P. 1
19380331-null

19380331-null

|Views: 1,657|Likes:
Published by syafi

More info:

Published by: syafi on Oct 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2012

pdf

text

original

Berdasarkan dari uraian pada bab sebelumnya, penulis menilai bahwa

rumah tangga yang dibangun oleh anak-anak yang masih di bawah umur

usianya yang terjadi di masyarakat Kelurahan Karang Ketuan Kecamatan

Lubuk Linggau Selatan II, Kota Lubuk Linggau.

51

Meskipun dampak negatif itu relatif kecil hanya terjadi pada beberapa

pasangan suami isteri dalam kehidupan rumah tangga karena tidak adanya

keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga yang timbul oleh seringnya

terjadi percekcokan, cemburu yang berlebihan, adanya sikap keras suami

terhadap sang isteri, kuarngnya pengetahuan dari pihak istri dalam cara

pendidikan dan pengajaran anak, pengetahuan mengenai merawat anak dan

akhirnya akan menyebabkan lemahnya mental anak-anak yang dilahirkan,

kemiskinan rohani, jasmani dan sebagainya.

Ada juga dampak positif dari pernikahan di bawah umur yang didapati

dalam kehidupan rumah tangga beberapa pasangan suami isteri. Karena tujuan

mereka pada saat melaksankan pernikahan di bawah umur adalah untuk

mencegah dari perbuatan zina dan kemaksiatan diantara mereka dan diawali

dengan niat yang suci sehingga kehidupan rumah tangga mereka tidak mudah

diombang ambing oleh masalah yang ada, dikarenakan adanya rasa tanggung

jawab dan rasa kasih sayang diantara anggota keluarga dan dapat dengan

mudah mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah.

Dengan adanya kematangan jiwa dan raga serta kematangan ekonomi

harus sudah ada sebelum pernikahan jika tidak maka rumah tangga yang

dibangunnya akan mudah terombang ambing oleh setiap permaalahan yang

setiap kali muncul dalam kehidupan berumah tangga, sehingga masa depan

akan suram.

Dalam undang-undang juga menganut beberapa asas yang prinsip

berhubungan dengan pernikahan. Adapun asas-asas tersebut antara lain :

52

1. Tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal

untuk itu suami isteri perlu saling membantu dan melengkapi agar masing-

masing dapat mengembangkan kepribadiannya, membentuk dan mencapai

kesejahteraan spiritual dan material.

2. Dalam undang-undang ini ditegaskan bahwa suatu perkawinan adalah

syah, apabila dilakukan meurut masing-masing agamanya dan

kepercayaan itu dan disamping itu setiap perkawinan harus dicatat

menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Undang-undang perkawinan ini menganut monogami, hanya apabila

dikehendaki oleh orang yang bersangkutan mengizinkan maka seseorang

suami dapat beristri lebih dari satu orang.

4. Undang-undang perkawinan ini menganut prinsip bahwa calon suami isteri

harus telah masak jiwa raganya untuk melangsungkan perkawinan, agar

dapat mewujudkan tujuan perkawinan secara baik tanpa berfikir pada

perceraian dan mendapatkan keturunan yang baik dan sehat.

5. Karena tujuan perkawinan adalah untuk membentuk keluarga yang

bahagia kekal dan sejahtera, maka undang-undang menganut prinsip

mempersulit terjadinya perceraian.

6. Hak dan kedudukan isteri seimbang dengan hak kedudukan suami baik

dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam pergaulan masyarakat

53

sehingga dengan demikian segala sesuatu dalam keluarga dapat

dirundingkan dan diputuskan bersama oleh suami isteri. 38

Dengan demikian pada dasarnya pelaksanaan pernikahan bukan hanya

untuk kesenangan atau kebahagiaan sementara dan tidak hanya merupakan

pemenuhan kebutuhan biologis belaka, akan tetapi untuk kebahagiaan yang

kekal abadi dan harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. karena

itu perpisahan atau perceraian dalam ikatan pernikahan merupakan perbuatan

yang dibenci oleh Allah SWT.

38

Ahmad Rofiq, Hukum Islam di Indonesia, cet. III, Raja Grafindo Persada, Jakarta,

54

BAB V

PENUTUP

Setelah mengadakan pembahasan dan penelitian dari Bab I sampai Bab IV

maka dalam mengakhiri skripsi tentang Perkawinan di Bawah Umur (Studi Kasus

di Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II, Kota Lubuk

Linggau) dari tahun 2000-2004 penulis akan membagi dalam dua sub judul

kesimpulan dan saran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->