P. 1
PTK KEWIRAUSAHAAN

PTK KEWIRAUSAHAAN

|Views: 4,897|Likes:
Published by ABDUL FATTAH

More info:

Published by: ABDUL FATTAH on Oct 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2015

pdf

text

original

KAJIAN PUSTAKA

A. Definisi Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup

belajar. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu,

berubah tingka laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. (KBBI,

1996: 14).

Sependapat dengan pernyataan tersebut Sutomo (1993: 68)

mengemukakan bahwa pembelajaran adalah proses pengelolaan lingkungan

seseorang yang dengan sengaja dilakukan sehingga memungkinkan dia belajar

untuk melakukan atau mempertunjukkan tingkah laku tertentu pula. Sedangkan

belajar adalah suatu peoses yang menyebabkan perubahan tingkah laku yang

bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan yang bersifat fisik, tetapi perubahan

dalam kebiasaan, kecakapan, bertambah, berkembang daya pikir, sikap dan lain-

lain. (Soetomo, 1993: 120).

Jadi pembelajaran adalah proses yang disengaja yang menyebabkan siswa

belajar pada suatu lingkungan belajar untuk melakukan kegiatan pada situasi

tertentu.

B. Metode Ceramah

1. Pengertian

Metode ceramah terkadang disebut sebagai metode kuliah, dapat juga

disebut metode deskripsi. Sesuai dengan namanya, berceramah dipergunakan

sebagai metode mengajar.

Sedangkan menurut Hasibuan dan Mudjiono (1981), metode ceramah

adalah cara penyampain bahan pelajaran dengan komunikasi lisan.

Jadi metode ceramah adalah metode belajar yang digunakan untuk

menyampaikan pelajaran yang sesuai dengan rumusan metode belajar

mengajar. Penggunaan metode ceramah secara terus menerus dalam proses

belajar kurang tepat karena dapat menimbulkan kejenuhan pada siswa.

Gambaran pengajaran dengan pendekatan ceramah adalah sebagai

berikut; guru mendominasi kegiatan belajar mengajar, definisi dan rumus

diberikannya, contoh-contoh soal diberikan dan dekerjakan sendiri oleh guru,

langkah-langkah guru diikuti dengan teliti oleh siswa.

2. Kebaikan Metode Ceramah

a.Dapat menamung kelas besar dan tidap siswa mempunyai kesempatan

yang sama untuk mendengarkan. Oleh karenanya biaya yang diperluan

lebih murah.

b.Bahan pelajaran dapat diberikan secara urut, ide atau konsep dapat

direncanakan dengan baik.

c.Guru dapat menekankan hal-hal yang penting, sehingga waktu dan energi

dapat digunakan sehemat mungkin.

d.Isi silabus dapat dilakukan menurut jadwal, karena guru tidak harus

menyesuaikan dengan kecepatan belajar siswa.

e.Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran

tidak menghambat jalanya pelajaran.

3. Kelemahan Metode Ceramah

a.Pelajaran berjalan membosankan siswa karena mereka tidak diberi

kesempatan untuk menemukan sendiri konsep yang diajarkan.

b.Siswa menjadi pasih hanya aktif membuat catatan saja.

c.Kepadatan konsep-konsep yang diajarkan dapat berakibat siswa tidak

mampu menguasai bahan yang diajarkan.

d.Pengetahuan yang diperoleh melalui ceramah lebih cepat terlupakan.

e.Ceramah menyebabkan sistem belajar siswa menjadi “belajar menghafal”

dan tidak mengacu pada timbulnya pengertian.

4. Peranan Siswa dalamMetode Ceramah

Walaupun dalam metode ini, seluruh kegiatan didominasi oleh guru,

siswa juga berperan dalam metode ceramah yaitu;

a.Mengadakan interpretasi terhadap keterangan guru.

b.Mendengarkan dan memperhatikan dengan baik keterangan guru.

c.Mengadakan asimilasi, apabila tidak ada interpertasi yang benar.

d.Mengadakan pencatatan yang diperlukan.

5. Peranan Guru Dalam Metode Ceramah

Dalam metode ceramah, peran utama adalah guru. Karena pelaksanaan

metode ceramah merupakan komunikasi satu arah, dalam arti guru

mendominasi seluruh kegiatan belajra mengajar. Berhasil tidaknya metode

ceramah tergantung sebagian besar pada guru. Oleh karena itu ada beberapa

hal yang harus diperhatikan oleh guru.

a.Satuan bahan pelajaran apa yang disajikan pada siswa.

b.Bagaimana menyajikan satuan bahan pelajaran tersebut.

c.Alat-alat apa yang digunakan oleh guru tersebut.

6. Sepuluh Saran Untuk Mengefektifkan Pengajaran Dengan Ceramah

Berceramah merupakan salah satu dari metode pengajaran yang paling

lama digunakan, namun apakah metode semacam ini memiliki tempat dalam

lingkungan belajar aktif? Karema terlalu sering digunakan, metode ceramah

tidak akan mengantarkan pada pembelajaran, namun ada kalanya cara ini bisa

efektif. Agar bisa efektif, guru harus terlebih dahulu membangkitkan minat,

memaksimalkan pemahaman dan pengingatan, melibatkan siswa selama

penceramahan, dan menekankan kembali apa yang telah disajikan. Berikut

adalah sejumlah pilihan untuk melakukan hal itu.

a. Membangkitkan Minat

-Paparkan kisah atau tayangan menarik: Sajikan anekdot yang relevan,

kisah fiksi, kartun, atau gambar grafis yang bisa menarik perhatian

siswa terhadap apa yang akan anda ajaran.

-Ajuan soal cerita: Ajukan soal yang nantinya akan menjadikan sajian

dalam ceramah pengajaran.

-Pertanyaan penguji: Ajukan pertanyaan kepada siswa (sekalipun

mereka baru sedikit memiliki pengetahuan tentang mata pelajaran)

agar mereka termotivasi untuk mendengarkan ceramah dalam rangka

mendapatkan jawabannya.

b. Memaksimalkan Pemahaman dan Pengingatan

-Headline/kepala berita: Susunlah kembali poin-poin utama dalam

ceramah menjadi kata-kata kunci yang berfungsi sebagai subjudul

verbal atau bantuan mengingat.

-Contoh dan analogi: Berikan gambaran nyata tentang gagasan dalam

perencanaan dan, jika memungkinkan, buatlah perbandingan antara

materi dengan pengetahuan dan pengalaman yang siswa miliki.

-Cadangan visual: Gunakan grafik lipat, transparansi, buku pegangan

dan peragan yang memungkinkan siswa melihat dan mendengar apa

yang guru katakan.

c. Melibatkan Siswa Perceramahan

-Tantangan kecil: Lakukan interupsi ceramah secara berkala dan

tantanglah siswa untuk memberikan contoh tentang konsep-konsep

yang telah disajikan selama ini atau untuk menjawab pertanyaan kuis

ringan.

-Latihan yang memperjelas: Selama menyajikan materi selingilah

dengan kegiatan yang memperjelas hal-hal yang disampaikan.

d. Memperkuat Apa yang Telah Disampaikan

-Soal penerangan: Ajukan masalah atau pertanyaan untuk dipecahkan

oleh siswa berdasarkan informasi yang disampaikan selama

pengajaran.

-Tinjauan siswa: Perintahkan siswa untuk meninjau tes dari

penyampaian pelajaran kepada sesama siswa, atau berilah mereka tes

penilaian diri.

C. Sumbang Saran (Brain-Storming)

Brain Storming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan

oleh guru di dalam kelas. Ialah dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh

guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar

sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau

dapat diartikan pula sebagai cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok

manusia dalam waktu yang sangat singkat.

Tujuan penggunaan teknik ini ialah untuk menguras habis apa yang

dipikirkan para siswa dalam menanggapi masalah yang dilontarakan guru ke kelas

tersebut.

Dalam pelaksanaan metode ini tugas guru adalah memberikan masalah

yang mampu merangsang pikiran siswa, sehingga mereka menanggapi, dan guru

tidak boleh mengomentari bahwa pendapat siswa itu benar/salah, juga tidak perlu

komentar atau evaluasi.

Murid bertugas menanggapi masalah dengan mengemukakan pendapat,

komentar atau bertanya, atau mengemukakan masalah batu, mereka belajar dan

melatih merumuskan pendapatnya dengan bahasa dan kalimat yang baik. Siswa

yang kurang aktif perlu dipancing dengan pertanyaan dari guru agar turut

berpartisipasi aktif, dan berani mengemukakan pendapatnya.

Teknik brain storming digunakan karena memiliki banyak keunggulan sepeti:

-

Anak-anak aktif berfikir untuk menyatakan pendapat.

-

Melatih siswa untuk selalu siap berpendapat yang

berhubungan dengan masalah yang diberikan oleh guru.

-

Meningkatkan partisipasi siswa dalam menerima

pelajaran.

-

Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari

temannya yang pandai atau dari guru.

-

Terjadi persaingan yang sehat.

-

Anak merasa bebas dan gembira.

-

Suasana demokrasi dan disiplin dapat ditumbuhkan.

Dan yang perlu diatasi ialah:

-

Guru kurang memberi waktu yang cukup kepada

siswa untuk berpikir dengan baik.

-

Anak yang kurang selalu ketinggalan.

-

Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh

anak yang pandai saja.

-

Guru hanya menampung pendapat tidak pernah

merumuskan kesimpulan.

-

Siswa tidak segera tahu apakah pendapatnya itu

betul/salah.

-

Tidak menjamin hasil pemecahan masalah.

D. Hasil Belajar Kewirausahaan

Di dalam istilah hasil belajar, terdapat dua unsur di dalamnya, yaitu unsur

hasil dan unsur belajar. Hasil merupakan suatu hasil yang telah dicapai pebelajar

dalam kegiatan belajarnya (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan

sebagainya), sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,

(1995: 787). Dari pengertian ini, maka hasil belajar adalah penguasaan

pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lajimnya

ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

Belajar itu sebagai suatu proses perubahan tingkah laku, atau memaknai

sesuatu yang diperoleh. Akan tetapi apabila kita bicara tentang hasil belajar, maka

hal itu merupakan hasil yang telah dicapai oleh si pebelajar.

Istilah hasil belajar mempunyai hubungan yang erat kaitannya dengan prestasi

belajar. Sesungguhnya sangat sulit untuk membedakan pengertian prestasi belajar

dengan hasil belajar. Ada yang berpendapat bahwa pengertian hasil belajar

dianggap sama dengan pengertian prestasi belajar. Akan tetapi lebih dahulu

sebaiknya kita simak pendapat yang mengatakan bahwa hasil belajar berbeda

secara prinsipil dengan prestasi belajar. Hasil belajar menunjukkan kualitas

jangka waktu yang lebih panjang, misalnya satu cawu, satu semester dan

sebagainya. Sedangkan prestasi belajar menunjukkan kualitas yang lebih pendek,

misalnya satu pokok bahasan, satu kali ulangan harian dan sebagainya.

Nawawi (1981: 100) mengemukakan pengertian hasil adalah sebagai

berikut: Keberhasilan murid dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang

dinyatakan dalam bentuk nilai atau skor dari hasil tes mengenai sejumlah

pelajaran tertentu.

Pendapat lain dikemukakan oleh Sadly (1977: 904), yang memberikan

penjelasan tentang hasil belajar sebagai berikut, “Hasil yang dicapai oleh tenaga

atau daya kerja seseorang dalam waktu tertentu”, sedangkan Marimba (1978:

143) mengatakan bahwa “hasil adalah kemampuan seseorang atau kelompok

yang secara langsung dapat diukur”.

Menurut Nawawi (1981: 127), berdasarkan tujuannya, hasil belajar dibagi

menjadi tiga macam, yaitu:

a.

Hasil belajar yang berupa kemampuan keterampilan atau

kecapakan di dalam melakukan atau mengerjakan suatu tugas, termasuk di

dalamnya keterampilan menggunakan alat.

b.

Hasil belajar yang berupa kemampuan penguasaan ilmu

pengetahuan tentang apa yang dikerjakan.

c.

Hasil belajar yang berupa perubahan sikap dan tingkah laku.

E. Materi Kewirausahaan

Pada saat ini sedikit perhatian yang ditujukan pada pembelajaran

Kewirausahaan dengan mengembangkan model-model yang sistematis.

Pembelajaran dengan ceramah dan Tanya jawab merupakan strategi yang paling

sering digunakan dalam pembelajaran Kewirausahaan. Guru mendominasi

pembicaraan dan buku-buku konvensional masih merupakan sumber belajar yang

primer. Dengan cara yang seperti ini tidak mengherankan kalau siswa cenderung

secara umum apatis terhadap gejala sosial. Karena yang ditemukan dalam

pembelajaran Kewirausahaan hanya fakta-fakta dan bukan ide-ide (Armento:

1986) sebagai mana dikutip Karwono (1993: 61).

Sebagian besar penelitian tentang pembelajaran Kewirausahaan telah

mengkaji hubungan antara teknik-teknik pembelajaran dan pengaruhnya terhadap

hasil belajar siswa. Penelitian banyak dilakuakn untuk menjelaskan hubungan-

hubungan yang stabil antara fenomena-fenomena pembelajaran yang dipilih.

Penelitian pada variabel pembelajaran cenderung untuk menggambarkan

perhatian umum di bidang teknik penyelidikan inovatif dan reflektif. Topik-topik

yang lain menggambarkan refleksi sifat dari pembelajaran Kewirausahaan dan

kurangnya konsensus pada definisi yang jelas dari tujuan Kewirausahaan.

Perilaku siswa dianggap sebagai hasil pembelajaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->