P. 1
Mur Dan Baut

Mur Dan Baut

2.0

|Views: 12,968|Likes:
Published by alekawa23
Pada praktikum kali ini akan membahas mengenai Mur dan Baut untuk Perbengkelan Pertanian.
Pada praktikum kali ini akan membahas mengenai Mur dan Baut untuk Perbengkelan Pertanian.

More info:

Published by: alekawa23 on Oct 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2014

BAB I PENDAHULUAN I.1.

Latar Belakang Alat pengunci (sekrup, baud, dan keling) memegang peranan yang penting dalam pekerjaan bengkel. Praktikum yang dilakukan yakni memahami cara kerja mur dan baut serta cara membuat mur dan baut tersebut. Baut dan mur merupakan alat pengikat yang sangat penting. Baut dan mur sangat sering dijumpai dalam menyusun sebuah komponen mesin. Pada industri pesawat B 747 digunakan sebanyak 2,5 juta alat pengunci berbagai jenis antara lain: 70 000 buah pengunci titanium, 400 000 buah pengunci presisi. Pembuatan mur dan baut membutuhkan ketelitian. Membubut besi poros yang nantinya akan diperkecil diameternya, mendapatkan center yang tepat untuk membubut besi poros, mengikir besi poros tersebut untuk mendapatkan bentuk segi enam, mendapatkan center besi poros yang sudah berbentuk segi enam untuk dibor. Setelah melakukan praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat memmbuat mur dan baut, walaupun ada hasil mur dan baut yang kurang memuaskan, setidaknya mahasiswa sudah mengetahui proses pembuatan mur dan baut. Tentu saja lebih harga ini lebih mahal karena membuat mur dan baut tersebut dengan cara manual. I.2. Tujuan 1. Memahami prinsip kerja dan cara menggunakan gergaji, kikir, bor, tap dan snai 2. Mampu menggergaji dengan baik dan benar 3. Mampu mengikir dengan baik dan benar 4. Mampu mengebor dengan baik dan benar 5. Mampu mengetap dengan baik dan benar 6. Mampu menyenai dengan baik dan benar 7. Mampu membuat mur dan buat BAB II

TINJAUAN PUSTAKA Baut dan mur merupakan alat pengikat yang sangat penting. Untuk mencegah kecelakaan, atau kerusakan pada mesin, pemilihan baut dan mur sebagai alat pengikat harus dilakukan dengan seksama untuk mendapatkan ukuran yang sesuai. Untuk menentukan ukuran mur dan baut, berbagai faktor harus diperhatikan seperti gaya yang bekerja pada baut, syarat kerja, kekuatan bahan, kelas ketelitian, dll II.1. Baut Baut digolongkan menurut bentuk kepalanya, yaitu segi enam, soket segi enam, dan kepala persegi. Baut dan mur dapat dibagi sebagai berikut: Baut untuk penjepit : • Baut tembus, untuk menjepit dua bagian melalui lubang tembus, dimana jepitan diketatkan dengan sebuah mur • Baut tap, untuk menjepit dua bagian, dimana jepitan diketatkan dengan ulir yang ditapkan pada salah satu bagian • Baut tanam, merupakan baut tanpa kepala dan diberi ulir pada kedua ujungnya. Untuk dapat menjepit dua bagian, baut ditanam pada salah satu bagian yang mempunyai lubang berulir, dan jepitan diketatkan dengan sebuah mur. Baut untuk pemakaian khusus : • Baut pondasi, untuk memasang mesin atau bangunan pada pondasinya. Baut ini ditanam pada pondasi beton, dan jepitan pada bagian mesin atau bangunan diketatkan dengan mur. • Baut penahan, untuk menahan dua bagian dalam jarak yang tetap • Baut mata atau baut kait, dipasang pada badan mesin sebagai kaitan untuk alat pengangkat • Baut T, untuk mengikat benda kerja atau alat pada meja atau dasar yang mempunyai alur T, sehingga letaknya dapat diatur.

• Baut kereta, banyak dipakai pada badan kendaraan. Bagian persegi dibawah kepala dimasukkan ke dalam lubang persegi yang pas sehingga baut tidak ikut berputar pada waktu mur diketatkan atau dilepaskan

II.2. Mur Pada umumnya mur mempunyai bentuk segi enam. Tetapi untuk pemakaian khusus dapat dipakai mur dengan bentuk yang bermacam-macam, seperti mur bulat, mur flens, mur mahkota, dan mur kuping. Dalam membuat mur dan baut, pekerjaan seperti: menggergaji, menggunting, memotong, dan mengikir tidak bisa terlepas dari peralatan kerja tangan. Peralatan kerja tangan ini bekerja sangat efisien dan ekonomis. Keahlian dalam menggunakan peralatan kerja tangan ini sangat diperlukan agar dalam melakukan suatu pekerjaan tidak mengalami kendala atau hambatan yang bisa mengganggu kelancaran suatu perkerjaan. II.3. Kikir

Ketajaman kikir dilihat dari bagian menyilang, ketajaman yang tersedia, dan biasanya kikir yang digunakan oleh teknisi adalah berbentuk pipih, setengah lingkaran, bulat, segitiga, bujur sangkar, tiang, mill dan Swiss pattern. Kikir digunakan untuk meratakan dan menghaluskan permukaan benda kerja serta menghilangkan sejumlah kecil material pada saat finishing. Ketajaman kikir dilihat dari bagian menyilang, ketajaman yang tersedia, dan biasanya kikir yang digunakan oleh teknisi adalah berbentuk pipih, setengah lingkaran, bulat, segitiga, bujur sangkar. Fungsi kikir adalah sebagai berikut : • Untuk menghilangkan bekas tanda pola dan bekas jepitan ragum pada permukaan benda kerja

• Membuat bentuk benda kerja sesuai pola yang dirancang • Menghaluskan dan meratakan permukaan benda kerja • Kikir dibedakan berdasarkan bentuk, panjang, dan kasar halusnya mata kikir. Adapun bagian-bagian pada kikir adalah: 1. Ujung gagang kikir (Tang) 2. Bagian pangkal yang tidak bergigi (Heel) 3. Panjang kikir (Length) 4. Bagian permukaan yang kasar, penuh dengan gigi (Face) 5. Bagian sudut kikir (Edge) 6. Bagian ujung yang lain (Point) Bentuk gigi pada kikir 1. Single cut files • Kikir dengan baris tunggal gigi yang tersusun sejajar pada bagian permukaan kikir, dengan membentuk sudut antara 65 – 85 • Untuk membentuk permukaan yang halus dan keras 1. Double cut files • Kikir memiliki dua baris gigi yang saling berpotongan dan membentuk ratusan gigi pengikis tajam yang dapat mengikis dengan cepat dan juga mudah dalam pembersihan sebuk yang menempel.

Bagian-bagian yang terdapat pada kikir : • • • • Ujung gagang kikir (tang) Bagian pangkal yang tidak bergigi Panjang kikir Bagian yang kasar, penuh dengan gigi

• •

Bagian sudut kikir (edge) Bagian ujung yang lain (point)

Cara merawat kikir : • Jangan terlalu kuat mengikir dengan kikir baru akan merusak gigi pada sisi pemotongan • Gunakan kertas ampelas (File card) untuk menjaga kebersihan alur pada permukaan kikir • Jangan memakai kikir sebagai alat pemukul (bisa terserpih) • Jangan dipukulkan pada ragum untuk membersihkannya • Jangan menyimpan kikir saling bergesekan Hal-hal yang diperlukan dalam penggunaan kikir : • Agar diperoleh permukaan yang rata (cros-filling) kondisi lengan kanan dan kiri pada satu bidang datar • Jangan menggunakan kikir tanpa dipasang tangkai pemegang • Pengikisan kikir terjadi ayunan ke depan (sebaliknya) akan membuat kikir menjadi tumpul • Yakinkan bahwa tangkai pemegang terpasang kuat • Jepitlah benda kerja didalam ragum • Jangan memegang benda kikir pada permukaannya. Jika terkena stenpet/oli maka serpihan bahan akan menempel pada alur • Jika terjadi penyumbatan pada alur maka hendaknya segera dibersihkan

II.4. Mesin Bor Mesin bor tangan dan mesin bor duduk berfungsi sebagai alat untuk membuat lubang sesuai dengan mata bor yang digunakan. Pada dasarnya mata bor terdiri dari 2 gerakan untuk melubangi, yaitu gerakan rotasi atau putaran dan gerakan ingsutan yang lurus ke bawah, Suatu mesin bor biasanya dilengkapi dengan sebuah kunci berbentuk Gear untuk membuka dan mengencangkan posisi mata bor pada mesin.

Bagian-bagian pada mesin bor duduk: 1. Pelat kaki 2. Kolom untuk mengatur ketinggian mesin bor 3. Puli pengatur kecepatan putar mesin bor 4. Poros sebagai tempat untuk mata bor 5. Ingsutan sebagai tuas untuk menekan mata bor pada benda 6. Meja rentang yang dilengkapi dengan ragum II.5. Bor tangan Suatu pekerjaan mekanis untuk membuat lubang pada benda kerja sesuai dengan mata bor yang digunakan. Pada dasarnya pengerjaan mengebor dengan menggunakan mata bor terdiri dari dua gerakan untuk melubangi benda kerja, yaitu gerakan rotasi atau putaran dan gerakan ingsutan yang lurus dan mendorong menembus benda kerja. Untuk mengebor lubang-lubang yang selalu dipakai bor spiral. Melelui alur-alur yang dapat menyalurkan serupih-serupihnya, dapat juga dimasukkan bahan pelumas atau bahan pendingin sehingga gesekan bor pada bagian yang sudah dibor berkurang, dan suhu dari ujung bor tidak menjadi terlalu tinggi sehingga bor ini tetap keras.

Bagian-bagian dari mesin bor adalah: 1. Tombol 2. Tuas penekan 3. Tuas pengikat 4. Alas mesin bor 5. Meja mesin bor 6. Penjepit mata bor 7. Pengaman 8. Mur penyetel

II.6. Mesin bubut

Membubut adalah pekerjaan dimana benda kerja berbentuk silinder diputar, kemudian pisau pemotong ditempelkan pada benda, pisau ini akan memotong benda secara melingkar.

Benda kerja dipegang oleh cakram pemegang(chuck) pada poros berputar

Pisau pemotong dijepit pada suatu clamp yang dapat bergerak ke kiri-kanan, dan ke depan-belakang dengan menggunakan handel pemutar

Untuk efisiensi proses dan kualitas hasil yang baik pada pekerjaan bubut, perlu diperhatikan: – • Kecepatan putaran benda kerja, Kecepatan putaran benda akan mempengaruhi waktu kerja,

menghaluskan permukaan benda, tetapi akan meningkatkan suhu pada mata pisau, yang berakibat pada usia dan kekuatan pisau pemotong. • – • Semakin tinggi putaran, semakin besar resiko Kecepatan potong pisau, Kecepatan potong berpengaruh pada waktu pengerjaan. Semakin cepat, waktu pengerjaan semakin singkat. • Kecepatan potong berpengaruh pada kualitas permukaan benda kerja. Semakin lambat, semakin halus permukaan hasil pada benda kerja. – Kedalaman potong pisau pada benda kerja. • Kedalaman potong pisau pada benda kerja. Berpengaruh pada waktu kerja dan kualitas hasil benda kerja. • Semakin dalam, waktu kerja semakin singkat, suhu mata pisau semain tinggi dan permukaan hasil kerja semakin kasar. • Semakin dalam, suhu mata pisau makin tinggi, dan akan memperpendek usia pisau pemotong. II.7. Tap

Alat pengetap adalah alat yang berfungsi untuk membuat alur pada benda hasil dari pengeboran atau membuat ilir sekrup dalam, dengan tangan dipakai rap ulir sekrup. Pekerjaan ini disebut pengetapan ulir sekrup, karena adanya alur-alur serupih, tap menjadi lemah maka pemotongan ulir sekrup tidak dapat dikerjakan dalam satu kali, oleh karena itu sepasang tap terdiri dari 3 buah. Tangkai tap berbentuk bujur sangkar, sehingga tap-tap dapat diputar dengan besi punter, supaya sisi dari ulir sekrup pada baja dapat dipotong licin. Selama pengetapan harus dipakai minyak potong. Logam-logam lainnya biasanya dapat dipotong secara kering. Supaya serpihan-serpihan ini terpotong-potong pendek, maka secara teratur tap harus diputar kembali seperempat putaran. Untuk mengetap ulir sekrup yang baik, lubang-lubang harus digerek lebih besar sedikit daripada diameter terasnya, karena bahan tidak hanya dipotong tetapi mengalami juga deformasi. II.8. Snai

Snai adalah alat yang berfungsi untuk membuat alur pada benda hasil pengeboran atau membuat ulir sekrup luar. II.9. Ragum Ragum adalah alat yang berfungsi sebagai mtepat menahan, memegang, menopang bahan yang akan dipotong, digerinda atau digergaji. Ragum dalam hal pembuatan kotak paneldigunakan untuk menahan kemudian dikikir sehingga plat tersebut halus. BAB III METODE PRAKTIKUM III.1. Alat dan Bahan Alat : 1.

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Gergaji tangan Gergaji mesin Kikir Mesin bor Mesin bubut Tap 8. 9. 10. 11. 12. 13. Snai Jangka sorong Siku-siku Palu Punch Ragum

Bahan : 1. Poros diameter 19 mm, panjang 100 mm

III.2. Waktu dan Tempat Tempat Waktu : Bengkel : 13 Maret 2009, 20 Maret 2009, 27 Maret 2009

III.3. Metode Praktikum 1. Menyiapkan benda kerja yang akan dipakai (besi poros) 2. Memotong bahan untuk membuat mur 3. Memotong bahan untuk membuat baut 4. Mengikir permukaan benda kerja sampai rata 5. Membuat pola dengan ukuran seperti pada gambar 6. Membuat mur a. Membentuk bahan menjadi segi enam dengan cara dikikir b. Membuat tanda pada benda kerja yang akan dilubangi (mur), biasanya dengan menggunakan punch c. Memilih jenis mata bor yang akan digunakan d. Memasang mata bor pada mesin bor dan mengencangkannya dengan bantuan kunci gear e. Mengebor secara perlahan-lahan dan jangan dipaksakan karena akan merusak mata bor f. Selama proses mengebor sekali-kali lakukan pemberian pendingin (cooler) pada mata bor untuk menjaga supaya mata bor tidak cepat rusak g. Lakukan proses pengeboran dengan hati-hati dan utamakan keselamatan kerja h. Mengetap benda kerja hasil pengeboran secara bertahap i. Selama proses mengetap harus selalu diberi pelumas 1. Membuat baut a. Membubut bagian yang akan di snai sesuai ukuran pada gambar b. Membentuk kepala baut menjadi segi enam dengan cara dikikir c. Menyenai ulir luar pada poros

d. Selam proses senai harus selalu diberi pelumas 1. Proses finishing membersihkan dan mengikir bagian permukaan yang masih tajam 2. Pemberian pelumas pada mur dan baut agar tidak mudah berkarat

BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN

Ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam membuat mur dan baut ini. Tahapan ini terurut sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan mur dan baut sesuai dengan yang diharapkan. Keterampilan dalam penggunaan peralatan kerja tangan dan menggunakan mesin memang dibutuhkan agar hasilnya dapat diperoleh secara maksimal. Pembuatan Mur

Besi poros yang masih berbentuk lingkaran (seperti tabung) dipotong sebanyak dua buah, untuk mendapatkan mur sebanyak dua buah. Besi poros yang masih berbentuk seperti tabung tersebut dikikir dengan pola berbentuk segi enam. Sehingga didapatkan dua buah besi yang berbentuk segi enam. Setelah selesai dikikir, sekarang beralih pada tahapan mengebor untuk melubangi besi, dapatkan center dari besi yang berbentuk segi enam tersebut untuk memudahkan dalam proses pengeboran. Mengeboran harus dilakukan secara perlahan-lahan, dan mata bor yang menembus besi tersebut harus disiram dengan air untuk mengurangi panas yang berlebihan agar mata bor tidak patah akibat gesekan yang ditimbulkan antara mata bor dan besi. Maka besi yang berbentuk segi enam tersebut akan berlubang dan dibuat ulir di dalamnya. Proses membuat ulir dalam dengan menggunakan tap. Mengetap adalah suatu proses pembentukan ulir di dalam lubang yang dibor.

Gambar 1. Memilih Tap yang tepat

Peralatan yang dibutuhkan untuk mengetap ulir adalah : 1. Satu center punch 2. Satu mata bor 3 mm 3. Satu mata bor 10,2 mm 4. Satu tap-set 12 mm 5. Satu tangkai tap 6. Satu mistar baja atau siku 7. Satu ragum yang dilengkapi dengan rahang/penjepit lunak 8. Minyak pelumas untuk proses pengetapan Langkah-langkah mengetap ulir 12 mm pada sepotong pelat baja lunak dengan ketebalan 13 mm:

1. Mengebor tembus pelat baja lunak dengan mata bor 10,2 mm. 2. Menjepit pelat baja lunak pada ragum, posisi lubang menghadap ke atas. 3. Memilih tap tirus untuk mengawali penguliran. 4. Mengencangkan/mengunci mata Tap pada tangkai tap. • letakkan siku pada penjepit tap pada rahang tangkai. • Putar tangkai yang bebas untuk mengunci tap. • Gunakan pin untuk mengencangkan pengikatan tap

Gambar 2. Awal pengetapan

1. Memberikan sedikit pelumas pada tap. 2. Awal pengetapan • memasukkan bagian tap yang tirus ke dalam lubang. • mengatur posisi tap bagian atas sehingga tap benar-benar segaris dengan garis tengah lubang. • memberikan tekanan yang seragam pada saat tangkai tap diputar searah putaran jarum jam.

1. Memeriksa kelurusan tap • setelah dua atau tiga kali putaran, lepas tangkai tap dari tap.

• Menggunakan mistas baja atau siku, periksa kesikuan tap terhadap permukaan benda kerja.

Gambar 3. Memeriksa kesikuan tap terhadap benda kerja 1. Memberikan sedikit pelumas pada ulir yang sedang dibuat.

2. Kalau ada kemiringan, perbaiki segera. • memasang kembali tuas tap pada tap. • memberikan sedikit tekanan sewaktu memutar tangkai tap. • memeriksa kerlurusan tap setelah dua atau tiga kali putaran.

Gambar 4. Menyiku tap

Meneruskan pengetapan ulir

Gambar 5: Meneruskan pengetapan

• bila telah diperoleh kelurusan tap terhadap benda kerja, pertahankan tekan yang merata pada tangkai sewaktu diputar. • memberikan sedikit pelumas setiap dua atau tiga kali putaran tap. 1. Mengatasi kesulitan pemutaran atau kebuntuan, putar tap berlawanan arah dengan putaran jarum jam seperempat putaran.

Gambar 6. Membebaskan kemacetan pemutaran Menyelesaikan pengetapan ulir pada benda kerja dengan tetap memberikan pelumas secara teratur. Catatan: Setelah pengetapan dengan tap yang tirus selesai, lanjutkan dengan tap intermediate dan tap bottom. Pembuatan Baut

Besi poros yang masih berbentuk tabung tersebut akan diperkecil ukurannya dengan menggunakan mesin bubut.

Sebelum membubut tempatkan besi poros ke dalam chuck dan coba hidupkan mesin bubutnya, jika centernya sudah didapat dengan indikasi

sewaktu mesin bubut berputar besi poros berputar dalam keadaan yang kokoh. Gerakkan Cutting Depth secara perlahan-lahan untuk mengecilkan diameter besi porosnya tersebut. Jika diameter besi poros sudah diperkecil maka proses selanjutnya yakni membuat ulir luar dengan menggunakan snai. Menyenai adalah proses pembuatan ulir luar pada baut atau batang besi. Peralatan yang diperlukan untuk membuat ulir luar pada sebatang baja lunak diameter 12 mm adalah : 1. Sebuah gergaji besi. 2. Sebuah kikir halus. 3. Sebuah senai 12 mm. 4. Sebuah tangkai senai. 5. Siku. 6. Sebuah ragum dengan rahang lunak. 7. Minyak pelumas Membuat ulir pada batang besi 1. Menyiku ujung batang benda kerja. • menggergaji ujung batang benda kerja. • memeriksa kesikuan dengan menggunakan siku. • mengikir ujung batang sampai rata dan siku.

Gambar 7. Membuat ujung benda kerja siku.

1. Menjepit benda kerja pada ragum. Benda kerja tegak lurus terhadap ragum, • benda kerja minimal 65,0 mm di atas permukaan ragum.

Gambar 8. Jepit benda kerja pada ragum

1. Bentuk champer pada ujung benda kerja dengan menggunakan kikir.

Gambar 9. Menchamper ujung benda kerja 2. Memasang senai pada tangkai senai. • mengendorkan sekrup pengunci pada batang senai. • memasukkan senai pada batang, tanda ukuran berada di atas, samapi senai terkunci oleh sekrup pengunci. • mengencangkan sekrup pengunci. 1. Melumasi gigi senai dengan pelumas. 2. Memulai penyenaian. • menempatkan senai pada ujung batang yang telah dichamper. • memberikan tekanan yang seimbang pada kedua ujung tangkai saat senai diputar searah putaran jarum jam.

Gambar 10. Memulai penguliran

1. Memeriksa kelurusan setelah dua atau tiga kali putaran batang. • perhatikan senai dan benda kerja harus tegak lurus. • memperbaiki setiap ketidak lurusan dengan memberikan tekanan yang lebih besar pada sisi batang yang lebih tinggi.

Gambar 11. Pemeriksaan siku dengan pengamatan.

1. Melanjutkan penguliran benda kerja. • Memberikan sedikit pelumas pada ulir setelah tangkai diputar dua atau tiga kali putaran.

Gambar 12. Penguliran • Memutar tangkai berlawanan arah satu putaran penuh, setelah beberapa kali putaran maju, untuk memutuskan tatal-tatal penyenaian.

Gambar 13. Putaran balik untuk memutus penguliran

Hasil

Hasil yang didapatkan setelah membuat mur dan baut. • Mur Mur yang dihasilkan kurang mendapatkan hasil yang sempurna, mur yang pertama kurang tepat dilubangi di tengah2 (center) karena mata bor yang digunakan tidak kuat ditempatkan pada mesin bor, sehingga mata bor nya tidak kokoh sewaktu membor besi poros, akibatnya mata bor tidak tepat mengebor di center yang telah ditetapkan. Setelah mata bornya dikencangkan, maka tidak ada jalan lain lagi selain melanjutkan hasil pengeboran yang sebelumnya, sehingga lubang pada mur nya kurang tepat berada di center mur tersebut. • Baut Baut yang dihasilkan kurang mendapatkan hasil yang sempurna, karena center besi poros tersebut kurang tepat ditempatkan pada mesin bubut sehingga diameter pada bagian tengah besi poros tersebut sedikit melebihi batas yang ditetapkan Mur dan baut yang dihasilkan bisa digunakan dan mur dapat masuk ke dalam baut tersebut. Proses selanjutnya mur dan baut tersebut dibakar (dipanggang) agar tingkat kekerasannya tinggi.

BAB V KESIMPULAN Dalam membuat mur dan baut ini tentu tidak terlepas dari kesalahankesalahan dalam memotong, mengikir, dalam membuat pola dan juga dalam mengebor, dan membubut. Hal ini menjadi pembelajaran dan sebagai ajang untuk berlatih lagi agar menjadi lebih terampil dan cekatan dalam menggunakan alat-alat perbengkelan dan tidak asing lagi memasuki dunia perbengekelan. Hal yang harus tidak boleh kita lupakan yaitu ingatlah akan keselamatan kerja, dengan menggunakan peralatan keselamatan kerja kita dapat meminimalkan cedera yang disebabkan oleh peralatan kerja tangan ataupun mesin-mesin bengkel. Contohnya bila kita menggunakan mesin bor, resiko kecelakaan pada saat menggunakan bor sangat besar. Serpihanserpihan plat yang berterbangan atau patahnya mata bor pada saat pengeboran. Oleh sebab itu pelindung mata, sarung tangan dan pelindung tangan sangat dianjurkan digunakan pada saat melakukan pengeboran Hal yang cukup penting untuk diperhatikan bahwa perawatan atau pemeliharaan terhadap perkakas dan mesin pendukung yang ada di bengkel harus selalu dilakukan, antara lain dengan: • • • • • Menjaga lantai selalu bersih Membersihkan serpihan logam dari permukaan lantai Mesin selalu dijaga agar tetap bersih Jangan menempatkan peralatan/perkakas atau bahan pada meja mesin Matikan mesin sebelum diputuskan dari sumber listrik Pencegahan terhadap kecelakaan dapat dilakukan dengan

mengembangkan kebiasaan bekerja yang aman dengan memperhatikan sikap diri sendiri. Sikap cermat, hati-hati dalam bekerja dan tidak ceroboh merupakan kunci utama agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. DAFTAR PUSTAKA

Edward.1954.Modern Shop Procedures.Third Edition.The AVI Publishing Company,Inc.West Port Connecticut. Hendropawoko.1983.Perbengkelan Pertanian.Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada. S.F.Krar.1985.Machine Tool Operation.McGraw-Hill Book Company,New York

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->