P. 1
PasarModal_11

PasarModal_11

|Views: 822|Likes:
Published by warsima
Pasar Modal
Pasar Modal

More info:

Published by: warsima on Oct 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

MODUL 11 MANAJEMEN PORTOFOLIO SEKURITAS

1. PENDAHULUAN Dalam praktik yang sebenarnya hampir semua investasi mengandung unsur ketidakpastian atau risiko. Pemodal tidak tahu dengan pasti dengan hasil yang akan diperolehnya dari investasi yang telah dilakukan. Dalam keadaan semacam itu dikatakan bahwa pemodal tersebut menghadapi risiko berinvestasi. Yang bisa pemodal lakukan adalah memperkirakan berapa keuntungan yang diharapkan dari investasinya, dan seberapa jauh kemungkinan hasil yang sebenarnya nanti akan menyimpang dari hasil yang diharapkan.

2. URAIAN 2. 1 PENGERTIAN PORTOFOLIO Portofolio diartikan sebagai serangkaian investasi sekuritas yang diinvestasikan dan dipegang oleh investor, baik individu maupun lembaga. Kombinasi aktiva tersebut bisa berupa aktiva riil, aktiva finansial ataupun keduanya. Seorang investor biasanya dalam melakukan investasi tidak hanya memilih satu saham saja, tapi melakukan kombinasi. Alasannya dengan melakukan kombinasi saham, investor bisa meraih return yang optimal dan sekaligus bisa memperkecil risiko melalui diversifikasi. Meskipun demikian, memilih portofolio yang optimal bukanlah hal yang mudah. Pembentukan portofolio berangkat dari usaha diversifikasi investasi guna mengurangi risiko. Terbukti bahwa semakin banyak jenis efek yang dikumpulkan dalam keranjang portofolio, maka risiko kerugian saham yang satu dapat dinetralisir oleh keuntungan yang diperoleh dari saham lain. Tetapi diversifikasi bukanlah merupakan suatu jaminan dalam mengusahakan risiko yang minimum dengan keuntungan yang maksimum sekaligus. Dalam konteks portofolio pasar, harus dipahami adanya risiko investasi yang terdiri dari 2 (dua) komponen, yaitu:

11-1

1) 2)

Risiko tidak sistematik (unsystematic risk) Risiko sistematik (systematic risk) Risiko tidak sistematik merupakan risiko yang terkait dengan suatu

saham tertentu yang umumnya dapat dihindari (avoidable) atau diperkecil melalui diversifikasi. Sedangkan risiko sistematik merupakan risiko pasar yang bersifat umum dan berlaku bagi semua saham dalam pasar modal yang bersangkutan. Risiko ini tidak mungkin dapat dihindari oleh pemodal melalui diversifikasi sekalipun.

2. 2 TUJUAN PEMBENTUKAN PORTOFOLIO Investor melakukan diversifikasi investasi dalam berbagai portofolio dikarenakan hasil yang diharapkan dari setiap sekuritas dapat saling menutup. Lebih lanjut, pemodal mengestimasikan hasil investasi dengan hasil yang tertinggi. Pemodal tidak mengetahui secara pasti return yang diharapkan. Jadi pemodal mencoba untuk meramal return yang diharapkan dengan memakai batas kemungkinan bahwa hasil tidak dapat dicapai (risiko). Tujuan pembentukan portofolio adalah sebagai berikut: • • Pada tingkat risiko tertentu, berusaha mencapai keuntungan semaksimal mungkin. Pada tingkat keuntungan tertentu, berusaha mencapai risiko minimal

Teori pemilihan portofolio pertama kali dikembangkan oleh Harry M. Markowitz dengan beberapa asumsi sebagai berikut: Ø Seorang investor mempunyai sejumla uang tertentu. Ø Sejumlah uang tersebut diinvestasikan untuk jangka waktu tertentu, yang disebut holding period. Ø Pada akhir masa tertentu (holding period) investor akan menjual sahamnya. Ø Investor akan selalu mencoba menghindari risiko. Ø Untuk menghindari risiko, investor mencoba melakukan diversifikasi investasi.

11-2

Ø Investor menjumpai beberapa portofolio dengan harga yang sudah pasti. Masalahnya adalah bagaimana mengalokasikan uang diantara berbagai portofolio untuk memaksimalkan hasil yang diharapkan. Ø Investor mampu mengestimasikan hasil yang diharapkan dari masing-masing portofolio. Ø Semua portofolio secara sempurna dapat dibagi. Ø Pilihan untuk investasi tidak tergantung pada pemodal lain. Asumsi tersebut diatas dipakai sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan portofolio investasi. Ini berarti, apabila asumsi tersebut tidak dapat dipenuhi, maka kesimpulan harus diambil dengan hati-hati. Banyaknya asumsi yang dipertimbangkan, menunjukkan banyaknya variabel yang dapat mempengaruhi portofolio investasi sekaligus menunjukkan rumitnya

permasalahan yang harus dipertimbangkan dalam analisis pasar modal.

2. 3 PENILAIAN PORTOFOLIO SEKURITAS Hasil yang Diharapkan (Expected Returns) Dalam meramal hasil portofolio yang diharapkan, investor menggunakan beberapa variabel. Anggap saja, bahwa investor menghendaki investasi pada suatu perusahaan. Maka investor terlebih dahulu harus melakukan estimasi hasil yang diharapkan. Formula untuk menghitung estimasi hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut:

Formula 1: E ( Ri ) = DIV1 + ( P1 − P0 ) P0

Notasi: E(Ri) = Hasil yang diharapkan DIV1 = Dividen yang diharapkan perlembar saham P1 = Harga yang diharapkan pada akhir tahun pertama P0 = Harga saham sekarang (harga pasar)

11-3

Ilustrasi 1: Saham Y, memberikan dividen tahun ini sebesar Rp 120,-, harga saham tahun lalu Rp 1100, dan harga saham tahun ini sebesar Rp 1.200,-. Berapakah hasil yang diharapkan investor? DIV1 + ( P1 − P0 ) P0 Rp.120 + ( Rp.1200 − Rp.1100) = Rp.1100 Rp.120 + Rp.100 = X 100% Rp.1100 Rp.220 Hasil yang diharapkan = x100% = 20% Rp.1100 E(RI ) = Investor mempertimbangkan hasil yang diharapkan dari setiap sekuritas dikalikan dengan kemungkinannya, kemudian seluruh hasil dijumlahkan. Hal tersebut dapat diringkas pada formula sebagai berikut. Formula 2: E ( Ri) = ∑ Pij Rij
j =1 M

Notasi: E(Ri) = Tingkat hasil yang diharapkan Rij = Hasil yang diharapkan dari satu jenis sekuritas Pij = Probabilitas kejadian setiap kemungkinan hasil M = Banyaknya peristiwa yang terjadi Formula 3: E ( R P ) = R f + bi ( R m − R f ) Notasi: E(RP) = Tingkat hasil yang diharapkan (Rm-Rf) = Premi risiko Rf = Sekuritas bebas risiko Menurut CAPM model, saham x memiliki a = 1,3 premi risiko saham x sebesar 5,5%, tingkat pengembalian aset bebas risiko sebesar 5%. Berapa tingkat pengembalian saham xx yang diharapkan investor?

11-4

Ilustrasi 1: E ( Ri ) = R f + â ( R m − R f ) = 0,05 + 1,3 (5,5% - 5%) = 0,05 + 0,0715 = 12,15% Saham PT ABC memiliki beta = 1, tingkat pengembalian aset bebas risiko sebesar 7%, sedangkan tingkat pengembalian pasar sebesar 12%. Berapa tingkat pengembalian yang diharapkan investor?

Ilustrasi 2: E ( R p ) = R f + â (Rm − R f ) = 7% + 1 (12% - 7%) = 7% + 5% = 12%, berarti sama dengan Rm

Portofolio Hasil yang Diharapkan Setelah menghitung hasil yang diharapkan dari satu sekuritas (pada formula 1 diatas), maka formula tesebut dapat diperluas untuk menghitung hasil yang diharapkan dari beberapa sekuritas dari beberapa perusahaan. Ini dapat dilakukan dengan mengalikan hasil portofolio yang diharapkan dengan proporsi investasi jumlah sekuritas dengan hasil sekuritas yang diharapkan. Formula untuk menghitung hasil diharapkan dari portolio dihubungkan dengan formula 1 sebagai berikut: Ilustrasi 4: R = 70% : Rm = 12% : â = 1,2 E ( R p ) = R f + â (Rm − R f ) = 7% + 1,2 (12% - 7%) = 7% + 6% = 13% Risiko portofolio yang diharapkan Yang dimaksud dengan risiko portolio adalah kemungkinan bahwa hasil yang diharapkan dari investasi berbeda dengan hasik yang dicapai. Markowits menyatakan bahwa risiko yang diharapkan tergantung pada keanekaragaman kemungkinan hasil yang diharapkan

11-5

Formula 6: σ i = ∑ Pij (Rij − E ( Ri ) )
M j =1

[

]

2

Notasi: s = Standar deviasi hasil yang diharapkan Pij = Probabilitas dari setiap hasil yang diharapkan Rij = Kemungkinan tingkat hasil E (Ri) = Hasil yang diharapkan Menurut Markowitz, risiko tidak hanya tergantung pada standar deviasi dan hasil yang diharapkan seperti pada formula 6, tetapi juga tergantung pada hubungan antara hasil suatu sekuritas portofolio yang diukur dari hubungan antara tiap-tiap sepasang sekuritas dan jumlah yang diinvestasikan (koefisien kokrelasi). Jadi, perubahan hasil satu sekuritas mempengaruhi investasi dalam sekuritas lain. Formula untuk lebih lanjut dapat ditulis sebagai berikut: Formula 7: σ 2 = ∑ X i2σ 2 + 2∑ X i X j Pij σ iσ j p j σ 2 = Standar deviasi hasil beberapa portofolio p si = Standar deviasi hasil sekuritas i sj = Standar deviasi hasil sekuritas j Xi = Persentase jumlah portofolio dari sekuritas i Xj = Persentase jumlah portofolio dari sekuritas j Pij = Koefisien korelasi antara sekuritas i dan j Menurut Markowitz, standar deviasi portifolio ditentukan oleh: • • • Standar deviasi untuk setiap sekuritas Hubungan antara sepasang sekuritas Jumlah investasi untuk setiap sekuritas

Formula 8: δ = υ varian (Rf) Var (Rf) = Ó Px [ r – E (R)]2 Notasi: Px = Probabilitas Rp = Hasil yang diharapkan dari satu jenis sekuritas E (Rp) = Jumlah hasil yang diharapkan dari sekuritas δ = Standar deviasi sekuritas

11-6

2. 4 MODEL INDEKS TUNGGAL DAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL Model indeks tunggal didasarkan pada pemikiran sebagai berikut ini: pada waktu kondisi perekonomian baik, ada kecenderungan harga-harga saham individual akan membaik pula, demikian juga sebaliknya. Dengan demikian, daripada mengukur return antar saham, kita bisa mengukur korelasi antar saham dengan cara tidak langsung, yaitu dengan melihat korelasi antara return saham dengan factor tertentu yang mempengaruhi semua saham (misal kondisi perekonomian). Model semacam itu bisa ditulis sebagai berikut:

Ri Dimana Rit Bi CF

= = = =

a + Bi CF Return suatu saham kepekaaan return saham I terhadap faktor bersama (Common Factor) Common Factor (Faktor Bersama)

Factor bersama yang sering digunakan adalah return pasar (Market Return, Rm) sehingga model diatas sering dinamakan market model, dan ditulis sebagai berikut: Ri = α + βi Rm + ei

Karena menggunakan variabel tunggal, yaitu Rm, sebagai Common Factor, model tersebut sering juga disebut sebagai model indeks tunggal. Pengukuran risiko dalam model indeks tunggal dirumuskan sebagai berikut ini: σI = βi σm + σerror

Dengan model indeks tunggal semacam itu, apabila ingin menghitung varians portofolio, maka tinggal menghitung (2N + 1) parameter (βi dan σi error untuk saham dan varians pasar).

11-7

Pada waktu kita membicarakan diversifikasi, kita melihhat bahwa diversifikasi sempurna tidak bisa menghilangkan risiko. Risiko yang biasa dihilangkan tersebut disebut sebagai risiko sistematis. Contohnya adalah inflasi yang mempunyai efek pada semua saham. Perhatikan juga bahwa diversifikasi bisa menghilangkan sebagian besar risio (varians), dan diversifikasi saham sangat mudah dilakukan. Karena itu risiko yang relevan adalah risiko sistematis, risiko yyang bisa didiversifikasikan tidak pantas dihargai. Dengan dasar pemikiran semacam itu, model CAPM diformulasikan sebagai berikut: Ri = Rf Rf βi Rm + βI ( Rm – Rf ) = Return investasi bebas risiko = beta saham i (indicator risiko sistematis) = Return pasar

Dimana

Return pasar bisa dihitung melalui return Indeks Harga Saham Gabungan. Return investasi bebas risiko bisa dilihat dari tingkat bunga deposito pemerintah. Karena diasumsikan bank pemerintah mempunyai perlindungan implicit, sehingga bank pemerintah tidak akan bangkrut.

3. RANGKUMAN Dalam aktivitas pasar modal, pemodal harus membuat keputusan untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa sekuritas. Beberapa faktor akan mempengaruhi keputusan, misalnya hasil yang diharapkan dan risiko yang mungkin akan terjadi dengan sekuritas tersebut. Kedua faktor tersebut diatas akan mempengaruhi sekuritas yang akan dibeli atau dijual. Pemodal berusaha untuk menghindari risiko dan akan memilih sekuritas yang paling menguntungkan, termasuk saham dan obligasi. Jumlah sekuritas yang dibeli dibatasi oleh dana yang dimiliki. Semakin banyak dana yang dimiliki akan semakin mudah melakukan diversifikasi, begitu juga sebaliknya. Diversifikasi mengurangi risiko investasi pemodal. Tetapi harus diingat, bahwa faktor-faktor ekonomi dan peraturan pemerintah juga

mempengaruhi banyaknya diversifikasi.

11-8

4. SOAL-SOAL LATIHAN 1) 2) Apa yang dimaksud dengan teori portofolio? Jelaskan! Jelaskan apa yang dimaksud dengan diversifikasi! Mengapa pemodal melakukan diversifikasi? 3) Coba jelaskan asumsi teori Markowitz tentang portofolio! Apakah anda setuju dengan asumsi tersebut! 4) Jelaskan apa yang terjadi jika risiko sekuritas naik dan hasil yang diharapkan turun? Ilustrasikan jawaban anda! 5) Coba anda bandingkan antara keuntungan dan kerugian diversifikasi portofolio! 6) Apa yang dimaksud dengan portofolio optimal investor? Dan jelaskan bagaimana kondisi portofolio yang optimal!

11-9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->