P. 1
PER_37_PB_2009

PER_37_PB_2009

|Views: 2,093|Likes:
Published by faizal_ram
peraturan pemindahan tanggung jawab kepada satuan kerja untuk pns pusat
peraturan pemindahan tanggung jawab kepada satuan kerja untuk pns pusat

More info:

Published by: faizal_ram on Oct 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

I

Menimbang

Mengingat

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONiSIA DIREKTORA T JENDERAL PERBENDAHARAAN II

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHA~N NOMOR PER- 37 IPB/2009

TENTANG ~

PETUNJUK TEKNIS PENGALIHAN PENGELOLAAN ADMIN~ TRASI BELANJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT KEPADA SATUA KERJA KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN,

bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal ~ayat (3) dan Pasal 4 ayat (2) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1331 MK.05/2008 tentang Pengalihan Pengelolaan Administrasi Belanja P~ awai Negeri Sipil PusatiAnggota Tentara Nasional Indonesia/Anggotal Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada Kementerian Negara/Lembaga, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Teknis Pengalihan Pengelolaan Administrasi Belanja fegawai Negeri Sipil Pusat kepada Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembi:ga;

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 te tang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Ind I nesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagai mana telah diu bah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik IndoneSi~ Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indone' ia Nomor 3890);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentan~ Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahunl 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Neqara Republik Indonesia Nornor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 ro mor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355)

4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 te tang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Norilor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Repub~k Indonesia Tahun 1977 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098) sebagaimana telah diubah terakhi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2009 (Lembara I Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 21);

6. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 No~or 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Ta un 2004 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nornor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418);

7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang

I

Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Angga an Pendapatan dan

Belanja Negara;

- 1 -

I

I

Menetapkan

8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PJK.OS/2008 tentang Pengalihan Pengelolaan Administrasi Belanja ~tgawai Negeri Sipil PusatiAnggota Tentara Nasional Indonesia/Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Kepada Kementerian Negara/Lembaga;

9. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan N01~or PER-66/PB/200S tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran at s Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

MEMUTUSKAN:

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDA11ARAAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGALIHAN PENGELOL~N ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT KEPADA SATUAN KERJA KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA.

BABI KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud

dengan: i~

1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, yang elanjutnya disingkat APBN adalah rencana keuangan tahunan pemeri tahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat, yang masa berlakunya dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember tahun

berkenaan. II

2. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, yang SelanjU~nya disingkat DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran ya'ng disusun oleh Menteri/Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Ang~aran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Neqara,

Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disingkat BUN adalah pejabat yang mempunyai kewenangan untuk miplaksanakan fungsi bendahara u mum negara.

Direktorat Sistem Perbendaharaan adalah unit orgarnisaSi di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendahara I n yang berada di

bawah dan bertanggungjawab kepada irektur Jenderal

Perbendaharaan. .

3.

4.

S.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan, yang selanjutnya disebut Kanwil Ditjen Perbendaharaan adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berafa di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal perbell.daharaan.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disingkat KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab ,anglung kepada Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan.

Satuan Kerja adalah unit pelaksana teknis/u~it organisasi lini Kementerian Negara/Lembaga yang melaksana an tugas, fungsi, program, dan tujuan Kementerian Neqara/Lembaqa dan memiliki kewenangan penggunaa n anggaran.

6.

7.

- 2-

I

8. Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disingkat PA adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersanqkutan,

9. Kuasa Pengguna Anggaran, yang selanjutnya diselut Kuasa PA adalah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tang~ung jawab dari PA untuk menggunakan anqqaran yang dikuasakan kepadanya.

10. Pejabat Pembuat Komitmen, yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PAlKuasa ~A untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengak batkan pengeluaran atas beban belanja negara.

15.

Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PAlKuasa PA untuk melakukan pengujian atas Surat Permintaan Pembayaran dan menerbl[kan Surat Perintah

Membayar.

Bendahara Pengeluaran adalah orang yang ditunj k untuk menerima, menyimpan, membayarkan, menatausahakan, dar mempertanggung jawabkan uang dalam rangka pelaksanaan b~lanja APBN pad a

Kementerian Negara/Lembaga dan/atau Satuan Kel [a.

13. Petugas Pengelolaan Administrasi Belanja Pegaw i, yang selanjutnya disingkat PPABP adalah pembantu Kuasa PA yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk mengelola pelaksanaan be,arja pegawai.

14. Belanja Pegawai adalah kompensasi dalam be~tuk uang maupun barang yang diberikan kepada pegawai pemerint,h yang bertugas di dalam maupun di luar negeri sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan, kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.

Gaji Pegawai adalah Gaji Pokok dan Tunjangan yatg melekat pada gaji yang diterima oleh Pegawai Negeri Sipil yang elah diangkat oleh pejabat yang berwenang dengan surat keputusa sesuai ketentuan yang berlaku.

11.

12.

16. Surat Permintaan Pembayaran Belanja Pegawail' yang selanjutnya disebut SPP Belanja Pegawai adalah suatu doku~en yang diterbitkan oleh PPK yang berisi permintaan pembayaran belanja pegawai kepada Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar untuk menerbitkan surat perintah membayar sejumlah uang atas beban bag ian anggaran

yang dikuasainya. ~.

17. Surat Perintah Membayar, yang selanjutnya disi gkat SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penl nda Tangan SPM untuk dan atas nama PA kepada BUN atau kuasanya berdasarkan SPP untuk melakukan pembayaran sejumlah uang kepada pihak ketiga dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalam S[P berkenaan.

18. Surat Perintah Membayar Langsung Belanj a Pegaw~i, yang selanjutnya disebut SPM-LS Belanja Pegawai adalah SPM lan,gsung kepada para pegawai atau Bendahara Pengeluaran dalam jngka pembayaran belanja pegawai.

19. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutn a disingkat SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa BUN kepada bank operasional/kantor pas dan giro berdasarkan SP untuk memindahbukukan sejumlah uang dari kas negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalam SPM berkenaan.

- 3 -

I

Surat Keterangan Penghentian Pembayaran, yang selanjutnya disingkat SKPP adalah surat keterangan tentang terhltunq mulai bulan dihentikan pembayaran gaji yang dibuat/dikeluarkalh oleh PNKuasa PA berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan 'oleh pejabat yang berwenang dan diketahui oleh KPPN setempat. j

Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak, yang elanjutnya disingkat SPT JM adalah surat yang dibuat oleh Kuasa P PPK yang memuat

pernyataan bahwa seluruh pengeluaran untuk pembayaran belanja Pegawai Negeri Sipil telah dihitung dengan ~enar dan disertai kesanggupan untuk mengembalikan kepada negara apabila terdapat kelebihan pembayaran.

Pegawai Negeri Sipil Pusat, yang selanjutnya pisebut PNS Pusat adalah Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawal Negeri Sipil Pusat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nimor 8 Tahun 1974

tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana elah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 yang b rada di lingkungan Kementerian Negara/Lembaga.

Aplikasi Gaji PNS Pusat yang selanjutnya disebut Aplikasi GPP adalah program aplikasi komputer yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan digunakan untuk melakukan pengelolaan administrasi belanja pegawai.

Aplikasi Gaji PNS Pusat Satuan Kerja, yang selanjutnya disebut Aplikasi GPP Satker adalah Aplikasi GPP yanf:. digunakan untuk melakukan pengelolaan administrasi belanja pe awai pada Satuan Kerja.

Aplikasi Gaji PNS Pusat KPPN, yang selanjutnya d sebut Aplikasi GPP KPPN adalah Aplikasi GPP yang digunakan I untuk melakukan pengelolaan administrasi belanja pegawai pad a KPPN.

26. Arsip Data Komputer, yang selanjutnya disingkat ADK adalah arsip data dalam bentuk softcopy yang disimpan dalam media penyimpanan digital.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

27.

ADK SPM-LS adalah softcopy SPM-LS Bela,'a Pegawai yang dihasilkan oleh Aplikasi SPM yang diajukan kepada I PPN.

ADK Belanja Pegawai adalah softcopy yang dihal ilkan oleh Aplikasi GPP berisi daftar permintaan pembayaran belanja pegawai untuk jenis belanja gaji.

ADK Data Pegawai adalah softcopy yang dlhasilkan oleh Aplikasi GPP berisi seluruh data pegawai pada Satuan Kerja.

ADK Pegawai Pindah adalah softcopy yang dihasilkan oleh Aplikasi GPP berisi data pegawai yang dipindahkan ke Satuan Kerja lain.

28.

29.

30.

BAB II

PENGALIHAN PENGELOLAAN ADMINISTRAJI BELANJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT

Pasal2

(1) Pengalihan pengelolaan administrasi belanja PN~ Pusat dari KPPN selaku Kuasa BUN kepada Satuan Kerja Ke enterian Negara/ Lembaga selaku Kuasa PA dilaksanakan sec a bertahap sejak

- 4 -

I

I

pembayaran gaji bulan Februari 2008.

(2) Pengelolaan administrasi belanja PNS pada ayat (1) meliputi:

a. penatausahaan;

b. pelaporan; dan

c. pertanggungjawaban.

Pusat .L; dimaksud

Pasal3

Terhitung sejak pengalihan pengelolaan administrasi belanja PNS Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, PAiKuasa P Kepala Satuan Kerja bertanggung jawab terhadap:

a. pengujian, pembebanan pad a mata anggaran yang disediakan, dan perintah pembayaran tagihan-tagihan atas beb~n belanja pegawai

dalam rangka pelaksanaan APBN; II

b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi belanja pegawai dan database kepegawaian;

c. pengawasan pengelolaan administrasi belanja peg1rai; dan

d. kerugian negara yang timbul sebagai akibat Ikesa'ahan dan/atau kelalaian dalam pengelolaan administrasi belanja pegawai.

BAB III II

PERSIAPAN PENGALIHAN PENGELOLAAN A~MINISTRASI BELANJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT

Pasal4 I

(1) Sebelum dilakukan pengalihan pengelolaan adrnf istrasi belanja PNS Pusat, diperlukan langkah-Iangkah persiapan yan mensyaratkan data pegawai lengkap, benar, dan sama antara data egawai pad a KPPN dan data pegawai pads Satuan Kerja berClasarkan dokumen

pendukung kepegawaian. I

(2) Persiapan pengalihan pengelolaan administrasi belanja PNS Pusat meliputi:

a. persiapan pad a Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

b. persiapan pada K anwil Ditjen Perbendaharaan;

c. persiapan pad a K PPN;

d. persiapan pada S atuan Kerja.

(3) Langkah-Iangkah persiapan belanja PNS Pusat pad a Perbendaharaan meliputi:

pengalihan pengellolaan administrasi Kantor Pusat firektorat Jenderal

a. mempersiapkan dan memberikan bimbingan teknls sistem aplikasi pengelolaan administrasi belanja PNS Pusat;

b. mempersiapkan dan memberikan bimbingan t~knis prosedur kerja

pengelolaan administrasi belanja PNS Pusat; II .

c. melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengalihan pengelolaan administrasi belanja PNS Pusat.

(4) Langkah-Iangkah persiapan pengalihan peng~lolaan administrasi belanja PNS Pusat pada Kanwil Ditjen perbendaha~aan meliputi:

- 5 -

f

I

a. memberikan pembinaan dan pengawasan atas penertiban penqelolaan administrasi belanja PNS Pusat Pfiida KPPN di wilayah kerjanya sebelum dialihkan kepada Satuan Kerji3;

b. memberikan bimbingan teknis sistem .; GPP KPPN kepada KPPN di wilayah kerjanya;

c. memberikan bimbingan teknis prosedur pemb aran dan pencairan belanja PNS Pusat kepada KPPN di wilayah kerjanya;

d. melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaJn proses pengalihan pengelolaan administrasi belanja PNS Pusat plda KPPN di wilayah kerjanya dan melaporkan hasilnya kepada Kartor Pusat Direktorat

Jenderal Perbendaharaan. I

(5) Langkah-Iangkah persiapan pengalihan peng lolaan administrasi

belanja PNS Pusat pada KPPN meliputi: ~

a. menertibkan dan melengkapi data Kartu PI ngawasan Belanja Pegawai Perorangan dan dokumen pendukung kepegawaian;

b. memberikan pembinaan, sosialisasi, dan petlnjuk teknis Aplikasi GPP Satker kepada Satuan Kerja;

c. menerima database pegawai hasil perekama dari Satuan Kerja untuk di-restore pada Aplikasi GPP KPPN melalui Menu Terima

Data Penyamaan; I

d. melakukan rekonsiliasi atas kebenaran database pegawai hasil perekaman dengan cara membandingkan = data pendukung kepegawaian dan/atau Kartu Pengawasan Belanja Pegawai Perorangan yang ada pada KPPN;

e. memberitahukan kepada Satuan Kerja untuk mfmperbaiki database pegawai hasil perekaman, apabila pada saat r onsiliasi ditemukan data tidak lengkap/benar;

f. membuat dan menandatangani Berita Acara Rekonsiliasi setelah hasil rekonsiliasi atas database pegawai benar, lengkap, dan sama antara KPPN dan Satuan Kerja dengan f rmat sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I;

g. menutup Kartu Pengawasan Belanja Pegawai erorangan dengan dibubuhi cap "Oitutup untuk dialihkan kepada Satuan Kerja tangga/ ...... " dan ditandatangani oleh Kepala Kantor/Kep[la Seksi;

h. menyampaikan database pegawai hasil rekonsi~iasi kepada Satuan Kerja untuk digunakan sebagai data awal peng elolaan administrasi belanja PNS Pusat pada Satuan Kerja;

i. membuat Berita Acara Serah Terima databi se pegawai hasil rekonsiliasi dan dokumen pendukung kepegawaian serta Kartu Pengawasan Belanja Pegawai Perorangan iari KPPN kepada Satuan Kerja dengan format sebagaimana I ditetapkan dalam Lampiran II.

(6) Langkah-Iangkah persiapan pengalihan penqelolaan administrasi

belanja PNS Pusat pada Satuan Kerja meliputi: I

a. melakukan koordinasi dengan KPPN dalam angka kelancaran pengalihan pengelolaan administrasi belanja PN Pusat;

b. mengajukan seluruh SPM Kekurangan Gaji, Gaji Susulan, dan Uang Duka WafatiTewas kepada KPPN sebelum pen alihan pengelolaan administrasi belanja PNS Pusat;

c. menertibkan dan melengkapi data serta do lumen pendukung

- 6 -

!

;.

kepegawaian/dosir masing-masing pegawai;

d. melakukan perekaman data pegawai dan data mutasi kepegawaian sekurang-kurangnya terdiri dari Surat Keputusr,n (SK) Calon PNS, SK PNS, SK Kenaikan Pangkat 2 (dua) pe~~ode terakhir, Surat Pemberitahuan Kenaikan Gaji Berkala 2 (dua) periode terakhir, SK Jabatan 2 (dua) periode terakhir, utang kepada negara beserta jumlah angsuran per bulan, dan Surat Keterangan untuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga secara Ie I gkap pada Aplikasi GPP Satker;

e. melakukan proses pengambilan database peqawat hasil perekaman sebagaimana dimaksud pada huruf d melal~' Menu Penyamaan Data pada Aplikasi GPP Satker dan menyam~~ikan kepada KPPN paling lambat 1 (satu) bulan sebelum pengelolaan administrasi belanja PNS Pusat dialihkan kepada Srtuan Kerja yang bersangkutan, untuk dilakukan rekonsiliasi bers~ma KPPN.

f. memperbaiki database pegawai hasil perekaman apabila pada sa at rekonsiliasi dengan KPPN terdapat kekuranglengkapan/kesalahan data sebagaimana pemberitahuan dari KPPN.

g. menandatangani Berita Acara Rekonsiliasi set~llah hasil rekonsiliasi atas database pegawai telah benar, lengkap, dan sama antara KPPN dan Satuan Kerja;

h. melakukan restore database pegawai hasil rekoWI siliasi dari KPPN ke dalam Aplikasi GPP Satker untuk diqunakan] sebagai data awal setelah pengelolaan administrasi belanja PNiS Pusat dialihkan kepada Satuan Kerja.

(7) Kepala KPPN dan Kepala Satuan Kerja bertanggu~gjawab sepenuhnya terhadap kebenaran database pegawai hasil rekon~iliasi;

BAB IV

SISTEM APLIKASI BELANJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT

I

Pasal5

(1) Setelah pengalihan pengelolaan administrasi belanja PNS Pusat, Satuan Kerja dan KPPN wajib menggunakan Aplikasi GPP dengan berpedoman pad a petunjuk pengoperasian ap\'kasi sebagaimana

ditetapkan dalam Lampiran III. I

(2) Aplikasi GPP, petunjuk pengoperasian aplikasi dan perubahannya tersedia pad a situs resmi Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

(3) KPPN berkewajiban memberitahukan setiap perud6han pad a Aplikasi GPP Satker kepada Satuan Kerja dalam wilayah kerja masing-masing.

(4) KPPN dan Satuan Kerja wajib melakukan penyes~aian apabila terjadi

perubahan pada Aplikasi GPP. II

(5) Perubahan Aplikasi GPP dan Tabel Referensi Aplikasi GPP dilakukan oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

(6) KPPN dan Satuan Kerja tidak diperkenankan m lakukan perubahan

Aplikasi GPP dan Tabel Referensi Aplikasi GPP. I

- 7 -

l

I

I

BABV

PENGELOLAAN ADMINISTRASI BEL iJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT

Pasal6

(1) Pengalihan pengelolaan administrasi belanja PN Pusat dilaksanakan dengan menyerahkan database pegawai seb~gaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (5) huruf h dan dokumen pendukung kepegawaian serta Kartu Pengawasan Belanja Pegawai Perorangan dari KPPN kepada Satuan Kerja dengan Berita Acara Serah Terima.

(2) Dokumen pendukung kepegawaian sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) meliputi SK Kepegawaian, Nota Persetujuan ] adan Kepegawaian Negara, Surat Pemberitahuan Kenaikan Gaji B. rkala, SK Jabatan, Surat Pernyataan Pelantikan, Surat Pernyataan enduduki Jabatan, Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas, Suraf Keterangan Untuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga, dan dokum n lain yang terkait dengan pengelol aan administrasi belanja pegawai.

Pasal7

(1) Kuasa PA menetapkan PPABP dengan surat keputusan.

(2) Tembusan surat keputusan penetapan PPABP ill isampaikan

Kepala KPPN selaku Kuasa BUN. I

(3) PPABP bertanggung jawab kepada Kuasa PA.

(4) Tugas PPABP sebagaimana dimaksud pada ayat (~) meliputi:

a. melakukan pencatatan data kepegawaian secar+ elektronik dan/atau manual yang berhubungan dengan belanja pegawai secara tertib, teratur, dan berkesinambungan;

kepada

b. melakukan penatausahaan semua tembusan surat-surat keputusan kepegawaian dan semua dokumen pendukung lainnya dalam dosir setiap pegawai pada Satuan Kerja yang bersanbkutan secara tertib

dan teratur; I

c. memproses pembuatan Daftar Gaji, Uang uka WafatITewas,

Terusan Penghasilan Gaji, Uang Muka Gaji, CJang Lembur, Uang Makan, Honorarium, Vakasi dan pembuatan Daftar Permintaan Pembayaran Belanja Pegawai lainnya;

d. memproses pembuatan SKPP;

e. memproses perubahan data yang tercantum pada Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga ~etiap awal tahun anggaran atau setiap terjadi perubahan susunan keluarga;

f. menyampaikan Daftar Permintaan Belanja pJ awai beserta ADK Belanja Pegawai dan dokumen pendukung kepa' a PPK;

I

g. mencetak Kartu Pengawasan Belanja Pegawai Perorangan melalui Aplikasi GPP Satker setiap awal tahun dan/atau apabila diperlukan untuk disatukan dengan Kartu Pengawasan Belanja Pegawai Perorangan yang diterima dari KPPN;

h. tugas-tugas lain yang berhubungan dengan pe ggunaan anggaran belanja pegawai.

- 8 -

! /

(5) PPABP dapat dibantu oleh beberapa kerja.

pegawai sesuai dengan volume

I

Pasal8

Sebelum memproses Daftar Permintaan Pembayar~n Belanja Pegawai (Gaji), PPABP wajib melakukan perekaman dan I memproses setiap perubahan/mutasi data kepegawaian pad a Aplikasi GPP Satker.

I

Perekaman dan proses perubahan/mutasi data kepegawaian sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 8 adalah sebagai berikut:

1. Pengangkatan Calon PNS:

a. merekam data pegawai sesuai SK Calon PNS;

Pasal9

b. merekam data keluarga sesuai Surat Keterangan IUntuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga;

c. merekam SK Calon PNS;

d. merekam Surat Pernyataan Melaksanakan TUgaj

2. Pengangkatan sebagai PNS:

a. merekam perubahan status kepegawaian menjadj PNS;

b. merekam SK PNS.

3. Kenaikan Pangkat:

merekam SK kenaikan pangkat.

4. Kenaikan Gaji Berkala:

merekam Surat Pemberitahuan Kenaikan Gaji Berka a.

5. Pengangkatan dalam jabatan:

a. merekam SK Jabatan;

b. merekam Surat Pernyataan Pelantikan;

c. merekam Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas I

6. Mutasi pindah ke Satuan Kerja lain:

a. merekam SK mutasi pindah;

b. merekam perubahan kedudukan pegawai;

c. memproses SKPP;

d. membuat ADK Pegawai Pindah.

7. Pegawai baru karena mutasi pindah:

a. memproses ADK Pegawai Pindah ke dalam database pegawai pad a Aplikasi GPP Satker;

b. merekam perubahan kode tunjangan sesuai lokas I pindah:

1) daerah terpencil;

2) Irian Jaya.

c. mengirim ADK Pegawai Pindah ke KPPN

8. Perubahan data keluarga:

a. merekam data anggota keluarga berdasarkan ak1fl perkawinan, akta kelahiran/putusan pengesahan/pengang katan an~k dari pengadilan, putusan cerai dari pengadilan, surat keterang~n kematian/visum,

sesuai peruntukannya; J

b. merekam data Surat Keterangan Anak Masih S kolah/kuliah/kursus sesuai ketentuan;

- 9 -

!

9. Data utang kepada Negara: I

a. merekam data utang karena kelebihan pem baya an;

b. merekam data utang uang muka gaji; ~

c. merekam data utang tunggakan sewa rumah din s;

d. merekam data utang lainnya yang dapat dipoton melalui gaji.

Pasal 10

(1) PPABP membuat Daftar Permintaan Pembayar n Belanja Pegawai meliputi Daftar Gaji, Uang Duka WafatITewas, Terusan Penghasilan Gaji, Uang Muka Gaji, Uang Lembur, Uang Makarl~ Honorarium, Vakasi dan Daftar Permintaan Pembayaran Belanja Pegawai lainnya dalam rangkap 2 (dua) dilengkapi dengan ADK Belarja Pegawai sesuai

peruntukannya. .

(2) Format Daftar Gaji dan Daftar Permintaan ~Iembayaran Belanja Pegawai lainnya, SKPP, Kartu Penqawasan Belanja Pegawai Perorangan, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga, Daftar Penerimaan Gaji Bersih Peqawal serta kelengkapan pengajuan permintaan pembayaran belanja peqawal lainnya adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV.

BABVI

PROSEDUR PEMBAYARAN DAN PENCAIRAI',I BELANJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PUSAT I

Bagian Kesatu

Prosedur Pembayaran pada Satuan K1rja

Pasal11 II

(1) Pembayaran Belanja Pegawai Gaji dilaksanakan s~cara lang sung (LS) kepada pegawai melalui rekening masing-masing pegawai secara giral.

(2) PPABP wajib menyampaikan informasi pembaya)~n belanja pegawai gaji kepada pegawai yang bersangkutan berupa slip gaji yang dapat

dicetak melalui Aplikasi GPP Satker. Il

(3) Dalam hal pembayaran sebagaimana dimaksud p da ayat (1) belum dapat dilaksanakan, pembayaran belanja pegawai 9aji secara LS dapat dilaksanakan melalui rekening Bendahara Pengelu1ran.

(4) Pembayaran belanja pegawai gaji secara LS seblgaimana dimaksud pad a ayat (3) dapat dilaksanakan sampai dengan b~lan Juni 2010.

(5) Dalam hal setelah bulan Juni 2010 satker b~lum melaksanakan pembayaran belanja pegawai gaji sebagaimana d~maksud pada ayat (1), pembayaran belanja pegawai gaji secara L melalui rekening Bendahara Pengeluaran dilaksanakan setelah ml ndapat dispensasi

dari Kepala KPPN. II

(6) Dispensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) !remuat pernyataan bahwa Kuasa PA bertanggungjawab atas pengg~ntian pembayaran belanja pegawai gaji apabila terjadi kehilangan, pencurian, perampokan

ataupun sebab lain. II

(7) Untuk pembayaran belanja pegawai non gaji dilaksanakan melalui rekening masing-masing pihak penerima atau r~kening Bendahara

Pengeluaran. /'

- 10-

I

I

Pasal 12

(1) PPABP menyampaikan Daftar Permintaan Belanja Pegawai beserta ADK dan dokumen pendukung kepada PPK mellputi:

1. Pembayaran Gaji Induk, dilampiri: Il

a. Daftar Gaji, Rekapitulasi Daftar Gaji dan hal~ an luar Daftar Gaji yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAlPPK;

b. Daftar perubahan data pegawai yang ~itandatangani oleh PPABP;

c. Daftar perubahan potongan;

d. Daftar penerimaan gaji bersih pegawai untuk pembayaran gaji yan~ dilaksana~an secara langsung kepadf rekening masingmasmg peqawar,

e. Copy dokumen pendukung perubahan data pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satuan Kerja/Peja~~t yang berwenang meliputi SK Calon PNS, SK PNS, SK Kenalkan Pangkat, Surat Pemberitahuan Kenaikan Gaji Berkala, SK rMutasi Pindah, SK Jabatan, Surat Pernyataan Pelantikan, Sural Pernyataan Masih Menduduki Jabatan, Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas, Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga, Surat Nikah/CerailKematian, Akta t Kelahiran/Putusan Pengesahan/Pengangkatan Anak dari Peng dilan, SKPP, Surat Keterangan Anak Masih Sekolah/Kuliahl ursus, dan Surat Keputusan yang mengakibatkan penurun~~ gaji, serta SK Pemberian Uang Tunggu sesuai peruntukannija;

f. ADK Belanja Pegawai yang telah dimutakhirk~n;

g. Surat Setoran Pajak (SSP) PPh Pasal 21;

h. SPT JM dari Kuasa PAlPPK sebagaimana format dalam Lampiran V.

2. Pembayaran Gaji Susulan:

a. Gaji Susulan yang dibayarkan sebelum Qaji pegawai yang bersangkutan masuk dalam Gaji Induk, dilampirl:

1) Daftar Gaji, Rekapitulasi Daftar Gaji, dan '~alaman luar Daftar Gaji Susulan yang ditandatangani oleh ~PABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAlPPK;

2) Daftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPABP; i

3) Copy dokumen pendukung perubahan ata pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satuan erja/Pejabat yang berwenang, meliputi SK Calon PNS, SK Mutasi Pindah/SK Jabatan, Surat Pernyataan pelantikan,Jsurat Pernyataan Melaksanakan Tugas, Surat Keterangan ntuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga, Surat Nikah, Akta~ Kelahiran/Putusan Pengesahan/Pengangkatan Anak dari ,engadilan, SKPP, Surat Keterangan Anak Masih Sekolah/Kul ahl Kursus, sesuai peruntukannya;

4) ADK Belanja Pegawai yang telah dimutakhl kan;

- 11 -

I

I

5) SSP PPh Pasal 21;

6) SPT JM dari Kuasa PAlPPK.

b. Gaji Susulan yang dibayarkan setelah gaji pegawai yang bersangkutan masuk dalam Gaji Induk, dila1Piri:

1) Oaftar Gaji, Rekapitulasi Oaftar Gaji, da~l halaman luar Oaftar Gaji Susulan yang ditandatangani ole~! PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAlPPK;

2) Oaftar perubahan data pegawai yang I ditandatangani oleh

PPABP;

3) AOK Belanja Pegawai yang telah dimutak irkan;

4) SSP PPh Pasal21;

5) SPT JM dari Kuasa PAlPPK.

3. Pembayaran Kekurangan Gaji:

a. Kekurangan gaji yang dihitung dengan lenu otomatis pada Aplikasi GPP Satker, dilampiri:

1) Oaftar Kekurangan Gaji, Rekapitulasi Kekurangan Gaji, dan hal am an luar Oaftar Kekurangan Gaji ~ang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, da~ Kuasa PAlPPK;

2) Oaftar perubahan data pegawai yang I itandatangani oleh

PPABP; I

3) AOK Belanja Pegawai yang telah dimutakhirkan;

4) SSP PPh Pasal 21;

5) SPT JM dari Kuasa PAlPPK.

b. Kekurangan gaji yang dihitung dengan enu manual pada

Aplikasi GPP Satker, dilampiri:

1) Oaftar Kekurangan Gaji, Rekapitulasi oaftfr K.ekurangan Gaji, dan halaman luar Oaf tar Kekurangan Gaji ang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, da Kuasa PAlPPK;

2) Oaftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPABP;

3) Copy dokumen pendukung perubahan ~ata pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satuan ~erja/Pejabat yang berwenang meliputi SK Calon PNS, SK PNS, SK Kenaikan Pang kat, Surat Pemberitahuan Kenaikan Gaji Berkala, SK Mutasi Pindah/SK Jabatan, Surat Pernyataan Pelantikan, Surat Pernyataan Melaksanakan II Tugas, sesuai peruntukannya;

4) AOK Belanja Pegawai yang telah dimutakhirkan;

5) SSP PPh Pasal 21;

6) SPT JM dari Kuasa PAlPPK.

4. Pembayaran Uang Ouka WafatITewas, dilampiri:

a. Oaftar Perhitungan Uang Ouka WafatITewas Rekapitulasi Uang Ouka WafatfTewas, dan halaman luar Uang ,Ouka WafatITewas yang ditandatangani oleh PPABP, Bendaharf Pengeluaran, dan

- 12 - I

I

J

Kuasa PNPPK;

b. Daftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPABP;

c. SK pemberian Uang Duka Tewas dari pejab~t yang berwenang;

d. Surat Keterangan dan Permintaan Tunjangan Kematian/Uang

Duka Wafat/Tewas; I

e. Surat Keterangan KematianlVisum dari Camat atau Rumah Sakit;

f. ADK Belanja Pegawai yang telah dimutakhir~an;

g. SPT JM dari Kuasa PNPPK.

5. Pembayaran Terusan Penghasilan Gaji, dilampii:

a. Daftar Perhitungan Terusan penghasilal Gaji, Rekapitulasi Terusan Penghasilan Gaji, dan hal a I an luar Terusan Penghasilan yang ditandatangani oleh I PABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PNPPK;

b. Daftar perubahan data pegawai yang ~itandatangani oleh PPABP;

c. Copy dokumen pendukung yang telah dile~alisasi oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat yang berwenang berupa Surat Keterangan KematianlVisum dari Camat atau RUrah Sakit untuk pem bayaran pertama kali;

d. ADK Belanja Pegawai yang telah dimutakhirkan;

e. SSP PPh Pasal 21; I

f. SPT JM dari Kuasa PNPPK.

6. Pembayaran Uang Muka Gaji, dilampiri:

a. Daftar Perhitungan Uang Muka Gaji, Reka~itulasi Uang Muka Gaji, dan halaman luar Uang Muka Gaji yangl ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa NPPK;

b. Copy dokumen pendu kung yang telah dile!aliSaSi oleh Kepala Satuan Kerja/Pejabat yang berwenang berups SK Mutasi Pindah, Surat Permintaan Uang Muka Gaji, dan Sura Keterangan Untuk

Mendapatkan Tunjangan Keluarga; I

c. ADK Belanja Pegawai yang telah dirnutakhlrkan;

d. SPT JM dari Kuasa PNPPK.

7. Pembayaran Uang Lembur, dilarnpiri:

a. Daftar Pembayaran Perhitungan Lembur 'I dan Rekapitulasi Perhitungan Lembur yang ditandatanga~i oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PNPPK;

b. Surat Perintah Kerja Lembur;

c. Daftar Hadir Kerja selama 1 (satu) bulan;

d. Daftar Hadir Lembur;

e. SSP PPh Pasal 21;

f. SPT JM dari Kuasa PNPPK.

8. Pembayaran Uang Makan, dilampiri:

a. Daftar Perhitungan Uang Makan yang d andatangani oleh - 13 -

I

I

PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuas~ PAlPPK;

b. SSP PPh Pasal 21;

c. SPT JM dari Kuasa PA/PPK.

9. Pembayaran HonorariumNakasi, dilampiri :

a. Daftar Perhitungan HonorariumNakasi yan~1 ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAlPPK;

b. SK dari pejabat yang berwenang;

c. SSP PPh Pasal 21;

d. SPT JM dari Kuasa PA/PPK II

(2) PPK melakukan penelitian terhadap Daftar Permlntaan Belanja Pegawai beserta ADK dan dokumen pendukuognya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai dasar dalam pe1pajuan SPP Belanja Pegawai kepada Pejabat Penanda Tangan SPM.

I

Pasal 13 (1) Pejabat Penanda Tangan SPM menerima SPP ~~Ianja Pegawai dan dokumen pendukung secara lengkap dari PPK dalarn rangkap 2 (dua)

disertai ADK Belanja Pegawai. \

(2) Pejabat Penanda Tangan SPM melakukan peneptian dan pengujian atas kebenaran material dan formal SPP Belanja Pegawai dan

dokumen pendukung. JI

(3) Penelitian dan pengujian sebagaimana dimaksud ada angka 2, antara

lain: I

a. kesesuaian antara perhitungan dalam Daftar Permintaan Belanja

Pegawai dengan kelengkapan dan kerenaran dokumen

pendukung SPP Belanja Pegawai; J

b. ketersediaan Pagu Belanja Pegawai dalam 01 ~;

c.

meneliti kebenaran perhitungan potongan PPh rasa I 21; dan kebenaran hak tagih.

d.

(4) Setelah dilakukan penelitian dan pengujian sebfaimana dimaksud

pad a ayat (3), Pejabat Penanda Tangan SP membuat dan

menandatangani SSP PPh Pasal 21 dan SPM-LS elanja Pegawai.

(5) Pejabat Penanda Tangan SPM mengajukan SPM-~S Belanja Pegawai disertai ADK SPM-LS dan ADK Belanja Pegawai yang telah

dimutakhirkan kepada KPPN meliputi: I

a. Pembayaran Gaji Induk, dilampiri:

1) Halaman luar Oaf tar Gaji dan Rekapitulasi Daftar Gaji yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAlPPK;

2) Daftar perubahan data pegawai yang djtandatanqanl oleh PPABP;

3) Daftar perubahan potongan;

4) Daftar penerimaan gaji bersih dan nomor rekening pegawai untuk pembayaran gaji yang dilaksanakan secara langsung kepada rekening masing-masing pegawai y~ng ditandatangani

oleh Pejabat Penanda Tangan SPM; II .(

-14- /"

5) Copy dokumen pendukung perubahan dat I pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satuan Kerjal Pej~bat yang berwenang meliputi SK Calon PNS, SK PNS, SK Kenalkan Pangkat, Surat Pemberitahuan Kenaikan Gaji Berkala, SK Mutasi Pindah, SK Jabatan, Surat Pernyataan Pelantikan, Slut Pernyataan Masih

Menduduki Jabatan, Surat Pernyataan laksanakan Tugas,

Surat Keterangan Untuk Mendapatkan unjangan Keluarga,

Surat Nikah/Cerai/Kematian, Akta Kelahiran/putusan

pengesahan/pengangkatan anak dari pengadilan, SKPP, dan Surat Keterangan Anak Masih Sekolah/Kuliah/Kursus, Surat Keputusan yang mengakibatkan penur~nan gaji, dan SK pemberian Uang Tunggu sesuai peruntuka'llnya;

6) ADK Data Pegawai dan ADK Belanja f>egawai yang telah dimutakhirkan;

7) SSP PPh Pasal 21;

8) SPT JM dari Kuasa PA/PPK.

b. Pembayaran Gaji Susulan :

1) Gaji Susulan yang dibayarkan sebelum ~gaji pegawai yang bersangkutan masuk dalam Gaji Induk, dila piri:

a) Halaman luar Daftar Gaji Susulan dan Rekapitulasi Daftar Gaji Susulan yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PA/PPK;

b) Daftar perubahan data pegawai yang ditandatangani oleh PPABP;

c) Copy dokumen pendukung perubahan data pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala satuan~. Kerja/Pejabat yang berwenang, meliputi SK Calon PNS, S Mutasi Pindah/SK Jabatan, Surat Pernyataan Pelantikan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas, Surat Keterangan' Untuk Mendapatkan Tunjangan Keluarga, Surat Nikah, Akta Kelahiran/Putusan Pengesahanl Pengangkatan Anak dari pengadilan, SKPP, Surat Keterangan Anak Masih sekolah/Kjuliah/Kursus, sesuai

peruntukannya; I

d) ADK Belanja Pegawai yang telah dim uta hirkan;

e) SSP PPh Pasal 21;

f) SPT JM dari Kuasa PA/PPK. I .

2) Gaji Susulan yang dibayarkan setelah ~aji pegawai yang bersangkutan masuk dalam Gaji Induk, dilarnpiri:

a) Halaman luar Daftar Gaji Susulan dan Rekapitulasi Daftar Gaji Susulan yang ditandatangani oleh (PABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PA/PPK;

b) Daftar perubahan data pegawai yang I itandatangani oleh

PPABP;

c) ADK Belanja Pegawai yang telah dimutakhirkan;

d) SSP PPh Pasal 21; \1

e) SPTJM dari Kuasa PA/PPK.

c. Pembayaran Kekurangan Gaji

1) Kekurangan gaji yang dihitung dengan I nu otomatis pada I

- 15 -

I

Aplikasi GPP Satker dilampiri:

a) Halaman luar Daftar Kekurangan GJji dan Rekapitulasi Daftar Kekurangan Gaji yang ditandat~ngani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAlPPK;

b) Daftar perubahan data pegawai yang II ditandatangani oleh

PPABP;

c) ADK Belanja Pegawai yang telah dimutakhirkan;

d) SSP PPh Pasal 21;

e) SPT JM dari Kuasa PAJPPK.

2) Kekurangan gaji yang dihitung dengan Lenu manual pada

Aplikasi GPP Satker dilampiri: ~"

a) Halaman luar Daftar Kekurangan Gaji da Rekapitulasi Daftar Kekurangan Gaji yang ditandatanqanl oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAJPPK;

b) Daftar perubahan data pegawai yang Iditandatangani oleh

PPABP; I

c) Copy dokumen pendukung perubahan data pegawai yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat yang berwenang meliputi SK Calon PNS, SKI PNS, SK Kenaikan Pang kat, Surat Pemberitahuan Kenaidn Gaji Berkala, SK Mutasi Pindah/SK Jabatan, Surat Pernyataan Pelantikan, Surat Pernyataan Melaksanakan I Tugas, sesuai peruntukannya;

d) ADK Belanja Pegawai yang telah dimutakhirkan;

e) SSP PPh Pasal 21;

f) SPT JM dari Kuasa PAJPPK.

d. Pembayaran Uang Duka WafatiTewas, dilampiri:

1) Halaman luar Daftar Uang Duka WafatiTeJ s dan Rekapitulasi Uang Duka WafatITewas yang dltandataqqan! oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAJPP~;

2) Daftar perubahan data pegawai yang ~itandatangani oleh

PPA~P;

3) SK pemberian Uang Duka Tewas dari pejab~t yang berwenang;

4) Surat Keterangan dan Permintaan Tunjan~~m Kematian/Uang Duka WafatITewas;

5) Surat Keterangan KematianNisum dari q~mat atau Rumah Sakit;

6) ADK Belanja Pegawai yang telah dimutakhir an;

7) SPT JM dari Kuasa PAJPPK.

e. Pembayaran Terusan Penghasilan Gaji, dilampiri;

1) Halaman luar daftar Terusan Penghasilan G.ji dan Rekapitulasi Daftar Terusan Penghasilan Gaji yang dltandatangani oleh

PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAJPPK; .

2) Daftar perubahan data pegawai yang d,ltandatangani oleh

PPABP; I

3) Copy dokumen pendukung yang telah dlleqallsasi oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat yang berwena~g berupa Surat

-16- ~

Keterangan KematianNisum dari Camat atau Rumah Sakit untuk pembayaran pertama kali;

4) AOK belanja pegawai yang telah dimutakhir~an;

5) SSP PPh Pasal 21;

6) SPT JM dari Kuasa PAlPPK.

f. Pembayaran Uang Muka Gaji, dilampiri:

1) Halaman luar Oaftar Uang Muka Gaji dan Rekapitulasi Oaftar Uang Muka Gaji yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAlPPK;

2) Copy dokumen pendukunq yang telah dilegalisasi oleh Kepala Satuan Kerja/ Pejabat yang berwenang berupa SK Mutasi Pindah, Surat Permintaan Uang Muka Gaji, dan Surat Keterangan Untuk Mendapatkan Tunjangan keluarga;

3) AOK Belanja Pegawai yang telah dirnutakhirkan:

4) SSP PPh Pasal 21;

5) SPT JM dari Kuasa PAlPPK.

g. Pembayaran Uang Lembur, dilampiri:

1) Oaf tar Pembayaran Perhitungan Uang Lembur dan Rekapitulasi Perhitungan Uang Lembur yang ditandataJr.gani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAlPPK;

2) Surat Perintah Kerja Lembur;

3) SSP PPh Pasal 21;

4) SPT JM dari Kuasa PAlPPK.

h. Pembayaran Uang Makan, dilampiri:

1) Oaf tar Perhitungan Uang Makan yang [ltandatanqanl oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan Kuasa PAlPPK;

2) SSP PPh Pasal 21;

3) SPT JM dari Kuasa PAlPPK;

Oaftar Perhitungan HonorariumNakasi yang ditandatangani oleh PPABP, Bendahara Pengeluaran, dan ~uasa PAlPPK;

SK dari pejabat yang berwenang;

SSP PPh Pasal 21;

SPT JM dari Kuasa PAlPPK

i. Pembayaran HonorariumNakasi, dilampiri :

1)

2) 3) 4)

(6) Satu Oaftar Permintaan Pembayaran Belanja II Pegawai beserta dokumen pendukung secara lengkap rnerupakan pertinggal pada Pejabat Penanda Tangan SPM.

Pasal 14

(1) Pengajuan SPM Kekurangan Gaji setelah pengalihan administrasi pengelolaan belanja PNS Pusat kepada Satuan Kerta hanya dapat diajukan kepada KPPN setelah perubahan gaji PNS Pusat yang

-17-

I

bersangkutan masuk dalam daftar gaji induk.

(2) Perhitungan Kekurangan Gaji yang disebabkan II oleh 1 (satu) jenis perubahan m enggunakan menu kekurangan gaji o~omatis pada Aplikasi GPP Satker.

(3) Perhitungan Kekurangan Gaji yang disebabkan oleh lebih dari 1 (satu) jenis perubahan menggunakan menu kekurangan gaji manual pad a

Aplikasi GPP Satker. j

Pasal 15 I

Setiap pegawai yang berdasarkan surat keputusan pej bat yang berwenang dipindahkan ke Satuan Kerja lain baik yang mengakibatkan perubahan KPPN pembayar maupun tetap pada KPPN yang sama dan/atau pegawai yang memasuki masa pensiun, wajib diterbitkan $KPP menggunakan Aplikasi GPP Satker dengan ketentuan sebagai berikut

1. SKPP Pegawai Pindah diterbitkan dan ditandatanqanl oleh Kuasa PA dalam rangkap 4 (empat) dengan penjelasan:

a. lembar pertama untuk pegawai yang bersangkutan untuk dilampirkan pad a saat pengajuan gaji pertama kali ditempat ~ang baru;

b. lembar k~dua untuk Satuan. ~erja yang brru, dilampiri dosir kepeqawalan dan ADK Peqawai Pmdah;

c. lembar ketiga untuk KPPN asal sebagai pertinggal;

d. lembar keempat untuk pertinggal Satuan Kerja yang bersangkutan.

2. SKPP Pegawai Pensiun diterbitkan dan ditandatangani oleh Kuasa PA

dalam rangkap 5 (lima) dengan penjelasan: II

a. lembar pertama dan kedua untuk PT Taspen (P1rsero);

b. lembar ketiga untuk pegawai yang bersangkutan:

c. lembar keempat untuk KPPN sebagai pertinggal;

d. lembar kelima untuk pertinggal Satuan Kerja yan!tl bersangkutan.

3. SKPP dikirim oleh Satuan Kerja asal sesiLai peruntukannya sebagaimana diatur pada angka 1 dan 2 setelah t~rlebih dahulu diberi keterangan oleh Kepala Seksi Perbendaha raan pads KPPN asal bahwa data pegawai pindah/pensiun telah dinonaktifkan dari database pegawai Satuan Kerja tersebut pada KPPN as a\.

Bagian Kedua J

Prosedur Pencairan Dana pad a Kantor Pelayanan perbfdaharaan Negara

Pasal 16

(1) KPPN melakukan pengujian terhadap SPM-LS Belanja Pegawai dan dokumen pendukungnya, ADK SPM-LS, dan ADK Belanja Pegawai yang diterima dari Kuasa PAiPejabat Penanda Tangan SPM.

(2) Pengujian sebagaimana dimaksud pada aya~l (1) dilaksanakan

terhadap: I,

a. SPM-LS Belanja Pegawai (Gaji) dan dokumen pendukungnya, meliputi:

1) kesesuaian antara ADK Belanja pega1ai dengan Daftar Perubahan Data Pegawai, Daftar Per bahan Potongan, Dokumen Pendukung dan Rekapitulasi I Daftar Permintaan

-18- I

Pembayaran yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Rekonsiliasi yang dibuat oleh KPPN m'lr· lalui Aplikasi GPP KPPN;

2) kebenaran perhitungan pembayaran yang tercantum dalam Rekapitulasi Oaftar Permintaan Pernbayaran dengan data yang tercantum dalam SPM-LS Belanja Pegawaijl

3) ketersediaan pagu OIPA yang tercantum dalam SPM-LS

Belanja Pegawai; II

4) kesesuaian penulisan jumlah uang dan akun pada SSP PPh Pasal 21 dengan jumlah uang dan akun pada potongan SPM-LS Belanja Pegawai;

5) kecocokan antara tandatangan pada spesimen dengan tandatangan pada SPM-LS Belanja Peqawal;

6) kebenaran penulisan S PM-LS Belanja peg,~ai;

7) kesesuaian antara AOK SPM-LS dengan hardcopy SPM-LS Belanja Pegawai;

b. SPM-LS Belanja Pegawai (Non Gaji) yaitu Hon rarium/Vakasi/Uang Lembur/Uang Makan, meliputi:

1) kebenaran perhitungan pembayaran yang tercantum dalam Oaftar Permintaan Pembayaran dan kecocokan dengan data yang tercantum dalam SPM-LS Belanja Pegawai;

2) ketersediaan pagu OIPA yang tercantum dal~m SPM-LS Belanja

Pegawai; II

3) kesesuaian penulisan jumlah uang dan akun pad a SSP PPh Pasal 21 dengan jumlah uang dan akun padr potongan SPM-LS Belanja Pegawai;

4) kecocokan antara tandatangan pad a spesimen dengan tandatangan pad a SPM-LS Belanja pegawaiil

5) kebenaran penulisan S PM-LS Belanja Pega,-;,ai;

6) kesesuaian antara dokumen pendukung antara lain SK pemberian HonorariumNakasi, SPK Lembui, Oaf tar Hadir dan ketentuan pemberian Uang Makan denganil Oaftar Permintaan Pembayaran;

7) kesesuaian antara AOK SPM dengan hardCofY SPM.

Pasal 17

(1) Hasll pengujian terhadap dokumen sebagaimand dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2), apablla menunjukkan kesesuaia~ dengan ketentuan yang berlaku, selanjutnya KPPN melakukan:

a. update database Aplikasi GPP KPPN berdas~lrkan AOK Belanja Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal1~ ayat (2) huruf a;

b. proses penerimaan SPM dan penerbitan SP20.

(2) Apabila hasil pengujian terhadap dokumen seba~aimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) terdapat ketidaksesuaian yaitu SPt0-LS Belanja Pegawai yang diajukan tidak memenuhi syarat untuk diterbltkan SP20, KPPN mengembalikan SPM-LS Belanja Peg~wai kepada Kuasa PA/Penanda Tangan SPM paling lambat 1 (satu) I hari kerja setelah SPM diterima.

- 19 -

I

Pasal 18

SPM Gaji Induk harus sudah diterima KPPN paling lambat tanggal 10 (sepuluh) sebelum bulan pembayaran.

Pasal 19

Penerbitan SP2D wajib diselesaikan oleh KPPN dalarn' batas waktu sebagai berikut:

a. SP2D untuk Gaji Induk diterbitkan paling lambat 5 (lima) hari kerja

sebelum tanggal pembayaran gaji; I

b. SP2D untuk Gaji di luar Gaji Induk diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah diterima SPM secara lengkap dan benar;

c. SP2D untuk Belanja Pegawai Lainnya diterbitkan paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah diterima SPM secara lengkap d an11benar.

BABVII

ADMINISTRASI DATABASE BELANJA PEGAWAI NE1ER' SIPIL PUSAT

Pasal20

(1) Satuan Kerja agar menyediakan perangka1i komputer untuk pengelolaan administrasi database belanja PNS Pusat.

(2) Untuk menjamin database belanja PNS Pusat ti~ak hilang dan/atau tidak rusak, maka Satuan Kerja wajib melakukan b~ckup data ke dalam media penyimpanan data eksternal yang khusus digunakan untuk

belanja PNS Pusat setiap bulan. I

(3) Database belanja PNS Pusat pada KPPN dikelola dan disimpan pada sebuah komputer server yang khusus diqunakan untuk keperluan pengelolaan administrasi database belanja PNS Pusat,

(4) KPPN wajib melakukan backup data setiap akhir hari kerja ke media penyimpanan data eksternal khusus untuk belan~a PNS Pusat, dan dicatat dalam buku pengawasan backup database.

(5) KPPN mengirimkan database Formasi Pegawai kepada Kantor Pusat

Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan I Kanwil Ditjen

Perbendaharaan paling lambat tanggal 5 (lima) bular. berikutnya.

(6) Pengiriman dilaksanakan melalui situs resmi pirektorat Jenderal Perbendaharaan.

(7) Kepala KPPN melakukan pengawasan pelaksanaqC backup data dan pengiriman database belanja pegawai ke Kantgr Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan.

(8) Direktorat Sistem Perbendaharaan menyiapkan kOTPuter server untuk menyimpan dan mengelola database belanja PNS P,~sat dari KPPN.

(9) Direktorat Sistem Perbendaharaan melakukan b1ckuP data setelah menerima database belanja PNS Pusat dari II KPPN ke media penyimpanan data eksternal khusus untuk belanja PNS Pusat setiap bulan berkenaan.

Pasal 21

(1) Database belanja PNS Pusat wajib disimpan sesuai dengan ketentuan

penyimpanan dokumen/arsip negara. I

- 20-

I

(2) Penggunaan dan pemanfaatan database belanj~ PNS Pusat di luar tugas pokok dan fungsi KPPN harus rnendapat ijin dari Direktur Jenderal Perbendaharaan.

BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 22

(1) Dalam rangka persiapan pengalihan pengelOlaa~1 administrasi belanja PNS Pusat sebelum ditunjuk PPABP, pelaksanaa~ tugas pokok PPABP dilaksanakan oleh Pembuat Daftar GajL

(2) Bagi Satuan Kerja yang belum dialihkan pen~elolaan administrasi belanja pegawainya, maka pembayaran gaji dan belanja pegawai lainnya masih mengacu pada peraturan perundanr-undangan sebelum ketentuan pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai ini ditetapkan.

(3) Pengelolaan administrasi belanja PNS Pusat Y9rg ditugaskan pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri d~n PNS Departemen Pertahanan/PNS Polri masih mengikuti peraturan perundang-undan gan sebelum Peraturan Direktur Jenderal perbendaharrn ini ditetapkan.

BABIX KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal23

Dengan berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, sernua peraturan yang mengatur mekanisme pelaksanaan pernbayaran belanja pegawai yang bertentangan dengan Peraturan II Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,

I

BABX KETENTUAN PENUTUP

Pasal24

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai rlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak trnggal 1 Februari 2008.

Ditetapkan di Jakarta

pad a tanggal 12 II A gus t u s 2009

EKTUR JEN~ERALJ

- 21 -

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->