut dan memperbanyak jumlah mereka. Ya, sebab di dalam tindakan ini terdapat bantuan yang besar dan pembelaan terhadap mereka. Dan sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad Ibnu ‘Aun Rahimahullah dan beliau adalah termasuk ‘Aimmah/ Imam Ahlus Sunnah, beliau mengatakan:”Orang yang bermajelis/duduk dengan bersama Ahlul Bid’ah itu lebih berbahaya terhadap kami daripada Ahlul Bid’ah itu sendiri. Dan adalah Imam Abu Bakar Ibn Abi Ashim, pengarang Kitab As-Sunnah, apabila memulai pelajarannya beliau mengatakan,”Setiap orang yang tidak berada di atas As-Sunnah silakan keluar”. Jadi pergi ke tempat mereka dan menghadiri muhadharah/ceramah-ceramah mereka dan memperbanyak jumlah mereka tidak diragukan lagi tindakan tersebut menyelisihi apa yang berada di atasnya As-Salafush Shalih Radhiyallahu ‘Anhum Ajma’in.(Transkrip pertanyaan kedua dialog Beliau dengan Ustadz Wildan) Syaikh juga berkata: “Sesungguhnya orang yang bekerjasama dengan mereka, tindakan mereka adalah tindakan yang menyelisihi manhaj As-Salafy. Dan bahwa mereka atau lembaga tersebut adalah lembaga yang melakukan permusuhan bukan hanya penyelisihan atau penyimpangan melainkan juga permusuhan dan peperangan yang dilakukannya. Orang yang bekerjasama dengan Al-Hizbiyyun dan menjadikan daurah-daurah ini dan kajiankajian yang diadakannya sebagai tabir untuk menutupi kebatilan yang ada pada mereka. Bagaimana mungkin engkau pergi bersama mereka bermajelis dengan mereka dan mengajak para syabab untuk

460
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

pembicaraan Moderator telah menyebutkan dengan jelas bahwa penyelenggaranya adalah Ihya’ut Turots cabang Jahra dan Syaikh benar-benar memahami hal ini bahkan (membalas) menyebutnya sebagai “Jum’iyyatuna”. Hal ini untuk menepis kilah – Sururiyyun- bahwa Syaikh tidak mengetahui bahwa Ihya’ut Turots-lah yang mengundang beliau daurah. Ketika Moderator dengan jelas menyebutkan nama Jum’iyyah Ihya’ut Turots (sebelum Syaikh mendapatkan giliran berbicara) maka pada titik inilah anggapan-anggapan tersebut telah terbantahkan. Apakah “sebutir” pengakuan ini mampu menghapus tahdzir dan 10 peringatan keras sekian banyak ulama Ahlus Sunnah terhadap kesesatan Ihya’ut Turots?
menghadiri pelajaran mereka? Sebab sesungguhnya berarti engkau telah menolong kebatilan yang ada pada mereka dengan apa yang engkau lakukan tersebut. Kemudian apabila ia mengatakan:”Saya tidak melihat sesuatu yang batil pada diri mereka dan tidak pula melihat sesuatu yang jelek pada diri mereka yang menyimpang”, maka pada saat itulah orang tersebut sama dengan mereka, seorang Hizby yang menyimpan kebencian dan tidak ada kemuliaan baginya”(ibid, pertanyaan ke-7). Allahul Musta’an. Adakah Salafiyyin yang “masih punya keinginan” untuk hadir dalam Daurah Masyayikh Yordan yang diadakan oleh Hizbiyyun-SururiyyunIkhwaniyyun? 9 Syaikh Khalid berkata:”Tidak diragukan lagi bahwa lembaga ini merupakan lembaga Hizbiyyah yang jahat, bertentangan/menyelisihi Manhaj Salaf dan dalil-dalil tentang hal ini banyak. Diantaranya adalah hubungan lembaga ini dengan Abdurrahman Abdul Khaliq yang dinyatakan Mubtadi’ diantaranya oleh Syaikh Al-Muhaddits Al-Albani Rahimahullah dan Syaikh Muqbil bin Hady Al-Wadi’i Rahimahullahu Ta’ala. Dan Abdurrahman Abdul Khaliq adalah salah seorang pendiri lembaga ini dan ia merupakan salah satu sumber dari sekian sumber terpenting bagi lembaga ini. Apakah sampai saat ini ia seperti itu? Syaikh:” Ya, orang-orang Ihya’ut Turots mempunyai hubungan dengannya, demikian juga keterkaitan/hubungan orang-orang Ihya’ut Turots dengan kalangan Hizbiyyun dan sikap hormat mereka terhadap Hizbiyyun bahkan diantara bentuk kesalahan yang ada pada mereka adalah bahwasanya mereka pernah mendatangkan beberapa tokoh untuk menyampaikan ceramah, bisa jadi ia adalah seorang Hizby …(ada perkataan yang tidak jelas)…dan yang semisal. Dan pernah mereka, yaitu orang-orang Ihya’ut Turots mendatangkan seorang laki-laki yang bernama…(ada perkataan yang tidak jelas)…orang ini mencaci dan mencela Syaikh Bin Bazz Rahimahullah, demikian pula mengejek dan merendahkan fatwa Syaikh Bin Bazz. Dan orang-orang Ihya’ut Turots menghadirkan seorang laki-laki lain yang bermadzhab Rafidhah yang mencela dan menghina oara Shahabat. Dan banyak dalil-dalil lain yang menunjukkan bahwa lembaga ini adalah lembaga Hizbiyyah yang membantu dan menolong Hizbiyyun. Dan mudah-mudahan saya bisa mengirimkan beberapa bukti tentang Hizbiyyahnya lembaga ini dan keterangan tentang penyimpangannya (Dialog Syaikh Khalid Ar-Raddadi dengan Ustadz Wildan, pertanyaan ke-12). Sungguh sangat aneh, untuk membuktikan tidak terjadinya kemudharatan-kemudharatan saat bermuamalah dengan yayasan semacam Ihya’, Firanda menyebutkan kemaslahatan yang didapat:”Dana tersebut akhirnya tidak tersalurkan kepada ahli bid’ah. Jika dana ini tidak segera diambil dan dimanfaatkan oleh Ahlus Sunnah, sementara para dermawan terus menyalurkan kelebihan harta yang mereka miliki, bisa jadi akhirnya yang memanfaatkan dana tersebut adalah ahli bid’ah, sehingga bid’ahpun semakin berkembang”(Lerai Pertikaian, hal.242) Kita katakan:”Engkau –wahai Firanda- telah merunuhkan bangunan yang engkau bangun sendiri ketika berupaya meyakinkan kepada umat bahwa yayasan Ihya’ut Turots adalah Ahlus Sunnah (dengan rekomendasi Kibar ulama dari buku yang diterbitkan oleh kantor pusat Ihya’ut Turots). Tidak cukup itu bahkan engkau nyatakan dengan mantap betapa tidak terbukti kemudharatan-kemudharatan yang dikuatirkan saat bermuamalah dengan yayasan ini. Kalau dirimu yakin benar bahwa yayasan ini adalah yayasan Ahlus Sunnah yang membantu para da’i Salafiyyin dan dakwah Salafiyyah, kenapa dirimu kuatir :” Jika dana ini tidak segera diambil dan dimanfaatkan oleh Ahlus Sunnah…. bisa jadi akhirnya yang memanfaatkan dana tersebut adalah ahli bid’ah, sehingga bid’ahpun semakin berkembang”?! Bukankah sebanyak apapun dana yang berhasil mereka kumpulkan –kalau memang yayasan ini benar-benar yayasan Ahlus Sunnah!- tentu tidak perlu engkau mengkhawatirkan bahwa yayasan itu akan menyalurkan dananya kepada Ahlul Bid’ah sehingga semakin berkembanga kebid’ahan?! Dan kalau memang benar yayasan ini adalah yayasan Ahlus Sunnah (sebagaimana perjuanganmu untuk meyakinkannya kepada umatbukankah tidak terpikir sama sekali (bahkan terbersit setitikpun) bagi Ihya’ untuk menyalurkannya kepada Hizbiyyin?! Membantu dakwah Hizbiyyah mereka?! Kenyataannya?! Bahkan bukti nyata telah mendustakan pernyataanmu ini!!

Yang lebih rinci sebagaimana kasus penyelenggara Daurah Masyayikh Yordan yang terjadi di Indonesia:
Pertanyaan : Bagaimana tentang syubhat mereka yang menyatakan, “bahwa mereka Salafy, kenapa tidak mau menghadiri dauroh di Surabaya yang mendatangkan Syaikh Ali Hasan?”, itu syubhat yang sering mereka lontarkan kepada kita. Jawaban Ustadz Muhammad: Pernah ditanyakan tentang kepada Syaikh Yahya Al Hajuri tentang masalah Ali Hasan Abdul Hamid yang datang ke Surabaya. Ditanyakan "bagaimana Syaikh, ada suatu majlis yang didatangi Ali Hasan dan sebagainya, dari Urdun dan yang hadir di sana campur, ada Ahlus Sunnah ada ahlul bid’ah, ada berbagai macam kelompok, Sururi dan sebagainya. Apakah dibenarkan kami tidak datang ke sana, karena tidak mau ketemu dengan mereka, dengan ahlil bid'ah ini? Kata Syaikh: “Ada mereka di sana? Wallahi saya berpendapat bahwa bukan saja boleh, TIDAK PERLU KAMU DUDUK DISANA UNTUK HADIR DI MAJLIS SEPERTI ITU. Kamu bisa hadiri majlis-majlis lain dari para Ulama dan kamu bisa membaca kitab para Ulama, kamu bisa mendengarkan kasetnya, dengan berbagai macam cara daripada kamu duduk dengan ahlil bid'ah. Sampai seperti itu, dan beliau terheran-heran dengan Ali Hasan Abdul Hamid. (Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=546) Masih adakah diantara “Salafiyyin tulen” yang berkeinginan untuk hadir di daurah tersebut?! 10 Tentu saja orang yang berpendapat bahwa tahdzir hanya bisa dilakukan kepada orang yang masih hidup tidak berlaku dalam permasalahan ini. Ihya’ut Turot bukanlah makhluk hidup. Jadi? Jangan terkecoh dengan permainan

461
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Ataukah pujian ini mampu untuk menetralisir Salafiyyin Ahlus Sunnah agar bersikap “kooperatif” dan memacu kerjasama dengan Jum'iyyah Hizbiyyah yang telah tersohor akan makar dan permusuhannya terhadap umat? Tahun 2004 kita sebutkan untuk menghindari kesalahpahaman karena pada awalnya banyak para ulama kita yang memuji mereka sebelum tersingkap kedok Hizbiyyah dan kejahatan yang disebarkannya. Allahul Musta’an. Dan menjadi penting bagi kita untuk mengetahui sikap sebenarnya dari Masyayikh Yordan karena Syaikh Musa Nasr sendiri berkata: “Dan kita? Alhamdulillah- adalah orang yang paling berhasrat dalam menyingkirkan hizbiyyah dan memeranginya dengan segala hal yang mampu kita lakukan, Kita telah dikenal dengan (sikap seperti ini terhadap hizbiyyah) dan kita tidak dikenal sebagai orang yang menggadaikan agama kita dan bekerjasama dengan mereka (hizbiyyun).”(Nasehat Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Musa Nasr ketika Dauroh di Masjid Brixton, dikutip dari situs Abusalma) Tentu saja kita –dengan segala kelemahannya- Insya Allah dapat membedakan apakah seseorang sedang menasehati/mendakwahi agar mereka keluar dan berlepas diri dari kungkungan Hizbiyyah Ihya’ut Turots ataukah orang itu sedang memuji/mengakui peran 11 sertanya dalam dakwah Salafiyyah Al-Mubarakah ini!? Allahul Musta’an.

bahasanya. Walaupun demikian, semestinya dia juga berfikir bahwa orang yang telah mati bukan berarti bahayanya telah lewat (sehingga tidak boleh lagi ditahdzir). Jasad hidup bisa menjadi mayat, adapun pemikiran? Tidak akan pernah mati selama ada yang masih meneruskan dan menjalankannya! Semaun-PKI telah mati, pemikirannya? Siapa yang berani mengatakan bahwa PKI telah ikut mati bersama matinya Semaun? Pemberontakan dan pembantaian Gerakan 30 September ’65 adalah buktinya!! Jadi wahai saudaraku, kita harus tetap waspada dan terus memperingatkan umat dari bahaya SemaunPKI-SemaunPKI baru dan simpatisan mereka!! 11 Silahkan para pembaca sekalian merujuk pada artikel Fatwa Para Ulama tentang Ihya’ut Turots yang diterjemahkan oleh Ustadz Askari dan bandingkanlah!! Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semuanya untuk berpegang kepada Al-Haq dan para pembawanya. Amin.

462
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

BAB. XXII
HIZBIYYAH-SURURIYYAH SEBAGAI GERAKAN KANIBALISME12
Firman Allah : “Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu” (Hud:118-119) 22.1 AHMAS FAIZ AT-TUROTSY vs AS-SUNNAH AT-TUROTSY AL-HIZBY AL-KUWAITY Inilah nukilan selengkapnya POLITIK BALAS BUDI berupa “pembelaan kaki tangan Ihya’ut Turots terhadap Abdurrahman At-Tamimi secara terbuka” setelah dinar Hizbiyyah mereka dibela dan dilegalkan oleh fatwa tuan Abdurrahman At-Tamimi di situs Hizbi, Salafi “i” imitasi : “Pada acara pembukaan Daurah Syar’iyyah IV bersama Masyayikh dari Yordania di Lawang-Malang, diantaranya Beliau-Beliau memberikan pembelaan secara terbuka kepada ustadz Abdurrahman At-Tamimi yang mendapat tuduhan keji serta kata-kata kotor dari sekelompok orang yang hampir kehilangan akal. Para Masyayikh menekankan agar ustadz Abdurrahman At-Tamimi tetap tabah dan sabar menghadapi semua itu [Ya Syaikh kami, orang ini telah lupa dengan kesabarannya, telah pergi ketabahannya! Do’a kematian telah meluncur dari lisannya! Tantangan sumpah laknat telah keluar dari lisannya!-pen] Memang telah beredar di salah satu situs internet [kenapa tidak kalian katakan bahwa situs tersebut adalah Salafy.or.id? Apakah kalian takut bahwa umat akan mengetahui kedok Hizbiyyah kalian dengan berbagai bukti pendukungnya?-pen] berbagai cercaan dan cacian kepada du’at Salafiyyin di Indonesia yang hanya berdasarkan nafsu belaka. Ustadz Abdurrahman At-Tamimi termasuk yang menjadi obyek cercaannya. Dan para Masyayikh memberikan pembelaan secara terbuka di majelis pembukaan daurah tersebut. Sebenarnya kami menganggap situs itu sebagai angin lalu saja karena banyak yang tidak ilmiah […ah apa iya ? Kalau banyak yang tidak ilmiah tentu mudah sekali bagi kalian untuk membongkar kebohongan dan kedustaannya!?-pen], para pembaca hendaknya hati-hati terhadap berita yang datangnya dari internet [kita setuju, lihatlah situs-situs hizby jaringan ini terus bermunculan memamerkan kemegahan dan fasilitas “wah” lembaga-lembaga pendidikan dan pesantrennya, jangan-jangan dari hasil menadah dinarnya Hizbiyyah!-peny].” (As-Sunnah, Ed.11/VIII/1425H/2005M, hal.35). Apa jawaban kita terhadap statemen yang “sangat ilmiah” di atas yang dikotak hitam tebal dan diberi judul “MEMAHAMI KAIDAH-KAIDAH PENGKAFIRAN”?!! Adalah hal yang sangat spesial bahwa kita akan menghadirkan Ahmas Faiz (agen besar Ihya'ut Turots Kuwait di Indonesia ini adalah salah satu da’i yang direkomendasikan – keabsahannya- oleh situs resmi Ma'had Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman Tamimi) untuk membantah dan membungkam statemen majalahnya sendiri, berikut jawabannya: “Ketika para pembela dakwah Salafiyah menyatakan bahwa kelompok-kelompok hizbiyah itu sesat, batil dan bid’ah, maka dinggapnya sebagai caci-makian terhadap sesama muslim. Mereka tidak bisa membedakan, antara peringatan supaya orang tidak terjerumus ke dalam kesesatan atau bid’ah Hizbiyyah dengan caci-makian terhadap pribadi muslim. Mereka juga tidak mengetahui atau lupa, bahwa para ulama Ahli Hadits banyak memiliki kitab yang berisi peringatan, agar orang JANGAN MENGAMBIL AGAMA atau mengambil riwayat dari Fulan, Fulan atau Fulan, SEBAB IA SEORANG PENDUSTA, atau sebagai ahli bid’ah, atau seorang yang tidak layak diambil perkataannya atau haditsnya. NAH APAKAH CACI-MAKIAN SEPERTI ITU TERTUJU KEPADA PRIBADI MUSLIM?TENTU BUKAN! SEBAB MAKSUDNYA IALAH UNTUK MENGINGATKAN UMAT DARI KEPALSUAN FULAN, PERBUATAN BID’AHNYA ATAU KEDUSTAANNYA. SEBAB PERSOALANNYA ADALAH PERSOALAN AGAMA. SUPAYA AGAMA INI TETAP TERJAGA KEUTUHANNYA. DENGAN DEMIKIAN, UMAT ISLAMPUN TETAP TERJAGA KEUTUHAN PERSATUANNYA. TIDAK
2 Saling sikat dan sikut sesama mereka sendiri, walaupun berkubang dinar, Hizbiyyah. Tetapi giliran menghadapi dan melawan Salafiyyin dan dakwahnya?! Lihatlah betapa mereka (Hizbiyyin-Sururiyyin-Ikhwaniyyin-QuthbiyyinTakfiriyyin) bersatu padu!! Allahul Musta’an

463
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

DIKOTAK-KOTAK DENGAN BELENGGU-BELENGGU HIZBIYYAH” (As-Sunnah, Ed.03/VII/1424H/2003M, hal.17) Bukankah uraian di atas merupakan jawaban yang seru, panas dan mantap? Ahmas Faiz AtTurotsy Al-Kuwaity Al-Hizby telah membungkam As-Sunnah At-Turotsy Al-Kuwaity Al-Hizby!! Dan lihatlah wahai pembaca sekalian, semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semuanya untuk menerima kebenaran, tidak satu kalimatpun, tidak pula satu katapun, bahkan satu hurufpun mereka membantah fakta-fakta ilmiyyah yang telah kita kemukakan berupa koalisi, konspirasi, kolonisasi, aliansi, simbiosis mutualisme dari berbagai faksi Hizbiyyah dari Hizbiyyin-Ikhwaniyyin-Sururiyyin-Turotsiyyin-Surkatiyyin-Ba’asyiriyyin yang bersatu padu saling berbelit dan bermain mata! Bukankah tuan Abdurrahman At-Tamimi mesti berterima kasih atas pembelaan terbuka dari kaki tangan Ihya’ut Turots di atas? Dan jangan malu-malu kucing lagi untuk mengakui bahwa tuan Abdurrahman At-Tamimi dan Al-Irsyad memiliki hubungan dengan kaki tangan Al-Sofwa Jakarta dan Ihya’ut Turots!! Ingatlah bahwa kalimat mubahalah telah meluncur dari lisan tuan!! Semoga Tuan cepat-cepat bertaubat sebelum terlambat. 22.2 AHMAD SURKATI AS-SUDANI vs ABDURRAHMAN AT-TAMIMI AL-KADZAB ALHIZBY Telah berlalu bukti dan penjelasannya bagaimana Ahmad Surkati membantah dan mendustakan Abdurrahman Tamimi yang menuduhnya telah terpengaruh dakwah Tauhid Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah. Terhinalah semua pendusta umat! Amin. 22.3 ABU SALMA vs MUHAMMAD RACHDI PRATAMA (SEBUAH KADO PERNIKAHAN) ‘Tlah lama ku membaca Kasak-kusuk rencana pernikahan paduka di alam maya Akhirnya…smakin dkat realisasinya di alam nyata Bukanlah lambang cinta/love yang hendak hamba hadiahkan Karena…’tlah banyak menghias cinderamata pernikahan tuan Bukan pula dinar Hizbiyyah yang hendak hamba sodorkan Karena…atsarnya ‘tlah bertebaran di singgasana (baca:Ma’had) megah di sekitar kalian Hanyalah buah pena hasil coretan anak-anak ingusan yang hamba persembahkan Teriring do’a…lepaskan dirimu dari kungkungan Hizbiyyah-Irsyadiyyah yang membinasakan Ibnu Burhan…. Janganlah campakkan burhan ‘tuk kdepankan celaan apalagi umbar tantangan Sodorkan bukti dan kebenaran kepada Syaikh Yordan Bukanlah “pekerjaan” orang-orang blo’on dan pengangguran Menjadikannya bahan tertawaan… Bukti sikap…’tlah hilangnya rasa malu dan kehormatan Allahul Musta’an Di bawah judul “Lama Tidak OL”, di situsnya sendiri, Abu Salma menulis:” Di sini saya akan memberikan cerita kejadian unik di Dauroh Masyayikh Yordania beberapa watu silam. Ketika saya hadir di majelis, Ustadzuna Al-Fadhil Abdurrahman Thayib, Lc dan Ustadz Imam Wahyudi, Lc menunjukkan kepada saya adanya risalah ‘bundelan’ yang cukup tebal yang dikirimkan kepada Syaikh Ali Hasan –hafizhahullahu- yang isinya tahdzir terhadap Al-Irsyad dan Lajnah yang melaksanakan Dauroh tersebut. Risalah bundelan tersebut sepertinya berasal dari admin web site ahli fitan terbesar saat ini, yaitu www.talafi.or.id yang dimotori oleh seorang da’i terkenal dari Malang yang saat ini menjadi penasehat website tersebut, yang dia saat ini sedang ‘mencakmencak’ kepanasan karena merasa al-haq yang dia klaim ditalbis dengan kebatilan dari ‘musuh’ yang dia hasadi dan benci. Membaca risalah tersebut, membuat saya terheran-heran, kepengen tertawa karena 13 tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini . Sehingga melihat
13

Duhai, orang “berakhlak karimah” inilah yang dengan bangganya telah berkata tentang Salafiyyin: “Masih ingatkan, bagaimana sebagian temen2 as-Sunnah yg dulu ngaji ama kita, setelah baro' dan ngaji dg mrk, Akhlak mereka menjadi makin hancur dan rusak!!!” (Abu Furqon, Email

464
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

risalah tersebut menyebabkan Syaikh Ali Hasan tidak bergeming sedikitpun dan bahkan melihat bagaimana rusaknya manhaj kaum munaffirin ini. Sehingga di akhir Dauroh silam beliau sempat menyinggung hal ini, terutama masalah Syaikh Ahmad As-Surkati – rahimahullahu- (insya Allah akan dimuat di majalah Adz-Dzakhirah edisi terbaru)…Sekian tanggapan singkat saya. Perlu diketahui bahwa saya tidaklah memberikan jawaban ini dari diri saya pribadi. Namun saya dapatkan jawaban-jawaban ini dari masyayikh dan asatidzah yang saya formulasi agar lebih sederhana dan ringkas” (Dikutip dari situs lama Abusalma, Abusalma.blogspot.com. [Perlu diketahui, website Abu Salma utama adalah www.geocities.com/abu_amman/ yang dialiaskan menjadi dear.to/abusalma. Lantas membikin yang baru beralamat abusalma.blogspot.com isinya banyak merujuk ke situs utamanya, karena banyak gambar makhluk hidup walau berulang dikritik keras, barulah setelah sekian bulan berpindah ke abusalma.wordpress.com. Hati-hati dari membaca alamat situs tersebut-ed) Saudaraku kaum Muslimin, lihatlah pelecehan luar biasa yang dilakukan oleh Abu Salma kepada orang-orang yang dinyatakannya :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orangorang pengangguran ini”!! Padahal di tempat yang sama dia menuduh lawanlawannya:”…kini dengan ‘tidak tahu malu’ pula mereka kotori lisan dan hati mereka dengan hasad, iri, dengki, cercaan, ejekan, makian dan semisalnya…” Ya Subhanallah, tidakkah dia sedang bermain-main dan berputar-putar dengan tulisannya sendiri? Menuduh orang lain mengotori lisan dan hati mereka dengan berbagai cercaan, ejekan dan makian sementara dirinya sendiri bebas menetapkan untuk mencerca, mengejek dan memaki orangorang lain!! Itu yang pertama. Kedua, Tahukah kamu , wahai Abu Salma bahwa orang-orang yang :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini” tidaklah berinisiatif apapun untuk menyampaikan risalah ‘bundelan bukti’ yang cukup tebal yang membuatmu “terheran-heran, kepengen tertawa” tersebut kepada Masyayikh Yordan kecuali hanyalah menjalankan perintah Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah!! Ya, Syaikh Rabi’-lah yang memerintahkan orang-orang yang :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini” agar mengirimkan bundelan bukti tersebut ke Markaz Al-Albani di Yordania. Lalu apa pandanganmu sendiri terhadap Syaikh Rabi’ Hafidhahullah dengan “semua pujianmu” ini?! Jika demikian keadaannya, lalu siapa yang engkau maksudkan “bahkan melihat bagaimana rusaknya manhaj kaum munaffirin ini”?! Syaikh Rabi’-lah yang memerintahkan “kaum munaffirin yang rusak manhaj” ini!! Ini adalah celaan dan ini adalah pelecehan!! Dan bukankah hal ini menunjukkan I’tiqat baik orang-orang yang engkau “puji” sebagai :”tampak begitu ‘lugu’ dan ‘bloon’nya orang-orang pengangguran ini”? Tidaklah mereka sebarkan kepada umat isi bundelan bukti tersebut kecuali hanyalah dikirimkan kepada Masyayikh Yordan!! Bukankah dirimu sendiri yang menyampaikan kepada umat betapa Masyayikh Yordan telah menerima bingkisan bukti yang cukup tebal dari orang-orang pengangguran yang lugu dan bloon itu?! Ketiga, kenapa tidak engkau sebutkan satu-dua contoh saja risalah dan isi bundelan yang mampu membuat dirimu terheran-heran dan kepengen tertawa itu?! Bacakanlah satu-dua lembar saja risalah itu sehingga umat dapat engkau ajak untuk tertawa bersama-sama!! Adakah hal-hal yang lucu sehingga menjadi alasan bagimu untuk ‘kepengen tertawa’? Ataukah engkau sedang menertawakan bukti-bukti penyimpangan manhaj yang kalian lakukan sendiri? Allahu yahdik. Sungguh, anak-anak ingusan ini tidak hanya sekali menyaksikan bukti betapa dirinya memiliki “hoby” menertawakan kebenaran ketika penyimpangan dan penyelewengan kelompoknya disampaikan sebagai suatu bentuk nasehat kepadanya, apa balasannya? Ketawa!! Saudaraku, perhatikan jawaban “tertawanya”: Komentar Kalo' antum merasa sebagai salafiyun koq kenapa masih berlemah-lembut dengan hizbi Al Irsyad yang pro Demokrasi, pro Partai dan Penyimpangan lainnya?? Bahkan masih duduk di majelis mereka?? Allahu yahdik!!! -------------Tanggapan

June 14th 2005, 05:11:17 AM, Dari temen, Asal : Surabaya). Siapa yang akhlaknya makin hancur dan rusak? Wa tidak ilmiyyah sama sekali!!

465
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Dengan tertawa ana berkata : "la an Allaha an yahdiyakum"... sudah bosan ana ditanya demikian ini, dan terakhir kali ana katakan : Ma'as Salamah atas kejahilan dan kebodohan antum... semoga Allah menambah ilmu dan hikmah kepada antum...( Anti Sururi, July 5th 2005, 05:18:14 AM, Judul Komentar : Al-Irsyad, Asal : Jawa) Siapa si Abu Salma ini ? Dalam waktu lama dia tetap mengenakan cadar sampai dia melepasnya secara terbuka. Nah berikut kutipan artikel “Open House bersama Rachdie (31/01/2007)” yang tidak lain adalah si Abu Salma. Siapakah Abu Salma itu ? Tulisan ini hanya sedikit membuka wacana siapakah si Abu Salma, pemuda berdarah Ternate ini. Bukan dalam rangka mengaplikasikan "Tak kenal maka tak sayang", tapi untuk "Tak kenal maka tak benci", ya demi untuk mengenal kejelekan si Abu Salma. Marilah kita kenalilah kejelekan supaya kita dapat menghindarinya sejauh-jauhnya begitu tahu ciri-cirinya. Si Abu Salma sempat melontarkan tuduhan bahwa dia mengetahui persis metoda CIA. Apakah dari kursus C-TPAT-nya, sehingga dia langsung mengenali cara saya mencari data adalah cara CIA ? Apa mungkin saudara Abu Salma, C-TPAT amat mengenali cara kerja CIA dari CBP penyelenggara kursus C-TPAT sendiri ? Wallahu a’lam. Mari sedikit kita simak apa itu C-TPAT, menurut situsnya sendiri : ———————————————————————————————————Customs-Trade Partnership Against Terrorism One of the best and most farsighted examples of increased point-ofentry security we believe is the U.S. Customs Department CTPAT program. CTPAT is Customs Trade Partnership Against Terrorism. In return for meeting increased levels of security and their global supply chain from foreign loading docks to domestic ports, the CTPAT participant companies receive faster processing of their goods through U.S. ports on arrival. http://www.cbp.gov/xp/cgov/import/commercial_enforcement/ctpat/

Event:

C-TPAT Supply Chain Security Training Seminar

“Supply Chain Security in a Post 9/11 Environment” http://www.cbp.gov/xp/cgov/import/commercial_enforcement/ctpat/spring 2007_seminar.xml ———————————————————————————————————Jelas sudah, C-TPAT adalah program resmi dari US Customs and Border Protection yang bertugas sebagai Departemen “Penjaga Gawang” perbatasan negara teroris terbesar Amerika, yakni mengurusi bea cukai dan perbatasannya. Jadi nampak aroma doktrin ala amrik disana, bukan hanya kursus keahlian MS WORD, EXCEL semata. Situs resminya adalah www.cbp.gov.

466
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Mohon diperhatikan, pencantuman yang berbau amrik ini lantaran dipicu oleh si Abu Salma sendiri menampilkan CV yang indah tersebut, sehingga wallahi saya bukan kader CIA atau semisalnya, karena pencarian data ini semata-mata untuk menunjukkan manhajnya yang ‘luar biasa’ atau ‘di luar kebiasaan’ – meminjam istilah rekannya di Malang. Sudah banyak asatidzah yang jadi korban cemoohan dari Abu Salma, sayang sekali sebagian asatidzah tidak tahu siapa si Abu Salma sebenarnya. Nah, tulisan inilah yang diharapkan menjawabnya. Kita telah mengenal Al Bilaly sebelumnya, yang buru-buru meralat websitenya paska dikuak siapa dia. Demikian juga sesaat setelah kita posting sedikit siapa Abu Salma, buru-buru dia menghapus halaman CV (Curriculum Vitae)nya. Entah apalagi yang akan dilakukan paska penulisan artikel ini, yang pasti dia pandai memutar-mutar kata, maka seperti peringatan Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf, "tapi hati-hati dari tahrif dan ta’wilnya…", berhati-hatilah darinya. Simak artikel lama seputar Abu Salma di fakta : - http://fakta.blogsome.com/2006/12/21/membongkar-fitnah-dua-sejolial-bilaly-abu-salma/ - http://fakta.blogsome.com/2006/11/22/siapakah-al-bilaly/

Berikut data pribadinya : (menurut CVnya sendiri) Kutipan : ———————————————————————————————————Nama lengkap : Moch. Rachdie Pratama [Nama lain yang dipakai : Muhammad Rachdie Pratama / Abu Salma / Abu Salma Al Atharee / Abu Amman / Abu Hudzaifah / Ibnu Burhan / Abu Salma M. Rachdie P., S.Si] Tempat, Tanggal lahir : Surabaya, 18 April 1981 Agama : Islam Status : Menikah Kebangsaan : Indonesia Alamat Rumah : Jl. Kunta Bhaswara II/17 Malang Telepon : 0341-343628 Mobile : 08883535658 Email :abu_amman@yahoo.com Home Page : http://dear.to/abusalma Riwayat Pendidikan : Jenjang Pendidikan Tahun

467
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

* – SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Surabaya 1987 – 1993 * – SMP Al-Khairiyah, Surabaya 1993 – 1996 - SMU Negeri 9, Surabaya 1996 – 1999 - Program Studi Biologi FMIPA ITS, Surabaya 2000 – 2005 Pelatihan dan Kursus Jenis Pelatihan Periode English Course in NSC (New Surabaya College) 1998 – 1999 * Islamic Course in IISC (International Islamic Studies Center) 1999 – 2001 * Arabic Course in Ma’had Al-Irsyad Surabaya 1999 – 2000 Visual Comunication Design Education in PIKMI 1999 - 2000 * Ma’had Mahasiswa As-Sunnah Surabaya 2000 – 2005 Microbiology Industry Training 2005 Green Giant Low Acid Canned Food & Thermal Process Training 2006 * CTPAT (Custom Trade Protecting Against Terrorism) 2006 CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik) PT MISWAK 2006 Pengalaman Kerja Pengalaman Kerja Periode Asisten Praktikum Mikrobiologi Umum 2003

Asisten Praktikum Mikrobiologi Industri 2003 Asisten Praktikum Bakteriologi 2004 Pengajar Privat (Matematika, Fisika, Biologi, B. Inggris) Pelajar SMP dan SMU. 2000 – 2005 Kerja Praktek di Peternakan Mitra Corporation, Pasuruan, Jawa Timur. 2005 Unggas Sejati – Wonokoyo

Supervisor QA (Quality Assurance) Canning Process of Mushroom (Agaricus bisporus) di PT Eka Timur Raya, Purwodadi, Pasuruan. 2005 – 2006 * Laboratory Analyst and Quality Assurance Chief di PT MISWAK UTAMA Bangil, Pasuruan. 2006 – sekarang Pengalaman Organisasi

468
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Pengalaman Organisasi Periode * Ketua OSIS SMP Al-Khairiyah Surabaya 1994 – 1995 Ketua KISMA’9 (Karya Ilmiah Remaja) SMUN 9 Surabaya 1996 – 1997 * Ketua SKI (Sie Kerohaniaan Islam) SMUN 9 Surabaya 1997 – 1998 * Ketua I PETA ALAM ‘9 (Pelajar Pencinta Alam) SMUN 9 Sby 1997 – 1998 * Korbid I (Koordinator Bidang I) OSIS SMUN 9 Surabaya 1997 – 1998 * Ketua Umum FKIQ (Forum Kajian Islam Qur’ani) Program Studi Biologi, FMIPA, ITS 2000 – 2002 * Direktur Ma’had Mahasiswa as-Sunnah Surabaya 2001 – 2002 * Ketua Umum FSMS (Forum Silaturrahim Mahasiswa as-Sunnah) Surabaya 1999 – 2002 * Ketua Majelis Syuro’ FKIQ (Forum Kajian Islam Qur’ani) Program Studi Biologi, FMIPA, ITS 2002 – 2005 * Ketua Lajnah sekarang Keahlian 1) Manual Basic Laboratory Microbiology : – Staining : Simple, Gram, Acid Fast, Endospore. – Cultivating : Isolation, Pour Plate, Spread Plate, Streak Plate, Ubiquity, Stock Culture, Identifying. – Quantifying : TPC (Total Plate Count), Aerial Plate Count, Swab Test, MPN (Most Probable Number). – Sensitivity Testing : Antibiotic Disc Senstitivity Test, Kirby Bauer Antibiotic Disc Diffusion Test, MIC (Minimum Inhibitory Concentration). 2) Industrial Cosmetic Microbiology 3) Food Microbiology 4) Computer : Windows XP/NT/1998/2000; Office : Word, Excel, Power Point. 5) English : Speaking, Reading and Listening 6) Arabic : Speaking, Reading and Listening 7) Web Design, Home Page, (DHTML, XHTML, XML, CSS) Proyek Penelitian & Karya Ilmiah - “Teknik Biosekuritas Terhadap Pencegahan Penyakit “Coccidiosis” Pada Ayam Broiler Yang Disebabkan Oleh Eimeria sp. Di Peternakan Mitra Unggas Sejati – Wonokoyo Corp, Desa Benerwojo, Kecamatan Kejayan, Pasuruan” (Kerja Praktek, 2005) Dakwah Al-Irsyad, PC Surabaya, PW Jatim 2005 –

469
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

- “Antibacterial Activity of Fermented Tea Beverage (Kombucha) on Various Sugar Concentration” (Kolokium, 2005) - “Pengaruh Ekstrak Serbuk Kayu Siwak (Salvadora persica) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Dan Stapylococcus aureus Dengan Metode Difusi Lempeng Agar.” (Skripsi, 2005) - “Pengendalian Kontaminasi Bakteri Listeria monocytogens Pada Industri Penanaman dan Pengalengan Jamur.” (Jurnal Ilmiah, 2006) - “Analisa & Uji Sensitivitas Antimikrobial Pada Preservative Agent Bahan Pasta Gigi di PT MISWAK UTAMA.” (Laporan, 2006) - Revisi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik) untuk Prosedur Analisa Mikrobial, Inspeksi Bahan Baku, Bahan Ruahan, Bahan Setengah Jadi dan Bahan Jadi di PT MISWAK UTAMA. (CPKB, 2006) - “Prosedur Analisa Mikrobiologi Rutin untuk Industri Kosmetika – PT MISWAK UTAMA” (Buku Panduan, 2006) ———————————————————————————————————Sumber : http://rachdie.blogsome.com/curiculum-vitae (sudah dihapus paska terbitnya artikel Fanas dikata tapi nyata. Tanggal 31/01/2007 muncul Page Does Not Exist, padahal link di halaman depan masih ada) Cukup jelas informasi ala open house dari situs pribadinya sendiri, satu huruf tidak ada yang saya tambahkan disana, hanya saja yang perlu dicermati adalah yang diawali karakter *. Baik, kutipan berikutnya dari situs muslimintro. Wallahi, cara yang saya pakai adalah menurut pengalaman saja, bukan karena sudah dikursus CIA, ala CIA, dengan metode CIA. Berikut data pribadinya : (menurut CVnya sendiri) Kutipan : ———————————————————————————————————Abu Salma Al-Atharee Last online on 30 October 2006 << Profile updated on 2 December 2005 << Name : Abu Salma Gender : Male Date of birth : Age : 25 years Marital status : Single (never married) 18 April 1981

470
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Email address : Phone number : Yahoo

abu_amman@yahoo.com +628883535658 Messenger : abu_amman

[Pertanyaan untuk akhwat/pengunjung yang minat jadi istrinya, ini ada di awal situsnya.] Question 1 : Are you salafee? – apakah engkau salafi ? Question 2 : Want u be a good wife? – apakah engkau bersedia jadi istri yang baik ? Question 3 : Can u cook n do housekeeping? – apakah engkau bisa memasak dan mengurus rumah tangga ? [Berikut Abu Salma menceritakan siapa dirinya] I was born in : Indonesia [ Click here for map ]

My nationality is : Indonesia I currently live in : Indonesia [ Click here for map ]

City/suburb/area : Surabaya – East Java Postcode : 60162 Ethnic origin : Indian/Asian Primary language / mother-tongue : OTHER Other languages : Arabic English

My geographical background : I just finished my study S-1 (bachelore) degree at Institute of Sepuluh Nopember Technology, Surabaya, Biology Deparment, Mathematic and Pure Science Faculty. And now i start to work to one of Mushroom exporteer in Lawang Malang Height : 5’11" (180 cm)

Weight : 170 lbs (77 kg) Hair colour Eye colour Build : Tall Glasses : I do not wear glasses : Black : Black

Beard : I have a goatee

471
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

[Abu Salma menceritakan sifatnya] Words that describe me : Simple, Generous, Caring, Spiritual, Soft [sederhana, murah hati, peduli, alim, lembut, benarkah ??? ] People I admire / my role-models : The Mohammad Prophets Shallallahu ‘alahi wa salam (Peace be upon him) The thing I would most like to change about the world : the people to enter the Islam with peace I would call

How important is money in my life : Quite important [Seberapa penting uang dalam hidup saya: Cukup penting *** ] Smoking : I never smoke

Driving : I have a car/motorbike driving licence [Abu Salma menceritakan keluarganya] Brothers : I have 1 brother Sisters : I have 2 sisters My family : My Father is from Ternate, North Mollucas and my Mother is from Palu, Middle Celebes (Sulawesi). – Ibu dari Palu dan Bapak dari Maluku Utara, Ternate. Kedua wilayah yang amat dekat dengan konflik In the social setting, I am : The life of the party –

[Abu Salma menceritakan seleranya, penting untuk diketahui para calon istri/orang iseng yang lewat disini] My favourite food : Kebuli, Gulai Mariam On a typical day, I would wear : baju koko’, gamis, tsaub (jubah) [Abu Salma Am I a convert to Islam? : No menceritakan agamanya]

How important is Islam to me : There is nothing except Islam How practicing I am : I pray more than 5 times a day

Ramadan : I fast in Ramadan Hajj : I have not performed Hajj, but intend to perform it I am : Sunni I follow : Things from more than one madhab

472
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

My views on Islam : Islam is sunnah and sunnah is Islam. There’s nothin’ except Islam and Islam is the truth. [Abu Salma menceritakan hobinya dan rekan-rekannya] My interests : Reading, listening lecture, hiking, climbing. My political Politics views : I have no political views except Islamic

Personal website :

http://www.abusalma.blogspot.com

Recommended website : http://www.salafindo.com Recommended website : http://fsmssby.blogspot.com Recommended website : http://www.muslim.or.id Recommended website : http://almanhaj.or.id Recommended website : http://calltoislam.com [di halaman depan ada gambar/video besar-besar] I listen to music : Never

Music I listen to : I just listen Murottal, Lecture, Islamic Seminar, etc My favourite books : Hm… I have hundreds of books and they all very benefit Books I am currently reading : So many that i can’t tell… Newspapers / magazines I read : As-Sunnah, Al-Furqan, Adz-Dzakhirah… [Abu Salma menceritakan pekerjaan dan sekolahnya] Level of education : University degree Type of work : Full time

Industry : Agriculture Job title : Laboratory analyst Company name / Employer : Etira Mushroom Corp My income is : Average I work : 0-10 hours a week My career/work is : Somewhat important to me [Karir/pekerjaanku adalah : sesuatu yang penting untukku, termasuk di PC Al Irsyad ya ?] [Abu Salma menceritakan wanita dambaannya]

473
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Age : More than 16 years Less than 23 years [antara umur 16 tahun – 23 tahun, usia ABG] How important is physical appearance? : Depends on the rest of the person [Seberapa penting penampilan fisik ? Tergantung orangnya] How important is intelligence? : Quite important [Seberapa penting kecerdasan ? : Cukup penting] My ideal match : She must be a moslemah, salafiyah is better, she has white skin, not too tall and not too short, good personality (akhlaqul karimah), indonesia or others… [Wanita idealku : Dia harus seorang muslimah, salafiyah lebih baik, dia berkulit putih, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, berakhlak baik, Indonesia atau lainnya. Lihat dia ingin muslimah, pelaku bid’ah, awam, Indonesia atau luar negeri, tidak masalah] My worst match : kaafirah or not moslem, ahlul bid’ah (innovator in religion), bad temper and personality… [ Tipe yang terburuk : kafir atau bukan muslim, ahli bid’ah, jeleknya sifat dan kepribadian. Nah pelaku bid’ah, awam, asal muslim, monggo-silakan daftar] I am planning to get married : My ideal wedding ceremony In the next 6 months

: Simple, religious and not ikhtilaath

After marriage, I would like to live :

In our own place

The most important things I would like to teach my children are : The religion (deen) In the future, I would like to live : different city In the same country, but

My plans for the future : I will live in a small town in East Java with my wife.. ———————————————————————————————————Komentar : Nampak disini bahwa Abu Salma memakai bahasa Inggris salah satunya agar mendapatkan jodoh dari luar negeri, atau yang paham bahasa Inggris. Padahal bisa saja ybs menulis dalam bahasa Indonesia agar yang tahu bahasa Indonesia saja bisa memahami dan berminat dengan dirinya. Berikut yang perlu digaris bawahi : - Sifatnya : ??? sederhana, murah hati, peduli, alim, lembut, benarkah

- Recommended website : http://calltoislam.com [di halaman depan ada gambar/video besar-besar] - Karir/pekerjaanku adalah : sesuatu yang penting untukku, termasuk di PC Al Irsyad ya ?]

474
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

- Wanita idealku : Dia harus seorang muslimah, salafiyah lebih baik, dia berkulit putih, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, berakhlak baik, Indonesia atau lainnya. Lihat dia ingin muslimah, pelaku bid’ah, awam, Indonesia atau luar negeri, tidak masalah - Tipe yang terburuk : kafir atau bukan muslim, ahli bid’ah, jeleknya sifat dan kepribadian. Nah pelaku bid’ah, awam, asal muslim, monggosilakan daftar Sumber : http://www.muslimintro.com/profile/abusalma/all Berikut kamus “50” ucapan kasarnya yang cocok dengan sifatnya lembut, sederhana, bukan kasar dan sombong [Mohon bagi yang dikhawatirkan maaf mual/muntah, tidak perlu membacanya. Siapa saja lawan Abu Salma, perbendaharaan yang ada di otaknya sebagiannya terekam sebagai berikut] : 1.‘arogan’ dan ‘garang’ [artikel lama] 2. kalian hanya mem’bebek’ [artikel lama]

3. wahai tukang tabdi’ [artikel lama] 4. manhaj kalian adalah satu dan karakter kalian adalah satu dengan haddadiyah 5. hanya berdalilkan dengan gagak-gagak pemakan bangkai 6. bangkai-bangkai anjing. Bahkan lebih dari itu, mereka memakan bangkai-bangkai anjing tersebut sehingga mereka tertular virus rabies 7. akibatnya mereka akan senantiasa menjulurkan lidahnya, menyebarkan air liur najisnya kesana kemari, menyebarkan bau busuknya dan akan menularkan virusnya kesana kemari. Na’am. dan virus rabies itu adalah manhaj dan karakter Haddadiyah. [artikel lama] 8. ingusan 9. bukti mereka hanyalah ankabut [sarang laba2] 10. ulasan pengangguran Ibrahim di dalam websitenya yang membinasakan 11. ngawur [buku tamu lama] 12. pengangguran [buku tamu lama] 13. fitnah dari para da’i munaffirin [buku tamu lama] 14. dakwah Abu Mas’ud cs, termasuk Afiefudin dan muqollid alBayyinah-nya [buku tamu lama] 15. Tidak seperti para muta’ashshibin (fanatikus) [buku tamu lama] – Dengan tertawa ana berkata : "la an Allaha an yahdiyakum"… sudah bosan ana ditanyademikian ini, dan terakhir kali ana katakan : Ma’as Salamah atas kejahilan dan kebodohan antum… [buku tamu lama] 16. konyol [buku tamu lama] 17. Abdul Ghofur ar-Ruwibidhoh dari Malang yg layak dicap Dajjal wal Kadzdzab, seorang banci dan penakut… [buku tamu lama] 18. saddadahullahu-… Maka, dimana letak tabayun wahai para pendusta [buku tamu lama] 19. kebanyakan adl org2 jahil dan muta’ashshib (fanatik), serta terpengaruh oleh manhaj Haddadi [buku tamu lama] 20. org2 bodoh ini [buku tamu lama] 21. Haddadiyun meronta-ronta khawatir belangnya terbuka [buku tamu lama] 22. Abdul Ghofur ini terlalu bodoh untuk dibantah [buku tamu lama]

475
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

23. Tinggalkan anjing-anjing menggonggong [buku tamu lama] 24. si “banci” ini [buku tamu baru] 25. fitnah [buku tamu baru] 26. dusta [buku tamu baru] 27. kebodohan [buku tamu baru] 28. orang-orang berhati syaithan [buku tamu baru] 29. hizbi Haddadiyah yang membinasakan [buku tamu baru] 30. mereka ini mulutnya busuk [buku tamu baru] 31. yang paling “parah” lagi adalah al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf dari Bandung, beliau menulis buku “Aku Melawan Teroris : Sebuah Kedustaan Atas Nama Ulama Ahlussunnah” yang diterbitkan oleh CMM (Centre for Moderate Muslim) tahun 2005 [artikel lama] 32. metode filsafat sesat [buku tamu baru] 33. Website yang penuh dengan sumpah serapah dan sampah busuk dari mulut-mulut para pendengki lagi pengangguran [buku tamu baru] 34. Iya, mereka tidaklah lebih dari “lalat-lalat” busuk yang setiap hinggap ke suatu tempat pasti menyebarkan penyakit dan bau. Biarlah lalat-lalat itu berkumpul di tempat-tempat sampah dan tempat bau lainnya, dan tidaklah perlu kubuang tenagaku untuk mengusir mereka, karena mereka sangatlah hina bagiku… [buku tamu baru] 35. pemahaman anda yang rusak [buku tamu baru] 36. dirinya telah terbakar oleh kesombongan dan kedengkian [buku tamu baru] 37. falsu tak nyata dan fitnah [buku tamu baru] 38. ushlub dan manhaj mereka yang terpengaruh oleh Haddadiyah [buku tamu baru] 39. Cukup sudah waktu dan usia kita untuk “sampah” dan “lalatlalat”. [buku tamu baru] 40. jangan sampai meludah ke atas yang nantinya toh ludahnya akan jatuh lagi menimpa muka mereka… [buku tamu baru] 41. para pemuda muhtamas yang jahil dan menyebarkan permusuhan dan kerusakan [buku tamu baru] 42. keras dan muta’annit [buku tamu baru] 43. Wallohi, dan ana bersedia untuk bermubahalah … [buku tamu baru] 44. dusta dan kadzdzab [buku tamu baru] 45. orang-orang jahil turut masuk meng’ubek-ubek’ masalah ini dengan semangat jahiliyah dan fanatisme [buku tamu baru] 46. dengan bukti-2 ala CIA [buku tamu baru] 47. sang pendusta [buku tamu baru] 48. sekali pengangguran tetap pengangguran, apalagi apabila dibumbui dengan dusta dan dusta… aduhai semoga semat ad-Dajjal yang disematkan kepada al-ustadz Abdurrahman at-Tamimi raghmun unufihim oleh mereka kembali kepada mereka, sebagai kadzdzabuun… [buku tamu baru] 49. ia sebagai pendusta dan seorang “banci kaleng” yang kosong namun nyaring bunyinya [buku tamu baru] 50. tulisan-tulisan yang berbau sampah. bukti mereka hanyalah ankabut [sarang laba2]… [buku tamu baru] Sekian tulisan ini. Semoga dapat membuka wacana tentang siapa diri Abu Salma ini. Berikutnya berhati-hati darinya. Kalau saja ada lagi waktu menyusun paradoks dia yang lain atau ada ikhwah lainnya yang menulisnya ? Terus terang diantara ikhwah mengaku – maaf – ingin mual/muntah setelah membaca situsnya, terutama buku tamunya. Demi membaca arsip sebagian tulisannya yang controversial tersebut, saya juga merasakan hal yang sama.. Wallahul musta’an. Abu Abdillah Ibrahim

476
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

(31 Januari 2007)

Wahai si Congkak! Tentu engkau lebih paham tentang makna Kibir daripada anak-anak ingusan ini!! Apakah isi komentar itu merupakan fitnah dan kebohongan sehingga pantas bagi dirimu untuk membalasnya dengan tertawa? Ataukah hal itu hanyalah secuil penyimpangan yang dilakukan oleh Hizbul Irsyad? Kalau demikian keadaannya, maka tidaklah pantas sama sekali bagimu untuk menertawakan bukti-bukti penyimpangan itu! Dus apalagi merendahkan pembawanya!! Bahkan sepantasnya bagimu untuk menangis menyesali perbuatanmu!! FANATIKUS ini melanjutkan lagi petualangan Hizbiyyah dan praktek Fanatiknya, ia berkata kepada Akh Abdurrahman Sarijan:” Adapun apa yg antum utarakan ttg Al-Irsyad dan 'tetek bengek'nya plus menyebarnya Majalah as-Sunnah dll ke Kuwait, itu bukanlah hujjah 'alaina yang memudharatkan dakwah sama sekali…” Itulah “BUNGKER Hizbiyyah” Abusalma yang selalu berlindung dibalik Rifqan dan Mawaddah ala Hizbinya sedang merealisasikan apa yang diperingatkan oleh “Syaikh Ali Hasan” yang dipampangkan di situsnya sendiri: “…Kita semua ini adalah manusia dan kita semua berbuat kesalahan, namun menuduh seseorang tanpa ada bukti, maka tuduhan tak berdasar tidaklah diterima di dalam agama. Kami telah katakan berulang kali, supaya tidak (meniti) kepada jalan ini, manhaj ini dan orang yang mepraktekkan manhaj atau jalan ini, dia tidaklah menghancurkan seorangpun melainkan dirinya sendiri”, dia menulis:

Bagi Abusalma yang telah mencap anak ingusan ini (seperti ceramah tuannya di Yordan) sebagai juhala’, ruwaibidhoh, banci, tidak berani berkonfrontasi langsung dan penakut, seharusnya memiliki tanggung jawab secara ilmiyyah untuk membuktikan bahwa anak ingusan ini adalah Dajjal wal Kadzdzab (sebagaimana yang dia tuduhkan) agar terhindar dari jenis manusia yang hanya bisa menuduh tanpa disertai bukti-bukti ilmiyyah sebagaimana yang diperingatkan oleh “Syaikh Ali” dan dinyatakannya sendiri (bukti pertama bahwa dia memiliki watak auto-attack!!): Jika para pendakwa tidak menopang Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil dalilnya dengan teks dalil

Adapun bukti kedua sifat auto-attacknya adalah tulisannya yang terpampang dengan “gagah” di situs Abdurrahman (Salafindo.com) dan sungguh bukti ini –dengan izin dan kemurahan Allah akan menjadi nikmat yang besar bagi Salafiyyin karena: 1. Bukti nyata bahwa orang “besar” ini (yang berani menantang fatwa Masyayikh Salafiyyin sekaliber Syaikh Ubaid Al-Jabiri Hafidhahullah dan Syaikh Yahya Hajuri Hafidhahullah tanpa hujjah dan bukti ilmiyyah secuilpun (kecuali hanya mengumpulkan kilahnya orang licik!)) diakui dan dipercaya oleh Abdurrahman Tamimi dan kru situs ma’had Al-Irsyad Surabaya 2. Tulisan “si congkak” ini tidaklah menghantam dengan telak kecuali kepada Hizbul Irsyadnya sendiri!! Ya, menghinakan diri mereka sendiri! Dan justru membongkar dan menelanjangi kedok kecurangannya yang seolah menjadi pembela dan penolong dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah padahal merekapun termasuk kaum yang memerangi dakwah Tauhid Syaikh Rahimahullah!! Insya Allah akan “sedikit” kita paparkan ketika membahas tulisannya yang berjudul:” (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Mata Para Penyesat Umat (Hizbut Tahrir dan Sufiyah), Salafindo.com)

477
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Berikut bukti ilmiyyah “beberapa” watak buruknya… Tidaklah kami katakan Abdurrahman At-Tamimi seorang pendusta kecuali kami sertakan pula bukti-bukti ilmiyyahnya, lalu mana bukti kedustaan kami wahai lelaki (?) di balik cadar? Apakah engkau hanya berani mentahdzir dari balik hijab dan tembok wahai Abu Salma?! [Perlu diketahui, dulu Abu Salma tidak dikenal nama aslinya, kini ia telah membuka diri setelah tulisan ini disebar luaskan, dia menampilkan jatidirinya di situsnya sendiri dan kami ringkas dalam artikel Open House bersama Rachdie. Abu Salma memperkenalkan nama aslinya lengkap, curricullum vitaenya, lengkap dengan jabatan terakhirnya, Ketua Lajnah Dakwah PC Al Irsyad pimpinan Chalid Bawazer, Surabaya. Abu Salma adalah murid Abdurrahman Tamimi dan juga penulis di majalah Adz Dzakhiirah produk Mahad Al Irsyad Surabaya. Jadi jelas sebagian ucapan/pernyataan Abu Salma dalam rangka membela Al Irsyad atau Abdurahman Tamimi– ed]] Kedekatannya dengan si Pembesar Hizby dan situsnya (Salafindo.com) Ketika dikirimkan kepadanya bukti suara Syaikh Salim Al-Hilaly yang mengisi daurah Ihya'ut Turots Kuwait cabang Jahra dan menyatakan pengakuan terhadap Jum'iyyah Hizbiyyah tersebut sebagai "Jum'iyyatuna Jum’iyyah Ihya’ut Turots" maka diapun (Abu Salma) menyetorkannya kepada si Pembesar Hizby: Abu Muhammad Abdur Rahman August 14th 2005 08:52:38 PM Judul Komentar : Data MP3 Syaikh Salim Al-Hilaliy Asal : Bumi Allah Komentar: Assalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh Alhamdulillah, mulai sekarang antum dapat men-download data MP3 Syaikh Salim Al-Hilaliy yang telah memberi "tazkiyah" kepada IT pada: www.anti.hizbi.com/mp3/turath.mp3.Semoga bermanfaat. Selanjutkan kami akan tunggu hasil tabayun antum. Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh Tanggapan Wa'alaikumus Salam waRahmatuLlahi waBarokatuH Attachment antum ke email abu_amman@yahoo.com telah ana terima dan telah ana dengarkan. Dan Insya Alloh akan ana konfirmasikan kepada Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly. Juga apa yang antum informasikan tentang pernyataan Abu Abdillah Kholid azh-Zhufairi... 14 Dan insya Alloh akan segera ana beri jawaban dan klarifikasi secepatnya . Terlebih lagi insya Alloh penghujung akhir tahun nanti atau awal tahun, Masyaikh Markaz al-Albany akan hadir ke Indonesia lagi... AL-USTADZ AL-FADHIL ABDURRAHMAN BIN ABDILKARIM AT-TAMIMI TELAH MENDENGARKAN REKAMAN INI PULA, dan BELIAU TELAH MEMBERIKAN BEBERAPA KOMENTAR, TERUTAMA TTG TAHUN PELAKSANAAN DAN FIHAK PENGUNDANG MASYAIKH MARKAZ ALBANI ADALAH SYAIKH ABU MUHAMMAD. Catatan: Kalau Abdurrahman At-Tamimi menyatakan bahwa Syaikh Salim Al-Hilaly tidak mengetahui bahwa pengundang beliau di Kuwait adalah Jum'iyyah Hizbiyyah Ihya'ut Turots (atau kronikroninya) karena yang diketahui beliau bahwa Syaikh Abu Muhammad adalah Salafy, maka kita katakan:"Mungkin saja hal ini terjadi, tetapi tabir ini telah tersingkap ketika daurah itu berlangsung. Moderatornya jelas-jelas menyatakan bahwa daurah ini diselenggarakan oleh Jum'iyyah Hizbiyyah Ihya'ut Turots cabang Jahra!! Dan diperkuat lagi setelah giliran beliau (Syaikh Salim) berceramah, jelas-jelas beliau menyatakannya sebagai "Jam'iyyatuna Jam’iyyah Ihya’ut Turots". Kepada siapa kalimat pengakuan ini kembali? Kepada Jam'iyyah yang telah disebutkan dengan jelas oleh si moderator dan disebutkan sendiri dengan jelas

14

Dari artikel yang ditulis oleh Abu Salma, dia menyatakan bahwa Syaikh Salim Al-Hilali mengingkari telah mengisi di acara Daurah Ihya’ut Turats Kuwait Cabang Jahra (Allahul Musta’an). Hanya saja Abu Salma tidak menyebutkan bukti otentik pengingkaran Syaikh (berupa kaset, tulisan atau selainnya) sehingga “pengingkaran itu” tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiyyah. Tentu saja Salafiyyin di Kuwait (khususnya Jahra) sangat menunggununggu bukti pengingkaran tersebut. Kenapa? Bukankah terlalu mudah untuk mendapatkan saksi dan bukti akan kehadiran Syaikh pada acara tersebut? Bagaimana Abu Salma?!

478
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

oleh Syaikh yakni Jam'iyyah Hizbiyyah Ihya'ut Turots cabang Jahra! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. 15 Keakraban itu, Kapan Nikahnya?

Tentu kita semua memaklumi bahwa pertanyaan yang "sangat dalam dan RHS seperti ini" hanyalah diketahui oleh orang-orang yang mempunyai hubungan sangat spesial, ya antara si Abu Salma dengan nahkhoda-nakhoda kapal website Ma’had ‘Ali Abdurrahman At-Tamimi. Demikianlah kenyataannya, betapa hal yang sangat sensitif ini, pernikahan –yang belum terjadi (baca:bukan undangan pernikahan!)!!!- telah dilaunching terlebih dahulu oleh situs yang katanya- Salafi yang mengaku dicintai oleh Masyayikh Yordan. Allahul Musta’an. Kita lanjutkan, Abu Salma "soft-launching pernikahan" berkata “menasehati” Abu Muhammad Abdurrahman : “…apakah tatkala antum dengan 'bangga'nya mengklaim bahwa antum 'ala haqqin maka dengan demikian sikap 'takabur' akan menyelimuti antum dan antum akan merendahkan org-2 lain?!! Kita katakan:"Bukankah ucapanmu yang engkau tujukan kepada saudara kami -Abu Muhammad Abdurrahman- semestinya tertuju kepada dirimu sendiri, wahai Abu Salma?! Apakah engkau lupa dengan gelar-gelar di atas yang telah engkau “anugerahkan” kepada kami?!"Ruwaibidhoh?! Dajjal wal Kadzdzab?!! Banci – meminjam istilah Abu Salma sendiri penakut?! Pembaca sekalian Rahimakumullah, lihatlah bagaimana orang ini menasehati orang lain agar jangan bersikap takabur dan jangan merendahkan orang lain tetapi di tempat yang sama dia kembali menjilat ludahnya sendiri dengan berkata penuh kecongkakan: “> Maa anta al-hakamit turdlo hukuumatuhu Wa laa al-ashiili wa laa dzir > ra'yil jadali… > Engkau bukanlah hakim yang dianggap keputusannya Dan bukan pula orang yang > ahli dalam berdebat…!!!””.(jawaban dari email Abu Salma <abu amman@yahoo.com> kepada Abdurrahman Sarijan) Kita katakan:”Kita tidak sedang dan tidak akan mau berjidal wahai Abu Salma! Kita sedang berbicara tentang bukti-bukti yang harus dikemukakan secara ilmiyyah! Dan engkau hendak berkelit dari kenyataan Hizbiyyah yang tidak terbantahkan ini dengan lari tunggang langgang ke arena bersilat lidah? Sungguh kebenaran itu bersama dengan bukti dan hujjah!”
15

Akhirnya, 8-9 bulan kemudian Abu Salma mengumumkan kepada umat “lembaran berita pernikahannya” di situs pribadinya, alangkah gembiranya dia menghadapi hari pernikahannya sampai-sampai 6 gambar hati/waru/love menghiasi “cinderamata pernikahannya” yang di”layout”nya sendiri! Mungkin dia lupa bahwa gambar ini diimpor dari kebiasaan Nasrani. Bahkan disusunnya bersama dengan CALON MEMPELAI WANITA!! MASIH CALON YA IKHWAH!! LUARBIASA!! Jangan anda kaget kalau dia akan berkelit (sebagaimana biasanya):”Tidak ada dalil yang melarang lelaki dan wanita bukan suami istri untuk menyusun buku bersama-sama!!” Inikah orang yang telah menantang fatwa Syaikh Yahya Al-Hajuri dan Syaikh Ubaid Hafidhahumallah?! Alangkah tepatnya jika ucapannya sendiri kita kembalikan kepadanya: “Dan sungguh bodoh org yang kplnya kecil kayak ente menanduk gunung, kasihanilah kepala ente ya muqollid... Kasihanilah kepala ente...!!!” (Forum Diskusi, 1:56 PM May 12, 2006, Abu Salma.blogspot.com) Kalaupun ucapan ini ditujukannya kepada Salafiyyin, wAlhamdulillah bahwa kaum Muslimin sekarang ini sudah mengetahui seberapa tinggi “gunung kesesatan” As-Sudani yang dibelanya matia-matian. Siapakah yang muqallid dan siapa pula yang patut dikasihani? Allahul Musta’an.

479
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Kenapa engkau tidak mau membuka mata dan kenyataan dihadapanmu? Saudara kami – Abdurrahman Sarijan- yang bermukim di Kuwait “hanyalah” mengungkapkan makar dan kebusukan Ihya’ut Turots Kuwait yang di situ pula PP.Al-Irsyad melalui cabangnya di Kuwait yang dibuka langsung oleh Farid Okbah Takfiri-Ba’asyry. Hubungan jahat antara Ihya'ut Turots dengan Syi'ah Rafidhah!! Keakraban Ihya'ut Turots dengan Ikhwanul Muslimin!! Bahkan dengan Takfiriyyun!! Dan lihatlah betapa eratnya hubungan antara pimpinan PP.AlIrsyad Farouk Badjabir, Farid Okbah Takfiri dan Mudir Ma’had Tengaran, Nizar Jabal Sururi: “Seperti tahun lalu, dalam upaya meningkatkan kerjasama dengan mitra organisasi dan lembaga terkait di luar negeri, Ketua Umum Ir. Farouk Zein Badjabir bersama Ketua Majelis Da’wah, Farid Achmad Okbah dan Mudir Pesantren Tengaran - Jawa Tengah, Nizar Saad Jabal melakukan kunjungan kerja ke Timur Tengah. Safari yang sukses itu dilaksanakan di penghujung tahun 2002 dan telah dilaporkan Ketua Umum dalam rapat pleno akhir Desember lalu. Kunjungan diawali dari Saudi Arabia, 2 Nopember 2002 dan berakhir di Kuwait, 26 Nopember 2002”.(infoalirsyad.com_edisi 53_index-8.htm) Seperti telah kita ketahui bahwa PP.Al-Irsyad dan Yayasan As-Sunnah Cirebon pimpinan Ali Hijrah dan Yusuf Baisa Quthbiyyun-Turotsiyyun (ex-pimpinan Ma’had Tengaran) nyata-nyata menadah dinar Ihya’ut Turots Al-Kuwaity bahkan Yusuf Ba’isa sendiri yang datang ke sana atas undangan Al-Irsyad cabang Kuwait. Abdurrahman menuturkan: Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Berikut ini kami sampaikan kepada ikhwah dakwah salafiyah bukti koalisi yayasan dan perorangan dengan Jum'iyah hizbiyah Ihya' At-Turots Al-Islamiy.Pernyataan ini kami berani mempertanggungjawabkannya di hadapan Rabb alam semesta. Hal yang kami maksudkan adalah sbb; 1) Majalah As-Sunnah ---- IT Kuwait. Keterangan: Majalah As-Sunnah masuk ke negeri Kuwait melalui IT cabang Indonesia, kemudian dikirimkan ke IT Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia), dan dibagikan kepada masyarakat Indonesia di Kuwait. Bagan ringkasnya sbb: Redaksi As-Sunnah -----IT cab.Indonesia ----- IT Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia)----Masyarakat Indonesia di Kuwait. 2) Yusuf Utsman Ba'isa ----- IT Kuwait. Keterangan: Yusuf Utsman Ba'isa dalam kesempatannya ke Kuwait telah memohon bantuan untuk pengadaan stasiun radio di Cirebon-Jawa Barat kepada IT. Proposal tentang hal itu kami lihat sendiri. 3) PP. Al-Irsyad Al-Islamiyah ----- IT Kuwait. Keterangan: IT Kuwait dan Majelis Ta'lim Al-Irsyad cabang Kuwait telah mengirimkan bantuan berupa uang kepada PP. Al-Irsyad dalam pengadaan hewan kurban tahun 1425H.Transfer uang kepada mereka kamilah yang melakukannya dulu sewaktu kami masih belajar dengan da’i IT. 4) Yayasan Islam As-Sunnah Cirebon ---- IT Kuwait. Keterangan: Yayasan Islam As-Sunnah Cirebon telah menerima bantuan dari IT kuwait berupa uang dalam pengadaan hewan kurban tahun 1425H.Penyerahan uang kami sendirilah yang melakukannya dengan ketua yayasan tersebut. Al-Irsyad dan Yayasan As-Sunnah Cirebon harus menyerahkan laporan kegiatan kurban tahun 1425H kepada IT Kuwait, hal ini sebagaimana keterangan dalam surat yang *********** oleh Majelis Ta'lim Al-Irsyad cabang Kuwait. 5) Majelis Ta'lim Al-Irsyad cab. Kuwait ---- IT Kuwait. Keterangan: Majelis Ta'lim Al-Irsyad Kuwait bekerjasama dengan IT Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia) dalam daurah Syaikh Al-Albani I. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (email abdurrahman kpd abu Salma, lihat buku tamu abusalma.bahaya.net) Abdurrahman melanjutkan: “Ya akhi, kami di sini mengetahui dengan mata kepala akan seluk beluk Ihya' At-Turots, dari mulai bermajelis dengan Syi'ah sampai dengan lainnya.Seorang kuwaitiy pernah bercerita kepada kami akan akrabnya IT

480
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

bermajelis dengan Syi'ah. Dan pernah ada seorang kuwaitiy datang ke kantor Ihya' At-Turots cab.Jahra (beliau datang langsung kepada Mudir IT Cab.Jahra,Farhan 'Ubaid) untuk menanyakan isi kaset dengan judul "Aqwal ulama'us sunnah fii abdur rahman abdul khaliq".apa jawabnya:Dengan terang si Farhan ini membela Abdur Rahman Abdul Khaliq. Kami beritahukan pula kepada antum bahwa ada seorang kuwaitiy yang telah mengumpulkan data tentang Ihya' At-Turots,Insya Allah beliau akan memberikan copynya kepada kami setelah daurah Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali hafizahullah”. (jawaban Abdurrahman Sarijan kepada email Abu Salma <abu amman@yahoo.com> Demikianlah kalau kecongkakan telah membutakan mata maka saksi dan kebenaranpun hanyalah sampah semata, tiada guna. Tiada memudharatkan dakwah (Hizbiyyahnya!) sama sekali!! Inikah slogan orang yang mengaku cinta kepada kebenaran dan ahlinya?! Allahul Musta’an. Dan tidakkah engkau punya sisa-sisa rasa malu betapa dirimu sendiri yang menyebarkan artikel nasehat Syaikh Rabi’ Hafidhahullah yang menasehati internet-internet yang dikelola oleh salafiyyin agar tidak memuat artikel-artikel yang ditulis oleh orang-orang yang hanya menggunakan nama samaran/kunyah saja wahai Abu Salma? Dan tidakkah engkau berkaca betapa dirimu selalu berlindung di balik nama kunyahmu?! Bahkan nama situs internetmu sendiri adalah saksi yang membungkam tulisanmu sendiri?!! Ibrah apa yang sebenarnya engkau inginkan kepada pembaca artikelmu sementara dirimu sendiri sedikitpun tiada mau mengambil faedahnya? [Catatan, paska tulisan ini terbit, Abu Salma tergugah menampakkan jatidirinya, lihat Open House bersama Rachdie-ed] Allahul Musta’an, alangkah sedikitnya rasa malu itu. Dan janganlah engkau mengada-ada terhadap Salafiyyin ketika menulis: Jika antum duduk di masjid Muhammadiyah, maka antum hizbi!!! > jika antum duduk di masjid DDII, antum hizbi!!! > jika antum mengucapkan salam kpd ustadznya NU, maka antum ahlul bid'ah!!! > Jika antum duduk di masjid Al-Irsyad, hatta mbahas kitabnya syaikh Muqbil, > HIZBI!!! > Subhanalloh... > Sungguh indah sekali 'manhaj' ini... sedikit-2 menvonnis hizbi mubtadi'...” (email Abu Salma <abu amman@yahoo.com> kepada Abdurrahman Sarijan di Kuwait) Betapa lihainya dirimu ketika menisbatkan pemikiran di atas yang sesungguhnya berasal dari “reka daya akalmu sendiri” kemudian engkau nisbatkan sebagai bagian dari sikap dan perbuatan Salafiyyin? Tidaklah terlintas sedikitpun di benak kita apalagi terucap keluar dari lisan kita apa yang engkau tuduhkan di atas! Apakah engkau sudah mulai menikmati dan meresapi taktik dusta dan kecurangan ilmiyyah dari “Asy-Syaikh” Abu Auf Abdurrahman At-Tamimi As-Salafy?! Inikah sikap gagah berani dan jantan? Inikah amanah dan kejujuran? Dan jangan engkau mencoba membakar emosi dan melibatkan kaum Muslimin yang telah kalian tipu mentah-mentah dengan jaringan dakwah HizbiyyahDustaiyyah untuk melindungi para da’i petualang dinar dan pelancong manhaj, wahai Abu Salma!? Tidakkah engkau amati secara cermat bahwa kita sedang berbicara tentang pembesar-pembesar Hizbiyyah penipu umat? Da’i-da’i kaki tangan muassasah Hizbiyyah?! Kita sedang berbicara tentang Muhammad Khalaf As-Sururi Al-Hizbi, Yazid Jawaz, Aunur Rafiq, Abdul Hakim Abdat, Direktur Sururi Abubakar M Altway, Zainal Abidin, Muhammad Yusuf Harun, Agus Hasan Bashari, Abdullah Hadrami, Abdurrahman Tamimi Mubarak Bamu’allim, Ainul Haris, Ahmas Faiz A-Sunnah, Abu Nida’, Abu Ihsan, Abu Umar Basyir, Abu Haidar, Abu Qatadah, Abdurrahman Abdul Khaliq, Yusuf Baisa, Farid Okbah Takfiri-Ba’asyiry, Mudzakir Arif Al-Ikhwany, dan petinggi Ikhwanul Muslimin kalian! Dan engkau hendak mengecoh umat bahwa mereka ini hanyalah orang-orang yang sedang duduk-duduk di masjid Muhammadiyah, duduk-duduk di masjid DDII, duduk-duduk di Masjid Al-Irsyad, wahai Abu Salma? Bahkan lebih jauh dari itu, mereka ini adalah corong-corongnya kesesatan sebagaimana bukti-bukti yang kami ungkapkan! Dan jangan pula lupa bahwa dirimu adalah penyambung lidah mereka!! Corong dan Pembela mereka! Pembela Ahmad Surkati Sang Pengagum Al-Afghani Al-Ibrani Ar-Rafidhi agen rahasia Yahudi Freemasonry sebagaimana pengakuanmu sendiri:

481
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

>”Adapun kami mengatakan, bahwa mereka adalah ulama kami, ulama sunnah, ulama > salafiy, namun mereka jatuh kpd kesalahan ini dan itu”.(ibid) Bukti di bawah inikah -ya Hizby fanatik!- yang engkau katakan bahwa mereka hanya dudukduduk di Masjid? Program Diklat Tauhid Yang Ketiga, yang diadakan oleh ALSOFWA. Yaitu pada tanggal 07 12 Rabi'ul Awwal 1420H, bertepatan dengan tanggal 21 - 26 Juni 1999M di Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Makassar, Sulawesi Selatan (sekitar 2000 km dari Jakarta ke arah Timur laut). Aunur Rofiq Ghufron (Alumni Univ. Malik Su'ud Riyadh, KSA dan sekaligus Mudir Ma'had AlFurqan, Gresik), Agus Hasan Bashari, Lc., M.Ag.; Muttaqin Sa'id, Lc; Anwar Harum, Lc; Mudzakir Arif, Lc; Muhammad Shafwan, Lc; Muhammad Arif, Lc; Ust. Masrur Zainuddin, Lc (Mudir Yayasan Al-Muwahhidin, Makassar); Ainul Haris Umar Thayyib, Lc. Jangan engkau pura-pura tidak mengenal Aunur Rofiq ! Ainul Haris Nida’ul Fitnah ! Agus Hasan Bashari! Sedang apa mereka di Markas gembong Ikhwani ya Hizby?! Di Masjid besar dan megah yang berkapasitas 1000 orang hasil bantuan Ihya’ut Turots Al-Kuwaity melalui Al-Haramain Indonesia!! Hanya duduk-dudukkah?! Tidak! Mereka sedang mendidik saudara-saudara rifqan dan mawaddah kalian, kader-kader Hizbiyyun-Ikhwaniyyun! Kalau hanya ingin dudukduduk seperti yang engkau katakan, buat apa mereka terbang sampai ke Maccopa nun jauh di sana? Adakah yang akan mempercayai akal bulusmu wahai Abu Salma?! Allahu yahdikum. Belum selesai episode tragismu, selanjutnya engkau sejajarkan kesalahan ulama Salafy-mu ini sebagaimana kesalahan A’immah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sekaliber Ibnu Hazm Rahimahullah, Imam Nawawi Rahimahullah, bahkan Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah!! Kenapa Hasan Al-Banna tidak engkau berikan pula “amnesti” sebagaimana Surkati yang sedang engkau perjuangkan?! Bukankah dakwah keduanya sama persis?! Di lingkungan masyarakat yang nyaris sama, penuh dengan ke”sufi”an dan kesyirikan?! Samasama terobsesi dengan Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi Al-Masuny?! Tujuan dakwah yang sama?! Wihdatul firqah, Pan Islamisme, Khurafiyna! Syi’iyna! Kharijiyna! Adapun Wahhabi? …Musyaddid!! Apakah dakwah Al-Hafidz, Ibnu Hazm, An-Nawawi Rahimahumullah memberikan wala’nya kepada Khurafiyyun-Syi’iyyun-Kharijiyyun dan menggelari Ulama Tauhid sebagai Musyaddid sebagaimana dakwah “kasih sayang” ‘Syaikh Salafy’ Surkati? Cobalah kalian bercermin, Ihya’ut Turots yang telah menyebarkan malapetaka telah kalian bela “mati-matian”!! Para da’inya serta orang-orang yang terlibat dengannya dalam memecahbelah umat ini kalian bela dan kalian promosikan kepada umat sebagai Du’at Salafiyyin! Adapun orang-orang yang mengungkap berbagai kejahatannya? ….Haddadiyyin adalah gelar yang tepat untuk mereka!! Kalian lupa bahwa para ulama besar Ahlussunnah yang sedang kalian sandingkan dengan ‘Syaikh Salafy’ As-Sudani ini tidaklah pernah menjadi Syaikhnya para pejabat penjajah kafir!! Tidak pernah menjadikan firqah sesesat Syi’ah yang dikafirkan para ulama sebagai golongannya!! Tidak pernah memiliki anggapan bahwa Khurafiyyun sebagai anggota aliansi dakwahnya!! Tidak pernah menjadikan Anjing-Anjing Neraka sebagai patner dakwahnya!! Ini semua adalah malapetaka!! Ini semua telah menjungkirbalikkan, memporak-porandakan dan menghancurleburkan Al-Wala’ wal Bara’!! Tidaklah diserukan kecuali oleh orang yang sangat jahil terhadap Islam kalaulah bukan orang yang sangat jahat terhadap Islam dan kaum Muslimin!! Padahal ketiga firqoh tersebut merupakan pokok-pokok kesesatan yang dipahami kesesatannya!! Lagipula, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, negeri beliau dijajah oleh orang-orang kafir. Apakah beliau mencari selamat dengan menjadi Syaikhnya penjajah? Bagaimana mungkin orang yang diberi gelar sebagai “Syaikh Salafy” sampai memiliki pemahaman sedenikian parahnya? Allahul Musta’an betapa Ibnu Hajar, An-Nawawi dan Ibnu Hazm harus dipaksa bersanding dengan orang yang seperti ini!! Sekali lagi, Allahul Musta’an. Hati-hati, jangan coba-coba menyingkap kesesatan Syaikh Salafi yang satu ini yang merangkap sebagai Syaikhnya penjajah kafir Belanda, kalau tidak ingin dicap sebagai….Muqallid dan Haddady. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dan hal ini cukup sebagai bukti betapa diri kalian ternyata tidak mampu untuk mengukur tingginya gunung dan dalamnya lautan!! Ternyata kalian tidak mampu untuk membedakan mana gunung tinggi yang menjulang ke angkasa dan mana pula gundukan pasir yang menunggu tiupan angin untuk menyebarkannya berserakan kemana-mana!

482
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Lalu apa yang melatarbelakangi keilmiyyahan kalian sehingga marah membabibuta ketika As-Surkati dan penyimpangan-penyimpangan dakwah Hizbul Irsyadnya diungkapkan kepada umat kemudian kalian menuduh pengungkapnya sebagai Haddadiyyin seolah-olah Syaikh As-Sudani memiliki kedudukan dan kehormatan yang sama sebagaimana 16 Al-Hafidz dan ulama lainnya? Amboi… Betapa tingginya mata kaki itu… Alangkah rendahnya gunung yang menjulang di bawah telapak kakinya! Abu Salma, sungguh kami tahu bahwa sebanyak apapun “cermin” Hizbiyyah kalian yang kami hadapkan kepadamu, tetapi tiada memiliki arti apapun bagimu (Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) sebagaimana ucapanmu sendiri : >Adapun apa yg antum utarakan ttg Al-Irsyad dan 'tetek bengek'nya plus > menyebarnya Majalah as-Sunnah dll ke Kuwait, itu bukanlah hujjah 'alaina 17 > yang memudharatkan dakwah sama sekali , sebagaimana Syaikh Muhammad Khalifah > At-Tamimi, dosen Univ. Islam Madinah, salah seorang teman dekat dan akrab > Syaikh Abdur Razaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr, mendirikan Mu'assasah > Ta'limiyah Tarbawiyah di Universitas Islam Madinah, dengan websitenya > www.mediu.org dimana pendanaan mayoritasnya adalah dari Ihya' at-Turots, yg > mana yayasan ini mencetak kitab-2 salafiyah sebanyak-2nya dan disebarkan ke > thullab di sana. Apakah antum fatwakan haram dan antum katakan beliau atau > yayasan ini adalah yayasan hizbiyah?!! (ibid) Belum selesai “pertunjukan berkelit dan bersilat lidah” dari fanatikus Irsyadi ini. Saudaraku sekalian, antum semua telah membaca berbagai penyelewengan yang dilakukan oleh Surkati dan Hizbul Irsyadnya, di masa-masa yang lalu maupun masa sekarang ini, bahkan kami menyimpan bukti (berupa gambar/foto) bagaimana mereka mengekploitasi anak-anak di panggung pertunjukan sebagai “peragawati cilik”, ikhtilat, pemilihan Salafy Demokrasi Jawa Timur yang akhirnya dimenangkan oleh kepercayaan Masyayikh Yordan di negeri ini (Chalid Bawazer) sebagai pimpinan wilayah Al-Irsyad. Semunya terpampang di majalah Info Al Irsyad, situs engkau www.infoalirsyad.com. Puluhan atau bahkan ratusan pasang mata dari irsyadiyyin menyaksikannya, sementara Chalid Bawazer ketua PW Al Irsyad yang menerbitkan majalah Info Al Irsyad. Sementara Abu Salma duduk di Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Surabaya, tempat majalah tersebut diterbitkan ! Kita ingatkan lagi, sebagaimana bukti sebelumnya, pernah Abu Salma ditanya mengenai keanehan-keanehan komunitas Salafy-Irsyadi : Anti Sururi July 5th 2005 05:18:14 AM Judul Komentar : Al-Irsyad Asal : Jawa Komentar: Kalo' antum merasa sebagai salafiyun koq kenapa masih berlemah-lembut dengan hizbi Al Irsyad yang pro Demokrasi, pro Partai dan Penyimpangan lainnya?? Bahkan masih duduk di majelis mereka?? Allahu yahdik!!! -------------Tanggapan

16

Salah besar jika kalian mengira bahwa anak-anak ingusan ini yang mentabdi’ As-Sudani!! Apalah artinya si miskin ini? Tantangan kalianlah (Saudaraku kaum Muslimin, lihat lagi kesombongan mereka yang menjulang menembus awan berupa teks tantangan kepada segenap kaum Muslimin di awal-awal pembahasan) yang menggugahnya untuk membuka lembaran-lembaran sejarah dakwah Pan-Islamisme As-Sudani di negeri ini!! Rifqannya dengan gembong besar PKI di masanya!! Maka, jangan salahkan “bunda” yang mengandung!! “Ayah” sendirilah yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya!! 17 Allahumma Ya Allah, jauhkanlah kami dari kesombongan dengan menentang Al-Haq, jangan dekatkan kami kepada Hizbiyyah yang membinasakan dan mudahkan kami untuk menerima nasehat kebaikan dan kebenaran. Amin.

483
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Dengan tertawa ana berkata : "la an Allaha an yahdiyakum"... sudah bosan ana ditanya demikian ini, dan terakhir kali ana katakan : Ma'as Salamah atas kejahilan dan 18 kebodohan antum... semoga Allah menambah ilmu dan hikmah kepada antum... Nas'alullaha Salamah wa 'Afiyah Apakah engkau hendak mengecoh kaum Muslimin dengan “dalil shahih”mu ini?! Dan bukankah alasan shahihmu ini merupakan hasil dari hakekat nyata keburukan dan kerusakan dakwah Hizbiyyah-Surkatiyyah?! Menutup mata dan membuta-babi dari berbagai bukti 19 kesesatan dan kejahatan koalisi dan kolonisasi Hizbiyyah!! Engkau hendak membenturkan Syaikh Muhammad Khalifah At-Tamimi seorang dengan puluhan Masyayikh Salafiyyin semisal Syaikh Bin Bazz Rahimahullah, Syaikh Al-Albani Rahimahullah, Syaikh Utsaimin Rahimahullah, Syaikh Muqbil Rahimahullah, Syaikh Shalih Fauzan Hafidhahullah, Syaikh Ahmad An-Najmi Hafidhahullah, Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Hafidhahullah, Syaikh Rabi’ Hafidhahullah, Syaikh Muhammad bin Hadi Hafidhahullah, Syaikh Khalid Ar-Raddadi Hafidhahullah dan masih banyak lagi Masyayikh Salafiyyin lainnya yang telah bangkit menyingkap dan membungkam kesesatan gembong Ihya’ut Turots, Abdurrahman Abdul Khaliq dan kroni-kroninya secara ilmiyyah?! Apakah kedekatannya dengan Syaikh Abdurrazaq Hafidhahullah dapat menjadi hujjah di sisi Ahlus Sunnah bahwa kebenaran ada di pihaknya?! Dulu masih segar dalam ingatanmu (sebagaimana engkau haturkan fitnah terhadap orang yang engkau katakan mantan LJ lulusan Madinah yang ada di Malang yang gencar mentahdzir Ihya'ut Turots) ternyata dia mengirimkan kitab-kitabnya ke Indonesia dengan kontainer dari hasil mengambil dana dari 20 Ihya'ut Turots . KALAU MEMANG INGATANMU MASIH SEGAR, kenapa tidak engkau menjelaskan kronologis kejadiannya sehingga umat dapat memahami secara utuh dan lengkap?! Ataukah ada kelihaian dan kecurangan dalam ingatanmu untuk mengecoh dan mengelabui kaum Muslimin, wahai pejabat setingkat Camat dalam lajnah Dakwah di PC Al Irsyad Surabaya ? Kenapa tidak engkau sebutkan –dalam ingatanmu yang masih segar itu- bahwa Syaikh Muhammad Khalifah menawarkan langsung kepada Ustadz Dzul Akmal bahwa ada dana HANYA UNTUK SALAFIYYIN (Indonesia)?! Kenapa tidak engkau jelaskan kepada umat bahwa tawaran KHUSUS inilah yang membuat asatidzah ketika itu menerima bantuan tersebut dengan penuh syukur untuk mengirimkan kitab-kitab mereka ke Indonesia?! Kenapa –dalam ingatanmu yang masih segar itu- tidak engkau jelaskan secara rinci bahwa "kitab-kitab" mantan LJ yang ada di Malang itu jumlahnya 3 karton?! Kenapa –dalam ingatanmu yang masih segar itu- tidak engkau jelaskan bahwa setelah dari lantai 3 Asrama (Mahasiswa Madinah) mereka bersusah payah mengangkut kitab-kitab tersebut dan Salafiyyin telah selesai memasukkannya ke dalam kontainer barulah mereka dikagetkan oleh para Hizbiyyun yang berdatangan dan memasukkan pula kitab-kitab mereka kedalamnya?! Kenapa –dalam ingatanmu yang masih segar itu- tidak engkau jelaskan bahwa –begitu mengetahui kejadian ini- Salafiyyin marah dan terjadi keributan dan pertengkaran dengan Hizbiyyun tersebut?! Kenapa pula tidak engkau jelaskan bahwa Salafiyyin bergegas mendatangi Syaikh Muhammad Khalifah mengadukan persoalan ini?!
18

Ya Subhanallah, bagi Abu Salma, mengingkari kemungkaran dan penyelewengan adalah suatu bentuk kejahilan dan kebodohan!! Ikut larut dan membela kebatilan adalah bukti ilmu dan hikmah!! Demi Allah, ini adalah bukti terang benderang bahwa bukanlah kebenaran yang dia cari selama ini!! Hizbiyyah dan kebinasaan yang dia bela! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. 19 Fanatisme yang tercela adalah ialah terus-menerus berada di atas kebatilan dengan disertai pengetahuan akan kebatilannya itu untuk kesombongan, penentangan dan pembelaan kepada individu tertentu atau untuk kelompok tertentu baik di atas kebenaran atau kebatilan dan ini merupakan perkara kejahiliyyahan. Penyair mereka berkata: Bukanlah aku… Kecuali sebagian dari prajurit Jika tersesat niscaya akupun ikut tersesat Jika prajurit itu mendapatkan petunjuk Niscaya akupun mendapatkan petunjuk (Syarh Masa’ilul Jahiliyyah, Syaikh Shalih Al-Fauzan, Penjelasan poin ke 93) 20 Abu Salma berkata:” masih teringat, seorang ustadz di Malang, mantan LJ alumni madinah yang getol mentahdzir IT dan du'at Indonesia yg terkait dengannya, namun dia sendiri ketika mengirimkan kitab-2 dengan kontainernya dari Jamiah, DARIMANA DIA DAPATKAN FULUSNYA?? TIDAK SYAK LAGI BAHWA DIA MENGAMBILNYA DARI IT...” (From: Abu Salma <abu_amman@yahoo.com> Date: 25-Aug-2005 12:42Subject: Fwd: failure notice (email Abu Abdillah koq unable)?To: abumuhammad78@gmail.com)

484
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Apa tindakan beliau ketika mendapatkan pengaduan Salafiyyin?! Beliau justru memarahi Salafiyyin wahai Abu Salma!! Kenapa engkau sembunyikan kebenaran ini dari ingatanmu yang masih segar itu?! Bahkan di depan Hizbiyyun tersebut beliau (lagi-lagi) beliau memarahi Salafiyyin wahai Abu Amman alias Ibnu Burhan alias Abu Salma alias Die alias Muhammad alias Abu Hudzaifah alias Muhammad Rachdi Pratama dan alias apalagi dirimu ini?! Kenapa –dalam ingatanmu yang masih segar itu- tidak engkau jelaskan bahwa setelah kejadian itu Salafiyyin mendatangi Syaikh Rabi’ dan Syaikh Muhammad bin Hadi Hafidhahumallah untuk mengadukan persoalan ini?! Benar-benar Salafiyyin dan mantan LJ yang ada di Malang ketika itu tidak tahu sama sekali bahwa dana itu berasal dari Ihya’ut Turots!! Dan bandingkan dengan ustadz-ustadz Salafy di sekelilingmu!! Bukankah mereka memiliki “kesadaran yang penuh” ketika meminta dan menerima dana dari yayasan hizbiyyah ini?! Bukankah perbedaan keduanya hanyalah “sedikit”, bainassama’ was sumur ya akhi?! Engkau telah curang wahai Abu Salma! Mendistorsi dan memanipulasi kejadian ini untuk melegalisasi dinar Hizbiyyah Ihya’ut Turots yang bertahun-tahun ditadah oleh saudarasaudaramu! Bertahun-tahun digunakan untuk membeli orang-orang kerdil hati untuk meloloskan nafsu Hizbiyaah mereka dalam memecahbelah dakwah Salafiyyah!! Bukankah 21 wala’ mereka dengan Ihya’ut Turots selama ini hanyalah seputar masalah dinar dan dinar?! Tawaran dana Syaikh Muhammad Khalifah HANYA UNTUK SALAFIYYIN engkau haturkan menjadi "tidak syak lagi bahwa dia mengambilnya (dana-peny) dari Ihya'ut Turots"!! Semestinyalah ucapanmu ini tertuju kepada Yayasan At-Turots Jogja-nya Abu Nida’, 22 Ahmas Fais, Abu Haidar, Ma'had Bukhari At-Turotsy , PP. Al-Irsyad dan seluruh jaringan mereka dari Merapi sampai Merauke yang dibelalegalkan oleh tuanmu Abdurrahman AtTamimi!! Seharusnyalah tulisanmu ini tertuju kepada Al-Irsyad yang kalian banggabanggakan ini!! Engkau arahkan kepada Yusuf Utsman Ba'isa, antek resminya Abdurrahman Abdul Khaliq!! Benar-benar tidak syak lagi bahwa kalian tahu benar bahwa dana tersebut berasal dari Ihya'ut Turots!! Dan jangan lupa, dengan segala cara kalian berupaya menutup mata atas berbagai politik pecah belah dinar Hizbiyyah yang mereka sebarkan di seluruh penjuru dunia , wahai Abu Salma dengan dalihmu bahwa “mereka membantu kaum Muslimin yang kekurangan”?! Dan harus kami katakan kepada seluruh kaum Muslimin sekalian –untuk menyingkap kesesatan atas pembelaan mereka –termasuk di dalamnya Ma'had Al-Irsyad terhadap dinar Hizbiyyah Ihya'ut Turots- bahwa salah satu sumber pendanaan Ihya'ut Turots yang difatwakan oleh Ma'had Abdurrahman At-Tamimi - katanya berasal dari Muslimin - ternyata maksudnya juga bersumber dari Syi’ah Rafidhah sebagaimana bukti yang –Alhamdulillahdapat kita sodorkan!! Secara ilmiyyah!! Bahkan ada gambarnya!! Walaupun harus kita coret dan tip-ex muka-muka mereka!! [Nama file turath_akrabi_rafidhah1.jpg dan turath_akrabi_rafidhah2.jpg] Disini ada titik temu antara Surkati-nya, Hasan Al-Banna dengan Abdurrahman pendusta, bahwa keduanya (disadari atau tidak) menganggap Syi'ah Rafidhah sebagai Muslimin!! Ketika kalian menyatakan dananya berasal dari Muslimin bukankah kalian sudah memahami “Al-Ilmu Qabla Qaul wal ‘Amal”? Ataukah kalian sedang memfatwakan sesuatu yang tidak kalian ilmu-I?! Adapun buktinya, tidaklah perlu kalian kuatirkan karena kami sertakan pula di lampiran 19 - "Kemesraan Syi'ah dengan Ihya'ut Turots" nama file Lampiran 19_IhyaTurots akrab dgn Syiah.jpg (kami ingatkan pembaca dengan transkrip dialog dengan Syaikh Khalid Ar-Raddadiy di salafy.or.id ketika beliau bercerita tentang bagaimana Ihya'ut Turots mengundang Rafidhah untuk berceramah dan ini menguatkan bukti betapa Ihya'ut Turots

21

Apa peduli mereka dengan berbagai kejahatan dan penyimpangan Ihya’ut Turots? Malapetaka yang terjadi ketika muammalah itu diwujudkan? Tidak ada!! Bahkan mereka justru berupaya keras menutupinya sebagaimana yang dilakukan oleh Firanda dalam Buku Emas Ihya’nya!! Dia berkata:”Yang tampak, kemudhareatan-kemudharatan yang dikhawatirkan saat bermuamalah dengan yayasan tadi tidaklah terjadi, Alhamdulillah. Bahkan sebaliknya, justru banyak kemaslahatan yang didapat dengan muammalah dengan yayasan ini”(Lerai…, hal.242). Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. 22 Saudaraku sekalian, silakan anda merujuk dengan kesaksian Ustadz Muhammad Ridwan-Padang di website thullabul-ilmiy.or.id -Daurah Perawang mengenai Ma’had Turatsi yang satu ini. Beliau adalah mantan pengajar di yayasan yang cukup megah ini. Atau dalam CD yang kami sebar, nama direktori kelompok – bantahan_kesaksian dauroh-ust-muhammad-ridwan-padang-eks-bukhari-solo-di-perawang-30042006-1.mp3 – 3.mp3.

485
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

benar-benar organisasi hizbiyyah yang sangat keras permusuhannya terhadap Ahlus Sunnah). Segala puji bagi Allah yang memudahkan tersingkapnya kejahatan ini. Apalah artinya seratus masjid yang mereka dirikan jika dibandingkan persaudaraan kaum Muslimin yang mereka koyak-koyak dan mereka cabik-cabik, wahai Abu Salma?! Lihatlah –dan jangan engkau dusta atas kenyataan ini!- betapa Salafiyyin yang dulunya bersatu dan bersaudara pada akhirnya harus bermusuhan karena mereka lebih memilih dan tergiur oleh dinar Hizbiyyah tersebut daripada berdiri istiqamah di atas dakwah ini! Ataukah engkau hendak mengatakan bahwa materi yang tercukupi oleh dinar Hizbiyyah tersebut jauh lebih berharga daripada persatuan dan persaudaraan diantara kaum Muslimin?! Hilangkan angan-angan dan impian kosongmu bahwa Salafiyyin dapat saling tersenyum dengan para penadah dinar Hizbiyyah dari Muassasah Hizbiyyah yang terlalu mutawatir kesesatannya di mata Masyayikh Salafiyyin!! Dan jangan palingkan kami dari ulama-ulama yang membimbing kami di atas manhaj yang mulia ini untuk kemudian engkau iming-imingi dengan gaya bahasa 23 Missionarismu!!
23

‘Alim Salafy dari Yaman, Syaikh Muqbil Rahimahullah memperingatkan umat dari bahaya Ihya’ dan money politicnya:: “Yang paling penting adalah bahwa Abdurrahman Abdul Khaliq adalah khabiits (busuk). "Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami berikan kepadanya ayat-ayat kami (pengetahuan tentang isi al-kitab) kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu. Lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai ia tergoda). Maka jadilah ia orangorang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu. Tetapi dia cenderung pada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. Maka perumpamaannya seperti anjing yang jika kamu menghalaunya, diulurkannya lidahnya, dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikianlah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir." {QS al-A'raaf (7): 175-176} Dia khabits (busuk). Kemudian setelah ini, juga beberapa ikhwananal karim dari Kuwait seperti Abdul-Lathif adDirbas dan sejumlah ikhwan, dia [Abdurrahman Abdul Kholiq] menyebutnya 'Al-Juhaimany.' Dia menyebut mereka [Abdul Latif ad Dirbas dan sejumlah ikhwan] dengan sebutan Al-Juhaimany, padahal mereka tidak mengikuti Juhaiman, mereka pengikut Kitab dan Sunnah. Na'am (benarlah), yaa ikhwanana! Kemudian dia [Abdurrahman Abdul Kholiq] terperosok lebih jauh dalam penggunaan gambar-gambar, na'am, yaitu yang dia telah dihantam karena hal ini [penggunaan gambar-gambar]. Juga tuduhannya kepada ulama yang mulia dan mengatakan bahwa mereka [para ulama] tidak tahu apa-apa tentang ilmu dan kondisi waqi' (berita-berita di media massa, red). Dan saya perhatikan bahwa dosanya yang paling besar adalah memecah-belah Ahlus-Sunnah, memecah dai-dai ilallah. Na'am, dia sesatkan para da’i dengan dinarnya, bukan dengan pemikiran-pemikirannya. Maka dia [Abdurrahman Abdul Kholiq] mendirikan pusat-pusat [dakwah]. Yaa miskiin Ihyaut Turots! Dia mendirikan pusatpusat dakwah dari Kuwait ke Indonesia, dari Kuwait ke Mesir, dari Kuwait ke Emirat Arab, dari Kuwait ke yang lainnya (Indonesia, yakni Abu Nida' cs, lihat http://www.salafy.or.id/download/atturots/). [Perlu diketahui bahwa download center di situs Salafy.or.id paska Februari 2006 ditiadakan, sebagai gantinya kami mendistribusikan CD bukti lengkap tulisan ini beserta artikel lainnya untuk kalangan terbatas.-ed] Membangun pusat-pusat dakwah dan Jam'iyah Ihyaut Turots yang akan membiayainya. Saya katakan: Ini adalah suatu kesalahan jika memberi dana [sebagai donatur] kepada Jam'iyah Ihyaut Turots. Ini adalah kesesatan yang besar karena mereka memecah-belah ahlussunnah. Mereka memecah-belah ahlussunnah di Jeddah, memecahbelah ahlussunnah di Sudan, dan mereka memanggil para pengikutnya dengan [nama] jama’ah sesuai hawa nafsunya. Na'am, dan di situ ada golongan sampah juga, yang kepadanya dia mengemis dinarnya, bukan pemikirannya. Dan kita beri kabar baik untuk para pemuda Salafy dari Kuwait, bahwa Jam'iyah Ihyaut Turots telah menghabiskan dana yang sangat besar untuk mereka yang telah berubah di sini, di Yaman [agar menjadi pengikut mereka]. Akan tetapi seruan mereka mati dan tak berpengaruh. Na'am, dan telah dikatakan oleh beberapa orang di Kuwait [dari kalangan mereka] bahwa kita tidak memiliki dakwah selama Muqbil masih di Yaman. Na'am, ini ni'mat dari Rabb-ku, karena kamu telah memisahkan dirimu sendiri wahai orang yang berkata 'bahwa kita tidak memiliki dakwah di Yaman selama Muqbil masih di Yaman'. Dan kami balas membantahmu dengan kaset-kaset dan buku-buku yang dikirim ke Kuwait. Na'am, Wallahi, Abu Thalhah menginformasikan kepadaku, yaa ikhwananaa, Abu Thalhah al-Hadrami berkata, setelah mereka mendengar kasetmu [Syaikh Muqbil] dan membaca buku-bukumu, 'Belajarlah! Belajarlah!. Abu Thalhah berkata, 'Lalu saya kunjungi mereka setelah satu bulan dan mereka [orang-orang kuwait] berkata: 'Syaikh Abdurrahman [Abdul Kholiq] kadang benar dan kadang salah, ada sesuatu yang tidak diketahuinya dan ada sebagian yang diketahuinya. Apa bukti akhirnya? Buktinya adalah fakta'. (Perubahan ini tejadi setelah mereka mendengar kasetkaset ini dan lainnya) dalam waktu yang singkat, dan segala puji adalah milik Allah, ini adalah ni'mat dari Rabbku. Maka kami putuskan untuk membantah dengan kaset-kaset dan buku-buku kami [terhadap] Jam'iyyah Ihyaut Turots dan Abdurrahman Abdul Kholiq serta si "goyah" Abdullah ats Tsabt [mengacu pada namanya As Tsabt=kokoh]. Adalah benar bahwa ia memiliki pemahaman aqidah yang shahih dan pemahamannya tentang ikhwanul-muflisin (aliran Ikhwanul Muslimin yang menyimpang, red) juga benar, tetapi dari beberapa ikhwah kita telah mendengar

486
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Kalau engkau sedikit saja menggunakan akalmu yang cerdas itu, tentu engkau akan dengan mudah menyadari, kenapa Ihya’ut Turots sampai berani menghambur-hamburkan dinarnya di Madinah dan di seluruh penjuru muka bumi! Agar para penuntut ilmu dari seluruh penjuru dunia yang akan pulang ke negerinya, agar seluruh kaum Muslimin masingmasingnya dapat berdiam diri dan membungkam dari berbagai sepak terjang Hizbiyyah dan kesesatan mereka yang telah diperingatkan oleh puluhan Masyayikh Salafiyyin!! Ihya’ut Turots tahu benar bahwa tidaklah mungkin mereka menghadapi gempuran fatwa Masyayikh Salafiyyin yang menyingkap dan menelanjangi makar jahat dan keji mereka!! Dinar Hizbiyyah….dinar Hizbiyyah dan dinar Hizbiyyahlah satu-satunya cara untuk melawan para Masyayikh!! Godaan yang sungguh sangat sulit untuk ditampik kecuali bagi mereka yang Allah inginkan kemuliaan dan kebahagiaan baginya. Inilah cara mereka agar kaum Muslimin berpaling dari fatwa dan peringatan ulamanya!! Inilah taktik jahat mereka agar kaum Muslimin terpisah dari ulamanya!! Bukankah lebih mudah untuk menghancurkannya jika kaum Muslimin telah terpecah belah dan terpisah dari ulamanya, wahai Abu Salma?! Dua orang dari sekian banyak orang yang dapat dibungkam oleh dinar Hizbiyyah itu telah engkau sebutkan sendiri secara sukarela yaitu Al-Ustadz Arifin Badri (Mahasiswa S-3) dan Al-Akh Anas Burhanuddin (mahasiswa S-2)!! Alangkah sayangnya Syaikh Muqbil Rahimahullah kepada Salafiyyin ketika beliau memperingatkan :”Demi Allah saya membenci dia (Abdurrahman Abdul Khaliq-pen) karena Allah, karena dia telah membuat tipu daya kepada umat dan memecah-belah persatuan Ahlus Sunnah….Maka Yayasan Ihya’ut Turots di Kuwait pun menggalang dana. Kemudian diutuslah Abdurrahman Abdul Khaliq untuk menyesatkan muslimin dan memecah persatuan” Sungguh Ihya’ut Turots telah memecah belah kaum Muslimin di seluruh dunia dengan dinarnya, dan engkau ,, wahai Abu Salma masih tega pula untuk menulis: “…walaupun hizbiyun ini mengumpulkan dananya dari kaum muslimin > dan mereka tujukan utk kaum muslimin!!!” (ibid) Kalau demikian keadaannya, maka berapapun jumlah Masyayikh Salafiyyin yang telah berfatwa dan akan terus memperingatkan bahaya dan kesesatan Muassasah-Muassasah Hizbiyyah itu, engkaupun akan tetap berkelit dan berkilah:” …walaupun hizbiyun ini mengumpulkan dananya dari kaum muslimin dan mereka tujukan utk kaum muslimin?!!! (ibid) Dan tahukah pembaca sekalian profil “orang-orang baik” dari yayasan “Kebajikan” yang dikatakan oleh Abu Salma banyak membantu: “yatim, fuqoro wal masakin, pembangunan Masjid, lembaga ta'lim, kifalatud du'at, dll...”(ibid) ini? Maka inilah Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah yang menerangkannya kepada kita semua agar kemantapan mengiringi kebenaran yang dengannya kita berpegang teguh: “Abdurrahman Abdul Khaliq berkata dalam kitabnya Khuthuth Ra’isiyyah li Ba’tsil ‘Ummah Al24 Islamiyyah (Dia sendiri seorang ahli bid’ah sekalipun terkadang tidak sependapat dengan mereka, sebagaimana telah saya nukilkan darinya tentang kritikannya terhadap manhaj AlIkhwan tentang pembunuhan yang mereka lakukan): ((Sangat disayangkan pada hari ini! Kita mempunyai banyak Syaikh yang hanya
memahami kulitnya Islam setingkat dengan pemahaman masa-masa silam, padahal tatanan kehidupan manusia dan jalan-jalan interaksi sosial mereka sudah berubah. Apakah nilainya seorang yang ahli membaca ayat-ayat tentang riba tanpa mengetahui sistem transaksi riba yang berjalan saat ini? Apakah nilainya seorang alim yang tidak sanggup membantah seorang komunis yang menyangka bahwa hukuman potong tangan atas tindak pencurian merupakan perbuatan kejam dan bahwa menikahi empat wanita adalah menimbulkan kekacauan dan merupakan kebiasaan lalu? Apakah nilainya seorang yang alim tentang syari’at namun dia menyangka bahwa politik bukanlah bagian dari Dien dan merupakan waqaf dari para politikus dan pencuri-pencurinya kepada batalion jahil ini? Apakah nilainya seorang yang alim tentang syari’at namun ketika dipanggil untuk berjihad dan memikul senjata, dia menjawab “Ini bukan urusan ahli syari’at, kami hanya mampu berfatwa tentang halal, haram, haidh dan nifas…… (Kemudian dia terus berbicara dan memberi berbagai contoh kelompok
pertentangan ucapannya satu sama lain dalam kasetnya. Kadang dia mendukung hizbiyyah, kadang dia menentangnya -dalam satu kaset yang sama! Kadang dia mendukung jama'ah-jama'ah, di lain waktu dia mengingkari mereka, begitulah dia. Belajarlah! Belajarlah! Wahai Abdullah Ats Tsabt! Aku nasehatkan untuk Allah, mencari wajah Allah, kamu hendaklah belajar dan menelaah dan berdoalah kepada Allah agar kamu diberikan ilmu yang terang dan tidak plin-plan. [http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=263] 24 Halaman 76 .

487
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

yang dia maksud (dengan ucapannya: "Syaikh yang jenius Al-Allamah, sosok yang jarang ditemukan semisalnya, beliau telah menafsirkan Kitabullah dengan tafsirnya yang agung bernama Adhwaul Bayan". Sekalipun Abdurrahman memujinya, namun apalah gunanya karena dia telah membubuhkan racun ke dalam minyak. Dia menyatakan: "Namun laki-laki ini tidak masuk dalam level masanya. Dia tidak sanggup menjawab syubhat yang dilontarkan oleh musuhmusuh Allah bahkan tidak 25 seterusnya lihat kitab ini. )) bersedia mendengarkan syubhat ini……… dan

SAYA (SYAIKH AHMAD NAJMI-PEN) KATAKAN: SEMOGA ALLAH MEMBINASAKANMU HAI ABDURRAHMAN! Beginikah caramu membalas Syaikhmu dengan melemparkan kepadanya kedustaan ini. Engkau menyangka -walaupun demikian luas ilmunya- beliau Rahimahullah lemah di dalam membantah syubhat yang didatangkan oleh musuh-musuh Allah , padahal dia telah menafsirkan Kitabullah dengan penafsiran dengan metode yang belum pernah dilakukan oleh ulama-ulama sebelumnya, menghafal pendapat-pendapat fuqaha dan ahli ushul fiqh dalam setiap hukum, menghafal syair-syair Arab serta pendapat para ahli bahasa serta perselisihan mereka berikut dalilnya masingmasing . Apakah engkau berpendapat bahwa beliau Rahimahullah menghafal Kitabullah, Sunnah Rasulullah dan pendapat para ahli ilmu, kemudian lemah di dalam membantah syubhat penyimpangan agama dari orang yang melenceng?! Sesungguhnya ini benar-benar tuduhan palsu, kedustaan dan kezhaliman. Andaikan saja engkau membuat contoh selain beliau Rahimahullah, mungkin ada orang yang akan membenarkanmu, namun Allah berkehendak untuk menampakkan kedok kezhalimanmu terhadap beliau Rahimahullah. Maka bertakwalah kepada Allah , taubat kepada-Nya dan hapus apa yang telah kamu tulis di halaman ini berupa tuduhanmu terhadap ulama bahwa mereka jahil dan lemah. Apakah kamu menghendaki agar ulama duduk mempelajari sistem transaksi buatan Barat?! Padahal mereka telah mempelajari syari’at dan mengimani bahwa itulah yang benar sedangkan selainnya adalah bathil. Tidaklah dihadapkan kepada mereka sistem Jahiliyah melainkan mereka mengetahuinya dan akan menjelaskan kebathilannya dengan ilmu syari’at yang mereka miliki itu sebagai eksaminator (ilmu penguji) bagi semua ilmu lainnya. Kemudian tunjukkanlah padaku satu ulama saja yang benar-benar ulama yang mengatakan “Sesungguhnya politik bukanlah bagian dari Dien” atau seorang yang benarbenar ulama yang diajak untuk berjihad di jalan Allah lalu dia enggan . Terakhir, perlihatkan kepadaku (apakah yang kamu maksud) kulit yang ada dalam ajaran Islam, jelaskan padaku apa itu ?! Sesungguhnya ajaran Islam semuanya haq tidak ada kebathilan di dalamnya, semuanya kejujuran tidak ada dusta di dalamnya, semuanya serius tidak ada lelucon padanya, semuanya inti tidak ada kulit padanya, saya mengkhawatirkan telah keluar dari Islam sebagai orang yang murtad siapa yang membual bahwa ada “kulit” di dalam Islam. Maka bertakwalah kepada Allah hai Abdurrahman dan bertaubatlah kepada-Nya, janganlah semangat hizbiyah dan ta’ashshub menjadikanmu melemparkan kotoran kepada Dien, padahal kotoran itu tidak ada padanya. Sementara engkau menyangka dirimu berdakwah mengajak kepada Dien ini. Dan janganlah hal itu membuatmu melemparkan tuduhan palsu kepada para ulama rabbani pengemban Dien ini, padahal aib itu tidak ada pada mereka. Taubat masih terbuka dan mungkin kamu lakukan sekarang !! Terakhir: Inilah salah seorang pemeluk manhaj ini, walaupun mungkin ada yang mengatakan dia termasuk orang yang lurus diantara mereka. Dia menuduh ulama, menghinakan, melempari mereka dengan tuduhan palsu dan berprasangka buruk bahwa para ulama hanyalah memahami kulit Dien ini. Dia sejalan dengan Al-Ghazzali dan senada dengannya di dalam mengkritik Salafiyah kontemporer –seperti yang dia sebutkan-, dia menyangka keliru bahwa Salafiyah kontemporer adalah Salafiyah yang hanya mengenal kulit Islam saja dimana sebagiannya taqlid dengan sebagian lainnya. Coba mereka jelaskan kepada kita kulit Dien itu apa, agar kami mengetahuinya!! Akan tetapi taqlid buta adalah sebagaimana firman Allah : (53) “Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas .” (QS. Adz-Dzariyat: 53)
25

Halaman 77-78 .

488
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

(Al-Maurid, hal.233-236, Syaikh Ahmad An-Najmi Hafidhahullah, Maktabah Al-Furqan, 2000M) Demikianlah sekilas profil kejahatan “orang yang suka menolong” dari yayasan “Kebajikan” yang dinarnya membikin mabuk kepayang para petualang manhaj. Kalau demikian keadaannya, lalu apa yang sebenarnya yang sedang engkau cari –wahai Abu Salma- kalau bukti dan kebenaran tiada lagi berarti?! Maka orang-orang sejenis dirimu inilah yang memang diperbanyak jumlahnya oleh Muassasah-Muassasah Hizbiyyah itu untuk melindungi dan mengamankan dakwah mereka!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Namun demikian, masih besar harapan kami bahwa saudara-saudara kami yang telah tertipu oleh penampilan palsu da’i-da’i yang mengaku Salafy untuk segera rujuk dan tersadar akan kenyataan Hizbiyyah yang sungguh sangat mengerikan ini… Dan lihatlah wahai kaum Muslimin, betapa rojul ini hendak meninggikan dan menyejajarkan tokoh dan idolanya –Ahmad Surkati- dengan para aimmah Ahlus Sunnah ketika menyamakan antara kesesatan-kesesatan Ahmad Surkati dengan kekeliruankekeliruan A’immah tersebut : > mereka berkata : > Asy-Syurkati adalah Mu'tazili Aqlaniy... > Rasyid Ridha adalah aqlaniy mu'tazili... > Subhanalloh... > Atas dasar apa mereka dituduh sebagai ahlul bid'ah seperti ini?? > Adapun kami mengatakan, bahwa mereka adalah ulama kami, ulama sunnah, ulama > salafiy, namun mereka jatuh kpd kesalahan ini dan itu. Di dalam pemahaman > mereka ada pemahaman aqlani mu'tazili... dan semoga Alloh mengampuni > mereka... > Bukankah al-Izz bin Abdissalam juga memiliki kesalahan aqidah?? apakah ada > yang membid'ahkan beliau?? > Bukankah Ibnu Hazm pendapatnya lebih sesat dari Asy-ariyah di dalam masalah > Asma' wa Shifat, namun adakah yang membid'ahkan beliau?? > Bukankah an-Nawawi, al-Asqolani dan semisalnya juga memiliki kesalahan > aqidah, namun adakah yang membid'ahkan beliau-2?? > Ya ada... mereka adalah Haddadiyun!!! > Dan Haddadiyun lebih bahaya manhajnya daripada manhaj hizbiyah!!! (ibid) Wahai Abu Salma dan Ma’had Al-Irsyad Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab (email jawaban salaf@Salafindo.com.com terhadap akzam_mail@yahoo.com), bukankah alasan kalian sama? Ataukah kalian sudah saling membisikkan sehingga jawaban kalian serupa!? Walhamdulillah bahwa tidak ada Salafiyyin yang melecehkan al-Izz bin Abdissalam, tidak ada Salafiyyin yang menghancurkan martabat Ibnu Hazm, tidak ada Ahlus Sunnah yang menghinakan an-Nawawi dan membakar kitab Ibnu Hajar al-Asqolani sebagaimana sikap dan ciri-ciri dari Haddadiyyun yang kalian tuduhkan! Kenapa kalian menjadi murka sedemikian luarbiasa ketika kesesatan dan penyimpangan As-Surkati As-Sudani yang selama ini tersembunyi dari pandangan umta diungkapkan? Takut kedok dan kepalsuan dakwahnya diketahui umat? Kalaulah karena mengungkapkan penyimpangan seorang AsSudani telah membikin kalian murka dan melemparkan tuduhan bahwa Salafiyyin adalah Haddadiyyin, maka apa gelar dan julukan yang tepat –menurut kalian sendiri- bagi Majelis Ifta’ dan Tarjih Jum’iyyah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang telah menikam dan menghinadinakan kehormatan para ulama pewaris para Nabi?!! Berapa banyak para ulama pewaris para Nabi yang mereka tikam wahai Hizbul Irsyad?! Jawablah dengan kalimat yang dengannya Allah menjadi saksi atas kejujuran jawaban kalian! Haddadi murakkab? Atau… Sekarang tunjukkan secara ilmiyyah “Riyadlush Shalihin” buah pena Ahmad Surkati AsSudani sehingga kalian menyejajarkannya dengan Imam Nawawi Rahimahullah! Sodorkan kepada kaum Muslimin “Al-Muhalla” hasil karya As-Sudani sehingga kalian berani menyandingkannya dengan Imam Ibnu Hazm Rahimahullah!! Berikan kepada umat “Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari” buatan tangan As-Sudani sehingga kalian tega menyanjungnya bersama Al-Hafidz!! Apa hujjah ilmiyyah kalian –wahai Sururiyyin-Surkatiyyin- sehingga kalian “begitu percaya diri” untuk mensejajarkannya dengan A’immah Ahlus Sunnah?! Apakah karena kecintaannya terhadap gembong PKI-Semaun? Apakah karena keakrabannya dengan gembong Orientalis-Missionaris-Kolonialis kafir

489
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Snouck Hurgronje? Apakah karena semangatnya yang besar dalam menyebarkan paham Pan-Islamisme Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi yang merangkap menjadi agen Yahudi Fremasonry yang beberapa kali berkunjung ke tempat pelacuran umum? Apakah karena ajakan persatuannya dengan orang-orang Khurafat, Syi’ah dan Khawarij anjing-anjingnya neraka sebagaimana Al-Banna dan Ikhwanul Muflisin punya slogan?! Apakah karena keberaniannya ketika menjuluki dakwah Tauhid Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab sebagai dakwah MUSYADDID/EKSTRIM?! WAHABISME?! Ataukah halalnya lotre penjajah kafir Belanda yang dua kali dinikmati oleh Syaikh Salafiyyinmu dan Al-Irsyad yang kalian bangga-banggakan ini? Ataukah karena pujian dan sanjungan dari Masyayikh Yordan kepadanya (dari hasil tipu daya kalian) sehingga kalian memiliki modal untuk melambungkannya ke alam mimpi sejajar dengan A’immah Ahlus Sunnah?! Jika demikian kenyataannya, apa kesamaan derajat dan kemuliaan antara A’immah Ahlus Sunnah dengan Syaikh Salafimu, wahai Surkatiyyin? Apakah tidak pernah terbersit setitikpun di hati nurani kalian dari mana asal uang lotre penjajah kafir najis Belanda yang dinikmati oleh Surkati dan Al-Irsyad ketika itu?! Kalau kalian tidak mau menjawabnya, sungguh kami katakan bahwa tumpukan kekayaan penjajah kafir Belanda itu adalah hasil dari kerja paksa/rodi, perampokan dan perampasan hak serta kekayaan yang dipraktekkannya kepada kaum Muslimin Indonesia yang dijajahnya selama 350 tahun! Hasil dari regangan nyawa nenek-nenek kalian yang mati karena tidak kuat menahan sakit dan rasa lapar! Hasil dari pelor-pelor Kompeni Belanda yang bersarang di tubuh pendahulu kalian!! Hasil dari cucuran keringat, darah dan air mata kakek-nenek kalian wahai fanatikus!! Dari hasil bumi/tambang dan rempah-rempah negerimu ini yang telah mereka eksploitasi dan mereka angkut ke negerinya untuk membangun dam-dam yang membendung lautan dan memakmurkan negerinya!! Ya, kekayaan negeri ini yang mereka tumpuk dari hasil menjajah, membunuh, merampok, memperkosa Muslimin Indonesia!! Belum lagi korban yang timbul selama kerja paksa/rodi untuk mewujudkan ambisi "gila" Daendles berupa proyek ambisius pembuatan jalan sepanjang 1000 kilometer yang membentang mulai dari Anyer sampai Panarukan agar memudahkan pengangkutan berbagai hasil kekayaan negeri ini yang mereka rampok untuk dikirimkan ke negerinya, Belanda!! Linangan air mata, darah dan nyawa –wahai Hizbul Irsyad- yang menjadi "tumbal" ambisi gila para pejabat penjajah sahabat Surkati!! Para pejabat murid Syaikh Salafy As-Sudani!! Sementara begitu mudahnya "Syaikh Salafiyyin"mu dan Al-Irsyad mendapatkan lotre Dana Sosialnya!! Kita tidak akan pernah terkejut, mengapa Surkati mudah mendapatkannya, karena pejabat Kolonial Belanda adalah sahabatnya! Telah bersaksi salah satu anggota Hizbul Irsyad sendiri: 26 "HUBUNGAN SURKATI DAN MANGGUSH YANG BAIK DENGAN PARA PETINGGI PADA HET KANTOOR VOOR INLANDSCHE ZAKEN AKHIRNYA ACAPKALI MEMBUAT PARA PETINGGI BELANDA ITU IKUT CAMPUR ATAU TURUN TANGAN MENGATASI KESULITAN-KESULITAN YANG DIHADAPI ORANG-ORANG AL-IRSYAD ITU"(Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa, hal.111). Apa mau dikata, tetapi inilah kenyataan pahit yang sesungguhnya ada di depan mata! Kita tidak akan pernah terkejut, kenapa Surkati begitu mudah mendapatkannya! Karena Prof. Dr. Van Nieuwenhuise adalah murid Abdullah Badjerei yang menjadi murid kesayangan Surkati!! Bahkan penjajah Belanda kafir ini menggelari murid tersayang Surkati tersebut sebagai "Raja Bahasa Arab/King of Arabic"! Amboi alangkah tingginya kedudukan Abdullah Bajderei disisi penjajah kafir. Karena CH.O.Van Der Plas adalah muridnya!! Karena Prof.Dr. G.F. Pijper yang selama tiga tahun terus-menerus belajar ilmu tafsir dan ilmu fikih kepadanya!! Karena Christian Snouck Hurgronje yang menyamar sebagai orang Islam bernama Abdul Ghaffar sehingga berhasil menikahi wanita Indonesia adalah teman karibnya!! Dan karena Dr.L.De Vries dari Kantoor voor Inlandsche Zaken sampai pernah menyatakan kepada Abdullah Badjerei (guru Prof. Dr. Van Nieuwenhuise) bahwa "Kalau Soerkati itu orang Belanda, maka jabatan Gubernur Jenderal masih terlalu rendah baginya karena kecerdasannya!"

26

Keberadaan orang ini (antek Belanda) benar-benar nyata, sebagaimana diakui sendiri oleh salah satu situs hizbykhabits, abusalma.blogspot.com dimana dia menurunkan artikel tanya jawab antara Surkati dan orang-orangnya yang dilandaskan pada tulisan tangan (siapa? Al-majhuly? Allahu’alam) “Dialog Bersama Syaikh Ahmad AsySyurkati yang dialihbahasakan oleh Ustadz Abu Abdirrahman Thayyib, Lc.)”

490
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Kalau kalian tanya, "Darimana semua "omong-kosong" ini kalian ambil wahai penulis ingusan?!" Kita katakan:"Dari sumber resmi kalian sendiri!! Ya, dari Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa karya Hussein Badjerei bin Abdullah Badjerei -murid kesayangan Sang Al-Allamah As-Surkati As-Sudani- yang lahir dari ibu Betawi asli, Mak Pise namanya!! Yang berstempelkan:”HADIAH PP.AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH JAKARTA!!” (Lihat nama file sampulbukuresmippalirsyad.jpg,halkeduabukuresmippalirsyad.jpg,husseinbinabdullah badjeeri.jpg) Karena para pejabat Belanda kafir itu adalah sahabatnya! "BEBERAPA ORANG SAHABATNYA PADA HET KANTOOR VOOR INLANDSCHE ZAKEN juga menjanjikan bantuan dana satu bagian penuh dari prosentase satu periode penarikan lotre Dana Sosial"(ibid, hal.49). Kemana lagi kalian akan berkelit, wahai bapak-bapak?! Ya Syaikh kami, inilah "secuil" kenyataan yang mereka sembunyikan dari pandangan antum sekalian (demikianlah prasangka baik kami) sehingga antum "tega" memberikan pujian setinggi gunung kepada Shahabat Penjajah Kolonial Belanda! Syaikh Penjajah Kolonial Belanda!! Namun Alhamdulillah mereka justru "menyebarkan buku persahabatan ini" yang sesungguhnya telah disempurnakan kehinaannya oleh Allah karena tanpa mereka sadari justru telah menguak bukti-bukti nyata kebengkokan Surkati dan Al-Irsyad Dalam Sejarah Bangsa. Syahida syahidun min ahliha, Allahu Akbar! Dengan berbagai kebengkokan yang mereka sebarkan sendiri, yang bersumber dari media mereka sendiri, ditulis oleh orang-orang mereka sendiri, maka untuk menyikapi pujian yang telah dikeluarkan oleh Syaikh Ali bin Hasan Al-Halaby Al-Atsary terhadap "Syaikh Salafiyyin" yang bersahabat dan mengambil murid pejabat-pejabat Kolonial Belanda ketika menjajah negeri tercinta ini, alangkah tepatnya jika kita hadirkan komentar Syaikh Salim AlHilaly yang disebarkan oleh situs pejabat setingkat Camat di PC Al Irsyad Surabaya, Abu Salma:" Padahal ada beberapa hal... ada banyak hal, yang KALIAN TIDAK BISA MEMBERIKAN FATWA YANG TEPAT KECUALI JIKA KALIAN BENAR-BENAR MEMAHAMI SITUASI DAN KONDISI YANG MELINGKUPI PERMASALAHAN INI, dan inilah sesuatu yang tidak mereka sampaikan... inilah sesuatu yang tidak mereka sampaikan (kepada masyaikh)...!!!” (Transkrip Ceramah Syaikh Salim Al-Hilaly, abusalma.blogspot.com) Kita katakan:"Ya benar wahai Syaikh kami, ada banyak hal bahkan sangat banyak hal tentang bukti-bukti kesesatan Surkati yang tidak mereka –Hizbiyyun- sampaikan kepada antum sekalian! Ada banyak fakta betapa antum sekalian ternyata tidak mengetahui kemesraan Surkati dengan para pejabat penjajah kafir Belanda di saat orang-orang kafir itu menginjak-injak kehormatan Muslimin Indonesia selama 350 tahun!" Setelah semua kenyataan di atas, justru kita menjadi terperangah ketika membaca usulan kalian kepada pemerintah agar menjadikan Syaikh Irsyadiyyin ini sebagai pahlawan nasional karena berperan dalam mempercepat kemerdekaan!????? Negeri mana yang sedang kalian bicarakan kemerdekaannya wahai Irsyadiyyun?! Kalau kedekatan Surkati dengan para pejabat Belanda kafir itu dimanfaatkannya benar-benar untuk "berjihad" sehingga Pijper terbunuh atau van der Plas terbunuh atau Gobee hanya terluka”gores” sekalipun karena jihad yang dilakukan Surkati (sebagaimana cita-citanya ketika datang ke Indonesia!!) tentulah dia akan tercatat dalam sejarah bangsa sebagai salah satu tokoh pejuang Indonesia yang mengumandangkan perlawanan terhadap penjajah kafir Belanda. Maka mungkin "ada alasan" bagi pemerintah untuk menjadikannya sebagai Pahlawan Nasional. Sayang disayang..... daun pisang bukanlah daun pinang... Pecundang tentu berbeda dengan seorang pejuang Para pembesar penjajah kafir Belanda itu adalah murid-muridnya!! Dan mereka sekaligus juga adalah sahabat-sahabatnya!! Snouck Hurgronje (yang merekomendasikan:"Apabila terlihat adanya tanda-tanda agitasi yang mengancam, maka yang demikian direkomendir Snouck untuk dihadapi dengan kekerasan (AIMSB,hal.22)") seorang pentolan Missionaris sekaligus Kolonialis merangkap

491
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Orientalisten yang hidupnya telah berlumuran darah kaum Muslimin-pun telah menjadi orang istimewa dihatinya!! Dana lotre penjajah kafir Belanda adalah bukti persahabatannya!! Orang-orang dekatnyapun (kapten Arab) adalah antek-anteknya Belanda!! Sehingga..... "HUBUNGAN SURKATI DAN MANGGUSH YANG BAIK DENGAN PARA PETINGGI PADA HET KANTOOR VOOR INLANDSCHE ZAKEN AKHIRNYA ACAPKALI MEMBUAT PARA PETINGGI BELANDA ITU IKUT CAMPUR ATAU TURUN TANGAN MENGATASI KESULITAN-KESULITAN YANG DIHADAPI ORANG-ORANG AL-IRSYAD ITU"(Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa /AIMSB, hal.111). Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Tidakkah kalian malu -wahai Irsyadiyyun- betapa kalian menulis buku resmi sejarah Al-Irsyad yang di halaman-halaman awal tertulis:"Aqidah Islam yang ditempa secara fanatik, bukan saja merupakan tantangan bagi kaum abangan dan priyayi, tetapipun berkembang sebagai kekuatan agitasi yang mengancam kolonialis Belanda, yang tampil pula dalam bentuk pemberontakan-pemberontakan dengan bendera PERANG SABIL MELAWAN KEKUATAN KAFIR, seperti perang Cirebon (1802-1806), Jihad Cilegon (1888), Perang Diponegoro (1802-1830) (walaupun pada akhirnya DIKEBIRI hanya sebagai sebuah perang untuk merebut kembali sebidang tanah makam leluhur yang dicaplok Belanda!-pen), Perang Padri (1821-1838) dan Perang Sabil Aceh (1872-1908). Tidak terhitung pula jumlah pemberontakan dan perlawanan kecil para petani di bawah pimpinan para pemuka agama Islam (ibid, hal.7) Dimana posisi Surkati wahai Irsyadiyyin ketika bertemunya kedua kekuatan di atas?! Apakah dia berada di pihak Diponegoro Rahimahullah?! Ataukah di pihak Imam Bonjol Rahimahullah?! Ataukah dia berada sepihak dengan kaum Muslimin Aceh ketika mengumandangkan Perang Sabil melawan penjajah kafir Belanda?! Atau.... dia sedang asyik mengajari para pejabat penjajah kolonial Belanda itu "tiga tahun terus menerus seminggu sekali mengajar ilmu tafsir dan ilmu fiqh"?! Atau dia sedang asyik berkorespondensi dengan gembong besar Orientalisten-Missionaris dan sekaligus Kolonialis yang memiliki prestasi besar dalam operasi intelijennya di Indonesia untuk menumpas Perang Sabil di Aceh? Tentu saja kalian tidak boleh lupa (dari buku sejarah yang kalian tulis sendiri!!) bahwa Snouck Hurgronje yang merekomendasi untuk menumpas Perang Sabil di Aceh adalah orang dekat Surkati!! Snouck inilah yang langsung diterjunkan oleh penjajah kafir Belanda karena mereka menghadapi kesulitan yang luar biasa untuk menumpas dan memadamkan Perang Sabil di tanah Aceh!! Dialah yang mempelajari kelemahan-kelemahan dan berbagai aspek latar belakang ke Islaman untuk mengetahui titik lemah kekuatan kaum Muslimin!! Berbagai informasi dikoreknya untuk keberhasilan misi jahatnya itu dari kalangan umat Islam dan pemuka Islam yang mau didekatinya, salah satunya adalah Surkati, baik dia sadari ataupun tidak!! Dan biarlah Sururiyyin Aceh dan Sumatra terbelalak betapa mereka selama ini dipupuk untuk mengagumi, menghormati dan men"Syaikh Salafi"kan orang dekat Snouck Hurgronje, Ahmad Surkati!! Tentu saja kalau terlihat tanda-tanda Surkati akan "berjihad" melawan Belanda tentu saja otomatis akan berlaku rekomendasi Snouck untuk menumpasnya dengan kekerasan. Kenyataannya? Hubungan Surkati dan Snouck malah terlihat erat dan akrab. Justru yang terjadi malah sebaliknya, Surkati bahkan dipuji oleh Dr.L.de Vries bahwa kalau Surkati itu orang Belanda, maka jabatan Gubernur Jenderal masih terlalu rendah baginya!! Perhatikanlah pujian pejabat penjajah kafir Belanda ini wahai saudaraku. Tidak akan pernah keluar dari lisan penjajah kafir Belanda pujian semacam ini bagi orang-orang Islam yang berjiwa "pejuang" semacam Diponegoro dan Imam Bonjol! Lalu siapa sebenarnya Surkati ini? Ittaqillah ya akhi, sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa kedua belah tangan Prof. Dr. Christian Snouck Hurgronje ini telah berlumuran darah kaum Muslimin dari rekomendasi politik yang dia berikan kepada Jenderal militer penjajah kafir Belanda!! Dan kalian hendak menelan bulat-bulat pengakuan dan pujian kepadanya sebagai "Syaikh Salafiyyin"??! Inikah ajaran Al-Wala' dan Al-Bara' dari seorang Syaikh Salafiyyin?! Berkasih sayang dengan penjajah kafir najis sementara disekelilingnya dia melihat saudaranya dijajah, disiksa, dipenjara, diperkosa, dibunuh dan...dan.. Inikah rifqan?! Demikiankah al-Hatstsu 'alal mawaddah, wahai HizbiyyunIrsyadiyyun? Sungguh anak ingusan ini masih ingin tahu, siapa orangnya yang masih merasa bangga dan sudi memiliki Syaikh Salafiyyin seperti dia?! Sebutkan nama kalian kalau kalian

492
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

memang seorang lelaki! Dan katakan dengan lantang kepada umat bahwa :"Kami merasa bangga memiliki Syaikh Salafy semacam Surkati yang dekat dengan penjajah kafir Belanda yang menghimpun sekte-sekte sesat untuk melawan kekuatan kafir", Kekuatan kafir mana ya hizby yang dia lawan sementara para pejabat kafir penjajah itu adalah murid-muridnya?! Merekapun adalah sahabat-sahabatnya?! Allahul Musta’an, lidah memang tiada bertulang, jujur dan amanah telah menjadi barang yang dibuang!! Dan kalianpun masih pula merasa bangga untuk menulis di buku sejarah kalian bahwa Surkati pernah mengangkat pejabat-pejabat kolonial penjajah sebagai murid-muridnya?! Sekaligus sahabat-sahabatnya yang mengatasi kesulitan-kesulitan orang-orang Al-Irsyad?! Tentu saja kebanggaan kalian akan menjadi berlipat-lipat jika mereka dapat di-Islamkan oleh Surkati sehingga bangkit memimpin peperangan melawan negara asalnya sendiri (Belanda), hanya saja sampai akhir halaman buku ini tidak ada satu kata dan secuil kalimatpun yang menyinggung tentang ke Islaman para pejabat penjajah Belanda yang dijadikan murid dan sahabat oleh Surkati!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dengan berbagai kenyataan di atas, kedekatan mereka dengan Kolonial Belanda maka Hussein Bedjerei menulis:"Surkati dikatakan fihak lawan sebagai agen Kristen (Belanda-pen)...(Al-Irsyad mengisi, hal.109). Padalah di halaman berikutnya Hussein Badjerei juga menulis tentang orang dekat Surkati:"Umar Yusuf Manggush tentunya lebih "setia" kepada Pemerintah Jajahan Belanda tempat ia tinggal dan memegang jabatan tinggi"(ibid, hal.110) Tentu pembaca dapat memahami apakah tuduhan terhadap Surkati tersebut berlebih-lebihan dan mengada-ada bahkan fitnah?! Ketika rakyat negeri ini menderita dan para pemimpinnya menyusun dan menggerakkan kekuatannya untuk berupaya berjuang melawan penjajah Belanda eh si Surkati malah asyik mengajari para pejabat Kolonial!! Jangan karena tuduhan tersebut berasal dari saingan mereka (Ba'alawi) maka kalian menyebutnya sebagai fitnah!! Allahu yahdikum. Maka, sekarang tolong ajari anak ingusan ini sepatah dua patah kalimat kejujuran agar dia berkurang kejahilannya, hilang sikap penakutnya dan terangkat kepenakutannya!? Ataukah kalian hendak membangun mimpi di siang bolong? Merajut angan-angan ‘tuk membubungkan As-Sudani di awang-awang?! Amboi…alangkah tingginya tuanku ini Dan betapa rendahnya si awan itu! Lalu kepada siapa tuduhan Haddadiyyun tersebut engkau arahkan, wahai Abu Salma? Apakah engkau lupa bahwa salah satu ciri Haddadiyyun sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr Hafidhahullah adalah manhaj mubahalah? Apakah dirimu tiada kenal lagi dengan Ustadz Abdurrahman “Mubahalah” AtTamimi, wahai Abu Salma? Apakah kalian tidak kenal lagi –wahai Salafindo.com - dengan direktur kalian sendiri?! Dan jangan pula kalian “Kura-kura dalam perahu” bahwa salaf (pendahulu) Direktur Abdurrahman “Mubahalah” At-Tamimi adalah Syarif Hazza’ Dajjal dari Mesir kaki tangan Ihya’ut Turots yang dinarnya begitu nikmat?! Lalu gelar apa yang sepantasnya disematkan kepada orang yang menjalin persahabatan dengan penjajah kafir Belanda sementara saudara-saudaranya yang lain sibuk berjuang melawannya?? Snouck adalah musuh bangsa ini ketika itu dan ketika itu pula dia adalah sahabat Surkati!! Van der Plas adalah pejabat Kantor Penjajah Belanda yang memegang "policy utama" bagi negeri jajahan ini ketika itu dan ketika itu pula dia adalah sahabat sekaligus murid Surkati!! Pijper demikian pula!! Gobee adalah sahabat dan kawan diskusinya!! Allahul Musta’an. Dengan semua kenyataan ini, apa maksud tulisan "Haddadiyyahmu" yang menyatakan:"Wahai webmaster salafy.or.id, pernahkah kalian membaca risalah-risalah Syaikh Ahmad As-Surkati?!! Semisal Ar-Rasa'il Ats-Tsalatsah yang membahas tentang Sunnah dan Bid'ah, wajibnya Shalat Ied di lapangan dan permasalahan seputar penentuan Ied. Atau Al-Masa'il Ats-Tsalatsah yang berisi masalah taqlid dan ijtihad, sunnah dan bid'ah dan ziarah kubur, tawassul dan syafa'at. Atau kumpulan fatwa-fatwa beliau di majalah AdzDzakhiirah Al-Islamiyyah?!!"(abusalma.blogspot.com)

493
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Kita katakan: "Apakah engkau hendak menjejalkan berbagai kesesatan kepada umat, wahai Abu Salma?! Engkau hendak mencekoki umat agar mereka berani bersikap jahat dan kurangajar terhadap para ulama pewaris para nabi sebagaimana rekomendasimu terhadap "permasalahan seputar penentuan Ied" yang telah diterjemahkan oleh Agus Hasan BosSururi?! Engkau hendak memberikan "uswah sayyi'ah" tentang "wajibnya shalat Ied di lapangan" tanpa menggunakan hijab dengan penafsiran yang sangat berani bahwa para sahabat dan Shahabiyah saling lihat"?! Pembaca sekalian, lihatlah bagaimana Hizbul Irsyad berbicara tentang kehormatan dan akhlak para Shahabat Rasulullah yang kepada mereka Radhiyallahu ‘anhum Ajma’in turun ayat ghadlul bashar “Qul lilmu’minina yaghudl-dlu min absharihim wa yahfadhu furujahum (Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..Q.S.24:30)” Bagaimana komentar Hizbul Irsyad terhadap manusia-manusia terbaik dari umat ini? “…Manakah yang lebih utama untuk dipasang tabir antara laki-laki dan perempuan, di masjid atau lapangan shalat? Rasul Allah tidak memerintahkan yang demikian itu di masjidnya. Hanya saja Beliau memerintahkan agar wanita bubar sebelum disusul oleh kaum laki0laki, dan mereka dilarang mengangkat kepala mereka sebelum kaum laki-laki mengangkat kepala. Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari Muslim. Adalah kaum wanita menghadiri shalat Jama’ah setiap hari, dan Mustahil Jika Mereka Tidak Terlihat Oleh Laki-Laki Dan Tidak Melihat Kaum Laki-Laki di saat menunggu shalat dan sesaat setelah selesai shalat. Yang mengingkari ini adalah keras Kepala” (Himpunan Tiga Risalah, hal.102). Allahul Musta’an. Abu Salma!! Engkau hendak menjejali umat dengan "fatwa-fatwa Surkati di majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah" yang mengajarkan rifqan dengan penganut Khurafat?! Mawaddah dengan Syi'ah Ahlus Syirk yang meyakini Al-Qur'an kami berbeda dengan AlQur'an kalian, mengkafirkan para sahabat Rasulullah , zina sebagai syari'at kawin kontrak dan seabreg keyakinan-keyakinan rusak dan bejat yang dapat menyebabkan kafirnya umat Islam?! Engkau hendak mempromosikan upaya Surkati untuk merangkul Anjing-anjing Neraka dan mempersaudarakan Hizbul Irsyad dengannya?! Dengan mengorbankan harta dan jiwa wahai Abusalma?! Kenapa tidak engkau lengkapi literaturmu dengan ajakan kepada seluruh kaum Muslimin agar membaca buku resmi sejarah Al-Irsyad yang ditulis oleh Husein Badjerei yang berjudul "Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa" agar lebih utuh lagi gembaran umat betapa dekat dan mesranya Surkati dan Al-Irsyad dengan para penjajah kafir najis Belanda yang telah 350 tahun menjajah negeri ini?! I Dan jangan lupa pula untuk menyebutkan bahwa buku resmi ini diterbitkan oleh "Penerbit Presto Prima Utama"!! Benarbenar Sejarah Al-Irsyad telah di"presto" dengan kualitas "prima" bahkan yang paling "utama"!! Siap saji dan siap dikonsumsi habis tanpa sisa!! Kalau ini pertanyaanmu, maka anak-anak ingusan itu tentu akan menjawab:"Ya, kita telah membacanya!! Dan kami balik bertanya kepadamu:"Apakah engkau telah membaca berbagai sepak terjang "mengerikan" dari buku-buku yang engkau sebutkan tadi wahai bemper-pecundang?" Kalau engkau bersikap jujur tentu akan berkata:"Sesungguhnya saya belum membacanya apalagi mengetahui isinya, berbagai judul buku itu kami sebutkan hanyalah agar kami kelihatan menguasai permasalahan secara luas" maka ini adalah mushibah bagimu dan bagi umat atas kedustaan yang engkau lancarkan!! Dan jika engkau menjawab:"Saya sudah tahu isinya, termasuk berbagai kesesatan yang kalian sebutkan dari isi buku itu!" Kalau demikian, wahai Abu Salma, maka ini jelas-jelas merupakan pengkhianatan terhadap Islam dan kaum Muslimin!! Engkau telah berupaya menjejalkan berbagai kesesatan dan penyimpangan dan engkau kelabui umat dengan pujian dan tazkiyah yang engkau hiaskan kepada Syaikh Salafiyyinmu!! Ya, Syaikh Salafy satusatunya di muka bumi yang memiliki sahabat dan bermuridkan para pejabat penjajah kafir najis Belanda!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang memiliki lagu untuk memujanya, MARS SURKATI YANG PERKASA!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang menghalalkan lotre penjajah kafir Belanda!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang berdakwah dengan mengikuti acara bid'ah Maulid Barzanji agar dakwahnya diterima!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang membai'at para pengikutnya!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang "mentazkiyah" murid kesayangannya dengan cara merokok di depannya!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang menyukai gembong PKI!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang terkagum-kagum dan meneruskan perjuangan Pan-Islamisme agen Yahudi, Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi yang beberapa kali masuk ke tempat pelacuran umum!! Syaikh Salafiyyin satu-satunya yang

494
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

melecehkan dakwah tauhid Syaikh Salafy Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah sebagai Wahabi-Musyaddid!! Dan berbangga dirilah kalian dengan sebutan Surkati kepada kaumnya sebagai Hizbul Irsyad!! Wahai Abusalma!! Sesungguhnya engkau tidak tahu tentang Surkati dan Al-Irsyad kecuali sedikit!! Maka janganlah akalmu menjadikan dirimu merasa lebih besar daripada ilmumu!! Binasalah hawa nafsu!! Jangan engkau ikuti ilmu warisan Hizbul Irsyad yang disebarkan oleh Husein Badjerei " DAN AKAL HARUSLAH MENJADI DASAR UTAMA IMAN SEUTUHNYA DILENGKAPI DENGAN TOPANGAN DALIL YANG SEKSAMA"!! Dalil hanya sebuah pelengkap, wahai Abu Salma!! Tidakkah engkau menyadari bahwa untuk menjadi "bemper" seorang Hizby-Pendusta Besar macam Abdurrahman Al-Kadzab tidaklah cukup dengan "modal semangat" dan "rencana pernikahan dengan anak Jakarta yang kuliah di UNBRA" yang diobral di situs internet?!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dengan berbagai sikap dan keyakinan yang "ghuluw" dan "ekstrim" tersebut, maka Abdurrahman Tamimi menegaskan DI DEPAN CERMIN HIZBYNYA tentang dakwah (Hizbul Irsyad)nya:"Sungguh mereka telah menjauhkan manusia dari dakwah Salafiyyah yang Haq ini, akibat perangai mereka yang buruk dan dakwah mereka yang kasar lagi jelek…Akan tetapi segala puji bagi Allah, kekuatan mereka hancur berkeping-keping sehingga lenyaplah kekuatan mereka. Tersingkaplah keburukan mereka…"(Neo Adz-Dzakhiirah/10/1425/hal.15). Walhamdulillah. Demikianlah, alasan Hizbiyyun-Sururiyyun yang dikemukakan oleh Abu Salma dan Ma’had Al-Irsyad dalam melambungkan peran dan dakwah Surkati dalam kancah "penjajahan Belanda" di Indonesia namun –Walhamdulillah- semua talbis itu telah di"Presto Prima Utama"kan oleh penerbit yang mencetak buku Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa!! Ya benarbenar "duri lunak, makan tanpa sisa" bagi para pembacanya untuk mengetahui dan menguak sejauh mana peran mereka dalam sejarah perjuangan bangsa!! Mereka-pun menerima dan membela dinar Hizbiyyah dengan menutup mata atas dampaknya, berbagai bencana perpecahan di seluruh dunia Islam yang disebarkannya. Bagaimana mungkin dia masih bisa mengatakan bahwa dinar Hizbiyyah tersebut untuk membantu kaum Muslimin padahal kaum Muslimin terpecah belah dibuatnya?! Inikah Jum’iyyah Al-Khairiyyah? Tidak, bahkan inilah hakekat nyata dari Jum’iyyah Hizbiyyah Sarriyyah!!? Walaupun kaki tangannya di negeri ini (Indonesia) berupaya sekuat tenaga menutupi berbagai makar dan tipu dayanya!! Berdirinya sebuah masjid adalah suatu hal yang patut untuk disyukuri, tetapi kalau dengan adanya masjid tersebut menjadikan kaum Muslimin tercabik-cabik persatuannya?! Apakah persatuan manhaj harus kita korbankan demi berdirinya sebuah masjid?! Kenapa tidak, itulah jawaban Hzibiyyun-Sururiyyun!! Money politik harus tetap jalan!! Ironis, keadaan yang sebelumnya saling berpadu dan berkasih sayang, saling bantu dalam berdakwah! Sungguh kaum Muslimin tidak boleh terkecoh dan tertipu oleh gerakan pemecahbelahan umat dengan dalih bantuan ini dan bantuan itu!! Ini adalah taktik dan strategi usang yang sudah terlalu sering diterapkan oleh musuh-musuh umat! Mereka tahu bahwa harta adalah fitnah yang sangat menggoda! Apalah artinya sebuah masjid yang berdiri tegak sementara kaum Muslimin tercabik-cabik persaudaraannya sebagai pondasinya? Tetapi, hal itu memang lebih bernilai dan lebih berharga bagi Hizbiyyin-Sururiyyin-Ikhwaniyyin daripada sebuah persatuan dan persaudaraan! Apa hendak dikata, tapi inilah kenyataannya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Benar-benar mereka tidak mau peduli atas peringatan para Masyayikh Salafiyyin, khususnya Syaikh Muqbil Rahimahullah yang menyatakan bahwa Abdurrahman Abdul Khaliq adalah Ahlul Bid’ah dan Ihya’ut Turots telah memecah belah kaum Muslimin!! Kalau diantara pembaca bertanya:”Kenapa Sururiyyun begitu ngotot membela diri Jum’iyyah tersebut sebagai organisasi yang banyak membantu kaum Muslimin, membantu memenuhi dan menjamin materi para da’i “Salafy”?! “Kalau melihat sebab yang memotivasi mereka berbuat demikian, tidak kita dapati kecuali yang satu berbicara kepada mereka sebagai orang dalam sedangkan satunya lagi berbicara kepada mereka sebagai orang luar. Kemudian apa yang datang dari kelompoknya itulah kebenaran bagi mereka tanpa ragu, yakni: ‘Wajib bagi kita untuk menutup mata dan menerima layaknya obat yang kita ambil dengan keyakinan bahwa di dalamnya ada manfaat (kesembuhan) walaupun pahit”. Demikianlah hizbiyyah menjadikan sesuatu yang pahit menjadi manis, bathil menjadi haq, serta inilah bukti terbesar bahwa hizbiyyah itu adalah sebenar-benar keburukan” (Al-Maurid, hal.128, Syaikh Ahmad An-Najmi Hafidhahullah)

495
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Salafindo.com Publikasikan Tulisan Abu Salma pejabat PC Surabaya, Al Irsyad. Berikut artikel yang dipublikasikannya:

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Mata Para Penyesat Umat (Hizbut Tahrir dan Sufiyah) "Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." (Al Isra : 81) “Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang batil lalu yang haq itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.” (QS. Al-Anbiyaâ : 18). Tidaklah setiap orang yang datang di dunia ini dengan membawa kebaikan, melainkan dia pasti memiliki musuh-musuh dari kalangan jin dan manusia, sampai-sampai para Nabi juga tidak lepas dari permusuhan ini. Allah berfirman : "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)." (al-An'am : 112) Begitu juga permusuhan mereka terhadap para ulama pengibar panji dakwah al-Haq ini mereka lakukan dengan sengit dan dengan kedengkian yang luar biasa. Diantaranya, apa yang mereka lakukan terhadap asy-Syaikh al-Imam Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullahu, dimana musuh-musuh tauhid memerangi dakwah beliau dan menfitnah dengan tuduhan-tuduhan dusta dan fitnah, agar manusia menjauh dari dakwah yang diberkahi ini, dan juga agar manusia senantiasa "melanggengkan" kesyirikan dan kebid’ahan yang dipelihara oleh ulama-ulama suu’(jahat) yang mereka warisi dari kalangan shufiyun quburiyun (pengikut thariqat sufi dan penyembah/pengkultus kuburan) dan syi’ah rafidhah (aliran syi’ah yang mengkafirkan para sahabat Nabi) serta kaum ilmaniyyun (sekuler) dan para orientalis yang hasad terhadap Islam. Diantara para pendengki yang membenci dakwah yang diberkahi ini adalah kelompok Hizbut Tahrir[1] dan Majalah Cahaya Nabawi[2], yang mencela dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan menuduh beliau sebagai agen Inggris, dan juga tuduhan-tuduhan dusta lainnya yang mereka kumpulkan dari musuh-musuh tauhid dari kalangan shufiyun dan syi’ah. Yang sungguh aneh adalah, bukankah Hizbut Tahrir mengklaim bahwa mereka memerangi “pluralisme“ agama, namun mereka menukil dari ulama-ulama yang mengusung pemahaman “pluralisme”. Perhatikan ini wahai Abu Rifa’a, bahwa orang yang engkau nukil tulisannya itu adalah para pengusung faham “pluralisme”, maka apakah yang akan engkau koar-koarkan lagi?!!---Sampai di sini tulisan Abu Salma--Kita katakan: ”Kenapa tulisan tersebut hanya kalian “hadiahkan” kepada Hizbut Tahrir dan Shufiyah” saja?! Kenapa Al-Irsyad kalian sembunyikan rapat-rapat dari “hadiah” ini?!” Minta bukti? Tentu saja ada… >Kenapa tidak engkau terangkan pula bahwa Al-Irsyad juga termasuk yang “memerangi dakwah beliau dan memfitnah dengan tuduhan-tuduhan dusta dan fitnah, agar manusia menjauh dari dakwah yang diberkahi ini ?” Telah berlalu bukti ilmiyyahnya bagaimana mereka menjuluki dakwah Syaikh sebagai dakwah keras, Wahabisme, membentuk suku-suku yang fanatik, gerakan Musyaddid sebagaimana tulisan Surkati sendiri !! >Kenapa tidak engkau jelaskan pula bahwa musuh-musuh Syaikh Rahimahullah dari kalangan Khurafiyyun dan dinyatakan oleh Surkati sebagai Khurafiyna ?! >Kenapa engkau tidak terangkan dengan jujur bahwa musuh dakwah Tauhid Syaikh Rahimahullah dari kalangan Syi’ah itu oleh Surkati diyakini sebagai “Syi’iyna”?! >Dan cukup kaum Ilmaniyyun (sekuler) yang engkau sebutkan itu juga diwakili oleh Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi yang beberapa kali ke tempat pelacuran umum yang menjadi idola Syaikh Salafy kalian, Surkati As-Sudani ! > Adapun musuh dakwah tauhid Syaikh Rahimahullah dari kalangan “para orientalis yang hasad terhadap Islam” kenapa tidak engkau sebutkan saja secara jantan bahwa peran

496
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Christian Snouck Hurgronje dalam dunia Orientalisten-Missionaris dan Kolonialis di negeri ini dan bukti “rifqannya” Surkati dengannya cukup sebagai bukti untuk membungkam semua kebohongan kalian ini ?! >Bahkan ada yang tidak engkau singgung sama sekali, kedudukan Khawarij sebagai Kilabun Nar (Anjing-anjing Neraka!) yang permusuhannya terhadap dakwah Tauhid tidak kalah dahsyatnya daripada firqah yang telah engkau sebutkan !! Maka jawablah dengan lantang sebagaimana manhaj dakwah ‘Syaikh Salafiyyin’ yang kalian banggakan itu dengan ucapan : “Kharijiyna!!” Allahu yahdikum. >Yang sungguh aneh adalah, bukankah Hizbut Tahrir (baca:Hizbul Irsyad) mengklaim bahwa mereka memerangi “pluralisme” agama, namun mereka (baca :Syaikh Irsyadiyyinnya) menukil dari ulama-ulama yang mengusung pemahaman “pluralisme” (bahkan Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi pujaan Surkati adalah pencetus dan pelopor pertama paham pluralisme !! Dan bukankah sanad kalian lebih “’ali” daripada sanadnya Hizbut Tahrir ?). Perhatikan ini, wahai Abu Rifa’â (baca:Abu Salma!), bahwa orang yang engkau nukil (baca:bela) tulisannya itu adalah para pengusung faham pluralisme, maka apakah yang akan engkau koar-koarkan lagi?!! Maka semua ayat-ayat Allah yang engkau sebutkan di artikel tersebut, (kalau dirimu sedikit saja menggunakan kecerdasanmu yang melimpahruah itu) sebelum engkau arahkan kepada Hizbut Tahrir dan Shufiyyah tentu saja seharusnya engkau gunakan untuk menasehati dan menerangkan kepada umat akan bahaya Hizbul Irsyad dan manhaj dakwahnya!! Bacalah sekali lagi ayat-ayat Allah yang engkau tulis sendiri di artikelmu itu: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.”(Q.S. Al-Israa’: 36) Abu Salma! Kalau ENGKAU TIDAK TAHU hakekat kesesatan “Al-Irsyad dan tetek bengeknya” sementara sedemikian “jahat” semangat pembelaanmu terhadapnya sampaisampai engkau katakan dengan kecongkakan luar biasa yang menembus angkasa : ”tidaklah memudharatkan dakwah sama sekali”, maka sungguh hal ini adalah mushibah bagi dirimu!! Jika engkau tahu kesesatannya (tetapi engkau sembunyikan!) dan engkau tetap membuta babi membelanya maka mushibahnya tentu saja lebih besar!! Ini jelas-jelas pengkhianatan terhadap Islam dan kaum Muslimin!! Pendusta agama!! Penyesat umat!! Engkaupun menukil firman Allah : ”Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”(Q.S. Al-Ahzab:58) Kita katakan: Abu Salma!! Sedikit gunakan kecerdasanmu dan engkau akan menyadari benar bahwa Buku Himpunan Tiga Risalah buah karya Pembesar-pembesar “Salaf” Hizbul Irsyad adalah bukuyang sungguh-sungguh : “Menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat…”(Q.S. Al-Ahzab:58) Ya, menistakan kemuliaan dan kehormatan para ulama pewaris para Nabi!! Seluruhnya !! Tanpa kecuali !! Buku khabits dan kotor!! Kejahatan di atas kejahatan!! Kekejian di atas kekejian!! “Maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”(Q.S. AlAhzab:58) ”Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian di tuduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan yang nyata.”(Q.S. An-Nisa:112) Maha Benar Allah yang telah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang

497
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

dikerjakannya. Dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu'minin dan mu'minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.”(Q.S. An-Nur:11-12) Bukankah semua ayat Al-Qur’an di atas adalah gambaran “seutuhnya” keadaan kalian, wahai Hizbiyyun?! Terakhir, alangkah tepatnya jika nasehat Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah dibaca oleh Hizbiyyun-Sururiyyun semacam Abu Salma dan orang-orang yang sejenis dengannya: “Saya sungguh heran dengan orang-orang yang membela mereka dan bergaul serta saling berkasih sayang bersama mereka padahal ia mengetahui sebagian penyimpangan mereka. Saya tidak berpendapat lain kecuali bahwa siapa saja yang melakukan seperti itu, tentulah dia berdosa sebagaimana dosanya seseorang yang melihat satu kaum yang memasang ranjau di jalan kaum muslimin untuk menghilangkan nyawa mereka tanpa alasan yang haq, lalu dia diam sehingga meledaklah ranjau itu dan membinasakan kaum muslimin . Sesungguhnya berdiam diri dari seseorang yang merencanakan tindakan busuk terhadap kaum muslimin dan hendak menjerumuskan mereka di setiap waktu, merupakan pengkhianatan terbesar kepada kaum muslimin. Sedangkan nasehat bagi kaum muslimin di negara Islam maupun nasehat untuk para pemimpin mereka (yakni pemerintah dan ulama) ialah dengan memperingatkan mereka dari tempat-tempat berbahaya sebelum terjadinya. Tidak kita ragukan bahwa mereka juga mengetahui sebagian rencana yang disimpan oleh orang-orang durhaka itu. Hanya saja kita berpendapat bahwa termasuk suatu kewajiban atas kami adalah menunaikan apa yang kami ketahui agar tanggung jawab atas kami terlepas dan semakin jelas dan kuat kesimpulan saat bertemunya dua kabar, Allah Maha Mengetahui niat segala perbuatan.”(Al-Maurid, hal.42) Masihkah engkau –wahai Hizby Khabits- mampu menggerakan lisanmu untuk berucap atau memegang pena menuliskan kalimat:” :"anna Syaikh Ahmad bin Yahya AnNajmi ahadun min masyaikhina salafiyin, yu'khadz wa yutrak kalamuhu. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu'khadz wa yutrak" sebagaimana ketika engkau membantah fatwa Syaikh Yahya Al-Hajuri (akan datang bukti dan bantahannya, Insya Allah) ketika mentahdzir gembong-gembong sururi lokal pujaan hatimu?! 22.4 ABDURRAHMAN AL-KADZAB vs ABDUL HAKIM ABDAT AL-HIZBY Tentu pembaca masih ingat dengan suara merdu Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab ketika menceramahi lebih kurang 1000 penuntut ilmu dan para ulama dari berbagai negara di Yordania dalam mensifati lulusan LIPIA Jakarta:”kebanyakan mereka beraqidah salafiyyah…hanya saja manhaj mereka ikhwani…”(Neo-AdzDzakhiirah, Ed.10/Th.II/2004. hal.14). Apa jawaban kita atas pernyataan Abdurrahman Al-Kadzab ini? Kita persilakan saja Abdul Hakim Abdat (yang dielu-elukan kalangan Sururiyyin lokal sebagai Ahli Hadits –SururiIndonesia) untuk melakukan pembelaan terhadap LIPIA DAN membantah secara telak (baca:bersikap kanibal) terhadap rekan seperjuangannya sendiri: Ketika ditanya tentang LIPIA-Jakarta :”Banyak orang mengatakan bahwa ustadz-ustadz LIPIA berbau Ikhwani ?” Abdul Hakim : “Tentu, di Jami’ah Islamiyah (Universitas Islam Madinah-pen) di sana banyak juga yang Ikhwani sebagiannya. Di Jami’ah, nggak kepalang tanggung ; LIPIA, ini Jami’ah, di (Ma’had-pen) Syaikh Muqbil juga banyak! Sekarang ini tidak ada yang mungkin, tapi asas LIPIA didirikan itu di atas manhaj Salaf. Saya kenal orang-perorangnya, karena mengontraknya pertama kali gedung dengan paman saya. Sayalah orang pertama yang ada di LIPIA itu!…. Nggak ada, nggak ada sekarang, semua dicampuri dengan itu, HATTA DI MAJELIS SYAIKH MUQBIL, SYAIKH UTSAIMIN, SYAIKH BIN BAZZ….sikap Masyayikh itu. MEMANG KENYATAANNYA SEPERTI ITU, SYAIKH RABI’.” Dia juga menyatakan :“….Dan dari lembaga ini (LIPIA-pen) keluar anak murid yang ngerti bahasa Arab dan manhajnya bagus, tidak ada satupun pelajaran bahasa Arab yang terbaik di seluruh Indonesia ini selain di LIPIA yang saya tahu”(Kaset Bantahan Abu Mas’ud Terhadap Prinsip-Prinsip Sesat Abdul Hakim Abdat)

498
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Kita katakan: 1.Apa bantahan ilmiyyahmu –wahai Abdurrahman Al-Kadzab- terhadap tahqiq dan takhrij “kanibal” Abdul Hakim Abdat tentang lulusan LIPIA tersebut? Tentu saja anak-anak ingusan itu akan berusaha menjadi penonton yang tertib dan pendengar yang baik melihat dua orang “penjahit” saling gunting-menggunting dalam lipatan kain “Hizbiyyahnya”!! Allahu yahdikum. 2.Demi Allah bahwa Abdul Hakim “Abedjat” ini tidaklah berbeda dengan rekan semanhajnya (Abdurrahman Tamimi Al-Kadzab!), dia tidak lebih dari seorang Pendusta Besar ketika menyatakan:”di (Ma’had-pen) Syaikh Muqbil juga banyak (hizbynya-pen)!” memang kenyataannya seperti itu, syaikh Rabi’!” Mana bukti ilmiyyah dan saksi yang mendukung pernyataanmu ini wahai penipu umat?! Sebutkan orang-orang Hizby yang belajar kepada Syaikh Rabi” Hafidhahullah!! Camkan! Hizbiyyun semacam dirimu atau orang-orang sejenismu tidak akan bisa duduk bersama Syaikh Rabi’!! Salafiyyin telah siap untuk mengusir keluar orang-orang semacam dirimu dari majelis taklim beliau wahai Hizby!! Tunjukkan dan sebutkan nama-nama pengajar dan santri Syaikh Muqbil Rahimahullah yang berhaluan Hizby?! Abul Fitan Al-Ma’riby? Aha, dia lebih tertarik dengan hartanya Ihya’ut Turots dan fikrah Ikhwanul Muslimin daripada mengikuti manhaj Syaikh Muqbil!! Atau “Sururi lokal” yang mengaku mantan murid Syaikh Muqbil Rahimahullah?! Dia tidak lebih dari seekor lalat yang hinggap di sepotong kue buatan Ihya’ut Turots!! Tentu saja anak-anak ingusan itu tidaklah perlu mengajarimu untuk “mentakhrij” betapa shahihnya hadits-hadits Nabi yang mengancam seorang “pendusta”!! Orang yang sengaja menyebarkan fitnah dan kebohongan ke tengah-tengah umat Islam untuk melampiaskan nafsu hizbiyyahnya!! 22.5 MA’HAD ‘ALI AL-IRSYAD vs YAZID JAWAS AS-SURURI AL-HIZBY Ketika mendefinisan Sururi, situs Ma’had Al-Irsyad pimpinan direktur Abdurrahman Tamimi Al-Kadzab menyatakan: “Jawaban: 1. Sururiyyun adalah pengikut Muhammad Surur yang hidup di Birmingham Inggris. MANHAJ MEREKA HARAKI AQIDAHNYA SALAFI. Ciri-ciri mereka : Mengkafirkan pemerintah - KOMPROMI/BEKERJASAMA DENGAN AHLI BID’AH, CONTOHNYA JAFAR UMAR THALIB DKK KERJASAMA DENGAN RIZIQ SIHAB, HUSSEIN UMAR DLL. - Melecehkan ulama-ulama besar. Kita katakan: Wahai Hizbul Irsyad! Apakah kalian sadar dengan yang kalian tuliskan?! Husein Umar adalah petinggi Dewan Dakwah!! Dan kalian nyatakan bahwa salah satu ciri dari Sururiyyun adalah mereka yang bekerjasama dengan ahlul bid’ah! Dan lebih terinci lagi kalian sebutkan dengan jelas nama HUSSEIN UMAR!! Sekarang tengoklah saudara-saudara kalian Sururi Jabotabek!! Mereka taklim dan menimba ilmu kepada da’i-da’i kondang kalian di masjid Al-Furqan yang notabene adalah markas besar DDII!! Siapa yang mengisinya? Yazid Jawaz tiap Selasa jam 13.30 sampai Ashar!! Abu Qatadah “si pedang tumpul haus akan fulus”, Abdul Hakim yang kalian bangga-banggakan itupun kadangkala menjadi Khatib Jum’atnya !! Kesemuanya bukankah sedang bermesraan dan bersimbiosis mutualisme dengan organisasinya Hussein Umar yang kalian katakan sebagai Ahlu Bid’ah?! Allahu yahdik. Wahai Yazid Jawaz!! Engkau berhubungan dengan Hussein Umar!! Maka engkau adalah Sururi menurut Ma’had Ali Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman Tamimi!! Ya, engkau telah memenuhi salah satu syarat dari ciri-ciri Sururi!! Wahai Abu Qatadah! Abdul Hakim! Kalian adalah Sururi di sisi Abdurrahman Tamimi!! Kita katakan pula kepada Sururi Jabotabek: Tidakkah kalian sadar bahwa kalian ditahdzir oleh saudara kalian sendiri (Ma’had Al-Irsyad Surabaya) yang mempromotori kedatangan Masyayikh Urdun bahwa kalian adalah Sururi?! Lalu apa bantahan ilmiyyah kalian terhadap mereka dan minta ustadz-ustadz pujaan hati itu untuk membantahnya!! Adapun anak-anak ingusan itu? Tentu saja akan berusaha menjadi penonton yang baik dan sopan menyaksikan “perang saudara” ini.

499
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Segala puji Hanyalah untuk Allah yang telah memberikan kemudahan menyingkap “keanehan” komunitas Hizbiyyun di negeri ini. Mestinya, sesama penjahit dilarang saling berebut mesin jahit! Allahul Musta’an.

22.6 KALAU SURURI MENDEFINISIKAN SURURI, APA YANG AKAN TERJADI? 22.6.1 APA ITU SURURI? Ternyata suara merdu “keyakinan” Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab ketika menceramahi para ulama di Yordania dalam mensifati lulusan LIPIA Jakarta:”kebanyakan mereka beraqidah salafiyyah…hanya saja manhaj mereka ikhwani…”(Neo-AdzDzakhiirah, Ed.10/Th.II/2004. hal.14) telah dinyatakan pula secara resmi oleh Ma’had Al-Irsyad. Maka inilah –definisi sesat yang disebarkan- Ma’had Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman AlKadzab tentang Sururi : Judul Soal: Apa Itu Sururi? Kategori Soal: Manhaj Nama Penanya: Abu Abdillah / Dijawab Pada: 31/08/2004 | 07:13:22 WIB Dibuka: 588 kali Pertanyaan: 1. Siapa yang dimaksud dg Sururiyun ? Tolong jelaskan kepada kami. 2. Tolong jelaskan tentang Jafar Umar Thalib dan murid2nya, apakah mereka Salafi? Sebelumnya Ana ucapkan jazakallahu khairan. Jawaban: 1. Sururiyyun adalah pengikut Muhammad Surur yang hidup di Birmingham Inggris. MANHAJ MEREKA HARAKI AQIDAHNYA SALAFI. Ciri-ciri mereka : - Mengkafirkan pemerintah. - Kompromi/bekerjasama dengan ahli bid’ah, contohnya Jafar Umar Thalib dkk kerjasama dengan Riziq Sihab, Hussein Umar dll. - Melecehkan ulama-ulama besar. 2. Jafar Umar Thalib dan murid-muridnya MUNGKIN AQIDAH MEREKA SALAFI, tetapi manhaj dakwah mereka jelas-jelas bukan salafi. (www.Salafindo.com.com_viewsoal.php_ID_10.htm) Tanggapan kita: 1. Saat mereka memberikan jawaban yang sangat krusial, tentang aqidah, apa katanya:” mungkin aqidah mereka salafi!! Sungguh ini adalah malapetaka dan kebinasaan yang luar biasa apalagi bagi situs yang dengan bangganya mengaku memiliki link dengan Masyayikh Yordan! Lebih dari itu mengaku dicintai Masyayikh Yordan! Ternyata ketika berbicara tentang aqidah sekelompok orang, kata “mungkin” yang menjadi jawabannya. Kenapa mereka tidak menjawab “Allahu A’lam” ketika merasa ragu dan atau tidak mengetahuinya? Apakah memaksakan diri untuk memberikan jawaban menjadi lebih mulia daripada berdiam diri dari sesuatu yang tidak diketahui?! Sungguh jawaban ini adalah tragedi yang memilukan en memalukan bagi organisasi yang mengaku dicintai oleh para ulama!! 2. Benarkah Sururiyyun memiliki manhaj Haraki dan aqidahnya Salafi? Sungguh sikap yang tidak bijaksana jika kita menyerahkan definisi ini kepada komunitas Sururi sendiri untuk menjawabnya. Kita simak penjelasan Masyayikh dalam permasalahan ini dan kita bandingkan dengan definisi yang mereka buat… a. Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad mengatakan: “Tidaklah bisa Quthbiyyun (sebuah manhaj yang dikembangkan mengikuti pemikiran Sayyid Quthb) dan Sururiyyun dikatakan sebagai Ahlus Sunnah karena banyaknya penyelewengan kedua kelompok ini dalam permasalahan-permasalahan yang sangat berbahaya, diantaranya memiliki manhaj takfir tanpa ada dalil pembolehan sedikitpun baik secara akal maupun nash. Memiliki kesalahan yang sangat keji dan fatal yang terkait dengan perkara yang paling besar permasalahannya di dalam agama yaitu permasalahan i’tiqad dan mengumumkan perang yang dahsyat kepada Ahlus Sunnah baik sebagai rakyat atau pemerintah dan mereka menuduh dan mencela dengan berbagai macam celaan. Sementara Ahlus Sunnah bara’ (berlepas diri) dari mereka” (As-Siraj Al-Waqqad fil Bayan Tash-hih Al-I’tiqad, hal.100 dalam Asy-Syari’ah no.12/1/1425, hal.21).

500
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Bagaimana mungkin firqah yang (kata mereka) beraqidah salaf mengumumkan peperangan yang dahsyat terhadap Ahlus Sunnah Salafiyyah?! b.Inilah penetapan Muhammad Surur mengenai manhajnya sebagaimana yang termaktub di dalam kitab Al-Maurid karya Al-Allamah Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah: “Setelah saya memisahkan diri dari Jama’ah (al-Ikhwan), maka saya meletakkan untuk diriku hukum-hukum yang tsabit (tetap) dan titik-titik tolak yang tertentu, dimana saya tidak beralih darinya dan tidak menggantikan ia dengan selainnya. Inilah perjalananku di jalur baru yang telah berlalu lebih dari 20 tahun, sedangkan berlalunya hari-hari ini telah menambahkan bagiku keyakinan dan komitmen akan patokan-patokan tetap ini. Diantara patokan yang tsabit tersebut ialah sebagai berikut: 1-Saat ini asasku ialah komitmen pada aqidah dan manhaj Salafush Sholeh Ridwanullah ‘alaihim ajma’in. 2- Amal Islam bagiku sudah tidak lagi sebagai ‘Da’wah Salaf’ dan ‘Hakekat Shufi’, sebab percampuran seperti ini, tidak tepat untuk menjadi asas penyatuan amal Islami serta hanya berakibat timbulnya permusuhan, perpecahan, dan saling bunuh. 3- Amal Islami bagiku tidak lagi sebagaimana slogan yang dipropagandakan oleh mereka tanpa memahami benar maknanya, diantaranya perkataan mereka “Kita saling memberikan udzur dalam persoalan yang kita perselisihkan”. Saya tidak akan memberikan udzur kepada siapa yang berselisih denganku dalam bentuk perselisihan yang saling berlawanan . 4- Akal saya sudah bisa tidak lagi menggambarkan adanya satu jama’ah yang terdapat di dalamnya: Salafi, Shufi, Asy’ari, Khawarij (6), Mu’tazilah, dan selainnya dari aqidah dan pemikiran yang berbeda-beda…” Footnoot no.6 (Khawarij): Beginilah ucapannya!! Tapi, ya Allah alangkah mengherankannya, dimana dia mengkafirkan pemerintah secara umum seluruhnya tanpa pengecualian. Lihat dalam majalahnya as-Sunnah seri 26/1413 H, halaman 2-3 .Dia mengkafirkan semua pemerintah yang berasal dari keluarga Su’ud di seri 43/Jumadits Tsaniyah/1415 H (halaman 27-29). Ketika dia mengatakan dalam percakapannya dengan seorang sahabatnya: ((Seorang sahabatku berkata, “Bagaimana pendapatmu dengan perkataan ini “Andaikan anak keturunan ‘Abdul ‘Aziz terlepas dari para karib sekuler yang berada di sekeliling mereka , maka tentu segala urusan tidak akan seburuk ini ? Maka Muhammad Surur berkata: Hai Abu….MEREKA ITU LEBIH BURUK DARIPADA TEMAN KARIBNYA YANG SEKULER ITU…….SEBAB SESUNGGUHNYA AQIDAH KEDUA BELAH PIHAK SAMA. Lihatlah wahai pembaca saudaraku –semoga Allah memeliharamu dan memberimu taufiq kepada segala kebajikan- Bagaimana dia menjadikan keluarga Su’ud lebih buruk daripada kaum sekuler, ini menunjukkan bahwa mereka menurutnya (Muhammad Sururpen) lebih kafir daripada orang-orang sekuler, sebab orang-orang sekuler ini kafir, maka orang yang lebih buruk daripada mereka tentu lebih kafir daripada mereka. Sementara WALAU DENGAN SEMUA (FAKTA) INI, NAMUN DAJJAL INI (MASIH) MENGATAKAN BAHWA DIRINYA BERAQIDAH SALAF!!! (Syaikh Muhammad bin Hadi)(Al-Maurid, hal. 241-242) Insya Allah, dengan penjelasan dua Masyayikh kita di atas, terjawab sudah kebatilan definisi sururi yang dibuat oleh sururinya Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya pimpinan Abdurrahman AtTamimi Al-Kadzab!! Falhamdulillah. Sebagaimana bantahan Ustadz Abu Hamzah Yusuf terhadap kesesatan teroris Takfiri Imam Samudra: “Saya yakin, dirimu tidak paham Salafy, tidak pula paham hakekat Murji’ah sehingga kamu gabungkan antara Salafy dengan Murji’ah” (Asy-Syari’ah, no.13/1426, hal.28) Maka kita katakan kepada Abdurrahman At-Tamimi dan organisasi salafy Demokrasinya: “Saya yakin dirimu tidak paham Salafy, sehingga kamu gabungkan antara Salafy dengan Ikhwani!! Dan saya semakin yakin bahwa kalian benar-benar tidak paham Salafy sehingga kalian gabungkan antara Salafy dengan Haraki-Sururi!!” Kalau demikian keadaannya, maka siapakah kalian ini sesungguhnya wahai kaum? Jawablah dengan kemantapan yang sempurna: “Kami adalah Sururi-Haraki-Ikhwani yang berusaha mengaburkan makna Salafy sehingga kaum Muslimin dapat terkecoh dan mengira kami adalah Salafy!!” Allahul Musta’an.

501
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

22.6.2 SURURI ADALAH KHAWARIJ DI MASA KINI Mungkinkah Ikhwani beraqidah Salafi? Mungkinkah Khawarij beraqidah Salaf?! Atau mungkinkah Tablighi beraqidah Salafi? Itulah pertanyaan selanjutnya dari definisi-definisi sesat yang mereka propagandakan. Kita sempurnakan pembahasan ini dengan penjelasan dari Al-‘Allamah Al-Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah yang diberi tambahan keterangan oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah. Al-Akh Abu Nusaibah Syamsu Muhajir Al-Malanji telah menerjemahkannya untuk kita – Walhamdulillah-. Semoga bermanfaat untuk menumpas talbis yang disebarkan oleh Hizbiyyin-Sururiyyin-Ikhwaniyyin. Amin. Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah ditanya di waktu malam ke tujuh bulan Dzulhijjah 1418H, yang terekam dalam kaset ceramah beliau berjudul “As-Sururiyyah Kharijiyah ‘Ashriyyah” (Sururiyyah Khawarij Masa Kini), bunyi pertanyaan: “(Saya ingin bertanya) seputar kitab Al-Irjaa’, wahai Syaikh, yaitu kitab “Al-Irjaa’ fil Fikri” (yaitu kitab milik Safar Al-Hawali)” Maka Syaikh menjawab: “Aku tahu kitab itu” Penanya bertanya: “(Maksudnya) beberapa catatan kaki, wahai Syaikh, khususnya yang tercantum di jilid kedua dari kitab itu” Syaikh Al-Albani menjawab: “Saya pernah berpendapat suatu hari semenjak lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, ketika itu saya berada di Jami’ah (Universitas) menyampaikan muhadharah. Di majelis yang penuh pengunjung tersebut saya ditanya pendapatku mengenai Jama’ah Tabligh, maka saat itu aku mengatakan:”Sufi Masa Kini”. Maka aku sekarang teringat kembali untuk mengatakan hal serupa kepada Jama’ah (As-Sururiyyah) yang muncul di masa ini yang banyak menyelisihi Salafush Shalih. Aku jawab di sini dengan meminjam ungkapan Al-Hafidz AdzDzahabi:”MEREKA BANYAK MENYELISIHI SALAF PADA SEBAGIAN BESAR MANHAJNYA” Sehingga layak bagiku untuk menamai mereka (As-Sururiyyah) sebagai:”KHAWARIJ MASA KINI” karena mereka punya kemiripan dengan Khawarij dalam hal –yakni- seperti yang dapat kita baca dari ucapan-ucapan mereka, seperti pernyataannya, komentar-komentar mereka yang mengarah kepada pemikiran Khawarij yang mengkafirkan pelaku dosa besar. Akan tetapi mereka –mudah-mudahan ini yang aku ketahui-:”merupakan kelalaian mereka atau merupakan makar mereka!!” Aku katakan seperti ini sebagai bentuk pengamalan firman Allah : “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa” (QS. AlMaidah:8) Seperti yang aku ketahui, mereka tidak secara terang-terangan menyatakan bahwa setiap pelaku dosa besar adalah dikafirkan, akan tetapi mereka sering mempersoalkan sebagian dosa besar, sementara di sisi lain mereka berusaha mendiamkan atau tidak mempersoalkan dosa-dosa besar lainnya!! Karena itulah aku tidak memutlakkan pendapat, akan tetapi aku mengatakan tentang mereka: “MEREKA ADALAH KHAWARIJ PADA SEBAGIAN SEGI dan ini adalah sikap yang lebih adil sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kita…” Asy-Syaikh Rabi’ Hafidhahullah memberi komentar berkaitan ceramah Syaikh Al-Albani di atas: Sepantasnya bagi setiap pembaca atau pendengar untuk memperhatikan perkataan Syaikh tentang firqah Sururiyyah ini bahwa mereka:”TELAH MENYELISIHI SALAF DALAM BANYAK MANHAJ MEREKA” Berbagai manhaj yang banyak menyelisihi salaf itu menunjukkan kepada satu kesimpulan: adanya penyimpangan yang besar pada mereka. Bahkan penyimpangan ini bisa jadi lebih berbahaya dan lebih berat dibandingkan Khawarij yang pernah disifati oleh Rasulullah sebagai makhluk terjelek dengan perangai terjelek pula. Bahwa mereka itulah anjing-anjing neraka. Mereka keluar dari agama secepat melesatnya anak panah keluar dari tubuh buruannya. Mereka membunuh kaum Muslimin dan membiarkan orang-orang musyrik.

502
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Dan apa yang dikatakan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah adalah BENAR adanya, bahwa mereka telah menyelisihi salaf dalam masalah-masalah ushul (pokok) yang banyak dan sangat berbahaya,diantaranya: Menampakkan loyalitas mereka kepada ahlul bid’ah dengan frekuensi dan intensitas yang tinggi Memberi pengakuan kepada manhaj ahlul bid’ah, padahal manhaj mereka sangatlah rusak Mengakui dan menyebarkan buku-buku ahlul bid’ah yang penuh dengan kesesatan dan melakukan pembelaan terhadap kitab-kitab tersebut Mencekoki para pemuda dengan kesesatan yang memberikan pengaruh sangat jelek terhadap umat dan para pemudanya berupa paham pengkafiran, penghancuran, peperangan yang tiada henti, pertumpahan darah dan pelanggaran kehormatan Hawa nafsu mereka telah menyeret diri-diri mereka dan para pengikutnya kepada kecenderungan Irja’ (paham Murji’ah) yang ekstrim yang meremehkan bahaya perkaraperkara bid’ah yang berat berupa bid’ah-bid’ah yang kufur sehingga dapat melemahkan kepekaan manhaj salafi dan menurunkan rasa cemburu terhadap agama Allah dan para pengembannya yaitu para Shahabat yang mulia dan orang-orang yang meneladani mereka secara ihsan. Lebih dari itu, mereka juga meremehkan perkara pencelaan terhadap sebagian Nabi Allah. Hawa nafsunya telah memaksa mereka untuk membangun manhaj yang rusak sebagai konsekuensi (dan kompensasi-pent) pembelaan mereka terhadap kebid’ahan dan pelakunya, seperti: manhaj Muwazanah (penyeimbangan antara kejelekan dan kebaikan ketika mengkritik). Mereka juga meletakkan kaidah-kaidah yang rusak yang bertolak belakang dengan syari’at yang telah ditetapkan oleh Kitabulllah dan Sunnah RasulNya yang pada akhirnya mereka menghancurkan Sunnah beserta cabang-cabang ilmunya terutama ilmu Jarh wat Ta’dil dimana kitab-kitab yang berbicara tentang hal itu telah memenuhi perpustakaan-perpustakaan. Dan hal itu menjadi penyebab kejelekan dan kesesatan yang berikutnya. Kita memohon kepada Allah agar menyelamatkan para pemuda dari kejahatan, kecelakaan dan bahaya kelompok sempalan ini di dunia maupun di akhirat kelak. Sebagai penutup: sangat layak bagi kita untuk mensifati kelompok Sururiyyah ini bahwa mereka adalah kelompok Murji’ah yang paling ekstrim di masa kini sebelum pada akhirnya kita menjatuhkan vonis: “MEREKA ADALAH KHAWARIJ DI MASA INI” Inilah akhir komentar dari Syaikh Rabi’ Hafidhahullah terhadap kaset tanya jawab Syaikh AlAlbani Rahimahullah teriring pesan agar jangan lagi ada korban yang tertipu dan terkecoh oleh definisi-definisi menyesatkan yang diproduksi dan terus akan diproduksi oleh HizbiyyinSururiyyin-Ikhwaniyyin untuk melariskan dagangan Hizbiyyahnya. 22.7 AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH, ANTARA PENGAKUAN SALAFY DENGAN FAKTA DEMOKRASI, AMBISI KEKUASAAN DAN PERTARUNGAN DI PENGADILAN Abdurrahman At-Tamimi berkata ketika menceramahi para ulama dalam Muktamar Masyayikh Salafiyyin ke-1 di Yordania:

503
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Siapa sangka dibalik garangnya teriakan Abdurrahman At-Tamimi ketika berpidato di Yordania di atas, komunitasnya yang (katanya) Salafy ternyata menyimpan bara api permusuhan, trik dan intrik serta pertarungan dan perebutan kekuasaan yang tidak kalah serunya dibanding perseteruan di acara Pilkadal (Pemilihan Kepala Daerah secara Langsung), Allahul Musta’an. Oo… itu fitnah! Tunggu dulu, tentu saja bukti ilmiyyah yang akan kami haturkan kepada kalian bahkan dari sumber resmi kalian sendiri, wahai tuan! 22.7.1 SIAPAKAH PENGKHIANAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH?! Inilah cuplikan sambutan Ketua Umum PP. Al-Irsyad Al-Islamiyyah (Farouk Zein Badjabir) pada Musyawarah Wilayah Al-Irsyad Jawa Timur yang dikomandani langsung oleh “Gubernur” Chalid Bawazir (“salafy” yang diundang menghadiri Muktamar Masyayikh Salafiyyin di Yordania bersama Pembesar Hizby Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab sekaligus yang mendatangkan Msyayikh Yordan ke Indonesia) ketika “mentahdzir” Al-Irsyad kubu Hisyam Thalib dan Geys Amar yang dikatakannya sebagai PENGKHIANAT ALIRSYAD: “Insya Allah dengan tekat dan semangat yang terus kita bangkitkan, gagasan dan cita-cita Syaikh Ahmad As-Surkati sebagai pendiri perhimpunan dapat terwujud dan didukung oleh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang. Perkenankan saya dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa perkembangan yang telah terjadi akhir-akhir ini dalam tubuh organisasi kita, baik di tingkat pusat, wilayah, atau cabang pasca Mu’tamar Cilacap. Sebagaimana telah kita maklumi bersama, bahwa konflik yang terjadi dalam tubuh organisasi kita yang ditimbulkan oleh oknum-oknum yang tidak suka melihat Al Irsyad Al Islamiyyah maju. Keputusan Mu’tamar Cilacap yang telah memakan biaya dan tenaga yang besar itu, telah dinyatakan oleh seluruh peserta Mu’tamar, ternyata secara terang-terangan telah dikhianati oleh kelompok Hisyam Thalib, dan kawan-kawannya. Saudara Hisyam Thalib menelan kembali ludahnya yang dalam pidato di depan peserta Mu’tamar Cilacap menyatakan mengundurkan diri dan tidak bersedia dipilih kembali, ternyata dengan disponsori oleh Geys Ammar sebagai pemicu konflik di Al Irsyad Al Islamiyyah menyatakan eksis kembali dengan dasar Mu’tamar Bandung yang telah dinyatakan demissioner dalam Mu’tamar Cilacap. Mereka ini adalah pengkhianat Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah. Kejadian semacam ini belum pernah terjadi dalam sejarah Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah. Semoga Allah SWT. menyadarkan mereka akan perbuatan yang sangat merugikan warga Al Irsyad.” (www.infoalirsyad.com_edisi61_index-4.html). Tahdzir di atas diperkuat lagi oleh Husen Maskati dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah tentang larangan berkhianat, dia nukilkan pula ijma’ ulama dalam permasalahan ini bahkan dalil aqli (akal) tentang larangan berkhianatpun tidak luput dari ulasannya, luar biasa. Dia tulis artikelnya dengan judul TABAYYUN yang dirilis oleh situs resmi PP. Al-Irsyad Kramat Raya pada Jul 11, 05 | 2:51 pm. Adalah hal yang sangat dan sangat menarik bahwa pada komentar editorialnya mereka menulis : “Inilah bukti al Irsyad adalah organisasi/hizbi/sempalan dalam Islam, yang didalamnya ada carut-marut perebutan kekuasaan, pimpinan, harta, tahta, wanita. Marilah kita menjadi Ahlusunnah wal Jama'ah, Salafy yang murni, jauh dari emosi organisasi sesaat, tinggalkan perpecahan, sambut persatuan diatas jalan Islam dgn manhaj Salaf yang haq. Barakallahu fiikum”. Pengirim: abu abdillah on Jul 18, 05 | 5:17 pm (PP.Al-Irsyad Al-Islamiyyah http://www.alirsyad.or.id/commets-editorial.php?id) 22.7.2 ANTARA AL-IRSYAD LEGAL DAN AL-IRSYAD LIAR
27

Lihatlah wahai saudaraku, kalimat-kalimat jahat dan tikamannya terhadap Salafiyyin ketika berpidato di Markas AlAlbani!! Lihatlah pula betapa mereka ini selalu berteriak-teriak agar Salafiyyin tabayyun dulu sebelum melemparkan “tuduhan” kepada kelompoknya. Apakah Abdurrahman Tamimi sendiri telah mempraktekkan apa yang diteriakkannya? Tabayyun dulu ya akhi…

504
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Pertarungan dan perebutan Organisasi (yang katanya) Salafy memasuki babak baru dengan diajukannya perkara ini oleh Faruk Badjabir cs ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk menggugat kubu Hisyam Thalib cs dan hasilnya kubu Hisyam Thalib diputuskan oleh Pengadilan harus dibubarkan dan berbagai konsekwensi-konsekwensi hukum lainnya, lebih lengkapnya: Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah terpaksa mengambil langkah tegas, setelah berkali-kali mengajukan peringatan kepada mereka. Dengan terpaksa mengajukan masalah ini lewat jalur hukum, dan Alhamdulillah, setelah sidang berkali-kali yang cukup melelahkan akhirnya Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan hal-hal sebagai berikut : 1. Menyatakan sah Mu’tamar Cilacap, 22-23 Maret 2002 dan mempunyai kekuatan hukum. 2. Menyatakan semua keputusan Mu’tamar Cilacap sah dan mempunyai kekuatan hukum. 3. Menyatakan bahwa Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah di bawah Ketua Umum Ir. H. Farouk Zein Badjabir adalah Pimpinan Pusat masa bakti 2002-2007 berikut pimpinan lainnya dan semua tingkatan (Pusat, Wilayah dan Cabang). (www.infoalirsyad.com_edisi61_index-4.html). 4. Menyatakan bahwa Pimpinan Pusat hasil Mu’tamar Cilacap sebagai pemilik sah atas semua atribut organisasi seperti kop surat dan logo Al Irsyad. 5. Menyatakan Saudara Hisyam Thalib telah melakukan perbuatan melawan hukum. 6. Menyatakan Mu’tamar Bandung tahun 2000 dan semua hasil keputusan Mu’tamar ke-37 Bandung tidak berlaku lagi. 7. Menyatakan Pimpinan Pusat hasil Mu’tamar ke-37 Bandung berikut kelompoknya pada semua tingkatan mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang, tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum. 8. Memerintahkan kepada Saudara Hisyam Thalib selaku PP Al Irsyad hasil keputusan Mu’tamar ke-37 Bandung dan kelompoknya pada semua tingkat kepengurusan untuk tidak lagi menggunakan kop surat dan logo Al Irsyad serta nama Al Irsyad dan tidak lagi melakukan perbuatan yang mengatas-namakan Pimpinan Pusat Al Irsyad. Demikian keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, tanggal 16 Juli 2003, maka selaku Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah yang sah, kami menyerukan kepada seluruh jajaran Al Irsyad tingkat Pusat, Wilayah dan Cabang yang belum bergabung dengan kami untuk segera : 1. Membubarkan diri dan melaksanakan semua keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur 16 Juli 2003. 2. Segera bergabung dengan Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang di bawah kepemimpinan Ir. H. Farouk Zein Badjabir. 3. Melakukan kegiatan dan program Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang yang telah berjalan. 4. Mengakhiri konflik serta mengadakan ishlah dengan Pimpinan Perhimpunan Al Irsyad yang sah dalam semua tingkatan Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang. Apabila semua ini tidak diindahkan, maka akan menimbulkan konsekuensi serius, yaitu tidak lagi menganggap mereka sebagai bagian dari Jum’iyyah Al Irsyad Al Islamiyyah. Saya atas nama Pimpinan Pusat Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus, semoga Allah SWT. meridhoi usaha, perjuangan dan pengabdian kita bersama. Amin. (www.infoalirsyad.com_edisi61_index-5.html). 22.7.3 TRAGIS, AL-IRSYAD LEGAL ITU SECARA HUKUM BERUBAH MENJADI ALIRSYAD LIAR!! Tuesday, 31 May 2005. Kita yang sah, bung! Itulah judul artikel yang menggambarkan luapan kegembiraan kubu Hisyam Thalib dalam pertarungannya melawan kubu Farouk Bajabir. Isi berita selanjutnya adalah: “Berita gembira itu diterima Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah pada Senin siang, 30 Mei 2005. Tepatnya berupa Relas Pemberitahuan Isi Putusan Mahkamah Agung RI, yang disampaikan Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Detil keputusan baru akan dikirimkan ke masing-masing yang berperkara pada minggu-minggu ini. Menurut Relas itu, MA telah "MENOLAK permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: Ir. Farouk Zein Bajabir dan Masdoen Pranoto." MA juga menghukum keduanya untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi sebesar Rp500.000,-

505
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Dengan penolakan gugatan kasasi itu, berarti keputusan Pengadilan Tinggi DKI yang berlaku, bahwa Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah yang sah dan legal adalah Pimpinan Pusat hasil Keputusan Muktamar ke-37 di Bandung, dibawah pimpinan ketua umum Ir. Hisyam Thalib. Dengan kata lain, keberadaan mereka yang menamakan diri "Pimpinan Pusat Al Irsyad dibawah ketua umum Farouk Zein Bajabir" adalah LIAR SECARA HUKUM. Menyikapi keputusan Mahkamah Agung ini, sebagai lembaga tinggi negara dan institusi hukum tertinggi di negara ini, diharapkan seluruh warga Al Irsyad bisa segera menyesuaikan sikapnya. Jangan mau lagi mengikuti dusta dan fitnah yang terus disebarkan oleh orangorang yang tidak bertanggung-jawab, yang hanya mengejar syahwat kekuasaan dan kepentingan pribadi semata. JANGAN Ada Lagi Dusta dan Fitnah Diantara Kita”(http://alirsyad.org/index.php?option=com_content&task=view&id=43&Itemid=2) Adalah suatu kenyataan yang sangat-sangat pahit bagi kubu Farouk Badjabir cs (yang beberapa kali berhasil mendatangkan Masyayikh Yordan ke Indonesia dan bahkan dipuji sedemikian rupa, sampai-sampai Abdurrahman At-Tamimi memegang surat Kuasa penerjemahan berbagai karya tulis Masyayikh Yordan di Indonesia) diputuskan oleh lembaga peradilan di atasnya (Mahkamah Agung) antara lain : 5. Menyatakan menurut hukum bahwa Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah dengan Ketua Umum Ir. FAROUK ZEIN BAJABIR termasuk semua Personalia dan Fungsionarisnya yang diangkat dan Tawangmangu pada tanggal 16-17 Oktober 1999 maupun Muktamar Luar Biasa di Cilacap pada tanggal 03 sampai dengan Juli 2002 adalah cacat hukum, tidak sah dan batal demi hukum; 8. Menghukum Tergugat untuk menyerahkan dalam keadaan baik, Kantor Al-Irsyad AlIslamiyyah yang didudukinya dengan segala peralatan investaris PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang terletak di Jl. Kramat Raya No. 25 Jakarta Pusat dan Asset Perhimpunan Al-Irsyad AlIslamiyyah lainnya, selambat-lambatnya dua minggu setelah putusan Pengadilan telah mempunyai kekuatan hukum tetap, apabila diperlukan dengan bantuan POLRI; 9. Menghukum Tergugat untuk tidak menggunakan logo, lambang, kop surat, dan atributatribut Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah dengan mengatasnamakan Pimpinan Pusat AlIrsyad Al-Islamiyyah untuk kepentingannya; (http://www.alirsyad.org/index.php?option=com_content&task=view&id=45&Itemid=2) Pembaca sekalian Rahimakumullah, sebenarnya keputusan MA di atas melengkapi kekalahan kubu Farouk Badjabir-Chalid Bawazir setelah sebelumnya di Pengadilan Tinggi Jakarta mereka juga di “KO” berdasarkan PUTUSAN PENGADILAN TINGGI DKI JAKARTA, NOMOR: 31/PDT/2004/PT. DKI 3. Menyatakan menurut hukum bahwa keberadaan Organisasi Pimpinan Pusat AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH berdasarkan MUKTAMAR AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH ke 37 di Bandung Cq. Ir. HISYAM THALIB sebagai Ketua Umum yang merupakan kesinambungan serta kelanjutan MUKTAMAR AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH ke-36 di Pekalongan adalah satusatunya Pimpinan Pusat AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH yang sah. 4. Menyatakan menurut hukum bahwa Muktamar luar biasa yang diselenggarakan dengan meng-atas namakan Pimpinan Pusat AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH baik di Tawangmangu pada tanggal 16 s/d 17 Oktober 1999 maupun Muktamar luar biasa di Cilacap pada tanggal 22 s/d 23 Maret 2002 adalah cacat hukum, tidak sah, dan batal demi hukum dengan segala akibat hukumnya. 5. Menyatakan menurut hukum bahwa Pimpinan Pusat AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH dengan ketua umum Ir. FAROUK ZEIN BAJABIR termasuk semua Personalia dan Fungsionaris nya yang diangkat melalui Muktamar luar biasa di Tawangmangu pada tanggal 16 s/d 17 Oktober 1999 maupun Muktamar luar biasa di Cilacap pada tanggal 03 s/d Juli 2002 adalah cacat hukum, tidak sah, dan batal demi hukum; (http://www.alirsyad.org/index.php?option=com_content&task=view&id=37&Itemid=2) Setelah turunnya keputusan MA yang telah berkekuatan hukum tetap, bagaimana sikap kubu Farouk Badjabir-Chalid Bawazir ? Apakah sampai saat ini mereka masih menguasai assetaset yang seharusnya mereka serahkan? Apakah mereka tetap menggunakan logo, atribut, kop surat perhimpunan Al-Irsyad yang seharusnya tidak boleh digunakan? Justru permasalahan ini menjadi rumit dan penting karena sikap dan pengakuan mereka sebagai organisasi Salafy! Taatkah mereka kepada keputusan pemerintah? 22.7.4 AL-IRSYAD LIAR MENENTANG & MENANTANG KEPUTUSAN PEMERINTAH (MAHKAMAH AGUNG RI)!!

506
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Hal sangat penting yang harus digaris tebal adalah: bahwa kubu Farouk Zein Bajabirlah yang berinisiatif menyelesaikan perkara ini di pengadilan!! Sebagaimana telah kita ajukan bukti: “Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah terpaksa mengambil langkah tegas, setelah berkalikali mengajukan peringatan kepada mereka. Dengan terpaksa mengajukan masalah ini lewat jalur hukum, dan Alhamdulillah, setelah sidang berkali-kali yang cukup melelahkan akhirnya Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan…” (www.infoalirsyad.com_edisi61_index-5.html). Ketika Pengadilan Negeri Jakarta Timur memenangkan gugatannya, maka merekapun segera menyebarluaskan berita gembira ini melalui situs resminya, infoalirsyad.com!! Pemimpin redaksinya adalah Helmi Gana, sekretaris dari Chalid Bawazir si "Tangan Putih yang banyak menolong dakwah ‘Salafiyyah’ "!! Sebaliknya ketika Hisyam Thalib memenangkan perkara ini di tingkat Pengandilan Tinggi dan Mahkamah Agung (Lembaga Peradilan di atasnya) dan menyebarkan berita gembira ini melalui situs resminya (alirsyad.org), kenapa kubu Farouk sendiri justru balik melecehkan dan menghina Bagir Manan (Ketua Mahkamah Agung) dan Abdurrahman Saleh (Jaksa Agung)? Bukankah jalur Peradilan adalah hasil keputusan yang mereka pilih sendiri untuk menyelesaikan pertarungan dan perebutan kekuasaan ini?! Inilah tulisan penghinaan Husen Maskati yang dimuat oleh situs resmi PP. Al-Irsyad kubu Farouk Bajabir: “Sebenarnya lebih afdhal lagi yang harus menjawab dan memberikan penilaian adalah Tim Mediator; Fuad Bawazier, Yusuf Thalib dan Sulaiman Ganis bukan Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung, sebab kita tahu siapa Bagirmanan dan siapa Abdurrahman Saleh serta bagaimana kondisi obyektif peradilan di Indonesia tercinta ini . “ Gara-gara (alirsyad.or.id/infoalirsyad.com) kalah tempur melawan alirsyad.org, jurus Khariji yang akhirnya dikeluarkan!! Wahai Hizbuyyun-Provokatorun ! Tunjukkan apa yang kalian ketahui tentang Bagirmanan yang ditunjuk oleh Pemerintah RI sebagai Ketua Mahkamah Agung ?! Apa yang kalian ketahui tentang Abdurrahman Saleh yang dipilih oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Jaksa Agung ?! Bukankah kalian bukan penakut dan tidak pula banci – meminjam istilah Abu Salma sendiri - sebagaimana yang kalian tuduhkan kepada anak ingusan ini! Wahai Salafy Demokrasi!! Ya Chalid Bawazeer si Tangan Putih Demokrasi yang terpilih menjadi "Gubernur Al-Irsyad" Jawa Timur di arena Demos dan Kratos warisan Yunani Negeri Seribu Dewa dan Dewi!! Dewi Fortuna telah lari dari haribaanmu!! Apakah kalian sedang mengajarkan kepada umat cara menantang dan menentang keputusan peradilan pemerintah ! Publikasi yang bagus untuk mengajari umat cara menentang pemerintah!! Di mana atsar kalian setelah mendatangkan Masyayikh Yordan sampai 4 kali wahai hizbiyyun?! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita akan menunggu bagaimana Masyayikh Yordan menyikapi kenyataan Khariji ini. Benar-benar kenyataan yang tidak bisa dipungkiri !! Nyata-nyata menentang!! Kaum Muslimin, jangan sampai para Masyayikh kita diseret (oleh orang-orang yang mendatangkannya ke Indonesia) ke dalam pertarungan dan perebutan kekuasaan tanpa disadari oleh beliau-beliau. Kalau ada diantara pembaca yang bertanya, kenapa sering kita hubungkan antara fakta Hizbiyyah-Ikhwaniyyah yang kita kemukakan dengan sikap Masyayikh Yordan jika mengetahui kenyataan tersebut, maka jawaban kita adalah : karena mereka (kelompok Hizbiyyin-Irhabiyyun-Sururiyyun-Ikhwaniyyun) selalu dan selalu berdalih dan berlindung tentang kesalafiyyahan mereka dengan rekomendasi dan pujian Masyayikh Yordan ! Bahkan dengan bangganya memamerkan surat kuasa yang mereka pegang ! Bukti kesalafiyyahannya adalah mampu menghadirkan Masyayikh Yordan berkali-kali ke Indonesia ! Bukti nyata bahwa Surkati As-Sudani adalah Salafy adalah pujian yang dikeluarkan oleh Masyayikh Yordan !! Kalau kami adalah hizby, bagaimana mungkin Masyayikh Yordan bersedia hadir memenuhi undangan kami ? Itulah kilah dan helah mereka!! Memamerkan undangan Masyayikh Yordan kepada Abdurrahman At-Tamimi dan Chalid Bawazir untuk datang menghadiri Muktamar Masyayikh Salafiyyin ke-2 di situs salafi.or.id/Salafindo.com.com dengan memberikan embel-embel keterangan sebagai bukti rasa cintanya Masyayikh Yordan terhadap Ma’had Al-Irsyad ! Demikianlah seabreg talbis iblis yang mereka lemparkan kepada umat untuk melindungi diri dari sepak terjang dan nafsu Hizbiyyah-Ikhwaniyyah yang selama ini mereka pertontonkan !! Tidak bisa tidak,

507
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

mengembalikan semua fakta Hizbiyyah tersebut dengan sikap yang akan ditempuh oleh Masyayikh Yordan jika mengetahui kenyataan itu adalah jalan yang tidak terelakkan. Dan lihatlah bagaimana cara Al-Irsyad Jawa Timur yang dikepalai oleh Chalid "si Tangan Putih" Bawazir (sekarang statusnya "illegal" atau liar secara hukum), orang yang berperan besar dalam mendatangkan Masyayikh Yordan (dan secara resmi mendapatkan undangan Masyayikh Yordan untuk hadir dalam peresmian Markaz Al-Albani serta 2 kali mendapatkan undangan untuk hadir dalam Muktamar Masyayikh Salafiyyin pertama dan kedua di Yordania !!) sekaligus menjadi penasehat majalah Neo-AdzDzakhiirah pimpinan Pembesar Hizbi Abdurrahman At-Tamimi, ternyata sepakat menentang dan menantang keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (dipublikasikan dan dipropagandakan oleh situs resmi PP. Al-Irsyad kubu Farouk, infoalirsyad.com) : Info Al Irsyad Al Islamiyyah Jawa Timur : PERYATAAN BERSAMA CABANG-CABANG AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH SE - JAWA TIMUR DALAM MENYIKAPI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI NO. 1702 Kraksaan, Ahad 19 Juni 2005 Pada hari ini, Ahad 19 Juni 2005 bertempat di cabang Kraksaan, kami segenap Pimpinan Cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah Se- Jawa Timur bersama dengan Pimpinan Wilayah Jawa Timur menyatakan secara aklamasi dan menandatangani peryataan bersama sebagai berikut : 1. Bahwa Keputusan Mahkamah Agung RI No. 1702 tentang perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah tidak memenuhi rasa keadilan dan sangat bertentangan dengan fakta hukum yang ada, yaitu bahwa hasil MLB Cilacap adalah Muktamar yang kami hadiri yang diselenggarakan oleh dua kubu Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah baik yang dihasilkan Muktamar Tawangmangu - Solo maupun Bandung. 2. Bahwa kami menyaksikan PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah hasil MLB Tawangmangu dan Muktamar Bandung kedua-duanya telah dimesioner dalam MLB Cilacap, sehingga keberadaannya sudah tidak ada lagi, dan satu-satunya yang ada adalah PP hasil MLB Cilacap. 3. Bahwa Keputusan Mahkamah Agung RI No. 1702 pada dasarnya secara hukum tidak mengikat pihak-pihak selain yang berperkara (tidak mengikat wilayah-wilayah dan cabang-cabang), oleh karena itu kami menghimbau pada cabang cabang dan wilayah wilayah untuk tetap istiqomah dengan menjalankan amanah yang dihasilkan MLB Cilacap, karena sikap amanah akan dimintai tanggung jawab dihadapan Allah SWT. 4. Kami menghimbau PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah hasil MLB Cilacap tetap menjalankan roda organisasi sesuai aturan yang ada. 5. Apabila terjadi keadaan darurat yang secara hukum seluruh hasil produk MLB Cilacap tidak dapat dijalankan, maka kami cabang-cabang di Jawa Timur memberi kuasa khusus kepada : 1. Ir. H. As'ad Bin Nagib dari Cabang Banyuwangi 2. Humam Salim Baktir, ST dari Cabang Surabaya 3. Helmi Gana' dari PW Jawa Timur 4. Ust. H. Ahmad Mubarak Banawir dari Cabang Kab. Probolinggo 5. H. Sjudjak Kuddah dari Cabang Malang Untuk mewakili cabang-cabang yang ada menyelenggarakan Silaturahmi Nasional dengan mengundang seluruh cabang di Indonesia. Demikian peryataan bersama ini kami buat untuk ditaati dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. 1. PW AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH JAWA TIMUR - CHOLID A. BAWAZIR & HELMI GANA' 2. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH SURABAYA - Humam Baktir, ST 3. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH Kab. PASURUAN - Salim Basyaeb & Dhiyauddin 4. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH SIDOARJO - Miftakurohman 5. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH PAMEKASAN - Drs. Abubakar Basyarahil & Anis Amir Thalib 6. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH Kota PASURUAN - Drs. Ahmad Saleh

508
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

7. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH MALANG - ALI MUSALAM MAHRI & Nasir Bin Thalib 8. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH JEMBER - Drs. Faisal Bin Madhi, MA & Bambang Hermanto, SH 9. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH BANYUWANGI - Ir. As'ad Bin Nagib 10. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH KEDIRI - Drg. H. Ahmad Husni & Ust. Abd Karim 11. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH BONDOWOSO - Muhammad Thalib & Drs. Muhammad Salim Radjab 12. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH SITUBONDO - Novel At-Tamimi & Sardjono S. 13. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH BESUKI - Taufiq M. Bachamisah & Drs. Cholid Hasan 14. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH Kab. PROBOLINGGO - Yusuf Wibisono & Ahmad Mubarak Banawir 15. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH NGAWI - Drs. Toto Karyoto 16. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH TULUNG AGUNG - M. Rusli Ashari & M. Rudy Ernawan 17. PC AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH TUBAN - Ust. H. Ahmad Rifa'i, LC (infoalirsyad.com/edisi82/index-9.html) Siapakah Helmi Gana yang bersanding dan bersatu padu dalam berdakwah dengan bapak Chalid “As-Salafy” yang namanya harum semerbak sampai ke Yordan? Helmi Gana sendiri yang akan menuturkannya bagi kita dalam artikelnya yang berjudul “Selamatkan Indonesia dengan Syariat Islam” :”Pemred Infoalirsyad.com(edisi83/index-2.html); Penulis adalah sekretaris Pimpinan Wilayah Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jawa Timur dan Wakil Sekretaris Forum Ukhuwah Islamiyyah Jawa Timur, Deklarator dan Bendahara PBB Jawa Timur (ibid/index-6.html). Ali Musalam Mahri yang tertera pada nomor 7 adalah pimpinan Partai Amanat Nasional (PAN) Kodya Malang, dia pula yang bekerjasama dengan Abdullah Hadrami dalam mendatangkan da’i kondang Yazid Jawaz ke kota Malang pada tanggal 23 September 2005 di Masjid An-Nur, Jagalan Malang. Pimpinan Al-Irsyad Malang merangkap sebagai Kepala Partai Politik PAN berduet dengan da’i Sururi yang sebelumnya memimpin do’a bagi Presiden Ikhwani Indonesia di kala itu. Mengaku lepas dan taubat dari Presiden Ikhwani ternyata berganti posisi berduet bersama Ketua parpol PAN mendatangkan pembesar Sururiyyin, Yazid bin Abdul Qadir Jawaz. Inilah -wahai saudaraku- Salafy(?) Demokrasi di bawah kepemimpinan bapak Chalid Bawazir yang warna-warni!! Kita saling tolong-menolong terhadap apa yang kita sepakati dan kita saling memberi udzur terhadap "PARPOL" yang kita berselisih dengannya!! Dan lihatlah -wahai saudaraku- tepat di bawah “unjuk politik terang-terangan” tersebut tertulis artikel lain :Info Ma’had Ali Al-Irsyad Al-Islamiyyah Surabaya yang ditulis oleh Muhammad bin Hamidi berjudul “Hakekat Keimanan”!!! Jangan terkesima dulu dengan link bukti terang-benderang ini karena mereka sudah “mengenakan sabuk pengaman”, telah mengantisipasi dengan strategi lihai berikutnya:”

INFO Pimpinan Wilayah Al Irsyad Jawa Timur Dialog Aktivis Islam Jawa Timur Mendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia

509
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Diadakan Kamis, 11 Agustus 2005 di Masjid Al Hilal Jalan Purwodadi Surabaya. Dihadiri oleh tokoh-tokoh dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), antara lain : Dewan Da’wah Islam Indonesia (DDII), Al Irsyad, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Korps Muballigh Bulan Bintang, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), GPI (Gerakan Pemuda Islam), ELDASI, YAPMI, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) dan FOSI. (HG) (Info Al-Irsyad - edisi 84.htm) Tentu pembaca sekalian telah mengetahui siapa itu GPI, gerakan yang begitu getolnya mendaftar dan mengumpulkan sukarelawan dengan tujuan untuk mengerahkan pasukan berani matinya ke Irak untuk membela Saddam Husein penganut Ba'ats Sosialis Komunis yang sudah sama kita kenal kebengisannya terhadap Muslimin Iraq, Kurdi dan Muslimin lainnya ketika menginvasi Kuwait. Ya, dia dan pasukan Neo-Tartar telah membantai kaum Muslimin ketika shalat Jum'ah, pasukan barbarnya telah membunuh dengan sadis dan kejam wanita dan anak-anak Muslimin dengan senjata kimia, senjata biologis/kuman maupun senjata otomatis, mengayun-ayunkan anak-anak balita untuk dibenturkan kepalanya sampai hancur di tank-tank pasukan barbar ini dengan disaksikan oleh orangtuanya masing-masing!! Dan kalian masih juga bernyali untuk mengatakan "betapa kejamnya Amerika?" Kejahatan Amerika terhadap kaum Muslimin sudah sama kita ketahui, tetapi membela Saddam Komunis-Sosialis dan pasukan barbarnya yang telah membantai sekian banyak kaum Muslimin?! Membela kekuasaan Saddam dan partai Ba’ats yang didirikan di atas berbagai kepercayaan, tidak membedakan antara Sunni dengan Yahudi, Nasrani, Komunis dan lainnya. Mereka semua dianggap sama. Sebagaimana ”Syahadat” mereka yang berbunyi: Amantu bil Ba’tsi Rabba la syarikalahu Wa bil ’urubati diina maa lahu tsaniy (Aku beriman kepada (kebenaran) Partai Ba’ats sebagai Rabb yang tiada sekutu baginya Dan (aku beriman kepada) Nasionalisme Arab sebagai agama yang tiada tandingannya ) Dalam Syair lainnya mereka berkata: Laa tas-al ’an millatiy au madzhabiy Ana isytirakiy Ba’tsiy ’Arabiy (Jangan engkau bertanya tentang agama dan madzhabku Aku adalah seorang Sosialis, Ba’tsi dan berkebangsaan Arab) Inilah agama mereka:Nasionalisme dan Hizbiyyah. Agama mereka sama sekali bukan Islam. Berdasarkan hal ini, sesungguhnya orang-orang yang berperang di bawah bendera pemerintah Iraq, maka ia berperang di jalan orang-orang yang tidak memiliki agama...(Mereka Adalah Teroris, hal.334) ”Mereka tidak memiliki agama! Karena itu dengan tegas Asy-Syaikh Bin Bazz menyatakan tentang Saddam Husain: Dia itu kafir meskipun menyatakan Laailaaha illallah, bahkan walaupun dia shalat dan puasa, selama dia tidak berlepas diri dari aqidah-aqidah Ba’tsiyyah yang kufur dan mengumumkan bahwa dirinya telah bertaubat kepada Allah dari aqidah-aqidah tersebut dan dari apa yang selama ini ia serukan”(Majmu’ Fatawa Samahatisy Syaikh Abdul Aziz bin Bazz IX/536-537 dalam Mereka Adalah Teroris, hal.435) Maka tidak ada yang dibela oleh pasukan berani mati GPI kecuali kekafiran dan kejahatan pemerintahan Saddam Husain!! Dan....Innalillahi wa inna ilaihi raji’un bahwa organisasi semacam GPI ternyata dirangkul dengan mesra oleh Al-Irsyad Surabaya selaku promotor daurah Masyayikh Yordan. Allahul Musta’an. Adapun MMI (Majelis Mujahidin Indonesia) yang dirangkul oleh PW Al-Irsyad pimpinan "Si Tangan Putih" Chalid Bawazeer untuk mendukung fatwa MUI adalah sayap politik "resmi/di atas tanah" dari gerakan Khawarij pimpinan Ba'asyir yang telah malangmelintang dalam dunia perhizbiyyahan di Indonesia, gerakan "orong-orong/bawah tanahnya" adalah NII. Telah kita ungkapkan bagaimana aktifis-aktifisnya terlibat pertengkaran dengan salah satu ikhwah Salafiyyin di Bali yang kelak di kemudian hari ternyata terungkap bahwa mereka terlibat dalam kasus bom Bali I. Lihatlah situs-situs mereka, niscaya anda akan mendapatkan artikel-artikel pembelaan yang sangat heroik terhadap "Aku Melawan Teroris" milik Imam Samudra. Ada satu titik temu dakwah antara Surkati dan Chalid Bawazeer yaitu :" DAN KELOMPOK KHAWARIJ, MESKIPUN MEREKA EKSTRIM, DIA MASIH KHARIJIYNA (KELOMPOK KITA)... Masing-masing itu kaum Muslimin, orang-orang yang beriman dan orang-orang yang mencari ridha Allah."

510
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Hubungan MMI-Ba'asyiry dengan Dewan Dakwah tampak nyata dari keterkaitan dan dominansi mereka terhadap underbow DDII yaitu "sayap militernya", KOMPAK, dimana Ba'asyir sendiri memiliki kedudukan yang terhormat sebagai Penasehat! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dulu ketika terjadi pertempuran di Saparua, Abu Dzar –almarhum- (mertua Omar Al-Farouk) yang tertembak mati di Sirisori adalah salah satu pimpinan KOMPAK-Laskar Mujahidin. Keduanya (Abu Dzar dan Omar Al-Farouk) berangkat ke Ambon juga di bawah bendera KOMPAK-Laskar Mujahidin!! Penerjemah Umar Al-Farouk juga berasal dari KOMPAK!!! Wahai Hizbiyyun-Irhabiyyun-Teroris!! Jangan kalian berbangga dulu karena berhasil mengecoh dan menipu daya umat Islam Indonesia dan memompa emosi mereka untuk menghujat pemerintah!! Betapa KALIAN TUDUHKAN pemerintah telah ridha diinjak-injak harga dirinya oleh negara asing sehingga menyerahkan warganegaranya sendiri ke Amerika!! Rakyat Indonesia harus marah karena kedaulatannya telah digadaikan oleh pemerintah demi kepuasan asing!! Ah, bukankah kalian sedang menjalankan taktik "Perang adalah tipu daya"? Dan bukannya musuh-musuh Islam dari kalangan orang-orang kafir yang sedang kalian tipu daya!! Tetapi kaum Muslimin Indonesia yang sedang kalian kerjai!! Tetapi... Kalian tidak akan bisa menipu dan mengecoh Salafiyyun –Walhamdulillah-!! Siapa warga negara Indonesia yang diserahkan oleh pemerintah kepada Amerika?! Katakan dengan lantang dan tegas:"Umar Al-Farouk!!" Dan kita jawab:"Wahai saudaraku kaum Muslimin!! Perhatikanlah bahwa kelompok teroris ini (yang telah diundang oleh Al-Irsyad Jawa Timur pimpinan Si Tangan Putih yang banyak "menohok" dakwah Salafiyyah di Indonesia)!! Telah membohongi kalian –melalui media massa- bulat-bulat!! Al-Farouk bukanlah warga negara Indonesia!! Betapa tidak, di Ambon dia didampingi oleh seorang penerjemah bahasa arab dari KOMPAK (sayang kita tidak mengetahui secara pasti namanya, Abdul Hadi?)!! Dia tidak bisa berbahasa Indonesia!! KTP Ambon yang dia pegang?! Ah, apa sulitnya membuat KTP aspal?!! Allahul Musta’an. Maka berhati-hatilah dari berita-berita yang dihembuskan oleh media massa!! Oplah dan rating sajalah yang mereka kejar!! Kebenaran? Janganlah bermimpi bahwa mereka MERASA BERDOSA jika memuat berita dan informasi palsu yang menyesatkan!! Wahai Hizbiyyun-Irhabiyyun!! Imam Samudra dan kawan-kawannya!! Jangan merasa bangga dan bahagia dulu dengan hukuman mati yang akan kalian "nikmati"!! Jangan merasa "GR" dulu bahwa kalian akan bertemu dengan para bidadari nan cantik rupawan!! Buku kalian "Aku Melawan Teroris" telah disingkap kepalsuan dan kedustaannya!! Bacalah buku "MEREKA ADALAH TERORIS!" Niscaya kalian akan lebih "menikmati" saat-saat akhir kehidupan kalian sebagai Khawarij-Anjing-Anjing Neraka!! Sebaiknya kalian lekas bertaubat dan sampaikan kepada umat agar jangan lagi "menumpahkan darah kaum Muslimin" seperti tindakan gila kalian!! Sesungguhnya negeri ini mayoritasnya adalah kaum Muslimin, mengacaukan dan membuat kepanikan negeri ini berarti mengacaukan dan menantang kaum Muslimin!! Keamanan yang terjamin di negeri ini adalah harapan kaum Muslimin, merekalah yang pertamakali menikmatinya. Walhamdulillah, satu demi satu jaringan teroris ini telah berhasil diringkus hidup maupun mati. Bom-bom yang ditemukan bersama mayat-mayat mereka bisa diarahkan dan terkena kepada siapapun dari kaum Muslimin ataupun para Pembela/Pengacara yang selama ini gigih mendampinginya ataupun anggota keluarga mereka. Semoga para pengacara itu menyadari bahwa orang-orang seperti ini, yang tangannya telah berlumuran darah orang-orang yang tidak halal untuk ditumpahkan bukanlah manusia-manusia yang layak untuk dibela!! Lihatlah korban-korban Muslimin yang mati dan terluka akibat bombing para teroris itu wahai Tim Pengacara Muslim!! Mereka lebih berhak kalian sayangi daripada komplotan yang telah mengkafirkan pemerintah Muslim!! Komplotan yang dengan bangganya mengakui perbuatan bombing biadab yang selama ini telah terjadi di negeri kita!! Bahkan menuangkannya dalam bentuk buku resmi yang secara nyata menunjukkan tiada paksaan apapun terhadap mereka atas pengakuannya selama ini!! Menghalalkan perampokan dengan dalih untuk berjihad!! Ini adalah penghinaan dan pelecehan besar-besaran terhadap Islam dan kaum Muslimin!! Merampok bukanlah Berjihad dan Mujahidin bukanlah Perampok!! Teroris bukanlah Mujahid dan Mujahid bukanlah Teroris!! Setelah mereka mati, berduyunduyun "anggota komunitasnya" dari Solo "mensupportnya" ke liang lahat, tidak ketinggalan, gelar Syuhada disematkannya!! Mereka telah mengalirkan darah kaum Muslimin dan Syuhada adalah gelarnya?!! Allahul Musta’an.

511
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Anehnya, Achmad Michdan masih pula menyatakan sanksi bahwa mereka ini adalah pelakunya!! Padahal pengakuan ada di depan mata, kebanggaan sebagai pelaku bom Syahid!! Itu adalah pengakuan yang tertulis di buku Samudra Teroris, apatah lagi dengan berbagai "pengakuan off the record" yang hanya diketahui oleh Pengacaranya saja dan tidak diungkapkan ke publik demi kepentingan pembelaan?! Terang-terangan mereka serukan untuk terus melakukan bombing dan kekacauan di negeri ini!! Negeri yang mayoritasnya dihuni oleh kaum Muslimin!! Ironisnya, anjing-anjing neraka itu masih pula berdalih bahwa bombing ini mereka lakukan untuk membela umat Islam dan melawan kekejaman Amerika!!!? Tampak bahwa Iblis telah membutakan mereka!! Anak umur 6 tahun-pun tahu bahwa Indonesia bukanlah Amerika dan Amerika-pun bukanlah Indonesia!! Dan lihatlah korbankorban mereka, orang-orang sipil tidak bersenjata!! Benar , anjing-anjing neraka itu adalah manusia paling pengecut!! Hanya berani melawan orang-orang sipil tidak bersenjata, wanita dan anak-anak!! Tapi... Samudra teroris itu berkilah bahwa hal ini dilakukan karena Amerika membantai orang-orang sipil di Irak dan Afghanistan maka orang-orang sipilpun dari kalangan mereka statusnya sama dengan pasukan Amerika dan sekutunya!! Kita katakan kepada komplotan anjing neraka ini: "Kalau mereka memperkosa maka kalianpun akan membalas dengan memperkosa wanita dan anak-anak mereka?!" "Mereka merampok dan kalian-pun (terbukti) telah menghalalkan perampokan!!" Allahu yahdikum. Dan itu semua kalian atasnamakan jihad Islami untuk membela kaum Muslimin wahai teroris?! Demi Allah, kalian sedang menempuh jalan-jalan Iblis!! Bukanlah bidadari yang akan menjemput dan menikahi kalian!! Iblis laknatullah yang telah berhasil "mengawini" kalian!! Wahai Yazid Jawaz si da’i kondang! Bukankah bendera DDII termasuk yang engkau kibarkan?! Alangkah tenarnya kajianmu (setiap Selasa jam 13.30 sampai Ashar) di Markas DDII, Masjid Al-Furqan bagi komunitas Sururi Jabotabek! Inilah hakekat nyata yang menyingkap bukti sepak terjangmu yang membahayakan umat! Dengan siapa saja engkau berkomunitas dan berinteraksi!! Wahai da’i lintas manhaj, da’i kondang atau apapun sebutan mereka terhadapmu!! Mana Al-Wala' dan Al-Bara'mu sementara kaummu dengan bangganya mempromosikan dirimu sebagai Murid Syaikh Utsaimin Rahimahullah?! Mana bukti dan Atsarnya??! Ini adalah tipu daya!! DDII sendiri sebagaimana yang termaktub dalam buku resminya yang ditulis oleh Lukman Hakiem dan Tamsil Linrung memiliki sumber pendanaan yang mayoritasnya sama dengan sumber pendanaan yang diandalkan oleh Sururiyyun dan Ikhwaniyyun (lihat profil Mudzakir Arif gembong Ikhwani dan pesantrennya) seperti halnya Rabithah Alam Islami, Haiah Ighatsah, Jam'iyyah Darul Birr dan Jum'iyyah Hizbiyyah Ihya'ut Turots Kuwait yang dinarnya menjadi tulang punggung jaringan As-Sunnah Ahmas Faiz dan At-Turots Abu Nida' maupun Yusuf Utsman Ba'isa. Dinar itu pula yang dibela dan dilegalkan oleh Ma'had AlIrsyad yang mengaku dengan bangganya sebagai Ma'had yang dicintai oleh Masyayikh Yordan! Sekali lagi, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Wahai Ma'had Al-Irsyad Surabaya yang membanggakan diri sebagai ma'had yang dicintai Masyayikh Yordan!! Jangan berkelit dari jawaban kalian dari soal yang berjudul:"Apa Itu Sururi?". Kalian jawab ciri-ciri mereka antara lain:"kompromi/bekerjasama dengan ahli bid'ah, contohnya Ja'far Umar Thalib dkk, kerjasama dengan Riziq Sihab, HUSEIN UMAR dll"(Salafindo.com.com_viewsoal.php_ID_10.htm) Kita katakan: 1. Jawablah dengan jujur!! Siapakah Husein Umar?! Ya benar, petinggi DDII!! Dan Yazid adalah salah satu pentolan DDII!! Da’i kondang di Dewan Dakwah!! Walhamdulillah, salah satu ciri sururi telah kalian sebutkan dengan "jujur" yaitu kompromi/bekerjasama dengan Husein Umar!! Siapa contohnya?! Yazid bin Abdul Qadir Jawazlah orangnya!! Apakah kalian lupa dengan petuah:"Sesama Sururi dilarang saling membuka "kartu"?! Segala puji hanyabagi Allah yang telah menyingkap kesamaran ini. 2. Ternyata dinar hizbiyyah kalian dengan dinar Hizbiyyahnya Sururi DDII-KOMPAK yang memelihara orang-orang Khawarij itu sama!!"Baju" bisa saja berbeda, tetapi yang "membelikan baju", "menyuapi pemakai baju", "membuatkan ma'had dan masjid si pemakai baju" bukankah dari Bos yang sama?! Ya, Muassasah Hizbiyyah Sururiyyah Ikhwaniyyah Irhabiyyah/Terorisiyyah!! 3. Sekarang kita tanya:"Apakah orang-orang/organisasi yang kompromi/bekerjasama dengan Ikhwanul Muslimin (jelas-jelas Ikhwanul Muslimin!!) juga termasuk ciri-ciri dari Sururiyyun? Jangan katakan tidak!! Maka kita ingatkan lagi siapa saja mereka ini?!

512
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Yazid!! Abu Ihsan!! Mubarak Bamu'alim!! Pustaka Imam Syafi'i Al-Sofwa!! Masdun Pranoto!! Geis Abad!! Telah "kompromi/bekerjasama" dengan Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia!! Allah-lah sebaik-baik saksi! PW Al-Irsyad Jawa Timur pimpinan Chalid "harum semerbak di Yordan" Bawazeer telah melakukan "kompromi/bekerjasama" dengan MMI-NII Ba'asyir!! GPI Pembela Saddam Komunis!! FOSIfilsafat!! Dan Markaz Besar kalian sendiri!! Yang di Amerika telah dipuji oleh Syaikh Salim sebagai Markaz Salafiyyin ternyata mengundang Gubernur Ikhwanul Muslimin Jawa Timur beserta jajaran Ikhwaninya untuk menceramahi "jama'ah markas Salafiyyin"!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. FOSI –sepengetahuan penulis- yang pernah singgah sebentar menjadi komunitas mereka ternyata juga cenderung menggunakan pendekatan-pendekatan filsafat dengan kajian "skema dan panah" dengan sistem brain washing/cuci otak dengan dalih fase-fase pencarian kebenaran sebagaimana yang dialami oleh Nabiyullah Ibrahim 'Alaihis Salam. Meyakini suatu kebenaran tidaklah datang secara tiba-tiba, harus melalui tahapan "peraguanperaguan keyakinan" terlebih dahulu baru kemudian didapatkan jawaban yang benar. Jadi (di marhalah F1, mereka menyebutnya demikian. Berikutnya F2 dan seterusnya) orang harus diberikan "paket" pertanyaan dan persoalan sehingga timbul keraguan dan kegoncangan terhadap keyakinannya selama ini, barulah kemudian mereka berikan jawaban yang benar (versi FOSI) untuk menentramkannya. Iman harus dibuat goncang dan gelisah terlebih dahulu!! Tidakkah mereka berfikir bahwa umur manusia tidak akan ada yang mengetahui, bagaimana jika "mangsanya" mati dalam tahap paket "Peraguan Keyakinan"? Allahul Musta’an. Itulah sekilas beberapa komunitas "aneh dan nyleneh" yang dirangkul oleh PW AlIrsyad Jawa Timur di Masjid Al-Hilal Jalan Raya Purwodadi Surabaya (pimpinan "si tangan putih" yang baru saja mendapatkan panggilan "Syaikh" dari menteri Agama Saudi Arabia, ya...Syaikh Chalid Aboud Bawazeer). Bukti yang benar-benar mantap untuk menunjukkan bahwa "ilmu warisan Surkati" Pan Islamisme bergaya Ikhwani yang merangkul berbagai sekte benar-benar telah diamalkan secara sukses dan konsekwen!! MISTERI MASJID AL-HILAL Sangat mungkin orang selihai Abdurrahman Tamimi akan berkelit mengatakan:” Anak ingusan! Itu adalah kegiatan yang dilakukan Al-Irsyad Surabaya pimpinan saudara saya Chalid ”Si Tangan Putih yang banyak menolong dakwah Salafiyyah” Bawazeer!! Walaupun kami berdua adalah kepercayaan Masyayikh Yordan di negeri ini, tetapi...upayamu untuk menghubungkan kegiatan ”Pan Islamisme” nya dengan saya dan Ma’had Al-Irsyad adalah konklusi yang sangat dipaksakan!!” Kita katakan: ”Tunggu dulu wahai tuan!! Apakah tuan akan mengingkari bahwa Masjid ini adalah salah satu Markas dakwah ”Salafiyyah” kalian?! Bahkan tempat yang kalian rekomendasikan?! Minta bukti? Tentu saja ada... Ingatkah tanya jawab situs tuan dengan ukhti Ely dari Wonocolo Surabaya, selengkapnya: ely Dari: Wonocolo Surabaya 01/01/2006 17:10:25 WIB SITUS INI ISINYA BAGUS BANGET. Mau tanya nih, Pesantren Al Irsyad untuk Ikhwan akhwat kan? Ana masih baru di Surabaya, Kuliah di IAIN Sunan Ampel, pengen banget bisa nyantri di Al Irsyad, tapi kata teman2 jauh, jadi boleh gak nyantri selama liburan semester saja? Mohon keterangan selengkapnya. Syukron. Tanggapan kami: Mahad ali al-Irsyad surabaya saat ini masih khusus buat ikhwan. Untuk Ukhti fillah, yang masih baru kuliah di IAIN Sunan Ampel hendaknya ukhti berusaha mengikuti kajian dengan pemahaman salafus shalih di Surabaya misalnya setiap Rabu sehabis Magrib DI MASJID AL-HILAL JALAN PURWADADI SURABAYA yang disampaikan oleh USTAD AUNUR RAFIQ GUFRON, DAN MEMBELI BUKU-BUKU YANG BERMANHAJ SALAF, MAJALAHMAJALAH DENGAN BERMANHAJ/METODE SALAF SEPERTI AL-FURQON, ASSUNNAH, ADZ-DZAKHIIRAH AL-ISLAMIYYAH, supaya ukhti mengerti/memahami ajaran Rasulullah dan Sahabat Nabi (salafus shalih)sehingga tidak terjerumus dalam hal-hal/aqidah

513
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

yang bertentangan dengan agama yang banyak dijumpai/diajarkan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat kita. Barakallahu fik.. (http://salafindo.com/bukutamu.php) Beberapa fakta yang kita dapatkan: 1.Situs ini isinya bagus BANGET!! Benarkah? Kita sudah sama mengetahui jawabannya. 2.Masjid Al-Hilal bukanlah tempat yang asing bagi Ma’had Abdurrahman Al-Kadzab 3.Bahkan dipropagandakannya kajian Aunur Rafiq di tempat ini (promo di Masjid Perak-pun ditampilkan di salafindo.com) 4.Pernyataan yang sangat jelas bahwa:”MAJALAH AL-FURQAH, A-SUNNAH, ADZDZAKHIIRAH “PAN” ISLAMIYYAH ADALAH MAJALAH YANG BERMANHAJ SALAF!!?” Hati-hati wahai saudaraku kaum Muslimin, benar-benar bukti keterkaitan dan kenyataan “Ta’awun Hizbiyyah Surkatiyyah-Turotsiyyah”!!!! Ma’had Abdurrahman Tamimi propagandakan A-Sunnah dan membela Dinar Sururi Ma’had Bukhari (pemilik Majalah A-Sunnah-bukti terlampir, nama file Majalah Assunnah milik ma'had Bukhari Solo.jpg-) dan sebaliknya Majalah A-Sunnah promosikan Ma’had Ali Al-Irsyad dan bela si Abdurrahman Tamimi Al-Kadzab!! Al-Furqah Aunur Rafiq sebagai saksi perselingkuhan ini!! Apakah masih kurang juga wahai tuan Abdurrahman Al-Kadzab dan tuan "Syaikh" Chalid Bawazeer tentang bukti hubungan istimewa kalian dengan komunitas aneh dan nyleneh di atas? Kita tambah lagi..... Sekarang ”sedikit” kita bahas tentang Ustadz bermanhaj ”Salafy” yang majalahnya kalian promosikan, demikian juga jadwal kajiannya kalian sebutkan dengan jelas di situs yang ISINYA BAGUS BUANGET ini. Siapa dia? Aunur Rafiq Gresik ”Si Pentahdzir Syaikh Rabi’ Al28 Madkhali” yang dinyatakan oleh Abdullah Taslim sebagai Ustadz yang bermanhaj Salafy!! Ketika membahas tentang Al-Sofwa Al-Muntada, kita telah menyaksikan bagaimana dia bersama Agus Hasan Bashari ber’rifqan-rifqanan” dengan gembong besar Ikhwanul Muslimin (Mudzakir Arif) di pondoknya nun jauh di Maccoppa sana!! Selain dijadikan penceramah rutin di Masjid Al-Hilal Al-Irsyad (tempat dimana Al-Irsyad berkolonisasi dengan kelompokkelompok Hizbiyyah lainnya, foto-fotonya ada lho) dan menjadi Khatib Jum’at di Masjid AlIrsyad Sultan Iskandar Muda (Markas Dakwah Abdurrahman Tamimi), nama Aunur Rafiq juga nongol di situs Al-Irsyad dengan tambahan gelar Ustadz Haji ketika menjadi pembimbing Manasik Haji Al-Irsyad Surabaya. Jadi sebenarnya orang ini bukanlah orang luar bagi AlIrsyad, tenaga dan ilmunya banyak mereka butuhkan dan.. mereka promosikan! Sebagian anak buahnya -sebagaimana pula yang terjadi di Malang- ketika disebutkan bukti-bukti Hizbiyyah dan kesesatan Al-Sofwa mereka berupaya meyakinkan kepada umat bahwa Aunur Rafiq dan Agus Hasan Bashari tidak lagi memiliki kaitan dan hubungan dengan Al-Sofwa. Mobil Al-Sofwa telah dikembalikan oleh Aunur Rafiq! Itu adalah bukti nyata beliau tidak lagi berhubungan dengan Al-Sofwa!! Sudah sekitar 2 tahunan Ustadz Agus keluar dari Al-Sofwa! Benarkah?! Biarlah Al-Sofwa sendiri yang akan menjawab dengan lugas, rinci dan mantap: NAMA KEGIATAN “ Raih Kesempurnaan Pahala RAMADHAN 1426 H (Oktober 2005 M-pen) dengan Shadaqah, Infaq, Wakaf, Kafarat & Zakat“…. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN ‫ي‬ Waktu : 1 Ramadhan –29 Ramadhan 1426 H ‫ ي‬Tempat : 1. Masjid Jami’ As-Sofwa Lenteng Agung, Jakarta Selatan 2. Masjid-Masjid sekitar Yayasan As-Sofwa ( 10 Masjid ). 3. Tiga puluh kota di Indonesia ( Banda Aceh, Aceh Besar, Lhoukseumawe, Meulaboh, Aceh Jaya, Medan, Lampung, Jakarta, Bandung, Bogor, Purwakarta, Serang, Cianjur, Tasikmalaya, Cirebon, Brebes, Pemalang, Purwokerto, Cilacap, Temanggung, Semarang, Boyolali, Yogyakarta, Madiun, Kediri, Trenggalek, Malang, Tuban, Gresik, dan Surabaya ). Masing-masing kota ditangani oleh relawan yang ada di daerah. PELAKSANA PROGRAM TIM PELAKSANA DI MASJID JAMI’ AL SOFWA Penanggung Jawab Utama : ABU BAKAR MUHAMMAD ALTWAY
28

Amboi alangkah dahsyat “sengatannya”, sementara Syaikh Syaikh Bin Bazz dan Syaikh Al-Albani Rahimahumallah justru mendukung beliau. Dang sungguh Abdullah Taslim harus mempertanggungjawabkan “tazkiyahnya” yang sesat dan menyesatkan itu!!

514
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Pelaksana : Pemegang Amanah SIWAKZ AL SOFWA Ketua Divisi Layanan Mustahiqqin TIM PELAKSANA DI DAERAH & Banda Aceh : SIWAKZ ALSOFWA Cabang NAD & Aceh Besar : SIWAKZ ALSOFWA Cabang NAD & Lhoukseumawe : SIWAKZ ALSOFWA Cabang NAD & Meulaboh : SIWAKZ ALSOFWA Cabang NAD & Aceh Jaya : SIWAKZ ALSOFWA Cabang NAD & Medan : ABU IHSAN AL-MAIDANI & Lampung : Hadits Yatiran & Jakarta : HUSNUL YAQIN, LC & Bandung : ABU HAIDAR AS-SUNDAWY & Bogor : Mujahid Aslam & Purwakarta : IBRAHIM SA’ID (orang Malang yang sekarang Mujur bersama Al-Sofwa AlMuntada) & Serang : Mujahid Aslam & Cianjur : Tansyah Abdul Qodir & Tasikmalaya : ABU QOTADAH & Cirebon : Muhammad Thaharah, Lc & Brebes : Miftah Kisnandar & PEMALANG : GEIS UMAR BAWAZIER & Purwokerto : Abu Musa Imam Sudiro & Cilacap : ASMUJI MUHAYYAT, LC & Temanggung : Agus Affandi & Semarang : IR. HARITS BUDIATNA & Boyolali : Ahmad Khudlori & Yogyakarta : SA’ID SYAMSUL HUDA & Madiun : Hanifuddin Abdul Mun’im & Kediri : HASYIM RIFA’I & Trenggalek : Miftahurrahman Majidi & MALANG : AGUS HASAN BASHORI, LC, M.AG & Tuban : Harun Ar-Rasyid & Abdul Hamid Mashun, Lc & GRESIK : AUNUR RAFIQ GHUFRON, LC & SURABAYA : AINUL HARIS UMAR THAYYIB, LC, M.AG ANGGARAN DANA I. Buka Puasa Untuk Faqir Miskin 1. Masjid Jami’ As-Sofwa Lenteng Agung ; Rp 7.000,-X 400 orang X 29 hari = Rp.81.200.000,2. Masjid-Masjid sekitar Yayasan As-Sofwa ( 10 Masjid ) : 10 X Rp 7.000,-X 200 orang X 10 hari = Rp. 140.000.000,3. 30 Daerah Luar Jakarta : 30 X Rp 7.000,-X 200 orang X 10 hari = Rp.420.000.000,Total Anggaran Buka Puasa Untuk Faqir Miskin : Rp.641.200.000,Ket : Rp. 7000,- = harga makanan per porsi II. Pembagian Sembako 400 orang X Rp. 150.000,- = Rp.60.000.000,III. Penyaluran Zakat Fitrah & Maal -Menyesuaikan penitipan zakat IV. Pembagian baju lebaran 400 orang X Rp. 100.000,- = Rp. 40.000.000,Total Anggaran Untuk Seluruh Kegiatan Ramadhan = Rp.741.200.000,- ( tujuh ratus empat puluh satu juta dua ratus ribu rupiah ) (ALSOFWAH.OR.ID : index.php, Versi Online : index.php/?pilih=lihatmaklumat&id=41))

515
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Kita katakan: Allahul Musta’an. Ternyata masih nongol juga nama orang-orang yang katanya sudah tidak berhubungan lagi dengan Al-Sofwa!! Aunur Rafiq, Lc!! Agus Hasan Bashori, Lc, 29 M.Ag.!! Mengibuli umat?! Hanyalah orang-orang yang dipercaya Al-Sofwa yang diberi amanah dan kepercayaan untuk menyalurkan dana Ramadhannya!! Mungkinkah ya Ikhwah bahwa orang-orang yang membenci dan memusuhi dus apalagi menerangkan kepada umat akan bahaya dan kesesatan Al-Sofwa masih diberikan kepercayaan untuk menyalurkan dananya?! Mungkinkah ya Ikhwah bahwa da’i-da’i kondang yang (kalau benar) menyatakan telah berlepas diri dari AlSofwa dan kesesatannya masih mau dan sudi untuk menyalurkan “dana Musliminnya”?! Anda akan menjawab tidak mungkin, tetapi apa yang tidak mungkin bagi Hizbiyyun dan para da’inya?! Asal di situ ada dinar Hizbiyyah, 1001 kilah akan siap meluncur membawa helah. Bil fulus kulli syai’in tembus!! Dimana ada gula .... di situ ada semut Dimana ada harta ...di situ ada (Sururi) menyemut!! Maka dengarkan lagi isi Mubahalah Abdurrahman Tamimi yang mengharukan: “:”…MEREKA TELAH MENGATAKAN TENTANG KAMI DAN TENTANG MA’HAD KAMI BAHWASANYA KAMI MEMPUNYAI HUBUNGAN DENGAN YAYASAN AL-SOFWAH DI JAKARTA DAN AT TUROTS…” Abdurrahman Tamimi!! Ustadz H.Aunur Rafiq,Lc. dan Ustadz H.Agus Hasan 30 Bashori,Lc.,MAg . terbukti mempunyai (dan masih!) hubungan dengan Al-Sofwa!! Abu Salma!! Apa komentarmu terhadap kenyataan ini?! Bukankah engkau telah ”berbasabasi” dengan menyatakan bahwa AL-SOFWA MANHAJNYA TIDAK JELAS?! Sebagaimana penjelasan Ustadz-Ustadzmu!! Bagaimana mungkin engkau mwnyatakan demikian sementara Abdullah Taslim yang engkau bangga-banggakan justru mencari aman dengan ”tawaquf” dalam menyikapi yayasan Hizby yang jelas-jelas Hizby ini? Engkau kenal dengan Aunur Rafiq? Engkau lupa dengan Agus Hasan Bashori?! Apakah mereka berdua termasuk yang menyatakan bahwa Al-Sofwa manhajnya tidak jelas?! Yang jelas, mereka jelas-jelas masih berhubungan dengan Al-Sofwa Al-Muntada!! Hati-hati, 2 benteng kokoh pengemban amanah Al-Sofwa di Gresik dan Malang akan menyerangmu!! Allahu yahdikum. Dan jangan engkau ”terlalu rifqan dan mawaddah” terhadap Al-Sofwa Al-Muntada kepanjangan tangan Al-Muntada London milik organisasi Sururi Internasional!! Dirimu telah berdusta ,, wahai Abu Salma ketika menyatakan bahwa ”Al-Sofwa manhajnya tidak jelas”!! Engkau hendak ”menggantung nasib” Al-Sofwa di ”awang-awang” sebagai legalitas manhaj pramuka kalian!! Di sini senang di sana senang? Kalau ”nasibnya” tidak jelas bukankah kalian merasa lebih lega dan leluasa berhubungan dengannya?! Dan ....menikmati kekayaannya?! Ada khilaf dalam permasalahan ini! Kalau begitu? Harus berlapang dada, tidak boleh untuk saling mengklaim masing-masingnya paling benar! Tasamuh !! Ya, khilaf baina Hizbiyyin wa Sururiyyin!! Saja!! Adapun kedudukan Al-Sofwa Al-Muntada di sisi Salafiyyin?! Jum’iyyah Hizbiyyah!! Sesat dan menyesatkan!! Mari kita perjelas Hizbiyyah dan kesesatan Al-Sofwa (dan harus kita ulangi lagi poinpoin kesesatannya)! Terpaksa hal ini kita lakukan karena yang kita hadapi adalah sekelompok Hizbiyyin yang tebal kantong dan tebal muka, sekaligus!! Ustadz Muhammad Umar As-Sewed. Sebagai salah satu pendiri Al-Muntada, kesaksian beliau yang dipublikasikan di akhir tahun 90-an telah membuka mata sekian banyak
29

Abu Salma, apakah mereka berdua juga termasuk Asatidzah yang melarang berhubungan dengan Al-Sofwa sebagaimana ucapanmu:”Kami katakan, al-Sofwa manhajnya ga jelas dan para asatidzah menasehatkan kami utk menjaga jarak dg mereka dan tdk berhubungan dg mereka.” (tanggapan: hasan anti khawarij, Email,June 25th 2005, 01:29:21 PM , Judul Komentar : khoriji, turotsi, Asal : jogja). Kalau engkau jawab termasuk, maka mereka berdua sedang berpolitik dua wajah dong. Kalau engkau jawab tidak termasuk ustadz yang memperingatkan bahaya Al-Sofwa, berarti ada “Khilafiyah Ijtihadiyah” diantara ustadz kalian mengenai Al-Sofwa. Kalau begitu? Tidak boleh ada tahdzir dan hajr terhadapnya kan (sesuai dengan buku Emas Firanda)? Lalu kenapa engkau mentahdzir Al-Sofwa? Apakah engkau sedang meruntuhkan Kaidah Emas(Imitasi)mu sendiri? Allahul Musta’an. 30 Gelar Haji kita dapatkan dalam tulisannya di Khutbah Idul Fitri 1423H berjudul :”Mari Kita Kembali Ke Pangkuan Islam” yang dipropagandakan oleh situs Aldakwah (L-DATA Al-Ikhwani, dipublikasi pada Thursday, 08 May 2003).

516
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Salafiyyin. Di kalangan asatidzah sendiri sampai terjadi eksodus besar-besaran dari yayasan ini setelah SEMAKIN JELAS MANHAJ DAN SIKAP AL-SOFWA dan penguasa di atasnya!! Keluarnya beliau dari Al-Muntada adalah bukti nyata bahwa Al-Sofwa memiliki manhaj yang jelas!! Sururi!!! Keluarnya sekian banyak Asatidzah dari Al-Sofwa (di tahun 90-an) adalah waqi’ yang tidak bisa dipungkiri bahwa manhaj Al-Sofwa benar-benar Sururi!! Hubungan Muhammad Khalaf dengan Salman Al-Audah!! Hubungan mesra Muhammad Khalaf dengan Anis Matta pembesar partai Ikhwanul Muslimin!! Hubungan Muhammad Khalaf dengan Shalih Faiz, seorang guru di Jami’ah Islamiyyah Madinah yang dipecat karena terfitnah dengan Sururiyyah!! Sokongan dana Muhammad Khalaf kepada pondok Ahlul Bid’ah Ba’asyir Ngruki dalam keadaan dia tahu benar fikrah Khawarij NII yang disebarkannya! Dalam keadaan dia sudah dinasehati Ustadz Muhammad Sewed!! Aliansi Al-Sofwa dengan gembong-gembong harakah yang jelas-jelas manhajnya Ikhwani!! Mudzakir Arif!! Mushlih Abdul Karim!! Ahzami Samiun!! Belum lagi ”jasa besar” Al-Sofwa dalam memfasilitasi berbagai kegiatan yang diasuh oleh para da’i ”binaannya” baik yang berlatar belakang takfiri seperti Farid Okbah, Aman Abdurrahman (Cimanggis Bomb), Ahli hadits ”otodidak” (Abdul Hakim Abdat), da’i kondang (Yazid Jawas), Turotsy (Khalid Syamhudi, Abu Nida’, Abu Ihsan, Ahmas Faiz), Irsyady (Aunur Rafiq, Nizar Jabal), Quthby (Yusuf Ba’isa), Ikhwani (namanya sudah tertulis) maupun orangorang yang tidak jelas ”latar belakang pemikirannya”. Kesemuanya bersatu padu di dalam yayasan gado-gado...Al-Sofwa Al-Muntada!! Apakah masih kurang jelas ”sinar matahari di siang bolong” ini ,, wahai Abu Salma penipu umat? Kita lanjut... Syi’ar terbuka dan terang-terangan ta’awun Hizbiyyah Sarriyyah antara Al-Sofwa dengan Hidayatullah, Al-Haramain, Ihya’ut Turots, belum lagi promosi Al-Sofwa terhadap L-DATA yang menjadi sarang gembong-gembong Ikhwanul Muslimin!! Propaganda penyesatan di situsnya yang terang-terangan mengajak umat untuk berHizbiyyah-ria dengan para gembong Sururi internasional, Syaikh Muhammad Shalih AlMunajjid, Syaikh Ibrahim bin Abdullah Ad-Duwaisy ”fotokopi” Salman Al-Audah, Kedua nama itu diletakkan di atas nama Syaikh Al-Albani Rahimahullah !!? Sa’ad Abdullah Al-Buraik, Abdul Wahhab Thoriry, Sa’id bin Musfir, Ali Al-Qarni, Bisyr bin Fahd Al-Bisyr, Muhammad Mukhtar Asy-Syinqity, Ahmad Al-Qahhthan dan DR.THARIQ SUWAIDAN!! Siapa yang tidak kenal dengan Thariq Suwaidan gembong besar Hizbiyyin-Sururiyyin-Ikhwanul Muslimin!! Doktor, wahai Abu Salma!! Dan disisimu ada calon doktor (Caldok) yang engkau banggakan!! Mungkin ada diantara pembaca yang bertanya:”Kenapa berbagai tipe manusia dan manhaj bisa kita temukan di Al-Sofwa saling bahu membahu dan berdakwah bersama? Bukankah ini merupakan prototipe manhaj ”berbeda-beda, tetapi tetap satu jua”? Manhaj ”Kita saling menolong pada apa yang kita sepakati dan saling mema’afkan pada apa yang kita perselisihkan”!! Ya, Manhaj Ikhwany dan mewakili pula Manhaj yang diperjuangkan oleh Surkaty!! Dan semua komunitas lintas manhaj tersebut dapat tentram dan seiring dalam berdakwah karena dilandasi oleh UUD Al-Sofwa yang berisi kedustaan besar atas nama Rasulullah dan Salaful Ummah Ridwanullah ”alaihim Ajma’in!!! Apa isi UUD Sesat Al-Sofwa yang dengannya para ”binaannya” menegakkan punggung-punggung mereka? Penghancuran syari’at nahi munkar!! Sehancur-hancurnya... ”SIKAP MEMBUKA AIB DAN MENCELA MEREKA (yang menyimpang dari aqidah Salaful ummah-peny) BUKANLAH MANHAJ YAYASAN KARENA TINDAKAN TERSEBUT BUKAN BERASAL DARI PETUNJUK NABI DAN BUKAN PULA TELADAN DARI SALAFUL UMMAH”!!!!(alsofwah.or.id/index.php?pilih=hal&id=2) Allahu Akbar!! Demi Allah!! Sungguh tulisanmu bahwa Manhaj Al-Sofwa tidak jelas adalah bukti nyata betapa dirimu kurang mensyukuri nikmat Allah kepadamu!! Mata, gunakanlah untuk melihat kebenaran dihadapanmu dan jangan engkau berpura-pura buta!! Telinga, gunakanlah untuk mendengarkan burhan dan hujjah Salafiyyin yang membongkar borok dan kesesatan Al-Sofwa dan jangan pura-pura tidak bisa mendengarnya!! Setelah semua ini, jangan coba-coba dirimu mengumbar kesesatan dan berupaya menipu umat dengan menyatakan bahwa Manhaj Al-Sofwa tidaklah jelas!! Ingat, semua jari tangan kaum Muslimin yang mencintai Kebenaran telah siap untuk menudingmu dan berkata:”Jangan lagi dustai kami!! Sungguh telah terbongkar kedustaanmu!!”

517
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Jangan kalian coba-coba sesatkan lagi kaum Muslimin ,, wahai Abu Salma dan para penyesat yang menjadi pembisikmu baik dari kalangan jin maupun manusia!! Sekian tahun para Asatidzah telah memperingatkan kesesatan dan kejahatan batalion Al-Sofwa beserta seluruh kru dan jaringannya!! Bertahun-tahun MONEY POLITIK dilancarkannya kepada umat agar umat menjual manhaj dan kehormatannya!! Dan –sebaliknya- sekian tahun itu pula Ustadz-ustadzmu menikmati fasilitasnya!! Membelanya!! Yazid adalah pemegang kran dananya!! ”Dalil” dan ”Dana” adalah keahliannya!! Penuntut ilmu tidak boleh tahdzir para penyesat adalah ”bungker” Hizbiyyahnya!! Jangan membuka aib dan mencela mereka!! Biarkan kami leluasa menikmati dinar dan fasilitasnya!! Setelah itu semua, masihkan ada dari kita yang berakal sehat dan mencintai Al-Haq dan para pembawanya yang terkecoh dan tertipu mentah-mentah oleh si Abu Salma yang rencana pernikahannya telah di”soft launching” oleh situs Ma’had Al-Irsyad yang mengaku dicintai dan mencintai masyayikh Yordan?! Masih kurangkah, wahai Abdurrahman dan Chalid Bawazir ”menara” bukti ”hubungan kekerabatan” para da’i lintas manhaj di atas? Kita tambahkan lagi... AL-IRSYAD BAU ROKOK?! Dalam infoalirsyad.com/edisi84 di halaman bagian sebelah kanan tertulis dengan gambang: INFO Ma’had ’Ali Al Irsyad Surabaya : Ahmadiyah Dalam Perspektif Islam (artikel) Kita meminta dengan hormat agar kalian –wahai anggota Hizbul Irsyad beserta semua anggota komunitas Sururi Indonesia- untuk menoleh ke kolom sebelah kiri. Bukankah mulai tercium aroma rokok Djarum Futsal wahai Abdurrahman Tamimi?! Ya, berbanggalah dan berbahagialah bahwa tim Futsal kalian (lengkap bersama fotonya) telah menjadi Juara Nasional!! Helmi Gana, sekretaris si Tangan Putih ikut Promosi rokok Djarum Futsal di situs resmi Al-Irsyad "liar"? Ah kenapa tidak?! Bukankah pendahulu kami yang paling disayang oleh Syaikh "Drumband Mars Surkati yang Perkasa" yaitu Abdullah Badjerei juga "ditazkiyah" merokok dihadapan Syaikh Irsyadiyyin kami?! Apakah kalian masih mampu untuk berucap:

Bukankah kemesraan kalian dengan situs Al-Irsyad ini begitu lekat dan begitu nyata? Ataukah kalian akan berani menuduh bahwa situs Alirsyad.com telah mencomot begitu saja artikel yang kalian tulis untuk dipampangkan di situsnya tanpa seizin dan sepengetahuan kalian?! Tidak ada lagi tempat bagi kalian untuk bersikap "malu-malu kucing" tentang hubungan kekerabatan ini karena Infoalirsyad.com-pun tiada malu (kok) untuk mengucapkan selamat terhadap Majalah Neo-AdzDzakhiirah kalian: "Pertama, Redaksi mengucapkan selamat kepada majalah Adz-Dzakhiirah yang diterbitkan oleh Takmir Masjid Al-Irsyad Surabaya dan Ma'had 'Ali Al-Irsyad Surabaya"(infoalirsyad.com_edisi51_index-7.html) Saudaraku, janganlah kita terkejut dan terkecoh dengan berbagai kilah ”sabuk pengaman di atas” karena pendahulu mereka (baca:Salafimitasi made in Surkati) telah mengajari cara berkelit yang hebat: Al-'Allaamah Ustadz Sholah al-Bakri, pengarang buku, Tarikh Hadramaut as-Siyasi serta Taariikh al-Irsyad fii Indonesia. Ia terkenal pula dengan ucapannya saat Al-Irsyad dilanda fitnah, "KALAU MATAHARI TELAH TERBIT DARI BARAT, BARULAH SAYA AKAN BERPALING DARI AL-IRSYAD." Menghabisi usia tuanya sampai wafatnya di Bogor, sebelumnya masih sempat menyaksikan muktamar Akbar Al-Irsyad di Surabaya Desember 1990. (H. Hussein Badjerei dalam “Ahmad Soerkati (2)”, alirsyad.or.id/index.html, Nov 29,04 | 10:52 am, Buku Aslinya hal.47) Dan dilanjutkan dengan sukses oleh generasi berikutnya: ”Adapun apa yang antum utarakan ttg Al-Irsyad dan ”tetek bengek”nya plus menyebarnya majalah As-Sunnah dll ke Kuwait, itu bukanlah hujjah ’alaina yang memudharatkan dakwah sama sekali...”(Abu Salma <abu amman@yahoo.com>) Wallahi, ini adalah talbisul Iblis, taqlid buta yang dicela oleh agama!! Tulisan dan ucapan yang tidak akan keluar kecuali dari fanaTIKUS Al-Irsyad! Hizbul Irsyad!! Tulen!! Bukti

518
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Hizbiyyah yang nyata! Membuta babi menentangi kebenaran dan para penyerunya!! Tiada peduli dan tiada mau menerima kenyataan dan bukti Hizbiyyah yang terjadi dan dilakukan di depan mata! Kerendahan dan kehinaan yang pasti berakhir dengan kebinasaan –kalau kalian tidak bertaubat-!! Allahu yahdikum. Jangan kalian ajukan orang- semacam Abu Salma alias Abu Amman alias Ibnu Burhan alias Abu Hudzaifah alias Muhammad Rachdi Pratama dan entah alias apalagi namanya untuk menjadi "bemper" berbagai bukti dan kesaksian yang kita ungkapkan!! Hanyalah "sedikit" kepandaian bersilat lidah yang dia miliki untuk kemudian "dipoles" sedemikian rupa "seolah" menjadi hujjah yang tiada terkira di kalangan kaumnya!! Ambil contoh: 1. Abu Salma di situsnya (abusalma.blogspot.com) menyatakan:"Ihya'ut Turots yayasan hizbiyah sebagaimana dikatakan oleh para ulama, dan kami baro' dengan kesesatan mereka... kami mentahdzir mereka dan selain mereka, seperti Aid al-Qorni, Safar Hawali, Awadh al-Qorni, Salman bin Fahd al-Audah dan selain mereka...(Anti Sururi & Haddadi, June 22nd 2005, 07:26:09). Dia juga menulis: "…di sini al-Akh Sarijan menyebut nama ana dalam messagenya ttg IT. Ana katakan Benar ucapannya bahwa ana mengatakan dana yg dikumpulkan oleh IT adalah dana dari muhsinin kaum muslimin, sbgmn yg dikatakan oleh asatidzah trmsk fadhilatu Syaikhuna salimal-Hilaly (Ada rekamannya pd dauroh 2001 di masjid al-Irsyad Surabaya). Adapun perkataannya bahwa IT (Ihya'ut Turots) mengambil dana dari Syi'ah, maka kami tidak tahu ttg itu. Dan Alloh adalah saksi. Ana tdk faham mengapa dia menuliskan pesan seperti itu di guestbook salafy.or.id dengan menyebutkan nama ana. Seakan2 dia berusaha menunjukkan bahwa ana mendukung Ihya'ut Turots dan mendukung penyimpangan-2nya, padahal wallohi ana berlepas diri dari hal ini sebelum maupun sesudahnya" (AlFatoni, October 15th 2005 08:05:56 PM, judul:"Ttg Pesan Abu Muhammad di salafy.or.id") Dengan pernyataan ini Abu Salma ingin menunjukkan sikap tegasnya terhadap Ihya'ut Turots! Dan pada saat yang sama dia bersikap kebanci-bancian – meminjam istilah Abu Salma sendiri - dengan berusaha menutup mata bahwa ”dana dari muhsinin” tersebut bertujuan untuk menghancurkan dan memecahbelah dakwah Salafiyyah sebagaimana penjelasan para Masyayikh Salafiyyin!! Ya, memberi bantuan dana untuk memecahbelah Salafiyyin!! Bagaimana mungkin dua sifat yang berlawanan dan kontradiktif bisa terkumpul pada saat yang bersamaan?! Apa yang tidak mungkin bagi Hizbiyyin?! Asal berkaitan dengan fulus maka semua ”kilah” bisa diatur redaksionalnya!! Kita katakan:"Dan "talbis" ini pula yang PERSIS dinyatakan oleh Ma'had Al-Irsyad pimpinan Abdurrahman Tamimi di dalam situsnya salafi.or.id yang kemudian mati dan bangkit kembali menjelma menjadi Salafindo.com (sebagaimana bukti yang kita lampirkan, nama file Lampiran 6_Jawaban_Salafindo_EksSalafiorid.jpg). Sungguh menjadi jelas bagi kita kenapa Abu Salma dan Jaringan Sururinya begitu ”getol” mempropagandakan bahwa Ihya’ut Turots memberikan bantuan ini dan itu terhadap dakwah Salafiyyah. Tetapi siapa yang merasa terbantu? Lebih jelas dan gamblang adalah pernyataan Syaikh Abu Yasir Khalid Ar-Raddadi Hafidhahullah bahwa Ihya’ut Turots adalah ORGANISASI YANG MEMBANTU DAN MENOLONG HIZBIYYUN!! Jelas sudah siapa yang merasa terbantu dan tertolong oleh jaringan Hizbiyyah sesat ini. Hizbiyyun!! Saja!! Titik Jazakumullahu khairan katsira, wahai Syaikh kami atas bimbingan nasehatnya kepada Salafiyyin untuk menjawab syubhat dan talbis antek-antek dan pembela Ihya’ut Turots!! Disana juga ada organisasi/orang-orang yang benar-benar awam yang tidak mengenal sepak terjang Ihya’ut Turots, sama sekali, dan tentu saja beda dalam menyikapi keduanya. Mereka (siapapun dia!) yang menyatakan bahwa dana Ihya'ut Turots bersumber dari Muslimin haruslah dan wajib memberikan bukti kongkrit dan ilmiyyah!! Dan kita – Alhamdulillah- dapat menyodorkan bukti bahwa salah satu kelompok "Muslimin" itu adalah SYI'AH!! Kalaulah Sururiyyun "lokal" itu bukan hanya komunitas "norok buntek” menurut orang Madura alias ikut-ikutan saja dan menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiyyah, sebagaimana pengakuannya sebagai Salafy, tentu saja mereka akan menguatkan pernyataannya tentang "Muslimin" yang

.

519
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

dimaksud dengan bukti-bukti ilmiyyah pendukung bahwa "Muhsinin Muslimin" penopang dakwah Hizbiyyah Ihya'ut Turots tersebut bukanlah berasal dari kelompok Sururi, Syi'ah, Ikhwani atau sekte sesat lainnya!! Jangan karena kita berhasil menunjukkan salah satu bukti "jenis" Musliminnya, kemudian berlepas diri dengan menyatakan "tidak tahu"! Allahul Musta’an. Ini adalah cuci tangan, kurangnya rasa tanggung jawab terhadap berbagai pernyataan yang dilontarkan kepada umat!! Jangan ombang-ambingkan umat dengan kalimat yang bersayap!! Katakan terus terang bahwa:"Kami mentahdzir dan meyakini sebenar-sebenarnya bahwa Ihya'ut Turots adalah organisasi sesat Hizbiyyah yang menyebarkan malapetaka di seluruh dunia dakwah Salafiyyah!! Tetapi katakan pula bahwa kami tidak memperingatkan umat dari "money politiknya" yang terbukti berhasil memecah belah kaum Muslimin, khususnya Salafiyyin!! Kami mengingkari peringatan Masyayikh akan bukti nyata dan bahayanya pecahbelah umat oleh Dinar Hizbiyyah IT!! Kami mentahdzir Ihya'ut Turots tetapi kami merekomendasikan para da’inya (Ingat nama Ahmas Faiz yang kalian rekomendasikan!!)!! Kami bara' dari Ihya'ut Turots tetapi kami tetap keras (kepala) mempromosikan dan meliput berbagai acara Daurah masyayikh Yordan mulai yang pertama sampai yang terakhir di majalahnya Ihya'ut Turots (As-Sunnah)!! Kami tetap berkoalisi dakwah dengan Majalah AsSunnah walaupun terang-terangan mereka menyatakan diri mengikuti prinsip-prinsip Hizbiyyah Abul Hasan Al-Ma'ribi!! (pembaca dapat membuka sahab.net bahwa ada sekitar 218 artikel yang membongkar kesesatan Abul Fitan Al-Ma'ribi Al-Mishri Al-Hizbi!!) Justru bukti yang dapat kita ajukan ini menjadi hujjah atas kalian bahwa tidaklah keluar "fatwa" kalian tentang sumber dana itu berasal dari Muslimin kecuali ucapan tersebut tidak didasari oleh ilmu dan kenyataan!! Lebih lanjut, dengan pernyataan yang "asal keluar" inilah kemudian kalian membela dan bersimbiosis mutualisme dengan para agen-agen Ihya'ut Turots di Indonesia semacam Yusuf Baisa, Abu Nida’, Ahmas Faiz dan Majalahnya, AsSunnah!! Lebih dari itu, kalian –wahai Hizbiyyun Ahlul batil!- menutup mata dari kenyataan yang ada tentang peringatan dan tahdzir Masyayikh Salafiyyin bahwa Ihya’ut Turots adalah yayasan Hizbiyyah yang menyesatkan!! Memecahbelah barisan kaum Muslimin!! Memerangi dakwah Ahlussunnah!! Dan menyerang kehormatan para ulama ulamanya!! Kenapa kalian bela ?! Katakan dengan lantang:”Dananya dari Muhsinin Muslimin yang banyak membantu kami, komunitas Hizbiyyin-Sururiyyin!!” Bagaimana kalian menjawab "tidak tahu" sementara Dinar Hizbiyyah Ihya'ut Turots inilah yang kalian bela-bela selama ini bahkan kalian carikan alasan untuk melindungi Ma'had 31 Bukhari dan jaringannya yang menjadi penadahnya ?! Mengucapkan tanpa mengetahui hakikatnya adalah keliru dan membela tanpa mengetahui kebenarannya adalah mushibah!! Dan bukankah engkau –wahai Abu Salma- yang menulis: "Sesungguhnya keterlibatan seseorang dalam hal yang bukan urusannya dan ia lari dari kebenaran adalah salah satu sebab kefrustrasiannya", kita tambahkan… (Sesungguhnya pembelaan seseorang dalam hal yang dia tidak mengetahui kenyataannya kemudian lari dari bukti kebenaran dengan alasan tidak tahu adalah salah satu pintu kebinasaan!-peny) Dan kalau kalian tahu kemudian diam bahkan tetap membuta babi membelanya, maka mushibahnya jauh lebih besar!! Hadza Khianat!! Dan (lagi) jawaban "tidak tahu" yang terlontar ini, seharusnya tidak ada lagi menjadi alasan dan kilah bagi orang-orang yang mencintai kebenaran kecuali WAJIB baginya untuk rujuk dari pendapatnya terdahulu!! Seharusnyalah mereka membuka mata dengan bukti yang kita sodorkan!! Oo, ternyata "muslimin" itu salah satunya Syi'ah!! Tetapi rupanya rujuk kepada kebenaran hanyalah slogan di bibir semata, Abu Salma berkata:

31

Dan bahkan (dalam daurah ke-5) para Masyayikh-pun mengisi di sarang Ihya’ut Turots Ma’had Jamilurrahman dan Bin Baz, disamping juga mengisi di tempat sumber fitnah Sururiyyah, Ma’had Al-Irsyad Tengaran!! Realisasi: Syaikh Muhasmmad Musa Nasr yang mengisi di tempat ini. Allahul Musta’an.

520
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

"Adapun komentar admin salafy.or.id thd ana maupun website ana, tidaklah berguna apa-apa. Karena perkataan mereka bagaikan angin -busuk- yang tak berpengaruh apa2 melainkan hanya menyebabkan mual" , tidak itu saja, Abu Salma melanjutkan: "Sesungguhnya diriku yakin bahwa: Gonggongan anjing-anjing itu tidak membahayakan awan". Allahul Musta’an. Kedua, pernyataanmu yang berlindung dibalik ucapan Syaikh Salim Al-Hilaly (yang engkau katakan ada rekamannya) tidak akan mampu menjadikan kalian terbebas dari kewajiban untuk memberikan hujjah dan burhan atas fatwa yang kalian lontarkan kepada umat!! Jangan ajari umat untuk bertaqlid dan fanatik!! Bukankah hal ini yang engkau tuduhkan terhadap orang-orang yang fanatik kepada Syaikh Rabi'? "Tiada lain dan tiada bukan, para ashaghir atau bocah-2 ingusan yang dangkal pemahamannya dan fanatik buta kepada beliau, dan mereka inilah orang-2 yang memiliki semangat jahiliyah..." Ataukah engkau hendak mengajari anak-anak ingusan itu pepatah "menggunting dalam lipatan, tangan sendiri yang jadi korban"? Syaikh Rabi' Hafidhahullah telah membongkar kesesatan Abdurrahman Abdul Khaliq secara ilmiyyah dan kita menerimanya? Itukah ashaghir dan bocah ingusan yang fanatik buta kepada beliau?! Syaikh Muqbil Rahimahullah melarang kaum Muslimin untuk menyerahkan dananya kepada Ihya'ut Turots karena mereka gunakan untuk memecah belah dakwah Salafiyyah!! Dan kita membenarkannya!! Indonesia adalah salah satu korban nyata kejahatan kejinya!! Kuwait!! Yordania!! Amerika!! Kanada!! Belanda!! Arab Saudi!! Yaman!! Sudan!! Dengan apa ,, wahai Abu Salma kaum Muslimin dipecahbelah oleh Ihya'ut Turots?! Dinarnya!! Dan dinar ini pula yang kalian belalegalkan! Bahkan lebih dari itu, Firanda menyeru dalam ”Buku Emas”nya yang sekarang menjadi pegangan setiap Turotsi untuk berta’awun dengan yayasan Hizbiyyah tersebut!! Syaikh Muqbil Rahimahullah telah memberikan jawaban yang sangat tepat ketika beliau ditanya tentang syubhat yang dilemparkan oleh Ihya’ut Turots bahwa mereka mendapatkan rekomendasi dari Kibar ulama!! Dan Firanda ternyata menggunakan ”taktik” syubhat kuno ini!! Syaikh Rabi’ Hafidhahullah telah memberikan jawaban yang sangat memuaskan bagi setiap pencari kebenaran dengan ucapan beliau: ”Dan aku menasehati seorang Salafi yang jujur agar tidak menjerumuskan saudara mereka dalam berbagai perselisihan yang berkelanjutan, berkata ini dan berkata itu. Aku telah menasehatkan kalian dalam banyak kesempatan agar kalian hendaklah menjauhkan diri dari berbagai sebab perselisihan. Bekerjasama dengan Ihya’ut Turots akan mengantarkan kepada pergolakan dan perselisihan diantara kalian. Seorang Salafi yang jujur tidak akan mempermainkan dakwahnya dan saudarasaudaranya dengan menjerumuskannya ke dalam pergolakan khilaf, barakallahu fiikum” Dan pernyataan beliau ini cukup untuk membantah kilah serta talbis Firanda:”Perpecahan tersebut tidak terjadi kalau saja kita bersikap benar dalam menghadapi perbedaan pendapat yang ada di kalangan Ahlus Sunnah...Selanjutnya kita balik pernyataan kalian (minimal keberadaan yayasan Ihya’ut Turots membuat perpecahan di kalangan Salafiyyun? Bukankah ini merupakan kemudharatan?). Keadaan kalian yang melakukan tahdzir dan hajr tanpa mengikuti aturan yang benar itulah yang menimbulkan perpecahan di kalangan Salafiyyun”(Lerai Pertikaian..., hal.246-247). Lihatlah wahai saudaraku, bagaimana Firanda mencoba membantah dan menetralisir fatwa Syaikh Rabi’. Siapakah yang menjadi penyebab malapetaka perselisihan dan perpecahan? Salafiyyin ataukah Ihya’ut Turots? Perhatikanlah, di mana kebenaran itu berpihak?! Dan dari siapa talbis itu memancar? Berlaku jujurlah wahai Firanda!! Untuk kesekian kalinya kita katakan: Buruk muka....janganlah cermin yang disalahkan!! Dinar pecahbelah Ihya’ut Turots...janganlah Salafi yang dikambinghitamkan!! Kalaulah engkau jujur, tentu akan mengakui dan menyatakan terus terang bahwa justru iming-iming harta Ihya'ut Turots-lah yang paling berbahaya!! Money Politik kaliber Internasional!! Tengoklah da’i kondang di kanan kirimu!! Merekalah contoh berharga betapa dinar telah membelokkan mata ”kebenarannya”!! Adapun Abdurrahman Abdul Khaliq?! Walaupun dia adalah anggota "Kibar Masyayikh" dari Ihya' maka kesesatannya adalah suatu

521
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

kenyataan yang terang benderang!! Syaikh Rabi' telah menyingkap kesesatannya demi keselamatan dan kemaslahatan umat!! Apakah mampu para da’i kondang di sekelilingmu membantah argumen-argumen yang dikemukakan oleh Syaikh Rabi'?! Tentu tidak akan mampu. Dan apakah mampu para da’i kondang di sekelilingmu menolak godaan dinar Hizbiyyah yang ditawarkannya? Jawabannya tentu sama, tidak akan mampu!! Kalau demikian keadaannya, mana yang lebih berbahaya antara Abdurrahman Abdul Khaliq ataukah dinar Hizbiyyah yang ditebarkannya? (Sekali lagi) Kalau kalian jujur, tentu mayoritas kalian sependapat dengan Syaikh Rabi' ketika membantah berbagai kesesatan Abdurrahman Abdul Khaliq dan Ihya’ut Turots. Tetapi kalianpun harus jujur bahwa dalam masalah "dinar Hizbiyyah" tentu kalian lebih sependapat dengan Abdurrahman Abdul Khaliq!! Inikah realisasi dari teriakan:" Ihya'ut Turots yayasan hizbiyah sebagaimana dikatakan oleh para ulama, dan kami baro' dengan kesesatan mereka... kami mentahdzir mereka dan selain mereka”. Allahul Musta’an. "Kami baro' dengan kesesatan mereka" tetapi bukankah "godaan" kesesatan mereka yang paling sulit untuk ditampik adalah dinarnya, wahai Abu Salma?! "Kami mentahdzir mereka", jadi dinar Hizbiyyahnya bukanlah termasuk yang ditahdzir bukan?! Alangkah "uniknya" realisasi Al-Wala' dan Al-Bara' Sururi itu!! Kami Bara' dari Ihya' tetapi kami masih Wala' dengan hartanya!! Alangkah sempurnanya kehinaan ini. Pembelaan kalian terhadap harta Ihya' sudah cukup bagi kita untuk menentukan sikap, siapakah kalian sesungguhnya!! Sururi ataukah...Ikhwani?!! Bukankah harta yang kalian terima sama dengan harta Ma'hadnya gembong Ikhwani Mudzakir Arif!! Bahkan sama dengan harta yang diterima oleh DDII yang memelihara orangorang Khawarij di organisasinya yang bernama KOMPAK!! Tentu engkau tahu -wahai Yazid!bahwa Ba'asyir teroris adalah salah satu saudaramu, dia menjadi penasehat KOMPAK Jawa Tengah (bukti terlampir, nama file Lampiran 10_Gembong Ikhwani Menjamu Sururi.jpg, Lampiran 11_Link Ikhwani - Sururi.jpg)!! Ketiga, Kenapa engkau bersifat khianat, wahai Abu Salma?! Bukankah ketika Syaikh Salim (di daurah Masyayikh yang ke-3) memberikan pernyataan tentang bolehnya mengambil dana 32 dari Ihya'ut Turots asal tanpa syarat , ternyata diberi tahqiq dan komentar oleh Syaikh Ali Hasan bahwa untuk sekarang ini hal itu tidaklah mungkin!! APALAGI BELIAU TETAP MEMBERIKAN SYARAT (YANG TIDAK MUNGKIN KALIAN PENUHI) YAITU HARUS TETAP TEGAS TERHADAP HIZBIYYUN!! KEHADIRAN KITA BUKANLAH MERUPAKAN ”TAZKIYAH” BAGI MEREKA!! Bagaimana kalian bisa tegas sementara orang-orang Ihya' di Indonesia adalah saudara seperjuangan kalian!! Abu Nida'!! Ahmas Faiz!! Yusuf Baisa!! Mudzakir Arif gembong Ikhwani adalah saudara kalian!! Jangan kalian berkelit dari saudara "sedinar" ini!! Kita memegang bukti kaset persaksian Ibnu Yunus di Jember yang bersama rekan-rekannya telah menyerahkan bukti-bukti kerusakan manhaj asatidzah kalian kepada Masyayikh Yordan!! Sesungguhnya hujjah telah sampai, wahai Abu Salma!! Adapun hidayah? Hanyalah Allah yang Kuasa. Keempat, Kalau engkau berlindung di balik pernyataan Syaikh Salim Al-Hilali mengenai "dana IT dari Muslimin", kenapa engkau tidak secara terbuka menunjukkan kepada umat untuk berlindung pula dengan pernyataan beliau yang mentazkiyah peran Ihya’ut Turots dalam dakwah Salafiyyah Al-Mubarakah ketika mengisi daurah Ihya'ut Turots Kuwait cabang Jahra?!

32

Jelas bahwa dana Ihya’ut Turots tidak turun dengan gratis!! Adapun syaratnya, para Da’i nya harus membuatan proposal, harus ada kecocokan dengan program Ihya ut Turots terbukti dengan adanya studi kelayakan, foto orang/lembaga yang disumbang/laporan realisasi, dan konsekwensinya tidak akan mentahdzir Jum’iyyah Ihya’ut Turots (JI) dan Abdurahman Abdul Kholiq dalam majalahnya, kajiannya dll, minimal mereka akan mengatakan:”Adapun permasalahan Ihya’ut Turots dan bantuan dinar Hizbiyyahnya, ini ada khilaf yang syadid diantara para ulama!”. Jadi? Kita tawaquf (diam) tidak saling menyalahkan (tetapi silakan harta mereka terus dinikmati untuk membantu dakwah dan…para Da’i!!)” Berhati-hatilah dari talbis bergaya bahasa “missionaris Sinterklas” semacam ini. Dan terakhir, “para pasien” Ihya’ut Turots tersebut dipampangkan dan diumumkan di majalah resmi Ihya’ut Turots (sebagai bentuk pertanggungjawaban) lengkap dengan nama proyek, alamat, negara, besarnya “infus” harta yang disuntikkan. Tidakkah mereka bangga bahwa nama dan proyek mereka terpampang di majalah-majalah Hizbiyyah Internasional? Sebagai donatur? Bukan, tetapi sebagai pasien yang telah menghabiskan “infus” dana sebesar….Allahul Musta’an. Ke mana larinya sifat malu itu?

522
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Bukankah "bingkisan suara" dari Abdurrahman di Kuwait telah sampai di tanganmu dan Pembesar Hizbi-mu –Abdurrahman Tamimitelah mendengarkan bahkan memberi komentar?! Lagi-lagi bukti ilmiyyah yang kita sodorkan dan jangan hanya kepandaian bersilat lidah yang kalian ajukan sebagaimana tulisanmu: "Engkau bukanlah hakim yang dianggap keputusannya Bukan pula orang yang berketurunan tinggi lagi orang yang ahli dalam berdebat" Wahai orang-orang yang ahli dalam berdebat!! Wahai orang yang berketurunan tinggi (hati)!! Apakah kalian akan berkelit bahwa Syaikh Salim tidak mengetahui bahwa pengundangnya adalah Jum'iyyah Hizbiyyah Ihya'ut Turots Kuwait? Yang beliau ketahui tahu bahwa pengundangnya adalah seorang "Salafy"?! Sesungguhnya sebelum beliau berceramah SELAMA 1 MINGGU di IT cabang Jahra tersebut, pembukaannya diisi dengan sambutan dari moderator yang jelas-jelas menyebutkan bahwa penyelenggaranya adalah IT!! Dan ketika giliran beliau berceramah, beliau nyatakan bahwa daurah ini terselenggara atas kerjasama Markas Al-Albani di Yordania dengan"JAM'IYYATUNA Jam’iyyah Ihya’ut Turots fil Kuwait”!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un! Dan cukuplah waktu mengisi selama 1 minggu tersebut sebagai upaya untuk mengetahui sejelas-jelasnya siapa pula penyelenggara dan pengundangnya?! Tentulah dari rekaman daurah tersebut kita bisa membedakan apakah dalam rangka menasehati orang-orang Jum'iyyah Hizbiyyah tersebut agar berlepas diri dari IT ataukah justru "mengakui" eksistensi IT sebagai bagian dari dakwah Salafiyyah Al-Mubarakah?!! Bahkan kehadiran beliau di sarang Ihya’ut Turots apakah justru menjadi tazkiyah bagi mereka?!! Apakah beliau menasehati mereka agar berlepas diri dari kesesatan Ihya’ut Turots dan rujuk kepada AlHaq!! Menjelaskan sepak terjang dan kesesatan Ihya’ut Turots dalam memecah belah Salafiyyin?!! Apakah beliau bersikap tegas kepada mereka sebagaimana syarat yang diajukan oleh Syaikh Ali Hasan? ataukah sebaliknya justru...Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dan ini jelas-jelas bertentangan dengan syarat yang diajukan oleh Syaikh Ali Hasan sendiri (dari pengakuan Ibnu Yunus) yang sengaja tidak dipublikasikan oleh Majalah As-Sunnah At33 Turotsy, Al-Furqan Al-Hizby, Fatawa Turotsiyyah dan majalah kalian lainnya!! Allahul Mustaan. 2. Dan orang yang "kualitasnya" seperti ini yang kalian ajukan sebagai "bemper" untuk bertarung di medan ilmiyyah wahai Abdurrahman Tamimi?! Mencoba "berunjuk gigi" untuk memberikan gambaran buruk kepada umat bahwa Syaikh Yahya Al-Hajuri telah sukses dikibuli oleh Asatidzah kami yang menanyakan bagaimana Salafiyyin seharusnya sikap Salafiyyin terhadap Yazid, Aunur Rafiq, Abdul Hakim Abdat dan pembela utama Ihya'ut Turots Indonesia Abu Nida? Mencoba "berdiplomasi khas Sururi" bahwa : " Jawaban syaikh Yahya adalah tidak salah, namun yang salah adalah pertanyaan dari penanya, karena penanya tidak bermaksud meminta hukum kepada Syaikh Yahya, namun penanya telah menghukumi terlebih dahulu kemudian melaporkan gambaran keadaan yang telah dihukumi tersebut kepada Syaikh. Sehingga jawaban yang diberikan adalah sebagaimana pertanyaan yang diajukan" Kita katakan: Sesungguhnya Yazid hanyalah Sururi Lokal yang pernah melontarkan kaidah sesat "tahdzir hanyalah hak para ulama, thalabul ilmi tidak boleh melakukannya. Barangsiapa yang melakukannya maka dia telah merampas haknya para ulama!" Atau kalimat yang senada. Kita tanyakan kepada Yazid : "Bagaimana dengan Ma'had yang mengaku dicintai Masyayikh Yordan, Ma'had Al-Irsyad Surabaya pimpinan Abdurrahman Tamimi yang memegang Kuasa 4 Masyayikh Yordan? Bukankah mereka telah menyatakan ciri-ciri Sururi adalah : "kompromi.bekerjasama dengan ahli bid'ah, contohnya Ja'far Umar Thalib dkk, kerjasama dengan Riziq Shihab, Husein Umar dll.? Apakah ini bukan tahdzir, wahai Yazid? Adakah di Ma’had Ali bercokol seorang ulama yang berhak mentahdzir da’i-da’i sesat, wahai Yazid? Apakah menurut keyakinan kaidahmu, Direkturnya adalah SYAIKH Abu Auf Abdurrahman Tamimi sehingga kedudukan beliau sebagai salah seorang ulama menjadikannya memiliki ”hak” untuk mentahdzir?!
33

Ust.Abu Mas’ud, Ust. Ibnu Yunus dan teman-temannya, ketika daurah Masyayikh di Surabaya telah memberikan langsung kepada Syaikh Ali Hasan bukti-bukti dari dampak muammalah Hizbiyyah yang dilakukan oleh Abdurrahman Tamimi, Yazid Jawas, Aunur Rafiq dan kelompoknya. Syaikh Ali telah benar-benar mengetahui keadaan mereka ini dari bukti yang mereka sodorkan. Tetapi, sampai saat inipun Daurah Masyayikh tetap berjalan dengan mulus dan lancarnya. Allahul Musta’an, hanya kepada Allah kita mengadu.

523
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Dan ingat bahwa dirimu termasuk yang ditahdzir oleh Ma'had Al-Irsyad karena bekerjasama dakwah dengan Husein Umar DDII!! Rangkaian acara Daurah ke-5 pun juga sempat mampir di DDII-nya Hussein Umar bukan?! Tidakkah pernyataan ini termasuk mengambil hak para ulama wahai Yazid?! Kaidahmu telah menghantam saudaramu sendiri!! Dan saudaramu sendiri/Ma’had Ali Surabaya telah mentahdzir dirinya sendiri!! Merreka sendiri bersama Masyayikh Yordan yang ”mampir” di DDII!! Kemana konsistensi itu melarikan diri? Sesungguhnya Aunur Rafiq hanyalah Sururi Lokal yang pernah "mentahdzir" Syaikh Syaikh Rabi' dengan ucapannya kepada Ustadz Haryadi-Surabaya (mantan muridnya) sebelum beliau berangkat belajar ke Madinah: “HATI-HATI DENGAN ORANG YANG BERNAMA DUKTUR RABI’ BIN HADI ALMADKHALI!” Apakah kalian akan berkelit dengan menyatakan kita harus tabayun dulu kepada Aunur Rafiq? Berita dari orang yang dipercaya cukup sebagai hujjah!! Tidak ada kewajiban Tabayun kepada Hizby (apalagi) orang yang telah sekian tahun berhasil menegakkan punggung sebagai tentara Al-Sofwa Al-Muntada!! Menjadi anggota Hizbul Irsyad (Surkati sendiri yang memberi nama demikian)! Wahai Yazid! Kenyataan ini bahkan jauh lebih pahit dari kaidah tahdzirmu yang menyesatkan itu!! Sururi lokal telah mentahdzir Syaikh Rabi'!! Ini adalah petir di siang bolong!! Adakah kenyataan Hizbiyyah yang lebih aneh dari "pertunjukan" ini?! Dan katakan ,, wahai Abu Salma dengan tulisanmu sendiri yang dipropagandakan oleh Salafindo.com: ”Sungguh suatu keanehan yang dapat menyebabkan tertawa sekaligus menangis..” (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Mata Para Penyesat Umat) Abdul Hakim-pun tidak lebih dari Sururi lokal yang belajar otodidak untuk kemudian "meluluskan dirinya sendiri" sejajar dengan ahli hadits lainnya yang "kondang" dengan pernyataannya:" Saya berkata: Hadits ini shahih menurut syarat…" Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Adapun Abu Nida'? Adakah Salafiyyin yang tidak pernah mendengar namanya? Hanyalah pemain lokal yang menjadi petinggi boneka Ihya'ut Turots yang ditanam dan dipelihara oleh Jum'iyyah Hizbiyyah Ihya'ut Turots?! Peletak dasar upaya penghancuran Dakwah Salafiyyah di Indonesia!! Maka wajar saja jika pertanyaan mengenai sururi-sururi lokal tersebut disertai dengan keterangan sikap dan sepak terjangnya di medan dakwah Indonesia!! Syaikh Yahya Al-Hajuri tidaklah mengenal Sururi lokal ini!! Kalau engkau mampu bertarung di medan ilmiyyah –wahai Abu Salma- tentulah yang engkau bantah adalah keterangan tentang profil da’i da’i yang disebutkan oleh ustadz kami!! Yazid tidaklah benar seperti yang kalian ceritakan, yang benar demikian… !! Kalian dusta karena Aunur Rafiq tidak sebagaimana yang kalian gambarkan kepada Syaikh Yahya, ini buktinya…!! Keterangan kalian tentang Abdul Hakim tidaklah lebih dari dusta dan dusta, inilah buktinya…! Abu Nida' bukanlah musuh dakwah, bahkan dia adalah penolong dakwah kami, kami lampirkan bukti pendukungnya…! [Nama file Lampiran 9_Gembong Sururi Lokal Bersatu.jpg] Itu kalau dia mau ilmiyyah, akan tetapi ketidakmampuan menegakkan hujjah akhirnya menjadikannya menyalahkan pertanyaannya! Buruk muka….janganlah kaca yang dipecahkan! Apa salahnya menanyakan suatu hukum dengan menyebutkan keterangan bahwa orangnya demikian dan demikian?! Kalau tambahan keterangan tersebut dusta atau fitnah yang tidak sesuai dengan kenyataannya, barulah pertanyaannya disalahkan dan si penanya diperingatkan!! Bukankah seharusnya demikian sikap ilmiyyah yang engkau tempuh, wahai Abu Salma?! Kalau engkau tanyakan kepada Syaikh Yahya Al-Hajuri bagaimana sikap kita terhadap Abul Hasan Al-Ma'ribi Al-Mishri?! Tentulah tidak perlu kalian jelaskan mengenai profil dan sepak terjangnya, karena dia termasuk petinggi Sururi Internasional!! Adapun Sururi lokal macam Yazid, Abdul Hakim, Abu Nida, dan Aunur Rafiq?! Pembaca sekalian,

524
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Karena ketidakmampuan berhujjah dan menunjukkan bukti secara ilmiyyah dalam membantah, pada akhirnya Abu Salma harus menempuh langkah seribu dengan lari lintang pukang dari permasalahan tersebut dengan cara melompat ke permasalahan lainnya (dan ini adalah bukti kelihaiannya, tidakkah anda menyadarinya wahai pembaca?). Dia menulis: "Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkholi hafizhahullahu tatkala ditanya pada saat Dauroh di Depok beberapa tahun silam oleh salah seorang da’i, bolehkah seseorang bekerja mengajar di Ma'had yang dikelola oleh hizbiyah? Maka dengan tegas Syaikh Muhammad menjawab akan ketidakbolehannya. Dengan serta merta, para du'at yang hadir saat itu langsung meminta salah seorang ustadz di Solo supaya berhenti mengajar di salah satu ponpes dan memintanya agar membubarkan TPA-nya yang mengasuh anak-anak kaum muslimin. Setelah berita ini sampai ke Syaikh Muhammad melalui al-Ustadz Muhammad Arifin Baderi hafizhahullahu, maka Syaikh Muhammad murka mendengarnya sembari berkata :"Semoga Alloh tidak memberikan amanah dakwah kepada orang-orang seperti mereka" Kita katakan: a.Alhamdulillah bahwa Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah adalah salah satu dari beberapa Masyayikh Salafiyyin yang telah dikirimi bukti-bukti keHizbiyyahan kalian!! 4 bundel bukti yang total berisi 382 halaman!! Tetapi kalian tidak perlu kuatir bakwa bukti tersebut adalah hasil rekayasa karena tidak ada manfaatnya sedikitpun bagi dakwah jika merekayasanya!! Toh kebenaranlah yang kita harapkan. Apalagi bukti tersebut "sangat istimewa" karena 100 persen adalah murni hasil publikasi kalian!! Keterkaitan kalian dengan Jama'atut Takfir wal Jihad, Ikhwanul Muslimin, Ihya'ut Turots, Al-Haramain dan kelompokkelompok Hizbiyyah lainnya yang tidak diragukan lagi bahwa mereka benar-benar menjadi musuh bagi Ahlus Sunnah!! Jadi berikanlah kepada umat bukti transkrip dialog antara Muhammad Arifin dengan Syaikh Muhammad bin Hadi secara lengkap!! Ini baru ilmiyyah! Alangkah penasarannya anak-anak ingusan itu (seperti yang engkau dan Abdurrahman Tamimi katakan) mengapa Syaikh Muhammad sampai MURKA sedemikian rupa?! Apa ISI BERITA yang diceritakan oleh Muhammad Arifin kepada beliau?! Benarkah sesuai dengan fakta dan kenyataannya?! Ataukah… Mampukah kalian menegakkan hujjah secara ilmiyyah, wahai Abu Salma?! Justru karena kita tahu benar sikap tegas Syaikh Muhammad bin Hadi terhadap Ihya'ut Turots dan kroni-kroninya!! Dan kita tahu benar bahwa Muhammad Arifin yang dulu telah berbeda dengan Muhammad Arifin yang sekarang!! Kedua, wajib engkau ketahui –wahai tuan- bahwa permasalahan asatidzah kami yang engkau jadikan "dalih" ini telah diselesaikan oleh Masyayikh yang datang ke Indonesia atas persetujuan Syaikh Rabi' dan beliau telah mendapatkan bukti pernyataannya!! Ustad kami yang engkau sebutkan itu telah rujuk dihadapan Masyayikh dan siap meninggalkan pendapatnya!! Camkan, wahai Abu Salma!! Telah datang hujjah kepadanya dan beliau telah menyatakan rujuk!! Dan sekarang lihatlah dirimu!! Kita berikan bukti persengkongkolan Ihya'ut Turots dengan Syi'ah, konspirasi Ihya'ut Turots dengan Ikhwanul Muslimin!! Dengan Takfiriyyin!! Apa sikap yang seharusnya dilakukan oleh orang yang telah menyatakan:"Jika nasehat itu benar maka tak ada halangan untuk menerimanya namun jika nasehat itu tidak benar, maka yang haq lebih kami cintai untuk diikuti", Rujuk kepada Al-Haq adalah bukti kelurusan jiwamu!! Lalu apa yang menghalangimu menerima bukti kebenaran yang disodorkan oleh Abu Muhammad Abdurrahman?! Ingat pula bahwa dirimulah yang menukil pernyataan Syaikh Al-Albani tentang Syaikh Rabi: " Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Albani ketika ditanya oleh Syaikh Abul Hasan al-Ma'ribi di dalam kaset Silsilah Huda wa Nur ttg pendapat Syaikhul Albani thd Syaikh Rabi' sebagaimana termuat dalam kitab Syaikh Rabi' yang berjudul Nashrul Aziz... "...(Setelah memuji Syaikh Rabi', Syaikh al-Albani berkata)... Namun saya nasehatkan kepada Syaikh Rabi' untuk memperlunak ushlub dakwahnya... dan sungguh saya lihat ada beberapa kaum yang menisbatkan diri kepada dirinya (Syaikh Rabi') yang dibakar oleh semangat jahiliyah..." Nah, siapakah yang dimaksud oleh Syaikhul Albani ini??? Tiada lain dan tiada bukan, para ashaghir atau bocah-2 ingusan yang dangkal

525
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

pemahamannya dan fanatik buta kepada beliau, dan mereka inilah orang-2 yang memiliki semangat jahiliyah... Wal'iyadzubillah...!!!" Kita katakan:'Hat burhanakum inkuntum shadiqun!! Tentu saja bocah2 ingusan itu ingin tahu dengan apa engkau menegakkan hujjah atas mereka bahwa mereka dangkal pemahamannya dan fanatik buta kepada Syaikh Rabi'?! Mana bukti ilmiyyahnya?! Dalam 34 masalah apa mereka fanatik buta kepada Syaikh Rabi'? Adapun sekedar membuat pernyataan dan tuduhan tanpa disertai bukti dan burhan yang nyata? Tidakkah anak SD-pun mampu melakukannya?! Sepak terjang "Hizby-Fanatik" ini ternyata tidak berhenti sampai disini, dia terus jauh melangkah menginjak-injak medan ilmiyyah dan fatwa para masyayikh lainnya dengan kilah dan kilah dan bukannya dengan bukti dan hujjah sebagaimana jalan yang harus ditempuh oleh orang yang masih menghargai kehormatan dirinya. Siapa lagi yang menjadi korban "Fanatikus Irsyadi ini"? Syaikh Ubaid Al-Jabiri Hafidhahullah!! Dari Kuwait –lagi-lagi- Abu Muhammad Abdurrahman mengirimkan "lahar panas" yang menerjang Hizbiyyun Ahlul Bathil berupa fatwa Syaikh Ubaid Al-Jabiri tentang penyimpangan manhaj Usamah Al-Qushiy dan keterkaitannya dengan Abul Hasan wal Fitan Al-Ma'ribi AlMishri. "Senjata" apalagi yang dihadangkan oleh Abu Salma Irsyadiyyun untuk menghadapi fatwa Syaikh Ubaid Hafidhahullah?! Bukanlah hujjah ilmiyyah sebagaimana sikap "orang yang berisi", tetapi kelihaian dan kelicinan bak seekor belut. Awalnya, sama seperti ketika menghadapi tahdzir Syaikh Yahya Hajuri Hafidhahullah, dia menyatakan terlebih dahulu bahwa:"Anna Syaikh Ubaid al-Jabiri ahadun min masyaikhina salafiyin, yu'khadz wa yutrak kalamuhu. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu'khadz wa yutrak" Kita katakan sebagaimana yang dinyatakan oleh Shahabat Ali :"Kalimatul Haq urida bihal bathil!! Kalimat Haq yang digunakan untuk melindungi kebatilan!! Licik!! Bantah secara ilmiyyah fatwa Syaikh Ubaid!! Dengan filter apa dirimu –wahai orang rendahan- dalam menerima dan menolak fatwa para Masyayikh Salafiyyin?! Fulus Ihya'ut Turots?! Ataukah hawa nafsu licinmu yang jauh meninggalkan rasa malu dan kehormatan dirimu?! Sungguh Hizby-Irsyadi ini telah menyebarkan kebinasaan dengan "fatwanya" ini!! Dan belum selesai episode kelihaian Hizbiy Khabits ini, Abdurrahman telah meluncurkan kembali oleh-oleh dari Kuwait berupa fatwa Syaikh Yahya Al-Hajuri Hafidhahullah terhadap 35 Usamah Al-Qushiy !! Apakah engkau –wahai Abu Salma- akan menyatakan juga bahwa:" :"anna Syaikh Yahya AlHajuri ahadun min masyaikhina salafiyin, yu'khadz wa yutrak kalamuhu. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu'khadz wa yutrak"? Dan tahukah pembaca bingkisan "lahar-lahar panas" yang dituangkan oleh Abu Muhammad dari Kuwait di telinga-telinga Hizbiyyun Ahlul Bathil? a. Bukti bahwa Mubtadi' Besar Abdurrahman Abdul Khaliq masih bercokol di Ihya'ut Turots Kuwait (untuk mematahkan talbis Hizbiyyin-Sururiyyin bahwa Ihya'ut Turots sudah bersih dari pengaruh Mubtadi' ini-pen) b. Bukti suara Syaikh Salim Al-Hilaly di Kuwait dalam Daurah sepekan yang diselenggarakan oleh Jum'iyyah Hizbiyyah Ihya'ut Turots cabang Jahra dan pernyataan beliau yang menggegerkan berupa pengakuan bahwa daurah ini adalah hasil kerjasama (untuk kesekian kalinya) antara Markaz Al-Imam Al-Albani di Yordan dengan JAM'IYYATUNA, Jam'iyyah Ihya'ut Turots Al-Islamy di Kuwait dengan
34

Bagaimana dengan keadaan kalian sendiri yang begitu “heroik” meng’amin”kan dan mempertahankan gelar Syaikh Salafy Irsyadi kepada As-Sudani sementara kalian sendiri tidak mengetahui apapun tentangnya kecuali sangat sedikit?! Benarkah As-Sudani hanya terpengaruh Abduh dan Rasyid Ridha? Ke mana Al-Afghani Ar-Rafidhi bersembunyi? Benarkah As-Sudani hanya seorang diri ketika itu dalam berdakwah di negeri ini? Tidakkah ini ungkapan yang berlebihan dan mengingkari kenyataan? Tahukah kalian tentang halalnya lotre Belanda kafir penjajah di sisi As-Sudani dan Irsyadnya? Tahukah kalian jabatan kerennya sebagai Syaikh pejabat penjajah Belanda? Mars Surkati yang Perkasa?! Ba’iat Irsyadiyyah? Teriakan Hizbul Irsyad? Dan..dan…dan… Kenapa kalian diam begitu saja dan menelan mentah-mentah semua yang ada? Benar-benar Tidak tahu? Pura-pura tidak tahu? Atau… pokoknya sudah di-‘Syaikh Salafy’-kan!! Siapa mereka ini?! Katakan –wahai Abu Salma- dengan lantang dan kemantapan yang sempurna:” Tiada lain dan tiada bukan, para ashaghir atau bocah-2 ingusan yang dangkal pemahamannya dan fanatik buta kepada beliau, dan mereka inilah orang-2 yang memiliki semangat jahiliyah...Wal'iyadzubillah...!!!" Jadi kenapa Syaikh Rabi’ Hafidhahullah harus dilibatkan dalam permasalahan fanatik jahiliyyah dan fanatik buta itu?! 35 Abu Salma berkata:”TDK RAGU LAGI bahwa Syaikh Usamah bin Abdil Lathif al-Qushy adl ulama salafi di Mesir yg masih tersisa”

526
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

harapan dapat memberikan pengaruh yang dalam bagi dakwah Salafiyyah AlMubarakah!! Ihya'ut Turots sendiri telah ditahdzir sekian banyak Masyayikh Salafiyyin akan bahayanya Jum'iyyah Hizbiyyah ini, andilnya yang sangat besar dalam upaya memecahbelah dan menghancurkan dakwah Salafiyyah, permusuhannya yang sangat keras terhadap dakwah ini. Syaikh Khalid Ar-Raddadi menyatakan:"Tidak diragukan lagi bahwa lembaga ini merupakan lembaga Hizbiyyah yang jahat, bertentangan/menyelisihi manhaj salaf dan dalil-dalil tentang hal ini banyak. Diantaranya hubungan lembaga ini dengan Abdurrahman Abdul Khaliq yang dinyatakan sebagai mubtadi' oleh Syaikh Al-Muhaddits Al-Albani Rahimahullah dan Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'iy Rahimahullahu. Dan Abdurrahman Abdul Khaliq adalah salah seorang pendiri lembaga ini dan ia merupakan salah seorang sumber dari sekian banyak sumber terpenting bagi lembaga ini"(Dialog beliau dengan Ustadz Wildan, Pertanyaan ke-12, 17 Dzulhijjah 1423/19 Pebruari 2003). Adakah lembaga Hizbiyyah yang jahat dan memecah belah ahlussunnah di banyak negeri dapat memberikan kemanfaatan bagi dakwah Salafiyyah yang Mubarakah?! Allahul Musta’an. c. Rudud Syaikh Muqbil rahimahullah terhadap Abu Ishaq Al-Huwaini Al-Mishri dan Abdurrahman Abdul Khaliq Al-Mishri Al-Kuwaiti, bukti pengkafiran Abu Ishaq terhadap pelaku maksiat. 36 d. Fatwa Syaikh Rabi' tentang Abu Ishaq Al-Huwaini Al-Mishri e. Jawaban tegas Syaikh Rabi' tentang Hizbynya Abul Hasan, Al-Maghrawi dan Adnan Ar'ur. f. Fatwa Syaikh Muhammad bin Hadi yang mengguncang Ihya'ut Turots ketika beliau menegaskan bahwa Jum'iyyah ini bukan berjalan di atas manhaj Salaf bahkan bermanhaj Ikhwani, Jum'iyyah Hizbiyyatun!! Itulah beberapa "paket spesial" bagi Salafiyyin Indonesia dari Kuwait yang tidak memiliki arti apapun bagi Hizbiyyin kecuali semakin menambah kebencian mereka terhadap Salafiyyin khususnya terhadap Abu Muhammad Abdurrahman yang membuat “si Tinggi Besar” marah tiada terkendali. Simak di SALAFIYYIN KUWAIT BANGKIT MEMBONGKAR KESESATAN IHYA AT TURATS KUWAIT, ditulis di http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=5220 oleh Abu Sufyaan 'Utsmaan bin William Bisyir. Simak dalam CD yang kami sebarkan di direktori H:\kelompok\ihyaturots\bukti_baru_ihya_turats_selingkuh_dgn_hizbi\ nama file SALAFIYYIN KUWAIT BANGKIT MEMBONGKAR.doc. Dengan semua “lahar panas di atas”, apakah engkau wahai “orang besar”, masih pula nekad berkata: ”Anna Syaikh Yahya Al-Hajuri wa Syaikh Rabi’ wa Syaikh Muqbil wa Syaikh Khalid ArRaddadi wa Syaikh Muhammad kulluhum min masyaikhina salafiyin, yu'khadz wa yutrak kalamuhu. lianna kulla qowlin siwa an-Nabiy yu'khadz wa yutrak"? Dan katakan dengan penuh kemantapan dan kecongkakan yang sempurna, wahai Abu Salma: ”Adapun ana? Adalah salah satu Kibar dari Masyayikh Hizbiyyin!! YUTRAK WA YUTRAK KALAMIY!! Tinggalkan dan jangan dekati ana wahai saudaraku kaum Muslimin yang mengharapkan kebaikan dan mencintai kebenaran!! Ana adalah Hizbi-Fanatik hasil didikan Hizbiyyun-Sururiyyun-Surkatiyyun!! Tiada manfaat bukti kebenaran yang kalian sodorkan!! Berkilah adalah keahlian ana! Berkelit adalah hal yang biasa! Adapun helah? Apa susahnya! Dan bantahlah mereka secara “ilmiyyah” dengan ucapan masyhurmu: “Laa yadhurru as-sahaaba nubaahul kilaabi "Tidaklah berbahaya gonggongan anjing-anjing bagi awan." Dan cukuplah ana sampaikan : Da'awtu al-Kilaaba tanbaah wa qofilatu tasiiru Kutinggalkan gonggongan-gonggongan anjing toh kafilah masih tetap akan berlalu” (Tanggapan: Abu Muslim, Email, Website, November 2nd 2005, 01:20:47 PM, Judul Komentar : Anda Penakut.. atau?, Asal : Yogyakarta) Allahu yahdik! Sungguh engkau telah berdusta –wahai Irsyadiyyun Abu Salma- ketika menyatakan:
36

Berkata Abu Salma:”Adapun syaikh Abu Ishaq al-Huwaini, beliau adl murid syaikh Albani yg pernah beliau puji sbg org yg paling faham hadits selain Syaikh Ali Hasan”(Menjawab pertanyaan Ibnu, June 8th 2005, 06:00:24 AM)

527
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

"Jikalau benar bahwa Abdurrahman Sarijan adl MURID KHALID ZHUFAIRI dan pengelola situs rabbe.net, maka hendaknya dia menyebarkan maslahat bagi umat... Jika dia hanya mengaku belaka tanpa memberikan kontribusi, untuk apa berbangga2?!! Untuk apa pamer-2?!! Apakah ini yang dinamakan dengan salafiyin?!! Hanya mampu berbangga-2 tanpa mampu berbuat?!!" Kita katakan: Hizby Khabits!! Alhamdulillah bahwa orang yang engkau sebut sebagai KHALID ZHUFAIRI telah membikin Hizbiyyun tidak dapat tertidur dengan nyenyak!! Tetapi bukan seperti Muhammad Arifin yang engkau bangga-banggakan!! Salafiyyin seluruh dunia telah merasakan manfaat yang besar dari situs yang beliau kelola (Rabee,net) maupun Sahab.net!! Kalian tidak bisa lagi leluasa menyebarkan Hizbiyyah dan kesesatan karena situs-situs tersebut mengumpulkan fatwa, nasehat dan peringatan para Ulama Ahlussunnah akan bahaya Hizbiyyin-Sururiyyin-Quthbiyyin-Ikhwaniyyin-Turotsiyyin!! Ya, bahaya dan kesesatan Hizbiyyin golonganmu!!! Dan sungguh Salafiyyin harus berterima kasih kepada SYAIKH DR. KHALID DZUFAIRI atas peran beliau selama ini!! Membongkar kedok kalian, wahai Hizbiyyun Ahlul Batil!! Jadi apakah Salafiyyin harus silau dan terkecoh dengan gelar doktor Muhammad Arifin yang akan direngkuhnya?! Allahu yahdik. "Abu Muhammad Abdurrahman telah melakukan apa yang mampu dia lakukan!! Kesemua bukti itu jauh lebih bernilai bagi Salafiyyin daripada dinar Hizbiyyah yang telah menegakkan punggung kalian bertahun-tahun, wahai Hizbiyyun!! Kesemuanya dipersembahkan untuk kemaslahatan umat!! Ingat wahai -Abu Salma!- bahwa Abu Muhammad Abdurrahman berangkat ke Kuwait "dalam keadaan Sururi"!! Walhamdulillah di sana dia menemukan kenyataan (yang selama ini tersamar bagi dia) bahwa Abdurrahman Abdul Khaliq beserta krunya di Ihya'ut Turots (yang dinarnya kalian bela!) benar-benar memiliki jaringan pemecahbelah di Indonesia!! Yusuf Utsman Ba'isa, pemain lama yang telah dikenal kesadisannya terhadap da’i dan dakwah Salafiyyah!! Penerjemah selebaran Abdurrazaq Asy-Syayiji yang mencaci maki Syaikh Rabi"!! Berduet bersama seorang Dajjal Mesir Syarif Hazza' (pernyataan Syaikh Rabi' ketika dialog dengan Ustadz Usamah) yang benar-benar kedoknya telah disingkap dan dihancurkan oleh Masyayikh Madinah! Apakah engkau sudah "lahir" ketika itu di medan dakwah?! Dan tahukah dirimu bahwa anak-anak ingusan itu terbuka matanya akan kejahatan Ihya'ut Turots dan antek-anteknya di Indonesia karena transkrip tersebut diterjemahkan oleh “Mahasiswa S1” Muhammad Arifin Badri yang sekarang menjadi idola kalian!! Ya, menjadi backing kalian yang gelarnya begitu menyilaukan mata bagi para pemimpi dan pembela dinar Hizbiyyah celaka!! Abu Muhammad Abdurrahman telah mengumpulkan satu persatu bukti bahwa Ihya'ut Turots benar-benar sangat berbahaya!! Mereka bergabung dengan Ikhwanul Muslimin (seperti kalian di negeri ini)!! Mereka mengundang gembong-gombongnya (seperti kalian juga khan?)!! Bagaimana Abu Muhammad Abdurrahman menceritakan bahwa dia sendiri yang mengirimkan bantuan dana dari Ihya'ut Turots kepada yayasan As-Sunnah Cirebon (Ali Hijrah) dan kepada Al-Irsyad!! Kesemuanya menjadikan dia tersadar akan posisi yang harus dilakukannya!! Hijrah ilal Haq!! Kewajiban untuk rujuk kepada kebenaran, setelah mengetahuinya!! Bukankah hal ini sudah merupakan kewajiban, wahai Abu Salma?!Sekarang…lihatlah dirimu! Menyatakan Tidak Tahu Tetapi Lari Dari Bukti Kebenaran “Dana Muslimin Syi’ah Rafidhah” Yang Dipampangkan Di Depan Mata!! Inikah sikap mulia seorang pembawa dan pembela panji kebenaran?! Jangan engkau cobacoba menirukan sikap kaum yang dibenci Allah karena berpaling dari kebenaran setelah kebenaran itu diketahuinya!! Abu Salma melanjutkan "ceramahnya" (yang tidak ilmiyyah): Apa gunanya dirimu jauh di Kuwait jika waktu dan kesibukanmu seperti Ibrahim atau Uuh Muhdi...?!! 'Ala kulli haal, sekarang waktunya kita menunjukkan amal dan kontribusi apa yang telah kita berikan untuk dakwah salafiyah ini..." Kita katakan: "Abdurrahman tidak akan memberikan manfaat apapun bagi kalian wahai HizbiyyunSururiyyun-Turotsiyyun-Irsyadiyyun-Fanatikun Membabibutaun!! Dia hanya akan menjadi duri bagi dakwah Hizbiyyah kalian!! Bukti-bukti yang dia kirimkan hanya akan semakin membuka

528
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

dan membongkar keculasan dan kebohongan kalian terhadap umat!! Tipu daya dan makar jahat yang selama ini kalian upayakan terus untuk memecah belah umat!! Money politik Internasional!! Adapun bagi Salafiyyin?! Tentulah bukti itu menjadi berkah yang tiada terkira!! Hanyalah dua baris kalimat yang pantas terucap: Alangkah benarnya peringatan Masyayikh terhadap bahaya Ihya'ut Turots, Al-Haramain dan serdadu-serdadu bayarannya serta para backing dan pembelanya! Alangkah dustanya Hizbiyyun-Sururiyyun-Turotsiyyun!! Berikan burhan kalian agar sebanding (baca:sekufu) dengan bukti yang kita hadirkan! Adapun jika hanya kilah yang kalian sodorkan, maka hal itu tidak lebih sebagaimana pernyataan Abu Salma sendiri: "Tidaklah mengenyangkan dan tidak pula dapat menghilangkan dahaga" Abu Salma meneruskan serangannya: "Jika dia hanya mengaku belaka tanpa memberikan kontribusi, untuk apa berbangga2?!! Untuk apa pamer-2?!! Apakah ini yang dinamakan dengan salafiyin?!! Hanya mampu berbangga-2 tanpa mampu berbuat?!! Kita katakan: "Engkau sendiri-pun tahu –wahai Abu Salma!- bukanlah pujian yang diharapkan Abu Muhammad Abdurrahman, pamer-pamer dus apalagi berbangga-bangga!! Berbagai bukti yang dia kirimkan plus kesaksiannya selama di Ihya'ut Turots Kuwait tidak akan berdampak kecuali semakin meningkatkan kebencian di kalangan kalian wahai Hizbiyyun-SururiyyunTurotsiyyun-Ikhwaniyyun!! Tulisanmu adalah salah satu buktinya!! Akan banyak pihak yang merasa "kebakaran jenggot Sururi-nya"!! Terbongkar rahasia konsekuensi “FULUS” yang selama ini sengaja ditutup rapat dari pandangan umat!! Merasa dikhianati!! Dan Abdurrahman telah menyadari betul konsekwensinya jika berlepas diri dari atribut "Sururi" dan memilih "menjadi Salafy" sebagaimana yang dia sampaikan kepada kita: "Wallahi ya Ikhwah, demikian apa yang kami ketahui dengan yakin tentang Ihya'ut Turots Kuwait, Yayasan As-Sunnah Cirebon dan majelis Taklim Al-Irsyad cabang Kuwait. Kami yakin akan ada orang-orang yang akan membenci kami dengan adanya risalah ini, namun kami akan berkata:"Katakanlah yang benar walaupun itu menyakitkan". Hal ini sudah kami alami ketika menulis risalah tentang nama-nama ulama yang memboikot untuk belajar dan menerima bantuan dari Ihya' At-Turots, hanya kepada-Nya lah kita meminta pertolongan. Allahul Musta'an." Dan tahukah pembaca aliran "Majalah Ihya'ut Turots" bertopeng salafi yakni majalah As-Sunnah yang diungkapkan oleh Abdurrahman: "majalah As-Sunnah dikirim ke Kuwait melalui Ihya'ut Turots cabang Indonesia, kemudian dikirim ke Ihya'ut Turots Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia) dan dibagikan kepada masyarakat Indonesia di Kuwait. Bagan ringkasnya sbb: Redaksi As-Sunnah -----IT cab.Indonesia ----- IT Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia)----Masyarakat Indonesia di Kuwait. Sungguh, bukti kesaksian yang membikin murka "orang yang pandai berjidal", membikin marah pula Ma’had Al-Irsyad yang telah menyatakan: “…dan membeli buku-buku yang bermanhaj salaf, majalah-majalah dengan bermanhaj/metode salaf seperti al-Furqon, AS-SUNNAH, Adz-Dzakhiirah alIslamiyyah”( Salafindo.com.com/bukutamu.php), sehingga Abu Salma harus mengeluarkan ajian pamungkas “butatuli” dan “butababi” dengan pernyataan yang luarbiasa ilmiyyah khas Sururi : ”Adapun apa yang antum utarakan ttg Al-Irsyad dan ”tetek bengek”nya plus menyebarnya majalah As-Sunnah dll ke Kuwait, itu BUKANLAH HUJJAH ’ALAINA YANG MEMUDHARATKAN DAKWAH SAMA SEKALI...”(Abu Salma <abu amman@yahoo.com>) Wallahi ini adalah talbisul Iblis, taqlid buta yang dicela oleh agama!! Tulisan dan ucapan yang tidak akan keluar kecuali dari fanaTIKUS Al-Irsyad! Hizbul Irsyad!! Hizbul Ikhwan!! Hizby Tulen!! Bukti Hizbiyyah yang nyata! Membuta babi menentangi kebenaran dan para penyerunya!! Tiada peduli dan tiada mau menerima kenyataan dan bukti Hizbiyyah yang terjadi dan dilakukan di depan mata! Kerendahan dan kehinaan yang pasti berakhir dengan kebinasaan –kalau kalian tidak bertaubat-!! Allahu yahdikum. Inilah –wahai saudaraku kaum Muslimin-, wujud nyata keilmuan orang yang dengan congkaknya telah merendahkan Abu Muhammad Abdurrahman (karena bukti-bukti yang

529
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

dikirimkannya ke Indonesia benar-benar membuka kedok makar dan kejahatan kaumnya terhadap dakwah Salaf)!! Inilah "tong kosong" yang nyaring diperdengarkan untuk membikin terlena komunitas Hizbiyyun-Sururiyyun-Turotsiyyun-Irsyadiyyun!! Hanya sebeginikah kualitas "bemper" yang kalian ajukan wahai Hizbiyyun untuk menggugat tahdzir Syaikh Yahya AlHajuri terhadap gembong-gembong Sururi Indonesia?!! Hanya orang "setinggi inikah" wahai Hizbiyyun yang kalian ajukan untuk menjaga benteng "Dana Muslimin Ihya'ut Turots" yang 37 berhasil dibuldoser oleh bukti Dana "Musliminnya" Syi'ah-Rafidhah , Ikhwanul Muslimin yang menjadi sekutu Ihya'ut Turots?! Dan hanya titian rapuh seperti inikah yang hendak kalian gunakan untuk menyerang benteng Salafiyyin yang kuat lagi kokoh seperti halnya Syaikh Ubaid Al-Jabiri Hafidhahullah?! Adalah bencana besar bagi Hizbiyyun, bukannya bukti yang mereka hadirkan akan sanggup untuk membantah bukti ilmiyyah yang kita sodorkan kepada mereka, tetapi hanyalah kilah semata yang dipoles dengan sedikit kepiawaian “permainan bahasa” si Hizby penebar petaka plus sedikit kemampuan bersilat lidah, maka terkemaslah sajian yang seolah menjadi penawar dikala dahaga bagi komunitas Hizbiyyun! Fatamorgana!! Sungguh orang ini tidaklah menyatakan kalimat-kalimat penghinaan dan perendahan terhadap Abu Muhammad Abdurrahman kecuali kita semakin tahu bahwa dirinya tidaklah memiliki apapun untuk menjaga kehormatan dirinya sendiri kecuali sedang mempertontonkan kehancuran dan kerendahan kehormatan dirinya sendiri!! Lihatlah bagaimana dia tidak mampu mengimbangi berbagai bukti yang diluncurkan dari Kuwait yang membongkar kedok Hizbiyyah dan kebusukan dakwah kaumnya kecuali tulisan frustasi: "Apa gunanya dirimu jauh di Kuwait jika waktu dan kesibukanmu seperti Ibrahim atau Uuh Muhdi...?!! 'Ala kulli haal, sekarang waktunya kita menunjukkan amal dan kontribusi apa yang telah kita berikan untuk dakwah Salafiyah ini... Adapun celaan-2 para pencela, tuduhan-2 para penuduh, maka alhamdulillah, CELAAN DAN TUDUHAN MEREKA TIDAKLAH MEMUDHARATKAN SAMA SEKALI, BAGAIKAN LOLONGAN ANJING DI MALAM HARI YANG TIDAK MEMBAHAYAKAN REMBULAN YANG BERSINAR DENGAN INDAHNYA... Falhamdulillahi 'ala kulli haal. Kita katakan:
37

Dan bukti yang kita bawakan bahwa Syi’ah (ternyata) adalah salah satu donatur “dana Muslimin” Ihya’ut Turots adalah bukti betapa rusaknya manhaj Ihya’!! Dan betapa benarnya peringatan-peringatan yang telah disampaikan oleh para ulama kita akan bahaya dan kesesatan Ihya’, maka menutup mata dari kenyataan ini adalah salah satu dari pintu-pintu kebinasaan sebagaimana komentar: "dana yang dimiliki yayasan-yayasan tersebut bukan berasal dari para pengurusnya, akan tetapi dari kaum muslimin yang benar-benar ingin menyumbangkan harta yang mereka miliki kepada orang-orang yang berhak menerimanya, maka tidak ada hubungannya antara bantuan harta tersebut dengan penyimpangan manhaj yang ada yayasan-yayasan tersebut selama bantuan tersebut tidak mengikat dengan syarat-syarat yang membawa kepada penyimpangan manhaj." (Konsultasi Ustadz: Fitnah Sururiyyah, Abdullah binTaslim, muslim.or.id, February 17th, 2006 4:09 pm) Abdullah bin Taslim! Engkau bermimpi hendak meruntuhkan “benteng Yaman yang kokoh” Rahimahullah hanya karena bermodalkan tinggal selama 7 tahun di Madinah? “”Demi Allah saya membenci dia (Abdurrahman Abdul Khaliq-peny) karena Allah, karena dia telah membuat tipu daya kepada umat dan memecahbelah persatuan Ahlus Sunnah....Maka Yayasan Ihya’ut Turots di Kuwaitpun menggalang dana. Kemudian diutuslah Abdurrahman Abdul Khaliq untuk menyesatkan Muslimin dan memecah persatuan” (Tanya-Jawab dengan Syaikh Muqbil, hal.102). Tidakkah anda merasa aneh wahai saudaraku, betapa para pembela Ihya’ut Turots –Organisasi Pemecahbelah Dakwah Salaf di seluruh dunia!!-sedang menyanyikan slogan “benar-benar ingin menyumbangkan harta yang mereka miliki kepada orang-orang yang berhak menerimanya”? Bukankah dinar Hizbiyyah mereka yang justru telah menimbulkan “Malapetaka Perpecahan di Seluruh Dunia”?! Syaikh Muqbil Rahimahullah telah menasehatkan agar kita waspada dari kelompok ini, :“Beliau ( -pen) memisahkan antara suami dan istri, anak dan orang tua karena kekafiran dan keIslaman. Adapun orang ini (Abdurrahman Abdul Khaliq-pen) memisahkan Ahlus Sunnah. SAYA PERKIRAKAN DIA SEORANG ANTEK AMERIKA, IA MENGHENDAKI PERPECAHAN DAKWAH, BAHKAN MENGORBANKAN HARTANYA UNTUK ITU ...(ibid, hal.99). Sekali lagi harus kita ulangi: Hati-hatilah wahai saudaraku dari para penyusup ini, janganlah tertipu oleh rayuan beracun dan kasih sayang berbisa mereka! Saudara-saudara kita –Salafiyyin- di seluruh dunia telah dirobek-robek persatuannya oleh kelompok Hizbiyyin ini!! Di Arab Saudi, Yordania, Abu Dhabi, Yaman, Mesir, Kuwait, Emirat Arab, Sudan, Indonesia, Inggris, Amerika, Kanada dan beberapa negara lainnya telah dipecah-belah oleh kelompok mereka!! Apakah ini yang dikatakan sebagai para donatur muslimin yang “benar-benar ingin menyumbangkan harta yang mereka miliki kepada orang-orang yang berhak menerimanya? Menerima kebaikan Ihya’ut Turots untuk memecah-belah, merobek-robek dan mencabik-cabik Salafiyyin dan dakwah Salafiyyah?! Tidak, sama sekali tidak! Betapa para ulama kita telah memperingatkan bahaya mereka! Semoga Allah memberikan kepada para ulama Ahlus Sunnah keteguhan dalam membela kebenaran dan membentengi nya dari kesesatan dan money politics pecah belah mereka!! Amin..

530
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Ini adalah bukti nyata bahwa Hizbiyyun-Sururiyyun-Irsyadiyyun tidaklah mencari kebenaran sama sekali!! Satu bukti kebenaran adalah cukup bagi orang yang telah menyatakan mencintai Al-Haq dan menempuh jalannya untuk WAJIB rujuk kepadanya!! Adapun bertumpuk-tumpuk bukti ilmiyyah yang kita ajukan untuk kemudian dia berkilah:"Tidaklah memudharatkan dakwah sama sekali" maka ini adalah bukti nyata fanatik buta hasil dakwah Hizbiyyah-Sururiyyah-Irsyadiyyah persis sebagaimana ucapan pendahulunya, murid terkemuka Sang "Syaikh Salaf-I" Ahmad Surkati yaitu, Al-Allamah Shalah Bakri yang terkenal dengan ucapan jahatnya sebagaimana yang kita jadikan judul dalam bab :"Kalau Matahari Telah Terbit Dari Barat, Barulah Saya Akan Berpaling Dari Al-Irsyad", lagu lama liriknya saja yang diperbaharui!! Jadi jangan berkilah lagi –wahai Hizbul Irsyad- dengan berkoar-koar bahwa Syaikh Rabi'-lah yang telah menghasilkan generasi fanatik jahiliyyah! Ingatlah, wahai Abu Salma bahwa anjing melolong adalah pekerjaannya. Tidaklah pernah si anjing mewajibkan dirinya untuk membawa bukti dan burhan ketika melakukan "pekerjaannya", tidak akan ada hasil dan pengaruhnya kecuali manusia di sekitarnya menjadi tahu bahwa didekatnya ada anjing yang sedang "bekerja" , ini "aku" ada di sini sedang "bekerja"!! Melolong adalah rutinitasku!? Jangan minta pada diriku untuk berikan bukti dan burhan seperti yang kamu lakukan, aku hanyalah aku, melolong adalah pekerjaanku! Allahul Musta’an. Tetapi kalau seekor anjing sudah mulai berani menggigit, bahkan para ulama Ahlussunnah yang hendak digigitnya maka bersiap-siaplah! Kutimpuk kepalamu dengan “batu”!! Cukup batu burhan dan hujjahyang akan menghinakanmu!! Membongkar aurat Hizbiyyahmu!! Sehina-hinanya!! Walaupun kami tahu benar bahwa engkau hanyalah engkau, melolong adalah pekerjaanmu! Adalah kewajiban bagi seorang Muslim untuk membela Ulama dari gigitan si jahat!! Berapapun engkau dibayar, orang Mukmin telah dibeli oleh Allah dengan surganya!! Buruk muka…. janganlah cermin yang disalahkan! Hanya bisa berkilah…janganlah Abdurrahman Sarijan yang direndahkan! Belajarlah bersikap jujur mulai dari diri sendiri, wahai Abu Salma alias Muhammad alias Muhammad Rachdi Pratama alias Ibnu Burhan alias Abu Hudzaifah alias Die alias Abu Amman alias…(silakan diisi sendiri)! Alias “bemper” si Hizby Pendusta!! Walaupun memegang surat kuasa Masyayikh Yordan!! Pendusta tetaplah pendusta!! Hizby tetaplah Hizby!! Baju? Bisa saja menyamar sebagai Salafy!! Adapun dari aromanya ? Sekali Ikhwani tetap Ikhwani !! Tidak diragukan lagi!! Wallahu a’lam bish showab.

531
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

BAB XXIII
JAMALUDDIN AL-AFGHANI AR-RAFIDHI AL-IBRANI38 (MANUSIA SERIBU WAJAH PUJAAN SURKATI AS-SUDANI)
Kalau Allah hendak ungkapkan mutiara kebenaran yang disembunyikan Dia kuakkan lewat lisan-lisan hizbi yang menghinakan Kalau bukan sebab dijilat api Tentu takkan dikenal wangi aroma gaharu Kalau bukan sebab ceramah (Abdurrahman) At-Tamimi yang disebarkan Tentu takkan dikenal si Pembesar Hizbi Penipu Masyayikh Yordan Kalau kemarin, Hizbiyyin-Ikhwaniyyin (Abduh ZA.) & Surkatiyyin (alirsyad– alislamy.or.id) propagandakan bahwa….. Jamaluddin Al-Afghani Al-Ibrani & Muhammad Abduh Al-Mishri sebagai pembaharu Sekarang –alhamdulillah- kita mengenal keduanya ….. Sebagai missionaris !! Sebagai pembuka, kami haturkan kepada pembaca sebuah surat yang ditulis oleh sosok pembaharu, mujadid, reformer, penggugah negeri-negeri timur, ahli filsafat, As-Sayyid Jamaluddin Al-Afghani Al-Masuny Al-Ibrani yang dikagumi oleh Al-Allamah Asy-Syaikh Ahmad Surkati As-Sudani dan Hasan Al-Banna kepada para pimpinan organisasi rahasia Yahudi Freemasonry : “SEORANG GURU ILMU-ILMU FILSAFAT DI MESIR YANG TERPELIHARA, JAMALUDDIN AL-KABILY (NAMA LAIN AL-AFGHANI-PENT) YANG BERUMUR 37 TAHUN, MENYAMPAIKAN: BAHWA SESUNGGUHNYA SAYA BERHARAP TERHADAP SAUDARA-SAUDARA YANG PENUH KETULUSAN, SAHABAT KARIB YANG SETIA, TUAN-TUAN YANG DISUCIKAN, ANGGOTA FREEMASONRY YANG TERJAGA DARI CELA DAN KEKURANGAN, AGAR SUDI MENERIMA SAYA DENGAN BAIK DALAM PERKUMPULAN YANG DISUCIKAN INI SERTA MEMASUKKAN SAYA KE DALAM BARISAN ORANG-ORANG YANG MASUK LEBIH DULU DALAM PERKUMPULAN YANG MEMBANGGAKAN INI” Kamis, 22 Rabi’uts Tsani 1292H (tanda tangan Jamaluddin Al-Afghani) (Da’watul Ikhwanil Muslimin fii Mizanil Islam, Farid bin Ahmad bin Manshur aluts-Tsabit, cetakan1, Darul Manar, 1414H, hal.49-50)

38

Bab ini sekaligus untuk “mengkritisi” Abduh ZA (dalam bukunya “Siapa Teroris?…, hal.311-312, cetk.1-Juni 2006, Pustaka Al-Kautsar) yang menempatkan “Syaikh Jamaluddin Al-Afghani” dalam urutan pertama “daftar para ulama dan syuhada yang dilecehkan Al-Ustadz Luqman” (ibid, hal.311). Abduh berkata:”Al-Ustadz Luqman bin Muhammads Ba’abduh berkata,”Bahkan pendiri kelompok ini banyak terpengaruh oleh pemikiran seorang Syi’ah Rafidhah, yaitu Jamaluddin Al Afghani” Abduh melanjutkan:”Demikian, tuduhan dan pelecehan Al Ustadz Luqman kepada Syaikh Jamaluddin Al Afghani rahimahullah, seorang ulama besar dari Afghanistan yang diakui umat dan telah berjasa besar bagi Islam dam kaum Muslimin, di mana sebagian kalangan bahkan menyebut beliau sebagai seorang mujadid atau reformer saat itu. Padahal, mengatakan seorang muslim sebagai Syi’ah Rafidhah, sama saja dengan mengafirkannya. ...Bernarkah Jamaluddin Al-Afghani seorang Syi’ah Rafidhah? Ustadz Samir Halabi berkata,”Sebagian pengamat mengatakan bahwa Jamaluddin Al-Afghani adalah orang Iran dari kota Asadabad, dekat kota Hamdan. Mereka menganggap bahwa Al-Afghani bermadzhab Syi’ah Ja’fariyah, sekalipun beliau terkenal dengan penisbatannya kepada negeri Afghanistan, bermadzhab Sunni, menyebutkan kata Al-Afghani untuk dirinya, dan kedekatannya bersama para uylama Ahlu Sunnah di berbagai negeri Islam yang beliau kunjungi...Secara keseluruhan, semua dalil yang mengatakan Al-Afghani sebagai orang Iran dan bermadzhab Syi’ah tidak bisa dipertanggungjawabkan. Semuanya terpatahkan dengan sendirinya oleh buku-buku karya Jamaluddin Al-Afghani dan perjalanan hidupnya, di mana semua itu menunjukkan dengan jelas bahwa beliau adalah orang Afghanistan yang Sunni, dan bukan orang Iran yang Syi’ah” (Siapakah.., hal.311-312). Benarkah ucapan Ustadz Samir Halabi yang dinukil oleh Abduh ZA ini? Dan jangan anda terkejut kenapa Abduh ZA demikian meradang ketika Jamaluddin Al-Afghani sedikit diungkap kesesatannya oleh Ustadz Luqman, karena orang ini adalah “pemilik Pan Islamisme/Wihdatul Firqah” yang memberikan inspirasi bagi gerakan Al-Banna dengan Ikhwanul Musliminnya sebagaimana As-Surkati dengan Hizbul Irsyadnya. Saudaraku kaum Muslimin, silakan anda menyimak profil ulama dan syuhada yang dimiliki oleh Abduh ZA yang salah satu bukunya direkomendasikan kepada umat oleh Muhamad Arifin Badri.

532
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

22.1 JEJAK-JEJAK MU’TAZILAH YANG TELAH MUSNAH Sunnah-sunnah Nabi-Nya yang dimuliakan oleh seluruh kaum muslimin sepanjang masa menghadapi batu ujian dari para penyeru kebebasan berpikir dan pembaharuan (baca:bid’ah liberalisasi) atas nama Islam. Buku-buku, tulisan-tulisan dan komentar-komentar mereka terhadap hadits-hadits terpengaruh oleh manhaj Mu’tazilah di masa lalu dan orientalis di masa kini. Akibat pengaruh mereka, tendensi kemu’tazilahan terhadap sunnah merasuk ke dalam hati-hati sebagian kaum muslimin yang akrab dengan buku-buku mereka. Di sini, NeoMu’tazilah telah berusaha membangkitkan kembali fitnah-fitnah masa lalu yang telah terkubur. Mereka serang hadits-hadits yang shahih, mereka serang pula wali-wali Allah yaitu para ulama pewaris para Nabi dengan tikaman-tikaman yang sangat brutal, bengis dan barbar (contoh kongkritnya adalah penerjemahan buku Himpunan Tiga Risalah oleh Surkatiyyin, serdadu Al-Muntada Al-Sofwa, Agus Hasan Bashari yang diterbitkan oleh PP AlIrsyad Jakarta) !! Yang sangat mengherankan, masih ada orang-orang berpendidikan dan mengaku berjalan di atas manhaj salaf yang mampu untuk duduk belajar dengan tenang, berguru, mengambil agama dan membela orang yang jelas-jelas memerangi ulama pewaris para Nabi!! Karena itu kita bisa menemukan orang-orang yang menolak sebagian hal-hal ghaib, tanda-tanda hari kiamat, yang termaktub dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah yang shahih (baca teks ceramah Abdurrahman Tamimi di Yordan ketika menjelaskan bagaimana sesatnya Ahmad Surkati As-Sudani yang mengingkari turunnya Isa ‘Alaihissalam dan munculnya Al-Mahdi!!). Ini adalah buah dari kekagumannya terhadap ajaran Muhammad Abduh Al-Mu’tazili yang mengingkari hadits-hadits Ahad dalam permasalahan aqidah. Ya, Muhammad Abduh yang terkenal dengan ucapannya : “Tidak mungkin sebuah hadits Ahad 39 diberlakukan sebagai dalil atas aqidah” Kita telah berusaha agar bukti-bukti yang dihadirkan berasal dari sumber Hizbiyyin sendiri (sebagaimana bukti di bawah ini) “Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i berkata dalam Mukadimah Ash-Shahih Al-Musnad min Dalai’li An-Nubuwwah (hal.9-11) sebagai berikut: “Kaum Muslimin di zaman Nabi menganggap semua penetapan syari’at sebagai bukti atas kebenaran Nabi kita Muhammad ,karena di dalamnya terdapat rahasia yang mengagumkan dan hikmah-hikmah yang mendalam. Demikianlah orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan kebaikan sampai lahir kelompok-kelompok dari Mu’tazilah. Mereka meninggalkan Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah. Mereka mengaku bersandar pada akal, padahal sebenarnya mereka bersandar pada hawa nafsu. Karena akal yang sehat tidak akan menyalahi bukti naql (nash Al-Qur’an dan Hadits) yang shahih dan valid. Karena itu dada mereka merasa sesak untuk menerima sebagian mukjizat-mukjizat Nabi . Mereka menakwilkan nash yang satu dan melemahkan nash yang lainnya. Namun Allah telah berkehendak untuk menguatkan kebenaran dan memberantas kebatilan. Madzhab Mu’tazilah bisa dikatakan telah musnah. Di zaman akhir-akhir ini telah muncul kelompok-kelompok yang dipenuhi hawa nafsu yang ingin membalaskan dendam golongan Mu’tazilah, hingga mereka binasa sebagaimana pendahulu mereka, yaitu orang-orang yang kebingungan dan orang-orang yang menebarkan kemu’tazilahan. Diantara mereka ada pula yang menebarkan atheisme. Mereka ini antara lain: 1. Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi Al-Ibrani 2. Muhammad Abduh Al-Mishri 3. Muhammad Rasyid Ridha, dan dia tidak seperti pendahulunya 4. Mahmud Syaltut (Syaikh Al-Azhar) 5. Thaha Husein 6. Ahmad Amin, penulis Fajrul Islam wa Dhuhahu wa Dhahruhu 7. Abu Rayyah 8. Muhammad Al-Ghazali Kebanyakan tulisan Ghazali berisikan sikap meremehkan Ahli Sunnah dan pengamalan Sunnah. …..Kemarin, Jamaluddin dan Muhammad Abduh dijuluki sebagai tokoh pembaharu (lihat alirsyad-alislamy.or.id-peny) dan sekarang keduanya dikenal sebagai missionaris.

39

As-Sunnah Al-Muftara ‘Alaiha, Al-Bahnasawi, hal.43 dinukil dari Al-‘Amal Al-Kamilah lil Imam Muhammad Abduh karya Muhammad Imarah mengenai Risalah Tauhid karya Ustadz Al-Imam.

533
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)’(QS.Ali Imran:8) Mereka orang-orang yang sesat lagi sombong. Diantaranya ada yang menentang dengan mengecam kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Ada yang mengecam mukjizat-mukjizat para Nabi, ada yang mengecam para shahabat yang merupakan pembawa agama Islam ini kepada kita. Ada yang mengecam sebagian hukum-hukum syari’at dan mereka ciptakan tradisi buruk. Anda bisa melihat bahwa buku-buku mereka ini mendapat dukungan dari kelompok Rafidhah dan orang-orang kafir…”(Bahaya Mengingkari Sunnah, Shalahuddin 40 Maqbul Ahmad, PUSTAKA AZZAM , hal.223-224) 23.2 PERINGATAN SYAIKH AL-ALBANI RAHIMAHULLAH TERHADAP PENYIMPANGAN AQIDAH MUHAMMAD ABDUH AL-MISHRI (IDOLA AHMAD SURKATI) 41 Salah satu situs Hizbiyyin-Sururiyyin (assunnah.mine.nu//index.php ?op=static&pid=5) mempropagandakan CD kajian para da’i Sururi semisal Yazid Jawaz, Abu Haidar, Abu Ihsan, Abu Umar Basyir, Arif Syarifuddin (Mudir Islamic Center bin Bazz SD dan SMP Islam), Abu Qatadah dan Fariq Gasim Anuz (diberi keterangan: penulis buku Fikih Nasehat, diterbitkan oleh Pustaka Azzam. Bukti penjelasan Syaikh Muqbil di atas juga merupakan hasil terjemahan Pustaka Azzam). Fariq adalah orang dekat Al-Irsyad, erat pula dengan AsSunnah At-Turotsy Al-Kuwaity. Artikel “Etika Bergaul” di majalah tersebut ditulis dari hasil ceramah Fariq di Masjid Al-Irsyad Surabaya : ”Risalah ini berasal dari ceramah yang pernah disampaikan di Masjid Al-Irsyad Surabaya. Setelah ditranskrip oleh salah seorang ikhwan –jazakumullahu khairan- kemudian direvisi sekedarnya. ATAS IZIN DARI PENULIS, REDAKSI MENGANGKAT UNTUK PEMBACA ASSUNNAH” (As-Sunnah, ed.03/th.VII/1424H/2003M, hal.45) Pembaca sekalian dapat menyaksikan sendiri bagaimana faksi-faksi dari anggota koalisi hizbiyyah tersebut saling berbelit dan berkelindan, Fariq, Al-Irsyad Surabaya (Markasnya Abdurrahman Tamimi) dan As-Sunnah At-Turotsy. Kontribusi apa yang telah diberikan oleh Pustaka Azzam (juga menerbitkan buku seorang gembong besar Sururi, Aidh Al-Qarni berjudul Al-‘Adhamah) dalam permasalahan ini? Selain menerbitkan buku salah seorang da’i Sururi yang masuk dalam link Al-Irsyad, ternyata juga menerbitkan karya Syaikh Al-Albani Rahimahullah (guru Masyayikh Yordan) yang berjudul “Qishah Al-Masih Ad-Dajjal Ula Nuzuli Isa ‘Alaihissalam wa Qathlihi Iyyahu” dimana isinya ternyata menyingkap kesesatan aqidah salah seorang idola Surkati dan Surkatiyyin, Muhammad Abduh Al-Mishri yang juga menjadi salah satu alasan didirikannya Al-Irsyad Al-Islamiyyah (pengundang Masyayikh Yordan ke Indonesia)!! “PERJUANGAN ABDUH yang menitikberatkan pada pembaharuan pendidikan dalam kerangka kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah SALAH SATU BAGIAN CIKAL BAKAL LAHIRNYA AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH” (alirsyad-alislamy.or.id/alirsyad.htm). Bahkan alasan utama Syaikh Al-Albani Rahimahullah menulis buku tersebut karena penentangan salah seorang cikal bakal lahirnya Al-Irsyad ini (Muhammad Abduh). Adalah sangat menarik dan seru jika kita tampilkan buku terbitan Pustaka Azzam karena di satu sisi ia terbitkan buku seorang da’i Sururiy-Surkatiy sementara di sisi lain mereka terbitkan pula buku Syaikh Al-Albani yang menyingkap penyimpangan keyakinan sang idola Surkati!! Simak penjelasan beliau: “Yang memberanikan saya untuk menyusun kitab ini ada beberapa hal, yaitu: Pertama, keraguan kebanyakan ilmuwan dan juga para da’i -terlebih lagi orang lain yang tidak mempunyai akar budaya keIslaman dari kalangan pemuda dan kalangan awam lainnya- tentang keyakinan akan turunnya Isa ‘Alaihis Salam dan terbunuhnya Dajjal oleh Isa ‘Alaihis Salam di akhir zaman kelak, sudah samapai pada taraf yang memprihatinkan. Saya berkesimpulan bahwa sebagian ulama yang meragukan hal ini –meskipun mereka tidak mengingkarinya (Ahmad Surkati termasuk yang MENGINGKARI!! Lihat kembali teks ceramah Abdurrahman Tamimi di Yordan-pen). Hal itu saya peroleh dari hasil diskusi saya dengan

40 41

Kenapa kita mengambil rujukan dari Pustaka Azzam? Lihat pembahasan berikutnya. Alangkah anehnya bahwa website “salafy” ini bertuliskan: ”??!!! Kita tanyakan kepada Toni Suharyanto alias Al-Ghurahy kawan dekat Abu Salma yang bekerja di PT Panasonic PIERPasuruan: “Bagaimana nasib berita dan artikel yang dibawa oleh fulan ibnu fulan al-majhuly??!! 2 perawi majhul sekaligus dalam sanadnya! Bapak dan anak!!

534
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

mereka secara langsung dan setelah menelaah fatwa-fatwa mereka tentang hal ini dan juga komentar-komentar dari kalangan mereka yang termaktub dalam beberapa kitab. YANG PALING MASYHUR DIANTARA MEREKA ADALAH SYAIKH MUHAMMAD ABDUH. Beliau berpendapat bahwa hadits tentang turunnya Isa ‘Alaihis Salam adalah hadits ahad. Ini tentunya dikarenakan keterbatasan beliau dalam mengkaji hadits-hadits. Beliau adalah salah satu ulama modern yang saya kritik. Terkadang ia juga menakwilkan turunnya Isa ‘Alaihis Salam ke bumi sebagai kemenangan dunia ruh dengan dunia jasad dan turunnya Isa ‘Alaihis Salam bagi beliau juga merupakan rahasia risalah-Nya pada manusia. Yaitu ajaran yang di dalamnya terdapat ajaran kasih sayang, cinta, dan kedamaian. Sebagaimana diceritakan oleh Sayyid Rasyid Ridha dalam tafsirnya (3/317). PADAHAL SESUNGGUHNYA IA MENOLAKNYA dengan ungkapan, “Akan tetapi, bentuk zhahir hadits yang tercantum tentang hal itu tertolak”. Karena itu ia menolak pengecualian ini dengan ungkapan, “Para pendukung takwil ini berkata,’Sesungguhnya hadits-hadits ini telah dikutip secara maknawi seperti kebanyakan hadits lain”. Dan sang penukil makna ini mengutip sebatas kadar pemahamannya,”MUHAMMAD ABDUH PERNAH DITANYA TENTANG DAJJAL DAN TERBUNUHNYA IA OLEH ISA ‘ALAIHIS SALAM, BELIAU MENJAWAB “SESUNGGUHNYA DAJJAL MERUPAKAN SIMBOL KHURAFAT, PENYIMPANGAN DAN KEJAHATAN YANG MERUBAH PENETAPAN SYARI’AT DARI BENTUKNYA…” Sangat ironis bahwa penakwilan ini telah dilakukan terlebih dahulu oleh Mirza Ghulam Ahmad (seorang Qadhi) di India yang mengaku sebagai Nabi. Ia selalu mengulang-ulang dalam kitab dan risalah-risalahnya…..Sayyid Rasyid Ridha berkata,”Sesungguhnya ia (Mirza Ghulam Ahmad) membuka pintu untuk umat yang aneh dari pintu penakwilan Al-Qur’an, dan merubah lafazh-lafazhnya dari makna-makna yang terdapat di dalamnya (menjadi maknamakna yang aneh, yang tidak sedikitpun menyerupainya dan cocok dengannya). Mereka adalah kalangan zindiq (kafir) dari golongan Majusi, dan konco-konconya yang telah memalsukan ajaran agama dari kalangan Bathiniyah”. Lalu apa perbedaan antara penakwilan kalangan Bathiniyah terhadap Al-Qur’an dengan penakwilan kalangan Qadiyaniyah, dan Muhammad Abduh dan para pengikutnya pada hadits-hadits tentang turunnya Isa ‘Alaihis Salam dan Dajjal dengan penakwilan yang batil dan tanpa alasan itu? Bagaimana sikap Sayyid Rasyid Ridha Rahimahullah yang juga menakwilkan dengan penakwilan baru, bahwa hadits-hadits itu dikutip secara makna? Apakah hal itu sudah pantas dijadikan alasan untuk menolak riwayat yang shahih dari shahabat, terlebih lagi riwayat mereka yang mutawatir? Banyak lagi contoh penakwilan lain yang disusutkan oleh penulis-penulis modern dari beberapa ulama. Syaikh Muhammad Fahim Abu Abiyah……. Saya mengatakan bahwa ulama ini tidak hanya telah melakukan perusakan pada teks-teks sunnah dan penakwilannya –dengan jalan simbolisasi yang merupakan madzhab Bathiniyah yang kafir, sebagaimana diceritakan sebelumnya oleh Sayyid Rasyid Ridha sendiri- bahkan ia telah membingungkan para pembaca dengan mengatakan bahwa perusakan ini merupakan pendapat sebagian ulama. Padahal sebenarnya tidak ada seorang ulama hadits pun yang mengatakan seperti itu. Akan tetapi, UNGKAPAN ITU BERSUMBER DARI KALANGAN KHAWARIJ DAN MU’TAZILAH YANG MERUPAKAN GOLONGAN SESAT (dan bandingkanlah wahai pembaca yang budiman, ucapan “Al-Allamah Asy-Syaikh” Ahmad Surkati yang menganggap bahwa kedua sekte sesat tersebut MASIH GOLONGANNYA!! Allahul Musta’an-pen)[Nabi Isa ‘Alaihis salam vs Dajjal, Syaikh Al-Albani, PUSTAKA AZZAM, hal.20-22) Demikianlah, perbedaan antara Syaikh Al-Albani Rahimahullah (guru Masyayikh Yordan) dengan Ahmad Surkati dan para pembelanya dalam menyikapi figur Muhammad Abduh dan figur Khawarij yang merupakan golongan sesat!! 23.3 KUATNYA PENGARUH JAMALUDDIN AL-IRANI AR-RAFIDHI “AL-MASUNY” ALIBRANI TERHADAP AHMAD SURKATI AS-SUDANI Di bawah judul “Persatuan Islam”, ketika mengomentari perjanjian persekutuan antara “dua negara Islam” (istilah Ahmad Surkati As-Sudani) yaitu negara SYI’AH IRAN dengan Afghanistan, Ahmad Surkati As-Sudani dengan gaya bahasa “bombastis” mengungkapkan betapa ruhnya merasakan ruh pujaannya (Jamaluddin Ar-Rafidhi Al-Ibrani) yang tinggi lagi kekal sedang menari-nari : “Kami tulis kertas ini serta merta ruh kami merasakan adanya ruh yang tinggi lagi kekal milik penggugah negeri-negeri timur –Assayyid Jamaluddin Al-Afghani- tengah

535
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

menari-nari riang gembira begitu mendengar suksesnya perserikatan antara negara Iran dan Afghanistan. Semoga Allah menyucikan jalannya karena telah sekian lama dia mengangan-angankan terwujudnya persatuan ini dan diapun telah berusaha sekuat tenaga, akan tetapi apa daya kematian telah mendahuluinya hingga ia tidak sempat menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, maka bekulah dadanya, terpenuhi dengan kesedihan terhadap kenyataan negeri-negeri timur yang sengsara” (Lembaran “kuna” Majalah AdzDzakhirah, juz 7, 1342H/1924M, hal.319-320. Nama file Lampiran 8b_Halaman Hitam karya Surkati.jpg) Demikianlah, orang Sudan yang telah dipaksa oleh Abdurrahman Tamimi untuk mengenakan baju dakwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah (ketika menceramahi para ulama pada Muktamar Masyayikh Salafiyyin ke-1 di Yordania) ternyata ruhnya lebih memilih menyaksikan ruh seorang Syi’ah Rafidhah Al-Irani, tokoh organisasi Yahudi Freemasonry, Sayyid Jamaluddin Al-Afghani yang sedang menari-nari riang gembira!! Dan orang ini pula yang pernah berkata : “Sesungguhnya keNabian itu bisa diupayakan sebagaimana mengupayakan suatu pekerjaan/profesi!” Maka lengkap sudah aroma kesesatan yang digandrungi oleh Ahmad Surkati As-Sudani!! Ahmad Surkati (pendiri Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang berasal dari benua Afrika, Sudan) juga berkata (dan ini adalah bukti nyata terpengaruhnya dia dengan dakwah Pan-Islamisme yaitu mempersatukan berbagai pandangan (baca: Islam Warna-Warni) Jamaluddin Al-Afghani ArRafidhi “Al-Fremansory” Al-Ibrani! : “ORANG-ORANG YANG MEMILIKI KEYAKINAN KHURAFAT, MESKIPUN MEREKA MEMILIKI PENYIMPANGAN DALAM BEBERAPA SEGI, MEREKA ITU MASIH BAGIAN DARI KITA, KELOMPOK SYI’AH, MESKIPUN MEREKA BERLEBIH-LEBIHAN, MEREKA MASIH GOLONGAN KITA, KELOMPOK KHAWARIJ, MESKIPUN MEREKA EKSTRIM, MEREKA MASIH GOLONGAN KITA, WAHABI MESKIPUN MEREKA KERAS namun masih termasuk golongan kita, dan SUNNI MESKIPUN MEREKA HANYA MENGAKUNGAKU, namun masih tetap golongan kita. Masing-masing itu kaum muslimin, orang-orang yang beriman dan orang-orang yang mencari ridha Allah meskipun dia terjatuh dalam kesalahan-kesalahan ijtihadi,42 (mereka) masih masuk dalam saringan, masih masuk dalam pagar agama Islam. Dan bagaimanapun keadaan mereka, tanpa diragukan lagi dia masih lebih ringan daripada kekafiran dan lebih ringan daripada penyembah berhala selama mereka tidak berlebih-lebihan, tidak ghuluw dan keluar dari batas agama serta tidak berpisah dari ushul agama. Menitikberatkan dan memusatkan perhatian untuk melawan orang kafir lebih wajib dan lebih penting dibandingkan mengarahkan perlawanan terhadap kelompok-kelompok ini. maka marilah kita bersamasama saling bahu-membahu dan menggalang solidaritas serta berkonsentrasi dengan amalan-amalan yang bermanfaat, perkataanperkataan yang lurus dan menerapkan agama kita dengan pelaksanaan yang hakiki. inilah, dada kami menerima dengan lapang dada pendapat yang mendukung kami dengan pendapat yang lurus dalam tujuan ini. Dan majalah adz-dzakhirah ini menyambut dengan luas (sangat terbuka), halaman-halamannya terbentang luas, pintunya terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan kita dalam amalan yang agung ini, baik dengan jiwa maupun hartanya………” (Majalah AdzDzakhirah, juz

42

Kesesatan Khurafiyyun, Syi’iyyun dan Khawarij-Kilabun Naar engkau katakan sebagai permasalahan ijtihadi wahai As-Sudani As-Salafy? Kalau demikian keadaannya, tentu menurut “Kaidah Emas” khilafiyyah ijtihadiyyah Firanda AsSoronji tidak boleh disikapi dengan tahdzir, hajr, apalagi tabdi’ (Lerai…, hal.250) dalam permasalahan ini!! Muslimin, jangan kalian tahdzir penganut Khurafat!! Jangan kalian peringatkan kesesatan Syi’ah dengan berbagai aqidah rusaknya!! Jangan kalian bicarakan peringatan Rasulullah saw mengenai Dzul Khuwaishirah dan anak cucunya, Kilabun Naar!! Di atas semua permasalah itu, tidak boleh bagi kalian untuk meletakkan al-wala’ wal bara’ padanya!! Kalian harus saling hormat-menghormati!! Firanda-pun berkata mengenai permasalahan khilafiyyah ijtihadiyyah seperti ini: Perpecahan tersebut tidak terjadi kalau saja kita bersikap benar dalam menghadapi perbedaan pendapat yang ada di kalangan Ahlus Sunnah...Selanjutnya kita balik pernyataan kalian. Keadaan kalian yang melakukan tahdzir dan hajr tanpa mengikuti aturan yang benar itulah yang menimbulkan perpecahan di kalangan Salafiyyun”(Lerai Pertikaian..., hal.246-247). Maka apakah Firanda masih mampu berdiri dengan ”Kaidah Emas”nya ini dalam menghadapi ’ijtihadnya” As-Salafy As-Sudani?! Bal ’Syaikhus Salafy’ ?!

536
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

1, Muharram 1342H –1924M, hal.5. Nama file Lampiran 8a_Halaman Hitam karya Surkati.jpg) Lihatlah bagaimana Ahmad Surkati sangat permisif terhadap mistik (khurafat), Khawarij dan Syi’ah Rafidhah dan sebaliknya bersikap sinis terhadap terhadap dakwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah yang dicapnya sebagai Wahaby-Musyaddid!! Surkatilah peletak dasar prinsip rifqan dan mawaddah di atas pondasi kebatilan dan Hizbiyyah!! Sungguh bukti ini “kita tampilkan lagi” agar Abdurrahman Tamimi Al-Kadzab “selalu terbelalak” bahwa kalau dia bisa dengan mudah mengecoh dan mempermainkan seluruh peserta muktamar Al-Albani dan para ulama yang hadir disana, tetapi –dengan pertolongan Allah - dia tidak akan mampu merecoki kaum muslimin Indonesia -Alhamdulillah43 dengan matan hizby dustanya!! Dan kita akan hadirkan penjelasan Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali yang akan menjelaskan sejauh mana kesesatan ucapan Surkati di atas, sampai-sampai mengatakan :” MENITIKBERATKAN DALAM MENGARAHKAN DAN MEMUSATKAN PERHATIAN UNTUK MELAWAN ORANG KAFIR LEBIH WAJIB DAN LEBIH PENTING DIBANDINGKAN MENGARAHKAN PERLAWANAN TERHADAP KELOMPOK-KELOMPOK INI (KHURAFY, SYI’AH, KHAWARIJ-PEN). Maka marilah kita bersama-sama saling bahu-membahu dan menggalang solidaritas serta berkonsentrasi dengan amalan-amalan yang bermanfaat ….” Syaikh Rabi menyatakan :” Diantara bukti nyata kesungguhan ahlul hadits yang sangat mulia ialah : ilmu naqd, al-jarh wat ta’dil terhadap para perawi hadits, atsar, aqidah, kelompok, bid’ah dan kesesatan. BAHKAN KRITIK, JARH DAN TIKAMAN MEREKA TERHADAP AHLI BID’AH SANGATLAH KUAT DAN MANTAP. INILAH KRITIKAN MEREKA, JARH WAT TA’DIL MEREKA KEPADA PARA PERAWI DAN AHLI BID’AH. Perpustakaan-perpustakaan penuh-padat dengan kitab-kitab al-jarh wat ta’dil, jarhul khash, dan juga kitab-kitab aqidah yang MENCELA AHLI BID’AH. MEN-JARH DAN MENGGEMPUR MEREKA DENGAN GEMPURAN YANG LUAR BIASA, TERFOKUS PADA CELAAN DAN PENGHINAAN MEREKA TERHADAP AHLI BID’AH, TANPA BASA BASI DAN MUWAZANAH. MEREKA MENGANGGAP HAL ITU ADALAH JIHAD DAN TAQARRUB YANG PALING UTAMA. APALAGI JIKA JARH DITUJUKAN KEPADA DA’I-DA’I KEBID’AHAN. Mereka tidak akan peduli cercaan orang (ketika berjuang) di jalan Allah . TANPA MENARUH BELAS KASIHAN KEPADA MEREKA DEMI AGAMA ALLAH , karena kebid’ahan yang ada pada mereka jauh lebih berbahaya daripada kemaksiatan yang paling maksiat sekalipun. Dan karena ahli bid’ah itu lebih berbahaya terhadap agama Allah daripada ahli maksiat. Sebab, orang yang bermaksiat akan mengakui bahwa dirinya sedang menyelisihi perintah Allah dan sedang melanggar apa yang menjadi larangan Allah . Adapun ahli bid’ah yang senantiasa mengamalkan kebid’ahannya yang jelek dan menimbulkan kemurkaan Allah , justru meyakini bahwa perbuatan tersebut merupakan pendekatan diri kepada Allah . Tatkala kaum Muslimin lain menyerunya kepada ajaran yang benar, dia akan menjawab dengan sikap
43

Tahukah pembaca, apa jawaban mereka setelah terkuaknya berbagai bukti kesesatan As-Surkati setelah sekian selama mampu tersembunyi dengan rapat? Mereka lari dari medan pembuktian secara ilmiyyah dan bersembunyi secara licik di belakang para ulama kita!! Simak jawaban ”mantap dan ilmiyyah” mereka” : ”Apakah ente merasa lebih alim dari Syaikh Prof. Muhammad Abdul Wahhab al-Aqil yg menyatakan keahlusunnahan asy-Syurkati?? Ataukah ente merasa lebih alim ketimbang Syaikh Ali Hasan yg menyatakan bahwa syaikh Syurkati adalah salafi, bal syaikhus salafy...?!!” Juga:” Apakah karena mantan pujaan ente, Jamarto, telah mentahdzirnya, atau karena ustadz-2 ghulat ente yg melakukannya...?? Sungguh tidak heran jika ente dikatakan penerus manhaj Haddadi yg gemar merusak kehormatan ulama... (Date: Mon, 29 Aug 2005 14:30:45 +0700 (WIT), Subject: Re: AS-SUDANI AS_SALAFY???, From: salaf@salafindo.com, To: akzam_mail@yahoo.com). Lihatlah, alangkah jahatnya mereka, Jamarto-pun masih mereka kaitkan walaupun tidak ada seorangpun dari Salafiyyin yang sekarang bersamanya!! Seolah-olah hanya Mereka dan Jamarto yang tahu “RAHASIA” kesesatan As-Sudani yang selama ini disembunyikannya!! Dan lihatlah pula wahai saudaraku yang mencintai kebenaran dan ahlinya, tuduhan Haddadi adalah trade mark mereka!! Hanya itu yang bisa mereka ucapkan ketika kesesatan Syaikh yang terlanjur disalafykan terbongkar!! Tidak ada kalimat dan penjelasan lain yang lebih ilmiyyah selain 7 huruf “HADDADI”!! Kenapa? Karena As-Sudani ini mereka sejajarkan dengan Imam Nawawi, Al-Hafidz Ibnu Hajar, Ibnu Hazm, Al-Izz bin Abdussalam, dan Imam Abu Hanifah!! Tingginya gunung dapat diduga, tingginya mata kaki? Siapa yang tidak tahu!! Allahul Musta’an.

537
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

dan perkataannya:”(Yang ada pada kami) Inilah agama Allah!” Dia mengingkari kebenaran yang telah disyariatkan Allah di dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rasulullah , sementara pada saat yang sama ia menuduh sesat kepada Al-Haq dan siapa yang membelanya. Maka adakah bahaya yang lebih besar terhadap Islam daripada ini?! Dari sinilah MAYORITAS ULAMA MEMANDANG BAHWA BAHAYA YANG DITIMBULKAN AHLI BID’AH TERHADAP ISLAM JAUH LEBIH DAHSYAT DARIPADA BAHAYA ORANG-ORANG KAFIR!!” (Al-Mahajjatul Baidla’, Syaikh Rabi’, Maktabah AlGhuraba’, hal.52-53) Dan pembaca sekalian dapat menyaksikan betapa Surkati As-Sudani telah mengajak untuk bersama-sama dan saling bahu membahu bersama kelompok ahli bid’ah yang telah dinyatakan oleh jumhur ulama bahwa mereka ini (ahli bid’ah) jauh lebih berbahaya daripada orang kafir!! Bukankah ini seruan kesesatan yang terang benderang dari “Syaikh Salafy”-nya Abdurrahman Tamimi dan kelompok hizbiyyahnya?! Dan pembaca dapat menyaksikan pula betapa Surkati As-Sudani telah melecehkan dahwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang dikatakannya sebagai gerakan yang keras, hal ini juga merupakan bukti tentang dustanya ceramah Abdurrahman Al-Kadzab di Yordan bahwa orang Sudan ini terpengaruh oleh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah!! Penegasan Syaikh Rabi’ ini sekaligus membantah dan menghancurleburkan “manhaj rifqan dan mawaddah terhadap kesesatan dan corong-corongnya” yang diatasnamakan kepada beliau oleh kaki tangan Hizbiyyin–Sururiyyin-Ikhwaniyyin-Turotsiyyin-Surkatiyyin akhir-akhir ini!! Sungguh ini adalah makar yang sangat keji. Kalau dalam artikel sebelumnya telah kita ungkapkan bukti bagaimana seseorang yang telah meninggal dunia puluhan tahun yang lalu (Ahmad Surkati As-Sudani, meninggal di Jakarta, tanggal 16 September 1943) ternyata mampu membungkam tuduhan yang dilancarkan oleh Abdurrahman Tamimi Al-Kadzab pada tahun 2004M di Yordania, maka sekarang giliran 2 A’immah Ahlussunnah rahimahumallah yang telah meninggal ratusan tahun yang lalu ternyata telah menjelaskan kesesatan pemikiran Ahmad Surkati As-Sudani yang ditulisnya pada tahun 1924M. Kita akan buat Abdurrahman Tamimi “lebih terbelalak lagi” –Insya Allah- dengan keterangan Imamus Sunnah, Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah untuk mengupas lebih jauh “betapa jauhnya” manhaj Ahlussunnah dengan manhaj-nya Ahmad Surkati As-Sudani dengan barisan Surkatiyyin-nya yang dikomandani oleh Pembesar Hizby Abdurrahman Tamimi mengenai Syi’ah Rafidhah yang dipegangi oleh pujaannya (Jamaluddin Al-Afghani) dan keyakinannya tentang Khawarij -yang kedua sekte sesat tersebut- dikatakan oleh Surkati As-Sudani sebagai : “….MASIH TETAP GOLONGAN KITA” Demi Allah!! Ahlussunnah berlepas diri dari ucapan ini, sebagaimana Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berlepas diri dari tuduhan keji Abdurrahman Tamimi di Yordania!! 23.4 SYI’AH BUKANLAH GOLONGAN KITA, MEREKA ADALAH MUSUH BESAR KAUM MUSLIMIN!! “Asy-Syaikh Al-Allamah” Ahmad Surkati As-Sudani berkata: “…..KELOMPOK SYI’AH, MESKIPUN MEREKA BERLEBIH-LEBIHAN, MEREKA MASIH GOLONGAN KITA” (Adz-Dzakhirah, juz 1, Muharram 1342H, hal.5. File Lampiran 8a_Halaman Hitam karya Surkati.jpg) Sekali lagi, inilah Ustadz Muhammad Ba’abdullah Rahimahullah yang bangkit untuk “membuldoser” keyakinan sesat “Al-Allamah” dan “Syaikh Salafiyyin As-Sudani” dengan menyingkap kebusukan aqidah Syi’ah golongannya!! Dan kalian jangan berkelit wahai Surkatiyyin bahwa buku beliau -Ustadz Muhammad Ba’abdullah Rahimahullah- masih ada di rak-rak buku kalian! “…..Tetapi golongan Syi’ah sebagai pewaris kebencian dan kepercayaan-kepercayaan Yahudi, Majusi dan Nashrani hanya mau menerima satu anggapan bahwa para ibu kaum Mukminin tersebut serta para shahabat Rasulullah, Imam dan ulama Ahlisunnah dan segenap kaum Muslimin Ahlil Kiblat sebagai golongan murtad lagi kafir. Di mana mereka itu sama sekali tidak memiliki kebenaran. Golongan Syi’ah pun menganggap mendekatkan diri kepada Allah dengan menempuh cara membenci, memaki, melaknat para shahabat dan tidak mau bersatu dengan kaum Muslimin di dalam urusan apapun dan untuk kepentingan

538
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

apapun. Inilah pernyataan dan begitulah kelakuan yang menjadi I’tikad mereka, dengan terus terang mereka nyatakan dan mereka tulis di dalam buku-buku induk mereka dan taqiyyah mereka dalam menutupi kekafiran mereka kepada Islam. Dan lebih tegas pernyataan terus terang semacam ini telah dinyatakan oleh ulama besar dan penghulu mereka, Nikmatullah AlJazairi dalam bukunya “Al-Anwar An-Nu’mani, 2:278)”, ia berkata: “KAMI TIDAK MAU BERSATU DENGAN MEREKA PADA TUHAN YANG SAMA, NABI YANG SAMA DAN IMAM YANG SAMA. Karena mereka ini berkata: “Sungguh Tuhan mereka ialah Tuhan yang menjadikan Muhammad sebagai Nabinya dan Abubakar sebagai khalifah sesudahnya. Sedangkan kami tidak mengatakan (mengakui) Tuhan seperti itu dan Nabi semacam itu. Tetapi kami mengatakan:”SESUNGGUHNYA TUHAN YANG MENJADIKAN ABU BAKAR SEBAGAI KHALIFAH NABI-NYA BUKANLAH TUHAN KAMI DAN NABI SEMACAM ITU BUKANLAH NABI KAMI!” Wahai hamba Allah, apakah pernyataan terus terang semacam ini masih perlu penjelasan lagi? Bukankah Syi’ah telah menjadikan dirinya sendiri sebagai saksi, bahwa Tuhan yang telah menjadikan Abu Bakar sebagai khalifah Nabi-Nya, bukanlah Tuhan mereka dan Nabi yang semacam itu bukan pula Nabi mereka? Merekapun tidak mau bersatu dengan kaum Muslimin pada Tuhan yang sama dan Nabi yang sama serta Imam yang sama? Sesungguhnya disaksikan oleh Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia semata, sesungguhnya Abu Bakar adalah khalifah Nabi Muhammad , meskipun kaum Syi’ah membencinya. Allah telah menyebutkan di dalam kitab Al-Qur’an, kitab yang tidak tersentuh kebatilan di zamannya dan kemudiannya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji dengan firman-Nya:”Orang kedua dari dua orang ketika keduanya tinggal di dalam gua. Ingatlah ketika ia berkata kepada shahabatnya:”Janganlah engkau sedih. Sesungguhnya Allah bersama kita.” (ibid, hal.49-50) 23.5 A’IMMAH AHLUSSUNNAH TELAH MEMBATHILKAN TULISAN SYAIKH SALAFY AHMAD SURKATI!! Setelah membawakan berbagai bukti kesesatan Syi’ah, Ustadz Muhammad Baabdullah Rahimahullah menukilkan fatwa para ulama ahlussunnah tentang kekafiran Syi’ah, antara lain : Imam Malik Rahimahullah: Al-Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al-Marwadzi, katanya:”Saya mendengar Abu Abdullah berkata, bahwa Imam Malik berkata:”Orang yang mencela shahabat-shahabat Nabi, maka ia tidak termasuk dalam golongan Islam” (As-Sunnah 2:557 dalam Fatwa dan Pendirian Ulama Sunni, hal.53) Ketika menafsirkan QS. Al-Fath ayat 29, Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:”Dari ayat ini, dalam satu riwayat dari Imam Malik, ia mengambil kesimpulan bahwa golongan Rafidhah, yaitu orang-orang yang membenci para shahabat Nabi adalah kafir. Beliau berkata:”Karena mereka ini membenci para shahabat. Barangsiapa membenci para shahabat, maka ia adalah kafir berdasarkan ayat ini:”Pendapat ini disepakati oleh segolongan ulama” (Tafsir Ibnu Katsir, 4:219 dalam Fatwa dan..,hal.54) Al-Qurthubi berkata:”Sungguh ucapan Imam Malik itu benar dan penafsirannyapun benar. Siapapun yang menghina seorang shahabat atau mencela periwayatannya, maka ia telah menentang Allah , Tuhan seru sekalian alam dan membatalkan syariat kaum Muslimin” (Tafsir Al-Qurthubi, 16:297;ibid, hal.55) Imam Ahmad Rahimahullah: Al-Khalal meriwayatkan dari Abu Abu Bakar Al-Marwadzi, ia berkata:”Saya bertanya kepada Abu Abdullah tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar, dan Aisyah? Jawabnya:”Saya berpendapat bahwa dia bukan orang Islam” (Al-Khalal,As-Sunnah, 2:557; ibid, hal.55) Imam Bukhari Rahimahullah : “Bagi saya sama saja, apakah aku shalat di belakang imam beraliran Jahm atau Rafidhah, atau aku di belakang Imam Yahudi atau Nashrani. Dan (seorang muslim) tidak boleh memberi salam kepada mereka, mengunjungi mereka ketika sakit, kawin dengan mereka, menjadikan mereka sebagai saksi dan memakan sembelihan mereka (Khalku Af’alil Ibad, hal.125; ibid, hal.57)

539
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

23.6 SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYYAH MEMBUNGKAM UCAPAN AHMAD SURKATI AS-SUDANI TENTANG SYI’AH-RAFIDHAH !! Beliau rahimahullah telah berkata: “Golongan Rafidhah berwala’ kepada orang-orang yang memusuhi Ahlussunnah wal Jama’ah. Mereka wala’ kepada bangsa Tartar dan orangorang Nasrani. Pernah dikukuhkan suatu perjanjian di Sahil antara golongan Rafidhah dan bangsa Perancis sehingga mereka membawa kuda dan persenjataan kaum muslimin ke Cyprus. Mereka juga membawa anak-anak Sultan, tentara dan anak-anak ke sana. Apabila orang-orang Muslim menang atas bangsa Tartar, mereka bersedih dan bila bangsa Tartar menang atas orang-orang Muslim, mereka sangat gembira. MEREKALAH YANG MEMBUKA JALAN BAGI ORANG-ORANG TARTAR UNTUK MEMBUNUH KHALIFAH SERTA 44 MEMBANTAI PENDUDUK BAGHDAD! Perdana menteri Baghdad, Ibnu Al-Alqamy, seorang pengikut Rafidhah adalah orang yang menyusup ke kalangan Muslimin dan dia pula yang menulis surat kepada bangsa Tartar sehingga ia bisa memasukkan mereka ke Baghdad dengan tipu daya dan kebohongan, serta melarang penduduk untuk memerangi mereka (bangsa Tartar-pen). ORANG-ORANG YANG TAHU TENTANG ISLAM, TENTU MENGETAHUI BAHWA ORANG-ORANG RAFIDHAH CENDERUNG KEPADA MUSUH-MUSUH ISLAM. Ketika mereka menjadi raja-raja di Kairo, maka kadang-kadang perdana menteri mereka adalah orang Yahudi atau Nasrani Armenia. Sehingga orang-orang Kristen Armenia menjadi kuat kedudukannya di sana. Mereka bisa mendirikan gereja yang banyak di Mesir, yang sedang dikuasai oleh orang-orang Rafidhah yang munafik. MEREKA BERSERU DI HADAPAN PENDUDUK QASHRAIN : “BARANGSIAPA YANG MENCACI DAN MENCELA (SHAHABAT NABI ) MAKA IA AKAN MEMPEROLEH HADIAH SATU DINAR ATAU SATU IRDAB. Pada masa kekuasaan mereka, orang-orang Nasrani pinggiran Syam lebih dominan daripada orang-orang Muslim, sampai akhirnya daerah itu ditaklukkan oleh Nuruddin dan Shalahuddin (Al-Ayyubi)” (Majmu’ Fatawa, 28/636-637). Pembaca sekalian yang dirahmati Allah, anda dapat menimbang antara kebenaran penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah dengan kesesatan ucapan yang dikatakan oleh Abdurrahman Tamimi sebagai : “Akan tetapi Allah tidak menginginkan melainkan Dia sempurnakan cahaya-Nya. Allah memunculkan untuk negeri ini seorang lelaki shalih, seorang reformis yang datang dari negeri Sudan pada Rabiul Awwal 1329, yang menyeru manusia kepada tauhid, memerangi kesyirikan, khurafat, bid’ah dan ta’ashub terhadap madzhab, beliau adalah Syaikh Ahmad bin Muhammad As Syurkati –Rahimahullah“(Adz-Dzakhiirah, 10/II/2004/1425H, hal.13). Dan bandingkan pula dengan pujian Syaikh Ali bin Hasan di Masjid Istiqlal Jakarta yang tidak akan keluar kecuali dari hasil megaproyek Hizbiyyin untuk memasukkan berbagai macam racun Hizbiyyah-Dustaiyyah, menipu daya dan mempermainkan Masyayikh Yordan dengan informasi-informasi palsu dengan menyembunyikan tulisan-tulisan Ahmad Surkati yang berisi 45 penyimpangan dan permusuhannya terhadap dakwah yang Haq!! Kita katakan :masih adakah sesuatu yang meragukan anda setelah adanya persaksian kekafiran yang mereka nyatakan?! Masihkah anda merasa ragu dengan kesesatan terang benderang dengan seruan dakwah Hizbul Irsyad yang diteriakkan oleh Syaikh Salafy AsSudani….SYI’IYNA!! 23.7 KEKEJAMAN KHAWARIJ & SIKAP AHMAD SURKATI YANG MENYELISIHI AHLUL HAQ Bisa saja Ahmad Surkati mengatakan bahwa Khawarij masih sebagai golongannya, bisa pula setiap orang memujinya sebagai lelaki shalih dari Sudan, ataupun orang yang telah bekerja mentauhidkan masyarakat negeri ini berdasarkan ilmu yang murni dan manhaj yang
44

Wahai Abdurrahman Tamimi, Yazid Jawaz, Aunur Rafiq dan para da’i makmur Hizbiyyah lainnya! Siapakah yang telah menyerahkan leher-leher kaum Muslimin untuk dibantai dan disembelih oleh pasukan Tartar?! Syi’ah!! Siapapula yang dikatakan oleh Al-Allamah Syaikh Salafy (kalian!) As-Sudani sebagai golongannya?! Syi’ah pula!! Ya, pembantaian yang dilakukan oleh Syi’iyna Surkati!! Bukankah dia Syaikh Salafy kalian?!!-peny 45 Alhamdulillah, berdasarkan informasi yang disebarluaskan sendiri oleh Abu Salma dalam artikelnya yang berjudul “Lama Tidak OL”, kita telah mendapatkan kepastian bahwa bukti-bukti penyimpangan Hizbul Irsyad dan As-Sudani (termasuk majalah Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah edisi bahasa Arab yang berisi ucapan As-Sudani seperti contoh di atas) yang dikirimkan via pos telah sampai dengan selamat di tangan Masyayikh Yordan di Yordania. Sebenarnyalah sangat sulit untuk membuktikan apakah “paket” tersebut telah sampai ataukah tidak, hanya saja rizki dari Allah sekonyong-konyong kita dapatkan begitu membaca tulisan “Informasi Emas” dari Abu Salma ini, Walhamdulillah.

540
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

benar, namun Al-Quran dan Sunnah-lah yang menjadi kata pemutusnya! Apakah semua itu bersesuaian ataukah justru bertentangan dengan keduanya? Berikut sikap para ulama tentang Khawarij, agar tampak jelas betapa “Syaikh Al-Allamah” ini ternyata menyimpang sangat jauh dari petunjuk Nabi . Ketika menyebutkan berbagai fitnah yang timbul (sebagai tanda-tanda hari Kiamat), Syaikh Yusuf bin Abdullah Al-Wabil menjelaskan tentang munculnya Khawarij dimana terjadi dialog antara mereka dengan Ali . “Ali berpidato kepada mereka di Masjid Kufah, lalu mereka berteriak-teriak di sebelah masjid “La hukma illallah” (tidak ada hukum kecuali hukum Allah) dan mereka berkata:”Engkau telah berbuat syirik dan berhukum kepada orang-orang serta tidak menghukum dengan Kitab Allah!” Lalu Ali berkata kepada mereka:”Kalian punya tiga hak kami, yaitu kami tidak akan menghalangi kalian untuk masuk masjid, tidak menghalangi kalian untuk memperoleh bagian harta rampasan, dan kami tidak akan memulai memerangi kalian selama kalian tidak melakukan kerusakan”. Kemudian mereka berhimpun menjadi satu dan membunuh setiap kaum muslimin yang melewati mereka. Pada suatu waktu Abdullah bin Khabbab bin Art (At-Tamimi, seorang shahabat besar yang lahir pada zaman Nabi lalu diberi nama Abdullah. Dia dan Abdullah bin Zubair adalah dua orang pertama yang dilahirkan pada zaman Islam, lalu dibunuh Khawarij!) bersama istrinya, LALU KAUM KHAWARIJ MEMBUNUHNYA DAN MEMBELAH PERUT ISTRINYA SERTA MENGELUARKAN ANAKNYA YANG ADA DI DALAM KANDUNGAN. Ketika Ali mengetahui hal ini, beliau bertanya kepada mereka, “Siapakah yang membunuhnya?” Mereka menjawab,”Kami semua yang membunuhnya”. Lalu Ali bersiap-siap untuk memerangi mereka dan bertemu mereka di Nahrawan (sebuah negeri dekat Baghdad). Selanjutnya beliau hancurkan mereka hingga tinggal sedikit yang dapat menyelamatkan diri (wahai kaum muslimin, tidakkah anda merasa cemburu dan marah bahwa kaum yang sedemikian kejamnya terhadap shahabiyyun jalil dan istrinya yang disiksa sedemikian biadabnya dengan dibelah perutnya dan dikeluarkan anaknya ternyata oleh “AlAllamah” Ahmad Ahmad Surkati masih dianggapnya sebagai golongannya!!-pen). Sesungguhnya Nabi sendiri telah memberitahukan akan munculnya kelompok ini di tengah-tengah umat Beliau. Hadits-hadits mengenai masalah ini telah mutawatir, diantaranya Al-Hafidh Ibnu Katsir menyebutkan lebih dari 30 hadits dalam kitab-kitab Shahih, Sunan dan Musnad (lihat Al-Bidayah wan Nihayah 7:290-307). Diantaranya diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri , ia berkata: Rasulullah bersabda:”Akan muncul satu golongan yang keluar dari kalangan kaum muslimin, mereka akan dibunuh oleh golongan yang lebih dekat kepada kebenaran diantara dua golongan” (Shahih Muslim, Kitab Az-Zakat, Bab I’tha’ Al-Muallafah wa Man Yukhafu ‘ala Imanihi, 7:168) Dan diriwayatkan pula dari Abu Sa’id Al-Khudri , bahwa ketika ia ditanya tentang AlHaruriyah, dia menjawab:Saya tidak tahu apa Al-Haruriyah itu, tetapi saya pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Akan muncul di kalangan umat ini –Beliau tidak mengatakan sebagian dari mereka- suatu kaum yang kamu pandang rendah shalatmu bersama mereka. Mereka membaca Al-Qur’an, tetapi bacaannya tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari Ad-Din seperti keluarnya (melesatnya) anak panah dari busurnya” (Shahih Bukhari, Kitab Istitabatul Murtaddin wa Mu’anidin wa Qitalihim, Bab Qathlil Khawarij wa Mulhidin ba’da Iqamatil Hujjah ‘alaihim, 12:283). Nabi menyuruh memerangi kaum Khawarij dan menjelaskan bahwa orang yang membunuh mereka mendapat pahala. Ini menunjukkan betapa rusaknya golongan ini, betapa jauhnya dari Islam, betapa besar bahaya yang ditimbulkan terhadap umat Islam ini dengan berbagai fitnah dan kegoncangan yang ditimbulkan. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Ali , ia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda : “Akan muncul pada akhir zaman suatu kaum yang masih muda usianya dan dangkal pengetahuannya. Mereka mengucapkan sebaik-baik perkataan makhluk, tetapi iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Maka dimana saja kamu menjumpai mereka, bunuhlah, karena dalam membunuh mereka terdapat pahala bagi siapa saja yang membunuhnya pada hari kiamat” (Shahih Bukhari 12:283; Shahih Muslim, Kitab Az-Zakat, Bab At-Tahridh ‘ala Qatli Al-Khawarij, 7:169).

541
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Imam Bukhari berkata: “Ibnu Umar memandang mereka sebagai makhluk Allah 46 yang paling buruk . Beliau berkata:”Sesungguhnya mereka suka memutarbalikkan fakta, yaitu menempatkan ayat-ayat yang turun berkenaan dengan orang kafir, mereka jadikan untuk orang-orang mukmin” (Shahih Bukhari, Kitab Istitabat Murtaddin, Bab Qathl AlKhawarij, 12:283. Ibnu Hajar berkata, “sanadnya shahih”, Fathul Bari 12:222286) Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata:”Bencana mereka besar sekali dan meluas sampai kepada I’tiqad mereka yang rusak, lalu mereka menolak hukuman rajam bagi pezina muhshan, memotong tangan pencuri sampai ketiak, mereka wajibkan shalat bagi wanita yang sedang haid, mereka kafirkan orang yahg meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar bagi yang mampu, dan bagi yang tidak mampu mereka anggap telah melakukan dosa besar, orang yangmelakukan dosa besar diperlakukan sebagai orang kafir. Mereka tahan harta orangorang dzimmi dan mereka tentang (halangi) dan mereka rusak orang yang menisbathkan diri kepada Islam dengan membunuhnya, menawannya dan merampas hak serta miliknya” (Fathul bari 12:285). Dan kaum Khawarij ini akan senantiasa ada sehingga orang belakangan dari kalangan mereka bertemu Dajjal. Dalam suatu hadits dari Ibnu Umar disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:” Akan muncul suatu generasi yang membaca Al-Qur’an tetapi bacaannya tidak melampaui tenggorokan mereka. Dan setiap muncul satu generasi pasti dipotong” Ibnu Umar berkata: Saya mendengar Rasulullah mengatakan :”setiap muncul satu generasi pasti dipotong” lebih dari dua puluh kali, “sehingga akan muncul Dajjal di daerah mereka” (Sunan Ibnu Majah dalam Mukadimahnya, Bab Dzikr Al-Khawarij 1:61, hadits nomor 174. Hadits tersebut adalah Hasan. Periksa Shahih Al-Jami’ Ash-Dhaghir, Al-Albani 6:362, no.8027). (Asyratus Sa’ah, Syaikh Abdullah bin Yusuf Al-Wabil,MA, Maktabah Ibnul Jauzi, Cetakan pertama, 1409H/1989M). Maka kenyataan ini tidaklah “membelalakkan mata” kecuali terhadap Abdurrahman Tamimi dan kelompok Hizbiyyinnya. Sekian tahun mereka memupuk rencana dan makar, memasukkan racun, matan dan sanad Hizbiyyahnya kepada Masyayikh Yordan, mempermainkan mereka dengan memberikan gambaran-gambaran -palsu- betapa di Indonesia pernah hidup seorang Ahmad Ahmad Surkati As-Sudani yang “…dakwah beliau telah mempersiapkan jalan untuk kepada dakwah salafiyyah yang murni…” (ibid, hal.14). Berulangkali mereka datangkan para Masyayikh tersebut untuk mengecoh umat –atas kesederhanaan alur berpikirnya- bahwa kalau mereka ini adalah hizby sebagaimana yang dikatakan oleh salafiyyin, maka tentu para Masyayikh tersebut tidak akan mau hadir mendatanginya!! Tetapi bukti yang kita ungkapkan –Alhamdulillah- telah membungkam kekejian jalan pikirannya!! Bagaimana Ahlussunnah dapat menerima “Seorang Syaikh Salafiyyin” (baca:Ahmad Surkati As-Sudani) yang memiliki keyakinan bahwa Syi’ah Rafidhah adalah golongannya sementara mereka adalah kaum yang paling besar permusuhannya terhadap Islam dan kaum Muslimin?! Mengkafirkan seluruh shahabat Nabi (kecuali beberapa orang)!! Mensifati para shahabat sebagai orang-orang yang haus kekuasaan dan rakus akan duniawi!! Merubah ayat-ayat Al-Qur’an!! Bagaimana pula Ahlus Sunnah dapat mengakuinya sebagai orang yang shalih, penyeru dakwah Tauhid (sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh Al-Kadzab di hadapan ulama Yordan) sementara dia meyakini bahwa Khawarij yang telah mengangkat pedang terhadap kaum muslimin serta menghalalkan darahnya adalah golongannya!! Demi Allah wahai Abdurrahman Tamimi Sang Pendusta!! Ahlussunnah berlepas diri dari ucapan “Syaikh Salafiyyin” engkau !! Maka ingatlah betapa dirimu telah melafadzkan sumpah laknat dalam teks acara mubahalah engkau yang menyimpang itu!! Siapakah yang berdusta, wahai pendusta?! Semoga Allah
46

memberikan hidayahNya kepadamu dan

Adapun di sisi Surkati dan dakwah Pan-Islamismenya? Syaikh Salafiyyin? Yang telah mentauhidkan masyarakat negeri ini? Yang meluruskan garis perjuangan? Berdakwah kepada Al-Kitab dan Sunnah? Tentu dia telah berkata:”..Kharijiyna!”. Na’udzubillah minadh Dhalal. Sungguh suatu hal yang aneh bahwa orang yang sedemikian terhormat dengan gelar Syaikh Salafy, yang memiliki kelebihan dan keistimewaan dalam menyeleksi hadits-hadits dhaif dan palsu ternyata telah menjadikan anak cucu Dzul Khuwaishirah (Kakek moyangnya Khawarij) sebagai anggota kelompok Hizbul Irsyadnya dengan ucapannya yang mantap….Kharijiyna!! Adakah Syaikh Salafy yang tidak pernah mendengar nama Dzul Khuwaishirah yang padanya ada keutamaan langsung dari Nabi untuk membunuh Kilabun Naar-Anjing-Anjing Neraka keturunannya?! Apakah yang melandasi Syaikh Salafy ini untuk bangkit berupaya mempersaudarakan dakwahnya dengan Kilabun Naar?! Kesemuanya ini merupakan bukti tak terbantahkan yang menunjukkan bahwa di dalam manhaj dakwah Syaikh Salafy ini ada “suatu tumor ganas” yang membinasakan umat yang harus segera diamputasi dan disingkirkan!! Kenapa dibela? Allahul Musta’an.

542
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

kelompok hizbiyyahmu!! Kalau engkau tidak menerima bantahan ini, mudah saja, tulis secara ilmiah bantahanmu (kalau engkau memang mampu menghadirkan bukti-bukti ilmiyyah keshahih-an dakwah hizbiyyahmu!) dan jangan bergaya sebagaimana seorang preman yang hanya bisa mengumbar “ancaman kematian”!! Kalau engkau memang yakin dengan kebenaran dakwahmu, rasanya tidak ada alasan bagi dirimu untuk bermain-main dengan gaya bahasa “kematian”!? Sungguh kebenaran itu hanyalah diiringi dengan bukti dan dalil (bukan dalih!), bukan pula manhaj “premaniyyah”! Tetapi sebelum itu, kami tambahkan lagi PR- untukmu mengenai figur pujaan Syaikh-mu (Ahmad Surkati As-Sudani) yaitu Jamaluddin Al-Afghani yang kata situs Surkatiyyinmu (alirsyad-alislamy.or.id/alirsyad.htm) sebagai GERAKAN YANG SERUPA dengan gerakan “Muhammad Abdulwahab” tetapi DENGAN BEBERAPA PERBAIKAN SIKAP! (Lihatlah celaan keji dan pelecehan terhadap dakwah tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab ini!!) untuk melengkapi “landasan dakwah Salafy-yyahmu yang dicemari oleh aqidah MGK (Masih Golongan Kita-nya Ahmad Surkati) yaitu khurafat, bid’ahnya Syi’ah, Khawarij, Mu’tazilah (lihat bahasan tentang 3 Himpunan Risalah Mu’tazilah yang diterjemahkan oleh Cumlaude LIPIA, da’i Al-Muntada Al-Sofwa As-Sururi sekaligus seorang Surkatiyyin yang tulisannya berupa liputan khusus Daurah Masyayikh Yordan dipersembahkannya kepada kaki tangan Ihya’ut Turots Al-Kuwaity (majalah As-Sunnah!), Agus Hasan “Kemelut” Bashari, LC.MAg), dan Komunisme (masih ingat dengan pujian Ahmad Surkati terhadap keteguhan keyakinan komunisnya Semaun?)!! Melengkapi pembahasan terdahulu, sedikit disinggung keterkaitan antara Ahmad Surkati As-Sudani dengan Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani. Informasi ini pertama kali kita dapatkan dari situs resmi PP. Al-Irsyad dalam bab “Latar Belakang Lahirnya Al-Irsyad Al-Islamiyah”. Selanjutnya diuraikan betapa salah satu bagian cikal bakal lahirnya Al-Irsyad Al-Islamiyyah ternyata dari pemikiran Muhammad Abduh Al-Mu’tazili!! Perkembangan berikutnya, kita dapatkan informasi tambahan justru dari tulisan Ahmad Surkati (langsung) di majalah Adz-Dzakhirah edisi “kuna” sekitar tahun 1924M (Abdurrahman Tamimi memiliki kepentingan besar agar lembaran-lembaran “kuna” ini tidak diketahui oleh umat (telah kita uraikan pada artikel Teror-Hizbiyyah Sururiyah bukti-bukti penipuan besarbesaran Ma’had Al-Irsyad yang sengaja menyembunyikan berbagai kesesatan Ahmad Surkati terhadap umat dan ulama dengan hanya melaporkan kebaikan-kebaikannya saja, ajian ABS, Agar Beliau Salafikan!!) . Terkuaknya tulisan Ahmad Surkati ini secara langsung menaikkan bobot dan kualitas kedustaannya ketika menceramahi para Masyayikh di Markas Al-Albani!) secara lebih spesifik Ahmad Surkati menggambarkan bagaimana rohnya merasakan roh pujaannya Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi Al-Ibrani- menari-nari sedemikian rupa diiringi tetabuhan “PAN-ISLAMISME” menyaksikan perdamaian antara “dua negeri Islam” yaitu Syiah Iran dan Afghanistan. Ya PAN-ISLAMISME, suatu GERAKAN “PEMBAHARUAN” DARI ISLAM BERUPA AJARAN RASULULLAH YANG MURNI DIGANTI MENJADI SINKRETISME/PERPADUAN BERBAGAI ALIRAN DAN FIRQAH UNTUK MEWUJUDKAN “ISLAM WARNA-WARNI”. Naudzubillah!! Sungguh merupakan bukti nyata yang cukup membelalakkan mata Abdurrahman Tamimi dan cs-nya yang begitu “heroik” menjunjungnya dan menghiasinya sebagai tokoh tauhid (baca: Syaikhnya Salafiyyin!) yang terpengaruh oleh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab!! “Ketahuan dustanye!”, kata orang Betawi. Sungguh sangat ironis, bahwa Ahmad Surkati dan situs Surkatiyyinnya mengelu-elukan Jamaluddin sebagai seorang pembaharu yang dakwahnya memiliki beberapa perbaikan sikap (baca:keunggulan) daripada dakwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (kita berlindung kepada Allah dari anggapan sesat ini!), sementara kalangan Orientalis barat sendiri lebih terbuka untuk mengakui peran besar Jamaluddin dalam Gerakan PAN (Pengacauan Agama-Nya) ISLAMISME yang tentu saja searah dan sejalan dengan misi orientalis itu sendiri, simak pengakuan “jujur” mereka: “Al-Afghani, Jamal Al-Din (1254-1314/1838-1897). Tokoh Modernis, reformer,dan penggerak politik. Ia lahir di Iran tetapi besar di Afghanistan……Selama beberapa tahun ia bersekutu dengan Muhammad Abduh di Paris dalam penyebaran ide pembaharuan Islam (mendirikan organisasi Urwatul Wutsqa, keduanya adalah idola Ahmad Surkati-lihat situs Surkatiyyin), namun akhirnya Abduh berpisah dengannya. Semenjak itu sampai wafatnya Al-Afghani melanjutkan kegiatan politik yang pesonanya mengungguli segala kekuasaan. Menjelang kematiannya pada tahun 1897, ia menerima tunjangan dan sebuah rumah dari Sultan

543
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Utsmani yang bernama Abd Al-Hamid, seorang autokrat yang seharusnya menentang rencana revolusioner Al-Afghani. “POLITIK BUNGLON” ini melibatkan dirinya dalam permusuhan yang lama, dimana ia selalu memainkan dirinya sebagai penjahat. Daya tariknya sebagai politikus berpangkal dari keahliannya dalam memadukan dan memanipulasi antara agama dengan kekacauan kondisi, antara kelompok konservatif dan kelompok radikal liberalis” (Ensiklopedia Islam/The Concise Encyclopedia of Islam, Cyril Glasse, hal.13, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1999). Lebih lengkapnya, kita bawakan uraian dari Farid Bin Ahmad bin Manshur Alu Tsabit dalam bukunya Da’watul Ikhwanil Muslimin fii Mizanil Islam, cetakan1 Darul Manar, 1414H dalam bab khusus tentang Jamaluddin Al-Afghani. Mungkin diantara pembaca merasa heran, apa hubungan orang ini dengan Hasan Al-Banna Ash-Shufi pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin? Ketahuilah bahwa Jamaluddin Al-Afghani banyak memberikan warna dan pengaruh terhadap pola pergerakan dan pemikiran Hasan Al-Banna! Karena itulah mereka berdua memiliki banyak kesamaan dalam gerakannya, yang paling menonjol adalah upayanya untuk menggabungkan berbagai firqah dan hizb dalam satu langkah pergerakan, nah ini pula yang diwarisi Surkati As-Sudani dari Jamaluddin Ar-Rafidhi. Selamat 47 menyimak: Diantara kelompok-kelompok dakwah yang terkuat dan yang terbesar pengaruhnya hingga meliputi seluruh Mesir adalah Jamaluddin (yang terkenal dengan Al-Afghani) dan para murid setelahnya. Bahkan dakwah ini mampu menembus Universitas Al-Azhar hingga menjadi lembaga pengkader da’i yang sangat kuat kecondongannya kepada pemikiran AlAfghani, Muhammad Abduh dan para muridnya. Pada pembahasan berikutnya, akan aku mulai (dengan kehendak Allah ) tulisan sepak terjang Al-Afghani, dakwah dan dasar-dasar dakwahnya. Aku sebutkan pula sebagian muridnya yang terkenal. Kemudian akan aku jelaskan tentang sejauh mana keterpengaruhan Hasan Al-Banna dan golongannya dengan dakwah Jamaluddin dalam banyak perkara. Wabillahit taufiq. 23.8 BIOGRAFI JAMALUDDIN AL-AFGHANI : Para ahli sejarah berselisih tentang nasabnya, hal ini bukan karena lamanya zaman (setelah masa hidup Al-Afghani-pent). Akan tetapi karena “rajul” ini biasa muncul di setiap tempat (yang berlainan) dengan nama baru dan perangai yang berbeda pula. Diantara namanamanya : 1. Jamaluddin Al-Istambuli 2. Jamaluddin Al-Asdabaadzi 3. Jamaluddin Al-Husaini 4. Jamaluddin Al-Husaini Abdullah bin Abdullah 5. Jamaluddin Al-Istambuli Abdullah 6. Jamaluddin Al-Afghani Al-Kaalibi 7. Jamaluddin Al-Husaini Al-Afghani 8. Jamaluddin Ar-Rumi 9. Jamaluddin Ath-Thusi 10. Jamaluddin Al-Kaabili (Lihat kitab “Jamaluddin Al-Afghani” oleh DR. Ali Abdul Halim Mahmud, hal.27) Ali Al-Wardi dalam kitabnya “Lumhaatu Ijtima’iyyah fii Tariikhil ‘Iraaq Al-Hadiits” (3/313) berkata : “Telah menjadi kebiasaan bagi Al-Afghani untuk merubah nama julukannya ketika dia berpindah dari suatu negara ke negara lainnya. Sungguh pernah terjadi ketika kami jumpai dia di Mesir dan Turki dia memakai julukan “Al-Afghani” tetapi ketika di Iran dia merubahnya dengan laqab/julukan “Al-Husaini”! Dari tulisan-tulisan yang ada, diketahui dengan jelas bahwa dia juga memakai julukanjulukan lain seperti: Al-Istambuli, Al-Kabili, Ar-Rusi, Ath-Thusi dan Al-Asdzaabaadzi!

47

Turut membantu dalam Ta’awun Syar’iyyah ini adalah al-Akh Abu Nusaibah Syamsu Muhajir Al-Malanji dengan menerjemahkan untuk anda –wahai saudaraku- Biografi dan Aqidah Jamaluddin Ar-Rafidhi pujaan Surkati sang Syaikh Irsyadi, ruh agen Yahudi ini disaksikan Surkati sedang menari-nari riang gembira (adakah ruh seorang mukmin seperti ini keadaannya?!) menyerukan senandung PAN Islamisme yang sesat dan menyesatkan. Benarbenar Surkati terpesona dibuatnya. Allahul Musta’an.

544
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Al-Afghani biasa merubah-rubah model pakaian dan penutup kepalanya. Ketika di Iran, dia memakai imamah/serban hitam yang merupakan ciri khas orang-orang Syi’ah. Ketika pergi ke Turki dan Mesir dia mengenakan serban putih, kadangkala dengan memakai torbus (topi) terkadang pula tanpa torbus. Ketika ke Eropa dia hanya memakai torbus, sedang ketika ke Hijaz (Arab Saudi) dia memakai kufiyah (kain penutup kepala) dan iqal (tali pengikatnya). Tidak jarang pula dia memakai serban hijau, atau siapa tahu ia juga memakai “burnaithah” (topi ala barat). “Burnaithah”

Musthafa Fauzi Ghazali dalam kitabnya “Da’wah Jamaluddin Al-Afghani fii Mizaanil Islam” hal.63, berkata : “Hal ini menunjukkan bahwa dia (Al-Afghani) mempunyai perkara penting yang dirahasiakan dan dirinya berusaha untuk menjaga perkara rahasia tersebut. Dan sesungguhnya ada seseorang di belakangnya yang mengendalikan dan menuntutnya agar ia selalu berganti-ganti penampilan sekaligus berganti-ganti nama”. Aku (penulis) mengatakan: ”Dan keadaannya yang demikian itu adalah suatu kenyataan yang tidak terbantahkan”. Dalam kehidupannya, Al-Afghani pernah minum khamr, dia juga memiliki hubungan gelap dengan sebagian wanita tunasusila. Salim Anjuzi dalam “Da’watu Ijtima’iyyah fii Taariikhil Iraaqil Hadits (3/313) karya AlWardi : “Ia (Al-Afghani) membenci sesuatu yang manis dan menyukai sesuatu yang pahit, sering minum teh dan menghisap rokok”. Al-Wardi pada kitab yang sama, hal. 311-312 berkata : “SESUNGGUHNYA AL-AFGHANI PERNAH DIJUMPAI BEBERAPA KALI MASUK AL-MABGHAL ‘AAMM (TEMPAT PELACURAN UMUM) di Asyqubaadz ketika ia mengunjungi tempat itu” (Wahai pembaca yang dirahmati Allah , inilah kenyataan yang sangat mengerikan dari idola Ahmad Surkati As-Sudani sang “penyeru dakwah tauhid, peletak dasar dakwah salafiyyah di Indonesia (kata Abdurrahman Tamimi), seorang ‘alim, yang meluruskan garis perjuangan, berdakwah kepada Al-Kitab dan Sunnah, memerangi kesesatan, telah bekerja mentauhidkan masyarakat… (kata Syaikh Ali bin Hasan di Masjid Istiqlal, Masjid Terbesar kebanggaan umat Islam Indonesia!!!-pen) Adapun pendapat Jamaluddin dalam masalah sufur (bepergiannya wanita tanpa mahram) dijelaskan dalam salah satu majelisnya yang dinukil oleh Ahmad Amin dalam kitab “Zu’amaa’ul Ishlah fil ‘Ashril Hadits” hal.114, Jamaluddin berkata : “Menurut pendapatku, tidak ada larangan bagi wanita sering bepergian asal tidak menyiapkan/menggunakan landasan untuk tujuan kemaksiatan (fujur)”. Aku (penulis) mengatakan: ”Pendapat ini mirip cara yang digunakan At-Turabi (Gembong Ikhwanul Muslimin Sudan, pent.) dalam menetapkan pemikirannya sebagaimana tertulis dalam kitabnya “Addiin wal Fann” ia berkata: “Boleh bagi wanita berjoget ala disko, ditempat-tempat umum asal tidak merangsang syahwat!” Mirip dengan ini adalah pendapat Al-Qaradhawi (gembong Ikhwanul Muslimin lainnya, pent.). Al-Wardi (ibid, III/312) berkata : “Al-Afghani bukanlah orang yang teguh pendirian ketika berhadapan dengan perilaku teman-temannya dari kalangan umum. Ketika ia tinggal di Kairo, ia pernah pergi bersama temannya ke tempat minum bir di kota Al-Azbakiyyah. Di tempat itu terdapat wanita pramusaji yang cantik dari Eropa. Maka kepada sahabatnya ia berani bertaruh bisa menjadikan wanita itu menangis dan tertawa, mulailah ia mengajak bicara wanita itu hingga dia bisa menangis dan tertawa sebagaimana janjinya”. Al-Wardi melanjutkan (III/313) “ “Dari peninggalan-peninggalan Al-Afghani didapati surat-surat yang menunjukkan bahwa dia pernah menjalin hubungan dengan wanita-wanita cantik dari Eropa, diantaranya wanita yang sering disebut-sebut bernama “Katty”, barangkali ia lagi gandrung dengan wanita itu atau sebaliknya”. Silakan melihat fakta kejadian ini di halaman berikutnya.

545
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Tentang ibadah shalatnya, berkata Al-Mad’u An-Nabhani dalam kitab “Arraiyyatush Shugra fii Dzammil Bid’ah”, hal.372 : “Sesunggunya ia (Al-Afghani) pernah mengadakan pertemuan, ketika itu ia menyempatkan keliling universitas Al-Azhar mulai sebelum Maghrib hingga menjelang Isya’ dan ia tidak mengerjakan shalat Maghrib” 23.9 AQIDAH JAMALUDDIN AL-AFGHANI : Dia termasuk penganut Syi’ah Rafidhah dari sekte Baabiyyah, dia perjelas dengan pernyataannya : “SESUNGGUHNYA KENABIAN ITU BISA DIUPAYAKAN SEBAGAIMANA MENGUPAYAKAN SUATU PEKERJAAN/PROFESI” Ahmad Amin (Zu’amaa’ul Ishlah, hal.110) berkata : “….maka mereka menuduh Al-Afghani dengan tuduhan atheis karena pernyataannya ini, dan mencelanya karena ia mengatakan bahwa nubuwwah (kenabian) adalah suatu pekerjaan (yang bisa dicari), mereka meributkan Al-Afghani hingga ia disarankan keluar dari Al-Istaanah (kota Konstantinopel). Maka ketika ia pergi ke Mesir, sebagian ulama seperti Syaikh Al-‘Ulaisy dan sebagian masyarakat menuduhnya sebagai seorang atheis”. Salim Anjuziy (salah seorang muridnya yang Nasrani) dalam kitabnya “Taarikhul Ustadz Al-Imam” berkata : “….ia menyampaikan ceramah secara ceroboh dalam masalah pekerjaan/profesi hingga ia kebablasan/terlalu jauh menerobos batas memasukkan tugas kenabian sebagai salah satu pekerjaan secara maknawi, maka ributlah para penuntut ilmu, dan aku menyerangnya dengan menulis pengingkaran atasnya”. Dalam “Majallatuz Zahra” jilid I/637 : Berkatalah penyair Turki –Abdul Haq Hamid Bik dalam peringatan-peringatannya : “Sesungguhnya As-Sayid berkata kepadanya: Sesungguhnya penyebab jatuhnya (AlAfghani) adalah pernyataannya bahwa nubuwwah termasuk suatu jenis pekerjaan yang bisa dicari”. Aku (penulis) mengatakan : “Perkataan Jamaluddin ini adalah perkataan kufur yang tidak perlu dijelaskan lagi. Mengandung pendustaan dan celaan terhadap para Rasul dan risalah yang dibawanya. Adapun Syi’ah sebagai sekte/agama yang dipeluknya, adalah perkara yang jelas”. Mirza Lutfullah Khan –anak dari bibi Jamaluddin Al-Afghani- dalam kitabnya “Jamaluddin Al-Asdaabaadzi”, hal. 34 berkata : “Terjadi pengungkapan hakekat Jamaluddin di depan Sultan Abdul Hamid berupa pukulan mematikan yang diarahkan oleh Mudhafaruddin Syah kepada Jamaluddin dengan bukti yang diserahkan oleh Alaa’ul Malik –duta besar Iran di Turki- yang mematikan dengan bukti-bukti kuat bahwa Jamaluddin adalah orang Iran, penganut Syi’ah yang bersembunyi di balik baju Al-Afghani dan mengaku bermadzab Sunni sebagai kamuflase untuk melindungi diri”. Musthafa Fauzi Ghazali dalam kitabnya “Da’watu Jamaluddin Al-Afghani”, hal.71-72 berkata : “Kalau kita kaji dengan seksama perikehidupan Jamaluddin Al-Afghani mulai dari awal hingga akhir hayatnya, maka nampak jelas bagi kita bahwa seluruh kehidupannya telah tercelup oleh paham Syi’ah. Dia sering berpindah-pindah dari madrasah satu ke madrasah lainnya, dari negara satu ke negara lainnya, dari guru yang satu ke guru yang lainnya dan di setiap perpindahan itu dia tetap memeluk Syi’ah yang murni”. Dia pernah belajar di madrasah tingkat dasar di Qazwain (salah satu kota di Iran). Dikabarkan disana dia dipenjara bersama Al-Baabi karena terlibat pembunuhan Syah Nashiruddin. Setelah itu dia pindah ke Teheran (ibukota Iran) untuk mempelajari ilmu-ilmu syari’ah dan menyelesaikan studinya. Selanjutnya dia pindah ke Iraq untuk memperdalam ilmunya, tepatnya di Al-Ahbaat Muqaddasah yaitu suatu tempat suci di Iraq yang biasa diziarahi oleh para pelajar Syi’ah dari seluruh penjuru dunia. Al-Wardi dalam kitabnya memperjelas keterangan tentang Syi’ah-nya Al-Afghani, diamana dia selalu berupaya untuk taqrib/melakukan pendekatan antara Sunni dan Syi’ah dan Al-Wardi menujukkan bukti berupa surat-surat Al-Afghani kepada ulama-ulama Syi’ah. Al-Wardi berkata: ”Aku dapati surat-surat Al-Afghani kepada para ulama Syi’ah. Secara lahiriah nampak jelas bahwa Al-Afghani demikian paham tentang bagaimana ia harus

546
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

berkomunikasi dengan mereka dan mempengaruhi akal-akal mereka, karena memang dia termasuk golongan mereka di masa lalu”. Musthafa Ghazali melengkapi keterangannya: “…..hingga seluruh guru-gurunya berasal dari Syi’ah. Ahli sejarah mencatat, Aga Khan Shadiq termasuk gurunya yang Syi’ah, demikian pula Syaikh Murtadla adalah orang Syi’ah.” Abu Rayyah mengatakan dalam kitabnya “Jamaluddin Al-Afghani” : “Sesungguhnya aku telah mendengar bahwa Assayyid (Jamaluddin) pernah menjadi murid Al-Qadli Bisyir, AlHafidz Darraaz dan Habibullah Al-Qandahari”. Mereka semua adalah Syi’ah. Dari semua keterangan ini dapatlah kita ambil kesimpulan : “Jamaluddin Al-Afghani adalah seorang Syi’i Ja’fari Itsna “Asyari!!” Menguatkan pendapat ini adalah DR. Abdul Mun’im Muhammad Hasanain dalam kitabnya “Jamaluddin Al-Asdaabaadzi”, hal.9 : “Dia seorang Syi’i bermadzab Ja’fari”. Menghukumi dia sebagai Syi’i tidak bisa dilakukan kecuali setelah membaca surat-surat Al-Afghani yang tersebar setelah meninggalnya. Oleh sebab itu ia mengatakan (pada hal.1011) : “Sesungguhnya bukti-bukti yang menetapkan bahwa Jamluddin Al-Irani bermadzab Syi’ah adalah sangat banyak dan meyakinkan”. DR. Abdul Mun’im Hasanain tidak hanya menunjukkan bahwa Al-Afghani adalah seorang Syi’i, lebih dari itu beliau juga menegaskan bahwa dia (Al-Afghani) sangat fanatik dengan agama Syi’ah. Beliau juga menegaskan : “….bahkan Jamaluddin adalah orang yang sangat fanatik (ta’ashshub) dengan asal negaranya dan pemahaman (Syi’ah)nya! Kefanatikan Syi’ah-nya bahkan terwujud dalam hal pengambilan seorang stafnya yang ditunjuk untuk mengurusi masalah-masalah khususnya. Dia mempunyai seorang pembantu yang bernama Abu Turab. Pembantu ini sangat setia melayani dan menemani kemanapun Al-Afghani bepergian serta sangat terpercaya dalam menyimpan rahasia-rahasia khusus. Nama “Abu Turab” adalah laqab khusus yang dimiliki oleh Ali Bin Abi Thalib. Hal ini ada kemiripan dengan Al-Afghani yang menyebut dirinya sebagai Jamaluddin “Al-Husaini” yang menandakan dia adalah seorang Syi’i Irani, karena laqab “Al-Husaini” punya makna khusus di kalangan penganut Syi’ah Iran karena sikap ekstremnya terhadap Ahlul Bait, lebih-lebih terhadap Al-Husain bin Ali”. Demikianlah nukilan perkataan Musthafa Ghazali. Aku (penulis) katakan: Untuk tambahan penjelasan dipersilakan menelaah kitab “Jamaluddin…” oleh anak bibinya,Lutfullah, di dalamnya terdapat penjelasan yang meyakinkan tentang keSyi’ahannya”. Adapun penisbahan nama Jamaluddin Al-Afghani kepada sekte Al-Baabiyyah, telah dipastikan oleh para ahli, mereka menyebutkan bukti/dalil yang banyak. Akan tetapi sebelum menyebutkan bukti-bukti tersebut, perlu dijelaskan lebih dahulu apa itu sekte Al-Baabiyyah. Ali Abdul Halim Mahmud dalam “Jamaluddin Al-Afghani”, hal.68 menjelaskan : “Al-Baabiyyah termasuk diantara sekian sekte yang berbahaya, sarat dengan ajaran filsafat yang merusak Islam. Dan nampak jelas adanya campur tangan Yahudi di dalamnya”. Dalam Muktamarnya di kota Rasyta (Risyta?) tahun 1264/1843M para penganut AlBaabiyyah mendeklarasikan secara terang-terangan tentang hasratnya untuk melepaskan diri dari Islam, memusuhi Islam dan bahasa Arab. Mereka terlibat dengan pemerintah dalam berbagai peperangan dan konfrontasi yang pada akhirnya memaksa keluarnya keputusan hukum untuk melenyapkan Al-Mirza. Dan meredalah ketika itu gaung aliran-aliran filsafat sesat ini dan tidak berumur panjang. Perkembangan selanjutnya, para pengikutnya melakukan gerakan bawah tanah. Dan sebagian besar pengikutnya adalah Yahudi”. Di tahun 1385H/1868M Al-Baabiyyah keluar dari ‘Aka dengan nama baru “AlBahaiyyah” yang diambil dari pemimpin barunya : MirzaHusain Ali Al-Mazindarani yang dijuluki Baha’ullah. Dari data-data yang valid diketahui bahwa Al-Bahaiyyah pada akhirnya menjelma menjadi Yahudi dengan wajah yang lain.” Sudah menjadi rahasia umum bahwa gerakan Freemasonry-lah yang memback-up AlBaabiyyah beserta penyebarannya. Dan dialah yang membidani lahirnya Al-Bahaiyyah sebagaimana hal itu telah diakui oleh para ahli sejarah di masa itu serta ahli sejarah belakangnya. Jamaluddin Al-Afghani adalah anggota Freemasonry yang loyal kepada perkumpulan Freemasonry dan malang-melintang di dalamnya, data itu tidak diragukan lagi”.

547
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Adapun loyalitasnya kepada Al-Baabiyyah telah dijelaskan oleh orang-orang yang sezaman dengannya. Musthafa Ghazali dalam bukunya “Da’watu Jamaluddin…:”hal.80, berkata: “Perubahan Jamaluddin Al-Afghani kepada Al-Baabiy adalah penjelasan Abul Huda Ash Shayyadi tentang Jamaluddin bahwa dia adalah Mazindaraany (pengikut Baabiyyah) diketahui dari pola-pola pikir dirinya yang mirip dengan pemikiran dan keyakinan-keyakinan Baabiyyah” (Lihat kitab “Rasyid Ridha Al-Imam Al-Mujahid”, tulisan Ibrahim Al-Adawi hal.97) DR. “Ammarah dalam “Al-A’malul Kaamilah….” hal.23, menukil dari “Tarikh Al-Ustadz AlImam” milik Muhammad Rasyid Ridha 1/90: “Abul Huda Ash-Shayyadi menulis surat kepada Asy-Syaikh Rasyid Ridha menyerang majalah Al-Manar karena berulang kali memuat pemikiran-pemikiran Al-Afghani. Dalam suratnya ia katakan :”Sesungguhnya aku lihat majalah anda sarat dengan pemikiran Jamaluddin yang campur aduk. Diketahui secara pasti dari dokumen-dokumen resmi negara bahwa dia adalah Maazindarani (pengikut sekte Baabiyyah) dari sempalan Syi’ah ekstrem, dia keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya“. Fakta lain yang menguatkan kenyataan di atas adalah bahwa pembunuh Nashir Syahuddin Syah Iran (raja Iran) adalah anggota sekte Baabiyyah, pengikut dan pengagum Jamaluddin Al-Afghani. Dia dijebloskan ke dalam penjara bersama-sama Jamaluddin AlAfghani di sel yang sama. Setelah pemerintah Iran melakukan penyerbuan dan penangkapan terhadap unsure-unsur Baabiyyah berdasarkan bukti-bukti yang kuat bahwa mererka telah melakukan kudeta terhadap Syah Nashiruddin pada tahun 1268H. Sungguh dia telah mengorbankan dirinya demi Jamaluddin, maka ia katakan kepada Nashiruddin Syah Iran ketika dia mencacinya : “Ambil dia dari tangan Jamaluddin” Aku (penulis) berkata: “Bukti adanya keterkaitan antara Bahaiyyah, Baabiyyah dan Mashuniyyah (Freemasonry) International dimana Jamaluddin merupakan salah satu tokohnya adalah: “Termaktub dalam buku karya Musthafa Ghazali “Jamaluddin Al-Afghani…” hal.83 yang dinukil dari buku “Haqiqatul Baabiyyah wal Bahaiyyah” karya Muhsin Abdul Hamid, terbitan Maktab Al-Islamiy, hal.210, menyatakan : “Sesungguhnya dasar-dasar dan asas Al-Bahaiyyah sebagai pengganti Baabiyyahmemiliki kemiripan dalam banyak perkara dengan dasar-dasar dan tujuan-tujuan Jamaluddin. Al-Bahaiyyah mempengaruhi mereka dari segi sasaran-sasarannya yang merusak berdasarkan cara pandang As-Suffiyyah Al-Hululiyyah Al-Ittihadiyyah (Wihdatul Wujud-penyatuan Tuhan dengan hamba). Hal ini selaras dengan seruan Freemasonry dalam hal ajakan meninggalkan agama-agama dan berkumpul di atas agama yang satu”. Dan begitulah Jamaluddin, dia mengembangkan ajaran Freemasonry (Mashuniyyah) di Mesir, dia menggencarkan seruan penyatuan agama-agama, yang sebelumnya dia punya keyakinan Wihdatul Wujud. Dari sini nampak bahwa dia tidak jauh berbeda dengan pola pikir seorang pengikut Baabiyyah. Kita perlu mengetahui bahwa Jamaluddin telah mendirikan gerakan Freemasonry di Mesir dan dia tetap aktif di dalamnya meskipun telah keluar dari Mesir. Dan dia juga memiliki pengikut yang cukup besar di Iran, selama dia bermukim di sana. Iran adalah “box” bayi Baabiyyah yang merupakan underbow Freemasonry”. Ibnu Abdul Hamid dalam “Haqiqatul Baabiyyah wal Bahaiyyah” ha.102. Pokok-Pokok Penting Kesamaan gerakan Ikhwanul Muslimin dengan Jamaluddin AlAfghani Ar-Rafidhi : 1. Keseriusannya dalam politik tingkat tinggi 2. Tandzim sirri (gerakan rahasia), lihat model pengajiannya yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil (sistem sel) yang dipimpin oleh seorang murabbi (± 5 orang), membentuk struktur piramida 3. Dakwahnya mengajak untuk menegakkan sistem negara demokrasi (parlemen) 4. Menghidup-hidupkan dakwah kesukuan dan kebangsaan dan menyebarkannya 5. Tamyi’ dan Taqrib (pendekatan) antara Syi’ah dan kelompok-kelompok sesat, Yahudi dan Nasrani” (hal. 47). Maka bila ada baik dan benarnya dari apa yang kami tulis berarti kebenaran itu datang dari Allah karena taufik dan hidayah-Nya, sedangkan jika ada kesalahan, berarti datang dari diri kami sendiri dan dari setan. Allah terbebas dari kesalahan itu.

548
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Orang mukmin satu dengan mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan. Sesungguhnya dukungan anda terhadap kebenaran merupakan dukungan anda terhadap Allah . Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (Q.S. Muhammad : 7). Kemudian firman-Nya : “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (Q.S. Al-Hajj : 40). Demikianlah sepak terjang manusia seribu wajah, Jamaluddin Al-Afghani Al-Irani ArRafidhi Al-Masuny (Fremasonry) Al-Ibrani, pujaan Ahmad Surkati As-Sudani yang beliau ini adalah Syaikh Salafy-nya si Pembesar Hizby Abdurrahman “Al-Kadzab” At-Tamimi AlAndunusi dan orang-orang yang mengkomploti. Semoga mereka tersadar bahwa dusta dan tipu daya adalah perbuatan yang keji, terlarang, merendahkan kehormatan diri, mendustai nurani, senjata makan tuan, mematikan para hizby (sendiri) yang suka bermimpy dapat menghancurkan dakwah salafy dengan dinar al-kuwaity walaupun mereka bersembunyi di belakang Syaikh-Syaikh Salafy. Allahu yahdiikum wahai Hizbiy-Sururiy-Turotsiy-IkhwaniySurkatiy walaupun Cumlaudiy Lipiaiy!!

BAB XXIV
BUKU SYAHADAH MUHIMMAH LERAI PERTIKAIAN ”MADE IN” KANTOR PUSAT IHYA’UT TUROTS KUWAIT
(Dilema Ihya’ut Turots, Antara Tuntutan Dana, Popularitas Diri & Upaya Mencari Sensasi)48
Andi Muhammad Arief: Ba’da Tahmid, Tsana’ wa Sholah, saya adalah muwadhof di Jam’iyah Ihya Turats Islamy (JITI) Maktab Indonesia dan silahkan anda-anda semua membaca AD/ART nya sehingga akan tahu bagaimana itu JITI. Jazakumullah ya Ustadz Abdullah Taslim atas perjuangan menegakkan islam diatas manhaj yang benar. Saya berani bersumpah atas nama Allah bahwa Manhaj SALAF / Ahlussunnah adalah manhaj yang benar dan selamat. (Tanggapan Andi Muhammad Arief Terhadap Artikel Abdullah Taslim cs, Muslim.or.id, April 12th, 2006 10:31) Luar biasa. BUKU EMAS (pujian tertinggi, terdahsyat dan mengerikan dari Abu 49 Salma) “Lerai Pertikaian, Sudahi Permusuhan” buah karya Abu ‘Abdil Muhsin Firanda bin Abidin As-Soronji seolah menjadi buku wajib bagi Sururiyyin dan Turotsiyyin. Berupaya keras untuk memahamkan kepada umat bahwa permasalahan dakwah yang terjadi selama ini hanyalah persoalan Khilafiyyah Ijtihadiyyah yang tidak boleh padanya diterapkan prinsipprinsip Al-Wala’ dan Al-Bara’. Firanda menyebutkan nama-nama Kibar Ulama yang telah mentazkiyah Ihya’ut Turots dan menekankan bahwa jumlah mereka lebih banyak daripada “murid-murid para ulama Kibar tersebut, dengan jumlah lebih sedikit” yang telah meng-hizbikan yayasan tersebut. Kalau Firanda menganggap bahwa “Salafiyyin” menuduh Kibar ulama tidak tahu fiqhul waqi’ karena membenarkan fatwa dan bukti-bukti ‘shighar’ ulama yang memperingatkan umat dari kesesatan Ihya’ut Turots, bukankah dia sebenarnya sedang merobohkan kaidah dia sendiri (Lerai…,hal.225)?! Bukankah pernyataannya itu juga berarti bahwa “shighar ulama”
48

Apakah anda teringat dengan sebuah artikel berjudul “Dilema Tahdzir, Antara Sebuah Tuntutan Dakwah dan Tumbal Sensasi Seorang Da’i” tulisan Muhammad Arifin Badri ? 49 Suatu pujian yang tidak pernah diucapkan dan dituliskan oleh Salaful Ummah terhadap hasil karya para ulama Ahlus Sunnah yang terbaik sekalipun! Allahu a’lam.

549
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

dia tuduh tidak tahu fiqhul waqi’ pula karena “berani” mentahdzir Ihya’ut Turots yang 50 di”tazkiyah” oleh Kibar ulama? Baginya, burhan dan Hujjah yang dibawa oleh “murid-murid para ulama Kibar” bukan lagi menjadi parameter kebenaran yang harus diperhatikan. Lebih nahas lagi, “murid-murid ulama Kibar tersebut” (yang meng-hizbi-kan Ihya’ut Turots) ternyata jumlahnya lebih sedikit. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk mempercayai tahdzir dari “muridmurid ulama Kibar tersebut yang jumlahnya lebih sedikit”. Allahul Musta’an. Firanda juga menggarisbawahi bahwa dana yayasan ini “datangnya dari kaum mukminin”(Lerai…,hal.241). Juga “Sekali lagi kami tekankan, bahwa dana yang dimiliki 51 oleh yayasan tersebut bersumber dari kaum Muslimin yang dermawan”(ibid) . Telah datang bukti kepada kita –Alhamdulillah- bahwa salah satu kaum mukminin(!?) yang menjadi dermawan yayasan ini adalah dari kaum “Syi’ah Rafidhah”, bahkan bukti nyata bagaimana Ihya’ut Turots menggandeng Partai Politik Ikhwanul Muslimin. Bukankah bukti ini menjadi petunjuk kuat betapa “ada yang tidak beres” dari manhaj yayasan ini? Jangan terburu-buru menyatakan:”Kalau benar yang kalian katakan, maka perkaranya bukan pada pusat yayasan tersebut, namun masalahnya kembali ke cabang yayasan 52 tersebut” (Lerai…, hal.236-237) . Kita katakan:”Justru bukti-bukti ‘ketidakberesan manhaj” tersebut terjadi di Kuwait!! Tempat dimana Ihya’ut Turots dilahirkan!!” Kalau engkau jujur -wahai Firanda- dan mau berfikir secara jernih tentang isi tahdzir dan peringatan “murid-murid ulama Kibar yang jumlahnya lebih sedikit” itu, justru penyimpangan yang ditunjukkan oleh Ihya’ut Turots di Kuwait-lah yang menjadi sebab paling besar mengapa yayasan ini ditahdzir oleh “murid-murid ulama Kibar” tersebut!! Adapun penyimpangan-penyimpangan cabang-cabang yayasan ini yang terjadi di beberapa negeri bukankah merupakan dampak dari “uswah sayyi’ah” yang diperagakan oleh Ihya’ut Turots Kuwait? Apakah karena kelompok-kelompok bid’ah wal Hizbiyyah yang dapat mengambil dana dari cabang-cabang Ihya’ut Turots kemudian Ihya’ut Turots Kuwait dapat “mencuci tangan” dari penyimpangan dan penyelewengan cabang-cabangnya(Lerai…, hal.236-237)? Bagaimana mungkin Ihya’ut Turots Kuwait dapat mencuci tangan dari penyimpangan ini sementara setiap pengajuan dana kepada yayasan haruslah membuat proposal terlebih dahulu dan harus pula mendapat acc persetujuan pencairan dana? Bahkan setiap alokasi dana mengharuskan penerima dana tersebut membuat laporan pertanggungjawaban dan dikirimkan ke Ihya’ut Turots Kuwait lengkap bersama foto-fotonya? Ini adalah ciri khas 53 Ihya’ut Turots!! Sebagaimana –persaksian Al-Akh Abdurrahman- dana yang disalurkan Ihya’ut Turots Kuwait melalui Al-Irsyad cabang Kuwait kepada PP. Al-Irsyad dan yayasan As-Sunnah Cirebon, maka kedua lembaga ini telah mengirimkan laporan pertanggungjawaban kepada Al-Irsyad cabang Kuwait dan Ihya’ut Turots Kuwait!! Apakah Ihya’ut Turots Kuwait tidak memiliki data-data siapa saja penerima dananya dan peruntukannya serta laporan pertanggungjawaban para “pasien” nya yang karenanya dapat dijadikan alasan untuk berkelit
50

Lihatlah saudaraku bagaimana dia menyatakan bahwa kemudharatan-kemudharatan ketika bermuamalah dengan yayasan Hizbiyyah ini dikatakannya tidak terjadi!! Sebaliknya justru dia menegaskan betapa banyak manfaat yang dapat diambil jika Salafiyyin bermuamalah dengan yayasan Hizbiyyah ini!! Padahal para Masyayikh benar-benar menegaskan dengan bukti-bukti nyata betapa yayasan ini telah menyebarkan malapetaka bagi dakwah Salafiyyah di seluruh dunia!! Bukankah statemen Firanda itu secara tidak langsung telah menuduh “Shighar Ulama” tidak tahu fiqhul Waqi”? Yang mana mereka berfatwa mengikuti hawa nafsunya!! Menceritakan kejadian yang tidak ada kenyataannya?! Kesemuanya merupakan bukti nyata bahwa Firanda telah menghancurkan kaidah-kaidah yang dia buat sendiri untuk menghantam Salafiyyin!! Bagaikan membangun istana pasir kemudian dia sendiri yang mendatangkan angin ribut!! 51 Syaikh Muqbil Rahimahullah berkata:” Jum’iyyah Ihya At-Turots ilmunya adalah mengumpulkan harta, kemudian setelah itu mengumpulkan manusia agar bersama mereka…. Kenyataannya bahwa harta yang sampai ke mereka para pengurus Jum’iyyah digunakan untuk memerangi Ahlus Sunnah di Sudan, di Yaman, di bumi Haramain (Makkah dan Madinah, pen), Najed dan di Indonesia dan dalam banyak Negara Islam.” (ibid) 52 Syaikh Ubaid Hafidhahullah menyatakan:” Yang aku jadikan sebagai keyakinanku terhadap Allah dengannya, bahwa tidak boleh bekerja sama dengan yayasan ini, dan juga dengan yayasan yang lainnya dari yayasan-yayasan yang menyimpang, walaupun hanya ikut pada cabangnya saja. Juga tidak boleh pula belajar di sekolah-sekolah khusus mereka, dan tidak pula pada halaqah-halaqah mereka. Serta tidak boleh kerjasama dengannya dalam kasetkaset dakwah mereka, sebab yayasan ini telah jelas pada kami bahwa mereka memerangi Ahlus Sunnah di Kuwait.” (http://www.darussalaf.or.id/index.php?name=News&file=article&sid=203) 53 Lihatlah bagaimana muslim.or.id mengambil foto-foto pasca kejadian musibah gempa bumi di Jogja, beberapa diantaranya tampak foto-foto makhluk hidup yang dicoret-coret bagian wajah dan kakinya sehingga tampak seperti laki-laki yang musbil. Adapun negatif fotonya? Ya tetap saja. Apakah negatifnya untuk pengajuan dana ke Ihya’ut Turots?! Wallahu’alam.

550
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

dan cuci tangan dari penyimpangan cabang-cabangnya? Dan bukankah Ihya’ut Turots Kuwait juga harus memberikan laporan kepada para donatur “mukminin” itu?! Bagaimana tanggapan donaturnya jika Ihya’ut Turots Kuwait menyatakan tidak tahu menahu kemana dana mereka disalurkan?! Bukankah logika Firanda adalah logika yang tidak logis?! Dengan dana Ihya’ yang berasal dari kaum “mukminin” ini, sesuatu yang tidak mungkin terjadi dapat dilakukan oleh “Salafiyyin”, bergabung dan berkoalisi dengan gembonggembong Ikhwanul Muslimin!! Tidak perlu terlalu jauh, (satu contoh saja –bukti-bukti lainnya telah berlalu di bab-bab sebelumnya) Aunur Rafiq dan kawan-kawannya, di bawah bendera Al-Sofwa Al-Muntada bergabung dengan Mudzakir Arif sang Pembesar Ikhwanul Muslimin di Markas Besarnya di Sulawesi, ia sekaligus seorang “kader tangguh” partai Ikhwanul Muslimin Indonesia. Bagaimana mungkin “rombongan du’at Salafiyyin’ bergabung dengan du’at Ikhwanul Muslimin di markas besar mereka?! Apa yang tidak mungkin? Dana kaum “mukminin” Ihya’ut Turots dapat mewujudkan “impian” mereka!! Apakah rombongan du’at Salafy” tersebut hendak berusaha menyadarkan dan mendakwahi Mudzakir Arif agar lepas dari kungkungan Hizbiyyahnya partai Ikhwanul Muslimin?! Tidak, 54 bahkan mereka bergabung untuk berkolaborasi dakwah bersama-sama . Allahul Musta’an. Tetapi “fiqhul waqi’” di sisi Firanda ternyata tidaklah sama dengan “Waqi’” di alam nyata… Tidak ada artinya bagi Firanda bukti-bukti kejahatan Ihya’ut Turots yang disampaikan oleh “murid-murid Kibar ulama yang jumlahnya lebih sedikit” itu! Firanda berkata:”Yang tampak, kemudharatan-kemudharatan yang dikhawatirkan sa’at bermuamalah dengan yayasan tadi tidaklah terjadi, alhamdulillah. Bahkan sebaliknya justru kemaslahatan yang di dapat dengan mu’amalah dengan yayasan ini”. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un!! Syaikh Muqbil Rahimahullah berkata: “Saya (Syaikh Muqbil) menganggap ia (Abdurrahman Abdul Khaliq-peny) memecah-belah barisan Ahlus Sunnah dengan membuat tipu daya melalui hartanya, tidak melalui pemikirannya. Ia bangkit dari Kuwait ke Indonesia (Abu Nida cs, red), Mesir dan beberapa negara lainnya. Saya berpendapat tidak benar menyerahkan dana kepada Yayasan Ihya'ut Turots karena mereka gencar memecah-belah dakwah Ahlus Sunnah sehingga Ahlus Sunnah di Jeddah dan Sudan terpecah. Di Yaman banyak orang yang tertipu oleh kekayaannya bukan pemikirannya. Saya beritahukan kepada pemuda-pemuda Salaf Kuwait bahwa Yayasan Ihya'ut Turots memberikan dana yang menimbulkan bencana kepada orang-orang yang tertipu tersebut. Abdul Qadir Asy-Syaibani dan Muhammad Abdul Jalil saling bermusuhan garagara dana Ihya'ut Turots”.( http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=549) Sungguhpun Firanda telah berusaha keras untuk meyakinkan umat bahwa Ihya’ut Turots adalah yayasan Ahlus Sunnah sebagaimana nama-nama Kibar ulama yang disebutnya telah mentazkiyah yayasan tadi, tetapi tampaknya keraguan tentang status yayasan “Al-Khairiyyah” Ihya’ut Turots masih menyelimuti dirinya. Firanda berkata:”Dana tersebut akhirnya tidak tersalurkan kepada ahli bid’ah. Jika dana ini tidak segera diambil dan dimanfaatkan oleh Ahlus Sunnah, semnetara para dermawan terus menyalurkan kelebihan harta yang mereka miliki, bisa jadi akhirnya yang memanfaatkan dana tersebut adalah ahli bid’ah, sehingga bid’ahpun semakin berkembang” (Lerai…, hal.242) Kita katakan:”Kenapa anda harus kuatir –wahai Firanda- bahwa yayasan ini –sebanyak apapun dana yang berhasil dihimpunnya- dari “kaum Mukminin-Muslimin” akan disalurkannya kepada ahli bid’ah sehingga bid’ah semakin merajelela?! Bukankah yayasan ini adalah “yayasan Ahlus Sunnah” yang banyak membantu Salafiyyin dan dakwah Salafiyyah sebagaimana kampanye yang sedang anda kibarkan? Kenapa Yayasan Ahlus Sunnah ini harus berpikir untuk membantu dan menyerahkan dana mukmininnya kepada Ahlul Bid’ah sehingga bid’ah semakin merajalela?!

54

Firanda!! Apakah perselingkuhan manhaj seperti ini hanya terjadi di cabangnya di Indonesia? Tidak, bahkan hal ini sudah menjadi “trade mark” Ihya’ut Turots di mana-mana! Berkata Syaikh Rabi’ Hafidhahullah:” Maka Inilah data-data yang paling kuat yang menunjukkan bahwa Ihya atTurots tidaklah jujur dalam mengarahkan dirinya kepada manhaj Salafi. Pengaruh Abdurrahman Abdul Khaliq telah diketahui [dimana dia] tidak membawa manhaj Salafi dengan sesungguhnya secara bersih dan murni. Diantara dalil bahwa ia tidak komitmen dengan manhaj ini, bahwa ia bersikap loyal kepada kaum takfir di Yaman, Jum’iyyatul Hikmah dan yang semisalnya. Juga bersikap loyal kepada selain mereka, Ikhwanul Muslimin. Dimana kesungguhan mereka dalam menghadapi pemikiran Iikhwani ini ? Mereka tidak punya keinginan (membantah pemikiran ikhwan, pen) kecuali untuk menarik diri dari manhaj Salafi” (ibid)

551
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Sesungguhnya, ucapan anda ini jelas-jelas menunjukkan keragu-raguan anda terhadap Status Ahlus Sunnahnya Ihya’ut Turots sebagaimana yang anda gembar-gemborkan kepada umat! Jangan menipu nurani anda!! Allahul Musta’an. Lalu apa artinya tulisan:”Yang nampak, kemudharatan-kemudharatan yang dikhawatirkan saat bermu’amalah dengan yayasan tadi tidaklah terjadi, alhamdulillah” (Lerai…,hal.242)?! Kalau demikian kenyataannya, (lagi-lagi) kenapa anda harus kuatir bahwa yayasan ini akan menyalurkan dananya kepada Ahli Bid’ah?! Apakah hati nurani anda sendiri sebenarnya meragukan statemen yang anda tulis wahai Firanda? Ataukah anda tidak mampu menutup kenyataan bahwa yayasan Hizby ini selama ini memang benar-benar telah terbukti membantu Ahlul Bid’ah wal Hizbiyyah?! Apakah anda hendak meruntuhkan pernyataan anda sendiri ?! Sesungguhnya, kalaulah anda benar-benar serius untuk “Melerai Pertikaian dan Menyudahi Permusuhan” ini, tentulah anda tunjukkan secara lengkap isi fatwa Kibar ulama yang anda katakan telah merekomendasikan yayasan tersebut. Kenapa cuma anda sebutkan namanama mereka? Ataukah anda kuatir bahwa fatwa-fatwa itu diketahui oleh umat “ternyata” termasuk juga rekomendasi tentang “pencetakan Al-Qur’an” dan rekomendasi tentang “Maktabah Thalabul ‘Ilm”?! Untuk menunjukkan bahwa: “Bahkan sebagian mereka merekomendasi yayasan ini berulang-ulang”(Lerai…, hal.226-227)?! Allahul Musta’an. Kalau anda benar-benar hendak menjadi hakim yang adil dan obyektif dalam permasalahan “khilafiyyah Ijtihadiyyah” ini, bukankah membeberkan isi fatwa-fatwa “murid-murid ulama Kibar” yang “jumlahnya lebih sedikit” dan bukti-bukti yang mendukungnya juga merupakan langkah yang mesti ditempuh?! Bagaimana mungkin anda menjadi hakim yang adil dengan menekankan bahwa “banyak kemaslahatan yang didapat dengan bermu’amalah dengan yayasan ini”(Lerai…,hal.242), sementara anda tidak menyinggung sedikitpun (minimal menguji keabsahan dan kebenaran pernyataan Syaikh Muqbil Rahimahullah tentang tersebarluasnya kemudharatan-kemudharatan besar dan penyelewengan manhaj dari yayasan ini dengan bukti-bukti yang beliau ungkapkan di berbagai negeri :”Jadi dakwah Ihya”ut Turots memecah belah umat. Dalam “Shahih Bukhari” disebutkan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda (yang artinya), “Muhammad pemisah manusia,” atau dalam riwayat lain berbunyi, “Muhammad memisahkan manusia.” Artinya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam memisahkan antara istri dengan suami, karena kadang istri menjadi muslimah si suami kafir, atau sebaliknya. Atau memisahkan anak dengan orang tua yakni kadang anaknya muslim sedangkan orang tuanya kafir, atau sebaliknya. Sedangkan Ihya'ut Turots memisahkan ahlus sunnah di banyak negeri seperti Mesir, Yaman, Kuwait, Emirat Arab, Haramain dan negeri lainnya (termasuk di Indonesia, red)” (http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=549). Apakah ucapan beliau ini hanya “omongkosong” belaka?! Masyayikh telah berdusta?? Ataukah engkau hendak mengatakan bahwa:”Mengenai mudharat yang dikhawatirkan mungkin saja terjadi,. Namun, kalaupun memang ada maka harus dibandingkan dengan maslahat” (Lerai…,hal.244). Tentu saja –di sisimu- bahwa mudharat “pecah belah umat” yang dilakukan oleh “dana” Ihya’ut Turots tidaklah sebanding dengan besarnya kemanfaatan, kemaslahatan dan kebaikan yang telah ditebarkannya kepada umat. 55 Bukankah demikian wahai As-Soronji?!
55

Adapun Syaikh Muqbil Rahimahullah? Syaikh Rabi’ Hafidhahullah? Syaikh Khalid, Syaikh Muhammad, Syaikh Ayyid? Syaikh Ahmad Najmi? Hafidhahumullah?Tentu berbeda timbangan “manfaat dan madharat” beliau Hafidhahumullah dengan timbangan As-Soronji!! Syaikh Muqbil berkata:” Dan saya perhatikan bahwa dosanya yang paling besar adalah memecah-belah Ahlus-Sunnah, memecah dai-dai ilallah. Na'am, dia sesatkan para da’i dengan dinarnya, bukan dengan pemikiran-pemikirannya. Maka dia [Abdurrahman Abdul kholiq] mendirikan pusatpusat [dakwah]. Yaa miskiin Ihyaut Turots! Dia mendirikan pusat-pusat dakwah dari Kuwait ke Indonesia, dari Kuwait ke Mesir, dari Kuwait ke Emirat Arab, dari Kuwait ke yang lainnya (Indonesia, yakni Abu Nida' cs, lihat http://www.salafy.or.id/download/atturots/). Membangun pusat-pusat dakwah dan Jam'iyah Ihyaut Turots yang akan membiayainya. Saya katakan: Ini adalah suatu kesalahan jika memberi dana [sebagai donatur] kepada Jam'iyah Ihyaut Turots. Ini adalah kesesatan yang besar karena mereka memecah-belah ahlussunnah. Mereka memecah-belah ahlussunnah di Jeddah, memecah-belah ahlussunnah di Sudan, dan mereka memanggil para pengikutnya dengan [nama] jamaah sesuai hawa nafsunya. Na'am, dan disitu ada golongan sampah juga, yang kepadanya dia mengemis dinarnya, bukan pemikirannya. Dan kita beri kabar baik untuk para pemuda Salafy dari Kuwait, bahwa Jam'iyah Ihyaut Turots telah menghabiskan dana yang sangat besar untuk mereka yang telah berubah di sini, di Yaman [agar menjadi pengikut mereka]. Akan tetapi seruan mereka mati dan tak berpengaruh. Na'am, dan telah dikatakan oleh beberapa orang di Kuwait [dari

552
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Ataukah engkau takut jika alasan-alasan “ulama Shighar yang jumlahnya lebih sedikit’ itu dalam mentahdzir Ihya’ut Turots engkau sebutkan pula, maka umat dapat dengan mudah mengetahui mana pendapat yang lebih “rajih” dari permasalahan “khilaf ijtihadiyyah” tentang Ihya’ut Turots?! Kalau engkau sedikit ilmiyyah, tentu akan engkau tunjukkan kesalahan dan kelemahan tahdzir dan bukti-bukti kesesatan serta penyimpangan Ihya’ut Turots yang disampaikan oleh Syaikh Muqbil Rahimahullah, Syaikh Rabi’ Hafidhahullah, Syaikh Khalid Raddadi Hafidhahullah, Syaikh Ahmad Najmi Hafidhahulah, Syaikh Muhammad bin Hadi Hafidhahullah, Syaikh Ayyid Asy-Syamiri Hafidhahullah dan beberapa “murid-murid ulama Kibar” lainnya. Adapun hanya sekedar “menyebutkan kemaslahatan-kemaslahatan yang di dapatkan jika bermu’amalah dengan yayasan ini” tanpa menyebutkan kemudharatankemudharatan yang karenanya para “murid-murid ulama Kibar” mentahdzirnya?! Duhai alangkah ilmiyyahnya jalan tarjih yang sedang engkau tempuh! Walhasil, keberanian As-Soronji untuk “menghadapi” Salafiyyin dengan berupaya “menetralisir” tahdzir yang dilakukan oleh “murid-murid ulama Kibar yang jumlahnya lebih sedikit” itu hanyalah bermodalkan sebuah risalah berjudul: “Syahaadaat Muhimmah li Ulama’ al-Ummah fi Manhaj wa A’maal wa Isdaaraat Jum’iyyah Ihyaa’ at-Turots al-Islami” (Lerai…, hal.226)!! Kita tidak tahu, kenapa Firanda tidak menyebutkan keterangan lebih lengkap bahwa risalah ini diterbitkan oleh Kantor Pusat Ihya’ut Turots di Qurtuba, Kuwait. Sengaja atau tidak, penyebutan lebih lengkap tentang penerbit risalah ini hanyalah akan mengundang komentar umat :”Ooo ternyata buku propaganda Ihya’ut Turots, pantas…”. Beberapa ulama “shighar” telah dihubungi untuk mengetahui komentar mereka tentang buku terbitan kantor pusat Ihya’ut Turots ini yang dijadikan rujukan utama oleh Firanda, secara umum mereka menyatakan bahwa buku ini “hanyalah talbis Ihya’ut Turots” semata. Jika demikian waqi’nya, maka pantas saja Salafiyyin di negeri-negeri Arab dan sekitarnya “tenang-tenang saja” walaupun Ihya’ut Turots mengeluarkan buku ‘sedahsyat ini”. Kenapa? Karena mereka sudah tahu betul dan paham trik-trik yang dilakukan oleh yayasan Hizby ini untuk mentalbis umat. Buku yang tidak laku di pasaran luar negeri tadi 56 akhirnya oleh Firanda diekspor ke Indonesia dan dielu-elukan sebagai “Buku Emas ” oleh Abu Salma dan orang-orang yang semanhaj dengannya. Allahul Musta’an. Betapa tidak, bukankah umat Islam Indonesia yang jauh jaraknya dari ulama menjadi potensi besar untuk melemparkan talbis “Tazkiyah Kibar Ulama terhadap Ihya’ut Turots”?! Siapa pula yang menyangsikan bahwa Kibar ulama adalah orang-orang yang sangat dihormati oleh Salafiyyin? Hanya saja Firanda lupa bahwa Salafiyyin Indonesia tidaklah terputus hubungannya dengan saudara-saudara mereka yang ada di Jazirah Arab dan sekitarnya terutama saudarasaudara mereka di Kuwait yang menjadi basis terdepan dalam menghadapi serangan Ihya’ut Turots! Merekalah yang akan “membocorkan” trik-trik jahat” dan “talbis-talbis beracun” Ihya’ut Turots kepada saudaranya, Salafiyyin di Indonesia. Jazakumullahu khairan katsira.

kalangan mereka] bahwa kita tidak memiliki dakwah selama Muqbil masih di Yaman. Na'am, ini ni'mat dari Rabb-ku, karena kamu telah memisahkan dirimu sendiri wahai orang yang berkata 'bahwa kita tidak memiliki dakwah di Yaman selama Muqbil masih di Yaman' (www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=548) Dan sekarang lihatlah wahai saudaraku, bagaimana Firanda begitu heroiknya dalam membela Ihya’ut Turots dan berusaha mematahkan statemen Syaikh Muqbil dan “murid-murid ulama kibar” tentang “dakwah pecah belah umat” yang dilakukan oleh yayasan tersebut. Firanda berkata: “Jawabnya: Perpecahan tersebut tidaklah terjadi kalau saja kita bersikap benar dalam menghadapi perbedaan pendapat yang ada di kalangan ulama Ahlus Sunnah. Salaf memiliki manhaj dalam menyikapi orangorang yang berselisih dengan mereka dalam permasalahan khilafiyyah ijtihadiyyah…” Bahkan Firanda melakukan “serangan balik”: ”Selanjutnya kita balik pernyataan kalian. Keadaan kalian yang melakukan tahdzir dan hajr tanpa pengikuti aturan yang benar itulah yang menimbulkan perpecahan di kalangan Salafiyyun. Karena antum menyelisihi manhaj salaf dalam menyikapi masalah khilafiyyah ijtihadiyyah. Apakah maslahat yang antum dapatkan dari tahdzir yang antum lakukan selain fitnah di kalangan Ahlus Sunnah?” (Lerai…, hal. 246-247). Tampaknya, Syaikh Muqbil Rahimahullah dan murid-murid ulama kibar –di sisi Firanda- masihlah “harus belajar lagi di alam nyata” untuk benar-benar meyakini bahwa dakwah Ihya’ut Turots adalah dakwah yang memecahbelah umat, kenyataannya? Justru sikap beliau “yang melakukan tahdzir dan hajr tanpa pengikuti aturan yang benar itulah yang menimbulkan perpecahan di kalangan Salafiyyun. Karena antum menyelisihi manhaj salaf dalam menyikapi masalah khilafiyyah ijtihadiyyah. Apakah maslahat yang antum dapatkan dari tahdzir yang antum –wahai Syaikh Muqbil Rahimahullah- lakukan selain fitnah di kalangan Ahlus Sunnah?” Allahul Musta’an. 56 Sepengetahuan penyusun, tidak ada kitab terbaik sekalipun hasil karya para Ulama Ahlul Hadits Ahlus Sunnah yang dipuji oleh para ulama lainnya sebagai “Buku Emas”!! Dan lihatlah, “Buku Emas” itu sekarang tlah berubah menjadi “besi tua” yang hanya dilihat sebelah mata oleh umat. Ternyata hanyalah emas sepuhan…mudah pudar terbuka diterpa hujjah yang nyata

553
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Benarlah apa yang dinyatakan oleh Syaikh Ahmad As-Siba’i Al-Kuwaity Hafidhahullah kepada Al-Akh Abdurrahman : ”Kami Kuwaitiyyin lebih tahu tentang Ihya’ut Turots, anda?” Bukanlah hal yang baru bahwa Hizbiyyin ketika mentalbis umat (kalau perlu) mereka bawakan fatwa-fatwa Kibar Ulama untuk mendukung mereka, tidak perlu dibahas bagaimana cara mendapatkan fatwa tersebut. Yang penting tazkiyah telah tergenggam di tangan. Sebenarnyalah bahwa ”trik” Firanda dengan ”menaiki kendaraan” yang dibuat di Kantor Pusat Ihya’ut Turots untuk menghantam Salafiyyin bukanlah hal yang benar-benar baru. Berkali-kali ”siasat” seperti ini dilakukan oleh Hizbiyyun lainnya, hanya saja hasilnya tetaplah nol besar, umat tidak mampu mereka kecoh, apalagi ulama’nya, Walhamdulillah. Strategi ini telah dilakukan terlebih dahulu oleh kalangan Hizbiyyun lainnya, bersembunyi dibalik fatwa atau pujian Kibar ulama. Namun demikian, apakah Hizbiyyun mampu menyelamatkan penyimpangan manhajnya dengan cara seperti itu? Lihatlah.. ”Bahkan Hasan Al-Banna yang dipuji Syaikh Ibnu Al-Jibrin –seorang ulama anggota 57 Kibarul Ulama- telah dikomentari dengan perkataan yang amat tendensius. Zaid bin Muhammad bin Hadi berkata tentang Hasan Al Banna, ”Bahwasanya tidak diperkenankan bagi setiap orang untuk menghormati, bahkan menjadikannya seorang imam yang dipanuti dalam akidah maupun akhlak, ibadah dan manhaj dakwahnya karena terdapat kesalahan fatal yang dibenci ulama as Salafiyyin ar Rabbani dalam beberapa segi itu”(Al-Ikhwanul Muslimun Mendhalimi..., hal.69-70). Demikian pula pembelaan Syaikh Abdullah Al-Jibrin Hafidhahullah dan Syaikh Bakr Abu Zaid Hafidhahullah (keduanya adalah anggota Hai’ah Kibarul Ulama) terhadap Sayyid Quthb telah dijadikan tameng oleh Ikhwanul Muslimin untuk menutupi tabir penyimpangan mereka. Farid Nu’man Al-Ikhwani berkata: ”Cukuplah bagi kita ucapan Syaikh Ibnu Al-Jibrin yang telah membaca buku-buku Syaikh Rabi’ yang berisi bantahan terhadap Sayyid. Ia berkata, ”Saya telah membaca tulisan Syaikh Rabi’ Al-Madkhaly tentang bantahan terhadap Sayyid Quthb, tetapi saya melihat tulisannya itu sebagai pemberian judul yang sama sekali jauh dari kenyataan yang benar. Oleh karena itu, tulisan tersebut dibantah Syaikh Bakr Abu Zaid (lihat 58 lampiran)” (ibid, hal.141-142). Inilah ”khilafiyyah Ijtihadiyyah” berikutnya: ”Imam Kabir Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz –mantan mufti kerajaan Saudi dan Ketua Hai’ah Kibarul Ulama- berkata, ”Buku-bukunya (Al57

Lebih lengkapnya, lihat pembelaan beliau terhadap Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb dan Abdurrahman Abdul Khaliq serta bantahan terhadap pembelaan ini di kitab:”Malhudhot wa Tanbihat ‘ala Fatawa Fadhilatusy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin wafaqahullahu Ta’ala fi Difa’ihi ‘an:Hasan Al-Banna wa Sayyid Quthb wa Abdurrahman Abdul Khaliq wanuqaduhu lima Katabahu haulahum Fadhilatusy Syaikh Rabi’ bin Hadiy Al-Madkhaliy” yang ditulis oleh SyaikhTsaqil bin Shalfiq Al-Qasimiy Adh-Dhufairiy. Sayangnya, hal-hal seperti ini dan beberapa contoh yang akan kita kemukakan menurut kaidah Firanda hanyalah khilafiyyah Ijtihadiyyah. Jangan kaget kalau dia akan mencecar anda dengan pernyataan maupun pertanyaan yang menohok! “Mungkinkah para ulama (kibar) mengeluarkan pernyataan tanpa ilmu dan tanpa mengetahui realita?! Bukankah ini termasuk mengikuti hawa nafsu?”(Lerai…, hal.225-226). “Ini mirip dengan cara hizbiyyin dalam menolak fatwa-fatwa para ulama Kibar dengan tuduhan mereka tidak mengetahui fiqhul waqi’, sehingga fatwa mereka mentah, tidak sesuai dengan kenyataan yang ada” (ibid, hal.225). ”Pernyataan ini secara tidak langsung menuduh bahwa para ulama kibar tidak mengetahui fiqhul waqi’ dan tidak tahu medan dakwah..” (ibid, hal.224). Dan tentu saja Firanda akan menjustifikasi pendapatnya dengan pernyataan:”Jika para ulama kibar yang memberikan rekomendasi saja bisa keliru dan salah, (apalagi) para ulama yang notabene mereka adalah murid-murid para ulama kibar tersebut tentunya kemungkinan untuk salah dan keliru lebih besar lagi”(ibid, hal.234-235). Tidakkah anda perhatikan wahai saudaraku bahwa buku Firanda ini dalam “dialog-dialog imajinernya” benar-benar mengekspolitasi berbagai “kemungkinan” dan (sama sekali!) tidak menyentuh substansi permasalahan kenapa” murid-murid ulama kibar” tersebut mentahdzir Ihya’ut Turots dan apa bukti-bukti nyata (tidak hanya berputar-putar tentang kemungkinan-kemungkinan saja!) yang mendukung sikap dan tahdzir para ulama yang jumlahnya sedikit tersebut! Bagaimana mungkin Firanda hendak Melerai Pertikaian ini sementara dirinya “berangkat dari Kantor Pusat Ihya’ut Turots di Qurtuba-Kuwait”?!! Allahul Musta’an. 58 “Pembelaan Syaikh Bin Jibrin dan Syaikh Bakr Abu Zaid Hafidhahumallah ini juga dinukil oleh Abduh Z.A. (yang salah satu bukunya direkomendasi oleh Caldok Muhammad Arifin) dalam buku pembelaan terhadap kelompokkelompok sempalan “Siapa Teroris?…, hal.317-319, 321-322) Alangkah miskinnya Farid Nu’man Al-Ikhwani dan Abduh Zulfidar Akaha Al-Ikhwani yang masih saja menggunakan pembelaan usang sementara pemiliknya sendiri (Syaikh Bakr Abu Zaid) telah rujuk dari pendapatnya ini! Ternyata beliau baru tahu bahwa Ikhwanul Musliminlah yang telah menyebarkan “lembaran” tadi di Yaman dan negeri lainnya dengan disertai foto Sayyid Quthb dan diberi judul “Nashihah Adz-Dzahab/Nasehat Emas”. Cukuplah bagi beliau dengan mengetahui kesalahannya dari orang-orang yang menyebarkan kertas itu. Ternyata mereka adalah musuh Syaikh Bakr sendiri, musuh manhaj yang Haq”. Kita menunggu, bagaimana sikap Firanda terhadap Khilafiyyah Ijtihadiyyah ini?! Allahul Musta’an. Demikianlah, di sisi Ikhwani ada “Nasehat Emas” dan di sisi sururi ada “Buku Emas”, keduanya sama-sama bertamengkan “tazkiyah” Kibar ulama. Allahumma.

554
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Qaradhawy-peny) memiliki bobot ilmiyah dan sangat berpengaruh di dunia Islam.” Imam al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albany –ahli hadits terkemuka abad duapuluh- berkata, ”Saya diminta (al Qaradhawy) untuk meneliti riwayat hadits serta menjelaskan kesahihan dan kedha’ifan hadits yang terdapat dalam bukunya (Halal wal Haram). Hal itu menunjukkan ia memiliki akhlak yang mulia dan pribadi yang baik. Saya mengetahui itu semua secara langsung. Setiap dia bertemu saya dalam satu kesempatan, ia akan selalu menanyakan kepada saya tentang hadits atau masalah fiqh. Dia melakukan itu agar ia mengetahui pendapat saya mengenai masalah itu dan ia dapat mengambil manfaat dari pendapat saya tersebut. Itu semua menunjukkan kerendahan hatinya yang sangat tinggi dan kesopanan dan adab yang tiada tara. Semoga Allah Swt mendatangkan 59 manfaat dengan keberadaannya . Mengapa pengikut kedua Syaikh itu tidak mengambil 60 manfaat dari kesaksian mereka?”(ibid, hal.182) . ”Syaikh Al-Albany telah menjadi saksi ketawadhu-an dirinya” (ibid, hal.174). Akhirnya:”Sesungguhnya Syaikh Bin Bazz dan Syaikh Al-Albany telah menjadi saksi tentang pribadi Al-Qaradhawy seperti yang telah disebutkan sebelumnya”(ibid, hal.221). Aih, Ikhwanul Muslimin telah membawa ”tazkiyah” Syaikh Biz Bazz dan Syaikh Al-Albani terhadap Al-Qaradhawy!! Yassalam. Farid Nu’man Al-Ikhwani melanjutkan: ”Namun, justru sering muncul pandangan subyektif dari sebagian kecil kalangan yang gemanya melebihi suara aslinya. Lucunya, mereka bukanlah ulama, melainkan thalibul ilmi (penuntut ilmu). Kenyataannya hanya orang besar yang dapat menghargai orang besar. Mereka tidak lebih dari sekelompok anak-anak muda –dengan dukungan beberapa Syaikhnya- yang baru belajar beberapa kitab salaf (klasik). Sayangnya lidah mereka menjulur melebihi ilmunya...”(ibid, hal.175) Disana, ada fatwa lain dari ”murid-murid Kibar ulama yang mewakili pandangan subyektif sebagian kecil kalangan” tentang petinggi Ikhwany ini. Syaikh Muqbil Rahimahullah bahkan menulis satu kitab khusus tentangnya yang berjudul: ” “Iskatu Kalbun awi fi Raddi ‘ala Yusuf Al-Qaradhawi”, Mendiamkan Anjing Menggonggong sebagai Bantahan Kepada Yusuf Qaradhawi!! Masih komentar tentang Qaradhawy, ”Sayangnya, Asy-Syaikh Ali Hasan Al-Atsary hafizhullah -kami mencintainya karena Allah ’Azza wa Jalla- pun ikut-ikutan merendahkan Syaikh AlQaradhawy dengan menyebutnya sebagai salah satu tokoh rasionalis abad modern yang mendahulukan akal di atas nash....Adapun guru Syaikh Ali –Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah- justru memuji Al-Qaradhawy dalam mukadimah bukunya, Ghayatul Maram fi Takhrijil Halal wal Haram” (ibid, hal.178-179). Tapi sudahlah wahai saudaraku, karena Firanda akan segera ”mendatangi anda” untuk menyodorkan pernyataan bahwa hal ini adalah permasalahan ”Khilafiyyah Ijtihadiyyah”!! Dan dia akan ”menakut-nakuti anda” dengan pertanyaannya (bandingkan:Lerai..., hal.237-238) :”Lantas kenapa antum tidak sekalian men-tahdzir atau bahkan meng-hajr ”Syaikh Bin Bazz” dan ”Syaikh Al-Albany” yang memberi rekomendasi kepada Al-Qaradhawy? Bukankah para Syaikh inilah yang menjadi sebab terbukanya pintu untuk bekerjasama dengan Al-Qaradhawy (gembong Ikhwani), yaitu dengan adanya rekomendasi (baca:pujian) mereka kepada AlQaradhawy ini? Adapun orang-orang yang bermu’amalah dengan Al-Qaradhawy –gembong Ikhwani- hanyalah merupakan akibat (dampak) dari rekomendasi tersebut. Kenapa kalian begitu gencarnya memerangi akibat dan tidak memerangi sebab sumber ”malapetaka”?” Apakah pertanyaan ”kritis” seperti ini, wahai Firanda? Firanda juga berkata secara ”provokatif”:”Lantas kenapa antum tidak sekalian saja mentahdzir atau bahkan menghajr Syaikh Fauzan dan Syaikh Alusy Syaikh yang memberi
59 60

Muhammad Nashiruddin Al-Albany, Ghayatul Maram fi Takhrijil Hadits Halal wal Haram, hal.14 Itu adalah komentar Farid Nu’man setelah membawakan “tazkiyah” Syaikh Bin Bazz dan Syaikh Al-Albany Rahimahumallah terhadap Qaradhawy, gembong besar Ikhwanul Muslimin. Adapun Firanda? Apakah dia juga akan “tega” mencecar Salafiyyin dengan ucapan:” “Mungkinkah para ulama (kibar) mengeluarkan pernyataan tanpa ilmu dan tanpa mengetahui realita?! Bukankah ini termasuk mengikuti hawa nafsu?”(Lerai…, hal.225-226). “Ini mirip dengan cara hizbiyyin dalam menolak fatwa-fatwa para ulama Kibar dengan tuduhan mereka tidak mengetahui fiqhul waqi’, sehingga fatwa mereka mentah, tidak sesuai dengan kenyataan yang ada” (ibid, hal.225).”Pernyataan ini secara tidak langsung menuduh bahwa para ulama kibar tidak mengetahui fiqhul waqi’ dan tidak tahu medan dakwah..”(ibid, hal.224). Dan tentu saja Firanda akan menjustifikasi pendapatnya dengan pernyataan:”Jika para ulama kibar yang memberikan rekomendasi saja bisa keliru dan salah, (apalagi) para ulama yang notabene mereka adalah murid-murid para ulama kibar tersebut tentunya kemungkinan untuk salah dan keliru lebih besar lagi”(ibid, hal.234-235). Lalu dimana Al-Haq itu berada wahai Firanda kalau setiap perbedaan pendapat ternyata “engkau bungkam” dengan kaidah “Khilafiyyah Ijtihadiyyah”mu?! Allahul Musta’an.

555
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

rekomendasi kepada yayasan tersebut? Bukankah para Syaikh inilah yang menjadi sebab terbukanya pintu untuk bekerjasama dengan yayasan tersebut, yaitu dengan adanya rekomendasi mereka kepada yayasan ini? Adapun orang-orang yang bermuamalah dengan yayasan tersebut hanyalah merupakan akibat (dampak) dari rekomendasi tersebut. Kenapa kalian begitu gencarnya memerangi akibat dan tidak memerangi sebab sumber ”malapetaka”?..” (Lerai..., hal.237-238). Saudaraku, jangan anda termakan ”provokasi” Firanda untuk mentahdzir bahkan menghajr Syaikh Fauzan dan Syaikh Alusy Syaikh!! Kenapa? Karena ini adalah kesalahan fatal dan anda memasuki lubang perangkapnya!! Cap Haddady telah menanti anda!! Dan demikianlah adanya sikap ghuluw Haddadiyyin yang harus kita enyahkan!! Bagaimana mungkin Salafiyyin dipaksa untuk memberikan sikap yang sama antara kepada ulama Mujtahidin dengan para pengekor hawa nafsu dan Hizbiyyah?! Tentulah beda!! Kedua, katakan dengan jujur kepada umat wahai Firanda, sejak kapan Abu Nida’, Ahmas Faiz, Abu Haidar dan pembesar pembela Ihya’ut Turots Indonesia memegang fatwa para ulama tersebut? Apakah ketika mereka tersenyum penuh kemenangan ketika Abdurrahman Abdul Khaliq melecehkan Salafiyyin pada peristiwa ”Tragedi Daurah Al-Irsyad Tengaran” mereka sudah memegang fatwa ”Khilafiyyah Ijtihadiyyah”mu? Apakah ketika mereka, Abu Mush’ab dan teman-temannya bersama-sama guru mereka, Syarif Hazza Al-Mishri menyerang dan memerangi Salafiyyin Ahlus Sunnah dan para ulamany,a mereka juga telah memegang ”kaidah sakti” Khilafiyyah Ijtihadiyyahmu? Apakah ketika mereka, Yusuf Utsman Ba’isa dan cs-nya dari kelompoknya Abu Nida’ dan Ahmas Faiz menerjemahkan dan menyebarkan selebaran keji buatan Hizby-Khabits Asy-Syaiji murid Abdurrahman Abdul Khaliq juga termasuk dari Khilafiyyah Ijtihadiyyahmu? Anak-anak ingusan ini kuatir bahwa ketika semua kejadian penyerangan hebat terhadap dakwah Salafiyyah di atas ternyata dirimu belumlah ”terlahir” di medan dakwah ini!! Engkau muncul bak pahlawan yang akan menengahi dan menyelesaikan permasalahan ini dengan kaidah Khilafiyyah Ijtihadiyyah!! Semua beres, ini hanyalah...Khilafiyyah Ijtihadiyyah, Allahu yahdik. Sejak kapan engkau dan mereka memegang ”Syahadah Muhimmah” yang diterbitkan oleh Kantor Pusat Ihya’ut Turots? Baru kemarin ”siang”-kan? Ketiga, apakah engkau wahai Firanda tidak menyadari bahwa Abdurrahman Abdul Khaliq beserta seluruh jajaran Ihya’ut Turots Kuwait akan tersenyum bangga penuh kemenangan 61 jika mengetahui isi buku emasmu ini?! Allahul Musta’an. Keempat, tidakkah engkau wahai Firanda menyadari, betapa mirip “misi yang diemban” bukunya (Lerai Pertikaian…) dengan buku Farid Nu’man (Al-Ikhwanul Muslimun Mendhalimi…)? Perhatikanlah:”Kami jumpai orang-orang yang mencela Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb, Al-Ghazaly dan Al-Qaradhawy hanyalah thalibul ilmi yang tidak meneladani syaikh-syaikh mereka yang ‘ihtiram (hormat) terhadap ulama lain. Antara Syaikh AlQaradhawy dan Syaikh bin Bazz maupun Syaikh Al-Albany, tidak ada masalah apa-apa. Mereka saling mencintai karena Allah Swt walau mereka tidak sedikit berbeda dalam ijtihad fiqh yang klasik maupun kotemporer. Lisan dan tulisan mereka bersih dari saling mencela. Anehnya, kalangan yang menjadikan syaikh-syaikh itu sebagai ikutan, justru amat bersemangat dan tidak ada bosannya dalam menelanjangi kehormatan tokohtokoh Ikhwan dalam bentuk buku, majalah, buletin dan taklim dengan alasan tahdzir (memperingatkan) umat dari kekeliruan. Apakah hanya itu amal soleh mereka ataukah mereka memang lahir untuk itu? Apakah Allah Swt telah memberikan izin kepada mereka untuk menyebut pihak lain sesat, salah, firqah, hizbiyyah bukan hizbullah, dan keluar dari manhaj salaf?”(ibid, hal.226).
61

Lihatlah wahai saudaraku ungkapan kemenangan dan “terima kasih” kaki tangan Ihya’ut Turots Indonesia kepada Abdullah Taslim dkk di situs muslim.or.id Andi Muhammad Arief April 12th, 2006 10:31 38 Ba’da Tahmid, Tsana’ wa Sholah, saya adalah muwadhof di Jam’iyah Ihya Turots Islamy (JITI) Maktab Indonesia dan silahkan anda-anda semua membaca AD/ART nya sehingga akan tahu bagaimana itu JITI. Jazakumullah ya Ustadz Abdullah Taslim atas perjuangan menegakkan islam diatas manhaj yang benar. Saya berani bersumpah atas nama Allah bahwa Manhaj SALAF / Ahlussunnah adalah manhaj yang benar dan selamat.(Muslim.or.id, Komentar no.38 atas artikel:Menjawab Tudingan Pada Dakwah Salafiyah)

556
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Terakhir, kami akan memberikan suatu contoh kejadian yang dialami oleh Salafiyyin Inggris pada 10 tahun yang lalu yang sangat persis dengan apa yang dialami oleh Salafiyyin Indonesia di saat ini. Kaset tanya jawab Syaikh Muqbil Rahimahullah “Tuhfatul Mujiib ‘an As’ilat-il-Haadir wal-Ghariib (hal 143-147), sumber asli “Kaset Pertanyaan dari Inggris” yang direkam pada 13 Ramadham 1416 H. Pertanyaan: Terdapat suatu perkumpulan diantara kita (di Inggris) bernama Al-Markaz Al-Islamiyyah AlMuntada. Mereka mempunyia hubungan dengan Muhammad Surur dan juga menjual bukubuku karangannya serta berinteraksi dengannya. Mereka juga mendapat rekomendasi dari Syaikh Abdul Aziz bin Bazz dan Syaikh Utsaimin yang menyatakan dukungan untuk mengadakan kerjasama dasn berhubungan dengan mereka. Jadi apa nasehat Syaikh terhadap Al-Muntada dan juga nasehat kepada Salafiyyin yang bekerjasama dan bekerja dengan mereka dalam dakwah? Jawaban: Nasehatku untuk mereka adalah supaya kembali kepada kondisi mereka ketika dahulu mendakwahkan Al-Qur’an dan As-Sunnah di dalam majalah mereka “Al-Bayan” dan “AsSunnah”. Kita dahulu sangat menyukai kedua majalah tersebut. Tetapi kemudian realitas menjadi jelas bahwa mereka kenyataannya adalah Hizb yang menjauhkan kaum Muslimin dari para ulama Salaf. Dan aku menasehati mereka supaya tidak berselisih dengan para penguasa Muslim. Mereka ini telah menyebabkan perpecahan di dalam tubuh Ahlus Sunnah di Yaman, Haramain, Najd, Sudan, Mesir dan banyak negara muslim lainnya. Mereka mengajak manusia untuk tidak peduli terhadap ilmu dien ini. Mereka dulunya adalah sekelompok pelajar yang belajar kepada kita, kemudian mereka bergabung dengan orangorang Hizbiyyah. Sejak saat itu mereka mulai menghina Ikhwan Salafiyyin lainnya dan juga kepada kita….. Jadi saya katakan: “Jika Syaikh Bin Bazz dan Syaikh Bin Utsaimin telah memberikan tazkiyah (rekomendasi) kepada Al-Muntada sebelum terjadinya krisis Teluk, maka kedua Syaikh ini tidak bisa disalahkan karena kita juga ketika itu memuji majalah Al-Bayan dan menghimbau Muslimin untuk bekerjasama dengan mereka. Tapi jika mereka (kedua Syaikh) memberikan 62 tazkiyah tersebut sesudah terjadinya krisis Teluk (saya berpikir hal itu tidak mungkin terjadi) 63 maka kedua Syaikh ini telah melakukan kesalahan . Sehingga saya akan mengatakan kepada kedua Syaikh ini: “Orang-orang ini telah memecah belah kaum Muslimin di sisi di Yaman, dan mereka telah berubah menyerang dan menunjukkan sikap permusuhan terhadap AhlusSunnah”… “Jadi jika kedua Syaikh tersebut memberikan tazkiyah (rekomendasi), maka mereka harus menarik kembali tazkiyahnya, seperti yang saya lakukan ketika permusuhan mereka kepada 64 saya menjadi jelas dan terbukti selama krisis Teluk dan juga di Yaman …..Jadi saya katakan
62

Perhatikanlah wahai saudaraku, betapa besarnya prasangka baik Syaikh Muqbil Rahimahullah kepada Syaikh berdua yang mulia ini. 63 Ini adalah contoh yang sangat bagus untuk menyingkap talbis Firanda. Kita sengaja membawakan jawaban dari Syaikh Muqbil Rahimahullah agar kita tidak dikatakannya menolak fatwa-fatwa Kibar ulama sebagaimana yang dilakukan oleh Sururiyyun yang menuduh Masyayikh tidak mengetahui fiqhul waqi’. Maka, apakah Firanda masih mampu untuk berkata kepada Syaikh Muqbil Rahimahullah:” “Mungkinkah para ulama (kibar) mengeluarkan pernyataan tanpa ilmu dan tanpa mengetahui realita?! Bukankah ini termasuk mengikuti hawa nafsu?”(Lerai…, hal.225-226). “Ini mirip dengan cara hizbiyyin dalam menolak fatwa-fatwa para ulama Kibar dengan tuduhan mereka tidak mengetahui fiqhul waqi’, sehingga fatwa mereka mentah, tidak sesuai dengan kenyataan yang ada” (ibid, hal.225). ”Pernyataan ini secara tidak langsung menuduh bahwa para ulama kibar tidak mengetahui fiqhul waqi’ dan tidak tahu medan dakwah..” (ibid, hal.224). Dan tentu saja Firanda akan menjustifikasi pendapatnya dengan pernyataan:”Jika para ulama kibar yang memberikan rekomendasi saja bisa keliru dan salah, (apalagi) para ulama yang notabene mereka adalah murid-murid para ulama kibar tersebut tentunya kemungkinan untuk salah dan keliru lebih besar lagi”(ibid, hal.234-235). Duhai alangkah mahalnya sebuah kebenaran. 64 Syaikh Muqbil Rahimahullah berkata: Amma ba’du, Sururisme (Sururiyyah) adalah suatu penisbatan yang ditujukan kepada Muhammad Surur Zainal ‘Abidin. Pada awalnya dia berdiam di Kuwait, dimana dia mengeluarkan (mengarang) beberapa kitab yang baik yang didalamnya menjelaskan tentang aqidah Syi’ah serta buku-buku bagus lainnya. Kemudian dia pindah ke Jerman lalu ke Inggris (United Kingdom,red), dimana akhirnya dia menetap disana. Lalu disana dia memproduksi majalah berjudul “Al Bayan”, kami dulu benar-benar gembira akan hal itu. Kemudian dia pun memproduksi majalah lainnya, yaitu “As Sunnah”, dan kami pun bersikap sama. Dan pada waktu itu kami katakan, “Inilah jawaban yang selama ini kita tunggu-tunggu”. Beberapa saudara kita pun memuji majalah Al Bayan dan kami pun waktu itu memujinya dengan mengatakan : “Tidak didapati (majalah) yang dapat

557
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

kepada para Masyayikh untuk menarik kembali pernyataan tazkiyah, seperti yang Allah Ta’ala sebutkan dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa”(Q.S. An-Nisa’:107) Dan firman Allah: ”Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendakiNya dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.” (Q.S. An-Nisa.:49) Para Hizbiyyun ini menggunakan tazkiyah tersebut dengan tujuan untuk menipu manusia, sehingga tidak dibenarkan penggunaan tazkiyah semacam ini,……” (Lebih lengkap lihat: Tuhfatul Mujeeb ‘an As’ilat-il-Haadir wal-Ghareeb, hal 143-147). Sesungguhnya kebenaran itu bersama bukti, hujjah dan dalil, bukan banyak atau sedikitnya orang. Masih adakah kaum Muslimin yang tertipu oleh “buku Emas” Firanda yang “nebeng” Syahadah Muhimmah bikinan Kantor Pusat Ihya’ut Turots Kuwait di Qurtuba untuk menghadang fatwa-fatwa “murid-murid Kibar ulama yang jumlahnya notabene lebih sedikit”?! Allahul Musta’an.

menyamainya”. Namun seperti itulah keadaan dari Hizbiyyah, pada awalnya mereka seakan-akan berdakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah sehingga hati umat melekat pada mereka, dan kekuatan mereka pun bertambah meningkat. Ketika mereka (umat) mengetahui ada bahwa ada kritikan atasnya, maka kritikan tersebut tidak berpengaruh apa-apa padanya, sehingga mereka menampakkan apa yang mereka sebenarnya ada diatasnya. Majalah “As Sunnah”, atau lebih tepat disebut “Al Bid’ah”, menyerukan umat untuk menjauhi para ulama dan menuduh para ulama sebagai tidak proaktif, dibayar oleh pemerintah dan tidak mempunyai pemahaman terhadap hal-hal terkini (Fiqhul Waqi’). Namun, Alhamdulillah, topeng dari sururi-sururi (pengikut paham Sururiyyah,red) itu pun terbongkar pada masa perang Teluk. Ini adalah anugerah dari Allah ‘Azza wa Jalla. Saya ingat waktu itu membaca beberapa perkataan (di dalam majalah mereka) yang didalamnya terdapat celaan terhadap Syaikh Al Albani – rahimahullah - , dikarenakan beliau membuat sebuah ceramah yang direkam yang berjudul “Pertemuan dengan Sururi”. Kemudian di halaman yang lainnya mereka memberikan pujian kepada Syaikh Bin Baz. Maka aku pun sadar terhadap arti dari pujian ini, yaitu agar mereka tidak dikatakan “Mereka menyerang para ulama”. Beberapa hari setelah dikeluarkannya fatwa Syaikh Bin Baz tentang diperbolehkannya membuat perjanjian damai dengan Yahudi, mereka pun melancarkan serangan terhadap beliau. Maka inilah fakta dalam rencana mereka yang sebelumnya dipendam dengan baik, dalam rangka menjauhkan umat dari para ulama! (Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=837)

558
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

BAB PENUTUP
MAKAR DAN PENGKHIANATAN SURURIYYUN-IKHWANIYYUN TERHADAP KAUM MUSLIMIN SERTA UPAYA MEREKA DALAM MENIPU & MEMPERMAINKAN MASYAYIKH URDUN
Sampai saat ini, Daurah Masyayikh Yordan yang mereka selenggarakan telah berlangsung 5 kali : Daurah I: 9-13 Pebruari 2001 atau 15-19 Dzulqa'dah 1421 Daurah II: 17-21 Maret 2002 atau 3-7 Muharam 1423 Daurah III: 25-29 Juni 2003 atau 24-28 Rabiutstsani 1424 Daurah IV: Desember 2004 atau Syawal 1425 Daurah V: 14 sore-18 Pebruari 2006 Mereka katakan bahwa salah satu bukti kecintaannya terhadap dakwah Salafiyyah dan Ulamanya adalah bukti upaya mereka berkali-kali mendatangkan murid-murid Ahlul Hadits, Syaikh Al-Albani dari Yordania! Mereka katakan pula bahwa kesediaan hadir Masyayikh Yordan adalah salah satu bukti keSalafiyyahan mereka! Merekapun tidak lupa menyatakan bahwa:"Kalau benar tuduhan kalian bahwa kami adalah Hizby-Sururi, apakah mungkin Hizbiyyin-Sururiyyin mau repot-repot (dengan mengeluarkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit) mendatangkan ulama-ulama Ahlussunah untuk memberikan nasehat dan bimbingan dalam acara Daurah Masyayikh?! Abdurrahman Tamimi berkata penuh percaya diri (seolah-olah kedoknya tiada diketahui): ”Sungguh kita telah merasakan manfaat daurah-daurah kita ini dan para dai juga telah banyak mengambil pelajaran darinya hingga banyak orang-orang yang marah tapi ribuan orang banyak yang mengambil faedah darinya. Dan daurah ini merupakan salah satu sebab tersebarnya dakwah yang diberkahi ini di negeri kita hingga membuat murka orang-orang harakah, takfiriyyin, sufiyyin serta para pengaku salafiyyah. Mereka semua menjerit, mengeluh dan menujukan tuduhan-tuduhan dusta lagi palsu kepada para ulama serta dai-dai salafiyyah. Setiap orang yang tidak bergabung dengan mereka dijuluki tidak paham waqi'/fakta, dan para ulama dituduh dengan tuduhan dusta, menjauhkan manusia dari mereka, mencaci serta meendahkan ulama. Demikian jembatan yang memanjang dari celaan dan cercaan kepada para ulama umat ini.”( Muqaddimah Daurah Ke – 5 Oleh Ust Abdurrahman at-Tamimi, Salafindo.com) Kalaulah tuduhan itu adalah tuduhan dusta dan fitnah, tentulah bukan bukti ilmiyyah yang diserta. Bukankah begitu bapak direktur? Syaikh Muhammad Musa Nashr berkata: "Ini saatnya bagi seorang Muslim untuk berfikir dengan akalnya dan menggunakan akalnya secara baik dan meninggalkan taklid. SUATU HAL YANG MEMBUAT SAYA HERAN ADALAH, APAKAH KALIAN MEMPERCAYAI BAHWA ORANG-ORANG YANG TERLIBAT DENGAN HIZBIYAH AKAN MENCINTAI ULAMA DAN MURID-MURID MEREKA? APAKAH MEREKA AKAN MENGUNDANG MURID-MURID YANG TELAH BELAJAR KEPADA ULAMA-ULAMA BESAR INI, SUPAYA HADIR DAN MEMBERIKAN CERAMAH? Apakah kalian mempercayai hal ini?? Hal ini adalah dua hal yang saling berlawanan yang tidak mungkin dapat bersama" (Nasehat Syaikh Ali Hasan Dan Syaikh Musa Nashr Ketika Dauroh Di Masjid Brixton, Abusalma.blogspot.com) Kita katakan: Mungkinkah ya ikhwah bahwa orang-orang yang terlibat Hizbiyyah akan mengundang muridmurid ulama besar supaya hadir dan memberikan ceramah?! Dan mungkinkah ya Ikhwah bahwa hal itu adalah bukti kecintaan mereka terhadap dakwah Salafiyyah dan ulamanya?! Kita akan melihat bukti kepastiannya....dan bukan kemungkinannya!!! Yang jelas, bukti kehadiran Syaikh Salim di Markaz Dakwah Jum'iyyah Hizbiyyah Ihya'ut Turots cabang Jahra Kuwait dan di kesempatan lainnya bintang tamu berikutnya (baca:guest star) adalah Abu Ishaq Al-Huwaini (bukti riil berupa foto spanduk ”selamat datang” terlampir, nama file abiishaq-at-turats.JPG) di tempat yang sama merupakan satu poin jawaban yang telak bahwa

559
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Fakta yang kita pegang adalah bukti yang Pasti (dan bukan lagi kemungkinan!) bahwa Hizbiyyin terbukti telah mendatangkan dan mengundang murid-murid ulama besar supaya hadir dan memberikan ceramah untuk melegalkan dakwah Hizbiyyahnya!! Beberapa kejadian "unik" Pasca Daurah Masyayikh Yordan ke-1 di Indonesia sejak bulan Dzulqa'dah 1421/Februari tahun 2001 (terakhir, Sururiyyun mengadakannya pada bulan Pebruari 2006). Ma'af jika beberapa kejadian harus kami ulang karena untuk memudahkan penekanan waktu dengan kedatangan Masyayikh Yordan ke Indonesia/Markaz mereka. 1. Al-Irsyad mengadakan Daurah para da’i secara marathon di 5 pulau (Madura:28 Dzulhijjah 1421H s/d 1Muharram 1422H; Lombok:2 s/d 5 Shafar 1422H, Irian Jaya:17 s/d 20 Shafar 1422H; Banda Aceh: 2 s/d 5 Rabiul Awal 1422H; Banjarmasin: 28 Rabiuts Tsani s/d 2 Jumadil Ula 1422H) yang diisi oleh Quartet Hizbul Irsyad: ABDURRAHMAN TAMIMI (pemegang Surat Kuasa 4 Masyayikh Yordan, ketika itu baru memegang Surat Kuasa dari Syaikh Salim dan Syaikh Ali Hasan), MUBARAK BAMU'ALIM (wakilnya di Ma'had Al-Irsyad), 65 FARID OKBAH (Takfiri Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad) dan YUSUF BA'ISA (wakil Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad) (alirsyad-alislamy.or.id_majelis-dakwah_pelatihan-da’i.htm) Catatan penting: Abdurrahman Tamimi dan Mubarak Bamu'alim mendatangkan Masyayikh Yordan bulan Februari 2001. HANYA SATU BULAN SETELAH ITU, MEREKA SUDAH BERANI berkeliling Indonesia bersama gembong Sururi yang menerjemahkan dan menyebarkan selebaran keji Syayiji (Yusuf Utsman Baisa) dan Takfiriyyun Farid Okbah untuk mentraining dai-dai AlIrsyad-plus!! Apakah kita masih percaya dengan "bualan mereka" bahwa Si Pembesar Hizby tidak kenal dan tidak memiliki hubungan "kekerabatan"(baca:manhaj!) dengan Farid dan Yusuf? Ingatlah pula wahai saudaraku bahwa Farid ini juga menyebarkan "virus" bahwa Salman AlAudah dengan buku terkenalnya Al-Firqatun Najiyah adalah Ahlussunnah!! Dia juga merujuk pada pendapat Hasan Al-Banna ketika membahas Ciri-ciri Ahlus Sunnah!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kedok Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad ini terbongkar ketika menulis artikel "Siapakah Ahlu Sunnah Wal Jama'ah Yang Sebenarnya?", dipublikasikan pada Tuesday, 06 May 2003 di situs LDATA Ikhwanul Muslimin (aldakwah.org/modules.php?name=News&file=article&sid=274). Artinya sudah 2/3 kali ya Ikhwah Hizbul Irsyad-nya Surkati mendatangkan Masyayikh Urdun dan Nakhoda Dakwahnya masih memiliki "nafsu Hizbiyyah" yang keterlaluan sehingga berani menjadikan Salman AlAudah si gembong besar Sururiyyun Internasional lapis pertama sebagai rujukan ciri-ciri Ahlussunnah!! Bukankah hal ini merupakan istihza' terhadap para ulama Ahlussunnah?! 2. Yazid Jawaz (DDII, Ihya' dan Haramain), Mubarok Bamu'allim (Al-Irsyad), Abu Ihsan (Ihya') bergabung dengan Muhammad Yusuf Harun (LDATA Al-Ikhwani), Geis Abad (Sekretaris Majelis Pendidikan dan Pengajaran Al-Irsyad "illegal" Farouk) dan Masdun Pranoto (Sekretaris Jenderal PP.Al-Irsyad "illegal" Farouk Badjabir) serta Presiden PK Al-Ikhwani, Hidayat Nurwahid menerbitkan buku terjemah Tafsir Ibnu Katsir pada bulan Rabi'ul Awal 1422H/Juli 2001 yang dicetak oleh Pustaka Imam Syafi'i (lihat promo penerbit ini di situs resmi Al-Sofwa) catatan penting: Masyayikh Yordan Daurah ke-1 bulan Dzulqa'dah 1421/Pebruari 2001 dan mereka terangterangan berkoalisi dengan Presiden Ikhwani HANYA 5 BULAN SETELAH DAURAH MASYAYIKH PERTAMA!! Abu Salma berupaya menipu umat dengan berkilah bahwa da’i-da’i Sururi pujaannya tidak tahu-menahu kemesraan ini. Kita tegaskan bahwa bukti Tafsir hasil Rifqan Sururi-Ikhwani yang kita pegang adalah cetakan kedua tahun 2003, sementara cetakan pertamanya adalah tahun 2001, ada selang waktu yang cukup lama 2 tahun (24 bulan!). Seminggu dua minggu atau sebulan dua bulan adalah alasan yang sangat relevan menyikapi “ketidaktahuan ini” apalagi untuk sebuah mega-proyek yang mendapatkan imbal jasa atas jerih payahnya. Adapun setelah 24 bulan?! Tidak mengetahuinya ? bagaimana dengan komunitas Hizbiyyin65

Bahkan telah terjadi” koalisi manhaj” yang sebenar-benarnya antara Gembong Quthbiyyin (Yusuf Ba’isa) dengan pembesar Irsyadiyyin (Chalid Aboud Bawazer) ketika Yusuf Ba’isa menikahkan anaknya (Maryam) dengan Ahmad, anak dari “si Tangan putih yang menolong dakwah”, Chalid Bawazer!! Sungguh merupakan strategi dakwah yang luar biasa.

560
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Sururiyyin-Ikhwaniyyin dari Sabang sampai Merauke yang menyambut dan membeli dengan antusias Tafsir Ibnu Katsir yang melibatkan Ustadz-Ustadz Sururi kaliber Nasional mereka ?! Apakah kesemuanya “tertidur nyenyak” sehingga tidak ada seorangpun yang membaca dan mengetahui bahwa nama-nama da’i mereka yang tertulis di Kitab Tafsir yang mereka pegang dan miliki bercampurbaur dengan gembong Ikhwani dan Takfiri-Irsyadi?! Dua tahun –wahai saudaraku kaum Muslimin- mereka mengaku “tertidur lelap” di hadapan buku “heboh” hasil karya mereka sendiri, sampai kemudian mereka terbangun dan terbelalak dari mimpi indahnya karena beberapa anak ingusan memamerkan lembaran koalisi “kantong berisi kita khan jumpa lagi” ini ?! Ataukah kalian –wahai Hizbiyyun- sudah terlalu sering dan terbiasa melihat dan menyaksikan koalisi ustadz Sururi dan Ikhwani (sebagaimana bukti-bukti yang telah lalu) sehingga (walaupun) membaca berkali-kali MOUH (Memorandum of Understanding Hizbiyyah) koalisi “Lintas Manhaj” para da’i pujaan hati tetapi toh kecemburuan seseorang yang “mengaku bermanhaj Salafy” tidak tergerak setitikpun?! Lalu apa sebenarnya materi Al-Wala’ wal Bara’ yang selama ini diajarkannya oleh para ustadz pujaan hati dan PERASAAN itu?! Ah, akrobat Hizbiyyah para da’i lintas manhaj itu mah udah biasa atuh (logat Sururi di daerahnya Abu Haidar)!! Apakah salah kalau Ustadz kondang kami mengajarkan rifqan-rifqanan kepada kami ?! Sungguh Allah adalah sebaik-baik saksi atas semua penyimpangan Hizbiyyah ini. Yazid Jawaz, da’i-da’i Al-Sofwa (misal : Abu Qatadah, Abdul Hakim Abdat) dan LDATA memiliki hubungan erat dengan DDII, padahal DDII memiliki organisasi "militer" bernama KOMPAK yang (di daerah konflik) didominasi dan dikendalikan oleh orang-orang Khawarij pasukan Laskar Mujahidin dan pimpinan teroris (Abubakar Ba'asyir) menjadi penasehatnya! Itu dari segi SDM (Sumber Daya Manusia)nya. Adapun sumber pendanaannya? Ternyata kelompok Sururinya Yazid Jawaz dengan kelompoknya DDII ini juga memiliki SDK (Sumber Daya Keuangan) yang sama. Kedua kelompok Hizbiyyah tersebut sama-sama keluarga Besar Dinar Hizbiyyah, baik Ihya’ut Turots atau Lajnah Khairiyyah Al-Mustarakah, Hai’ah Ighatsah, Jam’iyyah Darul Birr, Syarikah ArRajhi Riyadh (lihat juga sumber dana Al-Irsyad) dan beberapa organisasi lainnya. Lebih lengkapnya, lihat sumber dana DDII di buku “Menunaikan Panggilan Risalah Dokumentasi Perjalanan 30 Tahun Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia yang disusun oleh Lukman Hakiem dan Tamsil Linrung, hal.45-46. Wahai Yazid Jawas si da’i kondang! Bukankah antara komunitas Sururimu dengan tetangga sebelahmu yang engkau sendiri sering mengisi di Masjid kebanggaannya (AlFurqan Kramat Raya) dan Masjid ini sangat “ma’ruf” di kalangan Sururi Jabotabek sebagai salah satu sumber taklim mereka ternyata masih satu keluarga besar !! Bahkan pengumuman resmi Daurah Dirasah Islamiyah V pada tanggal 15-24 Juli 2000 di Bandung (assunnah.or.id/berita/kegiatan/dauroh3.php) dimana bergabung para komandan lapangan Hizbiyyun seperti:Abu Umar Basyir (pengajar di Ma’had Bukhari Solo), Abu Haidar (mudir yayasan Ihya’us Sunnah Bandung), Fariq Anuz (pengajar di Islamic Centre Jeddah), Abu Ihsan (pengajar di Ma’had Jamilurrahman), Khalid Syamhudi (mudir Ma’had Jamilurrahman), Aunur Rafiq (Ma’had Al-Furqan Gresik) dan engkau wahai Yazid tertulis keterangan:”PENGAJAR DI MASJID AL-FURQAN JAKARTA)!!! Kolonisasi pembela Hizby telah tersaji!! Hal yang lebih surprise lagi adalah pada halaman 12-13 buku resmi DDII tersebut terdapat nama-nama orang yang pernah/masih menjadi pengurus di DDII yang tidak asing lagi bagi kita yaitu H.Husein Umar, KH.Didin Hafidhudin (petinggi partai Ikhwani), Amien Rais (ex kandidat Presiden dari salah satu parpol pluralisme), Muzayyin Abdul Wahab (lihat pembahasan Al-Sofwa), Geys Amar (orang Al-Irsyad juga khan ?), Yahya Muhaimin, dll. Demikianlah kenyataan yang ada di depan mata, betapa semuanya ternyata masih “kerabatnya” Yazid Jawaz! Abdul Hakim Abdat ! Abu Qatadah!! ’Aal…Hizby!! Allahul Musta’an. 3. Abdullah Hadrami yang juga dipakai sebagai Khatib Jum'at di Masjid Al-Irsyad Surabaya (tempat daurah Masyayikh Yordan) tahun 1425H/2004 NEKAD memimpin do'a politik bagi Presiden PK-Al-Ikhwani hanya beberapa waktu sebelum Daurah Masyayikh Yordan yang ke4 dilaksanakan!! Hasilnya? Do'anya terhadap Hno1 "terkabul" bukan?! Orang inipun masih terus dipakai oleh MABES Abdurrahman Tamimi sebagai Khatib Jum’ah tahun 2005 dan 2006.

561
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Catatan penting: Daurah Masyayikh Yordan telah berlangsung 3 kali!! Dan Saudara muda Abdurrahman Tamimi ini masih punya nyali untuk menunjukkan kepada umat jiwa keIkhwaniannya dengan bergabung bersama Presiden Ikhwani!! Bahkan mendo’akannya!! Kalau dia berkilah telah bertaubat dari keakraban itu, maka cukuplah bukti kaset/CD taubat yang kita pegang sebagai bukti bahwa orang ini terus berusaha menanamkan talbis dan tadlis yang jauh lebih besar kepada umat dengan perkataannya bahwa “perselisihan diantara kita hanyalah karena salah paham saja”!! Wahai kaki tangan Ihya'ut Turots!! Masyayikh Salafiyyin telah membongkar kedok Hizbiyyah dan upaya kalian dalam menyebarkan perpecahan dengan "iming-iming" "dinar Hizbiyyah" kalian dan kalian masih mampu untuk menyatakannya hanya sebagai kesalahpahaman?! Wahai da’i Jum'iyyah Irhabiyyah Al-Haramain!! Jum’iyyah Al-Sofwa As-Sururiyyah!! Ulama kami telah mentahdzir organisasi kalian dan kalian "masih punya nyali" untuk menyatakannya sebagai buah dari kesalahpahaman?!Ya, kesalahpahaman antara Syaikh Bin Baz dengan Muhammad Surur!! Antara Syaikh Al-Albani dengan Sururiyyun!! Antara Syaikh Rabi’ dan Syaikh Muqbil dengan Ihya’ut Turots dan Abdurrahman Abdul Khaliq!! Antara berpuluh-puluh Masyayikh salafiyyin dengan beratus-ratus serdadu dan abdi setia jaringan organisasi Hizbiyyah Internasional yang siang malam menjajakan dinar Hizbiyyahnya untuk membeli Kehormatan dan manhaj Salafiyyin!! Wahai kaki tangan Al-Sofwa Al-Muntada!! Bukankah salah satu sumber dana yang direkomendasikan oleh Salman Al-Audah kepada Muhammad Khalaf-Bos kalian itu adalah Ihya'ut Turots?! Bukankah kalian terbukti mempromosikan gembong-gembong Sururiyyun Internasional, bersekongkol dan bersekutu dengan kelompok Hizbyyah lainnya untuk mengHizbiyyahkan umat dan -engkau wahai Hadrami!- masih punya "nafsu" untuk menyatakannya hanya sebagai kesalahpahaman?! Wahai Hizbul Irsyad!! Penjajah Belanda telah banyak berjasa dalam membantu kesulitankesulitan Surkati dan jasa itu terbalaskan dengan status Surkati yang diangkat sebagai "Syaikh" bagi para pejabat penjajah Belanda kafir!! Dan ingat pula upaya Surkati dalam mempersaudarakan kalian dengan Khurafiyyun, Syi'ah, Anjing-Anjing Neraka dan melecehkan dakwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai Wahabisme, Wahabi-Musyaddid serta berbagai sepak terjangnya yang menyerang "manhaj Salaf" dan kalian masih punya muka untuk menyatakannya hanya sebagai kesalahpahaman?! Apakah “ketegasan” Salafiyyin untuk tidak terkecoh dan terbuai dengan pengakuanmu sebagai murid Syaikh Utsaimin Rahimahullah karena melihat sepak terjang Sururimu yang terlalu kentara; melihat kemesraanmu bersama “temen-temen” Ikhwanimu di KPP (Pajak) Batu bahkan engkaupun diundangnya ke sana untuk “liqa’” dan “mentarbiyah” mereka; melihat kedekatanmu saat tampil bareng dengan “Haidar Bawazer” seorang tokoh Ikhwani 66 yang “tidak asing lagi” bagi para “pemain lama” di kota Malang ; menyaksikan betapa eratnya engkau bersama “rekan-rekan” Ikhwani ke sana ke mari mempromosikan buku “la Tahzan” milik “virus Aids” Al-Qarni yang engkau katakan (ketika berduet dengan Haidar saat menjawab pertanyaan “Bagaimana pendapat ustadz tentang Aidl Al-Qarni?”) sebagai: “Ulama yang Shaleh”!! Tidakkah lebih jujur jika virus Aids Al-Qarni itu engkau katakan dengan kalimat pujian yang lebih lengkap:”Ulama (kesa)yang(an) (Abdullah) Shaleh (Hadrami)!!! Adakah yang masih ragu bahwa orang ini adalah Sururi?! Ucapanmu wahai Abdullah Hadrami:"..Karena kalau kita mau jujur, ternyata semuanya sama, ajarannya, kitabnya sama, gurunya sama, semuanya sama. Perpecahan tidak ada,
66

dr. Haidar Bawazer ini pernah berkata di depan salah seorang Ikhwan Malang (Akh Suwaifi) bahwa: ”Syaikh Rabi’ adalah agen CIA di Arab Saudi!”. Ikhwaniy! Hat Burhanakum inkuntum shadiqun!! Jangan karena kedok kesesatan tulisan-tulisan gembong-gembong besar Ikhwanul dibongkar oleh Syaikh Rabi’ Hafidhahullah dan kalian tidak mampu membantahnya secara ilmiyyah maka kalian kemudian melemparkan jurus “maling teriak maling!” Lantas Abu Salma mengikutinya dengan menuduh sdr Ibrahim memakai metode CIA lantaran menyebarkan artikel Open House bersama Rachdie yang membeberkan Curriculum Vitaenya dan profil dirinya secara detail saat mencari jodoh di situs muslimintro.com. Darimanakah engkau tahu itu metode CIA? Apakah dari film detektif yang engkau tonton sehingga mengenal benar metode berbagai agen asing kafir tersebut, kenapa bukan sebagai agen FBI, Mossad atau agen asing lainnya, atau dari kursus sampingan selain C-TPAT yang diselenggarakan Departemen Bea Cukai dan Perbatasan USA ?

562
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

yang ada hanyalah mungkin kesalahpahaman, kesalahpahaman. Mungkin itu terburu-buru menghukumi sebelum tabayyun dan yang lainnya." Dan tentu saja “gacoan” baru Sururi semacam Abu Qatadahpun bisa berpromosi seperti dirimu sebagai murid Syaikh Muqbil Rahimahullah seperti pamflet yang ditempelkan oleh pasukan bodrexmu!! Hanya saja kalian berdua menutup rapat-rapat kata kunci “durhaka”, ya murid-murid Syaikh Utsaimin dan Syaikh Muqbil Rahimahumallah yang “durhaka”, itulah kalimat selengkapnya!! Apakah anak-anak ingusan itu engkau suruh bertabayyun dulu kepada Surkati di liang kuburnya wahai Sururi untuk memastikan bahwa tulisannya di Adz-Dzakhirah yang sesat dan menyesatkan itu benar-benar tulisannya?! Cukuplah koalisi dakwah Hizbiyyah kalian, wala' kalian dan pembelaan kalian terhadap Al-Sofwa, At-Turots, Al-Haramain, LDATA, Ikhwanul Muslimin, MMI-Khawarij, DDII-KOMPAK-Laskar Mujahidin, tulisan Surkati di Adz-Dzakhiirah sebagai hujjah atas kalian!! Bukankah halaman-halaman buku-buku kebanggaan Hizbul Irsyad telah kita cantumkan dengan jelas?! Bukankah fakta Surkati sebagai "sahabat" dan "Syaikh" pejabat penjajah kafir Belanda juga kita tuliskan dengan jelas halamannya?! Dan bukankah bukti keakraban komunitas Sururiyyin yang kalian "go-publik"kan juga kita cantumkan sumbernya?! Kenapa anak-anak ingusan itu harus tabayyun dulu kepada kalian jika kalian sendiri yang mempublikasikannya?? Dari sumber kalian sendirilah fakta dan data itu berasal!! Sekian ratus Ustadz di seluruh Indonesia di pihak Salafiyyin dan lebih banyak lagi serdaduserdadu Hizbiyyin (termasuk dirimu!) di pihakmu wahai Ustadz Pramuka!! Dan engkau katakan bahwa permusuhan dan peperangan ini sebagai hasil dari : “kesalahpahaman, kesalahpahaman. Mungkin itu terburu-buru menghukumi sebelum tabayyun dan yang lainnya”. Engkau dusta wahai Abdullah Hadrami!! Engkau dusta!! Dan engkau dusta!! Sungguh Allah adalah sebaik-baik saksi atas kedustaanmu ini!! Dan engkau akan tahu bahwa Masyayikh Salafiyyin sekaliber Syaikh Ahmad bin Yahya AnNajmi dan Syaikh Ubaid Al-Jabiri Hafidhahumallah yang dikenal oleh Salafiyyin sebagai Masyayikh yang -Walhamdulillah- tidak bisa didekati apalagi dikibuli oleh Hizbiyyin dan antekanteknya (walaupun mereka menyamar sebagai Salafy!) ternyata termasuk pula yang engkau tuju dengan ucapanmu:” Mungkin itu terburu-buru menghukumi sebelum tabayyun dan yang lainnya”. Kita katakan sekali lagi:”Engkau benar-benar Hizby penyesat umat dan pendusta besar!” 4. Pesantren Al-Irsyad Tengaran terbukti mempropagandakan majalah Al-Bayan-London edisi Muharam 1424H/2003M. Catatan penting: Berarti Daurah Masyayikh sudah berlangsung 2 atau 3 kali dan mereka MASIH SANGAT BERANI untuk terus menjadi corong kesesatannya Sururiyyin internasional!! Adalah ujian besar bagi Dakwah Salafiyyah Al-Mubarakah bahwa Masyayikh Yordan pada daurah yang ke-5 kalinya (atas undangan Hizbiyyun Indonesia!) ternyata pada tanggal 20/01/2006 pagi telah diagendakan untuk mengisi di Ma’had Al-Irsyad Tengaran (sebagaimana yang dipropagandakan oleh situs Ma’had Al-Irsyad Surabaya) yang telah kita buktikan sebagai salah satu corong Media Sururi Internasional, Al-Bayan!! Dan lihatlah wahai saudaraku kaum Muslimin yang menghendaki kebenaran, bahwa pimpinan majalah yang memusuhi dan dimusuhi Masyayikh Salafiyyin (DR. Adil bin Muhammad As-Salim) ini namanya juga termaktub di kitab Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha karya Syaikh Abu Ibrahim bin Sulthan Al-Adnaniy di halaman 189)!! Bahkan Pesantren inilah (di masa kepemimpinan Yusuf Baisa) merupakan sumber fitnah Quthbiyyah-Sururiyyah-Turotsiyyah yang sangat keras permusuhannya terhadap Manhaj Salaf!! Bahkan gembong Sururi sekaliber Abdurrahman Abdul Khaliq-pun didatangkan untuk menyebarkan kesesatan di negeri ini!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dan…-sekali lagi Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un- Masyayikh Yordan telah dijadwalkan untuk mengisi di salah satu pusat fitnah yang terbesar di negeri ini!! Allahul Musta’an. Hanya kepada Allah kita mengadu. 5. Pesantren yang sama juga bekerjasama dakwah dengan Lajnah Khairiyyah AlMustarokah/Ihya', Al-Sofwa, dan At-Turots Kuwait. Inilah bukti bahwa Hizbul Irsyad benarbenar berhubungan "dinar Hizbiyyah" dengan Jum'iyyah-Jum'iyyah Hizbiyyah!

563
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Apakah engkau –wahai Abdurrahman pendusta!- masih berkelit mengaku tidak memiliki hubungan Hizbiyyah dengan Pesantren “Al-Irsyad Abdurrahman Abdul Khaliq” ini?! 6. Lulusan Pesantren ini (tahun 1421/1422H) didistribusikan ke berbagai yayasan/pesantren di berbagai penjuru daerah di Indonesia yang dikenal membela dan mengibarkan dakwah Hizbiyyah (At-Turots,Yayasan As-Sunnah, Al-Irsyad, Hidayatullah,dll) Maka dengan jadual acara Daurah Masyayikh Yordan di Ma’had Al-Irsyad Tengaran yang telah dipublikasikan terang-terangan di situs Salafindo.com, terhapus sudah keraguan (orangorang yang ragu!) bahwa antara Ma’had Al-Irsyad Tengaran sebagai peletak dasar dan pelopor gerakan Hizbiyyah-Quthbiyyah-Sururiyyah-Turotsiyyah di Indonesia dengan Ma’had Ali Ai-Irsyad Surabaya benar-benar memiliki hubungan historis dan manhaji!! Lagi-lagi bukti terang-benderang betapa Abdurrahman Tamimi dan kelompoknya sungguh-sungguh merupakan Pendusta Besar yang menjadi motor gerakan Hizbiyyah di negeri ini!! Walaupun bersembunyi di belakang kesalafiyyahan Masyayikh Yordan!! 7. Menyebarluaskan VCD Daurah Masyayikh Yordan di Masjid Istiqlal yang merupakan hasil kerjasama antara Yazid Jawaz (gembong DDII, Ihya', Al-Sofwa dan Al-Haramain AlHizbiyyah), Mubarak Bamu'allim (Ma'had Al-Irsyad Surabaya sang Wakil setia Abdurrahman Tamimi), Zaenal Abidin (gembong Al-Sofwa). Diterbitkan oleh Pustaka/Maktabah Abdullah yang juga menerbitkan buku-buku dan VCD ceramah da’i-da’i Sururiyyin lainnya (Abdul Hakim Abdat, Mubarak, Abu Qatadah, dll). Selain menjadi pemegang kuasa penerbitan acara Daurah Masyayikh Yordan, -Alhamdulillahkita mendapatkan bukti bahwa Pustaka Abdullah juga berusaha menyesatkan umat dengan VCD berjudul ‘’Vidio Biografi Syaikh Bin Bazz” yang telah ditelaah oleh da’i kondang Sururiyyun seperti Fariq Anuz dan Aris (Munandar?). Apakah keistimewaan VCD ini? Yusuf Qaradhawi sebagai gembong besar Ikhwani disusupkan kedalamnya dan sungguh hal ini sudah cukup sebagai bukti alangkah jahatnya Sururi!! Syaikh Bin Bazz-pun dijadikan senjata ampuh untuk mentalbis umat!! Dan Subhanallah, serapat apapun mereka menyembunyikan kedok Hizbiyyahnya, semirip apapun baju dan wewangian Salafy yang dipakai dan dikenakannya, toh Hizby tetaplah Hizby!! Nafsu Hizbiyyahpun tidak akan mampu mereka sembunyikan walaupun Syaikh Bin Bazz Rahimahullah yang dijadikan kedok Salafynya!! Allahu Akbar!! Wajah Qaradhawi adalah buktinya!! Sungguh bagi kita (utamanya kaum Muslimin awam) betapa VCD Maktabah Abdullah ini sangat berbahaya!! Jangan sampai kaum Muslimin menelan mentah-mentah syubhat di dalamnya, antara lain: >>VCD ini seolah-olah atas persetujuan Syaikh Bin Bazz! Gambar-gambar dan foto-foto beliau Rahimahullah!! Orang awam akan berkata:”Jadi boleh sebenarnya memfilmkan kehidupan dan gambargambar para ulama Ahlussunnah, Syaikh Bin Bazz aja ada filmnya! Apalagi ulama yang dibawah beliau …Kalau saja mereka adalah Salafiyyin yang sedikit “memiliki rasa hormat” atas beliau Rahimahullah, maka tentu saja akan ilmiyyah jika melengkapi dan menayangkan bukti bahwa film semacam ini diridhai oleh beliau Rahimahullah!! Apakah Syaikh bin Bazz Rahimahullah merasa bangga dan tertolong oleh film-film Maktabah Abdullah Al-Hizby?! >>Bisa saja orang awam berkata:”Kalian dusta wahai Salafiyyin!! Ternyata Ikhwanul Muslimin tidaklah membenci dakwah Salafiyyah dan da’i-da’inya!! Buktinya? Di VCD Syaikh Bin Bazz Maktabah Abdullah As-Sururi juga menayangkan komentar dan pujian DR.Yusuf Qaradhawi, seorang ulama besar Ikhwanul Muslimin yang memuji-muji Syaikh Bin Bazz dan tidak ada satu katapun yang memusuhi beliau apalagi menyakiti dakwah beliau!! Kita katakan:”Kalian dusta dan Hizby penyesat wahai Maktabah Abdullah!” >>Syubhat lainnya:”Ternyata jenggot gaul (pendek, cepak dan rapi) itu ada juga dasarnya, bahkan mencukur habis jenggot ada pula dasarnya!! Buktinya? di VCD Syaikh Bin Bazz Maktabah Abdullah, para ulama dan orang-orang yang berkenan memberikan komentar dan pujian terhadap Syaikh Biz Bazz ada juga yang seperti itu!!” >>Yang lebih parah lagi (naudzubillah) jangan sampai ada kaum Muslimin yang berkeyakinan bahwa Yusuf Qardhawy adalah salah satu ulama Ahlussunnah !! Buktinya? Wajah dan suara “beliau” juga ada di VCD Syaikh Bin Bazz keluaran Maktabah Abdullah!! Sekali lagi kita katakan:”Sungguh kalian –wahai Maktabah Abdullah- benar-benar Hizby penyesat umat!! Catatan penting:

564
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

> Al-Sofwa adalah kepanjangan tangan dari Al-Muntada London. Organisasi ini secara terbuka menyatakan bekerjasama dengan Ihya'ut Turots, Al-Haramain, Hidayatullah (Hizby), LDATA Al-Ikhwani dan para da’inya. Undang Undang Dasar Organisasi ini pula yang berani berdusta atas nama Rasulullah dan Salaful Ummah dengan pernyataannya bahwa membuka aib dan kesesatan suatu kelompok:"BUKAN BERASAL DARI PETUNJUK NABI DAN BUKAN PULA TELADAN DARI PARA SALAFUL UMMAH"(alsofwah.or.id/index.php?pilih=hal&id=2) >Zainal Abidin ini pula yang dipublikasikan oleh situs L-DATA sedang "ASYIK" berkoloni-ria dengan Salim Segaf Al-Jufri (pejabat tinggi di PK Al-Ikhwani) dan Muhammad Yusuf Harun penguasa LDATA Al-Ikhwani (aldakwah.mwebco.id/009info/2002/index.php?idn=06). >Bahkan gembong-gembong Sururi Internasional-pun berusaha dicekokkannya kepada umat dan dicampurbaurkan dengan nama-nama para Ulama Salafy semacam Syaikh Al-Albani (bukti terlampir, nama file Lampiran 8_Gembong Sururi Internasional.jpg) ! Dan sungguh hal ini benar-benar talbis Iblis yang dilancarkan oleh Al-Sofwa Al-Muntada untuk menyesatkan umat!! Berapa tahun kalian wahai serdadu-serdadu Al-Sofwa menikmati dan menegakkan punggung-punggung kalian diatas semua kejahatan keji ini?! Menjadi boneka dan corongcorong Hizbiyyahnya?! Menjadi pembela kesesatannya?! Ujung-Ujungnya…Duit!! Ya, UUD!! Apakah kalian wahai Hizbul Irsyad masih bisa berkelit UNTUK menyatakan tidak memiliki hubungan dengan Al-Sofwa dan At-Turots serta para serdadu bayarannya? Tidakkah kalian mau menerima kenyataan secara "ikhlas" bahwa saudara kami yang di Kuwait telah menjelaskan dengan gamblang tentang si Quthbiy petinggi Al-Irsyad, Yusuf Ba'isa yang datang ke Kuwait dan langsung mengajukan dana kepada Ihya'ut Turots Kuwait bagi stasiun pemancar radionya?! Bagaimana pula dengan dana Ihya'ut Turots yang diterima oleh PP. Al-Irsyad?! Menjelaskan secara rinci alur distribusi majalah Sururi As-Sunnah dari negeri ini ke Kuwait?! Sebenarnya, rekomendasi kalian di Salafindo.com.com terhadap "Ustas" Ahmas Faiz gembong Ihya' saja sudah cukup sebagai bukti kedustaan isi MubahalahHaddadiyyah Abdurrahman Al-Kadzab!! Lebih-lebih lagi setelah kalian wahai Ma’had Al-Irsyad dan Abdurrahman Al-Kadzab mempublikasikan jadual acara bahwa Masyayikh Yordan-pun ternyata pada tanggal 19 Pebruari 2006 dijadwalkan mengisi di Ma’had Bukhari At-Turotsy (walaupun pada akhirnya diurungkan dan diganti berkunjung ke sarang Ihya’ut Turots Indonesia di Ma’had Jamilurrahman dan Ma’had Bin Bazz)!! Semakin nyata permusuhan ini!! Semangkin jelas peperangan ini!! Benar-benar kalian satu shaf dan satu manhaj!! Sekali lagi, (dengan bukti nyata ini) sungguh Abdurrahman Tamimi adalah jenis manusia yang tidak memiliki rasa malu sedikitpun ketika dengan gagahnya menantang bermubahalah dengan mengatakan:” :”…MEREKA TELAH MENGATAKAN TENTANG KAMI DAN TENTANG MA’HAD KAMI BAHWASANYA KAMI MEMPUNYAI HUBUNGAN DENGAN YAYASAN AL-SOFWAH DI JAKARTA DAN AT TUROTS…” >Telah kita ketahui pula bahwa LDATA adalah organisasi Ikhwani yang merekomendasikan kaset seorang gembong teroris Takfiri NII Abubakar Ba'asyir (aldakwah.org_iklan_daftar kaset.htm, kaset no.202), merekomendasikan Tafsir "Fi Dzilalil Qur'an" milik gembong Ikhwanul Muslimin sekaligus pelopor gerakan pengkafiran terhadap pemerintah Muslim, Sayyid Quthb (aldakwah.mweb.co.id/005buku_islami/resensi_index.htm) dan hampir semua kaset da’i-dai'i sururi. >Farid Okbah (gembong Al-Irsyad dan kaki tangan Ba'asyirNIIKhariji) dan bekas Presidan Ikhwani DR.Didin Hafidhudin adalah 2 orang yang diberi beasiswa oleh L-DATA Al-Ikhwani, aldakwah.mweb.co.id_009info_2002_index.php_idn20.htm (berita 30 Juli 2001, 5 BULAN SETELAH DAURAH MASYAYIKH YANG KE-1) Adapun jaringan da’i-da’i Hizbiyyin-Sururiyyin-Takfiriyyin yang berta'awun Hizbiyyah dengan organisasi Ikhwani ini adalah: Farid Okbah (Takfiri Nakhoda Dakwah Al-Irsyad); Zainal Abidin (gembong Al-Sofwa penerjemah Daurah Masyayikh Yordan di Istiqlal) dan Khalid Syamhudi (gembong Ihya'ut Turots)-lihat aldakwah.mweb.co.id/009info/2002/index.php?idn=33 dalam acara bedah buku "Mengapa Memilih Manhaj Salaf:Studi Kritis Solusi Problematika Umat" karya Syaikh Salim Al-Hilaly. Tentu saja penerjemahan tersebut tidak akan terwujud kecuali Khalid Syamhudi-Gembong Ihya'ut Turots ini telah "ditazkiyah" terlebih dahulu oleh Abdurrahman Tamimi untuk menerjemahkannya!!!! Dan perhatikanlah wahai saudaraku bahwa acara ini terselenggaran hasil kerjasama antara organisasi Ikhwani LDATA dengan

565
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

organisasi Sururi LBIA Al-Atsary!! Memang, Sururi adalah anak kandung Ikhwanul Muslimin!; Musthofa Aini (Quthbiyyun-Gembong Al-Sofwa), Amin Jamaludin (Sururi), Abu Qatadah (Sururi si Pedang Tumpul Haus akan Fulus), Hartono Ahmad Jaiz (spesialis aliran sesat tapi dia sendiri tersesat di Sarang Sururi, "murid" Yazid Jawaz yang menyatakan bahwa Mubtadi' Ihya'ut Turots-Abdurrahman Abdul Khaliq adalah seorang ulama) dan Farid Ahmad Okbah meramaikan Ta'awun Hizbiyyah antara LDATA dengan DDII di markas besarnya, masjid AlFurqan Kramat Raya 45 Jakpus pada tanggal 7 Juli 2002-lihat aldakwah.mweb.co.id/009info/2002/index.php?idn=23. Perhatikan ya Ikhwah, telah 2 kali mereka menyelenggarakan daurah Masyayikh (daurah ke2 dilaksanakan pada 3-6 Muharram 1423/17-20 Maret 2002) atau hanya 4 bulan setelah Daurah masyayikh ke-2 mereka adakan, ternyata anggota komunitas Sururi ini secara gagah berani saling bersimbiosis "fulusalisme" dengan organisasi Ikhwani dan DDII yang telah kita singkap hakekat nyata sepak terjangnya bersama Jama'atul Jihadnya Ba'asyir!! Kalau kita perhatikan, beberapa kegiatan LDATA tampak bekerjasama erat dengan Al-Furqan DDII. 8. Al-Irsyad Farouk Badjabir (pengundang Masyayikh Yordan ke Indonesia) mengangkat kembali seorang takfiri (Farid Okbah) dan Quthby (Yusuf Ba'isa) sebagai Ketua dan Wakil Ketua Majelis Dakwah periode 2002-2007. Merekalah pemegang kendali dan Nakhoda kapal Hizbul Irsyad yang sesungguhnya!! Catatan penting: Daurah Masyayikh telah berlangsung 1 atau 2 kali!! Dan Hizbul Irsyadnya sang Al-'Allamah Syaikh Salafy Surkati As-Sudani masih punya nyali untuk mengangkat "sampah-sampah dakwah" sebagai Ketua dan Wakil Ketua Majelis Dakwah Organisasi Salafy Irsyadi Surkati!! Sampai tahun ini (2006M) daurah Masyayikh telah berlangsung selama 5 kali dan Takfiri Farid Okbah serta Qutby Yusuf Ba'isa masih bertengger menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad!! Adakah manfaat dari Daurah masyayikh Yordan yang mereka laksanakan berkali-kali?! Inilah realisasi nyata seruan dakwah Pan Islamisme Surkati:" DAN KELOMPOK KHAWARIJ, MESKIPUN MEREKA EKSTRIM, DIA MASIH KHARIJIYNA/GOLONGAN KITA… Masingmasing itu kaum Muslimin, orang-orang yang beriman dan orang-orang yang mencari ridha Allah. "(Majalah Adz-Dzakhirah, juz 1, Muharram 1342H, hal.5). Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. 9. Abdurrahman Tamimi ketika berpidato di Muktamar Masyayikh Salafiyyin ke-1 tanggal 1315 Jumadil Akhir 1425H melancarkan fitnah dan kedustaan bahwa : a.Ahmad Surkati terpengaruh oleh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (Majalah Neo Adz-Dzakhiirah, Ed.10/Th.II/2004/1425H, hal. 13-14) PADAHAL dia adalah pengagum berat Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi Al-Yahudi! (Majalah Adz-Dzakhirah, juz 7,1342H/1924M, hal.319-320) b.Barisan terdepan dari kelompok-kelompok Hizbiyyah adalah PK Al-Ikhwani ((Majalah Neo Adz-Dzakhiirah, Ed.10/Th.II/2004/1425H, hal.14) PADAHAL Markas Dakwahnya (Masjid AlIrsyad Surabaya) telah mendatangkan Quartet Hizbul Ikhwan lapis pertama di Jawa Timur!!! >>Gubernur Ikhwani Jawa Timur, Rafi' Munawar Lc sebagai Khatib Jum’at Tahun 2004 (lihat Daftar Khatib Jum'ah Masjid Al-Irsyad Surabaya tahun 2004/1425H), tahun 2005 dan tahun 2006!! Catatan penting: 2004M/1425H adalah tahun yang sama ketika mereka mengadakan Daurah Masyayikh yang ke-4! SUDAH TIGA KALI YA IKHWAH (bulan Desember 2004 untuk ke-4 kalinya) MEREKA MENDATANGKAN MASYAYIKH YORDAN dan mereka masih sangat luar biasa berani untuk menghadirkan Gubernur Ikhwanul Muslimin agar mendakwahi dan menceramahi para Jama'ahnya!! Astaghfirullahal 'Adzim!! >>Moch.Sholeh, Lc. Nama lengkapnya, H.Muhammad Sholeh Drehem, Lc,MAg. Direktur Ma’had Ukhuwah Islamiyah Surabaya. Ketua IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) Jatim, dilantik tanggal 10-7-2005. Ikadi.org (situsnya) dipimpin oleh Didin Hafidhudin (bekas Presidan Ikhwani), Ahzami Sami’un, Hidayat (bekas Presiden Ikhwani), Rahmat Abdullah, Nurmahmudi (bekas Presiden Ikhwani). Ikadi jelas-jelas merupakan sayap propaganda partai Ikhwanul Muslimin Indonesia.

566
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Alangkah pentingnya kedudukan Muhammad Sholeh Drehem ini di markas besar “Salafy Imitasi” Surabaya (Masjid Al-Irsyad) sehingga mulai tahun 2004, 2005, dan 2006 dipakai sebagai Khatib Jum’at!! Lihatlah betapa daurah ke-5 sudah diagendakan secara jelas tetapi merekapun sungguh sangat heroik sehingga berani mengagendakan pula gembong besar Ikhwanul Muslimin Jawa Timur, Rafi’ Munawar dan Muhammad Shaleh Drehem sebagai Khatib tahun 2006!! >>Agung Cahyadi, lengkapnya Agung Cahyadi, MA. Orang yang dipakai oleh MABES Abdurrahman Tamimi ini sebagai Khatib Jum’at tahun 2004 merupakan salah satu pembesar Partai Ikhwanul Muslimin Jawa Timur!! Karena itulah dia sempat menjadi “kuda hitam” dalam pemilihan Ketua Dewan Syari’ah Jatim walaupun pada akhirnya harus puas sebagai “kuda hitam” karena hanya mendapatkan dukungan 5 suara saja. Ketika maju menjadi salah kandidat dalam bursa pemilihan Ketua Umum, lagi-lagi dia harus puas hanya sebagai “kuda hitam” saja karena hanya mampu mendulang 6 suara (bukti terlampir, nama file www.keadilan.or.id_modules_news_print.php_storyid_655.gif). Jadi apa yang kita harapkan dari orang-orang yang mengaku dan berkampanye dimanamana untuk memperjuangkan penegakan syari’at Islam ini?! Belum lagi berhasil mengambil alih kekuasaan di negeri ini, belum lagi Khalifah “angan-angan” itu tergenggam, merekalah yang justru menjadi pelopor pertama dan utama untuk menghancurkan syari’at Islam yang mulia !! Pelopor dan pelaku setia demokrasi ala Amerika di Ameriki!! Pelopor keluarnya wanita-wanita muslimah di jalan-jalan dengan teriakan-teriakan protes, demonstrasi dengan berbagai atribut keIslamannya!! Perendahan kehormatan dan martabat mulia bagi Muslimah yang sangat dilindungi oleh syari’at Islam yang mulia! Campurbaur pria dan wanita!! Inikah model syari’at Islam yang mereka perjuangkan?! Bukan, bahkan Islam berlepas diri dari caracara seperti itu!! Allahul Musta’an. >>Ahmad Mudzoffar Jufri, lengkapnya bergelar MA. Dia adalah “Kyai Tertinggi’ di partai Ikhwani Jawa Timur, menjabat sebagai Ketua Dewan Syari’ah. Dipakai oleh MABESnya Abdurrahman Tamimi sebagai Khatib Jum’at tahun 2004!! Kesemuanya adalah bukti tak terbantahkan adanya koalisi terang benderang antara Markas dakwah “Salafy” sebagaimana ucapan Syaikh Salim Al-Hilaly di Amerika dengan pembesar Ikhwanul Muflisin Jawa Timur. Rifqan dan mawaddah Hizbiyyah. Allahu yahdikum. Catatan penting: Sudah 4 kali ya Ikhwah, mereka yang mengaku Salafy dan menolong dakwah Salaf dan mencintai ulama Salaf dan…dan…ini mengundang Masyayikh Yordan!! Apa boleh buat, betapa nafsu Hizbiyyah ternyata jauh lebih besar dari ilmu dan atsar kedatangan Masyayikh Yordan!! Tetap saja mereka undang gembong-gembong Ikhwanul Muflisin!! Akankah mereka berkilah “tidak tahu” sebagaimana tragedi Tafsir Ibnu Katsir?! Ya, selama 3 tahun tertidur lelap tanpa tahu siapa khatib Jum’at yang sedang berceramah di depannya!! Bahkan di dalam rumahnya sendiri!! Ataukah tidak bisa membaca daftar Khatib Jum’at yang terpampang setiap hari di depan mata ?! Kalau demikian keadaannya, alangkah bersyukurnya anak-anak ingusan itu, walaupun rumahnya sangat jauh dari rumah bapakbapak itu, tiada pernah pula dia hadir shalat Jum’at di Masjid megah itu, tetapi toh dia masih mampu “mengeja“ nama-nama pembesar Ikhwani tersebut sehingga mampu menyumbangkan 3 lembar (hanya 3 lembar !) informasi tersebut agar dapat berbagi pengetahuan dengan saudara Muslimin lainnya. Walhamdulillah. c.Tidak cukup itu, bahkan Al-Irsyad yang dipimpin oleh Chalid Bawazeer (yang dipuji oleh Syaikh Salim sebagai si "Tangan Putih yang banyak menolong dakwah Salafiyyah" BERANINEKAD Mengadakan acara Malam Bina Iman Tauhid (MABIT) 2005 yang diisi (lagi-lagi) oleh Gubernur Ikhwanul Muslimin!! Sebuah acara yang untuk ke-2 kalinya diadakan oleh Perguruan Al-Irsyad Surabaya (Infoalirsyad-edisi 77). Catatan penting: SUDAH EMPAT KALI YA IKHWAH MEREKA MENDATANGKAN MASYAYIKH YORDAN!! Dan mereka MASIH NEKAD LUAR BIASA berselingkuh dengan Gubernur Ikhwani!! Acara MABIT Al-Irsyad Surabaya yang mengundang Gubernur Ikhwani ini diadakan awal tahun 2005. PADAHAL BARU AKHIR TAHUN 2004 DAURAH MASYAYIKH KE-4 MEREKA ADAKAN!! Dan jangan sampai lupa -wahai kaum Muslimin- bahwa Gubernur Ikhwanul Muslimin juga terdaftar di Khatib Jum’at 2005 dan 2006, tahun yang sama dengan acara Daurah Masyayikh Yordan yang ke-5 kalinya!!

567
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Inilah bukti nyata bahwa Masyayikh Yordan benar-benar berada di dalam permainan jahat mereka!! Sungguh kalian –wahai Hizbiyyun Ahlul Batil!- adalah pemain watak yang handal lagi…LICIK!! Allahu yahdikum. 10. PP.Al-Irsyad "illegal" Farouk Badjabir selaku pengundang Masyayikh Yordan pada bulan Sya'ban 1425H/Oktober 2004 telah menerjemahkan dan menerbitkan buku Himpunan Tiga Risalah yang melecehkan dan memerangi para ulama pewaris Para Nabi dengan penghinaan yang sungguh-sungguh sangat keji dan jahat! 2 bulan kemudian (Desember 2004- mereka mendatangkan Masyayikh Yordan!! Inilah 'KADO ISTIMEWA" untuk menyambut Daurah Masyayikh Yordan yang ke-4!! Lihatlah bahwa DAURAH TELAH BERLANGSUNG UNTUK KETIGA KALINYA dan mereka masih pula BERANI TERANG-TERANGAN MENIRUKAN GAYA AHLUL BID'AH DENGAN MENGIBARKAN PEPERANGANNYA TERHADAP ULAMA PEWARIS PARA NABI!! Inilah rentetan dari sikap yang tidak terkendali setelah sebelumnya pada tanggal 4 Juni 2004 mereka di-KO oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan pada bulan Juni 2005 di-KO lagi oleh Mahkamah Agung RI sehingga memaksa Al-Irsyad Jawa Timur pimpinan Chalid Bawazeer yang sangat dipercaya Masyayikh Yordan pada 19 Juni 2005 memelopori pembangkangan dan penentangan terhadap keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta dan Mahkamah Agung yang meng-ilegalkanorganisasi Al-Irsyad pimpinan Farouk Badjabir (infoalirsyad.com/edisi82/index-9.html). 11. Tidak kalah parahnya, PW Al-Irsyad Jatim (yang menjadi motor dalam mendatangkan Masyayikh Yordan ke Indonesia) YANG TELAH MENGADAKAN DAURAH MASYAYIKH YORDAN SELAMA 4 KALI, pada tanggal 11 Agustus 2005 di Masjid Al Hilal Jalan Purwodadi Surabaya NEKAD MENDATANGKAN DAN MENGUMPULKAN BERBAGAI KELOMPOK HIZBIYYAH yang dihadiri oleh tokoh-tokoh dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga SwadayaMasyarakat (LSM), antara lain : Dewan Da’wah Islam Indonesia (DDII), Al Irsyad, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Korps Muballigh Bulan Bintang, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), GPI (Gerakan Pemuda Islam), ELDASI, YAPMI, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ba’asyir-Takfiri-NII dan FOSI. (Info Al-Irsyad - edisi 84.htm) Persis (Persatuan Islam). Salah satu petingginya di Jawa Timur adalah Hud Abdullah Musa, MA. Dia adalah Wakil Ketua Dewan Syari’ah Partai Ikhwanul Muslimin negara bagian Jawa Timur!! Lagi-lagi kita harus ketemu dengan pembesar-pembesar Ikhwanul Muflisin di komunitas Al-Irsyad! Dan kami berharap agar para pembaca tidak sampai jenuh dengan (lagilagi) kenyataan Ikhwani tersebut!! GPI adalah organisasi yang telah "mengerahkan pasukan berani matinya ke Irak untuk membela kekuasaan Saddam Husein Ba'atsy Sosialis-Komunis. Adapun MMI (Majelis Mujahidin Indonesia) adalah organisasi Khawarij "legal" pimpinan Abubakar Ba'asyir. Ba'asyir menjadi penasehat KOMPAK yang menjadi "sayap militer" DDII. Pendanaan DDII berasal dari Ihya'ut Turots Kuwait, Rabithah, Darul Birr dan Hai-ah Ighatsah sama sebagaimana sumber dana kelompok Sururi lainnya seperti Al-Irsyad dan At-Turots Jogja' As-Sunnah Grup, Al-Sofwa dan Pesantrennya gembong Ikhwani, Mudzakir Arif. Kita sangat berharap bahwa organisasi semacam Rabithah "segera menyadari" dengan siapa saja mereka selama ini berta'awun. Agus Hasan Bashari sebagai contoh, telah kita ketahui "saham" kejahatannya ketika bersama Al-Irsyad menerjemahkan dan menerbitkan buku yang menyerang sejahat-jahatnya terhadap para ulama pewaris para Nabi!! Dan orang ini sekarang telah menyusup "mencari makan" di Rabithah!! FOSI adalah organisasi yang menggunakan sistem cuci otak dalam merekrut anggotanya, banyak dipengaruhi oleh filsafat. Do'akan Azhari Mati Syahid. Ba'asyir memang di dalam penjara, tetapi "fatwa" dan pemikirannya yang sesat dan menyesatkan terus disebarkan kepada umat melalui mediamedia massa. "... kalau benar yang tewas itu DR. Azhari, kita do'akan dia mati syahid. Dia kan berbuat begitu dalam rangka membela Islam" kata Ba'asyir sebagaimana ditirukan Hasyim Abdullah, orang kepercayaannya". Ucapan ini pula yang dinyatakan oleh pembesar paham NII/Takfiri lainnya, Fauzan Al-Anshari.

568
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Kita katakan:"Wahai guru besar para teroris takfiri NII!! Engkau dusta!! Tidaklah Islam terbela (sedikitpun!) oleh tingkah laku barbar kalian yang mencoreng moreng wajah Islam yang mulia ini!! Dan jangan lagi engkau menipu umat –wahai Ba’asyir!- hanyalah Islam ”gaya Kharijimu” yang terbela dengan tindakan-tindakan biadab itu!!" 67 Bolehnya Bom Bunuh Diri . Gembong NII ini juga menyatakan:"Niat Azhari sudah baik, yakni untuk membela Islam. Istimata diperbolehkan selama menguntungkan Islam dan kaum Muslimin. Saya berpendapat, tindakan mereka tidak haram. Tapi penerapannya tidak tepat", jelasnya (Jawa Pos, Minggu 20 Nov, 2005, hal.3). Kita katakan:"Wahai gembong teroris takfiri NII!! Mereka adalah anak didikmu ataupun mereka adalah anak didik dari anak didikmu!! Orang-orang yang telah mengalirkan darah, kekacauan dan kematian di negeri kaum Muslimin!! Kaum musliminlah yang paling terluka akibat tindakan biadab kalian!! Dan engkau do'akan dia syahid wahai Ba'asyir?! Mengapa? Karena dia adalah hasil didikan kelompokmu!! Karena mereka adalah penerus dan "eksekutor" cita-citamu!! Kaum Musliminpun tidak luput dari serangan biadab kalian!! Bisa saja kalian mendo'akan "keluarga besar Khawarij Anjing-anjing neraka kalian" agar mati syahid!! Tetapi dengan mantap dan yakin kita do'akan kabar gembira bagi saudara-saudara kalian itu agar menjadi Kilaabun Naar!! Anjing-Anjingnya Neraka!! Sejelek-jelek bangkai di kolong langit ini!! Sungguh telah shahih perintah Rasulullah agar membunuh Anjing-anjing NerakaKhawarij!! Keutamaan dan kemuliaanlah bagi orang-orang yang berhasil melakukannya!! Telah melaksanakan wasiat Rasulullah Shalalahu 'Alaihi wa Salam!! Masihlah segar ingatan kami, diawal-awal tahun 90-an, ustadz-ustadz kami telah memperingatkan umat dari bahayanya "pemikiran" Ba'asyir dan "ibukota negara NII" yakni Ngruki dengan pemikiran-pemikiran Khawarij pemberontak penerus cita-cita Kartosuwiryo yang terkubur bersama matinya gembong pemberontak ini. Kita katakan "pemikiran" karena ketika itu kalian belum memegang "persenjataan". Umat "masih terlelap" dari bahaya laten yang mengancam mereka. Di awal 90-an itu pula, muncullah fitnah Sururiyyah sebagai anak kandung Ikhwanul Muslimin yang berupaya keras mencabik-cabik dakwah Salafiyyah di seluruh dunia dengan gembonggembongnya antara lain Muhammad Surur sendiri, Salman Al-Audah, Safar Hawali, Abdurrahman Abdul Khaliq dengan membawa pemikiran-pemikiran Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb dan gembong Ikhwani lainnya. Al-Muntada Indonesia dibentuk sebagai kepanjangan tangan Al-Muntada London milik Muhammad Surur. Pecahnya perang teluk dengan pencaplokan negara Kuwait oleh pasukan Tartar Modern pimpinan Saddam yang Komunis semakin jelas nampak antara barisan dakwah Salafiyyah melawan dakwah SururiyyahIkhwaniyyah. Al-Muntada Indonesia terpaksa harus berganti nama menjadi Al-Sofwa untuk mengelabui umat mengenai jati diri mereka yang sebenarnya. Dakwah mereka tentu saja membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit untuk merekrut dan menghidupi para pasukannya. Al-Sofwa yang menonjol, Ihya'ut Turots adalah salah satu penyokong dananya, disamping juga mereka langsung menanam agen-agen khusus seperti Yusuf Ba'isa, Ahmas Faiz, Abu Nida'. Al-Haramain-pun tidak turut ketinggalan dalam memasok dana kepada berbagai kelompok Hizbiyyah di negeri ini. Majalah As-Sunnah, At-Turots Jogja, Al-Irsyad baik pesantrennya maupun organisasinya, DDII, maupun Ngruki adalah institusi yang telah
67

Farid Nu’man dalam bukunya Ikhwanul Muslimin Mendhalimi..,hal.258-259 berkata:”Imam Nawawi berkata,”Para ulama sepakat akan dibolehkannya mempertaruhkan nyawa dalam jihad dengan cara duel (mubarazah) atau pun yang semacamnya. Juga termasuk syahid, orang yang mati dalam perang melawan orang kafir karena terkena senjata orang kafir, jatuh dari tunggangannya, atau terkena senjata sendiri yang berbalik arah seperti yang terjadi pada Amir”. Jadi Imam Nawawi mengkategorikan syahid bagi orang yang terkena senjatanya sendiri….Imam Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughni,”Jika seorang mati syahid karena senjatanya sendiri yang berbalik arah kepadanya, maka ia sama saja mati karena senjata musuh. Demikianlah ulama terdahulu yang membolehkan aksiaksi seperti bom syahid, hanya saja pada masa mereka belum dikenal bom seperti sekarang. Namun substansinya sama saja” Kita katakan:”Ini adalah kecurangan yang luarbiasa dan kedustaan yang sangat dahsyat yang dinisbatkan kepada dua Imam besar, Imam Nawawi dan Imam Ibnu Qudamah Rahimahumallah! Alangkah jauhnya perbedaan antara “senjatanya sendiri yang berbalik arah kepadanya”(Apakah terkandung padanya kesengajaan?!!!!) dengan “melekatkan bom pada tubuhnya” untuk membinasakan dirinya sendiri bersama musuh-musuhnya! Apakah terbersit setitikpun pada kisah Amir yang dibawakannya itu kesengajaan dirinya untuk menancapkan senjata miliknya ke tubuhnya sendiri? Adapun bom yang memang sebelum berangkat sudah dilekatkan rapat-rapat ke tubuhnya sendiri untuk kemudian diledakkannya?! Bagaimana mungkin Imam Nawawi dan Imam Ibnu Qudamah menghalalkan bunuh diri? Dan bagaimana mungkin kedua Imam besar tersebur tidak mengetahui perbedaan antara “senjata yang berbalik arah” sehingga dirinya sendiri yang terbunuh dengan “membunuh dirinya dengan senjatanya sendiri”? Talbis dan penipuan gaya Ikhwani. Allahul Musta’an.

569
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

bekerjasama "dinar" dengan Ihya'ut Turots, Haramain, Al-Sofwa baik secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Belum lagi da’i-da’i maupun institusi dan person-person yang jelasjelas Ikhwanul Muslimin, Mudzakir Arif contohnya yang dijamin penghidupannya setiap bulan atau mendapatkan bantuan finansial. Eratnya hubungan Anis Matta dan Muhammad Khalaf adalah bukti lain saling berkelindannya hubungan diantara faksi-faksi Hizbiyyah di negeri ini. Terjadinya konflik agama di Ambon dan Poso "memaksa" DDII membentuk mantel organisasi bernama KOMPAK. Di lapangan, KOMPAK tidak lain merupakan sayap militer DDII. Telah kita sebutkan bahwa sebagaimana sumber pendanaan kelompok Sururi-Ikhwani lainnya yang berasal dari Ihya', Haramain, Hai-ah, Darul Birr maka pendanaan KOMPAK-DDII juga berasal dari sumber yang sama. Padahal KOMPAK ini dikuasai dan dikendalikan oleh kelompoknya Ba'asyir sehingga banyak yang terkecoh menyangka bahwa KOMPAK adalah MMI-NII. Persenjataan yang "wah" merupakan wujud pendanaan dari Jum'iyyah "Hizbiyyah" yang "wah" pula. Omong kosong kalau berasal dari donatur dalam negeri saja, berapa mereka mampu menyumbangnya?! Keterkaitan KOMPAK dengan Umar Al-Farouk dan dominasi MMI-NII atau apapun namanya patutlah menjadi catatan tersendiri berkaitan dengan gerakan pengeboman dan pembunuhan di negeri ini yang dituduhkan kepada anak didik Ba'asyir atau anak didik hasil didikan Ba'asyir dan kelompoknya ataupun hasil dari pengakuan ”heroik” mereka sendiri. Belum lagi Ba'asyir "terkenal", Salafiyyin telah memperingatkan bahayanya! Belum lagi "terbukti" bahayanya Ikhwanul Muslimin di negeri ini dengan Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb-nya, Masyayikh Salafiyyin telah bertahun-tahun menjelaskan bahaya dan kesesatannya!! Belum lagi Ihya'ut Turots, Al-Haramain terbukti berkaitan dengan terorisme, Masyayikh Salafiyyin telah jauh-jauh hari mentahdzirnya!! Walaupun Sururiyyin-Ikhwaniyyin terus menikmati suapan dinarnya dan Ma'had 'Ali yang menjadi "backing" untuk melegalkannya. Farid Okbah mengingkari fitnah Sururinya!! Yazid Jawaz pilih bergabung dengannya!! Ngruki-pun ikut mencicipinya!! Abdul Hakim Abdat tentram "mentakhrij" nikmatnya!! Abdurrahman Tamimi adalah "backing" legalitas dinarnya!! DDII-KOMPAK memelihara Laskar Mujahidin mereka!! Belum lagi umat mengetahuinya, KOMPAK telah kita pahami hakekat Sururi dan NII-nya!! Sururi dari dinar Hizbiyyahnya dan NII dari para pemegang senjatanya!! 12. Keterlibatan secara terang benderang agen-agen Jum'iyyah Hizbiyyah Ihya'ut Turots dengan ujung tanduknya, Majalah As-Sunnah At-Turasty Al-Kuwaity mulai dari publikasi, promosi, pemuatan acara Daurah Masyayikh Yordan pertama kali sampai yang terakhir (dan kita masih sangat ingat bahwa Surat Kuasa yang pertama kali dipegang oleh Abdurrahman Tamimi dari Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim Al-Hilaly dimuat di majalah Sururi ini, bahkan harus dimuat dua kali karena diralat!) serta peliputan acara tersebut untuk kemudian 68 ditranskripnya ceramah para Masyayikh . Ikhwan kita di Kuwait telah memberikan kesaksiannya bahwa majalah Hizby ini dikirim ke Kuwait melalui Ihya'ut Turots cabang Indonesia, kemudian dikirim ke Ihya'ut Turots Kuwait (Lajnah Junub Syarq Asia) dan dibagikan kepada masyarakat Indonesia di Kuwait. Bagan ringkasnya sbb: Redaksi As-Sunnah -----IT cab.Indonesia ----- IT Kuwait (Lajnah Janub Syarq Asia)----Masyarakat Indonesia di Kuwait. Bahkan Asas el-Izzi Makhis dan Ahmad Zawawi wakil resmi Jum’iyyah Ihya Turats maktab Indonesia yang beralamat Jl. Basuki Rahmat Jaktim, turut menjadi tamu undangan di acara daurah Masyayikh tahun 2006 di Malang yang silam. Inikah - wahai Abdurrahman - bukti kecintaan kalian "Kami menyebarkan dakwah salaf, mencintai ahli hadits. Tiap tahun mahad kami mendatangkan murid-murid syaikh albani rahimahullah. Kami cinta dakwah salaf, memperjuangkan dakwah salaf di Indonesia"?! Inikah wahai barisan pendusta bukti yang kalian gembar-gemborkan kepada

68

Bahkan keterlibatan pembesar Ihya’ut Turots Indonesia tidak lagi tersembunyi ketika acara Daurah Masyayikh yang ke-5/2006!! Abu Nida’, Arif Syarifudin, Afifi At-Turotsy yang berganti baju menjadi Afifi Abdul Wadud, Ma’had Bukhari, Ma’had Jamilurrahman, Ma’had bin Bazz, Ma’ah Al-Irsyad Tengaran yang menjadi agen Majalah Sururi Internasional, Al-Bayan yang kesemuanya jelas-jelas merupakan agen Ihya’ut Turots Indonesia. Allahul Musta’an.

570
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

umat bahwa Masyayikh Yordan mencintai kalian?!! Bukti Kesalafiyyahan kalian?! Inikah hasil dari dakwah yang katanya Salaf?! Inikah komunitas yang mengaku dengan bangganya : ”Alhamdulillah al-Ustad Abu Auf Abdurrahman bin Abdul Karim At-Tamimi as-Salafi, dan Abu Ahmad Cholid bin Aboud Bawazir mendapat undangan resmi dari markas al-Imam alAlbani Yordania untuk menghadiri muktamar masyayikh salafiyyin ke-2 , yang insya Allah akan diadakan pada akhir bulan april 2005 M. Alhamdulillah atas kepercayaan masyaikh kita terhadap mahad yang mereka cintai, Ma'had Ali al-Irsyad surabaya”. (http://Salafindo.com.com/viewberita.php?ID=24&PHPSESSID=d5d38ed59e245e7eb76c62ec 1c9bab8d) Adalah kesaksian (salah seorang Ustadz yang diundang dan hadir secara resmi) yang ”sangat mengerikan” bahwa Daurah yang bertitel ”Daurah Syar’iyyah Masyayikh Yordan” dengan mendatangkan murid-murid senior dari Ahli hadits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah, bahwa pada Daurah ke-4 tahun 2004 terungkap fakta di penutupan daurah tersebut, setelah sambutan dari Abdurrahman Tamimi, ternyata dilanjutkan oleh tampilnya seorang Takfiri-Ba’asyiri, Farid Okbah Ketua Majelis Dakwah PP. Al-Irsyad Illegal Farouk Badjabir-Chalid Bawazer di forum yang dihadiri oleh Ustadz-Ustadz ”Salafy” seluruh Indonesia di Wisma Erni Lawang!! Ya, Farid Okbah secara terang benderang ternyata memiliki kedudukan dan pengaruh yang luar biasa di sisi acara Daurah Masyayikh Yordan yang ke-4!! Ini adalah bencana!! Ini adalah malapetaka!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Bahkan pada daurah di tahun 2006 yang silam, Farid Okbah juga diundang bersama Adil Tharmum dan Khairuddin (PC Al Irsyad Pamekasan), Farouk Bajabir (ketua PP Al Irsyad), Fuad Baswedan (Al Irsyad Jatim), Muhammad Qasim, Muhammad Nafi , Nizar Saad Jabal, Rizal Yuliar, Saiful Haq dan M Romlan (Al Irsyad Tengaran) dan dai PP Al Irsyad lainnya. Inilah bukti koalisinya Al Irsyad, Mahad Al Irsyad dan Abdurrahman Tamimi untuk kesekian kalinya. Ini semua adalah bukti yang sangat besar dan nyata atas PENGKHIANATAN kalian -wahai 69 Hizbiyyun-Sururiyyun-Ikhwaniyyun-Turotsiyyun- terhadap MASYAYIKH YORDAN !! Watak yang sungguh tidaklah pantas dimiliki oleh seseorang yang menyatakan dirinya sebagai du’at Salafiyyin!!

69

Sebelum acara Daurah ke-5 2006, Alhamdulillah telah dikirimkan via pos ke Markaz Al-Albani/Albani Center, PO.BOX 2699, Amman, Jordania, Post Code:1371 4 bundel bukti file: 1..AL-IRSYAD (Informasi dari Pihak Al-Irsyad serta Kerjasamanya dengan Ihya’ut Turots dan Al-Sofwa), 2. AT-TUROTS.NETWORK (Informasi Screen Shot dari Situs Resmi At-Turots Al-Islami Yogyakarta dan Hubungannya dengan Ihya’ut Turots Kuwait & Al-Haramain –tanggal 05/11/2004 sudah dimatikan- serta Nama-Nama Da’i yang Terlibat Jaringan Hizbiyyah ini), 3. AL-SOFWAH (Informasi Nama-Nama yang Terlibat Jaringn Al-Sofwah yang di dalamnya ada Ikhwani-Sururi-Pendukung Al-BannaQaradhawi-Sayyid Quthb-Politikus-Teroris serta Kerjasamanya dengan At-Turots, Al-Haramain-IIRO/Haiatul Ighatsah & Hidayatullah), 4.SURURI (Informasi Koneksitas para Da’i Al-Sofwah-AtTurots- Al Haramain- Jama’ah Takfir wal Jihad- DDII- LDATA/AlDakwah- PKS/Ikhwanul Muslimin dan Jaringannya). Telah kita kirimkan pula risalah yang berisi bukti-bukti bagaimana Sururiyyun selaku penyelenggrara daurah masyayikh Yordan ternyata tidak mengambil sedekitpun manfaat dari kedatangan Masyayikh Yordan. Mereka tetap terang-terangan terus berhubungan dengan gembong-gembong Ikhwanul Muslmin dan da’i-da’i Sururiyyin lainnya. Bukti ini telah dikirimkan kepada Masyayikh Yordania melalui fax dan e-mail. Alhamdulillah bukti-bukti tersebut telah diterima oleh Masyayikh Yordan. Hal-hal yang membuktikannya: -Telah dikirimkan kembali ke alamat Ustadz Usamah: 1 bundel fotokopi file Al-Irsyad berserta daftar khatib Jum’ah masjid Al-Irsyad tahun 2004, 2005 dan 2006 yang berisi petinggi Ikhwanul Muslimin jawa Timur lapis pertama yang dipakai oleh Markas Abdurrahman Tamimi dan Chalid Bawazer serta copian hasil fax yang diterima oleh masyayikh Yordan lengkap tertulis di atasnya “From Syariah1 To Syaikh Yordan , Date: 01/11/2006 Time:16:21:50, Time: 12:44:08, Time:12:44:08, Time:1 +6:21:50, Time 16:58:10”, -Pengirim copy-an bundel bukti dan hasil fax tersebut adalah Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Jl. Sultan Iskandar Muda 46, Surabaya Telp.3298993 (padahal bundel-bundel bukti tersebut hanya dikirimkan kepada beberapa Masyayikh di Madinah, Masyayikh di Yaman dan Masyayikh Yordania. Adapun ma’had Al-Irsyad Surabaya tidaklah dikirimi bukti tersebut). Dari mana mereka mendapatkannya? Sementara copy fax yang dikirimkan balik tersebut jelas-jelas tertera ““From Syariah1 To Syaikh Yordan , Date: 01/11/2006 Time:16:21:50, Time: 12:44:08, Time:12:44:08, Time:16:21:50, Time 16:58:10”? -Hal ini diperkuat lagi dengan transkrip bahasa Arab (yang disisipkan bersama bukti-bukti copy-an yang dikirimkan balik) berupa isi ceramah Syaikh Ali Hasan dalam pembukaan Daurah ke-5 di Wisma Erni Lawang yang (lagi-lagi) berisi pembelaan terhadap Ahmad Surkati As-Sudani! Allahul Musta’an. Hal di atas menunjukkan kecerobohan Ma’had Al-Irsyad!! Dengan bundel yang dikirimkan kembali ke alamat Ustad Usamah dengan pengirim Ma’had Al-Irsyad Surabaya menunjukkan bahwa Masyayikh Yordan telah menerima dan membaca bukti-bukti yang kita kirimkan tentang pihak penyelenggara daurah dan orang-orang di sekelilingnya yang tidak lebih dari Hizbiyyun-Sururiyyun-Turotsiyyun-Ikhwaniyyun!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

571
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Kalian Dzulwajhain, wahai Mumayyi'un !! Grand Design Hizbiyyin-Sururiyyin Indonesia dalam menikam dan mempermainkan Masyayikh Yordan!! Upaya untuk menghancurkan reputasi Masyayikh Yordan!! Dan jauh lebih besar dan lebih penting adalah upaya kalian selama bertahun-tahun untuk menyesatkan umat!! Mencekoki mereka dengan berbagai macam kedustaan dan Hizbiyyah!! Atas nama dakwah Salafiyyah!! Sungguh kejahatan di atas kejahatan!! Benarlah apa yang dinyatakan oleh Syaikh Muhammad Musa Nashr bahwa orangorang yang terlibat dan berwala' dengan Hizbiyyah tidaklah mungkin memiliki kecintaan kepada para ulama besar dan murid-muridnya!! Bagaimana mereka mencintai sementara para ulamanya dipermainkan dan didustai?! Kemesraan mereka dengan gembong-gembong Ikhwani adalah bukti tidak terbantahkan betapa cinta mereka hanyalah cinta "monyet" belaka!! Adapun mungkinkah para "pecinta monyet" itu mengundang dan menghadirkan murid-murid ulama besar untuk berceramah? Mungkin saja hal ini terjadi dan buktinya? Telah 5 kali mereka menghadirkannya!! Setelah terungkapnya semua fakta ini, apakah kalian masih mampu berucap bahwa Salafiyyin Indonesia memusuhi dan memerangi Masyayikh Yordan?! Bahkan pengungkapan fakta-fakta ini adalah wujud nyata dari ketidakrelaan kita atas berbagai tipu daya dan 70 kelicikan yang kalian lancarkan kepada Masyayikh Yordan!! Dan jauh lebih besar daripada permasalahan Masyayikh Yordan adalah upaya kalian dalam mencekoki umat dengan berbagai tipu daya dan berita dusta yang teru kalian lancarkan!! Untuk kemudian umat kalian talbis dan sesatkan bahwa Daurah yang kalian selenggarakan adalah bukti kecintaan kalian terhadak dakwah salafiyyah dan para ulamanya!! Tidak, sekali-kali tidak!! Bahkan ini merupakan bukti betapa jahatnya kalian terhadap ulama dan umat!! Bukti makar dan pengkhianatan terhadap kaum Muslimin!! Bukti nyata kerjasama Hizbiyyah-SururiyyahIkhwaniyyah di ”siang bolong”! Propaganda dusta dan tipu daya atas nama dakwah Salafiyyah!! Dan kami ingatkan lagi kepada saudaraku Kaum Muslimin akan bahaya mereka, tentang kejahatan dan pengkhianatan koalisi Hizbiyyin-Kuburiyyin-Ikhwanul Muslimin di Afghanistan terhadap Salafiyyin yang menyebabkan terbunuhnya Syaikh Jamilurrahman AsSalafy (yang nama beliau dicomot secara batil oleh Ma’had Jamilurrahman yang tidak lain merupakan kaki tangan gerakan Ikhwanul Muslimin dari faksi Hizbiyyah Ihya’ut Turots). Benar bahwa mereka berbeda pendapat dalam berbagai masalah, tetapi jika menghadapi Salafiyyin mereka bersatu padu!! Asy-Syaikh Abdul Malik Ramadhani Hafidhahullah menuturkan:”Ketika Afghanistan membentuk pemerintahan sementara, sedikitpun mereka (Mujahidin itu) tidak merubah ajaran syirik penyembahan terhadap kubur dan ajaran Khurafat lainnya(Ingat keyakinan Surkati:”KHURAFIYNA-peny)”! Bahkan mereka memerangi Ahli Tauhid demi membela Thaghut mereka! Konspirasi yang mereka lakukan terhadap Imarah (Pemerintah) Kunar AlIslamiyyah adalah salah satu buktinya! Padahal itulah satu-satunya daerah di Afghanistan yang menegakkan ajaran Tauhid, ditegakkan shalat lima waktu dengan sempurna dan ditegakkan pula hukum Syari’at! Belum ada daerah yang sangat keras memerangi obatobatan terlarang seperti yang dilakukan di daerah Kunar tersebut...Lalu datanglah Daulah Ikhwanul Muslimin yang tidak henti-hentinya mencelakakan salafiyyin, mereka menghancurkan daerah tersebut dan membunuh pemimpinnya, seorang Syaikh Salafy bernama Jamilurrahman Rahimahullah. Mereka mengeleksi dua dosa besar sekaligus, yaitu Syirik dan membunuh jiwa manusia tanpa alasan yang benar”(Madarikun Nazhar dalam Mereka Adalah Teroris, hal.163-164) Ya, pasukan koalisi gabungan Kuburiyyun-Hizbiyyun-Ikhwaniyyun beramai-ramai membunuh dan membantai Syaikh Jamilurrahman Rahimahullah beserta kaum Muslimin Kunar secara bengis dan sadis karena mereka dinilai sebagai penghalang Jihad, pemecahbelah persatuan, agen Kuffar, dan berbagai macam tuduhan keji lainnya!! Maka janganlah anda tertipu dan terkecoh wahai saudaraku jika Ikhwanul Muslimin di negeri ini berkoar-koar sedang memperjuangkan Syari’at Islam!! Hakekatnya yang sedang mereka
70

Sekali lagi, berbagai bukti Hizbiyyahnya kelompok yang mendatangkan dan menyelenggarakan acara daurah ini telah dikirimkan dan sampai kepada Masyayikh Yordan! Sesungguhnya sangatlah sulit bagi kita untuk memastikan bahwa bukti-bukti dan hujjah yang telah dikirimkan ke alamat Masyayikh Yordan telah diterima, hanya saja (sikap ceroboh ma’had Ali Al-Irsyad!!) dengan mengirimkan balik bukti-bukti tersebut berupa copy fax yang diterima oleh Markaz Al-Albani plus pembelaan Syaikh Ali Hasan terhadap Surkati di daurah ke-5 telah meyakinkan kita bahwa bukti dan hujjah telah sampai ke Masyayikh Yordan. Segala puji bagi Allah yang telah menyingkap tabir kesamaran ini. WAlhamdulillah.

572
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

perjuangkan adalah menumbangkan pemerintahan dan menggantinya dengan Pan Islamisme yang menyesatkan!! Merekalah yang paling bersemangat menghancurkan syari’at Islam yang mulia!! Merekalah pengawal demokrasi dan demontrasi barat yang setia!! Merekalah yang mencemarkan kehormatan wanita-wanita Muslimah!! Menggiringnya agar berteriak-teriak di jalan-jalan!! Bercampurbaur pria dan wanita!! Untuk apa?! Ambisi kekuasaan tujuan semata!! Tidak lebih!! Pengkafiran adalah jalan lempang bagi mereka untuk merebut kekuasaan! Atas nama Jihad!! Na’udzubillah. Merekalah yang mencoreng-moreng wajah Islam yang mulia ini!! Hati-hatilah wahai saudaraku dengan segala hal yang ”berbau Ikhwanul Muslimin”, mereka jahat dan sangat jahat terhadap kaum Muslimin!! Demi ”percobaan” kekuasaan yang menjadi incaran, pengkafiran pemerintah dan pembunuhan umat-kalau perlu- adalah bumbu penyedapnya!! Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-’Aqil menuturkan:”Kami pernah berjumpa dengan salah seorang da’i Al-Ikhwanul Muslimun dari Syiria di kota Madinah ini. Kami bertanya: ”APA YANG KALIAN DAPATKAN? TELAH TERBUNUH RATUSAN RIBU JIWA. RATUSAN RIBU WANITA DIROBEK-ROBEK KEHORMATANNYA, KEMUDIAN KALIAN LARI? MEREKA BERKATA:”KAMI HANYA MELAKUKAN PERCOBAAN”. PERCOBAAN APA?! TAKUTLAH KALIAN KEPADA ALLAH WAHAI SAUDARAKU! ENGKAU MENCOBACOBA SEMENTARA YANG TERBUNUH RATUSAN RIBU ORANG, APAKAH KALIAN TIDAK MEMILIKI AKAL?! ENGKAU MENCOBA SEMENTARA RAUSAN RIBU JIWA DIBANTAI?!” (Mereka Adalah Teroris, hal.167) Wahai Abdurrahman Tamimi dan Chalid Bawazeer!! Sponsor dan komandan lapangan Hizbiyyun-Sururiyyun!! Tidaklah upaya kalian dalam menyembunyikan borok Hizbiyyah kalian di depan Masyayikh Yordan dan berlindung di belakang nama mereka akan mampu pula mengecoh dan menipu kaum Muslimin Indonesia!! 71 Daftar Khatib Jum’at tahun 2004-2006 (3 tahun berturut-turut, wahai Hizbiyyun!) di markas besar kalian, yang telah kita pegang adalah bukti nyata persengkongkolan jahat kalian dengan gembong-gembong Ikhwanul Muflisin!! Inikah atsar dari upaya mendatangkan Masyayikh Yordan berkali-kali ke tempat kalian?! Ataukah bukti terang-benderang kejahatan kalian yang mengaku sebagai ”Salafiyyin” yang menolong dan membantu dakwah yang mulia ini dengan cara ”menipu dan mempermainkan” Masyayikh Yordan”?! Lebih penting dan lebih besar lagi adalah menipu dan mengibuli seluruh kaum Muslimin!! Prinsip persaudaraan Surkati dengan Syi’ah!! Penganut Khurafat!! Khawarij !! Adalah bukti yang membungkam kalian atas pengakuan dusta kalian sebagai Salafiyyun!! Tarian Pan Islamisme Jamaluddin Al-Afghani Al-Irani Ar-Rafidhi yang di-amini oleh Surkati adalah bukti yang membungkam kedustaan kalian!! Kini berkata jujurlah kalian ! Keakraban kalian dengan kroni-kroni Ihya’ut Turots dan Al-Sofwa adalah bukti tak terbantahkan betapa Daurah Masyayikh yang kalian adakan adalah realisasi ta’waun Hizbiyyah ini!! Masyayikh Yordan adalah maskot permainan kalian!! Jahat nian... Katakan terus terang dan jantan kepada Masyayikh Yordan bahwa: "Tidak ada secuilpun atsar kedatangan kalian bagi kami walaupun telah empat bahkan lima kali kalian –wahai Masyayikh Yordan- kami hadirkan untuk menasehati kami!! Anak-anak ingusan itu telah membongkar kedok kami yang sebenarnya!! Kedok Hizbiyyah-Sururiyyah-IkhwaniyyahTurotsiyyah yang selama ini kami sembunyikan di hadapan umat!"

71

Alangkah lama waktu hanya untuk mendapatkan 3 lembar “harta karun ini”, sungguh kesabaran telah mendapatkan ganti kenikmatan tiada terkira dari Allah Ta’ala atas kemudahan mendapatkan bukti ini. Mission impossible bagi sementara orang, namun kesemuanya terwujud atas kehendak dan kekuasaan Allah semata, adakah yang mampu menghalangiNya? WAlhamdulillah.

573
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

"Kami tetaplah menjadi hizby!! Komplotan kami adalah para ikhwani!! Kharijipun akrab dengan kami!! Bukankah dinar hizbiyyah kami dan dinar hizbiyyah mereka adalah 72 sama?!!" Alangkah tragisnya bahwa (Abdurrahman) Tamimi melegalkannya dengan alasan "dana itu dikumpulkan dari Muslimin"!! Muslimin siapa wahai Pendusta?! Jangan sesatkan umat dengan pembelaanmu ini!! Muslimin Sururiyyin? Muslimin Khawarij? Muslimin Takfiriyyin? Muslimin yang mengajarkan memberontak kepada penguasa Muslim? Muslimin Demokrasi?! Muslimin yang melecehkan dan memerangi Masyayikh Salafiyyin sebagai ulama haid dan nifas? Muslimin "Ikhwanul Muslimin"? Muslimin Quthbiyyin? Muslimin ”Syi’ah” sebagaimana yang bisa kita buktikan? Muslimin pemecahbelah umat? Atau Muslimin yang mana?... Dan lihatlah wahai saudaraku kaum Muslimin, betapa orang yang diundang ini salah satunya sangat kita kenal sebagai Pendusta Besar, Al-Kadzab dengan bukti-bukti yang kita hadirkan dan satu orang lainnya ternyata memimpin persatuan diantara jama'ah-jama'ah Hizbiyyah dan memelopori pembangkangan terhadap keputusan Mahkamah Agung!! Allahumma Ya Allah, hanya kepadaMu kami mengadu dan berlindung dari kejahatan mereka. Tidak cukup dengan penghinaan yang dilancarkan oleh Husen Maskati-nya Farouk Badjabir-Chalid Bawazer terhadap Ketua Mahkamah Agung dan Jaksa Agung, langkah selanjutnya –mereka- justru sepakat untuk menentang keputusan Lembaga Peradilan Negara, padahal mereka sendirilah yang memutuskan untuk menggunakan jalur ini!! Kalau mereka tidak memiliki rasa malu –karena pengakuan mereka sebagai Salafiyyin- kepada Masyayikh Yordan dan kepada umat, sungguh sikap menentang pemerintah secara terangterangan seperti ini semakin menjadikan umat tersadar bahwa tidaklah cukup suatu pengakuan semata! Di sana harus ada kejujuran dan ketulusan dalam membuktikan pengakuannya. Apakah mengejar “label salafy” hanya ketika menjadi penguasa organisasi? Dan ketika tumbang maka gaya Khariji tiada lagi tersembunyi? Tentu ini adalah sikap yang harus dikoreksi.

72

Sementara Abdullah Taslim berusaha mentalbisnya dengan mengatakan:" dana yang dimiliki yayasanyayasan tersebut bukan berasal dari para pengurusnya, akan tetapi dari kaum muslimin yang benar-benar ingin menyumbangkan harta yang mereka miliki kepada orang-orang yang berhak menerimanya, maka tidak ada hubungannya antara bantuan harta tersebut dengan penyimpangan manhaj yang ada yayasanyayasan tersebut”(Konsultasi Ustadz:Fitnah Sururiyyah, February 17th, 2006 4:09 pm, muslim.or.id) Kita katakan lagi:”Bagaimana mungkin engkau nekad menyatakan demikian, padahal kita bisa buktikan bahwa ustadz-ustadz “salafy” yang engkau rekomendasikan itu benar-benar berhubungan dengan gembong-gembong Ikhwanul Muslimin!! Bahkan Farid Okbah Takfiry Ketua Majelis Dakwah organisasi Al-Irsyad Demokrasy mendapat kehormatan tampil memberikan sambutan di penutupan acara Daurah Masyayikh Yordan yang ke-4 di Wisma Erni Lawang!! Tentu saja berbagai penyimpangan itu ada kaitannya dengan dinar Hizbiyyah yang dihimpun oleh organisasi-organisasi Hizby itu!! Engkau minta bukti nyata lainnya wahai Abdullah Taslim yang mengaku dengan bangganya telah bermukim selama 7 tahun di Madinah? Ustadz-ustadz “Salafy-mu” semacam Aunur Rafiq, Agus Hasan Bashari, Muttaqin Sa’id, Anwar Harun, Muhammad Shafwan, Muhammad Arif Lc., Masrur Zainuddin, Ainul Haris; Apa yang memotifasi mereka sehingga beramai-ramai datang ke Pondok Pesantren Darul Istiqamah Makasar yang dikuasai oleh gembong besar Ikhwanul Muslimin, Mudzakir Arif?! Apakah mereka hendak mendakwahinya dan menasehatinya agar keluar dari kungkungan Hizbiyyahnya Ikhwanul Muslimin?! Tidak wahai Calmas Abdullah Taslim!! Bahkan mereka (“Salafy-mu”) bergandengan tangan menyukseskan acara Program Diklat Tauhid ke-3nya “Al-Sofwa Al-Muntada”!! Organisasi tong sampah yang engkau katakan “tentang yayasan Al Sofwah, terus terang ana tidak begitu banyak tahu tentang yayasan ini, dan berita-berita yang sampai kepada ana tentang yayasan ini sangat simpang siur“. Jadi mungkinkah “Salafymu” bercampurbaur dengan “Ikhwanimu”?! Mungkin saja, kenapa?! Karena Dinar kalian dan dinar mereka tidaklah berbeda!! Bukankah hal ini adalah contoh yang bagus untuk menunjukkan betapa eratnya kaitan antara dinar hizbiyyah dengan penyimpangan manhaj organisasi Hizbiyyah?! Mungkinkah organisasi Hizbiyyah yang dikenal memiliki permusuhan yang keras terhadap Salafiyyin dan dakwah Salafiyyah kemudian menolong Salafiyyin dan dakwahnya?! Tentu Sururiyyin akan menjawab:Apa yang tidak mungkin? Jelas-jelas mereka Ikhwani dan kami adalah “Salafy” tetapi toh kita bisa bergandengan tangan dalam berdakwah…bukankah aqidah (baca:PRODIT/Program Diklat Tauhid) kami dan aqidah mereka sama?! Yang beda kan cuma bajunya, kita “Salafygaul” dan mereka “Ikhwani”. Allahu yahdik!! Dan kenapa informasi tentang Al-Sofwa Al-Muntada sampai saat ini bagimu masih tetap simpangsiur, padahal situs Al-Sofwa on-line setiap saat memamerkan jejak langkah Hizbiyyahnya, di dalam Al-Sofwa engkau bisa dapatkan orang Sururi, ada juga yang Ikhwani, tidak ketinggalan pula yang berpaham Takfir! Karena engkau hanya mengambil informasi dari serdadu-serdadu Al-Sofwa dan da’i-da’i Hizby lainnya yang memang sejalan dengan mereka!! Yazid, Abdul Hakim, Aunur Rafiq, bukankah mereka adalah Hizby yang selama ini memang terlibat dengan organisasi simpangsiur itu?! Ya tentu saja sampai kapanpun status Al-Sofwa Al-Muntada di sisimu tetap simpangsiur!! Walaupun bukti-bukti kesesatannya telah terpampang di depan wajahmu!! Sekali lagi, Allahu yahdik!!

574
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Tiada rasa bosan untuk mengingatkan dirimu –wahai Abdurrahman pendusta- dengan ucapanmu sendiri sebagai bentuk kesempurnaan dari kehinaan dakwah HizbiyyahDustaiyyahmu :

Dan jangan kalian lupa bahwa artikel ini adalah salah satu realisasi dari tantangan kalian:

(Salafindo.com - Situs Resmi Mahad Ali Al-Irsyad Surabaya.htm ) A. Mukadimah Daurah Masyayikh Yordan ke-5, Pembelaan Terhadap Ahmad Surkati As-SudaniSyaikh Ali Hasan berkata: 73 “Kebenaran itu lebih besar dari seorangpun diantara kami...” (Nasehat Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Musa Nasr, abusalma.bahaya.net) Setelah –Syaikh Ali Hasan- pada Tabligh Akbar di Masjid Istiqlal pada tanggal 5 Desember 2004 (kaitan acara Daurah ke-4) mentazkiyah sercara luar biasa kepada pendiri Al-Irsyad Al-Islamiyyah ini, maka pada daurah ke-5 pun (setelah menerima berbagai buktibukti penyimpangan Surkati, Al-Irsyad dan ta’awun mereka dengan berbagai organisasi Hizbiyyah yang ada di negeri ini maupun di luar negeri, yang dikirimkan via pos langsung ke Al-Albani Center di Yordania, via e-mail dan via fax) maka pada pembukaan daurah beliau (lagi-lagi) memuji dan melakukan pembelaan terhadap As-Surkati As-Sudani dengan menjelaskan bahwa di masanya, di negeri ini yang penduduknya banyak menganut tasawwuf dan pengagungan terhadap kubur, kesyirikan yang merajalela, kebid’ahan dan kesesatan; tidak ada seorangpun (ketika itu) yang menyeru untuk menentang bid’ah, syirik sampai menyeleksi hadits-hadits dha’if dan maudhu’. Selengkapnya: “Kita di dalam daurah – daurah, pelajaran-pelajaran, majlis-majlis serta tulisan-tulisan kita tidak pernah fanatik terhadap seorangpun dari masyayikh meski tinggi kedudukannya. Sesungguhnya kita mencari petunjuk dari Al-Qur’an dan sunnah, kita mengagungkan orang yang mengagungkan Al-Qur’an dan sunnah, kita membantah orang yang menyelisihi keduanya dengan bantahan yang tegak diatas keadilan dan jauh dari metode menimbang yang rusak yang tujuannya untuk mematikan kebenaran serta menghinakan para pengikut kebenaran. Jika demikian perkaranya maka tidaklah tersembunyi lagi bagi kita keadaan Syaikh Ahmad Surkati rhm yang merupakan pendiri pertama Jam’iyyah Al-Irsyad, kita mengetahui sejarahnya tapi kita tidak fanatik kepada beliau serta tidak menjadikannya sebagai hizbiyah. Namun yang wajib diketahui oleh setiap yang memiliki akal dan pandangan bahwa Syaikh Surkati rhm hidup dinegeri ini 1 abad yang lalu dan pada saat itu negeri ini menjadi lahan subur bagi sufisme / tasawuf, penyembah kubur, kesyirikan, bid’ah dan kesesatan. Tidak ada pada waktu itu da’i yang menyeru manusia untuk menolak bid’ah, 74 syirik, bahkan hadits lemah maupun palsu (selain beliau) . Dan didalam majalah beliau
73

Ucapan beliau inilah yang melandasi kami –yang miskin ini- untuk memberanikan diri memberikan beberapa catatan ringan atas pidato beliau ketika pembukaan daurah Masyayikh yang ke-5. 74 Dari mana beliau mendapatkan informasi bahwa hanya As-Surkati As-Sudani yang berdakwah di kala itu???!!!! Siapa yang memberikan masukan informasi keliru yang sangat fatal tersebut? Ini adalah salah satu bukti dari sekian banyak bukti bahwa beliau benar-benar dipermainkan! Sungguh sangat jahat orang-orang yang berani

575
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

“Adz-Dzakhiirah” terdapat bab-bab yang diulang-ulang tentang penjelasan hadits lemah dan palsu terlebih lagi tentang dialog ilmiah yang amat banyak untuk membela sunnah, akan tetapi (secara jujur) beliau terpengaruh dengan madrasah /pemikiran Syaikh 76 77 Muhammad Abduh dan Rasyid Ridho dan beliaupun memiliki kesalahan-kesalahan . Namun beliau mengagungkan Al-Qur’an dan sunnah. Seandainya Allah memberi umur panjang kepada beliau dan memberi kesempatan kepadanya untuk pindah dan bertemu para ulama’ lalu dijelaskan yang benar maka orang yang seperti beliau ini (da’i pengagung kebenaran, Al-Qur’an dan Sunnah) akan kembali kepada kebenaran. Adapun yang membandingkan antara dakwah salafiyah sekarang di Indonesia atau yang lainnya dengan dakwah salafiyah pada zaman Syaikh Surkati satu abad yang lampau maka ini adalah perbandingan yang dzalim dan tidak benar. Apabila ada yang ingin mengetahui keadaan seseorang maka hendaklah dia mengenal sekelilingnya, fakta serta madrasah/pemikiran yang selaras ataupun yang menyelisihinya. Kita mengatakan seperti ini karena sebagian orang menyangka bahwa kita atau saudara-saudara kita yang mengadakan daurah serta ma’had (Ali Al-Irsyad .pent ) –secara khusus- memuji Syaikh Surkati atas kesalahankesalahannya. Tidak, Kita tidak memuji melainkan yang sesuai dengan kebenaran. Ini daurah yang kelima dan merupakan yang pertama disebutkan tentang Syaikh Surkati rhm meskipun mungkin dahulu pernah disebut secara sepintas. Kita sebutkan hal ini berdasar keyakinan dan amanat (ilmiah) agar kita tidak mendzolimi atau terdzolimi”(Mukadimah Syaikh Ali Hasan Hafidhahullah pada Daurah ke-5, Salafindo.com) Kita katakan: “Rabbi, maka janganlah Engkau jadikan aku berada diantara orang-orang yang dzalim” (Q.S. Al-Mukminun:94) Sesungguhnya, kesesatan dan penyelewengan terhadap syari’at Islam dan manhaj Ahlus Sunnah, menyeleksi (baca:menolak dan mengingkari) hadits-hadits Shahih tentang turunnya Isa ‘Alaihis Salam dan keluarnya Imam Mahdi, penghinaan dan pelecehan terhadap dakwah tauhid (khususnya yang diemban oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab), ba’iat sesat yang menjadi ciri khas Sufiyyah dan Ahlul Bid’ah serta kelompok-kelompok Hizbiyyah, mengagumi dan menyayangi gembong besar PKI di masa itu, menjadi corong dakwah PAN Islamisme sekaligus pengekor Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi Al-Masuny agen Yahudi serta Muhammad Abduh Al-Mu’tazili sehingga dengannya Surkati dengan Al-Irsyadnya
mempermainkan para ulama!! Dimana para da’i “Salafy Wisma Erni” yang berdatangan dari seluruh penjuru tanah air ketika khutbah ini (tidak ada para da’i selain Surkati di kala itu!!)) dikumandangkan?? Bukankah mereka semua adalah warga negara Indonesia yang sedikit banyak tentu mengetahui sejarah dakwah Islamiyyah di Indonesia?? Kenapa mereka semua diam?? Apakah tidak ada yang berusaha untuk meluruskan “pembengkokan” sejarah ini? Ataukah….mereka yang dengan mudah dan gampangnya mencap orang lain sebagai Ruwaibidhah, ashaghir, anakanak ingusan yang jahil lagi bodoh, muqallid-fanatik ternyata mereka sendirilah yang…….Allahul Musta’an. Satu pertanyaan kepada para da’i Salafi Wisma Erni , kenapa pengaruh kesesatan Al-Afghani Ar-Rafidhi sebagaimana yang diakui sendiri oleh As-Sudani di majalahnya sendiri (Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah) yang ternyata tidak diungkapkan oleh Syaikh (hanya menyebut pengaruh Abduh dan Rasyid Ridha saja!!) kalian hanya diam membisu dan duduk terpaku?? Wallahi, Demi Allah, jawablah dengan jujur apakah kalian memiliki majalah As-Surkati itu ataukah tidak?? Padahal kalian telah bahu membahu untuk membela dakwahnya!! Kalau kalian katakan tidak memiliki majalah tersebut, ilmu dan informasi apa yang melandasi kalian untuk membela Surkati dan dakwahnya?? Bahkan mempertahankan label Kesalafiyyahannya!! Kalau kalian memiliki buku tersebut dan tahu benar kesesatan AsSudani dan Hizbul Irsyadnya sementara kalian berdiam diri ketika nama Al-Afghani “tidak disebutkan”, maka ini adalah suatu bentuk pengkhianatan besar terhadap seluruh kaum Muslimin!! Upaya “pendangkalan” terhadap kesesatan As-Sudani!! Kalau kalian menjawab tidak tahu menahu permasalahan ini sementara kalian berwala’ kepada mereka dan dakwahnya, apakah pantas anak-anak ingusan ini mengingatkan kalian dengan satu bab di Shahih Bukhari yang berbunyi “Al-Ilmu Qabla Qaul wal Amal”??! Lihatlah ke belakang, sesungguhnya kalian tidaklah sendirian. Syabab dan kaum Muslimin menunggu kejelasan dan ketegasan sikap kalian, hendak ke arah mana mereka kalian arahkan? Semoga Allah memberikan hidayahnya kepada kita semuanya. Amin. 75 Bukankah majalah ini telah menjadi saksi seruan dakwah Pan-Islamisme/Wihdatul Firqahnya As-Sudani? Khurafiyna..Syi’iyna…Kharijiyna?! Wahhaby…Musyaddid!! 76 Di mana Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi Al-Baabi Al-Irani Al-Masuni Al-Ibrani agen rahasia Yahudi Freemasonry dengan Pan-Islamisme bersembunyi dari dakwah Pan-Islamisme/Wihdatul Firqah As-Sudani dan Irsyadinya sebagaimana bukti di atas?! Justru Jamaluddin-lah yang terbesar pengaruhnya di sisi As-Surkati As-Sudani dan Hizbul Irsyadnya!! Ingat, “Khurafiyna..Syi’iyna…Kharijiyna, Wahhaby…Musyaddid!!” 77 Dari bukti dan penjelasan yang telah lalu –Alhamdulillah- dapat kita buktikan bahwa Jamaluddin Al-Afghani ArRafidhi Al-Masuny Al-Ibrani-lah yang berpengaruh besar terhadap manhaj As-Surkati dan Al-Irsyadnya! PanIslamisme, sebagaimana Ikwanul Muslmin dakwahnya untuk merangkul berbagai sekte sesat dan menyesatkan baik dengan pengorbanan harta dan jiwa yang diserukannya adalah bukti tak terbantahkan betapa besarnya pengaruh AlAfghani terhadap Syaikh Salafi ini, Allahul Musta’an

75

576
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

berupaya menyatukan berbagai kelompok-kelompok sesat seperti Khawarij Anjing-Anjing Neraka, para penganut Khurafat, Syi’ah serta menjadi shahabat dekat (bahkan!!) menjabat sebagai Syaikhnya para pejabat penjajah kafir harbi Belanda yang ketika itu menjajah dan menginjak-injak kehormatan negeri ini, “memakan” dana lotre penjajah kafir tersebut untuk kepentingan organisasinya, yang lotre tersebut notabene hasil dari merampok dan merampas kekayaan Muslimin Indonesia, bekerjasama dakwah bersama Manggush antek Belanda yang sangat besar jasanya dalam pendirian Al-Irsyad, menjadi shahabat seorang gembong besar Orientalisten-Missionaristen-Kolonialisten Snouch Hurgronje yang menjadi pahlawan dunia barat karena strategi intelijennya yang jenius sehingga berhasil menumpas perjuangan kaum Muslimin!! Walaupun pada akhirnya Belanda lari terbirit-birit dari negeri ini. Alhamdulillah. Dimana posisi “Syaikh Salafy” Surkati di masa itu (dan kita tidak perlu membandingkannya dengan kondisi di masa kini!)?! Syaikh Salafy ini berada di pihak para pejuang Islam (yang diidentifikasikan sebagai masyarakat yang berpemahaman rendah terhadap agamanya, bergelimang dengan kesyirikan dan kebid’ahan) ataukah di sisi para penjajah kafir itu?! Ataukah justru menikmati fasilitas dan jabatan ‘kerennya” sebagai Syaikh Pejabat kafir Belanda yang sedang menjajah negeri ini?! Bukankah seharusnya dia menunjukkan sikap dan aqidah Salafiyyahnya dengan gagah berani memompa semangat perjuangan kaum Muslimin Indonesia ketika itu sebagai bukti keTauhidannya yang benar?! Apalagi Surkati telah dinyatakan “Bukan saja dia seorang Salafy bahkan ‘Syaikh Salafy’ ”!! Sekali lagi, kita tidak akan membandingkan dakwah Salafiyyah di masa Surkati dengan dakwah Salafiyyah di masa kini. Kita bahkan membaca dan menyaksikan teladan A’immah Ahlus Sunnah sebelum kita, bahkan jauh sebelum Surkati lahir!! Bukankah mereka telah berbicara di kitab-kitabnya tentang Ba’iat Bid’ah dhalalah seperti yang dipraktekkan oleh Surkati dan Al-Irsyadnya?! Hasan Al-Banna dengan Ikhwanul Muslimin-nya telah mempraktekkan hal yang sama (Bai’at dan juga upayanya dalam mempersatukan berbagai kelompok dengan latar belakang 78 manhaj yang berbeda-beda) seperti yang dilakukan Surkati untuk merealisasikan dakwah Hizbiyyahnya. Para ulama Salafiyyah Ahlus Sunnah telah menyingkap dan menulis penyimpangan-penyimpangan ini di kitab-kitab mereka (di masa kini). Apakah para ulama kita sedang mendzalimi Hasan Al-Banna “hanya karena” menunjukkan kepada umat berbagai kesesatannya dan kesesatan IM-nya agar umat menjadi waspada dan tidak terjebak oleh kesesatan organisasi politiknya dan penerus dakwah Hizbiyyahnya?! Lebih jauh lagi, di masa Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah. Apakah “Syaik Salafy” Ibnu Taimiyyah (yang muncul beberapa abad sebelum Surkati lahir) memberikan contoh teladan kepada kita betapa beliau Rahimahullah yang menyeru dan berdakwah kepada masyarakatnya (yang ketika itu bahkan kondisinya tidak lebih buruk jika dibandingkan 79 keadaan masyarakat di masa Surkati) untuk mentauhidkan Allah, menyerang kebid’ahan dan kesyirikan, menyeleksi hadits-hadits dha’if dan palsu dan di saat yang sama beliau juga menjadi Syaikhnya pasukan kafir Tartar yang menjajah negeri beliau?! Meminta dan menikmati “lotre” dan kekayaan Pasukan Tartar?! Ataukah justru beliau menunjukkan sikap dan keberanian sebagai seorang “Syaikh Salafy” yang memiliki aqidah dan manhaj yang kokoh kuat dengan bangkit menjadi teladan bagi kaumnya untuk memimpin memelopori

78

Apakah karena Hasan Al-Banna besar di lingkungan yang sangat kental menganut Thariqat Hasyawiyyah sehingga dia memiliki udzur atas aqidah Sufinya?! Patut dimaklumi seruan dakwah Pan-Islamismenya?! Dari literatur yang ditulis dan dipublikasikan oleh orang-orang Al-Irsyad SENDIRI telah membuktikan kepada kita bahwa kesamaan manhaj dakwah antara Surkati dengan Al-Irsyadnya dan Al-Banna dengan Ikhwanul Musliminnya bukanlah satu hal yang kebetulan, bahkan keduanya memiliki figur panutan dan idola “PANIslamisme/Wihdatul Firqah” yang sama, Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi agen rahasia Yahudi Freemasonry!! 79 Apakah Syaikhul Islam tidak menghadapi masyarakat penyembah kubur? Apakah di masa beliau tidak membantah penganut Syi’ah dengan berbagai keyakinan kufur dan syiriknya? Apakah beliau tidak menghadapi masyarakat dengan keyakinan-keyakinan khurafat? Dan perhatikan pula –wahai saudaraku- dengan kondisi masyarakat ketika Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab berdakwah!! Bahkan di masa shahabatpun, mereka telah menghadapi masyarakat yang jauh lebih kufur, lebih syirik dan lebih khurafat!! Adakah mereka semuanya –Radhiyallahu ‘Anhum Ajma’in- berupaya merangkul dan mempersatukan berbagai sekte sesat tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh As-Surkati?! Lalu dengan tolok ukur apa para a’immah membandingkan dan menggolongkan suatu ucapan, keyakinan ataupun perbuatan termasuk sebagai tauhid atau syirik, sunnah atau bid’ah, Al-Haq ataukah Al-Batil, sesat ataukah tidak? Apakah setiap masa/kurun memiliki tolok ukur kebenaran yang berbeda-beda?! Ketika anda – saat ini- berbicara tentang kesesatan yang terjadi di masa Shahabat ataupun di masa para imam Ahlussunnah yang lampau tergolong sebagai satu bentuk kedhaliman?! Allahul Musta’an. Kesesatan tetaplah kesesatan, baik dilakukan di masa lampau, di masa kini maupun di masa yang akan datang!! Na’udzubillah.

577
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

perjuangan menentang tentara kafir Tartar?! Apakah dalam memimpin kaum Muslimin ketika itu “Syaikh Salafy” Ibnu Taimiyyah juga menyeru kepada persatuan kelompokkelompok sesat dari kalangan Syi’ah, Khurafat dan Khawarij Anjing-Anjing neraka sebagaimana seruan “Syaikh Salafy” As-Sudani?! Ataukah justru dari kitab-kitab yang beliau Rahimahullah wariskan untuk kaum Muslimin penuh dengan bantahan yang sangat luar biasa yang mampu menghancurluluhkan kesesatan-kesesatan firqah-firqah yang 81 dinyatakan oleh Surkati sebagai “golongannya”? Benarkah bahwa di masanya tidak ada seorangpun yang berdakwah untuk membantah kebid’ahan dan kesesatan sehingga dijadikan alasan untuk memberikan udzur kepada Surkati atas berbagai penyelewengan manhaj yang dilakukannya?! Sungguh pernyataan ini perlu ditinjau kembali. A.Hassan, seorang tokoh PERSIS (Persatuan Islam), bukankah Abdullah Badjerei sendiri – wahai Hizbul Irsyad!- yang menceritakan bahwa A.Hassan-lah yang membantah fatwa Surkati ketika “Syaikh Salafi” ini menghalalkan dan menerima lotre penjajah kafir Belanda untuk Al-Irsyadnya?! Ataukah A.Hassan ini hanyalah sebuah sosok manusia yang tidak pernah ada di permukaan bumi?! Dimana KH.Mas Mansyur (tahun 1908 telah belajar di Makkah, 2 tahun kemudian masuk AlAzhar Mesir, kemudian balik lagi belajar di Makkah dan pulang ke Indonesia tahun 1915-ibid, hal.72) “bersembunyi” ketika Surkati As-Salafy berdakwah seorang diri di negeri ini menghadapi “kaum tua”? HOS Tjokroaminoto, bukankah dia yang telah membantah konstitusi “bid’ah” Al-Irsyad yang menyatakan bahwa golongan “Sayyid” tidak boleh menjadi pengurus Al-Irsyad?! Ataukah HOS Tjokroaminoto hanyalah sebuah “nama imaginasi” sebagai “bumbu penyedap” sepakterjang As-Surkati As-Sudani di negeri ini?! Irsyadiyyin sendiri, Hussein Badjerei menulis: “Dengan kemenangan kaum Wahabi di Mekkah dan tumbangnya Syarif Husein, terjadilah kemudian perebutan “khilafah” antara Kairo dan Mekkah. Para ulama Al-Azhar menrencanakan Mu’tamar untuk membicarakan masalah khilafah dan mengundang beberapa pribadi orang Arab dan perkumpulan di Batavia serta Surabaya. Beberapa diantara mereka yang menerima undangan menghubungi HOS Tjokroaminoto dan mengusulkan untuk mengirim delegasi ke Kairo. Calon-calon yang akan mewakili umat Islam Indonesia ke Kairo antaranya HOS Tjokroaminoto, H.Fakhruddin (ayah A.R. Fakhruddin-mantan ketua Muhammadiyyah-peny.), Syaikh Ahmad Surkati, Suryopranoto, H.Abdul Wahab Hasbullah.”(Al-Irsyad Mengisi…, hal.114). 82 Kyai Haji Ahmad Dahlan (1868-1923) , pendiri Persyarikatan Muhammadiyah dengan slogannya yang terkenal di kalangan mereka dalam memberantas TBC (Takhayul, Bid’ah dan Churafat). Apakah keberadaan beliau hanyalah sebuah legenda?! Haji Agus Salim (1884-1954), yang lahir pada 8 Oktober 1884 di Minangkabau. Berkat ketekunannya ia dapat menguasai bahasa-bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Jepang dan Turki. Sedangkan bahasa lokal yang dikuasainya adalah bahasa Jawa, Minang, Melayu dan Sunda. Sikap beliau yang memelihara jenggot (di kala itu) cukup menjadikan bahan cemoohan orang-orang jahil. Pernah sekali dia harus berpidato dalam rapat umum di Pekalongan. Tiba-tiba dari arah hadirin terdengar seruan……mbeeeeek (menirukan suara kambing)…..

80

80

Adapun Surkati dan Al-Irsyadnya?Dia bahkan menjadi Syaikhnya para pejabat kafir harbi Belanda!! Dan …menikmati fasilitas serta kemudahannya manakala mendapatkan kesulitan-kesulitan!! Inikah Al-Wala’ wal Bara’ yang diajarkan oleh seorang yang dilabeli sebagai “Syaikh Salafy?!” Bukan! Bahkan ini adalah bukti nyata seruan kesesatan untuk menghancurleburkan prinsip-prinsip Al-Wala’ wal Bara’ fil Islam!! 81 Ingat ucapan Surkati yang sesat dan menyesatkan:”Khurafiyna…Syi’iyna dan… Kharijiyna” dan ba’iatnya terhadap Hizbul Irsyad serta ingat pula pelecehannya terhadap dakwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab:”Wahaby.. Musyaddid!!” Alangkah besarnya pengaruh dakwah PAN-Islamisme Jamaluddin Al-Afghani ArRafidhi agen Yahudi Freemasonry yang beberapa kali berkunjung ke tempat pelacuran umum serta Muhammad Abduh Al-Mishri bagi As-Surkati dan dakwahnya! 82 Abu Salma menyatakan bahwa beliau adalah murid As-Surkati (!?). Adapun Hussein Badjerei sendiri menulis:”Pada tahun 1921 Ahmad Surkati mengadakan perjalanan ke kota Solo untuk mengunjungi sahabatnya di sana, Awad Sungkar Al-‘Urmei. Dalam perjalanan dengan kereta api inilah Ahmad Surkati berkenalan dengan seorang “pribumi” yang asyik membaca majalah Almanaar. Tentu saja sebagai pendukung pemikiran ‘Abduh, Surkati kagum pada orang itu yang mampu membaca literatur arab. Orang itu ternyata Ahmad Dahlan. Terbukalah komunikasi antara mereka berdua sepanjang perjalanan, dan kian akrab setelah perjalanan itu. Kedua tokoh ini sering bertukar pikiran dan akhirnya sampailah mereka berdua pada satu kesimpulan yang mengandung tekad mereka berdua, yaitu sama-sama mengembangkan pemikiran ‘Abduh di Indonesia”(Al-Irsyad Mengisi…,hal.28). Allahul Musta’an. Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kita.

578
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Teriakan yang mengejek tersebut langsung beliau balas:”Para hadirin sekalian dan kambingkambing yang terhormat….” Sewaktu beliau berkunjung ke negeri Belanda, petani-petani yang didatanginya memperlihatkan sikap lebih pintar dari petani-petani Indonesia. Haji Agus Salim tidak dapat membiarkan bangsanya dilecehkan bangsa penjajah. Dicarinya akal. Tiba-tiba dia bertanya: “Sapi-sapi di negeri Belanda ini sesungguhnya hitam berbintik-bintik putih ataukah putih berbintik-bintik hitam?” Para petani Belanda untuk beberapa saat terdiam , tidak tahu jawaban yang tepat. Akhirnya orang tua itu tersenyum kemenangan sambil menjawab: “Di Indonesia, petani kami menyebutnya dengan istilah belang”. Dalam bulan Maret 1947 beliau diutus ke New Delhi India untuk mengunjungi Inter Asian Relation Conference yang membicarakan juga nasib perjuangan Indonesia. Bulan Maret berikutnya mengetuai missi ke negara-negara Arab guna mencari dukungan bagi perjuangan Indonesia. Pengetahuannya tentang Islam dan bahasa Arab serta kemahirannya dalam berdiplomasi di dunia internasional menyebabkan negara-negara Arab mengakui Prepublik Indonesia yang diikuti dengan ditandatanganinya dagang dan persahabatan antara RI dengan Mesir dan Saudi Arabia.”(Pahlawan Pergerakan Nasional, hal18-23,116-123, 1976, Departemen Sosial RI, Jakarta) Ada bukti literatur lain yang menguatkan kenyataan bahwa Surkati “tidaklah hidup seorang diri“ apalagi satu-satunya da’i dalam mendakwahi umat Islam di kala itu:…Sementara itu di tanah Jawa telah tampil pula tiga ulama besar yang semuanya bernama Ahmad, yaitu: Syaikh Ahmad Soorkati penegak Al-Irsyad, Syaikh Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dan Syaikh Ahmad Hassan pemuka Persis” (A.Hassan, Wajah dan Wijhah seorang Mujtahid, H.Endang Saifuddin Anshari & Syafiq A.Mugni, Fa Al-Muslimun, Bangil, hal.23) Bahkan “Disamping itu kita mencatat pula beberapa kawan seperjuangan beliau (A.Hassanpeny) dalam menegakkan Al-Qur’an dan Sunnah di bumi Indonesia ini, umumnya berusia lebih muda daripadanya, seperti: Ustadz H.Moenawar Chalil (Semarang), Ustadz KH Imam Ghazali (Jamsaren, Solo), Prof.DR.T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy (Aceh, kemudian Yogya), KHM Ma’shum (Yogya), Ustadz Abdullah Ahmad (Jakarta), Ustadz M.Ali Al-Hamidy (Jakarta), Ustadz Abdul Hamid Hakim dan Ustadz H.Zainuddin Hamidy (Minangkabau), Ustadz Fachroeddin Al-Kahiri (Pemimpin Pembela Islam pada zaman pendudukan Belanda dan pernah menjadi ketua umum Persis)” (ibid, hal.24). Nama-nama di atas hanyalah untuk menunjukkan bahwa As-Surkati tidaklah “hidup seorang diri” sebagai da’i di kala itu sebagai alasan untuk menggiring umat agar memaklumi kesesatannya. Allahul Musta’an. Saudaraku, kalau anda telah mengetahui bagaimana Surkati menolak tuduhan Abdurrahman At-Tamimi bahwa beliau terpengaruh oleh dakwah Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah, maka adakah di negeri ini para ulama yang terpengaruh oleh dakwah “Tauhid” beliau Rahimahullah? Ada, bahkan sebelum masa Surkati!! Tetapi lihatlah kegigihan beliau Rahimahullah dalam berjihad melawan penjajah kafir Belanda (tidak bisa tidak, anda harus membandingkan kenyataan ini dengan gelar Syaikh Salafy Surkati sebagai Syaikhnya 83 para pejabat penjajah Belanda!) : “”…semasa demi semasa meletus juga pemberontakan melawan penjajah itu, dan pemimpinnya ialah pahlawan-pahlawan Islam belaka. Seumpama Al-Amir Diponegoro di 84 tanah Jawa yang bercita-cita hendak mendirikan Daulah Islamiyyah buat seluruh Jawa . Dan Tuanku Imam Bonjol , Sumatra Barat, Minangkabau, yang terpengaruh ajaran Wahhabi, dan Syekh Di Tiro di Aceh yang hendak membersihkan Aceh dari kafir dan lainlain…perlawanan semua dapat dipatahkan karena musuh lebih banyak bilangannya dan lebih 85 lengkap senjatanya”(HAMKA , 6). “Tetapi obor (kepahlawanan) itu tidaklah sampai padam untuk menimbulkan cita-cita mengembalikan kemuliaan Islam” (HAMKA, 6-7 dalam A.Hassan…, hal.8)

83

Ini adalah bukti nyata bahwa kita tidak sedang membandingkan dakwah di masa Surkati dengan dakwah di saat ini???! Siapakah “aktor intelektual” yang telah memberikan informasi palsu dan keliru kepada Syaikh Ali bahwa AsSudani adalah satu-satunya da’i di kala itu? 84 Ada upaya sistematis untuk merendahkan peran perjuangan beliau bersama para pengikutnya dalam berjihad melawan penjajah kafir Belanda “hanyalah” karena persengketaan sebidang tanah makam leluhurnya yang dicaplok Belanda!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (peny). 85 Beliau “ditahdzir” Irsyadiyyin sebagai seorang plagiator, pencuri intelektual (Lihat pembahasan tentang Rawi-rawi Tsiqah Abdul Hakim Abdat).

579
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Duhai, kemana nama-nama mereka semuanya “bersembunyi” ketika Surkati dan AlIrsyadnya berdakwah di negeri ini?! Maka, menghilangkan nama-nama mereka dari panggung sejarah untuk kemudian memunculkan As-Surkati seorang diri dalam medan dakwah di Indonesia apakah suatu sikap yang ilmiyyah dan bijaksana yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya?! Hati-hati dengan JAS MERAH!! Jangan Sekali-kali MEmalsukan SejaRAH!! Hizbul Irsyad, apakah kalian akan melarikan diri dari medan “bukti, burhan dan hujjah ilmiyyah” dengan berteriak-teriak kepada umat tanpa rasa malu dengan menyatakan:”Apakah nt merasa lebih ‘alim dibandingkan Syaikh Ali Hasan Hafidhahullah?! Apakah nt merasa lebih pandai dibandingkan Syaikh Abdul Wahhab Al-‘Aqil?! Ya Subhanallah, ketika kalian “mengaminkan” dan mempertahankan gelar “Syaikh Salafy Honoris Causa” yang disematkan kepada As-Surkati apakah diiringi dengan ilmu ataukah sekedar “pokoknya kami sudah pegang tazkiyah …, Syaikh Surkati sudah diSalafykan oleh….adapun nt? Nt bukan ulama! Nt ruwaibidhah, bodoh dan jahil!! Ucapan nt tidaklah memudharatkan dakwah sama sekali!! Nt bukanlah orang yang pandai berjidal dan nt bukanlah hakim yang didengar keputusannya!!” Allahumma ya Allah… Dulu kalian tuduh Salafiyyin sebagai Ja’fari, orang-orang yang bisanya hanya membebek Ja’far tanpa dalil! Bahkan setelah Jamarto pendusta meninggalkan Salafiyyin, kalian masih terus menuduh demikian!! Lalu apa nama dan gelar yang tepat dan sesuai bagi kalian sendiri ketika kalian membela mati-matian gelar As-Salafy As-Sudani dan Hizbul Irsyadnya tanpa tahu bagaimana sesungguhnya dakwahnya yang sebenarnya?! Bagaimana kemesraannya dengan para penjajah kafir Belanda itu?!! Dengan lotre halalnya?!! Konstitusi anti-Ba’alawy?!! Kapten Arab yang setia kepada tuan penjajah kafirnya?!! Bahwa dia adalah Syaikhnya pejabat penjajah kafir Belanda?! Snouck Hurgronje adalah teman dekatnya?!! Jamaluddin AlAfghani Ar-Irany Ar-Rafidhi Al-Baabiy Al-Masuny Al-Ibrani adalah pujaan hatinya?!! PanIslamisme adalah tujuan dakwah Irsyadnya?! Hizbul Irsyad adalah nama Hizbnya?! Para ulama pewaris para Nabi adalah sasaran keji tikaman-tikaman biadab mereka!! Demi apa ya Asatidzah Wisma Erni? Demi tegaknya bid’ahnya Hisab dalam penentuan Hari Raya!! Mereka tumbangkan syari’at Nabi kalian tentang rukyatul Hilal !! Jujur saja, apakah sebelumnya kalian sudah mengetahui sedikit waqi’ “cuplikan dakwah lemah lembut dan penuh hikmah” ini? Dimana kedudukan “Al-Ilmu Qabla Qaul wal ‘Amal bagi kalian wahai “du’at Salafiyyin” Wisma Erni?! Katakan dengan jujur ya Ustadz…Allahul Musta’an.” Sesungguhnya, para ulama Ahlus Sunnah telah berbicara tentang kesesatan dan penyimpangan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang telah lampau dan sikap ini bukanlah suatu bentuk kedzaliman!! Mengingkari turunnya Isa ‘Alaihis Salam, munculnya Al-Mahdi?! Kesesatan tetaplah kesesatan, baik dilakukan di masa lalu, masa kini maupun di masa mendatang!! Menjadi Syaikhnya penjajah kafir tetaplah perbuatan yang tidak perlu dipuji apalagi dibela, baik penjajahan itu dilakukan di masa lalu, di masa kini maupun penjajahan di masa yang akan datang!! Adapun pembanding dan tolok ukur suatu 86 kebenaran tetaplah sama, baik untuk mengukur dan menimbang kesesatan dimasa lalu, masa kini maupun di masa yang akan datang, Al-Qur’an dan Sunnah di atas pemahaman Salafush Shalih. Maka individu ataupun kelompok yang menyimpang dari jalan yang lurus ini, kapanpun dan di masa apapun penyimpangan itu dilakukan, tetaplah satu bentuk penyimpangan yang harus diluruskan. Adapun “menetralisir dan memaklumi” berbagai kesesatan para pengekor gembong-gembong besar kesesatan semacam Jamaluddin ArRafidhi?! Bukankah sikap ini yang lebih patut disebut sebagai suatu bentuk kedzaliman?! Kedzaliman terhadap kebenaran itu sendiri. Surkati diberikan jubah kebesaran sebagai Syaikh Salafiy yang telah mentauhidkan masyarakat negeri ini dan semua pujian tersebut diumumkan kepada seluruh kaum Muslimin!! Di masjid Istiqlal, masjid terbesar yang menjadi kebanggaan Muslimin Indonesia!! Di saat yang sama masyarakat Muslimin umumnya tidak mengetahui (dan hanya sedikit sekali yang mengetahui) ternyata sekian banyak penyimpangan besar telah dilakukan oleh Surkati dan Al-Irsyadnya!! Jujur saja, apakah sebelum ini anda sekalian –wahai saudaraku kaum Muslimin- telah mengetahui bahwa Surkati dan Al-Irsyad adalah sahabat penjajah kafir Belanda?! Bahkan Syaikhnya penjajah Belanda?! Sungguh membela orang dan organisasi seperti ini adalah satu bentuk
86

‘Adil itu sendiri (lawan dari dhalim) adalah berhukum dengan kebenaran. Lalu apakah kebenaran ajaran Islam di masa lalu bisa berbeda dengan kebenaran Islam di masa sekarang ini?! Relatifkah kebenaran Islam?! Disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya?! Apakah membandingkan kesesatan di masa lalu dengan kesesatan di masa kini juga merupakan suatu bentuk kedhaliman?! Allahul Musta’an.

580
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

kedzaliman!! Kalau anda telah mengetahuinya dan tetap pula membuta babi membelanya (bahkan berupaya keras untuk menutup-nutupi), maka ini adalah satu sikap Hizbiyyah dan bukti pengkhianatan terhadap Islam dan kaum Muslimin!! Semoga Allah menjauhkan kita dari sikap-sikap tercela seperti ini. Amin. Maka alangkah sempurnanya jika permasalahan ini kita “selesaikan” dengan uraian tentang definisi “Dzalim” itu sendiri, apakah mengungkapkan suatu kebatilan adalah satu bentuk kedzaliman ataukah menutupi dan memaklumi kebatilan itu sendiri yang lebih pantas dikatakan sebagai suatu kedzaliman? Satu bab khusus di kitab “Al-Mahajjatul Baidha’u fi Himayati As-Sunnahi Al-Gharra’i min Zallati Ahli Al-Akhtha’i wa Zaighi Ahli Al-Ahwa’i” karya Syaikh Rabi’ Hafidhahullah adalah satu jawaban yang sangat bagus untuk meluruskannya. Insya Allah. B. Bab Tentang “Makna Keadilan dan Kedzaliman” Ibnu Faris berkata dalam kitabnya Mujmal Al-Lughah tentang (‘adala):” Al-‘Adl adalah lawan dari kesewenang-wenangan” Tentang (‘Adala), Al-Azhari mengatakan:” Keadilan ialah berhukum dengan kebenaran. Dikatakan: Dia menghukumi dengan kebenaran dan berlaku adil dalam hukumnya”. Maka “Al-‘Adl” sebagaimana engkau perhatikan, adalah lawan dari kesewenang-wenangan dan berarti berhukum dengan kebenaran. Oleh karena itu, apabila Ulama Ahli Jarh telah mengritik orang yang memang patut dikecam karena kebid’ahannya, apalagi dia telah diperingatkan dari perbuatan bid’ah tersebut, maka Ulama ini termasuk orang yang adil dan memberi nasehat untuk Islam dan kaum Muslimin, bukan orang yang dzalim. Bahkan, dia adalah seorang yang sedang melaksanakan kewajibannya. Jika Ulama tersebut diam terhadap orang yang semestinya dicela dan umat diperingatkan darinya, sungguh dia telah berkhianat, menipu agama Allah dan kaum Muslimin. Apabila sikap diamnya berlarut-larut dan bahkan disertai dengan pembelaan terhadap bid’ah dan ahlinya, maka sungguh orang itu telah membinasakan dirinya sendiri, menyeret orang yang mendengarkannya ke jurang kebinasaan yang paling dalam dan mendukung mereka dalam membela kebatilan serta menentang Al-Haq. Seperti ini termasuk sifat dan akhlak kaum Yahudi, keluar dari jalan Allah dalam keadaan diri mereka memiliki ilmu. Berkata Abul Hasan Ahmad bin Faris di dalam kitabnya “Mu’jam Maqayis Al-Lughah (3/468)”: ‫ ﻇﻠﻢ‬terdiri dari tiga huruf: ,‫ . اﻟﻈﺎء, اﻟﻼم‬makna asalnya yang shahih ada dua: Pertama, lawan dari sinar dan cahaya Kedua, meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Yang pertama: ‫ اﻟﻈﻠﻤﺔ‬bentuk jamaknya :‫ ﻇﻠﻤﺎت‬dan ‫ ا ﻟﻈﻼم‬adalah isim dari ‫اﻟﻈﻠﻤﺔ‬ Asalnya yang lain adalah: , artinya: meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, tidakkah kamu lihat mereka mengatakan:”Barangsiapa yang menyerupai ayahnya tidaklah mendzalimi” yakni tidak menempatkan penyerupaan yang bukan pada tempatnya. Telah berkata Al-Jauhari di dalam Shahihnya pada pembahasan kata “dzalmun”:” Dzalama yadzlimuhu dzulman wa madzlamah”, artinya: menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Dikatakan:”Barangsiapa yang menyerupai ayahnya, sungguh dia tidak melakukan kedzaliman”. Dalam satu perumpamaan:”Barangsiapa yang memelihara serigala, sungguh ia telah dzalim”. Dan telah berkata Al-Azhari tentang “dzalama” menukil ucapan Ibnu Sikkit: “Dikatakan:aku telah mendzalimi kolam apabila aku membuatnya di tempat yang tidak semestinya”. Kemudian berkata:”Asal Adz-Dzulm” (kedzaliman) ialah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya”, juga mengatakan:”Hari ini Dzalam”, yakni: “hari ini meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya”. Jelaslah bagimu bahwa kedzaliman itu ialah:”Meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya”. Barangsiapa melakukan kritikan terhadap Ahli Bid’ah, atau kitab-kitab yang berisi kebid’ahan atau menjarh siapa yang berhak untuk di-jarh dan mencela orang yang memang pantas dan berhak untuk dicela dari para perawi, orang yang bersaksi palsu, orang yang telah berbuat kedzaliman dan orang-orang yang terang-terangan berbuat kefasikan, maka yang demikian ini bukanlah merupakan tindak kedzaliman. Karena, para ulama yang mengritik mereka telah menempatkan perkara yang ada sesuai dengan tempatnya.

581
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Orang dzalim yang telah menyesatkan orang lain berarti dia harus siap untuk 87 ditikam dan dikembalikan kedzaliman itu kepada dirinya . Karena dalam kenyataannya dia telah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya, yakni ketika dia telah merekomendasi orang-orang yang tertuduh dari da’i-da’i yang menyeru ke pintu-pintu neraka jahannam dan justru menikam para pemberi nasehat untuk kaum Muslimin, para penyeru ke jalan yang lurus dan pengikut ulama Salafush Shalih. Diantaranya: Kritik dan Tahdzir kepada Ahli Bid’ah. Siapa saja yang membela Ahli Bid’ah dan berdebat dengan cara yang batil tentang mereka, maka orang semacam ini termasuk yang difirmankan oleh Allah : “Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa, Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmuNya) terhadap apa yang mereka kerjakan. Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksaan Allah)?” (Q.S. An-Nisa’:107-109) Selesai uraian dari Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Hafidhahullah. Semoga dengan uraian beliau, semakin jelas tersingkap siapa sebenarnya yang telah berlaku dhalim terhadap Islam dan kaum Muslimin. Wahai Hizbiyyun Ahlul batil! Sebenarnyalah, tidak ada pengaruhnya bagi kita dalam mengungkapkan "rahasia tersembunyi yang sesungguhnya kalian pampangkan sendiri", apalagi hal ini dilandasi oleh tantangan kalian kepada segenap kaum Muslimin untuk mengungkapkan penyimpangan-penyimpangan yang kalian lakukan baik berkaitan dengan datangnya Masyayikh Yordan ataupun tidak. Terpenting bagi kita adalah terungkapnya kenyataan yang sebenarnya dari berbagai manuver dakwah HizbiyyahSururiyyah-Ikhwaniyyah-Turotsiyyah-Dustaiyyah kalian sehingga kaum Muslimin yang terkecoh dan tertipu oleh baju Imitasi kalian segera menyadari dan rujuk kepada Al-Haq. Adapun menggantungkan "nasib umat" kepada hadir dan tidaknya Masyayikh Yordan?! Sungguh ini bukanlah alasan yang Syar'iy!! Sama sekali!! Adalah salah besar jika kalian merasa puas dengan label Salafy yang ditempelkan kepada kalian (oleh siapapun dia!) sementara baju yang kalian kenakan penuh dengan tambalan-tambalan Hizbiyyah, Bai'at ala Sufi dan Haraki, kesetiaan dan persahabatan dengan Penjajah kafir harbi Belanda yang berwajah Orientalisten, Missionaristen sekaligus Kolonialisten, Syaikh "Salafy" bermuridkan Penjajah kafir dengan memporak-porandakan Al-Wala' dan Al-Bara' (sungguh gelar ini akan menjadi catatan khusus dalam sejarah Islam dan kaum Muslimin bahwa Surkati adalah satu-satunya "Syaikh Salafiyyin" yang bermuridkan penjajah kafir yang sedang menjajah negeri kaum Muslimin!!!!! Jangankan bermuridkan orang kafir, satu majelis dengan ahlul bid'ah saja mereka –Radhiyallahu 'anhum- menghindarinya!!), bersahabatkan agen intelijen kafir sang pahlawan Orientalisten-Missionaristen-Kolonialisten Christian Snouck Hurgronje, teriakan kebanggaan sebagai Hizbul Irsyad-Irsyadiyyin, pasukan Drumband ala Faranzi dengan berhiaskan Mars Al-Allamah Syaikh "Salafy" As-Surkati As-Sudani Yang Perkasa sendirian, bersendikan lotre penjajah kafir Belanda, bersahabatkan dan berdonaturkan "Kapten Arab" antek penjajah kafir Belanda yang besar jasanya bagi pendirian organisasi Al-Irsyad, kendali dakwah dikuasai si Takfiri-Ba'asyiry dan si Qutby penerjemah selebaran Syayiji yang mencacimaki Syaikh Rabi' Al-Madkhali, berkoalisi dengan Presiden dan Gubernur Ikhwani beserta jajaran Hizbynya, petinggi Sururi, GPI pembela Ba'atsy87

Saudaraku, Ingatlah dengan tujuan dakwah Surkati dan Hizbul Irsyadnya dalam mempersatukan Syi’ah, Khawarij, penganut Khurafat yang jelas-jelas upaya untuk menghancurleburkan Al-Wala’ wal Bara’!!-peny.

582
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Komunis dan MMI-NII, berkawan dengan Yazid DDII-KOMPAK yang dikuasai Ba'asyiryKhariji yang memiliki link dengan Umar Al-Farouk dan akhirnya…bergaya Khariji ketika kursi tiada lagi dipegangi dan seabreg tambalan-tambalan lusuh lainnya yang sungguh membikin mata ini pedih untuk "menikmati" pengakuannya sebagai "Salafy". Ah, lihatlah betapa dari kejauhan kalian tampak lusuh dan compang-camping dengan pengakuan kalian sebagai Salafy. Apalah arti sebuah teriakan pengakuan kalau kenyataan justru telah berbalik mendustakannya?! Menyingkap wajah sebenarnya dibalik topeng Salafy yang selama ini dikenakan!! Saatnya bagi kalian untuk Sucikan Nurani, Bersihkan Diri dan Hadapkan Wajah dan Hati kepada Sang Ilahi. Bertaubatlah, semoga Allah menerimanya. Tetapi jika semua itu tidak kalian lakukan,…. Maka –sekarang- kami bulatkan kehinaan dakwah kalian dengan kabar gembira bagi Salafiyyin setelah hadirnya 2 Masyayikh dari Yaman (Syaikh Abdullah Al-Mar’i dan Syaikh Salim Bamahriz) serta utusan khusus Syaikh Rabi’ Hafidhahullah (Syaikh Muhammad AtTurki) ke Indonesia yaitu semakin eratnya hubungan diantara asatidzah kami. Benar, sebelumnya memang ada khilaf dan perbedaan pendapat diantara ustadz kami, tetapi bagi Salafiyyin tentu saja bukan jalur pengadilan (seperti yang kalian tempuh!!) untuk menyelesaikannya. Cukup dengan duduk bersama , kemudian datangnya bimbingan dan nasehat dari Masyayikh Salafiyyin akan menjadi penyejuk hati, perekat dan penguat kasih sayang diantara mereka, biidznillah. Sebesar apapun permasalahan yang muncul, Insya Allah bimbingan para ulama adalah solusi yang cukup menentramkan bagi Salafiyyin, 88 Walhamdulillah. Sejujurnya harus kami katakan kepadamu wahai Abdurrahman Al-Kadzab! Apakah pidatomu dihadapan peserta Muktamar Masyayikh Salafiyyin ke-1 itu engkau tujukan kepada Organisasi “Salafy’’mu sendiri? Salafy Irsyady dengan slogan Demokrasi “Ikhtilathy” “AlHisaby” Khurafyna Syi’iyna dan Kharijiyna?! Engkau persiapkan untuk menyongsong perseteruan dan pertempuran diantara komunitas Hizbiyyah kalian sendiri?! Saling menggunting dalam lipatan? Melibas kawan seiring tuk menggapai perebutan kursi kekuasaan?! Allahu Yahdikum. Demikianlah, “sedikit” contoh bagaimana sebuah gerakan hizbiyyah pada akhirnya menjelma menjadi gerakan Kanibalisme, saling sikut dan saling sikat diantara mereka sendiri, akhirnya, hanyalah sakit…sakit dan sakit yang mereka rasakan. Semoga Allah semakin mengokohkan persaudaraan, kasih sayang, mempererat dan memperkuat tali persatuan diantara Salafiyyin Ahlus Sunnah dimanapun mereka berada. Amin. Bagi orang yang mengharapkan kebaikan agamanya tentu saja lebih dari cukup bukti-bukti 89 yang kami paparkan . Hanya saja hidayah Allah yang menentukan. Walaupun –tetap sajaakan ada yang mengingkari kenyataan ini, tetapi bagi orang-orang yang berakal tentu dapat meyakini secara pasti bahwa pagi tadi matahari telah terbit dari sebelah timur. Akankah kita mengikuti kilah para “pemimpi dinar Hizbiyyah” dan pembelanya yang mengatakan bahwa pagi tadi matahari terbit dari sebelah barat??! Wahai Abdurrahman Al-Kadzab dan kroni-kroninya baik dari faksi Ihya'ut Turots, LDATA Al-Ikhwani, Al-Sofwa As-Sururi, Jama’atut takfir wal Jihad NII-Ba’asyiriy maupun dari Hizbul Irsyad dan Hizbul Ikhwan!! Anak ingusan ini menyadari benar bahwa kalian masih
88

Alangkah jahatnya Abdullah Taslim yang mengaku telah bermukim selama 7 tahun di Madinah dan menyatakan telah mengetahui dan memahami sikap yang bijaksana dari para ulama Ahlussunnah, sementara dia mengatakan bahwa Ishlah diantara Asatidzah ini (yang dibimbing dan diarahkan oleh Syaikh Rabi’ Hafidhahullah) ternyata dikatakannya dengan sinis sebagai “gencatan senjata sementara!” Tidakkah dia menyadari bahwa di dalam tulisannya ini terkandung keangkuhan seorang peramal dan penghinaan terhadap Syaikh Rabi’ khususnya dan para Masyayikh Yaman yang hadir mengishlahkannya! Ya, Syaikh Rabi’ memerintahkan gencatan senjata sementara!! Masyayikh Yaman yang langsung turun tangan menyaksikan penandatanganan gencatan senjata sementara!! Demi Allah engkau adalah seorang pendusta besar wahai Abdullah Taslim!! Tulisanmu sangatlah khabits!! Wahai Hizby!! Tunjukkan data dan bukti ilmiyyah yang mendukung “tebakanmu” ini!! Alhamdulillah, asatidzah kami telah mencium bau busuk strategi “devide et impera” adudomba-pecahbelah dan jajahlah dengan dinar Hizbiyyahmu!! Ya teori usang yang sudah sangat dikenal oleh Muslimin Indonesia yang “350 tahun berpengalaman dijajah” oleh penjajah kafir Belanda!! Dan jangan engkau lupa…Syaikh “salafimu” adalah Syaikhnya penjajah kafir itu pula!! Allahu yahdik!! 89 Alangkah “cerdiknya” Abdullah Taslim yang menyatakan bahwa semua permasalahan ini hanyalah “khilaf” antara boleh tidaknya menerima dana dari “beberapa yayasan dana yang dinilai oleh sebagian dari para ulama sebagai yayasan yang menyimpang manhajnya –dan inilah satu-satunya dalil yang mereka miliki–,” Sementara dia tidak mampu membantah sedikitpun (bahkan satu hurufpun!) bukti-bukti dan keterangan “sebagian dari para ulama” (perhatikan tulisannya ini wahai saudaraku kaum Muslimin!) tentang kesesatan-kesesatan dan penyimpangan serta permusuhan “beberapa yayasan dana” yang sangat keras terhadap Salafiyyin dan dakwahnya!!! Dengan tulisannya ini, kita menjadi tahu di mana dia berdiri dalam permasalahan ini. Allahul Musta’an.

583
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

memiliki "trah" Abdullah "The King of Arabic" Badjerei sebagaimana pujian muridnya yang – pejabat penjajah Belanda kafir tulen- Prof. Dr. Van Nieuwenhuise. Hanya saja, anak-anak ingusan ini, yang miskin ini, ingin mengingatkan kalian tentang sebuah syair "The King of Bitter/ Raja Pahit" yang berbunyi: Shadiiquka man Shadaqaka laa man Shad-daqaka Kawanmu yang sejati adalah orang yang berkata benar kepadamu Bukanlah orang yang selalu membenarkan perkataanmu!! Sungguh, anak ingusan ini sangat berharap menjadi salah satu dari "sedikit" kawanmu yang sejati wahai Abdurrahman!! Terimalah uluran tangan yang kecil ini dengan tulus ikhlas. Bukanlah dinar yang kalian miliki, bukan pula gelar Syaikh yang tersemat di pundak paduka yang menjadikan diri ini menjadi hasad dan dengki seperti tuduhan kosongmu itu, hanyalah kebaikan dan keselamatan diri kalian yang diharapkannya, lain tidak. Asap dusta tlah membubung dari angkasa Yordan Awan hizby berarak mengiringinya Gelombang petaka Tsunami (Abdurrahman) At-Tamimi-pun menyerang dunia Setelah hizby pendusta mendapat kuasa Setelah pujian meluncur menghiasi namanya Setelah ulama rajin mengunjunginya Setelah amanah bicara diberikan kepadanya Setelah….dan setelah… Ulama diombang-ambingkan ombak dustanya Umat dibodohkan buih-buih tipu dayanya Ahlus Sunnah dilecehkan dan dinistakannya Ahlul Ahwa’ disunnahkan dan diSalafikannya Khawarij Anjing Neraka-pun menjadi teman 'tuk mendukung "perjuangannya" Khurafiyna…! Syi’iyna….! Kharijiyna…! Itu semua adalah teriakan Syaikh Salafynya!! Jum'iyyah Hizbiyyah dan dinar Hizbiyyah celaka tempat dia berwala' Tidak syak lagi, serdadu bayaran mereka adalah kawan seperjuangannya Padahal…. Syaikh Muqbil telah mentahdzirnya!! (Memecahbelah Ahlussunnah melalui dinar Kuwait) Syaikh Rabi' telah bangkit mengingkarinya!! Syaikh Muhammad bin Hadi telah menyingkap kepalsuan dakwahnya!! (Manhaj Ikhwani…Jum'iyyah Hizbiyyatun!) Syaikh Khalid Ar-Raddadi memiliki bukti-bukti kejahatannya!! (Lembaga Hizbiyyah yang membantu dan menolong Hizbiyyun!) Syaikh Ahmad An-Najmi telah mendo'akan kebinasaannya!! (Semoga Allah membinasakanmu hai Abdurrahman!) Ironisnya…sekian banyak manusia menjadi "buta" karena dinar Hizbiyyah yang ditebarkan saudaranya!! Tetapi…justru ma'hadnya bangkit melegalkannya!! Menjadi bekingnya!! Dana Muslimin itu adalah kilahnya! Syi'ah-Rafidhah ikut serta adalah bukti untuk membungkamnya! Tidak tahu adalah kilah berikutnya, hadza mushibah!! Melegalkan tanpa tahu apa yang dilegalkannya?!! Sesat dan tentu saja banyak umat yang disesatkannya! Bencana si Hizby di muktamar Al-Albani Ulama Yordan harus bangkit mengingkarinya Menutup fitnah membungkam khianah Umat haruslah marah karena agamaNya Menghentikan dusta atas nama syari’ahNya

584
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Taubat nashuha hanya satu pilihannya Kalau tidak…. Sungguh dia tlah bersumpah atas laknat dirinya! Dusta itu….tlah menembus angkasa Demikianlah tempat berlabuhnya berbagai bahtera yang mengarungi lautan dakwah hizbiyyah ternyata ditambatkan di Pelabuhan Jamaluddin Al-Irani Ar-Rafidhi Al-Masuny AlIbrani dan Muhammad Abduh Al-Mishri Al-Mu’tazili. Pembaca dapat membuktikan sendiri fakta-fakta yang kami kemukakan, betapa hampir semua informasi kami dapatkan dari sumber mereka sendiri dan mereka pula yang menyebarkan SEMUA KENYATAAN HIZBIYYAH-IKHWANIYYAH INI. Semoga semua kaum Muslimin diberikan kekuatan oleh Allah untuk menjadi saksi-saksi yang adil dan jujur walaupun terhadap sanak kerabat sendiri, firman Allah : “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atapun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan” (Q.S. AnNisa’:135). Tanpa mereka sadari, betapa tingkah lakunya selama ini sebenarnya telah menegakkan hujjah atas diri-diri mereka sendiri. Entah, dengan apalagi Abdurrahman AtTamimi Al-Kadzab (yang terbukti membela dinar Hizbiyyahnya Ma’had Bukhari/At-Turots Geng tempat Khalid Syamhudi dan Ahmas Faiz "Majalah As-Sunnah" bertengger) berkilah dari semua kenyataan ini, kalimat laknat terhadap dirinya sudah terlanjur keluar dari lisannya, sementara : ~ Dia terbukti sebagai orang Al-Irsyad yang bekerjasama dakwah dan mengambil dana dari Lajnah Musytarokah/Ihya’ut Turots, Al-Sofwa dan At-Turots Kuwait (situs PP. Al-Irsyad, alirsyad.8m.net_mitra.HTM), PP. Al-Irsyad juga meminta dana dari Yayasan Sulaiman ArRajhi Al-Khairiyah yang merupakan kaki tangan Ihya’ut Turots (infoalirsyad.com_edisi53_index-8.html) dan langsung menengadahkan tangannya kepada Ihya'ut Turots Al-Kuwaity (melalui persaksian langsung saudara kita di Kuwait!) ~ PW Al-Irsyad Jawa Timurnya terbukti telah menggalang koalisi dengan DDII yang memelihara KOMPAK-Ba'asyry,, GPI pembela Ba'atsy, FOSI filsafat cuci otak dan MMI yang jelas-jelas bermanhaj "pemberontak NII"!! ~ Lulusan Pesantren Al-Irsyad Tengaran ternyata didistribusikan untuk mendukung lembaga pendananya dan memperkuat jaringan Hizbiyyin-Sururiyyin-Ikhwaniyyin di seluruh Indonesia seperti: Yayasan At-Turots Al-Islamy Yogya (Abu Nida’ grup) , PP. Imam Bukhari-nya Khalid Syamhudi dan Ahmas Faiz/At-Turots As-Sunnah grup, PP. Ibnu Taimiyyah Bogor (jaringannya At-Turots dan Al-Haramain), PC.Hidayatullah Ujungpandang (hizbi), PP. Addar AsSalafiyah Riau, Masjid Al-Fauzan Pabelan, PP. Thaifah Manshurah Kediri (At-Turots, linknya Aunur Rafiq dan Abdurrahman At-Tamimi), PP. Al-Furqon Kaltim, Yayasan AsSunnah, PP. Abu Hurairah Mataram NTB, PP. Hidayatullah (hizbi), dan berbagai tempat lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia (alirsyad.8m.net_alumni_Alumni3.htm); ~ Jelasnya bukti hubungan antara Abdurrahman At-Tamimi dengan Aunur Rafiq pentahdzir Syaikh Rabi’ Hafidhahullah (termasuk Ustadz yang direkomendasikannya)dan Agus Hasan Bashari musuh besar para ulama pewaris para Nabi (Hizbiyyin-Sururiyyin-Surkatiyyin, pada Prodit 1&3 Al-Sofwa berkoalisi dengan petinggi Ikhwani, Mudzakir Arif dan Dr.Mushlih Abdul Karim, keduanya adalah Ketua PK-Al Ikhwani!) betapa mereka adalah sahabatnya, ~ Mantapnya bukti betapa Abdurrahman At-Tamimi melakukan safari di Madura, NTB, Irian Jaya, Banda Aceh dan Banjarmasin bahu-membahu dan bekerjasama untuk memajukan AlIrsyad dengan Farid Okbah Takfiri-Ba’asyiry, Yusuf Utsman Ba’isa Quthbiy-Sururiy-Turotsiy dan Mubarak Bamu’allim Sururiy, orang kepercayaannya sendiri (alirsyadalislamy.or.id/majelis-dakwah/pelatihan-da’…) ~ Abdullah Hadrami Al-Hizby (salah satu Khatib Jum’at di Markaz Dakwahnya / Masjid AlIrsyad adalah corong kesesatan gembong Sururi yang sangat berbahaya, teroris pemikiran, Aidh Al-Qarni), serdadu Al-Sofwa Al-Muntada adalah saudara mudanya,

585
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

~ Yazid Jawaz (petinggi Minhajus Sunnah/Al-Sofwa/Haramain yang memiliki hubungan istimewa dengan Ponpes Ibnu Taimiyyah, Bogor milik Ihya’ut Turots dan Al-Haramain yang sering dipakai Al-Sofwa untuk acara Hizbiyyahnya; Prodit 1 berkolaborasi dengan gembong ikhwani Mushlih Abdul Karim; anggota “koalisi heboh” Tafsir Sururi-Ikhwani dan termasuk ustadz yang direkomendasikannya) adalah seniornya, lebih dari itu dia adalah pengibar bendera DDII yang memiliki sumber pendanaan yang SAMA PERSIS dengan kelompok Sururinya!! DDII ini memiliki mantel "militer" bernama KOMPAK yang dikuasai dan didominasi oleh Ba'asyiriyyun. Bagi Salafiyyun, sepak terjang mereka sudah sangat dikenal dengan "gaya" KOMplotan PemAncing Kekacauan, setelah itu? Ngacir sebagaimana sikap komplotan pengecut dan menjadikan kaum Muslimin lainnya sebagai "tumbal" kepengecutannya!! ~ Mubarak Bamu’allim (anggota “koalisi heboh” Tafsir Sururi-Ikhwani) adalah tangan kanannya, ~ Abdul Hakim Abdat –termasuk ustadz yang direkomendasikannya- (Al-Sofwa/Haramain yang pada Prodit 1 Al-Sofwa berkolaborasi dengan gembong Ikhwani Mushlih Abdul Karim, pengisi rubrik hadits di majalah As-Sunnah-nya Ma’had Bukhari yang menjadi kaki tangan Ihya’ut Turots) adalah teman dekatnya ~ Geis Abad dan Masdun Pranoto adalah "atasannya" di Al-Irsyad "illegal" Farouk Badjabir tidak ketinggalan pula untuk ikut meramaikan "tafsir Heboh Sururi-Ikhwani" sebagai pengedit bahasa!! ~ Ahmas Faiz, gembong besar Ihya’ut Turots Indonesia, penguasa Ma’had Bukhari dan majalah As-Sunnah As-Sururi termasuk salah satu ustadz yang direkomendasikannya!! ~ Markaznya juga dibawah kendali Chalid Bawazir yang memiliki peran sangat besar dalam mendatangkan Masyayikh Yordan ("Gubernur Al-Irsyad liar" Jawa Timur, bersama Abdurrahman At-Tamimi mendapatkan undangan mengikuti Muktamar Masyayikh Salafiyyin ke-2), Ma’had Alinya dinisbatkan pula kepada Al-Irsyad, Alamat pos-nya (persis sama dengan kop surat kuasa Syaikh Salim Al-Hilaly dan Syaikh Ali bin Hasan kepadanya) juga sama dengan Markaz Al-Irsyad Surabaya, dimana Masjid Al-Irsyad inilah yang telah nyata-nyata terbukti mengundang Rofi’ Munawar Lc (petinggi Ikhwani) untuk khutbah Jum’ah pada tahun 2004, 2005, dan 2006. Tidak cukup itu, bahkan “sepasukan” petinggi Ikhwanul Muslimin pun didatangkan pula ke Masjid kebanggaan “Salafiyyin Surabaya” seperti Ahmad Mudhaffar 90 (Pimpinan Dewan Syari’ah Ikhwanul Muslimin Jawa Timur), Muhammad Shaleh Drehem

90

Dan jangan kalian menutup mata wahai “SalafImitasi!” dengan fatwa nyleneh dari Dewan Syari’ah “saudara kandung” kalian yang salah satu anggotanya kalian undang menceramahi komunitas “Salafy-Irsyadi Surabaya kalian”! Jebolan-jebolan Doktor dan Master Ikhwani pengekor Sayyid Quthb dan Qaradhawi menyatakan bahwa “seni merupakan bagian dari sarana hiburan yang baik dan mendidik serta dapat dijadikan sarana dakwah yang potensial. …seni pentas dengan segala bentuknya dibolehkan dalam Islam dengan memperhatikan batasan-batasan syari’ah (Fatwa-Fatwa Dewan Syari’ah Pusat Partai Keadilan Sejahtera, bab3. Fiqih Kontemporer, fatwa no.37, hal.154-155). Mereka juga membolehkan para da’i terjun dalam dunia film Islami. Mereka menyatakan:”Keterlibatan para da’i dalam dunia film-sebagai aktor dan aktris, selama tidak menimbulkan fitnah seperti aktor/aktris yang berakhlak jahiliyyah atau keterlibatannya tidak mengundang image negatif”(ibid, fatwa no.38, hal.157)- dalam kondisi Islami, maka menjadi boleh bahkan dapat bernilai da’awi (dakwah!!), baik sebagai pemeran, penulis cerita/skenatrio, sutradara, produser ataupun lainnya”(ibid, hal.156-157). Mereka membolehkan para da’i menonton film Islami baik itu berupa video, laser disc, VCD, penayangan di TV pada bulan Ramadhan, di TIM atau di bioskop Islami (ibid, fatwa no.39, hal.160). Mereka memfatwakan bolehnya lagi Islami, nyayian yang baik yang menggugah semangat kerja, tidak jorok dan mengundang syahwat dan menghalalkan semua alat musik selama tidak melalaikan. Mereka nyatakan pula bahwa hadits-hadits yang terkait dengan hukum musik semuanya lemah dan para ulama Salaf dari kalangan Shahabat Nabi dan Tabi’in menghalalkan alat musik, karena memang tidak ada dalil yang menjelaskan baik dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga hukum asalnya mubah (ibid, Fatwa no. 43, hal.178-187) dalam AsySyari’ah no.20/II/1426H/2005, hal. 45-46. Benarkah semua kenyataan di atas “dibolehkan dalam Islam, tidak menimbulkan fitnah, tidak mengundang image negatif, dalam kondisi Islami bahkan dapat bernilai da’awi (dakwah)?! Silakan anda bandingkan –wahai saudaraku- antara Fatwa Ikhwanul Muslimin (yang tokoh-tokoh besarnya diundang untuk menceramahi umat oleh Markas Besar Abdurrahman Tamimi) dengan fatwa ‘Alim Salafy, Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi Hafidhahullah yang menyatakan: “Pertama: yang nampak bagiku bahwa drama dan film adalah haram karena drama terwujud di atas perkaraperkara yang haram pula, yaitu : 1. KEDUSTAAN, hal ini karena drama tidak bisa terwujud kecuali dengan kedustaan, tidak berlandaskan dan tidak akan sempurna kecuali dengannya. Sedangkan dusta dalam agama Islam adalah haram, tidak ada seorang Muslimpun yang ragu dari keharamannya. Allah telah mencela kedustaan dan pelakunya, bahkan melaknat mereka dalam kitabNya yang agung: “Kemudian kita mengadakan mubahalah (mendo’akan dengan laknat dan kebinasaan satu terhadap lainnya) dengan menjadikan laknat Allah (menimpa) kepada orang-orang yang berdusta” (QS. Ali Imran: 61) Nabi dalam sebuah haditsnya bersabda:

586
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

(Kepala Da’i Ikhwanul Muslimin Jawa Timur), dan Agung Cahyadi (salah satu “kuda hitam” dalam bursa demokrasi pemilihan Kepala Ulama Ikhwani dan pemilihan Gubernur Ikhwani Jatim). Nyata-nyata Masjid Al-Irsyad adalah markaz besar dakwahnya sebagaimana yang tertera di jadwal kajian live via internet di situsnya yang diasuh oleh Salim Ghanim, Mubarak Bamu’allim dan Pembesar Hizby ini sendiri! ~ Pidato heroiknya juga mengibarkan tinggi-tinggi peran Ahmad Surkati As-Sudani dan AlIrsyad dalam lembaran sejarah dakwah “Khurafi-MGK, Syi'ah-MGK, Khawarij (baca:AnjingAnjing Neraka)-MGK (Masih Golongan Kita) dan sebaliknya menyatakan Wahhabi…Musyaddid/Ekstrem” di Indonesia (perhatikan wahai pembaca sekalian yang kami hormati atas ucapan keji dan tuduhan Syaikh Salafiyyin ini dan bandingkan dengan ucapan Abdurrahman At-Tamimi Al-Kadzab ketika menceramahi para ulama di Yordan yang menghinakan Salafiyyin Indonesia sebagai:" . Bukankah antara "bapak" dengan "anak" itu memiliki sifat dan watak yang sama persis?! Allahul Musta’an, nama majalah Ma’had Al-Irsyad-nya juga mengekor nama majalah milik Ahmad Surkati dan berbagai kenyataan Hizbiyyah yang telah kami kemukakan. Tidak tahu lagi kalau dia beranggapan sedang menjadi seorang Direktur sebuah “negara” di dalam “negara” yang berpenduduk 1 jiwa (dirinya sendiri) yang tidak mengenal apalagi terkait dengan nama-nama/institusi di atas. Allahul Musta’an. Lebih jelasnya, silakan pembaca menyimak bab 19 tentang Jamaluddin Al-Afghani, Manusia Seribu Wajah Pujaan Ahmad Surkati agar hakekat kesesatan dakwahnya dapat kita ketahui lebih luas, lebih lengkap dan lebih mantap, Insya Allah. Mereka harus menyadari kekeliruan pola pikirnya bahwa semakin banyak Masyayikh yang memberikan tazkiyah dan pujian terhadap Ahmad Surkati As-Sudani berarti umat semakin yakin atas kebenaran pengakuan Hizbiyyun bahwa mereka berdakwah di atas Al-Haq, di atas manhaj Ahlus Sunnah wal jama’ah, itu kalau umat tidak mengetahui berbagai makar dan kesesatan mereka ini. Adapun setelah umat mengetahuinya secara rinci dan menyeluruh –penyimpangan-penyimpangan yang ada- maka semakin banyak tazkiyah yang mereka tumpuk untuk menSalafiyyahkan As-Sudani, maka semakin tebal pula bukti kejahatan kelompok Hizbiyyun ini terhadap ulama dan umat. Betapa tidak? Umat tidak lagi bisa mereka kibuli, dengan modal apa mereka mendapatkan tazkiyah tersebut? Tentu saja puncak pujian tersebut didapatkan dari hasil membangun dan menegakkan menara kedustaan di atas pondasi kedustaan dan tipu daya. Ya, semakin

“Sesungguhnya kedustaan itu menuntun kepada kebejatan, dan kebejatan menuntun pelakunya ke dalam AnNaar”(Muttafaqun ‘Alaihi,…) 2. PERKATAAN DUSTA DAN PENGAKUAN PALSU, dalam sebuah hadits yang shahih Nabi bersabda: “Barangsiapa yang mengaku sesuatu yang bukan miliknya maka dia bukan dari golongan kami”(Muttafaqun ‘Alaihi, ..) 3. BERPURA-PURA, seorang pemain drama dia berpura-pura menangis, tertawa, sedih, bahagia, marah ataupun rela. Inilah Kedustaan! 4. MENIRUKAN WATAK SESEORANG, kadang-kadang seorang Muslim mempraktekkan atau melakukan adegan sebagai orang kafir, kadang-kadang seorang kafir atau fasik melakukan adegan sebagai salah seorang tokoh besar dari kaum Mukminin, entah sebagai seorang Shahabat, ulama besar, atau raja yang adil, dan perkara ini adalah sebuah kejahatan besar! 5. PEMAIN DRAMA MENGHALALKAN PERKARA-PERKARA HARAM DI ATASNYA, perlu diketahui bahwa menceritakan kepribadian seseorang dengan menirukan gayanya, cara berjalannya, atau cara bicaranya merupakan ghibah dan ghibah adalah perkara haram. Nabi bersabda: Aku tidak menyukai untuk menceritakan (menirukan) seseorang walaupun diberi suatu imbalan (karena melakukannya).”(HR. Imam At-Tirmidzi, Imam Abu Dawud, dan Imam Ahmad) 6. DRAMA MENGAJARKAN SIFAT KHIANAT DAN JAHAT, bahwasannya pengakuan perbaikan yang dihasilkan dengan drama adalah perbaikan yang didahului atau diruntuhkan oleh berbagai kerusakan yang ditimbulkannya 7. PARA PEMAIN DRAMA YANG MENGAKU DIRINYA MUSLIM TELAH MEMBERIKAN BANTUAN YANG BESAR KEPADA ORANG-ORANG ORIENTALIS, MUSUH ISLAM, yaitu dengan memunculkan berbagai riwayat yang disusupkan kepada pemimpin-pemimpin Islam dan tokoh-tokoh Islam, yang dimaukan dengan riwayat-riwayat tersebut pelecehan dan perendahan martabat mereka. Kemudian oleh para pemain drama diambil dan dipraktekkan serta disebarkan, entah sadar atau tidak, atau bahkan mengakui riwayat-riwayat dusta di atas. Sehingga dengan demikian mereka telah memberikan bantuan kepada orientalis dalam menghancurkan Islam dan tokoh-tokohnya. Tentunya perkara ini merupakan puncak dari pengkhiatan terhadap Islam dan pemeluknya, bahkan kadang pelakunya bisa mencapai tingkat kafir, keluar dari agama Islam! 8. PARA SHAHABAT DAN ORANG-ORANG SHALIH SETELAH MEREKA MENDALAMI AL-QURAN DAN ASSUNNAH, SERTA BERBAGAI MACAM MAU’IZHAH(NASEHAT), MEREKA TIDAK BUTUH KEPADA PERKARA YANG BERNAMA DRAMA ATAU FILM.”(Menyingkap Kejahatan Aliran-Aliran Sesat, Syaikh Ahmad An-Najmi Hafidhahullah, Hikmah Ahlu Sunnah, hal. 95-97)

587
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

banyak mereka pertontonkan tazkiyah dan pujian para ulama, berarti semakin banyak pula para ulama kita yang mereka kibuli dan mereka tipu daya. Tidaklah perlu bagi kalian untuk terus berbuat nekad menyemburkan kedustaan bahwa As-Surkati As-Sudani terpengaruh oleh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab!! Bahwa As-Sudani telah mentauhidkan masyarakat negeri ini, meluruskan garis perjuangan dan pada puncaknya mendudukkannya di singgasana "Syaikh Salafiyyin" yang sesungguhnya singgasana ini sama sekali bukanlah miliknya dan bukan pula haknya!! Dia – sebagaimana Hasan Al-Banna- tidak lebih dari pengekor dan penerus cita-cita dakwah Pan Islamisme Jamaluddin Al-Afghani Ar-Rafidhi agen Yahudi Fremasonry yang berupaya untuk merangkul berbagai sekte sesat yang ada untuk bersatu bersama-sama melawan "kekuatan kafir"!! Bagaimana cara Surkati melawan kekuatan kafir tersebut? Menikmati dana lotrenya!! Menjadi Syaikh Salafy kebanggaan para pejabat penjajah kafir harbi Belanda yang telah menjajah dan mengangkangi negeri ini selama tigaratus limapuluh tahun!!! Lihatlah kenyataan bahwa kalian tidak mampu menutupi "kejujuran" orang-orang tua kalian sendiri (salah satunya Hussein Badjerei) yang dengan bangganya menulis:"Dalam menghadapi era globalisasi, berkembang dan dikembangkannya pemikiran keagamaan di kalangan intelektual muslim, PARA PEMIMPIN AL-IRSYAD YANG TERMUDA SEKALIPUN AKAN MELEMPAR SENYUMNYA YANG LEBAR TATKALA MEMBACA MAQALAH SEORANG TUA DARI INDONESIA YANG MENGAKU PENGANUT PAN ISLAM, MENGAKU PENGANUT MUHAMMAD ABDUH DAN RASHID RIDHA, mengaku menentang stratifikasi sosial yang memecah Arab menjadi Ba'alawi dan non Ba'alawi…(Al-Irsyad Mengisi…, hal.221). Dan ingatlah dengan ucapan tetua kalian sendiri –Husein Badjerei- bahwa seindah apapun kejahatan itu berusaha ditampilkan toh pada akhirnya kegagalan yang akan menjadi buahnya: "Namun, bagaimanapun juga, segala yang baik akhirnya mampu juga mengalahkan yang buruk. Embel-embel yang menutupi cita-cita semula itu akhirnya lambat-laun dapat terhalau oleh proses waktu dan kedewasaan. Motivasi yang dangkal akhirnya dapat juga dienyahkan.."(ibid, hal.147) Maka sekali lagi –wahai Abdurrahman Tamimi dan seluruh kelompok Hizbiyyahmujangan ajari lagi bagaimana Salafiyyin harus bersikap bijaksana, bertutur kata yang lemah lembut, rifqan dan Mawaddah!! Barangsiapa yang mengikuti kebenaran –walaupun dia seorang miskin-, dia mulia di sisi Allah dan dia berhak untuk diterima dengan baik dan dimuliakan. Adapun bagi orang-orang yang berpaling dari kebenaran serta sombong darinya –setinggi apapun jabatannya, seberapapun harta yang dimilikinya dan sebanyak apapun pengikut yang mengerumuninya-, maka dia tidaklah berhak untuk mendapatkan kemuliaan, karena dia telah menghinakan dirinya sendiri dan pantas untuk dijauhkan, diboikot dan ditinggalkan. Jangan kalian meneruskan perbuatan nekad dan Hizbiyyah yang jahat ini. Jangan pula kebencian kalian terhadap anak-anak ingusan yang miskin itu menjadikan kalian bersikap tidak adil dengan menutup mata mengingkari bukti ilmiyyah dan kenyataan Hizbiyyah-Ikhwaniyyah kalian yang disodorkannya. Sesungguhnya, bumi akan menjadi saksi kejujuran kalian, kaum Muslimin bukanlah umat yang mudah ditipu daya semenntara buktibukti ada di depan mata!! Alangkah indahnya perkataan seorang penyair: Berapa banyak kenikmatan Allah yang kurang disyukuri… Bersembunyi di dalam lipatan-lipatan kebencian Juga perkataan lainnya: Urusan-urusan itu berjalan dengan hukum taqdir Dan di dalam lipatan-lipatan peristiwa… Ada yang disukai dan ada pula yang dibenci Terkadang apa yang kutakutkan… Justru menyenangkan diriku Terkadang pula apa yang kuharapkan… 91 Justru menyakitiku Firman Allah :
91

Jannatur-Ridha fit Taslim limaa Qaddarallahu wa Qadha, Al-Gharnaathi, tahqiq DR. Shalah Jarrar, III/52

588
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

“Dan barangkali kalian membenci sesuatu, padahal sesuatu yang kalian benci itu baik bagi kalian” (Q.S. Al-Baqarah:216) Saudaraku, taubat adalah jalan terindah dan termulia. Kita khan menjadi saudara seiman dan semanhaj. “kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. Al-Furqan: 70) Semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian dan seluruh rekan-rekan koalisi “Hizbiyyah-Salafy”yyahnya. Dan semoga pula Allah mengokohkan kita semuanya untuk tegak berjalan di atas kebenaran. Amin ya Rabbal ‘alamin. “Dan katakanlah:”Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat Yang Paling Baik” (Q.S. Al-Mukminun:118) “Ya Rabb kami, sempurnakanlah cahaya kami (di akhirat) dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Q.S. At-Tahrim: 8) “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati dan pandangan, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu” “Ya Rabb kami, palingkanlah kami dari adzab jahannam, sesungguhnya adzabnya sangat membinasakan” (Q.S. Al-Furqan: 65) “Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan sikap kami yang melampaui batas di dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami serta tolonglah kami atas kaum yang kafir itu” (Q.S. Ali Imran: 147) “Ya Rabb kami, janganlah Engkau menjadikan kami sasaran fitnah orang-orang yang dzalim itu, dan selamatkanlah kami dengan Rahmat-Mu dari orang-orang yang kafir itu” (Q.S. Yunus: 85-86) “Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang dzalim itu” (Q.S. Al-A’raf: 47) “Ya Rabb kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau salah, ya Rabb kami, janganlah Engkau memikulkan beban kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau memikulkannya kepada orang-orang sebelum kami, ya Rabb kami, janganlah Engkau memikulkan beban kepada kami sesuatu yang kami tidak mampu memikulnya, dan ma’afkanlah kami, ampunilah kami, rahmatilah kami serta tolonglah kami atas kaum yang kafir” (Q.S. Al-Baqarah: 286) Maka… Kebenaran itu ibarat matahari Dan mata orang-orang-pun memandangnya Akan tetapi…. Tersembunyi bagi orang-orang yang buta! Buta matanya, berapa banyak yang Allah muliakan dengannya 92 Buta hatinya, apakah hidayah Allah sudi menghampirinya ? Firman Allah :

92

Ia demi Allah, benar-benar realita yang sangat pahit, sesungguhnya perkara ini persis sebagaimana yang difirmankan oleh Allah : (46) “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada .” (QS. Al-Hajj: 46) Kita berlindung kepada Allah dari realita mereka, kita benar-benar tunduk memohon kepada Allah untuk memberikan ‘afiyat bagi kita semua, kaum muslimin dari bala’ ini, serta semoga Dia mengambil tengkuk orang yang tertimpa bala’ ini untuk dibawa kepada kebenaran dan hidayah . Sesungguhnya Hidayah itu adalah milik Allah . Tidaklah semua orang yang mengenal kebenaran kemudian dia beramal dengannya. Terkadang ada hal-hal yang membuatnya berpaling (Naudzubillah), bisa jadi iri hati dan dengki, sombong yang menjadikannya buta mata dan pekak telinga, rakus terhadap duniawi serta ambisinya terhadap kemasyhuran dan kepemimpinan. Di sana, terdapat hal-hal lain yang membuat manusia berpaling dari kebenaran dan ahlinya padahal dia mengetahuinya. Semoga Allah menjauhkan kita semuanya dari tindakan tercela ini. Amin.

589
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur” (QS. At-Taubah:119) Akhirnya, inilah mutiara keNabian yang ditulis sendiri oleh salah satu koalisi Hizbiyyah kalian (Penerbit Darul Falah) dan sungguh kalian sendiri lebih butuh dengannya untuk menuntun mencapai kemuliaan dan keselamatan di dunia dan akhirat… Rasulullah bersabda: “Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran menuntun kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan menuntun kepada surga. Jika seseorang berlaku jujur dan berkeinginan keras untuk jujur maka di sisi Allah dia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Jauhilah kedustaan, Karena kedustaan itu menuntun kepada kejahatan Dan sesungguhnya kejahatan menuntun kepada neraka. Jika seseorang berdusta dan berkeinginan keras untuk berdusta Maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta” (HR. Muslim, bab “Al-Birr wa Ash-Shillah”, no.2605, hal.105, Kekeliruan Pemikiran Sayyid 93 Quthb) Segala puji hanya untuk Allah yang telah memudahkan terselesaikannya penyusunan tulisan ini, Alhamdulillah.

93

Bukankah anak-anak ingusan itu telah berupaya semampunya agar sampai goresan pena yang terakhirpun mengusahakan berbagai bukti penulisan ini berasal dari “pedang” kalian sendiri? Sekali lagi mohon ma’af karena hanyalah anak-anak ingusan yang menyambut kalian, Bagaimana mungkin manhaj dusta dan tipu daya mampu bertahan dan dipertahankan? Bukankah cukup anak-anak ingusan yang menghadapinya?! Gelembung air hanyalah bertahan sekejap saja Tidaklah tercuri perhatiannya… kecuali anak-anak kecil (baca:Hizby) semata. Allahul Musta’an.

590
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

Lampiran-Lampiran
Silakan kontak HP +6281330724873 untuk mendapatkan buktibukti yang kami gunakan disini.

591
Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya’ at-Turots dkk di Indonesia – Update 22 / 02 /2007

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->