P. 1
Permasalahan Hukum Reksa Dana

Permasalahan Hukum Reksa Dana

4.0

|Views: 1,706|Likes:
Published by Muhammad Bayu
Reksa Dana dengan segala kelemahannya dari segi Hukum.
Reksa Dana dengan segala kelemahannya dari segi Hukum.

More info:

Published by: Muhammad Bayu on Oct 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

PERMASALAHAN HUKUM REKSA DANA

A.

PENGERTIAN REKSA DANA Reksa Dana menurut Undang-Undang Pasar Modal tahun 95 adalah

wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Dalam Bahasa Inggris, Reksa Dana dikenal dengan nama mutual fund. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama), dan investasi ini dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Perusahaan manajemen investasi adalah perusahaan yang kerjanya mengelola investasi nasabahnya. Sehingga pada reksa dana terdapat 3 unsur penting yang saling terkait satu sama lain, yaitu: 1. kumpulan dana masyarakat Dengan melakukan pengumpulan dana dari para pemodalnya memungkinkan pemodal-pemodal yang memiliki dana yang minim dapat ikut andil berinvestasi dalam bentuk efek. 2. investasi dana dalam bentuk portofolio efek Yang dimaksud dengan efek adalah surat berharga, seperti surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan, kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap turunan dari Efek, baik Efek yang bersifat utang maupun yang bersifat ekuitas, seperti opsi dan waran. Portofolio efek yang dikelola oleh reksa dana dapat berupa kumpulan dari beberapa jenis efek (tidak hanya sejenis). 3. dikelola oleh manajer investasi Manajer investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, tidak termasuk perusahaan asuransi,

dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai contoh, ada investor A, B, C, D, dan E masing-masing memiliki uang berbeda-beda dan memutuskan untuk melakukan investasi secara bersama-sama. Di sini, mereka bisa menggabungkan semua uang yang mereka miliki untuk diserahkan pengelolaan investasinya pada sebuah perusahaan manajemen investasi. Nantinya, apabila investasi itu memberikan keuntungan, katakan sebesar 15% dalam setahun, maka masing-masing dari investor tersebut akan mendapatkan keuntungan yang besarnya sesuai dengan proporsi jumlah yang mereka investasikan. Tapi bila investasi itu merugi, tentu saja masing-masing dari mereka juga akan merugi sesuai dengan proporsi jumlah yang mereka investasikan tadi. Bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama) di mana pengelolaan investasinya diserahkan kepada sebuah perusahaan manajemen investasi inilah yang disebut dengan nama investasi Reksa Dana. Perusahaan Manajemen Investasi (selanjutnya kita sebut saja Manajer Investasi) inilah yang lalu akan melakukan investasi ke berbagai macam produk investasi seperti saham, deposito, surat utang, dan lain sebagainya. Reksa Dana sebetulnya merupakan cara yang baik untuk melakukan investasi, karena investasi Anda dikelola oleh tim pengelola investasi yang memang cakap dan (biasanya) berpengalaman. B. DASAR HUKUM Reksa Dana adalah suatu cara berinvestasi yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Berdasarkan Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaan di bidang Reksa Dana. C.

JENIS-JENIS REKSA DANA Reksa dana berbentuk perseroan

Berdasar aturan hukumnya, reksadana dibagi menjadi:

Perseroan menghimpun dana dengan menjual saham perdana (IPO), kemudian menggunakan dana tersebut untuk diinvestasikan dalam berbagai jenis efek.
o

Reksa dana terbuka (open-end investment company); dimana investor bisa membeli saham dari reksadana dan menjual kembali tanpa dibatasi jumlah saham yang diterbitkan. Reksa dana tertutup (close-end investment company); investor hanya bisa melakukan jual beli melalui bursa efek dimana saham reksadana tersebut tercatat dengan jumlah tertentu.

o

Reksa dana Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Ini bentuk yang paling lazim, dimana ada kontrak antara MI dan bank kustodian yang mengikat pemegang unit penyertaan (UP). MI diberi wewenang untuk mengelola investasi kolektif dan bank kustodian memiliki wewenang untuk melakukan penitipan kolektif. Reksadana KIK tidak menerbitkan saham melainkan melalui UP sampai sebesar jumlah yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar. Investor yang berpartisipasi akan mendapat bukti penyertaan berupa surat konfirmasi dari bank kustodian.

Menurut portofolio investasinya, reksa dana dibagi menjadi:

Reksadana Pasar Uang Reksa dana yang mayoritas alokasi investasinya pada efek pasar uang, yaitu efek utang berjangka kurang dari satu tahun seperti SBI, deposito, dan sebagainya. Tingkat risiko (dan return) relatif paling rendah. Reksadana ini cocok untuk jangka pendek sebagai pelengkap tabungan atau deposito. Tidak ada biaya pembelian dan penjualan kembali. NAB/NAV per UP selalu “di-reset” Rp 1.000 setiap harinya.

Reksadana Pendapatan Tetap Reksa dana yang setidaknya 80% alokasi investasinya pada efek utang jangka panjang. Potensi risiko dan return lebih besar daripada tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang. Cocok untuk investasi jangka menengah (kurang dari 5 tahun). Ada sebagian reksadana yang membagikan keuntungan berupa dividen secara berkala.

Reksadana Saham

Reksa dana yang melakukan investasi sekurangnya 80% dari portofolio ke efek ekuitas (saham). Dibanding reksadana lain, potensi risiko dan return relatif paling tinggi dan cocok untuk jangka panjang (3 tahun atau lebih).

Reksadana Campuran Alokasi aset merupakan kombinasi antara efek ekuitas dan efek hutang yang tidak termasuk dalam kategori di atas. Potensi risiko dan return biasanya berada di antara reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham.

Sesuai dengan Peraturan No. IV.C.3 tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih reksa dana terbuka, reksa dana dibagi menjadi 4 jenis yang dikelompokan berdasarkan portofolionya, yaitu:
Risiko Pasar Uang Pendapatan Tetap Saham Campuran Paling Rendah Rendah Tinggi Moderat Tujuan Likuiditas dan mempertahankan nilai modal Pendapatan yang stabil Pertumbuhan harga saham/unit dalam jangka panjang Pertumbuhan harga dan pendapatan

D.

PARA PIHAK DALAM REKSA DANA Manajer Investasi (MI) Dialah yang bertanggung jawab mengelola dana yang terkumpul dalam reksadana. MI take care terhadap setiap kegiatan investasi, mulai dari analisis investasi, pengambilan keputusan, monitoring pasar, atau mengambil tindakan emergency yang sekiranya diperlukan. MI harus mendapat ijin dari Bapepam LK. MI mendapat imbalan jasa dalam bentuk management fee, performance fee, dan entry/exit fee. Bank Kustodian Adalah pihak yang memegang dana investasi sehingga dana investor tidak dipegang langsung dan/atau disalahgunakan oleh MI. Bank kustodian mengawasi setiap penggunaan dana. Biasanya merupakan bank umum yang disetujui Bapepam LK untuk menyelenggarakan jasa kustodian atau penitipan efek secara kolektif dan harta lain serta menerima dividen, bunga, atau hak-hak lainnya. Bank kustodian mengutip custodian fee sekian persen dari dana kelolaan yang dipotong langsung dari NAB/NAV.

Selain sebagai lembaga penitipan dan pengamanan, bank kustodian juga merupakan administrator yang mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya dan bertugas menghitung NAB/NAV setiap jenis reksadana KIK per akhir hari bursa untuk kemudian diumumkan melalui media. Bank kustodian juga berfungsi sebagai transfer agent, yang mencatat seluruh transaksi seperti pembelian (subscription) atau pencairan (redemption) yang dilakukan tiap nasabah. Selain menyelesaikan transaksi efek, bank kustodian akan memberikan surat konfirmasi sebagai tanda bukti atas setiap transaksi reksadana. Kalau investor melakukan transaksi langsung ke perusahaan pengelola reksadana, tanda bukti akan diberikan langsung kepada investor. Sementara bila investor bertransaksi melalui selling agent (seperti bank), biasanya tanda bukti “dititipkan” di selling agent tersebut. E. PROSPEKTUS REKSA DANA Buat sebagian orang mungkin merupakan dokumen yang garing dan membosankan. Tapi sesungguhnya prospektus adalah bacaan wajib yang perlu dipahami dan dijadikan acuan sebelum investor melakukan investasi di reksadana. Biasanya prospektus mendeskripsikan satu jenis reksadana, namun kadang mendeskripsikan juga beberapa reksadana sekaligus yang dikelola oleh perusahaan pengelola reksadana yang sama. Periode perhitungan reksadana biasanya dimulai 1 Januari berakhir 31 Desember. Pada tiap periode tersebut biasanya prospektus diterbitkan oleh perusahaan pengelola reksadana. Berikut beberapa bagian penting dalam prospektus reksadana:

Sampul depan (front cover) Memuat tanggal efektif reksadana pertama kali dikenalkan, tanggal mulai penawaran, pernyataan disclaimer, penjelasan singkat tentang reksadana (bentuk, tujuan, komposisi), informasi penawaran (jumlah UP, NAV/NAB, biaya-biaya, minimum pembelian), MI, bank kustodian, dan tanggal penerbitan prospektus.

Istilah dan definisi

Informasi/keterangan reksadana yang ditawarkan Pada bagian ini berisi berisi mengenai dasar hukum reksa dana, pembentukan reksa dana, penawaran umum, pihak-pihak yang menempatkan dana awal, manfaat dari investasi pada reksa dana yang ditawarkan, dan pengelola reksa dana.

• • •

Manajer investasi Bank kustodian Tujuan dan kebijakan investasi Sesuai Peraturan Bapepam LK No. IV.B1 mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk KIK perlu dijelaskan tentang tujuan dan kebijakan investasi reksadana yang ditawarkan, batasan-batasan, kebijakan pembagian keuntungan (profit-sharing), dan proses investasi itu sendiri.

Metode penghitungan nilai pasar wajar Biasanya memuat Surat Keputusan Ketua Bapepam LK No. Kep24/PM/2004 19 Agustus tentang tata cara penghitungan nilai pasar wajar dari efek portofolio reksadana.

• • • • • • • • • • • •

Perpajakan Faktor-faktor risiko Imbalan jasa dan alokasi biaya Hak-hak pemegang unit penyertaan Pembubaran dan likuidasi Pendapat dari segi hukum Pendapat akuntan tentang laporan keuangan Tata cara dan persyaratan pembelian UP Tata cara dan persyaratan penjualan kembali UP Tata cara dan persyaratan pengalihan UP Skema pembelian dan penjualan kembali UP Penyebarluasan prospektus dan form pembelian UP CARA KERJA REKSA DANA Dalam prakteknya, Manajer investasi tidak menunggu investor untuk

F.

memasukkan uang lebih dulu sebelum mereka membeli produk investasi, tapi

dibalik. Mereka beli dulu produk-produk investasinya, baru kemudian investasi itu dijajakan kepada investor. Cara kerja dari reksa dana adalah sebagai berikut: pertama-tama, manajer investasi (yang menerbitkan Reksa Dana) akan mengundang sejumlah pihak untuk menjadi sponsor/promotor (penyandang dana). Dari sponsor inilah akan didapat dana yang cukup besar, yang akan dialokasikan ke sejumlah produk investasi. Untuk contoh, kita misalkan saja total dana yang didapat dari sponsor adalah Rp 1 triliun. Dana sebesar itu, oleh Perusahaan Reksa Dana (melalui tim pengelola investasi-nya) akan dibelikan sejumlah investasi, seperti dibelikan sejumlah deposito di berbagai bank, dengan jangka waktu satu bulan. Setelah itu, Perusahaan Reksa Dana akan membagi investasi tersebut ke dalam pecahan-pecahan kecil, yang disebut dengan nama Unit Penyertaan (UP), dimana masing-masing UP akan bernilai Rp 1.000. Sehingga dari total investasi senilai Rp 1 triliun seperti dicontohkan diatas akan didapat UP sebanyak Rp 1 triliun : Rp 1.000 = 1 miliar UP. Dan UP inilah yang akan diterbitkan dan dijual ke masyarakat. Dengan demikian, investasi yang dilakukan oleh investor adalah dengan cara membeli UP itu. Untuk menyeragamkan, maka UP Reksa Dana pada awalnya selalu dijual dengan harga awal Rp 1.000. Dalam hal ini, harga atau nilai UP tersebut disebut juga dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Jumlah UP yang dibeli investor berbeda-beda, ada yang hanya membeli 100 UP, tetapi ada juga yang membeli 1.000, 5.000, atau bahkan 10.000 UP. Semua itu tergantung dana masing-masing investor. Selain itu, investor juga harus membayar komisi untuk Perusahaan Reksa Dana, yang biasanya maksimal sekitar 0,75% sampai dengan 3% dari total investasi Anda. Sebagai contoh, bila Anda membeli 1.000 UP dengan harga total Rp 1.000.000, maka Anda harus menambahkan sekitar Rp 7.500 sampai Rp 30.000 untuk komisi manajer investasi. Dalam dunia reksa dana, komisi untuk manajer investasi ini sering disebut dengan nama "biaya penjualan". Ini karena komisi tersebut harus Anda bayar pada saat Anda membeli UP yang dijual itu.

Selanjutnya, karena reksa dana diatas dialokasikan ke dalam Deposito Berjangka 1 bulan, maka tentunya setelah 1 bulan, akan ada bunga deposito yang didapat, sehingga akibatnya NAB dari UP Anda akan naik. Dalam contoh di atas, kita misalkan bahwa masing-masing deposito akan memberi bunga yang sama (meski kenyataannya akan berbeda-beda), seperti contoh tabel 2. Menurut contoh tersebut, nilai UP yang tadinya dibeli seharga Rp 1.000, setelah satu bulan telah naik menjadi Rp 1.010. Ini berarti, dalam 1 bulan, si pemilik UP (investor) telah mendapatkan kenaikan NAB sebesar 1% per bulan. Tapi ada juga reksa dana yang khusus berinvestasi ke dalam saham. Saham, tidak seperti deposito, memiliki kemungkinan keuntungan yang tidak pasti sifatnya. Bisa naik, bisa pula turun. Karena itu, nilai UP pada reksa dana saham memiliki kemungkinan untuk naik dan juga untuk turun. UP yang tadinya Anda beli seharga Rp 1.000, misalnya, bisa saja jadi Rp 900 pada satu bulan kemudian karena saham-saham yang dipilih oleh manajer investasi turun nilainya. Di sisi lain, bila nilai saham naik, besar kenaikan tersebut bisa lebih besar daripada deposito. Itulah sebabnya, reksa dana jenis ini disebut dengan nama reksa dana growth income. G.

KEUNTUNGAN BERINVESTASI DI REKSADANA Investor memiliki akses untuk menyusun portofolio dari beragam instrumen investasi yang sulit (dan mahal) untuk dilakukan sendiri. Diversifikasi secara otomatis. Portofolio investor dengan sendirinya akan tersebar ke beragam aset sesuai dengan profil risiko masing-masing. Barrier to entry rendah. Siapapun bisa memulai berinvestasi reksadana as low as Rp 200 ribu saja. Investasi dikelola oleh MI profesional dengan administrasi oleh kustodian dan diawasi secara ketat oleh Bapepam LK. Hasil investasi reksadana bukan (belum) menjadi obyek pajak. Kupon dari obligasi hingga saat ini juga belum menjadi obyek pajak.

Keuntungan berinvestasi direksa dana adalah sebagai berikut:

Likuiditas tinggi. Unit penyertaan dapat dibeli atau dijual kembali setiap hari bursa melalui MI. Investor institusional seperti dana pensiun, bank, perusahaan swasta, juga dapat memetik keuntungan dari reksadana. Bagi pemerintah dan perusahaan emiten, reksadana merupakan salah satu sumber dana investasi yang dapat menjangkau investor secara luas sehingga dana terkumpul bisa jauh lebih besar. Pada dasarnya keuntungan berinvestasi di reksa dana dapat

dikelompokan menjadi tiga macam, yaitu: 1. Diversifikasi Investasi Memperkecil Resiko Besarnya dana yang dikelola memungkinkan reksa dana untuk mendiversifikasikan investasinya ke berbagai jenis efek (saham, obligasi, pasar uang) sehingga dapat memperkecil resiko. 2. Kenyamanan Berinvestasi Setiap reksa dana didukung oleh manajer investasi yang memiliki kemampuan menganalisa efek dan memiliki akses informasi pasar melalui banyak sumber sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih akurat untuk kepentingan investasi pemodalnya. 3. Terjangkau Reksa dana memberi kesempatan kepada investor kecil untuk ikut andil berinvestasi di pasar modal. Dengan modal awal yang relatif kecil (umumnya Rp. 100.000 di Indonesia) orang sudah dapat membuka rekening investasi di reksa dana. H. RESIKO BERINVESTASI DI REKSA DANA Setiap investasi pasti memiliki resiko. Makin besar keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut, biasanya tingkat resikonya pun semakin tinggi. Demikian pula dengan reksa dana. Sebagai salah satu sarana investasi, reksa dana pun memiliki resiko yang perlu diketahui sebelumnya oleh investor. Resiko-resiko investasi di reksa dana antara lain adalah : 1. Resiko turunnya nilai unit penyertaan reksa dana

2. Resiko Perubahan Ekonomi dan Politik 3. Resiko Wanprestasi 4. Resiko yang Berhubungan denga Peraturan 5. Resiko Likuiditas Reksa Dana Terbuka.

CONTOH KASUS REKSA DANA Bapepam Denda BNI Securities dan Trimegah Submitted by News Aggregator on Wed, 21/12/2005 - 09:48. Kasus Redemption Reksadana JAKARTA - Setelah molor beberapa kali, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) akhirnya mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap 4 Manajer Investasi (MI), terkait dengan kasus pencairan besar-besaran (redemption) reksadana pada September lalu. Dari keempat MI yang diperiksa, dua perusahaan yaitu PT BNI Securities dan PT Trimegah Sekuritas dikenakan sanksi denda dan dilarang menerbitkan reksadana. Sedangkan dua MI lainnya yaitu Bahana TCW Investment Management dan PT Mandiri Manajemen Investasi hanya dikenai sanksi peringatan tertulis. Menurut Ketua Bapepam Darmin Nasution, dalam penjelasan tertulis Selasa (20/12) kemarin, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap penetapan nilai pasar wajar (NPW) atas portofolio reksadana yang dikelola 4 MI itu selama periode 10 Juni sampai 23 September 2005. BNI Securities dikenakan sanksi denda Rp 500 juta dan pelarangan penerbitan reksa dana baru selama satu tahun. Selain itu juga diberikan sanksi tertulis kepada direksi yang bertanggungjawab atas pengelolaan reksa dana BNI Dana Plus dan BNI Dana Berbunga Dua. Sanksi peringatan tertulis juga ditujukan kepada seluruh anggota tim pengelola investasi reksa dana BNI Dana Plus dan BNI Dana Berbunga Dua. Dengan catatan jika melakukan pelanggaran yang sama akan dikenakan sanksi pencabutan izin wakil manajer investasi (WMI). Trimegah Securities dikenakan sanksi denda Rp 83 juta dan pelarangan penerbitan reksadana baru selama enam bulan. Sanksi peringatan tertulis dikenai kepada direksi yang bertanggungjawab atas pengelolaan reksa dana Trimegah Dana Tetap, Trimegah Dana Stabil dan Pundi Reksa Rupiah. Demikian pula dengan seluruh anggota tim pengelola investasi reksadana Trimegah Dana Tetap, Trimegah Dana Stabil dan Pundi Reksa Rupiah, dikenakan sanksi tertulis. Jika anggota tim ini melakukan pelanggaran yang sama akan dikenakan sanksi pencabutan WMI.

Sedangkan Bahana TCW Investment Management hanya dikenai sanksi peringatan tertulis. Sanksi ini juga ditujukan kepada direksi yang bertanggungjawab atas pengelolaan reksa dana Bahana Dana Arjuna, Pendapatan Tetap Abadi, Pendapatan Tetap Sentosa, Pendapatan Tetap Utama, Pendapatan Tetap Utama 2, Dana Sejahtera Optima, Ganesha Abadi dan Pendapatan Tetap Abadi 2. Sanksi tertulis ini juga diajukan kepada seluruh anggota tim pengelola investasi reksa dana Bahana Dana Arjuna, Pendapatan Tetap Abadi, Pendapatan Tetap Sentosa, Pendapatan Tetap Utama, Pendapatan Tetap Utama 2, Dana Sejahtera Optima, Ganesha Abadi dan Pendapatan Tetap Abadi 2. Dengan catatan, jika anggota tim ini melakukan pelanggaran yang sama akan dikenakan sanksi pencabutan WMI. Peringatan tertulis juga diberikan kepada PT Mandiri Manajemen Investasi. Sanksi peringatan tertulis diberikan kepada direksi yang bertanggung jawab atas pengelolaan investasi reksa dana AA-MAN Optima dan AA-MAN Pendapatan Tetap. Termasuk pula peringatan tertulis untuk seluruh anggota tim pengelola investasi reksa dana AA-MAN Optima dan AA-MAN Pendapatan Tetap. Dengan catatan, jika anggota tim ini melakukan pelanggaran yang sama akan dikenakan sanksi pencabutan izin WMI. Darmin juga menjelaskan, Bapepam masih memandang perlu untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam atas PT BNI Securities, PT Bank BNI (Persero) Tbk dan PT Bahana TCW Investment Management, sehubungan dengan adanya indikasi pelanggaran lain diluar peraturan Bapepam nomor IV.C.2. Pemeriksaan lanjutan ini nantinya akan dikoordinasikan dengan Bank Indonesia (BI).

DAFTAR PUSTAKA http://www.kaltimpost.web.id http://www.sinarharapan.co.id http://www.liputan6.com http://www.bapepamlk.depkeu.go.id http://forum.kafegaul.com http://www.samarinda.go.id

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->