P. 1
pendidikan psikologi

pendidikan psikologi

|Views: 4,582|Likes:
Published by falqi

More info:

Published by: falqi on Oct 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

BAKAT & INTELEGENSI

lPENDAHULUAN

lINTELEGENSI

lBAKAT

lLINGKUNGAN & HEREDITAS

lKELAS SOSIAL & IMPLIKASINYA DALAM
PENDIDIKAN
lDIKOTOMI DESA-KOTA

lJENIS KELAMIN

A. PENDAHULUAN

A. PENDAHULUAN

lBakat & intelegensi merupakan
kemampuan mental individu

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

lSejarah Intelegensi

lPengertian Intelegensi

lTeori-teori Intelegensi

lPengukuran Intelegensi

lKurve Normal Dalam Intelegensi

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

1. Sejarah Intelegensi

1. Sejarah Intelegensi

Wundt(Jerman), Galton(Inggris),
Cattel(AS)→ tes untuk anak-anak.
Hasilnya:ada perbedaan ketepatan dan
kecepatan individu dalam mengerjkan tes.
Pra 1800-an → tes hanya untuk mengukur
satu kemampuan
1880 → Ebbinghause menemukan
berbagai tes memori
Alfred Binet & Theopile Simon →
membedakan intelegensi anak normal
dengan anak lemah pikir → Tes Binet-
Simon
Tes Binet → direvisi 1916 menjadi Tes
Stanford Binet

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

2. Pengertian Intelegensi

2. Pengertian Intelegensi

TERMAN → Suatu kemampuan untuk
berpikir berdasarkan atas gagasan yang
abstrak.
BINET → Intelegensi mencakup 4 hal
yaitu:pemahaman, hasil penemuan,
arahan dan pembahasan.
STREN → Kapasitas umum dari individu
yang secara sadar dapat menyesuaikan
jiwa yang umum dengan masalah dan
kondisi hidup baru.
THORNDIKE → Daya kekuatan respon
yang baik dari sudut pandang kebenaran
dan kenyataan. Tiga aspek intelegensi:
ketinggian, keluasan dan kecepatan.

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

3. Teori-teori Intelegensi

3. Teori-teori Intelegensi

CHARLES SPEARMAN

→ Dua faktor intelegensi, yaitu:

Faktor G: mencakup semua
kegiatan intelektual dan
dimiliki oleh semua orang.
Faktor S: mencakup semua
faktor khsusus tertentu yang
relevan dengan tugas tertentu.

B. Intelegensi

B. Intelegensi

3. Teori-teori Intelegensi

3. Teori-teori Intelegensi

THURSTONE

→ Intelegensi beroperasi pada empat tingkat

trial & error yaitu :
Perilaku nyata (trial & error)
Perseptual (trial & error)
Ideational
Konseptual → dijadikan acuan bagi
pengukuran intelegensi

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

3. Teori-teori Intelegensi

3. Teori-teori Intelegensi

KEMAMPUAN KONSEPTUAL
THURSTONE:

Verbal Comprehention (V)
Number (N)
Spatial Relation (S)
Word Fluency (W)
Memory (M)
Reasoning (R)

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

4. Pengukuran Intelegensi

4. Pengukuran Intelegensi

KUALITATIF → Perbedaan
intelegensi disebabkan karena
kualitas individu yang berbeda.
KUANTITATIF → Perbedaan
intelegensi disebabkan karena
terdapat perbedaan kuantitas
individu.

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

4. Pengukuran Intelegensi

4. Pengukuran Intelegensi

ALFRED BINET

→ TES STANFORD BINET

IQ = MA

CAX 100

IQ = Intelligence Quotient
MA = Mental Age
CA = Chronological Age

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

4. Pengukuran Intelegensi

4. Pengukuran Intelegensi
Klasifikasi IQ Menurut Stanford-

Klasifikasi IQ Menurut Stanford-
Binet

Binet

KLASIFIKASI

IQ

Genius

140 ke atas

Sangat cerdas

130 – 139

Cerdas (superior)

120 – 129

Di atas rata-rata

110 – 119

Rata-rata

90 – 109

Di bawah rata-rata

80 – 89

Garis Batas (bodoh)

70 – 79

Moron (lemah pikir)

50 – 69

Imbisil,idiot

49 ke bawah

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

4. Pengukuran Intelegensi

4. Pengukuran Intelegensi

DAVID WECHSLER

→ Wechsler-Bellevue Intellegence Scale

(1939)

→ Wechsler Intellegence Scale for
Children (1949)
→ Wechsler Adult Intellegence Scale

(1955)

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

4. Pengukuran Intelegensi

4. Pengukuran Intelegensi
Klasifikasi IQ Menurut

Klasifikasi IQ Menurut

Wechsler

Wechsler

KLASIFIKASI

IQ

Very Superior

130 ke atas

Superior

120 –129

Bright Normal

110 –119

Average

90 – 109

Dull Normal

80 – 89

Borderline

70 –79

Mental Deffective

69 ke bawah

B. INTELEGENSI

B. INTELEGENSI

5. Kurve Normal Dalam

5. Kurve Normal Dalam
Intelegensi

Intelegensi

C. BAKAT

C. BAKAT

lSejarah Bakat

lPengertian Bakat

lBakat & Intelegensi

lPengukuran Bakat

C. Bakat

C. Bakat

1. Sejarah Bakat

1. Sejarah Bakat

Pendidikan = Bakat

Ideal

Aplikasi Bakat pendidikan & lapangan kerja

Thorndike Tiga jenis intelegensi :
Abstrak
Mekanis
Sosial

Spearman Teori faktor G & faktor S dalam
intelegensi

C. Bakat

C. Bakat

2. Pengertian Bakat

2. Pengertian Bakat

Crow dan Crow : Bakat merupakan kualitas yang dimiliki
oleh semua orang dalam tingkat yang beragam

William B. Michael : bakat adalah kapasitas seseorang dalam
melakukan tugas, yang dedikit sekali dipengaruhi atau
tergantung dari latihan

Brigham : Bakat kondisi, kualitas, atau sekumpulan kualitas
yang dititik beratkan pada apa yang dapat dilakukan individu
(segi performance/kinerja) setelah individu mendapat latihan.

C. Bakat

C. Bakat

2. Pengertian Bakat

2. Pengertian Bakat

Woodworth dan Marquis : bakat adalah prestasi yang dapat
diramalkan dan dapat diukur melalui tes khusus.

Bakat merupakan kemampuan yang memiliki tiga arti, yaitu:
1. Achievement Kemampuan aktual
2. Capacity Kemampuan potensial
3. Aptitude Kualitas

C. Bakat

C. Bakat

2. Pengertian Bakat

2. Pengertian Bakat

Guilford : bakat adalah kemampuan kinerja yang mencakup
dimensi perseptual, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual

Suryabrata : Analisis mengenai bakat selalu merupakan analisis
mengenai tingkah laku. Tingkah laku mengandung tiga aspek :
aspek tindakan (performance/act)
aspek sebab atau akibatnya (a person causes a result)
aspek ekspresif

Aspek kedua banyak dibahas terutama bila dikaitkan
dengan bakat

C. Bakat

C. Bakat

3. Bakat dan Intelegensi

3. Bakat dan Intelegensi

aBinet dan Weschler menekankan
pada berfungsinyaseluruh
kemampuan mental individu.

aHasil tes intelegensi bisa mengukur
bakat.

aPengukuran intelegensi bersifat
meramalkan tentang keberhasilan
seseorang dalam menyelesaikan
beberapa tugas pekerjaan yang
memerlukan kemampuan mental.

aPengukuran bakat bertujuan
menunjukkan kemampuan yang
berhasil dalam bidang khusus.

C. Bakat

C. Bakat

4. Pengukuran Bakat

4. Pengukuran Bakat

Prosedur pengukuran bakat (Suryabrata,
1995) :
a. Analisis jabatan/lapangan
b. Deskripsi jabatan/lapangan studi
c. Menemukan persyaratan yang
diperlukan
d. Menyusun alat pengungkap bakat,
biasanya berbentuk tes

D. LINGKUNGAN &

D. LINGKUNGAN &
HEREDITAS

HEREDITAS

lStudi terhadap keluarga

lStudi terhadap anak kembar

D. Lingkungan &

D. Lingkungan &
Hereditas

Hereditas

1. Studi terhadap

1. Studi terhadap

Keluarga

Keluarga

Galton orang tua IQ tinggi = IQ anak
tinggi

X Asumsi dulu: IQ dipengaruhi faktor keturunan

X Asumsi sekarang: IQ kemungkinan
dipengaruhi faktor lingkungan

D. Lingkungan &

D. Lingkungan &
Hereditas

Hereditas

2. Studi terhadap Anak

2. Studi terhadap Anak

Kembar

Kembar

Penelitian Hardy dan Heyes, 1988:

Y

Kembar monozigotik dibesarkan bersama:
IQ hampir sama faktor nature
berperan besar
IQ yang berbeda jauh faktor
nuture berperan besar

Y

Kembar monozigotik dibesarkan, terpisah
IQ hampir sama faktor nature
berperan kecil
IQ yang berbeda jauh faktor
nuture berperan kecil

E. KELAS SOSIAL

E. KELAS SOSIAL

lHavighurst → kelas sosial &
intelegensi, laki-laki & perempuan
lMakin tinggi kelas sosial, makin
tinggi tingkat intelegensi
lTidak ada perbedaan laki-laki &
perempuan

F. DIKOTOMI DESA-

F. DIKOTOMI DESA-
KOTA

KOTA

lCrow & Crow (1989) → intelegensi
anak kota > anak desa
lColleman, dkk → prestasi anak
metropolitan > anak non
metropolitan

G. JENIS KELAMIN

G. JENIS KELAMIN

lIntelegensi laki-laki = perempuan
(Cage & Berliner, 1979;Crow &
Crow, 1989)

G. JENIS KELAMIN

G. JENIS KELAMIN

Perbedaan laki-laki & perempuan
(Cage & Berliner, 1979):
6Kemampuan verbal (p > l)

6Kemampuan matematika (l > p)

6Kemampuan spasial (l > p)

6Problem solving (l > p)

6Orientasi prestasi

BAB III

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->