P. 1
Pert Am in A

Pert Am in A

|Views: 728|Likes:
Published by naga_motor

More info:

Published by: naga_motor on Oct 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

Media Pekan Ini

POJOK MANAJEMEN Ferederick ST Siahaan : Aset Penunjang Usaha Dikelola Secara Terpusat TRANSFORMASI Meningkatkan Kompetensi SDM Melalui HCI Forum KIPRAH ANAK PERUSAHAAN PEP Improvement & Innovation Awards 2009

2 4 6

SELEKTIF, LUGAS , & INFORMATIF TERBIT SETIAP SENIN No. 43, Tahun XLV, 26 Oktober 2009

Editorial

Mutualisma Natuna
Pemerintah sudah memutuskan pengalihan hak pengelolaan Blok Natuna kepada Pertamina setelah berakhirnya kontrak dengan Exxon Mobil. Keputusan Pemerintah sudah final. Pertamina saat ini sedang menyeleksi pihak mana yang akan menjadi mitra kerjanya dalam mengelelola Blok Natuna. Ada Exxon Mobil, Shell, Statoil, Chevron, Total, CNPC, Eni, dan Petronas yang akan dipilih salah satunya. Ada yang patut dihormati dan diperhatikan semua pihak dari pernyataan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan sebagai syarat mitra kerja Pertamina di Blok Natuna. Di antaranya harus mau melepaskan hak operatornya di Natuna setelah 10 tahun Natuna beroperasi. Mitra itu harus mau memberikan penguatan agar Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia. Dan mitra itu harus memberikan kesempatan kepada Pertamina ikut mengelola wilayah kerja sang mitra. Persyaratan Pertamina seperti diungkapkan Karen Agustiawan wajar belaka. Karena yang dituntut Pertamina bukan sesuatu yang berlebihan selain sebatas tuntutan adanya simbiosis mutualisma, sebuah hubungan yang saling menguntungkan, win-win relationship. Kalau perusahaan seumpama Exxon Mobil, Shell, Chevron, dan Total sudah sedemikian lama berkiprah di bumi Nusantara, tentu tak berlebihan kalau perusahaan Nusantara menginginkan perusahaan-perusahaan itu memberikan kesempatan kiprahnya di wilayah kerja perusahaan-perusahaan itu. Kalau perusahaan-perusahaan seumpama CNPC, Eni, StatOil, dan Petronas memperoleh kesempatan masuk ke wilayah Nusantara, menggarap ladang minyak atau lahan bisnis migas di negeri ini adalah wajar belaka kalau Pertamina masuk ke China, Italia, Norwegia, dan Malaysia. Atau setidaknya ikut serta dalam wilayah ekspansi perusahaan-perusahaan itu. Pertamina telah mendapatkan manfaat besar bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan migas asing dan perusahaan-perusahaan swasta nasional. Beraliansi strategis akan menjadi jalan terbaik Pertamina dalam menempuh perjalanan bisnisnya ke depan. Mitra untuk aliansi strategis tak sembarang dipilih Pertamina kecuali membawa sesuatu yang diperlukan Pertamina dan belum ada di Pertamina, seumpama, teknologi, investasi, atau skill dan experience. Misalnya Pertamina sedang gencargencar bergiat di offshore, maka Pertamina memerlukan mitra strategis yang berkompetensi di bidang offshore. Termasuk mengoperasikan Natuna, di mana Pertamina memerlukan mitra yang berkemampuan teknologi penanganan CO2; kemampuan finansial; dan siap menjadi mentor Pertamina dalam pembenahan manajemen proyek Pertamina hingga terwujud sebagai world class national oil company. Tentu saja memberikan proposal kerjasama saling menguntungkan, terbuka untuk proses alih teknologi kepada Pertamina.•

Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina Torang M. Napitupulu (kanan) menerima ADPI Award 2009 dari Kepala Biro Dana Pensiun Bapepam LK Mulabasa Hutabarat Djodi, (5/10). Dana Pensiun Pertamina memperoleh penghargaan dari Asosiasi Dana Pensiun Indonesia untuk kategori Dana Pensiun Pemberi KerjaProgram Pensiun Manfaat Pasti (DP-PK-PPMP) yang memiliki aktiva bersih di atas Rp 1 triliun.

Dana Pensiun Pertamina Raih ADPI Award 2009
Untuk kategori aktiva bersih di atas Rp 1 triliun ini, Dana Pensiun Pertamina mengalahkan Dana Pensiun Bank Mandiri Dua dan Dana Pensiun Pusri. JAKARTA - Sebagai wujud kinerja terbaik dalam pengelolaan dana pensiun, Pertamina meraih penghargaan juara pertama dalam acara Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Award 2009 untuk kategori Dana Pensiun Pemberi Kerja-Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK-PPMP) yang memiliki aktiva bersih di atas Rp 1 triliun. Penghargaan ini diterima Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina Torang M. Napitupulu yang diserahkan oleh Kepala Biro Dana Pensiun Bapepam LK Mulabasa Hutabarat Djodi, didampingi Ketua Umum ADPI Djoni Rolindrawan. Acara berlangsung di Sumba Room Hotel Borobudur – Jakarta, Senin (5/10). Sebanyak 230 Dana Pensiun yang ikut serta dalam ADPI Award ini dibagi dalam delapan kategori. Yaitu, kategori DPPK-PPMP aktiva bersih di atas Rp. 1 triliun, DPPK-PPMP di atas Rp 500 miliar s.d Rp 1 triliun, DPPK-PPMP di atas Rp 200 miliar s.d Rp 500 milyar, DPPK-PPMP di atas Rp 100 miliar s.d Rp 200 milyar, DPPK-PPMP di atas Rp 50 miliar s.d Rp 100 miliar, DPPK-PPMP di bawah Rp 50 miliar, DPPK-Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) di atas Rp 100 miliar dan DPPK-PPIP di bawah Rp 100 miliar. Adapun aspek yang dijadikan penilaian yaitu, Return on Investment (ROI), Return on Asset (ROA),
Bersambung ke halaman 7

Foto : Kun/Dok. Pertamina

2

Tahun XLV, 26 Oktober 2009

No. 43

POJOK MANAJEMEN
Direktur Keuangan Ferederick ST Siahaan

Aset Penunjang Usaha Dikelola Secara Terpusat
masing kilang Pertamina. Setiap aset yang tidak memberi manfaat ekonomis dan nilai keekonomiannya turun maka akan dilakukan impairment sebesar kurang lebih Rp 275 miliar. Artinya, setiap aset yang tidak memberikan manfaat ekonomis akan melakukan impairment. Dan saya kira, kedepan impairment akan menjadi salah satu key performance indicator (KPI) Management Asset untuk menjamin bahwa apa yang diserahterimakan benar-benar membawa manfaat atau tidak menjadi beban baru bagi Pertamina. Kedua, aset penunjang usaha buat saya terus terang masih belum bisa didefinisikan secara benar. Apa yang disebut dengan Aset Penunjang Usaha. Menurut saya setiap fasilitas yang tidak terkait langsung dengan kegiatan operasional itu adalah penunjang usaha, sedangkan Aset Penunjang Usaha yang sifatnya open acces itu mestinya dikelola oleh management asset. Bisnis model seperti ini akan kita coba, apakah Capital Transfer ini bisa berjalan dengan baik. Karena ada juga aset-aset penunjang usaha yang ada di unit-unit operasi yang juga dipakai oleh pihak umum misalnya, rumah sakit atau lapangan golf. Yang menyebabkan adanya pemasukan dari masyarakat yang menggunakan fasilitas Pertamina. Siapa yang harus memonitor dan menjamin kualitas bahwa aset yang ada disana bisa dimanfaatkan sesuai dengna fungsi ekonomis. Ketiga, saya juga mengatakan ini di unit-unit, bahwa kita perlu melakukan standarisasi yang disebut dengan Aset Penunjang Usaha (APU). Karena dibeberapa kilang di pemasaran misalnya saya menemukan rumah pekerja bisa berbeda-beda standarnya. Atau bahkan berbagai fungsi di unit, misalnya fungsi SDM punya rumah berbeda dengan fungsi keuangan dan fungsi operasi. Padahal sama-sama rumah untuk pekerja. Hal-hal seperti inilah, yang menurut saya harus didefinisikan dengan jelas. Dan itu dilakukan ketika pertama kali membuat Aset Penunjang Usaha, mulai dari kualitasnya, manfaatnya, hingga standarnya seperti apa. Itu semuanya harus jelas, karena sekarang ini Pertamina bukan lagi jamannya cost and fee, dimana semua biaya-biaya asset diganti oleh Pemerintah dalam hal subsidi. Karena sekarang ini, kita berjalan dengan independent refinery. Dimana kita yang memutuskan aset apa yang diperlukan dan aset apa yang dipakai untuk mengalirkan margin secara wajar. Saya yakin, selama dilakukan secara fokus setiap asset akan memberikan manfaat ekonomis, jika ini menjadi tujuannya maka akan terlaksana dengan baik. Saya mendorong supaya kita bisa lebih agresif lagi khususnya dipangkalan Berandan tahun lalu pada saat ke Pangkalan Berandan itu lebih menyedihkan lagi untuk mengurangi Pajak Bumi dan Bangunan terpaksa atapnya dibongkar supaya PBB-nya lebih murah. Jadi saya kira itu menyedihkan jika kita memiliki aset tapi kita tidak pakai, dan kelola seperti pangkalan Berandan kita melakukan 100 persen impairment. Karena kita tidak melihat lagi manfaat ekonomisnya sepanjang kita bisa membuktikan bahwa ada rencana untuk aset tersebut bisa memberi manfaat. Dan saya terus berharap bahwa aset harus memberikan manfaat bagi Pertamina dan jangan menjadikan beban dalam hal pengelolaannya. Untuk selama masa transisi apa yang bisa kita lakukan dan apa yang didapatkan secara sinergi, harus terus dilakukan. Karena semakin kita sadar biaya, maka semakin kita costumer facus dan mudah-mudahan kita bisa menjadi lebih efisien dan menjadi lebih baik.•NDJ/IK

Pengantar Redaksi : Menindaklanjuti Surat Keputusan Direktur Utama Pertamina tahun 2006 tentang pengelolaan Aset Non Operasi (Aset Penunjang Usaha) secara terpusat, Pertamina melaksanakan serah terima Aset Penunjang Usaha (APU) Refinery Unit (RU) III Plaju yang akan dikelola secara terpusat oleh Kantor Pusat Pertamina. Berikut paparan dari Direktur Keuangan Pertamina Ferederick ST Siahaan dalam acara penandatanganan serah terima aset di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (30/9). Dalam kesempatan tersebut, kami akan memberikan penjelasan mengenai aset penunjang usaha Refinery Unit III Plaju. Aset tersebut berupa tanah sebanyak 42 bidang tanah dan bangunan sebanyak 388 unit. Dengan terwujudnya SK Direktur Utama tentang APU ini, diharapkan dapat dijadikan model atau pilot project untuk diterapkan juga pada unit-unit yang lain. Selama ini kita memang terbebani oleh APU yang sudah tidak memberikan manfaat dan tetap memberikan beban biaya. Mudah-mudahan melalui penandatanganan ini akan membersihkan dari biaya-biaya yang sebetulnya tidak memberi manfaat lagi kepada kami, secara performance keuangan akan menjadi lebih baik dimasing-

Aset Penunjang Usaha RU III Dikelola Secara Terpusat
JAKARTA –Menindaklan-juti Surat Keputusan Direktur Utama Pertamina tahun 2006 tentang pengelolaan Aset Non Operasi (Aset Penunjang Usaha) secara terpusat, Pertamina melaksanakan serah terima Aset Penunjang Usaha (APU) Refinery Unit (RU) III Plaju yang akan dikelola secara terpusat oleh Kantor Pusat Pertamina. Panandatanganan Berita Acara Capital Transfer Aset Penunjang Usaha (Captrans APU) RU III Plaju ditandatangani oleh Direktur Pengolahan Rukmi Hadihartini selaku pihak pertama pembina aset di lingkungan Direktorat Pengolahan dan Direktur Umum & SDM Waluyo (saat menjabat, red) yang disaksikan oleh Direktur Keuangan Ferederick ST Siahaan di Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Rabu (30/9). Aset tersebut berupa tanah sebanyak 42 bidang tanah dan 388 unit bangunan. Dengan terwujudnya SK Direktur Utama tentang APU ini, Rukmi berharap ini bisa dijadikan model atau pilot project untuk diterapkan juga pada unit-unit yang lain. “Selama ini kita memang terbebani oleh APU yang sudah tidak memberikan manfaat dan tetap memberikan beban biaya. Mudahmudahan penandatanganan ini akan membersihkan dari biaya-biaya yang sebetulnya tidak memberi manfaat lagi kepada kami. Sehingga performance keuangan menjadi lebih baik di masing-masing kilang kita,” kata Rukmi. Dalam kesempatan yang sama, Ferederick menyampaikan bahwa setiap aset yang tidak memberi manfaat ekonomis dan nilai keekonomiannya turun maka akan dilakukan impairment sebesar sekitar Rp. 275 miliar. ”Ke depan impairment akan menjadi salah satu KPI Manajemen Aset untuk menjamin bahwa apa yang diserahterimakan benar-benar tidak menjadi beban baru bagi Pertamina. Saya mendorong supaya kita bisa lebih agresif dan fokus lagi agar setiap aset memberikan manfaat yang ekonomis,” kata Ferederick.•IK

• KETUA PENGARAH Vice President Corporate Communication • WAKIL KETUA PENGARAH/PENANGGUNG JAWAB Manajer Media • PIMPINAN REDAKSI B. Trikora Putra • WK. PIMPINAN REDAKSI Wianda Arindita Pusponegoro REDAKTUR PELAKSANA Printed Publication Officer • TIM REDAKSI Nandang Suherlan, Urip Herdiman K., Nilawati Dj., Irli K. • ARTISTIK Rianti Octavia • FOTOGRAFER PUSAT Dadang Rachmat Pudja, Kuntoro, Burniat Fitrantau • SIRKULASI Ichwanusyafa • KONTRIBUTOR Seluruh Hupmas Unit, Anak Perusahaan & Joven • ALAMAT REDAKSI Jl. Perwira No. 2-4, Jakarta Telp. 3815946, 3815966, 3816046 Faks. 3815852, 3815936 • HOME PAGE http://www.pertamina.com • EMAIL bulletin@pertamina.com, mediapertamina@gmail.com • PENERBIT Divisi Komunikasi - Sekretaris Perseroan

SUARA PEKERJA
Kompensasi dan Benefit
Pengantar Redaksi : Masalah kompensasi dan benefit selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Mengapa? Karena dua hal itulah yang menjadi barometer sebuah perusahaan untuk go public. Hal tersebut tidak hanya berlaku bagi orang-orang yang berada diluar perusahaan, tetapi juga berlaku untuk orang-orang yang berada di dalam perusahaan tersebut. Berikut tanggapan seorang pekerja dari Direktorat Hulu Sugiarto, kepada Media Pertamina. Bagaimana tanggapan Anda tentang kompensasi dan benefit? Kalau menurut saya pribadi, pemberian kompensasi yang diberikan perusahaan beberapa waktu lalu cukup relevan. Artinya, kalau memang bertujuan untuk kemajuan perusahaan dan secara financial mendukung sudah sewajarnya keputusan tersebut diambil. Tapi yang perlu diingat, adalah yang penting kenaikan tersebut memberi dampak terhadap sasaran sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Maksudnya bagaimana? Begini, pemberian kompensasi sekarang ini sudah signifikan jika dilihat dari dua sisi yakni secara objektif maupun subjektif. Jika dilihat secara objektif, terus terang dilihat dari nominalnya peningkatan cukup terasa dan sangat signifikan, walaupun apabila dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan sejenis masih belum yang tertinggi. Sedangkan dilihat secara subjektif pun cukup apalagi bila dibandingkan dengan sebelumnya. Bagaimana dengan keberlangsungan dari pemberian kompensasi, bisa dijelaskan? Saya rasa begini, dengan diubahnya sistem pemberian kompensasi yang saya tangkap dari konsep tersebut adalah manajemen akan menjadikan Pertamina sebagai perusahaan yang mempunyai daya saing, dalam hal kompensasi terhadap pekerjanya. Perusahaan berharap akan bisa menarik tenagatenaga profesional yang saat ini bekerja di perusahaan pesaing Pertamina, dan sekaligus mempertahankan para pekerja yang mempunyai kompetensi. Dengan mempunyai daya saing tinggi, Pertamina akan dengan mudah untuk mencari tenaga kerja baru yang berkualias. Hal ini bisa dilakukan apabila kompensasi bagi pekerja Pertamina masuk di dalam perhitungan para tenaga profesional. Dengan demikian, saya kira perusahaan di luar Pertamina juga akan meningkatkan kompensasinya untuk mempertahankan pekerjanya, dan seterusnya sesuai dengan tuntutan zaman. Hal yang tidak kalah penting adalah dengan terus meningaktkan kompensasi terhadap pekerjanya, Pertamina akan bisa mempertahankan pekerjanya yang berkompeten. Apakah dengan numerasi sekarang dapat menahan pekerja Pertamina untuk tetap loyal pada perusahaan? Bisa saja. Karena dari pengalaman selama ini kompensasi dan benefit menjadi pertimbangan utama bagi para pekerja untuk tetap loyal di Pertamina, di samping faktor lainnya. Apalagi jika sekarang sistem baru sudah diberlakukan, yakni pemberian kompensasi dan benefit sesuai dengan kinerja. Meskipun belakangan kita juga tidak menutup mata masih ada pekerja yang mengundurkan diri dengan alasan berkaitan dengan kompensasi dan benefit di luar masih lebih baik. Tapi sekarang saya melihat bahwa niatnya manajemen sudah bagus, yaitu dengan menaikkan dan mensejajarkan upah pekerja Pertamina dengan perusahaan sejenis. Bagaimana di Direktorat Hulu? Kalau dilihat secara korporat mungkin hulu lebih baik. Tapi kalau dibandingkan dengan anak-anak perusahaan hulu, tingkat renumerasi hulu lebih rendah. Demikian halnya diantara Anak Perusahaan -Anak Perusahaan Hulu, juga terdapat perbedaan indek renumerasi ini. Namun hal ini menurut saya wajar, karena kami melihat dari tingkat resiko dan beban pekerjaannya, misalnya untuk pekerja yang bekerja di lokasi pemboran atau rig akan tidak adil apabila diberikan reward sama dengan yang resiko pekerjaan dan beban pekerjaannya lebih kecil. Misalnya kantor pusat. Untuk hal itu dikalangan pekerja hulu saya rasa sudah paham. Semua itu dilakukan sesuai dengan tujuan awal, yakni untuk mempertahankan dan menarik pekerja agar tetap mau bekerja di Pertamina terutama yang mempunai keahlian. Sejauhmana keefektifan dari program tersebut? Sejauh ini cukup efektif. Sebagai contoh mungkin dulu untuk mengisi jabatan di direktorat hulu sangat sulit, sekarang dengan kompensasi yang lebih bagus relative akan lebih banyak tenaga profesional yang mempunyai kompetensi yang tertarik untuk bergabung ke Pertamina. Di sisi lain dengan masih adanya perbedaan tingkat renumerasi dia antara Anak PerusahaanAnak Perusahan Hulu, memberi dampak terhadap pembinaan sumber daya manusia. Terdapat kecenderungan pekerja akan menolak untuk dipindahkan ke Anak Perusahaan atau fungsi di Direktorat Hulu yang indek renumerasinya lebih kecil.•NDJ

Tahun XLV, 26 Oktober 2009

No. 43

Hijau

Warung Kopi

3

Mari kita berdiri di bawah pohon-pohon besar yang ada di lahan parkir Kantor Pusat, walaupun panas terik matahari, aihh sejuknya. Tapi jalan sedikit ke tengah, waaahhhh…. Gerrraaahhhh…… Pak Hendro : Enak kali ya kalau kompleks Kantor Pertamina hijau kayak di kompleks Kampus UI Depok? Sejuk, nyaman, dan adeeeem banget. Pak Purwa : Kita mah selalu nggak jelas. Coba deh, lihat pohon yang dulu ada di parkiran motor depan Jalan Pejambon, kenapa tuh ditebang, hanya karena untuk lapangan basket? Dulu kan adem banget di situ. Sekarang, waduuuh panasnya. Pak Hendro : Orang-orang Indonesia, kebanyakan neh ya, nggak di mana, nggak di mana senangnya nebang pohon, sampai nggak ada tempat teduh. Senangnya nembok tanah, sampai nggak ada lahan resapan air. Hutan ditebangi pohonnya, sampai gundul. Mang Warta : Makanya banjir ya Pak? Pak Karim : Lha, iya, kalau lagi hujan air gak meresapk ke tanah, karena tanah ditutup semua pake tembok. Banjir lah. Kalau lagi musim kering, kesulitan air karena di dalam tanah tidak ada simpanan air. Ujang : Sebenarnya orang-orang kita itu pintar tidak sih? Mang Warta : Pintar-pintar, tapi tanggung jawabnya yang kurang. Pak Karim : Memang, nggak mikir akibat. Pak Hendro : Kita usulkan saja, biar antar gedung dipasang Canopy yang di atasnya ada tumbuhan rambat, kan hijau, indah, serta sejuk. Pak Karim : Betul. Masak sih harus ada SK Dirut untuk seluruh orang Pertamina menjaga pohon yang ada dan menanam pohon di lahan-lahan kering dan gersang? Pak Marsi : Harus kalau demi kebaikan. Apalagi Pertamina mendukung program sejuta pohon. Ada pohon rambat dan pot-pot bunga di jembatan Kantor Pusat yang menuju Pejambon itu kan bagus, tuh. Ujang : Kalau begitu, menghijaukan Kantor Pusat Pertamina, lanjutkan! Lebih cepat lebih baik hehehe…•NS

SEREMONIA

Rubrik Suara Pekerja dilahirkan untuk menampung aspirasi pekerja Pertamina. Melalui rubrik ini diharapkan dapat tercipta komunikasi dua arah antara pihak manajemen dan pekerja. Rubrik ini terbuka bagi seluruh pekerja yang hendak menyampaikan aspirasinya dan tidak didominasi oleh pihak manapun. Aspirasi disampaikan dalam bentuk artikel dengan ukuran huruf 12, spasi 1,5 maksimal 2,5 halaman A4. Artikel dikirimkan ke redaksi melalui email: bulletin@pertamina.com. Artikel yang dikirim menjadi milik redaksi dan pemuatannya menjadi kewenangan redaksi. Artikel yang dikirimkan tidak boleh memuat makian dan hujatan. Kritik dan saran yang dilontarkan demi kebaikan Pertamina disampaikan secara sopan dan elegan.•(Red)

PAMIT. Menteri ESDM Kabinet Indonesia Bersatu I (2004-2009) Purnomo Yusgiantoro memberikan konferensi pers terakhirnya pada Jumat (16/10) di lobi Gedung Utama Departemen ESDM. Dalam kesempatan itu Purnomo menyampaikan permohonan maafnya selama ia bertugas sebagai Menteri ESDM sejak tahun 2000. Purnomo didampingi Dirjen Migas Evita Legowo, Kepala BP Migas R. Priyono, Dirut Pertamina Karen Agustiawan, dan pejabat-pejabat eselon I Departemen ESDM.•UHK

Mengoptimalkan Sistem MySAP Melalui Kaizen Workshop
SURABAYA – Untuk meningkatkan efektifitas penggunaan MySAP, Tim Integrated Change Management (ICM) Pertamina (Persero) melaksanakan MySAP Kaizen Workshop yang diikuti oleh seluruh depot di Jawa Timur, Refinery Unit IV Cilacap, serta user-user diwilayah Pemasaran BBM Retail Region V Surabaya. Acara berlangsung di kantor Pemasaran BBM Retail Region V Surabaya, (12/10). Latar belakang diadakannya workshop MySAP ini karena adanya suatu kendala dan hambatan dalam operasionalisasi MySAP sehingga masih terjadinya backlog, sehingga Tim ICM mendiagnosa dan mendeteksi hambatan apa saja yang terjadi dilapangan. Problem dan solusi yang telah berhasil dirumuskan itu kemudian disosialisasikan dan didiskusikan bersama para peserta workshop untuk meningkatkan adopsi dan utilisasi sistem MySAP. Menurut ICM Team Leader Djarot Hadi P., berdasarkan diagnostik ditemukan 3 faktor utama yang menjadi hambatan dalam implementasi MySAP yaitu: Pertama, faktor will atau kemauan dari para pengguna MySAP; Kedua, skill yaitu keterampilan dalam menggunakan MySAP dan Ketiga, adalah pemahaman proses secara keseluruhan atau end to end processes. Hal yang baru dalam workshop MySAP ini adalah diperkenalkannya MySAP Online Forum yaitu fasilitas online yang bisa digunakan user dalam mencari informasi mengenai masalah operasional MySAP serta berbagi pengalaman tentang bagaimana mengatasi masalahmasalah yang muncul. Dalam perkembangannya kedepan, MySAP Online Forum tersebut diharapkan bisa menjadi komunitas belajar bagi para pengguna MySAP (self learning community) yang mampu mendorong peningkatan utilisasi dan efektifitas sistem MySAP. “MySAP Online Forum berfungsi pula sebagai knowledge base dimana para Pengguna bisa menggali berbagai informasi mengenai MySAP. User juga bisa melontarkan masalah operasional untuk didiskusikan dengan MySAP user yang lain, para narasumber dan process owner sampai solusinya bisa disimpulkan. Setelah tuntas, rangkaian diskusi tersebut akan disimpan sebagai paket problem and cure tersendiri ke dalam knowledge base” kata Djarot Hadi. Workshop yang berlangsung selama 3 hari ini merupakan bagian dari kegiatan Integrated Change Management yang menerapkan metoda Kaizen. Pada hari keempat diadakan MySAP Clinic untuk membantu user dalam mengatasi masalah yang lebih spesifik dan dilanjutkan dengan on site coaching dan MySAP Online Forum. Materi yang dibahas dalam workshop diawali dengan penjelasan tentang tujuan penggunaan MySAP dan pemrosesan terpusat, Shared Processing Center (SPC), Treasury Center (TC), dan dilanjutkan dengan aktifitas kelompok yang difokuskan pada pembahasan proses bisnis Purchase-to-Pay (P2P) dan Order-to-Cash (O2C).

Workshop MySAP yang berlangsung di Surabaya dibuka oleh Head of Business Demand Pertamina Gustini dan workshop ini merupakan roll out yang kedua setelah di Bandung pada bulan Agustus lalu. MySAP

Kaizen Workshop berikutnya akan dilaksanakan di wilayah Pemasaran BBM Retail Region VI Balikpapan dan di wilayah Pemasaran BBM Retail Region I Medan.•KUN/ IK

Foto : Kun/Dok. Pertamina

4

Tahun XLV, 26 Oktober 2009

No. 43

Transformasi
pengembangan organisasi HR, meningkatkan Networking HR di lingkungan BUMN sehingga mempercepat perubahan paradigma Human Capital. “Aktifitas HCI sudah bisa aktif kembali kira-kira agenda satu tahun ke depan perlu kita garap bersama. Ke depannya kira-kira banyak sekali yang harus kita sharing dan jika kita berbicara masalah Human Resources kita pasti berbicara mengenai masalah knowledge manajemen pula,” ujar Direktur Umum & SDM, Waluyo (saat masih menjabat) dalam sambutannya. Sementara Wahyu menambahkan bahwa sebuah organisasi hanya dikatakan efektif jika perusahaannya bisa melayani kebutuhan customer dengan baik karena apa yang telah lakukan akan mempengaruhi dengan apa yang akan diperoleh nantinya. “Kementrian BUMN sangat mendukung dengan adanya

Meningkatkan Kompetisi SDM Melalui HCI Forum
JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan kompetisi paraktisi Human Resources (HR) dan perkembangan organisasi, Pertamina menyelenggarakan Forum Human Capital Indonesia (HCI) dengan mengundang beberapa fungsi SDM BUMN, diantaranya PT. Wijaya Karya, Telkom, Departemen Keuangan dan Sucofindo di Lantai 21 Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina, (1/10). Dalam forum ini Pertamina mengundang Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Harry Suratin, Pembina Forum HC dari Kementrian BUMN Wahyu Hidayat dan Head of Dunamis Consulting Alex Deni sebagai pembicara Forum HCI. Forum HCI sebagai wadah sharing knowledge dan update informasi mengenai HR dengan harapan dapat memberikan pedoman Key Performance Indicator (KPI) HR seluruh BUMN, mampu men-trigger para stakeholder untuk lebih fokus terhadap permasalahan HR. Di samping itu, forum ini juga untuk mengetahui posisi perusahaan di lingkungan BUMN, sebagai fasilitas

Forum HCI ini. Harapan saya, kita bisa lakukan sebaik mungkin supaya kita bisa menuju BUMN yang berkelas dunia,” kata Wahyu.•IK

Pertamina Tuan Rumah 0GAP Conference 2009
BALI - Pertamina melalui fungsi Corporate Shared Service menjadi tuan rumah Konferensi Perusahaan Migas Pengguna SAP di Asia Pasifik (0GAP Conference) 2009. 0GAP Conference 2009 diselenggarakan pada 15-16 Oktober 2009 di Patra Bali. Konferensi kali ini diikuti 45 peserta dari 9 oil & gas company yang berasal dari 6 negara, serta pihak SAP Asia Pasific, India, dan Indonesia. Selain itu Pertamina juga menghadirkan wakil dari anak perusahaan Pertamina yang telah menggunakan SAP. 0GAP SAP merupakan forum kerjasama antara perusahaan-perusahaan Oil, Gas & Petrochemical di kawasan Asia Pasifik yang telah menggunakan SAP. Forum ini membentuk Regional Council, yang merupakan bagian dari Organisasi Global Indutry Advisory Council (GIAC). Selain Asia / Pasific, juga telah dibentuk Europe, Middle East/Africa Regional Council dan Americas Regional Council. Committee 0GAP saat ini dipegang oleh Petronas. Tujuan pembentukan 0GAP adalah sebagai wahana untuk sharing pengetahuan dan pengalaman dalam implementasi dan pengembangan SAP, termasuk tantangantantangan yang dihadapi serta cara mengatasinya. 0GAP juga menjembatani kebutuhan anggotanya dalam kaitannya dengan layanan pihak SAP sebagai penyedia sistem. Selain meng- update technical status development dari

Foto : Kun/Dok. Pertamina

JAKARTA - “Suatu sistem yang baru bisa akan baik kalau sistem itu bisa dirasakan manfaatnya dan nyaman digunakan. Peluncuran web based ini merupakan salah satu upaya pencapaian kenyamanan dengan kata lain menjadi lebih efisien, lebih transparan dan sebagai user sehingga mendorong kita untuk menerapkan tata cara kerja yang baru,” Demikian dikatakan SVP Operasi Keuangan Burhanuddin AE dalam di hadapan perwakilan fungsi keuangan di seluruh unit operasi Pertamina dalam acara Roll Out Web Based Invoice Request di Auditorium Kwarnas Jakarta, (5/10). Seperti diketahui bahwa kondisi Web-based application untuk saat ini baru diterapkan untuk proses invoicing berdasarkan PO (MIRO). Mekanisme untuk mendukung aplikasi ini telah buat dan dikirim ke seluruh legal requestor dan aplikasi web-based sudah di-review dan disetujui oleh SPI. Maka untuk rencana selanjutnya, VP Shared Processing Center (SPC) Pertamina Narendra Widjajanto menyampaikan Web-based application akan diterapkan ke seluruh transaksi lain, selain MM Invoicing (MIRO) dan pembuatan Webbased invoice payment tracking, E-Invoice (incoming & outgoing). “Suatu sistem akan menjadi baik dan bermanfaat jika dilaksanakan dengan konsisten, sesuai dengan aturan dan efektifitas bisa tercapai bila ada kolaborasi antara CSS yaitu penyedia pelayanan dari sistem serta dari user oleh karena itulah dibutuhkan partisipasi seluruh pihak terkait demi kelancaran program ini,” kata Narendra. Sebagai bagian dari BTP Corporate Share Services (CSS), maka dilakukan terobosan untuk melayani user supaya terjadi peningkatan produktivitas dan Integrasi dengan remedy system. Go Live Sistem Web Based MIRO akan diberlakukan diseluruh unit operasi perusahaan. Burhanuddin berharap sistem ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan penuh tanggung jawab untuk menyukseskan implementasi suatu sistem yang dipercaya dapat mengantarkan kita menjadi world class company. Dengan diberlakukannya Web-based invoice ini, maka akan memberikan pengaruh terhadap efisiensi jam kerja lembur SPC sebesar 35 persen, peningkatan produktivitas sebesar 55 persen, terjadi penurunan request cancel dari 397 menjadi 222 (44 persen) dan kemudahan bagi user dalam melakukan monitoring status request.•IK

SAP, dalam konferensi ini juga dilakukan sharing presentation dari beberapa perusahaan tentang improvement yang telah dilakukan, baik terkait implementasi modul SAP maupun pengembangan interface untuk memenuhi kebutuhan bisnis Oil & Gas di masing-masing perusahaan. Dalam kesempatan ini Pertamina menyampaikan sharing tentang pengembangan dan implementasi host to host integrasi sistem SAP Pertamina dengan bank, dimana proses ini merupakan tipikal bisnis transaksi sales di Pertamina yang mencakup 85% dari seluruh transaksi sales.•SPC

IT Knowledge Sharing antara Pertamina dengan PTT ICT Thailand
Pada 13-14 Oktober 2009 Pertamina (CSS – Corporate Shared Service) dan PTT ICT (Information & Comunication Technology) melakukan knowledge sharing untuk membahas beberapa isu yang saat ini mengemuka dalam industri teknologi informasi. Isu yang dibahas di antaranya mengenai IT organization, OSS (open source system), IT security, SLA, dan data archiving. PTT ICT merupakan anak perusahaan PTT (Own State of Oil & Gas Company Thailand). Kedua pihak saling memberikan informasi terkait penerapan teknologi dalam perusahaan, baik untuk fungsi internal korporat maupun anak perusahaan. Masing-masing pihak memaparkan bagaimana

strategi yang harus dilakukan dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi, baik dari industri migas maupun standarisasi dan regulasi dari pemerintah. Diskusi ini merupakan awal dari dimungkinkannya suatu kerjasama kedua pihak, untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknologi informasi, serta memberikan posisi tawar bersama (bargaining position) menghadapi suatu kebijakan yang diterapkan oleh industri software package (misal SAP).• SPC

Foto : DRP/Dok. Pertamina

Go Live Sistem Web Based Invoice di Seluruh Unit Operasi

Foto : DRP/Dok. Pertamina

Calendar of Event Manajemen Mutu Pertamina 2009
Insan Mutu Pertamina telah menyusun agenda kegiatan mutu dalam bentuk calendar of event (CoE) yang terdiri dari berbagai akitifitas dalam rangka penjabaran visi perusahaan khususnya terkait dengan aspek peningkatan kualitas kerja yang berkelanjutan. CoE disusun dan ditetapkan dalam Rapat Kerja Mutu Pertamina pada bulan Pebruari 2009 meliputi kegiatan yang terkait dengan starategi/kebijakan mutu termasuk penyempurnaan pedoman SMMP 2009 dan matriks implementasi dan sertifikasi ISO series, program implementasi seperti PQA/IQA assessment, CIP, BTP Unit, Knowledge Management, program monitoring OFI-AFI PQA dan hasil konvensi CIP, serta penyusunan matriks tugas dan tanggung jawab Quality Management Korporat, Direktorat, dan Anak Perusahaan. Beberapa kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan berdasarkan CoE Mutu Petamina Tahun 2009 antara lain : Pebruari : • Upskilling Coach dan Pembuatan Template BTP Unit Tahun 2009 (oleh masing-masing Unit Operasi/Region). Maret : • Workshop bedah makalah, untuk sebagai bentuk pembelajaran, evaluasi dan audit hasil CIP 2008. • Closing BTP III (2008) + Final Report, Sosialisasi BTP 09 (awards). • Kick-off BTP 2009 (Forum I) dan Pengumpulan Template BTP 2009. April : • Workshop PQA Awareness & Teknik Penyusunan DA untuk meningkatkan pemahaman terhadap proses PQA, metode penilaian yang digunakan yaitu Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellece serta tahapan untuk menyusun Dokumen Aplikasi. • Workshop CIP Direktorat Non Teknis, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan sebagai fasilitator dan upaya untuk membentuk gugus-gugus baru CIP di lingkungan Direktorat Non Teknis dan Kantor Pusat. • Finalisasi dan pengesahan dokumen SMMP 2009, sebagai landasan manajemen untuk mengakselerasi pencapaian visi sesuai RJPP Pertamina. Mei : • Pengkondisian menuju Konvensi Mutu Pertamina. • KOMET infusion yang dilakukan di berbagai media. Juni : • Pembentukan examiner PQA baru sebanyak 23 orang yang siap diterjunkan untuk melakukan eksaminasi dan mampu menyusun Dokumen Aplikasi, melalui pelatihan terintegrasi “Pelatihan Examiner PQA Baru”. • Forum sharing session Round Table KOMET.

Raker Mutu Tengah Tahun 2009

Peserta Raker Mutu Tengah Tahun 2009

Juli : • Raker Mutu tengah tahun guna mengevaluasi kinerja mutu semester pertama yang menghasilkan beberapa poin strategis antara lain penyelesaian tabulasi outstanding OFI-AFI hasil assessment PQA tahun 2008, kebijakan baru mengenai CIP dan pelaksanaan Konvensi Mutu Pertamina. • Persiapan assessment PQA yang dimulai dengan penyerahan Dokumen Aplikasi para calon aplikan. • Awareness dan sharing ISO Terintegrasi sebagai upaya agar semua entitas yaitu Unit Usaha/Operasi/Bisnis dan Anak Perusahaan menuju ISO terintegrasi. • Finalisasi terhadap TKO SMMP 2009. Agustus : • Pelaksanaan assessment PQA batch I yang diikuti oleh 6 (enam) aplikan antara lain Unit Bisnis Perkapan, Unit Bisnis Pemasaran BBM Industri & Marine, Unit Usaha Pelumas, Unit Bisnis Pemasaran BBM Retail, PT Pertamina Tongkang dan PT Pertamina Geothermal Energy. • Persiapan Konvensi Mutu yaitu pembentukan Panitia Pelaksana. September : • Upskilling examiner PQA untuk me-refresh dan memutakhirkan kemampuan eksaminasi sesuai dengan kriteria Malcolm Baldrige terbaru. • Assessment PQA batch II dengan 3 (tiga) aplikan yaitu Unit Usaha Aviasi, Unit Usaha Gas Domestik dan Unit Niaga Non BBM. • Presentasi CIP Direktorat Non Teknis dan Kantor Pusat untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kantor Pusat. Oktober :

• Persiapan Konvensi Mutu Pertamina antara lain Workshop, Upskilling Juri Konvensi Mutu, pengumpulan risalah calon peserta Konvensi. Nopember : • Sidang Dewan Judges dan Sidang Dewan Mutu & Produktivitas Pertamina untuk finalisasi dan penetapan skor PQA bagi aplikan yang mengikuti assessment tahun 2008. • Rangkaian proses/tahapan menjelang Konvensi Mutu Pertamina, antara lain penilaian, docking juri, wawancara serta proses Konvensi Mutu itu sendiri. • Penilaian terhadap BTP Unit dalam rangka memberikan apresiasi terhadap BTP Unit terbaik melalui ajang BTP Award. Desember : • Pemberian apresiasi terhadap penyumbang aset pengetahuan terbaik dengan cara-cara penilaian sesuai dengan TKO Knowledge Management Pertamina dalam KOMET Award. • Raker Mutu untuk menetapkan rencana kerja Quality Management tahun 2010 serta mengevaluasi kinerja dan pencapaian tahun 2009. Yang menjadi tantangan bagi insan mutu adalah seberapa besar pencapaian yang akan kita raih berkontribusi bagi Pertamina. Yang jelas dan tidak dapat dipungkiri bahwa hal itu semua sangat tergantung kepada komitmen, kontribusi dan dedikasi para insan mutu termasuk manajemen puncak Pertamina dalam menjalankan dan melestarikan programprogram mutu tersebut.•

Menjelang Satu Tahunnya KOMET
KOMET udah mau satu tahunan!?! Yupsss …, nggak terasa bulan depan KOMET genap berumur 1 (satu) tahun yaitu pada tanggal 5 November 2009. Klo flashback ke masa-masa awal rencana implementasi sistem pengelolaan pengetahuan alias knowledge management system dahulu kala, fuiiiih … bener-bener perjuangan yang panjang dan penuh dengan tantangan. Mulai dari penyusunan tim yang bongkar pasang karena kesibukan dari masing-masing anggota tim, penerapan berbagai strategi yang dijadikan teknik dan taktik untuk menjaring aset pengetahuan Pertamina yang bertebaran dimana-mana, pengembangan infrastruktur (baca: Portal KOMET) yang selalu up to date untuk mengakomodir requirement yang diminta, dan seterusnya-dan seterusnya. Yang jelas klo diceritain lumayan bikin detak jantung sewaktu-waktu melemah dan semakin kenceng secara bergantian, atau tekanan darah yang tiba-tiba drop bahkan melambung dalam waktu bersamaan, sekaligus keringet dingin yang ngalir walaupun pendingin ruangan udah di-setting minus karena ternyata kantor kita saingan dengan temperature udara di kutub utara sana (red: hehe … maaf klo kedengeran sedikit hiperbola atau horror or else, tapi ini mungkin ini bisa kasih gambaran kondisi saat itu). Namun semua hal tersebut nggak bikin kita menyerah (red: kita sependapat banget dengan lagu Jangan Menyerah-D’Massiv), justru jadi tantangan supaya kita bisa menjadi lebih baik lagi. Karena seluruh Insan Pertamina pada umumnya, dan champion serta Tim KOMET pada khususnya yakin akan pentingnya pengembangan knowledge management system. Namun memang memerlukan effort yang cukup besar untuk mendefinisikan apa dan bagaimana sistem ini diterapkan di Pertamina. Berdasarkan studi literatur dan studi banding yang pernah dilakukan Tim KOMET, nggak ada bentuk knowledge management system yang paling benar atau paling ideal. Sistem tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing perusahaan. Sistem tersebut sifatnya dinamis, dimana perkembangannya ngikutin perkembangan dari perusahaan itu sendiri. Jadi jangan heran klo KOMET yang akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 (satu) akan terus melakukan perbaikan/ penyempurnaan sehingga sistem berpotensi memiliki tampilan yang berbeda. Tentunya kesemuanya … on behalf of continuous improvement program alias atas dasar sebuah proses perbaikan yang berkelanjutan (dikutip dari Pedoman Sistem Manajemen Mutu Pertamina). Selama bulan Oktober 2009, sedang berjalan Forum KOMET di 13 (tiga belas) Unit/Region. Berdasarkan review dari Tim KOMET dari hasil survey/kuesioner yang diberikan kepada para peserta forum, dapat disimpulkan bahwa mereka mendukungan adanya implementasi knowledge management. Tim KOMET mendapat input dan saran dalam pelaksanaan forum agar dapat dilaksanakan secara periodik dan dimonitor oleh tim Manajemen Unit/ Region setempat. Serta diketahui pula, dibeberapa unit/region mengalami kendala dalam mengakses Portal KOMET. Tim KOMET sedang melakukan analisa terhadap seluruh program yang telah dilaksanakan dan menyusun tindak lanjut terhadap program KOMET selanjutnya. Menjelang 1 (satu) tahunnya KOMET, berbagai kegiatan telah dilaksanakan mulai dari Workshop Tim KOMET, Roundtable Discussion di Kantor Pusat, nge-Break di Bright, Forum KOMET di 13 (tiga belas) Unit/Region, dan puncaknya nanti pada HUT KOMET pada tanggal 5 November 2009. Kirakira apa sih yang akan ditawarin dari Tim KOMET? Yang pasti kami sedang mempersiapkan suatu forum sharing yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan di Pertamina. Dan kami yakin acara ini bakalan fun, seru, and nyenengin … dan pastinya kaya akan pengalaman, pengetahuan, dan wawasan supaya bikin kita lebih kaya akan wawasan …. quality guarantee (baca: jaminan pasti) deh! Tim berharap supaya seluruh KOMETers tetap memberikan dukungan terhadap implementasi budaya berbagi pengetahuan ini dengan memberikan input dan saran yang membangun, serta tentunya tidak lupa untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan KOMET sehingga jumlah aset pengetahuan yang berhasil dikompilasi meningkat dari waktu ke waktu. Please, keep support us yaaaa … !!!•
Disusun oleh Shynta Dewi - Tim KOMET

1

2

3

4

1

Nge-Break di Bright 7 Oktober Bright, 2009, Bedah Buku ‘Transformasi Transformasi Pertamina bersama Bpk. Pertamina’ Syahrial Muchtar Bright, Nge-Break di Bright 12 Oktober Gadget 2009, Tema ‘Gadget Seru: Smart Phone, Netbook, External Modem, GPS bersama’CH . GPS’ Susianti, A.’Yulius Sancoko, Hadi Soeharto. Forum KOMET - Pms II Palembang, Palembang 9 Oktober 2009 Dumai, Forum KOMET-RU II Dumai 9 Oktober 2009

2

3 4

6

Tahun XLV, 26 Oktober 2009

No. 43

KIPRAH
JAKARTA - Proyek Kendali Mutu (PKM) Gunung Kemala dan PKM BPV dari field Prabumulih Pertamina EP Region Sumatera meraih penghargaan Improvement and Innovation Award kategori gold. Sementara itu PKM Beringin dari field Prabumulih Region Sumatera dan GKM Saagu field Sorong Region KTI mendapatkan penghargaan kategori silver. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Presiden Direktur Salis S Aprilian dan Direktur Operasi Bagus Sudaryanto di Jakarta, (1/10). Improvement & Innovation Awards 2009 diselenggarakan selama dua hari pada 28-29 September 2009 di Kantor Pusat Pertamina EP Jakarta. Pada pembukaan acara tersebut, Senin (28/9), Direktur Eksplorasi Syamsu Alam mewakili Presiden Direktur menyampaikan bahwa event ini merupakan suatu upaya nyata untuk mewujudkan perbaikan yang sistematis dan berkelanjutan untuk menunjang proses transformasi. Syamsu Alam menyam-

Anak Perusahaan

Launching Program Routing Slip Berbasis Web di PEP Region Jawa
CIREBON - PEP Region Jawa kembali memperlihatkan serangkaian program terbarunya yang bertujuan penuh untuk kembali menata reputasi EP Region Jawa dalam hal pelayanan pembayaran kepada penyedia barang dan jasa (PBJ). Adalah program Routing Slip Berbasis Web yaitu suatu alat kerja yang merupakan pembaruan disesuaikan dengan My SAP yang akan memberikan kemudahan bagi PBJ dalam memonitor progress pembayaran secara interaktif. “Disebut interaktif karena pada dasarnya kita ingin memberikan pelayanan dan kemudahan kepada PBJ agar mereka memonitor progress pembayaran secara interaktif melalui SMS,” ujar Manajer Supply Chain Management Lelin Eprianto saat berinteraksi dengan undangan yang hadir dalam sosialisasi beberapa waktu lalu. “Jadi mereka dapat mengetahui progress invoice mereka sudah sampai dimana,” tambahnya Launching Program Routing Slip Berbasis Web ini tercipta dengan didasari oleh masalah yang salah satunya adalah implementasi MySap yang menyebabkan perubahan proses bisnis pembayaran invoice. Perubahan implementasi MySap tersebut menyebabkan aplikasi perlu ditinjau kembali. Peninjauan tersebut sudah pasti harus berdasarkan standar Data dan TI. Dengan berubahnya sistem yang kini telah mengimplementasikan MySap, PBJ tetap dapat menggunakan fasilitas sms dengan mengetik INVOICE#[no_vendor] #[no_invoice] ke nomor 0811195441 (SMS Gateway PEP). ”Fasilitas ini paling tidak dapat memberikan informasi, dan mengimplementasikan GCG kepada PBJ yang secara transparant dapat diketahui oleh PBJ,” jelas Lelin/ Program Routing Slip ini sebetulnya sudah diimplementasikan di Region Jawa sejak 2006 dan terbukti memberikan kemudahan bagi PBJ. Dengan adanya perubahan program My SAP tmt 1 Januari 2009 lalu, maka Region Jawa ingin tetap memberikan komitmen terbaik dengan program routing slip yang baru ini. Untuk program jangka panjang, program ini akan diintegrasikan di My SAP, sehingga seluruh PBJ di Region Jawa yang telah mengetahui dan menjalankan lebih dahulu, minimal strategi untuk cara memenangkan lelang dengan memberikan harga terbaik telah dimiliki lebih dahulu dibandingkan dengan Pertamina yang lain. Diantara undangan yang hadir saat itu ada dari Team My SAP Pertamina Pusat.•PEP Jawa

PEP Improvement & Innovation Awards 2009
paikan bahwa di tengah semangat transformasi yang kita gulirkan saat ini, inovasi memainkan peran yang sangat penting. Dengan inovasi yang brilian, imbuhnya, para pekerja Pertamina EP dapat melakukan terobosan ataupun percepatan untuk mencapai visi yang telah ditetapkan. “Inovasi juga membutuhkan dukungan setidaknya dari sisi eksternal dan internal pekerja atau inovator itu sendiri. Dari sisi eksternal individu, rekan kerja, atasan maupun bawahan, seyogianya memberikan dukungan positif terhadap para inovator,” tegasnya. Kepada para pimpinan, Syamsu Alam menyampaikan bahwa para pimpinan diharapkan dapat memetakan potensi inovator yang ada di fungsinya masingmasing, untuk selanjutnya memberikan dorongan kepada pekerja yang bersangkutan untuk menumbuhkembangkan potensi inovasi tersebut sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan.

Presiden Direktur PEP Salis S Aprilian menyerahkan Improvement & Innovation Awards 2009.

PKM Gunung Kemala mendapat penghargaan gold atas makalah yang diajukan dengan judul Pemanfaatan Gas Flaring PMB Sebagai Feeding Gas Kompresor dan Penjualan. Sementara itu PKM BPV mengajukan makalah dengan judul Penggunaan Back Pressure Valve untuk Penggantian X-mast Tree Tanpa Killing Sumur. PKM Beringin mendapatkan penghargaan silver dengan makalah tentang Pemanfaatan Gas Flaring Test Unit BRG-C Sebagai

Feeding Gas Kompresor di BRG-D. GKM Saagu mendapatkan penghargaan silver dengan makalah Penekanan Loss Produksi dengan Penggunaan Timer Pada Panel Listrik. Acara ini ditutup secara resmi oleh Presiden Direktur Salis S Aprilian pada Selasa (29/9). Presiden Direktur menegaskan agar pengelolaan pengetahuan dan sumber daya manusia menjadi perhatian bersama.•PEP/ ADP

Pelatihan Scaffolding di Anjungan X-Ray Jatibarang
JATIBARANG - Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para pekerja dan mitra kerja, pada 10-11 Agustus 2009 di Lapangan X-ray, Field Jatibarang, Pertamina EP Region Jawa telah diselenggarakan Pelatihan Scaffolding Angkatan I, yang diikuti oleh 22 peserta. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pertamina EP Region Jawa bekerjasama dengan PT. Catur Citra Mandiri Jakarta, dalam 2 Angkatan. Scaffolding atau Perancah menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 1980, pasal (1) huruf (e) adalah bangunan pelataran (platform) yang dibuat untuk sementara dan digunakan sebagai penyangga tenaga kerja, bahan-bahan serta alat-alat pada setiap pekerjaan konstruksi bangunan, termasuk pekerjaan pemeliharaan dan pembongkaran. Selain untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, pelatihan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan aspek HSE dalam melaksanakan pekerjaan di ketinggian atau pekerjaan di area yang sulit dijangkau. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para pekerja dan mitra kerja yang bekerja di lapangan dapat merencanakan, mampu memilih jenis perancah yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan, mampu menjelaskan bagian-bagian perancah, mengetahui material yang digunakan dalam pembuatan perancah, dan mampu merangkai perancah dengan benar. Dengan demikian pekerjaan yang berada di ketinggian atau di area yang sulit dijangkau, dapat dilakukan dengan baik dan aman. Keselamatan dan kesehatan kerja di bidang konstruksi bangunan tidak hanya terbatas pada pekerjaan pembangunan, tetapi juga termasuk pekerjaan-pekerjaan perbaikan, pemeli-

Foto : PEP Rantau

MOVIE LEARNING. Panitia Ramadhan dan Idul Fitri 1430 H Pertamina EP Field Rantau Region Sumatera, Sabtu (5/9) menyelenggarakan Movie Learning bagi para remaja di sekitar komplek Pertamina Rantau. Movie Learning dibuka oleh Ketua Badan Dakwah Islam (BDI) PT Pertamina Field Rantau Damar Aryo Sutrisno. Dalam kesempatan tersebut film yang diputar berjudul laskar pelangi, para peserta diminta untuk membuat aspirasi atau komentar atas film tersebut. Tujuan dilaksanakan Movie Learning adalah menggali nilai/ peran moral dari film “Laskar Pelangi” dan memberikan materi kepada remaja untuk bekal mereka kelak. Film yang bertemakan pendidikan bagi semua orang ini diharapkan dapat membangkitkan semangat dan dedikasi para guru dalam mengajar dengan penuh keikhlasan dan juga membangkitkan semangat siswa untuk mengejar prestasi dan tetap bersekolah meski dalam keadaan yang paling minim sekalipun. Tampak peserta (kelompok) terbaik foto bersama dengan para pembina Movie Learning.•PEP Rantau .

Pemasangan Perancah Gantung di Area pipa 16” MOL XAP”– Balongan.

haraan serta pembongkaran. Oleh karena itu, maka pelatihan scaffolding dipandang sangat diperlukan untuk mengetahui penggunaan perancah secara benar dan aman. Setelah diberikan pelajaran teori, kemudian dilanjutkan dengan praktek lapangan, yaitu memasang

Hanging Scaffolding (Perancah Gantung) di area pipa 16” MOL XAP” Balongan. Pemasangan scaffolding di area tersebut dengan tujuan selain untuk praktek, sekaligus dapat digunakan untuk melakukan pemeliharaan terhadap pipa 16” MOL XAP Balongan.•PEP

Foto : PEP Jatibarang

Foto : BFR/Dok. Pertamina

Berita Kita
Foto : Pms Reg. II

Tahun XLV, 26 Oktober 2009

No. 43

7

DPPU SMB II Renovasi Monumen Lanud Palembang
PALEMBANG - Pertamina terus berupaya menjalin hubungan baik dan efektif dengan jajaran TNI-AU di sekitar wilayah operasi. Ini ditunjukkan salah satunya dengan partisipasi Pertamina Aviasi Region I melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sultan Mahumd Badaruddin (SMB) II Palembang kepada TNI-AU Lanud Palembang, dalam bentuk bantuan renovasi monumen pesawat terbang F-86 Fabre dan pengecatan refueller milik TNI-AU Lanud Palembang. Agus Maulana, Manajer Aviasi Region I di sela peresmian renovasi monumen menyampaikan, ”Pertamina sejak berdirinya negeri ini selalu mendukung TNI dalam mempertahankan kedaulatan RI, terutama dalam bentuk suplai bahan bakar. Hal inipun terus dilakukan hingga sekarang.” Ia berharap partisipasi Pertamina ini dapat memberikan kontribusi dalam menambah daya tarik kota Palembang serta memperlancar operasional Lanud sehari-hari. Letkol Penerbangan, Asril Samani memberikan apresiasi positif atas inisiatif Pertamina. Monumen pesawat maupun refueller merupakan aset Lanud yang cukup vital baik itu dari sisi kebanggaan maupun penggunaan.”Lokasi ini sangat strategis, yaitu di jalan utama masuk-keluar kota Palembang. Apalagi sebentar lagi menjelang Idul Fitri, akan banyak sekali dilalui dan dilihat orang. Jika sudah terlihat megah begini akan menambahkan kebanggaan kita sebagai masyarakat Palembang,” ujarnya. Monumen pesawat F-86 Fabre terletak di persimpangan yang mempertemukan Jalan Kolonel H Burlian, Jalan Adi Sucipto dan Jalan Soekarno-Hatta, Palembang. Monumen ini menjadi penyambut bagi pengunjung
Monumen pesawat terbang F-86 Fabre milik TNI-AU Lanud Palembang yang sudah direnovasi.

POSISI

Foto : HSE

SETIAWAN
HSE Area Manager Sumbagsel

kota Palembang yang datang dari arah utara Pulau Sumatera seperti Medan, Riau, Padang, dan Jambi. Sedang-

kan dua unit refueller yang sudah dicat digunakan untuk keperluan Lanud Palembang.• Pms. Reg. II

Sinopsis

Foto : HSE

BUKU PERPUSTAKAAN KANTOR PUSAT PERTAMINA

TRI HARSO HARIYADI
HSE Area Manager Jawa Bagian Barat

Foto : HSE

I KETUT SUDIARTHA
HSE Area Manager Sumbagut

Foto : RU IV

HADI CHAIRUNNAS
Manager Production II Refinery Unit IV Cilacap

Foto : RU IV

OTTO GERENTAKA
Manajer Maintenance Planning & Support Refinery Unit IV Cilacap

Perpustakaan Kantor Pusat Pertamina : Gedung Perwira 2 Ruang 110, Telp. 6960/5790 Faks. 3815936 • intrapertamina.com/library

DANA PENSIUN PERTAMINA RAIH ADPI AWARD 2009... (Sambungan dari halaman 1)
efisiensi biaya operasional, efisiensi biaya investasi, optimalisasi portofolio investasi, rasio kecukupan dana (RKD) dan tingkat kepatuhan (compliance) terhadap sertifikasi pengurus dana pensiun dan ketepatan waktu penyampaian laporan berkala kepada regulator. Untuk kategori aktiva bersih di atas Rp 1 triliun ini, Dana Pensiun Pertamina mengalahkan Dana Pensiun Bank Mandiri Dua dan Dana Pensiun Pusri. Sampai dengan 1 September 2009 menurut Torang, nilai aktiva bersih dana pensiun Pertamina Rp 6,7 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan per 31 Desember 2008 sebesar Rp 5,6 Triliun. “Kita berharap bisa meningkatkan Return on Investment sekaligus Return on Asset-nya. Kita juga berharap rasio kecukupan dana bisa lebih meningkat sehingga kewajiban dari pendiri dapat diminimalisasi. Sekaligus kita dapat berupaya untuk mempertahankan dan menaikkan manfaat pensiun. Itulah cita-cita kita. Tapi semua tergantung kepada pendiri maupun target kinerja investasi yang bisa kita raih,” kata Torang. Sesuai tema ‘Dengan Tata Kelola yang Baik Menuju Kesinambungan Pertumbuhan Dana Pensiunan’, maka pelaksanaan pengelolaan dana pensiun Pertamina akan mengacu kepada tata kelola dana pensiun yang lebih baik, dengan mempertahankan apa yang sudah dicapai dengan harapan memberikan suatu manfaat yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan pensiunan.•IK
Foto : RU VI

BAMBANG SEMBODO
Manager HR Area Refinery Unit VI Balongan

Foto : RU VI

H. NUR HENDRO
Manajer Project Revamp II, ROP, NPU & Tank Crude Refinery Unit VI Balongan

No. 43

Tahun XLV, 26 Oktober 2009

Corporate Social Responsibility

8

Pertamina Salurkan 20 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Sumbar
MEDAN – Lewat dua minggu pasca gempa Sumatera Barat akhir September lalu, masyarakat yang menjadi korban masih membutuhkan banyak bantuan. Menyusul Tim Pertamina Peduli yang sudah turun ke Sumatera Barat sejak hari pertama pasca gempa, Pemasaran Region I mengirimkan 20 ton bantuan perlengkapan ke Sumatera Barat, khususnya Padang Pariaman. Minggu sore (18/10), bantuan tersebut diberangkatkan dari Medan. Paket bantuan terdiri dari 10 ton beras, 2 ton gula pasir, 2.000 liter minyak goreng, 500 dus mie instan, dan 4.000 botol susu cair. Bantuan dikemas dalam 2.000 paket, sehingga korban dapat menerima bantuan dengan merata. Selain itu dikirimkan juga 500 lembar kain sarung, 500 lembar kaos, 200 pasang seragam SD, dan 20 tenda. Bantuan senilai Rp 250 juta tersebut adalah sumbangan dari pekerja Pertamina seluruh Indonesia melalui rekening Pertamina Peduli. Diharapkan Senin malam ini bantuan sudah tiba di tujuan dan segera diserahkan kepada para korban. Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7.6 skala Richter mengguncang Sumatera Barat, Kamis 30 September lalu. Lebih dari 1.000 korban meninggal, dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal. Diharapkan bantuan dari Pertamina ini dapat meringankan beban korban gem-

Foto : BFR/Dok. Pertamina

JAKARTA – Budaya saling memaafkan yang lebih popular dengan sebutan Halal Bihalal ini merupakan fenomena tradisi positif umat Islam yang terjadi di tanah air, dan telah berpengaruh menjadi tradisi di negara-negara rumpun melayu di Asia, yang menekankan sikap silaturahmi, persaudaraan, persatuan, dan saling mengasihi. Demikian disampaikan Ketua Umum Persatuan Wanita Patra Pusat Shinta Omar S Anwar pada saat acara Halal Bihalal 1 Syawal 1430 H Persatuan Wanita Patra Pusat, di Gedung Wanita Patra Simprug, Kamis (8/10). Lebih lanjut Shinta memaparkan bahwa dalam perjalanan hidup manusia pasti tidak akan luput dari dosa dan kesalahan. Dosa yang paling sering dilakukan adalah kesalahan terhadap sesamanya. “Seperti halnya kita selaku individu yang hidup ditengah keluarga, masyarakat, termasuk dalam berorganisasi di PWP tidak terkecuali tanpa disengaja timbul rasa negatif yang berkaitan dengan keberadaan orang lain, seperti rasa iri, dengki, sombong, bangga diri, permusuhan, pertikaian atau bahkan dengan sengaja menyakiti orang lain,” ujarnya. “Maka pada kesempatan yang fitrah ini merupakan momen penting untuk saling memaafkan, baik secara individu maupun kelompok untuk mengembalikan diri kita pada kondisi awal keberadaannya yang suci dan bersih, itulah makna dari Idul Fitri,” kata Shinta sumringah. Menurutnya, bulan Syawal yang bermakna peningkatan setelah melakukan training lahiriah selama satu bulan penuh, maka pembuktian keberhasilan training tersebut harus mulai dapat diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. “Apalagi sebagai pendamping suami segaligus ibu dari putra dan putri kita serta sebagai pengurus ataupun anggota PWP, dapat menjadikan bulan Ramadhan yang lalu sebagai bulan pembelajaran diri untuk dapat lebih berempati lagi terhadap orang lain,” papar Shinta. Selain silaturahmi juga dilakukan penggalangan dana untuk bencana alam gempa di Sumatera Barat. Kegiatan tersbut berkoordinasi dengan PWP Tingkat Wilayah Sales Area Padang yang berada dibawah PWP Tingkat Wilayah Pemasaran dan Niaga Region I, Medan.•BFR/NDJ

pa Sumatera Barat. Bantuan ini adalah salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina kepada lingkungan sekitar. Program CSR

Pertamina difokuskan di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat, serta korban bencana.• Pms. Reg. I

PEP Hijaukan Terminal Lingkas Tarakan
TARAKAN - Pertamina UBEP Sangasanga dan Tarakan melaksanakan penghijauan di wilayah Terminal Lingkas Lapangan Tarakan, Kamis (15/10). Penghijauan ini merupakan salah satu wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan hidup serta terkait dengan ditetapkannya Terminal Lingkas Lapangan Tarakan sebagai salah satu kawasan hijau di Kota Tarakan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Tarakan H. Udin Hianggio beserta Mendagri Mardiyanto (saat menjabat) yang melakukan penanaman secara simbolis. Mardiyanto menegaskan, “Pemkot tidak dapat bekerja sendiri dalam menata kota. Kegiatan hari ini merupakan bentuk nyata dukungan dan kepedulian Pertamina dan Pemkot Tarakan untuk bekerja sama menciptakan lingkungan hijau, sehingga diharapkan kerjasama seperti ini bisa terus dikembangkan”. Ke depan, Pertamina EP bersama Pemkot Tarakan akan menyediakan sarana wisata dan pendidikan berupa Taman Minyak dan Museum Minyak. Menurut GM UBEP Sangasanga dan Tarakan Satoto Agustono, penanaman akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal 200 bibit dan kedepannya akan terus bertambah sampai 2000 bibit pohon agathis. Pohon agathis dipilih karena tumbuhan ini merupakan salah satu pohon asli asal Kalimantan, yang puluhan tahun silam menjadi maskot Kota Tarakan. Penetapan kawasan hijau ini sendiri selain untuk menjaga fasilitas Terminal Lingkas juga untuk melindungi masyarakat dan lingkungan sekitar dari bahaya longsor. Lebih lanjut Satoto menyampaikan bahwa penghijauan memang harus dilakukan. Jika tidak dilakukan dikhawatirkan sesuatu yang tidak diinginkan bisa terjadi di sekitar tangki. Penetapan kawasan hijau ini merupakan salah satu bentuk kesepahaman antara PEP dan Pemerintah Kota Tarakan untuk menata operasi migas yang berada di lingkungan perkotaan.•PEP

Pertamina Bantu Pemberdayaan Pos Yandu
MEDAN - Untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Pertamina melalui program CSR “Sehat bersama Ibu dan Anak Tercinta” (SEHATI) memberikan bantuan pemberdayaan Pos Yandu. Bantuan program SEHATI diberikan kepada lingkungan BKM Sejahtera Mandiri Kelurahan Kampung Baru Jl. Brigjen Katamso Medan Maimun, (4/9). Penyerahan bantuan sebesar 10 juta rupiah dilakukan dari Asisten Manajer External Relation Pertamina Region I Sumbagut, Fitri Erika, kepada Lurah Kampung Baru, Zainul Achmadin, disaksikan oleh Pimpinan Kolektif BKM Sejahtera Mandiri, Jumiati, di halaman kantor Kelurahan Kampung Baru bersama sekitar 100 warga. Lurah Kampung Baru, Zainul Achmadin mengatakan bahwa program peningkatan kesehatan sangat diperlukan untuk dapat menjadikan masyarakat yang sehat dan mandiri. Pemerintah telah memiliki berbagai program untuk dapat meningkatkan partisipasi masyarakat agar dapat hidup lebih baik. Fitri Erika berharap bantuan yang diberikan ini dapat dimanfaatkan untuk peningkatan status gizi masyarakat, sehingga fungsi Pos Yandu sebagai wadah pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat dapat lebih optimal lagi. Program CSR Pemasaran BBM Retail Region I Medan di bidang kesehatan yang telah berjalan antara lain pemberian makanan tambahan bagi anak penderita gizi buruk di Medan Belawan, serta pemberdayaan Pos Yandu di Medan, Pekanbaru, Binjai, Siantar, Kisaran, dan Sibolga. Kegiatan ini adalah bagian dari program “Sehat Bersama Pertamina”, sebagai bentuk”Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina kepada lingkungan sekitar. Program CSR Pertamina difokuskan di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat.•Pms Reg. I

Foto : Pms. Reg. I

Foto : Pemasaran Region I

PWP Pusat Adakan Halal Bihalal

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->