P. 1
BAB II

BAB II

|Views: 1,591|Likes:
Published by Al

More info:

Published by: Al on Nov 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

Karyawan sebagai tenaga operasional pada organisasi koperasi harus dapat

melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya sedangkan pengurus berperan

memberikan dorongan secara langsung maupun tidak langsung kepada karyawan

agar karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Salah satu faktor

pendukung keberhasilan koperasi adalah hasil kerja karyawan, agar karyawan

mempunyai hasil kerja yang baik maka koperasi harus lebih memperhatikan

aspek-aspek berkaitan dengan karyawan salah satunya berkaitan dengan kepuasan

kerja karyawan, karena dengan karyawan merasa puas akan memberikan dampak

positif terhadap hasil kerja maupun kinerja karyawan itu sendiri. Pada dasarnya

kepuasan kerja merupakan sifat individual, di mana setiap individu memiliki

kepuasan berbeda-beda dengan sistem ataupun uraian yang berlaku semakin

banyak dalam pekerjaan yang sesuai dengan kepentingan individu tersebut

semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan dan semakin banyak aspek

pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan individu maka semakin rendah

tingkat kepuasan. Menurut Keith Davis (dalam A. A. Anwar Prabu Mangkunegara

2000:17) mengemukakan bahwa :

”Job satisfaction is the favorableness or unfavourableness with employe
view their work”.
(Kepuasan kerja adalah perasaan menyokong atau
tidak menyokong yang di alami pegawai dalam bekerja).

21

Sedangkan Wexley dan Yukl (dalam A. A Anwar Prabu Mangkunegara

2000:117) mendefinisikan kepuasan kerja adalah :

“Is the way an employe feels about his or her job”. (Adalah cara
pegawai merasakannya dirinya atau pekerjaannya).

Pendapat lain dari T. Hani Handoko (1987:193) mengemukakan bahwa :

“Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau
tidak menyenangkan dengan para karyawan memandang pekerjaan
mereka”.

Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kepuasan

kerja karyawan adalah suatu sikap atau kondisi yang mendukung atau tidak

mendukung yang berhubungan dengan dirinya sendiri atau dengan jenis

pekerjaannya serta situasi dan lingkungan yang berada disekitarnya. Karyawan

akan merasa puas dalam bekerja apabila aspek-aspek pekerjaan dan aspek-aspek

dirinya menyokong begitu juga sebaliknya jika aspek-aspek tersebut tidak

meyokong, maka karyawan akan merasa tidak puas.

Menurut Harold E. Burt (dalam Moh. As. Ad, 1987:112), menyatakan

bahwa faktor-faktor yang dapat menimbulkan kepuasan kerja adalah :

1.Faktor hubungan antar karyawan

a.

Hubungan antara karyawan dengan manajer

b.

Hubungan sosial antara karyawan

c.

Faktor fisik dan kondisi kerja

d.

Sugesti dari teman sekerja

2.Faktor individu

a.Sikap seseorang terhadap karyawan
b.Umur seseorang

22

3.Faktor luar (ekstern)

a.Keadaan keluarga karyawan
b.Rekreasi
c.Pendidikan

Moh. As. Ad, (1987:115), merangkum faktor-faktor yang menimbulkan

kepuasan kerja karyawan sebagai berikut :

1.

Faktor Psikologi

Faktor ini merupakan faktor yang berhubungan dengan kejiwaan karyawan

meliputi minat, ketentraman dalam bekerja, sikap terhadap pekerjaan

keterampilan dan tanggungjawab pada pekerjaan.

2.

Faktor Sosial

Faktor ini merupakan faktor yang berhubungan interaksi sosial baik hubungan

antar karyawan satu jenis pekerjaan, hubungan karyawan dengan atasan dan

hubungan karyawan yang berbeda jenis pekerjaan

3.

Faktor Fisik

Faktor ini merupakan faktor yang berhubungan kondisi fisik lingkungan kerja

dan kondisi fisik karyawan meliputi pengaturan waktu kerja, waktu istirahat,

perlengkapan kerja, keadaan ruangan dan kondisi kesehatan karyawan.

4.

Faktor Finansial

Faktor ini merupakan faktor yang berhubungan dengan hal-hal yang bisa

memberikan motivasi kepada karyawan meliputi pemberian penghargaan

prestasi kerja dan adanya kesempatan untuk berkembang.

5.

Faktor Motivasi

23

Faktor ini merupakan faktor yang berhubungan dengan hal yang bisa

memberikan motivasi kepada karyawan meliputi pemberian penghargaan

terhadap prestasi kerja dan adanya kesempatan untuk berkembang.

Pendapat lain dari Keith Davis (dalam A. A. Anwar Prabu Mangkunegara

2000:118), mengemukakan bahwa kepuasan kerja sangat berhubungan dengan

variabel-variabel sebagai berikut :

1.Turnover

Kepuasan kerja lebih tinggi dihubungkan dengan turnover pegawai yang

rendah sedangkan pegawai-pegawai yang kurang puas biasanya turnovernya

lebih tinggi.

2.Tingkat Ketidakhadiran (absen) Kerja

Pegawai-pegawai yang kurang puas cenderung tingkat ketidakhadirannya

lebih tinggi, di mana mereka sering tidak masuk kerja dengan alasan yang

tidak tinggi, di mana mereka sering tidak masuk kerja dengan alasan yang

tidak logis dan subjektif.

3.Umur

Adanya kecenderungan bahwa pegawai yang lebih tua merasa lebih puas dari

pada pegawai yang lebih muda, hal ini disebabkan karena adanya asumsi

bahwa pegawai yang tua lebih berpengalaman untuk menyesuaikan diri

dengan lingkungan kerjanya. Sedangkan pegawai yang lebih muda cenderung

mempunyai harapan yang tidak ideal tentang dunia kerjanya.

4.Tingkat Pekerjaan

24

Pegawai-pegawai yang tingkat pekerjaanya lebih tinggi dapat menunjukan

kemamapuan kerjanya yang lebih baik dan aktif dalam mengemukakan ide-

idenya serta cukup kreatif dalam melakukan pekerjaannya.

5.Ukuran Organisasi Perusahaan

Ukuran organsasi ini sangat mempengaruhi suatu organisasi, hal ini

disebabkan karena besarnya kecilnya organisasi berhubungan dengan

koordinasi komunikasi dan partisipasi.

Kepuasan kerja karyawan dapat tercipta jika pengurus dan karyawan

saling mendukung dan adanya kerjasama yang baik antara kedua belah pihak

sehingga akan tercipta tujuan yang telah disepakati bersama. Hal ini akan nampak

pada sikap kerja karyawan. Jika sikap karyawan cenderung lebih baik maka hal

tersebut mencerminkan adanya kepuasan kerja pada karyawan, sebaliknya jika

sikap karyawan cenderung negarif maka kepuasan kerja belum tercapai.

Berdasarkaan teori-teori maupun konsep-konsep tentang kepuasan kerja tersebut,

maka tolok ukur kepuasan kerja karyawan yang akan dipergunakan dalam

penelitian pada KSU Tandangsari Sumedang adalah teori yang dikemukakan oleh

Keith Davis (dalam A. A. Anwar Prabu Mangkunegara 2000:118), dengan

memperhatikan variabel-variabel penting dalam menilai kepuasan kerja karyawan

antara lain turnover, tingkat ketidakhadiran kerja, umur, tingkat pekerjaan, dan

ukuran organisasi. Apabila tingkat kepuasan kerja karyawan yang ada di KSU

Tandangsari Sumedang masih rendah tentu saja akan berdampak pada kinerja

25

karyawan itu sendiri dan secara keseluruhan akan mempengaruhi sumber daya

manusia yang ada di koperasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->