P. 1
02 Wind Power

02 Wind Power

|Views: 1,570|Likes:
Published by fathulloh

More info:

Published by: fathulloh on Oct 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

Sedikitnya empat syarat yang harus dipenuhi untuk kincir angin ini.

Yakni, kecepatan angin 8 km/jam dan terjadi selama 60 persen dari waktu.

Debit sungai harus cukup untuk melayani, minimum tiga hari kebutuhan.

Angin harus bisa bebas mengenai baling-baling. Karena itu, baling-baling harus

bisa diletakkan di atas menara yang tingginya 6 m dan baling-baling diberi

pengarah. (Republika, 2003)

2.2.1Prinsip Dari Tenaga Angin

1. Tenaga total

Tenaga total dari aliran angin adalah sama dengan energi kinetik

yang masuk i

KE, atau

c

i

i

tot

g

V

m

KE

m

P

2

2

(2.2-1)

Dimana,

P

= Tenaga total atau Watt

m =-Angka aliran masa , kg/dtk

Vi

= Kecepatan masukan , m/dtk

gc

= Faktor konversi = 1.0 kg/(N.dtk2

)

Nilai aliran masa diberikan oleh persamaan kontinuitas

i

V

A

m

.

.

(2.2-2)

Dimana

=Densitas angin yang masuk kg/m3

A

= Luas Persilangan dari aliran m2

14

Dengan semikian

3

21

i

c

tot

AV

g

P

(2.2-3)

Dengan demikian tenaga total dari sebuah aliran angin adalah sebanding

langsung dengan densitasnya , luas dan pangkat tiga kecepatannya.

2. Tenaga maksimum

Hal tersebut akan segera terlihat bahwa tenaga total yang

didiskusikan diatas tidak semuanya di konversikan menjadi tenaga

mekanik. Kita anggap sebuah sumbu horisontal, kincir angin tipe

propeler, yang kemudian dinamakan turbin angin, yang mana sudah

banyak digunakan sekarang ini. Asumsikan bahwa roda seperti sebuah

turbin yang mempunyai ketebalan a – b . Bahwa kecepatan dan tekanan

angin yang masuk, Aliran yang paling ujung dari turbin adalah Pi dan

Vi , dan Kecepatan dan tekanan keluar angin, pada ujung bawah aliran

adalah Pe dan Ve, berturut-turut Ve lebih kecil dari Vi karena energi

kinetik diekstrak oleh turbin.

Perhatikan bahwa udara masuk antara i dan a sebagai sistem

termodinamik, dan diasumsikan bahwa masa jenis udara adalah

konstan, (ini adalah asumsi karena perubahan tekanan dan temperatur

sangat kecil untuk diperbandingkan), bahwa perubahan pada energi

potensial adalah nol , dan tidak ada panas atau kerja yang ditambahkan

atau dipindahkan antara i dan a, persamaan energi yang umum adalah

15

c

a

a

c

i

i

g

V

v

P

g

V

v

P

2

2

2

2

(2.2-4a)

atau

c

a

a

c

i

i

g

V

P

g

V

P

2

2

2

2

(2.2-4b)

Dimana v dan adalah volume spesifik dan ia berbanding terbalik,

dan densitas, berturut-turut keduanya konstan. Persamaan (2-4b) adalah

persamaan Bernouilli yang sudah dikenal.

Dengan cara yang sama untuk daerah keluar b - e

c

b

b

c

e

e

g

V

P

g

V

P

2

2

2

2

(2.2-5)

Persilangan kecepatan angin yang melintasi turbin dari a ke b yang

disebabkan energi kinetik, di konversikan menjadi kerja mekanik di

wilayah tersebut. Kecepatan masuk Vi tidak secara tiba-tiba memotong,

tetapi secara bersangsur-angsur seraya pendekatan turbin ke Va dan

sambil meninggalkan ke Vc . Dengan demikian Vi > Va dan Vb > Ve, dan

meskipun demikian dari persamaan (2-4) dan (2-5), Pa > Pi dan Pb <

Pe. Bahwa tekanan nagin yang naik sebagai pendekatannya., sambil

kemudian ia meninggalkan lingkaran roda kincir.

Kombinasi dari persamaan (2-4) dan (2-5) memberikan





c

b

e

e

c

a

i

i

b

a

gV

V

P

gV

V

P

P

P

2

2

2

2

2

2

(2.2-6)

Asumsi tersebut masuk akal, jauh dari turbin pada e, kembalinya

tekanan angin adalah,

16

i
e P

P

(2.2-7)

Gambar 2.1Tekanan dan Profil kecepatan dari sebuah angin yang
bergerak sepanjang sumbu horisontal tipe propeler
turbin angin

dan kecepatan dalam turbin Vt , tidak berubah karena lebar sudu (blade)

a - b adalah tipis bila dibandingkan dengan jarak total , sehingga,

b

a

t

V

V
V

(2.2-8)

Kombinasikan dengan persamaan (2-6) dan (2-8) memberikan,

Turbine
wheel

Tekan

an

Kecepat

an

Jarak x

e

Vi

Vt

Vb

Va

a

Pa

Pi

Pi

Pe

Pb

b

Ve

Vt

b

a

e

i

i

17



c

e

i

b

a

gV

V

P

P

2

2

2

(2.2-9)

Gaya aksial Fx , dalam arah aliran angin pada sebuah roda turbin

dengan arah proyeksi , garis tegak lurus untuk aliran A, yang diberikan

oleh,



c

e

i

b

a

x

gV

V

A

A

P

P

F

2

)

(

2

2

(2.2-10)

Gaya ini juga sama untuk merubah dalam momentum dari angin

c

g

V

m

/

)

(

, dimana m adalah aliran masa yang diberikan oleh,

t

AV

m

(2.2-11)

dengan demikian

)

(

e

i

t

c

x

V

V

AV

g

F

1

(2.2-12)

Kombinasikan persamaan (2-10) dan (2-12) memberikan,

)

(

e

i

t

V

V

V

21

(2.2-13)

Kita sekarang akan mempertimbangkan sistem termodinamik total yang

di peroleh oleh i dan e . Perubahan dalam energi potensial seperti diatas

adalah nol, tetapi juga perubahan energi internal (Tt = Te) dan energi

aliran

v

P

v

P

e

i

.

.

dan tidak ada panas yang ditambahkan atau

dikeluarkan. Persamaan energi umum sekarang dikurangi untuk aliran

steady kerja W dan bentuk energi kinetiknya,

c

e

i

e

i

gV

V

KE

KE

W

2

2

2

(2.2-14)

18

Tenaga P adalah hasil yang diterima dari kerja, menggunakan

persamaan (2-11)

)

(

21

2

2

2

2

2

e

i

t

c

c

e

i

V

V

AV

g

gV

V

m

P

(2.2-15)

Kombinasikan dengan persamaan (2-13)

)

)(

(

41

2

2

e

i

e

i

c

V

V

V

V

A

g

P

(2.2-16)

Persamaan (2.2-15) dikembalikan lagi ke persamaan (2.2-3) untuk tot

P

apabila Vt = Vi dan Ve = 0 hal tersebut jika angin yang datang yang

disisakan setelah meninggalkan turbin. Dengan jelas adalah situasi yang

tidak mungkin karena angin tidak bisa bertumpuk/berkumpul pada

keluaran turbin. Hal tersebut dapat dilihat dari persamaan (2.2-16),

dimana Ve adalah positif dalam bentuk yang satu dan negatif pada

bentuk yang lain, itu adalah nilai yang terlalu rendah atau nilai yang

terlalu tinggi untuk hasil Ve dalam pengurangan tenaga.

Gambar 2.2Konversi total dari energi kinetik yang masuk untuk
kerja

a

b

Ve

Kecepatan

Jarak

e

i

Vi

19

Dengan demikian sebuah kecepatan keluar optimum (Ve.opt) itu adalah

hasil tenaga maxsimum (Pmax), yang mana diperoleh dengan

mendeferensialkan P pada persamaan (2-16) dengan hasil untuk Ve

untuk yang diberikan Vi dan persamaan diturunkan sampai nol dP/dVe

= 0, yang mana memberikan

0

2

3

2

2

i

i

t

e

V

V

V

V

Ini adalah pemecahan untuk Ve untuk memberikan Ve.opt

i

opt

e

V

V

31

.

(2.2-17)

kombinasikan dengan persamaan (2.2-16)

3

max

278

i

c

AV

g

P

(2.2-18)

Efesiensi teoritikal maksimum atau ideal max

(Koofsien tenaga) dari

turbin angin adalah rasio dari tenaga maksimum yang diperoleh dari

angin, untuk tenaga total dari angin persamaan (2.2-3) atau

5926
,
0

27

16

2

278

max

max

c

c

tot

g

x

g

PP

(2.2-19)

Dengan kata lain sebuah turbin angin mampu mengkonversikan tenaga

tidak lebih dati 60 persen dari tenaga total dari angin untuk tenaga yang

digunakan.

20

3. Tenaga Aktual

Seperti sudu turbin gas dan sudu turbin uap, penelitian sudu turbin

angin, perubahan kecepatan tergantung sudut masuk sudu dan

kecepatan sudu. Karena sudu-sudu mempunyai ukuran yang panjang,

kecepatan sudu bervariasi terhadap radius karena sudut sudu adalah

semakin ke ujung semakin besar karena bentuk sudu adalah melilit.

Efesiensi maksimum (atau efesiensi tenaga) diberikan oleh persamaan

(2.2-19) yang diasumsikan sebagai kondisi ideal sepanjang sudu

sepenuhnya. Perlakuan yang lebih teliti dari proses ektraksi dari angin

oleh propeler turbin angin memperlihatkan bahwa koefesien tenaga

adalah sangat tergantung dari sudu dan rasio kecepatan angin, yang

beraksi pada nilai maksimum kira-kira hanya 0,6 bilaman kecepatan

sudu maksimum, kecepatan sudu pada puncak, adalah 6 atau 7 kali

kecepatan angin, dan hal itu akan semakin berkurang pada ujung sudu

untuk rasio kecepatan angin berkurang kira-kira 2,0. Gambar dibawah

memperlihatkan koefesien tenaga untuk propeler turbin angin ideal dan

jenis turbin yang lain memiliki nilai yang bervariasi.

Karena sebuah roda turbin angin tidak dapat secara sempurna tertutup,

dan karena jatuh atau pengaruh lain, dalam prakteknya turbin mencapai

kurang lebih 50 sampai 70 persent dari efesiensi ideal. Efesiensi nyata

yang dihasilkan dari sini dan max

dan perbandingan dari tenaga

aktual dan tenaga total,

21

Gambar 2.3Koefesien tenaga dari jenis-jenis kincir angin terhadap
rasio kecepatan ujung sudu dan kecepatan angin

2

21

i

c

tot

AV

g

P

P

(2.2-20)

dimana bervariasi antara 30 dan 40 persen untuk turbin nyata.

Sedangkan daya kincir yang direncanakan adalah

xP

f

P

c

d

(Sularso hal 7)

Dimana

Pd

= Daya rencana

c

f= 1,2 – 2,0

P= Daya total

22

4. Gaya Pada Sudu

Ada dua tipe dari operasi pada sudu propeler turbin angin, yaitu torsi

dan gaya aksial torsi T diperoleh dari:

DN

P

P

T

(2.2-21)

Dimana

D

=diameter dari roda turbin

N

=Putaran roda

Untuk Sebuah turbin yang beroperasi pada tenaga P, torsi diberikan

oleh

N

DV

g

T

i

c

3

81

(2.2-22)

Sebuah turbin yang beropersi pada efesiensi maksimum max

=16/27,

torsi adalah diberikan oleh Tmax

N

DV

g

T

i

c

3

max

272

(2.2-23)

Gaya aksial atau thrust aksial diberikan oleh persamaan (2.2-10) disini

diulang adalah

)

(

8

)

(

21

2

2

2

2

2

e

i

c

e

i

c

x

V

V

D

g

V

V

A

g

F

(2.2-10)

23

Gaya aksial pada operasi roda turbin pada maksimal efesiensi

dimana

i
e V

V

31

adalah diberikan oleh

2

2

2

max
.

9

94

i

c

i

c

x

V

D

g

AV

g

F

(2-24)

Gaya aksial berbanding lurus dengan pangkat dua diameter roda turbin,

yang mana hal tersebut akan menjadi sulit dalam perhitungan mesin

yang menggunakan diameter besar yang ekstrim. Dengan demikian

sebuah batas tertinggi dari diameter harus ditentukan dengan

pertimbangan desain dan perkembangan ekonomi

Untuk menghitung densitas dari udara adalah

RTP

(2-25)

P

=Tekanan (atm) atau Pascal (pa)

R

=287 J/(kg.K)

T

=Dalam Kelvin

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->