P. 1
percepatan gravitasi

percepatan gravitasi

|Views: 15,173|Likes:
Published by bat.laugh

More info:

Published by: bat.laugh on Oct 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2013

pdf

text

original

ABSTRAK

Dalam hukum Newton mengenai gravitasi dinyatakan bahwa dua buah partikel atau lebih di alam semesta ini akan saling menarik dengan gaya yang besarnya berbanding lurus dengan perkalian antar massa partikel dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar pusat massa. Semua benda yang berada di permukaan bumi mengalami gaya tarik yang arahnya menuju ke pusat bumi. Gaya yang demikianlah yang disebut sebagai gaya gravitasi. Besar gaya gravitasi ini dipengaruhi oleh massa benda dan jarak benda ke pusat bumi. Sehingga besarnya percepatan gravitasi di setiap tempat di permukaan bumi berbeda sebab jarak benda terhadap pusat bumi berbeda. Dengan demikian semakin tinggi letak suatu tempat maka semakin kecil percepatan gravitasi di tempat tersebut, demikian pula sebaliknya. Besarnya percepatan gravitasi dapat dicari dengan menggunakan suatu alat yang disebut bandul matematis dan bandul fisis. Dengan mengayunkan bandul tersebut maka akan diperoleh periode getaran dari bandul tersebut. Dari periode tersebut maka dapat dihitung besarnya percepatan gravitasi. Dengan panjang tali bandul yang berbeda maka akan dihasilkan percepatan gravitasi yang berbeda pula. Ini berarti bahwa besarnya percepatan gravitasi akan berbeda untuk setiap panjang tali, periode dan jarak pusat massa yang berbeda.

1

DAFTAR ISI

Halaman Halaman Judul Abstrak Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Grafik Bab I I.1 I.2 I.3 I.4 Bab II Pendahuluan Latar Belakang Maksud danTujuan Permasalahan Sistematika Laporan Dasar Teori 1 2 3 4 5 6 7 7 7 7 7 8 10 11 13 13 13 15 15 19 20 21

II.1 Bandul Matematis II.2 Bandul Fisis Bab III Peralatan dan Cara Kerja III.1 Peralatan III.2 Cara Kerja Bab IV Analisa Data dan Pembahasan IV.1 Analisa Data IV.2 Pembahasan Bab V Lampiran Kesimpulan Daftar Pustaka

2

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 Gerak Harmonis Sederhana ♦ Gambar 2.2 Gerak Harmonis Sederhana Melingkar ♦ Gambar 2.3 Bandul Matematis ♦ Gambar 2.4 Bandul Fisis ♦ Gambar 3.1 Rangkaian Percobaan Bandul Matematis 13 8 8 10 11

3

DAFTAR TABEL

Halaman • • • • • • • • Tabel 4.1.1 Ralat Bandul Matematis (T) untuk l = 100 cm Tabel 4.1.2 Ralat Bandul Matematis (T) untuk l = 80 cm Tabel 4.1.3 Ralat Bandul Matematis (T) untuk l = 50 cm Tabel 4.1.4 Ralat Bandul Fisis Percobaan I (t1) Tabel 4.1.5 Ralat Bandul Fisis Percobaan I (t2) Tabel 4.1.6 Ralat Bandul Fisis Percobaan II (t1) Tabel 4.1.7 Ralat Bandul Fisis Percobaan II (t2) Tabel 4.1.8 Ralat Tabel Regresi Linier 15 15 16 16 16 17 17 19

DAFTAR GRAFIK

4

Halaman

Grafik 4.1 Grafik Hubungan Antara T2 dan l pada bandul Matematis 18

5

BAB I PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG Benda yang dilepas dari suatu tempat di atas tanah akan jatuh. Hambatan udara akan mempengaruhi percepatan dari benda yang jatuh. Percepatan yang dialami oleh benda yang jatuh disebabkan oleh gaya gravitasi bumi atau gaya tarik bumi disebut percepatan gravitasi. Berat adalah besar dari gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda. Berat suatu benda akan berbeda harganya dari satu tempat ke tempat lain pada permukaan bumi. Berat benda ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain massa dan percepatan gravitasi. Massa tidak tergantung pada tempat di permukaan bumi maka dapat dikatakan bahwa percepatan gravitasi bumilah yang berubah antara tempat yang satu dengan yang lain di permukaan bumi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa percepatan gravitasi dipengaruhi oleh jarak suatu tempat dengan pusat bumi dan kemasifan susunan bumi di tempat tersebut. Ini berarti bahwa besar percepatan gravitasi tidak sama di setiap tempat. I.2 TUJUAN PERCOBAAN Percobaan kali ini dilakukan dengan maksud untuk menentukan percepatan gravitasi bumi dengan menggunakan alat yaitu bandul matematis dan bandul fisis. Berdasarkan data yang diperoleh dari percobaan ini maka dapat diketahui adanya pengaruh frekuensi, periode dan panjang tali bandul pada perhitungan terhadap percepatan gravitasi bumi. I.3 PERMASALAHAN Permasalahan yang dihadapi pada percobaan tentang percepatan gravitasi bumi ini adalah bagaimana cara mencari besarnya percepatan gravitasi bumi dengan menggunakan alat yaitu bandul matematis dan bandul fisis. I.4 SISTEMATIKA LAPORAN Laporan ini tersusun atas beberapa bab yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Selain itu laporan ini juga dilengkapi dengan abstrak, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, daftar grafik, daftar pustaka dan lampiran. Adapun bab-bab tersebut adalah Bab I yaitu Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, maksud dan tujuan praktikum, permasalahan dan sistematika laporan. Sedangkan Bab II adalah

6

Dasar Teori yang menunjang percobaan. Bab III menjelaskan tentang peralatanperalatan yang digunakan dalam percobaan dan cara pengerjaan percobaan dengan alat-alat tersebut. Bab IV merupakan Analisa Data dan Pembahasan dari permasalahan. Dan yang terakhir adalah Bab V yang merupakan Kesimpulan dari percobaan yang dilakukan dan bab-bab sebelumnya.

7

BAB II DASAR TEORI
Getaran yaitu gerakan bolak-balik di sekitar titik kesetimbangan. Sebagai salah satu contohnya adalah pegas yang salah satu ujungnya ditarik kemudian dilepaskan maka pegas tersebut akan bergetar dan bandul jam dinding mengayun terhadap suatu kedudukan setimbang yang vertikal. Ada satu jenis getaran yang lebih khusus lagi yang disebut getaran selaras atau getaran harmonis sederhana yaitu getaran yang setelah selang waktu tertentu selalu kembali ke kedudukan yang sama yang biasa disebut getaran periodik. Selang waktu tersebut dinamakan periode. Periode adalah selang waktu yang diperlukan untuk melakukan satu getaran lengkap. Sedangkan kebalikan dari periode (seper periode) disebut frekuensi. Jadi frekuensi adalah banyaknya getaran per satuan waktu. T = 1 f

1

0

F = -kx x

2

A

A

Gambar 2.1 Gerak Harmonis Sederhana

Gambar di atas menunjukkan sebuah benda yang sedang bergetar. Titik 1 dan 2 adalah titik terjauh dari kesetimbangan yang disebut amplitudo (A). Sedangkan jarak benda yang bergetar dari titik kesetimbangan disebut simpangan (x), yang berubah secara periodik dalam besar dan arahnya. Kecepatan (V) dan percepatan (a) benda juga berubah dalam besar dan arah. Selama benda bergetar, ada kecenderungan untuk kembali ke posisi setimbang. Untuk itu ada gaya yang bekerja pada benda untuk mengembalikan benda ke posisi setimbang. Gaya (F) ini disebut gaya pemulih (restoring force) dan arahnya menuju posisi setimbang. Menurut Hukum Hooke maka gaya pemulih sebanding dengan simpangan atau dirumuskan: F=-k.x dimana x = simpangan massa m k = tetapan

8

Sesuai dengan Hukum Newton tentang gerak maka:
F = −k .x = m.d 2 x = m.a dt 2

d 2 x k .x + =0 m dt 2

(Persamaan differensial gerak harmonis sederhana)

Q θ

Gambar 2.2 Gerak Harmonis Sederhana Melingkar Pada gambar 2.2 amplitudo (A) adalah simpangan maksimum dan geraknya berputar beraturan maka besarnya sudut θ ω t + θ
0

θ =

adalah sudut yang dibuat oleh titik OQ terhadap garis diameter horizontal. Karena setiap saat dirumuskan θ
t

. ω adalah kecepatan sudut atau kecepatan angular yang besarnya ω =
0

2 π f , sedang θ

adalah besarnya θ pada saat t = 0. Sehingga :

x = A cos ( 2 π f t + θ 0 ) V = - 2 π f A sin ( 2 π f t + θ 0 ) A = - 4 π 2 f2 A cos ( 2 π f t + θ 0 ) Dari persamaan F = m . a = - k . x maka
a= d 2 x − k .x = m dt 2
=

−k A cos( 2πft +θ 0) m
1/ 2

k  ω =  m

Karena ω =

2π 2π maka T = dan T ω

f =

1 T

9

m T = 2π   k 

1/ 2

f =

1 k    2π  m 

1/ 2

Percobaan ini adalah untuk mencari besarnya percepatan gravitasi bumi dengan menggunakan bandul matematis dan bandul fisis, dimana kedua bandul tersebut bekerja berdasarkan pada prinsip gerak harmonis sederhana. II.1 BANDUL MATEMATIS Bandul matematis merupakan suatu sistem yang ideal, yang terdiri dari sebuah titik massa yang digantungkan pada tali ringan yang tidak kendur (mulur). T θ x=lθ
mg cos θ mg

l

Gambar 2.3 Bandul Matematis

mg sin θ

Ketika bandul matematis dengan panjang tali (l) , massa (m) digerakkan ke samping dari posisi kesetimbangannya dan dilepaskan maka bandul akan berayun dalam bidang vertikal karena pengaruh gaya gravitasi. Pada saat bandul disimpangkan sejauh sudut θ , maka gaya pemulih yang besarnya dirumuskan sebagai getaran harmonis sederhana. Supaya memenuhi gerakan harmonis sederhana maka sin θ 15°), sehingga untuk sudut yang kecil berlaku:
F = −mg θ = −mg x − mg = x l l

F = -m g sin θ , terlihat bahwa gaya pemulih tidak

sebanding dengan θ tetapi dengan sin θ , sehingga gerakan yang dihasilkan bukan ≈ θ (θ <

Selama m, g dan l besarnya tetap, maka hasil

m g l

juga tetap.

Bila

mg = k ' maka l

F = - k’ . x

(persamaan gerak harmonis sederhana).

10

Periode waktunya dirumuskan:

m T = 2π    k' 

1/ 2

= 2π   mg / l    
l  T = 2π   g   
1/ 2

m

1/ 2

Dimana T : periode (detik) g : percepatan gravitasi bumi (ms-2) l : panjang tali bandul (m) II.2 BANDUL FISIS Bandul fisis yaitu sembarang benda tegar yang digantung dan disimpangkan dari posisi setimbangnya sehingga benda dapat berayun dalam bidang vertikal terhadap sumbu yang melalui sebuah titik pada benda tersebut. Pada bandul fisis yang melakukan gerakan rotasi merupakan kumpulan titik-titik massa. Pada kenyataannya, semua bandul yang berayun merupakan bandul fisis.

A1

A

A2 C

B

Gambar 2.4 Bandul Fisis Pada gambar bandul fisis di atas, sebuah batang serba sama berputar terhadap sumbu tetap horizontal melalui salah satu titiknya (A). Ketika batang disimpangkan melalui sudut θ Osilasi ini merupakan getaran selaras jika sudut θ menjadi: τ τ = -mgaα = Iα maka batang akan berosilasi. dibuat kecil. Torsi pemulihan

Persamaan gerak bandul fisis dapat ditulis:

11

Iα + mga α = 0

I

d 2θ + mga α = 0 dt 2

d 2θ mga α + 0 I dt 2
 mga  ω =   I 
1/ 2

Karena T =

 I maka T = 2π   mga ω 

   

1/ 2

Untuk masalah ini I = m ( ke2 + a2 )
 m( Ke 2 + a 2 )   = 2π    mga    ( Ke 2 + a 2 )   I = 2π    ga  
1/ 2

1/ 2

dimana T : periode Ke : jari-jari girasi terhadap pusat a : jarak pusat massa g : percepatan gravitasi bumi

Untuk menghitung percepatan gravitasi bumi dapat digunakan persamaan :
T12 + T22 T 2 − T22 π2 + 1 = 8(a1 + a 2 ) 8(a1 − a 2 ) g

dimana

T1 : periode untuk titik gantung A T2 : periode untuk titik gantung B a1 : jarak pusat massa C dengan titik gantung A (cm) a2 : jarak pusat massa C dengan titik gantung B (cm) g : percepatan gravitasi bumi

Agar terjadi gerak harmonis sederhana, baik pada bandul matematis maupun pada bandul fisis harus diberi simpangan dengan sudut kecil.

12

BAB III PERALATAN DAN CARA KERJA
III.1 PERALATAN Beberapa peralatan yang digunakan dalam percobaan tentang percepatan gravitasi bumi ini adalah: 1. Bandul matematis dan perlengkapannya satu set 2. Bandul fisis dan perlengkapannya satu set 3. Beban setangkup satu buah 4. Rollmeter satu buah 5. Stopwatch satu buah III.2 CARA KERJA Langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan percobaan ini adalah: 1. Bandul Matematis a. Mengatur alat seperti pada gambar 3.1 di bawah ini, dimana panjang tali yang digunakan adalah 100 cm.

l

Bandul

Gambar 3.1 Rangkaian Percobaan Bandul Matematis b. Mengatur agar ujung bandul berada tepat di tengah. c. Memberi simpangan kecil pada bandul dan kemudian melepaskannya dan mengusahakan agar ayunan mempunyai lintasan bidang dan tidak berputar. d. Mencatat waktu yang diperlukan untuk 5 kali getaran. e. Mengulangi langkah a-d sebanyak 5 kali. f. Mengulangi langkah a-e dengan panjang tali yang berbeda

13

2. Bandul Fisis a. Meletakkan beban pada suatu kedudukan dan mencari pusat massa C untuk kedudukan tersebut. Hal yang perlu diingat adalah letak C selalu berubah tergantung letak beban.
b.

Menggantung beban pada titik A dan mengukur a1.

c. Mengayunkan batang dengan simpangan kecil, dan mencatat waktu untuk 6 kali getaran sempurna.
d.

Mengambil titik lain (B) terhadap titik C sebagai titik gantung dan mengukur a2. Mengulangi langkah a-c.

e. Mengulangi percobaan untuk pasangan titik A dan B yang berbeda.

14

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
IV.1 ANALISA DATA Dari percobaan yang telah dilakukan dan data-data yang diperoleh untuk bandul matematis maupun fisis kemudian dilakukan analisa data sebagai berikut : 1. Bandul Matematis 
No 1 2 3 4 5

Percobaan 1 panjang kawat = 100 cm.
l (cm) 100 100 100 100 100 t t (det) 10,3 10,4 10,5 10,3 10 10,3 t-t 0 0,1 0,2 0 -0,3 Σ (t-t)2 0 0,01 0,04 0 0,09 0,14

Tabel IV.1.1 Ralat data t untuk Percobaan 1

Ralat mutlak = ∆ t = Σ ( t – t )2 1/2 n ( n –1 ) = √(0,14)/20 = 0,08 detik Ralat nisbi = I = ∆ t/t x 100% = 0,08/10,3 x 100% = 0,81% Keseksamaan= K = 100% -I = 100% - 0,81% = 99,19% Hasil pengukuran = (t ± ∆ t) = (10,3 ± 0,08) detik 
No 1 2 3 4 5

Percobaan 2 panjang kawat = 80 cm.
l (cm) 80 80 80 80 80 t t (det) 9,1 9,2 9,1 9,3 9,1 9,16 t-t -0,06 0,04 -0,06 0,14 -0,06 Σ (t-t)2 0,0036 0,0016 0,0036 0,0196 0,0036 0,032

Tabel IV.1.2 Ralat data t untuk Percobaan 2

Ralat mutlak = ∆ t = √(0,032)/20 = 0,04 detik Ralat nisbi = I = 0,04/9,16 x 100% = 0,44% Keseksamaan= K = 100% - 0,44% = 99,56% Hasil pengukuran = (t ± ∆ t) = (9,16 ± 0,04) detik

15

Percobaan 3 panjang kawat = 50 cm.
t-t -0,02 0,08 -0,12 0,08 -0,02 Σ (t-t)2 0,0004 0,0064 0,0144 0,0064 0,0004 0,028

Tabel IV.1.3 Ralat data t untuk Percobaan 3
No l (cm) t (det) 1 50 7,4 2 50 7,5 3 50 7,3 4 50 7,5 5 50 7,4 t 7,42

Ralat mutlak = ∆ t = √(0,028)/20 = 0,04 detik Ralat nisbi = I = 0,04/7,42 x 100% = 0,5% Keseksamaan= K = 100% - 0,5% = 99,5% Hasil pengukuran = (t ± ∆ t) = (7,42 ± 0,04) detik 2. Bandul Fisis 1. Percobaan I : a1=57,4 cm; a2=32,6 cm Tabel IV.1.4 Ralat data t1
No. a1(cm) a2(cm) 1 57,4 32,6 2 57,4 32,6 3 57,4 32,6 4 57,4 32,6 5 57,4 32,6 t.1 t1(det) 9,7 9,8 9,7 9,8 9,8 9,76 t1-t1 -0,06 0,04 -0,06 0,04 0,04 Σ (t1-t1)2 0,0036 0,0016 0,0036 0,0016 0,0016 0,012

Ralat mutlak = ∆ t = √(0,012)/20 = 0,02 detik Ralat nisbi = I = 0,02/9,76 x 100% = 0,25% Keseksamaan= K = 100% - 0,2% = 99,75% Hasil pengukuran = (t ± ∆ t) = (9,76 ± 0,02) detik Tabel IV.1.5 Ralat data t2
No. a1(cm) a2(cm) t2(det) 1 57,4 32,6 8,6 2 57,4 32,6 8,6 3 57,4 32,6 8,4 4 57,4 32,6 8,4 5 57,4 32,6 8,4 t.2 8,48 t2-t2 0,12 0,12 -0,08 -0,08 -0,08 Σ (t2-t2)2 0,0144 0,0144 0,0064 0,0064 0,0064 0,048

Ralat mutlak = ∆ t = √(0,048)/20 = 0,05 detik Ralat nisbi = I = 0,05/8,48 x 100% = 0,58% Keseksamaan= K = 100% - 0,58% = 99,42% Hasil pengukuran = (t ± ∆ t) = (8,48 ± 0,05) detik 2. Percobaan II :a1=59,7 cm; a2=30,3 cm

16

Tabel IV 1.6
No. a1(cm) a2(cm) 1 59,7 30,3 2 59,7 30,3 3 59,7 30,3 4 59,7 30,3 5 59,7 30,3 t.1 t1(det) 10 10,3 10,1 10,1 10,2 10,14 t1-t1 -0,14 0,16 -0,04 -0,04 0,06 Σ (t1-t1)2 0,0196 0,0256 0,0016 0,0016 0,0036 0,052

Ralat mutlak = ∆ t = √(0,052)/20 = 0,05 detik Ralat nisbi = I = 0,05/10,14 x 100% = 0,50% Keseksamaan= K = 100% - 0,50% = 99,50% Hasil pengukuran = (t ± ∆ t) = (10,14 ± 0,05) detik Tabel IV 1.7
No. a1(cm) a2(cm) 1 59,7 30,3 2 59,7 30,3 3 59,7 30,3 4 59,7 30,3 5 59,7 30,3 t.2 t2(det) 8,5 8,5 8,6 8,7 8,6 8,58 t2-t2 -0,08 -0,08 0,02 0,12 0,02 Σ (t2-t2)2 0,0064 0,0064 0,0004 0,0144 0,0004 0,028

Ralat mutlak = ∆ t = √(0,028)/20 = 0,04 detik Ralat nisbi = I = 0,04/8,58 x 100% = 0,44% Keseksamaan= K = 100% - 0,44% = 99,56% Hasil pengukuran = (t ± ∆ t) = (8,58 ± 0,04) detik

1. Bandul Matematis Percepatan gravitasi bumi dengan menggunakan bandul matematis dapat ditentukan dengan persamaan : T = 2π √ l/g 1. l=100 cm 2. l=80 cm 3. l=50 cm matematis adalah : g = (9,29 + 9,40 + 8,95)/3 = 9,216 m/det² g = (9,216 + 0,05) m/s2 Berdasarkan data hasil percobaan bandul metematis dapat digambarkan grafik hubungan antara kuadrat periode (T 2) sebagai sumbu Y dengan panjang tali (l) atau g = 4π ²l/T² g = 9,29 m/s2 g = 9,40 m/s2 g = 8,95 m/s2

Dengan demikian diperoleh percepatan gravitasi bumi dengan cara bandul

17

sebagai sumbu X. Dimana dari grafik ini juga dapat digunakan untuk menghitung besarnya percepatan gravitasi Bumi (g). Penggambaran grafik menggunakan regresi linear sebagai berikut : Misalkan persamaan garis y = mx + b, koefisien-koefisien m dan b dapat ditentukan:
m= n.Σ(l.T 2 ) − Σl.ΣT 2 nΣ(l 2 ) − (Σl ) 2
t.2 4,2436 3,356224 2,202256 9,80208 l.2 1 0,64 0,25 1,89

dan

b=

ΣT 2 − m.l n

Tabel IV.2.1 Menentukan persamaan garis dengan regresi linear
No 1 2 3 Σ l.(meter) 1 0,8 0,5 2,3 t.(detik) 2,06 1,832 1,484 l.t.2 4,2436 2,684979 1,101128 8,029707

m=

3(8,029 ) − 2,3(9,802 ) = 4,06 3(1,89 ) − ( 2,3) 2

b=

9,802 − ( 4,06 )( 2,3) = 0,15 3

maka persamaan garisnya adalah Y = 4,06X + 0,15 Sedangkan grafik persmaannya : Y=4,06(X)+0,15
25 20 15 10 5 0 1 2 3 4 5 6

Series1 0,1516 4,2156 8,2797 12,344 16,408 20,472

Grafik 4.1 Grafik hubungan antara T2 dan l pada bandul matematis Dengan menggunakan grafik percepatan gravitasi bumi dapat dicari dengan persamaan : m = 4π ²/g g = 4(3,14)²/4,06 = 9,704 meter/detik² atau g = 4π ²/m

2.. Bandul Fisis Dengan menggunakan persamaan 3 kita dapat mencari nilai g (gravitasi) :

18

T12 + T22 T 2 − T22 π2 + 1 = 8(a1 + a 2 ) 8(a1 − a 2 ) g

a. Percobaan I: T1=9,76/6=1,63 detik; T2=8,48/6=1,41 detik; a.1=57,4 cm; a.2=32,6 cm
2 4π 2 ( a12 − a 2 ) = 10,15 m/s2 (T12 a1 − T22 a 2 )

g=

b. Percobaan II: T1=10,14/6=1,69 detik;T2=8,58/6=1,43 detik a.1=59,7 cm; a.2=30,3 cm
2 4π 2 ( a12 − a 2 ) = 9,61 m/s2 2 2 (T1 a1 − T2 a 2 )

g=

Dari Percobaan I dan II
g= 10 ,15 + 9,61 = 9,88 m / s 2 2

g=(9,88+0,08) m/s2 Percepatan gravitasi di Surabaya Untuk menghitung percepatan gravitasi di Surabaya didapat dari hasil ratarata perhitungan dari bandul matematis dan bandul fisis.
g= 9,21 + 9,88 = 9,54 m / s 2 2
0,05 + 0,08 = 0,07 2

∆g =

g=(9,54+0,07)m/s2 IV.2 Pembahasan Untuk mendapatkan nilai g dari bandul matematis kita dapat menggunakan persamaan 1 yaitu T = 2π    
l  g 
1/ 2

sedang untuk bandul fisis kita dapat menggunakan

persamaan 3 yaitu

T12 + T22 T 2 − T22 π2 + 1 = 8(a1 + a 2 ) 8(a1 − a 2 ) g

dan untuk menghitung gravitasi di

Surabaya dapat dilakukan dengan hasil rata-rata dari gravitasi bandul matematis dan bandul fisis.

19

BAB V KESIMPULAN
Apabila sebuah bandul matematis dan bandul fisis digantung kemudian diberi simpangan kecil , maka bandul akan berayun dan melakukan gerakan harmonis sederhana. Dengan dasar gerakan harmonis sederhana ini maka dapat dihitung besarnya percepatan gravitasi bumi di tempat dimana percobaaan dilakukan dengan cara mengukur panjang tali dan periode pada bandul matematis serta mengukur periode dan jarak titik gantung ke pusat massa pada bandul fisis. Massa bandul tidak berpengaruh pada besarnya percepatan gravitasi sedangkan panjang tali berbanding terbalik dengan kuadrat periode. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus periode bandul matematis maupun bandul fisis, data hasil percobaan dan ralat perhitungan diperoleh percepatan gravitasi bumi pada bandul matematis g = (9,21 ± 0,05) ms-2 dan pada bandul fisis g = (9,88 ± 0,08) ms-2. Dari kedua hasil ini dapat diketahui besar percepatan gravitasi Bumi di Surabaya yaitu g = (9,54 ± 0,07) ms-2 .

20

DAFTAR PUSTAKA

1. Mahmud Zaki, Diktat Kuliah Fisika Dasar Jilid 1. 2. Dosen-Dosen Fisika ITS, Fisika Dasar I, Yanasika FMIPA ITS, Surabaya. 3. Sears Zemansky 4. Dosen-Dosen Fisika ITS, Petunjuk Praktikum Fisika Dasar, Yanasika FMIPA ITS, Surabaya.

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->