P. 1
Makalah Termodinamika Terapan

Makalah Termodinamika Terapan

|Views: 4,960|Likes:

More info:

Published by: rahman-adi-raharjo-3928 on Oct 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2015

pdf

text

original

Proses Energi Kriogenik LNG Cascade

Makalah Termodinamika Terapan_LNG Receiving Terminal

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA – FTUI

12

Proses ini mampu menukarkan panas antara sumber panas dengan sumber energi dingin

(LNG) dari suhu kriogenik menjadi suhu normal, yang dapat menyuplai energi kriogenik pada

empat macam industri atau lebih dalam satu kompleks. Proses dapat dilihat pada Gambar 1. 4

Proses energy kriogenik pada LNG Cascade. Dibandingkan dengan sistem non – cascade, sistem

baru ini lebih efisien, hanya membutuhkan 77% energi LNG untuk menghasilkan energi

kriogenik yang sama.

Proses yang terjadi adalah pencairan LNG secara berulang. Tahap pertama adalah proses

pencairan CO2, yang berasal dari kilang minyak, pada suhu -1600

C, dimana CO2 akan ditampung

pada tangki penyimpanan dan hasilnya adalah NG dan LNG yang akan digunakan pada tahap

kedua. Tahap kedua adalah proses pendinginan butane yang berasal dari kilang minyak. Butane

yang bersuhu 30 – 40o

C akan didinginkan dengan LNG dan NG. butane yang sudah didinginkan

akan disimpan dalam tangki penyimpanan dan menjadi umpan untuk pabrik petrokimia. Tahap

ketiga adalah proses pendinginan air, yang akan digunakan untuk gas turbin, dimana pada gas

turbin akan mengalami perubahan fasa menjadi uap. Sisa air yang tidak digunakan untuk gas

turbin akan dialirkan menuju perairan perkotaan. Gas sisa akan digunakan untuk gas perkotaan.

Gas ini bersuhu 10o

C.

Gambar 1. 4 Proses energy kriogenik pada LNG Cascade

Makalah Termodinamika Terapan_LNG Receiving Terminal

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA – FTUI

13

I.3 Manfaat dari pembangunan LNG receiving terminal

• Membangun fasilitas penyediaan gas yang terpercaya, yang dapat menyediakan gas dalam
volume yang besar kepada Pembangkit Listrik Tenaga Gas yang dimiliki PLN, terutama

pembangkit listrik di daerah Jakarta dan Jawa Barat (hampir 60% kebutuhan listrik di Pulau

Jawa berlokasi di daerah tersebut).

• Melengkapi gas pipeline terutama selama penyediaan gas tidak stabil sehingga dapat
menghindari terganggunya pembangkit listrik akibat tidak menentunya pasokan gas.

• Mengurangi konsumsi bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik PLN dan untuk
menghindari biaya tak tersaingi dari pembangkitan listrik.

• Mendukung pembangunan pembangkit listrik bertenaga gas sehingga kedua proyek ini
(PLTG dan LNG receiving terminal) merupakan proyek yang terintegrasi dan memiliki

efisiensi yang lebih baik.

• Membawa manfaat untuk ekonomi nasional karena LNG receiving terminal merupakan
rantai terakhir yang diperlukan sebagai nilai tambah LNG di Indonesia.

• Merespon hukum baru tentang minyak bumi dan gas alam yang dibuat pada tahun 2001
yang bermaksud menghentikan monopli minyak bumi dan gas alam, serta untuk membuka

kesempatan adanya bisnis baru pada industry ini.

Namun, timbul permasalahan tentang pengadaan LNG receiving terminal, di antaranya

adalah adanya penolakan dari penduduk local untuk membangun fasilitas tersebut di sekitar

lingkungan mereka. Selain itu, nilai heating value tiap LNG berbeda-beda tergantung tempat

produksinya.

Tabel 1. 1 LNG Calorific Value by Gas Producing Country

Gas Producing Country LNG Calorific Value (Btu/cf)

Alaska

1,009

Trinidad

1,075

Algeria

1,113

Nigeria

1,125 – 1,150

Abu Dhabi

1,136

Makalah Termodinamika Terapan_LNG Receiving Terminal

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA – FTUI

14

Oman

1,100 – 1,150

Qatar

1,075 – 1,130

Australia

1,127

Brunei

1,127

Indonesia (Bontang)

1,114

Indonesia (Tangguh)

1,050

Malaysia

1,117

(Sumber World Gas Intelligence)

Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa pada LNG receiving terminal harus sesuai dengan

kriteria pengontrol/penyesuaian heating value sehingga membatasi penerimaan LNG. Hal ini

berarti meskipun ada LNG yang sudah sesuai baik harga maupun kualitasnya, ada kemungkinan

tidak sesuai dengan criteria atau spesifikasi. Namun, walaupun ada keterbatasan dalam heating

value, ada fasilitas yang dapat ditambahkan untuk menyesuaikan heating value (misalnya,

dicampur dengan LNG dengan heating value yang lebih rendah ataupun dengan menambahkan

nitrogen) sehingga memungkinkan menerima LNG dengan jenis yang lebih banyak.

Permasalahan yang paling penting adalah adanya kompetisi harga antara LNG dengan gas

pipeline.

Makalah Termodinamika Terapan_LNG Receiving Terminal

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA – FTUI

15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->