P. 1
Lutfi, Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Analisa)

Lutfi, Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Analisa)

4.93

|Views: 12,446|Likes:
Published by cides
Lutfi, Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Analisa)
Lutfi, Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Analisa)

More info:

Published by: cides on Mar 11, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2013

pdf

text

original

Berbeda dengan model Harrod-Domar, model-model neoklasik
memungkinkan terjadinya substitusi antar faktor modal dengan
tenaga kerja. Teori pertumbuhan neoklasik dimulai dengan model
Solow-Swan yang dikembangkan oleh Solow (Solow, 1956) dan T.W.
Swan (Swan,1956) dengan menggunakan fungsi produksi dari Cobb
Douglas, secara matematis dinyatakan sebagai berikut:
Y = At F(Kt, Lt) ...............…………………………………….………(2.5)

dimana:
Y

= output

L

= tenaga kerja

K

= stok kapital

A

= faktor produktivitas

t

= waktu

Persamaan 2.5 ini menyatakan bahwa output adalah fungsi dari
sejumlah faktor input berupa modal, tenaga kerja dan faktor
produktivitas teknologi yang ada. Dari persamaan ini dapat dikatakan
bahwa kenaikan output barang dan jasa, yang dicerminkan dengan
Produk Domestik Bruto (PDB) dapat terjadi melalui kenaikan
penawaran tenaga kerja, kenaikan modal fisik dan peningkatan
produktivitas sepanjang waktu. Pada kenyataannya pertumbuhan ini
akan meningkat bila masyarakat mendapatkan lebih banyak sumber
daya atau masyarakat menemukan cara penggunaan sumber daya
yang tersedia untuk menciptakan output secara lebih efisien.

Dengan menganggap teknologi adalah konstanta yang mengandung
pengertian dengan tidak adanya kemajuan teknologi (technological
progress) yang berimplikasi pada pencapaian tingkat output dan
modal jangka panjang untuk mencapai kondisi keseimbangan yang

13

Pengaruh FDI terhadap Pertumbuhan Ekonomi

stabil (steady-state equilibrium). Serta asumsi fungsi produksi yang
digunakan dalam model Solow ini adalah bersifat skala hasil konstan
(constant return to scale). Hal ini mengandung pengertian jika terjadi
peningkatan modal dan tenaga kerja dalam proporsi yang sama,
maka output meningkat dalam proporsi yang sama. Dengan asumsi
ini dan membagi dengan 1/AL maka persamaan 2.5 diatas dapat
disederhanakan menjadi:

(,

F⎜⎛K

1, ⎟=1

AL

K

F

)...................................... (2.6)

⎝AL ⎠AL

dimana K/AL adalah modal per unit tenaga kerja dan F(K,AL)/AL
identik dengan Y/AL yang merupakan output per unit tenaga kerja.
Dengan menggunakan k = K/AL, y = Y/AL dan f = F(k,1) maka fungsi
produksi dapat dinyatakan dalam bentuk:

(

y =k

f ) .............................. (2.7)

Dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas maka di
dapatkan:

(,AL
K

F

)=K α

(AL)1 −α

0 <α<1 ...................... (2.7)

Fungsi ini adalah constant return to scale yaitu apabila kedua input
dikalikan denagn bilangan c, didapat:

α

1 −α

(,

(,

cAL

cK

F

)=(cK )(cAL)=

AL

K

cF

) .................... (2.8)

Kemudian dengan membagi kedua input persamaan diatas terhadap
1/AL, diperoleh:

()=⎛

⎜K

1, ⎟⎞α

=kα............................................ (2.9)

K

F

⎝AL ⎠

Bila persamaan 2.9 diturunkan, akan diperoleh f’ = αkα−1

,yang

mempunyai nilai positif dan turunan keduanya yaitu f’’ = (α−1)αkα−2

=

-(1-α)αkα−2

, mempunyai nilai negatif. Sehingga fungsi k berbentuk

seperti gambar 2.1:

y

Y=f(k)

y*

output per
pekerja

14

Pengaruh FDI terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Gambar 2.1. Fungsi produksi (output) tanpa kemajuan teknologi
(Sumber: Dornbusch, R., Fischer,S & Startz, R. 2004:54)

Gambar 2.1 menunjukkan fungsi produksi, kombinasi antara GDP per
kapita dan rasio modal-tenaga kerja. Fungsi produksi yang
merupakan

gambaran

untuk

memahami

pertumbuhan
memperlihatkan hasil pengembalian modal yang semakin berkurang.
Jika modal perkapita naik sehingga para pekerja menggunakan
jumlah mesin yang semakin banyak, maka output perkapita naik,
tetapi dengan laju yang semakin menurun (diminishing marginal
product of capital). Konsep ini selanjutnya digunakann untuk
menjelaskan pencapaian kondisi stabil pada pertumbuhan.

Keadaan Stabil (Steady State)

Gagasan perekonomian dalam kondisi stabil adalah jika modal
perkapita tidak berubah pada tingkat teknologi tertentu, maka output
perkapita juga tidak berubah2

yang dituliskan sebagai y* dan k* yang
menunjukkan nilai, dimana stok barang modal akan menjadi persis
sama untuk melengkapi orang-orang yang baru masuk bekerja dan
penempatan mesin baru dan besarnya sama dengan tabungan yang
tersedia dalam perekonomian. Jika tabungan lebih besar dari modal
yang tersedia, sehingga modal pertenaga kerja sepanjang waktu
meningkat dan outpunya juga akan meningkat. Jika tabungan lebih
kecil dari persyaratan investasi, maka modal per tenaga kerja dan

Agar modal perkapita tidak berubah meskipun jumlah penduduk bertambah, maka modal harus
tumbuh sama dengan pertumbuhan penduduk. Simbol untuk pertumbuhan populasi didefenisikan
sebagai l = ∆L/L dan dalam kondisi stabil, ∆Y/Y =∆L/L=∆K/k =n.

15

2

Pengaruh FDI terhadap Pertumbuhan Ekonomi

output akan turun. Dalam kondisi stabil nilai output y* dan modal k*,
maka tingkat tabungan dan modal yang dipersyaratkan harus sama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->