P. 1
Distribusi Sampling

Distribusi Sampling

|Views: 987|Likes:
Published by irfanalwi

More info:

Published by: irfanalwi on Nov 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

pdf

text

original

DISTRIBUSI SAMPLING

DISTRIBUSI RATA-RATA
Pada distribusi rata2 berlaku “Dalil Limit Pusat” yaitu

“Jika sebuah pop. mempunyai rata2 μ & simpangan baku σ yg besarnya terhingga, mk utk ukuran sampel acak & cukup besar, dist. rata2 sampel mendekati dist normal dg rata2 & simpangan baku µ =µ σ =σ Biasanya, utk n≥30x pendekatan ini sudah mulai xberlaku. n Dist. normal yang berasal dari dist. rata-rata perlu distandarkan agar daftar dist. normal baku dapat digunakan:

x−µ z= σx

Contoh 1. Panjang total ikan sepat siam rata2 165mm & simp. baku 8,4mm. Telah diambil sampel acak terdiri dr 45 ekor ikan. Tentukan brp peluang panjang total rata2 ke-45 ekor ikan tsb. a. antara 160mm & 168mm b. paling sedikit 166mm Jawaban: Dik: n=45; =165mm; =8,4mm µx a. peluang (160 < x <168) σ

x − µ 160 − 165 z1 = = σ n 8,4 45 −5 = = −3,99 1,252

168 − 165 z2 = 1,252 3 = = 2,40 1,252

Luas kurva = 0,5 + 0,4918 = 0.9918 Jadi peluang (160 < x < 168) = 0.9918

0,4918 0,5 -3,9 0 0,2881 0,2119 2,4

b. Peluang (x≥166)

166 − 165 1 z2 = = = 0.80 1,252 1,252
Luas kurva = 0,5 - 0,2881 = 0.2119 Jadi peluang (x≥168) = 0.2119
0 0,8

Bila varians populasi (σ2) diketahui & perbedaan rata2 dari sampel diharapkan tidak lebih dari sebuah harga d yang ditentukan, maka berlaku hubungan : σx ≤ d Dari rumus ini kita dpt menentukan ukuran (n) sampel paling sedikit diperlukan sehubungan dist. rata2

Contoh 2. untuk contoh 1 di atas, diharapkan d tidak lebih dari 1mm maka:

σ 8,4 ≤d → ≤1 n n n ≥ (8,4) 2 ⇔ n ≥ 70,58
Jadi paling sedikit perlu diambil sampel 71 ekor ikan sepat siam

DISTRIBUSI PROPORSI
Dari suatu populasi diambil sampel acak berukuran n & di dlmnya

t’dpt peristiwa A sebanyak x, maka statistik proporsi peristiwa A = x/n. Jika t’dpt sekumpulan proporsi peristiwa A, kita dpt menghitung rata2nya (μx/n )& simpangan bakunya (σx/n )

µx n = π
berikut:

; σx n

π (1 − π ) = n

Untuk perhitungan daftar dist normal baku dpt digunakan tranformasi

x n −π z= σx n
Juga berlaku hubungan:

σx n ≤ d

Contoh 3. 10% anggota masyarakat t’golong ke dlm golon gan A. Sebuah sampel acak t’diri atas 100 orang telah diambil a. Tent. peluang akan ada paling sedikit 15 org dr gol A b. Brp org (sampel) agar % gol A dr sampel yg satu dgn yg lain diharapkan berbeda paling besar 2% Jawaban: Dik: π=0,1; 1- π =0,9; n=100; x/n=15/100=0,15 a. peluang (x/n ≥0,15)=….?

0,1× 0,9 σx n = = 0,03 100 0,15 − 0,1 z= = 1,67 0,03

0,4525 0,0475 0 1,67

Luas kurva yg diarsir = 0,5 – 0,4525 = 0,0475

b. Dik : d = 0,02 σx n ≤ d

n = …?

0,1× 0,9 0,09 ≤ 0,02 ⇔ ≤ (0,02) 2 n n 0,0004n ≥ 0,09 0,09 n≥ 0,0004 n ≥ 225 orang

DISTRIBUSI SIMPANGAN BAKU
Dari sekumpulan nilai simp. baku (s) dapat

dihitung rata2nya (μs) & simp. bakunya (σs). Untuk n besar, biasanya n ≥100  dist. simp. baku mendekati normal

µs = σ

σ ; σs = 2n

Untuk transformasi digunakan rumus berikut:

s −σ z= σs

Contoh 4. Varians sebuah populasi yang berdist. normal 6,25. Diambil sampel 225. Tentukan peluang sampel tersebut akan mempunyai simp. baku lebih dari 3,5. Jawaban: Dik: σ2=6,25  σ=2,5 ; n=225; s=3,5 a. peluang (s>3,5)=….? 2,5 σS = = 0,118 2(225)

3,5 − 2,5 z= = 8,47 0,118
Jadi praktis tdk terjadi sampel berukuran 225 dgn s > 3,5

DISTRIBUSI SELISIH & JUMLAH RATA2
Sekumpulan selisih rata2 sampely( xi − j

) dgn i

=1,2,..k & j=1,2,..,r dari dua populasi yg berukuran cukup besar akan membentuk dist. selisih rata2 µ x − y = µ1 − µ 2 µ y − x = µ 2 − µ1

σ x− y

2 σ 12 σ 2 = + n1 n2

dan

σ y−x

2 σ 12 σ 2 = + n1 n2

Untuk mendekati distribusi normal baku dapat digunakan

transformasi berikut:

( x − y ) − ( µ1 − µ 2 ) z= σ x− y

DISTRIBUSI SELISIH & JUMLAH RATA2
Apabila dari dua kumpulan rata2 sampel xi
yi dengan i=1,2,…,k & dengan j=1,2,…,r kita jumlahkan maka membentuk distribusi jumlah rata2 µ x + y = µ1 + µ 2

σ x+ y
transformasi berikut:

2 σ 12 σ 2 = + n1 n2

Untuk mendekati distribusi normal baku dapat digunakan

( x + y ) − ( µ1 + µ 2 ) z= σ x+ y

Contoh 5. Rata2 tinggi mahasiswa laki2 163cm & simp. bakunya 5,2cm, sdgkan mhsw perempuan, parameter tersebut berturut2 152cm & 4,9cm. Dari kedua klp mhsw itu masing2 diambil sebuah sampel acak sec. independen, berukuran sama yaitu 140 orang. Brp peluang rata2 tinggi mhsw laki2 paling sedikit 10 cm lebih dari rata2 tinggi mhsw perempuan. Jawaban: Dik: μ1=μx=163; σx=5,2 ; μ2=μy=152; σy=4,9 n1=n2=140; xy=10; a. peluang (x-y≥10)=….? μx-y = 163-152 = 11

(5,2) 2 (4,9) 2 σ x− y = + = 0,6038 140 140 10 − 11 z= = −1,66 0.6038

0,4515

0,5

-1,66

0

Luas kurva yang diarsir = 0,5 + 0,4515 = 0.9515 Jadi Peluang p(x – y ≥ 10) = 0,9515

DISTRIBUSI SELISIH PROPORSI
Selisih Proporsi (

membentuk dist. selisih proporsi, dgn rata2nya diberi simbol ( ) µ simp bakunya & sp diberi simbol ( ) dalam hal ini berlaku:

xi yi − ) dapat n1 n2

σ sp

µ sp = π 1 − π 2 π 1 (1 − π 1 ) π 2 (1 − π 2 ) σ sp = + n1 n2
Nilai Transformasinya: dan

( x n1 − y n2 ) − (π 1 − π 2 ) z= σ sp

Contoh 5. Ada dugaan kuat bahwa calon A akan mdpt suara 60% dlm pemilihan. Dua buah sampel acak sec. independen telah diambil masing2 tdr atas 300 orang. Tent peluang akan terjadi perbedaan % tdk lebih dr 10% yg akan memilih A. Jawaban: ( x n1 − y n2 ) = Dik: π1= π2=0,6; σx=5,2 ; n1=n2=300; 0,1

( x n1 − y n2 ) peluang( y n − x n ) <0,1 =….? 2 1 peluang <0,1 n ) ( x n1 − y =….? 2
Jadi Peluang -10%<

<10% =….?

µ sp = 0,6 − 0,6 = 0
0,6(0,4) 0,6(0,4) σ sp = + = 0,04 300 300 − 0,1 − 0 0,1 − 0 z1 = = −2,50 ; z 2 = = 2,50 0,04 0,04

0,4930

0,4930

-2,5

0

2,5

Luas daerah kurva yang diarsir = 2(0,4930) = 0,9876

Tugas
1. Jika suatu populasi 1, 1, 1, 3, 4, 5, 6, 6, 6, 7, hitunglah peluang suatu sampel acak berukuran 36 yg diambil dengan pemulihan, akan menghasilkan rata2 sampel yg lebih besar dari 3,8 tetapi lebih kecil dari 4,5 jika rata2 itu diukur sampai persepuluhan terdekat?? 2.Sebuah pabrik memproduksi lampu. Jika umur lampu itu menyebar normal dgn rata2 800 jam & simpangan baku 40 jam, hitunglah peluang bahwa suatu sampel acak 16 lampu akan mempunyai umur rata2 kurang dari 775 jam? 3.Tabung gambar TV A memiliki rata2 umur 6,5 thn & simpangan baku 0,9 thn, sdgkan tabung gambar TV B rata2 umurnya 6,0 thn & simp. baku 0,8 thn. Berapa peluang bahwa sebuah sampel acak 36 tabung TV A mencapai umur rata2 sekurang2nya 1 thn lebih lama daripada umur rata2 49 tabung TV B??

Tugas
4.Dari pengalaman menunjukkan bhw 10% anggota masyarakat menderita penyakit A. Penelitian akan dilakukan berdasarkan sampling. Perbedaan proporsi anggota yg menderita penyakit A dari sampel ke sampel maksimum dikehendaki sebesar 1%. Berapa besar ukuran sampel paling sedikit? Dengan ukuran sampel minimal tersebut, tentukan: a. rata2 & simp. Baku utk proporsi penderita penyakit A b. peluang sampel itu akan berisikan penderita penyakit A: 1). antara 80 dan 95 orang 2). lebih dari 98 orang 3). paling banyak 75 orang 5. Macam lampu A rata2 menyala 1400 jam & macam lampu B arata2 menyala 1300 jam. Simp. bakunya masing2 160 jam & 125 jam. Dari tiap populasi diambil sebuah sampel acak berukurn 85 dari lampu A & 100 dari lampu B. Tentukan peluang rata2 menyala lampu dalam sampel dari A paling sedikit akan 50 jam lebihnya dari rata2 menyala lampu dalam sampel dari B.

TERIMA K ASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->