P. 1
TEORI BEHAVIORISME

TEORI BEHAVIORISME

|Views: 17,268|Likes:
Published by grace lee

More info:

Published by: grace lee on Oct 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2015

pdf

text

original

TEORI BEHAVIORISME PRINSIP PRINSIP TEORI BEHAVIORISME 1. Obyek psikologi adalah tingkah laku 2.

semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek 3. mementingkan pembentukan kebiasaan ADA DUA ALIRAN BESAR DALAM TEORI BEHAVIORISME 1. reflek bersarat dari rusia di antaranya PAVLOV dkk 2. behaviorisme dari amerika di antaranya THORNDIKE dkk A .Teori Belajar Behaviouristik Pengertian Adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan.Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Kerangka Berfikir Teori Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan,mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahllaku adalah hasil belajar.

TEORI BEHAVIORISME
Dalam teori behaviorisme, ingin menganalisa hanya perilaku yang nampak saja, yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Belajar artinya perbahan perilaku organise sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau memperoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalian oleh faktor-faktor lingkungan. Dalam arti teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Dari hal ini, timbulah konsep ”manusia mesin” (Homo Mechanicus). Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan
1

atau reinforcement dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahl laku adalah hasil belajar. Prinsip-prinsip teori behaviorisme : - Obyek psikologi adalah tingkah laku - semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek - mementingkan pembentukan kebiasaan Adapun beberapa tokoh-tokoh behavioris yang berkembang dari tahun 1874 sampai saat sekarang ini : Edward Edward Lee Thorndike (1874-(1874-1949)) Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi anatara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. Teori belajar ini disebut teori “connectionism”. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Ciri-ciri belajar dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas, ada berbagai respon terhadap berbagai situasi, adal eliminasai terhadap berbagai respon yang salah, ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. Thorndike menemukan hukum-hukum : 1. Hukum kesiapan (Law of Readiness) Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung diperkuat. 2. Hukum latihan Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat. 3. Hukum akibat Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibanya tidak memuaskan.

2

Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) Teori pelaziman klasik adalah memasangkan stimuli yang netral atau stimuli yang terkondisi dengan stimuli tertentu yang tidak terkondisikan, yang melahirkan perilaku tertentu. Setelah pemasangan ini terjadi berulang-ulang, stimuli yang netral melahirkan respons terkondisikan. Pavlo mengadakan percobaan laboratories terhadap anjing. Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Contoh situasi percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu tanpa disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari pedagang makan, bel masuk, dan antri di bank. Dari contoh tersebut diterapkan strategi Pavlo ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Sementara individu tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi.Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan. Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan. Skinner (1904-1990) Skinner menganggap reward dan rierforcement merupakan factor penting dalan belajar. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal mengontrol tingkah laku. Pda teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. . Operans conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operans yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan. Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli.Bila tidak menunjukkan stimuli maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya. Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan Prinsip belajar Skinners adalah : - Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat. - Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul. - Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri, tidak digunakan hukuman. Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman. - Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer. - dalam pembelajaran digunakan shapping
3

Albert Bandura (1925-sekarang) Ternyata tidak semua perilaku dapat dijelaskan dengan pelaziman. Bandura menambahkan konsep belajar sosial (social learning). Ia mempermasalahkan peranan ganjaran dan hukuman dalam proses belajar. Kaum behaviorisme tradisional menjelaskan bahwa kata-kata yang semula tidak ada maknanya, dipasangkan dengan lambak atau obyek yang punya makna (pelaziman klasik). Teori belajar Bandura adalah teori belajar social atau kognitif social serta efikasi diri yang menunjukkan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap dan emosi orang lain. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi tingkah laku timbale balik yang berkesinambungan antara kognitine perilaku dan pengaruh lingkungan. Factor-faktor yang berproses dalam observasi adalah perhatian, mengingat, produksi motorik, motivasi. Behaviorsime memang agak sukar menjelaskan motivasi. Motivasi terjadi dalam diri individu, sedang kaum behavioris hanya melihat pada peristiwa-peristiwa eksternal. Perasaan dan pikiran orang tidak menarik mereka. Behaviorisme muncul sebagai reaksi pada psikologi ”mentalistik”. Referensi : 1. Matakuliah Psikologi Belajar dan Pembelajaran (Dosen : A. Setyandari, S.Pd Psi.) 2. http://www.freewebs.com/hijrahsaputra/catatan/TEORI%20BELAJAR%20DAN %20PEMBELAJARAN.htm 3. http://rohman-makalah.blogspot.com/2008/07/teori-belajar-akhmad-sudrajat-m.html

4

TEORI-TEORI KOGNITIF PENGENALAN Pada masa dahulu, apabila memperkatakan tentang sikap, manusia tidak dikaitkan dengan bidang psikologi walaupun kajian terhadapnya telah dilakukan sekian lama. Pada awalnya, ideaidea ahli psikologi memikirkan tingkah laku manusia dipengaruhi oleh naluri, diikuti pula dengan teori tingkah laku yang mengatakan manusia menghasilkan tingkah laku adalah kesan daripada pembelajaran kerana manusia dianggap seperti mesin dan minda manusia adalah kosong. Setelah timbul kesedaran bahawa otak manusia adalah berfungsi untuk melahirkan tingkah laku, maka lahirlah teori-teori yang mengkaji bagaimana minda manusia memainkan peranannya. Berikut dengan itu juga kajian mengenai sikap dan tingkah laku manusia dijalankan. Pendekatan kognitif menekankan pada proses mental dalaman. Maklumat yang diterima diproses melalui pemilihan, perbandingan dan penyatuan dengan maklumat lain yang sedia ada dalam ingatan. Penyatuan maklumat ini kemudian akan diubah dan disusun semula. Hasil pemikiran bergantung pada proses mental dalaman tersebut. Ahli-ahli psikologi kognitif menekankan bahawa kita bukanlah penerima rangsangan-rangsangan yang pasif. Sebaliknya otak kita akan memproses secara aktif maklumat yang diterima dan menukarkan maklumat kepada bentuk atau kategori baru. Seseorang individu itu seharusnya memaksimumkan penggunaan minda mereka supaya mereka dapat menjadi pemikir yang aktif. Sebagai manusia yang telah dikurniakan otak untuk berfikir, kita seharusnya dapat bertindak balas degan sewajarnya apabila menerima sesuatu maklumat dan bersedia pula untuk berubah sikap jika kita dapati bahawa idea kita sebelum ini adalah salah atau negatif. Teori-Teori / Model Teori-Teori / Model yang membincangkan tentang perubahan sikap ialah : 1 Model Respons Kognitif (Kognitif respons Theory) 2 Teori Kognitif Percanggahan (Percanggahan Cognitive Theory ) 3 Teori Perkembangan Kognitif (Cognitive Development Theory) Latar Belakang Anthony G. Greenwald Pelopor asas Teori Kognitif Respons ini ialah Anthony G. Greenwald. Dari tahun 1965 hingga 1986 beliau menjadi pembantu pensyarah di Jabatan Psikologi, Universiti Ohio. Kemudian, beliau merupakan pensyarah di Jabatan Psikologi, Universiti Washington dari tahun 1986 hingga sekarang.. Beliau pernah belajar di kolej Yale dan Universiti Harvard dan kemudian memperoleh Ph. D beliau dalam tahun 1963. Beliau menjadi penyunting dalam Jurnal Personaliti dan Psikologi Sosial dari tahun 1977 – 1979. Dari tahun 1998 – 2004, beliau memenangi anugerah sains di Institut Kebangsaan Kesihatan Mental. Beliau juga mengarang beberapa jurnal artikel yang memberi implikasi dalam sikap dan perubahan sikap, kognitif sosial, kognitif ketidaksedaran, sikap dan kognitif sosial, penyelidikan metodeologi, ganjaran dan dendaan pembelajaran, stereotaip, mengkategorikan pelajar dalam pendidikan tinggi, kawalan perhatian dan tindakan manusia. 1 Model Respons Kognitif (Kognitif respons Theory) Satu teori yang cuba menerangkan bagaimana manusia memperoleh dan berubah sikap mereka apabila bertindak ke atas komunikasi berbentuk pemujukan. Teori memberi fokus kepada kenyataan bahawa penerima sesuatu maklumat bukan sekadar memberi tindak balas terhadap maklumat yang diterima, tetapi juga menggerakkan pemikirannya terhadap maklumat tersebut.
5

Apabila seseorang menerima sesuatu perkara, maklumat yang cuba memberi mesej tentang sesuatu perkara, maklumat tersebut akan dihubung kaitkan dengan pengetahuan sedia-ada, menjadikan pemikirannya bertindak balas secara aktif terhadap maklumat yang diterima. Teori ini mula diambil perhatian oleh Anthony G. Greenwald pada tahun 1930 an. Kajian beliau adalah berkenaan dengan perubahan sikap. Perubahan sikap ini berhubung dengan pembelajaran, persepsi, fungsi dan konsistensi. Keistimewaan teori ini adalah teori ini diambil daripada teori-teori yang lain dan dengan mengumpulkan teori-teori ini, maka muncullah apa yang dikenali oleh Greenward sebagai Kognitif respons Komponen di dalam Kognitif Respons : Jika diminta untuk menyenaraikan hasil pemikiran seseorang yang bersesuaian dengan mesej yang diberikan, didapati boleh dibahagikan kepada 3 kategori iaitu : 1 Kekutuban 2 Asal Kriteria Yang Terdapat dalam Kognitif respons Model Terdapat empat kriteria yang menentukan Kognitif respons Model ini yang membezakannya dengan kajian-kajian yang lain dalam mengkaji sikap. Kriteria- kriteria tersebut ialah : I Peranan Produksi II Kajian Multidimensi i Teori Kualitatif Kualitatif digunakan untuk menjangkakan sikap sama ada pro atau kontra terhadap sesuatu maklumat dalam mencari struktur dalam pemikiran. Kualitatif melibatkan perangkaan. ii Teori Berasaskan Ingatan Apabila manusia berhadapan dengan sesuatu maklumat yang tidak dijangkakan, kognitif akan mencari semula maklumat daripada stor ingatan dan kemudiannya cuba mengaitkannya dengan maklumat yang baru diterima. Pendek kata, ia memberitahu kita apa yang mendesak seorang ketika mereka berdepan dengan situasi yang tidak dijangka dan di desak untuk membuat keputusan terhadap sikap mereka dengan objek –objek. Teori Berasaskan Ingatan adalah bertentangan dengan teori pusat maklumat yang mana Pusat maklumat Teori ini cuma menitikberatkan sama ada menerima atau menolak sesesuatu maklumat baru. Teori Berasaskan Ingatan mengiktiraf bahawa penerimaan sesuatu maklumat daripada satu teks tertentu adalah aktif dan bukannya pasif. Implikasi Kognitif respons Anthony G.Greenwald menghasilkan Kognitif respons pada tahun 1968 dan telah digunakan dalam bidang pengiklanan oleh Peter Wright di dalam bidang pemasaran kerana ia membekalkan pemahaman yang penting tentang pujukan dan lebih-lebih lagi cuba membuat ramalan terhadap gangguan, ulangan dan isu-isu yang terlibat. Peter Wright mendapati bahawa iklan mampu mengubah pemikiran pengguna dan seterusnya mempengaruhi sikap pengguna. Beliau telah menggunakan kaedah lisan dalam kajiannya untuk mengukur kognitif respons terhadap sesuatu iklan itu. Hasil dapatan Peter Wright, beliau menyusun kognitif respons ke dalam tiga kategori iaitu :

6

KELEMAHAN MODEL KOGNITIF RESPONS Satu masalah yang ketara dalam Model Kognitif respons ini ialah ia terlalu bergantung kepada teori-teori yang lain. Satu teori tidak cukup untuk menerangkan perubahan sikap seorang dengan berkesan. Terdapat satu perasaan yang menyeluruh bahawa teori ini cuba memahami bagaimana perubahan sikap diperlukan, akan tetapi matlamat itu tidak jelas tercapai. Ia kelihatan tidak mungkin untuk memahami dengan tepat bagaimana sikap berubah dan kemudian juga ia tidak realistik dan diterangkan ke atas semua perubahan sikap. Selain itu, teori ini sangat bergantung kepada fakta bahawa perubahan dalam sikap adalah sebagai kesan akibat daripada kesedaran dan proses pemikiran yang aktif. IMPLIKASI KOGNITIF RESPONS MODEL TERHADAP PEMBELAJARAN 1 Pengiklanan 2 Peranan Guru Di Kelas 3 Alat Bantu Mengajar TEORI PERCANGGAHAN KOGNITIF Bagaimana seseorang itu tergerak untuk bertindak? Sebenarnya terdapat satu daya dalaman dan proses yang kompleks dalam diri manusia untuk menyumbang ke arah terhasilnya tingkah laku. Kajian telah membuktikan bahawa dalam menghasilkan sesuatu tingkah laku, banyak melibatkan akal, perasaan, interaksi dengan persekitaran. Proses tersebut melibatkan motivasi, kognitif dan pembelajaran. Latar Belakang Leon Festinger Leon Festinger ini dilahirkan Pada 8 Mei pada tahun 1919 dan meninggal pada 11 Februari 1989. Beliau merupakan ahli psikologi sosial yang terkenal dengan Teori Kognitif Ketekalan. Leon Festinger memperoleh Sarjana muda sains dari Kolej Bandar di New York pada tahun 1939. Kemudian beliau memperoleh Ph. D dari Universiti Iowa pada tahun 1942. Semasa di Universiti Iowa, beliau menjalankan kerja penyelidikan akademik di bawah seorang ahli psikologi Jerman bernama Kurt Lewin. Kurt lewin sebagai mana yang kita ketahui memperkenalkan “Field Theory ” yang mana pada ketika itu telah banyak mempengaruh kajian Festinger. Selepas menamatkan pengajian Ph. D pada tahun 1942, Leon Festinger mengikut Kurt Lewin ke Kumpulan Dinamik Pusat Penyelidikan di Institut Teknologi Massachusetts dan menjadi penolong pensyarah di situ. Kajian Leon Festinger Festinger berjaya menyertai kumpulan berkeagamaan kuat tadi dan menghadiri mesyuarat mereka. Seorang wanita dianggap memiliki kebolehan memberitahu apa yang akan berlaku pada masa hadapan. Teorinya meramalkan bahawa kebanyakan penganut agama tidak akan berubah kepercayaan dan idea mereka ke atas wanita tersebut sekiranya ramalan banjir tidak berlaku. Mengikut Teori Percanggahan Kognitif kebanyakan penganut agama akan mempercayai dengan kuat kepada wanita tersebut walaupun wanita tadi telah dibuktikan tanggapan banjirnya adalah salah kemudian. Itu adalah apa yang berlaku dan menjadi kenyataan kemudian. Banyak pengikut –pengikut agama menjual harta dan barang kepunyaan dan ada kalanya meletakkan jawatan kerja mereka untuk menanti ketibaan dunia akhirat ini.

7

Teori Percanggahan Kognitif Kognitif Percanggahan adalah keadaan ketidakselesaan atau ketegangan dalam individu tersebut bila individu tersebut berasa dirinya mempunyai idea atau tanggapan yang tidak selaras dengan orang lain. Apabila munculnya situasi percanggahan ini, seseorang itu akan cuba mengurangkan jumlah ketegangan atau ketidakselesaan dengan mengubah kepercayaan atau mengubah pendapat mereka. Percanggahan ini mungkin berbentuk percanggahan di antara sikap dengan sikap atau tingkah laku dengan tingkah laku atau sikap dengan tingkah laku. Misalnya, seseorang wanita menentang prejudis (sikap). Dia tidak sukakan pekerja lelaki bekerja di pejabatnya (sikap). Ini merupakan satu “percanggahan” antara sikap dengan tingkah laku. Contoh seterusnya, seorang ingin mengamalkan diet (sikap), tetapi setiap hari dia makan makanan pada kuantiti yang tinggi (tingkah laku). Di sini, kita dapat lihat “percanggahan” antara sikap dengan tingkah laku seseorang. Gangguan seumpama ini akan mendorong seseorang untuk bertindak iaitu kenyataan yang bertentangan dengan kepercayaan dan tingkah lakunya. Bila seseorang diganggu dan didorong untuk bertindak, proses pembelajaran berlaku. Empat bidang Kajian Percanggahan Kognitif Oleh Festinger Leon Festinger (1957) dalam bukunya A Theory of Cognitive Percanggahan membincang tentang empat bidang sebagai sokongan ke atas teorinya. 1 Percanggahan pos keputusan 2 Pematuhan Paksaan 3 Pendedahan kepada Informasi. 4 Sokongan Kesimpulan Teori Percanggahan Kognitif adalah tidak selaras di antara dua atau lebih pendapat atau idea. Percanggahan boleh memotivasikan tingkah laku atau mengubah pendapat seseorang. Kajian Festinger menunjukkan pendapat dan kepercayaan boleh diubah untuk memadai pelbagai situasi sosial. Berdasarkan pada prinsip-prinsip asas tentang Percanggahan kognitif bolehlah dikatakan bahawa berlakunya ketakserasian apabila wujudnya dua pemikiran atau kognitif yang bercanggah . Percanggahan ini hanya boleh dikurangkan melalui perubahan sikap dan tindakan, mencari sokongan kognitif orang lain atau menolak segala ketakserasian yang dianggap tidak EORI PERKEMBANGAN KOGNITIF Ahli psikologi Eropah telah lama mengenal pasti asas pembentukan mental dan hubungannya dengan perkembangan kognitif manusia. Mereka menyarankan bahawa minda memainkan peranan penting dalam aspek perkembangan yang dilalui oleh manusia. Latar Belakang Jean Piaget Piaget merupakan seorang ahli biologi yang cukup terlatih. Beliau berasal dari Switzerland dan telah menggunakan model biologi untuk menghuraikan perkembangan kognitif manusia. Pada pandangan Piaget, minda boleh berkembang, berubah dan dapat mengadaptasi masalah yang berlaku apabila berinteraksi dengan persekitaran. Piaget dan ahli psikologi kognitif sering kala dikenal sebagai ahli struktur disebabkan mereka mementingkan struktur pemikiran manusia (Gardner, 1973). Di usia remajanya beliau berminat dalam bidang biologi dan epistemologi iaitu suatu bidang ilmu dalam bidang falsafah yang banyak membicarakan tentang perkembangan dan perolehan pengetahuan manusia. Latar belakang beliau ini memberikan banyak sumbangan kepada bidang psikologi yang mula diceburi oleh Piaget setelah beliau bekerja dengan Binet untuk membentuk ujian kecerdasan mental. Semasa bekerja dengan Binet, Piaget tidak berminat untuk melihat hasil jawapan betul yang diberikan oleh kanak-kanak, tetapi beliau lebih berminat untuk melihat polapola yang ditunjukkan oleh kanak-kanak apabila mereka
8

memberikan sumbangan pengetahuan bagaimana proses pembentukan pemikiran berkembang di kalangan kanak-kanak. Jadual 1: Konsep-Konsep Asas Berhubung Dengan Teori Kognitif Piaget Konsep Takrif Skemata Struktur kognitif yang berubah untuk mengadaptasikan maklumat baru Asimilasi Penerimaan maklumat baru sebagai selaras dengan skemata sedia ada Akomodasi Pengubahsuaian skemata yang ada bagimenerima maklumat baru Keseimbangan Gabungan proses asimilasi dan adaptasi yang membantu dalam keseimbangan terhadap pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman. Piaget mengatakan tiap-tiap kanak-kanak mempunyai corak perkembangan mereka yang bersendirian. Dengan sebab itu, kanak-kanak yang di dalam sesuatu darjah itu bukan sahaja berlainan peringkat kebolehan mereka tetapi juga berlainan kecepatan perkembangan kognitif mereka. Piaget berpendapat bahawa perkembangan kognitif itu berlaku dengan berperingkatperingkat dan peringkat yang lebih awal adalah mustahak bagi perkembangan peringkatperingkat yang berikutnya kerana peringkat-peringkat yang lebih awal itu menjadi asas bagi perkembangkan yang berikutnya. Tahap-Tahap Perkembangan Mental Piaget mendapati kemampuan mental manusia muncul di tahap tertentu dalam proses perkembangan yang dilalui. Beliau telah membahagikan perkembangan kognitif kepada empat tahap mengikut urutan umur. Tahap-tahap perkembangan itu ialah : 1) Tahap Sensori Motor atau deria motor ( sejak dilahirkan - 2 tahun ) 2) Tahap Pra Operasi ( 2 tahun - 7 tahun ) 3) Tahap Operasi Konkrit ( 7 tahun - 11 tahun ) 4) Tahap Operasi Formal ( 11 tahun - 15 tahun ) Teori Erikson Seorang tokoh lagi yang bernama Eric Erikson berpendapat bahawa kehidupan manusia adalah melalui lapan tahap psikososial yang berkembang dari tahap ke tahap seterusnya dengan mempunyai ciri-ciri berlawanan di tahap-tahap tertentu. Pada setiap peringkat bayi, kanak-kanak, zaman bermain, sekolah, remaja, awal dewasa dan tua terdapat konflik sosial yang akan diatasi untuk perkembangan seterusnya. Yang paling jelas dari hasil kajian Erikson ialah individu merupakan individu yang dinamik dan bukan statik dan dia mempunyai identiti tersendiri. Ini jelas kelihatan di tahap pertama Erikson ialah kepercayaan berlawanan ketidakpercayaan. Erikson berpendapat darjah kepercayaan bayi bergantung kepada nilai jagaan dan pemeliharaan ibu bapa atau orang lain yang menjaganya. Jika kehendak-kehendak bayi dipenuhi seperti mendapat makanan, minum, perhatian dan kasih sayang, dia akan memperoleh harapan untuk terus hidup. Sebaliknya, jika tidak, bayi berkenaan akan tidak dapat mempercayai orang di sekitarnya dan akan menjadi defensif serta akan cuba melindungi dari persekitaran yang tidak memberangsangkan nya. Ini bercanggah dengan pendapat Jean Piaget di mana beliau berpendapat kanak-kanak pada setiap tahap mempunyai perkembangan tertentu Jadual 2: Teori Eric Erickson dan Tahap Psikososial Tahap Keadaan Sosial Ekoran Psikososial
1. Lahir hingga 1 tahun

Sokongan, pemberian keperluan asas, ada kesinambungan hidup. Kekurangan sokongan, penafian, tidak konsisten. Mempercayai Tidak mempercayai
9

2. 2 hingga 3 tahun Mengendalikan sendiri dan sokongan. Perlindungan yang berlebihan, kekurangan sokongan dan keyakinan Kebebasan Keraguan 3. 4 hingga 5 tahun Galakan, peluang sendiri, bertanya Tiada peluang, perasaan negative Inisiatif Perasaan bersalah 6 hingga 11 tahun Kemahiran diri, pendidikan yang cukup dan produktif, menjadi model yang baik Kurang latihan, arah dan sokongan. Kerajinan Rendah diri 5. 12 hingga 19 tahun Kestabilan dalaman yang berterusan, kefahaman mendalam mengenai model seks, mendapatkan maklum balas positif. Kekeliruan tujuan, maklum balas yang kurang jelas, kurang memahami ekspektasi. Identiti Kekeliruan peranan 6. Awal 20 hingga 35 Meluaskan kemesraan, persefahaman, mempercayai.Kesunyian Kemesraan Pengasingan 7. 36 hingga 55 Tujuan hidup, produktiviti Kekurangan perkembangan diri Kebolehan menghasilkan sesuatu Terhenti 8. 55 tahun ke atas Perasaan mesra, perpaduan, berarah Kurang kesempurnaan, ketidakpuashatian. Kesempurnaan hidup Putus harapan Implikasi Teori Piaget Dalam Pengajaran & Pembelajaran Satu lagi pandangan tentang cara manusia belajar dan memperoleh pengetahuan ialah secara. Penggerak utama Kognitivisme adalah Jean Piaget. Idea utama Kognitivisme adalah perwakilan mental. Semua idea dan imej dalam minda individu diwakilimelalui Kognitivisme struktur mental yang dikenali sebagai skema. Skema akan menentukan bagaimana data dan maklumat ini secocok dengan skema yang ada, maka murid akan menyerap maklumat tersebut ke dalam skema ini. Sekiranya tidak secocok dengan skema yang ada, maklumat ini mungkin ditolak atau diubah suai atau skema akan diubah suai. Bertitik tolak daripada pandangan kognitivisme ini maka lahirlah satu pandangan tentang cara manusia belajar iaitu secara Konstruktif. Mengikut Konstruktif, pengetahuan dibina secara aktif oleh murid yang berfikir. Murid ini tidak menyerap secara pasif sebarang pengetahuan yang disampaikan oleh gurunya, sebaliknya murid akan menyesuaikan sebarang maklumat baru dengan pengetahuan sedia ada mereka untuk membentuk pengetahuan baru dalam mindanya dengan bantuan interaksi sosial bersama rakan dan gurunya. Teori Konstruktif Dalam buku Anita E woolfolk, Piaget menganggap pembelajaran sebagai satu proses konstruktif kerana individu dikehendaki menyusun semula pemahaman dan minda mereka terlebih dahulu.Turut penting dalam memahami fahaman konstruktif adalah keupayaan seorang yang berbeza dari segi penggunaan otak kiri atau otak kanan bagi membentuk pelajar yang Global atau Analitik.
10

Teori Pemerolehan bahasa
Linguistik dan pengajaran bahasa berhubung rapat antara satu sama lain. Ini disebabkan pengajaran bahasa seiring dengan pertumbuhan bahasa. Beberapa abad sebelum Masehi golongan Brahmin di India memperoleh pelajaran Sanskerta daripada ahli-ahli tatabahasa melalui pendekatan yang sudah sedia maju. Sebenarnya perkembangan dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa tidak begitu banyak berubah semenjak Zaman Yunani sehinggalah pada awal kurun ke-20 ini. Walau bagaimanapun perkembangan alat-alat bantu telah mempengaruhi bidang pengajaran bahasa. Dalam bidang pengajaran bahasa seseorang guru itu perlu tahu linguistik. Ahli linguistik bukan menentukan kegunaan linguistik dalam bidang pengajaran tetapi terpulanglah kepada para pendidik untuk menentukan kegunaan linguistik dalam bidang pengajaran. Robert Lado (1980: 12), menegaskan: "Kalau hendak menjadi guru bahasa, maka kebolehan bercakap dalam bahasa itu sahaja tidak mencukupi. Penutur bahasa ibu itu sekalipun tidak dapat memandu pelajar melainkan dia dapat mengasing-asingkan dan menunjukkan pelbagai-bagai unsur dalam bahasa tersebut. Dia mestilah mengetahui deskripsi bahasa tersebut. Dia harus mengetahui fakta-fakta linguistik mengenai bahasa ibu pelajar supaya dia mengetahui masalah mereka dalam mempelajari bahasa matlamat mereka." Sehubungan dengan itu, ilmu linguistik banyak memberi manfaat dalam pengajaran bahasa. Bidang linguistik yang digunakan dalam pengajaran bahasa merupakan linguistik gunaan atau terapan, iaitu sebagai suatu bidang ilmu yang mempunyai tempat yang tersendiri dalam dunia keilmuan. Linguistik gunaan berdasarkan teori dan prinsip dan bukan hanya semata-mata bergantung kepada teknik, ataupun prosedur mempraktik sesuatu tetapi cuba melihat prinsip, rasional, generalisasi, hipotesis serta teori yang dapat membantu menerangkan fenomena atau aktiviti yang dihadapinya secara praktikal. Linguistik juga merupakan suatu sains yang mengkaji bahasa. Ini dijelaskan lagi oleh S. Pit Corder (1973: 82) 'Linguistics, or, to be more specific, theoretical linguistics, is often called the scientific study of language'. Dalamnya terdapat teori dan teknik-teknik menganalisis bahasa yang dipelajari oleh ahli-ahli bahasa untuk merumus sesuatu bahasa melalui pemerhatian-pemerhatian mereka terhadap bahasa. Penggunaan teori-teori dan teknik-teknik dalam linguistik seseorang ahli bahasa dapat menghuraikan serta menganalisis sesuatu bahasa itu dengan objektif. Dalam ilmu linguistik terdapat beberapa bidang kajian yang bergabung di dalamnya seperti sosiolinguistik, psikolinguistik, linguistik komputer, linguistik gunaan dan sebagainya. Setiap satu bidang ini menjadi cabang linguistik yang berkembang hingga menjadi disiplin tersendiri. Sebagai contoh linguistik gunaan yang mengkaji linguistik dalam bidang pengajaran dan pembelajaran, bahasa telah berkembang begitu luas dan penting menjadi suatu disiplin yang giat dikaji dan dipelajari sekarang. Dalam bidang ini, linguistik digunakan untuk mengkaji kaedah mengajar bahasa, menguji kemahiran bahasa, membentuk bahan mengajar dan sebagainya. Oleh itu, pengajaran pula merupakan suatu organisasi yang dirancangkan dan diolah oleh guru untuk menyampaikan pemahaman tentang maklumat atau pengetahuan tertentu kepada pelajar-pelajarnya dalam suatu suasana yang dipanggil bilik darjah.
11

Koh Boh Boon menyatakan pengajaran merupakan suatu proses kompleks yang dipengaruhi oleh pelbagai unsur termasuk kualiti pengajar, kecerdasan, bakat dan minat pelajar serta pengaruh motivasi, persekitaran sekolah, rumah dan dorongan ibu bapa terhadap pelajar itu. Oleh sebab itu, pengajaran bahasa sebagai cara-cara guru menyampaikan maklumat kepada pelajarnya tentang bagaimana sesuatu bahasa itu digunakan. Dalam usaha menyampaikan pengetahuan itu, seseorang guru menggunakan pelbagai kaedah untuk membolehkan pelajar memahami dan menggunakan bahasa yang diajar itu dengan betul berdasarkan rumus-rumus tatabahasanya. Kegunaan Linguistik Dalam Pengajaran Bahasa Penggunaan linguistik dalam pengajaran selalunya dikenali sebagai linguistik gunaan dan ini termasuklah kajian fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan kadang-kadang termasuk juga tajuk-tajuk lain seperti psikolinguistik dan sosiolinguistik yang masing-masing memberi tumpuan pada teori pemerolehan dan situasi bahasa. Dalam pengajaran bahasa, bidang-bidang linguistik seperti linguistik teoritis, sosiolinguistik dan psikolinguistik tidak dapat dipisahkan kerana semua disiplin ini memberi sumbangan yang berguna dalam menjayakan sesuatu program pengajaran dan pembelajaran bahasa. Terdapat hubungkait antara bidang-bidang tersebut dengan pengajaran bahasa. Ilmu linguistik telah lama digunakan oleh guru bahasa. Cuma yang berbeza mereka menggunakan linguistik tradisi yang penuh dengan pernyataan perskriptif dan normatif, manakala linguistik moden pula bersifat struktural dan deskriptif. Bagi guru yang menggunakan sebuah buku tatabahasa lama untuk mengajar sebutan, tatabahasa atau semantik sebenarnya menggunakan pengetahuan linguistik, iaitu linguistik tradisional. Aspek fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik berguna dalam pengajaran sesuatu bahasa. Asas teori sesuatu bahasa, iaitu deskripsi linguistik akan memberi deskripsi bahasa; struktur dan fungsi bahasa itu. Terdapat banyak kegunaan linguistik dalam pengajaran bahasa. Antaranya: 1. Teori linguistik memberi maklumat tentang struktur dan fungsi-fungsi bahasa dan ini dapat menentukan tujuan, isi dan pendekatan dalam pengajaran bahasa. 2. Teori linguistik juga memberi suatu bahasa perantaraaan kepada guru. Ini merupakan kesejagatan bentuk seperti jenis-jenis rumusan yang berlainan dalam tatabahasa transformasi generatif dan keseragaman kategori seperti frasa nama, frasa kerja atau ciri-ciri nahuan kata dan perkara ini boleh digunakan oleh guru dalam pengajaran bahasa. 3. Teori linguistik tentang pemerolehan bahasa mempengaruhi perkaedahan mengajar bahasa. 4. Sesebuah deskripsi bahasa akan menyedarkan guru tentang struktur bahasa yang diajar dan dapat meningkatkan mutu pengajaran bahasa. 5. Deskripsi bahasa juga memberi pengetahuan kepada guru tentang unit-unit unsur seperti fonem, morfem dan sebagainya. Ini merupakan suatu sistem rumusan bagi sesuatu bahasa yang boleh digunakan dalam pengajaran bahasa. 6. Deskripsi bahasa memberi suatu sistem rumusan yang berentetan dan ini boleh digunakan untuk membentuk bahan pengajaran. Ahli linguistik dan guru bahasa menggunakan bahan yang sama, iaitu bahasa. Terdapat hubungan yang penting antara kedua-duanya. Bahasa tidak dapat diajar tanpa sebuah deskripsi bahasa, tetapi ini perlu penyesuaian kerana pengajaran bahasa sentiasa mempengaruhi deskripsi bahasa. Terdapat hubungan antara linguistik dengan guru bahasa. Sebagai guru bahasa, hubungan tersebut perlu diketahui. D.A. Wilkins mengatakan terdapat tiga jenis hubungan iaitu: 1. Linguistik memberi deskripsi bahasa yang sempurna tentang bahasa, tetapi tidak memberi
12

cara mengajar bahasa yang paling baik. 2. Sebarang perkembangan dalam bidang linguistik itu, janganlah disalah mengertikan sebagai suatu sebab untuk membuat perubahan. 3. Linguistik selalu mempengaruhi pengajaran bahasa, tetapi pengaruhnya perlu dihadkan pada keperluan semasa. Teori-teori Linguistik dan Penerapan Dalam Pengajaran Bahasa Terdapat beberapa teori linguistik, tetapi yang paling penting ialah teori behaviourisme dan mentalisme. Pakar-pakar pengajaran bahasa berpendapat, kejayaan setiap pengajaran bahasa itu memerlukan kaedah pengajaran yang berdasarkan teori-teori linguistik. Linguistik dan psikologi pembalajaran merupakan alat-alat yang dapat digunakan oleh guru-guru bahasa untuk menguatkan kaedah mengajar mereka. Ini disokong oleh Koh Boh Boon yang menyatakan bahawa pengajaran yang lebih terjamin mutunya ialah berdasarkan pengalaman mengajar yang diperkukuh dengan pengetahuan perkaedahan, kerana pengalaman mengajar dan pengetahuan perkaedahan mempunyai hubungan yang sangat rapat. Ini disebabkan kesedaran penuh akan teori linguistik yang menjadi asas-asas perkaedahan dalam pengajaran bahasa akan menolong seseorang guru bahasa membuat keputusan secara lebih matang dan boleh dipercayai tentang cara mengajar yang sesuai untuk sesuatu pelajaran bahasa yang hendak dilaksanakan. Dua teori yang paling popular tentang pemerolehan dan penguasaan bahasa yang tersebut di atas mewujudkan beberapa prinsip tertentu dalam pengajaran bahasa yang menimbulkan pula beberapa kaedah yang boleh diaplikasikan dalam proses pengajaran dan pembelajaran bahasa. Dalam teori behaviurisme terdapat beberapa prinsip, iaitu: 1. Bahasa dikuasai melalui proses pengulangan. 2. Bahasa ialah suatu tingkah laku manusia yang sama dengan tingkah laku yang lain yang boleh dikuasai melalui latihan dan pengulangan. 3. Bahasa sebagai alat komunikasi. 4. Pembelajaran ialah pengukuhan yang dapat ditimbulkan melalui ganjaran yang harus diberikan apabila seseorang pelajar memberikan gerak balas yang betul. 5. Bahasa dihurai secara deskriptif atau struktural. Berdasarkan teori linguistik tersebut maka lahirlah kaedah pengajaran, iaitu Kaedah DengarSebut yang menekan prinsip-prinsip berikut dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa: 1. Lisan diutamakan. 2. Latih tubi ditekankan untuk membentuk kebiasaan. 3. Rangsangan mestilah diwujudkan untuk mendapatkan gerak balas daripada pelajar. 4. Gerak balas yang diberi oleh pelajar mestilah diikuti dengan peneguhan. 5. Guru sebagai model bahasa yang sebaik-baiknya. 6. Nahu tidak diajar secara formal. Oleh itu, mengikut teori mentalisme terdapat beberapa tanggapan terhadap penguasaan dan pembelajaran bahasa, iaitu: 1. Manusia mempunyai kebolehan semula jadi dalam menguasai bahasa. 2. Terdapat dua bahagian penting dalam penguasaan bahasa, iaitu kecekapan dan prestasi. 3. Bahasa mempunyai hubungan erat dengan pemikiran. 4. Bahasa mengandungi ciri-ciri kreativiti. 5. Aspek makna dan pemikiran ditekankan. 6. Bahasa dihuraikan secara transformasi generatif. 7. Kesalahan pelajar bukanlah kegagalan tetapi percubaan hipotesis.
13

Teori ini mengemukakan kaedah koda-kognitif yang menekankan prinsip-prinsip yang berikut: 1. Tulisan dan bacaan diutamakan. 2. Pengajaran menekankan penerapan pengetahuan. 3. Makna dan huraian dipentingkan. 4. Kemampuan kreatif pelajar digalakkan. 5. Fungsi guru sebagai nara sumber. 6. Nahu diajar secara formal. Berdasarkan teori dan prinsip behaviourisme dan mentalis, telah melahirkan beberapa kaedah. Bagi teori behaviouris tercetus kaedah terus, kaedah psikologi dan sebagainya. Manakala daripada teori dan prinsip mentalis timbullah kaedah nahu, kaedah terjemahan, kaedah nahu-terjemahan dan sebagainya. Daripada kaedah pula disokong oleh pendekatan yang berkaitan dengan proses pengendalian pengajaran bahasa sama ada pendekatan analisis atau sintesis atau eklektik. Teknik pengajaran pula berhubung dengan strategi sesuatu isi pelajaran disampaikan. Sesungguhnya teori, kaedah, pendekatan dan teknik berkait rapat. Dalam linguistik teoritis pula, memang terdapat hubungan dengan pengajaran bahasa kerana disiplin ini mengemukakan teori-teori linguistik yang boleh digunakan untuk memberi deskripsi tentang bahasa sebagai suatu sistem dan memberikan maklumat tentang bagaimana penutur-penutur bahasa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa. Teori linguistik tradisional merupakan teori huraian bahasa yang tertua yang memerihal bahasa menggunakan bahasa tulisan sebagai bahan kajian. Kajian ini tidak begitu saintifik dan penekanan kajian tertumpu dalam aspek penggolongan perkataan. Teori ini mempengaruhi kaedah nahu, kaedah terjemahan dan nahu-terjemahan. Pengajaran menekan kemahiran menulis dan tatabahasa yang diajar bersifat normatif dan preskriptif. Teori linguistik struktural muncul dalam abad kedua puluh dan menumpukan kajian terhadap struktur bahasa serta menganggap bahasa adalah pertuturan. Bahasa yang dijadikan kajian berbentuk lisan dan menganggap bahasa juga adalah alat komunikasi. Bahasa ialah suatu sistem, iaitu sistem bentuk-bentuk yang di dalamnya terkandung unsur-unsur, item-item yang jika digabungkan berdasarkan peraturan-peraturan tertentu akan menerbitkan ayat. Analisis semestinya berdasarkan fakta-fakta yang dapat dilihat dan mestilah objektif serta berdasarkan struktur. Unsur-unsur bahasa tidak dikaji secara terasing kerana unsur-unsur itu merupakan sebahagian daripada keseluruhan suatu sistem yang besar dan di antara unsur-unsur itu ada pertaliannya antara satu sama lain. Teori ini mempengaruhi kaedah terus, kaedah fonetik, kaedah semula jadi, kaedah psikologi dan kaedah situasi. Tatabahasa tidak diajar secara formal dan aspek makna tidak dipentingkan. Teori linguistik tranformasi genaratif telah diasaskan oleh Noam Chomsky dan tumpuan kajian terhadap aspek kecekapan yang dimiliki oleh penutur jati. Kecekapan berbahasa adalah sesuatu yang semula jati (innate) dan melaluinya seseorang itu boleh bertutur dengan membentuk ayat-ayat mereka sendiri. Kecekapan di sini dimaksudkan pada rumus-rumus atau peraturan-peraturan bahasa yang ada dalam pengetahuan seseorang yang akan digunakan untuk membentuk ayat-ayatnya sendiri ataupun untuk memahami dan menganalisis pertuturan ayat, iaitu struktur dalaman dan luaran. Berdasarkan teori ini tidak melahirkan kaedah-kaedah pengajaran dengan nama-nama tertentu tetapi pada dasarnya mereka memperakukan kaedah-kaedah pengajaran yang melibatkan proses mental. Bahan-bahan Pengajaran Bahasa Faktor penting untuk menjayakan program pengajaran bahasa ialah bahan. Bahan-bahan boleh menggerakkan pembelajaran, menimbulkan rangsangan dan keinginan pelajar untuk
14

menjadikan pembelajaran lebih menarik. Ini akan mengakibatkan pembelajaran yang lebih berkesan. Tugas guru bahasa menghasilkan bahan pengajaran yang bermutu tinggi, sesuai untuk situasi matlamatnya, membolehkan pelajar belajar dengan mudah dan cepat dan menjadikan tugastugas guru menarik serta bermanfaat. Bagi menghasilkan bahan-bahan seperti ini, pereka bentuk pengajaran bahasa mestilah bukan sahaja ahli bahasa tetapi juga ahli pedagogi. Sehubungan dengan itu, linguistik terapan memainkan peranan sebagai penggabung keduadua jenis ahli ini dalam mereka bentuk sesuatu pengajaran bahasa. Teori bahasa menghasilkan analisis bahasa yang sesuai dipersembahkan dalam bentuk yang sesuai untuk pengajaran bahasa. Kedua-dua pendekatan teori bahasa dan teori pembelajaran digabungkan untuk menghasilkan bahan-bahan pengajaran yang ditetapkan oleh objektif program pembelajaran tertentu. Linguistik dan pengajaran bahasa mempunyai hubung kait yang sangat rapat. Pengetahuan linguistik sangat penting untuk seseorang guru bahasa. Pengetahuan linguistik ini dapat diterap dalam pengajaran bahasa. Teori-teori linguistik digunakan untuk menghuraikan unsur struktur-struktur bahasa. Aspek fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan sebagainya merupakan huraian yang dibuat. Hasil huraian ini menjadi model penting untuk guru bahasa, iaitu menjadi isi atau bahan pengajaran yang akan disampaikannya kepada pelajar. Guru dapat melengkapkan dirinya untuk menjadi guru bahasa yang berkesan jika ia mempunyai pengetahuan yang mendalam dalam linguistik kerana ia akan berupaya mengajar struktur-struktur bahasa dengan betul dan dapat mendeskripsi bahasa dengan tepat. Dengan adanya pengetahuan tersebut, guru akan dapat mengenal pasti segala kesilapan yang dilakukan oleh pelajarnya. Huraian bahasa yang disumbangkan oleh ahli-ahli linguistik teoritis, teori-teori pembelajaran dan manifestasi penggunaan bahasa dalam masyarakat akan membantu guru dalam pengajarannya.

15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->